LAMPIRAN 1 LANGKAH PEMODELAN ANALISA STABILITAS TIMBUNAN PADA PROGRAM PLAXIS 8.6

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LAMPIRAN 1 LANGKAH PEMODELAN ANALISA STABILITAS TIMBUNAN PADA PROGRAM PLAXIS 8.6"

Transkripsi

1 LAMPIRAN 1 LANGKAH PEMODELAN ANALISA STABILITAS TIMBUNAN PADA PROGRAM PLAXIS 8.6

2 LANGKAH PEMODELAN ANALISA STABILITAS TIMBUNAN PADA PROGRAM PLAXIS 8.6 Berikut ini merupakan langkah-langkah pemodelan analisa stabilitas timbunan pada program PLAXIS 8.6: 1. Pada saat membuka PLAXIS Input, sebuah kotak dialog Creat/Open project akan ditampilkan. Gambar 1 Kotak Dialog Creat/Open project Pilih option New Project pada kotak dialog tersebut kemudian tekan tombol <OK>. 2. Setelah kotak dialog General settings ditampilkan, pada lembar tab Project masukkan nama proyek pada kotak Title. Karena timbunan akan dianalisa dengan menggunakan model regangan bidang dimana elemen tanah dimodelkan sebagai elemen segitiga dengan 6 titik nodal, maka pada combo box Model dan Elements berturut-turut dipilih Plane strain dan 6-Node. Pilih tombol <Next> atau lembar tab Dimensions. L1-1

3 L1-2 Gambar 2 Lembar Tab Project pada Kotak Dialog General Settings Gambar 3 Lembar Tab Dimensions pada Kotak Dialog General Settings Karena satuan panjang, gaya, dan waktu yang akan digunakan adalah m, kn, dan hari, maka pada combo box Length, Force, dan Time berturut-turut dipilih m, kn, dan day. Setelah itu, masukkan data geometri dan data grid yang akan digunakan. Adapun input untuk kedua jenis data tersebut dapat dilihat pada Gambar 3. Setelah semua data input selesai dimasukkan, pilih tombol <OK>.

4 L Pada saat jendela PLAXIS Input ditampilkan, gambar model geometri yang akan dianalisa sebagaimana yang ditampilkan pada Gambar 4 dengan menggunakan Geometry line. Adapun langkah untuk mengakses Geometry line adalah dengan memilih Geometry > Geometry line pada baris menu atau dengan memilih tombol pada toolbar. Gambar 4 Penggambaran Model Geometri pada PLAXIS Input Tabel 1 Data Koordinat Model Geometri No. Point Absis Ordinat No. Point Absis Ordinat 0 0,000 0, ,000 22, ,000 0, ,500 22, ,000 20, ,000 22, ,000 20, ,500 22, ,000 25, ,000 23,00 5 7,500 25, ,500 23, ,500 20, ,000 23, ,000 20, ,500 23, ,500 20, ,000 24, ,000 21, ,500 24, ,500 21, ,000 24, ,000 21, ,500 24, ,500 21,500

5 L Untuk menggambar elemen geotekstil, pilih Geometry > Geogrid pada baris menu atau dengan memilih tombol pada toolbar. Setelah itu, aplikasikan elemen Geogrid pada dasar timbunan sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar 5 Pengaplikasian Geogrid pada Model Geometri 5. Karena akan terjadi interaksi pada material geotekstil dengan tanah, baik tanah dasar maupun tanah timbunan, maka aplikasikan Interface pada meterial Geogrid dengan memilih Geometry > Interface pada baris menu atau dengan memilih toolbar Interface. Gambar 6 Pengaplikasian Interface pada Model Geometri

6 L Untuk membentuk kondisi batas pada model geometri, pada baris menu pilih Loads > Standard fixities atau dengan memilih tombol pada toolbar. Gambar 7 Pengaplikasian Standard fixities pada Model Geometri 7. Setelah boundary condition untuk model geometri terbentuk, langkah berikutnya adalah pengidentifikasian dan pengaplikasian data tanah dan geotekstil pada model geometri. Adapun langkah untuk mendefinisikan parameter tanah yang digunakan adalah dengan memilih tombol pada toolbar atau dengan memilih Materials > Soil & Interfaces... pada baris menu.

7 L1-6 Gambar 8 Kotak Dialog Material sets Untuk mendefinisikan data tanah yang digunakan, pada kotak dialog Material sets, pilih tombol <New...>. Sebuah kotak dialog baru yang terdiri dari lembar tab General, Parameters, dan Interfaces akan ditampilkan. Masukkan identitas tanah pada kotak Identification. Pada combo box Material model dan Material type berturut-turut dipilih model analisa yang akan digunakan dan kondisi tanah yang akan dimodelkan. Kemudian pada kotak γ unsat, γ sat, k x, dan k y berturut-turut dimasukkan parameter tanah berupa berat isi tanah dalam kondisi kering dan dalam kondisi jenuh air serta permeabilitas tanah dalam arah horizontal dan arah vertikal. Setelah itu pilih tombol <Next> atau pilih lembar tab Parameters.

8 L1-7 Gambar 9 Lembar Tab General pada Kotak Dialog Mohr-Coulomb Pada lembar tab Parameters, masukkan data modulus elastisitas, poisson ratio, kohesi, dan sudut geser tanah berturut-turut pada kotak E ref, υ (nu), c ref, dan φ (phi). Setelah itu pilih lembar tab Interfaces atau memilih tombol <Next>. Gambar 10 Lembar Tab Parameters pada Kotak Dialog Mohr-Coulomb

9 L1-8 Masukkan nilai interface pada kotak R inter dengan memilih option Manual pada lembar tab Interfaces. Setelah itu pilih tombol <OK>. Untuk mengaplikasikan material tanah ke dalam model geometri, drag material tanah yang ada ke model geometri. Gambar 11 Lembar Tab Interfaces pada Kotak Dialog Mohr-Coulomb Data tanah yang digunakan dalam model geometri dalam PLAXIS Input dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 Parameter Tanah pada Model Geometri Parameter Tanah Tanah Tanah Dasar Timbunan Satuan Model material Mohr-Coulomb Mohr-Coulomb Tipe material Drained Drained Berat isi jenuh (γ sat ) kn/m 3 Berat isi kering (γ dry ) kn/m 3 Permeabilitas horizontal (k x ) m/hari Permeabilitas vertikal (k y ) m/hari Modulus Young (E ref ) 250 c ref kn/m 2 Poisson rasio (υ) 0,35 0,30 Kohesi (c ref ) 5 s.d kn/m 2 Sudut geser (φ) 0 25 Sudut dilatansi (ψ) 0 0 Interface 0,90 0,90

10 L1-9 drag Gambar 12 Pengaplikasian Data Tanah pada Model Geometri 8. Pendefinisian material geotekstil dilakukan dengan memilih Geogrids pada combo box Set type yang berada dalam kotak dialog Material sets atau dengan memilih Materials > Geogrids pada baris menu, kemudian pilih tombol <New...>. Gambar 13 Kotak Dialog Geogrid properties Masukkan identitas material geotekstil dan kekakuan aksial material geotekstil berturut-turut pada kotak Identification dan EA yang ada pada kotak dialog Geogrid properties. Pilih tombol <OK> dan kemudian aplikasikan data geotekstil pada model geometri. Setelah pengaplikasian dilakukan, pilih tombol <OK> pada kotak dialog Material sets.

11 L Setelah pendefinisian dan pengaplikasian data meterial selesai dilakukan, tahap berikutnya adalah membuat jaring elemen hingga pada model geometri. Adapun langkah penyusunan jaring elemen hingga dapat dilakukan dengan memilih tombol. Setelah itu akan ditampilkan sebuah jendela PLAXIS Output. Pilih tombol untuk memperbaharui jaring elemen hingga. Gambar 14 Kotak Dialog Mesh generation setup Untuk memperhalus jaring-jaring elemen hingga yang ada, pilih Mesh > Global coarseness..., kemudian pilih Medium pada combo box yang ada pada kotak dialog Mesh generation setup. Setelah itu pilih tombol <Generate>. Gambar 15 View Generated Mesh pada PLAXIS Output 10. Untuk mendefinisikan konsidi awal tanah, pilih tombol atau dengan memilih Initial > Initial conditions pada baris menu.

12 L Pada kotak dialog Water weight, masukkan nilai berat jenis air sebesar 10 kn/m 3 pada kotak γ water kemudian pilih tombol <OK>. Gambar 16 Kotak Dialog Water weight 12. Untuk memodelkan batas muka air tanah pada model geometri, pilih tombol pada toolbar atau dengan memilih Geometry > Phreatic level pada baris menu. Aplikasikan batas muka air tanah pada model geometri seperti pada Gambar 17. Gambar 17 Pengaplikasian Batas Muka Air Tanah pada Model Geometri 13. Untuk membatasi pergerakan air pada saat analisa konsolidasi, maka pada baris menu pilih Geometry > Closed consolidation boundary atau dengan memilih tombol pada toolbar. Aplikasikan Closed consolidation boundary pada model geometri seperti yang terlihat pada Gambar 18.

13 L1-12 Gambar 18 Pengaplikasian Closed consolidation boundary pada Model Geometri 14. Untuk menghitung tegangan air pori pada model geometri, pilih pada toolbar atau dengan memilih Generate > Water pressures pada baris menu. Kotak dialog seperti pada Gambar 19 akan ditampilkan. Gambar 19 Kotak Dialog Water pressure generation Pada kotak dialog Water pressure generation pilih option Phreatic level kemudian pilih tombol <OK>. Setelah itu akan ditampilkan sebuah jendela PLAXIS Output seperti yang tergambar pada Gambar 20.

14 L1-13 Gambar 20 Jendela View pore pressures pada PLAXIS Output Pada jendela PLAXIS Output, pilih tombol pada toolbar untuk memperbaharui perhitungan tegangan air pori pada model geometri. 15. Pilih pada toolbar untuk masuk ke bagian perhitungan tegangan tanah pada model geometri. Pada bagian ini, pilih model geometri yang akan dihilangkan pada kondisi awal model geometri tanah. Adapun kondisi awal model geometri dapat dilihat pada Gambar 21. Gambar 21 Kondisi Awal Model Geometri Tanah

15 L1-14 Setelah kondisi awal model geometri ditentukan, pilih Generate > Initial stresses atau dengan memilih tombol pada toolbar. Kotak dialog K0-procedure akan ditampilkan. Pada tahap ini terima nilai awal ΣM-weight = 1 dan pilih tombol <OK>. Gambar 22 Kotak Dialog K0-procedure Jendela View Initial soil stresses pada PLAXIS Output akan ditampilkan. Pilih tombol pada toolbar untuk memperbaharui perhitungan tegangan pada model geometri. Gambar 23 Jendela View Initial soil stresses pada PLAXIS Output

16 L Setelah proses identifikasi dan pendefinisian model geometri tanah selesai dilakukan, maka tahap berikutnya adalah melakukan perhitungan pada model geometri. Adapun langkah untuk melakukan perhitungan adalah dengan memilih tombol atau pada toolbar. 17. Setelah jendela PLAXIS Calculation ditampilkan, maka tahap selanjutnya adalah melakukan pengidentifikasian tahapan perhitungan. Tahapan perhitungan yang dilakukan pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3. Gambar 24 Jendela PLAXIS Calculation

17 L1-16 Tabel 3 Tahapan Perhitungan dalam PLAXIS Calculation Identification Phase Number Start From Calculation Loading Input Initial phases 0 Timbun 0.5 m 1 0 Consolidation Staged construction (5 day) Konsolidasi 0.5 m 2 1 Consolidation Staged construction (30 day) Timbun 1 m 3 2 Consolidation Staged construction (5 day) Konsolidasi 1 m 4 3 Consolidation Staged construction (30 day) Timbun 1.5 m 5 4 Consolidation Staged construction (5 day) Konsolidasi 1.5 m 6 5 Consolidation Staged construction (30 day) Timbun 2 m 7 6 Consolidation Staged construction (5 day) Konsolidasi 2 m 8 7 Consolidation Staged construction (30 day) Timbun 2.5 m 9 8 Consolidation Staged construction (5 day) Konsolidasi 2.5 m 10 9 Consolidation Staged construction (30 day) Timbun 3 m Consolidation Staged construction (5 day) Konsolidasi 3 m Consolidation Staged construction (30 day) Timbun 3.5 m Consolidation Staged construction (5 day) Konsolidasi 3.5 m Consolidation Staged construction (30 day) Timbun 4 m Consolidation Staged construction (5 day) Konsolidasi 4 m Consolidation Staged construction (30 day) Timbun 5 m Consolidation Staged construction (5 day) Konsolidasi 5 m Consolidation Staged construction (30 day) Faktor Keamanan Phi/c reduction Total multipliers TIMBUN 5 m 20 0 Consolidation Staged construction (5 day) KONSOLIDASI 5 m Consolidation Staged construction (30 day) FAKTOR KEAMANAN Phi/c reduction Total multipliers

18 L Apabila input tahapan perhitungan telah dilakukan, maka langkah berikutnya adalah menentukan titik nodal dimana deformasi dan tegangan pada model geometri akan ditinjau. Untuk menentukan titik nodal yang ditinjau, pilih View > Select points for curves pada baris menu atau dengan memilih tombol pada toolbar. 19. Setelah jendela Select points pada PLAXIS Output ditampilkan, dilakukan pemilihan titik nodal yang akan ditinjau pada model geometri. Pilih titik A seperti yang ditampilkan pada Gambar 25 untuk menentukan posisi dimana deformasi pada model geometri akan ditinjau. Sedangkan untuk menentukan posisi titik nodal dimana tegangan pada model geometri akan ditinjau, pilih pada toolbar kemudian pilih titik B seperti yang ditampilkan pada Gambar 26. Setelah itu, pilih tombol pada toolbar. Gambar 25 Penentuan Titik Nodal Tempat Deformasi pada Model Geometri Akan Ditinjau

19 L1-18 Gambar 26 Penentuan Titik Nodal Tempat Tegangan pada Model Gerometri Akan Ditinjau 20. Setelah penentuan titik nodal selesai ditentukan, maka untuk memulai perhitungan pada PLAXIS Calculation pilih tombol. Sebuah jendela baru yang menunjukkan informasi perhitungan sebagaimana pada Gambar 27 akan ditampilkan. Gambar 27 Jendela Informasi Perhitungan

20 L Output perhitungan dapat dilihat pada jendela PLAXIS Output dengan memilih tombol pada PLAXIS Calculation. Sedangkan kurva hasil analisa program dapat dilihat pada PLAXIS Curve dengan memilih tombol. Gambar 28 Output Perhitungan pada PLAXIS Output

LAMPIRAN 1. Langkah Program PLAXIS V.8.2

LAMPIRAN 1. Langkah Program PLAXIS V.8.2 L1-1 LAMPIRAN 1 Langkah Program PLAXIS V.8.2 Analisa Beban Gempa Pada Dinding Basement Dengan Metode Pseudo-statik dan Dinamik L1-2 LANGKAH PEMODELAN ANALISA BEBAN GEMPA PADA DINDING BASEMENT DENGAN PROGRAM

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR ANALISIS

BAB III PROSEDUR ANALISIS BAB III PROSEDUR ANALISIS Dalam melakukan perencanaan desain, secara umum perhitungan dapat dibagi menjadi 2 yaitu: perencanaan secara manual dan perencanaan dengan bantuan program. Dalam perhitungan secara

Lebih terperinci

LANGKAH PEMODELAN ANALISA KAPASITAS LATERAL KELOMPOK TIANG PADA PROGRAM PLAXIS 3D FOUNDSTION

LANGKAH PEMODELAN ANALISA KAPASITAS LATERAL KELOMPOK TIANG PADA PROGRAM PLAXIS 3D FOUNDSTION LANGKAH PEMODELAN ANALISA KAPASITAS LATERAL KELOMPOK TIANG PADA PROGRAM PLAXIS 3D FOUNDSTION Berikut ini langkah-langkah pemodelan analisa kapasitas lateral kelompok tiang pada program PLAXIS 3D foundation:

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Umum Lokasi dinding penahan tanah dan lereng yang diteliti pada penelitian ini berada pada bantaran sungai Gajah putih daerah Surakarta. Penelitian yang dilakukan adalah melakukan

Lebih terperinci

Bab 3 METODOLOGI. penyelidikan tanah di lapangan dan pengujian tanah di laboratorium. Untuk memperoleh

Bab 3 METODOLOGI. penyelidikan tanah di lapangan dan pengujian tanah di laboratorium. Untuk memperoleh Bab 3 METODOLOGI 3.1. Teknik Pengumpulan Data Terdapat berbagai teknik untuk mengumpulkan data tanah seperti melalui penyelidikan tanah di lapangan dan pengujian tanah di laboratorium. Untuk memperoleh

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PEMODELAN MENGGUNAKAN PLAXIS V8.2. Pada bagian ini dijelaskan tentang cara-cara yang dilakukan untuk memodelkan proyek

LANGKAH-LANGKAH PEMODELAN MENGGUNAKAN PLAXIS V8.2. Pada bagian ini dijelaskan tentang cara-cara yang dilakukan untuk memodelkan proyek LANGKAH-LANGKAH PEMODELAN MENGGUNAKAN PLAXIS V8.2 Pada bagian ini dijelaskan tentang cara-cara yang dilakukan untuk memodelkan proyek 5 ke dalam bentuk model analisa yang bisa dihitung oleh Plaxis. Adapun

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 15 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian Tugas Akhir ini adalah pemodelan variasi trucuk bambu dengan program PLAXIS versi 7 dan perhitungan manual daya dukung serta penurunan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Mulai. Studi literatur. Pemodelan numerik Plaxis 2D. Input data 1. Geometri model 2. Parameter material

BAB III METODE PENELITIAN. Mulai. Studi literatur. Pemodelan numerik Plaxis 2D. Input data 1. Geometri model 2. Parameter material BAB III METODE PENELITIAN A. Bagan Alir Penelitian Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis dengan program PLAXIS untuk mengetahu deformasi yang terjadi pada struktur jalan rel. Tahap

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR ANALISIS

BAB III PROSEDUR ANALISIS BAB III PROSEDUR ANALISIS 3.1 Objek Penelitian Pada penyusunan tugas akhir ini pokok bahasan yang akan diteliti adalah pondasi mesin yang dipasang di pabrik tekstil PT. AyoeTex Cimahi Bandung. Pondasi

Lebih terperinci

BAB IV METODE PERHITUNGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE

BAB IV METODE PERHITUNGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE BAB IV METODE PERHITUNGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE 4.1 Umum Analisis mengenai kebutuhan panjang dan stabilitas sheet pile pada studi ini akan dilakukan dengan menggunakan program komputer. Adapun program komputer

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 HASIL PENGUMPULAN DATA Berdasarkan hasil studi literatur yang telah dilakukan, pada penelitian ini parameter tanah dasar, tanah timbunan, dan geotekstil yang digunakan adalah

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PERNYATAAN ABSTRAK. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL.. DAFTAR GAMBAR. DAFTAR NOTASI

DAFTAR ISI PERNYATAAN ABSTRAK. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL.. DAFTAR GAMBAR. DAFTAR NOTASI DAFTAR ISI PERNYATAAN ABSTRAK. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL.. DAFTAR GAMBAR. DAFTAR NOTASI BAB I PENDAHULUAN.. 1.1 Latar Belakang.. 1.2 Perumusan Masalah. 1.3 Tujuan Penelitian.. 1.4 Pembatasan

Lebih terperinci

STABILITAS DERMAGA AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT (STUDI KASUS: PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT KALIMANTAN BARAT)

STABILITAS DERMAGA AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT (STUDI KASUS: PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT KALIMANTAN BARAT) STABILITAS DERMAGA AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT (STUDI KASUS: PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT KALIMANTAN BARAT) Grecia Alfa, Olga Pattipawaej Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas

Lebih terperinci

ANALISIS STABILITAS LERENG PADA JALAN REL SEPANCAR - GILAS STA 217 MENGGUNAKAN METODE IRISAN BISHOP DAN PERANGKAT LUNAK PLAXIS ABSTRAK

ANALISIS STABILITAS LERENG PADA JALAN REL SEPANCAR - GILAS STA 217 MENGGUNAKAN METODE IRISAN BISHOP DAN PERANGKAT LUNAK PLAXIS ABSTRAK ANALISIS STABILITAS LERENG PADA JALAN REL SEPANCAR - GILAS STA 217 MENGGUNAKAN METODE IRISAN BISHOP DAN PERANGKAT LUNAK PLAXIS Andrea Bertrand Steinmets Timisela NRP: 0421019 Pembimbing: Ir. Asriwiyanti

Lebih terperinci

LAMPIRAN A CONTOH PERHITUNGAN. parameter yang digunakan dalam perhitungan ini adalah:

LAMPIRAN A CONTOH PERHITUNGAN. parameter yang digunakan dalam perhitungan ini adalah: A-1 LAMPIRAN A CONTOH PERHITUNGAN 1. Perhitungan Manual Perhitungan manual yang dilakukan dalam penelitian mengacu pada Metode Baji (Wedge Method), dengan bidang longsor planar. Beberapa parameter yang

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI...

BAB II DASAR TEORI... DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR ISTILAH... xii DAFTAR NOTASI... xiv BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1.

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 LANGKAH PERMODELAN PENELITIAN EFEK PERBEDAAN JARAK ANTAR TIANG DAN TEBAL PILE CAP TERHADAP KAPASITAS GRUP TIANG PONDASI DENGAN PLAXIS 3D

LAMPIRAN 1 LANGKAH PERMODELAN PENELITIAN EFEK PERBEDAAN JARAK ANTAR TIANG DAN TEBAL PILE CAP TERHADAP KAPASITAS GRUP TIANG PONDASI DENGAN PLAXIS 3D LAMPIRAN 1 LANGKAH PERMODELAN PENELITIAN EFEK PERBEDAAN JARAK ANTAR TIANG DAN TEBAL PILE CAP TERHADAP KAPASITAS GRUP TIANG PONDASI DENGAN PLAXIS 3D Di dalam lampiran ini akan dijelaskan tahapan-tahapan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... BERITA ACARA... MOTTO DAN PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR... ABSTRAK... ABSTRACT... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR NOTASI... i ii

Lebih terperinci

Laporan Tugas Akhir Analisis Pondasi Jembatan dengan Permodelan Metoda Elemen Hingga dan Beda Hingga BAB III METODOLOGI

Laporan Tugas Akhir Analisis Pondasi Jembatan dengan Permodelan Metoda Elemen Hingga dan Beda Hingga BAB III METODOLOGI a BAB III METODOLOGI 3.1 Umum Pada pelaksanaan Tugas Akhir ini, kami menggunakan software PLAXIS 3D Tunnel 1.2 dan Group 5.0 sebagai alat bantu perhitungan. Kedua hasil perhitungan software ini akan dibandingkan

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA... LAMPIRAN

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA... LAMPIRAN DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii BERITA ACARA BIMBINGAN TUGAS AKHIR... iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN... iv KATA PENGANTAR... vii ABSTRAK... ix DAFTAR ISI... xi DAFTAR GAMBAR... xiv DAFTAR

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman JUDUL PENGESAHAN ABSTRACT KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI. Halaman JUDUL PENGESAHAN ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Halaman JUDUL i PENGESAHAN ii ABSTRAK iii ABSTRACT iv KATA PENGANTAR v DAFTAR ISI vi DAFTAR TABEL x DAFTAR GAMBAR xii DAFTAR LAMPIRAN xvi DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN xvii BAB I PENDAHULUAN 1

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI Pendahuluan Identifikasi Masalah Pengumpulan Data Sumber Data... 56

BAB III METODOLOGI Pendahuluan Identifikasi Masalah Pengumpulan Data Sumber Data... 56 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... i BERITA ACARA TUGAS AKHIR... ii MOTO DAN PERSEMBAHAN... iii KATA PENGANTAR... v ABSTRAK... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman Judul Pengesahan ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI. Halaman Judul Pengesahan ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Halaman Judul i Pengesahan ii ABSTRAK iv ABSTRACT v KATA PENGANTAR vi DAFTAR ISI vii DAFTAR TABEL x DAFTAR GAMBAR xii DAFTAR LAMPIRAN xix DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN xx BAB I PENDAHULUAN 1 1.1

Lebih terperinci

BAB IV STUDI KASUS 4.1 UMUM

BAB IV STUDI KASUS 4.1 UMUM BAB IV STUDI KASUS 4.1 UMUM Penimbunan pada tanah dengan metode drainase vertikal dilakukan secara bertahap dari ketinggian tertentu hingga mencapai elevasi yang diinginkan. Analisis penurunan atau deformasi

Lebih terperinci

Analysis Slope Stability dengan Plaxis 8.x. ANALYSIS SLOPE STABILITY Site ID : Site Name : I. Data Boring LOG. By: dedy trianda Hal.

Analysis Slope Stability dengan Plaxis 8.x. ANALYSIS SLOPE STABILITY Site ID : Site Name : I. Data Boring LOG. By: dedy trianda Hal. ANALYSIS SLOPE STABILITY Site ID : Site Name : I. Data Boring LOG By: dedy trianda Hal. 1 II. Nilai- Nilai Parameter Tanah Parameter Humus Berpasir Lempung Material Model Mohr-coulomb Mohr-coulomb Type

Lebih terperinci

JUDUL HALAMAN PENGESAHAN BERITA ACARA MOTTO DAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR NOTASI DAFTAR LAMPIRAN

JUDUL HALAMAN PENGESAHAN BERITA ACARA MOTTO DAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR NOTASI DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii BERITA ACARA... iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN... iv KATA PENGANTAR... vii ABSTRAK... ix DAFTAR ISI... xiv DAFTAR GAMBAR... xiv DAFTAR TABEL... xviii DAFTAR

Lebih terperinci

Denny Nugraha NRP : Pembimbing : Ir. Asriwiyanti Desiani, MT. ABSTRAK

Denny Nugraha NRP : Pembimbing : Ir. Asriwiyanti Desiani, MT. ABSTRAK ANALISIS KONSOLIDASI PADA TANAH LUNAK DENGAN METODE PRELOADING DAN METODE KOMBINASI PRELOADING DAN PRE-FABRICATED VERTICAL DRAIN PADA PROYEK KARIMUN REGENCY Denny Nugraha NRP : 1021058 Pembimbing : Ir.

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Umum Konstruksi suatu timbunan di atas tanah lunak dengan elevasi muka air tanah yang tinggi akan menyebabkan peningkatan tekanan air pori. Akibat perilaku tak terdrainase

Lebih terperinci

BAB IX PERENCANAAN TUBUH EMBUNG

BAB IX PERENCANAAN TUBUH EMBUNG IX- BAB IX PERENCANAAN TUBUH EMBUNG 9.. Tinjauan Umum Tubuh embung direncanakan untuk dapat menahan gaya-gaya yang menyebabkan tidak stabilnya tubuh embung. Dimensi tubuh embung direncanakan berdasarkan

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR ANALISIS

BAB III PROSEDUR ANALISIS BAB III PROSEDUR ANALISIS 3.1 Objek Penelitian Dalam penyusunan tugas akhir ini yang digunakan sebagai objek penelitian atau objek yang dianalisis adalah subway ruas Bendungan Hilir Dukuh Atas terletak

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL ANALISIS. MRT (twin tunnel) dengan shield pada tanah lempung berlanau konsistensi lunak

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL ANALISIS. MRT (twin tunnel) dengan shield pada tanah lempung berlanau konsistensi lunak BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL ANALISIS Plaxis mempunyai fasilitas khusus untuk pembuatan terowongan dengan penampang lingkaran maupun non lingkaran serta proses simulasi konstruksi terowongan. Dalam bab

Lebih terperinci

ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN ATAU TANPA PERKUATAN GEOTEXTILE DENGAN PERANGKAT LUNAK PLAXIS ABSTRAK

ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN ATAU TANPA PERKUATAN GEOTEXTILE DENGAN PERANGKAT LUNAK PLAXIS ABSTRAK ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN ATAU TANPA PERKUATAN GEOTEXTILE DENGAN PERANGKAT LUNAK PLAXIS Kistiyani Prabowo NRP : 1021054 Pembimbing : Ir. Asriwiyanti Desiani, MT. ABSTRAK Penggunaan geosintetik

Lebih terperinci

ABSTRAK. Monica Apriani NRP: Pembimbing: Hanny Juliany Dani, S.T., M.T.

ABSTRAK. Monica Apriani NRP: Pembimbing: Hanny Juliany Dani, S.T., M.T. ANALISIS PENURUNAN KONSOLIDASI AKIBAT BEBAN FONDASI DANGKAL BERBENTUK BUJUR SANGKAR DI DAERAH RANCAEKEK JAWA BARAT MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK PLAXIS 2D Monica Apriani NRP: 1421005 Pembimbing: Hanny Juliany

Lebih terperinci

HALAMAN PENGESAHAN BERITA ACARA BIMBINGAN TUGAS AKHIR MOTTO PERSEMBAHAN

HALAMAN PENGESAHAN BERITA ACARA BIMBINGAN TUGAS AKHIR MOTTO PERSEMBAHAN DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii BERITA ACARA BIMBINGAN TUGAS AKHIR... iii MOTTO... iv PERSEMBAHAN... v KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... x DAFTAR NOTASI... xiii DAFTAR GAMBAR...

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR. Diajukan sebagai syarat untuk meraih gelar Sarjana Teknik Strata 1 (S-1) Disusun Oleh : Maulana Abidin ( )

TUGAS AKHIR. Diajukan sebagai syarat untuk meraih gelar Sarjana Teknik Strata 1 (S-1) Disusun Oleh : Maulana Abidin ( ) TUGAS AKHIR PERENCANAAN SECANT PILE SEBAGAI DINDING PENAHAN TANAH BASEMENT DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS v8.2 (Proyek Apartemen, Jl. Intan Ujung - Jakarta Selatan) Diajukan sebagai syarat untuk meraih

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Umum Penentuan lapisan tanah di lokasi penelitian menggunakan data uji bor tangan dan data pengujian CPT yang diambil dari pengujian yang pernah dilakukan di sekitar

Lebih terperinci

Adapun langkah-langkah metodologi dalam menyelesaikan tugas akhir ini dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut. Mulai.

Adapun langkah-langkah metodologi dalam menyelesaikan tugas akhir ini dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut. Mulai. Bab 3 3 METODOLOGI Adapun langkah-langkah metodologi dalam menyelesaikan tugas akhir ini dapat dilihat pada flow chart sebagai berikut. Mulai Pemilihan tema Pengumpulan data Studi literatur Menentukan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI JUDUL PENGESAHAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI DEDIKASI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI JUDUL PENGESAHAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI DEDIKASI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI JUDUL i PENGESAHAN ii PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI iii DEDIKASI iv ABSTRAK v ABSTRACT vi KATA PENGANTAR vii DAFTAR ISI viii DAFTAR TABEL xii DAFTAR GAMBAR xiv DAFTAR LAMPIRAN xix DAFTAR NOTASI

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Stabilitas Lereng Pada permukaan tanah yang miring, komponen gravitasi cenderung untuk menggerakkan tanah ke bawah. Jika komponen gravitasi sedemikian besar sehingga perlawanan

Lebih terperinci

HAND OUT KOMPUTASI GEOTEKNIK

HAND OUT KOMPUTASI GEOTEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL FT UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG HAND OUT KOMPUTASI GEOTEKNIK PENGENALAN SOFTWARE PLAXIS SESI 1-6 REVISI OKTOBER 2011 HANGGORO TRI CAHYO A. SESI 1 : Prinsip Tegangan Efektif dan Kuat

Lebih terperinci

KORELASI NILAI CBR BERDASARKAN PLAXIS 2D TERHADAP UJI CBR LABORATORIUM PADA MATERIAL CRUSHED LIMESTONE PANGANDARAN DENGAN VARIASI UKURAN MOLD

KORELASI NILAI CBR BERDASARKAN PLAXIS 2D TERHADAP UJI CBR LABORATORIUM PADA MATERIAL CRUSHED LIMESTONE PANGANDARAN DENGAN VARIASI UKURAN MOLD KORELASI NILAI CBR BERDASARKAN PLAXIS 2D TERHADAP UJI CBR LABORATORIUM PADA MATERIAL CRUSHED LIMESTONE PANGANDARAN DENGAN VARIASI UKURAN MOLD Harry Wiguna NRP: 1421032 Pembimbing: Ir. Herianto Wibowo,

Lebih terperinci

DAFTAR ISI JUDUL PENGESAHAN/PERSETUJUAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN

DAFTAR ISI JUDUL PENGESAHAN/PERSETUJUAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN DAFTAR ISI JUDUL PENGESAHAN/PERSETUJUAN ii PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT iii KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI i DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii DAFTAR LAMPIRAN xiv DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN xv ABSTRAK xvii

Lebih terperinci

BAB III METODE ANALISIS PLAXIS

BAB III METODE ANALISIS PLAXIS BAB III METODE ANALISIS PLAXIS 3.1 UMUM Metode analisis sudi kasus tugas akhir ini menggunakan software PLAXIS 7.11. PLAXIS adalah sebuah software yang dikembangkan berdasarkan metoda elemen hingga (finite

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... BERITA ACARA... MOTTO DAN PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR NOTASI... i ii iii iv vii ix

Lebih terperinci

ACARA BIMBINGAN TUGAS AKHIR...

ACARA BIMBINGAN TUGAS AKHIR... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii BERITA ACARA BIMBINGAN TUGAS AKHIR... iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN... iv KATA PENGANTAR... v ABSTRAK... vi ABSTRACT... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR

Lebih terperinci

ANALISIS MODULUS ELASTISITAS PADA MATERIAL CRUSHED LIMESTONE BERDASARKAN HASIL UJI CBR LABORATORIUM DAN PLAXIS 2D ABSTRAK

ANALISIS MODULUS ELASTISITAS PADA MATERIAL CRUSHED LIMESTONE BERDASARKAN HASIL UJI CBR LABORATORIUM DAN PLAXIS 2D ABSTRAK ANALISIS MODULUS ELASTISITAS PADA MATERIAL CRUSHED LIMESTONE BERDASARKAN HASIL UJI CBR LABORATORIUM DAN PLAXIS 2D Marceline Adriani NRP: 1321002 Pembimbing: Andrias Suhendra Nugraha, S.T., M.T. ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi Lokasi pengambilan sampel tanah berasal dari proyek jembatan pengarengan jalan tol Cinere Jagorawi Sesi II, Depok, Jawa Barat. Untuk pengujian pemodelan matras dan

Lebih terperinci

PLAXIS Versi 8. Manual Latihan

PLAXIS Versi 8. Manual Latihan PLAXIS Versi 8 Manual Latihan DAFTAR ISI DAFTAR ISI 1 Pendahuluan... 1-1 2 Memulai program... 2-1 2.1 Instalasi program... 2-1 2.2 Pemodelan secara umum... 2-1 2.3 Prosedur pemasukan data... 2-3 2.3.1

Lebih terperinci

ANALISIS OPTIMASI JUMLAH JANGKAR PADA KONSTRUKSI TURAP BERJANGKAR MENGGUNAKAN PLAXIS 2D ABSTRAK

ANALISIS OPTIMASI JUMLAH JANGKAR PADA KONSTRUKSI TURAP BERJANGKAR MENGGUNAKAN PLAXIS 2D ABSTRAK ANALISIS OPTIMASI JUMLAH JANGKAR PADA KONSTRUKSI TURAP BERJANGKAR MENGGUNAKAN PLAXIS 2D Vincentius Christian NRP : 1021039 Pembimbing : Ir. Asriwiyanti Desiani, M.T. ABSTRAK Pada zaman sekarang pembangunan

Lebih terperinci

ANALISIS STABILITAS TIMBUNAN MENGGUNAKAN TURAP BETON PADA TAMBANG SITE TELEN ORBIT PRIMA ABSTRAK

ANALISIS STABILITAS TIMBUNAN MENGGUNAKAN TURAP BETON PADA TAMBANG SITE TELEN ORBIT PRIMA ABSTRAK ANALISIS STABILITAS TIMBUNAN MENGGUNAKAN TURAP BETON PADA TAMBANG SITE TELEN ORBIT PRIMA Nesa Nurhadi Sunarya NRP : 1121029 Pembimbing : Ir. Asriwiyanti Desiani, MT. ABSTRAK Turap beton berfungsi sebagai

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii BERITA ACARA BIMBINGAN TUGAS AKHIR... iii MOTTO... iv PERSEMBAHAN... v KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR TABEL...

Lebih terperinci

DAFTAR ISI ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN BAB I PENDAHULUAN 1 1.

DAFTAR ISI ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN BAB I PENDAHULUAN 1 1. DAFTAR ISI Judul Pengesahan Persetujuan Persembahan ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN Halaman i ii iii iv i vi vii iiii xii

Lebih terperinci

REKAYASA GEOTEKNIK DALAM DISAIN DAM TIMBUNAN TANAH

REKAYASA GEOTEKNIK DALAM DISAIN DAM TIMBUNAN TANAH REKAYASA GEOTEKNIK DALAM DISAIN DAM TIMBUNAN TANAH O. B. A. Sompie Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRAK Dam dari timbunan tanah (earthfill dam) membutuhkan

Lebih terperinci

Bab 1 PENDAHULUAN. tanah yang buruk. Tanah dengan karakteristik tersebut seringkali memiliki permasalahan

Bab 1 PENDAHULUAN. tanah yang buruk. Tanah dengan karakteristik tersebut seringkali memiliki permasalahan Bab 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bowles (1991) berpendapat bahwa tanah dengan nilai kohesi tanah c di bawah 10 kn/m 2, tingkat kepadatan rendah dengan nilai CBR di bawah 3 %, dan tekanan ujung konus

Lebih terperinci

PERHITUNGAN STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN GEOGRID MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS 2D

PERHITUNGAN STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN GEOGRID MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS 2D PERHITUNGAN STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN GEOGRID MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS 2D JUDUL TUGAS AKHIR JUDU Oleh : I Komang Giya Pramardika 1204105034 JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN LatarBelakang Tujuan Kajian Sistematika Penyusunan Laporan...3

BAB I PENDAHULUAN LatarBelakang Tujuan Kajian Sistematika Penyusunan Laporan...3 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i HALAMAN PENGESAHAN......ii BERITA ACARA BIMBINGAN TUGAS AKHIR / SKRIPSI...iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN...iv KATA PENGANTAR...vii ABSTRAK...ix DAFTAR ISI...x DAFTAR TABEL...xiii

Lebih terperinci

ANALISIS LERENG DENGAN PERKUATAN PONDASI TIANG

ANALISIS LERENG DENGAN PERKUATAN PONDASI TIANG ANALISIS LERENG DENGAN PERKUATAN PONDASI TIANG Nama : Donald HHL NRP : 0321083 Pembimbing : Ibrahim Surya, Ir., M.Eng FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL BANDUNG ABSTRAK Akibat kondisi dan struktur dari

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Tinjauan Umum Penelitian yang dilakukan pada lereng di Jalan Tol Cimanggis Cibitung tepatnya pada Taman Rahayu STA 36+200 STA 37+700, adalah menganalisis stabilitas lereng

Lebih terperinci

BAB IV METODE PERHITUNGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE

BAB IV METODE PERHITUNGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE BAB IV METODE PERHITUNGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE 4.1 Umum Analisis desain tunnel pada studi ini akan dilakukan dengan menggunakan program komputer finite elemant. Adapun program komputer yang digunakan adalah

Lebih terperinci

Gambar 2.1 Konstruksi jalan rel

Gambar 2.1 Konstruksi jalan rel BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Struktur Jalan Kereta Api Struktur jalan kereta api adalah suatu konstruksi yang direncanakan sebagai prasarana infrastruktur dalam perjalanan kereta api. Konsep struktur jalan

Lebih terperinci

PENGARUH KEDALAMAN PEMANCANGAN TURAP BAJA PADA BERBAGAI KEPADATAN TANAH NON-KOHESIF TERHADAP FAKTOR KEAMANAN PEMANCANGAN ABSTRAK

PENGARUH KEDALAMAN PEMANCANGAN TURAP BAJA PADA BERBAGAI KEPADATAN TANAH NON-KOHESIF TERHADAP FAKTOR KEAMANAN PEMANCANGAN ABSTRAK PENGARUH KEDALAMAN PEMANCANGAN TURAP BAJA PADA BERBAGAI KEPADATAN TANAH NON-KOHESIF TERHADAP FAKTOR KEAMANAN PEMANCANGAN Victoria Eleny Prijadi NRP: 1321022 Pembimbing: Hanny Juliany Dani, S.T.,M.T. ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. penambangan batu bara dengan luas tanah sebesar hektar. Penelitian ini

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. penambangan batu bara dengan luas tanah sebesar hektar. Penelitian ini BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data Sekayan Kalimantan Timur bagian utara merupakan daerah yang memiliki tanah dasar lunak lempung kelanauan. Ketebalan tanah lunaknya dapat mencapai 15

Lebih terperinci

4 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL ANALISIS

4 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL ANALISIS 4 BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL ANALISIS 4.1.Pendahuluan Vertical drains berperan penting dalam mempercepat proses konsolidasi area tanah lunak tersebut. Vertical drains merupakan saluran drainase buatan

Lebih terperinci

JUDUL HALAMAN PENGESAHAN BERITA ACARA MOTTO DAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR NOTASI DAFTAR LAMPIRAN

JUDUL HALAMAN PENGESAHAN BERITA ACARA MOTTO DAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR NOTASI DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii BERITA ACARA... iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN... iv KATA PENGANTAR... vii ABSTRAK... viii DAFTAR ISI... x DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR TABEL... xvi DAFTAR

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR.. i. DAFTAR ISI.ii. DAFTAR TABEL v. DAFTAR GAMBAR ix. DAFTAR LAMPIRAN xv BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang...

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR.. i. DAFTAR ISI.ii. DAFTAR TABEL v. DAFTAR GAMBAR ix. DAFTAR LAMPIRAN xv BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.. i DAFTAR ISI.ii DAFTAR TABEL v DAFTAR GAMBAR ix DAFTAR LAMPIRAN xv BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Identifikasi Masalah 1 1.3 Rumusan Masalah 2 1.4 Tujuan Penelitian..

Lebih terperinci

BAB III METODE ANALISIS PLAXIS

BAB III METODE ANALISIS PLAXIS BAB III METODE ANALISIS PLAXIS 3.1 PROGRAM PLAXIS 3D TUNNEL Aplikasi dalam geoteknik umumnya membutuhkan permodelan struktur tanah untuk kemudian disimulasikan perilaku tanah secara non linear dan time-dependent.

Lebih terperinci

BAB IV PERENCANAAN LERENG GALIAN

BAB IV PERENCANAAN LERENG GALIAN BAB IV PERENCANAAN LERENG GALIAN 4.1 Pendahuluan Pada perencanaan lereng galian (cut slope) ini akan membahas perhitungan stabilitas lereng yang meliputi perhitungan manual di antaranya perhitungan struktur

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Uraian Umum Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode irisan Fellenius baik secara perhitungan manual serta melalui program Geoslope. Hal yang dilakukan dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pendahuluan Untuk dapat melakukan proses perhitungan antara korelasi beban vertikal dengan penurunan yang terjadi pada pondasi tiang sehingga akan mendapatkan prameter yang

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... BERITA ACARA BIMBINGAN TUGAS AKHIR... MOTTO DAN PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR NOTASI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Proyek Jalan bebas Hambatan Medan Kualanamu merupakan proyek

BAB III METODE PENELITIAN. Proyek Jalan bebas Hambatan Medan Kualanamu merupakan proyek BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Deskripsi Proyek Proyek Jalan bebas Hambatan Medan Kualanamu merupakan proyek pembangunan yang meliputi struktur, jalan, jembatan, fly over dan lainnya, yang terletak di

Lebih terperinci

Setyanto1) Ahmad Zakaria2) Giwa Wibawa Permana3)

Setyanto1) Ahmad Zakaria2) Giwa Wibawa Permana3) Analisis Stabilitas Lereng dan Penanganan Longsoran Menggunakan Metode Elemen Hingga Plaxis V.8.2 (Studi Kasus : Ruas Jalan Liwa Simpang Gunung Kemala STA.263+650) Setyanto1) Ahmad Zakaria2) Giwa Wibawa

Lebih terperinci

Spektrum Sipil, ISSN Vol. 3, No. 2 : , September 2016

Spektrum Sipil, ISSN Vol. 3, No. 2 : , September 2016 Spektrum Sipil, ISSN 1858-4896 121 Vol. 3, No. 2 : 121-132, September 2016 PERUBAHAN TEKANAN AIR PORI TANAH AKIBAT BEBAN KEJUT KENDARAAN PADA JEMBATAN BANYUMULEK The Alteration of the Soil s Pore Water

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

BAB IV HASIL DAN ANALISIS BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1 GAMBARAN UMUM Pengumpulan data penyelidikan tanah (soil investigation) dalam perencanaan dinding penahan tanah (DPT) secant pile pada basement adalah sangat penting, data

Lebih terperinci

BAB 4 PEMBAHASAN. memiliki tampilan input seperti pada gambar 4.1 berikut.

BAB 4 PEMBAHASAN. memiliki tampilan input seperti pada gambar 4.1 berikut. BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Program Dalam membantu perhitungan maka akan dibuat suatu program bantu dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic. Adapun program tersebut memiliki tampilan input

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. i ii iii iv

DAFTAR ISI. i ii iii iv DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR NOTASI Abstract Intisari i ii iii iv vi ix x xii xiii xiv BAB I. PENDAHULUAN 1.

Lebih terperinci

ANALISIS STABILITAS TANAH TIMBUNAN DENGAN PERKUATAN SABUT KELAPA

ANALISIS STABILITAS TANAH TIMBUNAN DENGAN PERKUATAN SABUT KELAPA ANALISIS STABILITAS TANAH TIMBUNAN DENGAN PERKUATAN SABUT KELAPA Ferra Fahriani Email : f2_ferra@yahoo.com Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung Kampus Terpadu UBB Balunijuk,

Lebih terperinci

Jurnal J-Ensitec: Vol 03 No. 01, November 2016 ABSTRACT

Jurnal J-Ensitec: Vol 03 No. 01, November 2016 ABSTRACT ANALISA DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI TIANG BOR (BORED PILE)TUNGGAL DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS ( Studi Kasus: Proyek Pembangunan Yogya Toserba II Majalengka ) Adi Guna Prakasa 1, Arief Rijaluddin

Lebih terperinci

PENGARUH METODE KONSTRUKSI PONDASI SUMURAN TERHADAP KAPASITAS DUKUNG VERTIKAL (148G)

PENGARUH METODE KONSTRUKSI PONDASI SUMURAN TERHADAP KAPASITAS DUKUNG VERTIKAL (148G) PENGARUH METODE KONSTRUKSI PONDASI SUMURAN TERHADAP KAPASITAS DUKUNG VERTIKAL (148G) Marti Istiyaningsih 1, Endah Kanti Pangestuti 2 dan Hanggoro Tri Cahyo A. 2 1 Alumni Jurusan Teknik Sipil, Universitas

Lebih terperinci

Analisis Stabilitas Lereng Bertingkat Dengan Perkuatan Geotekstil Menggunakan Metode Elemen Hingga

Analisis Stabilitas Lereng Bertingkat Dengan Perkuatan Geotekstil Menggunakan Metode Elemen Hingga Analisis Stabilitas Lereng Bertingkat Dengan Perkuatan Geotekstil Menggunakan Metode Elemen Hingga Stabillity Analysis and Slope Reinforcement With Geotextile Using Finite Element Method SKRIPSI Disusun

Lebih terperinci

Analisa Beban Gempa pada Dinding Besmen dengan Plaxis 2D

Analisa Beban Gempa pada Dinding Besmen dengan Plaxis 2D Analisa Beban Gempa pada Dinding Besmen dengan Plaxis D GOUW Tjie-Liong Universitas Bina Nusantara, email: gtloffice@gmail.com, gouw3183@binus.ac.id Ferry Aryanto Universitas Bina Nusantara, email: ferry_aryanto@ymail.com

Lebih terperinci

MODUL 1 FINITE ELEMENT MODELLING

MODUL 1 FINITE ELEMENT MODELLING ODUL FINITE ELEENT ODELLIN. Sekilas Sejarah Finite Element a. Th 96 à diajukan suatu konsep lattice analogy, dimana media continuum dibagi menjadi pola teratur dari batang-batang elastis. Konsep ini di

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala berkat-nya, sehingga

KATA PENGANTAR. Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala berkat-nya, sehingga KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala berkat-nya, sehingga laporan tugas akhir ini dapat diselesaikan dengan sebaik baiknya. Laporan tugas akhir dengan judul Pendekatan Pemodelan

Lebih terperinci

Pemodelan 3D Pada Stabilitas Lereng Dengan Perkuatan Tiang Menggunakan Metode Elemen Hingga

Pemodelan 3D Pada Stabilitas Lereng Dengan Perkuatan Tiang Menggunakan Metode Elemen Hingga Reka Racana Teknik Sipil Itenas No.x Vol. xx Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Agustus 2014 Pemodelan 3D Pada Stabilitas Lereng Dengan Perkuatan Tiang Menggunakan Metode Elemen Hingga PUTRA, GILANG

Lebih terperinci

ANALISIS STABILITAS DAN PERKUATAN LERENG PLTM SABILAMBO KABUPATEN KOLAKA SULAWESI TENGGARA ABSTRAK

ANALISIS STABILITAS DAN PERKUATAN LERENG PLTM SABILAMBO KABUPATEN KOLAKA SULAWESI TENGGARA ABSTRAK ANALISIS STABILITAS DAN PERKUATAN LERENG PLTM SABILAMBO KABUPATEN KOLAKA SULAWESI TENGGARA Christy Yanwar Yosapat NRP : 1121037 Pembimbing : Hanny Juliany Dani, S.T., M.T. ABSTRAK Pada akhir tahun 2012,

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2016

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2016 Analisis Stabilitas Lereng Bertingkat dengan Perkuatan Gabion Stability Analysis Double-decker Slope with Gabion Reinforcement SKRIPSI Disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

DAFTAR ISI JUDUL LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI DEDIKASI KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI JUDUL LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI DEDIKASI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI JUDUL i LEMBAR PENGESAHAN ii PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI iii DEDIKASI iv KATA PENGANTAR v DAFTAR ISI vi DAFTAR TABEL ix DAFTAR GAMBAR x DAFTAR LAMPIRAN xii DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN xiii ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebagai pondasi yang mendukung bebannya secara langsung, seperti pondasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebagai pondasi yang mendukung bebannya secara langsung, seperti pondasi BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pondasi Pondasi adalah bagian paling bawah dari bangunan yang meneruskan beban bangunan ke tanah atau batuan yang berada dibawahnya. Terdapat dua klasifikasi pondasi yaitu

Lebih terperinci

1. Dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Hasanuddin, Makassar Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Hasanuddin, Makassar 90245

1. Dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Hasanuddin, Makassar Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Hasanuddin, Makassar 90245 STUDI EFEKTIFITAS TIANG PANCANG KELOMPOK MIRING PADA PERKUATAN TANAH LUNAK Tri Harianto, Ardy Arsyad, Dewi Yulianti 2 ABSTRAK : Studi ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas tiang pancang kelompok miring

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian 2.1.1 Material Geosintetik Penggunaan material geosintetik pada proyek perbaikan tanah semakin luas, material geosintetik yang telah teruji kekuatannya

Lebih terperinci

STUDI STABILITAS SISTEM PONDASI BORED PILE PADA JEMBATAN KERETA API CIREBON KROYA

STUDI STABILITAS SISTEM PONDASI BORED PILE PADA JEMBATAN KERETA API CIREBON KROYA STUDI STABILITAS SISTEM PONDASI BORED PILE PADA JEMBATAN KERETA API CIREBON KROYA TUGAS AKHIR SEBAGAI SALAH SATU SYARAT UNTUK MENYELESAIKAN PENDIDIKAN SARJANA TEKNIK DI PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL OLEH

Lebih terperinci

STUDI STABILITAS PELABUHAN TANJUNG PRIOK JAKARTA

STUDI STABILITAS PELABUHAN TANJUNG PRIOK JAKARTA STUDI STABILITAS PELABUHAN TANJUNG PRIOK JAKARTA LAPORAN TUGAS AKHIR SEBAGAI SALAH SATU SYARAT UNTUK MENYELESAIKAN PENDIDIKAN SARJANA TEKNIK DI PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL oleh MUHAMMAD YAZID 15003005 PEMBIMBING

Lebih terperinci

STUDI PERILAKU TEGANGAN-DEFORMASI DAN TEKANAN AIR PORI PADA TANAH DENGAN METODE ELEMEN HINGGA STUDI KASUS PENIMBUNAN PADA TANAH LEMPUNG LUNAK ABSTRAK

STUDI PERILAKU TEGANGAN-DEFORMASI DAN TEKANAN AIR PORI PADA TANAH DENGAN METODE ELEMEN HINGGA STUDI KASUS PENIMBUNAN PADA TANAH LEMPUNG LUNAK ABSTRAK STUDI PERILAKU TEGANGAN-DEFORMASI DAN TEKANAN AIR PORI PADA TANAH DENGAN METODE ELEMEN HINGGA STUDI KASUS PENIMBUNAN PADA TANAH LEMPUNG LUNAK Arfinandi Ferialdy NIM : 15009032 Program Studi Teknik Sipil,

Lebih terperinci

ANALISA KONSOLIDASI DAN KESTABILAN LERENG BENDUNG KOSINGGOLAN

ANALISA KONSOLIDASI DAN KESTABILAN LERENG BENDUNG KOSINGGOLAN ANALISA KONSOLIDASI DAN KESTABILAN LERENG BENDUNG KOSINGGOLAN Sesty E.J Imbar Alumni Program Pascasarjana S2 Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi O. B. A. Sompie Dosen Pasca Sarjana Program Studi S2

Lebih terperinci

ANALISA PENANGANAN PENURUNAN TANAH DI TANAH MAS, SEMARANG UTARA

ANALISA PENANGANAN PENURUNAN TANAH DI TANAH MAS, SEMARANG UTARA LEMBAR PENGESAHAN Judul : ANALISA PENANGANAN PENURUNAN TANAH DI TANAH MAS, SEMARANG UTARA Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Tugas Akhir dalam Menyelesaikan Sarjana Strata I Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik

Lebih terperinci

BAB III METODE KAJIAN

BAB III METODE KAJIAN 24 BAB III METODE KAJIAN 3.1 Persiapan Memasuki tahap persiapan ini disusun hal-hal penting yang harus dilakukan dalam rangka penulisan tugas akhir ini. Adapun tahap persiapan ini meliputi hal-hal sebagai

Lebih terperinci

Pengaruh Kedalaman PVD Pada Analisis Konsolidasi Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga

Pengaruh Kedalaman PVD Pada Analisis Konsolidasi Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Rekaracana Teknik Sipil Itenas No.x Vol. xx Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Januari 2015 Pengaruh Kedalaman PVD Pada Analisis Konsolidasi Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga MARRILYN ARISMAWATI

Lebih terperinci

DAYA DUKUNG PONDASI MENERUS PADA TANAH LEMPUNG BERLAPIS MENGGUNAKAN METODE "MEYERHOF DAN HANNA" DAN METODE ELEMENT HINGGA (PLAXIS)

DAYA DUKUNG PONDASI MENERUS PADA TANAH LEMPUNG BERLAPIS MENGGUNAKAN METODE MEYERHOF DAN HANNA DAN METODE ELEMENT HINGGA (PLAXIS) DAYA DUKUNG PONDASI MENERUS PADA TANAH LEMPUNG BERLAPIS MENGGUNAKAN METODE "MEYERHOF DAN HANNA" DAN METODE ELEMENT HINGGA (PLAXIS) Siska Rustiani Irawan Dosen, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Katolik

Lebih terperinci

ANALISIS DEFORMASI VERTIKAL DAN HORISONTAL TANAH LUNAK DI BAWAH PILED-GEOGRID SUPPORTED EMBANKMENT

ANALISIS DEFORMASI VERTIKAL DAN HORISONTAL TANAH LUNAK DI BAWAH PILED-GEOGRID SUPPORTED EMBANKMENT ANALISIS DEFORMASI VERTIKAL DAN HORISONTAL TANAH LUNAK DI BAWAH PILED-GEOGRID SUPPORTED EMBANKMENT Analysis of Horizontal and Vertical Deformation of Soft Soil Below Piled- Geogrid Supported Embankment

Lebih terperinci

Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126; Telp

Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126; Telp SIMULASI PERILAKU PENURUNAN TERHADAP BEBAN PADA PONDASI GABUNGAN TELAPAK DAN SUMURAN PADA TANAH PASIR DENGAN VARIASI KEDALAMAN TELAPAK DAN PANJANG SUMURAN Heri Afandi 1), Niken Silmi Surjandari 2), Raden

Lebih terperinci