BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Transkripsi

1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Banyubiru 01 di Dusun Kampung Rapet, Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Banyubiru 01 tahun ajaran sejumlah 24 siswa, yang terdiri dari 12 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. B. Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan observasi dan wawancara terhadap guru kelas IV SD Negeri Banyubiru 01 mengenai hasil menulis siswa kelas IV SD Negeri Banyubiru 01, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, dapat dilihat bahwa dalam hasil tulisan siswa masih ditemukan kesalahan penulisan ejaan, tanda baca, pilihan kata yang keliru dengan bahasa Jawa, hasil tulisan yang diunduh atau kopian dari internet, dan ide tulisan yang pada umumnya sudah tertulis di buku paket BSE yang sering digunakan guru untuk mengajar. Pendampingan guru dalam pemantauan kegiatan menulis siswa masih kurang. Guru mengingatkan siswa secara lisan tentang kesalahan yang dilakukan siswa tanpa memeriksa kembali atau meminta perbaikan dari siswa. Akibatnya, terdapat 10 dari 24 siswa atau 41,66% siswa yang belum tuntas KKM (75). Berikut ini kondisi awal kemampuan menulis siswa. Tabel 4.1 Persentase Hasil Menulis Siswa Kelas IV Pra Siklus No. Kriteria Jumlah siswa Persentase (%) 1 Tuntas ,33 % 2 Tidak tuntas < ,66 % 3 Rata-rata 24 71,95 38

2 39 Berdasarkan tabel tersebut persentase siswa yang tuntas adalah 58,33% dan 41,66% siswa belum tuntas. Berdasarkan tabel 4.1 di atas maka dapat dibuat diagram sebagai berikut: Diagram Persentase Kemampuan Menulis Siswa Pra Siklus Tuntas Tidak Tuntas 14 Siswa Tuntas 10 Siswa Tidak Tuntas Gambar 4.1. Diagram Persentase Kemampuan Menulis Siswa Pra Siklus C. Pelaksanaan Siklus I Siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan dengan masing-masing pertemuan 2 jam pelajaran (2 35 menit). Indikator pada siklus I ini adalah: a. Menentukan tema atau topik karangan. b. Membaca hasil karangan dengan notasi yang tepat. Berikut tahapan pelaksanaan siklus I: 1) Perencanaan Pada tahap perencanaan ini, peneliti mempersiapkan beberapa hal untuk dilakukan dalam penelitian, antara lain: a) Menetapkan sekolah yang digunakan untuk penelitian yaitu SD Negeri Banyubiru 01. b) Peneliti mengidentifikasi data dari observasi dan wawancara guru kelas IV dan kepala sekolah. c) Menentukan fokus penelitian (metode yang digunakan yaitu teknik silent card shuffle dan brainstorming, mata pelajaran bahasa Indonesia, kelas IV).

3 40 d) Menetapkan Standar Kompetensi (SK) yaitu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman, dan pantun anak e) Menetapkan Kompetensi Dasar (KD) yaitu menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll.) f) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan teknik silent card shuffle dan teknik brainstorming untuk 2 kali pertemuan dengan materi menentukan tema atau topik karangan dan membaca dengan intonasi yang tepat. g) Menyiapkan media pembelajaran berupa dua urutan kartu gambar, dan dua karangan. h) Membuat kisi-kisi soal mengenai tema karangan dan intonasi yang tepat untuk membaca bacaan. i) Menguji validitas dan reliabilitas soal di kelas V SD Negeri Banyubiru 01. j) Membuat lembar observasi aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran. 2) Tindakan a) Pertemuan 1 Pertemuan pertama ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Februari 2014 selama 2 jam pelajaran. Adapun rincian kegiatan yang peneliti lakukan adalah: (1) Kegiatan Awal Saat memasuki ruang kelas, peneliti memastikan semua siswa sudah masuk kelas dan sudah berdoa. Peneliti menyampaikan materi yang diajarkan yaitu mengenai cara menentukan tema karangan. (2) Kegiatan Inti Siswa menjelaskan pengertian tema karangan. Ada 2 siswa yang dapat menjawab pertanyaan guru ini. Namun, mereka menjawab dengan meniru catatan dari guru. Siswa belum mampu menjelaskan dengan bahasa mereka sendiri. Peneliti menuliskan 2 kata di papan tulis yaitu kebersihan dan

4 41 liburan di Hari Minggu. Siswa menebak kebersihan adalah tema, sedangkan liburan di Hari Minggu merupakan judul. Peneliti memberi beberapa contoh lain mengenai beberapa kata sementara siswa menggolongkan yang termasuk tema. Peneliti membentuk kelompok yang terdiri dari 4 siswa. Peneliti memilih kelompok siswa berdasarkan tempat duduk (depan-belakang). Setelah itu, peneliti menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan siswa sebagai implementasi dari teknik silent card shuffle. Siswa diberi kesempatan bertanya jika belum paham. Setelah menjelaskan, peneliti mengecek pemahaman siswa dengan menyuruh siswa untuk menjelaskan kembali apa yang sudah ia katakan. Peneliti dan siswa menyepakati tanda bergantinya tahapan diskusi dengan tepukan dengan tempo yang ditentukan. Saat siswa sudah bergabung dengan kelompok masing-masing, peneliti memberikan 8 kartu gambar. Setelah semua siswa siap dan nyaman dengan posisi duduk masing-masing, peneliti memberi aba-aba tanda dimulainya aktivitas kelompok siswa. Pelaksanaan masing-masing tahapan teknik silent card shuffle dilakukan dalam waktu 5 menit. Setelah diskusi selesai, peneliti memberi tahu urutan kartu gambar yang tepat dan masing-masing kelompok mengecek hasil kerja mereka. Siswa juga menentukan tema dari kartu gambar yang diberikan peneliti. Siswa secara kelompok membuat cerita berdasarkan kartu gambar tersebut. Setiap siswa wajib membuat dan menuliskan dua kalimat di lembar kerja kelompok. (3) Kegiatan Penutup Siswa mengumpulkan kartu gambar dan tugas kelompok. Peneliti menanyakan kembali pemahaman siswa tentang pengertian tema. Siswa yang tunjuk jari mendefinisikan dengan kalimat mereka sendiri. Siswa juga menyebutkan beberapa contoh tema beserta contoh isi cerita dari tema tersebut. Pada akhir pertemuan, siswa juga memberi usul kepada guru agar kelompok yang dibuat sesuai dengan keinginan mereka.

5 42 b) Pertemuan 2 Tindakan ini dilakukan pada hari Senin, 17 Februari Adapun rincian tindakannya sebagai berikut: (1) Kegiatan Awal Peneliti memastikan bahwa semua siswa sudah masuk kelas. Siswa mengingat kembali pengertian tema, dan contoh tema. Peneliti juga menyampaikan materi pada pertemuan tersebut yaitu mengenai membaca karangan dengan intonasi yang tepat. (2) Kegiatan Inti Peneliti mengenalkan pengertian dan bentuk brainstorming kepada siswa. Semua siswa memahami bahwa brainstorming menuntut mereka untuk kreatif. Peneliti memberi contoh satu judul karangan sebagai permasalahan dan ide-ide yang mungkin dituliskan. Setelah itu, siswa menyebutkan ide lain yang sesuai dengan tema tersebut untuk dijadikan isi cerita. Peneliti memberi dua bacaan kepada siswa. Siswa secara bergiliran membaca bacaan tersebut sesuai dengan intonasi, yaitu dengan nada rendah, meninggi atau datar. Setelah membaca selesai, siswa memverifikasi ide di papan tulis yang sesuai dengan isi bacaan. Siswa juga menentukan kalimat utama dalam paragraf bacaan melalui tanya jawab. Siswa menyebutkan nada membaca yang benar dan ditulis dalam bentuk brainstorming. Peneliti mereview materi pelajaran lalu siswa mengerjakan soal tes siklus I. (3) Kegiatan Penutup Pelajaran ditutup dengan mengoreksi jawaban soal siklus I bersama dengan guru dan mengumpulkan hasil kerja siswa di meja guru. 3) Pengamatan Dalam penelitian ini, guru kelas IV SD Negeri Banyubiru 01 mengamati proses belajar mengajar yang dilakukan peneliti dan siswa. (1) Pertemuan pertama Pertemuan pertama berjalan sesuai dengan RPP yang ditulis oleh peneliti. Siswa tertarik pada kegiatan yang akan dilakukan. Meskipun demikian, terdapat

6 43 beberapa kendala diantaranya beberapa siswa perempuan cenderung menolak untuk satu kelompok dengan siswa laki-laki, dan pemberian instruksi dalam pelaksanaan teknik silent card shuffle yang perlu diulang sampai masing-masing siswa mengerti langkah kegiatan yang dilakukan. Berdasarkan perhitungan lembar observasi yang telah diisi oleh observer diperoleh data pencapaian tujuan pembelajaran sebagai berikut: Tabel 4.2. Aktivitas Siswa dan Guru Pertemuan 1 Siklus I Tingkat Keberhasilan Skor Aktivitas Skor Persentase Kualifikasi aktivitas dalam Maks pembelajaran Siswa % Baik (B) Berhasil Sangat Baik Guru % Berhasil (SB) Jumlah skor aktivitas siswa pada pertemuan 1 siklus I dilihat dari lembar observasi adalah 28 dari skor maksimal (36). Dalam bentuk persentase maka dihasilkan 78% sebagai pencapaian keaktifan siswa dalam pembelajaran. Sedangkan skor aktivitas guru adalah 63 dari skor maksimal (72) atau sebanyak 88%. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa masuk kategori baik, sedangkan aktivitas guru termasuk sangat baik dan berhasil dalam pelaksanaan aktivitas pembelajaran. (2) Pertemuan kedua Siswa belum terbiasa mengungkapkan ide atau pendapat mengenai tema karangan. Sehingga peneliti perlu memberikan contoh ide-ide yang sesuai tema. Akan tetapi, setelah siswa memahami bagaimana pelaksanaan teknik brainstorming, mereka cenderung ramai dan mengutarakan pendapat tanpa tunjuk jari. Pada akhir pertemuan, siswa mengerjakan soal tes siklus I. Namun, terdapat beberapa siswa yang bertanya kepada teman sebangku sehingga peneliti perlu menegur. Berikut ini adalah skor lembar observasi aktivitas siswa dan guru pada pertemuan kedua siklus I:

7 44 Aktivitas Skor Tabel 4.3. Aktivitas Siswa dan Guru Pertemuan 2 Siklus I Skor Maks Persentase Kualifikasi Tingkat Keberhasilan aktivitas dalam pembelajaran Siswa % Baik (B) Berhasil Guru % Baik (B) Berhasil Berdasarkan data diatas, aktivitas siswa dan guru masuk ke dalam kategori baik dan berhasil. Peningkatan kemampuan menulis siswa dapat dilihat dari hasil tes siklus I yang meliputi langkah awal siswa untuk menentukan tema dan membaca dengan intonasi yang tepat. Berikut ini adalah tabel peningkatan kemampuan menulis siswa dari pra siklus ke siklus I. Tabel 4.4 Peningkatan Kemampuan Menulis Siswa Pra Siklus ke Siklus I Kriteria Pra Siklus Siklus I Rata-Rata 74,95 80,41 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Persentase Ketuntasan 58,33% 79,17% Peningkatan rata-rata nilai menulis siswa dari 74,95 menjadi 80,41. Begitu pula persentase ketuntasan kemampuan menulis siswa meningkat sebanyak 20,84% dari 58,33% menjadi 79,17%. Meskipun demikian, masih terdapat nilai terendah yang sama yaitu 50. Berikut disajikan pula diagram peningkatan kemampuan menulis siswa pada siklus I dengan teknik silent card shuffle dan brainstorming tentang peningkatan hasil belajar siswa dari tahap pra siklus ke siklus I.

8 Diagram Peningkatan Siklus I rata-rata tuntas tidak tuntas persentase pra siklus siklus I Gambar 4.2. Diagram Peningkatan Siklus I i. Refleksi Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, teknik silent card shuffle dan brainstorming dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Hal-hal yang perlu ditekankan dalam pelaksanaan kedua teknik tersebut adalah memberikan pemahaman kepada siswa untuk menghargai pendapat orang lain, dan memotivasi mengungkapkan ide atau pendapat. Peneliti perlu menggunakan cara tertentu untuk mengontrol perilaku siswa di dalam kelas agar mengurangi keramaian yang terjadi di dalam kelas. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah 75. Berdasarkan hasil belajar siklus I, masih terdapat 5 siswa yang belum tuntas memenuhi KKM karena tidak dapat menentukan tema dari cerita atau urutan cerita serta kurang mengerti arti kata seperti kata lirih. Setelah melaksanakan pembelajaran dengan teknik silent card shuffle dan brainstorming belum mencapai tingkat ketuntasan 85%. Persentase ketuntasan sebanyak 79,17%. D. Pelaksanaan Siklus II Siklus II dilakukan selama tiga kali pertemuan yang terdiri dari dua pertemuan 2 x 35 menit dan satu pertemuan 1x35 menit.

9 46 Indikator siklus II ini adalah: a. Menyusun karangan dengan memperhatikan penulisan ejaan yang (huruf kapital, dan tanda baca). Adapun tahapan pelaksanaan siklus II sebagai berikut: a. Perencanaan 1) Membuat RPP dengan materi menulis karangan dengan melakukan perbaikan dari siklus I 2) Membuat indikator pencapaian hingga 85% siswa tuntas dari KKM (75) dalam aspek menulis 3) Menganalisis soal uji instrumen yang valid untuk 4) Membuat lembar observasi aktivitas siswa dan guru siklus II b. Tindakan 1) Pertemuan 1 a) Kegiatan awal Peneliti memulai kegiatan belajar mengajar dengan berdoa bersamasama dengan siswa ketika semua siswa sudah berada di kelas. Penelti menyampaikan bahwa pertemuan ini berkaitan dengan kegiatan menulis karangan. Siswa melakukan kegiatan dengan kartu gambar untuk membantu mereka menulis karangan singkat. b) Kegiatan inti Siswa bergabung dengan kelompok yang sudah dibentuk pada dua pertemuan sebelumnya. Peneliti membagikan kartu gambar. Siswa mengelompokkan kartu gambar tanpa berbisik. Dilanjutkan dengan diskusi anggota kelompok, perwakilan kelompok melihat hasil kerja kelompok lain dan berdiskusi kembali di kelompok masing-masing. Peneliti dan siswa menyimpulkan urutan kartu gambar yang benar. Setelah diketahui urutan yang benar, masing-masing siswa memilih salah satu urutan kartu gambar yang diceritakan menggunakan kalimat mereka masing-masing.

10 47 Saat kegiatan menulis berlangsung, peneliti selalu mengingatkan siswa untuk memperhatikan ejaan yang mereka tulis, memperhatikan tanda baca dan keterpaduan antar kalimat. Sebelum pekerjaan siswa dikumpulkan, peneliti menyuruh siswa untuk mengecek ulang pekerjaan mereka dan menambahkan tanda baca yang kurang. c) Kegiatan Penutup Pada akhir pertemuan, siswa mengumpulkan hasil karangan. Selanjutnya, peneliti menjelaskan apa yang perlu disiapkan untuk pertemuan selanjutnya. Siswa harus melakukan teknik brainstorming secara individu dengan urutan memilih satu tema, kemudian menyebutkan ide-ide yang akan diceritakan dalam karangan yang ia buat. Tema dan ide tersebut dituangkan dalam bentuk brainstorming. Siswa memperkirakan ide tersebut dapat dijadikan 2 paragraf atau 10 kalimat. 2) Pertemuan 2 a) Kegiatan awal Peneliti menanyakan kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran. Ada siswa yang belum membuat ide dan tema yang seharusnya disusun menjadi karangan. Meskipun demikian, peneliti tidak memberi hukuman kepada siswa yang belum menentukan tema dan ide untuk karangan. Peneliti memberikan waktu yang sama kepada semua siswa untuk menulis selama 45 menit. b) Kegiatan inti Siswa yang sudah membuat brainstorming berkonsultasi dengan peneliti sebelum melanjutkannya ke dalam karangan. Dengan berkeliling kelas, peneliti memantau kegiatan menulis siswa dan membantu siswa dalam penulisan beberapa kata, penulisan tanda baca, dan ejaan. c) Kegiatan Penutup Peneliti dan siswa mereview hal-hal yang diperlukan untuk menyusun karangan. Setelah itu, siswa mengumpulkan karangan yang sudah dibuat.

11 48 Sebelum siswa keluar kelas untuk beristirahat, siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai tes yang akan dilakukan dalam pertemuan selanjutnya. 3) Pertemuan 3 a) Kegiatan awal Siswa membantu guru membagikan hasil kerja kelompok dan individu. Setelah semua lembar kerja siswa dibagi, guru mereview materi yang sudah dipelajari bersama-sama. b) Kegiatan inti Siswa membagikan lembar soal dan jawaban tes siklus II. Kemudian, guru menjelaskan maksud dari setiap soal tersebut. Siswa yang belum paham diperbolehkan bertanya. Setelah itu, siswa mengerjakan soal selama 25 menit. c) Kegiatan penutup Ketika waktu pengerjaan soal berakhir, siswa mengumpulkan lembar soal dan lembar jawab di meja guru. Dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada kelompok yang berdiskusi menggunakan teknik silent card shuffle dengan mematuhi aturan yang sudah ditentukan dan pemberian kenangkenangan dari siswa ke guru maupun sebaliknya. b. Pengamatan 1) Pertemuan pertama Selama pelaksanaan sintaks teknik silent card shuffle, siswa sudah lebih mematuhi aturan dan kesepakatan yang dibuat. Pada saat konfirmasi mengenai urutan kartu gambar, semua kelompok memiliki urutan kartu gambar yang sama. Meskipun demikian, saat masing-masing siswa menulis, peneliti masih perlu mengingatkan penulisan tanda baca, ejaan dan pemilihan kata yang tepat. Ada beberapa siswa yang menuliskan kata bahasa Jawa dalam karangan yang dibuat.

12 49 Untuk siswa yang selesai lebih cepat, peneliti belum menyiapkan aktivitas lain. Sehingga peneliti menyuruh siswa untuk mengerjakan latihan yang ada di buku BSE. Data keaktifan siswa dan guru selama pembelajaran 1 siklus II sebagai berikut: Tabel 4.5. Aktivitas Siswa dan Guru Pertemuan 1 Siklus II Aktivitas Skor Tingkat Keberhasilan Skor Persentase Kualifikasi aktivitas dalam Maks pembelajaran Siswa % Sangat Baik (SB) Berhasil Guru % Sangat Baik (SB) Berhasil Keaktifan siswa pada pertemuan 1 siklus II dinilai dari lembar observasi adalah 33 dari skor maksimal (36) atau sebanyak 91.66%. Sedangkan skor aktivitas guru adalah 69 dari skor maksimal (72) atau sebanyak 95.83%. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa dan guru masuk kategori sangat baik dan berhasil dalam pelaksanaan pembelajaran. 2) Pertemuan kedua Peneliti tidak melakukan brainstorming secara klasikal, melainkan secara individu yang dilakukan siswa. Terjadi perubahan pelaksanaan pembelajaran dari RPP yang sudah dibuat, karena siswa membutuhkan waktu untuk menulis selama 45 menit. Pada pertemuan ini, peneliti menggunakan kartu berwarna sebagai poin untuk meningkatkan keaktifan siswa dan mengontrol perilaku siswa agar dapat menjaga ketenangan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. 3) Pertemuan ketiga Peneliti masih memberlakukan penggunaan poin dengan kartu berwarna sekalipun pertemuan tersebut hanya tes siklus II. Penggunaan kartu

13 50 berwarna ini berfungsi untuk mengurangi kerjasama siswa selama tes berlangsung. Aktivitas Skor Tabel 4.6. Aktivitas Siswa dan Guru Pertemuan 2 dan 3 Siklus II Skor Maks Persentase Kualifikasi Tingkat Keberhasilan aktivitas dalam pembelajaran Siswa % Sangat Baik (SB) Berhasil Guru % Sangat Baik (SB) Berhasil Peningkatan kemampuan menulis siswa dilihat dari hasil tes siklus II mengenai menulis karangan dengan memperhatikan ejaan yang tepat (sesuai EYD). Hasilnya dapat dilihat dalam tabel di bawah ini: Tabel 4.7. Peningkatan Kemampuan Menulis Siswa dari Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II Kriteria Pra Siklus Siklus I Siklus II Rata-Rata 74,95 80,42 88,23 Nilai Tertinggi Nilai Terendah ,50 Persentase Ketuntasan 58,33% 79,17% 91,66% Berdasarkan tabel 4.7. diatas, dapat dilihat peningkatan rata-rata kelas dari 80,42 menjadi 88,23. Nilai terendah dari siklus I ke siklus II juga mengalami peningkatan dari 50 menjadi 62,50. Selain itu juga terjadi peningkatan persentase ketuntasan kemampuan menulis siswa dari 79,17% dan 91,66%. Artinya, masih terdapat dua siswa yang belum memenuhi ketuntasan kemampuan menulis. Untuk lebih jelasnya, berikut diagram peningkatan siklus II.

14 Diagram Peningkatan Siklus II rata-rata tuntas tidak tuntas persentase Pra Siklus Siklus I Siklus II Gambar 4.3. Diagram Peningkatan Siklus II Meskipun persentase kemampuan menulis siswa selalu meningkat, terdapat 1 siswa yang mengalami penurunan nilai dari pra siklus hingga siklus II. Dilansir penyebabnya adalah siswa terlambat masuk kelas saat tes siklus II dilaksanakan, sehingga siswa tersebut memiliki waktu yang sedikit untuk mengerjakan soal tes siklus II. c. Refleksi Setelah melaksanakan perbaikan pembelajaran di kelas, peneliti dan guru kelas mendapatkan hasil yang telah memenuhi indikator pencapaian. Hasil belajar pada siklus II, menunjukkan peningkatan persentase ketuntasan kemampuan menulis siswa dari 79,17% menjadi 91,66%. Permasalahan yang muncul pada siklus I juga sudah ditemukan solusinya, seperti latihan menggunakan urutan gambar yang disusun sebelum dilakukan pembelajaran sehingga siswa dapat mengetahui tema dari cerita atau urutan gambar, dan penggunaan brainstorming sebagai alat bantu siswa memahami arti kata tertentu. Berdasarkan dari hasil belajar siswa yang telah mencapai ketuntasan, peneliti dan guru melakukan kesepakatan tentang akhir dari tindakan perbaikan

15 52 pembelajaran. Siklus yang dilaksanakan sudah memenuhi indikator keberhasilan, maka tidak diadakan siklus selanjutnya. E. Pembahasan 1. Pelaksanaan Siklus I a. Pertemuan 1 Pelaksanaan pembelajaran pertemuan ini sesuai dengan RPP. Indikator pada pertemuan ini adalah siswa menentukan tema untuk karangan. Pertemuan tersebut diawali dengan siswa membedakan tema dan judul bacaan dari kalimat yang ditulis di papan tulis oleh peneliti. Selanjutnya peneliti menjelaskan langkah kegiatan yang dilaksanakan. Dalam pembagian kelompok, beberapa siswa perempuan enggan berada satu kelompok dengan siswa laki-laki. Mereka juga berteriak saat menolak sekelompok dengan siswa laki-laki sehingga peneliti perlu diam beberapa saat agar kondisi kelas kembali tenang. Peneliti membagi kelompok berdasarkan tempat duduk mereka (depan-belakang) dengan pertimbangan dapat lebih cepat dalam pembentukan kelompok. Pada menit pertama pelaksanaan teknik silent card shuffle terdapat 4 kelompok yang tidak mematuhi aturan silent card shuffle dengan berbisik sehingga peneliti perlu menegur. Sebelum tahapan circulate and observe dimulai, peneliti memberi instruksi mengenai arah peputaran kelompok. Peneliti mengulang instruksi hingga tiga kali, lalu meminta beberapa siswa menjelaskan kembali petunjuk yang diberikan peneliti. Hal ini cukup efektif sehingga tidak ada keributan saat perputaran kelompok. Pada saat konfirmasi, terdapat satu kelompok yang memiliki jawaban yang berbeda dari kelompok lain. Siswa kelompok menjelaskan urutan cerita dari urutan yang mereka buat. Peneliti mengajarkan kepada siswa lain untuk menghargai pekerjaan kelompok tersebut. Setelah tahapan teknik silent card shuffle selesai, masing-masing kelompok menulis dua karangan berdasarkan dua urutan kartu gambar. Saat menulis secara kelompok, siswa perempuan dalam 4 kelompok lebih dominan

16 53 daripada siswa laki-laki. Siswa perempuan menganggap tulisan siswa laki-laki tidak bagus. Oleh karena itu, peneliti menekankan pentingnya kerjasama anggota kelompok, dan setiap siswa wajib menulis dua kalimat. Pencarian ide untuk menceritakan kartu gambar memerlukan waktu tambahan, sehingga peneliti menambah waktu 10 menit. b. Pertemuan 2 Peneliti melakukan pembelajaran sesuai dengan sintaks dalam RPP. Pengenalan teknik brainstorming merupakan hal baru bagi siswa. Pada awalnya siswa belum memahami maksud dari teknik ini, yaitu mengenai pengutaraan ide, dan penggolongan ide yang sesuai dengan tema. Siswa kurang aktif dan masih malu untuk mengungkapkan pendapat. Setelah siswa lebih paham dan mampu mengungkapkan ide dari permasalahan yang diberikan, mereka mengucapkannya dengan tanpa tunjuk jari sehingga kelas lebih ramai. Tepukan tangan yang dipakai peneliti kadang tidak berfungsi secara efektif, karena terdapat siswa yang berpendapat dengan berteriak. Peneliti perlu berdiam diri dan menunggu agar siswa kembali tenang. Saat bergiliran membaca bacaan, banyak siswa yang berebut untuk membaca. Meskipun demikian, peneliti tetap menunjuk beberapa siswa yang tidak tunjuk jari. Dilihat dari data peningkatan kemampuan menulis siswa pada tabel 4.4 masih terdapat nilai terendah yang sama antara pra siklus dan siklus I. siswa yang mendapatkan nilai 50 juga sama. Setelah peneliti diskusikan dengan observer, dari pengamatan, siswa tersebut sering tidak berkonsentrasi saat pembelajaran berlangsung. Ia sering menyibukkan diri sendiri dengan cara menggambar anime di buku tulisnya. 2. Siklus II a. Pertemuan 1 Pelaksanaan teknik silent card shuffle berjalan lebih baik karena siswa tidak memprotes pengelompokan. Meskipun demikian, saat siswa mulai menulis, siswa masih kurang percaya diri dengan ide yang akan ditulis. Kerancuan

17 54 pemilihan kata dalam menulis masih tercampur dengan bahasa Jawa. Kondisi kelas cukup ramai karena siswa berdiskusi dengan siswa lain mengenai hal-hal yang perlu ditulis dalam cerita yang ia buat. Hal ini berakibat pekerjaan sebagian besar siswa tidak cepat selesai. b. Pertemuan 2 Terjadi perubahan pelaksanaan pembelajaran dimana peneliti menyuruh siswa melakukan teknik brainstorming secara individu (di rumah). Pada akhir pertemuan pertama, peneliti sudah berpesan kepada siswa untuk melakukan brainstorming secara individu. Setiap siswa wajib memilih satu tema lalu menyebutkan ide-ide dan menyusun kalimat utama untuk setiap paragraf. Namun, pada pertemuan kedua, 11 siswa tidak mengerjakannya di rumah, sehingga mereka membuat brainstorming individu di kelas. Kelas menjadi sedikit bergemuruh karena mereka cenderung berdiskusi dengan teman. Selain itu terdapat satu siswa yang menyelesaikan karangan di rumah tanpa membuat brainstorming terlebih dahulu. Peneliti menegaskan bagi siswa yang sudah membuat karangan dari rumah harus membuat karangan lagi yang berbeda tema dari yang sudah dibuat. Bagi siswa yang membuat brainstorming perlu mengecek ide yang mereka tulis dengan peneliti terlebih dahulu. Peneliti juga memberlakukan kertas berwarna untuk mengontrol perilaku siswa. c. Pertemuan 3 Kegiatan pada pertemuan 3 adalah tes siklus II terdiri dari 8 soal uraian. Soal nomor 8 meminta siswa untuk membuat karangan minimal terdiri dari lima kalimat. Dalam membuat karangan seharusnya skor nilai lebih banyak, akan tetapi peneliti tidak memberikan skor lebih dalam soal tersebut karena uji validitas dan reliabilitas instrumen menggunakan SPSS tidak memungkinkan untuk dilakukan perbedaan total skor di setiap nomor. Saat membuat soal uraian yang meminta siswa untuk mengarang sebaiknya uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan pendapat ahli.

18 55 Selama tes berlangsung, peneliti memberlakukan kertas poin untuk mencegah kerjasama antarsiswa. Peneliti memberi kertas warna hijau kepada siswa yang tidak bekerjasama, sedangkan siswa yang masih bertanya kepada teman mendapat kertas warna merah jambu. Dalam hasil tes siklus II, masih terdapat 2 siswa belum tuntas. Keduanya adalah siswa yang pada pra siklus dan/ atau pada siklus I sudah tuntas. Faktor yang mempengaruhi adalah siswa datang terlambat 30 menit saat dilaksanakan tes siklus II, tolok ukur pra siklus yang berupa nilai siswa dalam menulis pantun yang dinilai oleh guru kelas IV bukan peneliti, siswa tidak teliti dalam mengerjakan soal uraian dan tidak mau mengecek ulang jawaban. Selain itu, kedua siswa ini salah menjawab pada soal nomor 3 yaitu Sebutkan 5 kegunaan huruf kapital dalam kalimat! Dari soal tersebut diharapkan siswa menulis kegunaan huruf kapital seperti menulis nama tempat, nama orang, menulis singkatan, dll. Akan tetapi, kedua siswa ini memberikan contoh nama orang atau nama tempat atau singkatan.

Lampiran 1 JADWAL PERTEMUAN

Lampiran 1 JADWAL PERTEMUAN Lampiran 1 JADWAL PERTEMUAN No. Hari, tanggal Kegiatan Tempat 1 Sabtu, 15 Februari 2014 Siklus I, pertemuan 1 SDN Banyubiru 01 2 Senin, 17 Februari 2014 Siklus I, pertemuan 2 SDN Banyubiru 01 3 Rabu, 19

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kompetensi bahasa Indonesia dibagi menjadi 4 aspek yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat aspek ini saling berkaitan satu dengan yang lain

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini akan dilaksanakan di SD Negeri Banyubiru 01, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Penelitian dilaksanakan pada bulan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Baleharjo Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. SDN 1 Baleharjo terletak di lingkungan pedesaan yang jauh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa 47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MI Darus Salam Kalipang yang berada di Jalan masjid dusun Krikilan desa Kalipang,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Penelitian 1. Pra siklus Pada tahap pra siklus ini yang dilakukan oleh peneliti berupa pendokumentasian daftar nama, daftar nilai peserta didik, dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Menurut Kemmis (1988) Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Berdasarkan pengamatan awal sebelum dilakukan tindakan diketahui bahwa pembelajaran pemahaman membaca dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran dan Subyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Suruh 02 berlokasi di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Subyek dalam

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Data hasil penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan penilaian. Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran Bahasa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I A. Tahap Perencanaan Setelah diperoleh informasi pada waktu observasi, maka peneliti melakukan diskusi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali 41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas XI IPS 3 di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Sebagaimana diuraikan pada bab III, tindakan penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kecandran 01 dengan subyek penelitian siswa kelas 4 yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian ini terdiri atas pelaksanaan siklus 1 dan pelaksanaan siklus 2. Pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2 meliputi perencanaan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian 4.1.1. Pra siklus Pembelajaran matematika yang dilaksanakan di kelas V SD 4 Bulungkulon Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus tahun ajaran 2013/2014

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang terjadi di kelas I SDN Tingkir Lor 1 Salatiga. Sebelum dilaksanakannya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan di kelas V yang berjumlah 29 siswa di SDN Lemahireng 2 Kecamatan Bawen tahun ajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Sekolah SDN Banyubiru 05 berada di Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. SD ini terletak cukup dekat dengan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 104 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Refleksi Awal Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran Penelitian ini dilaksanakan di kelas VA SD Negeri 71 Kota Bengkulu. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengembangan Instrumen Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal tes akhir siklus. Seluruh instrumen

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan melihat kondisi awal keaktifan belajar dan hasil belajar matematika pada siswa kelas 5 SD Negeri Jebeng

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Kondisi awal hasil observasi penelitian diketahui bahwa hasil belajar matematika siswa kelas enam SD Negeri Simpar masih rendah. Hal tersebut

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Pra Siklus Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Tleter Semester 2 Tahun ajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Deskripsi Siklus 1 4.1.1.1. Perencanaan Tindakan 1 Pada tahapan ini, kegiatan penyusunan rencana pembelajaran dilakukan setelah diperoleh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Paparan Data a. Pra Tindakan Sebelum melakukan penelitian, peneliti mengadakan observasi awal di MI Al-Hidayah 02 Betak Kalidawir

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Gambaran Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kopeng 03 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. SD Negeri Kopeng 03 terletak

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Gendongan 01 yang terletak di Jl. Margorejo No.580 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 29 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian dilakukan dalam praktek pembelajaran di kelas V SDN Kebowan 02 Kecamatan Suruh dengan jumlah 21 siswa yang terdiri dari 10 siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Bagian ini, akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus, deskripsi siklus I, deskripsi siklus II. Deskripsi pra siklus membahas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 5 semester II tahun pelajaran 2013/2014 di SD Negeri Candirejo 02 yang terletak di Jl.

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Penelitian tindakan kelas menulis Q.S. Al-Mu minun ayat 1 s/d 11 dengan metode Drill dan teknik Modeling pada pelajaran Bahasa Arab, pada kelas VIIIC

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas tentang hasil penelitian meliputi deskripsi kondisi awal, deskripsi hasil siklus I, deskripsi hasil perbaikan pada siklus II, pembahasan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini menyajikan tentang hasil penelitian dan pembahasannya. Adapun hasil penelitian ini dijabarkan dalam pelaksanaan tindakan. 4.1 Pelaksanaan Penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh peneliti yang menggunakan rancangan penelitian model

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Daerah Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Gedong 01, berada di Dusun Banyudono RT 02 RW 09 Desa Gedong, Kecamatan Bayubiru, Kabupaten

Lebih terperinci

Gambar 4.1 Diagram Persentase ketuntasan siswa pada prasiklus

Gambar 4.1 Diagram Persentase ketuntasan siswa pada prasiklus BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Prasiklus Proses pembelajaran sebelum dilakukan tindakan, guru hanya mengajar dengan ceramah. Guru cenderung mentransfer ilmu pada siswa, sehingga guru lebih aktif

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan kooperatif tipe group investigation (GI) pada mata pelajaran IPS dengan materi Perjuangan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus I, terlebih dahulu peneliti

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus I, terlebih dahulu peneliti BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Awal (Pra Siklus) Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus I, terlebih dahulu peneliti mencari data awal nilai keterampilan berbicara pada pelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian tindakan adalah cara suatu kelompok atau seseorang dalam mengorganisasi suatu kondisi sehingga mereka dapat mempelajari pengalaman mereka dapat

Lebih terperinci

nilai tertinggi nilai terendah (log n) (log 32)

nilai tertinggi nilai terendah (log n) (log 32) 45 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tlogo 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Subyek yang menjadi penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. keterampilan membaca permulaan dengan menggunakan metode SAS yang peneliti

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. keterampilan membaca permulaan dengan menggunakan metode SAS yang peneliti 61 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada saat penelitian berlangsung di MI Darussalam Krian Sidoarjo tentang keterampilan membaca permulaan dengan menggunakan metode SAS yang peneliti lakukan. Metode

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Pelaksanaan Tindakan Pada bagian pelaksanaan tindakan, akan diuraikan empat subbab yaitu kondisi awal, siklus 1, siklus 2 dan pembahasan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan melalui praktik pembelajaran di kelas 6 SD Negeri 2 Getas Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, dengan jumlah siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. PTK. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. PTK. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan peneliti sebagai observer dan berkolaborasi dengan guru sebagai pengajar dalam penelitian. Sebelum

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dalam Mata Pelajaran PKn Organisasi Pemerintahan Pusat 1. Hasil Penelitian Siklus I Siklus

Lebih terperinci

Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12

Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pembelajaran yang diterapkan pada penelitian guna meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar dalam pemecahan masalah matematika adalah pembelajaran

Lebih terperinci

Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Diskripsi Siklus 1 1) Perencanaan Tindakan Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perencanaan tindakan didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang bertujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas III Madrasah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas III Madrasah BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sumanggi Kecamatan Batang Alai Utara Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Pelaksanaan Tindakan Sesuai dengan perencanaan penelitian yang telah dirancang, maka pelaksanaan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Pelaksanaan Tindakan Sesuai dengan perencanaan penelitian yang telah dirancang, maka pelaksanaan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Pelaksanaan Tindakan Sesuai dengan perencanaan penelitian yang telah dirancang, maka pelaksanaan penelitian akan dilaksanakan melalui tahap dan proses yang terstruktur.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pra Siklus Tahap pra siklus dilakukan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti melakukan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metodologi Penelitian 1. Subyek Penelitian Subyek yang akan diteliti pada penelitian ini adalah siswa Kelas IV semester Genap MI Baiturrahim Kecamatan Tembalang Kota Semarang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas II SD Kutowinangun 08. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan ini mengenai deskripsi pra siklus, deskripsi siklus 1, dan deskripsi siklus 2. Deskripsi siklus 1 tentang perencanaan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas 4 SDN Salatiga 09. Total jumlah siswa di kelas 4 berjumlah 38 siswa, dengan total

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang terjadi di kelas V SD N Ngajaran 02.Langkah pertama yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Banyubiru 01 yang terletak di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Subyek penelitian adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Hasil belajar siswa di kelas 4 SD Negeri Kauman Lor 01 tergolong rendah. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 23

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Tlogodalem. SD Negeri Tlogodalem terletak di Dusun Ngadisari, Desa Tlogodalem, Kecamatan Kertek, Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada Bab IV ini akan disajikan uraian hasil penelitian. Hasil penelitian ini merupakan jawaban atas rumusan masalah yang terdapat pada bab I. Sebelum

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan menguraikan tentang hasil penelitian dari pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II. Berikut ini akan diuraikan tentang perencanaan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu siklus satu dan siklus dua, masing-masing siklus tiga kali

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data penelitian yang diperoleh adalah berupa data observasi berupa pengamatan pengelolaan pembelajaran dengan menggunakan Model Problem Based Learning dan pengamatan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil tes pada tiap siklus. Selanjutnya data yang diperoleh diuraikan dalam

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil tes pada tiap siklus. Selanjutnya data yang diperoleh diuraikan dalam 53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil dari penelitian diperoleh melalui pengumpulan data melalui kegiatan observasi yang dilakukan pada siswa dan guru, hasil wawancara, serta

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Siklus 1 Dalam Siklus 1 terdapat 3 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut: a. Perencanaan (Planning) Pada siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Tahap Identifikasi Masalah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Sebelum melakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilakukan pada kelas XII jurusan TFL (Teknik Fabrikasi Logam) yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilakukan pada kelas XII jurusan TFL (Teknik Fabrikasi Logam) yang BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMK Negeri 2 Kota Bengkulu tahun ajaran 2013/2014 pada semester genap

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tindakan penelitian adalah sebagai berikut. a. Observasi awal dan wawancara dengan guru kelas II SD Negeri

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tindakan penelitian adalah sebagai berikut. a. Observasi awal dan wawancara dengan guru kelas II SD Negeri BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Tahap Prasiklus Tahapan yang dilakukan oleh peneliti sebelum melaksanakan tindakan penelitian adalah sebagai berikut. a. Observasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 57 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dipaparkan tentang penerapan strategi pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam praktek pembelajaran di kelas V SDN Blotongan 2 Salatiga dengan jumlah 39 peserta didik pada mata pelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas melalui model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan pada mata pelajaran matematika materi pecahan ini

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Sekolah Dasar Negeri Wonokerto terlektak di Desa Wonokerto, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Sekolah ini terdiri dari 1 kepala sekolah,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 01 Blotongan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga dengan subyek penelitian siswa kelas 4 sebanyak 25 siswa.

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data 1. Deskripsi Data Pra Siklus Tahap pra siklus adalah tahap dimana belum diterapkannya model pembelajaran yang baru. Tahap pra siklus ini bertujuan untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melaksanakan observasi terlebih dahulu di kelas VII MTs Uswatun Hasanah Mangkang Semarang. Penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pembelajaran dengan menggunakan media poster. Pada hasil penelitian ini

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pembelajaran dengan menggunakan media poster. Pada hasil penelitian ini BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dalam penelitian tindakan kelas ini terdapat hal-hal yang akan dijabarkan. Hasil penelitian ini yaitu semua data yang diperoleh peneliti selama

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Wonoyoso, yaitu sebuah Sekolah Dasar di desa Wonoyoso Kecamatan Pringapus Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal dilakukan di kelas VII F SMP N 2 Susukan semester 2 tahun ajaran 2013 / 2014 pada kompetensi dasar mendiskripsikan Potensi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil Sekolah Tempat penelitian ini adalah MI Cepiring yang beralamatkan Desa Cepiring RT 10/RW 04 Cepiring Kabupaten Kendal. Ditinjau dari tenaga pengajarnya,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Sebelum melaksanakan proses penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan kegiatan observasi dengan tujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal dilakukan di kelas VIII E SMP N 2 Susukan semester I tahun ajaran 2012 / 2013 pada kompetensi dasar mendiskripsikan hubungan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Deskripsi Kondisi Awal. Penelitian ini dilakukan di kelas I SD Negeri Kebolampang Kecamatan Winong Kabupaten Pati Tahun Pelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan observasi hasil belajar kelas 4 SD Negeri 2 Wonocoyo sebelum dilaksanakan penelitian pada awal semester II Tahun pelajaran 2014/2015,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. persiapan agar hasil yang dicapai benar-benar maksimal. Beberapa persiapan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. persiapan agar hasil yang dicapai benar-benar maksimal. Beberapa persiapan 61 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian Sebelum penelitian dilakukan, terlebih dahulu peneliti mengadakan persiapan agar hasil yang dicapai benar-benar maksimal. Beberapa persiapan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Ngajaran 03 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Subyek yang menjadi penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri Sidorejo Lor 06 Kecamatan Sidorejo Kota Sal atiga

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Tindakan Penelitian ini berlangsung sebanyak 4 (empat) tahapan, yaiu; pra siklus, siklus I, siklus II, dan siklus III. Penelitian dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tentang penigkatan pemahaman materi mempertahankan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tentang penigkatan pemahaman materi mempertahankan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian tentang penigkatan pemahaman materi mempertahankan keutuhan NKRI dengan menggunakan metode Mind Mapping pada mata pelajaran PKn kelas V di MI Nurul Islam

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 16 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas di SD Negeri Ngijo 01 Semarang pada kelas V yang berjumlahkan 29 anak terdiri

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil belajar Siswa Pra Siklus

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil belajar Siswa Pra Siklus 34 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Pra Siklus Berdasarkan hasil observasi hasil belajar siswa di kelas 4 SD N 3 Gedong dengan jumlah siswa 28 anak pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Gambaran Umum SD Negeri Sunggingsari SD Negeri Sunggingsari terletak di Desa Sunggingsari Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Berdiri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Kegiatan Penelitian Februari Maret April Mei

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Kegiatan Penelitian Februari Maret April Mei BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN Rejowinangun Utara 03 Kota Magelang. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas 5 tahun pelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dari empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action),

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dari empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tentang penerapan strategi Giving Question and Getting Answer pada mata pelajaran IPS materi proklamasi kemerdekaan Indonesia untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 37 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Siklus I Pada siklus I penelitian yang telah dilakukan akhirnya diperoleh data-data sebagai berikut. a. Perencanaan Pada perencanaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaborasi dengan guru kelas. Peneliti secara kolaborasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sebanyak 1 x pertemuan, yaitu

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sebanyak 1 x pertemuan, yaitu 50 BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Siklus I 1. Implementasi Siklus I Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sebanyak 1 x pertemuan, yaitu pada tanggal 16 September 2014. Pembelajaran pada siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilaksanakan dalam praktek mengajar di kelas I SDN Tlogowungu kecamatan Kaloran kabupaten Temanggung dengan jumlah siswa 25 pada mata

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan membahas hasil penelitian yang telah peneliti lakukan. Pembahasan hasil penelitian meliputi rencana tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melaksanakan observasi terlebih dahulu di kelas VIII MTs Uswatun Hasanah Mangkang Semarang. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian Jenis penelitian ini adalah PTK Kolaborasi. Penelitian ini dilakukan di kelas II SDN 2 Jlamprang Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo. Waktu penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. SD Negeri 06 Metro Barat terletak di jalan Jendral Sudirman No. 14 Ganjar

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. SD Negeri 06 Metro Barat terletak di jalan Jendral Sudirman No. 14 Ganjar BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Profil SD Negeri 06 Metro Barat SD Negeri 06 Metro Barat terletak di jalan Jendral Sudirman No. 14 Ganjar Agung Kota Metro. Pada periode ini SD Negeri 06 Metro Barat dipimpin

Lebih terperinci