BAB III METODE PENELITIAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III METODE PENELITIAN"

Transkripsi

1 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen Semu atau kuasi (Quasi Experimental) yaitu penelitian eksperimental yang penyamaan kelompok kontrol dengan kelompok ekperimental hanya dalam satu karakter saja, dan minimal dilakukan dengan cara menjodohkan atau matching anggota kelompok (Sukmadinata, 2010). Penelitian kuasi, ekperimen penelitian dapat membagi grup yang ada dengan tanpa membedakan antara kontrol dan grup treat-ment secara nyata dengan tetap mengacu bentuk yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan kelompok eksperimen (experimental group) yaitu kelas VIIA dan kelompok kontrol (kontrol group) yaitu kelas VIIC. Kelas eksperimen yaitu kelas yang menggunakan model pembelajaran matematika dengan pemberian kuis di akhir pembelajaran. Kelas kontrol yaitu kelas yang tidak diberi perlakuan, model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran yang biasa diterapkan guru matematika yaitu model konvensional. Desain eksperimennya menggunakan dapat dilihat pada gambar 2. Kelompok Responden Perlakuan Posttest Pasangan A (KE) R x O 1 Pasangan B (KK) R O 2 Gambar 2 Desain Penelitian Keterangan: R : Responden. X : Pemberian kuis O 1 : Tes kemampuan akhir dan angket motivasi belajar pada kelas eksperimen : tes kemampuan akhir dan angket motivasi belajar pada kelas kontrol O 2 B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di SMP Pangudi Luhur Salatiga yang beralamat di Jalan Diponegoro no. 90 Salatiga. Penelitian ini berlangsung dari bulan Februari sampai Maret Penelitian dilakukan di kelas VII A dan VII C dengan VII C sebagai kelas kontrol dan VII A sebagai kelas eksperimen. C. Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Salatiga Tahun Ajaran 2012/2013 yang berjumlah 71 siswa dengan rincian seperti dalam Tabel 1. 17

2 18 Tabel 1 Distribusi populasi penelitian No Kelas Populasi 1 VII A 23 2 VII B 24 3 VII C 24 Total 71 Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan teknik cluster sampling (area sampling) yaitu pengambilan sampel dilakukan terhadap sampling unit, dimana sampling unitnya terdiri dari satu kelompok (cluster) (Sugiyono, 2011). Pengambilan sampel melalui dua tahap, yaitu pertama menentukan sampel menurut kelas pada populasi, dan tahap kedua menentukan kelas atau kelompok yang ada pada populasi secara acak. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIA yang terdiri dari 23 siswa dan VIIC yang terdiri dari 24 siswa. D. Variabel Penelitian Penelitian ini terdiri dari tiga variabel, yaitu satu variabel bebas dan dua variabel terikat. Variabel bebas atau independent variable (x) adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas (x) dalam penelitian ini yaitu pembelajaran matematika dengan pemberian kuis. Variabel terikat atau dependent variable (y) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Jenis variabel terikat dalam penelitian ini yaitu (Y ) motivasi belajar matematika dan (Y ) hasil belajar matematika. E. Definisi Operasional Sesuai dengan judul penelitian Pengaruh Pembelajaran Matematika Dengan Pemberian Kuis terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Pangudi Luhur Salatiga Tahun Ajaran 2012/2013, maka variabelvariabel penelitian yang digunakan adalah pembelajaran matematika dengan pemberian kuis, motivasi belajar, dan hasil belajar. 1. Motivasi Belajar Penelitian ini mengacu pada pendapat dari Adisusilo (2012) yang mendefinisikan motivasi adalah daya dorong yang memungkinkan siswa untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Motivasi ini muncul ketika siswa merasa membutuhkan apa yang siswa inginkan. Uno (2010) menyatakan aspek motivasi belajar sebagai dorongan intrinsik dan ekstrinsik pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku dengan beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu adanya hasrat dan keinginan berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam

3 19 belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, dan adanya lingkungan belajar yang kondusif sehingga memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik. 2. Hasil Belajar Hasil belajar adalah penggunaan angka pada hasil tes atau prosedur penilaian sesuai dengan aturan tertentu atau dengan kata lain untuk mengetahui daya serap siswa setelah menguasai materi pelajaran yang telah diberikan. Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil belajar dapat dikatakan tuntas apabila telah memenuhi kriteria ketuntasan minimum yang ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran. 3. Pembelajaran Matematika Dengan Pemberian Kuis Pembelajaran matematika dengan pemberian kuis merupakan pertanyaan yang ditunjukan kepada siswa dalam waktu yang terbatas kurang lebih 15 menit pertanyaan tersebut berupa jawaban singkat. Kuis diadakan dengan waktu yang singkat yang akan membantu guru dalam memahami seberapa jauh pemahaman siswa dengan materi yang sudah dijelaskan oleh guru, serta mngetahui pada materi mana siswa mengalami kesulitan dalam memahai materi yang dijelaskan. F. Teknik Pengumpulan Data 1. Angket Motivasi Belajar Instrumen dalam pengambilan data motivasi belajar siswa pada penelitian ini dengan menggunakan angket atau kuesioner. Arikunto (2002) menjelaskan kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Kuesioner digunakan untuk mencari dan mengukur tingkat motivasi belajar matematika pada sampel penelitian yaitu siswa kelas VIIA dan VIIC SMP Pangudi Luhur Salatiga. Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup, yaitu angket yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. Setiap pertanyaan diberikan 4 alternatif berdasarkan skala likert yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS) (Darmadi, 2011). Penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu pernyataan favourable dan pernyataan unfavourable. Penyataan favourable memiliki skor 4 untuk jawaban sangat setuju (SS), skor 3 untuk jawaban setuju (S), skor 2 untuk jawaban tidak setuju (TS), dan skor 1 untuk jawaban sangat tidak setuju (STS). Pernyataan unfavourable memiliki skor 1 untuk jawaban sangat setuju (SS), skor 2

4 20 untuk jawaban setuju (S), skor 3 untuk jawaban tidak setuju (TS), dan skor 4 untuk jawaban sangat tidak setuju (STS). Instrumen penelitian berupa angket yang disusun berdasarkan blue print yang terdiri dari aspek, sub aspek motivasi belajar, serta indikator. Penelitian ini mengacu pada aspek motivasi belajar oleh Uno (2010) mengatakan beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu adanya hasrat dan keinginan berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, dan adanya lingkungan belajar yang kondusif sehingga memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik. Adapun blue print yang digunakan untuk membuat angket motivasi belajar dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 Blue Print Instrumen Penelitian Motivasi Belajar Sub Aspek Nomor Pertanyaan Aspek Motivasi Indikator Jumlah F UF Belajar Motivasi Belajar 1. Intrinsik a. Adanya harapan dan cita masa depan. b. Adanya hasrat dan keinginan berhasil. c. Adanya dorongan kebutuhan dalam belajar. a. Adanya penghargaan dalam belajar b. Adanya lingkungan 2. Ekstrinsik belajar yang kondusif. c. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar JUMLAH 1, 8, 53, 65 2, 3, 29, 52, 57 19, 25, 40, 44 9, 33, 34, 37, 46 13, 18, 24, 42 14, 16, 26, 28, 31, 36, 49 4, 7, 54, 58, 59, 64 11, 12, 27, 32, 41, 50, 56, 61 5, 22, 23,43, 45, 47, 51 21, 35, 39, 55, 38 15, 17, 20, 48,60 6,10, 30, 62, Tes Kemampuan Akhir Instrumen tes kemampuan akhir yang digunakan untuk pengukuran hasil belajar matematika terdiri dari 40 soal pilihan ganda. Materi yang digunakan pada posttest yaitu materi garis dan sudut. Blue print butir soal tes kemampuan akhir untuk pengukuran hasil belajar matematika dapat dilihat pada Tabel 3.

5 21 Standar Kompetensi 5. Memahami hubungan garis dengan garis, garis dengan sudut, sudut dengan sudut, serta menentukan ukuran Tabel 3 Blue Print Butir Soal Tes Kemampuan Akhir Kompetensi Indikator Dasar 5.1. Menentukan Menjelaskan hubungan kedudukan dua antara dua garis (sejajar, garis, serta berimpit, besar dan berpotongan, jenis sudut. bersilangan) Mengenal satuan sudut yang sering digunakan Mengukur besar sudut dengan busur derajat Menjelaskan perbedaan jenis sudut dan besar sudut dari garis yang diputar Menjelaskan hubungan antarsudut Nomor Soal 1,2,3,4,5,6, 7 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15 16, 17, 18, 19, 20, 21,22 23,24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40 Jumlah JUMLAH Observasi Observasi merupakan suatu proses yang komplek (sugiyono, 2011). Suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologi. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Observasi yang digunakan yaitu observasi tidak terstruktur. Observasi tidak terstruktur menurut Sugiyono (2011) adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Melakukan pengamatan peneliti tidak menggunakan instrument yang telah baku, tetapi berupa rambu-rambu penagamatan. 4. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah suatu metode penelitian yang bersumber pada tulisan atau barang-barang tertulis. Data yang diperoleh peneliti dari metode dokumentasi adalah tentang jumlah siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Salatiga Tahun Ajaran 2012/2013, daftar nilai siswa serta foto selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

6 22 G. Pengujian Instrumen Instrumen penelitian berupa angket dan tes kemampuan akhir yang digunakan setelah instrumen terlebih dulu diuji validitas dan reliabilitas. Pengujian validitas dan reliabilitas bertujuan untuk memperoleh instrumen yang baik. Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan akhir yang setelah diuji validitasnya dan reliabilitasnya kemudian akan diuji tingkat kesukaran dan daya beda pada tiap butir soal. 1. Validitas Validitas diuji pada setiap butir dilakukan dengan cara skor-skor yang ada pada butiran yang dimaksud dikorelasikan dengan skor total. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Suatu instrumen dikatakan valid jika instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang hendak diukur (Gay dalam Sukardi, 2008). Pemeriksaan korelasi butir tes ini akan digunakan rumus korelasi product moment atau dari Pearson (arikunto, 2009) sebagai berikut: r = ( ) ( ) ( ) Keterangan: r = korelasi product moment N = banyak siswa X = skor butir soal Y = skor total XY = jumlah XY Pengukuran kriteria tinggi rendahnya validitas butir menggunakan indeks konsistensi internal untuk butir ke-i kurang dari 0,2 maka butir tersebut harus dibuang (azwar, 2012). Pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16.0 for windows. a. Uji Validitas Angket Motivasi Belajar Pengujian validitas angket motivasi belajar menggunakan rumus korelasi product moment dari Pearson. Menurut Azwar (2012) item dikatakan valid jika r 0,2. Hasil uji validitas angket motivasi belajar yang terdiri atas 65 item. Hasil pengujian tersebut terdapat 10 item yang tidak valid atau gugur karena r < 0,2 yaitu nomor 13, 21, 31, 35, 36, 39, 40, 58, 59, dan 60. Jumlah item valid sebanyak 55 item,dengan rincian dapat dilihat pada Tabel 4.

7 23 Tabel 4 Jumlah Item Valid Angket Motivasi Belajar b. Uji Validitas Tes Kemampuan Akhir Pengujian validitas soal tes kemampuan akhir menggunakan rumus korelasi product moment dari Pearson. Menurut Azwar (2012) item dikatakan valid jika r 0,2. Hasil uji validitas soal tes kemampuan akhir yang terdiri atas 40 item berupa pilihan ganda. Hasil pengujian tersebut terdapat 9 item yang tidak valid atau gugur karena r < 0,2 yaitu nomor 1, 5, 7, 8, 17, 21, 23, 25 dan 33. Jumlah item valid sebanyak 31 item. Rincian jumlah item valid dapat dilihat pada Tabel 5.

8 24 Tabel 5 Jumlah Item Valid Tes Kemampuan Akhir 2. Reliabilitas Uji reliabilitas instrumen menggunakan teknik koefisien korelasi Alpha Cronbach bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil suatu pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berubah. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan mengahasilkan data yang sama (sugiyono, 2011). Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16.0 for windows. α = 1 Keterangan: α = koefisien alpha n = banyaknya butir instrumen s = variansi dari setiap item s = variansi total

9 25 Kriteria uji reliabilitas menggunakan ketentuan yang dikemukakan oleh Azwar (2011) sebagai berikut: Tabel 6 Koefisien Reliabilitas dan Kategori Koefisien Reliabilitas Kategori α < 0,7 Tidak reliabel 0,7 α 0,8 Cukup reliabel 0,8 α 0,9 Reliabel 0,9 α 1,0 Sangat reliabel a. Uji Reliabilitas Angket Motivasi Belajar Item-item dari angket motivasi belajar yang telah diuji validitasnya dan dinyatakan valid dicari koefisien reliabilitasnya dengan menggunakan rumus alpha cronbach. Menurut Azwar (2011) item dikatakan reliabel jika α 0,7. Hasil uji reliabilitas item angket motivasi belajar dapat dilihat pada Tabel 7: Tabel 7 Hasil Pengukuran Reliabilitas Angket Motivasi Belajar Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan Tabel 7, diketahui bahwa koefisien reliabilitas angket motivasi belajar yaitu 0,875. Hal ini menunjukkan bahwa reliabilitas angket motivasi belajar tersebut reliabel sehingga soal layak digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian. b. Uji Reliabilitas Tes Kemampuan Akhir Item-item dari soal tes kemampuan akhir yang telah diuji validitasnya dan dinyatakan valid dicari koefisien reliabilitasnya dengan menggunakan rumus alpha cronbach. Menurut Azwar (2011) item dikatakan reliabel jika α 0,7. Hasil uji reliabilitas item soal tes kemampuan akhir dapat dilihat pada Tabel 8: Tabel 8 Hasil Pengukuran Reliabilitas Soal Tes Kemampuan Akhir Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan Tabel 8, diketahui bahwa koefisien reliabilitas soal tes kemampuan akhir yaitu 0,881. Hal ini menunjukkan bahwa reliabilitas soal tes kemampuan akhir tersebut reliabel sehingga soal layak digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian.

10 26 3. Tingkat Kesukaran Tingkat kesukaran suatu soal dinyatakan oleh suatu indeks yang dinamakan indeks kesukaran soal dan disimbolkan oleh huruf P. Indeks kesukaran soal merupakan rasio antara penjawab soal benar dan banyaknya penjawab soal. Formalitas indeks kesukaran aitem adalah: P = N ni n = Banyaknya siswa yang menjawab aitem dengan benar N = Banyaknya siswa yang menjawab aitem Menurut Nasution dan Zainul (2005), tingkat kesukaran butir soal dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu mudah, sedang, dan sukar. Kategori tingkat kesukaran dapat dilihat pada Tabel 9 sebagai berikut: Tabel 9 Koefisien Tingkat Kesukaran dan Kategori Koefisien Tingkat Kesukaran Kategori 0,00 P 0,25 Tingkat kesukaran sukar 0,25 < P 0,75 Tingkat kesukaran sedang 0,75 < P 1,00 Tingkat kesukaran mudah Pengujian tingkat kesukaran soal tes kemampuan akhir menggunakan rumus taraf kesukaran pada tiap item soal. Hasil uji tingkat kesukaran soal tes kemampuan akhir yang terdiri atas 40 item berupa pilihan ganda yang akan dikategorikan menjadi 3 kategori yaitu sukar, sedang dan mudah. Hasil pengujian 40 item soal tes kemampuan akhir di dapatkan 2 item berkategori sukar, 27 item berkategori sedang dan 11 item berkategori mudah. Hasil uji tingkat kesukaran soal tes kemampuan akhir dapat dilihat secara detail pada Tabel 10: Tabel 10 Hasil Pengukuran Tingkat Kesukaran Item Soal Tes Kemampuan Akhir Koefisien Tingkat Kategori Nomor Soal Jumlah Kesukaran 0,00 P 0,25 Tingkat sukar 21*, 25* 2 0,25 < P 0,75 Tingkat sedang 2,3,4,6,7*,8*,10,11,12,13, 14,15,17*,18,19,20,22,23*, 24,27,28,29,30,31,32,38,39, 27 0,75 < P 1,00 Tingkat mudah 1*,5*,9,16,26,33*,34,35,36, 37,40 11 Keterangan : * = item gugur/item tidak valid

11 27 4. Daya Beda Menurut Azwar (2011), untuk menguji daya beda butir soal digunakan rumus: nit nir d = NT N R Keterangan: d = daya beda n = Banyaknya penjawab aitem dengan benar dari kelompok tinggi it N T = Banyaknya penjawab dari kelompok tinggi n = Banyaknya penjawab aitem dengan benar dari kelompok rendah ir N R = Banyaknya penjawab dari kelompok rendah. Menurut Ebel sebagaimana dikutip dalam Azwar (2011), kriteria daya beda dibagi menjadi empat yang dapat dilihat pada Tabel 11: Tabel 11 Koefisien Daya Beda dan Kategori Koefisien Daya Beda Kategori d 0,40 daya beda bagus sekali 0,30 d 0,39 daya beda lumayan bagus 0,20 d 0,29 daya beda belum memuaskan d < 0,20 daya beda jelek Pengujian daya beda soal tes kemampuan akhir menggunakan rumus daya beda pada tiap item soal. Hasil uji daya beda soal tes kemampuan akhir yang terdiri atas 40 item berupa pilihan ganda yang akan dikategorikan menjadi 4 kategori yaitu bagus sekali, lumayan bagus, belum memuaskan dan jelek. Hasil uji daya beda didapatkan 14 item berkategori beda daya bagus skali, 8 item berkategorikan beda daya lumayan bagus, 15 item berkategori beda daya jelek dan 3 item berkategori beda daya belum memuaskan. Hasil uji daya beda soal tes kemampuan akhir dapat dilihat detail pada Tabel 12: Tabel 12 Hasil Pengukuran Daya Beda Soal Tes Kemampuan Akhir Koefisien Kategori Nomor Soal Jumlah Daya Beda d 0,40 daya beda bagus sekali 2,3,4,6,10,12,13,19,20,26,27, 14 28,31,32 0,30 d 0,39 daya beda lumayan bagus 11,14,29,30,34,35,38,39 8 0,20 d 0,29 daya beda belum 1*,15,22 3 memuaskan d < 0,20 daya beda jelek 5*,7*,8*,9,16,17*,18,21*,23 *,24,25*,33*,36,37,40 15 Keterangan : * = item gugur/item tidak valid

12 28 H. Teknik Analisis Data Nilai tes kemampuan akhir dan angket motivasi diolah menggunakan SPSS 16.0 for windows, kemudian dilakukan analisis deskriptif dan analisis uji banding dua sampel untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan pemberian kuis terhadap motivasi belajar dan hasil belajar matematika. Menganalisis variabel motivasi belajar matematika maka dikategorikan kedalam tiga tingkatan, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Kategori tingkatan motivasi belajar dengan menggunakan mean dan standar deviasi. Keterangan: SD = standar deviasi = nilai responden = jumlah responden Keterangan: = rata-rata = nilai responden = jumlah responden Rumus kategori tingkatan menurut Azwar (2012) diabgi menjadi 3 katgeori yang dapat dilihat pada Tabel 13. Tabel 13 Rumus Kategori Tingkatan Skala Kategori Tingkatan X < ( - 1,0SD) rendah ( - 1,0SD) X < ( + 1,0SD) sedang ( + 1,0SD) X tinggi 1. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif pada penelitian digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan sehingga diperoleh gambaran mengenai keadaan suatu subyek yang diteliti. Pengolahan data pada analisis deskriptif meliputi ratarata, nilai minimum, nilai maksimum dan standar deviasi. 2. Analisis Uji Banding Dua Sampel Penelitian ini menggunakan uji banding dua sampel menggunakan SPSS 16.0 for windows. Analisis uji banding dua sampel digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar matemtika pada kedua kelompok, dan jika berbeda mana yang lebih baik. Uji banding dua sampel pada penelitian ini benar-benar di antara keduanya saling bebas, artinya kedua sampel tidak harus sama jumlah anggota sampel. Uji banding dua sampel memiliki langkah-langkah sebagai berikut:

13 29 a. Uji Prasyarat 1) Uji Normalitas Uji normalitas merupakan uji prasyarat sebelum melakukan uji banding dua sampel yang berguna untuk mengetahui data pada variabel kontrol dan variabel terikat berdistribusi normal. Uji kolmogorov-smirnov digunakan untuk menguji normalitas data menggunakan SPSS 16.0 for windows. Kriterianya adalah signifikan untuk uji dua sisi hasil perhitungan lebih besar dari > 0,05 berarti berdistribusi normal. 2) Uji Homogenitas Uji homogenitas merupakan uji prasyarat sebelum melakukan uji banding dua sampel. Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak. Uji barlett digunakan untuk menguji homogenitas data menggunakan SPSS 16.0 for windows. Kriterianya adalah signifikan hasil perhitungan lebih besar dari > 0,05 berarti data tersebut homogen. b. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk melihat pengaruh pembelajaran dengan pemberian kuis terhadap motivasi belajar matematika dan pengaruh pembelajaran dengan pemberian kuis terhadap hasil belajar matematika. Analisis hipotesis penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil akhir penelitian, apakah hipotesis dalam penelitian ini diterima atau ditolak. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji banding dua sampel (independent t-test) dengan taraf signifikan 0,05. 1) Hipotesis 1 H 0 : µ 1 = µ 2 : tidak ada perbedaan yang signifikan motivasi belajar, sehingga pembelajaran matematika dengan pemberian kuis tidak berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar matematika pada siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Salatiga Tahun Ajaran 2012/2013. H 1 : µ 1 µ 2 : ada perbedaan yang signifikan motivasi belajar, sehingga pembelajaran matematika dengan pemberian kuis berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar matematika pada siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Salatiga Tahun Ajaran 2012/2013. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji banding dua sampel yaitu dengan independent t-test dengan taraf signifikan 0,05. Cara menguji hipotesis yaitu dengan melihat nilai signifikan, apabila nilai signifikan < 0,05 maka H 0 ditolak yang artinya model

14 30 pembelajaran dengan pemberian kuis berpengaruh terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Salatiga Tahun Ajaran 2012/2013 dan jika nilai signifikan > 0,05 maka H 0 diterima yang artinya model pembelajaran dengan pemberian kuis tidak berpengaruh terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Salatiga Tahun Ajaran 2012/ ) Hipotesis 2 H 0 : µ 1 = µ 2 : tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar, sehingga pembelajaran matematika dengan pemberian kuis tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Salatiga Tahun Ajaran 2012/2013. H 1 : µ 1 µ 2 : ada perbedaan yang signifikan hasil belajar, sehingga pembelajaran matematika dengan pemberian kuis berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Salatiga Tahun Ajaran 2012/2013. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji banding dua sampel yaitu dengan independent t-test dengan taraf signifikan 0,05. Cara menguji hipotesis yaitu dengan melihat nilai signifikan, apabila nilai signifikan < 0,05 maka H 0 ditolak yang artinya pembelajaran matematika dengan pemberian kuis berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Salatiga Tahun Ajaran 2012/2013 dan jika nilai signifikan > 0,05 maka H 0 diterima yang artinya pembelajaran matematika dengan pemberian kuis tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Salatiga Tahun Ajaran 2012/2013.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen Semu atau Kuasi (Quasi Experimental) yaitu penelitian eksperimental yang penyamaan kelompok kontrol dengan kelompok

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Penelitian ini merupakan eksperimen semu, yaitu eksperimen yang dalam mengontrol situasi penelitian tidak terlalu ketat atau menggunakan rancangan tertentu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu, yaitu jenis Quasi Eperimental Design.Desain ini memiliki kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experimental), yaitu penelitian yang digunakan untuk mengungkap hubungan sebab akibat dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Lokasi Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian mengunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi, yaitu penelitian untuk menemukan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis, Subyek, Waktu dan Tempat Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010) pendekatan penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Subyek Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Lokasi Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Menurut Darmadi (2011: 165) penelitian korelasi berkaitan dengan pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian quasi eksperimen atau eksperimen semu yaitu desain eksperimen dengan kelompok kontrol

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Kristen 1 Salatiga. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Kristen 1 Salatiga Tahun Ajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional, jenis ini bertujuan untuk melihat apakah antara dua variabel atau lebih memiliki

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Dalam penelitian ini tidak semua variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu. Pada penelitian ini terdapat 2 kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap orang termasuk peserta didik memiliki rasa ingin tahu (curiousity),

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap orang termasuk peserta didik memiliki rasa ingin tahu (curiousity), BAB III METODE PENELITIAN Setiap orang termasuk peserta didik memiliki rasa ingin tahu (curiousity), anak selalu bertanya tentang hal hal yang dilihat, didengar, diraba, dicecap bahkan dirasakan (Sukmadinata,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara memecahkan persoalan dalam penelitian ilmiah tidaknya suatu penelitian sangat tergantung pada metodologi yang digunakan (Sumadi Suryabrata, 000:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional. Penelitian korelasional dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua atau beberapa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 pada tanggal 20 September 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 pada tanggal 20 September 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 pada tanggal 20 September 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013 di SMP

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, karena menggunakan data berupa angka angka yang kemudian dianalisa. Penelitian kuantitatif banyak dituntut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Arikunto (2006:270) mengemukakan bahwa penelitian korelasional bertujuan untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experimental research), yaitu metode yang mempunyai kelas control, tetapi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi. Kuasi eksperimen merupakan sebuah eksperimen semu dalam sebuah penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 12 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Lokasi Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen dapat didefinisikan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki

III. METODE PENELITIAN. Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki 23 III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 46 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, yang suatu penelitian dituntut menggunakan angka mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) metode penelitian kuantitatif adalah

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) metode penelitian kuantitatif adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) metode penelitian kuantitatif adalah metode yang berlandaskan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 57 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2012:13) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai 44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian merupakan salah satu dari tindakan yang dapat dikatakan sebagai tindakan dalam mencari kebenaran dengan menggunakan pendekatan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu (quasi experimental) dengan disain nonequivalent control group design.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu (quasi experimental) dengan disain nonequivalent control group design. 66 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan disain nonequivalent control group

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Karanganyar yang beralamat di Jl. R. W. Monginsidi Karanganyar. Alasan dipilihnya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Eksperimen kuasi. Dalam penelitian, yang menjadi fokus adalah pengaruh

BAB III METODE PENELITIAN. Eksperimen kuasi. Dalam penelitian, yang menjadi fokus adalah pengaruh 7 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Alur Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen kuasi. Dalam penelitian, yang menjadi fokus adalah pengaruh pembelajaran PKn

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penafsiran terhadap data, serta penampilan dari hasilnya. Serta mengunakan

BAB III METODE PENELITIAN. penafsiran terhadap data, serta penampilan dari hasilnya. Serta mengunakan BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif, karena dalam penelitian ini banyak menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Variabel Tergantung : Minat Belajar. 2. Variabel Bebas : Persepsi Siswa terhadap Kompetensi Guru

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Variabel Tergantung : Minat Belajar. 2. Variabel Bebas : Persepsi Siswa terhadap Kompetensi Guru BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional Penelitian 1. Variabel Penelitian Untuk menguji hipotesis penelitian, akan dilakukan pengidentifikasian variabel-variabel yang diambil dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen (percobaan). Dimana penelitian akan dibagi kedalam dua kelas, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dan analisis korelasional. Russeffendi (2010, hlm. 35) menyatakan bahwa Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 48 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian dan Tempat penelitian Metode penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Suharsini Arikunto (1998) menyatakan bahwa penelitian korelasional merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. banyak menggunakan angka-angka dari mulai pengumpulan data, penafsiran

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. banyak menggunakan angka-angka dari mulai pengumpulan data, penafsiran BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang dalam prosesnya banyak

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif, menurut Sudijono (2010) penelitian komparatif adalah salah satu teknik analisis statistik yang dapat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment. Quasi experiment adalah eksperimen semu dimana penelitian menggunakan rancangan penelitian yang

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri atas 6 kelas dengan

III. METODE PENELITIAN. pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri atas 6 kelas dengan 38 III. METDE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi penelitian ini, yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sekampung pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 013/014 yang terdiri atas 6 kelas dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 15 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif. Menurut Sugiyono (006) penelitian komparatif adalah penelitian yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen semu (quasi experimental research). Menurut Sugiyono (2012:

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen semu (quasi experimental research). Menurut Sugiyono (2012: BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental research). Menurut Sugiyono (2012: 77),

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 18 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Lokasi Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Lokasi penelitian ini adalah SMP Negeri 2 Pabelan dusun Jembrak

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI semester ganjil

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI semester ganjil 13 III. METODE PENELITIAN A. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI semester ganjil SMA.YPPL Bandar Lampung pada tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari enam kelas. B.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga yang beralamat di Jalan Diponegoro No. 52-60 Salatiga. Populasi dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 20 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, sebab penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara perlakuan yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sugiyono (2011, hlm. 3) menyatakan bahwa metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis, Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan membandingkan nilai pretest-postest antara kelas eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yaitu VIII A, VIII B, VIII C, dan VIII D.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yaitu VIII A, VIII B, VIII C, dan VIII D. 23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metodologi Penentuan Objek 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kemangkon tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sistematis dan logis, sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul dan mudah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sistematis dan logis, sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul dan mudah BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan pedoman dan langkah-langkah yang digunakan untuk melakukan penelitiannya, penelitian ini berangkat dari adanya permasalahan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen. Adapun

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen. Adapun BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen. Adapun desain yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Pada dasarnya, langkah-langkah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. metode eksperimen. Penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. metode eksperimen. Penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. Variabel-variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah :

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. Variabel-variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah : 49 BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Variabel-variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah : Variabel Tergantung : Kematangan karir pada remaja Variabel Bebas : 1. Self-Esteem

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian 1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti memanipulasi dan mengendalikan satu variabel bebas yaitu model pembelajaran kooperatif tipe TGT

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA N 1 Banyudono yang beralamat di Jembungan, Banyudono, Boyolali adapun alasan dalam pemilihan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental, yang bertujuan untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kuantitatif dan (b). Penelitian kualitatif (Azwar, 2007: 5). Dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kuantitatif dan (b). Penelitian kualitatif (Azwar, 2007: 5). Dalam 49 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan dari berbagai cara dan sudut pandang. Dilihat dari pendekatan analisisnya, penelitian dibagi atas dua macam, yaitu:

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. dalam membandingkan dua metode pembelajaran terhadap keterampilan

METODOLOGI PENELITIAN. dalam membandingkan dua metode pembelajaran terhadap keterampilan III. METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis pendekatan penelitian yang paling tepat untuk merealisasi kegiatan guru dalam membandingkan dua metode pembelajaran terhadap keterampilan sosial siswa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Penelitian eksperimen semu adalah penelitian yang mencari hubungan sebab akibat nyata, dimana pengendalian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan eksperimen semu (quasy-experiment) yaitu penelitian yang digunakan untuk mengungkap hubungan sebab akibat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Desain Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen, yaitu jenis Quasi Experimental Design. Desain ini mempunyai kelompok

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian ex-postfacto. Alasan penelitian ini dinamakan penelitian ex-postfacto karena dalam diri siswa sebelumnya sudah memiliki

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Terpilihnya metode kuasi eksperimen karena peneliti tidak memilih

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitaftif eksperimen. Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilakukan dengan melakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di TK Negeri Pembina Surakarta yang terletak di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta pada anak kelompok

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang banyak menggunakan angka-angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 31 Banjaran-Bandung. Dengan alamat Jalan Pajagalan no.115 Banjaran-Bandung

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 31 Banjaran-Bandung. Dengan alamat Jalan Pajagalan no.115 Banjaran-Bandung BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di sekolah islam swasta yaitu Pesantren Persatuan Islam 31 Banjaran-Bandung.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 19 Bandar

III. METODE PENELITIAN. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 19 Bandar III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 19 Bandar Lampung pada semester genap Tahun Pelajaran 2012/2013. Siswa terbagi dalam delapan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013: 107) metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013: 107) metode penelitian A. Jenis dan Desain Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013: 107) metode penelitian eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. peneliti tidak mampu mengontrol sepenuhnya variabel-variabel yang mungkin

BAB III METODE PENELITIAN. peneliti tidak mampu mengontrol sepenuhnya variabel-variabel yang mungkin 42 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan Quasi Eksperimen, hal ini disebabkan peneliti tidak mampu mengontrol sepenuhnya variabel-variabel yang mungkin dapat mempengaruhi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Menurut Sugiyono (2010) Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. SUBJEK PENELITIAN 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Laboratorium UPI Bandung di Jl. Senjaya Guru kampus Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bandar Lampung yang

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bandar Lampung yang 23 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bandar Lampung yang beralamatkan di Jl. Untung Suropati Gg. Bumi Manti II No. 16, Kota Bandar Lampung. Populasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Tuntang, Kabupaten Semarang. Pertimbangan yang mendasari memilih sekolah ini sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukan pada penelitian deskriptif atau dalam rangka pengujian hipotesis

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukan pada penelitian deskriptif atau dalam rangka pengujian hipotesis 41 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang merupakan penelitian yang menekankan pada data-data numerical atau

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Pada penelitian eksperimen, terdapat dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian, yaitu

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian, yaitu 9 III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian, yaitu seluruh siswa kelas X MA Al Azhar 3 Bandar Lampung pada semester genap tahun

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian, Tempat Subjek, Dan Waktu Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (Quasi experimental

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. hubungan antara dua atau beberapa variabel (Arikunto, 2005: 247). Penelitian dengan

BAB III METODE PENELITIAN. hubungan antara dua atau beberapa variabel (Arikunto, 2005: 247). Penelitian dengan BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional kuantitatif. Penelitian korelasional merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel terikat : Learned Helplessness Variabel bebas : Status kelas: - Kelas Reguler - Kelas Unggulan B. Definisi Operasional Variabel Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 58 BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional 1. Identifikasi Variabel Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mencari hubungan antar variabel.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design (quasi eksperimen) dengan melihat efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen semu (quasi experimental

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen semu (quasi experimental BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Jenis penelitian eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen semu (quasi experimental design). Desain

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 49 Bandung yang berlamat di Jalan Antapani No 58 Bandung. Dalam penelitian ini, yang menjadi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kota Bandung Jawa Barat.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kota Bandung Jawa Barat. 0 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di wilayah Kota Bandung Jawa Barat.. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 18 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Merujuk pada pendapat Sugiyono

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. bisa dikatakan sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala

BAB III METODE PENELITIAN. bisa dikatakan sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala 49 BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Variabel adalah semua keadaan, faktor, kondisi perilaku atau tindakan yang dapat mempengaruhi hasil penelitian (Hadi, 000). Variabel penelitian adalah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri 7 Gorontalo

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri 7 Gorontalo 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri 7 Gorontalo 3.1. Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELTIAN

BAB III METODE PENELTIAN BAB III METODE PENELTIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu dengan membandingkan antara kelas eksperimen yaitu menggunakan model

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan Pendekatan dalam pembelajaran matematika.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. banyak menggunakan angka-angka dari mulai pengumpulan data, penafsiran

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. banyak menggunakan angka-angka dari mulai pengumpulan data, penafsiran BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Jenis penelitian pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang dalam prosesnya banyak menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 55 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menguji penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7e berbantuan komputer dalam pembelajaran fisika terhadap penguasaan konsep

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode pada penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, sebab penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara perlakuan yang diberikan dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kauman Lor 01 dan SD Negeri Kauman Lor 03 kelas V semester genap tahun pelajaran 2011/2012. 3.2 Jenis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Eksperimen. Sugiyono, (2010: 107) penelitian Eksperimental (Experimental Research),

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini digunakan metode Pre eksperimental design.

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini digunakan metode Pre eksperimental design. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penilitian Dalam penelitian ini digunakan metode Pre eksperimental design. Menurut Suharsimi Arikunto (2013: 84), pre eksperimental design seringkali dipandang sebagai

Lebih terperinci