BAB 2 LANDASAN TEORI Pengertian Sistem Informasi Akuntansi. mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi. Informasi ini kemudian

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 2 LANDASAN TEORI Pengertian Sistem Informasi Akuntansi. mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi. Informasi ini kemudian"

Transkripsi

1 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Gelinas et al. (2005, p.15), Sistem Informasi Akuntansi adalah subsistem dari sistem informasi yang bertugas mengumpulkan, memproses dan melaporkan informasi yang berhubungan dengan aspek finansial dari kegiatan dalam bisnis. Menurut Bodnar et al. (2004, p.1), Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah kumpulan sumber daya, seperti peralatan dan orang, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi. Informasi ini kemudian dikomunikasikan kepada berbagai pengambil keputusan. Sistem Informasi Akuntansi menampilkan perubahan ini apakah secara manual atau terkomputerisasi. Menurut Wilkinson et al (2000, p5), akuntansi mempunyai berbagai sisi; salah satunya adalah akuntansi mempunyai berbagai operasi sistematis untuk menghasilkan informasi yang relevan. Operasi-operasi ini termasuk pencatatan data, pemeliharaan data, dan menyajikan laporan dari data tersebut dalam bentuk laporan keuangan. Informasi itu sendiri adalah hasil dari pemrosesan data yang mempunyai arti dan berguna bagi pihak-pihak yang dituju. Sementara sistem adalah kesatuan dari bagian-bagian yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dari pengertian akuntansi, informasi, dan sistem tersebut, dalam Wilkinson et al (2000, p7) disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu struktur yang bersatu dalam suatu entitas yang mempunyai sumber daya fisik dan kom-

2 8 ponen lainnya untuk mengubah data ekonomi menjadi informasi akuntansi, dengan tujuan memuaskan kebutuhan informasi dari berbagai macam pengguna. Jadi dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah kumpulan dari sumber daya yang dirancang untuk mengumpulkan, mencatat, menyimpan dan memproses data keuangan dan data lainnya menjadi informasi akuntansi, dengan tujuan memuaskan kebutuhan informasi dari berbagai macam pengguna Komponen Sistem Informasi Akuntansi Menurut Romney (2006, p 6), Sistem Informasi Akuntansi mempunyai berberapa komponen utama, yaitu: a. Orang yang mengoperasikan sistem dan melakukan berbagai fungsi. b. Prosedur, baik manual ataupun otomatis, yang meliputi pengumpulan, pemrosesan, dan penyimpanan data dari kegiatan organisasi. c. Data tentang organisasi dan proses bisnisnya. d. Software yang digunakan untuk melakukan pemrosesan data e. Infrastruktur teknologi informasi yang diperlukan untuk melakukan pemrosesan data f. Pengendalian internal dan tindakan penjagaan keamanan untuk melindungi data. Keenam komponen ini akan bekerja sama dalam sebuah organisasi atau unit bisnis sehingga memungkinkan Sistem Informasi Akuntansi untuk melakukan 3 fungsi utamanya, yaitu: a. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang kegiatan organisasi, sumber daya, dan personel.

3 9 b. Mengubah data menjadi informasi yang berguna dalam pengembalian keputusan sehingga manajemen dapat merencaranakan, menjalankan, mengendalikan dan mengevaluasi aktivitas, sumber daya, dan personel. c. Menyediakan pengendalian yang cukup untuk menjaga aset organisasi, termasuk datanya, untuk memastikan aset dan data tersedia saat dibutuhkan dan data itu akurat dan dapat diandalkan. 2.2 Sistem Informasi Administrasi Pendidikan Pengertian dari administration menurut Chambers Essential English Dictionary (2001, p 14) adalah 1 mengarahkan, mengatur, atau memerintah urusan-urusan di sebuah negara, institusi atau organisasi. 2 Dalam sebuah organisasi atau institusi, administrasi adalah departemen yang bertanggung jawab menjalankannya. Jadi, pengertian Sistem Informasi Adminstrasi Pendidikan adalah kumpulan dari sumber daya yang dirancang untuk mengumpulkan, mencatat, menyimpan dan memproses data yang berhubungan dengan tempat pendidikan atau kegiatan belajar mengajar, dengan tujuan mengatur dan menjalankan institusi pendidikan serta memuaskan kebutuhan informasi dari berbagai macam pengguna. 2.3 Pengendalian Internal Pengertian Pengendalian Internal Pengertian Pengendalian Internal, menurut Bodnar et al (2004, p182), sesuai dengan pengertian pengendalian internal dari COSO, adalah sebuah proses, yang dipengaruhi oleh board of director, manajemen, dan personel lainnya, yang didesain untuk menyediakan keyakinan yang memadai mengenai pencapaian tujuan dalam hal efektifitas dan efisiensi operasi, kehandalan laporan keuangan, dan kepatuhan kepada hukum dan peraturan. Sementara pengertian dari pengendalian

4 10 internal ini, menurut James A Hall (2004, p138), sedikit diperluas dengan adanya satu tujuan tambahan, yakni menjaga aset perusahaan. Jadi dapat disimpulkan, pengendalian internal adalah kebijakan, praktek, dan prosedur, yang dipengaruhi oleh board of director, manajemen, dan personal lainnya, yang didesain untuk menyediakan keyakinan yang memadai dalam hal keamanan aset perusahaan, keakuratan dan kehandalan catatan akuntansi dan informasi, efisiensi dari operasi perusahaan, dan kepatuhan kepada hukum dan peraturan. Menurut Wilkinson et al (2000, p236), pengendalian internal mempunyai 5 komponen utama, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi dan pengawasan Lingkungan Pengendalian Menurut Wilkinson et al (2000, p238), lingkungan pengendalian meliputi: a. Filosofi manajemen dan gaya operasi. Filosofi dan gaya operasi manajemen ini membutuhkan suatu tindakan yang positif dari pihak manajemen untuk memberikan contoh dalam hal etika dalam pekerjaan. b. Struktur organisasi Struktur organisasi akan menjadi kerangka kerja dalam hubungan formal untuk mencapai tujuan dari perusahaan. c. Penunjukan otoritas dan tanggung jawab Otoritas adalah hak untuk memeritah bawahan berdasarkan jabatan formal. Sedangkan, tanggung jawab adalah kewajiban seseorang untuk menjalankan tugas dan menanggung hasilnya. Kedua hal tersebut mempunyai pengaruh yang besar dalam pencapaian tujuan.

5 11 d. Kebijakan dan praktek sumber daya manusia. Kebijakan dan praktek sumber daya manusia ini berpengaruh langsung terhadap kondisi dari personel yang ada di dalam perusahaan. Hal ini akan berpengaruh besar bagi kondisi dari perusahaan Penilaian Resiko Menurut Rama, Dasaratha dan Jones, Frederick L (2006, p 107) komponen penting dalam pengendalian internal adalah penilaian resiko yang mengancam pencapaian tujuan perusahaan dalam segi pelaksanaan, sistem informasi, pengamanan asset dan kinerja. Penilaian Resiko, menurut Wilkinson et al (2000, p240), terdiri dari identifikasi dan analisis dari semua resiko yang relevan terhadap tidak tercapainya tujuan persahaan, baik tujuan secara keseluruhan ataupun tujuan dari salah satu unit dalam perusahaan; dan juga membuat rencana tentang tindakan apa yang akan dilakukan untuk menghadapi resiko tersebut. Dalam hubungan dengan sistem informasi akuntansi, ada beberapa macam resiko yang umum dihadapi oleh perusahaan, yaitu: a. Kesalahan yang tidak disengaja dalam penginputan data. Kesalahan ini biasanya terjadi dengan frekuensi yang tidak menentu. Kesalahan dalam input ini dapat menyebabkan data dan laporan yang dihasilkan menjadi tidak akurat dan tidak dapat diandalkan. b. Kesalahan yang disengaja. Kesalahan ini bisa terjadi dalam proses penginputan, pemrosesan data, atau dalam pembuatan laporan. c. Kehilangan aset yang tidak disengaja. Hal ini dapat terjadi karena kecerobohan yang menyebabkan aset hilang atau rusak.

6 12 d. Pencurian aset. Pencurian ini bisa dilakukan oleh karyawan ataupun dari orang luar. e. Pengrusakan dan bencana alam. Pengrusakan dan bencana alam ini beresiko tinggi karena hal ini dapat terjadi dan berpengaruh pada benda fisik, seperti aset, atau pada data perusahaan Kegiatan Pengendalian Menurut Bodnar et al (2004, p192), kegiatan pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang dibuat oleh perusahaan untuk membantu meyakinkan bahwa semua arahan dari manajemen dijalankan dengan baik. Ada berbagai macam kegiatan pengendalian yang dapat dilakukan oleh organisasi, antara lain: a. Pemisahan tugas dan tanggung jawab. Pemisahan tugas dan tanggung jawab ini penting untuk mengurangi kesempatan adanya orang yang mampu melakukan kesalahan atau kejahatan dan menutupinya dalam kegiatan sehari-harinya. Pemisahan tugas dan tanggung jawab ini dilakukan dengan menugaskan kepada orang yang berbeda-beda tanggung jawab otorisasi, pencatatan, dan pemegang aset. b. Dokumen dan catatan akuntansi yang cukup Prosedur harus termasuk desain dan penggunaan dokumen dan catatan akuntansi yang cukup untuk membantu meyakinkan pencatatan transaksi yang baik. Pengendalian dalam dokumen dan catatan ini antara lain dengan pemberian no urut terlebih dahulu, desain yang mudah dimengerti, dan desain memberi ruang yang cukup untuk penulisan dan otorisasi. c. Akses ke aset yang terbatas. Akses ke aset harus dibatasi sesuai dengan otorisasi dari pihak yang

7 13 bertanggung jawab. Untuk pembatasan ini, dibutuhkan tindakan penjagaan dan pengendalian terhadap aset itu sendiri. Pembatasan akses ini biasanya ditujukan untuk mencegah adanya tindakan kriminal yang disengaja. Namun, yang harus diperhatikan adalah penjagaan tidak boleh terpaku pada bentuk fisiknya, seperti gembok, kamera pengawas, atau permintaan password untuk akses, tetapi bagaimana membuat kondisi agar penjagaan ini dapat dilakukan. Misalnya, jika menggunakan gembok, yang harus diperhatikan adalah akses kepada kunci dari gembok tersebut. Jika menggunakan kamera pengawas, pastikan ada yang mengawasi, atau paling tidak membuat orang merasa ia diawasi. Jika menggunakan password, harus diperhatikan penyebaran dari password itu sendiri. d. Pemerikasaan akuntabilitas dan penilaian kinerja yang independen. Pemerikasaan ini perlu dilakukan secara periodik untuk memastikan akuntabilitas dari laporan. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan membandingkan cacatan dengan kondisi aktual fisik barang. Sedangkan penilaian kinerja biasanya dilakukan dengan membandingkan rencana dan hasil yang ada. Pemeriksaan dan penilaian kinerja ini perlu dilakukan oleh pihak yang independen agar tidak terjadi kecurangan atau bias. e. Pengendalian pemrosesan informasi Pengendalian pemrosesan informasi ini memastikan otorisasi, kelengkapan, dan akurasi dari setiap transaksi yang terjadi. Otorisasi membatasi dimulainya transaksi. Otorisasi yang benar diperlukan jika manajemen mau mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa tujuannya tercapai. Sementara menurut Romney (2006, p201), otorisasi adalah kuasa yang

8 14 diberikan kepada karyawan untuk membuat keputusan. Otorisasi adalah bagian yang penting bagi sistem pengendalian internal. Karyawan yang memproses transaksi harus memastikan adanya otorisasi untuk transaksi tersebut. Auditor mereview transaksi dengan memeriksa otorisasinya karena tidak adanya otorisasi menunjukkan indikasi adanya masalah dalam pengendalian. Menurut Wilkinson et al (2000, p280), transaksi yang tidak diotorisasi dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Dalam sistem manual, otorisasi dapat dalam bentuk tanda tangan, inisial, atau stempel di dokumen transaksi. Dalam sistem yang sudah terkomputerisasi, otorisasi dapat dilakukan oleh sistem komputer itu sendiri Informasi dan Komunikasi Menurut Bodnar et al (2004, p195), informasi di sini dimaksudkan ke sistem informasi dari organisasi tersebut. Banyak perusahaan yang mempunyai sistem informasi yang mampu memproses berbagai macam transaksi dalam jumlah besar. Sistem informasi ini didesain bukan hanya untuk menghasilkan saldo buku besar dan laporan keuangan, tetapi juga untuk menghasilkan pengendalian manajemen dan informasi operasi. Oleh karena itu, sistem informasi dan pengendalian berhubungan erat di dalam organisasi Pengawasan Menurut Bodnar et al (2004, p197), pengawasan adalah kegiatan menilai kualitas dari pengendalian internal secara terus-menerus dan mengambil tindakan perbaikan jika dianggap perlu. Kualitas dari pengendalian internal sangat dipenga-

9 15 ruhi oleh berbagai faktor, antara lain kepatuhan, kondisi yang berubah-ubah, atau bahkan kesalahpahaman. Dalam perusahaan besar, pengawasan ini biasanya dilakukan oleh fungsi audit internal. Fungsi ini pada dasarnya sama dengan auditor eksternal dalam hal independensinya. Namun, dasar dari indepensinya berbeda. Auditor eksternal menjadi independen karena berasal dari pihak ketiga yang pada dasarnya tidak mempunyai kepentingan apapun di dalam perusahaan dan hasil dari penilaiannya diberikan kepada pihak ketiga. Sedangkan fungsi audit internal tidak independen dari struktur organisasi itu sendiri. Namun, fungsi ini harus independen dari segala kegiatan dari manajemen yang sedang diawasinya. Independensi ini bisa diwujudkan karena fungsi audit internal ini melaporkan hasil pengawasannya ke komite audit, bukan ke pihak manajemen. 2.4 Pengendalian Pemrosesan Transaksi Menurut Bodnar et al (2004, p198), pengendalian pemrosesan transaksi adalah prosedur yang didesain untuk memastikan bahwa elemen dari proses pengendalian internal dijalankan dalam setiap aplikasi spesifik yang dimiliki dalam setiap siklus transaksi dalam perusahaan. Pengendalian pemrosesan transaksi ini dibagi menjadi dua, yaitu pengendalian umum dan pengendalian aplikasi Pengendalian Umum Menurut Wilkinson (2000, p269), pengendalian umum dapat dekelompokkan menjadi: a. Pengendalian organisasional, maksudnya adalah bentuk atau struktur dari organisasi itu sendiri dapat membantu untuk melakukan pengendalian.

10 16 Bentuk yang paling nyata dari pengendalian ini adalah dengan adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab. b. Pengendalian dokumentasi, maksudnya adalah dilakukannya penjagaan atas keberadaan dokumentasi tentang sistem. Ini dapat dilakukan dengan membatasi akses ke fisik dari dokumentasi tersebut, dan melakukan penomoran terhadap dokumentasi yang ada. c. Pengendalian akuntabilitas aset, maksudnya adalah semua aset yang ada perlu dikendalikan penilaian dan pencatatannya, baik secara manual maupun secara terkomputerisasi. d. Pengendalian praktik manajemen, maksudnya adalah pengendalian yang dilakukan pada bagaimana manajemen melakukan tugasnya dan membuat keputusan. e. Pengendalian operasi pusat informasi, maksudnya adalah pengendalian yang dilakukan terhadap komputer yang digunakan. Pengendalian ini diperlukan karena adanya potensial terjadinya penyalahgunaan dari komputer tersebut Pengendalian Aplikasi Menurut Wilkinson et al (2000, p279), pengendalian aplikasi adalah pengendalian yang dilakukan pada sistem pemrosesan transaksi yang ada. Tujuan utama dari pengendalian ini adalah membantu meyakinkan bahwa semua transaksi yang terjadi diotorisasi dengan benar, tercatat, terkelompok, terproses, dan dilaporkan dengan benar. Pengendalian aplikasi ini secara garis besar terbagi menjadi 3, yaitu pengendalian input, proses, dan output. Pengendalian input ini akan mendeteksi adanya kesalahan dalam proses penginputan data atau adanya data yang tidak lengkap penginputannya. Salah satu

11 17 cara untuk mengurangi kesalahan dalam proses penginputan adalah dengan menggunakan proses yang terkomputerisasi. Menurut Wilkinson et al (2000, p282), ada beberapa dalam sistem yang terkomputerisasi yang dapat memudahkan penginputan data, antara lain: a. Layar yang sudah diformat yang menampilkan format dari dokumen yang akan diinput atau pertanyaan-pertanyaan yang diperlukan. b. Bar code untuk memudahkan penginputan kode dengan menggunakan scanner. c. Penginputan data secara terotomatisasi dengan menghubungkan dengan komputer lain atau sistem lain. Contohnya, ada sebagian data yang dapat langsung diambil dari proses sebelumnya sehingga tidak perlu dilakukan penginputan dua kali; atau tanggal dan waktu yang dapat masuk secara otomatis sesuai dengan waktu pemrosesan data tersebut. Menurut Wilkinson et al (2000, p287), pengendalian proses adalah pengendalian yang dilakukan pengendalian yang dilakukan untuk memastikan bahwa data diproses dengan benar dan lengkap. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk melakukan pengendalian proses, antara lain: a. Pemeriksaan silang secara manual; ini adalah pemeriksaan yang umum dilakukan, yaitu satu orang memeriksa pekerjaan orang lain. b. Pemeriksaan logika dalam proses; pemeriksaan ini dilakukan secara langsung oleh komputer berdasarkan logika tertentu, contohnya komputer memeriksa kewajaran dari lamanya kerja karyawan dalam satu hari. c. Pengendalian run-to-run; pengendalian ini dilakukan untuk data batch.

12 Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Berorientasi Objek Pengertian Analisis dan Perancangan Berorientasi Objek Berdasarkan Mathiassen et al. (2000, p. 4-5) pengertian object adalah suatu entitas yang memiliki identity, state, dan behavior. Objek dalam analisis menggambarkan kejadian di luar sistem komputer yang tak dapat kita kendalikan. Sedangkan objek dalam perancangan menggambarkan kejadian dalam sistem yang dapat kita kendalikan. Sedangkan menurut Lau (2001, p.1) object merupakan abstraksi baik untuk hal-hal konseptual maupun fisik. Objek memiliki keadaan dan identitas yang melekat. Jadi analisis dan perancangan sistem informasi berorientasi objek merupakan metode menggambarkan kejadian di luar sistem dan di dalam sistem komputer dengan berpusat pada entitas-entitas yang ada di luar dan dalam sistem komputer tersebut. Menurut Mathiassen et al (2000, p26), kita harus mengerti kondisi dari user dengan lengkap dan penuh. Untuk mencapai ini, kita harus melakukan banyak diskusi dan mempunyai prinsip hargailah situasi. Situasi ini dapat digambarkan dengan Rich Picture Rich Picture Menurut Mathiassen (2000, p26), rich picture adalah gambar informal yang menyajikan pengertian tentang situasi. Rich picture menekankan pada aspek yang penting dari situasi, dimana akan ditekankan oleh yang penggambar. Menggambar rich picture sebaiknya dimulai dengan entitas-entitas yang penting. Setelah itu, dapat dilanjutkan dengan menggambarkan hubungan di antara

13 19 entitas-entitas tersebut. Proses adalah hubungan yang paling penting dalam rich picture. Salah satu proses yang paling perlu diperhatikan adalah pemrosesan informasi membuat kita bisa mengerti siapa yang menghasilkan informasi, siapa yang menggunakan, dan bagaimana alurnya. Hubungan antar entitas juga bisa digambarkan dengan struktur. Struktur ini menggambarkan aspek dari situasi yang bersifat lebih stabil, sedangkan proses menggambarkan yang lebih tidak stabil, berubah-ubah. Untuk menggambarkan konteks dari suatu sistem komputer dapat digunakan system definition dan FACTOR criterion untuk mendukung system definition tersebut. FACTOR terbagi menjadi 6 elemen, yaitu: a. Functionality : fungsi dari suatu sistem yang mendukung fokus application domain. b. Application domain : bagian dari organisasi yang mengadministrasi, memonitor atau mengontrol problem domain. c. Condition : dalam kondisi seperti apa sistem akan dibangun dan digunakan. d. Technology : teknologi yang digunakan untuk menghasilkan sistem dan dengan teknologi seperti apa sistem akan berjalan. e. Objects : objek utama dalam problem domain. f. Responsibility : tanggung jawab keseluruhan sistem yang berhubungan dengan konteks Analisis Problem Domain Menurut Mathiassen et al (2000, p 6), problem domain adalah bagian dari konteks yang diatur, dimonitor, atau dikontrol oleh sistem. Mathiassen et al (2000, p

14 20 45) menjelaskan bahwa yang perlu diperhatikan dalam analisis problem domain adalah informasi apa saja yang akan terlibat karena model dari problem domain menyediakan bahasa yang diperlukan untuk mengekspresikan kebutuhan dari sistem. Kegiatan dalam analisis problem domain dapat dilihat dalam gambar 2.1 berikut ini. Gambar 2.1 Kegiatan dalam analisis problem domain Classes Classes di sini akan menggambarkan tentang objek-objek dan event yang akan menjadi bagian dari problem domain. Class ini sendiri adalah deskripsi dari kumpulan objek-objek yang memilki struktur, behavioral pattern, dan atribut yang sama. Event adalah suatu kejadian seketika yang melibatkan satu atau lebih objek. Menurut Bennet et al. (2002, p.591) class adalah deskripsi dari kumpulan objek yang secara logis serupa sehubungan dengan behavior dan struktur datanya. Gambar 2.2 memperlihatkan contoh class buku, beserta atribut dan event-nya. Gambar 2.2 Contoh Class buku

15 Structure Menurut Mathiassen et al (2000, p69-77), terdapat 4 structure yang digunakan dalam membuat model problem domain, yaitu: a. Generalisasi Generalisasi adalah kelas umum yang menjelaskan property umum yang dimiliki oleh suatu kelompok dari kelas-kelas khusus. b. Cluster Cluster adalah kumpulan class-class yang berhubungan. c. Agregasi Agregasi adalah objek yang lebih besar (keseluruhan) terdiri dari sejumlah objek-objek (bagiannya) d. Asosiasi Asosiasi adalah relasi yang berarti diantara sejumlah objek-objek Behavior Dalam kenyataannya, problem domain bersifat dinamis. Oleh karena itu, untuk menjelaskan kejadian-kejadian yang terjadi pada sebuah objek, digunakan event trace. Event trace adalah urutan event yang melibatkan objek tertentu. Deskripsi dari semua event trace yang mungkin dari semua objek dalam suatu class disebut dengan behavioral pattern. Behavioral pattern ini digambarkan dengan menggunakan Statechart Diagram. Dalam menggambarkan behavioral pattern di dalam statechart diagram, digunakan 3 macam struktur kontrol, yaitu: a. Sequence: event yang terjadi berurutan satu per satu

16 22 b. Selection: terjadi salah satu event dari beberapa event yang mungkin terjadi c. Iteration: event terjadi secara berulang satu kali atau lebih. Contoh statechart dari behavioral pattern pada kelas buku dapat dilihat di gambar 2.3 berikut ini. Gambar 2.3 Contoh Statechart Analisis Application Domain Menurut Mathiassen et al (2000, p ), application domain adalah organisasi yang mengadministrasi, memonitor, dan mengawasi problem domain. Application domain ini terdiri dari 3 bagian utama, yaitu usage, function, dan interface Usage Usage adalah bagaimana sistem berinteraksi dengan orang dan sistem lain yang ada di dalam konteks. Usage memiliki 2 elemen utama, yaitu: a. Actor, adalah abstarksi dari pengguna atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem target. b. Use case, adalah pola interaksi antara sistem dengan aktor dalam application domain. Kita dapat menggambarkan hubungan antara actor dan use case dengan menggunakan use case diagram. Gambar 2.4 berikut ini memperlihatkan

17 23 contoh usage pada sistem absensi di tempat kursus. Untuk menjelaskan rincian proses yang terjadi di setiap use case, dapat digunakan sequence diagram. Dalam sequence diagram ini, setiap kegiatan yang dilakukan oleh actor ke komputer dan apa yang dilakukan oleh sistem dapat dilihat dengan jelas urutannya. Contoh sequence diagram dari use case input absensi dapat dilihat di gambar 2.5. Gambar 2.4 Contoh Use case Diagram

18 24 Gambar 2.5 Contoh Sequence Diagram Functions Menurut Mathiassen et al (2000, p138), function adalah fasilitas untuk membuat sebuah model menjadi berguna bagi actor. Ada 4 tipe function, yaitu: a. Update function adalah function yang diaktifkan oleh event dari problem domain dan menghasilkan perubahan dari state model. b. Signal function adalah fungsi yang diaktifkan oleh perubahan state model dan menghasilkan reaksi dalam konteks.

19 25 c. Read function adalah fungsi yang diaktifkan dengan adanya kebutuhan informasi oleh actor dalam melakukan tugas dan sistem akan menampilkan informasi yang diinginkan. d. Compute function adalah fungsi yang diaktifkan oleh adanya kebutuhan informasi oleh actor dalam melakukan tugas dan terdiri dari perhitungan sejumlah informasi Interfaces Menurut Mathiassen et al (2000, p151), interface adalah fasilitas yang membuat model sistem dan functions menjadi tersedia bagi actor. Interface ini ada 2 macam, yaitu: a. User interface adalah interface yang menghubungkan sistem dengan user. b. System interface adalah interface yang menghubungkan sistem dengan sistem lainnya. Penggambaran dari user interface dalam sebuah sistem dapat dilakukan dengan menggunakan navigation diagram Component Menurut Mathiassen et al (2000, p189), component architecture adalah struktur sistem dari komponen-komponen yang saling berhubungan. Sementara component itu sendiri adalah kumpulan dari bagian program yang membangun suatu keseluruhan dan mempunyai tanggung jawab yang jelas. Secara umum, komponen ada 4 macam, yaitu model component, function component, user interface component, dan system interface component. Pola arsitektur yang biasa digunakan adalah pola lapisan (layer). Menurut Mathiassen et al

20 26 (2000, p193), desain dari masing-masing komponen menggambarkan tanggung jawab masing-masing dan hubungan ke atas dan ke bawah. Hubungan ke bawah menggambarkan operasi mana yang sebuah komponen bisa akses di layer bawahnya. Sedangkan hubungan ke atas menggambarkan operasi yang dibuatnya menjadi tersedia untuk layer di atasnya. Hubungan antara component yang satu dengan yang lainnya digambarkan dengan menggunakan component diagram Process Architecture Menurut Mathiassen et al (2000, p209), process architecture adalah struktur dari eksekusi sistem yang terdiri dari proses-proses yang saling berhubungan. Processor adalah alat yang akan menjalankan program. Modul fisik dari program yang akan dijalankan ini yang disebut program component. Active object adalah objek yang telah ditugaskan sebuah proses. Tujuan dari process architecture ini adalah untuk menyusun struktur dari eksekusi pada level fisik. Oleh karena itu, yang harus diperhatikan dalam pembuatan process architecture ini adalah mendistribusikan component pada processor dengan baik agar mencegah terjadinya bottleneck. Process architecture ini dapat digambarkan dengan menggunakan deployment diagram Component Design Model Component Menurut Mathiassen et al (2000, p235), model component adalah bagian dari sistem yang menjalankan model dari problem domain. Pembuatan desain dari model component ini didasarkan oleh model berorientasi objek yang didapatkan dari proses analisis. Model ini menggambarkan problem domain

21 27 dengan menggunakan class, objek, struktur dan behavior. Tugas utama dari model component adalah untuk merepresentasikan event yang ada dengan menggunakan mekanisme yang tersedia dalam bahasa pemrograman berorientasi objek. Component design dimulai dengan memeriksa class diagram dan statechart diagram dari model problem domain, dan merepresentasikan private events dan attributenya. Kemudian, mencari cara alternatif untuk merepresentasikan common events. Akhirnya, pertimbangkan cara mendapatkan cara yang lebih simpel dan efisien untuk membuat model component dengan cara merekonstruksi classes. Menurut Mathiassen et al (2000, p239), private event adalah event yang hanya melibatkan satu objek dari problem domain. Private event yang terjadi dalam sequence dan selection direpresentasikan sebagai atribut dalam class. Sedangkan private event yang terjadi dalam iteration direpresentasikan dalam class baru yang merupakan agregasi dari class tersebut. Common event adalah event yang melibatkan lebih dari satu objek. Cara untuk merepresentasikan common event ada beberapa cara dalam sebuah class diagram, kerena common event ini melibatkan lebih dari satu class. Oleh karena itu, pilihlah bentuk yang paling sederhana dari antara pilihan tersebut. Setelah mendapatkan class diagram yang sudah direvisi, sekarang adalah waktunya untuk mempertimbangkan bagaimana cara menyederhanakannya Function Component Menurut Mathiassen et al (2000, p251), function component adalah bagian dari sistem yang mengimplementasi kebutuhan fungsional. Operation

22 28 adalah sebuah proses yang ditempatkan di class dan dijalankan melalui objek dari class. Ada 4 macam function, yaitu update, read, compute, dan signal. Penempatan function ada 2 cara, yaitu ditempatkan di dalam modelclass atau ditempatkan di function-class. Untuk function-function yang hanya melibatkan satu model-class saja, maka cukup ditempatkan di model-class sebagai operation. Sedangkan untuk function yang melibatkan beberapa modelclass sekaligus perlu ditempatkan di function-class untuk kemudian dihubungkan ke model-class yang telibat. (Mathiassen at al, 2000, p ) Dalam membuat function component semua function yang complex perlu didefinisikan (dibuat spesifikasinya) agar tidak terjadi ketidakpasitian dalam proses pembuatan. Sementara,untuk function yang simple, penjelasan detail ini tidak diperlukan karena secara implicit pembuat program sudah mengerti maksud dari function tersebut sehingga tidak perlu melakukan usaha yang sia-sia. (Mathiassen et al, 2000, p264)

LAMPIRAN A KERANGKA DOKUMEN ANALISIS

LAMPIRAN A KERANGKA DOKUMEN ANALISIS 195 LAMPIRAN A KERANGKA DOKUMEN ANALISIS 1. The Task. Penjelasan ringkas dari latar belakang dan hubungan dokumen. 1.1 Purpose. Maksud keseluruhan dari proyek pengembangan sistem. 1.2 System Definition.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. bersatu untuk mencapai tujuan yang sama.

BAB 2 LANDASAN TEORI. bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. bersatu untuk mencapai tujuan yang sama. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Sistem Menurut Mulyadi (2001, p2) Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang berhubungan erat antara satu dengan yang lainnya, yang berfungsi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Teori Umum 2.1.1. Sistem Informasi Menurut Bodnar dan Hopwood yang diterjemahkan oleh Jusuf dan Tambunan (2000, p4), sistem informasi adalah penggunaan teknologi komputer dalam

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Pemecahan Masalah Gambar 3.1 Diagram Alir Metode Penelitian 88 A B Analisis Sistem Berjalan Membuat Rich Picture dari sistem yang sedang berjalan Perancangan database

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 52 BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Metodologi pemecahan masalah adalah langkah-langkah sistematis yang akan menjadi pedoman dalam penyelesaian masalah. Dengan berdasarkan pada metodologi ini, penelitian

Lebih terperinci

BAB 4. PT. Siaga Ratindotama

BAB 4. PT. Siaga Ratindotama BAB 4 Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Pembelian bahan baku PT. Siaga Ratindotama 4.1 Analysis Document 4.1.1 The Task 4.1.1.1 Purpose Pengembangan sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Metodologi pemecahan masalah memberikan garis-garis besar tahapan penelitian secara keseluruhan yang disusun secara sistematis sehingga pada pelaksanaannya, penelitian

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007 / 2008 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN PADA NOTEBOOK88

Lebih terperinci

Gambar Window Transaksi Pengeluaran Barang Gudang

Gambar Window Transaksi Pengeluaran Barang Gudang Gambar Window Transaksi Pengeluaran Barang Gudang L8 Gambar Window Laporan Fisik Persediaan L9 Gambar Window Laporan Status Persediaan L10 Gambar Window Laporan Management by Exception L11 L12 Descriptions

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Model Perumusan Masalah Metodologi penelitian penting dilakukan untuk menentukan pola pikir dalam mengindentifikasi masalah dan melakukan pemecahannya. Untuk melakukan pemecahan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Mutu Dalam ISO 9000:2005, kualitas didefinisikan sebagai kumpulan dari karakteristik suatu produk yang menunjang kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang ditetapkan.

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Model Rumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan Diagram alir untuk memecahkan permasalahan di PT. Krakatau Steel yang digunakan adalah sebagai berikut : Mulai Studi Literatur

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Model Rumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan Metodologi pemecahan masalah mempunyai peranan penting untuk membantu menyelesaikan masalah dengan mudah. Oleh karena itu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Seiring dengan berkembangnya dunia usaha yang semakin pesat, maka

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Seiring dengan berkembangnya dunia usaha yang semakin pesat, maka BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Seiring dengan berkembangnya dunia usaha yang semakin pesat, maka sudah semestinya setiap organisasi perusahaan mempersiapkan sebuah sistem yang baik agar

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Model Perumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan Model perumusan masalah dan pengambilan keputusan yang digunakan dalam skripsi ini dimulai dengan melakukan observasi lapangan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Definisi Sistem, Informasi, dan Sistem Informasi

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Definisi Sistem, Informasi, dan Sistem Informasi 8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Sistem, Informasi, dan Sistem Informasi Dalam melakukan analisis sistem informasi untuk pembuatan sistem penjualan yang menjadi topik skripsi ini, dibutuhkan pemahaman

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Model Rumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan Metodologi pemecahan masalah mempunyai peranan penting untuk membantu menyelesaikan masalah dengan mudah. Oleh karena itu

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN. Persediaan yang baru ditampilkan pada gambar 4.1.

BAB 4 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN. Persediaan yang baru ditampilkan pada gambar 4.1. 74 BAB 4 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN 4.1. Analysis 4.1.1. Rich Picture Rich Picture yang menggambarkan proses Sistem Informasi Manejemen Persediaan yang baru ditampilkan

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Studi Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Studi Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Studi Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN PADA PT KEBAYORAN

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Sistem menurut Krismiaji (2010, p1) merupakan rangkaian komponen yang dikoordinasikan untuk mencapai serangkaian tujuan, yang memiliki karakteristik meliputi; komponen,

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Model Perumusan masalah dan Pengambilan Keputusan Model perumusan masalah dan pengambilan keputusan yanag digunakan dalam skripsi ini dimulai dengan melakukan observasi

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PENDIDIKAN PADA ACADEMY

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Berikut merupakan diagram alir tahapan penelitian untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Super Shop and Drive: Gambar 3.1 Metodologi Penelitian 83 1 Aktivitas

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Diagram alir di bawah ini merupakan langkah-langkah yang diambil untuk mendukung

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Diagram alir di bawah ini merupakan langkah-langkah yang diambil untuk mendukung BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Pemecahan Masalah Diagram alir di bawah ini merupakan langkah-langkah yang diambil untuk mendukung proses penelitian yang akan dibuat agar penelitian dapat berjalan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1. Model Rumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan Agar penelitian berjalan dengan lebih terarah dan sistematis, maka digunakan flowchart sebagai pedoman dalam setiap

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori

Bab 2. Landasan Teori Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut George H. Bodnar (2000, p6), sistem informasi akuntansi adalah sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mengubah

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 78 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah produk unit karoseri yang pernah diproduksi oleh PT. Karyatugas Paramitra dari bulan Januari sampai

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan Teknologi Informasi (TI) sekarang ini memberi pengaruh yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan Teknologi Informasi (TI) sekarang ini memberi pengaruh yang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan Teknologi Informasi (TI) sekarang ini memberi pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Mulai dari pengaruh terhadap aktivitas sehari-hari

Lebih terperinci

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM BAB 4 PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analysis Document 4.1.1 The Task 4.1.1.1 Purpose Pengembangan sistem informasi akuntansi pembelian dan utang usaha untuk PT. Fajar Surya Utama dilakukan dengan tujuan untuk

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Ganda Sistem informasi - Akuntansi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Makna penelitian secara sederhana ialah bagaimana mengetahui sesuatu yang dilakukan melalui cara tertentu dengan prosedur yang sistematis. Proses sistematis ini tidak lain adalah

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Studi Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Genap 2007/2008

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Studi Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Genap 2007/2008 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Studi Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Genap 2007/2008 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN DAN PIUTANG

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Model Rumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan Berikut merupakan diagram alir yang menggambarkan langkah-langkah dalam melakukan penelitian di PT. Putra Jaya Gemilang.

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Model Rumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan Metodologi penelitian mempunyai peranan dalam menyelesaikan masalah yang terjadi dengan cara mudah dan teknis. Oleh karena

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Menurut Whitten, Bentley dan Dittmann (2004,p.12) sistem informasi adalah

BAB 2 LANDASAN TEORI. Menurut Whitten, Bentley dan Dittmann (2004,p.12) sistem informasi adalah BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Sistem Informasi Menurut Whitten, Bentley dan Dittmann (2004,p.12) sistem informasi adalah sebuah susunan dari orang, data, proses data, dan teknologi informasi yang

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Dalam penyusunan penelitian ini, penulis mengacu pada berbagai literatur yaitu

BAB 2 LANDASAN TEORI. Dalam penyusunan penelitian ini, penulis mengacu pada berbagai literatur yaitu BAB 2 LANDASAN TEORI Dalam penyusunan penelitian ini, penulis mengacu pada berbagai literatur yaitu buku-buku, jurnal, dan sebagainya. Berikut ini dijabarkan teori yang mendasari penelitian. 2.1.Pengertian

Lebih terperinci

Kelebihan Architecture layered: memecahkan layer menjadi bagian yang lebih kecil

Kelebihan Architecture layered: memecahkan layer menjadi bagian yang lebih kecil Kisi- kisi BINUS 2011 1. Jelaskan apa yg anda ketahui tentang Good Design? Desain yang baik memiliki sedikit kelemahan utama Sebuah desain yang baik bertujuan untuk mecapai properti yang bagus dan pada

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. semakin ketat menyebabkan perusahaan perusahaan sejenis saling berlomba untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. semakin ketat menyebabkan perusahaan perusahaan sejenis saling berlomba untuk BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Dalam era globalisasi seperti saat ini dimana persaingan dalam dunia bisnis yang semakin ketat menyebabkan perusahaan perusahaan sejenis saling berlomba untuk memberikan

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Sistem Informasi. Program Studi Komputerisasi Akuntansi. Skripsi Sarjana Komputer. Semester Genap tahun 2003/2004

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Sistem Informasi. Program Studi Komputerisasi Akuntansi. Skripsi Sarjana Komputer. Semester Genap tahun 2003/2004 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Sistem Informasi Program Studi Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap tahun 2003/2004 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENJUALAN

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. lebih komponen-komponen atau subsistem-subsistem yang saling berkaitan untuk

BAB 2 LANDASAN TEORI. lebih komponen-komponen atau subsistem-subsistem yang saling berkaitan untuk BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Menurut Hall (2008, p4), sistem didefinisikan sebagai sekelompok dua atau lebih komponen-komponen atau subsistem-subsistem yang saling berkaitan untuk mencapai

Lebih terperinci

1. Ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti : Kebakaran atau panas yang berlebihan Banjir, gempa

1. Ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti : Kebakaran atau panas yang berlebihan Banjir, gempa 1. Ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti : Kebakaran atau panas yang berlebihan Banjir, gempa bumi Badai angin, dan perang 2. Ancaman karena kesalahan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Diagram Alir Penelitian start Studi Pendahuluan - Survey ke Perusahaan Konsultasi Identifikasi Masalah Tinjauan Pustaka - Literatur - Jurnal - Buku - Website - dll Tujuan

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Studi Ganda Sistem Informasi - Akuntansi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Studi Ganda Sistem Informasi - Akuntansi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Studi Ganda Sistem Informasi - Akuntansi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN UNTUK

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. metodologi penelitian yang merupakan urutan atau langkah-langkah yang sistematis

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. metodologi penelitian yang merupakan urutan atau langkah-langkah yang sistematis BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan baik dibutuhkan suatu metodologi penelitian yang merupakan urutan atau langkah-langkah yang sistematis yang harus dilakukan

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBELIAN, PERSEDIAAN DAN PENJUALAN TUNAI PADA PT TRISATYA MITRA ABADI

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBELIAN, PERSEDIAAN DAN PENJUALAN TUNAI PADA PT TRISATYA MITRA ABADI UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Ilmu Komputer Program Studi Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap Tahun 2004 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBELIAN, PERSEDIAAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. terhadap dunia bisnis yang semakin dominan membuat eksistensi teknologi informasi

BAB 1 PENDAHULUAN. terhadap dunia bisnis yang semakin dominan membuat eksistensi teknologi informasi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sebagaimana telah disadari dan diakui bahwa peranan teknologi informasi terhadap dunia bisnis yang semakin dominan membuat eksistensi teknologi informasi dalam

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi SI telah menjadi komponen yang sangat penting bagi keberhasilan bisnis dan organisasi. Menurut Hall (2008, p7), SI adalah sebuah rangkaian prosedur

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perusahaan membutuhkan sistem informasi yang handal dan reliable untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. Perusahaan membutuhkan sistem informasi yang handal dan reliable untuk 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan membutuhkan sistem informasi yang handal dan reliable untuk menyediakan sumber daya informasi yang akurat, relevan, tepat waktu dan up to date. Sistem

Lebih terperinci

5.4. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. dinamakan dengan Unified Modeling Language (UML). UML merupakan bahasa

5.4. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. dinamakan dengan Unified Modeling Language (UML). UML merupakan bahasa 162 5.4. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Analisis dan perancangan sistem informasi berikut menggunakan alat bantu yang dinamakan dengan Unified Modeling Language (UML). UML merupakan bahasa permodelan

Lebih terperinci

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT, PIUTANG DAN PENERIMAAN KAS PADA PT PANCA KEMAS KRIDA MANUNGGAL

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT, PIUTANG DAN PENERIMAAN KAS PADA PT PANCA KEMAS KRIDA MANUNGGAL 108 BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT, PIUTANG DAN PENERIMAAN KAS PADA PT PANCA KEMAS KRIDA MANUNGGAL 4.1 Analysis Document 4.1.1 The Task Perancangan sistem informasi akuntansi

Lebih terperinci

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS KREDIT PINJAMAN. Perancangan system informasi akuntansi siklus kredit pinjaman akan dimulai

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS KREDIT PINJAMAN. Perancangan system informasi akuntansi siklus kredit pinjaman akan dimulai BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS KREDIT PINJAMAN 4.1 Analysis Document 4.1.1 The Task Perancangan system informasi akuntansi siklus kredit pinjaman akan dimulai dengan deskripsi sistem

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Studi Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Studi Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Studi Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN UTANG

Lebih terperinci

BAB VI AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

BAB VI AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER BAB VI AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER A. Sifat Audit Asosiasi akuntansi Amerika mendefinisikan auditing sebagai berikut : Auditing adalah sebuah proses sistemeatis untuk secara obyektif mendapatkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini sistem informasi sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk membantu

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini sistem informasi sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk membantu 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini sistem informasi sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk membantu kegiatan operasionalnya dan membantu perusahaan dalam mengambil sebuah keputusan atas

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Model Rumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan 3.1.1 Studi Pendahuluan Hal pertama yang dilakukan pada setiap penelitian adalah melakukan studi pendahuluan. Penelitian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tujuan tertentu melalui tiga tahapan, yaitu input, proses, dan output. yang berfungsi dengan tujuan yang sama.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tujuan tertentu melalui tiga tahapan, yaitu input, proses, dan output. yang berfungsi dengan tujuan yang sama. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Teoritis 2.1.1. Sistem Nugroho Widjajanto (2001:2) mengartikan sistem sebagai sesuatu yang memiliki bagian-bagian yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1. Metodologi Pemecahan Masalah Metodologi pemecahan masalah adalah serangkaian urutan langkah-langkah yang disusun secara sistematis untuk digunakan sebagai pedoman

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Studi Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Studi Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Studi Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN IKLAN DAN

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENYEWAAN KIOS DAN PENERIMAAN KAS (STUDI KASUS : PT.NCV)

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENYEWAAN KIOS DAN PENERIMAAN KAS (STUDI KASUS : PT.NCV) UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENYEWAAN KIOS DAN PENERIMAAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Suatu perusahaan memerlukan sumber daya manusia sebagai pelaksana kegiatan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Suatu perusahaan memerlukan sumber daya manusia sebagai pelaksana kegiatan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Suatu perusahaan memerlukan sumber daya manusia sebagai pelaksana kegiatan operasionalnya yang merupakan penggerak dari perusahaan itu sendiri. Seringkali semakin

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. bidang dalam kehidupan sudah tidak dapat lepas dari teknologi tersebut. Ini

BAB 1 PENDAHULUAN. bidang dalam kehidupan sudah tidak dapat lepas dari teknologi tersebut. Ini 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era globalisasi yang semakin berkembang ini, tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi sudah semakin pesat. Hampir semua bidang dalam kehidupan sudah

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN DAN PERSEDIAAN PADA PD. PASADENA SKRIPSI. Oleh Imam Ashyri

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN DAN PERSEDIAAN PADA PD. PASADENA SKRIPSI. Oleh Imam Ashyri ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN DAN PERSEDIAAN PADA PD. PASADENA SKRIPSI Oleh Imam Ashyri 1000889142 PROGRAM GANDA SISTEM INFORMASI DAN AKUNTANSI UNIVERSITAS BINA

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Studi Ganda Sistem Informasi Akuntansi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Genap 2005/2006

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Studi Ganda Sistem Informasi Akuntansi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Genap 2005/2006 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Studi Ganda Sistem Informasi Akuntansi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Genap 2005/2006 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN

Lebih terperinci

Review Rekayasa Perangkat Lunak. Nisa ul Hafidhoh

Review Rekayasa Perangkat Lunak. Nisa ul Hafidhoh Review Rekayasa Perangkat Lunak Nisa ul Hafidhoh nisa@dsn.dinus.ac.id Software Process Sekumpulan aktivitas, aksi dan tugas yang dilakukan untuk mengembangkan PL Aktivitas untuk mencapai tujuan umum (komunikasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. terhadap informasi yang dihasilkan berkaitan dengan sumber daya manusia.

BAB 1 PENDAHULUAN. terhadap informasi yang dihasilkan berkaitan dengan sumber daya manusia. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Suatu perusahaan memerlukan sumber daya manusia sebagai pelaksana kegiatan operasionalnya yang merupakan penggerak dari perusahaan itu sendiri. Seringkali semakin

Lebih terperinci

AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER N. Tri Suswanto Saptadi 5/11/2016 nts/sia 1 Sifat Pemeriksaan Asosiasi akuntansi Amerika mendefinisikan auditing sebagai berikut : Auditing adalah sebuah proses

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Sehubungan dengan perkembangan teknologi dan informasi pada era globalisasi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Sehubungan dengan perkembangan teknologi dan informasi pada era globalisasi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Sehubungan dengan perkembangan teknologi dan informasi pada era globalisasi ini, semakin banyak perusahaan yang berkembang. Suatu perusahaan yang baru berdiri maupun

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. menyimpan data tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan organisasi,

BAB 1 PENDAHULUAN. menyimpan data tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan organisasi, 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Fungsi sistem informasi akuntansi adalah untuk mengumpulkan dan menyimpan data tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan organisasi, memproses data tersebut

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN DAN SILABUS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI I JURUSAN AKUNTANSI STIE SEBELAS APRIL SUMEDANG

SATUAN ACARA PERKULIAHAN DAN SILABUS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI I JURUSAN AKUNTANSI STIE SEBELAS APRIL SUMEDANG KODE MATA KULIAH : EAS 401 MATA KULIAH : AKUNTANSI I BOBOT SKS : 3 SKS JURUSAN : AKUNTANSI TK/SEMESTER : II/III SATUAN ACARA PERKULIAHAN DAN SILABUS MATA KULIAH AKUNTANSI I JURUSAN AKUNTANSI STIE SEBELAS

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya (resources) yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya (resources) yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi semakin pesat seiring dengan perkembangan zaman. Sehubungan dengan hal ini, semua perusahaan yang bersaing berlomba-lomba untuk

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Ganda Jurusan Sistem Informasi - Akuntansi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil tahun 2007/008

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Ganda Jurusan Sistem Informasi - Akuntansi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil tahun 2007/008 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Ganda Jurusan Sistem Informasi - Akuntansi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil tahun 2007/008 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan globalisasi sekarang ini menyebabkan persaingan usaha antar

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan globalisasi sekarang ini menyebabkan persaingan usaha antar 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan globalisasi sekarang ini menyebabkan persaingan usaha antar perusahaan semakin ketat. Perusahaan dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. hasil analisis ini digambarkan dan didokumentasiakan dengan metodologi

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. hasil analisis ini digambarkan dan didokumentasiakan dengan metodologi BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Kegiatan analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan analisis yang berorientasi pada objek-objek yang diperlukan oleh

Lebih terperinci

Konsep Dasar Audit Sistem Informasi

Konsep Dasar Audit Sistem Informasi Konsep Dasar Audit Sistem Informasi Sifat Pemeriksaan Asosiasi akuntansi Amerika mendefinisikan auditing sebagai berikut : Auditing adalah sebuah proses sistemeatis untuk secara obyektif mendapatkan dan

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN PADA PT. TASAN

Lebih terperinci

penelitian, maka berikut ini disertakan penjelasan secara terperinci dan menyeluruh mengenai sistematika model metodologi pemecahan masalah.

penelitian, maka berikut ini disertakan penjelasan secara terperinci dan menyeluruh mengenai sistematika model metodologi pemecahan masalah. Untuk lebih memahami langkah-langkah yang diambil dalam melakukan penelitian, maka berikut ini disertakan penjelasan secara terperinci dan menyeluruh mengenai sistematika model metodologi pemecahan masalah.

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 95 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Model Rumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan Penelitian ilmiah adalah suatu proses pemecahan masalah dengan menggunakan prosedur yang sistematis, logis, dan empiris

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Ganda Sistem Informasi Manajemen Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Ganda Sistem Informasi Manajemen Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Ganda Sistem Informasi Manajemen Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN, PENJUALAN DAN PEMBELIAN

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN PADA PT. ANEKA BAUT ERIC NIM :

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN PADA PT. ANEKA BAUT ERIC NIM : UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Ganda Jurusan Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program ganda Semester Genap tahun 2006/2007 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN

Lebih terperinci

Jurusan Sistem Informasi Program Studi Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2005 / 2006

Jurusan Sistem Informasi Program Studi Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2005 / 2006 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Sistem Informasi Program Studi Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2005 / 2006 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Penggajian dan Pengupahan Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Penggajian dan Pengupahan Pengertian Sistem Informasi Akuntansi BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Penggajian dan Pengupahan 2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Romney dan Seinbart (2006, p.6) Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah

Lebih terperinci

1/28/2012. Menurut Warren Reeve & Fees (1999) Pengendalian

1/28/2012. Menurut Warren Reeve & Fees (1999) Pengendalian Oleh: Eko K. Komara Menurut Mulyadi (2001), Sistem Pengendalian Internal meliputi organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Untuk melakukan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pengiriman bahan baku dari gudang ke lantai produksi di PT. Hyundai Indonesia Motor, maka dibawah ini akan dijelaskan

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Studi Ganda Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Sejarah singkat mengenai berdirinya CV. Jadikom ini diawali oleh ide dari 3

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Sejarah singkat mengenai berdirinya CV. Jadikom ini diawali oleh ide dari 3 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan di CV. Jadikom. Penelitian difokuskan pada absensi karyawan. 3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan Sejarah singkat mengenai

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Menurut Bodnar dan Hopwood (2004) sistem informasi adalah the use of computer technology in an organization to provide information to users. (p.3).

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Peran teknologi informasi sangat penting dalam perkembangan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Peran teknologi informasi sangat penting dalam perkembangan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peran teknologi informasi sangat penting dalam perkembangan dunia bisnis. Dengan teknologi informasi, data dan informasi yang diperlukan perusahaan dapat diperoleh

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Metodologi pemecahan masalah merupakan langkah-langkah sistematis yang berperan penting sebagai pedoman dalam menyelesaikan dan memberikan solusi dari masalah yang timbul

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian adalah cara yang digunakan dalam memperoleh berbagai data untuk diproses menjadi informasi yang lebih akurat sesuai permasalahan yang akan diteliti.

Lebih terperinci

4.4 Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Analisa dan Pembahasan Sistem Berjalan (Sebelum Preventive

4.4 Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Analisa dan Pembahasan Sistem Berjalan (Sebelum Preventive 326 4.4 Analisa dan Perancangan Sistem Informasi 4.4.1 Analisa dan Pembahasan Sistem Berjalan (Sebelum Preventive Maintenance) PT. Gajah Tunggal khususnya di dalam departemen maintenance memiliki sistem

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. serta informasi yang dibutuhkan untuk memberikan limit kredit kepada

BAB I PENDAHULUAN. serta informasi yang dibutuhkan untuk memberikan limit kredit kepada 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi adalah teknologi yang membantu kita dalam memproses data untuk mendapatkan informasi. Teknologi informasi ini pada awalnya diperuntukkan bagi

Lebih terperinci

BAB 4 RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN. Pengembangan sistem informasi akuntansi pembelian dan persediaan bahan baku

BAB 4 RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN. Pengembangan sistem informasi akuntansi pembelian dan persediaan bahan baku BAB 4 RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN 4.1 Analysis Document 4.1.1 The Task 4.1.1.1 Purpose Pengembangan sistem informasi akuntansi pembelian dan persediaan bahan baku pada PD. Tritunggal Adhi Pratama dilakukan

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Sistem Informasi Program Studi Komputerisasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap tahun 2004/2005 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PT. MASTER WOVENINDO

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian adalah langkah dan prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan menguji

Lebih terperinci

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENJUALAN, PENAGIHAN PIUTANG, DAN PENERIMAAN KAS PT RACKINDO SETARA PERKASA

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENJUALAN, PENAGIHAN PIUTANG, DAN PENERIMAAN KAS PT RACKINDO SETARA PERKASA BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENJUALAN, PENAGIHAN PIUTANG, DAN PENERIMAAN KAS PT RACKINDO SETARA PERKASA 4.1 Struktur Organisasi Baru Usulan Struktur organisasi baru dengan sedikit

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Dalam perkembangan ekonomi saat ini, efektifitas dan efisiensi dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Dalam perkembangan ekonomi saat ini, efektifitas dan efisiensi dalam 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dalam perkembangan ekonomi saat ini, efektifitas dan efisiensi dalam mengalokasikan informasi yang ada dalam suatu kegiatan usaha adalah sangat penting, guna mendukung

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem informasi dianggap penting untuk memudahkan kinerja operasional perusahaan, salah satunya adalah membantu perusahaan dalam mengambil suatu keputusan dan secara

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Studi Ganda Sistem Informasi - Akuntansi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007 Erni Wartini 0600665051 ABSTRAK Masalah yang dihadapi perusahaan saat

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN PADA PT. CIPTA PANGAN NIAGA

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN PADA PT. CIPTA PANGAN NIAGA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Sistem Informasi Program Studi Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2005/2006 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN

Lebih terperinci