Hak Cipta 2016 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Hak Cipta 2016 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang"

Transkripsi

1

2 Hak Cipta 2016 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Penulis Penyunting Materi Penyunting bahasa : Muhajir dan Budi Santosa : Sismadiyanto : Badan Bahasa Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan / Kementerian Pendidikan dan Ke budayaan. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, vi, 184 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk SMALB Tunadaksa Kelas XI ISBN (jilid lengkap) ISBN (jilid 2) 1. Olahraga Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Cetakan Ke-1, 2015 Cetakan Ke-2, 2016 Disusun dengan huruf Bookman Old Style, 12 pt

3 Kata Pengantar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat. Melalui proses pembelajaran yang dilakukan, diharapkan siswa terampil dalam berolahraga. Terampil berolahraga bukan berarti siswa dituntut untuk menguasai cabang olahraga dan permainan tertentu, melainkan mengutamakan proses perkembangan gerak siswa dari waktu ke waktu. Dalam aktivitasnya, siswa dibawa dalam suasana gembira, sehingga dapat berekplorasi dan menemukan sesuatu secara tidak langsung. Untuk mengaktualisasikan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan seperti ini, siswa harus dijadikan sebagai subyek didik. Harapan penulis semoga buku ini dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan pendidikan, khususnya Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Tunadaksa. Jakarta, Mei 2016 Penulis Kelas XI SMALB Tunadaksa iii

4 Daftar Isi Kata Pengantar... iii Daftar Isi... iv Pelajaran 1 Aktivitas Pembelajaran Permainan Bola Besar... 1 Peta Konsep... 1 A. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Permainan Sepakbola... 2 B. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Permainan Bolavoli C. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Permainan Bolabasket Penilaian Pelajaran Pelajaran 2 Aktivitas Pembelajaran Permainan Bola Kecil Peta Konsep A. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Permainan Rounders B. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Permainan Tenis Meja Penilaian Pelajaran Pelajaran 3 Aktivitas Pembelajaran Atletik Peta Konsep A. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Melompat.. 68 B. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Melempar.. 72 Penilaian Pelajaran Pelajaran 4 Aktivitas Latihan Kebugaran Jasmani Peta Konsep A. Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani iv Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

5 B. Program Pengembangan Aktivitas Kebugaran Jasmani yang Terkait dengan Keterampilan C. Program Pengembangan Aktivitas Kebugaran Jasmani Menggunakan Sirkuit Training Penilaian Pelajaran Pelajaran 5 Aktivitas Pembelajaran Gerak Berirama Peta Konsep A. Aktivitas Pembelajaran Gerak Berirama Cha-Cha B. Aktivitas Pembelajaran Gerak Berirama Poco-Poco Penilaian Pelajaran Pelajaran 6 Aktivitas Pembelajaran di Air Peta Konsep A. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Renang Gaya Bebas B. Aktivitas Pembelajaran Dasar-dasar Keselamatan di Air Penilaian Pelajaran Pelajaran 7 Pencegahan Bahaya Pergaulan Bebas Peta Konsep A. Hakekat Pergaulan Bebas B. Dampak Pergaulan Bebas Penilaian Pelajaran Daftar Pustaka Glosarium Biodata Kelas XI SMALB Tunadaksa v

6

7 Pelajaran 1 Aktivitas Pembelajaran Permainan Bola Besar Kata Kunci Permainan sepakbola, menendang, menahan, menggiring, bolavoli, passing, servis, bolabasket, melempar, menangkap, menggiring, koordinasi, variasi bermain, peraturan dimodifikasi, pembelajaran, gerak spesifik, peraturan permainan. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi pada pelajaran ini, siswa diharapkan memiliki pengetahuan dan mampu mempraktikkan variasi gerak spesifik permainan bola besar (sepakbola, bolavoli, dan bolabasket) dengan kontrol yang baik dengan menunjukkan sikap sportifitas, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama selama bermain. Peta Konsep Permainan Bola Besar Sepakbola Bermain sepakbola dimodifikasi Pembelajaran variasi permainan sepakbola Bermain sepakbola menggunakan peraturan dimodifikasi. Bolavoli Pembelajaran passing atas permainan bolavoli. Bentuk-bentuk pembelajaran passing atas permainan bolavoli. Bermain bolavoli menggunakan peraturan sederhana. Bolabasket Pembelajaran menggiring bolabasket. Bermain bolabasket menggunakan peraturan sederhana. Pembangkit Motivasi Tujuan bermain tersebut antara lain : (1) Meningkatkan penguasaan keterampilan teknis dalam situasi bermain, (2) melatih dan menerapkan taktik/strategi tertentu, (3) melatih kerja sama baik bagian tertentu maupun tim secara keseluruhan, dan (4) meningkatkan kualitas fisik. Tujuan permainan bolavoli adalah memperagakan teknik dan taktik memainkan bola di lapangan untuk meraih kemenangan dalam setiap pertandingan. Variasi gerak spesifik memainkan bolavoli yang harus ditingkatkan keterampilannya adalah passing bawah, passing atas, smash dan spike, servis, dan bendungan. Tujuan permainan bolabasket memasukkan bola ke keranjang lawan dan menjaga keranjang sendiri agar tidak kemasukkan bola. Untuk dapat memainkan bola dengan baik perlu melakukan gerakan dengan baik. Variasi gerak spesifik gerakan yang baik menimbulkan efisiensi kerja dan berkat latihan yang teratur akan mendapatkan efektivitas gerakan yang baik pula. Oleh karena itu, sangat perlu dilakukan pembelajaran-pembelajaran variasi gerak spesifik bermain. Bagaimanakah pembelajaran-pembelajaran variasi gerak spesifik bermain sepakbola, bolavoli dan bolabasket yang harus dilakukan agar dapat memenangkan suatu pertandingan? Dalam pelajaran ini, kita akan mempelajari variasi-variasi gerak spesifik atau keterampilan bermain sepakbola bolavoli, dan bolabasket. Penyajian materi dipaparkan secara lengkap, baik gambar maupun penjelasannya. Diharapkan para siswa dapat lebih mudah memahami gerakan atau teknik dasar permainan sepakbola, bolavoli, dan bolabasket.

8 A. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Permainan Sepakbola 1. Aktivitas Bermain Sepakbola Dimodifikasi Sebelum kamu mempelajari gerak dasar permainan sepakbola, coba kamu bermain sepakbola yang dimodifikasi. Dalam bermain, kamu diharapkan dapat menunjukkan nilai-nilai sikap seperti: disiplin, sportifitas, sungguh-sungguh, dan kerja sama. Sambil bermain coba kamu amati dan rasakan menendang bola dengan kaki yang mana mudah dilakukan. Cara bermain sepakbola yang dimodifikasi adalah berikut ini. a. Jumlah pemain 12 orang (untuk dua tim) masing-masing 6 pemain untuk satu tim. b. Pada garis lapangan dipasang gawang atau tiang bendera kecil. c. Lapangan yang dapat digunakan adalah lapangan basket atau bolavoli yang memiliki garis tengah. d. Tiap tim menempatkan 3 pemain penyerang pada daerah lapangan lawan dan 2 pemain bertahan pada daerah lapangan sendiri. e. Setiap pemain berusaha mempertahankan gawangnya dan melakukan serangan. Gambar 1.1 Perhatikan cara bermain sepakbola yang dimodifikasi. 2 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

9 f. Pemain bertahan dan penyerang hanya boleh bergerak di daerah yang ditempatinya. g. Bila pemain bertahan dapat merebut bola segera berikan operan pada temannya yang ada di daerah lawan. h. Tim dianggap menang apabila dapat memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak mungkin. i. waktu permainan untuk setiap tim 5 10 menit. Setelah kamu bermain sepakbola yang dimodifikasi, selanjutnya kamu mempelajari gerakan variasi permainan sepakbola yang benar. Pembelajaran variasi gerak dasar permainan sepakbola tersebut akan diuraikan sebagai berikut. 2. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Permainan Sepakbola Permainan sepakbola adalah permainan beregu. Dalam bermain dibutuhkan kerja sama yang baik dan kompak. Kekompakan merupakan modal utama dalam permainan. Di samping itu, seorang pemain dituntut untuk menguasai gerak spesifik permainan sepakbola. Variasi gerak spesifik permainan sepakbola meliputi: variasi gerak spesifik menendang, menahan/mengontrol bola, menggiring bola, menyundul bola, gerak tipu, dan gerak spesifik penjaga gawang. Variasi-variasi permainan sepakbola tersebut adalah berikut ini. a. Aktivitas pembelajaran variasi gerakan koordinasi menggiring dan menendang bola menggunakan satu/dua kali sentuhan Amati peragaan cara melakukan variasi gerakan koordinasi menggiring dan menendang bola dengan satu/dua kali sentuhan berikut ini. 1) Berdiri tegak berpasangan dan saling berhadap-hadapan. 2) Siswa berpasangan sambil berjalan, jogging dan dilanjutkan dengan berlari. 3) Arah gerakan maju dengan posisi menyamping. 4) Pembelajaran dilakukan berulang-ulang menempuh jarak meter. Kelas XI SMALB Tunadaksa 3

10 Gambar 1.2 Aktivitas pembelajaran variasi gerakan koordinasi menggiring dan menendang bola. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan variasi gerakan koordinasi menggiring dan menendang bola dengan satu/dua kali sentuhan permainan sepakbola hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. b. Aktivitas pembelajaran variasi gerakan koordinasi menendang dan menyundul bola pada lapangan segiempat Amati peragaan cara melakukan variasi gerakan koordinasi menendang dan menyundul bola pada lapangan segiempat berikut ini. 1) Siswa berkelompok empat atau lima orang. 2) Kemudian menendang dan menyundul bola pada lapangan segiempat. 4 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

11 3) Usahakan bola tidak terjatuh ke tanah. 4) Siswa yang mengeluarkan bola dari lapangan, dikenai hukuman squat-jump atau push-up. Gambar 1.3 Aktivitas pembelajaran variasi gerakan koordinasi menendang dan menyundul bola. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan variasi gerakan koordinasi menendang dan menyundul bola pada lapangan segiempat permainan sepakbola hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. Kelas XI SMALB Tunadaksa 5

12 c. Aktivitas pembelajaran variasi gerakan koordinasi mengumpan dan menendang bola ke arah sasaran gawang Amati peragaan cara melakukan variasi gerakan koordinasi mengumpan dan menendang bola ke arah sasaran gawang berikut ini. 1) Siswa berkelompok tiga orang. 2) Pemain pertama sebagai pengumpan. 3) Pemain kedua sebagai penendang ke gawang. 4) Pemain ketiga sebagai penjaga gawang. 5) Gerakan ini dilakukan secara bergantian sebagai penendang, pengumpan dan penjaga gawang. Gambar 1.4 Aktivitas pembelajaran gerakan koordinasi mengumpan dan menendang bola ke arah sasaran gawang. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan variasi gerakan koordinasi mengumpan dan menendang bola ke arah sasaran gawang permainan sepakbola hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 6 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

13 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. d. Aktivitas bermain sepakbola pada lapangan kecil menggunakan dua gawang kecil Amati peragaan cara melakukan gerakan bermain sepakbola pada lapangan kecil menggunakan dua gawang kecil berikut ini. 1) Siswa berkelompok lima orang. 2) Tahap pertama, setiap pemain hanya boleh memainkan bola dengan empat kali sentuhan bola. 3) Tahap kedua tiga kali sentuhan bola. 4) Tahap ketiga dua kali sentuhan bola. 5) Tahap keempat satu kali sentuhan bola. Gambar 1.5 Aktivitas bermain sepakbola pada lapangan kecil menggunakan dua gawang kecil. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan bermain sepakbola pada lapangan kecil menggunakan dua gawang kecil permainan sepakbola hasil pengamatanmu dengan cara: Kelas XI SMALB Tunadaksa 7

14 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 3. Aktivitas Bermain Sepakbola Menggunakan Peraturan Dimodifikasi a. Aktivitas pembelajaran bermain mengumpan pada 4 bidang Amati peragaan cara melakukan gerakan bermain mengumpan pada 4 bidang berikut ini. 1) Tempatkan 3 orang pemain pada setiap bidang masing-masing a) regu A, 3 pemain pada bidang 1 b) regu B, 3 pemain pada bidang 2 c) regu C, 3 pemain pada bidang 3 d) regu D, 3 pemain pada bidang 4 2) Setiap regu berusaha menendang/mengumpan bola pada teman satu regu dan lawan regu berusaha untuk menghadangnya. 3) Setiap regu diberi bola (membawa bola) 1 buah. 4) Setiap regu tidak boleh keluar dari bidangnya masing-masing. 5) Regu mendapatkan 1 angka bila umpan bolanya lolos ke rekannya di bidang lain. 6) Regu dianggap menang bila memperoleh angka terbanyak. 7) Permainan dilakukan selama menit. Gambar 1.6 Aktivitas pembelajaran bermain sepakbola dengan menggunakan 4 bidang. 8 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

15 Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan bermain mengumpan pada 4 bidang permainan sepakbola hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. b. Aktivitas pembelajaran bermain mengumpan dan menerima bola untuk mencetak gol melalui gawang kecil (bendera kecil) Komunikasikan cara melakukan gerakan bermain mengumpan dan menerima bola untuk mencetak gol melalui gawang kecil (bendera kecil) berikut ini. 1) Persiapkan 5 buah gawang selebar 2 3 meter dan diletakkan secara bebas pada lapangan. 2) Regu dibedakan dengan warna kostum. 3) Permainan menggunakan satu buah bola dan untuk memulai permainan dilakukan dengan tendangan pada lapangan. 4) Setiap regu berusaha melakukan umpan melewati gawang dan berusaha menjaga (mempertahankan) gawang bagi regu yang tidak menguasai bola. 5) Setiap regu tidak boleh mengumpan melalui gawang yang sama dua kali berturut-turut. 6) Setiap regu dapat mengumpan melalui gawang dan dapat diterima oleh teman satu regu dengan baik mendapat 1 angka. 7) Regu yang mengumpulkan angka terbanyak selama 10 menit bermain dinyatakan sebagai pemenangnya. Kelas XI SMALB Tunadaksa 9

16 Gambar 1.7 Aktivitas pembelajaran bermain mengumpan dan menerima bola untuk mencetak gol melalui gawang kecil (bendera kecil). Buatlah kesimpulan dan catatan-catatan tentang materi pembelajaran permainan sepakbola yang telah dipelajari dalam buku catatanmu. B. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Permainan Bolavoli 1. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Servis Atas Permainan Bolavoli Servis adalah tindakan memukul bola oleh seorang pemain belakang kanan yang dilakukan dari daerah servis, langsung ke lapangan lawan. Servis merupakan aksi untuk melakukan bola ke dalam permainan. Keberhasilan suatu servis tergantung pada kecepatan bola, jalan dan perputaran bola dan penempatan bola ke tempat kosong kepada pemain ke garis belakang kepada pemain yang melakukan perpindahan tempat. Servis atas adalah jenis servis dimana jalannya bola dari hasil pukulan servis itu tidak mengandung putaran (bola berjalan mengapung atau mengambang). Dari sekian banyak macam gerak spesifik servis, pada saat ini yang paling popoler adalah Floating service terutama yang dilakukan dari overhead atau overhand. Kesulitan lawan dalam 10 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

17 menerima servis float terletak pada sifat jalannya bola yang mengapung dan tidak berjalan dalam satu lintasan lurus, kecepatannya yang tidak teratur, bola sering melayang ke kiri dan ke kanan atau ke atas dan ke bawah, sehingga menimbulkan kesulitan untuk memprediksi arah datangnya bola secara tepat. Amati peragaan cara melakukan gerak spesifik servis atas permainan bolavoli berikut ini. Gambar 1.8 Aktivitas pembelajaran servis atas bolavoli. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerak spesifik servis atas permainan bolavoli hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 2. Bentuk-Bentuk Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Servis Atas a. Aktivitas pembelajaran gerakan memukul-mukul bola ke lantai Amati peragaan cara melakukan gerakan memukul-mukul bola ke lantai berikut ini. Kelas XI SMALB Tunadaksa 11

18 1) Sikap awal berdiri tegak, badan sedikit dibungkukan. 2) Kemudian pukul bola ke lantai menggunakan telapak tangan secara berulang-ulang. 3) Tahap pertama dilakukan di tempat. 4) Tahap kedua dilakukan sambil berjalan. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan memukul-mukul bola ke lantai permainan bolavoli hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil Gambar 1.9 Aktivitas pengamatan dan gerakan mana pembelajaran yang paling mudah kamu memukul-mukul bola ke lantai. lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. b. Aktivitas pembelajaran gerakan memukul bola ke depan bawah bola dioperkan teman Amati peragaan cara melakukan gerakan memukul bola ke depan bawah bola dioperkan teman berikut ini. 1) Sikap awak berdiri menghadap bola yang dipegang teman di depan atas. 2) Kemudian bola dipukul dengan telapak tangan ke depan bawah. 3) Pukulan dengan mengaktifkan pergelangan tangan. 12 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

19 Gambar 1.10 Aktivitas pembelajaran memukul bola ke depan bawah bola dioperkan teman. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan memukul bola ke depan bawah bola dioperkan teman permainan bolavoli hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. c. Aktivitas pembelajaran gerakan memukul bola ke depan bawah bola dilambungkan Amati peragaan cara melakukan gerakan memukul bola ke depan bawah bola dilambungkan berikut ini. 1) Sikap awal berdiri dan bola dipegang dengan tangan kiri. 2) Kemudian lambungkan bola ke atas dengan tangan kiri. 3) Lalu pukul bola dengan tangan kanan. 4) Saat bola turun sebatas jangkauan lengan di atas depan kepala. 5) Arahkan pukulan ke lantai dengan mengaktifkan pergelangan tangan. 6) Bola memantul tepat pada teman yang di depannya. Kelas XI SMALB Tunadaksa 13

20 Gambar 1.11 Aktivitas pembelajaran memukul bola ke depan bawah bola dilambungkan. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan memukul bola ke depan bawah bola dilambungkan permainan bolavoli hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. d. Aktivitas pembelajaran gerakan memukul bola ke depan atas bola dilambungkan sendiri Amati peragaan cara melakukan gerakan memukul bola ke depan atas bola dilambungkan sendiri berikut ini. 1) Sikap awal berdiri saling berhadapan. 2) Kemudian lambungkan bola ke atas dengan tangan kiri. 3) Saat bola turun sebatas jangkauan tangan di atas kepala, pukul dengan tangan kanan ke depan ke atas teman di depannya. 4) Lakukan latihan ini secara bergantian. 14 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

21 Gambar 1.12 Aktivitas pembelajaran teknik gerakan memukul bola ke depan atas bola dilambungkan sendiri. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan memukul bola ke depan atas bola dilambungkan sendiri permainan bolavoli hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. e. Aktivitas pembelajaran gerakan memukul bola melewati atas net/tali Amati peragaan cara melakukan gerakan memukul bola melewati atas net/tali berikut ini. 1) Sikap awal berdiri menghadap net/tali. 2) Kemudian lambungkan bola dengan tangan kiri. 3) Pukul bola dengan tangan kanan melewati atas net/tali. 4) Bila memukul bola sudah dilakukan dari garis serang lapangan, pindah ke belakang garis lapangan untuk siap memukul lagi dan sebaliknya. 5) Lakukan gerakan ini secara bergantian. Kelas XI SMALB Tunadaksa 15

22 Gambar 1.13 Aktivitas pembelajaran gerakan memukul bola melewati atas net/tali. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan memukul bola melewati atas net/tali permainan bolavoli hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 16 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

23 3. Aktivitas Bermain Bolavoli dengan Peraturan Sederhana Tujuan pembelajaran bermain bolavoli secara sederhana adalah untuk mengkombinasikan gerakan-gerakan yang telah dipelajari. Dalam melakukan permainan bolavoli secara sederhana, siswa diharapkan dapat menunjukkan nilai-nilai sikap seperti: disiplin, sportivitas, sungguh-sungguh, dan kerjasama. Amati peragaan cara melakukan bermain bolavoli dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi berikut ini. Gambar 1.14 Aktivitas pembelajaran bermain bolavoli dengan sederhana. Buatlah kesimpulan dan catatan-catatan tentang materi pembelajaran permainan bolavoli yang telah dipelajari dalam buku catatanmu. C. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Permainan Bolabasket 1. Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Menggiring Bola Menggiring bola adalah upaya membawa bola dengan cara memantulkan bola di tempat, memantulkan bola sambil berjalan dan memantulkan bola sambil berlari. Menggiring bola merupakan suatu usaha untuk membawa bola menuju ke depan/ke lapangan lawan. Cara menggiring bola yang dibenarkan adalah dengan satu tangan (kiri/kanan). Kelas XI SMALB Tunadaksa 17

24 Kegunaan menggiring bola adalah untuk mencari peluang serangan, menerobos pertahanan lawan, dan memperlambat tempo permainan. a. cara menggiring bola di tempat. b. cara menggiring bola sambil berjalan. c. cara menggiring bola sambil berlari. Amati peragaan cara melakukan gerak spesifik mengiring bolabasket dengan berbagai variasi berikut ini. Gambar 1.15 Aktivitas pembelajaran gerakan menggiring bola. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerak spesifik mengiring bolabasket dengan berbagai variasi permainan bolabasket hasil pengamatanmu dengan cara: a. merasakan gerakan yang kamu lakukan. b. bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c. tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d. siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 2. Aktivitas Pembelajaran Bermain Bolabasket Menggunakan Peraturan Dimodifikasi Ada beberapa tujuan dari kegiatan bermain bolabasket yang dimodifikasi, di antaranya adalah: 18 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

25 1) untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar yang telah dipelajari. 2) agar siswa dapat menentukan posisi dalam regu sesuai dengan keterampilannya masing-masing. 3) agar siswa menggunakan taktik dan strategi dalam bermain bolabasket. 4) agar siswa dapat mengidentifikasikan saat yang tepat untuk melakukan penyerangan dan pertahanan. Bentuk-bentuk bermain dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi adalah berikut ini. a. Aktivitas pembelajaran bermain bolabasket dengan menggunakan gawang kecil yang mengutamakan gerak menggiring, menangkap dan passing Amati peragaan cara melakukan bermain bolabasket dengan menggunakan gawang kecil yang mengutamakan gerak menggiring, menangkap dan passing berikut ini. 1) siswa dibagi dua regu, masing-masing regu terdiri dari 5 pemain. 2) cara memainkan bola, bola digiring dengan satu tangan (kiri/ kanan). 3) bola dapat digiring tidak lebih dari 3 langkah. 4) bola dapat dibawa tidak lebih dari 2 langkah. Gambar 1.16 Aktivitas pembelajaran bermain lempar tangkap bola. Kelas XI SMALB Tunadaksa 19

26 Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan bermain bolabasket dengan menggunakan gawang kecil yang mengutamakan gerak menggiring, menangkap dan passing permainan bolabasket hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. b. Aktivitas pembelajaran bermain bolabasket menggunakan setengah lapangan, jumlah pemain adalah 2 lawan 3 dilanjutkan dengan 4 lawan 3 atau 5 lawan 4, yaitu: 1) 2 pemain penyerang dan bertahan 3 pemain. 2) 4 pemain penyerang dan bertahan 3 pemain. 3) 5 pemain penyerang dan bertahan 4 pemain. Amati peragaan cara melakukan bermain bolabasket menggunakan setengah lapangan, Jumlah pemain adalah 2 lawan 3 dilanjutkan dengan 4 lawan 3 atau 5 lawan 4 berikut ini. Gambar 1.17 Aktivitas pembelajaran bermain bolabasket menggunakan setengah lapangan. 20 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

27 Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan bermain bolabasket menggunakan setengah lapangan, Jumlah pemain adalah 2 lawan 3 dilanjutkan dengan 4 lawan 3 atau 5 lawan 4 permainan bolabasket hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. c. Aktivitas pembelajaran bermain bolabasket menggunakan satu lapangan dan dibagi dua bidang, yaitu bidang A lapangan untuk regu A dan bidang B lapangan untuk regu B Komunikasikan cara melakukan bermain bolabasket menggunakan satu lapangan dan dibagi dua bidang, yaitu bidang A lapangan untuk regu A dan bidang B lapangan untuk regu B berikut ini. 1) regu A menempatkan pemainnya di lapangan B sebanyak 2 orang pemain, begitu juga regu B menempatkan 2 pemain di lapangan A. 2) para pemain boleh mengiring, melempar, dan menembak bola. 3) saat menggiring bola pemain yang berada pada lapangan A dan B tidak boleh melewati garis tengah. 4) jadi yang berhak melakukan serangan pada lapangan lawan hanya 2 orang pemain. 5) regu pemenang adalah regu yang dapat memasukkan bola ke ring basket lebih banyak. 6) lama permainan 5 10 menit. Kelas XI SMALB Tunadaksa 21

28 Gambar 1.18 Aktivitas pembelajaran bermain menggunakan satu lapangan dibagi dua bidang. Buatlah kesimpulan dan catatan-catatan tentang materi pembelajaran permainan bolabasket yang telah dipelajari dalam buku catatanmu. 22 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

29 Penilaian Pelajaran 1 Penilaian Pengetahuan Tugas Individu A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban paling benar. 1. Yang tidak termasuk gerak spesifik permainan sepakbola di bawah ini adalah.... a. menendang bola b. menahan bola c. menggiring bola d. variasi dan kombinasi bermain 2. Inti permainan sepakbola adalah.... a. kerja sama tim b. penguasaan prinsip dasar c. penguasaan peraturan permainan d. penguasaan taktik permainan 3. Yang tidak termasuk prinsip menendang bola di bawah ini adalah.... a. menendang bola dengan kaki bagian dalam b. menendang bola dengan kaki bagian luar c. menendang bola dengan sol sepatu d. menendang bola dengan punggung kaki 4. Bola ditendang pada bagian tengah-tengah bola. Bagian kaki menyentuh bola adalah tengah-tengah kaki bagian dalam. Hal ini merupakan teknik menendang bola dengan.... a. kaki bagian bagian dalam b. kaki bagian bagian luar c. punggung kaki bagian luar d. kura-kura kaki bagian dalam 5. Kaki tendang diayun dari belakang, tenaga datang mulai dari paha. Perkenaan bagian kaki adalah daerah batas antara kaki depan dan kaki bagian dalam. Hal ini merupakan prinsip menendang bola dengan.... a. kaki bagian bagian dalam b. kaki bagian bagian luar c. punggung kaki bagian luar d. kura-kura kaki bagian dalam 6. Kaki tendang diayun dari belakang dan pada saat Kelas XI SMALB Tunadaksa 23

30 menyentuh bola, ujung sepatu (ujung kaki) diputar ke arah dalam. Gerakan kaki tendang terutama dari sendi lutut. Hal ini merupakan prinsip menendang bola dengan.... a. kaki bagian bagian dalam b. kaki bagian bagian luar c. punggung kaki bagian dalam d. punggung kaki bagian luar 7. Pada saat kontak dengan bola, kaki penahan diangkat sedikit dari tanah. Hal ini merupakan teknik menahan bola dengan menggunakan.... a. kaki bagian dalam b. kaki bagian luar c. perut d. paha 8. Tujuan melakukan gerak tipu permainan sepakbola adalah.... a. melampaui/melewati lawan b. menunjukkan prinsip yang indah c. melakukan pergerakan tanpa bola d. melakukan pergerakan dengan bola 9. Pada umumnya gerak tipu dilakukan dengan.... a. gerakan kaki dan ayunan badan b. ayunan badan dan berhenti tiba-tiba c. berhenti tiba-tiba dan gerakan melompat d. gerakan melompat dan berlari cepat 10. Perkenaan bola dengan bagian kepala saat menyundul bola adalah.... a. ubun-ubun b. tempurung kepala c. dahi d. kepala bagian belakang 11. Yang tidak termasuk keberhasilan suatu servis di bawah ini adalah.... a. kecepatan bola b. jalannya bola c. penempatan bola d. keras dan lemahnya hasil pukulan bola 12. Bola dilambungkan di depan pundak (setinggi cm), bersamaan dengan itu tangan kanan ditarik ke belakang, kemudian diayunkan kearah depan-atas dan mengenai bagian belakang bawah bola. Hal ini merupakan prinsip servis Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

31 a. underhand service b. floating service c. hook service d. jumping service 13. Dalam melakukan passing bawah permainan bolavoli bermacam-macam variasi. Yang tidak termasuk variasi pasing bawah berikut ini adalah.... a. croucing underhand pass b. underhand pass hitting c. underhand back pass d. overhand pass 14. Passing bawah yang dilakukan ke depan dimana posisi bola rendah dinamakan.... a. croucing underhand pass b. underhand pass hitting c. backward underhand pass d. overhand pass 15. Passing atas yang dilakukan dengan bola di samping badan dinamakan.... a. sideway overhand pass b. backward overhand pass c. overhand back pass d. reverse overhend back pass 16. Memukul bola dengan sekeraskerasnya dari atas jaring dalam permainan bolavoli disebut.... a. smash b. spike c. service d. block 17. Memukul bola dengan menggunakan gerak tipu dari atas jaring dalam permainan bolavoli disebut.... a. smash b. spike c. block d. jumping 18. Suatu pertandingan dimenang kan oleh regu yang memenangkan sebanyak.... a. dua set b. tiga set c. empat set d. tergantung pada peraturan pertandingan 19. Bila kedudukan set sama 2 2 (set penentuan) dimainkan sampai angka.... a. 21 atau minimal selisih 2 angka b. 25 atau minimal selisih 2 angka c. 15 atau minimal selisih 2 angka d. 15 tanpa memperhitungkan selisih angka Kelas XI SMALB Tunadaksa 25

32 20. Dalam satu set setiap regu hanya berhak melakukan pergantian pemain sebanyak.... a. tiga kali pergantian pemain b. empat kali pergantian pemain c. lima kali pergantian pemain d. enam kali pergantian pemain 21. Untuk mengoper bola jarak dekat /pendek (5 7 meter) sebaiknya menggunakan teknik.... a. operan dari depan dada b. operan pantulan c. operan samping d. operan lengkung samping 22. Untuk mengoper bola jarak sedang (± 7 meter) sebaiknya menggunakan prinsip.... a. operan dari atas kepala b. operan pantulan c. operan samping d. operan lengkung samping 23. Untuk mengontrol atau menguasai bola, terutama dengan pemain lawan dalam menerobos pertahanan lawan, sebaiknya melakukan prinsip.... a. menggiring bola tinggi b. menggiring bola rendah c. menggiring bola sedang d. menggiring bola campuran 24. Untuk menggiring bola dengan kecepatan yang tinggi, sebaiknya melakukan prinsip.... a. menggiring bola tinggi b. menggiring bola rendah c. menggiring bola sedang d. menggiring bola samping 25. Apabila seorang pemain menembak dari luar daerah bersyarat, maka akan mendapatkan angka sebesar.... a. 1 angka b. 2 angka c. 3 angka d. tidak mendapat angka 26. Lemparan dari daerah bersyarat mendapatkan angka sebesar.... a. 1 angka b. 2 angka c. 3 angka d. tidak mendapatkan angka 27. Berputar ke segala arah dengan bertumpu pada salah satu kaki (kaki poros) pada saat pemain menguasai bola disebut.... a. shooting b. dribbling c. lay-up d. pivot 26 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

33 28. Gol yang tercipta dari lemparan bebas memperoleh angka.... a. satu angka b. dua angka c. tiga angka d. tidak mendapatkan angka 29. Gol yang tercipta dari lemparan di luar daerah bersyarat lawan memperoleh angka.... a. satu angka b. dua angka c. tiga angka d. tidak mendapatkan angka 30. Keberhasilan suatu regu bolabasket dalam pertandingan ditentukan oleh.... a. prinsip yang sempurna b. taktik yang jitu c. melakukan pola permainan yang baik d. keberhasilan dalam menem bak bola B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat. 1. Sebutkan tujuan permainan sepakbola. 2. Sebutkan macam-macam prinsip dasar permainan sepakbola. 3. Jelaskan cara menggiring bola dengan kaki bagian dalam permainan sepakbola. 4. Jelaskan cara melakukan variasi dan kombinasi menendang dan menahan bola permainan sepakbola. 5. Jelaskan cara melakukan variasi dan kombinasi menendang, menahan dan menggiring bola permainan sepakbola. 6. Jelaskan tujuan permainan bolavoli. 7. Sebutkan prinsip dasar permainan bolavoli. 8. Jelaskan cara melakukan servis atas permainan bolavoli. 9. Jelaskan cara melakukan passing atas permainan bolavoli. 10. Jelaskan cara melakukan permainan bolavoli dengan menggunakan peraturan dimodifikasi. 11. Jelaskan tujuan permainan bolabasket. Kelas XI SMALB Tunadaksa 27

34 12. Sebutkan macam-macam prinsip dasar permainan bolabasket. 13. Jelaskan cara melempar dan menangkap bola dalam permainan bolabasket. 14. Jelaskan cara melakukan variasi dan kombinasi menggiring bola bolabasket. 15. Jelaskan cara melakukan variasi dan kombinasi melempar, menangkap, dan menggiring bolabasket. Tugas Kelompok Setelah kamu mempelajari materi permainan bola besar (sepakbola, bolavoli dan bolabasket), coba kamu kerjakan tugas kelompok di bawah ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Tugas tersebut antara lain: tugas gerak, cara melakukan, kesalahan yang sering terjadi saat melakukan, dan bagaimana cara memperbaiki kesalahan tersebut. Buatlah kelompok kemudian amati gerakan yang dilakukan temanmu dan kerjakan tugas kelompok di bawah ini. Tugas kelompok ini dapat dikerjakan di rumah dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya. 1. Variasi dan kombinasi gerakan menendang, menahan dan menggiring bola permainan sepakbola. 2. Variasi dan kombinasi gerakan passing bawah dan passing atas permainan bolavoli. 3. Variasi dan kombinasi gerakan melempar, menahan, dan menggiring bola permainan bolabasket. Penilaian Keterampilan Penilaian aspek keterampilan diberikan dalam dua bentuk, yaitu penilaian terhadap kesempurnaan/keterampilan sikap/cara melakukan suatu gerakan (penilaian proses) dan penilaian produk dari gerakan tersebut. 28 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

35 1. Lakukan variasi dan kombinasi gerakan menendang, menahan dan menggiring bola permainan sepakbola. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk). 2. Lakukan variasi dan kombinasi gerakan passing bawah dan passing atas permainan bolavoli. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk). 3. Lakukan variasi dan kombinasi gerakan melempar, menangkap, dan menggiring bolabasket. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk). Kelas XI SMALB Tunadaksa 29

36

37 Pelajaran 2 Aktivitas Pembelajaran Permainan Bola Kecil Kata Kunci rounders, stick, inning, variasi gerak spesifik, melempar, menangkap, memukul bola, lapangan, base, gerak spesifik, bola, pembelajaran, tenis meja, pingpong, meja, bet, grip, shakehand, backhand, stance, footwork, stroke, block, chop, service, peraturan dimodifikasi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi pada pelajaran ini, siswa diharapkan memiliki pengetahuan dan mampu mempraktikkan gerak spesifik permainan bola kecil (rounders dan tenis meja) dengan kontrol yang baik dengan menunjukkan sikap sportifitas, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama selama bermain. Peta Konsep Permainan Bola Kecil Rounders Hakikat permainan rounders. Lapangan dan perlengkapan permainan rounders. Pembelajaran gerak spesifik permainan rounders. Bentuk-bentuk pembelajaran bermain rounders secara sederhana. Tenis Meja Pengertian dan asal-usul permainan tenis meja. Lapangan dan perlengkapan permainan tenis meja. Pembelajaran gerak spesifik permainan tenis meja. Bentuk-bentuk pembelajaran bermain tenis meja secara sederhana. Pembangkit Motivasi Permainan rounders merupakan cabang olahraga yang sangat digemari anak-anak sekolah, terutama para pelajar. Permainan rounders sangat membutuhkan ketangkasan dan kecerdikan, karena hal ini sangat berpengaruh kepada pemain. Permainan ini dilakukan secara beregu. Permainan sangat membutuhkan kerjasama tim dalam setiap pertandingan. Di samping kerjasama, setiap individu dan tim harus menguasai gerak spesifik permainan tersebut. Tenis meja merupakan cabang olahraga yang dimainkan di dalam gedung (indoor game) oleh dua pemain atau empat pemain. Cara memainkannya dengan menggunakan raket yang dilapisi karet untuk memukul bola celluloid melewati jaring yang tergantung di atas meja yang dikaitkan pada dua tiang jaring. Permainan tenis meja atau lebih dikenal dengan istilah lain, yaitu Ping Pong adalah merupakan suatu cabang olahraga yang unik dan bersifat rekreatif. Oleh karena itulah, maka cabang olahraga ini sangat digemari oleh anak-anak, mereka yang berusia muda maupun mereka yang sudah lanjut usia. Dalam pelajaran ini, kita akan mempelajari gerak spesifik bermain rounders dan tenis meja. Penyajian materi dipaparkan secara lengkap, baik gambar maupun penjelasannya. Diharapkan para siswa dapat lebih mudah memahami gerak spesifik permainan rounders dan tenis meja.

38 A. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Permainan Rounders 1. Hakikat Permainan Rounders Rounders adalah cabang olahraga yang hampir sama dengan base ball dan softball. Pemain setelah memukul bola berlari mengelilingi lapangan dengan ditandai dengan tiang sebagai Rounders. Regu yang dapat mengelilingi lapangan lebih banyak keluar sebagai pemenang. Olahraga ini berasal dari Inggris bersamaan dengan base ball dan softball. Cara memainkannya adalah dengan cara memukul bola dengan menggunakan alat pemukul (Stick) yang dilemparkan oleh pelambung. Cara pelambung melemparkan bola dengan menggunakan lemparan dari bawah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setiap regu permainan rounders terdiri dari 9 orang pemain. Lamanya bermain adalah 7 inning, yaitu masing-masing regu mendapat giliran menjadi penyerang sebanyak 7 kali dan menjadi regu bertahan sebanyak 7 kali. Terjadinya pergantian antara regu penyerang dan regu bertahan apabila pihak bertahan telah berhasil mematikan pemain-pemain regu penyerang sebanyak 3 orang pemain. Cara memperoleh nilai adalah apabila pemukul (batter), baik atas pukulannya sendiri maupun pukulan temannya berhasil kembali ke home-plate dengan selamat. Pemain tersebut memperoleh nilai satu (1). Gerak spesifik yang terdapat dalam permainan rounders berkaitan erat dengan taktik dan strategi pertahanan dan penyerangan. Gerak spesifik yang harus dikuasai oleh pemain rounders adalah melempar, menangkap, memukul bola, lari mengelilingi lapangan (base running). Lapangan permainan segi-empat, ditandai dengan empat tiang tegak lurus yang masing-masing panjangnya 1,20 meter dan di pasang setiap sudut. Jarak antara pemukul bola dengan tiang pertama 12 meter (jarak sama sampai dengan tiang ketiga). Dari tiang ketiga ke tiang keempat 8,50 meter. Jarak antara pemukul dengan pelontar bola 32 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

39 7,50 meter. Arena pelontar bola 2,50 x 2,50 meter dan arena pemukul bola 2 x 2 meter. Stick (pemukul bola) berbentuk bulat dan terbuat dari kayu dengan ukuran panjang ± 46 cm dan berat 370 gram. Bola bergaris tengah 19 cm dengan berat gram. Gambar 2.1 Lapangan dan perlengkapan permainan rounders. 2. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Permainan Rounders a. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Melempar Bola Kecakapan melempar merupakan faktor yang penting dalam permainan rounders, yaitu pada waktu regunya menjaga regu lapangan. Apabila setiap anggota regu itu dapat melempar dengan kecepatan yang cukup besar dan ketepatan yang baik, maka regu tersebut akan menjadi regu yang kuat dalam pertahanan. Gerak dasar melempar bola adalah sebagai berikut: 1) Aktivitas Pembelajaran Gerakan Melempar Bola Melambung (Parabola) Amati peragaan cara melakukan gerakan melempar bola melambung (parabola) dalam permainan rounders berikut ini. Kelas XI SMALB Tunadaksa 33

40 a) Bola dipegang pada pangkal ruas jari tangan, di antara jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. b) Ketiganya saling memegang, sedangkan jari kelingking dan ibu jari mengontrol bola agar tidak terjatuh. c) Ketika melempar, biasanya menggunakan tangan kanan dengan kaki kiri berada di depan. d) Setelah bola lepas dari tangan, maka kaki kanan mengikuti atau melangkah ke depan. e) Pandangan mata menuju ke arah sasaran lemparan. Gambar 2.2 Aktivitas pembelajaran gerakan melempar bola melambung. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan melempar bola melambung (parabola) dalam permainan rounders hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 2) Aktivitas Pembelajaran Gerakan Melempar Bola Mendatar Amati peragaan cara melakukan gerakan melempar bola mendatar dalam permainan rounders berikut ini. 34 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

41 a) Lemparan umumnya dilakukan dengan tangan kanan. b) Posisi badan tidak terlalu condong ke belakang. c) Pada saat melempar mendatar gerakan lengan diayun dari belakang ke depan dan tidak melebihi kepala. d) Lintasan bola ke arah dada sasaran yang dituju, sehingga bola muda ditangkap. Gambar 2.3 Aktivitas pembelajaran gerakan melempar bola mendatar. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan melempar bola mendatar dalam permainan rounders hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 3) Aktivitas Pembelajaran Gerakan Melempar Bola Menyusur Tanah Amati peragaan cara melakukan gerakan melempar bola menyusur tanah dalam permainan rounders berikut ini. a) Bola dilemparkan menyusur tanah, posisi kaki ditekuk dan badan condong ke depan. b) Lengan pelempar memegang bola, kemudian tarik tangan ke belakang. c) Ayunkan tangan ke depan mengarah ke bawah dan lemparkan bola. Kelas XI SMALB Tunadaksa 35

42 Gambar 2.4 Aktivitas pembelajaran gerakan melempar bola menyusur tanah. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan melempar bola menyusur tanah dalam permainan rounders hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 4) Aktivitas Pembelajaran Gerakan Melempar Bola Bagi Pelambung (Pitcher) Amati peragaan cara melakukan gerakan melempar bola bagi pelambung (pitcher) dalam permainan rounders berikut ini. Pitcher adalah pemain yang pertama dapat mematikan lawan. Lemparannya yang keras dan cepat akan menyulitkan bagi pemukul, sehingga ia dengan mudah dapat mematikan regu pemukul. a) Berdiri tegak, kaki kanan berada di depan. b) Bola dipegang dengan tangan kanan di depan paha kaki kanan. c) Condongkan badan ke depan. d) Putar lengan tangan kanan yang memegang bola 360. e) Bersamaan dengan itu langkahkan kaki kiri ke depan dan lepaskan bola saat bola berada di samping paha kaki kanan yang disertai lecutan pergelangan tangan. 36 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

43 Gambar 2.5 Aktivitas pembelajaran gerakan melempar bola untuk pelambung (pitcher). Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan melempar bola bagi pelambung (pitcher) dalam permainan rounders hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. b. Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Menangkap Bola Kecakapan menangkap bola menentukan pula keberhasilan dari regunya, karena hal ini merupakan salah satu unsur yang penting dalam pertahanan. Dilihat dari sudut datangnya bola, maka menangkap bola dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu berikut ini. 1) Aktivitas Pembelajaran Gerakan Menangkap Bola Melambung Amati peragaan cara melakukan gerakan menangkap bola melambung dalam permainan rounders berikut ini. Kelas XI SMALB Tunadaksa 37

44 a) Sikap badan dan posisi tangan tergantung dengan datangnya bola. b) Menangkap bola dapat dilakukan dengan cara membentuk kantong. c) Pada saat bola masuk ke dalam kantong, jari-jari segera dikatubkan dan cepat ditarik ke arah badan. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan menangkap Gambar 2.6 Aktivitas pembelajaran bola melambung dalam permainan gerakan rounders hasil pengamatanmu dengan menangkap bola melambung. cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 2) Aktivitas Pembelajaran Gerakan Menangkap Bola Mendatar Amati peragaan cara melakukan gerakan menangkap bola mendatar dalam permainan rounders berikut ini. a) Bila bola datang mendatar dan tepat di depan badan, maka bola dapat ditangkap seperti menangkap bola yang datangnya melambung. b) Bila bola datang mendatar di samping kanan atau kiri badan, maka cara menangkapnya dengan menjulurkan lengan ke samping kanan atau kiri badan. Gambar 2.7 Aktivitas pembelajaran c) Bila sudah terampil, maka dapat gerakan menangkap dilakukan dengan satu tangan. bola datar. 38 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

45 Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan menangkap bola mendatar dalam permainan rounders hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 3) Aktivitas Pembelajaran Gerakan Menangkap Bola Menyusur Tanah Amati peragaan cara melakukan gerakan menangkap bola menyusur tanah dalam permainan rounders berikut ini. a) Dengan sikap membungkuk, kedua lutut ditekuk, dan kedua lengan lurus ke bawah. b) Dengan sikap duduk berlutut, kemudian menangkap bola. Gambar 2.8 Aktivitas pembelajaran gerakan menangkap bola menyusur tanah. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan menangkap bola menyusur tanah dalam permainan rounders hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. Kelas XI SMALB Tunadaksa 39

46 c. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Memukul Bola Kecakapan memukul dalam permainan rounders merupakan unsur yang penting untuk mendapatkan nilai. Oleh karena itu teknik memukul hendaklah mendapat perhatian yang sungguh-sungguh. Untuk dapat menjadi seorang pemukul yang baik haruslah dipelajari teknik memukul secara keseluruhan, yaitu mulai dari cara memegang kayu pemukul sampai akhir ayunan. Amati peragaan cara melakukan gerak spesifik memukul bola dalam permainan rounders berikut ini. 1) Pegang alat pemukul di bagian yang lebih kecil dengan kedua tangan. 2) Tangan kanan berada di atas tangan kiri. 3) Kemudian berdiri menyamping, sehingga pitcher/pelambung berada di samping kiri pemukul. 4) Kedua kaki dibuka selebar badan. 5) Letakkan alat pemukul di atas bahu sebelah kanan dengan menekuk kedua siku tangan. Gambar 2.9 Aktivitas 6) Pandangan diarahkan ke arah pitcher/ pembelajaran gerakan pelambung. memukul bola. 7) Ayunkan pemukul mendatar dengan meluruskan kedua siku tangan disertai lecutan pergelangan kedua tangan saat bola dalam jangkauan pukulan. 8) Pada saat memukul diusahakan sambil melangkahkan kaki kiri ke arah kiri agar pukulan lebih keras. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerak spesifik memukul bola dalam permainan rounders hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 40 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

47 d. Aktivitas Pembelajaran Kombinasi Gerakan Permainan Rounders 1) Aktivitas pembelajaran lempar tangkap bola di tempat dan dilanjutkan sambil bergerak maju dengan bola dilambungkan sendiri Amati peragaan cara melakukan gerakan lempar tangkap bola di tempat dan dilanutkan sambil bergerak maju dengan bola dilambungkan sendiri dalam permainan rounders berikut ini. Gambar 2.10 Aktivitas pembelajaran gerakan melempar dan menangkap bola perorangan. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan lempar tangkap bola di tempat dan dilanutkan sambil bergerak maju dengan bola dilambungkan sendiri dalam permainan rounders hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 2) Aktivitas pembelajaran gerakan lempar tangkap bola dengan lecutan tangan berpasangan di tempat, dilanjutkan dengan gerak maju mundur Amati peragaan cara melakukan gerakan lempar tangkap bola dengan lecutan tangan berpasangan di tempat, dilanjutkan dengan gerak maju mundur dalam permainan rounders berikut ini. Kelas XI SMALB Tunadaksa 41

48 Gambar 2.11 Aktivitas pembelajaran gerakan melempar dan menangkap bola berpasangan. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan lempar tangkap bola dengan lecutan tangan berpasangan di tempat, dilanjutkan dengan gerak maju mundur dalam permainan rounders hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 3) Aktivitas pembelajaran gerakan lempar tangkap bola dengan ayunan atas, ayunan samping, dan bawah. menangkap bola lurus serta bola guling tanah, dilakukan di tempat dilanjutkan dengan gerak maju mundur jalan atau lari jogging secara berpasangan Amati peragaan cara melakukan gerakan lempar tangkap bola dengan teknik ayunan atas, ayunan samping, dan bawah. Menangkap dengan gerakan menangkap bola lurus serta bola guling tanah, dilakukan di tempat dilanjutkan dengan gerak maju mundur jalan atau lari jogging secara berpasangan dalam permainan rounders berikut ini. 42 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

49 Gambar 2.12 Aktivitas pembelajaran gerakan melempar dan menangkap bola berkelompok. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan lempar tangkap bola dengan teknik ayunan atas, ayunan samping, dan bawah. Menangkap dengan gerakan menangkap bola lurus serta bola guling tanah, dilakukan di tempat dilanjutkan dengan gerak maju mundur jalan atau lari jogging secara berpasangan dalam permainan rounders hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 4) Aktivitas pembelajaran gerakan lempar tangkap bola dengan lemparan ayunan atas, ayunan samping, bawah. menangkap bola lurus serta bola guling rendah, dilakukan di tempat dalam formasi berbanjar dan berkelompok dalam pemain bergerak lari setelah melakukan lemparan Amati peragaan cara melakukan gerakan lempar tangkap bola dengan lemparan ayunan atas, ayunan samping, bawah. Menangkap Kelas XI SMALB Tunadaksa 43

50 bola lurus serta bola guling rendah, dilakukan di tempat dalam formasi berbanjar dan berkelompok dalam pemain bergerak lari setelah melakukan lemparan dalam permainan rounders berikut ini. Gambar 2.13 Aktivitas pembelajaran gerakan melempar dan menangkap bola berkelompok formasi berbanjar. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan lempar tangkap bola dengan lemparan ayunan atas, ayunan samping, bawah. Menangkap bola lurus serta bola guling rendah, dilakukan di tempat dalam formasi berbanjar dan berkelompok dalam pemain bergerak lari setelah melakukan lemparan dalam permainan rounders hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 44 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

51 5) Aktivitas pembelajaran gerakan melambungkan dan menangkap bola berpasangan dan berhadapan secara bergantian Amati peragaan cara melakukan gerakan melambungkan dan menangkap bola berpasangan dan berhadapan secara bergantian dalam permainan rounders berikut ini. Gambar 2.14 Aktivitas pembelajaran cara melambungkan bola berpasangan. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan melambungkan dan menangkap bola berpasangan dan berhadapan secara bergantian dalam permainan rounders hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 6) Aktivitas Bermain dengan Gerakan Bola Lambung Amati peragaan cara melakukan gerakan bermain dengan gerakan bola lambung dalam permainan rounders berikut ini. a) Permainan dilakukan 2 regu masing-masing regu 7 10 orang (A B) b) Bila regu A melakukan lambungan, maka regu B melakukan jaga. Kelas XI SMALB Tunadaksa 45

52 c) Bola dilambungkan regu A yang tidak tertangkap oleh penjaga regu B, maka anggota regu yang melakukan lambungan berhak lari ke base I, II, III atau IV. Bila lambungan tertangkap regu B, yang melakukan lambungan mati (dianggap gugur.ke luar) dan seterusnya. d) Lambungan bola yang tertangkap skor satu untuk regu yang menangkap bola. e) Lambungan bola yang tidak tertangkap skor satu untuk regu pelambung. Gambar 2.15 Aktivitas pembelajaran bermain dengan bola lambung. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan bermain dengan gerakan bola lambung dalam permainan rounders hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 46 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

53 3. Aktivitas Pembelajaran Bermain Rounders Menggunakan Peraturan yang Dimodifikasi Komunikasikan bermain rounders dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi berikut ini. a. Setiap regu dibagi dua kelompok sama banyak antara laki-laki dan perempuan. b. Regu penyerang (giliran memukul bola) berusaha mendapatkan angka sebanyak-banyaknya dari hasil pukulan bola dan lari menuju tiang hinggap. c. Regu bertahan (giliran penjaga) berusaha mematikan lawan dengan cara melempar bola ke base (tempat hinggap). d. Waktu bermain menit. e. Regu yang paling banyak mengumpulkan angka dinyatakan sebagai pemenang. Gambar 2.16 Aktivitas bermain rounders menggunakan peraturan dimodifikasi. Buatlah kesimpulan dan catatan-catatan tentang materi pembelajaran permainan rounders yang telah dipelajari dalam buku catatanmu. Kelas XI SMALB Tunadaksa 47

54 B. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Permainan Tenis Meja 1. Pengertian dan Asal-Usul Permainan Tenis Meja Sekarang coba kamu baca tentang pengertian dan asal-usul permainan tenis meja berikut ini. Tenis meja merupakan cabang olahraga yang dimainkan di dalam gedung (indoor game) oleh dua pemain atau empat pemain. Cara memainkannya dengan menggunakan raket yang dilapisi karet untuk memukul bola celluloid melewati jaring yang tergantung di atas meja yang dikaitkan pada dua tiang jaring. Permainan tenis meja atau lebih dikenal dengan istilah lain, yaitu Ping Pong adalah merupakan suatu cabang olahraga yang unik dan bersifat rekreatif. Tenis meja berasal dari Eropa, pada abad pertengahan sebagai kombinasi daripada permainan tenis kuno, lawan tenis dan badminton. Mulai populer di Inggris pada pertengahan abad ke-19 dengan beberapa nama seperti pingpong, gossima dan whiff-whaff dikreasikan sebagai permainan hiburan setelah makan malam, lengkap dengan berbusana bagi penggemarnya. Permainan ini mendapatkan wadah resmi yang mengatur pertenismejaan dunia pada tanggal 15 Januari 1926 atas prakarsa Dr. Goerge Lehman dari Jerman. Tenis meja masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1930-an dan hanya dilakukan di batal-batal pertemuan umum orang Belanda, yang dikenal dengan nama societeit. Sekitar tahun 1940-an, sudah mulai masuk ke masyarakat Indonesia melalui golongan pamong dan ambtenaar-ambtenaar (pegawai negeri) Indonesia. Pada tahun yang sama PTMSI menjadi anggota dari Table Tennis Federation of Asia, disingkat TTFA. Beberapa kejuaraan Asia yang diselenggarakan oleh TTFA telah diikuti oleh PTMSI, terutama yang diselenggarakan di Singapura dan Manila. Pada tahun 1961 PTMSI resmi menjadi anggota International Table Tennis Federation, disingkat ITTF, sebagai negara anggota ke-73. Sebagai anggota ITTF, dibandingkan dengan keanggotaan pada TTFA, sebaliknya PTMSI tidak pernah absen di dalam kejuaraan- 48 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

55 kejuaraan dunia yang diselenggarakan sejak tahun 1963, dimanapun penyelenggaraannya dilaksanakan. Partisipasi pertama bagi PTMSI adalah di Praha pada tahun 1963, yang diikuti oleh baik putra maupun putri dengan hasil peringkat ke-34 bagi putra dan ke-31 bagi putri. 2. Perlengkapan dan Lapangan Permainan Tenis Meja a. Raket/bet Permainan Tenis Meja 1) Ukuran berat, bentuk raket, tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan kaku. 2) Ketebalan daun raket, minimal 85 % harus terbuat dari kayu alam; dapat dilapisi dengan bahan perekat yang berserat seperti fiber karbon atau fiber glass atau dari bahan kertas yang dipadatkan, bahan tersebut tidak lebih dari 7,5 % dari total ketebalan 0,35 mm, adalah merupakan bagian yang sangat sedikit/tipis. 3) Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola, harus ditutupi oleh karet berbintik biasa, atau karet berbintik yang menonjol keluar; namun memiliki ketebalan termasuk lapisan lem perekat tidak lebih dari 2 mm, atau karet datar (bukan berbintik ke luar) dengan karet berbintik ke dalam harus memiliki ketebalan tidak melebihi dari 4 mm termasuk lem perekat. b. Lapangan Permainan Tenis Meja Gambar 2.17 Lapangan/meja permainan tenis meja. Kelas XI SMALB Tunadaksa 49

56 3. Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Permainan Tenis Meja Pada dasarnya gerak spesifik permainan tenis meja dapat dibagi menjadi empat, yaitu: (1) gerak spesifik memegang bet (grip), (2) gerak spesifik siap sedia (stance), (3) gerak spesifik gerakan kaki (footwork), dan (4) gerak spesifik pukulan (stroke). a. Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Memegang Bet (Grip) Gerakan memegang bet merupakan faktor yang sangat penting dalam permainan tenis meja. Secara garis besar pegangan dapat dibedakan menjadi dua macam. 1) Aktivitas pembelajaran pegangan seperti berjabatan tangan (shakehand grip) Pegangan shakehand sangat populer terutama di negera-negara Eropa atau dunia Barat. Dengan pegangan ini seorang pemain dapat menggunakan kedua sisi bet. Amati peragaan cara memegang bet seperti berjabat tangan berikut ini. Gambar 2.18 Pegangan shakehand sisi forehand. Gambar 2.19 Pegangan shakehand sisi backhand. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan memegang bet seperti berjabat tangan dalam permainan tenis meja hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 50 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

57 2) Aktivitas pembelajaran pegangan seperti memegang tangkai pena (penhold grip) Penhold grip atau pegangan tangkai pena dikenal pula dengan pegangan Asia, walaupun akhirnya kebanyakan pemain Asia banyak menggunakan pegangan shakehand. Pada pegangan ini hanya satu sisi bet yang dapat digunakan. Amati peragaan cara memegang bet seperti memegang tangkai pena berikut ini. Gambar 2.20 Pegangan penhold dilihat dari depan. Gambar 2.21 Pegangan penhold dilihat dari belakang. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan memegang bet seperti memegang tangkai pena dalam permainan tenis meja hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. b. Aktivitas Pembelajaran Siap Sedia (Stance) Stance disini berarti : Posisi kaki, badan dan tangan pada saat siap menunggu bola atau pada saat memukul bola. Ada dua bentuk stance utama yang biasa digunakan dalam permainan tenis meja, yaitu: Kelas XI SMALB Tunadaksa 51

58 1) Square Stance Square stance adalah posisi badan menghadap penuh kemeja, biasanya posisi ini digunakan untuk siap menerima servis dari lawan atau siap kembali setelah mengembalikan pukulan dari lawan. 2) Side Stance Side Stance berarti posisi badan menyamping, baik ke samping kiri maupun ke samping kanan. Pada side stance, jarak antara bahu ke meja atau ke net harus ada yang lebih dekat. Amati peragaan cara melakukan sikap siap dalam tenis meja berikut ini. Gambar 2.22 Posisi menghadap penuh ke meja square stance. Gambar 2.23 Side stance untuk pukulan backhand. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan sikap siap dalam permainan tenis meja hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. c. Aktivitas Pembelajaran Gerakan Kaki (Footwork) Footwork dalam tenis meja pada garis besarnya dibedakan untuk nomor tunggal dan nomor ganda. Footwork yang digunakan dalam 52 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

59 permainan tunggal sudah otomatis digunakan dalam permainan ganda. Jika dilihat dari banyaknya langkah footwork, untuk tunggal dapat dibedakan :satu langkah, dua langkah dan tiga langkah atau lebih. Arah pergerakannya bisa ke depan, ke belakang, ke samping kiri, ke samping kanan atau diagonal. d. Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Pukulan (Stroke) Terdapat beberapa gerak spesifik pukulan dalam permainan tenis meja antara lain: (1) Push, (2) drive, (3) block, (4) chop, dan (5) service. Kelima pukulan tersebut dapat dijelaskan satu-persatu berikut ini. 1) Aktivitas pembelajaran pukulan push Push adalah memukul bola dengan gerakan mendorong dan sikap bet terbuka. Push biasanya digunakan untuk mengembalikan pukulan-pukulan push itu sendiri dan pukulan-pukulan chop. Gambar berikut adalah gerakan forehand dan backhand push. Amati peragaan cara melakukan gerakan push permainan tenis meja berikut ini. Gambar 2.24 Gerakan forehand push. Gambar 2.25 Gerakan backhand push. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan push dalam permainan tenis meja hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. Kelas XI SMALB Tunadaksa 53

60 2) Aktivitas pembelajaran pukulan drive Drive adalah pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari bawah serong ke atas dan sikap bet tertutup. Besarnya sudut yang diakibatkan oleh gerakan kemiringan bet bervariasi sesuai dengan arah jatuhnya bola, putaran bola yang datang dari lawan dan tujuan pemukul itu sendiri. Drive dapat digunakan sebagai pukulan serangan atau dapat juga kita kontrol sesuai dengan keinginan. Amati peragaan cara melakukan gerakan drive permainan tenis meja berikut ini. Gambar 2.26 Gerakan forehand drive. Gambar 2.27 Gerakan backhand drive. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan drive dalam permainan tenis meja hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 3) Aktivitas pembelajaran pukulan block Block adalah memukul bola dengan gerakan menghentikan atau membendung bola dengan sikap bet tertutup. Block biasanya digunakan untuk mengembalikan bola-bola drive atau bola-bola dengan putaran atas (top spin). Gambar berikut adalah pukulan forehand block dan backhand block. 54 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

61 4) Aktivitas pembelajaran pukulan chop Chop adalah memukul bola dengan gerakan seperti menebang pohon dengan kapak atau disebut juga gerakan membacok. Pukulan chop dapat digunakan untuk mengembalikan pukulan bola yang bermacam-macam. Gambar berikut adalah pukulan forehand chop dan backhand chop. Amati peragaan cara melakukan gerakan block dan chop permainan tenis meja berikut ini. Gambar 2.28 Gerakan forehand chop. Gambar 2.29 Gerakan backhand chop. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan block dan chop dalam permainan tenis meja hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 5) Aktivitas pembelajaran pukulan service Service adalah memukul bola untuk menyajikan bola pertama ke dalam permainan dengan cara memantulkan terlebih dahulu bola tersebut ke meja penyaji, kemudian dipukul, dan bola harus melewati atas net dan akhirnya memantul di meja lawan. Gerakan atau putaran yang diberikan pada bola bisa bermacam-macam. Gambar berikut merupakan contoh rangkaian gerakan forehand chop service. Kelas XI SMALB Tunadaksa 55

62 Gambar 2.30 Rangkaian gerakan forehand chop service. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan rangkaian gerakan forehand chop service dalam permainan tenis meja hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. e. Bentuk-bentuk Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Pukulan (Stroke) Permainan Tenis Meja Tujuan pembelajaran memukul bola adalah untuk mengombinasikan gerakan-gerakan memukul bola yang telah dipelajari. Setelah Siswa melakukan gerakan memukul bola, coba rasakan gerakan memukul bola yang mana mudah dan sulit dilakukan. Mengapa gerakan tersebut mudah dan sulit dilakukan? Temukan permasalahan tersebut, kemudian lakukan kembali gerakan-gerakan tersebut. Gerakan memukul bola dapat dilakukan dengan cara: berpasangan dan berkelompok. Dalam melakukan gerakan memukul bola, Siswa diharapkan dapat menunjukkan nilai-nilai sikap seperti: disiplin, sportivitas, sungguh-sungguh, dan kerjasama. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran memukul bola antara lain sebagai berikut. 56 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

63 1) Aktivitas pembelajaran 1: Melambung-lambungkan bola dengan teknik dasar forehand di tempat, dilanjutkan sambil berjalan, maju-mundur dan bergerak menyamping, secara perorangan, berpasangan atau berkelompok. Amati peragaan cara melakukan gerakan pembelajaran 1 melambung-lambungkan bola dengan pukulan forehand di tempat, dilanjutkan sambil berjalan, maju-mundur dan bergerak menyamping, secara perorangan, berpasangan atau kelompok berikut ini. Gambar 2.31 Aktivitas pembelajaran 1 bentuk-bentuk pembelajaran permainan tenis meja. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan pembelajaran 1 melambung-lambungkan bola dengan pukulan forehand di tempat, dilanjutkan sambil berjalan, maju-mundur dan bergerak menyamping, secara perorangan, berpasangan atau kelompok dalam permainan tenis meja hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 2) Aktivitas pembelajaran 2: Melambung bola dan memukulnya ke arah meja menggunakan pukulan forehand, di tempat, dan bergerak ke kanan-kiri, dilakukan secara berpasangan dan bergantian. Kelas XI SMALB Tunadaksa 57

64 Amati peragaan cara melakukan gerakan pembelajaran 2 melambung bola dan memukulnya ke arah meja menggunakan pukulan forehand, di tempat, dan bergerak ke kanan-kiri, dilakukan secara berpasangan dan bergantian berikut ini. Gambar 2.32 Aktivitas pembelajaran 2 bentuk-bentuk pembelajaran permainan tenis meja. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan pembelajaran 2 melambung bola dan memukulnya ke arah meja menggunakan pukulan forehand, di tempat, dan bergerak ke kanan-kiri, dilakukan secara berpasangan dan bergantian dalam permainan tenis meja hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 3) Aktivitas pembelajaran 3: Memukul bola yang dilambungkan teman dari depan dengan pukulan forehand dalam posisi di tempat, dan bergerak ke kanan-kiri, dilakukan secara berpasangan dan bergantian. 58 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

65 Amati peragaan cara melakukan gerakan pembelajaran 3 memukul bola yang dilambungkan teman dari depan dengan pukulan forehand dalam posisi di tempat, dan bergerak ke kanankiri, dilakukan secara berpasangan dan bergantian berikut ini. Gambar 2.33 Aktivitas pembelajaran 3 bentuk-bentuk pembelajaran permainan tenis meja. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan pembelajaran 3 memukul bola yang dilambungkan teman dari depan dengan pukulan forehand dalam posisi di tempat, dan bergerak ke kanan-kiri, dilakukan secara berpasangan dan bergantian dalam permainan tenis meja hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 4) Aktivitas pembelajaran 4: Bermain 1 lawan 1 dilanjutkan 2 lawan 1 menggunakan pukulan backhand. Pihak yang bolanya banyak mati diangap kalah. Lakukan pembelajaran ini ± 4 5 menit secara bergantian. Kelas XI SMALB Tunadaksa 59

66 Amati peragaan cara melakukan gerakan pembelajaran 4 bermain 1 lawan 1 dilanjutkan 2 lawan 1 menggunakan pukulan backhand. Pihak yang bolanya banyak mati diangap kalah. Lakukan pembelajaran ini ± 4 5 menit secara bergantian berikut ini. Gambar 2.34 Aktivitas pembelajaran 4 bentuk-bentuk pembelajaran permainan tenis meja. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan pembelajaran 4 bermain 1 lawan 1 dilanjutkan 2 lawan 1 menggunakan pukulan backhand. Pihak yang bolanya banyak mati diangap kalah. Lakukan pembelajaran ini ± 4 5 menit secara bergantian dalam permainan tenis meja hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 5) Aktivitas pembelajaran 5: Bermain 1 lawan 1 dilanjutkan 2 lawan 1 menggunakan pukulan backhand. Pihak yang bolanya banyak mati dianggap kalah. Lakukan pembelajaran ini ± 4 5 menit secara bergantian. 60 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

67 Amati peragaan cara melakukan gerakan pembelajaran 5 Bermain 1 lawan 1 dilanjutkan 2 lawan 1 menggunakan pukulan backhand. Pihak yang bolanya banyak mati dianggap kalah. Lakukan pembelajaran ini ± 4 5 menit secara bergantian berikut ini. Gambar 2.35 Aktivitas pembelajaran 5 bentuk-bentuk pembelajaran permainan tenis meja. Buatlah kesimpulan dan catatan-catatan tentang materi pembelajaran permainan tenis meja yang telah dipelajari dalam buku catatanmu. Kelas XI SMALB Tunadaksa 61

68 Penilaian Pelajaran 2 Penilaian Pengetahuan Tugas Individu A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban paling benar. 1. Permainan rounders hampir sama dengan permainan.... a. kasti b. kipers c. bola pukul d. softball 2. Permainan rounders mengutamakan.... a. teknik bermain b. kerja sama c. kegembiraan d. prestasi 3. Permainan rounders berasal dari negara.... a. Inggris b. Belanda c. Amerika d. Indonesia 4. Jumlah base yang harus dilalui oleh pemain sebanyak.... a. 4 base b. 5 base c. 6 base d. 7 base 5. Yang bukan teknik melempar bola rounders di bawah ini adalah.... a. lemparan bola melambung b. lemparan bola mendatar c. lemparan samping d. lemparan menyusur tanah 6. Yang bukan gerakan menangkap bola rounders di bawah ini adalah.... a. menangkap bola melambung b. menangkap bola mendatar c. menangkap bola menyusur tanah d. menangkap bola bawah 7. Jumlah pemain rounders masing-masing regu adalah.... a. 7 pemain b. 8 pemain c. 9 pemain d. 11 pemain 8. Giliran untuk memukul dan menjaga setiap regu sebanyak Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

69 a. 1 kali b. 2 kali c. 3 kali d. 5 kali 9. Pemain penyerang setelah memukul tidak boleh berlari dari sebelah.... a. luar tiang b. dalam tiang c. samping kiri d. samping kanan 10. Pemukul yang berhasil kembali ke ruang bebas atas pukulannya sendiri mendapat angka.... a. 1 angka b. 2 angka c. 3 angka d. 6 angka 11. Pegangan bet tenis meja yang populer terutama di negaranegara Eropa adalah.... a. Shakehand grip b. Penhold grip c. Eropen grip d. Amerikan grip 12. Pegangan bet tenis meja yang hanya satu sisi bet yang dapat digunakan adalah.... a. Shakehand grip b. Penhold grip c. Eropen grip d. Amerikan grip 13. Stance atau posisi badan yang digunakan untuk siap menerima servis adalah.... a. side stance b. under stance c. square stance d. full stance 14. Di bawah ini adalah pukulan permainan tenis meja, kecuali.... a. push b. drive c. block d. stance 15. Gerakan memukul bola dengan gerakan mendorong dan sikap bet terbuka adalah.... a. push b. drive c. block d. chop 16. Gerakan pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari bawah serong ke atas dan sikap bet tertutup adalah.... a. push b. drive c. block d. chop 17. Gerakan memukul bola dengan gerakan menghentikan atau Kelas XI SMALB Tunadaksa 63

70 membendung bola dengan sikap bet tertutup adalah.... a. push b. drive c. block d. chop 18. Gerakan memukul bola dengan gerakan seperti menebang pohon dengan kapak atau disebut juga gerakan membacok adalah.... a. push b. drive c. block d. chop 19. Jenis pukulan yang digunakan sebagai pukulan serangan atau dapat juga dikontrol sesuai dengan keinginan adalah.... a. push b. drive c. block d. chop 20. Jenis pukulan yang digunakan untuk mengembalikan bola-bola drive atau bola-bola dengan putaran atas (top spin) adalah.... a. push b. drive c. block d. chop B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat. 1. Sebutkan macam-macam cara melempar bola permainan rounders. 2. Sebutkan macam-macam cara menangkap bola permainan rounders. 3. Sebutkan macam-macam cara memukul bola permainan rounders. 4. Jelaskan cara melempar dan menangkap bola dalam permainan rounders. 5. Jelaskan cara memukul bola dalam permainan rounders. 6. Sebutkan gerakan-gerakan pukulan dalam permainan tenis meja. 7. Jelaskan cara memegang bat dalam permainan tenis meja. 8. Jelaskan cara melakukan pukulan drive dalam permainan tenis meja. 9. Jelaskan cara melakukan pukulan push dalam permainan tenis meja. 10. Jelaskan cara melakukan pukulan servis dalam permainan tenis meja. 64 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

71 Tugas Kelompok Setelah kamu mempelajari materi permainan bola kecil (rounders dan tenis meja), coba kamu kerjakan tugas kelompok di bawah ini dengan penuh rasa tanggungjawab. Tugas tersebut antara lain: tugas gerak, cara melakukan, kesalahan yang sering terjadi saat melakukan, dan bagaimana cara memperbaiki kesalahan tersebut. Buatlah kelompok kemudian amati gerakan yang dilakukan temanmu dan kerjakan tugas kelompok di bawah ini. Tugas kelompok ini dapat dikerjakan di rumah dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya. 1. Gerak spesifik melempar bola permainan rounders. 2. Gerak spesifik menangkap bola permainan rounders. 3. Gerak spesifik memukul bola permainan rounders. 4. Gerak spesifik memukul bola permainan tenis meja. 5. Gerak spesifik pukulan servis permainan tenis meja. Penilaian Keterampilan Penilaian Unjuk Kerja Penilaian aspek keterampilan diberikan dalam dua bentuk, yaitu penilaian terhadap kesempurnaan/keterampilan sikap/cara melakukan suatu gerakan (penilaian proses) dan penilaian produk dari gerakan tersebut. 1. Lakukan variasi dan kombinasi gerakan melempar dan menangkap bola rounders. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk). 2. Lakukan variasi dan kombinasi gerakan pukulan forehand dan backhand permainan tenis meja. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk). Kelas XI SMALB Tunadaksa 65

72

73 Pelajaran 3 Aktivitas Pembelajaran Atletik Kata Kunci Atletik, melompat, meloncat, tanpa awalan, dengan awalan, melempar, koordinasi gerakan. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi pada pelajaran ini, siswa diharapkan memiliki pengetahuan dan mampu mempraktikkan variasi gerak spesifik atletik (melompat dan melempar) dengan kontrol yang baik dengan menunjukkan sikap sportifitas, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama selama berlomba. Peta Konsep Aktivitas Atletik Pembelajaran Melompat Pembelajaran melompat tanpa awalan Pembelajaran meloncat tanpa awalan Pembelajaran lompatan mencapai target tertentu Pembelajaran kombinasi jalan, lari dan lompat tanpa alat Pembelajaran kombinasi jalan, lari dan lompat dengan alat Pembelajaran Melempar Lari perlahan dan melompat, mengambil bola, kemudian melempar ke atas. Berjalan kemudian melempar bola sejauh-jauhnya (bentuk lomba) Bentuk-bentuk latihan melempar Pembangkit Motivasi Kamu tentu sering melakukan kegiatan atletik bukan? Apakah kamu telah melakukan olahraga tersebut dengan baik dan benar? Untuk mendapatkan hasil yang optimal, olahraga atletik, seperti melompat dan melempar sebaiknya dilakukan sesuai dengan teknik-teknik dasar yang telah ditentukan. Nomor lompat dan lempar sangat memerlukan koordinasi gerakan yang baik. Sebab tanpa koordinasi yang baik hasil yang optimal sulit untuk diraih. Jadi, bagaimanakah teknik-teknik lompat dan lempar yang baik dan benar? Marilah kita mempelajari melompat dan melempar bersama teman-teman dan dengan rasa gembira serta mematuhi peraturan.

74 A. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Melompat 1. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Melompat dan Meloncat Melompat dan meloncat merupakan gerakan yang ditandai gerakan badan melayang di udara dengan menggunakan tumpuan satu kaki ataupun dua kaki. Agar dapat melakukan lompatan dan loncatan yang benar, siswa perlu mempelajari keterampilan dasar melompat dan meloncat antara lain: a. Aktivitas pembelajaran gerakan melompat tanpa awalan Amati peragaan cara melakukan gerakan melompat tanpa awalan berikut ini. 1) Berdiri pada sisi bak pasir dengan menggunakan tumpuan kaki kiri. 2) Tekuk lutut kaki kirimu, badan sedikit condong ke depan. 3) Kedua lengan ke belakang dengan siku sedikit ditekuk. 4) Selanjutnya melompat ke depan-atas dengan cara menolakkan kaki tumpu sekuat-kuatnya disertai dengan mengayunkan kedua lengan di depan-atas. 5) Ketika badan di udara, ayunkan kaki kanan ke depan disusul dengan kaki kiri dengan posisi lutut sedikit ditekuk. 6) Setelah kedua kaki menyentuh bak pasir, segera condongkan badan ke depan untuk menahan agar badanmu tidak terjatuh ke belakang. Gambar 3.1 Aktivitas pembelajaran melompat tanpa awalan. 68 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

75 Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan melompat tanpa awalan melompat tanpa awalan hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. b. Aktivitas pembelajaran meloncat tanpa awalan Amati peragaan cara melakukan gerakan meloncat tanpa awalan berikut ini. 1) Berdiri pada sisi bak pasir dengan bertumpu pada kedua kaki. 2) Kedua lutut sedikit ditekuk, badan sedikit condong ke depan. 3) Kedua lengan di samping-belakang pinggul dan pandangan kearah bak pasir. 4) Selanjutnya tekuklah kedua lutut lebih dalam untuk melakukan tolakan dengan disertai gerakan mengayun kedua lengan ke arah depan-atas. 5) Pada saat badan di udara, kedua kaki diayunkan ke depan dengan lutut sedikit ditekuk. 6) Setelah kedua kaki menyentuh pasir rebahkan badan ke depan. Gambar 3.2 Aktivitas pembelajaran meloncat tanpa awalan. Kelas XI SMALB Tunadaksa 69

76 Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan melompat tanpa awalan meloncat tanpa awalan hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 2. Aktivitas pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Kombinasi Jalan, Lari dan Lompat Tanpa Alat Amati peragaan cara melakukan gerak spesifik kombinasi jalan, lari dan lompat tanpa awalan berikut ini. a. Ambil tiga bendera berwarna hijau, kuning dan merah. b. Tancapkan bendera merah dengan jarak 1 meter di belakang bak lompat, tancapkan bendera kuning 10 meter di belakang bendera merah, dan tancapkan bendera hijau 5 meter di belakang bendera kuning. c. Berdiri di samping bendera hijau kemudian berjalan cepat ke arah bendera kuning. d. Setelah sampai pada bendera kuning segera berlari cepat ke arah bendera merah. e. Setelah sampai pada bendera merah, segera melompat ke depan (bak lompat) kemudian mendarat di bak lompat. f. Pembelajaran ini harus dilakukan dengan koordinasi dan kelangsungan gerak yang teratur dan tidak terputus-putus. Gambar 3.3 Aktivitas pembelajaran kombinasi berjalan, berlari dan meloncat tanpa awalan. 70 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

77 Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerak spesifik kombinasi jalan, lari dan lompat tanpa awalan hasil pengamatanmu dengan cara: a. merasakan gerakan yang kamu lakukan. b. bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c. tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d. siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 3. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Kombinasi Jalan, Lari dan Lompat dengan Awalan Amati peragaan cara melakukan gerak spesifik kombinasi jalan, lari dan lompat dengan awalan sebagai berikut. a. Temanmu berdiri di sisi bak lompat dalam posisi saling berhadapan dan membentangkan jalinan karet gelang setinggi pinggang. b. Gunakan pembagian jarak (bendera-bendera) seperti lompatan tanpa menggunakan alat. c. Lakukan rangkaian jalan, lari dan lompat sesuai dengan rentang jarak yang telah ditentukan. d. Saat badan di udara, berusahalah agar anggota badan tidak menyentuh rintangan yang dibentangi temanmu. e. Setelah mendarat segera gantikan posisi salah seorang temanmu yang memegang rintangan. Gambar 3.4 Aktivitas pembelajaran kombinasi jalan, lari dan lompat dengan alat. Kelas XI SMALB Tunadaksa 71

78 Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerak spesifik kombinasi jalan, lari dan lompat dengan awalan hasil pengamatanmu dengan cara: a. merasakan gerakan yang kamu lakukan. b. bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c. tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d. siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. B. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Melempar 1. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Melempar Bola Rounders a. Aktivitas pembelajaran berlari pelan dan melompat, mengambil bola, kemudian melempar ke atas Amati peragaan cara melakukan gerakan berlari pelan dan melompat, mengambik bola, kemudian melempar ke atas berikut ini. 1) Para siswa berbaris empat bersyaf dengan rapi. 2) Dimulai dari barisan pertama, lakukan lari pelan-pelan lalu meloncat. 3) Mulailah melangkah dengan kaki kiri dan melompatlah dengan kedua kaki. 4) Setelah itu, mengambil bola yang telah disediakan dan dilempar ke atas sekuat-kuatnya. 5) Mengambil bola dengan tangan kanan. 6) Pada waktu melempar bola, posisi kaki kiri di depan. 7) Bola yang digunakan jangan terlalu besar, dapat dipilih bola rounders. Gambar 3.5 Aktivitas pembelajaran berlari pelan dan melompat, mengambil bola, kemudian melempar ke atas. 72 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

79 Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan berlari pelan dan melompat, mengambik bola, kemudian melempar ke atas hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. b. Aktivitas pembelajaran gerakan kombinasi berjalan kemudian melempar bola sejauh-jauhnya (bentuk perlombaan) Amati peragaan cara melakukan gerakan kombinasi berjalan kemudian melempar bola sejauh-jauhnya dalam bentuk perlombaan berikut ini. 1) Siawa berlomba melempar bola sejauh-jauhnya. 2) Siswa laki-laki melawan siswa laki-laki dan siswa perempuan melawan siswa perempuan. 3) Bola rounders dapat digunakan pada latihan ini. 4) Lomba ini diawali dengan jalan terlebih dahulu, kemudian digenggam di tangan kanan. 5) Berjalan dimulai dengan langkah kaki kiri diikuti gerakan tangan kanan. 6) Pada waktu melempar bola dengan tangan kanan, posisi kaki kiri berada di depan. 7) Lemparkan bola sejauh-jauhnya ke arah depan. Lakukan latihan ini satu per satu secara bergantian. Siswa yang paling jauh melempar dinyatakan sebagai juara. 8) Setiap siswa melakukan lemparan sebanyak tiga kali lemparan bola, kemudian diambil jarak yang terjauh sebagai hasilnya. 9) Lemparan tidak boleh melewati garis batas yang sudah ditentukan. Kalau melewati garis batas, lemparan itu tidak sah. Kelas XI SMALB Tunadaksa 73

80 Gambar 3.6 Aktivitas pembelajaran kombinasi berjalan dilanjutkan melempar sejauh-jauhnya. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan kombinasi berjalan kemudian melempar bola sejauh-jauhnya dalam bentuk perlombaan hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. c. Aktivitas pembelajaran memegang, awalan, melempar dan gerak lanjutan 1) Aktivitas pembelajaran 1: Melempar menggunakan bola kecil dari posisi berdiri menghadap arah gerakan Amati peragaan cara melakukan gerakan melempar bola menggunakan bola dari posisi berdiri menghadap arah gerakan berikut ini. a) Dilakukan berpasangan/kelompok. b) Lemparan melalui atas tali yang dipasang melintang. 74 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

81 Gambar 3.7 Aktivitas pembelajaran melempar lembing menggunakan bola kecil dari posisi berdiri menghadap arah gerakan. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan melempar bola menggunakan bola dari posisi berdiri menghadap arah gerakan hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 2) Aktivitas pembelajaran 2: Melempar menggunakan bola kecil dari posisi menyamping arah gerakan Amati peragaan cara melakukan gerakan melempar bola kecil dari posisi menyamping arah gerakan berikut ini. a) Dilakukan berpasangan/kelompok. b) Lemparan melalui atas tali yang dipasang melintang. Kelas XI SMALB Tunadaksa 75

82 Gambar 3.8 Aktivitas pembelajaran melempar lembing menggunakan bola kecil dari posisi menyamping arah gerakan. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan melempar bola kecil dari posisi menyamping arah gerakan hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 3) Aktivitas pembelajaran 3: Melempar menggunakan bola kecil dari posisi menyamping Amati peragaan cara melakukan gerakan melempar menggunakan bola kecil dari posisi menyamping berikut ini. a) Diawali dengan gerak menyilang satu kali kaki kanan ke belakang kaki kiri. b) Untuk tahap berikutnya dua kali dan tiga kali. c) Gerakan ini dilakukan berpasangan/kelompok. d) Lemparan melalui atas tali yang dipasang melintang. 76 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

83 Gambar 3.9 Aktivitas pembelajaran melempar lembing menggunakan bola kecil dari posisi menyamping. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan melempar menggunakan bola kecil dari posisi menyamping hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 4) Aktivitas pembelajaran 4: Melempar menggunakan bola kecil, dari posisi menghadap arah lemparan Amati peragaan cara melakukan gerakan melempar menggunakan bola kecil dari posisi menghadap arah lemparan berikut ini. a) Gerakan diawali dua kali langkah ke depan dan gerak menyilang kaki kanan di belakang kaki kiri satu kali. b) Untuk tahap berikutnya, dua kali, tiga kali, dan dua kali serta tiga kali silang kaki kanan di belakang kaki kiri. c) Gerakan ini dilakukan berpasangan/kelompok. d) Lemparan melalui atas tali yang dipasang melintang. Kelas XI SMALB Tunadaksa 77

84 Gambar 3.10 Aktivitas pembelajaran melempar lembing menggunakan bola kecil, dari posisi menghadap arah lemparan. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan melempar menggunakan bola kecil dari posisi menghadap arah lemparan hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 5) Aktivitas pembelajaran 5: Melempar menggunakan bola kecil, diawali awalan lari dengan 4 6 meter Amati peragaan cara melakukan gerakan melempar bola menggunakan bola diawali awalan lari dengan 4-6 meter berikut ini. a) Dilanjutkan dengan gerak menyilang kaki kanan tiga kali di belakang kaki kiri serta gerak melempar. b) Gerakan ini dilakukan berpasangan/kelompok. c) Lemparan melalui atas tali yang dipasang melintang. 78 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

85 Gambar 3.11 Aktivitas pembelajaran melempar lembing menggunakan bola kecil, diawali awalan lari dengan 4 6 meter. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan melempar bola menggunakan bola diawali awalan lari dengan 4 6 meter hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 2. Aktivitas Perlombaan Melempar dengan Peraturan Dimodifikasi Amati peragaan cara melakukan gerakan melempar dengan peraturan dimodifikasi berikut ini. a. Siswa melempar lembing menggunakan bola kecil ke arah sasaran dari jarak 8 10 meter. b. Jumlah peserta perkelompok 4 6 orang. c. Setiap lemparan anggota kelompok tepat mengenai sasaran mendapat angka 1. d. Arah lemparan harus melalui atas tali yang dipasang melintang. e. Kemenangan regu ditentukan oleh jumlah angka yang diperoleh setiap regu. Kelas XI SMALB Tunadaksa 79

86 Gambar 3.12 Aktivitas perlombaan teknik dasar gerak melempar dengan peraturan dimodifikasi. Buatlah kesimpulan dan catatan-catatan tentang materi pembelajaran atletik (jalan, lari, lompat, dan lempar) yang telah dipelajari dalam buku catatanmu. 80 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

87 Penilaian Pelajaran 3 Penilaian Pengetahuan Tugas Individu A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban paling benar. 1. Tujuan lompat jauh yaitu.... a. melompat setinggi-tingginya b. melompat sejauh-jauhnya c. melompat sebaik-baiknya d. melompat dengan teknik yang benar 2. Gerak melayang di udara lompat jauh sebanyak.... a. satu gaya b. dua gaya c. tiga gaya d. empat gaya 3. Gerak lompat jauh terdiri dari.... a. awalan, tumpuan, mendarat b. awalan, tumpuan, melayang c. tumpuan, melayang, mendarat d. awalan, tumpuan, melayang, mendarat 4. Mendekati papan tumpuan/tolakan kecepatan lari harus.... a. dikurangi kecepatannya b. ditambah kecepatannya c. biasa-biasa saja kecepatannya d. diperlambat kecepatannya 5. Panjang awalan untuk lompat jauh ialah.... a. 30 meter b. 40 meter c. 45 meter d. 50 meter 6. Cara mendarat yang benar lompat jauh adalah.... a. kaki diacungkan ke depan b. lengan rileks c. badan dibungkukan d. pandangan ke atas 7. Agar pantat tidak terjatuh ke belakang saat mendapat, maka kedua kaki.... a. kaki diacungkan ke depan b. kaki ditarik ke belakang c. kaki ditarik ke samping kiri d. kaki ditarik ke samping kanan Kelas XI SMALB Tunadaksa 81

88 8. Agar badan tidak terjatuh ke belakang saat mendarat, maka.... a. kedua lengan ditarik ke depan b. kedua lengan ditarik ke belakang c. kedua lengan ditarik ke samping kiri d. kedua lengan ditarik ke samping kanan 9. Tujuan lempar bola adalah.... a. melempar setinggi-tingginya b. melempar sejauh-jauhnya c. melempar dengan teknik yang benar d. melempar dengan gaya yang baik 10. Gerak lempar bola terdiri dari.... a. awalan, tumpuan, keseimbangan b. awalan, melempar, keseimbangan c. awalan, melempar, mendarat d. awalan, tumpuan, mendarat B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat. 1. Sebutkan tujuan lompat jauh. 2. Sebutkan empat macam nomor lompat. 3. Sebutkan perbedaan antara lompat jauh dengan lompat tinggi. 4. Sebutkan cara melompat sejauh-jauhnya. 5. Sebutkan cara melompat setinggi-tinggi. 6. Sebutkan kaki yang mana digunakan untuk bertumpu saat melompat. 7. Sebutkan cara mendarat yang benar setelah melompat. 8. Sebutkan posisi badan saat melompat tanpa awalan. 9. Sebutkan cara melempar bola berpasangan. 10. Sebutkan macam-macam bentuk latihan melempar bola. Tugas Kelompok Setelah kamu mempelajari materi aktivitas atletik (lompat dan melempar), coba kamu kerjakan tugas kelompok di bawah ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Tugas tersebut antara lain: tugas gerak, 82 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

89 cara melakukan, kesalahan yang sering terjadi saat melakukan, dan bagaimana cara memperbaiki kesalahan tersebut. Buatlah kelompok kemudian amati gerakan yang dilakukan temanmu dan kerjakan tugas kelompok di bawah ini. Tugas kelompok ini dapat dikerjakan di rumah dan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. 1. Aktivitas pembelajaran gerakan lompat tanpa awalan. 2. Aktivitas pembelajaran gerakan melompat dengan awalan. 3. Aktivitas pembelajaran gerakan melempar tanpa awalan. 4. Aktivitas pembelajaran gerakan melempar dengan awalan. Penilaian Keterampilan Penilaian aspek keterampilan diberikan dalam dua bentuk, yaitu penilaian terhadap kesempurnaan/keterampilan sikap/cara melakukan suatu gerakan (penilaian proses) dan penilaian produk dari gerakan tersebut (diambil kecepatan waktu melakukan gerakan). 1. Lakukan gerak spesifik melompat tanpa awalan dan dengan awalan. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan jauhnya hasil lompatan (penilaian produk). 2. Lakukan gerak spesifik melempar tanpa awalan dan dengan awalan. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan jauhnya hasil lemparan (penilaian produk). Kelas XI SMALB Tunadaksa 83

90

91 Pelajaran 4 Aktivitas Latihan Kebugaran Jasmani Kata Kunci Kebugaran jasmani, derajat kebugaran jasmani, kebugaran terkait keterampilan, manfaat latihan kebugaran jasmani, kelincahan, shuttle run, zigzag, squat thrust, reaksi gerakan, kecepatan, keseimbangan, berdiri sikap bangau, sikap kapal terbang, power, koordinasi gerakan, sirkuit training. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi pada pelajaran ini, siswa diharapkan memiliki pengetahuan dan mampu mempraktikkan komponen kebugaran jasmani terkait keterampilan dengan menunjukkan nilai-nilai disiplin, keberanian, tanggung jawan, dan kerja sama selama latihan. Peta Konsep Aktivitas Kebugaran Jasmani Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani Terbangun kekuatan dan daya tahan otot Meningkatkan daya tahan aerobik. Meningkatkan fkelsibilitas. Membakar kalori yang memungkinkan tubuh terhindar dari kegemukan. Mengurangi stres. Meningkatkan rasa kebahagiaan Bentuk-bentuk Latihan Kebugaran Jasmani Latihan kelincahan Latihan kecepatan Latihan keseimbangan Latihan power Latihan koordinasi Sirkuit Training Aktivitas latihan sirkuit Langkah-langkah latihan sirkuit Bentuk-bentuk latihan sirkuit Pembangkit Motivasi Masyarakat maju yang kaya dan makmur dengan kenyamanan dan kemudahan yang didukung oleh mesin atau alat-alat otomatis, telah mengalami derita yang diakibatkan kemajuan tersebut. Kini ancaman yang dihadapi mereka adalah penyakit yang diakibatkan oleh kurang gerak. Sebagai akibatnya, yaitu penyakit degeneratif, seperti: penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes melitus, dan lainnya yang meningkat sehingga berpengaruh terhadap mutu kehidupan mereka. Keadaan ini sudah terjadi di Indonesia. Oleh karena itu sungguh beralasan untuk memperhatikan pembinaan kebugaran jasmani sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan, dan selanjutnya untuk kesejahteraan hidup. Di samping pengembangan keterampilan yang kelak terpakai dalam aneka kegiatan, pengembangan kebugaran juga perlu menjadi prioritas utama dalam program pendidikan jasmani. Dalam pelajaran ini, kita akan mempelajari bentuk-bentuk latihan peningkatan kebugaran jasmani yang berkaitan dengan keterampilan. Penyajian materi dipaparkan secara lengkap, baik melalui gambar yang disertai penjelasannya. Diharapkan para siswa dapat lebih mudah memahami gerakan atau latihan-latihan peningkatan kebugaran jasmani tersebut.

92 A. Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani Siswa membaca tentang manfaat latihan kebugaran jasmani berikut ini. Masyarakat maju yang kaya dan makmur dengan kenyamanan dan kemudahan yang didukung oleh mesin atau alat-alat otomatis, telah mengalami derita yang diakibatkan kemajuan tersebut. Kini ancaman yang dihadapi mereka adalah penyakit yang diakibatkan oleh kurang gerak. Sebagai akibatnya, yaitu penyakit degeneratif, seperti: penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes melitus, dan lainnya yang meningkat sehingga berpengaruh terhadap mutu kehidupan mereka. Di Belanda biaya perawatan kesehatan meningkat hingga 2,5%, di Kanada 6%, dan di Amerika Serikat mencapai 8 %, sebagai akibat warga masyarakat kurang melakukan aktivitas jasmani. Secara ekonomi, keadaan tersebut dianggap sebagai ancaman yang merugikan. Selain produktivitas dapat menurun, biaya perawatan kesehatan juga meningkat. Di Indonesia sendiri, keadaan tersebut juga telah berkembang dalam jangkauan yang luas. Keadaan itu terjadi terutama di Kota, dan bahkan kini sudah sampai ke desa. Persoalannya berakar pada perubahan dalam gaya hidup, termasuk pola makan yang tidak sehat, yang biasanya berurusan dengan faktor resiko. Faktor resiko adalah faktor yang dapat membangkitkan ancaman terhadap kesehatan. Hal ini misalnya merokok, makan-makanan mengandung lemak jenuh (minyak kepala, lemak hewan), dan kurang melakukan aktivitas jasmani, terutama di kalangan masyarakat yang mampu secara ekonomi dan tinggal di kota besar. Hampir 20 juta warga Indonesia menderita diabetes melitus atau penyakit kencing manis yang sukar diobati. Penyakit tersebut berkaitan dengan gejala kegemukan atau kelebihan berat badan. Penyakit jantung sudah bukan lagi menopoli orang dewasa, tetapi juga telah dialami oleh anak-anak. Penyakit ini merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. 86 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

93 Gejala kemorosotan kebugaran jasmani di kalangan anak-anak di seluruh dunia sudah merupakan gejala umum. Penyebab utama adalah karena mereka kurang aktif bergerak, yang diakibatkan oleh bertambah sedikitnya waktu untuk melaksanakan latihan jasmani. Anak-anak begitu asyik bermain permaian di komputer disertai dengan pola makan yang tidak sehat, seperti senang menyantap makanan siap hidang (Mc. Doland atau goreng ayam plus kentang) dalam susunan menu yang tidak seimbang. Keadaan ini sudah terjadi di Indonesia. Oleh karena itu sungguh beralasan untuk memperhatikan pembinaan kebugaran jasmani sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan, dan selanjutnya untuk kesejahteraan hidup. Di samping pengembangan keterampilan yang kelak terpakai dalam aneka kegiatan, pengembangan kebugaran juga perlu menjadi prioritas utama dalam program pendidikan jasmani. Kebiasaan kurang aktif dan gizi yang buruk merupakan penyebab kematian yang banyak memakan korban, setelah mengisap rokok. Sekitar 30 % anak remaja di Inggris meninggal karena tembakau/nikotin. Latihan kebugaran jasmani secara teratur dan terukur akan mendatangkan manfaat sebagai berikut: 1. Terbangun kekuatan dan daya tahan otot, seperti: kekuatan tulang dan persendian, selain mendukung penampilan baik dalam olahraga maupun kegiatan non-olahraga. 2. Meningkatkan daya tahan aerobik. 3. Meningkatkan fkelsibilitas. 4. Membakar kalori yang memungkinkan tubuh terhindar dari kegemukan. 5. Mengurangi stres. 6. Meningkatkan rasa kebahagiaan. B. Program Pengembangan Aktivitas Kebugaran Jasmani yang Terkait dengan Keterampilan Komponen-komponen kebugaran jasmani adalah faktor penentu derajat kondisi setiap individu. Seseorang dikatakan bugar jika mampu melakukan segala aktivitas kehidupan sehari-hari tanpa mengalami Kelas XI SMALB Tunadaksa 87

94 hambatan yang berarti, dan dapat melakukan tugas berikutnya dengan segera. Menurut Rusli Lutan (2011:63) kebugaran jasmani memiliki dua komponen utama, yaitu: komponen kebugaran yang berkaitan dengan kesehatan antara lain: kekuatan otot, daya tahan otot, daya tahan aerobik, dan fleksibilitas; serta komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan keterampilan antara lain: koordinasi, agilitas, kecepatan gerak, power dan keseimbangan. Pada buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan kelas X telah diuraikan tentang komponen kebugaran yang berkaitan dengan kesehatan. Pada buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan kelas XI ini akan dibahas tentang komponen kebugaran yang berkaitan dengan keterampilan. Komponen kebugaran yang berkaitan dengan keterampilan antara lain: koordinasi, agilitas, kecepatan gerak, power dan keseimbangan. Bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan tersebut diuraikan sebagai berikut. 1. Latihan Kelincahan (Agility) Kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk mengubah posisi dan arah secepat mungkin sesuai dengan situasi yang dihadapi dan dikehendaki. Kelincahan sangat penting fungsinya untuk meningkatkan prestasi maksimal dalam cabang olahraga atau meningkatkan kebugaran jasmani seseorang. Kelincahan umum ataupun kelincahan khusus dapat diperoleh dengan hasil latihan dan ada pula dari pembawaan (potensi) sejak lahir. Bentuk-bentuk latihan kelincahan, antara lain : lari bolak-balik (shuttlerun), lari belak-belok (zig-zag), dan jongkok-berdiri (Squat thrust). Bentuk-bentuk latihan peningkatan kelincahan berikut ini. a. Aktivitas Latihan Mengubah Gerak Tubuh Arah Lurus (Shuttle Run) Amati peragaan cara melakukan latihan mengubah gerak tubuh arah lurus (shuttle run) untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini. 88 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

95 1) Lari bolak-balik dilakukan secepat mungkin sebanyak 6 8 kali (jarak 4 5 meter). 2) Setiap kali sampai pada suatu titik sebagai batas, si pelaku harus secepatnya berusaha mengubah arah untuk berlari menuju titik larinya. 3) Perlu diperhatikan bahwa jarak antara kedua titik tidak terlalu jauh serta jumlah ulangan tidak terlampau banyak sehingga menyebabkan kelelahan bagi si pelaku. 4) Dalam latihan ini yang diperhatikan ialah kemampuan mengubah arah dengan cepat pada waktu bergerak. Gambar 4.1 Latihan mengubah gerak tubuh arah lurus (Shuttle). Mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan latihan mengubah gerak tubuh arah lurus (shuttle run) untuk meningkatkan kebugaran jasmani hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. Kelas XI SMALB Tunadaksa 89

96 b. Aktivitas Latihan Lari Bolak Belok (Zig-Zag) Amati peragaan cara melakukan latihan lari bolak belok (zig-zag) untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini. 1) Dalam melakukan latihan ini dimana si pelaku berlari bolak-balik dengan cepat sebanyak 2 3 kali di antara beberapa titik (misalnya 4 5 titik). 2) Jarak setiap titik sekitar dua meter. Gambar 4.2 Latihan lari berbelak-belok (zig-zag). Mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan latihan lari bolak belok (zig-zag) untuk meningkatkan kebugaran jasmani hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. c. Aktivitas Latihan Mengubah Posisi Tubuh Jongkok-Berdiri (Squat-Thrust) Amati peragaan cara melakukan latihan mengubah posisi tubuh jongkok-berdiri (squat-thrust) untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini. 90 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

97 1) Jongkok sambil menumpukan kedua lengan di lantai. 2) Pandangan ke arah depan. 3) Lemparkan kedua kaki belakang sampai lurus dengan sikap badan telungkup dalam keadaan terangkat. 4) Kemudian dengan serentak, kedua kaki ditarik ke depan, kemudian kembali ke tempat semula. 5) Latihan ini dilakukan berulang-ulang dengan gerakan yang sama. Gambar 4.3 Latihan mengubah posisi tubuh (Squat). Mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan latihan mengubah posisi tubuh jongkok-berdiri (squat-thrust) untuk meningkatkan kebugaran jasmani hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. d. Aktivitas Latihan Gerakan Bereaksi Amati peragaan cara melakukan latihan gerakan bereaksi untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini. 1) Berdiri dengan sikap ancang-ancang. Kedua lengan di samping badan dengan siku bengkok, perhatikan aba-aba peluit. Kelas XI SMALB Tunadaksa 91

98 2) Bunyi peluit pertama, lari ke depan secepat-cepatnya. 3) Bunyi peluit kedua, lari mundur secepat-cepatnya. 4) Bunyi peluit ketiga, lari ke samping kiri secepat-cepatnya. 5) Bunyi peluit keempat, lari kesamping kanan secepat-cepatnya. 6) Latihan ini dilakukan terus-menerus secara berangkai tanpa berhenti dahulu. Gambar 4.4 Latihan kelincahan gerakan bereaksi Mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan latihan gerakan bereaksi untuk meningkatkan kebugaran jasmani hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 2. Aktivitas Latihan Kecepatan (Speed) Kecepatan adalah kemampuan organisme seseorang untuk melakukan gerakan dengan waktu yang relatif singkat agar mencapai hasil yang sebaik mungkin. Kecepatan merupakan unsur gerak dasar yang berguna untuk mencapai prestasi yang maksimal. Kecepatan seseorang yang tinggi tergantung potensi sejak lahir dan merupakan hasil latihan secara teratur, cermat dengan perencanaan yang tepat. 92 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

99 a. Manfaat Pembelajaran Kecepatan Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan perpindahan tempat dari satu tempat ke tempat yang lainnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Perpindahan tempat ini, bisa berlaku untuk tubuh secara keseluruhan bisa juga hanya bagian tubuh tertentu, misalnya, lari sprint. Laju gerak atau perpindahan tempat banyak ditentukan oleh faktor-faktor lain, seperti: kelentukan, kekuatan, waktu reaksi, serta tipe tubuh. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kemampuan kecepatan harus melibatkan pula peningkatan dalam kelentukan dan kekuatan serta waktu reaksi. b. Macam-macam Bentuk Pembelajaran Kecepatan Bentuk-bentuk kecepatan ada tiga macam, antara lain sebagai berikut: 1) Kecepatan sprint (Sprinting speed) Kecepatan sprint adalah kemampuan seseorang bergerak ke depan dengan kekuatan dan kecepatan maksimal untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Cara pengembangan kecepatan sprint dapat dilakukan dengan interval running dengan volume beban latihan: 5 10 kali giliran lari, jarak: meter, intensitas Pembelajaran lari : 80% 100%. 2) Kecepatan reaksi (Reaction speed) Kecepatan reaksi adalah kemampuan seseorang untuk menjawab rangsangan secepat mungkin dalam mencapai hasil yang sebaikbaiknya. Hampir semua cabang olahraga memerlukan kecepatan reaksi di dalam pertandingan. Untuk mengembangkan kecepatan reaksi dapat dilakukan dengan metode pertandingan, untuk mencapai waktu yang secepat-cepatnya dalam mereaksi suatu rangsangan. 3) Kecepatan bergerak (Speed of movement) Kecepatan bergerak adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secepat mungkin dalam satu gerakan yang tidak terputus. Seperti gerakan melompat, melempar, salto dan lain- Kelas XI SMALB Tunadaksa 93

100 lain. Cara mengembangkan peningkatan kemampuan kecepatan bergerak dilakukan dengan metode Weight Training. Volume beban Pembelajaran: 4 6 kali giliran, intensitas : 40% 60%, recovery: 2 3 menit. Bentuk-bentuk pembelajaran untuk meningkatkan kecepatan antara lain sebagai berikut: (1) Lari cepat dengan jarak 40 dan 60 meter, (2) Lari dengan mengubah-ubah kecepatan (mulai lambat makin lama makin cepat), (3) Lari naik bukit, (4) Lari menuruni bukit, dan (5) Lari menaiki tangga gedung. Amati peragaan cara melakukan latihan kecepatan bergerak untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini. Gambar 4.5 Latihan kecepatan menempuh jarak 60. Mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan latihan kecepatan bergerak untuk meningkatkan kebugaran jasmani hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 94 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

101 3. Aktivitas Latihan Keseimbangan Keseimbangan adalah kemampuan seseorang dalam memelihara posisi tubuh yang statis (tidak bergerak) atau dalam keadaan posisi badan yang dinamis (bergerak). Latihan keseimbangan ini dapat dilakukan dengan jalan mengurangi atau memperkecil bidang tumpuan. Latihan keseimbangan adalah bentuk/sikap badan dalam keadaan seimbang baik pada sikap berdiri, duduk, maupun jongkok. Keseimbangan adalah bentuk sikap badan dalam keadaan seimbang, baik pada saat berdiri, duduk, maupun jongkok. Macam-macam bentuk latihan keseimbangan tubuh adalah sebagai berikut. a. Aktivitas Latihan Keseimbangan Berdiri Bangau Amati peragaan cara melakukan latihan keseimbangan berdiri bangau untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini. 1) Sikap permulaan berdiri tegak rileks. 2) Salah satu kaki diangkat dengan posisi tangan dipegang secara berlawanan (jika yang diangkat kaki kanan tangan kiri yang memegang) di belakang pantat. 3) Tangan kanan diluruskan ke samping. 4) Lakukan latihan ini 8 kalio hitungan dan kembali ke seikap awal. Gambar 4.6 Latihan keseimbangan berdiri bangau. Mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan latihan keseimbangan berdiri bangau untuk meningkatkan kebugaran jasmani hasil pengamatanmu dengan cara: Kelas XI SMALB Tunadaksa 95

102 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. b. Aktivitas Latihan Keseimbangan dalam Sikap Kapal Terbang Amati peragaan cara melakukan latihan keseimbangan dalam sikap kapal terbang untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini. 1) Berdiri tegak rileks dengan psosi kaki dirapatkan dan kedua tangan direntangkan lurus ke samping. 2) Kemudian bungkukkan badan sambil meluruskan salah satu kaki kiri atau kanan ke arah belakang. 3) Arah pandangan lurus ke depan dan pertahankan gerakan ini selama 8 kali hitungan. Gambar 4.7 Latihan keseimbangan sikap kapal terbang. Mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan latihan keseimbangan dalam sikap kapal terbang untuk meningkatkan kebugaran jasmani hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 96 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

103 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. c. Aktivitas Latihan Keseimbangan dalam Berbagai Sikap dan Gerak Amati peragaan cara melakukan latihan keseimbangan dalam berbagai sikap dan gerak untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini. 1) Latihan keseimbangan dari sikap berdiri, dilakukan dengan cara mengangkat salah satu kaki ke samping menggunakan tangan, tangan yang lainnya direntangkan sejajar bahu dan tahan sampai 8 hitungan. Lakukan latihan ini secara bergantian. 2) Latihan keseimbangan berikutnya sama dengan latihan satu, tetapi bagian kaki yang dipegang adalah bagian pergelangannya dan tangan yang lainnya diangkat ke atas. Lakukan latihan secara bergantian. 3) Latihan keseimbangan ketiga prinsipnya sama dengan latihan kedua. Akan tetapi, salah satu kaki diangkat menekuk di depan panggul dan kedua tangan direntangkan ke samping. Lakukan latihan ini secara bergantian. Gambar 4.8 Latihan keseimbangan dalam berbagai sikap dan gerak. Mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan latihan keseimbangan dalam berbagai sikap dan gerak untuk meningkatkan kebugaran jasmani hasil pengamatanmu dengan cara: Kelas XI SMALB Tunadaksa 97

104 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 4. Aktivitas Latihan Peningkatan Power Power adalah kombinasi dari kekuatan dan kecepatan. Power ini menunjukkan kemampuan untuk melakukan suatu kerja dengan cepat. Kekuatan adalah kemampuan untuk melaksanakan kerja dan kecepatan mengukur kecepatan pengerjaannya. Ketika kedua komponen ini digabungkan, terjadilah satu komponen fisik yang disebut power. Power adalah salah satu komponen fisik yang paling dominan dalam banyak cabang olahraga. Sebagian besar, keterampilan dalam cabang-cabang olahraga tertentu bergantung pada kualitas fisik power. Artinya, olahragawan tersebut harus menggerakkan tubuh atau bagian tubuhnya secara cepat dan kuat, sehingga diperlukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. Tenaga ledak otot adalah kemampuan otot atau sekelompok otot melakukan kerja secara eksplosif yang dipengaruhi oleh kekuatan dan kecepatan kontraksi otot. Dalam kehidupan sehari-hari, daya ledak ini diperlukan untuk memindahkan benda ke tempat lain yang dilakukan pada suatu saat dan secara tiba-tiba. Dalam bidang olahraga misalnya, melempar lembing, cakram, bola basket, dan sebagainya. Untuk bisa melatih power, prosesnya sebenarnya hampir sama dengan proses latihan kekuatan. Jika latihan tersebut memakai beban, bebannya harus lebih ringan agar bisa digerakkan dengan cepat dalam repetisi yang cukup banyak. Amati peragaan cara melakukan latihan peningkatan power untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini. 98 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

105 Gambar 4.9 Latihan peningkatan power. Mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan latihan peningkatan power untuk meningkatkan kebugaran jasmani hasil pengamatanmu dengan cara: a. merasakan gerakan yang kamu lakukan. b. bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c. tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d. siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 5. Aktivitas Latihan Peningkatan Koordinasi Koordinasi adalah satu pola gerak yang terbentuk dari gabungan beberapa fungsi komponen kesegaran jasmani. Salah satu cara untuk melatih koordinasi adalah lompat tali (skiping). Lompat tali ini bertujuan melatih kelincahan, kecepatan, daya tahan, dan kekuatan otot kaki atau tumit. Bentuk-bentuk latihan koordinasi untuk meningkatankan kebugaran jasmani antara lain berikut ini. a. Aktivitas Latihan Lompat Tali Perorangan Amati peragaan cara melakukan latihan peningkatan koordinasi menggunakan latihan lompat tali perorangan berikut ini. 1) Berdiri tegak dengan memegang seutas tali. 2) Putar tali dari belakang, atas, depan, bawah, belakang dan seterusnya. Kelas XI SMALB Tunadaksa 99

106 3) Meloncat sebelum tali menyentuh tanah. 4) Lakukan latihan ini berulang-ulang. 5) Kemudian coba tali diputar ke arah belakang. Gambar 4.10 Aktivitas latihan lompat tali perorangan. Mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan latihan peningkatan koordinasi menggunakan latihan lompat tali perorangan hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. b. Aktivitas Latihan Lompat Tali Berteman Amati peragaan cara melakukan latihan peningkatan koordinasi menggunakan latihan lompat tali berteman berikut ini. 1) Dua orang teman memegang ujung tali. 2) Siswa yang lain berbaris di samping. 3) Kemudian tali diputar perlahan-lahan. 4) Siswa satu per satu mencoba masuk ke dalam putaran tali itu. 5) Apabila dapat dilakukan dengan baik, cobalah dengan dua atau tiga teman bersama-sama. 6) Semakin lama, putaran tali dipercepat. 100 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

107 Gambar 4.11 Aktivitas latihan lompat tali berteman. Mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan latihan peningkatan koordinasi menggunakan latihan lompat tali berteman hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. c. Aktivitas Latihan Mengayunkan Simpai Amati peragaan cara melakukan latihan peningkatan koordinasi menggunakan latihan mengayunkan simpai berikut ini. 1) Berdiri dengan kaki kanan, kaki kiri berdiri dengan ujung jari di belakang, pegang simpai dengan tangan kanan, di depan badan. 2) Ayunkan simpai di samping kiri badan. 3) Bersamaan dengan kaki kiri diayunkan ke depan. 4) Kembali ke sikap semula. 5) Lakukan latihan ini dengan simpai dipegang tangan kiri, begitu seterusnya latihan secara bergantian. Ulangi latihan ini beberapa kali. Kelas XI SMALB Tunadaksa 101

108 Gambar 4.12 Aktivitas latihan mengayunkan simpai. Mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan latihan peningkatan koordinasi menggunakan latihan mengayunkan simpai hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. C. Program Pengembangan Aktivitas Kebugaran Jasmani Menggunakan Sirkuit Training Bentuk-bentuk latihan dalam sirkuit adalah kombinasi dari semua unsur fisik. Latihan-latihannya bisa berupa lari naik-turun tangga, lari ke samping, ke belakang, melempar bola, memukul bola dengan raket, lompat-lompat, berbagai bentuk latihan beban, dan sebagainya. Bentuk-bentuk latihannya biasanya disusun dalam lingkaran. Karena itu nama latihan ini disebut circuit training. Dengan sedikit kecerdikan dan kreativitas pelatih/pembina akan dapat mendesain suatu sirkuit yang paling cocok untuk cabang olahraga tertentu. Circuit training didasarkan pada asumsi bahwa seorang atlet akan dapat memperkembang kekuatannya, daya tahannya, kelincahannya, total fitnessnya dengan cara: 102 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

109 a. Melakukan sebanyak mungkin pekerjaan dalam suatu jangka waktu tertentu. b. Melakukan suatu jumlah pekerjaan atau latihan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. 1. Aktivitas Latihan Sirkuit Aktivitas latihan sirkuit berikut ini. a. Dalam suatu daerah atau area tertentu ditentukan beberapa pos atau stasion, misalnya 10 pos. b. Di setiap pos atlet diharuskan melakukan suatu bentuk latihan tertentu. c. Latihan-latihannya biasanya berbentuk latihan-latihan kondisi fisik seperti kekuatan, kecepatan, kelincahan, daya tahan, dan sebagainya. d. Latihan dapat dilakukan tanpa atau dengan menggunakan bobot/ beban. e. Bentuk-bentuk latihan pada setiap pos adalah : lari zig-zag, pullups, lempar bola medicine, squat jumps, naik turun tambang, press, squat thrust, rowing, dan lari 200 meter secepatnya. Dalam melakukan setiap bentuk latihan sirkuit pelatih dapat menentukan variasi-variasi sebagai berikut: 1) Harus dilakukan sekian repetisi. 2) Harus melakukan sebanyak mungkin repetisi dalam waktu misalnya 15 detik. 3) Demikian pula dapat ditetapkan apakah setelah setiap bentuk latihan masa ada istirahat (misalnya 15 detik). 2. Langkah-Langkah Melakukan Latihan Sirkuit Langkah-langkah melakukan latihan sirkuit berikut ini. a. Persiapkan lapangan dan alat-alat yang akan dipergunakan untuk circuit training. Setiap atlet diberi penjelasan mengenai bagaimana setiap bentuk latihan di setiap pos harus dilakukan. Demikian pula berapa ulangan atau berapa kali setiap bentuk latihan tersebut harus dilakukan. Kelas XI SMALB Tunadaksa 103

110 b. Kemudian setiap atlet disuruh mencoba melakukan setiap bentuk latihan tersebut di setiap pos, agar dengan demikian mereka lebih mengenal setiap bentuk latihan. Sehingga kesalahan atau kekhilafan dalam melaksanakannya nanti dapat dihindari atau ditekan sekecil mungkin. c. Atlet mulai melakukan circuit training tersebut dan berusaha dengan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan circuit dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Waktu yang diambil untuk menentukan berapa lama yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu circuit. d. Selesai melakukan sirkuit, waktunya dicatat dengan teliti hingga seper-sepuluhan detik, berapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk menyelesaikan satu sirkuit tersebut. Waktu ini disebut Initial trial time atau waktu yang dicatat pertama kali ia menyelesaikan tugas tersebut. e. Atas dasar initial trial time ini kemudian ditetapkan suatu target time, yaitu waktu sasaran yang harus dicapainya kelak. Target time ini biasanya ditetapkan 1/3 lebih singkat dari initial trial time-nya. Contohnya: apabila initial trial time adalah 5 menit 30 detik atau 330 detik, maka target time adalah 330 1/3 x 330 detik = 220 detik atau 3 menit 40 detik. Untuk mencapai target time ini memang berat dan dibutuhkan waktu yang lama. Mungkin pula target time ini tidak akan pernah tercapai oleh atlet. Akan tetapi dengan perbaikan waktu pada setiap kali, atlet melakukan circuit training tersebut, dapatlah kita perkirakan bahwa kondisi fisiknya, daya tahannya, kecepatannya, powernya, dan sebagainya sudah meningkat. 3. Bentuk-Bentuk Latihan Sirkuit Bentuk-bentuk latihan sirkuit berikut ini. a. Pos 1 : Lari bolak-balik (shuttle-run) b. Pos 2 : Push-up c. Pos 3 : Sit-up 104 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

111 d. Pos 4 : Back-lift e. Pos 5 : squat-thrust f. Pos 7 : Lari jarak pendek (50 meter) Gambar 4.13 Bnetuk-bentuk latihan sirkuit. Kelas XI SMALB Tunadaksa 105

112 Penilaian Pelajaran 4 Penilaian Pengetahuan Tugas Individu A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban paling benar. 1. Kondisi jasmani yang bersangkut paut dengan kemampuan berfungsinya pekerjaan secara optimal dan efisien disebut.... a. hakikat kebugaran jasmani b. konsep dasar kebugaran jasmani c. manfaat kebugaran jasmani d. prinsip-prinsip kebugaran jasmani 2. Kebutuhan kebugaran jasmani seseorang berbeda, kebutuhan tersebut tergantung pada.... a. berat ringannya berat badan b. usia seseorang c. gerak yang diperlukan seseorang d. jenis kelamin seseorang 3. Kebugaran jasmani diperlukan seseorang untuk dapat.... a. menunjukkan performan yang baik b. meningkatkan kinerja c. membentuk tubuh yang elastis d. mengerjakan pekerjaan tanpa kekelahan 4. Tujuan utama latihan ke bugaran jasmani adalah.... a. meningkatkan fleksibilitas b. meningkatkan kecepatan c. membentuk postur tubuh d. meningkatkan kebugaran jasmani 5. Seseorang tidak dapat mencapai kebugaran jasmani secara menyeluruh atau umum tanpa didasari oleh keadaan.... a. kelincahan yang baik b. kecepatan yang tinggi c. daya tahan yang optimal d. kesegaran jasmani yang baik 6. Seseorang yang memiliki kebugaran jasmani yang baik akan terhindar dari.... a. malapetaka yang menimpanya b. ketegangan otot yang berlebihan 106 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

113 c. cidera saat melakukan kerja berat d. kelelahan yang berarti 7. Kemampuan seseorang untuk mengubah posisi dan arah secepat mungkin sesuai dengan situasi yang dikehendaki dinamakan.... a. kelincahan b. daya tahan c. power d. kelentukan 8. Salah satu bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan adalah.... a. shuttle-run b. squat-thrust c. squat-jump d. lari meter 9. Yang tidak termasuk bentuk latihan kecepatan berikut ini adalah.... a. interval training b. lari akselerasi c. up hill d. down hill 10. Kemampuan seseorang untuk dapat mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak tanpa kehilangan kese imbangan dinamakan.... a. kecepatan b. kelincahan c. kelentukan d. keseimbangan B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat. 1. Jelaskan pengertian kebugaran jasmani. 2. Jelaskan manfaat melakukan latihan kebugaran jasmani. 3. Sebutkan bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani yang berkaitan dengan keterampilan. 4. Jelaskan cara melakukan kelincahan. 5. Jelaskan cara melakukan keseimbangan. Tugas Kelompok Setelah kamu mempelajari materi aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan, coba kamu kerjakan tugas kelompok di bawah ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Tugas tersebut antara Kelas XI SMALB Tunadaksa 107

114 lain: tugas gerak, cara melakukan, kesalahan yang sering terjadi saat melakukan, dan bagaimana cara memperbaiki kesalahan tersebut. Buatlah kelompok kemudian amati gerakan yang dilakukan temanmu dan kerjakan tugas kelompok di bawah ini. Tugas kelompok ini dapat dikerjakan di rumah dan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. 1. Aktivitas latihan kelincahan. 2. Aktivitas latihan koordinasi. 3. Aktivitas latihan kecepatan. 4. Aktivitas latihan power. 5. Aktivitas latihan keseimbangan. Penilaian Keterampilan 1. Lakukan bentuk-bentuk latihan untuk meningkatan kebugaran jasmani yang berkaitan dengan keterampilan yang dilakukan secara perseorangan dan berkelompok atau dalam bentuk perlombaan. 2. Lakukan bentuk-bentuk latihan untuk meningkatan kebugaran jasmani yang berkaitan dengan keterampilan yang dilakukan secara perseorangan dan berkelompok atau dalam bentuk sirkuit training. 108 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

115 Pelajaran 5 Aktivitas Pembelajaran Gerak Berirama Kata Kunci Aktivitas gerak berirama, senam irama, langkah dasar irama cha-cha, rangkaian dasar irama chacha ke belakang, cha-cha ria, senam irama pocopoco, tahapan senam irama poco-poco, gerakan poco-poco. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi pada pelajaran ini, siswa diharapkan memiliki pengetahuan dan mampu mempraktikkan keterampilan gerak berirama dalam bentuk rangkaian sederhana secara koordinatif dengan kontrol yang baik dengan menunjukkan sikap disiplin, sungguh-sungguh, tanggung jawan, dan kerja sama selama belajar. Peta Konsep Aktivitas Gerak Berirama Senam Ritmik Irama Cha-cha Sikap awal Hitungan 1-2 Gerakan cha 1-8 Rangkaian gerak irama Cha-cha ria Gerakan 1-3 Senam Ritmik Irama Poco-poco Tahap pelaksanaan poco-poco Gerakan senam poco-poco Pembangkit Motivasi Senam irama merupakan olahraga yang dapat dilakukan secara perorangan atau bersama-sama. Senam irama sangat baik untuk pembentukkan bagian tubuh dan kebugaran jasmani. Gerakan-gerakan yang benar dalam melakukan senam irama akan menghasilkan hasil yang optimal sesuai yang diinginkan. Aktivitas gerak berirama dengan irama cha-cha dan poco-poco merupakan senam yang banyak menggunakan pergerakan kaki dan tangan. Gerakan tersebut berupa kaki melangkah ke depan dan ke belakang disertai dengan ayunan tangan atau tepukan tangan. Tujuan senam ini untuk melatih koordinasi gerakan tangan dan kaki. Selain untuk kesehatan, senam ini juga dapat digunakan untuk hiburan. Oleh karena itu, senam ini juga cocok dilakukan oleh anak-anak. Jadi, bagaimanakah cara melatih gerakan-gerakan senam irama cha-cha dan poco-poco yang benar? Marilah kita berlatih senam irama cha-cha dan poco-poco bersama teman-teman dan dengan rasa gembira serta mematuhi peraturan.

116 A. Aktivitas Pembelajaran Gerak Berirama Cha-Cha Sekarang coba kamu baca tentang pengertian dan asal-usul aktivitas gerak berirama berikut ini. Senam irama atau disebut juga senam ritmik adalah gerakan senam yang dilakukan dalam irama musik, atau pembelajaran bebas yang dilakukan secara berirama. Senam ritmik dapat dilakukan dengan menggunakan alat ataupun tidak menggunakan alat. Alat yang sering digunakan adalah gada, simpai, tongkat, bola, pita, topi dan lain-lain sebagainya. Senam irama merupakan senam yang dilakukan untuk menyalurkan rasa seni atau rasa keindahan atau untuk membina dan meningkatkan seni gerak. Secara prinsip antara senam biasa dengan senam irama tidak ada perbedaan, hanya saja pada senam irama ditambahkan irama (ritme). Senam irama termasuk kedalam jenis olahraga senam umum karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) mudah diikuti 2) tidak membutuhkan biaya yang mahal 3) diiringi musik atau nyanyian 4) melibatkan banyak peserta 5) bermanfaat untuk kesehatan tubuh Amati peragaan cara melakukan bentuk-bentuk gerakan langkah dasar irama Cha-cha berikut ini. 1. Aktivitas Pembelajaran Langkah Dasar Irama Cha-Cha a. Sikap Awal Berdiri dengan sikap sempurna, badan tegap, pandangan ke depan, kedua tangan rileks di samping paha. b. Hitungan ke-1 Langkahkan kaki kiri satu langkah ke depan serta tangan kanan diayunkan ke depan. 110 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

117 c. Hitungan ke-2 Langkahkan kaki kanan satu langkah ke depan melewati kaki kiri serta tangan kiri diayunkan ke depan. d. Gerakan Cha ke-1 Langkahkan kaki kiri satu langkah ke depan melewati kaki kanan. Kaki kanan diangkat ke atas, berat badan pada kaki kiri, dan tangan menepuk. e. Gerakan Cha ke-2 Letakkan kaki kanan pada tempat semula, kaki kiri diangkat ke atas, dan berat badan dipindahkan di kaki kanan sertai tangan menepuk. f. Gerakan Cha ke-3 Letakkan kaki kiri di tempat semula, berat badan dipindahkan ke kaki kanan disertai tangan menepuk. g. Hitungan ke-4 Langkahkan kaki kanan ke depan satu langkah dan tangan kiri diayunkan ke depan. h. Hitungan ke-5 Langkahkan kaki kiri ke depan satu langkah, melewati kaki kanan, dan tangan kanan diayunkan ke depan. i. Gerakan Cha ke-6 Langkahkan kaki kanan ke depan melewati kaki kiri, berat badan dipindahkan pada kaki kiri disertai menepuk tangan. j. Gerakan Cha ke-7 Angkatlah kaki kiri dan letakkan kembali pada tempat semula disertai memindahkan berat badan pada kaki kanan dan menepuk tangan. k. Gerakan Cha ke-8 Letakkan kaki kanan pada tempat semula dengan memindahkan berat badan pada kaki kiri disertai menepuk tangan. Kelas XI SMALB Tunadaksa 111

118 Gambar 5.1 Aktivitas pembelajaran gerakan langkah dasar irama cha-cha. Lakukan gerakan tersebut berulang-ulang bersama dengan temanmu. Pembelajaran dapat dikembangkan dengan melakukan gerakan langkah dasar irama cha-cha sambil menyanyikan lagu berirama mars atau cha-cha. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan bentuk-bentuk gerakan langkah dasar irama cha-cha aktivitas gerak berirama hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 2. Aktivitas Pembelajaran Gerakan Rangkaian Senam Irama Cha-Cha ke Belakang Prinsip gerakan langkah dasar irama cha-cha ke belakang pelaksanaannya sama dengan langkah dasar irama cha-cha ke depan, perbedaannya hanyalah terletak pada arah langkah saja. 112 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

119 a. Aktivitas pembelajaran gerakan rangkaian senam ritmik menggunakan irama cha-cha ria Amati peragaan cara melakukan gerakan rangkaian aktivitas gerak berirama menggunakan irama Cha-cha ria berikut ini. 1) Aktivitas pembelajaran gerakan I (3x8 Hitungan) Amati peragaan cara melakukan gerakan langkah-langkah dalam gerakan 1 aktivitas gerak berirama berikut ini. a) Sikap Awal Berdiri tegak kedua kaki sejajar, kedua tangan di samping paha, dan siku ditekuk. b) Hitungan ke-1 Langkahkan kaki kiri ke depan. Berat badan pada kaki kiri, sedangkan kaki kanan terlepas dari lantai dan tangan kanan diayunkan ke depan. c) Hitungan ke-2 Letakkan kaki kanan pada tempat semula. Berat badan pada kaki kanan dan kaki kiri terangkat dari lantai. d) Gerakan Cha ke -1 Langkahkan kaki kiri ke belakang melewati kaki kanan dan berat badan berada pada kaki kiri disertai tepuk tangan e) Gerakan Cha ke -2 Angkat kaki kanan dan berat badan pada kaki kanan disertai tepuk tangan. f) Gerakan Cha ke -3 Angkat kaki kiri, berat badan pada kaki kiri disertai tepuk tangan. g) Hitungan ke-5 Langkahkan kaki kanan ke belakang melewati kaki kiri. Berat badan pada kaki kanan, kaki kiri terangkat dari lantai, dan tangan kanan diayunkan ke depan. h) Hitungan ke-6 Letakkan kaki kiri pada tempat semula. Berat badan pada kaki kiri. Kelas XI SMALB Tunadaksa 113

120 i) Gerakan Cha ke -1 Langkahkan kaki kanan ke depan melewati kaki kiri. Berat badan pada kaki kanan disertai tepuk tangan. j) Gerakan Cha ke -2 Angkat kaki kiri, kemudian letakkan kembali pada tempatnya. Berat badan pada kaki kiri disertai tepuk tangan. k) Gerakan Cha ke -3 Angkat kaki kanan dan letakkan kembali. Berat badan pada kaki kanan disertai tepuk tangan. Gambar 5.2 Aktivitas pembelajaran gerakan 1 rangkaian gerakan senam irama Cha-Cha. 114 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

121 Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan bentuk-bentuk gerakan langkah-langkah dalam gerakan 1 aktivitas gerak berirama hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 2) Aktivitas pembelajaran gerakan II (3x8 Hitungan) Amati peragaan cara melakukan gerakan langkah-langkah dalam gerakan 2 aktivitas gerak berirama berikut ini. a) Hitungan ke-1 Langkahkan kaki kiri ke depan dan tangan kanan diayunkan ke depan. b) Hitungan ke-2 Letakkan kaki kanan ke depan melewati kaki kiri dan tangan kiri diayunkan ke depan. c) Gerakan Cha ke-1 Langkahkan kaki kiri ke depan melewati kaki kanan, kaki kanan terangkat, dan berat badan pada kaki kiri disertai tepuk tangan. d) Gerakan Cha ke-2 Letakkan kaki kanan pada tempat semula, berat badan pada kaki kanan disertai tepuk tangan. e) Gerakan Cha ke-3 Letakkan kaki kiri pada tempat semula, berat badan kaki kiri disertai tepuk tangan. f) Hitungan ke-5 Langkahkan kaki kanan ke depan dan tangan kiri diayunkan ke depan. Kelas XI SMALB Tunadaksa 115

122 g) Hitungan ke-6 Langkahkan kaki kiri ke depan melewati kaki kanan dan tangan diayunkan ke depan. h) Gerakan Cha ke-1 Langkahkan kaki kanan ke depan melewati kaki kiri. Berat badan pada kaki kanan, kaki kiri terangkat dari lantai disertai tepuk tangan. i) Gerakan Cha ke-2 Letakkan kaki kiri pada tempatnya, berat badan pada kaki kiri, kaki kanan terangkat disertai tepuk tangan. j) Gerakan Cha ke-3 Letakkan kaki kanan pada lantai, berat badan pada kaki kanan disertai tepuk tangan. Gambar 5.3 Aktivitas Pembelajaran gerakan 2 rangkaian gerakan senam irama Cha-Cha. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan bentuk-bentuk gerakan langkah-langkah dalam gerakan 2 aktivitas gerak berirama hasil pengamatanmu dengan cara: 116 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

123 a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 3) Aktivitas pembelajaran gerakan III (3x8 Hitungan) Amati peragaan cara melakukan gerakan langkah-langkah dalam gerakan 3 aktivitas gerak berirama berikut ini. a) Hitungan ke-1 Langkahkan kaki kiri ke belakang dan tangan kiri diayunkan ke depan. b) Hitungan ke-2 Langkahkan kaki kanan ke belakang melewati kaki kiri dan tangan kanan diayunkan ke depan. c) Gerakan Cha ke-1 Langkahkan kaki kiri ke belakang melewati kaki kanan, berat badan pada kaki kiri, kaki kanan terangkat disertai tepuk tangan. d) Gerakan Cha ke-2 Letakkan kaki kanan pada tempat semula, berat badan pada kaki kanan disertai tepuk tangan. e) Gerakan Cha ke-3 Letakkan kaki kiri pada tempat semula, berat badan kaki kiri disertai tepuk tangan. f) Hitungan ke-5 Langkahkan kaki kanan ke belakang dan tangan tangan diayunkan ke depan. g) Hitungan ke-6 Langkahkan kaki kiri ke belakang melewati kaki kanan dan tangan kiri diayunkan ke depan. Kelas XI SMALB Tunadaksa 117

124 h) Gerakan Cha ke-1 Langkahkan kaki kanan ke depan melewati kaki kiri. Berat badan pada kaki kanan, kaki kiri terangkat dari lantai disertai tepuk tangan. i) Gerakan Cha ke-2 Letakkan kaki kiri pada tempatnya, berat badan pada kaki kiri, kaki kanan terangkat disertai tepuk tangan. j) Gerakan Cha ke-3 Letakkan kaki kanan pada lantai, berat badan pada kaki kanan disertai tepuk tangan. Gambar 5.4 Aktivitas Pembelajaran gerakan 3 rangkaian gerakan senam irama Cha-Cha. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan bentuk-bentuk gerakan langkah-langkah dalam gerakan 3 aktivitas gerak berirama hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 118 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

125 c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. B. Aktivitas Pembelajaran Gerak Berirama Poco-Poco 1. Aktivitas Pembelajaran Senam Poco-poco a. Aktivitas Pembelajaran Gerakan Tahap Pelaksanaan Senam Poco-Poco Amati peragaan cara melakukan gerakan tahap-tahap dalam melakukan senam poco-poco aktivitas gerak berirama berikut ini. 1) Lakukan gerakan pemanasan 5 10 menit. 2) Lakukan gerakan senam poco-poco yang diulang selama ± menit. Dengan demikian, badan beraktivitas mengeluarkan energi sehingga memberikan kesegaran jasmani. Hal itu sangat berguna bagi kesehatan dan diharapkan akan mengubah suasana hati menjadi gembira. Dengan demikian, kita tidak perlu mencari tempat lain. 3) Setelah berpoco-poco, lakukan gerakan penutup, yaitu pendinginan selama ± 5 menit, antara lain sebagai berikut : a) Gerakan lambat, santai, dan relaks seperti mengibas-ngibaskan jari-jari kedua tangan. b) Merelaks kaki yang dilakukan dengan menendang-nendang kearah depan. c) Melakukan pernafasan dengan mengambil nafas dari hidung, kemudian menghembuskan melewati mulut (minimal 8x2). b. Aktivitas Pembelajaran Gerakan Senam Poco-Poco 1) Aktivitas pembelajaran hitungan ke-1 8, 1 6 Amati peragaan cara melakukan gerakan senam poco-poco hitungan ke-1 8, 1 6 aktivitas gerak berirama berikut ini. a) Hitungan ke-1 8 Melangkah dua kali ke kanan dan saat hitungan ke-4 tepuk tangan 1 kali. Selanjutnya, melangkah dua kali ke kiri dan pada saat hitungan ke-8 tepuk tangan 1 kali. Kelas XI SMALB Tunadaksa 119

126 b) Hitungan ke- 1 6 Pada hitungan ke- 1 4 melangkah dua kali serong ke kanan belakang dan pada saat hitungan ke-4 tepuk tangan. Selanjutnya, pada hitungan ke-5 melangkah ke arah kiri serta pada hitungan ke-6 memutar badan menghadap ke arah kiri. Gambar 5.5 Aktivitas pembelajaran gerakan senam poco-poco. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan bentuk-bentuk gerakan senam poco-poco hitungan ke 1 8, 1 6 aktivitas gerak berirama hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 2) Aktivitas pembelajaran hitungan ke-1 8, 1 2 Amati peragaan cara melakukan gerakan senam poco-poco hitungan ke 1 8, 1 2 aktivitas gerak berirama berikut ini. a) Hitungan ke- 1 8 Mengulang gerakan ke-1 8 pertama. b) Hitungan ke-1 8 Pada hitungana ke-1 4 kaki kanan melangkah serong ke belakang kanan. Pada hitungan ke-4 tepuk tangan. Pada hitungan ke Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

127 kaki kiri melangkah ke depan. Pada hitungan ke-6 kaki kanan menutup ke kaki kiri diiringi ayunan kedua tangan k atas. Pada hitungan ke-7 kaki kanan melangkah mundur dan pada hitungan ke-8 kaki kiri menutup ke kaki kanan (diiringi ayunan kedua tangan ke depan belakang) c) Hitungan ke-1 2 Pada hitungan ke-1 melangkah ke arah kiri. Pada hitungan ke-2 kaki kanan memutar badan menghadap ke arah kiri. Gambar 5.6 Aktivitas pembelajaran gerakan senam poco-poco. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan bentuk-bentuk gerakan senam poco-poco hitungan ke-1 8, 1 2 aktivitas gerak berirama hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 3) Aktivitas pembelajaran hitungan ke-1 8, 1 8 Amati peragaan cara melakukan gerakan senam poco-poco hitungan ke 1 8, 1 8 aktivitas gerak berirama berikut ini. Kelas XI SMALB Tunadaksa 121

128 a) Hitungan ke-1 8 Mengulangi gerakan ke-1 8 pertama. b) Hitungan ke-1 8 Mengulang gerakan ke-1 4 kedua. Pada bagian ke-5 pinggul digoyang ke depan, pada hitungan ke-6 posisi kaki tetap hanya goyang pinggul ke belakang. Pada hitungan ke-7 goyang pinggul ke depan lagi. Pada hitungan ke-8 badan diputar ke arah kiri. Gambar 5.7 Aktivitas pembelajaran gerakan senam poco-poco. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan bentuk-bentuk gerakan senam poco-poco hitungan ke-1 8, 1 8 aktivitas gerak berirama hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 4) Aktivitas pembelajaran hitungan ke-1 8, 1 8 Amati peragaan cara melakukan gerakan senam poco-poco hitungan ke 1-8, 1-8 aktivitas gerak berirama berikut ini. a) Hitungan ke-1 8 Mengulangi gerakan ke-1 8 pertama. 122 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

129 b) Hitungan ke-1 8 Melangkah zig-zag melangkah mundur ke kanan pada hitungan ke-1 2, ke kiri pada hitungan ke-3 4, dan pada hitungan ke-5 kaki kanan melangkah ke kanan. Pada hitungan ke-6 memutar badan 180 menghadap ke belakang, pada hitungan ke-7 kaki kiri jatuh di lantai dan pada hitungan ke-8 kaki kanan ditutup ke kaki kiri. Gambar 5.8 Aktivitas pembelajaran gerakan senam poco-poco. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan bentuk-bentuk gerakan senam poco-poco hitungan ke-1 8, 1 8 aktivitas gerak berirama hasil pengamatanmu dengan cara: a) merasakan gerakan yang kamu lakukan. b) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 5) Aktivitas pembelajaran hitungan ke-1 8, 1 8, 1 8, 1 4 Amati peragaan cara melakukan gerakan senam poco-poco hitungan ke 1 8, 1 8, 1 4 aktivitas gerak berirama berikut ini. a) Hitungan ke-1 8 Gerakan sama dengan gerakan pada hitungan ke-2. b) Hitungan ke-1 8 Gerakan sama dengan gerakan pada hitungan ke-2. Kelas XI SMALB Tunadaksa 123

130 c) Hitungan ke-1 8 Gerakan sama dengan gerakan pada hitungan ke-1 8. d) Hitungan ke-1 4 Hitungan ke-1 3 sama dengan gerakan ketiga goyang tiga kali dan pada hitungan ke-4 badan memutar kea rah kiri. 6) Aktivitas pembelajaran hitungan ke-1 8, 1 8, 1 8, 1 8 a) Hitungan ke-1 8 Mengulangi gerakan 1 8 pertama. b) Hitungan ke-1 8 Hitungan ke-1 4 kaki kanan mundur dahulu, saat hitungan ke-4 kaki kiri diangkat dan ditekuk sambil bertepuk tangan satu kali. Pada hitungan ke-5 kaki kiri yang dijatuhkan ke lantai, hitungan ke-6 kaki kanan menutup kaki kiri. Pada hitungan ke-7 kaki kanan membuka ke samping kanan dan hitungan ke-8 kaki kanan ditarik kembali. c) Hitungan ke-1 8 Pada hitungan 1 4 kaki kanan melangkah mundur. Pada saat hitungan ke-4 kaki kiri diangkat sambil tepuk tangan satu kali. Pada hitungan ke-5 kaki kiri dijatuhkan ke lantai. Pada hitungan ke-6 kaki kanan menendang ke depan. Pada hitungan ke- 7 8 kaki kanan digerakkan cepat. d) Hitungan ke-1 8 Pada hitungan 1 2 serong kanan, hitungan ke 3 4 serong kiri, dan pada hitungan 5 6 serong kanan lagi. Pada hitungan ke-7 kaki kiri serong kiri dan pada hitungan ke-8 memutar badan hadap kanan. Buatlah kesimpulan dan catatan-catatan tentang materi pembelajaran aktivitas gerak berirama yang telah dipelajari dalam buku catatanmu. 124 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

131 Penilaian Pelajaran 5 Penilaian Pengetahuan Tugas Individu A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban paling benar. 1. Pembelajaran aktivitas gerak berirama se baiknya dilakukan.... a. perorangan b. berkelompok c. di rungan/gedung d. di lapangan luas 2. Pembelajaran aktivitas gerak berirama akan bermanfaat bila dilakukan dengan.... a. berkelompok b. perorangan c. kegembiraan d. penuh perhatian 3. Tekanan yang harus diberikan pada aktivitas gerak berirama adalah.... a. irama dan kelentukan b. kelentukan dan kontinuitas c. kontinuitas dan irama d. irama, kelentukan, kontinuitas 4. Prinsip gerakan langkah dasar irama caha-cha ke depan dan ke belakang terletak pada.... a. arah langkah b. pola langkah c. gerak langkah d. posisi langkah 5. Tujuan senam cha-cha untuk melatih koordinasi gerakan.... a. badan dan tangan b. tangan dan kaki c. badan dan kaki d. badan, tangan, kaki 6. Lamanya waktu melakukan pemanasan senam poco-poco adalah.... a menit b menit c menit d menit 7. Lamanya melakukan gerakan senam poco-poco adalah.... a menit b menit c menit d menit Kelas XI SMALB Tunadaksa 125

132 8. Lamanya waktu melakukan pendinginan senam poco-poco adalah.... a. 5 menit b. 10 menit c. 15 menit d. 20 menit 9. Senam poco-poco sebaiknya dilakukan dalam keadaan.... a. menengangkan b. kelelahan c. mengembirakan d. rileks 10. Senam poco-poco sebaiknya dilakukan.... a. halaman sekolah b. ruang kelas c. tempat yang nyaman d. gedung olahraga B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat. 1. Sebutkan lamanya waktu melakukan pendinginan senam irama cha-cha. 2. Sebutkan tahapan-tahapan senam irama cha-cha. 3. Sebutkan hal-hal yang dilarang setelah melakukan senam irama cha-cha. 4. Sebutkan tahapan-tahapan senam irama poco-po. 5. Sebutkan hal-hal yang dilarang setelah melakukan senam irama poco-poco. Tugas Kelompok Setelah kamu mempelajari materi aktivitas gerak berirama, coba kamu kerjakan tugas kelompok di bawah ini dengan penuh rasa tanggungjawab. Tugas tersebut antara lain: tugas gerak, cara melakukan, kesalahan yang sering terjadi saat melakukan, dan bagaimana cara memperbaiki kesalahan tersebut. Buatlah kelompok kemudian amati gerakan yang dilakukan temanmu dan kerjakan tugas kelompok di bawah ini. Tugas kelompok ini dapat dikerjakan di rumah dan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. 126 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

133 1. Aktivitas pembelajaran gerakan langkah kaki dan ayunan lengan senam ritmik menggunakan irama Cha-cha. 2. Aktivitas pembelajaran rangkaian gerakan langkah kaki dan ayunan lengan senam ritmik menggunakan irama Poco-poco. Penilaian Keterampilan Penilaian aspek keterampilan diberikan dalam dua bentuk, yaitu penilaian terhadap kesempurnaan/keterampilan sikap/cara melakukan suatu gerakan (penilaian sikap) dan penilaian produk dari gerakan tersebut (diambil ketepatan waktu melakukan gerakan). 1. Lakukan gerakan koordinasi gerakan langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama dengan menggunakan irama Chacha. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian proses). 2. Lakukan gerakan koordinasi gerakan langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama dengan menggunakan irama Pocopoco. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian proses). Kelas XI SMALB Tunadaksa 127

134

135 Pelajaran 6 Aktivitas Pembelajaran di Air Kata Kunci Renang gaya bebas, posisi tubuh, gerakan kaki, gerakan lengan, gerakan mengambil napas, koordinasi gerakan, bentuk-bentuk pembelajaran renang gaya bebas, keselamatan di kolam renang. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi pada pelajaran ini, siswa diharapkan memiliki pengetahuan dan mampu mempraktikkan gerak spesifik satu gaya renang dengan koordinasi yang baik dengan menunjukkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, keberanian, dan kerja sama selama berenang. Peta Konsep Aktivitas Renang Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Renang Gaya Bebas Aktivitas pembelajaran gerak spesifik gerakan tungkai Aktivitas pembelajaran gerak spesifik gerakan lengan Aktivitas pembelajaran gerak spesifik gerakan mengambil napas Aktivitas pembelajaran gerak spesifik gerakan meluncur Aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik renang gaya bebas Aktivitas Pembelajaran Keselamatan di Air Hal-hal yang harus dilakukan sebelum berenang Hal-hal yang harus dilakukan setelah berenang Hal-hal yang perlu perhatian khusus dalam dalam aktivitas renang Pembangkit Motivasi Gaya bebas adalah gaya yang dilakukan perenang selain dari gaya dada, gaya kupu-kupu, gaya punggung. Gaya bebas menyerupai cara berenang seekor binatang. Oleh sebab itu disebut Crawl yang artinya merangkak. Gerakan asli dari gaya ini adalah menirukan gerakan dari anjing yang berenang atau dikenal dengan renang gaya anjing (dog-style). Gaya bebas ini disebut juga gaya rimau, yang berasal dari kata harimau. Renang gaya bebas merupakan salah satu gaya renang yang diperlombakan. Renang gaya bebas memerlukan kekuatan otot, kecepatan, daya tahan, dan koordinasi gerakan yang baik. Keempat hal ini akan membuat renang yang dilakukan menjadi cepat. Kelangsungan renang gaya bebas terdiri dari : (1) Posisi tubuh (body position), (2) gerakan kaki (kicking), (3) gerakan pernapasan (breathing), (4) koordinasi gerakan, (5) rotasi tangan (hand rotation). Dalam pelajaran ini, kita akan mempelajari gerakan renang gaya bebas. Penyajian materi dipaparkan secara lengkap, baik gambar maupun penjelasannya. Diharapkan para siswa dapat lebih mudah memahami gerakan renang gaya bebas dengan benar.

136 A. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Renang Gaya Bebas Sekarang coba kamu baca tentang pengertian renang gaya bebas berikut ini. Gaya bebas adalah gaya yang dilakukan perenang selain dari gaya dada, gaya kupu-kupu, gaya punggung. Gaya bebas menyerupai cara berenang seekor binatang. Oleh sebab itu disebut Crawl yang artinya merangkak. Gerakan asli dari gaya ini adalah menirukan gerakan dari anjing yang berenang atau dikenal dengan renang gaya anjing (dog-style). Gaya bebas ini disebut juga gaya rimau, yang berasal dari kata harimau. Gaya-gaya renang yang kita kenal sekarang ini ada 4 macam gaya, yaitu: (1) Gaya bebas, (2) gaya dada, (3) gaya kupu-kupu, dan (4) gaya punggung. Kelangsungan gerakan renang gaya bebas antara lain sebagai berikut: (1) posisi badan, (2) gerakan kaki, (3) gerakan lengan, (4) pengambilan napas, dan (5) koordinasi gerakan. Gerakan spesifik ini mengarah pada keterampilan renang gaya bebas. Gerakan spesifik yang harus dikuasi dalam renang gaya bebas adalah. 1. Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Kaki Renang Gaya Bebas Amati peragaan cara melakukan gerak spesifik gerakan kaki renang gaya bebas berikut ini. a. Pembelajaran gerakan kaki sebaiknya dilakukan di pinggir kolam. b. Kedua tangan berpegangan pada parit. c. Kedua kaki lurus ke belakang dan digerakan turun-naik bergantian. d. Sumber gerakan dari pangkal paha. e. gerakan kaki dapat pula dilakukan dengan cara duduk di pinggir kolam. Gambar 6.1 Aktivitas pembelajaran gerakan kaki renang gaya bebas. 130 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

137 Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerak spesifik gerakan kaki renang gaya bebas hasil pengamatanmu dengan cara: a. merasakan gerakan yang kamu lakukan. b. bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c. tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d. siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 2. Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Lengan Renang Gaya Bebas Amati peragaan cara melakukan gerak spesifik gerakan lengan renang gaya bebas berikut ini. a. Gerakan tangan sebaiknya dilakukan sambil berdiri di darat maupun di kolam dangkal. b. Sikap kedua kaki dibuka selebar bahu. c. Badan dibungkukkan ke depan bersamaan dengan kedua tangan diluruskan ke depan. d. Selanjutnya gerakan salah satu tangan dengan cara menarik ke arah pusar. e. Perut dan sikut dibengkokkan. f. Kemudian tangan ke belakang didorong hingga lurus dan ibu jari menyentuh paha. g. Tangan diangkat ke atas hingga sikut membentuk sudut 90 derajat. h. Tangan dijatuhkan kembali ke depan sejajar dengan tangan yang didepannya. Gambar 6.2 Aktivitas pembelajaran gerakan tangan renang gaya bebas. Kelas XI SMALB Tunadaksa 131

138 Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerak spesifik gerakan lengan renang gaya bebas hasil pengamatanmu dengan cara: a. merasakan gerakan yang kamu lakukan. b. bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c. tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d. siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 3. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Gerakan Pengambilan Napas Amati peragaan cara melakukan gerak spesifik gerakan mengambil napas renang gaya bebas berikut ini. a. Pengambilan napas sebaiknya dilakukan menghadap pinggir kolam. b. Kedua tangan berpegangan pada parit. c. Kedua lutut direndahkan hingga kepala masuk ke dalam air. d. Putar leher ke kiri dan ke kanan secara bergantian. e. Pada saat leger diputar dan mulut berada di atas permukaan air, hiruplah udara sebanyaknya melalui mulut dan putar kembali. f. Pada saat mulut berada di dalam air, tiupkan udara dari mulut dan hidung. Gambar 6.3 Aktivitas pembelajaran gerakan mengambil napas renang gaya bebas. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerak spesifik gerakan mengambil napas renang gaya bebas hasil pengamatanmu dengan cara: 132 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

139 a. merasakan gerakan yang kamu lakukan. b. bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c. tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d. siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. 4. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Gerakan Meluncur Perorangan Amati peragaan cara melakukan gerak spesifik gerakan meluncur secara perorangan renang gaya bebas berikut ini. a. Berdiri tegak, bersandar di pinggiran kolam renang. b. Kaki kanan menekuk dan tempelkan telapak kaki kanan pada dinding kolam. c. Kemudian membungkuk ke depan badan dan lengan lurus ke depan sejajar dengan air. d. Tolakkan kaki kanan pada dinding kolam. e. Lalu meluncur ke depan lurus di permukaan air sejauh 5 meter. Gambar 6.4 Aktivitas pembelajaran gerakan meluncur renang gaya bebas. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerak spesifik gerakan meluncur renang gaya bebas hasil pengamatanmu dengan cara: a. merasakan gerakan yang kamu lakukan. b. bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. c. tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. d. siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. Kelas XI SMALB Tunadaksa 133

140 5. Aktivitas Pembelajaran Variasi Gerak Spesifik Renang Gaya Bebas Amati peragaan cara melakukan gerak spesifik renang gaya bebas berikut ini. a. Aktivitas Pembelajaran Gerakan Tungkai Amati peragaan cara melakukan gerakan kaki renang gaya bebas berikut ini. 1) Gerakan kaki turun naik ke atas dan ke bawah secara bergantian 2) Pada waktu menggerakkan kaki, pergelangan kaki diregangkan dan lutut lurus 3) Gerakan kaki dimulai dari pangkal paha 4) Apabila kaki kanan naik, kaki kiri turun 5) Gerakan dilakukan berulang-ulang sampai renang berakhir Gambar 6.5 Aktivitas pembelajaran gerakan kaki renang gaya bebas Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan tungkai renang gaya bebas hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. b. Aktivitas Pembelajaran Gerakan Lengan Amati peragaan cara melakukan gerakan lengan renang gaya bebas berikut ini. 134 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

141 1) Berdiri di alam kolam, kemudian bungkukkan badan ke depan hingga bagian badan berada di permukaan air. 2) Kedua tungkai lurus dan dibuka kurang lebih selebar bahu. 3) Kedua lengan sejajar, bahu lurus di samping telinga dan jari-jari tangan rapat. 4) Gerakan lengan rapat seperti mendayung, tarik satu lengan ke belakang. 5) Pada waktu lengan di bawah bahu tarik siku ke atas. 6) Kemudian lengan diluruskan kembali ke depan. Gambar 6.6 Aktivitas pembelajaran gerakan lengan renang gaya bebas. Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan lengan renang gaya bebas hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. Kelas XI SMALB Tunadaksa 135

142 c. Aktivitas Pembelajaran Gerakan Pengambilan Napas Amati peragaan cara melakukan gerakan mengambil napas renang gaya bebas berikut ini. 1) Menoleh ke samping, sebagian mulut atau seluruh mulut keluar dari permukaan air untuk mengambil napas sebanyak-banyaknya. 2) Mengeluarkan napas dilakukan pada saat masuk ke dalam air dengan pengaturan napas, lalu dikeluarkan sedikit demi sedikit. Gambar 6.7 Aktivitas pembelajaran gerakan mengambil napas renang gaya bebas Diskusikan hasil pengamatan, baik dengan sesama teman maupun guru. Kemudian lakukan gerakan mengambil napas renang gaya bebas hasil pengamatanmu dengan cara: 1) merasakan gerakan yang kamu lakukan. 2) bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan. 3) tanyakan atau diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan. 4) siswa dapat melakukan aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kekurangan yang dimiliki. B. Aktivitas Pembelajaran Dasar-dasar Keselamatan di Air Sekarang coba kamu baca tentang dasar-dasar keselamatan di air berikut ini. 1. Hal-hal yang harus dilakukan sebelum berenang a. Melakukan pemanasan untuk mencegah terjadinya kejang otot di waktu berenang. Otot-otot yang harus diregangkan antara lain berikut ini. 136 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

143 1) Peregangan otot-otot lengan 2) Peregangan otot-otot leher 3) Peregangan otot pinggang 4) Peregangan otot punggung dan perut 5) Peregangan otot-otot kaki a) setelah itu mandilah pada air pancuran yang disediakan sebelum masuk ke kolam renang. b) latihlah irama kaki terlebih dahulu, sebelum bentuk-bentuk latihan lainnya. c) berjalan-jalan di dasar kolam dengan kedalaman yang cocok merupakan kesenangan yang menarik. 2. Hal-hal yang harus dilakukan setelah berenang Setelah latihan renang dilakukan, agar biasakan hal-hal sebagai berikut. a. Basuhlah mata agar jauh dari kotoran. b. Jika telinga kemasukan air, sambil meloncat-loncat agar diusahakan air bisa keluar. c. Keringkan pakaian renang di tempat yang teduh (tidak panas). d. Istirahat yang cukup. e. Makan yang cukup. 3. Hal-hal yang perlu perhatian khusus Untuk menghindarkan kecelakaan di kolam renang, sebaiknya tidak melakukan hal-hal sebagai berikut. a. Dilarang mendorong teman-teman dari pinggir kolam. b. Tidak berenang di tempat dalam sebelum menguasai renangan. c. Dilarang meloncat dari pinggir kolam di tempat-tempat ramai orang berkumpul. d. Dilarang meloncat di daerah kolam yang dangkal dengan posisi menukik. e. Dilarang membasuh muka di pinggir kolam, hingga memungkinkan tergelincir ke dalamnya. Kelas XI SMALB Tunadaksa 137

144 Gambar 6.8 Aktivitas pembelajaran menolong korban tenggelam di kolam renang. 138 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

145 Penilaian Pelajaran 6 Penilaian Pengetahuan Tugas Individu A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban paling benar. 1. Yang tidak termasuk gaya renang adalah.... a. gaya bebas b. gaya anjing c. gaya punggung d. gaya kupu-kupu 2. Yang tidak termasuk manfaat renang berikut ini adalah.... a. mempengaruhi peredaran darah b. mempengaruhi pernapasan c. mempengaruhi otot d. mempengaruhi kelincahan 3. Otot-otot yang perlu diregangkan sebelum melakukan renang adalah.... a. otot lengan, leher dan pinggang b. otot tangan, kepala dan pung gung c. otot kepala, punggung dan kaki d. otot lengan, leher, pinggang, punggung dan kaki. 4. Yang tidak termasuk hal-hal yang harus dilakukan setelah berenang adalah.... a. membasuh mata dari kotoran b. memanaskan badan c. istirahat yang cukup d. makan yang cukup 5. Perenang yang tubuhnya lebih ringan akan lebih cepat berenang daripada tubuh yang lebih berat. Hal ini dipengaruhi oleh.... a. geseran kulit b. pusaran arus c. hambatan tubuh d. konstitusi tubuh 6. Latihan pertama kali yang harus dilakukan oleh perenang pemula untuk belajar berenang adalah.... a. belajar meluncur b. belajar mengapung c. belajar pengenalan air d. belajar gerakan lengan Kelas XI SMALB Tunadaksa 139

146 7. Yang tidak termasuk teknik gerakan renang gaya bebas adalah.... a. gerakan mengapung b. gerakan kaki c. gerakan lengan d. pengambilan nafas 8. Renang gaya bebas sering disebut juga.... a. gaya Crawl b. gaya back-stroke c. gaya dolpin d. gaya katak 9. Gaya bebas disebut juga gaya rimau, yang berasal dari kata... a. anjing b. harimau c. katak d. lumba-lumba 10. Yang tidak termasuk teknik renang gaya bebas di bawah ini adalah.... a. gerakan kaki b. gerakan lengan c. gerakan mengambil napas d. gerakan mengurangi hambatan arus air B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat. 1. Sebutkan gerakan renang gaya bebas. 2. Jelaskan cara melakukan gerakan posisi badan renang gaya bebas. 3. Jelaskan cara melakukan gerakan kaki renang gaya bebas. 4. Jelaskan cara melakukan gerakan lengan renang gaya bebas. 5. Jelaskan cara melakukan gerakan mengambil napas renang gaya bebas. Tugas Kelompok Setelah kamu mempelajari materi aktivitas air, coba kamu kerjakan tugas kelompok di bawah ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Tugas tersebut antara lain: tugas gerak, cara melakukan, kesalahan yang sering terjadi saat melakukan, dan bagaimana cara memperbaiki kesalahan tersebut. Buatlah kelompok kemudian amati gerakan yang dilakukan temanmu dan kerjakan tugas kelompok di bawah ini. Tugas 140 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

147 kelompok ini dapat dikerjakan di rumah dan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. 1. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik gerakan meluncur renang gaya bebas. 2. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik gerakan tungkai renang gaya bebas. 3. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik gerakan lengan renang gaya bebas. 4. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik gerakan mengambil napas renang gaya bebas. 5. Aktivitas pembelajaran koordinasi gerak spesifik gerakan renang gaya bebas. Penilaian Keterampilan Penilaian aspek psikomotor diberikan dalam dua bentuk, yaitu penilaian terhadap kesempurnaan/keterampilan sikap/cara melakukan suatu gerakan (penilaian proses) dan penilaian produk dari gerakan tersebut (diambil kecepatan waktu melakukan gerakan). 1. Lakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik gerakan tungkai renang gaya bebas. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk). 2. Lakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik gerakan lengan renang gaya bebas. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk). 3. Lakukan aktivitas pembelajaran gerakan renang gaya bebas menempuh jarak 25 meter. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk). Kelas XI SMALB Tunadaksa 141

148

149 Pelajaran 7 Pencegahan Bahaya Pergaulan Bebas Kata Kunci Pergaulan bebas, pencegahan bahaya, penyebab seks bebas, penyebab seks bebas, teman sebaya, gender, remaja, dampak pergaulan bebas, kenangan buruk, aborsi, pencegahan pergaulan bebas, pergaulan yang baik. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi pada pelajaran ini, siswa diharapkan memiliki pengetahuan dan mampu menerapkan pencegahan bahaya pergaulan bebas bagi diri sendiri maupun orang lain dengan menunjukkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan kerja sama selama melakukan aktivitas. Peta Konsep Pencegahan Bahaya Pergaulan Bebas Hakekat Pergaulan Bebas Pengertian pergaulan bebas. Faktor-faktor penyebab pergaulan bebas Pengaruh negatif penyimpangan seks terhadap pelakunya Penyebab seks bebas Dampak Pergaulan Bebas Resiko pergaulan bebas Bahaya pergaulan bebas Pelanggaran terhadap pergaulan bebas Solusi mencegah seks bebas Cara menghindari seks bebas Cara pergaulan yang baik Pembangkit Motivasi Seksual berarti yang ada hubungannnya dengan seks atau yang muncul dari seks, misalnya pelecehan seksual yaitu menunjuk kepada jenis kelamin yang dilecehkan. Perilaku seksual adalah segala bentuk perilaku yang muncul berkaitan dengan dorongan seksual. Hubungan seks mempunyai arti hubungan kelamin sebagai salah satu bentuk kegiatan penyaluran dorongan seksual Bahaya seks pra-nikah dan free sex mencangkup bahaya bagi perkembangan mental (psikis), fisik dan masa depan remaja itu sendiri. Lima bahaya seks pra-nikah dan seks bebas antara lain: menciptakan kenangan buruk, mengakibatkan kehamilan, menggunakan kandungan (aborsi) dan pembunuhan bayi, penyebaran penyakit dan timbul rasa ketagihan. Untuk itulah pengetahuan tentang dampak pergaulan bebas menjadi sangat penting untuk diketahui dan dipahami. Pengetahuan dan pemahaman tentang dampak pergaulan bebas sangat penting dan tak ternilai harganya pada saat ini. Apakah sebenarnya pergaulan bebas dan seks bebas itu? Dalam pelajaran ini, kita akan mempelajari dampak pergaulan bebas. Penyajian materi dipaparkan secara lengkap, baik konsep dasar maupun penjelasannya. Diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami tentang dampak pergaulan bebas. Jadi, bagaimanakah dampak pergaulan bebas tersebut?

150 A. Hakekat Pergaulan Bebas Sekarang coba kamu baca materi tentang pergaulan bebas berikut ini. 1. Pengertian Pergaulan Bebas Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana bebas yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa. Seks berarti jenis kelamin, yaitu suatu sifat atau ciri yang membedakan laki-laki dan perempuan. Seksual berarti yang ada hubungannnya dengan seks atau yang muncul dari seks, misalnya pelecehan seksual yaitu menunjuk kepada jenis kelamin yang dilecehkan. Perilaku seksual adalah segala bentuk perilaku yang muncul berkaitan dengan dorongan seksual. Hubungan seks mempunyai arti hubungan kelamin sebagai salah satu bentuk kegiatan penyaluran dorongan seksual. 2. Faktor-faktor Penyebab Seks Bebas Faktor penyebab seks bebas yang dialami remaja dapat dikategorikan menjadi dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal berikut ini. a. Faktor Internal Faktor internal atau lebih lazimnya dari dalam diri seseorang remaja itu. Keinginan untuk dimengerti lebih dari orang lain bisa menjadi penyebab remaja melakukan tindakan penyimpangan, sikap yang terlalu merendahkan diri sendiri atau selalu meninggikan diri sendiri, jikalau terlalu merendahkan diri sendiri orang remaja lebih mencari jalan pintas untuk menyelesaikan sesuatu dia beranggapan 144 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

151 jika saya tidak begini saya bisa dianggap orang lain tidak gaul, tidak mengikuti perkembangan zaman. b. Faktor Eksternal Faktor eksternal/faktor dari luar pribadi seseorang remaja. Faktor paling terbesar memberi terjadinya prilaku menyimpang seseorang remaja yaitu lingkungan dan sahabat. Seseorang sahabat yang sering berkumpul bersama dalam satu geng, otomatis dia akan tertular oleh sikap dan sifat kawannya tersebut. Kasih sayang dan perhatian orang tua tidak sepenuhnya tercurahkan, membuat seorang anak tidak betah berada di dalam rumah tersebut, mereka lebih senang untuk berada di luar bersama kawan-kawannya. Selain faktor internal dan eksternal, ada juga faktor lain yang secara umum dapat menyebabkan terjadinya seks bebas. Jelas tidak ada faktor tunggal tetapi jelas bahwa penyebabnya bukan kondom. 1) Faktor pertama: pergaulan Kita tahu pergaulan punya pengaruh besar terhadap perilaku kita. Maka jika seseorang mempunyai lingkungan pergaulan dari kalangan teman-teman yang suka melakukan seks bebas, maka dia juga bisa terpengaruh dan akhirnya ikut melakukan seks bebas. 2) Faktor kedua: pengaruh materi pornografi (film, video, internet) Jika seseorang berulang kali mengakses materi pornografi, maka ini bisa mendorong terjadinya perilaku seks bebas. 3) Faktor ketiga: pengaruh obat/narkoba dan alkohol Seseorang yang bebas dari pengaruh narkoba dan alkohol bisa berfikir jernih dan ini mencegah dia melakukan perilaku berisiko. Dalam keadaan dipengaruhi oleh narkoba dan alkohol, maka pemikiran jernih bisa menurun dan ini bisa mendorong terjadinya perilaku seks bebas. 4) Faktor keempat: kualitas hubungan suami-isteri (buat yang sudah menikah) Jika ada masalah dalam hubungan suami-isteri, maka ini bisa mendorong yang bersangkutan melakukan hubungan seks bebas. Kelas XI SMALB Tunadaksa 145

152 3. Pengaruh Negatif Penyimpangan Sex Terhadap Pelakunya Penyimpangan sex selain mempunyai hukum haram juga mempunyai pengaruh yang negatif pada pelakunya, diantaranya: a. Pengaruh terhadap jiwa adalah goncangan batin yang ada pada diri seorang yang melakukan penympangan sex, bila ia merasakan kelainan-kelainan insting sexnya. b. Pengaruh terhadap daya fikir atau kerja otak, sehingga tidak dapat berfikir secara abstrak, minat terhadap sesuatu amat kurang sehingga membuat lemahnya otak. c. Pengaruh terhadap mental yakni terjadinya sesuatu syndrome mental disebut Neurasthenia (penyakit lemah syahwat). Juga depresi mental, akibat suka menyendiri serta mudah tersinggung, sehingga tidak dapat merasakan bahagianya hidup. Pengaruh Terhadap Akhlaq yaitu apabila seseorang melakukan penyimpangan sex jelas telah rusak akhlaqnya, sebab ia melanggar sesuatu yang diharamkan agamanya. Dan kerusakan akhlaq dan bejadnya moral agama merupakan suatu penyakit jiwa yang berbahaya. Seseorang yang keranjingan penyimpangan sex homosex misalnya sudah pasti gelap mata, sehingga tidak dapat membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. 4. Penyebab Seks Bebas Penyebab perilaku seks bebas sangat beragam. Pemicunya bisa karena pengaruh lingkungan, sosial budaya, penghayatan keagamaan, penerapan nilai-nilai, faktor psikologis hingga faktor ekonomi. Faktorfaktor yang menyebabkan terjadinya perilaku seks bebas antara lain berikut ini. a. Usia Makin dewasa seseorang, makin besar kemungkinan remaja untuk melakukan hubungan seks bebas. Hal ini dikarenakan pada usia ini adalah potensial aktif bagi mereka untuk melakukan perilaku seks bebas. 146 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

153 b. Usia yang muda saat berhubungan seksual pertama Semakin muda usia pada hubungan seksual yang pertama cenderung untuk lebih permisif daripada mereka yang lebih dewasa pada hubungan seksualnya yang pertama. c. Usia saat menstruasi pertama Makin muda saat usia menstruasi pertama, makin mungkin terjadinya hubungan seks pada remaja. Perubahan pada hormon yang terjadi seiring dengan menstruasi berkontribusi pada meningkatkatnya keterlibatan seksual pada sikap dan hubungan dengan lawan jenis. d. Agama Kereligiusan dan rendahnya sikap serba boleh dalam perilaku seks berjalan sejajar seiringan. e. Pacar Remaja yang memiliki pacar lebih mungkin untuk melakukan seks bebas daripada remaja yang belum memiliki pacar. f. Kencan yang lebih awal Remaja yang memiliki kencan lebih awal atau cepat dari remaja yang seumurannya memiliki kemungkinan untuk bersikap permisif dalam hubungan seks bebas. Untuk menjadi lebih aktif secara seksual dan untuk memiliki hubungan dengan lebih banyak pasangan daripada mereka yang mulai pacaran pada usia yang lebih lanjut. g. Pengalaman pacaran/kencan (hubungan afeksi) Individu yang menjalin hubungan pacaran dari umur yang lebih dini, cenderung lebih permisif terhadap perilaku seks bebas begitu juga halnya dengan individu yang telah lebih banyak berpacaran dari individu yang berusia sebaya dengannya. h. Orang Tua Orang tua sendiri, baik karena ketidaktahuannya maupun karena sikapnya yang masih mentabukan pembicaraan mengenai seks dengan anak tidak terbuka pada anak, malah cenderung membuat jarak pada anak mengenai masalah seks. Kelas XI SMALB Tunadaksa 147

154 i. Teman sebaya (peers group) Remaja cenderung untuk membuat standar seksual sesuai dengan standar teman sebaya secara umum. Remaja cenderung untuk menjadi lebih aktif secara seksual apabila memiliki kelompok teman sebaya. Apabila mereka mempercayai bahwa teman sebayanya aktif secara seksual pengaruh kelompok teman sebaya pada aktivitas seksual remaja terjadi melalui dua cara yang berbeda. j. Kebebasan Kebebasan sosial dan seksual yang tinggi berkorelasi dengan sikap permisif dalam seks yang tinggi. k. Daya tarik seksual Mereka yang merasa paling menarik secara seksual dan sosial ternyata memiliki tingkat yang paling tinggi dalam sikap permisif dalam melakukan seks bebas. l. Standar orang tua vs standar teman Remaja yang orangtuanya konservatif dan menjadikan orangtua sebagai acuan yang utama lebih kurang kemungkinannya untuk melakukan seks bebas daripada mereka yang menjadikan teman sebaya sebagai acuan utama. m. Saudara kandung Remaja, secara khusus remaja puteri dipengaruhi oleh sikap dan tingkah laku saudara kandung dengan jenis kelamin yang sama. n. Gender Remaja puteri cenderung bersikap permisif dalam hal seksual daripada remaja pria. Remaja puteri lebih menekankan pada kualitas hubungan yang sedang dijalin sebelum terjadinya seks bebas. o. Ketidakhadiran ayah Remaja secara khusus yang tumbuh dan berkembang dalam keluarga tanpa ayah lebih mungkin untuk mencari hubungan seks bebas sebagai alat untuk menemukan persetujuan sosial daripada remaja yang tumbuh dengan adanya ayah. 148 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

155 p. Ketidakhadiran orang tua Jika ada remaja yang berperilaku seks bebas, itu hanya bebasnya pergaulan, dan mungkin penyebabnya dari faktor bimbingan dan pola asuh dari orangtua di rumah yang tidak peduli atau tidak terbuka untuk membicarakan masalah seks pada anaknya, padahal disaat ini dunia remaja semakin bebas. q. Kecenderungan pergaulan yang makin bebas Di pihak lain, tidak dapat dipungkiri adanya kecenderungan pergaulan yang makin bebas antara pria dan wanita dalam masyarakat, sebagai akibat berkembangnya peran dan pendidikan wanita sehingga kedudukan wanita makin sejajar dengan pria. r. Penyebaran Informasi Melalui Media Massa Kecenderungan pelanggaran makin meningkat oleh karena adanya penyebaran informasi dan rangsangan seksual melalui media massa yang dengan adanya tekhnologi yang semakin berkembang (video kaset, foto kopi, vcd, hp, internet) menjadi tidak terbendung lagi. Remaja yang sedang dalam periode ingin tahu dan ingin mencoba, akan meniru apa yang dilihat atau didengarnya dari media massa. 5. Perilaku Seksual yang Menyimpang pada Remaja Berbagai perilaku seksual pada remaja yang belum saatnya untuk melakukan hubungan seksual secara wajar antara lain dikenal sebagai: a. Masturbasi atau onani yaitu suatu kebiasaan buruk berupa manipulasi terhadap alat genital dalam rangka menyalurkan hasrat seksual untuk pemenuhan kenikmatan yang seringkali menimbulkan goncangan pribadi dan emosi. b. Berpacaran dengan berbagai perilaku seksual yang ringan seperti sentuhan, pegangan tangan sampai pada ciuman dan sentuhansentuhan seks yang pada dasarnya adalah keinginan untuk menikmati dan memuaskan dorongan seksual. Kelas XI SMALB Tunadaksa 149

156 c. Berbagai kegiatan yang mengarah pada pemuasan dorongan seksual yang pada dasarnya menunjukkan tidak berhasilnya seseorang dalam mengendalikannya dorongan tersebut ke kegiatan lain yang sebenarnya masih dapat dikerjakan. B. Dampak Pergaulan Bebas 1. Resiko Terhadap Pergaulan Bebas Pergaulan bebas identik sekali dengan yang namanya dugem (dunia gemerlap). Yang sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalamnya marak sekali pemakaian narkoba. Hal ini identik sekali dengan adanya seks bebas. Yang akhirnya berujung kepada HIV/AIDS. Dan pastinya setelah terkena virus ini kehidupan remaja akan menjadi sangat timpang dari segala segi. Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas. Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar Bali menunjukkan 10 31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual. Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual. Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja. Melakukan hubungan seks secara bebas merupakan akibat pertama dari pergaulan bebas yang merupakan lingkaran setan yang tidak ada putusnya dengan berbagai akibat di berbagai bidang antara lain di bidang sosial, agama dan kesehatan berikut ini. 150 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

157 a. Dalam seks bebas terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya iman si penzina, hilangnya sikap menjaga diri dari dosa, buruk kepribadian dan hilangnya rasa cemburu. b. Seks bebas menghilangkan rasa malu, padahal dalam agama malu merupakan suatu hal yang amat ditekankan dan dianggap perhiasan yang sangat indah khususnya bagi wanita. c. Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap. d. Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya. e. Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya. f. Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia. g. Tuhan akan mencampakkan sifat liar di hati penzina, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terjaga. h. Pelaku seks bebas akan dipandang oleh manusia dengan pandangan muak dan tidak percaya. i. Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dicium oleh orangorang yang memiliki qalbun salim (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya. j. Apa yang didapatkan para pelaku seks bebas dalam kehidupan ini adalah sebaliknya dari apa yang diinginkannya. Ini adalah karena, orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat maka Tuhan akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Tuhan tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan. k. Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim, durhaka kepada orang tua, berbuat zalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan boleh membawa kepada pertumpahan darah dan perdukunan serta dosa-dosa besar yang lain. Seks bebas biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain sebelum atau bila berlakunya dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula. Kelas XI SMALB Tunadaksa 151

158 l. Seks bebas menghilangkan harga diri pelakunya dan merusakkan masa depannya di samping meninggalkan aib yang berkepanjangan bukan saja kepada pelakunya bahkan kepada seluruh keluarganya. 2. Bahaya Pergaulan Bebas Untuk remaja Barat hubungan pra-nikah bahkan gonta-ganti pasangan free sex adalah hal yang biasa. Namun di negara Timur terutama Indonesia yang masih menjunjung tinggi norma agama, hal seperti itu adalah aib dan mengganggu ketentraman hidup selanjutnya. Untuk itu, sebelum terlanjur ada baiknya para remaja bisa mengenal bahaya akibat bahaya hubungan pra-nikah. Bahaya seks pra-nikah dan free sex mencangkup bahaya bagi perkembangan mental (psikhis), fisik dan masa depan remaja itu sendiri. Ada lima bahaya utama terhadap bahaya seks pra-nikah dan seks bebas (free sex) antara lain berikut ini. a. Menciptakan Kenangan Buruk Masih dikatakan untung jika hubungan pra-nikah itu tidak ada yang mengekspos. Si gadis atau si jejaka terlepas dari aib dan cemohan masyarakat. Tapi jika ternyata diketahui masyarakat, tentu yang malu bukan saja dirinya sendiri melainkan keluarganya sendiri dan peristiwa ini tidak akan pernah terlupakan oleh masyarakat sekitar. Hal ini tentu menjadi beban mental yang berat. Sekalipun mungkin masyarakat tidak mengetahuinya, ia mungkin tidak bisa tenang. Mentalnya terganggu kenangan buruk masa lalu terlebih lagi jika terjadi ternyata memiliki suami yang bukan pasangannya dulu. Suasana perkawinannya akan terasa hambar terlebih lagi jika ternyata suaminya tahu ia tidak perawan lagi, tentu sulit menerima kenyataan ini. Dan banyak kasus perceraian akibat masalah ini. Jika ini terjadi, si wanita akan lebih tertekan lagi mentalnya. b. Kehamilan dan Akibatnya Kehamilan yang terjadi akibat seks pra-nikah bukan saja mendatangkan malapetaka bagi bayi yang dikandungnya juga menjadi 152 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

159 beban mental yang sangat berat bagi ibunya mengingat kandungannya tidak bisa disembunyikan. Bagaimana jika nanti keluarga dan masyarakat mempertanyakan? Dalam keadaan kalut seperti ini biasanya terjadi depresi, terlebih lagi jika sang pacar kemudian pergi dan tidak mau kembali lagi. Bagi bayi sendiri jika lahir nanti mungkin akan mempertanyakan, siapa ayahnya? Jika ternyata setelah besar ia mengetahui kelakuan ibunya dulu, tentu menjadi beban mental juga. Alhasil hubungan pranikah menimbulkan malapetaka bagi diri sendiri dan keturunanya nanti. c. Pengguguran Kandungan dan Pembunuhan Bayi Banyak kasus bayi mungil yang baru lahir dibunuh ibunya. Sebagian bayi itu dibungkus plastik hidup-hidup, dibuang di kali, dilempar di tong sampah, dan lain-lain. Ini suatu akibat dari perilaku binatang yang perna dilakukannya. Kasus pengguguran kandungan baik secara tradisional maupun modern kini semakin menjamur terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Tentu saja hal ini akibat hubungan setan pra-nikah. Sementara pengguguran itu sendiri bagi rahim wanita banyak efek samping yang serius, bisa berakibat kanker rahim, kemandulan dan penyakit rahim lainnya. d. Penyebaran Penyakit Wanita atau pria yang dulu pernah melakukan hubungan pranikah waktu pacaran lalu putus, cenderung berkeinginan melakukan hubungan serupa dengan lelaki atau wanita lain mengingat seks sifatnya adiktif atau memiliki kadar ketergantungan, suatu waktu ia akan merasa lapar untuk melakukan hubungan intim dengan pasangan lain. Jika hal ini terus dilakukan, maka bukan hal mustahil akan terjangkit penyakit kelamin. Terlebih lagi jika ternyata pasangan itu telah mengidap penyakit kelamin sebelumnya. Kelas XI SMALB Tunadaksa 153

160 e. Keterlanjuran dan Timbul Rasa Kurang Hormat Prilaku seks bebas (free sex) menimbulkan suatu keterlibatn emosi dalam diri seorang pria dan wanita. Semakin sering hal itu dilakukan, semakin mendalam rasa ingin mengulangi sekalipun sebelumnya ada rasa sesal. Terlebih lagi bagi wanita, setiap ajakan sang pacar sangat sulit untuk ditolak karena takut ditinggalkan atau diputuskan. Sementara itu bagi seorang laki-laki, melihat pasangan begitu mudah diajak, akan terus berkurang rasa hormat dan rasa cintanya. Semakin sering laki-laki melakukan maka hubungan batinnya pun akan semakin renggang. Lain lagi dengan wanita, ia akan merasa tertekan dan tidak mau berpisah karena pada dasarnya ia telah kotor dan tidak ada yang mesti dibanggakan lagi, kehormatannya telah dirampas oleh lelaki tadi. Karena itu, apa pun alasannya, zina merupakan perbuatan terkutuk yang akibatnya bukan hanya dapat dirasakan nanti di akhirat, di dunia pun pelakunya sudah mendapatkan siksaan yang hebat. Pantas jika Allah SWT, menempatkan zina atau free seks dosa terbesar ketiga setelah menyekutukan Allah dan dosa mendurhakai orang tua. Menjamurnya prilaku seks bebas di kalangan remaja adalah sebuah malapetaka hebat. Bangsa ini akan ditimpa kemalangan besar berupa generasi yang terlaknat. Na udzubillah. 3. Pelanggaran Terhadap Pergaulan Bebas a. Risiko Aborsi Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang. Hal ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis. 154 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

161 Dalam buku Facts of Life yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd; Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah: 1) Kematian mendadak karena pendarahan hebat. 2) Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal. 3) Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan. 4) Rahim yang sobek (Uterine Perforation). 5) Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya. 6) Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita). 7) Kanker indung telur (Ovarian Cancer). 8) Kanker leher rahim (Cervical Cancer). 9) Kanker hati (Liver Cancer). 10) Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya. 11) Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy). 12) Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease). 13) Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis) Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai Post- Abortion Syndrome (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam Psychological Reactions Reported After Abortion di dalam penerbitan The Post-Abortion Review. Oleh sebab itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam hal ini adanya perhatian khusus dari orang tua remaja tersebut untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar. Dan memberikan kepada remaja tersebut penekanan yang cukup berarti dengan cara Kelas XI SMALB Tunadaksa 155

162 meyampaikan; jika mau berhubungan seksual, mereka harus siap menanggung segala risikonya yakni hamil dan penyakit kelamin. b. Bertentangan dengan Nilai Pancasila Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset Internasional Synovate atas nama DKT Indonesia melakukan penelitian terhadap perilaku seksual remaja berusia tahun. Penelitian dilakukan terhadap 450 remaja dari Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 64% remaja mengakui secara sadar melakukan hubungan seks pranikah dan telah melanggar nilai-nilai dan norma agama. Tetapi, kesadaran itu ternyata tidak mempengaruhi perbuatan dan prilaku seksual mereka. Alasan para remaja melakukan hubungan seksual tersebut adalah karena semua itu terjadi begitu saja tanpa direncanakan. Hasil penelitian juga memaparkan para remaja tersebut tidak memiliki pengetahuan khusus serta komprehensif mengenai seks. Informasi tentang seks (65%) mereka dapatkan melalui teman, Film Porno (35%), sekolah (19%), dan orangtua (5%). Dari persentase ini dapat dilihat bahwa informasi dari teman lebih dominan dibandingkan orangtua dan guru, padahal teman sendiri tidak begitu mengerti dengan permasalahan seks ini, karena dia juga mentransformasi dari teman yang lainnya. Kurang perhatian orangtua, kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan dan pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk bertanggung jawab terjadilah aborsi. Seorang wanita lebih cendrung berbuat nekat (pendek akal) jika menghadapi hal seperti ini. Pada zaman modren sekarang ini, remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai, dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama. Seperti model pakaian (fasion), model pergaulan dan film-film yang begitu intensif remaja mengadopsi kedalam gaya pergaulan hidup mereka termasuk soal hubungan seks di luar nikah dianggap suatu kewajaran. 156 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

163 Bebera faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja yaitu; Pertama, Faktor agama dan iman. Kedua, Faktor Lingkungan seperti orangtua, teman, tetangga dan media. Ketiga, Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan. Keempat, Perubahan Zaman. c. Bertentangan dengan Nilai Agama Banyak calon ibu yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya masih belum stabil atau tabungannya belum memadai, kemudian ia merencanakan untuk menggugurkan kandungannya. Padahal ayat tersebut telah jelas menerangkan bahwa rezeki adalah urusan Allah sedangkan manusia diperintahkan untuk berusaha. Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang. Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua orang. d. Bertentangan dengan Nilai Yuridis/Hukum Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana Indonesia Bab XIV tentang kejahatan terhadap kesusilaan pasal 229 ayat (1) dikatakan bahwa perbuatan aborsi yang disengaja atas perbuatan sendiri atau meminta bantuan pada orang lain dianggap sebagai tindakan pidana yang diancam dengan hukuman paling lama 4 tahun penjara atau denda paling banyak tiga ribu rupiah. Ayat (2) pasal 299 tersebut melanjutkan bahwa apabila yang bersalah dalam aborsi tersebut adalah pihak luar (bukan ibu yang hamil) dan perbuatan itu dilakukan untuk tujuan ekonomi, sebagai mata pencarian, maka hukumannya dapat ditambah sepertiga hukuman pada ayat (1) dia atas. Apabila selama ini perbuatan itu dilakukan sebagai mata pencarian, maka dapat dicabut haknya untuk melakukan mata pencarian tersebut. Kemudian pada pasal 346 dikatakan bahwa wanita yang dengan sengaja menggugurkan kandungannya atau meyuruh orang lain untuk melakukan hal itu diancam hukuman penjara paling lama empat tahun. Kelas XI SMALB Tunadaksa 157

164 Pada pasal 347 ayat (1) disebutkan orang yang menggugurkan atau mematikan kehamilan seorang wanita tanpa persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 12 tahun penjara, dan selanjutnya ayat (2) menyebutkan jika dalam menggugurkan kandungan tersebut berakibat pada hilangnya nyawa wanita yang mengandung itu, maka pihak pelaku dikenakan hukuman penjara paling lama 15 tahun. Dalam pasal 348 ayat (1) disebutkan bahwa orang yang dengan sengaja menggugurkan kandungan seorang wanita atas persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan ayat (2) melanjutkan, jika dalam perbuatan itu menyebabkan wanita itu meninggal, maka pelaku diancam hukuman paling lama 17 tahun penjara. Dengan demikian, perbuatan aborsi di Indonesia termasuk tindakan kejahatan yang diancam dengan hukuman yang jelas dan tegas. 4. Pencegahan Pergaulan Bebas a. Solusi Mencegah Seks Bebas Kita semua mengetahui peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, penyaluran minat dan bakat secara positif merupakan hal-hal yang dapat membuat setiap orang mampu mencapai kesuksesan hidup nantinya. Selain daripada solusi di atas masih banyak solusi lainnya. Solusi-solusi tersebut berikut ini. 1) Memperbaiki cara pandang dengan mencoba bersikap optimis dan hidup dalam kenyataan, maksudnya sebaiknya remaja dididik dari kecil agar tidak memiliki angan-angan yang tidak sesuai dengan kemampuannya sehingga apabila remaja mendapatkan kekecewaan mereka akan mampu menanggapinya dengan positif. 2) Menjaga keseimbangan pola hidup. Yaitu perlunya remaja belajar disiplin dengan mengelola waktu, emosi, energi serta pikiran dengan 158 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

165 baik dan bermanfaat, misalnya mengatur waktu dalam kegiatan sehari-hari serta mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. 3) Jujur pada diri sendiri. Yaitu menyadari pada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaik untuk diri masing-masing. Sehingga pergaulan bebas tersebut dapat dihindari. Jadi dengan ini remaja tidak menganiaya emosi dan diri mereka sendiri. 4) Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina hubungan baik dengan masyarakat, untuk memberikan batas diri terhadap kegiatan yang berdampak negatif dapat kita mulai dengan komunikasi yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita. 5) Perlunya remaja berpikir untuk masa depan. Jarangnya remaja memikirkan masa depan. Seandainya tiap remaja mampu menanamkan pertanyaan Apa yang akan terjadi pada diri saya nanti jika saya lalai dalam menyusun langkah untuk menjadi individu yang lebih baik? kemudian hal itu diiringi dengan tindakan-tindakan positif untuk kemajuan diri para remaja. Dengan itu maka remaja-remaja akan berpikir panjang untuk melakukan hal-hal menyimpang dan akan berkurangnya jumlah remaja yang terkena HIV & AIDS nantinya. Selain usaha dari diri masing-masing sebenarnya pergaulan bebas dapat dikurangi apabila setiap orang tua dan anggota masyarakat ikut berperan aktif untuk memberikan motivasi positif dan memberikan sarana & prasarana yang dibutuhkan remaja dalam proses keremajaannya sehingga segalanya menjadi bermanfaat dalam kehidupan tiap remaja. b. Cara Menghindari Seks Bebas Menghindari sex bebas tidak semudah yang kita bayangkan. Meskipun terlihat tidak mudah, tapi sebagai pemilik kehormatan diri tentu akan berjuang keras untuk mengindarinya. Untuk menghindari seks bebas, perlu dilakukan pendidikan seks kepada anak-anak di keluarga. Cara menghindari seks bebas adalah sebagai berikut: 1) Pondasi keimanan yang kuat dan sehat. Apapun agama kita, menjadi pribadi dengan karakter iman yang kuat dan sehat akan membentengi Kelas XI SMALB Tunadaksa 159

166 kita dari pergaulan bebas. Memperkuat iman sangat penting, karena dengan norma agama membantu kita saat kita dalam kelalaian. 2) Memilih teman pergaulan. Mau tidak mau, memang ini kenyatan. Anda yang sekarang bergaul dengan teman suka merokok, Anda juga terkena asapnya bukan, padahal Anda tidak merokok. Seperti itulah gambarannya. Hindari dekat dengan orang yang cenderung berbuat sex bebas. 3) Menjaga hubungan baik dengan kedua orang tua. Banyak remaja ABG yang suka menentang orang tua hanya karena dinasehati. Orang tua tentu sangat berpengaruh pada pembentukan karakter anak. Jika kamu menemui orang tua adalah orang-orang baik, maka bertahanlah dengan mereka. Jika orang tua kamu termasuk contoh yang kurang baik, kamu dituntut untuk berjuang lebih keras guna menjaga hubungan keluarga. 4) Hindari menonton film berbau seks. Kamu mungkin tidak sadar, beberapa cuplikan film akan tertanam di pikiran bawah sadar Anda saat melihat film tersebut. Adegan-adegan syur bisa muncul kapan saja. Bisa memancing hasrat saat bertemu pasangan, dan ada kecenderungan untuk meniru secara sadar maupun tidak. 5) Hindari pembicaraan yang mengarah kepada bumbu-bumbu seksual. Bercanda tentang sex akan membawa suasana memunculkan hasrat. Lekas hindari dan ambil topik lain yang lebih baik untuk dibicarakan. 6) Untuk orang yang sudah mampu dan memiliki hasrat sex, segera saja menikah dengan pasangan yang sudah cocok. Jika belum ada pasangan yang cocok, harus selalu menahan hasrat sex bagaimanapun juga. c. Cara Pergaulan yang Baik Pergaulan yang baik sebenarnya gampang-gampang susah, yang jelas tergantung dari tingkah laku kita sendiri. Kamu harus banyak berkomunikasi dengan orang-orang yang kamu percayai atau keluarga kamu sendiri. Dalam bergaul yang paling sangat mempengaruhi adalah lingkungan kita sendiri. Ada pepatah mengatakan masuk kekandang kambing, tapi jangan seperti kambing. Begitu juga dengan bergaul kamu harus melihat yang ada disekeliling kamu. 160 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

167 Cara melakukan pergaulan yang baik antara lain sebagai berikut: 1) Adanya kesadaran beragama bagi remaja Bagi anak remaja sangat diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta ketaatan terhadap ajaran-ajaran agama. Dalam kenyataan sehari-hari menunjukkan, bahwa anak-anak remaja yang melakukan kejahatan sebagian besar kurang memahami norma-norma agama. Oleh karena itu, kita harus memiliki kesadaran beragama agar tidak terjerumusdalam pergaulan yang tidak sehat. 2) Memiliki rasa setia kawan Agar dapat terjalin hubungan sosial remaja yang baik, peranan rasa setia kawan sangat dibutuhkan. Sebab kesadaran inilah yang dapat membuat kehidupan remaja masyarakatmenjadi tentram. 3) Memilih teman Maksud dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi agar kita tidak terpengaruhdengan sifat yang tidak baik/sehat. Walaupun begitu, tapi teman yang pegaulannya buruk tidak harus kita asingkan. Melainkan kita tetap berteman dengannya tapi harus menjagajarak. Jangan terlalu dekat dengan dia. 4) Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif Bagi mereka yang mengisi waktu senggangnya dengan bacaan yang buruk (misalnya novel/komik seks), maka hal itu akan berbahaya, dan dapat menghalang mereka untuk berbuat baik. Maka dari itu, jika ada waktu senggang kita harus mengisinya dengan hal-hal yang positif. Misalnya menulis cerpen, menggambar, atau lainnya. 5) Laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya remaja harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya. Misalnya, jangan duduk terlalu berdekatan karena dapatmenimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. 6) Menstabilkan emosi Jika memiliki masalah, kita tidak boleh emosi. Harus sabar dengan cara menenangkandiri. Harus menyelesaikan masalah dengan komunikasi, bukan amarah/emosi. Kelas XI SMALB Tunadaksa 161

168 Penilaian Pelajaran 7 Penilaian Pengetahuan Tugas Individu A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban paling benar. 1. Salah satu bentuk perilaku menyimpang, dengan kata lain bebas dinamakan.... a. pergaulan bebas b. pergaulan remaja c. pergaulan sehat d. pergaulan tidak sehat 2. Segala bentuk perilaku yang muncul berkaitan dengan dorongan seksual disebut.... a. pelecehan seksual b. perilaku seksual c. penyimpangan seksual d. kelainan seksual 3. Faktor penyebab pergaulan bebas yang dialami remaja dapat dikategorikan menjadi dua faktor yaitu.... a. internal dan lingkungan b. eksternal dan lingkungan c. internal dan eksternal d. lingkungan dan sosial 4. Faktor paling terbesar memberi terjadinya perilaku menyimpang seseorang remaja yaitu.... a. orang tua dan keluarga b. keluarga dan sahabat c. lingkungan dan sekolah d. lingkungan dan sahabat 5. Bahaya utama terhadap bahaya seks pra-nikah dan seks bebas (free sex) berikut ini, kecuali.... a. menciptakan kenangan baik b. kehamilan dan akibatnya c. pengguguran kehamilan d. penyebaran penyakit 6. Di bawah ini adalah penyimpangan sex selain mempunyai hukum haram juga mempunyai pengaruh yang negatif pada pelakunya, kecuali.... a. pengaruh terhadap jiwa b. pengaruh terhadap otak c. pengaruh terhadap mental d. pengaruh terhadap keluarga 7. Goncangan batin yang ada pada diri seorang yang melakukan penyimpangan sex, bila ia me - rasakan kelainan-kelainan insting sexnya, hal ini merupakan 162 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

169 pe nyimpangan sek yang dipengaruhi oleh.... a. kejiwaan b. kerja otak c. mental d. keluarga 8. Berfikir secara abstrak, minat terhadap sesuatu amat kurang sehingga membuat lemahnya otak, hal ini merupakan pe nyimpangan sek yang dipengaruhi oleh.... a. kejiwaan b. kerja otak c. mental d. keluarga 9. Suatu kebiasaan buruk berupa manipulasi terhadap alat genital dalam rangka menyalurkan hasrat seksual untuk pemenuhan kenikmatan yang se - ringkali menimbulkan goncangan pribadi dan emosi dinamakan.... a. masturbasi atau onani b. berpacaran c. penyimpangan seksual d. mentuasi 10. Dampak dari pergaulan bebas akan berakhir berujung kepada.... a. pelecehan seksual b. masa depan suram c. HIV/AIDS d. pelanggaran norma B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat. 1. Jelaskan yang dimaksud dengan pergaulan bebas. 2. Sebutkan faktor-faktor penyebab pergaulan bebas. 3. Sebutkan pengaruh penyimpangan pergaulan bebas yang negatif pada pelakunya. 4. Sebutkan berbagai perilaku seksual pada remaja yang belum saatnya untuk melakukan hubungan seksual secara wajar. 5. Sebutkan resiko terhadap pergaulan bebas. 6. Sebutkan lima bahaya utama terhadap bahaya seks pra-nikah dan seks bebas (free sex). 7. Sebutkan pelanggaran-pelanggaran terhadap pergaulan bebas. Kelas XI SMALB Tunadaksa 163

170 8. Sebutkan cara menghindari pergaulan bebas. 9. Jelaskan cara pencegahan pergaulan bebas menurut hukum agama dan keluarga. 10. Jelaskan cara melakukan pergaulan yang sehat. Tugas Kelompok 1. Buatlah salah satu tugas (membuat kliping dan gambar-gambar tentang pencegahan terhadap pergaulan bebas yang meliputi: hakekat pergaulan bebas, dampak pergaulan bebas, dan pencegahan pergaulan bebas secara berkelompok. Untuk membantu dalam mengerjakan tugas tersebut, dapat diperkaya melalui informasi melalui: buku tentang pergaulan bebas, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. Tugas tersebut dikerjakan pada kertas HVS dan dijilid dan dikumpulkan pada pertemuan terakhir materi budaya hidup sehat. 2. Buatlah salah satu tugas makalah tentang hakekat pergaulan bebas, dampak pergaulan bebas, dan pencegahan pergaulan bebas secara berkelompok. Untuk membantu dalam mengerjakan tugas tersebut, dapat diperkaya melalui informasi melalui: buku tentang pergaulan bebas, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. Tugas tersebut dikerjakan pada kertas HVS dan dijilid dan dikumpulkan pada pertemuan terakhir materi Budaya Hidup Sehat. Penilaian Keterampilan 1. Diskusikan cara mencegah pergaulan bebas. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan dalam mencegah pergaulan bebas (penilaian proses) dan ketepatan mempresentasikan pergaulan bebas (penilaian produk). 2. Presentasikan cara mencegah pergaulan bebas. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan dalam mempresentasikan cara mencegah pergaulan bebas (penilaian proses) dan ketepatan mempresentasikan cara mencegah pergaulan bebas (penilaian produk). 164 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

171 Daftar Pustaka Djumidar, Mochamad Belajar Berlatih Gerak-gerak Dasar Atletik. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Fathonah, Siti Higiene dan Sanitasi Makanan. Semarang: UNNES Press. Hardinge, Mervyn Kiat Keluarga Sehat. Bandung: Indonesia Publishing House. Harlina, Lydia, dkk Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Kompetensi. Jakarta: Balai Pustaka. Hudaya, Danu Pendekatan Keterampilan Taktis Dalam Pembelajaran Bola Basket, Konsep dan Metode. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Olahraga. Ibrahim, Marwan Terapi Seksual dalam Islam. Bandung: Mujahid Press. Kartasapoetra dan Marsetyo Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Lutan, Rusli dan Hartoto Pendidikan Kebugaran Jasmani: Orientasi Pembinaan di Sepanjang Hayat. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Olahraga. Lynne, Brick Bugar dengan Senam Aerobik. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada. Mahendra, Agus Pembelajaran Senam di Sekolah Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Olahraga. Ma`mun, Amung dan Subroto, Toto Pendekatan Keterampilan Taktis dalam Permainan Bolavoli: Konsep dan Metode Pembelajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Olahraga. Mudzakir, Arief Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap Global. Semarang: CV. Aneka Ilmu. Kelas XI SMALB Tunadaksa 165

172 Muhajir Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk SMP kelas VII. Bogor: Yudhistira. Murni, Muhammad Renang. Jakarta, Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Santoso, Soegeng dan Ranti, Anne Kesehatan dan Gizi. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Suherman, Adang dan Suryatna, Ermat Renang Kompetitif Alternatif untuk SLTP. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Olahraga. Sulaeman, Idik Petunjuk Praktis Berkemah. Jakarta: PT. Gramedia. Sunarto dan Hartono Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Syafei, Sahlan Bagaimana Anda Mendidik Anak. Bogor: Ghalia Indonesia. Tim penyusunan Bahan Ajar. (2010). Buku Bahan Ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Bogor: PPPPTK Penjas & BK 166 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

173 Glosarium a aktivtas air aktivitas gerak berirama aktifitas gerak ritmik atletik athetic ayunan lengan b backhand : rangkaian gerak manusia yang dilakukan dalam air. : bentuk gerakan senam yang menekankan pada mat dan irama, kelentukan tubuh dalam gerakan dan kontinuitas gerakan. : rangkaian gerak manusia yang dilakukan dalam ikatan pola irama, disesuaikan dengan perubahan tempo, atau semat-mata gerak ekspresi tubuh mengikuti iringan musik atau ketukan di luar musik. : berasal dari bahasa Yunani, yaitu Athlon atau Athlum artinya pertandingan, perlombaan, pergulatan, atau perjuangan. Orang yang melakukannya dinamakan Athleta (atlet). : dalam bahasa Inggris dan atletik dalam bahasa Jerman mempunyai pengertian yang luas meliputi berbagai cabang olahraga yang bersifat perlombaan atau pertandingan, termasuk renang, bolabasket, tenis, sepakbola, senam dan lain-lain. : sikap permulaan berdiri tegak, melangkah, kedua lengan lurus ke depan. Hitungan 1: ayun lengan kiri ke belakang diikuti kedua lutut mengeper. Hitungan 2: ayunkan kembali tangan kiri ke depan. Hitungan 3-4: sama dengan hitungan 1 2 hanya dilakukan dengan tangan kanan. : pukulan dalam permainan bola kecil (bulutangkis, tenis meja) dengan posisi lengan membelakangi arah gerakan. Kelas XI SMALB Tunadaksa 167

174 berbanjar berenang berjalan biasa berjalan cepat berjinjit berlari bermainan bola besar bermainan bola kecil bermain bolavoli secara sederhana bolavoli bolabasket block : formasi barisan memanjang kebelakang. : gerakan yang dilakukan oleh manusia atau hewan sewaktu bergerak di air, dan biasanya tanpa perlengkapan buatan. : berjalan dengan menggunakan tumit terlebih dahulu. : berjalan dengan tumit dan seluruh telapak kaki. : berdiri atau berjalan dengan ujung jari kaki saja yang berjejak; berjengket. : bergerak melangkah ada saat melayang. : bola yang digunakan dalam aktivitas bermain bola yang berukuran besar, seperti bola sepak, bolavoli atau bola basket. : bola yang digunakan dalam aktivitas bermain bola yang berukuran kesar, seperti bola kasti, softball, bulutangkis atau tenis meja. : mengombinasikan teknik gerakan-gerakan yang telah dipelajari. : suatu cabang olahraga berbentuk mem-volley bola di udara hilir mudik di atas jaring atau net, dengan maksud dapat menjatuhkan bola di dalam petak lapangan lawan untuk mencari kemenangan dalam bermain. : memasukkan bola ke keranjang lawan dan menjaga keranjang sendiri agar tidak kemasukkan bola. : menghalangi gerak lawan atau arah serangan lawan atau arah bola dari serangan lawan. 168 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

175 bulutangkis c cara memegang raket circuit training d daya tahan daya tahan otot f finish forehand : cabang olahraga yang termasuk ke dalam kelompok olahraga permainan. Permainan bulutangkis dapat dimainkan di dalam maupun di luar lapangan, di atas lapangan yang dibatasi dengan garis-garis dalam ukuran panjang dan lebar tertentu. : suatu cara untuk menerima dan mengembalikan segala macam pukulan dengan mudah dan bebas. : latihan-latihannya biasanya berbentuk latihanlatihan kondisi fisik seperti kekuatan, kecepatan, kelincahan, daya tahan, dan sebagainya. Latihan dapat dilakukan tanpa atau dengan menggunakan bobot/beban. Bentuk-bentuk latihan pada setiap pos adalah : lari zig-zag, pullups, lempar bola medicine, squat jumps, naik turun tambang, press, squat thrust, rowing, dan lari 200 meter secepatnya. : kemampuan dari otot-otot kerangka badan untuk menggunakan kekuatan (tidak maksimal), dalam jangka waktu tertentu. : kemampuan otot-otot untuk melakukan tugas gerak yang membebani otot dalam waktu yang cukup lama. : titik akhir dari pergerakan. : pukulan dalam permainan bola kecil (bulutangkis, tenis meja,tenis) dengan posisi lengan menghadap arah gerakan Kelas XI SMALB Tunadaksa 169

176 frekuensi latihan g gerak fundamental : jumlah pengulangan latihan yang dilakukan untuk mencapai tingkat kebugaran jasmani dalam satu minggu, misalnya 2, 3, 4 atau 5 kali dalam seminggu. : gerak dasar, meliputi : melangkah, berjalan, berlari, melompat, mendarat, menangkap, melempar, mengayun, berguling, memukul, merayap, menggendong, menarik, memutar, meliuk. gerak ikutan : gerakan yang dilakukan untuk menjaga keseimbangan badan setelah melakukan gerakan utama, seperti setelah melakukan tolak peluru, lempar cakram dan lembing. gerak permainan bolavoli gerak spesifik permainan kasti gerak spesifik lari jarak pendek gerak spesifik memukul bola dalam permainan bulutangkis gerak spesifik memukul gerakan variasi langkah kaki dan ayunan lengan senam ritmik : cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal. : melambungkan bola, menangkap bola, melempar bola, berlari, taktik dan strategi, dan peraturan permainan. : mengombinasikan teknik gerakan-gerakan teknik dasar lari jarak pendek yang telah dipelajari. : pukulan service, pukulan lob, pukulan drop shot, pukulan smash, dan pukulan drive. : cara-cara melakukan pada permainan bulutangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan. : mengombinasikan teknik gerakan-gerakan gerakan variasi langkah kaki dan ayunan lengan senam ritmik yang telah dipelajari. 170 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

177 gerakan mengambil napas renang gaya dada i indikator pencapaian kompetensi : suatu proses antara menghirup udara. Menghirup udara dilakukan pada akhir pull dari gerakan lengan, yaitu pada saat tangan siap didorong ke depan, kepala diangkat sampai batas mulut ke luar permukaan air dan segera menghirup udara melalui mulut dan hidung. Pada saat menghirup udara, badan harus tetap diusahakan pada posisi horizontal dan bahu jangan sampai keluar dari permukaan air. : kemampuan yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti. intensitas latihan : kualitas latihan yang dilakukan dalam satu sesi latihan secara terus menerus. istirahat interval training j jalan cepat k kebugaran jasmani : berhenti sebentar untuk melepas lelah. : suatu sistem latihan yang diselingi oleh intervalinterval yang berupa masa-masa intirahat. : gerak maju langkah kaki yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kontak dengan tanah tetap terpelihara dan tidak terputus. : salah satu aspek fisik dari kesegaran menyeluruh (total fitness). Kesanggupan seseorang untuk melakukan pekerjaan produktif sehari-hari tanpa adanya kelelahan berlebihan dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dengan baik maupun melakukan pekerjaan yang mendadak. Kelas XI SMALB Tunadaksa 171

178 kebugaran : komponen kebugaran yang berkaitan dengan jasmani berkaitan kesehatan antara lain: kekuatan otot, daya dengan kesehatan tahan otot, daya tahan aerobik, dan fleksibilitas. kebugaran jasmani : komponen kebugaran yang berkaitan dengan berkaitan dengan keterampilan antara lain: koordinasi, agilitas, keterampilan kecepatan gerak, power dan keseimbangan. kasti kecepatan kelenturan (Fleksibiliy) kekuatan kelincahan : olahraga permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu. Masing-masing regu terdiri dari 12 orang pemain. : merupakan kemampuan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu sesingkatsingkatnya. : luas gerak persendian atau kemampuan seseorang untuk menggerakkan anggota badan pada luas gerak tertentu pada suatu persendian. : ketegangan yang terjadi atau kemampuan otot untuk suatu ketahanan akibat suatu beban. Beban tersebut dapat dari bobot badan sendiri atau dari luar (external resistance). : kemampuan seseorang untuk mengubah posisi dan arah secepat mungkin sesuai dengan situasi yang dihadapi dan dikehendaki kecepatan : kemampuan organisme seseorang untuk melakukan gerakan dengan waktu yang relatif singkat agar mencapai hasil yang sebaik mungkin. keseimbangan kombinasi : kemampuan seseorang dalam memelihara posisi tubuh yang statis (tidak bergerak) atau dalam keadaan posisi badan yang dinamis (bergerak). : melakukan beberapa teknik gerakan dalam satu rangkaian gerak. 172 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

179 kiper komposisi tubuh koordinasi l langkah biasa langkah rapat langkah keseimbangan : penjaga gawang (pada permainan sepak bola dsb). : presentase lemak badan dari berat badan tanpa lemak : satu pola gerak yang terbentuk dari gabungan beberapa fungsi komponen kesegaran jasmani. Salah satu cara untuk melatih koordinasi adalah lompat tali (skiping). : berdiri dengan sikap tegak rileks. langkahkan kaki kiri ke depan dan kedua lengan di samping badan. langkahkan kaki kanan ke depan dan jatuhkan pada tumit. : berdiri dengan sikap tegak rileks. Langkahkan kaki kanan di depan kaki kiri. Kemudian, melangkahkan kaki kiri di depan kaki kanan. : berdiri dengan sikap tegak rileks. Hitungan 1: langkahkan kaki kiri ke depan. Hitungan 2: kaki kanan menyusul melangkah ke depan. Ketika tumit kaki kanan masih terangkat, kaki kiri mundur diikuti kaki kanan mundur merapat. langkah depan : berdiri dengan sikap anjur kiri. hitungan 1: silangkan kaki kiri di muka kaki kanan. Hitungan 2: kaki kiri menyusul dan bersama-sama kaki kanan menyusul lagi (satu hep dua). Selanjutnya, langkahkan kaki kiri, disusul kanan, kemudian diikuti langkah kiri. langkah silang : berdiri dengan sikap anjur kiri. Hitungan 1: silangkan kaki kiri di muka kaki kanan. Kruispas dapat pula dilakukan ke belakang. Langkah silang ini dilakukan dengan irama 2/4. Kelas XI SMALB Tunadaksa 173

180 lari cepat latihan kebugaran jasmani : lari yang diperlombakan dengan cara berlari secepat-cepatnya (sprint) yang dilaksanakan di dalam lintasan lari menempuh jarak 100 m, 200 m dan 400 m. : merupakan salah satu syarat yang sangat diperlukan dalam usaha peningkatan kebugaran jasmani seseorang, dapat dikatakan sebagai keperluan dasar yang tidak dapat diabaikan. latihan kelenturan : senam ketangkasan dasar-dasar yang didahului dengan latihan pemanasan (warming-up). Bentukbentuk latihan kelenturan ada dua bentuk, yaitu: peregangan dinamis dan peregangan statis. lay-up shoot lob lompat jauh lompat tali m melayang melempar melempar bola : memasukan bola ke arah ring basket dengan menghantarkan bola ke arah ring dalam posisi badan melayang. : pukulan melambung tinggi. : salah satu nomor dalam cabang olahraga atletik. Tujuan lompat jauh ialah melakukan lompatan sejauh mungkin dengan teknik dan prosedur yang telah ditetapkan. : melompati anyaman karet dengan ketinggian tertentu. : di udara posisi tubuh saat berada di udara. : gerakan yang dilakukan tangan jauh dari pusat berat badan, seperti lempar cakram, lembing dan lontar martil. membuang bola jauh-jauh. 174 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

181 mengover bola basket meluncur pada aktivitas air memukul bola menggiring bola sepak menggiring bola basket menalar/ mengasosiasi menangkap bola menanya menendang bola menendang dan menahan bola : salah satu usaha dari seorang pemain untuk membagi atau memberi bola kepada temannya agar dapat memasukkan bola ke keranjang lawan. : gerak maju ke depan,posisi. kedua kaki, lengan dan badan lurus ke depan. : salah satu teknik dalam permainan kasti/ softball/baseball yang dilakukan oleh regu penyerang dengan melakukan pukulan terhadap bola yang dilemparkan oleh pelambung. : mengombinasikan teknik gerakan-gerakan menendang dan menahan bola yang telah dipelajari. : upaya membawa bola dengan cara memantulkan bola di tempat, memantulkan bola sambil berjalan dan memantulkan bola sambil berlari. : mengolah informasi yang sudah dikumpulkan, menganalisis data dalam bentuk membuat kategori, mengasosiasi atau menghubungkan fenomena/ informasi yang terkait dalam rangka menemukan suatu pola, dan menyimpulkan. : suatu usaha yang dilakukan oleh pemain untukdapat menguasai bola dengan tangan dan hasil pukulan ataupun lemparan teman. : membuat dan mengajukan pertanyaan, tanya jawab, berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami, informasi tambahan yang ingin diketahui, atau sebagai klarifikasi. : menyepak; mendepak (dengan kaki). : mengombinasikan teknik gerakan-gerakan menendang dan menahan bola yang telah dipelajari. Kelas XI SMALB Tunadaksa 175

182 mengamati mengayun : mengamati dengan indra (membaca, mendengar, menyimak, melihat, menonton, dan sebagainya) dengan atau tanpa alat. : menggerakkan lengan dan/atau tungkai ke depan, belakang, dan/atau ke samping. mengomunikasikan : menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik; menyusun laporan tertulis; menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan; dan melakukan permainan sederhana. mengoper bola mengumpulkan informasi/ mencoba menolak o operan dari atas kepala operan pantulan operan kaitan operan dari bawah : memindahkan, mengirim bola. : mengeksplorasi, mencoba, berdiskusi, mendemon strasikan, meniru bentuk/gerak, melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengumpulkan data dari nara sumber melalui angket, wawancara, dan memodifikasi/ menambahi/mengembangkan. : gerakan yang dilakukan tangan tidak jauh dari pusat berat badan, seperti tolak peluru. : operan ini dilakukan dengan dua tangan dan bola berada di atas kepala agak ke belakang. : operan pantulan dilakukan dengan dua tangan dalam posisi bola di depan dada. : senjata yang ampuh untuk pemain berpostur pendek, tetapi ingin mencoba mengoperkan bola melewati di atas pemain lawan yang jauh lebih tinggi. : lemparan ini sangat baik dilakukan untuk operan jarak dekat terutama sekali bila lawan melakukan penjagaan satu lawan satu. 176 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

183 p passing pemanasan pembelajaran pendidikan jasmani pendinginan pergaulan pergaulan bebas perilaku seks bebas (free sex) : mengoperkan bola kepada teman seregunya dengan gerakan teknik tertentu, sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan. : persiapan tubuh untuk melakukan gerakan yang sesungguhnya. : proses interaksi antarpeserta didik, antara peserta didik dengan tenaga pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. : suatu proses pembelajaran melalui aktivitias jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan ketrampilan motorik, pengetahuan dan prilaku hidup sehat dan aktif, dan sikap sportif, kecerdasan emosi. : menurunkan suhu tubuh secara perlahan, mempersiapkan tubuh untuk melakukan aktifitas lain : merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu, dapat juga oleh individu dengan kelompok. Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. : salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana bebas yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa. : menimbulkan suatu keterlibatn emosi dalam diri seorang pria dan wanita. Semakin sering hal itu dilakukan, semakin mendalam rasa ingin mengulangi sekalipun sebelumnya ada rasa sesal. Kelas XI SMALB Tunadaksa 177

184 permainan sederhana poco-poco : permainan olahraga yang disederhanakan, penyederhanaan aturan main, jumlah pemain, lapangan permainan atau alat. : Sejenis tarian beramai-ramai yang berbentuk aerobik dan populer sebagai aktifitas senam masal pola gerak dominan : seri aksi gerak yang memiliki fungsi luas yang dinamis ditampilkan dengan tuntutan ketepatan yang rendah dalam keadaan bergerak atau seimbang, misalnya berguling atau berputar posisi badan renang gaya dada : posisi badan beserta seluruh anggota badan rileks. Badan harus sehorizontal mungkin. Gerakan dimulai dengan persiapan kaki. Tumit ditarik mendekati pinggul sekaligus membuka lutut ke luar. Dorong kedua kaki ke belakang secaar serempak. Rapatkan kembali kedua kaki seperti sikap pertama. posisi kaki renang : gerak spesifik gerakan kaki renang gaya dada gaya dada saat ini cenderung membentuk gerakan kaki dolphin (Whip kick), dimana pada saat istirahat, yaitu fase ketika kedua tungkai kaki bagian bawah ditarik serentak mendekati pinggul dan kemudian setelah fase itu dilakukan pergelangan kedua kaki diputar mengarah ke luar hingga membentuk sudut ± 50. pola gerak dominan statis power : seri aksi gerak yang memiliki fungsi luas yang ditampilkan dengan tuntutan ketepatan yang rendah dalam keadaan diam atau seimbang, misalnya berdiri dengan tangan (handstand) : kombinasi dari kekuatan dan kecepatan. Power ini menunjukkan kemampuan untuk melakukan suatu kerja dengan cepat 178 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

185 pukulan servis : merupakan pukulan dengan raket yang menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lain secara diagonal dan bertujuan sebagai pembuka permainan dan merupakan suatu pukulan yang penting dalam permainan bulutangkis. pukulan lob r : suatu pukulan dalam permainan bulutangkis yang dilakukan dengan tujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan. remaja : generasi penerus yang akan membangun bangsa kearah yang lebih baik yang mempunyai pemikiran jauh ke depan dan kegiatannya yang dapat menguntungkan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. renang gaya bebas : gaya yang dilakukan perenang selain dari gaya dada, gaya kupu-kupu, gaya punggung. rotasi lengan renang gaya dada rounders adalah s sehat : fase istirahat (recovery), saat kedua lengan lurus di depan. Fase membuka ke luar (outward), saat kedua tangan membuka ke luar hingga lebih lebar dari perpanjangan garis bahu. Fase menangkap (catch), fase ini dilakukan setelah akhir dari melakukan fase membuka, dimana saat mengerjakan fase ini usahakan siku tinggi (high elbow) untuk memutar pergelangan tangan. : cabang olahraga yang hampir sama dengan base ball dan softball. : suatu kondisi di mana segala sesuatu berjalan normal dan bekerja sesuai fungsinya dan sebagaimana mestinya. Secara sederhana, sehat sinonim dengan kondisi tidak sakit. Kelas XI SMALB Tunadaksa 179

186 sehat menurut WHO : suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. sehat menurut UU : keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang No. 23/1992 memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Artinya seseorang dikatakan sehat jika tubuh, jiwa dan kehidupan sosialnya berjalan dengan normal dan sebagaimana mestinya. sikap mengambil : sikap telungkup dengan kedua kaki lurus ke napas renang gaya belakang dipegangi oleh teman dan kedua tangan dada lurus ke depan. Lakukan gerakan yang dimulai dengan kedua telapak tangan dibuka ke samping, dilanjutkan siku membentuk sudut di bawah dada. Putar kedua telapak tangan bersamaan dengan menekan ke bawah permukaan air dan akhir putarannya di bawah dagu. sepakbola senam senam fantasi senam irama : bola kian-kemari untuk diperebutkan di antara pemain-pemain, yang mempunyai tujuan untuk memasukkan bola ke gawang lawan dan mempertahankan gawang tersebut agar tidak kemasukkan bola. : gerak badan dengan gerakan tertentu, seperti menggeliat, menggerakkan, dan meregangkan anggota badan : permainan imajinasi yang diciptakan sendiri oleh anak dalam dunianya. (dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak) : rangkaian gerak manusia yang dilakukan dalam ikatan pola irama, disesuaikan dengan perubahan tempo, atau semat-mata gerak ekspresi tubuh mengikuti iringan musik atau ketukan di luar musik 180 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

187 senam irama atau disebut juga senam ritmik servis servis atas shooting sikap Kapal terbang : gerakan senam yang dilakukan dalam irama musik, atau pembelajaran bebas yang dilakukan secara berirama. Senam ritmik dapat dilakukan dengan menggunakan alat ataupun tidak menggunakan alat. : Servis adalah tindakan memukul bola oleh seorang pemain belakang kanan yang dilakukan dari daerah servis, langsung ke lapangan lawan. Servis merupakan aksi untuk melakukan bola ke dalam permainan : jenis servis dimana jalannya bola dari hasil pukulan servis itu tidak mengandung putaran (bola berjalan mengapung atau mengambang). menembak ke arah gawang (sepak bola), ke arah ring basket (bola basket) : mengangkat salah satu kaki sambil mencondongkan badan ke depan diikuti tangan lurus ke samping sebagai penyeimbang sikap lilin : merupakan salah satu bentuk latihan keseimbangan pada senam dasar dengan posisi bada lurus dan kedua kaki rapat dan lurus ke atas dengan bertumpu pada pundak (seperti lilin pada posisi berdiri) sikap melayang sliding : merupakan salah satu bentuk latihan keseimbangan pada senam dasar dengan posisi badan dan kaki lurus ke belakang sedangkan kedua lengan terentang ke samping dan tumpuan menggunakan salah satu kaki : upaya menyentuh base dengan menjulurkan salah satu kaki ke depan dan kaki yang satunya dilipat ke belakang Kelas XI SMALB Tunadaksa 181

188 smash : pukulan yang menukik dan tajam serta mematikan lawan main sportif start : bersifat kesatria, jujur, dsb : titik awal untuk memuali bergerak start jalan cepat : gerakan permulaan sebelum pejalan cepat melakukan perlombaan jalan cepat yang dilakukan dengan start berdiri. t tangkisan teknik dasar topspin : usaha pembelaan dalam pencaksilat dengan cara mengadakan kontak langsung dengan serangan : cara yang harus dikuasai untuk melakukan suatu gerakan : pukulan bola pada bagian atas bola tenaga ledak otot : kemampuan otot atau sekelompok otot melakukan kerja secara eksplosif yang dipengaruhi oleh kekuatan dan kecepatan kontraksi otot tujuan pembelajaran melempar dan menangkap bola tujuan pembelajaran melempar, memukul dan menangkap bola v variasi : mengombinasikan gerak spesifik melempar dan menangkap bola yang telah dipelajari mengombinasikan gerak spesifik melempar dan menangkap bola yang telah dipelajari. : mengombinasikan gerak spesifik melempar, memukul dan menangkap bola yang telah dipelajari. : melakukan satu teknik gerakan dengan berbagai cara 182 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

189 volley volume Latihan z zig - zag : memainkan bola sebelum menyentuh tanah/ lantai : lamanya waktu yang digunakan berlatih untuk mencapai tingkat kebugaran jasmani, misalnya lama waktu yang digunakan untuk berlatih bukan atlit minimal 20 menit : garis berliku-liku atau gerakan berliku-liku Kelas XI SMALB Tunadaksa 183

190 Biodata Penulis Nama Lengkap : Drs. Muhajir, M.Pd Telp Kantor/HP : Alamat Kantor : SMP Negeri 2 Talaga Jl. Raya Lampuyang No. 21 Kec. Talaga Kabupaten Majalengka Bidang Keahlian : Olahraga Riwayat Pekerjaan/Profesi 10 Tahun Terakhir: 1. Guru Penjasorkes SMPN 2 Talaga Majalengka (Tahun Sekarang) 2. Guru Penjasorkes SMA Unggulan Darul Hikam Kota Bandung (Tahun ) 3. Guru Penjasorkes SMEA Insan Cinta Bangsa Kota Bandung (Tahun ) 4. Guru Penjasorkes SMIP Insan Cinta Bangsa Kota Bandung (Tahun ) Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2 Program Studi Kurikulum Pendidikan Pasca Sarjana IKIP Bandung (Masuk 1997 dan Lulus 2000). 2. S1 Fakultas Olahraga dan Kesehatan/Pendidikan Kepelatihan Olahraga IKIP Bandung (Masuk 1989 dan Lulus 1994.) Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Buku PJOK SD Kelas I Berdasarkan KTSP (Penerbit Ganeca Exact, 2006) 2. Buku PJOK SD Kelas II Berdasarkan KTSP (Penerbit Ganeca Exact, 2006) 184 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Permainan Bola Voli. 1. Sejarah Permainan Bola Voli. 2. Pengertian Bola Voli. 3. Lapangan Bola Voli

Permainan Bola Voli. 1. Sejarah Permainan Bola Voli. 2. Pengertian Bola Voli. 3. Lapangan Bola Voli B Permainan Bola Voli Apakah kamu menyukai permainan bola voli? Sebenarnya permainan bola voli telah memasyarakat. Apakah kamu telah dapat melakukan gerak dasar permainan bola voli dengan benar? Ayo kita

Lebih terperinci

SILABUS MATA KULIAH. B. Tujuan Mata Kuliah

SILABUS MATA KULIAH. B. Tujuan Mata Kuliah A. Identitas Mata Kuliah 1. Nama Mata Kuliah : Bolabasket 2. Kode Mata Kuliah : JK 205 3. Bobot : 2 (dua) SKS 4. Jenjang Program : S1 5. Semester : III 6. Status Mata Kuliah : MKKP 7. jumlah Pertemuan

Lebih terperinci

BAB 1 PERMAINAN BOLA BESAR

BAB 1 PERMAINAN BOLA BESAR BAB 1 PERMAINAN BOLA BESAR A. Peraturan Dasar Permainan Bola Basket Setiap permainan tentunya memiliki peraturan tersendiri. Sekarang, Anda akan mendalami berbagai peraturan dan strategi yang lebih terperinci.

Lebih terperinci

DRAFT 2 MARET 2016 BAB I PERMAINAN BOLA BESAR. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 1

DRAFT 2 MARET 2016 BAB I PERMAINAN BOLA BESAR. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 1 DRAFT 2 MARET 2016 BAB I PERMAINAN BOLA BESAR Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 1 PERMAINAN BOLA BESAR Permainan bola besar menggunakan permainan sepakbola Permainan bola besar menggunakan permainan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA... Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : X / 1 Pertemuan : 4 kali pertemuan Alokasi Waktu : 8 X 45 menit

Lebih terperinci

I. Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang kalian anggap paling benar!!!

I. Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang kalian anggap paling benar!!! I. Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang kalian anggap paling benar!!! 1. Pada waktu menggiring bola, pergelangan kaki ditahan ke atas saat mendorongkan bola, sedangkan posisi kaki juga di atas

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK NEGERI 3 AMUNTAI Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : XI / 1 Pertemuan : 4 kali pertemuan Alokasi Waktu

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA... Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : XI / 2 Pertemuan : 4 kali pertemuan Alokasi Waktu : 8 X 45 menit

Lebih terperinci

PROGRAM PELAKSANAAN UJIAN PRAKTIK MATA PELAJARAN PENJASKES SMP NEGERI 1 TAJURHALANG

PROGRAM PELAKSANAAN UJIAN PRAKTIK MATA PELAJARAN PENJASKES SMP NEGERI 1 TAJURHALANG DI SUSUN OLEH : 1. Syahrudin,S.Pd 2. Galih rudiansyah,s.pd SMP NEGERI 1 TAJURHALANG TAHUN PELAJARAN 2012/2013 PROGRAM PELAKSANAAN UJIAN PRAKTIK MATA PELAJARAN PENJASKES SMP NEGERI 1 TAJURHALANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

Penilaian Pengetahuan Tugas Individu

Penilaian Pengetahuan Tugas Individu Permainan sepakbola merupakan permainan yang paling populer dewasa ini di seluruh dunia. Sepakbola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak bola kian-kemari untuk diperebutkan di antara

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA... Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : XII / 1 Pertemuan : 4 kali pertemuan Alokasi Waktu : 8 X 45 menit

Lebih terperinci

Sepak Bola. 1. Lapangan dan Peralatan Sepak Bola

Sepak Bola. 1. Lapangan dan Peralatan Sepak Bola Sepak Bola Sepak bola termasuk salah satu permainan bola besar. Sepak bola merupakan olahraga yang paling akbar di dunia. Setiap kejuaraan sepak bola akan mengundang banyak penonton. Jumlah penonton sepak

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS. Permainan sepakbola merupakan permainan yang paling populer dewasa ini di seluruh

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS. Permainan sepakbola merupakan permainan yang paling populer dewasa ini di seluruh BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pengertian Permainan Sepak Bola Permainan sepakbola merupakan permainan yang paling populer dewasa ini di seluruh dunia. Sepakbola adalah suatu

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Permainan bola basket memiliki

I. PENDAHULUAN. banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Permainan bola basket memiliki I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bola basket adalah salah satu cabang olahraga yang termasuk populer dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Permainan bola basket memiliki karakteristik tersendiri,

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA... Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : XII / 2 Pertemuan : 4 kali pertemuan Alokasi Waktu : 8 X 45 menit

Lebih terperinci

Untuk SMP/MTs Kelas IX Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 3. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 3

Untuk SMP/MTs Kelas IX Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 3. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 3 Untuk SMP/MTs Kelas IX Untuk SMP/MTs Kelas IX Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 3 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 3 Budi Sutrisno Muhammad Bazin Khafadi Budi Sutrisno Muhammad Bazin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sistem pendidikan nasional, (Depdiknas, 2003: 30). Karanggambas sesuai silabus adalah: atletik, senam, renang, kesehatan dan

BAB I PENDAHULUAN. sistem pendidikan nasional, (Depdiknas, 2003: 30). Karanggambas sesuai silabus adalah: atletik, senam, renang, kesehatan dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan olahraga sering kali terkalahkan oleh pendidikan akademis lainya, padahal aspek kesehatan jasmani merupakan aspek penting guna mendukung pendidikan

Lebih terperinci

Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka

Lebih terperinci

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Atmaja Budi Sarjana Bambang Trijono Joko Sunarto Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas VIII Hak Cipta buku ini pada Kementerian Pendidikan Nasional. Dilindungi Undang-undang Pendidikan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN. pemberi bola kepada si pemukul. Namun pada permaianan kippers si pemukul

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN. pemberi bola kepada si pemukul. Namun pada permaianan kippers si pemukul BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Kajian Teoritis. 2.1.1 Hakikat Permainan Kippers Pada dasarnya permaianan kippers sama dengan permainan kasti, baik dari segi teknik melempar, menangkap,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS. teknik-teknik dasar dan teknik-teknik lanjutan untuk bermain bola voli secara

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS. teknik-teknik dasar dan teknik-teknik lanjutan untuk bermain bola voli secara BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teoritis 2.1.1 Hakikat Bola Voli Permainan bola voli merupakan suatu permainan yang kompleks yang tidak mudah untuk dilakukan oleh setiap orang. Diperlukan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. regu, masing masing regu terdiri dari sebelas orang pemain termasuk

BAB II KAJIAN TEORI. regu, masing masing regu terdiri dari sebelas orang pemain termasuk BAB II KAJIAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Permainan Sepakbola Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu, masing masing regu terdiri dari sebelas orang pemain termasuk penjaga gawang.

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. regu yang saling berhadapan dengan masing-masing regu terdiri dari sebelas

II. TINJAUAN PUSTAKA. regu yang saling berhadapan dengan masing-masing regu terdiri dari sebelas II. TINJAUAN PUSTAKA A. Hakikat Sepakbola 1. Pengertian Sepakbola Pada hakikatnya permainan sepakbola merupakan permainan beregu yang menggunakan bola sepak. Sepakbola dimainkan dilapangan rumput oleh

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS. dan kemantapan mental setiap pemainya. Ahmadi (2007: 33)

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS. dan kemantapan mental setiap pemainya. Ahmadi (2007: 33) BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS 2.1 KajianTeori 2.1.1 Hakikat Permainan Bola Basket Permainan bola basket adalah permainan yang banyak menuntut kesiapan dan kemantapan mental setiap pemainya. Ahmadi

Lebih terperinci

Sepakbola. Oleh: Rano Sulisto,S.Pd.

Sepakbola. Oleh: Rano Sulisto,S.Pd. Sepakbola Oleh: Rano Sulisto,S.Pd Untuk bermain bola dengan baik pemain harus dibekali dengan teknik dasar yang baik. Pemain yang memiliki teknik dasar yang baik pemain tersebut cenderung dapat bermain

Lebih terperinci

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Atmaja Budi Sarjana Bambang Trijono Joko Sunarto Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX Hak Cipta buku ini pada Kementerian Pendidikan Nasional. Dilindungi Undang-undang Pendidikan

Lebih terperinci

: Hermawan Pamot Raharjo dan Dian Budiana. : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

: Hermawan Pamot Raharjo dan Dian Budiana. : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. Hak cipta 2014 pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang - Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer : Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka

Lebih terperinci

SEPAK BOLA III. Design R2 Bramistra

SEPAK BOLA III. Design R2 Bramistra SEPAK BOLA III Untuk dapat bermain sepak bola dengan baik seorang pemain harus dibekali dengan skill/teknik dasar yang baik, tidak hanya sekedar bisa menendang bola tapi juga diperlukan keahlian dalam

Lebih terperinci

1. Olahraga Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

1. Olahraga Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. digunakan untuk saat tertentu. Dalam segala hal, keberhasilan tim tergantung

II. TINJAUAN PUSTAKA. digunakan untuk saat tertentu. Dalam segala hal, keberhasilan tim tergantung 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Hakikat Sepakbola Sepak bola merupakan permainan beregu walaupun keahlian individual dapat digunakan untuk saat tertentu. Dalam segala hal, keberhasilan tim tergantung pada pemain

Lebih terperinci

Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka

Lebih terperinci

Pada olahraga softball, bola dilempar dari bawah ke atas. Sedangkan Baseball dari atas lurus ke arah pemukul (Batter)

Pada olahraga softball, bola dilempar dari bawah ke atas. Sedangkan Baseball dari atas lurus ke arah pemukul (Batter) Mengenal Olahraga Softball Olahraga softball yang berasal dari Amerika, adalah salah satu cabang yang termasuk baru diperkenalkan di Indonesia. Sehingga umumnya beberapa orang belum terlalu mengenal dengan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN DAN HIPOTESIS TINDAKAN. beregu. Permainan kasti dimainkan dilapangan terbuka. Jika ingin menguasai

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN DAN HIPOTESIS TINDAKAN. beregu. Permainan kasti dimainkan dilapangan terbuka. Jika ingin menguasai 7 BAB II KAJIAN TEORITIS DAN DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Kajian Teoritis 2.1.1 Hakikat Permainan Kasti Permainan kasti termasuk salah satu olahraga permainan bola kecil beregu. Permainan kasti dimainkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS. pertandingan tingkat lokal, regional hingga tingkat dunia. Berjuta-juta pasang

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS. pertandingan tingkat lokal, regional hingga tingkat dunia. Berjuta-juta pasang BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Hakekat Sepak Bola Ikman Suleman (2008 : 3) menjelaskan sepak bola merupakan jenis olahraga yang fenomenal. Minat masyarakat terhadap sepak

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN TEHNIK DASAR PERMAINAN BOLA VOLLI OLEH SUARDI. B

PEMBELAJARAN TEHNIK DASAR PERMAINAN BOLA VOLLI OLEH SUARDI. B PEMBELAJARAN TEHNIK DASAR PERMAINAN BOLA VOLLI OLEH SUARDI. B Latar Belakang Pendidikan Jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktifitas jasmani dan direncanakan secara sistimatis dan bertujuan

Lebih terperinci

2.4.1 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik Menunjukkan perilaku disiplin selama pembelajaran.

2.4.1 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik Menunjukkan perilaku disiplin selama pembelajaran. I. Penilaian 1. Instrumen Penilaian sikap Indikator : 1.2.1 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta. 2.2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab.

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah :... Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : VIII / I

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah :... Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : VIII / I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah :... Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : VIII / I Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. pada pemain yang bekerja dalam kombinasi. Untuk menguasai bola dan

TINJAUAN PUSTAKA. pada pemain yang bekerja dalam kombinasi. Untuk menguasai bola dan II. TINJAUAN PUSTAKA A. Hakikat Sepakbola Sepakbola merupakan permainan beregu walaupun keahlian individual dapat digunakan untuk saat tertentu. Dalam segala hal, keberhasilan tim tegantung pada pemain

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. ini, belajar adalah merupakan salah satu proses suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau hasil

TINJAUAN PUSTAKA. ini, belajar adalah merupakan salah satu proses suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau hasil II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar Mengajar Hampir para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang belajar. Belajar adalah modifikasi atau memperteguhkan kelakuan melalui pengalaman.

Lebih terperinci

diunduh dari psmk.kemdikbud.go.id/psmk

diunduh dari psmk.kemdikbud.go.id/psmk Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka

Lebih terperinci

PUSAT PERBUKUAN Kementerian Pendidikan Nasional

PUSAT PERBUKUAN Kementerian Pendidikan Nasional PUSAT PERBUKUAN Kementerian Pendidikan Nasional Hak Cipta buku ini pada Kementerian Pendidikan Nasional. Dilindungi Undang-undang. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Untuk SD/MI Kelas V Penyusun

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI/TINJAUA PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI/TINJAUA PUSTAKA A. Deskriptif Teori BAB II LANDASAN TEORI/TINJAUA PUSTAKA 1. Pengertian Permainan Bolavoli Permainan bolavoli adalah permainan beregu yang menuntut adanya kerjasama dan saling pengertian dari masing-masing

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang penelitian Anggi Sugiyono, 2015

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang penelitian Anggi Sugiyono, 2015 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang penelitian Sepakbola termasuk olahraga permainan. Olahraga sepakbola merupakan olahraga yang tidak asing lagi di dunia maupun di Indonesia, setiap orang baik laki-laki

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN A.Kajian Teoretis 1. Hakikat Permaianan Tenis Meja Tenis meja merupakan olahraga yang dimainkan didalam gedung oleh dua atau empat pemain. Permainan tenis

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah :... Kelas : V Mata Pelajaran : Penjasorkes Semester : II Standar : 6. Meman berbagai variasi gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. memasukkan bolabasket (keranjang) sendiri (Dedy Sumiyarsono, 2002: 1).

BAB II KAJIAN PUSTAKA. memasukkan bolabasket (keranjang) sendiri (Dedy Sumiyarsono, 2002: 1). BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Hakikat Permainan Bolabasket Permainan bolabasket adalah permainan yang menggunakan bola besar, yang dimainkan dengan tangan dan bertujuan memasukkan bola sebanyak

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SMP/MTs :... Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : VII (Tujuh )/1 (satu) Alokasi Waktu : 6 x 40 menit (3 x pertemuan ) A. Standar

Lebih terperinci

SISTEMATIKA MENGAJARKAN TEKNIK DASAR HOKI

SISTEMATIKA MENGAJARKAN TEKNIK DASAR HOKI SISTEMATIKA MENGAJARKAN TEKNIK DASAR HOKI Prinsip dalam mengajarkan suatu keterampilan gerak dari cabang olahraga permainan adalah bahan ajar harus diberikan secara sistematis. Yang dimaksud dengan sistematis

Lebih terperinci

OLAHRAGA PILIHAN SEPAKTAKRAW

OLAHRAGA PILIHAN SEPAKTAKRAW BAHAN AJAR MATA KULIAH OLAHRAGA PILIHAN SEPAKTAKRAW Oleh Drs. H. M. Husni Thamrin, M.Pd Disampaikan untuk memenuhi tugas mandiri dalam rangka Pelatihan APPLIED APPROACH (AA) Universitas Negeri Yogyakarta

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Tujuan dari olahraga adalah untuk pendidikan, rekreasi, dan

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Tujuan dari olahraga adalah untuk pendidikan, rekreasi, dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Olahraga merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Tujuan dari olahraga adalah untuk pendidikan, rekreasi, dan prestasi. Hal ini sesuai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Cabang olahraga permainan yang diajarkan dalam pendidikan jasmani dan olahraga yang ada dilembaga pendidikan sekolah pada dasarnya membutuhkan perhatian khusus

Lebih terperinci

MOHAMMAD ALI MASHAR DWINARHAYU

MOHAMMAD ALI MASHAR DWINARHAYU MOHAMMAD ALI MASHAR DWINARHAYU i Hak Cipta buku ini pada Kementerian Pendidikan Nasional. Dilindungi Undang-undang. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas IX Penyusun

Lebih terperinci

MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 12 TAHUN ( 15 Model Permainan)

MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 12 TAHUN ( 15 Model Permainan) MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 12 TAHUN ( 15 Model Permainan) A. Permainan Target (usia 12) 1. Permainan melempar bola ke sasaran Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak karena pola permainannya

Lebih terperinci

MODEL PERMAINAN LATIHAN JASMANI UNTUK ANAK USIA TAHUN PERMAINAN NET (NET GAME)

MODEL PERMAINAN LATIHAN JASMANI UNTUK ANAK USIA TAHUN PERMAINAN NET (NET GAME) MODEL PERMAINAN LATIHAN JASMANI UNTUK ANAK USIA 10-12 TAHUN PERMAINAN NET (NET GAME) A. PERMAINAN NET TANPA ALAT 1. Permainan Bola Voli (hal 227; 230; 234; 235; 240; 242) Perlengkapan: lapangan bola, bola

Lebih terperinci

Untuk dapat bermain sepaktakraw dengan baik, seseorang dituntut untuk mempunyai

Untuk dapat bermain sepaktakraw dengan baik, seseorang dituntut untuk mempunyai Mata Kuliah : Sepaktakraw Kode Mata Kuliah : PJM 111 Materi: Teknik Dasar Sepaktakraw Teknik Dasar Sepaktaraw Untuk dapat bermain sepaktakraw dengan baik, seseorang dituntut untuk mempunyai kemampuan atau

Lebih terperinci

PERMAINAN MENUJU CABANG OLAHRAGA SOFTBALL

PERMAINAN MENUJU CABANG OLAHRAGA SOFTBALL Permainan up PERMAINAN MENUJU CABANG OLAHRAGA SOFTBALL Tujuan: Melatih keterampilan melempar dan menangkap dari atas kepala dan samping badan. Peralatan: Satu bola softball perpasang, satu glove softball

Lebih terperinci

MODUL GURU PEMBELAJAR

MODUL GURU PEMBELAJAR MODUL GURU PEMBELAJAR Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olah Raga Dan Kesehatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kelompok Kompetensi A Profesional Pengembangan Materi Bola Besar/Kecil, Bela Diri dan PKJ

Lebih terperinci

Permainan tenis meja masuk di Tanah Air kurang lebih pada tahun Olahraga ini dibawah oleh

Permainan tenis meja masuk di Tanah Air kurang lebih pada tahun Olahraga ini dibawah oleh PERMAINAN TENIS MEJA Perkembangan Permainan Tenis Meja di Indonesia Permainan tenis meja masuk di Tanah Air kurang lebih pada tahun 1930. Olahraga ini dibawah oleh para Penguasa atau pedagang yang datang

Lebih terperinci

Analisis SKKD Gerak. Aris Fajar Pambudi FIK UNY

Analisis SKKD Gerak. Aris Fajar Pambudi FIK UNY Analisis SKKD Gerak Aris Fajar Pambudi FIK UNY Kelas I semester 1 1. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana/ aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya 1. Mempraktikkan gerak

Lebih terperinci

TEKNIK PASING BAWAH. Oleh : Sb Pranatahadi

TEKNIK PASING BAWAH. Oleh : Sb Pranatahadi TEKNIK PASING BAWAH Oleh : Sb Pranatahadi Teknik Pasing Bawah Dua Tangan Terima Servis Float Teknik pasing bawah dua tangan untuk terima servis float, dan untuk bertahan terhadap smes sangat berbeda. Bola

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. hidupnya. Sedangkan menurut Suparno (2001 : 2) mengungkapkan Belajar. sebagai akibat dari upaya-upaya yang dilakukannya.

TINJAUAN PUSTAKA. hidupnya. Sedangkan menurut Suparno (2001 : 2) mengungkapkan Belajar. sebagai akibat dari upaya-upaya yang dilakukannya. 7 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar Ahmadi (2004 : 128) mengemukakan : Menurut pengertian secara psikologi, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan di dalam tingkah laku sebagai

Lebih terperinci

: Hermawan Pamot Raharjo dan Dian Budiana. : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

: Hermawan Pamot Raharjo dan Dian Budiana. : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. Hak cipta 2014 pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang - Undang Milik Negara Tidak Diperdagangkan Disklaimer : Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Muhammad Rezha, 2014

BAB I PENDAHULUAN. Muhammad Rezha, 2014 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Popularitas bola basket di dunia sekarang ini bukanlah secara kebetulan, akan tetapi perkembangannya telah meningkat dengan daya saing yang tinggi. Hal ini

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. penghayatan nilai - nilai (sikap mental emosional sportivitas spiritual

I. PENDAHULUAN. penghayatan nilai - nilai (sikap mental emosional sportivitas spiritual I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Jasmani merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai -

Lebih terperinci

bab 1 gerak dasar kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang

bab 1 gerak dasar kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang bab 1 gerak dasar sumber www.sdialazhar14.wordpress.com tanggal 11 Juni 2009 kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang meloncat menggiring setiap hari kamu

Lebih terperinci

Rangkuman Materi Penjasorkes UTS Semester

Rangkuman Materi Penjasorkes UTS Semester ----------Rangkuman Materi Penjasorkes UTS Semester 5---------- Tenis Lapangan A. Pengertian dan Sejarah Tenis Lapangan Tenis lapangan adalah permainan yang menggunakan raket untuk memukul bola melewati

Lebih terperinci

pemassalan harus dimulai pada usia dini.

pemassalan harus dimulai pada usia dini. 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permainan sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat populer di dunia. Bahkan permainan sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang digemari oleh

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS. Bola basket dimainkan oleh dua regu dan masing-masing regu terdiri atas

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS. Bola basket dimainkan oleh dua regu dan masing-masing regu terdiri atas BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hakikat Permainan Bola Basket Bola basket dimainkan oleh dua regu dan masing-masing regu terdiri atas 5 pemain. Setiap regu berusaha untuk dapat

Lebih terperinci

A. Daya Tahan dan Kekuatan Otot

A. Daya Tahan dan Kekuatan Otot Kebugaran jasmani harus dipenuhi oleh setiap orang. Kebugaran jasmani merupakan pendukung keberhasilan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Latihan kebugaran jasmani meliputi daya tahan, kekuatan, kelenturan,

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SMP/MTs :... Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII (Tujuh )/1 (satu) : Mempraktikan

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTs) MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN

SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTs) MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTs) MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA, 2017 DAFTAR ISI DAFTAR

Lebih terperinci

I. KAJIAN PUSTAKA. manusia dan menghasilkan pola-pola prilaku individu yang bersangkutan.

I. KAJIAN PUSTAKA. manusia dan menghasilkan pola-pola prilaku individu yang bersangkutan. I. KAJIAN PUSTAKA A. Pendidikan Jasmani Pendidikan Jasmani merupakan bagian dari pendidikan (secara umum) yang berlangsung melalui aktifitas yang melibatkan mekanisme gerak tubuh manusia dan menghasilkan

Lebih terperinci

GURU PEMBELAJAR MODUL PELATIHAN GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAH RAGA, DAN KESEHATAN SEKOLAH DASAR (SD) KELOMPOK KOMPETENSI A

GURU PEMBELAJAR MODUL PELATIHAN GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAH RAGA, DAN KESEHATAN SEKOLAH DASAR (SD) KELOMPOK KOMPETENSI A GURU PEMBELAJAR MODUL PELATIHAN GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAH RAGA, DAN KESEHATAN SEKOLAH DASAR (SD) KELOMPOK KOMPETENSI A PROFESIONAL PENGEMBANGAN MATERI BOLA BESAR/KECIL, BELADIRI, DAN PKJ 1 DIREKTORAT

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. pemukul dan regu penjaga. Regu pemukul berusaha mendapatkan nilai dengan

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. pemukul dan regu penjaga. Regu pemukul berusaha mendapatkan nilai dengan 1 BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 1.1 Kajian Teoritis 2.1.1 Hakikat Permainan Kasti Sukrisno (2007: 2) menjelaskan bahwa permainan kasti merupakan salah satu permainan bola kecil. Permainan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sepakbola merupakan olahraga yang sangat populer di dunia. Ini dapat dilihat dari antusias penonton di stadion, dan siaran televisi yang banyak menyiarkan

Lebih terperinci

57. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)

57. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) 57. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) A. Latar Belakang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SMP Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMP NEGERI I GANDUSARI : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII (Tujuh

Lebih terperinci

MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 11 TAHUN (13 Model Permainan)

MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 11 TAHUN (13 Model Permainan) MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 11 TAHUN (13 Model Permainan) A. Permainan Target (usia 11) 1. Permainan melempar bola diantara 2 kerucut/botol secara berpasangan Permainan melempar bola diantara 2 kerucut

Lebih terperinci

terdiri dari Langkah Berirama terdiri dari Latihan Gerak Berirama Senam Kesegaran Jasmani

terdiri dari Langkah Berirama terdiri dari Latihan Gerak Berirama Senam Kesegaran Jasmani Gerak Berirama Gerak berirama disebut juga gerak ritmik. Gerak ini dilakukan dalam gerakan dasar di tempat. Contoh dari gerakan yang berirama adalah gerak jalan, menekuk, mengayun, dan sebagainya. Ayo

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dalam kegiatan belajar mengajar agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan

Lebih terperinci

BAHAN AJAR. 1. Judul : PERMAINAN BOLA BASKET. 2. Penyusun : Drs, Syahrizal. 3. Tujuan :

BAHAN AJAR. 1. Judul : PERMAINAN BOLA BASKET. 2. Penyusun : Drs, Syahrizal. 3. Tujuan : BAHAN AJAR 1. Judul : PERMAINAN BOLA BASKET 2. Penyusun : Drs, Syahrizal 3. Tujuan : Agar siswa dapat Menggunakan berbagai formasi, bentuk dan strategi dalam permainan bola basket Agar siswa dapat Menerapkan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Hampir para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang

II. TINJAUAN PUSTAKA. Hampir para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar Mengajar Hampir para ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang belajar. Belajar adalah modifikasi atau memperteguhkan kelakuan melalui pengalaman.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Prosedur Penelitian Penggunaan metode dalam penelitian adalah syarat mutlak untuk dapat melihat kedalaman dari sebuah permasalahan. Ketepatan penggunaan metode dalam penelitian

Lebih terperinci

UJIAN TENGAH SEMESTER 2 SMA ISLAM AL - AZHAR 4 TAHUN PELAJARAN Mata Pelajaran : Penjaskes

UJIAN TENGAH SEMESTER 2 SMA ISLAM AL - AZHAR 4 TAHUN PELAJARAN Mata Pelajaran : Penjaskes UJIAN TENGAH SEMESTER 2 SMA ISLAM AL - AZHAR 4 TAHUN PELAJARAN 2010-2011 Mata Pelajaran : Penjaskes K e l a s : XI (Sebelas) Hari, Tanggal : W a k t u : Petunjuk : 1. Terlebih dahulu baca Basmalah kemudian

Lebih terperinci

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan PUSAT PERBUKUAN Kementerian Pendidikan Nasional Ngatiyono Mari Sehat Bergembira 4 Untuk Kelas IV SD/MI PUSAT PERBUKUAN Kementerian Pendidikan Nasional Hak Cipta

Lebih terperinci

untuk SD/MI SD/MI kelas V Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 49 Tahun 2009, tanggal 12 Agustus 2009

untuk SD/MI SD/MI kelas V Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 49 Tahun 2009, tanggal 12 Agustus 2009 untuk SD/MI V kelas Supardi Suroyo Penjasorkes untuk SD/MI kelas V 5 Hak Cipta buku ini pada Kementerian Pendidikan Nasional. Dilindungi Undang-undang. Penjasorkes untuk SD/MI kelas V Penulis : Supardi

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. berkualitas adalah melalui pendidikan. Pendidikan adalah upaya yang. negara. Pada negara-negara yang baru berkembang pendidikan

I. PENDAHULUAN. berkualitas adalah melalui pendidikan. Pendidikan adalah upaya yang. negara. Pada negara-negara yang baru berkembang pendidikan 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu faktor yang dapat mempersiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas adalah melalui pendidikan. Pendidikan adalah upaya yang dikerjakan secara sadar oleh manusia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran

Lebih terperinci

untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.

untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. 57. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) A. Latar Belakang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari

Lebih terperinci

GAMBARAN KETERAMPILAN SHOOTING DAN PASSING SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) TALAWI PUTRA USIA DI BAWAH 17 TAHUN KECAMATAN TALAWI KOTA SAWAHLUNTO JURNAL

GAMBARAN KETERAMPILAN SHOOTING DAN PASSING SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) TALAWI PUTRA USIA DI BAWAH 17 TAHUN KECAMATAN TALAWI KOTA SAWAHLUNTO JURNAL GAMBARAN KETERAMPILAN SHOOTING DAN PASSING SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) TALAWI PUTRA USIA DI BAWAH 17 TAHUN KECAMATAN TALAWI KOTA SAWAHLUNTO JURNAL Oleh MAIZUL HENDRI FAUZI 1103183/2011 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

PROGRAM PEMBELAJARAN P J O K KELAS IV - SEMESTER 2

PROGRAM PEMBELAJARAN P J O K KELAS IV - SEMESTER 2 PROGRAM PEMBELAJARAN P J O K KELAS IV - SEMESTER 2 1 Standar Kompetensi : 6. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya 6.1.Mempraktikkan gerak

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : SMK Muda Patria Kalasan : Pend. Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. : Bola Volley (Passing Atas dan Smash)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : SMK Muda Patria Kalasan : Pend. Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. : Bola Volley (Passing Atas dan Smash) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMK Muda Patria Kalasan : Pend. Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : XI/satu : Bola Volley (Passing

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. gabungan dari jalan, lari dan lompat serta unsur kekuatan, kecepatan,

BAB II KAJIAN PUSTAKA. gabungan dari jalan, lari dan lompat serta unsur kekuatan, kecepatan, BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Hakikat Permainan Bolabasket Bolabasket merupakan permainan yang gerakannya kompleks yaitu gabungan dari jalan, lari dan lompat serta unsur kekuatan, kecepatan,

Lebih terperinci

Pilihlah salah satu huruf didepan jawaban yang anda anggap benar! 1. Organisasi induk bulu tangkis Indonesia adalah. a. PSSI b. PBSI c. PASI d.

Pilihlah salah satu huruf didepan jawaban yang anda anggap benar! 1. Organisasi induk bulu tangkis Indonesia adalah. a. PSSI b. PBSI c. PASI d. Pilihlah salah satu huruf didepan jawaban yang anda anggap benar! 1. Organisasi induk bulu tangkis Indonesia adalah. a. PSSI b. PBSI c. PASI d. FIBA e. FIFA 2. Induk organisasi atletik Indonesia adalah.

Lebih terperinci

ISBN (No Jil. Lengkap) ISBN (Jil. 5.3)

ISBN (No Jil. Lengkap) ISBN (Jil. 5.3) i ii Hak Cipta buku ini pada Kementerian Pendidikan Nasional. Dilindungi Undang-Undang. Penyusun : Akhmad Olih Solihin Khairul Hadziq Editor : Arief Kurniawan Pewajah Isi : Rahmat Deedat Perancang Sampul

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Sepakbola merupakan olahraga yang sangat digemari oleh masyarakat dunia, khususnya masyarakat Indonesia. Fakta membuktikan bahwa saat ini sepakbola menduduki peringkat

Lebih terperinci

Pendidikan. Jasmani Olahraga dan Kesehatan. untuk Siswa SD-MI Kelas 5

Pendidikan. Jasmani Olahraga dan Kesehatan. untuk Siswa SD-MI Kelas 5 Dadan Heryana Giri Verianti Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk Siswa SD-MI Kelas 5 5 Hak Cipta buku ini pada Kementerian Pendidikan Nasional. Dilindungi Undang-undang. P endidikan Jasmani

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. terbentuknya keterampilan dari seseorang. Setiap individu memiliki. kemampuan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain.

BAB II KAJIAN TEORI. terbentuknya keterampilan dari seseorang. Setiap individu memiliki. kemampuan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. BAB II KAJIAN TEORI A. DESKRIPSI TEORI 1. Hakikat Kemampuan Melempar Bola Kemampuan sering dianggap sebagai suatu hal yang mendasari terbentuknya keterampilan dari seseorang. Setiap individu memiliki kemampuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Habibullah, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Habibullah, 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Olahraga permainan softball merupakan salah satu cabang olahraga yang mulai popular di Indonesia, hal ini terbukti dengan semakin banyaknya didirikan klub-klub,

Lebih terperinci

BAHAN AJAR KELAS X SEMESTER I

BAHAN AJAR KELAS X SEMESTER I BAHAN AJAR KELAS X SEMESTER I PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN : Penjasorkes adalah sebuah ilmu yang terutama mempelajarai tentang kemampuan aspek psikomotor yang dikembangkan dan dikombinasikan dengan

Lebih terperinci