BAB V ALIRAN PERDAGANGAN, KONDISI TARIF DAN PERFORMA EKSPOR INDONESIA DI PASAR ASEAN PLUS THREE

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB V ALIRAN PERDAGANGAN, KONDISI TARIF DAN PERFORMA EKSPOR INDONESIA DI PASAR ASEAN PLUS THREE"

Transkripsi

1 BAB V ALIRAN PERDAGANGAN, KONDISI TARIF DAN PERFORMA EKSPOR INDONESIA DI PASAR ASEAN PLUS THREE 5.1. Aliran Perdagangan dan Kondisi Tarif Antar Negara ASEAN Plus Three Sebelum menganalisis kinerja ekspor Indonesia di pasar ASEAN Plus Three, terlebih dahulu akan dijelaskan mengenai kondisi aliran perdagangan dan kondisi tarif yang sedang berlaku antar negara ASEAN Plus Three sebelum diberlakukannya Free Trade Area (FTA). Dimana data aliran perdagangan dan tarif yang sedang berlaku tersebut keseluruhannya bersumber dari GTAP Data Base versi Aliran Perdagangan Antar Negara ASEAN Plus Three Gambaran mengenai aliran perdagangan antar negara ASEAN Plus Three sebelum diberlakukannya FTA dapat dijadikan tolak ukur untuk melihat sejauh mana kemampuan negara yang terlibat dalam kesepakatan ASEAN Plus Three FTA untuk mengekspor dan mengimpor berbagai macam sektor ke sesama negara ASEAN Plus Three. Dengan memahami kondisi awal (sebelum FTA) aliran perdagangan antar negara-negara tersebut, maka justifikasi terhadap dampak FTA yang akan ditimbulkan akan lebih objektif. Tabel 5.1 dan Tabel 5.2 menunjukkan aliran perdagangan antar negara ASEAN Plus Three. Tabel 5.1 adalah aliran ekspor antar sesama negara ASEAN Plus Three dan Tabel 5.2 adalah aliran impor antar sesama negara ASEAN Plus Three. Kedua tabel tersebut bersumber dari data base GTAP versi 7. Dari tabel tersebut terlihat bahwa negara Jepang adalah negara yang memiliki nilai ekspor dan impor tertinggi diantara sesama negara ASEAN Plus Three, dengan tujuan ekspor terbesar adalah ke Cina, sedangkan impor terbesar Jepang juga berasal dari Cina. Nilai ekspor dan impor negara-negara ASEAN secara keseluruhan relatif lebih kecil jika dibanding ketiga negara Asia Timur tersebut. Indonesia sendiri hanya menyumbang 5.60 persen dalam aliran ekspor ASEAN Plus Three dan sebesar 5.70 persen dalam aliran impornya.

2 64 Tabel 5.1. Aliran Ekspor Antar Negara ASEAN Plus Three (Juta dolar) Pengimpor (Partner) Pengekspor (Reporter) Indonesia Malaysia Filipina Singapura Thailand Cina Jepang Korea Indonesia 0 3, , , , , , , ,596.7 Malaysia 2, , , , , , , ,784.2 Filipina , , , , , , ,853.1 Singapura 10, , , , , , , ,951.7 Thailand 2, , , , , , , ,834.0 Cina 8, , , , , , , ,000.4 Jepang 9, , , , , , , ,189.7 Korea 3, , , , , , , ,922.9 Total 37, , , , , , , , ,132.6 Sumber: GTAP Data Base Versi 7.0 Total

3 65 Tabel 5.2. AliranImpor Antar Negara ASEANPlus Three (Juta dolar) Pengekspor (Partner) Indonesia Malaysia Filipina Singapura Thailand Cina Jepang Korea Pengimpor (Reporter) Indonesia 0.0 3, , , , , , , ,556.3 Malaysia 2, , , , , , , ,528.1 Filipina , , , , , , ,396.9 Singapura 11, , , , , , , ,902.5 Thailand 3, , , , , , , ,658.9 Cina 9, , , , , , , ,840.6 Jepang 10, , , , , , , ,295.2 Korea 4, , , , , , , ,013.0 Total 41, , , , , , , , ,191.6 Sumber: GTAPData Base Versi 7.0 Total 65

4 66 Ekspor Indonesia ke negara-negara ASEAN Plus Three ditunjukkan pada Tabel 5.3. Data tersebut merupakan salah satu data dasar yang akan digunakan untuk melakukan simulasi dampak FTA. Dari tabel tersebut terlihat bahwa ekspor Indonesia cukup didominasi oleh sektor-sektor primer dari pertambangan dan penggalian seperti gas alam dan minyak mentah. Selain itu ternyata Indonesia juga cukup banyak dalam mengekspor produk kimia, karet dan plastik, peralatan elektronik serta industri manufaktur lainnya. Berdasarkan data dasar GTAP versi 7.0 sektor industri pengolahan (manufaktur) yang memiliki kontribusi ekspor paling besar adalah berasal dari sektor peralatan elektronik serta sektor kimia, karet dan plastik. Sementara yang sektor primer yang memiliki kontribusi ekspor paling besar adalah sektor gas alam, minyak mentah dan batu bara. Sedangkan sektor pertanian justru tidak terlalu memberikan kontribusi ekspor yang besar ke ASEAN Plus Three. Dalam konteks ASEAN Plus Three, Jepang merupakan negara tujuan ekspor terbesar Indonesia, diikuti oleh Cina dan Singapura. Nilai ekspor Indonesia ke Jepang berdasarkan data dasar GTAP versi 7.0 adalah sebesar US$ 14,088.9 juta, sementara ke Cina sebesar US$ 8,124 juta dan ke Singapura sebesar US$ 6,877.9 juta. Sektor andalan ekspor Indonesia ke Jepang adalah sektor gas alam. Dilain hal ekspor ke Cina lebih banyak didominasi oleh sektor kimia, karet dan plastik, sedangkan ekspor terbesar ke Singapura ternyata lebih benyak dari sektor peralatan elektronik. Berdasarkan data perkembangan ekspor Indonesia yang ditampilkan pada Bab IV juga memperlihatkan kondisi yang sama, bahkan untuk tahun-tahun berikutnya nilai ekspor Indonesia pada sektor gas alam, produk kimia, karet dan plastik, peralatan elektronik serta industri manufaktur lainnya mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa sektor-sektor tersebut memang menjadi andalan ekspor Indonesia. Pemberlakuan kesepakatan ASEAN Plus Three FTA tentunya akan memberikan dampak terhadap sektor-sektor yang selama ini menjadi unggulan ekspor Indonesia. Pada bab berikutnya akan lebih dibahas mengenai dampak pembelakuan FTA tersebut terhadap ekonomi makro dan sektoral Indonesia.

5 67 Tabel 5.3. Ekspor Indonesia Ke Negara-negara ASEAN Plus Three (Juta dolar) Sektor Malaysia Filipina Singapura Thailand Cina Jepang Rep. Korea Total Tanaman pangan Peternakan, kehutanan dan perikanan Batu bara ,034.7 Minyak Mentah , , ,072.1 Gas alam , , ,205.4 Mineral ,487.9 Makanan Olahan ,296.5 Minyak nabati dan hewani ,361.1 Tekstil ,283.3 Kilang minyak Kimia, Karet dan plastic , , ,584.3 Logam besi Logam non besi , ,204.8 Kendaraan bermotor dan suku cadang Peralatan transportasi Peralatan elektronik , , , ,892.4 Mesin dan peralatannya , ,826.9 Industri Manufaktur lain , , ,631.4 Listrik, gas, air bersih dan bangunan Transportasi dan Komunikasi Jasa lainnya Total 3, , , , , , , ,596.7 Sumber: GTAP Data Base Versi

6 68 Aliran impor Indonesia dari negara-negara ASEAN Plus Three lainnya ditunjukkan pada Tabel 5.4. Pada tabel tersebut terlihat bahwa impor Indonesia cukup didominasi oleh sektor-sektor manufaktur seperti peralatan elektronik yang nilainya mencapai US$ 6,211.3 juta, kemudian diikuti oleh sektor kimia, karet dan plastik sebesar US$ 5,558.4 juta. Berdasarkan data dasar GTAP versi 7.0, selain mengimpor sektor-sektor dari industri pengolahan ternyata Indonesia juga cukup banyak mengimpor gas alam dari Jepang dan Korea. Impor terbesar Indonesia berasal dari Jepang, Cina dan Singapura. Dimana nilai impor dari Jepang mencapai US$ 15,467.4 juta, sementara impor dari Cina dan Singapura masing-masing mencapai US$ 9,585.2 juta dan US$ 7,317.7 juta. Sektor yang paling banyak diimpor ternyata juga merupakan sektor andalan ekspor Indonesia, seperti sektor kimia, karet dan plastik serta peralatan elektronik. Hal ini mengindikasikan bahwa antara Indonesia dengan negara-negara tersebut memiliki perdagangan dua arah (two way trade). Dengan kata lain Indonesia memiliki tingkat integrasi yang tinggi dengan negara-negara tersebut. Berdasarkan data pada Tabel 5.3 dan 5.4 yang bersumber dari data dasar GTAP versi 7, menunjukkan bahwa Indonesia lebih banyak mengimpor daripada mengekspor. Dimana nilai total ekspor Indonesia ke ASEAN Plus Three mencapai US$ 40,596.7 juta sedangkan nilai impornya mencapai US$ 45,556.3 juta. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum pemberlakuan FTA ASEAN Plus Three Indonesia telah mengalami defisit neraca perdagangan sebesar US$ 4, Hal ini sejalan dengan data perkembangan impor Indonesia pada bab IV, dimana menunjukkan bahwa impor sektor-sektor manufaktur seperti peralatan elektronik, produk kimia, karet dan plastik serta manufaktur lainnya cenderung meningkat pada tahun Perlu diingat bahwa hal ini terjadi sebelum FTA diberlakukan. Diperkirakan ketika ASEAN Plus Three FTA diberlakukan maka tidak hanya impor pada sektor-sektor tersebut saja yang besar, melainkan impor pada seluruh sektor akan mengalami lonjakan.

7 69 Tabel 5.4. Impor Indonesia Dari Negara-negara ASEAN Plus Three (Juta dolar) Sektor Malaysia Filipina Singapura Thailand Cina Jepang Korea Total Tanaman pangan Peternakan, kehutanan dan perikanan Batu bara , ,386.3 Minyak Mentah , , ,298.7 Gas alam , , ,492.1 Mineral ,659.2 Makanan Olahan ,623.7 Minyak nabati dan hewani ,550.5 Tekstil ,479.2 Kilang minyak ,001.8 Kimia, Karet dan plastik , , ,558.4 Logam besi Logam non besi , ,360.9 Kendaraan bermotor dan suku cadang Peralatan transportasi Peralatan elektronik , , , ,211.3 Mesin dan peralatannya , ,071.2 Industri Manufaktur lain , , ,702.8 Listrik, gas, air bersih dan bangunan Transportasi dan Komunikasi Jasa lainnya Total 3, , , , , , , ,556.3 Sumber: GTAP Data Base Versi

8 Kondisi Tarif Antar Negara ASEAN Plus Three Free Trade Area (FTA) dengan negara tertentu pada dasarnya memberikan perlakuan khusus kepada negara mitra dagang tertentu dan mendiskriminasikan mitra yang lain. FTA dapat berupa akses pasar yang lebih baik, tarif dan non tarif yang lebih rendah atau bahkan tidak ada sama sekali. Dengan demikian, FTA dengan negara tertentu dapat meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara, tetapi dilain pihak dapat berdampak negatif terhadap perdagangan dengan mitra lain. Dalam mewujudkan liberalisasi perdagangan barang dan dalam rangka kerjasama perdagangan ASEAN Plus Three, Indonesia dan negara-negara yang terlibat diharuskan menurunkan tingkat tarif impor yang ada menjadi lebih rendah atau bahkan tidak ada sama sekali (0 persen). Bagian ini akan memberikan gambaran mengenai kondisi tarif yang sedang berlaku berdasarkan data dasar GTAP versi 7.0. Tarif impor yang berlaku antar sesama negara ASEAN Plus Three ditunjukkan pada Tabel 5.5. Data tersebut diambil dari data dasar GTAP versi 7.0. Dari data tersebut terlihat bahwa tarif di Malaysia, Thailand dan Rep Korea masih relatif lebih besar dari pada di negara lain. Indonesia terkena tarif impor paling besar adalah di negara Rep. Korea, Thailand dan Malaysia, sedangkan Indonesia mengenakan tarif paling besar adalah dari negara Rep. Korea, Jepang dan Cina. Secara umum tingkat tarif di negara-negara Asia Timur lebih besar dari tingkat tarif di sesama negara ASEAN, khususnya Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura. Berdasarkan data dasar GTAP versi 7.0, tingkat tarif pada sektor-sektor yang menjadi andalan ekspor Indonesia ternyata relatif kecil, seperti pada sektor gas alam dan minyak mentah dan batu bara (Lampiran 2). Sedangkan pada sektor manufaktur yang kurang menjadi andalan ekspor Indonesia memiliki tingkat tarif yang relatif lebih tinggi, seperti pada sektor makanan olahan dan kendaraan bermotor.

9 71 Tabel 5.5. Tarif Impor Antar Negara ASEAN Plus Three (Persen) Negara Indonesia Malaysia Filipina Singapura Thailand Cina Jepang Rep. Korea Indonesia Malaysia Filipina Singapura Thailand Cina Jepang Rep. Korea Sumber: GTAP Data Base Versi

10 Analisis Kinerja Ekspor Indonesia di Pasar ASEAN Plus Three Analisis kinerja perdagangan Indonesia dilakukan untuk mengidentifikasi dayasaing produk-produk Indonesia dalam rangka menghadapi ASEAN Plus Three Free Trade Area (APT FTA). Kinerja ekspor Indonesia di pasar ASEAN Plus Three dapat dilihat dari berbagai macam indikator. Antara lain dapat dilihat melalui keunggulan komparatif suatu komoditi, produk ekspor dinamis dan dapat dilihat pula dengan mengukur tingkat integrasi perdagangan di suatu kawasan yang melakukan kegiatan perdagangan. Indikator yang dibahas dalam penelitian ini antara lain dengan cara melihat keunggulan komparatif komoditi Indonesia di pasar tujuan ekspor dengan mengukur posisi pasar dari produk Indonesia untuk tujuan pasar tertentu. Nilai ekspor yang tinggi belum cukup untuk menjustifikasi apakah komoditi tersebut memiliki performa yang baik di pasar tujuan. Oleh sebab itu penelitian ini menggunakan beberapa alat analisis untuk mengukur performa ekspor Indonesia di pasar tujuan yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Jepang, Rep. Korea dan Cina (ASEAN Plus Three) Analisis Revealed Comparative Advantage (RCA) Performa ekspor produk Indonesia di pasar ASEAN Plus Three dapat dilihat dari tingkat keunggulan komparatifnya, dimana hal ini dapat diketahui dengan metode Revealed Comparative Advantage (RCA). RCA menggambarkan daya saing secara komparatif untuk masing-masing komoditi di pasar ASEAN Plus Three. Tabel 5.6 menunjukkan beberapa komoditi yang diperdagangkan dan memiliki nilai ekspor dan impor terbesar dalam pasar tujuan yaitu ASEAN Plus Three. Dari tabel tersebut terlihat bahwa nilai RCA (Revalead Comparatif Advantage) terbesar Indonesia ke negara-negara tersebut didominasi oleh sektor dari pertambangan dan penggalian. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi ekspor sektor pertambangan dan penggalian Indonesia cukup besar terhadap total ekspor komoditi tersebut dari seluruh dunia. Selain itu kontribusi ekspor komoditi dari sektor pertambangan dan penggalian Indonesia sangat besar terhadap total ekspor seluruh komoditi Indoensia ke pasar ASEAN Plus Three. Dengan kata lain

11 73 komoditi pada sektor tersebut memiliki dayasaing yang tinggi di pasar ASEAN Plus Three. Dari Tabel 5.6, komoditi gas memiliki nilai RCA tertinggi selama tahun yaitu dengan rata-rata 12.7, komoditi minyak lemak juga konsisten diurutan ke dua dengan nilai RCA sebesar Kemudian diikuti oleh komoditi batu bara (5.51), metal (1.98), minyak mentah (1.88), mineral (1.77) dan kilang minyak (1.21). Komoditi dengan nilai RCA di atas 1 tersebut ternyata memilki nilai ekspor yang relatif tinggi dan memberikan kontribusi yang besar terhadap total ekspor Indonesia ke pasar ASEAN Plus Three (Tabel 4.1 dan Tabel 4.2). Sedangkan untuk komoditi seperti barang-barang kimia, karet dan plastik walaupun memiliki nilai ekspor dan kontribusi yang besar terhadap total ekspor Indonesia namun tidak cukup memiliki daya saing secara komparatif. Hal ini dikarenakan ekspor barang-barang kimia, karet dan plastik dari seluruh dunia memiliki nilai yang jauh lebih besar. Dengan kata lain produk-produk tersebut kurang memilki kontribusi yang besar terhadap total ekspor dunia untuk komoditi yang sama, walaupun komoditi tersebut merupakan salah satu komoditi unggulan ekspor Indonesia. Komoditi yang memiliki nilai RCA dibawah angka 1 menunjukkan komoditi tersebut tidak memiliki daya saing secara komparatif di pasar ASEAN Plus Three. Dari Tabel 5.6, terlihat bahwa komoditi-komoditi yang tergolong industri manufaktur seperti tekstil, elektronik, mesin dan peralatannya kurang memiliki dayasaing secara komparatif. Terlihat dari nilai RCA nya yang berada dibawah kisaran angka 1. Seperti tekstil yang memiliki nilai RCA sebesar 0.85, mesin dan peralatannya sebesar 0.33 serta elektronik dan peralatannya sebesar Komoditi yang memiliki nilai RCA rendah tersebut pada umunnya adalah komoditi yang nilai impornya cukup besar dan berkontribusi signifikan terhadap total impor Indonesia dari pasar ASEAN Plus Three (Bab IV). Seperti komoditi mesin dan peralatannya yang memiliki pangsa impor sebesar persen, nilai RCA komoditi tersebut hanya sebesar

12 74 Tabel 5.6. Nilai RCA (Revealed Comparatif Advantage) Beberapa Komoditi Indonesia Tahun Ratarata No Sektor Gas alam Minyak nabati dan hewani Batu bara Logam Minyak mentah Mineral Kilang minyak dan produk batu bara Tekstil Produk kimia, karet dan plastik Kendaraan bermotor dan suku cadang Barang-barang dari logam Peralatan transportasi Mesin dan peralatannya Logam besi Peralatan elektronik Analisis Export Product Dynamics (EPD) Indikator lain yang dapat memberikan gambaran tentang tingkat daya saing suatu produk adalah Export Product Dynamics (EPD). Indikator ini mengukur posisi pasar dari produk suatu negara untuk tujuan pasar tertentu. Dengan menggunakan EPD dinamis atau tidaknya performa suatu produk dapat diketahui. Hasil perhitungan EPD dapat dilihat melalui Tabel 5.7. Berdasarkan perhitungan EPD tersebut, sektor-sektor Indonesia hanya berada pada dua posisi pasar yang berbeda di pasar ASEAN Plus Three, yaitu berada di posisi Rising Star dan Lost Opportunity. Dari sektor-sektor yang memiliki pengaruh terhadap neraca perdagangan Indonesia dengan ASEAN Plus Three. Hanya empat sektor yang berada pada posisi Lost Opportunity, yaitu pada sektor logam dasar, kilang minyak dan produk batu bara, kendaraan dan suku cadangnya serta sektor industri peralatan elektronik. Posisi Lost Opportunity adalah posisi yang paling tidak diinginkan karena hilangnya kesempatan akibat semakin menurunnya pangsa

13 75 pasar sektor-sektor Indonesia di ASEAN Plus Three. Hilangnya pangsa pasar untuk sektor-sektor ini dikhawatirkan akan terus berlanjut bahkan menular ke sektor-sektor lainnya apabila ASEAN Plus Three FTA benar-benar telah diberlakukan. Salah satu cara untuk menghindari hal tersebut adalah dengan meningkatkan kembali pangsa pasar sektor-sektor ekspor Indonesia di ASEAN Plus Three. Posisi sektor pertambangan gas alam Indonesia selama tahun 2005 hingga 2009 di pasar ASEAN Plus Three adalah Rising Star, dimana posisi ini merupakan posisi yang paling tinggi karena komoditi tersebut kompetitif dan memiliki dinamika perdagangan yang positif. Indonesia memperoleh tambahan pangsa pasar pada sektor tersebut yang tumbuh cepat. Demikian pula dengan sektor industri minyak nabati dan hewani, batu bara, minyak mentah, mineral dan sektor lainnya (Tabel 5.7). Sebuah sektor dikatakan kompetitif jika terjadi peningkatan maket share untuk sektor-sektor Indonesia yang lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan market share sektor-sektor di ASEAN Plus Three. Suatu sektor ekspor dikatakan sebagai sektor yang dinamik dari sisi perdagangan apabila perkembangan rata-rata market share lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata market share dari seluruh sektor yang diperdagangkan di ASEAN Plus Three. Jika dibandingkan dengan hasil analisis RCA, maka sebagian besar sectorsektor Indonesia yang memiliki nilai RCA lebih dari 1 (satu) atau dengan kata lain yang memiliki keunggulan komparatif adalah sektor-sektor yang berada pada posisi Rising Star pada analisis EPD. Nilai RCA yang relatif besar dan cenderung meningkat dari tahun 2005 hingga 2009 ternyata dari hasil analisis EPD memang mengalami peningkatan pangsa pasar di ASEAN Plus Three. Terkecuali untuk sektor logam dasar yang memiliki rata-rata nilai RCA lebih dari 1 (satu) namun berada pada posisi Lost Opportunity. Hal ini dikarenakan sektor logam dasar mengalami penurunan nilai RCA dari tahun 2007 hingga Maka hasil analisis EPD cukup tepat jika menilai sektor logam dasar mengalami kehilangan pangsa pasarnya. Dari berbagai pernyataan tersebut maka dapat dikatakan hasil analisis EPD dan RCA cukup sejalan dan saling mendukung satu sama lain. 75

14 76 Tabel 5.7. Analisis Export Product Dynamics (EPD) Beberapa Komoditi Indonesia Di Pasar ASEAN Plus Three Tahun Nilai Rata-rata Rata-rata Posisi Pasar No Sektor Pertumbuhan (X) Pertumbuhan (Y) 1 Gas alam Rising Star 2 Minyak nabati dan hewani Rising Star 3 Batu bara Rising Star Lost 4 Logam Opportunity 5 Minyak mentah Rising Star 6 Mineral Rising Star Kilang minyak dan produk Lost 7 batu bara Opportunity 8 Tekstil Rising Star Produk kimia, karet dan plastic Rising Star 10 Kendaraan bermotor dan suku cadang Lost Opportunity 11 Barang-barang dari logam Rising Star 12 Peralatan transportasi Rising Star 13 Mesin dan peralatannya Rising Star 14 Logam besi Rising Star Lost 15 Peralatan elektronik Opportunity Analisis Intra Industry Trade (IIT) Mengukur tingkat integrasi perdagangan di suatu kawasan yang melakukan kegiatan perdagangan dapat juga dijadikan alat untuk melihat kinerja perdagangan Indonesia. Tingkat integrasi diukur melalui aliran dan keterkaitan perdagangan. Aliran perdagangan suatu negara dapat diketahui dari nilai ekspor dan impor antara negara tersebut dengan negara lain. Berdasarkan data nilai aliran perdagangan tersebut dapat dikalkulasikan nilai dari IIT (Intra-Industry Trade) masing-masing komoditi yang diperdagangkan. Nilai dari IIT masing-masing komoditi digunakan untuk menganalisis tingkat integrasi dan keterkaitan perdagangan antara Indonesia dengan ASEAN Plus Three. Integrasi yang tinggi menunjukkan keterkaitan yang erat diantara negaranegara tersebut. Nilai IIT yang tinggi menunjukkan adanya keterkaitan yang bersifat dua arah (two-way trade) dimana Indonesia melakukan ekspor dan impor ke negara ASEAN Plus Three. Sementara itu, nilai IIT yang kecil menunjukkan

15 77 adanya keterkaitan yang bersifat satu arah (one-way trade) dimana Indonesia hanya berperan sebagai negara eksportir atau importir ke negara ASEAN Plus Three. Aliran perdagangan (ekspor dan impor) serta nilai Intra-Industry Trade (IIT) antara Indonesia dengan negara-negara ASEAN Plus Three tercantum dalam Tabel 5.8. Berdasarkan Tabel 5.8, terlihat bahwa komoditi kimia, karet dan plastik merupakan komoditi yang memiliki nilai IIT sangat besar yaitu dengan rata-rata tahun sebesar Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perdagangan yang bersifat dua arah antara Indonesia dengan negara-negara ASEAN Plus Three. Jika melihat kembali data pada Tabel 4.2 dan 4.3, terlihat jelas bahwa kelompok komoditi kimia, karet dan plastik memiliki kontribusi ekspor dan impor yang besar terhadap total ekspor dan impor Indonesia, khususnya ke pasar ASEAN Plus Three. Komoditi-komoditi lain seperti peralatan transportasi, tekstil, mesin dan peralatannya, barang-barang dari logam, peralatan elektronik, kendaraan bermotor dan suku cadang serta kilang minyak dan produk batu bara juga memiliki nilai IIT yang cukup tinggi selama tahun 2005 hingga Seperti yang ditunjukkan pada Tabel 5.8, rata-rata nilai IIT untuk peralatan transportasi adalah sebesar 67.09, tekstil sebesar 66.64, mesin dan peralatannya sebesar 66.09, barang-barang dari logam sebesar 56.56, peralatan elektronik sebesar 54.59, kendaraan bermotor dan suku cadang serta kilang minyak dan produk batu bara masing-masing sebesar dan Hal ini menunjukkan bahwa komoditi-komoditi tersebut juga mengalami perdagangan yang bersifat dua arah. Komoditi yang bernilai IIT rendah seperti gas alam dan batu bara yaitu menunjukkan perdagangan yang terjadi hanya bersifat satu arah. Untuk komoditi tersebut, Indonesia lebih unggul dalam mengekspor dan sangat sedikit dalam mengimpor. 77

16 78 Tabel 5.8. Nilai IIT (Intra-Industry Trade) Beberapa Komoditi Indonesia Ke Pasar ASEAN Plus Three Ratarata No Komoditi Produk kimia, karet dan plastik Peralatan transportasi Tekstil Mesin dan peralatannya Barang-barang dari logam Peralatan elektronik Kendaraan bermotor dan 7 suku cadang Kilang minyak dan produk batu bara Logam besi Minyak mentah Logam Mineral Minyak nabati dan hewani Batu bara Gas alam Kemampuan Industri dalam Menghadapi Persaingan Global Pemaparan akan gambaran aliran perdagangan antara Indonesia dengan ASEAN Plus Three disertai dengan penghitungan RCA dan Intra-Industry Trade (IIT) dari masing-masing komoditi, dapat menjelaskan bagaimana kemampuan sektor-sektor tersebut di negara Indonesia dalam menghadapi persaingan global. Secara umum, dari beberapa kelompok komoditi, dapat disimpulkan bahwa komoditi manufaktur telah terjadi integrasi yang tinggi antara ASEAN dengan negara Cina, Jepang dan Rep. Korea. Komoditi pada sektor pertambangan dan penggalian terutama untuk negara Indonesia lebih banyak terjadi one way trade atau nilai IIT bernilai 0. Kenyataan lain menunjukkan bahwa secara umum, pola perdagangan diantara negara-negara anggota ASEAN menunjukkan keterkaitan yang lemah satu dengan lainnya (Oktaviani et al, 2006). Lemahnya keterkaitan ini bukan disebabkan oleh tingginya tingkat tarif diantara anggota ASEAN, namun oleh

17 79 karena tingkat tarif rata-rata barang dari luar ASEAN yang menikmati status MFN (most favoured nation). Pada kelompok industri lainnya, yaitu kelompok komoditi pertanian primer secara umum belum mampu bersaing menghadapi pasar bebas. Nilai IIT yang relatif rendah dari angka maksimal 100 yang menunjukkan integrasi yang tinggi antar kedua wilayah dan menunjukkan ketidakmampuan dayasaing produk pertanian primer Indonesia tersebut. Beberapa sub sektor kemungkinan dapat dikembangkan mengingat memiliki nilai IIT yang cukup. Integrasi yang tinggi menunjukkan kedekatan perdagangan diantara negara-negara di kawasan tersebut. Jika dilihat fokus pada sektor pengolahan pertanian, maka komoditi minyak nabati dan hewani terutama produk minyak nabati yang merupakan turunan dari komoditi Crude Palm Oil (CPO) merupakan produk andalan Indonesia. Malaysia dan Indonesia menempati urutan pertama dan kedua di dunia untuk ekspor CPO dan turunannya. Cina sebagai negara yang pesat perkembangannya merupakan salah satu tujuan ekspor CPO terbesar bagi kedua negara tersebut. Untuk Indonesia, ekspor minyak nabati dan hewani Indonesia ke ASEAN Plus Three merupakan 5.94 persen dari total ekspor Indonesia ke ASEAN Plus Three pada tahun Kemampuan industri ini dalam pasar ASEAN Plus Three dapat dikatakan memiliki potensi yang lebih baik lagi, terlihat dari nilai IIT Indonesia untuk minyak nabati dan hewani yang selalu meningkat dari tahun 2007 hingga tahun Meski demikian, Indonesia masih mampu memanfaatkan peluang yang ada. Hasil penelitian Kurniawan (2007) menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki keunggulan komparatif atau daya saing yang kuat pada kelompok-kelompok komoditi agribisnis, seperti: komoditi perikanan, kelompok komoditi kopi, teh, dan rempah-rempah, kelompok komoditi minyak dan lemak hewani dan nabati, kelompok komoditi kimia, karet dan plastik, serta kelompok komoditi kayu dan barang dari kayu. Kelima kelompok komoditi agribisnis Indonesia tersebut memiliki rataan nilai RCA (Revealed Comparative Advantage) tertinggi (diatas satu) selama periode dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya dan Cina. 79

18 80 Halaman ini sengaja dikosongkan

BAB VI DAMPAK ASEAN PLUS THREE FREE TRADE AREA TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA

BAB VI DAMPAK ASEAN PLUS THREE FREE TRADE AREA TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA 81 BAB VI DAMPAK ASEAN PLUS THREE FREE TRADE AREA TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN bersama dengan Cina, Jepang dan Rep. Korea telah sepakat akan membentuk suatu

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERDAGANGAN INDONESIA KE ASEAN PLUS THREE

BAB IV GAMBARAN UMUM PERDAGANGAN INDONESIA KE ASEAN PLUS THREE BAB IV GAMBARAN UMUM PERDAGANGAN INDONESIA KE ASEAN PLUS THREE 4.1. Kerjasama Ekonomi ASEAN Plus Three Kerjasama ASEAN dengan negara-negara besar di Asia Timur atau lebih dikenal dengan istilah Plus Three

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN FEBRUARI 2002

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN FEBRUARI 2002 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN FEBRUARI No. 15/V/1 APRIL EKSPOR Nilai ekspor Indonesia bulan Februari mencapai US$ 4,18 milyar atau naik 4,36 persen dibanding ekspor bulan Januari sebesar

Lebih terperinci

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perdagangan internasional merupakan salah satu pendorong peningkatan perekonomian suatu negara. Perdagangan internasional, melalui kegiatan ekspor impor memberikan keuntungan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR, IMPOR, DAN NERACA PERDAGANGAN

PERKEMBANGAN EKSPOR, IMPOR, DAN NERACA PERDAGANGAN No. 06/02/15/Th. IV, 1 Februari 2010 PERKEMBANGAN EKSPOR, IMPOR, DAN NERACA PERDAGANGAN NILAI EKSPOR PROVINSI JAMBI BULAN DESEMBER 2009 TURUN 6,39 PERSEN, SEDANGKAN IMPOR NAIK 26,9 PERSEN Nilai ekspor

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem ekonomi dari perekonomian tertutup menjadi perekonomian

BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem ekonomi dari perekonomian tertutup menjadi perekonomian BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Fenomensa globalisasi dalam bidang ekonomi mendorong perkembangan ekonomi yang semakin dinamis antar negara. Dengan adanya globalisasi, terjadi perubahan sistem ekonomi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. anggota ASEAN pada ASEAN Summit di Singapura pada Juni Pertemuan tersebut mendeklarasikan pembentukan Asian Free Trade Area

BAB I PENDAHULUAN. anggota ASEAN pada ASEAN Summit di Singapura pada Juni Pertemuan tersebut mendeklarasikan pembentukan Asian Free Trade Area BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi dan transportasi dewasa ini semakin mempermudah akses dalam perdagangan, terutama perdagangan internasional. Perkembangan inilah yang

Lebih terperinci

Neraca Perdagangan Januari-Oktober 2015 Surplus USD 8,2 M, Lebih Baik dari Tahun Lalu yang Defisit USD 1,7 M. Kementerian Perdagangan

Neraca Perdagangan Januari-Oktober 2015 Surplus USD 8,2 M, Lebih Baik dari Tahun Lalu yang Defisit USD 1,7 M. Kementerian Perdagangan Neraca Perdagangan Januari-Oktober 2015 Surplus USD 8,2 M, Lebih Baik dari Tahun Lalu yang Defisit USD 1,7 M Kementerian Perdagangan 17 Oktober 2015 1 Neraca perdagangan Oktober 2015 kembali surplus Neraca

Lebih terperinci

EKSPOR Perkembangan Ekspor Ekspor Migas dan Non Migas

EKSPOR Perkembangan Ekspor Ekspor Migas dan Non Migas EKSPOR Nilai ekspor Indonesia bulan ober mencapai US$ 7,27 milyar, atau 1,62 persen lebih tinggi dibanding ekspor bulan lalu. Secara kumulatif, ekspor Januari - ober mencapai US$ 58,5 milyar atau naik

Lebih terperinci

Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Tahun 2016

Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Tahun 2016 Ringkasan Eksekutif Perkembangan Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Bulan Desember 2016 A. Pertumbuhan Ekspor Impor Industri Pengolahan 12.000 10.000 8.000 6.000 4.000 2.000 0 Perkembangan Nilai Ekspor

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA MARET 2008

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA MARET 2008 BADAN PUSAT STATISTIK No. 22/05/Th. XI, 2 Mei PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA MARET A. Perkembangan Ekspor Nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 11,90 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 12,96

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JUNI 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JUNI 2015 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JUNI No. 43/08/61/Th. XVIII, 3 Agustus A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR MENCAPAI US$53,35 JUTA Nilai ekspor Kalimantan Barat pada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sektor industri merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang berperan

BAB I PENDAHULUAN. Sektor industri merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang berperan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sektor industri merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang berperan penting terhadap pembangunan perekonomian suatu negara. Struktur perekonomian suatu negara

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN NOVEMBER 2014

EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN NOVEMBER 2014 No.03/01/19/Th.XIII, 2 Januari 2015 EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN NOVEMBER EKSPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN NOVEMBER MENCAPAI US$27,64 JUTA Nilai ekspor Provinsi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA i BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No.15/03/12/Thn. XX, 01 Maret PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA I. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SUMATERA UTARA BULAN JANUARI SEBESAR US$707,83 JUTA Nilai ekspor melalui

Lebih terperinci

Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Tahun 2016

Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Tahun 2016 Ringkasan Eksekutif Perkembangan Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Bulan Oktober 2016 A. Pertumbuhan Ekspor Impor Industri Pengolahan 12.000 10.000 8.000 6.000 4.000 2.000 0 Perkembangan Nilai Ekspor

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT OKTOBER 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT OKTOBER 2015 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT OKTOBER No. 68/12/61/Th. XVIII, 1 Desember A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR OKTOBER MENCAPAI US$44,55 JUTA Nilai ekspor Kalimantan

Lebih terperinci

KINERJA PERDAGANGAN DAN DAMPAK FREE TRADE AREA (FTA) ASEAN PLUS THREE TERHADAP PEREKONOMIAN.INDONESIA AHMAD HERI FIRDAUS

KINERJA PERDAGANGAN DAN DAMPAK FREE TRADE AREA (FTA) ASEAN PLUS THREE TERHADAP PEREKONOMIAN.INDONESIA AHMAD HERI FIRDAUS KINERJA PERDAGANGAN DAN DAMPAK FREE TRADE AREA (FTA) ASEAN PLUS THREE TERHADAP PEREKONOMIAN.INDONESIA AHMAD HERI FIRDAUS SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN

Lebih terperinci

Ekspor Indonesia Masih Sesuai Target 2008: Pemerintah Ambil Berbagai Langkah Guna Antisipasi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Ekspor Indonesia Masih Sesuai Target 2008: Pemerintah Ambil Berbagai Langkah Guna Antisipasi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Dunia SIARAN PERS DEPARTEMEN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA Pusat HUMAS Departemen Perdagangan Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110 Tel: 021 3858216, 23528400. Fax: 021-23528456 www.depdag.go.id Ekspor Indonesia

Lebih terperinci

Tabel 1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Kepulauan Bangka Belitung Bulan Januari Nilai FOB (Juta US$) Jan-15 Des-15 Jan 2016*)

Tabel 1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Kepulauan Bangka Belitung Bulan Januari Nilai FOB (Juta US$) Jan-15 Des-15 Jan 2016*) No.20/03/19/Th.XIV, 1 Maret 2016 EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN JANUARI 2016 EKSPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN JANUARI 2016 MENCAPAI US$48,98 JUTA Nilai ekspor

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA i BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 23/05/12/Thn. XX, 02 Mei PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA I. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SUMATERA UTARA BULAN MARET SEBESAR US$831,16 JUTA Nilai ekspor melalui

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI PAPUA Keadaan Geografis dan Kependudukan Provinsi Papua

BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI PAPUA Keadaan Geografis dan Kependudukan Provinsi Papua BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI PAPUA 4.1. Keadaan Geografis dan Kependudukan Provinsi Papua Provinsi Papua terletak antara 2 25-9 Lintang Selatan dan 130-141 Bujur Timur. Provinsi Papua yang memiliki luas

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA OKTOBER 2009

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA OKTOBER 2009 BADAN PUSAT STATISTIK No. 72/12/Th. XII, 1 Desember PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA OKTOBER A. PERKEMBANGAN EKSPOR Nilai ekspor Indonesia mencapai US$11,88 miliar atau mengalami peningkatan sebesar

Lebih terperinci

Ekspor Nonmigas 2010 Mencapai Rekor Tertinggi

Ekspor Nonmigas 2010 Mencapai Rekor Tertinggi SIARAN PERS Pusat HUMAS Kementerian Perdagangan Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 111 Telp: 21-386371/Fax: 21-358711 www.kemendag.go.id Ekspor Nonmigas 21 Mencapai Rekor Tertinggi Jakarta,

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI 2016 No. 23/05/16/Th.X, 2 Mei 2016 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI 2016 MARET Nilai Ekspor Asal Provinsi Jambi sebesar US$ 155,15 Juta, dan Nilai Impor sebesar US$ 3,29 Juta. Nilai ekspor asal Provinsi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA i BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 14/03/12/Thn. XIX, 01 Maret PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA I. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SUMATERA UTARA BULAN JANUARI SEBESAR US$574,08 JUTA Nilai ekspor

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 33/06/12/Thn. XX, 02 Juni PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA I. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SUMATERA UTARA BULAN APRIL SEBESAR US$775,84 JUTA Nilai ekspor melalui

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT DESEMBER 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT DESEMBER 2015 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT DESEMBER No. 07/02/61/Th. XIX, 1 Februari 2016 A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR DESEMBER MENCAPAI US$ 42,54 JUTA Nilai ekspor Kalimantan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA BARAT

BPS PROVINSI JAWA BARAT BPS PROVINSI JAWA BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR IMPR PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAWA BARAT FEBRUARI No.20/32/Th.XVIII, 01 April A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR FEBRUARI MENCAPAI US$ 1,97 MILYAR Nilai

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA i BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 02/01/12/Thn. XX, 3 Januari 2017 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA I. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SUMATERA UTARA BULAN NOVEMBER SEBESAR US$723,68 JUTA Nilai

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT MARET 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT MARET 2016 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT MARET No. 32/50/61/Th. XIX, 3 Mei A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR MARET MENCAPAI US$38,86 JUTA Nilai ekspor Kalimantan Barat pada

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA i BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 02/01/12/Th.XIX, 04 Januari 2016 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA 1. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SUMATERA UTARA BULAN NOVEMBER 2015 SEBESAR US$607,63 JUTA.

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI 2016 No. 054/10/15/Th.X, 3 Oktober 2016 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI 2016 AGUSTUS Nilai Ekspor Asal Provinsi Jambi sebesar US$ 160,46 Juta, dan Nilai Impor sebesar US$ 4,57 Juta. Nilai ekspor asal

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA i BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 43/08/12/Thn. XX, 01 Agustus PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA I. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SUMATERA UTARA BULAN JUNI SEBESAR US$632,13 JUTA Nilai ekspor melalui

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Jakarta, Mei 2010

KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Jakarta, Mei 2010 KEMENTERIAN PERDAGANGAN KINERJA Periode: MARET 21 Jakarta, Mei 21 1 Neraca Perdagangan Indonesia Kondisi perdagangan Indonesia semakin menguat setelah mengalami kontraksi di tahun 29. Selama Triwulan I

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JULI 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JULI 2015 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JULI No. 52/09/61/Th. XVIII, 1 September A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JULI MENCAPAI US$45,65 JUTA Nilai ekspor Kalimantan Barat

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN SEPTEMBER 2005

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN SEPTEMBER 2005 No. 53 / VIII/ 1 Nopember PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN SEPTEMBER EKSPOR Nilai ekspor Indonesia bulan mencapai US$ 7,38 milyar, lebih tinggi 4,94 persen dibanding ekspor bulan Agustus sebesar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT APRIL 2017

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT APRIL 2017 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT APRIL No. 31/06/61/Th. XX, 2 Juni A. PERKEMBANGAN EKSPOR KALIMANTAN BARAT EKSPOR APRIL MENCAPAI US$99,57 JUTA Nilai ekspor Kalimantan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai perkebunan kelapa sawit terluas disusul Provinsi Sumatera. dan Sumatera Selatan dengan luas 1,11 juta Ha.

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai perkebunan kelapa sawit terluas disusul Provinsi Sumatera. dan Sumatera Selatan dengan luas 1,11 juta Ha. BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perdagangan antar negara akan menciptakan pasar yang lebih kompetitif dan mendorong pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi. Kondisi sumber daya alam Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Integrasi ekonomi merupakan kebijakan perdagangan internasional yang dilakukan

BAB I PENDAHULUAN. Integrasi ekonomi merupakan kebijakan perdagangan internasional yang dilakukan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Integrasi ekonomi merupakan kebijakan perdagangan internasional yang dilakukan dengan mengurangi atau menghapuskan hambatan perdagangan secara diskriminatif bagi negara-negara

Lebih terperinci

Sumber: Comtrade (2017), diolah. Analis APBN di Pusat Kajian Anggaran Badan Keahlian DPR RI.

Sumber: Comtrade (2017), diolah. Analis APBN di Pusat Kajian Anggaran Badan Keahlian DPR RI. MENAKAR DAYA SAING KOMODITAS UTAMA INDONESIA DI MITRA DAGANG UTAMA ASEAN SETAHUN PASCA PENERAPAN MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Robby Alexander Sirait 1 Abstrak: Mitra dagang Indonesia di kawasan ASEAN

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA BARAT

BPS PROVINSI JAWA BARAT BPS PROVINSI JAWA BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR IMPR PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAWA BARAT NOVEMBER No.72/12/32/Th.XVII, 15 Desember A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR NOVEMBER MENCAPAI US$2,03 MILYAR Nilai

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI FEBRUARI 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI FEBRUARI 2015 No. 20/03/15/Th.IX, 16 Maret 2015 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI FEBRUARI 2015 Nilai Ekspor Melalui Pelabuhan di Provinsi Jambi sebesar US$ 95,49 Juta, dan Nilai Impor sebesar US$ 9,88 Juta.

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI 2016 No. 19/04/16/Th.X, 1 April 2016 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI 2016 FEBRUARI Nilai Ekspor Asal Provinsi Jambi sebesar US$ 136,24 Juta, dan Nilai Impor sebesar US$ 8,21 Juta. Nilai ekspor asal

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT SEPTEMBER 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT SEPTEMBER 2016 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT SEPTEMBER No. 59/11/61/Th. XIX, 1 November A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SEPTEMBER MENCAPAI US$77,48 JUTA Nilai ekspor Kalimantan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tercermin dari kegiatan perdagangan antar negara. Perdagangan antar negara

BAB I PENDAHULUAN. tercermin dari kegiatan perdagangan antar negara. Perdagangan antar negara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini interaksi antar negara merupakan hal yang tidak bisa dihindari dan hampir dilakukan oleh setiap negara di dunia, interaksi tersebut biasanya tercermin dari

Lebih terperinci

SIARAN PERS Pusat HUMAS Kementerian Perdagangan Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta Telp: /Fax:

SIARAN PERS Pusat HUMAS Kementerian Perdagangan Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta Telp: /Fax: KEMENTERIAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA SIARAN PERS Pusat HUMAS Kementerian Perdagangan Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110 Telp: 021-23528446/Fax: 021-23528456 www.depdag.go.id Ekspor Nonmigas

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT NOVEMBER 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT NOVEMBER 2015 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT NOVEMBER No. 02/01/61/Th. XIX, 4 Januari 2016 A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR NOVEMBER MENCAPAI US$25,38 JUTA Nilai ekspor Kalimantan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI DESEMBER 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI DESEMBER 2015 No. 07/02/16/Th.X, 1 Februari 2016 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI DESEMBER 2015 Nilai Ekspor Asal Provinsi Jambi sebesar US$ 172,12 Juta, dan Nilai Impor sebesar US$ 16,62 Juta. Nilai ekspor

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI APRIL 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI APRIL 2015 No. 32/05/15/Th.IX, 15 Mei PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI APRIL Nilai Ekspor Melalui Pelabuhan di Provinsi Jambi sebesar US$ 101,85 Juta, dan Nilai Impor sebesar US$ 7,81 Juta. Nilai ekspor Melalui

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA FEBRUARI 2011

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA FEBRUARI 2011 BADAN PUSAT STATISTIK No.21/04/Th.XIV, 1 April PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA FEBRUARI A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR FEBRUARI MENCAPAI US$14,40 MILIAR Nilai ekspor Indonesia mencapai US$14,40

Lebih terperinci

Tabel 1. Neraca Perdagangan Luar Negeri Sumatera Utara Untuk Beberapa Periode Tahun

Tabel 1. Neraca Perdagangan Luar Negeri Sumatera Utara Untuk Beberapa Periode Tahun BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 18/03/12/Thn.XVIII, 02 Maret 2015 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA 1. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SUMATERA UTARA BULAN JANUARI 2015 SEBESAR US$627,93 JUTA. Nilai

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI DESEMBER 2014

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI DESEMBER 2014 No. 07/02/15/Th.IX, 2 Februari 2015 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI DESEMBER 2014 Nilai Ekspor Melalui Pelabuhan di Provinsi Jambi sebesar US$ 103,29 Juta, dan Nilai Impor sebesar US$ 6,69 Juta.

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN SEPTEMBER 2004

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN SEPTEMBER 2004 No. 56 / VII / 1 NOVEMBER PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA BULAN SEPTEMBER EKSPOR Nilai ekspor Indonesia bulan menembus angka US$ 7 milyar, yakni mencapai US$ 7,15 milyar, atau 13,33 persen lebih

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH JULI 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH JULI 2016 No59/08/33/ThX, 15 Agustus PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH JULI A PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH JULI MENCAPAI US$ 287,33 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah pada bulan Juli sebesar US$ 287,33

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI MARET 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI MARET 2015 No. 24/04/15/Th.IX, 15 April 2015 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI MARET 2015 Nilai Ekspor Melalui Pelabuhan di Provinsi Jambi sebesar US$ 103,12 Juta, dan Nilai Impor sebesar US$ 10,95 Juta. Nilai

Lebih terperinci

Kinerja Ekspor Nonmigas Bulan Februari 2011 Terus Menguat Menuju Pencapaian Target Ekspor

Kinerja Ekspor Nonmigas Bulan Februari 2011 Terus Menguat Menuju Pencapaian Target Ekspor SIARAN PERS Pusat HUMAS Kementerian Perdagangan Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110 Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711 www.kemendag.go.id Kinerja Ekspor Nonmigas Bulan Februari 2011 Terus

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. yang terdiri dari data time series tahunan ( ). Data sekunder diperoleh

III. METODE PENELITIAN. yang terdiri dari data time series tahunan ( ). Data sekunder diperoleh III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam metode penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari data time series tahunan (2000-2010). Data sekunder diperoleh dari

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN RIAU MARET 2011

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN RIAU MARET 2011 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No.35/06/21/Th. VI, 1 Juni PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN RIAU MARET 1. PERKEMBANGAN EKSPOR Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau mencapai

Lebih terperinci

NILAI EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI BULAN NOVEMBER 2009 MENGALAMI PENURUNAN

NILAI EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI BULAN NOVEMBER 2009 MENGALAMI PENURUNAN No. 02/01/15/Th. IV, 4 Januari 2010 NILAI EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI BULAN NOVEMBER 2009 MENGALAMI PENURUNAN Nilai ekspor November turun 43,33% dibanding bulan sebelumnya. Dari USD 94,29 juta pada bulan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH DESEMBER 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH DESEMBER 2015 No06/01/33/ThX, 15 Januari 2016 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH DESEMBER A PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH DESEMBER MENCAPAI US$ 455,28 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah bulan mencapai US$ 455,28

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI JANUARI 2017

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI JANUARI 2017 No. 13/03/15/Th.XI, 1 Maret 2017 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI JANUARI 2017 Nilai Ekspor Asal Provinsi Jambi sebesar US$ 195,65 Juta, dan Nilai Impor sebesar US$ 5,81 Juta. Nilai ekspor asal

Lebih terperinci

Nilai ekspor Jawa Barat Desember 2015 mencapai US$2,15 milyar naik 5,54 persen dibanding November 2015.

Nilai ekspor Jawa Barat Desember 2015 mencapai US$2,15 milyar naik 5,54 persen dibanding November 2015. BPS PROVINSI JAWA BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR IMPR No.09/02/32/Th.XVIII, 01 Februari 2016 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAWA BARAT DESEMBER A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR DESEMBER MENCAPAI US$2,15 MILYAR

Lebih terperinci

Kinerja Ekspor Nonmigas Januari-April Lampui Target *Sinyal bahwa FTA/EPA Semakin Efektif dan Pentingnya Diversifikasi Pasar

Kinerja Ekspor Nonmigas Januari-April Lampui Target *Sinyal bahwa FTA/EPA Semakin Efektif dan Pentingnya Diversifikasi Pasar SIARAN PERS Pusat HUMAS Kementerian Perdagangan Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110 Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711 www.kemendag.go.id Kinerja Ekspor Nonmigas Januari-April Lampui

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI JUNI 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI JUNI 2016 No. 41/08/15/Th.X, 1 Agustus 2016 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI JAMBI JUNI 2016 Nilai Ekspor Asal Provinsi Jambi sebesar US$ 176,85 Juta, dan Nilai Impor sebesar US$ 4,44 Juta. Nilai ekspor asal Provinsi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT SEPTEMBER 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT SEPTEMBER 2015 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT SEPTEMBER No. 60/11/61/Th. XVIII, 2 November A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SEPTEMBER MENCAPAI US$45,13 JUTA Nilai ekspor Kalimantan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JULI 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JULI 2016 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JULI No. 50/09/61/Th. XIX, 1 September A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JULI MENCAPAI US$29,00 JUTA Nilai ekspor Kalimantan Barat

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH JULI 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH JULI 2015 No60/08/33/ThIX, 18 Agustus PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH JULI A PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH JULI MENCAPAI US$ 384,24 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah bulan Juli mencapai US$ 384,24 juta

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. perekonomian nasional bagi banyak negara di dunia. Semakin terbuka suatu

I. PENDAHULUAN. perekonomian nasional bagi banyak negara di dunia. Semakin terbuka suatu I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perdagangan internasional memiliki peranan penting sebagai motor penggerak perekonomian nasional bagi banyak negara di dunia. Semakin terbuka suatu negara terhadap arus

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN JUNI 2015

EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN JUNI 2015 No.48/07/19/Th.XIII, 15 Juli EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN JUNI EKSPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN JUNI MENCAPAI US$149,50 JUTA Nilai ekspor Provinsi Kepulauan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH AGUSTUS 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH AGUSTUS 2016 No64/09/33/ThX, 15 September PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH AGUSTUS A PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH AGUSTUS MENCAPAI US$ 449,18 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah pada bulan Agustus sebesar

Lebih terperinci

IX. SIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN. 1) Simpulan

IX. SIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN. 1) Simpulan IX. SIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN 1) Simpulan 1) Perdagangan Tuna Indonesia di Pasar Dunia, Jepang, USA, dan Korea Selatan : a. Peringkat Indonesia sebagai eksportir tuna baik secara total maupun berdasarkan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. secara umum oleh tingkat laju pertumbuhan ekonominya. Mankiw (2003)

I. PENDAHULUAN. secara umum oleh tingkat laju pertumbuhan ekonominya. Mankiw (2003) I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara dapat diukur dan digambarkan secara umum oleh tingkat laju pertumbuhan ekonominya. Mankiw (2003) menyatakan bahwa pertumbuhan

Lebih terperinci

VI. SIMPULAN DAN SARAN

VI. SIMPULAN DAN SARAN VI. SIMPULAN DAN SARAN 6.1 Simpulan Berdasarkan pembahasan sebelumnya maka dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain: 1. Selama tahun 1999-2008, rata-rata tahunan harga minyak telah mengalami peningkatan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH JANUARI 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH JANUARI 2015 No.16/02/33/Th.IX, 16 Februari 2015 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH JANUARI 2015 A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH JANUARI 2015 MENCAPAI US$ 427,01 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah bulan Januari

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT FEBRUARI 2017

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT FEBRUARI 2017 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT FEBRUARI No. 18/04/61/Th. XX, 3 April A. PERKEMBANGAN EKSPOR KALIMANTAN BARAT EKSPOR FEBRUARI MENCAPAI US$79,38 JUTA Nilai ekspor

Lebih terperinci

SIARAN PERS Pusat HUMAS Kementerian Perdagangan Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta Telp: /Fax:

SIARAN PERS Pusat HUMAS Kementerian Perdagangan Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta Telp: /Fax: SIARAN PERS Pusat HUMAS Kementerian Perdagangan Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110 Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711 Kinerja Ekspor Nonmigas Triwulan I Mencapai Tingkat Tertinggi Memperkuat

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN MARET 2014

EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN MARET 2014 No. 393/05/19 Th.XII, 2 Mei EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN MARET EKSPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN MARET MENCAPAI US$ 13 JUTA Nilai ekspor dari Provinsi Kepulauan

Lebih terperinci

BAB I PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II (SEMESTER I) TAHUN 2014

BAB I PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II (SEMESTER I) TAHUN 2014 BAB I PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II (SEMESTER I) TAHUN 2014 1.1 LATAR BELAKANG Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2014 sebesar 5,12 persen melambat dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI PAPUA BULAN MEI 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI PAPUA BULAN MEI 2015 No. 34/06/94/ Th. XVII, 15 Juni 2015 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI PAPUA BULAN MEI 2015 EKSPOR Nilai ekspor Papua pada Mei 2015 sebesar US$208,61 juta atau naik 95,99 persen dibandingkan nilai

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT NOVEMBER 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT NOVEMBER 2016 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT NOVEMBER No. 02/01/61/Th. XX, 3 Januari 2017 A. PERKEMBANGAN EKSPOR KALIMANTAN BARAT EKSPOR NOVEMBER MENCAPAI US$72,12 JUTA

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT MARET 2017

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT MARET 2017 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT MARET No. 22/05/61/Th. XX, 2 Mei A. PERKEMBANGAN EKSPOR KALIMANTAN BARAT EKSPOR MARET MENCAPAI US$97,79 JUTA Nilai ekspor Kalimantan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JUNI 2017

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JUNI 2017 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JUNI No. 41/08/61/Th. XX, 1 Agustus A. PERKEMBANGAN EKSPOR KALIMANTAN BARAT EKSPOR JUNI MENCAPAI US$43,22 JUTA Nilai ekspor

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH SEPTEMBER 2015

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH SEPTEMBER 2015 No71/10/33/ThIX, 15 Oktober PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH SEPTEMBER A PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH SEPTEMBER MENCAPAI US$ 436,42 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah bulan mencapai US$ 436,42

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH FEBRUARI 2017

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH FEBRUARI 2017 No.20/03/33/Th.XI, 15 Maret PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH FEBRUARI A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH FEBRUARI MENCAPAI US$ 447,47 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah bulan Februari mencapai US$

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN MARET 2016

EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN MARET 2016 No.30/05/19/Th.XIV, 2 Mei EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN MARET EKSPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN MARET MENCAPAI US$48,20 JUTA Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Bangka

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH OKTOBER 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH OKTOBER 2016 No.80/11/33/Th.X, 15 November PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH OKTOBER A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH OKTOBER MENCAPAI US$ 418,94 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah pada bulan Oktober sebesar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT OKTOBER 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT OKTOBER 2016 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT OKTOBER No. 67/12/61/Th. XIX, 1 Desember A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR OKTOBER MENCAPAI US$84,85 JUTA Nilai ekspor Kalimantan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT AGUSTUS 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT AGUSTUS 2016 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT AGUSTUS No. 55/10/61/Th. XIX, 3 Oktober A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR AGUSTUS MENCAPAI US$65,60 JUTA Nilai ekspor Kalimantan

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN JULI 2016

EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN JULI 2016 No. 61/09/19/Th.XIV, 1 September EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN JULI EKSPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN JULI MENCAPAI US$51,45 JUTA Nilai ekspor Provinsi Kepulauan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH APRIL 2017

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH APRIL 2017 No.36/05/33/Th.XI, 15 Mei PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH APRIL A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH APRIL MENCAPAI US$ 452,93 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah bulan April mencapai US$ 452,93 juta

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan memberikan

BAB 1 PENDAHULUAN. Sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan memberikan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini dilihat dari kontribusi sektor

Lebih terperinci

EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN MEI 2015

EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN MEI 2015 No.42/06/19/Th.XIII, 15 Juni 2015 EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN MEI 2015 EKSPOR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BULAN MEI 2015 MENCAPAI US$88,31 JUTA Nilai ekspor Provinsi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH DESEMBER 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH DESEMBER 2016 No.06/01/33/Th.XI, 16 Januari 2017 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH DESEMBER A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH DESEMBER MENCAPAI US$ 523,58 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah pada bulan mencapai

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 29/05/12/Thn.XVIII, 04 Mei PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA 1. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SUMATERA UTARA BULAN MARET SEBESAR US$645,79 JUTA. Nilai ekspor melalui

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JANUARI 2017

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JANUARI 2017 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN BARAT JANUARI 2017 No. 14/03/61/Th. XX, 1 Maret 2017 A. PERKEMBANGAN EKSPOR KALIMANTAN BARAT EKSPOR JANUARI 2017 MENCAPAI US$87,48

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH SEPTEMBER 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH SEPTEMBER 2016 No.70/10/33/Th.X, 17 Oktober PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH SEPTEMBER A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH SEPTEMBER MENCAPAI US$ 430,98 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah pada bulan sebesar US$

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH NOVEMBER 2016

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH NOVEMBER 2016 No.85/12/33/Th.X, 15 Desember PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH NOVEMBER A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH NOVEMBER MENCAPAI US$ 483,89 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah pada bulan sebesar US$

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 25/04/12/Thn.XVIII, 01 April 2015 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SUMATERA UTARA 1. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR SUMATERA UTARA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR US$555,47 JUTA. Nilai

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH AGUSTUS 2017

PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH AGUSTUS 2017 No.64/09/33/Th.XI, 15 September PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TENGAH AGUSTUS A. PERKEMBANGAN EKSPOR EKSPOR JAWA TENGAH AGUSTUS MENCAPAI US$ 562,99 JUTA Nilai ekspor Jawa Tengah bulan mencapai US$ 562,99

Lebih terperinci