Lampiran 1. Perancangan Sistem Manajemen Mutu. Pada PT. Garuda Indonesia. Pedoman Mutu. Sistem Manajemen Mutu Perusahaan

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Lampiran 1. Perancangan Sistem Manajemen Mutu. Pada PT. Garuda Indonesia. Pedoman Mutu. Sistem Manajemen Mutu Perusahaan"

Transkripsi

1 180 Lampiran 1 Perancangan Sistem Manajemen Mutu Pada PT. Garuda Indonesia Pedoman Mutu Sistem Manajemen Mutu Perusahaan Dalam menjalankan proses bisnisnya, PT. Garuda Indonesia harus menerapkan sistem pengelolaan mutu dengan tujuan menghasilkan jasa pelayanan penerbangan yang berkualitas baik saat di darat maupun di udara sesuai dengan persyaratan konsumen, perundangan, dan peraturan teknis yang berlaku. Sistem manajemen mutu yang diterapkan pada PT. Garuda Indonesia harus mulai berorientasi menuju ISO 9001 : 2008 sebagai standard baru saat ini. 1. Ruang Lingkup Ruang Lingkup sistem manajemen mutu meliputi proses ticketing, Chek in, boarding, serta berbagai kegiatan lain yang menjadi komitmen manajemen mutu PT. Garuda Indonesia yang berfokus pada kepuasan konsumen (konsumen). PT. Garuda Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penerbangan yang melayani transportasi penumpang melalui jalur udara. Karena hal tersebut maka aspek safety harus di utamakan oleh PT. Garuda

2 181 Indonesia selain itu kenyamanan dan kepuasan konsumen merupakan hal utama yang harus di fokuskan oleh PT. Garuda Indonesia terhadap konsumen. Peralatan utama yang digunakan oleh PT. Garuda Indonesia adalah Pesawat terbang dengan berbagai tipe yang telah dimiliki oleh PT. Garuda Indonesia. Untuk menjaga kehandalan pesawat maka PT. Garuda Indonesia harus selalu menjaga pesawatnya agar selalu aman saat digunakan dan harus selalu merawat pesawatnya secara berkelanjutan. Fasilitas pendukung lainnya juga memilki standardisasi yang telah dibakukan secara baik untuk memberikan pelayanan yang optimal terhadap konsumen seperti counter penjualan tiket, penerapan teknologi informasi, dan berbagai fasilitas lainnya sebagai penghubung antara konsumen, perusahaan, dan masyarakat luas. 2. Proses Pembentuk Proses-proses yang membentuk sistem manajemen mutu untuk ruang lingkup yang ada di PT. Garuda Indonesia terdiri dari proses management, proses realisasi jasa, dan proses pendukung. 2.1 Proses Manajemen Proses ini mempunyai karakteristik salah satu dari fungsi management seperti merencanakan, meninjau dan meningkatkan sistem manajement mutu. Proses-proses manajemen PT. Garuda Indonesia adalah sebagai berikut : 1. Perencanaan Bisnis.

3 Management Review. 3. Internal Audit. 4. Tindakan Perbaikan dan Pencegahan. 5. Perbaikan Terus Menerus. 6. Survey Kepuasan Konsumen. 2.2 Proses Realisasi Jasa Proses ini mempunyai salah satu karakteristik seperti berhubungan langsung dengan konsumen, mempunyai andil yang besar terhadap kepuasan konsumen, mempunyai nilai tambah mulai dari permintaan konsumen sampai dengan realisasi jasa terhadap konsumen. Proses-proses realisasi jasa yang ada di PT. Garuda Indonesia adalah sebagai berikut : 1. Perencanaan proses pelayanan terhadap konsumen 2. Pembelian produk pendukung seperti peralatan pesawat, konsumsi dan lain sebagainya yang di dalam pembelian dan penerimaannya harus melalui pemeriksaan yang telah distandardkan oleh perusahaan. 3. Pengendalian Order. 4. Pengendalian perubahan proses pelayanan. 5. Proses realisasi jasa. 6. Penerimaan dan Penyimpanan Material. 7. Pengendalian jasa tidak sesuai. 8. Standard dokumentasi pelayanan

4 Penanganan Customer Complaint. 10. Persiapan terhadap setiap perubahan yang terjadi. 2.3 Proses Pendukung Proses ini mempunyai salah satu karakteristik berikut menunjang proses realisasi jasa, atau proses untuk melakukan peraturan perusahaan. Proses proses pendukung yang ada di PT. garuda Indonesia adalah sebagai berikut : 1. Proses Penerimaan Karyawan Baru. 2. Proses Pelatihan. 3. Perawatan dan Perbaikan Mesin. 4. Proses Pengendalian Alat Ukur. 5. Proses Pengendalian Dokumen. 6. Proses Pengendalian Catatan Mutu. 7. Pengendalian Infrastruktur. 3. Perundangan dan Peraturan Teknis Sebagai perusahaan yang ingin memuaskan pelangan dan juga pihak lain yang berkepentingan (dalam hal negara), maka PT. Garuda Indonesia wajib untuk memenuhi seluruh perundangan dan peraturan teknis yang berhubungan dengan produk dalam penerapan sistem manajemen mutunya. Adapun peraturan terkait mencakup persyaratan yang ditentukan oleh konsumen termasuk persyaratan untuk penyerahan dan kegiatan pasca penyerahan, atau persyaratan yang tidak dinyatakan oleh konsumen tetapi

5 184 dianggap berpengaruh pada realisasi jasa karena persyaratan undang-undang dan peraturan yang berkaitan dengan realisai jasa. 4. Pendokumentasian Sistem Manajemen Mutu PT. Garuda Indonesia mempunyai kebijakan untuk mendokumentasikan sistem manajemen mutu yang diterapkan dengan tujuan: 1. Untuk memastikan seluruh dokumen (internal atau external) yang digunakan PT. Garuda Indonesia dalam keadaan terkendali. 2. Sebagai prasarana untuk pelatihan karyawan. 3. Sebagai pembuktian penerapan sistem. 4. Sebagai sumber informasi yang dapat di gunakan saat akan melakukan perbaikan atau peningkatan proses maupun realisasi jasa. Dalam mendokumentasi sistem manajemen mutu, PT. Garuda Indonesia harus mempertimbangkan hal berikut : 1. Ruang Lingkup Proses. 2. Tingkat Kesulitan Proses. 3. Tingkat Kemampuan Karyawan. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka dokumentasi sistem manajemen mutu pada PT. Garuda Indonesia sebaiknya terdiri dari 4 tingkat yaitu :

6 185 Dokumen tingkat I : Berupa manual mutu yang berisi kebijakan dari setiap proses yang ada dalam ruang lingkup penerapan sistem mutu. Dokumen tingkat II : Berupa prosedur mutu yang berisikan urutan proses berikut pelaksana dan waktu pelaksana. Dokumen tingkat III : Berupa control plan, petunjuk kerja (IK) yang berisikan mengenai cara pelaksanaan suatu tahapan dan urutan proses yang ada di dokumen tingkat II. Dokumen tingkat IV : Berupa formulir ataupun dokumen lainnya yang berisikan media untuk merekam hasil proses, ataupun dokumen pendukung untuk suatu pelaksanaan proses seperti rencana penerbangan, jadwal tahunan perawatan, perbaikan pesawat dan sebagainya.

7 186 Proses Manajemen 1. Komitmen Manajemen Top Manajemen PT. Garuda indonesia harus menyatakan komitmennya untuk menjalankan sistem mutu sesuai persyartan ISO 9001 : 2008 seperti yang telah ditunjukkan dalam langkah kongkret sebagai berikut : Menjelaskan arti pentingnya memenuhi permintaan konsumen dalam setiap kesempatan dan menjadikan hal tersebut sebagai kebijakan mutu perusahaan yang kemudian di sosialisasikan kepada seluruh karyawan PT. Garuda Indonesia. Menetapkan kebijakan mutu. Menetapkan sasaran mutu. Menyediakan sumber daya yang memadai untuk pelaksana sistem manajemen mutu ISO 9001 : Menunjuk perwakilan manajemen yang selanjutnya disebut sebagai management representative yang bertanggung jawab untuk menerapkan, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen mutu ini, dengan didukung oleh semua lapisan karyawan. Mengadakan meeting menajemen untuk membahas pelaksanaan dan keefektifan sistem mutu seperti yang diatur dalam prosedur management review.

8 187 Memonitor keefektifan dan efisiensi proses realisasi jasa dan proses pendukung 1.2 Fokus Kepada Konsumen PT. Garuda Indonesia menyediakan jasa penerbangan sesuai keinginan konsumen dan persyaratan pemerintah yang berlaku. Untuk itu sebelum memulai suatu kegiatan realisasi jasa, PT. Garuda Indonesia melalui meeting internal memastikan bahwa persyaratan / keinginan pelangan telah dimengerti, misalnya seperti : Tuntutan/kebutuhan Pelangan terhadap jumlah penerbangan yang disediakan. Jumlah tiket yang dipesan. Sistem pembelian tiket pesawat Dan kebutuhan lainnya. 1.3 Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu Sebagai dasar dari sistem mutu perusahaan maka direktur utama PT. Garuda Indonesia telah menentukan kebijakan mutu dimana kebijakan mutu ini harus dimengerti oleh seluruh lapisan karyawan, mulai dari direktur hingga operator, untuk itu langkah-langkah sosialisasi kebijakan mutu yang dilakukan oleh PT. Garuda Indonesia adalah sebagai berikut :

9 188 Menempatkan kebijakan mutu ini pada tempat-tempat yang strategis dan mudah dibaca oleh seluruh karyawan. Menjelaskan kebijakan mutu ini kepada setiap karyawan, untuk karyawan baru, pengenalan. Kebijakan mutu merupakan keharusan dan dimasukan kedalam standard orientasi karyawan. Melakukan audit secara rutin kepada setiap karyawan mengenai maksud dari kebijakan mutu, dan kontribusi/peran mereka dalam pelaksanaan kebijakan mutu Berdasarkan kebijakan mutu ini karyawan PT. Garuda Indonesia menerapkan sasaran mutu (Quality Objective) yang telah ditetapkan. Sasaran Mutu ini akan di terjemahkan oleh masing-masing departemen kedalam langkah-langkah kongkrit yang diterjemahkan ke dalam Actifity Plan. Kebijakan mutu dan sasaran mutu harus diperiksa kesesuaiannya secara rutin oleh manajemen dalam meeting manajemen sesuai prosedur management review.

10 189 I.4 Perencanaan Sistem Manajemen Mutu Untuk Merealisasikan sasaran mutu (Quality Objectives), Maka PT. Garuda Indonesia harus membuat strategi pencapaian sasaran mutu kadalam action plan di setiap departemen. Apabila ada perubahan di dalam sistem mutu yang dapat mempengaruhi integritas sistem manajemen mutu, maka sebelum perubahan tersebut dilakukan, Management Representative (MR) akan mempelajari efek dari perubahan tersebut dan membuat action plan untuk menjaga integritas dari sistem menajemen mutu pada quality manual ini. 1.5 Tanggung Jawab, Wewenang dan Komunikasi PT. Garuda Indonesia harus menetapkan struktur organisasi perusahaan dan menetapkan tanggung jawab dan wewenang masing-masing level organisasi. 1.6 Manajemen Representatif Untuk menjalankan, memelihara dan meningkatkan sistem mutu pada PT. Garuda Indonesia telah menunjuk management repsentative sebagai penanggung jawab utama, yang mana dalam pelaksanaan kerja sehari-hari harus didukung oleh seluruh karyawan.

11 190 Tugas utama dari management repsentative adalah : Memastikan proses yang diperlukan untuk sistem manajemen mutu ditetapkan, diterapkan dan dipelihara, Melaporkan kepada pimpinan puncak tentang tata cara kerja sistem manajemen mutu dan kebutuhan apa pun untuk perbaikannya. Memastikan pembangkitan kesadaran tentang persyaratan konsumen di seluruh organisasi. Melaporkan peluang-peluang untuk perbaikan/peningkatan. Melaporkan kinerja dari sistem manajemen mutu, seperti keefektifan implementasi sistem mutu, kekurangan/kelemahan dari sistem mutu, pencapaian sasaran mutu. I.7 Komunikasi Internal Untuk menjamin pelaksanaan sistem manajemen mutu yang efektif, diperlukan komunikasi horizontal (antara departemen) dan komunikasi vertical (direktur sampai operator, manager sampai operator). Untuk itu PT. Garuda Indonesia harus menekan pentingnya komunikasi yang baik diseluruh tingkatan PT. Garuda Indonesia. Komunikasi ini dapat berbentuk internal memo atau meeting antar departemen atau meeting internal dalam departemen.

12 191 Jenis-jenis meeting yang dilakukan pada PT. garuda Indonesia adalah sebagai berikut : Management Review yang dilakukan sesuai dengan jadwal meeting yang telah ditetapkan. Meeting internal untuk perencanaan realisasi jasa yang baru atau perubahan spesifikasi dari konsumen. 2. Management Review Untuk membahas perfoma sistem manajemen mutu, PT. Garuda Indonesia harus melaksanakan meeting manajemen (Manajemen Review) secara rutin, yang dihadiri oleh Direktur dan pimpinan lainnya. 3. Audit Mutu Internal PT. Garuda Indonesia harus melakukan internal audit sesuai waktu yang telah direncanakan, untuk mengetahui apakah sistem manajemen mutu, proses dan realisasi jasa telah : Sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Sesuai persyaratan ISO 9001:2008. Sesuai sistem manajemen mutu yang ditetapkan oleh PT. Garuda Indonesia. Sesuai terhadap persyaratan konsumen dan perundangan-undangan yang berlaku.

13 192 Secara efektif diterapkan dan diimplementasikan. Agar proses internal audit PT. Garuda Indonesia berjalan efektif maka PT. Garuda Indonesia harus menetapkan internal auditor yang mempunyai kualifikasi sesuai persyaratan ISO 9001:2008. Selain itu sebaiknya PT. Garuda Indonesia wajib menetapkan program internal audit yaitu setidaknya sekali dalam 6 bulan. 4. Tindakan Perbaikan dan Pencegahan Tindakan perbaikan dilakukan bila ada penyimpangan sistem manajemen mutu, yaitu dengan menghilangkan akar permasalahan. Bila memungkinkan, dapat dilakukan tindakan pencegahan, yaitu dengan menghilangkan potensi yang dapat menimbulkan ketidak sesuaian, melalui analisa kecenderungan data yang ada. 5. Perbaikan Terus Menerus PT. Garuda Indonesia secara terus menerus meningkatkan keefektifan dari sistem mutu melalui sosialisasi kebijakan mutu (Quality Policy), pemantauan Sasaran Mutu (Quality Objectives), review hasil audit, analisa data, tindakan perbaikan dan pencegahan serta review system management yang paling efektif. Selain itu untuk melibatkan karyawan dalam peningkatan efektifitas sistem mutu, maka setiap 3 bulan sekali wajib dilakukan.

14 Survey Kepuasan Konsumen PT. Garuda Indonesia harus melakukan survey kepuasan pelangan setidaknya setahun sekali untuk mengetahui persepsi dan tingkat kepuasan pelangan, supaya perusahaan dapat mengatur strategi untuk mencapai target index yang telah ditentukan dalam sasaran mutu perusahaan. Proses Realisasi Jasa 1. Rencana Realisasi Jasa PT. Garuda Indonesia menentukan dan membuat penjadwalan dan perencanaan realisasi jasa dengan tujuan untuk memenuhi permintaan konsumen sesuai dengan order yang telah ditetapkan. 1.1 Penjadwalan Penerbangan PT. Garuda Indonesia melakukan penjadwalan penerbangan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan berdasarkan permintaan data konsumen. 1.2 Meninjau Persyaratan Konsumen Sesuai dengan pemenuhan kebutuhan konsumen terhadap penerbangan, PT. Garuda Indonesia meninjau persyaratan yang berhubungan dengan pelayanan sebelum melakukan penerbangan di mana persiapannya adalah sebagai berikut:

15 194 Persyaratan realisasi jasa telah ditentukan. PT. Garuda Indonesia mempunyai kemampuan dalam merealisasikan jasa sesuai dengan permintaan konsumen yang tertuang dalam kontrak. Perbedaan persyaratan pemesanan yang ditetapkan sebelumnya telah diselesaikan. Bila ada perubahan persyaratan realiasi jasa, maka PT. Garuda Indonesia akan mereview perubahan tersebut, merubah dokumen terkait dan mendistribusikan kepada departemen yang berhubungan sesuai Prosedur Penanganan Order dan Prosedur Pengendalian Dokumen. 1.3 Komunikasi Dengan Konsumen PT. Garuda Indonesia akan manjalani komunikasi yang baik dengan konsumen melalui telepon, , surat, dan lain-lain, sesuai dengan kebijakan mutu PT. Garuda Indonesia mengenai kepuasan konsumen dengan tujuan : Memberikan informasi produk kepada konsumen. Permintaan pembelian tiket dan pembatalan. Mencari informasi mengenai respon konsumen PT. Garuda Indonesia seperti keluhan dan kepuasan konsumen, sesuai prosedur Penagganan Claim dan Customer Satisfaction.

16 Perubahan Proses Pelayanan dan Realisasi Jasa PT. Garuda Indonesia mengatur apabila terjadi perubahan kapasitas pesawat atau masalah internal lain yang mengakibatkan harus terjadi perubahan kapasitas penerbangan agar kepuasan konsumen tetap terjaga. 3. Realisasi Jasa PT. Garuda Indonesia harus menetapkan : Semua aktivitas proses pelayanan harus direncanakan dan dikendalikan sebelum jasa yang diberikan direalisasikan. Implementasi, Monitoring, Perlengkapan Pendukung, Penggunaan Peralatan yang sesuai untuk memastikan bahwa spesifikasi relisasi jasa, dimensi, kapasitas,dan lain-lain dapat memenuhi persyaratan konsumen untuk menunjang kemampuan proses. Parameter ditetapkan setiap langkah proses, dan pengendalian mencakup relevansi dokumen seperti standard proses, instruksi kerja, pemeriksaan pesawat, control proses, dan semua tindakan yang terkait, dibuat parameter proses. Aktivitas proses produksi dimonitor dan diverifikasi serta diuji agar proses produksi tersebut berjalan dengan benar untuk pencapaian mutu, semua aktifitas tersebut didokumentasikan dan dikendalikan untuk monitoring dan langkah analisa selanjutnya.

17 196 Pimpinan setiap departemen memilih dan menentukan personil yang bertanggung jawab terhadap proses realisasi jasa yang mempunyai kualitas sesuai dengan tugas, dan tanggung jawabnya, serta mempunyai keterampilan yang memadai, hal ini akan ditinjau ulang pada waktu tertentu. Proses realisasi jasa akan diperiksa oleh bagian yang berwenang, untuk menghindari ketidak sesuaian prosedur, dan hasil pemeriksaan tersebut diarsipkan dan dikendalikan. 3.1 Instruksi Kerja Untuk mengendalikan Proses pelayanan, PT. Garuda Indonesia menerapkan instruksi kerja yang berisi sistem pengawasan pada setiap tahapan proses, dimulai dari pembelian tiket hingga konsumen selesai melakukan penerbangan. 4. Pengendalian Jasa Tidak Sesuai PT. Garuda Indonesia harus menetapkan bahwa semua pelayanan yang tidak sesuai harus dikendalikan untuk mencegah terjadinya komplain konsumen. Informasi tentang pelayanan yang tidak sesuai harus dicatat dan diberikan rincian mengenai jenis penyimpangan dari standard pelayanan, kuantitas dan dan tindakan penanggulangan yang diambil.

18 197 Rincian ketidaksesuaian ditinjau ulang dan disposisi kepada penanggung jawab terkait yang meliputi penjualan, pelayanan, QC, dan lain lain. Tindakan Penyelesaian dari jasa yang tidak sesuai meliputi : Diperbaiki Sortir (berdasarkan keluhan konsumen) Dibuat system yang baru Jika realisasi jasa yang diterima oleh konsumen tidak sesuai dengan persyaratan, dan pemecahan masalah tersebut dengan diperbaiki, atau pengerjaan ulang, semua aktifitas tersebut akan direkam. 5. Penanganan Customer Complaint PT. Garuda Indonesia menetapkan apabila terdapat Konsumen Claim akan : Dikomunikasikan Internal Departemen terkait untuk mengambil tindakan perbaikan. Dikomunikasikan kepada konsumen mengenai masalah yang terjadi, dan, memberikan umpan balik kepada konsumen dengan cepat dan tepat. 6. Control Plan

19 198 Control Plan akan dibuat selama proses perencanaan mutu dan dibuat oleh tim dari berbagai disiplin ilmu (marketing, quality, Perawatan dan Perbaikan Mesin, technical support, dan lain-lain). Control plan akan direview dan diperbaharui sesuai keperluan bila terjadi situasi : Proses realisasi jasa berubah. Pelayanan menjadi tidak stabil (banyak penyimpangan). Proses manjadi tidak mampu/gagal. Sistem pengecekan dirubah. 7. Pengendalian Barang Milik Konsumen PT. Garuda Indonesia akan melaksanakan pengendalian barang milik konsumen sesuai dengan komitmen perusahaan. PT. Garuda Indonesia memberikan area penyimpanan barang milik konsumen dan sekaligus pemeliharaannya merupakan tanggung jawab PT. Garuda Indonesia. Apabila ditetapkan oleh konsumen untuk melaksanakan pelaporan status penyimpanan barang milik konsumen tersebut, maka PT. Garuda Indonesia akan memberikan pelaporannya.

20 199 Proses Pendukung 1. Recruitment PT. Garuda Indonesia menetapkan dan mengidentifikasikan kebutuhan Sumber Daya Manusia dalam menunjang Penerapan Sistem Manajemen, termasuk menyediakan personil yang terlatih untuk manajemen, kinerja dari kerja dan kegiatan Verifikasi termasuk juga untuk Internal Quality Audit. Apabila dalam periode perlu peningkatan kompetensi maka diadakan pelatihan karyawan. 2. Training PT. Garuda Indonesia menetapkan dan menjamin bahwa semua personil mempunyai pengetahuan dan keahlian yang memadai untuk melakukan kegiatan kerja.

21 200 Seluruh Pimpinan bertanggung jawab untuk meninjau ulang tingkatan kemampuan karyawan dan mengidentifikasikannya keperluan pelatihan untuk karyawan yang dapat dilakukan seperti berikut : Pelatihan dapat dilakukan Eksternal maupun Internal. Seluruh aktivitas pelatihan karyawan didokumentasikan dan diarsipkan. Aktifitas secara rinci mengenai Metoda, Tanggung Jawab, dan Dokumentasi dijabarkan lebih jelas terhadap karyawan. 3. Perawatan dan Perbaikan Pesawat PT. Garuda Indonesia mentapkan dan memelihara semua peralatan dan mesin sedemikian rupa sehingga proses penerbangan berjalan dengan lancar sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pesawat. PT. Garuda Indonesia memantau segala kerusakan mesin yang berhubungan dengan proses penerbangan. Perbaikan atas kerusakan mesin bisa dilakukan oleh internal, maupun external yang sistem pengaturannya mengikuti prosedur perusahaan. 4. Pengendalian Dokumen PT. Garuda Indonesia menetapkan dalam pengendalian dokumen, bahwa dokumen yang ada di Perusahaan terkontrol dengan baik dan semua Departemen terkait mendapatkan dokumen yang terakhir/revisi yang terbaru.

22 201 Dokumen ditinjau dan disetujui untuk kecukupannya oleh personil yang berwenang sebelum diterbitkan. Perubahan Dokumen ditinjau dan disetujui oleh fungsi organisasi yang pertama kali meninjau dan menyetujuinya. Dalam Pengendalian Dokumen perusahaan menetapkan : 1. Dokumen yang didistribusikan terpenuhi ketercukupan datanya. 2. Dokumen ditinjau dan direvisi sesuai keperluan. 3. Perubahan Stastus Revisi Dokumen dikendalikan. 4. Dokumen yang beredar relevan dengan poin-poin yang penting. 5. Dokumen mudah diidentifikasi dan mudah dibaca. 6. Dokumen Eksternal dikendalikan dan didistribusikan. 7. Dokumen Kadaluarsa ditarik dan digantikan dengan dokumen yang baru yang telah direvisi, untuk mencegah dokumen kadaluarsa tersebut digunakan. 5. Pengendalian Rekaman PT. Garuda Indonesia memastikan bahwa catatan mutu disimpan, dan dirawat dengan baik. Catatan mutu yang disimpan dapat menunjukkan efektifitas penerapan Sistem Manajemen. Semua arsip catatan mutu dipastikan dapat dibaca dan menjadi identitas jasa atau proses sebagai acuan kesesuaian. Catatan mutu diarsip sesuai dengan indeksnya, sehingga apabila dibutuhkan akan dengan cepat bisa dilihat. Apabila dalam periode yang telah

23 202 ditentukan, penanggung jawab atau pemilik catatan mutu terkait harus melakukan tindakan : 1. Menjaga Catatan Mutu/Catatan dan menyimpannya dengan rapih apabila Catatan Mutu/catatan tersebut masih diperlukan. 2. Memindahkan ke area arsip. 3. Memusnahkan Catatan Mutu/catatan apabila telah mencapai periode Pemusnahan. 6. Pengendalian Infrastruktur PT. Garuda Indonesia menjamin kegiatan bisnis yang dapat memenuhi persyaratan atau tuntutan konsumen berjalan dengan baik dan lancar. Oleh karena itu pemeliharaan, perbaikan dan pengembangan terhadap infrastruktur di PT. Garuda Indonesia secara berkala dan terencana terus dilakukan pemeliharaan, perbaikan dan pengembangan infrastruktur. Pemgembangan insfrastruktur meliputi antara lain : Kehandalan pesawat Kenyamanan ticket counter Air conditioner Computer

24 203 Gedung Dan lain sebagainya Dengan pedoman mutu yang telah disusun tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman untuk PT. Garuda Indonesia. Dari pedoman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pada PT. Garuda Indonesia berdasarkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 dalam rangka menciptakan pelayanan berkualitas untuk mencapai kepuasan pelanggan/konsumen.

25 204 Lampiran 2 Kuisioner Garuda Indonesia Di Dalam Masyarakat Nama : No. HP : 1. Dari mana anda mengetahui Garuda Indonesia? O Brand Image Garuda Indonesia O Media Massa ( Koran, Majalah, Televisi) O Kerabat (teman, saudara, keluarga, dll) O Lainnya, Sebutkan : Apakah anda pernah menggunakan Jasa Transportasi Garuda Indonesia? O Ya O Tidak Bila jawaban Ya, jawablah pertanyaan sampai No 12 Bila jawaban Tidak, Lanjutkan ke No Apa alasan anda memilih Garuda Indonesia? O Brand Image O Kualitas O Harga O Rekomendasi perusahaan O Lainnya, Sebutkan 4. Dimanakah anda biasanya melakukan pembelian tiket Garuda Indonesia? O Agen resmi Garuda Indonesia O E-Ticketing O Agen Travel O Lainnya, Sebutkan Seberapa sering anda menggunakan Garuda Indonesia? O Sangat Sering (rata-rata tiap 3 bulan sekali atau lebih) O Sering (antara 3 sampai 6 bulan sekali) O Jarang (antara 6 sampai 12 bulan sekali) O Sangat Jarang (lebih dari 1 tahun sekali) 6. Seberapa puas anda dengan pelayanan berikut? Harga O Sangat Puas O Puas O Tidak Puas O Sangat tidak puas Kenyamanan O Sangat Puas O Puas O Tidak Puas O Sangat tidak puas Keramahan O Sangat Puas O Puas O Tidak Puas O Sangat tidak puas Safety O Sangat Puas O Puas O Tidak Puas O Sangat tidak puas Pelayanan O Sangat Puas O Puas O Tidak Puas O Sangat tidak puas

26 Apakah anda pernah menghubungi Call Service Center Garuda Indonesia? O Ya O Tidak Bila tidak, lanjut ke No Apabila Ya, bagaimana penilaian anda? O Sangat ramah O Ramah O Tidak ramah O Sangat tidak ramah 9. Bagaimana pelayanan agen resmi Garuda Indonesia yang pernah anda kunjungi pada saat pembelian tiket ataupun transaksi lainnya? O Sangat ramah O Ramah O Tidak ramah O Sangat tidak ramah 10. Bagaimana dengan sikap staff Garuda Indonesia (pramugara/i, pilot, layanan ticket, staff ofice) secara umum menurut anda? O Sangat Puas O Puas O Tidak Puas O Sangat tidak puas, alasan Bagaimana dengan ketepatan jadwal penerbangan Garuda Indonesia? O Sangat Puas O Puas O Tidak Puas O Sangat tidak puas, alasan Secara keseluruhan apakah anda puas dengan pelayanan Garuda Indonesia? O Sangat Puas O Puas O Tidak Puas O Sangat tidak puas, alasan Mengapa anda belum pernah menggunakan Garuda Indonesia? O Mahal O Rute penerbangan O Kurang promosi O Lainnya, sebutkan Apakah anda berkeinginan untuk terbang dengan Garuda Indonesia? O Ya O Tidak, alasan Kritik dan Saran terhadap PT. Garuda Indonesia Terima Kasih Atas Waktu yang Telah Diberikan

5. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 6. MANAJEMEN SUMBER DAYA 7. REALISASI PRODUK 8. PENGUKURAN,ANALISA & PERBAIKAN

5. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 6. MANAJEMEN SUMBER DAYA 7. REALISASI PRODUK 8. PENGUKURAN,ANALISA & PERBAIKAN 5. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 6. 7. 8. 1.1 UMUM Persyaratan SMM ini untuk organisasi adalah: Yang membutuhkan kemampuan untuk menyediakan produk secara konsisten yang sesuai dengan persyaratan pelanggan

Lebih terperinci

Checklist Audit Mutu ISO 9001:2008

Checklist Audit Mutu ISO 9001:2008 Checklist Audit Mutu ISO 9001:2000 Checklist Audit Mutu ISO 9001:2008 :2008 4. 4.1 4.1 4.1 Sistem Manajemen Mutu Persyaratan Umum Apakah organisasi menetapkan dan mendokumentasikan sistem manajemen mutu

Lebih terperinci

ISO 9001:2000. Persyaratan-persyaratan Sistem Manajemen Mutu

ISO 9001:2000. Persyaratan-persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 Persyaratan-persyaratan Sistem Manajemen Mutu Quality Mangement System ISO 9000 series.. Published by International Organization for Stantardization (ISO) a world wide federation of national

Lebih terperinci

PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA. Logo perusahaan

PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA. Logo perusahaan PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA Logo perusahaan DISETUJUI OLEH: PRESIDEN DIREKTUR Dokumen ini terkendali ditandai dengan stempel DOKUMEN TERKENDALI. Dilarang mengubah atau menggandakan dokumen tanpa seizing

Lebih terperinci

KLAUSUL-KLAUSUL DALAM DOKUMEN ISO 9001

KLAUSUL-KLAUSUL DALAM DOKUMEN ISO 9001 KLAUSUL-KLAUSUL DALAM DOKUMEN ISO 9001 Oleh: Dimas Rahadian AM, S.TP. M.Sc Email: rahadiandimas@yahoo.com PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA KLAUSUL-KLAUSUL ISO

Lebih terperinci

ZAKIYAH Badan Standardisasi Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum Bandung, 13 Juni 2007

ZAKIYAH Badan Standardisasi Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum Bandung, 13 Juni 2007 SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001: 2000/SNI 19-9001-2001 ZAKIYAH Badan Standardisasi Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum Bandung, 13 Juni 2007 1 OBJEKTIF : Mendapatkan gambaran

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL dan ANALISIS PENELITIAN

BAB 4 HASIL dan ANALISIS PENELITIAN BAB 4 HASIL dan ANALISIS PENELITIAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data Penulis melakukan observasi langsung pada PT. BROCO MUTIARA ELECTRICAL INDUSTR dan melakukan wawancara dengan bagian MR (Management Representative)

Lebih terperinci

BAB II PROSES BISNIS PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

BAB II PROSES BISNIS PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG BAB II PROSES BISNIS PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG PT. Indonesia Power UBP Kamojang saat ini telah menerapkan sistem manajemen terpadu, dengan tiga sub sistemnya yang terdiri dari Sistem Manajemen Mutu

Lebih terperinci

-1- DOKUMEN STANDAR MANAJEMEN MUTU

-1- DOKUMEN STANDAR MANAJEMEN MUTU -1- LAMPIRAN VII PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 27/PRT/M/2016 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DOKUMEN STANDAR MANAJEMEN MUTU 1. Lingkup Sistem Manajemen

Lebih terperinci

J udul Dokumen : R IWAYAT REVISI MANUAL SISTEM MANAJEMEN K3 MANUAL K3 M - SPS - P2K3. Perubahan Dokumen : Revisi ke Tanggal Halaman Perubahan

J udul Dokumen : R IWAYAT REVISI MANUAL SISTEM MANAJEMEN K3 MANUAL K3 M - SPS - P2K3. Perubahan Dokumen : Revisi ke Tanggal Halaman Perubahan Kode Dokumentasi : M SPS SMK3 Halaman : 1 dari 2 J udul Dokumen : M - SPS - P2K3 Dokumen ini adalah properti dari PT SENTRA PRIMA SERVICES Tgl Efektif : 09 Februari 2015 Dibuat Oleh, Disetujui Oleh, Andhi

Lebih terperinci

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN 5.1 Audit Internal Audit ini meliputi semua departemen. Coordinator audit/ketua tim audit ditentukan oleh Manajemen Representative dan kemudian ketua tim audit menunjuk tim

Lebih terperinci

Rekapitulasi Persyaratan (Standar) SMM ISO 9001:2008

Rekapitulasi Persyaratan (Standar) SMM ISO 9001:2008 Rekapitulasi Persyaratan (Standar) SMM ISO 9001:2008 Klausul 4.0 Sistem Manajemen Mutu 4.1 Persyaratan umum Apakah organisasi telah : (a) Menetapkan proses-proses yang dibutuhkan oleh SMM serta aplikasinya

Lebih terperinci

PROSEDUR KERJA PENGENDALIAN DOKUMEN

PROSEDUR KERJA PENGENDALIAN DOKUMEN SOP UMG I1.1 PENGENDALIAN DOKUMEN 1 dari 5 1.0 Tujuan Prosedur ini menjelaskan proses pengendalian dokumen untuk memastikan dokumen yang digunakan dikendalikan dengan baik dan benar. 2.0 Ruang Lingkup

Lebih terperinci

ANALISIS PENERAPAN ISO TS DALAM PELAKSANAAN AUDIT MUTU INTERNAL PADA PT HONDA LOCK INDONESIA

ANALISIS PENERAPAN ISO TS DALAM PELAKSANAAN AUDIT MUTU INTERNAL PADA PT HONDA LOCK INDONESIA ANALISIS PENERAPAN ISO TS 16949 DALAM PELAKSANAAN AUDIT MUTU INTERNAL PADA PT HONDA LOCK INDONESIA Disusun Oleh: Nama : Pittauli Aritonang NPM : 35412674 Jurusan : Teknik Industri Pembimbing : Dr. Ina

Lebih terperinci

Daftar Periksa Audit SMM ISO 9001:2008. Memeriksa Ada struktur organisasi

Daftar Periksa Audit SMM ISO 9001:2008. Memeriksa Ada struktur organisasi Daftar Periksa Audit SMM ISO 9001:2008 Nomor Substansi Persyaratan Yang Diperiksa Klausul 4.1. Persyaratan umum organisasi seperti : struktur organisasi, bisnis proses organisasi, urutan proses, criteria

Lebih terperinci

PEDOMAN MUTU TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN

PEDOMAN MUTU TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN Disusun oleh: Management Representative, Disetujui oleh: Dekan, Dr. H. Andoyo Sastromiharjo,M.Pd. Prof. Dr. Didi Sukyadi,M.A. 5.1 KOMITMEN Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Indonesia

Lebih terperinci

PERSYARATAN ISO 9001 REVISI 2008 HANYA DIGUNAKAN UNTUK PELATIHAN

PERSYARATAN ISO 9001 REVISI 2008 HANYA DIGUNAKAN UNTUK PELATIHAN PERSYARATAN ISO 9001 REVISI 2008 HANYA DIGUNAKAN UNTUK PELATIHAN 4. Sistem Manajemen Mutu (=SMM) 4.1 Persyaratan Umum Organisasi harus menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan dan memelihara suatu SMM

Lebih terperinci

PT. ADIWARNA ANUGERAH ABADI

PT. ADIWARNA ANUGERAH ABADI PROSEDUR NO DOKUMEN : P-AAA--05 STATUS DOKUMEN : MASTER COPY NO : NOMOR REVISI : 00 TANGGAL EFEKTIF : 01 JULI 2011 DIBUAT OLEH : DIPERIKSA OLEH : DISETUJUI OLEH : DOKUMEN KONTROL MANAJEMEN REPRESENTATIF

Lebih terperinci

Q # Pertanyaan Audit Bukti Audit 4 Konteks Organisasi 4.1 Memahami Organisasi dan Konteksnya

Q # Pertanyaan Audit Bukti Audit 4 Konteks Organisasi 4.1 Memahami Organisasi dan Konteksnya Q # Pertanyaan Audit Bukti Audit 4 Konteks Organisasi 4.1 Memahami Organisasi dan Konteksnya 4.1q1 Bagaimana organisasi menentukan masalah eksternal dan internal yang relevan dengan tujuan dan arah strategis?

Lebih terperinci

PROSEDUR KERJA Tanggal Revisi : 19 April 2011 Pengendalian Dokumen Tanggal Berlaku : 26 April 2011 Kode Dokumen : PK STEKPI PPMA 001/R2

PROSEDUR KERJA Tanggal Revisi : 19 April 2011 Pengendalian Dokumen Tanggal Berlaku : 26 April 2011 Kode Dokumen : PK STEKPI PPMA 001/R2 PROSEDUR KERJA Tanggal Revisi : 19 April 2011 Pengendalian Dokumen Tanggal Berlaku : 26 April 2011 Kode Dokumen : PK STEKPI PPMA 001/R2 HALAMAN PENGESAHAN Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Disahkan oleh: Nama

Lebih terperinci

Struktur Organisasi. PT. Akari Indonesia. Pusat dan Cabang. Dewan Komisaris. Direktur. General Manager. Manajer Sumber Daya Manusia Kepala Cabang

Struktur Organisasi. PT. Akari Indonesia. Pusat dan Cabang. Dewan Komisaris. Direktur. General Manager. Manajer Sumber Daya Manusia Kepala Cabang 134 Struktur Organisasi PT. Akari Indonesia Pusat dan Cabang Dewan Komisaris Direktur Internal Audit General Manager Manajer Pemasaran Manajer Operasi Manajer Keuangan Manajer Sumber Daya Manusia Kepala

Lebih terperinci

Sistem Manajemen Mutu Sarana Pelayanan Kesehatan

Sistem Manajemen Mutu Sarana Pelayanan Kesehatan Sistem Manajemen Mutu Sarana Pelayanan Kesehatan Hanevi Djasri, dr, MARS Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PMPK) FK-UGM www.mutupelayanankesehatan.net Pengertian sistem Suatu rangkaian fungsi Suatu

Lebih terperinci

Sistem manajemen mutu Persyaratan

Sistem manajemen mutu Persyaratan Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen mutu Persyaratan ICS 03.120.10 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... vi 0.1 Umum... vi 0.2 Pendekatan proses...

Lebih terperinci

BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN METEOROLOGI KELAS I FRANS KAISIEPO BIAK PEDOMAN MUTU PEDOMAN MUTU

BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN METEOROLOGI KELAS I FRANS KAISIEPO BIAK PEDOMAN MUTU PEDOMAN MUTU Halaman : 1 dari 19 Menyetujui untuk diterbitkan Pada Tanggal 19 Agustus 2014 Oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Frans Kaisiepo Biak Luwi Budi Nugroho NIP. 195807231981091001 Pedoman ini menguraikan

Lebih terperinci

MIA APRIANTHY ( )

MIA APRIANTHY ( ) OLEH: I PUTU WIDHARMADI (122080050) ACHMAD ANWARUDIN (122080002) MIA APRIANTHY (122080076) KELOMPOK II PENDAHULUAN Seri ISO 9000 adalah suatu system terpadu untuk mengoptimalkan efektifitas mutu suatu

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. PT. BIKA SOLUSI PERDANA adalah perusahaan yang bergerak. pelanggan dan pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholder), PT.

BAB IV PEMBAHASAN. PT. BIKA SOLUSI PERDANA adalah perusahaan yang bergerak. pelanggan dan pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholder), PT. BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan PT. BIKA SOLUSI PERDANA adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa konsultasi dan pelatihan sistem manajemen dan teknologi. Perusahaan ini beroperasi dengan

Lebih terperinci

Manual Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai

Manual Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai Manual Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang 2011 Manual Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai Jurusan Ilmu Ekonomi

Lebih terperinci

PT. ADIWARNA ANUGERAH ABADI

PT. ADIWARNA ANUGERAH ABADI PROSEDUR NO DOKUMEN : P-AAA-MR-03 STATUS DOKUMEN : MASTER COPY NO : NOMOR REVISI : 01 TANGGAL EFEKTIF : 01 JULI 2013 DIBUAT OLEH : DIPERIKSA OLEH : DISETUJUI OLEH : DOKUMEN KONTROL MANAJEMEN REPRESENTATIF

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, SARAN, DAN KETERBATASAN PENELITIAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, SARAN, DAN KETERBATASAN PENELITIAN BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, SARAN, DAN KETERBATASAN PENELITIAN 5.1 Simpulan Dari hasil analisis data dan pembahasan dari bab sebelumnya mengenai kajian peran audit internal dan pengaruhnya terhadap efektivitas

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI. sesuai standar ISO 9001 di PT X. dan rekomendasi dari penulis kepada

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI. sesuai standar ISO 9001 di PT X. dan rekomendasi dari penulis kepada BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI Bab ini merupakan penutup yang berisi simpulan untuk menjawab pertanyaan dengan justifikasi hasil penelitian penerapan sistem manajemen mutu sesuai standar ISO 9001 di PT

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 57 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1. Pengumpulan Data 4.1.1. Sejarah Perusahaan PT. Inkoasku merupakan salah satu perusahaan industri otomotif yang bergerak dalam bidang Wheel Rim Manufakturing.

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Tahap Penelitian. Tahapan penelitian dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: a. Tahap Pendahuluan

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Tahap Penelitian. Tahapan penelitian dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: a. Tahap Pendahuluan BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Tahap Penelitian Tahapan penelitian dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: a. Tahap Pendahuluan Pada tahap ini dikumpulkan informasi mengenai sistem pembelian dan pengelolaan persediaan

Lebih terperinci

Sistem manajemen mutu Persyaratan

Sistem manajemen mutu Persyaratan SNI ISO 9001-2008 Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen mutu Persyaratan ICS 03.120.10 Badan Standardisasi Nasional SNI ISO 9001-2008 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... vi 0.1

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DAA 4.1 ahap Persiapan Pada tahap persiapan ini, perusahaan telah membentuk tim ISO dan mengadakan pelatihan-pelatihan yang bersifat umum untuk memahami konsep dasar sistem

Lebih terperinci

PT. GLOBAL MITRA PROTEKSINDO

PT. GLOBAL MITRA PROTEKSINDO Penyebab Perusahaan/ Bisnis Terus Berkembang? PROFIT PENJUALAN KONSUMEN Seperti apa produk / jasa yang dapat memuaskan konsumen? Gambaran & karakteristik barang atau jasa, yang menunjukkan kemampuannya

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 TATA CARA PENYUSUNAN SMK3 KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN UMUM

LAMPIRAN 1 TATA CARA PENYUSUNAN SMK3 KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN UMUM LAMPIRAN 1 TATA CARA PENYUSUNAN SMK3 KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN UMUM LAMPIRAN 1 TATA CARA PENYUSUNAN SMK3 KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN UMUM BAGI PENYEDIA JASA Elemen-elemen yang harus dilaksanakan oleh

Lebih terperinci

Fungsi Internal Quality Audit yang baik! Bukan sekedar Memastikan sistem dijalankan sesuai aturan (prosedur/ persyaratan ISO 9001)

Fungsi Internal Quality Audit yang baik! Bukan sekedar Memastikan sistem dijalankan sesuai aturan (prosedur/ persyaratan ISO 9001) Fungsi Internal Quality Audit yang baik! Bukan sekedar Memastikan sistem dijalankan sesuai aturan (prosedur/ persyaratan ISO 9001) Tetapi dapat membantu melihat kelemahan dari sistem manajemen mutu 1 Perbandingan

Lebih terperinci

Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN (Berdasarkan PP 50 Tahun 2012) Nama : Alamat : Jabatan : Lama Bekerja : NO Isi pertanyaan Kel.

Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN (Berdasarkan PP 50 Tahun 2012) Nama : Alamat : Jabatan : Lama Bekerja : NO Isi pertanyaan Kel. Lampiran KUESIONER PENELITIAN (Berdasarkan PP 5 Tahun ) Nama : Alamat : Jabatan : Lama Bekerja : NO Isi pertanyaan Kel. Yang Pemenuhan Keterangan ditanya 3 Ya Tdk 4. PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN KOMITMEN..

Lebih terperinci

Manual Prosedur Tinjauan Manajemen

Manual Prosedur Tinjauan Manajemen Manual Prosedur Tinjauan Manajemen Unit Jaminan Mutu Jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang 2013 Manual Prosedur Tinjauan Manajemen Unit Jaminan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Lampiran Jawaban Tugas Tertulis 12. Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Quality Assurance Enginer. Kode Modul F45.QAE

DAFTAR ISI. Lampiran Jawaban Tugas Tertulis 12. Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Quality Assurance Enginer. Kode Modul F45.QAE DAFTAR ISI Hal Daftar Isi... 1 BAB I KONSEP PENILAIAN... 2 1.1 Latar Belakang... 2 1.2 Tujuan... 2 1.3 Metoda Penilaian... 2 BAB II PELAKSANAAN PENILAIAN... 4 2.1 Kunci Jawaban Tugas-Tugas (Teori)... 4

Lebih terperinci

PT. ADIWARNA ANUGERAH ABADI PROSEDUR IDENTIFIKASI ASPEK DAN BAHAYA

PT. ADIWARNA ANUGERAH ABADI PROSEDUR IDENTIFIKASI ASPEK DAN BAHAYA PROSEDUR NO DOKUMEN : P-AAA-HSE-01 STATUS DOKUMEN : MASTER COPY NO : NOMOR REVISI : 00 TANGGAL EFEKTIF : 1 JULI 2013 DIBUAT OLEH : DIPERIKSA OLEH : DISETUJUI OLEH : HSE MANAJEMEN REPRESENTATIF DIREKTUR

Lebih terperinci

UNSUR KEGIATAN PENGEVALUASIAN PENGELOLAAN LABORATORIUM BESERTA JENIS PEKERJAANYA

UNSUR KEGIATAN PENGEVALUASIAN PENGELOLAAN LABORATORIUM BESERTA JENIS PEKERJAANYA PELATIHAN BIMTEK dan JABFUNG PRANATA LABORATORIUM PENDIDIKAN TERAMPIL UNSUR KEGIATAN PENGEVALUASIAN PENGELOLAAN LABORATORIUM BESERTA JENIS PEKERJAANYA 23-25 OKTOBER 2017 UNSRI PALEMBANG andi.setiawan@fmipa.unila.ac.id

Lebih terperinci

PENILAIAN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) ISO 9001 : 2000

PENILAIAN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) ISO 9001 : 2000 PENILAIAN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) ISO 9001 : 2000 MANAJEMEN UMUM Manajemen umum adalah manajemen puncak yang terdiri dari direksi dan wakil manajemen/quality Management Representative (QMR). Direksi

Lebih terperinci

MODUL KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000

MODUL KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000 MODUL KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000 Oleh : Muhamad Ali, M.T JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2011 MODUL IX SISTEM MANAJEMEN

Lebih terperinci

PERSYARATAN ISO 9001:2008 (KLAUSUL 4 6)

PERSYARATAN ISO 9001:2008 (KLAUSUL 4 6) #3 - Klausul 4-6 ISO 9001:2008 1 PERSYARATAN ISO 9001:2008 (KLAUSUL 4 6) TIN420 Sistem Manajemen Kualitas #4 Sistem Manajemen Mutu 2 #4.1 Persyaratan Umum #4.2 Persyaratan Dokumen #4.2.1 #4.2.2 #4.2.3

Lebih terperinci

PERSYARATAN ISO 9001:2008 (KLAUSUL 7 8)

PERSYARATAN ISO 9001:2008 (KLAUSUL 7 8) #4 - Klausul 7-8 ISO 9001:2008 1 PERSYARATAN ISO 9001:2008 (KLAUSUL 7 8) TIN420 Sistem Manajemen Kualitas #7 Realisasi Produk (1) 2 #7.1 #7.2 Perencanaan Realisasi Produk Proses Yang Berkaitan Dengan Pelanggan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Seiring dengan berjalannya era globalisasi, sumber daya manusia Indonesia semakin dituntut untuk memiliki keunggulan dan daya saing. Dunia pendidikan, sebagai institusi

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

TATA KELOLA INFRASTRUKTUR TI DAN NON TI PADA KELAS DI JURUSAN SISTEM INFORMASI

TATA KELOLA INFRASTRUKTUR TI DAN NON TI PADA KELAS DI JURUSAN SISTEM INFORMASI Seminar Tugas Akhir Luci Dwi.A 5206100037 TATA KELOLA INFRASTRUKTUR TI DAN NON TI PADA KELAS DI JURUSAN SISTEM INFORMASI Pembimbing: Ir. Achmad Holil Noor Ali, M.Kom Abstrak Jurusan Sistem Informasi (SI)

Lebih terperinci

Tugas dan Tanggung Jawab. a. Menetapkan tujuan,visi,dan misi perusahaan. b. Menetapkan kebijakan mutu dan tujuan mutu perusahaan.

Tugas dan Tanggung Jawab. a. Menetapkan tujuan,visi,dan misi perusahaan. b. Menetapkan kebijakan mutu dan tujuan mutu perusahaan. LAMPIRAN Tugas dan Tanggung Jawab 1. Direktur Adapun Tugas dari Direktur a. Menetapkan tujuan,visi,dan misi perusahaan. b. Menetapkan kebijakan mutu dan tujuan mutu perusahaan. c. Merencanakan serta mengembangkan

Lebih terperinci

PROSEDUR MUTU TINDAKAN PERBAIKAN DAN PENCEGAHAN. 4. REFERENSI : ISO 9001 : 2008 Klausul & Manual Mutu PT.

PROSEDUR MUTU TINDAKAN PERBAIKAN DAN PENCEGAHAN. 4. REFERENSI : ISO 9001 : 2008 Klausul & Manual Mutu PT. MUTU 1. TUJUAN Untuk menjamin setiap masalah yang timbul diupayakan penanggulangannya secara terkoordinasi serta mencegah terulangnya masalah yang sama, juga mencegah potensi ketidaksesuaian yang mungkin

Lebih terperinci

PEDOMAN MANAJEMEN MUTU UPT PUSKESMAS II NEGARA No Kode : Terbitan : No Revisi : Tgl Mulai Berlaku : Halaman :

PEDOMAN MANAJEMEN MUTU UPT PUSKESMAS II NEGARA No Kode : Terbitan : No Revisi : Tgl Mulai Berlaku : Halaman : 1. PENDAHULUAN Pedoman Manajemen Mutu ini menjelaskan secara garis besar sistem manajemen mutu Puskesmas Timika. Semua ketentuan maupun persyaratan serta kebijakan yang tertuang dalam Pedoman Manajemen

Lebih terperinci

MANUAL MUTU No. MM 4.2

MANUAL MUTU No. MM 4.2 1 / 1. Ruang Lingkup Bagian ini menerangkan tentang pendokumentasian sistem manajemen mutu yang diterapkan Politeknik Negeri Semarang. 2. Referensi 2.1. Klausul 4.2.1. ISO 9001:2008 Umum 2.2. Klausul 4.2.2.

Lebih terperinci

Sumber: ISO Environmental Management System Self-Assesment Checklist, GEMI (1996)

Sumber: ISO Environmental Management System Self-Assesment Checklist, GEMI (1996) Sumber: ISO 14001 Environmental Management System Self-Assesment Checklist, GEMI (1996) DAFTAR ISI Pengantar Prinsip-Prinsip Standar ISO 14001 Cara Menggunakan Cheklist Interpretasi Penilaian Standar ISO

Lebih terperinci

EVALUASI AUDIT INTERNAL LUB PTBN UNTUK MENILAI EFEKTIFITAS IMPLEMENTASI ISO/IEC 17025:2005

EVALUASI AUDIT INTERNAL LUB PTBN UNTUK MENILAI EFEKTIFITAS IMPLEMENTASI ISO/IEC 17025:2005 ISSN 1979-2409 Evaluasi Audit Internal LUB PTBN 2008-2011 Untuk Menilai Efektifitas Implementasi ISO/I 17025:2005 (Masripah) EVALUASI AUDIT INTERNAL LUB PTBN 2008-2011 UNTUK MENILAI EFEKTIFITAS IMPLEMENTASI

Lebih terperinci

Manual Prosedur Pengendalian Produk yang Tidak Sesuai

Manual Prosedur Pengendalian Produk yang Tidak Sesuai Manual Prosedur Pengendalian Produk yang Tidak Sesuai GUGUS JAMINAN MUTU FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011 Manual Prosedur Pengendalian Produk yang Tidak Sesuai Gugus Jaminan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 69 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa data, observasi dan wawancara maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Persyaratan telah tertulis dalam kebijakan perusahaan (baik pada

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan mengenai implementasi

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan mengenai implementasi I. KESIMPULAN BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan mengenai implementasi SMM ISO 9001:2000 terhadap penjaminan mutu kinerja sekolah yang dilaksanakan di

Lebih terperinci

PROSEDUR MUTU SISTEM Universitas Nusa Cendana TINJAUAN MANAJEMEN (02)

PROSEDUR MUTU SISTEM Universitas Nusa Cendana TINJAUAN MANAJEMEN (02) 1. TUJUAN Prosedur ini mengatur tata cara pelaksanaan Tinjauan (kaji ulang) Manajemen, untuk memastikan bahwa sistem mutu telah dijalankan dengan baik. 2. RUANG LINGKUP Prosedur ini mencakup pelaksanaan

Lebih terperinci

ISO 1001 By: Ryan Torinaga

ISO 1001 By: Ryan Torinaga ISO 1001 By: Ryan Torinaga Daftar Isi Arti ISO Tujuan ISO 9001 Klausul ISO 9001 Kunci Penerapan ISO Cara Penerapan ISO Arti dari ISO Berarti Sama Badan standarisasi dunia Didirikan sejak tahun 1947 Terdiri

Lebih terperinci

Manual Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai

Manual Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai Manual Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai Unit Jaminan Mutu Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang 2013 Manual Prosedur Pengendalian Produk Yang Tidak

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISA MANAJEMEN AUDIT ATAS FUNGSI PERSONALIA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN

BAB 4 ANALISA MANAJEMEN AUDIT ATAS FUNGSI PERSONALIA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN 39 BAB 4 ANALISA MANAJEMEN AUDIT ATAS FUNGSI PERSONALIA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN 4.1 Analisa terhadap Fungsi Personalia Pada bagian ini, akan dipaparkan hasil analisa atas fungsi

Lebih terperinci

KUESIONER PEMERIKSAAN INTERNAL VARIABEL INDEPENDEN

KUESIONER PEMERIKSAAN INTERNAL VARIABEL INDEPENDEN KUESIONER PEMERIKSAAN INTERNAL VARIABEL INDEPENDEN Jawaban Kuesioner No Pernyataan SS S N TS STS I. Kualifikasi Pemeriksaan Internal Independensi, Kompetensi, Integritas, Objektivitas, dan Keberhasilan

Lebih terperinci

PT. Automatic Carwash TITLE : SUPERVISOR DOCUMENT NO. : REV.: 00 DATE : GRADE : Page 1 of 10

PT. Automatic Carwash TITLE : SUPERVISOR DOCUMENT NO. : REV.: 00 DATE : GRADE : Page 1 of 10 REV.: 00 DATE : 14-04-04 GRADE : Page 1 of 10 I. JOB DESCRIPTION A. IKHTISAR PEKERJAAN Mendistribusikan, membimbing, merekomendasikan kelayakan hasil pekerjaan bawahan dan melaporkan progress dalam proses

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Audit operasional dilaksanakan untuk menilai efisiensi, efektifitas dan

BAB IV PEMBAHASAN. Audit operasional dilaksanakan untuk menilai efisiensi, efektifitas dan BAB IV PEMBAHASAN Audit operasional dilaksanakan untuk menilai efisiensi, efektifitas dan keekonomisan suatu perusahaan. Untuk memulai suatu pemeriksaan, seorang auditor harus terlebih dahulu mengadakan

Lebih terperinci

AUDIT INTERNAL SNI ISO 9001:2015. Oleh: Ade Khaerudin Taufiq & Sik Sumaedi

AUDIT INTERNAL SNI ISO 9001:2015. Oleh: Ade Khaerudin Taufiq & Sik Sumaedi AUDIT INTERNAL SNI ISO 9001:2015 Oleh: Ade Khaerudin Taufiq & Sik Sumaedi Topik Konsep dasar Audit Mutu Internal Perencanaan dan Persiapan Audit Mutu Internal Pelaksanaan Audit Mutu Internal Pelaporan

Lebih terperinci

Manual Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Manual Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Manual Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya 01200 08002 Manual Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Kode

Lebih terperinci

Lampiran 3 FORMAT DAFTAR SIMAK AUDIT INTERNAL PENYEDIA JASA

Lampiran 3 FORMAT DAFTAR SIMAK AUDIT INTERNAL PENYEDIA JASA Lampiran 3 FORMAT DAFTAR SIMAK AUDIT INTERNAL PENYEDIA JASA FORMAT DAFTAR SIMAK AUDIT INTERNAL PENYEDIA JASA 1 NO U R A I A N 1 KEBIJAKAN 7.00% a. Apakah Penyedia Jasa mempunyai Kebijakan K3? 0 50 100

Lebih terperinci

Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Revisi Tanggal Perpajakan Fakultas Ilmu Administrasi UB Agustus 2013 MP-UJM-P-FIA-UB

Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Revisi Tanggal Perpajakan Fakultas Ilmu Administrasi UB Agustus 2013 MP-UJM-P-FIA-UB MANUAL PROSEDUR PENANGANAN PRODUK JASA TIDAK SESUAI PROGRAM STUDI PERPAJAKAN JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MP-UJM-P-FIA-UB 00303 09000 3 Tanggal : 19 Agustus

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 Di PPID LAPAN

IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 Di PPID LAPAN IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 Di PPID LAPAN ADE IMAN SANTOSO 1 Maret 2017 PT. CATUR DAYA SOLUSI 1 SIKLUS P-D-C-A Organization and its context (4) Plan Support & Operation (7, 8) Do Customer

Lebih terperinci

A. KRITERIA AUDIT SMK3

A. KRITERIA AUDIT SMK3 LAMPIRAN II PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR...TAHUN 2010 TENTANG SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PEDOMAN PENILAIAN PENERAPAN SMK3 A. KRITERIA AUDIT SMK3 1 PEMBANGUNAN DAN

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 ISO/1EC 17025:2008 3.1.1 Pendahuluan ISO/IEC 17025 Edisi pertama (1999) ISO/IEC 17025 diterbitkan sebagai hasil dari pengalaman yang ekstensif dalam implementasi ISO/IEC Guide

Lebih terperinci

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PEMBELIAN BAHAN BAKU PT KARYADINAMIKA GRAHA MANDIRI

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PEMBELIAN BAHAN BAKU PT KARYADINAMIKA GRAHA MANDIRI BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PEMBELIAN BAHAN BAKU PT KARYADINAMIKA GRAHA MANDIRI IV.1. Tahap Penelitian Tahapan penelitian dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: a. Tahap Pendahuluan Pada tahap

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR PENGENDALIAN PRODUK YANG TIDAK SESUAI

MANUAL PROSEDUR PENGENDALIAN PRODUK YANG TIDAK SESUAI MANUAL PROSEDUR PENGENDALIAN PRODUK YANG TIDAK SESUAI PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2015 MANUAL PROSEDUR PENGENDALIAN PRODUK YANG TIDAK SESUAI PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. usahanya, umumnya mempunyai visi untuk menjadi perusahaan yang terbaik

BAB II LANDASAN TEORI. usahanya, umumnya mempunyai visi untuk menjadi perusahaan yang terbaik 6 BAB II LANDASAN TEORI A. Customer Orientation Setiap perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis atau kegiatan usahanya, umumnya mempunyai visi untuk menjadi perusahaan yang terbaik atau terkenal.

Lebih terperinci

BAB 4 PEMBAHASAN. dimulai dengan survei pendahuluan. Tahap ini merupakan langkah awal

BAB 4 PEMBAHASAN. dimulai dengan survei pendahuluan. Tahap ini merupakan langkah awal BAB 4 PEMBAHASAN 4.1. Survei Pendahuluan Pelaksanaan audit manajemen pada PT. MJPF Farma Indonesia akan dimulai dengan survei pendahuluan. Tahap ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan dan merencanakan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Untuk mewujudkan suatu evaluasi yang baik maka perlu dilakukan perencanaan terlebih

BAB IV PEMBAHASAN. Untuk mewujudkan suatu evaluasi yang baik maka perlu dilakukan perencanaan terlebih BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Perencanaan Evaluasi Untuk mewujudkan suatu evaluasi yang baik maka perlu dilakukan perencanaan terlebih dahulu. Tujuan dilakukan perencanaan evaluasi yaitu untuk memperoleh bahan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG USAHA PADA PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA

BAB IV PEMBAHASAN AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG USAHA PADA PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA BAB IV PEMBAHASAN AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG USAHA PADA PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA Audit operasional adalah audit yang dilaksanakan untuk menilai efisiensi, efektivitas,

Lebih terperinci

Metode Training ISO 9001 Sentral Sistem TIDAK MENJELASKAN APA ISI PERSYARATAN ISO 9001 TAPI

Metode Training ISO 9001 Sentral Sistem TIDAK MENJELASKAN APA ISI PERSYARATAN ISO 9001 TAPI Metode Training ISO 9001 Sentral Sistem TIDAK MENJELASKAN APA ISI PERSYARATAN ISO 9001 TAPI MENJELASKAN KONSEP/MAKSUD DARI TIAP PERSYARATAN ISO 9001 DAN MEMBERIKAN CONTOH PENERAPAN YANG BAIK 1 Penjelasan

Lebih terperinci

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1. Paparan Data 4.1.1. Profil PT Java Energy Semesta Gresik Meningkatnya potensi pemanfaatan energi hijau di Indonesia adalah suatu keharusan. Negara

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Pemeriksaan Operasional merupakan suatu pemeriksaan atas kegiatan

BAB IV PEMBAHASAN. Pemeriksaan Operasional merupakan suatu pemeriksaan atas kegiatan BAB IV PEMBAHASAN Pemeriksaan Operasional merupakan suatu pemeriksaan atas kegiatan yang dilakukan dari sudut pandang manajemen dengan tujuan untuk menilai efisiensi dan efektivitas dari setiap operasional

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. bersumber dari beberapa pemasok yang mempunyai merk berbeda. mengenai latar belakang perusahaan dan mengumpulkan informasi yang

BAB IV PEMBAHASAN. bersumber dari beberapa pemasok yang mempunyai merk berbeda. mengenai latar belakang perusahaan dan mengumpulkan informasi yang BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Survey Pendahuluan PT. Anugerah Indah Makmur adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi makanan dan minuman ringan. Persediaan yang diperoleh perusahaan bersumber dari

Lebih terperinci

KRITERIA SNI AWARD 2015

KRITERIA SNI AWARD 2015 Halaman : 1 dari 9 KRITERIA SNI AWARD 2015 KUESIONER SNI AWARD 2015 1 Halaman : 2 dari 9 A. KEPEMIMPINAN A.1 Visi, Misi dan Tata Nilai Klausul ini dimaksudkan untuk menilai karakteristik dan budaya serta

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Prima Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya 2012

Standar Pelayanan Prima Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya 2012 Standar Pelayanan Prima Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya 2012 Standar Pelayanan Prima 1. Visi dan Misi serta Motto Pelayanan 1.1. Visi dan Misi Visi Menjadi pusat pendidikan

Lebih terperinci

Apa Tujuan ISO. Material SDM. Resource. Alat. Metode. Output 3 C. Input Proses. Procedure IK Control. Monev

Apa Tujuan ISO. Material SDM. Resource. Alat. Metode. Output 3 C. Input Proses. Procedure IK Control. Monev Apa Tujuan ISO Material Alat Resource SDM Metode Input Proses Output 3 C Procedure IK Control Monev 3.C Adalah : 1. Comply to requirement (customer & regulation) 2. Consistency of product/service 3. Continual

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Obat Jadi dan Industri Bahan Baku Obat. Definisi dari obat jadi yaitu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Obat Jadi dan Industri Bahan Baku Obat. Definisi dari obat jadi yaitu BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Industri Farmasi 1. Pengertian Industri Farmasi Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 245/MenKes/SK/V/1990 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pemberian Izin

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR PENGENDALIAN PRODUK YANG TIDAK SESUAI GUGUS JAMINAN MUTU

MANUAL PROSEDUR PENGENDALIAN PRODUK YANG TIDAK SESUAI GUGUS JAMINAN MUTU MANUAL PROSEDUR PENGENDALIAN PRODUK YANG TIDAK SESUAI GUGUS JAMINAN MUTU FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU PERIKANAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2014 Manual Prosedur Pengendalian Produk yang Tidak Sesuai Fakultas

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN

BAB 4 HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN BAB 4 HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN Pembahasan audit operasional atas fungsi penjualan dan penerimaan kas pada Lei Garden Restaurant dijelaskan pada bab keempat ini. Berdasarkan ruang lingkup yang telah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1799/Menkes/Per/XII/2010 tentang Industri Farmasi adalah badan usaha yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1799/Menkes/Per/XII/2010 tentang Industri Farmasi adalah badan usaha yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Industri Farmasi 2.1.1 Pengertian Industri Farmasi Industri farmasi menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1799/Menkes/Per/XII/2010 tentang Industri Farmasi adalah badan

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 : Studi Kasus

Perancangan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 : Studi Kasus Perancangan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 : Studi Kasus Nadyah Aprilla Hake 1, Jani Rahardjo 2 Abstract: Nowadays, companies must have an ISO 9001-2008 certificate to be able to compete in the market.

Lebih terperinci

2. Rencana K3 yang disusun oleh perusahaan paling sedikit memuat : a. Tujuan dan Sasaran

2. Rencana K3 yang disusun oleh perusahaan paling sedikit memuat : a. Tujuan dan Sasaran VI. KEGIATAN K3 LISTRIK DALAM PENERAPAN SMK3 Penetapan Kebijakan K3: - Identifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko terkait listrik - Melakukan peninjauan terhadap kejadian yang berbahaya

Lebih terperinci

Manual Mutu Laboratorium Penyakit Dan Kesehatan Ikan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya

Manual Mutu Laboratorium Penyakit Dan Kesehatan Ikan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Manual Mutu Laboratorium Penyakit Dan Kesehatan Ikan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya LABORATORIUM PARASIT DAN PENYAKIT IKAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Lebih terperinci

PERATURAAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009

PERATURAAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ DEPERTEMEN PEKERJAAN

Lebih terperinci

Manual Prosedur Pengendalian Produk yang Tidak Sesuai

Manual Prosedur Pengendalian Produk yang Tidak Sesuai Manual Prosedur Pengendalian Produk yang Tidak Sesuai Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang 2012 Manual Prosedur Pengendalian Produk Yang Tidak Sesuai Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya

Lebih terperinci

PEDOMAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN (SMK3)

PEDOMAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN (SMK3) LAMPIRAN I PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2012 TENTANG PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PEDOMAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Lebih terperinci

PROSEDUR MUTU TINJAUAN MANAJEMEN. 4. REFERENSI : 1. ISO 9001:2008 Klausul Manual Mutu PT. Sigma Cipta Utama

PROSEDUR MUTU TINJAUAN MANAJEMEN. 4. REFERENSI : 1. ISO 9001:2008 Klausul Manual Mutu PT. Sigma Cipta Utama MUTU 1. TUJUAN Untuk menjamin efektivitas, kesinambungan dan kesesuaian Sistem Mutu dengan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu yang ditetapkan Manajemen Perusahaan PT. Sigma Cipta Utama. 2. RUANG LINGKUP Berlaku

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Industri Farmasi Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 245/Menkes/SK/V/1990 tentang Ketentuan dan Tata cara Pelaksanaan Pemberian Izin Usaha

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Manajemen Kualitas Kata kualitas memiliki banyak definisi yang berbeda, dari yang konvensional sampai yang lebih strategik. Pengertian kualitas ditinjau dari definisi

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR PENGENDALIAN DOKUMEN DAN REKAMAN

MANUAL PROSEDUR PENGENDALIAN DOKUMEN DAN REKAMAN DOKUMEN DAN REKAMAN UNIT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011 UNIT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Kode Dokumen : 00013 05001 Revisi : 0 Diajukan

Lebih terperinci

PROSEDUR AUDIT INTERNAL SISTEM MUTU DAN SAFETY

PROSEDUR AUDIT INTERNAL SISTEM MUTU DAN SAFETY PT. MEGA PERSADA INDONESIA Mechanical Electrical and HVAC Contractor SISTEM MUTU DAN SAFETY No. Dokumen No. Revisi 04 MPI-PM-03 Tanggal Berlaku 20-10-2014 Jabatan Nama Tanda Tangan Disusun Oleh Tim ISO

Lebih terperinci