BAB III METODE PENELITIAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III METODE PENELITIAN"

Transkripsi

1 32 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Asesmen portofolio Asesmen portofolio merupakan bentuk penilaian terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi dengan baik selama kurun waktu tertentu. Kumpulan karya peserta didik ini diambil dari tugas makalah yang dinilai berdasarkan rubrik penilaian, soal latihan uraian, dan penilaian diri (self assessment). Portofolio ini dikumpulkan selama pembelajaran yaitu empat kali pertemuan. 2. Proses dan Hasil Belajar Proses belajar merupakan jalan yang harus ditempuh oleh siswa untuk mengerti tentang suatu materi yang sebelumnya tidak diketahui atau sudah diketahui tetapi belum menyeluruh. Proses belajar diukur dari kemajuan belajar siswa dalam mengerjakan tugas-tugas portofolio. Kemajuan belajar siswa dapat dilihat dari nilai portofolio siswa selama empat pertemuan. Hasil belajar yang dimaksud merupakan hasil belajar dalam ranah kognitif berdasarkan Taksonomi Bloom, yang diuji dengan tes pilihan ganda sebanyak 20 soal. Tipe soal yang digunakan meliputi jenjang pengetahuan (C1), jenjang pemahaman (C2), dan jenjang aplikasi (C3) sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.

2 33 B. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan untuk menggali data pada kondisi yang sebenarnya. Metode deskriptif berusaha mendeskripsikan atau menginterpretasikan proses yang sedang berkembang (Faisal, 1982:119). Penelitian ini mendeskripsikan tentang penggunaan asesmen portofolio untuk mengungkap proses dan hasil belajar siswa SMA pada konsep reproduksi. C. Subjek Penelitian Pada penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA di SMA KHZ Musthafa Tasikmalaya pada semester genap tahun ajaran 2011/2012 sebanyak 30 orang. D. Instrumen Penelitian 1. Daftar cek pelaksanaan asesmen portofolio Daftar cek (checklist) merupakan instrumen yang digunakan untuk menggambarkan tahapan pelaksanaan asesmen portofolio pada proses pembelajaran yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap umpan balik.

3 34 Tabel 3.1 Daftar Cek Pelaksanaan Asesmen Portofolio Tahapan Indikator umum 1. Persiapan a. Mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang akan dinilai menggunakan asesmen portofolio b. Siswa mendapatkan penjelasan mengenai portofolio dan jenis portofolio yang digunakan dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan c. Pembentukan kelompok dan pembagian tugas kelompok, setiap kelompok mempunyai map portofolio d. Pemberian informasi mengenai batas waktu dan cara pengumpulan tugas-tugas yang harus dipenuhi oleh kelompok 2. Pelaksanaan a. Melakukan tatap muka secara rutin untuk melaksanakan proses pembelajaran menggunakan asesmen portofolio pada konsep reproduksi b. Siswa mengumpulkan tugas sesuai batas waktu dan cara pengumpulan tugas yang telah disepakati c. Tugas yang dikerjakan memuat syarat-syarat yang telah ditentukan dan disepakati oleh siswa dan guru d. Guru memberikan komentar dan penilaian terhadap tugas terstruktur yang diberikan kepada siswa e. Siswa diberikan kesempatan untu memperbaiki pekerjaannya sesuai dengan arahan guru untuk mencapai nilai terbaik f. Seluruh siswa melakukan penilaian diri melalui lembar self assessment 3. Umpan balik a. Siswa antusias dalam melaksanakan proses belajar karena penerapan asesmen portofolio b. Penerapan asesmen portofolio meningkatkan pemahaman konsep siswa pada konsep reproduksi c. Penerapan asesmen portofolio membantu siswa lebih bertanggung jawab terhadap tugas yang mereka kerjakan d. Penerapan asesmen portofolio membantu siswa merencanakan perbaikan dalam pembelajaran 2. Tugas-tugas Portofolio a. Rubrik Penilaian Makalah Rubrik penilaian ini digunakan untuk menilai tugas-tugas atau karya siswa yang dijadikan sebagai portofolio. Rubrik penilaian makalah dengan kriteria penilaian diantaranya sistematika makalah, penulisan makalah (tata bahasa dan pengetikan), bobot makalah (pendahuluan, isi, kesimpulan). Tugas makalah dilakukan/diberi waktu untuk satu kali perbaikan selama satu minggu.

4 35 Tabel 3.2 Rubrik Penilaian Makalah ASPEK Sistematika makalah Penulisan makalah Bobot makalah Pendahuluan Isi Kesimpulan Kriteria dan Skor Sistematika Sistematika makalah sesuai makalah tidak dengan aturan sesuai aturan tapi kurang dan kurang lengkap, atau lengkap sebaliknya Sistematika makalah sesuai dengan aturan dan lengkap Pengetikan rapi dan tata bahasa tepat Latar belakang diuraikan dengan tepat, rumusan dan tujuan berhubungan Dasar teori akurat, mencantumkan banyak sumber Dalam kesimpulan terjawab rumusan dan tujuan dengan tepat Pengetikan rapi tapi tata bahasa kurang tepat, atau sebaliknya Latar belakang diuraikan dengan tepat, rumusan dan tujuan tidak berhubungan Dasar teori akurat, mencantumkan sedikit sumber Dalam kesimpulan terjawab rumusan dan tujuan tetapi kurang tepat Pengetikan kurang rapi dan tata bahasa kurang tepat Latar belakang kurang tepat, rumusan dan tujuan berhubungan Dasar teori kurang akurat, tidak mencantumkan sumber Dalam kesimpulan terjawab rumusan dan tujuan saja Sistematika penulisan tidak sesuai aturan dan tidak lengkap Pengetikan tidak rapi dan tata bahasa tidak tepat Latar belakang kurang tepat, rumusan dan tujuan tidak berhubungan Dasar teori kurang akurat, tidak mencantumkan sumber Dalam kesimpulan tidak terjawab rumusan dan tujuan b. Soal Latihan Soal latihan dalam bentuk uraian, untuk mengukur proses belajar siswa yang akan disimpan atau dijadikan sebagai tugas portofolio. Soal latihan dalam bentuk uraian ini dilakukan dua kali yaitu setiap setelah pembelajaran berlangsung selama dua pertemuan dengan masing-masing satu kali perbaikan.

5 36 Tabel 3.3 Kisi-kisi Soal Latihan 1 No. Tujuan Pembelajaran Soal 1 Menjelaskan perbedaan sistem reproduksi pria dan wanita 2 Menjelaskan spermatogenesis dan oogenesis 3 Menjelaskan kaitan ovulasi dan menstruasi Tabel 3.4 Kisi-kisi Soal Latihan 2 No. Tujuan Pembelajaran Soal 1 Menjelaskan proses fertilisasi 2 Menjelaskan keuntungan ASI 3 Menjelaskan penyakit pada sistem reproduksi c. Lembar Self Assessment Self Assessment digunakan sebagai data penunjang untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan tugas portofolio berupa makalah berdasarkan penilaian siswa. Self Assessment ini dilakukan selama dua kali yaitu setiap setelah pengumpulan tugas makalah. 3. Tes Penguasaan Konsep Tes penguasaan konsep berfungsi untuk mengukur hasil belajar siswa pada ranah kognitif, yaitu berupa tes objektif sebanyak 20 soal pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban yang telah diuji coba. Hasil belajar yang akan diungkap dalam penelitian ini merupakan aspek kognitif berupa C1 (pengetahuan), C2 (pemahaman), dan C3 (aplikasi) berdasarkan Taksonomi Bloom.

6 37 Tabel 3.5 Kisi-kisi Tes Penguasaan Konsep Tujuan Pembelajaran Jenjang Soal dan Nomor Soal Jumlah C1 C2 C3 Mengidentifikasi struktur dan fungsi sistem 1, 3 2, 4 4 reproduksi pria dan wanita Menjelaskan spermatogenesis dan oogenesis 7, 8, 9 5, 6 5 Menjelaskan proses ovulasi dan menstruasi 10, 11 12, 13 4 Mengidentifikasi proses fertilisasi, kehamilan, 16 14, 15 3 persalinan Menjelaskan pentingnya laktasi, kelainan/penyakit 17, 19 18, 20 4 reproduksi Jumlah Angket Penggunaan Asesmen Portofolio Angket bertujuan untuk memahami atau mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. Angket ini terdiri dari dua aspek, yaitu angket mengenai kelebihan penggunaan asesmen portofolio, dan tanggapan siswa mengenai kendala yang dihadapi selama melaksanakan tugas portofolio. Tabel 3.6 Kisi-Kisi Angket Penggunaan Asesmen Portofolio No Aspek No Jumlah Soal Soal 1. Respon Siswa terhadap kelebihan asesmen portofolio 2, 3, 6,8, Respon Siswa terhadap Kendala Pelaksanaan Asesmen 1, 4, 5, 7, 10 5 Portofolio Total Soal 10 E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, tes, self assessment, serta pengisisan angket. Rincian teknik pengumpulan data dapat dilihat pada tabel 3.7 berikut ini:

7 38 Tabel 3.7 Teknik Pengumpulan Data No. Teknik Instrumen Sumber data 1. Observasi Daftar cek pelaksanaan penggunaan Guru asesmen portofolio 2. Tugas portofolio Rubrik penilaian makalah, soal latihan uraian, dan Self assessment Siswa 3. Tes hasil Lembar soal pilihan ganda Siswa belajar 4. Angket Lembar angket untuk mengetahui Siswa tanggapan siswa mengenai kelebihan dan kelemahan penggunaan assesmen portofolio F. Prosedur Pengumpulan Data Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan. Tahap awal meliputi persiapan penelitian, pelaksanaan survei ke lokasi penelitian, dan penentuan subjek penelitian. Tahap pelaksanaan meliputi seluruh aktivitas pengumpulan data. Tahap akhir pengolahan data, penyusunan laporan, dan penarikan kesimpulan. 1. Tahap Awal a. Melakukan studi masalah dan literatur serta diskusi dengan dosen ahli; b. Pengajuan dan penyusunan proposal penelitian yang kemudian diseminarkan; c. Perbaikan proposal penelitian berdasarkan hasil seminar proposal penelitian; d. Menyusun instrumen penelitian, dilakukan dengan merujuk pada instrumen baku yang telah ada dan dikembangkan sesuai dengan indikator-indikator yang dibutuhkan; e. Meminta pertimbangan (judgement) instrumen tes penguasaan konsep kepada dosen yang kompeten;

8 39 f. Perbaikan instrumen tes penguasaan konsep berdasarkan hasil judgement dosen ahli; g. Ujicoba instrumen tes kepada siswa kelas XI SMA Pasundan 8 Bandung; h. Analisis butir soal hasil ujicoba instrumen tes penguasaan konsep siswa berupa uji validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran, dengan menggunakan program ANATES V (Karno & Wibisono, 2004); i. Perbaikan instrumen tes penguasaan konsep dengan memilih 20 soal yang memenuhi kualifikasi untuk digunakan dalam menjaring data penguasaan konsep; j. Perijinan ke instansi terkait; k. Observasi lokasi penelitian untuk menentukan waktu, tempat penelitian, dan kelas penelitian. Penelitian dilakukan di SMA KHZ Musthafa Tasikmalaya. 2. Tahap Pelaksanaan Setelah mendapatkan kesepakatan kelas yang akan dijadikan sampel penelitian dan waktu untuk melaksanakan penelitian selama empat pertemuan yaitu pada tanggal 16, 24, 25, 30 Mei Deskripsi kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Pencatatan pelaksanaan penggunaan asesmen portofolio pada daftar cek dilakukan dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir; b. Pertemuan pertama dilakukan sosialisasi tentang portofolio terhadap subjek penelitian yaitu meliputi penjelasan portofolio dan jenis portofolio

9 40 yang digunakan, pembentukan kelompok dan pembagian tugas kelompok, informasi mengenai batas waktu dan cara pengumpulan tugastugas yang harus dipenuhi oleh kelompok, serta penjelasan tentang kriteria penilaian asesmen portofolio; c. Pertemuan kedua dan ketiga dilakukan kegiatan diskusi dan pengambilan asesmen portofolio. Pada pertemuan kedua, siswa mengumpulkan tugas makalah yang kemudian dikoreksi dan dikembalikan kepada siswa untuk dilakukan perbaikan. Batas waktu pengumpulan makalah kedua (revisi) adalah satu minggu yaitu dikumpulkan pada pertemuan keempat. Perbaikan makalah dilakukan sebanyak satu kali. d. Setiap akhir pembelajaran pada pertemuan kedua dan ketiga dilakukan tes berupa essay. Hasil tes diperiksa dan dikomentari, kemudian dikembalikan pada pertemuan selanjutnya sebagai refleksi untuk tes selanjutnya. Perbaikan tes diberi kesempatan masing-masing dengan satu kali perbaikan; e. Self assessment diberikan dua kali yaitu setiap setelah pengumpulan makalah pertama dan makalah kedua (revisi); f. Tes penguasaan konsep berupa pilihan ganda dan pengisisan angket dilakukan pada pertemuan keempat. g. Deskripsi pembelajaran untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada lampiran RPP.

10 41 3. Tahap akhir a. Pengolahan dan pembahasan data hasil penelitian secara deskriptif; b. Menarik kesimpulan dan membuat laporan. Penyusunan proposal penelitian dan pelaksanaan seminar proposal Studi masalah dan literatur serta konsultasi dosen Tahap awal Pembuatan instrumen Judment instrumen Perbaikan proposal dan instrumen Uji coba instrumen Observasi dan perijinan Tahap pelaksanaan Pertemuan I Sosialisasi portofolio, pembagian tugas dan kelompok Pertemuan II dan III Proses pembelajaran Pengambilan data portofolio (tugas makalah, soal latihan uraian, self assessment) Tahap akhir Pertemuan ke IV Tes hasil belajar dan angket Analisis dan pembahasan data, kesimpulan dan laporan Menggunakan asesmen portofolio dengan jangka waktu seminggu setelah pemberian tugas dengan satu kali perbaikan Gambar 3.1 Bagan Alur Penelitian G. Teknik Pengolahan Data Analisis data dilakukan secara kualitatif dan melalui statistik deskriptif. Semua data selanjutnya diintegrasikan untuk dianalisis secara menyeluruh bagi penyusunan kesimpulan tentang penggunaan asesmen portofolio untuk mengungkap proses dan hasil belajar siswa SMA pada konsep reproduksi. Adapun rinciannya sebagai berikut:

11 42 1. Data yang diperoleh melalui daftar cek (checklist) dianalisis sehingga didapatkan nilai persentase dengan rumus berdasarkan aturan Purwanto (2009) sebagai berikut: Keterangan : NP R SM R NP = x 100% SM : Nilai persen yang dicari atau diharapkan : Skor mentah yang diperoleh : Skor maksimum 100 : Bilangan tetap Data persentase yang didapatkan selanjutnya dikategorikan dengan menggunakan kategori persentase berdasarkan aturan Purwanto (2009) sehingga diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 3.8 Kategori Persentase Keterlaksanaan Asesmen Portofolio Persentase Kategori 86 % % Sangat Baik 76 % - 85 % Baik 60 % - 75 % Cukup 55% - 59 % Kurang 54% Kurang sekali (Purwanto, 2009) 2. Tugas makalah diskor dengan menggunakan rubrik penilaian laporan praktikum dengan skala nilai 1, 2, 3, 4. Untuk setiap indikator dinilai dari aspek sistematika makalah, penulisan (pengetikan dan tata bahasa), bobot makalah (pendahuluan, isi, kesimpulan). Banyaknya skor dihitung berdasarkan banyaknya jawaban yang cocok dengan kunci jawaban (Arikunto, 2007: 227). Skala yang digunakan adalah skala 1-4 dengan distribusi nilai berdasarkan standar mutlak, dimana skor yang didapatkan

12 43 siswa dibandingkan dengan skor tertinggi yang diharapkan (Arikunto, 2007: 245). 3. Analisis data hasil soal latihan uraian dihitung berdasarkan rating skala skor yang diperoleh dengan skor maksimum tiap soal. Banyaknya skor dihitung berdasarkan banyaknya jawaban yang cocok dengan kunci jawaban (Arikunto, 2007:227). Skala yang digunakan adalah skala dengan distribusi nilai berdasarkan standar mutlak, dimana skor yang didapatkan siswa dibandingkan dengan skor tertinggi yang diharapkan (Arikunto, 2007:245). 4. Self assessment digunakan sebagai data sekunder untuk mengetahui penilaian siswa dalam menilai karya yang telah dibuat. 5. Analisis lembar angket Angket digunakan untuk mengetahui tanggapan peserta didik mengenai kelebihan dan kekurangan penggunaan asesmen portofolio. Angket yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket langsung dan tertutup dalam bentuk pilihan jawaban ya dan tidak. 1) Menghitung persentase jawaban siswa untuk masing-masing indikator yang dinyatakan dengan perhitungan sebagai berikut: jumlah jawaban siswa jumlah seluruh siswa 100% 2) Melakukan interpretasi jawaban angket berdasarkan tabel aturan Koentjaraningrat (1990) dalam Choirunnisa (2008).

13 44 Tabel 3.9 Kategori Persentase Jawaban Angket Persentase Kategori 0 % Tidak ada 1 % - 25 % Sebagian kecil 26 % - 49 % Hampir separuhnya 50 % Separuhnya 51 % - 75 % Sebagian besar 76 % - 99 % Hampir seluruhnya 100 % Seluruhnya (Koentjaraningrat, 1990) 6. Analisis data hasil tes penguasaan konsep siswa pada ranah kognitif berdasarkan pada Taksonomi Bloom yang diuji dengan tes pilihan ganda sebanyak 20 soal. Tipe soal yang digunakan adalah pilihan ganda, dengan masing-masing jenjang yaitu jenjang pengetahuan (C1), jenjang pemahaman (C2), dan jenjang aplikasi (C3) sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Data yang diperoleh diteliti dan dilakukan penyekoran dan penilaian. Pemberian skor pada soal tes penguasaan konsep yang berbentuk pilihan ganda dilakukan dengan cara tanpa hukuman. Banyaknya skor dihitung berdasarkan banyaknya jawaban yang cocok dengan kunci jawaban (Arikunto, 2007:227). Skala yang digunakan adalah skala dengan distribusi nilai berdasarkan standar mutlak, dimana skor yang didapatkan siswa dibandingkan dengan skor tertinggi yang diharapkan (Arikunto, 2007: 245). Jadi, skor yang didapatkan siswa dikalikan 5 agar didapatkan nilai dengan skala H. Analisis Data Uji Coba Soal tes kognitif pilihan ganda diuji coba untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran. Analisis dilakukan dengan

14 45 menggunakan program ANATES V (Karno & Wibisono, 2004). Adapun cara lain yang dapat dilakukan tanpa menggunakan program ANATES V.4.0.9, yaitu dengan menggunakan rumus-rumus dibawah ini : 1. Uji Validitas Data hasil belajar yang baik dapat dihasilkan dari alat evaluasi atau instrumen yang valid. Untuk mengetahui validitas instrumen yang digunakan maka dilakukan uji validitas butir soal yang diperoleh dengan mengkorelasikaan skor butir soal dengan skor total yang diperoleh. Persamaan untuk mencari validitas menurut Arikunto (2007) adalah sebagai berikut: r xy = N XY X ( Y) N X 2 ( X) 2 N Y 2 ( Y) 2 Keterangan : r xy = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua variabel yang dikorelasikan, N = Jumlah subyek X = Jumlah dari jawaban benar X 2 = Jumlah kuadrat dari jawaban yang benar Y = Jumlah total dari skor Y 2 = Jumlah total kuadrat dari skor Kriteria indeks validitas soal yang digunakan adalah : Antara 0,800-1,00 : sangat tinggi Antara 0,600-0,800 : tinggi Antara 0,400-0,600 : cukup Antara 0,200-0,400 : rendah Antara 0,000-0,200 : sangat rendah (Arikunto, 2007) Berdasarkan perhitungan validitas butir soal sebanyak 40 soal yang diujicobakan, diperoleh hasil pada Tabel 3.8 berikut :

15 46 Tabel 3.10 Rekapitulasi Uji Validitas Butir Soal Interpretasi Validitas No Soal Jumlah Soal Sangat tinggi - - Tinggi 1, 2, 6, 7, 19, 20 6 Cukup 3, 9, 12, 16, 21, 22, 23, 25, 28, 29, 31, 32, 33, 35, Rendah 4, 11, 13, 17, 24, 27, 30, 34, 36, 37, Sangat Rendah 5, 8, 10, 14, 15, 18, 26, Uji Reliabilitas Menurut Arikunto, (2007; 86) suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Instrumen yang baik adalah instrumen yang dapat dengan tetap memberikan data sesuai dengan kenyataan. Suatu instrumen dapat dikatakan memiliki reliabilitas yang tinggi apabila instrumen ini memberikan hasil tetap setelah dilakukan tes lebih dari satu kali. Reliabilitas dapat dicari dengan rumus yang dikemukakan Kuder & Richardson K-R.20 (Arikunto, 2007; 100). Rumus yang digunakan adalah: r 11 = n n 1 pq (S2 ) S2 Keterangan: r 11 = Reliabilitas tes secara keseluruhan p = Proporsi subjek yang menjawab item dengan benar q = Proporsi subjek yang menjawab item dengan salah (q=1-p) pq = Jumlah hasil perkalian antara p dan q n = Banyaknya item S =Standar deviasi tes Kriteria reliabilitas soal yang digunakan adalah: 0,00-0,19 : sangat rendah 0,20-0,39 : rendah 0,40 0,59 : sedang 0,60 0,79 : tinggi 0,80 1,00 : sangat tinggi (Arikunto, 2007)

16 47 Berdasarkan perhitungan didapatkan hasil reliabilitas tes sebesar 0,64 yang termasuk ke dalam kriteria tinggi. 3. Daya Pembeda Menurut Arikunto, (2007; 211) daya pembeda soal adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah). Suatu soal dapat dikatakan baik jika soal tersebut dijawab benar lebih banyak oleh kelompok yang memiliki pandai (kemampuan tinggi). Angka yang menunjukan besarnya daya pembeda disebut indeks diskriminasi, disingkat D. Indeks diskriminasi berkisar antara 0,00 sampai dengan 1,00. Adapun rumus untuk mencari D adalah : D = Ba Ja Bb Jb Keterangan : D = Jumlah peserta tes Ja = Banyaknya peserta kelompok atas Jb = Banyaknya peserta kelompok bawah Ba = Banyaknya kelompok atas yang menjawab benar Bb = Banyaknya kelompok bawah yang menjawab benar Kriteria yang digunakan : D : 0,00 0,20 = jelek D : 0,20 0,40 = cukup D : 0,40 0,70 = baik D : 0,70 1,00 = baik sekali D : negative = semuanya tidak baik (Arikunto, 2007) Berdasarkan perhitungan daya pembeda sebanyak 40 soal yang diujicobakan, diperoleh hasil pada Tabel 3.10

17 48 Tabel 3.10 Rekapitulasi Uji Daya Pembeda Butir Soal Interpretasi Daya Pembeda No soal Jumlah soal Baik sekali 2, 5, 11, 14, 32, 35, 38, 39 8 Baik 12, 13, 15, 18, 19, 20, 26 7 Cukup 1, 6, 8, 10, 22, 25, 27, 30, 36, Jelek 3, 4, 7, 9, 16, 17, 21, 23, 24, 28, 29, 31, 33, 34, Tingkat Kesukaran Menurut Arikunto, (2007; 207) soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu sulit dan tidak juga terlalu mudah. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha memecahkannya. Sebaliknya soal yang terlalu sukar akan menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak mempunyai semangat untuk mencoba lagi karena di luar jangkauannya. Angka yang menunjukan sukar dan mudahnya suatu soal disebut indeks kesukaran (difficulty index) disingkat dengan P. Sama halnya dengan indeks diskriminasi yang telah diuraikan diatas indeks kesukaran juga berkisar antara 0,00 sampai dengan 1,00. Adapun untuk menghitung tingkat kesukaran soal, rumus yang digunakan adalah : P = B JS Keterangan : P = Tingkat kesukaran B = Banyaknya siswa yang menjawab soal benar JS = Jawaban seluruh siswa Kriteria yang digunakan : - Soal dengan P 0,00 sampai 0,30 adalah soal sukar - Soal dengan P 0,0 3sampai 0,70 adalah soal sedang - Soal dengan P 0,70 sampai 1,00 adalah soal mudah (Arikunto, 2007)

18 49 Berdasarkan perhitungan tingkat kesukaran soal sebanyak 40 soal yang diujicobakan, diperoleh hasil pada Tabel Tabel 3.11 Rekapitulasi Uji Tingkat Kesukaran Butir Soal Interpretasi Tingkat No soal Jumlah soal Kesukaran Sukar 1, 3,7, 15, 16, 17, 18, 14, 22, Sedang 2, 4, 5, 10, 12, 13, 19, 20, 26, 29, 30, 32, 34, 35, 39, Mudah 6, 8, 9, 11, 21, 23, 24, 25, 27, 28, 31, 33, Analisis butir soal pada Uji Coba Instrumen Tes Penguasaan Konsep secara keseluruhan dapat dilihat pada Lampiran C.5

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dibuat beberapa definisi operasional sebagai berikut:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dibuat beberapa definisi operasional sebagai berikut: 41 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. DEFINISI OPERASIONAL Agar tidak meluasnya beberapa pengertian dalam penelitian ini, maka dibuat beberapa definisi operasional sebagai berikut: 1. Asesmen Portofolio

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengumpulkan bukti-bukti atau karya-karya hasil belajar siswa meliputi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengumpulkan bukti-bukti atau karya-karya hasil belajar siswa meliputi BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka dibuat definisi operasional sebagai berikut: 1. Asesmen portofolio Asesmen portofolio adalah penilaian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Oprasional Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan beberapa istilah yang digunakan sebagai variabel dalam penelitian ini,maka diperlukan penjelasan tentang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 15 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Arikunto (2006), penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengembangan berarti proses mengembangkan dari yang sederhana menjadi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengembangan berarti proses mengembangkan dari yang sederhana menjadi 19 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Pengembangan praktikum Pengembangan berarti proses mengembangkan dari yang sederhana menjadi kompleks agar sesuai dengan tujuan, yaitu meliputi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Mind map dalam penelitian ini merupakan teknik mencatat yang dikembangkan

BAB III METODE PENELITIAN. Mind map dalam penelitian ini merupakan teknik mencatat yang dikembangkan BAB III METODE PENELITIAN Definisi Operasional Mind Map Mind map dalam penelitian ini merupakan teknik mencatat yang dikembangkan oleh Tony Buzan yang merupakan pendekatan keseluruhan otak yang mampu membuat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berhubungan dengan dua macam variabel, yaitu variabel bebas

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berhubungan dengan dua macam variabel, yaitu variabel bebas BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Penelitian ini berhubungan dengan dua macam variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Menggunakan metode belajar SQ3R merupakan variabel bebas,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian yang diambil yaitu ex post facto, dimana penelitian ini hanya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian yang diambil yaitu ex post facto, dimana penelitian ini hanya 37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, bertujuan membuat gambaran secara sistematis, faktual mengenai fakta dari suatu populasi. Desain penelitian yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengungkap penguasaan konsep siswa menggunakan kartu sortir.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif, karena penelitian ini hanya bertujuan untuk mendapatkan gambaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 34 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan beberapa istilah yang digunakan sebagai variabel dalam penelitian ini, maka diperlukan penjelasan tentang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta Laboratorium Percontohan UPI Bandung tahun ajaran 2013/ 2014. Subjek yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu model pembelajaran

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu model pembelajaran BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu model pembelajaran cooperative script, model pembelajaran cooperative Numbered Head Together (NHT) dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penulis memberikan batasan tentang: tingkat penguasaan siswa dalam menguasai topik bahasan tentang

BAB III METODE PENELITIAN. penulis memberikan batasan tentang: tingkat penguasaan siswa dalam menguasai topik bahasan tentang 18 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi operasonal Untuk memperjelas variabel yang digunakan dalam penelitian ini, penulis memberikan batasan tentang: 1. Hasil Belajar Hasil belajar yang dimaksud dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. diperlukan penjelasan tentang istilah-istilah, berikut di bawah ini:

BAB III METODE PENELITIAN. diperlukan penjelasan tentang istilah-istilah, berikut di bawah ini: 37 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menjelaskan maksud dari judul yang dikemukakan, maka diperlukan penjelasan tentang istilah-istilah, berikut di bawah ini: 1. Pada kelas eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. siswa, kesulitan belajar, dan Keterampilan Proses Sains (KPS). Secara

BAB III METODE PENELITIAN. siswa, kesulitan belajar, dan Keterampilan Proses Sains (KPS). Secara 29 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Penelitian ini menitikberatkan pada tiga aspek, yaitu jurnal kegiatan siswa, kesulitan belajar, dan Keterampilan Proses Sains (KPS). Secara terperinci,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 41 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari penafsiran yang berbeda maka diperlukan penjelasan mengenai beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian melalui definisi operasional

Lebih terperinci

O 1 X O 2 Pre-test Treatment Post-test

O 1 X O 2 Pre-test Treatment Post-test 24 A. Metode dan Desain Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan suatu cara, alat, atau teknik tertentu yang digunakan dalam mengumpulkan data untuk suatu kepentingan penelitian.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Kesulitan belajar siswa yang dimaksud adalah profil kemampuan siswa dalam

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Kesulitan belajar siswa yang dimaksud adalah profil kemampuan siswa dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Kesulitan belajar siswa yang dimaksud adalah profil kemampuan siswa dalam merespon soal tes diagnosis serta latar belakang siswa yang mempengaruhi kemampuan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kemampuan afektif yang dianalisis dalam penelitian ini adalah perilaku siswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kemampuan afektif yang dianalisis dalam penelitian ini adalah perilaku siswa BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Kemampuan afektif yang dianalisis dalam penelitian ini adalah perilaku siswa selama kegiatan praktikum uji makanan berlangsung yang dijaring melalui

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan penafsiran terhadap istilah-istilah yang terkandung dalam judul penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Penjelasan definisi operasional dalam penelitian diuraikan sebagai berikut: 1. Asesmen alternatif elektronik yang dimaksud adalah software yang dapat menilai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Definisi operasional diperlukan untuk menghindari kekeliruan mengenai maksud dan tujuan yang ingin dicapai dengan menyamakan persepsi istilah yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Sudjana (2009: 64) penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Pembelajaran melalui penerapan tutor sebaya merupakan pembelajaran

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Pembelajaran melalui penerapan tutor sebaya merupakan pembelajaran BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Pembelajaran melalui penerapan tutor sebaya merupakan pembelajaran yang dilakukan pada kelas eksperimen dengan membagi siswa ke dalam beberapa kelompok,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan disalah satu SMA yang ada di kota Bandung yaitu SMA Pasundan 2 Bandung, lokasi sekolah ini berada di jalan Cihampelas Bandung.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 19 Bandung tahun ajaran 2010/2011. Sampel dalam penelitian ini sebanyak tiga kelas

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak terjadi kesalahan penafsiran terhadap tujuan penelitian ini, perlu dijelaskan definisi operasional dibawah ini : 1. Pembelajaran kooperatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan definisi operasional; metode penelitian; populasi dan sampel penelitian; instrumen penelitian; teknik pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menyamakan persepsi terhadap variabel yang digunakan pada penelitian ini, maka perlu adanya definisi operasional untuk menghindari kekeliruan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Model Pembelajaran Berbasis Masalah merupakan suatu model

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Model Pembelajaran Berbasis Masalah merupakan suatu model 25 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Supaya tidak terjadi perbedaan persepsi mengenai definisi operasional variabel penelitian yang digunakan, maka definisi operasional variabel yang dimaksud

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari salah penafsiran variabel yang digunakan dalam penelitian ini, berikut ini adalah penjelasan operasionalnya: 1. Model Pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Mind Map dalam penelitian ini digunakan sebagai tugas yang harus

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Mind Map dalam penelitian ini digunakan sebagai tugas yang harus 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Mind Map dalam penelitian ini digunakan sebagai tugas yang harus dikerjakan siswa sebelum dimulainya PBM. Pembuatan mind map dalam penugasan tersebut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut :

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut : 37 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut : 1. Kemampuan representasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Kemampuan komunikasi siswa yang diukur adalah kemampuan berkomunikasi

BAB III METODE PENELITIAN. Kemampuan komunikasi siswa yang diukur adalah kemampuan berkomunikasi BAB III METODE PENELITIAN Definisi Operasional Kemampuan komunikasi siswa yang diukur adalah kemampuan berkomunikasi tulisan dan kemampuan berkomunikasi lisan. Kemampuan berkomunikasi secara tulisan meliputi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. salah pengertian, berikut diberikan definisi beberapa istilah tersebut:

BAB III METODE PENELITIAN. salah pengertian, berikut diberikan definisi beberapa istilah tersebut: 33 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Pada penelitian ini terdapat beberapa istilah dan agar tidak menimbulkan salah pengertian, berikut diberikan definisi beberapa istilah tersebut: 1.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pre- experiment. Pre-Experiment yaitu metode penelitian yang hanya menggunakan satu kelas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode Week experiment dengan the one group pretest posttest design digunakan dalam penelitian ini karena menggunakan satu kelompok perlakuan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA yang berada di kota Bandung yaitu SMA Kartika XIX-2

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengumpulan data, dan teknik analisis data. Penjelasan dari masing-masing

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengumpulan data, dan teknik analisis data. Penjelasan dari masing-masing BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan dikemukakan mengenai metodologi penelitian yang digunakan meliputi metode dan desain penelitian, alur penelitian, subjek penelitian, instrumen penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Efektivitas dari penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Efektivitas dari penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional. Efektivitas dari penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan berkomunikasi siswa dilihat dari

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk mempermudah pembahasan, terlebih dahulu akan diuraikan definisi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk mempermudah pembahasan, terlebih dahulu akan diuraikan definisi BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk mempermudah pembahasan, terlebih dahulu akan diuraikan definisi operasional dalam penelitian, yaitu sebagai berikut: 1. Metode SQ3R dan writing

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Dengan menggunakan model Kurt Lewin. Jenis penelitian ini melibatkan guru yang bersangkutan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang

BAB III METODE PENELITIAN. Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: 1. Kesulitan belajar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Kemala Bhayangkari Bandung yang terletak di jalan Palasari No. 46 Bandung, Jawa Barat. Sekolah yang berdiri di bawah naungan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Populasi/ Sampel Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Bandung yang beralamat di daerah Jalan Ir. H. Juanda Nomor 93 Bandung dengan lokasi yang cukup

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Beberapa definisi operasional dalam menghindari berbagai penafsiran

BAB III METODE PENELITIAN. Beberapa definisi operasional dalam menghindari berbagai penafsiran 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Beberapa definisi operasional dalam menghindari berbagai penafsiran terhadap definisi yang digunakan dalam penelitian ini, maka diberikan penjelasan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi pada penelitian ini yaitu sekolah SMA Negeri 1 Bandung yang berlokasi di Jl. Ir Juanda no 93. Subjek dari penelitian ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Kurikulum merupakan

BAB I PENDAHULUAN. tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Kurikulum merupakan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum, proses pembelajaran, dan penilaian merupakan tiga dimensi dari sekian banyak dimensi yang sangat penting dalam pendidikan. Ketiga dimensi tersebut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pada satu kelompok siswa (kelompok eksperimen) tanpa ada kelompok

BAB III METODE PENELITIAN. pada satu kelompok siswa (kelompok eksperimen) tanpa ada kelompok BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi eksperimen), yaitu penelitian yanag dilaksanakan pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendidikan (educational research and development) menggunakan 4D

BAB III METODE PENELITIAN. pendidikan (educational research and development) menggunakan 4D 51 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pengembangan bahan ajar khususnya Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan pendidikan (educational

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Terdapat beberapa definisi operasional dalam Penelitian Tindakan Kelas. (PTK) ini. Berikut ini merupakan penjabarannya:

BAB III METODE PENELITIAN. Terdapat beberapa definisi operasional dalam Penelitian Tindakan Kelas. (PTK) ini. Berikut ini merupakan penjabarannya: 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Terdapat beberapa definisi operasional dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini. Berikut ini merupakan penjabarannya: 1. Penguasaan konsep merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Eksperimental, merupakan metode untuk memperoleh data yang akurat dari data yang akan diteliti,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Menurut Panggabean (1996:27) penelitian ini bertujuan untuk memperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bab ini membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bab ini membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode dan BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode dan desain penelitian, lokasi dan subjek penelitian, instrumen penelitian, teknik analisis instrumen, teknik

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menghindari berbagai penafsiran terhadap definisi yang digunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menghindari berbagai penafsiran terhadap definisi yang digunakan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari berbagai penafsiran terhadap definisi yang digunakan dalam penelitian ini, maka diberikan penjelasan dari masing-masing variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Secara

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Secara BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Secara harfiah metode ini adalah metode penelitian untuk membuat

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang memberikan gambaran

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang memberikan gambaran 21 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. DESAIN, LOKASI, DAN SUBJEK PENELITIAN 1. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang memberikan gambaran mengenai kemampuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari perbedaan penafsiran dan memudahkan dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari perbedaan penafsiran dan memudahkan dalam 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari perbedaan penafsiran dan memudahkan dalam memahami serta mendapatkan pengertian yang jelas tentang judul Kajian Penggunaan Pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi eksperiment (eksperimen semu). Metode ini digunakan karena pada penelitian ini

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. O X O Pretes Perlakuan Postes

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. O X O Pretes Perlakuan Postes A. Metode dan Desain Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan tipe weak experiment. Penerapan penggunaan asesmen portofolio

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah

BAB III METODE PENELITIAN. Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: 1. Gaya Belajar merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Kemampuan Kognitif Kemampuan kognitif dalam penelitian ini adalah penguasaan siswa dalam ranah kognitif yang diukur berdasarkan indikator kemunculannya.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk lebih memperjelas maksud penelitian ini perlu didefinisikan secara operasional variabel-variabel beberapa istilah: 1. Gaya Belajar Menurut Nasution

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dikemukakan mengenai metode penelitian yang digunakan meliputi lokasi dan subjek penelitian, desain penelitian, instrumen penelitian, proses pengembangan instrumen,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan variabel-variabel yang

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan variabel-variabel yang BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, maka perlu adanya penjelasan mengenai variabel tersebut.

Lebih terperinci

(Luhut Panggabean, 1996: 31)

(Luhut Panggabean, 1996: 31) BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (kuasi eksperimen), yaitu penelitian yang dilaksanakan pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 27 A III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Pembelajaran berbasis praktikum merupakan pembelajaran yang sintaknya terdiri atas lima fase, yaitu (1) fase orientasi masalah, pada fase ini guru

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, ditujukan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, ditujukan untuk 41 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode dan Desain Penelitian Metode yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode preexperimental. Metode pre-experimental sering disebut sebagai penelitian semu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di salah satu SMA Negeri di Kota Bandung. Pemilihan lokasi penelitian ini didasarkan pada karakteristik sekolah yang merupakan sekolah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan beberapa istilah yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan beberapa istilah yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan beberapa istilah yang digunakan sebagai variabel dalam penelitian ini, maka diperlukan penjelasan tentang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran atau mix method, yaitu kuantitatif-deskriptif. Dimana pada penelitian ini data yang diperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian deskriptif analisis. Metode penelitian ini diambil karena berkesesuaian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian deskriptif analisis. Metode penelitian ini diambil karena berkesesuaian 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analisis. Metode penelitian ini diambil karena berkesesuaian

Lebih terperinci

O X O Pretest Perlakuan Posttest

O X O Pretest Perlakuan Posttest 29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan tentang metode dan desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, prosedur penelitian dan instrumen penelitian serta teknik pengolahan data

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Sampel Penelitian Penelitian dilakukan di SMAN 4 Bandung, yang berlokasi di Jl. Gardujati No. 20 Bandung. Waktu penelitian dilakukan selama berlangsungnya pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas suatu perlakuan tertentu sebagai variabel bebas, terhadap hal yang lain sebagai variabel terikat. Variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP kelas VIII Laboratorium Percontohan UPI Bandung sebanyak 3 kelas semester 1. Sampel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Sampel Penelitian Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 19 Bandung dan sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 19

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Kandanghaur kabupaten Indramayu. Sampel pada penelitian ini adalah siswa

BAB III METODE PENELITIAN. Kandanghaur kabupaten Indramayu. Sampel pada penelitian ini adalah siswa 42 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa di MTs Negeri Kandanghaur kabupaten Indramayu. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII A MTs

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari berbagai penafsiran yang berbeda terhadap definisi yang digunakan dalam penelitian, maka peneliti memberikan penjelasan mengenai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 24 BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode penelitian, desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, prosedur

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan memuat 3 komponen utama yaitu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasy experiment atau eksperimen semu. B. DesainPenelitian Desain penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design (eksperimen semu) dimana metode penelitian eksperimen semu diartikan sebagai penelitian

Lebih terperinci

Gambar 3.1 Desain Penelitian One Group Pretest and Posttest Design.

Gambar 3.1 Desain Penelitian One Group Pretest and Posttest Design. 20 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Model yang digunakan penelitian adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi bahasan optika geometris. Metode penelitian ini

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperiment. Menurut Furqon (2010:19), metode ini dipandang

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperiment. Menurut Furqon (2010:19), metode ini dipandang BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2011:2). Metode yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. materi, sarana, serta prasarana belajar. Variabel bebas adalah lembar kerja siswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. materi, sarana, serta prasarana belajar. Variabel bebas adalah lembar kerja siswa A. Metode dan Desain Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada penelitian ini digunakan metode penelitian quasi eksperimen karena tidak semua variabel ekstra dapat dikendalikan oleh peneliti. Variabel

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode 25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN A.

BAB III METODE PENELITIAN A. BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini berjenis deskriptif. Metode deskriptif bertujuan untuk membuat pencandraan atau gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat dari fakta-fakta

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif dan keterampilan proses sains siswa pada pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penguasaan konsep dan keterampilan proses sains antara siswa yang mendapatkan

BAB III METODE PENELITIAN. penguasaan konsep dan keterampilan proses sains antara siswa yang mendapatkan 46 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dan deskriptif. Metode eksperimen semu digunakan untuk mengetahui perbandingan peningkatan penguasaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 33 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini termasuk ke dalam quasy experimental. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling karena

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan model

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan model 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari berbagai penafsiran terhadap definisi yang digunakan dalam penelitian ini, maka diberikan penjelasan beberapa defenisi operasional

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan beberapa istilah yang digunakan sebagai variabel dalam penelitian ini, maka diperlukan penjelasan tentang

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen (Quasi experiment), yaitu penelitian yang secara khas meneliti mengenai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dalam bentuk persentase. Penelitian deskriptif menggambarkan kegiatan

BAB III METODE PENELITIAN. dalam bentuk persentase. Penelitian deskriptif menggambarkan kegiatan 24 BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik kualitatif yang hasilnya dalam bentuk persentase. Penelitian deskriptif menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 31 BAB III METODE PENELITIAN Menurut Arikunto (2006 : 160), metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Lebih lanjut Surachman dalam Nugraha (2007

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang ditujukkan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena alamiah

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang ditujukkan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena alamiah 25 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik yaitu suatu bentuk penelitian yang ditujukkan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena alamiah maupun

Lebih terperinci