ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN DAN EKOLABEL

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN DAN EKOLABEL"

Transkripsi

1 ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN DAN EKOLABEL 1. DEFINISI 1.1. MUTU CERTIFICATION INTERNATIONAL (PT. MUTUAGUNG LESTARI) Adalah perusahaan jasa sertifikasi sistem manajemen dan ekolabel yang beralamat Jalan Raya Bogor Km Nomor 19, Cimanggis, Depok, Jawa Barat (nomor telepon , nomor fax / , dan alamat emai Sebagai yang menangani jasa sertifikasi sistem manajemen mutu, lingkungan, dan ekolabel adalah Sub Divisi Operasional II SBU Sertifikasi Pertanian, Industri, dan Jasa Publik KLIEN Pihak yang menjalin kerjasama secara tertulis melalui kontrak /surat perjanjian kerjasama (SPK) dengan MUTU CERTIFICATION dalam bidang sertifikasi sistem manajemen 1.3. AKREDITASI Pengakuan yang diberikan oleh KOMITE AKREDITASI NASIONAL (selanjutnya ditulis KAN ) kepada MUTU CERTIFICATION terhadap kegiatan sertifikasi MUTU CERTIFICATION 1.4. Audit Kegiatan penilaian kesesuaian sistem manajemen dan ekolabel yang dilakukan oleh personil auditor Mutu Certification International kepada kliennya ISO Adalah persyaratan bagi Mutu Certification International selaku lembaga sertifikasi sistem manajemen dalam melakukan oeprasional kegiatan sertifikasinya, mengacu kepada standar ISO 17021: PENGANTAR Maksud penyusunan dokumen ini yaitu: a. Untuk memenuhi persyaratan yang diberikan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) kepada Mutu Certification International yang mewajibkan lembaga sertifikasi menginformasikan mengenai mekanisme sertifikasi yang dijalankan. b. Memberikan gambaran mekanisme sertifikasi kepada pihak calon klien maupun klien MMM c. Bersama dengan aplikasi, dokumen penawaran, dan aturan penggunaan logo yang diterbitkan dan disyaratkan oleh Mutu Certification International menjadi bentuk syarat dan ketentuan Surat Perjanjian Kerja (SPK) antara Mutu Certification International dengan pihak-pihak terkait. d. Menerangkan hak, tanggung jawab, tugas dan lingkup bisnis Mutu Certification International Mutu Certification International memperhatikan peningkatan kinerjanya secara berkelanjutan dan bertekad untuk: - Menyediakan layanan sertifikasi sistem manajemen lingkup nasional dan juga internasional. - Menyediakan layanan yang cepat, akurat, efisien, dan taat aturan - Mengutamakan kepuasan klien, konsumen, dan pihak lain yang berkepentingan - Mengutamakan kelestarian lingkungan - Memfasilitasi dan mendukung peningkatan produktifitas, perbaikan kualitas barang dan jasa, dan perlindungan lingkungan. - Menjunjung tinggi ketidakberpihakan, objektifitas, dan bebas konflik kepentingan dalam melakukan kegiatan sertifikasi sistem manajemen - Meningkatkan kemampuan karyawan secara terus menerus dan menyediakan sumber daya lain yang diperlukan untuk mencapai tujuan di atas 3. SERTIFIKASI DAN AKREDITASI 3.1. Jasa sertifikasi yang dilakukan Mutu Certification International telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor akreditasi sebagai berikut: Aturan Pelaksanaan Sertifikasi Sistem Manajemen dan Ekolabel (Terbit 2, Revisi 2, Tgl 1 Mei 2017 Hal 1 / 7

2 - LSMM-008-IDN untuk sertifikasi sistem manajemen mutu (ISO 9001), - LSML-002-IDN untuk sertifikasi sistem manajemen lingkungan (ISO 14001), dan - LSE 001 IDN untuk sertifikasi Ekolabel Jenis bidang usaha yang mendapatkan akreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dirincikan pada tabel di bawah ini. Mutu Certification International dapat memberikan jasa layanan sertifikasi selain bidang usaha diluar dari yang tercantum pada tabel di bawah ini namun sertifikasi yang dilakukan adalah di luar lingkup akreditasi. EA CODE BIDANG USAHA A. SISTEM MANAJEMEN MUTU 1 Agriculture, forestry, and Fishing 2 Mining and quarrying 3 Food products, beverages and tobacco 4 Textiles and textile products 5 Leather and leather products 6 Wood and wood products 7 Pulp, paper and paper products 9 Printing companies 12 Chemicals, chemical products and fibres 14 Rubber and plastic products 17 Basic metals and fabricated metal products 19 Electrical and optical equipment 20 Shipbuilding 22 Other transport equipment 23 Manufacturing not elsewhere classified 25 Electricity supply 28 Konstruksi 29 Wholesale and retail trade; Repair of motor vehicles,motorcycles and personal and household goods 30 Hotel and restaurant 31 Transport, storage and communication 32 Financial intermediation; real estate; renting 34 Engineering services 35 Jasa lain (Khusus Nace Code L business and management consultancy activities) 36 Public Administration 37 Education 38 Health and social work B. SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 1 Pertanian & Perikanan 3 Produk makanan, minuman, dan tembakau 4 Tekstil dan produk tekstil 6 Kayu dan produk kayu 7 Pulp kertas, dan produk kertas 12 Kimia, produk kimia dan serat 14 Produk karet dan plastik 15 Produk mineral non logam 17 Logam dasar dan produk terbuat dari logam 19 Peralatan listrik dan peralatan optil 22 Peralatan transpor lain 25 Penyediaan kelistrikan 34 Jasa engineering 35 Jasa lain 38 Kesehatan dan tugas social C. EKOLABEL Kertas Cetak Tanpa Salut Tissue Tekstil dan produk tekstil 4. URUTAN PROSES SERTIFIKASI Urutan proses kegiatan sertifikasi sistem manajemen secara umum dijelaskan di bawah ini dan secara lebih rinci dijelaskan dalam masing-masing bagian dalam dokumen aturan pelaksanaan ini. a. Pengisian aplikasi oleh calon klien, tinjauan aplikasi oleh Mutu Certification International, persetujuan biaya, dan pembuatan kontrak / SPK sertifikasi antara Mutu Certification International dan klien. b. Audit awal, terdiri dari audit awal tahap 1 dan tahap 2 c. Pengambilan keputusan sertifikasi oleh Mutu Certification International d. Penerbitan sertifikat oleh Mutu Certification International e. Audit surveillance pertama oleh Mutu Certification International f. Audit surveillance kedua oleh Mutu Certification International g. Audit resertifikasi oleh Mutu Certification International Aturan Pelaksanaan Sertifikasi Sistem Manajemen dan Ekolabel (Terbit 2, Revisi 2, Tgl 1 Mei 2017 Hal 2 / 7

3 5. AUDIT AWAL 5.1. Audit awal terdiri dari audit awal tahap 1 dan audit awal tahap Audit awal tahap 1 bertujuan melihat kesiapan klien sebelum dilakukan audit awal tahap 2. Tujuan audit tahap 2 adalah untuk menilai kesesuaian penerapan sistem manajemen mutu, lingkungan, atau ekolabel, agar Mutu Certification International dapat menerbitkan sertifikat sesuai jenis sertifikasi Apabila tidak diminta oleh klien, audit awal tahap 1 akan dilakukan MMM secara off site, yaitu auditor melakukakn audit tahap 1 tidak dengan kunjungan ke lokasi klien namun melakukan kajian terhadap dokumen yang dimiliki klien Jarak antara audit awal tahap 1 dan tahap 2 adalah sedemikian rupa sehingga klien dapat terlebih dahulu menindaklanjuti hasil audit awal tahap 1 yang wajib diselesaikan sebelum pelaksanaan audit tahap Audit awal tahap 2 wajib dilakukan on-site (auditor berkunjung ke lokasi klien) dengan waktu audit sesuai hasil tinjauan aplikasi oleh Mutu Certification International Mutu Certification International wajib menyampaikan hasil audit tahap 1 kepada klien sebelum dilakukan audit tahap 2, dan akan mendistribusikan laporan audit tahap 2 kepada klien setelah selesainya audit, proses pembuatan laporan, dan dengan mempertimbangkan penyelesaian pembayaran oleh klien Apabila dari audit awal tahap 2 ditemukan adanya ketidaksesuaian terhadap standar audit, maka klien dipersyaratkan untuk melakukan tindakan perbaikan atas ketidaksesuaian tersebut sampai dengan dinyatakan selesai (closed) oleh auditor dengan jangka waktu maksimal 4 bulan sejak pelaksanaan audit dan jika hal tersebut tidak dapat terpenuhi maka sertifikat tidak akan diterbitkan dan klien dapat mengajukan untuk mengulangi audit awal tahap 2 dengan sebelumnya memperbarui kontrak / SPK sertifikasi Ketidaksesuaian audit dikategorikan menjadi ketidaksesuaian kategori mayor dan minor dengan perbedaan sebagai berikut: Ketidaksesuaian kategori mayor adalah ketidaksesuaian yang berdampak kepada kemampuan klien mencapai tujuan sistem manajemen dan persyaratan ekolabel. Catatan: Beberapa contoh kondisi terjadinya ketidaksesuaian kategori mayor adalah sebagai berikut - Sistem / persyaratan standar audit sama sekali tidak berjalan - Pengulangan ketidaksesuaian minor audit sebelumnya - Lebih dari 90% persyaratan standar yang relevan pada suatu area kerja tidak berjalan pada area tersebut - Khusus sertifikasi sistem manajemen mutu: adanya kondisi pada klien yang dipastikan akan mempengaruhi kemampuan klien menghasilkan produk atau jasa yang memenuhi persyaratan pelanggan dan dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan. - Khusus sertifikasi sistem manajemen mutu: adanya pengiriman produk / jasa yang tidak sesuai dengan kriteria / spesifikasi / kualitas kepada pelanggan tanpa melalui langkahlangkah yang diatur dalam prosedur terkait. - Khusus sertifikasi sistem manajemen lingkungan: adanya kegiatan pencemaran lingkungan yang telah diketahui organisasi namun tidak ditemukan tindakan perbaikan lebih lanjut oleh organisasi. - Khusus sertifikasi sistem manajemen lingkungan: adanya kondisi pada klien yang dipastikan akan mempengaruhi kemampuan klien meningkatkan kinerja lingkungan dan mematuhi peraturan perundangan lingkungan. - Khusus sertifikasi ekolabel: adanya persyaratan standar ekolabel yang tidak dipenuhi sementara terdapat logo ramah lingkungan yang sudah digunakan pada produk yang dipasarkan. Ketidaksesuaian kategori minor adalah ketidaksesuaian yang tidak berdampak kepada kemampuan klien mencapai tujuan sistem manajemen dan persyaratan ekolabel. Mutu Certification International juga akan mengenakan ketidaksesuaian jika pada saat audit ditemukan penggunaan logo sertifikasi yang tidak sesuai aturan penggunaan logo sertifikasi. Lebih lanjut mengenai hal ini diterangkan pada butir PENGAMBILAN KEPUTUSAN SERTIFIKASI 6.1. Adalah sebuah proses peninjauan oleh personil kompeten yang ditunjuk oleh Mutu Certification International, di luar tim auditor, untuk memutuskan apakah klien layak mendapatkan sertifikat, baik sertifikat baru ataupun Aturan Pelaksanaan Sertifikasi Sistem Manajemen dan Ekolabel (Terbit 2, Revisi 2, Tgl 1 Mei 2017 Hal 3 / 7

4 sertifikat yang diterbitkan ulang karena kegiatan audit resertifikasi, audit perubahan lingkup sertifikasi, atau kegiatan audit khusus lainnya yang memerlukan penerbitan sertifikat Pengambilan keputusan sertifikasi dilakukan setelah seluruh ketidaksesuaian audit telah selesai diperbaiki oleh klien dan dinyatakan selesai (closed) oleh auditor. 7. SERTIFIKAT 7.1. Sertifikat sistem manajemen dan ekolabel yang diterbitkan Mutu Certification International berlaku selama 3 tahun sejak tanggal keputusan sertifikasi, tetapi akan berlaku lebih panjang atau lebih singkat pada saat penerbitan ulang sertifikat resertifikasi 3 tahun berikutnya tergantung kepada selesainya rangkaian kegiatan resertifikasi. 8. AUDIT SURVEILLANCE 8.1. Audit surveillance merupakan kewajiban bersama antara Mutu Certification International dan klien setelah diterbitkan sertifikat sebagai bentuk pemeliharaan sertifikat dan pengawasan berkala kesesuaian sistem manajemen yang berjalan Audit surveillance wajib dilakukan secara on-site sekurang-kurangnya 2 kali selama masa berlaku sertifikat Audit surveillance pertama dilakukan tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal terbit sertifikat Audit surveillance kedua dilakukan dalam rentang waktu 6-12 bulan sejak audit surveillance pertama Mutu Certification International akan mendistribusikan laporan audit surveillance kepada klien setelah selesainya kegiatan audit, proses pembuatan laporan, dan dengan mempertimbangkan penyelesaian pembayaran oleh klien Apabila dari audit surveillance ditemukan adanya ketidaksesuaian terhadap standar audit, maka klien dipersyaratkan untuk melakukan tindakan perbaikan atas ketidaksesuaian tersebut sampai dengan dinyatakan selesai (closed) oleh auditor maksimal 1 bulan untuk ketidaksesuaian kategori mayor dan 2 bulan untuk ketidaksesuaian kategori minor. Jika hal tersebut tidak dapat terpenuhi maka Mutu Certification International berhak untuk membekukan sertifikat milik klien Kategori ketidaksesuaian major dan minor tidak berbeda dari yang dijelaskan pada butir 5.8 untuk audit sertifikasi awal. 9. AUDIT RESERTIFIKASI 9.1. Audit resertifikasi adalah audit secara on-site untuk memperpanjang masa berlaku sertifikat yang akan berakhir, diawali dengan mengisi kembali formulir aplikasi dan memperbarui kontrak / SPK sertifikasi. Audit resertifikasi dapat diawali dengan audit tahap 1 apabila terjadi salah satu atau semua hal berikut ini: Perubahan standar sistem manajemen yang disertifikasi Perubahan mendasar pada organisasi klien yang menyebabkan tidak siap untuk diaudit resertifikasi Penambahan lingkup sertifikasi Dan lain-lain 9.2. Apabila dari audit resertifikasi ditemukan adanya ketidaksesuaian terhadap standar audit, maka klien dipersyaratkan untuk melakukan tindakan perbaikan atas ketidaksesuaian tersebut sampai dengan dinyatakan selesai (closed) oleh auditor maksimal sampai dengan tanggal terakhir berlakunya sertifikat. Jika hal tersebut tidak dapat terpenuhi maka klien akan memiliki sertifikat yang sudah kadaluarsa Rangkaian audit resertifikasi, yaitu pelaksanaan audit sampai dengan pengambilan keputusan sertifikasi, wajib dilaksanakan sebelum masa berakhir sertifikat. Jika tidak demikian maka klien akan memiliki sertifikat yang sudah kadaluarsa Setelah sertifikat kadaluarsa, klien masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan rangkaian audit resertifikasi dalam waktu 6 bulan untuk dilaksanakan audit, penyelesaian tindakan perbaikan, sampai dengan pengambilan keputusan sertifikasi. Namun demikian jika hal ini terjadi maka sertifikat yang akan diterbitkan berlaku kurang dari 3 tahun dikarenakan menyambung masa berlaku sertifikat sebelumnya. Apabila rangkaian audit resertifikasi masih belum diselesaikan sampai dengan 6 bulan sejak sertifikat kadaluarsa, maka klien diwajibkan mengulangi audit awal tahap 2. Aturan Pelaksanaan Sertifikasi Sistem Manajemen dan Ekolabel (Terbit 2, Revisi 2, Tgl 1 Mei 2017 Hal 4 / 7

5 10. AUDIT KHUSUS Audit khusus adalah audit tambahan di luar audit awal, surveillance, maupun resertifikasi, yang dilakukan jika terjadi satu atau beberapa hal di bawah ini: Permohonan klien untuk perubahan ruang lingkup sertifikasi Terdapat keluhan dari konsumen klien atau masyarakat yang berefek kepada sertifikasi klien. Terdapat perubahan di organisasi klien yang yang berefek kepada sertifikasi klien. Terdapat ketidaksesuaian audit kategori major yang memerlukan kunjungan ke lokasi klien dalam rangka auditor melakukan verifikasi atas tindak lanjut perbaikan Biaya yang muncul dari audit khusus menjadi tanggungan klien yang besarnya diatur dalam kontrak / SPK sertifikasi. 11. PEMBEKUAN DAN PENARIKAN SERTIFIKAT Mutu Certification International berhak melakukan pembekuan sertifikasi dan penarikan sertifikat dikarenakan beberapa kondisi yang terjadi seperti: Klien menolak menerima Mutu Certification International untuk melakukan audit surveillance Klien tidak melaksanakan pembayaran kegiatan audit surveillance Masih adanya ketidaksesuaian audit surveillance yang belum dinyatakan selesai (close) melewati batas waktu perbaikan sebagaimana yang dijelaskan pada butir Masa pembekuan sertifikat adalah 6 bulan dan dalam masa tersebut hak-hak sertifikasi klien, seperti penggunaan logo dan pernyataan sertifikasi, untuk sementara tidak dapat dipergunakan Apabila klien tidak menindaklanjuti kondisi yang menyebabkan sertifikatnya dibekukan, maka Mutu Certification International akan melakukan penarikan sertifikat MUTU CERTIFICATION akan mempublikasikan perihal pembekuan dan penarikan sertifikat melalui situs Penarikan sertifikat juga dilakukan oleh Mutu Certification International kepada sertifiakt klien yang sudah tidak berlaku karena telah diterbitkan sertifikat baru dengan pengurangan ruang lingkup sertifikasi Apabila sertifikat klien ditarik, maka klien berkewajiban mengembalikan sertifikat kepada Mutu Certification International. 12. PERUBAHAN LINGKUP SERTIFIKASI Klien memiliki hak untuk menambah atau mengurangi lingkup sertifikasinya. Informasi terkait penambahan atau pengurangan lingkup sertifikasi wajib diinformasikan kepada Mutu Certification International secara tertulis ke alamat Mutu Certification International akan meninjau informasi yang diterimanya, untuk mengetahui permohonan perubahan lingkup apakah menyebabkan penambahan durasi audit, dan mengkalkulasi ulang biaya sertifikasi untuk diinformasikan kepada klien Sertifikat klien akan disesuaikan dengan lingkup yang dirubah setelah dilakukan audit yang bertujuan untuk meninjau pemenuhan persyaratan standar audit pada lingkup yang berubah dan setelah dilakukan keputusan sertifikasi yang menghasilkan keputusan positif. 13. KERAHASIAAN DAN KETIDAKBERPIHAKAN Seluruh personil karyawan dan/atau yang bekerja atas nama Mutu Certification International akan menjaga kerahasiaan terhadap proses sertifikasi sistem manajemen yang dilakukan kepada organisasi klien mencakup, tetapi tidak terbatas pada: Buki audit, mencakup data-data pengamatan audit, keterangan hasil wawancara audit, foto yang diambil auditor pada saat audit, salinan dokumen yang diberikan klien kepada auditor ketika audit, dan lain-lain Hasil audit Catatan lain terkait keputusan sertifikasi Komunikasi antara MUTU CERTIFICATION dengan klien Kerahasiaan tidak berlaku apabila diminta oleh hukum, Komite Akreditasi Nasional, atau pihak-pihak lain yang telah mendapatkan persetujuan dari klien. Aturan Pelaksanaan Sertifikasi Sistem Manajemen dan Ekolabel (Terbit 2, Revisi 2, Tgl 1 Mei 2017 Hal 5 / 7

6 13.3. Kewajiban terkait kerahasiaan akan tetap berlaku meskipun setelah pemutusan kontrak Kegiatan sertifikasi yang dilakukan oleh Mutu Certification International tidak memihak salah satu pihak, bebas dari ancaman konflik kepentingan, opini pribadi, kekeluargaan, dan ancaman intimidasi untuk memberi sertifikasi yang meyakinkan Untuk menjaga ketidakberpihakan, putusan lembaga sertifikasi mendasari pada bukti objektif pengamatan di lapangan dan putusan tidak dipengaruhi oleh kepentingan lain 14. BANDING DAN KELUHAN Banding adalah proses yang dilakukan oleh klien kepada Mutu Certification International apabila keberatan terhadap hasil audit yang dilakukan auditor Mutu Certification International. Banding diajukan secara tertulis dalam waktu selambat-lambatnya 3 hari kerja sejak hari audit terakhir oleh Mutu Certification International melalui ke alamat Informasi banding yang diterima Mutu Certification International akan ditindaklanjuti dengan membentuk komite ad-hoc untuk meninjau informasi banding. Komite ad-hoc berisi personil-personil yang tidak terlibat dalam kegiatan audit ataupun keputusan sertifikasi. Hasil dari penanganan banding akan disampaikan Mutu Certification International kepada klien Keluhan adalah informasi yang diterima Mutu Certification International dari klien atau pihak yang berkepentingan lainnya terhadap kinerja Mutu Certification International dalam melaksanakan sertifikasi sistem manajemen dan ekolabel. Keluhan diajukan secara tertulis oleh klien kepada Mutu Certification International melalui ke alamat 15. PUBLIKASI Publikasi terkait sertifikat dapat dilakukan oleh Mutu Certification International maupun klien Publikasi yang dilakukan oleh Mutu Certification International dilakukan dengan cara menampilkan nama klien yang sudah mendapatkan sertifikat di situs bersama dengan lingkup sertifikasinya Publikasi yang dapat dilakukan oleh klien mencakup penggunaan logo sertifikasi maupun pernyataan (klaim) sertifikasi yang dilakukan sendiri. Penggunaan logo sertifikasi dan pernyataan sertifikasi oleh klien mengacu kepada aturan penggunaan logo sertifikasi yang diterbitkan Mutu Certification International dan diberikan kepada kliennya bersamaan ketika diterbitkannya sertifikat. Penggunaan logo sertifikasi yang menyalahi aturan penggunaan logo sertifikasi dianggap sebagai sebuah ketidaksesuaian yang harus diperbaiki oleh klien. Mengenai jenis ketidaksesuaian terkait penggunaan logo diterangkan lebih lanjut dalam aturan penggunaan logo sertifikasi yang dapat diminta langsung kepada MMM ataupun mengunduh pada website 16. PEMINDAHAN SERTIFIKASI Mutu Certification International dapat melanjutkan sertifikasi sistem manajemen dari lembaga sertifikasi lain dengan beberapa persyaratan Hanya sertifikasi dari lembaga sertifikasi sistem manajemen yang mendapatkan akreditasi dari lembaga akreditasi yang tergabung dalam International Accreditation Forum (IAF) yang dapat dilanjutkan oleh Mutu Certification International Informasi permohonan pemindahan sertifikasi kepada Mutu Certification International dilakukan oleh calon klien dengan beberapa informasi pendukung Tinjauan pra-pemindahan Mutu Certification International akan melakukan tinjauan terhadap permohonan pemindahan yang mencakup aspek-aspek: - Alasan permohonan pemindahan - Keaslian, status, dan masa berlaku sertifikat calon klien pemindahan - Laporan audit terakhir dari lembaga sertifikasi yang akan memindahkan proses sertifikasi - Keluhan terhadap sistem manajemen calon pemindahan - Status hukum organisasi calon pemindahan Persyaratan pemindahan sertifikasi yang dapat diproses adalah jika: Aturan Pelaksanaan Sertifikasi Sistem Manajemen dan Ekolabel (Terbit 2, Revisi 2, Tgl 1 Mei 2017 Hal 6 / 7

7 - Sertifikat dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi yang diakui oleh lembaga akreditasi, tidak sedang dalam masa pembekuan, dan masih dalam masa berlaku. - Ketidaksesuaian dari hasil audit terakhir telah ditindaklanjuti dan dinyatakan selesai. - Organisasi calon pemindahan tidak sedang dalam proses penyelesaian hukum - Organisasi calon pemindahan tidak sedang dalam penanganan keluhan dari pihak berkepentingan Apabila persyaratan dalam butir 16.4 terpenuhi, Mutu Certification International dapat melanjutkan proses sertifikasi sesuai siklus normal klien ketika disertifikasi oleh lembaga sertifikasi terdahulunya. 17. PENARIKAN PRODUK DARI PASAR (KHUSUS SERTIFIKASI EKOLABEL) Klien yang dari hasil auditnya didapati ketidaksesuaian terhadap persyaratan ekolabel wajib melaksanakan penarikan produk dari pasar sesuai kondisi ketidaksesuaian yang terjadi. Aturan Pelaksanaan Sertifikasi Sistem Manajemen dan Ekolabel (Terbit 2, Revisi 2, Tgl 1 Mei 2017 Hal 7 / 7

Uncontrolled When Download

Uncontrolled When Download NOMOR : 2 TANGGAL TERBIT : 21 Juli 2014 Revisi : 0 1. DEFINISI 1.1 MUTU CERTIFICATION 2. AKREDITASI MUTU CERTIFICATION MUTU CERTIFICATION mendapatkan akreditasi dari KOMITE AKREDITASI NASIONAL (KAN) dengan

Lebih terperinci

PT MUTUAGUNG LESTARI ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN DAN EKOLABEL 5. KETIDAKBERPIHAKAN

PT MUTUAGUNG LESTARI ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN DAN EKOLABEL 5. KETIDAKBERPIHAKAN NOMOR : 2 TANGGAL TERBIT : 21 Juli 2014 REVISI : 1 TANGGAL REVISI : 27 Juli 2016 1. PENDAHULUAN 1.1 PT. Mutuagung Lestari atau yang disebut MUTU CERTIFICATION mendapatkan akreditasi dari KOMITE AKREDITASI

Lebih terperinci

Uncontrolled When Download

Uncontrolled When Download 1. DEFINISI 1.1. MUTU CERTIFICATION INTERNATIONAL PT Mutuagung Lestari, beralamat di Jalan Raya Bogor Km. 33.5 Nomor 19, Cimanggis, Depok, Jawa Barat (nomor telepon 021-8740202, nomor fax 021-87740745/87740746,

Lebih terperinci

PT MUTUAGUNG LESTARI ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI USAHA HOTEL NOMOR : 1 TANGGAL TERBIIT : 15/09/2014 REVISI : 1 TANGGAL REVISI : 27/07/2016

PT MUTUAGUNG LESTARI ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI USAHA HOTEL NOMOR : 1 TANGGAL TERBIIT : 15/09/2014 REVISI : 1 TANGGAL REVISI : 27/07/2016 ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI USAHA HOTEL NOMOR : 1 TANGGAL TERBIIT : 15/09/2014 REVISI : 1 TANGGAL REVISI : 27/07/2016 1. PENDAHULUAN 1.1 MUTU CERTIFICATION mendapatkan akreditasi dari KOMITE AKREDITASI

Lebih terperinci

ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI HOTEL..

ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI HOTEL.. ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI HOTEL.. 1. PENDAHULUAN 1.1. LSUP PT. ENHAII MANDIRI 186 mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor akreditasi LSUP-015-IDN; 1.2. LSUP PT. ENHAII

Lebih terperinci

Uncontrolled when download

Uncontrolled when download 1. PENDAHULUAN LSIH PT Mutuagung Lestari telah ditunjuk oleh KOLSIH untuk melaksanakan audit sistem sertifikasi industri hijau. 2. RUANG LINGKUP Ruang lingkup pelaksanaan sistem sertifikasi industri hijau

Lebih terperinci

INFORMASI SERTIFIKASI ISO 9001

INFORMASI SERTIFIKASI ISO 9001 Nomor : 8/1 Edisi-Revisi : E-2 Tanggal : 01 Juni 2016 Hal : 1 dari 9 LSSM BBTPPI Semarang (BISQA) adalah lembaga sertifikasi sistem manajemen mutu yang telah diakreditasi (diakui) oleh Komite Akreditasi

Lebih terperinci

ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU

ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU 1. PENDAHULUAN LSIH PT Mutuagung Lestari telah ditunjuk oleh KOLSIH untuk melaksanakan audit sistem sertifikasi industri hijau. 2. RUANG LINGKUP Ruang lingkup pelaksanaan sistem sertifikasi industri hijau

Lebih terperinci

PT MUTUAGUNG LESTARI

PT MUTUAGUNG LESTARI 1. PENDAHULUAN LS PRO PT Mutuagung Lestari telah ditunjuk oleh Komite Akreditasi untuk melaksanakan audit sistem sertifikasi produk 2. RUANG LINGKUP Ruang lingkup pelaksanaan sistem sertifikasi produk

Lebih terperinci

INFORMASI SERTIFIKASI ISO 9001

INFORMASI SERTIFIKASI ISO 9001 LSSM BBTPPI Semarang (BISQA) adalah lembaga sertifikasi sistem manajemen mutu yang telah diakreditasi (diakui) oleh Komite Akreditasi Nasional - Badan Standardisasi Nasional (KAN-BSN) dalam memberikan

Lebih terperinci

PT MUTUAGUNG LESTARI

PT MUTUAGUNG LESTARI 1. PENDAHULUAN LSPro PT Mutuagung Lestari telah ditunjuk oleh CARB sebagai TPC untuk melaksanakan audit sistem sertifikasi emisi formaldehida dari produk kayu komposit yang akan dijual, dan digunakan di

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN SERTIFIKASI B4T - QSC

SYARAT DAN ATURAN SERTIFIKASI B4T - QSC A. JASA SERTIFIKASI B4T QSC LINGKUP SERTIFIKASI B4T QSC Lingkup sertifikasi B4T QSC meliputi sertifikasi : 1. Sertifikasi sistem manajemen mutu ( ISO 9001:2008 ) 2. Sertifikasi sistem manajemen lingkungan

Lebih terperinci

CODES OF PRACTICE. Dokumen: Codes of Practice Edisi / Rev: 1 / 2 Tanggal: 03 April 2017 Hal : Hal 1 dari 7

CODES OF PRACTICE. Dokumen: Codes of Practice Edisi / Rev: 1 / 2 Tanggal: 03 April 2017 Hal : Hal 1 dari 7 1. Pendahuluan Codes of Practice ini telah ditulis sesuai dengan persyaratan badan akreditasi nasional dan dengan persetujuan PT AJA Sertifikasi Indonesia yang saat ini beroperasi. PT. AJA Sertifikasi

Lebih terperinci

CODES OF PRACTICE. 1. Pendahuluan

CODES OF PRACTICE. 1. Pendahuluan 1. Pendahuluan Codes of Practice ini telah ditulis sesuai dengan persyaratan badan akreditasi nasional dan dengan persetujuan PT AJA Sertifikasi Indonesia yang saat ini beroperasi. PT. AJA Sertifikasi

Lebih terperinci

Meliputi penerimaan survailen, resertifikasi & perluasan lingkup audit.

Meliputi penerimaan survailen, resertifikasi & perluasan lingkup audit. 1. Tujuan Prosedur ini digunakan sebagai acuan untuk mengatur aktivitas yang berkaitan dengan Survailen, Resertifikasi & Perluasan Lingkup PT Sertifikasi Mutu Indonesia. 2. Ruang lingkup Meliputi penerimaan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL PROVINSI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2017

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL PROVINSI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2017 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA TENGAH PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL PROVINSI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2017 Pertumbuhan Produksi Industri Mikro dan Kecil (q-to-q) Jawa

Lebih terperinci

PT MUTUAGUNG LESTARI ATURAN PELAKSANAAN ORGANIK

PT MUTUAGUNG LESTARI ATURAN PELAKSANAAN ORGANIK NO TERBIT : 2 TANGGAL TERBIT : 9 Maret 2015 REVISI : 1 TANGGAL REVISI : 27 September 2016 1. PENDAHULUAN 1.1 PT. Mutuagung Lestari atau yang disebut MUTU CERTIFICATION mendapatkan akreditasi dari KOMITE

Lebih terperinci

Pedoman Penggunaan Logo Sertifikasi Sistem Manajemen

Pedoman Penggunaan Logo Sertifikasi Sistem Manajemen Sertifikasi Sistem Manajemen Logo sertifikasi Mutu Certification International (selanjutnya disebut Logo Sertifikasi) hanya dapat digunakan oleh organisasi yang telah mendapatkan sertifikat dan dapat terus

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PENGALIHAN SPPT SNI. Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia

KEBIJAKAN PENGALIHAN SPPT SNI. Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia DPLS 16 KEBIJAKAN PENGALIHAN SPPT SNI Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala Wanabakti, Blok IV, Lt. 4 Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta 10270 Indonesia

Lebih terperinci

UNCONTROLLED WHEN DOWNLOAD

UNCONTROLLED WHEN DOWNLOAD 1. PENDAHULUAN LPPHPL PT Mutuagung Lestari telah diakreditasi KAN (LPPHPL-008-IDN) dan telah ditetapkan oleh Menteri Kehutanan, merupakan bagian dari PT Mutuagung Lestari yang melaksanakan Penilaian Kinerja

Lebih terperinci

2. Layanan-layanan LS ICSM Indonesia akan memberikan layanan-layanan sebagai berikut:

2. Layanan-layanan LS ICSM Indonesia akan memberikan layanan-layanan sebagai berikut: 1. Perjanjian Perjanjian ini dibuat pada tanggal ditandatangani, antara pihak (1) LS ICSM Indonesia sebagai lembaga sertifikasi, beralamat di Jalan Raya Lenteng Agung No. 11B, Jakarta Selatan 12610 dan

Lebih terperinci

LVLK PT MUTUAGUNG LESTARI

LVLK PT MUTUAGUNG LESTARI 1. PENDAHULUAN LVLK PT. Mutuagung Lestari telah diakreditasi KAN (LVLK-003-IDN) dan telah ditetapkan oleh Menteri Kehutanan, merupakan bagian dari PT Mutuagung Lestari yang melaksanakan Verifikasi Legalitas

Lebih terperinci

UCONTROLLED WHEN PRINTED

UCONTROLLED WHEN PRINTED NO TERBIT : 2 TANGGAL TERBIT : 9 Maret 2015 REVISI : 0 1. PENDAHULUAN Aturan ini mempunyai struktur sesuai dengan persyaratan dari International Federation of Organic Agriculture Movement (IFOAM), Accreditation

Lebih terperinci

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Triwulan III Tahun 2017

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Triwulan III Tahun 2017 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI BANTEN Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur ulan III Tahun 2017 Pertumbuhan Produksi IBS ulan III 2017 Naik 0,33 Persen Pertumbuhan Produksi IMK ulan III 2017 Naik 1,08

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERJANJIAN SERTIFIKASI PERATURAN SERTIFIKASI

LAMPIRAN PERJANJIAN SERTIFIKASI PERATURAN SERTIFIKASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BALAI BESAR BAHAN DAN BARANG TEKNIK Jl. Sangkuriang No. 14 Bandung 40135 JAWA BARAT INDONESIA Telp. 022 2504088, 2510682, 2504828 Fax. 022 2502027 Website : www.b4t.go.id

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN I TAHUN 2017

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN I TAHUN 2017 No. 26/05/36/Th.XI, 2 Mei 2017 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN I TAHUN 2017 PERTUMBUHAN PRODUKSI IBS NAIK 4,72 PERSEN DAN IMK NAIK 17,11 PERSEN PADA TRIWULAN I TAHUN 2017 DARI TRIWULAN

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA TIMUR

BPS PROVINSI JAWA TIMUR BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 71/11/35/Th. X, 1 November 2012 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR JAWA TIMUR TRIWULAN III TAHUN 2012 Secara umum, sektor industri manufaktur besar dan sedang pada Triwulan

Lebih terperinci

LAMP03-PM12 Ketentuan & Syarat Sertifikasi rev dari 5

LAMP03-PM12 Ketentuan & Syarat Sertifikasi rev dari 5 1. Pengantar Skema Aturan ini telah ditulis sesuai dengan persyaratan dari Anggota Badan Akreditasi Nasional IAF di bawah Skema Sertifikasi Terakreditasi. PT. Global Certification Indonesia, selanjutnya

Lebih terperinci

PEMELIHARAAN, PERLUASAN, PENGURANGAN, PENANGGUHAN/PEMBEKUAN, DAN / ATAU PENCABUTAN/ PEMBATALAN SERTIFIKAT (SISTEM SMKP/ISO 22000)

PEMELIHARAAN, PERLUASAN, PENGURANGAN, PENANGGUHAN/PEMBEKUAN, DAN / ATAU PENCABUTAN/ PEMBATALAN SERTIFIKAT (SISTEM SMKP/ISO 22000) PEMELIHARAAN, PERLUASAN, PENGURANGAN, PENANGGUHAN/PEMBEKUAN, DAN / ATAU PENCABUTAN/ PEMBATALAN SERTIFIKAT (SISTEM SMKP/ISO 22000) 6.1 Pemeliharaan Sertifikat 6.1.1 Pemeliharaan Sertifikat meliputi kegiatan

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LEMBAGA SERTIFIKASI ORGANIK. Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LEMBAGA SERTIFIKASI ORGANIK. Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia DPLS 20 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LEMBAGA SERTIFIKASI ORGANIK Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung 1 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Lt. 14 Jl.

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV TAHUN 2013

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV TAHUN 2013 No. 08/02/36/Th. VIII, 3 Februari 2014 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV TAHUN 2013 Pada triwulan IV Tahun 2013, Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) triwulanan

Lebih terperinci

ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI DAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU

ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI DAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI DAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU 1.0 PENDAHULUAN PT. Ayamaru Sertifikasi menyusun Aturan Pelaksanaan ini untuk digunakan

Lebih terperinci

PERSYARATAN SERTIFIKASI F-LSSM

PERSYARATAN SERTIFIKASI F-LSSM PERSYARATAN SERTIFIKASI LEMBAGA SERTIFIKASI SISTIM MUTU () KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN R.I BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI PALEMBANG JL. PERINDUSTRIAN II

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Penilaian perusahaan ini melibatkan peranan manajer keuangan, dimana. mengambil keputusan merupakan kegiatan para manajer.

BAB I PENDAHULUAN. Penilaian perusahaan ini melibatkan peranan manajer keuangan, dimana. mengambil keputusan merupakan kegiatan para manajer. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penilaian perusahaan merupakan suatu hal yang paling penting bagi perusahaan yang sudah go public karena mencerminkan kinerja perusahaan yang dapat mempengaruhi investor

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA TIMUR

BPS PROVINSI JAWA TIMUR BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 30/05/35/Th. X, 1 Mei 2012 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR JAWA TIMUR TRIWULAN I TAHUN 2012 Produksi industri manufaktur besar dan sedang di Jawa Timur pada triwulan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN III TAHUN 2015

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN III TAHUN 2015 No. 52/11/36/Th.IX, 2 November 2015 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN III TAHUN 2015 PERTUMBUHAN PRODUKSI IBS NAIK 2,40 PERSEN DAN IMK TURUN 1,63 PERSEN PADA TRIWULAN III TAHUN 2015 DARI

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN III TAHUN 2014

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN III TAHUN 2014 No. 51/10/36/Th. VIII, 3 November 2014 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN III TAHUN 2014 Pada triwulan III Tahun 2014, Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) triwulanan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV TAHUN 2014

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV TAHUN 2014 No. 08/02/36/Th. IX, 2 Februari 2015 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV TAHUN 2014 Pada triwulan IV Tahun 2014, Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) triwulanan

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT No. 11 /02/52/Th.VII, 1 Februari 2016 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TRIWULAN IV TAHUN 2015 1. Pertumbuhan

Lebih terperinci

P02 Rev.C 01/06/2016 : Pedoman Transfer Sertifikat PHPL dan Legalitas Kayu

P02 Rev.C 01/06/2016 : Pedoman Transfer Sertifikat PHPL dan Legalitas Kayu 1. RUANG LINGKUP Pedoman ini mencakup tata cara transfer Sertifikat PHPL atau Sertifikat LK kepada PT Trustindo Prima Karya dan transfer Sertifikat PHPL atau Sertifikat LK dari PT Trustindo Prima Karya

Lebih terperinci

AGRO-BASED INDUSTRY CERTIFICATION SERVICES

AGRO-BASED INDUSTRY CERTIFICATION SERVICES PANDUAN PROSES SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008, SERTIFIKASI SISTEM HACCP, DAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN PANGAN ISO 22000:2005 AGRO-BASED INDUSTRY CERTIFICATION SERVICES BALAI

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT No. 74 /11/52/Th.VI, 2 November 2015 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TRIWULAN III TAHUN 2015 1. Pertumbuhan

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT No. 53/08/52/Th.VI, 3 Agustus 2015 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TRIWULAN II TAHUN 2015 1. Pertumbuhan produksi

Lebih terperinci

PT INTEGRITA GLOBAL SERTIFIKAT PANDUAN SERTIFIKASI PRODUK LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK

PT INTEGRITA GLOBAL SERTIFIKAT PANDUAN SERTIFIKASI PRODUK LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK PT INTEGRITA GLOBAL SERTIFIKAT PANDUAN SERTIFIKASI PRODUK LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK PT INTEGRITA GLOBAL SERTIFIKAT Kompleks Ruko Taman Tekno Boulevard, Blok A 20 Jl. Taman Tekno Widya, Serpong, Tangerang

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT No. 72 /11/52/Th.VII, 01 November 2016 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TRIWULAN III TAHUN 2016 1. Pertumbuhan

Lebih terperinci

Figur Data Kota Surakarta Tahun

Figur Data Kota Surakarta Tahun PENDAPATAN REGIONAL Regional Income 11 Figur Data Kota Surakarta Tahun 2014 256 Pendapatan Regional Regional Income PDRB Kota Surakarta yang disajikan secara series memberikan gambaran kinerja ekonomi

Lebih terperinci

LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK

LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK PT. ANUGERAH GLOBAL SUPERINTENDING DOKUMEN PENDUKUNG KETENTUAN DAN TATA CARA SERTIFIKASI PRODUK Depok, 22 Juni 2016 Disahkan oleh, Nurhayati Syarief General Manager Edisi : A No. Revisi : 0 Halaman : 1

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAKSANAAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA PEMILIK HUTAN HAK

PEDOMAN PELAKSANAAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA PEMILIK HUTAN HAK Lampiran 3.3. Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan Nomor : P.5/VI-BPPHH/2014 Tanggal : 14 Juli 2014 Tentang : Standar dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari

Lebih terperinci

Komite Akreditasi Nasional

Komite Akreditasi Nasional PEDOMAN 501-2003 Penilaian Kesesuaian Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Personel Adopsi dari ISO/IEC 17024 : 2003 Komite Akreditasi Nasional 1 dari 14 Penilaian Kesesuaian - Persyaratan Umum Lembaga

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA TIMUR

BPS PROVINSI JAWA TIMUR BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 12/02/35/Th. X, 1 Februari 2012 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR JAWA TIMUR TRIWULAN IV TAHUN 2011 Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang di Jawa

Lebih terperinci

Tabel/Table Sektor/Sub Sektor Sectors/Sub Sectors

Tabel/Table Sektor/Sub Sektor Sectors/Sub Sectors Tabel/Table 12.1 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Gross Regional Domestic Product at Current Market Price 2004-2008 ( 000 000 Rp ) Sektor/Sub Sektor Sectors/Sub Sectors 2004 2005*)

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG TRIWULAN I TAHUN 2011

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG TRIWULAN I TAHUN 2011 NO. 24/05/33 TH. V, 2 MEI 2011 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG TRIWULAN I TAHUN 2011 Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang triwulan I(Januari - Maret ) tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG PROVINSI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2017

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG PROVINSI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2017 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA TENGAH PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG PROVINSI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2017 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang

Lebih terperinci

Pedoman Multilokasi Sertifikasi Produk dan Legalitas Kayu

Pedoman Multilokasi Sertifikasi Produk dan Legalitas Kayu DPLS 19 rev.0 Pedoman Multilokasi Sertifikasi Produk dan Legalitas Kayu Issue Number : 000 Desember 2013 Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala Wanabakti, Blok

Lebih terperinci

Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Ekolabel

Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Ekolabel Pedoman KAN 801-2004 Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Ekolabel Komite Akreditasi Nasional Kata Pengantar Pedoman ini diperuntukkan bagi lembaga yang ingin mendapat akreditasi sebagai Lembaga Sertifikasi

Lebih terperinci

ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI DAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU

ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI DAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI DAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU 1.0 PENDAHULUAN PT. Ayamaru Sertifikasi menyusun Aturan Pelaksanaan ini untuk digunakan

Lebih terperinci

PEDOMAN KNAPPP 01:2005. Kata Pengantar

PEDOMAN KNAPPP 01:2005. Kata Pengantar Kata Pengantar Pertama-tama, kami mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang atas izinnya revisi Pedoman Komisi Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP), yaitu Pedoman KNAPPP

Lebih terperinci

o. id.g ps w.b w //w tp : ht o. id.g ps w.b w //w tp : ht PERKEMBANGAN INDEKS PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG 2013 2015 ISSN : 1978-9602 No. Publikasi : 05310.1506 Katalog BPS : 6102002 Ukuran

Lebih terperinci

TABEL POKOK PDRB / GRDP PRIMER TABLES OF MUSI BANYUASIN. Tabel / Table 11.1

TABEL POKOK PDRB / GRDP PRIMER TABLES OF MUSI BANYUASIN. Tabel / Table 11.1 Tabel / Table 11.1 PDRB Kabupaten Musi Banyuasin Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku GRDP of Musi Banyuasin Regency at Current Prices by Industrial Origin (Juta Rupiah / Million Rupiahs) 1.

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. III.1. Objek penelitian. III.1.1. Sejarah Singkat

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. III.1. Objek penelitian. III.1.1. Sejarah Singkat BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN III.1. Objek penelitian III.1.1. Sejarah Singkat Banyak perusahaan yang telah tercatat di bursa efek dan memiliki produksi yang berbeda di setiap perusahaan, setiap

Lebih terperinci

Pedoman Umum Akreditasi dan Sertifikasi Ekolabel

Pedoman Umum Akreditasi dan Sertifikasi Ekolabel Pedoman KAN 800-2004 Pedoman Umum Akreditasi dan Sertifikasi Ekolabel Komite Akreditasi Nasional KATA PENGANTAR Pedoman ini diperuntukkan bagi semua pihak yang berkepentingan dengan penerapan Skema Sertifikasi

Lebih terperinci

Pedoman: PD Rev. 02

Pedoman: PD Rev. 02 Pedoman: PD-07-01.Rev. 02 PERSYARATAN DAN ATURAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001 : 2008 / SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001 : 2004. INDAH KARYA REGISTER CERTIFICATION SERVICES I. UMUM 1.1

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG TRIWULAN IV TAHUN 2014

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG TRIWULAN IV TAHUN 2014 NO. // TH. IX, FEBRUARI PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG TRIWULAN IV TAHUN PERTUMBUHAN PRODUKSI IBS TRIWULAN-IV TH NAIK,9 PERSEN DARI TRW-III TH Pertumbuhan (q-to-q) produksi Industri

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DAN LEMBAGA INSPEKSI

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DAN LEMBAGA INSPEKSI KAN 01 Rev. 5 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DAN LEMBAGA INSPEKSI Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung I BPPT, Lt. 14 Jl. MH Thamrin No. 8, Kebon Sirih,

Lebih terperinci

PENGUMUMAN HASIL KEGIATAN LEMBAGA SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN

PENGUMUMAN HASIL KEGIATAN LEMBAGA SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN PENGUMUMAN HASIL KEGIATAN LEMBAGA SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN Identitas LSSML : Nama LSSML : PT EQUALITY INDONESIA Alamat : Jl. Raya Sukaraja No. 72 Bogor 16710 Telp. : +62251 7550722 Fax.

Lebih terperinci

PT MUTUAGUNG LESTARI ATURAN PELAKSANAAN (LS SMKP LS HACCP) NO TERBIT : 2 TANGGAL TERBIT : 21 Juni 2016 REVISI : 0

PT MUTUAGUNG LESTARI ATURAN PELAKSANAAN (LS SMKP LS HACCP) NO TERBIT : 2 TANGGAL TERBIT : 21 Juni 2016 REVISI : 0 NO TERBIT : 2 TANGGAL TERBIT : 21 Juni 2016 REVISI : 0 1. PENDAHULUAN 1.1 Aturan ini mempunyai struktur sesuai dengan persyaratan dari Komite Akreditasi Nasional Indonesia, yang menjadi pegangan Lembaga

Lebih terperinci

BAB 11. PENDAPATAN REGIONAL CHAPTER 11. REGIONAL INCOME

BAB 11. PENDAPATAN REGIONAL CHAPTER 11. REGIONAL INCOME BAB 11. PENDAPATAN REGIONAL Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi Tahun 2013 Atas Dasar Harga Konstan tahun 2000 mengalami kenaikan sebesar 7,88 persen. Kenaikan ini merupakan

Lebih terperinci

PROSES SERTIFIKASI 20/6/2012

PROSES SERTIFIKASI 20/6/2012 Disahkan oleh: Manajer Pelaksana Hal. 1 dari 7 1. RUANG LINGKUP Prosedur ini merinci tahapan proses sertifikasi Sistem Manajemen Klien mencakup pemberian, pemeliharaan, perluasan, pengurangan, penagguhan,

Lebih terperinci

Penerapan skema sertifikasi produk

Penerapan skema sertifikasi produk LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK CHEMPACK BALAI BESAR KIMIA DAN KEMASAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI E-mail : lspro_chempack@yahoo.com LSPr-021-IDN Penerapan skema sertifikasi produk Sub kategori

Lebih terperinci

PT MUTUAGUNG LESTARI

PT MUTUAGUNG LESTARI NO TERBIT : 1 TANGGAL TERBIT : 2 April 2014 REVISI : 0 1. PENDAHULUAN Aturan ini mempunyai struktur sesuai dengan persyaratan dari Komite Akreditasi Nasional Indonesia, yang menjadi pegangan Lembaga Sertifikasi

Lebih terperinci

PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 3 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN KETENTUAN UMUM LISENSI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI

PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 3 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN KETENTUAN UMUM LISENSI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 3 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN KETENTUAN UMUM LISENSI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL SERTIFIKASI

Lebih terperinci

2017, No Indonesia Nomor 4433) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 T

2017, No Indonesia Nomor 4433) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 T BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.153, 2017 KEMEN-KP. Sertifikasi HAM Perikanan. Persyaratan dan Mekanisme. PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2/PERMEN-KP/2017 TENTANG

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG 1 PERATURAN KEPALA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG AKREDITASI LEMBAGA PENILAIAN KESESUAIAN PENYEDIA JASA DI BIDANG INFORMASI GEOSPASIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

PENGUMUMAN PERUBAHAN SERTIFIKAT LEGALITAS KAYU (S-LK) DI CV SAUDARA BANGUN SEJAHTERA, KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH

PENGUMUMAN PERUBAHAN SERTIFIKAT LEGALITAS KAYU (S-LK) DI CV SAUDARA BANGUN SEJAHTERA, KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PENGUMUMAN PERUBAHAN SERTIFIKAT LEGALITAS KAYU (S-LK) DI CV SAUDARA BANGUN SEJAHTERA, KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH Identitas LV-LK : I. Nama LV-LK : PT. EQUALITY INDONESIA Alamat : Jl. Raya Sukaraja

Lebih terperinci

o. id.g ps.b w w //w ht tp : o. id.g ps.b w w //w ht tp : PERKEMBANGAN INDEKS PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG 2014-2016 ISSN: 1978-9602 Nomor Publikasi: 05310.1605 Katalog: 6102002 Ukuran

Lebih terperinci

Auditor Akreditasi Lembaga Sertifikasi Ekolabel

Auditor Akreditasi Lembaga Sertifikasi Ekolabel Pedoman KAN 802-2004 Auditor Akreditasi Lembaga Sertifikasi Ekolabel Komite Akreditasi Nasional Kata Pengantar Pedoman ini diperuntukkan bagi Komite Akreditasi Nasional (KAN) didalam melakukan rekruitmen

Lebih terperinci

i) Pemohon harus memperbolehkan Lembaga Sertifikasi GCI untuk melakukan kunjungan surveilans pada waktu yang disebutkan dalam individual quotation.

i) Pemohon harus memperbolehkan Lembaga Sertifikasi GCI untuk melakukan kunjungan surveilans pada waktu yang disebutkan dalam individual quotation. 1. Pengantar Skema Aturan ini telah ditulis sesuai dengan persyaratan dari Anggota Badan Akreditasi Nasional IAF di bawah Skema Sertifikasi Terakreditasi. PT. Global Certification Indonesia, selanjutnya

Lebih terperinci

Semua persyaratan pada klausul 5.1 dari ISO terpenuhi. 5.d Lembaga Sertifikasi harus mempunyai dokumen legalitas hukum

Semua persyaratan pada klausul 5.1 dari ISO terpenuhi. 5.d Lembaga Sertifikasi harus mempunyai dokumen legalitas hukum Lampiran 1. Gap analisis standar Pedoman BSN 1001:1999 terhadap ISO 17021:2006 dan ISO 22003:2007. ISO/IEC 17021 : 2006 ISO/IEC 22003:2007 Pedoman BSN 1001-1999 5 Persyaratan Umum 5 Persyaratan Umum 5.1

Lebih terperinci

Terbitan Nomor : 4 Desember 2012

Terbitan Nomor : 4 Desember 2012 KAN 02 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI PENYELENGGARA UJI PROFISIENSI (PUP) Terbitan Nomor : 4 Desember 2012 Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala W anabakti,

Lebih terperinci

PENGUMUMAN PERUBAHAN SERTIFIKAT LEGALITAS KAYU (S-LK) DI PERUM PERHUTANI INDUSTRI KAYU WILAYAH I KBM IK CEPU, KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA TIMUR

PENGUMUMAN PERUBAHAN SERTIFIKAT LEGALITAS KAYU (S-LK) DI PERUM PERHUTANI INDUSTRI KAYU WILAYAH I KBM IK CEPU, KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA TIMUR Lampiran Surat No : 196/EQ.S/V/2014, tanggal 13 Mei 2014 PENGUMUMAN PERUBAHAN SERTIFIKAT LEGALITAS KAYU (S-LK) DI PERUM PERHUTANI INDUSTRI KAYU WILAYAH I KBM IK CEPU, KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA

Lebih terperinci

LISTRIK DAN AIR MINUM Electricity and Water Supply

LISTRIK DAN AIR MINUM Electricity and Water Supply Manufacturing, Mining, Quarrying and Energy PERINDUSTRIAN Manufacturing PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN Mining and Quarrying LISTRIK DAN AIR MINUM Electricity and Water Supply Perindustrian,Pertambangan,Penggalian

Lebih terperinci

LISTRIK DAN AIR MINUM Electricity and Water Supply

LISTRIK DAN AIR MINUM Electricity and Water Supply Manufacturing, Mining, Quarrying and Energy PERINDUSTRIAN Manufacturing PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN Mining and Quarrying LISTRIK DAN AIR MINUM Electricity and Water Supply Perindustrian,Pertambangan,Penggalian

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG, TRIWULAN III TAHUN 2015

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG, TRIWULAN III TAHUN 2015 l NO. 76/11/33 TH. IX, 2 NOVEMBER 2015 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG, TRIWULAN III TAHUN 2015 PERTUMBUHAN PRODUKSI IBS TRIWULAN-III TH 2015 TURUN -2,38 PERSEN DARI TRW-II TH

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG, TRIWULAN II TAHUN 2015

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG, TRIWULAN II TAHUN 2015 NO. 54/08/33 TH. IX, 3 AGUSTUS 2015 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG, TRIWULAN II TAHUN 2015 PERTUMBUHAN PRODUKSI IBS TRIWULAN-II TH 2015 NAIK 6,22 PERSEN DARI TRIWULAN I TH 2015

Lebih terperinci

PROSEDUR MUTU LSPro-BBIA

PROSEDUR MUTU LSPro-BBIA Halaman : 1 dari 7 1. RUANG LINGKUP Prosedur ini merinci proses Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI). 2. DEFINISI Tidak ada. 3. TANGGUNG JAWAB Manajer Operasi bertanggung jawab terhadap keseluruhan

Lebih terperinci

PROSES SERTIFIKASI Hal. 1 dari 8

PROSES SERTIFIKASI Hal. 1 dari 8 PROSES SERTIFIKASI Hal. 1 dari 8 1. RUANG LINGKUP Prosedur ini merinci tahapan proses sertifikasi Sistem Manajemen Klien mencakup pemberian, pemeliharaan, perluasan, pengurangan, penagguhan, pencabutan

Lebih terperinci

Penerapan skema sertifikasi produk

Penerapan skema sertifikasi produk LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK CHEMPACK BALAI BESAR KIMIA DAN KEMASAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI E-mail : lspro_chempack@yahoo.com LSPr-021-IDN Penerapan skema sertifikasi produk Sub kategori

Lebih terperinci

LSSM BBLM PEDOMAN MUTU ATURAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN MUTU

LSSM BBLM PEDOMAN MUTU ATURAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN MUTU 1. Audit Tahap I, terkait dengan Tinjauan Manual Tindakan koreksi hasil Audit Tahap I, harus segera dilakukan oleh pemohon dalam batas waktu 2 (dua) bulan. Jika dalam batas waktu tersebut, pemohon belum

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG, TRIWULAN I TAHUN 2015

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG, TRIWULAN I TAHUN 2015 NO. 33/05/33 TH. IX, 4 MEI 2015 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG, TRIWULAN I TAHUN 2015 PERTUMBUHAN PRODUKSI IBS TRIWULAN-I TH 2015 TURUN -3,74 PERSEN DARI TRW-IV TH 2014 Pertumbuhan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.167, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN LH. Logo. Ekolabel. Pencantuman. PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PENCANTUMAN LOGO EKOLABEL DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PENGUMUMAN PERUBAHAN SERTIFIKAT LEGALITAS KAYU (S-LK) DI PT PARISINDO PRATAMA, KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT

PENGUMUMAN PERUBAHAN SERTIFIKAT LEGALITAS KAYU (S-LK) DI PT PARISINDO PRATAMA, KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT Lampiran Surat No : 064.1/EQ.S/II/2014, tanggal 5 Februari 2014 PENGUMUMAN PERUBAHAN SERTIFIKAT LEGALITAS KAYU (S-LK) DI PT PARISINDO PRATAMA, KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT Identitas LV-LK : I. Nama

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DAN LEMBAGA INSPEKSI

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DAN LEMBAGA INSPEKSI KAN 01 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DAN LEMBAGA INSPEKSI Terbitan Nomor: 4 Februari 2012 Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala Wanabakti, Blok

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR SUMATERA UTARA TRIWULAN IV-2016

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR SUMATERA UTARA TRIWULAN IV-2016 BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 10/02/12/Thn. XX, 01 Februari 2017 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR SUMATERA UTARA TRIWULAN IV-2016 PERTUMBUHAN PRODUKSI IBS SUMATERA UTARA TRIWULAN IV-2016 TURUN

Lebih terperinci

LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI MANADO (LSPro BARISTAND INDUSTRI MANADO)

LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI MANADO (LSPro BARISTAND INDUSTRI MANADO) LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI MANADO (LSPro BARISTAND INDUSTRI MANADO) {xtypo_dropcap}l{/xtypo_dropcap}spro Baristand Industri Manado adalah Lembaga Sertifikasi yang

Lebih terperinci

LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK

LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK Halaman : 1 dari 7 1.0 Tujuan Sebagai petunjuk pelaksanaan proses Sertifikasi Produk. 2.0 Ruang Lingkup Mencakup tata cara proses sertifikasi produk secara rinci, surveilen, resertifikasi dan perubahan

Lebih terperinci

PANDUAN INTERPRETASI UNTUK BUTIR-BUTIR PEDOMAN BSN 401-2000 : "PERSYARATAN UMUM LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK"

PANDUAN INTERPRETASI UNTUK BUTIR-BUTIR PEDOMAN BSN 401-2000 : PERSYARATAN UMUM LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK PEDOMAN KAN 402-2007 PANDUAN INTERPRETASI UNTUK BUTIR-BUTIR PEDOMAN BSN 401-2000 : "PERSYARATAN UMUM LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK" Komite Akreditasi Nasional Adopsi dari IAF-GD5-2006 Issue 2 1 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DP.01.07 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala Wanabakti, Blok IV, Lt. 4 Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta

Lebih terperinci

Lampiran Surat No : 248.5/EQ.S/IV/2015, tanggal 28 April 2015

Lampiran Surat No : 248.5/EQ.S/IV/2015, tanggal 28 April 2015 Lampiran Surat No : 248.5/EQ.S/IV/2015, tanggal 28 April 2015 Identitas LV-LK : PENGUMUMAN REVISI SERTIFIKAT VERIFIKASI LEGALITAS KAYU (VLK) PADA PT SUKSES WIJAYA ADIMAKMUR, KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAKSANAAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA ETPIK NON-PRODUSEN

PEDOMAN PELAKSANAAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA ETPIK NON-PRODUSEN Lampiran 3.8. Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan Nomor : P.5/VI-BPPHH/2014 Tanggal : 14 Juli 2014 Tentang : Standar dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari

Lebih terperinci