Handout Untuk Peserta

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Handout Untuk Peserta"

Transkripsi

1 Handout Untuk Peserta Muhammad Noer;Rona Binham;Presentasi.net Telp BB PIN: 3149B1DA

2 Ringkasan Materi Training Presentasi Memukau Berikut adalah rangkuman dari materi training presentasi memukau yang kami siapkan untuk Anda. Rangkuman ini bisa menjadi pegangan bagi Anda atau menjadi bahan belajar buat Anda setelah sesi training presentasi ini usai. Jika suatu saat Anda mendapatkan kesempatan melakukan presentasi, maka Anda dapat melihat kembali rangkuman ini supaya Anda dapat membuat konten yang baik, desain yang inspiratif dan mampu menyampaikan gagasan dengan meyakinkan. Untuk mempermudah Anda dalam memanfaatkan rangkuman ini, sengaja kami membuatnya sederhana, supaya mudah untuk Anda pelajari. Semoga Bermanfaat buat Anda semua 3 Pondasi Utama Membuat Materi Presentasi yang Baik Sebelum Anda membuat materi presentasi, sebelum Anda membuat desain slide presentasi dan sebelum Anda menentukan cara menyampaikan gagasan Anda kepada audiens, miliki dahulu 3 pondasi utama yaitu topik presentasi, tujuan presentasi dan mengenali audiens. 1 Topik Presentasi Topik presentasi adalah pondasi pertama yang harus dimiliki oleh setiap presenter yang memukau. Dan untuk bisa memilih topik presentasi yang berkualitas, silahkan Anda ajukan tiga pertanyaan berikut Apakah saya ahli pada topik ini? Apakah saya bergairah pada topik ini? Siapa yang peduli pada topik Dengan menemukan jawaban atas tiga pertanyaan tersebut, maka Anda akan memiliki topik yang berkualitas untuk presentasi Anda. 1

3 2 Tujuan Presentasi Setiap presentasi harus memiliki tujuan. Seperti yang disampaikan Covey dalam bukunya The Seven Habits Highly Effective People Mulailah sesuatu dengan gambaran akhirnya. Tujuan presentasi yang jelas akan menentukan cara Anda dalam mengumpulkan ide, menyusun struktur presentasi, membuat desain slide dan menyampaikan presentasi Secara umum ada dua tujuan utama presentasi. Pertama, memberikan informasi dan kedua adalah mempengaruhi. Namun sebuah presentasi tidak hanya sebatas memberikan informasi dan mempengaruhi melainkan juga untuk menghibur memotivasi dan menginspirasi. Jadi apapun presentasi Anda mulailah dengan menetapkan tujuan presentasi. 3 Mengenali Audiens Sebuah presentasi adalah medan tempur komunikasi. Karena itu kenali kekuatan diri Anda sebagai presenter, kenali lawan Anda sebagai audiens dan kenali medan tempur Anda (tempat dan situasi presentasi yang akan Anda hadapi). Untuk bisa mengenali audiens dengan baik. Ajukan tiga pertanyaan sederhana ini. Siapa mereka, Apa yang ingin mereka dengar? Di mana dan dalam situasi bagaimana presentasi saya lakukan? Dengan menemukan jawaban atas tiga pertanyaan tersebut Anda akan lebih tenang dan mampu menyampikan presentasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka 2

4 Membuat Bahan Presentasi Nancy Duarte, seorang praktisi presentasi dan penulis buku fenomenal Slideology mengatakan Tempat yang paling baik untuk memulai bukan dengan komputer. Sebuah pensil dan kertas akan melakukannya dengan baik. Dan inilah cara yang direkomendasikan oleh praktisi presentasi dalam membuat bahan presentasi Anda. 1 Siapkan Post it Post it adalah bahan kertas yang sudah dilengkapi dengan perekat. Berguna untuk menulis memo atau pesan singkat yang dapat langsung ditempelkan. Tersedia dalam beberapa ukuran. Anda bisa mendapatkan post it dengan mudah, dengan harga yang bervariasi mulai dari murah sampai yang mahal. 2 Gali Ide yang Hendak Anda Tulis Pikirkan topik yang hendak Anda bahas, lalu keluarkan seluruh isi kepala Anda terkait dengan topik tersebut. Di sini Anda tidak boleh mengkritisi apa pun ide yang muncul. 3 Tuliskan Ide Anda pada Post It Ketika ide sudah muncul di kepala maka segera tulis ide tersebut pada post it. Ingat satu post it itu untuk satu ide. Sampai semua ide yang ada di kepala Anda habis. 3

5 4 Tempel Post It Setelah semua ide sudah Anda tulis selanjutnya tempelkan post itu pada dinding atau pada papan tulis atau di mana pun Anda bisa menempelkannya. 5 Rapikan dan Kelompokkan Setelah semua ide terkumpul kemudian rapikan dan kelompokkan gagasan-gagasan yang sejenis, satu tema dan berhubungan erat satu sama lain. Menyusun Struktur Presentasi Dari kumpulan ide yang telah Anda buat, selanjutnya Anda bisa mulai menyusun struktur presentasi Anda. Secara sederhana sebuah presentasi memiliki tiga struktur utama yaitu pembukaan, isi dan penutup. 1 Pembuka Presentasi Pembukaan presentasi pada umumnya terdiri dari beberapa hal antara lain: Pembuka yang menarik (cerita, kutipan, data dan fakta dan lain-lain) Gambaran topik awal yang akan dibahas Tujuan yang diharapkan dari presentasi 4

6 2 Isi atau Pembahasan Pada bagian isi pada umumnya terdiri latar belakang, pemahaman akan permasalahan, dan penyelesaian. Latar Belakang: Apa masalahnya Mengapa masalah itu penting Bagaimana kondisi yang dihadapi Isi atau pembahasan: Isu yang ada di dalamnya apa saja Faktor-faktor penting dalam menilai permasalahn tersebut Bagaimana kita bisa mencari penyelesainnya Situasi akhir apa yang diharapkan Penyelesain: Bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalah tersebut Mengapa penyelesaian itu yang dipilih 3 Penutup Bagian penutup pada umumnya berisi Kesimpulan dari topik yang dibahas Kalimat atau pernyataan penutup, yang perlu diingat oleh audiens Struktur yang tertulis di atas adalah satu contoh umum saja. Untuk memberikan sebuah presentasi yang baik ada banyak sekali cara dan pendekatan yang dipakai. Cara dan pendekatan ini tergantung pada tujuan presentasi, siapa yang menjadi audiens presentasi dan berapa banyak waktu yang Anda miliki untuk menyampaikannya. 5

7 Membuat Slide Inspiratif Kalau boleh jujur harus kita akui bahwa kebanyakan slide presentasi itu membosankan. Dan ini tidak hanya terjadi di sekitar kita saja, melainkan di seluruh dunia. Guy Kawasaki dalam pengantar buku presentation zen menulis bahwa 95% presentasi itu membosankan. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan slide powerpoint yang buruk. Jika Anda memaksakan diri membuat slide yang buruk, maka pesan yang akan Anda sampaikan tidak akan sampai ke audiens, audiens tidak paham dan mereka bosan. Untuk itu Anda harus merubah kebiasaan Anda dengan membuat slide yang tampil beda. Sederhana, memiliki tampilan visual yang baik dan memiliki kontras yang kuat. Mengapa Slide Harus Menarik? Perlu Anda ketahui bahwa membuat slide yang menarik dengan tampilan visual yang baik itu penting. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian audiens dan mempermudah audiens memahami pesan yang Anda sampaikan. 1 Menurut Dr. John Medina Dr. Menurut Dr John Medina, seorang pakar di bidang cara kerja otak dalam bukunya Brain Rules, orang tidak akan memberi perhatian pada sesuatu yang membosankan. Hal yang sama berlaku pada presentasi Anda. Jika Anda membuat slide presentasi yang membuat jenuh, maka dalam tempo singkat audiens Anda akan mengalihkan perhatian kepada hal-hal lain. Mereka tidak tahan dengan slide presentasi yang membosankan. Jangan harap Anda bisa mempengaruhi audiens. Yang terjadi audiens malah sibuk memperhatikan hal lain di luar presentasi yang sedang Anda sampaikan 6

8 2 Menurut BMC Neuroscience (2008,August 12) Dalam sebuah studi Studi kognitif yang dilakukan menunjukkan bahwa lebih dari 75% dari rangsangan sensorik diterima melalui penglihatan. Dalam studi tersebut ditegaskan pula bahwa keterampilan mendengarkan meningkatkan ketika kata-kata yang didukung oleh rangsangan visual yang kuat Ciri-Ciri Slide yang Baik Sebuah slide dibuat bukan hanya sebagai hiasan dalam presentasi, tetapi harus menggunakan prinsip-prinsip desain yang baik dan menarik supaya mampu memberikan dukungan kuat untuk presentasi. Minimal ada tiga prinsip desain bisa Anda terapkan yaitu sederhana, memiliki tampilan visual yang baik dan kontras yang kuat. 1 Sederhana Steve Jobs sang maestro presentsi mengatakan Kesederhanaan adalah kecanggihan yang tertinggi. Yang dimaksud sederhana dalam desain berarti slide tidak penuh bullet point, menggunakan kalimat yang ringkas dan satu slide berisi satu pesan. Dan harus Anda tahu bahwa slide dengan tampilan sederhana itu indah 7

9 2 Visual yang Baik Slide yang baik memiliki kesan visual yang kuat. Artinya slide tersebut mampu mampu menumbuhkan semangat, mengundang pertanyaan mengundang rasa ingin tahu dan menggugah emosi. Jika Anda menggunakan gambar pilih yang paling tepat untuk menggambarkan situasi yang Anda sampaikan. Jika Anda menggunakan diagram pastikan bahwa itu mudah dipahami dan fokuskan pada bagian penting dari data yang Anda tampilkan. Jika Anda menggunakan teks, plih kata kunci yang mewakili gagasan yang ingin Anda sampaikan. Jika Anda memilih video. Pilih segmen yang mampu menjelaskan pesan dengan menarik. 3 Kontras yang Kuat Kontras secara sederhana kontras berarti: Menciptakan perbedaan antar elemen dalam sebuah presentasi. Kontras juga berarti memberi penekanann sehingga audiens memahami mana yang menjadi fokus dan mana yang tidak. Ada tiga fungsi kontras dalam presentasi Kontras menciptakan fokus apa yang menjadi tujuan utama sebuah slide. Kontras menciptakan hierarki mana informasi utama dan mana informasi penjelas. Kontras mampu menciptakan perhatian audiens agar mereka memperhatikan sebuah slide dan memahami maksudnya 8

10 Bagaimana menciptakan kontras? Pertama: pastikan latar belakang memiliki kontras dengan elemen presentasi lainnya. Jika Anda membuat slide pastikan ada kontras yang baik antara latar belakang yang Anda pakai dengan elemen-elemen lainnya seperti teks dan gambar. Dengan demikian slide Anda akan lebih mudah dibaca dan nyaman dlihat Kedua: Anda bisa menciptakan kontras dengan warna. Anda bisa menciptakan kontras dengan warna yang tepat. Hal ini akan membuat audiens tertarik memperhatikan slide Anda karena secara visual mata akan terarah pada bagian yang memiliki perbedaan tersebut. Ketiga: Anda juga bisa menciptakan kontras menggunakan font. Untuk menciptakan kontras menggunakan font Anda bisa memilih font yang berbeda. Font yang pertama untuk teks yang lebih panjang sedangkan yang lainnya khusus untuk teks yang akan diberikan penekanan. Keempat: Kontras juga bisa dibuat dengan menampilkan ukuran yang berbeda. Untuk menciptakan kontras menggunakan ukuran perhatikan eleman apa yang bisa dibuat berbeda dalam slide Anda. Perbesar ukurannya hngga tampil dominan dan menciptakan kontras yang diperlukan 9

11 Selain keempat cara yang sudah saya paparkan pada Anda, Anda juga bisa menggunakan kontras untuk menciptakan kejutan. Untuk membuat kejutan, siapkan slide yang berbeda dari yang lain dengan cara ini Anda bisa menciptakan efek kontras yang menarik perhatian. Itulah cara menjadikan slide Anda lebih baik dan menarik dengan mamanfaatkan kontras. Mendesain Dengan Power Point kebanyakan orang melakukan cara tidak efektif dalam mendesain slide presentasi. Inilah cara tidak efektif yang mereka lakukan: Menulis konten, kemudian mencari gambar diinternat. Satu slide ditulis dulu kontennya, kemudian mereka segera mencari gambar yang pas dari internet. Jika slide yang satu sudah selesai, kemudian mereka berpindah ke slide berikutnya. Jika menggunakan cara ini, maka Anda tidak akan bisa bekerja dengan efektif, Anda hanya akan fokus pada desain bukan konten. Lantas bagaimana cara yang benar. Ada 3 langkah yang harus Anda lakukan yaitu merapikan alur, membuat sketsa dan mendesainnya dengan powerpoint. 1 Merapikan alur presentasi Sebelum Anda mendesain dengan powerpoint Anda harus mengatur alur presentasi Anda. pastikan alur yang Anda buat baik, runtut dan memungkinkan Anda melakukan transisi dengan tepat saat perpindahan slide. Untuk itu saya sarankan kepada Anda menggunakan outline mode dipowerpoint. Tujuannya supaya Anda fokus pada pesan bukan desain. 10

12 2 Membuat Sketsa Mungkin Anda bertanya, bukankah lebih cepat jika saya langsung membuatnya dengan powerpoint? Benar, Anda dapat melakukannya seperti itu. Namun kelemahan membuat langsung di powerpoint, Anda akan kesulitan menuangkan seluruh gagasan. Anda akan terjebak dengan kegiatan desain dan memperindah slide. Perlu Anda pahami membuat sketsa akan membantu Anda lebih cepat memikirkan Ilustrasi yang tepat untuk mengkomunikasikan pesan yang akan Anda sampaikan. Ingat presentasi adalah mengkomunikasikan ide. Fungsi sketsa adalah untuk ide awal komunikasi. Jadi hasil akhir slide akan tergantung dengan situasi dan kondisi yang Anda hadapi. 3 Mendesain Dengan Powerpoint Dalam tahap inilah Anda memperindah tampilan slide Anda, berdasarkan sketsa yang telah Anda buat dengan menggunakan powerpoint. Slide dengan desain yang sederhana, dengan tampilan visual yang baik dan kontras akan membuat audiens tertarik dengan presentasi Anda dan memahami pesan Anda dengan lebih mudah. Jadi mulai sekarang rubah mindset Anda, rubah sikap dan tindakan Anda dalam membuat desian slide presentasi. Percayalah jika ini Anda lakukan dengan baik Anda akan menjadi presenter yang mampu memberi inspirasi. 11

13 Membawakan Presentasi Dengan Meyakinkan Konten yang baik, slide yang profesional tidak akan berarti apa-apa jika Anda tidak mampu membawakan presentasi dengan meyakinkan. Dalam banyak presentasi sering kita jumpai presenter memiliki konten yang bagus, slide profesional, tapi karena pembawaan mereka tidak meyakinkan, tidak menarik, presentasi yang disampaikan tetap saja membosankan. Ingat Anda adalah aktor utama presentasi. Orang datang untuk melihat penampilan Anda. Jadi tidak peduli seberapa lama persiapan Anda, audiens tidak mau tahu. Audiens tidak akan menilai persiapan Anda, tapi mereka menilai penampilan Anda. Dan untuk bisa membawakan presentasi dengan meyakinkan ada empat hal yang harus Anda optimalkan yaitu pembukaan presentasi, penutupan presentasi, penggunaan bahasa verbal dan penggunaan bahasa non verbal. Membuka Presentasi Orang cenderung mengingat hal-hal yang paling awal tampil terlihat atau terdengar oleh mereka. Dalam ilmu psikologi ini disebut dengan (primacy effect). Apa-apa yang disampaikan di awal, cerita, pertanyaan atau pernyataan maka bagian ini akan mudah diingat oleh audiens karena dia memasuki ingatakan mereka paling awal. Secara umum ada 3 fungsi dari pembukaan presentasi yaitu agar audiens memahami tujuan presentasi, agar audiens mendapat gambaran awal apa yang Anda bahas dan untuk menciptalan motivasi dan rasa ingin tahu. Supaya pembukaan Anda efektif dan menarik maka ada 5 cara bisa Anda lakukan antara lain: 1 Menjelaskan Maksud dan Tujuan Sampaikan pembukaan Anda dengan menyampaikan maksud dan tujuan dengan singkat dan tepat. Apa yang ingin Anda sampaikan dan apa yang Anda harapkan untuk audiens dari presentasi tersebut. 12

14 2 Cerita atau Kisah Jika Anda sering memperhatikan pembicara besar, banyak dari mereka yang memulai presentasinya dengan cerita. Mengapa cerita? Cerita mudah diingat dan sebagian besar dari kita suka mendengarkan cerita. Membuka presentasi dengan cerita membuat audiens lebih serius memperhatikan Anda. Cerita yang menarik akan membangun hubungan dan kepercayaan dengan audiens. Untuk itu carilah cerita yang relevan untuk presentasi Anda karena cerita yang relevan akan menarik dan memotivasi audiens untuk mendengarkan apa yang akan Anda sampaikan. 3 Menggunakan Kutipan Atau Pernyataan Banyak perkataan dari para bijak maupun orang-orang terkenal yang dapat Anda kutip sebagai pembuka presentasi. Gunakan kutipan yang relevan dengan topik presentasi Anda. Namun di sisi lain menggunakan kutipan yang kontroversial juga bisa memberikan daya tarik tersendiri bagi audiens. Kutipan selain menarik perhatian juga harus menggugah orang untuk berpikir, merenung atau memahami. Dengan demikian audiens harus merasa mendengarkan kelanjutan presentasi Anda karena mereka akan mengerti dan mendapat manfaatnya. 13

15 4 Data atau Fakta Data atau fakta yang digunakan secara tepat juga akan menjadi pembukaan yang sangat kuat. Data atau faka bisa menjadi sajian informasi yang dramatis tanpa perlu didramatisir. Dengan menyajikan data dan fakta yang kuat audiens akan menyadari bahwa materi yang Anda sampaikan merupakan hal penting, sehingga mereka akan mempersiapkan mental untuk mendengarkan presentasi dengan sungguh-sungguh. 5 Pertanyaan Pertanyaan juga pilihan yang baik untuk membuka presentasi. Secara alami pertanyaan akan selalu membuat orang berpikir dan berusaha mencari jawabannya. Artinya pertanyaan membuat orang fokus terhadap topik pertanyaan. Anda dapat menggunakan satu slide yang berisi gambar atau tulisan untuk memberikan ilustrasi pembukaan presentasi. Gunakan slide dengan isi yang singkat dan gambar yang kuat. Padukan stimulus visual yang baik dengan pembukaan yang tersetruktur dan meyakinkan. Pembukaan sangat penting dalam presentasi. Untuk itu rencanakan pembukaan Anda sebaik-baiknya. Saran terbaik untuk Anda silahkan tulis pembukaan yang Anda gunakan. Kemudian Anda baca apakah kalimat yang Anda tulis sudah sesuai atau belum. Setelah Anda sudah mendapatkan pembukaan yang tepat, selanjutnya latih pembukaan tersebut sampai Anda bisa menyampaikannya dengan baik dan alami. 14

16 Menutup Presentasi Penutupan presentasi sama pentingnya dengan pembukaan presentasi. Penutupan presentasi yang kuat akan membuat audiens ingat pesan utama presentasi, tahu bagaimana harus bertindak setelah usai presentasi. Supaya Anda mampu menutup presentasi Anda dengan baik dan meyakinkan, berikut adalah cara membuat kalimat penutupan Anda. 1 Rangkum Pesan Utama Anda Di sini Anda harus memudahkan audiens untuk melihat kembali esensi dari apa yang sudah Anda sampaikan dengan merangkumnya ke dalam poin-point sederhana. 2 Ringkas dengan Peenyataan atau Kutipan Anda bisa meringkas penutupan Anda dengan pernyataan tertentu yang Anda buat sendiri atau menggunakan kutipan. Jangan lupa jelaskan maksud dari kutipan jika itu menggunakan bahasa asing supaya audiens memahami maksudnya. 3 Sampaikan Call To Action Call to action adalah sebuah ajakan untuk bertindak, di sini Anda perlu perlu berpikir apa yang Anda harapkan dilakukan audiens setelah mendengarkan presentasi Anda. Demikianlah cara yang baik untuk menutup presentasi Untuk hasil yang baik, lakukan hal yang sama seperti pada pembukaan. 15

17 Bahasa verbal Bahasa verbal bersifat tidak dapat diulang. Artinya, apa-apa yang sudah keluar dari mulut Anda tidak dapat diulang kembali. Jadi pikirkan betul kalimat yang akan Anda sampaikan, pahami dengan baik dan sampaikan dengan baik supaya mudah dipahami. Berikut adalah 3 hal yang harus Anda optimalkan dalam menggunakan bahasa verbal dalam presentasi 1 Kejelasan dan Variasi Suara Jelas di sini adalah pengucapan kalimat Anda harus benar, bisa didengar dengan baik dan bisa dipahami (artinya jika Anda menggunakan bahasa asing Anda harus menjelaskan maksudnya dalam bahasa yang bisa dimengerti oleh semua audiens. Sedangkan untuk variasi suara terkait dengan nada suara saat Anda mengucapkan sebuah kalimat. Jika presentasi yang Anda sampaikan tidak memiliki variasi suara, maka besar kemungkinan apa yang akan Anda sampaikan datar. Untuk itu Anda harus berlatih bagaimana mengucapkan beberapa kata atau kalimat dengan nada yang berbeda. 2 Tempo dan Jeda Tempo adalah kecepatan Anda dalam berbicara. Dalam presentasi, sering kali kita menyaksikan seorang presenter berbicara begitu cepat. Tanpa memberikan ruang kepada audiens untuk mencerna apa yang mereka sampaikan. Di sisi lain ada juga presenter yang bericara cukup lambat, sehingga sering terjadi waktu untuk berbicara sudah habis mereka masih belum menyelesaikan presentasi. 16

18 Ini jelas tidak efektif, yang paling baik harus ada varisasi tempo. Anda harus tahu pada kalimat mana Anda harus cepat dan kalimat mana harus Anda ucapkan lambat. Dalam hal ini latihan akan membuat ini berjalan dengan baik, jadi Anda bisa mengetahui kapan Anda harus berbicara cepat dan kapan harus berbicara lambat. 3 Menghilangkan Bergumam Permasalahan lain yang sering terjadi saat presentasi adalah bergumam. Bergumam jika dilakukan terlalu sering benar-benar akan mengganggu pesan yang akan kita sampaikan kepada audiens. Ini merupakan salah satu kebiasaan buruk yang harus diatasi oleh para presenter. Ada 3 cara dapat Anda lakukan untuk menghilangkan bergumam, antara lain: Sadari bahwa Anda sering mengucapkannya, persiapan yang baik dan ganti bergumam dengan diam. Bahasa Non Verbal atau Body Lenguage Segala yang Anda tampilkan ketika presentasi baik itu suara, slide maupun bahasa tubuh yang Anda tampilkan adalah komunikasi. Karena itu, menampilkan bahasa tubuh yang baik menjadi penting. Dalam presentasi bahasa tubuh memiliki dua manfaat antara lain: Memperkuat kata-kata. Sebagai presenter publik, kita harus selalu berusaha menggunakan bahasa tubuh untuk memperkuat kata-kata. Sehingga setiap kata yang penting akan menjadi lebih kuat dan lebih mudah diingat oleh audiens. Sebagai cerminan perasaan. Salah satu cara yang mudah mengamati perasaan seseorang adalah dengan melihat bahasa tubuhnya. Sama halnya dalam presentasi bahasa tubuh bisa menjadi cerminan perasaan yang Anda alami. Kaitanya dengan penggunaan bahasa tubuh ada 3 bahasa tubuh yang paling penting untuk Anda optimalkan dengan baik. 17

19 1 Kontak Mata Ada sebuah pepetah yang mengatakan mata adalah cermin jiwa Hanya dari mata seseorang dapat mengetahui ketulusan Anda atau pun respek Anda terhadap seseorang. Jadi jika Anda ingin tampil tulus dan mendapatkan respek yang baik dari audiens Anda, maka gunakan kontak mata Anda dengan efektif. Ada dua manfaat kontak mata yaitu membantu Anda terhubung dengan audiens dan membantu Anda mengevaluasi respon dari audiens. Bagaimana mengoptimalkan kontak mata? Ada 3 cara antara lain: Melihat ke audiens, pindahkan pandangan pada saat yang tepat dan lihat satu audiens dalam beberapa detik. 2 Ekspresi Wajah Yang pertama dan paling penting dari ekspresi wajah adalah senyum. Sebagai presenter, Anda mungkin banyak urusan. Anda banyak pikiran. Anda sedang mengalami kesulitan. Tapi ketika Anda tampil berbicara, simpan dahulu semua urusan, pikiran dan kesulitan Anda. Dalam studi yang dilakukan penn state university di jelaskan ketikan Anda senyum, Anda tidak hanya tampak lebih menyenangkan dan sopan, tapi Anda benar-benar tampak lebih kompeten. Bagaimana menggunakan ekspresi wajah? Berlatih di depan cermin, cobalah menunjukkan beberapa ekspresi wajah untuk mendukung pesan Anda. Satu yang harus Anda ingat jangan berlebihan. 18

20 3 Gerakan Tangan Gerakan tangan yang baik akan membuat audiens lebih nyaman, karena mereka dapat melihat bahwa Anda percaya diri dan terkendali. Tapi perlu Anda hati-hati jangan pernah merencanakan atau mengkoreografikan gerakan tangan Anda. Karena itu akan membuat Anda nampak seperti robot, terkesan di buat-buat dan dampakanya, Anda malah akan kelihatan tidak menarik. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mempersiapkan presentasi Anda dengan baik dan berlatih layaknya Anda sedang berbicara dengan teman. Lakukan latihan berulang-ulang, maka dengan sendirinya bahasa tubuh Anda akan mengikuti setiap kata yang Anda ucapkan. Namun perlu Anda pahami juga, tidak semua gerakan tubuh itu efektif untuk mendukung apa yang Anda ucapkan. Khususnya dalam menggunakan gerakan tangan. Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus Anda hindari dalam menggunakan gerakan tangan antara lain: Menunjuk ke audiens, menyilangkan tangan di dada, memasukkan tangan ke saku. Jika Anda ingin berhasil membawakan presentasi yang meyakinkan maka mulailah presentasi Anda dengan pembukaan yang menarik, akhiri dengan penutupan yang berkesan, gunakan bahasa verbal yang baik dan optimalkan bahasa non verbal yang mampu menekankan arti dari apa yang Anda sampaikan. Materi ini merupakan rangkuman dari Training Presentasi Memukau yang diselenggarakan oleh presentasi.net Jika Anda ingin mengadakan training bagi perusahaan atau organisasi Anda, silakan hubungi Amar Widiyanto Telp BB PIN: 3149B1DA. 19

TRAINING PUBLIK PRESENTASI MEMUKAU. Sabtu, 06 Juni 2015 Hotel Millennium Jakarta PROPOSAL

TRAINING PUBLIK PRESENTASI MEMUKAU. Sabtu, 06 Juni 2015 Hotel Millennium Jakarta PROPOSAL TRAINING PUBLIK PRESENTASI MEMUKAU Sabtu, 06 Juni 2015 Hotel Millennium Jakarta PROPOSAL Latar Belakang Membuat presentasi yang efektif sekaligus menarik menjadi tantangan buat banyak orang. Sebagai seorang

Lebih terperinci

Ringkasan Cepat Slide Presentasi Bisnis Efektif dan Powerful

Ringkasan Cepat Slide Presentasi Bisnis Efektif dan Powerful Ringkasan Cepat Slide Presentasi Bisnis Efektif dan Powerful Berikut adalah rangkuman yang berfungsi sebagai ringkasan slide bisnis buat Anda. Setiap kali Anda membuat slide bisnis, Anda bisa melihat kembali

Lebih terperinci

PERTEMUAN 18 PRESENTASI ILMIAH

PERTEMUAN 18 PRESENTASI ILMIAH PERTEMUAN 18 PRESENTASI ILMIAH A. TUJUAN PEMBELAJARAN Pada pertemuan ini akan dijelaskan mengenai presentasi ilmiah. Melalui ekspositori, Anda harus mampu: 18.1. Menjelaskan presentasi ilmiah 18.2. Menjelaskan

Lebih terperinci

PENDAHULUAN TKS /2/2015. Teknik menyampaikan presentasi yang menarik dan efektif.

PENDAHULUAN TKS /2/2015. Teknik menyampaikan presentasi yang menarik dan efektif. TKS 4209 Dr. AZ Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya PENDAHULUAN Teknik menyampaikan presentasi yang menarik dan efektif. 1 1. MENGGUNAKAN CERITA Cerita adalah salah satu teknik presentasi

Lebih terperinci

55% Bahasa tubuh 25% Alat bantu audio-visual 30% Suara 38%

55% Bahasa tubuh 25% Alat bantu audio-visual 30% Suara 38% . Sesi Kelima Ketrampilan Dasar Menyampaikan dan Mengenali Isyarat Non-Verbal Handout Apa yang diingat pendengar: Teori Albert Mehrabian Efek visual 55% Katakata Bahasa tubuh 25% Alat bantu audio-visual

Lebih terperinci

KERANGKA PIDATO. Tine A. Wulandari, M.I.Kom.

KERANGKA PIDATO. Tine A. Wulandari, M.I.Kom. KERANGKA PIDATO Tine A. Wulandari, M.I.Kom. Pendahuluan Isi Pembahasan Penutup Pendahuluan Berisi salam pembuka. Salam pembuka ini berfungsi untuk mengantar kea rah pokok persoalan yang akan dibahas dan

Lebih terperinci

Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran. pesan/informasi antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang.

Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran. pesan/informasi antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang. Pengantar Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran pesan/informasi antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang. Seseorang membawa informasi tersebut kemudian menyampaikannya

Lebih terperinci

Bagaimana Membuat Slide Presentasi yang Menarik

Bagaimana Membuat Slide Presentasi yang Menarik Bagaimana Membuat Slide Presentasi yang Menarik Herman Dwi Surjono, Ph.D. Dosen FT dan PPs UNY Kaprodi TP S2 PPs UNY http://blog.uny.ac.id/hermansurjono BALAI PELATIHAN KESEHATAN (BAPELKES) Yogyakarta,

Lebih terperinci

PROPOSAL TRAINING. PT PRESENTA EDUKREASI NUSANTARA (Presentasi.net) Level 38, Tower A, Kota Kasablanka Jl. Casablanca Raya Kav 88 Jakarta 12870

PROPOSAL TRAINING. PT PRESENTA EDUKREASI NUSANTARA (Presentasi.net) Level 38, Tower A, Kota Kasablanka Jl. Casablanca Raya Kav 88 Jakarta 12870 PROPOSAL TRAINING PT PRESENTA EDUKREASI NUSANTARA (Presentasi.net) Level 38, Tower A, Kota Kasablanka Jl. Casablanca Raya Kav 88 Jakarta 12870 Telp: (021) 2963 6731 Fax: (021) 2960 8097 HP: 0821 259 70455

Lebih terperinci

PROFESSIONAL IMAGE. Etiket dalam pergaulan (2): Berbicara di depan Umum, etiket wawancara. Syerli Haryati, S.S. M.Ikom. Modul ke: Fakultas FIKOM

PROFESSIONAL IMAGE. Etiket dalam pergaulan (2): Berbicara di depan Umum, etiket wawancara. Syerli Haryati, S.S. M.Ikom. Modul ke: Fakultas FIKOM Modul ke: PROFESSIONAL IMAGE Etiket dalam pergaulan (2): Berbicara di depan Umum, etiket wawancara Fakultas FIKOM Syerli Haryati, S.S. M.Ikom Program Studi Public Relations www.mercubuana.ac.id Pendahuluan

Lebih terperinci

TEKNIK PRESENTASI. Lantas, Bagaimana mempresentasikan proposal hingga hasil penelitian anda?

TEKNIK PRESENTASI. Lantas, Bagaimana mempresentasikan proposal hingga hasil penelitian anda? TEKNIK PRESENTASI Pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang presentasi data. Bagi anda, mungkin bukanlah hal yang baru dalam menyajikan data pada Power Point. Pada penelitian yang anda lakukan

Lebih terperinci

Oleh FMIPA Institut Teknologi Bandung

Oleh FMIPA Institut Teknologi Bandung Teknik Presentasi Oleh FMIPA Institut Teknologi Bandung Suryadi Siregar 1 P r e s e n t a s i Alat yang ampuh untuk menyampaikan gagasangagasan, perkembangan baru ataupun kemajuan suatu proyek Dapat digunakan

Lebih terperinci

Menyajikan Presentasi Seminar

Menyajikan Presentasi Seminar Menyajikan Presentasi Seminar 1 Kebanyakan kegiatan belajar melibatkan presentasi secara lisan oleh siswa. Pada suatu kegiatan belajar atau seminar, topik yang akan dibahas umumnya telah diberikan di awal

Lebih terperinci

How to Create Excellent Presentation? Stella Averil, S.Psi

How to Create Excellent Presentation? Stella Averil, S.Psi How to Create Excellent Presentation? Stella Averil, S.Psi Peserta diharapkan mampu: Memahami pentingnya tujuan presentasi hingga dapat mempraktekkan cara membuat tujuan presentasi Memahami teknik menyusun

Lebih terperinci

public speaking in an easy way! disusun oleh : Ivany L. Goutama Universitas Tarumanagara Pengurus Harian Wilayah Kajian & Strategis ISMKI Wilayah 2

public speaking in an easy way! disusun oleh : Ivany L. Goutama Universitas Tarumanagara Pengurus Harian Wilayah Kajian & Strategis ISMKI Wilayah 2 public speaking in an easy way! disusun oleh : Ivany L. Goutama Universitas Tarumanagara Pengurus Harian Wilayah Kajian & Strategis ISMKI Wilayah 2 Public Speaking Keahlian berbicara di depan umum (public

Lebih terperinci

Modul ke: PUBLIC SPEAKING Tata Cara Presentasi Profesional. 13Ilmu. Fakultas. Christina Arsi Lestari, M.Ikom. Komunikasi. Program Studi Broadcasting

Modul ke: PUBLIC SPEAKING Tata Cara Presentasi Profesional. 13Ilmu. Fakultas. Christina Arsi Lestari, M.Ikom. Komunikasi. Program Studi Broadcasting Modul ke: PUBLIC SPEAKING Tata Cara Presentasi Profesional Fakultas 13Ilmu Komunikasi Christina Arsi Lestari, M.Ikom Program Studi Broadcasting PENGERTIAN Apa itu Presentasi? Presentasi secara umum dapat

Lebih terperinci

Kemampuan Komunikasi. Teknik Presentasi Jitu. Arif Basofi Program Studi Teknik Informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Kemampuan Komunikasi. Teknik Presentasi Jitu. Arif Basofi Program Studi Teknik Informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Kemampuan Komunikasi Teknik Presentasi Jitu Arif Basofi Program Studi Teknik Informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 1 Referensi 1. Daniel Tirta, S.Kom, Menciptakan Presentasi Mengagumkan dengan

Lebih terperinci

Interpersonal Communication Skill

Interpersonal Communication Skill Modul ke: Interpersonal Communication Skill Perkenalan Mata Kuliah, Kontrak Belajar dan Pemahaman Soft Skill November 2016 Fakultas Ilmu Komunikasi Gadis Octory, S.Ikom, M.Ikom Program Studi Periklanan

Lebih terperinci

TEKNIK PRESENTASI YANG BAIK

TEKNIK PRESENTASI YANG BAIK TEKNIK PRESENTASI YANG BAIK Fitri Rahmawati, MP. Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana Fakultas Teknik UNY email: fitri_rahmawati@uny.ac.id Seni Berbicara Kemampuan menggabungkan: Penguasaan Pesan

Lebih terperinci

ANALISIS MULTIMEDIA POWERPOINT PADA SEMINAR TUGAS AKHIR MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BOGA ANGKATAN 2010

ANALISIS MULTIMEDIA POWERPOINT PADA SEMINAR TUGAS AKHIR MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BOGA ANGKATAN 2010 Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 5, No. 1, April 2016 33 ANALISIS MULTIMEDIA POWERPOINT PADA SEMINAR TUGAS AKHIR MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BOGA ANGKATAN 2010 Na imah Sa diah 1, Atat Siti Nurani

Lebih terperinci

Media Relations. Wawancara Media. Anindita, S.Pd, M.Ikom. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Public Relations

Media Relations. Wawancara Media. Anindita, S.Pd, M.Ikom. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Public Relations Media Relations Modul ke: Wawancara Media Fakultas Ilmu Komunikasi Anindita, S.Pd, M.Ikom Program Studi Public Relations www.mercubuana.ac.id Pendahuluan Menjadi nara sumber di media merupakan suatu hal

Lebih terperinci

Psikologi Konseling. Psikologi Konseling. Psikologi Psikologi

Psikologi Konseling. Psikologi Konseling. Psikologi Psikologi MODUL PERKULIAHAN Psikologi Konseling Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 05 61033 Abstract Dalam perkuliahan ini akan didiskusikan mengenai Ketrampilan Dasar Konseling:

Lebih terperinci

Pencarian Bilangan Pecahan

Pencarian Bilangan Pecahan Pencarian Bilangan Pecahan Ringkasan Unit Siswa ditugaskan sebuah profesi yang menggunakan pecahan bilangan dalam pekerjaannya. Mereka meneliti, meringkas, menarik kesimpulan, dan mempresentasikan penemuan

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Menurut Mathias dan Habein (Mathias & Habein, 2000:15), mempelajari huruf kanji

Bab 2. Landasan Teori. Menurut Mathias dan Habein (Mathias & Habein, 2000:15), mempelajari huruf kanji Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Pembelajaran Kanji Menurut Mathias dan Habein (Mathias & Habein, 2000:15), mempelajari huruf kanji berarti mempelajari bentuk, arti dan cara baca dari sebuah kanji. Kanji

Lebih terperinci

TEKNIK PRESENTASI. Mata Kuliah : Komunikasi Bisnis Dadang Syafarudin, SE., MM

TEKNIK PRESENTASI. Mata Kuliah : Komunikasi Bisnis Dadang Syafarudin, SE., MM TEKNIK PRESENTASI Mata Kuliah : Komunikasi Bisnis Dadang Syafarudin, SE., MM www.dadangsya.stieyasaanggana.ac.id PENDAHULUAN Dalam dunia bisnis maupun organisasi Presentasi sering digunakan sebagai alat

Lebih terperinci

EFFECTIVE PRESENTATION SKILLS

EFFECTIVE PRESENTATION SKILLS EFFECTIVE PRESENTATION SKILLS SIAPA MEREKA??? Pembicara hebat adalah bukan dilahirkan, tetapi mereka dilatih. Presentasi adalah keterampilan. Dikembangkan melalui training dan pengalaman Tujuan 1. Peserta

Lebih terperinci

29/05/2012 PRESENTASI ILMIAH. Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor 2012 K14 MPPI

29/05/2012 PRESENTASI ILMIAH. Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor 2012 K14 MPPI PREENTA LMAH K14 MPP Alfiasari,.P., M.i Departemen lmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia nstitut Pertanian Bogor 2012 1 Berbicara dengan baik menjadi keterampilan yang dapat diukur dan menjadi

Lebih terperinci

PERSIAPAN UNTUK PUBLIC SPEAKING

PERSIAPAN UNTUK PUBLIC SPEAKING PERSIAPAN UNTUK PUBLIC SPEAKING 1. Topic. Persiapan pertama untuk berbicara di depan umum adalah ter fokus kepada pemilihan topik yang tepat dan menarik. Topik adalah pokok atau subjek pembicaraan. Menurut

Lebih terperinci

THE ART OF PRESENTATION

THE ART OF PRESENTATION THE ART OF PRESENTATION Setiap kali Steve Job naik ke atas panggung di acara Apple MacWorld, semua audiens bersorak dan bertepuk tangan riuh. Ia tersenyum pada semua hadirin, berseru "Good Morning. It

Lebih terperinci

DASAR PRESENTASI. Kunci presentasi yang sukses adalah persiapan yang baik.

DASAR PRESENTASI. Kunci presentasi yang sukses adalah persiapan yang baik. DASAR PRESENTASI PERSIAPAN Kunci presentasi yang sukses adalah persiapan yang baik. Persiapan Dasar Persiapan yang baik bisa dimulai dengan menganalisis tiga faktor di bawah ini: - pada acara apa kita

Lebih terperinci

APLIKASI KOMUNIKASI NON-VERBAL DI DALAM KELAS

APLIKASI KOMUNIKASI NON-VERBAL DI DALAM KELAS APLIKASI KOMUNIKASI NON-VERBAL DI DALAM KELAS Maisarah, S.S., M.Si Inmai5@yahoo.com Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang Abstrak Artikel ini berisi tentang pentingnya komunikasi non verbal di

Lebih terperinci

Komunikasi Bisnis. Modul ke: 12FEB. Wawancara Bisnis. Fakultas. Yeninda Parmariza S.Sos,MM. Program Studi S1.Akuntansi

Komunikasi Bisnis. Modul ke: 12FEB. Wawancara Bisnis. Fakultas. Yeninda Parmariza S.Sos,MM. Program Studi S1.Akuntansi Modul ke: Komunikasi Bisnis Wawancara Bisnis Fakultas 12FEB Yeninda Parmariza S.Sos,MM Program Studi S1.Akuntansi Bahan Kajian 12.1 Memahami penting dan bagaimana proses wawancara 12.2 Persiapan untuk

Lebih terperinci

Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP. Abstrak

Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP. Abstrak Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat Oleh: Wakhyudi Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP Abstrak Dalam proses belajar mengajar, terdapat berbagai dinamika yang dialami, baik oleh widyaiswara maupun

Lebih terperinci

Transkrip Video Modul 2.2. Kursus Membaca Cepat Online

Transkrip Video Modul 2.2. Kursus Membaca Cepat Online Transkrip Video Modul 2.2. Kursus Membaca Cepat Online http://www.membacacepat.com Modul 2 Bagian 2 Membaca Aktif dan Kritis Terima kasih Anda telah bergabung kembali bersama saya, Muhammad Noer dalam

Lebih terperinci

MEDIA PEMBELAJARAN DUA DIMENSI NON PROJEKSI

MEDIA PEMBELAJARAN DUA DIMENSI NON PROJEKSI MEDIA PEMBELAJARAN DUA DIMENSI NON PROJEKSI Fitri Rahmawati, MP. Jurusan Pendidikan Teknik Boga Fakultas Teknik UNY Email: fitri_rahmawati@uny.ac.id Kompetensi yang ingin dicapai Menyebutkan macam-macam

Lebih terperinci

HOW TO FACILITATE A SESSION

HOW TO FACILITATE A SESSION HOW TO FACILITATE A SESSION Advance elanguages Training Jakarta, 26-28 February 2009 Pemilihan Metode Penyampaian Apakah pelatihan secara keseluruhan akan berbasis di ruang kelas dan melibatkan interaksi

Lebih terperinci

CATATAN TEKNIK PRESENTASI

CATATAN TEKNIK PRESENTASI CATATAN TEKNIK PRESENTASI Laboratorium Leadership & Komunikasi Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM Pemilihan slide ppt sebagai alat bantu Background warna dan warna tulisan Jumlah tulisan dalam

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kekayaan yang tidak mungkin dicapai jika tidak ada kebiasaan dan usaha yang

BAB 1 PENDAHULUAN. kekayaan yang tidak mungkin dicapai jika tidak ada kebiasaan dan usaha yang BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar adalah berusaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu. Pada dasarnya ada empat keterampilan berbahasa yang dikembangkan dalam proses belajar yaitu: keterampilan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran merupakan kunci keberhasilan sumber daya manusia untuk

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran merupakan kunci keberhasilan sumber daya manusia untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembelajaran merupakan kunci keberhasilan sumber daya manusia untuk mengikuti perkembangan zaman. Pembelajaran memiliki peran serta mendidik siswa agar menjadi manusia

Lebih terperinci

4 Prinsip Dasar untuk Komunikasi Produktif

4 Prinsip Dasar untuk Komunikasi Produktif 4 Prinsip Dasar untuk Komunikasi Produktif Written by Yodhia Antariksa. Posted July 6, 2009 at 2:02 am Komunikasi saya kira merupakan salah satu bagian yang paling esensial dalam roda kehidupan profesional

Lebih terperinci

Basic Quantum Teaching & Accelerated Learning

Basic Quantum Teaching & Accelerated Learning Basic Quantum Teaching & Accelerated Learning Insight Institute Memulai Pengajaran/ pelatihan Kunci Mulailah tepat waktu Perlakuan dengan semua audience Membangun Hubungan baik Bangun kredibilitas anda.

Lebih terperinci

Cara Menulis Blog Yang Baik Dan Benar.

Cara Menulis Blog Yang Baik Dan Benar. Cara Menulis Blog Yang Baik Dan Benar. Allyufi Fazril Rasyidin allyufi@raharja.info :: http:// allyufi-software.blogspot.com/ Abstrak Kali ini saya ingin membahas tentang bagaimana cara membuat artikel

Lebih terperinci

Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar. Pedoman Fasilitator. Tentang pedoman ini

Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar. Pedoman Fasilitator. Tentang pedoman ini Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Pedoman Fasilitator Tentang pedoman ini Pedoman ini memuat informasi untuk membantu fasilitator mempersiapkan dan menyampaikan pelatihan mengenai Epidemiologi Lapangan

Lebih terperinci

Fitri Rahmawati, MP. Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana Fakultas Teknik UNY.

Fitri Rahmawati, MP. Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana Fakultas Teknik UNY. Fitri Rahmawati, MP. Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana Fakultas Teknik UNY email: fitri_rahmawati@uny.ac.id 1 Untuk menghasilkan Kesan yang Tepat diperlukan suatu latihan yang teratur dan sistematis.

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Publikasi

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Publikasi 16 BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Publikasi Timothy Samara (2005:10) menyatakan publikasi merupakan sebuah perluasan aplikasi dari dua unsur yaitu teks dan gambar. Perluasan aplikasi

Lebih terperinci

Pdt Gerry CJ Takaria

Pdt Gerry CJ Takaria Pembukaan yang tidak efektif dapat menghambat keseluruhan khotbah Anda Pembukaan yang tidak tepat atau tidak memikat dapat membuat audiens bosan, mengantuk atau bahkan tertidur Sebaliknya jika pendahuluan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Pratindakan Peneliti melakukan observasi sebelum melaksanakan penelitian. Observasi bertujuan untuk mengetahui kondisi awal siswa

Lebih terperinci

Good Presentation! Arry Akhmad Arman

Good Presentation! Arry Akhmad Arman Good Presentation! Arry Akhmad Arman arman@kupalima.com http://kupalima.wordpress.com Pi Prinsip-Prinsip i Pi i (1) Jangan mengandalkan teks lengkap, sajikan dalam bentuk pointer! Pelajari siapa audience.

Lebih terperinci

Fighting Inequality for Better Growth

Fighting Inequality for Better Growth Panduan Sesi IDF 2017 Indonesia Development Forum 2017 Fighting Inequality for Better Growth Jakarta, 9-10 August 2017 PANDUAN SESI IDF 2017 Daftar Isi 1. Pembagian acara a. Sesi pleno b. Sesi parallel

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Geografi merupakan satu dari sekian banyak disiplin ilmu yang dipelajari,

BAB I PENDAHULUAN. Geografi merupakan satu dari sekian banyak disiplin ilmu yang dipelajari, 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Geografi merupakan satu dari sekian banyak disiplin ilmu yang dipelajari, oleh siswa dimulai dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Pada jenjang

Lebih terperinci

skil presentasi Powerful Words

skil presentasi Powerful Words skil presentasi Powerful Words Kesalahan Umum dalam Presentasi Struktur tidak jelas, sehingga pembicaraan sulit dimengerti Poin pembicaraan tidak tertangkap hadirin KESALAHAN Tidak mengakomodasi persepsi

Lebih terperinci

Presentasi Desain. Pertemuan 4 Alat Bantu Visual ABV

Presentasi Desain. Pertemuan 4 Alat Bantu Visual ABV Presentasi Desain Pertemuan 4 Alat Bantu Visual ABV Alat Bantu Alat bantu dalam presentasi adalah sesuatu yang digunakan untuk memudahkan komunikator dalam menyampaikan pesan. Terdapat 3 jenis alat bantu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. meningkatkan keterampilan berbahasa siswa. Keterampilan berbahasa tersebut

BAB 1 PENDAHULUAN. meningkatkan keterampilan berbahasa siswa. Keterampilan berbahasa tersebut 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menuntut siswa agar mampu berkomunikasi dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa Indonesia

Lebih terperinci

PANDUAN PENDAMPINGAN DAN WAWANCARA TERHADAP KORBAN PERDAGANGAN ANAK:

PANDUAN PENDAMPINGAN DAN WAWANCARA TERHADAP KORBAN PERDAGANGAN ANAK: PANDUAN PENDAMPINGAN DAN WAWANCARA TERHADAP KORBAN PERDAGANGAN ANAK: 1 The Regional Support Office of the Bali Process (RSO) dibentuk untuk mendukung dan memperkuat kerja sama regional penanganan migrasi

Lebih terperinci

CARA PRESENTASI YANG EFEKTIF

CARA PRESENTASI YANG EFEKTIF Komunikasi Ilmiah CARA PRESENTASI YANG EFEKTIF Dwiyati Pujimulyani FAKULTAS AGROINDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA I. PERSIAPAN Mental/psikologis: kesiapan pribadi menghadapi presentasi Media:

Lebih terperinci

copyright 2014 copyright KIAT CEPAT AKRAB

copyright 2014 copyright KIAT CEPAT AKRAB copyright 2014 www.totokpdy.com 7 KIAT CEPAT AKRAB PENDAHULUAN Siapa sih yang tidak ingin memiliki teman? Terlepas siapa diri kita, entah sebagai pelaku bisnis, mahasiswa, praktisi profesional maupun amatir,

Lebih terperinci

Membangun Ketrampilan Memfasilitasi

Membangun Ketrampilan Memfasilitasi Membangun Ketrampilan Memfasilitasi Fasilitasi menjelaskan proses membawa satu kelompok melalui cara pembelajaran, atau berubah dengan cara yang mendorong semua anggota kelompok tersebut, untuk berpartisipasi.

Lebih terperinci

GUMGUM GUMILAR, S.SOS., M.SI Jurnalistik Fikom Unpad

GUMGUM GUMILAR, S.SOS., M.SI Jurnalistik Fikom Unpad GUMGUM GUMILAR, S.SOS., M.SI Jurnalistik Fikom Unpad Bahasa tubuh adalah komunikasi pesan nonverbal (tanpa kata-kata). Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan di mana pesan yang disampaikan

Lebih terperinci

Panduan Sukses Menjalani Assessment Centre. Copyright Andin Andiyasari Mei 2008

Panduan Sukses Menjalani Assessment Centre. Copyright Andin Andiyasari Mei 2008 Panduan Sukses Menjalani Assessment Centre Copyright Andin Andiyasari Mei 2008 Assessment Centre Sebuah proses penilaian yang dilakukan oleh lebih dari satu penilai (multi-rater) dengan lebih dari satu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Ada empat keterampilan berbahasa yang diterima oleh peserta didik secara

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Ada empat keterampilan berbahasa yang diterima oleh peserta didik secara 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ada empat keterampilan berbahasa yang diterima oleh peserta didik secara berurutan. Keterampilan tersebut adalah mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.

Lebih terperinci

2014/05/31 06:19 WIB - Kategori : Warta Penyuluhan, Artikel Penyuluhan AYO MENULIS DENGAN HATI

2014/05/31 06:19 WIB - Kategori : Warta Penyuluhan, Artikel Penyuluhan AYO MENULIS DENGAN HATI 2014/05/31 06:19 WIB - Kategori : Warta Penyuluhan, Artikel Penyuluhan AYO MENULIS DENGAN HATI KEBUMEN (30/5/2014) www.pusluh.kkp.go.id Menulis dengan Hati???? Mengapa??? Semua jika dilakukan dengan hati

Lebih terperinci

2015 PENGGUNAAN METODE SHOW AND TELL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SEKOLAH DASAR

2015 PENGGUNAAN METODE SHOW AND TELL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SEKOLAH DASAR BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keterampilan berbahasa terdiri dari empat aspek, yaitu menyimak atau mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Siswa harus menguasai keempat aspek tersebut agar

Lebih terperinci

ABSTRAK. kawasan/tempat, kuliner, dan tradisi yang ada di kota Semarang dan sekitarnya.

ABSTRAK. kawasan/tempat, kuliner, dan tradisi yang ada di kota Semarang dan sekitarnya. ABSTRAK Televisi memiliki potensi yang besar sebagai sarana untuk menyampaikan isu-isu sejarah yang cenderung membosankan melalui penyajian tayangan news feature, yang bertujuan menyampaikan informasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah utama dalam pembelajaran pada pendidikan formal sekarang ini adalah masih rendahnya daya serap siswa, sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Ketidak

Lebih terperinci

PERTEMUAN 10. Prepered By. N. Dody Zakki, SE., M.SM

PERTEMUAN 10. Prepered By. N. Dody Zakki, SE., M.SM PERTEMUAN 10 Prepered By. N. Dody Zakki, SE., M.SM Tujuan Pengertian Presentasi presentasi Bisnis bisnis 1. Presentasi bisnis merupakan salah satu skil yang harus di miliki seorang pengusaha. 2. Presentasi

Lebih terperinci

KOMUNIKASI PADA KELOMPOK KLIEN BERBEDA BY. NS. SRI EKA WAHYUNI, S.KEP

KOMUNIKASI PADA KELOMPOK KLIEN BERBEDA BY. NS. SRI EKA WAHYUNI, S.KEP KOMUNIKASI PADA KELOMPOK KLIEN BERBEDA BY. NS. SRI EKA WAHYUNI, S.KEP Komunikasi pada masa dewasa Kematangan fisik, mental dan kemampuan sosial (+) Peran & tanggungjawab serta tuntutan sosial telah menuntut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Seorang guru dituntut untuk memiliki dan menguasai keterampilan dasar

BAB I PENDAHULUAN. Seorang guru dituntut untuk memiliki dan menguasai keterampilan dasar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seorang guru dituntut untuk memiliki dan menguasai keterampilan dasar mengajar. Terdapat delapan keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai oleh seorang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan yang sifatnya verbalsampai kepada kegiatan visual. Dalam kegiatan

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan yang sifatnya verbalsampai kepada kegiatan visual. Dalam kegiatan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam dunia pendidikan kegiatan berkomunikasi menjadi sebuah hal yang sangat pokok guna berjalannya sebuah proses pendidikan, baik dalam kegiatan yang sifatnya

Lebih terperinci

ali muqoddas, S.Sn, M.Kom

ali muqoddas, S.Sn, M.Kom ali muqoddas, S.Sn, M.Kom ali.dinus@gmail.com 0823 2707 9971 skil presentasi Olah Vocal apa yang membedakan cara berpidato mereka? adalah elemen penting dalam presentasi lebih dari sekedar menyampaikan

Lebih terperinci

Kecakapan Antar Personal

Kecakapan Antar Personal Kecakapan Antar Personal Essay Sopan santun dalam Komunikasi Oleh : Andrian Ramadhan Febriana 10512318 Sistem Informasi 8 Berkomunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam melaksanakan kehidupan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya merupakan upaya untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya merupakan upaya untuk BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya merupakan upaya untuk meningkatkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pembelajaran Bahasa Indonesia

Lebih terperinci

Menyiapkan Presentasi Usaha.

Menyiapkan Presentasi Usaha. Menyiapkan Presentasi Usaha. Seiring dengan kecanggihan komputer dalam menulis, kemampuan presentasi yang profesional menjadi suatu kemampuan baru yang dituntut dalam bekerja. Orang menyenangi presenter

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. oleh peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan karangan argumentasi sebagai

BAB II KAJIAN PUSTAKA. oleh peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan karangan argumentasi sebagai BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Relevan Sebelumnya Berikut ini terdapat beberapa penelitian relevan yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan karangan argumentasi sebagai berikut.

Lebih terperinci

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN oleh Rosita E.K., M.Si Konsep dasar dari konseling adalah mengerti

Lebih terperinci

ALAT PERAGA VISUAL Pengertian Visual Aids Alat Peraga Visual (Visual Aids) adalah

ALAT PERAGA VISUAL Pengertian Visual Aids Alat Peraga Visual (Visual Aids) adalah ALAT PERAGA VISUAL Pengertian Visual Aids Alat Peraga Visual (Visual Aids) adalah benda-benda yang diperlihatkan oleh pembicara kepada pendengar sepanjang berlangsungnya pembicaraan Manfaat Visual Aids

Lebih terperinci

BAB III PENYAJIAN DATA. tentang Teknik Penyiar Radio Fresh 94,3 FM dalam Menyampaikan Informasi

BAB III PENYAJIAN DATA. tentang Teknik Penyiar Radio Fresh 94,3 FM dalam Menyampaikan Informasi BAB III PENYAJIAN DATA Penyajian data berikut ini berdasarkan penelitian yang dilaksanakan di Radio Fresh 94,3 FM Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang Teknik Penyiar Radio

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan alat penyampaian pesan-pesan penerangan, bukan didesain untuk tujuan

BAB I PENDAHULUAN. dan alat penyampaian pesan-pesan penerangan, bukan didesain untuk tujuan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknologi informasi dan komunikasi yang pada mulanya adalah alat hiburan dan alat penyampaian pesan-pesan penerangan, bukan didesain untuk tujuan pembelajaran.

Lebih terperinci

PENYAJIAN LISAN KARYA ILMIAH

PENYAJIAN LISAN KARYA ILMIAH PENYAJIAN LISAN KARYA ILMIAH Tujuan instruksional khusus Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa akan dapat menyajikan karya ilmiah secara lisan dengan efektif dan efisien. Seminar Sarana komunikasi ilmiah

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. kata media pengajaran digantikan oleh istilah seperti alat pandang-dengar, bahan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. kata media pengajaran digantikan oleh istilah seperti alat pandang-dengar, bahan BAB II KAJIAN PUSTAKA Dalam bab ini dibahas : (a) media pendidikan, dan (b) minat belajar. Adapun penjelasannya sebagai berikut : A. Media Pendidikan Menurut Arsyad (2003), dalam kegiatan belajar mengajar

Lebih terperinci

Paket 9 STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK

Paket 9 STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK Paket 9 STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK Pendahuluan 9-1 Rencana Pelaksanaan Perkuliahan Pembelajaran Tematik 9-2 9-3 9-4 9-5 9-6 Lembar Kegiatan 9.1A 9-7 Lembar Kegiatan 9.1B 9-8 9-9 Uraian Materi 9.2 9-10

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1 Strategi Perancangan Strategi Perancangan dalam pembuatan media informasi snorkeling sebagai promosi wisata alam bawah laut Pantai Teluk Limau ini adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN 1. PRA SIKLUS Pembelajaran pra siklus dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2013 dengan alokasi waktu 3 x 35 menit, dengan materi ajar menggapi cerita

Lebih terperinci

BAB II KEGIATAN PPL. a. Persiapan di Universitas Negeri Yogyakarta 1) Orientasi Pembelajaran Mikro

BAB II KEGIATAN PPL. a. Persiapan di Universitas Negeri Yogyakarta 1) Orientasi Pembelajaran Mikro BAB II KEGIATAN PPL A. KEGIATAN PPL Rangkaian kegiatan PPL dimulai sejak mahasiswa di kampus sampai di SMA Negeri 7 Purworejo. Penyerahan mahasiswa di sekolah dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2015.

Lebih terperinci

Microsoft Power Point 2010

Microsoft Power Point 2010 Modul ke: Microsoft Power Point 2010 Teori dan fungsi yang digunakan dalam MS. Power Point 2010 Fakultas Ilmu Komputer Rahma Farah Ningrum, M.Kom Program Studi Sistem Informasi www.mercubuana.ac.id Power

Lebih terperinci

BPSL BLOK KOMUNIKASI 1 SEMESTER I TAHUN AKADEMIK FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

BPSL BLOK KOMUNIKASI 1 SEMESTER I TAHUN AKADEMIK FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA BPSL KOMUNIKASI 1 SEMESTER I TAHUN AKADEMIK 2016-2017 BLOK 1.1.2 FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 0 Modul 1 : Memulai Wawancara (Beginning an interview) Tanggal : 29 November 2016 Tujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari bahasa. Bahasa merupakan sarana untuk berkomunikasi antarsesama manusia. Bahasa sebagai sarana komunikasi dapat berupa

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 7 BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Hakikat Kemampuan Kemampuan dapat diartikan sebagai kesanggupan seseorang dalam melakukan kegiatan. Setiap melakukan kegiatan pasti diperlukan suatu

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Media Kartu Bergambar 2.1.1 Pengertian Media Kartu Bergambar Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti perantara. Dengan demikian media dapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam merangkai kata. Akan tetapi, dalam penerapannya banyak orang

BAB I PENDAHULUAN. dalam merangkai kata. Akan tetapi, dalam penerapannya banyak orang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keterampilan menulis merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah. Kegiatan menulis menjadikan siswa aktif dalam kegiatan

Lebih terperinci

PRESENTASI YANG SUKSES

PRESENTASI YANG SUKSES PRESENTASI YANG SUKSES Ayu Helena Cornellia, BA, MSi 1 Tujuan Presentasi Memberi informasi Membujuk Memobilisasi 2 1 Persiapan Presentasi Siapa? Apa? Kapan? Dimana? Bagaimana? Berapa? 3 Kiat khusus persiapan

Lebih terperinci

Kegiatan Belajar 5: Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital melalui pemanfaatan perangkat lunak pengolah informasi - Teknik Presentasi

Kegiatan Belajar 5: Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital melalui pemanfaatan perangkat lunak pengolah informasi - Teknik Presentasi Kelas X SMK Gondang Kegiatan Belajar 5: Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital melalui pemanfaatan perangkat lunak pengolah informasi - Teknik Presentasi Pada KB 3 telah Anda pelajari seluk

Lebih terperinci

Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/ :41:24

Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/ :41:24 Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/2014 11:41:24 2 Buku BI 3 (12 des).indd 2 16/12/2014 11:41:25 Bintang berkunjung ke rumah Tante Menik, adik ibunya. Tante Menik seorang wartawati. Rumah Tante Menik kecil,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah suasana pembelajaran yang dianggap siswa membosankan. Selama ini guru hanya mengacu pada bagaimana materi

Lebih terperinci

PRESENTASI ILMIAH. Oleh: Suci Sundusiah, M.Pd. Rika Widawati, S.S., M.Pd. Disampaikan dalam mata kuliah bahasa Indonesia

PRESENTASI ILMIAH. Oleh: Suci Sundusiah, M.Pd. Rika Widawati, S.S., M.Pd. Disampaikan dalam mata kuliah bahasa Indonesia PRESENTASI ILMIAH Oleh: Suci Sundusiah, M.Pd. Rika Widawati, S.S., M.Pd. Disampaikan dalam mata kuliah bahasa Indonesia Demam Panggung PENYEBAB Hal baru Situasi rendah Kesadaran Perbedaan Pengalaman

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Mata pelajaran kimia merupakan rumpun Ilmu Pengetahuan Alam yang berpotensi meningkatkan kejenuhan bagi siswa dalam mempelajarinya, jika guru hanya menggunakan

Lebih terperinci

Gambar III.1 SWOT Sumber: Data Pribadi (15 juni 2016)

Gambar III.1 SWOT Sumber: Data Pribadi (15 juni 2016) BAB III. STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP DESAIN III.1 Strategi Perancangan Untuk memberikan pemahaman K3 kepada pekerja tentang pentingnya pemakaian alat pelindung diri maka dibutuhkan suatu komunikasi

Lebih terperinci

ETIKA DALAM BERKOMONIKASI

ETIKA DALAM BERKOMONIKASI ETIKA DALAM BERKOMONIKASI PENGERTIAN ETIKA Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Anak usia dini adalah anak yang unik, dan memiliki karakteristik khusus,

BAB I PENDAHULUAN. Anak usia dini adalah anak yang unik, dan memiliki karakteristik khusus, 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak usia dini adalah anak yang unik, dan memiliki karakteristik khusus, salah satunya adalah mempunyai rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dapat dimaknai sebagai proses mengubah tingkah laku siswa agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam

Lebih terperinci