BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Transkripsi

1 26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Pada bagian ini akan dijelaskan berbagai uraian tentang pelaksanaan tindakan siklus 1 dan siklus 2. Analisis data berdasrkan pengamatan peneliti, dan observer. Waktu yang dipergunakan untuk penelitian dilakukan pada semester 2/ , mulai dari bulan Pebruari 2013 hingga bulan April Deskripsi pertemuan 1 dan 2 pada masingmasing siklus dengan alokasi waktu 2 x 35 menit, sedangkan pada pertemuan 3 tiap siklus mempunyai alokasi waktu 2 x 35 menit terbadi 35 menit mengulas kembali materi yang sudah disampaikan dan 35 menit untuk pelaksanaan evaluasi Pelaksanaan Tindakan Siklus 1 a. Perencanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti menyusun rencana penelitian berdasarkan masalah yang ada pada SD Negeri 2 Kalibening. Karena kompleknya masalah yang dihadapi pada SD Negeri 2 Kalibening, kemudian peneliti mengambil suatu masalah yang akan diteliti yaitu pada Kelas 4 mata pelajaran IPA dengan materi energi dan perubahannya. Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan akhir sesuai materi/bahan ajar yang akan disampaikan, metode demonstrasi menggunakan media konkret dan metode lain yang sesuai, instrumen evaluasi yang akan diujikan dan cara melaksanakannya serta waktu, tempat pelaksanaannya. Pelaksanaan Siklus 1 pada tahap perencanaan dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut: 1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pelaksanaan siklus 1 ini memuat materi tentang energi dan penggunaannya yang dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pembelajarannya adalah siswa dapat menceritakan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari, menyebutkan cara memanfaatkan energi matahari, angin, air, panas bumi, memberi contoh manfaat sumber energi dalam kehidupan seharihari, menyebutkan keuntungan dan kerugian sumber energi dari bahan fosil, menyebutkan keuntungan dan kerugian sumber energi alternatif. 26

2 27 2) Menentukan Alokasi Waktu Alokasi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran adalah 6 x 35 menit (3 x pertemuan). 3) Menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) Peneliti membuat LKS untuk materi energi dan penggunaannya, kegiatan untuk mengerjakan dilaksanakan secara berkelompok tiap kelompok terdiri atas 5 siswa (1 kelas menjadi 6 kelompok). 4) Menyiapkan alat dan Bahan yang akan dipergunakan. 5) Menyusun Lembar Evaluasi Peneliti membuat lembar evaluasi sebanyak 10 pilihan ganda dan 5 soal isian dengan materi energi dan penggunaannya yang ada pada kehidupan sehari-hari. Soal diberikan pada pertemuan 3 diselesaikan oleh siswa secara individu dalam waktu 35 menit. b. Pelaksanaan Tindakan Siklus 2 Kegitan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan tindakan (Acting) dilakukan berdasarkan pada rencana awal yang telah disusun. Pada tahap pelaksanaan tindakan ini, peneliti berperan sebagai guru sekaligus sebagai pelaksana tindakan. Pelaksana tindakan dilakukan setelah rencana pelaksanaan pembelajaran tersusun dengan baik. Pelaksanaan tindakan yang dilakukan merupakan penjabaran rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pelaksanaan siklus 1 ini terdiri atas tiga pertemuan. Pertemuan 1 dan pertemuan 2 berlangsung masing-masing selama 70 menit, sedangkan pertemuan 3 berlangsung selama 70 menit terbagi menjadi 35 menit pertama untuk mengulas materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya dan 35 berikutnya untuk mengerjakan soal evaluasi siklus 1. 1) Pertemuan 1 (2 x 35 menit) Siklus 1 pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Senin, 1 April 2013, kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: a) Kegiatan Awal Guru mengawali kegiatan pembelajaran pada pertemuan 1 dengan mengucapkan salam kemudian berdoa dan menanyakan kesiapan dalam

3 28 menerima pelajaran hari ini kepada siswa. Setelah itu menyampaikan apersepsi yang berbentuk pertanyaan kepada siswa tentang peristiwa kehidupan seharihari dan menghubungkan dengan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajarannya adalah siswa dapat menceritakan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari, menyebutkan cara memanfaatkan energi matahari, angin, air, panas bumi. b) Kegiatan Inti Pada kegiatan inti guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun. Namun sebelum pelaksanaan pemberian materi guru memberi penjelasan bahwa yang akan dipergunakan untuk pembelajaran sekarang adalah menggunakan cara demonstrasi menggunakan media konkret, secara rinci sebagai berikut: a. Prosedur Metode Demonstrasi: a) Mempersiapkan alat bantu yang akan dipergunakan; b) Memberi penjelasan tentang topik yang akan disampaikan; c) Pelaksanaan demonstrasi bersamaan dengan perhatian dan peniruan dari siswa; d) Penguatan (diskusi,tanya jawab, dan atau latihan) terhadap hasil demonstrasi; e) Membuat kesimpulan b. Langkah-langkah Penggunaan Metode Demonstrasi a. Perencanaan a) Menentukan tujuan; b) Menetapkan langkah-langkah pokok; c) Menyiapkan alat yang diperlukan. b. Pelaksanaan a) Mengusahakan agar demonstrasi diikuti dan diamati oleh seluruh siswa; b) Menumbuhkan sikap kritis pada siswa sehingga terjadi tanya jawab dan diskusi;

4 29 c) Memberi kesempatan pada siswa untuk mencoba sehingga siswa merasa yakin; d) Membuat lembar penilaian untuk pengamatan proses maupun hasil. c. Tindak Lanjut a) Pemberian tugas kepada siswa untuk melaksanakan merasakan panas pada terik matahari; b) Penilaian terhadap laporan hasil pekerjaan dengan mempresentasikan secara sederhana; c) Adapun kegiatan yang dilakukan adalah: siswa diberi tugas mengerjakan lembar kerja siswa secara berkelompok untuk melakukan kegiatan merasakan terik matahari, panasnya api, air mengalir dari slang. Setelah guru menjelaskan prosedur dan langkah-langkah pelaksanaan metode demonstrasi menggunakan media konkret, guru melanjutkan kegiatan eksplorasi, bertanya jawab dengan siswa mencari informasi dari buku, koran dan memperlihatkan keadaan yang sebenarnya mengenai sumber energi alternatif: a) Matahari (dilhat diluar kelas) c) Air (dilihat dan guru membawa) b) Angin (dirasakan) d) Panas (api dapat dilihat) Siswa dilibatkan secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran terutama untuk melaksanakan cuci tangan kemudian dipanaskan dengan sinar matahari, atau api dan memfasilitasi siswa lain untuk melakukan kegiatan mengipas balon udara, mengapa dapat terdorong oleh angin, lilin menyala kemudian diatas api di letakan kincir ternyata dapat bergerak. Dalam kegiatan elaborasi, guru menyuruh siswa membagi kelompok secara sukarela, memilih anggota sendiri, sambil membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas yang berbentuk LKS dikaitkan dalam buku sumber, siswa oleh guru diberi tugas untuk berdiskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis, memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut, memfasilitasi siswa dalam menggunakan metode demonstrasi, memfasilitasi siswa selalu berkompetisi secara sehat dalam meningkatkan prestasi belajar,

5 30 memfasilitasi siswa untuk membuat laporan secara tertulis, baik individual maupun kelompok, memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok sambil mengamati benda konkretnya; a. menyebutkan cara memanfaatkan energi matahari; b. energi matahari diubah menjadi energi listrik dengan alat sel surya; c. digunakan langsung sebagai pemanas air di rumah dengan alat panel listrik; d. menyebutkan cara memanfaatkan energi angin, dan memberikan contoh kapal layar dan kincir angin; e. menyebutkan cara memanfaatkan energi air; dan f. menyebutkan cara memanfaatkan energi panas bumi. Kegiatan konfirmasi, guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa, meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan. c) Kegiatan Akhir 1) Membuat Kesimpulan Bahwa matahari, angin, air dan panas bumi merupakan sumber energi alternatif 2) Penutup Guru melakukan evaluasi lisan kepada beberapa siswa untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran yang baru saja disampaikan. 2) Pertemuan 2 (2 x 35 menit) Siklus 1 pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Selasa, 2 April 2013, dengan pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: a) Kegiatan Awal Guru mengawali kegiatan pembelajaran pada pertemuan 2 dengan berdoa dan mengucapkan salam kepada siswa. Setelah itu guru bertanya kepada siswa apa yang kamu pelajari sebelum pelajaran lanjutan. Guru menyampaikan apersepsi yaitu menghubungkan materi dengan keadaan sehari-hari siswa. Setelah itu menyampaikan tujuan yang ingin dicapai pada pembelajaran hari ini yaitu memberi contoh manfaat sumber energi dalam kehidupan sehari-hari,

6 31 menyebutkan keuntungan dan kerugian sumber energi dari bahan fosil, menyebutkan keuntungan dan kerugian sumber energi alternatif. b) Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti yaitu eksplorasi, guru memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan demonstrasi energi yang berasal dari fosil seperti minyak tanah, solar, bensin dan bensol. Guru menjelaskan bensin untuk bahan bakar mesin contohnya mesin motor dapat hidup (siswa menghidupkan mesin), membuat pelita kaleng diberi sumbu dituangi minyak tanah kemudian dapat menyala, bensol untuk sumber api, siswa disuruh menyalakan korek api gas. Dalam kegiatan elaborasi, guru menghimbau siswanya untuk membiasakan membaca dan menulis beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna dalam buku sumber IPA,mendiskusikan LKS yang telah disediakan oleh guru. Melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis, sehingga perlu presentasi. Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir, bertanya jawab dengan siswa sebayanya kemudian menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut dengan diberi motivasi. Dalam kegiatan konfirmasi, siswa diajak untuk bertanya jawab tentang halhal yang belum diketahui siswa, atau perlu mengulang kembali materi yang telah disampaikan sehingga akan lebih jelas lagi. Dalam tanya jawab tidak harus guru yang menjawab tetapi dapat dilemparkan ke siswa lain untuk menjawab atau melengkapi jawaban. Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan. c) Kegiatan Akhir Setelah siswa menjawab, dibimbing oleh guru untuk membuat kesimpulan berdasarkan kegiatan demonstrasi yang telah dilakukan. Guru menggunakan pertanyaan-pertanyaan tentang kegiatan yang telah dilakukan untuk menuntun siswa membuat kesimpulan sendiri. Kesimpulan yang diperoleh siswa menyebutkan bahwa matahari, angin, air dan panas bumi merupakan sumber energi alternatif.

7 32 Pada kegiatan pembelajaran siklus 1 pertemuan 2 ini, peneliti melakukan observasi pembelajaran yang sedang berlangsung. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan 2 ini berjalan dengan sangat baik. Siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan tertib tanpa rasa takut,bertanya apabila belum jelas. Partisipasi siswa terhadap metode demonstrasi yang dilakukan sangat bersemangat, memang belum semua siswa semangat namun sudah ada peningkatan. Guru semakin kreatif dalam memberikan penjelasan dan dengan cara memberi pertanyaan-pertanyaan ringan untuk mengevaluasi hasil pertemuan 2 siklus 1, ternyata beberapa pertanyaan langsung dijawab benar oleh siswa, memang ada sebagian pertanyaan yang masih belum sempurna dijawabnya, disini guru memberi penjelasan ulang sampai siswa benar-benar memahami. 3) Pertemuan 3 (2 x 35 menit) a) Kegiatan awal Kegiatan siklus 1 pertemuan 3 dilaksanakan hari Rabu, 3 April 2013, dengan didahului apersepsi dan pemberian motivasi kepada siswa untuk selalu giat belajar. Kemudian guru menyampaikan apersepsi dan indikator dari kompetensi yang diharapkan, bersama siswa mempersiapkan alat dan bahan secara konkret untuk mendukung tujuan yang akan dicapai, memahami peta konsep tentang energi alternatif. b) Kegiatan inti Pada kegiatan inti siklus 1 pertemuan 3, guru bertanya kepada siswa sekilas tentang materi yang telah dipelajari pada dua pertemuan sebelumnya. Kemudian guru mengulas kembali materi pertemuan yang telah lalu (2 kali pertemuan) sebelum guru memberikan evaluasi untuk Siklus 1. Siswa diberi kesempatan untuk memperagakan kembali media konkret yang dipersiapkan seperti pada kegiatan 2 kali pertemuan, seperti tangan basah dipanaskan dediket api atau di sinar matahari akan menjadi kering, menghidupkan korek api, menyalakan lilin, meletakan kincir di atas api hingga kincir berputar sendiri dan kegiatan lain yang sesuai.

8 33 Setelah siswa memahami benar-benar, maka guru memberi tugas kepada siswa untuk mengerjakan evaluasi dalam waktu 35 menit. Pada saat mengerjakan soal evaluasi siklus 1, siswa didorong supaya percaya diri untuk mengerjakan sendiri evaluasi sesuai dengan penjelasan yang diberikan oleh guru. Sebagian besar siswa mengerjakan soal evaluasi dengan waktu kurang dari 30 menit. c) Kegiatan akhir Guru melakukan motivasi, penguatan dan pengayaan. c. Observasi Pelaksanaan observasi ini yaitu pada saat kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Observasi yang dilakukan meliputi kegiatan perencanaan, tindakan mengajar dan saat evaluasi. Observasi ini dilakukan oleh observer (teman sejawat). Hasil observasi berupa data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi berupa lembar observasi untuk guru maupun untuk siswa. Data kuantitatif berupa hasil tes formatif siswa pada akhir siklus 1. Pengamatan terhadap hasil belajar dilaksanakan sendiri oleh peneliti, sedang proses belajar oleh observer. Pelaksanaan pembelajaran menerapkan metode demonstrasi menggunakan media konkret oleh guru sebagai berikut: 1) Guru memulai mengajar dengan mengorganisasikan kelas; 2) Guru meminta siswa untuk duduk berkelompok tanpa dibagi oleh gru, jadi bebas memilih pasangannya; 3) Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu penerapan metode demonstrasi menggunakan media konkret; 4) Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS), karena jumlah kelompoknya 6 maka setiap 2 kelompok melaksanakan kegiatan dengan LKS yang sama; 5) Pada pertemuan 1 masih banyak siswa yang berbicara sendiri karena kurang memahami langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan; 6) Pada pertemuan ke 2 sudah lebih kondusif dibanding pertemuan ke 1, siswa relatif tenang dan terlihat sangat antusias;

9 34 7) Kegiatan pada pertemuan 1 guru masih terlihat kurang memberi motivasi kepada siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar, pada kegiatan penutup setiap pertemuan; 8) Pada pertemuan ke 2 guru terlihat memberi motivasi, pujian dan tepuk tangan kepada siswa yang berhasil menjawab dengan benar; 9) Pada pertemuan ke 3 siswa diberi tugas secara individu untuk mengerjakan soal; 10) Guru meneliti hasil pekerjaan siswa, menganalisa secara individu dan langsung mengumumkan hasilnya. d. Refleksi Setelah kegiatan pertemuan 1,2 dan 3 pada siklus 1 selesai, maka data-data yang diperoleh dianalisis dan disimpulkan bahwa siklus yang dilaksanakan berhasil atau belum. Dalam tahap refleksi ini peneliti membandingkan antara hasil dari hasil pra-siklus dengan siklus 1, harapannya adanya peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar sesuai yang diharapkan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada pelaksanaan siklus 1, peneliti mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa selama kegiatan pembelajaran siklus 1 berlangsung masih kurang sempurna, demikian juga observer telah melaksanakan kegiatannya untuk mengamati peneliti dan siswa pada mengikuti kegiatan belajar mengajar. Dari hasil evaluasi siklus 1 yang dilakukan oleh siswa diperoleh hasil belajar siswa memperoleh nilai 0 tidak ada, antara pra-siklus dengan siklus 1 terjadi peningkatan hasil belajar. Pada pra-siklus nilai terendah 40 pada siklus 1 terendah 50 nilai tertinggi pra-siklus 80 pada siklus 1 90, nilai rata-rata pra-siklus 56,33 pada siklus 1 menjadi 68,33, pada prasiklus siswa tuntas sebanyak 10 siswa atau 33,33% pada siklus 1 16 siswa atau 53,33% (Hasil nilai terlampir) Pelaksanaan Siklus 2 a. Perencanaan Tindakan Pada tahap perencanaan kegiatan peneliti melaksanakan gambaran yang berdasarkan masalah pada SD Negeri 2 Kalibening Kecamatan Karanggayam. Karena masalah-masalah masih perlu dihadapi dan sangat kompleks pada SD Negeri 2 Kalibening, maka peneliti pada siklus 2 tetap mengambil suatu masalah yang akan diteliti

10 35 yaitu pada kelas 4 dengan mata pelajaran IPA dengan materi energi dan perubahannya dengan kompetensi dasar membuat suatu karya/model untuk menunjukkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas, baling-baling, pesawat terbang kertas, parasut plastik. Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan akhir sesuai materi/bahan ajar yang akan disampaikan, metode demonstrasi menggunakan media konkret dan metode lain yang sesuai, instrumen evaluasi yang akan diujikan dan cara melaksanakannya serta waktu, tempat pelaksanaannya. Pelaksanaan siklus 2 pada tahap perencanaan dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut: 1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pelaksanaan siklus 2 ini memuat materi tentang energi dan penggunaannya yang dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pembelajarannya adalah membuat karya/model pesawat terbang, membuktikan perubahan energi dan penggunaannya, membuat karya/model roket sesuai rancangan, dan membuktikan adanya perubahan energi dan penggunaannya, membuat karya/model parasut, mempresentasikan perubahan energi dan penggunaannya pada karya/model parasut, membuat karya/model baling-baling kertas dan mempresentasikan hasil karya tentang perubahan energi dan penggunaannya, dan menerapkan prinsipprinsip keselamatan, kesehatan, keamanan kerja serta menjaga kebersihan. 2) Menentukan Alokasi Waktu Alokasi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran adalah 6 x 35 menit (3 x pertemuan). 3) Menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) Peneliti membuat LKS sesuai dengan materi energi dan penggunaannya, kegiatan untuk mengerjakan dilaksanakan secara berkelompok tiap kelompok terdiri atas 5 siswa (1 kelas menjadi 6 kelompok). 4) Menyiapkan alat dan Bahan yang akan dipergunakan Alat dan bahan a. Membuat Roket tiup a) Karton

11 36 b) spidol bekas c) gunting d) lem kertas. b. Membuat baling-baling kertas a) Karton b) Plastik Sedotan c) Lem d) Gunting e) Kawat f) Gunting c. Membuat Pesawat Terbang Kertas a) Kertas HVS atau kertas gambar b) Gunting d. Membuat parasut plastik a) Plastik bening atau warna b) Benang c) Patung plastik atau sejenisnya d) Gunting, cater atau sejenisnya e) Lem fok, atau sejenisnya 5) Peneliti membuat lembar evaluasi dengan jumlah soal sebanyak 5 soal isian dengan materi energi dan penggunaannya yang ada pada kehidupan sehari-hari. Soal diberikan pada pertemuan 3 diselesaikan oleh siswa secara individu dalam waktu 35 menit. b. Pelaksanaan Kegiatan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan tindakan (Acting) dilakukan berdasarkan pada rencana awal yang telah disusun. Pada tahap pelaksanaan tindakan ini, peneliti berperan sebagai guru sekaligus sebagai pelaksana tindakan. Pelaksana tindakan dilakukan setelah rencana pelaksanaan pembelajaran tersusun dengan baik. Pelaksanaan tindakan yang dilakukan merupakan penjabaran rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pelaksanaan siklus 2 ini terdiri atas tiga pertemuan. Pertemuan 1 dan pertemuan 2 berlangsung masing-masing selama 70 menit, sedangkan pertemuan

12 37 3 berlangsung selama 70 menit terbagi menjadi 35 menit pertama untuk mengulas materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya dan 35 berikutnya untuk mengerjakan soal evaluasi siklus 1. 1) Pertemuan 1 (2 x 35 menit) Siklus 2 pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Senin, 8 April 2013, kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: a) Kegiatan Awal Guru mengawali kegiatan pembelajaran pada pertemuan 1 dengan mengucapkan salam kemudian berdoa dan menanyakan kesiapan dalam menerima pelajaran hari ini kepada siswa. Setelah itu menyampaikan apersepsi yang berbentuk pertanyaan kepada siswa tentang peristiwa kehidupan seharihari dihubungkan dengan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajarannya adalah membuat karya/model pesawat terbang kemudian membuktikan perubahan energi dan penggunaannya, membuat karya/model roket sesuai rancangan, dan membuktikan perubahan energi dan penggunaannya. b) Kegiatan Inti Pada kegiatan inti guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun. Namun sebelum pelaksanaan pemberian materi guru memberi penjelasan bahwa yang akan dipergunakan untuk pembelajaran sekarang adalah menggunakan cara demonstrasi menggunakan media konkret, guru memberikan contoh konkret dari pesawat terbang kertas dan roket dari kertas, kemudian secara rinci prosedur kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai berikut: a. Prosedur Metode Demonstrasi: a. Mempersiapkan alat bantu yang akan dipergunakan; b. Memberi penjelasan tentang topik yang akan disampaikan; c. Pelaksanaan demonstrasi bersamaan dengan perhatian dan peniruan dari siswa; d. Penguatan (diskusi,tanya jawab, tugas dan atau latihan) terhadap hasil demonstrasi; e. Membuat kesimpulan.

13 38 b. Langkah-langkah Penggunaan Metode Demonstrasi i. Perencanaan ii. iii. a) Menentukan tujuan; b) Menetapkan langkah-langkah pokok; c) Menyiapkan alat yang diperlukan. Pelaksanaan a) Mengusahakan agar demonstrasi diikuti dan diamati oleh seluruh siswa; b) Menumbuhkan sikap kritis pada siswa sehingga terjadi tanya jawab dan diskusi; c) Memberi kesempatan pada siswa untuk mencoba sehingga siswa merasa yakin; d) Membuat lembar penilaian untuk pengamatan proses maupun hasil. Tindak Lanjut a) Pemberian tugas kepada siswa untuk melaksanakan kegiatan membuat pesawat terbang dan roket dari kertas; b) Pemberian tugas kepada siswa untuk melaksanakan kegiatan pembuktian pesawat terbang dan roket dari kertas dapat terbang karena angin; c) Penilaian terhadap laporan hasil pekerjaan dengan mempresentasikan secara sederhana; d) Adapun kegiatan yang dilakukan adalah: siswa diberi tugas mengerjakan lembar kerja siswa secara berkelompok untuk melakukan kegiatan membuat dan membuktikan energi dan penggunaannya pada peswat terbang dan roket dari kertas. Setelah semua dijelaskan cara maupun langkah-langkah dari pelaksanaan metode demonstrasi menggunakan media konkret, guru melanjutkan kegiatan eksplorasi, bertanya jawab dengan siswa mencari informasi dari buku, koran mengenai model: a) Pesawat terbang kertas b) Roket dari kertas

14 39 c) Parasut Plastik d) Baling-baling kertas Siswa dilibatkan secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran terutama untuk melaksanakan pembuatan model pesawat terbang dan roket dari kertas dan memfasilitasi siswa lain untuk melakukan kegiatan pembuktian dapat terbang dengan tenaga angin. Dalam kegiatan elaborasi, guru menyuruh siswa membagi kelompok secara sukarela, memilih anggota sendiri, sambil membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas yang ada pada LKS dikaitkan dalam buku sumber. Siswa oleh guru diberi tugas untuk berdiskusi, dan mempresentasikan hasil diskusi untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis, memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut, memfasilitasi siswa dalam penerapan metode demonstrasi menggunakan media konkret, memberi kepada siswa untuk selalu berkompetisi secara sehat dalam meningkatkan prestasi belajar, membantu siswa untuk membuat laporan secara tertulis, baik individual maupun kelompok, mengarahkan siswa untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok; a. Mengapa pesawat terbang kertas dapat melayang dan turun dengan pelanpelan; b. Energi apa yang mengakibatkan pesawat terbang kertas dapat melayang; c. Bagimana jika cara melemparnya menggunakan benda supaya lebih tinggi terbangnya; d. Bagaimana roket kertas dapat meluncur; e. Apa yang menyebabkan roket dapat meluncur; f. Bagaimana upaya yang dilakukan supaya roket meluncurnya lebih cepat. Kegiatan konfirmasi, guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa, meluruskan kesalahan pahaman, memberikan penguatan dan menarik kesimpulan. c) Kegiatan Akhir 1) Membuat Kesimpulan

15 40 Bahwa angin merupakan energi alternatif yang dapat difungsikan dalam kehidupan sehari-hari. 2) Penutup Guru melakukan evaluasi lisan kepada beberapa siswa untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran yang baru saja disampaikan. 1) Pertemuan 2 (2 x 35 menit) Siklus 2 pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Selasa, 9 April 2013, dengan pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: a) Kegiatan Awal Guru mengawali kegiatan pembelajaran pada pertemuan 2 dengan berdoa dan mengucapkan salam kepada siswa. Setelah itu guru bertanya kepada siswa apa yang kamu pelajari sebelum pelajaran lanjutan. Guru menyampaikan apersepsi yaitu menghubungkan materi dengan keadaan sehari-hari siswa. Setelah itu menyampaikan tujuan yang ingin dicapai pada pembelajaran hari ini yaitu membuat karya/model parasut, mempresentasikan perubahan energi dan penggunaannya pada karya/model parasut, membuat karya/model baling-baling kertas dan mempresentasikan perubahan energi dan penggunaannya. b) Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti yaitu eksplorasi, guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengamati model parasut plastik dan baling-baling kertas. Guru menjelaskan secara singkat cara membuat dan cara kerjanya dari model tersebut. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya kesulitan-kesulitan yang terjadi. Dalam kegiatan elaborasi, guru menghimbau siswanya untuk membiasakan membaca dan menulis beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna dalam buku sumber IPA,mendiskusikan LKS yang telah disediakan oleh guru. Melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis, sehingga perlu presentasi. Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir, bertanya jawab dengan siswa sebayanya kemudian menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut dengan diberi motivasi.

16 41 Dalam kegiatan konfirmasi, siswa diajak untuk bertanya jawab tentang halhal yang belum diketahui siswa, atau perlu mengulang kembali materi yang telah disampaikan sehingga akan lebih jelas lagi. Dalam tanya jawab tidak harus guru yang menjawab tetapi dapat dilemparkan ke siswa lain untuk menjawab atau melengkapi jawaban. Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan. c) Kegiatan Akhir Setelah siswa menjawab, dibimbing oleh guru untuk membuat kesimpulan berdasarkan kegiatan demonstrasi yang telah dilakukan. Guru menggunakan pertanyaan-pertanyaan tentang kegiatan yang telah dilakukan untuk membimbing siswa untuk dapat membuat kesimpulan sendiri. Kesimpulan yang diperoleh siswa menyebutkan bahwa angin merupakan energi yang dapat dipergunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. d. Observasi Pada kegiatan pembelajaran Siklus 2 pertemuan 2 ini, peneliti melakukan observasi proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan 2 ini berjalan lebih baik dibanding Siklus 1 dan sangat baik. Siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan tertib tanpa rasa takut, bebas bertanya apabila belum jelas. Partisipasi siswa terhadap metode demonstrasi menggunakan media konkret sangat terlihat bersemangat, memang belum semua siswa semangat namun sudah banyak peningkatan. Guru semakin kreatif dalam memberikan penjelasan dan beberapa pertanyaan-pertanyaan ringan diluncurkan untuk mengevaluasi hasil pertemuan 2 Siklus 2, ternyata beberapa pertanyaan dapat langsung dijawab benar dan ada sebagian yang masih belum sempurna setelah diarahkan siswa lebih paham. 2) Pertemuan 3 (2 x 35 menit) Pada kegiatan inti Siklus 2 pertemuan 3, guru bertanya kepada siswa sekilas tentang materi yang telah dipelajari pada dua pertemuan sebelumnya. Kemudian guru mengulas kembali materi pertemuan yang telah lalu (2 kali pertemuan) sebelum guru memberikan evaluasi untuk Siklus 2. Siswa diberi kesempatan untuk memperagakan kembali kegiatan membuat hasil karya/model

17 42 yang telah selesai seperti pesawat terbang dapat melayang dan turun dengan pelan, roket dapat meluncur, parasut dapat terbang dan turun dengan pelanpelan, baling-baling kertas dapat berputar, dan bagaimana menjaga keselamatan, kebersihan, kesehatan serta keamanan kerja dalam kehidupan sehari-harisyarakat maupun secara pribadi. Kemudian siswa diberi tugas untuk mengerjakan evaluasi dalam waktu 35 menit. Pada saat mengerjakan soal evaluasi Siklus 1, siswa didorong supaya percaya diri untuk mengerjakan sendiri evaluasi sesuai dengan penjelasan yang diberikan oleh guru. Sebagian besar siswa mengerjakan soal evaluasi dengan waktu kurang dari 30 menit. c. Refleksi Setelah kegiatan pertemuan 1,2 dan 3 pada Siklus 2 selesai, maka data-data yang diperoleh dianalisis dan disimpulkan bahwa siklus yang dilaksanakan berhasil atau belum. Dalam tahap refleksi ini peneliti membandingkan antara hasil dari hasil pra-siklus dengan Siklus 1, harapannya adanya peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar sesuai yang diharapkan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada pelaksanaan Siklus 1, peneliti mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa selama kegiatan pembelajaran Siklus 1 berlangsung masih kurang sempurna, demikian juga observer telah melaksanakan kegiatannya untuk mengamati peneliti dan siswa pada mengikuti kegiatan belajar mengajar. Peneliti melakukan banyak catatan terutama temuan pada situasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang kadang menjadi kendala dalam pembelajaran, seperti siswa kurang memperhatikan, siswa kurang diberi motivasi, dan siswa kelihatan kurang tertib, kurang terfokus dalam pembelajaran, kemauan siswa juga sangat rendah. Siswa kurang aktif dalam bertanya dan peneliti masih kurang jelas dalam memberi jawaban setiap pertanyaan yang diajukan oleh siswa. Hal-hal yang terjadi pada Siklus 1 menjadi catatan tersendiri dan mohon untuk diperhatikan pada siklus ke II. Bahwa ada kenaikan hasil belajar pada proses pembelajaran dari pra-siklus ke Siklus 1 walaupun belum secara signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan

18 43 menerapkan metode demonstrasi menggunakan media konkret telah terlaksana dengan baik namun belum meningkat secara signifikan untuk itu perlu adanya Siklus 2 supaya hasilnya lebih baik dari pada Siklus Hasil Penelitian Hasil penelitian ini mencakup deskripsi data dan analisis data yang meliputi hasil tes siswa pada siklus 1 dan siklus 2 dengan menganalisis data ke dalam dua tahapan yaitu analisis ketuntasan dan analisis komparatif Deskripsi Data a. Data Siklus 1 Tabel 4 Distribusi Frekwensi Hasil Belajar IPA Siklus 1 Siswa Kelas 4 SD Negeri 2 Kalibening Semester 2/ No. Interval Frekwensi Persentase , , , Jumlah b. Data Siklus 2 Tabel 5 Distribusi Frekwensi Hasil Belajar IPA Siklus 2 Siswa Kelas 4 SD Negeri 2 Kalibening Semester 2/ No. Interval Frekwensi Persentase , ,67 Jumlah

19 44 Hasil evaluasi Siklus 2 dinyatakan tuntas 100% dengan penyebaran nilai terendah 70 dan tertinggi 90, nilai terbanyak pada interfal sebanyak 46,67% terendah pada kisaran yaitu 20% dengan nilai tengah berjumlah 33,33%. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil temuan dari observer pada Siklus 1 dan perubahan penerapan metode demonstrasi menggunakan media konkret menjadi peningkatan hasil belajar siswa yang sangat mencolok. Namun belum ada siswa yang mendapat nilai 100 atau mengerjakan soal benar semua. Kemudian motivasi siswa dalam belajar juga mengalami peningkatan seperti yang ada pada angket atau daftar isian hasil observasi dan penelitian yang dilaksanakan oleh observer maupun oleh peneliti sendiri Analisis Data Setelah pelaksanaan tindakan pada Siklus 1 pertemuan 1-3 dengan menerapkan metode demonstrasi menggunakan media konkret pada kegiatan pembelajaran IPA Kelas 4 tentang energi dan penggunaannya, analisis penelitian mengenai hasil belajar dapat dijelaskan yaitu hasil evaluasi IPA Siklus 1 siswa Kelas 4 SD Negeri 2 Kalibening, dengan menggunakan metode tersebut pada kondisi awal nilai terendah 40 sebanyak 9 siswa kemudian Siklus 1 tidak ada, pada Siklus 1 nilai 50 sebanyak 6 siswa dan nilai 60 sebanyak 8 siswa hal ini mengalami kenaikan nilai, dan nilai 70 sebanyak 6 siswa serta nilai 80 sebanyak 5 siswa dan nilai 90 sebanyak 5 siswa. Siswa mendapatkan nilai di atas KKM 16 siswa (53,33%). Belum tuntas 14 siswa atau 46,67%, dengan rata-rata nilai 56,33. Pada Siklus 2 nilai terendah 70 sebanyak 14 siswa atau 46,68%, nilai 80 sebanyak 10 siswa atau 33,33% dan nilai 90 sebanyak 6 siswa atau 20%, dengan ketuntasan 100% nilai rata-rata 77,33. Standar KKM 70 dan rata-rata nilai 75 untuk itu pada Siklus 2 memenuhi syarat bahwa penelitian berhasil dengan baik. a. Analisis Ketuntasan Siklus 1 Analisis ketuntasan pada Siklus 1 adalah bahwa siswa yang mendapat nilai KKM 70 sebanyak 16 siswa atau 53,33% dan nilai rata-rata kelas 68,33, untuk itu nilai pada Siklus 1 belum memenuhi syarat karena nilai rata-rata baru 68,33 standar yang diharapkan 75 jadi pada tindakan Siklus 1 belum memenuhi persyaratan sesuai indikator. Seperti tabel di bawah ini:

20 45 Tabel 6 Analisis Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siklus 1 Siswa Kelas 4 SD Negeri 2 Kalibening Semester 2/ No. Ketuntasan Frekwensi Persentase (%) 1. Tuntas 16 53,33 2. Tidak Tuntas 14 46,67 Rerata 68,33 Nilai Maksimum 90 Nilai Minimum 50 Untuk dapat memperjelas data tersebut, maka berikut disajikan grafik lingkaran untuk hasil tes siklus 1 46,67% 53,33% Tuntas Belum Tuntas Gambar 2 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 4 b. Analisis Ketuntasan Siklus 2 Analisis ketuntasan pada Siklus 2 adalah bahwa siswa yang mendapat nilai KKM siswa atau 100% dari 30 siswa dan nilai rata-rata kelas 77,33. Apabila dibandingkan dengan Siklus 1 maka mengalami peningkatan ketuntasan 46,67%, untuk itu nilai pada

21 46 Siklus 2 memenuhi syarat KKM 30 siswa (100%) dan rata-rata 77,33 dengan indikator kinerja 75. Jadi pada tindakan Siklus 2 memenuhi persyaratan sesuai indikator. Seperti tabel di bawah ini: Tabel 7 Analisis Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siklus 2 Siswa Kelas 4 SD Negeri 2 Kalibening Semester 2/ No. Ketuntasan Frekwensi Persentase (%) 1. Tuntas Tidak Tuntas 0 0 Rerata 77,33 Nilai Maksimum 90 Nilai Minimum % Tuntas Belum Tuntas Gambar 3 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 4 c. Analisis Komparatif Berdasarkan analisis ketuntasan maka pelaksanaan tindakan penerapan metode demonstrasi menggunakan media konkret pada pelajaran IPA tentang energi dan

22 47 penggunaannya siswa Kelas 4 SD Negeri 2 Kalibening adalah ketuntasan pra-siklus 10 siswa atau 33,33% pada Siklus 1 menjadi 16 siswa atau 53,33% meningkat 6 siswa atau 26,67%. Kemudian pada Siklus 2 siswa yang tuntas sebanyak 30 siswa atau 100% meningkat secara signifikan 14 siswa atau 46,67%, dengan nilai rata-rata 77,33. Indikator kinerja yang ditetapkan ketuntasan siswa dengan nilai 70 dan nilai rata-rata kelas 75 Tabel 8 Analisis Komparatif Hasil Belajar IPA Pra-Siklus, Siklus 1 dan Siklus 2 Siswa Kelas 4 SD Negeri 2 Kalibening Semester 2/ Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2 No. Ketuntasan f % f % f % 1. Tuntas 10 33, , Tidak Tuntas 20 66, , Rerata 56,33 68,33 77,33 Nilai Maksimum Nilai Minimum Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil analisis komparatif terhadap hasil belajar IPA Pra Siklus, Siklus 1 dan Siklus 2 maka terlihat bahwa melalui penerapan metode demonstrasi dengan menggunakan media konret dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 SD Negeri 2 Kalibening Semester 2/ Peningkatan tersebut terjadi karena: 1. Guru merencanakan pengajaran yang sebaik-baiknya termasuk penggunaan media konkret 2. Guru membimbing siswa dalam berdemonstrasi dan siswa terlibat aktif 3. Siswa dapat berpikir kritis dalam pemecahan masalah 4. Penggunaan metode demonstrasi dengan media konret membuat siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran. Hasil pembelajaran sebelum tindakan menunjukkan hasil belajar yang masih rendah. Pada pembelajaran Pra-Siklus yang tuntas baru 10 siswa atau 33,33%. Pada Siklus 1 menjadi 16 siswa atau 53,33%, meningkat 6 siswa atau 26,67%. Kemudian pada

23 48 Siklus 2 siswa yang tuntas sebanyak 30 siswa atau 100% meningkat secara signifikan 14 siswa atau 46,67%, dengan nilai rata-rata 77,33. Indikator kinerja yang ditetapkan ketuntasan siswa dengan nilai 70.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan selama dua siklus, setiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Pertemuan 1 dan 2 pada masing-masing siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.1 Hasil Penelitian Pra Siklus Dari hasil observasi yang dilakukan di kelas V SD Negeri Dukuh 0 Salatiga, semester II tahun ajaran 01/01 dalam kegiatan pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum SD Negeri 3 Kandangan Kabupaten Grobogan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum SD Negeri 3 Kandangan Kabupaten Grobogan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum SD Negeri 3 Kandangan Kabupaten Grobogan SD Negeri 3 Kandangan terletak di Desa Kandangan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan. Sekolah Dasar ini

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) A. Standar Kompetensi : 7. Memahami gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatu benda

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) A. Standar Kompetensi : 7. Memahami gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatu benda RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah :... Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) Kelas/Semester : IV/ Materi Pokok : Gaya waktu : x 5 menit ( X pertemuan) Metode : Ceramah A. Standar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Diskripsi Kondisi Pra Siklus Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Jimbaran yang terletak di jalan Mawar 6 Desa Jimbaran Kecamatan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Sekolah Dasar Negeri Wonokerto terlektak di Desa Wonokerto, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Sekolah ini terdiri dari 1 kepala sekolah,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan di kelas 5 SD Negeri Sukorejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Jumlah siswa di kelas 5 sebanyak 19 terdiri dari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, pada siklus pertama dilakukan tiga kali pertemuan. Siklus kedua dilaksanakan dengan tiga kali

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh peneliti yang menggunakan rancangan penelitian model

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Pra (Kondisi Awal) Pada kondisi pra siklus dilakukan pengamatan pada pembelajaran IPA yang berlangsung. Pengamatan yang dilakukan mendasarkan pada lembar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Penelitian 4.1.1. Deskripsi Kondisi Awal ( Pra Siklus) Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas 5 SD Negeri Mrisi 2 Semester 2 Tahun

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.1 Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu perencanaan (planning), tindakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Soal 4.1.1.1 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Soal Pilihan Ganda Setelah dilakukan uji reliabilitas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas II SD Kutowinangun 08. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Kondisi Awal 1.1.1. Kondisi Aktifitas Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran khususnya pembelajaran IPA di SDN Kalangsono 02 Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 45 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas memiliki karakteristik di antaranya adalah adanya masalah dalam PTK dipicu oleh munculnya kesadaran pada diri

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Penelitian ini dilaksanakan di kelas 4 SD Negeri Barukan 01 Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. SD Negeri Barukan 01 merupakan sekolah dasar yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus Gambaran yang dijadikan pangkal menentukan permasalahan upaya peningkatan hasil belajar IPA di kelas V SD menggunakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan menguraikan tentang hasil penelitian dari pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II. Berikut ini akan diuraikan tentang perencanaan,

Lebih terperinci

Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SIKLUS 1. Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) : 4 x 35 menit (2 X pertemuan)

Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SIKLUS 1. Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) : 4 x 35 menit (2 X pertemuan) 143 Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SIKLUS 1 Sekolah : MIN Kolomayan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) Kelas/Semester Materi Pokok waktu : III/2 : Energi dan Pengaruhnya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Daerah Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Gedong 01, berada di Dusun Banyudono RT 02 RW 09 Desa Gedong, Kecamatan Bayubiru, Kabupaten

Lebih terperinci

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan : 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri Wringingintung 01 yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas 5 SD Kristen 04 Salatiga. Jumlah siswa adalah 15 siswa, dimana siswa laki-laki adalah

Lebih terperinci

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MI NU Tabudarat Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan melalui praktik pembelajaran di kelas 6 SD Negeri 2 Getas Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, dengan jumlah siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 43 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus (Kondisi Awal) Pembelajaran pada prasiklus ini, penulis menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu dengan metode ceramah. Guru mengawali

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Bab ini menyajikan hasil penelitian berkenaan dengan pembelajran yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Bab ini menyajikan hasil penelitian berkenaan dengan pembelajran yang BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini menyajikan hasil penelitian berkenaan dengan pembelajran yang telah dilaksanakan pada siklus I sampai dengan siklus II. Setelah penyajian hasil penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 36 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskrispsi Kondisi Awal 4.1.1 Rencana Penelitian Dalam penelitian ini hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Kajar Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus dalam pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan penelitian ini mengikuti tahapan prosedur penelitian sesuai dengan rencana tindakan yaitu sebagai berikut: a. Perencanaan Pada

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 27 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1 Kondisi Awal Pelaksanaan pembelajaran pada kondisi awal belum menggunakan model pembelajaran penggunaan media realia. Keterlibatan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. eksperimen dapat dideskripsikan sebagai berikut.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. eksperimen dapat dideskripsikan sebagai berikut. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penjabaran hasil penelitian pada siswa kelas IV SD N 2 Karangturi, Gantiwarno, Klaten dalam pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dapat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Data Pratindakan Kegiatan pratindakan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan awal objek penelitian sebelum diberi tindakan. Kegiatan

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SIKLUS I

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SIKLUS I 52 53 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SIKLUS I Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester : SD Negeri 04 Kuwaron : V : Ilmu Pengetahuan Alam : II (dua) Standar kompetensi : 5. Memahami hubungan antara

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 19 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Siklus I 4.1.1.1 Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan siklus I dimulai memilih materi yang akan diajarkan yaitu panjang satuan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Deskripsi Siklus 1 4.1.1.1. Perencanaan Tindakan 1 Pada tahapan ini, kegiatan penyusunan rencana pembelajaran dilakukan setelah diperoleh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus I, terlebih dahulu peneliti

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus I, terlebih dahulu peneliti BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Awal (Pra Siklus) Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus I, terlebih dahulu peneliti mencari data awal nilai keterampilan berbicara pada pelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di sekolah Dasar Negeri Mangunsari 01 Salatiga yang merupakan salah satu SD dengan subjek penelitian siswa

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Aek Kuasan dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi Pedosfer

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Action Research ) terhadap proses pembelajaran IPA SD

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Action Research ) terhadap proses pembelajaran IPA SD BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research ) terhadap proses pembelajaran IPA SD dikelas V dengan kajian berdaur

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sekolah tempat penelitian berlangsung. Penelitian yang dilaksanakan di kelas IV

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sekolah tempat penelitian berlangsung. Penelitian yang dilaksanakan di kelas IV 47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Sekolah Sebelum pembahasan hasil penelitian, penulis akan membahas deskripsi sekolah tempat penelitian berlangsung. Penelitian yang dilaksanakan di

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Awal Data hasil belajar pada kondisi awal diperoleh dari pengamatan hasil ulangan harian pada kompetensi dasar operasi hitung

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Penelitian 1. Pra siklus Pada tahap pra siklus ini yang dilakukan oleh peneliti berupa pendokumentasian daftar nama, daftar nilai peserta didik, dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan dalam praktek pembelajaran dikelas V SD Negeri 3 Grabagan Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan dengan jumlah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tentang minat belajar IPA setelah pembelajaran IPA selesai. Akan tetapi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tentang minat belajar IPA setelah pembelajaran IPA selesai. Akan tetapi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pra Siklus Pada tahap pra siklus dilakukan kegiatan pengambilan data tentang kondisi awal siswa. Hal ini dilakukan dengan meminta siswa mengisi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Padaan 02 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Semester II Tahun 2013/2014. Subjek penelitian adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Kondisi Awal 1.1.1. Kondisi Aktifitas Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran khususnya pembelajaran matematika di SDN Kalangsono 02 Kecamatan Banyuputih Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 5 SD Negeri Kutowinangun 04 Kecamatan Tingkir Salatiga, pada Mata Pelajaran IPA dengan materi pokok

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam praktek pembelajaran di kelas V SDN Blotongan 2 Salatiga dengan jumlah 39 peserta didik pada mata pelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 27 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Kegiatan penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus 3 kali pertemuan. Setiap pertemuan dilaksanakan selama 3 x 35

Lebih terperinci

SIKLUS 1. Alokasi Waktu. Sumber/ Bahan/ Alat. Kompetensi Dasar Materi Pokok Pengalaman Belajar Indikator Penilaian

SIKLUS 1. Alokasi Waktu. Sumber/ Bahan/ Alat. Kompetensi Dasar Materi Pokok Pengalaman Belajar Indikator Penilaian 48 SIKLUS 1 Nama Sekolah : SD Negeri 3 Tunggak Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester : I / 2 Standar Kompetensi : 8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. mengidentifikasi masalah pembelajaran matematika yang terdapat di kelas

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. mengidentifikasi masalah pembelajaran matematika yang terdapat di kelas BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Hasil Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini di awali dari orientasi lapangan untuk mengidentifikasi masalah pembelajaran matematika yang terdapat di kelas 2.B

Lebih terperinci

Siklus I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolahan : SD Negeri Watu Agung 1 Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Meteri Pokok : Sifat-Sifat Cahaya Kelas/Semester : V/II Alokasi Waktu : 2

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Kondisi Awal Berdasarkan data dan dokumentasi hasil nilai ulangan diketahui siswa memperoleh hasil belajar atau prestasi yang kurang. Hal ini

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 27 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Mangunsari 05 Salatiga dengan jumlah siswa 40, laki-laki sebanyak 24

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Kondisi Pra Siklus Penelitian dilakukan di SDN Bringin Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. Sebelum melaksanakan penelitian, harus melakukan

Lebih terperinci

Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan

Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Ngastorejo Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati terletak di Desa Ngastorejo Kecamatan Jakenan. Tenaga pengajar SD

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan peneliti yang juga sebagai guru mata pelajaran yang terlibat dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran matematika di kelas IIIa MI Daarul Aitam Palembang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran matematika di kelas IIIa MI Daarul Aitam Palembang 52 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Kondisi Pra Siklus Pembelajaran matematika di kelas IIIa MI Daarul Aitam Palembang sebelum proses perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pra Siklus Tahap pra siklus dilakukan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti melakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 26 A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas termasuk penelitian kualitatif meskipun data

Lebih terperinci

Penerapan Alat Peraga Kubus Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Sifat-Sifat Bangun Ruang Di Kelas IV

Penerapan Alat Peraga Kubus Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Sifat-Sifat Bangun Ruang Di Kelas IV Penerapan Alat Peraga Kubus Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Sifat-Sifat Bangun Ruang Di Kelas IV Qitra Sandi, Mustamin Idris, dan Linawati Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 1 Rojoimo. SD Negeri 1 Rojoimo terletak di Desa Mirombo Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo. SD Negeri

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Prasiklus Jumlah siswa Presentase (%) , ,33 JUMLAH

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Prasiklus Jumlah siswa Presentase (%) , ,33 JUMLAH 24 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus (Kondisi Awal) Kondisi awal merupakan keadaan siswa sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan. Berdasarkan hasil observasi yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. bagian tumbuhan. Dalam pembelajaran IPA siswa belajar dengan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. bagian tumbuhan. Dalam pembelajaran IPA siswa belajar dengan 60 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Per Siklus Sebelum melaksanakan penelitian, terlebih dahulu melakukan kegiatan survey awal dengan tujuan mengetahui keadaan nyata yang ada di lapangan.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Hasil tindakan pada siklus I dan siklus II akan dideskripsikan sehingga dapat diketahui dengan jelas perbandingan antara prasiklus, siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Ngabean yang menjadi subjek

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Ngabean yang menjadi subjek 22 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Ngabean yang menjadi subjek penelitian adalah kelas VI yang berjumlah 28 siswa.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1Pelaksanaan Tindakan 4.1.1.Deskripsi kondisi awal Sebelum melakukan Penelitia Tindak Kelas, perlu diketahui terlebih dahulu skor tes yang diperoleh siswa dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Jenis Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan di kelas 1 SD Negeri Salatiga 12, yang beralamat di jalan Domas 54 Salatiga 50711 Kelurahan Salatiga

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini akan dilaksanakan di kelas IV SD Negeri

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini akan dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 10 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini akan dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Krengseng 04 Kec Gringsing Kab Batang semester II

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Data Awal Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Boto Kecamatan Jaken Kabupaten Pati Tahun Pelajaran 2012/2013.Dalam penelitian ini penulis menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah berupa penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Kusumah dan Dwitagama (2010:9) penelitian tindakan kelas (PTK) adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di kelas 4 Sekolah Dasar Negeri 1 Pojok semester 2 tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 31 orang siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu siklus satu dan siklus dua masing masing siklus tiga kali pertemuan.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Pra Siklus (Kondisi Awal) Kondisi awal sebelum diadakannya tindakan di SD N Gajahkumpul kelas 5 semester 1 tahun 2013/2014 pada mata

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Sekolah Dasar Negeri 08 Salatiga. Subyek yang menjadi fokus penelitian adalah siswa kelas 2

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 29 4.1 Pelaksanaan Tindakan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh peneliti yang menggunakan rancangan penelitian model

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Tipe Think Pair Share

BAB IV HASIL PENELITIAN. Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Tipe Think Pair Share BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Prasiklus Penelitian Tindakan Kelas dengan judul Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Tipe Think Pair Share Berbantuan Video Pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan Classroom Action Research atau Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan Classroom Action Research atau Penelitian 51 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan Classroom Action Research atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam penelitian ini peneliti berupaya meningkatkan hasil belajar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan di kelas V yang berjumlah 29 siswa di SDN Lemahireng 2 Kecamatan Bawen tahun ajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Februari Maret April Observasi Penyusunan proposal dan 2 soal-soal untuk uji validitas 3

BAB III METODE PENELITIAN. Februari Maret April Observasi Penyusunan proposal dan 2 soal-soal untuk uji validitas 3 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN 2 Tegalrejo yang terletak di Jalan Jumprit Km 4 Desa Tegalrejo Kecamatan Ngadirejo

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran berlangsung 2 x 35 menit, selama 2 x pertemuan yang diikuti

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran berlangsung 2 x 35 menit, selama 2 x pertemuan yang diikuti 33 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Siklus I Siklus I dilaksanakan pada hari Senin tanggal 25 Maret 2013, pertemuan kedua hari Sabtu tanggal 30 Maret 2013 dengan materi Arti Pecahan.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Wonoyoso, yaitu sebuah Sekolah Dasar di desa Wonoyoso Kecamatan Pringapus Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Kanisius Gendongan dengan subjek penelitian siswa kelas 4 yang terdiri dari 32 siswa 17 siswa laki-laki dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pelaksanaan Tindakan Pada bagian ini pelaksanaan tindakan akan diuraikan dalam

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pelaksanaan Tindakan Pada bagian ini pelaksanaan tindakan akan diuraikan dalam BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pelaksanaan Tindakan Pada bagian ini pelaksanaan tindakan akan diuraikan dalam empat subba yaitu kondisi awal siklus 1, siklus 2 serta

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD N Regunung 1 Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang pada mata pelajaran IPA dengan materi yang diajarkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitan Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 01

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitan Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 01 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitan Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 01 kecamatan Sidorejo Kota Salatiga dengan Subjek Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan jumlah siswa 20 anak yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11. Lugusari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu.

BAB III METODE PENELITIAN. dengan jumlah siswa 20 anak yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11. Lugusari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu. BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian a. Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan terhadap siswa kelas III SDN I Lugusari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Semester Dua

Lebih terperinci

Deskripsi Siklus 1

Deskripsi Siklus 1 17 Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan, dengan Standar Kompetensi: 5. Memahami Hubungan Sesama Makhluk Hidup dan Antara Makhluk Hidup dengan Lingkungannya, dan Kompetensi Dasar: 5.1. Mengidentifikasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Tindakan Hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas 5 SD Islam Arrahmah Suruh, semester 2 tahun pelajaran 2012/2013 terkait penerapan tutor sebaya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Hasil Uji Validitas Instrumen, dan Tingkat Kesukaran 1. Instrumen soal Uji coba instrumen soal dilakukan pada 45 responden di SD Negeri

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab IV ini menjelaskan tentang hasil penelitian, hasil penelitian terdapat kondisi awal, siklus I dan siklus II, selanjutnya ada hasil analisis data dan pembahasan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Sebelum dilaksanakan penelitian, guru lebih banyak melakukan pembelajaran dengan menggunakan model konvesional yaitu ceramah.

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I Nama Sekolah : SD Kristen Satya Wacana Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/ Semester : II/ 2 Alokasi Waktu : 6 x 35 menit (3 kali pertemuan) I.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PMBAHASAN 4.1. Deskripsi Kondisi Awal. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran masih rendah, siswa cenderung pasif dan lebih banyak mendengarkan penjelasan dari guru. Saat guru menjelaskan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah, materi mata angin

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah, materi mata angin 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Subjek Penelitian 1. Tempat Pelaksanaan Tempat pelaksanaan penelitian tindakan kelas mata pelajaran tematik dengan mata pelajaran mayor IPS semester I, kompetensi dasar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri Sidorejo Lor 06 Kecamatan Sidorejo Kota Sal atiga

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.1 Pelaksanaan Tindakan.1.1 Pra Siklus Penelitian dilakukan di kelas IV SD Negeri 01 Candisari Kecamatan Ampel Kabupaten Candisari Semester 2 Tahun Pelajaran 2013/201

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri I Tulang Bawang Tengah Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri I Tulang Bawang Tengah Kecamatan 69 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Siklus I Kelas X ATPH dan X ATU Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri I Tulang Bawang Tengah Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat,

Lebih terperinci

Hasil Belajar IPA Kelas I Pra Siklus BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Tindakan

Hasil Belajar IPA Kelas I Pra Siklus BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Tindakan 21 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Kondisi Awal Hasil belajar IPA siswa kelas I SD Negeri 5 Menduran Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan sebelum diadakan penelitian

Lebih terperinci

B. Materi Ajar Permasalahan penduduk Indonesia (kuantitas dan kualitas). Dampak dari permasalahan penduduk terhadap pembangunan.

B. Materi Ajar Permasalahan penduduk Indonesia (kuantitas dan kualitas). Dampak dari permasalahan penduduk terhadap pembangunan. 80 Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMPN 1 Cipeucag Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester : VIII / 1 (satu) Standar Kompetensi : 1. memahami permasalahan

Lebih terperinci