SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA"

Transkripsi

1 SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA B U S I N E S S S U R V E Y TRIWULAN II-2003 Kegiatan usaha pada triwulan II-2003 mengalami ekspansi, demikian juga prakiraan pada triwulan III-2003 Namun sesuai dengan polanya, realisasi kegiatan usaha pada triwulan III-2003 diprakirakan akan tumbuh sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya Kegiatan Usaha Kegiatan usaha triwulan II-2003 membaik karena naiknya permintaan... membaiknya permintaan diprakirakan juga menjadi pendorong kegiatan usaha triwulan III-2003 Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia pada triwulan II-2003 terhadap sekitar perusahaan di seluruh Indonesia mengindikasikan terjadinya ekspansi kegiatan usaha, setelah pada triwulan sebelumnya mengalami kontraksi. Hasil survei yang diukur dengan saldo bersih tertimbang (SBT) memberikan angka sebesar 6,41% pada triwulan II-2003 dan -8,55% pada triwulan I Penyebab kenaikan kegiatan usaha tersebut adalah meningkatnya permintaan, terutama permintaan dalam negeri. Dari 9 (sembilan) sektor ekonomi yang disurvei, tercatat 6 (enam) sektor yang mengalami peningkatan kegiatan usaha dan kenaikan yang tercatat signifikan terjadi pada sektor jasa-jasa dan sektor keuangan, persewaan & jasa perusahaan. Sementara itu, 3 (tiga) sektor yang mengalami penurunan kegiatan usaha adalah sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan, sektor pengangkutan & komunikasi dan sektor perdagangan, hotel & restoran. Membaiknya kegiatan usaha tercermin dari meningkatnya variabel-variabel seperti kapasitas produksi, total pesanan, permintaan pasar, rata-rata jam kerja, situasi bisnis dan kondisi keuangan responden. Untuk triwulan III-2003 mendatang, para pengusaha masih tetap optimis dan memperkirakan akan terjadi peningkatan kegiatan usaha pada seluruh sektor ekonomi. Hasil survei yang diukur dengan saldo bersih tertimbang (SBT) memberikan angka sebesar 19,09%. Peningkatan prakiraan kegiatan usaha tersebut disebabkan oleh meningkatnya permintaan. Namun demikian dari observasi secara grafis dari data historisnya, realisasi kegiatan usaha pada triwulan III-2003 diprakiraan akan melambat atau lebih rendah dibandingkan peningkatan pada triwulan sebelumnya. Sektor utama yang menjadi pendorong peningkatan kegiatan usaha adalah sektor industri pengolahan, sektor keuangan, persewaan & jasa perusahaan dan sektor perdagangan, hotel & restoran. Membaiknya prakiraan kegiatan usaha tersebut tercermin dari perkiraan variabelvariabel seperti meningkatnya penggunaan tenaga kerja, total pesanan, permintaan pasar, serta situasi bisnis enam bulan yang akan datang. Metodologi Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) merupakan survei triwulanan yang dilaksanakan sejak triwulan I-1993 terhadap sekitar perusahaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan atau pengisian kuesioner langsung oleh responden. Secara umum, metode pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode saldo bersih (net balance), yakni dengan menghitung selisih antara persentase jumlah responden yang memberikan jawaban meningkat dengan persentase jumlah responden yang memberikan jawaban menurun dan mengabaikan jawaban sama. Adapun untuk mengukur kegiatan usaha, harga jual dan penggunaan tenaga kerja dilakukan dengan metode Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang diperoleh dari hasil perkalian saldo bersih sektor/subsektor yang bersangkutan dengan bobot sektor/subsektor yang bersangkutan sebagai penimbangnya. Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 1

2 Grafik 1 Perkembangan Kegiatan Usaha % SBT 60,0 50,0 Realisasi Kegiatan Usaha Prakiraan Kegiatan Usaha 40,0 30,0 20,0 10,0 0,0-10,0-20,0-30,0-40,0 I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III * Harga Jual Harga jual pada triwulan II-2003 diindikasikan mengalami penurunan diprakirakan akan mengalami kenaikan pada triwulan III-2003 Harga jual selama triwulan II-2003 diindikasikan mengalami penurunan seperti tercermin dari angka SBT sebesar -1,97%, setelah pada triwulan sebelumnya mengalami kenaikan harga (SBT 6,79%). Penurunan harga jual tersebut terjadi pada 5 (lima) sektor ekonomi, dengan penurunan harga tertinggi terjadi pada sektor pertanian. Adapun penurunan tingkat suku bunga sebagai pendekatan tingkat harga pada sektor keuangan, persewaan & jasa perusahaan masih berlanjut hingga triwulan berjalan. Sektor lain yang juga mengalami penurunan harga adalah sektor perdagangan, hotel & restoran, sektor pengangkutan & komunikasi. Sementara itu, pada sisi lain 4 (empat) sektor yang mencatat kenaikan harga cukup berarti adalah sektor bangunan, sektor listrik, gas & air bersih, sektor jasa-jasa dan sektor pertambangan. Pada umumnya, kenaikan harga jual tersebut disebabkan oleh naiknya harga bahan baku/penolong dan biaya operasional. Harga jual pada triwulan III-2003 diprakirakan akan mengalami kenaikan seperti dicerminkan oleh SBT sebesar 5,00%. Kenaikan harga tersebut diprakirakan akan terjadi pada 7 (tujuh) sektor yang disurvei terutama disebabkan oleh meningkatnya permintaan dan juga biaya produksi. Kenaikan harga yang cukup berarti diprakirakan terjadi pada sektor pertanian, sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel & restoran. Sementara itu, penurunan harga/tingkat bunga terjadi pada sektor keuangan, persewaan & jasa perusahaan dan sektor pertambangan & penggalian. Penggunaan Tenaga Kerja Penurunan penggunaan tenaga kerja masih berlanjut pada triwulan I-2003 Penggunaan tenaga kerja pada triwulan II-2003 kembali mengindikasikan terjadinya penurunan. Hal Tersebut tercermin pada SBT sebesar -1,06%, atau sedikit lebih baik dibandingkan penurunan pada triwulan I-2003 (SBT -6,04%). Indikasi penurunan penggunaan tenaga kerja tersebut terjadi sejak triwulan I Dari 9 (sembilan) sektor ekonomi yang disurvei, terdapat 4 (empat) sektor yang mengalami penurunan penggunaan tenaga kerja, yakni sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor pengangkutan & komunikasi dan sektor pertambangan & penggalian. Sebaliknya 5 (lima) sektor lainnya masih mengindikasikan peningkatan penggunaan tenaga kerja, terutama terjadi pada sektor keuangan, persewaan & jasa perusahaan dan sektor bangunan. Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 2

3 ... namun diprakirakan akan meningkat pada triwulan II-2003 Penggunaan tenaga kerja pada triwulan III-2003 diprakirakan akan kembali meningkat seperti ditunjukkan oleh SBT sebesar 4,88%. Peningkatan tersebut diprakirakan akan dialami oleh hampir pada seluruh sektor ekonomi, kecuali sektor industri pengolahan. Peningkatan terbesar akan terjadi pada sektor keuangan, persewaan & jasa perusahaan dan diikuti oleh sektor perdagangan, hotel & restoran. Kondisi Keuangan Kondisi keuangan responden masih dalam kondisi baik Menurut responden kondisi keuangan (likuiditas perusahaan) pada triwulan II-2003 masih dalam kondisi baik. Hal tersebut tercermin dari hasil survei yang mencatat saldo bersih (SB) 21,18%. Kondisi keuangan pada triwulan tersebut sedikit lebih baik dibandingkan dengan kondisi keuangan pada triwulan sebelumnya (SB 19,89%). Akses Kredit Responden masih kesulitan dalam Akses kredit ke bank Pada triwulan II-2003, responden menyatakan bahwa dalam memperoleh/akses kredit ke bank masih kesulitan. Hal tersebut terlihat dari angka saldo bersih sebesar -17,92%, yang berarti jumlah responden yang mengalami kesulitan dalam akses kredit baik ke bank maupun lembaga keuangan lainnya bertambah banyak jumlahnya dibandingkan hasil survei triwulan sebelumnya (SB -13,83%). Beberapa penyebab sulitnya responden dalam akses kredit adalah masih tingginya suku bunga kredit dan terlalu rumitnya persyaratan kredit. Situasi Bisnis Responden optimis akan situasi bisnis pada triwulan berjalan dan pada enam bulan yang akan datang Persepsi para responden terhadap situasi bisnis/usaha pada triwulan II masih mengindikasikan optimisme, meskipun kegiatan usaha pada triwulan yang bersangkutan mengalami penurunan seperti diuraikan diatas. Hal tersebut tercermin dari hasil survei yang menunjukkan saldo bersih sebesar 14,43%, lebih baik dibandingkan kondisi pada triwulan sebelumnya (SB 12,76%). Sementara itu, responden menyatakan bahwa situasi bisnis/usaha untuk enam bulan yang akan datang masih menunjukkan kondisi lebih baik. Hal tersebut tercermin dari hasil survei yang menunjukkan saldo bersih sebesar 31,01%, lebih baik dibandingkan dengan hasil survei triwulan sebelumnya (SB 29,17%). Prakiraan Inflasi Laju inflasi pada tahun 2003 diprakirakan sebesar 9% Dengan melihat perkembangan harga-harga secara umum yang terjadi pada triwulan II-2003, responden memprakirakan laju inflasi selama tahun 2003 secara rata-rata sederhana sebesar 9% dengan prakiraan responden terbanyak (modus) berada pada level 10%. Angka prakiraan tersebut lebih rendah dibandingkan hasil survei pada triwulan sebelumnya (9,50%). Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 3

4 Investasi Realisasi investasi pada semester I meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Dari seluruh responden yang menjawab, sebanyak 25,18% responden menyatakan telah merealisasikan investasi pada semester I-2003 (periode Januari - Juni 2003). Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (periode Januari - Juni tahun 2002), nilai realisasi investasi periode Januari - Juni 2003 menunjukkan peningkatan, hal tersebut tercermin dari hasil survei sebesar SB 42,22%. Bentuk realisasi investasi pada periode tersebut terutama dalam bentuk mesin/peralatan/lainnya (64,13%), diikuti dalam bentuk bangunan (26,35%) dan tanah (9,52%). Dilihat dari tujuannya, investasi pada periode Januari - Juni 2002 terutama dilakukan untuk ekspansi usaha dan untuk penggantian (replacement) serta untuk peningkatan efisiensi. Sumber dana untuk membiayai investasi tersebut terutama berasal dari dalam negeri (81,27%) dan dari luar negeri (13,27%). Dari sumber dana investasi dari luar negeri tersebut, proporsi terbesar adalah berkisar 1% - 25%, yakni sebanyak 47,46%. Rencana investasi pada semester II relatif sama dengan semester sebelumnya Jumlah responden yang merencanakan investasi pada semester II-2003 adalah sebanyak 25,10% responden, relative sama dengan kondisi pada semester sebelumnya. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (semester II-2002), nilai realisasi investasi periode tersebut menunjukkan peningkatan, hal tersebut tercermin dari hasil survei sebesar SB 53,82%. Dilihat dari tujuannya, investasi pada semester II-2002 terutama direncanakan untuk ekspansi usaha dan penggantian (replacement). Faktor-faktor utama yang membatasi rencana investasi pada semester II-2002 adalah tingginya biaya modal, diikuti oleh kurangnya permintaan dan faktor-faktor teknik. Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 4

5 Tabel 1 Perkembangan Kegiatan Usaha (Dalam Persentase Saldo Bersih Tertimbang - %SBT) SEKTOR EKONOMI Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III AKTUAL P e r t a n i a n -5,27-1,21 0,06 2,43-2,13 2,31 0,35-3,43-2,03-1,37 - Pertambangan 1,73 1,48 1,97-2,96-1,41-0,65 3,27-0,99-1,06 0,76 - Industri Pengolahan -1,67 2,03-0,38-1,25-3,61 4,73-0,02-2,22-2,30 0,98 - Listrik, Gas dan Air Bersih ,51 0,91 B a n g u n a n -1,04 1,29 0,96 1,50-1,52 1,12 0,79 1,20-1,37 0,47 - Perdagangan, Hotel dan Restoran 2,94 5,12 0,76 3,86-3,05-0,23 0,07 2,47-4,99-0,10 - Pengangkutan dan Komunikasi 0,41 1,04 1,72 3,43-0,35 0,91 1,15 0,42-2,78-0,54 - Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh. 4,66 6,29 5,61 4,69 2,28 3,69 4,02 3,11 2,01 1,43 - J a s a - J a s a 0,76 1,71 1,66 0,40 0,44 0,29 0,88 0,55 3,46 3,87 - TOTAL SELURUH SEKTOR 2,52 17,75 12,36 12,10-9,35 12,17 10,51 1,11-8,55 6,41 - PRAKIRAAN P e r t a n i a n -1,69 3,45 1,77 1,85 1,05 4,08 1,08 1,50 3,48 2,88 2,18 Pertambangan -0,80 2,59 2,22 1,97 2,22 1,41 3,89 0,00-1,97 2,48 1,53 Industri Pengolahan 3,35 8,09 6,36 3,31 1,13 6,76 3,47 1,73 2,53 4,59 5,33 Listrik, Gas dan Air Bersih ,54 0,92 B a n g u n a n 1,46 2,66 1,76 0,32-1,16 2,09 1,91 1,40 0,19 1,76 2,04 Perdagangan, Hotel dan Restoran 2,12 5,91 7,26 6,04 3,41 4,00 4,67 5,94-0,06 2,32 2,91 Pengangkutan dan Komunikasi 1,60 1,91 3,13 2,63-0,28 1,76 2,00 2,49-0,42 0,00 0,46 Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh. 5,54 6,24 6,29 5,34 4,54 5,31 5,66 3,87 4,52 3,95 2,97 J a s a - J a s a 1,85 1,80 1,35 0,53 1,04 1,64 1,47 0,44 1,24 1,81 0,75 TOTAL SELURUH SEKTOR 13,43 32,65 30,14 21,99 11,95 27,05 24,15 17,37 9,51 20,33 19,09 Tabel 2 Perkembangan Harga Jual (Dalam Persentase Saldo Bersih Tertimbang - %SBT) SEKTOR EKONOMI Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III AKTUAL P e r t a n i a n -0,83 0,22 1,57 4,80 0,92 1,28 2,63 4,12-1,49-2,64 - Pertambangan -0,86 1,48 0,00-3,70 3,30 4,14 2,18 2,47 3,54 0,38 - Industri Pengolahan 3,44 4,58 0,82 1,44 1,45-1,15 1,23 1,08 1,48-0,24 - Listrik, Gas dan Air Bersih ,88 0,86 - B a n g u n a n 1,16 2,23 2,57 2,89 2,37 2,28 2,20 1,30 0,68 0,86 - Perdagangan, Hotel dan Restoran 6,64 8,42 2,77 5,07 4,21 1,44 0,96 1,87 1,27-0,57 - Pengangkutan dan Komunikasi 1,16 1,30 1,53 1,93 0,90 1,89 0,62 0,40-0,49-0,35 - Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh. 1,83 2,69 1,72 1,33 0,53 0,54-1,21-0,41 0,00-0,99 - J a s a - J a s a 1,42 1,62 1,05 0,96 0,91 0,88 0,52 0,48 0,92 0,72 - TOTAL SELURUH SEKTOR 13,96 22,54 12,03 14,72 14,59 11,30 9,13 11,31 6,79-1,97 - PRAKIRAAN P e r t a n i a n -1,47 1,96 1,76 2,87 2,48 4,15 3,27 5,43 2,61 1,34 1,57 Pertambangan -1,59 2,59 0,74 0,49 0,74 2,47 1,48 0,49 1,48 1,06-0,38 Industri Pengolahan 3,83 5,05 5,64 1,07 3,45 2,90 2,61 0,48 4,22 3,73 1,44 Listrik, Gas dan Air Bersih ,86 0,44 B a n g u n a n 2,30 3,01 3,52 1,50 3,01 1,46 1,27 2,04 2,96 1,85 1,49 Perdagangan, Hotel dan Restoran 4,34 6,59 9,43 4,30 3,66 3,04 2,90 3,31 4,21 2,05 1,24 Pengangkutan dan Komunikasi 1,48 1,16 3,13 1,61 0,64 2,22 2,22 1,11 1,13 0,65 0,26 Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh. 1,63 2,41 1,85 0,72 0,86-0,40-0,27-0,13 0,70 0,03-1,50 J a s a - J a s a 1,03 1,23 1,26 0,53 0,88 1,29 0,47 0,34 1,31 3,20 0,44 TOTAL SELURUH SEKTOR 11,54 24,00 27,33 13,09 15,72 17,13 13,95 13,07 18,62 14,77 5,00 Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 5

6 Tabel 3 Perkembangan Penggunaan Tenaga Kerja (Dalam Persentase Saldo Bersih Tertimbang - %SBT) SEKTOR EKONOMI Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III AKTUAL P e r t a n i a n -0,68-1,30 0,05 0,89-0,88-0,75-0,05-1,60-1,79-1,01 - Pertambangan 0,86 0,00 0,00-1,48-1,88-1,30-2,18-1,97-1,41-0,38 - Industri Pengolahan -0,80 0,44 0,13-0,27-0,44-0,13-1,54-2,01-1,37-0,76 - Listrik, Gas dan Air Bersih ,38 0,00 - B a n g u n a n -1,27-0,35 0,43 0,93-0,48-0,23 0,00 0,28-0,49 0,31 - Perdagangan, Hotel dan Restoran -0,50 1,01 1,70 1,12 0,62-0,78 0,06 0,54-1,30 0,20 - Pengangkutan dan Komunikasi 3,49 0,29 0,45 1,02-0,35 0,39 1,49 0,18-0,27-0,51 - Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh. 1,83 1,93 1,36 1,49 0,89 0,62-0,15 1,10 0,83 1,05 - J a s a - J a s a 0,09 0,36 1,05 0,40 0,71 0,52 0,52 0,42 0,14 0,04 - TOTAL SELURUH SEKTOR 3,02 2,38 5,17 4,10-1,81-1,66-1,85-3,06-6,04-1,06 - PRAKIRAAN P e r t a n i a n 0,60 0,71-0,18-0,15 1,47 0,35 1,96 0,96 1,12 0,47 0,62 Pertambangan 0,00 0,86-1,48 0,49-2,22-0,47-1,30-1,09-0,98 0,00 0,38 Industri Pengolahan 0,30 1,33 1,18 0,95-0,71 0,56 0,76-1,15 0,07 0,91-0,46 Listrik, Gas dan Air Bersih ,41 0,45 B a n g u n a n 0,97 1,39 0,59 0,43 0,12 0,48 0,23 0,21-0,09 1,27 0,63 Perdagangan, Hotel dan Restoran 1,36 2,00 2,10 2,09 1,14 2,26 1,16 1,45 0,94 0,62 1,24 Pengangkutan dan Komunikasi 2,86 1,65 1,72 0,20 1,15 2,30 1,10 0,60 0,05 0,09 0,04 Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh. 3,15 3,16 2,01 1,36-0,63 2,91 1,39 1,49 2,03 2,64 1,83 J a s a - J a s a 0,62 0,19 0,63 0,70 0,64 0,52 0,88 0,59 0,83 0,12 0,15 TOTAL SELURUH SEKTOR 9,85 11,29 6,57 6,07 0,96 8,91 6,18 3,06 3,97 5,71 4,88 Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 6

7 KETERANGAN Tabel 4 Indikator Lainnya (Dalam Persentase Responden) Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Situasi bisnis selama 3 bulan terakhir : Baik 29,01 31,16 31,90 32,24 28,21 28,09 Cukup 55,69 54,70 57,21 53,91 56,34 58,25 Buruk 15,30 14,14 10,90 13,85 15,45 13,66 Saldo Bersih (% Baik - % Buruk) 13,71 17,02 21,00 18,39 12,76 14,43 Ekspektasi situasi bisnis pada 6 bulan mendatang : Lebih Baik 46,39 43,89 36,37 36,97 35,24 34,88 Sama 50,25 53,22 59,29 55,13 58,68 61,25 Lebih Buruk 3,36 2,89 4,33 7,91 6,08 3,87 Saldo Bersih (% Lebih Baik - % Lebih Buruk) 43,03 41,00 32,04 29,06 29,17 31,01 Kondisi keuangan selama 3 bulan terakhir : Baik 33,27 31,32 32,37 32,91 31,10 31,25 Cukup 54,97 58,38 57,01 57,13 57,69 58,67 Buruk 11,76 10,30 10,62 9,96 11,21 10,07 Saldo Bersih (% Baik - % Buruk) 21,50 21,02 21,75 22,95 19,89 21,18 Akses kredit selama 3 bulan terakhir : Mudah 7,58 9,06 9,88 9,13 8,78 8,70 Normal 69,66 68,89 71,28 75,91 68,71 64,69 Sulit 22,75 22,05 18,84 14,96 22,51 26,62 Saldo Bersih (% Mudah - % Sulit) -15,17-12,99-8,97-5,83-13,72-17,92 Masalah dalam memperoleh kredit : Persyaratan kredit terlalu rumit 28,03 22,64 22,08 22,08 35,77 33,00 Suku bunga kredit tinggi 40,00 46,13 39,77 42,08 38,62 34,67 Kebijakan bank 16,62 17,91 18,71 23,33 17,07 23,33 Lainnya 15,35 13,32 19,44 12,50 8,54 9,00 Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 7

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA B U S I N E S S S U R V E Y TRIWULAN IV-2003 Kegiatan usaha pada triwulan IV-2003 mengalami ekspansi dengan tingkat yang lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya Peningkatan

Lebih terperinci

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA SURVE KEGATAN DUNA USAHA B U S N E S S S U R V E Y TRWULAN - Kegiatan usaha triwulan - membaik karena naiknya permintaan... naiknya permintaan sesuai musimannya diprakirakan menjadi pendorong kegiatan

Lebih terperinci

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA B U S I N E S S S U R V E Y TRIWULAN II-2004 Kegiatan usaha pada triwulan II-2004 mengalami ekspansi yang cukup signifikan dan diperkirakan berlanjut pada triwulan berikutnya.

Lebih terperinci

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA B U S I N E S S S U R V E Y TRIWULAN I- Sesuai pola musimannya kegiatan usaha pada triwulan I- mengalami kontraksi Namun diprakirakan kembali mengalami ekspansi pada triwulan

Lebih terperinci

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA 33 SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA B U S I N E S S S U R V E Y TRIWULAN I-2004 Kegiatan usaha pada triwulan I-2004 mengalami kontraksi yang cukup signifikan, meskipun diperkirakan pada triwulan II akan kembali

Lebih terperinci

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA B U S I N E S S S U R V E Y TRIWULAN III- Kegiatan usaha pada triwulan III- mengalami ekspansi yang signifikan dan diperkirakan masih berlanjut pada triwulan berikutnya. Kegiatan

Lebih terperinci

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA TRIWULAN IV-2008 Sebagai dampak dari krisis keuangan global, kegiatan dunia usaha pada triwulan IV-2008 mengalami penurunan yang tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT)

Lebih terperinci

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA TRIWULAN IV-2004 Kegiatan usaha pada triwulan IV-2004 ekspansif, didorong oleh daya serap pasar domestik Indikasi ekspansi, diperkirakan berlanjut pada triwulan I-2005 Kegiatan

Lebih terperinci

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA Triwulan I - 2015 SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kegiatan usaha pada triwulan I-2015 tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin

Lebih terperinci

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA gf TRIWULAN IV-2017 Hasil Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan bahwa kegiatan usaha pada triwulan IV-2017 masih tumbuh, meski tidak setinggi triwulan III- 2017 sesuai

Lebih terperinci

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA TRIWULAN IV- Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kegiatan usaha pada triwulan IV- masih tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya maupun periode

Lebih terperinci

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA gf TRIWULAN III-2017 Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan berlanjutnya ekspansi kegiatan usaha pada triwulan III-2017, meski tidak setinggi triwulan sebelumnya. Hal ini

Lebih terperinci

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA gf TRIWULAN IV-2016 Hasil Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan bahwa kegiatan usaha pada triwulan IV-2016 tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sesuai

Lebih terperinci

SURVEI KREDIT PERBANKAN

SURVEI KREDIT PERBANKAN SURVEI KREDIT PERBANKAN B A N K L O A N S U R V E Y TRIWULAN II-2003 Permintaan maupun pemberian persetujuan kredit baru diindikasikan mengalami peningkatan Kondisi tersebut diprakirakan akan berlanjut

Lebih terperinci

SURVEI KREDIT PERBANKAN

SURVEI KREDIT PERBANKAN SURVEI KREDIT PERBANKAN B A N K L O A N S U R V E Y Triwulan I-2003 Permintaan maupun pemberian persetujuan kredit baru mengalami peningkatan, namun mengalami perlambatan yang cukup besar Kondisi tersebut

Lebih terperinci

SURVEI KREDIT PERBANKAN

SURVEI KREDIT PERBANKAN SURVEI KREDIT PERBANKAN B A N K L O A N S U R V E Y TRIWULAN IV-2003 - Permintaan serta pemberian persetujuan kredit baru secara indikatif memperlihatkan peningkatan - Kondisi tersebut diprakirakan akan

Lebih terperinci

SURVEI KREDIT PERBANKAN

SURVEI KREDIT PERBANKAN SURVEI KREDIT PERBANKAN B A N K L O A N S U R V E Y TRIWULAN III-2003 Permintaan serta pemberian persetujuan kredit baru secara indikatif memperlihatkan kenaikan cukup tinggi Kenaikan tersebut diprakirakan

Lebih terperinci

M E T A D A T A INFORMASI DASAR. Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter, Statistik

M E T A D A T A INFORMASI DASAR. Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter, Statistik M E T A D A T A INFORMASI DASAR 1 Nama Data Data Kegiatan Dunia Usaha (Survei Kegiatan : Dunia Usaha/SKDU) 2 Penyelenggara Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter, : Statistik Bank Indonesia 3 Alamat

Lebih terperinci

SURVEI KREDIT PERBANKAN

SURVEI KREDIT PERBANKAN SURVEI KREDIT PERBANKAN B A N K L O A N S U R V E Y TRIWULAN I-2004 Permintaan serta pemberian persetujuan kredit baru secara indikatif memperlihatkan peningkatan meskipun sedikit melambat Kondisi tersebut

Lebih terperinci

SURVEI KREDIT PERBANKAN

SURVEI KREDIT PERBANKAN SURVEI KREDIT PERBANKAN B A N K L O A N S U R V E Y TRIWULAN III-2004 Permintaan Kredit dan persetujuan pemberian kredit baru pada triwulan III-2004 secara indikatif memperlihatkan peningkatan Peningkatan

Lebih terperinci

SURVEI KREDIT PERBANKAN

SURVEI KREDIT PERBANKAN SURVEI KREDIT PERBANKAN TRIWULAN I-2005 Permintaan kredit dan persetujuan pemberian kredit baru pada triwulan I-2005 secara indikatif memperlihatkan peningkatan, namun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Lebih terperinci

SURVEI KREDIT PERBANKAN

SURVEI KREDIT PERBANKAN SURVEI KREDIT PERBANKAN B A N K L O A N S U R V E Y TRIWULAN II-2004 Permintaan (termasuk permintaan kredit baru & permintaan tambahan atas fasilitas kredit yang sudah ada) dan persetujuan pemberian kredit

Lebih terperinci

SURVEI PERBANKAN PERBANKAN SEMAKIN OPTIMIS KREDIT 2015 TUMBUH SEBESAR 17,1%

SURVEI PERBANKAN PERBANKAN SEMAKIN OPTIMIS KREDIT 2015 TUMBUH SEBESAR 17,1% SURVEI PERBANKAN Y jg brg dia TRIWULAN I-2015 PERBANKAN SEMAKIN OPTIMIS KREDIT 2015 TUMBUH SEBESAR 17,1% Secara keseluruhan tahun 2015, optimisme responden terhadap pertumbuhan kredit semakin meningkat.

Lebih terperinci

SURVEI KREDIT PERBANKAN

SURVEI KREDIT PERBANKAN SURVEI KREDIT PERBANKAN B A N K L O A N S U R V E Y TRIWULAN IV-2004 Permintaan dan persetujuan pemberian kredit baru pada triwulan IV- 2004 secara indikatif memperlihatkan peningkatan Peningkatan tersebut

Lebih terperinci

SURVEI PERBANKAN KONDISI TRIWULAN I Triwulan I Perbankan Semakin Optimis Kredit 2015 Tumbuh Sebesar 17,1%

SURVEI PERBANKAN KONDISI TRIWULAN I Triwulan I Perbankan Semakin Optimis Kredit 2015 Tumbuh Sebesar 17,1% Triwulan I - 2015 SURVEI PERBANKAN Perbankan Semakin Optimis Kredit 2015 Tumbuh Sebesar 17,1% Secara keseluruhan tahun 2015, optimisme responden terhadap pertumbuhan kredit semakin meningkat. Pada Triwulan

Lebih terperinci

SURVEI KREDIT PERBANKAN

SURVEI KREDIT PERBANKAN SURVEI KREDIT PERBANKAN Triwulan II-26 Permintaan dan persetujuan kredit baru pada triwulan II-26 meningkat dibandingkan triwulan I-26 dan diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan III-26 Sebagian

Lebih terperinci

SURVEI KREDIT PERBANKAN

SURVEI KREDIT PERBANKAN SURVEI KREDIT PERBANKAN Triwulan I-6 Permintaan dan persetujuan kredit baru pada triwulan I-6 menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Untuk triwulan II- 6, permintaan maupun persetujuan kredit baru diperkirakan

Lebih terperinci

SURVEI PERBANKAN * perkiraan

SURVEI PERBANKAN * perkiraan SURVEI PERBANKAN TRIWULAN IV-217 PERTUMBUHAN KREDIT TAHUN 218 DIPERKIRAKAN MENINGKAT Hasil Survei Perbankan mengindikasikan pertumbuhan kredit baru pada triwulan IV- 217 secara triwulanan (qtq) meningkat.

Lebih terperinci

SURVEI PERBANKAN KONDISI TRIWULAN IV I II III IV I II III IV

SURVEI PERBANKAN KONDISI TRIWULAN IV I II III IV I II III IV SURVEI PERBANKAN Triwulan IV-2006 Target pemberian kredit baru pada triwulan I-2007 dan tahun 2007 diperkirakan meningkat Hanya sekitar 37,5% responden yang realisasi kredit barunya di bawah target yang

Lebih terperinci

SURVEI KREDIT PERBANKAN

SURVEI KREDIT PERBANKAN SURVEI KREDIT PERBANKAN Triwulan IV-5 Permintaan dan persetujuan kredit baru pada triwulan IV-5 menurun tajam, namun pada triwulan I-6 diperkirakan membaik Suku bunga dana dan kredit pada triwulan IV-5

Lebih terperinci

KONDISI TRIWULAN I I II III IV I II III IV I

KONDISI TRIWULAN I I II III IV I II III IV I SURVEI PERBANKAN Triwulan I-007 Target pemberian kredit baru pada triwulan II-007 dan tahun 007 diperkirakan masih akan meningkat Hanya 4,0% responden yang menyatakan realisasi kredit baru dalam triwulan

Lebih terperinci

-40 Seluruh Bank Bank Besar Bank Menengah Bank Kecil

-40 Seluruh Bank Bank Besar Bank Menengah Bank Kecil K R E D IT P E R B A N K A N Triwulan III-25 Permintaan kredit dan persetujuan kredit baru pada triwulan III- 25 secara indikatif masih memperlihatkan peningkatan, meskipun jauh lebih rendah dari triwulan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO Triwulan III-29 Perekonomian Indonesia baik secara tahunan (yoy) maupun triwulanan (qtq) pada triwulan III-29 tumbuh lebih tinggi dari periode sebelumnya. Secara tahunan

Lebih terperinci

SURVEI KONSUMEN. Juli Indeks optimis pesimis periode krisis ekonomi global 0.00

SURVEI KONSUMEN. Juli Indeks optimis pesimis periode krisis ekonomi global 0.00 SURVEI KONSUMEN Juli - 2010 Indeks 150.00 125.00 100.00 75.00 optimis pesimis 50.00 25.00 0.00 periode krisis ekonomi global 3 6 9 12 3 6 9 12 3 6 9 12 1 2 3 4 5 6 7 2007 2008 2009 2010 Indeks Keyakinan

Lebih terperinci

Prakiraan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2018

Prakiraan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2018 TRIWULAN II-2018 Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2018 Diprakirakan Meningkat Survei Proyeksi Indikator Makro Ekonomi (SPIME) Bank Indonesia periode triwulan II-2018 mengindikasikan perekonomian Indonesia pada

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO Triwulan III-27 Secara tahunan, perekonomian Indonesia pada triwulan III-27 tumbuh 6,2% (y-o-y), sementara pertumbuhan secara triwulanan tumbuh 3,91% (q-t-q). Pada sisi

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH No.38/08/12/Th.VII, 6 Agustus 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN II-2012 Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas pada triwulan II-2012 secara triwulanan (q-to-q) mencapai

Lebih terperinci

KONDISI TRIWULAN II-2007

KONDISI TRIWULAN II-2007 SURVEI PERBANKAN Triwulan II-2007 Permintaan masyarakat terhadap kredit baru mengalami peningkatan, ditunjukkan dengan angka neto tertimbang 92,8% Hanya sekitar 34,1% responden menyatakan bahwa realisasi

Lebih terperinci

A. Kondisi Triwulan III-2018

A. Kondisi Triwulan III-2018 TRIWULAN III-18 Pertumbuhan Kredit Melambat Pada Triwulan III-18 Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru cenderung melambat pada triwulan III-18. Hal tersebut tercermin dari Saldo

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO Triwulan II-29 Perekonomian Indonesia secara tahunan (yoy) pada triwulan II- 29 tumbuh 4,%, lebih rendah dari pertumbuhan triwulan sebelumnya (4,4%). Sementara itu, perekonomian

Lebih terperinci

SURVEI PERBANKAN KONDISI TRIWULAN IV ,0 I II III IV I II III IV I II III IV

SURVEI PERBANKAN KONDISI TRIWULAN IV ,0 I II III IV I II III IV I II III IV SURVEI PERBANKAN. Triwulan IV-2007 Permintaan masyarakat terhadap kredit baru pada triwulan IV- 2007 menunjukkan peningkatan. Hanya 23,3% responden menyatakan bahwa realisasi kredit barunya dibawah target

Lebih terperinci

A. Kondisi Triwulan II-2018

A. Kondisi Triwulan II-2018 TRIWULAN II-218 Pertumbuhan Kredit Menguat Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru meningkat pada triwulan II-218. Pertumbuhan kredit tersebut diperkirakan akan semakin menguat

Lebih terperinci

SURVEI PERBANKAN KONDISI TRIWULAN I I II III IV I II III IV I II III IV I

SURVEI PERBANKAN KONDISI TRIWULAN I I II III IV I II III IV I II III IV I SURVEI PERBANKAN Triwulan I-2008 Permintaan terhadap kredit baru pada triwulan I-2008 mengalami peningkatan dengan angka neto tertimbang 70,4%, lebih rendah dibandingkan triwulan lalu (86,8%) Sebanyak

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH No.51/11/12/Th.VII, 5 November 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN III-2012 Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas pada triwulan III-2012 secara triwulanan (q-to-q)

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO TAHUN ,71 PERSEN

PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO TAHUN ,71 PERSEN No.10/02/75/Th.VII, 5 Februari 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO TAHUN 7,71 PERSEN Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo tahun yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2011

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2011 No.43/08/33/Th.V, 5 Agustus 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2011 PDRB Jawa Tengah pada triwulan II tahun 2011 meningkat sebesar 1,8 persen dibandingkan triwulan I tahun 2011 (q-to-q).

Lebih terperinci

SURVEI PENJUALAN ECERAN

SURVEI PENJUALAN ECERAN SURVEI PENJUALAN ECERAN Januari Indeks riil penjualan eceran pada Januari dan ruari mengalami penurunan Harga dan suku bunga kredit diperkirakan relatif stabil Perkembangan Penjualan Eceran Indeks riil

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH No.12/02/33/Th.VII, 5 Februari 2013 PERTUMBUHAN PDRB JAWA TENGAH TAHUN 2012 MENCAPAI 6,3 PERSEN Besaran PDRB Jawa Tengah pada tahun 2012 atas dasar harga berlaku mencapai

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014 No.51/08/33/Th.VIII, 5 Agustus 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014 Perekonomian Jawa Tengah yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II tahun

Lebih terperinci

KREDIT/PEMBIAYAAN PERBANKAN BABEL TRIWULAN I 2008 TETAP EKSPANSIF

KREDIT/PEMBIAYAAN PERBANKAN BABEL TRIWULAN I 2008 TETAP EKSPANSIF Suplemen 4 KREDIT/PEMBIAYAAN PERBANKAN BABEL TRIWULAN I 2008 TETAP EKSPANSIF Hasil Survei Kredit Perbankan (SKP) di wilayah Bangka Belitung pada triwulan I 2008 menunjukkan proyeksi perkembangan kredit/pembiayaan

Lebih terperinci

KREDIT/PEMBIAYAAN PERBANKAN BABEL TRIWULAN III 2008 MASIH CUKUP EKSPANSIF

KREDIT/PEMBIAYAAN PERBANKAN BABEL TRIWULAN III 2008 MASIH CUKUP EKSPANSIF Suplemen 3 KREDIT/PEMBIAYAAN PERBANKAN BABEL TRIWULAN III 2008 MASIH CUKUP EKSPANSIF Hasil Survei Kredit Perbankan (SKP) di wilayah Bangka Belitung pada triwulan III 2008 menunjukkan proyeksi perkembangan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA No. 46 / VII / 16 Agustus 2004 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA INDONESIA TRIWULAN II TAHUN 2004 TUMBUH 0,86 PERSEN Indonesia pada triwulan II tahun 2004 meningkat sebesar 0,86 persen dibanding triwulan I

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU No. 19/05/14/Th.XI, 10 Mei PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU Ekonomi Riau Tanpa Migas y-on-y Triwulan I Tahun sebesar 5,93 persen Ekonomi Riau dengan migas pada triwulan I tahun mengalami kontraksi sebesar 1,19

Lebih terperinci

Boks Dampak Krisis Ekonomi Global terhadap Perbankan Kalsel

Boks Dampak Krisis Ekonomi Global terhadap Perbankan Kalsel Gejolak krisis ekonomi global mulai dirasakan dampaknya di Kalimantan Selatan. Tentu saja sektor perbankan juga tidak luput dari pengaruh krisis ini. Dalam rangka mengidentifikasi pengaruh krisis ekonomi

Lebih terperinci

KREDIT/PEMBIAYAAN PERBANKAN BABEL TRIWULAN II 2008 MAKIN EKSPANSIF

KREDIT/PEMBIAYAAN PERBANKAN BABEL TRIWULAN II 2008 MAKIN EKSPANSIF Suplemen 4 KREDIT/PEMBIAYAAN PERBANKAN BABEL TRIWULAN II 2008 MAKIN EKSPANSIF Hasil Survei Kredit Perbankan (SKP) di wilayah Bangka Belitung pada triwulan II 2008 menunjukkan proyeksi perkembangan kredit/pembiayaan

Lebih terperinci

Grafik 3. Pertumbuhan Per Jenis Kredit Konsumsi. Grafik 2. Perkembangan NPL Per Jenis Kredit (%) 3.0. (%, yoy)

Grafik 3. Pertumbuhan Per Jenis Kredit Konsumsi. Grafik 2. Perkembangan NPL Per Jenis Kredit (%) 3.0. (%, yoy) (%) 3.0 Grafik 2. Perkembangan NPL Per Jenis 2.7 2.6 2.5 2.5 2.6 2.0 1.6 1.5 1.5 1.0 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 2013 2014 Modal Kerja Investasi Konsumsi Sumber: Bank Indonesia (%, yoy) Grafik 3.

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO Triwulan I-9 Secara tahunan (yoy) perekonomian Indonesia triwulan I-9 tumbuh 4,37%, lebih rendah dari pertumbuhan triwulan sebelumnya (5,18%). Sementara secara triwulanan

Lebih terperinci

SURVEI PROYEKSI INDIKATOR MAKRO EKONOMI

SURVEI PROYEKSI INDIKATOR MAKRO EKONOMI SURVEI PROYEKSI INDIKATOR MAKRO EKONOMI Triwulan II 2017 Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2017 Diperkirakan Membaik Survei Proyeksi Indikator Makro Ekonomi (SPIME) Bank Indonesia periode triwulan II-2017 mengindikasikan

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH No.21/05/12/Th.VII, 7 Mei 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN I-2012 Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas pada triwulan I-2012 secara triwulanan (q-to-q) mencapai

Lebih terperinci

Pemerintah Kabupaten Bantul. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir TA 2007 Kabupaten Bantul

Pemerintah Kabupaten Bantul. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir TA 2007 Kabupaten Bantul Sumber: BPS Kabupaten Bantul. 5,93% 6,67% 18,53% 13,28% PDRB Tahun 2003 Kabupaten Bantul 8,16% 0,77% 25,15% 20,33% 1,18% 1. Pertanian 2. Pertambangan dan Penggalian 3. Industri Pengolahan 4. Listrik,

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2008

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2008 No.05/02/33/Th.III, 16 Februari 2009 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2008 PDRB Jawa Tengah triwulan IV/2008 menurun 3,7 persen dibandingkan dengan triwulan III/2007 (q-to-q), dan bila dibandingkan

Lebih terperinci

SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN

SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN Januari Penjualan riil pada Januari mengalami penurunan sebesar -6,0%. Hari raya Imlek diduga cukup mengurangi tekanan sehingga penurunan indeks penjualan riil tidak

Lebih terperinci

INDEKS TENDENSI KONSUMEN JAWA TENGAH TRIWULAN I-2014

INDEKS TENDENSI KONSUMEN JAWA TENGAH TRIWULAN I-2014 No.30/05/33/Th.VIII, 5 Mei 2014 INDEKS TENDENSI KONSUMEN JAWA TENGAH TRIWULAN I-2014 A. Penjelasan Umum Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan

Lebih terperinci

SURVEI PERBANKAN KONDISI TRIWULAN II I II III IV I II III IV I II III IV I II

SURVEI PERBANKAN KONDISI TRIWULAN II I II III IV I II III IV I II III IV I II SURVEI PERBANKAN Triwulan II-2008 Permintaan terhadap kredit baru pada triwulan II-2008 mengalami peningkatan dengan angka neto tertimbang 92,5%, lebih tinggi dibandingkan triwulan lalu (70,4%) Hanya sekitar

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA No. 41 / VI / 15 Agustus 2003 INDONESIA TRIWULAN II TAHUN 2003 TUMBUH 1,59 PERSEN! Indonesia pada triwulan II tahun 2003 meningkat sebesar 1,59 persen dibanding triwulan I

Lebih terperinci

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan indikator ekonomi makro yang dapat digunakan untuk melihat tingkat keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Majalengka

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2014 No. 68/11/33/Th.VIII, 5 November 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2014 Perekonomian Jawa Tengah yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan III tahun

Lebih terperinci

SURVEI PERSEPSI PASAR

SURVEI PERSEPSI PASAR 1 SURVEI PERSEPSI PASAR Triwulan III 2007 Kondisi ekonomi makro pada triwulan IV 2007 diperkirakan relatif sama dengan realisasi triwulan IV 2006. Kondisi ekonomi makro pada 2007 diperkirakan lebih baik

Lebih terperinci

BERITA RESMISTATISTIK

BERITA RESMISTATISTIK BERITA RESMISTATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT No. 72/11/52/Th. VII, 6 November-2013 PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT PADA TRIWULAN III-2013 PDRB Provinsi NTB pada triwulan III-2013 a. Dengan

Lebih terperinci

Produk Domestik Regional Bruto

Produk Domestik Regional Bruto Tabel 9.1 : PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2007 2010 (Rp. 000) 1. PERTANIAN 193.934.273 226.878.977 250.222.051 272176842 a. Tanaman bahan makanan 104.047.799 121.733.346 134.387.261

Lebih terperinci

SURVEI PENJUALAN ECERAN

SURVEI PENJUALAN ECERAN Februari 2015 SURVEI PENJUALAN ECERAN Survei Penjualan Eceran mengindikasikan bahwa secara tahunan penjualan eceran pada Februari 2015 mengalami akselerasi. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil

Lebih terperinci

No. Jenis Kredit Rincian Kredit

No. Jenis Kredit Rincian Kredit 1 No. Jenis Rincian Konsumsi c. Sektor Ekonomi* I-2015 II-2015 III-2015 IV-2015 Modal Kerja 9.4 63.7 59.2 42.8 Investasi 41.6 32.4 37.7 35.8 Konsumsi -4.3 75.4 28.9 45.7 KPR/KPA 13.3 55.7 9.0 36.6 Kendaraan

Lebih terperinci

Responden (%) Menurut Penggunaan. Kredit Konsumsi. c. Sektor Ekonomi* Golongan Debitur* Orientasi Penggunaan*

Responden (%) Menurut Penggunaan. Kredit Konsumsi. c. Sektor Ekonomi* Golongan Debitur* Orientasi Penggunaan* 1 No. Jenis Rincian Konsumsi c. Sektor Ekonomi* II-2013 IV-2013 I-2014 II-2014 III-2014 Modal Kerja 70.5 76.1 23.1 90.0 73.2 Investasi 82.0 45.7 26.8 70.4 33.9 Konsumsi 31.8 14.6-4.3 10.8 10.2 KPR/KPA

Lebih terperinci

No. Jenis Kredit Rincian Kredit

No. Jenis Kredit Rincian Kredit 1 No. Jenis Rincian Konsumsi c. Sektor Ekonomi* II-2013 III-2013 IV-2013 I-2014 Modal Kerja 70.5 80.9 76.1 23.1 Investasi 82.0 58.5 45.7 26.8 Konsumsi 31.8 25.0 14.6-4.3 KPR/KPA 34.2 14.1-14.4-17.9 Kendaraan

Lebih terperinci

Orientasi Penggunaan* Kredit Lainnya Total

Orientasi Penggunaan* Kredit Lainnya Total 1 No. Jenis Rincian Konsumsi Sektor Ekonomi* Periode III-2013 IV-2013 I-2014 II-2014 Modal Kerja 80.9 76.1 23.1 90.0 Investasi 58.5 45.7 26.8 70.4 Konsumsi 25.0 14.6-4.3 10.8 KPR/KPA 14.1-14.4-17.9 14.5

Lebih terperinci

Grafik 1. Permintaan Kredit Baru (SBT, %)

Grafik 1. Permintaan Kredit Baru (SBT, %) Grafik 1. Permintaan Kredit Baru (SBT, %) 1 (Miliar Rp) Grafik 2. Realisasi Penyaluran Kredit Januari-November 2013 250,000 200,000 150,000 100,000 50,000 0 KPR/KPA KKB-Mobil KKB-Sepeda Motor KTA + Multiguna

Lebih terperinci

Menurut Penggunaan. Kredit Konsumsi. Sektor Ekonomi*

Menurut Penggunaan. Kredit Konsumsi. Sektor Ekonomi* 1 Jenis Konsumsi Sektor Ekonomi* Periode IV-2015 I-2016 II-2016 III-2016 Modal Kerja 42.8 26.7 59.4 54.5 Investasi 35.8 45.4 55.3 68.0 Konsumsi 45.7 11.8 36.1 26.8 KPR/KPA 36.6 14.8 46.3 34.2 Kendaraan

Lebih terperinci

No. Jenis Kredit Rincian Kredit

No. Jenis Kredit Rincian Kredit 1 No. Jenis Rincian III-2014 IV-2014 I-2015 II-2015 Modal Kerja 73.2 72.6 9.4 63.7 Investasi 33.9 47.5 41.6 32.4 Konsumsi 10.2 3.8-4.3 75.4 KPR/KPA 5.2-4.3 13.3 55.7 Kendaraan Bermotor 0.5-1.7-3.2-9.0

Lebih terperinci

Responden (%) Menurut Penggunaan. Kredit Konsumsi. c. Sektor Ekonomi* Golongan Debitur* Orientasi Penggunaan*

Responden (%) Menurut Penggunaan. Kredit Konsumsi. c. Sektor Ekonomi* Golongan Debitur* Orientasi Penggunaan* 1 No. Jenis Rincian Konsumsi c. Sektor Ekonomi* Periode IV-2014 I-2015 II-2015 III-2015 Modal Kerja 72.6 9.4 63.7 59.2 Investasi 47.5 41.6 32.4 37.7 Konsumsi 3.8-4.3 75.4 28.9 KPR/KPA -4.3 13.3 55.7 9.0

Lebih terperinci

SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL

SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL Triwulan I - 1 Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan I-1 meningkat baik secara triwulanan (,7%) maupun tahunan (,53%). Kenaikan harga yang terjadi sejalan dengan

Lebih terperinci

No. Jenis Kredit Rincian Kredit

No. Jenis Kredit Rincian Kredit 1 No. Jenis Rincian Konsumsi Periode II-2015 III-2015 IV-2015 I-2016 Modal Kerja 63.7 59.2 42.8 26.7 Investasi 32.4 37.7 35.8 45.4 Konsumsi 75.4 28.9 45.7 11.8 KPR/KPA 55.7 9.0 36.6 14.8 Kendaraan Bermotor

Lebih terperinci

PERPERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2001

PERPERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2001 No. 07/V/18 FEBRUARI 2002 PERPERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2001 PDB INDONESIA TAHUN 2001 TUMBUH 3,32 PERSEN PDB Indonesia tahun 2001 secara riil meningkat sebesar 3,32 persen dibandingkan tahun 2000. Hampir

Lebih terperinci

No. Jenis Kredit Rincian Kredit

No. Jenis Kredit Rincian Kredit 1 No. Jenis Kredit Rincian Kredit a. I-2013 II-2013 III-2013 IV-2013 Kredit Modal Kerja 33.7 70.5 80.9 76.1 Kredit Investasi 53.5 82.0 58.5 45.7 Kredit Konsumsi 6.9 31.8 25.0 14.6 KPR/KPA 24.1 34.2 14.1-14.4

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN II TAHUN No. 37/08/Th.XVII, 5 Agustus Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas pada triwulan II- secara triwulanan (q-to-q) mencapai 0,97

Lebih terperinci

SURVEI TENDENSI BISNIS

SURVEI TENDENSI BISNIS RAHASIA SURVEI TENDENSI BISNIS Sektor Persewaan dan Real Estate Triwulan II- 2013 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA BARAT Jl. Penghulu Mustapa No. 43, Bandung 40124 Telp. (022) 7272595, (022) 7272596,

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH No. 06/08/72/Th. XIV, 5 Agustus 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA TENGAH

BPS PROVINSI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No.24/05/33/Th.IV, 10 Mei 2010 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN I TAHUN 2010 PDRB Jawa Tengah pada triwulan I tahun 2010 meningkat sebesar 6,5 persen dibandingkan triwulan

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH No.51/11/Th.XVI, 6 November PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN III TAHUN Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas pada triwulan III- secara triwulanan (q-to-q) mencapai

Lebih terperinci

Bank Indonesia Yogyakarta mendukung pembangunan ekonomi tanpa meninggalkan budaya adiluhung yang ada.

Bank Indonesia Yogyakarta mendukung pembangunan ekonomi tanpa meninggalkan budaya adiluhung yang ada. ...Memberikan saran kepada pemerintah daerah mengenai kebijakan ekonomi daerah, yang didukung dengan penyediaan informasi berdasarkan hasil kajian yang akurat... Bank Indonesia Yogyakarta mendukung pembangunan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI MALUKU PERTUMBUHAN EKONOMI MALUKU PDRB MALUKU TRIWULAN IV TAHUN 2013 TUMBUH POSITIF SEBESAR 5,97 PERSEN

BPS PROVINSI MALUKU PERTUMBUHAN EKONOMI MALUKU PDRB MALUKU TRIWULAN IV TAHUN 2013 TUMBUH POSITIF SEBESAR 5,97 PERSEN BPS PROVINSI MALUKU No. 01/05/81/Th.XV, 05 Februari 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI MALUKU PDRB MALUKU TRIWULAN IV TAHUN 2013 TUMBUH POSITIF SEBESAR 5,97 PERSEN PDRB Maluku pada triwulan IV tahun 2013 bertumbuh

Lebih terperinci

(%, SBT) (%, qtq)

(%, SBT) (%, qtq) (%, SBT) (%, qtq) 98.1 39.2 5 85.6 83.4 73.7 78.8 77.9 75 66.7 62.6 25 56.9 24.9 52.9 22.6 5 12.7-15. 31.3-4. -5.2 25 13.7-14.5-25 -18.3 * perkiraan -32.2-5 I II III IV I II III IV I II III IV* SBT Pertumbuhan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2003

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2003 No. 12/VII/16 Februari 2004 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2003 PDB INDONESIA TAHUN 2003 TUMBUH 4,10 PERSEN! PDB Indonesia selama tahun 2003 meningkat sebesar 4,10 persen dibandingkan tahun 2002.

Lebih terperinci

Perkembangan Terakhir Sektor Industri Dan Inflasi KADIN INDONESIA

Perkembangan Terakhir Sektor Industri Dan Inflasi KADIN INDONESIA Perkembangan Terakhir Sektor Industri Dan Inflasi KADIN INDONESIA Mudrajad Kuncoro Juli 2008 Peranan Masing- Masing Cabang Industri Terhadap PDB Sektor Industri Tahun 1995-2008* No. Cabang Industri Persen

Lebih terperinci

Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional Triwulan II-2013

Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional Triwulan II-2013 Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional Triwulan II-2013 Asesmen Ekonomi Perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan II-2013 mengalami pelemahan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pada

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH No.47/11/11/Th.VI, 7 November 2011 PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN III-2011 Nilai PDRB Aceh atas dasar harga berlaku dengan migas pada triwulan III-2011 sebesar Rp

Lebih terperinci

SURVEI PERSEPSI PASAR

SURVEI PERSEPSI PASAR 1 SURVEI PERSEPSI PASAR Triwulan II - 2005 Kondisi ekonomi makro triwulan III-2005 diperkirakan membaik Kondisi ekonomi makro Indonesia 2005 diperkirakan lebih baik dibandingkan tahun 2004 Responden optimis

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU No. 21/05/14/Th.XII, 5 Mei PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU Ekonomi Riau Tanpa Migas Triwulan I Tahun mencapai 7,51 persen Ekonomi Riau termasuk migas pada triwulan I tahun, yang diukur dari kenaikan Produk Domestik

Lebih terperinci

SURVEI PERSEPSI PASAR

SURVEI PERSEPSI PASAR 1 SURVEI PERSEPSI PASAR Triwulan I 29 Perlambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-29 dan selama tahun 29 diperkirakan masih akan berlanjut sebagaimana kondisi perekonomian dunia yang belum menunjukkan

Lebih terperinci

Perkembangan Indikator Makro Usaha Kecil Menengah di Indonesia

Perkembangan Indikator Makro Usaha Kecil Menengah di Indonesia Perkembangan Indikator Makro Usaha Kecil Menengah di Indonesia Perekonomian Indonesia tahun 2004 yang diciptakan UKM berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp

Lebih terperinci

SURVEI PENJUALAN ECERAN

SURVEI PENJUALAN ECERAN SURVEI PENJUALAN ECERAN Juni Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks

Lebih terperinci