PROFIL DAN PETA KEMISKINAN K O T A K U P A N G

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PROFIL DAN PETA KEMISKINAN K O T A K U P A N G"

Transkripsi

1 Katalog BPS : PROFIL DAN PETA KEMISKINAN K O T A K U P A N G U B T Kilometers S KERJASAMA BADAN PUSAT STATISTIK KOTA KUPANG DENGAN BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOTA KUPANG BADAN PUSAT STATISTIK KOTA KUPANG

2 PROFIL DAN PETA KEMISKINAN K O T A K U P A N G U B T Kilometers S

3 PROFIL DAN PETA KEMISKINAN KOTA KUPANG 2006 No. Publikasi : Katalog BPS : Ukuran Buku : 15 cm X 21 cm Jumlah Halaman : xii + 55 halaman Naskah : Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Editor : Loddy Lado, SE Gambar Kulit : Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Diterbitkan oleh : BPS Kota Kupang Dicetak oleh : Percetakan Sylvia Kupang Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya

4 WALIKOTA KUPANG SAMBUTAN Salah satu tujuan pembangunan ekonomi adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebab pada hakekatnya pembangunan merupakan proses multidimensional yang mencakup perubahan penting baik struktur sosial, sikap masyarakat, lembaga-lembaga pemerintah maupun akselerasi pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan itu maka pengentasan kemiskinan menjadi salah satu program penting dari Pemerintah Kota Kupang yang dimulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap pelaksanaan. Persoalan pengentasan kemiskinan seringkali dibatasi oleh ketidakjelasan tentang siapa-siapa yang dikategorikan sebagai orang atau rumah tangga miskin. Hal ini mengakibatkan sasaran intervensi penanggulangan kemiskinan menjadi kurang tepat. Dengan mempelajari dan mencermati hasil pendataan rumah tangga miskin yang dilakukan Badan Pusat Statistik Kota Kupang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Badan Permberdayaan Masyarakat Kota Kupang, yang iii

5 dipublikasikan dalam bentuk Profil Rumah Tangga Kota Kupang menurut Status Kemiskinan 2006 telah berupaya memberikan gambaran tentang kodisi kemiskinan di Kota Kupang dari tingkat kecamatan sampai kelurahan, bahkan untuk ketepatan sasaran program intervensi penanggulangan kemiskinan, juga disiapkan direktori yang memuat tentang daftar nama dan tempat tinggal dari setiap rumah tangga miskin tersebut. Diharapkan lembaga/instansi, baik pemerintah maupun swasta di Kota Kupang dapat menggunakan data kemiskinan ini untuk dijadikan dasar atau referensi dalam menyusun program yang berhubungan dengan penanggulangan kemiskinan di Kota Kupang. Kepada Badan Pusat Statistik Kota Kupang, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Kupang, dan semua pihak yang telah membantu menyediakan informasi yang sangat berharga ini saya ucapkan terima kasih. Tuhan memberkati kita sekalian. WALIKOTA KUPANG S. K. LERIK iv

6 KATA PENGANTAR Kemiskinan merupakan musuh pembangunan yang harus diberantas, karena kemiskinan dapat mempersulit bahkan menghambat pembangunan. Hal ini dapat dimengerti karena kemiskinan merupakan suatu profil kehidupan individu manusia maupun masyarakat yang menggambarkan ketidakmampuan untuk hidup layak dan berpartisipasi dalam pembangunan, sebaliknya pembangunan merupakan upaya untuk mengatur akselerasi pertumbuhan ekonomi untuk mengurangi kesenjangan serta pemberantasan kemiskinan. Untuk dapat menggiatkan aktivitas pembangunan dan dalam rangka mengurangi kesenjangan dan memberantas kemiskinan, maka informasi mengenai jumlah rumah tangga miskin maupun penduduk miskin perlu diketahui. Informasi mengenai hal tersebut dapat diketahui melalui hasil Pendataan Rumah Tangga 2004 yang telah dimutakhirkan pada tahun 2006 ini, dan merupakan kerjasama Badan Pusat Statistik Kota Kupang dengan Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Kupang. Akhirnya harapan kami kiranya hasil pendataan ini bermanfaat bagi semua pihak, terutama bagi Pemerintah Kota Kupang dalam perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan dalam rangka upaya penanggulangan kemiskinan di Kota ini. v

7 Untuk perbaikan publikasi ini di masa mendatang, tanggapan dan saran-saran yang bersifat konstruktif dari para pemakai sangat diharapkan. Kupang, September 2006 Kepala BPM Kota Kupang, Kepala BPS Kota Kupang, Drs. B. Benufinit, Msi NIP Loddy Lado NIP vi

8 DAFTAR ISI KATA SAMBUTAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... BAB I. PENDAHULUAN... BAB II. METODOLOGI... iii v vii viii xi 1 4 BAB III. PROFIL KEMISKINAN DAN STATUS KEMISKINAN RUMAH TANGGA MISKIN... TABEL RUMAH TANGGA... TABEL PENDUDUK... G R A F I K... PETA INDEKS... PETA RUMAH TANGGA/PENDUDUK MISKIN vii

9 DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Jumlah dan Persentase Rumah Tangga menurut Status Kemiskinan per Kecamatan Tahun Tabel 3.2 Jumlah dan Persentase Penduduk menurut Status Kemiskinan per Kecamatan Tahun Tabel 3.3 Jumlah dan Persentase Rumah Tangga menurut Status Kemiskinan per Kelurahan di Kecamatan Alak Tahun Tabel 3.4 Jumlah dan Persentase Rumah Tangga menurut Status Kemiskinan per Kelurahan di Kecamatan Maulafa Tahun Tabel 3.5 Jumlah dan Persentase Rumah Tangga menurut Status Kemiskinan per Kelurahan di Kecamatan Oebobo Tahun Tabel 3.6 Jumlah dan Persentase Rumah Tangga menurut Status Kemiskinan per Kelurahan di Kecamatan Kelapa Lima Tahun Tabel 4.1 Jumlah Rumah Tangga Kota Kupang menurut Status Kemiskinan per Kecamatan Tahun Tabel 4.2 Persentase Rumah Tangga Kota Kupang menurut Status Kemiskinan per Kecamatan Tahun Tabel 4.3 Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Alak menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun Tabel 4.4 Persentase Rumah Tangga Kecamatan Alak menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun Tabel 4.5 Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Maulafa menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun viii

10 Tabel 4.6 Persentase Rumah Tangga Kecamatan Maulafa menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun Tabel 4.7 Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Oebobo menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun Tabel 4.8 Persentase Rumah Tangga Kecamatan Oebobo menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun Tabel 4.9 Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Kelapa Lima menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun Tabel 4.10 Persentase Rumah Tangga Kecamatan Kelapa Lima menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun Tabel 5.1 Jumlah Penduduk Kota Kupang menurut Status Kemiskinan per Kecamatan Tahun Tabel 5.2 Persentase Penduduk Kota Kupang menurut Status Kemiskinan per Kecamatan Tahun Tabel 5.3 Jumlah Penduduk Kecamatan Alak menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun Tabel 5.4 Persentase Penduduk Kecamatan Alak menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun Tabel 5.5 Jumlah Penduduk Kecamatan Maulafa menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun Tabel 5.6 Persentase Penduduk Kecamatan Maulafa menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun Tabel 5.7 Jumlah Penduduk Kecamatan Oebobo menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun ix

11 Tabel 5.8 Persentase Penduduk Kecamatan Oebobo menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun Tabel 5.9 Jumlah Penduduk Kecamatan Kelapa Lima menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun Tabel 5.10 Persentase Penduduk Kecamatan Kelapa Lima menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun x

12 DAFTAR GAMBAR I. GRAFIK Gambar 1 Jumlah Rumah Tangga Kota Kupang menurut Kecamatan, Gambar 2 Jumlah Penduduk Kota Kupang menurut Kecamatan, Gambar 3 Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Alak menurut Kelurahan, Gambar 4 Jumlah Penduduk Kecamatan Alak menurut Kelurahan, Gambar 5 Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Maulafa menurut Kelurahan, Gambar 6 Jumlah Penduduk Kecamatan Maulafa menurut Kelurahan, Gambar 7 Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Oebobo menurut Kelurahan, Gambar 8 Jumlah Penduduk Kecamatan Oebobo Gambar 9 menurut Kelurahan, Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Kelapa Lima menurut Kelurahan, Gambar 10 Jumlah Penduduk Kecamatan Kelapa Lima menurut Kelurahan, II. PETA INDEKS Gambar 1 Peta Indeks Kota Kupang menurut Kecamatan, Gambar 2 Peta Indeks Kecamatan Alak menurut Kelurahan, Gambar 3 Peta Indeks Kecamatan Maulafa menurut Kelurahan, Gambar 4 Peta Indeks Kecamatan Oebobo menurut Kelurahan, Gambar 5 Peta Indeks Kecamatan Kelapa Lima menurut Kelurahan, xi

13 III. PETA RUMAH TANGGA/PENDUDUK MISKIN Gambar A Jumlah Rumah Tangga Kota Kupang menurut Kecamatan, Gambar B Persentase Rumah Tangga Kota Kupang menurut Kecamatan, Gambar C Jumlah Penduduk Kota Kupang menurut Kecamatan, Gambar D Persentase Penduduk Kota Kupang menurut Kecamatan, Gambar 1.1. Persentase Rumah Tangga Kecamatan Alak menurut Kelurahan, Gambar 1.2. Persentase Penduduk Kecamatan Alak menurut Kelurahan, Gambar 2.1. Persentase Rumah Tangga Kecamatan Maulafa menurut Kelurahan, Gambar 2.2. Persentase Penduduk Kecamatan Maulafa menurut Kelurahan, Gambar 3.1. Persentase Rumah Tangga Kecamatan Oebobo menurut Kelurahan, Gambar 3.2. Persentase Penduduk Kecamatan Oebobo menurut Kelurahan, Gambar 4.1. Persentase Rumah Tangga Kecamatan Kelapa Lima menurut Kelurahan, Gambar 4.2. Persentase Penduduk Kecamatan Kelapa Lima menurut Kelurahan, xii

14 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Salah satu visi pembangunan nasional periode adalah meningkatkan kinerja perekonomian agar mampu menciptakan lapangan kerja dan menata kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat. Untuk mewujudkan visi tersebut, misi pembangunan nasional adalah mewujudkan Indonesia yang sejahtera dengan salah satu sasaran pokok menurunkan jumlah penduduk miskin dari 16,7 persen pada tahun 2004 menjadi 8,2 persen pada tahun Disadari bahwa upaya mengentaskan kemiskinan tidak mudah, serta membutuhkan strategi yang terpadu, karena persoalan kemiskinan bersifat multi dimensi. Saat ini, pemerintah sedang menyusun Strategi Penanggulangan Kemiskinan agar programprogram pengentasan kemiskinan di pelbagai bidang kehidupan dapat dilaksanakan secara efektif. Pada saat yang sama pemerintah juga berusaha menurunkan persentase penduduk miskin dengan cara membantu meringankan beban kehidupan mereka secara langsung. Kedua hal tersebut menuntut ketersediaan data kemiskinan, baik yang bersifat makro maupun yang bersifat mikro. Data kemiskinan makro diperlukan untuk target sasaran kewilayahan (seperti bantuan kemiskinan menurut Profil Rumah Tangga Kota Kupang

15 daerah), sedangkan data kemiskinan mikro diperlukan untuk target sasaran rumah tangga (seperti bantuan kepada rumah tangga miskin). Menyadari pentingnya ketersediaan data rumah tangga miskin pada setiap Satuan Lingkungan Setempat (SLS) terkecil dan ketepatan penyaluran bantuan ke rumah tangga miskin, maka Badan Pusat Statistik Kota Kupang dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Kupang bekerja sama melakukan pemutakhiran data rumah tangga miskin hasil Pendataan Rumah Tangga 2004 (PRTM 04) untuk Kota Kupang pada tahun 2006 ini Tujuan Tujuan pemutakhiran data rumah tangga miskin ini antara lain untuk : a. Mendapatkan daftar nama keluarga/rumah tangga miskin pada setiap Satuan Lingkungan Setempat (SLS) terkecil, seperti RT, Dusun, Lingkungan atau lainnya di Kota Kupang tahun 2006 yang didasarkan pada hasil Pendataan Rumah Tangga Kota Kupang 2004 (PRTM 04) yang telah dimutakhirkan. b. Membangun basis data untuk keperluan berbagai program penanggulangan kemiskinan. Profil Rumah Tangga Kota Kupang

16 1.3. Ruang Lingkup Ruang lingkup dari pemutakhiran data rumah tangga miskin ini mencakup seluruh rumah tangga yang berada di wilayah Kota Kupang yang meliputi 4 kecamatan dan 45 kelurahan. Profil Rumah Tangga Kota Kupang

17 BAB II METODOLOGI 2.1. Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam pemutakhiran data rumah tangga miskin ini adalah hasil Pendataan Rumah Tangga Kota Kupang 2004 (PRTM 04) Satuan Wilayah Kerja Satuan wilayah kerja dalam pemutakhiran data rumah tangga miskin ini menggunakan SLS (Satuan Lingkungan Setempat) terkecil, dalam hal ini adalah RT (Rukun Tetangga) Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kompilasi. Metode kompilasi digunakan untuk menjaring semua keluarga/rumah tangga yang diduga miskin di SLS melalui berbagai sumber informasi, diantaranya ketua SLS Tahapan Pendataan Untuk memperoleh informasi tentang keberadaan/lokasi keluarga/rumah tangga miskin secara lengkap di semua wilayah Kota Kupang, data hasil Pendataan Rumah Tangga 2004 Profil Rumah Tangga Kota Kupang

18 (PRTM 04) yang telah final akan dimutakhirkan kembali dengan tahapan sebagai berikut : Tahap I Berdasarkan dokumen final PRTM 04 yang telah dibagikan, petugas mendatangi semua Ketua SLS/RT yang bersangkutan. Tahap II Bersama Ketua SLS/RT, petugas mengklasifikasikan daftar nama KRT yang ada kedalam kategori Mendekati, dan Sangat berdasarkan 14 kriteria yang telah ditentukan. Tahap III Selanjutnya ditanyakan mengenai Kepala Rumah Tangga (KRT) yang berpindah dari wilayah administrasi tersebut dan KRT yang meninggal dunia. Bagi KRT yang berpindah dari wilayah tersebut (pindah ke Kabupaten/Kota lain) langsung dihilangkan/dicoret dari daftar. Sedangkan KRT yang meninggal tidak dicoret karena masih ada ahli waris yaitu isteri atau anakanak. Profil Rumah Tangga Kota Kupang

19 BAB III PROFIL KEMISKINAN DAN STATUS KEMISKINAN RUMAH TANGGA MISKIN 3.1. Pentingnya Informasi Mengenai Profil Kemiskinan Informasi mengenai profil kemiskinan sangat diperlukan oleh pengambil kebijakan terutama untuk penanganan masalah kemiskinan. Dengan mengetahui profil kemiskinan, pengambil kebijakan dapat lebih memfokuskan program penanggulangan kemiskinan, sehingga dapat lebih sesuai dengan kebutuhan penduduk miskin tersebut. Barangkali penggunaan terpenting dari profil kemiskinan adalah untuk mendukung usaha-usaha bagi penentu sasaran sumber daya pembangunan terhadap wilayah miskin yang bertujuan untuk menurunkan kemiskinan agregat melalui sasaran wilayah geografis. Wilayah dimana yang seharusnya mendapat prioritas dalam penentuan sasaran nampaknya masih belum dapat dipenuhi. Keterangan mengenai jenis persoalan dan akar permasalahan yang dihadapi berbagai jenis segmen penduduk miskin dapat membantu perencana program dalam menentukan programprogram yang tepat. Berbagai program penanggulangan kemiskinan yang didasari pemahaman menyeluruh mengenai karakteristik sosial demografi dan dimensi ekonomi penduduk Profil Rumah Tangga Kota Kupang

20 miskin dapat membantu perencanaan, monitoring, dan evaluasi dari program tersebut Status Kemiskinan Rumah Tangga per Kecamatan Berdasarkan hasil pemutakhiran data rumah tangga miskin tahun 2006, diperoleh jumlah rumah tangga miskin di Kota Kupang sebanyak rumah tangga. Dari jumlah tersebut, rumah tangga yang tergolong sangat miskin sebanyak rumah tangga, miskin rumah tangga, dan mendekati miskin rumah tangga. Apabila dikaji persebaran jumlah rumah tangga miskin secara absolut menurut kecamatan, Kecamatan Oebobo tercatat mempunyai jumlah rumah tangga miskin terbanyak (8.016 rumah tangga). Selanjutnya urutan kecamatan menurut banyaknya rumah tangga miskin dari yang paling banyak ke yang paling kecil adalah Kecamatan Alak (5.373 rumah tangga), Kecamatan Kelapa Lima (5.184 rumah tangga), dan Kecamatan Maulafa (4.499 rumah tangga). Jika dilihat dari proporsinya, hanya Kecamatan Alak yang mempunyai proporsi rumah tangga miskin lebih dari 50 persen. Sedangkan proporsi rumah tangga miskin paling kecil terdapat di Kecamatan Kelapa Lima, yakni 30 persen dari total rumah tangga yang ada di kecamatan tersebut. Profil Rumah Tangga Kota Kupang

21 Tabel 3.1. Jumlah dan Persentase Rumah Tangga menurut Status Kemiskinan per Kecamatan Tahun 2006 Kecamatan Sangat Mende Subtotal Mampu kati Jumlah % Jumlah % Total (1) 01. Alak 02. Maulafa 03. Oebobo 04. Kelapa Lima (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) , , , , , , , , Kota Kupang , , Profil Rumah Tangga Kota Kupang

22 3.3. Status Kemiskinan Penduduk per Kecamatan Jumlah penduduk miskin yang besar (berkualitas rendah) disadari hanya akan merupakan beban (liability) bagi pembangunan. Dari jiwa penduduk di Kota Kupang, jiwa adalah penduduk miskin atau sekitar 39 persen dari total jumlah penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kota Kupang terbanyak berada di Kecamatan Oebobo sebanyak jiwa, kemudian Kecamatan Alak dan Kecamatan Kelapa Lima masing-masing dengan jiwa dan jiwa, dan yang terkecil berada di Kecamatan Maulafa sebanyak jiwa. Namun jika dilihat dari persentase penduduk miskin terhadap total penduduk per kecamatan, maka kecamatan yang memiliki persentase penduduk miskin tertinggi adalah Kecamatan Alak yaitu 57 persen, disusul Kecamatan Maulafa 39 persen, berikutnya Kecamatan Oebobo 36 persen, dan yang terkecil adalah Kecamatan Kelapa Lima yang sekitar 33 persen. Rincian lengkapnya bisa dilihat pada tabel berikut. Profil Rumah Tangga Kota Kupang

23 Tabel 3.2. Jumlah dan Persentase Penduduk menurut Status Kemiskinan per Kecamatan Tahun 2006 Kecamatan (1) 01. Alak 02. Maulafa 03. Oebobo 04. Kelapa Lima Sangat Mendek Subtotal Mampu ati Jumlah % Jumlah % Total (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) ,29 38,93 36,13 33, ,71 61,07 63,87 66, Kota Kupang , , Profil Rumah Tangga Kota Kupang

24 3.4. Status Kemiskinan Rumah Tangga per Kelurahan Kecamatan Alak Dari Tabel 3.3. dapat dilihat bahwa dari rumah tangga yang ada di 11 kelurahan di Kecamatan Alak, 59,27 persennya (5.373 rumah tangga) merupakan rumah tangga miskin, dengan rincian menurut status kemiskinan yaitu adalah rumah tangga sangat miskin (14,23 persen), adalah rumah tangga miskin (40,74 persen), sisanya sebanyak 390 merupakan rumah tangga mendekati miskin (4,30 persen). Jumlah absolut rumah tangga sangat miskin terbanyak terdapat di Kelurahan Namosain (542 rumah tangga), diikuti oleh Kelurahan Alak, Kelurahan Nunbaun Delha, dan seterusnya hingga yang tidak mempunyai rumah tangga sangat miskin, yakni Kelurahan Naioni, Manulai II, Batuplat, dan Nunhila. Jika dilihat dari proporsinya, Kelurahan Nunbaun Delha memiliki persentase rumah tangga sangat miskin terbesar dibandingkan kelurahan yang lain, yakni sekitar 36 persen. Berikutnya Kelurahan Namosain (32 persen), Kelurahan Mantasi (27 persen), dan seterusnya, dan yang paling sedikit tentu saja kelurahan yang tidak mempunyai jumlah rumah tangga sangat miskin (sama dengan jumlah absolutnya). Profil Rumah Tangga Kota Kupang

25 Tabel 3.3. Jumlah dan Persentase Rumah Tangga menurut Status Kemiskinan per Kelurahan di Kecamatan Alak Tahun 2006 Kelurahan (1) 1. Naioni 2. Manulai II 3. Batu Plat 4. Alak 5. Manutapen 6. Mantasi 7. Fatufeto 8. Nunhila 9. Nunbaun Delha 10. Nunbaun Sabu 11. Namosain Kecamatan Alak Sangat Mende Subtotal Mampu kati Jumlah % Jumlah % Total (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) ,00 0 0, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , Profil Rumah Tangga Kota Kupang

26 Kecamatan Maulafa Kecamatan Maulafa yang terdiri dari 9 kelurahan memiliki rumah tangga dimana 9,68 persennya adalah rumah tangga sangat miskin, 20,84 persennya rumah tangga miskin, 9,37 persennya rumah tangga mendekati miskin, dan sisanya yang sebanyak 60,11 persen adalah rumah tangga mampu (6.780 rumah tangga). Persentase rumah tangga sangat miskin tertinggi terdapat di Kelurahan Fatukoa (25,24 persen), namun secara absolut rumah tangga sangat miskin terbanyak di Kelurahan Maulafa (260 rumah tangga). Pada rumah tangga dengan status kemiskinan miskin, jumlah absolut terbanyak dimiliki Kelurahan Sikumana (697 rumah tangga), sedangkan secara persentase dimiliki Kelurahan Naimata yang proporsinya hampir mendekati 60 persen. Sementara itu, jumlah terbanyak untuk rumah kategori mendekati miskin ada di Kelurahan Oepura (421 rumah tangga), untuk persentase terbanyak di Kelurahan Kolhua (23 persen). Secara rinci bisa diamati pada tabel berikut. Profil Rumah Tangga Kota Kupang

27 Tabel 3.4. Jumlah dan Persentase Rumah Tangga menurut Status Kemiskinan per Kelurahan di Kecamatan Maulafa Tahun 2006 Kelurahan (1) 1. Fatukoa 2. Sikumana 3. Bello 4. Kolhua 5. Penfui 6. Naimata 7. Maulafa 8. Oepura 9. Naikolan Kecamatan Maulafa Sangat Mende Subtotal Mampu kati Jumlah % Jumlah % Total (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , Profil Rumah Tangga Kota Kupang

28 Kecamatan Oebobo Dari rumah tangga yang ada di 12 kelurahan di Kecamatan Oebobo, 8,16 persen (1748 rumah tangga) adalah rumah tangga sangat miskin, 25,42 persen (5445 rumah tangga) merupakan rumah tangga dengan kategori miskin, dan 3,84 persen (823 rumah tangga) termasuk rumah tangga kategori mendekati miskin. Sisanya yang rumah tangga (62,57 persen) merupakan rumah tangga mampu. Bila diamati pada tabel 3.5. jumlah riil terbesar rumah tangga tidak mampu baik kategori sangat miskin, miskin, dan mendekati miskin berada di Kelurahan Oebufu, dengan jumlah masingmasing adalah 421, 1149, dan 150 rumah tangga. Sedangkan bila diamati secara proporsi, rumah tangga sangat miskin terbanyak terdapat di Kelurahan Bakunase yakni sebesar 15,32 persen, rumah tangga miskin terbanyak adalah Kelurahan Air Nona sebesar 31,56 persen, dan rumah tangga mendekati miskin terbanyak berada di Kelurahan Kuanino dengan persentase sebesar 6,74 persen. Masih dilihat secara proporsi, rumah tangga sangat miskin, miskin, mendekati miskin paling sedikit masing-masing terdapat di Kelurahan Fontein (0,35 persen), Kelurahan Naikoten II (10,13 persen), dan Kelurahan Bakunase (1,88 persen). Profil Rumah Tangga Kota Kupang

29 Tabel 3.5. Jumlah dan Persentase Rumah Tangga menurut Status Kemiskinan per Kelurahan di Kecamatan Oebobo Tahun 2006 Kelurahan (1) 1. Bakunase 2. Air Nona 3. Naikoten I 4. Naikoten II 5. Kuanino 6. Nunleu 7. Fontein 8. Oetete 9. Oebobo 10. Fatululi 11. Oebufu 12. Liliba Kecamatan Oebobo Mende Sangat Subtotal Mampu kati Jumlah % Jumlah % Total (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , Profil Rumah Tangga Kota Kupang

30 Kecamatan Kelapa Lima Persentase rumah tangga tidak mampu (sangat miskin, miskin, dan mendekati miskin) Kecamatan Kelapa Lima adalah yang terkecil di Kota Kupang (30,45 persen), namun secara riil masih berada di bawah Kecamatan Maulafa. Dari rumah tangga yang ada di Kecamatan Kelapa Lima, sebanyak rumah tangga adalah rumah tangga tidak mampu, dimana merupakan rumah tangga sangat miskin, adalah rumah tangga miskin, dan 808 merupakan rumah tangga mendekati miskin. Dilihat dari proporsinya, persentase untuk masing-masing kategori sangat miskin, miskin, dan mendekati miskin di Kecamatan Kelapa Lima adalah 8,08 persen, 17,62 persen, 4,75 persen. Diamati menurut kelurahan, secara riil Kelurahan Oesapa mempunyai jumlah rumah tangga sangat miskin, miskin, dan mendekati miskin paling banyak dengan masing-masing jumlah adalah 489;, 1.026; dan 226 rumah tangga. Namun jika dilihat menurut proporsinya, rumah tangga sangat miskin terbanyak terdapat di Kelurahan Lasiana (20,90 persen), rumah tangga miskin terbanyak terdapat di Kelurahan Airmata (27,60 persen), dan rumah tangga mendekati miskin terbanyak terdapat di Kelurahan Fatubesi (8,76 persen). Profil Rumah Tangga Kota Kupang

31 Tabel 3.6. Jumlah dan Persentase Rumah Tangga menurut Status Kemiskinan per Kelurahan di Kecamatan Kelapa Lima Tahun 2006 Kelurahan (1) 1. Airmata 2. LLBK 3. Bonipoi 4. Merdeka 5. Solor 6. Tode Kisar 7. Oeba 8. Fatubesi 9. Nefonaek 10. Pasir Panjang 11. Kelapa Lima 12. Oesapa 13. Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Sangat Mende Subtotal Mampu kati Jumlah % Jumlah % Total (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , Profil Rumah Tangga Kota Kupang

32 Tabel 4.1 Jumlah Rumah Tangga Kota Kupang menurut Status Kemiskinan per Kecamatan Tahun 2006 Kecamatan 01. Alak 02. Maulafa 03. Oebobo Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) 04. Kelapa Lima Kota Kupang Tabel 4.2 Persentase Rumah Tangga Kota Kupang menurut Status Kemiskinan per Kecamatan Tahun 2006 Kecamatan 01. Alak 02. Maulafa 03. Oebobo Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) 04. Kelapa Lima 14,23 9,68 8,16 8,08 40,74 20,84 25,42 17,62 4,30 9,37 3,84 4,75 40,73 60,11 62,57 69,55 Kota Kupang 9,37 24,64 5,24 60,75 Profil Rumah Tangga Kota Kupang

33 Tabel 4.3 Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Alak menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Naioni 02. Manulai II 03. Batu Plat 04. Alak 05. Manutapen 06. Mantasi 07. Fatufeto 08. Nunhila 09. Nunbaun Delha 10. Nunbaun Sabu 11. Namosain Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) Kecamatan Alak Tabel 4.4 Persentase Rumah Tangga Kecamatan Alak menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Naioni 02. Manulai II 03. Batu Plat 04. Alak 05. Manutapen 06. Mantasi 07. Fatufeto 08. Nunhila 09. Nunbaun Delha 10. Nunbaun Sabu 11. Namosain Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) 0,00 98,15 1,85 0,00 72,12 5,30 0,00 47,09 3,53 11,45 34,34 5,24 1,93 54,63 6,61 27,01 24,17 3,32 5,49 33,61 3,11 0,00 62,05 3,41 35,85 31,46 5,80 24,14 29,80 3,20 32,51 27,11 3,60 0,00 22,58 49,39 48,97 36,83 45,50 57,78 34,54 26,89 42,86 36,77 Kecamatan Alak 14,23 40,74 4,30 40,73 Profil Rumah Tangga Kota Kupang

34 Tabel 4.5 Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Maulafa menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Fatukoa 02. Sikumana 03. Bello 04. Kolhua 05. Penfui 06. Naimata 07. Maulafa 08. Oepura 09. Naikolan Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) Kecamatan Maulafa Tabel 4.6 Persentase Rumah Tangga Kecamatan Maulafa menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Fatukoa 02. Sikumana 03. Bello 04. Kolhua 05. Penfui 06. Naimata 07. Maulafa 08. Oepura 09. Naikolan Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) 25,24 30,87 4,18 10,31 30,72 4,14 6,74 39,72 6,91 0,00 6,02 22,71 10,36 18,87 5,96 20,45 59,85 16,41 21,98 33,31 2,45 6,09 5,52 18,30 4,34 12,10 3,07 39,71 54,83 46,63 71,27 64,81 3,28 42,27 70,09 80,49 Kecamatan Maulafa 9,68 20,84 9,37 60,11 Profil Rumah Tangga Kota Kupang

35 Tabel 4.7 Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Oebobo menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Bakunase 02. Air Nona 03. Naikoten I 04. Naikoten II 05. Kuanino 06. Nunleu 07. Fontein 08. Oetete 09. Oebobo 10. Fatululi 11. Oebufu 12. Liliba Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) Kecamatan Oebobo Tabel 4.8 Persentase Rumah Tangga Kecamatan Oebobo menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Bakunase 02. Air Nona 03. Naikoten I 04. Naikoten II 05. Kuanino 06. Nunleu 07. Fontein 08. Oetete 09. Oebobo 10. Fatululi 11. Oebufu 12. Liliba Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) 15,32 24,17 1,88 9,60 31,56 1,90 6,61 29,63 3,36 2,89 10,13 2,71 0,89 23,60 6,74 0,90 20,63 5,34 0,35 21,25 4,94 7,19 11,91 2,54 12,35 26,11 5,52 9,59 28,34 3,49 10,13 27,65 3,61 7,47 30,69 4,27 58,63 56,94 60,41 84,27 68,77 73,12 73,46 78,36 56,01 58,57 58,61 57,57 Kecamatan Oebobo 8,16 25,42 3,84 62,57 Profil Rumah Tangga Kota Kupang

36 Tabel 4.9 Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Kelapa Lima menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Airmata 02. LLBK 03. Bonipoi 04. Merdeka 05. Solor 06. Tode Kisar 07. Oeba 08. Fatubesi 09. Nefonaek 10. Pasir Panjang 11. Kelapa Lima 12. Oesapa 13. Lasiana Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) Kecamatan Kelapa Lima Tabel 4.10 Persentase Rumah Tangga Kecamatan Kelapa Lima menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Airmata 02. LLBK 03. Bonipoi 04. Merdeka 05. Solor 06. Tode Kisar 07. Oeba 08. Fatubesi 09. Nefonaek 10. Pasir Panjang 11. Kelapa Lima 12. Oesapa 13. Lasiana Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) 6,99 27,60 4,54 13,95 1,74 0,58 6,12 25,38 3,98 3,00 7,42 3,63 4,75 24,71 6,71 6,95 18,15 3,86 6,80 21,83 3,65 4,61 25,81 8,76 3,04 7,40 1,45 4,59 20,47 7,34 8,69 15,50 6,51 7,53 15,79 3,48 20,90 21,39 5,56 Kecamatan Kelapa Lima 60,87 83,72 64,53 85,94 63,83 71,04 67,72 60,83 88,11 67,61 69,31 73,20 52,14 8,08 17,62 4,75 69,55 Profil Rumah Tangga Kota Kupang

37 Profil Rumah Tangga Kota Kupang

38 Tabel 5.1 Jumlah Penduduk Kota Kupang menurut Status Kemiskinan per Kecamatan Tahun 2006 Kecamatan 01. Alak 02. Maulafa 03. Oebobo Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) 04. Kelapa Lima Kota Kupang Tabel 5.2 Persentase Penduduk Kota Kupang menurut Status Kemiskinan per Kecamatan Tahun 2006 Kecamatan 01. Alak 02. Maulafa 03. Oebobo Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) 04. Kelapa Lima 13,04 9,08 7,66 8,57 39,80 20,38 24,53 19,29 4,45 9,47 3,95 5,51 42,71 61,07 63,87 66,63 Kota Kupang 9,03 24,75 5,54 60,68 Profil Rumah Tangga Kota Kupang

39 Tabel 5.3 Jumlah Penduduk Kecamatan Alak menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Naioni 02. Manulai II 03. Batu Plat 04. Alak 05. Manutapen 06. Mantasi 07. Fatufeto 08. Nunhila 09. Nunbaun Delha 10. Nunbaun Sabu 11. Namosain Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) Kecamatan Alak Tabel 5.4 Persentase Penduduk Kecamatan Alak menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Naioni 02. Manulai II 03. Batu Plat 04. Alak 05. Manutapen 06. Mantasi 07. Fatufeto 08. Nunhila 09. Nunbaun Delha 10. Nunbaun Sabu 11. Namosain Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) 0,00 98,21 1,79 0,00 70,38 6,43 0,00 42,91 4,04 11,38 36,87 5,60 1,55 48,96 5,78 20,80 17,98 4,01 4,76 35,53 3,80 0,00 57,00 3,85 29,73 32,43 5,52 20,80 28,71 3,06 30,75 26,67 3,74 0,00 23,18 53,05 46,15 43,71 57,20 55,91 39,15 32,32 47,43 38,84 Kecamatan Alak 13,04 39,80 4,45 42,71 Profil Rumah Tangga Kota Kupang

40 Tabel 5.5 Jumlah Penduduk Kecamatan Maulafa menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Fatukoa 02. Sikumana 03. Bello 04. Kolhua 05. Penfui 06. Naimata 07. Maulafa 08. Oepura 09. Naikolan Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) Kecamatan Maulafa Tabel 5.6 Persentase Penduduk Kecamatan Maulafa menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Fatukoa 02. Sikumana 03. Bello 04. Kolhua 05. Penfui 06. Naimata 07. Maulafa 08. Oepura 09. Naikolan Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) 23,11 32,65 4,64 9,16 28,55 4,03 6,05 37,82 7,60 0,00 6,25 23,29 9,81 17,18 6,22 21,60 57,81 17,02 19,33 31,16 2,21 6,16 5,67 18,19 4,55 13,63 3,53 39,60 58,25 48,52 70,46 66,79 3,57 47,31 69,98 78,30 Kecamatan Maulafa 9,08 20,38 9,47 61,07 Profil Rumah Tangga Kota Kupang

41 Kelurahan 01. Bakunase 02. Air Nona 03. Naikoten I 04. Naikoten II 05. Kuanino 06. Nunleu 07. Fontein 08. Oetete 09. Oebobo 10. Fatululi 11. Oebufu 12. Liliba Tabel 5.7 Jumlah Penduduk Kecamatan Oebobo menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) Kecamatan Oebobo Tabel 5.8 Persentase Penduduk Kecamatan Oebobo menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Bakunase 02. Air Nona 03. Naikoten I 04. Naikoten II 05. Kuanino 06. Nunleu 07. Fontein 08. Oetete 09. Oebobo 10. Fatululi 11. Oebufu 12. Liliba Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) 15,08 22,92 1,75 8,36 26,70 1,55 6,46 28,65 3,46 3,68 10,82 3,26 0,80 22,78 7,38 0,76 19,37 5,11 0,25 21,69 5,53 6,23 10,62 2,51 11,39 25,72 5,83 9,06 28,48 3,70 9,20 26,89 3,68 6,09 28,56 4,23 60,25 63,40 61,43 82,24 69,03 74,76 72,53 80,64 57,06 58,76 60,23 61,13 Kecamatan Oebobo 7,66 24,53 3,95 63,87 Profil Rumah Tangga Kota Kupang

42 Tabel 5.9 Jumlah Penduduk Kecamatan Kelapa Lima menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Airmata 02. LLBK 03. Bonipoi 04. Merdeka 05. Solor 06. Tode Kisar 07. Oeba 08. Fatubesi 09. Nefonaek 10. Pasir Panjang 11. Kelapa Lima 12. Oesapa 13. Lasiana Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) Kecamatan Kelapa Lima Tabel 5.10 Persentase Penduduk Kecamatan Kelapa Lima menurut Status Kemiskinan per Kelurahan Tahun 2006 Kelurahan 01. Airmata 02. LLBK 03. Bonipoi 04. Merdeka 05. Solor 06. Tode Kisar 07. Oeba 08. Fatubesi 09. Nefonaek 10. Pasir Panjang 11. Kelapa Lima 12. Oesapa 13. Lasiana Sangat Mendekati Mampu (1) (2) (3) (4) (5) 5,56 24,99 4,33 15,14 2,16 0,14 3,01 23,41 3,34 3,52 9,57 4,76 4,54 23,78 7,50 6,76 17,88 4,00 6,82 22,94 4,12 3,94 24,76 10,19 3,50 5,20 0,99 4,04 19,18 7,74 8,61 16,29 6,94 9,56 20,65 4,77 20,06 21,96 5,56 Kecamatan Kelapa Lima 65,12 82,57 70,23 82,15 64,18 71,35 66,12 61,12 90,31 69,04 68,16 65,02 52,41 8,57 19,29 5,51 66,63 Profil Rumah Tangga Kota Kupang

43 Profil Rumah Tangga Kota Kupang

44 Gambar 1. Jumlah Rumah Tangga Kota Kupang menurut Kecamatan, ,290 3, ,692 1,092 2,350 1,057 6,780 1, ,445 1, ,000 13,401 11,842 ALAK MAULAFA OEBOBO KELAPA LIMA Sangat Mendekati Mampu Gambar 2. Jumlah Penduduk Kota Kupang menurut Kecamatan, ,514 16,832 1,884 18,063 4,869 10,927 5,079 32,748 7,858 25,183 4,050 65,555 5,948 13,380 3,823 46,225 ALAK MAULAFA OEBOBO KELAPA LIMA Sangat Mendekati Mampu Profil Rumah Tangga Kota Kupang

45 Gambar 3. Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Alak menurut Kelurahan, , Naioni Manulai II Batu Plat Alak Manutapen Mantasi Fatufeto Nunhila NBD NBS Namosain Sangat Mendekati Mampu Gambar 4. Jumlah Penduduk Kecamatan Alak menurut Kelurahan, ,000 3,500 3,000 2,500 2,000 1,500 1, Naioni Manulai II Batu Plat Alak Manutapen Mantasi Fatufeto Nunhila NBD NBS Namosain Sangat Mendekati Mampu Profil Rumah Tangga Kota Kupang

46 Gambar 5. Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Maulafa menurut Kelurahan, ,800 1,600 1,400 1,200 1, Fatukoa Sikumana Bello Kolhua Penfui Naimata Maulafa Oepura Naikolan Sangat Mendekati Mampu Gambar 6. Jumlah Penduduk Kecamatan Maulafa menurut Kelurahan, ,000 7,000 6,000 5,000 4,000 3,000 2,000 1,000 0 Fatukoa Sikumana Bello Kolhua Penfui Naimata Maulafa Oepura Naikolan Sangat Mendekati Mampu Profil Rumah Tangga Kota Kupang

47 Gambar 7. Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Oebobo menurut Kelurahan, ,000 2,500 2,000 1,500 1, Bakunase Air Nona Naikoten I Naikoten II Kuanino Nunleu Fontein Oetete Oebobo Fatululi Oebufu Liliba Sangat Mendekati Mampu Gambar 8. Jumlah Penduduk Kecamatan Oebobo menurut Kelurahan, ,000 12,000 10,000 8,000 6,000 4,000 2,000 0 Bakunase Air Nona Naikoten I Naikoten II Kuanino Nunleu Fontein Oetete Oebobo Fatululi Oebufu Liliba Sangat Mendekati Mampu Profil Rumah Tangga Kota Kupang

48 Gambar 9. Jumlah Rumah Tangga Kecamatan Kelapa Lima menurut Kelurahan, ,000 4,500 4,000 3,500 3,000 2,500 2,000 1,500 1, Airmata LLBK Bonipoi Merdeka Solor Tode Kisar Oeba Fatubesi Nefonaek Pasir Panjang Kelapa Lima Oesapa Lasiana Sangat Mendekati Mampu Gambar 10. Jumlah Penduduk Kecamatan Kelapa Lima menurut Kelurahan, ,000 14,000 12,000 10,000 8,000 6,000 4,000 2,000 0 Airmata LLBK Bonipoi Merdeka Solor Tode Kisar Oeba Fatubesi Nefonaek Pasir Panjang Kelapa Lima Oesapa Lasiana Sangat Mendekati Mampu Profil Rumah Tangga Kota Kupang

49 Gambar 1. Peta Indeks Kota Kupang menurut Kecamatan, Kode Kecamatan 010 Alak 020 Maulafa 030 Oebobo 040 Kelapa Lima N W E Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

50 Gambar 2. Peta Indeks Kecamatan Alak menurut Kelurahan, Kode Kelurahan Naioni 002 Manulai II 003 Batuplat 004 Alak 005 Manutapen 006 Mantasi 007 Fatufeto 008 Nunhila 009 Nunbaun Delha 010 Nunbaun Sabu 011 Namosain 001 N W E Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

51 Gambar 3. Peta Indeks Kecamatan Maulafa menurut Kelurahan, Kode Kelurahan 001 Fatukoa 002 Sikumana 003 Bello 004 Kolhua 005 Penfui 006 Naimata 007 Maulafa 008 Oepura 009 Naikolan 001 N W E Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

52 Gambar 4. Peta Indeks Kecamatan Oebobo menurut Kelurahan, 2006 Kode Kelurahan Bakunase 002 Air Nona 003 Naikoten I 004 Naikoten II 005 Kuanino 006 Nunleu 007 Fontein 008 Oetete 009 Oebobo 010 Fatululi 011 Oebufu 012 Liliba N W E Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

53 Gambar 5. Peta Indeks Kecamatan Kelapa Lima menurut Kelurahan, 2006 Kode Kelurahan Air Mata 002 LLBK 003 Bonipoi 004 Merdeka 005 Solor 006 Tode Kisar 007 Oeba 008 Fatubesi 009 Nefonaek 010 Pasir Panjang 011 Kelapa Lima 012 Oesapa 013 Lasiana N W E Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

54 Gambar A Jumlah Rumah Tangga Kota Kupang menurut Kecamatan, 2006 Jumlah Rumah Tangga < >= 5400 U B T Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

55 Gambar B Persentase Rumah Tangga Kota Kupang menurut Kecamatan, 2006 Persentase Rumah Tangga < >= 40 U B T Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

56 Gambar C Jumlah Penduduk Kota Kupang menurut Kecamatan, 2006 Jumlah Penduduk < >= U B T Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

57 Gambar D Persentase Penduduk Kota Kupang menurut Kecamatan, 2006 Persentase Penduduk < >= 39 U B T Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

58 Gambar 1.1. Persentase Rumah Tangga Kecamatan Alak menurut Kelurahan, 2006 Persentase Rumah Tangga < >= 80 U B T Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

59 Gambar 1.2. Persentase Penduduk Kecamatan Alak menurut Kelurahan, 2006 Persentase Penduduk < >= 80 U B T Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

60 Gambar 2.1. Persentase Rumah Tangga Kecamatan Maulafa menurut Kelurahan, 2006 Persentase Rumah Tangga < >= 60 U B T Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

61 Gambar 2.2. Persentase Penduduk Kecamatan Maulafa menurut Kelurahan, 2006 Persentase Penduduk < >= 60 U B T Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

62 Gambar 3.1. Persentase Rumah Tangga Kecamatan Oebobo menurut Kelurahan, 2006 Persentase Rumah Tangga < >= 41 U B T Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

63 Gambar 3.2. Persentase Penduduk Kecamatan Oebobo menurut Kelurahan, 2006 Persentase Penduduk < >= 40 U B T Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

64 Gambar 4.1. Persentase Rumah Tangga Kecamatan Kelapa Lima menurut Kelurahan, 2006 Persentase Rumah Tangga < >= 40 U B T Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

65 Gambar 4.2. Persentase Penduduk Kecamatan Kelapa Lima menurut Kelurahan, 2006 Persentase Penduduk < >= 40 U B T Kilometers S Profil Rumah Tangga Kota Kupang

SEKAPUR SIRIH. Kupang, Agustus 2010 Kepala BPS Kota Kupang. Ir. Adi H. Manafe, M.Si NIP

SEKAPUR SIRIH. Kupang, Agustus 2010 Kepala BPS Kota Kupang. Ir. Adi H. Manafe, M.Si NIP SEKAPUR SIRIH Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan satu-satunya lembaga pemerintah yang dapat menyediakan data statistik dasar. Pada tahun

Lebih terperinci

UU 5/1996, PEMBENTUKAN KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II KUPANG. Tentang: PEMBENTUKAN KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II KUPANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UU 5/1996, PEMBENTUKAN KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II KUPANG. Tentang: PEMBENTUKAN KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II KUPANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Copyright 2002 BPHN UU 5/1996, PEMBENTUKAN KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II KUPANG *9323 Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 5 TAHUN 1996 (5/1996) Tanggal: 11 APRIL 1996 (JAKARTA)

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1996 TENTANG PEMBENTUKAN KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II KUPANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1996 TENTANG PEMBENTUKAN KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II KUPANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1996 TENTANG PEMBENTUKAN KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II KUPANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berhubung

Lebih terperinci

PEMBENTUKAN KOTA ADMINISTRATIF KUPANG Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1978 Tanggal 1 Juli 1978 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PEMBENTUKAN KOTA ADMINISTRATIF KUPANG Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1978 Tanggal 1 Juli 1978 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PEMBENTUKAN KOTA ADMINISTRATIF KUPANG Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1978 Tanggal 1 Juli 1978 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berhubung dengan perkembangan dan kemajuan di wilayah

Lebih terperinci

5 PEMBAHASAN UMUM. Gambar 9 Peta wilayah Kota Kupang. Skala Peta 1 : 350. Alak. Kelapa Lima. Kota Lama. Kota Raja. Maulafa. Oebobo

5 PEMBAHASAN UMUM. Gambar 9 Peta wilayah Kota Kupang. Skala Peta 1 : 350. Alak. Kelapa Lima. Kota Lama. Kota Raja. Maulafa. Oebobo 30 5 PEMBAHASAN UMUM Kota Kupang merupakan salah satu bagian dari Kota atau Kabupaten Provinsi NTT. Kondisi geografi wilayah Kota Kupang dengan luas wilayah 180.27 km² atau 18.027 ha, dimana secara geografis

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA KUPANG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN KOTA RAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA KUPANG,

PERATURAN DAERAH KOTA KUPANG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN KOTA RAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA KUPANG, PERATURAN DAERAH KOTA KUPANG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN KOTA RAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA KUPANG, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas dan

Lebih terperinci

5 BAB V PERKIRAAN KONDISI MENDATANG

5 BAB V PERKIRAAN KONDISI MENDATANG 5 BAB V PERKIRAAN KONDISI MENDATANG 5.1 Kebijakan Perwilayahan 5.1.1 Kebijakan Penataan Ruang Wilayah Kota Kupang dalam statusnya sebagai ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki fungsi pengembangan

Lebih terperinci

Kupang, Nopember 2012 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang

Kupang, Nopember 2012 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang KATA PENGANTAR Kegiatan penyempurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Kupang diselaraskan dengan kebijakan nasional melalui BKPRN, kebijakan Provinsi NTT melalui BKPRD provinsi, dan penyesuaian

Lebih terperinci

Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 5 TAHUN 1996 (5/1996) Tanggal: 11 APRIL 1996 (JAKARTA)

Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 5 TAHUN 1996 (5/1996) Tanggal: 11 APRIL 1996 (JAKARTA) Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 5 TAHUN 1996 (5/1996) Tanggal: 11 APRIL 1996 (JAKARTA) Sumber: LN 1996/43; TLN 3633 Tentang: PEMBENTUKAN KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II

Lebih terperinci

LAPORAN KOMISI V DPR-RI JAKARTA, 2016

LAPORAN KOMISI V DPR-RI JAKARTA, 2016 LAPORAN KUNJUNGAN KERJA RESES KOMISI V DPR RI DALAM RANGKA PENINJAUAN INFRASTRUKTUR, PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TGL. 02-04 MEI 2016 KOMISI V DPR-RI JAKARTA,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN KABUPATEN KUPANG KABUPATEN KUPANG

BAB I PENDAHULUAN KABUPATEN KUPANG KABUPATEN KUPANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Secara administratif Kupang adalah sebuah kotamadya yang merupakan ibukota dari propinsi Nusa Tenggara Timur, dan secara geografis terletak antara 10º39 58

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA KUPANG NOMOR 05 TAHUN 2000 TENTANG ANGKUTAN KOTA DI KOTA KUPANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA KUPANG,

PERATURAN DAERAH KOTA KUPANG NOMOR 05 TAHUN 2000 TENTANG ANGKUTAN KOTA DI KOTA KUPANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA KUPANG, PERATURAN DAERAH KOTA KUPANG NOMOR 05 TAHUN 2000 TENTANG ANGKUTAN KOTA DI KOTA KUPANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA KUPANG, Menimbang : a. bahwa keberadaan Angkutan Kota merupakan hal yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Berdasarkan Undang Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan dokumen perencanaan Pemerintah

Lebih terperinci

PUTUSAN Nomor 11-19/PHPU-DPD/XII/2014 (Provinsi Nusa Tenggara Timur) DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN Nomor 11-19/PHPU-DPD/XII/2014 (Provinsi Nusa Tenggara Timur) DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor 11-19/PHPU-DPD/XII/2014 (Provinsi Nusa Tenggara Timur) DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA, [1.1] Yang mengadili perkara konstitusi pada

Lebih terperinci

KECAMATAN KELAPA LIMA DALAM ANGKA 2005/2006

KECAMATAN KELAPA LIMA DALAM ANGKA 2005/2006 Katalog BPS : 1403.5371040 KECAMATAN KELAPA LIMA DALAM ANGKA 2005/2006 Pantai Lasiana BADAN PUSAT STATISTIK KOTA KUPANG KECAMATAN KELAPA LIMA DALAM ANGKA 2005/2006 No. Publikasi : 5371.0504 Katalog BPS

Lebih terperinci

KECAMATAN ALAK DALAM ANGKA 2005/2006

KECAMATAN ALAK DALAM ANGKA 2005/2006 Katalog BPS : 1403.5371010 KECAMATAN ALAK DALAM ANGKA 2005/2006 Taman Rekreasi Gua Monyet BADAN PUSAT STATISTIK KOTA KUPANG KECAMATAN ALAK DALAM ANGKA 2005/2006 KECAMATAN ALAK DALAM ANGKA 2005/2006 No.

Lebih terperinci

BPS KABUPATEN TAPANULI TENGAH PROFIL KEMISKINAN KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2013

BPS KABUPATEN TAPANULI TENGAH PROFIL KEMISKINAN KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2013 BPS KABUPATEN TAPANULI TENGAH No. 04/09/1204/Th. XII, 30 September 2014 PROFIL KEMISKINAN KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2013 Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Tapanuli Tengah pada Tahun 2013 mengalami

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Salatiga, Oktober Tim Penyusun

KATA PENGANTAR. Salatiga, Oktober Tim Penyusun KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan taufik dan hidayah-nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan review dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SAGULUNG

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SAGULUNG STATISTIK DAERAH KECAMATAN SAGULUNG 2015 STATISTIK DAERAH KECAMATAN SAGULUNG 2015 No Publikasi : 2171.15.24 Katalog BPS : 1102001.2171.041 Ukuran Buku : 24,5 cm x 17,5 cm Jumlah Halaman : 9 hal. Naskah

Lebih terperinci

INVENTORY SUMBERDAYA WILAYAH PESISIR KELURAHAN NUNHILA KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG - NUSA TENGGARA TIMUR

INVENTORY SUMBERDAYA WILAYAH PESISIR KELURAHAN NUNHILA KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG - NUSA TENGGARA TIMUR INVENTORY SUMBERDAYA WILAYAH PESISIR KELURAHAN NUNHILA KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG - NUSA TENGGARA TIMUR I. PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Kelurahan Nunhila memiliki 4 wilayah RW dan 17 wilayah RT, dengan

Lebih terperinci

BPS KABUPATEN TAPANULI TENGAH PROFIL KEMISKINAN KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2015

BPS KABUPATEN TAPANULI TENGAH PROFIL KEMISKINAN KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2015 BPS KABUPATEN TAPANULI TENGAH No. 01/10/1204/Th. XIX, 12 Oktober 2016 PROFIL KEMISKINAN KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2015 Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Tapanuli Tengah pada Tahun 2015 mencapai

Lebih terperinci

KONTRIBUSI IDENTIFIKASI DASAR SEGMENTASI PEMILIH DAN PEMETAAN POTENSI SUARA BAGI KEMENANGAN ANGGOTA DPRD PETAHANA PADA PEMILU 2009 DI KOTA KUPANG

KONTRIBUSI IDENTIFIKASI DASAR SEGMENTASI PEMILIH DAN PEMETAAN POTENSI SUARA BAGI KEMENANGAN ANGGOTA DPRD PETAHANA PADA PEMILU 2009 DI KOTA KUPANG KONTRIBUSI IDENTIFIKASI DASAR SEGMENTASI PEMILIH DAN PEMETAAN POTENSI SUARA BAGI KEMENANGAN ANGGOTA DPRD PETAHANA PADA PEMILU 2009 DI KOTA KUPANG Veronika Ina Assan Boro Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan

Lebih terperinci

https://rotendaokab.bps.go.id

https://rotendaokab.bps.go.id STATISTIK DAERAH KECAMATAN ROTE BARAT DAYA 2016 STATISTIK DAERAH KECAMATAN ROTE BARAT DAYA 2016 ISSN : No. Publikasi: 5314.1613 Katalog BPS : 1101002.5314010 Ukuran Buku: 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman

Lebih terperinci

INVENTORY SUMBERDAYA WILAYAH PESISIR KELURAHAN NUNBAUN SABU KEC. ALAK KOTA KUPANG - NUSA TENGGARA TIMUR

INVENTORY SUMBERDAYA WILAYAH PESISIR KELURAHAN NUNBAUN SABU KEC. ALAK KOTA KUPANG - NUSA TENGGARA TIMUR INVENTORY SUMBERDAYA WILAYAH PESISIR KELURAHAN NUNBAUN SABU KEC. ALAK KOTA KUPANG - NUSA TENGGARA TIMUR I. PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Dari sisi geografis Kota Kupang memiliki luas 260,127 km² atau

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SERASAN STATISTIK DAERAH KECAMATAN SERASAN ISSN : - Katalog BPS : 1101002.2103.060 Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : 10 halaman Naskah : Seksi Neraca Wilayah dan

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013 Katalog BPS : 1101002.6271020 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALANGKA RAYA STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013

Lebih terperinci

STATISTIK KECAMATAN ALAK TAHUN 2015 BPS KOTA KUPANG Katalog No Publikasi : 53710.1517 Katalog BPS : 1101002.5371010 Naskah : Koordinator Statistik Kecamatan Gambar Kulit : Koordinator Statistik Kecamatan

Lebih terperinci

Kecamatan Selat Nasik

Kecamatan Selat Nasik Katalog BPS: 1101001.1902063 Statistik Daerah Kecamatan Selat Nasik 2015 BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELITUNG STATISTIK DAERAH KECAMATAN SELAT NASIK 2015 ISSN : 2407-2869 No. Publikasi : 19020.1507

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH SEPTEMBER 2015

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH SEPTEMBER 2015 No. 05/01/72/Th. XIX, 04 Januari 2016 PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH SEPTEMBER 2015 RINGKASAN Perkembangan jumlah dan persentase penduduk miskin di Sulawesi Tengah selama periode 2011 2015 terus

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BENGKONG

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BENGKONG STATISTIK DAERAH KECAMATAN BENGKONG 2015 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BENGKONG 2015 No Publikasi : 2171.15.31 Katalog BPS : 1102001.2171.081 Ukuran Buku : 24,5 cm x 17,5 cm Jumlah Halaman : 11 hal. Naskah

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA KUPANG TAHUN 2015

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA KUPANG TAHUN 2015 PERATURAN WALIKOTA KUPANG NOMOR 7 TAHUN 2014 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA KUPANG TAHUN 2015 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA KUPANG 2014 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... PERATURAN WALIKOTA

Lebih terperinci

DISTRIBUSI PENDAPATAN KOTA PALANGKA RAYA 2014

DISTRIBUSI PENDAPATAN KOTA PALANGKA RAYA 2014 DISTRIBUSI PENDAPATAN KOTA PALANGKA RAYA 2014 ISSN : No. Publikasi : Katalog BPS : Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : iii + 20 halaman Naskah: Penanggung Jawab Umum : Sindai M.O Sea, SE Penulis

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH SEPTEMBER 2014

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH SEPTEMBER 2014 No. 05/01/72/Th. XVIII, 02 Januari 2015 PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH SEPTEMBER RINGKASAN Perkembangan jumlah dan persentase penduduk miskin di Sulawesi Tengah selama periode 2010 terus mengalami

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SUKAJADI 2016 ISSN : - No. Publikasi : Katalog BPS : Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SUKAJADI 2016 ISSN : - No. Publikasi : Katalog BPS : Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman Katalog BPS nomor : 9213.3273.240 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG STATISTIK DAERAH KECAMATAN SUKAJADI 2016 ISSN : - No. Publikasi : 3273. 1660 Katalog BPS : 9213.3273.240 Ukuran Buku : 17,6 cm x 25

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUNGURAN TIMUR 2015 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUNGURAN TIMUR 2015 ISSN : - Katalog BPS : 1101002.2103.050 Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : 10 halaman Naskah :

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH. Kecamatan Sukajadi Kota Bandung Tahun 2015 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG. Katalog BPS nomor :

STATISTIK DAERAH. Kecamatan Sukajadi Kota Bandung Tahun 2015 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG. Katalog BPS nomor : Katalog BPS nomor : 9213.3273.240 RSUP HASAN SADIKIN BANDUNG KECAMATAN SUKAJADI MAJU STATISTIK DAERAH Kecamatan Sukajadi Kota Bandung Tahun 2015 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG STATISTIK DAERAH KECAMATAN

Lebih terperinci

BAB II RONA WILAYAH PESISIR

BAB II RONA WILAYAH PESISIR BAB II RONA WILAYAH PESISIR 2.1 Geo-Administrasi Kelurahan Airmata merupakan salah satu dari 10 Kelurahan yang ada didalam wilayah Kecamatan Kota Lama Kota Kupang.Kondisi geografis wilayah Kelurahan Airmata

Lebih terperinci

KABUPATEN ACEH UTARA. Katalog BPS : BADAN PUSAT STATISTIK

KABUPATEN ACEH UTARA. Katalog BPS : BADAN PUSAT STATISTIK Katalog BPS : 4102004.1111 Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Utara Jl. T. Chik Di Tiro No. 5 Telp/Faks. (0645) 43441 Lhokseumawe 24351 e-mail : bpsacehutara@yahoo.co.id, bps1111@bps.go.id BADAN PUSAT

Lebih terperinci

Kalimantan Selatan. Pasar Terapung Muara Kuin

Kalimantan Selatan. Pasar Terapung Muara Kuin 418 Penghitungan Indeks Indonesia 2012-2014 Kalimantan Selatan Pasar Terapung Muara Kuin Pasar Terapung Muara [Sungai] Kuin atau Pasar Terapung Sungai Barito adalah pasar terapung tradisional yang berada

Lebih terperinci

JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: Vol. 7 No. 2 Februari 2015

JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: Vol. 7 No. 2 Februari 2015 JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 99-85 Vol. No. Februari 05 KAJIAN KERENTANAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DARATAN WILAYAH PESISIR KOTA KUPANG TERHADAP ANCAMAN GELOMBANG TINGGI Tri U. Wibowo, Herry

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH MARET 2016

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH MARET 2016 No. 40/07/72/Th. XIX, 18 Juli 2016 PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH MARET 2016 RINGKASAN Perkembangan jumlah dan persentase penduduk miskin di Sulawesi Tengah selama periode 2012 2016 cenderung mengalami

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH SEPTEMBER 2013

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH SEPTEMBER 2013 No. 05/01/72/Th. XVII, 02 Januari 2014 PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH SEPTEMBER RINGKASAN Perkembangan selama lima tahun terakhir yaitu periode 2009, jumlah dan persentase penduduk miskin di Sulawesi

Lebih terperinci

quq r., xrmrrnnrut PErIntAAx ulttuil BELU { dari 1l DAFTAR KELURAHAN/DESA SASARAN PROGRAM PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN

quq r., xrmrrnnrut PErIntAAx ulttuil BELU { dari 1l DAFTAR KELURAHAN/DESA SASARAN PROGRAM PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN Ptopinsi NTT -I : 0mBfioRAItBt[EmrGPrAtt[RY[ r., xrmrrnnrut PErIntAAx ulttuil TNFRASTRUKTUR PERMUKTMAN (p4-rp) ApBN-p TA. 2013 BELU 1 ATAMBUA ATAMBUA 2 qtambua FATUBENAO 3 ATAMBUA MANUMUTIN 4 ATAMBUA TENUKIIK

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BATAM KOTA

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BATAM KOTA STATISTIK DAERAH KECAMATAN BATAM KOTA 2015 Statistik Daerah Kecamatan Batam Kota Kota Batam 2014 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BATAM KOTA 2015 No Publikasi : 2171.14.26 Katalog BPS : 1102001.2171.051 Ukuran

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN JEKAN RAYA 2013

STATISTIK DAERAH KECAMATAN JEKAN RAYA 2013 Katalog BPS : 1101002.6271012 STATISTIK DAERAH KECAMATAN JEKAN RAYA 2013 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALANGKA RAYA STATISTIK DAERAH KECAMATAN JEKAN RAYA 2013 STATISTIK DAERAH KECAMATAN JEKAN RAYA 2013

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LEMBEH UTARA

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LEMBEH UTARA STATISTIK DAERAH KECAMATAN LEMBEH UTARA 2016 B A D A N P U S AT S TAT I S T I K KO TA B I T U N G Statistik Kecamatan Lembeh Utara 2016 Statistik Kecamatan Lembeh Utara 2016 No. Publikasi : 7172.1616 Katalog

Lebih terperinci

CATATAN ATAS PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DALAM RKP Grafik 1. Tingkat Kemiskinan,

CATATAN ATAS PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DALAM RKP Grafik 1. Tingkat Kemiskinan, CATATAN ATAS PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DALAM RKP 2013 A. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2011 sebesar 29,89 juta orang (12,36 persen).

Lebih terperinci

INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT NUSA TENGGARA TIMUR 2014

INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT NUSA TENGGARA TIMUR 2014 12 IndikatorKesejahteraanRakyat,2013 INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT NUSA TENGGARA TIMUR 2014 No. ISSN : 0854-9494 No. Publikasi : 53522.1002 No. Katalog : 4102004 Ukuran Buku Jumlah Halaman N a s k a

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tidak terpisahkan serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan

BAB I PENDAHULUAN. tidak terpisahkan serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan desa merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, dengan demikian pembangunan desa mempunyai peranan yang penting dan bagian yang tidak terpisahkan

Lebih terperinci

REVIEW KEGIATAN PIU CCD IFAD KOTA KUPANG 2013 DAN PERENCANAAN ROBBY ADAM, S.St.Pi SEKRETARIS PIU Jakarta, 17 November 2013

REVIEW KEGIATAN PIU CCD IFAD KOTA KUPANG 2013 DAN PERENCANAAN ROBBY ADAM, S.St.Pi SEKRETARIS PIU Jakarta, 17 November 2013 REVIEW KEGIATAN PIU CCD IFAD KOTA KUPANG 2013 DAN PERENCANAAN 2014 ROBBY ADAM, S.St.Pi SEKRETARIS PIU Jakarta, 17 November 2013 1 KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN 2 5 PRIORITAS

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH MARET 2015

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH MARET 2015 No. 54/09/72/Th. XVIII, 15 September 2015 PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH MARET 2015 RINGKASAN Perkembangan jumlah dan persentase penduduk miskin di Sulawesi Tengah selama periode 2011 2015 terus

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKUPANG

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKUPANG STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKUPANG 2015 STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKUPANG 2015 No Publikasi : 2171.15.27 Katalog BPS : 1102001.2171.060 Ukuran Buku : 24,5 cm x 17,5 cm Jumlah Halaman : 14 hal. Naskah

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. perubahan besar dalam struktur sosial, sikap-sikap mental yang sudah terbiasa

I. PENDAHULUAN. perubahan besar dalam struktur sosial, sikap-sikap mental yang sudah terbiasa I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan ekonomi merupakan proses multidimensional yang melibatkan perubahan besar dalam struktur sosial, sikap-sikap mental yang sudah terbiasa dan lembaga nasional

Lebih terperinci

NO KATALOG :

NO KATALOG : NO KATALOG : 1101002.3510210 STATISTIK DAERAH KECAMATAN WONGSOREJO 2013 Katalog BPS : 1101002.3510210 Ukuran Buku Jumlah Halaman : 25,7 cm x 18,2 cm : vi + Halaman Pembuat Naskah : Koordinator Statistik

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN RATAHAN TIMUR 2016 ISBN Nomor Publikasi Katalog BPS : 978-602-6855-71-8 : 71050.1656 : 1101002.7109042 Ukuran Buku Jumlah Halaman Naskah : : 17,6 cm x 25 cm : 13 + v Koordinator

Lebih terperinci

https://rotendaokab.bps.go.id

https://rotendaokab.bps.go.id STATISTIK DAERAH KECAMATAN ROTE BARAT LAUT 2016 STATISTIK DAERAH KECAMATAN ROTE BARAT LAUT 2016 ISSN : No. Publikasi: 5314.1614 Katalog BPS : 1101002.5314020 Ukuran Buku: 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kemiskinan serta penanganan ketimpangan pendapatan. dunia. Bahkan dari delapan butir Millenium Development Goals (MDGs) yang

BAB I PENDAHULUAN. kemiskinan serta penanganan ketimpangan pendapatan. dunia. Bahkan dari delapan butir Millenium Development Goals (MDGs) yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan merupakan suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap-sikap masyarakat, dan institusi-institusi

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH SUNGAI PENUH TAHUN 2014 STATISTIK DAERAH SUNGAI PENUH 2014 ISBN : 978-602-71243-8-7 No. Publikasi : 15720.1413 Katalog BPS : 1101002.1572030 Ukuran Buku Jumlah Halaman : 18,2 x 25,7 cm

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BULANG

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BULANG STATISTIK DAERAH KECAMATAN BULANG 2015 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BULANG 2015 ISSN : No Publikasi : 2171.15.21 Katalog BPS : 1102001.2171.020 Ukuran Buku: 24,5 cm x 17,5 cm Jumlah Halaman : 20 hal. Naskah

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH SEPTEMBER 2011

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH SEPTEMBER 2011 No. 05/01/72/Th. XV, 02 Januari 2012 PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH SEPTEMBER RINGKASAN Perkembangan selama lima tahun terakhir yaitu periode 2007- jumlah dan persentase penduduk miskin di Sulawesi

Lebih terperinci

Statistik Daerah. Kecamatan Barus Utara. Katalog BPS :

Statistik Daerah. Kecamatan Barus Utara. Katalog BPS : Katalog BPS : 1101002.1204.073 Statistik Daerah Kecamatan Barus Utara Makam Tuan Ambar Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Tengah Jalan N. Daulay No. Pandan, Telp. 371082 Email : bps1204@bps.go.id

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SILIRAGUNG 2013 Katalog BPS : 1101002.3510011 Ukuran Buku Jumlah Halaman : 25,7 cm x 18,2 cm : vi + 14 Halaman Pembuat Naskah : Koordinator Statistik Kecamatan Siliragung Badan

Lebih terperinci

Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Grafik Daftar Tabel

Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Grafik Daftar Tabel Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Grafik Daftar Tabel DAFTAR ISI i ii iii v BAB I PENDAHULUAN I-1 1.1. Acuan Kebijakan I-1 1.2. Pendekatan Kebijakan Nasional I-4 1.3. Pokok Strategi Penanggulangan Kemiskinan

Lebih terperinci

Gorontalo. Menara Keagungan Limboto

Gorontalo. Menara Keagungan Limboto Laporan Provinsi 509 Menara Keagungan Limboto Menara ini dibangun tahun 2001 dan berlokasi di Limboto, ibu kota Kabupaten. Menara Kea gungan yang menjadi kebanggaan ma syarakat ini memiliki daya tarik

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BALARAJA 2015 Badan Pusat Statistik Kabupaten Tangerang Katalog BPS : 1101002.3603.130 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BALARAJA TAHUN 2015 Badan Pusat Statistik Kabupaten Tangerang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Era perdagangan bebas dan persaingan global menuntut setiap perusahaan menerapkan strategi penjualan yang tepat. Dalam ilmu ekonomi, strategi pemasaran merupakan

Lebih terperinci

pekanbarukota.bps.go.id

pekanbarukota.bps.go.id Katalog BPS : 1101002.1471.010 2014 Statistik Daerah Kecamatan Tampan Tahun 2014 i STATISTIK DAERAH KECAMATAN TAMPAN TAHUN 2014 STATISTIK DAERAH KECAMATAN TAMPAN TAHUN 2014 Katalog BPS : 1101002.1471.1

Lebih terperinci

KATALOG BPS:

KATALOG BPS: KATALOG BPS: 1101002.190 STATISTIK DAERAH KECAMATAN GIRI 2013 Katalog BPS : 1101002.3510190 Ukuran Buku : 18,2 cm x 25,7 cm Jumlah Halaman : vi + 14 Halaman Pembuat Naskah : Koordinator Statistik Kecamatan

Lebih terperinci

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO ACEH TAMIANG

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO ACEH TAMIANG PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO ACEH TAMIANG 2008 2011 NOMOR KATALOG : 9302008.1114 UKURAN BUKU JUMLAH HALAMAN : 21,00 X 28,50 CM : 78 HALAMAN + XIII NASKAH : - SUB BAGIAN TATA USAHA - SEKSI STATISTIK SOSIAL

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LENGKONG 2016

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LENGKONG 2016 Katalog BPS : 9312.3273.070 Statistik Daerah Kecamatan Lengkong 2016 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG STATISTIK DAERAH KECAMATAN LENGKONG 2016 STATISTIK DAERAH KECAMATAN LENGKONG 2016 ISSN : - No. Publikasi

Lebih terperinci

CAMBAI DALAM ANGKA TAHUN 2015 ISBN : 978-602-70759-2-4 No. Publikasi : 16726.15.08 No. Katalog BPS : 1202001.1672040 Ukuran Buku Jumlah Halaman Naskah Penyunting Gambar Kulit Diterbitkan Oleh Dicetak Oleh

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR. Katalog BPS :

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR. Katalog BPS : BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Katalog BPS : 9302008.53 KINERJA PEREKONOMIAN NUSA TENGGARA TIMUR 2013 KINERJA PEREKONOMIAN NUSA TENGGARA TIMUR 2013 Anggota Tim Penyusun : Pengarah :

Lebih terperinci

Kecamatan Bojongloa Kaler

Kecamatan Bojongloa Kaler Katalog BPS nomor : 9213.3273.030 Kecamatan Bojongloa Kaler 2015 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG STATISTIK DAERAH Kecamatan Bojongloa Kaler 2015 ISSN : - No. Publikasi : 3273.1536 Katalog BPS : 9213.3273.030

Lebih terperinci

Kota Administrasi Jakarta Utara. Data Agregat per Kecamatan

Kota Administrasi Jakarta Utara. Data Agregat per Kecamatan Kota Administrasi Jakarta Utara Data Agregat per Kecamatan Sekapur Sirih Sebagai pengemban amanat Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan sejalan dengan rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa

Lebih terperinci

Katalog BPS :

Katalog BPS : Katalog BPS : 3205011.32 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA BARAT PERKEMBANGAN TINGKAT KEMISKINAN JAWA BARAT SEPTEMBER 2016 Katalog BPS : 3205011.32 No. Publikasi : 32520.1701 Ukuran Buku : 18,2 cm

Lebih terperinci

Sumatera Utara. Rumah Balai Batak Toba

Sumatera Utara. Rumah Balai Batak Toba , Laporan Provinsi 105 Sumatera Rumah Balai Batak Toba Rumah Balai Batak Toba adalah rumah adat dari daerah Sumatera. Rumah ini terbagi atas dua bagian, yaitu jabu parsakitan dan jabu bolon. Jabu parsakitan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Acuan Kebijakan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Acuan Kebijakan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Acuan Kebijakan Kemiskinan merupakan masalah multidimensi. Kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan pemenuhan hak-hak dasar dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sampai saat ini, karena itulah program-program pengentasan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sampai saat ini, karena itulah program-program pengentasan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemiskinan masih menjadi permasalahan utama di sejumlah daerah di Indonesia sampai saat ini, karena itulah program-program pengentasan kemiskinan nampaknya juga akan

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LOBALAIN 2016

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LOBALAIN 2016 STATISTIK DAERAH KECAMATAN LOBALAIN 2016 STATISTIK DAERAH KECAMATAN LOBALAIN 2016 ISSN : No. Publikasi: 5314.1615 Katalog BPS : 1101002.5314030 Ukuran Buku: 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : iv + 8 halaman

Lebih terperinci

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN YAHUKIMO, TAHUN 2013

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN YAHUKIMO, TAHUN 2013 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN YAHUKIMO, TAHUN 2013 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN YAHUKIMO, TAHUN 2013 Nomor Katalog : 9302001.9416 Ukuran Buku : 14,80 cm x 21,00 cm Jumlah Halaman

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUNGURAN UTARA 2015 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUNGURAN UTARA 2015 ISSN : - Katalog BPS : 1101002.2103.041 Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : 10 halaman Naskah :

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan. Kemiskinan telah membuat pengangguran semakin bertambah banyak,

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan. Kemiskinan telah membuat pengangguran semakin bertambah banyak, BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Kemiskinan telah membuat pengangguran semakin bertambah banyak, inflasi juga naik dan pertumbuhan ekonomi melambat. Kemiskinan yang terjadi dalam suatu

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA BARAT MARET 2017

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA BARAT MARET 2017 No. 34/07/91 Th. XI, 17 Juli 2017 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA BARAT MARET 2017 Jumlah penduduk miskin (Penduduk yang berada di bawah ) di Papua Barat kondisi September 2016 sebesar 223,60 ribu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perkapita sebuah negara meningkat untuk periode jangka panjang dengan syarat, jumlah

BAB I PENDAHULUAN. perkapita sebuah negara meningkat untuk periode jangka panjang dengan syarat, jumlah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan ekonomi adalah proses yang dapat menyebabkan pendapatan perkapita sebuah

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN RANCASARI 2016 ISSN : - No. Publikasi : Katalog BPS : Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman

STATISTIK DAERAH KECAMATAN RANCASARI 2016 ISSN : - No. Publikasi : Katalog BPS : Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman Katalog BPS : 9312.3273.100 Statistik Daerah Kecamatan Rancasari 2016 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG STATISTIK DAERAH KECAMATAN RANCASARI 2016 ISSN : - No. Publikasi : 3273.1642 Katalog BPS : 9213.3273.100

Lebih terperinci

Kalimantan Timur. Lembuswana

Kalimantan Timur. Lembuswana Laporan Provinsi 433 Kalimantan Timur Lembuswana Lembuswana adalah hewan dalam mitologi rakyat Kutai yang hidup sejak zaman Kerajaan Kutai. Lembuswana menjadi lambang Kerajaan Kutai hingga Kesultanan Kutai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Masih tingginya angka kemiskinan, baik secara absolut maupun relatif merupakan salah satu persoalan serius yang dihadapi bangsa Indonesia hingga saat ini. Kemiskinan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA BARAT

BPS PROVINSI JAWA BARAT BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 39/07/32/Th.XVII, 17 Juli 2017 TINGKAT KEMISKINAN JAWA BARAT MARET 2017 SEBESAR 8,71 PERSEN DAN KETIMPANGAN PENDAPATAN SEBESAR 0,403 Selama periode September 2016 Maret 2017

Lebih terperinci

BAB VI INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

BAB VI INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD BAB VI INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Berdasarkan visi dan misi pembangunan jangka menengah, maka ditetapkan tujuan dan sasaran pembangunan pada masing-masing

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA BARAT

BPS PROVINSI JAWA BARAT BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 39/07/32/Th.XVII, 17 Juli 2017 TINGKAT KEMISKINAN JAWA BARAT MARET 2017 SEBESAR 8,71 PERSEN DAN KETIMPANGAN PENDAPATAN SEBESAR 0,403 Selama periode September 2016 Maret 2017

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN PROVINSI SUMATERA BARAT MARET 2017

PROFIL KEMISKINAN PROVINSI SUMATERA BARAT MARET 2017 No. 38/07/13/Th. XX/17 Juli 2017 PROFIL KEMISKINAN PROVINSI SUMATERA BARAT MARET 2017 Garis Kemiskinan (GK) selama - Maret 2017 mengalami peningkatan 3,55 persen, yaitu dari Rp.438.075 per kapita per bulan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kemiskinan masih menjadi persoalan mendasar di Indonesia. Oleh karena

BAB I PENDAHULUAN. Kemiskinan masih menjadi persoalan mendasar di Indonesia. Oleh karena BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemiskinan masih menjadi persoalan mendasar di Indonesia. Oleh karena itu, program penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu dari 11 prioritas pembangunan dalam

Lebih terperinci

https://rotendaokab.bps.go.id

https://rotendaokab.bps.go.id STATISTIK DAERAH KECAMATAN ROTE SELATAN 2016 STATISTIK DAERAH KECAMATAN ROTE SELATAN 2016 ISSN : No. Publikasi: 5314.1617 Katalog BPS : 1101002.5314041 Ukuran Buku: 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : iv

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA BARAT SEPTEMBER 2014

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA BARAT SEPTEMBER 2014 No. 04/01//91/Th.XI, 02 Januari 2015 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA BARAT SEPTEMBER 2014 Jumlah penduduk miskin (Penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di Papua Barat kondisi Maret 2014 sebesar

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT.

STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT. STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 Statistik Daerah Kecamatan Air Dikit 214 Halaman ii STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 Nomor ISSN : - Nomor Publikasi

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAHMARET 2014

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAHMARET 2014 No. 38/07/72/Th. XVII, 01 Juli 2014 PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAHMARET 2014 RINGKASAN Perkembangan selama lima tahun terakhir yaitu periode 2010 2014, jumlah dan persentase penduduk miskin di Sulawesi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. oleh si miskin. Penduduk miskin pada umumya ditandai oleh rendahnya tingkat

BAB I PENDAHULUAN. oleh si miskin. Penduduk miskin pada umumya ditandai oleh rendahnya tingkat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemiskinan merupakan situasi serba kekurangan yang terjadi bukan dikehendaki oleh si miskin. Penduduk miskin pada umumya ditandai oleh rendahnya tingkat pendidikan,

Lebih terperinci

Katalog BPS:

Katalog BPS: Katalog BPS: 1102001.3510160 KECAMATAN SONGGON DALAM ANGKA TAHUN 2014 ISSN : 2407-036X No. Publikasi : 35106.1420 Katalog BPS : 1102001.3510160 Ukuran Buku : 15 cm x 21 cm Jumlah Halaman : x + 54 Halaman

Lebih terperinci