METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Lokasi, Objek dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Penelitian

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Lokasi, Objek dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Penelitian"

Transkripsi

1 METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Penelitian ini dirancang dengan metode survey. Teknik penelitian survey menurut Singarimbun dan Effendi (2005:34), dapat dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan, menerangkan (explanatory), dan mengeksplorasi serta menjelaskan tujuan, termasuk menjelaskan pengaruh dan hubungan antar peubah lewat pengujian hipotesis. Lokasi, Objek dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Pemukiman Komunitas Adat Terpencil Baduy yang berjumlah 58 kampung, yang terdiri dari 3 Kampung termasuk Baduy Dalam yaitu Cibeo, Cikeusik, dan Cikartawana, dan 55 Kampung Baduy Luar sesuai dengan Perda No. 32 Kabupaten Lebak Tentang Perlindungan Hak Ulayat Masyarakat Baduy. Fokus penelitian dilakukan hanya pada Baduy Luar maka hanya 55 kampung Baduy Luar, dan Masyarakat Baduy yang menetap di Luar Baduy, yaitu Desa Leuwidamar dan Desa Bojong Menteng. Secara administratif wilayah Baduy sekarang termasuk dalam Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Pemerintahan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Luasnya sekitar 5.101,85 hektar, lebih kecil daripada masa-masa sebelumnya. Lamanya penelitian ini kurang lebih 6 bulan dan pelaksanaan pengumpulan data dimulai sejak November Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian ini adalah kepala keluarga Baduy Luar. Kerangka sampel penelitian ini ada dibagi menurut tipologi kepala keluarga berdasarkan letak geografis Kampung tempat tinggalnya. Letak geografis yang dimaksud adalah kampung-kampung yang berada dalam lintasan jalan menuju kampung Baduy Dalam (Cibeo, Cikatawana, dan Cikeusik. Jalur lintasan menuju Baduy Dalam ada beberapa lintasan, namun yang biasa dilalui dan kerap disebut oleh masyarakat Baduy, adalah lewat Handap Kulon (Bawah Barat), Teungah Kulon (Tengah Barat), Teungah Luhur (Tengah Atas), jalur ini sebenarnya 50

2 51 terusan dari jalur Tengah Barat. Semua jalur atau perjalanan menuju Baduy Dalam untuk para pengunjung mulai dari Kampung Kaduketug (Pusat Pemerintahan Desa Kanekes). Jalur Bawah Barat antara lain melalui Kampung: Kaduketug, Babakan Kaduketug, Cicatang, Balimbing, Gajeboh. Kampung-kampung ini merupakan kampung terluar atau terjauh dari Kampung Baduy Dalam; Jalur Tengah Barat melalui Kampung: Kaduketug, Babakan Kaduketug, Balimbing, Marenggo, Cicakal Leuwi Buleud; Jalur Tengah Atas melalui kampung: Kaduketug, Cicakal LeuwiBuleud, Cipaler, Cipiit, Cilingsuh, Cijengkol, Cikadu. Kampung-kampung ini dapat dkatakan ditengah-tengah antara terdekat dan terjauh dari Baduy Dalam. Cijengkol, Cijanar, Cijangkar, dan Cisaban merupakan kampung-kampung terdekat dengan Kampung Baduy Dalam. Dari penjelasan di atas peneliti memilih Kampung yang paling dekat dengan posisi geografis Baduy Dalam, kemudian kampung yang jaraknya paling jauh dari kampung Baduy Dalam atau terluar, dan kategori ketiga adalah kampung-kampung yang berada diantara kampung Baduy Luar terdalam dan terluar. Kampung-kampung di Baduy Luar (Desa Kanekes) kondisinya relatif homogen, homogen dilihat dari bentuk rumahnya, posisi rumah seluruhnya menghadap Utara dan Selatan dan saling berhadap-hadapan, berkelompok, bidang usaha, selain itu cara berpakaian juga homogen mengikuti adat dan sistem nilai yang berlaku. Berdasarkan kondisi tersebut maka penulis menetapkan sampel kampung dengan Cluster Random Sampling. Cluster ditentukan berdasarkan jalur masuk menuju Kampung Baduy Dalam. Pintu masuk Baduy Dalam dari arah Utara, menurut adat Baduy Utara adalah Depan dan Selatan adalah Belakang, secara adat kita harus masuk lewat depan bila memasuki rumah. Jadi masuk perkampungan Baduy mulai dari Utara menuju Selatan. Ada tiga jalur menuju Baduy Dalam sebagaimana telah dijelaskan di atas. Dengan pertimbangan kampung di Baduy Luar cenderung homogen maka ditetapkan 15 kampung secara acak yang berada di jalur menuju Baduy Dalam, Jalur Handap Kulon (Bawah Barat) 6 Kampung. Jalur Teungah Kulon

3 (Tengah Barat), Teungah Luhur (Tengah Atas), jalur ini sebenarnya terusan dari jalur Tengah Barat 8 Kampung. Dan Kampung Kaduketug (ibu kota Desa Kanekes / Pusat pemerintahan) sebagai kampung yang palng terluar dari Baduy Dalam dan berbatasan langsung dengan masyarakat umum. Setiap kampung diambil 12 sampel, kecuali di Kampung Kaduketug (ibu kota Desa Kanekes / Pusat pemerintahan) 14 sampel jadi seuruhnya 182 sampel. Kampung-Kampung tersebut, penulis kelompokkan ke dalam tiga lokasi penelitian seperti terlihat pada Tabel 1. Tabel 1 Lokasi Penelitian Lokasi a (Bawah Barat) Lokasi b (Tengah Barat) Lokasi c (Kaduketug) Kampung n Kampung n Kampung n 1. Babakan Kaduketug 2. Balimbing 3. Marenggo 4. Cicakal Leuwi Buleud 5. Cicatang 6. Gajeboh 1. Cipaler 2. Cipiit 3. Cilingsuh 4. Cijengkol 5. Cikadu 6. Cijanar 7. Cijangkar 8. Cisaban Kaduketug 14 KK Jumlah 72 KK 96 KK 14 KK 52 Sebagaimana dikemukakan di atas teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan cara teknik acak gugus satu langkah (cluster random sampling), artinya sampel diambil berdasarkan gugus terpilih mengingat komunitas Baduy Luar tersebar pada 55 kampung (gugus), langkah petama mengambil enam kampung secara acak di Jalur Handap Kulon (Bawah Barat), delapan kampung di jalur Teungah Kulon (Tengah Barat), Teungah Luhur (Tengah Atas), dan satu kampung Kaduketug (ibu kota Desa Kanekes / Pusat pemerintahan). Selanjutnya pada setiap kampung / gugus terpilih, dilakukan lagi acak pada 12 orang kepala keluarga, mengingat rumah orang Baduy saling berhadapan selalu ke arah Utara dan ke arah Selatan, diambil masing-masing enam kepala keluarga dengan menghitung satu interval tiap rumah terpilih.

4 53 Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian Pengumpulan Data Data primer dikumpulkan melalui daftar pertanyaan dengan Skala Likert berbentuk semantic differential. Tambahan informasi terhadap daftar pertanyaan yang telah dikumpulkan dilakukan melalui wawancara. Data yang dikumpulkan atau diukur adalah data yang digunakan untuk mendapakan jawaban dari tujuan dan hipotesis yang telah disusun. Jadi data yang dikumpulkan adalah data mengenai karateristik individu, motif, interaksi sosial, nilai budaya dan persepsi mereka terhadap pemenuhan kebutuhan keluarga Orang Baduy Luar. Data sekunder yang berkaitan dengan variabel penelitian bersumber dari pustaka, rekaman, keterangan lisan dari pakar yang mengetahui tentang masalah yang diteliti. Sumber data primer diperoleh secara langsung dari kepala kampung atau yang menjadi pimpinan dalam kampung tersebut. Kuesioner digunakan sebagai pedoman wawancara dalam mengumpulkan data primer mengingat komunitas Baduy kebanyakan tidak bisa baca tulis, kecuali yang dapat membaca diminta untuk mengisi sendiri. Keseluruhan data yang dikumpulkan pada dasarnya adalah data yang terkait dengan persepsi kepala keluarga Baduy Luar terhadap kebutuhan keluarga yang dirasakan kepuasannya, Karakteristik kepala keluarga, usaha-usaha kepala keluarga dalam memenuhi kebutuhan keluarga, motif kepala keluarga, Interaksi sosial, nilai sosial budaya komunitas adat Baduy. Data yang diperoleh dari operasional peubah-peubah adalah sebagai berikut: Karakteristik kepala keluarga (X1): Pendapatan rumah tangga (X1.1); Usia (X1.2); Jumlah anggota keluarga (X1.3). Usaha-usaha kepala keluarga (X2): Berladang (X2.1); Berjualan (X2.2); Berburu (X2.3); Bekerja pada orang lain (X2.4); Motivasi kepala keluarga (X3): Motivasi kepala keluarga pada Pengetahuan (X3.1); Motivasi kepala keluarga pada sikap pemenuhan kebutuhan keluarga (X3.2); Motivasi kepala keluarga pada keterampilan berusaha (X3.3).

5 54 Interaksi Sosial (X4): Interaksi dengan sesama KK / melakukan komunikasi interpersonal (X4.1); Interaksi dengan media massa (X4.2); Interaksi dengan agen pembaharu (X4.3). Nilai sosial budaya (X5): Hakekat hidup manusia (X5.1); Hakekat bekerja / berkarya (X5.2); Hakekat hubungan manusia dengan alam dan lingkungan (X5.3); Hakekat hubungan manusia dengan sesama (X5.4). Persepsi kepala keluarga terhadap kebutuhan hidup keluarga yang dirasakan (Y1): Kebutuhan fisiologi / dasar (Y1.1); Kebutuhan keamanan (Y1.2); Kebutuhan dicintai dan dimiliki (Y1.3); Kebutuhan dihargai (Y1.4). Persepsi kepala keluarga terhadap kebutuhan hidup keluarga, diukur pada kepuasannya (Y2): Kebutuhan fisiologi / dasar (Y2.1); Kebutuhan keamanan (Y2.2); Kebutuhan dicintai dan dimiliki (Y2.3); Kebutuhan dihargai (Y2.4). Instrumen Penelitian Instrumen atau alat ukur yang digunakan untuk mengukur peubah-peubah yang ada adalah dengan skala Likert. Jawaban setiap item instrumen menggunakan skala Likert. Skala Likert atau metode rating yang dijumlahkan merupakan teknik skala yang menggunakan distribusi respons sebagai dasar penentuan nilai skalanya. setiap pernyataan yang telah ditulis dapat disepakati sebagai pernyataan yang favorable (positif) atau pernyataan yang unfavorable (negatif) (Azwar, 2003:127). Dapat juga berarti mempunyai gradasi sangat memahami sampai tidak memahami. Selain itu digunakan skala Guttman; skala pengukuran tipe ini diperoleh jawaban yang tegas, yaitu ya-tidak, benarsalah, positif-negatif, dan lain-lain, dengan disertai pertanyaan yang bersifat terbuka untuk mendapatkan gambaran dan penjelasan yang mendalam (Nazir, 2003:340). Kategori dan indikator dari peubah-peubah sosial ekonomi Orang Baduy Luar, Usaha orang Baduy Luar dalam memenuhi kebutuhan keluarga, kebutuhan Orang Baduy, dan persepsi Orang Baduy terhadap pemenuhan kebutuhan keluarga. Kisi-kisi penyusunan instrumen, dapat dilihat pada Tabel 2.

6 55 Tabel 2 Kisi-Kisi Penyusunan Instrumen Peubah Dimensi Peubah Pernyataan operasional Skala data / (Indikator) Instrumen Karakteristik Sosial ekonomi Orang Baduy Luar (X1): a.pendapatan rumah tangga, b.usia, c.jumlah anggota keluarga, 1. Penghasilan KK setiap bulan 2.Tua, Dewasa, remaja; 3.Suami Isteri tanpa anak, dengan anak, sendiri; Ordinal / Pertanyaanpertanyaan Usaha-usaha untuk memenuhi Kebutuhan Keluarga (X2) : Berladang Berjualan Berburu Bekerja pada orang lain Membuat kerajinan usaha berladang usaha berjualan usaha berburu usaha bekerja pada orang lain usaha membuat kerajinan Ordinal / Wawancara terstruktur, dan kuesioner skala sikap. Motif Orang Baduy Luar (X3) a. Pengetahuan b. Menyikapi kebutuhan keluarga c. Keterampilan 1. Keinginan menjadi tahu dan lebih tahu; 2. Keinginan menjadi lebih percaya diri; 3. Keinginan menjadi lebih mampu melakukan sesuatu Wawancara terstruktur, dan kuesioner skala sikap. Interaksi sosial (X4): a. Komunikasi interpersonal b. Hubungan dengan agen pembaharu c. Terpaan media d.hubungan dengan lingkungan luar. 1. frekuensi bertemu dengan sesama komunitas, 2. frekuensi dengan penyuluh, 3. lama mendengar radio, baca suratkabar. 4. frekuensi bertemu orang luar (wisatawan), frekuensi ke luar kampung. Ordinal / Wawancara terstruktur, dan kuesioner skala sikap. Nilai Sosial Budaya X5 : a. Hakekat hidup, b. Hakekat kerja (karya), c. Hakekat alam, 1. Hidup itu buruk, 2. Hidup itu baik, 3. Hidup itu harus ikhtiar, 1. Kerja itu hidup 2. kerja itu kewajiban, 3. kerja itu hak 1.Manusia tunduk pada alam 2.Berusaha menjaga alam 3.Berusaha menguasai alam Ordinal / Wawancara terstruktur, dan kuesioner skala sikap d. Hakekat hubungan 1. orientasi vertikal;

7 56 antarsesama. 2. orientasi saling asah,asih, asuh 3. orientasi individual. Persepsi pada pemenuhan kebutuhan keluarga Y1/ Y2: Diukur kebutuhan dengan menanyakan yang dirasakan dan kepuasannya pada setiap tingkat kebutuhan. a. Fisiologi. b. Rasa aman c. Dicintai dan dimiliki d. Dihargai 1. Sandang, pangan, papan; 2. Ketentraman kampung, rumah tangga, lingkungan, 3. Suami, isteri, anakanak, Orang tua, tetangga, kepala kampung / jaro, pemerintah. 4. Hasil pertanian, kerajinan, pendapat, Adat istiadat, lingkungan. Ordinal/ Wawancara terstruktur, dan kuesioner skala sikap Validitas dan Reliabilitas Instrumen Ada dua macam validitas: validitas internal dan eksternal. Validitas internal menekankan pada seberapa jauh alat ukur dapat mengumpulkan kebenaran yang hendak diungkapkan dari suatu sampel? Validitas eksternal, menekankan sampai seberapajauh kebenaran yang telah diperoleh tadi, berlaku umum bagi suatu populasi yang sedang diselidiki? Jadi, validitas eksternal menekankan generalizability hasil-hasil pengukuran dari suatu sampel, kembali ke populasi yang diamati. Selain validitas internal dan eksternal ada: validitas isi (content validity), validitas kriteria (criterion related validity), dan validitas konstrak (construct validity). Validitas isi yakni kecukupan sampel isi suatu alat ukur: Substansi alat ukur, bahan alat ukur, dan topik-topik alat ukur. Untuk menguji validitas konstruk, dapat digunakan pendapat ahli (expert judgement). Dalam hal ini setelah instrumen dikonstruksi tentang apsek-aspek yang akan di ukur dengan berlandaskan teori tertentu, kemudian dikonsultasikan dengan ahli yang relevan. Untuk instrumen yang berbentuk test, pengujian validitas isi (content validity) dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan. Secara teknis, pengujian validitas konstruk dan validitas isi dapat dibantu dengan menggunakan kisi-kisi instrumen atau matrik pengembangan instrumen (Sugiyono, 2006:146). Dalam kisi-kisi itu

8 57 terdapat variabel yang diteliti, indikator sebagai tolok ukur dan nomor butir pertanyaan atau pernyataan yang telah dijabarkan dari indikator. Dengan kisi-kisi instrumen pengujian validitas lebih mudah dilakukan. Pengujian reliabilitas instumen dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal, pengujian dapat dilakukan dengan test-retest (stability), equivalent, gabungan keduanya, serta internal consistency dengan teknik belah dua (split half) yang dianalisis dengan rumus Spearman Brown. Dimana skor total antara kelompok ganjil dan genap dicari korelasinya, selanjutnya dimasukkan dalam Rumus Spearman Brown sebagai berikut: (Sugiyono, 2006) ri = 2. rb 1 + rb berikut: Hasil uji reliabilitas Keseluruhan Item diperoleh dapat dilihat sebagai 2 X 0,352 r. tot = ,352 = 0,522 (sangat nyata) Analisis Data Data hasil penelitian diproses melalui tahap-tahap : pemisahan berdasarkan kelompok; pemindahan data dari daftar pertanyaan ke tabel-tabel dalam buku kerja atau work sheet; pemeriksaan kelengkapan data yang telah dihitung skor akhir; dan pemindahan skor ke dalam tabel hasil penelitian dengan bantuan program komputer. Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik analisis korelasi sederhana sekaligus mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Karena penggunaannya pada sampel, maka analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif seperti penyajian data melalui tabel, grafik, diagram, modus,

9 median, mean, dan seterusnya, dan infrensial (parametris Untuk menguji korelasi menggunakan uji korelasi Pearson product moment dengan formulanya: 58 rxy =?xy v (?x²) (?y²) Dimana: rxy = hubungan x dengan y?xy = jumlah hasil dari x dan y?x² = jumlah x yang dikuadratkan?y² = jumlah y yang dikuadratkan Perhitungan dengan menggunakan rumus ini adalah untuk menguji hipotesis hubungan.

10 59 Dukungan Lembaga Adat dan Pemerintah Daerah Forum Diskusi Komunitas Adat Baduy Dukungan Agen Pembaharu dan Penyuluhan Standar Kebutuhan Dasar Keluarga Usaha-usaha dan Pola Produksi KAT Baduy Luar Kepuasan pada Kebutuhan Keluarga Dorongan ingin Berubah Derajat Kebutuhan Keluarga yang Optimal Peningkatan Kesejahteraan KAT Baduy Gambar 5: Strategi Peningkatan Kebutuhan Keluarga KAT Baduy

11 Gambar 5 60

12 61 Sosial Ekonomi Orang Baduy Luar X1: X1.1 Pendapatan rumah tangga. X1.2 Usia X1.3 Jumlah anggota keluarga Usaha-usaha pemenuhan kebutuhan keluarga X2 : X2.1 Berladang X2.2 Berjualan X2.3 Berburu X2 4 Bekerja pada orang lain X2.5 Kerajinan Motif X3 : X3.1 Motif mencari pengetahuan X3.2 Motif menyikapi kebutuhan keluarga. X3.3 Motif mencari keterampilan Persepsi Orang Baduy Luar Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Keluarga: Kebutuhan Hidup diukur yang dirasakan dan kepuasaannya (Y1 / Y2): Y1.1 Fisiologi Y1.2 Rasa aman Y1.3.Dicintai dan dimiliki Y1.4 Dihargai Interaksi Sosial X4 : X4.1 Komunikasi Interpersonal, X4.2 Hub dgn Agen Pembaharu X4.3 Hub dengan media Nilai Sosial Budaya X5 : X5.1. Hakekat hidup, X5.2. Hakekat kerja (karya), X5.3. Hakekat alam semesta X5.4. Hakekat hububungan dengan sesama. Kualitas Hidup Orang Baduy Luar Baik Masyarakat Sejahtera

13 62

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi merupakan keseluruhan dari obyek atau subyek yang akan diteliti oleh penulis, menurut Sugiyono (2009:117) populasi adalah wilayah generalisasi

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Lokasi dan Waktu

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Lokasi dan Waktu METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian didesain sebagai suatu penelitian deskriptif korelasional. Singarimbun dan Effendi (2006) menjelaskan bahwa penelitian deskriptif dimaksudkan untuk pengukuran

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang PENDAHULUAN Latar Belakang Bangsa Indonesia terkenal dengan kemajemukannya yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan hidup bersama dalam negara kesatuan RI dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Dalam keanekaragaman

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode 46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu suatu metode dalam

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif (quantitative research) dengan desain survei deskriptif korelasional. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Yang Digunakan Metodologi penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan dengan tujuan dan kegunaan tertentu, Sugiyono (2013:01).

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Mulia Sukoharjo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Mulia Sukoharjo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan digilib.uns.ac.id BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Prodi D III Keperawatan Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian yang akan menjadi tempat peneliti melakukan penelitian yaitu di SMK 45 (Jalan Barulaksana No 186 Jayagiri Kab. Bandung

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mengumpulkan, mengorganisir, menganalisa, serta menginterpretasikan data. Hal

BAB III METODE PENELITIAN. mengumpulkan, mengorganisir, menganalisa, serta menginterpretasikan data. Hal BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara atau langkah dalam mengumpulkan, mengorganisir, menganalisa, serta menginterpretasikan data. Hal tersebut sejalan dengan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Waktu dan Lokasi Penelitian Populasi dan Sampel

METODE PENELITIAN Waktu dan Lokasi Penelitian Populasi dan Sampel 38 METODE PENELITIAN Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian telah dilaksanakan dari bulan Maret sampai Agustus 2009 pada dua basis pemeliharaan yang berbeda yakni: basis lahan sawah dan lahan persawahan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN & DATA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN & DATA BAB III METODOLOGI PENELITIAN & DATA 3.1 Metodologi untuk Pemecahan Masalah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Penelitian ini menggunakan teknik korelasional karena penelitian

Lebih terperinci

METODOLOGI. Lokasi dan Waktu Penelitian

METODOLOGI. Lokasi dan Waktu Penelitian METODOLOGI Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei dalam bentuk penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini berusaha menggambarkan karakteristik

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN 1 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sukadana Lampung Timur Tahun Pelajaran 2010/2011. B. Metode Penelitian Dalam sebuah penelitian seorang

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN 35 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji suatu kebenaran pengetahuan dengan menggunakan cara atau metode yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif karena

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif karena 55 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif karena dalam penelitian ini peneliti berusaha untuk memberikan gambaran keadaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Metode korelasional yaitu suatu cara untuk menemukan hubungan antara variabel-variabel

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini dirancang dengan metode survei deskriptif-korelasional. Menurut Kerlinger dan Lee (2000), penelitian survei mengkaji populasi (universe) yang besar dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode merupakan Suatu cara atau jalan pengaturan atau pemeriksaan

BAB III METODE PENELITIAN. Metode merupakan Suatu cara atau jalan pengaturan atau pemeriksaan BAB III METODE PENELITIAN 3. Desain Penelitian Metode merupakan Suatu cara atau jalan pengaturan atau pemeriksaan sesuatu secara benar. Husein (998 : ). Untuk mencapai tujuan dari penelitian ini diperlukan

Lebih terperinci

Selanjutnya Wirartha (2006: 154) mengemukakan bahwa:

Selanjutnya Wirartha (2006: 154) mengemukakan bahwa: BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode dalam suatu penelitian diperlukan untuk memecahkan suatu masalah yang diselidiki. Melalui metode penelitian diharapkan akan dapat memilih teknik pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN A.

BAB III METODE PENELITIAN A. BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat ataupun wilayah yang akan diteliti. Peneliti melakukan penelitian di SMPN 3 Bandung,

Lebih terperinci

Bab III - Objek dan Metode Penelitian

Bab III - Objek dan Metode Penelitian 33 3.2. Metode Penelitian Berdasarkan pada topik penelitian ini, penulis melakukan pendekatan dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif analitis. Menurut Muhammad Nazir

Lebih terperinci

metode riset ergonomi

metode riset ergonomi 1 Ergonomi - Antropometri Manusia Karateristik, kemampuan, keterbatasan Sikap Dimensi Bobot 2 Jenis Penelitian Variabel Penelitian Objek dan Subjek Penelitian Teknik Pengumpulan Data Analisis data 3 1.

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN 27 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis elemen-elemen brand equity (ekuitas merek), yaitu brand awareness (kesadaran merek), brand association

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan kegunaan tertentu.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan kegunaan tertentu. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian menurut Sugiyono (2006 : 1) pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan kegunaan tertentu. Penelitian tentang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional,

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional, 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional, karena dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN METODOLOGI PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini didesain sebagai penelitian survey yang bersifat deskriptif korelasional yaitu untuk mengetahui hubungan yang terjadi dari peubah-peubah yang diteliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 43 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Zainal Arifin (2011:29) mengemukakan, Penelitian kuantitatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu suatu pendekatan dalam penelitian yang bekerja dengan angka,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Aktivitas operasi perusahaan/organisasi sangat bergantung pada sumber daya manusia yang bekerja di perusahaan/organisasi. Tidak terkecuali lembaga pemerintahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilaksanakan adalah berupa penelitian eksplanasif artinya

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilaksanakan adalah berupa penelitian eksplanasif artinya BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian yang dilaksanakan adalah berupa penelitian eksplanasif artinya penelitian yang menjelaskan secara keseluruhan dari obyek yang diteliti dalam batas-batas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada suatu penelitian terdapat berbagai macam metode penelitian yang digunakan, pemilihannya sangat tergantung pada prosedur, alat serta desain penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Panggungharjo Kecamatan Sewon Bantul dengan pertimbangan bahwa di. dibanding dengan desa lain di Kecamatan Sewon.

BAB III METODE PENELITIAN. Panggungharjo Kecamatan Sewon Bantul dengan pertimbangan bahwa di. dibanding dengan desa lain di Kecamatan Sewon. BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Lokasi tempat penelitian yang dipilih peneliti adalah Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Bantul dengan pertimbangan bahwa di

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menganalisis data dengan menggunakan angka-angka, rumus atau model

BAB III METODE PENELITIAN. menganalisis data dengan menggunakan angka-angka, rumus atau model BAB III METODE PENELITIAN H. Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan kuantitatif, maksudnya bahwa dalam menganalisis data dengan menggunakan angka-angka, rumus atau model matematis berdasarkan permasalahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 3 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang dipilih peneliti didasarkan pada tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan locus of control dengan performa atlet pada cabang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian, Populasi, Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Sasaran dari penelitian

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODOLGI PENELITIAN. Objek penelitian merupakan suatu permasalahan yang dijadikan sumber topik

BAB III OBJEK DAN METODOLGI PENELITIAN. Objek penelitian merupakan suatu permasalahan yang dijadikan sumber topik BAB III OBJEK DAN METODOLGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan suatu permasalahan yang dijadikan sumber topik untuk penulisan dalam menyusun suatu laporan. Penelitian ini mengenai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Hijabers Community Bandung.

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Hijabers Community Bandung. 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Hijabers Community Bandung. 2. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini merupakan anggota

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian 46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mempergunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Sehubungan dengan masalah yang penulis ungkapkan tentang gambaran latar belakang diklat dan pengalaman mengelola dalam hubungannya dengan kompetensi pengelola

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian memegang peranan penting dalam suatu penelitian, karena

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian memegang peranan penting dalam suatu penelitian, karena BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian memegang peranan penting dalam suatu penelitian, karena salah satu ciri dari penelitian adalah terdapatnya suatu metode yang tepat dan sistematis sebagai penentu

Lebih terperinci

Ekonomi FKIP UKSW Salatiga yang kuliah pada semester genap 2015/2016.

Ekonomi FKIP UKSW Salatiga yang kuliah pada semester genap 2015/2016. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Sebelum melaksanakan penelitian di lapangan, maka perlu disusun metode penelitian yang tepat untuk digunakan menyusun penelitian dalam studi. Oleh karena

Lebih terperinci

VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN

VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN Pertemuan 7 VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN Tujuan Setelah perkuliahan ini diharapkan dapat: Menjelaskan tentang pengertian validitas dan penerapannya dalam menguji instrument penelitian pendidikan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 31 A. Lokasi Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SMAN 24 Bandung. Alamat Jln A.H. Nasution No. 27 Bandung. Karena menggunakan dua sampel yang berbeda maka waktu penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang memungkinkan dilakukan pencatatan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah level of explanation yaitu penelitian deskriptif dan asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Siregar (2013, p.15)

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. mengumpulkan data dengan tujuan tertentu. Penggunaan metode dimaksudkan

III. METODE PENELITIAN. mengumpulkan data dengan tujuan tertentu. Penggunaan metode dimaksudkan 35 III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang di gunakan untuk mengumpulkan data dengan tujuan tertentu. Penggunaan metode dimaksudkan agar kebenaran yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian BAB III METODE PENELITIAN 1. Tempat Penelitian A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 14 Surakarta kelas VII Tahun Pelajaran 2015/2016.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian memiliki kedudukan yang penting dalam suatu penelitian agar dapat memberikan gambaran kepada peneliti tentang masalah yang hendak diungkap.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Penelitian ini menggunakan teknik korelasional karena penelitian ini berusaha menyelidiki

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Lokasi Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian korelasional, yaitu bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan kemandirian

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam upayanya memanfaatkan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam upayanya memanfaatkan 38 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, karena dalam penelitian ini peneliti berusaha untuk memaparkan suatu fakta dan analisa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sebuah penelitian, agar mempermudah langkah-langkah penelitian. terlebih dahulu metode penelitian yang akan digunakan.

BAB III METODE PENELITIAN. Sebuah penelitian, agar mempermudah langkah-langkah penelitian. terlebih dahulu metode penelitian yang akan digunakan. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Yang Digunakan Sebuah penelitian, agar mempermudah langkah-langkah penelitian sehingga masalah dapat diselesaikan maka seorang peneliti perlu menetapkan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. maka akan dijelaskan pengertian dari variabel-variabel tersebut sehingga

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. maka akan dijelaskan pengertian dari variabel-variabel tersebut sehingga 32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari salah pengertian dan penafsiran dari pembaca, maka akan dijelaskan pengertian dari variabel-variabel tersebut sehingga terdapat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan riset korelasi (correlational study), menurut Umar (2008) penelitian yang dirancang untuk menentukan tingkat hubungan variabelvariabel

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode adalah cara teratur untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode adalah cara teratur untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode adalah cara teratur untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai hasil yang baik seperti yang dikehendaki(kamus Umum Bahasa Indonesia). Metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada Siswa-siswi SMP N 1 Besitang. Penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada Siswa-siswi SMP N 1 Besitang. Penelitian ini BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan pada Siswa-siswi SMP N 1 Besitang. Penelitian ini direncanakan akan dilakukan pada bulan Maret sampai dengan bulan Agustus 2016. Tabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA Negeri di Sumedang. Objek pada penelitian ini adalah soal tes open-ended problem materi minyak bumi yang

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN BAB II METODE PENELITIAN 2.1 Bentuk Penelitian Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yaitu dengan pendekatan korelasional sebab-akibat yakni untuk meneliti sejauh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian yang Digunakan Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah menurut Sugiyono dalam buku Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D (2014). Penelitian

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Gajah

METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Gajah 33 III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Gajah Mada Bandar Lampung pada semester genap Tahun Pelajaran 2011/2012 yang terdiri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono,2013:2). Melalui penelitian,

BAB III METODE PENELITIAN. data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono,2013:2). Melalui penelitian, BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Yang Digunakan Metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono,2013:2). Melalui

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah kesulitan belajar yang dihadapi siswa dalam mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas XI jurusan IPS

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN 56 BAB 3 METODE PENELITIAN Bab ini akan menyajikan metode yang dipergunakan dalam penelitian ini, dengan cakupan uraian meliputi pendekatan penelitian, jenis penelitian, teknik pengumpulan data, populasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan mengambil metode

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan mengambil metode 56 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Pada penelitian ini, desain penelitian yang digunakan adalah survei dengan cara membagikan kuesioner kepada responden. Penelitian survei merupakan penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. H. Juanda yang terletak disebelah utara Kota Bandung berjarak + 7 km dari pusat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. H. Juanda yang terletak disebelah utara Kota Bandung berjarak + 7 km dari pusat BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di kawasan wisata Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda yang terletak disebelah utara Kota Bandung berjarak + 7 km

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan pembahasan mengenai desain penelitian, variabel penelitian, subyek penelitian, metode pengumpulan data, alat ukur yang akan digunakan, serta metode

Lebih terperinci

Dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut :

Dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : ANALISIS PENILAIAN KINERJA PEGAWAI BERBASIS KOMPETENSI DI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN KARAWANG Eman S, SE., MM Puji Isyanto, SE., MM Yosi Syafi'i,SEAbstrak Kinerja berbasis kompetensi pegawai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitan Yang Digunakan Metode penelitian pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data untuk mencapai tujuan serta kegunaan tertentu.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode dalam penelitian merupakan suatu cara yang digunakan oleh

BAB III METODE PENELITIAN. Metode dalam penelitian merupakan suatu cara yang digunakan oleh 49 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode dalam penelitian merupakan suatu cara yang digunakan oleh peneliti dalam mencapai tujuan penelitian. Metode dapat memberikan gambaran kepada peneliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di masing-masing Sekolah Dasar Negeri se Kecamatan Ngadirojo. Berikut daftar nama Sekolah akan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah preferensi konsumen smartphone merek Blackberry. Adapun yang menjadi subjek dari penelitian ini, yaitu konsumen smartphone

Lebih terperinci

Bab 3 Desain Penelitian

Bab 3 Desain Penelitian Bab 3 Desain Penelitian Bab ini akan menjabarkan variabel penelitian (definisi operasional dan hipotesis), responden penelitian, desain penelitian, alat ukur penelitian, dan prosedur penelitian. 3.1 Variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian, Subjek Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di SMA Negeri 6 Bandung, yang beralamat di Jalan Pasirkaliki No.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Di Lingkungan Komplek Putraco terdapat 1 TK dan 1 Pos Paud, yang. keduanya kurang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Di Lingkungan Komplek Putraco terdapat 1 TK dan 1 Pos Paud, yang. keduanya kurang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat 50 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di TK Chaerunnisa yang berada di Komplek Puteraco Desa Jagabaya Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung dengan alasan:

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tipe Penelitian Jenis penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif yang bersifat korelasi untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan tergantung.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Batudaa Kabupaten

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Batudaa Kabupaten 6 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Batudaa Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo Tahun Pelajaran 01/013. Penelitian ini akan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Desain Penelitian

METODE PENELITIAN. Desain Penelitian 31 METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini dirancang sebagai penelitian survai deskriptif dan korelasionel yang terkait dengan Program Ketahanan Pangan di Kecamatan Gandus. Menurut Singarimbun

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 04 Kelurahan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi tersebut

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN 35 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian menurut metode, penulis menggunakan penelitian survey. Menurut Siregar (2013 : 10), Penelitian survey adalah penelitian yang tidak melakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam menentukan desain penelitian maka hal tersebut sangatlah

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam menentukan desain penelitian maka hal tersebut sangatlah 46 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam menentukan desain penelitian maka hal tersebut sangatlah tergantung pada tujuan dari penelitian itu sendiri, mendesain berarti menyusun perencanaan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian deskriftif ini

III. METODE PENELITIAN. deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian deskriftif ini III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian deskriftif ini adalah

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. pendidikan nilai dalam keluarga terhadap sikap tanggung jawab siswa di kelas X

III. METODOLOGI PENELITIAN. pendidikan nilai dalam keluarga terhadap sikap tanggung jawab siswa di kelas X III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif ini penulis ingin memaparkan datadata

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan. Pada penelitian Hubungan Panjang Puntung dan Indeks Massa Tubuh

BAB III METODE PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan. Pada penelitian Hubungan Panjang Puntung dan Indeks Massa Tubuh BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan Pada penelitian Hubungan Panjang Puntung dan Indeks Massa Tubuh dengan Tingkat Keseimbangan Berjalan Pada Pasien Pasca Amputasi Anggota

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan cara atau metode yang benar dalam penelitian tersebut.

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan cara atau metode yang benar dalam penelitian tersebut. 70 BAB III METODE PENELITIAN Agar memperoleh hasil penelitian yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, maka seorang peneliti harus dapat memahami dan menggunakan cara atau metode yang benar

Lebih terperinci

Teknik Analisa Data yang diterapkan dalam penelitian ini. atau berupa dokumen-dokumen yang akan dianalisis.

Teknik Analisa Data yang diterapkan dalam penelitian ini. atau berupa dokumen-dokumen yang akan dianalisis. Bab ini terdiri dari uraian tentang Latar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Kerangka Teori, Definisi Konsep, Definisi Operasional, dan Sistematika Penulisan. BAB II METODE

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 34 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pre-experimental. Alasan penggunaan metode ini dikarenakan keadaan yang

Lebih terperinci

BAB III DESAIN PENELITIAN. emosional (emotional intelligence) pimpinan sebagai variabel X dan variabel

BAB III DESAIN PENELITIAN. emosional (emotional intelligence) pimpinan sebagai variabel X dan variabel BAB III DESAIN PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Variabel bebas (independent variabel) dalam penelitian ini yaitu kecerdasan emosional (emotional intelligence) pimpinan sebagai variabel X dan variabel terikatnya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian observasional analitik, yaitu untuk mencari hubungan

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya 44 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Pada Bandung. Dalam penelitian ini terdapat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan tempat dilaksanakannya penelitian guna memperoleh data yang diperlukan. Penelitian

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan desain atau suatu proses yang memberikan arahan atau petunjuk secara sistematis kepada peneliti dalam melakukan proses penelitian.

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian

METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian 39 METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilakukan di wilayah pertanian hortikulutra di Desa Cipendawa dan Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur dengan pertimbangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, penelitian kuantitatif adalah pendekatan ilmiah terhadap pengambilan keputusan manajerial

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan penelitian, maka penulis perlu menetapkan suatu pendekatan mulai dari

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan penelitian, maka penulis perlu menetapkan suatu pendekatan mulai dari BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Sebagai dasar titik tolak analisis yang tepat dan cermat sesuai dengan tujuan penelitian, maka penulis perlu menetapkan suatu pendekatan mulai dari fokus

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri Kebakkramat pada semester genap

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri Kebakkramat pada semester genap BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri Kebakkramat pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014 dengan jadwal kegiatan penelitian tercantum pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menetapkan terlebih dahulu metode penelitian yang akan digunakan. Menurut

BAB III METODE PENELITIAN. menetapkan terlebih dahulu metode penelitian yang akan digunakan. Menurut BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam melakukan sebuah penelitian, agar mempermudah langkah-langkah penelitian sehingga masalah dapat diselesaikan maka seorang peneliti perlu menetapkan

Lebih terperinci

Bab III. Metodologi penelitian

Bab III. Metodologi penelitian Bab III Metodologi penelitian 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitiannya bersifat asosiatif. Dengan penelitian asosiatif ini dapat diketahui hubungan antara variabel dan bagaimana

Lebih terperinci