Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2"

Transkripsi

1 Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2 1

2 Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu: 1. memahami, membanding kan, menganalisis, dan mengevaluasi teks eks planasi kompleks baik se cara lisan maupun tulisan; dan 2. menginterpretasi, mem produksi, menyunting, mengabstraksi, dan me ngon versi teks eksplanasi kompleks baik secara lisan maupun tulisan. Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik: 1. mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa. 2. mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai sarana komunikasi dalam memahami, menerapkan, dan menganalisis informasi lisan dan tulis melalui cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/review fi lm/drama; 3. mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan menyajikan informasi lisan dan tulis melalui cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/review fi lm/drama; serta 4. menunjukkan perilaku jujur, peduli, santun, dan tanggung jawab dalam penggunaan bahasa Indonesia untuk menyampaikan penjelasan. Teks Eksplanasi Kompleks Mengidentifi kasi teks eksplanasi kompleks. Mendeskripsikan ciri-ciri kebahasaan dalam teks eksplanasi kompleks. Menemukan perbedaan isi, struktur, dan ciri-ciri kebahasaan dalam dua teks eksplanasi kompleks. Mengidentifi kasi langkah-langkah penyusunan teks eksplanasi kompleks. Memproduksi teks eksplanasi kompleks. Menemukan kesalahan-kesalahan dalam teks eksplanasi kompleks. Mengabstraksi teks eksplanasi kompleks dalam sebuah paragraf. Mengubah teks eksplanasi kompleks ke dalam jenis lain teks. Memahami pengertian teks eksplanasi kompleks. Memahami struktur dan isi teks eksplanasi kompleks. Memahami ciri-ciri kebahasaan dalam teks eksplanasi kompleks. Mampu membandingkan perbedaan isi, struktur, dan ciri-ciri kebahasaan dalam dua teks eksplanasi kompleks. Mampu menyusun teks eksplanasi kompleks. Memiliki sikap cermat dan kritis saat menyunting teks eksplanasi kompleks. Mampu membuat abstraksi atau ringkasan teks eksplanasi kompleks dalam sebua paragraf. Memiliki sikap aktif dan kreatif ketika mengubah teks eksplanasi kompleks dalam jenis lain teks. 2 Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2

3 1. Jawaban: Teks eksplanasi kompleks adalah karangan yang menerangkan hubungan sebab akibat suatu kejadian secara alamiah atau proses fenomena alam dan sosial bekerja. 2. Jawaban: Teks eksplanasi kompleks bertujuan untuk menerangkan atau menjelaskan serangkaian proses dari suatu gejala yang terjadi secara alamiah, fenomena alam, ataupun sosiokultural. 3. Jawaban: Ciri-ciri teks eksplanasi kompleks sebagai berikut. a. Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual). b. Memuat informasi bersifat keilmuan. c. Menjelaskan suatu kondisi atau fenomena. 4. Jawaban: Struktur teks eksplanasi kompleks terdiri atas pernyataan umum, serangkaian argumen atau deretan penjelas (eksplanasi), dan simpulan (interpretasi). a. Pernyataan Umum Bagian pengantar sebuah teks eksplanasi kompleks berisi informasi yang mengidentifi kasikan proses, aspek, atau fenomena yang akan dijelaskan. Identifi kasi biasanya akan dimulai dengan jawaban atas pertanyaan umum. b. Deretan Penjelas (Eksplanasi Kompleks) Pada bagian ini akan dipaparkan serangkaian proses atau urutan alasan peristiwa itu terjadi sekaligus hubungan sebab-akibat aspek atau peristiwa dijelaskan. Bagian ini merupakan inti penjelasan yang disampaikan. Banyak istilah teknis muncul di bagian ini. Kadang-kadang istilah teknis disertai penjelasan artinya, khususnya istilah keilmuan yang jarang digunakan. c. Simpulan (Interpretasi) Simpulan teks eksplanasi bertujuan mengakhiri penjelasan dengan meringkas permasalahan utama. Kadang-kadang pada akhir pernyataan ditambahkan sudut pandang serta cara faktor penyebab memunculkan peristiwa atau fenomena yang dijelaskan. Simpulan juga berisi pandangan atau sudut pandang penulis bersifat opsional, boleh ada atau boleh juga tidak. 5. Jawaban: Langkah-langkah menyusun teks eksplanasi kompleks sebagai berikut. a. Menentukan topik/tema teks. b. Menentukan tujuan penulisan. c. Mengumpulkan data dari berbagai sumber. d. Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih. e. Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksplanasi kompleks. 6. Jawaban: Manfaat kerangka karangan adalah menyusun karangan secara teratur. Beberapa manfaat lain kerangka karangan sebagai berikut. a. Mempermudah pembahasan tulisan. b. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. c. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. d. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. e. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. f. Memudahkan penulis mencapai klimaks berbeda-beda. 7. Jawaban: Menyunting teks eksplanasi kompleks adalah kegiatan memeriksa dan memperbaiki naskah atau teks eksplanasi kompleks. 8. Jawaban: Langkah-langkah yang dilakukan saat me nyunting teks eksplanasi kompleks sebagai berikut. a. Membaca kalimat demi kalimat untuk menemukan kesalahan penggunaan ejaan, pemilihan kata, atau pola kalimat. b. Membenarkan kesalahan penggunaan ejaan, mengganti kata tidak tepat, dan memperbaiki kalimat tidak tepat. Membenarkan kalimat dapat dilakukan dengan cara menambah kata, mengganti kata, mengurangi kata, dan mengubah susunan kata dalam kalimat sehingga menjadi kalimat padu. c. Memeriksa keterpaduan paragraf untuk menemukan kesalahan. Memperbaiki kesalah an dalam paragraf dapat dilakukan dengan cara membuang kalimat tidak padu, mengganti kalimat tidak padu dengan kalimat padu, atau menambah kalimat agar paragraf runtut. Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2 3

4 d. Memperbaiki keruntutan paragraf yang tidak tepat dapat dilakukan dengan cara membuang paragraf tidak padu, menempatkan paragraf pada urutan tepat, atau menambah paragraf di antara paragraf tidak runtut. 9. Jawaban: Beberapa aspek yang perlu diperhatikan pada saat mengabstraksi teks eksplanasi kompleks sebagai berikut. a. Membaca teks dengan cermat dan teliti. b. Mencatat gagasan-gagasan penting yang tersirat dalam teks. c. Menyusun dan mengembangkan inti sari teks berdasarkan gagasan-gagasan penting dengan bahasa Anda sendiri. 10. Jawaban: Mengonversi merupakan kegiatan mengubah tulisan ke dalam jenis lain teks, misalnya mengubah teks eksplanasi kompleks menjadi teks laporan hasil observasi atau teks eksposisi. A. 1. Contoh jawaban: Gambar-gambar tersebut menunjukkan fenomena sosial yang terjadi di sekitar kehidupan kita, seperti maraknya anakanak mengamen di jalanan, pemulung mengais rezeki di tempat pembuangan sampah, semakin sempitnya trotoar karena pedagang kaki lima, serta hadirnya pengemis mengurangi keindahan kota. 2. Contoh jawaban: Pada hakikatnya pembangunan ekonomi di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas kesempatan kerja dan kesempatan peluang berusaha, meningkatkan pemerataan pendapatan masyarakat, serta meningkatkan hubungan antardaerah. Akan tetapi, fenomena tersebut terjadi karena kesenjangan atau ketimpangan yang semakin besar dalam pembagian pendapatan antara berbagai golongan. Menurut saya, masalah tersebut sangat terkait dengan faktor kemiskinan dan keterbatasan keterampilan setiap individu. 3. Contoh jawaban: Fenomena sosial tersebut lahir dari perilaku manusia dalam kehidupan sosialnya sehingga membentuk gejala-gejala sosial menjadi kondisi atau fakta tertentu. Faktor kemiskinan struktural, kultural, dan mental sangat memengaruhi terjadinya perilaku tersebut. 4. Contoh jawaban: Maraknya pembangunan di kota-kota besar di Indonesia memacu pertumbuhan ekonomi. Sebagai dampaknya, kotakota tersebut akan menjadi magnet bagi penduduk untuk berdatangan mencari pekerjaan dan bertempat tinggal. Masalah ini akhirnya menimbulkan fenomena yaitu urbanisasi berlebih. Fenomena sosial tersebut merupakan akibat dari kemajuan pembangunan. 5. Contoh jawaban: Kemiskinan memang bukanlah satusatunya penyebab terjadinya fenomena sosial tersebut. Akan tetapi, kemiskinan bisa menjadi akar penyebabnya. Pada dasarnya fenomena tersebut dapat dihindari. Setiap manusia harus berusaha untuk menyelesaikan masalah kemiskinan yang dihadapi oleh dirinya sendiri. Selain itu, dibutuhkan upaya untuk menghilangkan atau mengurangi fenomena sosial melalui suatu strategi dan bentuk intervensi tepat, misalnya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan prokemiskinan, pemerintahan baik, dan pembangunan merata dalam bidang sosial. B. 1. Jawaban: Fatamorgana adalah pembiasan cahaya melalui kepadatan berbeda sehingga membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah ada. 2. Jawaban: Fatamorgana terjadi karena pembiasan cahaya saat cahaya bergerak melalui satu jenis material ke material lain yang memiliki kerapatan berbeda. 3. Jawaban: Fatamorgana inferior merupakan jenis fatamorgana paling umum terjadi. Dalam fatamorgana inferior sebuah objek seolaholah, baik objek sebenarnya maupun 4 Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2

5 refl eksinya, berada di dalam genangan air. Sementara itu, fatamorgana superior biasanya muncul di atas cakrawala karena udara dingin terletak di bawah udara hangat. Fatamorgana ini biasanya muncul di atas es atau air yang sangat dingin. Dalam jenis fatamorgana ini, objek tampak jauh lebih tinggi daripada posisi aslinya. 4. Jawaban: Fatamorgana merupakan sebutan pada unsur bersifat khayal karena tidak mungkin dapat dicapai. 5. Jawaban: Cerita-cerita petualang di padang pasir, seperti seseorang tersesat, kelaparan, dan kehausan melihat ada genangan air di kejauhan. Akan tetapi, setelah didekati genangan air itu menghilang. C Jawaban: Pokok-pokok informasi penting dalam teks eksplanasi kompleks tersebut sebagai berikut. a. Fatamorgana merupakan sebuah fenomena optik yang biasanya terjadi di tanah lapang luas seperti padang pasir atau padang es. b. Fatamorgana adalah pembiasan cahaya melalui kepadatan berbeda sehingga membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah ada. c. Kata fatamorgana berasal dari nama saudara raja legendaris dalam mitologi Britania Raya, Raja Arthur, yaitu Faye le Morgana, seorang peri yang bisa berubah-ubah rupa. d. Ada dua jenis fatamorgana, yaitu fatamorgana inferior dan fatamorgana superior. e. Otak kita memiliki persepsi bahwa cahaya selalu bergerak dalam garis lurus. f. Fatamorgana terlihat seperti sebuah benda tercermin dalam air karena cahaya yang biasanya bergerak ke tanah, dibelokkan dan bergerak ke mata menciptakan citra ganda. g. Fatamorgana terlihat pada jarak jauh karena bumi itu bulat. h. Fatamorgana merupakan sebutan kepada unsur bersifat khayal yang tidak mungkin dapat dicapai. i. Fatamorgana menjadi bagian dari cerita-cerita petualang di padang pasir, seperti seseorang yang tersesat, kelaparan, dan kehausan melihat ada genangan air di kejauhan. 3. Jawaban: Ide pokok paragraf pertama yaitu fata morgana merupakan sebuah fenomena optik. Ide pokok paragraf kedua yaitu terjadinya pembiasan cahaya. Ide pokok paragraf ketiga yaitu ada dua jenis fatamorgana. Ide pokok paragraf keempat yaitu persepsi otak manusia cahaya selalu bergerak dalam garis lurus. Ide pokok paragraf kelima yaitu terjadinya fatamorgana superior. Ide pokok paragraf keenam yaitu fatamorgana terlihat pada jarak yang jauh karena bulatnya bumi. Ide pokok paragraf ketujuh yaitu unsur khayal pada fatamorgana. 4. Jawaban: Diserahkan kepada siswa. Catatan untuk guru: Hasil analisis setiap siswa berbedabeda. Guru dapat memberi nilai berdasarkan ketepatan analisis isi teks, kebahasaan, dan kelengkapan data yang dikemukakan. 5. D Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2 5

6 3. Jawaban: Pernyataan Umum Fatamorgana merupakan sebuah fenomena optik yang biasanya terjadi di tanah lapang luas seperti padang pasir atau padang es. Fatamorgana adalah pembiasan cahaya melalui kepadatan berbeda sehingga membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah ada. Kata fatamorgana ini berasal dari bahasa Italia. Fatamorgana pada mulanya adalah nama saudara raja legendaris dalam mitologi Britania Raya, Raja Arthur, yaitu Faye le Morgana, seorang peri yang bisa berubah-ubah rupa. Deretan Penjelas (Eksplanasi Kompleks) Pembiasan cahaya dapat terjadi ketika cahaya bergerak melalui satu jenis material ke material lain yang memiliki kerapatan berbeda. Sebagai contoh, cahaya yang bergerak melalui udara masuk ke dalam air. Selain itu, cahaya juga dapat dibiaskan saat melewati wilayah udara hangat ke wilayah udara dingin atau sebaliknya. Udara dingin memiliki kerapatan lebih tinggi daripada udara hangat. Ada dua jenis fatamorgana, yaitu fata mor gana inferior dan fatamorgana superior. Fatamorgana inferior merupakan jenis fata morgana paling umum terjadi. Dalam fatamorgana inferior sebuah objek seolah-olah, baik objek sebenarnya maupun refl eksinya, berada di dalam genangan air. Peristiwa ini dapat terjadi ketika tanah sangat panas. Panas akan diradiasikan keluar dari dalam tanah dan menghangatkan udara yang berada tepat di atasnya. Saat cahaya melewati udara dingin di atas dan masuk ke dalam udara yang lebih hangat di bawahnya, cahaya tersebut akan dibelokkan. Otak kita memiliki persepsi bahwa cahaya selalu bergerak dalam garis lurus. Jadi, otak kita tidak melihat gambar fatamorgana sebagai cahaya yang dibelokkan dari langit. Sebaliknya, otak kita berpikir cahaya pasti berasal dari sesuatu yang berada di atas tanah. Fatamorgana terlihat seperti sebuah benda yang tercermin dalam air karena cahaya yang biasanya bergerak ke tanah, dibelokkan dan bergerak ke mata menciptakan citra ganda. Fatamorgana superior biasanya muncul di atas cakrawala karena udara dingin terletak di bawah udara hangat. Fatamorgana ini biasanya muncul di atas es atau air sangat dingin. Dalam fatamorgana ini, objek tampak jauh lebih tinggi daripada posisi aslinya. Contoh jenis fatamorgana ini adalah gambaran pulau melayang yang biasa dilihat oleh para pelaut. Fatamorgana superior sering terlihat di daerah kutub. Di sana terdapat sejumlah es besar dan air sangat dingin. Fatamorgana jenis ini juga dapat diamati saat matahari sedang terbenam di cakrawala. Matahari muncul di atas posisi sebenarnya, bahkan kadangkadang berada dalam posisi terbalik. Fatamorgana terlihat pada jarak jauh karena bumi itu bulat. Jika bumi datar, cahaya yang dibelokkan akan mencapai tanah sangat dekat dengan tempat cahaya tidak dibelokkan. Fatamorgana akan bisa dilihat pada jarak sangat dekat. 6 Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2

7 Simpulan (Interpretasi) Fatamorgana merupakan sebutan unsur bersifat khayal yang tidak mungkin dapat dicapai. Unsur ini diambil dari gejala optik pada suatu permukaan sangat panas yang tampak mengilat seperti pemukaan air. Unsur ini pun sudah menjadi bagian dari cerita-cerita petualang di padang pasir, seperti seseorang yang tersesat, kelaparan, dan kehausan melihat ada genangan air di kejauhan. Akan tetapi, setelah didekati genangan air menghilang. Cerita-cerita tersebut mengesankan penglihatan orang sebagai peng lihatan khayal atau halusinasi. Namun, fenomena itu merupakan gejala alam yang benar adanya. 4. Jawaban: Diserahkan kepada kelompok siswa. 5. E. 1. a. Jawaban: Kedua teks tersebut merupakan teks eksplanasi kompleks. Kedua teks tersebut menerangkan bagaimana faktor tumbuh kembang manusia dan mengapa mudik bisa terjadi. b. Jawaban: Teks 1 menginformasikan faktor yang berpengaruh dalam proses tumbuh kembang manusia dari lahir. Teks 2 menginformasikan fenomena mudik sebagai ciri masyarakat transisi yang bermukim di perkotaan. c. Jawaban: Teks 1 merupakan teks eksplanasi kompleks menjelaskan fenomena atau peristiwa yang terjadi secara alami. Sementara itu, teks 2 merupakan teks eksplanasi yang menjelaskan fenomena budaya masyarakat di Indonesia. d. Jawaban: Struktur teks eksplanasi kompleks Faktor Tumbuh Kembang Manusia sebagai berikut. Pernyataan Umum Pertumbuhan adalah peningkatan jumlah dan besar sel di seluruh bagian tubuh selama sel-sel tersebut membelah diri, menyintesis protein-protein baru, menghasilkan penambahan jumlah serta berat secara keseluruhan atau sebagian. Dalam pertumbuhan manusia terjadi perubahan ukuran, berat badan, tinggi badan, ukuran tulang dan gigi, serta perubahan secara kuantitatif. Dalam pertumbuhan manusia terdapat peristiwa percepatan dan perlambatan. Peristiwa ini ada dalam setiap organ tubuh. Perkembangan adalah perubahan se cara berangsurangsur dan bertambah sem purna nya fungsi alat tubuh, meningkat dan me luasnya kapasitas seseorang melalui per tumbuhan, kematangan atau kedewasaan, dan pembelajaran (learning). Perkembangan manusia berjalan se cara progresif, sistematik, dan berkesinambungan. Per kembangan terjadi dengan adanya perubahan dalam bentuk dan fungsi kematangan organ mulai dari aspek fi sik, intelektual, dan emosional. Perkembangan secara fi sik yang terjadi adalah bertambahnya kesempurnaan fungsi organ. Perkembangan intelektual ditunjuk kan dengan kemampuan baik, secara simbol maupun abstrak seperti berbicara, bermain, atau berhitung. Per kembangan emosional dapat dilihat dari perilaku sosial lingkungan anak. Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2 7

8 Deretan Penjelas (Eksplanasi Kompleks) Setiap manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan berbeda-beda dengan manusia lainnya. Pertumbuhan dan perkembangan bisa dengan cepat atau lambat, tergantung pada individu dan lingkungannya. Proses tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya faktor heriditer/genetik, lingkungan/eksternal, status sosial ekonomi, nutrisi, dan kesehatan. Faktor heriditer merupakan faktor keturunan secara genetik dari orang tua kepada anaknya. Faktor ini tidak dapat berubah sepanjang hidup manusia. Faktor heriditer dapat menentukan beberapa karakteristik seperti jenis kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan fi sik, dan beberapa keunikan sifat serta sikap tubuh seperti temperamen. Sementara itu, lingkungan merupakan faktor yang memengaruhi individu mulai lahir sampai akhir hayatnya. Faktor ini sangat memengaruhi tercapai atau tidak potensi yang sudah ada dalam diri manusia sesuai dengan genetiknya. Status sosial ekonomi dapat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Anak yang lahir dan dibesarkan dalam status sosial tinggi cenderung lebih tercukupi kebutuhan gizinya dibandingkan anak yang dibesarkan dalam status ekonomi rendah. Nutrisi juga termasuk salah satu komponen penting dalam menunjang kelangsungan proses tumbuh kem bang. Selama masa tumbuh kembang, anak sangat membutuhkan zat gizi seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, dan air. Apabila kebutuhan tersebut tidak dipenuhi, proses tumbuh kembang selanjutnya dapat terhambat. Selain itu, status kesehatan dapat berpengaruh pada pencapaian tumbuh kembang. Pada anak dengan kondisi tubuh sehat, percepatan tumbuh kembang sangat mudah. Sebaliknya, kondisi kesehatan kurang baik akan terjadi perlambatan. Simpulan Perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan. Pertumbuhan dan perkembang an pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya. Dengan memperhatikan tumbuh kem bang anak, kita berharap dapat mengetahuinya secara dini kelainan yang terjadi. Oleh karena itu, langkah-langkah antisipatif akan lebih cepat diambil. Anak cerdas adalah harapan setiap orang tua. Orang tua selalu berharap agar anaknya dapat tumbuh sehat. 8 Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2

9 Struktur teks eksplanasi Budaya Mudik Ciri Masyarakat Transisi sebagai berikut. Pernyataan Umum Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata mudik diartikan sebagai berlayar, pergi ke udik (hulu sungai, pedalaman), atau pulang ke kampung halaman. Istilah mudik sama dengan mobilitas yaitu fenomena pergerakan manusia dari suatu daerah tujuan ke daerah asal dalam batas wilayah dan waktu tertentu. Fenomena mudik bisa terjadi di mana saja selama manusia melakukannya. Namun, peristiwa ini tergantung dari beberapa faktor yang menyebabkan feno mena mobilitas terjadi. Akan tetapi, fenomena mobilitas ini lebih sering ditemukan dalam masyarakat perkotaan yang setiap hari me lakukan berbagai aktivitas. Deretan Penjelas (Eksplanasi Kompleks) Mudik tidak hanya terjadi setiap tahun. Seseorang bisa saja melakukan mudik secara harian, mingguan, bahkan bulanan. Mudik secara harian biasanya dilakukan oleh seseorang yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Sebagai contoh, seseorang yang bekerja di kota, tetapi memiliki tempat tinggal di daerah pinggiran kota. Pada pagi hari berangkat bekerja ke tempat tujuan dan sore hari pulang ke daerah asalnya (tempat tinggalnya). Sebagian orang terkadang melakukan mudik setiap minggu. Kebiasaan ini dilakukan seseorang yang bekerja di daerah kota, tetapi bertempat tinggal di daerah pinggiran. Pada umumnya alasan seseorang melakukan mobilitas sirkuler ini untuk menekan biaya transportasi. Ada pula seseorang melakukan mudik dalam jangka bulanan. Mudik ini dilakukan oleh para karyawan pabrik yang berada di kawasan dekat dengan tempat bekerja. Alasannya tentu sama dengan para pekerja yang melakukan mudik mingguan yaitu menekan biaya ongkos dan memudahkan pekerjaan lebih tepat waktu. Kebiasaan ini terjadi di kotakota besar seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, atau Surabaya. Selain itu, ada mudik yang bersifat tahunan. Bentuk mobilitas ini biasanya dilakukan sekali dalam satu tahun. Peristiwa ini merupakan kebiasaan, bahkan menjadi tradisi bagi masya rakat Indonesia. Kegiatan rutinitas tahunan ini biasanya dilakukan pada saat bulan Ramadan menjelang Lebaran. Seseorang yang melakukan mobilitas ini sebagian besar masyarakat desa yang tinggal di kotakota besar. Mudik terjadi bukan sebagai bentuk mobilitas semata. Namun, mudik sudah menjadi budaya bangsa Indonesia. Mudik merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan masyarakat Indonesia sejak dahulu. Fenomena mudik terjadi karena fenomena migrasi. Oleh karena itu, setiap tahun fenomena mudik semakin bertambah seiring dengan jumlah migrasi ke kota-kota besar. Fenomena mudik memiliki hubungan dengan masyarakat transisi. Sejauh ini fenomena mudik terjadi di kotakota besar. Masyarakat yang melakukan mudik bukan masyarakat kota asli, melainkan masyarakat desa yang hidup di kota. Masyarakat tersebut disebut masyarakat Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2 9

10 transisi. Masyarakat transisi ini masih bersifat tradisional, artinya secara jasmani tinggal di kota, tetapi secara mental masih memiliki sifat daerah asal. Oleh karena itu, budaya-budaya lokal masih dipegang erat. Berbeda dengan masyarakat kota yang cenderung hidup modern yang selalu menganggap segala sesuatu diukur dengan materialistik sehingga gaya hidupnya cenderung lebih bersifat duniawi. Oleh sebab itu, masyarakat transisi lebih sering melakukan mudik dalam konteks tradisi. Masyarakat transisi ini cenderung melakukan mudik sebagai wujud kepatuhan terhadap adat keluarga dalam daerah tertentu. Budaya mudik ini tidak akan terlepas dari perkembangan bangsa. Bangsa yang sedang berkembang memiliki banyak masyarakat transisi, yaitu peralihan masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Simpulan Sebagian orang menganggap mudik menjadi masalah bagi Pemerintah. Namun, fenomena mudik merupakan peristiwa wajar sebagai tradisi suatu bangsa. Pemerintah perlu mengkaji alasan masyarakat memilih bermigrasi ke kota. Alasan inilah yang harus ditangani oleh Pemerintah agar penduduk desa tetap tinggal di daerahnya, tetapi masyarakat sejahtera. Pemerintah perlu memberi pelayanan dan pemerataan pembangunan di ber bagai bidang pada daerah secara merata agar tekanan migrasi ke kota semakin kecil. 2. Jawaban: Judul merupakan pokok pikiran yang melandasi isi teks. Judul digunakan untuk menarik perhatian pembaca. Judul kedua teks eksplanasi kompleks tersebut memiliki kaitan dengan pokok-pokok yang dibahas dalam isi teks. 3. Jawaban: Diserahkan kepada siswa. Catatan untuk guru: Jawaban setiap siswa berbeda-beda. Guru dapat memberi nilai berdasarkan keterkaitan tanggapan yang dikemukakan dengan isi teks, argumen atau alasan yang digunakan untuk memperkuat tanggapan, dan kesantunan kalimat yang digunakan. 4. Berikan saran atau masukan terhadap teks eksplanasi kompleks tersebut! Jawaban: Diserahkan kepada siswa. Catatan untuk guru: Jawaban setiap siswa berbeda-beda. Guru dapat memberi nilai berdasarkan keterkaitan dengan isi teks dan penggunaan tepat bahasa. 5. Jawaban: Diserahkan kepada siswa. F Jawaban: Teks eksplanasi kompleks tersebut belum menggunakan ejaan dan tanda baca tepat. Selain itu, terdapat ketidakefektifan keruntutan kalimat yang menyebabkan kalimat tersebut tidak padu. 4. Jawaban: Manga adalah buku komik bergaya unik yang diciptakan di Jepang dan memiliki jutaan penggemar di seluruh dunia, termasuk remaja Indonesia. Manga penuh dengan karakter yang langsung dikenali dari gambar sederhana mereka, seperti mata bulat dan lebar, serta rambut besar. Secara harfi ah, dalam bahasa Jepang manga berarti gambar aneh. Manga awalnya menjadi media hiburan bagi anak-anak. Manga kini berkembang menjadi bisnis menguntungkan dan menghasilkan puluhan majalah laris, anime (animasi), video game, serta menjadi bagian tidak terpisahkan dari masyarakat Jepang. 10 Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2

11 Versi kontemporer manga bermula pada tahun 1947 ketika Osamu Tezuka, seorang mahasiswa kedokteran berusia 19 tahun, mengombinasikan dasar-dasar bentuk seni Jepang yang telah ada sejak berabad-abad silam dengan cerita Treasure Island karya penulis Skotlandia, Robert Louis Stevenson. New Treasure Island karya Tezuka terjual eksemplar dan menjadi perintis sebuah genre yang melampaui batas-batas usia, minat, dan gender. Tezuka sering disebut bapak manga atau dewa manga. Tezuka juga dikenang karena menciptakan tampilan yang berbeda dari karakter manga. Tampilan tersebut dapat dilihat dalam karya terbesarnya, Astro Boy, yang diciptakan pada tahun Catatan untuk guru: Hasil suntingan setiap siswa berbedabeda. Guru dapat memberi nilai berdasarkan ketepatan penggunaan ejaan atau tanda baca, kata baku, dan keefektifan kalimat. 5. Jawaban: Diserahkan kepada siswa. A. 1. Jawaban: Belanja merupakan aktivitas pemilihan antara penjual dan pembeli. 2. Jawaban: Kebutuhan itu berusaha untuk dapat dipenuhi dengan cara berbeda-beda. Ada yang memenuhi kebutuhannya secara wajar dan ada juga yang berlebihan. Pemenuhan kebutuhan secara berlebihan menyebabkan orang-orang untuk berperilaku konsumtif. Perilaku konsumtif seperti ini terjadi pada hampir semua lapisan masyarakat, termasuk remaja. Remaja yang berperilaku konsumtif rela mengeluarkan uang hanya untuk menjaga gengsi dalam pergaulan. 3. Pola konsumsi seseorang terbentuk pada usia remaja. Di samping itu, remaja biasanya mudah terbujuk rayuan iklan, senang mengikuti teman, tidak realistis, dan cenderung boros dalam menggunakan uang. Sifat-sifat remaja inilah yang dimanfaatkan produsen untuk memasuki pasar remaja. 4. Jawaban: Remaja berada dalam usia peralihan dalam mencari identitas diri. Remaja ingin diakui eksistensinya oleh lingkungan dengan berusaha menjadi bagian dari lingkungan itu. Kebutuhan untuk diterima dan menjadi sama dengan sebayanya menyebabkan remaja berusaha untuk mengikuti mode. 5. Jawaban: Jika remaja tumbuh bergaya konsumtif, masalah besar akan terjadi. Berbagai macam cara tidak sehat akan dilakukan demi pencapaian tingkat fi nansial, mulai dari pola bekerja yang berlebihan sampai menggunakan cara instan seperti korupsi. Pada akhirnya perilaku konsumtif bukan saja memiliki dampak ekonomi, melainkan juga dampak psikologis, sosial, atau etika. B. 1. Jawaban: Pernyataan Umum Belanja merupakan kata yang sering digunakan sehari-hari dalam konteks perekonomian, baik di dunia usaha maupun dalam rumah tangga. Namun, kata belanja telah berkembang artinya sebagai suatu cerminan gaya hidup dan rekreasi pada masyarakat kelas ekonomi tertentu. Belanja juga memiliki arti tersendiri bagi remaja. Akhir-akhir ini muncul fenomena justru para remajalah yang suka berbelanja. Apakah kegemaran berbelanja itu juga berarti perilaku konsumtif? Konsumtif lebih khusus menjelaskan keinginan untuk mengonsumsi barang-barang kurang diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kepuasan maksimal. Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2 11

12 Deretan Penjelas (Eksplanasi Kompleks) Kelompok usia remaja adalah salah satu pasar potensial. Alasannya, pola konsumsi se seorang terbentuk pada usia remaja. Di samping itu, remaja biasanya mudah terbujuk rayuan iklan, senang mengikuti teman, tidak realistis, dan cenderung boros menggunakan uang. Sifatsifat remaja inilah yang dimanfaatkan sebagian produsen untuk memasuki pasar remaja. Remaja yang memiliki orang tua dengan kelas ekonomi menengah ke atas, terutama di kota-kota besar, mal sudah menjadi rumah kedua. Para remaja ingin menunjukkan bahwa mereka juga dapat mengikuti tren atau mode yang sedang beredar. Padahal, mode selalu berubah setiap waktu. Akan tetapi, para remaja tidak pernah puas dengan barang yang dimilikinya. Alhasil, muncullah perilaku remaja yang konsumtif. Perilaku konsumtif remaja dapat dipahami. Remaja berada dalam usia peralihan mencari identitas diri. Remaja ingin diakui eksistensinya oleh lingkungan dengan berusaha menjadi bagian dari lingkungan itu. Kebutuhan diterima dan menjadi sama dengan sebayanya menyebabkan remaja berusaha mengikuti mode. Remaja berada dalam perkembangan kognitif. Emosi remaja masih memandang bahwa barang yang superfi sial itu sama penting, bahkan lebih penting dari substansinya. Barang yang dikenakan seorang artis menjadi lebih penting untuk ditiru dibandingkan kerja keras dan usaha yang dilakukan idolanya sampai pada kepopulerannya. Permasalahan yang muncul yaitu kecenderungan dilakukan secara berlebihan. Terkadang remaja menuntut orang tua sebagai sumber dana di luar kemampuannya. Peristiwa ini menyebabkan banyak orang tua mengeluh saat anaknya mulai memasuki dunia remaja. Perilaku remaja yang demikian telah menimbulkan masalah ekonomi pada keluarganya. Simpulan (Interpretasi) Perilaku konsumtif ini dapat terus mengakar di dalam gaya hidup sekelompok remaja. Dalam perkembangannya, remaja akan menjadi manusia dengan gaya hidup konsumtif. Gaya hidup konsumtif ini harus didukung oleh kekuatan fi nansial memadai. Masalah lebih besar terjadi apabila pencapaian tingkat fi nansial itu dilakukan dengan segala macam cara tidak sehat. Mulai dari pola bekerja berlebihan sampai menggunakan cara instan seperti korupsi. Pada akhirnya perilaku konsumtif bukan saja memiliki dampak ekonomi, melainkan dampak psikologis, sosial, atau etika. 12 Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2

13 2. Jawaban: Diserahkan kepada kelompok siswa C Jawaban: Pergeseran iklim atau musim dari periode perubahan musim biasanya (sirkulasi monsun) sering terjadi di sebagian belahan dunia. Wilayah Indonesia yang terletak secara astronomis dan geografi s serta kondisi kepulauan menjadikan Indonesia unik dan beragam terhadap perubahan iklim atau cuaca. Kondisi iklim di Indonesia sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor penunjang, seperti fenomena el nino dan la nina, dipole mode yang bersumber dari wilayah barat Indonesia, dan pengaruh fenomena regional, seperti sirkulasi Monsun Asia Australia. Kondisi topografi wilayah Indonesia yang di dalamnya terdapat berbagai pegunungan, lembah, dan pantai juga menyebabkan semakin beragamnya iklim, baik menurut ruang (wilayah) maupun waktu. Pergeseran iklim dan musim di Indonesia juga menjadikan periode musim menjadi lebih panjang atau pendek akibat pemanasan global. Pemanasan global berdampak pada perubahan iklim di dunia tidak stabil. Pelestarian terhadap pohon hijau dan reboisasi dilakukan secara berdampingan. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga dan menekan perubahan iklim dan musim pada keseimbangan alam. Catatan untuk guru: Jawaban setiap siswa berbeda-beda. Namun, jawaban siswa harus sesuai dan runtut dengan isi teks tersebut Jawaban: Diserahkan kepada kelompok siswa. D Catatan untuk guru: Siswa berkelompok menyusun teks eksplanasi kompleks berdasarkan topik yang telah ditentukan. Guru dapat memberi nilai karakter berdasarkan ketelitian, kerja sama, dan tanggung jawab siswa dalam melakukan kegiatan diskusi. Guru juga dapat memberi nilai berdasarkan kesesuaian informasi dengan isi teks yang disusun, kelengkapan rincian (detail informasi), penggunaan kalimat, kata baku, dan ketepatan penggunaan tanda baca/ ejaan. E Catatan untuk guru: Siswa melakukan kegiatan diskusi dengan bimbingan guru. Guru dapat memberi penilaian karakter pada saat siswa berdiskusi, seperti perilaku disiplin, bertanggung jawab menjaga kelancaran diskusi, dan sikap proaktif siswa menggunakan bahasa Indonesia untuk melaporkan teks eksplanasi kompleks. 3. Catatan untuk guru: Kelompok siswa mempresentasikan teks eksplanasi kompleks. Guru menerangkan kepada siswa agar menyampaikan teks eksplanasi kompleks secara jujur. Selain itu, siswa diharapkan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada saat menyajikan informasi secara lisan di hadapan teman-temannya. Sikap tersebut diharapkan menjadi bentuk menghargai dan mensyukuri penggunaan bahasa Indonesia sebagai anugerah dari Tuhan. 4. Catatan untuk guru: Kegiatan tersebut dilakukan secara bergilir hingga seluruh kelompok mempresentasikan teks eksplanasi kompleks. Seluruh peserta diskusi harus menaati tata tertib berdiskusi agar berjalan dengan tertib dan lancar. Kelompok siswa memberi tanggapan kepada kelompok presentasi. Guru dapat memberi nilai terhadap komentar kelompok siswa berdasarkan penggunaan bahasa yang santun, ketepatan informasi yang dikemukakan dengan sajian laporan, dan keberanian siswa mengemukakan pendapatnya. 5. Jawaban: Diserahkan kepada kelompok siswa. 6. Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2 13

14 A. 1. Jawaban: Pernyataan Umum Deretan Penjelas (Eksplanasi Kompleks) Menyontek merupakan perbuatan curang, tidak jujur, dan tidak legal dalam mendapatkan jawaban pada saat tes. Menyontek juga dapat didefi nisikan sebagai tindakan kecurangan dalam tes melalui pemanfaatan informasi yang berasal dari luar secara tidak sah. Fenomena menyontek dalam dunia pen didikan Indonesia telah terjadi sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Dengan merajalelanya kegiatan menyontek dalam dunia pendidikan menjadi indikator esensi pendidikan semakin pudar. Esensi pendidikan menjadikan manusia yang terdidik menjadi lebih baik. Jika dalam proses pendidikan terjadi proses yang menggerogoti rasa percaya diri, selalu berorientasi pada nilai akhir, dan membohongi banyak pihak, yang ada adalah kesenjangan nilai. Saat ini belum ada solusi efektif mengatasi kebiasaan menyontek. Kebiasaan menyontek bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor tersebut seperti persepsi siswa bahwa ujian alat untuk menyusun peringkat dan terdegradasinya rasa percaya diri siswa. Kepercayaan diri dipengaruhi oleh konsep diri. Semakin tinggi konsep dirinya, maka kepercayaan dirinya tinggi. Sementara itu, konsep diri seseorang rendah, maka kepercayaan dirinya juga rendah. Rasa percaya diri adalah dimensi evaluatif menyeluruh dari diri sehingga rasa percaya diri juga disebut sebagai harga diri atau gambaran diri. Kepercayaan diri secara sederhana bisa dikatakan sebagai suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya. Keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai berbagai tujuan dalam hidupnya. Kepercayaan diri mendorong seseorang untuk mencoba bidang-bidang baru, mengambil resiko positif, me majukan diri sendiri, dan mengembangkan kecakapan. Rendahnya rasa percaya diri yang dialami oleh generasi bangsa dapat diselesaikan dengan sistem yang terintegrasi oleh berbagai pihak. Persamaan persepsi mengenai esensi pendidikan baik oleh siswa, guru, pemerintah, pakar pendidikan, dan masyarakat perlu dilakukan. Selanjutnya, berbagai solusi dapat dilakukan oleh beberapa pihak tersebut. Siswa dapat berusaha lebih baik dalam kegiatan pendidikan tanpa dinodai dengan kecurangan. Dewan guru menjadi elemen yang turun langsung dalam kegiatan pendidikan, baik sebagai fasilitator ilmu maupun pengawasan proses pembelajaran. Pemerintah berusaha untuk memperbaiki sistem pendidikan yang ada. Kegiatan pembenahan sistem ini dibantu oleh pakar pendidikan. Pemuka agama sebagai bagian dari elemen masyarakat membantu me nyampaikan pentingnya ber peri laku jujur dalam setiap sendi kehidupan. Sistem ini membentuk suatu lingkaran yang saling berhubungan satu sama lain. 14 Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2

15 Simpulan (Interpretasi) Kegemilangan peradaban bangsa berada dalam genggaman generasi penerus. Jika kesalahan terus dilakukan berulang, tidak ada harapan untuk mencerahkan masa depan bangsa. Sebaiknya, jadilah generasi penerus yang percaya diri tanpa menyontek. 2. Contoh jawaban: Menyontek merupakan perbuatan curang, tidak jujur, dan tidak legal dalam mendapatkan jawaban pada saat tes. Merajalelanya kegiatan menyontek menjadi indikator esensi pendidikan semakin pudar. Saat ini belum ada satu pun yang menghadirkan solusi efektif menyontek. Kebiasaan menyontek ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu persepsi siswa bahwa ujian alat untuk menyusun peringkat dan terdegradasinya rasa percaya diri siswa. Oleh karena itu, kebiasaan menyontek yang menjadi indikator degradasi percaya diri ini perlu disikapi dengan serius. Rasa percaya diri adalah dimensi evaluatif yang menyeluruh dari diri sehingga rasa percaya diri juga disebut sebagai harga diri atau gambaran diri. Rendahnya rasa percaya diri yang dialami oleh generasi bangsa dapat diselesaikan dengan sistem yang terintegrasi oleh berbagai pihak. Persamaan persepsi mengenai esensi pendidikan baik oleh siswa, guru, pemerintah, pakar pendidikan, dan masyarakat perlu dilakukan. Bangsa yang gemilang berada dalam genggaman generasi penerus. Jadi, generasi penerus harus memiliki sikap percaya diri tanpa menyontek. Catatan untuk guru: Jawaban setiap siswa berbeda-beda. Namun, jawaban hasil ringkasan siswa harus runtut dan sesuai dengan isi teks tersebut. Guru dapat memberi penilaian hasil ringkasan siswa berdasarkan aspek penggunaan tata bahasa yang benar dan kesesuaian isi ringkasan dengan teks eksplanasi kompleks. 3. Jawaban: Diserahkan kepada siswa Jawaban: Diserahkan kepada setiap siswa. B. Jawaban: No. Kata-Kata Sulit atau Istilah Arti 1. legal Sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau hukum. 2. fenomena Peristiwa yang dapat disaksikan dengan pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah; gejala; sesuatu yang luar biasa. 3. indikator Sesuatu yang dapat memberikan petunjuk atau keterangan. 4. esensi Hakikat; inti; unsur yang pokok. 5. persepsi Tanggapan atau penerimaan langsung dari sesuatu; serapan. 6. degradasi Kemunduran, kemerosotan, dan penurunan mutu, moral, atau pangkat. 7. ekonom Ahli perekonomian. 8. dimensi Ukuran panjang, lebar, tinggi, atau luas. 9. evaluatif Berhubungan dengan evaluasi; bersifat evaluasi. 10. identitas Ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jati diri. 11. integrasi Pembauran hingga menjadi kesatuan utuh atau bulat. 12. elemen Bagian penting atau dibutuhkan dari keseluruhan yang lebih besar; unsur. 13. fasilitator Orang yang menyediakan fasilitas; penyedia. C Jawaban: Diserahkan kepada siswa. Catatan untuk guru: Jawaban setiap siswa dapat berbedabeda. Guru dapat memberi penilaian berdasarkan kesesuaian dan kepaduan konversi teks. Penilaian juga didasarkan pada ketepatan penggunaan struktur teks dan tata bahasa. Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2 15

16 D Jawaban: Jawaban diserahkan kepada siswa. Catatan untuk guru: Hasil tugas setiap kelompok berbedabeda. Guru dapat memberi nilai berdasarkan ketepatan dan kesesuaian judul dengan isi teks eksplanasi kompleks, struktur teks diskusi, dan penggunaan tata bahasa yang benar. 6. Catatan untuk guru: Tanggapan yang dikemukakan siswa dapat berbeda-beda. Guru dapat menilai berdasarkan ketentuan-ketentuan berikut. 1. Keberanian siswa mengungkapkan tanggapan. 2. Kesantunan kalimat yang digunakan siswa dalam menyampaikan tanggapan. 3. Argumen atau alasan yang digunakan untuk memperkuat tanggapan. 7. E Catatan untuk guru: Jawaban setiap siswa dalam kegiatan E berbeda-beda. Akan tetapi, jawaban siswa harus sesuai dengan petunjuk yang ada di buku siswa. Guru dapat memberi nilai berdasarkan ketepatan peng-identifi kasian teks, penentuan struktur bagian-bagian teks, dan analisis teks eksplanasi kompleks. A. B. Contoh jawaban: No. Konjungsi Penggunaan dalam Kalimat 1. dan a. Kebudayaan merupakan suatu sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya dalam kehidupan masyarakat yang menjadi milik manusia. b. Kebudayaan saat ini harus dapat kita lestarikan bersama agar dapat tetap terus ada dan tidak hilang. 2. namun Namun, pengaruh dari luar ini juga termasuk pengaruh dari bangsa asing yang dahulu memang pernah menjajah bangsa Indonesia. 3. akan tetapi a. Akan tetapi, perbuatan tersebut dilarang untuk dilakukan di Indonesia. Indonesia beriklim tropis sehingga udara nya tidak terlalu dingin dan tidak begitu panas. b. Akan tetapi, daerah ini mempunyai beberapa unsur dan ciri mencolok serupa. c. Akan tetapi, perbedaan itulah yang membuat ke budayaan itu menjadi unik dan khas. 4. oleh karena itu a. Oleh karena itu, masyarakat di Indonesia tidak mem butuhkan alkohol untuk dikonsumsi. b. Oleh karena itu, terbentuk budaya baru atau akulturasi. 5. atau a. Keanekaragaman budaya juga terjadi karena nenek moyang atau tradisi yang diturunkan kepada setiap anggota keluarga. b. Ada juga yang disebut dengan daerah kebudayaan, yaitu penggabungan atau penggolongan dari suku-suku bangsa yang beragam kebudayaannya. 6. hingga Nenek moyang terdahulu menggunakan bahasa Jawa yang berbeda-beda hingga menurun kepada generasi berikutnya. 7. tidak..., tetapi... Tidak hanya dari ciri-ciri fi sik (misalnya alat-alat berburu, alat-alat bertani, senjata), tetapi juga unsur-unsur ke budayaan lebih abstrak dari sistem sosial atau sistem budaya, misalnya unsur-unsur organisasi kemasyarakatan, sistem perekonomian, upacara-upacara keagamaan, atau pun adat istiadat). 16 Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2

17 C. Jawaban: No. Istilah Arti 1. sistem Perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan se hingga membentuk suatu totalitas; susunan yang teratur dari pandangan, teori, atau asas; metode. 2. faktor Hal, keadaan, atau peristiwa yang ikut menyebabkan atau me mengaruhi terjadinya sesuatu. 3. mobilisasi Pengerahan orang untuk dijadikan tentara; gerak yang mudah atau cepat; perputaran. 4. tropis Mengenai daerah tropik (sekitar khatulistiwa); beriklim panas. 5. tradisi Adat kebiasaan turun-temurun yang masih dijalankan dalam masyarakat; penilaian atau anggapan bahwa cara-cara yang telah ada merupakan yang paling baik dan benar. 6. generasi Orang yang kira-kira sama waktu hidupnya; angkatan; turunan; masa orangorang satu angkatan hidup. 7. migrasi Perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain untuk menetap. 8. akulturasi Percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi; proses masuknya pengaruh kebudaya an asing dalam suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu; proses atau hasil pertemuan kebudayaan atau bahasa di antara anggota dua masyarakat bahasa, ditandai oleh peminjaman atau bilingualisme. 9. unik Tersendiri dalam bentuk atau jenisnya; lain daripada yang lain; tidak ada persamaan dengan yang lain; khusus. 10. khas Khusus; teristimewa. D. Contoh jawaban: 1. Sistem dan pola pemerintahan yang dipaparkan setiap calon pemimpin itu beragam. 2. Untuk menjadi remaja yang tangguh, kemampuan fi sik, ketahanan mental, dan semangat juang merupakan faktor sangat menentukan. 3. Kecilnya modal perusahaan itu membatasi mobilisasi dana dan kemampuan pemasaran. 4. Siklon tropis di laut dapat menyebabkan gelombang tinggi, hujan deras, dan angin kencang, serta mengganggu pelayaran internasional. 5. Perayaan 17 Agustus itu tidak hanya sebuah tradisi, tetapi dihayati maknanya. 6. Kita tidak membutuhkan sampai dua generasi lagi agar bangsa Indonesia dapat berbahasa nasional dengan baik dan benar. 7. Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. 8. Candi-candi yang ada sekarang merupakan bukti adanya akulturasi antara kebudayaan Indonesia dan kebudayaan India. 9. Setiap daerah di Indonesia memiliki adat istiadat dan kebiasaan unik dan berbedabeda. 10. Setiap daerah memiliki kesenian khas yang tidak dimiliki daerah lain. Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2 17

18 A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: c Kata eksplanasi berasal dari bahasa Inggris explain yang berarti penjelasan. Eksplanasi berarti membuat terang, jelas, dan dapat dimengerti. Jadi, arti tepat kata eksplanasi adalah pilihan jawaban c. 2. Jawaban: b Teks eksplanasi kompleks terdiri atas dua klasi fi kasi utama yang dibedakan berdasarkan fenomenanya. Dua klasifi kasi tersebut yaitu fenomena alam dan fenomena sosial budaya. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan jawaban b. 3. Jawaban: e Bagian ini merupakan bagian paling awal dalam teks eksplanasi kompleks. Pernyataan umum berisi gambaran umum suatu aspek atau peristiwa. Dalam bagian ini, pembaca dapat mengetahui gambaran isi teks. Bagian pengantar atau pernyataan umum sebuah teks eksplanasi kompleks berisi informasi yang mengidentifi kasikan proses, aspek, atau fenomena yang akan dijelaskan. Struktur tepat pernyataan umum terdapat dalam pilihan jawaban e. Pernyataan tersebut berisi pengertian jejaring sosial. Pengertian tersebut merupakan gambaran awal isi teks yang akan dibahas. Pilihan jawaban a, b, dan d merupakan deretan penjelas eksplanasi kompleks. Pilihan jawaban c merupakan bagian simpulan teks eksplanasi kompleks. Cermati kata sebaiknya dalam kalimat ketiga pernyataan tersebut. Kata tersebut mengindikasikan pandangan atau sudut pandang penulis. 4. Jawaban: a Paragraf tersebut merupakan bagian paling awal dalam teks eksplanasi kompleks. Paragraf tersebut berisi gambaran umum fenomena geng remaja. Paragraf tersebut merupakan bagian pernyataan umum berisi indentifi kasi fenomena yang akan dijelaskan. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan jawaban a. 5. Jawaban: b Teks eksplanasi kompleks menjelaskan berbagai fenomena alam dan sosiokultural. Kedua teks tersebut termasuk dalam teks eksplanasi kompleks. Teks 1 merupakan teks eksplanasi bagian pernyataan umum yang berfenomena alam. Teks 1 menjelaskan bagaimana langit malam bisa diterangi oleh awan bercahaya yang memantulkan cahaya matahari. Sementara itu, Teks 2 termasuk dalam teks eksplanasi kompleks bagian pernyataan umum yang berfenomena sosial. Teks tersebut menjelaskan mengapa masyarakat Indonesia begitu menggemari serial televisi dari Jepang. Mereka membuat kostum tiruan yang bisa mereka gunakan dalam acaraacara bertema Jepang. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan jawaban b. 6. Jawaban: a Kedua teks tersebut termasuk jenis teks eksplanasi kompleks. Teks 1 menjelaskan penyebab munculnya kemiskinan. Kemiskinan terjadi karena dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Teks 2 menjelaskan defi nisi hukum adat. Hukum adat merupakan aturan bersifat tradisional yang harus ditaati. Teks 1 termasuk jenis teks eksplanasi kompleks fenomena sosial. Sementara itu, Teks 2 termasuk jenis teks eksplanasi kompleks fenomena budaya. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan jawaban a. 7. Jawaban: b Kerangka karangan disusun secara runtut dan padu. Kerangka karangan mempermudah dalam mengembangkan paragraf. Urutan tepat kerangka karangan teks eksplanasi tersebut sebagai berikut. 3) Defi nisi pemanasan global. 1) Proses terjadinya pemanasan global. 2) Penyebab terjadinya pemanasan global. 4) Akibat pemanasan global. 5) Solusi pencegahan pemanasan global. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan jawaban b. 8. Jawaban: e Kalimat-kalimat acak disusun dengan keruntutan dan kepaduan paragraf agar padu. Urutan tepat kalimat-kalimat acak tersebut agar menjadi teks eksplanasi kompleks sebagai berikut. 3) Kebiasaan warga sekitar bantaran sungai yang masih membuang sampah serta limbah rumah tangga termasuk tinja, membuat kondisi daerah aliran sungai (DAS) tercemar berat. 5) Bahkan, dikhawatirkan akan terjadi krisis air bersih pada dua atau tiga tahun yang akan datang jika kebiasaan tersebut tidak juga dihilangkan. 18 Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2

19 2) Sebagian besar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai tersebut pun masih memanfaatkan sungai sebagai tempat sampah. 4) Warga di sekitar bantaran sungai me ngaku tidak mempunyai pilihan lain selain menjadikan sungai sebagai tempat sampah. 1) Keterbatasan ekonomi serta kepadatan penduduk yang tinggal di wilayah bantaran sungai dijadikan alasan masyarakat untuk menjadikan sungai sebagai tempat sampah raksasa. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan jawaban e. 9. Jawaban: d Paragraf tersebut merupakan teks eksplanasi kompleks bagian deretan penjelas (eksplanasi kompleks). Paragraf ini menjelaskan fenomena terjadinya pengangguran terdidik. Pengangguran terdidik terjadi karena pola pikir para sarjana yang umumnya berorientasi menjadi pegawai negeri atau karyawan swasta. Jadi, paragraf tersebut dikembangkan dari kerangka karangan pilihan jawaban d. 10. Jawaban: a Teks eksplanasi kompleks tersebut menjelaskan fenomena terjadinya komunitas remaja yang berpenampilan berlebihan dan senang menarik perhatian. Komunitas remaja ini dikenal dengan alay. Munculnya komunitas alay merupakan fenomena budaya yang berkembang di Indonesia. Pernyataan ini ditegaskan pada paragraf kedua kalimat pertama. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan jawaban a. 11. Jawaban: b Topik merupakan inti dari seluruh isi tulisan yang ingin disampaikan. Teks eksplanasi kompleks tersebut menjelaskan gambaran munculnya fenomena budaya baru yang berkembang di Indonesia. Fenomena baru yang berkembang tersebut disebut dengan komunitas alay. Komunitas ini berpenampilan berlebihan dan selalu berusaha menarik perhatian. Pengaruh penampilan, gaya rambut, dan busana penuh warna yang diusung oleh tren K-Pop atau Korean Pop artis Korea. Topik teks eksplanasi kompleks tersebut menjelaskan munculnya komunitas alay sebagai bentuk fenomena baru di Indonesia. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan jawaban b. 12. Jawaban: a Abstraksi merupakan penyajian bentuk singkat dari sebuah teks tanpa mengurangi isi teks. Teks eksplanasi kompleks tersebut menjelaskan pemanfaatan berbagai limbah yang dapat menghasilkan biogas. Penulisan tepat abstraksi teks eksplanasi kompleks tersebut terdapat pada pilihan jawaban a. Paragraf tersebut menyajikan sebuah abstraksi singkat secara runtut dan tidak mengurangi isi teks. Pilihan jawaban b, c, d, dan e disajikan secara tidak runtut dan isi teks tidak sesuai. 13. Jawaban: b Teks eksplanasi kompleks tersebut menerangkan fenomena tawuran antarpelajar yang kian marak. Persoalan tawuran ini semakin terjadi perubahan besar agresivitas remaja yang terpengaruh oleh kelompok pelaku tawuran. Perkelahian tersebut mengandalkan senjata berbahaya sehingga mengarah ke tindakan kriminal. Tidak jarang perkelahian tersebut menelan korban. Informasi tepat yang disampaikan dalam teks eksplanasi kompleks tersebut adalah pilihan jawaban b. 14. Jawaban: e Ide pokok adalah gagasan utama yang melandasi teks. Paragraf pertama teks eksplanasi tersebut membahas semakin maraknya tawuran antarpelajar yang bukan lagi menjadi fenomena biasa. Para pelajar menggunakan senjata berbahaya sehingga tindakannya mengarah ke kriminal. Ide pokok teks eksplanasi tersebut terdapat pada kalimat pertama. Jadi, ide pokok paragraf tersebut terdapat pada pilihan jawaban e. 15. Jawaban: c Kalimat tersebut tidak efektif karena ketidaktepatan penggunaan kata baku dan imbuhan. Kata agresiv dalam kalimat tersebut tidak baku. Kata baku yang tepat adalah agresif. Kata kelompok dalam kalimat tersebut memerlukan imbuhan agar efektif. Imbuhan tepat untuk melengkapi kata dasar tersebut adalah ber-. Jadi, perbaikan kalimat yang tepat terdapat dalam pilihan jawaban c. 16. Jawaban: b Teks eksplanasi kompleks tersebut menjelaskan fenomena terbentuknya paguyuban. Paguyuban merupakan bentuk kehidupan sosial yang diikat oleh hubungan batin dan bersifat alamiah serta kekal. Terdapat tiga tipe paguyuban, yaitu paguyuban karena ikatan darah, paguyuban karena tempat, dan paguyuban karena jiwa pikiran. Pernyataan tepat sesuai isi teks eksplanasi kompleks tersebut dijelaskan pada pilihan jawaban b. Pilihan jawaban a tidak tepat karena paguyuban bersifat kekal. Pilihan jawaban c dan e tidak dijelaskan dalam teks. Pilihan jawaban d tidak tepat karena paguyuban tersebut dibentuk berdasarkan keturunan. Kunci Jawaban dan Pembahasan Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2 19

BAB IV TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS

BAB IV TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS MODUL BAHASA INDONESIA KELAS XI SEMESTER 2 BAB IV TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS OLEH NI KADEK SRI WEDARI, S.Pd. A. Pengertian Teks Ekplanasi Kompleks Teks eksplanasi berisi penjelasan tentang keadaan sesuatu

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA DAN MA (WAJIB)

SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA DAN MA (WAJIB) SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA DAN MA (WAJIB) Satuan Pendidikan : SMA Kelas : X Kompetensi Inti : KI 1 : KI 2 : KI 3 : KI 4 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Menghayati

Lebih terperinci

INSTRUMEN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT DI KELAS X SMA NEGERI 1 METRO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

INSTRUMEN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT DI KELAS X SMA NEGERI 1 METRO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 LAMPIRAN INSTRUMEN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT DI KELAS X SMA NEGERI 1 METRO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Bidang Studi Kelas/Semester Waktu : Bahasa Indonesia : X/Ganjil : 4 x 45 menit No Instrumen

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pola hidup mengacu pada cara-cara bagaimana menjalani hidup dengan cara yang baik dan

I. PENDAHULUAN. Pola hidup mengacu pada cara-cara bagaimana menjalani hidup dengan cara yang baik dan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pola hidup mengacu pada cara-cara bagaimana menjalani hidup dengan cara yang baik dan wajar. Di era globalisasi ini banyak orang yang kurang memperdulikan bagaimana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. membawa perubahan masyarakat dengan ruang pergaulan yang sempit atau lokal

BAB I PENDAHULUAN. membawa perubahan masyarakat dengan ruang pergaulan yang sempit atau lokal BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Globalisasi adalah proses di mana manusia akan bersatu dan menjadi satu masyarakat tunggal dunia, masyarakat global (Albrow, 1990: 9). Globalisasi telah membawa perubahan

Lebih terperinci

MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA KELAS/SEMESTER: VII/2

MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA KELAS/SEMESTER: VII/2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA KELAS/SEMESTER: VII/2 DISUSUN : NURLISA (06021281419072) DOSEN PEMBIMBING: Drs. Kasmansyah, M.Si. Yenni Lidyawati, S.Pd., M.Pd.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan zaman saat ini telah banyak mempengaruhi seseorang dalam

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan zaman saat ini telah banyak mempengaruhi seseorang dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman saat ini telah banyak mempengaruhi seseorang dalam berperilaku, khususnya dalam perilaku membeli. Perilaku konsumtif merupakan suatu fenomena

Lebih terperinci

31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) 31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tersebut tentu saja membawa dampak dalam kehidupan manusia, baik dampak

BAB I PENDAHULUAN. tersebut tentu saja membawa dampak dalam kehidupan manusia, baik dampak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Semakin berkembangnya zaman telah menunjukkan kemajuan yang tinggi dalam berbagai aspek kehidupan. Selain menunjukkan kemajuan juga memunculkan gaya hidup baru

Lebih terperinci

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) PERANGKAT PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas/Semester : Bahasa

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORETIS

BAB II KAJIAN TEORETIS BAB II KAJIAN TEORETIS 2.1 Pembelajaran Mengabstaksi Teks Eksplanasi Kompleks dengan Menggunakan Model Auditory, Intellectualy, Repetition pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 14 Bandung Pembelajaran bahasa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari karena bahasa merupakan alat komunikasi antar manusia. Secara luas dapat diartikan bahwa

Lebih terperinci

PENDEKATAN TEORITIS. Tinjauan Pustaka

PENDEKATAN TEORITIS. Tinjauan Pustaka PENDEKATAN TEORITIS Tinjauan Pustaka Perubahan Iklim Perubahan iklim dapat dikatakan sebagai sebuah perubahan pada sebuah keadaan iklim yang diidentifikasi menggunakan uji statistik dari rata-rata perubahan

Lebih terperinci

PEMANASAN BUMI BAB. Suhu dan Perpindahan Panas. Skala Suhu

PEMANASAN BUMI BAB. Suhu dan Perpindahan Panas. Skala Suhu BAB 2 PEMANASAN BUMI S alah satu kemampuan bahasa pemrograman adalah untuk melakukan kontrol struktur perulangan. Hal ini disebabkan di dalam komputasi numerik, proses perulangan sering digunakan terutama

Lebih terperinci

Moto Kurikulum Semangat Implementasi Kurikulum 2013

Moto Kurikulum Semangat Implementasi Kurikulum 2013 Moto Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia penghela dan pembawa pengetahuan Semangat Implementasi Kurikulum 2013 Selama proses pembelajaran teks berlangsung, guru berkewajiban membuat siswa terpukau dan gemar

Lebih terperinci

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) PERANGKAT PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Satuan Pendidikan : SMP/MTs. Kelas : VII, VIII, IX Nama Guru : Dwi Agus Yunianto, S.Pd. NIP/NIK : 19650628

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. maupun kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat menggali, mengolah, dan

BAB I PENDAHULUAN. maupun kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat menggali, mengolah, dan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karya sastra merupakan ungkapan pikiran dan perasaan, baik tentang kisah maupun kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat menggali, mengolah, dan mengekspresikan gagasan

Lebih terperinci

III. BAHASA INDONESIA

III. BAHASA INDONESIA III. BAHASA INDONESIA Satuan Pendidikan : SMP/MTs Kelas : VII (Tujuh) Kompetensi Inti : KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kewibawaan guru di mata peserta didik, pola hidup konsumtif, dan sebagainya

BAB I PENDAHULUAN. kewibawaan guru di mata peserta didik, pola hidup konsumtif, dan sebagainya 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Permasalahan karakter saat ini banyak diperbincangkan. Berbagai persoalan yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan,

Lebih terperinci

SMP kelas 8 - BAHASA INDONESIA BAB 8. DISKUSILatihan Soal

SMP kelas 8 - BAHASA INDONESIA BAB 8. DISKUSILatihan Soal SMP kelas 8 - BAHASA INDONESIA BAB 8. DISKUSILatihan Soal 8.4 1. Perhatikan teks acak di bawah ini! 1. Handphone menjadi lebih praktis dan memiliki berbagai macam fitur yang sangat banyak dan menarik.

Lebih terperinci

VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN

VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013 2018 Visi Terwujudnya Kudus Yang Semakin Sejahtera Visi tersebut mengandung kata kunci yang dapat diuraikan sebagai berikut: Semakin sejahtera mengandung makna lebih

Lebih terperinci

07. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. A. Latar Belakang

07. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. A. Latar Belakang 07. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasian dalam mempelajari

Lebih terperinci

STRUKTUR KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA DAN SMK/MAK

STRUKTUR KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA DAN SMK/MAK A. SD/MI KELAS: I STRUKTUR KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA DAN SMK/MAK Kompetensi Dasar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 1. Menerima

Lebih terperinci

Pemanasan Bumi. Suhu dan Perpindahan Panas

Pemanasan Bumi. Suhu dan Perpindahan Panas Pemanasan Bumi Meteorologi Suhu dan Perpindahan Panas Suhu merupakan besaran rata- rata energi kine4k yang dimiliki seluruh molekul dan atom- atom di udara. Udara yang dipanaskan akan memiliki energi kine4k

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SMA mencakup beberapa prosedur pengembangan. Langkah-langkah. pengembangan bahan ajar adalah sebagai berikut:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SMA mencakup beberapa prosedur pengembangan. Langkah-langkah. pengembangan bahan ajar adalah sebagai berikut: BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Cara Pengembangan Penelitian pengembangan modul Hidrosfer sebagai Sumber Kehidupan dengan pendekatan saintifik untuk pembelajaran geografi

Lebih terperinci

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR BAHASA INDONESIA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA )/MADRASAH ALIYAH (MA)/ SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR BAHASA INDONESIA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA )/MADRASAH ALIYAH (MA)/ SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) KELAS: X KOMPETENSI INTI DAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA )/MADRASAH ALIYAH (MA)/ SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) KOMPETENSI INTI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rempah-rempah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dan kebutuhan manusia di dunia. Kehidupan masyarakat Indonesia pun sangat dekat dengan beragam

Lebih terperinci

31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)

31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) 31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik

Lebih terperinci

NILAI-NILAI SIKAP TOLERAN YANG TERKANDUNG DALAM BUKU TEMATIK KELAS 1 SD Eka Wahyu Hidayati

NILAI-NILAI SIKAP TOLERAN YANG TERKANDUNG DALAM BUKU TEMATIK KELAS 1 SD Eka Wahyu Hidayati NILAI-NILAI SIKAP TOLERAN YANG TERKANDUNG DALAM BUKU TEMATIK KELAS 1 SD Eka Wahyu Hidayati I Proses pendidikan ada sebuah tujuan yang mulia, yaitu penanaman nilai yang dilakukan oleh pendidik terhadap

Lebih terperinci

34. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa(SMPLB D)

34. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa(SMPLB D) 34. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa(SMPLB D) A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bernalar serta kemampuan memperluas wawasan. Menurut Tarigan (2008:1) ada

BAB I PENDAHULUAN. bernalar serta kemampuan memperluas wawasan. Menurut Tarigan (2008:1) ada 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada hakikatnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan yang terjadi dalam

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan yang terjadi dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 28 November 2012 SILABUS Tema 9 : Makanan Sehat dan Bergizi Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2012 Kelas : IV Tema 9 : Makanan Sehat dan Bergizi Alokasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dalam kehidupan manusia, mulai hal yang terkecil dalam

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dalam kehidupan manusia, mulai hal yang terkecil dalam 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan Pembangunan Nasional adalah masyarakat yang adil dan makmur. Untuk mencapai tujuan tersebut harus dikembangkan dan dikelola sumberdaya yang tersedia. Indonesia

Lebih terperinci

SUHU UDARA DAN KEHIDUPAN

SUHU UDARA DAN KEHIDUPAN BAB 3 14 Variasi Suhu Udara Harian Pemanasan Siang Hari Pemanasan permukaan bumi pada pagi hari secara konduksi juga memanaskan udara di atasnya. Semakin siang, terjadi perbedaan suhu yang besar antara

Lebih terperinci

Kriteria angka kelahian adalah sebagai berikut.

Kriteria angka kelahian adalah sebagai berikut. PERKEMBANGAN PENDUDUK DAN DAMPAKNYA BAGI LINGKUNGAN A. PENYEBAB PERKEMBANGAN PENDUDUK Pernahkah kamu menghitung jumlah orang-orang yang ada di lingkunganmu? Populasi manusia yang menempati areal atau wilayah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini akan membahas tentang : Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah,

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini akan membahas tentang : Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, BAB I PENDAHULUAN Bab ini akan membahas tentang : Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Fokus Penelitian, Penegasan Istilah. A. Latar Belakang Di era globalisasi

Lebih terperinci

2.4. Permasalahan Pembangunan Daerah

2.4. Permasalahan Pembangunan Daerah 2.4. Permasalahan Pembangunan Daerah Permasalahan pembangunan daerah merupakan gap expectation antara kinerja pembangunan yang dicapai saat inidengan yang direncanakan serta antara apa yang ingin dicapai

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMA SMA Negeri 1 Wonogiri Mata Pelajaran/Tema : Bahasa Indonesia/ Kelas/Semester Waktu : XI / Ganjil : 1 x Pertemuan (2 x 45 menit) Hari : Kamis, 23 Desember

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Media Kartu Bergambar 2.1.1 Pengertian Media Kartu Bergambar Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti perantara. Dengan demikian media dapat

Lebih terperinci

Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 07. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari

Lebih terperinci

49. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN SMA/MA/SMK/MAK

49. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN SMA/MA/SMK/MAK 49. KOMPETENSI INTI DAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN SMA/MA/SMK/MAK KELAS: X A. KERAJINAN Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan,

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XI / Genap Alokasi Waktu : 2 x 45 menit A. KOMPETENSI INTI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Desi Sukmawati, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Desi Sukmawati, 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa memegang peranan yang sangat penting bagi kehidupan. Bahasa dijadikan sebagai alat komunikasi untuk melakukan sosialisasi satu sama lain. Melalui bahasalah

Lebih terperinci

ARTIKEL TENTANG SENI TARI

ARTIKEL TENTANG SENI TARI NAMA : MAHDALENA KELAS : VII - 4 MAPEL : SBK ARTIKEL TENTANG SENI TARI A. PENGERTIAN SENI TARI Secara harfiah, istilah seni tari diartikan sebagai proses penciptaan gerak tubuh yang berirama dan diiringi

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA

HUBUNGAN ANTARA KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA HUBUNGAN ANTARA KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA Skripsi Untuk memenuhi persyaratan Dalam mencapai derajat Sarjana S-1 Psikologi Disusun oleh : NITALIA CIPUK SULISTIARI F 100 040

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan, terutama dalam kehidupan bersosial. Manusia dapat berkomunikasi dengan yang lain melalui bahasa.

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - BAHASA INDONESIA BAB 5. MEMBACA NONSASTRALatihan Soal 5.1 (3) (2) (1)

SMP kelas 9 - BAHASA INDONESIA BAB 5. MEMBACA NONSASTRALatihan Soal 5.1 (3) (2) (1) 1. SMP kelas 9 - BAHASA INDONESIA BAB 5. MEMBACA NONSASTRALatihan Soal 5.1 Bacalah paragraf di bawah ini dengan cermat! Eksploitasi spesies binatang dan tumbuhan adalah salah satu penyebab utama kepunahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan di Indonesia sedang gencar-gencarnya dibenahi. Salah satunya yaitu pembaharuan sistem kurikulum guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 01) : 20 x Pertemuan (40 JP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 01) : 20 x Pertemuan (40 JP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 01) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Tema Sub Tema Alokasi Waktu : SMP Negeri 2 Banjar : Ilmu Pengetahuan Sosial : VII/I : I. Manusia, Tempat, dan Lingkungan

Lebih terperinci

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR. MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) MADRASAH TSANAWIYAH (MTs.)

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR. MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) MADRASAH TSANAWIYAH (MTs.) MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) MADRASAH TSANAWIYAH (MTs.) DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT BALAI PENGEMBANGAN BAHASA DAERAH DAN KESENIAN 2013 DRAFT-1 DAN MATA PELAJARAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran, di antaranya: pendidikan dan pelatihan guru, pengadaan sarana dan

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran, di antaranya: pendidikan dan pelatihan guru, pengadaan sarana dan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hasil belajar merupakan salah satu indikator kualitas pendidikan yang langsung dapat diamati. Berbagai upaya dilakukan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,

Lebih terperinci

BAB I. Seni Pertunjukan Daerah Dulmuluk

BAB I. Seni Pertunjukan Daerah Dulmuluk BAB I Seni Pertunjukan Daerah Dulmuluk 1.1 Bagaimana Kabar Seni Pertunjukan Dulmuluk Dewasa Ini? Seni adalah bagian dari kebudayaan. Sebagai bagian dari kebudayaan, sebagai perwujudan keberakalan manusia,

Lebih terperinci

KURIKULUM 2013 KOMPETENSI DASAR GEOGRAFI

KURIKULUM 2013 KOMPETENSI DASAR GEOGRAFI KURIKULUM 2013 GEOGRAFI Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 KI dan KD Geografi untuk Peminatan Ilmu-ilmu Sosial SMA/MA 1 A. Pengertian Geografi

Lebih terperinci

Zulfa Ikhda El Aolady, 2016 PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TALKING CHIPS DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPENDAPAT DAN

Zulfa Ikhda El Aolady, 2016 PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TALKING CHIPS DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPENDAPAT DAN Universitas Pendidikan repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu SILABUS Satuan Pendidikan Kelas : SMP N 1 Brebes : (delapan) Kompetensi Inti KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. peradaban dunia modern menuntut sumber daya manusia yang berkualitas.

BAB I PENDAHULUAN. peradaban dunia modern menuntut sumber daya manusia yang berkualitas. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada zaman modern ini merupakan bagian dari kebutuhan primer manusia. Pendidikan mempunyai peran yang semakin penting karena peradaban dunia modern

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebudayaan merupakan suatu hal dalam adat istiadat yang menjadi kebiasaan turun temurun yang erat hubungannya dengan masyarakat di setiap negara. Dengan adanya keanekaragaman

Lebih terperinci

KEMAMPUAN MENGONVERSI TEKS DRAMA MENJADI TEKS CERPEN OLEH SISWA KELAS XI SMK MULTI KARYA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017

KEMAMPUAN MENGONVERSI TEKS DRAMA MENJADI TEKS CERPEN OLEH SISWA KELAS XI SMK MULTI KARYA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017 0 KEMAMPUAN MENGONVERSI TEKS DRAMA MENJADI TEKS CERPEN OLEH SISWA KELAS XI SMK MULTI KARYA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017 Oleh Romauli Sinurat (romaulisinurat94@gmail.com) Atika Wasilah, S.Pd., M.Pd. Penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tantangan dan tekanan dalam kehidupan dipengaruhi oleh persepsi, konsep

BAB I PENDAHULUAN. tantangan dan tekanan dalam kehidupan dipengaruhi oleh persepsi, konsep BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kehidupan, perilaku dan kemampuan individu dalam menghadapi tantangan dan tekanan dalam kehidupan dipengaruhi oleh persepsi, konsep dan evaluasi individu tentang

Lebih terperinci

Suhu Udara dan Kehidupan. Meteorologi

Suhu Udara dan Kehidupan. Meteorologi Suhu Udara dan Kehidupan Meteorologi Suhu Udara dan Kehidupan Variasi Suhu Udara Harian Bagaimana Suhu Lingkungan Diatur? Data Suhu Udara Suhu Udara dan Rasa Nyaman Pengukuran Suhu Udara Variasi Suhu Udara

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN TEMATIK

RENCANA PEMBELAJARAN TEMATIK RENCANA PEMBELAJARAN TEMATIK NAMA SEKOLAH :... TEMA : KEGEMARAN KELAS /SEMESTER : 3 (Tiga)/2 (Dua) ALOKASI WAKTU : 3 MINGGU A. STANDAR KOMPETENSI I. PKN Memiliki harga diri sebagai individu Memiliki kebanggaan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pemodelan)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pemodelan) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pemodelan) Satuan Pendidikan : SMP Negeri Banjar Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : VIII / Materi pokok : Teks Fabel Alokasi Waktu : 6 jam pelajaran

Lebih terperinci

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran C. Sosiologi Satuan Pendidikan : SMA/MA Kelas : X (sepuluh) Kompetensi Inti : KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,

Lebih terperinci

PENDAHLUAN. Penalaran Tinggi Keterampilan Rendah. Keterampilan dan Kreativitas Tinggi. Penalaran Rendah Keterampilan Tinggi

PENDAHLUAN. Penalaran Tinggi Keterampilan Rendah. Keterampilan dan Kreativitas Tinggi. Penalaran Rendah Keterampilan Tinggi Kemampuan Bernalar Bimbel PENDAHLUAN Latar Belajang Kurikulum 2013 merupakan penguatan pelaksanaan kurikulum berbasisk kompetensi (KBK) yang dirintis sejak tahun 2002. Penyempurnaan terus dilakukan oleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Museum Permainan Tradisional di Yogyakarta AM. Titis Rum Kuntari /

BAB I PENDAHULUAN. Museum Permainan Tradisional di Yogyakarta AM. Titis Rum Kuntari / BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG PENGADAAN PROYEK Proyek yang diusulkan dalam penulisan Tugas Akhir ini berjudul Museum Permainan Tradisional di Yogyakarta. Era globalisasi yang begitu cepat berkembang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Televisi merupakan salah satu media komunikasi massa yang sangat penting dan menjadi salah satu kebutuhan hidup masyarakat. Televisi memiliki kelebihan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi yang digunakan oleh setiap individu dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa adalah sarana atau media yang digunakan manusia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. secara sadar dengan tujuan untuk menyampaikan ide, pesan, maksud,

BAB I PENDAHULUAN. secara sadar dengan tujuan untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar dengan tujuan untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan, dan pendapat

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA PEMIKIRAN

BAB III KERANGKA PEMIKIRAN BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1 Pengertian Perilaku Konsumen Perilaku konsumen adalah tindakan langsung yang terlibat untuk mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN Pada bagian ini akan diuraikan secara berturut-turut: simpulan, implikasi, dan saran A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Perilaku Membeli 1. Pengertian Perilaku Membeli Perilaku adalah semua respon (reaksi, tanggapan, jawaban; balasan) yang dilakukan oleh suatu organisme (Chaplin, 1999). Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penelitian Bayu Dwi Nurwicaksono, 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penelitian Bayu Dwi Nurwicaksono, 2013 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penelitian Tradisi sedekah bumi dengan berbagai macam istilah memang banyak diadakan di berbagai tempat di pulau Jawa. Namun, tradisi ini sudah tidak banyak

Lebih terperinci

Menanya Menanya tentang halhal yang berkaitan dengan gambar atau tayangan animasi tentang tata surya, perilaku adil, bangun ruang, dan olahraga air

Menanya Menanya tentang halhal yang berkaitan dengan gambar atau tayangan animasi tentang tata surya, perilaku adil, bangun ruang, dan olahraga air Tema 8 Subtema 1 : Bumi dan alam semesta : Bumi bagian dari alam semesta Mata PPKn Bahasa Indonesia 3.1 Memahami simbol-simbol sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila 4.1 Mengamati dan menceritakan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dapat menghabiskan waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan kini tidak

BAB 1 PENDAHULUAN. dapat menghabiskan waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan kini tidak BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan, seni dan teknologi telah berkembang demikian pesatnya. Seluruh umat manusia di belahan bumi manapun, termasuk masyarakat Indonesia

Lebih terperinci

Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK. Kelas XI Semester 1. Meita Sandra Santhi Apriyanto Dwi Santoso Ika Yuliana Putri

Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK. Kelas XI Semester 1. Meita Sandra Santhi Apriyanto Dwi Santoso Ika Yuliana Putri Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Semester 1 Penulis: Editor: Ika Setiyaningsih Meita Sandra Santhi Apriyanto Dwi Santoso Ika Yuliana Putri DISKLAIMER Powerpoint pembelajaran ini dibuat sebagai

Lebih terperinci

2015 KAJIAN NILAI-NILAI BUDAYA UPACARA ADAT NYANGKU DALAM KEHIDUPAN DI ERA MODERNISASI

2015 KAJIAN NILAI-NILAI BUDAYA UPACARA ADAT NYANGKU DALAM KEHIDUPAN DI ERA MODERNISASI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan keanekaragaman budaya, hal ini dikarenakan Indonesia terdiri dari berbagai suku dan adat budaya. Setiap suku

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori Kajian teori yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat dari sudut pandang: (i) hakikat menulis, (ii) fungsi, tujuan, dan manfaat menulis, (iii) jenis-jenis

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Wilayah tanah air Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan dihuni oleh berbagai

I. PENDAHULUAN. Wilayah tanah air Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan dihuni oleh berbagai I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Wilayah tanah air Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan dihuni oleh berbagai suku bangsa, golongan, dan lapisan sosial. Sudah tentu dalam kondisi yang demikian

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. timbul pada diri manusia. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1

I. PENDAHULUAN. timbul pada diri manusia. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses dalam pembangunan manusia untuk mengembangkan dirinya agar dapat menghadapi segala permasalahan yang timbul pada diri manusia. Menurut

Lebih terperinci

D. Antropologi Materi Pembelajaran. Alokasi Waktu. Kegiatan Pembelajaran. Sumber Belajar

D. Antropologi Materi Pembelajaran. Alokasi Waktu. Kegiatan Pembelajaran. Sumber Belajar D. Antropologi Satuan Pendidikan : SMA/MA Kelas : X (sepuluh) Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari beberapa pulau utama dan ribuan pulau kecil disekelilingnya. Dengan 17.508 pulau, Indonesia menjadi negara

Lebih terperinci

Kelas Tema Materi Waktu P1 Diri sendiri Mendengarkan

Kelas Tema Materi Waktu P1 Diri sendiri Mendengarkan Kelas Tema Materi Waktu P1 Diri sendiri Juli Membedakan berbagai bunyi bahasa Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dengan bahasa yang santun nyaring suku kata dengan lafal Menyalin berbagai

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Marilah kita kaji sejenak arti kata belajar menurut Wikipedia Bahasa

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Marilah kita kaji sejenak arti kata belajar menurut Wikipedia Bahasa 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hakikat Belajar Marilah kita kaji sejenak arti kata belajar menurut Wikipedia Bahasa Indonesia. Disana dipaparkan bahwa belajar diartikan sebagai perubahan yang relatif permanen

Lebih terperinci

- Penerapan konsep energi gerak

- Penerapan konsep energi gerak IPA NO KOMPETENSI DASAR MATERI INDIKATOR 1 Menyimpulkan hasil pengamatan bahwa gerak benda di pengaruhi oleh bentuk dan ukuran - Gerak benda - Siswa dapat menjelaskan gerak benda yang berbentuk bulat -

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran : SMPN 4 Wates : IPS Kelas/Semester : VII / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit A. Kompetensi Inti 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. karakter siswa. Pendidikan agama merupakan sarana transformasi pengetahuan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. karakter siswa. Pendidikan agama merupakan sarana transformasi pengetahuan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lembaga pendidikan mempunyai peranan yang cukup penting dalam membentuk kepribadian, karakter, serta tingkah laku moral para peserta didik. Di bangku sekolah, para peserta

Lebih terperinci

UKBM 3.3/4.3/1/3 BAHASA INDONESIA

UKBM 3.3/4.3/1/3 BAHASA INDONESIA UKBM 3.3/4.3/1/3 BAHASA INDONESIA PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6 MALANG BAGAIMANA MENGEMBANGKAN PENDAPAT DALAM EKSPOSISI? KOMPETENSI DASAR 3.3 Mengidentifikasi

Lebih terperinci

BAB I P E N D A H U L U A N. Sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai tanggungjawab dalam

BAB I P E N D A H U L U A N. Sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai tanggungjawab dalam BAB I P E N D A H U L U A N A. Latar Belakang Masalah Sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai tanggungjawab dalam mengembangkan kemampuan anak secara optimal. Kemampuan yang harus dikembangkan bukan

Lebih terperinci

JURNAL LOGIKA, Vol XVIII, No 3, Desember 2016 p-issn: e-issn:

JURNAL LOGIKA, Vol XVIII, No 3, Desember 2016 p-issn: e-issn: PENGARUH BAHASA GAUL TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA MAHASISWA UNSWAGATI Ratna Prasasti Suminar (Universitas Swadaya Gunung Jati) Abstrak Bahasa adalah identitas dari suatu negara sebagai alat untuk

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. : 7 x 45 menit (14 Jam Pelajaran)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. : 7 x 45 menit (14 Jam Pelajaran) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Peminatan Materi Pokok Alokasi Waktu : SMAK BPPK KEBONJATI BANDUNG : Fisika : XII /1 (Gasal) : IPA : Listrik Statis : 7 Pertemuan

Lebih terperinci

DESKRIPSI BUTIR INSTRUMEN 1 (BUKU SISWA) BUKU TEKS PELAJARAN SOSIOLOGI SMA/MA KELAS X

DESKRIPSI BUTIR INSTRUMEN 1 (BUKU SISWA) BUKU TEKS PELAJARAN SOSIOLOGI SMA/MA KELAS X DESKRIPSI BUTIR INSTRUMEN 1 (BUKU SISWA) BUKU TEKS PELAJARAN SOSIOLOGI SMA/MA KELAS X I. KOMPONEN KELAYAKAN ISI A. Kelengkapan Materi Butir 1 Butir 2 Kelengkapan kompetensi Materi yang disajikan mengandung

Lebih terperinci

34. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB-D)

34. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB-D) 34. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB-D) A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan permukiman yang dihadapi kota kota besar di Indonesia semakin kompleks. Tingginya tingkat kelahiran dan migrasi penduduk yang tinggi terbentur pada kenyataan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran : SMPN 4 Wates : IPS Kelas/Semester : VII / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit A. Kompetensi Inti 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang

Lebih terperinci

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 5. DINAMIKA ATMOSFERLATIHAN SOAL 5.5. La Nina. El Nino. Pancaroba. Badai tropis.

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 5. DINAMIKA ATMOSFERLATIHAN SOAL 5.5. La Nina. El Nino. Pancaroba. Badai tropis. SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 5. DINAMIKA ATMOSFERLATIHAN SOAL 5.5 1. Perubahan iklim global yang terjadi akibat naiknya suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik, khususnya sekitar daerah ekuator

Lebih terperinci

35. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunalaras (SDLB-E)

35. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunalaras (SDLB-E) 35. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunalaras (SDLB-E) A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik

Lebih terperinci

IKLAN. File bisa dikirim Via ataupun Paket CD yang dikirim langsung ke alamat anda.

IKLAN. File bisa dikirim Via  ataupun Paket CD yang dikirim langsung ke alamat anda. IKLAN Kami menyediakan Paket Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 lengkap untuk semua mata pelajaran tingkat SMA/Ma/SMK, SMP/MTs, dan SD/Mi lengkap Semester 1 dan 2. File bisa dikirim Via email ataupun

Lebih terperinci

32. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunanetra (SDLB-A)

32. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunanetra (SDLB-A) 32. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunanetra (SDLB-A) A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Indonesia menjadi penghela ilmu pengetahuan (carrier of knowledge).

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Indonesia menjadi penghela ilmu pengetahuan (carrier of knowledge). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia menjadi penghela ilmu pengetahuan (carrier of knowledge). Pada fungsi ini bahasa menjadi penarik yang mempercepat berkembangnya penguasaan ilmu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. masa peralihan perkembangan dari masa anak-anak menuju masa dewasa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. masa peralihan perkembangan dari masa anak-anak menuju masa dewasa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan masa transisi pada saat individu beranjak dari masa anak-anak menuju perkembangan ke masa dewasa, sehingga remaja merupakan masa peralihan

Lebih terperinci