MODEL PEMBELAJARAN MENULIS RANGKUMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE LANGSUNG DI KELAS XI SMA PGRI CIBATUA KABUPATEN GARUT MAKALAH.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MODEL PEMBELAJARAN MENULIS RANGKUMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE LANGSUNG DI KELAS XI SMA PGRI CIBATUA KABUPATEN GARUT MAKALAH."

Transkripsi

1 MODEL PEMBELAJARA MEULIS RAGKUMA DEGA MEGGUAKA METODE LAGSUG DI KELAS XI SMA PGRI CIBATUA KABUPATE GARUT MAKALAH Disusun oleh : SITI BARKAWATI IM PROGRAM STUDI PEDIDIKA BAHASA DA SASTRA IDOESIA SEKOLAH TIGGI KEGURUA ILMU PEDIDIKA (STKIP) SILIWAGI BADUG 01

2 MODEL PEMBELAJARA MEULIS RAGKUMA DEGA MEGGUAKA METODE LAGSUG DI KELAS XI SMA PGRI CIBATUA KABUPATE GARUT Siti Barkawati IM Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Siliwangi Bandung ABSTRAK Penelitian ini berjudul Model Pembelajaran Menulis Rangkuman Dengan Menggunakan Metode Langsung" Masalah ini dilatarbelakangi oleh anggapan bahwa seorang guru harus mampu merancang model pembelajaran yang dapat mengatasi masalah siswa di kelas, ada pun masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut 1. Strategi dan metode yang dapat membantu siswa dalam mengatasi kesulitan menulis rangkuman.. Bagaimana meningkatkan kemambuan menulis rangkuman setelah diberi tindakan sesuai dengan metode penelitian. Berdasarkan permasalahan diatas maka penelitian ini bertujuan: 1. mendeskripsikan tindakan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran menulis rangkuman;. mengetahui hasil tes siswa setelah mengikuti proses pembelajaran ini. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dan subjek yang dipergunakan dalam penelitian ini siswa Kelas XI SMA PGRI CIBATUa Kabupaten Garut. Hasil proses pembelajaran menulis rangkuman dengan metode Langsung ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa, terutama dalam teknik menulis. Kata Kunci : Menulis Rangkuman/Langsung PEDAHULUA Keterampilan menulis merupakan aspek keterampilan berbahasa yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan media cetak yang semakin maju. Keterampilan berbahasa menulis merupakan keterampilan yang sulit dikuasai karena sifatnya kompleks. Keterampilan menulis pun tidak dapat dikuasai sejak lahir. Tarigan (1986:3) mengungkapkan bahwa keterampilan menulis dan membaca merupakan keterampilan yang kompleks dan sukar bila dibandingkan keterampilan berbicara dan menyimak. Tarigan (1986:5) juga mengungkapkan bahwa keterampilan yang mudah adalah menyimak dan berbicara, sedangkan yang sukar adalah membaca dan menulis. Keterampilan membaca dan menulis dianggap sukar karena keterampilan tersebut melibatkan keterampilan lain yang dipelajari secara teoritis. Dalam kegiatan belajar mengajar, keterampilan menulis bukan sesuatu yang dapat diajarkan melalui uraian atau penjelasan saja Siswa tidak dapat memperoleh keterampilan menulis yang optimal hanya dengan duduk mendengarkan penjelasan guru dan mencatat apa yang didengarnya. Keterampilan menulis membutuhkan proses latihan terus menerus. Oleh karena itu, dalam kegiatan belajar mengajar siswa perlu dibawa kedalam proses kegiatan secara langsung, yaitu proses menulis tanpa adanya proses berlatih tidak mungkin muncul keterampilan menulis dalam diri siswa. KAJIA TEORITIS DA METODE Pengertian Model pembelajaran Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang digunakan untuk menyusun kurikulum, mengatur materi pembelajaran dan memberi petunjuk kepada pengajar dikelas. Sudjana (1991: 61)

3 merumuskan bahwa model pembelajaran atau pendekatan mengajar ialah langkah-langkah guru untuk mengembangkan kegiatan belajar siswa sehubungan dengan bahan yang harus dipelajari. Pengertian model mengajar berbeda dengan metode mengajar, pengertian model lebih luas cakupannya dari metode mengajar untuk jelasnya ada beberapa pendapat ahli tentang metode pembelajaran sebagai bahan bandingan dengan model pembelajaran. Pengertian Menulis Menulis merupakan aktifitas bentuk manifestasi kemampuan dari keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca. Para ahli memiliki pendapat yang berbeda mengenai definisi atau pengertian menulis Hernowo (00: 16) mengartikan menulis ditinjau dari segi bahasa adalah membuat huruf (angka -angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur) atau dapat diartikan sebagai melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Tarigan (1986: 1) mendefinisikan menulis yaitu menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang. Sehingga orang lain yang membaca lambang-lambang grafis tersebut mereka memahami bahasa dalam lambang grafis tersebut. Lebih lanjut Tarigan memaparkan bahwa menulis merupakan suatu refresentasi bagian dari kesatuankesatuan ekspresi bahasa. Pengertian Rangkum Menulis merupakan aktifitas bentuk manifestasi kemampuan dari keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca. Para ahli memiliki pendapat yang berbeda mengenai definisi atau pengertian menulis Hernowo (00: 16) mengartikan menulis ditinjau dari segi bahasa adalah membuat huruf (angka -angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur) atau dapat diartikan sebagai melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Tarigan (1986: 1) mendefinisikan menulis yaitu menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang. Sehingga orang lain yang membaca lambang-lambang grafis tersebut mereka memahami bahasa dalam lambang grafis tersebut. Lebih lanjut Tarigan memaparkan bahwa menulis merupakan suatu refresentasi bagian dari kesatuankesatuan ekspresi bahasa. Pengertian Metode Langsung Metode langsung merupakan metode yang paling terkenal dan banyak digunakan hampir disetiap egara. Selain itu metode langsung merupakan metode yang dalam pelaksanaannya menolak pemakaian bahasa ibu. Semua aspek bahasa yang diberikan di sajikan dalam bahasa Indonesia. Metode langsung adalah kosa kata dan struktur bahasa yang diberikan adalah struktur bahasa seharihari. Pengertian kongkrit diajarkan melalui bendabenda nyata, gambar-gambar, sedang pengertian abstrak diajarkan asosiasi gagasan. Tugas-tugas yang harus dikerjakan dilaksanakan didalam kelas. Metode Penelitian Penelitian adalah satu cara untuk mencari kebenaran. Terdapat berbagai cara mengungkap sesuatu, sehingga sesuatu tadi dianggap benar. Caracara itu dapat diurutkan mulai dari cara penerapan yang lebih rendah hingga yang tertinggi. Penelitian ini mengunakan metode kuasi eksperimen karena disain pre-eksperimen adalah salah satu jenis disain satu variabel, eksperimen ini dalam segi validitasnya kurang bisa dipercaya karena jenis ini dapat di bagi kedalam studi kasus sekali tes, jadi yang memperoleh perlakuan satu kelompok tidak ada kelompok lain sebagai pembanding. HASIL DA PEMBAHASA Persiapan Pengumpulan Data Langkah yang ditempuh sebelum melaksanakan kegiatan pengumpulan data siswa adalah sebagai berikut: Mengajukan permohonan izin penelitian kepada STKIP Siliwangi Bandung. Menghubungi kepala SMA PGRI Cibatu Kabupaten Garut untuk mohon izin penelitian. Mempersiapkan perangkat pembelajaran. Pelaksanaan Pengumpulan Data Dalam melaksanakan pengumpulan data penulis terjun langsung mengajar di kelas XI SMA PGRI Cibatu, kegiatan ini di lakukan dikelas XI dengan jumlah siswa 56 jumlah tersebut diharapkan dapat mewakili populasi sehingga kegiatan penulisan memenuhi syarat ketentuan penelitian. Analisis Data Dalam bagian ini dikemukakan hasil penelitian 56 orang siswa dalam menulis rangkuman, dengan tujuan untuk melihat berapa besar kemampuan siswa kelah XI SMA PGRI Cibatu Kabupaten Garut dalam menulis rangkuman.

4 Kriteria Penelitian Penilaian didasarkan pada soal objektif sebanyak 10 soal, skor setiap soal masing-masing 1 (satu), untuk soal bagian dua membuat rangkuman dengan kriteria penilaian sebagai berikut: Penilaian Skor Keterangan Ejaan dan aturan penulisan Kerapihan Tepat sekali Tepat Kurang tepat Sangat tidak tepat Rapih sekali Cukup rapi Kurang Sangat kurang Analisis dan Penilaian TABEL 1. ilai siswa yang tidak mendapat perlakuan o ama Siswa Pre Post Test Test 1 Dwi Febriyanti 6,1 6,1 Eva Rahmawati 5,0 7, 3 Fanita. 6,1 5,5 4 Febriana Tri Utama 6,6 6,6 5 Filna Erika 4,4 4,4 6 Gina Solina 6,6 7, 7 Ida ovi Juwita 4,4 6,1 8 Khuri Khoiru isya 4,4 6,1 9 Lena Marlinda 6,1 6,1 10 Mia Maryani 5,0 6,6 11 iki Tri Aviyanti 6,1 7, 1 oviyanti D.P 5,0 7, 13 ovi 5,5 6,1 14 urdianti 6,6 7,7 15 Ramadina 5,0 6,6 16 Popon urhasanah 4,4 6,1 17 Seni Oktora 4,4 6,1 18 Siti urlela 6,6 7, 19 Siti Sadiyah 6,1 7, 0 Susi Saadah 5,0 7, 1 Yani Handayani 4,4 7, Yuniar 6,6 7, Rata - rata 5,47 6,58 Kenaikan 1,11 o TABEL II ilai siswa yang mendapat perlakuan ama Siswa Pre Test Post Test 1 Anis Istiani 5 7, Asep Sandi 6,6 6,6 3 Asri Ayu 5,5 7, 4 Cinthia Febriana 5,5 5,5 5 Dedeh Sri 6,1 6,6 6 Elis Suryatin 5 6,1 7 Fitri S.R 6,1 6,6 8 Merlin 4,4 6,6 9 lis urhasanah 5,0 6,6 10 Indra Rahaduansyah 6,1 7, 11 Ira Febrianti 5 7, 1 Lestari Ina Solihat 5,5 6,6 13 Lindawati 6,1 7, 14 Mega Asri Rahayu 6,1 6,6 15 Mega Wulandari 5, Pipih Patimah 6,6 6,6 17 Putri Dwi W 5,5 7, 18 Ria Angglina 5,5 7, 19 Riana 4,4 6,6 0 Rodiana 6,1 6,6 1 Setiawati 5,5 7,7 Sheren D 6,1 7,- 3 Villy Siti R. 5,5 6,1 4 Wulan Trisnawati 5 6,1 5 Yanti Apriliyanti 5 6,6 6 Yulia 5 6,6 7 Yuni 56,1 5,1 Rata - rata 5,58 6,70 Kenaikan 1,1 TABEL III Distribusi frekwensi skor pre test dan post test yang tidak mendapat perlakuan X F FX FX Y F FY FY ,4 0 9,4 8,8 0 8,8

5 X F FX FX Y F FY FY 8,3 0 8,3 7,7 7,7 1 7, , 7, 9 70, 4435,36 6, , ,88 6,1 5 30,5 4651,5 6, ,5 1 5,5 30,5 5,5 1 5, , , ,4 6 6,4 4181,76 4,4 1 4, TABEL IV Distribusi frekwensi skor pre test dan post test yang mendapat perlakuan X F FX FX Y F FY FY ,4 0 9,4 8,8 0 8,8 8,3 0 8,3 7,7 7,7 1 7, , 7, 9 64, ,6 13, ,6 1 79, ,1 8 48, ,5 6,1 3 18, , , , ,0 4,4 8,8 154,88 4,4 Perhitungan mean dengan standar deviasi berdasar data diatas untuk kelas yang tidak mendapat perlakuan fx 10,4 Mean pre test 5, 47 fy 144,7 Mean pro test 6, 57 Standar Deviasi Pre test (SDx) SDx = 17.43, ,16 79, ,91 133,51 11,55 Standar Diviasi Post test (SDy) f x fx SDy = 5893,6 0938, ,73 177,1 f y fy 41,55 Perhitungan mean dengan standar deviasi berdasarkan data diatas untuk kelas yang dapat perlakuan. fx 119,8 Mean pre test 4, 43 7 fy 181 Mean Posttest Standar Deviasi Pre test SDx 4365, , ,77 531, , 3,94 Standar Deviasi Postest SDy f y fy f x fx 30,51 54,97 Standar nilai komulatif untuk pre test adalah 6,00 sedangkan untuk post test adalah 7,00. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa siswa yang berhasil dalam pre test adalah 30 siswa (16,8 %), dan siswa yang gagal dalam pre test adalah 6 orang siswa (4 %), yang berhasil dalam post test adalah 53 siswa (98,3 %). dan siswa yang gagal adalah 3 orang siswa (1,68 %). Apakah metode langsung dapat meningkatkan hasil pembelajaran merangkuin?, untuk pembuktian pernyataan tersebut dapat diketahui dengan menghitung korelasi skor pre test dan post test dengan menggunakan rumus : ,88 11,37

6 t Md X d 1 Jika t hitung lebih besar dari tabel maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis kerja (H ) diterima, berarti metode langsung dapat meningkatkan pembelajaran menulis rangkuman tetapi, bila t hitung lebih kecil dari tabel maka hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis kerja (H ) ditolak, berarti metode langsung tidak dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa. Langkah pertama dalam perhitungan nilai t adalah dengan membuat tabel distribusi nilai pre test dan post test sebagai berikut; TABEL V Distribusi nilai pre test dan post test siswa yang tidak mendapat perlakuan o ilai Pre ilai Post Subjek Test Test D D 1 6,1 6, ,0 7,, 4,84 3 6,1 5,5 0,6 0,36 4 6,6 6, ,4 4, ,6 7, 0,6 0,36 7 4,4 6,1 1,7,89 8 4,4 6,1 1,7,89 9 6,1 6, ,0 6,6 1,6, ,1 7, 1,1 1,1 1 5,0 7,, 4, ,5 6,1 0,6 0, ,6 7,7 1,1 1,1 15 5,0 6,6 1,6, ,4 6,1 1,7, ,4 6,1 1,7, ,6 7, 0,6 0, ,1 7, 0,6 0,36 0 5,0 7,, 4,84 1 4,4 7,,8 7,84 6,6 7, 0,6 0,36 d 4. d 43,6 TABEL VI Distribusi nilai pre test dan post test siswa yang mendapat perlakuan o Subjek ilai Pre Test ilai Post Test D D 1 5 7,, 4,84 6,6 6, ,5 7, 1,7 1,19 4 5,5 5, ,1 6,6 0,5 0, ,1 1,1 1,1 7 6,1 6,6 0,5 0,5 8 4,4 6,6, 4, ,6 1,6, ,1 7, 1,1 1, ,, 4,84 1 5,5 6,6 1,1 1,1 13 6,1 7, 1,1 1,1 14 6,1 6,6 0,5 0,5 15 5,5 7, 1,7 1, ,6 6, ,5 7, 1,7 1, ,5 7, 1,7 1, ,4 6,6, 4,48 0 6,1 6,7 0,6 0,36 1 5,5 7,7 1,7 1,19 6,1 7, 1,1 1,1 3 5,5 6,1 0,6 0, ,1 0,6 0, ,6 1,1 1, ,6 1,6,56 7 6,1 5,5-0,6-0,36 d 9,8 d 38,8 Rumus t untuk siswa yang tidak mendapat perlakuan d 4, Md 1,1

7 d = d d - 4, 43,6 585,64 190,70 190,70 6,6 1876,1 1,1 1876,1 1 1,1 Md t 1876,1 x d ,1,015 0,55 Rumus t untuk siswa yang tidak perlakuan d 9,8 Md 1,10 7 d = t Md x d d - d ,55 1,10 mendapat , , , ,44 3,89 147, ,10 147, ,10 1,45 0,76 perlakuan adalah 0,76. Dengan kata lain pembelajaran menulis rangkuman dengan I metode langsung dapat meningkatkan hasil belajar, untuk siswa yang tidak mendapat perlakuaan adalah 0,0 % dan siswa yang mendapat perlakuan 58,6 %. Persentase kemampuan siswa yang tidak mendapat perlakuan fy fx fx 144,7 10,4 4,3 0,0% 10,4 10,4 Persentase kemampuan siswa yang mendapat perlakuan fy fx fx ,8 119,8 61, 119,8 DAFTAR PUSTAKA 58,6% Tangan, Djago, ( 1990 ). Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Bandung :Angkasa Subana. (tt). Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia ( berbagai pendekatan, metode, teknik dan media pengajaran). Bandung : Pustaka Setia., Gorys. (1984). Komposisi. Ende Flores. usa Indah. diknas. ( 004 ). Kurikulum Berbasis Kompetensi Bahasa Indonesia Untuk SMK. Arikunto, Suharsimi. (1998). Metodologi penelitian. Jakarta : Rineka Cipta. Tangan, Hendry Guntur. (1984 ). Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Bahasa. Bandung: Angkasa. Akhadiah Sabarri, Arsjad. G. maidar, Ridwan. H. Sakura ( 1988 ). Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. Hidayat, Kosadi. ( 1994 ). Evaluasi Pendidikan dan Penerapannya Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia : Alfabeta. Russefendi. (005 ). Dasar-dasar Penelitian Pendidikan dan Bidanan on Eksakta Lainnya: Tarsito Bandung Dengan perhitungan diatas dapat diketahui bahwa t hitung, untuk siswa yang tidak memdapat perlakuan adalah 0,55 dan untuk siswa yang mendapat

8