ANALISIS PENGARUH PORTOFOLIO SUMBER DANA TERHADAP PENDAPATAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk CABANG BOGOR DEWI SARTIKA

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS PENGARUH PORTOFOLIO SUMBER DANA TERHADAP PENDAPATAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk CABANG BOGOR DEWI SARTIKA"

Transkripsi

1 ANALISIS PENGARUH PORTOFOLIO SUMBER DANA TERHADAP PENDAPATAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk CABANG BOGOR DEWI SARTIKA Oleh ANNISA TIARA ISTRIASTUTI H DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

2 ABSTRAK Annisa Tiara Istriastuti. H Analisis Pengaruh Portofolio Sumber Dana Terhadap Pendapatan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Bogor Dewi Sartika. Di bawah bimbingan Farida Ratna Dewi. BRI Cabang Bogor Dewi Sartika berupaya untuk melakukan ekspansi kredit dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan yang nantinya juga akan berdampak pada peningkatan laba yang diperoleh. BRI Cabang Bogor Dewi Sartika mengelola beberapa sumber dana untuk memenuhi kebutuhan dananya tersebut, dimana setiap sumber dana memiliki kelebihan, kekurangan dan biaya yang juga dapat mempengaruhi pendapatan yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui komposisi sumber pendanaan yang dimiliki oleh BRI Cabang Bogor Dewi Sartika. (2) Menganalisis pengaruh portofolio sumber dana secara keseluruhan terhadap pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika. (3) Menganalisis pengaruh portofolio sumber dana secara parsial terhadap pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan, pencatatan dan wawancara langsung. Sementara itu, data sekunder yang diperoleh berupa data historis BRI Cabang Bogor Dewi Sartika, studi literatur dan laporan penelitian. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda, analisis trend dan analisis per komponen. Alat pengolah data yang digunakan adalah Minitab versi 14 dan Microsoft Excel Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika terdiri atas simpanan giro, tabungan dan deposito. Selama periode , sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika didominasi oleh simpanan giro dengan kontribusi rata-rata sebesar 35%. Selanjutnya sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika terdiri atas simpanan tabungan dengan kontribusi rata-rata sebesar 34% dan simpanan deposito dengan kontribusi rata-rata sebesar 31%. Ketiga produk simpanan yang dipasarkan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika tersebut masing-masing mengalami trend pertumbuhan yang meningkat dari tahun dasar (2005) pada periode Secara keseluruhan simpanan giro, tabungan dan deposito berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan. Simpanan giro memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,012. Pertumbuhan simpanan giro mencapai rata-rata 25,36% per tahun dan memberikan kontribusi terkecil rata-rata sebesar 15,65% terhadap total biaya bunga. Simpanan tabungan memberikan pengaruh paling besar terhadap pendapatan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,022. Simpanan tabungan tumbuh rata-rata 14,78% dengan kontribusi rata-rata sebesar 23,91% terhadap total biaya bunga. Pengaruh positif dan signifikan juga ditunjukkan simpanan deposito dengan nilai koefisien 0,007. Pertumbuhan simpanan deposito rata-rata sebesar 17,64% dan kontribusi rata-rata sebesar 60,44% terhadap total biaya bunga. Hal ini sesuai dengan karakteristik simpanan deposito yang memiliki biaya bunga paling tinggi dibandingkan simpanan lain.

3 ANALISIS PENGARUH PORTOFOLIO SUMBER DANA TERHADAP PENDAPATAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk CABANG BOGOR DEWI SARTIKA SKRIPSI Sebagai salah satu syarat dalam penyelesaian tugas akhir untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI Pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Oleh: ANNISA TIARA ISTRIASTUTI H INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN 2010

4 Judul Skripsi Nama NIM : Analisis Pengaruh Portofolio Sumber Dana Terhadap Pendapatan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Bogor Dewi Sartika : Annisa Tiara Istriastuti : H Menyetujui: Dosen Pembimbing, (Farida Ratna Dewi, SE, MM) NIP : Mengetahui: Ketua Departemen, (Dr. Ir. Jono M. Munandar, MSc) NIP : Tanggal Lulus :

5 RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Jakarta, 1 September 1988 sebagai putri sulung dari pasangan (Alm) Ir. Ferry Firmansyah dan Amellya Amran B. Ac. Penulis memasuki pendidikan formal pertamanya di TK Ritrika Patal Bekasi yang kemudian dilanjutkan ke SD Bani Saleh V Bekasi. Selepas lulus dari pendidikan dasar, penulis melanjutkan pendidikan menengah di SLTP Negeri 6 Bogor. Kemudian penulis kembali melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 5 Bogor dan masuk ke dalam Program Studi IPA pada tahun terakhir. Selama menjalankan pendidikan di bangku sekolah menengah pertama, penulis meraih prestasi sebagai Juara 1 Lomba Ketangkasan Baris Berbaris Tingkat SLTP Kota Bogor dan Juara Harapan 1 Lomba Cerdas Cermat Wawasan Lingkungan Hidup Tingkat SLTP di SMK Adi Sanggoro Bogor. Penulis diterima menjadi mahasiswa Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Mahasiswa IPB (USMI) pada tahun Selanjutnya di tahun kedua perkuliahan, penulis diterima sebagai salah satu mahasiswa Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Selama menjadi mahasiswa, penulis aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan kegiatan kepanitiaan. Pada tahun pertama, penulis bergabung menjadi anggota seni tari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lises Gentra Kaheman. Penulis juga aktif sebagai pengurus dalam Himpunan Profesi Centre of Management selama dua periode. Pada periode kepengurusan , penulis menjabat sebagai sekretaris Direktorat Public Relation. Kemudian pada periode kepengurusan selanjutnya, penulis menjabat sebagai sekretaris korporat. Selain itu, penulis juga meraih prestasi sebagai Juara 1 Lomba Tari Kontemporer dalam acara Magic yang diselenggarakan BEM KM IPB dan Finalis Duta Budaya FEM IPB pada tahun iv

6 KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, nikmat dan karunia-nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini berjudul Analisis Pengaruh Portofolio Sumber Dana Terhadap Pendapatan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Bogor Dewi Sartika. Perbankan memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia melalui fungsinya sebagai lembaga intermediasi keuangan. Penghimpunan dan penyaluran dana merupakan kegiatan utama yang dijalankan perbankan yang menjadi fokus utama bank dan membutuhkan strategi yang tepat sehingga bank dapat mengoptimalkan pendapatan yang akan diperoleh yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap laba. Upaya pencapaian tujuan bisnis dijalankan perbankan tanpa melupakan komitmennya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. Oleh karena itu diperlukan informasi yang berguna, salah satunya mengenai portofolio sumber dana dan pengaruhnya terhadap pendapatan yang dapat menjadi bahan masukan bagi perusahaan dalam merumuskan strategi penghimpunan dana yang tepat untuk masa mendatang. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada yang sempurna, begitu pun dengan skripsi ini yang tidak luput dari kesalahan. Penulis mengharapkan saran dan kritik untuk penyempurnaan skripsi ini selanjutnya. Semoga skripsi ini dapat menjadi salah satu bahan referensi bacaan dan dapat bermanfaat bagi banyak pihak. Bogor, Juni 2010 Penulis v

7 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan skripsi ini terutama kepada : 1. Ibu Farida Ratna Dewi, SE, MM sebagai dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis dalam proses penyusunan skripsi ini sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. 2. Ibu Wita Juwita Ermawati, STP, MM dan Bapak Nurhadi Wijaya, STP, MM sebagai dosen penguji dalam sidang skripsi ini. 3. Bapak Ngatari sebagai Pimpinan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika dan Bapak Tidar Riyadi sebagai Manajer Operasional BRI Cabang Bogor Dewi Sartika yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian dan menggali ilmu praktis di BRI Cabang Bogor Dewi Sartika. 4. Seluruh staf pengajar dan karyawan serta karyawati Departemen Manajemen, FEM, IPB. 5. Seluruh karyawan dan karyawati BRI Cabang Bogor Dewi Sartika yang telah membantu penulis dalam memperoleh data penelitian dan memberikan banyak informasi serta pengetahuan mengenai praktik kegiatan perbankan. 6. Ibunda tercinta Amellya Amran dan adik tersayang Mohammad Arya Wicaksana serta keluarga besar yang telah memberikan dukungan, motivasi dan doa yang tulus selama ini, terutama pada saat proses penyusunan skripsi ini. 7. Martullah Sobirin yang selalu menjadi teman berbagi dan memberikan motivasi kepada penulis selama ini. 8. Ayuningtyas Alamsyah dan Ega Ferganita yang telah mengajarkan arti persahabatan dan selalu memberikan semangat kepada penulis. Terimakasih telah menjadi sahabat terbaik penulis selama ini. 9. Thifa, Fifi, Eyii, Ojan, Ilham, Jihan, Afif, Tono, Esa dan Sofi yang telah memberikan dukungan kepada penulis dalam menyusun skripsi ini. vi

8 10. Teman-teman satu bimbingan, yaitu Ayuningtyas A, Dyah Ayu, Dwi Tya S, Cecilia L dan Alik Pradita yang telah memberikan banyak masukan dan bertukar pikiran mengenai skripsi ini. 11. Teman-teman Centre of Management Periode dan Teman-teman Manajemen 43 yang tidak mungkin dapat disebutkan satu persatu atas kebersamaan dan canda tawa selama ini. Bogor, Juni 2010 Penulis vii

9 DAFTAR ISI ABSTRAK RIWAYAT HIDUP... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... I. PENDAHULUAN II. III. IV. viii Halaman 1.1. Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Ruang Lingkup Penelitian... 6 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Bank Fungsi dan Usaha Bank Umum Sumber Dana Bank Alokasi Dana Bank Penyaluran Dana melalui Kredit Pengertian Kredit Tujuan dan Fungsi Kredit Risiko Penghimpunan Dana Bank Pendapatan Bank Hasil Penelitian Terdahulu METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Lokasi dan Waktu Penelitian Pengumpulan Data Pengolahan dan Analisis Data Analisis Korelasi Analisis Regresi Linier Berganda Analisis Trend Analisis Per Komponen HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Perusahaan iv v vi viii x xi xii

10 Sejarah Perusahaan Visi dan Misi Perusahaan Produk dan Jasa BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Sumber Dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Pertumbuhan Tiap Sumber Dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Penyaluran Dana Melalui Kredit Analisis Korelasi Analisis Komponen Utama Validasi Model Portofolio Sumber Dana Uji Normalitas Uji Multikolinearitas Uji Autokorelasi Uji Heteroskedastisitas Dampak Portofolio Sumber Dana Terhadap Pendapatan Dampak Perubahan Secara Keseluruhan (Uji F) Dampak Perubahan Secara Parsial (Uji t) Hasil Dampak Perubahan Secara Parsial Implikasi Manajerial KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ix

11 DAFTAR TABEL No Halaman 1. Perkembangan DPK dan Kredit Bank Umum di Indonesia Perkembangan DPK dan Kredit Bank Rakyat Indonesia Perkembangan DPK dan Kredit BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Kontribusi Produk Simpanan Terhadap Komposisi Sumber Dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Periode (%) Perbandingan Antara Kredit yang Disalurkan dengan Jumlah Dana yang Dihimpun Nilai Korelasi Antar Variabel Penyusun Portofolio Sumber Dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Nilai VIF dan P-value Dampak Portofolio Sumber Dana Terhadap Pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika x

12 DAFTAR GAMBAR No Halaman 1. Perkembangan DPK dan Kredit BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Periode Kerangka Pemikiran Penelitian Komposisi Sumber Dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Periode Grafik Trend Pertumbuhan Produk Giro, Tabungan dan Deposito BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Periode Grafik Trend Pertumbuhan Jumlah Dana dan Kredit BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Periode Akar Ciri dan Vektor Ciri Pada Analisis Komponen Utama Scree Plot Komponen Utama Hasil Analisis Regresi W 1 dan W 2 Terhadap Pendapatan Uji Normalitas Residual Pada Regresi Berganda Hasil Run Test Terhadap Residual Model Uji Heteroskedastisitas Pada Persamaan Regresi Berganda xi

13 DAFTAR LAMPIRAN No Halaman 1. Analisis Trend Terhadap Pemasaran Produk Simpanan (%) Uji Korelasi antara Pendapatan dan Giro, Tabungan dan Deposito Hasil Analisis Regresi antara Pendapatan dengan Giro, Tabungan dan Deposito Hasil Analisis Komponen Utama Pertumbuhan Produk Simpanan Per Tahun (%) Analisis Per Komponen Terhadap Biaya Bunga Produk Simpanan (%) Analisis Trend Terhadap Jumlah Dana dan Kredit (%) xii

14 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ekonomi suatu negara tidak lepas dari peran penting perbankan. Peranan penting perbankan dalam era pembangunan nasional adalah sebagai sumber permodalan dan perantara keuangan. Bank sebagai lembaga keuangan menjalankan fungsi utamanya sebagaimana yang dijelaskan dalam pengertian bank menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1998, yaitu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. Selain itu, perbankan menjalankan fungsi intermediasi tersebut dengan tujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan tercapainya stabilitas nasional. Kegiatan bank dalam menghimpun dana dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit dapat menggerakkan sektor riil. Kredit yang disalurkan ke dalam usaha-usaha produktif di berbagai sektor ekonomi, seperti pertambangan, pertanian, perindustrian, pengangkutan, perdagangan dan jasa-jasa lainnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat, yang nantinya juga akan berdampak pada meningkatnya pendapatan nasional. Kredit yang diberikan perbankan dapat mendorong masyarakat untuk menjalankan kegiatan usahanya dengan kepemilikan faktor-faktor produksi. Tidak hanya itu, sektor perbankan juga memperluas lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesempatan kerja sehingga dapat menyerap tenaga kerja di masyarakat. Kegiatan dalam pemberian jasa lalu lintas pembayaran juga dapat membantu dan memperlancar arus barang dan jasa dalam masyarakat. Begitu besarnya peranan perbankan dalam pembangunan dan perkembangan ekonomi, membuat bank amat dibutuhkan oleh masyarakat yang menyebabkan pengaturan gerak langkah perbankan sangat erat kaitannya

15 2 dengan kebijakan moneter pemerintah, dimana harus diselenggarakan secara teratur dan berencana, serta diarahkan bagi kesejahteraan masyarakat. Bank menjalankan kegiatan usahanya dengan menghimpun atau mendapatkan dana dengan cara menerima simpanan masyarakat maupun nasabah institusi dalam bentuk giro, tabungan dan deposito. Simpanan masyarakat yang juga disebut dana pihak ketiga tersebut menjadi sumber dana utama bagi bank disamping sumber dana yang berasal dari modal dan sumber-sumber dana lainnya. Selanjutnya dana yang berhasil dihimpun kemudian disalurkan dalam bentuk kredit atau bentuk penempatan lainnya seperti penempatan dana dalam bentuk surat-surat berharga maupun bentuk investasi lainnya. Penyaluran kredit merupakan kegiatan utama yang dilakukan oleh bank. Sebagian besar dana bank dialokasikan untuk penyaluran kredit yang mencapai 70% - 80% dari volume usaha bank (Siamat, 2005). Kegiatan usaha bank yang terfokus pada penyaluran kredit tidak lepas dari fungsi bank sebagai lembaga intermediasi keuangan dan mencari keuntungan, serta menjalankan komitmen untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Perkembangan jumlah kredit yang diberikan oleh bankbank umum di Indonesia mengalami trend menaik dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Tabel 1 menunjukkan perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan jumlah kredit Bank Umum di Indonesia sejak 2004 Triwulan IV Tabel 1. Perkembangan DPK dan Kredit Bank Umum di Indonesia Tahun Kredit DPK (milyar Rupiah) (milyar Rupiah) (Oktober) Sumber : Bank Indonesia, 2009, diolah.

16 3 Bank Rakyat Indonesia merupakan salah satu bank umum milik pemerintah terkemuka di Indonesia. Bank Rakyat Indonesia menjadi bank umum kedua dengan aset terbesar, yakni mencapai Rp miliar pada awal triwulan IV Bank Rakyat Indonesia juga berhasil menjadi salah satu bank yang mampu menghimpun dana pihak ketiga dengan jumlah dan pangsa DPK terbesar dibandingkan dengan bank-bank umum lainnya. Hal ini menunjukkan Bank Rakyat Indonesia memiliki posisi yang kuat dari seluruh bank umum di Indonesia. Berikut perkembangan dana pihak ketiga dan kredit Bank Rakyat Indonesia selama kurun waktu enam tahun terakhir. Tabel 2. Perkembangan DPK dan Kredit Bank Rakyat Indonesia Tahun Kredit Pangsa DPK Pangsa (milyar Rupiah) Kredit (%) (milyar Rupiah) DPK (%) (Oktober) Sumber : Bank Indonesia, 2009, diolah. Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor Dewi Sartika merupakan salah satu kantor cabang utama di Kota Bogor. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bogor Dewi Sartika melakukan kegiatan usaha, meliputi penghimpunan dana, penyaluran dana dalam bentuk kredit dan memberikan jasa layanan perbankan lainnya. BRI Cabang Bogor Dewi Sartika didirikan untuk memanfaatkan potensi ekonomi di Kota Bogor melalui pemasaran produk simpanan dan pinjaman kepada masyarakat dan nasabah institusi. Perkembangan dana pihak ketiga (DPK) dan kredit BRI Cabang Bogor Dewi Sartika periode dapat dilihat pada Gambar 1.

17

18 5 Selanjutnya BRI Cabang Bogor Dewi Sartika perlu menyusun portofolio sumber dana. Pentingnya penyusunan portofolio sumber dana bank dikarenakan tiap sumber dana mensyaratkan biaya yang harus dibayarkan dalam proses perolehannya dan nantinya akan berdampak terhadap pendapatan. Penyusunan portofolio sumber dana juga perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan tiap sumber dana agar dapat mencapai keadaan optimal sehingga akan berdampak pula pada pertumbuhan pendapatan yang positif Perumusan Masalah Dana merupakan hal yang sangat penting bagi bank dalam menjalankan seluruh kegiatan usahanya. Dana dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya yang berasal dari masyarakat yang disebut dengan dana pihak ketiga. Kemudian dana tersebut akan dialokasikan dalam bentuk kredit dan bentuk investasi lainnya. Kegiatan penghimpunan dana harus dilakukan dengan cara-cara yang seefektif mungkin agar dapat disalurkan sesuai dengan rencana bisnis yang telah ditentukan sebelumnya. Akan tetapi, kegiatan menghimpun dana tersebut bukan menjadi masalah yang mudah bagi BRI Cabang Bogor Dewi Sartika. Keadaan ini dikarenakan setiap sumber dana memiliki biaya dan risiko masing-masing. Disamping itu BRI Cabang Bogor Dewi Sartika harus terus menerus melakukan ekspansi kredit untuk meningkatkan laba. BRI Cabang Bogor Dewi Sartika dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan dana tersebut dengan menyusun komposisi sumber dana yang efisien agar dapat memperoleh pendapatan yang optimum sehingga nantinya akan berdampak pada laba. Berdasarkan uraian sebelumnya, maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut : 1. Bagaimana komposisi sumber pendanaan yang dimiliki oleh Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor Dewi Sartika? 2. Bagaimana pengaruh portofolio sumber dana secara keseluruhan terhadap pendapatan Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor Dewi Sartika?

19 6 3. Bagaimana pengaruh portofolio sumber dana secara parsial terhadap pendapatan Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor Dewi Sartika? 1.3. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan sebelumnya, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui komposisi sumber pendanaan yang dimiliki oleh Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor Dewi Sartika. 2. Menganalisis pengaruh portofolio sumber dana secara keseluruhan terhadap pendapatan Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor Dewi Sartika. 3. Menganalisis pengaruh portofolio sumber dana secara parsial terhadap pendapatan Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor Dewi Sartika Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan masukan, sebagai berikut : 1. Bagi perusahaan, dapat menjadi bahan masukan dalam melakukan strategi penghimpunan dana dengan menyusun portofolio sumber dana yang optimal sehingga akan berdampak pada pertumbuhan pendapatan. 2. Bagi penulis, dapat menjadi bahan pembelajaran dan pengalaman praktis dalam menganalisis permasalahan mengenai penghimpunan dana bank dari berbagai sumber dan pengalokasian dana tersebut yang tercermin dari kegiatan usaha yang dilakukan bank, serta memperluas wawasan penulis mengenai manajemen dana bank. 3. Bagi masyarakat luas, dapat menjadi salah satu bahan bacaan untuk menambah informasi dan wawasan mengenai kegiatan penghimpunan dana bank, serta untuk melakukan penelitian lanjutan yang juga berkaitan dengan kegiatan penghimpunan dana bank Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini difokuskan pada pengkajian portofolio sumber dana pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor Dewi Sartika periode karena hal tersebut menjadi sangat penting bagi bank dalam upaya

20 7 penyusunan struktur pendanaan yang optimal. Sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika berasal dari simpanan giro, tabungan dan deposito. Sementara itu, pendapatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pendapatan operasional yang diperoleh bank melalui berbagai kegiatan usaha yang dilakukannya dan sesuai dengan core business BRI Cabang Bogor Dewi Sartika. Adapun pendapatan operasional yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pendapatan yang diperoleh bank tidak termasuk pendapatan non operasional, meliputi pendapatan bunga, provisi dan komisi (termasuk pendapatan jasa atau fee based income), keuntungan transaksi valas dan derivatif dan pendapatan operasional lainnya. Pendapatan operasional merupakan variabel terikat yang dijadikan pembanding karena dana yang berhasil dihimpun tersebut, digunakan bank untuk melakukan kegiatan usahanya agar memperoleh pendapatan serta dapat meningkatkan laba. Tidak hanya itu, penghimpunan dana dari tiap sumber dana memiliki biaya yang berbeda-beda yang tercermin dari beban bunga yang dibayarkan oleh bank dan juga berpengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh bank. Penelitian ini tidak menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi kebijakan bank dalam upaya penghimpunan dana dari berbagai sumber dan kegiatan pengalokasian dana yang berhasil dihimpun tersebut secara lebih rinci.

21 8 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Bank Pengertian bank menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya, dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. Kasmir (2004) mendefinisikan bank secara lebih sederhana, yakni lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa bank lainnya. Sehubungan dengan fungsi bank dalam menghimpun dana, maka bank disebut juga sebagai lembaga kepercayaan sehingga seluruh kegiatannya banyak diatur oleh pemerintah. Pengaturan secara ketat oleh pemerintah sebagai pemegang otoritas moneter, dikarenakan bank dapat memengaruhi jumlah uang yang beredar yang menjadi salah satu sasaran pengaturan yang dilakukan pemerintah melalui berbagai kebijakan moneter (Siamat, 2005) Fungsi dan Usaha Bank Umum Menurut UU No. 10 Tahun 1998, bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Terkait dengan peran sebagai lembaga intermediasi keuangan, bank umum memberikan jasa-jasa keuangan kepada unit surplus maupun unit defisit. Siamat (2005) mengemukakan bahwa bank umum memiliki beberapa fungsi pokok sebagai berikut: 1. Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang lebih efisien dalam kegiatan ekonomi. 2. Menciptakan uang. 3. Menghimpun dana dan menyalurkannya kepada masyarakat. 4. Menawarkan jasa-jasa keuangan lain.

22 9 Adapun kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh bank umum menurut UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan adalah sebagai berikut (Siamat, 2005): 1. Menghimpun dana dari masyarakat. 2. Memberikan kredit. 3. Menerbitkan surat pengakuan hutang. 4. Membeli, menjual atau menjamin surat-surat atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya. Surat-surat berharga tersebut antara lain: a. Surat-surat wesel termasuk wesel yang diaksep oleh bank. b. Surat pengakuan hutang. c. Kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah. d. Sertifikat Bank Indonesia (SBI) e. Obligasi f. Surat dagang berjangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun. g. Instrumen surat berharga lain yang berjangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun. 5. Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabahnya. 6. Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel unjuk, cek, atau sarana lainnya. 7. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antara pihak ketiga. 8. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga. 9. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak (custodian). 10. Melakukan penempatan dana dari menambah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek. 11. Membeli melalui pelelangan agunan baik semua maupun sebagian dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada bank, dengan ketentuan agunan yang dibeli tersebut wajib dicairkan secepatnya.

23 Melakukan kegiatan anjak piutang (factoring), kartu kredit dan kegiatan wali amanat (trustee). 13. Menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil. 14. Melakukan kegiatan lain, misalnya kegiatan dalam valuta asing, melakukan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di bidang keuangan seperti sewa guna usaha, modal ventura, perusahaan efek dan asuransi, serta melakukan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit. 15. Kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang Sumber Dana Bank Menurut Kasmir (2004), sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana dari masyarakat. Bank dapat menghimpun dana dari masyarakat luas atau lembaga lainnya. Dana juga dapat diperoleh dari modal sendiri dengan cara mengeluarkan atau menjual saham dalam rangka untuk membiayai kegiatan operasinya. Perolehan dana harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan dari penggunaan dana itu sendiri, serta perlu mempertimbangkan biaya dari masing-masing sumber dana. Kebutuhan dana untuk kegiatan utama bank dipenuhi dari berbagai bentuk simpanan masyarakat maupun nasabah institusi. Sedangkan kebutuhan dana untuk melakukan investasi baru atau perluasan usaha dipenuhi dari modal bank itu sendiri. Hal inilah yang mendasari pentingnya pemilihan sumber dana yang tepat bagi bank. Adapun sumber dana bank dapat diperoleh sebagai berikut. 1. Dana yang berasal dari bank itu sendiri Perolehan dana dari sumber bank itu sendiri adalah dana yang diperoleh dari dalam bank. Perolehan dana ini biasanya digunakan apabila bank mengalami kesulitan untuk memperoleh dana dari luar. Adapun pencarian dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri atas: a. Setoran modal dari pemegang saham merupakan modal dari para pemegang saham lama atau pemegang saham baru. b. Cadangan laba merupakan laba yang setiap tahun dicadangkan oleh bank dan sementara waktu belum digunakan.

24 11 c. Laba bank yang belum dibagi merupakan laba tahun berjalan tapi belum dibagikan kepada para pemegang saham. 2. Dana yang berasal dari masyarakat luas Sumber dana ini merupakan sumber dana utama dan penting bagi bank untuk dikelola agar memperoleh keuntungan. Kemampuan bank dalam menghimpun dana dari sumber ini dapat juga dijadikan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Menurut UU No. 10 Tahun 1998, sumber dana yang berasal dari masyarakat luas terdiri atas: a. Simpanan giro Simpanan giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. Jenis rekening giro dapat berupa rekening atas nama perorangan, rekening atas nama suatu badan usaha atau lembaga dan rekening bersama atau gabungan. Sumber dana ini memerlukan biaya yang relatif lebih murah karena bunga yang dibayarkan bank kepada pemegang rekening giro umumnya lebih rendah dibandingkan dengan suku bunga tabungan maupun deposito. Akan tetapi sumber dana ini dapat dikategorikan sangat labil karena dapat ditarik sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada bank dan tidak memiliki waktu jatuh tempo. b. Simpanan tabungan Simpanan tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. Peran tabungan dalam komposisi sumber dana bank umumnya relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan giro atau deposito. c. Simpanan deposito Simpanan deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah

25 12 penyimpan dengan bank. Sumber dana yang berasal dari simpanan deposito ini dapat dikategorikan sebagai sumber dana yang mahal karena bunga yang dibayarkan bank kepada deposan relatif lebih tinggi dibandingkan giro maupun tabungan. 3. Dana yang bersumber dari lembaga lain Dana yang diperoleh dari lembaga lain terdiri atas: a. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) merupakan kredit yang diberikan Bank Indonesia kepada bank-bank yang mengalami kesulitan likuiditasnya. b. Pinjaman antar bank (call money) yang umumnya diberikan kepada bank-bank yang mengalami kalah kliring di dalam lembaga kliring dan tidak mampu untuk membayar kekalahannya. c. Pinjaman dari bank-bank luar negeri, merupakan pinjaman yang diperoleh perbankan dari pihak luar negeri. d. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dalam hal ini pihak bank menerbitkan SBPU kemudian diperjualbelikan kepada pihak yang berminat, baik perusahaan keuangan maupun non-keuangan Alokasi Dana Bank Menurut Siamat (2005), penempatan atau alokasi dana mempunyai beberapa tujuan, yaitu: a. Untuk mencapai tingkat profitabilitas yang cukup b. Untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat dengan menjaga agar posisi likuiditas tetap aman. Dendawijaya (2005) mengemukakan bahwa alokasi dana bank didasarkan pada prioritas penggunaan dana terkait dengan ketentuan tentang cadangan dan sifat aktiva bank. Adapun uraian deskriptif tiap klasifikasi alokasi dana adalah sebagai berikut. 1. Prioritas penggunaan dana Alokasi dana bank berdasarkan prioritas terdiri atas dua, yaitu: a. Cadangan primer (primary reserve) Prioritas utama dalam alokasi dana adalah menempatkan dana untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia. Pembentukan

26 13 cadangan primer atau primary reserve dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan likuiditas wajib minimum, keperluan operasi bank, semua penarikan simpanan dan pencairan kredit dari nasabah. Disamping itu, cadangan primer juga digunakan untuk penyelesaian kliring antar bank dan kewajiban-kewajiban bank lainnya yang harus segera dibayar. Cadangan primer berupa dana dalam kas dan saldo rekening koran bank pada Bank Indonesia dan bank-bank lainnya, serta warkat-warkat dalam proses penagihan. b. Cadangan sekunder (secondary reserve) Prioritas kedua di dalam alokasi dana bank adalah penempatan danadana ke dalam aset likuid bukan kas yang dapat memberikan pendapatan kepada bank dan terdiri atas surat-surat berharga jangka pendek yang mudah diperjualbelikan, antara lain Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan surat berharga jangka pendek lainnya. Cadangan sekunder digunakan untuk berbagai kepentingan, yaitu memenuhi kebutuhan likuiditas yang bersifat jangka pendek seperti penarikan simpanan oleh nasabah dan pencairan kredit oleh nasabah deposan dalam jumlah besar, memenuhi kebutuhan likuiditas dan kebutuhan lainnya yang sebelumnya tidak diperkirakan, serta sebagai tambahan apabila cadangan primer tidak mencukupi. c. Kredit (Loan Portfolio) Prioritas ketiga di dalam alokasi dana bank adalah penyaluran kredit. Bank dapat menentukan besarnya volume kredit yang akan diberikan setelah bank mencukupi cadangan primer dan kebutuhan cadangan sekundernya. d. Portofolio Investment Prioritas terakhir di dalam alokasi dana bank adalah dengan mengalokasikan sejumlah dana tertentu pada investasi portofolio. Alokasi dana bank ke dalam kategori ini adalah dana sisa setelah penanaman dana dalam bentuk pinjaman (kredit) telah memenuhi kriteria atau target tertentu. Investasi ini berupa penanaman dalam

27 14 bentuk surat-surat berharga jangka panjang atau surat-surat berharga yang berlikuiditas tinggi. Investasi pada surat berharga ini bertujuan untuk memberikan tambahan pendapatan dan likuiditas bank. 2. Sifat aktiva Alokasi dana bank berdasarkan sifat aktiva adalah pengalokasian dana bank ke dalam bentuk-bentuk aktiva, baik aktiva yang dapat memberikan hasil (income) maupun aktiva yang tidak memberikan hasil. Adapun penggunaan dana berdasarkan sifat aktiva dapat dibedakan sebagai berikut. a. Aktiva produktif (Earning Assets) Aktiva produktif atau earning assets adalah semua aktiva dalam rupiah dan valuta asing yang dimiliki bank dengan maksud untuk memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya. Pengelolaan dana dalam aktiva produktif merupakan sumber pendapatan bank yang digunakan untuk membiayai keseluruhan biaya operasional bank, termasuk biaya bunga, biaya tenaga kerja dan biaya operasional lainnya. Komponen aktiva produktif terdiri atas kredit yang diberikan, penempatan dana pada bank lain, surat-surat berharga dan penyertaan modal. b. Aktiva tidak produktif (Non-earning Assets) Alokasi dana dalam aktiva tidak produktif atau non-earning assets adalah penanaman dana bank ke dalam aktiva yang tidak memberikan hasil bagi bank. Komponen dana dalam bentuk aktiva tidak produktif ini terdiri atas : (1) alat likuid, yakni aktiva yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas bank seperti kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank-bank lain dan warkat dalam proses penagihan; (2) aktiva tetap atau inventaris seperti tanah, gedung kantor, peralatan kantor, peralatan promosi dan lainlain.

28 Penyaluran Dana melalui Kredit Pengertian Kredit Siamat (2005) mengemukakan bahwa kegiatan bank terkonsentrasi dalam penyaluran kredit dikarenakan: (1) sifat usaha bank yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan; (2) penyaluran kredit memberikan spread yang pasti sehingga besarnya pendapatan dapat diperkirakan; (3) perbankan merupakan sektor usaha yang paling diatur dan dibatasi dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Pengertian kredit menurut UU No. 10 Tahun 1998 adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Menurut Kasmir (2004), kredit adalah memperoleh barang dengan membayar cicilan atau angsuran di kemudian hari atau memperoleh pinjaman uang yang pembayarannya dilakukan di kemudian hari dengan cicilan atau angsuran sesuai dengan perjanjian. Selanjutnya menurut Rivai dalam Rohaeni (2009), kredit adalah penyerahan barang, jasa atau uang dari satu pihak (kreditor atau pemberi pinjaman) atas dasar kepercayaan kepada pihak lain (nasabah atau borrower) dengan janji membayar dari penerima kredit kepada pemberi kredit pada tanggal yang telah disepakati kedua belah pihak Tujuan dan Fungsi Kredit Menurut Kasmir (2001), bank memiliki tujuan tertentu dalam pemberian suatu fasilitas yang tidak terlepas dari misi bank itu sendiri. Adapun tujuan utama pemberian suatu kredit antara lain: 1. Mencari keuntungan Bank memberikan fasilitas kredit dengan tujuan untuk memperoleh hasil dari pemberian kredit tersebut. Hasil tersebut terutama dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah.

29 16 2. Membantu usaha nasabah Tujuan lainnya adalah untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana, baik dana investasi maupun dana untuk modal kerja. Dengan dana tersebut, maka pihak debitur akan dapat mengembangkan dan memperluas usahanya. 3. Membantu pemerintah Bagi pemerintah semakin banyak kredit yang disalurkan oleh pihak perbankan maka semakin baik, mengingat semakin banyak kredit berarti adanya peningkatan pembangunan di berbagai sektor. Adapun keuntungan bagi pemerintah antara lain penerimaan pajak dari keuntungan yang diperoleh nasabah dan bank, membuka kesempatan kerja baru dengan adanya perluasan usaha, meningkatkan jumlah barang dan jasa, menghemat devisa negara untuk produk-produk yang sebelumnya diimpor dan meningkatkan devisa negara apabila produk dari kredit yang dibiayai untuk keperluan ekspor. Menurut Rivai dalam Rohaeni (2009), kredit memiliki fungsi di dalam perekonomian, perdagangan dan keuangan terdiri atas: a. Kredit dapat meningkatkan utility (daya guna) dari modal/uang. b. Kredit meningkatkan utility (daya guna) suatu barang. c. Kredit meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang. d. Kredit menimbulkan kegairahan berusaha masyarakat. e. Kredit sebagai alat stabilisasi ekonomi. f. Kredit sebagai jembatan untuk peningkatan pendapatan nasional. g. Kredit sebagai alat hubungan ekonomi internasional Risiko Penghimpunan Dana Bank Kegiatan menghimpun dana yang dilakukan oleh bank tidak terlepas dari berbagai risiko yang dihadapi. Risiko-risiko dalam memobilisasi dana dari masyarakat kepada perbankan dipengaruhi oleh jenis sumber dana yang diterima oleh bank. Tiap sumber dana memberikan dampak resiko yang berbeda-beda terhadap bank. Selain biaya, berbagai risiko ini harus menjadi

30 17 pertimbangan bank dalam menghimpun dana sehingga dapat memaksimalkan keuntungan atau nilai investasi pemilik bank. Menurut Siamat (2005), sumber-sumber dana bank memengaruhi risiko utama bank, antara lain: 1. Risiko likuiditas Risiko likuiditas yang berkaitan dengan sumber dana bank adalah adanya kemungkinan deposan atau debitur menarik dananya dari bank. Risiko penarikan dana tersebut berbeda antara masing-masing jenis sumber dana. Giro memiliki risiko likuiditas yang lebih tinggi karena sifatnya yang sangat labil dimana nasabah dapat menarik dananya kapan pun sehingga bank harus mampu memproyeksikan kebutuhan likuiditasnya untuk memenuhi permintaan penarikan dana tersebut. Sementara itu, deposito memiliki risiko likuiditas relatif lebih rendah karena bank dapat memproyeksikan kebutuhan likuiditasnya sesuai dengan jatuh tempo deposito tersebut. 2. Risiko tingkat bunga Risiko tingkat bunga yang dikaitkan dengan sumber dana bank sangat tergantung pada sensitivitas tingkat bunga dari aset yang dibiayai dengan dana tersebut. Bank harus mampu membandingkan sensitivitas tingkat bunga dari semua sumber dana dengan sensitivitas tingkat bunga yang dibiayai dengan dana tersebut. 3. Interaksi dengan risiko kredit Sumber dana pada dasarnya tidak memiliki pengaruh langsung atas risiko kredit. Akan tetapi sumber dana dapat berdampak tidak langsung, yakni biaya dana yang mahal dapat menjadi efek samping bagi kekhawatiran deposan mengenai kemampuan bank mengembalikan dananya pada saat ditarik atau jatuh tempo. Selain itu, apabila bank memiliki biaya dana yang tinggi, maka secara langsung akan meningkatkan risiko kreditnya dalam usahanya untuk mempertahankan marjin.

31 18 4. Interaksi dengan risiko modal Sumber dana bank memiliki dampak langsung terhadap risiko modal dan leverage bank. Biaya modal bank yang melebihi biaya simpanan dan pinjamannya disebabkan oleh besarnya ketidakpastian yang dikaitkan dengan return on equity, sehingga bank mungkin merendahkan biaya dananya dengan meningkatkan leveragenya Pendapatan Bank Menurut Dendawijaya (2005), pendapatan operasional bank terdiri atas semua pendapatan yang merupakan hasil langsung dari kegiatan usaha bank yang benar-benar telah diterima. Pendapatan operasional bank secara rinci adalah sebagai berikut. 1. Hasil bunga Merupakan pendapatan bunga, baik dari pinjaman yang diberikan maupun dari penanaman-penanaman yang dilakukan oleh bank, seperti giro, simpanan berjangka, obligasi dan surat pengakuan utang lainnya. 2. Provisi dan komisi Merupakan provisi dan komisi yang dipungut atau diterima oleh bank dari berbagai kegiatan yang dilakukan, seperti provisi kredit, provisi transfer, komisi pembelian atau penjualan efek-efek dan lain-lain. 3. Pendapatan valuta asing lainnya Merupakan keuntungan yang diperoleh bank dari berbagai transaksi devisa, misalnya selisih kurs pembelian atau penjualan valuta asing, selisih kurs karena konversi provisi, komisi dan bunga yang diterima dari bank-bank di luar negeri. 4. Pendapatan lainnya Merupakan pendapatan lain yang berasal dari hasil langsung yang diberikan kegiatan operasional bank yang tidak termasuk ke dalam rekening pendapatan yang telah dikemukakan sebelumnya seperti deviden yang diterima dari saham yang dimiliki.

32 Hasil Penelitian Terdahulu Penelitian sebelumnya yang terkait dan mendukung penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Putra (2008), Rohaeni (2009) dan Rismayanti (2009) pada jurusan Manajemen. Penelitian Putra (2008) menganalisis portofolio sumber dana sebagai instrumen optimalisasi budgeting dan pengambilan strategi pada PT Bank Lampung KCP Antasari. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa: (a) Sumber dana bank terdiri atas simpanan dana pihak ketiga (DPK) dan transfer dana dari kantor cabang utama. Pada periode , dana transfer antar kantor memberikan kontribusi terbesar terhadap portofolio sumber dana, selanjutnya diikuti dengan simpanan tabungan, deposito berjangka dan giro swasta; (b) Portofolio sumber dana PT Bank Lampung KCP Antasari secara keseluruhan berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan. Secara parsial, seluruh sumber dana yang berasal dari simpanan masyarakat memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan bank, akan tetapi sumber dana yang berasal dari transfer antar kantor berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan bank. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan tiap sumber dana dan biaya berupa bunga yang harus dibayarkan oleh bank kepada nasabah; (c) Model regresi portofolio sumber dana dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pengelolaan aset dan biaya operasional kantor serta kebijakan pemasaran produk-produk penghimpun DPK. Rohaeni (2009) melakukan penelitian di PT Bank X, Tbk yang berlokasi di Jakarta. Penelitiannya bertujuan untuk menganalisis komposisi dana pihak ketiga (giro, tabungan, deposito), menganalisis perkembangan dana pihak ketiga, kredit bermasalah dan laba, dan menganalisis pengaruh dana pihak ketiga dan kredit bermasalah terhadap laba. Dalam penelitian ini data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif, analisis korelasi pearson product moment dan analisis regresi berganda, serta diolah menggunakan minitab 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi dana pihak ketiga PT Bank X selama periode didominasi oleh deposito dengan kontribusi terbesar terhadap total dana pihak ketiga.

33 20 Selanjutnya perkembangan dana pihak ketiga, NPL dan laba mengalami fluktuasi selama periode dimana pada tahun 1999 PT Bank X memperoleh dana pihak ketiga dengan jumlah terendah, tingkat NPL yang tertinggi dan kerugian yang terbesar. Penelitian ini juga membuktikan bahwa secara keseluruhan dana pihak ketiga berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba, sementara kredit bermasalah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap laba. Sedangkan secara parsial dana pihak ketiga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap laba dan kredit bermasalah berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap laba. Penelitian yang dilakukan Rismayanti (2009), menganalisis portofolio kredit (produktif dan konsumtif) dan pengaruhnya terhadap laba pada PT Bank X, Tbk periode Data dianalisis menggunakan metode analisis korelasi, analisis regresi berganda termasuk uji asumsi klasik model regresi berganda, analisis trend dan analisis per komponen, yang kemudian diolah dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel 2007 dan Minitab versi 14. Berdasarkan hasil analisis trend, jika dilihat dari tahun dasar pertumbuhan pendapatan bunga kredit modal kerja dan kredit konsumsi bernilai negatif selama kurun waktu tiga tahun hingga 2001 sedangkan kredit investasi bernilai negatif selama lima tahun hingga Secara keseluruhan kredit konsumsi dan kredit modal kerja mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Sedangkan kredit investasi mengalami keadaan yang berfluktuasi. Hasil penelitian ini membuktikan secara keseluruhan perubahan portofolio kredit, pendapatan lain-lain dan total biaya berpengaruh secara signifikan terhadap laba. Secara parsial pendapatan bunga kredit modal kerja, pendapatan bunga kredit investasi, pendapatan bunga kredit konsumsi dan pendapatan lain-lain berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap laba. Sedangkan total biaya berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap laba. Penelitian ini pada dasarnya memiliki kesamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putra (2008), perbedaannya terletak pada objek penelitian yang digunakan dalam periode yang berbeda pula, yakni penelitian ini terbatas pada menganalisis pengaruh portofolio sumber dana

34 21 terhadap pendapatan pada salah satu bank umum milik pemerintah. Selanjutnya persamaan penelitian ini juga ditemukan pada penelitian Rohaeni (2009) dan Rismayanti (2009). Penelitian Rismayanti menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh portofolio kredit (produktif dan konsumtif) terhadap laba, sementara penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh portofolio sumber dana terhadap pendapatan. Analisis per komponen dan analisis trend digunakan untuk mengetahui kontribusi dan pertumbuhan tiap sumber dana pada bank. Seperti halnya analisis per komponen dan analisis trend yang digunakan oleh Rismayanti untuk melihat pertumbuhan pendapatan bunga dari tiap jenis kredit.

35 22 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Penelitian Bank merupakan lembaga keuangan yang memiliki fungsi sebagai penghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit maupun investasi lainnya. Bank dalam menjalankan fungsi dan usahanya, melakukan berbagai penawaran produk dan jasa, salah satunya adalah penyaluran kredit. Pemberian fasilitas kredit yang semakin meningkat mensyaratkan kebutuhan dana yang tinggi pula. Bank memenuhi kebutuhan dana tersebut dengan cara menghimpun dana dari berbagai sumber. Setiap sumber dana memiliki manfaat dan biaya, serta risiko yang berbeda. BRI Cabang Bogor Dewi Sartika merupakan pengembangan bisnis dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Kota Bogor. BRI Cabang Bogor Dewi Sartika perlu menetapkan strategi pengelolaan dana agar mampu menghimpun dana dengan biaya yang relatif murah untuk kemudian dialokasikan melalui produk dan jasa yang ditawarkan sehingga menghasilkan pendapatan bagi bank. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh portofolio sumber dana terhadap pendapatan operasional bank. Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara portofolio sumber dana terhadap pendapatan operasional. Regresi berganda digunakan untuk melihat pengaruh portofolio sumber dana secara keseluruhan dan parsial terhadap pendapatan operasional bank. Variabelvariabel yang digunakan dalam analisis regresi terdiri atas variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendapatan operasional bank, sedangkan variabel independen yang digunakan adalah sumber dana bank yang terdiri atas giro, tabungan dan deposito. Analisis per komponen dan analisis trend digunakan untuk mengetahui kontribusi dan pertumbuhan tiap sumber dana pada bank. Hasil dari analisis ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mengoptimalkan portofolio sumber dana sehingga akan berdampak pada

36 23 pertumbuhan pendapatan yang positif. Kerangka pemikiran dari penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 2. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Bogor Dewi Sartika Fungsi Intermediasi Penghimpun Dana Penyalur Dana Melakukan Kegiatan Usaha dengan Penawaran Produk dan Jasa Bank Variabel Independen Portofolio Sumber Dana : Simpanan Giro Simpanan Tabungan Simpanan Deposito Variabel Dependen Pendapatan Operasional Analisis Regresi Berganda - Uji Normalitas - Uji Multikolinearitas - Uji Autokorelasi - Uji Heteroskedastisitas - Uji F - Uji t Analisis Trend Analisis per Komponen Pengaruh Portofolio Sumber Dana Terhadap Pendapatan Gambar 2. Kerangka Pemikiran Penelitian

37 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Bogor Dewi Sartika yang berlokasi di Jl. Dewi Sartika No. 6 Bogor. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja atau purposive. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga April Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan untuk kemudian diolah dan dianalisis dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data sekunder merupakan data yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan, baik oleh pihak pengumpul data atau oleh pihak lain misalnya dalam bentuk tabel, diagram dan lain-lain (Juanda, 2003). Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui pengamatan, pencatatan dan wawancara langsung. Sedangkan data sekunder yang diperoleh berupa data historis BRI Cabang Bogor Dewi Sartika, studi literatur dan laporan penelitian. 3.4 Pengolahan dan Analisis Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini, kemudian diolah dan dianalisis dengan metode statistik, yaitu menggunakan analisis korelasi, analisis regresi berganda, analisis trend dan analisis per komponen. Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara portofolio sumber dana terhadap pendapatan operasional. Regresi berganda digunakan untuk menganalisis pengaruh portofolio sumber dana secara keseluruhan dan parsial terhadap pendapatan operasional bank. Analisis per komponen digunakan untuk mengetahui kontribusi tiap sumber dana dan pengaruhnya terhadap pendapatan operasional. Analisis trend digunakan untuk melihat pertumbuhan tiap sumber dana pada bank apakah mengalami trend kenaikan atau penurunan. Adapun perangkat lunak komputer yang akan digunakan untuk mengolah dan menganalisis data adalah Microsoft Excel 2007 dan Minitab versi Analisis Korelasi Analisis korelasi adalah analisis untuk mengukur tingkat keeratan hubungan antar dua peubah. Nilai korelasi berkisar antara -1

38 25 sampai dengan +1. Nilai korelasi negatif berarti hubungan antara dua peubah adalah negatif. Artinya apabila salah satu peubah menurun maka peubah lainnya akan meningkat. Sebaliknya nilai korelasi positif berarti hubungan antara dua peubah adalah positif. Suatu hubungan dikatakan berkorelasi kuat apabila semakin mendekati +1 atau -1. Sebaliknya suatu hubungan dikatakan lemah apabila semakin mendekati nol. ρ merupakan nilai korelasi antar peubah yang diteliti. Hipotesis untuk menguji korelasi adalah : H 0 : ρ = 0 Hipotesis ini berarti tidak ada korelasi antara peubah yang diteliti. H 1 : ρ 0 Hipotesis ini berarti ada korelasi antara dua peubah yang diteliti. Daerah penolakan H 0 adalah p-value < α, sedangkan daerah penolakan untuk H 1 adalah p-value > α (Iriawan dan Astuti, 2006) Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh suatu variabel bebas (independen) terhadap variabel tergantung (dependen). Selanjutnya, koefisien regresi yang diperoleh dari persamaan regresi dapat digunakan untuk mengetahui kekuatan hubungan variabel independen dan variabel dependen yang diukur. Regresi berganda adalah suatu alat analisis dalam ilmu statistik yang digunakan untuk mengukur hubungan matematis dua variabel. Menurut Mattjik dan Sumertajaya (2002), regresi berganda merupakan analisis yang berkaitan dengan permodelan pengaruh peubah bebas X terhadap peubah tak bebas Y melalui suatu persamaan. Model regresi berganda dapat dilihat pada persamaan di bawah ini : Y = β 0 +β 1 X 1 +β 2 X 2 + β 3 X 3 +e... (1) Keterangan : Y : Variabel dependen (pendapatan operasional BRI Cabang Bogor Dewi Sartika) β 0 : Konstanta

39 26 β 1 : Koefisien regresi peubah X 1 β 2 : Koefisien regresi peubah X 2 β 3 : Koefisien regresi peubah X 3 X 1 X 2 X 3 e : Simpanan giro : Simpanan tabungan : Simpanan deposito : Tingkat kesalahan Terdapat beberapa asumsi yang harus dipenuhi pada analisis regresi. Oleh karena itu diperlukan pengujian asumsi klasik pada model regresi berganda yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas. a. Uji Normalitas Uji normalitas merupakan uji yang dilakukan untuk menguji data variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) pada persamaan regresi yang dihasilkan, apakah berdistribusi normal atau tidak. Persamaan regresi dikatakan baik jika mempunyai data variabel bebas dan data variabel terikat berdistribusi mendekati normal atau normal sama sekali (Sunyoto, 2009). Iriawan dan Astuti (2006) menjelaskan bahwa ketika data telah berdistribusi normal, maka data tersebut dapat diolah menggunakan statistik parametik seperti model regresi berganda, yang digunakan pada penelitian ini. Uji normalitas dapat dilihat dengan melihat nilai statistik Kolmogorov-Smirnov (KS) pada uji normalitas residual. Adapun pendekatan yang digunakan untuk mendapatkan nilai tabel KS untuk α sebesar 0,05 (uji dua arah) dengan jumlah pengamatan diatas 40 adalah sebagai berikut: Nilai KS tabel = 1,36 n (2) Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai tabel KS untuk α sebesar 0,05 dengan jumlah pengamatan 60 dalam penelitian ini adalah 0,176. Jika nilai statistik KS lebih kecil dibanding nilai tabel KS dan nilai p-value lebih besar dari α, maka asumsi

40 27 kenormalan terpenuhi sehingga model regresi yang telah dibuat dapat digunakan. b. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas diterapkan untuk analisis regresi berganda yang terdiri atas dua atau lebih variabel bebas atau independen di mana akan diukur tingkat asosiasi atau keeratan hubungan antar variabel bebas tersebut melalui besaran koefisien korelasi (Sunyoto, 2009). Arief (2006) menjelaskan bahwa adanya multikolinearitas diantara variabel-variabel bebas akan menyebabkan koefisien regresi masing-masing variabel bebas ini secara statistik tidak signifikan dan tanda koefisien regresi mengandung tanda yang berlawanan dengan yang diramalkan secara teoritis. Hal ini dapat dijadikan indikator dalam mendeteksi adanya multikolinearitas dalam model. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan melihat nilai variance inflation factor atau (VIF). Jika masing-masing peubah bebas memiliki nilai VIF lebih dari 5, maka model regresi memiliki multikolinearitas sehingga menjadi tidak valid (Iriawan dan Astuti, 2006). c. Uji Autokorelasi Menurut Arief (2006) penaksiran model regresi linear memiliki asumsi bahwa tidak terdapat korelasi serial atau autokorelasi. Autokorelasi atau korelasi serial kemungkinan terjadi pada data time series. Model regresi yang baik tidak memperkenankan terjadinya autokorelasi. Jika autokorelasi terjadi maka pengujian hipotesis dalam uji F dan uji t menjadi tidak valid dan jika diterapkan akan memberikan kesimpulan yang menyesatkan pada tingkat signifikansi dan koefisien regresi yang ditaksir. Uji autokorelasi dengan perangkat lunak minitab melalui Run test residual. Jika hasil perhitungan didapatkan p- value lebih besar dari α, menunjukkan tidak adanya autokorelasi.

41 28 d. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas perlu dilakukan dalam persamaan regresi berganda untuk menguji apakah sama atau tidak varians dari residual dari observasi yang satu dengan observasi yang lain. Jika residualnya mempunyai varians yang sama, disebut terjadi homoskedastisitas. Sedangkan jika variansnya berbeda, disebut heteroskedastisitas (Sunyoto, 2009). Untuk melihat apakah pada model regresi terdapat heteroskedastisitas dilihat dari sebaran titik-titik yang tersebar pada output perhitungan dengan perangkat lunak minitab. Sebaran titik-titik yang tidak membentuk pola tertentu namun tersebar di atas dan di bawah nol menunjukkan bahwa model regresi tidak mengalami masalah heteroskedastisitas (Iriawan dan Astuti, 2006). e. Uji F Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua peubah bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap peubah tidak bebas (Kuncoro, 2003). Langkah-langkah uji statistik F adalah sebagai berikut : 1. Merumuskan Hipotesis a. H 0 : β i = 0, i = 1,2,3 Hipotesis (H 0 ) yang hendak diuji adalah apakah semua parameter dalam model sama dengan nol. Artinya, semua variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. b. H 1 : = 0, j= 1,2,3 Hipotesis alternatifnya (H 1 ), tidak semua parameter secara simultan sama dengan nol. Artinya, paling sedikit terdapat satu variabel independen merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. 2. Menentukan F tabel a. F α (k-1, n-k)

42 29 b. Taraf nyata (α) = 0,05 ; yaitu tingkat kesalahan yang masih dapat ditolerir c. Derajat bebas pembilang = k-1 = 3-1 = 2 d. Derajat bebas penyebut = n-k = 60-3 = 57 Dengan demikian F tabel sebesar F 0,05(2,57) F 0,05(2,60) = 3, Menentukan F hitung yang diperoleh dari hasil regresi melalui program Minitab. 4. Membandingkan F hitung dengan F tabel. a. Jika statistik F hitung > statistik tabel (F tabel) atau F hitung < -F tabel maka H 0 ditolak dan H 1 diterima. b. Jika -F tabel < statistik hitung (angka F output) < statistik tabel (F tabel) maka H 0 diterima dan H 1 ditolak. Kelayakan model regresi yang telah dibuat juga dapat dilihat pada hasil uji analysis of variance (ANOVA). ANOVA merupakan uji hipotesis kesesuaian model dengan data yang ada (Iriawan dan Astuti, 2006). Hipotesis yang digunakan sama dengan hipotesis uji F, dengan daerah penolakan p-value < α. f. Uji t Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu peubah bebas secara individual dalam menerangkan variasi peubah tidak bebas (Kuncoro, 2003). Langkah-langkah uji statistik t adalah : 1. Merumuskan Hipotesis a. H o : β 1 = 0 Hipotesis nol (H 0 ) yang hendak diuji adalah apakah suatu parameter (β 1 ) sama dengan nol. Artinya suatu variabel bebas bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. b. H 1 : β 1 0 Hipotesis alternatifnya (H 1 ), parameter suatu variabel tidak sama dengan nol. Artinya, variabel tersebut

43 30 merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. 2. Menentukan t-tabel a. Menentukan besarnya t-tabel : t (α/2,df) b. Taraf nyata (α) = 0,05; yaitu tingkat kesalahan yang masih dapat ditolerir. c. Derajat bebas (df) = n-k = 60-3 = 57 Dengan demikian t tabel sebesar t (α/2, df) = t (0,025, 57) t (0,025,60) = 2, Menentukan t hitung yang diperoleh dari hasil regresi melalui program Minitab. 4. Membandingkan t hitung dengan t tabel a. Jika statistik hitung (angka t output) > statistik tabel (t tabel) atau t hitung < -t tabel maka H 0 ditolak dan H 1 diterima. b. Jika -t tabel < statistik hitung (angka t output) < statistik tabel (t tabel) maka H 0 diterima dan H 1 ditolak. g. Analisis Komponen Utama Salah satu permasalahan dalam membuat permasalahan regresi berganda adalah adanya kendala multikolinearitas. Untuk mengatasi kendala multikolinearitas ada beberapa cara, antara lain regresi stepwise dan analisis komponen utama. Regresi stepwise akan menghasilkan persamaan regresi berganda dengan mengeliminasi peubah bebas yang dapat merusak model. Sedangkan metode analisis komponen utama dapat membuat model tanpa harus mengeliminasi peubah-peubah bebas (Iriawan dan Astuti, 2006). Analisis komponen utama memiliki beberapa tahap, yaitu : 1. Membentuk komponen utama Komponen utama yang terbentuk terdiri atas peubah-peubah bebas dalam persamaan yang akan dibentuk di mana sebelumnya peubah-peubah bebas dibakukan menjadi Z,

44 31 menentukan akar ciri dan vektor ciri. Komponen utama memiliki sebagian besar informasi yang dimiliki peubah bebas. Selain itu komponen utama yang terbentuk tidak memiliki korelasi satu sama lain. Komponen utama didapat dari hasil pengolahan data menggunakan perangkat lunak Minitab. 2. Menentukan banyaknya jumlah komponen utama Banyaknya komponen utama yang terbentuk adalah sebanyak jumlah peubah bebas yang dianalisis. Pada penelitian ini jumlah peubah bebas yang diteliti berjumlah tiga buah. Untuk menentukan banyaknya jumlah komponen utama yang digunakan dapat dengan melihat plot scree hasil keluaran perangkat lunak Minitab. Banyaknya komponen utama yang digunakan adalah pada titik perbatasan grafik yang curam dan melandai. Hal yang mendasarinya adalah pada titik tersebut selisih akar ciri yang berurutan sudah tidak besar lagi (Johnson dalam Rismayanti, 2009). 3. Meregresikan komponen utama Komponen utama yang digunakan kemudian diregresikan dengan peubah tidak bebas yang diteliti. Pada penelitian ini, peubah tidak bebas yang diteliti adalah pendapatan operasional yang diperoleh Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor Dewi Sartika. 4. Mentransformasi komponen utama dengan peubah bebas Setelah persamaan regresi komponen utama dan peubah tidak bebas terbentuk, langkah selanjutnya adalah mentransformasi komponen utama (W) dengan Z kemudian Z ditransformasi dengan peubah bebas (X). Hasil dari transformasi ini adalah persamaan regresi berganda antara peubah-peubah bebas (sumber dana bank meliputi simpanan giro, simpanan tabungan dan simpanan deposito) dan peubah bebas

45 32 (pendapatan operasional Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor Dewi Sartika) Analisis Trend Analisis trend dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan kegiatan usaha suatu bank, baik secara absolut maupun dalam bentuk relatif atas bagian kegiatan yang ada dengan kegiatan-kegiatan yang telah dicapai pada periode sebelumnya (Siska dalam Rismayanti, 2009). Cara yang ditempuh dalam analisis trend adalah dengan membandingkan laporan satu periode dengan periode lainnya dengan pendekatan indeks dasar tunggal. Dalam analisis trend dibutuhkan satu tahun yang dijadikan tahun dasar. Tahun dasar ini diperlukan sebagai dasar pertimbangan yang akan dibuat dalam bentuk persentase. Biasanya data atau laporan keuangan dari tahun yang paling awal dari deretan tahun-tahun laporan keuangan yang akan dianalisis, dianggap sebagai tahun dasar. Tiap pos dari laporan keuangan yang dijadikan tahun dasar diberi indeks 100. Kemudian pos-pos dari periode yang dianalisis dihubungkan dengan pos yang sama, yaitu tahun dasar. Pendekatan ini menginginkan hasil berupa tingkat perbandingan antar tahun pertama dengan tahun berikutnya yang akan dianalisis. Selanjutnya akan diketahui pula berapa besar perkembangan keuangan dari tahun dasar. Analisis trend dapat dirumuskan sebagai berikut: R xi = P xi x 100%...(3) P xo Keterangan: R xi = nilai persentase untuk tahun ke-i P xi = pos x dalam laporan keuangan yang akan dianalisis P xo = pos x dalam laporan keuangan sebagai tahun dasar Analisis Per Komponen Analisis per komponen merupakan alat analisis yang memberikan gambaran secara relatif atau persentase terhadap

46 33 komposisi masing-masing pos keuangan, sehingga manajemen bank dapat mengetahui dan memanfaatkan pos-pos mana yang dominan dalam rangka pencapaian tujuan bank. Secara teknis, analisis per komponen dilakukan secara vertikal dengan membandingkan pospos laporan keuangan dalam suatu periode yang sama. Analisis ini dapat memberikan gambaran tentang perubahan yang terjadi dalam masing-masing pos dari tahun ke tahun dalam hubungannya dengan kegiatan total. Selain itu dapat pula diketahui komposisi atau kontribusi dari masing-masing pos dalam suatu bentuk perbandingan terhadap kegiatan total (Rismayanti, 2009). Analisis persentase per komponen dapat dirumuskan sebagai berikut: R yi = P yi x 100%...(4) P yo Keterangan: R yi = nilai persentase pos yang dibandingkan P yi = pos y dalam laporan keuangan tahun ke-i P yo = pos dasar sebagai pembanding

47 34 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Perusahaan Sejarah Perusahaan Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Aria Wirjaatmadja dengan nama Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi yang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Adanya situasi perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah Perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 Tahun 1960 dibentuk Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 Tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan. Setelah berjalan selama satu bulan, kemudian keluar Penpres No. 17 Tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Ekspor Impor (Exim). Berdasarkan Undang-Undang No. 14 Tahun 1967 tentang Undang-Undang Pokok Perbankan dan Undang-Undang No. 13

48 35 Tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai bank sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rural dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua bank, yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-Undang No. 21 Tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum. Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-undang perbankan No. 7 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 Tahun 1992 status BRI berubah menjadi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang kepemilikannya masih 100% ditangan Pemerintah. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang didirikan sejak tahun 1895 didasarkan pada pelayanan masyarakat kecil sampai sekarang tetap konsisten, yaitu dengan fokus pemberian fasilitas kredit kepada golongan pengusaha kecil. Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat maka sampai saat ini Bank Rakyat Indonesia mempunyai unit kerja yang berjumlah buah, yang terdiri atas 1 kantor pusat BRI, 12 Kantor Wilayah, 12 Kantor Inspeksi/SPI, 170 Kantor Cabang (Dalam Negeri), 145 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Cabang Khusus, 1 New York Agency, 1 Caymand Island Agency, 1 Kantor Perwakilan Hongkong, 40 Kantor Kas Bayar, 6 Kantor Mobil Bank, 193 P. Point, BRI Unit dan 357 Pos Pelayanan Desa Visi dan Misi Perusahaan Visi Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah. Adapun misi dari BRI adalah: - Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi rakyat. - Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia

49 36 yang profesional dengan melaksanakan praktek good corporate governance. - Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihakpihak yang berkepentingan Produk dan Jasa BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Adapun produk dan jasa-jasa keuangan serta layanan yang ditawarkan oleh Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor Dewi Sartika, antara lain: a. Produk Simpanan Produk simpanan yang ditawarkan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika terdiri atas giro, tabungan dan deposito. Penjelasan lebih rinci mengenai masing-masing produk simpanan adalah sebagai berikut. - Giro BRI (GIROBRI) Giro BRI terdiri atas dua jenis, yakni Giro BRI Rupiah dan Giro BRI Valas. Giro BRI Rupiah merupakan simpanan pihak ketiga dalam mata uang Rupiah pada BRI, yang penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan menggunakan warkat cek atau bilyet giro, surat perintah penarikan lainnya atau pemindahbukuan (overbooking). Nasabah giro dapat berasal dari nasabah perorangan maupun non-perorangan, seperti badan usaha (CV/PT/PMA), yayasan dan institusi atau badan usaha lainnya. Sedangkan Giro BRI Valas merupakan simpanan pihak ketiga dalam valuta asing pada BRI yang setiap saat dapat diambil alih oleh pemegang rekening yang bersangkutan. Rekening Giro BRI Valas dibuka dalam mata uang US Dollar. Pembukaan rekening Giro BRI Valas dalam mata uang selain US Dollar, terbatas pada Euro, SGD dan Poundsterling, dimana terlebih dahulu harus disertakan surat izin untuk pembukaan rekening giro dengan mata uang tersebut. Untuk Giro BRI Valas tidak diperkenankan untuk

50 37 mengeluarkan cek dan bilyet giro. Penarikan Giro BRI valas dapat dilakukan dengan cara masuk ke rekening Rupiah atau diambil tunai dengan kurs beli devisa, ditransfer ke rekening di bank dengan dikenakan biaya transfer dan dibayar dengan bank notes atau TC dengan dikenakan biaya provisi. - Simpedes Simpedes merupakan simpanan pihak ketiga dalam mata uang Rupiah berupa tabungan. Pembukaan rekening Simpedes dapat dilakukan di BRI Kantor Cabang Khusus, Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan BRI Unit. Penarikan dan penyetoran dilakukan dengan bebas baik jumlah maupun frekuensinya. Simpedes juga merupakan produk tabungan yang memberikan kebebasan kepada nasabah dalam memilih untuk menggunakan kartu ATM atau tidak. Hal ini tergantung pada besarnya jumlah setoran awal saat pembukaan rekening Simpedes. - Britama Britama merupakan jenis produk atau tabungan lainnya yang ditawarkan BRI kepada nasabah (pihak ketiga). Britama terdiri atas dua, yakni Britama Rupiah dan Britama Dollar. Britama Rupiah merupakan simpanan atau tabungan pihak ketiga dalam mata uang rupiah. Pembukaan rekening Britama Rupiah dapat dilakukan di BRI Kantor Cabang Khusus, Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan BRI Unit Brinets (terhubung secara on-line). Sedangkan Britama Dolar merupakan simpanan atau tabungan pihak ketiga dalam valuta asing yang terbatas hanya pada mata uang US Dolar. Nasabah Britama Dolar tidak diberikan buku tabungan, melainkan Kartu Britama Dollar yang digunakan sebagai identitas. Nasabah diberikan financial statement berupa cetakan rekening koran tiap bulannya sebagai bukti mutasi rekening Britama Dolar.

51 38 - Britama Junio Britama Junio merupakan produk tabungan yang ditawarkan BRI yang memiliki fasilitas khusus dan fitur menarik. Britama Junio diperuntukkan bagi para nasabah dalam memenuhi kebutuhan putra-putrinya. Selain itu, Britama Junio dapat dijadikan sarana untuk menunjukkan pentingnya kegiatan menabung pada anak. Adapun fasilitas yang dapat diperoleh dari tabungan Britama Junio ini, antara lain memperoleh kartu Britama Junio dengan gambar karakter menarik, fasilitas asuransi, bebas biaya administrasi, Real Time Online dan fasilitas E-banking BRI. - Tabungan Haji BRI Tabungan Haji BRI merupakan simpanan pihak ketiga dalam mata uang Rupiah yang diperuntukkan bagi perorangan dalam mempersiapkan BPIH. Pembukaan rekening Tabungan Haji BRI dapat dilakukan di BRI Kantor Cabang Khusus, Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan BRI Unit. Penarikan dan penyetoran dilakukan dengan bebas baik jumlah maupun frekuensinya. - Deposito BRI (DEPOBRI) Deposito BRI merupakan salah satu produk simpanan berupa deposito yang ditawarkan BRI kepada nasabah. Deposito BRI dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Deposito BRI Rupiah dan Deposito BRI Valas. Deposito BRI Rupiah adalah simpanan berjangka dalam mata uang Rupiah yang dikeluarkan BRI dimana penarikannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu. Jangka waktu penarikan atau pencairan Deposito BRI adalah 1,2,3,6,12,18 dan 24 bulan. Nasabah Deposito BRI atau deposan adalah perorangan dan non-perorangan, seperti perusahaan, yayasan dan badan usaha lainnya kecuali bank. Pembayaran bunga kepada deposan dapat dilakukan secara tunai, overbooking rekening, transfer

52 39 atau kliring, kombinasi diantara ketiganya dan menambah pokok Deposito BRI pada saat perpanjangan (add-on). BRI juga memberikan fasilitas perpanjangan otomatis (automatic roll-over) tanpa perlu dibuatkan bilyet baru atau pun surat pemberitahuan. Sementara itu, pencairan dapat dilakukan secara tunai, overbooking dan transfer atau kliring. Pencairan yang dilakukan dalam jangka waktu lebih dari sebulan, deposan dikenakan penalty sebesar 25% dari bunga yang menjadi hak deposan dan bunga berjalan tidak dibayarkan. Sedangkan jika pencairan dilakukan dalam jangka waktu kurang dari sebulan, deposan dikenakan biaya administrasi pencairan dan bunga berjalan tidak dibayarkan. Deposito BRI Valas merupakan simpanan pihak ketiga berupa deposito dalam mata uang asing yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu penarikan Deposito BRI Valas sama dengan Deposito BRI Rupiah. Adapun mata uang asing yang dilayani pada Deposito BRI Valas adalah USD, SGD, Euro dan JPY. Pembukaan Deposito BRI dengan mata uang selain USD, calon deposan diharuskan mengajukan izin prinsip ke Divisi Treasury. Pada prinsipnya nasabah harus menyetorkan devisa kepada unit kerja BRI. Apabila penyetoran menggunakan Rupiah maka dikenakan kurs jual. Penyetoran dalam bentuk bank notes tidak dikenakan provisi dan penyetoran dengan menggunakan TC dan cek valas dengan currency yang sama harus menunggu penyelesaian. Sementara itu, penyetoran yang dilakukan dengan overbooking dari rekening lain dengan mata uang yang sama tidak dikenakan provisi. Sedangkan overbooking dari rekening valas yang berbeda, maka dikonversikan ke Rupiah baru kemudian ke Deposito BRI Valasnya. Pembayaran bunga kepada deposan dapat dilakukan secara tunai, overbooking, transfer dan add-on.

53 40 Pencairan dapat dilakukan dalam mata uang Deposito BRI Valas selama bank notes tersedia dan dapat dilakukan secara tunai, overbooking dan transfer atau kliring. Perpanjangan dilakukan secara otomatis tanpa penerbitan bilyet baru. - Deposit On Call Deposit On Call merupakan salah satu produk deposito yang menawarkan hasil investasi yang tinggi dengan suku bunga yang kompetitif dan bebas biaya administrasi. Pilihan mata uang untuk Deposit On Call dapat dalam mata uang Rupiah maupun USD. Pencairan Deposit On Call dan pembayaran bunga pada saat jatuh tempo dapat dilakukan dengan cara tunai, dipindahbukukan ke rekening lain di BRI dan ditransfer atau kliring ke rekening pada bank lain. b. Produk Investasi - Dana Pensiun Lembaga Keuangan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI merupakan lembaga keuangan yang didirikan oleh Bank BRI untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Program Pensiun Iuran Pasti atau Benefit Contribution Pension Plan, yaitu program pensiun yang menetapkan besarnya iuran karyawan dan perusahaan (pemberi kerja). Sedangkan benefit yang akan diterima karyawan dihitung berdasarkan akumulasi iuran ditambah dengan hasil pengembangan yang dibukukan atas nama masing-masing peserta. Fungsi struktur DPLK BRI berada di bawah Desk Investment Banking, Divisi Treasury BRI sehingga BRI Cabang Bogor Dewi Sartika hanya memasarkan produk ini. - Obligasi Ritel Indonesia (ORI) Obligasi Ritel Indonesia (ORI) merupakan surat berharga (surat utang) yang diterbitkan oleh Pemerintah, dimana setiap bank diberikan sejumlah ORI untuk ditawarkan kepada masyarakat. Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor Dewi

54 41 Sartika ditunjuk untuk memasarkan atau menawarkan ORI kepada masyarakat atau nasabah. ORI tidak selalu tersedia setiap saat untuk dipasarkan karena tergantung pada ketentuan penerbitan ORI oleh Pemerintah. Sampai dengan saat ini Pemerintah telah menerbitkan ORI 1,2,3,4,5 dan 6. - Sukuk Sama halnya dengan penawaran ORI, Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor Dewi Sartika memasarkan sukuk kepada masyarakat atau nasabah. Sampai dengan saat ini Pemerintah telah menerbitkan sukuk 1 dan 2. c. Produk Pinjaman Produk pinjaman yang ditawarkan oleh Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor Dewi Sartika terdiri atas pinjaman ritel, pinjaman bagi usaha mikro, kecil dan koperasi, serta pinjaman konsumer. Adapun produk-produk pinjaman yang ditawarkan adalah sebagai berikut. - Kredit BRIGuna Fasilitas kredit ini diberikan kepada nasabah yang merupakan pegawai berpenghasilan tetap di instansi swasta, nasional, BUMN, BUMD, TNI, Polri dan pensiunan atau jandanya selama instansi tersebut memiliki kerjasama dengan BRI. Kredit BRIGuna terdiri atas Kredit Pegawai Berpenghasilan Tetap dan Kredit Pensiun. BRI menawarkan ketentuan yang berbeda untuk masing-masing kredit tersebut yang disesuaikan dengan kondisi keuangan tiap golongan berpenghasilan tetap tertentu. Fasilitas kredit ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai keperluan sesuai kebutuhan produktif maupun konsumtif. - Kredit dengan Agunan Kas Fasilitas kredit ini diberikan oleh BRI kepada para pengusaha yang ingin menjaminkan surat-surat berharganya untuk dapat mencukupi besaran plafon kredit yang diajukan. Adapun

55 42 surat-surat berharga yang dapat dijaminkan tersebut, antara lain setoran kas (rekening simpanan di BRI) baik dalam Rupiah maupun Valas, deposito berjangka, sertifikat deposito dan jenis simpanan lainnya yang diterbitkan BRI, atau Sertifikat Bank Indonesia yang pembeliannya diageni oleh BRI. Maksimal jangka waktu pengembalian kredit adalah tiga tahun. - Kredit Modal Kerja (KMK) Kredit Modal Kerja (KMK) merupakan salah satu layanan BRI yang bertujuan untuk membiayai tambahan modal kerja, yakni piutang dan tambahan persediaan. BRI mampu dan bersedia melayani kebutuhan penambahan plafon kredit. Hal ini didasarkan pada makin berkembangnya usaha dan meningkatnya kebutuhan modal kerja para nasabah. Para nasabah disyaratkan untuk menyediakan dana sendiri minimum sebesar 30% dari total kebutuhan modal usaha. - Kredit Investasi Kredit Investasi merupakan salah satu produk pinjaman yang ditawarkan BRI bagi nasabah yang membutuhkan pembiayaan investasi awal yang hendak dilakukan para nasabah UMKM. BRI juga memberikan kredit investasi refinancing bagi pengusaha yang telah atau sedang menjalankan pembiayaan investasi namun memiliki hambatan dalam penyelesaian proyek investasi tersebut. - Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan produk pinjaman atau kredit yang diperuntukkan bagi usaha mikro, kecil dan koperasi. Tujuan dari Program Penjaminan Kedit ini adalah mempercepat pengembangan sektor riil dan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan koperasi, meningkatkan akses pembiayaan dan mengembangkan UMKM serta koperasi kepada lembaga keuangan, dalam rangka penanggulangan

56 43 atau pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja, serta memberikan kemudahan akses yang lebih besar lagi bagi para pelaku usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi yang telah feasible tetap belum bankable. - Kartu Kredit Kartu kredit BRI memiliki fitur-fitur menarik bagi para nasabahnya. Keuntungan yang dapat diperoleh nasabah pemegang kartu kredit BRI, antara lain diterima di seluruh dunia, bunga murah sepanjang waktu, pembayaran minimum, kemudahan pembayaran tagihan melalui ATM BRI, perlindungan asuransi, executive airport lounge, fasilitas kartu tambahan dan berbagai promo lainnya. - Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) ini merupakan salah satu layanan BRI yang diberikan kepada para nasabah dengan tujuan untuk pembelian, pembangunan, renovasi dan take over bangunan tempat tinggal. Adapun obyek pembiayaan dari kredit ini adalah rumah, ruko, rukan dan apartemen. - Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) Fasilitas kredit ini diberikan oleh BRI kepada para nasabah dengan tujuan untuk kepemilikan atau pembelian kendaraan bermotor. - Kredit Multi Guna (KMG) Kredit Multi Guna merupakan salah satu produk pinjaman BRI yang diberikan kepada nasabah dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat konsumtif, seperti untuk dana liburan, dana pendidikan, dana kesehatan dan dana lainnya. d. Jasa-jasa Bank Lainnya - Transfer (CN dan RTGS) - Kliring - Inkaso

57 44 - Transaksi Swift - BRIFast - Salary Crediting - Bank Garansi - Safe Deposit Box - Referensi Bank - Pembayaran Tagihan Melalui Autodebet - Electronic Banking (E-banking) 4.2. Sumber Dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika BRI Cabang Bogor Dewi Sartika melakukan fungsinya sebagai kantor cabang dengan melakukan kegiatan usaha perbankan, yakni menghimpun dana dari dan menyalurkannya kembali ke masyarakat maupun nasabah institusi. Dalam memaksimalkan fungsinya, BRI Cabang Bogor Dewi Sartika memasarkan produk penghimpun dana berupa simpanan (giro, tabungan, deposito) dan produk penyalur dana berupa kredit. Pada periode , BRI Cabang Bogor Dewi Sartika memiliki perkembangan bisnis yang baik. Hal ini dapat ditunjukkan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga dan kredit BRI Cabang Bogor Dewi Sartika selama kurun lima tahun terakhir tersebut. Perkembangan jumlah DPK yang dihimpun dan jumlah kredit yang disalurkan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Perkembangan DPK dan Kredit BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Tahun DPK (juta Rupiah) Kredit (juta Rupiah) Sumber : BRI Cabang Bogor Dewi Sartika, 2010, diolah.

58 45 Penyaluran kredit merupakan kegiatan utama yang dilakukan bank dalam rangka untuk memperoleh keuntungan. Keuntungan diperoleh dari hasil selisih antara bunga pinjaman dengan bunga simpanan yang diberikan bank kepada nasabah, serta setelah dikurangi dengan beban-beban yang timbul akibat kegiatan operasional yang dilakukan oleh bank. Bunga pinjaman merupakan pendapatan bunga yang diperoleh bank, sementara bunga simpanan menjadi beban bunga yang harus dibayar oleh bank dalam upayanya menghimpun dana dari berbagai sumber. Selama periode , jumlah kredit yang disalurkan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika mengalami peningkatan, meskipun peningkatannya sangat fluktuatif. Pada tahun 2006, jumlah kredit yang disalurkan meningkat sebesar 43,9% dari tahun Peningkatan juga terjadi pada tahun 2007, jumlah kredit yang disalurkan tumbuh 24,1% dari tahun sebelumnya. Perkembangan jumlah kredit yang sangat pesat terjadi pada tahun 2008 yang ditunjukkan dengan peningkatan yang signifikan sebesar 58,5% dibandingkan tahun Peningkatan jumlah kredit yang disalurkan terus terjadi sampai dengan tahun 2009, dimana kredit yang disalurkan mencapai Rp 496 Milyar pada tahun tersebut. Pertumbuhan kredit yang positif tiap tahunnya menunjukkan bahwa BRI Cabang Bogor Dewi Sartika berupaya untuk melakukan ekspansi kredit. Upaya ini tidak lepas dari kemampuan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika dalam menghimpun dana karena ekspansi kredit dapat dilakukan dengan dukungan jumlah dana yang memadai. BRI Cabang Bogor Dewi Sartika mengelola berbagai sumber dana untuk dapat memenuhi seluruh kebutuhan dananya. Sumber dana yang dikelola oleh BRI Cabang Bogor Dewi Sartika berasal dari simpanan giro, tabungan dan deposito. Sepanjang periode komposisi sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika mengalami perubahan. Pada tahun 2005, komposisi sumber dana didominasi oleh tabungan dengan kontribusi sebesar 36,27%. Hal ini dikarenakan besarnya kontribusi tabungan pada tahun 2005 ini menjadi kontribusi terbesar yang diberikan tabungan terhadap komposisi sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika selama kurun waktu lima tahun. Selanjutnya kontribusi tabungan terhadap

59 46 komposisi sumber dana mengalami fluktuasi pada tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 2006 kontribusi yang diberikan tabungan terhadap komposisi sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika menurun menjadi 33,37%, kemudian meningkat kembali pada tahun 2007 menjadi 34,68%. Namun kontribusi tabungan kembali mengalami penurunan pada tahun 2008 sampai dengan tahun Kondisi yang tidak berbeda jauh juga ditunjukkan oleh simpanan deposito. Kontribusi terbesar yang diberikan deposito terhadap komposisi sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika terjadi pada tahun 2006, yakni sebesar 37,54%. Kontribusi deposito pada tahun 2006 ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dimana deposito hanya memberikan kontribusi sebesar 34,33%. Hal ini menjadikan deposito sebagai pemberi kontribusi terbesar terhadap komposisi sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika pada tahun tersebut dibandingkan dengan produk simpanan lainnya. Namun, pada tahun berikutnya yakni tahun 2007, kontribusi deposito mengalami penurunan yang cukup signifikan menjadi 25,54% dan menjadi kontribusi terendah yang diberikan deposito terhadap komposisi sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika. Penurunan kontribusi deposito ini dikarenakan turunnya jumlah deposito yang dihimpun pada tahun 2007 dimana penurunannya mencapai 16,05% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi turunnya jumlah deposito ini dikarenakan turunnya bunga deposito yang diberikan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika kepada nasabah pada tahun tersebut, yakni menjadi rata-rata 8,17% per tahun. Turunnya suku bunga deposito ini menyebabkan menurunnya ketertarikan nasabah untuk menyimpan uangnya dalam bentuk deposito. Selanjutnya kontribusi deposito terhadap komposisi sumber dana terus mengalami peningkatan pada tahun 2008 hingga tahun Giro merupakan salah satu produk simpanan yang dipasarkan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika dalam rangka penghimpunan dana. Giro yang berhasil dihimpun BRI Cabang Bogor Dewi Sartika terdiri atas simpanan giro yang berasal dari masyarakat dan simpanan giro yang berasal dari bank

60 47 lain. Selama periode jumlah giro yang berhasil dihimpun BRI Cabang Bogor Dewi Sartika didominasi oleh simpanan giro yang berasal dari masyarakat dengan kontribusi rata-rata sebesar 99,69%. Sementara itu simpanan bank lain dalam bentuk giro memberikan kontribusi rata-rata sebesar 0,31% terhadap total jumlah giro yang dihimpun BRI Cabang Bogor Dewi Sartika. Simpanan giro memberikan kontribusi terbesar terhadap komposisi sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika periode Hal ini dikarenakan jumlah giro yang terus mengalami peningkatan setiap tahun. Selain itu, besarnya kontribusi giro terhadap komposisi sumber dana selama periode tersebut juga dikarenakan giro sebagai pemberi kontribusi terbesar selama tiga tahun berturut-turut, yaitu dari tahun dengan kontribusi sebesar 39,78%, 42,87% dan 34,84%. Sementara itu, kontribusi terendah yang diberikan giro terhadap sumber dana terjadi pada tahun 2006, yakni sebesar 29,09%. Tabel 4. Kontribusi Produk Simpanan Terhadap Komposisi Sumber Dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Periode (%) Tahun Giro Tabungan Deposito Total Sumber : BRI Cabang Bogor Dewi Sartika, 2010, diolah. Tiap produk simpanan masing-masing memberikan kontribusi yang berbeda-beda terhadap komposisi sumber dana BRI Cabang Dewi Sartika. Sepanjang periode produk simpanan giro yang dipasarkan BRI Cabang Dewi Sartika mampu memberikan kontribusi terbesar rata-rata sebesar 35% terhadap komposisi sumber dana. Selanjutnya, Tabungan memberikan kontribusi rata-rata sebesar 34% dan deposito memberikan kontribusi terkecil terhadap sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika, yakni rata-rata sebesar 31%.

61 48 31% 35% 34% GIRO TABUNGAN DEPOSITO Gambar 3. Komposisi Sumber Dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Periode Sumber : BRI Cabang Bogor Dewi Sartika, (Data diolah) Pertumbuhan Tiap Sumber Dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Pertumbuhan tiap sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika dapat diketahui dengan melakukan analisis trend terhadap pemasaran produk- produk simpanan. Analisis trend yang dilakukan dalam penelitian ini menjadikan tahun 2005 sebagai tahun dasar penilaian. Hasil perhitungan analisis trend (Lampiran 1) menunjukkan bahwa secara mum tiap sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika mengalami trend yang meningkat dari tahun dasar. Berdasarkan Lampiran 1, simpanan giro mengalami trend yang meningkat dari tahun dasar. Peningkatan yang terjadi tiap tahunnya dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 secara berturut-turutt adalah 20,34%, 103,14%, 147,24% dan 123,94%. Simpanan giro mengalami peningkatan terbesar pada tahun 2008 sebesar 147,24%. Simpanan tabungan mengalami trend pertumbuhan yang meningkat dari tahun dasar. Peningkatan yang diperoleh tiap tahunnya sebesar 11,90% pada tahun 2006, 43,54% pada tahun 2007, 46,,04% pada tahun 2008 dan 71,15% pada tahun Produk deposito pun mengalami peningkatan dari tahun dasar setiap tahun. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2009 sebesar 77,88% %, sementara itu peningkatan terkecil terjadi pada tahun 2007 sebesar 11,67% %.

62

63 50 Tabel 5. Perbandingan Antara Kredit yang Disalurkan dengan Jumlah Dana yang Dihimpun Tahun Kredit terhadap Jumlah Dana (%) Rata-rata Sumber : BRI Cabang Bogor Dewi Sartika, 2010, diolah. Berdasarkan analisis trend yang dilakukan (Lampiran 7), peningkatan jumlah kredit yang disalurkan yang terjadi tiap tahunnya adalah 43,92% pada tahun 2006, 78,61% pada tahun 2007, 183,06% pada tahun 2008 dan 201,29% pada tahun Pertumbuhan positif dari jumlah kredit yang diberikan terjadi seiring dengan jumlah dana yang berhasil dihimpun yang juga terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Analisis trend terhadap jumlah dana yang dihimpun menunjukkan bahwa secara umum jumlah dana mengalami trend pertumbuhan yang meningkat dari tahun dasar. Peningkatan yang terjadi secara berturut-turut sebesar 21,63% pada tahun 2006, 50,12% pada tahun 2007, 69,57% pada tahun 2008 dan 88,98% pada tahun Pertumbuhan jumlah dana dan kredit yang disalurkan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika ditunjukkan pada Gambar 5. Hal ini menunjukkan bahwa ketika jumlah dana yang berhasil dihimpun meningkat maka BRI Cabang Bogor Dewi Sartika juga meningkatkan jumlah kredit yang disalurkannya sebagai upaya ekspansi kredit untuk meningkatkan laba yang diperolehnya.

64

65 52 Tabel 6. Nilai Korelasi Antar Variabel Penyusun Portofolio Sumber Dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Variabel Pendapatan Giro Tabungan Deposito Pendapatan Nilai korelasi p-value Giro Nilai korelasi p-value Tabungan Nilai korelasi p-value Deposito Nilai korelasi p-value Berdasarkan hasil analisis korelasi yang ditunjukkan pada Tabel 6, nilai korelasi giro, tabungan dan deposito terhadap pendapatan berturut-turut sebesar 0,887, 0,886 dan 0,772. Masing-masing variabel independen (giro, tabungan dan deposito) memiliki nilai korelasi yang bertanda positif dengan p-value (0,000) kurang dari α (0,05) terhadap variabel dependen. Hal ini menunjukkan tolak H 0 dan terima H 1, berarti terdapat korelasi antara giro, tabungan dan deposito terhadap pendapatan. Variabel yang memiliki korelasi paling kuat dengan pendapatan adalah giro dengan nilai korelasi 0,887 dan p-value 0,000. Sementara itu, terdapat pula korelasi yang cukup kuat antar seluruh variabel independen, dimana masing-masing variabel independen memiliki nilai korelasi mendekati +1 dengan variabel independen lainnya dan p-value kurang dari α. Adapun korelasi paling kuat terlihat pada variabel giro dengan variabel tabungan dengan nilai korelasi mencapai 0,851 dan p-value 0,000. Pada taraf nyata 5% p-value cukup signifikan untuk menolak H 0, yang berarti ada korelasi antara variabel giro dengan variabel tabungan. Korelasi yang cukup kuat antar seluruh variabel independen mengindikasikan adanya multikolinearitas jika model regresi dijalankan. Hasil pengolahan regresi berganda antara giro, tabungan dan deposito sebagai variabel independen dengan pendapatan sebagai variabel dependen ditunjukkan oleh model pada persamaan 5. Pendapatan = -1.47E Giro Tabungan Deposito...(5)

66 53 Multikolinearitas adalah suatu keadaan dimana terdapat hubungan yang erat antar variabel independen. Identifikasi adanya multikolinearitas dalam model dapat dilakukan dengan melihat nilai variance inflation factors (VIF). Nilai VIF variabel tabungan adalah 5.0 (Lampiran 3). Arief (2006) menyatakan bahwa adanya multikolinearitas diantara variabel-variabel bebas akan menyebabkan koefisien regresi variabel bebas secara statistik tidak signifikan. Hal ini dapat terlihat pada model regresi yang dihasilkan (Lampiran 3), dimana nilai R-square yang cukup tinggi (85,7%) dan uji F yang signifikan, namun terdapat koefisien regresi yang tidak signifikan pada salah satu variabel independen yaitu deposito dalam uji parsial atau uji t (t hitung < t tabel). Keadaan ini menunjukkan bahwa model regresi pada persamaan 5 mengalami kendala multikolinearitas. Kendala multikolinearitas dapat diatasi dengan menggunakan analisis komponen utama Analisis Komponen Utama Kendala multikolinearitas dapat diatasi dengan menggunakan analisis komponen utama. Dengan analisis komponen utama persamaan yang terbentuk bebas dari masalah multikolinearitas tanpa menghilangkan variabel independen yang memiliki korelasi yang kuat dengan variabel independen lainnya. Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam analisis komponen utama adalah sebagai berikut. 1. Membakukan variabel giro, tabungan dan deposito menjadi Z Hasil pembakuan dalam minitab dengan menggunakan rumus: Z = X X S..... (6) Hasil pembakuan variabel-variabel X dapat dilihat pada lampiran Menentukan akar ciri dan vektor ciri Gambar 6 menunjukkan bahwa akar ciri pertama menjelaskan 85,6% dari keragaman total, akar ciri yang kedua menjelaskan 10% dan akar ciri ketiga menjelaskan 4%.

67 54 Principal Component Analysis: Z1, Z2, Z3 Eigenanalysis of the Correlation Matrix Eigenvalue Proportion Cumulative Variable PC1 PC2 PC3 Z Z Z Gambar 6. Akar Ciri dan Vektor Ciri pada Analisis Komponen Utama 3. Menentukan jumlah komponen utama yang digunakan Tahap selanjutnya adalah menentukan jumlah komponen utama yang akan digunakan karena tidak semua komponen utama digunakan. Morrison dalam Rismayanti (2009) menyarankan agar memilih komponen-komponen utama sampai komponen-komponen utama tersebut mempunyai keragaman kumulatif kira-kira 75%. Banyaknya komponen utama yang digunakan dapat dilihat pada scree plot. Scree Plot of Z1,..., Z Eigenvalue Component Number 3 Gambar 7. Scree Plot Komponen Utama Gambar 7 menunjukkan scree plot komponen utama yang akan digunakan. Pada scree plot, terlihat bahwa titik perbatasan antara grafik yang curam dan grafik yang landai terletak pada komponen dua. Dengan demikian komponen yang digunakan berjumlah dua buah. Kedua komponen utama tersebut memiliki keragaman kumulatif sebesar 95,6%

68 55 dari keragaman total. Selanjutnya komponen W 1 dan W 2 yang merupakan kombinasi linier Z dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut: W 1 = - 0,576 Z 1 0,596 Z 2 0,560 Z 3...(7) W 2 = 0,601 Z 1 + 0,156 Z 2 0,784 Z 3..(8) Adapun skor dari komponen utama W 1 dan W 2 dapat dilihat pada Lampiran Meregresikan komponen utama Hasil pengolahan regresi komponen utama W 1 dan W 2 terhadap pendapatan (Lampiran 4) adalah sebagai berikut: Regression Analysis: PENDAPATAN versus W1, W2 The regression equation is PENDAPATAN = 5.12E E+09 W E+08 W2 Predictor Coef SE Coef T P VIF Constant W W S = R-Sq = 85.7% R-Sq(adj) = 85.2% Analysis of Variance Source DF SS MS F P Regression E E Residual Error E E+17 Total E+20 Source DF Seq SS W E+20 W E+18 Unusual Observations Obs W1 PENDAPATAN Fit SE Fit Residual St Resid R R R R denotes an observation with a large standardized residual. Gambar 8. Hasil Analisis Regresi W 1 dan W 2 terhadap Pendapatan 5. Transformasi W menjadi Z Hasil analisis regresi antara W 1 dan W 2 terhadap pendapatan telah diperoleh, maka selanjutnya W ditransformasikan menjadi Z dan menghasilkan persamaan sebagai berikut (Lampiran 4): Pendapatan = 5,12E Z Z 2 +

69 Z 3...(9) 6. Transformasi Z menjadi X Hasil transformasi Z menjadi X (Lampiran 4) menghasilkan model akhir dari persamaan regresi sebagai berikut: Pendapatan = - 1,4983E+09 +0,0123 X 1 + 0,0222 X 2 + 0,0069 X 3...(10) Dalam model tersebut, pendapatan akan dipengaruhi oleh tiga variabel independen, yakni giro, tabungan dan deposito. Iriawan dan Astuti (2006) menjelaskan bahwa pada regresi berganda terdapat asumsi bahwa distribusi residual mengikuti sebaran normal dengan rata-rata dan standar deviasi sekecil mungkin. Semakin kecil standar deviasi residual berarti nilai taksiran model makin mendekati nilai sebenarnya. Pada Gambar 8, terlihat nilai S, R-Square dan R-Square Adjusted dari model yang digunakan. Kriteria S merupakan standar deviasi residual. R- Square menunjukkan seberapa besar keterandalan model atau seberapa besar keragaman yang dapat dijelaskan oleh variabel-variabel penjelas tersebut. Nilai R-Square sebesar 85,7%, yang berarti bahwa sebesar 85,7% variasi sampel pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika dapat dijelaskan oleh model. Nilai R-Square Adjusted digunakan untuk membandingkan model terbaik. Semakin tinggi nilai R-Square Adjusted, maka model tersebut semakin baik. R-Square Adjusted yang diperoleh dari model hasil regresi dengan analisis komponen utama sebesar 85,2%, dimana nilai R-Square lebih tinggi dibandingkan dengan nilai R-Square yang diperoleh pada model hasil regresi awal (Lampiran 3). Kebaikan model hasil regresi dengan analisis komponen utama didukung pula dengan nilai S yang lebih kecil, yakni dibandingkan dengan nilai S yang diperoleh pada model hasil regresi awal sebesar Validasi Model Portofolio Sumber Dana Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk memutuskan bahwa residual model regresi yang dibuat telah berdistribusi normal untuk memenuhi asumsi model regresi tentang kenormalan residual model. Hal ini dikarenakan model regresi dikatakan baik apabila telah

70 57 memenuhi asumsi tersebut. Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan statistik kolmogorov-smirnov. Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut: H 0 : Residual berdistribusi normal H 1 : Residual tidak berdistribusi normal. Daerah penolakan hipotesis atau residual dikatakan tidak berdistribusi normal jika p-value < α apabila statistik kolmogorovsmirnov dikonversikan ke dalam p-value (Iriawan dan Astuti, 2006). Gambar 9 menunjukkan titik-titik residual yang dihasilkan mendekati garis lurus, nilai statistik KS sebesar 0,088 yang kurang dari nilai tabel KS (0,176) dan p-value pada pengujian normal residual grafik lebih dari 15%, sehingga dapat disimpulkan bahwa asumsi kenormalan terpenuhi dan model yang telah dibuat dapat digunakan. ProbabilityPlotofRESI2 Normal Percent Mean StDev N 60 KS P-Value > E E+09 0 RESI Gambar 9. Uji Normalitas Residual pada Regresi Berganda Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas merupakan uji yang dilakukan dengan tujuan untuk melihat adanya korelasi antar variabel independen yang digunakan dalam model regresi. Adanya multikolinearitas

71 58 dalam model dapat diidentifikasi dengan melihat variance inflation factor (VIF). Tabel 7 menunjukkan nilai VIF untuk semua parameter, dimana semua parameter memiliki nilai VIF dibawah 5. Nilai ini menunjukkan bahwa model tidak mengalami masalah multikolinearitas. Tabel 7. Nilai VIF dan P-value Prediktor P-value VIF Uji Autokorelasi W W Autokorelasi merupakan gejala yang menunjukkan adanya korelasi serial antar anggota serangkaian observasi yang diurutkan melalui deret waktu (time series). Autokorelasi tidak diperkenankan terjadi dalam model regresi yang baik. Data yang digunakan dalam penelitian ini diurutkan melalui deret waktu sehingga perlu dilakukan uji autokorelasi agar pengujian hipotesis dalam uji F dan uji t menjadi valid pada tingkat sigifikansi dan koefisien regresi yang ditaksir. Uji autokorelasi dilakukan dengan perangkat lunak Minitab melalui uji Run test residual. Hipotesis yang digunakan adalah: H 0 : Tidak terdapat autokorelasi ordo 1 pada sisaan H 1 : Terdapat autokorelasi ordo 1 pada sisaan. Dari perhitungan Run test residual didapatkan p-value sebesar 0,236. Nilai ini lebih besar dari α, yakni 0,05 sehingga menolak H 0 yang berarti tidak terdapat masalah autokorelasi pada regresi berganda. Runs Test: RESI2 Runs test for RESI2 Runs above and below K = E-06 The observed number of runs = 26 The expected number of runs = observations above K, 26 below P-value = Gambar 10. Hasil Run test terhadap Residual Model

72 Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas perlu dilakukan dalam persamaan regresi berganda untuk menguji apakah sama atau tidak varians dari variabel independen. Asumsi pada model regresi adalah varian setiap variabel independen mempunyai varian yang sama. Identifikasi adanya masalah heteroskedastisitas dapat dilihat pada sebaran titik-titik pada output perhitungan dengan perangkat lunak minitab. Titik-titik yang menyebar diatas dan dibawah nol, serta tidak membentuk pola tertentu mengindikasikan tidak adanya masalah heteroskedastisitas dalam model regresi. Gambar 11 memperlihatkan bahwa titik-titik menyebar diatas dan dibawah nol sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi berganda tidak memiliki masalah heteroskedastisitas Residuals Versus the Fitted Values (response is ABS RESI2) Residual Fitted Value Gambar 11. Uji Heteroskedastisitas pada Persamaan Regresi Berganda 4.8. Dampak Portofolio Sumber Dana Terhadap Pendapatan Penggunaan model analisis regresi linier berganda pada penelitian ini ditujukan untuk melihat pengaruh perubahan portofolio sumber dana terhadap pendapatan. Pengaruh yang ingin dilihat melalui model analisis ini, meliputi pengaruh secara keseluruhan dan parsial dari variabel-variabel yang diujikan, yaitu giro, tabungan dan deposito sebagai variabel independen dan pendapatan sebagai variabel dependen.

73 Dampak Perubahan Secara Keseluruhan (Uji F) Pengaruh keseluruhan variabel independen terhadap variabel dependen pada tingkat signifikansi tertentu dapat diketahui dengan melakukan uji F. Adapun hipotesis yang digunakan adalah : H 0 : Semua variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. H 1 : Paling sedikit terdapat satu variabel independen merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Hasil perhitungan menggunakan Minitab menunjukkan nilai F hitung sebesar 171,36. Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel. Jika statistik F hitung > statistik tabel (F tabel) atau F hitung < -F tabel maka H 0 ditolak dan H 1 diterima. Sementara itu, jika -F tabel < statistik hitung (angka F output) < statistik tabel (F tabel) maka H 0 diterima dan H 1 ditolak. Hasil uji menunjukkan bahwa F hitung > F tabel, yaitu 171,36 > 3,1504. Dengan demikian, maka H 0 ditolak dan H 1 diterima. Sehingga giro (X 1 ), tabungan (X 2 ) dan deposito (X 3 ) secara keseluruhan berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pada taraf nyata 5%. Kelayakan model regresi yang telah dibuat juga dapat dilihat pada hasil uji analysis of variance (ANOVA). Hipotesis yang digunakan sama dengan hipotesis uji F, dengan daerah penolakan p-value < α. Dari hasil uji ANOVA menggunakan α = 0,05, diperoleh p-value = 0,000, sehingga model regresi yang dibuat nyata (tolak H 0 ) Dampak Perubahan Secara Parsial (Uji t) Pengaruh parsial variabel independen terhadap variabel dependen pada tingkat signifikansi tertentu dapat diketahui dengan melakukan uji t. Adapun hipotesis yang akan diuji adalah : H 0 : Suatu variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. H 1 : Suatu variabel independen merupakan penjelas yang

74 61 signifikan terhadap variabel dependen. Hasil perhitungan menggunakan Minitab menunjukkan bahwa t hitung untuk variabel W 1 dan W 2 adalah masing-masing -18,35 dan 2,43. Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan t tabel. Jika statistik hitung (angka t output) > statistik tabel (t tabel) atau t hitung < -t tabel maka H 0 ditolak dan H 1 diterima. Sementara itu, jika -t tabel < statistik hitung (angka t output) < statistik tabel (t tabel) maka H 0 diterima dan H 1 ditolak. 1. Pengaruh komponen pertama (W 1 ) terhadap pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika (Y). Hasil uji menunjukkan bahwa t hitung < -t tabel, yaitu -18,35 < -2,000 dengan tingkat signifikansi 0,000. Dengan demikian maka H 0 ditolak dan H 1 diterima. Sehingga secara parsial komponen pertama (W 1 ) berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika pada taraf nyata 5%. 2. Pengaruh komponen kedua (W 2 ) terhadap pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika (Y). Hasil uji menunjukkan bahwa t hitung > t tabel, yaitu 2,43 > 2,000 dengan tingkat signifikansi 0,018. Dengan demikian maka H 0 ditolak dan H 1 diterima. Sehingga secara parsial komponen pertama (W 2 ) berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika pada taraf nyata 5%. 3. Pengaruh giro (X 1 ), tabungan (X 2 ) dan deposito (X 3 ) terhadap pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika (Y). Berdasarkan hasil uji t terhadap komponen pertama (W 1 ) dan komponen kedua (W 2 ) diperoleh bahwa kedua komponen tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika. Kedua komponen tersebut adalah komponen yang mewakili variabel-variabel yang mempengaruhi pendapatan, yaitu X 1, X 2 dan X 3. Hal ini berarti

75 62 giro, tabungan dan deposito masing-masing secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika pada taraf nyata 5% Hasil Dampak Perubahan Secara Parsial Hasil uji validasi terhadap model menunjukkan bahwa residual dari model menyebar saling bebas mengikuti sebaran normal dan tidak mengalami masalah heteroskedastisitas, masalah autokorelasi maupun masalah multikolinearitas. Hal ini menunjukkan bahwa model tersebut telah memenuhi asumsi klasik yang dipersyaratkan dalam analisis regresi linier berganda yang digunakan pada penelitian ini. Nilai standar deviasi residual, R-square dan R-square adj dapat digunakan untuk melihat kebaikan dari suatu model. Nilai R-square dari model sebesar 85,7% (Gambar 8) dinilai cukup baik karena menunjukkan bahwa 85,7% keragaman dari pendapatan sebagai variabel dependen dapat dijelaskan oleh keragaman variabel independen, yakni giro, tabungan dan deposito. Sementara itu, sisanya sebesar 14,3% dijelaskan oleh variabel lain diluar model yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Nilai konstanta menunjukkan nilai rata-rata dari Y (pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika) pada saat peubah bebas tidak bekerja atau nol. Pada penelitian ini, ketika tidak ada dana yang dihimpun dari giro, tabungan dan deposito, maka pendapatan akan mengalami penurunan yang ditunjukkan dengan nilai konstanta yang negatif (Tabel 8). Hal ini disebabkan bank tidak mampu menyalurkan dananya dalam bentuk kredit maupun bentuk penempatan lainnya tanpa adanya dana yang dihimpun sehingga tidak menghasilkan pendapatan bagi bank atau pendapatan bunga menjadi nol. Sementara itu, pada saat yang bersamaan pula bank mengalami kerugian dari transaksi valas dan derivatif yang dilakukannya sehingga menurunkan pendapatan yang diperoleh.

76 63 Tabel 8. Dampak Portofolio Sumber Dana Terhadap Pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Periode Peubah Sektoral Koefisien Regresi Konstanta Giro 0,012 Tabungan 0,022 Deposito 0,007 a. Dampak Simpanan Giro Berdasarkan Tabel 8, koefisien giro yang bernilai 0,012 menunjukkan terdapat pengaruh positif perkembangan jumlah giro yang dihimpun terhadap pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika. Hal ini berarti apabila jumlah giro bertambah Rp maka pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika akan bertambah Rp (cateris paribus). Pengaruh positif dan signifikan ditunjukkan dengan tingkat pertumbuhan tiap tahunnya dan kecilnya kontribusi biaya bunga yang diberikan simpanan giro. Berdasarkan data historis pemasaran produk simpanan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika periode , simpanan giro memiliki rata-rata tingkat pertumbuhan sebesar 25,36% sepanjang periode Sementara itu, hasil analisis per komponen terhadap biaya bunga BRI Cabang Bogor Dewi Sartika menunjukkan bahwa biaya bunga simpanan giro memberikan kontribusi rata-rata sebesar 15,65% terhadap total biaya bunga BRI Cabang Bogor Dewi Sartika. b. Dampak Simpanan Tabungan Simpanan tabungan memiliki pengaruh positif terhadap pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika, sehingga jika jumlah tabungan meningkat maka pendapatan pun akan meningkat. Koefisien tabungan yang bernilai 0,022 berarti apabila jumlah tabungan meningkat Rp maka pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika akan bertambah Rp (cateris paribus). Pengaruh positif dan signifikan dari simpanan tabungan terhadap pendapatan dapat dijelaskan dengan melihat tingkat pertumbuhan per tahun dan kontribusi biaya bunga yang diberikan simpanan tabungan. Berdasarkan data historis pemasaran

77 64 produk simpanan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika periode , simpanan tabungan memiliki rata-rata tingkat pertumbuhan yang paling kecil dibandingkan dengan produk simpanan lainnya, yakni sebesar 14,78% sepanjang periode Sementara itu, hasil analisis per komponen terhadap biaya bunga BRI Cabang Bogor Dewi Sartika menunjukkan bahwa biaya bunga simpanan tabungan memberikan kontribusi rata-rata sebesar 23,91% terhadap total biaya bunga BRI Cabang Bogor Dewi Sartika. Selain itu, pengaruh positif simpanan tabungan terhadap pendapatan juga disebabkan trend pertumbuhan simpanan tabungan yang positif dan cukup tinggi selama periode c. Dampak Simpanan Deposito Terdapat pengaruh positif yang diberikan simpanan deposito terhadap pendapatan BRI Cabang Bogor yang ditunjukkan dengan nilai koefisien deposito sebesar 0,007. Hal ini menunjukkan apabila jumlah simpanan deposito bertambah Rp , maka pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika akan bertambah Rp (cateris paribus). Simpanan deposito memiliki dampak positif dan signifikan terhadap pendapatan. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat pertumbuhan simpanan deposito per tahun dan kontribusi biaya bunga yang diberikannya. Berdasarkan data historis pemasaran produk simpanan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika periode , simpanan deposito tumbuh ratarata sebesar 17,64% dalam kurun waktu lima tahun tersebut. Namun, hasil analisis per komponen terhadap biaya bunga BRI Cabang Bogor Dewi Sartika menunjukkan bahwa biaya bunga simpanan deposito memberikan kontribusi sebesar 60,44% terhadap total biaya bunga BRI Cabang Bogor Dewi Sartika. Kontibusi biaya bunga simpanan deposito ini merupakan kontribusi terbesar dibandingkan dengan kontribusi yang diberikan oleh produk simpanan lainnya. Hal ini tidak terlepas dari karakteristik deposito sebagai sumber dana dengan biaya yang paling mahal.

78 Implikasi Manajerial Implikasi manajerial yang dapat mempengaruhi peningkatan pendapatan BRI Cabang Bogor Dewi Sartika dapat dilakukan dengan optimalisasi portofolio sumber dana. Dalam hal ini, manajemen perusahaan perlu memprioritaskan terhadap analisis penghimpunan dana dari berbagai sumber sebelum menetapkan ekspansi penempatan dana tersebut. Pencarian sumber dana oleh perusahaan dilakukan dengan memperhatikan berbagai informasi yang ada dan pertimbangan, salah satunya adalah biaya penghimpunan dana berupa biaya bunga simpanan. Perusahaan perlu menyeimbangkan portofolio sumber dananya agar optimal. Jumlah simpanan giro dan tabungan sebaiknya ditingkatkan karena kedua produk simpanan tersebut berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pendapatan. Selain itu, kedua produk tersebut memiliki trend pertumbuhan yang meningkat tiap tahunnya dan memiliki biaya bunga yang rendah. Hal ini ditunjukkan dengan kontribusi simpanan giro dan tabungan yang kurang dari 50% terhadap total biaya bunga. Sementara itu, peningkatan jumlah deposito perlu dievaluasi karena akan berdampak terhadap peningkatan biaya yang tinggi. Hal ini dikarenakan tingginya biaya bunga yang ditimbulkan oleh deposito. Peningkatan jumlah simpanan yang dihimpun dapat dilakukan dengan pemasaran intensif produk-produk simpanan. Namun, hal ini juga harus didukung dengan peningkatan penyaluran kredit melalui pemasaran produk pinjaman yang dilakukan secara intensif pula. Hal ini dikarenakan idealnya perusahaan dapat menjual sendiri dana yang berhasil dihimpun sebelumnya dalam bentuk kredit sehingga dapat memperoleh spread positif yang merupakan pendapatan bunga bagi bank. Sebaliknya, perusahaan akan mengalami kerugian apabila tidak mampu mengoptimalkan penyaluran kreditnya karena dana yang berhasil dihimpun memiliki biaya yang harus dibayarkan perusahaan kepada nasabah. Pemasaran intensif produk-produk simpanan dan pinjaman akan berhasil dilakukan dengan formulasi strategi pemasaran yang efektif dan dukungan dana pemasaran yang memadai. Oleh

79 66 karena itu, perusahaan perlu meningkatkan pengalokasian dana untuk membiayai upaya promosi produk-produk simpanan dan pinjaman. Tidak hanya itu, keberhasilan pemasaran produk-produk simpanan dan pinjaman harus didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan profesional. Peran account officer harus lebih dioptimalkan untuk dapat menarik nasabah baru yang ingin menyimpan dananya atau menggunakan fasilitas kredit yang ditawarkan. Selain itu, perusahaan harus terus meningkatkan layanan kepada nasabah melalui peran customer service untuk mendukung upaya pemasaran produk-produk yang ditawarkan perusahaan dengan memberikan informasi selengkap mungkin kepada calon nasabah dan atau nasabah mengenai produk-produk yang ditawarkan. Peningkatan layanan dapat dilakukan perusahaan dengan memelihara customer relationship melalui penyediaan berbagai fasilitas yang menarik, lengkap dan dapat memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan berbagai transaksi perbankan.

80 67 KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan a. BRI Cabang Bogor Dewi Sartika mengelola beberapa sumber dana untuk memenuhi kebutuhan dananya dalam rangka melakukan ekspansi kredit. Komposisi sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika terdiri atas simpanan giro, tabungan dan deposito. Sepanjang periode , dana yang berasal dari giro memberikan kontribusi terbesar terhadap portofolio sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika sebesar 35%. Selanjutnya sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi terdiri atas tabungan dengan kontribusi 34% dan deposito dengan kontribusi 31%. Berdasarkan analisis trend yang dilakukan, secara keseluruhan simpanan giro, tabungan dan deposito memiliki trend pertumbuhan yang meningkat jika dilihat dari tahun dasar. Produk simpanan yang memiliki pertumbuhan tertinggi selama kurun waktu lima tahun tersebut adalah giro. b. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan uji F yang dilakukan dalam penelitian ini, disimpulkan bahwa secara keseluruhan portofolio sumber dana BRI Cabang Bogor Dewi Sartika yang terdiri atas simpanan giro, tabungan dan deposito berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pada taraf nyata 5%. c. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan uji t yang dilakukan dalam penelitian ini, disimpulkan bahwa secara parsial simpanan giro, tabungan dan deposito berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pendapatan pada taraf nyata 5%. 2. Saran Saran untuk penelitian selanjutnya adalah pengkajian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah dana yang dapat dihimpun oleh bank. Tidak hanya itu, untuk menganalisis pengaruh portofolio sumber dana terhadap pendapatan perlu memperhatikan risiko-risiko dari upaya penghimpunan dana yang dilakukan dan rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio).

81 68 DAFTAR PUSTAKA Arief, S Metodologi Penelitian Ekonomi. Jakarta: Universitas Indonesia. Dendawijaya, L Manajemen Perbankan Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia. Iriawan, N dan S. P. Astuti Mengolah Data Statistik Dengan Mudah Menggunakan Minitab 14. Yogyakarta: Penerbit Andi. Juanda, B Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Bogor: IPB Press. Kasmir Manajemen Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Manajemen Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Kuncoro, M Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Erlangga. Mattjik, A. A dan IM. Sumertajaya Perancangan Percobaan Dengan Aplikasi SAS dan Minitab. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Putra, Y. P Analisis Portofolio Sumber Dana PT. Bank Lampung KCP Antasari Sebagai Instrumen Optimalisasi Budgeting dan Pengambilan Strategi. Skripsi pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Rismayanti, D Analisis Portofolio Kredit (Konsumtif dan Produktif) dan Pengaruhnya Terhadap Laba (Studi Kasus PT. Bank X, Tbk). Skripsi pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Rohaeni, H Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga dan Kredit Bermasalah Terhadap Laba (Studi Kasus PT. Bank X, Tbk). Skripsi pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Siamat, D Manajemen Lembaga Keuangan Edisi Kelima. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI. Sunyoto, D Analisis Regresi dan Uji Hipotesis. Yogyakarta: Media Pressindo. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun Diakses melalui [29 Januari 2010] html. Diakses pada 16 November Indonesia/. Diakses pada 28 Desember 2009.

82

83 69 Lampiran 1. Analisis Trend Terhadap Pemasaran Produk Simpanan (%) Produk Simpanan Giro Tabungan Deposito

84 70 Lampiran 2. Uji Korelasi antara Pendapatan dan Giro, Tabungan dan Deposito Correlations: GIRO, TABUNGAN, DEPOSITO, PENDAPATAN GIRO TABUNGAN DEPOSITO TABUNGAN DEPOSITO PENDAPATAN Cell Contents: Pearson correlation P-Value

85

86 72 Lanjutan Lampiran 3 Residual Plots for PENDAPATAN Percent Frequency Normal Probability Plot of the Residuals E E E Histogram of the Residuals Residual Residual Residual Residual Residuals Versus the Fitted Values E Fitted Value Residuals Versus the Order of the Dat E Observation Order

87 73 Lampiran 4. Hasil Analisis Komponen Utama Hasil pembakuan peubah-peubah X n Z 1 Z 2 Z 3 N Z 1 Z 2 Z

88 74 Lanjutan Lampiran 4 Skor Komponen Utama n W 1 W 2 W 3 n W 1 W 2 W

89 75 Lanjutan Lampiran 4 Residual Plots for PENDAPATAN Percent Frequency Normal Probability Plot of the Residuals E E E Histogram of the Residuals Residual Residual Residual Residual Residuals Versus the Fitted Values E Fitted Value Residuals Versus the Order of the Dat E Observation Order Transformasi W menjadi Z Pendapatan = 5,12E+09 1,01E+09 (-0,576 Z 1 0,596 Z 2 0,560 Z 3 ) + 3,90E+08 (0,601 Z 1 + 0,156 Z 2 0,784 Z 3 ) Pendapatan = 5,12E Z Z Z 3 Descriptive Statistics: GIRO, TABUNGAN, DEPOSITO Variable Mean StDev GIRO E TABUNGAN E DEPOSITO E

90 76 Lanjutan Lampiran 4 Transformasi Z menjadi X Pendapatan = 5,12E Z Z Z 3 Pendapatan = 5,12E = 5,12E = 5,12E , X , X , X ,9 = 5,12E+09 ( ,9) + 0, X 1 + 0, X 2 + 0, X 3 Pendapatan = -1,4983E , X 1 + 0, X 2 + 0, X 3

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Bank

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Bank 8 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Bank Pengertian bank menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 adalah badan usaha

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

I. PENDAHULUAN Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ekonomi suatu negara tidak lepas dari peran penting perbankan. Peranan penting perbankan dalam era pembangunan nasional adalah sebagai sumber permodalan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Ada dua penelitian terdahulu yang dijadikan rujukan dalam penelitian ini, yaitu penelitian yang dilakukan oleh : Raden Okky Murdani P.A. tahun 2010 yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN. meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Peran strategis tersebut terutama disebabkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN. meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Peran strategis tersebut terutama disebabkan BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Mengenai Bank Bank merupakan salah satu sarana yang memiliki peran strategis dalam usaha meningkatkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian, Fungsi,Jenis dan Sumber Dana Bank. rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian, Fungsi,Jenis dan Sumber Dana Bank. rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian, Fungsi,Jenis dan Sumber Dana Bank a) Pengertian Bank Menurut Undang-undang Nomor 10 tahun 1998 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 tahun

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori Penawaran Uang Bank mempunyai fungsi sebagai lembaga perantara antara pihak yang mempunyai kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana. Bank dalam

Lebih terperinci

ANALISIS PORTOFOLIO KREDIT (KONSUMTIF DAN PRODUKTIF) DAN PENGARUHNYA TERHADAP LABA (STUDI KASUS PT BANK X Tbk) Oleh DIAH RISMAYANTI H

ANALISIS PORTOFOLIO KREDIT (KONSUMTIF DAN PRODUKTIF) DAN PENGARUHNYA TERHADAP LABA (STUDI KASUS PT BANK X Tbk) Oleh DIAH RISMAYANTI H 1 ANALISIS PORTOFOLIO KREDIT (KONSUMTIF DAN PRODUKTIF) DAN PENGARUHNYA TERHADAP LABA (STUDI KASUS PT BANK X Tbk) Oleh DIAH RISMAYANTI H24051975 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH DANA PIHAK KETIGA DAN KREDIT BERMASALAH TERHADAP LABA (STUDI KASUS PT BANK X Tbk) Oleh HENI ROHAENI H

ANALISIS PENGARUH DANA PIHAK KETIGA DAN KREDIT BERMASALAH TERHADAP LABA (STUDI KASUS PT BANK X Tbk) Oleh HENI ROHAENI H ANALISIS PENGARUH DANA PIHAK KETIGA DAN KREDIT BERMASALAH TERHADAP LABA (STUDI KASUS PT BANK X Tbk) Oleh HENI ROHAENI H24053163 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kegiatan pokok industri perbankan adalah menghimpun dana dari anggota masyarakat yang memiliki kelebihan dana dan menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. lembaga keuangan yang kegiatannya adalah dalam bidang jual beli uang.

BAB II LANDASAN TEORI. lembaga keuangan yang kegiatannya adalah dalam bidang jual beli uang. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sumber Dana Bank Sumber dana bank merupakan usaha bank dalam menghimpun dana untuk membiayai kegiatan operasinya. Hal ini sesuai dengan fungsi bank dalam lembaga keuangan yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG BANK. keuangan (Financial Intermediary) antara debitur dan kreditur

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG BANK. keuangan (Financial Intermediary) antara debitur dan kreditur BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG BANK 2.1. Pengertian dan Fungsi Bank Bank adalah "suatu industri yang bergerak di bidang kepercayaan, yang dalam hal ini adalah sebagai media perantara keuangan (Financial

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dana, menyalurkan dana dan memberikan jasa bank lainnya. Perbankan juga

BAB I PENDAHULUAN. dana, menyalurkan dana dan memberikan jasa bank lainnya. Perbankan juga BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dengan keuangan. Jadi dapat disimpulkan bahwa usaha

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pasal 1 Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 (Merkusiwati, 2007:100)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pasal 1 Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 (Merkusiwati, 2007:100) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perbankan memiliki peranan yang sangat strategis dalam menunjang berjalannya roda perekonomian dan pembangunan nasional mengingat fungsinya sebagai lembaga

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian mengenai pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non. membutuhkan kajian teori sebagai berikut:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian mengenai pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non. membutuhkan kajian teori sebagai berikut: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori Penelitian mengenai pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan( NPL), Likuiditas dan Efisiensi Operasional Terhadap Profitabilitas Perusahaan Perbankan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Berdasarkan Undang-Undang Repubik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998, bank diartikan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perantara keuangan (financial intermediaries), yang menyalurkan dana dari pihak

BAB I PENDAHULUAN. perantara keuangan (financial intermediaries), yang menyalurkan dana dari pihak BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank adalah suatu badan usaha yang tugas utamanya sebagai lembaga perantara keuangan (financial intermediaries), yang menyalurkan dana dari pihak yang berkelebihan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Uraian Teoritis 2.1.1. Pengertian Bank Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan dalam bentuk giro, tabungan dan deposito. Kemudian bank

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian dan Fungsi Kredit Menurut Dahlan Siamat (2005 : 349), kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan dengan itu, berdasarkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Bank Bank adalah suatu perusahaan yang bergerak dibidang keuangan dimana kegiatannya adalah menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat. Masyarakat awam mendefinisikan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam. terutama guna membiayai investasi perusahaan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam. terutama guna membiayai investasi perusahaan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pengertian Bank Menurut UU No 7 Tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU No 10 Tahun 1998, pengertian bank adalah sebagai berikut

Lebih terperinci

PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI

PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI Oleh : ADITYA RAHMAN HAKIM 2005210181 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Bank Pada perkembangan perekonomian saat ini bank banyak dikenal oleh masyarakat sebagai lembaga keuangan yang kegiatanya tidak terlepas dari transaksi keuangan. Sebagian

Lebih terperinci

Vegitya Ramadhani Putri, SH, S.Ant, MA, LLM

Vegitya Ramadhani Putri, SH, S.Ant, MA, LLM * Menurut Stuart Verryn, BANK adalah suatu badan yg bertujuan unt memuaskan kebutuhan kredit, baik dg alat-alat pembayaran sendiri atau uang yang diperolehnya dari orang lain maupun dg jalan memperedarkan

Lebih terperinci

Bab 10 Pasar Keuangan

Bab 10 Pasar Keuangan D a s a r M a n a j e m e n K e u a n g a n 133 Bab 10 Pasar Keuangan Mahasiswa diharapkan dapat memahami mengenai pasar keuangan, tujuan pasar keuangan, lembaga keuangan. D alam dunia bisnis terdapat

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Keuangan Manajemen keuangan sangat penting dalam semua jenis perusahaan, termasuk bank dan lembaga keuangan lainnya, serta perusahaan industri dan retail. Manajemen

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING LOAN

ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING LOAN ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING LOAN DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO TERHADAP RETURN ON ASSET DENGAN BANTUAN MODEL PROGRAM SIMULASI KOMPUTER (STUDI KASUS : PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, Tbk.) Oleh Dwi Andini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang menerima simpanan hanya dalam

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang menerima simpanan hanya dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Tujuan pembangunan nasional adalah membentuk masyarakat adil dan makmur dan meningkatkan stabilitas masyarakat indonesia, perekonomian indonesia yang saat ini bertumpu

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti. meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti. meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Umum Tentang Bank 1. Pengertian Bank Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keterkaitan atau relevansi dengan penelitian yang sedang di teliti oleh peneliti.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keterkaitan atau relevansi dengan penelitian yang sedang di teliti oleh peneliti. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Berikut ini adalah beberapa penjelasan dari hasil penelitian terdahulu. Dimana peneliti menganggap bahwa penjelasan dari penelitian terdahulu memiliki keterkaitan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dana yang besar seringkali menjadi patokan oleh sebagian masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. Dana yang besar seringkali menjadi patokan oleh sebagian masyarakat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dana yang besar seringkali menjadi patokan oleh sebagian masyarakat untuk mencapai keberhasilan usaha. Makin besar dana yang tersedia membuat kemungkinan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebagai financial intermediary atau perantara keuangan dari dua pihak, yakni

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebagai financial intermediary atau perantara keuangan dari dua pihak, yakni BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Tentang Bank 2.1.1 Pengertian Bank Bank adalah suatu lembaga keuangan, yaitu suatu badan yang berfungsi sebagai financial intermediary atau perantara keuangan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian Bank Menurut UU No 7 Tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU No 10 Tahun 1998, pengertian bank adalah sebagai berikut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Keadaan bank pada masa sekarang memegang peranan penting, karena

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Keadaan bank pada masa sekarang memegang peranan penting, karena BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keadaan bank pada masa sekarang memegang peranan penting, karena jika dilihat dari kondisi masyarakat sekarang hampir semua orang berkaitan dengan lembaga keuangan.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ayat 2 dijelaskan bahwa, bank adalah badan usaha yang menghimpun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ayat 2 dijelaskan bahwa, bank adalah badan usaha yang menghimpun BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Umum Tentang Bank 1. Pengertian Bank Menurut Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan pada Bab 1 dan pasal 1 serta

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN 22 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Penelitian Bank merupakan lembaga keuangan yang memiliki fungsi sebagai penghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. taraf hidup rakyat banyak. Perbankan sendiri merupakan perantara keuangan

BAB I PENDAHULUAN. taraf hidup rakyat banyak. Perbankan sendiri merupakan perantara keuangan BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Fungsi utama perbankan di Indonesia adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bank 2.1.1 Pengertian Bank Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, bank adalah

Lebih terperinci

Menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan, yang dimaksud lembaga keuangan adalah semua badan yang rnelalui

Menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan, yang dimaksud lembaga keuangan adalah semua badan yang rnelalui Menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan, yang dimaksud lembaga keuangan adalah semua badan yang rnelalui kegiatan-kegiatan di bidang keuangan menarik uang dari masyarakat

Lebih terperinci

penting. Menurut UU Perbankan No.10 Tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan

penting. Menurut UU Perbankan No.10 Tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian Bank Dalam perekonomian suatu negara, bank memiliki peranan yang sangat penting. Menurut UU Perbankan No.10 Tahun 1998, bank adalah badan usaha

Lebih terperinci

PENGARUH PORTOFOLIO KREDIT TERHADAP PENDAPATAN BUNGA KREDIT DAN KREDIT BERMASALAH (STUDI KASUS PT BANK X) Oleh AHMAD ROYANI H

PENGARUH PORTOFOLIO KREDIT TERHADAP PENDAPATAN BUNGA KREDIT DAN KREDIT BERMASALAH (STUDI KASUS PT BANK X) Oleh AHMAD ROYANI H PENGARUH PORTOFOLIO KREDIT TERHADAP PENDAPATAN BUNGA KREDIT DAN KREDIT BERMASALAH (STUDI KASUS PT BANK X) Oleh AHMAD ROYANI H24104025 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia modern sekarang ini, pertumbuhan dan perkembangan perekonomian suatu negara tergantung pada lembaga keuangannya. Lembaga keuangan terutama perbankan berperan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. sebagai lembaga keuangan yang kegiatan nya tidak terlepas dari transaksi

BAB II LANDASAN TEORI. sebagai lembaga keuangan yang kegiatan nya tidak terlepas dari transaksi BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Bank Perkembangan perekonomian saat ini bank banyak dikenal oleh masyarakat sebagai lembaga keuangan yang kegiatan nya tidak terlepas dari transaksi keuangan. Sebagian

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. menghimpun dana dari masyarakat, menyalurkan dana kepada masyarakat, dan juga

BAB II KAJIAN PUSTAKA. menghimpun dana dari masyarakat, menyalurkan dana kepada masyarakat, dan juga BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Bank Bank merupakan suatu lembaga keuangan yang memiliki peranan yang sangat penting dalam sebuah kegiatan ekonomi. Menurut Ismail (2010: 10) menyebutkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Kasmir (2010:11) Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan. kemasyarakat serta memberikan jasa bank lainnya.

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Kasmir (2010:11) Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan. kemasyarakat serta memberikan jasa bank lainnya. 5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Bank 2.1.1 Pengertian Bank Menurut Kasmir (2010:11) Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dan menyalurkannya kembali dana tersebut kemasyarakat

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1 Sektor Perbankan 2.1.1 Pengertian Bank Menurut Undang-Undang Negara Republik Indoneisa Nomor 10 tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan yaitu badan usaha yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. jangka waktu yang pendek dan jangka waktu yang panjang. Investasi dalam

BAB I PENDAHULUAN. jangka waktu yang pendek dan jangka waktu yang panjang. Investasi dalam 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Investasi merupakan hal penting yang disiapkan untuk menghadapi masa yang akan datang. Investasi merupakan suatu kegiatan menabung dalam berbagai bentuk untuk menjaga

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan salah satu alternatif pilihan sumber dana jangka panjang bagi

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan salah satu alternatif pilihan sumber dana jangka panjang bagi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan salah satu alternatif pilihan sumber dana jangka panjang bagi perusahaan. Termasuk didalamnya adalah perusahaan-perusahaan pada sektor

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Bank

TINJAUAN PUSTAKA Bank 5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Bank 2.1.1 Pengertian Bank Bank dalam usahanya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam berbagai alternatif investasi. Sehubungan dengan fungsi penghimpunan

Lebih terperinci

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN 47

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN 47 amanitanovi@uny.ac.id Makalah ini akan membahas tentang aktivitas-aktivitas dan produk-produk bank konvensional atau umum. Pertama akan dibahas mengenai aktivitas bank dan akan dilanjutkan dengan mengulas

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian 9 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kebijakan kebijakan pemerintah dalam bidang perbankan antara lain adalah paket deregulasi Tahun 1983, paket kebijakan 27 Oktober 1988, paket kebijakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bank memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian

BAB I PENDAHULUAN. Bank memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian dikarenakan bank berfungsi sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memiliki fungsi intermediasi yaitu menghimpun dana dari masyarakat yang

BAB I PENDAHULUAN. memiliki fungsi intermediasi yaitu menghimpun dana dari masyarakat yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Menurut UU No.10 tahun 1998 : Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu yang dijadikan rujukan dan dijadikan acuan untuk penelitian ini adalah : 1. Muhammad Rizal (2012) Melakukan penelitian tentang Pengaruh

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Bank 2.1.1 Pengertian Bank Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan giro, tabungan, dan deposito. Kemudian bank juga dikenal sebagai tempat untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bank merupakan lembaga kepercayaan yang berfungsi sebagai lembaga

BAB I PENDAHULUAN. Bank merupakan lembaga kepercayaan yang berfungsi sebagai lembaga 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Bank merupakan lembaga kepercayaan yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi, membantu kelancaran sistem pembayaran dan yang tidak kalah pentingnya adalah

Lebih terperinci

BAB II KONDISI PERUSAHAAN. 2.1 Pengertian, Fungsi, Jenis, Peran dan Usaha Bank

BAB II KONDISI PERUSAHAAN. 2.1 Pengertian, Fungsi, Jenis, Peran dan Usaha Bank BAB II KONDISI PERUSAHAAN 2.1 Pengertian, Fungsi, Jenis, Peran dan Usaha Bank 2.1.1 Pengertian dan Tujuan Bank Definisi Bank menurut Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 1998 adalah badan usaha yang menghimpun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Keberadaan sektor perbankan sebagai subsistem dalam perekonomian suatu

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Keberadaan sektor perbankan sebagai subsistem dalam perekonomian suatu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberadaan sektor perbankan sebagai subsistem dalam perekonomian suatu negara memiliki peranan cukup penting, bahkan dalam kehidupan masyarakat modern sehari-hari sebagian

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.

II. LANDASAN TEORI. atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. II. LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Bank Bank adalah salah satu badan financial yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Peneliti Terdahulu Penelitian sebelumnya yang digunakan penulis sebagai referensi adalah: 1. Dewi Dharma Irawan Willy Nahak ( 2012 ) Penelitian yang berjudul Pengaruh Risiko

Lebih terperinci

Implementasi Psak No. 31 Tentang Akuntansi Perbankan Untuk Pengakuan Pendapatan Dan Beban Bunga Pada PT. Bank Bjb Kantor Cabang Majalengka

Implementasi Psak No. 31 Tentang Akuntansi Perbankan Untuk Pengakuan Pendapatan Dan Beban Bunga Pada PT. Bank Bjb Kantor Cabang Majalengka Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Final Assignment - Diploma 3 (D3) http://repository.ekuitas.ac.id Final Assignment of Accounting 2016-04-18 Implementasi Psak No. 31 Tentang Akuntansi Perbankan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian terdahulu yang dirujuk dalam penelitian ini, diantaranya:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian terdahulu yang dirujuk dalam penelitian ini, diantaranya: 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu yang dirujuk dalam penelitian ini, diantaranya: 1) Bambang Sudiyatno dan Jati Suroso (2010), permasalahan yang diangkat pada penelitian

Lebih terperinci

AKTIVITAS DAN PRODUK BANK

AKTIVITAS DAN PRODUK BANK AKTIVITAS DAN PRODUK BANK Penghimpunan Dana Penghimpunan dana bertujuan untuk memperoleh penerimaan yang dilakukan melalui penyaluran dana Sumber: Dana sendiri Dana dari deposan Dana pinjaman Sumber dana

Lebih terperinci

PENGARUH DANA PIHAK KETIGA TERHADAP KREDIT PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA Hedy Kuswanto & M. Taufiq *)

PENGARUH DANA PIHAK KETIGA TERHADAP KREDIT PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA Hedy Kuswanto & M. Taufiq *) PENGARUH DANA PIHAK KETIGA TERHADAP KREDIT PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA Hedy Kuswanto & M. Taufiq *) Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Dana Pihak Ketiga

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan dapat dengan mudah menarik

BAB 1 PENDAHULUAN. mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan dapat dengan mudah menarik BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini banyak bermunculan perusahaan yang bergerak di sektor jasa dan pelayanan, hal ini menjadi suatu bagian terpenting supaya perusahaan selalu dapat mempertahankan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional

I. PENDAHULUAN. Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas ekonomi ke arah peningkatan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ada lima penelitian terdahulu tentang ROA (Return on Aseet) yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ada lima penelitian terdahulu tentang ROA (Return on Aseet) yang 12 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Ada lima penelitian terdahulu tentang ROA (Return on Aseet) yang dijadikan rujukan dalam penelitian ini, yaitu penelitian yang dilakukan oleh : 1. Tan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Dalam penelitian ini peneliti menggunakan acuan dari penelitian terdahulu. Namun terdapat persamaan dan perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menghimpun dana dari masyarakat (tabungan, giro, deposito) dan menyalurkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menghimpun dana dari masyarakat (tabungan, giro, deposito) dan menyalurkan BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian Kredit Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam latar belakang, kegiatan bank ialah menghimpun dana dari masyarakat (tabungan, giro, deposito)

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Loan to Deposit Ratio (LDR) 2.1.1 Pengertian Loan to Deposit Ratio (LDR) Pengertian Loan to Deposit Ratio menurut Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/7/PBI/2013 Tentang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian tentang analisis pengaruh Dana Pihak Ketiga, CAR, ROA, dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian tentang analisis pengaruh Dana Pihak Ketiga, CAR, ROA, dan 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penelitian tentang analisis pengaruh Dana Pihak Ketiga, CAR, ROA, dan NPL terhadap volume kredit pada bank yang go public di Indonesia (Studi kasus pada bank umum swasta nasional

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bank 2.1.1 Pengertian Bank Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan masyarakat, tempat untuk meminjam, menukar, memindahkan dan menerima

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian ini merujuk pada dua penelitian sebelumnya yaitu : 1. Sofan Hariati (2012) Peneliti terdahulu yang dijadikan rujukan oleh penulis adalah peneliti

Lebih terperinci

PENGARUH TABUNGAN DAN DEPOSITO MUDHARABAH TERHADAP PENYALURAN DANA PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Hedy Kuswanto *) Abstrak

PENGARUH TABUNGAN DAN DEPOSITO MUDHARABAH TERHADAP PENYALURAN DANA PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Hedy Kuswanto *) Abstrak PENGARUH TABUNGAN DAN DEPOSITO MUDHARABAH TERHADAP PENYALURAN DANA PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Hedy Kuswanto *) Abstrak Penelitian bertujuan menganalisis tabungan dan deposito mudharabah terhadap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bank dalam menjalankan usahanya menghimpun dana dari masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bank dalam menjalankan usahanya menghimpun dana dari masyarakat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bank dalam menjalankan usahanya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam berbagai alternatif investasi. Sehubungan dengan fungsi penghimpunan

Lebih terperinci

MANAJEMEN SUKU BUNGA PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) CABANG BOGOR. Oleh : ADINDA AYU LESTARI H

MANAJEMEN SUKU BUNGA PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) CABANG BOGOR. Oleh : ADINDA AYU LESTARI H MANAJEMEN SUKU BUNGA PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) CABANG BOGOR Oleh : ADINDA AYU LESTARI H24051606 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 ABSTRAK Adinda

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Berkembanya perbankan Indonesia dapat dilihat dari jumlah bank yang

BAB I PENDAHULUAN. Berkembanya perbankan Indonesia dapat dilihat dari jumlah bank yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkembanya perbankan Indonesia dapat dilihat dari jumlah bank yang semakin meningkat tiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat telah kembali

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bank didefinisikan sebagai lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah

BAB I PENDAHULUAN. Bank didefinisikan sebagai lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank didefinisikan sebagai lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dana dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat dalam bentuk kredit serta

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. didalamnya sektor usaha. Perbankan sebagai lembaga perantara (intermediate)

BAB I PENDAHULUAN. didalamnya sektor usaha. Perbankan sebagai lembaga perantara (intermediate) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perbankan memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara. Kinerja perbankan yang kuat akan menopang berbagai sektor ekonomi termasuk didalamnya sektor

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. adalah Ibnu Fariz ini berjudul Pengaruh LDR,NPL, APB, IRR,PDN, BOPO,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. adalah Ibnu Fariz ini berjudul Pengaruh LDR,NPL, APB, IRR,PDN, BOPO, 12 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Ada dua penelitian terdahulu yang dijadikan rujukan dalam penelitian ini, yaitu penelitian yang dilakukan oleh: 1. Ibnu Fariz (2012) Penelitian terdahulu

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Bank Semua sektor usaha baik sektor industri, perdagangan, pertanian, perkebunan, jasa, perumahan, dan lainnya sangat membutuhkan bank sebagai mitra dalam mengembangkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 9 BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori-teori yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan mengenai pengaruh faktor suku bunga kredit, dana pihak ketiga, nilai tukar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank merupakan salah satu lembaga keuangan atau perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, bertugas menghimpun dana (Funding) dari masyarakat, menyalurkan dana (Lending)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kembali dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk kredit.

BAB I PENDAHULUAN. kembali dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk kredit. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Indonesia telah mengalami perkembangan ekonomi yang sangat cepat. Perkembangan tersebut tidak lepas dari peran bank sebagai lembaga keuangan yang mengatur,

Lebih terperinci

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN 39

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN 39 Bank didefinisikan oleh Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atau UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan atau bentuk-bentuk lainnya, dalam rangka meningkatkan taraf hidup. kepada masyarakat yang kekurangan dana (Abdullah, 2005:17).

BAB I PENDAHULUAN. dan atau bentuk-bentuk lainnya, dalam rangka meningkatkan taraf hidup. kepada masyarakat yang kekurangan dana (Abdullah, 2005:17). 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk

Lebih terperinci

*) Dosen STIE Dharmaputra Semarang 1

*) Dosen STIE Dharmaputra Semarang 1 PENGARUH ROA TERHADAP KREDIT DENGAN KURS SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Pada Bank Umum Di Indonesia) Batista Sufa Kefi & Sutono *) Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ROA terhadap

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. ringkasan dari suatu proses pencatatan, dari transaksi-transaksi yang terjadi

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. ringkasan dari suatu proses pencatatan, dari transaksi-transaksi yang terjadi BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Laporan Keuangan Menurut Baridwan (2002: 17), laporan keuangan didefinisikan sebagai ringkasan dari suatu proses pencatatan, dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pembiayaan perekonomian suatu Negara membutuhkan suatu institusi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pembiayaan perekonomian suatu Negara membutuhkan suatu institusi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pembiayaan perekonomian suatu Negara membutuhkan suatu institusi yang dapat berperan dalam mendukung kegiatan perekonomian salah satunya adalah Dunia perbankan.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengaruh Risiko Usaha Terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) pada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengaruh Risiko Usaha Terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) pada BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Ada tiga penelitian sebelumnya yang sangat bermanfaat bagi penulis sebagai bahan acuan, yaitu dilakukan oleh : 1. Riski Yudi Prasetyo 2012 Penelitian yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Peranan perbankan dalam memajukan perekonomian suatu negara. sangatlah besar. Hampir semua sektor yang berhubungan dengan berbagai

BAB I PENDAHULUAN. Peranan perbankan dalam memajukan perekonomian suatu negara. sangatlah besar. Hampir semua sektor yang berhubungan dengan berbagai BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Peranan perbankan dalam memajukan perekonomian suatu negara sangatlah besar. Hampir semua sektor yang berhubungan dengan berbagai kegiatan keuangan selalu

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Tingkat Kesehatan Bank Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/10/PBI/2004, tingkat kesehatan bank adalah hasil penilaian kualitatif

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II LANDASAN TEORITIS BAB II LANDASAN TEORITIS A. Teori-Teori 1. Pengertian, Fungsi Dan Kegiatan Bank Perkreditan Rakyat a. Pengertian Bank Perkreditan Rakyat Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Bank 2.1.1.1 Pengertian Bank HIPOTESIS Dalam pembicaraan sehari-hari, bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Masalah. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang masih mengalami gejolak-gejolak

BAB I PENDAHULUAN. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Masalah. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang masih mengalami gejolak-gejolak 1 Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai salah satu negara berkembang masih mengalami gejolak-gejolak perekonomian yang mempengaruhi seluruh aspek masyarakat. Salah

Lebih terperinci

MANAJEMEN PERBANKAN. By : Angga Hapsila, SE.MM

MANAJEMEN PERBANKAN. By : Angga Hapsila, SE.MM MANAJEMEN PERBANKAN By : Angga Hapsila, SE.MM BAB III KEGIATAN PERBANKAN 1. KEGIATAN PERBANKAN 2. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SUKU BUNGA 3. KOMPONEN DALAM MENENTUKAN BUNGA KREDIT 4. FUNGSI BANK SECARA SPESIFIK

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. termasuk Indonesia. Sektor perbankan berfungsi sebagai perantara keuangan

BAB 1 PENDAHULUAN. termasuk Indonesia. Sektor perbankan berfungsi sebagai perantara keuangan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perbankan dalam perekonomian suatu negara memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting. Perbankan merupakan salah satu sub sistem keuangan yang paling penting

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. serta perkembangan perekonomian nasional dan internasional yang ada, bisnis

BAB I PENDAHULUAN. serta perkembangan perekonomian nasional dan internasional yang ada, bisnis BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dengan adanya berubahnya waktu dan situasi yang terjadi saat ini, serta perkembangan perekonomian nasional dan internasional yang ada, bisnis perbankan mengalami

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. aktivitas perbankan selalu berkaitan dengan bidang keuangan. Seperti telah

BAB I PENDAHULUAN. aktivitas perbankan selalu berkaitan dengan bidang keuangan. Seperti telah BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG MASALAH Bank merupakan perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dengan bidang keuangan. Seperti telah ditegaskan dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan

BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi sebagai Financial Intermediary atau perantara pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bentuk tabungan dan fasilitas lainnya serta menyalurkannya dalam bentuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bentuk tabungan dan fasilitas lainnya serta menyalurkannya dalam bentuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pengertian Bank Masyarakat mengenal jasa perbankan sebagai sarana penyimpan dana dalam bentuk tabungan dan fasilitas lainnya serta menyalurkannya dalam

Lebih terperinci