IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang kita rencanakan. Dalam rangka penelitian dan penulisan, langkah-langkah

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang kita rencanakan. Dalam rangka penelitian dan penulisan, langkah-langkah"

Transkripsi

1 48 IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Langkah-langkah Penelitian Langkah-langkah penelitian pada hakekatnya merupakan suatu persiapan yang bersifat sistematis dengan tujuan agar penelitian dapat berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Dalam rangka penelitian dan penulisan, langkah-langkah yang dilakukan penulis yaitu : 3. Persiapan Pengajuan Judul Langkah awal yang dilakukan dalam penelitian ini, penulis mengajukan judul penelitian kepada dosen pembimbing akademik dan Ketua Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Lampung, pilihan judul pertama yang kemudian disetujui pada tanggal 30 September 2011 dan sekaligus ditentukan dosen Pembimbing Utama dan Pembimbing Pembantu. 4. Penelitian Pendahuluan Setelah judul penelitian disetujui oleh Pembimbing Akademik dan Ketua Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan peneliti mendapatkan izin penelitian dari Dekan FKIP pada 9 November 2011 dengan nomor :162/ UN.26/PP/2011, maka peneliti mulai melakukan penelitian di Program Studi

2 49 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Adapun maksud dari penelitian pendahuluan ini adalah untuk mengetahui lokasi dan keadaan tempat penelitian, memperoleh data, serta memperoleh gambaran secara umum tentang berbagai hal yang akan diteliti dalam menyusun proposal penelitian ini yaitu mengenai perbedaan antara motivasi dan prestasi belajar berdasarkan jalur masuk Unila pada mahasiswa program studi PPKn angkatan Pengajuan Rencana Penelitian Rencana penelitian dilakukan melalui proses konsultasi sebagai salah satu prosedur untuk memperoleh persetujuan untuk melaksanakan persetujuan proposal. Melalui beberapa perbaikan, proposal akhirnya disetujui oleh pembimbing II (pembantu) pada tanggal 2 November 2011 dan pembimbing I (utama) pada tanggal 4 November 2011, lalu seminar proposal pada tanggal 10 November Adapun tujuan diadakan seminar tersebut adalah untuk memperoleh masukan, saran, dan kritik, demi kesempurnaan skripsi ini. Setelah mengadakan seminar, peneliti lalu melakukan perbaikan sesuai dengan masukan, saran, dan kritik dari dosen pembahas. Kemudian peneliti mengajukan pengesahan komisi Pembimbing I (Utama) dan Pembimbing II (Pembantu) yang disetujui oleh Ketua Program Studi PPKn, Ketua Jurusan Pendidikan IPS, dan selanjutnya disahkan oleh Dekan FKIP Universitas Lampung.

3 50 Berdasarkan surat izin penelitian yang dikeluarkan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung Nomor : 162/ UN.26/PP/2011 yang diajukan kepada Ketua Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung, maka penelitian ini pun dilaksanakan. 6. Pelaksanaan Penelitian a. Persiapan Administrasi Dengan membawa surat izin penelitian dari Sekretaris Jurusan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung yang ditunjukkan kepada Ketua Program Studi PPKn Universitas Lampung. b. Penyusunan Alat Pengumpulan Data Sesuai dengan alat pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini, maka penelitian mempersiapkan dan kisi-kisi angket yang akan disebar kepada mahasiswa Program Studi PPKn Angkatan 2010 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendiikan Universitas Lampung yang berjumlah 77 orang dengan jumlah 20 soal item pertanyaan angket yang terdiri dari tiga alternatif jawaban. Sebelum penyebaran angket dilakukan kepada responden peneliti mengkonsultasikan kepada dosen pembimbing untuk mendapatkan persetujuan. Setelah soal angket disetujui oleh dosen pembimbing kemudian

4 51 peneliti melakukan penyebaran angket kepada responden. Tentang isi angket terlampir. c. Penelitian di Lapangan Pelaksanaan penelitian di lapangan pada tanggal 5 Desember 2011 sampai 7 Desember 2011 dengan menyebarkan angket kepada mahasiswa program studi PPKn angkatan 2010 sebanyak 77 orang dengan jumlah item 20 butir soal angket yang telah dilengkapi dengan kemungkinan jawaban yang akan dipilh responden. 7. Pelaksanaan Uji Coba Soal Angket a. Analisis Validitas Soal Angket Untuk uji coba validitas angket tidak diadakan uji coba, namun peneliti melakukan kontrol langsung terhadap indikator-indikator yang ada dalam penelitian ini dengan jalan berkonsultasi pada dosen pembimbing. b. Analisis Uji Reliabilitas Angket Tahap berikutnya dalam penilisan skripsi ini yaitu peneliti melakukan kegiatan penelitian langsung di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi PPKn Universitas Lampung Bandar Lampung, dengan surat izin penelitian yang dikeluarkan oleh Ketua Program Studi PPKn pada Desember Dalam pelaksanaan penelitian ini peneliti melalui beberapa tahap yaitu: 1. Uji Coba Angket Tahap pertama yang akan dilakukan yaitu uji coba angket kepada sepuluh orang responden diluar sampel. Uji coba angket ini digunakan untuk

5 52 mengukur dan mengetahui tingkat reliabilitas soal. Namun sebelum itu angket dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Pembimbing I dan Pembimbing II guna meminta persetujuan. Setelah mendapatkan persetujuan maka angket dapat disebarkan. Hasil uji coba angket yang telah diisi oleh sepuluh orang responden diluar sampel akan dikonsultasikan kembali kepada Pembimbing, lalu setelah dinyatakan cukup reliabel maka angket dapat dipergunakan untuk melakukan penelitian kepada responden yang sesungguhnya. Adapun hasil dari uji coba angket tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Distribusi Hasil Uji Coba Angket pada 10 Responden di Luar Populasi untuk Item Ganjil (X). No. Nomor Item Ganjil Skor X 219 Sumber: Analisis Data Uji Coba Angket Dari data tabel 3 diketahui X = 219 yang merupakan hasil penjumlahan hasil skor uji coba angket kepada 10 orang di luar responden dengan indikator item ganjil. Hasil penjumlahan ini akan dipakai dalam tabel kerja hasil uji coba angket antara item ganjil (X) dengan genap (Y) untuk mengetahui besar reliabilitas kevalidan instrumen penelitian.

6 53 Tabel 4. Distribusi Hasil Uji Coba Angket pada 10 Responden di Luar Populasi untuk Item Genap (Y). No. Nomor Item Genap Skor Y 199 Sumber: Analisis Data Uji Coba Angket Dari data tabel 4 diketahui Y = 199 yang merupakan hasil penjumlahan hasil skor uji coba angket kepada 10 orang di luar responden dengan indikator item genap. Hasil penjumlahan ini akan dipakai dalam tabel kerja hasil uji coba angket antara item ganjil (X) dengan genap (Y) untuk mengetahui besar reliabilitas kevalidan instrumen penelitian. Tabel 5. Distribusi antara item ganjil (X) dengan item genap (Y) mengenai Perbedaan antara motivasi dan prestasi belajar berdasarkan jalur masuk Unila pada mahasiswa program studi PPKn angkatan No X Y X² Y² XY

7 54 Jumlah Sumber: Rekapitlasi Data Uji Coba Angket Data tabel 5 merupakan hasil dari penggabungan hasil skor uji coba angket kepada 10 orang di luar responden dengan indikator item ganjil (X) dengan genap (Y). Hasil keseluruhan dari tabel kerja uji coba angket antara item ganjil (X) dengan genap (Y) akan dikorelasikan menggunakan rumus Product Moment guna mengetahui besarnya koefisien korelasi instrumen penelitian. Berdasarkan data yang diperoleh di atas, maka untuk mengetahui reliabilitas, selanjutnya dikorelasikan dan diolah dengan rumus Product Moment sebagai berikut: x y xy r n xy 2 2 x y 2 2 x Y n n r xy r xy , , ,1 2 r xy 13,8 13,9 20,9 r xy 13, r xy 13,8 17,04

8 55 r xy 0,80 Selanjutnya untuk mencari reliabilitasnya alat ukur ini maka dilanjutkan dengan penggunakan rumus Spearman Brown agar diketahui seluruh item dengan langkah sebagai berikut: r xy 2 r 1 r gg gg r xy r xy r xy 2 0,80 1 0,80 1,6 1,80 0,88 Dari hasil pengolahan data tersebut, kemudian peneliti mengkorelasikan dengan kriteria reliabilitas sebagai berikut: 0,90 1,00 = reliabilitas tinggi 0,50 0,89 = reliabilitas sedang 0,00 0,49 = reliabilitas rendah Dari perhitungan tersebut r 0, 88 xy selanjutnya dikonsultasikan indeks reliabilitas menurut Manase Malo yaitu reliabilitas 0,50-0,89 temasuk dalam kategori sedang berarti angket yang digunakan penelitian ini memiliki reliabilitas sedang. Dengan demikian angket tentang Perbedaan antara motivasi dan prestasi belajar berdasarkan jalur masuk Unila pada mahasiswa program studi PPKn angkatan 2010 dapat digunakan dalam penelitian ini atau memenuhi syarat.

9 56 B. Gambaran Umum Program Studi PPKN Universitas Lampung. 1. Sejarah Perkembangan Program Studi PPKN Universitas Lampung. Usaha untuk mendirikan suatu perguruan tinggi di daerah Keresidenan Lampung timbul dari dua panitia yang lahir dalam tahun 1959, yaitu Panitia Pendirian dan Perluasan Sekolah Lanjutan (P3SL) Di Tanjung Karang, yang diketahui oleh Zainal Abidin Pagar Alam dan sekretarisnya Tjan Djit Soe, dan Panitia Persiapan Pembentukan Yayasan Perguruan Tinggi Lampung (P3YPTL) yang dibentuk di Jakarta 20 Agustus 1959 dengan Ketua Nadirsjah Zaini, M.A. dan Sekretaris Hilman Hadikusuma. Pada tanggal 19 Januari 1960, P3SL mengadakan musyawarah dengan tokohtokoh masyarakat Lampung untuk mempersiapkan berdirinya suatu perguruan tinggi. Pada waktu itu P3SL dirubah namanya menjadi Panitia Perluasan Sekolah Lanjutan dan Fakultas (P3SLF) dengan Ketua Zainal Abidin Pagar Alam dan Sekretaris Tjan Djit Soe. Pada tanggal 19 Juli 1960 Sekretariat Fakultas Ekonomi Hukum Sosial (FEHS) Lampung dibuka di aula gedubg sekolah bekas Hak Haw di jalan Hasanudin No.34 Teluk Betung oleh tiga mahasiswa yang mewakili P3SLF, yaitu Hilman Hadikusuma, Alhusniduki Hamim, dan Abdoel Moeis Rajda Hukum. Pada tanggal 7 September 1960, setelah diadakan pertemuan antara P3SLF dan P3YPTL, maka kedua panitia tersebut dilebur menjadi satu yayasan dengan nama Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Lampung (YPPLT) dengan

10 57 akte Wakil Notaris M.M Efendi Nomor 24 tanggal 23 November 1960, yang bertugas membina fakultas yang baru didirikan tersebut dan mengusahakan perubahan statusnya menjadi negeri. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Universitas Sriwijaya (dr. M. Isa), No. D tanggal 14 Februari 1961 ditetapkan Jurusan Ekonomi FEHS Lampung menjadi cabang Fakultas Ekonomi UNSRI dan Jurusan Hukum- Sosial FEHS Lampung menjadi cabang Fakultas Hukum UNSRI. Pada tanggal 15 Februari Zainal Abidin Pagar Alam diunjuk sebagai anggota Kurator Universitas Sriwijaya di wilayah Lampung atas dasar Surat Keputusan Presiden Universitas Sriwijaya No. UP/031/C-1/1961. Mr. Hoesin Effendi mendapat kepercayaan memimpin Fakultas Hukum dan Drs. Moersalim diberi kepercayaan memimpin Fakultas Ekonomi. Pada tahun akademik 1982/1983 Fakultas Ilmu Pendidikan Dan Fakultas Keguruan digabung menjadi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan yang terdiri dari 4 jurusan yaitu Jurusan MIPA, IPS, Bahasa dan Seni serta Ilmu Pendidikan untuk Program Sarjana dan beberapa Program Studi dengan Program Diploma (D1, D2, D3). Pada tahun 1982 stuktur organisasi Universitas Lampung ditetapkan dengan Kepres No. 43/M/1982 yang menyebutkan bahwa Universitas Lampung terdiri dari 5 fakultas, yaitu 1. Fakultas Ekonomi 2. Fakultas Hukum 3. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

11 58 4. Fakultas Pertanian 5. Fakultas Non-Gelar Teknologi. Pada tahun akademik 1983/1984 semua fakultas telah menggunakan gedung baru yang berlokasi di Universitas Lampung dalam hubungannya dengan pembangunan daerah maka disusun rencana pembangunan Universitas Lampung periode 1980/1981/1985 dan dibuka program diploma III pada Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan dengan Program Studi : Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Sejarah, Fisika, dan PMP/KN. Berdasarkan surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan RI nomor 0333/O/1995 dan nomor 0334/O/1995 tanggal 19 November 1995, ditetapkan Program Studi Pertanian, Program Studi Sosiologi sebagai persiapan FISIP resmi menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Program Biologi. Program Studi Kimia sebagai persiapan FMIPA resmi menjadi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Dengan demikian sejak tahun akademik 1995/1996 Universitas Lampung terdiri dari 7 Fakultas, yaitu : 1. Fakultas Ekonomi 2. Fakultas Hukum 3. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 4. Fakultas Pertanian 5. Fakultas Teknik 6. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

12 59 7. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sejak resmi berdiri sebagai Perguruan Tinggi Negeri pada tanggal 23 September 1965 hingga sekarang Universitas Lampung telah mengalami lima kali pergantian rektor, yaitu : Rektor pertama dijabat oleh Prof. Dr. Ir. Sitanala Arsyad, M.Sc. yaitu pada periode 8 Mei 1973 sampai 28 Desember 1981, yang ke dua oleh Prof. Dr. Ir. R. Margono Slamet yaitu pada periode 28 Desember 1981 sampai 20 Maret 1990, yang ke tiga adalah oleh Alhusniduki Hamim, S.E., M.Sc., pada periode 20 Maret 1990 sampai 6 November 1998, yang ke empat yaitu Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.Sc. pada periode 6 November 1998 dan yang ke lima adalah Prof. Dr. Sugeng, M.Si. sampai dengan sekarang. 2. Visi dan Misi Program Studi PPKn Dalam mengembangkan Universitas Lampung, selain berpedoman pada azas dasar cita-cita kemanusiaan yang bersifat kerohanian tinggi seperti yang tercantum dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Universitas Lampung senantiasa berorientasi kepada pengembangan Ilmu Pegetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS), serta peningkatan kesejahteraan rakyat. Untuk mengarahkan gerak Universitas Lampung, diperlukan pedoman yang tertuang sebagai Visi dan Misi. Visi merupakan abstrak atau angan-angan ideal untuk diwujudkan bersama dalam jangka panjang. Misi merupakan implementasi strategis yang ditetapkan untuk mewujudkan visi tersebut. 1. Visi

13 60 Menjadi Program Studi yang mumpu dalam menghasilkan Sarjana Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang beriman, bertaqwa, berpengalaman dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan wawasan luas. 2. Misi a. Menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkualitas dalam kehidupan akdemis yang sehat dan dinamis. b. Menghasilkan lulusan yang mendukung pembangunan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan menjalankan kerjasama dengan instansi terkait. B. Deskripsi Data 1. Pengumpulan Data Setelah diadakan uji coba angket kemudian dianalisis reliabilitas dari alat ukur yang digunakan tersebut, maka langkah selanjutnya mengadakan pemelitian yang sebenarnya. Alat ukur yang akan digunakan adalah kuesioner atau angket, maka peneliti menyebarkan angket sesuai dengan jumlah sampel dalam penelitian ini dari jumlah tersebut, kemudian dibagikan daftar angket dengan tujuan untuk memperoleh data mengenai Perbedaan antara Motivasi dan Prestasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk Pada Mahasiswa Program Studi PPKn Angkatan 2010 dapat digunakan dalam penelitian ini. 2. Penyajian Data Motivasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk Unila Pada Mahasiswa Program Studi PPKn Angkatan 2010.

14 61 Setelah hasil angket terkumpul, maka peneliti kelompokkan dalam 3 indikator penelitian yaitu Tekun dalam belajar, Tidak mudah menyerah, Senang dalam memecahkan masalah. Untuk menentukan klasifikasi skor peneliti menggunakan rumus interval yaitu, sebagai berikut: I NT NR K Keterangan : I NT NR K = Interval = Nilai Tertinggi = Nilai Terendah = Kategori a. Penyajian Data Mengenai Motivasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk SNMPTN. Berdasarkan tabel skor hasil angket Motivasi Belajar yang terdapat di lampiran no.1 dari keseluruhan responden yang masuk melalui jalur SNMPTN berjumlah 47 responden, diperoleh skor tertinggi 60 dan terendah 45 dari 20 pertanyaan angket, dimana kategorinya adalah tiga (3). Berdasarkan data hasil sebaran angket tersebut, maka diketahui: Nilai Tertinggi (NT) = 60 Nilai Rendah (NR) = 45 Kategori (K) = 3 Kemudian untuk mengetahui interval dari skor angket digunakan rumus interval, maka:

15 62 Setelah itu dapat diperoleh jarak interval dari masing-masing kategori Motivasi belajar berdasarkan jalur masuk SNMPTN sebagai berikut: a. Skor antara termasuk kategori lemah b. Skor antara termasuk kategori sedang c. Skor antara termasuk kategori kuat Kemudian dimasukkan ke dalam persentase sebagai berikut: P= N F x 100% 5 P= x 100%=10,64% P= x 100%=34,04% P= x 100%=55,31% 47 Selanjutnya skor tersebut diinterpretasikan dalam tabel berikut ini. Tabel 6. Data Motivasi Belajar Berdasarkan Jalur SNMPTN. No Interval Frekuensi Kategori Persentase Lemah Sedang Kuat 10,64% 34,04% 55,31% Jumlah % Sumber : Analisis data primer Bedasarkan hasil analisis data tabel, dapat dapat diketahui bahwa sebanyak 5 responden atau 10,64 % siswa mempunyai kategori lemah dalam motivasi

16 63 belajar berdasarkan jalur masuk SNMPTN, sebanyak 16 responden atau 34,04% siswa mempunyai kategori sedang dalam motivasi belajar berdasarkan jalur masuk SNMPTN, dan sebanyak 26 responden atau 55,31% siswa mempunyai kuat dalam motivasi belajar berdasarkan jalur masuk SNMPTN Dari hasil analisis di atas dapat diketahui sebagai berikut: a. Untuk kategori motivasi belajar yang lemah berjumlah 5 orang (responden). b. Untuk kategori motivasi belajar yang sedang berjumlah 16 orang (responden). c. Untuk kategori motivasi belajar yang kuat berjumlah 26 orang (responden). b. Penyajian Data Mengenai Motivasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk PKAB. Berdasarkan tabel skor hasil angket Motivasi Belajar yang terdapat di lampiran no.2 dari keseluruhan responden yang masuk melalui jalur PKAB berjumlah 18 responden, diperoleh skor tertinggi 55 dan terendah 40 dari 20 pertanyaan angket, dimana kategorinya adalah tiga (3). Berdasarkan data hasil sebaran angket tersebut, maka diketahui: Nilai Tertinggi (NT) = 55 Nilai Rendah (NR) = 40 Kategori (K) = 3 Kemudian untuk mengetahui interval dari skor angket digunakan rumus interval, maka:

17 64 Setelah itu dapat diperoleh jarak interval dari masing-masing kategori Motivasi belajar berdasarkan jalur masuk PKAB sebagai berikut: a. Skor antara termasuk kategori lemah b. Skor antara termasuk kategori sedang c. Skor antara termasuk kategori kuat Kemudian dimasukkan ke dalam persentase sebagai berikut: P= N F x 100% P= 18 2 x 100%=11,11% 10 P= x 100%=55,55% 18 P= 18 6 x 100%=33,33% Selanjutnya skor tersebut diinterpretasikan dalam tabel berikut ini. Tabel 7. Data Motivasi Belajar Berdasarkan Jalur PKAB. No Interval Frekuensi Kategori Persentase Lemah Sedang Kuat 11,11% 55,55% 33.33% Jumlah % Sumber : Analisis data primer 2011.

18 65 Bedasarkan hasil analisis data tabel, dapat dapat diketahui bahwa sebanyak 2 responden atau 11,11% siswa mempunyai kategori lemah dalam motivasi belajar berdasarkan jalur masuk PKAB, sebanyak 10 responden atau 55,55% siswa mempunyai kategori sedang dalam motivasi belajar berdasarkan jalur masuk PKAB, dan sebanyak 6 responden atau 33,33% siswa mempunyai kuat dalam motivasi belajar berdasarkan jalur masuk PKAB. Dari hasil analisis di atas dapat diketahui sebagai berikut: a. Untuk kategori motivasi belajar yang lemah berjumlah 2 orang (responden). b. Untuk kategori motivasi belajar yang sedang berjumlah 10 orang (responden). c. Untuk kategori motivasi belajar yang kuat berjumlah 6 orang (responden). c. Penyajian Data Mengenai Motivasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk UML. Berdasarkan tabel skor hasil angket Motivasi Belajar yang terdapat di lampiran no.3 dari keseluruhan responden yang masuk melalui jalur UML berjumlah 18 responden, diperoleh skor tertinggi 55 dan terendah 40 dari 20 pertanyaan angket, dimana kategorinya adalah tiga (3). Berdasarkan data hasil sebaran angket tersebut, maka diketahui: Nilai Tertinggi (NT) = 55 Nilai Rendah (NR) = 40 Kategori (K) = 3

19 66 Kemudian untuk mengetahui interval dari skor angket digunakan rumus interval, maka: Setelah itu dapat diperoleh jarak interval dari masing-masing kategori Motivasi belajar berdasarkan jalur masuk UML sebagai berikut: a. Skor antara termasuk kategori lemah b. Skor antara termasuk kategori sedang c. Skor antara termasuk kategori kuat Kemudian dimasukkan ke dalam persentase sebagai berikut: P= N F x 100% P= 12 4 x 100%=33,33% P= 12 6 x 100%=50% P= 12 2 x 100%=16,66%

20 67 Selanjutnya skor tersebut diinterpretasikan dalam tabel berikut ini. Tabel 8. Data Motivasi Belajar Berdasarkan Jalur UML. No Interval Frekuensi Kategori Persentase Lemah Sedang Kuat 33,33% 50% 16,66% Jumlah % Sumber : Analisis data primer Bedasarkan hasil analisis data tabel, dapat dapat diketahui bahwa sebanyak 4 responden atau 33,33% siswa mempunyai kategori lemah dalam motivasi belajar berdasarkan jalur masuk UML, sebanyak 6 responden atau 50% siswa mempunyai kategori sedang dalam motivasi belajar berdasarkan jalur masuk UML, dan sebanyak 2 responden atau 16,66% siswa mempunyai kuat dalam motivasi belajar berdasarkan jalur masuk UML. Dari hasil analisis di atas dapat diketahui sebagai berikut: a. Untuk kategori motivasi belajar yang lemah berjumlah 4 orang (responden). b. Untuk kategori motivasi belajar yang sedang berjumlah 6 orang (responden). c. Untuk kategori motivasi belajar yang kuat berjumlah 2 orang (responden).

21 68 3. Penyajian Data Prestasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk Unila Pada Mahasiswa Program Studi PPKn Angkatan Melihat prestasi belajar mahasiswa selama 2 semester terakhir dapat dilihat dari nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang mereka capai. Berdasarkan Kriteria dan Predikat Kelulusan pada buku panduan umum Universitas Lampung, mahasiswa Universitas Lampung dinyatakan lulus dan berhak diwisuda jika: 1. Mahasiswa telah menyelesaikan seluruh kewajiban pendidikan (program Sarjana dan Pascasarjana) atau pedidikan professional (Program Diploma) sebagaimana yang disyaratkan dalam peraturan Akademik Unila, yaitu: a. Menyelesaikan jumlah sks wajib masing-masing program studi b. Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimum mencapai 2,0 c. Transkip akademik tidak mengandung Huruf Mutu E d. Nilai Tes Toefl minimal 450 e. Mahasiswa telah menyelesaikan seluruh administrasi dan keuangan terhadap unila Mahasiswa yang dinyatakan lulus diberi predikat kelulusan sesuai dengan IPK yang diperolehnya sesuai dengan tabel berikut.

22 69 Tabel 9. Predikat Kelulusan Program Sarjana Indeks Prestasi komulatif (IPK) Predikat Program Sarjana dan Diploma 2,00 2,75 Memuaskan 2,76 3,50 Sangat Memuaskan 3,51 4,00 a. Dengan Pujian, jika masa studi maksimum 5 tahun b. Sangat Memuaskan, jika masa studi tidak memenuhi persyaratan poin a Sumber : Buku Panduan Umum Universitas Lampung. Berdasarkan tabel predikat kelulusan di atas, dapat diketahui bahwa prestasi belajar pada mahasiswa program studi PPKn angkatan 2010 yang terdapat di lampiran no.4 dari keseluruhan responden yang masuk melalui jalur SNMPTN berjumlah 47 responden, diperoleh IPK tertinggi 3,88 dan terendah 2,82. Kemudian pada jalur masuk PKAB, tabel Prestasi belajar pada mahasiswa program studi PPKn angkatan 2010 yang terdapat di lampiran no. 5 dari keseluruhan responden yang berjumlah 18 responden, diperoleh IPK tertinggi 3,73 dan terendah 3,02. Sedangkan Prestasi belajar pada mahasiswa program studi PPKn angkatan 2010 berdasarkan jalur masuk UML yang terdapat pada lampiran no.6 dengan responden yang berjumlah 12 responden, diperoleh IPK tertinggi 3,69 dan terendah 2,69. Untuk melihat persentasi pada mahasiswa program studi PPKn angkatan 2010 berdasarkan jalur masuk Unila dan IPK. Kemudian untuk melihat hasil persentasi / tingkatan IPK rata-rata pada mahasiswa program studi PPKn berdasarkan jalur masuk Unila terdapat pada tabel berikut:

23 70 Tabel 10. Persentasi / Tingkatan Indeks prestasi Komulatif (IPK) Rata-rata Berdasarkan Jalur Masuk Unila No Jalur Masuk IPK Rata-rata Kategori Unila 1 SNMPTN 3,39 Sangat Memuaskan 2 PKAB 3,26 Sangat Memuaskan 3 UML 3,26 Sangat Memuaskan Jumlah 9,91 Persentasi 12,8 % Sumber: Dokumentasi Mahasiswa Program Studi PPKn Angkatan 2010 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa dari jumlah mahasiswa yang masuk Unila melalui jalur SNMPTN terdapat 47 mahasiswa dengan IPK rata-rata 3,39 sehingga masuk pada kategori sangat memuaskan. Sedangkan pada mahasiswa yang masuk Unila melalui jaur PKAB dihasilkan IPK rata-rata 3,26 dengan jumlah mahasiswa 18 yang termasuk pada kategori sangat memuaskan pula. Begitupun halnya pada mahasiswa yang masuk melalui jalur UML terdapat 12 mahasiswa dengan IPK rata-rata 3,26 dan masuk pada kategori sangat memuaskan. Hal ini membuktikan bahwa pada mahasiswa program studi PPKn khususnya angkatan 2010 baik yang masuk melalui jalur SNMPTN, PKAB dan UML berada pada kategori sangat memuaskan. Hanya pada mahasiswa yang masuk melalui jalur SNMPTN lebih besar indeks prestasi komulatifnya dibandingkan dengan jalur masuk PKAB dan UML.

24 71 C. Pengujian Hipotesis Untuk mengetahui Perbedaan motivasi belajar berdasarkan jalur masuk Unila pada mahasiswa program studi PPKn angkatan 2010, terlebih dahulu harus diketahui banyaknya gejala yang diharapkan terjadi yaitu dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut: Tabel 11. Data Nilai Motivasi dan Prestasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk SNMPTN Nama Mahasiswa Nilai Beda motivasi prestasi (Y) (Y 1 ) (Y 2 ) Y 2 Adam Mustapa 2,75 3,30 0,55 0,3025 Ades Putri 2,55 3,70 1,15 1,3225 Adithya 2,4 3,0 0,6 0,36 Andi Yulianto 2,8 3,35 0,55 0,3025 Anesya Puspita 2,75 3,20 0,45 0,2025 Anggi Intan 2,6 3,31 0,71 0,5041 Arfian Nur Halim 2,8 3,26 0,46 0,2116 Ari Rahayu 2,85 3, ,4489 Bambang 2,7 3,50 0,8 0,64 Desak Made Putri 2,6 3,59 0,99 0,9801 Edi Saputra 2,75 3, ,2116 Eka Fihayati 2,75 3,0 0,25 0,0625 Epris Mulisa 2,6 3,50 0,9 0,81 Evi Andespa 2,25 3,35 1,1 1,21 Fathurrahman 2,8 3,88 1,08 1,1664 Feri Aprian 2,85 3,36 0,51 0,2601 Frentylia Sandi 2,65 3,28 0,63 0,3969 Heni Mei Darwati 2,8 3,35 0,55 0,3025 Hukmah Fitu'ah 2,4 3,13 0,73 0,5329 Kesuma Wardani 2,65 3,10 0,45 0,2025 Lana Iqbal 2,9 3,30 0,4 0,16 Lingga Suropati 2,7 3,47 0,77 0,5929 Lisa Hulen 2,8 2,82 0,02 0,0004 Melvi Arista 2,45 3,0 0,55 0,3025 Monica ciciliani 2,6 3,51 0,91 0,8281 Muklas Nurahman 2,8 3,43 0,63 0,3969 Naufal Halim 2,55 3,20 0,65 0,4225 Niluh Gede Yuliani 2,75 3,59 0,84 0,7056 Retno Mayasari 2,5 3,20 0,7 0,49 Rizki Fajar Abidin 2,85 3,27 0,42 0,1764

25 72 Rohimin 2,75 3,66 0,91 0,8281 Rosilayah 2,65 3,14 0,49 0,2401 S. Vionita Zulyan 2,75 3,05 0,3 0,09 Siska 2,8 3,16 0,36 0,1296 Siti Rohani 2,6 3,63 1,03 1,0609 Sutri 2,9 3,15 0,25 0,0625 Tara Lioni 3,0 3,65 0,65 0,4225 Teki Prastyo 2,45 3,20 0,75 0,5625 Vita 2,75 3,16 0,41 0,1681 Wagiyah 2,85 3,17 0,32 0,1024 Wayan Sintawati 2,8 3, Your Netty 2,7 3,10 0,4 0,16 Yudi Irawan 2,6 3, Yuli Kurnia 2,8 3,40 0,6 0,6 Yuni Suryani 2,75 3,02 0,27 0,0729 Yunita Eka. P 2,85 3,24 0,39 0,1521 Zulkarnain 2,65 3,53 0,88 0, ,85 156,34 29,13 21,9315 Sumber : Analisis Data Primer 2011 Hasil Nilai Motivasi dan Prestasi Berdasarkan Jalur Masuk SNMPTN dari tebel diatas diketahui : N = 47 Y 1 = 126,85 Y = 29,13 Y 2 = 156,34 Dengan pendidikan, maka : MY = Y/n = 3,13/47 = 0,067 Y = Y 2 - (Y) 2 /N =21,9315 (29,13)2 /47 =21, ,0544 = 3,87

26 73 Keterangan MY N = Nilai jumlah rata-rata hasil per kelompok = Jumlah subjek Tabel 12. Data Nilai Motivasi dan Prestasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk PKAB Nama Mahasiswa Nilai Beda motivasi prestasi (Y) (Y 1 ) (Y 2 ) Y 2 Ade Yoga Pradana 2,75 3,02 0,27 0,0729 Ade Yulia Sari 2,2 3,26 1,16 1,3456 Apriliana 2,3 3,35 1,05 1,1025 Dania Evirranti 2,55 3,53 0,98 0,9604 Diah Ayu Lestari 2,4 3,12 0,72 0,5184 Dian Puspita Ningrum 2,65 3,35 0,7 0,49 Eko Putra 2,4 3,73 1,33 1,7689 Feni Desna Sari 2,7 3,16 0,46 0,2116 Lia Septika 2,4 3,35 0,95 0,9025 Muhammad Haris. S 2,45 3,30 0,85 0,7225 Mukhroni 2,7 3,40 0,7 0,49 Mulia Selvia 2,4 3,08 0,68 0,4624 Nisa fatarina 2,55 3,20 0,65 0,4225 Novi 2,35 3,12 0,77 0,5929 Ranisa Delavini 2,1 3,27 1,17 1,3689 Resta Melisa 2,35 3,30 0,95 0,9025 Riyo Nur Buana 2,45 3,03 0,58 0,3364 Viola Indora 2,40 3,16 0,76 0, ,8 58, ,24 Sumber : Analisis Data Primer 2011 Hasil Nilai Motivasi dan Prestasi Berdasarkan Jalur Masuk PKAB dari tebel diatas diketahui : N = 18 Y 1 = 43,8 Y = 14,73 Y 2 = 58,73

27 74 Dengan pendidikan, maka : MY = Y/n = 14,73/18 = 0,81 Y = Y 2 - (Y) 2 /N = 13,24 (14,73) 2 /47 = 13,24 12,05 = 1,19 Keterangan MY N = Nilai jumlah rata-rata hasil per kelompok = Jumlah subjek Tabel 13. Data Nilai Motivasi dan Prestasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk UML Nama Mahasiswa Nilai Beda motivasi prestasi (Y) (Y 1 ) (Y 2 ) Y 2 Eka Puspita Sari 2,45 3,22 0,77 0,5929 Fitri Diana Sari 2,6 3,5 0,9 0,81 Gusti Yanti 2,4 3,22 0,82 0,6724 M. Efendi 2,45 3,60 1,15 1,3225 Melinda Putri 2,2 3,69 1,49 2,2201 Nicolus Bangun 2,75 3,02 0,27 0,0729 Nina 2,35 2,69 0,34 0,1156 Nisa Yustiana 2,1 3,02 0,92 0,8464 Sepyiana. K 2,35 3,14 0,79 0,6241 Sonia Elisya. F 2,2 3,52 1,32 1,7424 Suri Gelsi 2,25 3,47 1,22 1,4884 Tantri Puji 2,4 3,38 0,98 0, ,5 39,47 10,97 11,46 Sumber : Analisis Data Primer 2011

28 75 Hasil Nilai Motivasi dan Prestasi Berdasarkan Jalur Masuk PKAB dari tebel diatas diketahui : N = 12 Y 1 = 28,5 Y = 10,97 Y 2 = 39,47 Dengan pendidikan, maka : MY = Y/n = 10,97/12 = 0,91 Y = Y 2 - (Y) 2 /N = 11,46 (10,97) 2 /12 = 11,46 10,02 = 1,44 Keterangan MY N = Nilai jumlah rata-rata hasil per kelompok = Jumlah subjek Pengelompokan hasil nilai motivasi belajar berdasarkan jalur masuk Unila pada mahasiswa program studi PPkn angkatan 2010 dapat dilihat pada tabel berikut:

29 76 Tabel 14. Pengelompokan Hasil Nilai Motivasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk SNMPTN NO Nilai (n ) Frekuensi (f) Persentase (%) n x f ,1% % % ,2% ,2% ,1% ,2% ,8% ,5% ,3% ,8% ,2% ,6% ,2% % ,1% 60 Jumlah % 2532 Sumber: Hasil Anslisis Data Motivasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk SNMPTN Dengan demikian, nilai rata-rata motivasi belajar mahasiswa sebagai berikut : X = ( n x f ) N = = 53,8

30 77 Tabel 15. Pengelompokan Hasil Nilai Motivasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk PKAB NO Nilai (n ) Frekuensi (f) Persentase (%) n x f % % ,5% % ,5% % ,5% ,11% ,77% ,11% % ,11% % ,5% ,11% ,5% 55 Jumlah % 882 Sumber: Hasil Anslisis Data Motivasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk PKAB Dengan demikian, nilai rata-rata motivasi belajar mahasiswa sebagai berikut : X = ( n x f ) N = = 49

31 78 Tabel 16. Pengelompokan Hasil Nilai Motivasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk UML NO Nilai (n ) Frekuensi (f) Persentase (%) n x f % % ,3% ,3% ,66% % % ,66% ,66% ,66% % % ,3% % % ,3% 55 Jumlah % 568 Sumber: Hasil Anslisis Data Motivasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk UML Dengan demikian, nilai rata-rata motivasi belajar mahasiswa sebagai berikut : X = ( n x f ) N = = 47,33

32 79 Analisis Data dengan Statistik Berdasarkan paparan data yang telah dikemukakan diatas diketahui bahwa mahasiswa yang masuk melalui jalur Unila adalah : n1 = 47 n2 = 18 n3 = 12 X = 53,8 Y1 = 49 Y2 = 47,33 S 1 2 = 0,067 S 2 2 = 0,81 S 3 2 = 0,91 Rumus statistik yang digunakan adalah sebagai berikut : t hitung = X Y S 1/n1 + 1/n2 + 1/n3 S 2 = (n 1 1). S (n1 1). S (n1 1 ). S 3 2 n 1 + n 2 + n 3 2 S 2 = (47 1). 0,067 + (47 1). 0,81 + (47 1). 0, = (46). 0,067 + (46). 0,81 + (46). 0,91 75 = 3, , ,86 75 = 1, 09 = 1,09 = 1,044 Dengan demikian, maka t hitung = t hitung = = Y X S 1/n1 + 1/n2 + 1/n3 96,33 53,8 1,044 0,021+0,055+0,083 42,53 1,044 0,91

33 80 = = 42,53 1,044. 0,95 42,53 0,99 = 42,95 Dari daftar tabel distribusi t diperoleh hasil atau harga t 0,99 dengan derajat kebebasan (DB) = =75 adalah 2,62 Berdasarkan perhitungan di atas, dengan signifikansi 5% diketahui t tes = 42,95 dan t tabel = 2,62 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara motivasi belajar berdasarkan jalur masuk Unila pada mahasiswa program studi PPKn angkatan 2010 karena t tes > t tabel. D. Pembahasan Bedasarkan data hasil sebaran angket kepada 77 responden yang berisikan 20 soal pertanyaan tentang motivasi belajar berdasarkan jalur masuk Unila pada mahasiswa program studi PPKn angkatan 2010, maka peneliti akan menjelaskan keadaan dan kondisi yang sebenarnya sesuai dengan data yang diperoleh mengenai perbedaan motivasi dan prestasi belajar berdasarkan jalur masuk Unila pada mahasiswa program studi PPKn angkatan 2010 sebagai berikut:

34 81 Indikator Motivasi dan Prestasi Belajar Berdasarkan Jalur Masuk Unila Pada Mahasiswa Program Studi PPKn Angkatan Berdasarkan hasil analisis data mengenai motivasi belajar berdasarkan jalur masuk pada mahasiswa program studi PPKn angkatan 2010 menunjukkan bahwa melalui indikator tekun dalam belajar, tidak mudah menyerah, senang dalam memecahkan masalah, termasuk dalam kategori sedang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengolahan data dengan menggunakan rumus interval berdasarkan jalur masuk Unila, yaitu: a. Berdasarkan Jalur SNMPTN Berdasarkan data nilai mahasiswa program studi PPKn angkatan 2010 pada jalur masuk SNMPTN terdapat perbedaan antara motivasi dan prestasi dengan jumlah nilai 3,87. Hal ini disebabkan karena motivasi para mahasiswa untuk belajar yang tinggi antara lain dengan cara aktif dalam menjawab pertanyaan, mengikuti perkuliahan dengan rajin serta memiliki bahan belajar yang cukup sehingga menghasilkan prestasi yang tinggi pula. b. Berdasarkan jalur masuk PKAB Pada mahasiswa program studi PPKn angkatan 2010 yang masuk melalui jalur PKAB terdapat perbedaan antara motivasi dan prestasi dengan jumlah nilai 1,19. Sangat berbeda pada mahasiswa yang masuk melalui jalur SNMPTN, hal ini disebabkan karena motivasi para mahasiswa sudah cukup tinggi namun masih ada beberapa mahasiswa yang kurang aktif dalam kegiatan belajar. Contohnya, kurang memperhatikan saat dosen menjelaskan, tidak pernah mengunjungi

35 82 perpustakaan. Namun hal itu tidak mengurangi prestasi yang mereka capai. Karena pada saat akan dilaksanakan ujian, mereka belajar bersama sehingga mendapatkan nilai yang tinggi pula. c. Berdasarkan jalur masuk UML Berbeda halnya pada mahasiswa yang masuk melalui jalur UML. Terdapat perbedaan antara motivasi dan prestasi belajar dengan jumlah nilai 1,44. Hal ini disebabkan karena mahasiswa yang masuk melalui jalur UML ini memiliki motivasi belajar yang tidak jauh berbeda dengan mahasiswa yang masuk melalui jalur PKAB. Sehingga prestasi yang dihasilkan memuaskan. Saran untuk seluruh mahasiswa program studi PPKn angkatan 2010 agar nilai dan prestasi yang dicapai terus meninggkat, maka harus memiliki motivasi belajar yang tinggi pula. Contohnya memiliki bahan belajar yang cukup, aktif saat perkuliahan berlangsung, selalu hadir dalam perkuliahan, dan sering meminjam buku di perpustakaan. Sehingga prestasi yang dicapai adalah benar hasil pemikiran sendiri. Berdasarkan perhitungan statistik yang menggunakan rumus persamaan ratarata dan perbedaan rata-rata dua kelompok, diperoleh hasil t tes 42,95 dan t tabel =2,62. Dengan taraf signifikansi 5% ternyata t tes > t tabel sehingga berarti bahwa motivasi belajar > prestasi belajar.

GAMBARAN UMUM. pagar alam dan sekretarisnya Tjan Djiit Soe: dan Panitia Persiapan Pembentukan

GAMBARAN UMUM. pagar alam dan sekretarisnya Tjan Djiit Soe: dan Panitia Persiapan Pembentukan 30 IV. GAMBARAN UMUM A. Sejarah Singkat Universitas Lampung Usaha untuk mendirikan perguruan tinggi di daerah Keresidenan Lampung timbul dari dua panitia yang lahir tahun 1959, yaitu panitia pendirian

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. metode tersebut. Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk

III. METODOLOGI PENELITIAN. metode tersebut. Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode asosiatif. Melalui metode tersebut. Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penggunaan metode penelitian harus sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh

III. METODE PENELITIAN. Penggunaan metode penelitian harus sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh 35 III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian adalah salah sata cara untuk menemukan jawaban secara ilmiah. Setiap penelitian memiliki metode tertentu untuk memecahkan masalah. Penggunaan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan 30 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian pada dasarnya merupakan

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM. Usaha untuk mendirikan perguruan tinggi di daerah Keresidenan Lampung timbul

IV. GAMBARAN UMUM. Usaha untuk mendirikan perguruan tinggi di daerah Keresidenan Lampung timbul IV. GAMBARAN UMUM A. Sejarah Singkat Universitas Lampung Usaha untuk mendirikan perguruan tinggi di daerah Keresidenan Lampung timbul dari dua panitia yang lahir tahun 1959, yaitu Panitia Pendirian dan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. perencanaan, prosedur hingga teknis pelaksanaan dilapangan. Hal ini

III. METODOLOGI PENELITIAN. perencanaan, prosedur hingga teknis pelaksanaan dilapangan. Hal ini 34 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Langkah-Langkah Penelitian Langkah-langkah penelitian merupakan suatu bentuk upaya persiapan sebelum melakukan penelitian yang sifatnya sistematis yang meliputi perencanaan,

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional. Dengan menggunakan metode penelitian korelasional ini penulis ingin memaparkan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Setiap kegiatan penelitian diperlukan suatu langkah-langkah pengkajian

III. METODOLOGI PENELITIAN. Setiap kegiatan penelitian diperlukan suatu langkah-langkah pengkajian III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Setiap kegiatan penelitian diperlukan suatu langkah-langkah pengkajian dengan menggunakan metode penelitian agar tujuan penelitian dapat tercapai seperti

Lebih terperinci

rajabasa Bandar Lampung tahun pelajaran 2012/2013. penelitian suatu kelompok manusia, suatu objek, suatu set, kondisi, suatu

rajabasa Bandar Lampung tahun pelajaran 2012/2013. penelitian suatu kelompok manusia, suatu objek, suatu set, kondisi, suatu 40 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif ini penulis ingin memaparkan data-data

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN. sesuai dengan fakta yang ada. Oleh karena itu peneliti ingin menggambarkan

III. METODELOGI PENELITIAN. sesuai dengan fakta yang ada. Oleh karena itu peneliti ingin menggambarkan III. METODELOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena penulis ingin menggambarkan keadaan yang terjadi pada masyarakat saat ini sesuai dengan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini mendeskrifsikan keadaan yang terjadi pada saat sekarang secara

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini mendeskrifsikan keadaan yang terjadi pada saat sekarang secara 38 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, karena dalam penelitian ini mendeskrifsikan keadaan yang terjadi pada saat sekarang secara sistematis

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam upayanya memanfaatkan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam upayanya memanfaatkan 38 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, karena dalam penelitian ini peneliti berusaha untuk memaparkan suatu fakta dan analisa

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. dalam lingkungan yang lebih luas, harus dapat ditumbuh kembangkan melalui

I. PENDAHULUAN. dalam lingkungan yang lebih luas, harus dapat ditumbuh kembangkan melalui 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keanekaragaman disiplin berdasarkan norma atau nilai yang telah dimiliki masyarakat Indonesia yang majemuk, baik dalam lingkungan tradisi maupun dalam lingkungan yang

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. metode deskriptif kuantitatif, untuk mengetahui pengaruh antara variabel

METODOLOGI PENELITIAN. metode deskriptif kuantitatif, untuk mengetahui pengaruh antara variabel 39 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode sangat diperlukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang ada pada saat penelitian dilaksanakan, memperoleh keakuratan data dan pengembangan

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Adapun langkah-langkah yang

METODOLOGI PENELITIAN. sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Adapun langkah-langkah yang 34 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Langkah-Langkah Penelitian Langkah-langkah penelitian merupakan suatu bentuk upaya persiapan sebelum melakukan penelitian yang sifatnya sistematis yang meliputi perencanaan,

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang menggunakan tujuan

METODE PENELITIAN. ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang menggunakan tujuan 47 III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode merupakan cara kerja yang digunakan untuk memahami, mengerti, segala sesuatu yang berhubungan dengan peneliatan agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. deskriptif ini penulis ingin memaparkan data-data dan menganalisis data

III. METODOLOGI PENELITIAN. deskriptif ini penulis ingin memaparkan data-data dan menganalisis data 44 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Usaha untuk mendirikan perguruan tinggi didaerah Lampung timbul dari dua

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Usaha untuk mendirikan perguruan tinggi didaerah Lampung timbul dari dua IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum 4.1.1 Sejarah Singkat Universitas Lampung Usaha untuk mendirikan perguruan tinggi didaerah Lampung timbul dari dua panitia yang lahir pada tahun 1959, yaitu Panitia

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. sebelumnya, sehingga memperoleh hasil yang diharapkan.

III. METODOLOGI PENELITIAN. sebelumnya, sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Guna menyelesaikan suatu masalah atau permasalahan yang dihadapi mtodologi penelitian mempunyai peranan yang sangat penting dalam penelitian ilmiah, disini

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Lampung yaitu di Fakultas Keguruan. Dan Ilmu Pendidikan tahun ajaran 2009/2010.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Lampung yaitu di Fakultas Keguruan. Dan Ilmu Pendidikan tahun ajaran 2009/2010. 34 III. METODOLOGI PENELITIAN A.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Lampung yaitu di Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan tahun ajaran 009/010. B. Metode Penelitian

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode korelasional yang bertujuan untuk. ekstrakurikuler terhadap budi pekerti siswa.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode korelasional yang bertujuan untuk. ekstrakurikuler terhadap budi pekerti siswa. III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode korelasional yang bertujuan untuk mengkaji kondisi yang aktual terhadap pengaruh keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif 49 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif merupakan analisa yang digunakan untuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif karena

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif karena 55 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif karena dalam penelitian ini peneliti berusaha untuk memberikan gambaran keadaan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITITAN

III. METODE PENELITITAN III. METODE PENELITITAN 3.1 Pendekatan Penelitan Metode penelitian digunakan untuk menemukan jawaban secara sistematis. Metode merupakan ilmu yang membicarakan sistematis untuk mencapai tujuan Dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELTIAN. khususnya mengenai Undang-Undang No.23 Tahun 2002 Tentang

BAB III METODELOGI PENELTIAN. khususnya mengenai Undang-Undang No.23 Tahun 2002 Tentang 51 BAB III METODELOGI PENELTIAN 3.1 Metode Penelitian Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional. Metode ini meneliti masalah-masalah aktual yang berlangsung di lapangan khususnya

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. Setiap kegiatan penelitian diperlukan suatu langkah-langkah pengkajian

METODOLOGI PENELITIAN. Setiap kegiatan penelitian diperlukan suatu langkah-langkah pengkajian III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Setiap kegiatan penelitian diperlukan suatu langkah-langkah pengkajian dengan menggunakan metode penelitian agar tujuan penelitian dapat tercapai seperti

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan metode penelitian deskriptif ini peneliti ingin memaparkan datadata. Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2010/2011.

III. METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan metode penelitian deskriptif ini peneliti ingin memaparkan datadata. Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2010/2011. III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif ini peneliti ingin memaparkan datadata

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. sebenarnya yaitu untuk mengetahui bagaimanakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. sebenarnya yaitu untuk mengetahui bagaimanakan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. yang memberikan gambaran tentang permasalahan yang sebenarnya yaitu untuk mengetahui

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. sekolah lanjutan (P3SL) di Tanjung karang, yang diketuai oleh Zainal Abidin

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. sekolah lanjutan (P3SL) di Tanjung karang, yang diketuai oleh Zainal Abidin IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Universitas Lampung Usaha untuk mendirikan perguruan tinggi di daerah keresidenan lampung, timbul dari dua panitia yang lahir pada tahun 1959, yaitu panita

Lebih terperinci

BAB III Metodologi Penelitian. Dalam penelitian diperlukan metode penelitian, tujuannya adalah agar

BAB III Metodologi Penelitian. Dalam penelitian diperlukan metode penelitian, tujuannya adalah agar BAB III Metodologi Penelitian A. Metode Penelitian Suatu kegiatan penilitian diperlukan suatu metode penelitian agar dapat menemukan data yang valid dan faktual serta dalam usaha mengadakan analisa secara

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. pendidikan nilai dalam keluarga terhadap sikap tanggung jawab siswa di kelas X

III. METODOLOGI PENELITIAN. pendidikan nilai dalam keluarga terhadap sikap tanggung jawab siswa di kelas X III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif ini penulis ingin memaparkan datadata

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. mengumpulkan data serta bagaimana penelitian di lapangan.

III. METODOLOGI PENELITIAN. mengumpulkan data serta bagaimana penelitian di lapangan. 41 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah metode kerja yang dilakukan dalam penelitian, termasuk alat-alat apa yang digunakan untuk mengukur kemampuan mengumpulkan data

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian merupakan suatu upaya yang dilakukan dalam rangka memperoleh data yang faktual, tujuannya untuk mengadakan analisa secara logis dan rasional.

Lebih terperinci

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang bersifat sistematis dengan tujuan agar penelitian yang dilaksanakan

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang bersifat sistematis dengan tujuan agar penelitian yang dilaksanakan 44 IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Langkah-langkah Penelitian Langkah-langkah penelitian pada hakekatnya merupakan suatu persiapan yang bersifat sistematis dengan tujuan agar penelitian yang dilaksanakan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. metodologi penelitian mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelitian

III. METODOLOGI PENELITIAN. metodologi penelitian mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelitian 24 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam menyelesaikan suatu masalah atau permasalahan yang dihadapi, metodologi penelitian mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelitian ilmiah,

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. korelasional, untuk menjelaskan hubungan antara konsep-konsep atau. Ilmiah Remaja Terhadap Pembentukan Sikap Ilmiah Siswa.

III. METODOLOGI PENELITIAN. korelasional, untuk menjelaskan hubungan antara konsep-konsep atau. Ilmiah Remaja Terhadap Pembentukan Sikap Ilmiah Siswa. III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional, untuk menjelaskan hubungan antara konsep-konsep atau nilai-nilai dari variabel

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. apa yang telah peneliti merencanakan. Adanya langkah-langkah penelitian

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. apa yang telah peneliti merencanakan. Adanya langkah-langkah penelitian 51 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Langkah-Langkah Penelitian. Langkah-langkah penelitian pada hakikatnya merupakan suatu persiapan yang bersifat sistematis dengan maksud agar penelitian dapat berjalan sesuai

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Metode dan jenis penelitian

III. METODE PENELITIAN. oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Metode dan jenis penelitian III. METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Menurut Arikunto (013: 03) Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Metode dan jenis penelitian yang

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. diharapkan dapat tercapai. Sesuai dengan sasaran penelitian, maka penelitian

III. METODE PENELITIAN. diharapkan dapat tercapai. Sesuai dengan sasaran penelitian, maka penelitian III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode merupakan cara kerja yang digunakan untuk memahami, mengerti, segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian sangat diperlukan suatu metode yang sesuai dengan masalah yang akan diteliti untuk menentukan data dan mengembangkannya dalam suatu pengetahuan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. untuk mengetahui pengaruh antara variabel x dan y yang dideskripsikan secara

III. METODOLOGI PENELITIAN. untuk mengetahui pengaruh antara variabel x dan y yang dideskripsikan secara III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu dimana suatu metode penelitian yang bertujuan menggambarkan dan memaparkan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Suharsimi Arikunto dalam S. Vianita Zulyan (2014: 80) menjelaskan bahwa Metode

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan

METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan 35 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2014: 2). Oleh karena itu

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. masalah yang diteliti, sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Metode

III. METODOLOGI PENELITIAN. masalah yang diteliti, sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Metode III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian sangat diperlukan adanya suatu metode dengan masalah yang diteliti, sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Metode sangat diperlukan

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. III. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Suryabrata (200 9:37) Metode Deskriptif adalah metode yang bertujuan untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada suatu penelitian terdapat berbagai macam metode penelitian yang digunakan, pemilihannya sangat tergantung pada prosedur, alat serta desain penelitian

Lebih terperinci

III METODE PENELITIAN. Penelitian akan dilaksanakan di SD Negeri 3 Gedung Air kecamatan. Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung.

III METODE PENELITIAN. Penelitian akan dilaksanakan di SD Negeri 3 Gedung Air kecamatan. Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung. 44 III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian akan dilaksanakan di SD Negeri 3 Gedung Air kecamatan Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung.. Waktu Penelitian

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. menumbuhkan kesadaran siswa terhadap penegakan Hak asasi manusia

METODOLOGI PENELITIAN. menumbuhkan kesadaran siswa terhadap penegakan Hak asasi manusia III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif karena dalam penelitian ini mendeskripsikan keadaan yang terjadi pada saat sekarang secara

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN 3 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam menyelesaikan suatu masalah atau permasalahan yang dihadapi metodelogi penelitian mempunyai peranan yang sangat penting dalam penelitian ilmiah disini

Lebih terperinci

(Skripsi) OLEH: RESNAWATI

(Skripsi) OLEH: RESNAWATI HUBUNGAN ANTARA MINAT DAN KELENGKAPAN SARANA BELAJAR DI RUMAH DENGAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 PESISIR SELATAN KABUPATEN LAMPUNG BARAT TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010 (Skripsi)

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM DAN LOKASI. Zainal Abidin Pagar Alam dan sekretarisnya Tjan Djit Soe dan Panitia. Zaini, MA dan Sekertaris Hilman Hadikusuma.

BAB IV GAMBARAN UMUM DAN LOKASI. Zainal Abidin Pagar Alam dan sekretarisnya Tjan Djit Soe dan Panitia. Zaini, MA dan Sekertaris Hilman Hadikusuma. 39 BAB IV GAMBARAN UMUM DAN LOKASI A. Sejarah Universitas Lampung Usaha untuk mendirikan perguruan tinggi di daerah Keresidenan Lampung timbul dari dua panitia yang lahir pada tahun 1959, yaitu Panitia

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. kualitatif yaitu untuk menggambarkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa

METODE PENELITIAN. kualitatif yaitu untuk menggambarkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa 19 III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu untuk menggambarkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa

Lebih terperinci

Kelurahan Bendan Duwur terdapat 40 pertanyaan yang masing-masing. pertanyaan memiliki empat alternatif jawaban, yaitu:

Kelurahan Bendan Duwur terdapat 40 pertanyaan yang masing-masing. pertanyaan memiliki empat alternatif jawaban, yaitu: A. Metode Analisis Data 1. Analisis Deskriptif Rumus deskriptif persentase digunakan untuk menampilkan datadata kualitatif (angka) ke dalam kalimat. Dalam angket penelitian, untuk menggambarkan implementasi

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode pada sebuah penelitian sangat diperlukan, yaitu suatu bentuk metode

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode pada sebuah penelitian sangat diperlukan, yaitu suatu bentuk metode III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode pada sebuah penelitian sangat diperlukan, yaitu suatu bentuk metode yang sesuai dengan masalah yang akan di teliti, metode yang digunakan dalam penelitian

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan. ataupun karakteristik, serta objek yang akan diteliti.

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan. ataupun karakteristik, serta objek yang akan diteliti. III. METODE PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode sangat diperlukan untuk menentukan data penelitian, menguji kebenaran,

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. hubungan antara konsep-konsep atau nilai-nilai dari variabel yang satu

III. METODOLOGI PENELITIAN. hubungan antara konsep-konsep atau nilai-nilai dari variabel yang satu 35 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi korelasional karena dalam penelitian ini peneliti berusaha untuk menjelaskan hubungan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data, klasifikasi data

III. METODOLOGI PENELITIAN. dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data, klasifikasi data III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Dalam penelitian ini, penulis mempergunakan metode deskriptif. Metode deskriptif menurut Muhammad Ali (1985:120), adalah: Metode yang digunakan untuk memecahkan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian deskriftif ini

III. METODE PENELITIAN. deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian deskriftif ini III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian deskriftif ini adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terletak di Jl. DR. Setiabudhi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mengumpulkan data guna melihat taraf (tinggi rendahnya) antara dua variabel

BAB III METODE PENELITIAN. mengumpulkan data guna melihat taraf (tinggi rendahnya) antara dua variabel BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian korelasional, yaitu penelitian yang mengumpulkan data guna melihat taraf (tinggi rendahnya) antara dua variabel atau lebih

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian sebagai salah satu cara untuk memecahkan suatu masalah

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian sebagai salah satu cara untuk memecahkan suatu masalah III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian sebagai salah satu cara untuk memecahkan suatu masalah atau permasalahan yang dihadapi, memegang peranan penting dalam penelitian ilmiah.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. expost facto, karena bertujuan menggambarkan keadaan atau fenomena yang

BAB III METODE PENELITIAN. expost facto, karena bertujuan menggambarkan keadaan atau fenomena yang 19 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan expost facto, karena bertujuan menggambarkan keadaan atau fenomena yang terjadi

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik korelasional, dikarenakan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah suatu cara untuk mengetahui sesuatu, mempunyai langkahlangkah sistematis. Sedangkan penelitian adalah penerapan pendekatan ilmiah pada pengkajian

Lebih terperinci

Oleh Vanessa Indana Zulfa. Skripsi. Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh Vanessa Indana Zulfa. Skripsi. Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan PERANAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN DALAM MENANAMKAN NILAI KARAKTER BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) ANGKATAN 2011 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG Oleh

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Setiap kegiatan penelitian diperlukan suatu langkah-langkah pengkajian

III. METODOLOGI PENELITIAN. Setiap kegiatan penelitian diperlukan suatu langkah-langkah pengkajian III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Setiap kegiatan penelitian diperlukan suatu langkah-langkah pengkajian dengan menggunakan metode penelitian agar tujuan penelitian dapat tercapai seperti

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Dalam penelitian di SMP N 03 Reban diperoleh data mengenai hubungan antara keaktifan mengikuti kegiatan IPNU/IPPNU dengan prestasi belajar PAI siswa

Lebih terperinci

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs. MAMBAUL ULUM GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Oleh

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN 1 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Setiap kegiatan penelitian, diperlukan langkah-langkah pengkajian untuk menentukan data yang valid. Penggunaan dari suatu metode itu sendiri harus juga

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. dalam penelitian ilmiah. Selain memaparkan garis-garis yang cermat, juga

III. METODOLOGI PENELITIAN. dalam penelitian ilmiah. Selain memaparkan garis-garis yang cermat, juga III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metodologi penelitian sebagai salah satu cara untuk memecahkan suatu masalah atau permasalahan yang dihadapi, memegang peranan penting dalam penelitian ilmiah.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai:

BAB III METODE PENELITIAN. Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai: BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai: Suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam proses penelitian, sedangkan penelitian itu sendiri diartikan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode sangat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode sangat 55 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode dalam suatu penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode sangat diperlukan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. guru. Pada tanggal 17 Juli 1959 PTPG-KI Satya Wacana berubah

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. guru. Pada tanggal 17 Juli 1959 PTPG-KI Satya Wacana berubah BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 1.1 Gambaran Subjek Penelitian Sejarah Perkembangan Universitas Kristen Satya Wacana, pada awalnya UKSW bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru Kristen Indonesia (PTPG-KI)

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang akan menganalisis korelasi antara

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang akan menganalisis korelasi antara 9 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang akan menganalisis korelasi antara kemampuan kognitif matematika dengan kemampuan kognitif IPA dan bahasa Indonesia

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sistimatis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sistimatis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan 33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriftif yaitu suatu metode yang bertujuan untuk membuat deskripsi, atau lukisan secara sistimatis,

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian korelasional, karena penelitian melibatkan tindakan pengumpulan

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian korelasional, karena penelitian melibatkan tindakan pengumpulan 41 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian korelasional, karena penelitian melibatkan tindakan pengumpulan data guna

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 28 Bandar Lampung.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 28 Bandar Lampung. 19 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 28 Bandar Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang terdistribusi ke dalam delapan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan yaitu di SMA Negeri 1 Mandastana Kabupaten Barito Kuala. Jenis penelitian ini ditinjau

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan atau cara mengemukakan

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan atau cara mengemukakan III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian digunakan untuk menemukan jawaban secara sistematis. Metodologi merupakan ilmu yang membicarakan tentang metode sedangkan metode

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Korelasional. Metode. hubungan antara dua atau lebih variabel.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Korelasional. Metode. hubungan antara dua atau lebih variabel. 45 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Korelasional. Metode korelasi adalah metode yang mencari, menemukan dan menganalisis suatu hubungan antara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 33 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian sering juga disebut sebagai metodologi penelitian, sedangkan maksud dari kata metodologi itu sendiri adalah cara-cara yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. genap tahun pelajaran 2013/2014 di SD Negeri 2 Labuhan Ratu Kota Bandar

BAB III METODE PENELITIAN. genap tahun pelajaran 2013/2014 di SD Negeri 2 Labuhan Ratu Kota Bandar BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2014, yaitu pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014 di SD Negeri 2 Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung.

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Muhammad Ali (1984:120) mengemukakan bahwa : "Metode penelitian deskriptif digunakan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Setiap kegiatan penelitian, dalam upaya untuk menemukan data yang valid, dan serta dalam usaha mengadakan analisa secara logis rasional di perlukan langkah-langkah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional. Penelitian korelasional dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua atau beberapa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian deskriptif analisis. Metode penelitian ini diambil karena berkesesuaian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian deskriptif analisis. Metode penelitian ini diambil karena berkesesuaian 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analisis. Metode penelitian ini diambil karena berkesesuaian

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. akibat. Menurut Sumadi Suryabrata, (2003:82). Tujuan penelitian korelasi adalah

METODE PENELITIAN. akibat. Menurut Sumadi Suryabrata, (2003:82). Tujuan penelitian korelasi adalah 25 III. METODE PENELITIAN A. Metode penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian korelasi. Menurut Iskandar (2008:63) penelitian korelasi yaitu penelitian hubungan sebab

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terjadi dengan menggunakan teknik pokok angket dan tehnik penunjang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terjadi dengan menggunakan teknik pokok angket dan tehnik penunjang BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif yang digunakan untuk menganalisis kenyataan berdasarkan fakta yang tampak atau terjadi

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL PENELITIAN

BAB 5 HASIL PENELITIAN BAB 5 HASIL PENELITIAN 5.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 5.1.1. Visi dan Misi ITS Institut Teknologi Sepuluh Nopember merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia. Institut Teknologi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 41 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan hal yang sangat penting dalam suatu penelitian. Dalam metode penelitian dijelaskan tentang urutan suatu penelitian yang dilakukan yaitu dengan teknik

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. berusaha untuk mengetahui sejauh mana faktor faktor seperti faktor ekonomi

III. METODE PENELITIAN. berusaha untuk mengetahui sejauh mana faktor faktor seperti faktor ekonomi III. METODE PEELITIA A. Metode Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian ini berusaha untuk

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian 3.1.1 Pengumpulan Data Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu : 1. Metode Pokok (Angkot). Pengumpulan data pokok

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. karena dalam penelitian ini membahas tentang faktor-faktot penyebab. Negeri 4 Sekampung Lampung Timur.

BAB III METODE PENELITIAN. karena dalam penelitian ini membahas tentang faktor-faktot penyebab. Negeri 4 Sekampung Lampung Timur. 5 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Berdasarkan permasalahan penelitian di atas, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif, karena dalam penelitian

Lebih terperinci

UJI INSTRUMEN SOAL KOGNITIF

UJI INSTRUMEN SOAL KOGNITIF UJI INSTRUMEN SOAL KOGNITIF Sebelum instrument digunakan dalam pengambilan data penelitian, maka sebaiknya instrument dilakukan beberapa uji agar instrument yang digunakan memberikan hasil yang lebih akurat.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2006:2). Metode penelitian yang digunakan

III. METODE PENELITIAN. tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2006:2). Metode penelitian yang digunakan 22 III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2006:2). Metode penelitian yang

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Mohamad Ali (1984:120) mengemukakan bahwa : "Metode penelitian deskriptif digunakan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. No. 1 Poncowati, Terbanggi Besar, Lampung Tengah. agar kebenaran yang diungkapkan benar-benar di bentengi dengan bukti

III. METODOLOGI PENELITIAN. No. 1 Poncowati, Terbanggi Besar, Lampung Tengah. agar kebenaran yang diungkapkan benar-benar di bentengi dengan bukti 36 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Terbanggi Besar jalan A. Yani No. 1 Poncowati, Terbanggi Besar, Lampung Tengah. B. Metode Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional dengan pendekatan ex post facto dan survey. Metode asosiatif

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional dengan pendekatan ex post facto dan survey. Metode asosiatif BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif korelasional dengan pendekatan ex post facto dan survey. Metode asosiatif korelasional

Lebih terperinci