BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Perencanaan Pembelajaran. dipersiapkan diantaranya:

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Perencanaan Pembelajaran. dipersiapkan diantaranya:"

Transkripsi

1 38 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Hasil Penelitian Siklus I a. Perencanaan Pembelajaran Pada tahap perencanaan peneliti mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan atau dilakukan pada siklus I. Hal-hal yang dipersiapkan diantaranya: 1) Instrumen penelitian Ada beberapa instrumen yang digunakan peneliti pada saat tindakan diantaranya: rencana pelaksanaan pembelajaran, soal evaluasi, lembar observasi siswa dan guru, lembar observasi kelompok siswa dan jurnal harian siswa. Instrumen penelitian tersebut dikonsultasikan dengan dosen pembimbing, kemudian dikonfirmasi dan diajukan kepada pihak sekolah dan guru kelas. Setelah mendapatkan persetujuan, peneliti langsung melakukan penelitian. Peneliti mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar observasi guru dan siswa, serta lembar observasi kelompok siswa yang disesuaikan dengan banyaknya kelompok dan observer yang nantinya akan diberikan kepada observer untuk digunakan pada saat penelitian. Untuk soal

2 39 evaluasi, peneliti mempersiapkan jumlah lembar soal evaluasi disesuaikan dengan jumlah siswa di kelas V, sedangkan untuk jurnal harian menggunakan kertas dari siswa. 2) Media pembelajaran Media yang digunakan pada siklus I untuk menunjang pembelajaran adalah coklat batangan, kue wafer, kertas warna/kertas lipat, lem dan gunting. Media tersebut dipersiapkan oleh peneliti secara keseluruhan. Coklat batangan dan kue wafer digunakan untuk mengingatkan konsep pecahan yang sebelumnya telah diajarkan di kelas IV. Untuk menunjang pokok bahasan penjumlahan digunakan kertas warna/lipat, lem dan gunting. 3) Observer Observer yang dipersiapkan untuk mengobservasi guru, siswa dan kelompok siswa adalah guru kelas V dan rekan peneliti. Para observer dipersiapkan untuk melakukan observasi terhadap guru, siswa dan kelompok siswa. Observer diberikan petunjuk untuk mengisi lembar observasi yang telah disediakan. 4) Siswa yang diteliti Peneliti mempersiapkan siswa yang akan diteliti dengan trelebih dahulu memberitahukan kepada siswa bahwa peneliti akan melakukan penelitian pada kelas tersebut.

3 40 b. Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran matematika pada tindakan I dilakukan pada hari Jumat tanggal 27 Mei Peneliti memulai kegiatan pembelajaran pukul WIB dengan jumlah siswa yang hadir sebanyak 27 orang dan dua orang observer. Sebelumnya peneliti telah memberikan lembar observasi yang telah disiapkan untuk observer. Peneliti memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam dan menanyakan kabar siswa. Peneliti menanyakan kesiapan siswa untuk belajar. Peneliti melakukan apersepsi dengan mengaitkan pembelajaran kepada materi sebelumnya tentang bentuk persen pecahan. Guru : Anak-anak, sebelumnya kalian sudah belajar pecahan sampai mana? Sudah sampai bentuk persen belum? Siswa : Ya, sudah bu! Guru : Coba, yang seperti apa bentuk persen pecahan itu? Kalau bentuk persen dari berapa? Siswa : 25% Guru : Ya, pintar. Nah bagaimana kalau bentuk persen dari? Ayo siapa yang bisa? Siswa : = = 75% (siswa menulis di papan tulis) Setelah melakukan apersepsi, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selanjutnya peneliti melakukan tanya jawab dengan siswa tentang pecahan dengan menggunakan coklat batangan dan kue wafer dengan menunjukkan ruas-ruas garis yang terbagi pada coklat dan kue wafer tersebut.

4 41 Gambar 4.1 Penggunaan Media Kue Wafer Saat Pembelajaran Peneliti memberikan contoh pecahan menggunakan kertas warna kemudian meminta siswa untuk menghitung salah satu contoh penjumlahan pecahan menggunakan kertas warna. Selanjutnya, guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk menghitung penjumlahan pecahan yang ada pada LKS dengan menggunakan media yang telah disediakan (kertas warna, gunting dan lem).

5 42 Gambar 4.2 Siswa Tiap Kelompok Mengerjakan Tugas LKS Peneliti pengamati kinerja tiap kelompok dan membantu siswa yang kesulitan. Kesulitan siswa dalam mengerjakan tugas LKS mengakibatkan lamanya waktu yang diperlukan untuk mengerjakan LKS tersebut. Sehingga rencana pembelajaran yang telah disusun tidak sesuai dengan pelaksanaannya. Setelah seluruh kelompok selesai mengerjakan LKS, peneliti meminta kelompok yang bersedia untuk maju ke depan kelas mempresentasikan hasil diskusinya. Namun tidak ada kelompok yang bersedia, sampai peneliti menunjuk salah satu kelompok yaitu kelompok 2.

6 43 Gambar 4.3 Siswa Mempresentasikan Hasil Diskusi dan Peneliti Menempelkan Hasil Pekerjaan Siswa di Papan Tulis Kelompok lainnya memperhatikan presentasi dan membandingkan dengan jawaban pada LKS tiap kelompok. Sementara itu peneliti membimbing siswa dengan membahas jawaban dan memberikan penegasan jawaban yang benar. Hanya ada satu kelompok saja yang mempresentasikan hasil diskusinya dikarenakan waktu yang sudah habis.

7 44 Guru : Nah sekarang masih ada yang belum mengerti? Siswa : (tidak ada yang menjawab) Guru : Sudah mengerti semuanya, tentang materi yang kita pelajari hari ini? Siswa : Sudah bu. Selanjutnya peneliti meminta siswa untuk mengerjakan soal tes secara individu dalam waktu 20 menit. Sebelum menutup pembelajaran peneliti memberikan penguatan materi kepada siswa dan melakukan tanya jawab dengan siswa untuk menyimpulkan pembelajaran. Guru menyampaikan kepada siswa untuk terus belajar di rumah dan mempersiapkan diri untuk pertemuan selanjutnya. c. Evaluasi Pembelajaran Pada saat pelaksanaan tes siklus I masih banyak siswa yang kesulitan dan merasa tidak percaya diri dalam menyelesaikan soal. Hal tersebut terlihat dari banyaknya siswa yang masih bertanya maksud dari soal dan cara pengerjaannya. Pada akhir tes masih banyak siswa yang mengerjakan soal melebihi waktu yang telah ditentukan. Hasil tes pada siklus I dianalisis dan diberikan nilai oleh peneliti. Nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 44 dan nilai tertinggi adalah 100, sehingga diperoleh nilai rata-rata kelas adalah sebagai berikut:

8 45 Tabel 4.1 Nilai Hasil Tes Siswa pada Siklus I No. Nilai Banyaknya Siswa Jumlah Nilai rata-rata sesuai yang tertuang pada Tabel 4.1 dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: adalah 68. X = = = 68 Jadi, nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas V pada siklus I

9 46 Berdasarkan nilai yang diperoleh siswa pada siklus I dapat diketahui persentase ketuntasan belajar siswa yang tercantum pada Tabel 4.2 berikut ini: Tabel 4.2 Ketuntasan Belajar Siswa paa Siklus I Ketuntasan Sisklus I Siswa siswa % Tuntas 14 51,9 Tidak tuntas 13 48,1 Berdasarkan Tabel 4.2 dapat disimpulkan hampir setengah jumlah siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimum. d. Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus I terdapat beberapa kesimpulan. Hasil pengamatan tersebut terangkum dalam tabel berikut: Tabel 4.3 Refleksi Pembelajaran Siklus I Kendala Peneliti 1) Penggunaan waktu yang melebihi alokasi waktu yang telah direncanakan. 2) Pengelolaan kelas saat melakukan kerja kelompok. 3) Siswa melakukan kegiatan Saran Perbaikan 1) Peneliti lebih memperhatikan waktu dan membatasi waktu setiap kegiatan. 2) Peneliti sebaiknya dapat menguasai kelas dan karakteristik siswa.

10 47 yang tidak sesuai dengan pembelajaran 4) Siswa kurang terampil menggunakan media pembelajaran (kertas warna/kertas lipat). 3) Peneliti tidak menggunakan media tersebut lagi pada siklus selanjutnya. 4) Peneliti memilih media yang sederhana dan tidak rumit agar mudah dipelajari siswa. 2. Hasil Penelitian Siklus II a. Perencanaan Pembelajaran Pada tahap perencanaan peneliti mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan atau dilakukan pada siklus II. Hal-hal yang dipersiapkan diantaranya: 1) Instrumen penelitian Ada beberapa instrumen yang digunakan peneliti pada saat tindakan diantaranya: rencana pelaksanaan pembelajaran, soal evaluasi, lembar observasi siswa dan guru, lembar observasi kelompok siswa, jurnal harian siswa. Instrumen penelitian tersebut dikonsultasikan dengan dosen pembimbing, kemudian dikonfirmasi dan diajukan kepada pihak sekolah dan guru kelas. Setelah mendapatkan persetujuan, peneliti dapat langsung melakukan penelitian. Peneliti mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar observasi guru dan siswa, serta lembar observasi kelompok siswa yang disesuaikan dengan banyaknya kelompok dan observer yang nantinya akan

11 48 diberikan kepada observer untuk digunakan pada saat penelitian. Untuk soal evaluasi, peneliti mempersiapkan jumlah lembar soal evaluasi disesuaikan dengan jumlah siswa di kelas V. Sedangkan untuk jurnal harian menggunakan kertas dari siswa. 2) Media pembelajaran Media yang digunakan pada siklus II untuk menunjang pembelajaran adalah kertas karton yang telah digambarkan menyerupai kertas berpetak,kertas berpetak, penggaris, dan spidol warna. Peneliti menyiapkan kertas berpetak dan spidol warna, sedangkan penggaris yang digunakan merupakan milik siswa pribadi. Kertas berpetak digunakan untuk membantu siswa memahammi cara menghitung penjumlahan pecahan karena kertas berpetak memiliki ukuran yang sama pada tiap kotaknya. Dibantu dengan penggunaan penggaris dan spidol warna agar siswa dapat membedakan penjumlahan pecahan tersebut berdasarkan warnanya. 3) Observer Observer yang dipersiapkan untuk mengobservasi guru, siswa dan kelompok siswa adalah guru kelas V dan rekan peneliti. Para observer dipersiapkan untuk melakukan observasi terhadap guru, siswa dan kelompok siswa.

12 49 Observer diberikan petunjuk untuk mengisi lembar observasi yang telah disediakan. 4) Siswa yang diteliti Peneliti mempersiapkan siswa yang akan diteliti dengan sebelumnya memberitahukan kepada siswa bahwa peneliti akan melakukan penelitian pada kelas tersebut. b. Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran matematika pada tindakan II dilakukan pada hari Selasa tanggal 7 Juni Peneliti memulai kegiatan pembelajaran pukul WIB dengan jumlah siswa yang hadir sebanyak 25 orang dan tiga orang observer. Sebelumnya peneliti telah memberikan lembar observasi yang telah disiapkan untuk observer. Peneliti memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam dan menanyakan kabar siswa. Peneliti menanyakan kesiapan siswa untuk belajar. Peneliti melakukan apersepsi dengan mengaitkan pembelajaran kepada materi sebelumnya tentang penjumlahan dua pecahan. Peneliti melakukan tanya jawab dengan siswa tentang penjumlahan 2 pecahan yang sebelumnya sudah dipelajari. Peneliti memberikan beberapa contoh penjumlahan dua pecahan dan meminta siswa untuk menyelesaikannya di depan kelas.

13 50 Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa : Coba, siapa yang bisa mengerjakan soal ini? + (menulis di papan tulis) : Saya bu. (menulis di papan tulis) : Ya, pintar sekali. Nah bagaimana kalau... + (menulis di papan tulis) Ayo siapa yang bisa? : (mengacungkan tangan) : Nah ayo coba bagaimana? : + = (menulis di papan tulis) : Coba lihat, betul tidak jawabannya? : Betul bu Kemudian peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selanjutnya peneliti melakukan tanya jawab dengan siswa tentang penjumlahan tiga pecahan yang akan dipelajari. Pada awalnya guru memberikan sebuah contoh soal penjumlahan tiga pecahan dengan menggunakan media kertas karton yang digambarkan menyerupai kertas berpetak. Peneliti memberikan contoh penjumlahan tiga pecahan berpenyebut sama dan tiga pecahan yang berpenyebut beda. Peneliti meminta siswa untuk mengerjakan di depan kelas. Beberapa siswa mengerjakan soal di depan kelas dan memberi warna pada kotak-kotak dengan menggunakan spidol warna.

14 51 Contoh soal: + + = + + = + + = + + = Gambar 4.4 Penggunaan Media Kertas Berpetak di Papan Tulis Saat Pembelajaran Gambar 4.5 Siswa Mengerjakan Soal di Depan Kelas Peneliti kemudian membagikan tugas kepada setiap kelompok untuk mengerjakan soal yang ada pada LKS dengan

15 52 menggunakan media kertas berpetak, spidol warna dan penggaris. Guru membimbing siswa dalam pengisian LKS. Pada siklus sebelumnya siswa menggunakan kertas warna dan kesulitan dalam membagi sama besar tiap kertasnya. Namun pada siklus II ini siswa merasa lebih mudah dalam mengerjakan soal yang diberikan. Siswa bertanya pada peneliti tidak terlalu banyak dibandingkan pada siklus I. Selanjutnya setelah seluruh kelompok menyelesaikan tugasnya, perwakilan kelompok mempresentasikan hasil jawaban kelompok. Hanya ada dua kelompok saja yang bersedia mempresentasikan hasil diskusinya. Siswa yang lain memperhatikan presentasi siswa yang ada di depan kelas. Guru membimbing siswa mempresentasikan hasil diskusinya. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa untuk menyimpulkan kegiatan pembelajaran dan memberikan penguatan materi. Selanjutnya peneliti meminta siswa untuk mengerjakan soal tes secara individu dalam waktu 20 menit. Kali ini waktu yang diberikan cukup bagi siswa untuk mengerjakan soal tes. Hanya ada beberapa orang siswa yang bertanya mengenai soal yang tidak dimengerti. Setelah selesai mengerjakan soal tes peneliti memberikan motivasi kepada siswa. Peneliti menyampaikan kepada siswa untuk terus belajar di rumah dan mengerjakan banyak soal latihan terkait materi yang telah dipelajari, yaitu penjumlahan pecahan.

16 53 c. Evaluasi Pembelajaran Pada saat pelaksanaan tes siklus II banyaknya siswa yang bertanya lebih sedikit dibandingkan pada siklus I. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal tes tersebut sudah cukup sehingga tidak memerlukan waktu tambahan. Hasil tes pada siklus II dianalisis dan diberikan nilai oleh peneliti. Nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 56 dan nilai tertinggi adalah 96, sehingga diperoleh nilai rata-rata kelas sebagai berikut: Tabel 4.4 Nilai Hasil Tes Siswa pada Siklus I No. Nilai Banyaknya Siswa Jumlah

17 54 II adalah 74,2. Berdasarkan Tabel 4.4 dapat dihitung menggunakan rumus yang telah dipilih sebagai berikut: X = = = 74,2 Jadi, nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas V pada siklus NILAI RATA-RATA HASIL TES SISWA Siklus I (68) Siklus II (74,2) Gambar 4.6 Diagram Batang Nilai Rata-Rata Hasil Tes Siswa Siklus I dan Siklus II Pada Gambar 4.6 nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan pada siklus II. Pada siklus I nilai rata-rata hasil tes siswa 68 dan meningkat pada siklus II menjadi 74,2.

18 55 Berdasarkan nilai yang diperoleh siswa padaa siklus II dapat diketahui persentase ketuntasan belajar siswa yang tercantum pada tabel 4.5 berikut ini: Tabel 4.5 Ketuntasan Belajar Siswa pada Siklus II Ketuntasan Sisklus II Siswa siswa % Tuntas Tidak tuntas 6 24 Berdasarkan Tabel 4.5 dapat disimpulkan ada 6 orang siswa yang belum memenuhi nilai ketuntasan minimum, namun sudah ada peningkatan persentase ketuntasan dari sebelumnya Siklus I Tuntas (51,8%) Siklus II Tuntas (76%) Siklus I tidak Tuntas (48,1%) Siklus II Tidak Tuntas (24%) 0 Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Gambar 4.7 Diagram Batang Perkembangan Ketuntasan Belajar Siswa

19 56 Pada Gambar 4.7 terlihat peningkatan ketuntasan belajar siswa. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas 51,8% dan meningkat pada siklus II menjadi 76%. d. Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus II terdapat beberapa kesimpulan. Hasil pengamatan tersebut terangkum dalam tabel berikut: Tabel 4.6 Refleksi Pembelajaran Siklus II Kendala Peneliti 1) Masih ada siswa yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan pembelajaran. 2) Waktu yang digunakan masih melebihi alokasi waktu yang telah direncanakan. Saran Perbaikan 1) Peneliti harus lebih menguasai kelas dan karakter siswa. 2) Peneliti harus mendesain kegiatan pembelajaran supaya siswa semangat belajar. 3) Peneliti harus dapat mengelola waktu dengan baik. B. Pembahasan Pada bagian ini akan dibahas mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti. Pembahasan dilakukan untuk mengetahui penggunaan pendekatan realistik untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada pembelajaran metematika pokok bahasan penjumlahan pecahan di Sekolah Dasar.

20 57 1. Analisis Kualitatif Penggunaan Pendekatan Realistik dalam Pembelajaran Matematika Lembar observasi guru dan siswa merupakan gambaran dari kegiatan yang dilakukan oleh peneliti sebagai guru dan siswa selama pembelajaran. Sementara itu, lembar observasi kelompok siswa merupakan gambaran dari kegiatan siswa dalam kelompok selama pembelajaran. Lembar-lembar observasi tersebut diberikan dan diisi observer sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Observer hanya mengamati pembelajaran yang kemudian dituangkan ke dalam lembar observasi tersebut. Peneliti berperan sebagai seorang guru pada saat tindakan. Namun, peneliti masih mempunyai banyak kesalahan dan kekurangan dalam pembelajaran. Peneliti masih belum dapat mengaplikasi seluruh kegiatan yang telah direncanakan dalam RPP. Pada pelaksanaannya peneliti masih kesulitan dalam mengetur waktu pembelajaran. Pada awalnya siswa belum terbiasa dengan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti (menggunakan media). Sehingga siswa merasa kesulitan dalam menggunakan media yang disediakan yaitu kertas warna/lipat. Siswa kurang bersemangat dalam belajar. Namun setelah siswa mengerjakan tugas kelompok, siswa jadi lebih bersemangat. Sulitnya membangun keaktifan siswa di dalam kelas sehingga peneliti harus terus memotivasi dan membujuk siswa untuk menjawab pertanyaan dan mengerjakan soal di depan kelas. Pada saat siswa

21 58 secara kelompok mengerjakan tugas LKS, banyak siswa yang bekerja sendiri, tidak terjalin kerjasama yang baik dalam kelompok. Hal tersebut mengakibatkan siswa yang seharusnya dapat mengerti dengan adanya pengelompokan yang bertujuan agar seluruh siswa dapat membaur dan bekerjasama dalam kelompok, tidak dapat tercapai dengan baik dan tujuan dibentuknya kelompok tidak tercapai. Kekurangan peneliti yang paling menonjol pada saat tindakan adalah kurangnya kemampuan pengaturan waktu. Pada siklus I waktu yang digunakan terlalu lama sehingga menambah waktu 30 menit sedangkan pada siklus II peneliti menambah waktu 5 menit. Pada tindakan II siswa sudah terbiasa menggunakan media dan bersemangat dengan media yang digunakan. Walaupun masih banyak siswa yang sulit dikondisikan. Waktu yang diperlukan untuk mengerjakan tugas LKS lebih sedikit dibandingkan pada siklus I. Pada siklus II jumlah siswa yang bertanya dan menjawab pertanyaan peneliti lebih banyak. Siswa lebih aktif dalam mengerjakan tugas kelompok. Berdasarkan hasil observasi kegiatan siswa dan guru, dan kegiatan kelompok siswa, peneliti masih merasa kesulitan dalam mengatur siswa yang berprilaku tidak sesuai dengan pembelajaran. Pada saat mengerjakan soal tes yang pertama (siklus I) siswa masih banyak bertanya dan kesulitan mengerjakan tes. Sedangkan pada pengerjaan soal tes yang kedua (siklus II) siswa lebih tenang dan waktu yang digunakan lebih sedikit dibandingkan pada siklus I. Dari

22 59 segi waktu sudah mengalami sedikit peningkatan, walaupun waktu yang digunakan masih belum sesuai dengan alokasi waktu yang telah direncanakan. Berdasarkan jurnal harian siswa, banyak siswa yang merasa kesulitan melakukan penjumlahan pecahan dengan menggunakan kertas warna/lipat yang dilakukan di siklus I. Sedangkan pada siklus II dengan menggunakan kertas berpetak, siswa merasa lebih mudah dalam mempelajari penjumlahan pecahan. Hal tersebut terlihat pada perbandingan nilai test siswa pada siklus I dan siklus II. Nilai test siswa pada siklus II meningkat dan persentase kelulusanpun meningkat 24,2%. Pada saat mengerjakan tugas kelompok, banyaknya siswa yang bertanya pada siklus II lebih sedikit dibandingkan pada siklus II. 2. Analisis Kuantitatif Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Analisis kuantitatif peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat berdasarkan nilai hasil tes pada siklus I dan nilai hasil tes siklus II. Peneliti membandingkan nilai hasil belajar tersebut dengan melihat peningkatannya. Peningkatan hasil belajar tiap siswa, peningkatan nilai rata-rata kelas dan peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dinilai berdasarkan hasil tes silus I dan siklus II, dengan membandingkan perubahan hasil tes siklus I dan siklus II. Seperti yang tampak pada tabel 4.7 yang menunjukkan nilai hasil tes siswa padas iklus I dan siklus II.

23 60 Berdasarkan tabel perbandingan nilai dan rata-rata nilai siswa tiap siklus yang tercantum dalam lampiran B.3 halaman 105 terdapat beberapa penjelasan bahwa 14 siswa yang mengalami pningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II, sedangkan 4 orang siswa yang nilainya tidak ada peningkatan pada siklus I dan siklus II. Namun, ada enam orang siswa yang nilainya menurun pada siklus II. Hal tersebut terjadi diakarenakan materi pada siklus II lebih sulit dari pada mareri siklus I. Selain dilihat berdasarkan nilai siswa pada siklus I dan siklus II, peneliti melihat pada peningkatan nilai rata-rata hasil tes siswa pada siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata hasil tes siswa pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Terlihat pada siklus I nilai rata-rata hasil tes adalah 68, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 74, 2. Selisih nilai rata-rata pada siklus I dan siklus II adalah 6,4. Walaupun tidak cukup tinggi, namun hal tersebut tidak menjadi masalah dikarenakan ketuntasan belajar yang mengalami peningkatan. Ketuntasan belajar siswa pada siklus I ke siklus II mengalami peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa. Pada siklus I siswa yang tuntas ada 51,8%, kemudian mengalami peningkatan sebanyak 24,2% pada siklus II menjadi 76%. Begitu pula sebaliknya, diimbangi banyaknya siswa yang tidak tuntas mengalami penurunan sebanyak 24,1%. Pada siklus I terdapat 48,1% siswa yang tidak tuntas, sedangkan pada siklus II ada 24% siswa yang tidak tuntas.

24 61 Berdasarkan kriteria tingkat persentase keberhasilan siswa menurut Aqib dkk., pada penelitian ini persentase keberhasilan/ketuntasan belajar siswa yang melebihi nilai KKM sebesar 76% termasuk pada tingkat tinggi yang berkisar 60% -79%. Meningkatnya hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II tidak terlepas dari penggunaan pendekatan realistik dalam pembelajaran matematika pada materi penjumlahan pecahan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I A. Tahap Perencanaan Setelah diperoleh informasi pada waktu observasi, maka peneliti melakukan diskusi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas melalui model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan pada mata pelajaran matematika materi pecahan ini

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan tes uji kompetensi matematika pada pokok bahasan pecahan ternyata hasilnya kurang memuaskan. Begitu

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan menguraikan tentang hasil penelitian dari pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II. Berikut ini akan diuraikan tentang perencanaan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dengan menerapkan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dengan menerapkan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Dengan menerapkan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar siwa dan hasil belajar siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Oktober 2016 dan Selasa, 18 Oktober Tahap pra siklus ini bertujuan untuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Oktober 2016 dan Selasa, 18 Oktober Tahap pra siklus ini bertujuan untuk BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan diawali dengan tahap pra siklus. Tahap pra siklus dilaksanakan pada tanggal Senin,

Lebih terperinci

BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah

BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Awal Penelitian ini berawal dari rendahnya hasil belajar matematika siswa SDN Wonomerto 03 Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, berdasarkan observasi awal

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Tahap Identifikasi Masalah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Sebelum melakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Dalam pelaksanaan tindakan ini, deskripsi yang akan diuraikan adalah: (1) kondisi awal, (2) siklus I, dan (3) siklus II. 4.1.1 Deskripsi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Gadingrejo yang

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Gadingrejo yang 16 III. METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Gadingrejo yang berlokasi di Jl. Raya Mataram Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Subjek

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan observasi hasil belajar kelas 4 SD Negeri 2 Wonocoyo sebelum dilaksanakan penelitian pada awal semester II Tahun pelajaran 2014/2015,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. desa blimbingsari, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Desa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. desa blimbingsari, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Desa BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Umum MI Roudlotul Huda Penelitian ini di laksanakan di MI Roudlotul Huda di dusun Karangsari desa blimbingsari, Kecamatan Sooko Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Pelaksanaan Tindakan Pada bagian pelaksanaan tindakan, akan diuraikan empat subbab yaitu kondisi awal, siklus 1, siklus 2 dan pembahasan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum SDN Mangunsari 06 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN Mangunsari 06 Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014. Alamat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu siklus satu dan siklus dua, masing-masing siklus tiga kali

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Penelitian 1. Pra siklus Pada tahap pra siklus ini yang dilakukan oleh peneliti berupa pendokumentasian daftar nama, daftar nilai peserta didik, dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh peneliti yang menggunakan rancangan penelitian model

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Deskripsi Siklus I Deskripsi siklus 1 menjelaskan tentang tahap rencana tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi, dan refleksi.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Pada bab ini akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus, deskripsi siklus I, dan deskripsi siklus II. Deskripsi Prasiklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Siklus 1 Dalam Siklus 1 terdapat 3 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut: a. Perencanaan (Planning) Pada siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kewarganegaraan (PKn). Dari observasi awal yang telah dilakukan,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kewarganegaraan (PKn). Dari observasi awal yang telah dilakukan, 37 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Prosedur Penelitian 1. Deskripsi Awal Sebelum melaksanakan penelitian tindakan kelas, terlebih dahulu dilakukan observasi terhadap guru mata pelajaran Pendidikan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas tentang hasil penelitian dan pembahasan yang memaparkan uraian masing-masing siklus, mulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Sekolah SDN Banyubiru 05 berada di Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. SD ini terletak cukup dekat dengan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Pada bagian ini akan dijelaskan berbagai uraian tentang pelaksanaan tindakan siklus 1 dan siklus 2. Analisis data berdasrkan pengamatan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 Kecamatan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga. Jumlah siswa kelas 4 pada SDN

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Hasil observasi dan Kondisi Real Pembelajaran Matematika di SD Negeri 2 Metro Pusat.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Hasil observasi dan Kondisi Real Pembelajaran Matematika di SD Negeri 2 Metro Pusat. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian a. Hasil observasi dan Kondisi Real Pembelajaran Matematika di SD Negeri 2 Metro Pusat. 1. Deskripsi Awal Untuk memperoleh data awal sebelum melaksanakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 29 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian dilakukan dalam praktek pembelajaran di kelas V SDN Kebowan 02 Kecamatan Suruh dengan jumlah 21 siswa yang terdiri dari 10 siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Awal Berdasarkan pengamatan hasil belajar kelas I SD Negeri 4 Boloh pada awal semester 2 Tahun pelajaran 2011 / 2012, banyak siswa yang kurang aktif,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Kondisi awal hasil observasi penelitian diketahui bahwa hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri Batiombo 02 masih rendah. Hal tersebut

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV SDN Sidorejo Lor 05 Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga Provinsi Jawa Tengah. Penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas tentang hasil penelitian meliputi deskripsi kondisi awal, deskripsi hasil siklus I, deskripsi hasil perbaikan pada siklus II, pembahasan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Pra Siklus Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Tleter Semester 2 Tahun ajaran

Lebih terperinci

Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12

Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pembelajaran yang diterapkan pada penelitian guna meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar dalam pemecahan masalah matematika adalah pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Dukuh 01 Salatiga, dengan subyek penelitian yaitu siswa kelas 4. Total subyek

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 01 Blotongan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga dengan subyek penelitian siswa kelas 4 sebanyak 25 siswa.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali 41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas XI IPS 3 di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Sebagaimana diuraikan pada bab III, tindakan penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Kemampuan Menyelesaikan Pengurangan Pecahan biasa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Kemampuan Menyelesaikan Pengurangan Pecahan biasa 4.1 Hasil Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.1 Gambaran Kemampuan Menyelesaikan Pengurangan Pecahan biasa 4.1.1.1 Gambaran Kemampuan Menyelesaikan Pengurangan Pecahan biasa Siklus I

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini menyajikan tentang hasil penelitian dan pembahasannya. Adapun hasil penelitian ini dijabarkan dalam pelaksanaan tindakan. 4.1 Pelaksanaan Penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas II SD Kutowinangun 08. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kecandran 01 dengan subyek penelitian siswa kelas 4 yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 51 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Subjek penelitian mewakili kelompok individu (siswa), kepada siapa tindakan dalam penelitian akan diterapkan. Subjek dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan 1.1.1. Deskripsi Kondisi Awal Proses pembelajaran matematika pada pra siklus guru menggunakan metode pembelajaran konvensional, dimana guru

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jenis Pekerjaan Pada Siswa Kelas III A MI Darussalam Pagesangan-Surabaya.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jenis Pekerjaan Pada Siswa Kelas III A MI Darussalam Pagesangan-Surabaya. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dipaparkan hasil penelitian Peningkatan Keterampilan Sosial Dengan Menggunakan Strategi Permainan Jeopardy Mata Pelajaran IPS Materi Jenis- Jenis

Lebih terperinci

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sebanyak 1 x pertemuan, yaitu

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sebanyak 1 x pertemuan, yaitu 50 BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Siklus I 1. Implementasi Siklus I Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sebanyak 1 x pertemuan, yaitu pada tanggal 16 September 2014. Pembelajaran pada siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 43 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus (Kondisi Awal) Pembelajaran pada prasiklus ini, penulis menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu dengan metode ceramah. Guru mengawali

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas mengenai hasil pelaksanaan penelitian, perbandingan hasil penelitian antar siklus, dan pembahasan hasil penelitian yang akan disajikan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Diskripsi Awal Proses pembelajaran sebelum pelaksanaan PTK, guru mengajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional atau hanya ceramah. Guru cenderung mentransfer

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 16 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas di SD Negeri Ngijo 01 Semarang pada kelas V yang berjumlahkan 29 anak terdiri

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Pembahasan Pelaksanaan Pembelajaran Siklus Menjelaskan arti pecahan dan urutannya

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Pembahasan Pelaksanaan Pembelajaran Siklus Menjelaskan arti pecahan dan urutannya BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pembahasan Pelaksanaan Pembelajaran Siklus 1 Deskripsi Pelaksanaan Siklus I 1. Perencanaan Tindakan Kompetensi Dasar : 6.1 Menjelaskan arti pecahan dan urutannya Materi :

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian Dalam penelitian penggunaan media Flip Chart untuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian Dalam penelitian penggunaan media Flip Chart untuk BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dalam penelitian penggunaan media Flip Chart untuk meningkatkan pemahaman IPS materi Koperasi bagi siswa kelas IV SDN Gempolsari Tanggulangin

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Pelaksanaan Tindakan Pada pelaksaan tindakan ini, akan diuraikan tentang kondisi awal, siklus 1, siklus 2 dan pembahasan tiap siklus. 4.1.1 Deskripsi Sebelum

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi awal subjek penelitian Observasi awal yang dilakukan di kelas V SD Negeri Candisari I Ampel, peneliti berhasil menemukan beberapa permasalahan yang terjadi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Kondisi Awal Berdasarkan data dan dokumentasi hasil nilai ulangan diketahui siswa memperoleh hasil belajar atau prestasi yang kurang. Hal ini

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Sekolah Dasar Negeri Mangunsari 02 Salatiga dengan jumlah siswa 17 siswa. Sebelum dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan membahas hasil penelitian yang telah peneliti lakukan. Pembahasan hasil penelitian meliputi rencana tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran berlangsung 2 x 35 menit, selama 2 x pertemuan yang diikuti

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran berlangsung 2 x 35 menit, selama 2 x pertemuan yang diikuti 33 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Siklus I Siklus I dilaksanakan pada hari Senin tanggal 25 Maret 2013, pertemuan kedua hari Sabtu tanggal 30 Maret 2013 dengan materi Arti Pecahan.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti terhadap hasil belajar siswa kelas 5 SDN Karangduren 04 sebelum dilaksanakan penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Pelaksanaan Tindakan Sesuai dengan perencanaan penelitian yang telah dirancang, maka pelaksanaan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Pelaksanaan Tindakan Sesuai dengan perencanaan penelitian yang telah dirancang, maka pelaksanaan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Pelaksanaan Tindakan Sesuai dengan perencanaan penelitian yang telah dirancang, maka pelaksanaan penelitian akan dilaksanakan melalui tahap dan proses yang terstruktur.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan di kelas 5 SD Negeri Sukorejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Jumlah siswa di kelas 5 sebanyak 19 terdiri dari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 34 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Blotongan 03 Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga. Letak SD

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Sebelum dilaksanakan penelitian, guru lebih banyak melakukan pembelajaran dengan menggunakan model konvesional yaitu ceramah.

Lebih terperinci

Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan

Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan 4.1 Hasil Penelitian Pada bagian pelaksanaan tindakan ini, diuraikan mengenai kondisi awal sebelum tindakan, tindakan pada siklus 1 dan siklus 2, hasil tindakan dan

Lebih terperinci

Ada dua aspek yang diteliti pada kinerja guru yaitu perencanaan dan pelaksanaan. Untuk penjelasannya akan dijabarkan di bawah ini.

Ada dua aspek yang diteliti pada kinerja guru yaitu perencanaan dan pelaksanaan. Untuk penjelasannya akan dijabarkan di bawah ini. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas II SDN Gudang Kopi I, Kecamatan Sumedang Selatan, kabupaten Sumedang yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan kualitas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 01 Gandulan. SD Negeri 01 Gandulan terletak di Dusun Gandulan, Desa Gandulan Kecamatan Kaloran, Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Kondisi awal merupakan keadaan siswa sebelum PTK dilakukan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas 2 SD

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran dengan melalui pengajaran remedial sebanyak 2 siklus, setiap siklus 3 kali pertemuan (@ 2 x 35 menit) dan diakhiri tes. Kegiatan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Dirgantara

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Dirgantara III. METODE PENELITIAN A. Subyek Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Dirgantara Bandarlampung kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2010-2011 dengan jumlah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan membahas hasil penelitian yang telah peneliti lakukan. Pembahasan hasil penelitian di bab IV ini meliputi deskripsi siklus I, deskripsi siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 27 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Kegiatan penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus 3 kali pertemuan. Setiap pertemuan dilaksanakan selama 3 x 35

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SDN Watuagung 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang semester II tahun ajaran 2012/2013 dengan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Gambaran Umum Tempat Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Gambaran Umum Tempat Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian 1. Gambaran Umum Tempat Penelitian SMK Batik Perbaik Purworejo terletak di Jalan K.H. Ahmad Dahlan No. 14 telp./fax 0275-321407, Purworejo,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pratindakan Kegiatan observasi awal dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Agustus 2013 untuk mengetahui kondisi sebelum dilaksanakan penelitian, peneliti melakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan peneliti yang juga sebagai guru mata pelajaran yang terlibat dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pelaksanaan Tindakan Pada bagian pelaksanaan tindakan, akan diuraikan empat subbab yaitu kondisi awal, siklus 1, siklus 2 dan pembahasan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang terjadi di kelas I SDN Tingkir Lor 1 Salatiga. Sebelum dilaksanakannya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting 3.1.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Surabaya yang terletak di jalan Danau Towuti Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 19 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Termpat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SDN 2 Sumberejo yang beralamat di Gang Bayur No. 5 Kemiling Bandar Lampung. 2. Waktu Penelitian Penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Gambaran Sekolah Sebelum peneliti melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terlebih dahulu peneliti melakukan observasi di kelas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Baleharjo Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. SDN 1 Baleharjo terletak di lingkungan pedesaan yang jauh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil belajar Siswa Pra Siklus

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil belajar Siswa Pra Siklus 34 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Pra Siklus Berdasarkan hasil observasi hasil belajar siswa di kelas 4 SD N 3 Gedong dengan jumlah siswa 28 anak pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Sebelum melaksanakan tindakan, peneliti melakukan pengamatan terhadap nilai belajar matematika siswa. Nilai belajar siswa didapatkan dari salah satu

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 72 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pada bab ini dipaparkan hasil penelitian Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Pesawat Sederhana Melalui Strategi Take and Give Pada Siswa Kelas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Siklus I Siklus I dilaksanakan 3 kali pertemuan untuk proses pembelajaranyaitu tanggal 16, 17 dan 18 Oktober 2012 dan satu kali pertemuan untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subyek Penelitian Penelitian dilakukan di kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Candiroto semester II tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 25 siswa.

Lebih terperinci

siswa kurang memahami materi yang disampaikan guru,

siswa kurang memahami materi yang disampaikan guru, BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan dengan melihat kondisi awal hasil belajar matematika pada siswa kelas 3 SD Negeri Kaliwungu 03, Kecamatan Kaliwungu,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dalam Mata Pelajaran PKn Organisasi Pemerintahan Pusat 1. Hasil Penelitian Siklus I Siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Kondisi awal hasil observasi penelitian diketahui bahwa hasil belajar matematika siswa kelas enam SD Negeri Simpar masih rendah. Hal tersebut

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 24 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Sekolah Secara geografis SD Negeri 2 Plosoharjo terletak di Desa Plosoharjo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan. Berada di

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang terjadi di kelas V SD N Ngajaran 02.Langkah pertama yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Data hasil penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan penilaian. Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran Bahasa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Pra Siklus BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Langkah awal dalam penelitian adalah observasi. Proses pembelajaran dikelas guna mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada. Observasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran dan Subyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Suruh 02 berlokasi di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Subyek dalam

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Bagian ini, akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus, deskripsi siklus I, deskripsi siklus II. Deskripsi pra siklus membahas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian 4.1.1. Pra siklus Pembelajaran matematika yang dilaksanakan di kelas V SD 4 Bulungkulon Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus tahun ajaran 2013/2014

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di kelas 5 SDN Blotongan 03 Salatiga semester II tahun pelajaran 2012/2013. Dengan jumlah siswa 40 orang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Soal 4.1.1.1 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Soal Pilihan Ganda Setelah dilakukan uji reliabilitas

Lebih terperinci

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan : 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri Wringingintung 01 yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal dengan Classroom

BAB III METODE PENELITIAN. yang difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal dengan Classroom BAB III METODE PENELITIAN A. Prosedur Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal dengan Classroom Action Research

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Gambaran Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kopeng 03 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. SD Negeri Kopeng 03 terletak

Lebih terperinci