BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Save this PDF as:

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB V SIMPULAN DAN SARAN"

Transkripsi

1 BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.1. Simpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab 4 yaitu penilaian kinerja keuangan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk yang akan dibandingkan dengan rata-rata industri di industri semen yang tercatat di Bursa efek Indonesia tahun dengan menggunakan analisis rasio keuangan dan analisis metode Economic Value Added (EVA) dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: V.1.1. Analisis Likuiditas 1. Current Ratio Kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam melunasi hutang jangka pendek pada tahun 2008 dikatakan tidak likuid karena rasio yang berada dibawah rata-rata industri karena kenaikan aktiva lancar yang lebih sedikit dibandingkan dengan kenaikan kewajiban jangka pendek yang lebih signifikan. Kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam melunasi hutang jangka pendek pada tahun dikatakan cukup likuid karena berada diatas rata-rata industri. 108

2 2. Acid Test Ratio Kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tanpa memperhitungkan persediaan yaitu pada tahun 2008 perusahaan dikatakan tidak cukup likuid dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek karena kenaikan aktiva lancar tanpa persediaan mengalami kenaikan yang lebih kecil dari kenaikan hutang jangka pendek, selain itu dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya persediaan paling besar adalah pada tahun 2008, maka hal itu mempengaruhi kecilnya acid test ratio. Kinerja PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk Kinerja PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tanpa memperhitungkan persediaan yaitu pada tahun 2009 dan tahun 2010 perusahaan dikatakan cukup likuid karena berada diatas rata-rata insustri, hal tersebut terjadi karena aktiva lancar tanpa memperhitungkan persediaan mengalami kenaikan lebih besar daripada penurunan kewajiban jangka pendek. 3. Receivable Turnover Kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam penagihan piutangnya pada tahun 2008 dikatakan cukup likuid karena sama dengan ratarata industri. Hal tersebut ditunjukan pada kenaikan penjualan yang sebanding dengan kenaikan piutang usaha sedangkan pada tahun 2009 dan tahun 2010 dikatakan tidak cukup likuid karena lebih rendah dibandingkan dengan rata-ratarata industri dan lebih kecil dibandingkan dengan kedua pesaingnya. Hal yang menyebabkan ketidaklikuid pada tahun 2009 dan tahun 2010 adalah kenaikan 109

3 penjualan yang lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan piutangnya yang cukup signifikan. Hal itu menandakan pada tahun 2008 terdapat modal kerja yang lebih rendah pada piutang sehingga dinyatakan lebih bagus sedangkan modal kerja pada tahun 2009 dan tahun 2010 cenderung meningkat dalam piutangnya sehingga dinyatakan kurang bagus. 4. Average Collection Period Kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam penagihan piutang yang akan dijadikan kas pada tahun 2008 dikatakan cukup baik karena sama dengan rata-rata industri. Kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dalam penagihan piutang yang akan dijadikan kas pada tahun 2009 dan tahun 2010 dikatakan kurang baik karena periode penagihannya lebih lama dibandingkan dengan rata-rata industri serta lebih rendah bila dibandingkan dengan PT. Semen Gresik, Tbk serta pada tahun 2009 lebih rendah dibandingkan dengan PT. Holcim Indonesia, Tbk. Hal yang menyebabkan periode penagihan perusahaan kurang baik karena kegiatan dari penagihannya dikatakan kurang baik. 5. Inventory Turnover Kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam mengelola persediaan pada tahun dikatakan kurang baik karena berada dibawah rata-rata industri serta mengalami penurunan setiap tahunnya.pada tahun 2008 hal itu terjadi karena adanya kenaikan persediaan yang sangat signifikan yang tidak diimbangi dengan kenaikan HPP sehingga dapat disimpulkan masih ada 110

4 persediaan yang menumpuk. Pada tahun 2009 hal itu terjadi karena penurunan hpp yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan persediaan sehingga menimbulkan persediaan menumpuk. Pada tahun 2010 hal itu terjadi karena adanya kenaikan persediaan yang signifikan terutama pada barang jadi tidak disertai kenaikan harga pokok produksi yang signifikan sehingga menimbulkan persediaan yang menumpuk. 6. Average days to sell Inventory Kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk pada tahun dalam waktu pengelolaan persediaan kurang baik karena berada di atas rata-rata industri serta lebih tinggi dari kedua pesaingnya dalam waktu pengelolaan persediaan. Hal itu terjadi karena ketidakefektifan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam mengelola persediaannya. 7. Siklus konversi kas (Cash Conversion Cycle) Kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk pada tahun dalam konversi kas dikatakan kurang baik karena lebih tinggi dari rata-rata industri, hal itu dapat menyebabkan tingkat pendanaan yang dibutuhkan lebih tinggi sedangkan konversi kas lebih lama. Hal tersebut terjadi karena konversi persediaan dan piutang yang rendah serta periode penangguhan utang yang terlalu cepat. 111

5 V.1.2. Analisis Profitabilitas 1. Profit Margin kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam menghasilkan laba bersih dari setiap penjualan cukup baik pada tahun karena berada diatas rata-rata industri. 2. Gross Profit Margin kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam menghasilkan laba kotor pada tahun cukup bagus karena berada di atas rata-rata industri dan mengalami kenaikan dari tahun Hal tersebut menandakan bahwa PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk cukup baik dalam menghasilkan laba kotor serta perhitungan hpp yang sudah sesuai dengan harga produk yang sesuai. 3. Asset Turnover Kinerja PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam efisiensi penggunaan assetnya untuk menghasilkan penjualan pada tahun 2008 dikatakan cukup baik karena berada diatas rata-rata industri. Kinerja PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam efisiensi penggunaan assetnya untuk menghasilkan penjualan pada tahun dikatakan kurang baik karena Kenaikan penjualannya lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan total aktivanya, dan dapat disimpulkan bahwa kenaikan total asset tidak dapat mendorong kenaikan penjualan serta bisa dilihat dari perputaran persediaannya dan perputaran piutang 112

6 yang kurang baik di tahun 2009 dan tahun 2010 sehingga berpengaruh pada ketidakefektifan penggunaan total asset untuk menghasilkan penjualan. 4. Return on Asset Kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. dari tahun pada tingkat pengembalian atas aset cukup baik karena berada diatas ratarata industri hal itu menunjukan bahwa laba bersih yang meningkat dari tahun ke tahun. 5. Return on Equity Kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam mengukur seberapa banyak laba bersih dalam rupiah yang diperoleh dari setiap rupiah yang diinvestasikan pada tahun 2008 dan tahun 2010 dikatakan cukup baik karena berada di atas rata-rata industri sedangkan pada tahun 2009 dikatakan kurang baik karena rasionya dibawah rata-rata industri serta lebih rendah dibandingkan dengan kedua pesaingnya karena Kenaikan ekuitas yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan laba bersih dari tahun sebelumnya sehingga menghasilkan rasio yang lebih kecil. 6. Earning per Share Kemampuan Laba bersih yang dihasilkan dari setiap lembar saham pada PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk pada tahun dikatakan cukup baik karena lebih unggul dibandingkan dengan kedua pesaingnya. 113

7 7. Price Earning Ratio Pada tahun 2008, Price Earning Ratio PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata industri, hal tersebut menunjukan bahwa harga saham perusahaan yang tidak terlalu mahal serta perusahaan mampu menghasilkan laba bersih. Pada tahun 2009, Price Earning Ratio PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk mengalami penurunan sebesar 1 kali dari tahun 2008 serta rasionya lebih tinggi dibandingkan kedua pesaingnya, hal tersebut menunjukan mahalnya harga saham pada PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. Pada tahun 2010 Price Earning Ratio PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk lebih tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata industri serta lebih tinggi dari pesaingnya PT. Semen Gresik, Tbk, hal tersebut menunjukan bahwa harga saham PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk masih mahal harganya. 8. Payout Ratio Pada tahun rasio pembayaran pada PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk lebih rendah dari rata-rata industri dan dari pesaingnya, hal itu menandakan bahwa PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk menginvestasikan sebagian laba bersihnya untuk perkembangan bisnis mereka. Pada tahun 2010 rasio pembayaran pada PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk lebih tinggi dari rata-rata industri yaitu 26% dengan 25% serta mengalami peningkatan 6 % dari tahun 2009, hal itu menandakan bahwa peningkatan perusahaan dalam membagikan devidennya dibandingkan dengan investasi kembali 114

8 V.1.3. Analisis Solvabilitas 1. Debt to Total Asset Ratio kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam melunasi kewajiban yang jatuh tempo pada tahun dikatakan cukup baik karena berada dibawah rata-rata industri, hal ini menunjukan bahwa PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk mampu dalam melunasi kewajibannya karena total asetnya yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan total kewajibannya. 2. Timed Interest Earned Kemampuan Perusahaan pada tahun 2008 Pada PT. Indocement Tunggal, Tbk dikatakan kurang mampu dalam melunasi pembayaran bunga ketika jatuh tempo tanpa memperhitungan pajak yang dibebankan dikarenakan Penurunan laba usaha sebelum bunga dan pajak lebih besar dibandingkan dengan penurunan beban bunga dari tahun sebelumnya sedangkan pada tahun dikatakan cukup baik karena berada diatas rata-rata industri. V.1.4. Analisis Economic Value Added (EVA) Kemampuan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dalam menghasilkan nilai tambah bagi pemegang saham pada tahun , menunjukkan nilai Economic Value Added yang positif, hal tersebut menunjukan kinerja manajemen yang baik dari tahun serta adanya nilai tambah bagi pemegang saham, nilai tambah terus meningkat dari tahun 2008 sampai tahun 2010 dan 115

9 tertutupinya biaya modal dari tahun karena NOPAT lebih besar dibandingkan dengan biaya modalnya. Kinerja PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk pada tahun jika dinilai menggunakan Metode Economic Value Added (EVA) dinyatakan cukup baik dan lebih baik dari pesaingnya yaitu PT. Holcim Indonesia Tbk, tetapi kinerjanya dalam menghasilkan nilai tambah masih lebih rendah dibandingkan dengan PT. Semen Gresik, Tbk, hal itu terjadi karena NOPAT yang dihasilkan oleh PT. Semen Gresik, Tbk lebih besar dari PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk serta biaya modal yang lebih kecil dibandingkan dengan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. V.2. Saran menyarankan : Berdasarkan dari hasil penelitian dan kesimpulan maka penulis 1. PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk diharapkan memperbaiki sistem penagihannya supaya piutang dapat tertagih sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan yaitu dengan cara pemberian potongan atau diskon apabila pelanggan mempercepat pembayaran dari tanggal yang telah ditetapkan. Selain itu, bagian penagihan harus menagih sesuai dengan waktu penagihan yang telah ditentukan. 2. PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk diharapkan memperbaiki standar maximum persediaan yang sesuai sehingga tidak terjadinya penumpukan 116

10 persediaan, menyusun jadwal antara kebutuhan dengan tersedianya persediaan, sehingga perusahaan tidak menyimpan persediaan yang berlebih serta menaikan penjualan dengan cara meningkatkan promosi, meningkatkan pangsa pasar, distribusi dan penjualan secara kredit yang memungkinkan terpakainya persediaan dari aktifitas produksi. 3. Memperpanjang periode penangguhan utang dengan memperlambat pembayaran utang. 4. PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk diharapkan lebih mengefektifkankan penggunakan total asset untuk menghasilkan penjualan yaitu dengan mengefektifkan penggunaan aktiva tetap, dalam hal ini lebih mengefektifkan penggunaan mesin-mesin produksi dalam menghasilkan penjualan. 5. PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk diharapkan lebih meningkatkan laba usahanya dengan menaikkan penjualan, dan penghematan beban-beban karena akan meningkatkan Net Operating Profit After Tax serta mengurangi biaya-biaya yang kurang bermanfaat sehingga EVA akan semakin bertambah meskipun menghasilkan EVA positif tetapi EVA PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk lebih rendah dibandingkan dengan PT. Semen Gresik Tbk. 117

11 118

TIALONY. Bina Nusantara University, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27 Kebon Jeruk - Jakarta Barat MURNIADI PURBOATMODJO

TIALONY. Bina Nusantara University, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27 Kebon Jeruk - Jakarta Barat MURNIADI PURBOATMODJO ANALISIS PENERAPAN RASIO KEUANGAN DAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKASA, TBK PERIODE 2008-2010 TIALONY Bina Nusantara University, Jl. Kebon

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Kalbe Farma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas perusahaan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Mayora Tbk maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil kinerja Likuiditas dilihat dari rasio

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Ace Hardware Indonesia Tbk adalah sebagai berikut: 1. Rasio likuiditas PT Ace Hardware Indonesia Tbk bila dilihat dari current

BAB V PENUTUP. Ace Hardware Indonesia Tbk adalah sebagai berikut: 1. Rasio likuiditas PT Ace Hardware Indonesia Tbk bila dilihat dari current BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Simpulan rinci yang didapatkan dari perhitungan analisis rasio keuangan yang telah dilakukan sebagai salah satu dasar penilaian kinerja keuangan pada PT Ace Hardware Indonesia

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada laporan keuangan PT. Kimia Farma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas

Lebih terperinci

Bab 5. Penutup. telekomunikasi di Indonesia dapat disimpulkan bahwa: 1. Kinerja rasio likuiditas yang terdiri dari current ratio Perusahaan Telkom

Bab 5. Penutup. telekomunikasi di Indonesia dapat disimpulkan bahwa: 1. Kinerja rasio likuiditas yang terdiri dari current ratio Perusahaan Telkom Bab 5 Penutup 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti pada perusahaan telekomunikasi di Indonesia dapat disimpulkan bahwa: 1. Kinerja rasio likuiditas yang terdiri dari current

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Aspek likuiditas PT KIMIA FARMA (Persero) Tbk pada tahun 2003

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Aspek likuiditas PT KIMIA FARMA (Persero) Tbk pada tahun 2003 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 1. Aspek likuiditas PT KIMIA FARMA (Persero) Tbk pada tahun 2003 kurang baik (illikuid) karena hasil perhitungan rasio-rasio likuiditas yaitu current ratio, quick

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Indofarma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas perusahaan

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan

TINJAUAN PUSTAKA. Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Rasio Likuiditas Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Astra Agro

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Astra Agro BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Astra Agro Lestari Tbk. yang selanjutnya dibandingkan dengan PT. PP London Sumatra Tbk. dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisis terhadap laporan keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. adalah di bawah ini. Berdasarkan analisis rasio likuiditas,

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan PT. Petrosea Tbk,

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan PT. Petrosea Tbk, BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan PT. Petrosea Tbk, maka dapat diketahui prestasi perusahaan melalui data keuangan yang diperoleh dan kemudian

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Dalam dunia bisnis, tingginya tingkat persaingan membuat setiap perusahaan akan senantiasa meningkatkan kinerjanya agar dapat bertahan. Oleh karena itu, setiap perusahaan akan selalu berusaha memperoleh

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. PT. Kimia Farma Tbk merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. PT. Kimia Farma Tbk merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.1 Simpulan PT. Kimia Farma Tbk merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang industri farmasi dimana kegiatan utamanya menyediakan produk dan jasa pelayanan

Lebih terperinci

Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode

Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode Hasil akhir dari proses pencatatan keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen pada satu periode tertentu. Dengan melihat laporan keuangan suatu perusahaan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: Rasio Likuiditas, Rasio Aktivitas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, dan Kinerja Perusahaan. xiii

ABSTRAK. Kata kunci: Rasio Likuiditas, Rasio Aktivitas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, dan Kinerja Perusahaan. xiii ABSTRAK Laporan keuangan merupakan cerminan dari kinerja perusahaan pada satu perioda tertentu. Namun hanya dengan melihat laporan keuangan, informasi lain yang lebih mendalam tentang kinerja perusahaan

Lebih terperinci

BAB IV. Analisis dan Pembahasan. dan 2012 terdapat analisis keuangan sebagai berikut :

BAB IV. Analisis dan Pembahasan. dan 2012 terdapat analisis keuangan sebagai berikut : BAB IV Analisis dan Pembahasan Berdasarkan laporan keuangan PT. Astra Internasional pada tahun 2011 dan 2012 terdapat analisis keuangan sebagai berikut : 1. Rasio Likuiditas Rasio ini menunjukkan kemampuan

Lebih terperinci

Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Pada Pt. Holcim Indonesia Tbk

Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Pada Pt. Holcim Indonesia Tbk Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Pada Pt. Holcim Indonesia Tbk Nama : R. Hudy Adinurwijaya Npm : 25210478 Kelas : 4EB23 Jurusan : Akuntansi Fakultas : Ekonomi Universitas Gunadarma

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN. Laporan keuangan peruahaan merupakan sumber informasi bagi pihakpihak

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN. Laporan keuangan peruahaan merupakan sumber informasi bagi pihakpihak BAB IV ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN 4.1 Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Laporan keuangan peruahaan merupakan sumber informasi bagi pihakpihak yang berkepentingan untuk menilai kerja dan posisi keuangan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Salah satu cara untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan adalah dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan tersebut. Analisis yang dilakukan

Lebih terperinci

Dalam menganalisa laporan keuangan terdapat beberapa metode yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai posisi keuangan perusahaan antara lain:

Dalam menganalisa laporan keuangan terdapat beberapa metode yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai posisi keuangan perusahaan antara lain: Analisis Rasio Laporan Keuangan Perusahaan Rasio Keuangan atau Financial Ratio adalah merupakan suatu alat analisa yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan dalam Bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Pengelolaan piutang yang dijalankan oleh PT. INTI kurang

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Disini penulis akan menyimpulkan hasil kinerja PT Telkom Tbk dan PT Indosat Tbk yang keduanya merupakan perusahaan yang terdaftar di BEJ setelah dianalisis dengan

Lebih terperinci

RASIO LAPORAN KEUANGAN

RASIO LAPORAN KEUANGAN RASIO LAPORAN KEUANGAN NERACA (BALANCED SHEET) Terdiri dari elemen pokok : Asset, Hutang, dan Modal. Pengukuran terhadap elemen-elemen Neraca biasanya menggunakan historical cost LAPORAN RUGI-LABA (INCOME

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Pada hakekatnya laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengukomunikasikan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. SURAT PERNYATAAN RIWAYAT HIDUP. KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR ISTILAH.

DAFTAR ISI. SURAT PERNYATAAN RIWAYAT HIDUP. KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR ISTILAH. DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN RIWAYAT HIDUP. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI. DAFTAR TABEL. DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR ISTILAH. i ii iv vi viii x xi I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. 1 1.2 Perumusan Masalah.

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Analisis rasio laporan keuangan pada perusahaan industri rokok telah dilaksanakan secara efektif, hal ini terlihat dari perusahaan industri rokok dalam menganalisis

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. TOKO GUNUNG AGUNG, Tbk TAHUN

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. TOKO GUNUNG AGUNG, Tbk TAHUN ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. TOKO GUNUNG AGUNG, Tbk TAHUN 2008-2012 NAMA : DEWI KUSUMASTUTI KELAS : 3EB15 NPM : 21210905 FAKULTAS : EKONOMI JURUSAN : AKUNTANSI Latar Belakang Masalah Analisis laporan

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PT. MANDOM INDONESIA TBK.

ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PT. MANDOM INDONESIA TBK. ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PT. MANDOM INDONESIA TBK. Nama : Annisa Damayanti Puspitasari NPM : 21213127 Kelas : 3EB03 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Dini

Lebih terperinci

ANALISIS PENERAPAN RASIO KEUANGAN DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PT MAYORA INDAH Tbk AGUS NURAMIN

ANALISIS PENERAPAN RASIO KEUANGAN DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PT MAYORA INDAH Tbk AGUS NURAMIN ANALISIS PENERAPAN RASIO KEUANGAN DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PT MAYORA INDAH Tbk AGUS NURAMIN 20210331 LATAR BELAKANG MASALAH Tujuan dari sebuah perusahaan adalah memaksimalkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisis berupa rasio akan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisis berupa rasio akan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Uraian Teoritis 2.1.1. Rasio Keuangan Rasio yang menggambarkan suatu hubungan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisis berupa

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. saran yang sesuai dengan penelitian analisis data yang telah dilakukan.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. saran yang sesuai dengan penelitian analisis data yang telah dilakukan. BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Sebagai akhir dari penelitian ini, disampaikan beberapa kesimpulan dan saran yang sesuai dengan penelitian analisis data yang telah dilakukan. 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. serta kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. serta kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Laporan keuangan merupakan media yang penting untuk menilai prestasi serta kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat mengambil suatu keputusan

Lebih terperinci

ANALISIS PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN. Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M.

ANALISIS PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN. Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M. ANALISIS PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M. ANALISIS PERBANDINGAN ANALISIS COMMON-SIZE ANALISIS RASIO ANALISIS DU PONT ANALISIS COMMON-SIZE Disusun dengan jalan

Lebih terperinci

ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PT ASTRA OTOPARTS TBK

ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PT ASTRA OTOPARTS TBK ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PT ASTRA OTOPARTS TBK Oleh: Nama: Sarah Mutiara Rani Hasanah NPM: 24209031 Jurusan: Akuntansi Pembimbing: Rini Tesniwati, S.E., M.Msi.

Lebih terperinci

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Berdasarkan analisis rasio keuangan PT Gudang Garam Tbk tahun 2012-2014 pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan kinerja keuangan PT Gudang Garam Tbk tahun 2012-2014

Lebih terperinci

BAB 11 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

BAB 11 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN BAB 11 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN A. Arti Penting Analisis Laporan Keuangan Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan untuk mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan 1. Pelaksanaan Analisis Laporan Keuangan Pada Perusahaan Industri Kertas 1) PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Analisis laporan keuangan pada PT. Indah Kiat Pulp & Paper

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka kesimpulan yang dapat

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka kesimpulan yang dapat BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Sebagai akhir dari penulisan dalam bab ini, disampaikan beberapa kesimpulan dan saran yang sesuai dengan penelitian analisis data yang telah dilakukan. 6.1. Kesimpulan Berdasarkan

Lebih terperinci

WARMING UP : Buatlah Neraca dan Laba Rugi

WARMING UP : Buatlah Neraca dan Laba Rugi PENJUALAN 3000$ HPP 30% PENJUALAN BIAYA ADMINISTRASI = HPP KAS = 30% MODAL PAJAK 10% LABA DITAHAN 30% TOTAL MODAL = LABA DITAHAN X2 BIAYA BUNGA 30% HPP PERSEDIAAN = 3 X KAS PIUTANG = KAS HUTANG LANCAR

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan analisa yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan analisa yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan analisa yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan melalui analisa rasio

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 20 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Keuangan Pengertian manajemen keuangan menurut beberapa pendapat, yaitu: Segala aktifitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva dengan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI II.1. Laporan Keuangan II.1.1. Pengertian Laporan Keuangan Menurut Bringham, E.F., dan Houston J.F yang diterjemahkan oleh Ali, M (2006:36), Laporan keuangan adalah beberapa lembar

Lebih terperinci

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang penulis lakukan mengenai kinerja perusahaan dilihat dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio profitabilitas,

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan laporan keuangan PT Metrodata Electronics, Tbk., maka dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut: 1. Dari hasil perhitungan

Lebih terperinci

MAKALAH Untuk Memenuhi Tugas Manajemen Keuangan ANALISIS RASIO KEUANGAN : PT. HOLCIM tbk

MAKALAH Untuk Memenuhi Tugas Manajemen Keuangan ANALISIS RASIO KEUANGAN : PT. HOLCIM tbk MAKALAH Untuk Memenuhi Tugas Manajemen Keuangan ANALISIS RASIO KEUANGAN : PT. HOLCIM tbk Disusun oleh Nama : AdhiPrasetyo NPM : 06320005872 Kelas/Nomer Absen : 2D Adm. Perpajakan / 03 DEPARTEMEN KEUANGAN

Lebih terperinci

MODUL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

MODUL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BAB IV Analisis Rasio A. Tujuan Instruksional : 1. Umum : Mahasiswa dapat memahami teknik dan aspek dalam menilai kinerja suatu perusahaan 2. Khusus : - Mahasiswa dapat menghitung berdasarkan ratio likuiditas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Rasio Keuangan BAB II TINJAUAN PUSTAKA Analisis rasio adalah suatu metode Analisis untuk mengetahui hubungan pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia. Menurut Brigham dan Houston,

II. LANDASAN TEORI. dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia. Menurut Brigham dan Houston, 18 II. LANDASAN TEORI 2.1 Rasio Likuiditas Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan

Lebih terperinci

Bab II. Kajian Teori. Hasil penelitian Pahlevi, dkk (2013) tentang Pengukuran Kinerja

Bab II. Kajian Teori. Hasil penelitian Pahlevi, dkk (2013) tentang Pengukuran Kinerja Bab II Kajian Teori 2.1 Penelitian Terdahulu Hasil penelitian Pahlevi, dkk (2013) tentang Pengukuran Kinerja Keuangan Perusahaan menggunakan Analisis Rasio Keuangan dan Metode Economic Value Added (EVA)

Lebih terperinci

Latar Belakang Masalah. 1. Keuangan Perusahaan 2. Laporan Keuangan 3. Penilaian Kinerja Perusahaan

Latar Belakang Masalah. 1. Keuangan Perusahaan 2. Laporan Keuangan 3. Penilaian Kinerja Perusahaan ANALISA LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN MELALUI TINGKAT LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, AKTIVITAS, DAN PROFITABILITAS PADA PT. UNILEVER INDONESIA TBK Nama Jurusan Pembimbing : Fika Fitrianti

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN

ANALISIS RASIO KEUANGAN ANALISIS RASIO KEUANGAN 1. Pentingnya Analisis Laporan Keuangan Untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan keuangan (financial) suatu perusahaan kita perlu mengadakan interpretasi atau analisis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Industry) dan produk yang dihasilkan pun bermacam-macam dengan semakin

BAB I PENDAHULUAN. Industry) dan produk yang dihasilkan pun bermacam-macam dengan semakin BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pada saat ini begitu banyak perusahaan manufaktur yang berkembang di Indonesia, terutama perusahaan disektor barang konsumsi (Consumer Goods Industry) dan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menilai perkembangan kinerja keuangan Haneda Decorations adalah dengan melakukan analisis terhadap

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. perusahaan serta proyeksi keuangan, dan harus mengevaluasi akuntansi. untuk meramalkan laba, deviden, dan harga saham.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. perusahaan serta proyeksi keuangan, dan harus mengevaluasi akuntansi. untuk meramalkan laba, deviden, dan harga saham. BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Tujuan manajemen keuangan yakni memaksimalkan harga saham, bukan memaksimalkan laba per saham. Data akuntansi sangat mempengaruhi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Objek yang dipilih adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk. PT Mitra Adiperkasa Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam operasi berbagai merek toko ritel

Lebih terperinci

Alat analisis laporan keuangan H A S B I A N A D A L I M U N T H E S E., M. A K

Alat analisis laporan keuangan H A S B I A N A D A L I M U N T H E S E., M. A K Alat analisis laporan keuangan H A S B I A N A D A L I M U N T H E S E., M. A K Analisis Laporan Keuangan adalah suatu kegiatan penilaian, penelahaan atas laporan keuangan perusahaan dengan mendasarkan

Lebih terperinci

Bab 2: Analisis Laporan Keuangan

Bab 2: Analisis Laporan Keuangan Bab 2: Analisis Laporan Keuangan Pentingnya analisis laporan keuangan dan pihak pihak yang berkepentingan. Macam laporan keuangan. Analisis rasio keuangan. Keterbatasan analisis laporan keuangan. Pentingnya

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penilaian kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan hal yang sangat membantu terhadap suatu keputusan yang diambil karena kinerja keuangan akan menunjukkan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. dan dapat dipercaya untuk menilai kinerja perusahaan dan hasil dari suatu

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. dan dapat dipercaya untuk menilai kinerja perusahaan dan hasil dari suatu 50 BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang penting dan dapat dipercaya untuk menilai kinerja perusahaan dan hasil dari suatu perusahaan. Salah satu

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS PADA LAPORAN KEUANGAN PT. SIANTAR TOP (PERSERO) TBK. : Sovia Yohana Lumban : 1A214419

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS PADA LAPORAN KEUANGAN PT. SIANTAR TOP (PERSERO) TBK. : Sovia Yohana Lumban : 1A214419 ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS PADA LAPORAN KEUANGAN PT. SIANTAR TOP (PERSERO) TBK Nama NPM Kelas Fakultas Jurusan Pembimbing : Sovia Yohana Lumban : 1A214419 : 3EA39 : Ekonomi

Lebih terperinci

Manajemen Keuangan. Memahami Kondisi dan Kinerja Keuangan Perusahaan. Basharat Ahmad. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Manajemen Keuangan. Memahami Kondisi dan Kinerja Keuangan Perusahaan. Basharat Ahmad. Modul ke:  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Manajemen Keuangan Modul ke: Memahami Kondisi dan Kinerja Keuangan Perusahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Basharat Ahmad Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Materi Pembelajaran Analisa Rasio Keuangan

Lebih terperinci

BAB II TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. yang diteliti seperti rasio lancar, debt to equity ratio, rasio total aset, dan

BAB II TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. yang diteliti seperti rasio lancar, debt to equity ratio, rasio total aset, dan A. Tinjauan Penelitian Terdahulu BAB II TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Penelitian-penelitian terdahulu yang menjadi rujukan penulis yaitu penelitian dari Mahaputra (2012), meneliti tentang Pengaruh Rasio-Rasio

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PT. ASTRA OTOPARTS Tbk. Nurul Badriyah

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PT. ASTRA OTOPARTS Tbk. Nurul Badriyah ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PT. ASTRA OTOPARTS Tbk. Nurul Badriyah 21209748 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengertian Laporan Keuangan Laporan Keuangan merupakan Laporan

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan 1. Analisis laporan keuangan pada perusahaan PT. Kimia Farma Tbk, PT. Kalbe Farma Tbk, dan PT. Schering-Plough Indonesia Tbk, telah dilaksanakan secara efektif. Hal

Lebih terperinci

RASIO LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT. KALBE FARMA BEKASI

RASIO LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT. KALBE FARMA BEKASI RASIO LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT. KALBE FARMA BEKASI Aprilia Puspasari Abstrak: Analisis perusahaan diperlukan guna mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengatasi masalah masalah perusahaan

Lebih terperinci

Analisis Rasio Keuangan

Analisis Rasio Keuangan Analisis Rasio Keuangan Laporan keuangan: Neraca Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Modal Laporan Arus Kas Analisis laporan keuangan menghasilkan informasi tentang penilaian dan keadaan keuangan perusahaan,

Lebih terperinci

Lampiran 1. Rasio Market PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk dan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk Tahun 2013 dan 2014.

Lampiran 1. Rasio Market PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk dan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk Tahun 2013 dan 2014. L A M P I R A N 41 Lampiran 1. Rasio Market PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk dan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk Tahun 2013 dan 2014. 2013 MARKET RATIO PER 31,09 31,56 DY 2% 3% PBV 1,58 6,52 2014

Lebih terperinci

Ade Heryana ANALISA LAPORAN KEUANGAN

Ade Heryana ANALISA LAPORAN KEUANGAN Ade Heryana ANALISA LAPORAN KEUANGAN RASIO KEUANGAN Ratio Keuangan: perhitungan matematika yang bergunauntuk: Mengevaluasi performa perusahaan Memonitor performa perusahaan selama periode tertentu (mingguan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Laporan Keuangan Dalam menganalisis permohonan kredit modal kerja, peneliti menggunakan data dari aspek keuangan yaitu menggunakan rasio keuangan dan metode

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan memberikan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT KIMIA FARMA (PERSERO) TBK

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT KIMIA FARMA (PERSERO) TBK ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT KIMIA FARMA (PERSERO) TBK Nama : Bella Kandi NPM : 21213695 Jurusan : Akuntansi Dosen Pembimbing : Erna Kustyarini SE., MMSI Pendahuluan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN maka perusahaan akan mengetahui apakah kinerja keuangan perusahaannya lebih baik atau bahkan lebih baik dari perusahaan lain. Dengan adanya analisis rasio laporan keuangan maka akan dapat membantu manajemen

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari analisis laporan keuangan yang telah dilakukan, berikut adalah kesimpulan hasil perbandingan kinerja tiga perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penilaian kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan hal yang sangat membantu terhadap suatu keputusan yang diambil karena kinerja keuangan akan menunjukkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. seorang penganalisis untuk mengevaluasi tingkat earning dalam hubungannya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. seorang penganalisis untuk mengevaluasi tingkat earning dalam hubungannya BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Uraian Teoritis 2.2.1. Profitabilitas Ada beberapa pengukuran terhadap profitabilitas perusahaan dimana masing-masing pengukuran dihubungkan dengan volume penjualan, total

Lebih terperinci

PERTEMUAN 6 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ANDRI HELMI M, SE., MM.

PERTEMUAN 6 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ANDRI HELMI M, SE., MM. PERTEMUAN 6 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ANDRI HELMI M, SE., MM. TEKNIK ANALISIS RATIO MERUPAKAN TEKNIK ANALISIS YANG MENGGAMBARKAN HUBUNGAN MATEMATIKAL ANTARA SUATU JUMLAH TERTENTU DENGAN JUMLAH YANG LAIN

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS. Dan Efektivitas Terhadap Return On Investment PT Bukit Emas Dharma Utama Medan.

BAB II URAIAN TEORITIS. Dan Efektivitas Terhadap Return On Investment PT Bukit Emas Dharma Utama Medan. BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Tedahulu Sheila (2006) melakukan penelitian tentang Analisis Hubungan Efisiensi Dan Efektivitas Terhadap Return On Investment PT Bukit Emas Dharma Utama Medan. Hasil

Lebih terperinci

ABSTRAK. Setiap perusahaan membutuhkan modal kerja untuk melaksanakan. lagi untuk membiayai operasi yang berikutnya.

ABSTRAK. Setiap perusahaan membutuhkan modal kerja untuk melaksanakan. lagi untuk membiayai operasi yang berikutnya. ABSTRAK Setiap perusahaan membutuhkan modal kerja untuk melaksanakan kegiatannya sehari-hari. Modal kerja baik berupa uang maupun dana lainnya yang telah dikeluarkan diharapkan dapat kembali lagi dalam

Lebih terperinci

ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PT INDOSAT, TBK PERIODE

ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PT INDOSAT, TBK PERIODE ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PT INDOSAT, TBK PERIODE 2008-2011 PENDAHULUAN Latar belakang Untuk dapat memilih investasi yang aman diperlukan suatu analisis yang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dunia khususnya dalam bidang investasi saham. Pasar modal merupakan sarana

BAB 1 PENDAHULUAN. dunia khususnya dalam bidang investasi saham. Pasar modal merupakan sarana BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal memiliki peranan penting dalam meningkatkan perekonomian dunia khususnya dalam bidang investasi saham. Pasar modal merupakan sarana alternative

Lebih terperinci

Bab II. Tinjauan Pustaka

Bab II. Tinjauan Pustaka Bab II Tinjauan Pustaka 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Likuiditas Rasio likuiditas merupakan suatu indikator mengenai kemampauan perusahaan-perusahaan membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu. Menurut

BAB II KAJIAN PUSTAKA. perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu. Menurut BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kinerja Keuangan 1. Pengertian Kinerja Keuangan Kinerja perusahaan adalah suatu usaha formal yang dilaksanakan perusahaan untuk mengevaluasi efisien dan efektivitas dari aktivitas

Lebih terperinci

BAB III PEMBAHASAN. keputusan keputusan yang dilakukan oleh manajemen. Kasmir (2010:66)

BAB III PEMBAHASAN. keputusan keputusan yang dilakukan oleh manajemen. Kasmir (2010:66) BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian Laporan Keuangan Menurut Sitangggang (2012:15), laporan keuangan adalah potret dari keputusan keputusan yang dilakukan oleh manajemen. Kasmir (2010:66) laporan keuangan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan 2.2. Laporan Keuangan

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan 2.2. Laporan Keuangan II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan hasil kegiatan operasi perusahaan yang disajikan dalam bentuk angka-angka keuangan. Hasil kegiatan perusahaan periode saat ini harus

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Kinerja Keuangan PT. Lippo Karawaci Tbk tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 Dalam Bab ini penulis akan melakukan analisis terhadap laporan keuangan dengan menggunakan

Lebih terperinci

ANALISA FUNDAMENTAL LAPORAN KEUANGAN

ANALISA FUNDAMENTAL LAPORAN KEUANGAN ANALISA FUNDAMENTAL LAPORAN KEUANGAN Dr. Kartika Sari MACAM LAPORAN KEUANGAN NERACA (BALANCED SHEET) Terdiri dari elemen pokok : Asset, Hutang, dan Modal. Pengukuran terhadap elemen-elemen Neraca biasanya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. digunakan dalam operasi. Menurut Martono (2001:71), modal kerja adalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. digunakan dalam operasi. Menurut Martono (2001:71), modal kerja adalah BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Modal Kerja a. Pengertian Modal Kerja Menurut Brigham (2006:131), modal kerja adalah aktiva lancar yang digunakan dalam operasi. Menurut Martono (2001:71),

Lebih terperinci

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. dan pembahasan dapat disimpulkan kinerja keuangan PT Indofood Tbk adalah

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. dan pembahasan dapat disimpulkan kinerja keuangan PT Indofood Tbk adalah BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Berdasarkan analisis rasio keuangan yang telah dibahas pada bab analisis dan pembahasan dapat disimpulkan kinerja keuangan PT Indofood Tbk adalah sebagai berikut:

Lebih terperinci

: Ahmad Zaky Mubarok NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Dr. Sigit Sukmono, SE., MM FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA 2015

: Ahmad Zaky Mubarok NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Dr. Sigit Sukmono, SE., MM FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA 2015 ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PERUSAHAAN FARMASI PT. KALBE FARMA TBK, PT KIMIA FARMA TBK DAN PT. MERCK TBK. Nama : Ahmad Zaky Mubarok NPM : 20212494 Jurusan

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN DEPRESIASI

LAPORAN KEUANGAN DEPRESIASI LAPORAN KEUANGAN www.mercubuana.ac.id DEPRESIASI PENGERTIAN Laporan keuangan merupakan hasil pencatatan transaksi yang terjadi pada periode tertentu yang berguna untuk evaluasi dan perencanaan. Laporan

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN

ANALISIS RASIO KEUANGAN ANALISIS RASIO KEUANGAN N U R A E N I, S. S O S., M. A B Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio keuangan merupakan teknik analisis laporan keuangan yang dilakukan dengan cara membandingkan satu komponen

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS

BAB II URAIAN TEORITIS BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Anggarini (2009) melakukan penelitian dengan judul Analisis Hubungan Likuiditas dan Leverage Terhadap Profitabilitas Pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi sekaligus yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. 44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan PT. HM Sampoerna Tbk, didirikan di Indonesia pada tanggal 19 Oktober 1963 berdasarkan Akta Notaris Anwar Mahajudin, S.H., No. 69.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari perusahaan, seorang manajer harus

BAB I PENDAHULUAN. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari perusahaan, seorang manajer harus BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam melaksanakan tugas sehari-hari perusahaan, seorang manajer harus membuat keputusan. Setiap keputusan, yang diambil mempunyai dampak terhadap posisi

Lebih terperinci

TIME SERIES ANALYSIS DARI LAPORAN KEUANGAN PT. UNILEVER INDONESIA Tbk. TRIWULAN REKRUTMEN FINANCIAL ASSISTANT COMMUNITY

TIME SERIES ANALYSIS DARI LAPORAN KEUANGAN PT. UNILEVER INDONESIA Tbk. TRIWULAN REKRUTMEN FINANCIAL ASSISTANT COMMUNITY TIME SERIES ANALYSIS DARI LAPORAN KEUANGAN PT. UNILEVER INDONESIA Tbk. TRIWULAN 3 2011 REKRUTMEN FINANCIAL ASSISTANT COMMUNITY Araffy Meidi Rizky 13409001 Manajemen Rekayasa Industri 2012 ABSTRAK Laporan

Lebih terperinci

ANALISIS EKONOMI, KEUANGAN PERUSAHAAN & INVESTASI ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

ANALISIS EKONOMI, KEUANGAN PERUSAHAAN & INVESTASI ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN ANALISIS EKONOMI, KEUANGAN PERUSAHAAN & INVESTASI ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN Didukung Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower II Lantai 1, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan 12190 Telp

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil Perhitungan Rasio Keuangan Perusahaan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil Perhitungan Rasio Keuangan Perusahaan BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Perhitungan Rasio Keuangan Perusahaan Dalam bab ini akan dibahas mengenai data yang diperoleh dan penyajian hasil perhitungan sejumlah rasio dan kemudian dianalisis.

Lebih terperinci

Bab 1 Analisis Penggunaan Rasio Keuangan

Bab 1 Analisis Penggunaan Rasio Keuangan M a n a j e m e n K e u a n g a n 1 Bab 1 Analisis Penggunaan Rasio Keuangan Mahasiswa diharapkan dapat memahami, menguasai teori terkait dan menjelaskan jenis dan pengertian rasio keuangan, metode perbandingan

Lebih terperinci