BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN"

Transkripsi

1 126 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Setelah melakukan analisis mendalam tentang PT. Asuransi Wahana Tata serta melakukan perhitungan terhadap setiap aspek yang berkaitan dengan pengembangan strategi produk asuransi surety bond maka dapat disimpulkan beberapa kesimpulan analisis seperti dibawah ini. Bauran Pemasaran ( Marketing Mix ) o Produk ( Product ) PT. Asuransi Wahana Tata memiliki berbagai macam produk serta memiliki produk yang di fokuskan ke dalam produk Asuransi Surety Bond. Produk Asuransi Surety Bond merupakan produk asuransi Wahana Tata yang dikembangkan dengan tujuan penyediaan layanan jasa keuangan untuk perusahaan yang memerlukan sertifikat bond untuk melengkapi persyaratan administrasi yang diperlukan untuk ikut serta dalam proyek tertentu. Adapaun produk surety bond yang ditawarkan oleh PT. Asuransi Wahana Tata adalah sebagai berikut : 1. Jaminan Penawaran ( Bid Bond / Tender Bond ) 2. Jaminan Pelaksanaan ( Performance Bond ) 3. Jaminan Pembayaran Uang Muka ( Advance Payment Bond ) 4. Jaminan Pemeliharaan ( Maintenance Bond )

2 127 Hal ini terlihat bahwa produk asuransi surety bond PT. Asuransi Wahana Tata menyediakan layanan yang lengkap serta menjangkau seluruh kebutuhan bisnis perusahaan sehingga PT. Asuransi Wahana Tata layak menjadi suatu provider jasa pelayanan keuangan. o Harga ( Price ) Produk Asuransi Surety Bond Wahana Tata memberikan biaya premi yang murah serta diberikan beberapa potongan diskon untuk nasabah dengan kriteria tertentu. Adapun jumlah premi yang harus dibayarkan oleh konsumen adalah sebagai berikut : 1. Jaminan Penawaran ( Bid Bond ) : 0.20% % per 3 Bulan. 2. Jaminan Pelaksanaan ( Performance Bond ) : 1.00% % per 1 Tahun. 3. Jaminan Pembayaran Uang Muka ( Advance Payment Bond ) : 1.20% % per 1 Tahun, 4. Jaminan Pemeliharaan ( Maintenance Bond ) : 1.00% % per 1 Tahun. Sedangkan perusahaan dapat memberikan diskon hingga 15% dari nilai premi yang dibayarkan. Sehingga konsumen akan memperoleh benefit yang sama namun dengan biaya premi yang lebih murah dibayarkan. Hal ini menunjukkan bahwa harga premi yang ditawarkan oleh perusahaan cukup bersaing dalam industri asuransi yang ada di dalam pasar.

3 128 o Promosi ( Promotion ) Adapun kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh PT. Asuransi Wahana Tata dalam memasarkan produk Asuransi Surety Bond antara lain melalui : Direct Selling / Telemarketing Advertising Public Relations Layanan Customer Service Media media pemasaran diatas dapat menyediakan suatu pelayanan pemasaran terpadu pada saat konsumen datang untuk membeli produk Wahana Tata, memberikan pelayanan yang tepat dan terpadu, serta adanya after sales service yang baik maka akan ada suatu repeat buying. Oleh karena itu, hal ini dapat mempertahankan eksistensi perusahaan di pasar yang ada saat ini. o Tempat ( Place ) Produk Asuransi Surety Bond PT. Asuransi Wahana Tata dipasarkan di seluruh jaringan pemasaran PT. Asuransi Wahana Tata. Area pemasaran seperti Jabodetabek serta kota kota besar lainnya dari wilayah Sumatera, Pulau Jawa, Kalimantan serta Sulawesi. Hal ini untuk menunjang produk Asuransi Surety Bond dapat digunakan oleh setiap perusahaan yang memiliki lokasi di luar area Jabodetabek. Analisis 5 Kekuatan Porter dan STP Dalam analisis 5 kekuatan Porter, posisi PT. Asuransi Wahana Tata memiliki kekuatan yang baik untuk mengantisipasi faktor - faktor seperti dibawah ini :

4 129 o Faktor kekuatan dari ancaman pendatang baru. o Faktor kekuatan tawar menawar terhadap pemasok. o Faktor kekuatan tawar menawar terhadap pembeli. Ketiga kriteria diatas merupakan hasil analisis dari PT. Asuransi Wahana Tata dimana perusahaan dapat mengatasi setiap tekanan yang ada di pasar berdasarkan kategori diatas. Sedangkan faktor yang harus diantisipasi PT. Asuransi Wahana Tata adalah mempersiapkan diri terhadap o Faktor kekuatan barang subtitusi yang ada di pasar o Faktor kekuatan dari persaingan antar pesaing dengan karakteristik yang sama dengan PT. Asuransi Wahana Tata Sehingga dari dua kriteria di atas karena hal ini dapat membuat posisi PT. Asuransi Wahana Tata di dalam pasar yang ada semakin sulit sebaiknya perusahaan mempersiapkan langkah langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasinya. Adapun langkah langkah tersebut dapat melihat di sub bab rekomendasi kami. Sedangkan dari sisi segmentasi yang dilakukan PT. Asuransi Wahana Tata khususnya berkaitan dengan produk asuransi surety bond maka perusahaan membagi segmentasi pasarnya kedalam perusahaan perusahaan yang membutuhkan layanan jasa keuangan untuk melengkapi persyaratan kelengkapan administrasi untuk ikut serta dalam tender, kemudian setelah membagi segmen yang ada fokus berikutnya adalah membagi segmen perusahaan tersebut menjadi kategori kategori seperti perusahaan dengan kategori civil service, logistic, manufacturing dan engineering. Terakhir ketika perusahaan sudah menetapkan targetnya maka

5 130 perusahaan akan memposisikan diri di dalam pasar yang ada. Saat ini PT. Asuransi Wahana Tata memposisikan diri di dalam sebagai lembaga keuangan non bank yang dapat dipercaya dalam menyediakan produk Asuransi Surety Bond kepada perusahaan. Hasil Analisis dan Penelitian SWOT PT. Asuransi Wahana Tata Adapun hasil penelitian tersebut adalah sebagai berikut: Berdasarkan tabel dari matriks IFAS diketahui bahwa nilai IFAS PT. Asuransi Wahana Tata sebesar 2,65. Hasil dari penilaian IFAS ini menunjukkan bahwa PT. Asuransi Wahana Tata memiliki kekuatan internal diatas rata rata dari seluruh kekuatan internalnya yang dimiliki secara keseluruhan. Sehingga kekuatan internal yang dimiliki oleh PT. Asuransi Wahana Tata dapat menjadi kekuatan untuk mencapai peluang dan menghindari ancaman yang ada. Berdasarkan tabel dari matriks EFAS diketahui bahwa nilai EFAS PT. Asuransi Wahana Tata sebesar 2,62. Hasil dari penilaian EFAS menunjukkan bahwa di dalam pangsa pasar yang ada, PT. Asuransi Wahana Tata memiliki peluang yang cukup baik serta dapat mengatasi setiap ancaman yang ada dengan peluang yang dimiliki tersebut. Matriks Internal Eksternal : PT. Asuransi Wahana Tata berada pada sel nomor 5 dimana perusahaan berada pada tahap pertumbuhan ( Growth Strategy ) dengan strategi integrasi horisontal. Strategi pertumbuhan melalui Integrasi Horisontal adalah suatu cara memperluas perusahaan dengan cara mengembangkan pasar dan menciptakan suatu produk baru di dalam pasar yang lebih potensial untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut.

6 131 Diagram SWOT : PT. Asuransi Wahana Tata berada pada kuadran 1 dimana perusahaan memiliki kekuatan internal dan memiliki peluang yang besar. Kondisi ini sangat menguntungkan perusahaan dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada dalam mengembangkan bisnisnya. Strategi yang tepat untuk kuadran 1 adalah strategi agresif dengan mendukung kebijakan growth oriented strategy. Matriks SWOT : PT. Asuransi Wahana Tata berada pada tahap pertumbuhan (sel 5 ) dan terletak pada kuadran 1 maka strategi yang tepat adalah strategi SO (Strength Opportunity ) yaitu strategi menggunakan kekuatan yang dimilikinya untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada. Analisis Lingkungan Eksternal Responden 1. Dari keseluruhan, 30 Responden perusahaan maka kami menyimpulkan bahwa brand awareness mengenai PT. Asuransi Wahana Tata tergolong cukup baik meski tidak dapat dikatakan tinggi. Hal ini di latar belakangi bahwa PT. Asuransi Wahana Tata telah memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun berdiri sehingga masyarakat sudah mengenalnya. 2. Hal lain yang dapat disimpulkan yaitu berkaitan dengan penggunaan produk asuransi surety bond masih sangat minim oleh karena itu dibutuhkan suatu pengenalan dan pengembangan produk yang lebih mendalam ke industri yang ada sehingga perusahaan dapat meraih peluang baru. 3. Dan yang terpenting bahwa, peluang yang ada di pasar saat ini masih terbuka lebar, karena seiring banyaknya berdiri perusahaan menengah bawah, dan proyek sedang berkembang. Maka pelayanan jasa keuangan di

7 132 pasar SME ( Small Medium Enterprise ) khususnya pelayanan produk asuransi surety bond atau lazimnya disebut bank garansi masih sangat dibutuhkan oleh perusahaan di Indonesia. Maka ini dapat menjadi peluang yang baik bagi PT. Asuransi Wahana Tata untuk memperluas dan mengembangkan usahanya. 5.2 Rekomendasi Adapun saran ataupun rekomendasi yang sesuai menurut kami berdasarkan hasil penelitian di dalam PT. Asuransi Wahana Tata akan dijelaskan melalui sub bab di bawah ini. Rekomendasi Analisis STP o Segmentasi dan Target Pasar Segmen dan target pasar yang dituju perusahaan sebaiknya tidak jauh berbeda dengan kondisi yang ada pada basis pelanggan mereka yang ada saat ini. Karena tujuan dari segmentasi dan penentuan target pasar adalah untuk menyampaikan pesan pesan perusahaan melalui media pemasaran dan promosi agar sesuai dengan sasaran yang dituju. Sehingga secara efektif dapat meningkatkan brand awareness konsumen terhadap perusahaan. Bahwa PT. Asuransi Wahana Tata juga menyediakan layanan jasa keuangan yang handal serta dapat melengkapi setiap kebutuhan usaha yang ada. Melalui analisis segmen pelanggan yang ada saat ini, kami merekomendasikan beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan dasar

8 133 dalam merancang / membentuk segmen yang kemudian bisa memfokuskan target yang efektif, diantaranya adalah : Segmen yang sudah dipilih saat ini untuk memasarkan produk asuransi surety bond sudah sesuai. Namun untuk lebih fokus dan untuk mempertajam segmen yang dituju, maka kami merekomendasikan konsumen mulai dari perusahaan yang bergerak di sektor SME ( Small Medium Enterprise ), MNC (Multinational Company ) dan perusahaan lain yang membutuhkan sertifikat bonds untuk mempermudah kegiatan bisnis mereka. Untuk lebih fokus, maka dapat dipilih target konsumen perusahaan perusahaan yang bergerak di sektor SME ( Small Medium Enterprise ) yang memiliki aktivitas tinggi dan membutuhkan layanan jasa keuangan yang cepat, berbiaya murah serta pelayanan after sales service dengan dukungan para relationship officer yang akan membantu memenuhi setiap kebutuhan konsumen. o Positioning Untuk dapat menangkap target segmen yang dituju, maka PT. Asuransi Wahana Tata harus dapat memposisikan dirinya sebagai suatu perusahaan jasa keuangan yang dapat menyediakan suatu pelayanan kebutuhan konsumen, berbiaya murah serta dengan kualitas yang optimal sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar yang ada saat ini.

9 134 Oleh karena itu kami mengusulkan agar PT. Asuransi Wahana Tata melakukan perubahan dalam menentukkan segmentasi dan targeting pasar yang ada saat ini kemudian mulai membidik segmentasi pasar yang baru seperti segmentasi pasar SME ( Small Medium Enterprise ) dan keluar dari pola positioning yang ada saat ini. Agar perusahaan dapat memperluas pasar yang dimilikinya saat ini Rekomendasi Analisis Bauran Pemasaran / Marketing Mix Di bawah ini terdapat beberapa rekomendasi dari penulis berkaitan dengan kategori bauran pemasaran, rekomendasi ini diharapkan dapat memperkuat landasan fundamental strategi yang sudah ada serta membantu perusahaan untuk memperluas pangsa pasarnya. o Produk Dari sisi produk, maka hal hal yang harus ditingkatkan adalah : 1. Melakukan efisiensi operasi sehingga dalam penyediaan dan pemasaran produk surety bond maupun produk asuransi lainnya dapat tersedia one day service. 2. Membentuk suatu divisi produk development untuk menganalisis setiap kebutuhan pasar serta mengelola hasil analisis untuk menciptakan suatu produk baru yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang ada. Hal ini harus berlangsung dinamis serta harus up to date dengan kebutuhan pasar di masa depan untuk menangkap suatu peluang baru.

10 Melakukan inovasi produk dan jasa yang ditawarkan khususnya produk asuransi surety bond sehingga dapat memberikan nilai tambah untuk perusahaan sehingga konsumen akan memilihnya. o Price Dari sisi harga maka kami merekomendasikan strategi di bawah ini : 1. Melakukan pengelolaan investasi terpadu untuk meningkatkan nilai investasi perusahaan sehingga perusahaan dapat menawarkan diskon kepada konsumen. Hal ini akan memberikan dampak biaya yang dikeluarkan konsumen untuk membayar biaya premi lebih murah sehingga dapat memberikan keunggulan bersaing terhadap kompetitor. 2. Mengembangkan suatu sistem pengelolaan manajemen resiko untuk meminimalisasikan setiap resiko investasi yang ada serta melakukan kerjasama dengan perusahaan reasuransi untuk menjaga stabilitas harga dan persaingan. o Promotion Dari sisi promosi maka kami merekomendasikan strategi di bawah ini : 1. Melakukan pendayagunaan teknologi informasi untuk mempercepat perluasan pemasaran perusahaan khususnya melalui media media pemasaran seperti , website dan iklan iklan di portal internet. 2. Memperluas efektivitas komunikasi pemasaran dengan melakukan pemasaran tidak hanya melalui media elektronik seperti tv, radio, media cetak, dan penyediaan layanan call center 24jam. Kemudian

11 136 melalui pemasaran langsung via telemarketing dan mengundang media saat peluncuran produk baru. o Place Dari sisi lokasi maka kami merekomendasikan strategi di bawah ini : 1. Melakukan perluasan jaringan pemasaran dan menyediakan kantor cabang baru khususnya di kota kota yang sektor industrinya sedang berkembang untuk mempermudah dalam menjangkau area pemasaran. 2. Bekerjasama dengan broker broker baik lokal maupun internasional untuk menyediakan suatu pelayanan yang maksimal kepada konsumen khususnya konsumen yang membutuhkan pelayanan jasa keuangan. Rekomendasi Analisis SWOT Di bawah ini terdapat beberapa rekomendasi untuk memperkuat strategi yang sudah ada dan memperbaiki setiap kelemahan serta mengatasi ancaman yang ada untuk perusahaan. Rekomendasi strategi tersebut kami tuangkan ke dalam kategori kategori di bawah ini: o Strength Untuk mensupport dan memperkuat kekuatan yang dimiliki maka kami merekomendasikan beberapa hal di bawah ini yaitu : 1. Mulai mencoba untuk keluar dari pasar yang ada dan mencoba pasar yang baru untuk meraih peluang yang ada di pasar. Contoh : Mulai membidik pasar surety bond untuk kebutuhan pasar perusahaan di

12 137 sektor SME ( Small Medium Enterprise ) yang saat ini sedang berkembang dengan pesat. 2. Mengembangkan dan melakukan differensiasi produk dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan asing untuk memperkuat modal di dalam industri Asuransi. Sebagai contoh dengan bekerjasama dengan perusahaan asuransi besar lainnya seperti Manulife Financial atau perusahaan asuransi Prudential untuk memperkuat modal yang ada di pasar. 3. Mengembangkan pasar surety bond di dalam industri property. 4. Dengan pengalaman yang ada lebih fokus ke industri surety bond khususnya di dalam pasar SME ( Small Medium Enterprise ) o Weakness Rekomendasi di bawah ini kami sarankan untuk mengatasi setiap kelemahan yang ada di dalam perusahaan khususnya kelemahan yang dapat menghambat perusahaan untuk berkembang di pasar yang ada. Adapun rekomendasi kami adalah sebagai berikut : 1. Menyakinkan pasar dan merubah persepsi ketidakpercayaan pasar melalui agenda promosi untuk memperbaiki sentimen - sentimen negatif serta untuk meningkatkan kepercayaan pasar kepada perusahaan. 2. Bekerjasama dengan investor untuk memperkuat modal perusahaan dan memperluas jaringan perusahaan.

13 Memperluas backup re-asuransi dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan re-asuransi yang bersedia untuk memberikan jaminan pengelolaan investasi dengan resiko yang minim. 4. Melakukan edukasi pasar melalui media pemasaran untuk memperbaiki image perusahaan sekaligus melakukan perubahan terhadap setiap kelemahan yang ada di dalam perusahaan o Opportunity Di bawah ini kami merekomendasikan beberapa hal berkaitan strategi perusahaan untuk melihat, memanfaatkan dan mengolah setiap peluang yang ada sehingga perusahaan dapat mempertahankan pasar yang ada serta membuka suatu peluang baru. Adapun rekomendasi kami adalah sebagai berikut : 1. Menciptakan suatu teknologi media pemasaran yang dikombinasikan dengan pendayagunaan teknologi informasi untuk mengolah data dan informasi pemasaran untuk disampaikan kepada konsumen. 2. Jeli terhadap setiap peluang dan perubahan kebutuhan industri. Oleh karena itu team produk development harus menciptakan suatu produk yang dinamis untuk memenuhi kebutuhan pasar yang ada serta memberikan suatu produk dengan nilai yang lebih tinggi disbanding produk lainnya yang ada di pasar. 3. Segera melakukan perbaikan dan melakukan efisiensi operasi sehingga dapat memberikan pelayanan one day service kepada

14 139 konsumen untuk memberikan keunggulan bersaing terhadap perusahaan pesaing. 4. Melakukan pembenahan ke dalam sistem pengambilan keputusan dengan tujuan agar setiap peluang yang ada di pasar bisa diraih dengan cepat tanpa harus tertunda karena lamanya manajemen pengambilan keputusan. o Threat Di bawah ini hal hal yang kami rekomendasikan dalam mengatasi setiap ancaman yang ada di dalam perusahaan yaitu : 1. Membina hubungan yang erat dengan pelanggan agar dapat menciptakan suatu loyalitas pelanggan untuk mengatasi ancaman dari pihak eksternal. Seperti mengadakan acara gathering gathering dengan konsumen, melakukan launching produk mengikutsertakan konsumen dan media serta mengadakan suatu kerjasama dengan lembaga pendidikan untuk melakukan kuliah rutin bebas biaya mengenai produk asuransi. 2. Bekerjasama dengan investor untuk memperkuat modal serta membenahi lini internal perusahaan. 3. Mengembangkan suatu sistem pemasaran dan operasi yang dilakukan satu atap untuk mengefisiensikan operasi yang ada di perusahaan. 4. Melakukan pengembangan produk dan mencoba untuk fokus pada pasar potensial khususnya pasar perusahaan SME. Contoh : mengadakan kegiatan member get member dimana PT. Asuransi

15 140 Wahana Tata akan memberikan diskon ataupun hadiah langsung bila ada konsumen yang mereferensikan rekanan perusahaannya untuk ditawarkan produk asuransi. Rekomendasi Analisis Manajemen Strategi Di dalam strategi manajemen secara umum, kami pun merekomendasikan beberapa perencanaan strategi baik jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini berkaitan dengan hal bahwa untuk mencapai suatu misi perusahaan maka harus memiliki perencanaan serta strategi baik jangka pendek maupun jangka panjang. Di bawah ini ada 2 rekomendasi yaitu : o Rekomendasi Jangka Pendek Adapun rekomendasi rencana jangka pendek ( 2-5 Tahun ) Asuransi Wahana Tata adalah sebagai berikut : 1. Melakukan inovasi dan pengembangan produk asuransi sesuai kebutuhan pasar pada umumnya. 2. Meningkatkan intensitas dan penggunaan media pemasaran untuk membantu pemasaran produk asuransi. 3. Competitive price provider strategy, dimana dari sisi biaya lebih ditekan khususnya biaya premi yang harus dikeluarkan oleh konsumen sehingga biaya premi yang harus dibayarkan oleh konsumen dapat bersaing secara kompetitif di pasar. 4. Memperluas jaringan distribusi perusahaan melalui kantor cabang baru.

16 Melakukan penghematan biaya, untuk selanjutnya dialihkan untuk menambah promosi. 6. Bekerjasama dengan broker baik dari perusahaan lokal maupun broker perusahaan internasional. 7. Membentuk suatu team pengembangan produk yang bertugas untuk menganalisis pasar yang ada serta mengolah data untuk melakukan perhitungan manajemen resiko serta mengembangkan produk baru yang dibutuhkan oleh pasar. 8. Mengembangkan produk di pasar SME ( Small Medium Enterprise ) o Rekomendasi Jangka Panjang Adapun rekomendasi rencana jangka panjang ( > 5 Tahun ) Asuransi Wahana Tata adalah sebagai berikut : 1. Melakukan perencanaan untuk menambah kekuatan modal melalui proses akuisisi, merger, or joint venture. 2. Memperluas kerjasama back-up reasuransi melalui perusahaan perusahaan yang memiliki modal capital besar namun minim resiko. 3. Melakukan pengembangan sistem teknologi informasi dimana dapat melakukan kontrol penyebaran informasi dari pusat ke cabang untuk memudahkan dan menekan biaya komunikasi.

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 80 BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Latar Belakang Perusahaan Maskapai Asuransi Madijo yang berdiri pada tahun 1964 di Surabaya adalah cikal bakal berdirinya PT Asuransi Wahana Tata. Dengan adanya suntikan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Sebelum masuk ke perumusan, disini penulis menjelaskan kembali penggunaan beberapa analisis dalam rangka merumuskan strategi pemasaran untuk meningkatkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi yang begerak cepat telah

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi yang begerak cepat telah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi yang begerak cepat telah dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1. Struktur Organisasi

LAMPIRAN 1. Struktur Organisasi L.1 LMPIRN 1 Struktur Organisasi Sumber : Company Profile PT. suransi Wahana Tata Gambar L.1 : Struktur Organisasi L.2 Wewenang dan Tanggung Jawab dapun wewenang dan tanggung jawab yang sesuai dengan struktur

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Analisis Porter Strategi kompetitif merupakan suatu framework yang dapat membantu perusahaan untuk menganalisa industrinya secara keseluruhan, serta menganalisa kompetitor dan

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Kesimpulan yang diberikan pada penelitian ini merupakan jawaban dari perumusan masalah yang terdapat pada Bab 1. 1. Persepsi Konsumen Terhadap Produk DONATELLO

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI. Market Assessment. Marketing Strategy. Business Plan. Conclusion

BAB III METODOLOGI. Market Assessment. Marketing Strategy. Business Plan. Conclusion 40 BAB III METODOLOGI 3.1. Kerangka Pikir Market Assessment SWOT Porter s Five Forces Marketing Strategy Business Plan Conclusion Gambar 3.1 Kerangka Pikir 41 3.2. Penjelasan Kerangka Pikir Pertama-tama,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Strategi Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dalam perkembangannya, konsep strategi terus berkembang. Hal ini dapat ditunjukkan oleh adanya perbedaan konsep

Lebih terperinci

BAB II MANAJEMEN PEMASARAN

BAB II MANAJEMEN PEMASARAN BAB II MANAJEMEN PEMASARAN 2.1 Konsep Pemasaran Pemasaran tidak bisa dipandang sebagai cara yang sempit yaitu sebagai tugas mencari cara-cara yang benar untuk menjual produk/jasa. Pemasaran yang ahli bukan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. melalui Five Forces Porter Analysis dan analisis SWOT, maka dapat diambil

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. melalui Five Forces Porter Analysis dan analisis SWOT, maka dapat diambil BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Setelah melakukan analisis terhadap lingkungan eksternal dan internal melalui Five Forces Porter Analysis dan analisis SWOT, maka dapat diambil kesimpulan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Strategi Menurut Kotler (2008:58), strategi pemasaran adalah logika pemasaran dimana perusahaan berharap untuk menciptakan nilai pelanggan dan mencapai hubungan yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kelebihan dana (surplus of fund) dengan masyarakat yang membutuhkan dana (lack of

BAB I PENDAHULUAN. kelebihan dana (surplus of fund) dengan masyarakat yang membutuhkan dana (lack of BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mekanisme kerja bank yang menjadi jembatan antara masyarakat yang kelebihan dana (surplus of fund) dengan masyarakat yang membutuhkan dana (lack of fund) menjadi pilar

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Penyajian Data Penelitian 4.1.1 Wawancara Wawancara dilakukan baik terhadap pihak internal dan pihak eksternal. Berikut adalah profil informan yang diwawancarai. a. Profil informan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS SWOT PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING DI CV. GLOBAL WARNA SIDOARJO

BAB IV ANALISIS SWOT PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING DI CV. GLOBAL WARNA SIDOARJO BAB IV ANALISIS SWOT PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING DI CV. GLOBAL WARNA SIDOARJO A. Penentuan Strategi Pemasaran sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing di CV. Global Warna Sidoarjo

Lebih terperinci

PERENCANAAN PEMASARAN USAHA KECIL (Tugas Kelompok Kewirausahaan)

PERENCANAAN PEMASARAN USAHA KECIL (Tugas Kelompok Kewirausahaan) PERENCANAAN PEMASARAN USAHA KECIL (Tugas Kelompok Kewirausahaan) Nama Kelompok : Fadhyl Muhammad 115030407111072 Ardhya Harta S 115030407111075 Ardiansyah Permana 115030407111077 UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Strategi Pengembangan Produk Asuransi Surety Bond Pada PT. Asuransi Wahana Tata. Abstrak

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Strategi Pengembangan Produk Asuransi Surety Bond Pada PT. Asuransi Wahana Tata. Abstrak UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Strategi Pengembangan Produk Asuransi Surety Bond Pada PT. Asuransi Wahana Tata Abstrak Dewasa ini, seiring dengan perkembangan teknologi dan industri khususnya dalam industri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada industri otomotif nasional pada saat ini, meskipun pada tahun 2011 terjadi

BAB I PENDAHULUAN. pada industri otomotif nasional pada saat ini, meskipun pada tahun 2011 terjadi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup tinggi berdampak sangat besar pada industri otomotif nasional pada saat ini, meskipun pada tahun 2011 terjadi permasalahan

Lebih terperinci

ANALISA STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA DEPOT AIR ISI ULANG BIRU

ANALISA STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA DEPOT AIR ISI ULANG BIRU ANALISA STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA DEPOT AIR ISI ULANG BIRU Nama : Indah Adiyati NPM : 13211556 Dosen Pembimbing : Reni Diah Kusumawati, SE, MMSI Pendahuluan Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Telekomunikasi merupakan bagian yang penting di dalam kehidupan manusia dan tak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari. Handphone menjadi salah satu sarana

Lebih terperinci

BAB 3 SWOT DAN STRATEGI BERSAING

BAB 3 SWOT DAN STRATEGI BERSAING BAB 3 SWOT DAN STRATEGI BERSAING 3.1 SWOT UNTUK FORMULASI STRATEGI Analisis SWOT didasarkan pada logika, yaitu memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat

Lebih terperinci

STRATEGI PEMASARAN MOBIL MEREK DAIHATSU PADA DEALER DAIHATSU JEMBER

STRATEGI PEMASARAN MOBIL MEREK DAIHATSU PADA DEALER DAIHATSU JEMBER Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial 82 STRATEGI PEMASARAN MOBIL MEREK DAIHATSU PADA DEALER DAIHATSU JEMBER Shinta Nurafni Untari 1, Sutrisno Djaja 1,

Lebih terperinci

Entrepreneurship and Inovation Management

Entrepreneurship and Inovation Management Modul ke: 10 Entrepreneurship and Inovation Management Berisi : SEGMENTATION TARGETING - POSITIONING Fakultas Ekonomi Dr. Tukhas Shilul Imaroh,MM Program Studi Pasca Sarjana www.mercubuana.ac.id Pengertian

Lebih terperinci

STRATEGI BAURAN PEMASARAN (4P) TERHADAP TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT PADA PT. MARIHAT TAMBUSAI

STRATEGI BAURAN PEMASARAN (4P) TERHADAP TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT PADA PT. MARIHAT TAMBUSAI STRATEGI BAURAN PEMASARAN (4P) TERHADAP TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT PADA PT. MARIHAT TAMBUSAI AMNA JURUSAN : S1 MANAJEMEN Abstrak PT. Marihat Tambusai merupakan PT. yang bergerak dalam bidang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. konsep mengenai strategi terus berkembang. Hal ini dapat ditujukkan oleh adanya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. konsep mengenai strategi terus berkembang. Hal ini dapat ditujukkan oleh adanya BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1. Konsep Strategis Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan dan dalam perkembangannya konsep mengenai strategi terus berkembang. Hal ini dapat ditujukkan

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengumpulan data, pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan, adapun kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

Lebih terperinci

PERENCANAAN PEMASARAN USAHA KECIL. Nama Kelompok : Fadhyl Muhammad Ardhya Harta S Ardiansyah Permana

PERENCANAAN PEMASARAN USAHA KECIL. Nama Kelompok : Fadhyl Muhammad Ardhya Harta S Ardiansyah Permana PERENCANAAN PEMASARAN USAHA KECIL Nama Kelompok : Fadhyl Muhammad 115030407111072 Ardhya Harta S 115030407111075 Ardiansyah Permana 115030407111077 Konsep marketing merupakan salah satu hal yang sangat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. bisnis harus menghadapi tuntutan bisnis yang terus menerus mengalami

BAB 1 PENDAHULUAN. bisnis harus menghadapi tuntutan bisnis yang terus menerus mengalami BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam dunia bisnis, suatu persaingan antara perusahaan sudah menjadi tradisi yang tidak dapat dihindari. Tetapi perusahaan yang ingin bertahan dalam dunia bisnis

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Setelah melakukan analisis dan perancangan sistem e-crm yang telah dilakukan oleh penulis terhadap PT. Herona Express, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Pemasaran Pengertian manajemen pemasaran menurut American Marketing Association adalah perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian operasi pemasaran total, termasuk perumusan

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. konsumen sasaran, menentukan peranan periklanan dan bauran promosi, menunjukkan tujuan dan besarnya anggaran promosi, memilih strategi

BAB V PENUTUP. konsumen sasaran, menentukan peranan periklanan dan bauran promosi, menunjukkan tujuan dan besarnya anggaran promosi, memilih strategi 95 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Pemasaran merupakan sekumpulan rancangan kegiatan yang berkaitan untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan pengembangan, mendistribusikan, mempromosikan, serta menetapkan harga

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. bagi suatu perusahaan untuk tetap survive di dalam pasar persaingan untuk jangka panjang. Daya

BAB II KAJIAN TEORI. bagi suatu perusahaan untuk tetap survive di dalam pasar persaingan untuk jangka panjang. Daya BAB II KAJIAN TEORI 2.1. Daya Saing 2.1.1 Pengertian Daya Saing Perusahaan yang tidak mempunyai daya saing akan ditinggalkan oleh pasar. Karena tidak memiliki daya saing berarti tidak memiliki keunggulan,

Lebih terperinci

PROMOTION MIX Mengelola Iklan, Personal Selling, Promosi Penjualan, Hubungan Masyarakat dan Pemasaran Langsung.

PROMOTION MIX Mengelola Iklan, Personal Selling, Promosi Penjualan, Hubungan Masyarakat dan Pemasaran Langsung. STMIK - AMIK RAHARJA INFORMATIKA MARKETING MANAJAMEN PROMOTION MIX Mengelola Iklan, Personal Selling, Promosi Penjualan, Hubungan Masyarakat dan Pemasaran Langsung. Marketing Mix Product Price Place Promotion

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Tim GFP

KATA PENGANTAR. Jakarta, Tim GFP KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan limpahan rahmat-nya, sehingga penulis bisa menyelesaikan tesis yang berjudul Analisis dan Perumusan Strategi Marketing untuk

Lebih terperinci

Tahap II 1. Apa saja kegiatan pemasaran yang telah dilaksanakan selama ini oleh perusahaan?

Tahap II 1. Apa saja kegiatan pemasaran yang telah dilaksanakan selama ini oleh perusahaan? 71 LAMPIRAN 71 72 Lampiran 1. Daftar Pertanyaan Wawancara Awal kepada Perusahaan Tahap I 1. Bagaimana sejarah berdirinya PT XL Axiata Tbk? 2. Apa visi dan misi PT XL Axiata Tbk? 3. Bagaimana struktur organisasi

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 94 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1. Kesimpulan Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa The Dharmawangsa dengan berbagai analisa, yaitu SWOT, STP, Marketing mix, Startegi Generic serta PLC: Dari

Lebih terperinci

Tugas Analysis IFAS, EFAS dan Matriks SWOT dalam Studi Kasus PT. Gojek Indonesia

Tugas Analysis IFAS, EFAS dan Matriks SWOT dalam Studi Kasus PT. Gojek Indonesia Tugas Analysis IFAS, EFAS dan Matriks SWOT dalam Studi Kasus PT. Gojek Indonesia Oleh : Friesa Ergo M (01216156) UNIVERSITAS NAROTAMA JL. ARIEF RACHMAN HAKIM NO. 51 SURABAYA TELP (031) 5946404, FAX (031)

Lebih terperinci

4.3.2 Tingkat Kepuasan dan Tingkat Kepentingan (Bagian II) Ranking (Bagian III)...4-9

4.3.2 Tingkat Kepuasan dan Tingkat Kepentingan (Bagian II) Ranking (Bagian III)...4-9 ABSTRAK Papa Ron`s Pizza merupakan salah satu gerai pizza yang ada di Bandung. Sejak dibuka kembali pada tahun 2006 (setelah tutup selama setahun dan berganti pemilik), penjualan masih belum mencapai target

Lebih terperinci

BAB II Landasan Teori

BAB II Landasan Teori BAB II Landasan Teori 2.1 Pemasaran 2.1.1 Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan Pembahasan konsep pemasaran dimulai dari adanya kebutuhan manusia. Kebutuhan dasar manusia bisa dibedakan berupa fisik seperti

Lebih terperinci

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Konsep Pemasaran Menurut Parkinson (1991), pemasaran merupakan suatu cara berpikir baru tentang bagaimana perusahaan atau suatu organisasi

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Bank berfungsi sebagai lembaga perantara keuangan (financial

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Bank berfungsi sebagai lembaga perantara keuangan (financial BAB V SIMPULAN DAN SARAN Bank berfungsi sebagai lembaga perantara keuangan (financial intermediary) yang menyalurkan dana masyarakat dan menginvestasikan kembali dana tersebut untuk mendukung perkembangan

Lebih terperinci

CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN BISNIS

CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN BISNIS CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN BISNIS A. Abstraksi Penulisan ini akan menunjukkan sebuah daya saing yang cukup kuat di dunia bisnis, dan mengeksplorasi Relationship Marketing

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Setelah dilakukan penelitian untuk melihat brand awareness dari produk Acna Care, dapat disimpulkan bahwa produk Acna Care ternyata belum terlalu dikenal oleh

Lebih terperinci

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis pengolahan data pada PT Tiga Desain Indonesia, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Dapat diketahui

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada PT. Sumbar Surya Sejati yang merupakan salah satu distributor oli Pertamina di Sumatera Barat berdiri sejak 6 Oktober 1994. Permasalahan yang muncul pada PT. Sumbar

Lebih terperinci

Bab 5 Analisis 5.1. Analisis Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) 5.2. Analisa Matriks ekternal Factor Evaluation (EFE)

Bab 5 Analisis 5.1. Analisis Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) 5.2. Analisa Matriks ekternal Factor Evaluation (EFE) Bab 5 Analisis Dari hasil pengolahan data pada bab IV, selanjutnya dilakukan analisis dan pembahasan yang berkaitan dengan upaya menentukan strategi pemasaran perusahaan, yang meliputi langkah-langkah

Lebih terperinci

PENGANTAR BISNIS MINGGU KE-6. Pemasaran. Disusun oleh: Nur Azifah., SE., M.Si

PENGANTAR BISNIS MINGGU KE-6. Pemasaran. Disusun oleh: Nur Azifah., SE., M.Si PENGANTAR BISNIS MINGGU KE-6 Pemasaran Disusun oleh: Nur Azifah., SE., M.Si Definisi Pemasaran Kotler dan Lane (2007): Pemasaran adalah suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN dan SARAN

BAB 5 SIMPULAN dan SARAN 124 BAB 5 SIMPULAN dan SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, maka peneliti memperoleh simpulan sebagai berikut : Kekuatan (strengths) PT. Joey Sasmita Lencana

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Kesimpulan yang dibuat tidak berdasarkan tekanan apapun dan murni dari hasil analisa yang diperoleh. Dari analisa yang dilakukan pada Bab IV, maka dapat diambil

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian bank menurut Hasibuan (2005:2) adalah badan usaha yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian bank menurut Hasibuan (2005:2) adalah badan usaha yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Bank Pengertian bank menurut Hasibuan (2005:2) adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset keuangan (financial assets) serta bermotifkan profit

Lebih terperinci

Rencana Bisnis Pendirian Perusahaan Baru (Corporate Business Plan)

Rencana Bisnis Pendirian Perusahaan Baru (Corporate Business Plan) Rencana Bisnis Pendirian Perusahaan Baru (Corporate Business Plan) Ringkasan Eksekutif PT. INDOTRUST TECHNOLOGY merupakan perusahaan swasta nasional, yang rencananya akan didirikan pada bulan Juli tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia sehari-hari. Segala interaksi yang terjadi merupakan hasil dari

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia sehari-hari. Segala interaksi yang terjadi merupakan hasil dari 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Komunikasi merupakan salah satu kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Segala interaksi yang terjadi merupakan hasil dari komunikasi

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Tim GFP

KATA PENGANTAR. Jakarta, Tim GFP KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmat-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul PERUMUSAN STRATEGI PEMASARAN DAN BRAND

Lebih terperinci

Lampiran 1. Daftar pertanyaan dan kuesioner wawancara penelitian. DAFTAR PERTANYAAN dan KUESIONER WAWANCARA PENELITIAN

Lampiran 1. Daftar pertanyaan dan kuesioner wawancara penelitian. DAFTAR PERTANYAAN dan KUESIONER WAWANCARA PENELITIAN LAMPIRAN 77 Lampiran. Daftar pertanyaan dan kuesioner wawancara penelitian DAFTAR PERTANYAAN dan KUESIONER WAWANCARA PENELITIAN Judul : Kajian Strategi Pemasaran Sarana Transportasi Laut PT. PELNI di Kawasan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya perusahaan didirikan adalah untuk menggabungkan semua

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya perusahaan didirikan adalah untuk menggabungkan semua BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada dasarnya perusahaan didirikan adalah untuk menggabungkan semua potensi efektif yang ada untuk mencapai tujuan tertentu, tidak peduli bagaimana bentuk struktur

Lebih terperinci

Mata Kuliah Manajemen Bank Program Studi Keuangan dan Perbankan Semester III TA

Mata Kuliah Manajemen Bank Program Studi Keuangan dan Perbankan Semester III TA Mata Kuliah Manajemen Bank Program Studi Keuangan dan Perbankan Semester III TA 2009-2010 Liberalisasi di sektor perbankan telah mendorong munculnya bank-bank baru dan masuknya cabang-cabang bank asing

Lebih terperinci

JASA PERAWATAN KOMPUTER online. Kelompok : Iqnatius Ringga S.A Endang Reno Hastuti Subchan Zaipin

JASA PERAWATAN KOMPUTER online. Kelompok : Iqnatius Ringga S.A Endang Reno Hastuti Subchan Zaipin JASA PERAWATAN KOMPUTER online Kelompok : Iqnatius Ringga S.A 09.52.0050 Endang Reno Hastuti 09.52.0048 Subchan 09.52.0071 Zaipin 09.52.0070 A. LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi informasi yang semakin

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. yang paling besar di dunia. Menurut Wikipedia, negara Indonesia adalah negara

BAB 1 PENDAHULUAN. yang paling besar di dunia. Menurut Wikipedia, negara Indonesia adalah negara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Negara Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat jumlah penduduk yang paling besar di dunia. Menurut Wikipedia, negara Indonesia adalah negara berpenduduk

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. PT TAJUR merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa angkutan/ekspedisi, yaitu

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. PT TAJUR merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa angkutan/ekspedisi, yaitu BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan PT TAJUR merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa angkutan/ekspedisi, yaitu mengirinkan barang dalam skala besar. Sejarah serta perkembangannya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan pada giliran nya laba akan menurun. berusaha melakukan berbagai kegiatan yang menunjang, kegiatan

BAB I PENDAHULUAN. dan pada giliran nya laba akan menurun. berusaha melakukan berbagai kegiatan yang menunjang, kegiatan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam era globalisasi ini persaingan bisnis menjadi sangat ketat, baik pasar domestic ( nasional ) maupun dipasar internasional / global, untuk memenangkan persaingan,

Lebih terperinci

BAB V ANALISA SWOT, PEMASARAN, DAN LINGKUNGAN BISNIS

BAB V ANALISA SWOT, PEMASARAN, DAN LINGKUNGAN BISNIS 65 BAB V ANALISA SWOT, PEMASARAN, DAN LINGKUNGAN BISNIS 5.1. Analisa SWOT 5.1.1. Strength (Kekuatan) - Mempunyai ragam variasi kegunaan yang tinggi (masak, membuat roti, minum, mengobati penyakit autisme,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. berbeda dalam hal apa yang dijual, namun sama-sama memiliki kesamaan

BAB 1 PENDAHULUAN. berbeda dalam hal apa yang dijual, namun sama-sama memiliki kesamaan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan yang menjual produk atau jasa sangat membutuhkan pelanggan untuk kelangsungan usaha mereka, walaupun produk dan jasa berbeda dalam hal apa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan bisnis saat ini semakin dinamis, kompleks, dan tidak pasti

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan bisnis saat ini semakin dinamis, kompleks, dan tidak pasti BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Persaingan bisnis saat ini semakin dinamis, kompleks, dan tidak pasti sehingga memacu para pengelola perusahaan untuk dapat berpikir secara kreatif, inovatif

Lebih terperinci

BAB IV PENUTUP. 1.1 Kesimpulan

BAB IV PENUTUP. 1.1 Kesimpulan BAB IV PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang diadakan di PT Semen Indonesia (Persero), Tbk serta analisis peneliti terkait dengan strategi komunikasi pemasaran terpadu Semen Indonesia dalam menghadapi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi 2.1.1 Pengertian Perencanaan Strategis Perencanaan strategis, menurut Ward dan Peppard (2002, p462) adalah analisa

Lebih terperinci

Nofianty ABSTRAK

Nofianty ABSTRAK Nofianty - 0600670101 ABSTRAK PT. Surya Toto adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang saniter atau alat perlengkapan mandi. Tujuan penulisan dari skripsi ini adalah mengidentifikasikan masalah

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Setelah Penulis melakukan analisis terhadap lingkungan industri yang dihadapi oleh Dewi Sambi Tenun dan Perancangan saluran distribusi multi channel Marketing,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang baik diantaranya iklim usaha yang kondusif, situasi ekonomi nasional yang stabil

BAB I PENDAHULUAN. yang baik diantaranya iklim usaha yang kondusif, situasi ekonomi nasional yang stabil 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini suatu pertumbuhan dalam dunia usaha membutuhkan beberapa syarat yang baik diantaranya iklim usaha yang kondusif, situasi ekonomi nasional yang stabil dan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. berkomunikasi, bertukar informasi, dan bertransaksi bisnis. Sebagian besar orang telah

BAB 1 PENDAHULUAN. berkomunikasi, bertukar informasi, dan bertransaksi bisnis. Sebagian besar orang telah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi dan komunikasi memberikan kemudahan manusia dalam berkomunikasi, bertukar informasi, dan bertransaksi bisnis. Sebagian besar orang telah mengerti

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. maksimal untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang bersifat heterogen.

BAB I PENDAHULUAN. maksimal untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang bersifat heterogen. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Semakin berkembangnya teknologi membuat perkembangan di sektor industri semakin pesat. Banyak perusahaan baru dan tentu saja hal ini menyebabkan persaingan

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORI. penjualan atau promosi. Padahal keduanya hanya merupakan bagian dari kegiatan

BAB II KERANGKA TEORI. penjualan atau promosi. Padahal keduanya hanya merupakan bagian dari kegiatan BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Pengertian Pemasaran Kenyataannya kebanyakan kalangan masih belum begitu memahami arti dari pemasaran. Sering kali pemasaran diartikan secara terpisah sebagai kegiatan penjualan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Real Estate Real Estate didefinisikan sebagai lahan dan semua peningkatan alami dan yang dibuat oleh manusia yang secara permanen terikat kepadanya (Sirota, 2006, p1). Perubahan-perubahan

Lebih terperinci

ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian dilakukan di toko sepeda ACC semarang. Penelitian dilakukan karena terjadi penurunan penjualan dari akhir tahun 2011 sampai akhir tahun 2012 sebesar 25%. Penelitian dilakukan untuk meningkatkan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Pengukuran terhadap brand asuransi jiwa PT AXA Life Indonesia dilakukan dengan menyebarkan 200 set kuesioner kepada penduduk yang berdomisili didaerah daerah DKI

Lebih terperinci

LAMPIRAN. L2. Kuesioner SWOT

LAMPIRAN. L2. Kuesioner SWOT L1 LAMPIRAN L1. Wawancara Berikut ini lampiran pertanyaan yang diberikan kepada perusahaan. Hasil dari pertanyaan-pertanyaan berikut, telah diolah dan dianalisis sehingga menjadi suatu karya skripsi. 1.

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan 6.1.1 Ekuitas merek Tabel 6.1 Ringkasan Ekuitas Merek Dimensi Spesifikasi Keterangan Kesadaran Merek Asosiasi Merek Top of mind Brand recall Brand recognition

Lebih terperinci

BAB 2. Landasan Teori

BAB 2. Landasan Teori BAB 2 Landasan Teori 2.1 Services Marketing Marketing (pemasaran) adalah mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Manajemen pemasaran (marketing management) sebagai seni dan ilmu memilih

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Strategi Marketing Mix Pada Produk Tabungan ib Siaga Di Bank Syariah Bukopin Cabang Semarang. Persaingan Perbankan di Indonesia saat ini semakin ketat, oleh karena

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Disain Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan informasi dan hiburan yang terlengkap, tercepat, dan terakurat. alternatif untuk mendapatkan hiburan dan informasi.

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan informasi dan hiburan yang terlengkap, tercepat, dan terakurat. alternatif untuk mendapatkan hiburan dan informasi. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di masa sekarang ini, kebutuhan masyarakat akan informasi dan hiburan sudah menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, media

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini telah terjadi perubahan paradigma dan proses bisnis dalam dunia

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini telah terjadi perubahan paradigma dan proses bisnis dalam dunia BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini telah terjadi perubahan paradigma dan proses bisnis dalam dunia usaha. Hal ini disebabkan oleh persaingan usaha yang semakin ketat yang diikuti oleh perubahan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pikir berikut : Tahapan penelitian dalam penulisan GFP ini dapat dijelaskan dalam bagan Gambar 3.1 Tahapan Penelitian 37 Sebagai salah satu tahap awal, kerangka

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam menganalisa, kami menggunakan data dengan pengumpulan menggunakan teknik sebagai berikut : a. Wawancara Dengan cara ini, penulis melakukan tanya jawab dengan bagian

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP Kesimpulan

BAB V PENUTUP Kesimpulan BAB V PENUTUP Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan penerapan Integrated Marketing Communications (IMC) yang dijalankan oleh PT Halo Rumah Bernyanyi yang dilihat dari aspek ekonomi dan politik

Lebih terperinci

3.9 Penyebaran Kuesioner Pendahuluan Pengolahan Kuesioner Pendahuluan Identifikasi Variabel Penelitian

3.9 Penyebaran Kuesioner Pendahuluan Pengolahan Kuesioner Pendahuluan Identifikasi Variabel Penelitian ABSTRAK Hypermart adalah salah satu usaha ritel yang terdapat di Bandung Indah Plaza (BIP) yang berdiri sejak BIP melakukan renovasi yaitu pada akhir tahun 2005. Pada awal-awal pembukaan Hypermart penjualan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK PD. Sarana Mangun Lancar merupakan salah satu industri daur ulang pipa Poly Vinyl Chloride (PVC) yang terletak di kota Ciamis dan berdiri sejak tahun 2001. Saat ini perusahaan tersebut telah memiliki

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Marketing Definisi Marketing menurut Kotler & Keller (2006, p. 6), adalah sebuah fungsi dari organisasi dan merupakan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyampaikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia bisnis semakin maju di era globalisasi saat ini sehingga membuka berbagai peluang bisnis termasuk di Indonesia. Di satu sisi era globalisasi memperluas

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Persaingan pasti selalu ada dalam sebuah pasar terutama dalam dunia bisnis itu

BAB 1 PENDAHULUAN. Persaingan pasti selalu ada dalam sebuah pasar terutama dalam dunia bisnis itu BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan pasti selalu ada dalam sebuah pasar terutama dalam dunia bisnis itu sendiri. Dimana banyak aspek bisa menjadi daya saing membuat suatu perusahaan dapat bertahan,

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan analisis data yang telah di bahas pada bab sebelumnya, maka. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan analisis data yang telah di bahas pada bab sebelumnya, maka. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Berdasarkan analisis data yang telah di bahas pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan proses identifikasi variabel internal

Lebih terperinci

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA TOKO MITRA BIKE

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA TOKO MITRA BIKE ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA TOKO MITRA BIKE NAMA : PRAMUDITHA RIZKY NPM : 15210358 JURUSAN : MANAJEMEN PEMBIMBING : SRI KURNIASIH AGUSTIN, SE.,MM LATAR BELAKANG MASALAH Pemasran merupakan aspek yang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini terus meningkat. Hal ini mengakibatkan pengusaha-pengusaha harus bisa mengembangkan pola pikir yang kritis dalam menentukan

Lebih terperinci

MANAJEMEN STRATEGIK BANK

MANAJEMEN STRATEGIK BANK MANAJEMEN STRATEGIK BANK Strategi adalah cara untuk mencapai tujuan, sasaran organisasi serta mendapatkan dan mempertahankan competitive advantage yang dijabarkan ke dalam kebijakan-kebijakan dan program-program.

Lebih terperinci

Analisis Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Pada Toko Fake Jumper

Analisis Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Pada Toko Fake Jumper Analisis Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Pada Toko Fake Jumper Nama : Randy Sutrisno NPM : 15211859 Dosen Pembimbing : Reni Diah Kusumawati, SE., MMSI Pendahuluan Latar Belakang Memasuki

Lebih terperinci

PEMASARAN, STRATEGI BERSAING, MARKETING MIX, KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN

PEMASARAN, STRATEGI BERSAING, MARKETING MIX, KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN PEMASARAN, STRATEGI BERSAING, MARKETING MIX, KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN 1 TAHAPAN DALAM PRAKTEK PEMASARAN Tiga tahapan praktek pemasaran 1. Pemasaran kewirausahaan Individu memulai usaha mencari

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan industri asuransi semakin marak belakangan ini. Disadari

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan industri asuransi semakin marak belakangan ini. Disadari BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan industri asuransi semakin marak belakangan ini. Disadari atau tidak, asuransi merupakan satu-satunya instrumen keuangan yang dapat memberikan perlindungan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS SWOT PADA STRATEGI PEMASARAN SIMPANAN QURBAN DI BMT HARAPAN UMAT PATI CABANG PURI KABUPATEN PATI

BAB IV ANALISIS SWOT PADA STRATEGI PEMASARAN SIMPANAN QURBAN DI BMT HARAPAN UMAT PATI CABANG PURI KABUPATEN PATI BAB IV ANALISIS SWOT PADA STRATEGI PEMASARAN SIMPANAN QURBAN DI BMT HARAPAN UMAT PATI CABANG PURI KABUPATEN PATI A. Analisis Data Analisis data dari penelitian ini adalah analisis deskriptif yang bertujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan dari waktu ke waktu. Perkembangan juga akan diikuti dengan

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan dari waktu ke waktu. Perkembangan juga akan diikuti dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bisnis kuliner bersifat sangat dinamis dan akan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Perkembangan juga akan diikuti dengan semakin bertambahnya kompetitor

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR

NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PENJUALAN PRODUK JASA PARIWISATA DENGAN PENDEKATAN QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX (QSPM) (Studi Kasus di CV. Delta Berlian Holiday) Diajukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. industri keuangan yang lain, salah satu indikatornya adalah industri asuransi

BAB I PENDAHULUAN. industri keuangan yang lain, salah satu indikatornya adalah industri asuransi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sampai saat ini industri asuransi tidak kalah jika dibandingkan dengan industri keuangan yang lain, salah satu indikatornya adalah industri asuransi tetap mencatat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Percetakan merupakan suatu proses memindahkan tulisan atau gambar pada kertas atau objek lainnya dengan melalui sebuah mesin cetak. Percetakan biasanya memproduksi

Lebih terperinci