5 JENIS ILMU PELET SEMAR DI NUSANTARA

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "5 JENIS ILMU PELET SEMAR DI NUSANTARA"

Transkripsi

1 5 JENIS ILMU PELET SEMAR DI NUSANTARA

2

3 Di samping memiliki keberagaman budaya, nusantara juga memiliki kekayaan dalam ranah spiritual. Di antaranya yaitu kekayaan ilmu pelet kuno yang tersebar dari Sabang Hingga Merauke. Dari banyaknya ilmu pelet tersebut, ilmu pelet semar adalah salah satu ilmu pemikat lawan jenis

4 yang cukup masyhur di tengah-tengah masyarakat. Baik masyarakat awam, ataupun masyarakat dari kalangan spiritualis. Salah satu ilmu pelet semar yang paling banyak diijazahkan adalah Pelet Semar Mesem.

5 Ternyata, selain pelet semar mesem, ada beberapa ragam ilmu pelet semar lainnya. DI antaranya bisa jadi cukup asing bagi Anda. Berikut ini 5 jenis ilmu pelet Semar yang Tak Banyak yang tahu.

6 1. Ilmu Pelet Semar Mesem Ilmu pemikat keluarga pelet semar yang paling banyak tersebar adalah Ilmu Pelet Semar Mesem. Dibanding ilmu pelet semar lainnya, pelet semar mesem diakui paling populer.

7 Kendati populer, kenyataannya tak banyak orang yang menguasai ilmu pelet semar mesem ini. Khasiat paling istimewa dari ilmu pelet semar mesem ini, membuat senyuman si pemiliknya mampu memikat wanita yang dikehendaki.

8 Itulah mengapa para spiritualis menyematkan kata mesem pada ilmu pelet ini. Kata mesem berasal dari Bahasa Jawa yang artinya senyum. Sayangnya, untuk menguasai ilmu pelet Semar Mesem harus ditebus dengan melakukan tirakat dan lelaku yang tidak mudah.

9 Seperti yang telah dipaparkan pada artikel sebelumnya mengai pelet semar mesem. Bahwa untuk menguasai ilmu pelet ini diperlukan lelaku puasa mutih selama 44 hari. Dan harus dilakukan secara berturut-turut selama 44 hari. Bila di tengah jalan puasanya batal. Maka harus diulang dari awal.

10 Berikut cuplikan mantra ilmu pelet semar mesem: Bismillahir rahmanir rahiim Semar mesem Mesem-mesem kurungan sukmo Sun gedondong redong-redong Kuwe arep luru opo nduk? Arep luru semar mesem? Ora ono semar mesem Yo aku iki semar mesem

11 Ilmu Pelet Semar Putih Ragam ilmu pelet semar yang kedua adalah Pelet Semar Putih. Ilmu pelet jenis ini pengaruhnya kepada si target sangat halus.

12 Gejala pengasihan yang ditimbulkan dari ilmu pelet ini tampak begitu natural dan sifatnya cenderung tidak memaksa. Ilmu Pelet Semar putih banyak tersebar dan digunakan di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat.

13 Khasiat yang dihasilkan ilmu pelet Semar Putih yaitu membuat si pemiliknya menjadi tampak lebih tampan, gagah, dan menyenangkan jika dipandang mata, terutama oleh wanita. Ilmu Pelet Semar Putih juga bisa dimanfaatkan untuk puter giling. Maksudnya, untuk mengembalikan pasangan yang terpikat orang lain.

14 Meski persebaran ilmu pelet kuno ini kebanyakan di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, sebenarnya ilmu pelet ini dilakukan dengan wasilah tokoh legendaris dari tanah Pasundan, yaitu Mbah Kuwu Cakra Buana. Karena itulah di salah satu baris mantra ilmu pelet ini, disebutkan nama Mbah Kuwu Cakra Buana

15 Inilah cuplikan mantra Ilmu Pelet Semar Putih:... Niat Ingsung Amatek Ajiku ing aji Semar Putih Ingsun Arep Muter Giling Ora Muter Giling Jagad Sing Tak Puter Jantung atine, pikirane si... (sebut nama target)...

16 Niat Ingsung Nyamat kramate Embah Kuwu Cakra Buana Cirebon Girang Walisanga Gunung Jati 3. Ilmu Pelet Semar Kuning Selain pelet semar mesem dan semar putih, ada lagi ilmu pelet semar kuning. Nama lainnya adalah ilmu pelet Semar Emas.

17 Dikatakan demikian sebab energi tubuh orang yang mengamalkan ajian kuno ini akan memancarkan cahaya kuning keemasan. Memnag tak banyak yang mengetahui ilmu pelet semar kuning. Lantaran tak banyak yang kuat melakukan tirakatnya. Mungkin saja ke depannya, ilmu pelet ini hanya dijadikan literatur sejarah saja.

18 Lelaku dan tirakat ilmu pelet semar kuning berbeda dengan ilmu pelet semar pada umumnya. Ciri paling khas dari ilmu pelet Semar kuning yaitu lelaku pati geni dan puasa ngrowot (buka dan sahur hanya memakan umbi-umbian) dilakukan selama 55 hari.

19 Setelah selesai harus melakukan lelaku tapa kungkum (bertapa di aliran sungai) dilakukan setiap tengah malam 11 hari berturut-turut. Syarat utama untuk menguasai ilmu pelet jenis ini, yaitu harus benar-benar melepaskan diri dari rasa benci terhadap siapapun dan makhluk bernyawa.

20 Berikut cuplikan mantra ajian pelet semar kuning Niat Ingsun Amatek Ajiku Ajiku Semar Kuning Kuning-kuning kurungan sukma Sun gedondong redong-redong... Yo Aku Iki Semar Kunging

21 Teko Welas Teko Asih Pendulune... (sebut nama target) Marang aku... (sebut nama Anda) 4. Ilmu Pelet Semar Kuncung Ilmu pelet semar kuncung adalah jodohnya Keris Semar. Ilmu pelet ini bisa dikatakan sebagai kuncinya khasiat Keris Pusaka Semar.

22 Banyak orang yang memiliki keris semar, tapi kenyataannya mereka tidak bisa memanfaatkan pusaka semar yang mereka miliki secara maksimal. Itu terjadi karena mereka tidak menguasai ilmu pelet semar kuncung ini.

23 Ada pula yang mengatakan ilmu pelet Semar kuncung adalah kunci yang digunakan untuk membuka tuah keris semar. Jika dibandingkan dengan trakat ilmu pelet semar lainnya, ilmu pelet semar kuncung lelakunya cenderung lebih ringan.

24 Untuk menguasai ilmu pelet Semar Kuncung ini harus ditebus dengan lelaku puasa biasa selama 7 hari. Puasa tersebut dimulai pada hari weton (hari kelahiran berdasarkan penanggalan Jawa) Inilah penggalan mantra Pelet Semar Kuncung...

25 Niat Ingsung Amatek Ajiku Sri Semar Kuncung Kuncunge semar buka asih ing njero sukma ingsun... (sebutkan nama Anda)... Sukmaku ana njero si keris kuncung...

26 5. Ilmu Pelet Semar Ireng Jenis ilmu pelet yang terakhir adalah Ilmu Pelet Semar Ireng. Ilmu pelet Semar ireng juga memiliki keterkaitan dengan Mbah Kuwu Cakra Buana. Hanya saja, yang sangat mencolok perbedaannya terdapat pada pengaruhnya.

27 Jika ilmu pelet semar putih pengaruhnya cenderung halus. Maka ilmu pelet semar Ireng pengaruhnya memaksa. Ilmu pelet ini bermula dari wujud dari rasa benci yang sangat mendalam. Sehingga si target yang terkena ilmu pelet ini akan tergila-gila. Bahkan bisa jadi akan menjadi benar-benar gila.

28 Sayarat lainnya, ilmu ini hanya bisa dikuasai oleh kaum adam. cuplikan mantra Ilmu Pelet Semar Ireng Sebagai berikut: Niat ingsun matek ajiku semar mesem, krecek krecek ki Semar Ireng, aji pengasihan tan ora ana tambane

29 tambane hya ingsun si aji semar ireng...

30 Kunjungi:

PELET PLINTIR MRICA. Kunjungi

PELET PLINTIR MRICA. Kunjungi PELET PLINTIR MRICA IJAZAH AMALAN ILMU PELET PLINTIR MRICA, ILMU PELET DAHSYAT UNTUK MENGUNCI CINTA DAN BIRAHI Apakah Anda ingin mengunci cinta dan birahi kekasih Anda? Atau Anda ingin mencegah pasangan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Membicarakan mantra dalam ranah linguistik antopologi tidak akan

BAB 1 PENDAHULUAN. Membicarakan mantra dalam ranah linguistik antopologi tidak akan 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Membicarakan mantra dalam ranah linguistik antopologi tidak akan terlepas dari gambaran akan bahasa dan budaya penuturnya. Peran bahasa sangatlah penting dalam kehidupan

Lebih terperinci

2016 PANDANGAN MASYARAKAT SUNDA TERHADAP ORANG BANGSA ASING

2016 PANDANGAN MASYARAKAT SUNDA TERHADAP ORANG BANGSA ASING BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mantra merupakan puisi lisan yang bersifat magis. Magis berarti sesuatu yang dipakai manusia untuk mencapai tujuannya dengan cara-cara yang istimewa. Perilaku magis

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebanyak 17 Mantra Pengasih dari 13 narasumber yang berbeda.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebanyak 17 Mantra Pengasih dari 13 narasumber yang berbeda. 89 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Mantra Pengasih merupakan rapalan doa yang bertujuan memikat hati dan mendatangkan belas kasih serta kepatuhan objek yang ditujukan. Penelitian Mantra Pengasih

Lebih terperinci

mantra mantra kuno 352BBB4A0B5EC9A6EBB78A35EA756BA2 Mantra Mantra Kuno 1 / 7

mantra mantra kuno 352BBB4A0B5EC9A6EBB78A35EA756BA2 Mantra Mantra Kuno 1 / 7 Mantra Mantra Kuno 1 / 7 2 / 7 3 / 7 Mantra Mantra Kuno Title: Mantra Mantra Kuno Author: Dorling Kindersley Subject: Mantra Mantra Kuno Keywords: Download Books Mantra Mantra Kuno, Download Books Mantra

Lebih terperinci

Bomoh pengasihan orang asli

Bomoh pengasihan orang asli Bomoh orang asli Suku Temuan Belandas merupakan orang asli dari puak Melayu Proto yang. Antara penyakit yang boleh diubati oleh bomoh Orang Asli Temuan ialah demam. Bomoh orang asli Broga, Lenggeng dijernihkan

Lebih terperinci

5 Cara Tes Batu Giok Untuk Membedakan Yang Asli dan Palsu

5 Cara Tes Batu Giok Untuk Membedakan Yang Asli dan Palsu Batu Giok merupakan salah satu Batu Permata yang populer saat ini. Hampir 90% Pecinta Batu Permata di Dunia, Tahu Jenis Batu Permata yang satu ini. Batu Giok ini merupakan batu yang sudah lama dikenal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Herskovits dan Malinowski (Wilson, 1989: 18) mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat

Lebih terperinci

AMALAN WIRID KAROMAH

AMALAN WIRID KAROMAH \ AMALAN WIRID KAROMAH Assalamualaikum wr. wb., Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan karunia-nya kepada saya dan Anda semua. Shalawat dan salam tetap kita haturkan kepada

Lebih terperinci

BAB III PROSESI UPACARA PENGASIHAN DI MAKAM PUTRI CAMPA. Pengasihan merupakan kepercayaan untuk melancarkan jodoh, pekerjaan

BAB III PROSESI UPACARA PENGASIHAN DI MAKAM PUTRI CAMPA. Pengasihan merupakan kepercayaan untuk melancarkan jodoh, pekerjaan 43 BAB III PROSESI UPACARA PENGASIHAN DI MAKAM PUTRI CAMPA A. Prosesi Kegiatan 47 Pengasihan merupakan kepercayaan untuk melancarkan jodoh, pekerjaan dan keinginan yang sekiranya sulit untuk di capai.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. akan budaya. Dapat kita lihat kebudayaan dari Sabang sampai Merauke. Antara

BAB I PENDAHULUAN. akan budaya. Dapat kita lihat kebudayaan dari Sabang sampai Merauke. Antara BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia dengan simbol Bhineka Tunggal Ika jelas menggambarkan bahwa Negara ini memiliki ragam corak ras, suku, agama dan kebudayaan serta kesenian. Dengan kondisi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup sering dikunjungi oleh wisatawan sebagai negara pariwisata. Hal ini disebabkan banyaknya wilayah di

Lebih terperinci

Meditasi adalah Jalan Ketenangan

Meditasi adalah Jalan Ketenangan Meditasi adalah Jalan Ketenangan Ebook ini khusus membahas bagaimana cara agar Anda selalu sehat dengan bermeditasi. Karena bagi saya pribadi, meditasi merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai

Lebih terperinci

Info : Mbak Salma / & Mbak Nayla /

Info : Mbak Salma / & Mbak Nayla / Cara Membuka Mata Batin Ada sebuah gejala aneh yang dialami oleh seorang dokter di bidang neuropsychiatri sebagaimana dimuat dalam majalah Tomorrow. Dikisahkan bahwa pada April 1949, seorang pasien setelah

Lebih terperinci

JAWA SHAKAI DE NO RUWATAN GISHIKI NO DENTOU

JAWA SHAKAI DE NO RUWATAN GISHIKI NO DENTOU JAWA SHAKAI DE NO RUWATAN GISHIKI NO DENTOU KERTAS KARYA Dikerjakan O L E H ABDUL RAHMAN NIM 062203022 Pembimbing Pembaca Adriana Hasibuan, S.S., M.Hum Hj. Muhibbah, S.S. NIP. 19620727 198703 2 005 Kertas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Usia dini khususnya anak yang berusia 6 8 tahun atau yang disebut golongan Early Primary School (Sekolah Dasar Kelas Awal) merupakan usia dimana terbuka lebarnya

Lebih terperinci

2015 ORNAMEN MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA

2015 ORNAMEN MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Cirebon sejak lama telah mendapat julukan sebagai Kota Wali. Julukan Kota Wali disebabkan oleh kehidupan masyarakatnya yang religius dan sejarah berdirinya

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. pantas untuk dilestarikan. Konsep ajaran masyarakat Samin yang sederhana dan bertujuan untuk

BAB V PENUTUP. pantas untuk dilestarikan. Konsep ajaran masyarakat Samin yang sederhana dan bertujuan untuk BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Ajaran Samin pada masyarakat Samin merupakan kearifan lokal bangsa Indonesia yang pantas untuk dilestarikan. Konsep ajaran masyarakat Samin yang sederhana dan bertujuan untuk

Lebih terperinci

Sebenarnya Apa itu Aura Positif? Dan Mengapa Bisa membuat seseorang terlihat lebih menarik?

Sebenarnya Apa itu Aura Positif? Dan Mengapa Bisa membuat seseorang terlihat lebih menarik? Membuka Aura Positif Seseorang yang memiliki aura positif akan terlihat lebih menarik dan mempesona. Seorang wanita yang memiliki Aura Positif akan terlihat anggun dan mempesona. Bahkan kehadirannya sangat

Lebih terperinci

I Pendahuluan. Proses Usaha. Doa. Peluang

I Pendahuluan. Proses Usaha. Doa. Peluang I Pendahuluan Proses Usaha Doa Motivasi Usaha Gap Sukses Langsung /Sukses tertunda Feedback Gap Peluang Tuhan mewajibkan kepada setiap hamba-nya untuk selalu berusaha tidak hanya berdoa dan beribadah sehingga

Lebih terperinci

@UKDW BAB I PENDAHULUAN

@UKDW BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG MASALAH Dalam waktu akhir-akhir ini perhatian pada budaya bangsa Indonesia cukup tinggi. Perhatian tersebut tentu saja menjadi kabar yang sangat menggembirakan di Indonesia.

Lebih terperinci

menyelenggarakan pendidikan dan praktik agar menjadi manusia yang unggul dan mandiri dalam menjalani kehidupan. Tempat mulia tersebut adalah yang

menyelenggarakan pendidikan dan praktik agar menjadi manusia yang unggul dan mandiri dalam menjalani kehidupan. Tempat mulia tersebut adalah yang BAB I Pendahuluan Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ketika seorang Bargumono berdiri tegak di atas puncak Gunung Kendil, mengagumi akan keindahan alam yang telah diciptakan oleh

Lebih terperinci

MAKNA DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MANTRA SEMAR MESEM DI DESA BURENG

MAKNA DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MANTRA SEMAR MESEM DI DESA BURENG MAKNA DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MANTRA SEMAR MESEM DI DESA BURENG KUMARA PASHA I. 1, WAHAB SULHAN 2, dan WAHYU SAHRUL H. 3 Prodi PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang kumarapasha.i@gmail.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. derajatnya. Manusia diberi kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk

BAB I PENDAHULUAN. derajatnya. Manusia diberi kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya. Manusia diberi kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Salah satu kelebihannya adalah

Lebih terperinci

Khasiat Membuka Aura Wajah Selamat Sore.. Sahabat Aura Semuanya. Khusus Pada Artikel kali ini, saya ingin membahas Tentang Khasiat Membuka Aura Wajah.

Khasiat Membuka Aura Wajah Selamat Sore.. Sahabat Aura Semuanya. Khusus Pada Artikel kali ini, saya ingin membahas Tentang Khasiat Membuka Aura Wajah. Khasiat Membuka Aura Wajah Selamat Sore.. Sahabat Aura Semuanya. Khusus Pada Artikel kali ini, saya ingin membahas Tentang Khasiat Membuka Aura Wajah. Artikel ini sekaligus merupakan Jawaban Saya, tentang

Lebih terperinci

2015 PERKEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN LONGSER DI KABUPATEN BANDUNG TAHUN

2015 PERKEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN LONGSER DI KABUPATEN BANDUNG TAHUN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan budaya dan juga memiliki berbagai macam kesenian. Keberagaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia terlahir

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sumedang merupakan kota yang kaya akan kebudayaan, khususnya dalam

BAB I PENDAHULUAN. Sumedang merupakan kota yang kaya akan kebudayaan, khususnya dalam 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sumedang merupakan kota yang kaya akan kebudayaan, khususnya dalam bidang kesenian daerah. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap daerah di Sumedang memiliki ragam kesenian

Lebih terperinci

2016 KAJIAN MANTRA PANGBUNGKEM, PANARIK DAN PANANGKAL DI KECAMATAN LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT

2016 KAJIAN MANTRA PANGBUNGKEM, PANARIK DAN PANANGKAL DI KECAMATAN LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mantra sebagai sastra lisan tersebar melalui tuturan yang disampaikan secara lisan dan tidak menutup kemungkinan bahwa pada pewarisannya pun terjadi pengurangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebudayaan Mesir Kuno merupakan salah satu kebudayaan tertua dan paling maju di dunia. Peradaban ini terpusat di sepanjang hilir sungai Nil yang merupakan urat nadi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebudayaan suatu bangsa tidak hanya merupakan suatu aset, namun juga jati diri. Itu semua muncul dari khasanah kehidupan yang sangat panjang, yang merupakan

Lebih terperinci

TALIM MADANI #12 IMAN KEPADA ALLAH (PERBEDAAN MALAIKAT DAN MANUSIA)

TALIM MADANI #12 IMAN KEPADA ALLAH (PERBEDAAN MALAIKAT DAN MANUSIA) TALIM MADANI #12 IMAN KEPADA ALLAH (PERBEDAAN MALAIKAT DAN MANUSIA) KAJIAN DALIL (AL-Qur an & Hadits) 30. ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Pernikahan adalah salah satu proses penting dalam kehidupan sosial manusia. Pernikahan merupakan kunci bagi individu untuk memasuki dunia keluarga, yang di dalamnya terdapat

Lebih terperinci

anggota masyarakat di pedesaan.

anggota masyarakat di pedesaan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kabupaten Blora memiliki banyak memiliki kesenian rakyat, salah satunya kesenian pertunjukan ritual kerakyatan tari tayub. Tari tayub itu sendiri adalah salah satu bentuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Ayu Fauziyyah, 2014

BAB I PENDAHULUAN. Ayu Fauziyyah, 2014 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberagaman dalam budaya Indonesia tercermin pada bagian budayabudaya lokal yang berkembang di masyarakat. Keragaman tersebut tidak ada begitu saja, tetapi juga karena

Lebih terperinci

Perempuan Bercahaya. Diterbitkan atas kerjasama antara Masyarakat Poetika Indonesia dengan Penerbit Pustaka Pelajar. Rina Ratih

Perempuan Bercahaya. Diterbitkan atas kerjasama antara Masyarakat Poetika Indonesia dengan Penerbit Pustaka Pelajar. Rina Ratih Perempuan Bercahaya Diterbitkan atas kerjasama antara Masyarakat Poetika Indonesia dengan Penerbit Pustaka Pelajar i Perempuan Bercahaya Diterbitkan atas kerjasama antara Masyarakat Poetika Indonesia dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pulau, yang terbentang mulai dari Sabang sampai dengan Merauke. Oleh karena itu

BAB I PENDAHULUAN. pulau, yang terbentang mulai dari Sabang sampai dengan Merauke. Oleh karena itu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Indonesia adalah negara yang berbentuk Republik yang terdiri dari banyak pulau, yang terbentang mulai dari Sabang sampai dengan Merauke. Oleh karena itu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Ubi jalar (Ipomoae batatas L) atau ketela rambat atau sweet potato atau dalam bahasa

BAB I PENDAHULUAN. Ubi jalar (Ipomoae batatas L) atau ketela rambat atau sweet potato atau dalam bahasa BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ubi jalar (Ipomoae batatas L) atau ketela rambat atau sweet potato atau dalam bahasa lokal disebut Erom berasal dari Benua Amerika. Para akhli botani dan pertanian

Lebih terperinci

SERBA SERBI PETIR. Batu Petir

SERBA SERBI PETIR. Batu Petir SERBA SERBI PETIR Batu Petir Beberapa tahun ini kita dikejutkan oleh beberapa penemuan batu petir oleh masyarakat awam yang kemudian dikait-kaitkan dengan peristiwa gaib. Sampai pada penggunaan pengobatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kabupaten Garut merupakan salah satu kabupaten terbesar di Jawa Barat dengan luas wilayah sebesar 306.519 Ha. Letaknya sangat strategis dan berbatasan dengan kota dan

Lebih terperinci

Tuhan mengasihi kita bukan karena kita yang lebih dulu mengasihi Dia; tetapi "ketika kita masih berdosa" Ia telah mati bagi kita.

Tuhan mengasihi kita bukan karena kita yang lebih dulu mengasihi Dia; tetapi ketika kita masih berdosa Ia telah mati bagi kita. MENOLONG YANG TERGODA Tuhan mengasihi kita bukan karena kita yang lebih dulu mengasihi Dia; tetapi "ketika kita masih berdosa" Ia telah mati bagi kita. Ia tidak memperlakukan kita sesuai dengan ganjaran

Lebih terperinci

BENTUK-BENTUK CAMPUR KODE DI KALANGAN REMAJA MASJID DESA BILUANGO ARTIKEL OLEH ETON AYUBA NIM

BENTUK-BENTUK CAMPUR KODE DI KALANGAN REMAJA MASJID DESA BILUANGO ARTIKEL OLEH ETON AYUBA NIM BENTUK-BENTUK CAMPUR KODE DI KALANGAN REMAJA MASJID DESA BILUANGO ARTIKEL OLEH ETON AYUBA NIM 311 408 016 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kepribadian merupakan kombinasi dari pikiran, emosi dan perilaku yang membuat seseorang unik, berbeda satu sama lain. dan juga bagaimana seseorang melihat diri sendiri.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sikap bahasa merupakan sebagian dari sosiolinguistik yang mengkaji tentang bahasa.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sikap bahasa merupakan sebagian dari sosiolinguistik yang mengkaji tentang bahasa. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Sikap bahasa merupakan sebagian dari sosiolinguistik yang mengkaji tentang bahasa. Jadi sikap bahasa tidak bisa lepas dari sosiolinguistik. Kebebasan memilih dan menggunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tari Putri Asrini, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tari Putri Asrini, 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Panjalu merupakan sebuah kecamatan yang terletak di Ciamis Utara. Secara geografis Panjalu mempunyai luas wilayah sebesar 50,60 Km² dengan jumlah penduduk 46.991

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tersebut adalah bahasa. Dengan demikian bahasa memegang peranan yang

BAB I PENDAHULUAN. tersebut adalah bahasa. Dengan demikian bahasa memegang peranan yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seseorang dalam kehidupan bermasyarakat tidak mungkin hidup menyendiri tanpa kehadiran orang lain. Hal ini membuktikan bahwa pada hakikatnya manusia merupakan

Lebih terperinci

Cara Kerja Kalung Aura. 3 Cara Memikat Wanita Menggunakan Kalung Aura

Cara Kerja Kalung Aura. 3 Cara Memikat Wanita Menggunakan Kalung Aura Cara Memikat Wanita Artikel ini merupakan jawaban dari beberapa klien saya yang menggunakan Kalung Aura untuk tujuan memikat wanita yang diinginkannya. Ada beberapa orang yang mengaku masih kesulitan untuk

Lebih terperinci

Berkas Soal Final Competitive Programming Tingkat Mahasiswa. CompFest 2013

Berkas Soal Final Competitive Programming Tingkat Mahasiswa. CompFest 2013 Berkas Soal Final Competitive Programming Tingkat Mahasiswa CompFest 2013 Kontributor: Alham Fikri Aji Cakra Wishnu Wardhana Gede Wahyu Adi Pramana Irvan Jahja Muhammad Febrian Ramadhana William Gozali

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Negara Indonesia memiliki beragam jenis flora dan fauna. Septianella (2015, hlm.1) mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan jenis hewan dan tanaman yang sangat

Lebih terperinci

Islam dalam Tatanan Kehidupan Bermasyarakat

Islam dalam Tatanan Kehidupan Bermasyarakat Islam dalam Tatanan Kehidupan Bermasyarakat Kampungmuslim.org Di dalam al-quran, Adam adalah nama dari Nabi Adam [as]. Namun Adam juga digunakan al-quran untuk menyebut umat manusia. Atau manusia sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, seorang individu memiliki berbagai jenis kebutuhan dimana kebutuhan tersebut tidaklah mutlak sama antar setiap individu. Tetapi ada satu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari puluhan ribu pulau, salah satunya adalah Pulau Belitung. Belitung merupakan pulau kecil

Lebih terperinci

Cara Membuka Aura Rejeki Yang Tertutup Sebelum membahas tentang Aura Rejeki, Sebaik nya Anda tahu terlebih dahulu tentang Aura. Apa Itu Aura?

Cara Membuka Aura Rejeki Yang Tertutup Sebelum membahas tentang Aura Rejeki, Sebaik nya Anda tahu terlebih dahulu tentang Aura. Apa Itu Aura? Cara Membuka Aura Rejeki Yang Tertutup Sebelum membahas tentang Aura Rejeki, Sebaik nya Anda tahu terlebih dahulu tentang Aura. Apa Itu Aura? Aura merupakan pancaran energi yang menyelubungi tubuh setiap

Lebih terperinci

BAB IV TANGGAPAN MASYARAKAT PEZIARAH

BAB IV TANGGAPAN MASYARAKAT PEZIARAH BAB IV TANGGAPAN MASYARAKAT PEZIARAH A. Pandangan terhadap Ziarah. Pada masa awal Islam, Rasulullah SAW memang melarang umat Islam untuk melakukan ziarah kubur. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga aqidah

Lebih terperinci

BAB III PRAKTEK PERDUKUNAN DALAM PENGOBATAN ALTERNATIF PADEPOKAN SEMAR MESEM

BAB III PRAKTEK PERDUKUNAN DALAM PENGOBATAN ALTERNATIF PADEPOKAN SEMAR MESEM BAB III PRAKTEK PERDUKUNAN DALAM PENGOBATAN ALTERNATIF PADEPOKAN SEMAR MESEM 1979-2015 A. Media dan Proses yang Digunakan dalam Pengobatan Dukun dalam mengobati pasien biasanya melakukan sesuatu yang menjadi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jamu adalah salah satu warisan kekayaan alam Indnesia yang dimiliki dan diturunkan sejak jaman nenek myang kita terdahulu. Dibuat secara sederhana dari bahan-bahan

Lebih terperinci

BAB IV PENUTUP. Berdasarkan proses analisis makna yang dilakukan, keempat sajak puisi

BAB IV PENUTUP. Berdasarkan proses analisis makna yang dilakukan, keempat sajak puisi BAB IV PENUTUP 4.1 Simpulan Berdasarkan proses analisis makna yang dilakukan, keempat sajak puisi kartun karya Jeong Heon Jae memiliki hubungan makna dengan ilustrasinya kartunnya. Keempat sajak tersebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berkomunikasi dengan sesamanya. Bahasa juga merupakan ekspresi kebudayaan,

BAB I PENDAHULUAN. berkomunikasi dengan sesamanya. Bahasa juga merupakan ekspresi kebudayaan, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan alat yang digunakan oleh sekelompok manusia untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Bahasa juga merupakan ekspresi kebudayaan, karena bahasa mengalami

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Budaya, Feature, Nusantaraku, Produser, Rasulan. xii + 82 halaman; 17 gambar; 10 tabel Daftar acuan: 14 ( )

ABSTRAK. Kata Kunci : Budaya, Feature, Nusantaraku, Produser, Rasulan. xii + 82 halaman; 17 gambar; 10 tabel Daftar acuan: 14 ( ) ABSTRAK Indonesia memiliki banyak kebudayaan, tradisi, dan adat istiadat yang tidak banyak diketahui oleh generasi muda. Budaya dan tradisi yang dipercaya turun temurun dan merupakan identitas bangsa harus

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bandung memiliki beberapa museum yang kaya akan sumber pengetahuan, sejarah, dan budaya, seperti Museum Barli (memamerkan karya-karya seni rupa dari seniman

Lebih terperinci

2015 KEARIFAN LOKAL PADA JENIS DAN MOTIF BATIK TRUSMI BERDASARKAN NILAI-NILAI FILOSOFIS MASYARAKAT CIREBON

2015 KEARIFAN LOKAL PADA JENIS DAN MOTIF BATIK TRUSMI BERDASARKAN NILAI-NILAI FILOSOFIS MASYARAKAT CIREBON BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Cirebon termasuk wilayah Pantura, perbatasan Jawa Barat dengan Jawa Tengah, maka sangat memungkinkan terjadinya persilangan kebudayaan antara kebudayaan

Lebih terperinci

Pemilik jiwa yang sepi

Pemilik jiwa yang sepi Mawar biru Kusiapkan ini khusus untuk hadiah ulang tahunmu Sebagai persembahanku atas perhatianmu... Cintamu dan kesediaanmu menerima diriku Terimalah ini Mawar biru... Yang khusus kupetik dari surga Untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Besarnya kebutuhan sumber informasi atau referensi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan tersendiri bagi pihak akademisi untuk mengembangkan

Lebih terperinci

BAB I. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah.

BAB I. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah. BAB I. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah. Indonesia mempunyai kekayaan tradisi berupa budaya tulis (kitab, nota-perjanjian, stempel) dan budaya tutur (pantun, puisi tradisional,dongeng). Penikmat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dina Astrimiati, 2014 MOTIF HUKUMAN PADA LEGENDA GUNUNG PINANG KECAMATAN KRAMATWATU KABUPATEN SERANG, BANTEN

BAB I PENDAHULUAN. Dina Astrimiati, 2014 MOTIF HUKUMAN PADA LEGENDA GUNUNG PINANG KECAMATAN KRAMATWATU KABUPATEN SERANG, BANTEN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Legenda bagian dari folklor merupakan bentuk refleksi dari kehidupan masyarakat yang membesarkan cerita tersebut. Umumnya memiliki kegunaan sebagai alat pendidik,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Indonesia disebut sebagai negara kepulauan. Pulau pulau di Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan banyaknya pulau pulau di Indonesia, maka lahirlah

Lebih terperinci

SILABUS Satuan pendidikan : SMP N 2 DEPOK Kelas/Semester : VIII / Ganjil Kompetensi Inti :

SILABUS Satuan pendidikan : SMP N 2 DEPOK Kelas/Semester : VIII / Ganjil Kompetensi Inti : KI1 KI2 KI3 KI4 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. SILABUS Satuan pendidikan : SMP N 2 DEPOK Kelas/Semester : VIII / Ganjil Kompetensi Inti : Menghargai dan menghayati perilaku jujur,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Seni menurut Ki Hajar Dewantara merupakan hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan perasaan indah orang yang melihatnya. Dapat disimpulkan juga pengertian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Try Nugraha, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Try Nugraha, 2013 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Jawa Barat adalah salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan kesenian tradisional, kesenian yang ada di Jawa Barat mempunyai bentuk serta ciri-ciri tersendiri.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN.

BAB I PENDAHULUAN. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai kebudayaan yang sangat beranekaragam baik jumlahnya maupun keanekaragamannya. Karena keanekaragamannya itulah yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau 17.504. Dengan banyaknya pulau yang ada menjadikan Indonesia

Lebih terperinci

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG STRUKTUR SERAT PARTAWIGENA SKRIPSI Disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra oleh Nama : Imam Arief Hidayat NIM : 2151407002 Program Studi : Sastra Jawa Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Lebih terperinci

Empat Tahapan Untuk Menajamkan atau Membersihkan Mata Batin :

Empat Tahapan Untuk Menajamkan atau Membersihkan Mata Batin : ILMU HIKMAH LANGKA Mata Batin atau dalam Istilah Tasawuf Al Bashirah merupakan Indera keenam yang Allah berikan kepada setiap manusia, Mata Batin ibarat kaca yang dapat melihat sesuatu (bercermin) atau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang memiliki ciri khas kebudayaannya masing-masing. Kebudayaan

BAB I PENDAHULUAN. yang memiliki ciri khas kebudayaannya masing-masing. Kebudayaan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara besar yang terkenal dengan keanekaragaman bahasa, suku, dan kebudayaannya. Kepulauan Indonesia yang terbentang dari Sabang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membimbing anak-anaknya untuk

BAB I PENDAHULUAN. memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membimbing anak-anaknya untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Orang tua adalah komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu, dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga.

Lebih terperinci

Lika-liku Mencari Pasangan Hidup yang Seiman. Ditulis oleh Krismariana Senin, 30 Januari :02

Lika-liku Mencari Pasangan Hidup yang Seiman. Ditulis oleh Krismariana Senin, 30 Januari :02 Ini cerita seorang teman, sebut saja namanya Fifi. Setelah berpacaran bertahun-tahun, lima tahun lebih, akhirnya Fifi memutuskan untuk menikah. Senang? Yaaa, senang. Senang, karena akhirnya dia tiba sampai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia memiliki keanekaragaman suku, budaya, ras dan agama yang berada di berbagai daerah mulai dari Sabang sampai Merauke. Tiap-tiap daerah mempunyai

Lebih terperinci

ANALISIS STRUKTUR MANTRA NERANG DI DESA MULYA JAYA KECAMATAN BAHAR UTARA KABUPATEN MUARO JAMBI

ANALISIS STRUKTUR MANTRA NERANG DI DESA MULYA JAYA KECAMATAN BAHAR UTARA KABUPATEN MUARO JAMBI ANALISIS STRUKTUR MANTRA NERANG DI DESA MULYA JAYA KECAMATAN BAHAR UTARA KABUPATEN MUARO JAMBI Ganjar Pamungkas (RRA1B110085), dibawah bimbingan Dr. Sudaryono, M.Pd (I), dan Drs. Maizar Karim, M.Hum (II)

Lebih terperinci

BAB III PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN AL ROSYID. kita harus dapat memahami perubahan-perubahan di dalam pondok pesantren. 1 Dan

BAB III PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN AL ROSYID. kita harus dapat memahami perubahan-perubahan di dalam pondok pesantren. 1 Dan 40 BAB III PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN AL ROSYID Untuk dapat mengetahui perkembangan suatu pondok pesantren, tentunya kita harus dapat memahami perubahan-perubahan di dalam pondok pesantren. 1 Dan seharusnya

Lebih terperinci

KAJIAN BENTUK DAN MAKNA SONTENG PERTANIAN PADA MASYARAKAT DUSUN KEMIRI, GUNUNGKIDUL, D.I. YOGYAKARTA

KAJIAN BENTUK DAN MAKNA SONTENG PERTANIAN PADA MASYARAKAT DUSUN KEMIRI, GUNUNGKIDUL, D.I. YOGYAKARTA KAJIAN BENTUK DAN MAKNA SONTENG PERTANIAN PADA MASYARAKAT DUSUN KEMIRI, GUNUNGKIDUL, D.I. YOGYAKARTA Itaristanti IAIN SYEKH NURJATI CIREBON LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian

Lebih terperinci

PANDUAN BELAJAR ILMU SILAT GAIB LEVEL 1

PANDUAN BELAJAR ILMU SILAT GAIB LEVEL 1 PANDUAN BELAJAR ILMU SILAT GAIB LEVEL 1 Salam Sejahtera Calon Muridku.. Sebelum masuk sesi berlatih Ilmu Silat Gaib, Saya akan menjelaskan darimana Saya mendapatkan Ilmu Silat tersebut, apa itu Silat Gaib,

Lebih terperinci

PENJAGAL ANGIN. Tri Setyorini

PENJAGAL ANGIN. Tri Setyorini PENJAGAL ANGIN Tri Setyorini Awal yang ku lihat adalah abu putih yang berterbangan. Pikirku itu adalah salju yang menyejukkan. Namun ternyata bukan karena abu ini justru terasa panas dan membakar telapak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Penutur bahasa Indonesia merupakan penutur bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Batak, dan lain-lain sehingga penutur bahasa Indonesia tidak dapat dilepaskan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan bahasa yang bermacam-macam dari sabang sampai merauke. Budaya lokal pada sisi

BAB I PENDAHULUAN. dan bahasa yang bermacam-macam dari sabang sampai merauke. Budaya lokal pada sisi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam suku, kesenian, budaya, dan bahasa yang bermacam-macam dari sabang sampai merauke. Budaya lokal pada sisi lain

Lebih terperinci

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) MATA KULIAH FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN (SD7101) MANUSIA DAN KEBENARAN

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) MATA KULIAH FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN (SD7101) MANUSIA DAN KEBENARAN UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) MATA KULIAH FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN (SD7101) MANUSIA DAN KEBENARAN Yulia Eka Putrie 35213001 PROGRAM DOKTOR ARSITEKTUR SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN, DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Dalam survey lapangan yang dilakukan di Museum Wayang Jakarta, dapat dilihat

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Dalam survey lapangan yang dilakukan di Museum Wayang Jakarta, dapat dilihat BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data a. Survey Lapangan Dalam survey lapangan yang dilakukan di Museum Wayang Jakarta, dapat dilihat rendahnya popularitas wayang di negeri kita sendiri. Tempatnya sangat

Lebih terperinci

UPAYA MEMPERJUANGKAN HAK-HAK PENGHAYAT DALAM PERSPEKTIF PEREMPUAN PENGHAYAT Disajikan oleh ; Wiwik Sulistyowati Salam Damai Kasih Sayang Ugemono Ilmu

UPAYA MEMPERJUANGKAN HAK-HAK PENGHAYAT DALAM PERSPEKTIF PEREMPUAN PENGHAYAT Disajikan oleh ; Wiwik Sulistyowati Salam Damai Kasih Sayang Ugemono Ilmu UPAYA MEMPERJUANGKAN HAK-HAK PENGHAYAT DALAM PERSPEKTIF PEREMPUAN PENGHAYAT Disajikan oleh ; Wiwik Sulistyowati Salam Damai Kasih Sayang Ugemono Ilmu Kang bisa anentremake jiwamu lan biso agawe katrentremane

Lebih terperinci

APLIKASI LAYANAN KESEHATAN UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT TELINGA HIDUNG TENGGOROKAN (THT) PADA PLATFORM ANDROID MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING SKRIPSI

APLIKASI LAYANAN KESEHATAN UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT TELINGA HIDUNG TENGGOROKAN (THT) PADA PLATFORM ANDROID MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING SKRIPSI APLIKASI LAYANAN KESEHATAN UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT TELINGA HIDUNG TENGGOROKAN (THT) PADA PLATFORM ANDROID MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat dan

I. PENDAHULUAN. Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat dan I. PENDAHULUAN Bab ini akan menjelaskan tentang : (1) Latar Belakang Penelitian, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis

Lebih terperinci

BEBERAPA UNGKAPAN TRADISIONAL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Oleh : Ernawati Purwaningsih

BEBERAPA UNGKAPAN TRADISIONAL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Oleh : Ernawati Purwaningsih BEBERAPA UNGKAPAN TRADISIONAL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Oleh : Ernawati Purwaningsih Kebudayaan merupakan kompleks nilai-nilai dan gagasan manusia terhadap lingkungannya. Bagaimana manusia beradaptasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Masyarakat Jawa pada umumnya masih melestarikan kepercayaan terhadap

BAB I PENDAHULUAN. Masyarakat Jawa pada umumnya masih melestarikan kepercayaan terhadap BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masyarakat Jawa pada umumnya masih melestarikan kepercayaan terhadap ajaran-ajaran terdahulu dari nenek-moyang mereka. Ajaran-ajaran ini akan terus diamalkan

Lebih terperinci

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI TAALA WABARAKATUH, SALAM SEJAHTERA DAN SALAM 1 MALAYSIA.

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI TAALA WABARAKATUH, SALAM SEJAHTERA DAN SALAM 1 MALAYSIA. BISMILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI TAALA WABARAKATUH, SALAM SEJAHTERA DAN SALAM 1 MALAYSIA. ALHAMDULILLAH SETINGGI-TINGGI KESYUKURAN SAYA PANJATKAN KEHADRAT ILAHI DI ATAS LIMPAH

Lebih terperinci

2015 KONSEP PERCAYA DIRI PEREMPUAN SUNDA DALAM JANGJAWOKAN PARANTI DISAMPING

2015 KONSEP PERCAYA DIRI PEREMPUAN SUNDA DALAM JANGJAWOKAN PARANTI DISAMPING BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam masyarakat Sunda istilah mantra dikenal dengan berbagai sebutan, diantaranya jangjawokan dan jampe. Bahkan Wibisana dkk. Menggunakan istilah ajimantra yang diambil

Lebih terperinci

IMBUHAN (20 MARKAH) Pilih perkataan yang paling sesuai bagi setiap tempat kosong dalam petikan karangan di bawah ini.

IMBUHAN (20 MARKAH) Pilih perkataan yang paling sesuai bagi setiap tempat kosong dalam petikan karangan di bawah ini. BAHAGIAN A Setiap item, dari SOALAN 1 hingga SOALAN 25, diberi empat pilihan. Hanya satu daripada empat pilihan itu merupakan jawapan yang betul. Pilih jawapan yang betul dan lorek bujuran berangka (1,

Lebih terperinci

menghindari pikiran kotor dan perbuatan maksiat?. Saya mohon bantuan anda untuk menemukan solusinya

menghindari pikiran kotor dan perbuatan maksiat?. Saya mohon bantuan anda untuk menemukan solusinya Cinta Segitiga Saya sedang bingung dengan problem yang tengah kuhadapi ini. Hanya Allah yang mengetahui kebingunganku ini karena saya tidak sanggup memecahkan problem yang satu ini. Akan tetapi saya tetap

Lebih terperinci

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009 SEJARAH KERAJAAN CIREBON DAN KERAJAAN BANTEN Disusun Oleh Kelompok 3 Rinrin Desti Apriani M. Rendi Arum Sekar Jati Fiqih Fauzi Vebri Ahmad UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009 KERAJAAN CIREBON Kerajaan

Lebih terperinci

BAB IV KESIMPULAN. publik. Secara lebih khusus, Mansfield Park menceritakan posisi perempuan pada

BAB IV KESIMPULAN. publik. Secara lebih khusus, Mansfield Park menceritakan posisi perempuan pada BAB IV KESIMPULAN Mansfield Park dan Kalau Tak Untung merupakan novel yang mengandung unsur sosial historis yang kuat, terutama menyangkut kedudukan perempuan dalam hubungannya dengan laki-laki dan posisi

Lebih terperinci

14 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Gambar dan Penjelasannya

14 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Gambar dan Penjelasannya 14 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Gambar dan Penjelasannya Alat musik tradisional asal Jawa Tengah (Jateng) mencakup gambarnya, fungsinya, penjelasannya, cara memainkannya dan keterangannya disajikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pada bab 1 akan membahas tentang pendahuluan dari pemilihan judul Galeri Batu Akik di Denpasar, dalam pembahasannya ada beberapa sub bab yang akan dijabarkan, mulai dari latar belakang,rumusan

Lebih terperinci

PROLOG. Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau. Sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia

PROLOG. Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau. Sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia PROLOG Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau. Sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia Itu potongan lagu yang sering saya nyanyikan di Sekolah Dasar ketika ada pengambilan nilai mata

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. merupakan bentuk ungkapan kehidupan atau pernyataan diri masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. merupakan bentuk ungkapan kehidupan atau pernyataan diri masyarakat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seni tradisional merupakan hasil ekspresi jiwa yang bersifat indah, yang merupakan bentuk ungkapan kehidupan atau pernyataan diri masyarakat pendukungnya. Dalam

Lebih terperinci