BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. teknik modeling pada anak Kelompok B TK Aster berlangsung dalam tiga siklus pembelajaran.

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. teknik modeling pada anak Kelompok B TK Aster berlangsung dalam tiga siklus pembelajaran."

Transkripsi

1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Deskripsi Proses Pelaksanakan Penelitian Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dalam upaya meningkatkan budaya antri melalui teknik modeling pada anak Kelompok B TK Aster berlangsung dalam tiga siklus pembelajaran. Untuk maksud tersebut maka peneliti menyiapkan Rencana Kegiatan Harian dan Skenario Pembelajaran, serta instrumen untuk mengamati kegiatan anak, ketika masuk kelas, menyerahkan tugas, serta keluar kelas. Proses pembelajaran dimulai dengan pelaksanaan observasi awal yang dilakukan pada hari Sabtu tanggal 14 Desember tahun Aspek yang diamati adalah budaya antri anak pada beberapa kegiatan, yaitu ketika akan masuk masuk kelas, menyerahkan tugas, serta keluar kelas. Kegiatan berikut adalah melaksanakan proses tindakan siklus I. Pelaksanaan pembelajaran dan tindakan siklus I berlangsung selama dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 16 Desember tahun 2013 yang dilanjutkan dengan pengamatan dan penilaian perilaku budaya antri anak pada hari Selasa tanggal 17 Desember tahun Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 18 Desember tahun 2013 yang dilanjutkan dengan pengamatan dan penilaian budaya antri anak pada hari Kamis tanggal 19 Desember tahun Pengamatan dimaksudkan untuk melihat dan menilai peningkatan budaya antri anak setelah dilakukan tindakan siklus I. Observasi tersebut dilaksanakan bersama guru pengamat. Proses pembelajaran dan tindakan siklus II berlangsung dua kali pertemuan. Siklus II untuk pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 20 Desember tahun 2013 yang

2 dilanjutkan dengan pengamatan dan penilaian budaya antri anak pada hari Sabtu tanggal 21 Desember tahun Pertemuan kedua untuk siklus II dilaksanakan pada hari Senin tanggal 23 Desember tahun 2013 yang dilanjutkan dengan pengamatan dan penilaian perilaku disiplin anak pada hari Selasa tanggal 24 Desember tahun Selanjutnya, proses pembelajaran dan tindakan siklus III juga berlangsung selama dua kali pertemuan. Siklus III untuk pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 27 Desember tahun 2013 yang dilanjutkan dengan pengamatan dan penilaian budaya antri anak pada hari Sabtu tanggal 28 Desember tahun Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Senin tanggal 30 Desember tahun 2013 yang dilanjutkan dengan pengamatan dan penilaian budaya antri anak pada hari Selasa tanggal 31 Desember tahun Deskripsi Hasil Penelitian Pada Siklus I Hasil Pengamatan Awal Berdasarkan pengamatan dan penilaian yang dilaksanakan oleh peneliti dan guru mitra terhadap budaya antri dari 26 anak kelompok B sebelum tindakan kelas dilaksanakan diperoleh data hasil pengamatan awal sebagaimana diuraikan pada lampiran 3a, dan secara ringkas diuraikan pada tabel berikut. Tabel 1: Hasil Pengamatan Awal Budaya Antri Anak Kelompok B TK Aster Sebelum Dilakukan Tindakan Kelas Hasil Pengamatan No Budaya Antri yang Diamati Mendahului teman Sabar menunggu giliran

3 1 Masuk kelas 10 38, ,6 2 Menyerahkan tugas 11 42, ,7 3 Keluar kelas 10 38, ,6 Keterangan: Pengamatan dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2013 Memperhatikan data hasil pengamatan awal pada tabel 1 dan lampiran 3a menunjukkan bahwa dari 3 (tiga) indikator budaya antri anak yang diamati dan dinilai, terdapat 15 sampai 16 anak telah memahami dan melaksanakan budaya antri, sehingga sabar menunggu giliran. Anakanak tersebut mampu menerapkan budaya antri itu ketika masuk kelas, menyerahkan tugas, ketika keluar kelas. Sebaliknya, ada10 sampai 11 orang anak masih memerlukan tindakan kelas agar budaya antri mereka dapat ditingkatkan, karena selalu mendahului teman Hasil pengamatan budaya antri anak pada Siklus I Proses pembelajaran dan tindakan siklus I dilaksanakan selama dua kali pertemuan, setiap pertemuan dilanjutkan dengan pengamatan dan penilaian terhadap budaya antri anak. Sasaran utama pembelajaran adalah meningkatkan budaya antri anak melalui teknik modeling. Untuk maksud tersebut dalam pembelajaran, guru bercerita dan memberi contoh tentang kegiatan mengantri pada sebuah kegiatan di suatu tempat, misalnya ketika bersalaman dengan pengantin pada sebuah pesta pernikahan. Selanjutnya, selama proses pembelajaran dengan menerapkan teknik modeling, guru peneliti bersama pengamat melakukan bimbingan dan penguatan kepada anak bagaimana mengantri ketika akan masuk kelas, mengantri mengantar tugas, dan ketika akan keluar kelas. Selain itu, kepada seluruh anak diberitahu bahwa budaya antri mereka akan diamati oleh guru dan dinilai.

4 Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap 26 anak yang dikenakan tindakan pada pembelajaran siklus I pertemuan pertama diperoleh data yang secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 3b, sedangkan secara ringkas seperti diuraikan pada tabel berikut. Tabel 2: Hasil Pengamatan Budaya Antri Anak Kelompok B TK Aster pada Siklus I Pertemuan ke-1 No Budaya Antri yang Diamati Mendahului teman Hasil Pengamatan Sabar menunggu giliran 1 Masuk kelas 10 38, ,6 2 Menyerahkan tugas 11 42, ,7 3 Keluar kelas 11 42, ,7 Keterangan: Observasi dan penilaian dilaksanakan pada tanggal 16 dan 17 Desember 2013 Memperhatikan data hasil pengamatan dan penilaian pada tabel 2 menunjukkan bahwa dari 3 (tiga) indikator budaya antri anak yang diamati dan dinilai, terdapat 15 sampai 16 anak telah memahami dan melaksanakan budaya antri ketika berada di sekolah dan sabar menunggu giliran. Anak-anak ini telah mampu menerapkan budaya antri itu ketika masuk kelas, menyerahkan tugas, dan ketika akan keluar kelas. Dengan data tersebut terlihat bahwa hasil pengamatan dan penilaian pada siklus I pertemuan ke-1 belum meningkat secara signifikan dibandingkan dengan hasil pengamatan awal. Dalam hal ini terdapat 10 sampai 11 orang anak masih memerlukan tindakan kelas agar mereka tidak saling mendahului dalam sebuah antrian. Selanjutnya, hasil pengamatan dan penilaian budaya antri anak pada siklus I pertemuan ke-2 diuraikan secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 3c, sedangkan secara ringkas seperti diuraikan pada tabel berikut. Tabel 3: Hasil Pengamatan Budaya Antri Anak Kelompok B TK Aster pada Siklus I Pertemuan ke-2

5 No Budaya Antri yang Diamati Mendahului teman Hasil Pengamatan Sabar menunggu giliran 1 Masuk kelas 8 30, ,2 2 Menyerahkan tugas 9 34, ,4 3 Keluar kelas 9 34, ,4 Keterangan: Pengamatan dan penilaian dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 Desember 2013 Memperhatikan data hasil pengamatan dan penilaian pada tabel 3 menunjukkan bahwa dari 3 (tiga) indikator budaya antri anak yang diamati dan dinilai, terdapat 17 sampai 18 anak telah memahami dan melaksanakan budaya antri dan sabar menunggu giliran. Anak-anak ini sudah mampu menerapkan budaya antri pada kegiatan-kegiatan di sekolah, seperti ketika masuk kelas, menyerahkan tugas, dan ketika hendak keluar kelas. Dengan data tersebut terlihat bahwa hasil pengamatan dan penilaian pada siklus I pertemuan ke-2 mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan hasil observasi dan penilaian pada siklus I pertemuan ke-1. Dalam hal ini masil terdapat 8 sampai 9 orang anak masih memerlukan tindakan kelas agar tidak saling mendahului ketika melakukan antrian Refleksi proses tindakan Siklus I Memperhatikan capaian tersebut, maka pada akhir siklus I, peneliti bersama guru mitra selaku pemgamat melakukan refeleksi terhadap pembelajaran dan tindakan kelas yang telah dilakukan. Refleksi dimaksudkan untuk melihat kembali apakah penerapan teknik modeling yang dipilih dalam upaya meningkatkan budaya antri anak telah terlaksana sesuai rencana. Berdasarkan refleksi yang dilakukan melalui diskusi diketahui bahwa tindakan kelas yang dilakukan pada siklus I belum terlaksana sebagaimana yang direncanakan, sehingga belum mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan. Dalam proses pembelajaran dan tindakan

6 siklus I terdapat beberapa aspek, baik menyangkut kegiatan guru maupun aktivitas anak yang belum optimal sehingga turut mempengaruhi budaya antri yang dilakukan oleh anak. Aspekaspek tersebut meliputi: 1. Cerita yang disiapkan pada siklus I belum mampu menarik perhatian anak untuk terlibat dalam berbudaya antri. 2. Penjelasan guru mengenai kegiatan anak ketika melakukan antrian cenderung kurang, sehingga ada anak yang tidak memahami bagaimana bentuk antrian yang harus dilakukan. 3. Partisipasi anak dalam memodelkan suatu antrian belum optimal, karena ada anak yang tidak menuruti perintah guru untuk melakukan kegiatan mengantri seperti yang diceritakan. 4. Kegiatan mengantri yang dilakukan anak kurang memberi penguatan pada materi yang hendak ditingkatkan, yakni budaya antri anak. Kekurangan-kekurangan tersebut diupayakan diotimalkan pada proses pembelajaran dan pelaksanaan tindakan pada siklus II, disamping mempertahankan hasil capaian pada siklus I Deskripsi Hasil Penelitian Pada Siklus II Hasil observasi budaya antri anak pada Siklus II Sebelum melaksanakan pembelajaran siklus II, peneliti membuat langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan terhadap aspek-aspek pembelajaran dan tindakan yang belum terlaksana secara optimal pada pembelajaran siklus I. Mengacu pada catatan-catatan yang diberikan oleh guru mitra pada akhir siklus I, dapat dikemukakan aspek-aspek yang direncanakan untuk diperbaiki dan disempurnakan pada siklus II, meliputi hal-hal sebagai berikut. a. Guru perlu menyediakan cerita yang lebih menarik perhatian anak untuk terlibat dalam kegiatan antrian.

7 b. Guru perlu menjelaskan bagaimana membentuk antrian pada kegiatan yang ditetapkan oleh guru. c. Partisipasi anak dalam kegiatan antrian perlu dioptimalkan dan diupayakan seluruh anak mampu melakukan antrian sebagaimana dicontohkan oleh teman-temannya. d. Guru perlu memberi penguatan terutama kepada anak yang belum mampu melakukan budaya antri dan menjelaskan bahwa pembelajaran yang dilakukan adalah untuk meningkatkan kemampuan mereka dan berbudaya antri. Setelah merencanakan aspek-aspek tersebut, maka pembelajaran siklus II dilaksanakan. Proses pembelajaran dan tindakan siklus II dilaksanakan dengan sasaran utama adalah meningkatkan budaya antri anak melalui teknik modeling. Untuk maksud tersebut ditunjuk beberapa anak yang dianggap mampu menjadi model bagi teman-temannya dalam melakukan antrian. Modeling dilakukan setelah anak diberikan arahan-arahan tentang kegiatan mengantri ketika masuk kelas, menyerahkan tugas, dan ketika hendak keluar kelas. Selama proses pembelajaran dan tindakan, guru observer bersama peneliti melakukan bimbingan dan penjelasan kepada anak tentang kegiatan antrian. Selain itu, kepada seluruh anak diberitahu bahwa budaya antri mereka akan diamati dan dinilai. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap 26 anak yang dikenakan tindakan pada pembelajaran siklus II pertemuan ke-1 diperoleh data yang secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 4a, sedangkan secara ringkas seperti diuraikan pada tabel berikut. Tabel 4: Hasil Pengamatan Budaya Antri Anak Kelompok B TK Aster pada Siklus II Pertemuan ke-1 No Budaya Antri yang Diamati Mendahului teman Hasil Pengamatan Sabar menunggu

8 giliran 1 Masuk kelas 8 30, ,2 2 Menyerahkan tugas 9 34, ,4 3 Keluar kelas 8 30, ,2 Keterangan: Pengamatan dan penilaian dilaksanakan pada tanggal 20 dan 21 Desember 2013 Memperhatikan data hasil pengamatan dan penilaian pada tabel 4 menunjukkan bahwa dari 3 (tiga) indikator budaya antri anak yang diamati dan dinilai, terdapat 17 sampai 18 anak telah memahami dan melaksanakan budaya antri dengan sabar menunggu giliran, sehingga mampu menerapkan budaya antri itu ketika masuk dan keluar kelas, menyerahkan tugas, ketika mengambil makanan, dan mengambil alat permainan. Dengan data tersebut terlihat bahwa hasil pengamatan dan penilaian pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat secara signifikan dibandingkan dengan hasil observasi dan penilaian pada siklus I. Dalam hal ini terdapat 9 sampai 11 orang anak yang masih saling mendahului dalam antrian. Anak-anak ini masih memerlukan tindakan lebih lanjut, agar budaya antri anak-anak tersebut dapat ditingkatkan. Selanjutnya, hasil pengamatan dan penilaian budaya antri anak pada siklus II pertemuan ke-2 diuraikan secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 4b, sedangkan secara ringkas seperti diuraikan pada tabel berikut. Tabel 5: Hasil Pengamatan Budaya Antri Anak Kelompok B TK Aster pada Siklus II Pertemuan ke-2 No Budaya Antri yang Diamati Mendahului teman Hasil Pengamatan Sabar menunggu giliran 1 Masuk kelas 7 26, ,1 2 Menyerahkan tugas 7 26, ,1 3 Keluar kelas 8 30, ,2 Keterangan: Pengamatan dan penilaian dilaksanakan pada tanggal 23 dan 24 Desember 2013

9 Memperhatikan data hasil pengamatan dan penilaian pada tabel 5 menunjukkan bahwa dari 3 (tiga) indikator budaya antri anak yang diamati dan dinilai, terdapat 18 sampai 19 anak yang telah memahami dan melaksanakan budaya antri dan sabar menunggu giliran. Anak-anak ini sudah mampu menerapkan budaya antri pada kegiatan-kegiatan di sekolah, seperti ketika masuk kelas, menyerahkan tugas, dan ketika keluar kelas. Memperhatikan data tersebut terlihat bahwa hasil pengamatan dan penilaian pada siklus II pertemuan ke-2 mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan hasil observasi dan penilaian pada siklus II pertemuan ke-1. Akan tetapi, masih terdapat 7 sampai 8 orang anak yang masih memerlukan tindakan yang lebih optimal agar budaya antri anak-anak tersebut dapat ditingkatkan Refleksi proses tindakan Siklus II Memperhatikan capaian tersebut, maka pada akhir siklus II, peneliti bersama guru mitra melakukan refeleksi terhadap pembelajaran dan tindakan kelas yang telah dilakukan. Refleksi dimaksudkan untuk melihat apakah penerapan teknik modeling yang dipilih mampu meningkatkan budaya antri anak pada siklus II telah terlaksana sesuai rencana. Berdasarkan refleksi yang dilakukan melalui diskusi diketahui bahwa tindakan kelas yang dilakukan pada siklus II belum terlaksana sebagaimana yang direncanakan, sehingga belum mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan. Dalam proses pembelajaran dan tindakan siklus II masih terdapat beberapa aspek, baik menyangkut kegiatan guru maupun aktivitas anak yang belum optimal sehingga turut mempengaruhi budaya antri yang dilakukan oleh anak. Aspek-aspek yang belum optimal tersebut meliputi:

10 a. Penjelasan guru mengenai kegiatan anak ketika melakukan antrian masih kurang, terutama menyangkut bentuk antrian dan apa yang harus dilakukan oleh anak ketika melakukan antrian. b. Adanya sebagian anak yang tidak menuruti perintah guru untuk melakukan kegiatan mengantri seperti yang dimodelkan sebelumnya. Kekurangan-kekurangan tersebut diupayakan diotimalkan pada proses pembelajaran dan pelaksanaan tindakan pada siklus III, disamping mempertahankan hasil capaian pada siklus II Deskripsi Hasil Penelitian Pada Siklus III Hasil pengamatan budaya antri anak pada Siklus III Seperti halnya pada siklus yang sebelumnya telah berlangsung, maka sebelum melaksanakan pembelajaran siklus III, peneliti membuat langkah-langkah perbaikan dan penyempurnaan terhadap aspek-aspek pembelajaran dan tindakan yang belum terlaksana secara optimal pada pembelajaran siklus III. Mengacu pada catatan-catatan yang diberikan oleh guru mitra pada akhir siklus II, diketahui aspek-aspek yang direncanakan untuk disempurnakan pada siklus II, meliputi hal-hal sebagai berikut. a. Guru menjelaskan kembali bagaimana membentuk antrian pada kegiatan yang ditetapkan oleh guru. b. Guru mengupayakan agar seluruh anak mampu melakukan antrian sebagaimana divisualisasikan melalui gambar. Setelah merencanakan aspek-aspek tersebut, maka pembelajaran siklus III dilaksanakan. Proses pembelajaran dan tindakan siklus III dilaksanakan dengan sasaran utama adalah meningkatkan budaya antri anak melalui teknik modeling. Untuk maksud tersebut disiapkan beberapa gambar tentang antrian yang berlangsung dibeberapa tempat. Setelah ditunjukkan

11 gambar, anak diberikan arahan-arahan tentang kegiatan mengantri ketika masuk dan keluar kelas, menyerahkan tugas, ketika mengambil makanan, serta antri mengambil alat permainan. Selama proses pembelajaran dan tindakan, guru observer bersama peneliti melakukan bimbingan dan penjelasan kepada anak tentang kegiatan antrian. Selain itu, kepada seluruh anak diberitahu bahwa budaya antri mereka akan diamati dan dinilai. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap 26 anak yang dikenakan tindakan pada pembelajaran siklus III pertemuan ke-1 diperoleh data yang secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 5a, sedangkan secara ringkas seperti diuraikan pada tabel berikut. Tabel 6: Hasil Pengamatan Budaya Antri Anak Kelompok B TK Aster pada Siklus III Pertemuan ke-1 No Budaya Antri yang Diamati Mendahului teman Hasil Pengamatan Sabar menunggu giliran 1 Masuk kelas 6 23, ,9 2 Menyerahkan tugas 7 26, ,1 3 Keluar kelas 7 26, ,1 Keterangan: Pengamatan dan penilaian dilaksanakan pada tanggal 27 dan 28 Desember 2013 Memperhatikan data hasil pengamatan dan penilaian pada tabel 6 menunjukkan bahwa dari 3 (tiga) indikator budaya antri anak yang diamati dan dinilai, terdapat 19 sampai 20 anak yang telah memahami dan melaksanakan budaya antri sabar menunggu giliran. Anak-anak ini telah mampu menerapkan budaya antri itu ketika masuk kelas, menyerahkan tugas, dan ketika hendak keluar kelas. Dengan data tersebut terlihat bahwa hasil pengamatan dan penilaian pada siklus III pertemuan ke-1 meningkat secara signifikan dibandingkan dengan hasil observasi dan penilaian pada siklus II. Dalam hal ini hanya 6 sampai 7 orang anak yang masih memerlukan

12 tindakan lebih lanjut, karena masih saling mendahului. Anak-anak tersebut masih memerlukan tindak lanjut agar budaya antri anak-anak tersebut dapat ditingkatkan. Selanjutnya, hasil pengamatan dan penilaian budaya antri anak pada siklus III pertemuan ke-2 diuraikan secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 5b, sedangkan secara ringkas seperti diuraikan pada tabel berikut. Tabel 7: Hasil Pengamatan Budaya Antri Anak Kelompok B TK Aster pada Siklus III Pertemuan ke-2 No Budaya Antri yang Diamati Mendahului teman Hasil Pengamatan Sabar menunggu giliran 1 Masuk kelas 2 7, ,3 2 Menyerahkan tugas 4 15, ,6 3 Keluar kelas 3 11, ,5 Keterangan: Pengamatan dan penilaian dilaksanakan pada tanggal 30 dan 31 Desember 2013 Memperhatikan data hasil pengamatan dan penilaian pada tabel 7 menunjukkan bahwa dari 3 (tiga) indikator budaya antri anak yang diamati dan dinilai, terdapat 22 sampai 24 anak yang telah memahami dan melaksanakan budaya antri dengan sabar menunggu giliran. Anakanak ini sudah mampu menerapkan budaya antri pada kegiatan-kegiatan di sekolah, seperti ketika masuk kelas, menyerahkan tugas, dan ketika hendak keluar kelas. Memperhatikan data tersebut terlihat bahwa hasil pengamatan dan penilaian pada siklus III pertemuan ke-2 mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan hasil pengamatan dan penilaian pada siklus III pertemuan ke-1. Dalam hal ini hanya 2 sampai 4 orang anak yang mampu berbudaya antri, sehingga masih memerlukan tindakan, karena masih saling mendahului ketika melakukan antrian. Tindak lanjut diperlukan agar budaya antri anak-anak tersebut dapat ditingkatkan.

13 Refleksi proses tindakan Siklus III Memperhatikan capaian tersebut, maka pada akhir siklus III, peneliti bersama guru mitra melakukan refeleksi terhadap tindakan kelas yang telah dilakukan. Refleksi dimaksudkan untuk melihat kembali apakah penerapan teknik modeling yang dipilih dalam upaya meningkatkan budaya antri anak pada siklus III telah terlaksana sesuai rencana. Berdasarkan refleksi yang dilakukan melalui diskusi diketahui bahwa tindakan kelas yang dilakukan pada siklus II sudah terlaksana sebagaimana yang direncanakan, dan mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan. Dalam hal ini sudah lebih dari 20 anak yang mampu melaksanakan budaya antri sebagaimana yang diharapkan. Hasil ini sekaligus menunjukkan bahwa indikator keberhasilan telah tercapai, sehingga tidak diperlukan lagi tindakan untuk siklus berikutnya. 4.2 Pembahasan Berdasarkan data hasil penelitian pada pembelajaran siklus I, siklus II dan siklus III menunjukkan berkurangnya jumlah anak kelompok B TK Aster Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo tahun pelajaran 2013/2014 yang mampu melakukan budaya antri. Berkurangnya jumlah anak berarti terjadi peningkatan budaya antri anak berkat penerapan teknik modeling yang digunakan guru dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang menerapkan teknik modeling telah berhasil mengurangi jumlah anak yang tidak mampu melaksanakan budaya antri. Mereka dengan sabar menunggu giliran ketika melakukan antrian. Akan tetapi capaian ini masih perlu ditindaklanjuti setelah penelitian tindakan kelas dilaksanakan. Hal ini karena sesuai analisis data pada siklus III masih terdapat 3

14 (satu) orang anak yang menurut hasil observasi masih saling mendahului ketika melakukan antrian. Ketiga orang anak tersebut membutuhkan penanganan dan pembimbingan yang intensif agar yang bersangkutan mampu meningkatkan perilaku budaya antri dalam kehidupannya seharihari, baik di sekolah maupun di tempat lain. Secara umum proses pembelajaran dalam upaya meningkatkan budaya antri anak kelompok B TK Aster Pulubala Kabupaten Gorontalo tahun pelajaran 2013/2014 melalui penerapan teknik modeling dapat dinyatakan berhasil. Hal ini terlihat dari jumlah anak yang dikenakan tindakan kelas, dimana sebelum dilakukan penelitian tindakan kelas, anak yang mampu berbudaya antri berjumlah 15 dari 26 orang atau 57,7, telah berhasil ditingkatkan menjadi 22 orang atau 84,6 setelah tindakan siklus III. Data ini sekaligus menjadi bukti bahwa indikator keberhasilan yang ditetapkan pada penelitian ini, yaitu siswa yang mampu berbudaya antri dapat ditingkatkan dari sebelumnya 15 orang menjadi 20 orang atau lebih. Memperhatikan hasil capaian pada siklus III berarti hipotesis tindakan yang telah dirumuskan, yaitu: Budaya antri anak kelompok B dapat tingkatkan melalui teknik modeling di TK Aster Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo, terbukti kebenarannya. Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa, walaupun budaya antri anak telah dapat ditingkatkan, namun masih tetap memerlukan tindakan lebih lanjut pada pembelajaranpembelajaran berikutnya. Untuk maksud tersebut, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan teknik modeling guna peningkatan budaya antri anak antara lain sebagai berikut. a. Cerita yang disediakan oleh guru diupayakan dapat menarik perhatian anak untuk terlibat dalam kegiatan antrian. b. Guru perlu menjelaskan tata cara mengantri dan posisi anak dalam antrian, agar jalannya pembelajaran lebih efektif..

15 c. Diupayakan seluruh anak untuk melakukan kegiatan mengantri berdasarkan kegiatan yang ditetapkan. d. Pemberian penguatan terutama kepada anak yang kurang percaya diri dalam melakukan antrian lebih dioptimalkan.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian 3.1.1 Latar Penelitian Adapun lokasi pelaksanaan penelitian dilakasanakan di TK Aster Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Pemilihan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) merupakan salah satu bentuk program

BAB I PENDAHULUAN. Jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) merupakan salah satu bentuk program BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) merupakan salah satu bentuk program pendidikan prasekolah pada jalur pendidikan yang menyediakan pendidikan bagi anak-anak

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kelas, dan yang menjadi mitra kerja adalah guru kelas kelompok A.

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kelas, dan yang menjadi mitra kerja adalah guru kelas kelompok A. 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada anak kelompok B TK Melati Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. merupakan salah satu TK yang berada di Kabupaten Gorontalo, di mana proses pembelajarannya

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. merupakan salah satu TK yang berada di Kabupaten Gorontalo, di mana proses pembelajarannya BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Taman Kanak-kanak Sakura Bulota Kecamatan Telaga Jaya Kabupaten Gorontalo, merupakan salah satu

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Hakikat Budaya Antri 2.1.1 Pengertian Budaya Antri Menurut Godam (dalam Sukadji 2007:64) bahwa budaya adalah sebagai suatu keseluruhan dari pola perilaku

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Peranan hiburan sangat penting bagi manusia dan sudah mengambil tempat

BAB I PENDAHULUAN. Peranan hiburan sangat penting bagi manusia dan sudah mengambil tempat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peranan hiburan sangat penting bagi manusia dan sudah mengambil tempat sebagai salah satu dari kebutuhan-kebutuhan hidup. Pada saat ini industri hiburan sudah memiliki

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas yang menyajikan materi pemahaman konsep

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas yang menyajikan materi pemahaman konsep BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pelaksanaan tindakan kelas yang menyajikan materi pemahaman konsep nilai tempat pada siswa II SDN 1 Moluo Kecamatan Kwandang Kabupaten

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 18 Pulubala Kabupaten Gorontalo.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 18 Pulubala Kabupaten Gorontalo. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Latar Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN 18 Pulubala Kabupaten Gorontalo. SDN 18 Pulubala merupakan salah satu sekolah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Learning Tipe The Power Of Two Topik Lingkungan Hidup telah terlaksana dengan menggunakan dua

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Learning Tipe The Power Of Two Topik Lingkungan Hidup telah terlaksana dengan menggunakan dua BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian dengan judul Meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model Active Learning Tipe The Power Of Two Topik Lingkungan Hidup telah terlaksana

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 16 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 6 Tanjungrejo Jekulo Kudus tahun pelajaran 2012/2013

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. rutinitas menjadikan setiap kegiatan harus terlaksana seefisien mungkin untuk

BAB I PENDAHULUAN. rutinitas menjadikan setiap kegiatan harus terlaksana seefisien mungkin untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari yang dipenuhi dengan berbagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhan, waktu merupakan suatu aspek penting dan berharga. Padatnya rutinitas

Lebih terperinci

JADWAL KULIAH/RESPONSI/PRAKTIKUM MATRIKULASI T.A 2014/2015 TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA - INSTITUT PERTANIAN BOGOR

JADWAL KULIAH/RESPONSI/PRAKTIKUM MATRIKULASI T.A 2014/2015 TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA - INSTITUT PERTANIAN BOGOR C5/G7 SENIN 30 Juni 2014 08.00-10.00 FIS101 3(2-3) FISIKA DASAR 1 KULIAH RK CCR 1.02 G7 SENIN 30 Juni 2014 12.30-15.00 FIS101 3(2-3) FISIKA DASAR 1 PRAKTIKUM lab 1 C5 SENIN 30 Juni 2014 15.00-17.30 FIS101

Lebih terperinci

NIK NO PESERTA SESI Tanggal Jam Lokasi

NIK NO PESERTA SESI Tanggal Jam Lokasi NO NIK NO PESERTA SESI Tanggal Jam Lokasi 1 3203016408880011 3012-3-000001 1 hari 1 sesi 1 Rabu 12 Nopember 2014 08:00 s.d 09:30 Labkom A 2 3204052106830004 3012-3-000003 2 hari 1 sesi 1 Rabu 12 Nopember

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di kelas 5 SDN Blotongan 03 Salatiga semester II tahun pelajaran 2012/2013. Dengan jumlah siswa 40 orang

Lebih terperinci

ANALISIS ANTRIAN PELAYANAN PADA PANGKAS RAMBUT MEGA

ANALISIS ANTRIAN PELAYANAN PADA PANGKAS RAMBUT MEGA ANALISIS ANTRIAN PELAYANAN PADA PANGKAS RAMBUT MEGA Nama : Arya Yudha Pamungkas Npm : 11212191 Jurusan : S1 / Manajemen Pembimbing : Tuti Eka Asmarani, SE, MSE FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AP 5 SMK Negeri

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AP 5 SMK Negeri BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AP 5 SMK Negeri I Gorontalo dengan jumlah siswa 34 orang dan I orang guru mitra.

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada SMP Negeri 2

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada SMP Negeri 2 1 BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada SMP Negeri 2 Limboto Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini, tujuan yang hendak dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut 1. Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VII di MTs Al-

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Dalam pelaksanaan tindakan ini, deskripsi yang akan diuraikan adalah: (1) kondisi awal, (2) siklus I, dan (3) siklus II. 4.1.1 Deskripsi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di PAUD Kalimas Kecamatan Dulupi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di PAUD Kalimas Kecamatan Dulupi BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di PAUD Kalimas Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo. Yang menjadi subyek dalam penelitian tindakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (PTK) atau disebut classroom action research.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (PTK) atau disebut classroom action research. 24 1.1. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau disebut classroom action research. Penelitian tindakan kelas merupakan upaya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan di kelas V yang berjumlah 29 siswa di SDN Lemahireng 2 Kecamatan Bawen tahun ajaran

Lebih terperinci

ANALISIS ANTRIAN PEMBAYARAN REKENING LISTRIK DI KUD BEKASI JAYA. FITRIANA SETYA K

ANALISIS ANTRIAN PEMBAYARAN REKENING LISTRIK DI KUD BEKASI JAYA. FITRIANA SETYA K ANALISIS ANTRIAN PEMBAYARAN REKENING LISTRIK DI KUD BEKASI JAYA. FITRIANA SETYA K 12210854 LATAR BELAKANG MASALAH KUD Bekasi Jaya merupakan salah satu tempat pembayaran listrik yang cukup ramai di kelurahan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan kesulitan tindakan kelas. Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan kesulitan tindakan kelas. Penelitian 17 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pada bagian ini peneliti akan menyajikan tentang hasil penelitian mengenai data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan kesulitan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dilaksanakan di TK Negeri Pembina Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo.

BAB III METODE PENELITIAN. dilaksanakan di TK Negeri Pembina Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo. 47 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian Penelitian ini merupakan suatu penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di TK Negeri Pembina Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kemampuan menggambar bentuk geometri masih kurang diminati anak Kelompok B

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kemampuan menggambar bentuk geometri masih kurang diminati anak Kelompok B BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Observasi Awal Kemampuan menggambar bentuk geometri masih kurang diminati anak Kelompok B Paud Afiat seperti anak menggambar bentuk segitiga

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIIIc SMP Negeri 7

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIIIc SMP Negeri 7 26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIIIc SMP Negeri 7 Kota Gorontalo, untuk mata pelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari 1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Sebelumnya tim yakni peneliti

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan menguraikan tentang hasil penelitian dari pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II. Berikut ini akan diuraikan tentang perencanaan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Gorontalo. TK ini berada di tengah-tengah Kota Gorontalo dan telah banyak menamatkan anak

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Gorontalo. TK ini berada di tengah-tengah Kota Gorontalo dan telah banyak menamatkan anak BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di TK Pertiwi Kecamatan Hulontalangi Kota Gorontalo.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SDN 1 Limboto Barat Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo dengan fokus penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SDN 1 Limboto Barat Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo dengan fokus penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pada bab terdahulu telah dikemukakan bahwa penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 1 Limboto Barat Kecamatan Limboto Barat Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. mengenai data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. mengenai data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pada bagian ini peneliti akan menyajikan tentang hasil penelitian mengenai data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian tindakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Bone Bolango. Adapun siswa yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas VIII

BAB III METODE PENELITIAN. Bone Bolango. Adapun siswa yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas VIII 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Tsanawiyah Muhammadiyah Kabila Kabupaten Bone Bolango. Adapun siswa yang menjadi subjek penelitian adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan. Pertemuan pertama pada hari Sabtu, 16 November

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Kelas 1 SDN 10 Paguyaman Kecamatan Paguyaman Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Uraian mengenai hasil penelitian sebagai jawaban dari rumusan masalah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Uraian mengenai hasil penelitian sebagai jawaban dari rumusan masalah BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uraian mengenai hasil penelitian sebagai jawaban dari rumusan masalah yang diungkapkan pada Bab I akan disajikan dalam Bab IV ini. Pada bab ini diuraikan mengenai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pelaksanaan PTK ini dilakukan di kelas V SDN 72 Kota Timur Kota Gorontalo.

BAB III METODE PENELITIAN. Pelaksanaan PTK ini dilakukan di kelas V SDN 72 Kota Timur Kota Gorontalo. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian dan Karakteristik Penelitian Pelaksanaan PTK ini dilakukan di kelas V SDN 72 Kota Timur Kota Gorontalo. Penelitian ini dilakukan pada anak yang berjumlah

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI SETTING DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV DESKRIPSI SETTING DAN HASIL PENELITIAN BAB I DESKRIPSI SETTING DAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di MI Nurul Islam desa Jawa Laut gang Flamboyan Martapura yang didirikan pada tanggal

Lebih terperinci

Analisis Antrian Pembayaran Administrasi Pengobatan di RS.ANNA MEDIKA-Bekasi Utara. : Yunita Mentari NPM :

Analisis Antrian Pembayaran Administrasi Pengobatan di RS.ANNA MEDIKA-Bekasi Utara. : Yunita Mentari NPM : Analisis Antrian Pembayaran Administrasi Pengobatan di RS.ANNA MEDIKA-Bekasi Utara Nama : Yunita Mentari NPM : 17212972 Jurusan Pembimbing : Manajemen - S1 :Tuti Eka Asmarani, SE. MSE LATAR BELAKANG Kota-kota

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bagian ini diuraikan tentang hasil penelitian mengenai data-data yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bagian ini diuraikan tentang hasil penelitian mengenai data-data yang BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pada bagian ini diuraikan tentang hasil penelitian mengenai data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK).

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Kinerja Sistem Antrian Pada supermarket saga swalayan Padang Pariaman Sumatera Barat terdapat 7 kasir yang bertugas melayani para konsumen

Lebih terperinci

UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS MELALUI KEGIATAN PENCAMPURAN WARNA PADA ANAK KELOMPOK BTK AISYIYAH GONDANG TAHUN AJARAN 2013/2014

UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS MELALUI KEGIATAN PENCAMPURAN WARNA PADA ANAK KELOMPOK BTK AISYIYAH GONDANG TAHUN AJARAN 2013/2014 UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS MELALUI KEGIATAN PENCAMPURAN WARNA PADA ANAK KELOMPOK BTK AISYIYAH GONDANG TAHUN AJARAN 2013/2014 Disusun Oleh MARINEM A53B111023 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kecandran 01 dengan subyek penelitian siswa kelas 4 yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 6 31 % 2 Belum Tuntas % Jumlah %

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 6 31 % 2 Belum Tuntas % Jumlah % BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal SD Negeri Karangwage 01 adalah sekolah yang berada di Pedesaan dengan kondisi sekolah yang belum memenuhi sarana prasarana pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di TK A Dharma Wanita 1 Ngraji Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Subyek penerima tindakan berjumlah

Lebih terperinci

Page 1 LOKASI : HOTEL NUSA WIJAYA PENANGGUNGJAWAB : RUSTAM, S.PD., M.HUM. Hari Ke-1 : Kamis, 28 September 2017 KELAS : BAHASA INGGRIS 1.

Page 1 LOKASI : HOTEL NUSA WIJAYA PENANGGUNGJAWAB : RUSTAM, S.PD., M.HUM. Hari Ke-1 : Kamis, 28 September 2017 KELAS : BAHASA INGGRIS 1. LOKASI : HOTEL NUSA WIJAYA PENANGGUNGJAWAB : RUSTAM, S.PD., M.HUM JENJANG MAPEL : SEKOLAH DASAR : GURU KELAS Hari Ke-1 : Kamis, 28 September 2017 KELAS : BAHASA INGGRIS 1 12.20-13.30 Check In dan Penyerahan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Pembina Sukarame Bandar Lampung. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas

III. METODE PENELITIAN. Pembina Sukarame Bandar Lampung. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas III. METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan Penelitian bisa diartikan suatu proses analisis dan pengumpulan data penelitian. Penelitian ini berjudul : Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal

Lebih terperinci

NAMA : ADINDA RATNA SARI NPM : DOSEN PEMBIMBING : EDY PRIHANTORO, SS, MMSI

NAMA : ADINDA RATNA SARI NPM : DOSEN PEMBIMBING : EDY PRIHANTORO, SS, MMSI ANALISIS SISTEM ANTRIAN SEPEDA MOTOR PADA SPBU RAWA LUMBU DI BEKASI TIMUR NAMA : ADINDA RATNA SARI NPM : 19211173 DOSEN PEMBIMBING : EDY PRIHANTORO, SS, MMSI Latar Belakang PENDAHULUAN Pertumbuhan manusia

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berbicara dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas III SDN No 87 Kota

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berbicara dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas III SDN No 87 Kota BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas dengan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam

Lebih terperinci

Disusun Oleh LASINI A53B111022

Disusun Oleh LASINI A53B111022 UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBAHASA PERMULAAN MELALUI PERMAINAN BERCERITA DENGAN MEDIA PAPAN FLANEL PADA KELOMPOK A TK RA AL HILAL TOJAYAN, KLATEN 2013/2014 Disusun Oleh LASINI A53B111022 FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebelumnya, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebelumnya, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut: BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan pengolahan data dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan analisis kinerja

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.1 Profil KB Birulwalidayini 23 Januari KB Birulwalidayini 23 Januari beroperasi sejak tanggal 14 Juli 2008 atas kerjasama PKK,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan 12 orang puteri dengan tingkat kemampuan dan daya pikir berbeda.

BAB III METODE PENELITIAN. dan 12 orang puteri dengan tingkat kemampuan dan daya pikir berbeda. 18 BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Subyek Subyek penelitain ini adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pulau Pahawang yang berjumlah seluruh siswa 20 orang yang terdiri dari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Indonesia dikelas III SDN 1 Tolinggula Ulu Kabupaten Gorontalo Utara. Sebelum

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Indonesia dikelas III SDN 1 Tolinggula Ulu Kabupaten Gorontalo Utara. Sebelum 38 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan tindakan kelas melalui pemberian tugas dengan menggunakan media gambar

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan PG-PAUD FKIP UNP Kediri

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan PG-PAUD FKIP UNP Kediri MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBEDAKAN BENTUK GEOMETRI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA BALOK PADA ANAK KELOMPOK A TK NEGERI PEMBINA KABUPATEN BLITAR SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Guna Memperoleh Gelar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. bawah pimpinan Any Kristanti Katili, serta para Gurunya ibu Hindun Kunusa,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. bawah pimpinan Any Kristanti Katili, serta para Gurunya ibu Hindun Kunusa, A. Gambaran Lokasi Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Taman Kanak-kanak (TK) Alkhairaat didirikan pada tahun 1992 berlokasi di Kelurahan Dembe II Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo. Di

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Bagian ini, akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus, deskripsi siklus I, deskripsi siklus II. Deskripsi pra siklus membahas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas telah dilaksanakan di SMK Negeri 1

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas telah dilaksanakan di SMK Negeri 1 38 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pelaksanaan tindakan kelas telah dilaksanakan di SMK Negeri 1 Gorontalo khususnya di Kelas XI Pemasaran-1. Siklus I berlangsung

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Uraian mengenai hasil penelitian sebagai jawaban atas perumusan masalah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Uraian mengenai hasil penelitian sebagai jawaban atas perumusan masalah 49 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Uraian mengenai hasil penelitian sebagai jawaban atas perumusan masalah dari bab I akan disajikan di dalam bab IV ini. Pada bab ini akan dikemukakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini ditujukan terutama terhadap efektifitas

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini ditujukan terutama terhadap efektifitas BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Hasil Penelitian Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini ditujukan terutama terhadap efektifitas penggunaan media kartu kata dalam pembelajaran bahasa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Pelaksanaan Tindakan Siklus I

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Pelaksanaan Tindakan Siklus I BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Hasil Pelaksanaan Tindakan Siklus I a. Tahapan Persiapan Kegiatan persiapan tindakan siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu, 25

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data 1. Pra Siklus Pada tahapan ini peneliti mengambil data hasil belajar pada materi sebelumnya. Peneliti mengambil data hasil belajar secara murni. Artinya

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Model Sistem Antrian Bank Central Asia Cabang Mall Taman Anggrek

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Model Sistem Antrian Bank Central Asia Cabang Mall Taman Anggrek BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Model Sistem Antrian Bank Central Asia Cabang Mall Taman Anggrek Bank Central Asia Cabang Mall Taman Anggrek beroperasi dari hari Senin hingga hari Minggu. Bank Central

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIII semester genap tahun pelajaran

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIII semester genap tahun pelajaran BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIII semester genap tahun pelajaran 201/2015 pada MTs. Raudhatusshibyan Martapura Barat.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor usaha. Salah satu pertumbuhan sektor yang

BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor usaha. Salah satu pertumbuhan sektor yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Penelitian Pertumbuhan ekonomi indonesia yang sangat gejolak ditunjang oleh perkembangan teknologi, sehingga membuat perusahaan harus memahami teknologi jika ingin

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. II dilaksanakan karena hasil belajar siswa pada siklus I sebagai efek dari tindakan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. II dilaksanakan karena hasil belajar siswa pada siklus I sebagai efek dari tindakan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini berlangsung dalam dua siklus. Siklus II dilaksanakan karena hasil belajar siswa pada siklus I sebagai efek

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 43 A. Hasil Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Pendidikan Anak Usia Dini Bhayangkari 26 Kota Bengkulu dengan dua siklus. Pada setiap siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan melalui praktik pembelajaran di kelas 6 SD Negeri 2 Getas Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, dengan jumlah siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menggunakan model think pair share sebagai upaya meningkatkan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menggunakan model think pair share sebagai upaya meningkatkan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan tindakan kelas melalui pemberian tugas menyusun huruf menjadi kata, dan

Lebih terperinci

Meningkatkan Apresiasi Siswa Kelas VII SMPN 3 Labuan Dalam Menyimak Puisi Melalui Strategi Modeling dengan Menggunakan Media Video Rekaman Puisi

Meningkatkan Apresiasi Siswa Kelas VII SMPN 3 Labuan Dalam Menyimak Puisi Melalui Strategi Modeling dengan Menggunakan Media Video Rekaman Puisi Meningkatkan Apresiasi Siswa Kelas VII SMPN 3 Labuan Dalam Menyimak Puisi Melalui Strategi Modeling dengan Menggunakan Media Video Rekaman Puisi Asri Kepala SMP Negeri 3 Labuan Kab. Donggala Sulawesi Tengah

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN EMOSIONAL MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK KELOMPOK A BA AISYIYAH NGALAS II KLATEN SELATAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN EMOSIONAL MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK KELOMPOK A BA AISYIYAH NGALAS II KLATEN SELATAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 PENGEMBANGAN KEMAMPUAN EMOSIONAL MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK KELOMPOK A BA AISYIYAH NGALAS II KLATEN SELATAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. A. Kecepatan Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan. responden yang mendapatkan pelayanan tidak cepat yaitu sebanyak 62

BAB V PEMBAHASAN. A. Kecepatan Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan. responden yang mendapatkan pelayanan tidak cepat yaitu sebanyak 62 BAB V PEMBAHASAN A. Kecepatan Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan Berdasarkan hasil penelitian, pada tabel 3 diketahui lebih banyak responden yang mendapatkan pelayanan tidak cepat yaitu sebanyak 62 responden

Lebih terperinci

RENCANA KEGIATAN HARIAN KOBER AZKIYA. Tema : Binatang / Sub Tema : Binatang darat, air, udara

RENCANA KEGIATAN HARIAN KOBER AZKIYA. Tema : Binatang / Sub Tema : Binatang darat, air, udara RENCANA KEGIATAN HARIAN KOBER AZKIYA Tema : Binatang / Sub Tema : Binatang darat, air, udara Hari/Tanggal/ Tahun : Senin/ 21 April 2014/ Semester : 2 Kelompok usia : 4-5 Tahun INDIKATOR KEGIATAN BELAJAR

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Pelaksanaan tindakan kelas ini menyajikan materi kegiatan pokok ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 8 36 % 2 Belum Tuntas % Jumlah %

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 8 36 % 2 Belum Tuntas % Jumlah % BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Kondisi Awal Pembelajaran pra siklus dilaksanakan pada Hari Senin, 15 Oktober 2012 di kelas IV SDN Rejoagung 01 tentang materi penghitungan FPB dan KPK, yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini penulis laksanakan pada SMP Negeri 1 Mootilango Kabupaten

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini penulis laksanakan pada SMP Negeri 1 Mootilango Kabupaten 30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini penulis laksanakan pada SMP Negeri 1 Mootilango Kabupaten Gorontalo tepatnya pada kelas VII 1 yang jumlahnya 32 siswa yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. siswa. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah merosotnya moral siswa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. siswa. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah merosotnya moral siswa BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di MIN Teluk Dalam Banjarmasin. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah

Lebih terperinci

bab 2 satuan pengukuran waktu tema makanan dan kesehatan

bab 2 satuan pengukuran waktu tema makanan dan kesehatan bab tema makanan dan kesehatan satuan pengukuran waktu setiap pagi bayu selalu sarapan pagi ini ia menikmati sarapan dengan lahap ia makan nasi sayur dan lauk tidak lupa ia minum segelas susu jam menunjukkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 01 Blotongan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga dengan subyek penelitian siswa kelas 4 sebanyak 25 siswa.

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Pendidikan Guru Kependidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) OLEH

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Pendidikan Guru Kependidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) OLEH PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PENERAPAN PERMAINAN SUNDA MANDA PADA ANAK KELOMPOK B TK PERTIWI MLESE II GANTIWARNO KLATEN TAHUN AJARAN 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan ini mengenai deskripsi pra siklus, deskripsi siklus 1, dan deskripsi siklus 2. Deskripsi siklus 1 tentang perencanaan,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4. Karakteristik Sistem Antrian Populasi pasien merupakan sumber masukan dari suatu sistem antrian, dalam hal ini pasien yang datang pada sistem antrian untuk mendapatkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Siklus I (Tindakan I) 1. Perencanaan Tindakan I Pada tahap ini peneliti menyiapkan rancangan pembelajaran tindakan I tentang penerapan pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini berada di TK PGRI Karang Tengah Kecamatan Tuntang. Sekolah tersebut mempunyai 3 ruang kelas, yaitu

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN TINDAKAN

BAB III PELAKSANAAN TINDAKAN 19 BAB III PELAKSANAAN TINDAKAN Pelaksanaan penelitian dilihat dari berbagai aspek metodologis menggunakan proses penelitian tindakan kelas. Hal ini berdasarkan adannya identifikasi masalah serta analisis

Lebih terperinci

BAB 3 PEMBAHASAN. Tabel 3.1 Data Jumlah dan Rata-Rata Waktu Pelayanan Pasien (menit) Waktu Pengamatan

BAB 3 PEMBAHASAN. Tabel 3.1 Data Jumlah dan Rata-Rata Waktu Pelayanan Pasien (menit) Waktu Pengamatan BAB 3 PEMBAHASAN 3.1. Uji Kesesuaian Distribusi Dalam penelitian ini kedatangan pasien diasumsikan berdistribusi Poisson dan waktu pelayanan diasumsikan berdistribusi Eksponensial. Untuk menguji kebenarannya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris disebut Classroom

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris disebut Classroom BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris disebut Classroom Action Research terdiri dari tiga kata, yaitu penelitian, tindakan, dan kelas.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. TK Alkhairat Kelurahan Dembe II Kota Gorontalo didirikan pada tanggal

BAB III METODE PENELITIAN. TK Alkhairat Kelurahan Dembe II Kota Gorontalo didirikan pada tanggal BAB III METODE PENELITIAN A. Latar dan Karakteristik Penelitian a. Latar Penelitian TK Alkhairat Kelurahan Dembe II Kota Gorontalo didirikan pada tanggal 4 November 1992 yang diprakarsai oleh ibu-ibu wanita

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan membahas hasil penelitian yang telah peneliti lakukan. Pembahasan hasil penelitian meliputi rencana tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Negeri I Telaga Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Negeri I Telaga Kabupaten 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Negeri I Telaga Kabupaten Gorontalo, siswa yang dikenakan tindakan adalah siswa kelas

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo dengan jumlah siswa 20 orang yang

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo dengan jumlah siswa 20 orang yang BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 DESKRIPSI HASIL PENILAIAN Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada siswa kelas V SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo dengan jumlah siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SD Negeri Ampel 03 SD Negeri Ampel 03 terletak di Dukuh Ngaduman Desa Kaligentong Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali. Sekolah ini didirikan pada

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Baleharjo Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. SDN 1 Baleharjo terletak di lingkungan pedesaan yang jauh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di TK A Dharma Wanita 4 Ngraji Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Subyek yang menerima tindakan berjumlah

Lebih terperinci

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL A. PERSIAPAN Persiapan yang dilakukan mahasiswa PPL bertujuan agar pelaksanaan PPL dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

Lebih terperinci

ABSTRAK. iii Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. iii Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Counter Fiesta Steak Restaurant adalah sebuah restaurant cepat saji yang menjual makanan hotplate dan hanya memiliki 1 jalur antrian dengan 1 buah loket pemesanan sekaligus pembayaran yang dilayani

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Gorontalo, dilaksanakan dalam dua siklus diawali dengan kegiatan observasi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Gorontalo, dilaksanakan dalam dua siklus diawali dengan kegiatan observasi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas dalam upaya meningkatkan rasa percaya diri siswa melalui teknik bimbingan kelompok di kelas IV SDN 3 Telaga Kabupaten

Lebih terperinci

CATATAN HARIAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN SMA N 1 MERTOYUDAN

CATATAN HARIAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN SMA N 1 MERTOYUDAN No. Hari/Tanggal Waktu Kegiatan 1. Senin/4 Agustus 2014 07.00 Tiba di sekolah 07.30 10.00 Apel pagi di lapangan sekolah dilanjutkan salam-salaman dalam rangka halal bihalal 10.30 13.00 Pelaksanaan halal

Lebih terperinci

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. Persiapan Sebelum melakukan mengajar (PPL) praktikan terlebih dahulu melakukan persiapan-persiapan. Hal ini dimaksudkan agar praktikan bisa beradaptasi

Lebih terperinci

CATATAN KEGIATAN. Hari : Jum at, 7 Maret 2014 Kegiatan : Rapat/Diskusi Peneliti Pelaksana : Tim Peneliti Lokasi : Lab PAUD UNG

CATATAN KEGIATAN. Hari : Jum at, 7 Maret 2014 Kegiatan : Rapat/Diskusi Peneliti Pelaksana : Tim Peneliti Lokasi : Lab PAUD UNG Hari : Jum at, 7 Maret 2014 Kegiatan : Rapat/Diskusi Peneliti Pelaksana : Tim Peneliti Lokasi : Lab PAUD UNG Paraf Peneliti Paraf Ketua/ Penanggung Jawab Uraian Kegiatan : Tim peneliti melaksanakan pemantapan

Lebih terperinci