Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Transkripsi

1 4.1 Pelaksanaan Tindakan Diskripsi Siklus 1 1) Perencanaan Tindakan Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perencanaan tindakan didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami dan menyerap materi pembelajaran yang akan diajarkan. Peneliti dan rekan sejawat melakukan kesepakatan dan berdiskusi untuk: a) Menyusun skenario pembelajaran kooperatif tipe STAD yang terdiri dari 6 fase pembelajaran, yaitu: 1) menyampaikan indikator pencapaian hasil belajar dan memotivasi siswa, 2) menyampaikan materi pembelajaran, 3) menegelompokkan siswa ke dalam kelompok, 4) membimbing siwa dalam belajar kelompok, 5) Evaluasi, berupa tes individu/kuis, 6) memberikan penghargaan kepada kelompok. b) Menyusun RPP Siklus 1, yang digunakan untuk pegangan guru dalam proses pembelajaran agar lebih efektif, efisien, dan terarah sesuai dengan tujuan pembelajaran. c) Menyusun Lembar Kerja Siswa 1 d) Menyusun media/alat peraga yang cocok e) Menyusun dan menyiapkan lembar observasi f) Menyusun soal-soal tes individu/kuis dan postes 2) Pelaksanaan Tindakan Siklus 1 dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan, yaitu pertemuan pertama pada hari Senin tanggal 20 Agustus 2013 dengan alokasi waktu 4 x 35 menit. Pertemuan pertama membahas materi Menjelaskan sifat komutatif dan asosiatif, Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi sifat-sifat operasi hitung Data penelitian berupa hasil belajar siswa diperoleh dengan melakukan tes hasil belajar pada akhir pertemuan siklus 1. Banyaknya siswa yang mengikuti pembelajaran ada 28 siswa terdiri dari laki-laki 18 siswa dan 11 siswa perempuan, serta dihadiri satu orang rekan sejawat sebagai observer. 34

2 35 Deskripsi Siklus 1 pertemuan 1. Dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 20 Agustus. Pertemuan pertama berlangsung selama 2 X 35 menit. Pelaksanaan tindakan dimulai dengan kegiatan pendahuluan yang berupa berdoa, presensi, guru membuka pelajaran dan mengecek pengetahuan awal siswa tentang data, serta guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan ditempuh. Kehadiran siswa mencapai 100%.Kegiatan pendahuluan ini berlangsung selama 10 menit. Pada kegiatan inti, guru menyampaikan materi pembelajaran secara klasikal materi " Sifat komutatif dan asosiatif " dengan indikator Menjelaskankan operasi hitung dengan sifat pertukaran/komutatip dan Pengelompokan/asosiatif. Guru meminta siswa memperagakan sifat komutatif dan asosiatif dengan cara siswa a sebagai bilangn x dan siswa b sebagai bilangan y, siswa a ditambah b kemudian mereka dirubah posisinya,. Setelah itu guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok belajar berdasarkan nilai dasar siswa yang diambil dari hasil tes sebelumnya, kelas dibagi dalam 5 kelompok tiap kelompok terdiri dari 5 atau 6 siswa dengan kemampuan heterogen. Setelah itu guru membagikan LKS pada tiap-tiap kelompok dan meminta siswa membaca petunjuk LKS dan mengerjakan tugas secara kelompok dengan kerjasama, siswa yang sudah paham menjelaskan pada temannya yang belum paham. Pada saat pembentukan kelompok siswa berbuat gaduh dan ramai, siswa cenderung memilih kelompok dari teman yang disukai. Guru melakukan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan. Ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam kelompok belajarnya. Ada satu atau dua siswa pada masing-masing kelompok yang kurang peduli terhadap kegiatan yang dikerjakan oleh teman yang lain. Kegiatan inti berlangsung selama 70 menit. Pada kegiatan penutup guru memilih satu kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya, sedangkan kelompok lain menanggapi. Siswa dengan bantuan guru melakukan membuat kesimpulan mengenai cara menyajikan data dalam bentuk tabel. Guru memberikan tes individu/kuis dikerjakan secara mandiri. Guru memberikan pekerjaan rumah Kegiatan penutup ini berlangsung selama 25 menit. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2013 dengan alokasi waktu 2 X 35 menit. Pelaksanaan tindakan dimulai dengan kegiatan pendahuluan yang berupa berdoa, presensi siswa, kemudian guru menunjuk siswa menuliskan jawaban pekerjaan rumah dari pertemuan sebelumnya di papan tulis. Guru menginformasikan

3 36 tujuan pembelajaran yang akan dilakukan. Kegiatan pendahuluan berlangsung selama 10 menit. Pada kegiatan inti guru. Guru melakukan presentasi kelas materi sifat operasi asosiatif dengan cara ceramah dan tanya jawab. Setelah kegiatan presentasi selesai, guru mengorganisasikan siswa ke dalam 5 kelompok, tiap-tiap kelompok terdiri dari 5 atau 6 siswa dengan kemampuan heterogen untuk mengerjakan tugas dalam LKS dengan cara kerjasama dan saling membantu. Siswa terlihat lebih aktif dalam kerja kelompok. Guru membimbing siswa dalam mengerjakan soal dalam LKS.Guru memberikan umpan balik atas kegiatan diskusi kelas dengan memberikan jawaban yang benar. Kegiatan inti berlangsung selama 70 menit. Pada kegiatan penutup guru menunjuk secara acak perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, kelompok lain menanggapi. Siswa dengan arahan guru membuat kesimpulan cara menyajikan data dalam bentuk diagram garis, dan batang. Kegiatan dilanjutkan dengan guru memberikan tes individu/kuis untuk dikerjakan siswa secara mandiri. Guru memberikan penghargaan dengan pujian kepada kelompok terbaik (yang mempunyai interaksi personal paling dinamis). Tindak lanjut guru memberikan tugas pada siswa untuk mempelajari materi selanjutnya di rumah. 3) Observasi Dari hasil pengamatan proses tingkah laku siswa diperoleh catatan masih adanya siswa yang kurang aktif dalam belajar kelompok, pembelajaran masih didominasi oleh ketua kelompok, siswa kurang antusias untuk bertanya pada teman maupun gurunya. Sebagian besar masih belum aktif belajar dalam kelompoknya. Pada siklus pertama ini siswa dibagi dalam kelompok kecil terdiri dari 5 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 atau 6 siswa dengan kemampuan heterogen ( kemampuan tinggi, sedang, rendah, laki-laki dan perempuan). Siswa cenderung memilih kelompok yang disukainya tetapi guru memberikan penjelasan pada anak bahwa anak harus belajar bersama dan kelompok dibentuk berdasarkan nilai dasar yang diperoleh anak dengan kondisi yang heterogen (laki-laki, perempuan, akademik tinggi, sedang, dan rendah). Pada kegiatan ini dilakukan pengamatan terhadap berlangsungnya proses pembelajaran yang didesain dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD yaitu

4 37 meliputi aktivitas mengajar guru, situasi kelas, dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan observasi dari teman sejawat aktivitas mengajar guru cukup baik sesuai dengan langkah-langkah dalam pembelajaran kooperarif tipe STAD. Ada beberapa kelompok belum terlibat secara aktif. Ketua kelompok masih mendominasi dalam pembelajaran. Berdasarkan pengamatan penilaian hasil belajar siswa pada pra siklus diperoleh data nilai rata-rata kelas pra siklus 53,75 pada siklus 1 meningkat rata-ratanya menjadi 69,29 (meningkat 13,54). Ketuntasan belajar pada pra siklus yang tuntas hanya 9 siswa (32%) meningkat menjadi 15 siswa (54%) pada siklus 1 ( terjadi peningkatan 22%). Terjadi peningkatan hasil belajar siswa tetapi indikator kinerja belum tercapai karena ketuntasan baru mencapai 54%, sedangkan indikator kinerja ketuntasan mencapai 75%. 4) Refleksi Berdarkan hasil observasi yang diperoleh pada pelaksanaan tindakan siklus 1 dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Proses Dari proses pembelajaran sampai pelaksanaan evaluasi ada beberapa hal yang perlu perbaikan pada tindakan selanjutnya. Hal tersebut adalah: 1) Belum semua anggota kelompok aktif bekerja sama untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru, ketua kelas masih mendominasi dalam pembelajaran. 2) Belum semua siswa yang pandai dalam kelompoknya mau membantu temannya yang belum paham. 3) Siswa dalam kelompok ada yang berbicara sendiri dengan temannya. 4) Sebagian siswa ada yang tidak cocok dengan temannya dan cenderung memilih teman yang disukai dalam kelompoknya. 5) Adanya sifat malu dan kurang percaya diri pada siswa sehingga siswa malu untuk bertanya baik pada temannya, maupun gurunya. b. Hasil Tes. Hasil nilai tes siklus 1 ternyata belum dapat memenuhi target dari tujuan yang diharapkan, sebab ketuntasan klasikal hanya 54% (15 siswa dari 28 siswa kelas IV ) dan

5 38 rata-rata hasil belajar 69,29 padahal yang ditetapkan ketuntasan belajar klasikal 75% artinya 15 siswa telah mencapai KKM. Karena itu perlu diadakan perbaikan dan peningkatan hasil belajar pada siklus 2. Perkembangan hasil belajar siklus 1 dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut: Tabel 4.1 Perkembangan Hasil Belajar Siklus 1 Keadaan Pra Siklus Siklus 1 Indikator Kinerja Nilai rata-rata kelas 53,75 69,29 Ketuntasan 32% 54% 75 % tuntas(kkm 70) Nilai rata-rata kelas pada kondisi awal 55,75 dan pada akhir siklus 1 menjadi 69,29 (meningkat 13,54%). Ketuntasan belajar siswa pada kondisi awal 32% menjadi 54% pada akhir siklus 1 (meningkat 22%), tetapi indikator kinerjanya belum tercapai, artinya belum mencapai ketuntasan kasikal 75%. c. Aktivitas mengajar guru Guru sudah melaksanakan langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan tahapan model pembelajaran koperatif tipe STAD, tetapi belum berjalan secara maksimal dalam hal penyajian materi pembelajaran, guru membimbing hanya pada siswa yang mengalami kesulitan, penghargaan pada kelompok terbaik belum diberikan hadiah berupa alat tulis yang lebih memotivasi siswa untuk bersaing dalam kegiatan kelompok Diskripsi Siklus 2 1) Perencanaan Tindakan Berdasarkan hasil pada siklus 1, perlu perencanaan perbaikan pembelajaran pada siklus 2 sebagai berikut: a. Memantapkan penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menekankan kerjasama, keaktifan, merotasi anggota kelompok berdasarkan perolehan nilai pada hasil tes siklus 1. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tahap-tahapan pembelajaran kooperatif tipe STAD secara optimal, yaitu:

6 39 1) menyampain indikator pencapaian hasil belajar, 2) menyajikan materi pembelajaran, 3) mengelompokkan siswa ke dalam 5 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 atau 6 siswa secara heterogen, 4) membimbing siswa dalam bekerja dan belajar, 5) evaluasi, memberikan tes individu/kuis, dan tes akhir 6) memberikan penghargaan kelompok. b. Guru memotivasi siswa untuk berani bertanya, dan menjawab pertanyaan dengan memberikan bimbingan, dorongan arti penting rasa percaya diri dan keberanian dalam kehidupan masyarakat, selain itu guru bisa menunjuk siswasiswa yang kurang aktif untuk bertanya/menjawab pertanyaan. c. Menyusun RPP Siklus 2 d. Menyusun LKS e. Menyusun Naskah soal tes individu/kuis f. Menyusun Naskah soal pos tes g. Menyiapkan lembar observasi 2) Pelaksanaan Tindakan Tindakan siklus 2 dilaksanakan dalam 2 x pertemuan dengan Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi sifat-sifat operasi hitung. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 27 Agustus 2013 dengan alokasi waktu 2 x 35 menit Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 30 agustus membahas indikator menentukan median dan modus sekumpulan data, dengan alokasi waktu 2 x 35 menit. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 27 Agustus 2013 dengan alokasi waktu 2 x 35 menit. Pelaksanaan tindakan dimulai dengan kegiatan pendahuluan yaitu berdoa, presensi. Selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa. Kegiatan inti dimulai dengan guru menyajikan materi pembelajaran secara klasikal dengan metode ceramah, pengamatan, tanya jawab, dengan indikator Menjelaskankan operasi hitung dengan penyebaran/distributive, guru menunjuk siswa secara acak untuk maju ke depan mengerjakan soal dengan tujuan untuk mengukur kesiapan siswa. Setelah penyajian materi pembelajara selesai dilanjutkan dengan guru mengorganisasikan siswa ke dalam 5 kelompok dimana tiap kelompok terdiri dari 5 atau 6 siswa heterogen dengan merombak anggota kelompok berdasarkan perolehan nilai dasar pada hasil tes siklus 1

7 40 dengan tujuan adanya penyegaran dan dinamikan kelompok. Setelah dibagi dalam kelompok-kelompok, guru membagikan LKS sebagai bahan pembelajaran yang berisi latihan-latihan soal yang harus dikerjakan oleh siswa secara kelompok, siswa yang pandai membimbing temannya yang belum paham. Pada kegiatan ini keaktifan siswa mulai meningkat. Sebagian besar siswa secara aktif bekerjasama menyelesaikan tugas yang terdapat dalam LKS rata-rata ada 2 sampai 3 anak dalam kelompok yang aktif. Siswa yang sudah paham sudah bersedia membimbing temannya, siswa berani bertanya pada teman kelomponya dan gurunya. Pada waktu kegiatan berlangsung guru membimbing siswa atau kelompok yang menemukan kesulitan, rata-rata tiap kelompok berani bertanya pada gurunya. Pada kegiatan ini situasi kelas tampak ramai, banyak siswa yang berani memberikan tanggapan. Guru memandu jalannya kegiatan kerja kelompok. Kegiatan penutup, guru menunjuk secara acak perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaan kelompoknya, kelompok lain menanggapi. Siswa dengan arahan guru menyimpulkan cara menentukan rata-rata (mean). Kemudian siswa mengerjakan kuis yang harus dikerjakan secara mandiri, dan hasil kuis ini nanti digunakan untuk peningkatan skor individu dalam kelompok. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran selanjutnya. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 2013 dengan alokasi waktu 2 X 35 menit. Kegiatan pendahuluan dimulai dengan guru meminta siswa untuk berdoa, presensi. Guru mengecek pengetahuan awal siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan ditempuh. Kegiatan pendahuluan berlangsung selama 10 menit. Pada kegiatan inti Guru menyajikan materi pembelajaran dengan indikator Menjelaskankan operasi hitung dengan penyebaran/distributive. Guru meminta siswa berada dalam kelompok belajar yang telah ditentukan seperti pada pertemuan sebelumnya. Pada kegiatan ini siswa tampak tertib, dan terkendali. Guru meminta siswa membaca petunjuk pada LKS dan buku pelajaran matematika. Guru berusaha membimbing kepada semua kelompok Guru berkeliling mengamati kegiatan siswa, sebagian besar siswa dalam kelompok saling bekerja sama memberikan bantuan, semua siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar kelompok. Situasi kelas sudah kondusif, tertib,

8 41 semua anggota kelompok bekerja dengan penuh tanggung jawab. Siswa berani bertanya pada teman kelompoknya, maupun gurunya. Kegiatan inti berlangsung selama 70 menit. Pada kegiatan penutup guru menunjuk siswa secara acak untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Siswa dengan mengadakan refleksi dengan melakukan tanya jawab seputar materi pembelajaran, siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan mengenai sifat operasi hitung. Kegiatan berikutnyan siswa mengerjakan kuis individu yang harus dikerjakan siswa secara mandiri. Kegiatan penutup berlangsung selama 25 menit. Pemberian penghargaan kepada kelompok terbaik, dengan memberikan hadiah berupa buku tulis dan bolpoint. Siswa tampak puas dan senang mendapatkan hadiah tersebut. Ulangan harian dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 31 Agustus Tindak lanjut guru memberikan remedial. 3) Observasi Selama kegiatan pembelajaran pada siklus 2 berlangsung diadakan pengamatan terhadap guru dan siswa. Pengamatan terhadap guru dilakukan oleh observer (pengamat) oleh teman sejawat yaitu guru kelas 5 dengan mengisi lembar observasi aktivitas mengajar guru dalam pengelolaan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dari hasil observasi diperoleh data bahwa pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD secara keseluruhan telah berlangsung dengan baik dan dan guru telah melaksanakan semua langkah-langkah kegiatan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajara kooperatif tipe STAD. Guru mampu membangkitkan motivasi siswa. Sebagian besar siswa aktif bekerjasama dalam menyelesaika tugas dalam kelompoknya. Kerjasama dalam kelompok sangat baik, karena dari 4 siswa yang aktif 3 4 siswa. Siswa berani memberikan tanggapan dalam presentasi kelompok. Situasi kelas tertib, siswa sudah paham tugas dan kewajiban dalam kelompoknya. Guru telah melakukan bimbingan yang menyeluruh pada semua kelompok. Hasil ulangan harian mencapai nilai rata-rata kelas 80,54 dengan ketuntasan klasikal 86% Hasil belajar pada siklus 2 sesuai dengan yang diharapkan yaitu ketuntasan mencapai 75%, pada siklus 2 indikator kenerja sudah tercapai. 4) Refleksi Berdasarkan hasil observasi dan tes kognitif selama siklus 2 berlangsung, diperoleh data bahwa guru telah berhasil menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Guru

9 42 telah melaksanakan semua langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan tahapan dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD. Aktivitas mengajar guru mengalami peningkatan pada siklus 2. Selain itu aktivitas siswa juga mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari pra siklus, ketuntasan belajar 32% pada siklus 1 menjadi 54% (meningkat 22%) dan pada siklus 2 meningkat secara signifikan yaitu 86%, sedangkan rata-rata nilai meningkat dari 69,29 menjadi 80,54 (32%) pada siklus 2. Dengan demikian setelah dilaksanakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pelaksanaan pada siklus 2 dianggap telah berhasil, karena indikator kriteria keberhasilan sudah tercapai, yaitu ketuntasan klasikal telah mencapai lebih dari 75%, yaitu ketuntasan belajar siswa mencapai 86%. Peningkatan Hasil belajar dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut: Tabel 4.2 Perkembangan Hasil Belajar Siklus 1 dan Siklus 2 Keadaan Siklus 1 Siklus 2 Indikator Kinerja Nilai rata-rata kelas 69,29 80,54 Ketuntasan 54% 86% 75 % tuntas(kkm 65) Berdasarkan tabel 4.3 ketuntasan belajar siswa pada siklus 2 mencapai 86%, dengan nilai rata-rata kelas 80,54. Dengan demikian pada siklus 2 indikator kinerja (ketuntasan klasikal 75%) sudah tercapai, sehingga penelitian berhenti sampai siklus Analisis Data Data kuantitatif seperti data hasil belajar pra siklus, siklus 1, dan siklus 2 dianalis dengan statistik deskriptif, kemudian data yang terkumpul disajikan secara sistematis dan diberi makna. 1) Nilai rata-rata digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam satu kelas. Nilai rata-rata diperoleh dengan cara membagi jumlah nilai siswa dalam satu kelas dengan jumlah siswa dalam satu kelas. Selain itu nilai rata-rata digunakan untuk membandingkan peningkatan hasil belajar pra siklus, siklus 1, dan siklus 2. 2) Grafik, dipakai untuk menyajikan, menggambarkan hasil belajar matematika pada tiap-tiap siklus.

10 43 3) Persentase, digunakan untuk menyajikan dan menggambarkan hasil belajar tiap-tiap siklus. Hasil belajar pra siklus, dan siklus 1 dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut: Tabel 4.3 Ketuntasan Belajar Siswa Hasil Tes Pra Siklus, dan Siklus 1 Ketuntasan f % Pra Siklus Siklus 1 Pra Siklus Siklus 1 1. Tuntas Tidak Tuntas Jumlah Berdasarkan tabel 4.4, ketuntasan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari pra siklus yang tuntas ada 9 siswa (32%) meningkat menjadi 15 siswa (54% ) pada siklus 1 setelah diadakan tindakan penelitian. Ketuntasan Belajar Pra Siklus frekuensi/persentase frekuensi Persentase 0 tuntas tidak tuntas Ketuntasan Pra Siklus Gambar 4.1 Grafik Ketuntasan Belajar Pra Siklus. Berdasarkan grafik tersebut ketuntasan belajar sebesar 32% (sebanyak 9 siswa), siswa yang tidak tuntas ada 19 siswa (68%) dari jumlah 28 siswa kelas IV. Dengan demikian ketuntasan belajar prasiklus belum mencapai ketuntasan KKM (75%).

11 44 Ketuntasan Belajar Siswa Siklus Frekuensi Nilai Persentase 10 0 Tuntas Tidak Tuntas Ketuntasan Belajar Siklus 1 Gambar 4.2, Grafik Ketuntasan Belajar Siklus 1. Berdasarkan grafik tersebut, siswa yang tuntas ada 15 siswa dengan persentase ketuntasan 54%, sedangkan siswa yang tidak tuntas ada 13 anak dengan persentase 46%. Dengan demikian pada siklus 1 indikator kriteria keberhasilan belum tercapai, karena ketuntasan belajar masih di bawah 75%, untuk itu perlu dilakukan tindakan perbaikan pada siklus 2. Ada pun ketuntasan belajar siswa pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut: Tabel 4.4 Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Siklus 2 N F % Ket. < Tidak tuntas Tuntas Jumlah Berdasarkan tabel 4.5, ketuntasan belajar klasikal pada siklus 2 mencapai 86%, dengan demikian indikator kinerja (ketuntasan klasikal 75%) sudah tercapai, sehingga penelitian berhenti sampai siklus 2, karena pelaksanaan tindakan telah berhasil mencapai indikator kinerja. Analis data kualitatif meliputi aktivitas mengajar guru dan aktivitas kegiatan siswa dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif.

12 45 Aktivitas mengajar guru Siklus 1 meliputi: 1) menjelaskan tujuan pembelajaran dan indikator pencapaian hasil belajar, 2) menyajikan materi pembelajaran, 3) mengorganisasi siswa kedalam 5 kelompok, 4) membimbing kelompok, 5) evaluasi hasil belajar dengan memberikan tes individu/kuis, 6) memberikan penghargaan kelompok. Semua langkahlangkah kegiatan sudah terlaksana sesuai dengan tahapan dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tetapi pada pertemuan pertama tahap penyampaian tujuan pembelajaran, penyajian materi pembelajaran, membimbing kelompok, pemberian penghargaan kelompok belum berjalan secara optimal, baru pada pertemuan ketiga keterlaksanaan langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran kooperatif sudah terlaksana dengan kategori baik. Aktivitas mengajar guru pada siklus 2 sudah terlaksana sesuai dengan tahapan dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan semua tahapan terlaksana dengan baik. 4.3 Pembahasan Pembahasan hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Aktivitas siswa. Pada siklus 1 aktivitas siswa masih tergolong rendah, siswa yang kurang aktif dalam kelompoknya. Siswa masih banyak yang belum paham dengan kegiatan pembelajaran koperatif tipe STAD, karena kurangnya penjelasan, sehingga siswa kurang termotivasi, malu, takut bertanya pada guru. Oleh karena itu pada setiap proses pembelajaran berlangsung siswa selalu diberi bimbingan dan motivasi agar tumbuh rasa percara diri yang akhirnya siswa berani bertanya, bertindak, bekerjasama dengan teman kelompoknya. 2) Siswa masih takut bertanya dan mengeluarkan pendapat. Ini disebabkan karena belum terbiasa atau belum terlatih, maka sangat perlu siswa diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan, dan tanya jawab. Hal ini diharapkan dapat melatih dan memberi kesempatan siswa untuk bertanya dan berpendapat dengan teman sejawa. Dalam diskusi kelompok, ada beberapa kelompok yang terlihat pasif. Pada tes siklus 1, siswa masih banyak yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal, kurang paham mengenai materi pembelajaran. 3) Pada kegiatan pembelajaran siklus 2, sebagian besar siswa berani bertanya pada

13 46 guru, dan temannya. Keberanian siswa semakin tumbuh, siswa dengan kesadaran sendiri berani menunjukkan jarinya untuk menjawab pertanyaan, dan memberi tanggapan terhadap kelompok lain. 4) Selama mengerjakan tes individu, dan tes akhir semua siswa mengerjakan dengan tertib. 5) Pada tes siklus 2, siswa mengerjakan tugas dengan baik dan mengalami peningkatan hasil dibandingkan dengan hasil tes-tes sebelumnya. Siswa mengerjakan tes akhir dengan tenang dan tertib. Persentase ketuntasan siswa mencapai 86% dari jumlah 28 siswa kelas IV SD Negeri Keputon 01. Dengan demikian pada siklus 2 dipandang cukup, karena ketuntasan belajar siswa telah mencapai tolok ukur keberhasilan yaitu ketuntasan belajar telah mencapai 75%. 6) Aktivitas mengajar guru juga mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2, guru telah melaksanakan tahapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kategori baik 7) Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang hasil belajar yang dicapai siswa kelas IV SD Negeri Keputon 01, dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut: Tabel 4.5. Perbandingan Nilai Hasil Belajar Siswa Tiap Siklus Nilai Rata-rata Kondisi Awal/Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2 53,75 69,29 80,54 Berdasarkan tabel 4.6, dapat dijelaskan bahwa telah terjadi peningkatan nilai ratarata kelas dari kondisi PraSiklus nilai rata-rata 53,75, pada siklus 1 meningkat menjadi 69,29, kemudian naik menjadi 80,54 pada siklus 2. Hal ini berarti telah terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas IV setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dilihat dari rata-rata nilai pada siklus 2 tersebut, maka kriteria hasil belajar siswa adalah termasuk kriteria baik seperti yang dikemukakan oleh (Sudjana,2002).

14 47 Tabel 4.6 Kriteria Hasil Belajar Siswa Rata-rata nilai Nilai Huruf Kriteria 80 N 100 A Baik Sekali 70 N < 80 B Baik 60 N < 70 C Cukup 50 N < 60 D Kurang 0 N < 50 E Kurang Sekali Sumber: Sudjana, 2002 Prosedur untuk mengetahui kriteria hasil belajar aspek kognitif Diagram Perbandingan Rata-rata Antar Siklus Nilai ,75 69,29 80,54 Nilai Rata-rata 10 0 Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2 Siklus Gambar 4.3. Grafik Perbandingan Nilai Rata-rata Antar Siklus Berdasarkan Gambar 4.3 tersebut dapat diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa antar siklus mengalami peningkatan untuk tiap siklus dari pra siklus nilai rata-rata 53,75 naik menjadi 69,29 pada siklus 1, lalu meningkat menjadi 80,54 pada siklus 2. Sedangkan persentase ketuntasan belajar siswa kelas IV SD Negeri Keputon 01 Pra Siklus, Siklus 1, dan Siklus 2 dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut:

15 48 N Tabel 4.7 Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Pra Siklus, Siklus 1, dan Siklus 2 Pra Siklus F % Siklus 1 Siklus 2 Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2 Indikator Kinerja, Ketuntasan 75% < KKM= Jml Berdasarkan tabel 4.7, ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan dari kondisi pra siklus siswa yang tuntas belajar ada 9 siswa (32%), pada siklus 1 meningkat menjadi 15 siswa (54%), kemudian pada siklus 2 meningkat menjadi 24 siswa (86%). Dapat ditarik kesimpulan bahwa telah terjadi peningkatan ketuntasan belajar setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pada siklus 2 indikator kinerja sudah tercapai, karena ketuntasan belajar siswa kelas IV SD Negeri Keputon 01 telah mencapai 75% sehingga penelitian tindakan kelas berhenti pada siklus 2. Berdasarkan hasil secara keseluruhan, pembelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas VI SD Negeri Keputon 01 Kecamatan Blado Kabupaten Batang semester 1 tahun pelajaran 2013/2014 dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sedangkan grafik ketuntasan belajar antar siklus dapat dilihat pada gambar diagram berikut: Banyak Siswa Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2 Siklus Tuntas Tidak Tuntas Gambar 4.4 Grafik Ketuntasan Belajar Pra Siklus, Siklus 1, dan Siklus 2

16 49 Persentase (%) Ketuntasan prasiklus siklus 1 siklus 2 Ketuntasan belajar Column2 Gambar 4.5 Grafik Persentase Ketuntasan Belajar PraSiklus, Siklus 1, dan Siklus 2 Berdasarkan grafik tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan nilai hasil belajar siswa pada masing-masing siklus, pada pra siklus siswa yang tuntas belajar ada 9 siswa (32%), meningkat menjadi 15 siswa (54%) pada siklus 1, kemudian meningkat menjadi 24 siswa (86%) pada siklus 2. Berdasarkan hasil ketuntasan belajar siklus 2, indikator kinerja telah tercapai, yaitu ketuntasan belajar siswa telah mencapai 86%. Hal ini berati penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga Model Pembelajaran Kooperatif memiliki kelebihan seperti yang dikemukakan menurut Roestiyah (2001:17), yaitu: 1) Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas suatu masalah. 2) Dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi. 3) Dapat memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan siswa sebagai individu dan kebutuhan belajarnya. 4) Para siswa lebih aktif bergabung dalam pelajaran mereka dan mereka lebih aktif dalam diskusi. 5) Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa menghargai, menghormati pribadi temannya, dan menghargai pendapat orang lain.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Kondisi awal hasil observasi penelitian diketahui bahwa hasil belajar matematika siswa kelas enam SD Negeri Simpar masih rendah. Hal tersebut

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Awal Berdasarkan pengamatan hasil belajar kelas I SD Negeri 4 Boloh pada awal semester 2 Tahun pelajaran 2011 / 2012, banyak siswa yang kurang aktif,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Sebelum pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2 terlebih dahulu peneliti melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus Gambaran yang dijadikan pangkal menentukan permasalahan upaya peningkatan hasil belajar IPA di kelas V SD menggunakan

Lebih terperinci

BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah

BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Awal Penelitian ini berawal dari rendahnya hasil belajar matematika siswa SDN Wonomerto 03 Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, berdasarkan observasi awal

Lebih terperinci

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan : 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri Wringingintung 01 yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini merupakan suatu bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memiliki karakteristik antara lain : 1. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan oleh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SD Negeri Ampel 03 SD Negeri Ampel 03 terletak di Dukuh Ngaduman Desa Kaligentong Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali. Sekolah ini didirikan pada

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 2 Kuripan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan semester 1 tahun pelajaran 2013/2014,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan di kelas 5 SD Negeri Sukorejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Jumlah siswa di kelas 5 sebanyak 19 terdiri dari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran dengan melalui pengajaran remedial sebanyak 2 siklus, setiap siklus 3 kali pertemuan (@ 2 x 35 menit) dan diakhiri tes. Kegiatan

Lebih terperinci

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Deskripsi Per Siklus Dari instrumen-instrumen yang telah disiapkan untuk menjaring data awal (pra tindakan penelitian) melalui dokumentasi siswa dan hasil belajar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Negeri Tlahap cenderung bersifat konvensional ceramah yang berpusat pada guru.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Negeri Tlahap cenderung bersifat konvensional ceramah yang berpusat pada guru. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Observasi awal yang dilakukan di kelas IIIA SD Negeri Tlahap, peneliti berhasil menemukan beberapa permasalahan yang terjadi di dalam proses

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Pelaksanaan Tindakan Pada bagian pelaksanaan tindakan, akan diuraikan empat subbab yaitu kondisi awal, siklus 1, siklus 2 dan pembahasan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Diskripsi Awal Proses pembelajaran sebelum pelaksanaan PTK, guru mengajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional atau hanya ceramah. Guru cenderung mentransfer

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dimulai dengan penyusunan proposal penelitian yang dimulai pada bulan Februari

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Budaya

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Budaya 17 III. METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Budaya yang beralamatkan di jalan Pendidikan No 32 Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung semester

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan di kelas V yang berjumlah 29 siswa di SDN Lemahireng 2 Kecamatan Bawen tahun ajaran

Lebih terperinci

Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SIKLUS 1

Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SIKLUS 1 52 Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SIKLUS 1 Sekolah : SD NEGERI KEPUTON 01 Mata Pelajaran : Matematika Kelas/semester : IV (Empat) /1 (satu) Alokasi waktu : 2 x 35 menit (2 X pertemuan)

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan 1.1.1. Deskripsi Kondisi Awal Proses pembelajaran matematika pada pra siklus guru menggunakan metode pembelajaran konvensional, dimana guru

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian ini terdiri atas pelaksanaan siklus 1 dan pelaksanaan siklus 2. Pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2 meliputi perencanaan,

Lebih terperinci

Tabel 4.1 Distribusi Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 4 SD Negeri Tunggulsari Semester I/ Pra Siklus

Tabel 4.1 Distribusi Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 4 SD Negeri Tunggulsari Semester I/ Pra Siklus BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Pelaksanaan Tindakan 1.1.1. Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan hasil pengamatan yang sudah dilakukan saat pembelajaran IPA, siswa terlihat kurang semangat dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 86 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diuraikan dalam tahapan yang berupa siklus-siklus pembelajaran yang dilakukan dalam proses belajar mengajar di kelas.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 19 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Siklus I 4.1.1.1 Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan siklus I dimulai memilih materi yang akan diajarkan yaitu panjang satuan

Lebih terperinci

Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12

Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pembelajaran yang diterapkan pada penelitian guna meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar dalam pemecahan masalah matematika adalah pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Kondisi Awal Sebelum penelitian dilakukan perlu diketahui kondisi pembelajaran Matematika di kelas 3 dalam materi operasi hitung

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa 47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MI Darus Salam Kalipang yang berada di Jalan masjid dusun Krikilan desa Kalipang,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Bagian ini, akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus, deskripsi siklus I, deskripsi siklus II. Deskripsi pra siklus membahas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subyek Penelitian Penelitian dilakukan di kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Candiroto semester II tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 25 siswa.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini akan diuraikan secara rinci mengenai hasil penelitian yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini akan diuraikan secara rinci mengenai hasil penelitian yang 45 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan diuraikan secara rinci mengenai hasil penelitian yang meliputi temuan-temuan dari seluruh kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Sedangkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dengan menerapkan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dengan menerapkan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Dengan menerapkan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar siwa dan hasil belajar siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tlogo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Jumlah siswa kelas 4 pada SDN

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Sekolah Dasar Negeri Mangunsari 02 Salatiga dengan jumlah siswa 17 siswa. Sebelum dilakukan

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau Harsono M. Timumun, Muchlis L. Djirimu, Lestari M.P. Alibasyah Mahasiswa

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Peneliatian dilakukan di SD Negeri Ujung-ujung 02 merupakan SD yang terletak di Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. SD Negeri Ujung-ujung 02 berada

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I A. Tahap Perencanaan Setelah diperoleh informasi pada waktu observasi, maka peneliti melakukan diskusi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Disini peneliti akan memberikan data-data hasil penelitian tindakan kelas pada masing-masing siklus yang dimulai dari pra siklus, siklus I sampai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh peneliti yang menggunakan rancangan penelitian model

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di kelas IV SDN Kumpulrejo 03 kecamatan Argomulyo kota Salatiga. Waktu penelitian dilakukan pada awal

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian dilakukan di kelas 4 SD Negeri Ujung-Ujung 03 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang pada semester II tahun pelajaran 2012/2013

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali 41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas XI IPS 3 di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Sebagaimana diuraikan pada bab III, tindakan penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Gendongan 01 yang terletak di Jl. Margorejo No.580 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Gambaran Sekolah SD Negeri Karanganyar 03 terletak di Desa Karanganyar Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan. Sekolah Dasar ini berdiri pada tahun 1985, pemerintah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 3 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini merupakan suatu bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memiliki karakteristik antara lain :. Penelitian Tindakan Kelas

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Ni Wayan Lasmini SD Negeri 2 Tatura, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Permasalahan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Sekolah Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Gabahan Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 dengan Subjek Penelitian Siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Cepokokkuning berlokasi di Desa Cepokokuning, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah.

Lebih terperinci

Sebelum pelaksanaan penelitian dengan Pendekatan Kooperatif Learning. NO Indikator Keterangan

Sebelum pelaksanaan penelitian dengan Pendekatan Kooperatif Learning. NO Indikator Keterangan 31 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Deskripsi Kondisi awal Sebelum pelaksanaan penelitian dengan Pendekatan Kooperatif Learning Tipe STAD diketahui ketuntasan hasil belajar IPA semester I kelas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Sebelum dilaksanakan penelitian, guru lebih banyak melakukan pembelajaran dengan menggunakan model konvesional yaitu ceramah.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran dan Subyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Suruh 02 berlokasi di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Subyek dalam

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 6 31 % 2 Belum Tuntas % Jumlah %

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 6 31 % 2 Belum Tuntas % Jumlah % BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal SD Negeri Karangwage 01 adalah sekolah yang berada di Pedesaan dengan kondisi sekolah yang belum memenuhi sarana prasarana pembelajaran

Lebih terperinci

Jumlah 21

Jumlah 21 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.1. Deskripsi Kondisi Awal Pra Siklus Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dalam ruangan kelas IV SD Negeri Jono Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Siklus 1 Dalam Siklus 1 terdapat 3 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut: a. Perencanaan (Planning) Pada siklus

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Lampung pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Kelas yang dijadikan

III. METODE PENELITIAN. Lampung pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Kelas yang dijadikan III. METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIIIB SMP Pelita Bangsa yang terletak di Jalan Pangeran Emir M. Noer no. 33 Palapa, Tanjung Karang, Bandar Lampung

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Meningkatan hasil belajar bagi siswa yang kurang mampu dalam memahami mata pelajaran biologi merupakan penelitian tindakan kelas yang direncanakan pelaksanaannya

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data 1. Pra Siklus Peneliti terlebih dahulu melaksanakan observasi pembelajaran di kelas II MI Raudlatussibyan Sampang Karangtengah Demak pada hari Senin

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Sekolah SDN Banyubiru 05 berada di Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. SD ini terletak cukup dekat dengan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Kondisi Awal 1.1.1. Kondisi Aktifitas Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran khususnya pembelajaran IPA di SDN Kalangsono 02 Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Penelitian 1. Pra Siklus Kegiatan yang dilaksanakan pada saat pra siklus cenderung merupakan kegiatan pembentukan jaringan kolaborasi antara peneliti

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 22 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus (Kondisi Awal) Pembelajaran pada prasiklus ini, penulis menggunakan metode Student Teams Achievmet Division (STAD). Guru mengawali pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta. Lokasi cukup

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta. Lokasi cukup BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian SMP Negeri 3 Pakem berlokasi di Dusun Pojok, Desa Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta. Lokasi cukup

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Kanisius Gendongan dengan subjek penelitian siswa kelas 4 yang terdiri dari 32 siswa 17 siswa laki-laki dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 43 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus (Kondisi Awal) Pembelajaran pada prasiklus ini, penulis menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu dengan metode ceramah. Guru mengawali

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 24 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Dari hasil observasi dan hasil tes, baik tes lesan maupun tes tertulis dapat disimpulkan dan dianalisa bahwa pembelajaran dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 18 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Kondisi Awal Pembelajaran pada prasiklus ini, penulis menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu dengan metode ceramah. Guru mengawali pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MIN Awang Baru Hulu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MIN Awang Baru Hulu BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MIN Awang Baru Hulu Sungai Tengah. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI yang berjumlah

Lebih terperinci

Hasil Belajar Prasiklus

Hasil Belajar Prasiklus 23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1. Deskripsi Kondisi Awal Sebelum pelaksanaan perbaikan penulis terlebih dahulu melakukan observasi awal dengan tujuan mengetahui

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Padaan 02 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Semester II Tahun 2013/2014. Subjek penelitian adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN Langgenharjo 02 Kecamatan Juwana Kabupaten Pati pada semester I (gasal) tahun pelajaran 2013/2014.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 29 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Gedangan 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Lokasi SD Gedangan ini berdekatan

Lebih terperinci

= = 7.6 dibulatkan menjadi = 8

= = 7.6 dibulatkan menjadi = 8 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Pra Siklus Kondisi awal merupakan kondisi sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan. Terlebih dahulu peneliti melakukan observasi awal dengan tujuan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Dalam pelaksanaan tindakan penelitian ini akan menguraikan antara lain: (1) kondisi awal, (2) siklus I, (3) siklus II, dan (4) pembahasan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum SDN Mangunsari 06 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN Mangunsari 06 Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014. Alamat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 Kecamatan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga. Jumlah siswa kelas 4 pada SDN

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan peneliti yang juga sebagai guru mata pelajaran yang terlibat dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. dari 20 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan.

BAB III METODELOGI PENELITIAN. dari 20 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. 16 BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C MTs Ma arif NU 1 Jatilawang tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 42 siswa, terdiri

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 24 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Sekolah Secara geografis SD Negeri 2 Plosoharjo terletak di Desa Plosoharjo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan. Berada di

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Beji Kabupaten Pasuruan pada tanggal 11 Agustus Dalam observasi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Beji Kabupaten Pasuruan pada tanggal 11 Agustus Dalam observasi 38 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Pra Tindakan Sebelum pelaksanaan penelitian dilakukan observasi awal MI Negeri Beji Kabupaten Pasuruan pada tanggal 11 Agustus

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian. sistematis, terencana, dan dengan sikap mawas diri.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian. sistematis, terencana, dan dengan sikap mawas diri. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini menerapkan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang merupakan penelitian model Kemmis

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal (Pra Siklus) Kondisi awal adalah kondisi belajar siswa sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Menurut Zainal Aqib (2006:13), penelitian tindakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Tindakan 1. Deskripsi Kondisi Awal a. Situasi Kelas Hasil observasi kelas menyatakan bahwa ada kelebihan dari tindakan `perbaikan ini antara lain :

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Pelaksanaan Tindakan Penelitian dilakukan di SD Negeri Dukuh 03 Salatiga. Subjek penelitian siswa kelas 1 SD dengan jumlah 29 siswa yang terdiri dari 15 siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Siklus I Siklus I dilaksanakan 3 kali pertemuan untuk proses pembelajaranyaitu tanggal 16, 17 dan 18 Oktober 2012 dan satu kali pertemuan untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 2009/2010, berlangsung selama kurang lebih tiga bulan yaitu pada bulan Februari

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 2009/2010, berlangsung selama kurang lebih tiga bulan yaitu pada bulan Februari BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester II Tahun Pelajaran 2009/2010, berlangsung selama kurang lebih tiga bulan yaitu pada bulan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan tes uji kompetensi matematika pada pokok bahasan pecahan ternyata hasilnya kurang memuaskan. Begitu

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Pra Siklus Kondisi awal sebelum diadakannya tindakan di SD N Ringin Harjo 01 kelas 4 Pada mata pelajaran IPS menunjukkan bahwa ppembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. bagian tumbuhan. Dalam pembelajaran IPA siswa belajar dengan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. bagian tumbuhan. Dalam pembelajaran IPA siswa belajar dengan 60 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Per Siklus Sebelum melaksanakan penelitian, terlebih dahulu melakukan kegiatan survey awal dengan tujuan mengetahui keadaan nyata yang ada di lapangan.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pada tahapan ini peneliti akan menyajikan data-data hasil penelitian tindakan kelas pada masing-masing siklus yang dimulai dari pra siklus, siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas tentang hasil penelitian dan pembahasan yang memaparkan uraian masing-masing siklus, mulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran matematika di kelas IIIa MI Daarul Aitam Palembang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran matematika di kelas IIIa MI Daarul Aitam Palembang 52 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Kondisi Pra Siklus Pembelajaran matematika di kelas IIIa MI Daarul Aitam Palembang sebelum proses perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Baleharjo Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. SDN 1 Baleharjo terletak di lingkungan pedesaan yang jauh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 29 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian dilakukan dalam praktek pembelajaran di kelas V SDN Kebowan 02 Kecamatan Suruh dengan jumlah 21 siswa yang terdiri dari 10 siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Paparan Data Pra Tindakan Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang. Selanjutnya,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Hasil Penelitian Pra Siklus Berdasarkan hasil penelitian pada siswa kelas IV SDN Randuacir 01 Salatiga semester 2 tahun 2013/2014 nampak

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Darussalam Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut pada Tahun

BAB IV HASIL PENELITIAN. Darussalam Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut pada Tahun BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut pada Tahun Pelajaran

Lebih terperinci

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan 30 BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Terangmas Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus dengan jumlah siswa 18 anak yang terdiri dari 8 siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran SDN Samban 02 Penelitian ini dilakukan di SDN Samban 02 Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Dilihat dari letak geografisnya SDN Samban 02 terletak di

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas melalui model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan pada mata pelajaran matematika materi pecahan ini

Lebih terperinci