ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA"

Transkripsi

1 ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ORGANISASI SAYAP PEMUDA PARTAI PERINDO Jakarta, 17 Desember 2015

2 ANGGARAN DASAR & ANGGARAN RUMAH TANGGA PEMUDA PERINDO PEMBUKAAN Pemuda Indonesia sebagai salah satu pondasi bangsa Indonesia, Pemuda Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia, 28 Oktober 1928 pemuda Indonesia berikrar untuk bertumpah darah satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjujung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Bahwa gerakan ini menjadi semangat dasar bagi pejuang kemerdekaan Republik Indonesia untuk membebaskan Indonesia dari tangan penjajah, dan perjuangan pemuda Indonesia terus berkembang sepanjang sejarah pergantian kekuasaan rezim bangsa. Posisi pemuda sangat strategis dalam memainkan peran dan fungsinya, maka sangatlah penting untuk mengambil peran-peran politik dalam mendorong percepatan pembangunan nasional, sehingga posisi pemuda di kelembagaan partai politik adalah hal yang penting, sehingga diharapkan kebijakan dan peran-peran strategis partai politik dapat diproduk dari buah pemikiran-pemikiran pemuda Indonesia. Bahwa peran politik partai sangat menentukan arah pembangunan nasional, terutama persoalan kesejahteraan rakyat, oleh karena itu pemuda sebagai elemen strategis harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap cita-cita luhur bangsa Indonesia yakni untuk melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Oleh karena itu disadari bahwa cita-cita tersebut dapat diperjuangkan lewat sebuah sistem partai yang konsisten dan taat terhadap Konstitusi Negara. Dengan dasar semangat tersebut, Maka kami sebagai generasi muda yang merasa bertanggung jawab atas kesinambungan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, berkehendak membentuk sebuah wadah perjuangan yakni PEMUDA PERSATUAN INDONESIA (PEMUDA PERINDO). Sebagai sayap resmi Partai PERINDO yang tentunya memiliki sikap dan komitmen untuk tetap berdiri di barisan depan untuk mempertahankan identitas diri dan semangat kepeloporan pemuda Indonesia. 1

3 ANGGARAN DASAR BAB I NAMA, WAKTU, TEMPAT KEDUDUKAN DAN WILAYAH ORGANISASI Pasal 1 Organisasi ini bernama PEMUDA PARTAI PERSATUAN INDONESIA, disingkat PEMUDA PERINDO. Pasal 2 Pemuda Perindo merupakan organisasi sayap kepemudaan di lingkup Partai Perindo yang keanggotaan nya diisi oleh generasi muda kader Partai Perindo yang memiliki visi dan misi mewujudkan Indonesia Sejahtera. Pasal 3 Pemuda Perindo didirikan di Jakarta pada tanggal 8 Oktober 2015, untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. berdasarkan Surat Keputusan DPP Partai Perindo :..., tentang Pembentukan Pengurus Pusat Pemuda Perindo Pasal 4 1. Pemuda Perindo Pusat berkedudukan di Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Wilayah organisasi meliputi seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. BAB II ASAS DAN CIRI Pasal 5 1. Pemuda Perindo Berasaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun Ciri Pemuda Perindo adalah perwujudan cita-cita untuk Indonesia Sejahtera yang tercetus sebagai cita-cita Partai Perindo. BAB III SIFAT, POSISI DAN FUNGSI Pasal 6 Pemuda Perindo bersifat organisasi sayap kepemudaan yang berafiliasi dengan Partai Perindo. 2

4 Posisi Pemuda Perindo; Pasal 7 1. Sebagai organisasi sayap kepemudaan Partai Perindo 2. Sebagai wadah komunikasi politik strategis generasi muda Partai Perindo. 3. Sebagai wadah pembinaan serta salah satu unsur penyusun, pendistribusi, dan pelaksana kebijakan Partai Perindo Pasal 8 Pemuda Perindo berfungsi: 1. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan visi, misi dan aksi dari Partai Perindo serta menjaga citacita luhur dan kewibaan partai perindo 2. Melaksanakan kegiatan dalam rangka pembinaan kader dan pengembangan pemuda dalam usaha peningkatan kualitas keilmuan, Kewirausahaan serta sosial kemasyarakatan; 3. Membangun komunikasi dengan organisasi-organisasi potensial strategis kepemudaan; 4. Melaksanakan koordinasi program dan menjalin kerjasama khusus, dengan Pimpinan Partai Perindo pada tingkatannya masing-masing. BAB IV TUJUAN Pasal 9 Tujuan Pemuda Perindo adalah terwujudnya kader muda yang selaras dan sejalan dengan cita-cita Proklamasi Indonesia yang adil dan makmur dengan menempatkan pemuda sebagai barisan terdepan dan jangkar dari cita-cita mewujudkan Indonesia Sejahtera. BAB V KEDAULATAN Pasal 10 Kedaulatan berada di tangan anggota dan dilaksanakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga Pemuda Perindo BAB VI KEANGGOTAAN Pasal Anggota Pemuda Perindo adalah Warga Negara Indonesia yang dengan sukarela mengajukan permohonan tertulis menjadi anggota Pemuda Perindo 2. Anggota Pemuda Perindo terdiri dari : a. Anggota biasa ; b. Kader; dan c. Anggota Kehormatan. 3

5 Pasal 12 Kewajiban Anggota Setiap anggota Pemuda Perindo memiliki kewajiban: 1. Menjunjung tinggi wibawa dan kehormatan Pemuda Perindo dan Partai Perindo; 2. Memegang teguh Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Peraturan Organisasi Partai Perindo dan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga serta Peraturan-peraturan organisasi Pemuda Perindo lainnya; 3. Aktif melaksanakan program-program Pemuda Perindo dan Partai Perindo; 4. Siap melakukan pengorbanan untuk mempertahankan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan; 5. Menjunjung tinggi solidaritas, persatuan organisasi, jujur, setia dan taat asas; 6. Memecahkan masalah dengan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam semangat kerukunanpersaudaraan-kebangsaan; Setiap anggota Pemuda Perindo memiliki: Pasal 13 Hak Anggota 1. Hak memilih dan dipilih; 2. Hak untuk berbicara dan memberikan suara; 3. Hak untuk membela diri dan dibela; 4. Hak untuk mendapatkan perlindungan proporsional dari Pemuda Perindo dan/atau Partai Perindo; 5. Hak untuk mewakili Pemuda Perindo untuk mengikuti kegiatan di luar Pemuda Perindo sesuai dengan petunjuk dan keputusan DPP Pemuda Perindo; 6. Dan lain-lain yang ditentukan dalam peraturan organisasi Pemuda Perindo. BAB VII DISIPLIN DAN SANKSI Pasal 14 Disiplin 1. Pemuda Perindo mempunyai peraturan-peraturan tentang disiplin organisasi demi menjamin persatuan dan solidaritas organisasi dalam pelaksanaan tugas organisasi. 2. Setiap anggota Pemuda Perindo wajib melaksanakan dan memelihara disiplin organisasi. 3. Tiap-tiap pelanggaran atas peraturan-peraturan tentang disiplin organisasi akan dikenakan sanksi. Pasal 15 Sanksi Organisasi Pemuda Perindo dapat menjatuhkan sanksi terhadap anggota yang melakukan pelanggaran atas peraturan-peraturan tentang disiplin organisasi dalam bentuk: 1. Peringatan; 2. Pembebas-tugasan dari jabatan Pemuda Perindo atau jabatan atas nama Pemuda Perindo; 3. Pemberhentian sementara sebagai anggota Pemuda Perindo; 4. Pemberhentian sebagai anggota dan/atau pengurus Pemuda Perindo. 4

6 BAB VIII ORGANISASI Pasal 16 Jenjang Kepengurusan Dalam rangka melaksanakan tugas organisasi, disusun jenjang kepengurusan sebagai berikut: 1. Dewan Pengurus Pusat disingkat DPP, yang wilayah kerjanya meliputi wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia; 3. Dewan Pengurus Wilayah disingkat DPW, yang wilayah kerjanya meliputi wilayah Propinsi; 4. Dewan Pengurus Daerah disingkat DPD, yang wilayah kerjanya meliputi wilayah Kabupaten/Kota; 5. Dewan Pengurus Cabang disingkat DPC, yang wilayah kerjanya meliputi wilayah Kecamatan; 6. Dewan Pengurus Ranting disingkat DPRt, yang wilayah kerjanya meliputi wilayah Desa/Kelurahan. Pasal 17 Alat Kelengkapan organisasi lainnya 1. Dewan Pengurus Pusat Pemuda Perindo membentuk alat kelengkapan organisasi yang terdiri dari: a) Sekretariat organisasi; b) Badan-badan yang dapat dibentuk oleh keputusan Dewan Pengurus Pusat. 2. Dewan Pengurus Wilayah Pemuda Perindo membentuk alat kelengkapan organisasi yang terdiri dari: a) Sekretariat organisasi; b) Badan-badan yang dapat dibentuk oleh keputusan Dewan Pengurus Wilayah. 3. Dewan Pengurus Daerah Pemuda Perindo membentuk alat kelengkapan organisasi yang terdiri dari: a) Sekretariat organisasi; b) Badan-badan yang dapat dibentuk oleh keputusan Dewan Pengurus Daerah 4. Dewan Pengurus Cabang Pemuda Perindo membentuk alat kelengkapan organisasi berupa Sekretariat organisasi; 5. Dewan Pengurus Ranting Pemuda Perindo membentuk alat kelengkapan organisasi berupa Sekretariat organisasi. BAB IX DEWAN PIMPINAN Pasal 18 Fungsi Dewan Pengurus Dewan Pengurus adalah lembaga tertinggi organisasi di tingkatannya masing-masing yang berfungsi: 1. Memimpin organisasi dan mengambil kebijakan strategis organisasi; 2. Mengawasi pelaksanaan tugas organisasi; 3. Sebagai forum konsultasi masalah-masalah organisasi. 5

7 BAB X ORGANISASI TINGKAT NASIONAL Pasal 19 Dewan Pengurus Pusat 1. Dewan Pengurus Pusat merupakan pimpinan tertinggi organisasi dan bertanggung jawab kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Perindo. 2. Dewan Pengurus Pusat dipimpin oleh seorang Ketua Umum dan dibantu oleh Ketua-ketua dan wakil-wakil ketua, Sekretaris Jenderal dan wakil-wakil Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum dan Wakil-wakil Bendahara. 3. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat dipilih dan ditetapkan oleh Kongres dari calon-calon yang di usulkan dan ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Perindo. Pasal 20 Wewenang dan Kewajiban Dewan Pengurus Pusat 1. Dewan Pengurus Pusat berwenang: a) Menentukan kebijakan organisasi di tingkat Nasional; b) Menyusun dan menetapkan peraturan-peraturan organisasi; c) Menyelenggarakan Kongres Pemuda Perindo; d) Memimpin Musyawarah Wilayah; e) Memimpin Musyawarah Daerah; f) Melakukan pengawasan terhadap Dewan Pengurus di tingkat bawahnya; g) Memberikan sanksi terhadap struktural Pemuda Perindo dan anggota Pemuda Perindo yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan-peraturan tentang disiplin organisasi; h) Mengesahkan komposisi dan personalia Dewan Pengurus Wilayah sesuai dengan hasil Musyawarah Wilayah; i) Mengesahkan komposisi dan personalia Dewan Pengurus Daerah sesuai dengan hasil Musyawarah Daerah. 2. Dewan Pengurus Pusat berkewajiban: a) Menyusun Visi dan Misi menjalankan program-program Dewan Pengurus Pusat; b) Menjalankan dan memimpin pelaksanaan program-program Organisasi yang ditetapkan dalam Kongres Pemuda Perindo c) Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan organisasi; d) Melantik kepengurusan badan-badan Pemuda Perindo yang dibentuk di tingkat Nasional; e) Melantik Dewan Pengurus Wilayah; f) Melantik Dewan Pengurus Daerah; g) Mematuhi Kode Etik Dewan Pengurusan Pemuda Perindo. 3. Ketua Umum dan Sekretaris Jendral mewakili Dewan Pengurus Pusat untuk dan atas nama organisasi, bertanggungjawab ke dalam dan ke luar. 6

8 BAB XI ORGANISASI TINGKAT PROVINSI Pasal 21 Dewan Pengurus Wilayah 1. Dewan Pengurus Wilayah merupakan pimpinan tertinggi organisasi di tingkat Provinsi dan bertanggung jawab kepada Dewan Pimpinan Wilayah Partai Perindo. 2. Dewan Pengurus Wilayah dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu oleh Ketua-ketua, Sekretaris dan wakil-wakil sekretaris, bendahara dan wakil-wakil bendahara. 3. Calon-calon ketua yang diusulkan dalam Musyawarah Wilayah wajib mendapatkan persetujuan tertulis dari Dewan Pimpinan Wilayah Partai Perindo. 4. Ketua Dewan Pengurus Wilayah dipilih dan ditetapkan dalam Musyawarah Wilayah. Pasal 22 Wewenang dan Kewajiban Dewan Pengurus Wilayah 1. Dewan Pengurus Wilayah berwenang: a) Menentukan kebijakan organisasi di tingkat Provinsi; b) Menyelenggarakan Musyawarah Wilayah Pemuda Perindo; c) Memimpin Musyawarah Daerah bersama-sama dengan unsur Dewan Pengurus Pusat; d) Melakukan pengawasan terhadap Dewan Pengurus di tingkat bawahnya; e) Memberikan sanksi terhadap struktural Pemuda Perindo dan anggota Pemuda Perindo di tingkatannya yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan-peraturan tentang disiplin organisasi; f) Memberikan rekomendasi kepada Dewan Pengurus Pusat untuk mengesahkan komposisi dan personalia Dewan Pengurus Daerah sesuai dengan hasil Musyawarah Daerah; 2. Dewan Pengurus Wilayah berkewajiban: a) Menjalankan dan memimpin pelaksanaan program-program Organisasi yang ditetapkan dalam Musyawarah Daerah Pemuda Perindo b) Memberikan pertanggungjawaban pada Musyawarah Wilayah; c) Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan organisasi; d) Melantik kepengurusan badan-badan/lembaga-lembaga Pemuda Perindo yang dibentuk di tingkat Provinsi; e) Melantik Dewan Pengurus Daerah berdasarkan mandat dari Dewan Pengurus Pusat Pemuda Perindo; f) Mematuhi Kode Etik Dewan Pengurus Pemuda Perindo. 3. Ketua dan Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah mewakili Dewan Pengurus Wilayah untuk dan atas nama organisasi, bertanggungjawab ke dalam dan ke luar pada tingkatannya. BAB XII ORGANISASI TINGKAT KABUPATEN/KOTA Pasal 23 Dewan Pengurus Daerah 1. Dewan Pengurus Daerah merupakan pimpinan tertinggi organisasi di tingkat Kabupaten/Kota dan bertanggung jawab kepada Dewan Pimpinan Daerah Partai Perindo. 7

9 2. Dewan Pengurus Daerah dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu oleh Ketua-ketua, Sekretaris dan wakil-wakil sekretaris, Bendahara dan wakil-wakil bendahara. 3. Calon-calon yang diusulkan dalam Musyawarah Daerah wajib mendapatkan persetujuan tertulis dari Dewan Pimpinan Daerah Partai Perindo. 4. Ketua Dewan Pengurus Daerah dipilih dan ditetapkan dalam Musyawarah Daerah. Pasal 24 Wewenang dan Kewajiban Dewan Pengurus Daerah 1. Dewan Pengurus Daerah berwenang: a) Menentukan kebijakan organisasi di tingkat Kabupaten/Kota; b) Menyelenggarakan Musyawarah Daerah Pemuda Perindo; c) Memimpin Musyawarah Cabang bersama-sama dengan unsur Dewan Pengurus Wilayah; d) Melakukan pengawasan terhadap Dewan Pengurus di tingkat bawahnya e) Memberikan sanksi terhadap struktural Pemuda Perindo dan anggota Pemuda Perindo di tingkatannya yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan-peraturan tentang disiplin organisasi; 2. Dewan Pengurus Daerah berkewajiban: a) Menjalankan dan memimpin pelaksanaan program-program Organisasi yang ditetapkan dalam Musyawarah Daerah Pemuda Perindo; b) Memberikan pertanggungjawaban pada Musyawarah Daerah; c) Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan organisasi; d) Melantik Dewan Pengurus Cabang Pemuda Perindo. e) Mematuhi Kode Etik Dewan Pengurus Pemuda Perindo. 3. Ketua dan Sekretaris Dewan Pengurus Daerah mewakili Dewan Pengurus Daerah untuk dan atas nama organisasi, bertanggungjawab ke dalam dan ke luar pada tingkatannya. BAB XIII ORGANISASI TINGKAT KECAMATAN DAN DESA/KELURAHAN ATAU YANG SETINGKAT Pasal 25 Dewan Pengurus Cabang 1. Dewan Pengurus Cabang adalah Pelaksana Program Organisasi di wilayah kecamatan dan bertanggung jawab kepada Dewan Pimpinan Cabang Partai Perindo. 2. Dewan Pengurus Cabang dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu oleh Ketua-ketua, Sekretaris dan wakil-wakil sekretaris, Bendahara dan wakil-wakil bendahara. 3. Calon-calon yang diusulkan dalam Musyawarah Cabang wajib mendapatkan persetujuan tertulis dari Dewan Pimpinan Cabang Partai Perindo. 4. Ketua Dewan Pengurus Cabang dipilih dan ditetapkan oleh Musyawarah Cabang. 8

10 Pasal 26 Wewenang dan Kewajiban Dewan Pengurus Cabang 1. Dewan Pengurus Cabang berwenang: a) Menentukan kebijakan organisasi di tingkat Kecamatan; b) Menyelenggarakan Musyawarah Cabang Pemuda Perindo; c) Memberikan sanksi terhadap struktural Pemuda Perindo dan anggota Pemuda Perindo di tingkatannya yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan-peraturan tentang disiplin organisasi; 2. Dewan Pengurus Cabang berkewajiban: a) Menjalankan dan memimpin pelaksanaan program-program Organisasi yang ditetapkan dalam Musyawarah Cabang Pemuda Perindo; b) Memberikan pertanggungjawaban pada Musyawarah Cabang; c) Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan organisasi; d) Melantik Dewan Pengurus Ranting e) Mematuhi Kode Etik Dewan Pengurus Pemuda Perindo. 3 Ketua dan Sekretaris Dewan Pengurus Cabang mewakili Dewan Pengurus Cabang untuk dan atas atas nama organisasi, bertanggungjawab ke dalam dan ke luar pada tingkatannya. Pasal 27 Dewan Pengurus Ranting 1. Dewan Pengurus Ranting adalah Pelaksana Program Organisasi di wilayah Desa/Kelurahan dan bertanggung jawab kepada Dewan Pimpinan Ranting Partai Perindo. 2. Dewan Pengurus Ranting dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu oleh Ketua-ketua, Sekretaris dan wakil-wakil sekretaris, Bendahara dan wakil-wakil bendahara. 3. Calon-calon yang diusulkan dalam Musyawarah Ranting wajib mendapatkan persetujuan tertulis dari Dewan Pimpinan Ranting Partai Perindo. 4. Ketua Dewan Pengurus Ranting dipilih dan ditetapkan oleh Musyawarah Ranting. Pasal 28 Wewenang dan Kewajiban Dewan Pengurus Ranting 1. Dewan Pengurus Ranting berwenang: a) Menentukan kebijakan organisasi di tingkat Kelurahan; b) Menyelenggarakan Musyawarah Ranting Pemuda Perindo c) Memberikan sanksi terhadap struktural Pemuda Perindo dan anggota Pemuda Perindo di tingkatannya yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan-peraturan tentang disiplin organisasi; 2. Dewan Pengurus Ranting berkewajiban: a) Menjalankan dan memimpin pelaksanaan program-program Organisasi yang ditetapkan dalam Musyawarah Ranting Pemuda Perindo; b) Memberikan pertanggungjawaban pada Musyawarah Ranting; c) Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan organisasi; 9

11 d) Mematuhi Kode Etik Dewan Pimpinan Pemuda Perindo. BAB XIV MASA BHAKTI DEWAN PENGURUS Pasal Masa bakti Dewan Pengurus pada setiap tingkatan ditetapkan selama 5 (lima) tahun. 2. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat, Ketua Dewan Pengurus Wilayah, Ketua Dewan Pengurus Daerah, Ketua Dewan Pengurus Cabang dan Ketua Dewan Pengurus Ranting Pemuda Perindo dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan. BAB XV FORUM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ORGANISASI Pasal 30 Forum pengambilan keputusan Pemuda Perindo terdiri dari: 1. Kongres; 2. Rapat Kerja Nasional; 3. Rapat Pengurus Nasional (hanya diikuti wilayah) 4. Rapat Pleno Dewan Pengurus Pusat 5. Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Pusat; 6. Rapat Harian Dewan Pengurus Pusat; 7. Musyawarah Wilayah; 8. Rapat Kerja Wilayah; 9. Rapat Pleno Dewan Pengurus Wilayah; 10. Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Wilayah; 11. Rapat Harian Dewan Pengurus Wilayah; 12. Musyawarah Daerah; 13. Rapat Kerja Daerah; 14. Rapat Pleno Dewan Pengurus Daerah; 15. Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Daerah; 16. Rapat Harian Dewan Pengurus Daerah; 17. Musyawarah Cabang; ( sampai rapat harian saja) 18. Rapat Kerja Cabang; 19. Rapat Pleno Dewan Pengurus Cabang; 20. Rapat Harian Dewan Pengurus Cabang; 21. Musyawarah Ranting; 22. Rapat Kerja Ranting; 23. Rapat Pleno Dewan Pengurus Ranting; 24. Rapat Harian Dewan Pengurus Ranting; 25. Rapat-rapat lain yang diatur dalam peraturan organisasi. Pasal 31 Kongres 1. KongresNasional Pemuda Perindo diadakan sekali dalam 5 (lima) tahun. 10

12 2. Kongres Pemuda Perindo diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat Pemuda Perindo. 3. Kongres Pemuda Perindo berwenang: a) Mengusulkan perubahan dan penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pemuda Perindo kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Perindo; b) Menetapkan dan mengesahkan Program Umum Pemuda Perindo; c) Menilai pertanggungjawaban Dewan Pengurus Pusat Pemuda Perindo; d) Memilih Ketua Umum Pemuda Perindo berdasarkan calon yang disetujui oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Perindo; e) Membuat dan menetapkan keputusan strategis organisasi lainnya. 4. Tata cara pelaksanaan Kongres Pemuda Perindo diatur dalam Tata Tertib Kongres Pemuda Perindo; Pasal 32 Rapat Kerja Nasional 1. Rapat Kerja Nasional diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) masa bakti kepengurusan. 2. Rapat Kerja Nasional mempunyai tugas dan wewenang: a) Menjabarkan program kerja ke dalam kegiatan-kegiatan Pemuda Perindo secara Nasional; b) Membuat keputusan untuk pelaksanaan program. 3. Rapat Kerja Nasional dipimpin dan diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat. Pasal 33 Rapat Pengurus Nasional 1. Rapat Pengurus Nasional diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) masa bakti kepengurusan. 2. Rapat Pengurus Nasional mempunyai tugas dan wewenang: a) Membahas perkembangan dan tantangan yang dihadapi organisasi dalam pelaksanaan program organisasi; b) Membahas dan memutuskan kebijakan organisasi yang bersifat mendasar dan strategis; c) Membahas permasalahan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat/bangsa dan negara; d) Membahas masukan-masukan dari Dewan Pengurus pada tingkatan di bawahnya untuk ditindaklanjuti; Pasal 34 Rapat Pleno Dewan Pengurus Pusat 1. Rapat Pleno Dewan Pengurus Pusat diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan. 2. Rapat Pleno Dewan Pengurus Pusat mempunyai tugas dan wewenang: a) Membahas perkembangan dan tantangan yang dihadapi organisasi dalam pelaksanaan program organisasi; b) Membahas dan memutuskan kebijakan organisasi yang bersifat mendasar dan strategis; c) Membahas permasalahan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat/bangsa dan negara; d) Membahas masukan-masukan dari Dewan Pengurus pada tingkatan di bawahnya untuk ditindaklanjuti; e) Melakukan evaluasi laporan program-program yang telah dilaksanakan oleh Dewan Pengurus pada tingkatan dibawahnya. 11

13 Pasal 35 Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Pusat 1. Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Pusat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. 2. Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Pusat mempunyai tugas dan wewenang: a) Membahas perkembangan dan tantangan yang dihadapi organisasi dalam pelaksanaan program organisasi; b) Membahas permasalahan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat/bangsa dan negara; c) Membahas masukan-masukan dari Dewan Pengurus pada tingkatan di bawahnya untuk ditindaklanjuti; d) Membahas masukan dari Departemen-departemen, sesuai dengan pelaksanaan program kerjanya masing-masing; Pasal 36 Rapat Harian Dewan Pengurus Pusat 1. Rapat Harian Dewan Pengurus Pusat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. 2. Rapat Harian Dewan Pengurus Pusat mempunyai tugas dan wewenang: a) Melakukan koordinasi dan evaluasi program-program yang sudah disusun oleh Bidangbidang, departemen-departemen, badan-badan atau lembaga-lembaga Pemuda Perindo. b) Membahas dan menyelesaikan masalah-masalah keseharian organisasi yang bersifat teknis dan operasional; c) Melakukan koordinasi, sinkronisasi, konsolidasi program-program yang sudah disusun oleh bidang-bidang. Pasal 37 Musyawarah Wilayah 1. Musyawarah Wilayah Pemuda Perindo adalah lembaga pemegang kekuasaan tertinggi organisasi di tingkat Provinsi. 2. MusyawarahWilayah Pemuda Perindo diadakan 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. 3. Musyawarah Wilayah Pemuda Perindo diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Wilayah Pemuda Perindo. Musyawarah Wilayah Pemuda Perindo berwenang: 1. Menilai laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus Wilayah Pemuda Perindo; 2. Menjabarkan dan mengkoordinasikan program kerja Pemuda Perindo di tingkat Provinsi; 3. Memilih dan menetapkan Ketua Dewan Pengurus Wilayah Pemuda Perindo; 4. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Pengurus Wilayah diatur melalui Peraturan Organisasi. 12

14 Pasal 38 Rapat Kerja Wilayah 1. Rapat Kerja Wilayah diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. 2. Rapat Kerja Wilayah mempunyai tugas dan wewenang: a) Menjabarkan kebijakan Dewan Pengurus Pusat; b) Menjabarkan pelaksanaan program hasil Rapat Kerja Nasional; c) Menyusun Program kerja organisasi untuk tingkat Provinsi 3. Rapat Kerja Wilayah dipimpin dan diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Wilayah. Pasal 39 Rapat Pleno Dewan Pengurus Wilayah 1. Rapat Pleno Dewan Pengurus Wilayah diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan. 2. Rapat Pleno Dewan Pengurus Wilayah mempunyai tugas dan wewenang: a) Membahas perkembangan dan tantangan yang dihadapi organisasi dalam pelaksanaan program organisasi; b) Membahas dan memutuskan kebijakan organisasi yang bersifat mendasar dan strategis; c) Membahas permasalahan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat/bangsa dan negara; d) Membahas masukan-masukan dari Dewan Pengurus pada tingkatan di bawahnya untuk ditindaklanjuti; e) Melakukan Pemantauan kinerja Bidang dan seluruh badan yang dibentuk organisasi; f) Melakukan evaluasi laporan program-program yang telah dilaksanakan oleh Dewan Pengurus pada tingkatan dibawahnya Pasal 40 Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Wilayah 1. Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Wilayah dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. 2. Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Wilayah mempunyai tugas dan wewenang: a) Membahas perkembangan dan tantangan yang dihadapi organisasi dalam pelaksanaan program organisasi; b) Membahas permasalahan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat/bangsa dan negara; c) Membahas masukan-masukan dari Dewan Pengurus pada tingkatan di bawahnya untuk ditindaklanjuti; d) Membahas masukan dari Bidang-bidang, sesuai dengan pelaksanaan program kerjanya masing-masing; Pasal 41 Rapat Harian Dewan Pengurus Wilayah 1. Rapat Harian Dewan Pengurus Wilayah dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. 2. Rapat Harian Dewan Pengurus Wilayah mempunyai tugas dan wewenang: a) Melakukan koordinasi dan evaluasi program-program yang sudah disusun oleh Bidangbidang, badan-badan Pemuda Perindo b) Membahas dan menyelesaikan masalah-masalah keseharian organisasi yang bersifat teknis dan operasional; c) Melakukan koordinasi, sinkronisasi, konsolidasi program-program yang sudah disusun oleh bidang-bidang. 13

15 Pasal 42 Musyawarah Daerah 1. Musyawarah Daerah Pemuda Perindo adalah lembaga pemegang kekuasaan tertinggi organisasi di tingkat Kabupaten/Kota. 2. Musyawarah Daerah Pemuda Perindo diadakan 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. 3. Musyawarah Daerah Pemuda Perindo diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah Pemuda Perindo 4. Musyawarah Daerah Pemuda Perindo berwenang: a) Menilai laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus Daerah Pemuda Perindo; b) Menjabarkan dan mengkoordinasikan program kerja Pemuda Perindo di tingkat Kabupaten/Kota; dan c) Memilih dan menetapkan Ketua Dewan Pengurus Daerah Pemuda Perindo. d) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Konvensi Daerah diatur melalui Peraturan Organisasi. Pasal 43 Rapat Kerja Daerah 1. Rapat Kerja Daerah diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. 2. Rapat Kerja Daerah mempunyai tugas dan wewenang: a) Menjabarkan kebijakan Dewan Pengurus Wilayah; b) Menjabarkan pelaksanaan program hasil Rapat Kerja Wilayah; c) Menyusun Program kerja organisasi untuk tingkat Kabupaten/Kota 3. Rapat Kerja Daerah dipimpin dan diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah. Pasal 44 Rapat Pleno Dewan Pengurus Daerah 1. Rapat Pleno Dewan Pengurus Daerah diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan. 2. Rapat Pleno Dewan Pengurus Daerah mempunyai tugas dan wewenang: a) Membahas perkembangan dan tantangan yang dihadapi organisasi dalam pelaksanaan program organisasi; b) Membahas dan memutuskan kebijakan organisasi yang bersifat mendasar dan strategis; c) Membahas permasalahan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat/bangsa dan negara; d) Membahas masukan-masukan dari Dewan Pengurus pada tingkatan di bawahnya untuk ditindaklanjuti; e) Melakukan Pemantauan kinerja Bidang; dan seluruh badan yang dibentuk organisasi; f) Melakukan evaluasi laporan program-program yang telah dilaksanakan oleh Dewan Pengurus pada tingkatan dibawahnya. Pasal 45 Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Daerah 1. Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Daerah dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. 2. Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Daerah mempunyai tugas dan wewenang: a) Membahas perkembangan dan tantangan yang dihadapi organisasi dalam pelaksanaan program organisasi; 14

16 b) Membahas permasalahan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat/bangsa dan negara; c) Membahas masukan-masukan dari Dewan Pengurus pada tingkatan di bawahnya untuk ditindaklanjuti; d) Membahas masukan dari departemen-departemen, sesuai dengan pelaksanaan program kerjanya masing-masing; Pasal 46 Rapat Harian Dewan Pengurus Daerah 1. Rapat Harian Dewan Pengurus Daerah dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. 2. Rapat Harian Dewan Pengurus Daerah mempunyai tugas dan wewenang: a) Melakukan koordinasi dan evaluasi program-program yang sudah disusun oleh Bidangbidang, departemen-departemen, badan-badan Pemuda Perindo. b) Membahas dan menyelesaikan masalah-masalah keseharian organisasi yang bersifat teknis dan operasional; c) Melakukan koordinasi, sinkronisasi, konsolidasi program-program yang sudah disusun oleh bidang-bidang. Pasal 47 Musyawarah Cabang 1. Musyawarah Cabang Pemuda Perindo adalah lembaga pemegang kekuasaan tertinggi organisasi di tingkat Kecamatan. 2. Musyawarah Cabang Pemuda Perindo diadakan 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. 3. Musyawarah Cabang Pemuda Perindo diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Cabang Pemuda Perindo. 4. Musyawarah Cabang Pemuda Perindo berwenang: a) Menilai laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus Cabang Pemuda Perindo; b) Menjabarkan dan mengkoordinasikan program kerja Pemuda Perindo di tingkat Kecamatan; dan c) Memilih dan menetapkan Ketua Dewan Pengurus Cabang Pemuda Perindo 5. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Musyawarah Cabang diatur melalui Peraturan Organisasi. Pasal 48 Rapat Kerja Cabang 1. Rapat Kerja Cabang diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. 2. Rapat Kerja Cabang mempunyai tugas dan wewenang: a) Menjabarkan kebijakan Dewan Pengurus Daerah; b) Menjabarkan pelaksanaan program hasil Rapat Kerja Daerah; c) Menyusun Program kerja organisasi untuk tingkat Kecamatan. 3. Rapat Kerja Cabang dipimpin dan diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Cabang 15

17 Pasal 49 Rapat Pleno Dewan Pengurus Cabang 1. Rapat Pleno Dewan Pengurus Cabang diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan. 2. Rapat Pleno Dewan Pengurus Cabang mempunyai tugas dan wewenang: a) Membahas perkembangan dan tantangan yang dihadapi organisasi dalam pelaksanaan program organisasi; b) Membahas dan memutuskan kebijakan organisasi yang bersifat mendasar dan strategis; c) Membahas masukan-masukan dari Dewan Pengurus pada tingkatan di bawahnya untuk ditindaklanjuti; d) Melakukan Pemantauan kinerja Bidang; e) Melakukan evaluasi laporan program-program yang telah dilaksanakan oleh Dewan Pengurus pada tingkatan dibawahnya Pasal 50 Rapat Harian Dewan Pengurus Cabang 1. Rapat Harian Dewan Pengurus Cabang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sekurang kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. 2. Rapat Harian Dewan Pengurus Cabang mempunyai tugas dan wewenang: a) Melakukan koordinasi dan evaluasi program-program yang sudah disusun oleh Bidangbidang dan Departemen-departemen b) Membahas dan menyelesaikan masalah-masalah keseharian organisasi yang bersifat teknis dan operasional; c) Melakukan koordinasi, sinkronisasi, konsolidasi program-program yang sudah disusun oleh bidang-bidang. Pasal 51 Musyawarah Ranting 1. Musyawarah Ranting Pemuda Perindo adalah lembaga pemegang kekuasaan tertinggi organisasi di tingkat Desa/Kelurahan. 2. Musyawarah Ranting Pemuda Perindo diadakan 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. 3. Musyawarah Ranting Pemuda Perindo diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Ranting Pemuda Perindo. 4. Musyawarah Ranting Pemuda Perindo berwenang: a) Menilai laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus Ranting Pemuda Perindo; b) Menjabarkan dan mengkoordinasikan program kerja Pemuda Perindo di tingkat Desa/Kelurahan; dan c) Memilih dan menetapkan Ketua Dewan Pengurus Ranting Pemuda Perindo; d) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Konvensi Ranting diatur melalui Peraturan Organisasi. Pasal 52 Rapat Kerja Ranting 1. Rapat Kerja Ranting diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. 2. Rapat Kerja Ranting mempunyai tugas dan wewenang: a) Menjabarkan kebijakan Dewan Pengurus Ranting; b) Menjabarkan pelaksanaan program hasil Rapat Kerja Ranting; 16

18 c) Menyusun Program kerja organisasi untuk tingkat Desa/Kelurahan. 3. Rapat Kerja Ranting dipimpin dan diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Ranting. Pasal 53 Rapat Pleno Dewan Pengurus Ranting 1. Rapat Pleno Dewan Pengurus Ranting diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan. 2. Rapat Pleno Dewan Pengurus Ranting mempunyai tugas dan wewenang: a) Membahas perkembangan dan tantangan yang dihadapi organisasi dalam pelaksanaan program organisasi; b) Membahas dan memutuskan kebijakan organisasi yang bersifat mendasar dan strategis; c) Melakukan Pemantauan kinerja Bidang; Pasal 54 Rapat Harian Dewan Pengurus Ranting 1. Rapat Harian Dewan Pengurus Ranting dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. 2. Rapat Harian Dewan Pengurus Ranting mempunyai tugas dan wewenang: a) Melakukan koordinasi dan evaluasi program-program yang sudah disusun olehbidang-bidang dan Departemen-departemen b) Membahas dan menyelesaikan masalah-masalah keseharian organisasi yang bersifat teknis dan operasional; c) Melakukan koordinasi, sinkronisasi, konsolidasi program-program yang sudah disusun oleh bidang-bidang. BAB XVI QUORUM RAPAT DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pasal Rapat-rapat Pemuda Perindo dapat dijalankan apabila memenuhi quorum. 2. Pengambilan keputusan pada dasarnya dilakukan atas dasar musyawarah mufakat dan apabila musyawarah mufakat tidak tercapai maka pengambilan keputusan dilaksanakan dengan pemungutan suara. BAB XVII TATA URUTAN PERATURAN Pasal 56 Tata urutan peraturan organisasi Pemuda Perindo adalah sebagai berikut: 1. Anggaran Dasar Partai Perindo; 2. Anggaran Rumah Tangga Partai Perindo; 3. Anggaran Dasar Pemuda Perindo; 4. Anggaran Rumah Tangga Pemuda Perindo; 5. Keputusan Kongres Pemuda Perindo; 6. Keputusan Dewan Pengurus Pusat Pemuda Perindo; 17

19 7. Keputusan Muyawarah Wilayah Pemuda Perindo; 8. Keputusan Dewan Pengurus Wilayah Pemuda Perindo; 9. Keputusan Musyawarah Daerah Pemuda Perindo; 10. Keputusan Dewan Pengurus Daerah Pemuda Perindo; 11. Keputusan Musyawarah Cabang Pemuda Perindo; 12. Keputusan Dewan Pengurus Cabang Pemuda Perindo; 13. Keputusan Musyawarah Ranting Pemuda Perindo; 14. Keputusan Dewan Pengurus Ranting Pemuda Perindo. Pasal Peraturan organisasi yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatannya. 2. Setiap tingkat kepengurusan organisasi Pemuda Perindo, harus melaksanakan keputusan organisasi Pemuda Perindo yang di atasnya. 3. Keputusan Organisasi yang tidak mentaati atau menentang keputusan organisasi di atasnya dapat dikenakan sanksi. BAB XVIII KEUANGAN DAN HARTA KEKAYAAN PEMUDA PERINDO Pasal Sumber Keuangan Pemuda Perindo diperoleh dari: a) Partai Perindo; b) Iuran sukarela anggota; c) Sumbangan yang tidak mengikat; d) Usaha-usaha lain yang sah dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. 2. Pengelolaan harta kekayaan Pemuda Perindo diperuntukkan bagi pencapaian tujuan organisasi. 3. Pengelolaan semua keuangan dan harta kekayaan Pemuda Perindo dilakukan oleh Dewan Pengurus Pusat Pemuda Perindo, yang dilaporkan secara berkala dalam Rapat Kerja Nasional Pemuda Perindo dan dipertanggungjawabkan pada Dewan Pimpinan Pusat Partai Perindo. 4. Pengelolaan semua keuangan dan harta kekayaan Pemuda Perindo di semua tingkatan di daerah dilakukan oleh Dewan Pengurus Pemuda Perindo di tingkat masing-masing dan dipertanggungjawabkan dalam Musyawarah di tingkatannya. BAB XIX LAMBANG, BENDERA, MARS Pasal 59 Lambang Bentuk dan warna lambang Pemuda Perindo terlampir Pasal 60 Bendera Bentuk dan warna bendera Pemuda Perindo terlampir, kelengkapan, ukuran dan tatacara penggunaan diatur dalam peraturan organisasi 18

20 19

21 Mars Pemuda Perindo terlampir Pasal 61 Mars BAB XX PEMBUBARAN PEMUDA PERINDO Pasal 62 Pembubaran Pemuda Perindo hanya dapat dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Perindo. BAB XXI KETENTUAN TAMBAHAN Pasal 63 Pembentukan kepengurusan Dewan Pengurus Pemuda Perindo pada setiap tingkatan dapat berkoordinasi dengan Pimpinan Partai Perindo di tingkatan masing-masing. BAB XXII KETENTUAN PERALIHAN Pasal Untuk pertama kalinya Ketua Umum Pemuda Perindo ditetapkan melalui surat mandat Dewan Pengurus Pusat Partai Perindo 2. Masa kerja Dewan Pengurus Pusat Pemuda Perindo sebagaimana disebut pada ayat (1) ditetapkan selama 5 (lima) tahun, terhitung sejak tanggal ditetapkan. 3. Untuk pertama kalinya Anggaran Dasar dan Anggaran rumah Tangga Pemuda Perindo ditetapkan oleh Tim Formatur berdasarkan Surat Mandat Dewan Pengurus Pusat Partai Perindo. BAB XXIII PENUTUP Pasal Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Dasar ini akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi Pemuda Perindo. 2. Anggaran Dasar ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. 20

22 ANGGARAN RUMAH TANGGA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Pengertian Anggota 1. Anggota biasa adalah anggota yang secara sukarela mendaftarkan diri sebagai anggota dan telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan organisasi. 2. Kader Pemuda Perindo adalah anggota biasa Pemuda Perindo yang loyalitas dan dedikasinya telah teruji serta telah lulus pendidikan dan pelatihan Pemuda Perindo di berbagai tingkatan; 3. Anggota kehormatan adalah Para Pendiri Partai Perindo dan Pendiri Pemuda Perindo dan/atau Warga Negara Indonesia karena jasa-jasanya yang luar biasa kepada Pemuda Perindo dan ditentukan berdasarkan usulan Kepengurusan di jenjang masing-masing dan ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Perindo berdasarkan rekomendasi Dewan Pengurus Pusat Pemuda Perindo. Pasal 2 Syarat Keanggotaan Syarat-syarat yang dapat diterima untuk menjadi anggota Pemuda Perindo adalah: 1. Warga Negara Indonesia berusia 17 tahun atau telah menikah, sampai dengan usia 45 (empat puluh lima) tahun; 2. Wajib mengamalkan Ideologi Pancasila; 3. Mentaati UUD Negara Republik Indonesia tahun1945; 4. Mentaati dan melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Perindo serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pemuda Perindo; 5. Menyatakan diri untuk menjadi anggota Partai Perindo; 6. Bersedia melaksanakan Program dan keputusan Pemuda Perindo; 7. Untuk keanggotaan diluar ketentuan diatas, diatur berdasarkan kebijakan Dewan Pimpinan Pusat Partai Perindo BAB II PENDAFTARAN DAN PENGESAHAN ANGGOTA Pasal 3 1. Dewan Pengurus Daerah menerima pendaftaran calon anggota dan meregistrasi anggota di wilayah kerjanya masing-masing. 2. Syarat pendaftaran anggota: a) Mengajukan permohonan secara tertulis untuk menjadi anggota Pemuda Perindo dengan mengisi formulir pendaftaran. b) Melampirkan foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau bukti identitas lainnya. c) Melampirkan Kartu Tanda Anggota Partai Perindo. d) Dewan Pengurus Daerah berkewajiban memelihara data keanggotaan Pemuda Perindo; 21

23 e) Dewan Pengurus Daerah berkewajiban menyerahkan salinan daftar anggota kepada Dewan Pengurus Wilayah dan Dewan Pengurus Pusat. Pasal 4 Akhir Keanggotaan 1. Keanggotaan Pemuda Perindo dinyatakan berakhir karena: a) Meninggal dunia; b) Mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Perindo dan/ atau keanggotaan Pemuda Perindo; c) Kehilangan kewarga-negaraan Indonesia;dan d) Diberhentikan. 2. Tata cara pemberhentian dan hak membela diri Anggota diatur dalam Peraturan Organisasi. Anggota Pemuda Perindo dilarang: BAB III LARANGAN DAN SANKSI Pasal 5 Larangan 1. Melakukan kegiatan yang merugikan nama baik dan kepentingan Pemuda Perindo 2. Melakukan kegiatan dan tindakan yang bertentangan dengan kebijakan, ketentuan dan peraturan Pemuda Perindo; Pasal 6 Sanksi 1. Setiap pelanggaran peraturan-peraturan tentang disiplin organisasi Pemuda Perindo dikenakan sanksi. 2. Ketentuan mengenai jenis-jenis pelanggaran peraturan-peraturan tentang disiplin organisasi Pemuda Perindo dan tata cara pemberian sanksi diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi. BAB IV ORGANISASI Pasal 7 Dewan Pengurus Pusat Dewan Pengurus Pusat Pemuda Perindo jumlahnya dibentuk sesuai dengan kebutuhan, terdiri dari: 1. Satu orang Ketua Umum; 2. Beberapa Ketua Bidang; 3. Beberapa wakil Ketua Bidang 4. Satu orang Sekretaris Jenderal; 5. Beberapa wakil sekretaris Jenderal; 6. Satu orang Bendahara Umum; 7. Beberapa wakil bendahara; 8. Departemen. 22

24 Pasal 8 Dewan Pengurus Wilayah Dewan Pengurus Wilayah Pemuda Perindo jumlahnya dibentuk sesuai dengan kebutuhan terdiri dari: 1. Satu orang Ketua; 2. Beberapa Ketua Bidang; 3. Beberapa wakil Ketua Bidang; 4. Satu orang Sekretaris; 5. Beberapa wakil sekretaris; 6. Satu orang Bendahara; 7. Beberapa wakil bendahara; 8. Departemen. Pasal 9 Dewan Pengurus Daerah Dewan Pengurus Daerah Pemuda Perindo jumlahnya dibentuk sesuai dengan kebutuhan terdiri dari: 1. Satu orang Ketua; 2. Beberapa Ketua Bidang; 3. Beberapa wakil Ketua Bidang; 4. Satu orang Sekretaris; 5. Beberapa wakil sekretaris; 6. Satu orang Bendahara; 7. Beberapa wakil bendahara; 8. Departemen. Pasal 10 Dewan Pengurus Cabang Dewan Pengurus Cabang Pemuda Perindo jumlahnya dibentuk sesuai dengan kebutuhan, terdiri dari: 1. Satu orang Ketua; 2. Beberapa Ketua Bidang; 3. Beberapa wakil Ketua Bidang; 4. Satu orang Sekretaris; 5. Beberapa wakil sekretaris; 6. Satu orang Bendahara; 7. Beberapa wakil bendahara; 8. Departemen. Pasal 11 Dewan Pengurus Ranting Dewan Pengurus Ranting Pemuda Perindo jumlahnya dibentuk sesuai dengan kebutuhan, terdiri dari: 1. Satu orang Ketua; 2. Beberapa Ketua Bidang; 3. Beberapa wakil Ketua Bidang; 4. Satu orang Sekretaris; 23

25 5. Beberapa wakil sekretaris; 6. Satu orang Bendahara; 7. Beberapa wakil bendahara; 8. Departemen. BAB V BIDANG DAN DEPARTEMEN Pasal Dalam rangka mendukung tugas operasional Dewan Pengurus Pemuda Perindo pada setiap tingkatan dibentuk bidang-bidang dan departemen. 2. Ketentuan mengenai tata kerja, fungsi, tugas dan wewenang bidang-bidang dan departemen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi. BAB VI KRITERIA DEWAN PIMPINAN Pasal 13 Kriteria Dewan Pengurus Pemuda Perindo adalah sebagai berikut: 1. Kader Pemuda Perindo; 2. Bertempat tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; 3. Setia kepada Pancasila sebagai Dasar Negara dalam Pembukaan UUD 1945; 4. Memiliki jiwa nasionalisme dan kebangsaan yang sejalan dengan cita-cita utuk Indonesia Sejahtera. 5. Nyata-nyata tidak sedang terganggu jiwanya; 6. Mampu menjaga nama baik pribadi, keluarga dan organisasi; 7. Mampu bekerjasama secara kolektif-kolegial. BAB VII PERGANTIAN DEWAN PENGURUS Pasal Pergantian Personalia Dewan Pengurus Pemuda Perindo terjadi karena: a) Meninggal Dunia; b) Mengundurkan diri; c) Berakhir masa baktinya; d) Berakhir masa keanggotaannya; e) Diberhentikan dari jabatannya. 2. Apabila terjadi kekosongan personalia Dewan Pengurus sebagaimana ayat (1) diatas, pengisiannya dilaksanakan dalam Rapat Pleno pada setiap tingkatan berdasarkan persetujuan 2/3 anggota Pimpinan Harian yang hadir dalam rapat. 3. Pergantian personalia Dewan Pengurus melalui penetapan dan pengesahan oleh Dewan Pengurus Pusat untuk Dewan Pengurus Wilayah dan Dewan Pengurus Daerah. Untuk Dewan Pengurus di tingkat Cabang dan dibawahnya, ditetapkan dan disahkan oleh Dewan Pengurus dua tingkat diatasnya. 24

26 BAB VII KONGRES DAN RAPAT-RAPAT Pasal 15 Kongres 1. Kongres Pemuda Perindo dihadiri oleh Peserta Utusan dan Peserta Peninjau: A. Peserta Utusan yang terdiri dari : 1) Dewan Pengurus Pusat 2) Ketua, Sekertaris dan Bendahara Dewan Pengurus Wilayah; 3) Ketua dan Sekertaris Dewan Pengurus Daerah; 4) Jika yang disebutkan pada poin (2) dan (3) berhalangan hadir, maka dapat dimandatkan kepada pengurus Dewan Pengurus lainnya berdasarkan hasil Rapat Pleno di semua tingkatan. B. Peserta Peninjau yang terdiri dari : 1) Bidang-bidang dan Departemen Dewan Pimpinan Pusat Partai Perindo; 2) Wakil dari Dewan Pembina, Dewan Penasehat dan Dewan Pakar dan 3) Undangan lainnya. 2. Musyawarah Wilayah Pemuda Perindo dihadiri oleh: A. Peserta yang terdiri dari : 1) Dewan Pengurus Wilayah; 2) Ketua, Sekretaris dan Bendahara Dewan Pengurus Daerah; 3) Ketua dan Sekertaris Dewan Pengurus Cabang; 4) Jika yang disebutkan pada poin (2) dan (3) berhalangan hadir, maka dapat dimandatkan kepada pengurus Dewan Pengurus lainnya berdasarkan hasil Rapat Pleno di semua tingkatan. B. Peninjau yang terdiri dari : 1) Bidang-bidang dan Departemen Dewan Pengurus Wilayah Partai Perindo; 2) Unsur Dewan Pengurus Pusat; 3) Wakil dari Dewan Pembina, Dewan Penasehat, dan Dewan Pakar 4) Undangan lainnya. 3. Musyawarah Daerah Pemuda Perindo dihadiri oleh: A. Peserta yang terdiri dari : 1) Dewan Pengurus Daerah; 2) Ketua, Sekertaris dan Bendahara Dewan Pengurus Cabang; 3) Ketua dan Sekertaris Dewan Pengurus Ranting; 4) Jika yang disebutkan pada poin (2) dan (3) berhalangan hadir, maka dapat dimandatkan kepada pengurus Dewan Pengurus lainnya berdasarkan hasil Rapat Pleno di semua tingkatan. B. Peninjau yang terdiri dari : 1) Bidang-bidang dan Departemen Dewan Pimpinan Daerah Partai Perindo; 25

27 2) ii) Unsur Dewan Pengurus Wilayah; 3) iii) Wakil dari Dewan Pembina, Dewan Penasehat, dan Dewan Pakar 4) iv) Undangan lainnya. 26

28 4. Musyawarah Cabang Pemuda Perindo dihadiri oleh: A. Peserta yang terdiri dari : 1) Dewan Pengurus Cabang; 2) Ketua, Sekertaris dan Bendahara Dewan Pengurus Ranting. 3) Jika yang disebutkan pada poin ( 2) berhalangan hadir, maka dapat dimandatkan kepada pengurus Dewan Pengurus lainnya berdasarkan hasil Rapat Pleno di semua tingkatan. B. Peninjau yang terdiri dari : 1) Unsur Dewan Pengurus Daerah Partai Perindo;dan 2) Undangan lainnya. 5. Musyawarah Ranting Pemuda Perindo dihadiri oleh: A. Peserta yang terdiri dari : 1) Dewan Pengurus Ranting; 2) Utusan lainnya yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pengurus Ranting. B. Peninjau yang terdiri dari : 1) Unsur Dewan Pengurus Cabang Partai Perindo;dan 2) Undangan lainnya. Pasal 16 Hak Bicara dan Hak Suara 1. Setiap Peserta Utusan dan Peserta Peninjau Kongres pada setiap tingkatan mempunyai hak bicara. 2. Hak suara dalam Kongres pada setiap tingkatan hanya dimiliki oleh Peserta Utusan. 3. Hak suara dalam Kongres adalah satu suara untuk setiap peserta utusan. Pasal 17 Keabsahan Kongres 1. Kongres dinyatakan sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari utusan Pimpinan Dewan Pengurus Wilayah dan 2/3 (dua per tiga) dari utusan Dewan Pengurus Daerah. 2. Musyawarah Wilayah dinyatakan sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari utusan Dewan Pengurus Daerah. 3. Musyawarah Daerah sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari utusan Dewan Pengurus Cabang dan 2/3 (dua per tiga) dari utusan Pimpinan Dewan Pengurus Ranting. 4. Musyawarah Cabang dinyatakan sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari utusan Dewan Pengurus Ranting. 5. Musyawarah Ranting dinyatakan sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 25 (dua puluh lima) orang anggota yang memiliki Kartu Tanda Anggota. Pasal 18 Pemungutan suara dalam Kongres 1. Dalam hal pengambilan keputusan dilakukan dengan pemungutan suara, keputusan dinyatakan sah apabila didukung oleh suara terbanyak. 2. Tata cara pengambilan keputusan dengan pemungutan suara diatur lebih lanjut dalam Tata Tertib Kongres/Musyawarah. 27

29 1. Rapat Kerja Nasional dihadiri oleh: a) Dewan Pengurus Pusat; b) Perwakilan Badan-badan;dan c) Perwakilan Dewan Pengurus Wilayah. Pasal 19 Rapat-Rapat 2. Rapat Pengurus Nasional dihadiri oleh: a) Dewan Pengurus Pusat; b) Ketua dan Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah; c) Ketua dan Sekretaris Dewan Pengurus Daerah. 3. Rapat Pleno Dewan Pengurus Pusat dihadiri oleh: a) Ketua Umum; b) Ketua-ketua Bidang; c) Wakil-Wakil Ketua Bidang; d) Sekretaris Jendral; e) Wakil-wakil Sekretaris Jendral; f) Bendahara Umum; g) Wakil-wakil Bendahara Umum; h) Departemen-departemen;dan i) Badan-badan. 4. Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Pusat dihadiri oleh: a) Ketua Umum b) Ketua-ketua Bidang; c) Wakil-Wakil Ketua Bidang; d) Sekretaris Jendral; e) Wakil-wakil Sekretaris Jendral; f) Bendahara Umum; g) Wakil-wakil Bendahara Umum; dan 5. Rapat Harian Dewan Pengurus Pusat dihadiri oleh: a) Ketua Umum; b) Ketua-ketua Bidang; c) Wakil-Wakil Ketua Bidang; d) Sekretaris Jendral; e) Wakil-wakil Sekretaris Jendral; f) Bendahara Umum; g) Wakil-wakil Bendahara Umum; h) Departemen-departemen. 6. Rapat Kerja Wilayah dihadiri oleh: a) Dewan Pengurus Wilayah; b) Perwakilan Badan-badan dan Lembaga-lembaga;dan c) Perwakilan Dewan Pengurus Daerah. 7. Rapat Pleno Dewan Pengurus Wilayah dihadiri oleh: a) Ketua; b) Ketua-ketua Bidang; c) Wakil-Wakil Ketua Bidang; d) Sekretaris; e) Wakil-wakil Sekretaris; 28

30 f) Bendahara; g) Wakil-wakil Bendahara; h) Departemen-departemen; 8. Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Wilayah dihadiri oleh: a) Ketua; b) Ketua-ketua Bidang; c) Wakil-Wakil Ketua Bidang; d) Sekretaris; e) Wakil-wakil Sekretaris; f) Bendahara; g) Wakil-wakil Bendahara; dan 9. Rapat Harian Dewan Pengurus Wilayah dihadiri oleh: a) Ketua; b) Ketua-ketua Bidang; c) Wakil-Wakil Ketua Bidang; d) Sekretaris; e) Wakil-wakil Sekretaris; f) Bendahara; g) Wakil-wakil Bendahara; h) Departemen-departemen. 10. Rapat Kerja Daerah dihadiri oleh: a) Dewan Pengurus Daerah; b) Perwakilan Dewan Pengurus Cabang; dan 11. Rapat Pleno Dewan Pengurus Daerah dihadiri oleh: a) Ketua; b) Ketua-ketua Bidang; c) Wakil-Wakil Ketua Bidang; d) Sekretaris; e) Wakil-wakil Sekretaris; f) Bendahara; g) Wakil-wakil Bendahara; h) Departemen-departemen; 12. Rapat Pimpinan Harian Dewan Pengurus Daerah dihadiri oleh: a) Ketua; b) Ketua-ketua Bidang; c) Wakil-Wakil Ketua Bidang; d) Sekretaris; e) Wakil-wakil Sekretaris; f) Bendahara; g) Wakil-wakil Bendahara; dan 13. Rapat Harian Dewan Pengurus Daerah dihadiri oleh: a) Ketua; b) Ketua-ketua Bidang; c) Wakil-Wakil Ketua Bidang; d) Sekretaris; e) Wakil-wakil Sekretaris; f) Bendahara; g) Wakil-wakil Bendahara; 29

31 h) Departemen-departemen 14. Rapat Kerja Cabang dihadiri oleh: a) Dewan Pengurus Cabang; b) Perwakilan Dewan Pengurus Ranting. 15. Rapat Pleno Dewan Pengurus Cabang dihadiri oleh: a) Ketua; b) Ketua-ketua Bidang; c) Wakil-Wakil Ketua Bidang; d) Sekretaris; e) Wakil-wakil Sekretaris; f) Bendahara; g) Wakil-wakil Bendahara; h) Departemen-departemen; 16. Rapat Harian Dewan Pengurus Ranting dihadiri oleh: a) Ketua; b) Ketua-ketua Bidang; c) Wakil-Wakil Ketua Bidang; d) Sekretaris; e) Wakil-wakil Sekretaris; f) Bendahara; g) Wakil-wakil Bendahara; h) Departemen-departemen 17. Rapat Kerja Ranting dihadiri oleh Dewan Pengurus Ranting. a) Ketua; b) Ketua-ketua Bidang; c) Wakil-Wakil Ketua Bidang; d) Sekretaris; e) Wakil-wakil Sekretaris; f) Bendahara; g) Wakil-wakil Bendahara; h) Departemen-departemen; 18. Rapat Harian Dewan Pengurus Ranting dihadiri oleh: a) Ketua; b) Ketua-ketua Bidang; c) Wakil-Wakil Ketua Bidang; d) Sekretaris; e) Wakil-wakil Sekretaris; f) Bendahara; g) Wakil-wakil Bendahara; h) Departemen-departemen Pasal 20 Quorum dan Pengambilan Keputusan Rapat Pemuda Perindo 1. Rapat Dewan Pengurus Pusat pada setiap tingkatan sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya lebih dari setengah dari jumlah anggota. 2. Dalam hal belum terpenuhinya ketentuan sebagaimana terdapat dalam ayat (1) dan (2 ) diatas rapat dapat ditunda selama 2x15 menit. 30

ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA GERINDRA

ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA GERINDRA ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA GERINDRA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Syarat Keanggotaan Syarat menjadi Anggota Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) adalah : 1. Warga Negara Indonesia.

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR Tunas Indonesia Raya TIDAR

ANGGARAN DASAR Tunas Indonesia Raya TIDAR ANGGARAN DASAR Tunas Indonesia Raya TIDAR BAB I NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Organisasi ini bernama TUNAS INDONESIA RAYA disingkat TIDAR, selanjutnya disebut Organisasi. 2. Organisasi ini

Lebih terperinci

MUKADIMAH. Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa

MUKADIMAH. Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa MUKADIMAH Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa Bahwa PDI Perjuangan sebagai partai nasionalis yang berasaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

AD KAI TAHUN 2016 PEMBUKAAN

AD KAI TAHUN 2016 PEMBUKAAN AD KAI TAHUN 2016 PEMBUKAAN - Bahwa Negara Republik Indonesia adalah Negara Hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, oleh karena itu setiap orang tanpa membedakan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN GERAKAN KEWIRAUSAHAAN NASIONAL INDONESIA

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN GERAKAN KEWIRAUSAHAAN NASIONAL INDONESIA ANGGARAN DASAR HIMPUNAN GERAKAN KEWIRAUSAHAAN NASIONAL INDONESIA BAB I NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Organisasi ini bernama Himpunan Gerakan Kewirausahaan Nasional Indonesia, yang kemudian disingkat

Lebih terperinci

Halaman PEMBUKAAN

Halaman PEMBUKAAN Halaman - 1 - PEMBUKAAN 1. Dengan Rachmat Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa Indonesia melalui perjuangan yang luhur telah mencapai Kemerdekaannya yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Dalam

Lebih terperinci

IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS 4 IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI

Lebih terperinci

PENGURUS BESAR IGPKhI SELAKU PIMPINAN MUNAS I IGPKhI Sekretaris Jenderal,

PENGURUS BESAR IGPKhI SELAKU PIMPINAN MUNAS I IGPKhI Sekretaris Jenderal, AD/ART IKATAN GURU PENDIDIKAN KHUSUS INDONESIA KEPUTUSAN MUNAS I IKATAN GURU PENDIDIKAN KHUSUS INDONESIA Nomor : 2/MUNAS I/ IGPKhI /I/ 2017 Tentang : ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IGPKhI DENGAN

Lebih terperinci

AD dan ART. Ditulis oleh AMPI Kukar Selasa, 28 May :42 - P E M B U K A A N

AD dan ART. Ditulis oleh AMPI Kukar Selasa, 28 May :42 - P E M B U K A A N P E M B U K A A N BAHWA PROKLAMASI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 1945, YANG DICETUSKAN RAKYAT INDONESIA MERUPAKAN PUNCAK PERJUANGAN PERGERAKAN NASIONAL DAN TITIK AWAL UPAYA UNTUK MEWUJUDKAN CITA-CITA KEMERDEKAAN,

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 1 ANGGARAN DASAR Halaman 1 dari 2 halaman 2 IKATAN ALUMNI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA PERIODE

ANGGARAN DASAR IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA PERIODE ANGGARAN DASAR IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA PERIODE 2012-2015 MUKADIMAH Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa serta semangat mewujudkan visi organisasi yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA MUKADIMAH "DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA"

ANGGARAN DASAR LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA MUKADIMAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA LAMPIRAN I KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 14 TAHUN 2007 TANGGAL : 19 Juni 2007 ANGGARAN DASAR LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA MUKADIMAH "DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA" Bahwa Veteran

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR KONGRES ADVOKAT INDONESIA (PERUBAHAN PERTAMA) TAHUN 2016 PEMBUKAAN

ANGGARAN DASAR KONGRES ADVOKAT INDONESIA (PERUBAHAN PERTAMA) TAHUN 2016 PEMBUKAAN ANGGARAN DASAR KONGRES ADVOKAT INDONESIA (PERUBAHAN PERTAMA) TAHUN 2016 PEMBUKAAN - Bahwa Negara Republik Indonesia adalah Negara Hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR Tunas Indonesia Raya TIDAR

ANGGARAN DASAR Tunas Indonesia Raya TIDAR ANGGARAN DASAR Tunas Indonesia Raya TIDAR BAB I NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Organisasi ini bernama TUNAS INDONESIA RAYA disingkat TIDAR, selanjutnya disebut Organisasi. 2. Organisasi ini

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN PEMUDA TIONGHOA INDONESIA PEMBUKAAN

ANGGARAN DASAR IKATAN PEMUDA TIONGHOA INDONESIA PEMBUKAAN ANGGARAN DASAR IKATAN PEMUDA TIONGHOA INDONESIA PEMBUKAAN Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa : Bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku yang terpadu menjadi bangsa yang besar adalah anugerah Tuhan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA GERINDRA

ANGGARAN DASAR PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA GERINDRA ANGGARAN DASAR PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA GERINDRA MUKADIMAH Bahwa cita-cita luhur untuk membangun dan mewujudkan tatanan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil dan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR/ ANGGARAN RUMAH TANGGA (AD/ART), PROGRAM KERJA DAN KODE ETIK AHLI GIZI

ANGGARAN DASAR/ ANGGARAN RUMAH TANGGA (AD/ART), PROGRAM KERJA DAN KODE ETIK AHLI GIZI ANGGARAN DASAR/ ANGGARAN RUMAH TANGGA (AD/ART), PROGRAM KERJA DAN KODE ETIK AHLI GIZI PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) 2015 ANGGARAN DASAR/ ANGGARAN RUMAH TANGGA ( AD/ART ) PERSATUAN AHLI GIZI

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI PERENCANA

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI PERENCANA ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI PERENCANA BAB I UMUM Pasal 1 Pengertian Anggaran Rumah Tangga merupakan penjabaran Anggaran Dasar IAP Pasal 2 Pengertian Umum (1) Ahli adalah seorang yang berlatar belakang

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) PEMBUKAAN

ANGGARAN DASAR PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) PEMBUKAAN ANGGARAN DASAR PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) PEMBUKAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA : BAHWA KEMERDEKAAN, KEADILAN, DAN KEBENARAN ADALAH IDAMAN SETIAP BANGSA INDONESIA, SEBAGAI NEGARA

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR/ANGGARAN RUMAH TANGGA SERIKAT KARYAWAN PT ANGKASA PURA II (PERSERO) (SEKARPURA II) PEMBUKAAN

ANGGARAN DASAR/ANGGARAN RUMAH TANGGA SERIKAT KARYAWAN PT ANGKASA PURA II (PERSERO) (SEKARPURA II) PEMBUKAAN Lampiran KEP.005/MUNAS-V/SEKARPURA II/2011 - AD/ART ANGGARAN DASAR/ANGGARAN RUMAH TANGGA SERIKAT KARYAWAN PT ANGKASA PURA II (PERSERO) (SEKARPURA II) PEMBUKAAN Bahwa untuk mencapai cita-cita Kemerdekaan

Lebih terperinci

KEPPRES 76/1993, PENGESAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA AKADEMI ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

KEPPRES 76/1993, PENGESAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA AKADEMI ILMU PENGETAHUAN INDONESIA KEPPRES 76/1993, PENGESAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA AKADEMI ILMU PENGETAHUAN INDONESIA Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 76 TAHUN 1993 (76/1993) Tanggal: 18 AGUSTUS 1993 (JAKARTA)

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR NINJA OWNERS CLUB

ANGGARAN DASAR NINJA OWNERS CLUB ANGGARAN DASAR NINJA OWNERS CLUB BAB I NAMA, BENTUK, SIFAT, ASAS, VISI, MISI, WAKTU DAN KEDUDUKAN Pasal 1 NAMA Organisasi ini bernama NINJA OWNERS CLUB, yang dapat disingkat dengan nama N O C. Pasal 2

Lebih terperinci

:: LDII Sebagai Ormas/Anggaran Rumah Tangga:

:: LDII Sebagai Ormas/Anggaran Rumah Tangga: 1 :: LDII Sebagai Ormas/Anggaran Rumah Tangga: ANGGARAN RUMAH TANGGA LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Anggota dan Warga [1] Keanggotaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia terdiri dari

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ALIANSI MASYARAKAT ADAT NUSANTARA (AMAN) Ditetapkan oleh Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-Lima (KMAN V) Deli Serdang, 19 Maret 2017

ANGGARAN DASAR ALIANSI MASYARAKAT ADAT NUSANTARA (AMAN) Ditetapkan oleh Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-Lima (KMAN V) Deli Serdang, 19 Maret 2017 ANGGARAN DASAR ALIANSI MASYARAKAT ADAT NUSANTARA (AMAN) Ditetapkan oleh Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-Lima (KMAN V) Deli Serdang, 19 Maret 2017 BAB I NAMA, BENTUK, WAKTU DAN KEDUDUKAN Pasal 1 1)

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) ANGGARAN RUMAH TANGGA PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA)

ANGGARAN RUMAH TANGGA PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) ANGGARAN RUMAH TANGGA PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) ANGGARAN RUMAH TANGGA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 (1) Anggota Biasa adalah setiap mahasiswa hukum di Indonesia pada tingkat strata 1 dan strata 2 hingga dua tahun setelah menyelesaikan studinya atau belum

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN KOORDINASI KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA INDONESIA BAB I STATUS DAN KEANGGOTAAN PASAL 1

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN KOORDINASI KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA INDONESIA BAB I STATUS DAN KEANGGOTAAN PASAL 1 ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN KOORDINASI KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA INDONESIA BAB I STATUS DAN KEANGGOTAAN PASAL 1 1. Status keanggotaan BKKMTKI terdiri dari: a. anggota; dan b. calon anggota. 2. Anggota

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA JARINGAN MAHASISWA KESEHATAN INDONESIA (JMKI)

ANGGARAN RUMAH TANGGA JARINGAN MAHASISWA KESEHATAN INDONESIA (JMKI) Peningkatan. dan Pemantapan Solidaritas Mahasiswa Kesehatan Indonesia ANGGARAN RUMAH TANGGA JARINGAN MAHASISWA KESEHATAN INDONESIA (JMKI) BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Anggota Anggota JMKI adalah lembaga eksekutif

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN KOORDINASI KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA INDONESIA BAB I STATUS DAN KEANGGOTAAN PASAL 1

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN KOORDINASI KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA INDONESIA BAB I STATUS DAN KEANGGOTAAN PASAL 1 Telepon : 085 2222 934 ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN KOORDINASI KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA BAB I STATUS DAN KEANGGOTAAN PASAL 1 1. Status keanggotaan BKKMTKI terdiri dari: a. Calon Anggota b. Anggota

Lebih terperinci

ASOSIASI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN INDONESIA (APS-TPI)

ASOSIASI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN INDONESIA (APS-TPI) ASOSIASI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN INDONESIA (APS-TPI) MUKADDIMAH Keinginan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan program studi dengan membentuk dan bergabung dalam suatu wadah yang dapat

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA BRIGEZ INDONESIA BAB I LAMBANG, IKRAR,TEKAD, SEMBOYAN SALAM PERJUANGAN DAN LAGU PERJUANGAN. Pasal 1

ANGGARAN RUMAH TANGGA BRIGEZ INDONESIA BAB I LAMBANG, IKRAR,TEKAD, SEMBOYAN SALAM PERJUANGAN DAN LAGU PERJUANGAN. Pasal 1 ANGGARAN RUMAH TANGGA BRIGEZ INDONESIA BAB I LAMBANG, IKRAR,TEKAD, SEMBOYAN SALAM PERJUANGAN DAN LAGU PERJUANGAN Pasal 1 Lambang Organisasi BRIGEZ INDONESIA ialah lambang Power dan tulisan BRIGEZ Warna

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA

ANGGARAN DASAR ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA ANGGARAN DASAR ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA MUKADIMAH Bahwa sesungguhnya Kegiatan Amatir Radio itu merupakan penyaluran bakat yang penuh manfaat dan oleh sebab itu telah mendapatkan tempat yang layak

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI STEMBAYO

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI STEMBAYO ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI STEMBAYO BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Anggaran Rumah Tangga ini bersumber pada Anggaran Dasar IKA- STEMBAYO yang berlaku oleh karena itu tidak bertentangan dengan ketentuan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA MUKADIMAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

ANGGARAN DASAR LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA MUKADIMAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA LAMPIRAN I KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 27 Tahun 2013 TANGGAL : 12 November 2013 ANGGARAN DASAR LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA MUKADIMAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Kami Veteran

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN JURNALIS TELEVISI INDONESIA (IJTI)

ANGGARAN DASAR IKATAN JURNALIS TELEVISI INDONESIA (IJTI) 1 ANGGARAN DASAR IKATAN JURNALIS TELEVISI INDONESIA (IJTI) MUKADDIMAH Bahwa sesungguhnya kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan menyampaikan dan memperoleh informasi, serta kemerdekaan berserikat adalah

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH

ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH BAB I NAMA, PENDIRI, DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Nama Persyarikatan ini bernama Muhammadiyah. Pasal 2 Pendiri Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA HISWARA MIGAS INDONESIA MUKADIMAH

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA HISWARA MIGAS INDONESIA MUKADIMAH ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA HISWARA MIGAS INDONESIA MUKADIMAH Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan kenikmatan bagi Bangsa Indonesia dalam kandungan bumi pertiwi Indonesia berupa sumber daya alam

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN PENELITI BIOLOGI INDONESIA (HPPBI)

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN PENELITI BIOLOGI INDONESIA (HPPBI) ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENDIDIK DAN PENELITI BIOLOGI INDONESIA (HPPBI) MUKADIMAH Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, bangsa Indonesia telah berjuang secara bersinergi dan berkelanjutan untuk mengisi kemerdekaannya

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II BAB I IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II DAN WILAYAH KERJA.

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II BAB I IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II DAN WILAYAH KERJA. ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II BAB I IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II DAN WILAYAH KERJA Pasal 1 (1) Ikatan Pensiunan Pelabuhan Indonesia II disingkat IKAPENDA sebagaimana

Lebih terperinci

KEPUTUSAN SILATNAS PGMI Nomor : 04/SK/Silatnas-PGMI/XI/2008. Tentang ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PGMI ANGGARAN DASAR

KEPUTUSAN SILATNAS PGMI Nomor : 04/SK/Silatnas-PGMI/XI/2008. Tentang ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PGMI ANGGARAN DASAR KEPUTUSAN SILATNAS PGMI Nomor : 04/SK/Silatnas-PGMI/XI/2008 Tentang ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PGMI ANGGARAN DASAR PERSATUAN GURU MADRASAH INDONESIA (PGMI) Bahwa sesungguhnya Islam adalah

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR LIGA MAHASISWA NASDEM. BAB I NAMA, WAKTU, TEMPAT KEDUDUKAN dan AFILIASI. Pasal 1

ANGGARAN DASAR LIGA MAHASISWA NASDEM. BAB I NAMA, WAKTU, TEMPAT KEDUDUKAN dan AFILIASI. Pasal 1 ANGGARAN DASAR LIGA MAHASISWA NASDEM BAB I NAMA, WAKTU, TEMPAT KEDUDUKAN dan AFILIASI Pasal 1 Organisasi massa mahasiswa ini bernama Liga Mahasiswa NasDem Pasal 2 Liga Mahasiswa Nasdem ini didirikan pada

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2000 TENTANG PENGESAHAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2000 TENTANG PENGESAHAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2000 TENTANG PENGESAHAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

IAP KETETAPAN KONGRES ISTIMEWA IKATAN AHLI PERENCANAAN INDONESIA (IAP) NO. 3 TAHUN 2009 TENTANG

IAP KETETAPAN KONGRES ISTIMEWA IKATAN AHLI PERENCANAAN INDONESIA (IAP) NO. 3 TAHUN 2009 TENTANG Lampiran IAP KETETAPAN KONGRES ISTIMEWA IKATAN AHLI PERENCANAAN INDONESIA (IAP) NO. 3 TAHUN 2009 TENTANG PENETAPAN ANGGARAN DASAR IKATAN AHLI PERENCANAAN INDONESIA (IAP) ANGGARAN DASAR IKATAN AHLI PERENCANAAN

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PERHIMPUNAN ANAK TRANSMIGRAN REPUBLIK INDONESIA ( P A T R I ) MUKADIMAH

ANGGARAN DASAR PERHIMPUNAN ANAK TRANSMIGRAN REPUBLIK INDONESIA ( P A T R I ) MUKADIMAH ANGGARAN DASAR PERHIMPUNAN ANAK TRANSMIGRAN REPUBLIK INDONESIA ( P A T R I ) MUKADIMAH Bahwa dalam pembangunan nasional yang pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, kemerdekaan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PEMBUKAAN

ANGGARAN DASAR PEMBUKAAN ANGGARAN DASAR PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya tujuan mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,

Lebih terperinci

ASOSIASI AHLI MANAJEMEN ASURANSI INDONESIA

ASOSIASI AHLI MANAJEMEN ASURANSI INDONESIA ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI AHLI MANAJEMEN ASURANSI INDONESIA BAB I PENERIMAAN DAN PENGANGKATAN ANGGOTA Pasal 1 1. Permintaan untuk menjadi anggota, dilakukan secara tertulis dan disampaikan kepada

Lebih terperinci

PARTAI PERINDO (PERSATUAN INDONESIA)

PARTAI PERINDO (PERSATUAN INDONESIA) I. ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA 1.1. Anggaran Dasar ANGGARAN DASAR PARTAI PERINDO (PERSATUAN INDONESIA) MUKADIMAH Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Bahwa sesungguhnya kemerdekaan negara Republik

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA K N P I

ANGGARAN RUMAH TANGGA KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA K N P I ANGGARAN RUMAH TANGGA KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA K N P I BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Syarat-Syarat Keanggotaan 1. Yang menjadi anggota KNPI adalah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang telah

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI ANTROPOLOGI INDONESIA

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI ANTROPOLOGI INDONESIA ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI ANTROPOLOGI INDONESIA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Nama Organisasi Asosiasi Antropologi Indonesia disingkat AAI selanjutnya disebut AAI. Pasal 2 Makna AAI adalah wadah tunggal

Lebih terperinci

BAB II A S A S Pasal 2 AP2TKILN Berasaskan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945

BAB II A S A S Pasal 2 AP2TKILN Berasaskan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 ANGGARAN DASAR ASOSIASI PENGELOLA PELATIHAN TENAGA KERJA INDONESIA LUAR NEGERI ( A P 2 T K I L N ) PEMBUKAAN Bahwa Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 adalah titik awal untuk mewujudkan cita-cita

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN SURVEYOR INDONESIA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1. Pasal 2. Pasal 3

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN SURVEYOR INDONESIA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1. Pasal 2. Pasal 3 ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN SURVEYOR INDONESIA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Klasifikasi Anggota 1. Anggota Biasa adalah Warga Negara Indonesia yang mempunyai profesi dalam bidang geomatika. 2. Anggota Muda

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN AHLI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

ANGGARAN DASAR IKATAN AHLI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA ANGGARAN DASAR IKATAN AHLI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa Bangsa Indonesia telah berhasil merebut kemerdekaan dari penjajah, dan oleh karena itu adalah kewajiban segenap

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA (APSPBI)

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA (APSPBI) ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA (APSPBI) Daftar isi ANGGARAN DASAR... 1 ANGGARAN RUMAH TANGGA... 6 STRUKTUR ORGANISASI... 10 ANGGARAN DASAR

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH. BAB I WAKTU DAN LAMBANG Pasal 1 Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah tanggal 14 Maret.

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH. BAB I WAKTU DAN LAMBANG Pasal 1 Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah tanggal 14 Maret. ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH BAB I WAKTU DAN LAMBANG Pasal 1 Milad adalah tanggal 14 Maret. Pasal 2 1. Lambang IMM sebagaimana tersebut dalam Anggaran Dasar pasal 6 adalah sebagai

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA)

ANGGARAN RUMAH TANGGA PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) ANGGARAN RUMAH TANGGA PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 (1) Anggota Biasa adalah setiap mahasiswa hukum di Indonesia yang masih terdaftar sebagai mahasiswa pada

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PERSATUAN PERUSAHAAN GRAFIKA INDONESIA (INDONESIA PRINT MEDIA ASSOCIATION) MUKADIMAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

ANGGARAN DASAR PERSATUAN PERUSAHAAN GRAFIKA INDONESIA (INDONESIA PRINT MEDIA ASSOCIATION) MUKADIMAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA ANGGARAN DASAR PERSATUAN PERUSAHAAN GRAFIKA INDONESIA (INDONESIA PRINT MEDIA ASSOCIATION) MUKADIMAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Dengan menyadari sedalam-dalamnya akan kedudukan, tugas dan kewajiban

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA HASIL KONGRES XIX IKATAN NOTARIS INDONESIA JAKARTA, 28 JANUARI 2006

ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA HASIL KONGRES XIX IKATAN NOTARIS INDONESIA JAKARTA, 28 JANUARI 2006 ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA HASIL KONGRES XIX IKATAN NOTARIS INDONESIA JAKARTA, 28 JANUARI 2006 MENIMBANG : a. Bahwa Undang-undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris telah disahkan

Lebih terperinci

DRAFT ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA ALUMNI TEKNIK KIMIA (IKA TEKNIK KIMIA) POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

DRAFT ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA ALUMNI TEKNIK KIMIA (IKA TEKNIK KIMIA) POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA DRAFT ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA ALUMNI TEKNIK KIMIA (IKA TEKNIK KIMIA) POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA IKATAN KELUARGA ALUMNI TEKNIK KIMIA (IKA TEKNIK KIMIA) Politeknik Negeri

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN MAHASISWA FISIKA UNIVERSITAS BRAWIJAYA BAB I NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN MAHASISWA FISIKA UNIVERSITAS BRAWIJAYA BAB I NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN ANGGARAN DASAR HIMPUNAN MAHASISWA FISIKA UNIVERSITAS BRAWIJAYA BAB I NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Nama Organisasi ini bernama Himpunan Mahasiswa Fisika Universitas Brawijaya yang disingkat

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA (IAPI) (INDONESIAN PROCUREMENT SPECIALISTS ASSOCIATION) ANGGARAN RUMAH TANGGA halaman 1 dari 14 IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA DISINGKAT IAPI ANGGARAN RUMAH TANGGA BAB

Lebih terperinci

MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI BUMISERAM ( IKAB )MAKASSAR

MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI BUMISERAM ( IKAB )MAKASSAR MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI BUMISERAM ( IKAB )MAKASSAR ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI BUMISERAM (IKAB) MAKASSAR JAKARTA, 19 JULI 2009 KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI

Lebih terperinci

BAB I NAMA, BENTUK, TEMPAT KEDUDUKAN DAN WAKTU

BAB I NAMA, BENTUK, TEMPAT KEDUDUKAN DAN WAKTU ANGGARAN DASAR SAREKAT HIJAU INDONESIA PEMBUKAAN Krisis berbangsa dan bernegara yang dialami Indonesia, terjadi hampir di seluruh bidang kehidupan. Krisis ini menyebabkan tidak terpenuhinya hak-hak sosial,

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR FORUM PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI INDONESIA. Anggaran Dasar FPPTI

ANGGARAN DASAR FORUM PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI INDONESIA. Anggaran Dasar FPPTI ANGGARAN DASAR FORUM PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI INDONESIA PENDAHULUAN Organisasi Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi diusulkan pada Seminar Forum Komunikasi Pembinaan Perpustakaan Perguruan Tinggi se

Lebih terperinci

MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA.

MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKANI PEMBUKAAN

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKANI PEMBUKAAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKANI PEMBUKAAN Bahwa Kemerdekaan yang telah dicapai oleh bangsa Indonesia benarbenar merupakan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga bangsa Indonesia perlu

Lebih terperinci

Anggaran Dasar. Konsil Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia [INDONESIAN NGO COUNCIL) MUKADIMAH

Anggaran Dasar. Konsil Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia [INDONESIAN NGO COUNCIL) MUKADIMAH Anggaran Dasar Konsil Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia [INDONESIAN NGO COUNCIL) MUKADIMAH Bahwa kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat adalah salah satu hak asasi manusia yang sangat

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PARTAI PENGUSAHA DAN PEKERJA INDONESIA

ANGGARAN DASAR PARTAI PENGUSAHA DAN PEKERJA INDONESIA ANGGARAN DASAR PARTAI PENGUSAHA DAN PEKERJA INDONESIA PEMBUKAAN Bahwa Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 telah memberikan arah dan landasan perjuangan bagi bangsa Indonesia, yang selanjutnya pada pasal

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH BAB I WAKTU DAN LAMBANG Pasal 1 Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah tanggal 14 Maret. Pasal 2 Lambang IMM sebagaimana tersebut dalam Anggaran

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ASOSIASI TENAGA TEKNIK INDONESIA (ASTTI)

ANGGARAN DASAR ASOSIASI TENAGA TEKNIK INDONESIA (ASTTI) ANGGARAN DASAR ASOSIASI TENAGA TEKNIK INDONESIA (ASTTI) ANGGARAN DASAR ASTTI DAFTAR ISI M U K A D I M A H BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN WAKTU DIDIRIKAN. Pasal 1 N a m a Pasal 2 Tempat kedudukan Pasal

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA (Indonesian Agricultural Extensionist Association) PERHIPTANI IAEA

ANGGARAN DASAR PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA (Indonesian Agricultural Extensionist Association) PERHIPTANI IAEA ANGGARAN DASAR PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA (Indonesian Agricultural Extensionist Association) PERHIPTANI IAEA MUKADIMAH Sasaran jangka panjang pembangunan Nasional Indonesia adalah tercapainya

Lebih terperinci

A N G G A R A N D A S A R

A N G G A R A N D A S A R A N G G A R A N D A S A R D A F T A R I S I : 1. Mukadimah 2. Bab I: Ketentuan Umum Pasal 1 3. Bab II: Nama, Tempat Kedudukan dan Jangka Waktu Pendirian Pasal 2 4. Bab III: Asas, Landasan, Tujuan dan Kegiatan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR MASYARAKAT PERIKANAN NUSANTARA (INDONESIAN FISHERIES SOCIETY) PERUBAHAN MUKADIMAH

ANGGARAN DASAR MASYARAKAT PERIKANAN NUSANTARA (INDONESIAN FISHERIES SOCIETY) PERUBAHAN MUKADIMAH ANGGARAN DASAR MASYARAKAT PERIKANAN NUSANTARA (INDONESIAN FISHERIES SOCIETY) PERUBAHAN MUKADIMAH Bahwa sesungguhnya sumberdaya perikanan yang ada di wilayah kedaulatan Republik Indonesia merupakan karunia

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ORARI H A S I L M U N A S U S

ANGGARAN DASAR ORARI H A S I L M U N A S U S ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA ANGGARAN DASAR dan ANGGARAN RUMAH TANGGA KETETAPAN MUSYAWARAH NASIONAL KHUSUS TAHUN 2003 DISALIN OLEH M. FAISAL ANWAR YB1PR ANGGARAN DASAR ORARI HH AAA SSS III LL L MMM

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN EKONOMI PERTANIAN INDONESIA (PERHEPI)

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN EKONOMI PERTANIAN INDONESIA (PERHEPI) ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN EKONOMI PERTANIAN INDONESIA (PERHEPI) 2014 ANGGARAN DASAR PERHIMPUNAN EKONOMI PERTANIAN INDONESIA (PERHEPI) Mukadimah Didorong oleh hasrat untuk mengabdi

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 214 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 214 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 214 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA Ketua, Menimbang : a. bahwa Dewan Kerja Pramuka Penegak

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN MUKADIMAH

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN MUKADIMAH ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN MUKADIMAH Bahwa sesungguhnya cita-cita luhur untuk membangun dan mewujudkan Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis,

Lebih terperinci

DAFTAR ISI ANGGARAN RUMAH TANGGA FORUM BELA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAFTAR ISI ANGGARAN RUMAH TANGGA FORUM BELA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAFTAR ISI ANGGARAN RUMAH TANGGA FORUM BELA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAFTAR ISI BAB I UMUM. 1 BAB II ORGANISASI. 1 BAB III KEANGGOTAAN. 1 BAB IV MAJELIS PERMUSYAWARATAN ORGANISASI... 4 BAB V STRUKTUR,

Lebih terperinci

PENGURUS PUSAT PERHIMPUNAN ERGONOMI INDONESIA INDONESIAN ERGONOMIC SOCIETY

PENGURUS PUSAT PERHIMPUNAN ERGONOMI INDONESIA INDONESIAN ERGONOMIC SOCIETY ANGGARAN RUMAH TANGGA Mukadimah Bahwa hakikat pembangunan Nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. dan telah ditekadkan oleh bangsa Indonesia sebagai tujuan dasar dari upaya-upaya pembangunan

Lebih terperinci

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA KONGRES LUAR BIASA IKATAN NOTARIS INDONESIA BANTEN, MEI 2015

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA KONGRES LUAR BIASA IKATAN NOTARIS INDONESIA BANTEN, MEI 2015 PERUBAHAN ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA KONGRES LUAR BIASA IKATAN NOTARIS INDONESIA BANTEN, 29-30 MEI 2015 1. Beberapa ketentuan dalam MENIMBANG diubah dan disesuaikan dengan adanya Undang-Undang

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI STEMBAYO

ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI STEMBAYO ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI STEMBAYO MUKADIMAH Kemajuan Indonesia harus diusahakan melalui perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya yang cerdas, jujur, dan bermartabat dengan tetap menjaga

Lebih terperinci

KEPPRES 24/1999, PENGESAHAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DEWAN KOPERASI INDONESIA

KEPPRES 24/1999, PENGESAHAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DEWAN KOPERASI INDONESIA Copyright (C) 2000 BPHN KEPPRES 24/1999, PENGESAHAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DEWAN KOPERASI INDONESIA *48766 KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (KEPPRES) NOMOR 24 TAHUN 1999 (24/1999) TENTANG PENGESAHAN

Lebih terperinci

IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA (IAPI)

IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA (IAPI) IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA (IAPI) (INDONESIAN PROCUREMENT SPECIALISTS ASSOCIATION) ANGGARAN DASAR halaman 1 dari 10 IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA DISINGKAT IAPI ANGGARAN DASAR P E M B U K A A N

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR (AD) AMAN Ditetapkan oleh Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-Empat (KMAN IV) Tobelo, 24 April 2012

ANGGARAN DASAR (AD) AMAN Ditetapkan oleh Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-Empat (KMAN IV) Tobelo, 24 April 2012 ANGGARAN DASAR (AD) AMAN Ditetapkan oleh Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-Empat (KMAN IV) Tobelo, 24 April 2012 BAB I NAMA, BENTUK, WAKTU DAN KEDUDUKAN Pasal 1 1) Organisasi ini bernama Aliansi Masyarakat

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR INDONESIAN ASSOCIATION FOR PUBLIC ADMINISTRATION (IAPA) BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN WAKTU

ANGGARAN DASAR INDONESIAN ASSOCIATION FOR PUBLIC ADMINISTRATION (IAPA) BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN WAKTU ANGGARAN DASAR INDONESIAN ASSOCIATION FOR PUBLIC ADMINISTRATION (IAPA) BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN WAKTU Pasal 1 1) Organisasi ini bernama Indonesian Association for Public Administration (IAPA)

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ( AD ) GAKESLAB INDONESIA

ANGGARAN DASAR ( AD ) GAKESLAB INDONESIA ANGGARAN DASAR ( AD ) GAKESLAB INDONESIA MUKADIMAH : Dengan Rachmat Tuhan Yang Maha Esa dan dengan kesadaran yang tinggi dalam menyumbangkan dharma bakti untuk pembangunan Nusa dan Bangsa Indonesia menuju

Lebih terperinci

BAB I NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN

BAB I NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN ANGGARAN DASAR ORGANISASI KEMASYARAKATAN GERAKAN PEMUDA DAN RAKYAT INDONESIA (GPRI) Pemuda adalah salah satu elemen bangsa yang mempunyai peran dan tanggung jawab terhadap arah bangsa demi mewujudkan keadilan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PRAMUWISATA INDONESIA

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PRAMUWISATA INDONESIA ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PRAMUWISATA INDONESIA BAB I KATENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Anggaran Dasar ini yang dimaksud dengan: 1. Himpunan Pramuwisata Indonesia disingkat HPI atau Indonesian Tourist Guide Association

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR. ASOSIASI KONTRAKTOR KETENAGALISTRIKAN INDONESIA (Association of Indonesia Electrical Contractors) A K L I N D O

ANGGARAN DASAR. ASOSIASI KONTRAKTOR KETENAGALISTRIKAN INDONESIA (Association of Indonesia Electrical Contractors) A K L I N D O ANGGARAN DASAR ASOSIASI KONTRAKTOR KETENAGALISTRIKAN INDONESIA (Association of Indonesia Electrical Contractors) A K L I N D O TAHUN 2011 ANGGARAN DASAR ASOSIASI KONTRAKTOR KETENAGALISTRIKAN INDONESIA

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ASOSIASI PERUSAHAAN PENGENDALIAN HAMA INDONESIA ( A S P P H A M I ) M U K A D I M A H

ANGGARAN DASAR ASOSIASI PERUSAHAAN PENGENDALIAN HAMA INDONESIA ( A S P P H A M I ) M U K A D I M A H ANGGARAN DASAR ASOSIASI PERUSAHAAN PENGENDALIAN HAMA INDONESIA ( A S P P H A M I ) M U K A D I M A H Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, maka kemerdekaan rakyat Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA. PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA (Indonesian Agricultural Extensionist Association) PERHIPTANI IAEA

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA. PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA (Indonesian Agricultural Extensionist Association) PERHIPTANI IAEA ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA (Indonesian Agricultural Extensionist Association) PERHIPTANI IAEA ANGGARAN DASAR PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARARAN RUMAH TANGGA PARTAI GOLONGAN KARYA ANGGARAN DASAR. Bagian Kesatu PEMBUKAAN

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARARAN RUMAH TANGGA PARTAI GOLONGAN KARYA ANGGARAN DASAR. Bagian Kesatu PEMBUKAAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARARAN RUMAH TANGGA PARTAI GOLONGAN KARYA ANGGARAN DASAR Bagian Kesatu PEMBUKAAN Bahwa Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah berkat rahmat

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN MUSYAWARAH MUSEA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BAB I LAMBANG DAN DUAJA

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN MUSYAWARAH MUSEA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BAB I LAMBANG DAN DUAJA Lampiran 2 KEPUTUSAN MUSDA BARAHMUS DIY Nomor: /KEP. MUSDA/BARAHMUS/2014 Tanggal 27 September 2014 ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN MUSYAWARAH MUSEA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BAB I LAMBANG DAN DUAJA Pasal

Lebih terperinci

Reuni tersebut memberikan makna positif dari semua alumni yang telah lama terpisah dengan kesibukannya masing masing.

Reuni tersebut memberikan makna positif dari semua alumni yang telah lama terpisah dengan kesibukannya masing masing. 0 LATAR BELAKANG ILUNI 80 (Ikatan Alumni STMN 80/SMKN 4) Tangerang berdiri pada saat acara Reuni Akbar tanggal 12-02 - 2012 yang digagas oleh angkatan ke 1 sampai ke 30 semua disiplin ilmu dari Mesin,

Lebih terperinci

AD/ART Last Updated Thursday, 13 October 2011

AD/ART Last Updated Thursday, 13 October 2011 AD/ART 2011-2016 Last Updated Thursday, 13 October 2011 ANGGARAN DASAR MASYARAKAT PERTANIAN ORGANIK INDONESIA (MAPORINA) PERIODE 2011-2016 MUKADIMAH Didorong rasa keprihatinan yang mendalam terhadap timbulnya

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN PELAJAR DAN MAHASISWA INDONESIA DI PHILIPPINA (PPMIP)

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN PELAJAR DAN MAHASISWA INDONESIA DI PHILIPPINA (PPMIP) ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN PELAJAR DAN MAHASISWA INDONESIA DI PHILIPPINA (PPMIP) ANGGARAN DASAR PERHIMPUNAN PELAJAR DAN MAHASISWA INDONESIA DI PHILIPPINA (PPMIP) MUKADIMAH Dengan

Lebih terperinci

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA KEPUTUSAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 214 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA Ketua Kwartir Nasional

Lebih terperinci

Anggaran Rumah Tangga PARTAI KERJA RAKYAT INDONESIA Halaman 1

Anggaran Rumah Tangga PARTAI KERJA RAKYAT INDONESIA Halaman 1 BAB I Pasal 1 ATRIBUT 1. PAKAR INDONESIA mempunyai atribut yang terdiri Lambang, Bendera, Panji, Gordon, Hymne, dan Mars Partai; 2. Ketentuan lebih lanjut tentang Panji, Gordon, Hymne, Mars dan penggunaan

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA FEDERASI ARUNG JERAM INDONESIA

ANGGARAN RUMAH TANGGA FEDERASI ARUNG JERAM INDONESIA ANGGARAN RUMAH TANGGA FEDERASI ARUNG JERAM INDONESIA BAB I U M U M Pasal 1 Anggaran Rumah Tangga Anggaran Rumah Tangga ini merupakan pelengkap dan penjabaran lebih lanjut dari Anggaran Dasar. Pasal 2 Lambang

Lebih terperinci

Bab I LAMBANG ASASI. Pasal 1. Lambang ASASI berupa perpaduan simbol toga dan buku dengan tulisan ASASI di tengahnya, dengan warna hitam putih.

Bab I LAMBANG ASASI. Pasal 1. Lambang ASASI berupa perpaduan simbol toga dan buku dengan tulisan ASASI di tengahnya, dengan warna hitam putih. 1 Bab I LAMBANG ASASI Pasal 1 Lambang ASASI berupa perpaduan simbol toga dan buku dengan tulisan ASASI di tengahnya, dengan warna hitam putih Pasal 2 Anggaran Rumah Tangga ASASI Asosiasi Akademisi Perguruan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ASOSIASI KONTRAKTOR KONSTRUKSI INDONESIA BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAERAH KERJA, DAN WAKTU. Pasal 1 NAMA

ANGGARAN DASAR ASOSIASI KONTRAKTOR KONSTRUKSI INDONESIA BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAERAH KERJA, DAN WAKTU. Pasal 1 NAMA ANGGARAN DASAR ASOSIASI KONTRAKTOR KONSTRUKSI INDONESIA BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAERAH KERJA, DAN WAKTU Pasal 1 NAMA Organisasi ini bernama Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia atau disingkat

Lebih terperinci

IKATAN KELUARGA ALUMNI PENDIDIKAN KESEHATAN PANTI RAPIH (IKADIKTIRA) Sekretaris Akper Panti Rapih Jl. Kaliurang KM 14 Yogyakarta (0274)

IKATAN KELUARGA ALUMNI PENDIDIKAN KESEHATAN PANTI RAPIH (IKADIKTIRA) Sekretaris Akper Panti Rapih Jl. Kaliurang KM 14 Yogyakarta (0274) LAMPIRAN KEPUTUSAN NOMOR:005 RUA I/IKADIKTIRA/XII/2012 TENTANG BIDANG ORGANISASI ANGGARAN DASAR IKATAN KELUARGA ALUMNI PENDIDIKAN BAB I IDENTITAS ORGANISASI Pasal 1 Nama, bentuk dan lambang 1. Organisasi

Lebih terperinci