BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. La Tulipes Cosmetiques didirikan pada tahun 1980 setelah melalui penelitian

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. La Tulipes Cosmetiques didirikan pada tahun 1980 setelah melalui penelitian"

Transkripsi

1 99 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Responden Profil PT. Rembaka La Tulipes Cosmetiques didirikan pada tahun 1980 setelah melalui penelitian laboratories dan klinis yang cukup lama. Ide dari pendirian waktu itu ialah membuat produk kosmetika yang hypoallergenic (berdaya alergi rendah) dan sesuai dengan iklim tropis. Untuk hal ini telah dilakukan penelitian oleh Dokter konsultan medis La Tulipe Cosmetiques dengan melakukan uji klinis dan Patch Test (uji temple kulit) dan telah dipublikasikan pada majalah kedokteran Indonesia dan farmasi di Indonesia pada tahun Adapun gagasan memakai nama La Tulipe Cosmetiques bagi kosmetika yang akan diproduksi diambil dari kata : La : diambil dari bahasa Perancis, dimana Paris merupakan barometer mode dan kecantikan dunia. Sedangkan Tulipe ; nama bunga tulip yang tidak mudah layu (kisut, keriput) dan berdiri tegak (kencang, tidak mudah kendur). Pada Gambar 4.1 disajikan logo dari La Tulipe Cosmetiques.

2 100 Gambar 4.1 Logo PT. Rembaka Sumber : Google Disamping itu merek La Tulipe diharapkan agar dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat internasional. La Tulipe Cosmetiques memiliki visi dan misi sebagai berikut : Visi Utama pendiri adalah untuk menjadi pemimpin dalam pasar kosmetik Indonesia, unggul dalam R&D, serta menjadi pelopor dalam barisan produk perawatan kecantikan. Misi Utama pendiri adalah untuk menyediakan produk berkualitas tinggi pada pelanggan dengan mengedepankan faktor hypoallergenic dan kemanjuran produk kami yang dikombinasi dengan komitmen tinggi pada pelayanan pelanggan untuk mencapai kepuasan pelanggan.

3 Perkembangan La Tulipe Cosmetiques Pada Tahun 1983, dimulai dengan home industry dan pada awalnya hanya memproduksi kosmetika pembersih dan penyegar kemudian disusul pelembab dan lain lain. Pada Tahun 1985, pindah ke jalan Prapen Surabaya dan La Tulipe Cosmetiques menambah produk produk barunya guna melengkapi perawatan kulit (Skin care), baik dengan maupun tanpa kelainan untuk keperluan ujian Negara tingkat dasar dan tingkat terampil. Pada waktu itu La Tulipe Cosmetiques hanya dipasarkan di daerah Jawa Timur saja dan belum dipromosikan secara besar besaran namun sudah menunjukkan hasil yang cukup nyata dan diterima masyarakat. Hal ini terbukti dengan dipakainya produk produk La Tulipe Cosmetiques oleh para ahli kecantikan dan dokter- dokter ahli di bidang kosmetika. industri). Pada Tahun 1986, pindah lagi ke Jalan Jemur Sari Surabaya (mendekati pasar Pada Tahun 1987, Mulai pindah dari home industry dan menempati tempat di jalan Rungkut Industri VIII No Surabaya (kontrak) dengan nama PT. Rembaka (yang diambil dari bahasa jawa yang berarti berkembang bersama ). Disamping produk perawatan seperti tersebut diatas, La Tulipe Cosmetiques juga melengkapi produk produk : Skin care, tata rias panggung, tata rias wajah, tat arias fantasi, untuk melengkapi ujian negara tingkat mahir dan keperluan salon salon

4 102 kecantikan. Sebagai penampilan pertama dari produk produk Tata Rias La Tulipe Cosmetiques, diawali dengan dipakainya produk La Tulipe Cosmetiques oleh ahli kecantikan dalam lomba lomba Tata Rias, baik dalam taraf Nasional maupun Internasional. Pada kesempatan itu La Tulipe Cosmetiques keluar sebagai Juara Umum dalam lomba tingkat Nasional 1987 dan juara Tingkat ASEAN Pada Tahun 1995, mulai pembangunan pabrik di Jalan Brebek Industri VII no. 4 Waru Sidoarjo, yang dirancang untuk memenuhi syarat CPKB (Cara Pemakaian Kosmetika yang Baik) yang rencan dioperasionalkan pada tahun Namun karena situasi yang belum memungkinkan maka baru pada awal millennium ke III ini bisa ditempati dan diresmikan. Bersamaan dengan kemajuan kemajuan yang dicapai dalam bidang produksi, maka La Tulipe Cosmetiques juga meningkatkan promosinya ke seluruh wilayah Indonesia mulai dari Medan hingga Jayapura untuk menguasai pangsa pasar khususnya pasar kosmetika Skin Care, Decorative, dan Hair Care Lokasi Perusahaan PT. Rembaka terletak di jalan Brebek Industri VII no.4, Waru Sidoarjo. Dengan luas tanah m 2. Alasan perusahaan memilih lokasi tersebut adalah : 1. Karena daerah tersebut adalah daerah perindustrian dimana limbah limbah sudah diolah langsung oleh pihak industrial estate, sehingga PT. Rembaka tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk mengolah limbahnya.

5 Tenaga kerja, karena di Surabaya tersedia banyak tenaga kerja. 3. Sumber tenaga listrik Pengadaan tenaga listrik yang memadai merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan. Sedangkan untuk kantor cabang La Tulipe Cosmetiques terletak di Jalan Raden Saleh No.48 Cikini, Jakarta Pusat 10330, Indonesia Struktur Organisasi Di dalam setiap perusahaan mempunyai struktur organisasi, dimana struktur organisasi merupakan salah satu faktor yang menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Di dalam struktur organisasi harus ada hubungan dan kerja sama yang baik antar setiap personil agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Selain itu struktur organisasi ini akan menjelaskan pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab setiap personil. Struktur organisasi dibawah ini merupakan gambaran secara skematis tentang hubungan kerjasama di dalam perusahaan PT. Rembaka :

6 104 Gambar 4.2 Struktur Organisasi Sumber : Intern Perusahaan Keterangan : R & D Manajer : Riset & Development Manajer SPV : Supervisor ASM : Area Sales Manager

7 105 APM : Are Promotion Manager BA : Beauty Advisor BC : Beauty Consultan Tugas dan Wewenang : Direktur : 1. Sebagai pemimpin tertinggi dalam perusahaan sekaligus pemilik. 2. Bertugas memimpin, mengkoordinir, mengawasi, dan menerima pertanggungjawaban dari kepala bagian personalia manajer, marketing manajer, plan manajer, quality control, dan manajer keuangan. 3. Menerima, meneliti serta mengesahkan rencana anggaran pendapatan belanja perusahaan untuk satu tahun buku berjalan. Sekretaris : Membantu direktur dalam melakukan tugasnya seperti menyusun jadwal kegiatan direktur, membuat surat surat dan lain lain. Quality Control : 1. Memeriksa setiap bahan baku yang telah dibeli, apakah sudah sesuai dengan kualitas yang diinginkan oleh perusahaan.

8 Memeriksa setiap campuran dari masing nasing bahan baku sehingga hasil produksi sesuai dengan resep yang telah ditentukan sehingga baik warna maupun bau tidak berubah rubah. 3. Memeriksa setiap hasil produksi yang dihasilkan sebelum dipasarkan. 4. Memberikan persetujuan atas layak tidaknya suatu hasil produksi untuk dipasarkan. Manajer Keuangan : 1. Melakukan pengawasan terhadap sumber pemasukan dana dan penyimpanan di kas/ bank untuk selanjutnya ditransfer ke rekening PT. Rembaka di Waru Sidoarjo. 2. Memberikan persetujuan terhadap pengeluaran dana sesuai dengan anggaran biaya yang telah disusun dan disetujui oleh PT. Rembaka di Waru Sidoarjo. 3. Menjamin keselamatan saldo kas dan bank terhadap kebocoran kebocoran atau kehilangan yang mungkin terjadi. 4. Melakukan pengawasan terhadap ketepatan pembayaran oleh para pelanggan. 5. Menyusun laporan keuangan dan mendistribusikan kepada direktur. 6. Melakukan pengawasan terhadap seluruh personalia perusahaan meliputi recruitmen, training, penggajian, disiplin, absensi, kendaraan, inventaris kantor, dan masalah masalah umum lainnya.

9 107 Plan manajer : Merencanakan dan menetapkan jenis dan kuantitas produk yang akan dibuat untuk tahun kedepan. Kepala gudang : 1. Memberikan laporan secara rutin (mingguan) kepada atasan langsung khususnya mengenai jumlah persediaan barang pada saat ini. 2. Menjamin keselamatan barang dalam gudang dari kehilangan, kebakaran, dsb. 3. Mengontrol masuk keluarnya barang persediaan dari pabrik. R & D Manajer : Mengadakan penelitian dan pengembangan produk baru. Manajer Logistik : 1. Menjamin persediaan barang pada suatu titik yang aman untuk memenuhi permintaan pasar. 2. Menyusun kebutuhan stok yang efisien untuk penjualan. Supervisor : 1. Memberikan pengawasan, motivasi, dan pembinaan kepada para pekerja. 2. Melakukan evaluasi secara periodik pada para pekerja.

10 108 Manajer Decorative : Melakukan pengawasan terhadap pembuatan produk decorative apakah sudah memenuhi syarat untuk dipasarkan. Manajer Skin Care : Melakukan pengawasan terhadap pembuatan produk skin care apakah sudah memenuhi syarat untuk dipasarkan. Manajer Pembelian : 1. Mengatur rencana pembelian baik pembelian bahan baku maupun barang lainnya dari masing masing kepala bagian yang telah mendapat persetujuan dari plan manajer. 2. Melakukan pembelian bahan baku atau barang lainnya. Marketing Manajer : 1. Memantau hasil produksi di pasaran. 2. Berdasarkan hasil pantauan dari pasar membuat rencana tentang jenis produk apa yang diminati oleh pelanggan. 3. Mempromosikan hasil produksi kepada pelanggan. 4. Mencari distributor atau agen agen baru. 5. Membuat rencana target pemasukan dari perusahaan.

11 109 Area Sales Manajer : Menetapkan pencapaian target penjualan, bertanggung jawab atas kelancaran kerja sales force, penerimaan dan pemberhentiaan sales force, memberikan informasi pasar kepada atasan. Sales Supervisor : 1. Melakukan order dan tagihan ke toko toko. 2. Membantu promosi dan kegiatan lain yang bisa menguntungkan serta meningkatkan nilai penjualan. 3. Memperhatikan situasi pasar dan perkembangan pasar termasuk selera dari pelanggannya. Koordinator Sales Mengkoordinasi segala sesuatu yang berkaitan dengan agen pembelian. Area Promotion Manajer 1. Menyusun dan membuat rencana promosi untuk masing masing daerah yang menjadi tanggung jawabnya. 2. Melakukan pengontrolan terhadap hasil kerja Beauty Consultan.

12 110 Promotion Sales Melakukan kegiatan promosi seperti periklanan di majalah, tabloid, surat kabar Koordinator Promotion Menentukan jadwal pemasangan iklan beserta media yang akan digunakan. Personalia Manajer 1. Mengatur tenaga kerja. 2. Mengatur penempatan tenaga kerja pada masing masing bagian. 3. Mengawasi kedisiplinan seluruh karyawan perusahaan. 4. Mengatur kesejahteraan karyawan. 5. Menyeleksi keluar dan masuknya karyawan lama maupun karyawan baru. 6. Mebuat peraturan tata tertib kepegawaian. 7. Menerima dan mepertimbangkan keluhan dan persoalan para karyawan Tujuan Perusahaan Tujuan perusahaan untuk jangka pendek adalah : 1) Mengembangkan produk produk yang sudah ada dan menciptakan produk produk baru. 2) Meningkatkan kualitas produk.

13 111 Tujuan perusahaan untuk jangka panjang adalah : 1) Menjadi tuan rumah industri kosmetika di negeri sendiri. 2) Menjadi tamu kehormatan di pasar internasional Produk Produk La Tulipe Cosmetiques Gambar 4.3 Produk Acne Series La Tulipe Cosmetiques

14 112 Gambar 4.44 Produk Hair Care Series La Tulipe Cosmetiques Gambar 4.5 Produk Skin Care Series La Tulipe Cosmetiques

15 113 Gambar 4.6 Produk Decorative Series La Tulipe Cosmetiques Gambar 4..7 Produk Body Painting La Tulipe Cosmetiquess

16 Profil Responden yang Menjadi Unit Analisis Profil respondenn di dalam penelitian ini dibedakan menurut jenis kelamin, usia, tingkatt pendidikan, profesi, dan tingkat pendapatan per bulan. Berikut disajikan penjelasan mengenai karakteristik-karakteristik responden tersebut. a. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Dari 1000 orang responden, seluruh responden berjenis kelamin wanita (100%), di mana hal tersebut tampak lebih jelas pada Gambar 4.8 berikut ini. 0% Pria Wanita 100% Gambar 4..8 Jenis Kelamin Responden Sumber : Peneliti (2011)

17 115 b. Profil Responden Berdasarkan Usia Dari 100 orang responden, terdapat 7 responden (7%) yang berusia di kurang dari atau samaa dengan 20 tahun, 40 responden (40%) yang berusia 21 hingga 25 tahun, 24 responden (24%) yang berusia 26 hingga 30 tahun, 11 respondenn yang berusia 31 hingga 35 tahun, 8 reponden (8%) yang berusia 36 hingga 40 tahun, 5 reponden (5%) yang berusia 41 hingga 45 tahun, 3 responden (3%) yang berusia 46 hingga 50 tahun, dan 2 responden (2%) yang berusia diatas 50 tahun. Untuk lebih jelasnya mengenai usia responden dapat di lihat pada Gambar 4.9 berikut ini. 11% 5% 8% 3% 2% 7% 40% <20 atau = 20 tahun % > 50 Gambar 4.9 Usia Responden Sumber : Peneliti (2011)

18 116 c. Profil Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Dari 1000 orang responden, tidak terdapat responden (0%) yang sudah meraih tingkat pendidikan SD, 3 responden (3%) yang sudah meraih tingkat pendidikan SMP/sederajatnya, 61 respondenn (61%) yang sudah meraih tingkat pendidikan SMA/sederajatnya, 33 responden (33%) yang sudah meraih tingkat pendidikan D3, 2 responden (2%) yang sudah meraih tingkat pendidikan S1, dan 1 responden (1%) yang memberikan jawaban lainnya terhadap tingkat pendidikan yang sudah diraih. Untuk lebih jelasnya mengenai tingkat pendidikan yang sudah diraih oleh respondenn dapat di lihat pada Gambar 4.10 berikut ini. 2% 1% 0% 3% 33% 61% SD SMP / Sederajatnya SMA / Sederajatnya D3 S1 Lainnya Gambar 4.10 Tingkat Pendidikan Responden Sumber : Peneliti (2011)

19 117 d. Profil Responden Berdasarkan Profesi Dari 1000 orang responden, terdapat 9 responden (9%) yang berprofesi sebagai pelajar atau mahasiswa, 71 responden (71%) yang berprofesi sebagai pegawai atau karyawan, 8 responden (8%) yang berprofesi sebagai wiraswasta, 10 responden (10%) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, dan 2 responden (2%) yang memberikan jawaban profesi yang lainnya. Untuk lebih jelasnya mengenai tingkat pekerjaan yang diduduki oleh responden dapat di lihat pada Gambar 4.11 berikut ini. 2% 8% 10% 9% Pelajar / Mahasiswa Pegawai / karyawan Wiraswasta 71% Ibu rumah tangga Lainnya Gambar Profesi Responden Sumber : Peneliti (2011)

20 118 e. Profil Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan Per Bulan Dari 1000 orang responden, terdapat 20 respondenn (20%) dengan tingkat pendapatan per bulan kurang dari atau samaa dengan Rp ; 57 responden (57%) dengan tingkat pendapatan per bulan Rp hingga Rp ; 18 responden (18%) dengan tingkat pendapatan per bulan Rp hingga Rp ; 5 responden (5%) dengan tingkat pendapatan per bulan Rp hingga Rp ; tidak terdapat responden (0%) dengan tingkat pendapatan per bulan Rp hingga Rp ; dan tidak terdapat respondenn (0%) dengan tingkat pendapatann per bulan lebih dari Rp Untuk lebih jelasnya mengenai tingkat pendapatann yang didapatkan oleh respondenn dapat di lihat pada Gambar 4.12 berikut ini. 18% 0% 5% 0% 20% <= Rp Rp 1 jt 3Jt Rp 3 jt 5jt 57% Rp 5Jt 7jt Rp 7 jt 9jt > Rp 9jt Gambar Tingkat Pendapatan Per Bulan Reponden Sumber : Peneliti (2011)

21 119 f. Profil Responden Berdasarkan Lama Pemakaian Produk Dari 1000 orang responden, terdapat 31 responden (31%) yang menggunakan produk La Tulipe kurang dari atau sama dengan 1 tahun, 27 responden (27%) yang menggunakan produk La Tulipe dari 1 hingga 2 tahun, 22 reponden (22%) yang menggunakan produk La Tulipe dari 2 hingga 3 tahun, 20 responden (20%) yang menggunakan produk La Tulipe diatas 3 tahun. Untuk lebih jelasnya mengenai lamanya pemakaian yang dilakukan oleh responden dapat di lihat pada Gambar 4.13 berikut ini. 20% 31% <1 atau = 1tahun 22% 27% 1 2 tahun 2 3 tahun > 3 tahun Gambar 4.13 Lama Pemakaian Produk Respondenn Sumber : Peneliti (2011)

22 Analisis Data Transformasi Data Ordinal menjadi Data Interval Teknik transformasi data ordinal menjadi interval yang digunakan dalam penelitian ini adalah MSI (Method of Successive Interval). Keterangan: Alternatif Jawaban 1= Sangat Tidak Setuju Alternatif Jawaban 2= Tidak Setuju Alternatif Jawaban 3= Netral Alternatif Jawaban 4= Setuju Alternatif Jawaban 5= Sangat Setuju Transformasi variabel Experiential Marketing (X1) ditunjukkan pada Tabel 4.1 berikut ini: Tabel 4.1 Transformasi variabel Experiential Marketing Skala Ordinal Berubah Skala Interval Nilai Alternatif Jawaban 1 menjadi 1 Nilai Alternatif Jawaban 2 menjadi 1,85 Nilai Alternatif Jawaban 3 menjadi 2,73 Nilai Alternatif Jawaban 4 menjadi 3,61 Nilai Alternatif Jawaban 5 menjadi 4,64 Sumber : Peneliti (2011)

23 121 Transformasi variabel Perceived Quality (X2) ditunjukkan pada Tabel 4.2 berikut ini: Tabel 4.2 Transformasi variabel Perceived Quality Skala Ordinal Berubah Skala Interval Nilai Alternatif Jawaban 1 menjadi 1 Nilai Alternatif Jawaban 2 menjadi 2,23 Nilai Alternatif Jawaban 3 menjadi 3,28 Nilai Alternatif Jawaban 4 menjadi 4,28 Nilai Alternatif Jawaban 5 menjadi 5,40 Sumber : Peneliti (2011) Transformasi variabel Brand Trust (Y) ditunjukkan pada Tabel 4.3 berikut ini: Tabel 4.3 Transformasi variabel Brand Trust Skala Ordinal Berubah Skala Interval Nilai Alternatif Jawaban 1 menjadi 1 Nilai Alternatif Jawaban 2 menjadi 2,08 Nilai Alternatif Jawaban 3 menjadi 3,08 Nilai Alternatif Jawaban 4 menjadi 4,02 Nilai Alternatif Jawaban 5 menjadi 5,07 Sumber : Peneliti (2011)

24 122 Transformasi variabel Brand Loyalty (Z) ditunjukkan pada Tabel 4.4 berikut ini: Tabel 4.4 Transformasi variabel Brand Loyalty Skala Ordinal Berubah Skala Interval Nilai Alternatif Jawaban 1 menjadi 1 Nilai Alternatif Jawaban 2 menjadi 2,10 Nilai Alternatif Jawaban 3 menjadi 3,15 Nilai Alternatif Jawaban 4 menjadi 4,14 Nilai Alternatif Jawaban 5 menjadi 5,21 Sumber : Peneliti (2011) Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Uji validitas menggunakan tingkat kepercayaan 95%, dimana df = n-2. Nilai n dalam penelitian ini yaitu 100, sehingga nilai df = 98. Dengan begitu, diperoleh nilai t tabel = 1,66. Selanjutnya dengan menggunakan rumus r tabel, maka diperoleh nilai r tabel = 0,165. Dasar pengambilan keputusan pada uji validitas ini adalah sebagai berikut: Jika r hitung > 0,165, maka butir pertanyaan tersebut valid Jika r hitung < 0,165, maka butir pertanyaan tersebut tidak valid Sedangkan, dasar pengambilan keputusan pada uji reliabilitas adalah sebagai berikut: Jika Cronbach Alpha > 0,165, maka data reliabel Jika Cronbach Alpha < 0,165, maka data tidak reliabel

25 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Experiential Marketing Variabel X1 diukur melalui butir pernyataan 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10. Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4.5 Tabel 4.5 Uji validitas variabel Experiential Marketing Butir Pertanyaan r hitung Keterangan 1 0,269 Valid 2 0,411 Valid 3 0,572 Valid 4 0,495 Valid 5 0,251 Valid 6 0,299 Valid 7 0,580 Valid 8 0,389 Valid 9 0,254 Valid 10 0,251 Valid Sumber : Peneliti (2011) Pada uji validitas diatas, semua butir telah dinyatakan valid, maka langkah berikutnya adalah uji reliabilitas. Pada uji reliabilitas dilakukan perbandingan antara nilai R tabel sebesar 0,165 dengan nilai di mana nilai Cronbach s Alpha bisa diperoleh dari tabel Reliability Statistics pada output hasil uji validitas dan

26 124 reliabilitas, yaitu sebesar 0,715. Berikut adalah hasil uji reliabilitas untuk variabel Experiential Marketing (X1). Hipotesis : Ho : Ha : Skor butir berkorelasi positif dengan komposit faktornya Skor butir tidak berkorelasi positif dengan komposit faktornya Dasar Pengambilan Keputusan : Cronbach s Alpha > r tabel, maka Ho diterima Cronbach s Alpha < r tabel, maka Ho ditolak Keputusan : 0,715 > 0,165 maka Ho diterima Kesimpulan : Skor butir berkorelasi positif dengan komposit faktornya. Karena skor butir berkorelasi positif dengan komposit faktornya, maka variabel Experiential marketing (X1) dinyatakan reliabel. Jadi untuk variabel X1, data hasil kuesioner yang dapat dipergunakan untuk proses analisa selanjutnya adalah data jawaban atas butir pernyataan 1,2,3,4,5,6,7,8,9, Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Perceived Quality Variabel X2 diukur melalui butir pernyataan 11,12,13,14,15,16,17. Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4.6

27 125 Tabel 4.6 Uji validitas variabel Perceived Quality Butir Pertanyaan r hitung Keterangan 11 0,468 Valid 12 0,473 Valid 13 0,519 Valid 14 0,467 Valid 15 0,557 Valid 16 0,533 Valid 17 0,380 Valid Sumber : Peneliti (2011) Pada uji validitas diatas, semua butir telah dinyatakan valid, maka langkah berikutnya adalah uji reliabilitas. Pada uji reliabilitas dilakukan perbandingan antara nilai R tabel sebesar 0,165 dengan nilai di mana nilai Cronbach s Alpha bisa diperoleh dari tabel Reliability Statistics pada output hasil uji validitas dan reliabilitas, yaitu sebesar 0,765. Berikut adalah hasil uji reliabilitas untuk variabel Perceived Quality (X2). Hipotesis : Ho : Ha : Skor butir berkorelasi positif dengan komposit faktornya Skor butir tidak berkorelasi positif dengan komposit faktornya Dasar Pengambilan Keputusan : Cronbach s Alpha > r tabel, maka Ho diterima

28 126 Cronbach s Alpha < r tabel, maka Ho ditolak Keputusan : 0,765 > 0,165 maka Ho diterima Kesimpulan : Skor butir berkorelasi positif dengan komposit faktornya. Karena skor butir berkorelasi positif dengan komposit faktornya, maka variabel Perceived Quality (X2) dinyatakan reliabel. Jadi untuk variabel X2, data hasil kuesioner yang dapat dipergunakan untuk proses analisa selanjutnya adalah data jawaban atas butir pernyataan 11,12,13,14,15,16, Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Brand Trust Variabel Y diukur melalui butir pernyataan 18,19,20,21,22,23. Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4.7 Tabel 4.7 Uji validitas variabel Brand Trust Butir Pertanyaan r hitung Keterangan 18 0,249 Valid 19 0,455 Valid 20 0,340 Valid 21 0,401 Valid

29 ,377 Valid 23 0,398 Valid Sumber : Peneliti (2011) Pada uji validitas diatas, semua butir telah dinyatakan valid, maka langkah berikutnya adalah uji reliabilitas. Pada uji reliabilitas dilakukan perbandingan antara nilai R tabel sebesar 0,165 dengan nilai di mana nilai Cronbach s Alpha bisa diperoleh dari tabel Reliability Statistics pada output hasil uji validitas dan reliabilitas, yaitu sebesar 0,641. Berikut adalah hasil uji reliabilitas untuk variabel Brand Trust (Y). Hipotesis : Ho : Ha : Skor butir berkorelasi positif dengan komposit faktornya Skor butir tidak berkorelasi positif dengan komposit faktornya Dasar Pengambilan Keputusan : Cronbach s Alpha > r tabel, maka Ho diterima Cronbach s Alpha < r tabel, maka Ho ditolak Keputusan : 0,641 > 0,165 maka Ho diterima Kesimpulan : Skor butir berkorelasi positif dengan komposit faktornya. Karena skor butir berkorelasi positif dengan komposit faktornya, maka variabel Brand Trust (Y) dinyatakan reliabel.

30 128 Jadi untuk variabel Y, data hasil kuesioner yang dapat dipergunakan untuk proses analisa selanjutnya adalah data jawaban atas butir pernyataan 18,19,20,21,22, Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Brand Loyalty Variabel Y diukur melalui butir pernyataan 24,25,26,27,28. Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4.8 Tabel 4.8 Uji validitas variabel Brand Loyalty Butir Pertanyaan r hitung Keterangan 24 0,454 Valid 25 0,600 Valid 26 0,542 Valid 27 0,511 Valid 28 0,445 Valid Sumber : Peneliti (2011) Pada uji validitas diatas, semua butir telah dinyatakan valid, maka langkah berikutnya adalah uji reliabilitas. Pada uji reliabilitas dilakukan perbandingan antara nilai R tabel sebesar 0,165 dengan nilai di mana nilai Cronbach s Alpha bisa diperoleh dari tabel Reliability Statistics pada output hasil uji validitas dan reliabilitas, yaitu sebesar 0,745. Berikut adalah hasil uji reliabilitas untuk variabel Brand Loyalty (Z).

31 129 Hipotesis : Ho : Ha : Skor butir berkorelasi positif dengan komposit faktornya Skor butir tidak berkorelasi positif dengan komposit faktornya Dasar Pengambilan Keputusan : Cronbach s Alpha > r tabel, maka Ho diterima Cronbach s Alpha < r tabel, maka Ho ditolak Keputusan : 0,745 > 0,165 maka Ho diterima Kesimpulan : Skor butir berkorelasi positif dengan komposit faktornya. Karena skor butir berkorelasi positif dengan komposit faktornya, maka variabel Brand Loyalty (Z) dinyatakan reliabel. Jadi untuk variabel Z, data hasil kuesioner yang dapat dipergunakan untuk proses analisa selanjutnya adalah data jawaban atas butir pernyataan 24,25,26,27, Uji Normalitas Uji Normalitas Variabel Experiential marketing Uji normalitas dilakukan terhadap rata-rata dari nilai butir-butir yang dinyatakan valid dan reliabel. Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4.9 dan Gambar 4.14 :

32 130 Tabel 4.9 Test of Normality Variabel Experiential marketing Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov a Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig. X * a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. Gambar 4.14 Grafik Normalitas Variabel Experiential marketing Berikut adalah hasil uji normalitas untuk variabel Experiential marketing. Hipotesis : Ho : Data variabel Experiential marketing berdistribusi normal

33 131 Ha : Data variabel Experiential marketing berdistribusi tidak normal Dasar Pengambilan Keputusan : Angka signifikansi uji Kolmogorov-Smirnov (Sig) > 0,05, maka Ho diterima Angka signifikansi uji Kolmogorov-Smirnov (Sig) < 0,05, maka Ho ditolak Keputusan : Sig = 0,200 > 0,05 maka Ho diterima Kesimpulan : Data variabel Experiential marketing berdistribusi normal Berdasarkan pada hasil keputusan di atas, data variabel Experiential marketing dinyatakan berdistribusi normal sehingga memenuhi asumsi untuk digunakan dalam analisis jalur berikutnya Uji Normalitas Variabel Perceived Quality Uji normalitas dilakukan terhadap rata-rata dari nilai butir-butir yang dinyatakan valid dan reliabel. Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4.10 dan Gambar 4. 15:

34 132 Tabel 4.10 Test of Normality Variabel Perceived Quality Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov a Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig. X a. Lilliefors Significance Correction Gambar 4.15 Grafik Normalitas Variabel Perceived Quality Berikut adalah hasil uji normalitas untuk variabel Perceived Quality. Hipotesis : Ho : Data variabel Perceived Quality berdistribusi normal Ha : Data variabel Perceived Quality berdistribusi tidak normal

35 133 Dasar Pengambilan Keputusan : Angka signifikansi uji Kolmogorov-Smirnov (Sig) > 0,05, maka Ho diterima Angka signifikansi uji Kolmogorov-Smirnov (Sig) < 0,05, maka Ho ditolak Keputusan : Sig = 0,158 > 0,05 maka Ho diterima Kesimpulan : Data variabel Perceived Quality berdistribusi normal Berdasarkan pada hasil keputusan di atas, data variabel Perceived Quality dinyatakan berdistribusi normal sehingga memenuhi asumsi untuk digunakan dalam analisis jalur berikutnya Uji Normalitas Variabel Brand Trust Uji normalitas dilakukan terhadap rata-rata dari nilai butir-butir yang dinyatakan valid dan reliabel. Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4.11 dan Gambar 4.16 : \

36 134 Tabel 4.11 Test of Normality Variabel Brand Trust Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov a Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig. Y a. Lilliefors Significance Correction Gambar 4.16 Grafik Normalitas Variabel Brand Trust Berikut adalah hasil uji normalitas untuk variabel Brand Trust. Hipotesis : Ho : Data variabel Brand Trust berdistribusi normal Ha : Data variabel Brand Trust berdistribusi tidak normal

37 135 Dasar Pengambilan Keputusan : Angka signifikansi uji Kolmogorov-Smirnov (Sig) > 0,05, maka Ho diterima Angka signifikansi uji Kolmogorov-Smirnov (Sig) < 0,05, maka Ho ditolak Keputusan : Sig = 0,079 > 0,05 maka Ho diterima Kesimpulan : Data variabel Brand Trust berdistribusi normal Berdasarkan pada hasil keputusan di atas, data variabel Brand Trust dinyatakan berdistribusi normal sehingga memenuhi asumsi untuk digunakan dalam analisis jalur berikutnya Uji Normalitas Variabel Brand Loyalty Uji normalitas dilakukan terhadap rata-rata dari nilai butir-butir yang dinyatakan valid dan reliabel. Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4.12 dan Gambar 4.17 :

38 136 Tabel 4.12 Test of Normality Variabel Brand Loyalty Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov a Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig. Z a. Lilliefors Significance Correction Gambar 4.17 Grafik Normalitas Variabel Brand Loyalty Berikut adalah hasil uji normalitas untuk variabel Brand Loyalty. Hipotesis : Ho : Data variabel Brand Loyalty berdistribusi normal Ha : Data variabel Brand Loyalty berdistribusi tidak normal

39 137 Dasar Pengambilan Keputusan : Angka signifikansi uji Kolmogorov-Smirnov (Sig) > 0,05, maka Ho diterima Angka signifikansi uji Kolmogorov-Smirnov (Sig) < 0,05, maka Ho ditolak Keputusan : Sig = 0,158 > 0,05 maka Ho diterima Kesimpulan : Data variabel Brand Loyalty berdistribusi normal Berdasarkan pada hasil keputusan di atas, data variabel Brand Loyalty dinyatakan berdistribusi normal sehingga memenuhi asumsi untuk digunakan dalam analisis jalur berikutnya. 4.3 Analisis Pengaruh Experiential Marketing dan Perceived Quality terhadap Brand Trust Sebelum melakukan analisis, akan ditampilkan terlebih dahulu struktur hubungan kausal antara variabel Experiential Marketing (X1), Perceived Quality (X2), Brand Trust (Y), dan Brand Loyalty (Z) dalam Gambar 4.18 berikut ini:

40 138 X1 ε ρ zx1 ε 2 ρ yx1 Y ρ zy Z ρ yx2 X2 ρ zx2 Gambar 4.18 Struktur Hubungan X, Y, dan Z Untuk melakukan analisa jalur maka Struktur Hubungan pada Gambar 4.18 akan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu sub-struktur 1 dan sub-struktur 2, di mana substruktur 1 akan diuraikan dalam sub-bab ini, dan sub-struktur 2 akan diuraikan selanjutnya dalam sub-bab 4.4. Analisa pengaruh Experiential marketing (X1) dan Perceived Quality (X2) terhadap Brand Trust (Y) akan digambarkan dalam sebuah model yang selanjutnya akan disebut dengan sub-struktur 1. Adapun gambar dari sub-struktur 1 tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.19: X1 ρ yx1 ε 1 Y X2 ρ yx2 Gambar 4.19 Sub-struktur 1

41 139 Selanjutnya, dengan menggunakan bantuan program SPSS, analisa data X1, X2 dan Y memperoleh hasil diolah dengan menggunakan program SPSS, sehingga menghasilkan output sebagai berikut (Tabel 4.13 Tabel 4.17): Tabel 4.13 Deskriptif Data X1, X2 dan Y Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N Brand_Trust Exp.Marketing Perceived_Quality Tabel 4.14 Korelasi Pearson X1, X2 dan Y Correlations Brand_Trust Exp.Marketing Perceived_Qualit y Pearson Correlation Brand_Trust Exp.Marketing Perceived_Quality Sig. (1-tailed) Brand_Trust Exp.Marketing Perceived_Quality N Brand_Trust Exp.Marketing Perceived_Quality

42 140 Tabel 4.15 Anova sub-struktur 1 ANOVA b Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression a Residual Total a. Predictors: (Constant), Perceived_Quality, Exp.Marketing b. Dependent Variable: Brand_Trust Tabel 4.16 Coefficients sub-struktur 1 Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) Exp.Marketing Perceived_Quality a. Dependent Variable: Brand_Trust Tabel 4.17 Model Summary sub-struktur 1 Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate a a. Predictors: (Constant), Perceived_Quality, Exp.Marketing b. Dependent Variable: Brand_Trust

43 141 Pertama-tama akan diinterpretasikan terlebih dahulu hasil output pada Tabel Untuk mengintepretasikan statistik deskriptif data, akan dibuat suatu kriteria mengenai arti nilai masing-masing variabel yang diteliti, yaitu variabel Experiential marketing (X1), Perceived Quality (X2), Brand Trust (Y), dan Brand Loyalty (Z). Untuk menentukan kriteria tersebut, digunakan rumus Sturges untuk menghitung jumlah kelas (k) dan lebar kelas (l), di mana jumlah kelas (k) telah ditentukan terlebih dahulu yaitu sebanyak 5 kelas, yaitu kelas pertama sangat buruk, kelas kedua buruk, kelas ketiga cukup, kelas keempat baik, kelas kelima sangat baik. Adapun rumus Sturges untuk lebar kelas (l) yaitu: l = (X max -X min )/k Untuk variabel x dan variabel y menggunakan nilai baru pada skala interval (bukan skala ordinal). Sehingga kriteria penilaian jawaban untuk variabel X1,, variabel X2, variabel Y, dan variabel Z adalah sebagai berikut dalam Tabel 4.18: Tabel 4.18 Intepretasi Nilai Variabel X1, X2, Y, dan Z Interval Variabel Kriteria Interval Variabel Y Kriteria X1 1,00 1,73 Sangat Buruk 1,00 1,80 Sangat Buruk 1,74 2,46 Buruk 1,81 2,61 Buruk 2,47 3,19 Cukup 2,62 3,42 Cukup 3,20 3,92 Baik 3,43 4,23 Baik 3,93 4,65 Sangat Baik 4,24 5,07 Sangat Baik Interval Variabel Kriteria Interval Variabel Z Kriteria X2 1,00 1,87 Sangat Buruk 1,00 1,83 Sangat Buruk

44 142 1,88 2,75 Buruk 1,84 2,67 Buruk 2,76 3,63 Cukup 2,68 3,51 Cukup 3,64 4,51 Baik 3,52 4,35 Baik 4,52 5,40 Sangat Baik 4,36 5,21 Sangat Baik Sumber : Peneliti (2011) Pada tabel 4.13 Descriptive Statistics, terlihat mean (rata-rata) dari variabel Experiential marketing (X1) = 3,3227 yang dengan mengacu pada tabel 4.18 Intepretasi Nilai Variabel X1, X2, Y, dan Z, maka dapat dikatakan Experiential marketing pada La tulipe Cosmetiques adalah Baik. Sedangkan pada variabel Perceived Quality (X2) dengan mean = 3,7773 yang mengacu pada tabel 4.18 Intepretasi Nilai Variabel X1, X2, Y, dan Z, maka dapat dikatakan Perceived Quality pada La Tulipe Cosmetiques adalah baik.untuk variabel Brand Trust (Y) dengan mean = 3,5241 juga dapat dinilai Baik. Selain itu, berdasarkan Tabel 4.13 Descriptive Statistics, dapat dilihat bahwa Standard Deviation untuk variabel x dan variabel y cenderung kecil yang menunjukkan Experiential marketing, Perceived Quality dan Brand Trust pada produk La Tulipe Cosmetiques juga cenderung seragam. Pada kolom terakhir di tabel tersebut berisikan nilai N sebesar 100 untuk masing-masing variabel, hal ini berarti bahwa untuk ketiga variabel tersebut, baik Experiential marketing, Perceived Quality maupun Brand Trust, jumlah responden yang ikut berpartisipasi memberikan tanggapannya, yaitu sebanyak 100 responden, di mana dalam penelitian yang penulis lakukan, keseratus responden yang memberikan tanggapan untuk Experiential marketing, Perceived Quality maupun Brand Trust

45 143 adalah sama. Jadi seorang responden selain diminta pendapatnya mengenai Experiential marketing, Perceived Quality, responden yang sama tersebut juga akan diminta pendapatnya mengenai variabel Brand Trust. Selanjutnya, akan dilihat hubungan bivariat antara variabel x1 dan variabel x2 dengan menggunakan korelasi Pearson yang melihat hubungan dua arah antara dua variabel saja tanpa memperhitungkan pengaruh dari faktor lain. Pada Tabel 4.14 Correlations dapat diketahui bagaimanakah sifat dan arah hubungan antara variabel Experiential marketing (X1) dengan variabel Perceived Quality (X2). Cara menganalisisnya adalah dengan kriteria pengujian sebagai berikut. Untuk menentukan arah dari hubungan yang terjadi, yaitu : - Jika Pearson Correlation bernilai positif, maka hubungan yang terjadi searah. - Jika Pearson Correlation bernilai negatif, maka hubungan yang terjadi berlawanan arah. Untuk menentukan sifat hubungan, yaitu : Tabel 4.19 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,80 1,000 Sangat Kuat 0,60 0,799 Kuat 0,40 0,599 Cukup Kuat 0,20 0,399 Rendah

46 144 0,00 0,199 Sangat Rendah Sumber : Riduwan (2005 : 136) Berdasarkan tabel 4.14 Correlations, Korelasi Variabel Experiential marketing (X1) dan Perceived Quality (X2) = 0,111 (r x1x2 ), sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat sangat rendah dan searah. Hubungannya bersifat sangat rendah karena nilai korelasinya sebesar 0,111 berada dalam range 0,00 0,199. (Lihat Tabel 4.19 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r). Dengan nilai tersebut, kita dapat mengamati bahwa nilai pearson correlation adalah positif, maka hubungan yang terjadi searah, yakni dalam arti bahwa jika nilai variabel Experiential marketing (X1) naik, maka nilai variabel Perceived Quality (X2) juga akan naik. Begitu juga sebaliknya, jika nilai variabel Experiential marketing (X1) turun, maka nilai variabel Perceived Quality (X2) juga akan turun. Hipotesis Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Experiential marketing dan Perceived Quality pada kosmetik La Tulipe. Ha: Ada hubungan yang signifikan antara variabel Experiential marketing dan Perceived Quality pada kosmetik La Tulipe. Dasar Pengambilan Keputusan (Tingkat Kepercayaan 95%) Sig 0,05 maka Ho diterima Sig < 0,05 maka Ho ditolak

47 145 Keputusan Sig = 0,136 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak Kesimpulan Jadi melalui uji signifikansi di atas dapat diketahui bahwa tingkat Experiential marketing dan Perceived Quality kosmetik La Tulipe tidak memiliki hubungan secara nyata, di mana hubungan tersebut bersifat sangat rendah dan searah. Selanjutnya, akan dilihat hubungan bivariat antara variabel x1 dan variabel y dengan menggunakan korelasi Pearson yang melihat hubungan dua arah antara dua variabel saja tanpa memperhitungkan pengaruh dari faktor lain. Pada Tabel 4.14 Correlations dapat diketahui bagaimanakah sifat dan arah hubungan antara variabel Experiential marketing (X1) dengan variabel Brand Trust (Y). Berdasarkan tabel 4.14 Correlations, Korelasi Variabel Experiential marketing (X1) dan Brand Trust (Y) = 0,526 (r x1y ), sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat cukup kuat dan searah. Hubungannya bersifat cukup kuat karena nilai korelasinya sebesar 0,526 berada dalam range 0,40 0,599. (Lihat Tabel 4.19 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r). Dengan nilai tersebut, kita dapat mengamati bahwa nilai pearson correlation adalah positif, maka hubungan yang terjadi searah, yakni dalam arti bahwa jika nilai variabel Experiential marketing (X1) naik, maka nilai variabel Brand Trust (Y) juga akan naik. Begitu juga sebaliknya, jika nilai variabel Experiential marketing (X1) turun, maka nilai variabel Brand Trust (Y) juga akan turun.

48 146 Hipotesis Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Experiential marketing dan Brand Trust pada kosmetik La Tulipe. Ha: Ada hubungan yang signifikan antara variabel Experiential marketing dan Brand Trust pada kosmetik La Tulipe. Dasar Pengambilan Keputusan (Tingkat Kepercayaan 95%) Sig 0,05 maka Ho diterima Sig < 0,05 maka Ho ditolak Keputusan Sig = 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan Jadi melalui uji signifikansi di atas dapat diketahui bahwa tingkat Experiential marketing dan Brand Trust kosmetik La Tulipe memiliki hubungan secara nyata, di mana hubungan tersebut bersifat cukup kuat dan searah. Selanjutnya, akan dilihat hubungan bivariat antara variabel x2 dan variabel y dengan menggunakan korelasi Pearson yang melihat hubungan dua arah antara dua variabel saja tanpa memperhitungkan pengaruh dari faktor lain. Pada Tabel 4.14 Correlations dapat diketahui bagaimanakah sifat dan arah hubungan antara variabel Perceived Quality (X1) dengan variabel Brand Trust (Y). Berdasarkan tabel 4.14 Correlations, Korelasi Variabel Perceived Quality (X2) dan Brand Trust (Y) = 0,228 (r x2y ), sehingga hubungan kedua variabel

49 147 tersebut bersifat rendah dan searah. Hubungannya bersifat cukup kuat karena nilai korelasinya sebesar 0,228 berada dalam range 0,20 0,399. (Lihat Tabel 4.19 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r). Dengan nilai tersebut, kita dapat mengamati bahwa nilai pearson correlation adalah positif, maka hubungan yang terjadi searah, yakni dalam arti bahwa jika nilai variabel Perceived Quality (X2) naik, maka nilai variabel Brand Trust (Y) juga akan naik. Begitu juga sebaliknya, jika nilai variabel Perceived Quality (X1) turun, maka nilai variabel Brand Trust (Y) juga akan turun. Hipotesis Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Perceived Quality dan Brand Trust pada kosmetik La Tulipe. Ha: Ada hubungan yang signifikan antara variabel Perceived Quality dan Brand Trust pada kosmetik La Tulipe. Dasar Pengambilan Keputusan (Tingkat Kepercayaan 95%) Sig 0,05 maka Ho diterima Sig < 0,05 maka Ho ditolak Keputusan Sig = 0,011 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan Jadi melalui uji signifikansi di atas dapat diketahui bahwa tingkat Perceived Quality dan Brand Trust kosmetik La Tulipe memiliki hubungan secara nyata, di mana hubungan tersebut bersifat rendah dan searah.

50 148 Hasil Uji Korelasi Pearson antara variabel X1, X2, dan Y diatas dapat diringkas sebagai berikut : Tabel 4.20 Hasil Uji Korelasi Pearson X1, X2, dan Y Hubungan antara Korelasi Sifat Hubungan X1 dengan X2 0,111 Sangat Rendah, Searah dan Tidak signifikan X1 dengan Y 0,526 Cukup Kuat, Searah, dan Signifikan X2 dengan Y 0,228 Rendah, Searah, dan Signifikan Sumber : Peneliti (2011) Kemudian, sebelum melakukan analisis jalur pada variabel X1, X2 dan variabel Y (sub-struktur 1), harus diuji linieritas hubungan antara ketiga variabel tersebut. Pengujian tersebut dilakukan berdasarkan pada Tabel 4.15 Anova Substruktur 1, seperti berikut: Hipotesis Ho: Hubungan antara variabel bebas X1 dan X2 terhadap variabel terikat Y bersifat tidak linier. Ha: Hubungan antara variabel bebas X1 dan X2 terhadap variabel terikat Y bersifat linier. Dasar Pengambilan Keputusan (Tingkat Kepercayaan 95%) Sig 0,05 maka Ho diterima Sig < 0,05 maka Ho ditolak

51 149 Hasil Sig = 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan: Hubungan antara variabel bebas X1 dan X2 terhadap variabel terikat Y bersifat linier dengan tingkat kepercayaan 95%. Jadi, asumsi mengenai linieritas hubungan dalam analisa jalur terpenuhi. Kemudian dianalisa sub-struktur 1 dengan menggunakan analisis jalur, dengan persamaan struktural sebagai berikut: Y= ρ yx1 X1 + ρ yx2 X2 + ρ y ε 1 Pengujian Secara Simultan (Keseluruhan) antar Variabel Bebas X1 dan X2 dengan Variabel Terikat Y ditunjukkan oleh Tabel 4.16 Coefficients substruktur 1. Hipotesis Ho: Variabel X1 dan X2 tidak berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap variabel Y. Ha: Variabel X1 dan X2 berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap variabel Y. Dasar Pengambilan Keputusan (Tingkat Kepercayaan 95%) Sig 0,05 Ho diterima Sig < 0,05 Ho ditolak

52 150 Hasil Sig = 0,031 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan Variabel X1 dan X2 tidak berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap variabel Y dan oleh sebab itu, pengujian secara individual dapat dilakukan atau dilanjutkan. Selanjutnya dilakukan Pengujian secara individual antara variabel Experiential marketing (X1) terhadap Brand Trust (Y) ditunjukkan oleh Tabel 4.16 Coefficients sub-struktur 1. Hipotesis Ho: Variabel Experiential marketing (X1) tidak berkontribusi yang signifikan terhadap variabel Brand Trust (Y) pada kosmetik La Tulipe. Ha: Variabel Experiential marketing (X1) memiliki kontribusi yang signifikan terhadap variabel Brand Trust (Y) pada kosmetik La Tulipe. Dasar Pengambilan Keputusan (Tingkat Kepercayaan 95%) Sig 0,05 Ho diterima Sig < 0,05 Ho ditolak Hasil Sig = 0,000 <0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima

53 151 Kesimpulan Variabel Experiential marketing (X1) memiliki kontribusi yang signifikan terhadap variabel Brand Trust (Y) pada kosmetik La Tulipe. Selanjutnya dilakukan Pengujian secara individual antara variabel Perceived Quality (X1) terhadap Brand Trust (Y) ditunjukkan oleh Tabel 4.16 Coefficients sub-struktur 1. Hipotesis Ho: Variabel Perceived Quality (X1) tidak berkontribusi yang signifikan terhadap variabel Brand Trust (Y) pada kosmetik La Tulipe. Ha: Variabel Perceived Quality (X1) berkontribusi yang signifikan terhadap variabel Brand Trust (Y) pada kosmetik La Tulipe. Dasar Pengambilan Keputusan (Tingkat Kepercayaan 95%) Sig 0,05 Ho diterima Sig < 0,05 Ho ditolak Hasil Sig = 0,046 <0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan Variabel Perceived Quality (X1) berkontribusi yang signifikan terhadap variabel Brand Trust (Y) pada kosmetik La Tulipe.

54 152 Besarnya pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y dapat diketahui dengan melihat nilai Rsquare pada Tabel 4.17 Model Summary sub-struktur 1, dimana nilai R 2 = 0,306 = 30,6%. Jadi, 30,6% nilai dari variabel Y dipengaruhi oleh variabel X1 dan X2, sedangkan sisanya sebesar 69,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Sementara itu, besarnya koefisien jalur bagi variabel lain di luar penelitian yang mempengaruhi nilai variabel Y (ρy) = 2 1 R = 1 0, 306 = 0,8330. Masih mengacu pada Tabel 4.17 Model Summary sub-struktur 1, nilai R (koefisien korelasi) diketahui sebesar 0,553. Hal ini berarti hubungan antara variabel bebas X1 dan X2 dengan variabel terikat Y bersifat kuat (karena nilai R lebih besar dari 0,5) dan searah (karena nilai R positif). Kemudian rangkuman nilai koefisien jalur (beta) dapat dilihat dalam Tabel 4.21 berikut: Tabel 4.21 Rangkuman Hasil Koefisien Jalur Sub-struktur 1 Pengaruh Koefisien Nilai Hasil Koefisien Koefisien Antar Variabel Jalur Sig Pengujian Determinasi Variabel (Beta) Lain (ρ y ε 1 ) X1 terhadap Y 0,507 0,000 Ho ditolak 0,306 = 30,6% 0,8330 X2 terhadap Y 0,172 0,046 Ho ditolak 0,306 = 30,6% 0,8330

55 153 Dengan demikian didapat diagram jalur sub-struktur 1, namun disajikan dengan nilai koefisien jalur yang telah didapat melalui analisa data sehingga model substruktur 1 menjadi seperti terlihat pada Gambar 4.20 berikut: X1 0,507 Y 0,8330 X2 0,172 Gambar 4.20 Sub-struktur 1 beserta Koefisien Jalur Jadi dapat diperoleh persamaan stuktural sub-struktur 1: Y = ρ yx1 + ρ yx2 + ρ y ε 1 Y = 0,507 X1 + 0,172 X2 + 0,8330 ε 1 di mana R 2 = 0,306 Dari persamaan struktural sub-struktur 1 dapat diartikan bahwa: Nilai Brand Trust (Y) dipengaruhi oleh Experiential marketing (X1) dan Perceived Quality (X2) sebesar 30,6% dan sisanya sebesar 69,4% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar penelitian ini. Setiap peningkatan nilai Experiential marketing (X1) sebesar satu, maka Brand Trust (Y) juga akan naik sebesar 0,507. Begitu juga sebaliknya, setiap penurunan Experiential marketing (X1) sebesar satu, maka Brand Trust (Y) juga akan turun sebesar 0,507.

56 154 Setiap peningkatan nilai Perceived Quality (X2) sebesar satu, maka Brand Trust (Y) juga akan naik sebesar 0,172. Begitu juga sebaliknya, setiap penurunan Perceived Quality (X2) sebesar satu, maka Brand Trust (Y) juga akan turun sebesar 0, Analisis Pengaruh Experiential marketing, Perceived Quality dan Brand Trust terhadap Brand Loyalty pada kosmetik La Tulipe Selanjutnya, analisa pengaruh Experiential marketing (X1), Perceived Quality (X2) dan Brand Trust (Y) terhadap Brand Loyalty (Z) akan digambarkan dalam sebuah model yang selanjutnya akan disebut dengan sub-struktur 2. Adapun substruktur 2 tersebut digambarkan pada Gambar 4.21 sebagai berikut: X1 ρ zx1 ε 2 Y ρ zy Z X2 ρ zx2 Gambar 4.21 Sub-struktur 2

57 155 Kemudian untuk melihat hubungan serta pengaruh X1, X2 dan Y terhadap Z dapat dibantu dengan menggunakan program SPSS yang menghasilkan output sebagai berikut (Tabel 4.22 Tabel 4.36): Tabel 4.22 Deskriptif Data X1, X2, Y, dan Z Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N Brand_Loyalty Exp.Marketing Perceived_Quality Brand_Trust Tabel 4.23 Korelasi Pearson X1, X2, Y, dan Z Correlations Brand_Loyalty Exp.Marketing Perceived_Quality Brand_Trust Pearson Correlation Brand_Loyalty Exp.Marketing Perceived_Quality Brand_Trust Sig. (1-tailed) Brand_Loyalty Exp.Marketing Perceived_Quality Brand_Trust N Brand_Loyalty Exp.Marketing Perceived_Quality Brand_Trust

58 156 Tabel 4.24 Anova Sub-struktur 2 ANOVA b Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression a Residual Total a. Predictors: (Constant), Brand_Trust, Perceived_Quality, Exp.Marketing b. Dependent Variable: Brand_Loyalty Tabel 4.25 Coefficients Sub-struktur 2 Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) Exp.Marketing Perceived_Quality Brand_Trust a. Dependent Variable: Brand_Loyalty

59 157 Tabel 4.26 Model Summary Sub-struktur 2 Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate a a. Predictors: (Constant), Brand_Trust, Perceived_Quality, Exp.Marketing b. Dependent Variable: Brand_Loyalty Pada tabel 4.22 Deskriptif Data X1, X2, Y, dan Z, terlihat mean dari variabel Brand Loyalty (Z) = 3,6625 yang apabila mengacu pada tabel 4.18 Intepretasi Nilai Variabel X1, X2, Y, dan Z, maka dapat dikatakan bahwa Brand Loyalty pada kosmetik La Tulipe dinilai Baik. Selain itu, dari Tabel 4.22 Deskriptif Data X1, X2, Y, dan Z, terlihat bahwa Standard Deviation untuk variabel Z cenderung kecil sehingga dapat diketahui bahwa variasi jawaban responden cenderung seragam. Selanjutnya, akan dilihat hubungan bivariat antara variabel X1, X2, Y, dan Z dengan menggunakan korelasi Pearson yang melihat hubungan dua arah antara dua variabel saja tanpa memperhitungkan pengaruh dari faktor lain. Berdasarkan tabel 4.23 Korelasi Pearson X1, X2, Y, dan Z : a. Korelasi Variabel Experiential marketing (X1) dan Variabel Brand Loyalty (Z) = 0,195, sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat sangat rendah dan searah.

60 158 Hipotesis Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Experiential marketing dan Brand Loyalty pada kosmetik La Tulipe. Ha: Ada hubungan yang signifikan antara variabel Experiential marketing dan Brand Loyalty pada kosmetik La Tulipe. Dasar Pengambilan Keputusan (Tingkat Kepercayaan 95%) Sig 0,05 maka Ho diterima Sig < 0,05 maka Ho ditolak Hasil Sig = 0,026 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan: Jadi melalui uji signifikansi di atas dapat diketahui bahwa Experiential marketing dan Brand Loyalty pada kosmetik La Tulipe memiliki hubungan secara nyata, di mana hubungan tersebut bersifat sangat rendah dan searah. Hubungannya bersifat sangat rendah karena nilai korelasinya sebesar 0,195 berada dalam range 0,00 0,199 (Lihat Tabel 4.19 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r). Dikatakan hubungannya searah karena korelasi bernilai positif, jadi jika nilai variabel Experiential marketing (X1) naik, maka nilai variabel Brand Loyalty (Z) juga akan naik. Begitu juga sebaliknya, jika nilai variabel Experiential marketing (X1) turun, maka nilai variabel Brand Loyalty (Z) juga akan turun.

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Dari sejumlah kuesioner yang telah disebarkan sebanyak 63, diambil dan diolah,

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Dari sejumlah kuesioner yang telah disebarkan sebanyak 63, diambil dan diolah, BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Data Responden Dari sejumlah kuesioner yang telah disebarkan sebanyak 63, diambil dan diolah, maka terdapat data-data responden dari warga Alam Indah Rt001/07. Data-data tersebut

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS PENELITIAN

BAB 4 ANALISIS PENELITIAN BAB 4 ANALISIS PENELITIAN 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan Mitra Home Property merupakan perusahaan yang bergerak di bidang properti atau yang lebih dikenal dengan agen properti. Perusahaan

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN. menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa jurusan marketing communication peminatan

BAB 4 HASIL PENELITIAN. menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa jurusan marketing communication peminatan BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Penyajian Data Penelitian Untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa jurusan marketing communication peminatan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Penyajian Data Penelitian Untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa Marketing Communication Binus University

Lebih terperinci

BAB 4. HASIL dan PEMBAHASAN

BAB 4. HASIL dan PEMBAHASAN BAB 4 HASIL dan PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT. Honda Prospect Motor merupakan perusahaan perdagangan yang menjadi foreign capital investment dari Honda Motor Co,Ltd

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN 87 BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Penyajian Data Penelitian 4.1.1 Profil Responden Profil responden ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari konsumen yang terpilih menjadi responden. Penggolongan

Lebih terperinci

BAB4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB4 HASIL DAN PEMBAHASAN 71 BAB4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Responden 4.1.1 Profil PT. Kawan Lama Sejahtera Sejarah Kawan Lama dimulai pada tahun 1955 ketika didirikan oleh alm. Tuan Wong Jin di sebuah toko alat sederhana

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Penyajian Data Penelitian 4.1.1 Analisis Karakteristik Responden Responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah konsumen pengguna PT. Mega Auto Finance cabang Kedoya. Penjelasan

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Sejarah Organisasi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Mutiara Bunda adalah rumah sakit bersalin yang mengacu pada spesialisasi pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pada tanggal

Lebih terperinci

BAB 4. Hasil dan Pembahasan. dengan perawatan berkala, penyediaan kendaraan pengganti, layanan darurat dan

BAB 4. Hasil dan Pembahasan. dengan perawatan berkala, penyediaan kendaraan pengganti, layanan darurat dan BAB 4 Hasil dan Pembahasan 4.1. PT. X 4.1.1. Profil PT. X PT. X melayani jasa penyewaan kendaraan meliputi penyewaan kendaraan dengan perawatan berkala, penyediaan kendaraan pengganti, layanan darurat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN PEMECAHAN MASALAH Sejarah PT. Hero Supermarket. Tbk,

BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN PEMECAHAN MASALAH Sejarah PT. Hero Supermarket. Tbk, BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN PEMECAHAN MASALAH 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Sejarah PT. Hero Supermarket. Tbk, PT. Hero Supermarket. Tbk, merupakan industri ritel pasar swalayan (supermarket)

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Profil PT. Inti Jaya Frame and Woods. PT Inti Jaya Frame adalah perusahaan dagang yang menghasilkan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Profil PT. Inti Jaya Frame and Woods. PT Inti Jaya Frame adalah perusahaan dagang yang menghasilkan 58 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan dan Responden 4.1.1 Profil PT. Inti Jaya Frame and Woods PT Inti Jaya Frame adalah perusahaan dagang yang menghasilkan produk berbentuk lis batangan

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan Berikut ini adalah profil perusahaan yang meliputi latar belakang perusahaan, visi dan misi perusahaan, arti dan logo, serta struktur organisasi perusahaan.

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan Bisnis Astrido Grup diawali dengan didirikannya CV Sumber Jaya Motor pada tahun 1974 bertempat di Jalan Batu Tulis Raya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Hoka Hoka Bento atau kadang disingkat Hokben adalah jaringan restoran

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Hoka Hoka Bento atau kadang disingkat Hokben adalah jaringan restoran 69 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1. Profil Perusahaan Hoka Hoka Bento atau kadang disingkat Hokben adalah jaringan restoran waralaba makanan cepat saji yang menyajikan makanan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Pada sub bab ini akan sedikit dijelaskan mengenai profil perusahaan dari

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Pada sub bab ini akan sedikit dijelaskan mengenai profil perusahaan dari BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan Pada sub bab ini akan sedikit dijelaskan mengenai profil perusahaan dari PT. Ria Sarana Perdana Engineering, dimulai dari sejarah berdirinya

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN. dengan menggunakan rumus Slovin atas jumlah seluruh pelanggan spring bed

BAB 4 HASIL PENELITIAN. dengan menggunakan rumus Slovin atas jumlah seluruh pelanggan spring bed 54 BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Identitas Responden Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelanggan spring bed Airland PT. Dinamika Indonusa Prima showroom Hayam Wuruk yang berjumlah 100 orang.

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Ramayana Lestari Sentosa 4.1.1 Sejarah Ramayana Lestari Sentosa Ramayana Lestari Sentosa adalah jaringan toko swalayan yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Selain department

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN. yang terdapat pada kuesioner yang disebar. Peneliti menyebarkan kuesioner kebeberapa

BAB 4 HASIL PENELITIAN. yang terdapat pada kuesioner yang disebar. Peneliti menyebarkan kuesioner kebeberapa BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Penyajian Data Penelitian 4.1.1 Karakteristik Responden Karakteristik responden dapat dilihat melalui data deskriptif tentang responden yang terdapat pada kuesioner yang disebar.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. PT Multi Kontrol Nusantara adalah anak perusahaan yang dimiliki oleh Grup

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. PT Multi Kontrol Nusantara adalah anak perusahaan yang dimiliki oleh Grup BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Sejarah PT Multi Kontrol Nusantara PT Multi Kontrol Nusantara adalah anak perusahaan yang dimiliki oleh Grup Bakrie & Brothers yang bergerak dibidang

Lebih terperinci

Tabel 4.1 Demografi responden berdasarkan jenis kelamin. Jenis kelamin Jumlah Presentase. Pria (P) 63 63% Wanita (W) 37 37% Total %

Tabel 4.1 Demografi responden berdasarkan jenis kelamin. Jenis kelamin Jumlah Presentase. Pria (P) 63 63% Wanita (W) 37 37% Total % BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Penyajian Data Penelitian 4.1.1 Profil Responden Karakteristik demografi responden pada penelitian ini dibedakan menurut jenis kelamin, usia, dan pekerjaan. a. Berdasarkan jenis kelamin

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Profil perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (IDX: AISA) merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. TIENS didirikan tahun 1995 oleh Mr. Li Jinyuan di Tianjin, China, Tiens Group Co., Ltd. (Grup

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. TIENS didirikan tahun 1995 oleh Mr. Li Jinyuan di Tianjin, China, Tiens Group Co., Ltd. (Grup 40 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Perusahaan 4.1.1 Profil Perusahaan TIENS didirikan tahun 1995 oleh Mr. Li Jinyuan di Tianjin, China, Tiens Group Co., Ltd. (Grup TIENS) yang memasuki pasar internasional

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Untuk memperoleh data dalam pengujian ini, penulis telah membagikan

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Untuk memperoleh data dalam pengujian ini, penulis telah membagikan BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Profil Responden Untuk memperoleh data dalam pengujian ini, penulis telah membagikan kuesioner kepada 60 responden. Jumlah responden tersebut dihasilkan dari rumus perhitungan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Dalam penelitian ini data yang dianaisis adalah Fasilitas belajar (X 1 ),

BAB IV HASIL PENELITIAN. Dalam penelitian ini data yang dianaisis adalah Fasilitas belajar (X 1 ), BAB IV HASIL PENELITIAN Dalam penelitian ini data yang dianaisis adalah Fasilitas belajar (X 1 ), disiplin belajar (X 2 ) dan Hasil belajar Pengukuran Dasar Survey.(Y). berdasarkan pengelohan data, maka

Lebih terperinci

ANGKET PENELITIAN ANALISIS PENGARUH STRES KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. PANCA MENARA MITRA SKRIPSI. Fika Aditya Pradipta

ANGKET PENELITIAN ANALISIS PENGARUH STRES KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. PANCA MENARA MITRA SKRIPSI. Fika Aditya Pradipta L1 Lampiran 1 Kuesioner ANGKET PENELITIAN ANALISIS PENGARUH STRES KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. PANCA MENARA MITRA SKRIPSI Fika Aditya Pradipta 1200980122 L2 SURAT PENGANTAR Responden

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN. bab ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas social media twitter

BAB 4 HASIL PENELITIAN. bab ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas social media twitter BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Penyajian Data Penelitian Hasil dari analisis data yang telah peneliti lakukan, akan diuraikan pada bab ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas social media

Lebih terperinci

Kami memahami sepenuhnya bahwa waktu Bapak/Ibu/Sdr/i sangat terbatas dan

Kami memahami sepenuhnya bahwa waktu Bapak/Ibu/Sdr/i sangat terbatas dan LAMPIRAN 1 Kuesioner Analisis Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil Kantor Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat Kepada Yth, Bapak/Ibu/Sdr/i Responden

Lebih terperinci

BAB 4. HASIL dan PEMBAHASAN

BAB 4. HASIL dan PEMBAHASAN 51 BAB 4 HASIL dan PEMBAHASAN 4.1 Perusahaan 4.1.1 Profile & Kondisi Perusahaan PT. Bakrie Telecom,Tbk di dirikan pada bulan Agustus 1993 dengan nama PT. Radio Telepon Indonesia ( Ratelindo ), sebagai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. PT. Juhdi Sakti Engineering merupakan perusahaan konstruksi dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. PT. Juhdi Sakti Engineering merupakan perusahaan konstruksi dan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Latar Belakang Perusahaan PT. Juhdi Sakti Engineering merupakan perusahaan konstruksi dan distributor bahan bahan baja yang diperlukan dalam suatu

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Sejarah Perusahaan Lotte Shopping Co, Ltd didirikan oleh pengusaha yang berasal dari Korea yaitu Shin Kyuk-Ho pada tahun 1948. Lotte pertama

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Penyajian Data 4.1.1 Sejarah Singkat CV. Tahu Merek W Jombang Pabrik tahu merek W Jombang adalah milik bapak Sulabi, pabrik ini pada awalnya hanya digunakan sebagai

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Penyajian data Peneltian Penelitian ini mengambil data pada PT. Bank Maluku dengan cara membagikan kuesioner kepada setiap karyawan. Kuesioner disebarkan secara acak PT. Bank

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. 4.1 Gambaran Umum tentang Perusahaan Profil PT. Jalur Nugraha Ekakurir

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. 4.1 Gambaran Umum tentang Perusahaan Profil PT. Jalur Nugraha Ekakurir BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Gambaran Umum tentang Perusahaan 4.1.1 Profil PT. Jalur Nugraha Ekakurir PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir adalah perusahaan yang bergerak di dalam bidang jasa pengiriman paket

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 KUESIONER

LAMPIRAN 1 KUESIONER 110 LAMPIRAN 1 KUESIONER Kepada Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i, Saya mahasiswi tingkat akhir sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta yang sedang melakukan penelitian tentang Analisis Pengaruh Iklan dan Promosi

Lebih terperinci

BAB 4. HASIL dan PEMBAHASAN

BAB 4. HASIL dan PEMBAHASAN BAB 4 HASIL dan PEMBAHASAN 4.1. Sejarah Perusahaan PT.Bumi Tegal Alur Permai adalah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas yang memproduksi sandal plastik, sepatu boot, sepatu paku, dan sol sandal

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. syarat, jika harga koefisien rhitung 0,300 (Riduwan, 2005:109;

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. syarat, jika harga koefisien rhitung 0,300 (Riduwan, 2005:109; BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Uji Validitas dan Realiabilitas Hasil uji coba instrumen dilakukan pada 25 responden. Suatu instrument/angket atau bahan test dinyatakan valid atau dianggap memenuhi syarat,

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS PENELITIAN

BAB 4 ANALISIS PENELITIAN BAB 4 ANALISIS PENELITIAN 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Sejarah Perusahaan PT.Tanjung Unggul Mandiri merupakan perusahaan terbesar di Tangerang, Banten, Indonesia,yang bergerak dibidang industri peternakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Centro Lifestyle Department Store. Centro Lifestyle Department Store berdiri pada bulan November 2003 di

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Centro Lifestyle Department Store. Centro Lifestyle Department Store berdiri pada bulan November 2003 di BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Sejarah Centro Lifestyle Department Store Centro Lifestyle Department Store berdiri pada bulan November 2003 di The Plaza Semanggi Jakarta. The Plaza

Lebih terperinci

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN ALAM WISATA RESTO. Ahmad Mustakim

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN ALAM WISATA RESTO. Ahmad Mustakim PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN ALAM WISATA RESTO Ahmad Mustakim 10213444 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG MASALAH Seorang pemimpin juga merupakan merupakan salah satu cara

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Dari 62 kuesioner yang telah diambil dan diolah, maka terdapat data-data

BAB IV HASIL PENELITIAN. Dari 62 kuesioner yang telah diambil dan diolah, maka terdapat data-data BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Data Responden Dari 62 kuesioner yang telah diambil dan diolah, maka terdapat data-data responden dari pengunjung event Glorious Lifestyle Of Women. Data-data ini dirangkum

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1Pengujian Normalitas Organizational Behavior O_B.109 50.193.972 50.268 Job Attitudes J_A.128 50.039.944 50.019 Knowledge Sharing K_S.079 50.200 *.969 50.205 *. This is a lower

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN PEMECAHAN MASALAH PT. Pelayaran Nasional Bahtera Bestari Shipping

BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN PEMECAHAN MASALAH PT. Pelayaran Nasional Bahtera Bestari Shipping BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN PEMECAHAN MASALAH 1.1. PT. Pelayaran Nasional Bahtera Bestari Shipping 4.1.1.Profil Perusahaan PT.Pelayaran Nasional Bahtera Bestari Shipping adalah perusahaan yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN PEMECAHAN MASALAH. D COST Seafood Restaurant adalah sebuah restoran yang menyediakan

BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN PEMECAHAN MASALAH. D COST Seafood Restaurant adalah sebuah restoran yang menyediakan 62 BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN PEMECAHAN MASALAH 4.1 SEJARAH PERUSAHAAN D COST Seafood Restaurant adalah sebuah restoran yang menyediakan variasi makanan laut yang didirikan pada tanggal 9

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Sejarah Perusahaan Pusat perbelanjaan ITC Roxy Mas terletak didalam kompleks pusat niaga Roxy Mas di Jl. KH. Hasyim Ashari No. 125 yang dulu dikenal sebagai kawasan perdagangan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN IMPLIKASI Profil Perusahaan PT. Citra Transpor Nusantara

BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN IMPLIKASI Profil Perusahaan PT. Citra Transpor Nusantara BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN IMPLIKASI 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Profil Perusahaan PT. Citra Transpor Nusantara TAKSI PUTRA GROUP bergerak di bidang Transportasi Taksi yang memiliki ijin

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK DI DESA PROTO KEDUNGWUNI PEKALONGAN

BAB IV ANALISIS PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK DI DESA PROTO KEDUNGWUNI PEKALONGAN BAB IV ANALISIS PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK DI DESA PROTO KEDUNGWUNI PEKALONGAN A. Analisis Uji Validitas dan Reliabilitas Pembahasan pada bab ini merupakan hasil

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek/Subyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Cilacap. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. instrumen yang telah valid dan reliabel yaitu instrumen supervisi akademik

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. instrumen yang telah valid dan reliabel yaitu instrumen supervisi akademik BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil penelitian berupa data jawaban 70 orang responden terhadap tiga instrumen yang telah valid dan reliabel yaitu instrumen supervisi akademik

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Responden Penelitian. Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian survei ini

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Responden Penelitian. Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian survei ini BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Penyajian Data Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Responden Penelitian Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian survei ini seluruhnya berjumlah 100 orang.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN BAHASAN. 4.1 Gambaran Umum tentang Perusahaan Profil PT. International Chemical Industry (INTERCALLIN)

BAB IV ANALISA DAN BAHASAN. 4.1 Gambaran Umum tentang Perusahaan Profil PT. International Chemical Industry (INTERCALLIN) BAB IV ANALISA DAN BAHASAN 4.1 Gambaran Umum tentang Perusahaan 4.1.1 Profil PT. International Chemical Industry (INTERCALLIN) PT. International Chemical Industry (INTERCALLIN) merupakan perusahaan penghasil

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. angkatan XI dan XII.Gambaran umum responden dalam penelitian ini adalah sebagai

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. angkatan XI dan XII.Gambaran umum responden dalam penelitian ini adalah sebagai BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Karakteristik Responden Data penelitian yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada responden Mahasiswa dan lulusan program kelas karyawan jurusan manajemen

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Data Penyajian gambaran data dari masing - masing variabel yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan. Adapun variabel dalam

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN KONFLIK DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT GENERAL ADJUSTER INDONESIA

ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN KONFLIK DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT GENERAL ADJUSTER INDONESIA L Lampiran Kuesioner ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN KONFLIK DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT GENERAL ADJUSTER INDONESIA Responden yang terhormat, Sehubungan dengan ini kami selaku penulis beritahukan

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 82 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 5.1 Hasil Penelitian 5.1.1 Karakteristik Responden Penelitian Unit analisis dalam penelitian ini adalah guru-guru SMA Negeri di Kota Administrasi Jakarta Barat,

Lebih terperinci

Bab IV HASIL DAN BAHASAN

Bab IV HASIL DAN BAHASAN Bab IV HASIL DAN BAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Sejarah Perusahaan Sebelum berdirinya PT Ramsin Raya, Pemimpin perusahaan tersebut pernah bekerjasama dengan perusahaan lain selama 5 tahun.

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data merupakan salah satu aspek yang sangat berperan dalam kelancaran dan keberhasilan dalam suatupenelitian. Dalam penelitian ini

Lebih terperinci

BAB IV. HASIL dan PEMBAHASAN

BAB IV. HASIL dan PEMBAHASAN BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan PT. Arrtu International sebagai anak perusahaan dari Arrtu Group adalah perusahaan pengelola gedung yang dikenal dengan Graha ARRTU, berlokasi di

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen. 56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Responden 1. Tempat dan Waktu Penelitian Pada bab ini, penulis melakukan analisis secara keseluruhan mengenai pengaruh citra merek dan kepercayaan merek

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Penentuan sampel yang telah ditentukan sebelumnya lewat rumus Slovin

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Penentuan sampel yang telah ditentukan sebelumnya lewat rumus Slovin 69 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Responden Penentuan sampel yang telah ditentukan sebelumnya lewat rumus Slovin yaitu sebanyak 71 responden dengan metode pengambilan sampling yaitu non probability

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Subjek yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah karyawan atau pegawai divisi fashion pada PT. Mitra Adiperkasa, tbk sebanyak 52 karyawan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN 4.1 Analisis Profil Responden 4.1.1 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk melihat gambaran secara umum data yang telah dikumpulkan dalam penelitian

Lebih terperinci

TABEL DISTRIBUSI NORMAL BAKU 0 - Z

TABEL DISTRIBUSI NORMAL BAKU 0 - Z LAMPIRAN 1 TABEL DISTRIBUSI NORMAL BAKU dari 0 - Z Sumber : http://saiamoelia.blogspot.com/2013/01/tabel-distibusi-t.html LAMPIRAN 2 KOORDINAT KURVA NORMAL BAKU z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0,0 0,3989 0,3989

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian 1. Kemampuan Awal Siswa Dalam penelitian ini seperti telah dijelaskan pada bab III, analisis tentang data kemampuan awal digunakan

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Deskripsi Data Penelitian Setelah melalui berbagai tahapan penelitian yang telah direncanakan oleh peneliti di bagian awal, penelitian ini menghasilkan berbagai hal yang

Lebih terperinci

BAB 4. Analisis Data dan Penyajian. korelasional, dimana penelitian yang dilakukan untuk menguji hubungan antara

BAB 4. Analisis Data dan Penyajian. korelasional, dimana penelitian yang dilakukan untuk menguji hubungan antara BAB 4 Analisis Data dan Penyajian 4.1 Penyajian data penelitian Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional, dimana penelitian yang dilakukan untuk menguji hubungan

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Mal Lippo Cikarang yang terletak di jalan utama Lippo Cikarang adalah

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Mal Lippo Cikarang yang terletak di jalan utama Lippo Cikarang adalah 56 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Responden 4.1.1 Profil Perusahaan Mal Lippo Cikarang yang terletak di jalan utama Lippo Cikarang adalah sebuah pusat perbelanjaan yang diresmikan pada tahun 1995,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. diperoleh dari kuesioner diolah menggunakan program SSPS 19 dengan kriteria

BAB IV HASIL PENELITIAN. diperoleh dari kuesioner diolah menggunakan program SSPS 19 dengan kriteria BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Uji Validitas Hasil perhitungan uji validitas menggunakan data 86 responden dan data yang diperoleh dari kuesioner diolah menggunakan program SSPS 19 dengan kriteria penentuan

Lebih terperinci

PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG

PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG Oleh : Fitri Zakiyah (10208526) Latar Belakang Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan

Lebih terperinci

Bab 4. Hasil dan Pembahasan

Bab 4. Hasil dan Pembahasan 41 Bab 4 Hasil dan Pembahasan 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Sejarah Singkat PT. Elsiscom Prima Karya PT. Elsiscom Prima karya adalah salah satu anak perusahaan dari sebuah perusahaan elektronika perama di

Lebih terperinci

BAB 4. HASIL dan PEMBAHASAN. Sebelum membahas tentang travel agent, perlu diketahui definisi dari travel agent.

BAB 4. HASIL dan PEMBAHASAN. Sebelum membahas tentang travel agent, perlu diketahui definisi dari travel agent. 59 BAB 4 HASIL dan PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Definisi Travel Agent Sebelum membahas tentang travel agent, perlu diketahui definisi dari travel agent. Menurut Surat Keputusan Menteri Perhubungan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan Perusahaan Laksmie florist berdiri pada pada tanggal 5 Februari 1989 yang berlokasi di Jalan Bangunan Timur, Jakarta Timur. Perusahaan Laksmi florist

Lebih terperinci

.,BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang

.,BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang .,BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Profil Perusahaan CV Mattrasindo Abadi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufactured pembuatan Mattras dan tempat tidur. Perusahaan ini berdiri sejak tahun

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. transaksi untuk pembelian fashion muslim melalui e-commerce, maka akan. Tabel 4.1 Data responden berdasarkan gender

BAB IV HASIL PENELITIAN. transaksi untuk pembelian fashion muslim melalui e-commerce, maka akan. Tabel 4.1 Data responden berdasarkan gender BAB IV HASIL PEELITIA A. Gambaran Umum Responden Untuk mengetahui gambaran karakteristik responden yang pernah melakukan transaksi untuk pembelian fashion muslim melalui e-commerce, maka akan dijelaskan

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 56 BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT. Prima Graphia Digital yang beralamatkan di Jl. Kalibaru Timur IV No. 5-7 Senen Jakarta Pusat Indonesia 10460

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang penulis berhasil dikumpulkan kemudian akan diolah dengan metode regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu persepsi kualitas

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN. responden dari pengunjung event Glorious Lifestyle Of Women. Data-data ini

BAB 4 HASIL PENELITIAN. responden dari pengunjung event Glorious Lifestyle Of Women. Data-data ini BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Data Responden Dari 68 kuesioner yang telah diambil dan diolah, maka terdapat data-data responden dari pengunjung event Glorious Lifestyle Of Women. Data-data ini dirangkum dalam

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pelaksanaan Pelatihan pada PT. MASWANDI. dipertimbangkan oleh para manajer dengan cermat diantaranya adalah

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pelaksanaan Pelatihan pada PT. MASWANDI. dipertimbangkan oleh para manajer dengan cermat diantaranya adalah BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Pelatihan pada PT. MASWANDI Seperti disebutkan sebelumnya, dalam pelaksanaan pelatihan pada PT. MASWANDI perlu diadakannya pertanyaan-pertanyaan yang harus

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. yang diajukan adalah sebagai berikut: Ha : Ada pengaruh persepsi siswa tentang rebranding Zetizen Jawa Pos

BAB IV PEMBAHASAN. yang diajukan adalah sebagai berikut: Ha : Ada pengaruh persepsi siswa tentang rebranding Zetizen Jawa Pos BAB IV PEMBAHASAN A. Pengujian Hipotesis Hipotesis dapat didefinisikan sebagai pernyataan mengenai populasi yang diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian. Berdasarkan variabel

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Perusahaan didirikan pada tanggal 20 Maret 1958 di Jakarta. Ruang lingkup

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Perusahaan didirikan pada tanggal 20 Maret 1958 di Jakarta. Ruang lingkup BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian PT Maskapai Asuransi Raya (selanjutnya disebut PT Asuransi Raya atau Perusahaan didirikan pada tanggal 20 Maret 1958 di Jakarta.

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 KUESIONER. Kepada : Yth. Responden

LAMPIRAN 1 KUESIONER. Kepada : Yth. Responden LAMPIRAN 1 KUESIONER Kepada : Yth. Responden Dengan Hormat, Dengan segala kerendahan hati perkenankanlah saya mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya jurusan manajemen, memohon kepada anda

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Data-data yang diolah dalam penelitian ini adalah kuesioner yang

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Data-data yang diolah dalam penelitian ini adalah kuesioner yang BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Data Responden Data-data yang diolah dalam penelitian ini adalah kuesioner yang desebarkan kepada pengguna website Kreavi.com melalui email admin. Dari kuesioner diperoleh data

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian. pengalaman mengajar, sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian. pengalaman mengajar, sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik

Lebih terperinci

Analisis Pengaruh Kompensasi Langsung Dan Kompensasi tidak Langsung Terhadap Kinerja Karyawan Apartemen Nifarro

Analisis Pengaruh Kompensasi Langsung Dan Kompensasi tidak Langsung Terhadap Kinerja Karyawan Apartemen Nifarro Analisis Pengaruh Kompensasi Langsung Dan Kompensasi tidak Langsung Terhadap Kinerja Karyawan Apartemen Nifarro Nama : Yelsi Karmayanti NPM : 19213422 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Dr. Ir. Rina Sugiarti,SE

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, tentang budaya. religius dan pembentukan karakter peserta didik.

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, tentang budaya. religius dan pembentukan karakter peserta didik. 101 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, tentang budaya religius dan pembentukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Perusahaan PT. AXA FINANCIAL INDONESIA. PT. AXA Financial Indonesia melakukan kegiatannya dibawah naungan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Perusahaan PT. AXA FINANCIAL INDONESIA. PT. AXA Financial Indonesia melakukan kegiatannya dibawah naungan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Sejarah Perusahaan PT. AXA FINANCIAL INDONESIA PT. AXA Financial Indonesia melakukan kegiatannya dibawah naungan AXA Group, yang merupakan perusahaan

Lebih terperinci

KUESIONER PRA SURVEY. untuk data pra survey dalam rangka penyusunan skripsi pada Program Sarjana

KUESIONER PRA SURVEY. untuk data pra survey dalam rangka penyusunan skripsi pada Program Sarjana Lampiran 1 KUESIONER PRA SURVEY Responden yang terhormat,pertanyaan dibawah ini hanya semata-mata untuk data pra survey dalam rangka penyusunan skripsi pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hipotesis Gambar 4.1 Hubungan variabel bebas dan variabel terikat Keterangan : X 1 = Kompensasi X 2 = Iklim Organisasi Y = Kepuasan Kerja Hipotesis : 1. H 0 : r y1 = 0 H

Lebih terperinci

Lampiran 1 Data Absensi dan Pengeluaran Tenaga Kerja

Lampiran 1 Data Absensi dan Pengeluaran Tenaga Kerja Lampiran 1 Data dan Tenaga Kerja Jumlah Karyawan Sakit Cuti Keperluan lainnya Jumlah Tahun (orang) (hari/tahun) (hari/tahun) (hari/tahun) (hari/tahun) 1997 87 76 13 9 37 1998 9 71 146 6 43 1999 98 7 130

Lebih terperinci

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berjudul " Pengaruh Relationship. Marketing Terhadap Kepuasan Pelanggan Dan Loyalitas Pelanggan Pada Jasa

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berjudul  Pengaruh Relationship. Marketing Terhadap Kepuasan Pelanggan Dan Loyalitas Pelanggan Pada Jasa LAMPIRAN KUESIONER Kepada Yth Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari Pelanggan PT. NASMOCO Bantul Yogyakarta Di Tempat Sehubungan dengan penulisan skripsi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Lebih terperinci

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO Lampiran 1 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO KUESIONER PENELITIAN Perbedaaan Stres Kerja Pegawai Dinas Luar Berdasarkan Gender Pada AJB 1912 Bumiputera Cabang Ponorogo Bersama kuesioner

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 5.1 Karakteristik Responden Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk melihat kuat pengaruh

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 5.1 Karakteristik Responden Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk melihat kuat pengaruh BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Karakteristik Responden Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk melihat kuat pengaruh MSDM, motivasi terhadap kinerja Karyawan dengan melakukan penyebaran

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Proses Transformasi Data Ordinal ke Interval Variabel Pengembangan Karyawan. Alternatif Jawaban

LAMPIRAN. Proses Transformasi Data Ordinal ke Interval Variabel Pengembangan Karyawan. Alternatif Jawaban LAMPIRAN Proses Transformasi Data Ordinal ke Interval Variabel Pengembangan Karyawan Item Alternatif Jawaban total Pernyataan 1 2 3 4 5 P1 13 14 53 13 29 122 P2 8 7 27 53 27 122 P3 16 20 43 12 31 122 P4

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jenis Kelamin N Presentase (%) Laki-laki % Perempuan 90 45% Jumlah %

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jenis Kelamin N Presentase (%) Laki-laki % Perempuan 90 45% Jumlah % BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Deskripsi Subyek Pada bagian ini, peneliti akan mendeskripsikan skor budaya organisasi dan keterikatan kerja. Peneliti mendeskripsikan skor budaya organisasi

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI MAHASISWA MEMILIH UNIVERSITAS GUNADARMA

ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI MAHASISWA MEMILIH UNIVERSITAS GUNADARMA ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI MAHASISWA MEMILIH UNIVERSITAS GUNADARMA Nama : Resti Diniarsi NPM : 12209081 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Ajie Wahyu Jati, SE., MM. BAB I Latar Belakang Terbatasnya

Lebih terperinci

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH MOTIVASI EKSTRINSIK DAN KEPUASAN KERJATERHADAPKINERJAKARYAWANDENGANDISIPLINKERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH MOTIVASI EKSTRINSIK DAN KEPUASAN KERJATERHADAPKINERJAKARYAWANDENGANDISIPLINKERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Lampiran 1 Kuesioner KUESIONER PENELITIAN PENGARUH MOTIVASI EKSTRINSIK DAN KEPUASAN KERJATERHADAPKINERJAKARYAWANDENGANDISIPLINKERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi pada karyawan Cleaning Service PT.Surya

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini adalah konsumen di rumah makan Mie Ayam Oplosan Kedai Shoimah. Responden yang menjadi objek penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Karakteristik Berdasarkan Responden

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Karakteristik Berdasarkan Responden BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Karakteristik Berdasarkan Responden Penulis telah melakukan penelitian mengenai pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di Casa

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN. Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat tingkat kevalidan atau

BAB IV PENGUJIAN. Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat tingkat kevalidan atau BAB IV PENGUJIAN 4.3 Uji Validitas dan Reliabilitas 4.3. Uji Validitas Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Uji validitas digunakan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 37 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Citra Merek Terhadap Kepuasan Pelanggan PT PLN (Persero) pada Perumahan Pondok Bahar

Lebih terperinci