BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Transkripsi

1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi penelitian dan Sampel Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri X Sentani, yang berlokasi di Jalan Raya Kemiri, Sentani, Papua. Pengambilan data dilakukan pada awal bulan April 2013, yang dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan menit). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri X Sentani pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 10 kelas. Sampel penelitian diambil secara cluster random sampling (menetapkan kelas sampel secara acak kelompok tanpa mengacak siswa di tiap kelasnya) sebanyak 2 kelas, yang terdiri atas kelas XI IPA 2 dan kelas XI IPA 4 sebagai kelas perlakuan/ eksperimen yang masing-masing berjumlah 28 orang siswa. Kedua kelas tersebut diberi kegiatan belajar dan tes yang sama, sehingga tidak ada kelas kontrol. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar peneliti dapat memperoleh data yang lebih mendalam dan saling melengkapi, sehingga pada akhirnya dapat menyusun kesimpulan yang memadai meskipun metode penelitian yang dilakukan adalah weak experimental. B. Metode Penelitian dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah weak experiment design dengan adanya kelompok sampel perlakuan tanpa sampel kontrol (Fraenkel & Wallen, 2007). Peningkatan hasil belajar siswa yang akan diukur adalah keterampilan berpikir kritis, dan sikap ilmiah yang dilaksanakan melalui pretes dan postes, sehingga desain penelitian yang digunakan adalah The One-Group Pretest- Posttest Design. Tabel 3.1 The One-Group Pretest-Posttest Design O1 X O2 Pretes Perlakuan 31 Postes

2 32 (Sumber: Fraenkel & Wallen, 2007) Keterangan O : Pretes/Postes X : Treatment berupa Pembelajaran berbasis praktikum virtual (virtual laboratory) pada materi pengaruh hormon terhadap metabolisme tubuh. Pembelajaran berbasis praktikum virtual (virtual laboratory) diterapkan pada 1 kelas eksperimen. Mengingat bahwa desain weak experiment dikatakan lemah maka untuk mengatasi kelemahan ini, pada pelaksanaannya penelitian ditambahkan kelas lain sebagai pembanding. Sehingga, apabila terdapat perbedaan antara pretes-postes kelompok eksperimen dan pembanding, barulah dapat diyakinkan bahwa perbedaan memang dihasilkan dari perlakuan (Fraenkel & Wallen, 2007). C. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda maka beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: 1. Pembelajaran berbasis praktikum berbasis virtual merupakan praktikum menggunakan media komputer (visualisasi proses-proses yang terjadi dalam dunia nyata ke dalam dunia virtual yang disajikan melalui program komputer) sebagai alat bantu yang menggantikan peran alat-alat dan bahan praktikum tatap muka. Pembelajaran pengaruh hormon terhadap metabolisme berbantuan praktikum menggunakan simulasi kegiatan praktikum (virtual lab) jenis virtual hibrida (hybrid virtual laboratory). Jenis virtual lab memadukan penerapan teori dengan eksperimen berupa praktikum virtual, sehingga siswa dapat melakukan kegiatan yang mencakup kegiatan pengamatan, analisis hasil pengamatan, dan merumuskan kesimpulan.

3 33 2. Sikap ilmiah dalam penelitian ini merupakan skor yang diharapkan muncul pada siswa setelah pembelajaran dengan praktikum virtual. Sikap ilmiah diukur dengan Skala Likert. Sejumlah pernyataan disusun berdasarkan indikator-indikator sikap ilmiah dan dinilai oleh responden dengan Sangat Setuju, Setuju, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju. Dalam penelitian ini aspek yang diteliti meliputi (1) rasa ingin tahu, (2) mengutamakan bukti, (3) dapat bekerja sama, (4) bersikap skeptis, dan (5) mau menerima perbedaan dan menghormati pandangan yang berbeda. Pengukuran sikap ilmiah dan asesmennya dilakukan pada awal dan akhir pembelajaran pengaruh hormon terhadap metabolisme tubuh menggunakan praktikum virtual di kelas eksperimen. 3. Kemampuan berpikir kritis adalah skor kemampuan berpikir siswa setelah mengikuti praktikum virtual dengan menggunakan proses-proses berpikir yang mendasar berupa penalaran logis atau masuk akal, sehingga dalam mengkaji suatu masalah mendapatkan kesimpulan yang menggabungkan semua informasi selama pembelajaran. Kemampuan berpikir kritis dinilai dengan menggunakan sejumlah pertanyaan kemampuan berpikir kritis dalam Open-ended Essay, Dengan indikatornya sesuai kerangka berpikir kritis Ennis yaitu 1) klarifikasi dasar terhadap suatu masalah; 2) mengumpulkan informasi dasar; 3) membuat inferensi; 4) melakukan klarifikasi; dan 5) membuat dan mengkomunikasikan kesimpulan terbaik. Asesmen berpikir kritis ini dilakukan pada awal pembelajaran (pretes) dan akhir pembelajaran (posttes) dengan total 10 soal dalam bentuk virtual (instrumen diberikan langsung dalam program virtual setelah kegiatan praktikum selesai dilakukan). 4. Penguasaan konsep merupakan skor tes konsep hormon berdasarkan dimensi proses kognitif taksonomi Bloom revisi, meliputi C1 (mengingat), C2 (memahami), C3 (mengaplikasikan), C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Instrumen untuk mengetes jenjang kognitif C1-C6 menggunakan soal berbentuk pilihan ganda dengan total 15 soal dan 5 pilihan

4 34 jawaban. Penguasaan konsep hormon diukur sebelum (pretest) dan setelah (posttest) pembelajaran berbasis praktikum virtual tentang hormon. 5. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran berbasis praktikum virtual tentang pengaruh hormon terhadap metabolisme diungkap melalui angket tanggapan siswa dengan total 20 soal yang diberikan setelah pembelajaran. D. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini didesain untuk menganalisis pengaruh pembelajaran tentang pengaruh hormon terhadap metabolisme dengan menggunakan praktikum virtual terhadap berpikir kritis, sikap ilmiah siswa. 1. Sikap Ilmiah Skala Sikap Ilmiah digunakan untuk mengetahui sikap ilmiah siswa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran biologi. Skala sikap yang digunakan yaitu skala Likert yang berisi pernyataan-pernyataan yang disusun berdasarkan indikator sikap ilmiah. Setiap pernyataan yang dibuat ada yang bersifat positif dan negatif. Setiap pernyataan dihubungkan dengan jawaban siswa yang diungkapkan dengan empat pilihan jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS) dengan aspek yang diteliti meliputi (1) rasa ingin tahu, (2) mengutamakan bukti, (3) dapat bekerja sama, (4) bersikap skeptis, dan (5) mau menerima perbedaan dan menghormati pandangan yang berbeda. Soal skala sikap yang diberikan berjumlah 20 soal dan pengukuran sikap ilmiah dilakukan sebelum dan setelah pembelajaran berbasis praktikum virtual tentang pengaruh hormon terhadap metabolisme tubuh. Tabel 3.2. Pedoman Pemberian Skor Jawaban Pernyataan Sikap Ilmiah

5 35 Jawaban pernyataan Skor Jawaban pernyataan Skor positif negatif Sangat setuju (SS) 4 Sangat setuju (SS) 1 Setuju (S) 3 Setuju (S) 2 Tidak setuju (TS) 2 Tidak setuju (TS) 3 Sangat tidak setuju 1 Sangat tidak setuju 4 (STS) (STS) 2. Tes Kemampuan Berpikir Kritis Tes ini disusun berupa soal open-ended essay berjumlah 10 soal yang diberikan sebelum pembelajaran (pretest) dan setelah pembelajaran (postest) praktikum virtual dilakukan. Sebelum digunakan, soal tes open-ended essay dipertimbangkan oleh dosen ahli dan teruji coba terlebih dahulu. 3. Angket Respon Angket Respon digunakan untuk mengungkap respon siswa terhadap pembelajaran berbasis praktikum virtual tentang pengaruh hormon terhadap metabolisme. 4. Catatan Lapangan Catatan lapangan dibuat dalam bentuk catatan harian yang digunakan untuk mencatat hal-hal yang terjadi dan menggambarkan keadaan dalam penelitian untuk menunjang pembahasan E. Proses Pengembangan Instrumen 1. Program Virtual Labs Penyusunan program di lakukan dengan menguji terlebih dahulu praktikum yang akan divirtualkan secara real. Untuk menghindarkan bias dalam pengamatan dan untuk mendapatkan program yang sesuai keadaan nyatanya. 2. Kemampuan Berpikir Kritis

6 36 Uji coba soal tes kemampuan berpikir ktritis dilakukan untuk mendapatkan soal yang memadai dari segi validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran dan pola jawaban soal (distractor). Analisis uji coba instrumen dilakukan melalui penggunaan program Anates pilihan ganda dan uraian. 3. Sikap Ilmiah a) Menentukan indikator sikap ilmiah yang menjadi fokus dalam penelitian. b) Menyusun pernyataan sikap, aspek yang ditelaah meliputi pendapat siswa terhadap praktikum virtual sehingga dapat diketahui sikap siswa secara menyeluruh apakah sangat setuju, setuju, tidak setuju atau sangat tidak setuju pada pernyataan yang diberikan. c) Menyusun pernyataan, dengan masing-masing pernyataan mempunyai kecenderungan posistif atau negatif d) Konsultasi dengan pembimbing untuk validasi butir isi pernyataan e) Melakukan uji coba terhadap pernyataan yang telah disusun f) Menganalisis hasil uji coba untuk membakukan skalanya, sehingga skalanya berharga untuk pernyaataan positif dan untuk pernyataan negatif. Bobot skor yang telah dibakukan kemudian digunakan sebagai pedoman pemberian skor setiap alternatif jawaban pernyataan skala sikap ilmiah hasil penelitian. Menganalisis dilakukan dengan beberapa tahapan. (1) Menentukan frekuensi alternatif jawaban (STS, TS, S, SS) pada setiap pernyataan. (2) Menghitung proporsi (p) dengan cara membagi frekuensi alternatif jawaban pada setiap pernyataan dengan jumlah responden. ( )

7 37 (3) Menghitung proporsi kumulatif cp1= cp1;; cp2 = cp1 + cp2 ; cp3 = cp2 + cp3 ; cp4 = cp3 + cp4 (4) Menghitung nilai tengah proporsi kumulatif mcp1 = ½ cp1 mcp2 = ½ cp1 + cp2 mcp3 = ½ cp2 + cp3 mcp4 = ½ cp3 + cp4 (5) Menentukan nilai z berdasarkan mcp yang telah diketahui (6) Menghitung nilai nilai mutlak, diperoleh nilai z yang paling rendah nilainya (7) Membulatkan nilai nilai mutlak (8) Menentukan daya pembeda setiap pernyataan F. Prosedur Penelitian 1. Tahap Persiapan a) Melakukan observasi pada saat pembelajaran di sekolah untuk memperoleh informasi tentang model pembelajaran yang selama ini dilakukan dalam mata pelajaran biologi. b) Menyusun perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian. Perangkat pembelajarannya meliputi RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) (lampiran A.1 & Lampiran A.2), Story Board (Program virtual lab dalam komputer) (Lampiran A.3), LKS (Lembar Kerja Siswa) (Lampiran A.4), perangkat tes untuk mengungkap kemampuan berpikir kritis, penguasaan konsep dan skala sikap ilmiah siswa. (Lampiran A.5, Lampiran A.6, Lampiran A.7) c) Melakukan uji coba instrumen dan program virtual lab pada siswa. d) Melakukan analisis kualitas instrumen meliputi, validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran soal.

8 38 2. Tahap pelaksanaan Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan praktikum virtual dan pengumpulan data. Pada tahap ini dilakukan praktikum virtual pada kelas eksperimen dan kelas pembanding. Penelitian ini direncanakan dua kali pertemuan. a) Pemberian test awal (pretest) dan skala sikap awal (Lampiran A.5, Lampiran A6, Lampiran A.7) pada kelas eksperimen dan kelas pembanding untuk mengukur penguasaan konsep dan ketrampilan berpikir kritis awal siswa. Setelah sebelumnya diberikan overview tentang sistem endokrin (pengaruh hormon terhadap metabolisme tubuh) agar siswa tidak kaget ketika dihadapkan pada pretest. Pretest meliputi tes penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis. b) Pelaksanaan Pembelajaran dilakukan 3 kali pertemuan tatap muka untuk materi pengaruh hormon terhadap metabolisme. Pertemuan pertama dilakukan selama 3 x 45 menit dengan penyampaian materi pengantar serta pengenalan program virtual pada siswa. Pertemuan kedua dilakukan selama 3 x 45 menit dengan kegiatan praktikum virtual tentang pengaruh hormon terhadap metabolisme. Kegiatan praktikum virtual hormon dilakukan di kelas secara berkelompok oleh setiap siswa dan dibimbing oleh guru. Rata-rata dalam satu kelompok terdiri atas lima orang siswa dengan 4-5 unit komputer. Praktikum ketiga dilakukan 2 x 45 menit siswa melakukan diskusi kelas dengan bimbingan guru pada pertemuan selanjutnya. (Lampiran A.1 dan Lampiran A.2) c) Pemberian tes akhir (postest) dan tes skala sikap akhir (Lampiran A.5, Lampiran A6, Lampiran A.7) pada kelas eksperimen dan kelas pembanding untuk mengetahui penguasaan konsep, kemampuan berpikir kritis siswa dan sikap ilmiah siswa setelah diterapkan pembelajaran berbasis praktikum virtual.

9 39 d) Menjaring tanggapan siswa menggunakan angket setelah diterapkan pembelajaran berbasis praktikum virtual. (Lampiran A.8) 3. Teknik Analisis data Setelah dilakukan penelitian diperoleh sejumlah data kuantitatif dan kualitatif. Analisis dan pengolahan data berpedoman pada data yang terkumpul dan pertanyaan penelitian. Data kuantitatif berupa skor pretest, postest dan gain, skor skala sikap, dianalisis dengan uji statistik dengan fasilitas program SPSS 17 for windows dan Microsoft excel 2010 untuk menguji hipotesis penelitian yang diajukan. Data kualitatif berupa data temuan pada saat penelitian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui kecenderungan data atau temuan yang akan digunakan dalam menarik kesimpulan. G. Analisis dan Pengolahan Data 1. Analisis Data Penelitian Data yang bersifat kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk menemukan kecenderungan-kecenderungan yang muncul dalam penelitian. Sedangkan data yang bersifat kuantitatif dianalisis dengan uji statistik. Pengolahan data statistik dilakukan dengan menggunakan program SPSS 17. Analisis data dengan uji statistik dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : a) Memberi skor pada pre-test dan post-test dan menghitung skor mentah pretest dan posttest menjadi nilai berdasarkan rumus menurut Arikunto (2007). Nilai = x 100 b) Menghitung Gain Ternormalisasi

10 40 (Meltzer (2002)) Indeks gain yang diperoleh setiap kelas menunjukan kriteria peningkatan hasil belajar. Kriteria tersebut dapat dilihat dalam tabel : Tabel 3.3 Kategorisasi N-gain Rentang Kategori g > 0,70 Tinggi 0,30 g 0,70 Sedang G < 0,30 Rendah (Hake dalam Meltzer, 2002) c) Melakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas 1) Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi data skor pre test dan post test berdistribusi normal atau tidak. Uji Normalitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS 16 yaitu dengan menggunakan uji Kolmogorov-smirnov. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah kedua data penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Hipotesis yang dikemukakan yaitu : H0 : H1 : Data berasal dari populasi yang berdistribusi normal Data tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal Data berdistribusi normal apabila P-value lebih besar dari α = 0,05 (Uyanto, 2009) 2) Uji Homogenitas Pengujian homogenitas varians antara kedua kelas penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah varian kedua

11 41 kelompok sama atau berbeda. Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan SPSS 16. Hipotesis yang diuji yaitu H0 : H1 : Dengan varian kelas eksperimen dan varian kelas pembanding. Varians dua kelompok dikatakan homogen jika P- value lebih besar atau sama dengan α = 0,05 (Uyanto, 2009) d) Uji Hipotesis Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui signifikansi peningkatan dan kemampuan berpikir kritis, penguasaan konsep, dan sikap ilmiah siswa sebelum dan sesudah pembelajaran praktikum kerja hormon berbasis virtual, dan juga untuk mengetahui signifikansi perbedaan kemampuan berpikir kritis, penguasaan konsep, dan sikap ilmiah siswa pada kelas-kelas yang dijadikan sampel. Uji z dipakai untuk menguji perbedaan dua rata-rata dengan jumlah sampel n 30 dan sampel berdistribusi normal. Tes ini biasanya digunakan untuk menguji pengaruh satu variabel independent terhadap satu atau lebih variabel dependent (Trihendradi,2009). Uji ini pun dilakukan secara langsung menggunakan program SPSS for windows versi e) Uji prediksi hubungan ketiga variabel 1) Analisis Korelasi Analisis korelasi bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan berpikir kritis, sikap ilmiah dan penguasaan konsep, untuk teknik perhitungan korelasi dengan menggunakan program SPSS. Sugiyono (2010) menjelaskan analisis korelasi ganda bertujuan untuk mengetahui arah dan kuatnya hubungan

12 42 antara dua variabel independen secara bersama-sama atau lebih dengan satu variabel dependen. Hubungan nilai kemampuan berpikir kritis, sikap ilmiah dan penguasaan konsep dapat diinterpretasikan dalam dua hal sebagai berikut: (a) Nilai Korelasi Uji korelasi akan mencari besarnya hubungan dan arah hubungan. Nilai korelasi berkisar dalam rentang 0 sampai 1 atau 1 sampai -1. Tanda positif dan negatif menunjukkan arah hubungan. Tanda positif menunjukkan arah perubahan yang sama. Jika satu variabel naik, maka variabel yang lain akan naik. Demikian pula sebaliknya. Interpretasi nilai korelasi dihubungkan dengan standar yang sudah ditetapkan oleh Young (Trihendradi., 2009) sebagai berikut. (1) r = 0,7 1,00 baik angka positif maupun negatif, menunjukkan derajat hubungan yang tinggi (2) r = 0,4 0,69 baik angka positif maupun negatif, menunjukkan derajat hubungan yang substansial (3) r = 0,2 0,39 baik angka positif maupun negatif, menunjukkan derajat hubungan yang rendah (4) r = < 0,19 baik angka positif maupun negatif, menunjukkan derajat hubungan yang diabaikan (b) Derajat signifikansi Derajat hubungan korelasi yang dijelaskan oleh (Trihendradi, 2009) sebagai berikut. (1) Jika probabilitas angka signifikansi 0,05 maka tidak ada hubungan kedua variabel (2) Jika probabilitas angka signifikansi < 0,05 maka akan memiliki hubungan kedua variabel. f) Angket Tanggapan dan catatan lapangan

13 43 Data tanggapan angket yang digunakan dalam penelitian ini diolah dengan cara analisis kuantitatif, yaitu dengan menggunakan rumus persentase respon Sudjana (2002): Catatan lapangan diolah dengan cara merekap catatan lapangan, mendeskripsikan hal-hal yang penting dalam catatan lapangan disesuaikan urutan kejadian yang ditemukan, dan menginterpretasi hasil analisis tersebut. 2. Analisis Uji Instrumen a) Uji Soal Kemampuan Berpikir kritis 1) Validitas Berdasarkan analisis menggunakan program anates, skor korelasi validitas diinterpretasikan dengan nilai signifikansi korelasi, maka dihasilkan signifikansi kemampuan berpikir kritis pada Tabel 3.4. Tabel 3.4 Hasil analisis signifikansi korelasi No Signifikansi korelasi Jumlah Soal Persentase 1 Signifikan 8 54% 2 Tidak Signifikan (Soal 7 46% direvisi) Total % Soal kemampuan berpikir kritis memiliki 8 soal (54%) kategori signifikan dan 7 soal (46%) tidak signifikan (tidak valid), sehingga total berjumlah 15 soal. Beberapa soal yang tidak valid, 2 soal tetap dimasukan dalam instrumen penelitian dengan pertimbangan karena 1) soal kemampuan berpikir kritis sudah di beri penilaian (judgement) oleh tim ahli, 2) soal dapat memenuhi

14 44 keterwakilan pada aspek indikator kemampuan berpikir kritis. (Lampiran B.1) 2) Reliabilitas Berdasarkan analisis dengan menggunakan program anates, kemampuan berpikir kritis memiliki tingkat nilai reliabilitas sebesar 0,62 pada uji kemampuan berpikir kritis 1 dan nilai reliabilitas sebesar 0,69 pada uji kemampuan berpikir kritis 2, menurut Arikunto (2007) dapat diartikan bahwa soal yang diuji cobakan memiliki tingkat reliabilitas tinggi. (Lampiran B.1) b) Uji Soal Penguasaan Konsep Berdasarkan analisa uji soal dengan menggunakan program anates, didapat bahwa 12 soal penguasaan konsep dapat diterima/ valid, 3 soal penguasaan konsep yang sebaiknya direvisi dan 7 soal penguasaan konsep yang ditolak/tidak valid. (Lampiran B.2) H. Alur Penelitian 1. Melakukan studi pendahuluan melalui observasi pembelajaran di sekolah untuk memperoleh informasi 2. Melakukan studi literature mengenai pembelajaran Biologi di sekolah, praktikum dikelas, berpikir kritis, sikap ilmiah dan penguasaan konsep sebagai landasan penelitian. 3. Merumuskan masalah menyusun proposal penelitian 4. Seminar proposal 5. Revisi proposal penelitian berdasarkan saran dan kritik hasil seminar. 6. Pembuatan dan pengembangan program (Judgment Story Board) 7. Merancang langkah-langkah pembelajaran

15 45 8. Menyusun instrumen penelitian yang terdiri dari: perangkat tes berpikir kritis, sikap ilmiah dan penguasaan konsep, angket respon siswa. 9. Pelaksanaan judgement instrumen oleh para ahli. Instrumen yang telah diperbaiki digunakan dalam penelitian. 10. Pelaksanaan pembelajaran meliputi pretes kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep serta skala sikap awal, pembelajaran V-Lab dan postes berpikir krits dan penguasaan konsep serta skala sikap akhir. 11. Pengolahan data dan analisa data 12. Kesimpulan Persiapan Penelitian Studi Pendahuluan praktikum berbasis virtual Kajian Pustaka dan diskusi mengenai berpikir kritis, sikap ilmiah, dan materi hormon Perumusan Masalah Penyusunan Proposal dan Seminar Proposal Penyusunan Storyboard Penentuan langkah pembelajaran praktikum berbasis virtual tentang kerja hormon Penyusunan instrumen penelitian Judgment Storyboard program praktikum berbasis virtual Pembuatan program praktikum virtual Judgment validitasi isi instrumen Uji Coba Instrumen Konsultasi dan Revisi Analisis hasil uji coba instrumen Program Pembelajaran V-Lab tentang Berbasis Hormon Praktikum Virtual Soal Untuk Kemampuan Meningkatkan Berpikir Kemampuan Kritis, Berpikir Kritis Dan penguasaan Konsep, Sikap Ilmiah Pretes & Pelaksanaan pembelajaran Praktikum berbasis virtual pada 2 kelas sampel V-Lab kelas Eksperimen 1 V-Lab kls Eksperimen 2

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 Bandung, yang berlokasi di Jalan Solontongan nomor 3, Buah Batu, Bandung. Pengambilan data dilakukan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 48 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Pembelajaran IPA terpadu model connected merupakan model pembelajaran terpaduyang memadukan beberapa bidang studiyaitu biologi, kimia, fisika

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Praktikum virtual merupakan praktikum menggunakan media komputer

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Praktikum virtual merupakan praktikum menggunakan media komputer BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Praktikum virtual merupakan praktikum menggunakan media komputer sebagai alat bantu yang menggantikan peran alat-alat dan bahan praktikum tatap

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Pembelajaran mekanisme evolusi berbantuan praktikum menggunakan simulasi kegiatan praktikum (virtual lab) jenis virtual hibrida (hybrid virtual

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Populasi/Sampel Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2, yang berlokasi di Jalan Cihampelas 173 Bandung. Pengambilan data dilakukan pada awal bulan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design atau

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design atau 29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design atau eksperimen semu, yaitu penelitian dengan pengambilan sampel tidak secara random

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan generik sains pada

BAB III METODE PENELITIAN. peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan generik sains pada BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dan metode deskriptif. Metode quasi experiment digunakan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode Week experiment dengan the one group pretest posttest design digunakan dalam penelitian ini karena menggunakan satu kelompok perlakuan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen (eksperimen semu), dimana sampel penelitian diambil secara cluster random sampling (Fraenkel & Wallen, 2009). Dalam

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak terjadi kesalahan penafsiran terhadap tujuan penelitian ini, perlu dijelaskan definisi operasional dibawah ini : 1. Pembelajaran kooperatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Kartika XIX-1 Bandung yang bertempat di jalan Taman Pramuka No. 163. 2. Populasi Populasi dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 55 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menguji penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7e berbantuan komputer dalam pembelajaran fisika terhadap penguasaan konsep

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian weak eksperimen dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian weak eksperimen dengan 52 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metodologi Penelitian Pada penelitian ini digunakan metode penelitian weak eksperimen dengan desain The One-Group Pretest-Postes Design (Fraenkel, J. R. & Wallen, N.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari salah penafsiran variabel yang digunakan dalam penelitian ini, berikut ini adalah penjelasan operasionalnya: 1. Model Pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu model pembelajaran

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu model pembelajaran BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu model pembelajaran cooperative script, model pembelajaran cooperative Numbered Head Together (NHT) dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan disalah satu SMA yang ada di kota Bandung yaitu SMA Pasundan 2 Bandung, lokasi sekolah ini berada di jalan Cihampelas Bandung.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Weak experiment yang digunakan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Weak experiment yang digunakan untuk BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Weak experiment yang digunakan untuk mengukur penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode Weak

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dapat terjadi, untuk menghindari hal tersebut maka diberikan penjelasan beberapa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dapat terjadi, untuk menghindari hal tersebut maka diberikan penjelasan beberapa 34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Berbagai penafsiran terhadap definisi yang digunakan dalam penelitian ini dapat terjadi, untuk menghindari hal tersebut maka diberikan penjelasan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penguasaan konsep dan keterampilan proses sains antara siswa yang mendapatkan

BAB III METODE PENELITIAN. penguasaan konsep dan keterampilan proses sains antara siswa yang mendapatkan 46 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dan deskriptif. Metode eksperimen semu digunakan untuk mengetahui perbandingan peningkatan penguasaan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Disain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode weak experiment dan metode deskriptif. Untuk mendapatkan gambaran peningkatan penguasaan konsep dan kemampuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA yang berada di kota Bandung yaitu SMA Kartika XIX-2

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan mix methode dengan desain

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan mix methode dengan desain BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan mix methode dengan desain embedded di mana metode kualitatif dan kuantitatif dipergunakan untuk mendapatkan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen (Syaodih, 2007: 58), dengan disain eksperimen yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Pada penelitian ini dikembangkan bahan ajar dalam bentuk komik. Komik ini divalidasi oleh dua dosen ahli materi dan dua orang guru seni rupa sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan model

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan model 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari berbagai penafsiran terhadap definisi yang digunakan dalam penelitian ini, maka diberikan penjelasan beberapa defenisi operasional

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen kuasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen kuasi BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen kuasi (quasi experiment) dengan pretest-posttest non-equivalent control group

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Berikut ini adalah penjelasan operasional tentang istilah-istilah yang

BAB III METODE PENELITIAN. Berikut ini adalah penjelasan operasional tentang istilah-istilah yang BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Berikut ini adalah penjelasan operasional tentang istilah-istilah yang terdapat pada perumusan masalah, guna menghindari terjadinya perbedaan penafsiran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dikemukakan mengenai metode penelitian yang digunakan meliputi lokasi dan subjek penelitian, desain penelitian, instrumen penelitian, proses pengembangan instrumen,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 21 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 7 Bandung yang terletak di jalan Lengkong Kecil nomor 53. Populasi adalah keseluruhan subjek

Lebih terperinci

(Sumber: Fraenkel dan Wallen, 2007)

(Sumber: Fraenkel dan Wallen, 2007) 48 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan capaian pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa pada penerapan kombinasi metode Inkuiri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan jumlah dan kategori ranah dari pertanyaan yang diajukan siswa adalah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. O X O Pretes Perlakuan Postes

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. O X O Pretes Perlakuan Postes A. Metode dan Desain Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan tipe weak experiment. Penerapan penggunaan asesmen portofolio

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretespostes

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretespostes BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Metode Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretespostes kelompok kontrol secara random (The randomized pre-test and post-test

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa menggunakan metode quasi

BAB III METODE PENELITIAN. konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa menggunakan metode quasi BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experiment dan metode deskriptif. Gambaran peningkatan penguasaan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di SMPN Kota Cimahi - Jawa Barat. 2. Populasi dan Sampel Penelitian a. Populasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu (quasi experimental) dengan disain nonequivalent control group design.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu (quasi experimental) dengan disain nonequivalent control group design. 66 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan disain nonequivalent control group

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi. eksperimen dengan one group pre-test and post-test design.

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi. eksperimen dengan one group pre-test and post-test design. BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan one group pre-test and post-test design. Pada metode ini diperlukan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan penjelasan definisi operasional sebagai berikut:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan penjelasan definisi operasional sebagai berikut: 34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk lebih memahami makna dari penelitian yang dilakukan maka digunakan penjelasan definisi operasional sebagai berikut: 1. Penguasaan Konsep Penguasaan

Lebih terperinci

Kelas Eksperimen : O X O

Kelas Eksperimen : O X O 26 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, penelitian ini merupakan penelitian Quasi-Eksperimen. Penelitian kuasi eksperimen terdapat

Lebih terperinci

BAB III. Metodologi Penelitian. Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian yang

BAB III. Metodologi Penelitian. Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian yang 28 BAB III Metodologi Penelitian 3.1. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan pemahaman matematis siswa SMA IPS melalui pembelajaran dengan pendekatan Contextual

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experiment (eksperimen semu) dan deskriptif. Metode eksperimen digunakan untuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment yang dilakukan dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment yang dilakukan dengan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment yang dilakukan dengan desain penelitian jenis One Group Pretest-Posttest Design. Desain

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Terpilihnya metode kuasi eksperimen karena peneliti tidak memilih

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional. Dalam penelitian ini definisi operasionalnya adalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional. Dalam penelitian ini definisi operasionalnya adalah 34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Dalam penelitian ini definisi operasionalnya adalah 1. Pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok memiliki langkahlangkah pembelajaran yaitu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan membandingkan kemampuan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan membandingkan kemampuan 60 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan membandingkan kemampuan pemahaman dan generalisasi matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu. Metode eksperimen semu digunakan untuk mengetahui

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu. Metode eksperimen semu digunakan untuk mengetahui BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu. Metode eksperimen semu digunakan untuk mengetahui pemahaman konsep dan kemampuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dari tanggal November 2012 di SMA

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dari tanggal November 2012 di SMA 29 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan dari tanggal 16-19 November 2012 di SMA Negeri 2 Sumedang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karakter penguasaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Populasi/ Sampel Lokasi dilakukannya penelitian ini adalah Sekolah Menengah Atas Negeri 25 yang beralamat di Jl. Baturaden VIII no.21 kota Bandung. Populasi dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penjelasan tentang istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian. Penjelasan

BAB III METODE PENELITIAN. penjelasan tentang istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian. Penjelasan 34 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Berikut ini dikemukakan beberapa definisi operasional yang berkaitan dengan penjelasan tentang istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian. Penjelasan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 32 BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di salah satu SMK Negeri di Kota Bandung pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Sampel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian berbentuk Pretest-Postest Control Group Design atau desain kelompok

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Populasi/ Sampel Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Bandung yang beralamat di daerah Jalan Ir. H. Juanda Nomor 93 Bandung dengan lokasi yang cukup

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berbentuk Quasi experimental design dengan desain

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berbentuk Quasi experimental design dengan desain BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini berbentuk Quasi experimental design dengan desain Randomized Control-Groups Pretest-Posttest Design (Isaac & Michael, 1982) untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis-jenis penelitian dapat dikelompokan menurut bidang, tujuan, metode, tingkat eksplanasi, dan waktu. Dari segi metode penelitian dapat dibedakan menjadi:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penulis memberikan batasan tentang: tingkat penguasaan siswa dalam menguasai topik bahasan tentang

BAB III METODE PENELITIAN. penulis memberikan batasan tentang: tingkat penguasaan siswa dalam menguasai topik bahasan tentang 18 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi operasonal Untuk memperjelas variabel yang digunakan dalam penelitian ini, penulis memberikan batasan tentang: 1. Hasil Belajar Hasil belajar yang dimaksud dalam

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Praktikum virtual dalam penelitian ini merupakan kegiatan praktikum yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Praktikum virtual dalam penelitian ini merupakan kegiatan praktikum yang 29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Praktikum virtual dalam penelitian ini merupakan kegiatan praktikum yang dirancang dan dijalankan dengan menggunakan bantuan komputer di dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu. Dalam penelitian eksperimen terdapat dua variabel, yaitu veriabel bebas dan variabel terikat (Arikunto, 2008).

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperiment dengan desain pretespostes

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperiment dengan desain pretespostes BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode pre eksperiment dengan desain pretespostes satu kelompok, one design group pretest-postest (Arikunto, 2002). Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 24 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Berdasarkan masalah yang dikembangkan, peneliti bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa yang mendapatkan model pembelajaran berbasis

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Disain Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan merupakan jenis quasi experiment. Sedangkan disain penelitian yang akan diterapkan berupa static group

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. salah pengertian, berikut diberikan definisi beberapa istilah tersebut:

BAB III METODE PENELITIAN. salah pengertian, berikut diberikan definisi beberapa istilah tersebut: 33 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Pada penelitian ini terdapat beberapa istilah dan agar tidak menimbulkan salah pengertian, berikut diberikan definisi beberapa istilah tersebut: 1.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu dan metode deskriptif. Untuk mendapatkan gambaran peningkatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu dan metode deskriptif. Untuk mendapatkan gambaran peningkatan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu dan metode deskriptif. Untuk mendapatkan gambaran peningkatan keterampilan

Lebih terperinci

BAB III DESAIN PENELITIAN

BAB III DESAIN PENELITIAN BAB III DESAIN PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model bahan ajar matematika berkarakter yang dikembangkan berdasarkan learning obstacle siswa dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Kemala Bhayangkari Bandung yang terletak di jalan Palasari No. 46 Bandung, Jawa Barat. Sekolah yang berdiri di bawah naungan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Project based learning (PjBL) dalam penelitian ini menggunakan. dipresentasikan kepada orang lain.

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Project based learning (PjBL) dalam penelitian ini menggunakan. dipresentasikan kepada orang lain. 21 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar penelitian ini sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan untuk menghindari kesalah pahaman, maka perlu diberikan definisi operasional yaitu: 1.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif tipe eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain Pretest- Postest,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Project based learning (PjBL) merupakan model pembelajaran yang

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Project based learning (PjBL) merupakan model pembelajaran yang BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar penelitian ini sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan untuk menghindari kesalahpahaman, maka perlu diberikan definisi operasional yaitu: 1. Project

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen semu yang terdiri dari dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen (kelas perlakuan)

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Desain eksperimen

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Desain eksperimen 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain dan Metode Penelitian Berdasarkan masalah penelitian yang dirumuskan, maka penelitian ini menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Desain eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode B A B I I I. M e t o d o l o g i P e n e l i t i a n 5 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lemah (weak experimental atau pre experimental). Penelitian ini tidak menggunakan kelompok

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan dua

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan dua BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan dua perlakuan. Kelompok siswa pertama mendapatkan pembelajaran dengan model kooperatif

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Bandar Lampung. Kelas VIII di SMP Negeri 24 Bandar Lampung terdiri dari

METODE PENELITIAN. Bandar Lampung. Kelas VIII di SMP Negeri 24 Bandar Lampung terdiri dari 1 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Bandar Lampung. Kelas VIII di SMP Negeri 4 Bandar Lampung terdiri dari sepuluh kelas,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode pre experimental (Sugiyono, 2009).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode pre experimental (Sugiyono, 2009). 48 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode pre experimental (Sugiyono, 2009). Desain yang digunakan adalah The One-Group Pretest-Posttest Design

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA yang berjumlah 200

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA yang berjumlah 200 6 III. METODE PENELITIAN A. Penentuan Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA yang berjumlah 00 siswa dan tersebar dalam lima kelas yaitu XI IPA 1,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Dengan 33 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Dengan menggunakan penelitian eksperimen diharapkan, setelah menganalisis hasilnya kita dapat melihat

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Penelitian ini memiliki 3 variabel, yaitu model pembelajaran SETS, kemampuan berpikir kritis,dan sikap ilmiah. Dari ketiga variabel tersebut yang menjadi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment, yaitu metode penelitian yang merupakan pengembangan dari true experimental design yang sulit dilaksanakan.

Lebih terperinci

O 1 X O 2 Keterangan: O 1 : Nilai pretest X : Pembelajaran dengan pendekatan Scientific

O 1 X O 2 Keterangan: O 1 : Nilai pretest X : Pembelajaran dengan pendekatan Scientific BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan SMA dengan melibatkan satu kelas. Kelas ini akan mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan scientific. Tujuan penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di salah satu SMA Negeri di Kota Bandung. Pemilihan lokasi penelitian ini didasarkan pada karakteristik sekolah yang merupakan sekolah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kuasi eksperimen. Menurut

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kuasi eksperimen. Menurut BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kuasi eksperimen. Menurut Sugiyono (2010: 77) desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Pada saat pelaksanaan penelitian, dipilih dua kelas sebagai sampel, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kedua kelas tersebut diupayakan memiliki

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. (quasi experiment) yang mempunyai ciri khas mengenai keadaan praktis suatu

BAB III METODE PENELITIAN. (quasi experiment) yang mempunyai ciri khas mengenai keadaan praktis suatu 32 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) yang mempunyai ciri khas mengenai keadaan praktis suatu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain the matching only pretest posttest control group design (Fraenkel and

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Pre-Experimental, sehingga pada penelitian ini tidak menyertakan kelas kontrol atau pembanding.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini ditujukan pada pengembangan model pembelajaran kimia

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini ditujukan pada pengembangan model pembelajaran kimia BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini ditujukan pada pengembangan model pembelajaran kimia yang dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kelas Pre-test Perlakuan Pos-test Eksperimen O X O Kontrol O Y O

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kelas Pre-test Perlakuan Pos-test Eksperimen O X O Kontrol O Y O BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experimen, yakni pretest-posttest non equivalent groups design, dengan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Randomized Control-Group Pretest-Posttest, karena dalam melakukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Randomized Control-Group Pretest-Posttest, karena dalam melakukan 39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Randomized Control-Group Pretest-Posttest, karena dalam melakukan pemilihan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain penelitian the matching only pretest-posttest control group design (Fraenkel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. desain eksperimen dengan pengontrolan yang sesuai dengan kondisi yang ada

BAB III METODE PENELITIAN. desain eksperimen dengan pengontrolan yang sesuai dengan kondisi yang ada 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi experiment. Metode ini digunakan karena situasi kelas sebagai tempat mengkondisi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Square merupakan model

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Square merupakan model 32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Square merupakan model pembelajaran menggunakan kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) yang dalam

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pendidikan (educational research and development) meliputi tahapan define,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pendidikan (educational research and development) meliputi tahapan define, BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan pendidikan (educational research and development) meliputi tahapan define, design and develop

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini digunakan dua macam pembelajaran yaitu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini digunakan dua macam pembelajaran yaitu BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam penelitian ini digunakan dua macam pembelajaran yaitu pembelajaran Kontekstual dan pembelajaran Salingtemas sebagai variabel bebas yang digunakan untuk mengembangkan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bandar Lampung yang

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bandar Lampung yang 23 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bandar Lampung yang beralamatkan di Jl. Untung Suropati Gg. Bumi Manti II No. 16, Kota Bandar Lampung. Populasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah weak-experiment karena tidak

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah weak-experiment karena tidak BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah weak-experiment karena tidak menggunakan kelompok kontrol (Fraenkel, 1993: 245). Subyek penelitian berjumlah satu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuasi eksperimen yang terdiri dari dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen (kelas perlakuan) merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan 35 A. Metodologi dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan Nonequivalent ControlGroup Design (Gall et al., 2003:

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen kuasi. Metode eksperimen kuasi digunakan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen karena pengambilan sampel

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen karena pengambilan sampel BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen karena pengambilan sampel

Lebih terperinci

BAB III DESAIN PENELITIAN. Bandung. Variabel bebas atau independent varabel dalam penelitian ini yaitu

BAB III DESAIN PENELITIAN. Bandung. Variabel bebas atau independent varabel dalam penelitian ini yaitu 50 BAB III DESAIN PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini mengenai pengaruh model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (Berpikir Berpasangan Berbagi) terhadap hasil belajar siswa pada Kompeteni

Lebih terperinci