BAB V HASIL DAN ANALISIS

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB V HASIL DAN ANALISIS"

Transkripsi

1 BAB V HASIL DAN ANALISIS 5.1 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Pernyataan-pernyataan yang terkandung dalam kuesioner untuk variabel Motivasi (X 1 ), Pelatihan (X 2 ), Kompensasi (X 3 ) dan Kinerja Pegawai (Y) disusun sedemikian rupa sehingga dapat memberikan masukan data bagi penulis. Setiap pernyataan disusun dan diukur dalam skala Likert yaitu dengan pernyataan-pernyataan yang ditampilkan dalam bentuk angka (bobot nilai 1-4), seperti pada Tabel 5.1. Tabel 5.1. Pembobotan Nilai untuk Jawaban Responden Alternatif Jawaban Pernyataan Sangat Setuju (SS) 4 Setuju (S) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber : Skala Likert Pengujian validitas dan reliabilitas adalah proses untuk menguji setiap pernyataan yang ada dalam sebuah kuesioner, apakah isi dari pernyataan tersebut sudah valid dan reliabel. Jika pernyataan tersebut sudah valid dan reliabel, berarti sudah dapat digunakan untuk mengukur faktor-faktornya. Uji Validitas Instrumen Uji validitas adalah untuk mengetahui sejauh mana alat pengukur benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen yang valid berarti alat ukur 78

2 79 yang digunakan untuk mengukur data tersebut adalah valid. Valid berarti instrumen, tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam penelitian ini analisis validitas dilakukan terhadap instrumen penelitian variabel X 1, X 2, X 3 dan Y, dengan bantuan software SPSS 17. Dasar pengambilan keputusan adalah : 1) Jika r hitung > r tabel, maka pernyataan valid. 2) Jika r hitung < r tabel, maka pernyataan tidak valid. Nilai dari r-tabel didapat dari tabel Korelasi Momen-Produk Pearson untuk nilai n = 30 dan taraf signifikan 5% didapat nilai dari r-tabel sebesar 0,361, sedangkan r-hitung diperoleh dari kolom corrected item total correlation hasil perhitungan SPSS. Dari hasil analisa data yang dilakukan dilihat sebagai berikut : Variabel Motivasi (X 1 ) Dengan melalui masukan dari 30 orang responden, dan taraf signifikansi sebesar 5%, maka diperoleh hasil seperti perolehan r-hitung seperti diuraikan pada Tabel 5.2.

3 80 Tabel 5.2. Uji Validitas Variabel Motivasi (X 1 ) Nomor Kuesioner r-hitung r-tabel Keterangan 1 0,509 0,361 VALID 2 0,537 0,361 VALID 3 0,589 0,361 VALID 4 0,655 0,361 VALID 5 0,601 0,361 VALID 6 0,509 0,361 VALID 7 0,580 0,361 VALID 8 0,465 0,361 VALID 9 0,632 0,361 VALID 10 0,584 0,361 VALID 11 0,678 0,361 VALID 12 0,558 0,361 VALID Sumber : Hasil SPSS Validitas Variabel Motivasi (Lampiran 1) Analisis validitas dengan variabel yang diuji adalah variabel X 1 yaitu variabel Motivasi. Variabel ini terdiri dari 12 (dua belas) pernyataan dan seluruh hasil uji validitas atas 12 (dua belas) pernyataan dalam koesioner variabel Motivasi (X 1 ) diperoleh hasil dimana masing-masing r-hitung lebih besar dari r-tabel. Dengan demikian keduabelas pernyataan dalam koesioner yang diuji dinyatakan valid dan data yang digunakan dalam penelitian ini dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya. Variabel Pelatihan (X 2 ) Dari masukan 30 orang responden, dan taraf signifikansi sebesar 5%, maka diperoleh hasil seperti perolehan r-hitung seperti diuraikan pada Tabel 5.3.

4 81 Tabel 5.3. Uji Validitas Variabel Pelatihan (X 2 ) Nomor Kuesioner r-hitung r-tabel Keterangan 1 0,733 0,361 VALID 2 0,639 0,361 VALID 3 0,637 0,361 VALID 4 0,787 0,361 VALID 5 0,806 0,361 VALID 6 0,717 0,361 VALID 7 0,615 0,361 VALID 8 0,511 0,361 VALID 9 0,721 0,361 VALID 10 0,779 0,361 VALID 11 0,796 0,361 VALID 12 0,734 0,361 VALID Sumber : Hasil SPSS Validitas Variabel Pelatihan (Lampiran 2) Pada variabel Pelatihan (X 2 ) terdapat 12 (dua belas) pernyataan, dan seluruh hasil uji validitas atas 12 (dua belas) pernyataan dalam koesioner variabel Pelatihan (X 2 ) diperoleh hasil dimana masing-masing r-hitung lebih besar dari r-tabel. Dengan demikian keduabelas pernyataan dalam koesioner yang diuji dinyatakan valid dan data yang digunakan dalam penelitian ini dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya. Variabel Kompensasi (X 3 ) Berdasarkan dari masukan 30 orang responden, dan taraf signifikansi sebesar 5%, maka diperoleh hasil seperti perolehan r-hitung seperti diuraikan pada Tabel 5.4.

5 82 Tabel 5.4. Uji Validitas Variabel Kompensasi (X 3 ) Nomor Kuesioner r-hitung r-tabel Keterangan 1 0,505 0,361 VALID 2 0,528 0,361 VALID 3 0,607 0,361 VALID 4 0,803 0,361 VALID 5 0,817 0,361 VALID 6 0,638 0,361 VALID 7 0,729 0,361 VALID 8 0,586 0,361 VALID 9 0,492 0,361 VALID 10 0,633 0,361 VALID 11 0,680 0,361 VALID 12 0,698 0,361 VALID Sumber : Hasil SPSS Validitas Variabel Kompensasi (Lampiran 3) Pada variabel Kompensasi (X 3 ) terdapat 12 (dua belas) pernyataan, dan seluruh hasil uji validitas atas 12 (dua belas) pernyataan dalam koesioner variabel Kompensasi (X 3 ) diperoleh hasil dimana masing-masing r-hitung lebih besar dari r-tabel. Dengan demikian keduabelas pernyataan dalam koesioner yang diuji dinyatakan valid dan data yang digunakan dalam penelitian ini dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya. Variabel Kinerja Karyawan (Y) Dengan melalui masukan dari 30 orang responden, dan taraf signifikansi sebesar 5%, maka diperoleh hasil seperti perolehan r-hitung seperti diuraikan pada Tabel 5.5.

6 83 Tabel 5.5. Uji Validitas Variabel Kinerja (Y) Nomor Kuesioner r-hitung r-tabel Keterangan 1 0,563 0,361 VALID 2 0,680 0,361 VALID 3 0,683 0,361 VALID 4 0,641 0,361 VALID 5 0,522 0,361 VALID 6 0,716 0,361 VALID 7 0,558 0,361 VALID 8 0,617 0,361 VALID 9 0,541 0,361 VALID 10 0,526 0,361 VALID 11 0,555 0,361 VALID 12 0,565 0,361 VALID Sumber : Hasil SPSS Validitas Variabel Kinerja (Lampiran 4) Selanjutnya pada variabel Kinerja (Y) terdapat 12 (dua belas) pernyataan, dan seluruh hasil uji validitas atas 12 (dua belas) pernyataan dalam koesioner variabel Kinerja (Y) diperoleh hasil dimana masing-masing r-hitung lebih besar dari r-tabel. Dengan demikian keduabelas pertanyataan dalam koesioner yang diuji dinyatakan valid dan data yang digunakan dalam penelitian ini dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya. Uji Reliabilitas Instrumen Dalam uji reliabilitas instrumen setiap variabel peneliti menggunakan teknik Alpha Cronbach, variabel dikatakan reliabel jika nilai hitung atau Alpha Cronbach 0,6 dan dikatakan tidak reliabel bila nilai hitung atau Alpha Cronbach 0,6 (Nurgiantoro 2002:332).

7 84 Dalam penelitian ini uji reliabilitas dilakukan terhadap instrumen penelitian variabel X 1, X 2, X 3 dan Y dapat dilihat pada Tabel 5.6. Tabel 5.6. Uji Reliabilitas Nomor Variabel Alpha Tolok Cronbach s ukur Keterangan 1 X 1 0,812 > 0,6 Reliabel 2 X 2 0,908 > 0,6 Reliabel 3 X 3 0,874 > 0,6 Reliabel 4 Y 0,828 > 0,6 Reliabel Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (Lampiran 5) Berdasarkan hasil pengolahan SPSS dengan Uji statistik Cronbach Alpha diperoleh masing-masing nilai variabel X 1 = 0,812 > 0,6, X 2 = 0,908 > 0,6, X 3 = 0,874 > 0,6 dan Y = 0,828 > 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen yang dipakai reliabel sehingga untuk perhitungan selanjutnya data yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengukur. 5.2 Karakteristik Responden Kuesioner yang disebarkan dan diterima penulis dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 kuesioner dengan obyek penelitiannya adalah pegawai pengelola Sistem Informasi Kepegawaian pusat di Kementerian Perhubungan. Selanjutnya dipaparkan karakteristik dari responden secara umum berdasarkan jenis kelamin, usia, unit kerja, masa kerja, dan pendidikan terakhir. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Pada bab sebelumnya dijelaskan bahwa jumlah pegawai pengelola Sistem Informasi Kepegawaian pusat di Kementerian Perhubungan sebanyak

8 85 30 orang, berdasarkan hasil dari sebaran responden untuk jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 5.7. Tabel 5.7. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Frequency Percent Valid Laki-laki Perempuan Total Sumber : Hasil SPSS Karakteristik Responden (Lampiran 6) Pada hasil analisa deskriptif frekuensi untuk karakteristik jenis kelamin dengan menggunakan SPSS maka didapat bahwa jumlah responden terbanyak adalah laki-laki yaitu sebanyak 19 orang sebesar 63,3% dan jumlah responden perempuan adalah sebanyak 11 orang atau 36,7%. Berdasarkan data yang didapat menunjukkan bahwa jumlah pegawai pengelola Sistem Informasi Kepegawaian pusat di Kementerian Perhubungan yang berjenis kelamin lakilaki lebih banyak daripada yang berjenis kelamin perempuan. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur (Usia ) Sesuai dengan hasil sebaran responden berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 5.8. Tabel 5.8. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Frequency Percent Valid thn thn thn thn Total Sumber : Hasil SPSS Karakteristik Responden (Lampiran 6)

9 86 Dari hasil analisa deskriptif frekuensi untuk karakteristik usia dengan menggunakan SPSS maka didapat bahwa jumlah responden yang berusia antara tahun sebanyak 11 orang atau sebesar 36,7%, responden yang berusia antara tahun sebanyak 16 orang atau sebesar 53,3%, responden yang berusia antara tahun sebanyak 2 orang atau sebesar 6,7%, dan jumlah responden yang berusia antara tahun sebanyak 1 orang atau sebesar 3,3%. Berdasarkan pada data yang didapat menunjukkan bahwa pegawai pengelola Sistem Informasi Kepegawaian pusat di Kementerian Perhubungan lebih banyak berusia antara 31 sampai dengan 40 tahun dimana hal ini merupakan tergolong pada usia produktif. Karakteristik Responden Berdasarkan Unit Kerja Dengan berdasarkan data dari Biro Kepegawaian dan Organisasi Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan dan dari hasil sebaran responden yang didapat untuk karakteristik berdasarkan Unit Kerja dapat dilihat pada Tabel 5.9. Tabel 5.9. Karakteristik Responden Berdasarkan Unit Kerja Frequency Percent Valid Sekretariat Jenderal Inspektorat Jenderal Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Direktorat Jenderal Perkeretaapian Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Total Sumber : Hasil SPSS Karakteristik Responden (Lampiran 6)

10 87 Dari hasil analisa deskriptif frekuensi untuk karakteristik unit kerja dengan menggunakan SPSS maka didapat bahwa jumlah responden dari unit kerja Sekretariat Jenderal sebanyak 9 orang atau sebesar 30%, responden dari unit kerja Inspektorat Jenderal sebanyak 4 orang atau sebesar 13,3%, responden dari unit kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sebanyak 2 orang atau sebesar 6,7%, responden dari unit kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebanyak 4 orang atau sebesar 13,3%, responden dari unit kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebanyak 3 orang atau sebesar 10%, responden dari unit kerja Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebanyak 2 orang atau sebesar 6,7%, responden dari unit kerja Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan sebanyak 4 orang atau sebesar 13,3%, dan responden dari unit kerja Badan Penelitian dan Pengembangan sebanyak 2 orang atau sebesar 6,7%. Berdasarkan data dapat dilihat bahwa pegawai pengelola Sistem Informasi Kepegawaian pusat di Kementerian Perhubungan yang berasal dari unit kerja Sekretariat Jenderal dalam hal ini Biro Kepegawaian dan Organisasi jauh lebih banyak dibandingkan dengan unit kerja lain, hal ini dikarenakan Sekretariat Jenderal atau Biro Kepegawaian dan Organisasi merupakan penanggungjawab operasional dari data kepegawaian di lingkungan Kementerian Perhubungan. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja Untuk hasil sebaran responden berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada Tabel 5.10.

11 88 Tabel Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja Frequency Percent Valid 1-5 thn thn thn > 20 thn Total Sumber : Hasil SPSS Karakteristik Responden (Lampiran 6) Dari hasil analisa deskriptif frekuensi untuk karakteristik masa kerja dengan menggunakan SPSS maka didapat bahwa jumlah responden dengan masa kerja antara 1-5 tahun sebanyak 22 orang atau sebesar 73,3%, responden dengan masa kerja antara 6-10 tahun sebanyak 4 orang atau sebesar 13,3%, responden dengan masa kerja antara tahun sebanyak 2 orang atau sebesar 6,7%, dan jumlah responden dengan masa kerja antara diatas 20 tahun sebanyak 2 orang atau sebesar 6,7%. Berdasarkan pada data yang didapat menunjukkan bahwa pegawai pengelola Sistem Informasi Kepegawaian pusat di Kementerian Perhubungan yang memiliki masa kerja antara 1 5 tahun lebih banyak sedangkan yang memiliki masa kerja antara tahun tidak ada yang menjadi pengelola Sistem Informasi Kepegawaian. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Berikut ini adalah kondisi pegawai pengelola Sistem Informasi Kepegawaian Pusat di Kementerian Perhubungan berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada Tabel 5.11.

12 89 Tabel Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Frequency Percent Valid SLTA D-I D-III D-IV/S S Total Sumber : Hasil SPSS Karakteristik Responden (Lampiran 6) Dari hasil analisa deskriptif frekuensi untuk karakteristik pendidikan dengan menggunakan SPSS maka didapat bahwa jumlah responden yang berpendidikan SLTA sebanyak 4 orang atau sebesar 13,3%, responden yang berpendidikan D-I sebanyak 1 orang atau sebesar 3,3%, responden yang berpendidikan D-III sebanyak 3 orang atau sebesar 10%, jumlah responden yang berpendidikan D-IV/S-1 sebanyak 18 orang atau sebesar 60%, dan jumlah responden yang berpendidikan S-2 sebanyak 4 orang atau sebesar 13,3%. Data ini menunjukkan bahwa pegawai pengelola Sistem Informasi Kepegawaian pusat di Kementerian Perhubungan berpendidikan S1. Kesempatan untuk mengembangkan karir pada bidang kepegawaian di Kementerian Perhubungan terbuka lebar, dimana salah satu syarat untuk dapat menduduki suatu jabatan misalnya eselon IV adalah minimal S1. Para pegawai pengelola juga diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi untuk dapat meningkatkan kompetensi.

13 Analisis Data Hasil Pengolahan Data Primer Bagian ini membahas hasil pengolahan data yang telah dikumpulkan dari lapangan. Sebelum dilakukan penghitungan regresi korelasi, hasil koefisien determinasi dan analisis persamaan linier terlebih dahulu penulis uraikan mengenai deskripsi dari variabel-variabel terkait. Dari hasil jawaban responden terhadap variabel-variabel terkait, yaitu variabel X 1, X 2, X 3 dan Y dapat dilihat persentase jawaban tertinggi dengan perincian masing-masing adalah sebagai berikut : a. Variabel Motivasi (X 1 ) Tabel Hasil Analisis Deskriptif Variabel Motivasi (X 1 ) Nilai % Jumlah Jumlah No. Pernyataan Ratarata 0,00 4,08 20,33 5,58 0,00 13,61 67,78 18,61 Sumber : Hasil Pengolahan Data (Lampiran 7)

14 91 Seperti digambarkan pada tabel di atas bahwa nilai pernyataan dari variabel motivasi (X 1 ), responden yang menjawab sangat setuju berjumlah 18,61%, setuju berjumlah 67,78%, tidak setuju berjumlah 13,61%, dan sangat tidak setuju berjumlah 0,00%, Dilihat dari hasil jawaban responden ternyata 86,39% menjawab sangat setuju dan setuju. Berdasarkan hasil dari responden maka kecenderungan terbanyak yang memilih sangat setuju adalah pada butir pertanyaan ke 11 sebanyak 27% pilihan, bahwa atasan sangat memotivasi dengan memberikan penghargaan atas hasil kerja yang dilakukan. Sedangkan kecenderungan responden terbanyak yang memilih setuju adalah pada butir pertanyaan ke 7 sebanyak 80% pilihan, bahwa rekan kerja dapat mendukung dengan baik penyelesaian pekerjaan yang diperlukan. Untuk kecenderungan responden terbanyak yang memilih tidak setuju adalah pada butir pertanyaan ke 2 sebanyak 33% pilihan, ini berarti kenyamanan ruangan kerja belum dapat mendukung untuk berkonsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Tidak ada satupun pegawai pengelola yang memberikan pilihan sangat tidak setuju.

15 92 b. Variabel Pelatihan (X 2 ) Tabel Hasil Analisis Deskriptif Variabel Pelatihan (X 2 ) Nilai % Jumlah Jumlah No. Pernyataan Ratarata 0,08 4,50 21,83 3,58 0,28 15,00 72,78 11,94 Sumber : Hasil Pengolahan Data (Lampiran 8) Seperti digambarkan pada tabel di atas bahwa nilai pernyataan dari variabel pelatihan (X 2 ), responden yang menjawab sangat setuju berjumlah 11,94%, setuju berjumlah 72,78%, tidak setuju berjumlah 15,00%, dan sangat tidak setuju berjumlah 0,28%, Dilihat dari hasil jawaban responden ternyata 84,72% menjawab sangat setuju dan setuju. Berdasarkan hasil dari responden maka kecenderungan terbanyak yang memilih sangat setuju adalah pada butir pertanyaan ke 12 sebanyak 23% pilihan, bahwa fasilitas dalam pelatihan yang tersedia sudah sangat menunjang proses pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta pelatihan. Sedangkan kecenderungan responden terbanyak yang memilih setuju adalah pada butir pertanyaan ke 9 sebanyak 87% pilihan, bahwa fasilitator

16 93 dapat memberikan solusi terhadap pertanyaan tentang permasalahan yang dihadapi. Untuk kecenderungan responden terbanyak yang memilih tidak setuju adalah pada butir pertanyaan ke 5 sebanyak 33% pilihan, ini berarti tingkat kesulitan dalam pelatihan belum sesuai dengan kemampuan peserta pelatihan. Dengan melihat kecenderungan responden terbanyak yang memilih sangat tidak setuju adalah pada butir pertanyaan ke 2 sebanyak 3% pilihan, ini berarti Isi program/materi pelatihan yang diberikan belum dapat mendukung penyelesaian pekerjaan. c. Variabel Kompensasi (X 3 ) Tabel Hasil Analisis Deskriptif Variabel Kompensasi (X 3 ) Nilai % Jumlah Jumlah No. Pernyataan Ratarata 0,00 4,83 20,25 4,92 0,00 16,11 67,50 16,39 Sumber : Hasil Pengolahan Data (Lampiran 9)

17 94 Seperti digambarkan pada tabel di atas bahwa nilai pernyataan dari variabel kompensasi (X 3 ), responden yang menjawab sangat setuju berjumlah 16,39%, setuju berjumlah 67,50%, tidak setuju berjumlah 16,11%, dan sangat tidak setuju berjumlah 0,00%, Dilihat dari hasil jawaban responden ternyata 83,89% menjawab sangat setuju dan setuju. Berdasarkan hasil dari responden maka kecenderungan terbanyak yang memilih sangat setuju adalah pada butir pertanyaan ke 11 sebanyak 27% pilihan, bahwa kompensasi berupa sarana dan prasarana yang ada sudah sangat memadai untuk mendukung penyelesaian pekerjaan. Sedangkan kecenderungan responden terbanyak yang memilih setuju adalah pada butir pertanyaan ke 9 sebanyak 83% pilihan, bahwa kompensasi yang berupa mutasi dapat berjalan dengan baik dan dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Untuk kecenderungan responden terbanyak yang memilih tidak setuju adalah pada butir pertanyaan ke 5 sebanyak 33% pilihan, ini berarti kompensasi berupa honor yang diberikan belum berdasarkan prestasi. Tidak ada satupun pegawai pengelola yang memberikan pilihan sangat tidak setuju.

18 95 d. Variabel Kinerja (Y) Tabel Hasil Analisis Deskriptif Variabel Kinerja (Y) Nilai % Jumlah Jumlah No. Pernyataan Ratarata 0,00 1,92 21,08 7,00 0,00 6,39 70,28 23,33 Sumber : Hasil Pengolahan Data (Lampiran 10) Seperti digambarkan pada tabel di atas bahwa nilai pernyataan dari variabel kinerja (Y), responden yang menjawab sangat setuju berjumlah 23,33%, setuju berjumlah 70,28%, tidak setuju berjumlah 6,39%, dan sangat tidak setuju berjumlah 0,00%, Dilihat dari hasil jawaban responden ternyata 93,61% menjawab sangat setuju dan setuju. Berdasarkan hasil dari responden maka kecenderungan terbanyak yang memilih sangat setuju adalah pada butir pertanyaan ke 12 sebanyak 40% pilihan, bahwa pegawai sebagian besar sudah dapat memperbaiki sendiri peralatan kerja yang rusak.

19 96 Sedangkan kecenderungan responden terbanyak yang memilih setuju adalah pada butir pertanyaan ke 3 sebanyak 87% pilihan, bahwa pegawai sudah mempunyai target dalam penyelesaian pekerjaannya. Untuk kecenderungan responden terbanyak yang memilih tidak setuju adalah pada butir pertanyaan ke 2 sebanyak 17% pilihan, ini berarti apabila pekerjaan belum selesai ada pegawai yang akan pulang atau meninggalkan tempat kerja, dan butir pertanyaan ke 12 sebanyak 17% pilihan, ini berarti masih terdapat pegawai yang belum dapat memperbaiki sendiri peralatan kerja yang rusak. Tidak ada satupun pegawai pengelola yang memberikan pilihan sangat tidak setuju. Uji Asumsi Klasik Berdasarkan metodologi penelitian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, bahwa penelitian ini menggunakan analisis regresi linier dan regesi berganda, maka sebelum data tersebut dianalisis, maka terlebih dulu dilakukan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Asumsi Klasik Normalitas, Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas, Uji Asumsi Klasik Autokorelasi dan Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas.

20 97 Uji Asumsi Klasik Normalitas Uji Asumsi Klasik Normalitas dilakukan untuk menguji data valiabel bebas (X 1, X 2, X 3 ) dan variabel terikat (Y) pada persamaan regresi yang dihasilkan, apakah berdistribusi mendekati normal atau normal sama sekali. Dalam Uji Asumsi Klasik Normalitas ini menggunakan cara normal probability Plot. Hasil pengujian normalitas untuk data yang digunakan pada penelitian ini seperti pada Gambar 5.1. Gambar 5.1. Uji Asumsi Klasik Normalitas P-Plot Sumber : Hasil SPSS Uji Asumsi Klasik Normalitas P-Plot (Lampiran 11) Dasar pengambilan keputusan untuk menilai suatu data dikatakan normal atau tidak adalah sebagai berikut :

21 98 a. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. b. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Berdasarkan gambar seperti Gambar 5.1. terlihat pola distribusi yang rapat ke garis normal, sehingga dapat dikatakan bahwa data yang digunakan adalah berdistribusi normal. Dengan demikian dapat diambil keputusan bahwa data berada pada distribusi normal. Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu SRESID dengan residualnya ZPRED. Deteksi ada tidaknya heterokedastisitas dapat dilihat dengan ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot. Dasar analisisnya (Ghazali, 2005:105) : - Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heterokedastisitas. - Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas.

22 99 Hasil dari Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas data dapat dilihat seperti pada Gambar 5.2. Gambar 5.2. Hasil Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas Sumber : Hasil SPSS Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas (Lampiran 12) Uji Asumsi Klasik Autokorelasi Uji Asumsi Klasik Autokorelasi dilakukan untuk mengetahui apakah spesifikasi model yang digunakan sudah benar atau belum. Uji Asumsi Klasik Autokorelasi dapat dilakukan dengan menggunakan Uji Durbin Watson. Hasil uji Durbin Watson dapat dilihat pada Tabel Tabel Hasil Uji Durbin Watson Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson a a. Predictors: (Constant), Kompensasi, Pelatihan, Motivasi b. Dependent Variable: Kinerja Sumber : Hasil SPSS Uji Asumsi Klasik Autokorelasi (Lampiran 13) Berdasarkan Tabel 5.20, maka nilai uji Durbin Watson adalah sebesar 1,829 Dengan menggunakan tabel Durbin Watson diketahui nilai dl untuk k = 3 dan N = 30 adalah sebesar 1,214 dan nilai du adalah sebesar 1,650, dengan

23 100 menggunakan nilai dl dan du dapat dibuat pembagian daerah Durbin Watson seperti dijelaskan pada Gambar 5.3. Gambar 5.3. Pembagian Daerah Durbin Watson Menolak H 0 autokorelasi positif Daerah keraguraguan Menerima H 0 tidak ada autokorelasi Daerah keraguraguan Menerima H 0 Autokorelasi negatif d L d U 4 - d U 4 d L 1,214 1,650 2,350 2,786 Sumber : Hasil SPSS Uji Asumsi Klasik Autokorelasi (Lampiran 13) Dengan berpedoman pada pembagian daerah Durbin Watson di atas terlihat bahwa nilai 1,829 berada di daerah menerima H 0 atau tidak ada autokorelasi. Dengan demikian model regresi adalah linear. Berdasarkan hasil di atas dapat dianalisa menggunakan Tabel Klasifikasi Nilai Durbin Watson (d) pada Tabel Tabel Klasifikasi Nilai d (Durbin Watson) Nilai d Keterangan < 1.10 Ada autokorelasi 1,10 1,54 Tidak ada kesimpulan 1,55 2,46 Tidak ada autokorelasi 2,46 2,90 Tidak ada kesimpulan > 2,91 Ada autokorelasi Sumber : Wijaya (2009 :123) Dari tabel diatas nilai yang dihasilkan perhitungan DW = 1,829 berada pada range tidak adanya autokorelasi.

24 101 Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas Uji Asumsi Klasik Multikolinearitas yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan melihat nilai tolerance dan nilai lawannya yaitu Variance Inflation Factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi (VIF = 1 / Tolerance). Nilai cut off yang dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance < 0.10 atau sama dengan VIF > 10 (Ghazali, 2005 : 92). Hasil penghitungan tolerance dan VIF dapat dilihat seperti pada Tabel Model Tabel Hasil Pengujian Asumsi Klasik Multikolinieritas Unstandardized Coefficients Coefficients a Standardized Coefficients Collinearity Statistics B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF 1 (Constant) Motivasi Pelatihan Kompensasi a. Dependent Variable: Kinerja Sumber : Hasil SPSS Pengujian Asumsi Klasik Multikolinieritas (Lampiran 14) Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa nilai VIF kurang dari 10 dan dengan nilai tolerance lebih besar dari 0,10, sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat gejala multikolinearitas pada data yang digunakan dalam penelitian ini. Dengan demikian data yang ada dapat digunakan pada pengujian statistik selanjutnya.

25 102 Uji t atau Uji Parsial Uji t atau seringkali disebut sebagai uji parsial merupakan hasil SPSS yang menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat. Cara melakukan uji t adalah dengan membandingkan nilai statistik t dengan titik kritis menurut tabel. Apabila nilai statistik t hasil perhitungan lebih tinggi dibandingkan nilai t tabel, maka hipotesis yang diterima adalah hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa suatu variabel bebas secara individual mempengaruhi variabel terikat. Analisis Regresi Analisis regresi linear dilakukan untuk mengetahui kontribusi atau pengaruh variabel independen (bebas) yaitu Motivasi (X 1 ), Pelatihan (X 2 ), dan Kompensasi (X 3 ) terhadap variabel dependen (terikat) yaitu Kinerja (Y). Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel Motivasi (X 1 ), Pelatihan (X 2 ), dan Kompensasi (X 3 ) secara bersamasama terhadap variabel Kinerja (Y). Analisis regresi linear dan regresi linear berganda juga dapat digunakan untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil analisis regresi linear sederhana dan regresi linear berganda untuk variabel dependen dan independen tersebut dengan menggunakan software SPSS versi 17 adalah sebagai berikut :

26 103 a. Analisis Pengaruh X 1 terhadap Y Tabel R Square Variabel X 1 Terhadap Y Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson a a. Predictors: (Constant), Motivasi b. Dependent Variable: Kinerja Sumber : hasil pengolahan SPSS (Lampiran 15) Koefisien Korelasi Angka R atau koefisien korelasi adalah hal ini menunjukkan kuat lemahnya hubungan. Untuk menafsirkan angka tersebut digunakan kriteria pada Table Tabel Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,000 0,199 Sangat Rendah 0,200 0,399 Rendah 0,400 0,599 Sedang 0,600 0,799 Kuat 0,800 1,000 Sangat Kuat Sumber : Sugiyono (2007:250) Dari hasil perhitungan SPSS diperoleh nilai R = 0.814, jika menggunakan tabel kriteria di atas, maka variabel X 1 terhadap Y hubungannya sangat kuat.

27 104 Koefisien Determinasi (nilai R square) Angka R square atau koefisien determinasi adalah 0,663. Hal ini berarti 66,3% variasi dari variabel Y dijelaskan oleh variabel X 1, sedangkan sisanya 100% - 66,3% = 33.7% dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Uji t Uji ini dilakukan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel X 1 secara parsial terhadap variabel Y. Adapun hipotesis pada uji t adalah sebagai berikut : H o1 = 0 variabel X 1 tidak berpengaruh terhadap variabel Y, dan H a1 0 variabel X 1 berpengaruh terhadap variabel Y. Adapun dasar pengambilan keputusan adalah : Jika t hitung < t tabel, maka H 01 diterima; Jika t hitung > t tabel, maka H 01 ditolak dan H a1 diterima. Dari hasil perhitungan dengan program SPSS versi 17 didapatkan nilai t hitung dan signifikansinya sebagaimana dapat dilihat pada Tabel Model Tabel Variabel X 1 Terhadap Variabel Y Unstandardized Coefficients Coefficients a Standardized Coefficients Collinearity Statistics B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF 1 (Constant) Motivasi a. Dependent Variable: Kinerja Sumber : hasil pengolahan SPSS (Lampiran 15) Dari Tabel dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk variabel X 1 = 7,427 untuk df = n-3 (30-3) = 27 dengan signifikansi (α) 0,05 dan uji dua sisi

28 105 diperoleh t tabel = 2,052, t hitung > t tabel (7,427 > 2,052), maka H 01 ditolak dan H a1 diterima, artinya X 1 berpengaruh signifikan terhadap Y. Dari analisis uji t, dapat diprediksi besarnya nilai variabel Y melalui persamaan regresi : Y = 9, ,776 X 1 Angka konstanta 9,650 menyatakan apabila tidak ada pengaruh dari variabel X 1 pada dasarnya Y sudah mempunyai nilai sebesar 9,650 dan angka koefisien regresi 0,776 menjelaskan bahwa setiap penambahan satu nilai variabel X 1 akan meningkatkan variabel Kinerja sebesar 0,776 kali. b. Analisis Pengaruh X 2 terhadap Y Tabel R Square Variabel X 2 Terhadap Y Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson a a. Predictors: (Constant), Pelatihan b. Dependent Variable: Kinerja Sumber : hasil pengolahan SPSS (Lampiran 16) Koefisien Korelasi Angka R atau koefisien korelasi adalah 0,772 hal ini berarti menunjukkan kuat lemahnya hubungan. Apabila dikonfirmasikan dengan tabel interpretasi koefisien korelasi maka angka ini berada pada posisi hubungan yang kuat.

29 106 Koefisien Determinasi (nilai R square) Angka R square atau koefisien determinasi adalah 0,596. Hal ini berarti 59,6% variasi dari variabel Y dijelaskan oleh variabel X 2, sedangkan sisanya 100% - 59,6% = 40,4% dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Uji t Uji ini dilakukan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel X 2 secara parsial terhadap variabel Y. Adapun hipotesis pada uji t adalah sebagai berikut : H o2 = 0 variabel X 2 tidak berpengaruh terhadap variabel Y, dan H a2 0 variabel X 2 berpengaruh terhadap variabel Y. Adapun dasar pengambilan keputusan adalah : Jika t hitung < t tabel, maka H 02 diterima; Jika t hitung > t tabel, maka H 02 ditolak dan H a2 diterima. Dari hasil perhitungan dengan program SPSS versi 17 didapatkan nilai t hitung dan signifikansinya sebagaimana dapat dilihat pada Tabel Model Tabel Variabel X 2 Terhadap Variabel Y Unstandardized Coefficients Coefficients a Standardized Coefficients Collinearity Statistics B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF 1 (Constant) Pelatihan a. Dependent Variable: Kinerja Sumber : hasil pengolahan SPSS (Lampiran 16) Dari Tabel dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk variabel X 2 = 6,427 untuk df = n-3 (30-3) = 27 dengan signifikansi (α) 0,05 dan uji dua sisi

30 107 diperoleh t tabel = 2.052, t hitung > t tabel (6,427 > 2.052), maka H 02 ditolak dan H a2 diterima, artinya X 2 berpengaruh signifikan terhadap Y. Dari analisis uji t, dapat diprediksi besarnya nilai variabel Y melalui persamaan regresi : Y = 15, ,634 X 2 Angka konstanta 15,477 menyatakan apabila tidak ada pengaruh dari variabel X 2 pada dasarnya Y sudah mempunyai nilai sebesar 15,477 dan angka koefisien regresi 0,634 menjelaskan bahwa setiap penambahan satu nilai variabel X 2 akan meningkatkan variabel Kinerja sebesar 0,634 kali. c. Analisis Pengaruh X 3 terhadap Y Tabel R Square Variabel X 3 Terhadap Y Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson a a. Predictors: (Constant), Kompensasi b. Dependent Variable: Kinerja Sumber : hasil pengolahan SPSS (Lampiran 17) Koefisien Korelasi Angka R atau koefisien korelasi adalah 0,758 hal ini berarti menunjukkan kuat lemahnya hubungan. Apabila dikonfirmasikan dengan tabel interpretasi koefisien korelasi maka angka ini berada pada posisi hubungan yang kuat.

31 108 Koefisien Determinasi (nilai R square) Angka R square atau koefisien determinasi adalah 0,575. Hal ini berarti 57,5% variasi dari variabel Y dijelaskan oleh variabel X 3, sedangkan sisanya 100% - 57,5% = 42,5% dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Uji t Uji ini dilakukan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel X 3 secara parsial terhadap variabel Y. Adapun hipotesis pada uji t adalah sebagai berikut : H o3 = 0 variabel X 3 tidak berpengaruh terhadap variabel Y, dan H a3 0 variabel X 3 berpengaruh terhadap variabel Y. Adapun dasar pengambilan keputusan adalah : Jika t hitung < t tabel, maka H 03 diterima; Jika t hitung > t tabel, maka H 03 ditolak dan H a3 diterima. Dari hasil perhitungan dengan program SPSS versi 17 didapatkan nilai t hitung dan signifikansinya sebagaimana dapat dilihat pada Tabel Model Tabel Variabel X 3 Terhadap Variabel Y Unstandardized Coefficients Coefficients a Standardized Coefficients Collinearity Statistics B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF 1 (Constant) Kompensasi a. Dependent Variable: Kinerja Sumber : hasil pengolahan SPSS (Lampiran 17) Dari Tabel dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk variabel X 3 = 6,149 untuk df = n-3 (30-3) = 27 dengan signifikansi (α) 0,05 dan uji dua sisi

32 109 diperoleh t tabel = 2.052, t hitung > t tabel (6,149 > 2.052), maka H 03 ditolak dan H a3 diterima, artinya X 3 berpengaruh signifikan terhadap Y. Dari analisis uji t, dapat diprediksi besarnya nilai variabel Y melalui persamaan regresi : Y = 15, ,633 X 3 Angka konstanta 15,232 menyatakan apabila tidak ada pengaruh dari variabel X 3 pada dasarnya Y sudah mempunyai nilai sebesar 15,232 dan angka koefisien regresi 0,633 menjelaskan bahwa setiap penambahan satu nilai variabel X 3 akan meningkatkan variabel Kinerja sebesar 0,633 kali. d. Analisis Pengaruh X 1, X 2 dan X 3 terhadap Y Tabel R Square Variabel X 1, X 2 dan X 3 terhadap Y Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson a a. Predictors: (Constant), Kompensasi, Pelatihan, Motivasi b. Dependent Variable: Kinerja Sumber : hasil pengolahan SPSS (Lampiran 18) Koefisien Korelasi Angka R atau koefisien korelasi adalah 0,895 hal ini berarti menunjukkan kuat lemahnya hubungan. Apabila dikonfirmasikan dengan tabel interpretasi koefisien korelasi maka angka ini berada pada posisi hubungan yang sangat kuat.

33 110 Koefisien Determinasi (nilai R square) Angka R square atau koefisien determinasi adalah 0,802. Hal ini berarti 80,2% variasi dari variabel Y dijelaskan oleh variabel X 1, X 2 dan X 3 secara bersama-sama sedangkan sisanya 100% - 80,2% = 19,8% dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Model Tabel Variabel X 1, X 2 dan X 3 terhadap Y Unstandardized Coefficients Coefficients a Standardized Coefficients Collinearity Statistics B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF 1 (Constant) Motivasi Pelatihan Kompensasi a. Dependent Variable: Kinerja Sumber : hasil pengolahan SPSS (Lampiran 18) Dari tabel diatas, dapat diprediksi besarnya nilai variabel terikat (Kinerja) melalui persamaan regresi : Y = 5, ,343 X 1 + 0,298 X 2 + 0,251 X 3 Dari persamaan diatas diketahui nilai konstantanya adalah sebagai sebesar 5,827. Hal ini memberi gambaran bahwa pada saat Motivasi, Pelatihan dan Kompensasi memiliki nilai 0, maka nilai Kinerja adalah 5,827. Adapun kontribusi variabel bebas (motivasi, pelatihan dan kompensasi) terhadap variabel terikat (Kinerja) dapat dilihat dari nilai koefisien regresi untuk Motivasi (X 1 ) sebesar 0,343, Pelatihan (X 2 ) sebesar 0,298 dan koefisien regresi untuk Kompensasi (X 3 ) sebesar 0,251 Berdasarkan dari nilai koefisien regresi tersebut, terlihat bahwa X 1 (Motivasi) mempunyai kontribusi yang positif, dan variabel X 2 (Pelatihan)

34 111 mempunyai kontribusi yang positif demikian pula untuk variabel X 3 (Kompensasi) mempunyai kontribusi yang positif. Tanda positif pada koefisien regresi untuk variabel X 1 (Motivasi), variabel X 2 (Pelatihan) dan X 3 (Kompensasi) menunjukkan adanya hubungan yang searah dengan variabel Kinerja (Y). Untuk mengetahui apakah koefisien regresi variabel bebas hasil perhitungan di atas memiliki pengaruh nyata terhadap variabel terikat, maka digunakan nilai uji t. Untuk melakukan pengujian terhadap nilai uji t digunakan kurva perbandingan t-tabel dengan t-hitung. Nilai t-tabel dengan n = 30 dan α = 0.05 adalah 2,042. Gambar 5.4. Gambar Kurva Tolak Ho Terima Ho Tolak Ho , ,042 2,591 3,047 2,411 t tabel t tabel t hit t hit t hit Sumber : Hasil SPSS Regresi Berganda (Lampiran 18) Gambar kurva di atas menunjukkan bahwa nilai t hitung berada di daerah tolak H 0 artinya koefisien regresi memiliki pengaruh nyata atau signifikan terhadap kinerja. Dengan demikian secara parsial atau individu

35 112 variabel Motivasi, Pelatihan dan Kompensasi memiliki pengaruh yang nyata atau signifikan terhadap kinerja pegawai. Uji ANOVA atau Uji F Uji anova atau uji F adalah untuk mengetahui nilai signifikansi varibel X secara keseluruhan terhadap variabel Y. Bila nilai sig lebih kecil dari nilai alpha atau nilai kesalahan 0.01 atau sama dengan VIF lebih besar 10 maka hasilnya adalah signifikan. Hasil analisis dapat dilihat seperti pada Tabel Tabel Hasil Perhitungan Uji Anova atau Uji F ANOVA b Sum of Model Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression a Residual Total a. Predictors: (Constant), Kompensasi, Pelatihan, Motivasi b. Dependent Variable: Kinerja Sumber : Hasil SPSS Regresi Berganda (Lampiran 18) Dari hasil diatas terlihat bahwa nilai signifikannya adalah 0,000 yang berarti lebih kecil dari nilai alpha 0,01 dan nilai F hitung adalah 35,012, sedangkan F tabel diperoleh Derajat Kebebasan (dk) atau Degree of Freedom (df) dengan numerator : jumlah variable -1 atau 4-1 = 3 dan denumerator : jumlah kasus -4 atau 30-4 = 26, ini juga ditunjukkan pada kolom df pada table 5.27, sehingga nilai F tabel dengan taraf signifikansi 0,05 diperoleh F tabel 2,96, dengan demikian Nilai F hitung > F Tabel maka hasilnya adalah tolak H 0, dengan demikian hasilnya adalah

36 113 signifikan. Dengan demikian variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. Keseluruhan Analisis Regresi ini dapat digambarkan sebagai berikut : X 1 ( Motivasi ) R yx1 X 2 ( Pelatihan ) R yx1x2x3 R yx2 Y ( Kinerja ) X 3 ( Kompensasi ) R yx3 Keterangan: X 1 X 2 X 3 Y R yx1 R yx2 R yx3 = Motivasi = Pelatihan = Kompensasi = Kinerja = Pengaruh X 1 terhadap Y secara parsial = Pengaruh X 2 terhadap Y secara parsial = Pengaruh X 3 terhadap Y secara parsial R yx1x2x3 = Pengaruh X 1, X 2 dan X 3 secara bersama sama terhadap Y

37 114 Matriks Korelasi Dimensi antar Variabel Berdasarkan hasil perhitungan bahwa secara garis besar, matriks korelasi dimensi antar variabel dapat dilihat pada Tabel Tabel Matriks Korelasi Dimensi antar Variabel VARIABEL X VARIABEL MOTIVASI (X1) VARIABEL PELATIHAN (X2) VARIABEL KOMPENSASI (X3) MOTIVASI INSTRINSIK MOTIVASI EKSTRINSIK PROGRAM PELATIHAN FINANSIAL NON FINANSIAL VARIABEL Y VARIABEL KINERJA (Y) ASPEK KUANTITATIF ASPEK KUALIITATIF Y-1-1 Y-1-2 Y-2-1 Y-2-2 X ,412 0,599 0,403 0,326 X ,422 0,270 0,177 0,039 X ,228 0,375 0,588 0,245 X ,426 0,279 0,193 0,165 X ,495 0,417 0,328 0,204 X ,422 0,398 0,177 0,432 X ,421 0,285 0,180 0,565 X ,301 0,208 0,212 0,282 X ,153 0,337 0,395 0,424 X2-1 0,342 0,209 0,234-0,098 X2-2 0,580 0,472 0,460 0,131 X2-3 0,439 0,507 0,295 0,303 X2-4 0,435 0,354 0,382 0,221 X ,520 0,245 0,075 0,150 X ,411 0,425 0,415 0,591 X ,196-0,018 0,241 0,226 X ,427 0,454 0,356 0,688 Sumber : Hasil SPSS Korelasi indikator antar dimensi dan variabel (lampiran 19) Pada Tabel di atas dapat dijelaskan indikator antar dimensi dan variabel yang paling kuat hubungannya serta yang memiliki nilai koefisien determinan yang mendekati satu untuk masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat dapat dijelaskan sebagai berikut :

38 115 Variabel Motivasi terhadap Kinerja, yang memiliki nilai koefisien determinan yang mendekati satu adalah pada dimensi Motivasi Instrinsik dengan indikator Prestasi dan dimensi Aspek Kuantitatif dengan indikator Jumlah kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan dengan nilai 0,599, menjelaskan bahwa tingkat prestasi kerja mempengaruhi jumlah kesalahan yang dilakukan dalam melaksanakan pekerjaan, dengan demikian semakin tinggi prestasi yang dicapai oleh pegawai pengelola Sistem Informasi Kepegawaian maka semakin rendah kesalahan yang dilakukan dalam pekerjaan. Variabel Pelatihan terhadap Kinerja, yang memiliki nilai koefisien determinan yang mendekati satu adalah pada dimensi Program pelatihan dengan indikator Metode dan dimensi Aspek Kuantitatif dengan indikator Proses pekerjaan dan kondisi pekerjaan dengan nilai 0,580, menjelaskan bahwa metode pelatihan mempengaruhi proses pekerjaan dan kondisi pekerjaan, sehingga metode pelatihan yang tepat/baik bagi pegawai pengelola Sistem Informasi Kepegawaian dapat meningkatkan kompetensi yang dimiliki dan berpengaruh positif terhadap proses pekerjaan serta kondisi pekerjaan. Variabel Kompensasi terhadap Kinerja, yang memiliki nilai koefisien determinan yang mendekati satu adalah pada dimensi Non Finansial dengan indikator Lingkungan kerja dan Aspek Kualitatif dengan indikator Kemampuan menganalisis data/informasi dengan nilai 0,688, menjelaskan bahwa lingkungan kerja dapat mempengaruhi kemampuan menganalisis

39 116 data/informasi, sehingga lingkungan kerja yang baik bagi pegawai pengelola Sistem Informasi Kepegawaian mempengaruhi kemampuan menganalisis data/informasi yang diperlukan untuk meningkatkan hasil kerja. Dari semua dimensi pada variable bebas yang memiliki hubungan paling kuat adalah dimensi Non Finansial dengan indikator lingkungan kerja, sedangkan untuk variabel kinerja pada dimensi aspek kualitatif dengan indikator kemampuan menganalisis data/informasi. Ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja pegawai pengelola Sistem Informasi Kepegawaian pusat di Kementerian Perhubungan sangat mempengaruhi kemampuan dalam menganalisis data/informasi yang akan berpengaruh pula terhadap hasil kerja. 5.4 Hasil Pembahasan Hasil dari pengujian hipotesis maka terdapat 4 (empat) hipotesis alternatif yang diajukan secara signifikan dapat diterima, baik pengaruh Motivasi, Pelatihan dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan. Dimana dengan penerimaan hipotesis tersebut berarti bahwa kedudukan ketiga variabel bebas yaitu Motivasi, Pelatihan dan Kompensasi terhadap variabel terikat yaitu Kinerja dapat dipercaya. Jika organisasi atau perusahaan lebih memperhatikan Motivasi, Pelatihan dan Kompensasi dengan baik yang akan mempengaruhi Kinerja yang baik, maka pada akhirnya akan dapat meningkatkan akurasi data kepegawaian pada sistim informasi kepegawaian.

40 117 Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh motivasi, pelatihan dan kompensasi memberikan kontribusi dalam kinerja secara baik dan akan mendatangkan manfaat bagi pegawai yang pada hakikatnya akan berdampak baik/positif pula bagi organisasi tersebut. Artinya, semakin besar nilai variabel Motivasi, Pelatihan dan Kompensasi maka akan semakin baik pula kinerja pegawai dalam melaksanakan aktifitas kerjanya. Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Terdapat pengaruh positif Motivasi terhadap Kinerja Karyawan yang ditunjukkan oleh t-hitung 2,591 lebih besar dari t-tabel sebesar 2,042 Hal ini juga diperkuat oleh hasil koefisien korelasi berdasarkan analisis perhitungan regresi linier variabel X 1 terhadap Y sebesar 0,814, dengan hasil R yx1 sebesar 0,814 menunjukkan terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara motivasi dengan kinerja. Artinya jika semakin sering pemberian motivasi dilakukan kepada pegawai maka semakin baik pula kinerja karyawan yang diperoleh. Sebaliknya jika semakin jarang atau kurangnya pemberian motivasi dilakukan kepada karyawan maka akan semakin buruk atau turun kinerja pegawai tersebut. Penemuan penting dari penelitian Hezberg adalah bahwa manajer perlu memahami faktor-faktor apa yang dapat digunakan untuk memotivasi para karyawan. Faktor-faktor pemeliharaan sebagai faktor negatif (yang ekstrinsik) dapat mengurangi dan menghilangkan ketidakpuasan kerja dan menghindarkan masalah, tetapi tidak akan dapat digunakan untuk memotivasi bawahan. Hanya

41 118 faktor-faktor positiflah, motivators (yang instrinsik), yang dapat memotivasi para karyawan untuk melaksanakan keinginan para manajer. Kepuasan kerja yang didasarkan pada faktor-faktor yang sifatnya instrinsik (faktor pemuas) akan tercapai apabila para pegawai merasa puas dengan pekerjaannya. Sebaliknya, ketidakpuasan kerja yang pada umumnya dikaitkan dengan faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik (faktor pemeliharaan) terjadi apabila pegawai merasa tidak puas dengan pekerjaannya. Mengingat bahwa setiap individu dalam organisasi berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan sosial yang berbeda-beda, maka sangat penting bagi para pimpinan organisasi untuk dapat melihat dan memahami faktor instrinsik dan faktor ekstrinsik yang dapat mendukung motivasi pegawai meningkatkan kinerjanya dimasa mendatang. Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Terdapat pengaruh positif Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan yang ditunjukkan oleh t-hitung 3,047 lebih besar dari t-tabel sebesar 2,042 Hal ini juga diperkuat oleh hasil koefisien korelasi berdasarkan analisis perhitungan regresi linier variabel X 2 terhadap Y sebesar 0,772, dengan hasil R yx2 sebesar 0,772 menunjukkan terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara pelatihan dengan kinerja. Artinya jika semakin baik teknik dari program pelatihan yang diberikan kepada pegawai maka semakin baik pula kinerja pegawai yang diperoleh. Sebaliknya jika teknik dari program pelatihan yang diberikan kepada pegawai tidak tepat atau semakin buruk maka hasilnya

42 119 kinerja pegawai tidak akan mengalami peningkatan bahkan tidak dapat mencapai tujuan dari kinerja yang diharapkan oleh organisasi. Bagi Pegawai Negeri Sipil pelatihan memang suatu kebutuhan karena sangat berguna untuk meningkatkan kompetensinya (pengetahuan, keterampilan dan sikap) adalah melalui jalur pelatihan yang paling tepat. Sumantri (2000:2) mengartikan pelatihan sebagai proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan cara dan prosedur yang sistematis dan terorganisir. Para peserta pelatihan akan mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang sifatnya praktis untuk tujuan tertentu. Menurut Sondang. P Siagian (1994:192) menegaskan tepat tidaknya teknik pelatihan yang digunakan sangat tergantung dari berbagai pertimbangan yang ingin ditonjolkan seperti kehematan dalam pembiayaan, materi program, tersedianya fasilitas tertentu, preferensi dan kemampuan peserta, preferensi kemampuan pelatih dan prinsip-prinsip belajar yang hendak diterapkan. Walaupun demikian, pengelola pelatihan hendaknya mengenal dan memahami semua metode dan teknik pelatihan, sehingga dapat memilih dan menentukan metode dan teknik mana yang paling tepat digunakan sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondisi yang ada. Pada dasarnya bahwa setiap individu tidak memiliki keahlian/kemampuan yang sama dalam melaksanakan/menyelesaikan suatu pekerjaan untuk itu diperlukan adanya kegiatan pelatihan secara berkelanjutan dengan teknik pelatihan yang tepat dan berdasarkan hasil evaluasi dari pelatihan sebelumnya agar setiap pegawai dengan jabatan tertentu dapat memiliki kemampuan standar yang diperlukan dalam menyelesaikan pekerjaan,

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Responden Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa responden yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pada Universitas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas Untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen, penulis menggunakan analisis SPSS. Uji

Lebih terperinci

BAB IV. HASIL dan PEMBAHASAN

BAB IV. HASIL dan PEMBAHASAN BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Responden dalam dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis pada bab ini dilakukan dari hasil kuisioner yang telah dikumpulkan. Responden dalam penelitian ini adalah pelanggan yang memiliki hubungan kerja dalam pemanfaatan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN 60 BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN 4.1 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Untuk menguji validitas dan realiabilitas instrumen, penulis menggunakan analisis dengan SPSS. Berikut hasil pengujian validitas.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN 4.1 Analisis Profil Responden 4.1.1 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk melihat gambaran secara umum data yang telah dikumpulkan dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penyajian dan Analisis Data Pada penelitian ini, penulis melakukan survei di KPP Pratama Cempaka Putih, dan penulis memperoleh data pertumbuhan jumlah Wajib Pajak

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini adalah konsumen di rumah makan Mie Ayam Oplosan Kedai Shoimah. Responden yang menjadi objek penelitian

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 31 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif ini digunakan untuk memberikan gambaran mengenai demografi responden penelitian. Data demografi tersebut antara lain

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK DI DESA PROTO KEDUNGWUNI PEKALONGAN

BAB IV ANALISIS PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK DI DESA PROTO KEDUNGWUNI PEKALONGAN BAB IV ANALISIS PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK DI DESA PROTO KEDUNGWUNI PEKALONGAN A. Analisis Uji Validitas dan Reliabilitas Pembahasan pada bab ini merupakan hasil

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL PENELITIAN. Sebelum melakukan penelitian sebaiknya dilakukan pengujian terlebih dahulu

BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL PENELITIAN. Sebelum melakukan penelitian sebaiknya dilakukan pengujian terlebih dahulu BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL PENELITIAN 3.1 Pengujian Instrumen Data Sebelum melakukan penelitian sebaiknya dilakukan pengujian terlebih dahulu terhadap instrumen yang akan digunakan. Ini dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menguraikan sejauh mana kualitas website mempengaruhi kepuasan pengguna.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menguraikan sejauh mana kualitas website mempengaruhi kepuasan pengguna. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1 Karakteristik Responden Penelitian ini menggunakan 100 responden yang digunakan untuk menguraikan sejauh mana kualitas website

Lebih terperinci

PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. INDONESIA HYDRO CONSULT

PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. INDONESIA HYDRO CONSULT PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. INDONESIA HYDRO CONSULT Lois Enike 14211129 Pembimbing: Dr. Ambo Sakka Hadmar, SE. MSi Latar Belakang Dunia bisnis sekarang

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN. Berikut ini diringkas pengiriman dan penerimaan kuesioner : Tabel 4.1. Rincian pengiriman Pengembalian Kuesioner

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN. Berikut ini diringkas pengiriman dan penerimaan kuesioner : Tabel 4.1. Rincian pengiriman Pengembalian Kuesioner BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Responden Berdasarkan data yang telah disebar kepada pelanggan Alfamart dengan total 100 kuesioner yang diberikan langsung kepada para pelanggan Alfamart.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. tingkat kebenaran hipotesis penelitian yang telah dirumuskan. Dalam analisis data

BAB IV ANALISIS DATA. tingkat kebenaran hipotesis penelitian yang telah dirumuskan. Dalam analisis data BAB IV ANALISIS DATA Analisis data merupakan hasil kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lainnya terkumpul. Hal ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat kebenaran hipotesis

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN 84 4.1. Analisis Kuantitatif BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN 4.1.1 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Untuk menguji validitas dan realiabilitas instrumen, penulis menggunakan analisis dengan SPSS.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Demografi Responden Dalam Bab ini penulis akan membahas mengenai hasil penelitian dan analisisnya yang telah dilakukan. Data penelitian ini diolah dengan

Lebih terperinci

Tiara Puri Yasinta Manajemen Ekonomi 2016 PENGARUH LOKASI DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SUSU PADA TOKO LULU KIDS DEPOK

Tiara Puri Yasinta Manajemen Ekonomi 2016 PENGARUH LOKASI DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SUSU PADA TOKO LULU KIDS DEPOK Tiara Puri Yasinta 18213897 Manajemen Ekonomi 2016 PENGARUH LOKASI DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SUSU PADA TOKO LULU KIDS DEPOK Pendahuluan Latar Belakang Persaingan dunia bisnis yang semakin

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN DATA. perusahaan, visi, misi, struktur organisasi dan kegiatan usaha perusahaan sehingga

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN DATA. perusahaan, visi, misi, struktur organisasi dan kegiatan usaha perusahaan sehingga BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN DATA 4.1. Penyajian Data Pada deskripsi perusahaan akan dijelaskan mengenai sejarah singkat perusahaan, visi, misi, struktur organisasi dan kegiatan usaha perusahaan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian yang terdiri dari variabel terikat (dependen) yaitu tingkat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian yang terdiri dari variabel terikat (dependen) yaitu tingkat BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata rata (Mean), standar deviasi, maksimum, minimum,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. berada di meruya selatan. dengan total 100 kuesioner yang diantarkan langsung

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. berada di meruya selatan. dengan total 100 kuesioner yang diantarkan langsung BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Responden Berdasarkan kuesioner yang telah disebar kepada konsumen Warteg yang berada di meruya selatan. dengan total 100 kuesioner yang diantarkan langsung

Lebih terperinci

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Profil Sekolah SMK Negeri 6 Malang yang beralamat di Jalan Ki Ageng Gribig 28 Malang, merupakan sekolah menengah kejuruan berstatus negeri yang resmi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen. 56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Responden 1. Tempat dan Waktu Penelitian Pada bab ini, penulis melakukan analisis secara keseluruhan mengenai pengaruh citra merek dan kepercayaan merek

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum dan Deskriptif Objek Penelitian 4.1.1 Sejarah Singkat Mengenai Pegadaian Syari ah Kendal Pegadaian Syari ah Kendal merupakan salah satu Unit Pegadaian

Lebih terperinci

IV HASIL PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN. Untuk perhitungan validitas dan reliabilitas instrumen item masing-masing

IV HASIL PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN. Untuk perhitungan validitas dan reliabilitas instrumen item masing-masing 41 IV HASIL PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Validitas dan Reliabilitas. Untuk perhitungan validitas dan reliabilitas instrumen item masing-masing variabel pada penelitan yang dilakukan menggunakan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN 58 BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Hasil 1. Statistik Deskriptif a. Analisis Deskriptif Statistik Deskriptif digunakan untuk melihat gambaran secara umum data yang telah dikumpulkan dalam

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Jumlah responden yang diambil sebagai sampel penelitian adalah sebanyak 98 responden. Penelitian dilakukan pada pelanggan PT. Optima

Lebih terperinci

PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (Studi Kasus pada McDonald s Kelapa Dua Depok)

PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (Studi Kasus pada McDonald s Kelapa Dua Depok) PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (Studi Kasus pada McDonald s Kelapa Dua Depok) Nama : Sari Octafiani NPM : 18213279 Pembimbing : Heru Purnomo, SE, MM. Latar Belakang Bidang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian. pengalaman mengajar, sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian. pengalaman mengajar, sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. di dapat gambaran yang jelas mengenai deskripsi penelitian.

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. di dapat gambaran yang jelas mengenai deskripsi penelitian. BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Penyajian Data Pada deskripsi perusahaan akan dijelaskan mengenai sejarah singkat perusahaan, visi, misi, struktur organisasi dan kegiatan usaha perusahaan sehingga

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. BMT MATRA Pekalongan yakni sebesar 100 orang, sehingga dalam penentuan

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. BMT MATRA Pekalongan yakni sebesar 100 orang, sehingga dalam penentuan BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Dalam karakteristik responden ini, yang menjadi sampel penelitian adalah jumlah nasabah pemegang produk tabungan SIFITRI (Simpanan Idul Fitri) di BMT

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. penelitian ini meliputi jumlah sampel (N), nilai minimum, nilai maksimum,

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. penelitian ini meliputi jumlah sampel (N), nilai minimum, nilai maksimum, 44 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Statistik Deskriptif Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, maka pada Tabel 4.1 berikut ini akan ditampilkan karakteristik sample yang digunakan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Deskripsi Responden Penelitian Responden dari penelitian ini adalah nasabah KOPENA Pekalongan. Pada bagian ini dijelaskan mengenai identitas reponden

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Karakteristik Berdasarkan Responden

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Karakteristik Berdasarkan Responden BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Karakteristik Berdasarkan Responden Penulis telah melakukan penelitian mengenai pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di Casa

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. pegawai BPBD Semarang yang berjumlah 56 orang. Untuk mendapatkan

BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. pegawai BPBD Semarang yang berjumlah 56 orang. Untuk mendapatkan BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 3.1. Gambaran Umum Penelitian Penelitian ini diawali dengan membagikan kuesioner kepada seluruh pegawai BPBD Semarang yang berjumlah 56 orang. Untuk mendapatkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Koperasi Balam Jaya Di Desa Balam Merah

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Koperasi Balam Jaya Di Desa Balam Merah 41 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Koperasi Balam Jaya Di Desa Balam Merah Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan. Dengan alamat Jln. Lintas Bono Pangkalan Bunut.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden Dari 12 KPP Pratama yang ada di wilayah Jakarta Selatan, hanya 4 KPP yang bersedia untuk mengisi kuesioner. Data kuesioner yang berhasil

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini, analisis data yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu dengan menggunakan analisis regresi sederhana, dan perhitungannya menggunakan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN Pengumpulan Data. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan

BAB IV PEMBAHASAN Pengumpulan Data. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner sebanyak 216 set pada mahasiswa pascasarjana STIEPARI Semarang yang berstatus sebagai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Unit Analisis Data 1. Data Hasil Penelitian Pada bagian ini akan dibahas mengenai proses pengolahan data untuk menguji hipotesis yang telah dibuat

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Penyajian Data Penelitian 4.1.1 Analisis Karakteristik Responden Responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah konsumen pengguna PT. Mega Auto Finance cabang Kedoya. Penjelasan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang diteliti, yaitu Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang diteliti, yaitu Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN IV.1 Deskripsi Objek Penelitian Objek yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri atas variabel-variabel yang diteliti, yaitu Current Ratio (CR), Debt to Equity

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Statistik Deskriptif Untuk memberikan gambaran dan informasi mengenai data variabel dalam penelitian ini maka digunakanlah tabel statistik deskriptif. Tabel

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Kecamatan Bangkinang Seberang Jalan Lintas Bangkinang-Petapahan Sei Jernih.

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Kecamatan Bangkinang Seberang Jalan Lintas Bangkinang-Petapahan Sei Jernih. BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini di lakukan di Kabupaten Kampar tepatnya di Daerah Kecamatan Bangkinang Seberang Jalan Lintas Bangkinang-Petapahan Sei Jernih. Penelitian

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Statistik Deskriptif Berdasarkan data yang diinput dari Annual Report (2008-2012) maka dapat dihitung rasio-rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dan pembangun ekonomi. Sesuai dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dan pembangun ekonomi. Sesuai dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) atau dikenal juga dengan sebutan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pendorong terdepan dan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 46 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1.Hasil Penelitian 4.1.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian 4.1.1.1. Produk Helm GM PT Danapersadaraya Motor Industri merupakan salah satu prusahaan pembuat helm terbesar

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Perusahaan emiten manufaktur sektor (Consumer Goods Industry) yang

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Perusahaan emiten manufaktur sektor (Consumer Goods Industry) yang BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian Perusahaan emiten manufaktur sektor (Consumer Goods Industry) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki beberapa perusahaan, dan

Lebih terperinci

PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG

PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG Oleh : Fitri Zakiyah (10208526) Latar Belakang Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. (Rtv) Pekanbaru terhadap 76 orang pelanggan diperoleh hasil penelitian meliputi :

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. (Rtv) Pekanbaru terhadap 76 orang pelanggan diperoleh hasil penelitian meliputi : BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Identitas Responden Berdasarkan hasil sebaran kuesioner mengenai strategi bauran pemasaran dalam meningkatkan kepuasaan pelanggan iklan pada PT. Riau Media Televisi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. responden, kualitas website, kepuasan pelanggan, uji validitas dan reliabilitas, uji

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. responden, kualitas website, kepuasan pelanggan, uji validitas dan reliabilitas, uji BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan membahas mengenai hasil dan pembahasan dari analisis yang telah dilakukan. Hasil dan pembahasan ini terdiri dari gambaran umum responden, kualitas website,

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Provinsi Riau. Kuesioner dibagikan kepada 38 orang yang terlibat dalam proses

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Provinsi Riau. Kuesioner dibagikan kepada 38 orang yang terlibat dalam proses BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini mengambil sampel di Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau. Kuesioner dibagikan kepada 38 orang yang terlibat dalam proses pengguna anggaran.adapun

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 37 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Citra Merek Terhadap Kepuasan Pelanggan PT PLN (Persero) pada Perumahan Pondok Bahar

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN IV.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Penelitian ini mengambil sampel Mahasiswa Akuntansi Universitas Bina Nusantara. Ganda (2004) mengatakan Mahasiswa adalah individu

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Tabel: 3.1. Pengelompokan Responden Berdasarkan Usia s/d s/d ,7.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Tabel: 3.1. Pengelompokan Responden Berdasarkan Usia s/d s/d ,7. BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Responden 4.1.1 Pengelompokan Responden Berdasarkan Usia Pengelompokan responden berdasarkan usia dapat disajikan dalam tabel 3.1 sebagai berikut: Tabel: 3.1 Pengelompokan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Deskrispsi Data

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Deskrispsi Data BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskrispsi Data Penelitian yang berjudul Pengaruh Persepsi Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Siswa Kelas X di SMK Negeri 1 Sukoharjo

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai proses dan hasil serta pembahasan dari pengolahan data yang telah dilakukan. Sebagai alat bantu analisis digunakan software SPSS versi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Pemerintah Kabupaten Kudus. Visi Pemerintah Kabupaten Kudus yaitu "Terwujudnya Kudus Yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Pemerintah Kabupaten Kudus. Visi Pemerintah Kabupaten Kudus yaitu Terwujudnya Kudus Yang 39 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian 4.1.1. Gambaran Umum Pemerintah Kabupaten Kudus Visi Pemerintah Kabupaten Kudus yaitu "Terwujudnya Kudus Yang Sejahtera" dengan misi meningkatkan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. A. ANALISIS DATA 1. Deskripsi Responden Penelitian Responden penelitian ini adalah UMKM di Kecamatan

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. A. ANALISIS DATA 1. Deskripsi Responden Penelitian Responden penelitian ini adalah UMKM di Kecamatan 103 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. ANALISIS DATA 1. Deskripsi Responden Penelitian Responden penelitian ini adalah UMKM di Kecamatan Warungasem yang mengikuti program pemberdayaan UMKM yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Jumlah WP, Jumlah Pokok Ketetapan PBB dan Realisasi TABEL 4.1 JUMLAH WAJIB PAJAK DAN KETETAPAN PBB

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Jumlah WP, Jumlah Pokok Ketetapan PBB dan Realisasi TABEL 4.1 JUMLAH WAJIB PAJAK DAN KETETAPAN PBB BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Jumlah WP, Jumlah Pokok Ketetapan PBB dan Realisasi Oleh karena penelitian ini mengarah kepada perpajakan khususnya PBB, maka data yang disajikan pada gambaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Dalam penelitian ini data yang dianaisis adalah Fasilitas belajar (X 1 ),

BAB IV HASIL PENELITIAN. Dalam penelitian ini data yang dianaisis adalah Fasilitas belajar (X 1 ), BAB IV HASIL PENELITIAN Dalam penelitian ini data yang dianaisis adalah Fasilitas belajar (X 1 ), disiplin belajar (X 2 ) dan Hasil belajar Pengukuran Dasar Survey.(Y). berdasarkan pengelohan data, maka

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan data olahan SPSS yang meliputi audit delay, ukuran

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan data olahan SPSS yang meliputi audit delay, ukuran BAB IV PEMBAHASAN A. Analisis Data 1. Uji Statistik Deskriptif Berdasarkan data olahan SPSS yang meliputi audit delay, ukuran perusahaan, tingkat profitabilitas, rasio solvabilitas dan opini auditor, maka

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data 1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif pada penelitian ini akan menggambarkan data penelitian tentang FDR, ROE,dan NOM. Sampel penelitian sebanyak

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan analisis regresi terhadap data penelitian, perlu

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan analisis regresi terhadap data penelitian, perlu BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1. Penyajian Data 4.1.1. Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan analisis regresi terhadap data penelitian, perlu dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. alat ukur yang digunakan dalam penelitian. Tabel 5.1 Hasil Uji Validitas. Variable Corrcted item total R tabel Keterangan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. alat ukur yang digunakan dalam penelitian. Tabel 5.1 Hasil Uji Validitas. Variable Corrcted item total R tabel Keterangan 61 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Uji Kualitas Data 1. Uji Validitas Uji validitas bertujuan untuk menguji tingkat keandalan dan kesahihan alat ukur yang digunakan dalam penelitian. Tabel 5.1 Hasil Uji

Lebih terperinci

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN ALAM WISATA RESTO. Ahmad Mustakim

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN ALAM WISATA RESTO. Ahmad Mustakim PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN ALAM WISATA RESTO Ahmad Mustakim 10213444 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG MASALAH Seorang pemimpin juga merupakan merupakan salah satu cara

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. & investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Retail adalah penjualan dari sejumlah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. & investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Retail adalah penjualan dari sejumlah BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek yang diteliti oleh dalam penelitian ini adalah perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2009-2013. Perusahaan retail

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. pengolahan data yang telah dilakukan. Sebagai alat bantu analisis digunakan software

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. pengolahan data yang telah dilakukan. Sebagai alat bantu analisis digunakan software BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai proses dan hasil serta pembahasan dari pengolahan data yang telah dilakukan. Sebagai alat bantu analisis digunakan software Microsoft

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dijelaskan hal yang berhubungan dengan analisis data yang berhasil dikumpulkan, hasil pengolahan data dan pembahasan dari hasil pengolahan data yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian dengan judul Pengaruh lingkungan keluarga dan motivasi belajar intrinsik terhadap prestasi belajar siswa Mata Pelajaran Korespondensi kelas X Administrasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi,

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Analisis 1. Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif berfungsi untuk memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean),

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. DESKRIPSI DATA Data hasil penelitian terdiri dari dua variabel bebas yaitu variabel gaya belajar siswa (X1) dan variabel minat belajar siswa (X2) serta satu variabel terikat

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Statistik Deskriptif Pada bagian ini akan disajikan statistik deskriptif dari semua variabel. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah CAR, FDR,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Uji Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau member gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. penelitian tentang Price Earning Ratio (PER), Earning Per Share (EPS),

BAB IV ANALISIS DATA. penelitian tentang Price Earning Ratio (PER), Earning Per Share (EPS), BAB IV ANALISIS DATA A. Analisis Data 1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif pada penelitian ini akan menggambarkan data penelitian tentang Price Earning Ratio (PER), Earning Per Share (EPS), Return

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan data-data

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan data-data BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan data-data yang berhasil dikumpulkan, hasil pengolahan data dan pembahasan dari hasil pengolahan tersebut. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. yang didirikan pada tahun 1999 dengan kantor yang berlokasi di The East

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. yang didirikan pada tahun 1999 dengan kantor yang berlokasi di The East BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum dan Objek Penelitian. PT Mitracomm Ekasarana adalah anak perusahaan dari Phintraco Group yang didirikan pada tahun 1999 dengan kantor yang berlokasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Singkat PT. PLN (Persero) Berawal di akhir abad ke 19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Statistik Deskriptif

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Statistik Deskriptif BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian Fungsi analisis deskriptif adalah untuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh. Gambaran umum ini bisa menjadi acuan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Deskriptif Data Penelitian dan Responden

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Deskriptif Data Penelitian dan Responden BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskriptif Data Penelitian dan Responden 4.1.1 Deskriptif Data Penelitian Data penelitian dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner secara langsung kepada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. laporan keuangan perusahaan transportation services yang terdaftar di Bursa

BAB III METODE PENELITIAN. laporan keuangan perusahaan transportation services yang terdaftar di Bursa BAB III METODE PENELITIAN A. Data dan Sumber Data Jenis data yang dipakai adalah data sekunder, berupa data-data laporan keuangan perusahaan transportation services yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Lebih terperinci

mempunyai nilai ekstrim telah dikeluarkan sehingga data diharapkan

mempunyai nilai ekstrim telah dikeluarkan sehingga data diharapkan 47 mempunyai nilai ekstrim telah dikeluarkan sehingga data diharapkan mendekati normal. Tabel 4.2 Deskripsi Statistik PT. Indofood Sukses Makmur Periode Pengamatan 2003-2008 Mean Std. Deviation N RETURN.007258.1045229

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui hipotesapenelitian sebagai

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. dari masing-masing variabel. Variabel yang digunakan dalam penelitian. menggunakan rasio return on asset (ROA).

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. dari masing-masing variabel. Variabel yang digunakan dalam penelitian. menggunakan rasio return on asset (ROA). BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk menunjukkan jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini serta dapat menunjukkan nilai

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Hasil 1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif menggambarkan tentang ringkasan data data penelitian seperti jumlah data yang diolah, nilai minimum,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range,

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, 47 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. atau populasi dan untuk mengetahui nilai rata-rata (mean), minimum, Tabel 4.1. Hasil Uji Statistik Deskriptif

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. atau populasi dan untuk mengetahui nilai rata-rata (mean), minimum, Tabel 4.1. Hasil Uji Statistik Deskriptif BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif merupakan statistik yang berfungsi untuk memberikan gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 LOKASI PENELITIAN DAN WAKTU PENELITIAN. yang beralamat Jalan D.I Panjaitan No 23 Bangkinang Kab Kampar.

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 LOKASI PENELITIAN DAN WAKTU PENELITIAN. yang beralamat Jalan D.I Panjaitan No 23 Bangkinang Kab Kampar. 35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 LOKASI PENELITIAN DAN WAKTU PENELITIAN. Penelitian ini berlokasi pada Swalayan Ranggon Jaya Mart Bangkinang, yang beralamat Jalan D.I Panjaitan No 23 Bangkinang Kab Kampar.

Lebih terperinci

Hasil perhitungan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa ketiga sampel atau variabel tersebut adalah distribusi normal.

Hasil perhitungan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa ketiga sampel atau variabel tersebut adalah distribusi normal. NORMALITAS DATA One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Lebih terperinci

BAB 1V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. hasil pengolahan tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata rasio

BAB 1V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. hasil pengolahan tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata rasio BAB 1V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Dalam bab ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan data-data yang berhasil dikumpulkan, hasil pengolahan data dan pembahasan dari hasil pengolahan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. A. Uji Statistik Deskriptif BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN IV.1 Analisis Deskriptif IV.1.1 Gambaran Mengenai Return Saham Tabel IV.1 Descriptive Statistics N Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation Return Saham 45 2.09-0.40

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil dan Pengolahan Data Pada bab ini akan dibahas mengenai proses dan hasil serta pembahasan dari pengolahan data yang akan dilakukan. Data yang telah didapatkan akan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Dengan rasio aktivitas, kita dapat mengetahui tingkat persediaan,

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Dengan rasio aktivitas, kita dapat mengetahui tingkat persediaan, BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Analisa Deskriptif 1. Deskriptif Statistik Dengan rasio aktivitas, kita dapat mengetahui tingkat persediaan, penjualan serta perputaran aktiva tetap pada suatu perusahaan.

Lebih terperinci

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN ( Studi Kasus Alfamart Pasir Putih Sawangan Depok ) SITI AMINAH

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN ( Studi Kasus Alfamart Pasir Putih Sawangan Depok ) SITI AMINAH PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN ( Studi Kasus Alfamart Pasir Putih Sawangan Depok ) SITI AMINAH 18213522 LATAR BELAKANG Pada masa globalisasi sekarang ini melihat kondisi persaingan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Statistik deskriptif digunakan untuk melihat gambaran secara umum data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini. Berikut hasil

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil uji itas dan Reliabilitas Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi syarat-syarat alat ukur yang baik, sehingga mengahasilkan

Lebih terperinci

HASIL UJI REGRESI PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY. Descriptive Statistics

HASIL UJI REGRESI PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY. Descriptive Statistics LAMPIRAN 3 HASIL UJI REGRESI PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY Deskripsi Data Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation TA 42 3.386499 8.013065

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Responden dari penelitian ini adalah seluruh pengusaha konveksi di

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Responden dari penelitian ini adalah seluruh pengusaha konveksi di BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. ANALISIS DATA 1. Deskripsi Responden Penelitian Responden dari penelitian ini adalah seluruh pengusaha konveksi di Desa Tangkil Kulon Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan.

Lebih terperinci