LIST WAWANCARA. Universitas Sumatera Utara

Save this PDF as:
Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LIST WAWANCARA. Universitas Sumatera Utara"

Transkripsi

1 LIST WAWANCARA I. KEPADA KIP 1. Bagaimana peranan Komisi Independen Pemilhan (KIP) dalam penyelenggaraan pilkada 2. Apakah menurut anda Komisi Independen Pemilihan (KIP) telah melakukan tugasnya sesuai dengan peraturan yang telah berlaku dalam undang-undang pilkada/pemilu. 3. Bagaimana upaya sosialisasi yang dilakukan KIP dalam menyukseskan penyelenggaran pilkada 4. Bagaimana bentuk transfaransi Komisi Independen Pemilihan (KIP) terhada masyarakat terkait perhitungan suara pada pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun Bagaimana tanggapan anda sebagai ketua Komisi Independen pemilihan (KIP) mengenai gugatan yang dilayangkan oleh calon bupati dan wakil bupati yang kalah dalam pilkada tahun Langkah-langkah apa saja yang telah dilaksanakan dalam menanggapi gugatan dari calon bupati dan calon wakil bupati yang kalah dalam pilkada 7. Apakah penyebab terjadinya gugatan yang dilayangkan dalam pilkada 8. Bagaimana dampak gugatan pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun 2012 tersebut terhadap masyarakat. 9. Bagaimana upaya yang dilakukan komisi Independen pemilihan (KIP) dalam mensosialisasikan hasil keputusan MK kepada masyarakat dengan penetapan calon bupati dan wakil bupati yang menang dalam pilkada Kabupaten Gayo Lues. 93

2 Jawaban : 1. Komisi Independen Pemilihan (KIP) telah berperan aktif dalam menyukseskan pilkada 2. Komisi Independen Pemilihan (KIP) telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan yang berlaku dalam pilkada serta telah sesuai dengan undang- undang pemerintahan Aceh tentang pilkada dan pemilu. 3. KIP kabupaten Gayo Lues memiliki kewajiban untuk melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih tentang pilkada dan pemilu kepada masyarakat agar masyarakat sadar dan mau untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada kabupaten Gayo Lues tahun Adapun bentuk transparansi Komisi Independen Pemilihan (KIP) terhadapa masyarakat mengenai perhitungan suara pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun 2012, yaitu dengan melakukan perhitungan suara yang sah dan suara yang tidak memilih, serta suara yang tidak sah langsung dilokasi pemilihan Kepala daerah di TPS-TPS yang berada di Kecamatan Kabupaten Gayo Lues, dan dilanjutkan perhitungan suara secara keseluruhan pemilihan kepala daerah serta menggabungkan hasil-hasil perhitungan suara pada TPS-TPS agar mendapatkan hasil pemenang pilkada Kabupaaten Gayo Lues tahun Mengenai tentang gugatan pilkada yang dilayangkan oleh calon bupati dan wakil bupati yang kalah dalam pilkada Kabupaten Gayo Lues, itu merupakan hal yang sangat wajar karena para calon kandidat bupati dan wakil bupati tidak merasa puas dengan hasil perhitungan suara pilkada, gugatan tersebut merupakan bentuk dari tuntutan dari calon kandidat bupati dan wakil bupati yang kalah dalam pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun

3 6. Langkah-langangkah yang telah dilakukan Komisi Indenpenden Pemilihan (KIP) Kabupaten Gayo Lues tahun 2012, gugatan dari para kandidat calon bupati dan wakil bupati yang kalah dalam pilkada, ialah melakukan pengajuan dan memberi pemberitahuan kepada DPRK Gayo Lues serta melaporkan ke Mahkamah Kontitusi untuk menanggapi gugatan pilkada 7. Adapun yang menjadi penyebab terjadinya gugatan pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun 2012, ialah menggangap KIP tidak melakukan perhitungan suara dan secara terbuaka atau transparan kepada masyarakat Kabupaten Gayo Lues, dan tidak puasnya dengan hasil pilkada serta mengganggap KIP tidak melakukan tugas sebagai penyelenggara pilkada. 8. Dampak dari gugatan para calon kandidat bupati dan wakil bupati kepada masyarakat Kabupaten Gayo Lues tidak memiliki kepala daerah atau bupati dan wakil bupati selama 6 bulan, masyarakat Kabupaten Gayo Lues tidak memiliki pemimpin pemerintahan di Kabupaten Gayo Lues tahun Upaya yang dilakukan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Gayo Lues ialah melakukan pengumuman kepada masyarakat tentang keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) telah menetapkan hasil pilkada Kabupaten Gayo Lues selasa 15 mei 2012, pasangan incumbent H.Ibnu Hasyim, S.sos,MM dan Adam, SE,MAP, dengan perolehan suara tertinggi dari jumlah suara yang sah (wawancara dengan KIP kabupaten Gayo Lues) II. DPRD KABUPATEN GAYO LUES. 95

4 1. komisi berapa DPRK yang menangani tentang pilkada/pemilu. 2. Bagaimana wewenang DPRK dalam membuat peraturan pilkada di daerah otonomi. 3. Bagaimana sejarah pembentukan KIP dan apa landasannya, dan KIP itu SK gubernur,bupati? 4. Bagaimana menurut anda tentang penyelenggaraan pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun Menurut anda bagaimana peranan dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) dalam penyelenggaraan pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun Bagaimana DPRK menanggapi dengan gugatan dari para calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Gayo Lues yang kalah dalam pilkada tahun Apa upaya dan peran DPRK dalam menangani gugatan dari calon bupati dan wakil bupati yang kalah dalam pilkada Kabupaten Gayo Lues. 8. Bagaimana upaya DPRK dalam mensosialisasikan hasil keputusan MK kepada masyarakat dengan penetapan calon bupati dan wakil bupati yang menang dalam pemilukada Jawaban : 1. Dalam penangan mengenai pilkada dan pemilu di DPRK Kabupaten Gayo Lues ditangani oleh komisi A dan C. 96

5 2. Wewenang DPRK dalam membuat peraturan pilkada maupun pemilu di daerah tidak ada, peraturan tersebut telah di tentukan oleh pihak penyelenggara pilkada dan pemilu tingkat provinsi Aceh. 3. Sejarah singkat pembentukan Komisi Independen Pemilihan (KIP) tersebut berlandasan kebutuhan pemerintahan daerah dan pusat. Pemerintahan Aceh melihat dari beberapa aspek kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak berhasil menyukseskan penyelenggaraan pemilu tahun 2004 yang lalu. Maka berdasarkan undang-undang dan Qanun Aceh tentang penyelenggaraan pemilu dan pilkada, dibentuk lah suatu lembaga yang Indenpenden, yaitu Komisi Indenpenden Pemilihan (KIP) di Aceh, KIP dilantik dan dikeluarkan SK nya dari Gubernur untuk pusat sedangkan untuk daerah Kabupaten SK Komisi Independen Pemilihan (KIP) pusat atau Provinsi Aceh. 4. Penyelenggara pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun 2012, sudah berjalan sebagai mana yang telah di tentukan dalam peraturan penyelenggaraan pilkada pusat dan peraturan pemilihan. 5. Untuk peranan dari penyelenggaraan pilkada, Komisi Independen pemilihan (KIP) Sepintas mata melihat berjalan dengan lancar dan aman terkendali tampa hambatan, hanya saja setelah perhitungan suara terdapat pembongkaran tong suara yang telah disegel oleh KIP. 6. Mengenai gugatan dari para calon kandidat bupati dan wakil bupati yang kalah dalam pilkada Kabupaten Aceh Tengah, DPRK hanya mengarahkan pihak penggugat untuk melaporkan ke pihak yang berwewnang dalam menangani sengkenta pilkada, yaitu Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung. 7. Untuk upaya yang dilakuakan DPRK Kabupaten Gayo Lues dalam menangani gugatan tersebut tidak ada, karana itu bukan merupakan hak dan tugas dari wewnang DPRK untuk menangani gugatan pilkada akan tetapi DPRK hanya menunggu hasil keputusan dari gugatan 10 calon bupati dan wakil bupati dari Makanah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung. 8. Upaya DPRK dalam mensosialisasikan hasil keputusan Mahkamah Kontitusi kepada masyarakat, dengan cara mengundang para tokoh tokoh masyarakat seperti Kepala kampung serta jajaran permeintahan desa yang 97

6 lebih berperan untuk menyampaikan kepada masyarakat secara kekeluargaan, agar masyarakat dapat menerima hasil pilkada Kabupaten Gayo Lues tidak menjadi rincuh. (wawancaea dengan anggota DPRK kabupaten Gayo Lues). III. PANWASLU. 1. Bagaimana cara mengawasi pelaksanaan pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun 2012 dengan begitu luas wilayah pemilihannya. 2. Apa saja yang nampak hambatan sebelum melaksanakan tugus mengawasi pilkada 3. Apa saja hambatan yang didapat dalam proses penyelenggaraan pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun

7 4. Apa saja kendala yang terdapat setelah penyelenggaraan pilkada 5. Bagaimana bentuk pengawasan yang dilakukan panwaslu selaku pengawas pilkada 6. Bagaimana tanggapan panwaslu tentang gugatan yang dilayangkan oleh calon bupati dan wakil bupati 7. Apakah panwaslu berperan dalam menangani gugatan dari para colon bupati dan wakil bupati yang kalah dalam pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun Jawaban : 1. Upaya yang dilakukan panwaslu dalam mengawasi pelaksanaan pilkada kabupaten Gayo Lues tahun 2012, adalah menempatkan tim pemantau dari panwaslu pada tiap TPS yang ada di Kabupaten Gayo Lues untuk menghindari terjadinya kecurangan-kecurangan selama proses pemungutan suara dan perhitungan suara berlangsung. 2. Hambatan yang nampak sebelum melaksanakan tugas mengawasi pilkada kabupaten Gayo Lues tahun 2012, adalah masalah keamanan yang tidak kondusif karena panasnya ssituasi politik menjelang pilkada kabupaten Gayo Lues tahun

8 3. Dalam penyelenggaraan pilkada kabupaten Gayo Lues 2012, panwaslu tidak menemui hambatan dan proses pilkada berjalan dengan lancar, akan tetapi pada perhitungan suara yang sah terjadi pembongkaran tong suara yang telah disegel oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) di kecamatan Terangun kabupaten Gayo Lues. 4. Kendala yang nampak oleh panwaslu setelah penyelenggaraan pilkada kabupaten Gayo Lues tahun 2012, adanya gugatan dari 1 pasangan calon bupati dan wakil bupati yang kalah pada pilkada kabupaten aceh tengah tahun Bentuk pengawasan yang dilakukan panwaslu pada pilkada kabupaten Gayo Lues tahun 2012, adalah memantau proses pemungutan suara dan perhitungan suara serta mencatat hasil perolehan suara masing-maassing calon kandidat bupati dan wakil bupati untuk melaporkan kepada panwaslu kabupaten Gayo Lues untuk merekap hasil pilkada dari setiap TPS-TPS di kabupaten Gayo Lues. 6. Tanggapan panwaslu mengenai gugatan dari 10 calon kandidat bupati dan wakil bupati yang kalah merupakan hal yang sangat wajar, karena 1 pasangan calon tersebut tidak puas dengan hasil perolehan suara pilkada kabupaten Gayo Lues tahun 2012, akan tetapi panwaslu tidak ikut serta menangani maslah sengketa pilkada tersebut karena hal penggugatan merupakan wewenang dari Mahkamah Kontitusi (MK). 7. Panwaslu tidak berperan dalam menangani gugatan dari para calon bupati dan wakil bupati yang kalah dalam pilkada kabupaten Gayo Lues tahun 2012, karena itu merupakan bukan wewenang dari panwaslu, itu merupakan wewenang dari Mahkamah Kontitusi (KIP), (wawancara panwaslu kabupaten Gayo Lues). 100

9 IV. Calon kandidat kepala daerah Kabupaten Gayo Lues. 1. Bagaimana tanggapan mengenai pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun Menurut anda bagaimana peranan Komisi Independen Pemilihan (KIP) dalam penyelenggaraan pilkada 3. Apa alasan yang menjadi gugatan dari para calon bupati dan wakil bupati yang kalah dalam pilkada 4. Kemana saja sudah gugatan itu dilayangkan oleh calon bupati dan wakil bupati 5. Bagaimana proses gugatan di MK dan apa saja yang menjadi bukti untuk menggugat calon bupati dan wakil bupati yang menang di 101

10 6. Bagaimana keputusan MK mengenai gugatan dari calon bupati dan wakil bupati yang kalah dalam pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun Bagaimana menurut anda mengenai penerapan yang dilaksanakan oleh Komisi Independen pemilihan (KIP) dalam penyelenggaraan pilkada 8. Bagaimana menurut anda tentang penetapan pemenang pilkada dan hasil keputusan MK yang disosialisasikan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) kepada masyarakat apakah sudah efektif. Jawaban : 1. Peroses pilkada kabupaten Gayo Lues tahun 2012 berjalan dengan lancar dan aman, akan tetapi terjadinya kecurangan pada proses perhitungan suara di TPS kecamatan Bies yaitu pembongkaran kotak suara yang telah disegel oleh pihak penyelenggara KIP. 2. Peranan Komisi Independen Pemilihan (KIP) pilkada kabupaten Gayo Lues tahun 2012 telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, tetapi penyelenggaraan TPS kecamatan Terangun mendapatkan Kecurangan berupa pembongkaran kotak suara yang telah disegel. 3. Alasan gugatan dari 1 pasangan calon bupati dan wakil bupati yang kalah tersebut di sebabkan terjadinya kecurangan pembongkaran kotak suara yang telah disegel serta pengelembungan suara di beberapa daerah pemilihan kabupaten Gayo Lues. 102

11 4. Gugatan yang telah dilayangkan oleh 1 pasangan calon bupati dan wakil bupati tahun 2012 tersebut iaalah ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan kepada Mahkamah Kontitusi (MK). 5. Dalam proses gugatan di Mahkamah Kontitusi (MK), Mahkamah Kontitusi menindak lanjuti sesuai aturan dalam sengketa pilkada serta melakukan observasi kelokasi pilkada kabupaten Gayo Lues tahun 2012, adapun yang menjadi bukti dari 1 pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk menggugat ialah, pembongkaran kotak suara yang telah disegel, dan pemekaran beberapa kampung di kabupaten Gayo Lues menjelang diselenggarakannya pilkada kabupaten Gayo Lues tahun 2012 dengan jaminan kampung yang telah dimekarkan tersebut akan memilih pasangan incumbent pada pilkada tersebut. 6. Keputusan Mahkamah Kontitusi (MK) mengenai gugatan dari pasangan calon bupati dan wakil bupati yang kalah dalam pilkada tersebut ialah MK menolak gugutan pilkada, karena para pemohon mengajukan permohonan melewati tenggang waktu yang ditentukan. Maka pokok permohonan para pemohon tidak di pertimbangkan. 7. Menurut 2 pasangan calon bupati dan wakil bupati yang kalah dalam pilkada kabupaten Gayo Lues tahun 2012 hasil penetapan pemenang pilkada oleh MK yang disosialisakan oleh KIP kepada masyarakat sudah dapat diterima oleh masyarakat karena merupakan keputusan final dari MK, setelah meninjau sejauh mana pelaksanaan pilkada kabupaten Gayo Lues dan 1 pasangan calon lainya ditolak oleh MK, jadi dengan demikan MK telah memutuskan pemenang pilkada adalah pasangan incumbent H.Ibnu Hasyim, S.sos,MM dan Adam, SE,MAP, dengan perolehan suara tertinggi dari jumlah suara yang sah (wawancara calon bupati dan wakil bupati kabupaten Gayo Lues). 103

12 V. LSM yang mengawasi pemilukada. 1. LSM apa saja yang ikut serta dalam pilkada. 2. Apa yang dilihat dan bagaimana aktifitas dari LSM dalam pilkada 3. Apa saja hambatan yang terdapat dalam pelaksanaan pilkada 4. Bagaimana tanggapan LSM terhadap gugatan yang dilayangkan oleh calon bupati dan wakil bupati yang kalah dalam pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun Bagaimana LSM menerapakan dan mensosialisasikan keputusan MK terhadap penetapan hasil pilkada 104

13 Jawaban : 1. Dalam menyukseskan penyelenggaraan pilkada kabupaten Gayo Lues yang ikut mengambil peran ialah LSM Laskar Merah Putih. 2. Pada penyelenggaraan pilkada kabupaten Gayo Lues tahun 2012, LSM hanya berupaya beraktifitas sebagai pengamanan dalam penyelenggaraan jika dibutuhkan. 3. Selama penyelenggaraan pilkada kabupaten Gayo Lues tahun 2012 berjalan dengan lancar tampa hambatan apapun, akan tetapi masalah muncul setelah proses perhitungan suara di TPS kecamatan kabupaten Gayo Lues. 4. Dalam hal gugatan pada pilkada Kabupaten Gayo Lues tahun 2012, LSM Laskar Merah Putih tidak ikut berperan untuk menangani gugatan atau sengketa pilkada yang dilayangkan oleh 1 calon kandidat bupati dan wakil bupati yang kalah. 5. LSM tidak ikut berperan dalam mensosialisasikan keputusan MK terhadap penetapan hasil pilkada kabupaten Gayo Lues tahun 2012 kepada masyarakat kabupaten aceh tengah tersebut ( LSM yang ikut berperan dalam pilkada kabupaten Gayo Lues). 105

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 4 TAHUN

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PELAKSANAAN REKAPITULASI HASIL PENGHITUNGAN PEROLEHAN SUARA DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH OLEH

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM,

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM, 1 PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENGAWASAN PERGERAKAN KOTAK SUARA, REKAPITULASI HASIL PENGHITUNGAN SUARA, DAN PENETAPAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN

Lebih terperinci

C. Tujuan Penulisan. Berikut adalah tujuan penulisan makalah pemilukada (Pemilihan Umum Kepala. Daerah).

C. Tujuan Penulisan. Berikut adalah tujuan penulisan makalah pemilukada (Pemilihan Umum Kepala. Daerah). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada masa demokrasi ini, pelaksanaan pemiliham umum secara langsung tidak hanya untuk lembaga legislatif serta presiden dan wakil presiden. Pemilihan umum kepala daerah

Lebih terperinci

SALINAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TUBAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TUBAN. NOMOR : 10/Kpts/KPU Kab /2010 TENTANG

SALINAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TUBAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TUBAN. NOMOR : 10/Kpts/KPU Kab /2010 TENTANG SALINAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TUBAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TUBAN NOMOR : 10/Kpts/KPU Kab 014329920/2010 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM

Lebih terperinci

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 20/PUU-XV/2017 Kewenangan Mahkamah Agung dalam Memutus Sengketa Hasil Pilkada di Aceh

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 20/PUU-XV/2017 Kewenangan Mahkamah Agung dalam Memutus Sengketa Hasil Pilkada di Aceh RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 20/PUU-XV/2017 Kewenangan Mahkamah Agung dalam Memutus Sengketa Hasil Pilkada di Aceh I. PEMOHON 1. H. Said Syamsul Bahri, (selanjutnya disebut sebagai Pemohon I); 2.

Lebih terperinci

Menimbang : a. Mengingat : 1.

Menimbang : a. Mengingat : 1. Menimbang : a. b. c. Mengingat : 1. 2. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 66 ayat (1) huruf a dan d Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan

Lebih terperinci

TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2012 ( PUTARAN PERTAMA )

TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2012 ( PUTARAN PERTAMA ) Lampiran I : KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN NGANJUK Nomor : 01/Kpts/KPU-Kab/014.329801/ Tanggal : 7 Mei TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BANGKA. NOMOR : 01/Kpts/KPU-KAB /2012 TENTANG

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BANGKA. NOMOR : 01/Kpts/KPU-KAB /2012 TENTANG KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BANGKA NOMOR : 01/Kpts/KPU-KAB.009.436477/2012 TENTANG TAHAPAN PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI BANGKA TAHUN 2013 KOMISI

Lebih terperinci

TAHAPAN PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN TUBAN TAHUN 2011 PUTARAN PERTAMA JADWAL

TAHAPAN PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN TUBAN TAHUN 2011 PUTARAN PERTAMA JADWAL LAMPIRAN I NOMOR TANGGAL : PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TUBAN NOMOR 10/Kpts/KPU Kab- 014329920/2010 : 83 /Kpts/KPU Kab-014329920/2010 : 27 November 2010 NO PROGRAM KEGIATAN

Lebih terperinci

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor Tentang Keberatan Atas Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Kabupaten Kudus

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor Tentang Keberatan Atas Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Kabupaten Kudus RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor Tentang Keberatan Atas Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Kabupaten Kudus I. PARA PIHAK A. Pemohon Ir. H. Muhammad Tamzil, MT dan Asyrofi (Pasangan Calon

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BUNGO

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BUNGO KOMISI PEMILIHAN UMUM Alamat Jln. M. Saidi No. 622 Muara Bungo Telp (0747) 21074 Fax. (0747) 21074 SURAT KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 58/Kpts/KPU.Bgo/Tahun 2015 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KOMISI PEMILIHAN UMUM Pemilihan. Kepala Daerah. Pedoman.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KOMISI PEMILIHAN UMUM Pemilihan. Kepala Daerah. Pedoman. No.299, 2010 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KOMISI PEMILIHAN UMUM Pemilihan. Kepala Daerah. Pedoman. PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 09 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TAHAPAN, PROGRAM, DAN

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 09 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 09 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 09 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KOMISI PEMILIHAN UMUM, Menimbang

Lebih terperinci

BAB III BAWASLU DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA PEMILU. A. Kewenangan Bawaslu dalam Menyelesaikan Sengketa Pemilu

BAB III BAWASLU DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA PEMILU. A. Kewenangan Bawaslu dalam Menyelesaikan Sengketa Pemilu 41 BAB III BAWASLU DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA PEMILU A. Kewenangan Bawaslu dalam Menyelesaikan Sengketa Pemilu Pemilihan umum merupakan pesta demokrasi yang dilakukan untuk memilih seorang pemimpin.

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 01 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 01 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 01 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KOMISI PEMILIHAN UMUM, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS PEMILHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS PEMILHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PEMILHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG PENGAWASAN REKAPITULASI HASIL PENGHITUNGAN SUARA DAN PENETAPAN HASIL

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SIMALUNGUN NOMOR : /Kpts/KPU-Sim/ /IV/ 2015

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SIMALUNGUN NOMOR : /Kpts/KPU-Sim/ /IV/ 2015 KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SIMALUNGUN NOMOR : /Kpts/KPU-Sim/002.434769/IV/ 2015 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI SIMALUNGUN TAHUN 2015

Lebih terperinci

TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2012

TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2012 Lampiran : Keputusan Nomor : 4/Kpts/KPU-Kab-0016.433758/01 Tanggal : 04 APRIL 01 TAHAPAN, PROGRAM, DAN PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN GIANYAR TAHUN 01 NO

Lebih terperinci

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 175/PHPU.D-XI/2013 Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Mimika

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 175/PHPU.D-XI/2013 Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Mimika RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 175/PHPU.DXI/2013 Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Mimika I. PARA PIHAK A. Pemohon Agustinus Anggaibak dan La

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI GORONTALO NOMOR : 01/Kpts/Pilgub/KPU-Prov-027/2011

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI GORONTALO NOMOR : 01/Kpts/Pilgub/KPU-Prov-027/2011 KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI GORONTALO NOMOR : 01/Kpts/Pilgub/KPUProv027/2011 TENTANG PENETAPAN TAHAPAN, PROGRAM DAN PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH PROVINSI

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : /Kpts/KPU-Prov-011/ /2012 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT. NOMOR : 84/Kpts/KPU-Prov-017/2012 TENTANG

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT. NOMOR : 84/Kpts/KPU-Prov-017/2012 TENTANG KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR : 84/Kpts/KPU-Prov-017/2012 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR NUSA TENGGARA

Lebih terperinci

2 Kepala Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 10 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Pen

2 Kepala Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 10 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Pen BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.996, 2015 BAWASLU. Penghitungan Suara. Pilkada. Rekapitulasi. Hasil. Pengawasan. Pencabutan. PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN

Lebih terperinci

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 69/PHPU.D-XI/2013 Tentang Keberatan Atas Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Kabupaten Lumajang

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 69/PHPU.D-XI/2013 Tentang Keberatan Atas Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Kabupaten Lumajang RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 69/PHPU.D-XI/2013 Tentang Keberatan Atas Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Kabupaten Lumajang I. PARA PIHAK A. Pemohon H. Agus Wicaksono, S.Sos dan

Lebih terperinci

KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN PIDIE

KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN PIDIE SALINAN SH KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN PIDIE KEPUTUSAN KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN PIDIE NOMOR : 11/Kpts/KIP Kab. Pidie/TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN KOMISI INDEPENDEN

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI MALUKU UTARA KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI MALUKU UTARA. NOMOR: 22/Kpts/KPU Prov-029/TAHUN 2012 TENTANG

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI MALUKU UTARA KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI MALUKU UTARA. NOMOR: 22/Kpts/KPU Prov-029/TAHUN 2012 TENTANG 1 S A L I N A N KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI MALUKU UTARA KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI MALUKU UTARA NOMOR: 22/Kpts/KPU Prov-029/TAHUN 2012 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM DAN JADUAL PENYELENGGARAAN

Lebih terperinci

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI KUBU RAYA TAHUN 2013

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI KUBU RAYA TAHUN 2013 Lampiran Nomor : Berita Acara Komisi Pemilihan Umum : 0 / BA / II / 01 TAHAPAN, PROGRAM DAN PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI KUBU RAYA TAHUN 01 Lampiran : Keputusan Komisi Pemilihan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PANGKALPINANG. NOMOR : 17/Kpts/KPU-Kota /2013 TENTANG

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PANGKALPINANG. NOMOR : 17/Kpts/KPU-Kota /2013 TENTANG KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PANGKALPINANG NOMOR : 17/Kpts/KPU-Kota-009.436512/2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PANGKALPINANG NOMOR: 01/Kpts/KPU-Kota-009.436512/2012

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM, SALINAN PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI, DAN/ATAU WALIKOTA DAN WAKIL

Lebih terperinci

-1- KEPUTUSAN KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN ACEH TENGGARA NOMOR 01/Kpts/KIP-Kab /2016 TENTANG

-1- KEPUTUSAN KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN ACEH TENGGARA NOMOR 01/Kpts/KIP-Kab /2016 TENTANG -1- SALINAN KEPUTUSAN KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN MOR 01/Kpts/KIP-Kab-001.434470/2016 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM DAN PENYELENGGARAAN PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN ACEH TENGGARA TAHUN 2017 KETUA

Lebih terperinci

TEKNIK PENYUSUNAN JAWABAN TERMOHON

TEKNIK PENYUSUNAN JAWABAN TERMOHON TEKNIK PENYUSUNAN JAWABAN TERMOHON Oleh: KEPANITERAAN SEKRETARIAT JENDERAL MAHKAMAH KONSTITUSI DISAMPAIKAN DALAM BIMTEK PENYELESAIAN PERKARA PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN LEMBAGA PEMANTAU PEMILIHAN DALAM NEGERI DALAM PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA TAHUN 2017

PETUNJUK PELAKSANAAN LEMBAGA PEMANTAU PEMILIHAN DALAM NEGERI DALAM PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA TAHUN 2017 PETUNJUK PELAKSANAAN LEMBAGA PEMANTAU PEMILIHAN DALAM NEGERI DALAM PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA TAHUN 2017 PENDAHULUAN Sebagai penyelenggara Pemilihan di Provinsi DKI Jakarta, KPU

Lebih terperinci

ACEH KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN ACEH JAYA

ACEH KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN ACEH JAYA ACEH SALINAN KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN ACEH JAYA KEPUTUSAN KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN ACEH JAYA NOMOR: 9 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN

Lebih terperinci

- 2 - MEMUTUSKAN: BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1. Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan:

- 2 - MEMUTUSKAN: BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1. Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan: - 2 - Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5656) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

I. PARA PIHAK A. Pemohon Hi IDRUS MT MOPILI, SE. MM. Dan Drs. RISJON KUJIMAN SUNGE, M.Si. (Pasangan Calon Nomor Urut 1)

I. PARA PIHAK A. Pemohon Hi IDRUS MT MOPILI, SE. MM. Dan Drs. RISJON KUJIMAN SUNGE, M.Si. (Pasangan Calon Nomor Urut 1) RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 154/PHPU.D-XI/2013 Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Gorontalo Utara I. PARA PIHAK A. Pemohon Hi IDRUS MT MOPILI,

Lebih terperinci

KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH

KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH KEPUTUSAN KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH NOMOR 26/Kpts/KIP Aceh/TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH NOMOR 2 TAHUN 2016

Lebih terperinci

DEMOKRASI DI TANOH GAYO LUES

DEMOKRASI DI TANOH GAYO LUES DEMOKRASI DI TANOH GAYO LUES (Study Deskriptif : Upaya dan Hambatan-Hambatan KIP Kabupaten Gayo Lues Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2012) DISUSUN O L E H SYAHRI YANDI ARTEL 080906002 DEPARTEMEN

Lebih terperinci

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 71/PHPU.D-XI/2013 Tentang Keberatan Atas Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Kabupaten Empat Lawang

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 71/PHPU.D-XI/2013 Tentang Keberatan Atas Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Kabupaten Empat Lawang RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 71/PHPU.D-XI/2013 Tentang Keberatan Atas Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Kabupaten Empat Lawang I. PARA PIHAK A. Pemohon H. Budi Antoni Aljufri dan

Lebih terperinci

2 b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum tentang Pengawasan Tahapan

2 b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum tentang Pengawasan Tahapan BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.776, 2015 BAWASLU. Tahapan. Pencalonan Pilkada. Pengawasan. Pencabutan. PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PENGAWASAN

Lebih terperinci

Lampiran: Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi selatan Nomor : 01/Pilgub/Kpts-KPU-Prov-025/VI/2012 Tanggal : 19 Juni 2012

Lampiran: Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi selatan Nomor : 01/Pilgub/Kpts-KPU-Prov-025/VI/2012 Tanggal : 19 Juni 2012 Lampiran: Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi selatan Nomor : 01/Pilgub/Kpts-KPU-Prov-025/VI/2012 Tanggal : 19 Juni 2012 TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR

Lebih terperinci

PERSIAPAN 1. PERENCANAAN PROGRAM DAN ANGGARAN 18 Februari April PENYUSUNAN PERATURAN PENYELENGGARAAN 23 Februari April 2015

PERSIAPAN 1. PERENCANAAN PROGRAM DAN ANGGARAN 18 Februari April PENYUSUNAN PERATURAN PENYELENGGARAAN 23 Februari April 2015 LAMPIRAN : SALINAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KENDAL NOMOR : 09/Kpts/KPU-Kab-012.329248/TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KENDAL NOMOR : 03/KPTS/KPU-KAB-

Lebih terperinci

TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2012

TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2012 Lampiran : Keputusan Nomor : 4/Kpts/KPU-Kab-006.433758/0 Tanggal : 04 APRL 0 TAHAPAN, PROGRAM, DAN PENYELENGGARAAN PEMLHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKL KEPALA DAERAH KABUPATEN GANYAR TAHUN 0 NO Penyusunan

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA SALINAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR: 30/Kpts/KPU-Prov-010/2012 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS

Lebih terperinci

RINGKASAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI Perkara Nomor 23/PHP.BUP-XVI/2018 Permohonan Perkara Perselisihan Hasil Pemilu

RINGKASAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI Perkara Nomor 23/PHP.BUP-XVI/2018 Permohonan Perkara Perselisihan Hasil Pemilu RINGKASAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI Perkara Nomor 23/PHP.BUP-XVI/2018 Permohonan Perkara Perselisihan Hasil Pemilu I. IDENTITAS PARA PIHAK A. Pemohon Drs. Mesakh Nitanel Nunuhitu, M.Si dan Drs. Samuel

Lebih terperinci

I. PARA PIHAK A. Pemohon Saul Essarue Elokpere dan Alfius Tabuni, S.E. (Bakal Pasangan Calon)

I. PARA PIHAK A. Pemohon Saul Essarue Elokpere dan Alfius Tabuni, S.E. (Bakal Pasangan Calon) RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA 148/PHPU.D-XI/2013 Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Jayawijaya I. PARA PIHAK A. Pemohon Saul Essarue Elokpere dan Alfius

Lebih terperinci

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 65/PUU-XIV/2016 Konstitusinalitas KPU Sebagai Penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah Pada Rezim Pemilihan Kepala Daerah Bukan Pemilihan Umum I. PEMOHON 1. Muhammad Syukur

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUMM PROVINSI SUMATERA BARAT KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 98 TAHUN 2015 TENTANG

KOMISI PEMILIHAN UMUMM PROVINSI SUMATERA BARAT KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 98 TAHUN 2015 TENTANG KOMISI PEMILIHAN UMUMM KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 98 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 34 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TAHAPAN PROGRAM DAN PENYELENGGARAAN

Lebih terperinci

I. PARA PIHAK A. Pemohon Drs. Abd. Rahman, S.E, MM dan H. M. Yusuf Ibrahim (Pasangan Calon Nomor Urut 3)

I. PARA PIHAK A. Pemohon Drs. Abd. Rahman, S.E, MM dan H. M. Yusuf Ibrahim (Pasangan Calon Nomor Urut 3) RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 180/PHPU.D-XI/2013 Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Pidie Jaya I. PARA PIHAK A. Pemohon Drs. Abd. Rahman, S.E,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM, PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR TAHUN 2015 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI, DAN/ATAU WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.245, 2014 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PEMERINTAH DAERAH. Pemilihan. Gubernur. Bupati. Walikota. Pencabutan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5588) PERATURAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

I. PARA PIHAK A. Pemohon Alfridel Jinu, SH dan Ude Arnold Pisy (Pasangan Bakal Calon)

I. PARA PIHAK A. Pemohon Alfridel Jinu, SH dan Ude Arnold Pisy (Pasangan Bakal Calon) RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 121/PHPU.D-XI/2013 Tentang Keberatan Atas Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Gunung Mas I. PARA PIHAK A. Pemohon Alfridel Jinu, SH dan

Lebih terperinci

Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548);

Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548); 1 Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548); 3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

DAFTAR INFORMASI PUBLIK KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KOTA BANDA ACEH

DAFTAR INFORMASI PUBLIK KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KOTA BANDA ACEH DAFTAR INFORMASI PUBLIK KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KOTA BANDA ACEH No Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum 1 Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2012. Rekapitulasi Jumlah Pemilih Tetap (DPT)

Lebih terperinci

DAFTAR PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TENTANG PENGUJIAN UU PEMILU DAN PILKADA

DAFTAR PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TENTANG PENGUJIAN UU PEMILU DAN PILKADA DAFTAR PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TENTANG PENGUJIAN UU PEMILU DAN PILKADA NO NO. PUTUSAN TANGGAL ISI PUTUSAN 1 011-017/PUU-I/2003 LARANGAN MENJADI ANGGOTA DPR, DPD, DPRD PROVINSI, DAN DPRD KABUPATEN/KOTA

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MALANG SALINAN

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MALANG SALINAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MALANG SALINAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MALANG NOMOR : 83.1/Kpts/KPU-Kab-014.329781/2015 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN

Lebih terperinci

- 3 - Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota;

- 3 - Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota; - 2 - Peraturan Komisi Pemilihan Umum tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur,

Lebih terperinci

TANTO LAILAM, S.H., LL.M.

TANTO LAILAM, S.H., LL.M. PENYELESAIAN SENGKETA HASIL PILKADA DI MAHKAMAH KONSTITUSI TANTO LAILAM, S.H., LL.M. PILKADA Sukses pilkada tidak hanya diukur dari tahapan perencanaan dan pelaksanaannya, namun juga penyelesaian sengketa

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

2018, No Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 10 Tahun 2013

2018, No Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 10 Tahun 2013 No.392, 2018 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAWASLU. Pilgub dan wagub. Bupati dan Wabup. Walikota dan Wawali. Pengawasan Rekapitulasi Hasil Perhitungan. Pencabutan. PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN

Lebih terperinci

KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SERDANG BEDAGAI NOMOR 02 TAHUN 2015

KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SERDANG BEDAGAI NOMOR 02 TAHUN 2015 1 SALINAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SERDANG BEDAGAI NOMOR 02 TAHUN 2015 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM DAN PENYELENGGARAAN PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2015

Lebih terperinci

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADUAL PEMILIHAN UMUM GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2012

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADUAL PEMILIHAN UMUM GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2012 LAMPIRAN I KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 02/KPTS/KPU-PROV-010/2011 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM DAN JADUAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR

Lebih terperinci

- 2 - Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5246);

- 2 - Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5246); - 2 - Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5246);

Lebih terperinci

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI PEKALONGAN TAHUN 2011

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI PEKALONGAN TAHUN 2011 Lampiran : Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Nomor : 270/06 Tahun 2010 Tanggal : 15 September 2010 TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI PEKALONGAN

Lebih terperinci

, No Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambaha

, No Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambaha BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.565, KPU. Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur. Bupati/Wakil Bupati. Walikota/Wakil Walikota. Jadwal. Program. Tahapan. PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM MOR 2 TAHUN TENTANG

Lebih terperinci

MATERI TES TERTULIS DAN WAWANCARA PPK Materi test tulis : Pancasila dan UUD

MATERI TES TERTULIS DAN WAWANCARA PPK Materi test tulis : Pancasila dan UUD MATERI TES TERTULIS DAN WAWANCARA PPK Materi test tulis : Pancasila dan UUD 1945 yang diamandemen Hukum, terdiri dari: Pemahaman Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum Pemahaman

Lebih terperinci

2016, No Tahun 2006 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4633); 2. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintaha

2016, No Tahun 2006 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4633); 2. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintaha BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.567, 2016 KPU. Pemilihan. Tahapan. Program. Jadwal. Tahun 2017 PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL

Lebih terperinci

KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH

KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH KEPUTUSAN KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH NOMOR 25/Kpts/KIP Aceh/TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH NOMOR 1 TAHUN 2016

Lebih terperinci

I. PARA PIHAK A. Pemohon Drs. Effendi M.S. Simbolon dan Drs. H. Jumiran Abdi (Pasangan Calon Nomor Urut 2)

I. PARA PIHAK A. Pemohon Drs. Effendi M.S. Simbolon dan Drs. H. Jumiran Abdi (Pasangan Calon Nomor Urut 2) RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 27/PHPU.D-XI/2013 Tentang Keberatan Atas Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2013 I. PARA PIHAK A. Pemohon Drs. Effendi

Lebih terperinci

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILU KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN GORONTALO UTARA TAHUN 2013 (PUTARAN PERTAMA)

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILU KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN GORONTALO UTARA TAHUN 2013 (PUTARAN PERTAMA) Lampiran I : KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NO. 20/Kpts/Pemilukada/KPU-Kab 027.964859/2013 Tanggal 23 April 2013 TAHAPAN, PROGRAM DAN PENYELENGGARAAN PEMILU KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH TAHUN

Lebih terperinci

- 3 - BAB I KETENTUAN UMUM

- 3 - BAB I KETENTUAN UMUM - 2 - (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4744); 3. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua (

Lebih terperinci

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 1 Pada Pemilihan Bupati daxi Wakil Bupati Kabup Hten Aceh BaratDaya Tahun 2017

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 1 Pada Pemilihan Bupati daxi Wakil Bupati Kabup Hten Aceh BaratDaya Tahun 2017 KETEFIANGAN PIHAK TERKAIT Terhadap Perkara N(»mor 17/PHP.BUP/XV/2017 DITERIMA DALAM PERSIDANGAN Dari No Tanggal Pihak Terkait: Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 1 Pada Pemilihan Bupati

Lebih terperinci

Lembaga Survei Indonesia - IFES Indonesia. Survei Nasional Pasca Pemilihan Umum Presiden 2014 Oktober 2014

Lembaga Survei Indonesia - IFES Indonesia. Survei Nasional Pasca Pemilihan Umum Presiden 2014 Oktober 2014 Lembaga Survei Indonesia - IFES Indonesia Survei Nasional Pasca Pemilihan Umum Presiden 2014 Oktober 2014 Temuan Utama Masyarakat Indonesia secara umum memberikan penilaian yang positif terhadap pelaksanaan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.792, 2013 BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM. Pemberian Keterngan. Perselisihan Hasil Pemilu. MK. Bawaslu. Tata Cara. PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 13 TAHUN

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Universitas Indonesia. Pengawasan dalam..., Ade Nugroho Wicaksono, FHUI, 2009

BAB V PENUTUP. Universitas Indonesia. Pengawasan dalam..., Ade Nugroho Wicaksono, FHUI, 2009 72 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Pengawas pemilu adalah Panitia Pengawas dengan tingkatan yang berbeda yang melakukan pengawasan terhadap seluruh proses penyelenggaraan pemilu. Pengawas pemilu adalah lembaga

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA SALINAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR: 22/Kpts/KPU-Prov-010/2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA MENJADI UNDANG-UNDANG

Lebih terperinci

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA ANCANGAN

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA ANCANGAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA ANCANGAN PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN SENGKETA TATA USAHA NEGARA PEMILIHAN DAN SENGKETA PELANGGARAN

Lebih terperinci

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 167/PHPU.D-XI/2013 Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Dairi

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 167/PHPU.D-XI/2013 Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Dairi RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 167/PHPU.DXI/2013 Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Dairi I. PARA PIHAK A. Pemohon Luhut Matondang dan Maradu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. daerah (pemilukada) diatur dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang

BAB I PENDAHULUAN. daerah (pemilukada) diatur dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan kepala daerah (pemilukada) adalah rangkaian panjang dari proses penentuan kepala daerah yang bakal menjadi pemimpin suatu daerah untuk lima tahun (satu periode).

Lebih terperinci

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Registrasi Nomor 14/PHPU.D-X/2012 Tentang Permohonan Keberatan dan Pembatalan Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilukada Kabupaten Sorong Tahun 2012 I. PIHAK-PIHAK

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR. TAHUN 2014 TENTANG PENGAWASAN PENCALONAN PADA PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI SERTA WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. konsep suci penyelenggaran Negara telah membawa perubahan bagi

BAB I PENDAHULUAN. konsep suci penyelenggaran Negara telah membawa perubahan bagi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gelombang Demokrasi abad 21 melanda berbagai Negara dibelahan dunia termasuk Indonesia. Diambilnya prinsip demokrasi oleh Indonesia sebagai sebuah konsep suci

Lebih terperinci

1. PERENCANAAN PROGRAM DAN ANGGARAN 18 Februari Mei PENYUSUNAN PERATURAN/ PEDOMAN TEKNIS

1. PERENCANAAN PROGRAM DAN ANGGARAN 18 Februari Mei PENYUSUNAN PERATURAN/ PEDOMAN TEKNIS LAMPIRAN : KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA SOLOK NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TAHAPAN, PROGRAM DAN PENYELENGGARAAN PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA SOLOK TAHUN 2015 NO PERSIAPAN

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BANDUNG KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BANDUNG. NOMOR : 10/Kpts/KPU-Kab /2015

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BANDUNG KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BANDUNG. NOMOR : 10/Kpts/KPU-Kab /2015 KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BANDUNG KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BANDUNG NOMOR : 10/Kpts/KPU-Kab-011.329047/ TENTANG PEDOMAN TEKNIS TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2018 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN KETERANGAN DALAM PERSELISIHAN HASIL DI MAHKAMAH

Lebih terperinci

BEBERAPA MASALAH DALAM PENYELESAIAN PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM 1

BEBERAPA MASALAH DALAM PENYELESAIAN PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM 1 BEBERAPA MASALAH DALAM PENYELESAIAN PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM 1 Oleh: A. Mukthie Fadjar 2 I. Pendahuluan Salah satu kewenangan konstitusional yang diberikan kepada Mahkamah Konstitusi (disingkat

Lebih terperinci

RANCANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UJI PUBLIK 14 MARET 2016 RANCANGAN PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2016 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 55/PHPU.D-XI/2013. tentang

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 55/PHPU.D-XI/2013. tentang RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 55/PHPU.D-XI/2013 Tentang Keberatan Atas Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Bondowoso I. PARA PIHAK A. Pemohon H. A. Haris Son Haji,

Lebih terperinci

TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL WAKTU PENYELENGGARAAN PEMILIHAN BUPATI GARUT TAHUN 2013 KETERANGAN MULAI SELESAI

TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADWAL WAKTU PENYELENGGARAAN PEMILIHAN BUPATI GARUT TAHUN 2013 KETERANGAN MULAI SELESAI LAMPIRAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN GARUT NOMOR : 56/Kpts/Kpukab-011.329062/TAHUN 2013 TANGGAL : 4 JUNI 2013 TENTANG : PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN GARUT

Lebih terperinci

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL WAKTU PENYELENGGARAAN PEMILIHAN BUPATI GARUT TAHUN 2013 KETERANGAN MULAI SELESAI

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL WAKTU PENYELENGGARAAN PEMILIHAN BUPATI GARUT TAHUN 2013 KETERANGAN MULAI SELESAI LAMPIRAN I : KEPUTUSAN KPU KABUPATEN GARUT NOMOR : 76/Kpts/Kpukab-011.329062/Tahun TANGGAL : 8 OKTOBER TENTANG : PERUBAHAN KETIGA ATAS KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN GARUT NOMOR 01/Kpts/Kpukab-011.329062/TAHUN

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 104/PHPU.D-XI/2013

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 104/PHPU.D-XI/2013 MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA -------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 104/PHPU.D-XI/2013 PERIHAL Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Alor Tahun

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PENGAWASAN TAHAPAN PENCALONAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR,

Lebih terperinci

-1- DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM,

-1- DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM, -1- Bahan Uji Publik 18 Maret 2015 RANCANGAN PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR TAHUN 2015 TENTANG REKAPITULASI HASIL PENGHITUNGAN SUARA DAN PENETAPAN HASIL PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI

Lebih terperinci

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL WAKTU PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI GARUT TAHUN 2008

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL WAKTU PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI GARUT TAHUN 2008 TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL WAKTU PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI GARUT TAHUN 2008 No PROGRAM/KEGIATAN MULAI JADWAL SELESAI Jumlah Hari 1 2 3 4 5 6 I MASA PERSIAPAN KETERANGAN 1.

Lebih terperinci