Jumlah dan Teknik Pemilihan Sampel

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Jumlah dan Teknik Pemilihan Sampel"

Transkripsi

1 Penelitian METODE PENELITIAN Desain, Waktu dan Tempat Penelitian ini menggunakan desain case control bersifat Retrospective bertujuan menilai hubungan paparan penyakit cara menentukan sekelompok kasus dan sekelompok kontrol lalu membandingkan frekuensi paparan. Dilakukan memilih kelompok-kelompok penelitian berdasarkan status penyakit, satu kelompok yaitu tidak stunting (kasus) dan kelompok lainnya stunting atau kontrol. Prevalensi paparan masa lalu ke faktor yang diketahui atau faktor resiko yang diduga kemudian diukur pada setiap kelompok, dan dari sini risiko relatif berkaitan setiap faktor dapat diperkirakan (Siagian 2010). Penelitian dilakukan mulai bulan Mei Juli 2011 di kota Bogor, pertimbangan Kota Bogor memiliki prevalensi balita stunting cukup tinggi sebesar 28,3% (Riskesdas 2007). Pemilihan tempat dilakukan secara purposive pertimbangan 1) keberadaan keluarga miskin, 2) keberadaan balita stunting umur bulan dan 3) kemudahan untuk diakses (lokasi maupun izin). Kecamatan Bogor Barat dipilih sebagai tempat penelitian pertimbangan berdasarkan data dari Laporan Tahunan Kecamatan Bogor Barat 2010, Kecamatan Bogor Barat memiliki jumlah KK miskin terbanyak se-kota Bogor yaitu 11,734 KK (26%) selain itu merupakan wilayah kejadian stunting tinggi yaitu 1043 balita (7,6%) (Dinkes Kota Bogor 2010). Jumlah dan Teknik Pemilihan Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang memenuhi kriteria inklusi penetapan sampel meliputi balita umur 24 bulan sampai 59 bulan, tidak cacat fisik, berasal dari keluarga miskin dan keluarga bersedia mengikuti kegiatan penelitian. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 140 responden. Diperoleh menggunakan rumus sampel minimal untuk pendugaan proporsi atau p menurut Sastroasmoro dan Ismail (2008) yaitu : 2 Z α/2 + Z ß PQ R n = dan P = R P - 2

2 50 Keterangan : n = Jumlah sampel Z α = Tingkat kemaknaan 1,96 α = 0,05 Z β = Tingkat kekuatan 0,842 β = 0,20 P = Proporsi dari populasi Q = 1 P R = Odd Ratio diperkirakan 2 Dari rumus diatas, maka dilakukan perhitungan sebagai berikut : 2 2 P = = ,96 / 2 + 0,842 ⅔ x ⅓ n = = 68,9 ⅔ - ½ 2 Dari hasil perhitungan diperoleh sampel pada penelitian ini sebanyak 70 orang untuk kasus dan 70 orang untuk kontrol. Jadi jumlah sampel keseluruhan adalah 140 responden. Penetapan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Dinas kesehatan Kota Bogor mempunyai enam wilayah kerja yaitu Kecamatan Tanah Sareal, Kecamatan Bogor Utara, Kecamatan Bogor Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kecamatan Bogor Tengah dan Kecamatan Bogor Selatan. Diantara enam kecamatan tersebut, kecamatan Bogor Barat memiliki jumlah KK miskin terbanyak se-kota Bogor dan merupakan wilayah kejadian stunting tinggi. Kecamatan Bogor Barat memiliki 16 kelurahan dan dipilih empat kelurahan yaitu kelurahan Semplak, Sindang barang, Balumbang jaya dan Pasir Jaya. Beberapa RW yang termasuk kriteria inklusi dipilih kemudian dilakukan screening pengeluaran terhadap keluarga yang memiliki balita umur bulan dan yang bersedia diwawancara lebih lanjut. Untuk lebih jelasnya cara penentuan lokasi penelitian dan penarikan contoh dapat dilihat pada Gambar 3.

3 51 Kota Bogor Purposive : Prevalensi tertinggi penduduk miskin dan balita stunting tahun 2009 Kec. Tanah Sareal Kec. Bogor Timur Kec. Bogor Barat Kec. Bogor Utara Kec. Bogor Tengah Kec. Bogor Selatan Purposive : Rekomendasi Penyebaran keluarga miskin Kelurahan Semplak Kelurahan Sindang Barang Kelurahan Balumbang Jaya Kelurahan Pasir Jaya RW.01 RW.01 dan RW.07 RW.04 RW.14 dan RW.15 Puskesmas Semplak Puskesmas Sindang Barang Puskesmas Pancasan RW.01 = 78 balita RW.01 = 30 balita RW.07 = 137 balita RW.04 = 32 balita RW.14 = 74 balita RW.15 = 69 balita Persyaratan inklusi 40 sampel 20:20 40 sampel 20:20 12 sampel 6:6 48 sampel 24:24 Gambar 3. Cara penarikan sampel penelitian

4 52 Jenis dan Cara Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan langkah awal dalam mendapatkan data penelitian. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan cara: 1. Data primer a. Meliputi karakteristik keluarga, karakteristik ibu, karakteristik anak balita (umur, jenis kelamin dan urutan dalam keluarga), pengetahuan gizi dan kesehatan ibu, pola asuh makan (praktek pemberian makan dan praktek sanitasi pangan), pola asuh kesehatan (praktek perawatan diri anak dan praktek sanitasi lingkungan), riwayat kehamilan, kelahiran, konsumsi ASI, riwayat kesehatan (diare, ISPA, dan penyakit lain) dan pola konsumsi anak (kebiasaan makan dalam seminggu terakhir dan keragaman makanan). b. Setelah ibu responden menandatangi lembar persetujuan menjadi bagian dari penelitian, dilanjutkan metode wawancara menggunakan dan pengamatan langsung. ibu dari keluarga miskin yang memiliki anak usia bulan yang ditetapkan menjadi responden dan berpedoman pada instrumen yang telah dipersiapkan. Data tinggi badan diukur menggunakan microtois ketelitian 0,1 cm. Data pola konsumsi melihat keragaman makan diperoleh metode FFQ. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel Data sekunder meliputi jumlah populasi dan gambaran tempat penelitian yang diambil dari Dinas Kesehatan, kantor kecamatan setempat dan BPS Kota Bogor. Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data yang dilakukan meliputi pengukuran antropometri, screening pengeluaran pangan dan non pangan keluarga, uji validitas dan reliabilitas terhadap pengetahuan gizi, pengolahan terhadap keragaman pangan balita, dan penskoringan terhadap beberapa data variabel, antara lain: riwayat kehamilan, kelahiran dan konsumsi ASI, pola asuh, riwayat kesehatan anak dan pola konsumsi pangan. Data antropometri contoh yang diolah meliputi panjang badan dan berat badan sehingga diperoleh indeks tinggi badan menurut umur (TB/U). Indeks tersebut kemudian dibandingkan referensi

5 53 WHO/NCHS sehingga diperoleh z skor. Berdasarkan z skor TB/U contoh anak diklasifikasikan kedalam dua kelompok yaitu kelompok balita normal ( -2 SD) dan kelompok balita stunting (< -2 SD) (WHO 1995). Tahap pengolahan data selanjutnya adalah Editing (melakukan pengecekan data yang telah diperoleh dari hasil wawancara 140 contoh 70 contoh sebagai kasus dan 70 sebagai kontrol); Coding (mengklasifikasikan jawaban-jawaban atau hasil-hasil yang ada menurut macamnya menandai masing-masing jawaban kode berupa angka guna mempermudah membaca); Proccesing (setelah terisi penuh dan juga setelah melewati pengkodingan, maka selanjutnya memproses data cara meng-entry data dalam ke paket program komputer menggunakan metode SPSS); dan Cleaning (pembersihan data merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah di-entry apakah ada kesalahan atau tidak saat memasukkan data di komputer). Sebelum dilakukan penelitian, alat ukur berupa pengetahuan gizi dan kesehatan melalui uji validitas dan reliabilitasnya menggunakan Cronbach Alpha. Penskoringan terhadap variabel dilakukan cara, jawaban yang benar diberi nilai 1 dan jawaban yang salah diberi nilai 0. Cara perhitungan skor dilakukan menggunakan rumus transformasi menggunakan program microsoft excel yaitu : Skor total = - nilai minimal Nilai mak imal - nilai minimal x 100% Keterangan : X = jumlah jawaban yang benar Nilai minimal = jumlah nilai minimal dari 1 set pertanyaan Nilai maksimal = jumlah nilai maksimal dari 1 set pertanyaan Sedangkan pengkategorian dan skala pengukuran variabel penelitian lengkap dapat dilihat pada Tabel 3. lebih

6 54 Tabel 3. Pengkategorian dan skala pengukuran variabel penelitian Variabel Keterangan Kategori Cara Pengum pulan Skala Pengu kuran 1. Stunting 2. Besar Keluarga 3. Jumlah Balita 4. Umur Orangtua Keadaan fisik anak usia antara bulan yang memiliki z score TB/U kurang dari -2 SD berdasarkan referensi WHO 2005 Diukur dari jumlah anggota keluarga. Kriteria besar keluarga dibedakan atas : Kecil ( 4 orang) Besar (> 4 orang) (BKKBN 1998) Diukur dari jumlah balita dalam keluarga. Kriteria jumlah balita dibedakan atas : 1 balita 2-3 balita Umur ayah dan ibu 0 = stunting (< -2 SD) 1 = normal ( -2SD) 0 = Besar (> 4 orang) 1 = Kecil ( 4 orang) 0 = 2-3 balita 1 = 1 balita 0 = < 20 tahun 1= tahun 2 = > 40 tahun Pengukuran antropometri Rasio dan 5. Pendidikan Orang tua Lama sekolah dalam tahun, kemudian dikelompokkan kategori : Rendah(jika ibu tidak pernah sekolah dan tidak tamat SD, tamat SD dan tamat SMP, lama pendidikan 9 tahun) 0 = rendah 1 = tinggi Tinggi (jika ibu tamat SMA dan Perguruan Tinggi, lamanya > 9 tahun) 6. Pekerjaan Orang tua (Stalker 2008) Pekerjaan orang tua responden Dikategorikan dalam beberapa pekerjaan: Petani, PNS/ABRI, Swasta, Wiraswasta, IRT, Buruh dan tidak bekerja 0 = Tidak bekerja 1 = Bekerja Tinggi badan orangtua diketegorikan menjadi : Tinggi badan ayah, yaitu : Kategori ayah : 0 = < 165 cm 1 = 165 cm Pengukuran antropometri Rasio dan 7. Tinggi Badan Orangtua < 165 cm 165 cm Tinggi badan ibu, yaitu : < 156 cm 156 cm Kategori ibu : 0 = < 156 cm 1 = 156 cm (LIPI 2004)

7 55 Variabel Keterangan Kategori Cara Pengum pulan Skala Pengu kuran 8. Pendapatan Keluarga Dengan menghitung pengeluaran perkapita keluarga : Total pengeluaran keluarga/ bulan dibagi jumlah anggota keluarga. Rp ,- berdasarkan garis kemiskinan kota Bogor (BPS, 2011) 0 = < Rp ,- 1 = Rp ,- Selanjutnya dikategorikan menjadi 2, yaitu: < Rp ,- Rp ,- Meliputi : Umur ibu saat hamil : 0 = < 20 tahun 1= tahun 2 = > 40 tahun 9. Karakteristik Ibu umur ibu saat hamil (Widiarti 2007) banyak anak yang dilahirkan (Manuaba 1998) Banyak anak yang dilahirkan: 0 = > 2 orang 1 = 2 orang jarak kelahiran (Depkes 2005) penyakit yang pernah diderita ibu sebelum hamil responden. Jarak kelahiran : 0 = < 24 bulan 1 = 24 bulan Penyakit yang pernah di derita: 0 = Ada 1 = Tidak ada 10. Umur Balita Umur balita contoh yang berusia bulan selanjutnya dikelompokkan menjadi: bulan 0 = bulan 1 = bulan 2 = bulan bulan bulan 11. Jenis Kelamin Jenis kelamin balita, terdiri dari : Laki-laki 0 = Perempuan 1 = Laki-laki Nominal Perempuan

8 56 Variabel Keterangan Kategori Cara Pengum pulan Skala Pengu kuran 12. Pengetahuan Gizi dan Kesehatan Dengan menggunakan yang terdiri dari 20 pertanyaan meliputi : Jenis, fungsi dan sumber zat gizi serta masalah gizi dan kesehatan. Hasil penelitian akan memperoleh skor tertinggi 20 dan skor terendah 0, selanjutnya dipersentasekan dan pengkategorian menjadi dua berdasarkan nilai rata-rata. 0 = Kurang 1 = Baik dan pengisian Dikategorikan menjadi : Pengetahuan gizi baik dan kurang Pola pengasuhan makan diperoleh menggunakan meliputi : Praktek pemberian makan 0 = Kurang 1 = Baik Praktek sanitasi pangan 13. Pola Asuh Makan (Astari 2006) Penskoringan dilakukan terhadap jawaban yang benar : Jika persentase jawaban benar > nilai rata-rata dikatakan baik dan jika jawaban benar < nilai rata-rata dikatakan kurang. 14. Pola Asuh Kesehatan Pola asuh kesehatan diperoleh menggunakan meliputi : Praktek Perawatan Diri Praktek Sanitasi Lingkungan (Astari 2006) 0 = Kurang 1 = Baik Selanjutnya penskoringan dan persentase terhadap jawaban yang diperoleh. Riwayat kehamilan dan kelahiran diperoleh wawancara dan menggunakan meliputi : 0 = Kurang 1 = Baik 15. Riwayat Kehamilan dan Kelahiran proses dan konsumsi makanan serta pemeriksaan kesehatan (Ante natal care) ibu selama persalinan terdahulu memenuhi kriteria 7T kondisi kelahiran bayi (pengukuran PB dan BB lahir, sumber informasi yg didapat dan penyakit bawaan saat lahir) Selanjutnya penskoringan dan persentase terhadap jawaban yang diperoleh.

9 57 Variabel Keterangan Kategori Cara Pengum pulan Skala Pengu kuran Riwayat konsumsi ASIdiperoleh menggunakan meliputi kualitas dan lama pemberian ASI 0 = Kurang 1 = Baik (Ambardati, 2007) 16. Riwayat Konsumsi ASI Kualitas pemberian ASI merupakan asupan gizi yang diberikan ibu kepada anaknya selama 6 bulan pertama usia anak, dibagi menjadi : ASI eksklusif dan ASI non eksklusif Lama pemberian ASI diukur berdasarkan: lama anak mendapatkan ASI dari ibunya dan diukur berdasarkan umur anak. Riwayat kesehatan dikategorikan menjadi: Konsumsi ASI : Jika diberi ASI dari lahir hingga 6 bulan Tidak konsumsi ASI : Jika tidak diberi ASI dan diganti yang lain. Riwayat kesehatan diperoleh menggunakan meliputi jenis, frekuensi, lama sakit dan cara pengobatan penyakit 0 = Sakit 1 = Sehat (Firlie, 2000) 17. Riwayat Kesehatan Terhadap penyakit : Diare, ISPA dan penyakit lain Pemberian skor berdasarkan keparahan penyakit. Riwayat kesehatan dikategorikan menjadi: Sakit : Jika pernah mengalami penyakit Diare / ISPA/Penyakit lain Sehat : tidak pernah mengalami penyakit Diare/ISPA/Penyakit lain 18. Pola Konsumsi Pangan Pola konsumsi pangan contoh yang diperoleh dari jawaban atas pertanyaan mengenai : Kebiasaan makan pokok, lauk pauk, sayur dan buah, minuman yang sering dikonsumsi serta suplemen/vitamin. Frekuensi makan balita contoh Menggunakan metode FFQ Selanjutnya penskoringan dan melihat keberagaman makanan mengacu kepada FAO (2011) Kebiasaan makanan : 0 = tidak 1 = ya Keragaman makanan : 0 = 3 jenis kel. makanan 1 = 4-5 jenis kel. makanan 2 = 6 jenis kel. makanan

10 58 Setelah melakukan pengolahan data, selanjutnya dilakukan analisis statistik menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 16 for Windows. Analisis statistik yang digunakan antara lain analisis hubungan antar variabel secara statistik deskriptif menggunakan tabulasi silang. Analisis secara inferensia mengggunakan : 1. Uji Chi square. Uji ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas meliputi karakteristik keluarga, karakteristik ibu, karakteristik anak, pengetahuan gizi dan kesehatan ibu, pola asuh makan, pola asuh kesehatan, riwayat kehamilan dan kelahiran, riwayat konsumsi ASI, riwayat kesehatan serta pola konsumsi (keragaman makanan). 2. Uji Regresi Logistik Uji ini digunakan untuk menarik kesimpulan akhir penelitian dan keluaran variabel data bersifat dikotomi. Adapun persamaan regresi logistiknya : Dimana: Y = Log F 1 - F = β 0 + β 1 X 1 + β 2 X 2 + β 3 X 3 + β 4 X 4 + β 5 X 5 + β 6 X 6 + β 7 X 7 + β 8 X 8 + β 9 X 9 + β 10 X 10 + β 11 X 11 + β 12 X 12 + β 13 X 13 + β 14 X 14 + β 15 X 15 + β 16 X 16 + β 17 X 17 + β 18 X 18 + β 19 X 19 + β 20 X 20 + β 21 X 21 + β 22 X 22 + β 23 X 23 + β 24 X 24 + β 25 X 25 + β 26 X 26 + Є Y F = Variabel terikat (normal, stunting) = Fungsi Kumulatif (Kemungkinan y=1) 1-F = Kemungkinan y=0 β 0 β 1 X 1 β 2 X 2 β 3 X 3 β 4 X 4 β 5 X 5 β 6 X 6 β 7 X 7 β 8 X 8 β 9 X 9 β 10 X 10 β 11 X 11 β 12 X 12 = Koefisien regresi = Umur ayah = Umur ibu = Pendidikan ayah = Pendidikan ibu = Pekerjaan ayah = Pekerjaan ibu = Pendapatan keluarga = Besar keluarga = Banyak balita = Umur saat hamil = Banyak anak = Jarak anak β 13 X 13 β 14 X 14 β 15 X 15 β 16 X 16 β 17 X 17 β 18 X 18 β 19 X 19 β 20 X 20 β 21 X 21 β 22 X 22 β 23 X 23 β 24 X 24 β 25 X 25 β 26 X 26 Є = Penyakit yang pernah di derita saat hamil = Jenis kelamin = Umur balita = Urutan anak dalam keluarga = Pengetahuan gizi dan kesehatan ibu = Riwayat kehamilan = Riwayat kelahiran = Riwayat konsumsi ASI = Riwayat kesehatan = Praktek pemberian makan = Praktek sanitasi pangan = Praktek perawatan diri = Praktek sanitasi lingkungan = Pola konsumsi balita = galat (error)

11 60 keluarga perkapita perbulan didasarkan pada Garis Kemiskinan. Kategori Miskin, jika dibawah garis kemiskinan (< Rp ) dan tidak miskin, jika di atas garis kemiskinan ( Rp ) (BPS 2011). Karakteristik balita adalah karakteristik yang melekat pada anak yang meliputi usia, jenis kelamin anak dan urutan anak dalam keluarga. Riwayat kehamilan adalah Kondisi kesehatan ibu pada saat hamil, jenis makanan dan perawatan yang dilakukan. Riwayat kelahiran adalah Kondisi kesehatan balita pada saat lahir, seperti BBLR yang diukur, jika berat < 2500 g dan Normal, jika berat 2500 g (WHO/UNICEF 2004) serta penyakit bawaan apa saja yang ada pada saat lahir. Riwayat konsumsi ASI adalah riwayat pemberian ASI contoh yang dilakukan ibu meliputi kualitas dan lama pemberian ASI. Riwayat penyakit adalah penyakit yang pernah diderita adalah diare, Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), kecacingan dan malaria. Yang terdiri dari beberapa pertanyaan mengenai frekuensi sakit, lama sakit dan tingkat keparahan yang dialami dalam kurun waktu tiga bulan terakhir kemudian dikelompokkan menjadi kategori sehat dan sakit. Diare adalah penyakit yang ditandai perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja yang melembek seperti cairan dan frekuensinya antara 3 kali atau lebih selama 24 jam. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah penyakit yang di tandai adanya batuk, pilek, atau tanpa panas atau sesak napas (WHO). Pola asuh makan adalah cara dan kebiasaan ibu/keluarga dalam melayani kebutuhan makan anak balita. Meliputi praktek pemberian makan dan praktek sanitasi pangan. Data diperoleh menggunakan modifikasi yang pernah digunakan oleh Martianto et al. (2009) dan Astari (2006). Dikategorikan baik dan kurang baik. Pola asuh kesehatan adalah cara dan kebiasaan ibu/keluarga dalam melayani kebutuhan kesehatan anak balita yang meliputi praktek perawatan diri dan praktek sanitasi lingkungan. Data diperoleh menggunakan modifikasi yang pernah digunakan oleh Martianto et al. (2009) dan Astari (2006). Dikategorikan baik dan kurang baik. Pola konsumsi balita adalah riwayat jenis makanan apa saja yang dikonsumsi anak dalam masa pertumbuhan, metode FFQ sehingga didapat keragaman makan.

12 59 Definisi Operasional Definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut : Positive deviance pada keluarga miskin adalah suatu keadaan penyimpangan positif yang berkaitan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak-anak tertentu dari anak-anak lain di dalam lingkungan masyarakat atau keluarga yang sama keadaan ekonomi lemah (miskin) Stunting balita adalah keadaan fisik anak usia antara bulan yang memiliki z score TB/U kurang dari -2 SD berdasarkan referensi WHO Pengetahuan gizi dan kesehatan adalah tingkat pengertian tentang gizi dan kesehatan, yang diukur dari kemampuan ibu untuk menjawab pertanyaan mengenai konsumsi gizi pada saat hamil Karakteristik keluarga adalah karakteristik yang melekat pada keluarga yang dapat menggambarkan kondisi keluarga tersebut yang meliputi jumlah anggota keluarga dan jumlah anak balita dalam keluarga. Besar keluarga adalah jumlah orang yang menjadi tanggungan dalam suatu keluarga. Pengkategorian jumlah orang dalam keluarga menjadi keluarga banyak < 4 orang dan keluarga 4 orang. Banyak anak adalah jumlah anak yang dimiliki. Pengkategorian berdasarkan Jumlah balita dalam keluarga adalah jumlah balita yang menjadi tanggungan dalam suatu keluarga. Pengkategorian jumlah balita dalam keluarga menjadi keluarga 1 balita dan keluarga 2-3 balita. Karakteristik ibu adalah karakteristik yang melekat pada ibu yang meliputi umur ibu saat hamil, jumlah anak yang dilahirkan, jarak anak sebelum atau sesudah responden, dan penyakit yang pernah diderita ibu sebelum hamil responden. Pendidikan orang tua adalah pendidikan formal yang pernah dijalani. Pangkategorian pendidikan menjadi pendidikan tinggi (jika ibu tamat SLTA dan perguruan tinggi lama pendidikan > 9 tahun) dan pendidikan rendah (jika ibu tidak pernah sekolah, tidak tamat SD, tamat SD, tidak tamat SLTP dan tamat SLTP lama pendidikan 9 tahun). Pekerjaan orangtua adalah kegiatan yang dilakukan orang tua untuk menghasilkan pendapatan bagi keluarga kategori yaitu tidak bekerja dan bekerja. Pendapatan keluarga adalah pendapatan orangtua selama satu bulan yang diperoleh melalui pekerjaan utama, pekerjaan tambahan, atau pemberian orang lain yang dinilai dalam rupiah. Berdasarkan BPS Kota Bogor 2010, pendapatan diukur berdasarkan pengeluaran (pangan dan non pangan)

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Penelitian n = (zα² PQ) / d²

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Penelitian n = (zα² PQ) / d² 31 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional study), dengan cara mengukur variabel

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Data yang Digunakan

METODE PENELITIAN Data yang Digunakan METODE PENELITIAN Data yang Digunakan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007. Riskesdas 2007 diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN 1 N

METODE PENELITIAN 1 N 32 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian ini merupakan bagian dari data baseline pada kajian Studi Ketahanan Pangan dan Coping Mechanism Rumah Tangga di Daerah Kumuh yang dilakukan Departemen

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan desain retrospektif dan cross sectional study. Penelitian dilakukan di dua lokasi yaitu Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari,

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. d 2. dimana n : Jumlah sampel Z 2 1-α/2 : derajat kepercayaan (1.96) D : presisi (0.10) P : proporsi ibu balita pada populasi (0.

METODE PENELITIAN. d 2. dimana n : Jumlah sampel Z 2 1-α/2 : derajat kepercayaan (1.96) D : presisi (0.10) P : proporsi ibu balita pada populasi (0. METODE PENELITIAN Desain Penelitian, Waktu dantempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sumur Batu, Bantar Gebang Bekasi. Penelitian dilakukan pada bulan Agustusi 2012. Desain penelitian

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Waktu dan Tempat Cara Pemilihan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Waktu dan Tempat Cara Pemilihan Contoh METODE PENELITIAN Desain, Waktu dan Tempat Penelitian mengenai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) biskuit yang disubstitusi tepung Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) pada balita gizi kurang dan gizi buruk

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Desain, Tempat dan Waktu

METODE PENELITIAN. Desain, Tempat dan Waktu METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional, yaitu pengamatan terhadap paparan dan outcome dilakukan dalam satu periode waktu yang bersamaan.

Lebih terperinci

KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran

KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran 21 KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran Kekurangan gizi pada usia dini mempunyai dampak buruk pada masa dewasa yang dimanifestasikan dalam bentuk fisik yang lebih kecil dengan tingkat produktifitas yang

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan waktu Jumlah dan Cara penarikan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan waktu Jumlah dan Cara penarikan Contoh METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan waktu Penelitian mengenai hubungan antara kepatuhan konsumsi biskuit yang diperkaya protein tepung ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan status gizi dan morbiditas

Lebih terperinci

Secara umum seluruh keluarga contoh termasuk keluarga miskin dengan pengeluaran dibawah Garis Kemiskinan Kota Bogor yaitu Rp. 256.

Secara umum seluruh keluarga contoh termasuk keluarga miskin dengan pengeluaran dibawah Garis Kemiskinan Kota Bogor yaitu Rp. 256. ABSTRACT ERNY ELVIANY SABARUDDIN. Study on Positive Deviance of Stunting Problems among Under five Children from Poor Family in Bogor City. Under direction of IKEU TANZIHA and YAYAT HERYATNO. The objectives

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. n= z 2 1-α/2.p(1-p) d 2

METODE PENELITIAN. n= z 2 1-α/2.p(1-p) d 2 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Desain dalam penelitian ini adalah cross sectional study. Lokasi penelitian di Desa Paberasan Kabupaten Sumenep. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Waktu dan Tempat Penelitian Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Waktu dan Tempat Penelitian Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh 19 METODE PENELITIAN Desain, Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Cross sectional study yaitu rancangan yang digunakan pada penelitian dengan variabel sebab

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. n = z 2 α/2.p(1-p) = (1,96) 2. 0,15 (1-0,15) = 48,9 49 d 2 0,1 2

METODE PENELITIAN. n = z 2 α/2.p(1-p) = (1,96) 2. 0,15 (1-0,15) = 48,9 49 d 2 0,1 2 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Penelitian ini desain population survey, yaitu dengan mensurvei sebagian dari populasi balita yang ada di lokasi penelitian selama periode waktu tertentu.

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian

METODE PENELITIAN. Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian payung berjudul Dampak Program Warung Anak Sehat (WAS) terhadap Perilaku Hygiene-Sanitasi Ibu WAS

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Cara Pemilihan Contoh

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Cara Pemilihan Contoh 25 METODE PENELITIAN Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah cross sectional study dan restrospective. Cross sectional study yaitu penelitian yang dilakukan hanya pada satu waktu tertentu, desain

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Sedep n = 93. Purbasari n = 90. Talun Santosa n = 69. Malabar n = 102. n = 87. Gambar 3 Teknik Penarikan Contoh

METODE PENELITIAN. Sedep n = 93. Purbasari n = 90. Talun Santosa n = 69. Malabar n = 102. n = 87. Gambar 3 Teknik Penarikan Contoh METODE PENELITIAN Desain, Lokasi dan Waktu Penelitian Desain penelitian adalah cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di kebun Malabar PTPN VIII Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Konsep Variabel Bebas Variabel Terikat Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan Pengetahuan Kejadian TBC Usia Produktif Kepadatan Hunian Riwayat Imunisasi BCG Sikap Pencegahan

Lebih terperinci

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Metode Penelitian Pada Data Primer Kegiatan Praktek Kesehatan Masyarakat dengan melakukan penelitian / survei yang berjudul Gambaran Umum Status Gizi dan Kesehatan Baduta,

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian berjudul Dampak Program Warung Anak Sehat terhadap Perubahan Pengetahuan dan Perilaku Hidup Bersih

Lebih terperinci

METODOLOGI. n = 2 (σ 2 ) (Zα + Zβ) δ 2

METODOLOGI. n = 2 (σ 2 ) (Zα + Zβ) δ 2 17 METODOLOGI Desain, Waktu dan Tempat Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah experimental study yaitu percobaan lapang (field experiment) dengan menggunakan rancangan randomized treatment trial

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Waktu, Tempat, dan Desain Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh

METODE PENELITIAN Waktu, Tempat, dan Desain Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh METODE PENELITIAN Waktu, Tempat, dan Desain Penelitian Penelitian mengenai studi karakteristik pertumbuhan anak usia sekolah di Provinsi Jawa Barat dilaksanakan dari bulan Mei-Juli 2011 dengan menggunakan

Lebih terperinci

Konsumsi Pangan Sumber Fe ANEMIA. Perilaku Minum Alkohol

Konsumsi Pangan Sumber Fe ANEMIA. Perilaku Minum Alkohol 15 KERANGKA PEMIKIRAN Anemia merupakan kondisi kurang darah yang terjadi bila kadar hemoglobin darah kurang dari normal (Depkes 2008). Anemia hampir dialami oleh semua tingkatan umur dan salah satunya

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Kabupaten Sukabumi. Puskesmas Kadudampit Puskesmas Cikidang Puskesmas Citarik. Peserta program pemberian makanan biskuit fungsional

METODE PENELITIAN. Kabupaten Sukabumi. Puskesmas Kadudampit Puskesmas Cikidang Puskesmas Citarik. Peserta program pemberian makanan biskuit fungsional 37 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan waktu Penelitian ini merupakan penelitian survey yang dilakukan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Lokasi penelitian ini terdiri dari 3 Puskesmas yaitu Kadudampit,

Lebih terperinci

METODE. n = Z 2 P (1- P)

METODE. n = Z 2 P (1- P) 18 METODE Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study yaitu pengamatan yang dilakukan sekaligus pada satu waktu. Lokasi penelitian adalah TKA Plus Ihsan Mulya Cibinong.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dimana dinamika korelasi antara faktor faktor resiko dengan

Lebih terperinci

METODE. PAUD Cikal Mandiri. PAUD Dukuh. Gambar 2 Kerangka pemilihan contoh. Kls B 1 :25. Kls A:20. Kls B 2 :30. Kls B:25. Kls A:11

METODE. PAUD Cikal Mandiri. PAUD Dukuh. Gambar 2 Kerangka pemilihan contoh. Kls B 1 :25. Kls A:20. Kls B 2 :30. Kls B:25. Kls A:11 METODE Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Desain penelitian ini adalah cross sectional study (sebab akibat diteliti dalam satu waktu). Pemilihan PAUD dilakukan secara purposive, dengan kriteria memiliki

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Desain, Waktu dan Tempat. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional study dan

METODE PENELITIAN. Desain, Waktu dan Tempat. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional study dan METODE PENELITIAN Desain, Waktu dan Tempat Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional study dan prospective study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2003 (antara musim

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Teknik Penarikan Contoh

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Teknik Penarikan Contoh METODE PENELITIAN Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional study. Cross sectional study dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik

Lebih terperinci

Gambar 3 Hubungan ketahanan pangan rumahtangga, kondisi lingkungan, morbidity, konsumsi pangan dan status gizi Balita

Gambar 3 Hubungan ketahanan pangan rumahtangga, kondisi lingkungan, morbidity, konsumsi pangan dan status gizi Balita 22 KERANGKA PEMIKIRAN Status gizi yang baik, terutama pada anak merupakan salah satu aset penting untuk pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan

Lebih terperinci

Gambar 1 Hubungan pola asuh makan dan kesehatan dengan status gizi anak balita

Gambar 1 Hubungan pola asuh makan dan kesehatan dengan status gizi anak balita 17 KERANGKA PEMIKIRAN Masa balita merupakan periode emas, karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan otak yang optimal, terlebih lagi pada periode dua tahun pertama kehidupan seorang anak.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional di bidang gizi masyarakat, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antara variabel-variabel

Lebih terperinci

perkembangan kognitif anak. Kerangka pemikiran penelitian secara skematis di sajikan pada Gambar 1.

perkembangan kognitif anak. Kerangka pemikiran penelitian secara skematis di sajikan pada Gambar 1. KERANGKA PEMIKIRAN Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak ada dua yaitu, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal bersifat bawaan atau genetik, merupakan potensi

Lebih terperinci

Gambar 1 Kerangka Pemikiran Penelitian Preferensi Pangan Anak Sekolah Dasar di Kota Bogor

Gambar 1 Kerangka Pemikiran Penelitian Preferensi Pangan Anak Sekolah Dasar di Kota Bogor 12 KERANGKA PEMIKIRAN Preferensi terhadap makanan didefinisikan sebagai derajat kesukaan atau ketidaksukaan terhadap makanan dan preferensi akan berpengaruh terhadap konsumsi pangan (Suhardjo 1989). Preferensi

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data 18 METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Desain penelitian ini adalah cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebon Kopi 2 Bogor. Penentuan lokasi SDN Kebon Kopi

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh 16 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan desain cross-sectional study. Data yang digunakan adalah data sekunder hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Pemilihan Pondok Pesantren Modern Purposive. Santri telah tinggal 1 tahun di pondok pesantren. Laki-laki. Perempuan.

METODE PENELITIAN. Pemilihan Pondok Pesantren Modern Purposive. Santri telah tinggal 1 tahun di pondok pesantren. Laki-laki. Perempuan. 27 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study yaitu penelitian yang dilakukan dalam satu waktu. Pemilihan tempat dilakukan secara sengaja

Lebih terperinci

Pola Konsumsi Pangan Rumah Tangga Perubahan konsumsi pangan sebelum dan sesudah mengikuti program pemberdayaan Tingkat Kecukupan energi dan zat gizi

Pola Konsumsi Pangan Rumah Tangga Perubahan konsumsi pangan sebelum dan sesudah mengikuti program pemberdayaan Tingkat Kecukupan energi dan zat gizi KERANGKA PEMIKIRAN Masa yang terentang antara usia satu tahun sampai remaja boleh dikatakan sebagai periode laten karena pertumbuhan fisik berlangsung tidak sedramatis ketika masih berstatus bayi (Arisman

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Disain, Tempat, dan Waktu Penelitian

METODE PENELITIAN. Disain, Tempat, dan Waktu Penelitian 8 METODE PENELITIAN Disain, Tempat, dan Waktu Penelitian Disain yang digunakan dalam penelitian ini adalah disain cross sectional study. Disain ini dipilih karena ingin mendapatkan data pada saat yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Bolango dan waktu penelitian di laksanakan pada bulan Oktober sampai dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Bolango dan waktu penelitian di laksanakan pada bulan Oktober sampai dengan BAB III METODE PENELITIAN 1.1. Lokasi dan Waktu penelitian Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Tombulilato Kabupaten Bone Bolango dan waktu penelitian di laksanakan pada bulan Oktober sampai dengan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh 25 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Data dikumpulkan untuk meneliti suatu fenomena dalam satu kurun waktu tertentu (Umar 2006).

Lebih terperinci

Karakteristik Keluarga : Besar Keluarga Pendidikan Suami Pekerjaan Suami Pendapatan Keluarga Pengeluaran Keluarga. Persepsi Contoh terhadap LPG

Karakteristik Keluarga : Besar Keluarga Pendidikan Suami Pekerjaan Suami Pendapatan Keluarga Pengeluaran Keluarga. Persepsi Contoh terhadap LPG KERANGKA PEMIKIRAN Program konversi minyak tanah ke LPG dilakukan melalui pembagian paket LPG kg beserta tabung, kompor, regulator dan selang secara gratis kepada keluarga miskin yang jumlahnya mencapai.

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Desain penelitian ini adalah cross sectional study, dilakukan di SDN 09 Pagi Pademangan Barat Jakarta Utara. Pemilihan lokasi sekolah dasar dilakukan secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Permasalahan gizi yang sering terjadi di seluruh negara di dunia adalah

BAB I PENDAHULUAN. Permasalahan gizi yang sering terjadi di seluruh negara di dunia adalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan gizi yang sering terjadi di seluruh negara di dunia adalah kekurangan energi protein seperti merasmus, kwarsiorkor, dan stunting. Kekurangan energi protein

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. SMP Negeri 1 Dramaga. Siswa kelas 8 (9 kelas) Siswa kelas 8.4 dan 8.6 n= siswa laki-laki 30 siswa perempuan

METODE PENELITIAN. SMP Negeri 1 Dramaga. Siswa kelas 8 (9 kelas) Siswa kelas 8.4 dan 8.6 n= siswa laki-laki 30 siswa perempuan 18 METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian interaksi keluarga yang memfokuskan pada interaksi antara ibu dengan anak. Desain yang digunakan dalam penelitian

Lebih terperinci

Gambar Kerangka pemikiran hubungan faktor gaya hidup dengan kegemuka pada orang dewasa di Provinsi Sulawesi Utara, DKI Jakarta, dan Gorontalo.

Gambar Kerangka pemikiran hubungan faktor gaya hidup dengan kegemuka pada orang dewasa di Provinsi Sulawesi Utara, DKI Jakarta, dan Gorontalo. 102 KERANGKA PEMIKIRAN Orang dewasa 15 tahun seiring dengan bertambahnya umur rentan menjadi gemuk. Kerja hormon menurun seiring dengan bertambahnya umur, yang dapat mengakibatkan ketidakseimbangan metabolisme

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan antara status gizi balita dengan kejadian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan case control retrospektif atau studi kasus - kontrol retrospektif

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan case control retrospektif atau studi kasus - kontrol retrospektif BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control retrospektif atau studi kasus - kontrol retrospektif untuk menganalisis

Lebih terperinci

METODE Desain, Tempat dan Waktu Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE Desain, Tempat dan Waktu Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data 21 METODE Desain, Tempat dan Waktu Penelitian mengenai konsumsi pangan, aktivitas fisik, status gizi dan status kesehatan lansia menggunakan desain cross sectional. Desain ini merupakan pengamatan yang

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian

METODE PENELITIAN. Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian 23 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Desain penelitian ini adalah crosssectional study dimana seluruh paparan dan outcome diamati pada saat bersamaan dan pengumpulan data dilakukan

Lebih terperinci

PENGETAHUAN Pangan Rekayasa Genetika HARAPAN. PENERIMAAN Pangan Rekayasa Genetika

PENGETAHUAN Pangan Rekayasa Genetika HARAPAN. PENERIMAAN Pangan Rekayasa Genetika KERANGKA PEMIKIRAN Pangan rekayasa genetika merupakan produk hasil pencangkokan dari satu gen ke gen yang lain. Pangan rekayasa genetika juga merupakan suatu produk yang mempunyai kemampuan untuk memenuhi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di seluruh Puskesmas Kota Salatiga.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di seluruh Puskesmas Kota Salatiga. 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat Peneitian Penelitian dilakukan di seluruh Puskesmas Kota Salatiga. B. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan mulai bulan November 2015 dan selesai pada bulan Desember

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh 19 METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study, yaitu penelitian yang dilakukan pada satu waktu tertentu. Lokasi penelitian adalah Desa

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Disain, Tempat, dan Waktu Cara Pemilihan Contoh

METODE PENELITIAN Disain, Tempat, dan Waktu Cara Pemilihan Contoh METODE PENELITIAN Disain, Tempat, dan Waktu Penelitian ini berjudul Konsep Diri, Kecerdasan Emosional, Tingkat Stres, dan Strategi Koping Remaja pada Berbagai Model Pembelajaran di SMA. Disain penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilakukan adalah RSUP Dr. Kariadi Semarang.

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilakukan adalah RSUP Dr. Kariadi Semarang. 18 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian respirologi. Ruang lingkup penelitian ini adalah ilmu kesehatan anak, sub ilmu 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian ini dilakukan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Sekolah di Kota Bogor SMAN 1. Kelas Bertaraf Internasional. 12 Laki-laki 24 Perempuan 12 Laki-laki 25 Perempuan

METODE PENELITIAN. Sekolah di Kota Bogor SMAN 1. Kelas Bertaraf Internasional. 12 Laki-laki 24 Perempuan 12 Laki-laki 25 Perempuan 60 METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Bogor, Kota Bogor Provinsi Jawa Barat. Lokasi penelitian dilakukan secara

Lebih terperinci

Gambar 2 Metode Penarikan Contoh

Gambar 2 Metode Penarikan Contoh 17 METODE PENELITIAN Disain, Tempat, dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan disain Cross Sectional Study, yaitu data dikumpulkan pada satu waktu untuk memperoleh gambaran karakteristik contoh

Lebih terperinci

4 METODE. Desain, Tempat dan Waktu. Teknik Penarikan Contoh

4 METODE. Desain, Tempat dan Waktu. Teknik Penarikan Contoh 15 4 METODE Desain, Tempat dan Waktu Desain penelitian yang digunakan cross sectional. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian Pengembangan Model Pendidikan Makanan Jajanan Sehat Berbasis Sekolah

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Kelas Populasi (N) Contoh (n) Kelas Kelas Total 81 40

METODE PENELITIAN. Kelas Populasi (N) Contoh (n) Kelas Kelas Total 81 40 15 METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Desain penelitian ini adalah metode survei dengan teknik wawancara. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Babakan, Kota Bogor. Pemilihan lokasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Ilmu Kesehatan Anak, khususnya bidang nutrisi. Pengumpulan data dilakukan di Puskesmas Rowosari, Semarang.

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Ilmu Kesehatan Anak, khususnya bidang nutrisi. Pengumpulan data dilakukan di Puskesmas Rowosari, Semarang. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian 1. Ilmu Kesehatan Anak, khususnya bidang nutrisi 2. Ilmu Gizi, khususnya perhitungan asupan energi dan pengukuran status gizi antropometri 3.2 Tempat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional yaitu penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional yaitu penelitian yang BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional yaitu penelitian yang diarahkan untuk menjelaskan hubungan antara dua variabel yaitu variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode Pendekatan 1. Disain Penelitian Jenis penelitian ini adalah eksplanatory research adalah penelitian yang digunakan untuk menggambarkan hubungan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Pemilihan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Pemilihan Contoh 19 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan metode survey dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Bogor. Penentuan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Populasi, Contoh, dan Teknik Penarikan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Populasi, Contoh, dan Teknik Penarikan Contoh METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Penelitian dilakukan di 6 sekolah yang terdiri dari SMA dan SMK negeri dan swasta di Kota Bogor.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu peneliti melakukan pengukuran terhadap

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Gambar 2 Kerangka Penarikan Contoh Penelitian. Purposive. Kecamatan Bogor Barat. Purposive. Kelurahan Bubulak

METODE PENELITIAN. Gambar 2 Kerangka Penarikan Contoh Penelitian. Purposive. Kecamatan Bogor Barat. Purposive. Kelurahan Bubulak 25 METODE PENELITIAN Disain, Lokasi, dan Waktu Penelitian Disain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi antara cross sectional study, yaitu penelitian yang hanya dilakukan pada satu waktu

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian

METODE PENELITIAN. Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan metode survey di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Pemilihan

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN 16 METODOLOGI PENELITIAN Desain Waktu dan Tempat Penelitian Desain penelitian ini adalah Cross sectional study yaitu rancangan yang digunakan pada penelitian dengan variabel sebab atau faktor resiko dan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Kota (n=20) Kabupaten (n=27) Purposive. Gambar 2 Cara Penarikan Contoh Penelitian. SDN Akreditasi A Penjaja (n=11)

METODE PENELITIAN. Kota (n=20) Kabupaten (n=27) Purposive. Gambar 2 Cara Penarikan Contoh Penelitian. SDN Akreditasi A Penjaja (n=11) METODE PENELITIAN Disain, Tempat, dan Waktu Penelitian ini desain Cross Sectional Study yaitu mengumpulkan informasi dengan satu kali survei yang dilakukan di empat sekolah dasar dengan karakteristik mutu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis / Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dimana variabel dependen dan variabel independent

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terpadu kepada masyarakat dalam upaya untuk mengatasi masalah kesehatan serta

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terpadu kepada masyarakat dalam upaya untuk mengatasi masalah kesehatan serta BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Puskesmas Tilote sebagai salah satu pelayanan dasar dan terdepan di Kecamatan Tilango memberikan pelayanan rawat jaan dan rawat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan yang digunakan adalah case control untuk mempelajari perbedaan pemberian

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Contoh 17 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Desain penelitian ini adalah cross sectional study, yaitu penelitian yang dilakukan pada satu waktu. Pemillihan tempat dilakukan dengan cara pupossive, yaitu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan case-control. Studi kasus kontrol adalah rancangan epidemiologi yang mempelajari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu penelitian yang BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu penelitian yang bertujuan mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel. Pada rancangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gresik karena ibu hamil yang mengalami KEK dan bayi dengan berat lahir rendah masih tinggi. Waktu pengambilan

Lebih terperinci

Konsumsi Pangan. Preferensi Pangan. Karakteristik Makanan:

Konsumsi Pangan. Preferensi Pangan. Karakteristik Makanan: 23 KERANGKA PEMIKIRAN Menurut Suhardjo (1989), latar belakang sosial budaya mempengaruhi pemilihan jenis pangan melalui dua cara yaitu informasi mengenai gizi dan preferensi berdasarkan konteks dua karakteristik

Lebih terperinci

konsumsi merupakan salahsatu indikator pengukuran tingkat ketahanan pangan. Dengan demikian, bila tingkat konsumsi rumahtangga sudah terpenuhi maka

konsumsi merupakan salahsatu indikator pengukuran tingkat ketahanan pangan. Dengan demikian, bila tingkat konsumsi rumahtangga sudah terpenuhi maka 21 KERANGKA PEMIKIRAN Ketahanan pangan rumahtangga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah karakteristik rumahtangga (meliputi ukuran rumahtangga, pendidikan kepala dan ibu rumahtangga, dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional dengan desain

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional dengan desain BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional dengan desain cross sectional, penelitian ini mengamati subjek di observasi satu kali saja pada saat pengambilan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Kesehatan Anak, khususnya

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Kesehatan Anak, khususnya BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Kesehatan Anak, khususnya bidang nutrisi dan penyakit metabolik. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian

Lebih terperinci

METODOLOGI. n = (Z /2) 2 X σ 2. n = X n = 54 siswa

METODOLOGI. n = (Z /2) 2 X σ 2. n = X n = 54 siswa METODOLOGI Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross Sectional Study yang dilakukan pada siswa sekolah dasar di SD Negeri Empang 1 Bogor. Pengambilan data dilakukan

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaaan Umum Daerah Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaaan Umum Daerah Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaaan Umum Daerah Penelitian Kota Bogor secara geografis terletak pada koordinat diantara 106 48 BT dan 6 36 LS dengan jarak ± 56 km dari kota Jakarta dengan luas wilayah 118,50

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Gambar 2 Sistematika pengambilan contoh. Pemilihan SDN Kebon Kopi 2 Bogor. Purposive. siswa kelas 5 & 6. Siswa laki-laki (n=27)

METODE PENELITIAN. Gambar 2 Sistematika pengambilan contoh. Pemilihan SDN Kebon Kopi 2 Bogor. Purposive. siswa kelas 5 & 6. Siswa laki-laki (n=27) METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah case study. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Kebon Kopi 2, Kota Bogor. Penentuan lokasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. waktu penelitian di laksanakan selama 1 bulan dari tanggal 10 Mei sampai

BAB III METODE PENELITIAN. waktu penelitian di laksanakan selama 1 bulan dari tanggal 10 Mei sampai 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Lokasi penelitian di Puskesmas Bonepantai Kabupaten Bone Bolango dan waktu penelitian di laksanakan selama 1 bulan dari tanggal 10 Mei sampai tanggal

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Gambar 2 Kerangka pengambilan contoh penelitian. Purposive. Proporsional random sampling. Mahasiswa TPB-IPB 2011/2012 (N=3494)

METODE PENELITIAN. Gambar 2 Kerangka pengambilan contoh penelitian. Purposive. Proporsional random sampling. Mahasiswa TPB-IPB 2011/2012 (N=3494) 19 METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian ini menggunakan desain cross sectional karena pengumpulan data hanya dilakukan pada satu waktu dan tidak berkelanjutan, serta retrospektif karena

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dan analitik dengan menggunakan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dan analitik dengan menggunakan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dan analitik dengan menggunakan pendekatan design penelitian case control. Rancangan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian

METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian 38 METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di dua kecamatan yaitu Kecamatan Ciomas dan Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Penulis terlibat dalam pengambilan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Populasi dan Teknik Pengambilan Contoh

METODE PENELITIAN. Populasi dan Teknik Pengambilan Contoh METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional study, yaitu data dikumpulkan pada satu waktu untuk memperoleh gambaran

Lebih terperinci

Gaya Hidup - aktivitas - minat - opini

Gaya Hidup - aktivitas - minat - opini 15 KERANGKA PEMIKIRAN Gaya hidup merupakan aktivitas, minat, dan pendapat individu dalam kehidupan sehari-hari yang diukur menggunakan teknik psikografik. Berbagai faktor dapat memengaruhi terbentuknya

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian Contoh dan Metode Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian Contoh dan Metode Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data 21 METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional Study yaitu penelitian yang dilakukan pada satu waktu dan menggunakan metode survei. Lokasi penelitian

Lebih terperinci

METODOLOGI Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Jumlah dan Teknik Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODOLOGI Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Jumlah dan Teknik Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data 18 METODOLOGI Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Desain penelitian ini adalah cross sectional study dimana seluruh pengumpulan data dilakukan pada satu waktu. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Malangsari

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN 0 METODOLOGI PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan metode survey yang dilakukan di lingkungan SMPN 5 Bogor yang berlokasi di Jalan Dadali no 10A Kota Bogor. Pemilihan

Lebih terperinci

METODE Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data METODE Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian mengenai keragaan konsumsi pangan, status kesehatan, kondisi mental dan status gizi pada lansia peserta dan bukan peserta home care menggunakan disain cross

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Disain, Lokasi dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Disain, Lokasi dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data 19 METODE PENELITIAN Disain, Lokasi dan Waktu Penelitian Disain penelitian adalah cross sectional study, yakni data dikumpulkan pada satu waktu (Singarimbun & Effendi 1995. Penelitian berlokasi di Kota

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Disain, Tempat dan Waktu Penelitian

METODE PENELITIAN. Disain, Tempat dan Waktu Penelitian METODE PENELITIAN Disain, Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini terdiri dari dua bagian penelitian, penelitian pertama tentang pengembangan alat ukur pengetahuan, sikap dan praktek gizi pada remaja

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN Disain Penelitian Disain penelitian yang digunakan adalah metode survei yaitu dengan rancangan cross-sectional.

BAB 3 METODE PENELITIAN Disain Penelitian Disain penelitian yang digunakan adalah metode survei yaitu dengan rancangan cross-sectional. BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Disain Penelitian Disain penelitian yang digunakan adalah metode survei yaitu dengan rancangan cross-sectional. 3.2. Waktu Penelitian Kegiatan pembuatan proposal dilakukan

Lebih terperinci

terdapat di tingkat SD/Sederajat. lebih tinggi di luar Temanggung. 1) Angka Kematian Bayi waktu satu tahun per kelahiran hidup.

terdapat di tingkat SD/Sederajat. lebih tinggi di luar Temanggung. 1) Angka Kematian Bayi waktu satu tahun per kelahiran hidup. Selama enam tahun terakhir APM yang tertinggi terdapat di tingkat SD/Sederajat dan yang terendah di tingkat SMA/Sederajat. Hal ini menunjukkan partisipasi penduduk untuk menempuh pendidikan paling tinggi

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh 31 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei dengan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data utama.

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. N 1+ Ne 2. n =

METODE PENELITIAN. N 1+ Ne 2. n = 27 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan metode survei. Penelitian cross-sectional adalah penelitian yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. makanan (Anonim, 2008). Sementara masalah gizi di Indonesia mengakibatkan

BAB 1 PENDAHULUAN. makanan (Anonim, 2008). Sementara masalah gizi di Indonesia mengakibatkan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi status gizi anak yaitu konsumsi makanan yang kurang dan penyakit penyerta

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 DESAIN PENELITIAN Penelitian ini di desain melalui pendekatan cross-sectional study yaitu rancangan suatu studi epidemiologi yang mempelajari hubungan penyakit dan paparan

Lebih terperinci