BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi penelitian meliputi prosedur dan cara melakukan verifikasi data

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi penelitian meliputi prosedur dan cara melakukan verifikasi data"

Transkripsi

1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian meliputi prosedur dan cara melakukan verifikasi data yang diperlukan untuk memecahkan atau menjawab masalah penelitian, termasuk untuk menguji hipotesis. Aspek-aspek yang harus ada dalam metodologi penelitian adalah metode penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, tehnik pengolahan data dan uji statistik. Metodologi penelitian sangat diperlukan karena akan memberikan petunjuk bagaimana penelitian itu harus dilaksanakan. A. Metode penelitian Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif, yaitu metode yang memecahkan masalah yang terjadi pada masa sekarang ini, ciriciri metode deskriptif menurut Surakhmad (1994:37) adalah : a. Memusatkan diri pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang dan masalah yang aktual. b. Data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisis (karena itu metode ini disebut metode analisis). B. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Sugiyono (2008:117) berpendapat bahwa populasi adalah Wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. 39

2 Arikunto (2002:112) berpendapat bahwa apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya, jika subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih, tergantung setidak-tidaknya dari : a. Kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan dana. b. Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data. c. Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti. Untuk penelitian yang resikonya besar, tentu saja jika sampel besar hasilnya akan lebih baik. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki anak balita usia 1-5 tahun di Kelurahan Argasunya Cirebon yang terdiri dari 11 RW dengan jumlah populasi 671 orang ibu balita. 2. Sampel Sampel menurut Sugiyono (2008:118) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tehnik penarikan sampel purposive (purposive sampling) atau disebut juga dengan sampel bertujuan. Teknik ini dilakukan dengan cara memilih orang-orang yang sesuai dengan ciri-ciri, sifat-sifat atau karakteristik yang sesuai dengan pertimbangan tertentu. (Effendi, 1995:56) Peneliti akan mengambil RW 02 yang akan dijadikan sampel dengan pertimbangan RW tersebut aktif menyelenggarakan posyandu, dengan jumlah ibu balita yang relatif cukup besar yaitu RW 02 Posyandu Nusa Indah. Dari 11 RW yang 40

3 dikemukakan dalam populasi yang dijadikan sampel yaitu RW 02 Posyandu Nusa Indah. Dilakukan dengan cara purposive sample (sampel terpilih) dengan kriteria sebagai berikut : a. Ibu yang mempunyai anak balita usia 1-5 tahun b. Ibu yang aktif mengikuti kegiatan posyandu c. Ibu yang menyelenggarakan sendiri makanan bagi anak balitanya Dari tiga kriteria di atas diperoleh sampel sebanyak 48 orang. C. Teknik Pengumpulan Data Penelitian Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer adalah sumber data yang akan diolah oleh peneliti dalam uji pengaruh. Data sekunder merupakan data yang melengkapi penelitian, yang meliputi demografi kelurahan, karakteristik, dan literatur yang digunakan untuk kajian pustaka dan dokumen. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan meliputi data primer tentang karakteristik responden dan data sekunder tentang kemampuan ibu dalam penyelenggaraan menu sehat seimbang yang meliputi aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Teknis pengumpulan data yang penulis pergunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Tes Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau 41

4 bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. (Arikunto,2002:138). Alat pengumpul data yang sebenarnya digunakan adalah tes, tetapi formulasinya dibuat angket untuk memperoleh data dari variabel X (Penyuluhan Gizi). Angket yang digunakan dalam penelitian ini disusun sesuai dengan kisi-kisi penelitian, untuk memperoleh data dari variabel X (Penyuluhan Gizi). Angket ini berupa pertanyaan tertulis dengan jumlah 30 item, terdiri dari 10 soal aspek kognitif, 10 soal aspek afektif dan10 soal aspek psikomotor dengan skor I Tes Unjuk Kerja Tes unjuk kerja digunakan untuk memperoleh data dari variabel Y (penyelenggaraan makan anak balita di Kelurahan Argasunya Cirebon). Pertanyaan dalam tes unjuk kerja dikembangkan sesuai kemampuan menyelenggarakan menu sehat untuk balita. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes unjuk kerja dengan jumlah 23 item dengan skor 1-0. Tes yang dibuat dengan formulasi angket dan tes unjuk kerja sebelum disebar dilakukan uji coba instrumen terlebih dahulu. Uji coba ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas. Suprian mengungkapkan (1995:51) bahwa : Reliabilitas alat ukur adalah ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam mengukur apa yang diukurnya, artinya kapanpun alat ukur tersebut digunakan akan memberikan hasil yang sama. Observasi dilakukan untuk memperoleh data tentang penyelenggaraan makan anak balita, yang dilakukan oleh penulis dengan cara melihat kemampuan ibu dalam menyelenggarakan menu sehat untuk balita yang berpedoman pada pedoman observasi bisa dilihat pada tes unjuk kerja. 42

5 a. Uji Coba Alat Pengumpul Data Uji coba dimaksudkan untuk mengetahui validitas (ketepatan) dan reliabilitas (ketetapan) alat pengumpul data, untuk mengetahui tingkat keterandalan alat pengumpul data. Dalam upaya memperoleh angket valid dan reliabel, peneliti mengadakan uji coba terhadap tes dan angket yang telah disusun. Uji coba tes dan angket ini dilakukan kepada 10 orang responden diluar sampel penelitian. b. Uji Validitas Tes dengan formulasi Angket dan Tes Unjuk Kerja Validitas yaitu suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen penelitian. Instrumen yang valid memiliki ketetapan tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid memiliki ketetapan rendah. Perhitungan uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini berbeda antara variabel X dan variabel Y, karena instrumen penelitian yang digunakan berbeda sehingga rentang nilai yang digunakan juga berbeda. Perhitungan uji validitas untuk variabel X menggunakan rumus Point Biserial, karena nilai yang digunakan 1 sampai 5 dengan rumus sebagai berikut : (Arikunto, 2002:252) Keterangan : r p bis = Koefisien korelasi Point Biserial Mp = Mean yang dicapai oleh responden uji coba yang menjawab betul, yang sedang dicari korelasinya dengan tes secara keseluruhan Mt = Mean skor total, yang berhasil dicapai oleh seluruh responden uji coba Sdt = Standar deviasi total skor p = Proporsi responden uji coba yang menjawab betul terhadap butir soal yang sedang dicari korelasinya dengan tes secara keseluruhan q = Proporsi responden uji coba yang menjawab salah (1-p) 43

6 Untuk menguji validitas instrumen Y digunakan teknik korelasi dari Pearson yang dikenal dengan Rumus Korelasi Product Moment, yaitu : (Arikunto, 2002:243) Keterangan : r xy = koefisien korelasi antara variabel X dan Y X = jumlah skor tiap item dari seluruh responden uji coba Y = jumlah skor total seluruh item dari keseluruhan responden uji coba N = jumlah responden uji coba Uji validitas ini dilakukan pada setiap item pertanyaan. Setelah harga koefisien korelasi diperoleh, kemudian diuji signifikansi koefisien korelasinya dengan menggunakan rumus sebagai berikut : (Sugiyono, 2009:251) Setelah harga t diperoleh maka perlu dibandingkan dengan t tabel, untuk mengetahui harga t ini signifikan atau tidak. Untuk taraf kesalahan tertentu dengan dk = n - 2. Kriteria penafsiran validitas tes apabila harga t hitung > t tabel berarti angket tersebut dinyatakan valid. Hasil uji coba untuk variabel X dan variabel Y dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 3.1 Hasil Uji Coba Variabel X Jumlah item Jumlah item yang Valid

7 Tabel 3.2 Hasil Uji Coba Variabel Y Jumlah item Jumlah item yang Valid Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa untuk variabel X dari 30 item yang disebarkan 28 item valid pada tingkat kepercayaan 95%, 2 item tidak valid, sedangkan untuk variabel Y dari 23 item yang disebarkan 21 item valid pada tingkat kepercayaan 95%, 2 item tidak valid pada tingkat kepercayaan yang diharapkan. Item yang tidak valid, selanjutnya diperbaiki dan disempurnakan untuk digunakan pada perhitungan berikutnya. Uji validitas instrumen variabel X dan variabel Y serta contoh perhitungannya (lampiran 2). c. Uji Reliabilitas Angket dan Tes unjuk kerja Reliabilitas yaitu tingkat keterandalan atau kepercayaan, menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto 2002:154). Tingkat keterandalan instrumen dapat diketahui dengan menggunakan beberapa rumus. Penelitian ini menggunakan dua instrumen yaitu angket dan tes unjuk kerja, karena itu rumus yang digunakan untuk mengetahui tingkat keterandalannyapun digunakan dua rumus yaitu K-R 20 untuk instrumen tes dengan rentang nilai 1 sampai 5 pada variabel X dengan rumus sebagai berikut : 45

8 Keterangan : r 11 = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan Vt = varians total (Arikunto, 2002:163) p = proporsi subjek yang menjawab betul pada sesuatu butir (proporsi subjek yang mendapat skor 1) p = banyaknya subjek skornya 1 N q = proporsi subjek yang mendapat skor 0 (q = 1- p) Untuk variabel Y yang menggunakan instrumen tes dengan rentang penilaian 1 sampai 4, rumus reliabilitas yang digunakan adalah rumus Alpha yaitu sebagai berikut : (Arikunto, 2002:171) Keterangan : r11 = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal 2 σ b = jumlah varians butir 2 Σ 1 = varians total Ketentuan penggunaan rumus Alpha di atas sesuai dengan pendapat Arikunto (2002:171) yang mengemukakan bahwa : Rumus Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya I sampai 5. 46

9 Langkah-langkah perhitungan yang ditempuh dalam rumus Alpha yaitu : 1. Mencari harga varians tiap item dengan rumus 2. Mencari harga varians total dengan rumus 3. Menghitung reliabilitas angket dengan rumus Alpha sebagai berikut Setelah harga r - 11 diperoleh, kemudian dibandingkan dengan harga r pada tabel r Product Moment. Reliabilitas akan terbukti jika harga r 11 > r tabel dengan tingkat kepercayaan 99% dan 95%. Pedoman untuk kriteria penafsiran r- 11 dibandingkan dengan daftar indeks korelasi dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.3 Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi Terhadap Koefisien Korelasi Interval Koefisien 0,000-0,199 0,200-0,399 0,400-0,599 0,600-0,799 0,800-1,000 Tingkat Hubungan Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi (Sugiyono, 2009:231) Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, diketahui hasil tingkat keterandalan alat ukur variabel X r 11 = 0,97 dan untuk variabel Y diketahui r 11 = 0,90. sesuai dengan kriteria interprestasi nilai r pada tabel di atas, maka reliabilitas variabel X 47

10 dan Variabel Y termasuk tinggi berada pada indeks korelasi antara 0,800-1,00. Hasil dari uji reliabilitas variabel X dan Variabel Y (lampiran 2). D. Teknik Pengolahan Data Penelitian Pengolahan data penelitian dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Verifikasi data, yaitu memeriksa lembar jawaban yang diperoleh dari hasil penyebaran instrumen. 2. Pemberian skor jawaban dengan kriteria sebagai berikut : a. Rumus perhitungan persentase dilakukan untuk memperoleh gambaran yang jelas terhadap pertanyaan yang diajukan mengenai identitas responden. b. Penskoran setiap jawaban tes dengan formulasi angket 1-5. c. Penskoran untuk observasi pada tes unjuk kerja dengan kriteria : - Dilakukan : skornya 1 - Tidak dilakukan : skornya 0 3. Merubah skor awal menjadi skor baku dimaksudkan untuk merubah skor awal dari variabel X dan Variabel Y yang berbeda penilaiannya. Salah satu skor standar yang biasa digunakan dalam skala model Likert dan skor lainnya ialah skor-t, dengan rumus sebagai berikut : 48

11 T score = (10.Z) + 50 Dimana Z = X X Sdt Keterangan : X = skor responden pada skala yang hendak diubah menjadi skor T X = Mean skor kelompok Sdt = Deviasi standar skor kelompok Perhitungan perubahan skor awal menjadi skor baku lihat konversi data ke Z score dan T score (lampiran 3). 4. Menentukan rumus-rumus pengujian yang akan digunakan dalam pengujian hipotesis melalui uji normalitas, analisis regresi dengan mencari pasangan regresi linier, menguji kelinieran dan keberartian regresi, mencari koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Masing-masing pengolahan data tersebut akan diuraikan sebagai berikut : a. Uji Normalitas Distribusi Frekuensi Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas distribusi X dan Y. langkah-langkah dalam uji normalitas distribusi dari masingmasing variabel yaitu : Langkah-langkah dalam uji normalitas distribusi dari masing-masing variabel yaitu : 1. Menentukan rentang, yaitu : R = Data terbesar Data terkecil 49

12 2. Menentukan banyaknya kelas interval dengan rumus : K = 1 + 3,3 log n (Sugiono, 2009:47) 3. Menentukan panjang kelas interval dengan rumus : P = rentang/ banyak kelas = R/K (Sugiono, 2009:47) 4. Menghitung Mean (rata-rata), yaitu : (Sugiono, 2009:54) Keterangan : X = Mean (rata-rata) Fi = Frekuensi yang sesuai dengan kelas Xi Xi = Tanda kelas interval atau nilai tengah dari kelas interval 5. Menghitung Simpangan Baku dengan rumus : (Sugiono, 2009:59) Keterangan : SD = Standar Deviasi Fi = Frekuensi yang sesuai dengan kelas Xi Xi = Tanda kelas interval M = Rata - rata n = Jumlah responden 6. Menyusun tabel distribusi frekuensi variabel X dan variabel Y 7. Menyusun tabel distribusi untuk harga-harga yang diperlukan dalam uji chi kuadrat, yaitu : a) Kelas interval b) Frekuensi 50

13 c) Batas nyata/ batas kelas d) Menghitung harga baku (Z) = Batas kelas X e) Menghitung luas interval (I), yaitu, I = Z tabel 2 Z tabel 1 f) Menghitung frekuensi ekspektasi (Ei) = n x 1 g) Menghitung Chi Kuadrat (X 2 ) dengan rumus : (Sugiono, 2009:107) Keterangan : X 2 Oi Ei = Chi - Kuadrat = Frekuensi = Frekuensi Ekspetasi Hasil perhitungan dari X 2 hitung selanjutnya dibandingkan dengan harga X 2 tabel. Ketentuan variabel X dan Y normal yaitu jika X 2 hitung < X 2 tabel. b. Uji Statistik yang digunakan Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik regresi linier sederhana dan korelasi, mengacu pada pendapat Siregar (2001, dalam Deasy Sri Wirastuti, 2005:60) bahwa, Analisis regresi linier sederhana dilakukan apabila jenis variabelnya (variabel bebas dan variabel terikat) yang terdefinisi dengan jelas, persamaan regresi linier sederhana adalah Y = a + bx, dan menghitung korelasi (r), mengacu pada pendapat Sudjana (2002:159) yaitu, Korelasi (r) dalam regresi linier sederhana dapat digunakan untuk menghitung pengaruh X terhadap Y.. 51

14 Variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini yaitu variabel penyuluhan gizi sebagai variabel X (variabel bebas) dan variabel penyelenggaraan makan anak balita sebagai variabel Y (variabel terikat). c. Perhitungan Uji Linieritas Regresi Uji linieritas digunakan untuk menghubungkan antara sebuah variabel predikator (bebas) atau variabel yang memberikan pengaruh yang dilambangkan dengan X, dengan variabel kriterium (terikat) atau variabel yang memperoleh pengaruh yang dilambangkan dengan Y. Siregar (2000, dalam Deasy Sri Wirastuti, 2005:160) mengemukakan bahwa, analisis regresi linier sederhana dilakukan apabila jenis variabelnya (variabel bebas dan variabel terikat) yang terdefinisi dengan jelas. Persamaan regresi linier sederhana adalah Y = a + b x Variabel bebas sebagai variable X dalam penelitian ini adalah penyuluhan gizi, sedangkan variabel terikat atau variabel Y yaitu penyelenggaraan makan anak balita. Langkah-langkah pengujian Linieritas Regresi yang penulis sarikan dari Sudjana (2002:315) adalah : 1) Pengelompokan data variabel X dan variabel Y. 2) Menentukan persamaan regresi variabel X dan variabel Y dengan rumus : a = ( X 2 ) ( Y) ( X) ( Y) n X 2 ( X) 2 b = n XY ( X) ( Y) n X 2 ( X) 2 52

15 3) Pengujian Linieritas dan keberartian regresi, dengan rumus : a) Menghitung Jumlah Kuadrat Regresi JK (a) = ( X ) 2 n b) Menghitung jumlah kuadrat regresi b terhadap a JK (b/a) = b XY ( X) ( Y) n c) Menghitung jumlah kuadrat residu JK res = Y 2 JK (a) JK (b/a) d) Menghitung kuadrat kekeliruan JK (kk) = JK (E) = Y 2 ( Y) 2 e) Menghitung jumlah kuadrat ketidak cocokan db (TC) = JK (res) - JK (kk) f) Menghitung derajat kebebasan kekeliruan db (kk) = dkjk (E) = n - k g) Menghitung derajat kebebasan ketidak cocokan db (TC) = dkjk (TC) = k - 2 h) Menghitung rata-rata kuadrat kekeliruan Rjk (kk) = S 2 E = JK (kk) n - K i) Menghitung rata-rata kuadrat ketidak cocokan Rjk (TC) = S 2 TC = JK (TC) K - 2 j) Menghitung nilai ketidak cocokan F (TC) = Rjk (TC) : Rjk (kk) n 53

16 k) Menentukan derajat kebebasan regresi b terhadap a l) Menentukan derajat kebebasan residu db r = n - 2 m) Menentukan RJKL (b/a) = JK b/a n) Menentukan jumlah rata-rata kuadrat residu Rjk (r) = S = JK (res) : db (r) o) Mencari korelasi dengan menghitung F tabel dan F hitung F hitung = Rjk (TC) : Rjk (kk) dan F hitung = RJK (ba) RJK (r) Tabel 3.4 Tabel Anava Sumber variansi dk JK RJK F hitung Total 48 Y 2 Y 2 - Regresi (a) 1 Regresi (b/a) 1 JK (a) = ( X) 2 n JK (b/a) = b XY ( X) ( Y) n JK (a) = ( X) 2 n JK (b/a) = b XY ( X) ( Y) n F hitung = RJK (ba) : RJK (r) F tabel F tabel = F (0,95)(db(b/a) : db(r)) Sisa 46 JK res = Y2 JK (a) JK (b/a) Rjk (r) = S = JK (res) : db (r) Tuna cocok 23 JK (TC) = JK (r) - JK (kk) Galat 23 JK (kk) = JK (E) = Y2 ( Y) 2 n Rjk (TC) = S 2 TC = JK (TC) K - 2 Rjk (kk) = JK (kk) n - K F hitung = RJK (TC) : RJK (KK) F tabel=f (0,95)(dbtc/dbkk) Kriteria pengujiannya, jika F hitung < F tabel maka persamaan regresi linier diterima/ linier. Mencari nilai F hitung untuk menentukan keberartian regresi yaitu : F hitung = RJK (b:a) : RJK r. Kriteria pengujiannya jika F hitung > F tabel maka persamaan regresi diterima atau berarti. d. Uji Korelasi dan Koefisien Determinasi 1. Uji Hipotesis menggunakan Analisis Korelasi 54

17 Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel bebas (X) yaitu penyuluhan gizi dengan variabel terikat (Y) yaitu penyelenggaraan makan anak balita. Perhitungan kadar hubungan variabel X dan Y digunakan koefisien korelasi Product Moment dari Pearson seperti yang dikemukakan oleh Arikunto (2002,146) dengan rumus sebagai berikut : Ketentuan pengujian hipotesis : bila harga F hitung > atau = harga F tabel maka Hipotesis diterima. 2. Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi (KD) digunakan untuk menghitung besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y, dengan rumus : KD XY = r 2 XY x 100% Keterangan : KD = Koefisien determinasi yang dicari r 2 = Kuadrat koefisien korelasi E. Prosedur Penelitian 1. Studi Pendahuluan ke Lapangan Studi pendahuluan ke lapangan diperlukan penulis untuk mendapatkan informasi tentang masalah yang ada dan dapat dijadikan sebagai permasalahan dalam 55

18 skripsi yang akan dibuat. Studi pendahuluan juga berfungsi untuk mengetahui lokasi yang akan dijadikan objek dalam penelitian. 2. Menentukan Masalah dan Hipotesis Menentukan masalah dan hipotesis merupakan prosedur kedua yang harus ditempuh dalam penelitian. Masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan Pengaruh Penyuluhan Gizi Terhadap Penyelenggaraan Makan Anak Balita di Kelurahan Argasunya Cirebon. Hipotesis yang penulis kemukakan dalam penelitian ini berdasarkan rumusan masalah yang diajukan yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan penyuluhan gizi terhadap penyelenggaraan makan anak balita di Kelurahan Argasunya Cirebon. 3. Menyusun Instrumen Penelitian Data yang dibutuhkan untuk keperluan penelitian adalah data tentang penyuluhan gizi sebagai variabel X dan penyelenggaraan makan anak balita sebagai variabel Y. Perolehan data tersebut didapat dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket dan tes unjuk kerja. Angket untuk meneliti penyuluhan gizi dan tes unjuk kerja untuk meneliti kemampuan ibu balita dalam penyusunan menu, pemilihan bahan makanan dan pengolahan bahan makanan sampai penyajian makanan dan cara pemberian makanan bagi anak balita. Instrumen penelitian dalam bentuk angket diharapkan dapat mengungkap data tentang penyuluhan gizi. Sedangkan tes unjuk kerja dimaksudkan untuk dapat mengungkapkan data tentang praktek penyelenggaraan makan anak balita. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini disusun berdasarkan kisi-kisi 56

19 instrumen penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya. Instrumen penelitian ini terdiri dari 2 bagian sesuai skripsi yang ditulis (Lina Marslina, 2004:73), yaitu : a. Bagian pertama, mengisi identitas responden untuk mengetahui identitas ibu balita dan anak balita. Bagian dua, mengisi angket berupa pertanyaan tertulis dengan jumlah 30 item, terdiri dari 10 soal aspek kognitif, 10 soal aspek afektif dan 10 soal aspek psikomotor dengan skor I - 5 tentang penyuluhan gizi sebagai variabel X. Item-item pertanyaan ini dibuat dalam bentuk angket tertutup, artinya sudah disediakan alternatif jawaban atau lebih sesuai dengan pendapat dirinya. Angket ini dilengkapi dengan petunjuk pengisian lembar jawaban yang bertujuan untuk memudahkan responden dalam mengisinya. b. Bagian kedua terdiri dari tes unjuk kerja dengan jumlah 23 item dengan skor 1-0, berupa pertanyaan tentang penyelenggaraan makan anak balita sebagai variabel Y. Terdiri dari 7 soal tentang persiapan (1 soal perencanaan menu, 6 soal tentang pemilihan bahan makanan), 5 soal tentang persiapan pengolahan, 8 soal tentang pengolahan bahan makanan, 1 soal tentang jumlah porsi hidangan untuk sekali makan, 1 soal tentang cara penyajian hidangan, 1 soal tentang pemberian makan. 4. Menyebarkan Angket dan mengobservasi Tes Unjuk Kerja Menyebarkan alat pengumpul data berupa angket dan observasi tes unjuk kerja yang dilakukan oleh ibu-ibu sebagai sampel penelitian sebanyak 48 orang. 5. Mengumpulkan Kembali Angket Angket yang telah diisi oleh responden dikumpulkan kembali sesuai jumlah sampel, kemudian dihitung kembali dan diperiksa kelengkapan jawaban serta 57

20 kebenaran cara pengisiannya. Jawaban angket dikembalikan sebanyak yang disebarkan yaitu 48 eksemplar. 6. Mengolah dan Menganalisis Data Hasil Penelitian Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian melalui program Microsoft Excel 2007, dengan tahapan sebagai berikut : a. Memberikan skor pada setiap jawaban untuk setiap item dari seluruh pertanyaan angket berdasarkan pedoman angket dan skor pada tes unjuk kerja berdasarkan pedoman angket dan tes unjuk kerja yang telah ditentukan. Pedoman angket dan tes unjuk kerja dapat dilihat dalam lampiran penelitian angket dan tes unjuk kerja. b. Mentabulasi data yang diperoleh dari angket dan tes unjuk kerja. c. Menjumlahkan nilai dari setiap instrumen untuk memperoleh skor mentah. d. Menentukan rumus-rumus pengujian yang digunakan dalam hipotesis penelitian yaitu persentase dan uji normalitas distribusi frekuensi untuk kedua variabel, analisa regresi untuk menguji kelinieran dan keberartian, mencari koefisien korelasi dan koefisien determinasi. 58

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Lokasi penelitian adalah tempat melakukan kegiatan penelitian guna memperoleh data yang dibutuhkan. Lokasi penelitian adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang terjadi pada masa sekarang. Metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan seberapa besar hasil

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan seberapa besar hasil 58 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan seberapa besar hasil belajar Ilmu Gizi Dasar yang dapat disumbangkan untuk Gizi Dalam Daur Kehidupan oleh

Lebih terperinci

BAB III METODA PENELITIAN. Menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam suatu penelitian diperlukan

BAB III METODA PENELITIAN. Menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam suatu penelitian diperlukan BAB III METODA PENELITIAN A. Metode Penelitian Menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode. Sehubungan dengan itu, Sudjana (008 : 5) mengemukakan bahwa Metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh suatu jawaban atas

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh suatu jawaban atas 61 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh suatu jawaban atas masalah yang ada saat ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan mengenai

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian meliputi prosedur dan cara melakukan verifikasi data

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian meliputi prosedur dan cara melakukan verifikasi data 50 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian meliputi prosedur dan cara melakukan verifikasi data yang diperlukan untuk memecahkan atau menjawab masalah penelitian, termasuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam dalam penelitian ini

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam dalam penelitian ini BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan penulis dalam dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan analisis statistik inferensial,. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. supaya dapat mempermudah proses pengambilan data. Penelitian ini dilakukan di

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. supaya dapat mempermudah proses pengambilan data. Penelitian ini dilakukan di 25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan bagian yang harus diperhatikan bagi peneliti supaya dapat mempermudah proses

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian adalah suatu cara yang dipergunakan di dalam suatu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian adalah suatu cara yang dipergunakan di dalam suatu BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu cara yang dipergunakan di dalam suatu penelitian untuk mencapai suatu tujuan. Berdasarkan buku Pedoman penulisan karya Ilmiah (003 : 48), yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Hipotesis yang telah dirumuskan perlu diuji kebenarannya, untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Hipotesis yang telah dirumuskan perlu diuji kebenarannya, untuk BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Hipotesis yang telah dirumuskan perlu diuji kebenarannya, untuk memperoleh jawaban atau rumusan hipotesis tersebut, maka diperlukan suatu metode penelitian.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian dapat pula dikatakan sebagai cara yang digunakan untuk mencapai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian dapat pula dikatakan sebagai cara yang digunakan untuk mencapai 56 BAB III METODOLOGI PENELITIAN.. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk mencari jawaban atau menggambarkan permasalahan yang akan dibahas. Metode penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat melakukan kegiatan guna memperoleh data yang berasal dari responden. Lokasi dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Menurut Suharsimi Arikunto (00:160) Penentuan dan pemilihan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam pelaksanaan penelitian diperlukan adanya metode penelitian, metode penelitian ini berfungsi sebagai pendekatan dalam mendapatkan data dari penelitiannya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini penulis akan membahas hasil dan pembahasan penelitian tentang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini penulis akan membahas hasil dan pembahasan penelitian tentang 66 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan membahas hasil dan pembahasan penelitian tentang Pengaruh Hasil Belajar Dasar Patiseri Terhadap Minat Usaha Patiseri Pada Mahasiswa Program

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. No Kelas Jumlah 1 XII Busana XII Busana XII Busana 3 32 Jumlah 94 Tabel 3.1.

BAB III METODE PENELITIAN. No Kelas Jumlah 1 XII Busana XII Busana XII Busana 3 32 Jumlah 94 Tabel 3.1. BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat melakukan kegiatan guna memperoleh data yang berasal dari responden. Lokasi dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Subjek Penelitian Dalam Penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas X Teknik Otomasi Industri A dan B di SMK Negeri 1 Cimahi yang sedang melaksanakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Keahlian Teknik Gambar Bangunan yang terletak di jalan Bojongkoneng

BAB III METODE PENELITIAN. Keahlian Teknik Gambar Bangunan yang terletak di jalan Bojongkoneng BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 5 Bandung Kompetensi Keahlian Teknik Gambar Bangunan yang terletak di jalan Bojongkoneng No.37A Bandung.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Metode

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Metode BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Metode merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian Setiap penelitian membuatuhkan data atau informasi dari sumber sumber yang dapat dipercatat agar dapat digunakan untuk menjawab masalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap penelitian memerlukan data atau informasi dari sumber-sumber

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap penelitian memerlukan data atau informasi dari sumber-sumber BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Setiap penelitian memerlukan data atau informasi dari sumber-sumber yang dapat dipercaya agar dapat digunakan untuk menjawab masalah penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Lokasi penelitian adalah tempat melakukan kegiatan penelitian guna memperoleh data yang berasal dari responden. Lokasi penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian yaitu PKBM Bina Terampil Mandiri Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. PKBM Bina

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode pendekatan pada suatu penelitian digunakan untuk memecahkan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode pendekatan pada suatu penelitian digunakan untuk memecahkan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 31 Metode Penelitian Metode pendekatan pada suatu penelitian digunakan untuk memecahkan masalah yang akan diselidiki Berdasarkan metode pendekatan ini, diharapkan dapat memberikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pendidikan Teknik Arsitektur yang beralamatkan di Jln. Setiabudhi No. 207 Bandung.

BAB III METODE PENELITIAN. Pendidikan Teknik Arsitektur yang beralamatkan di Jln. Setiabudhi No. 207 Bandung. 27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur yang beralamatkan di Jln. Setiabudhi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, untuk mengungkapkan gejala-gejala serta hubungan antar variable

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menetapkan SD Inpres Panca Karsa II, Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato sebagai

BAB III METODE PENELITIAN. menetapkan SD Inpres Panca Karsa II, Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato sebagai BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penetapan objek penelitian merupakan hal yang sangat penting untuk ditetapkan agar penelitian tersebut terarah dan tepat pada sasaran. Dalam penelitian ini,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Surakhmad (Andrianto, 2011: 29) mengungkapkan ciri-ciri metode korelasional, yaitu:

BAB III METODE PENELITIAN. Surakhmad (Andrianto, 2011: 29) mengungkapkan ciri-ciri metode korelasional, yaitu: BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang menggunakan data yang dikualifikasikan/dikelompokkan dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berusaha untuk mengungkapkan gejala-gejala serta pengaruh

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berusaha untuk mengungkapkan gejala-gejala serta pengaruh BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian yang Digunakan. Penelitian ini berusaha untuk mengungkapkan gejala-gejala serta pengaruh antar variabel dimana hasil analisisnya disajikan dalam bentuk deskripsi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 9 Garut yang beralamatkan di Jalan Raya Bayongbong Km.07 Desa Panembong Tlp. (0262) 4772522 Garut. B. Metode Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sumber data penelitian didapat dari siswa SMKN 6 Bandung, oleh karena

BAB III METODE PENELITIAN. Sumber data penelitian didapat dari siswa SMKN 6 Bandung, oleh karena BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Sumber data penelitian didapat dari siswa SMKN 6 Bandung, oleh karena itu tempat penelitian akan dilakukan di lingkungan sekolah SMKN 6 Bandung.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode merupakan cara yang digunakan untuk menemukan jawaban dari

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode merupakan cara yang digunakan untuk menemukan jawaban dari BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode merupakan cara yang digunakan untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang sedang diteliti. Sehubungan dengan hal ini, Suharsimi Arikunto (00:136)

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik, diperlukan metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik, diperlukan metode BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik, diperlukan metode penelitian yang baik dan dapat dipercaya. Cara mengolah data - data tersebut menjadi kesimpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menjawab suatu permasalahan yang dihadapi dalam suatu penelitian agar tercapai suatu tujuan yang diinginkan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Kepegawaian Pengembangan Aparatur Daerah Provinsi Gorontalo. Waktu yang

BAB III METODE PENELITIAN. Kepegawaian Pengembangan Aparatur Daerah Provinsi Gorontalo. Waktu yang . Lokasi dan Waktu Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Peneliti mengambil lokasi penelitian di Badan Kepegawaian Pengembangan Aparatur Daerah Provinsi Gorontalo. Peneliti memilih lokasi ini guna mengetahui

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Gorontalo yakni: SMAN 1 kota Gorontalo, SMAN 2 Kota Gorontalo, SMAN. digunakan 3 bulan ( april, mei, juni 2013)

BAB III METODE PENELITIAN. Gorontalo yakni: SMAN 1 kota Gorontalo, SMAN 2 Kota Gorontalo, SMAN. digunakan 3 bulan ( april, mei, juni 2013) 25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di sekolah SMA Negeri sekota Gorontalo yakni: SMAN 1 kota Gorontalo, SMAN 2 Kota Gorontalo, SMAN 3 kota Gorontalo

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi adalah tempat penelitian berlangsung. Penelitian ini dilakukan di SMK yang terletak di Jalan Bojong Koneng No. 37 A Bandung.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode pada dasarnya merupakan alat yang digunakan untuk mencapai sesuatu. Dalam penelitian memiliki karakteristik yang komplek, tidak sekedar alat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap berbagai pemasalahan penelitian. Pada metode penelitian ini penulis

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap berbagai pemasalahan penelitian. Pada metode penelitian ini penulis BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara untuk memperoreh pemecahan terhadap berbagai pemasalahan penelitian. Pada metode penelitian ini penulis menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan

BAB III METODE PENELITIAN. Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan perbedaan penafsiran terhadap istilah-istilah di dalam judul skripsi. Sesuai dengan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian merupakan suatu hal yang besar manfaatnya bagi penulis yang akan memberikan arahan pokok-pokok yang penulis teliti, sehingga akan memudahkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penulis dalam Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Penelitian deskriptif analitik ini digunakan untuk mendapatkan gambaran tentang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rangkaian sistematis dari penjelasan secara rinci tentang keseluruhan rencana penelitian mulai dari perumusan masalah, tujuan,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sesuai dengan pendapatnya Hadjar (1996 : 3) yang mengatakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada suatu penelitian terdapat berbagai macam metode penelitian yang digunakan, pemilihannya sangat tergantung pada prosedur, alat serta desain penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. didalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan penelitian. Berdasarkan

BAB III METODE PENELITIAN. didalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan penelitian. Berdasarkan BAB III METODE PENELITIAN Metode dalam sebuah penelitian dapat diartikan sebagai suatu cara yang didalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan penelitian. Berdasarkan buku pedoman penulisan karya

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan suatu cara yang dilakukan oleh setiap peneliti

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan suatu cara yang dilakukan oleh setiap peneliti BAB III METODOLOGI PENELITIAN A Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara yang dilakukan oleh setiap peneliti untuk memecahkan berbagai permasalahan yang terjadi dalam penelitiannya, sehingga

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode dalam penelitian mempunyai peranan yang sangat penting karena metode penelitian berisi pegangan yang harus digunakan selama melakukan penelitian.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dan metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan teoritis pada Bab II, maka langkah berikutnya pada Bab III ini adalah menguji

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, yaitu suatu metode yang menggambarkan secara sistematis dan obyektif tentang hubungan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 39 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan suatu kerangka kerja yang digunakan dalam melaksanakan suatu penelitian. Adapun desain penelitian ini dapat digambarkan sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Subjek Populasi Penelitian 3.1.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kota Sukabumi yang berlokasi di Jalan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Winarno Surakhmad (1994: 131) mengemukakan bahwa, metode adalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Winarno Surakhmad (1994: 131) mengemukakan bahwa, metode adalah BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Winarno Surakhmad (1994: 131) mengemukakan bahwa, metode adalah merupakan cara utama yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Berdasarkan batasan tersebut,

Lebih terperinci

BAB III METODA PENELITIAN. 1. Pembelajaran model pembelajaran PQ4R adalah model rangkaian kegiatan

BAB III METODA PENELITIAN. 1. Pembelajaran model pembelajaran PQ4R adalah model rangkaian kegiatan BAB III METODA PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Pembelajaran model pembelajaran PQ4R adalah model rangkaian kegiatan pembelajaran dengan menggunakan langkah preview (membaca selintas dengan cepat),

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan mutlak harus disertakan. Metode atau metodologi penelitian ini akan

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan mutlak harus disertakan. Metode atau metodologi penelitian ini akan BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Metode Penelitian Dalam menyusun penelitian skripsi, metode atau metodologi penelitian yang digunakan mutlak harus disertakan. Metode atau metodologi penelitian ini akan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian survai. Penelitian survai adalah penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. eksperimen. Pada penelitian ini peneliti melakukan satu macam perlakuan yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. eksperimen. Pada penelitian ini peneliti melakukan satu macam perlakuan yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Pada penelitian ini peneliti melakukan satu macam perlakuan yang diberikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode merupakan hal penting yang diperlukan dalam penelitian, serta salah satu cara sistematik yang digunakan dalam penelitian. Berhasil tidaknya penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sebuah penelitian memerlukan metode pendekatan yang digunakan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Sebuah penelitian memerlukan metode pendekatan yang digunakan untuk BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Sebuah penelitian memerlukan metode pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah yang akan diteliti serta untuk mencapai tujuan penelitian. Menurut

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Suatu pendekatan metode penelitian digunakan untuk memecahkan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Suatu pendekatan metode penelitian digunakan untuk memecahkan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Suatu pendekatan metode penelitian digunakan untuk memecahkan masalah yang akan diselidiki. Metode merupakan cara yang dilakukan oleh seseorang dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam setiap penelitian, metode merupakan cara utama untuk mencapai

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam setiap penelitian, metode merupakan cara utama untuk mencapai 50 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam setiap penelitian, metode merupakan cara utama untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Winarno Surakhmad

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan tempat dilaksanakannya penelitian guna memperoleh data yang diperlukan. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Subjek Penelitian 1.1.1 Lokasi Penelitian Objek penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Cimahi, Jalan Mahar Martanegara (Leuwigajah)

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 014 di SMKN 1 Bojong Picung Tahun Ajaran 014/015. B. Populasi Penelitian Populasi yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian Setiap penelitian membutuhkan data informasi berupa data dari sumber terpecaya. Supaya data tersebut dapat digunakan untuk menjawab tujuan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Pengujian Instrumen Penelitian Pengujian instrumen penelitian dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas dari instrumen penelitian yang digunakan agar menghasilkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi pada penelitian ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Industri. Penelitian dilakukan di SMK

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2008:3). Dalam penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2008:3). Dalam penelitian BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2008:3). Dalam penelitian penulis

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam suatu penelitian diperlukan metode untuk memecahkan masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam suatu penelitian diperlukan metode untuk memecahkan masalah BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam suatu penelitian diperlukan metode untuk memecahkan masalah yang ada dalam penelitian. Penelitian dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. suatu pendekatan yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. suatu pendekatan yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Yang 32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini dibutuhkan suatu pendekatan yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Yang dimaksud

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan dan menjawab persoalan-persoalan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. guru dan intensitas penggunaan multimedia pembelajaran terhadap efektivitas

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. guru dan intensitas penggunaan multimedia pembelajaran terhadap efektivitas 95 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan peneliti adalah berkenaan dengan pengaruh motivasi guru dan intensitas penggunaan multimedia pembelajaran terhadap efektivitas

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN. pendekatan Ex Post Facto dan pendekatan survey. pendekatan Ex Post Facto

III. METODELOGI PENELITIAN. pendekatan Ex Post Facto dan pendekatan survey. pendekatan Ex Post Facto 37 III. METODELOGI PENELITIAN A. Metodelogi Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan Ex Post Facto dan pendekatan survey. pendekatan Ex Post Facto

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Definisi Operasional 1. Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang diberikan sebagai metode pembelajaran dimana siswa akan mengenal, mengidentifikasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode Penelitian merupakan suatu cara dalam melaksanakan suatu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode Penelitian merupakan suatu cara dalam melaksanakan suatu BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode penelitian Metode Penelitian merupakan suatu cara dalam melaksanakan suatu penelitian yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian dan menjawab masalah yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional karena penelitian berusaha menyelidiki pengaruh antara beberapa

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional karena penelitian berusaha menyelidiki pengaruh antara beberapa 7 BAB III METODE PENELITIAN 3. Metode dan Disain Penelitian. 3.. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional karena penelitian berusaha menyelidiki pengaruh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Tempat penelitian adalah tempat melakukan kegiatan penelitian guna memperoleh data yang berasal dari responden.

Lebih terperinci

Uji Validitas dan Reliabilitas

Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Tes Setiap penyusunan instrumen dalam penelitian selalu memperhitungkan beberapa pertimbangan seperti apa yang hendak diukurnya, apakah data yang terkumpul

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat dan tujuannya, penelitian ini merupakan penelitian ex

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat dan tujuannya, penelitian ini merupakan penelitian ex BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau Desain Penelitian Berdasarkan sifat dan tujuannya, penelitian ini merupakan penelitian ex post facto yang berarti sesudah fakta, maksudnya penelitian yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sungguhan (true experimental research) dan semu (quasi experimental research).

BAB III METODE PENELITIAN. sungguhan (true experimental research) dan semu (quasi experimental research). BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian eksperimental dibagi menjadi dua, yakni penelitian eksperimental

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, angkatan 2010.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, angkatan 2010. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. Pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, angkatan 010.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metodelogi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini dapat digolongkan ke dalam penelitian ex post facto dan analisis statistik inferensial. Menurut Suryabrata

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP N I Tapa kelas VIII tahun ajaran 2012-2013selama kurang lebih 2 (dua) bulan. 3.2. Metode dan Desain

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Secara umum metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Sugiyono (2011:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Narbuko dan Achmadi (2004: 2) metode penelitian adalah :

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Narbuko dan Achmadi (2004: 2) metode penelitian adalah : BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Menurut Narbuko dan Achmadi (2004: 2) metode penelitian adalah : Metode penelitian adalah ilmu yang mempelajari cara-cara melakukan pengamatan dengan pemikiran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Menurut Fathoni (2006:96-97) menyatakan bahwa :

BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Menurut Fathoni (2006:96-97) menyatakan bahwa : BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian survey verifikatif. Menurut Fathoni (2006:96-97) menyatakan bahwa : Penelitian survey yaitu suatu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 6 Bandung yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta (Riung Bandung), Jawa Barat.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 6 Bandung yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta (Riung Bandung), Jawa Barat. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian dilakukan di Program Keahlian Teknik Audio Video SMK Negeri 6 Bandung yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Sampel Penelitian 3.1.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini berlokasi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terletak di Jalan Dr. Setiabudhi No.229,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas mengenai lokasi, populasi, sampel, desain penelitian, metode penelitian, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, proses pengembangan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Model pembelajaran inquiry tantangan (challenge inquiry) merupakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Model pembelajaran inquiry tantangan (challenge inquiry) merupakan 5 A III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Definisi Operasional 1. Model pembelajaran inquiry tantangan (challenge inquiry) merupakan model pembelajaran yang diberikan sebagai metode pembelajaran dimana siswa

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Metode dan jenis penelitian

III. METODE PENELITIAN. oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Metode dan jenis penelitian III. METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Menurut Arikunto (013: 03) Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Metode dan jenis penelitian yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development). R&D merupakan metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 1 BAB III METODE PEELITIA A. Jenis Penelitian Adapun jenis penelitian ini adalah Penelitian Kuantitatif melalui analisis regresi dengan korelasi product moment. Hal ini berdasarkan pada rumusan masalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan untuk menentukan cara yang digunakan untuk menjawab pertanyaan

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan untuk menentukan cara yang digunakan untuk menjawab pertanyaan BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan pedoman dalam proses penelitian yang akan berguna bagi semua pihak yang terlibat dalam penelitian. Desain penelitian digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PEELITIA A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (survei) dengan pendekatan kuantitatif, yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi, Populasi, Sampel, dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada siswa Program Keahlian Kontrol Proses SMK Negeri 1 Kota Cimahi yang

Lebih terperinci