Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 0

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 0"

Transkripsi

1 Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 0

2 TAHAPAN PROSES PENETAPAN KOMISI PEMBIMBING, PEMBIMBINGAN, SEMINAR, DAN UJIAN TESIS Tahapan Pengajuan Calon Pembimbing Penetapan SK Pembimbing Pembimbingan Tahap I Proses penulisan proposal Pembimbingan Tahap II Penyempurnaan proposal oleh mahasiswa dan persetujuan proposal oleh Pembimbing Penerbitan Undangan Seminar Proposal Prosedur/Persyaratan/Aktivitas - Pengajuan Calon Komisi Pembimbing oleh mahasiswa pada semester II. - Mahasiswa menyerahkan sinopsis rencana penelitian, mencakup latarbelakang-topik-metodologi penelitian (3-5 halaman), kepada Ketua Prodi. - sinopsis harus dibuat berdasarkan penelitian atau review dari jurnal ilmiah terakreditasi, terutama internasional - Mahasiswa dapat mengajukan hingga 4 calon Pembimbing. - SK Pembimbing ditetapkan paling lambat pada akhir semester II berdasarkan usul Ketua Prodi, dengan mempertimbangkan usul dari mahasiswa. - Paling tidak 1 dari calon yang diusulkan mahasiswa ditetapkan sebagai Pembimbing, jika rasio pembimbing tesis : mahasiswa masih memungkinkan. - Dasar penetapan Pembimbing adalah akademik, termasuk kelayakan synopsis rencana penelitian. - Merupakan pertemuan antara pembimbing (2 orang) dengan mahasiswa bimbingannya, sidangini bertujuan untuk: Pemaparan rencana penelitian oleh mahasiswa. Pembahasan dan penetapan topik penelitian, berdasarkan kelayakan, kebaharuan, keluasan, dan kedalamannya. Pembahasan alternatif metode penelitian - Pertemuan antara kedua pembimbing dengan mahasiswa bimbingannya yang kedua ini bertujuan untuk membahas kelayakan: naskah proposal; metode penelitian instrumen penelitian; - Mahasiswa mengajukan Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Proposal kepada Ketua Prodi dengan menunjukkan proposal yang telah disetujui oleh Pembimbing - Ketua Prodi mengajukan permintaan Penerbitan Undangan Seminar, termasuk 3 nama narasumber yang diusulkan, kepada Wadir I dengan melampirkan proposal yang telah disetujui oleh Pembimbing. - Nama-nama calon narasumber dapat ditinjau ulang oleh Direktur, Wadir I karena alasan akademis. Namun, Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 1

3 Seminar Proposal Pembimbingan Tahap III Penerbitan izin penelitian Pelaksanaan Penelitian perobahannya berdasarkan kesepakatan Ketua Prodi. - Tim Penguji Proposal Tesis terdiri atas: Pembimbing (2 orang); Narasumber sebanyak 3 orang yang dapat berasal dari luar Universitas Negeri Medan. Paling tidak seorang dari penguji dianggap kuat dalam bidang yang diteliti mahasiswa dan juga paling tidak salah seorang penguji dianggap kuat dalam bidang metodologi penelitian dan analisis data. - Syarat agar seminar proposal dapat dimulai adalah kehadiran peserta seminar paling tidak terdiri atas: 10 orang mahasiswa S2; 2 orang pembimbing; 2 orang penguji - Proposal tidak perlu diseminarkan lagi jika nilai proposal yang diajukan mahasiswa minimal 80 dari skala Jika tidak lulus seminar proposal, mahasiswa dapat mengulang ujian paling banyak 1 kali. Jika pada ujian kedua proposal mahasiswa masih belum dinyatakan lulus maka mahasiswa bersangkutan dinyatakan drop out (DO) - Tahap ini bertujuan untuk membahas: apakah saran narasumberlayak untuk diikuti; pengujian validasi instrumen penelitian secara konstruk dan konten. Izin penelitian akan diterbitkan Wadir I jika: - perbaikan proposal telah disetujui Pembimbing. - Instrumen sudah valid secara: isi; konstruk; kriteria (termasuk secara statistik bagi instrumen kuantitatif) Proses bimbingan analisis data dan penulisan draft tesis Pembimbingan Tahap IV Penulisan tesis hingga disetujui Pembimbing Penerbitan Undangan Seminar Hasil - Membahas: hasil analisis data; draft tesis; Materi seminar hasil - Mahasiswa mengajukan Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Hasil kepada Ketua Prodi dengan menunjukkan Draft Tesis dan makalah seminar yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing. - Ketua Prodi mengajukan permintaan Penerbitan Undangan Seminar hasil, termasuk nama penguji yang diusulkan, Kepada Wadir I dengan melampirkan draf tesis dan makalah seminar yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 2

4 Seminar Hasil - Nama-nama calon penguji dapat ditinjau ulang oleh Ketua Prodi dan disepakati dengan Wadir I - Tim Penguji terdiri atas: Komisi Pembimbing (2 orang); Penguji sebanyak 3 orang dan paling tidak salah seorang diantaranya berasal dari luar Universitas Negeri Medan. Paling tidak seorang dari penguji dianggap kuat dalam bidang bidang yang diteliti mahasiswa dan juga paling tidak salah seorang penguji dianggap kuat dalam bidang metodologi penelitian dan analisis data.) - Syarat terlaksananya seminar hasil dihadiri paling tidak oleh: 10 orang mahasiswa S2; 2 orang pembimbing; 2 orang penguji - Nilai kelulusan minimal 80 dari skala Jika tidak lulus seminar hasil, mahasiswa dapat mengulang ujian paling banyak 1 kali,jika pada ujian kedua mahasiswa masih belum lulus maka mahasiswa bersangkutan dinyatakan drop out (DO) Penerbitan Undangan Tesis - Mahasiswa mengajukan permintaan penerbitan Undangan Ujian Tesis kepada Ketua Prodi dengan menunjukkan tesis yang telah disetujui oleh Pembimbing. - Ketua Prodi mengajukan permintaan penerbitan Undangan Ujian Tesis, termasuk nama penguji dan nama-nama narasumberyang sama pada seminar proposal, Kepada Wadir I dengan melampirkan tesis yang telah disetujui oleh Pembimbing. - Nama-nama calon penguji dapat ditinjau ulang oleh Direktur dan/atau Wadir I dan disepakati penggantinya dengan Ketua Prodi. Ujian Tesis - Diuji oleh 3 orang penguji (bergelar doktor, minimal 1 orang dari luar bidang kajian tetapi terkait dengan topik penelitian, dan minimal 1 orang menguasai dengan baik metode penelitian terkait). - Syarat terlaksananya ujian tesis: dihadiri Pembimbing dihadiri semua penguji (3 orang Penguji) - Nilai Ujian tesis terdiri atas: nilai untuk naskah tesis( 35%); nilai memper tahankan tesis (30%) nilai proposal tesis (35%) - Jika dinyatakan tidak lulus pada ujian tesis karena nilai komponen naskahtesisnya yang rendah maka mahasiswa bersangkutan diberi kesempatan untuk memperbaiki naskah tesisnya tersebut dan dinilai sekali lagi oleh tim penguji dan pembimbing, tanpa harus ujian mempertahankan tesis. - Jika dinyatakan tidak lulus pada ujian tesis karena nilai komponen mempertahankan tesisnya yang rendah maka mahasiswa diberi kesempatan untuk ujian sekali lagi. - Agar pelaksanaan ujian ulangan dapat dilakukan maka prosedur pengajuan ujian tesis dilakukan lagi. - Jika pada ujian kedua hasilnya tetap dinyatakan tidak lulus maka mahasiswa bersangkutan dinyatakan drop out Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 3

5 TAHAPAN PROSES PENETAPAN KOMISI PEMBIMBING, PEMBIMBINGAN, SEMINAR, DAN UJIAN DISERTASI Tahapan Pengajuan Calon Pembimbing Penetapan SK Pembimbing Proses Pembimbinganawal Prosedur/Persyaratan/Aktivitas - Pengajuan Calon Komisi Pembimbing oleh mahasiswa di awal semester II. - Mahasiswa menyerahkan sinopsis rencana penelitian, mencakup latarbelakang-topik-metodologi penelitian(3-5 halaman), kepada Ketua Prodi. - sinopsis harus dibuat berdasarkan penelitian atau review dari jurnal ilmiah terakreditasi, terutama internasional - Mahasiswa dapat mengajukan hingga6 calon Pembimbing. - SK Pembimbing ditetapkan paling lambat pada akhir semester II berdasarkan usul Ketua Prodi. - Paling tidak 1 dari calon yang diusulkan mahasiswa ditetapkan sebagai Pembimbing. - Dasar penetapan Pembimbing adalah akademik, termasuk kelayakan synopsis rencana penelitian. Sidang Komisi Proses penulisan proposal - Pemaparan rencana penelitian oleh mahasiswa - Pembahasan dan penetapan topik penelitian, berdasarkan kelayakan, keterkinian keluasan, dan kedalamannya. - Pembahasan alternatif metode penelitian - Pelaksanaan sidang komisi dikoordinasikan dan dipimpin oleh Pembimbing I. Penerbitan Undangan Ujian Seminar Proposal - Mahasiswa mengajukan Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Proposal kepada Ketua Prodi dengan menunjukkan proposal yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing dan tanda lulus ujian komprehesif dengan nilai minimal B. - Ketua Prodi mengajukan permintaan Penerbitan Undangan Seminar, termasuk nama penguji yang diusulkan, Kepada Wadir I dengan melampirkan proposal yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing. - Nama-nama calon penguji dapat ditinjau ulang oleh Wadir I dan disepakati dengan Ketua Prodi Ujian Seminar Proposal - Tim Penguji terdiri atas: Komisi Pembimbing (2 orang); Pengujisebanyak 3 orang dan paling tidak salah seorang diantaranya berasal dari luar Universitas Negeri Medan. Paling tidak seorang dari penguji dianggap kuat dalam bidang bidang yang diteliti mahasiswa dan juga paling tidak salah seorang penguji dianggap kuat dalam bidang metodologi penelitian dan analisis data.) - Syarat terlaksananya seminar proposal dihadiri paling tidak oleh: 5 orang mahasiswa S3; 2 orang pembimbing; Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 4

6 2 orang penguji - Nilai kelulusan minimal 80 dari skala Jika tidak lulus seminar proposal, mahasiswa dapat mengulang ujian paling banyak 1 kali,jika pada ujian kedua mahasiswa masih belum lulus maka mahasiswa bersangkutan dinyatakan drop out (DO) Penerbitan izin penelitian - Syarat hasil perbaikan proposal sudah disetujui komisi pembimbing dan penguji - Instrumen sudah valid secara: isi; konstruk; kriteria (termasuk secara statistik bagi instrumen kuantitatif) Pelaksanaan Penelitian Proses bimbingan analisis data dan penulisan draf disertasi Penerbitan Undangan Seminar Hasil Seminar Hasil - Mahasiswa mengajukan Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Hasil kepada Ketua Prodi dengan menunjukkan Draft disertasi dan makalah seminar yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing. - Ketua Prodi mengajukan permintaan Penerbitan Undangan Seminar hasil, termasuk nama penguji yang diusulkan, Kepada Wadir I dengan melampirkan draf disertasi dan makalah seminar yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing. - Nama-nama calon penguji dapat ditinjau ulang oleh Ketua Prodi dan disepakati dengan Wadir I. - Tim Penguji terdiri atas: Komisi Pembimbing (2 orang); Pengujisebanyak 3 orang dan paling tidak salah seorang diantaranya berasal dari luar Universitas Negeri Medan. Paling tidak seorang dari penguji dianggap kuat dalam bidang bidang yang diteliti mahasiswa dan juga paling tidak salah seorang penguji dianggap kuat dalam bidang metodologi penelitian dan analisis data.) - Syarat terlaksananya seminar hasil dihadiri paling tidak oleh: 10 orang mahasiswa S3; 2 orang pembimbing; 2 orang penguji - Nilai kelulusan minimal 80 dari skala Jika tidak lulus seminar hasil, mahasiswa dapat mengulang ujian paling banyak 1 kali,jika pada ujian kedua mahasiswa masih belum lulus maka mahasiswa bersangkutan dinyatakan drop out (DO) Penerbitan Undangan tertutup - Mahasiswa mengajukan permintaan penerbitan Undangan Ujian Tertutup kepada Ketua Prodi dengan menunjukkan desertasi yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing. - Ketua Prodi mengajukan permintaan penerbitan Undangan Ujian Tertutup, termasuk nama penguji, Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 5

7 yang diusulkan pada waktu seminar proposal, Kepada Wadir I dengan melampirkandesertasi yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing. - Nama-nama calon penguji dapat ditinjau ulang oleh Wadir I dan disepakati penggantinya dengan Ketua Prodi. Ujian Tertutup Ujian Terbuka - Diuji oleh 3 orang penguji (minimal bergelar doctor, minimal 1 orang dari luar bidang kajian tetapi terkait dengan topik penelitian, dan minimal 1 orang menguasai dengan baik metode penelitian terkait) - Syarat terlaksananya ujian tertutup: dihadiri Komisi Pembimbing dihadiri semua penguji (3 orang Penguji) - Nilai Ujian tertutup terdiri atas: naskah disertasi(35%); nilai mempertahankan disertasi (30%) nilai seminar proposal (35%) - Jika dinyatakan tidak lulus pada ujian tertutup karena nilai komponen naskah desertasinyanya yang rendah maka mahasiswa bersangkutan diberi kesempatan untuk memperbaiki naskah desertasinya tersebut dan dinilai sekali lagi oleh tim penguji dan komisi pembimbing. - Jika dinyatakan tidak lulus pada ujian tertutup karena nilai komponen mempertahankan tesisnya yang rendah maka mahasiswa diberi kesempatan untuk ujian sekali lagi. - Agar pelaksanaan ujian ulangan dapat dilakukan maka prosedur pengajuan ujian tertutup dilakukan lagi. - Namun, jika pada ujian kedua hasilnya tetap dinyatakan tidak lulus maka mahasiswa bersangkutan dinyatakan drop out (DO). - Peserta ujian terdiri dari mahasiswa S3, dosen, instansi terkait, keluarga, dan senat universitas. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 6

8 BAB I PEMBIMBING TESIS DAN DISERTASI Secara akademik TESIS DAN DISERTASI memiliki persamaan yaitu merupakan dokumen tertulis yang merupakan tugas akhir para mahasiswa dengan mengikuti kaidah penulisan baku dan sistematis, serta menggunakan metode ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan di depan dosen pembimbing dan penguji. Tesis adalah merupakan penelitian mendalam, sungguhsungguh dilakukan dengan proses yang berasal dari berbagai informasi dan data. Tesis berangkat dari suatu masalah dan bagaimana menyelesaikan suatu masalah tersebut dengan menggunakan pandangan dan analisis mendalam berdasarkan ilmu, teori, puluhan jurnal dan berbagai data yang dimiliki. Sedangkan Disertasi memiliki kajian yang lebih mendalam, yang membutuhkan originalitas ide dan melakukan penelitian yang memiliki nilai kebaharuan (novelty), berbasis hasil telaah puluhan bahkan ratusan makalah dan jurnal. Disertasi berupaya menciptakan suatu ide yang baru, menciptakan atau mengembangkan teori yang baru dalam rangka melakukan sesuatu yang bermanfaat guna mensejahterakan umat manusia. Berdasarkan perbedaan kajian dan hasil penelitian tesis dan disertasi, maka program magister dan program doktor harus memiliki standar mutu lulusan dan kriteria tesis dan disertasi sebagai berikut: Standar Lulusan Program Magister 1. Menyelesaikan Studi MinimaL 52 SKS yang Terdistribusi Dalam MPK, MKK, MKB, MBB, MPB, (Termasuk Tesis, 8 SKS) 2. Memiliki Toefl Minimal Skor 450 (500 LTBI) atau IELF Nilai 4,5 (5,0 LTBI) 3. Pemakalah Pada Seminar Nasional/Internasional (Minimal 2 Kali) 4. Menulis Pada Jurnal Nasional Terakreditasi 5. Memiliki Sertifikat Kompetensi Pendamping Ijazah Kriteria Tesis 1. Memiliki Manfaat yang Tinggi Untuk Aplikasi Teori dalam Praktik Bidang Pendidikan atau Non Kependidikan, 2. Karya Inovatif Mahasiswa dalam Bidang Keilmuannya dengan Pendekatan Inter, Multi, atau Transdispliner, 3. Memenuhi Kaidah Ilmiah dan Berintegritas, 4. Alternatif pemecahan masalah hasil kajian teori versus teori dengan daya dukung data empirik, 5. Melakukan minimal 10 critical jurnal penelitian 6. Melakukan critical mengacu pada teks book minimal 20 buah 7. Berbasis Produk Standar Lulusan Program Doktor 1. Menyelesaikan Studi MinimaL 40 SKS yang Terdistribusi Dalam MPK, MKK, MKB, MBB, MPB, (Termasuk Disertasi, 12 SKS) 2. Memiliki Toefl Minimal Skor 500 (550 LTBI) atau IELF Nilai 5,0 (5,5 LTBI) 3. Pemakalah Pada Seminar Nasional/Internasional (Minimal 4 Kali) 4. Menulis Pada Jurnal Internasional Bereputasi 5. Memiliki Sertifikat Kompetensi Pendamping Ijazah Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 7

9 Kriteria Disertasi 1. Memiliki manfaat yang tinggi untuk pengembangan teori dan praktek dalam bidang pendidikan atau non kependidikan 2. Karya inovatif mahasiswa dalam bidang keilmuannya dalam pendekatan inter, multi atau transdisipliner 3. Memenuhi Kaidah Ilmiah dan Berintegritas, 4. Alternatif pemecahan masalah hasil kajian research versus research dan temuan lapangan, 5. Melakukan minimal 20 critical jurnal penelitian internasional 6. Melakukan critical minimal 30 buah teks book 7. Berbasis produk A. PEMBIMBING TESIS 1. Komisi Pembimbing Tesis Komisi Pembimbing Tesis terdiri dari 2 (dua) orang, yaitu Pembimbing I dan Pembimbing II. Kedudukan Pembimbing I dan II setara dalam hal hak dan kewajiban dalam membimbing mahasiswa.pembimbing I harus ahli di bidang penelitian mahasiswa yang dibimbingnya dan bergelar Doktor, dengan pengalaman menulis desertasi. Pembimbing II boleh hanya menguasai aspek metodologi, analisis data dan penulisan, namun tetap harus lulus S3 dengan desertasi. 2. Kriteria Pembimbing Tesis Untuk pengusulan dan penetapan pembimbing tesis kriteria yang dijadikan pertimbangan seperti berikut: 2.1. Baik Pembimbing I maupun Pembimbing II harus lulusan S3 dengan desertasi Pembimbing I adalah dosen pada Prodi dimana mahasiswa belajar atau paling tidak adalah dosen tetap Universitas Negeri Medan Pembimbing II selain merupakan dosen pada prodi dimana mahasiswa belajar bisa berasal dari Prodi lain di PPs Unimed, atau dosen Unimed yang tidak mengajar di salah satu prodi PPs Atas permintaan mahasiswa dan/atau prodi karena pertimbangan keahliannya dan disetujui oleh Ketua Prodi dan Wadir I, Pembimbing II dapat berasal dari Universitas lain atau lembaga penelitian di Kota Medan maupun kota lainnya bahkan dari universitas atau lembaga penelitian di luar negeri Paling tidak salah satu dari pembimbing tesis harus kuat dalam metodologi penelitian Keahlian dan/atau topik payung Pembimbing I harus sesuai dengan topik penelitian yang akan diteliti mahasiswa Keahlian dan/atau topik payung penelitian Pembimbing II jika tidak bersesuaian langsung dengan topik penelitian mahasiswa maka pembimbing II harus memiliki kemampuan yang baik dari segi metodologi dan penulisan tesis Baik Pembimbing I maupun Pembimbing II harus memiliki track record yang baik dalam membimbing tesis. Jika berdasarkan penilaian mahasiswa, pengelola prodi, dan Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 8

10 dosen lainnya seorang Pembimbing tidak membimbing mahasiswa bimbingannya dengan baik maka penunjukannya sebagai Pembimbing Tesis harus dipertimbangkan Pengusulan Pembimbing Tesis harus mempertimbangkan jumlah mahasiswa yang dibimbing seorang pembimbing bersangkutan, dari angkatan sebelumnya,yang belum selesai Pengusulan KomisiPembimbing Tesis oleh prodi harus mempertimbangkan jumlah dosen yang ada pada prodi. 3. Pengusulan dan Penetapan Komisi Pembimbing Tesis Tata aturan pengusulan komisi pembimbing tesis melalui mekanisme sebagai berikut: 3.1. Calon Pembimbing Tesis diusulkan oleh mahasiswa boleh hingga 4 orang, dengan urutan perioritas, kepada Ketua Program Studi yang sesuai dengan topik yang akan ditelitinya Usul calon Komisi Pembimbing Tesis dari mahasiswa ini menjadi pertimbangan utama bagi Ketua Prodi untuk menyusun daftar Komisi Pembimbing Tesis dan mahasiswa bimbingannya yang akan diusulkan kepada Direktur untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK) nya Dalam membuat daftar usul Komisi Pembimbing ini Ketua Prodi harus mempertimbangkan: kesesuaian antara bidang kajian yang akan diteliti mahasiswa dengan calon pembimbingnya; rasio optimum antara seorang Pembimbing Tesis dengan mahasiswa bimbingannya, rasio ini bervariasi antara satu Prodi dengan Prodi lainnya; secara umum, seorang dosen paling banyak dibolehkan membimbing hingga 8 orang per angkatannya pada satu Prodi dan 10 orang pada seluruh Prodi di PPs Unimed pe rangkatan; dan, secara keseluruhan seorang pembimbing paling banyak boleh membimbing sebanyak 25 orang dalam satu semester; keefektifan seorang pembimbing tesis dalam membimbing mahasiswa bimbingannya berdasarkan pengalaman sebelumnya; komitmen calon pembimbing tesis dalam menyediakan waktu (jadwal hari dan jamnya) untuk konsultasi bagi mahasiswa. Bagi dosen yang dapat menyediakan waktu konsultasinya 2 jam per minggu misalnya dapat membimbing 4 orang mahasiswa per angkatannya, dst. Disamping itu, waktu untuk membimbing mahasiswa kelas B, terutama yang berasal dari luar kota adalah pada Hari Jumat dan Sabtu. Seorang dosen paling banyak dibolehkan membimbing hingga 8 orang per angkatannya pada satu Prodi dan 10 orang pada seluruh Prodi di PPs Unimed; 3.4. Hasil pertimbangan poin 3.3. di atas dapat menyebabkan: Usul mahasiswa terpenuhi berdasarkan urutan pilihan yang diusul mahasiswa; Usul mahasiswa terpenuhi tetapi tidak berdasarkan urutan pilihan yang diusul mahasiswa; Hanya satu usul mahasiswa yang terpenuhi; Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 9

11 Tidak satupun usul mahasiswa yang terpenuhi. 4. Pertimbangan Usul Daftar Calon Pembimbing Tesis oleh Direktur Sebelum membuat SK Pembimbing Tesis, Direktur akan mengecek kembali apakah kriteria 3.3. diatas sudah dipenuhi. Jika pada daftar yang diusulkan terdapat dosen yang tidak memenuhi kriteria diatas maka Direktur meminta prodi untuk memperbaiki usulannya berdasarkan kriteria tersebut. 5. Waktu Pengusulan SK Pembimbing Tesis SK dosen Komisi Pembimbing Tesis dan mahasiswa bimbingannya diterbitkan oleh Direktur atas usul Ketua prodi melalui Wadir I. Waktu untuk pengusulan SK Pembimbing Tesis dari Prodi kepada Direktur, melalui Wadir I, paling lambat satu bulan sebelum awal semester III. 6. Pengambilan SK Pembimbing Tesis SK Pembimbing Tesis baru dapat diterima mahasiswa setelah mahasiswa melunasi paling tidak setengah dari biaya tesis. SK Pembimbing Tesis diambil di Kantor Tata Usaha dengan menunjukkan bukti pembayaran biaya tesis. 7. Tugas Pembimbing Tesis 7.1. Tim Komisi Pembimbing tesis bertugas membimbing mahasiswa dalam penyusunan usulan penelitian, penyusunan dan uji coba instrumen, pengumpulan dan analisis data, serta penulisan tesis agar sesuai dengan persyaratan keilmuan dan Pedoman Penulisan Tesis Program Pascasarjana-Unimed Tim komisi pembimbing mendampingi mahasiswa pada seminar usulan penelitian. Saran yang disampaikan dalam seminar tidak bersifat mengikat, namun harus menjadi pertimbangan mahasiswa dan tim komisi pembimbing dalam penyempurnaan atau perbaikan proposal Tim komisi pembimbing disarankan untuk mengadakan sidang komisi pembimbing minimal 2 (dua) kali, diawal penyusunan draft proposal dan sebelum mahasiswa bimbingan melakukan ujian tesis. Sidang komisi dihadiri Pembimbing I, Pembimbing II, dan mahasiswa. Konflik dan Penggantian Komisi Pembimbing 7.4. Jika timbul konflik antara mahasiswa dengan Komisi Pembimbing, maka: Ketua Program Studi bersama-sama dengan Pimpinan Program Pascasarjana akan melakukan arbitrase (menengahi) untuk menemukan solusi permasalahan berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan. jika arbitrase tidak berhasil maka Pembimbing Tesisnya diganti Komisi Pembimbing dapat diganti apabila: Pembimbing dan mahasiswa selama satu semester sejak surat keputusan penunjukan Tim Komisi pembimbing tesis diterbitkan belum berhasil mencapai kesepakatan mengenai usulan penelitian ; terdapat konflik antara mahasiswa dengan tim komisi pembimbing mengenai Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 10

12 pendekatan dalam penyusunan usulan penelitian dan penulisan tesis yang tidak dapat diselesaikan melalui arbitrase sebagaimana dimaksudkan dalam poin 8.1. diatas; salah satu dari Pembimbing meninggalkan kota Medan lebih dari 6 (enam) bulan; pembimbing tidak dapat melakukan pembimbingan karena sakit; mahasiswa dapat mengajukan penggantian pembimbing kepada ketua prodi, apabila memiliki alasan yang kuat dan tertulis terkait pelanggaran etika, menyalahgunakan wewenang, pelanggaran kode etik dosen yang dilakukan pembimbing B. PEMBIMBING DISERTASI 1. Komisi Pembimbing Disertasi a. Tim Komisi Pembimbing Disertasi terdiri dari 2 (dua) orang: Pembimbing I; Pembimbing II. b. Pembimbing I dan Pembimbing II mempunyai kedudukan yang sama dalam hal membimbing mahasiswa. c. Bidang Keahlian Pembimbing Disertasi: Pembimbing I harus ahli di bidang penelitian mahasiswa yang dibimbingnya dan bergelar Doktor. Pembimbing II menguasai aspek metodologi, analisis data dan penulisan, serta bergelar Doktor. 2. Kriteria Pembimbing Disertasi Untuk pengusulan dan penetapan pembimbing disertasi kriteria yang dijadikan pertimbangan seperti berikut: a. Pembimbing I dan Pembimbing II harus lulusan S3 dengan disertasi; b. Pembimbing I adalah dosen pada Prodi dimana mahasiswa belajar atau paling tidak adalah dosen tetap Universitas Negeri Medan; c. Pembimbing II selain merupakan dosen pada prodi dimana mahasiswa belajar bisa berasal dari Prodi lain di PPs Unimed, atau dosen Unimed yang tidak mengajar di salah satu prodi PPs; d. keahlian dan/atau topik payung penelitian Pembimbing I harus sesuai dengan topik penelitian mahasiswa dan menguasai konten bidang kajian yang diteliti mahasiswa. e. keahlian dan/atau topik payung penelitian Pembimbing II jika tidak bersesuaian langsung dengan topik penelitian mahasiswa maka pembimbing II harus memiliki kemampuan yang baik dari segi metodologi dan penulisan disertasi; f. Pembimbing I dan Pembimbing II harus memiliki track record yang baik dalam membimbing Disertasi; Jika berdasarkan penilaian mahasiswa, pengelola prodi, dan dosen lainnya seorang Pembimbing tidak membimbing mahasiswa bimbingan dengan baik maka penunjukannya sebagai Pembimbing Disertasi harus dipertimbangkan; Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 11

13 g. pengusulan Pembimbing Disertasi harus mempertimbangkan mahasiswa bimbingan dari angkatan-angkatan sebelumnya yang dibimbing pembimbing bersangkutan yang belum selesai; h. pengusulan dosen pembimbing disertasi oleh prodi harus mempertimbangkan jumlah dosen yang ada pada prodi; 3. Pengusulan dan Penetapan Komisi Pembimbing Disertasi a. Calon Pembimbing Disertasi diusulkan oleh mahasiswa sebanyak 4 orang, dengan urutan perioritas, kepada Ketua Program Studi yang sesuai dengan topik yang akan ditelitinya. b. Usul calon Komisi Pembimbing Disertasi dari mahasiswa ini menjadi pertimbangan utama bagi Ketua Prodi untuk menyusun daftar Komisi Pembimbing Disertasi dan mahasiswa bimbingannya yang akan diusulkan kepada Direktur melalui Wadir I untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK) nya. c. Dalam membuat daftar usul Komisi Pembimbing ini Ketua Prodi harus mempertimbangkan: kesesuaian antara bidang kajian yang akan diteliti mahasiswa dengan calon pembimbingnya. rasio optimum antara seorang Pembimbing Disertasi dengan mahasiswa bimbingannya, rasio ini bervariasi antara satu Prodi dengan Prodi lainnya. secara umum, seorang dosen paling banyak dibolehkan membimbing hingga 5 orang per angkatannya pada satu Prodi dan 10 orang pada seluruh Prodi di PPs Unimed per angkatan; dan, secara keseluruhan seorang pembimbing paling banyak boleh membimbing sebanyak 15 orang dalam satu semester. keefektifan seorang pembimbing disertasi dalam membimbing mahasiswa bimbingannya berdasarkan pengalaman sebelumnya. komitmen calon pembimbing disertasi dalam menyediakan waktu (jadwal hari dan jamnya) untuk konsultasi bagi mahasiswa. Bagi dosen yang dapat menyediakan waktu konsultasinya 2 jam per minggu misalnya dapat membimbing 4 orang mahasiswa per angkatannya, dst. Disamping itu, waktu untuk membimbing mahasiswa kelas B, terutama yang berasal dari luar kota adalah pada Hari Jumat dan Sabtu. d. Hasil pertimbangan poin 3.c. ini dapat menyebabkan: Usul mahasiswa terpenuhi berdasarkan urutan pilihan yang diusul mahasiswa; Usul mahasiswa terpenuhi tetapi tidak berdasarkan urutan pilihan yang diusul mahasiswa; Hanya satu usul mahasiswa yang terpenuhi; Tidak satupun usul mahasiswa yang terpenuhi. 4. Pertimbangan Usul Daftar Calon Pembimbing Disertasi oleh Direktur Sebelum membuat SK Pembimbing Disertasi Direktur akan mengecek kembali apakah kriteria 3.c. diatas sudah dipenuhi. Jika pada daftar yang diusulkan terdapat dosen yang Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 12

14 tidak memenuhi kriteria diatas maka Direktur meminta prodi untuk memperbaiki usulannya berdasarkan kriteria tersebut. 5. Waktu Pengusulan SK Pembimbing Disertasi a. SK dosen pembimbing disertasi dan mahasiswa bimbingannya diterbitkan oleh Direktur atas usul Ketua prodi melalui Wadir I. b. Waktu untuk pengusulan SK Pembimbing Disertasi dari Prodi kepada Direktur, melalui Wadir I, paling lambat awal semester II. 6. Pengambilan SK Pembimbing Disertasi a. SK Pembimbing Disertasi baru dapat diterima mahasiswa setelah mahasiswa melunasi paling tidak setengah dari biaya disertasi. b. SK Pembimbing Disertasi diambil di Kantor Tata Usaha dengan menunjukkan bukti pembayaran biaya disertasi. 7. Tugas Pembimbing Disertasi a. Tim Komisi Pembimbing Disertasi bertugas membimbing mahasiswa dalam penyusunan usulan penelitian, penyusunan dan uji coba instrumen, pengumpulan dan analisis data, serta penulisan disertasi agar sesuai dengan persyaratan keilmuan dan Pedoman Penulisan Disertasi Program Pascasarjana-Unimed. b. Tim komisi pembimbing mendampingi mahasiswa pada seminar usulan penelitian. Saran yang disampaikan dalam seminar tidak bersifat mengikat, namun harus menjadi pertimbangan mahasiswa dan tim komisi pembimbing dalam penyempurnaan atau perbaikan proposal. 8. Sidang Komisi Sidang Komisi atau bimbingan bersama merupakan pertemuan antara Komisi pembimbing (Pembimbing I, dan II) dengan mahasiswa dalam satu forum. Sidang komisi bertujuan untuk membahas dan menyamakan persepsi tentang rencana topik dan konten dari hasil penelitian disertasi mahasiswa. Sidang komisi dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan disarankan dilaksanakan sebelum seminar proposal, setelah penelitian lapangan, dan sebelum ujian terbuka. Pelaksanaan sidang komisi dikoordinasikan dan dipimpin oleh Pembimbing I. 9. Konflik dan Penggantian Komisi Pembimbing a. Jika timbul konflik antara mahasiswa dengan tim komisi pembimbing, maka: Ketua Program Studi bersama-sama dengan Pimpinan Program Pascasarjana akan melakukan arbitrase (menengahi) untuk menemukan solusi permasalahan berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan. Jika arbitrase tidak berhasil maka pembimbing tesisnya diganti. b. Tim komisi pembimbing dapat diganti apabila: tim komisi pembimbing dan mahasiswa selama satu semester sejak surat keputusan Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 13

15 penunjukan Tim Komisi pembimbing disertasi diterbitkan belum berhasil mencapai kesepakatan mengenai usulan penelitian ; terdapat konflik antara mahasiswa dengan tim komisi pembimbing mengenai pendekatan dalam penyusunan usulan penelitian dan penulisan disertasi yang tidak dapat diselesaikan melalui arbitrase sebagaimana dimaksudkan dalam diktum E.1. diatas ; salah satu kedua tim pembimbing meninggalkan kota Medan lebih dari 6 (enam) bulan; pembimbing tidak dapat melakukan pembimbingan karena sakit; BAB II PROSES BIMBINGAN, UJIAN PROPOSAL, SEMINAR, UJIAN TESIS DAN DISERTASI A. PROSES BIMBINGAN UJIAN PROPOSAL, SEMINAR DAN UJIAN TESIS 1. Sistem Bimbingan Tesis 1.1. Bukti Proses Bimbingan Tesis Setiap kali melakukan bimbingan tesis mahasiswa dan dosen harus mengisi Buku Bimbingan Tesis dengan komentar dan saran dari Tim Pembimbing Tesis dan Pembimbing Tesis menandatangani Buku Bimbingan tersebut setiap selesai pertemuan bimbingan tesis Sidang Komisi Pembimbing Sidang Komisi atau bimbingan bersama merupakan pertemuan antara Komisi pembimbing (Pembimbing I dan II) dengan mahasiswa dalam satu forum. Sidang komisi bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang topik rencana penelitian mahasiswa, membahas draft penulisan tesis, dan masalah yang berhubungan dengan proses penyelesaian tesis mahasiswa. Sidang Komisi dilakukan paling tidak sebanyak dua kali, yaitu: (a). setelah mahasiswa menerima SK Pembimbing Tesis; dan (2) sebelum ujian tesis. 2.. Kriteria Proposal Tesis untuk Diujikan 2.1. berbasis artikel ilmiah hasil penelitian yang dimuat di jurnal penelitian terutama jurnal ilmiah terakreditasi internasional atau paling tidak nasional; 2.2. jikaproposal penelitian menggunakan instrumen penelitian, maka proposal yang akan diseminarkan harus telah dilengkapi dengan instrumen penelitian. Hal ini bertujuan agar narasumber dapat menilai dan mereview kelayakan instrumen yang akan digunakan. 3. Ujian Proposal Tesis 3.1. Penguji dan Peserta Ujian Proposal Tesis Penguji pada seminar proposal terdiri atas: Komisi Pembimbing Tesis: 2 orang Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 14

16 Narasumber : 3 orang; Mahasiswa : 10 orang; mahasiswa peserta seminar boleh bertanya, mengkritik ataupun memberikan saran kepada mahasiswa yang sedang ujian seminar, namun tidak memberi nilai Syarat menjadi Narasumber pada Ujian Proposal Tesis Dalam menentukan calon narasumber penguji proposal tesis prodi mempertimbangkan: kesesuaian latarbelakang keilmuan calon narasumber dengan judul proposal tesis yang akan diseminarkan, namun salah seorang dari penguji dianjurkan dari bidang lain yang diperkirakan akan memperkaya proposal penelitian; rekam jejak tentang sumbangan yang positif dari calon narasumber kepada mahasiswa-mahasiswa yang telah ujian sebelumnya; sebagian dari narasumber dapat berasal dari luar Universitas Negeri Medan, baik dari dalam maupun luar negeri. Syarat menjadi narasumber yang berasal dari luar Universitas : a. berasal dari Program Studi yang akreditasinya lebih sama atau lebih baik, b. mempunyai bidang ilmu yang serumpun atau sama, c. bergelar Doktor dari Perguruan Tinggi bereputasi dengan golongan minimal III/c d. mempunyai keahlian yang unik (tidak dimiliki oleh Program Studi di Universitas Negeri Medan) Prosedur Penerbitan Undangan Ujian Proposal Tesis Agar undangan ujian proposal tesis dapat diterbitkan oleh Direktur, prosedurnya adalah: pengajuan permintaan untuk ujian proposal tesis oleh mahasiswa kepada Ketua Prodi dengan melampirkan: - proposal penelitiannya telah disetujui oleh kedua Pembimbing Tesisnya; - fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; - fotokopi kwitansi pembayaran biaya tesis (minimal setengah dari biaya tesis); - bukti bahwa mahasiswa bersangkutan telah menghadiri ujian proposal tesis minimal sebanyak 10 kali. Ketua Prodi menerbitkan surat permintaan penerbitan Undangan Ujian Proposal Tesis kepada Direktur dengan melampirkan: - proposal penelitiannya telah disetujui oleh kedua Pembimbing Tesisnya; - fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; - fotokopi kwitansi pembayaran biaya tesis (minimal setengah dari biaya tesis); - bukti bahwa mahasiswa bersangkutan telah menghadiri ujian proposal tesis minimal sebanyak 10 kali. Direktur menerbitkan Undangan Ujian Proposal Tesis berdasarkan usul prodi. Namun, Direktur berhak mengusulkan penggantian calon narasumber penguji kepada Ketua Prodi jika menurut Direktur calon yang diusulkan kurang layak secara akademik Waktu Pengajuan Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Proposal Tesis Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 15

17 Surat Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Proposal Tesis diajukan kepada Direktur paling lambat 9 hari sebelum hari pelaksanaan seminar yang diusulkan melalui KTU. Surat undangan harus telah diterbitkan Direktur paling lambat 7 hari sebelum hari pelaksanaan ujian Nilai Ujian Proposal Tesis Nilai hasil ujian proposal tesis paling rendah adalah 80 agar penelitian dapat dilanjutkan; Jika nilai ujian proposal tesis lebih rendah dari 80 maka, proposal tesis harus diajukan lagi untuk diuji. Nilai hasil ujian Proposal Tesis ini merupakan 35% dari nilai Tesis secara keseluruhan Revisi Proposal Tesis Jika pada waktu ujian Proposal Tesis terdapat usul untuk memperbaiki atau menyempurnakan Proposal Tesis maka usul tersebut harus menjadi pertimbangan yang kuat untuk didiskusikan dengan kedua Pembimbing Tesis. Jika sampai dengan 1 (satu) tahun tidak ada progres perbaikan proposal tesis, maka mahasiswa diwajibkan mengulang ujian seminar proposal Proposal Tesis yang telah disempurnakan dan mendapat persetujuan komisi Pembimbing Tesis menjadi dasar mahasiswa untuk meminta Surat Pengantar Penelitian atau Surat Izin Penelitian kepada Ketua Prodi. 4. Surat Pengantar atau Izin Penelitian 4.1. Sebelum penelitian dilakukan setiap mahasiswa harus mengajukan: "Surat Pengantar Penelitian" bagi mahasiwa yang penelitiannya dilakukan di suatu instansi atau lembaga tertentu, atau; "Surat Izin Penelitian" bagi mahasiswa yang tidak melakukan penelitian disuatu instansi Surat Pengantar atau Izin Penelitian ini diterbitkan oleh Wakil Direktur I berdasarkan permintaan Ketua Prodi Prosedur Penerbitan Pengantar / Izin Penelitian Permintaan untuk penerbitan Pengantar/Izin Penelitian diajukanoleh mahasiswa kepada Ketua Prodi dengan melampirkan: - proposal penelitian telah disempurnakan dan telah ditandatangani oleh kedua Pembimbing Tesisnya; - fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; Ketua Prodi menerbitkan dan mengajukan surat permintaan penerbitan Pengantar/ Izin Penelitian kepada Wakil Direktur I (Wadir I) melalui KTU dengan melampirkan: - proposal penelitian telah disempurnakan dan telah ditandatangani oleh kedua Pembimbing Tesisnya; - fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; Wadir I menerbitkan "Surat Pengantar / Izin Penelitian". Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 16

18 5. Seminar Hasil Penelitian Tesis 5.1. Penguji dan Peserta Seminar Hasil Tesis Penguji pada seminar hasil Tesis terdiri atas : Pembimbing Tesis : 2 orang (Pembimbing I dan II); Narasumber Penguji : 3 orang; Mahasiswa : 10 orang (dapat disesuaikan), mahasiswa peserta seminar boleh bertanya, mengkritik ataupun memberikan saran kepada mahasiswa yang sedang seminar, namun tidak memberi nilai Syarat menjadi Narasumber/Penguji pada Seminar Hasil Tesis Dalam menentukan calon narasumber penguji pada Seminar Hasil Tesis, maka Prodi mempertimbangkan: a. kesesuaian latar belakang keilmuan calon narasumber dengan judul proposal tesis yang akan diseminarkan, namun salah seorang dari penguji dianjurkan dari bidang lain yang diperkirakan akan memperkaya hasil penelitian; b. rekam jejak tentang sumbangan yang positif dari calon narasumber kepada mahasiswa-mahasiswa yang telah berseminar sebelumnya; c. sebagian dari narasumber dapat berasal dari luar Universitas Negeri Medan, baik dari dalam maupun luar negeri. d. Syarat menjadi narasumber penguji yang berasal dari luar Universitas : berasal dari Program Studi yang akreditasinya lebih sama atau lebih baik, mempunyai bidang ilmu yang serumpun atau sama, bergelar Doktor atau Profesor dari Perguruan Tinggi bereputasi mempunyai keahlian yang unik (tidak dimiliki oleh Program Studi di Universitas Negeri Medan) Prosedur Penerbitan Undangan Seminar Hasil Tesis Agar undangan seminar hasil tesis dapat diterbitkan oleh Wadir I Program Pascasarjana dengan prosedurnya adalah: pengajuan permintaan untuk seminar hasil penelitian tesis oleh mahasiswa kepada Ketua Prodi dengan melampirkan: o draft hasil penelitiannya telah disetujui oleh komisi Pembimbing tesis nya; o makalah seminar hasil telah disetujui oleh Komisi Pembimbing tesis; o fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; o fotokopi kwitansi pembayaran biaya tesis (minimal setengah dari biaya tesis); Ketua Prodi menerbitkan surat permintaan penerbitan Undangan Seminar Hasil tesis kepada Wadir I dengan melampirkan: o draft hasil penelitian yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing Tesisnya; o makalah seminar hasil telah disetujui oleh Komisi Pembimbing Tesis; Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 17

19 o fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; o fotokopi kwitansi pembayaran biaya disertasi (minimal setengah dari biaya tesis); o bukti bahwa mahasiswa bersangkutan telah menghadiri seminar hasil tesis minimal sebanyak 10 kali. Surat permintaan dari Ketua Prodi tersebut disampaikan kepada Wadir I melalui Kasubbag Tata Usaha. Wadir I menerbitkan Undangan Seminar Hasil Tesis berdasarkan usul prodi. Namun, Wadir I berhak mengusulkan penggantian calon narasumber penguji kepada Ketua Prodi jika menurut Wadir I calon yang diusulkan kurang layak Waktu Pengajuan Permintaan dan Penerbitan Penerbitan Undangan Seminar Hasil Penelitian Tesis Surat Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Hasil Penelitian Tesis diajukan kepada Wadir I paling lambat 12 hari sebelum hari pelaksanaan seminar yang diusulkan melalui Kasubbag. Tata Usaha. Surat undangan harus telah diterbitkan Wadir I paling lambat 9 hari sebelum hari pelaksanaan seminar. 6. Ujian Tesis 6.1. Penguji dan Peserta Ujian Tesis Penguji pada Ujian Tesis sama dengan penguji pada ujian proposal tesis yang terdiri atas: - Pembimbing Tesis : 2 orang - Penguji : 3 orang; Mahasiswa dianjurkan untuk menghadiri proses ujian tesis ini, namun mahasiswa tidak boleh bertanya, mengkritik ataupun memberikan saran Prosedur Penerbitan Undangan Ujian Tesis Undangan ujian tesis diterbitkan oleh Direktur Program Pascasarjana, prosedur permintaan penerbitan undangan ini adalah: pengajuan permintaan untuk ujian tesis oleh mahasiswa kepada Ketua Prodi dengan melampirkan: - tesis yang telah disetujui (ditandatangani) oleh kedua Pembimbing Tesis; - fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; - kwitansi lunas pembayaran biaya tesis; - surat tanda lulus ujian Bahasa Inggeris 425 (untuk mahasiswa selain dari Prodi LTBI) atau 500 (untuk mahasiswa LTBI) dari Puskom-Unimed atau Lembaga Resmi penyelenggara TOEFL atau IELTS. - Surat keterangan atau bukti sebagai pemakalah pada seminar nasional atau internasional minimal sebanyak 2 (dua) kali - Bukti artikel yang dimuat pada jurnal nasional terakreditasi (artikel merupakan bagian dari tesis atau tugas matakuliah), atau bukti akan dipublikasi salah satu jurnal nasional terakreditasi atau Internasional yang dapat diakses Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 18

20 - Surat keterangan atau bukti bahwa telah minimal 4 (empat) bulan dari pelaksanaan seminar proposal Ketua Prodi menerbitkan surat permintaan penerbitan Undangan Ujian Tesis kepada Direktur dengan melampirkan: - tesis yang telah disetujui (ditandatangani) oleh kedua Pembimbing Tesis; - fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; - fotokopi kwitansi lunas pembayaran biaya tesis; - surat tanda lulus ujian Bahasa Inggeris 425 (untuk mahasiswa selain dari Prodi LTBI) atau 500 (untuk mahasiswa LTBI) dari Puskom-Unimed atau Lembaga Resmi penyelenggara TOEFL atau IELTS. - Surat keterangan atau bukti sebagai pemakalah pada seminar nasional atau internasional minimal sebanyak 2 (dua) kali - Bukti artikel yang dimuat pada jurnal nasional terakreditasi (artikel merupakan bagian atau tugas matakuliah), atau bukti akan dipublikasikan pada salah satu jurnal nasional terakreditasi atau Internasional yang dapat diakses - Surat keterangan atau bukti yang menyatakan bahwa minimal telah 4 (empat) bulan dari seminar proposal - Surat keterangan atau bukti bahwa telah minimal 4 (empat) bulan dari pelaksanaan seminar proposal Surat permintaan dari Ketua Prodi tersebut disampaikan kepada Direktur melalui KTU. Sebelum undangan ujian tesis diterbitkan mahasiswa perlu menunjukkan kwitansi pembayaran SPP dan biaya tesis yang asli kepada KTU. Direktur menerbitkan Undangan Ujian Tesis berdasarkan usul prodi Waktu Pengajuan Permintaan dan Penerbitan Undangan Ujian Tesis "Surat Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Tesis diajukan kepada Direktur paling lambat 9 hari sebelum hari pelaksanaan seminar dan diusulkan melalui KTU. Surat Undangan Ujian Tesis diterbitkan Direktur paling lambat 7 hari sebelum hari pelaksanaan ujian Penyampaian Undangan Ujian Tesis Undangan Ujian Tesis, bersama fotokopi tesis yang telah disetujui kedua Pembimbing Tesis harus telah sampai ke tangan penguji paling lambat 5 hari sebelum hari pelaksanaan ujian. Penyampaian Undangan Ujian Tesis dilakukan oleh mahasiswa atau pegawai prodi; Penyampaian undangan ini harus disertai ekspedisi dan diparaf oleh penerima. 7. Nilai Ujian Tesis 7.1. Unsur Penilaian Tesis Penilaian pada ujian tesis terdiri dari dua unsur yaitu: NilaiNaskah Tesis (35%); Nilai Presentasi dan Kemampuan Mempertahankan Tesis (30%). Nilai Ujian Proposal Tesis (35%). Format kedua penilaian ini dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 19

21 7.2.Nilai Akhir Ujian Tesis NA Tesis = (Nilai Naskahx 35) + (Nilai Presentasi x 30) + (Nilai Proposal x 35) 100 B. PROSES BIMBINGAN UJIAN PROPOSAL, SEMINAR, DAN UJIAN DISERTASI 1. Sistem Bimbingan Disertasi 1.1. Bukti Proses Bimbingan Disertasi Setiap kali melakukan bimbingan disertasi mahasiswa dan dosen harus mengisi Buku Bimbingan Disertasi dengan komentar dan saran dari Tim Pembimbing Disertasi dan Pembimbing Disertasi menandatangani Buku Bimbingan tersebut setiap selesai pertemuan bimbingan Sidang Komisi Pembimbing Sidang Komisi atau bimbingan bersama merupakan pertemuan antara Komisi pembimbing (Pembimbing I dan II) dengan mahasiswa dalam satu forum. Sidang komisi bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang topik rencana penelitian mahasiswa, membahas draft penulisan disertasi, dan masalah yang berhubungan dengan proses penyelesaian disertasi mahasiswa. Sidang Komisi dilakukan paling tidak sebanyak lima kali, yaitu: (a). setelah mahasiswa menerima SK Pembimbing Disertasi; (b) sebelum seminar proposal; (c) setelah seminar proposal; (d) setelah penelitian; dan (e) sebelum ujian terbuka. 2. Kriteria Proposal Disertasi untuk Diseminarkan Disamping sejumlah kriteria ilmiah suatu disertasi seperti tertera pada pedoman ini, proposal penelitian juga harus: 5.5. berbasis artikel ilmiah hasil penelitian yang dimuat di jurnal penelitian terutama jurnal ilmiah terakreditasi internasional ; 5.6. jika Proposal penelitian menggunakan instrumen penelitian, maka proposal yang akan diseminarkan harus telah dilengkapi dengan instrumen penelitian. Hal ini bertujuan agar narasumber dapat menilai dan mereview kelayakan instrumen yang akan digunakan. 6. Ujian Komprehensif Mahasiswa Program Doktor sebelum melakukan seminar proposal penelitian disertasi diwajibkan mengikuti Ujian Komprehensif. Ujian komprehensif bertujuan untuk menjamin penguasaan ilmu dan kesiapan melakukan penelitian. Pelaksanaan ujian komprehensif diatur oleh Program Studi. Ujian dilakukan dalam bentuk tertulis yang mencakup hal-hal sebagai berikut: penguasaan materi bidang ilmunya baik bersifat dasar maupun kekhususan, kemampuan penalaran, kemampuan sistematisasi dan perumusan hasil pemikiran. Mahasiswa harus sudah melakukan ujian komprehensif paling lambat pada akhir semester 3 dan sudah lulus semua matakuliah. Ujian komprehensif ditempuh maksimal 2 kali. Jika Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 20

22 mahasiswa sudah 2 kali ujian komprehensif tidak lulus, maka mahasiswa tersebut tidak bisa melanjutkan studinya atau dinyatakan Drop Out (DO). 7. Penguji dan Peserta Seminar Proposal Disertasi Penguji pada seminar proposal terdiri atas : Pembimbing Disertasi : 2 orang (Pembimbing I dan II); Narasumber Penguji : 3 orang; Mahasiswa : 5 orang (dapat disesuaikan), mahasiswa peserta seminar boleh bertanya, mengkritik ataupun memberikan saran kepada mahasiswa yang sedang seminar, namun tidak memberi nilai.. 8. Syarat menjadi Narasumber/Penguji pada Seminar Proposal Disertasi Dalam menentukan calon narasumber penguji proposal disertasi prodi mempertimbangkan: e. kesesuaian latarbelakang keilmuan calon narasumber dengan judul proposal disertasi yang akan diseminarkan, namun salah seorang dari penguji dianjurkan dari bidang lain yang diperkirakan akan memperkaya proposal penelitian; f. rekam jejak tentang sumbangan yang positif dari calon narasumber kepada mahasiswamahasiswa yang telah berseminar sebelumnya; g. sebagian dari narasumber dapat berasal dari luar Universitas Negeri Medan, baik dari dalam maupun luar negeri. h. Syarat menjadi narasumber penguji yang berasal dari luar Universitas : berasal dari Program Studi yang akreditasinya lebih sama atau lebih baik, mempunyai bidang ilmu yang serumpun atau sama, bergelar Profesor dari Perguruan Tinggi bereputasi dengan pangkat minimal Guru Besar, mempunyai keahlian yang unik (tidak dimiliki oleh Program Studi di Universitas Negeri Medan). 9. Prosedur Penerbitan Undangan Seminar Proposal Disertasi Agar undangan seminar proposal disertasi dapat diterbitkan oleh Wadir I Program Pascasarjana, prosedurnya adalah: pengajuan permintaan untuk ujian proposal disertasi oleh mahasiswa kepada Ketua Prodi dengan melampirkan: o proposal penelitiannya telah disetujui oleh komisi Pembimbing Disertasinya; o fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; o fotokopi kwitansi pembayaran biaya disertasi (minimal setengah dari biaya disertasi); o bukti bahwa mahasiswa bersangkutan telah menghadiriseminar proposal disertasi minimal sebanyak 10 kali. Ketua Prodi menerbitkan surat permintaan penerbitan Undangan Seminar Proposal Disertasi kepada Wadir I dengan melampirkan: Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 21

23 o proposal penelitian yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing Disertasinya; o fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; o fotokopi kwitansi pembayaran biaya tesis (minimal setengah dari biaya disertasi); o bukti bahwa mahasiswa bersangkutan telah menghadiriseminar proposal disertasi minimal sebanyak 10 kali. Surat permintaan dari Ketua Prodi tersebut disampaikan kepada Wadir I melalui Kasubbag Tata Usaha. Wadir I menerbitkan Undangan Seminar Proposal Disertasi berdasarkan usul prodi. Namun, Wadir I berhak mengusulkan penggantian calon narasumber penguji kepada Ketua Prodi jika menurut Wadir I calon yang diusulkan kurang layak. 10. Waktu Pengajuan Permintaan dan Penerbitan Penerbitan Undangan Seminar Proposal Disertasi Surat Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Proposal Disertasi diajukan kepada Wadir I paling lambat 12 hari sebelum hari pelaksanaan seminar yang diusulkan melalui Kasubbag. Tata Usaha. Surat undangan harus telah diterbitkan Wadir I paling lambat 9 hari sebelum hari pelaksanaan seminar. 11. Nilai Seminar Proposal Disertasi Nilai hasil seminar proposal disertasi paling rendah adalah 80 agar penelitian dapat dilanjutkan; Nilai hasil seminar Proposal Disertasi ini memiliki bobot 3 sks. 12. Revisi Proposal Disertasi Jika pada waktu seminar Proposal Disertasi terdapat usul untuk memperbaiki atau menyempurnakan Proposal Disertasi maka usul tersebut harus menjadi pertimbangan yang kuat untuk didiskusikan dengan Komisi Pembimbing Disertasi. Proposal yang telah disempurnakan harus ditandatangani oleh Komisi Pembimbing Disertasi sebagai tanda telah disetujui oleh Komisi Pembimbing. Proposal Disertasi yang telah disempurnakan dan mendapat persetujuan Komisi Pembimbing Disertasi menjadi dasar mahasiswa untuk meminta Surat Pengantar Penelitian atau Surat Izin Penelitian kepada Ketua Prodi. 13. Izin Penelitian Sebelum penelitian dilakukan setiap mahasiswa harus mengajukan : o «Surat Pengantar Penelitian» bagi mahasiwa yang penelitiannya dilakukan di suatu instansi atau lembaga tertentu, atau Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 22

24 o «Surat Izin Penelitian» bagi mahasiswa yang yang tidak melakukan penelitian disuatu instansi. Surat Pengantar atau Izin Penelitian ini diterbitkan oleh Wakil Direktur I berdasarkan permintaan Ketua Prodi. 14. Prosedur Penerbitan Pengantar / Izin Penelitian Permintaan untuk penerbitan Pengantar / Izin Penelitian diajukan mahasiswa kepada Ketua Prodi dengan melampirkan: o proposal penelitian telah disempurnakan dan telah ditandatangani oleh komisi Pembimbing Disertasinya; o fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; Ketua Prodi menerbitkan dan mengajukan surat permintaan penerbitan Pengantar / Izin Penelitian kepada Wakil Direktur I (Wadir I) melalui Kasubbag. TUdengan melampirkan: o proposal penelitian telah disempurnakan dan telah ditandatangani oleh kedua Pembimbing Disertasinya; o fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; Wadir I menerbitkan "Surat Pengantar / Izin Penelitian". 15. Penguji dan Peserta Seminar Hasil Disertasi Penguji pada seminar hasil Disertasi terdiri atas : Pembimbing Disertasi : 2 orang (Pembimbing I dan II); Narasumber Penguji : 3 orang; Mahasiswa : 5 orang (dapat disesuaikan), mahasiswa peserta seminar boleh bertanya, mengkritik ataupun memberikan saran kepada mahasiswa yang sedang seminar, namun tidak memberi nilai Syarat menjadi Narasumber/Penguji pada Seminar Hasil Disertasi Dalam menentukan calon narasumber penguji pada Seminar Hasil Disertasi, maka Prodi mempertimbangkan: i. kesesuaian latarbelakang keilmuan calon narasumber dengan judul proposal disertasi yang akan diseminarkan, namun salah seorang dari penguji dianjurkan dari bidang lain yang diperkirakan akan memperkaya proposal penelitian; j. rekam jejak tentang sumbangan yang positif dari calon narasumber kepada mahasiswamahasiswa yang telah berseminar sebelumnya; k. sebagian dari narasumber dapat berasal dari luar Universitas Negeri Medan, baik dari dalam maupun luar negeri. l. Syarat menjadi narasumber penguji yang berasal dari luar Universitas : berasal dari Program Studi yang akreditasinya lebih sama atau lebih baik, mempunyai bidang ilmu yang serumpun atau sama, Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 23

25 bergelar Profesor dari Perguruan Tinggi bereputasi dengan pangkat minimal Guru Besar, mempunyai keahlian yang unik (tidak dimiliki oleh Program Studi di Universitas Negeri Medan). 17. Prosedur Penerbitan Undangan Seminar Hasil Disertasi Agar undangan seminar hasil disertasi dapat diterbitkan oleh Wadir I Program Pascasarjana, prosedurnya adalah: pengajuan permintaan untuk seminar hasil penelitian disertasi oleh mahasiswa kepada Ketua Prodi dengan melampirkan: o draft hasil penelitiannya telah disetujui oleh komisi Pembimbing Disertasinya; o makalah seminar hasil telah disetujui oleh Komisi Pembimbing Disertasi; o fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; o fotokopi kwitansi pembayaran biaya disertasi (minimal setengah dari biaya disertasi); o bukti bahwa mahasiswa bersangkutan telah menghadiri seminar hasil disertasi minimal sebanyak 10 kali. Ketua Prodi menerbitkan surat permintaan penerbitan Undangan Seminar Hasil Disertasi kepada Wadir I dengan melampirkan: o draft hasil penelitian yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing Disertasinya; o makalah seminar hasil telah disetujui oleh Komisi Pembimbing Disertasi; o fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; o fotokopi kwitansi pembayaran biaya disertasi (minimal setengah dari biaya disertasi); o bukti bahwa mahasiswa bersangkutan telah menghadiri seminar proposal disertasi minimal sebanyak 10 kali. Surat permintaan dari Ketua Prodi tersebut disampaikan kepada Wadir I melalui Kasubbag Tata Usaha. Wadir I menerbitkan Undangan Seminar Hasil Disertasi berdasarkan usul prodi. Namun, Wadir I berhak mengusulkan penggantian calon narasumber penguji kepada Ketua Prodi jika menurut Wadir I calon yang diusulkan kurang layak. 18. Waktu Pengajuan Permintaan dan Penerbitan Penerbitan Undangan Seminar Hasil Penelitian Disertasi Surat Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Hasil Penelitian Disertasi diajukan kepada Wadir I paling lambat 12 hari sebelum hari pelaksanaan seminar yang diusulkan melalui Kasubbag. Tata Usaha. Surat undangan harus telah diterbitkan Wadir I paling lambat 9 hari sebelum hari pelaksanaan seminar. 19. Revisi Draft Hasil Penelitian Disertasi Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 24

26 Jika pada waktu seminar hasil penelitian Disertasi terdapat usul untuk memperbaiki atau menyempurnakan Draft Disertasi maka usul tersebut harus menjadi pertimbangan yang kuat untuk didiskusikan dengan Komisi Pembimbing Disertasi. Draft Disertasi yang telah disempurnakan harus ditandatangani oleh Komisi Pembimbing Disertasi sebagai tanda telah disetujui oleh Komisi Pembimbing. Draft Disertasi yang telah disempurnakan dan mendapat persetujuan Komisi Pembimbing Disertasi menjadi dasar mahasiswa untuk mengajukan Ujian Disertasi kepada Ketua Prodi. 20. Ujian Disertasi 20.1 Ujian Tertutup Penguji Ujian Tertutup Disertasi Penguji pada Ujian Tertutup terdiri atas: o Pembimbing Disertasi : 2 orang (Pembimbing I dan II); o Penguji: 3 orang (sama dengan narasumber di seminar proposal); o Ketua Prodi; o Direktur PPs selaku Ketua Sidang Prosedur Penerbitan Undangan Ujian Tertutup Undangan ujian tertutup diterbitkan oleh Direktur Program Pascasarjana. Prosedur permintaan penerbitan undangan ini adalah: pengajuan permintaan untuk ujian tertutup oleh mahasiswa kepada Ketua Prodi dengan melampirkan: o Disertasi yang telah disetujui (ditandatangani) oleh Komisi Pembimbing Disertasi; o fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; o kwitansi lunas pembayaran biaya disertasi; o surat tanda lulus ujian Bahasa Inggeris 425 (untuk mahasiswa selain dari Prodi LTBI) atau 500 (untuk mahasiswa LTBI) dari Puskom-Unimed atau Lembaga Resmi penyelenggara TOEFL atau IELTS. o Surat keterangan atau bukti sebagai pemakalah pada seminar nasional atau internasional minimal sebanyak 4 (empat) kali o Bukti artikel yang dimuat pada jurnal internasional bereputasi (artikel merupakan bagian dari disertasi atau tugas-tugas matakuliah) o Surat Keterangan atau bukti yang menyatakan bahwa telah minimal 6 (enam) bulan dari pelaksanaan seminar proposal Ketua Prodi menerbitkan surat permintaan penerbitan Undangan Ujian Tertutup kepada Direktur dengan melampirkan: o disertasi yang telah disetujui (ditandatangani) oleh Komisi Pembimbing Disertasi; o fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; o fotokopi kwitansi lunas pembayaran biaya disertasi; Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 25

27 o surat tanda lulus ujian Bahasa Inggeris 425 (untuk mahasiswa selain dari Prodi LTBI) atau 500 (untuk mahasiswa LTBI) dari Puskom-Unimed atau Lembaga Resmi penyelenggara TOEFL atau IELTS. o Surat keterangan atau bukti sebagai pemakalah pada seminar nasional atau internasional minimal sebanyak 4 (empat) kali o Bukti artikel yang dimuat pada jurnal internasional bereputasi (artikel merupakan bagian dari disertasi atau tugas-tugas matakuliah) o Surat Keterangan atau bukti yang menyatakan bahwa telah minimal 6 (enam) bulan dari pelaksanaan seminar proposal Surat permintaan dari Ketua Prodi tersebut disampaikan kepada Direktur melalui Kasubbag. TU. Sebelum undangan ujian tertutup diterbitkan mahasiswa perlu menunjukkan kwitansi pembayaran SPP dan biaya disertasi yang asli kepada KTU. Direktur menerbitkan Undangan Ujian Tertutup berdasarkan usul prodi. Waktu Pengajuan Permintaan dan Penerbitan Undangan Ujian Tertutup "Surat Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Tertutup diajukan kepada Direktur paling lambat 12 hari sebelum hari pelaksanaan seminar dan diusulkan melalui Kasubbag. TU. Surat Undangan Ujian Tertutup diterbitkan Direktur paling lambat 7 hari sebelum hari pelaksanaan ujian. Penyampaian Undangan Ujian Tertutup Undangan Ujian Tertutup, bersama fotokopi disertasi yang telah disetujui Komisi Pembimbing Disertasi harus telah sampai ke tangan penguji paling lambat 9 hari sebelum hari pelaksanaan ujian. Penyampaian Undangan Ujian Tertutup dilakukan oleh mahasiswa atau pegawai prodi; Penyampaian undangan ini harus disertai ekspedisi dan diparaf oleh penerima. Nilai Ujian Tertutup Unsur penilaian disertasi terdiri atas: No Bagian Penilaian Bobot 1. Nilai naskah disertasi 60% 2. Nilai presentasi dan kemampuan mempertahankan 40% disertasi Total 100% Rentang nilai ujian tertutup untuk masing-masing unsur nilai disertasi. Rentang Nilai Nilai Bobot Taraf Komptensi Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 26

28 A B C E Sangat Kompeten Kompeten Cukup Kompeten Tidak Kompeten Ujian tertutup dinyatakan lulus jika nilai total ujian tertutup paling rendah 80 atau B; Revisi Disertasi Jika pada waktu ujian disertasi terdapat usul untuk memperbaiki atau menyempurnakan disertasi maka usul tersebut harus menjadi pertimbangan yang kuat untuk didiskusikan dengan Komisi Pembimbing Disertasi. Disertasi yang telah direvisi harus mendapat persetujuan dari (ditandatangani oleh): o Penguji (3 orang); o Pembimbing Disertasi (3 orang); o Ketua Prodi; o Direktur. Batas Waktu Revisi Disertasi Batas waktu revisi disertasi sesuai dengan saran revisi oleh para penguji disertasi paling lama 3 bulan sejak tanggal ujian tertutup. Bagi mahasiswa yang penyelesaian revisi disertasinya lebih lama dari 3 bulan maka nilai ujian tertutup perlu dipertimbangkan kembali oleh Direktur Ujian Terbuka Penguji dan Peserta Ujian Terbuka Penguji pada Ujian Terbuka terdiri atas: o Pembimbing Disertasi : 2 orang (Pembimbing Idan II); o Penguji Luar Komisi : 3 orang; o Direktur PPs o Rektor selaku Ketua Sidang Peserta pada Ujian Terbuka terdiri atas: o Mahasiswa program doktor. mahasiswa peserta ujian tidak diperkenankan bertanya, mengkritik ataupun memberikan saran kepada mahasiswa yang sedang ujian terbuka. o Para undangan yang terdiri dari: keluarga mahasiswa, instansi terkait, dan Stakeholder yang ada kaitannya dengan topik disertasi o Senat Universitas Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 27

29 o Ketua Prodi Prosedur Penerbitan Undangan Ujian Terbuka Undangan ujian terbuka diterbitkan oleh Direktur Program Pascasarjana, prosedur permintaan penerbitan undangan ini adalah: pengajuan permintaan untuk ujian terbuka oleh mahasiswa kepada Ketua Prodi dengan melampirkan: o Disertasi yang telah disetujui (ditandatangani) oleh Komisi Pembimbing Disertasi; o Ringkasan disertasi yang telah disetujui Komisi Pembimbing o fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; o kwitansi lunas pembayaran biaya disertasi; o Bukti artikel yang dimuat pada jurnal internasional bereputasi (artikel berasal dari materi disertasi Ketua Prodi menerbitkan surat permintaan penerbitan Undangan Ujian Terbuka kepada Direktur dengan melampirkan: o disertasi yang telah disetujui (ditandatangani) oleh Komisi Pembimbing Disertasi; o Ringkasan disertasi yang telah disetujui Komisi pembimbing o fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; o fotokopi kwitansi lunas pembayaran biaya disertasi; o Bukti artikel yang dimuat pada jurnal internasional bereputasi (artikel berasal dari materi disertasi) Surat permintaan dari Ketua Prodi tersebut disampaikan kepada Direktur melalui Kasubbag. TU. Sebelum undangan ujian terbuka diterbitkan mahasiswa perlu menunjukkan kwitansi pembayaran SPP dan biaya disertasi yang asli kepada Kasubbag. TU. Direktur menerbitkan Undangan Ujian Terbuka berdasarkan usul prodi. Waktu Pengajuan Permintaan dan Penerbitan Undangan Ujian Terbuka "Surat Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Terbuka diajukan kepada Direktur paling lambat 2 minggu sebelum hari pelaksanaan ujian terbuka dan diusulkan melalui Kasubbag. TU. Surat Undangan Ujian Terbuka diterbitkan Direktur paling lambat 9 hari sebelum hari pelaksanaan ujian. Penyampaian Undangan Ujian Terbuka Undangan Ujian Terbuka, bersama fotokopi disertasi yang telah disetujui Komisi Pembimbing Disertasi harus telah sampai ke tangan penguji paling lambat 7 hari sebelum hari pelaksanaan ujian. Penyampaian Undangan Ujian Terbuka dilakukan oleh mahasiswa atau pegawai prodi; Penyampaian undangan ini harus disertai ekspedisi dan diparaf oleh penerima. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 28

30 BAB III REVISI PENJILIDAN TESIS DAN DISERTASI SERTA PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT A. REVISI DAN PENJILIDAN TESIS 1. Revisi Tesis 1.1. Jika pada waktu ujian tesis terdapat usul untuk memperbaiki atau menyempurnakan tesis maka usul tersebut harus menjadi pertimbangan yang kuat untuk didiskusikan dengan kedua Pembimbing Tesis Tesis yang telah direvisi harus mendapat persetujuan dari (ditandatangani oleh): Penguji (3 orang); Komisi Pembimbing (2 orang); Ketua Prodi; Direktur. 2. Batas Waktu Revisi Tesis Batas waktu revisi tesis sesuai dengan saran revisi oleh para penguji tesis paling lama2 bulan sejak tanggal ujian tesis. Bagi mahasiswa yang penyelesaian revisi tesisnya lebih lama dari 2 bulan maka pengusulan untuk yudisium dan wisudanya dapat diundur oleh Direktur ke masa yudisium dan wisuda berikutnya. 3. Ukuran Final dan Penjilidan Tesis Ukuran tesis : 17 cm x 24 cm Ketebalan kertas : 70 gr Jilidan tesis : kartun tebal (hardcover) yang dilapisi kertas kilat berwarna merah maroon. Penjelasan lebih rinci tentang tata cara penulisan tesis dapat dilihat pada Bagian Pedoman Penulisan Tesis, dari pedoman ini. 4. Plagiat Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 29

31 Mengambil atau meminjam ide atau kata-kata dari seorang penulis tanpa mengutip nama penulisnya dinamakan plagiarisme atau kegiatan plagiat. Plagiarisme dianggap dosa dan cela terbesar dalam dunia ilmiah. Mungkin sebagian besar penulis tesis pernah mendengar atau mengetahui istilah ini, namun banyak yang tidak menyadari bahwa sesungguhnya mereka telah tergelincir dalam kegiatan plagiat ketika menulis tesis. Menulis kalimat utuh seorang penulis kedalam paragraf yang kita tulis meskipun nama penulisnya kita cantumkan tetap dikategorikan kegiatan plagiat. Untuk menghindari plagiarisme seperti itu sebagai penulis tesis kita harus bisa memparafrase (menggunakan kalimat kita sendiri untuk menyempaikan ide yang akan dikutip dari tulisan seseorang) kutipan yang dipinjam dari penulis lain. Alternatif lain adalah melakukan pengutipan utuh dan ketikannya harus menjadi satu spasi dan ukuran paragrafnya juga lebih sempit. 5. Pemalsuan Data Penelitian Permasalahan yang mendasar bagi sebagian penulis tesis dan peneliti adalah merubah data penelitian. Penulis tesis golongan ini memiliki pemahaman bahwa: data harus berdistribusi normal; hipotesis nihil harus ditolak dan hipotesis alternatif diterima; Bagi penulis yang memiliki pemahaman yang sangat salah ini bahwa jika data penelitiannya tidak berdistribusi normal maka datanya tidak bisa dianalisis yang pada gilirannya mereka memahami bahwa penelitiannya gagal. Hal yang sama juga berlaku ketika hipotesis nihil diterima, dimana menurut penulis disertasi golongan ini beranggapan bahwa penelitian mereka salah. Untuk mengatasi kedua permasalahan ini, maka penulis tesis yang termasuk golongan sesat ini merobah datanya sehingga distribusi datanya menjadi normal atau hipotesis alternatifnya menjadi diterima. Ini jelaslah perbuatan yang sangat tercela dalam dunia akademik. 6. Sanksi Bagi Mahasiswa yang Melakukan Plagiat dan Pemalsuan Data Penelitian Bagi mahasiswa yang diketahui melakukan plagiat, baik berupa teks maupun data, dan/atau memalsukan yaitu merubah data pada tesisnya akan dikenakan sanksi berupa: skorsing selama 1 semester atau lebih (bagi mahasiswa yang belum menyelesaikan studinya); pembatalan ijazah (bagi mahsiswa yang telah menyelesaikan studinya). 7. Pernyataan Tidak Plagiat dan Pemalsuan Data Setiap mahasiswa harus membuat pernyataan tidak melakukan plagiat dan pemalsuan data dan ditandatangani diatas materai Rp 6.000,- serta diketahui oleh Wadir I serta distempel resmi. Berikut adalah contoh format pernyataan tidak melakukan plagiat dan pemalsuan data. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 30

32 CONTOH: Pernyataan Tidak Melakukan Plagiat dan Memalsukan Data Saya yang bertandatangan dibawah ini: Nama :... NIM :... Angkatan :... Prodi :... Judul Tesis : dengan ini menyatakan bahwa: 1. benar tesis saya adalah karya saya sendiri, bukan dikerjakan orang lain; 2. saya tidak melakukan plagiat dalam penulisan tesis saya; 3. saya tidak ada merobah atau memalsukan data penelitian saya. Jika ternyata dikemudian hari terbukti bahwa telah melakukan salah satu hal diatas, maka saya bersedia dikenai sanksi yang berlaku berupa pencopotan gelar saya. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Medan, Saya yang membuat pernyataan, 6000 MATERAI Johan Johanan Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 31

33 C. REVISI DAN PENJILIDAN DISERTASI 1. Revisi Disertasi Jika pada waktu ujian terbuka terdapat usul untuk memperbaiki atau menyempurnakan disertasi maka usul tersebut harus menjadi pertimbangan yang kuat untuk didiskusikan dengan Komisi Pembimbing Disertasi. Disertasi yang telah direvisi harus mendapat persetujuan dari (ditandatangani oleh): o Penguji (3 orang); o Pembimbing Disertasi (2 orang); o Ketua Prodi; o Direktur. 2. Batas Waktu Revisi Disertasi Batas waktu revisi disertasi sesuai dengan saran revisi oleh para penguji disertasi paling lama 3 bulan sejak tanggal ujian tertutup. Bagi mahasiswa yang penyelesaian revisi disertasinya lebih lama dari 3 bulan maka Direktur berhak mengusulkan yudisium dan wisuda ditunda sampai proses yudisium dan wisuda berikutnya. 3. Ukuran Final dan Penjilidan Disertasi 1. Ukuran Disertasi : 17 cm x 24 cm 2. Ketebalan kertas : 70 gr 3. Jilidan disertasi : kartun tebal (hardcover) yang dilapisi kertas kilat berwarna hitam. Penjelasan lebih rinci tentang tata cara penulisan disertasi dapat dilihat pada buku Pedoman Pembimbingan Disertasi. 4. Plagiat Mengambil atau meminjam ide atau kata-kata dari seorang penulis tanpa mengutip nama penulisnya dinamakan plagiarisme atau kegiatan plagiat. Plagiarisme dianggap dosa dan cela terbesar dalam dunia ilmiah. Mungkin sebagian besar penulis tesis pernah mendengar atau mengetahui istilah ini, namun banyak yang tidak menyadari bahwa sesungguhnya mereka telah tergelincir dalam kegiatan plagiat ketika menulis disertasi. Menulis kalimat utuh seorang penulis dari buku atau jurnal penelitian kedalam paragraf yang kita tulis meskipun nama penulisnya di cantumkan tetap dikategorikan kegiatan plagiat. Untuk menghindari plagiarisme seperti itu sebagai penulis disertasi kita harus bisa memparafrase (menggunakan kalimat kita sendiri untuk menyempaikan ide yang akan dikutip dari tulisan seseorang) kutipan yang dipinjam dari penulis lain. Alternatif lain adalah melakukan pengutipan utuh dan ketikannya harus menjadi satu spasi dan ukuran paragrafnya juga lebih sempit. 5. Pemalsuan Data Penelitian Permasalahan yang mendasar bagi sebagian penulis disertasi dan peneliti adalah merobah data penelitian. Penulis tesis golongan ini memiliki pemahaman bahwa: Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 32

34 o data harus berdistribusi normal; o hipotesis nihil harus ditolak dan hipotesis alternatif diterima; Bagi penulis yang memiliki pemahaman yang salah ini bahwa jika data penelitiannya tidak berdistribusi normal maka datanya tidak bisa dianalisis secara statistik, sehingga mereka memahami bahwa penelitiannya gagal. Hal yang sama juga berlaku ketika hipotesis nihil diterima, dimana menurut penulis tesis golongan ini beranggapan bahwa penelitian mereka salah. Untuk mengatasi kedua permasalahan ini, maka penulis disertasi yang termasuk golongan sesat ini merobah datanya sehingga distribusi datanya menjadi normal atau hipotesis alternatifnya menjadi diterima. Ini jelaslah perbuatan yang sangat tercela dalam dunia akademik. 6. Sanksi Bagi Mahasiswa yang Melakukan Plagiat dan Pemalsuan Data Penelitian Bagi mahasiswa yang diketahui melakukan plagiat, baik berupa teks maupun data, dan/atau memalsukan yaitu merobah data pada disertasinya akan dikenakan sanksi berupa: skorsing selama 1 semester atau lebih (bagi mahasiswa yang belum menyelesaikan studinya); pembatalan Ijazah (bagi mahsiswa yang telah menyelesaikan studinya). 7. Pernyataan Tidak Melakukan Plagiat dan Pemalsuan Data Setiap mahasiswa harus membuat pernyataan tidak melakukan plagiat dan pemalsuan data dan ditandatangani diatas materai Rp 6.000,- serta diketahui oleh Wadir I serta distempel resmi. Berikut adalah contoh format pernyataan tidak melakukan plagiat dan pemalsuan data. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 33

35 CONTOH: Pernyataan Tidak Melakukan Plagiat dan Memalsukan Data Saya yang bertandatangan dibawah ini: Nama :... NIM :... Angkatan :... Prodi :... Judul Disertasi : dengan ini menyatakan bahwa: 1. benar disertasi saya adalah karya saya sendiri, bukan dikerjakan orang lain; 2. saya tidak melakukan plagiat dalam penulisan disertasi saya; 3. saya tidak ada merobah atau memalsukan data penelitian saya. Jika ternyata dikemudian hari terbukti bahwa telah melakukan salah satu hal diatas, maka saya bersedia dikenai sanksi yang berlaku berupa pencopotan gelar saya. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Medan, Saya yang membuat pernyataan, 6000 MATERAI Nikita wahana Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 34

36 MANUAL PROSEDUR PENETAPAN KOMISI PEMBIMBING TESIS UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 35

37 PENETAPAN KOMISI PEMBIMBING TESIS Judul : Penetapan Komisi Pembimbing Tesis Definisi : merupakan prosedur untuk menetapkan Komisi Pembimbing Tesis. Tujuan : 1. Menjadi pedoman prosedur penetapan Komisi Pembimbing Tesis. 2. Sebagai kendali dan audit apakah prosedur penetapan Komisi Pembimbing Tesis pada setiap tahap telah dikerjakan dengan benar. Lingkup : 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, dan Staf Administrasi. 2. Tata Usaha 3. Wadir I 4. Direktur Penanggungjawab : Unit AMAI PPs untuk: 1. melakukan evaluasi 2. melakukan audit 3. memberikan rekomendasi Prosedur : No. Prosedur Penjelasan Cek Mahasiswa menyiapkan sinopsis rencana penelitian Mahasiswa mengajukan permintaan penetapan Komisi Pembimbing Mahasiswa menyiapkan rencana penelitian ringkas (2-4 halaman) dalam bentuk sinopsis yang berisikan: 1. latarbelakang masalah berbasis jurnal penelitianterakreditasi, terutama internasional; 2. identifikasi dan pembatasan masalah; 3. rumusan masalah dan/tujuan penelitian; 4. poin-poin teori yang akan dikaji; 5. poin-poin metode penelitian; Mahasiswa mengajukan permintaan SK Komisi Pembimbing Tesis melalui Ketua Prodi dengan melampirkan: 1. sinopsis rencana penelitian tesis; 2. nama-nama calon Komisi Pembimbing (paling banyak 4 orang); 3. fotokopi tanda bukti telah melunasi biaya kuliah pada semester berlangsung; Prodi membuat tanda bukti penerimaan bahwa Mahasiswa seorang mahasiswa telah menyerahkan sinopsis menerima rencana penelitian dan nama-nama calon Komisi tanda bukti Pembimbingnya. penyerahan 2. Tanda bukti penerimaan ini memuat tanggal sinopsis penerimaan dan ditandatangani oleh Ketua atau Sekretaris Prodi. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 36

38 4. 5. Penilaian kelayakan sinopsis Pengumuman Kelayakan Sinopsis 1. Kelayakan sinopsis dinilai oleh Ketua dan Sekretaris Prodi; 2. Penilaian sinopsis ini dimaksudkan untuk: mengetahui apakah mahasiswa telah memahami dasar-dasar penelitian yang benar; topik penelitian yang diajukan sesuai dengan kajian prodi; pertanyaan yang diajukan memang dapat diteliti; mahasiswa telah memanfaatkan jurnal ilmiah; 3. Dasar penilaian kelayakan sinopsis rencana penelitian meliputi: topik sesuai dengan kajian bidang studi; berbasiskan hasil penelitian atau review yang telah terbit dijurnal terakredatasi, terutama internasional; secara garis besar poin teori yang akan dibahas sudah mengena; secara garis besar metode dan langkah penelitian telah memiliki gambaran yang benar; 4. Sinopsis yang telah layak dijadikan dasar untuk menetapkan Komisi Pembimbing; 5. Hasil penilaian tentang kelayakan sinopsis harus sudah diputuskan dan disampaikan kepada mahasiswa paling lambat 2 minggu setelah sinopsis disampaikan mahasiswa. 1. Layak tidaknya sinopsis mahasiswa harus diumumkan oleh Prodi secara resmi paling lama 2 minggu setelah sinopsis diterima prodi. 2. Pengumuman terhadap kelayakan berupa layak atau belum layak untuk ditetapkan Komisi Pembimbing Tesisnya. 3. Sinopsis yang belum layak dikembalikan kepada mahasiswa disertai dengan catatan bagian yang harus diperbaiki. Pengusulan SK Komisi Pembimbing 1. Bagi mahasiswa yang sinopsisnya telah diumumkan layak harus segera diusulkan Komisi Pembimbingnya kepada Direktur melalui Wadir I paling lambat 1 minggu sejak kelayakan sinopsis diumumkan; 2. Komisi Pembimbing Tesis terdiri atas 2 orang,yaitu: Pembimbing I; Pembimbing II 3. Dasar pertimbangan pengusulan Komisi Pembimbing harus akademik, seperti: Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 37

39 . 7. Penyiapan SK Komisi Pembimbing a. Pembimbing I: dianggap memiliki pengetahuan yang luas tentang penelitian dan penulisan akademik yang standar; memiliki latarbelakang keilmuan yang sama atau dekat dengan kajian yang diusulkan mahasiswa; dosen tetap Unimed. b. Pembimbing II: dianggap kuat dalam metode penelitian dan analisis data; boleh dari Unimed maupun luar Unimed; 4. Jika memungkinkan, paling tidak salah seorang dari calon Pembimbing yang diusulkan mahasiswa dapat menjadi salah satu dari anggota Komisi Pembimbing. 1. SK Komisi Pembimbing disiapkan oleh Wadir I untuk ditandatangani oleh Direktur. 2. Wadir I dapat meninjau ulang susunan atau anggota komisi pembimbing jika berdasarkan pertimbangan akademik kurang tepat dengan cara mendiskusikannya dengan Ketua Prodi. 3. Jika terjadi perobahan pada susunan atau anggota komisi Pembimbing maka permintaan SK komisi pembimbing diusul ulang. 8. PenetapanSK Komisi Pembimbing 1. SK Komisi Pembimbing yang telah disiapkan diparaf oleh Wadir I untuk ditandatangani oleh Direktur. 2. Direktur dapat meninjau ulang susunan atau anggota komisi pembimbing jika berdasarkan pertimbangan akademik kurang tepat dengan cara mendiskusikannya dengan Wadir I dan Ketua Prodi. 3. Jika terjadi perobahan pada susunan atau anggota komisi Pembimbing maka permintaan SK komisi pembimbing diusul ulang 9. Pengambilan SK Komisi Pembimbing 1. SK Komisi Pembimbing yang telah ditandatangani Direktur diambil di Kantor Wadir I dengan menunjukkan bukti pembayaran biaya tesis paling tidak 50% dan biaya kuliah untuk semester berjalan. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 38

40 MANUAL PROSEDUR PENERBITAN SURAT UNDANGAN SEMINAR PROPOSAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 39

41 Manual Prosedur Penerbitan Undangan Seminar Proposal Judul : Manual Prosedur Penerbitan Undangan Seminar Proposal Definisi : : prosedur pelayanan penerbitan Undangan Seminar Proposal Tesis mulai dari persyaratan, permohonan mahasiswa, mekanisme di prodi, di Wadir I, hingga penyebaran undangan. Tujuan 1. menjadi pedoman prosedur permintaan dan penerbitan Undangan : Seminar Proposal Tesis mahasiswa. 2. sebagai kendali dan audit apakah prosedur penerbitan Undangan Seminar Proposal Tesis pada setiap tahap telah dikerjakan dengan benar. Lingkup 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, dan Staf Administrasi; : 2. Kantor Tata Usaha: Kepala Tata Usaha (KTU), Pegawai; 3. Wadir I: Wadir I dan Staf Administrasi; Penanggungjawab : Unit AMAI PPs untuk: 1. melakukan evaluasi; 2. melakukan audit; 3. memberikan rekomendasi; Prosedur : No. Prosedur Penjelasan Cek Mahasiswa mengajukan permohonan untuk Seminar Proposal kepada Ketua Prodi Pemeriksaan Kelengkapan Administrasi oleh Prodi Mahasiswa mengajukan permintaan untuk melaksanakan seminar ke Prodi dengan menunjukkan bukti bahwa: 1. Proposal penelitian yang telah disetujui oleh komisi Pembimbing Tesis; 2. Fotokopi bukti pembayaran SPP untuk semester sedang berjalan; 3. Fotokopi bukti pembayaran biaya tesis (minimal setengah dari biaya yang diwajibkan); 4. Bukti bahwa mahasiswa bersangkutan telah menghadiri seminar-seminar proposal tesis minimal sebanyak 10 kali. 1. Sekretaris Prodi memeriksa kelengkapan berkas permohonan seminar proposal tesis. 2. Jika seluruh berkas yang disyaratkan telah lengkap, Sekretaris Prodi menyiapkan Surat Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Proposal (ditandatangani oleh Ketua Prodi) untuk diajukan kepada Wakil Direktur I. 3. Jika belum lengkap Sekretaris Prodi meminta mahasiswa melengkapi berkas yang masih kurang. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 40

42 3. Penentuan Tim Narasumber 1. Tim Penguji terdiri atas: a. Komisi Pembimbing (2 orang) b. Narasumber (3 orang), salah seorang diantaranya dapat berasal dari luar universitas. 2. Ketua Prodi memilih dan menetapkan calon penguji dan notulis yang akan diundang pada pelaksanaan seminar, serta memilih waktu yang akan diusulkan kepada komisi pembimbing tesis dan para calon narasumber. 3. Pemilihan calon narasumber didasarkan kepada: a. kesesuaian latarbelakang keilmuan calon narasumber dengan judul proposal tesis yang akan diseminarkan; b. rekam jejak sumbangan positif dari calon narasumber terhadap mahasiswa-mahasiswa yang telah berseminar sebelumnya; 4. Notulis dapat berasal dari salah seorang dosen Unimed yang paling tidak telah bergelar S2 dan memiliki latarbelakang pendidikan yang bersesuaian dengan bidang kajian desertasi yang diseminarkan. 5. Sekretaris Prodi mengonfirmasi para komisi pembimbing dan para calon narasumber atas kesediaan mereka untuk menjadi penguji, serta persetujuan dan/atau kesepakatan waktu untuk pelaksanaan seminar. 4. Penerbitan Surat Permintaan Undangan Seminar 1. Surat permintaan penerbitan Undangan Seminar Tesis harus berisikan: a. Informasi tentang identitas mahasiswa yang akan berseminar yang terdiri atas: Nama; NIM; Prodi; Angkatan/Kelas. b. Judul Proposal Tesis. c. Waktu dan tempat pelaksanaan seminar yang terdiri atas: Hari/Tanggal: Waktu : Tempat : d. Surat permintaan ini juga harus berisikan: Nama-nama Komisi Pembimbing dan Narasumber (5 orang); Nama Notulis (1 orang); 2. Surat Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Proposal Tesis yang ditujukan kepada Wadir I ini, disiapkan Sekretaris Prodi dan ditandatangani oleh Ketua Program Studi jika seluruh berkas persyaratan dari mahasiswa telah lengkap. 3. Program Studi mengirimkan surat permintaan, Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 41

43 5. 6. Proses penerbitan Undangan di Tata Usaha Penerbitan Undangan oleh Wadir I termasuk kelengkapannya, kepada Wadir I melalui KTU, paling lambat 12 hari sebelum hari pelaksanaan seminar yang diusulkan. 4. Penyerahan surat permintaan ini harus dicatat pada buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh pegawai penerima di kantor sekretariat administrasi. 2. KTU dibantu oleh pegawai administrasi memeriksa kembali persyaratan untuk Seminar Proposal. 3. Jika persyaratan adminstrasi pada berkas yang diusulkan lengkap maka KTU menyiapkan Undangan Seminar sesuai dengan usul Prodi termasuk ruang seminar yang diusulkan prodi. 4. Namun, jika belum lengkap KTU akan mengembalikan berkas tersebut kembali ke Prodi. 5. Undangan dicetak rangkap dua. 1. Wadir I berhak memeriksa kelayakan narasumber yang diusulkan Prodi. 2. Jika para narasumber yang diajukan memenuhi kriteria akademik maka Wadir I menandatangani Undangan Seminar yang telah disiapkan. 3. Direktur/Wadir I menandatangi undangan seminar paling lambat 7 hari sebelum hari pelaksanaan seminar. 4. Undangan yang telah ditandatangani dan stempel diantarkan oleh pegawai Tata Usaha ke prodi dengan buku ekspedisi Penggandaan dan pengesahan Undangan Penyerahan Undangan kepada Tim Penguji Undangan yang telah ditandatangani Wadir I digandakan dan distempel rangkap 13oleh Tata Usaha yang ditujukan kepada: 1. Komisi Pembimbing dan Narasumber(5 orang); 2. Notulis; 3. Mahasiswa bersangkutan; 4. Tembusan untuk Direktur; 5. Tembusan untuk Wadir II; 6. Tembusan untuk Ketua Prodi; 7. Arsip untuk Wadir I; 8. Arsip untuk Tata Usaha; 9. Arsip untuk Prodi 1. Undangan yang telah digandakan diserahkan oleh Tata Usaha kepada Prodi dengan ekspedisi yang terdiri atas: Komisi Pembimbing dan Narasumber; Notulis; Mahasiswa; Ketua Prodi; Arsip Prodi. dan Tembusan dan arsip sisanya diserahkan Tata Usaha kepada yang bersangkutan langsung; 2. Prodi menyampaikan Undangan Seminar kepada Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 42

44 kepada: Komisi Pembimbing dan Narasumber; Notulis; Mahasiswa. 3. Undangan Seminar tesis yang ditujukan kepada Komisi Pembimbing dan Narasumber dilengkapi dengan satu set Proposal Tesis. 4. Penyerahan Undangan Seminar tesis dicatat pada buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh semua pihak yang menerima undangan, paling lambat 7 hari sebelum pelaksanaan seminar. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 43

45 Contoh Format Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Proposal Tesis No. :../.../.../. Lamp. :...berkas Hal : Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Kepada : Yth. Wakil Direktur I di Tempat Dengan hormat, Mahasiswa S2 Prodi Pendidikan Biologi dibawah ini : Nama Mahasiswa :... NIM :... Angkatan :... telah memenuhi syarat-syarat untuk menyeminarkan proposal tesisnya dengan judul Karena itu, kami harap Bapak bersedia menerbitkan Undangan Seminar Proposal tesis mahasiswa kami tersebut dengan komisi pembimbing dan narasumber sbb: dan notulis... Pelaksanaan seminar ini direncanakan pada: Tanggal : Hari :..... Pukul :... s/d.. Tempat : Ruang Seminar, Lantai III PPs Unimed Demikian kami sampaikan, atas kerjasama yang baik diucapkan terima kasih. Medan, Prodi Pendidikan Biologi Ketua,... NIP.. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 44

46 MANUAL PROSEDUR SEMINAR PROPOSAL TESIS MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 45

47 Manual Prosedur Seminar Proposal Tesis Judul : Manual Prosedur Seminar Proposal Tesis Definisi : : langkah-langkah prosedur pelaksanaan seminar proposal tesis Tujuan : 1. Menjadi pedoman prosedur proses Seminar Proposal Tesis. 2. Sebagai kendali dan audit apakah prosedur Seminar Proposal Tesis pada setiap tahap telah dikerjakan dengan benar. Lingkup : Prodi: Ketua, Sekretaris, Komisi Pembimbing Tesis, Narasumber, Notulis dan Staf Administrasi prodi. Penanggungjawab : Unit AMAI PPs untuk 1. melakukan evaluasi 2. melakukan audit 3. memberikan rekomendasi Prosedur : No. Prosedur Penjelasan Cek Penyiapan Berkas Kelengkapan Administrasi Pengecekan Persiapan Ruang Seminar Prodi menyiapkan berkas kelengkapan administrasi seminar proposal, paling lambat sehari sebelum pelaksanaan seminar, yang meliputi: 1. format bukti hadir tim penguji; 2. format rekapitulasi nilai seminar proposal tesis; 3. format pengumuman hasil seminar proposal tesis; 4. format penilaian untuk masing-masing anggota tim penguji; 5. buku notulen seminar; Prodi mengecek persiapan ruang seminar paling tidak dua jam sebelum pelaksanaan seminar, yang meliputi: 1. susunan meja dan kursi untuk format seminar, dimana: meja untuk mahasiswa berada didepan membelakangi layar proyektor; meja untuk komisi pembimbing, untuk 23 orang, di sebelah kiri meja mahasiswa yang akan berseminar; meja untuk tim pengujinarasumber di luar komisi pembimbing, untuk 3 orang, di sebelah kanani meja mahasiswa yang akan berseminar; meja peserta seminar yang terdiri atas mahasiswa, paling tidak untuk 20 orang 2. proyektor LCD dan mejanya; 3. layar LCD; Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 46

48 3.. Pembukaan Acara Seminar 1. Seminar Proposal tesis dapat dimulai jika telah hadir paling tidak: Mahasiswa yang akan menyeminarkan proposal tesisnya; 2 Pembimbing (minimal 1 Pembimbing); 3 anggota Tim Penguji (minimal 2 Penguji); Notulis 10 orang mahasiswa S2 (dapat disesuaikan); Ketua Prodi/Sekretaris. 2. Seminar proposal tesis dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi atau Sekretaris Prodi jika Ketua Prodi berhalangan; 3. Promovendus Mahasiswa, yang akan menyeminarkan proposal tesisnya, berdiri di tengah ruang seminar di hadapan Ketua Prodi ketika Ketua Prodi membuka acara seminar secara resmi. 4. Sebelum sidang dimulai pegawai prodi mengedarkan berkas kelengkapan seminar, termasuk format penilaian, kepada seluruh Pembimbing dan narasumbertim Penguji. 5. Setelah Seminar dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi, Ketua Prodi menyerahkan proses jalannya sidang kepada Ketua Komisi Pembimbing (Pembimbing I). 5. Pemaparan Proposal Tesis 1. Sidang Seminar Proposal Tesis ini dipimpin oleh Ketua Sidang yang berasal dari salah seorang juga merupakan Ketua Komisi Pembimbing (Pembimbing TesisI) atau yang mewakilinya dari salah seorang Komisi Pembimbing. 2. Ketua Sidang menyilahkanmempersilakan mahasiswa untuk menyajikan ringkasan proposalnya selama paling lama15 menit di hadapan sidang; 6. Sesi Pertanyaan Kritik dan Saran 1. Proses keseluruhan sidang seminar proposal paling lama 1250 menit; 2. Peserta seminar boleh bertanya, mengkritik, dan memberi saran kepada mahasiswa. 3. Setelah promovendusmahasiswa selesai menyajikan ringkasan proposalnya Ketua Sidang memberi kesempatan I untuk bertanya, kritik dan saran kepada peserta seminar (mahasiswa). Waktu yang disediakan untuk tanya-jawab dengan keseluruhan peserta seminar ini paling lama 20 menit Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 47

49 4. Setelah tanya-jawab dengan peserta seminar selesai Ketua Sidang menyilakanmempersilakantim Pengujipara narasumber, selain komisi pembimbing, secara bergantian untuk menguji dan memberikan saran terhadap mahasiswa yang berseminarpromovendus. Seorang pengujinarasumber selain tim komisi pembimbing boleh bertanya atau memberi saran selama paling lama 30 menit; 5. Komisi Pembimbing dapat membantu promovendusmahasiswa untuk memperjelas proposal jika promovendusmahasiswa tersebut kurang berhasil menjelaskan metoda dan prosedur penelitian dengan tujuan mengurangi kesalahpahaman antara pengujinarasumber dan mahasiswa. 7. Penilaian 1. Setiap anggota Tim Penguji, temasuk Komisi Pembimbing, menilai Proposal tesis yang disidangkan menggunakan format penilaian seminar proposal tesis. 2. Disamping menilai, Tim Penguji juga diminta untuk memberikan saran agar penelitian yang akan dilaksanakan menjadi lebih ilmiah dan kuat. 3. Jika Narasumber berhalangan hadir, maka Ketua Prodi berhak menunjuk Narasumber pengganti. 4. Jika sampai berakhir ujian, kehadiran Pembimbing tidak lengkap, maka penilaiannya diserahkan kepada kebijakan Ketua Prodi. 5. Sekretaris Prodi mengumpulkan nilai proposal dari setiap anggota Tim Penguji. 6. Nilai yang dinyatakan lulus paling rendah untuk Proposal 80 (skala 1 100) atau B. 8. Skor Sidang dan Rapat Tim Penguji 1. Setelah nilai akhir dihitung Ketua Sidang mengundang seluruh Tim Penguji narasumber untuk merapatkan apakah menyepakati proposal mahasiswa layak untuk dilanjutkan ke jenjang penelitian nilai yang diperoleh mahasiswa. 2. Sebelum rapat dimulai sidang seminar diskors dan semua peserta seminar, termasukutama mahasiswa, diminta meninggalkan ruang sidang. 3. Jika semua anggota Tim Pengujikomisi pembimbing dan nara sumber nilai sepakat dengan nilai yang diperoleh mahasiswa disepakati maka masing-masing anggota narasumber dan komisi pembimbingtim Penguji membubuhkan tandatangannya pada berkas rekapitulasi nilai. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 48

50 9. Pengumuman Hasil Seminar 1. Setelah rapat Tim Penguji selesai, Ketua Sidang menyilakan kembali peserta seminar untuk memasuki ruang sidang dan Ketua Sidang mengumumkan bahwa Skors sidang dicabut. 2. Ketua Prodi mengumumkan nilai yang diperoleh mahasiswa. 3. Jika hasil seminar dinyatakan kalah karena nilainya kurang dari 80, maka mahasiswa diberi kesempatan untuk dinilai sekali lagi oleh narasumber yang memberi nilai kurang dari 80 setelah terlebih dahulu memperbaiki proposalnya 4. Pengumuman kelulusan bagi mahasiswa yang kalah seminar, akan diumumkan paling lama 2 minggu. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 49

51 FORMAT PENILAIAN UJIAN SEMINAR PROPOSAL S2 Nama Mahasiswa :.. NIM Program Studi :.. :.. NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT (B) SKOR (S) B x S A. PENDAHULUAN Kejelasan Latarbelakang Masalah (berbasis Jurnal dan fenomena di lapangan 5 2. Identifikasi dan Pembatasan Masalah 5 3. Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian 5 4. Keterkaitan antara Latarbelakang masalah, Identifikasi dan Rumusan Masalah 5 B. KERANGKA TEORITIS Kesesuaian Teori/Referensi dengan permasalahan Kemutahiran Referensi (diutamakan Jurnal Penelitian) Ketajaman analisis dan sintesis kajian pustaka, termasuk posisi penulis dalam kajian teori Ketepatan Kerangka Berpikir dan Hipotesis (jika ada) 5 C. METODOLOGI PENELITIAN Ketepatan Metode Penelitian (populasi, teknik sampling, metoda/rancangan) (10) Ketepatan Prosedur Penelitian (15) Ketepatan Analisis Data(10) Kesesuaian Instrumen Penelitian (10) 15 D. Nilai Total 100 Nilai Akhir = Keterangan: Skor : Nilai Akhir = (B X S): 100 Medan, Dosen Narasumber, NIP.. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 50

52 MANUAL PROSEDUR PENERBITAN SURAT IZIN PENELITIAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 51

53 Manual Prosedur Penerbitan Surat Izin Penelitian Judul : Manual Prosedur Penerbitan Surat Izin Penelitian Definisi : : prosedur pelayanan penerbitan surat izin penelitian mulai dari persyaratan, permohonan mahasiswa, mekanisme di prodi, di Wadir I, hingga penyerahan surat Tujuan 1. menjadi pedoman prosedur permintaan dan penerbitan Surat Izin : Penelitian Mahasiswa 2. sebagai kendali dan audit apakah prosedur penerbitan Surat Izin Penelitian Tesis pada setiap tahap telah dikerjakan dengan benar Lingkup 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, dan Staf Administrasi; : 2. Kantor Tata Usaha: Kepala Tata Usaha (KTU), Pegawai; 3. Wadir I: Wadir I dan Staf Administrasi; Penanggung jawab : Unit AMAI PPs untuk: 1. melakukan evaluasi; 2. melakukan audit; 3. memberikan rekomendasi; Prosedur : No. Prosedur/Alur Penjelasan Cek 1. Mahasiswa mengajukan permintaan penerbitan surat Pengajuan Permintaan Izin Penelitian ke instansi tertentu atau surat permintaan Izin Penelitian jika penelitian yang dilakukan tidak terkait penerbitan dengan suatu instansi, kepada Ketua Prodi dengan izin menunjukkan bukti lampiran berikut: penelitian a. proposal penelitiannya telah diperbaiki sesuai saran para narasumber dan atau peserta seminar lainnya dan telah ditandatangani oleh komisi pembimbing, sebagai bukti proposal telah diperbaiki; b. Instrumen penelitian yang telah disetujui oleh komisi pembimbing tesis jika penelitiannya memerlukan instrumen penelitian; c. Fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; d. Fotokopi kwitansi pembayaran biaya tesis (minimal 50% dari biaya yang diwajibkan); Catatan: untuk ringkasnya kedua istilah surat Permintaan Izin Penelitian maupun Izin Penelitian pada kolom prosedur diistilahkan Surat Izin Penelitian saja. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 52

54 2. Pengecekan Kelengkapan berkas di prodi Sekretaris Prodi memeriksa kelengkapan berkas seperti pada poin 1.a s/d 1.d. a. Jika seluruh berkas yang disyaratkan lengkap Sekretaris Prodi menyerahkan berkas permintaan mahasiswa untuk penerbitan izin penelitian kepada Ketua Prodi; b. Jika belum lengkap Sekretaris Prodi meminta mahasiswa melengkapi berkas yang masih kurang dan baru diajukan kepada Ketua Prodi setelah seluruh berkas lengkap. 3. Penerbitan izin penelitian di prodi Ketua Prodi menerbitkan surat permintaan penerbitan Permintaan Izin Penelitian atau Izin Penelitian kepada Wadir I. Surat permintaan tersebut berisikan: a. Instansi yang dituju (untuk Permintaan Izin Penelitian ). b. Identitas diri mahasiswa yang akan melakukan penelitian yang terdiri atas: - Nama; - NIM; - Prodi; c. Judul proposal penelitian tesis. d. Data yang dibutuhkan dan cara pengumpulan data. e. Rencana alokasi waktu pelaksanaan penelitian. Ekspedisi permintaan surat izin ke Kantor Administrasi PPs - Pegawai prodi mengantar surat permintaan penerbitan izin penelitian yang telah ditandatangani Ketua Prodi beserta kelengkapan persyaratannya seperti tertera pada poin 1.a 1.d. ke Kantor Tata Usaha PPs. - Pegawai Prodi mencatat berita penyerahan berkas dimaksud pada buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh pegawai penerima di Kantor Administrasi. - Kepala Bagian Administrasi dibantu oleh pegawai administrasi memeriksa kembali persyaratan administrasi seperti dimaksud pada poin 1.a 1.d. - Jika persyaratan adminstrasi pada berkas yang diusulkan lengkap maka Kepala Bagian Administrasi membuat nota disposisi kepada Wadir I bahwa persyaratan berkas telah lengkap dan dapat dipertimbangkan untuk diterbitkan surat permintaan izin penelitian atau izin penelitiannya. - Jika berkas administrasi diusulkan belum lengkap maka Kepala Bagian Administrasi akan mengembalikan berkas permintaan tersebut kepada Prodi untuk dilengkapi sesuai persyaratan poin 1.a 1.d., dan berkas akan diantar oleh pegawai Kantor Administrasi ke prodi bersangkutan serta mencatat beritanya pada buku ekspidisi dan ditandatangani oleh Ketua atau sekretaris atau pegawai pada prodi pengusul. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 53

55 5. Pengantaran suratpermintaan Prodi ke Wadir I Pegawai Kantor Administrasi mengantarkan surat permintaan dari prodi beserta nota disposisi Kepala Bagian Administrasi dan berkas lampirannya ke Wadir I. Pengantaran ini disertai dengan berita acara pada buku ekspedisi dan ditandatangani oleh pegawai yang menerimanya pada Kantor Wadir I Penerbitan Surat Izin Penelitian Penandatangan surat izin Penyetempel Surat Izin Penelitian Pegawai Wadir I membuat surat Permintaan Izin Penelitian kepada suatu atau beberapa instansi sekaligus atau Izin Penelitian jika penelitian mahasiswa bersangkutan tidak melakukan penelitian tidak terkait dengan suatu instansi. Pengetikan surat tersebut dilakukan paling lambat 2 hari setelah surat tersebut diterima di Kantor Wadir-I. Wadir I memeriksa dan menandatangi surat Permintaan Izin Penelitian atau Izin Penelitian paling lambat 2 hari setelah disposisi surat permintaan dari prodi sampai di Kantor Wadir-I. Pegawai Kantor Sekretariat Administrasi menyetempel surat Permintaan Izin Penelitian atau Izin Penelitian yang telah ditandangani Wadir-I dengan stempel PPs Ekspedisi surat izin penelitian ke Prodi Penyerahan surat izin penelitian kepada mahasiswa Pegawai Kantor Administrasi mengantar undangan pelaksanaan seminar ke kantor prodi dan mengisi berita acara penyerahan pada buku ekspedisi Kantor Administrasi serta ditandatangani oleh pegawai atau sekretaris atau ketua prodi. Pegawai/Sekretaris Prodi menyerahkan surat permintaan izin atau surat izin yang telah diterbitkan Wadir I kepada mahasiswa bersangkutan dengan berita pada buku ekspedisi yang ditandatangani oleh mahasiswa yang menerimanya. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 54

56 MANUAL PROSEDUR PENERBITAN SURAT UNDANGAN SEMINAR HASIL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 55

57 Manual Prosedur Penerbitan Undangan Seminar Hasil Judul : Manual Prosedur Penerbitan Undangan Seminar Hasil Definisi : : prosedur pelayanan penerbitan Undangan Seminar Hasil Tesis mulai dari persyaratan, permohonan mahasiswa, mekanisme di prodi, di Wadir I, hingga penyebaran undangan. Tujuan Lingkup Penanggung jawab : : : 1. menjadi pedoman prosedur permintaan dan penerbitan Seminar Hasil Tesis Mahasiswa. 2. sebagai kendali dan audit apakah prosedur penerbitan Undangan Seminar Hasil Tesis pada setiap tahap telah dikerjakan dengan benar. 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, dan Staf Administrasi; 2. Kantor Tata Usaha: Kepala Tata Usaha (KTU), Pegawai; 3. Wadir I: Wadir I dan Staf Administrasi; Unit AMAI PPs untuk: 1. melakukan evaluasi; 2. melakukan audit; 3. memberikan rekomendasi; Prosedur : No. Prosedur Penjelasan Cek Mahasiswa mengajukan permohonan untuk Seminar Hasil kepada Ketua Prodi Pemeriksaan Kelengkapan Administrasi oleh Prodi Mahasiswa mengajukan permintaan untuk melaksanakan seminar Hasil ke Prodi dengan menunjukkan bukti bahwa: 1. Draft Hasil penelitian telah disetujui oleh komisi Pembimbing Tesis; 2. Makalah Seminar Hasil telah disetujui oleh Komisi Pembimbing; 3. Fotokopi bukti pembayaran SPP untuk semester sedang berjalan; 4. Fotokopi bukti pembayaran biaya tesis (minimal setengah dari biaya yang diwajibkan); 5. Fotokopi bukti pembayaran biaya seminar hasil; 6. Bukti bahwa mahasiswa bersangkutan telah menghadiri seminar-seminar hasil tesis minimal sebanyak 10 kali. 1. Sekretaris Prodi memeriksa kelengkapan berkas permohonan seminar hasil tesis. 2. Jika seluruh berkas yang disyaratkan lengkap, Ketua Prodi Menerbitkan Undangan Seminar Hasil untuk Komisi Pembimbing, dan dosen penguji. 3. Jika belum lengkap Sekretaris Prodi meminta mahasiswa melengkapi berkas yang masih kurang.. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 56

58 3. 4. Penentuan Tim Penguji Penerbitan Surat Permintaan Undangan Seminar 1. Tim Penguji terdiri atas: 1. Komisi Pembimbing (2 orang) 2. Penguji (3 orang), salah seorang diantaranya dapat berasal dari luar universitas. 2. Ketua Prodi memilih dan menetapkan calon penguji dan notulis yang akan diundang pada pelaksanaan seminar, serta memilih waktu yang akan diusulkan kepada komisi pembimbing tesis dan tim penguji. Nama-nama Tim Penguji Seminar Hasil sama dengan Nama Tim Penguji pada waktu seminar proposal. 3. Sekretaris Prodi mengonfirmasi para tim penguji atas kesediaan mereka untuk menjadi penguji, serta persetujuan dan/atau kesepakatan waktu untuk pelaksanaan seminar. 1. Surat permintaan penerbitan Undangan Seminar Hasil Tesis harus berisikan: a. informasi identitas mahasiswa yang akan berseminar yang terdiri atas: Nama; NIM; Prodi; Angkatan/Kelas. b. Judul Penelitian Tesis. c. Waktu dan tempat pelaksanaan seminar yang terdiri atas: Hari/Tanggal: Waktu : Tempat : d. Surat permintaan ini juga harus berisikan: Nama-nama Tim Penguji (5 orang); Nama Notulis (1 orang); 2. Surat Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Hasil Tesis yang ditujukan kepada Wadir I ini, disiapkan Sekretaris Prodi dan ditandatangani oleh Ketua Program Studi jika seluruh berkas persyaratan dari mahasiswa telah lengkap. 3. Program Studi mengirimkan surat permintaan, termasuk kelengkapannya, kepada Wadir I melalui KTU, paling lambat 12 hari sebelum hari pelaksanaan seminar yang diusulkan. 4. Penyerahan surat permintaan ini harus dicatat pada buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh pegawai penerima di kantor sekretariat administrasi. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 57

59 Proses penerbitan Undangan di Tata Usaha Penerbitan Undangan oleh Direktur/ Wadir I Penggandaan dan pengesahan Undangan Penyerahan Undangan kepada Tim Penguji 1. KTU dibantu oleh pegawai administrasi memeriksa kembali persyaratan untuk Seminar Hasil. 2. Jika persyaratan adminstrasi pada berkas yang diusulkan lengkap maka KTU menyiapkan Undangan Seminar sesuai dengan usul Prodi termasuk ruang seminar yang diusulkan prodi. 3. Namun, jika belum lengkap KTU akan mengembalikan berkas tersebut kembali ke Prodi. 4. Undangan dicetak rangkap dua. 1. Direktur/Wadir I berhak memeriksa kelayakan tim penguji yang diusulkan Prodi. 2. Jika tim penguji memenuhi kriteria akademik seperti yang dilaksanakan di prodi maka Direktur/Wadir I menandatangani Undangan Seminar yang telah disiapkan. 3. Direktur/Wadir I menandatangi undangan seminar paling lambat 10 hari sebelum hari pelaksanaan seminar. 4. Undangan yang telah ditandatangani dan stempel diantarkan oleh pegawai Tata Usaha ke prodi dengan buku ekspedisi. Undangan yang telah ditandatangani Direktur/Wadir I digandakan dan distempel rangkap 14 yang ditujukan kepada: 1. Tim Penguji 5 orang; 2. Notulis; 3. Mahasiswa bersangkutan; 4. Tembusan untuk Direktur; 5. Tembusan untuk Wadir II; 6. Tembusan untuk Ketua Prodi; 7. Arsip untuk Wadir I; 8. Arsip untuk Tata Usaha; 9. Arsip untuk Prodi 1. Undangan yang telah digandakan diserahkan oleh Tata Usaha kepada Prodi dengan ekspedisi yang terdiri atas: Tim Penguji; Notulis; Mahasiswa; Ketua Prodi; Arsip Prodi. dan Tembusan dan arsip sisanya kepada ybs langsung; 2. Prodi menyampaikan Undangan Seminar hasil kepada: Tim Penguji; Notulis; Mahasiswa. 3. Undangan Seminar Hasil Tesis dilengkapi dengan satu set Makalah seminar hasil. 4. Penyerahan Undangan Seminar Hasil Tesis dicatat Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 58

60 pada buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh semua pihak yang menerima undangan, paling lambat 9 hari sebelum pelaksanaan seminar. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 59

61 Contoh Format Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Hasil Tesis No. :../.../.../. Lamp. :... berkas Hal : Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Hasil Kepada : Yth. Wakil Direktur I Di Tempat Dengan hormat, Mahasiswa S2 Prodi Administrasi Pendidikan dibawah ini : Nama Mahasiswa :... NIM :... Angkatan :... telah memenuhi syarat-syarat untuk menyeminarkan hasil tesisnya dengan judul Karena itu, kami harap Bapak bersedia menerbitkan Undangan Seminar Hasil Tesis mahasiswa kami tersebut dengan nara sumber: dan notulis... Pelaksanaan seminar ini direncanakan pada: Tanggal :... Hari :... Pukul : s/d. Tempat: Ruang Seminar, Lantai III PPs Unimed Demikian kami sampaikan, atas kerjasama yang baik diucapkan terima kasih. Medan, Prodi Administrasi Pendidikan Ketua,... NIP. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 60

62 MANUAL PROSEDUR SEMINAR HASIL TESIS MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 61

63 Manual Prosedur Seminar Hasil Tesis Judul : Manual ProsedurSeminar Hasil Tesis Definisi : : Kegiatan prosedur pelaksanaan Seminar Hasil Tesis Tujuan : 1. Menjadi pedoman prosedur proses Seminar Hasil Tesis. 2. Sebagai kendali dan audit apakah prosedur Seminar Hasil Tesis pada setiap tahap telah dikerjakandengan benar. Lingkup : 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, Tim Penguji, Notulis dan Staf Administrasi prodi. Penanggungjawab : Unit AMAI PPs untuk 1. melakukan evaluasi 2. melakukan audit 3. memberikan rekomendasi Prosedur : No. Prosedur Penjelasan Cek Penyiapan Berkas Kelengkapan Administrasi Pengecekan Persiapan Ruang Seminar Prodi menyiapkan berkas kelengkapan administrasi seminar hasil, paling lambat sehari sebelum pelaksanaan seminar, yang meliputi: 1. format bukti hadir tim penguji; 2. format rekapitulasi nilai seminar hasil tesis; 3. format pengumuman hasil seminar Hasil tesis; 4. format penilaian untuk masing-masing anggota tim penguji; 5. buku notulen seminar; Prodi mengecek persiapan ruang seminar paling tidak dua jam sebelum pelaksanaan, meliputi: 1. susunan meja dan kursi untuk format seminar, dimana: meja untuk mahasiswa berada didepan membelakangi layar proyektor; meja untuk komisi pembimbing, untuk 2 orang, di sebelah kiri meja mahasiswa yang akan berseminar; meja untuk tim penguji di luar komisi pembimbing, untuk 3 orang, di sebelah kanan meja mahasiswa yang akan berseminar; meja peserta seminar yang terdiri atas mahasiswa, paling tidak untuk 20 orang 2. proyektor LCD dan mejanya; 3. layar LCD; Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 62

64 Pembukaan Acara Seminar Pemaparan Hasil Tesis Sesi Pertanyaan Kritik dan Saran 1. Seminar Hasil Tesis dapat dimulai jika telah hadir paling tidak: promovendus; 2 Pembimbing (minimal 1 Pembimbing); 3 Penguji (minimal 2 Penguji); Notulis 5 orang mahasiswa S3 (disesuaikan); Ketua Prodi 2. Seminar Hasil tesis dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi atau Sekretaris Prodi jika Ketua Prodi berhalangan; 3. Mahasiswa yang akan seminar berdiri di tengah ruang seminar di hadapan Ketua Prodi ketika Ketua Prodi membuka acara seminar secara resmi. 4. Sebelum seminar dimulai pegawai prodi mengedarkan berkas kelengkapan seminar, termasuk format penilaian, kepada seluruh Tim Penguji. 5. Setelah Seminar dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi, Ketua Prodi menyerah proses jalannya sidang kepada Ketua Komisi Pembimbing (Pembimbing I). 1. Sidang Seminar Hasil Tesis ini dipimpin oleh Ketua Sidang yang juga merupakan Ketua Komisi Pembimbing (Pembimbing I) atau yang mewakilinya dari salah seorang Komisi Pembimbing. 2. Ketua Sidang menyilahkan promovendus untuk menyajikan ringkasan hasilnya selama paling lama 20 menit di hadapan sidang; 1. Proses keseluruhan sidang seminar hasil paling lama 150 menit; 2. Peserta seminar boleh bertanya, mengkritik, dan memberi saran kepada promovendus. 3. Setelah promovendus selesai menyajikan ringkasan hasil penelitiannya, Ketua Sidang memberi kesempatan I untuk bertanya, kritik dan saran kepada peserta seminar (mahasiswa). Waktu yang disediakan untuk tanya-jawab dengan keseluruhan peserta seminar ini paling lama 20 menit 4. Setelah tanya-jawab dengan peserta seminar selesai Ketua Sidang menyilakan Tim Penguji, selain komisi pembimbing, secara bergantian untuk menguji dan memberikan saran terhadap promovendus. Seorang penguji selain tim komisi pembimbing boleh bertanya atau memberi saran selama paling lama 30 menit; 5. Komisi Pembimbing dapat membantu Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 63

65 Penilaian Skor Sidang dan Rapat Tim Penguji Pengumuman Hasil Seminar promovendus untuk memperjelas hasil jika promovendus kurang berhasil menjelaskan metoda dan prosedur penelitian dengan tujuan mengurangi kesalahpahaman antara penguji dan promovendus. 1. Setiap anggota Tim Penguji, termasuk Komisi Pembimbing, menilai hasil tesis yang disidangkan menggunakan format penilaian seminar hasil tesis. 2. Disamping menilai, Tim Penguji juga diminta untuk memberikan saran agar hasil penelitian yang telah dilaksanakan menjadi lebih ilmiah dan kuat. 3. Jika sampai berakhir ujian, kehadiran Penguji dan Pembimbing tidak lengkap, maka penilaiannya diserahkan kepada kebijakan Ketua Prodi. 4. Sekretaris Prodi mengumpulkan nilai hasil dari setiap anggota Tim Penguji. 5. Nilai dari Tim Penguji dirata-ratakan dan dijadikan nilai akhir. 6. Nilai yang dinyatakan lulus untuk Hasil paling rendah 80 atau B. 1. Setelah nilai akhir dihitung Ketua Sidang mengundang seluruh Tim Penguji untuk menyepakati nilai yang diperoleh promovendus. 2. Rapat ini bertujuan untuk menyepakati putusan hasil penilaian terhadap hasil seminar tesis. 3. Sebelum rapat dimulai sidang seminar diskors dan semua peserta seminar, termasuk promovendus, diminta meninggalkan ruang sidang. 4. Jika semua Tim Penguji nilai yang diperoleh promovendus disepakati maka masing-masing anggota Tim Penguji membubuhkan tandatangannya pada berkas rekapitulasi nilai. 1. Setelah rapat Tim Penguji selesai, Ketua Sidang menyilakan kembali peserta seminar untuk memasuki ruang sidang dan Ketua Sidang mengumumkan bahwa Skors sidang dicabut. 2. Ketua Prodi mengumumkan nilai yang diperoleh promovendus. 3. Jika hasil seminar hasil dinyatakan Tidak Lulus karena nilainya kurang dari 80, maka promovendus diberi kesempatan untuk mengulang sekali lagi seminar hasil tesis. FORMAT PENILAIAN NASKAH SEMINAR HASIL TESIS Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 64

66 Nama Mahasiswa :.. NIM :.. Program Studi :.. NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT (B) SKOR (S) B x S A. PENDAHULUAN Kejelasan Latarbelakang Masalah (berbasis Jurnal dan fenomena lapang) (4) 2. Identifikasi dan Pembatasan Masalah (2) 3. Rumusan masalah dan Tujuan Penelitian (2) 4. Keterkaitan antara Latarbelakang masalah, Identifikasi dan Rumusan Masalah (2) B. KERANGKA TEORITIS Kesesuaian Teori/Referensi dengan permasalahan (5) 2. Kemutahiran Referensi (diutamakan Jurnal Penelitian) (5) 3. Ketajaman analisis dan sintesis kajian pustaka, termasuk posisi penulis dalam kajian teori (5) 4. Ketepatan Kerangka Berpikir dan Hipotesis (jika ada) (5) C. METODE PENELITIAN Ketepatan Metode Penelitian (populasi, teknik sampling, metoda/rancangan) (5) 2. Ketepatan Prosedur Penelitian (5) 3. Ketepatan Analisis Data (5) 4. Kesesuaian Instrumen Penelitian (5) D. HASIL DAN PEMBAHASAN Kejelasan dan keruntunan hasil penelitian yang ditampilkan (10) Ketajaman dalam pembahasan hasil penelitian (15) E. KESIMPULAN DAN SARAN Ketepatan dalam merumuskan simpulan (simpulan menjawab tujuan penelitian) (5) Ketajaman dalam merumuskan saran (kelogisan saran untuk bisa diimplementasikan) (5) D. Nilai Total Nilai Akhir = Keterangan: Skor : Nilai Akhir = (B X S): 100 Medan, Dosen Penguji, NIP.. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 65

67 MANUAL PROSEDUR PENERBITAN SURAT UNDANGAN UJIAN TESIS UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 66

68 Manual Prosedur Penerbitan Undangan Ujian Tesis Judul : Manual Prosedur Penerbitan Undangan Ujian Tesis Definisi : : prosedur pelayanan penerbitan Undangan Ujian Tesis mulai dari persyaratan, permohonan mahasiswa, mekanisme di prodi, di Wadir I, Direktur, hingga penyebaran undangan. Tujuan 1. menjadi pedoman prosedur permintaan dan penerbitan Ujian Tesis : Mahasiswa. 2. sebagai kendali dan audit apakah prosedur penerbitan Undangan Ujian Tesis pada setiap tahap telah dikerjakan dengan benar. Lingkup 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, dan Staf Administrasi; : 2. Kantor Tata Usaha: Kepala Tata Usaha (KTU), Pegawai; 3. Wadir I: Wadir I dan Staf Administrasi; Penanggung jawab : Unit AMAI PPs untuk: 1. melakukan evaluasi; 2. melakukan audit; 3. memberikan rekomendasi; Prosedur : No. Prosedur Penjelasan Cek Mahasiswa mengajukan permohonan untuk Ujian kepada Ketua Prodi Pemeriksaan Kelengkapan Administrasi oleh Prodi Penentuan Tim Penguji Mahasiswa mengajukan permintaan untuk melaksanakan ujian tesis ke Prodi dengan menunjukkan bukti bahwa: 1. Tesis telah disetujui oleh komisi Pembimbing Tesis; 2. Fotokopi bukti pembayaran SPP untuk semester sedang berjalan; 3. Fotokopi bukti telah melunasi biaya biaya tesis; 4. Fotokopi bukti pembayaran biaya ujian tesis; 5. Pemakalah pada seminar nasional atau internasional 6. Publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi 1. Sekretaris Prodi memeriksa kelengkapan berkas permohonan ujian tesis. 2. Jika seluruh berkas yang disyaratkan lengkap, Sekretaris Prodi membuat konsep Surat Permintaan Penerbitan Undangan Ujian tesis untuk diajukan kepada Direktur/Wakil Direktur I. 3. Jika belum lengkap Sekretaris Prodi meminta mahasiswa melengkapi berkas yang masih kurang. 1. Tim Penguji, sama seperti Seminar Proposal, terdiri atas: a. Komisi Pembimbing (2 orang) b. Penguji (3 orang), salah seorang diantaranya dapat berasal dari luar universitas. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 67

69 2. Ketua Prodi memilih dan menetapkan calon penguji dan notulis yang akan diundang pada pelaksanaan ujian, serta memilih waktu yang akan diusulkan kepada komisi pembimbing tesis dan tim penguji. Pemilihan calon tim penguji didasarkan kepada: a. kesesuaian latarbelakang keilmuan calon penguji dengan judul tesis yang akan dipertahankan pada ujian tesis; b. rekam jejak sumbangan positif dari calon penguji terhadap mahasiswa-mahasiswa yang telah melakukan ujian tesis sebelumnya; c. notulis dapat berasal dari salah seorang dosen Unimed yang paling tidak telah bergelar S2 dan memiliki latarbelakang pendidikan yang bersesuaian dengan bidang kajian tesis mahasiswa yang akan ujian. 3. Sekretaris Prodi mengkonfirmasi para tim penguji atas kesediaan mereka untuk menjadi penguji, serta persetujuan dan/atau kesepakatan waktu untuk pelaksanaan ujian tesis. 4. Penerbitan Surat Permintaan Undangan Ujian 1. Surat permintaan penerbitan Undangan Ujian tesis harus berisikan: a. informasi identitas mahasiswa yang akan ujian yang terdiri atas: Nama; NIM; Prodi; Angkatan/Kelas. b. JudulTesis. c. Waktu dan tempat pelaksanaan ujian yang terdiri atas: Hari/Tanggal: Waktu : Tempat : d. Surat permintaan ini juga harus berisikan: Nama-nama Tim Penguji (5 orang); Nama Notulis (1 orang); 2. Surat Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Tesis yang ditujukan kepada Direktur/Wadir I ini, disiapkan Sekretaris Prodi dan ditandatangani oleh Ketua Program Studi jika seluruh berkas persyaratan dari mahasiswa telah lengkap. 3. Program Studi mengirimkan surat permintaan, termasuk kelengkapannya, kepada Wadir I melalui KTU, paling lambat 10 hari sebelum hari pelaksanaan ujian yang diusulkan. 4. Penyerahan surat permintaan ini harus dicatat pada buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh pegawai penerima di kantor sekretariat administrasi. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 68

70 Proses penerbitan Undangan di Tata Usaha Penerbitan Undangan oleh Direktur/ Wadir -I Penggandaan dan pengesahan Undangan Penyerahan Undangan kepada Tim Penguji 1. KTU dibantu oleh pegawai administrasi memeriksa kembali persyaratan untuk Ujian Tesis. 2. Jika persyaratan administrasi pada berkas yang diusulkan lengkap maka KTU menyiapkan Undangan Ujian tesis sesuai dengan usul Prodi termasuk ruang ujian yang diusulkan prodi. 3. Namun, jika belum lengkap KTU akan mengembalikan berkas tersebut kembali ke Prodi. 4. Undangan dicetak rangkap dua. 5. Direktur/Wadir-I berhak memeriksa kelayakan tim penguji yang diusulkan Prodi. 6. Jika tim penguji memenuhi kriteria akademik seperti yang dilaksanakan di prodi maka Direktur/Wadir I menandatangani Undangan Ujian Tesis yang telah disiapkan. 7. Direktur/Wadir I menandatangi undangan ujian paling lambat 10 hari sebelum hari pelaksanaan ujian. 8. Undangan yang telah ditandatangani dan stempel diantarkan oleh pegawai Tata Usaha ke prodi dengan buku ekspedisi. Undangan yang telah ditandatangani Direktur digandakan dan distempel rangkap 14 yang ditujukan kepada: 1. Komisi Pembimbing (2 orang) 2. Tim Penguji 3 orang; 3. Notulis; 4. Mahasiswa bersangkutan; 5. Tembusan untuk Direktur; 6. Tembusan untuk Wadir II; 7. Tembusan untuk Ketua Prodi; 8. Arsip untuk Wadir I; 9. Arsip untuk Tata Usaha; 10. Arsip untuk Prodi 1. Undangan yang telah digandakan diserahkan oleh Tata Usaha kepada Prodi dengan ekspedisi yang terdiri atas: Tim Penguji; Notulis; Mahasiswa; Ketua Prodi; Arsip Prodi. dan Tembusan dan arsip sisanya kepada ybs langsung; 2. Prodi menyampaikan Undangan Ujian Tesis kepada kepada: Tim Penguji; Notulis; Mahasiswa. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 69

71 3. Undangan Ujian Tesis dilengkapi dengan satu set Draft 4. Penyerahan Undangan UjianTesis dicatat pada buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh semua pihak yang menerima undangan, paling lambat 9 hari sebelum pelaksanaan ujian. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 70

72 Contoh Format Permintaan Penerbitan Undangan UjianTesis No. Lamp. Hal :../.../.../. :... berkas : Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Tesis Kepada : Yth. Direktur Program Pascasarjana di Tempat Dengan hormat, Mahasiswa S2 Prodi Pendidikan Biologi dibawah ini : Nama Mahasiswa :... NIM :... Angkatan :... telah memenuhi syarat-syarat untuk melaksanakan ujian tesisnya dengan judul Karena itu, kami harap Bapak bersedia menerbitkan Undangan Ujian Tesis mahasiswa kami tersebut dengan nama penguji: dan notulis... Pelaksanaan ujian ini direncanakan pada: Tanggal :.. Hari :.. Pukul : s/d.. Tempat : Ruang Seminar, Lantai III PPs Unimed Demikian kami sampaikan, atas kerjasama yang baik diucapkan terima kasih. Medan, Prodi Pendidikan Biologi Ketua,... NIP.. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 71

73 MANUAL PROSEDUR UJIAN TESIS UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 72

74 Manual Prosedur Ujian Tesis Judul : Manual Prosedur Ujian Tesis Definisi : : prosedur pelaksanaan Ujian Tesis Tujuan : 1. menjadi pedoman prosedur proses Ujian Tesis 2. sebagai kendali dan audit apakah prosedur Ujian Tesis pada setiap tahap telah dikerjakan dengan benar. Lingkup : 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, Tim Penguji, Notulis dan Staf Administrasi prodi. 2. Pimpinan PPs: Direktur, Wadir I, dan Tata Usaha; Penanggungjawab : Unit AMAI PPs untuk 1. melakukan evaluasi 2. melakukan audit 3. memberikan rekomendasi Prosedur : No. Prosedur Penjelasan Cek Penyiapan Berkas Kelengkapan Administrasi Pengecekan Persiapan Ruang Ujian Prodi menyiapkan berkas kelengkapan administrasi ujian tesis, paling lambat sehari sebelum pelaksanaan ujian, yang meliputi: 1. format bukti hadir tim penguji; 2. format rekapitulasi nilai ujian tesis; 3. format pengumuman hasil ujian tesis; 4. format penilaian untuk masing-masing anggota tim penguji; 5. buku notulen ujian; Prodi mengecek persiapan ruang ujian paling tidak dua jam sebelum pelaksanaan, meliputi: 1. susunan meja dan kursi untuk format ujian tertutup, dimana: meja untuk mahasiswa berada didepan membelakangi layar proyektor; meja untuk komisi pembimbing, untuk 2 orang, di sebelah kiri meja mahasiswa yang akan ujian; meja untuk tim penguji di luar komisi pembimbing, untuk 3 orang, di sebelah kanan meja mahasiswa yang akan ujian; meja untuk Direktur/Asdir Wadir I dan Ketua Prodi 2. proyektor LCD dan mejanya; 3. layar LCD; Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 73

75 Pembukaan Acara Ujian Pemaparan Tesis 1. Ujian Tesis dapat dimulai jika telah hadir paling tidak: Mahasiswa yang akan ujian; 2 Pembimbing (minimal 1 Pembimbing); 3 anggota Tim Penguji (minimal 2 Penguji); Notulis Ketua Prodi/Sekretaris. 2. Ujian tesis dibuka secara resmi oleh Ketua atau Sekretaris Prodi jika Ketua Prodi berhalangan; 3. Mahasiswa berdiri di tengah ruang ujian di hadapan Ketua Prodi ketika membuka acara ujian tesis secara resmi. 4. Sebelum sidang dimulai pegawai prodi mengedarkan berkas kelengkapan ujian, termasuk format penilaian, kepada seluruh Tim Penguji. 5. Setelah Ujian dibuka secara resmi oleh Ketua prodi, selanjutnya menyerahkan proses jalannya sidang kepada Ketua Komisi Pembimbing (Pembimbing I). 1. Sidang Ujian Tesis ini dipimpin oleh Ketua Sidang yang juga merupakan salah seorang dariketua KomisiPembimbing tesis(pembimbing I). 2. Ketua Sidang menyilakan mahasiswa untuk menyajikan ringkasan tesisnya selama paling lama 20 menit di hadapan sidang; 6. Sesi Pertanyaan Kritik dan Saran 1. Proses keseluruhan sidang ujian tesis paling lama 120 menit; 2. Setelah mahasiswa selesai menyajikan ringkasan tesisnya Ketua Sidang memberi kesempatan I kepada Tim penguji selain komisi pembimbing, secara bergantian untuk menguji dan memberikan saran terhadap mahasiswa. Seorang penguji selain tim komisi pembimbing boleh bertanya atau memberi saran selama paling lama 30 menit.; 3. Setelah Tim Penguji selesai menguji, Ketua sidang mempersilahkan Ketua Prodi untuk menguji dan memberikan saran paling lama 30 menit. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 74

76 Penilaian Skor Sidang dan Rapat Tim Penguji Pengumuman Hasil Ujian 1. Setiap anggota Tim Penguji, termasuk Komisi Pembimbing, menilai: Naskah Tesis (format sudah dilampirkan pada waktu mengantar Undangan), bobot nilai 60%; Kemampuan mempertahankan tesis, menggunakan Format Penilaian Ujian Tesis, bobot nilai 40%. 2. Ketua Prodi mengumpulkan nilai ujian dari setiap anggota Tim Penguji. 3. Jika sampai berakhir ujian, kehadiran Pembimbing dan Penguji tidak lengkap, maka penilaiannya diserahkan kepada kebijakan Ketua Prodi. 4. Nilai dari Tim Penguji dirata-ratakan dan dijadikan nilai akhir. 5. Nilai yang dinyatakan lulus untuk ujian paling rendah 70 atau C. 1. Setelah nilai akhir dihitung Ketua Sidang mengundang seluruh Tim Penguji untuk menyepakati nilai yang diperoleh mahasiswa. 2. Rapat ini bertujuan untuk menyepakati putusan hasil penilaian terhadap Ujian Tesis. 3. Sebelum rapat dimulai sidang ujian tesis diskors dan mahasiswa diminta meninggalkan ruang sidang. 4. Jika semua Tim Penguji nilai yang diperoleh mahasiswa disepakati maka masing-masing anggota Tim Penguji membubuhkan tandatangannya pada berkas rekapitulasi nilai. 1. Setelah rapat Tim Penguji selesai, Ketua Sidang mempersnyilahkan kembali mahasiswa untuk memasuki ruang sidang dan Ketua Sidang mengumumkan bahwa Skors sidang dicabut. 2. Direktur atau Wadir I mengumumkan nilai yang diperoleh promovendus. Jika hasil ujian tesis dinyatakan kalah karena nilainya kurang dari 70, maka mahasiswa diberi kesempatan untuk ujian sekali lagi setelah terlebih dahulu memperbaiki tesisnya. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 75

77 FORMAT PENILAIAN NASKAH TESIS Nama Mahasiswa :.. NIM :.. Program Studi :.. NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT (B) SKOR (S) B X S A. ABSTRAK Keefektifan dan keefisienan Abstrak Bahasa Indonesia (3) 2 Ketepatan Bahasa Inggris Abstrak (3) B. PENDAHULUAN Keefektifan dan keefisienan paparan (4) 2 Keterkaitan antara latar belakang masalah, identifikasi masalah dan perumusan masalah (4) C. KAJIAN PUSTAKA Kesesuaian Teori/Referensi dengan permasalahan (3) 2 Kemutakhiran Referensi (diutamakan Jurnal Penelitian) (3) 3 Ketajaman analisis dan sintesis kajian pustaka, termasuk posisi penulis dalam kajian teori (2) 4 Ketepatan kerangka berpikir dan Hipotesis (jika ada) (2) D. METODE PENELITIAN Ketepatan Metode Penelitian (populasi, teknik sampling, metoda/rancangan) (2) 2 Ketepatan Prosedur Penelitian (2) 3 Ketepatan Analisis Data (2) 4 Kevalidan dan Reliabilitas Instrumen Penelitian (4) E. PEMAPARAN HASIL ANALISIS Ketepatan Hasil Analisis (termasuk grafik dan tabel, jika ada) yang harus ditampilkan (10) 2 Keefektifan dan keefeisienan hasil analisis yang ditampilkan (5) 3 Kefektifan dan keefeisienan Bahasa Hasil Analisis (5) F. PEMBAHASAN Kesesuaian bahasan dengan tujuan penelitian (10) 2 Kedalaman bahasan (10) 3 Kemutakhiran acuan pustaka dalam bahasan (10) G. KESIMPULAN DAN SARAN Ketepatan simpulan dengan tujuan penelitian (3) 2 Keefektifan dan keefeisienan bahasa (3) H. KEILMIAHAN BAHASA NASKAH I. ORIJINALITAS PENELITIAN Jumlah Nilai Akhir = Keterangan: Skor : Nilai Akhir = (B X S) : 100 Medan, Dosen Penguji, NIP.... Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 76

78 FORMAT PENILAIAN UJIAN MEMPERTAHANKAN TESIS Nama Mahasiswa :.. NIM Program Studi :.. :.. NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT (B) SKOR (S) B x S A. MUTU PRESENTASI Mutu media yang disajikan (ketepatan unsur, keefisienan, keterbacaan, dan keapikan) 2. Mutu tampilan penyaji (penguasaan materi, kelugasan bahasa) B. MUTU JAWABAN Kesesuaian antara pertanyaan penguji dan jawaban teruji Keilmiahan jawaban teruji Jumlah pertanyaan yang terjawab dengan tepat 20 Jumlah Nilai Akhir = Keterangan: Medan, Dosen Penguji, Skor : Nilai Akhir = (B X S) : 100 NIP.... Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 77

79 FORMAT REKAPITULASI NILAI UJIAN TESIS UNTUK MASING-MASING PENGUJI Nama Mahasiswa :.. NIM Program Studi :.. :.. NO. ASPEK YANG DINILAI BOBOT (B) NILAI (N) B X N A. NILAI NASKAH TESIS 60 B. NILAI PRESENTASI DAN MEMPERTAHANKAN TESIS 40. NILAI TOTAL Nilai Akhir Ujian Tesis : (Nilai Total B x N) : 100 = Medan, Ketua Prodi, NIP.... Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 78

80 FORMAT REKAPITULASI NILAI AKHIR TESIS UNTUK MASING-MASING PENGUJI Nama Mahasiswa :.. NIM Program Studi :.. :.. NO. ASPEK YANG DINILAI BOBOT (B) NILAI (N) B X N A. NILAI NASKAH TESIS 35 B. NILAI PRESENTASI DAN MEMPERTAHANKAN TESIS 30 C. NILAI PROPOSAL TESIS 35 NILAI TOTAL 100 Nilai Akhir Ujian Tesis : (Nilai Total B x N) : 100 = Medan, Dosen Penguji, NIP.... Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 79

81 MANUAL PROSEDUR DISERTASI Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 80

82 MANUAL PROSEDUR PENETAPAN KOMISI PEMBIMBING DISERTASI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 81

83 PENETAPAN KOMISI PEMBIMBING DISERTASI Judul : Penetapan Komisi Pembimbing Desertasi Definisi : merupakan prosedur untuk menetapkan Komisi Pembimbing Desertasi. Tujuan : 1. Menjadi pedoman prosedur penetapankomisi Pembimbing Disertasi. 2. Sebagai kendali dan audit apakah prosedur penetapan Komisi Pembimbing Disertasi pada setiap tahap telah dikerjakandengan benar. Lingkup : 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, dan Staf Administrasi. 2. Tata Usaha 3. Wadir I 4. Direktur : Unit AMAI PPs untuk: Penanggungjawab 1. melakukan evaluasi 2. melakukan audit 3. memberikan rekomendasi Prosedur : No. Prosedur Penjelasan Cek Mahasiswa menyiapkan sinopsis rencana penelitian Mahasiswa mengajukan permintaan penetapan Komisi Pembimbing Mahasiswa menyiapkan rencana penelitian ringkas dalam bentuk sinopsis yang berisikan: 1. latarbelakang masalah berbasis jurnal penelitian terakreditasi, terutama internasional; 2. identifikasi dan pembatasan masalah; 3. rumusan masalah; 4. poin-poin teori yang akan dikaji; 5. metode penelitian; Mahasiswa mengajukan permintaan SK Komisi Pembimbing Disertasi melalui Ketua Prodi dengan melampirkan: 1. sinopsis rencana penelitian desertasi; 2. nama-nama calon Komisi Pembimbing (paling banyak 6 orang); 3. fotokopi tanda bukti telah melunasi biaya kuliah pada semester berlangsung; Prodi membuat tanda bukti penerimaan Mahasiswa bahwa seorang mahasiswa telah menerima menyerahkan sinopsis rencana penelitian dan tanda bukti nama-nama calon Komisi Pembimbingnya. penyerahan 2. Tanda bukti penerimaan ini memuat tanggal sinopsis penerimaan dan ditandatangani oleh Ketua atau Sekretaris Prodi. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 82

84 4. 5. Penilaian kelayakan sinopsis Pengumuman Kelayakan Sinopsis 1. Kelayakan sinopsis dinilai oleh Ketua dan Sekretaris Prodi; 2. Penilaian sinopsis ini dimaksudkan untuk: mengetahui apakah mahasiswa telah memahami dasar-dasar penelitian yang benar; topik penelitian yang diajukan sesuai dengan kajian prodi; pertanyaan yang diajukan memang dapat diteliti; mahasiswa telah memanfaatkan jurnal ilmiah; 3. Dasar penilaian kelayakan sinopsis rencana penelitian meliputi: topik sesuai dengan kajian bidang studi; berbasiskan hasil penelitian atau review yang telah terbit dijurnal terakredatasi, terutama internasional; secara garis besar teori yang akan dibahas sudah mengena; secara garis besar metoda dan langkah penelitian telah memiliki gambaran yang benar; 4. Sinopsis yang telah layak dijadikan dasar untuk menetapkan Komisi Pembimbing; 5. Hasil penilaian tentang kelayakan sinopsis harus sudah diputuskan dan disampaikan kepada mahasiswa paling lambat 2 minggu setelah sinopsis disampaikan mahasiswa. 1. Layak tidaknya sinopsis mahasiswa harus diumumkan oleh Prodi secara resmi paling lama 2 minggu setelah sinopsis diterima prodi. 2. Pengumuman terhadap kelayakan berupa layak atau belum layak untuk ditetapkan Komisi Pembimbing Desertasinya. 3. Sinopsis yang belum layak dikembalikan kepada mahasiswa disertai dengan catatan bagian yang harus diperbaiki. 4. Jika pada setelah diperbaiki sinopsis yang dibuat mahasiswa masih belum juga layak, maka prodi bertanggungjawab membimbing mahasiswa bersangkutan secara intensif. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 83

85 6.. Pengusulan SK Komisi Pembimbing 6. Bagi mahasiswa yang sinopsisnya telah diumumkan layak harus segera diusulkan Komisi Pembimbingnya kepada Direktur melalui Wadir I paling lambat 1 minggu sejak kelayakan sinopsis diumumkan; 7. Komisi Pembimbing Desertasi terdiri atas 3 orang,yaitu: Pembimbing I; Pembimbing II Pembimbing III; 8. Dasar pertimbangan pengusulan Komisi Pembimbing harus akademik, seperti: c. Pembimbing I: dianggap memiliki pengetahuan yang luas tentang penelitian dan penulisan akademik yang standar; memiliki latarbelakang keilmuan yang sama atau dekat dengan kajian yang diusulkan mahasiswa; sebaiknya dosen tetap Unimed d. Pembimbing II: memiliki latarbelakang keilmuan yang sama dengan bidang kajian yang diusulkan mahasiswa; dapat berasal dari luar Unimed; e. Pembimbing III: dianggap kuat dalam metode penelitian dan analisis data; boleh dari Unimed maupun luar Unimed; 9. Paling tidak salah seorang dari calon Pembimbing yang diusulkan mahasiswa dapat menjadi salah satu dari anggota Komisi Pembimbing. 7. PenyiapanSK Komisi Pembimbing 1. SK Komisi Pembimbing disiapkan oleh Wadir I untuk ditandatangani oleh Direktur. 2. Wadir I dapat meninjau ulang susunan atau anggota komisi pembimbing jika berdasarkan pertimbangan akademik kurang tepat dengan cara mendiskusikannya dengan Ketua Prodi. 3. Jika terjadi perobahan pada susunan atau anggota komisi Pembimbing maka permintaan SK komisi pembimbing diusul ulang. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 84

86 8. 9. PenetapanSK Komisi Pembimbing Pengambilan SK Komisi Pembimbing 1. SK Komisi Pembimbing yang telah disiapkan diparaf oleh Wadir I untuk ditandatangani oleh Direktur. 2. Direktur dapat meninjau ulang susunan atau anggota komisi pembimbing jika berdasarkan pertimbangan akademik kurang tepat dengan cara mendiskusikannya dengan Wadir I dan Ketua Prodi. 3. Jika terjadi perobahan pada susunan atau anggota komisi Pembimbing maka permintaan SK komisi pembimbing diusul ulang 1. SK Komisi Pembimbing yang telah ditandatangani Direktur diambil di Kantor Wadir I dengan menunjukkan bukti pembayaran biaya desertasi paling tidak 50% dan biaya kuliah untuk semester berjalan. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 85

87 MANUAL PROSEDUR PENERBITAN SURAT UNDANGAN SEMINAR PROPOSAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 86

88 Manual Prosedur Penerbitan Undangan Seminar Proposal Judul : Manual Prosedur Penerbitan Undangan Seminar Proposal Definisi : : prosedur pelayanan penerbitan Undangan Seminar Proposal Disertasi mulai dari persyaratan, permohonan mahasiswa, mekanisme di prodi, di Wadir I, hingga penyebaran undangan. Tujuan Lingkup Penanggung jawab : : : 1. menjadi pedoman prosedur permintaan dan penerbitan Seminar Proposal Disertasi Mahasiswa. 2. sebagai kendali dan audit apakah prosedur penerbitan Undangan Seminar Proposal Desertasi pada setiap tahap telah dikerjakan dengan benar. 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, dan Staf Administrasi; 2. Kantor Tata Usaha: Kepala Tata Usaha (KTU), Pegawai; 3. Wadir I: Wadir I dan Staf Administrasi; Unit AMAI PPs untuk: 1. melakukan evaluasi; 2. melakukan audit; 3. memberikan rekomendasi; Prosedur: No. Prosedur Penjelasan Cek Mahasiswa mengajukan permohonan untuk Seminar Proposal kepada Ketua Prodi Pemeriksaan Kelengkapan Administrasi oleh Prodi Mahasiswa mengajukan permintaan untuk melaksanakan seminar ke Prodi dengan menunjukkan bukti bahwa: 1. Proposal penelitian telah disetujui oleh komisi Pembimbing Disertasi; 2. Surat tanda telah lulus Ujian Komprehensif ; 3. Fotokopi bukti pembayaran SPP untuk semester sedang berjalan; 4. Fotokopi bukti pembayaran biaya disertasi (minimal setengah dari biaya yang diwajibkan); 5. Fotokopi bukti pembayaran biaya seminar proposal; 6. Bukti bahwa mahasiswa bersangkutan telah menghadiri seminar-seminar proposal disertasi minimal sebanyak 10 kali. 1. Sekretaris Prodi memeriksa kelengkapan berkas permohonan seminar proposal disertasi. 2. Jika seluruh berkas yang disyaratkan lengkap, Sekretaris Prodi membuat konsep Surat Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Proposal untuk diajukan kepada Wakil Direktur I. 3. Jika belum lengkap Sekretaris Prodi meminta mahasiswa melengkapi berkas yang masih kurang. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 87

89 3. 4. Penentuan Tim Penguji Penerbitan Surat Permintaan Undangan Seminar 2. Tim Penguji terdiri atas: a. Komisi Pembimbing (3 orang) b. Penguji (3 orang), salah seorang diantaranya dapat berasal dari luar universitas. 6. Ketua Prodi memilih dan menetapkan calon penguji dan notulis yang akan diundang pada pelaksanaan seminar, serta memilih waktu yang akan diusulkan kepada komisi pembimbing disertasi dan tim penguji. Pemilihan calon tim penguji didasarkan kepada: c. kesesuaian latarbelakang keilmuan calon penguji dengan judul proposal disertasi yang akan diseminarkan; d. rekam jejak sumbangan positif dari calon penguji terhadap mahasiswa-mahasiswa yang telah berseminar sebelumnya; e. notulis dapat berasal dari salah seorang dosen Unimed yang paling tidak telah bergelar S2 dan memiliki latarbelakang pendidikan yang bersesuaian dengan bidang kajian desertasi yang diseminarkan. 7. Sekretaris Prodi mengonfirmasi para tim penguji atas kesediaan mereka untuk menjadi penguji, serta persetujuan dan/atau kesepakatan waktu untuk pelaksanaan seminar. 1. Surat permintaan penerbitan Undangan Seminar Desertasi harus berisikan: e. informasi identitas mahasiswa yang akan berseminar yang terdiri atas: Nama; NIM; Prodi; Angkatan/Kelas. f. Judul Proposal Desertasi. g. Waktu dan tempat pelaksanaan seminar yang terdiri atas: Hari/Tanggal: Waktu : Tempat : h. Surat permintaan ini juga harus berisikan: Nama-nama Tim Penguji (6 orang); Nama Notulis (1 orang); 2. Surat Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Proposal Disertasi yang ditujukan kepada Wadir I ini, disiapkan Sekretaris Prodi dan ditandatangani oleh Ketua Program Studi jika seluruh berkas persyaratan dari mahasiswa telah lengkap. 3. Program Studi mengirimkan surat permintaan, termasuk kelengkapannya, kepada Wadir I melalui KTU, paling lambat 12 hari sebelum hari pelaksanaan seminar yang diusulkan. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 88

90 Proses penerbitan Undangan di Tata Usaha Penerbitan Undangan oleh Wadir I Penggandaan dan pengesahan Undangan Penyerahan Undangan kepada Tim Penguji 4. Penyerahan surat permintaan ini harus dicatat pada buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh pegawai penerima di kantor sekretariat administrasi. 1. KTU dibantu oleh pegawai administrasi memeriksa kembali persyaratan untuk Seminar Proposal. 2. Jika persyaratan adminstrasi pada berkas yang diusulkan lengkap maka KTU menyiapkan Undangan Seminar sesuai dengan usul Prodi termasuk ruang seminar yang diusulkan prodi. 3. Namun, jika belum lengkap KTU akan mengembalikan berkas tersebut kembali ke Prodi. 4. Undangan dicetak rangkap dua. 1. Wadir I berhak memeriksa kelayakan tim penguji yang diusulkan Prodi. 2. Jika tim penguji memenuhi kriteria akademik seperti yang dilaksanakan di prodi maka Wadir I menandatangani Undangan Seminar yang telah disiapkan. 3. Wadir I menandatangi undangan seminar paling lambat 10 hari sebelum hari pelaksanaan seminar. 4. Undangan yang telah ditandatangani dan stempel diantarkan oleh pegawai Tata Usaha ke prodi dengan buku ekspedisi. Undangan yang telah ditandatangani Wadir I digandakan dan distempel rangkap 14 yang ditujukan kepada: 1. Tim Penguji 6 orang; 2. Notulis; 3. Mahasiswa bersangkutan; 4. Tembusan untuk Direktur; 5. Tembusan untuk Wadir II; 6. Tembusan untuk Ketua Prodi; 7. Arsip untuk Wadir I; 8. Arsip untuk Tata Usaha; 9. Arsip untuk Prodi 1. Undangan yang telah digandakan diserahkan oleh Tata Usaha kepada Prodi dengan ekspedisi yang terdiri atas: Tim Penguji; Notulis; Mahasiswa; Ketua Prodi; Arsip Prodi. dan Tembusan dan arsip sisanya kepada ybs langsung; 3. Prodi menyampaikan Undangan Seminar kepada kepada: Tim Penguji; Notulis; Mahasiswa. 4. Undangan Seminar Disertasi dilengkapi dengan satu set Proposal Disertasi. 5. Penyerahan Undangan Seminar Disertasi dicatat pada Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 89

91 buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh semua pihak yang menerima undangan, paling lambat 9 hari sebelum pelaksanaan seminar. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 90

92 No. :../.../.../. Lamp. :... berkas Hal : Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Kepada : Yth. Wakil Direktur I di Tempat Dengan hormat, Mahasiswa S3 Prodi Manajemen Pendidikan dibawah ini : Nama Mahasiswa :... NIM :... Angkatan :... telah memenuhi syarat-syarat untuk menyeminarkan proposal disertasinya dengan judul Karena itu, kami harap Bapak bersedia menerbitkan Undangan Seminar Proposal Disertasi mahasiswa kami tersebut dengan nara sumber: dan notulis... Pelaksanaan seminar ini direncanakan pada: Tanggal :.. Hari :. Contoh Format Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Proposal Disertasi Pukul : s/d Tempat: Ruang Seminar, Lantai III PPs Unimed Demikian kami sampaikan, atas kerjasama yang baik diucapkan terima kasih. Medan, Prodi Manajemen Pendidikan Ketua,... NIP.. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 91

93 MANUAL PROSEDUR SEMINAR PROPOSAL DISERTASI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 92

94 MANUAL PROSEDUR SEMINAR PROPOSAL DISERTASI Judul : Manual ProsedurSeminar Proposal Disertasi Definisi : : Kegiatan prosedur pelaksanaan Seminar Proposal Disertasi Tujuan : 1. Menjadi pedoman prosedur proses Seminar Proposal Disertasi. 2. Sebagai kendali dan audit apakah prosedur Seminar Proposal Disertasi pada setiap tahap telah dikerjakandengan benar. Lingkup : 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, Tim Penguji, Notulis dan Staf Administrasi prodi. Penanggungjawab : Unit AMAI PPs untuk 1. melakukan evaluasi 2. melakukan audit 3. memberikan rekomendasi Prosedur : No. Prosedur Penjelasan Cek Penyiapan Berkas Kelengkapan Administrasi Pengecekan Persiapan Ruang Seminar Prodi menyiapkan berkas kelengkapan administrasi seminar proposal, paling lambat sehari sebelum pelaksanaan seminar, yang meliputi: 1. format bukti hadir tim penguji; 2. format rekapitulasi nilai seminar proposal desertasi; 3. format pengumuman hasil seminar proposal desertasi; 4. format penilaian untuk masing-masing anggota tim penguji; 5. buku notulen seminar; Prodi mengecek persiapan ruang seminar paling tidak dua jam sebelum pelaksanaan, meliputi: 1. susunan meja dan kursi untuk format seminar, dimana: meja untuk mahasiswa berada didepan membelakangi layar proyektor; meja untuk komisi pembimbing, untuk 3 orang, di sebelah kiri meja mahasiswa yang akan berseminar; meja untuk tim penguji di luar komisi pembimbing, untuk 3 orang, di sebelah kanani meja mahasiswa yang akan berseminar; meja peserta seminar yang terdiri atas mahasiswa, paling tidak untuk 20 orang 2. proyektor LCD dan mejanya; 3. layar LCD; Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 93

95 Pembukaan Acara Seminar Pemaparan Proposal Disertasi Sesi Pertanyaan Kritik dan Saran 1. Seminar Proposal Disertasi dapat dimulai jika telah hadir paling tidak: promovendus; 2 Pembimbing (minimal 1 Pembimbing); 3 Penguji (minimal 2 Penguji); Notulis 5 orang mahasiswa S3 (disesuaikan); Ketua Prodi 2. Seminar proposal desertasi dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi atau Sekretaris Prodi jika Ketua Prodi berhalangan; 3. Promovendus berdiri di tengah ruang seminar di hadapan Ketua Prodi ketika Ketua Prodi membuka acara seminar secara resmi. 4. Sebelum sidang dimulai pegawai prodi mengedarkan berkas kelengkapan seminar, termasuk format penilaian, kepada seluruh Tim Penguji. 5. Setelah Seminar dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi, Ketua Prodi menyerah proses jalannya sidang kepada Ketua Komisi Pembimbing (Pembimbing I). 1. Sidang Seminar Proposal Disertasi ini dipimpin oleh Ketua Sidang yang juga merupakan Ketua Komisi Pembimbing (Pembimbing I) atau yang mewakilinya dari salah seorang Komisi Pembimbing. 2. Ketua Sidang menyilahkan promovendus untuk menyajikan ringkasan proposalnya selama paling lama 20 menit di hadapan sidang; 1. Proses keseluruhan sidang seminar proposal paling lama 150 menit; 2. Peserta seminar boleh bertanya, mengkritik, dan memberi saran kepada promovendus. 3. Setelah promovendus selesai menyajikan ringkasan proposalnya Ketua Sidang memberi kesempatan I untuk bertanya, kritik dan saran kepada peserta seminar (mahasiswa). Waktu yang disediakan untuk tanya-jawab dengan keseluruhan peserta seminar ini paling lama 20 menit 4. Setelah tanya-jawab dengan peserta seminar selesai Ketua Sidang menyilakan Tim Penguji, selain komisi pembimbing, secara bergantian untuk menguji dan memberikan saran terhadap promovendus. Seorang penguji selain tim komisi pembimbing boleh bertanya atau memberi saran selama paling lama 30 menit; 5. Komisi Pembimbing dapat membantu promovendus untuk memperjelas proposal jika Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 94

96 Penilaian Skor Sidang dan Rapat Tim Penguji Pengumuman Hasil Seminar promovendus kurang berhasil menjelaskan metoda dan prosedur penelitian dengan tujuan mengurangi kesalahpahaman antara penguji dan promovendus. 1. Setiap anggota Tim Penguji, temasuk Komisi Pembimbing, menilai Proposal disertasi yang disidangkan menggunakan format penilaian seminar proposal disertasi. 2. Disamping menilai, Tim Penguji juga diminta untuk memberikan saran agar penelitian yang akan dilaksanakan menjadi lebih ilmiah dan kuat. 3. Sekretaris Prodi mengumpulkan nilai proposal dari setiap anggota Tim Penguji. 4. Jika Narasumber berhalangan hadir, maka Ketua Prodi berhak menunjuk Narasumber pengganti. 5. Jika sampai berakhir ujian, kehadiran Pembimbing tidak lengkap, maka penilaiannya diserahkan kepada kebijakan Ketua Prodi. 6. Nilai dari Tim Penguji dirata-ratakan dan dijadikan nilai akhir. 7. Nilai yang dinyatakan lulus untuk Proposal paling 80 atau B. 4. Setelah nilai akhir dihitung Ketua Sidang mengundang seluruh Tim Penguji untuk menyepakati nilai yang diperoleh promovendus. 5. Rapat ini bertujuan untuk menyepakati putusan hasil penilaian terhadap proposal disertasi. 6. Sebelum rapat dimulai sidang seminar diskors dan semua peserta seminar, termasuk promovendus, diminta meninggalkan ruang sidang. 7. Jika semua Tim Penguji nilai yang diperoleh promovendus disepakati maka masing-masing anggota Tim Penguji membubuhkan tandatangannya pada berkas rekapitulasi nilai. 1. Setelah rapat Tim Penguji selesai, Ketua Sidang menyilakan kembali peserta seminar untuk memasuki ruang sidang dan Ketua Sidang mengumumkan bahwa Skors sidang dicabut 2..Ketua Prodi mengumumkan nilai yang diperoleh promovendus. 3. Jika hasil seminar dinyatakan kalah karena nilainya kurang dari 80, maka promovendus diberi kesempatan untuk dinilai sekali lagi oleh dosen narasumber yang memberi nilai kurang dari 80 setelah terlebih dahulu memperbaiki proposalnya. 4. Pengumuman hasil seminar mahasiswa yang kalah, akan diumumkan paling lama 2 minggu Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 95

97 FORMAT PENILAIAN NASKAH SEMINAR PROPOSAL S3 Nama Mahasiswa :.. NIM Program Studi :.. :.. NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT (B) SKOR (S) A. PENDAHULUAN 20 B x S 1 Kejelasan Latarbelakang Masalah (berbasis Jurnal dan fenomena lapang) Identifikasi dan Pembatasan Masalah Rumusan masalah dan Tujuan Penelitian Keterkaitan antara Latarbelakang masalah, Identifikasi dan Rumusan Masalah B. KERANGKA TEORITIS Kesesuaian Teori/Referensi dengan permasalahan Kemutahiran Referensi (diutamakan Jurnal Penelitian) Ketajaman analisis dan sintesis kajian pustaka, termasuk posisi penulis dalam kajian teori Ketepatan Kerangka Berpikir dan Hipotesis (jika ada) C. METODE PENELITIAN Ketepatan Metode Penelitian (populasi, teknik sampling, metoda/rancangan) Ketepatan Prosedur Penelitian Ketepatan Analisis Data Kesesuaian Instrumen Penelitian D. Nilai Total Nilai Akhir = Keterangan: Skor : Nilai Akhir = (B X S): 100 Medan, Dosen Penguji, NIP.... Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 96

98 MANUAL PROSEDUR PENERBITAN SURAT IZIN PENELITIAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 97

99 Manual Prosedur Penerbitan Surat Izin Penelitian Judul : Manual Prosedur Penerbitan Surat Izin Penelitian Definisi : : prosedur pelayanan penerbitan surat izin penelitian mulai dari persyaratan, permohonan mahasiswa, mekanisme di prodi, di Wadir I, hingga penyerahan surat. Tujuan : 1. menjadi pedoman prosedur permintaan dan penerbitan Surat Izan Penelitian Mahasiswa. 2. sebagai kendali dan audit apakah prosedur penerbitan Surat Izan Penelitian Disertasi pada setiap tahap telah dikerjakan dengan benar. Lingkup : 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, dan Staf Administrasi; 2. Kantor Tata Usaha: Kepala Tata Usaha (KTU), Pegawai; 3. Wadir I: Wadir I dan Staf Administrasi; : Unit AMAI PPs untuk: Penanggung jawab 1. melakukan evaluasi; 2. melakukan audit; 3. memberikan rekomendasi; Prosedur : No. Prosedur/Alur Penjelasan Cek 1. Mahasiswa mengajukan permintaan penerbitan surat Permintaan Izin Penelitian ke instansi tertentu atau surat Izin Penelitian jika penelitian yang dilakukan tidak terkait dengan suatu instansi, kepada Ketua Prodi dengan menunjukkan bukti lampiran berikut: Pengajuan permintaan penerbitan izin penelitian a. proposal penelitiannya telah diperbaiki sesuai saran para narasumber dan atau peserta seminar lainnya dan telah ditandatangani oleh komisi pembimbing, sebagai bukti proposal telah diperbaiki; b. Instrumen penelitian yang telah disetujui oleh komisi pembimbing disertasi jika penelitiannya memerlukan instrumen penelitian; c. Fotokopi kwintansi pembayaran SPP untuk semester sedang berlangsung; d. Fotokopi kwitansi pembayaran biaya disertasi (minimal 50% dari biaya yang diwajibkan); Catatan: untuk ringkasnya kedua istilah surat Permintaan Izin Penelitian maupun Izin Penelitian pada kolom prosedur diitilahkan Surat Izin Penelitian saja. 2. Pengecekan kelengkapan berkas di prodi Sekretaris Prodi memeriksa kelengkapan berkas seperti pada poin 1.a s/d 1.d. - Jika seluruh berkas yang disyaratkan lengkap Sekretaris Prodi menyerahkan berkas permintaan mahasiswa untuk penerbitan izin penelitian kepada Ketua Prodi; - Jika belum lengkap Sekretaris Prodi meminta mahasiswa Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 98

100 3. 4. Penerbitan surat permintaan izin penelitian Ekpedisi permintaan surat izin ke Kantor Administra si PPs melengkapi berkas yang masih kurang dan baru diajukan kepada Ketua Prodi setelah seluruh berkas lengkap. Ketua Prodi menerbitkan surat permintaan penerbitan Permintaan Izin Penelitian atau Izin Penelitian kepada Wadir I. Surat permintaan tersebut berisikan: a. Instansi yang dituju (untuk Permintaan Izin Penelitian ). b. Jati diri mahasiswa yang akan melakukan penelitian yang terdiri atas: -Nama; -NIM; -Prodi; c. Judul proposal penelitian disertasi. d. Data yang dibutuhkan dan cara pengumpulan data. e. Rencana alokasi waktu pelaksanaan penelitian. Pegawai prodi mengantar surat permintaan penerbitan izin penelitian atau permintaan izin penelitian yang telah ditandatangani Ketua Prodi beserta kelengkapan persyaratannya seperti tertera pada poin 1.a 1.d. ke Kantor Administrasi PPs. Pegawai Prodi mencatat berita penyerahan berkas dimaksud pada buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh pegawai penerima di Kantor Administrasi. Kepala Bagian Administrasi dibantu oleh pegawai administrasi memeriksa kembali persyaratan administrasi seperti dimaksud pada poin 1.a 1.d. - Jika persyaratan adminstrasi pada berkas yang diusulkan lengkap maka Kepala Bagian Administrasi membuat nota disposisi kepada Wadir I bahwa persyaratan berkas telah lengkap dan dapat dipertimbangkan untuk diterbitkan surat permintaan izin penelitian atau izin penelitiannya. - Jika berkas administrasi diusulkan belum lengkap maka Kepala Bagian Administrasi akan mengembalikan berkas permintaan tersebut kepada Prodi untuk dilengkapi sesuai persyaratan poin 1.a 1.d., dan berkas akan diantar oleh pegawai Kantor Administrasi ke prodi bersangkutan serta mencatat beritanya pada buku ekspidisi dan ditandatangani oleh Ketua atau sekretaris atau pegawai pada prodi pengusul. Ekspedisi 5. Pegawai Kantor Administrasi mengantarkan surat Surat permintaan dari prodi beserta nota disposisi Kepala Bagian permintaan Administrasi dan berkas lampirannya ke Wadir I. prodi yang Pengantaran ini disertai dengan berita acara pada buku telah ekspedisi dan ditandatangani oleh pegawai yang didisposisi menerimanya pada Kantor Wadir I. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 99

101 Pengetikan surat izin penelitian Penandatang anan surat izin Penyetempel an surat izin penelitian Ekspedisi surat izin penelitian ke Prodi Pegawai Wadir I membuat surat Permintaan Izin Penelitian kepada suatu atau beberapa instansi sekaligus atau Izin Penelitian jika penelitian mahasiswa bersangkutan tidak melakukan penelitian tidak terkait dengan suatu instansi. Pengetikan surat tersebut dilakukan paling lambat 2 hari setelah surat tersebut diterima di Kantor Wadir I. Wadir I memeriksa dan menandatangi surat Permintaan Izin Penelitian atau Izin Penelitian paling lambat 2 hari setelah disposisi surat permintaan dari prodi sampai di Kantor Wadir I. Pegawai Kantor Sekretariat Administrasi menyetempel surat Permintaan Izin Penelitian atau Izin Penelitian yang telah ditandangani Wadir I dengan stempel PPs. Pegawai Kantor Administrasi mengantar undangan pelaksanaan seminar ke kantor prodi dan mengisi berita acara penyerahan pada buku ekspedisi Kantor Administrasi serta ditandatangani oleh pegawai atau sekretaris atau ketua prodi. Penyerahan 10 surat izin Pegawai/Sekretaris Prodi menyerahkan surat permintaan penelitian izin atau surat izin yang telah diterbitkan Wadir I kepada mahasiswa bersangkutan dengan berita pada buku kepada ekspedisi yang ditandatangani oleh mahasiswa yang mahasiswa menerimanya. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 100

102 MANUAL PROSEDUR PENERBITAN SURAT UNDANGAN SEMINAR HASIL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 101

103 Manual Prosedur Penerbitan Undangan Seminar Hasil Judul : Manual Prosedur Penerbitan Undangan Seminar Hasil Definisi : : prosedur pelayanan penerbitan Undangan Seminar Hasil Disertasi mulai dari persyaratan, permohonan mahasiswa, mekanisme di prodi, di Wadir I, hingga penyebaran undangan. Tujuan Lingkup Penanggung jawab : : : 3. menjadi pedoman prosedur permintaan dan penerbitan Seminar Hasil Disertasi Mahasiswa. 4. sebagai kendali dan audit apakah prosedur penerbitan Undangan Seminar HasilDisertasi pada setiap tahap telah dikerjakan dengan benar. 4. Prodi: Ketua, Sekretaris, dan Staf Administrasi; 5. Kantor Tata Usaha: Kepala Tata Usaha (KTU), Pegawai; 6. Wadir I: Wadir I dan Staf Administrasi; Unit AMAI PPs untuk: 4. melakukan evaluasi; 5. melakukan audit; 6. memberikan rekomendasi; Prosedur : No. Prosedur Penjelasan Cek Mahasiswa mengajukan permohonan untuk Seminar Hasil kepada Ketua Prodi Pemeriksaan Kelengkapan Administrasi oleh Prodi Mahasiswa mengajukan permintaan untuk melaksanakan seminar Hasil ke Prodi dengan menunjukkan bukti bahwa: 7. Draft Hasil penelitian telah disetujui oleh komisi Pembimbing Disertasi; 8. Makalah Seminar Hasil telah disetujui oleh Komisi Pembimbing; 9. Fotokopi bukti pembayaran SPP untuk semester sedang berjalan; 10. Fotokopi bukti pembayaran biaya disertasi (minimal setengah dari biaya yang diwajibkan); 11. Fotokopi bukti pembayaran biaya seminar hasil; 12. Bukti bahwa mahasiswa bersangkutan telah menghadiri seminar-seminar hasil disertasi minimal sebanyak 10 kali. 4. Sekretaris Prodi memeriksa kelengkapan berkas permohonan seminar hasil disertasi. 5. Jika seluruh berkas yang disyaratkan lengkap, Ketua Prodi Menerbitkan Undangan Seminar Hasil untuk Komisi Pembimbing, dan dosen penguji. 6. Jika belum lengkap Sekretaris Prodi meminta mahasiswa melengkapi berkas yang masih kurang.. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 102

104 3. Penentuan Tim Penguji 4. Tim Penguji terdiri atas: 1. Komisi Pembimbing (2 orang) 2. Penguji (3 orang), salah seorang diantaranya dapat berasal dari luar universitas. 5. Ketua Prodi memilih dan menetapkan calon penguji dan notulis yang akan diundang pada pelaksanaan seminar, serta memilih waktu yang akan diusulkan kepada komisi pembimbing disertasi dan tim penguji. Nama-nama Tim Penguji Seminar Hasil sama dengan Nama Tim Penguji pada waktu seminar proposal. 6. Sekretaris Prodi mengonfirmasi para tim penguji atas kesediaan mereka untuk menjadi penguji, serta persetujuan dan/atau kesepakatan waktu untuk pelaksanaan seminar. 4. Penerbitan Surat Permintaan Undangan Seminar 5. Surat permintaan penerbitan Undangan Seminar Hasil Disertasi harus berisikan: a. informasi identitas mahasiswa yang akan berseminar yang terdiri atas: Nama; NIM; Prodi; Angkatan/Kelas. b. Judul Penelitian Disertasi. c. Waktu dan tempat pelaksanaan seminar yang terdiri atas: Hari/Tanggal: Waktu : Tempat : d. Surat permintaan ini juga harus berisikan: Nama-nama Tim Penguji (5 orang); Nama Notulis (1 orang); 6. Surat Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Hasil Disertasi yang ditujukan kepada Wadir I ini, disiapkan Sekretaris Prodi dan ditandatangani oleh Ketua Program Studi jika seluruh berkas persyaratan dari mahasiswa telah lengkap. 7. Program Studi mengirimkan surat permintaan, termasuk kelengkapannya, kepada Wadir I melalui KTU, paling lambat 12 hari sebelum hari pelaksanaan seminar yang diusulkan. 8. Penyerahan surat permintaan ini harus dicatat pada buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh pegawai penerima di kantor sekretariat administrasi. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 103

105 Proses penerbitan Undangan di Tata Usaha Penerbitan Undangan oleh Direktur/ Wadir I Penggandaan dan pengesahan Undangan Penyerahan Undangan kepada Tim Penguji 5. KTU dibantu oleh pegawai administrasi memeriksa kembali persyaratan untuk Seminar Hasil. 6. Jika persyaratan adminstrasi pada berkas yang diusulkan lengkap maka KTU menyiapkan Undangan Seminar sesuai dengan usul Prodi termasuk ruang seminar yang diusulkan prodi. 7. Namun, jika belum lengkap KTU akan mengembalikan berkas tersebut kembali ke Prodi. 8. Undangan dicetak rangkap dua. 1. Direktur/Wadir I berhak memeriksa kelayakan tim penguji yang diusulkan Prodi. 2. Jika tim penguji memenuhi kriteria akademik seperti yang dilaksanakan di prodi maka Direktur/Wadir I menandatangani Undangan Seminar yang telah disiapkan. 3. Direktur/Wadir I menandatangi undangan seminar paling lambat 10 hari sebelum hari pelaksanaan seminar. 4. Undangan yang telah ditandatangani dan stempel diantarkan oleh pegawai Tata Usaha ke prodi dengan buku ekspedisi. Undangan yang telah ditandatangani Direktur/Wadir I digandakan dan distempel rangkap 14 yang ditujukan kepada: 10. Tim Penguji 5 orang; 11. Notulis; 12. Mahasiswa bersangkutan; 13. Tembusan untuk Direktur; 14. Tembusan untuk Wadir II; 15. Tembusan untuk Ketua Prodi; 16. Arsip untuk Wadir I; 17. Arsip untuk Tata Usaha; 18. Arsip untuk Prodi 5. Undangan yang telah digandakan diserahkan oleh Tata Usaha kepada Prodi dengan ekspedisi yang terdiri atas: Tim Penguji; Notulis; Mahasiswa; Ketua Prodi; Arsip Prodi. dan Tembusan dan arsip sisanya kepada ybs langsung; 6. Prodi menyampaikan Undangan Seminar hasil kepada: Tim Penguji; Notulis; Mahasiswa. 7. Undangan Seminar Hasil Disertasi dilengkapi dengan satu set Makalah seminar hasil. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 104

106 8. Penyerahan Undangan Seminar Hasil Disertasi dicatat pada buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh semua pihak yang menerima undangan, paling lambat 9 hari sebelum pelaksanaan seminar. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 105

107 Contoh Format Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Hasil Disertasi No. :../.../.../. Lamp. :... berkas Hal : Permintaan Penerbitan Undangan Seminar Hasil Kepada : Yth. Wakil Direktur I Di Tempat Dengan hormat, Mahasiswa S3 Prodi Manajemen Pendidikan dibawah ini : Nama Mahasiswa :... NIM :... Angkatan :... telah memenuhi syarat-syarat untuk menyeminarkan HasilDisertasinya dengan judul Karena itu, kami harap Bapak bersedia menerbitkan Undangan Seminar Hasil Disertasi mahasiswa kami tersebut dengan nara sumber: dan notulis... Pelaksanaan seminar ini direncanakan pada: Tanggal :... Hari :... Pukul : s/d. Tempat: Ruang Seminar, Lantai III PPs Unimed Demikian kami sampaikan, atas kerjasama yang baik diucapkan terima kasih. Medan, Prodi Manajemen Pendidikan Ketua,... NIP. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 106

108 MANUAL PROSEDUR SEMINAR HASIL DISERTASI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 107

109 Manual Prosedur Seminar Hasil Disertasi Judul : Manual Prosedur Seminar Hasil Disertasi Definisi : : Kegiatan prosedur pelaksanaan Seminar Hasil Disertasi Tujuan : 1. Menjadi pedoman prosedur proses Seminar Hasil Disertasi. 2. Sebagai kendali dan audit apakah prosedur Seminar HasilDisertasi pada setiap tahap telah dikerjakandengan benar. Lingkup : Prodi: Ketua, Sekretaris, Tim Penguji, Notulis dan Staf Administrasi prodi. Penanggungjawab : Unit AMAI PPs untuk 1. melakukan evaluasi 2. melakukan audit 3. memberikan rekomendasi Prosedur : No. Prosedur Penjelasan Cek Penyiapan Berkas Kelengkapan Administrasi Pengecekan Persiapan Ruang Seminar Prodi menyiapkan berkas kelengkapan administrasi seminar hasil, paling lambat sehari sebelum pelaksanaan seminar, yang meliputi: 1. format bukti hadir tim penguji; 2. format rekapitulasi nilai seminar hasil disertasi; 3. format pengumuman hasil seminar Hasil disertasi; 4. format penilaian untuk masing-masing anggota tim penguji; 5. buku notulen seminar; Prodi mengecek persiapan ruang seminar paling tidak dua jam sebelum pelaksanaan, meliputi: 1. susunan meja dan kursi untuk format seminar, dimana: meja untuk mahasiswa berada didepan membelakangi layar proyektor; meja untuk komisi pembimbing, untuk 2 orang, di sebelah kiri meja mahasiswa yang akan berseminar; meja untuk tim penguji di luar komisi pembimbing, untuk 3 orang, di sebelah kanan meja mahasiswa yang akan berseminar; meja peserta seminar yang terdiri atas mahasiswa, paling tidak untuk 20 orang 2. proyektor LCD dan mejanya; Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 108

110 3. layar LCD; Pembukaan Acara Seminar Pemaparan Hasil Disertasi Sesi Pertanyaan Kritik dan Saran 1. Seminar Hasil Disertasi dapat dimulai jika telah hadir paling tidak: promovendus; 2 Pembimbing (minimal 1 Pembimbing); 3 Penguji (minimal 2 Penguji); Notulis 5 orang mahasiswa S3 (disesuaikan); Ketua Prodi 2. Seminar Hasil disertasi dibuka secara resmi oleh Direktur/Wadir-1/Ketua Prodi atau Sekretaris Prodi jika Ketua Prodi berhalangan; 3. Mahasiswa yang akan seminar berdiri di tengah ruang seminar di hadapan Ketua Prodi ketika Ketua Prodi membuka acara seminar secara resmi. 4. Sebelum sidang dimulai pegawai prodi mengedarkan berkas kelengkapan seminar, termasuk format penilaian, kepada seluruh Tim Penguji. 5. Setelah Seminar dibuka secara resmi oleh Direktur/Wadir-1/Ketua Prodi, Direktur/Wadir- 1/Ketua Prodi menyerah proses jalannya sidang kepada Ketua Komisi Pembimbing (Pembimbing I). 1. Sidang Seminar Hasil Disertasi ini dipimpin oleh Ketua Sidang yang juga merupakan Ketua Komisi Pembimbing (Pembimbing I) atau yang mewakilinya dari salah seorang Komisi Pembimbing. 2. Ketua Sidang menyilahkan promovendus untuk menyajikan ringkasan Hasilnya selama paling lama 20 menit di hadapan sidang; 1. Proses keseluruhan sidang seminar hasil paling lama 150 menit; 2. Peserta seminar boleh bertanya, mengkritik, dan memberi saran kepada promovendus. 3. Setelah promovendus selesai menyajikan ringkasan hasil penelitiannya, Ketua Sidang memberi kesempatan I untuk bertanya, kritik dan saran kepada peserta seminar (mahasiswa). Waktu yang disediakan untuk tanya-jawab dengan keseluruhan peserta seminar ini paling lama 20 menit 4. Setelah tanya-jawab dengan peserta seminar selesai Ketua Sidang menyilakan Tim Penguji, selain komisi pembimbing, secara bergantian untuk menguji dan memberikan saran terhadap promovendus. Seorang penguji selain tim komisi Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 109

111 Penilaian Skor Sidang dan Rapat Tim Penguji Pengumuman Hasil Seminar pembimbing boleh bertanya atau memberi saran selama paling lama 30 menit; 5. Komisi Pembimbing dapat membantu promovendus untuk memperjelas hasil jika promovendus kurang berhasil menjelaskan metoda dan prosedur penelitian dengan tujuan mengurangi kesalahpahaman antara penguji dan promovendus. 7. Setiap anggota Tim Penguji, termasuk Komisi Pembimbing, menilai hasil disertasi yang disidangkan menggunakan format penilaian seminar hasil disertasi. 8. Disamping menilai, Tim Penguji juga diminta untuk memberikan saran agar hasil penelitian yang telah dilaksanakan menjadi lebih ilmiah dan kuat. 9. Jika sampai berakhir ujian, kehadiran Penguji dan Pembimbing tidak lengkap, maka penilaiannya diserahkan kepada kebijakan Ketua Prodi. 10. Sekretaris Prodi mengumpulkan nilai hasil dari setiap anggota Tim Penguji. 11. Nilai dari Tim Penguji dirata-ratakan dan dijadikan nilai akhir. 12. Nilai yang dinyatakan lulus untuk Hasil paling rendah 80 atau B. 5. Setelah nilai akhir dihitung Ketua Sidang mengundang seluruh Tim Penguji untuk menyepakati nilai yang diperoleh promovendus. 6. Rapat ini bertujuan untuk menyepakati putusan hasil penilaian terhadap hasil disertasi. 7. Sebelum rapat dimulai sidang seminar diskors dan semua peserta seminar, termasuk promovendus, diminta meninggalkan ruang sidang. 8. Jika semua Tim Penguji nilai yang diperoleh promovendus disepakati maka masing-masing anggota Tim Penguji membubuhkan tandatangannya pada berkas rekapitulasi nilai. 4. Setelah rapat Tim Penguji selesai, Ketua Sidang menyilakan kembali peserta seminar untuk memasuki ruang sidang dan Ketua Sidang mengumumkan bahwa Skors sidang dicabut. 5. Ketua Prodi mengumumkan nilai yang diperoleh promovendus. 6. Jika hasil seminar hasil dinyatakan Tidak Lulus karena nilainya kurang dari 80, maka promovendus diberi kesempatan untuk mengulang sekali lagi seminar hasil disertasi. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 110

112 FORMAT PENILAIAN NASKAH SEMINAR HASIL S3 Nama Mahasiswa :.. NIM :.. Program Studi :.. NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT (B) SKOR (S) B x S A. PENDAHULUAN Kejelasan Latarbelakang Masalah (berbasis Jurnal dan fenomena lapang) (4) 2. Identifikasi dan Pembatasan Masalah (2) 3. Rumusan masalah dan Tujuan Penelitian (2) 4. Keterkaitan antara Latarbelakang masalah, Identifikasi dan Rumusan Masalah (2) B. KERANGKA TEORITIS Kesesuaian Teori/Referensi dengan permasalahan (5) 2. Kemutahiran Referensi (diutamakan Jurnal Penelitian) (5) 3. Ketajaman analisis dan sintesis kajian pustaka, termasuk posisi penulis dalam kajian teori (5) 4. Ketepatan Kerangka Berpikir dan Hipotesis (jika ada) (5) C. METODE PENELITIAN Ketepatan Metode Penelitian (populasi, teknik sampling, metoda/rancangan) (5) 2. Ketepatan Prosedur Penelitian (5) 3. Ketepatan Analisis Data (5) 4. Kesesuaian Instrumen Penelitian (5) D. HASIL DAN PEMBAHASAN Kejelasan dan keruntunan hasil penelitian yang ditampilkan (10) Ketajaman dalam pembahasan hasil penelitian (15) E. KESIMPULAN DAN SARAN Ketepatan dalam merumuskan simpulan (simpulan menjawab tujuan penelitian) (5) Ketajaman dalam merumuskan saran (kelogisan saran untuk bisa diimplementasikan) (5) D. Nilai Total Nilai Akhir = Keterangan: Skor : Nilai Akhir = (B X S): 100 Medan, Dosen Penguji, NIP.... Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 111

113 MANUAL PROSEDUR PENERBITAN SURAT UNDANGAN UJIAN TERTUTUP UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 112

114 Manual Prosedur Penerbitan Undangan Ujian Tertutup Judul : Manual Prosedur Penerbitan Undangan Ujian Tertutup Definisi : : prosedur pelayanan penerbitan Undangan Ujian Tertutup mulai dari persyaratan, permohonan mahasiswa, mekanisme di prodi, di Wadir I, Direktur, hingga penyebaran undangan. Tujuan Lingkup Penanggung jawab : : : 1. menjadi pedoman prosedur permintaan dan penerbitan Ujian Tertutup Mahasiswa. 2. sebagai kendali dan audit apakah prosedur penerbitan Undangan Ujian Tertutup pada setiap tahap telah dikerjakan dengan benar. 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, dan Staf Administrasi; 2. Kantor Tata Usaha: Kepala Tata Usaha (KTU), Pegawai; 3. Wadir I: Wadir I dan Staf Administrasi; Unit AMAI PPs untuk: 1. melakukan evaluasi; 2. melakukan audit; 3. memberikan rekomendasi; Prosedur : No. Prosedur Penjelasan Cek Mahasiswa mengajukan permohonan untuk Ujian Tertutup kepada Ketua Prodi Pemeriksaan Kelengkapan Administrasi oleh Prodi Mahasiswa mengajukan permintaan untuk melaksanakan ujian tertutup ke Prodi dengan menunjukkan bukti bahwa: 1. Disertasi telah disetujui oleh komisi Pembimbing Disertasi; 2. Fotokopi bukti pembayaran SPP untuk semester sedang berjalan; 3. Fotokopi bukti telah melunasi biaya biaya disertasi; 4. Fotokopi bukti pembayaran biaya ujian tertutup; 1. Sekretaris Prodi memeriksa kelengkapan berkas permohonan ujian tertutup. 2. Jika seluruh berkas yang disyaratkan lengkap, Sekretaris Prodi membuat konsep Surat Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Tertutup untuk diajukan kepada Wakil Direktur I. 3. Jika belum lengkap Sekretaris Prodi meminta mahasiswa melengkapi berkas yang masih kurang. 1. Tim Penguji, sama seperti Seminar Proposal, terdiri atas: a. Komisi Pembimbing (3 orang) b. Penguji (3 orang), salah seorang diantaranya Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 113

115 3. dapat berasal dari luar universitas. 4. Penentuan Tim Penguji Penerbitan Surat Permintaan Undangan Ujian 2. Ketua Prodi memilih dan menetapkan calon penguji dan notulis yang akan diundang pada pelaksanaan ujian, serta memilih waktu yang akan diusulkan kepada komisi pembimbing disertasi dan tim penguji. Pemilihan calon tim penguji didasarkan kepada: a. kesesuaian latarbelakang keilmuan calon penguji dengan judul disertasi yang akan dipertahankan pada ujian tertutup; b. rekam jejak sumbangan positif dari calon penguji terhadap mahasiswa-mahasiswa yang telah melakukan ujian tertutup sebelumnya; c. notulis dapat berasal dari salah seorang dosen Unimed yang paling tidak telah bergelar S2 dan memiliki latarbelakang pendidikan yang bersesuaian dengan bidang kajian disertasi mahasiswa yang akan ujian. 3. Sekretaris Prodi mengonfirmasi para tim penguji atas kesediaan mereka untuk menjadi penguji, serta persetujuan dan/atau kesepakatan waktu untuk pelaksanaan ujian tertutup. 1. Surat permintaan penerbitan Undangan Ujian tertutup Disertasi harus berisikan: b. informasi identitas mahasiswa yang akan ujian yang terdiri atas: Nama; NIM; Prodi; Angkatan/Kelas. b. Judul Desertasi. c. Waktu dan tempat pelaksanaan ujian yang terdiri atas: Hari/Tanggal: Waktu : Tempat : d. Surat permintaan ini juga harus berisikan: Nama-nama Tim Penguji (6 orang); Nama Notulis (1 orang); 2. Surat Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Tertutup Disertasi yang ditujukan kepada Wadir I ini, disiapkan Sekretaris Prodi dan ditandatangani oleh Ketua Program Studi jika seluruh berkas persyaratan dari mahasiswa telah lengkap. 3. Program Studi mengirimkan surat permintaan, termasuk kelengkapannya, kepada Wadir I melalui KTU, paling lambat 12 hari sebelum hari pelaksanaan ujian yang diusulkan. 4. Penyerahan surat permintaan ini harus dicatat pada Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 114

116 Proses penerbitan Undangan di Tata Usaha Penerbitan Undangan oleh Wadir I Penggandaan dan pengesahan Undangan Penyerahan Undangan kepada Tim Penguji buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh pegawai penerima di kantor sekretariat administrasi. 1. KTU dibantu oleh pegawai administrasi memeriksa kembali persyaratan untuk Ujian Tertutup. 2. Jika persyaratan adminstrasi pada berkas yang diusulkan lengkap maka KTU menyiapkan Undangan Ujian tertutup sesuai dengan usul Prodi termasuk ruang ujian yang diusulkan prodi. 3. Namun, jika belum lengkap KTU akan mengembalikan berkas tersebut kembali ke Prodi. 4. Undangan dicetak rangkap dua. 1. Wadir I berhak memeriksa kelayakan tim penguji yang diusulkan Prodi. 2. Jika tim penguji memenuhi kriteria akademik seperti yang dilaksanakan di prodi maka Wadir I menandatangani Undangan Ujian Tertutup yang telah disiapkan. 3. Wadir I menandatangi undangan ujian paling lambat 10 hari sebelum hari pelaksanaan ujian. 4. Undangan yang telah ditandatangani dan stempel diantarkan oleh pegawai Tata Usaha ke prodi dengan buku ekspedisi. Undangan yang telah ditandatangani Wadir I digandakan dan distempel rangkap 14 yang ditujukan kepada: 1. Tim Penguji 6 orang; 2. Notulis; 3. Mahasiswa bersangkutan; 4. Tembusan untuk Direktur; 5. Tembusan untuk Wadir II; 6. Tembusan untuk Ketua Prodi; 7. Arsip untuk Wadir I; 8. Arsip untuk Tata Usaha; 9. Arsip untuk Prodi 1. Undangan yang telah digandakan diserahkan oleh Tata Usaha kepada Prodi dengan ekspedisi yang terdiri atas: Tim Penguji; Notulis; Mahasiswa; Ketua Prodi; Arsip Prodi. dan Tembusan dan arsip sisanya kepada ybs langsung; 2. Prodi menyampaikan Undangan Ujian Tertutup kepada kepada: Tim Penguji; Notulis; Mahasiswa. 3. Undangan Ujian Tertutup Disertasi dilengkapi dengan Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 115

117 satu set Draft Disertasi. 4. Penyerahan Undangan Ujian Disertasi dicatat pada buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh semua pihak yang menerima undangan, paling lambat 9 hari sebelum pelaksanaan ujian. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 116

118 No. :../.../.../. Lamp. :... berkas Hal : Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Tertutup Kepada : Yth. Wakil Direktur I di Tempat Dengan hormat, Mahasiswa S3 Prodi Manajemen Pendidikan dibawah ini : Nama Mahasiswa :... NIM :... Angkatan :... telah memenuhi syarat-syarat untuk melaksanakan ujian tertutup disertasinya dengan judul Karena itu, kami harap Bapak bersedia menerbitkan Undangan Ujian Tertutup mahasiswa kami tersebut dengan nama penguji: dan notulis... Pelaksanaan ujian ini direncanakan pada: Tanggal :.. Hari :. Contoh Format Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Tertutup Disertasi Pukul : s/d Tempat : Ruang Ujian, Lantai III PPs Unimed Demikian kami sampaikan, atas kerjasama yang baik diucapkan terima kasih. Medan, Prodi Manajemen Pendidikan Ketua,... NIP.. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 117

119 MANUAL PROSEDUR UJIAN DISERTASI TERTUTUP UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 118

120 Manual Prosedur Ujian Disertasi Tertutup Judul : Manual ProsedurUjian Disertasi Tertutup Definisi : : prosedur pelaksanaan Ujian Disertasi Tertutup Tujuan : 1. Menjadi pedoman prosedur proses Ujian Disertasi Tertutup 2. Sebagai kendali dan audit apakah prosedur Ujian Disertasi Tertutup pada setiap tahap telah dikerjakan dengan benar. Lingkup : 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, Tim Penguji, Notulis dan Staf Administrasi prodi. 2. Pimpinan PPs: Direktur, Wadir I, dan Staf administrasi Penanggungjawab : Unit AMAI PPs untuk: 1. melakukan evaluasi 2. melakukan audit 3. memberikan rekomendasi Prosedur : No. Prosedur Penjelasan Cek Penyiapan Berkas Kelengkapan Administrasi Pengecekan Persiapan Ruang Ujian Prodi menyiapkan berkas kelengkapan administrasi ujian tertutup, paling lambat sehari sebelum pelaksanaan seminar, yang meliputi: 1. format bukti hadir tim penguji; 2. format rekapitulasi nilai ujian tertutup disertasi; 3. format pengumuman hasil ujian tertutup disertasi; 4. format penilaian untuk masing-masing anggota tim penguji; 5. buku notulen ujian; Prodi mengecek persiapan ruang ujian paling tidak dua jam sebelum pelaksanaan, meliputi: 1. susunan meja dan kursi untuk format ujian tertutup, dimana: meja untuk mahasiswa berada didepan membelakangi layar proyektor; meja untuk komisi pembimbing, untuk 3 orang, di sebelah kiri meja mahasiswa yang akan ujian; meja untuk tim penguji di luar komisi pembimbing, untuk 3 orang, di sebelah kanani meja mahasiswa yang akan ujian; meja untuk Direktur/Wadir I dan Ketua Prodi 2. proyektor LCD dan mejanya; 3. layar LCD; Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 119

121 3.. Pembukaan Acara Ujian 1. Ujian Disertasi dapat dimulai jika telah hadir paling tidak: promovendus; 2 Pembimbing (minimal 1 Pembimbing); 3Penguji (minimal 2 Penguji); Notulis Direktur/Wadir I; Ketua Prodi 2. Ujian tertutup disertasi dibuka secara resmi oleh Direktur atau Wadir I jika Direktur berhalangan; 3. Promovendus berdiri di tengah ruang ujian di hadapan Direktur ketika Direktur membuka acara ujian tertutup secara resmi. 4. Sebelum sidang dimulai pegawai prodi mengedarkan berkas kelengkapan ujian, termasuk format penilaian, kepada seluruh Tim Penguji. 5. Setelah Ujian dibuka secara resmi oleh Direktur, Direktur menyerah proses jalannya sidang kepada Direktur/Wadir-1/Ketua Prodi Sidang Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Ketua Pemaparan Disertasi Sidang yang juga merupakan Ketua Komisi Pembimbing (Pembimbing I). 2. Ketua Sidang menyilakan promovendus untuk menyajikan ringkasan disertasinya selama paling lama 20 menit di hadapan sidang; Proses keseluruhan sidang seminar proposal Sesi paling lama 180 menit; Pertanyaan 2. Setelah promovendus selesai menyajikan Kritik dan Saran ringkasan disertasinya Ketua Sidang memberi kesempatan I kepada Tim penguji selain komisi pembimbing, secara bergantian untuk menguji dan memberikan saran terhadap promovendus. Seorang penguji selain tim komisi pembimbing boleh bertanya atau memberi saran selama paling lama 40 menit; 3. Setelah Tim Penguji selesai menguji, Ketua sidang mempersilakan Ketua Prodi untuk menguji dan memberikan saran paling lama 30 menit Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 120

122 Penilaian Skor Sidang dan Rapat Tim Penguji Pengumuman Hasil Ujian 1. Setiap anggota Tim Penguji, termasuk Komisi Pembimbing, menilai: Naskah Disertasi (format sudah dilampirkan pada waktu mengantar Undangan), bobot nilai 60%; Kemampuan mempertahankan Desertasi, menggunakan Format Penilaian Ujian Tertutup, bobot nilai 40%. 2. Jika sampai berakhir ujian, kehadiran Penguji dan Pembimbing tidak lengkap, maka penilaiannya diserahkan kepada kebijakan Ketua Prodi. 3. Ketua Prodi mengumpulkan nilai ujian dari setiap anggota Tim Penguji. 4. Nilai dari Tim Penguji dirata-ratakan dan dijadikan nilai akhir. 5. Nilai yang dinyatakan lulus untuk ujian paling 80 atau B. 1. Setelah nilai akhir dihitung Ketua Sidang mengundang seluruh Tim Penguji untuk menyepakati nilai yang diperoleh promovendus. 2. Rapat ini bertujuan untuk menyepakati putusan hasil penilaian terhadap Ujian Tertutup. 3. Sebelum rapat dimulai sidang ujian tertutup diskors dan promovendus diminta meninggalkan ruang sidang. 4. Jika semua Tim Penguji nilai yang diperoleh promovendus disepakati maka masing-masing anggota Tim Penguji membubuhkan tandatangannya pada berkas rekapitulasi nilai. 1. Setelah rapat Tim Penguji selesai, Ketua Sidang menyilakan kembali promovendus untuk memasuki ruang sidang dan Ketua Sidang mengumumkan bahwa Skors sidang dicabut. 2. Direktur atau Wadir I mengumumkan nilai yang diperoleh promovendus. 3. Jika hasil ujian tertutup dinyatakan kalah karena nilainya kurang dari 80 atau B, maka promovendus diberi kesempatan untuk ujian sekali lagi setelah terlebih dahulu memperbaiki disertasinya. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 121

123 FORMAT PENILAIAN NASKAH DISERTASI Nama Mahasiswa :.. NIM :.. Program Studi :.. NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT (B) SKOR (S) B X S A. ABSTRAK Keefektifan dan keefesienan Abstrak Bahasa Indonesia (3) Ketepatan Bahasa Inggeris Abstrak (3) B. PENDAHULUAN Keefektifan dan keefesienan paparan (4) 2 Keterkaitan antara latar belakang masalah, identifikasi masalah dan perumusan masalah (4) C. KAJIAN PUSTAKA Kesesuaian Teori/Referensi dengan permasalahan (3) 2 Kemutahiran Referensi (diutamakan Jurnal Penelitian) (3) 3 Ketajaman analisis dan sintesis kajian pustaka, termasuk posisi penulis dalam kajian teori (2) 4 Ketepatan Kerangka Berpikir dan Hipotesis (jika ada) (2) D. METODOLOGI PENELITIAN Ketepatan Metode Penelitian (populasi, teknik sampling, metoda/rancangan) (2) 2 Ketepatan Prosedur Penelitian (2) 4 Ketepatan Analisis Data (2) 3 Kevalidan dan Reliabilitas Instrumen Penelitian (4) E. PEMAPARAN HASIL ANALISIS Ketepatan Hasil Analisis (termasuk grafik dan tabel, jika ada) yang harus ditampilkan (10) Keefektifan dan keefesienan hasil analisis yang ditampilkan (5) 2 Kefektifan dan keefesienan Bahasa Hasil Analisis (5) F. PEMBAHASAN Kesesuaian bahasan dengan tujuan penelitian (10) Kedalaman bahasan (10) Kemutakhiran acuan pustaka dalam bahasan (10) G. KESIMPULAN DAN SARAN Ketepatan simpulan dengan tujuan penelitian (4) 2 Keefektifan dan keefesienan bahasa (4) H. KEILMIAHAN BAHASA NASKAH I. ORIJINALITAS PENELITIAN Jumlah Nilai Akhir = Medan, Keterangan: Skor : Nilai Akhir = (B X S) : 100 Dosen Penguji, NIP.... Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 122

124 FORMAT PENILAIAN PRESENTASI MEMPERTAHANKAN DISERTASI TERTUTUP Nama Mahasiswa :.. NIM Program Studi :.. :.. NO ASPEK YANG DINILAI BOBOT (B) SKOR (S) B x S A. MUTU PRESENTASI Mutu media yang disajikan (ketepatan unsur, keefesienan, keterbacaan, dan keapikan) (25) 2. Mutu tampilan penyaji (penguasaan materi, kelugasan bahasa) (15) B. MUTU JAWABAN Kesesuaian antara pertanyaan penguji dan jawaban teruji(20) 2. Keilmiahan jawaban teruji (20) 3. Jumlah pertanyaan yang terjawab dengan tepat (20) J U M L A H Nilai Akhir = Keterangan: Skor : Nilai Akhir = (B X S) : 100 Medan, Dosen Penguji, NIP.... Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 123

125 FORMAT REKAPITULASI NILAI UJIAN DISERTASI TERTUTUP Nama Mahasiswa :.. NIM Program Studi :.. :.. NO. ASPEK YANG DINILAI BOBOT (B) NILAI (N) B X N A. NILAI NASKAH DISERTASI 60 B. NILAI PRESENTASI DAN MEMPERTAHANKAN DISERTASI 40 NILAI TOTAL 100 Nilai Akhir Ujian Desertasi Tertutup : (Nilai Total B x N) : 100 = Medan, Ketua Prodi, NIP.... Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 124

126 FORMAT REKAPITULASI NILAI UJIAN AKHIR DISERTASI TERTUTUP NO. ASPEK YANG DINILAI BOBOT (B) NILAI (N) B X N A. NILAI NASKAH DISERTASI TERTUTUP B. NILAI PRESENTASI DAN MEMPERTAHANKAN DISERTASI TERTUTUP C. NILAI PROPOSAL DISERTASI 35 NILAI TOTAL 100 Nilai Akhir Ujian Desertasi Tertutup : (Nilai Total B x N) : 100 = Medan, Ketua Prodi, NIP.... Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 125

127 MANUAL PROSEDUR PENERBITAN SURAT UNDANGAN UJIAN TERBUKA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 126

128 Manual Prosedur Penerbitan Undangan Ujian Terbuka Judul : Manual Prosedur Penerbitan Undangan Ujian Terbuka Definisi : : prosedur pelayanan penerbitan Undangan Ujian Terbuka mulai dari persyaratan, permohonan mahasiswa, mekanisme di prodi, di Wadir I, Direktur, hingga penyebaran undangan. Tujuan Lingkup Penanggung jawab : : : 1. menjadi pedoman prosedur permintaan dan penerbitan Ujian Tertbuka Mahasiswa. 2. sebagai kendali dan audit apakah prosedur penerbitan Undangan Ujian Terbuka pada setiap tahap telah dikerjakan dengan benar. 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, dan Staf Administrasi; 2. Kantor Tata Usaha: Kepala Tata Usaha (KTU), Pegawai; 3. Wadir I: Wadir I dan Staf Administrasi; 4. Direktur: Direktur dan Staf Administrasi; Unit AMAI PPs untuk: 1. melakukan evaluasi; 2. melakukan audit; 3. memberikan rekomendasi; Prosedur : No. Prosedur Penjelasan Cek Mahasiswa mengajukan permohonan untuk Ujian Terbuka kepada Ketua Prodi Pemeriksaan Kelengkapan Administrasi oleh Prodi Penentuan Tim Penguji Mahasiswa mengajukan permintaan untuk melaksanakan ujian terbuka ke Prodi dengan menunjukkan bukti bahwa: 1. Disertasi telah disetujui oleh komisi Pembimbing Disertasi; 2. Surat tanda lulus Ujian Tertutup ; 3. Fotokopi bukti pembayaran SPP untuk semester sedang berjalan; 4. Fotokopi bukti telah melunasi biaya disertasi; 5. Fotokopi bukti pembayaran biaya ujian terbuka; 1. Sekretaris Prodi memeriksa kelengkapan berkas permohonan ujian terbuka. 2. Jika seluruh berkas yang disyaratkan lengkap, Sekretaris Prodi membuat konsep Surat Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Terbuka untuk diajukan kepada Direktur melalui Wakil Direktur I. 3. Jika belum lengkap Sekretaris Prodi meminta mahasiswa melengkapi berkas yang masih kurang. 1. Tim Penguji terdiri: a. Komisi Pembimbing (3 orang) b. Penguji (4 orang), yang berbeda dengan pada Ujian Tertutup, terdiri atas: 1 orang dosen Unimed Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 127

129 4. Penerbitan Surat Permintaan Undangan Ujian 1 orang dosen dari luar Unimed; Rektor; Direktur 2. Ketua Prodi memilih dan menetapkan calon penguji dan notulis yang akan diundang pada pelaksanaan ujian, serta memilih waktu yang akan diusulkan kepada komisi pembimbing disertasi dan tim penguji. Pemilihan calon Tim Penguji didasarkan kepada: a. kesesuaian latarbelakang keilmuan calon penguji dengan judul disertasi yang akan dipertahankan pada Ujian Terbuka; b. rekam jejak sumbangan positif dari calon penguji terhadap mahasiswa-mahasiswa yang telah melakukan Ujian Terbuka sebelumnya; c. notulis dapat berasal dari salah seorang dosen Unimed yang paling tidak telah bergelar S2 dan memiliki latarbelakang pendidikan yang bersesuaian dengan bidang kajian desertasi mahasiswa yang akan ujian. 3. Sekretaris Prodi mengonfirmasi para Tim Penguji atas kesediaan mereka untuk menjadi penguji, serta persetujuan dan/atau kesepakatan waktu untuk pelaksanaan ujian terbuka. 1. Surat permintaan penerbitan Undangan Ujian terbuka Desertasi harus berisikan: a. Informasi identitas mahasiswa yang akan ujian yang terdiri atas: Nama; NIM; Prodi; Angkatan/Kelas. b. Judul Desertasi. c. Waktu dan tempat pelaksanaan ujian yang terdiri atas: Hari/Tanggal: Waktu : Tempat : d. Surat permintaan ini juga harus berisikan: Nama-nama Tim Penguji (7 orang); Nama Notulis (1 orang); 2. Surat Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Disertasi Terbuka yang ditujukan kepada Direktur melalui Wadir I ini, disiapkan Sekretaris Prodi dan ditandatangani oleh Ketua Program Studi jika seluruh berkas persyaratan dari mahasiswa telah lengkap. 3. Program Studi mengirimkan surat permintaan, termasuk kelengkapannya, kepada Direktur melalui Wadir I dan KTU, paling lambat 10 hari sebelum hari pelaksanaan ujian yang diusulkan. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 128

130 Proses penerbitan Undangan di Tata Usaha Penerbitan Undangan oleh Direktur Penggandaan dan pengesahan Undangan Penyerahan Undangan kepada Tim Penguji 4. Penyerahan surat permintaan ini harus dicatat pada buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh pegawai penerima di kantor Tata Usaha. 1. KTU dibantu oleh pegawai administrasi memeriksa kembali persyaratan untuk Ujian Terbuka. 2. Jika persyaratan adminstrasi pada berkas yang diusulkan lengkap maka KTU menyiapkan Undangan Ujian Terbuka sesuai dengan usul Prodi termasuk ruang ujian yang diusulkan prodi. 3. Namun, jika belum lengkap KTU akan mengembalikan berkas tersebut kembali ke Prodi. 4. Undangan dicetak rangkap dua. 1. Direktur/Wadir I berhak memeriksa kelayakan tim penguji yang diusulkan Prodi. 2. Jika tim penguji memenuhi kriteria akademik seperti yang dilaksanakan di prodi maka Wadir I menyetujui undangan dan meneruskan ke Direktur untuk ditandatangani. 3. Direktur menandatangi undangan ujian paling lambat 10 hari sebelum hari pelaksanaan ujian. 4. Undangan yang telah ditandatangani dan stempel diantarkan oleh pegawai Tata Usaha ke prodi dengan buku ekspedisi. Undangan yang telah ditandatangani Direktur digandakan dan distempel rangkap 18 yang ditujukan kepada: 1. Tim Penguji 7 orang (termasuk Rektor dan Direktur); 2. Notulis; 3. Mahasiswa bersangkutan; 4. Senat Universitas 5. Pimpinan Instansi/tempat kerja mahasiswa bersangkutan. 6. Undangan terbuka; 7. Tembusan untuk Wadir I; 8. Tembusan untuk Wadir II; 9. Tembusan untuk Ketua Prodi; 10. Arsip untuk Direktur; 11. Arsip untuk Tata Usaha; 12. Arsip untuk Prodi 1. Undangan yang telah digandakan diserahkan oleh Tata Usaha kepada Prodi dengan ekspedisi yang terdiri atas: Tim Penguji; Notulis; Mahasiswa; Senat Universitas Undangan terbuka; Ketua Prodi; Arsip Prodi. dan Tembusan dan arsip sisanya kepada ybs langsung; Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 129

131 2. Prodi menyampaikan Undangan Ujian Terbuka kepada kepada: Tim Penguji; Notulis; Mahasiswa. 3. Undangan Ujian Terbuka dilengkapi dengan satu set Disertasi. 4. Penyerahan Undangan Ujian Disertasi dicatat pada buku ekspedisi prodi dan ditandatangani oleh semua pihak yang menerima undangan, paling lambat 7 hari sebelum pelaksanaan ujian. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 130

132 No. :../.../.../. Lamp. :... berkas Hal : Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Terbuka Kepada : Yth. Direktur PPs Unimed di Tempat Dengan hormat, Mahasiswa S3 Prodi Manajemen Pendidikan dibawah ini : Nama Mahasiswa :... NIM :... Angkatan :... telah memenuhi syarat-syarat untuk melaksanakan Ujian Terbuka disertasinya dengan judul Karena itu, kami harap Bapak bersedia menerbitkan Undangan Ujian Desertasi Terbuka mahasiswa kami tersebut dengan nama penguji berikut ini: dan notulis... Pelaksanaan ujian ini direncanakan pada: Tanggal :.. Hari :. Contoh Format Permintaan Penerbitan Undangan Ujian Disertasi Terbuka Pukul : s/d Tempat : Ruang Ujian, Lantai III PPs Unimed Demikian kami sampaikan, atas kerjasama yang baik diucapkan terima kasih. Medan, Prodi Manajemen Pendidikan Ketua,... NIP.. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 131

133 MANUAL PROSEDUR UJIAN DISERTASI TERBUKA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN U N I M E D PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 132

134 Manual Prosedur Ujian Disertasi Terbuka Judul : Manual Prosedur Ujian Disertasi Terbuka Definisi : : Kegiatan prosedur pelaksanaan Ujian Disertasi Terbuka Tujuan : 1. Menjadi pedoman prosedur proses Ujian Terbuka. 2. Sebagai kendali dan audit apakah prosedur Ujian Terbuka pada setiap tahap telah dikerjakan dengan benar. Lingkup : 1. Prodi: Ketua, Sekretaris, Tim Penguji, Notulis dan Staf Administrasi prodi. 2. Pimpinan PPs: Direktur, Wadir I, dan Staf administrasi 3. Pimpinan Universitas: Rektor Penanggungjawab : Unit AMAI PPs untuk 1. melakukan evaluasi 2. melakukan audit 3. memberikan rekomendasi Prosedur: No. Prosedur Penjelasan Cek 1. Penyiapan Berkas Kelengkapan Administrasi Prodi menyiapkan berkas kelengkapan administrasi ujian terbuka, paling lambat sehari sebelum pelaksanaan ujian, yang meliputi: 1. format bukti hadir tim penguji; 2. buku notulen ujian; 2. Pengecekan Persiapan Ruang Ujian Prodi mengecek persiapan ruang ujian paling tidak dua jam sebelum pelaksanaan, meliputi: 1. susunan meja dan kursi untuk format ujian terbuka, dimana: meja untuk mahasiswa berada didepan membelakangi layar proyektor; meja untuk komisi pembimbing, untuk 3 orang, di sebelah kiri meja mahasiswa yang akan ujian; meja untuk tim penguji di luar komisi pembimbing, untuk 2 orang, di sebelah kanan meja mahasiswa yang akan ujian; meja untuk Rektor, Senat Universitas, Direktur/Wadir I dan Ketua Prodi berhadapan dengan meja untuk mahasiswa yang akan ujian meja untuk mahasiswa dan para undangan Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 133

135 2. proyektor LCD dan mejanya; 3. layar LCD; 1. Para undangan dan mahasiswa program Prosesi pascasarjanamemasuki ruang sidang ujian 3. Memasuki terbuka RuangUjian 2. Rektor, Senat universitas, Direktur, Ketua Prodi, dan para penguji memasuki ruang sidang ujian terbuka 1. Ujian Disertasi dapat dimulai jika telah hadir Pembukaan paling tidak: 4. Acara Ujian promovendus; 2 Pembimbing; 3 Penguji selain Komisi Pembimbing; Notulis Rektor dan Senat Universitas Direktur/Wadir I; Ketua Prodi 2. Ujian terbuka disertasi dibuka secara resmi oleh Rektor/Warek-1 atau Direktur jika Rektor berhalangan; 3. Promovendus berdiri di tengah ruang ujian di hadapan Rektor ketika Rektor membuka acara ujian terbuka secara resmi. 4. Sebelum sidang dimulai pegawai prodi mengedarkan berkas kelengkapan ujian, termasuk format penilaian, kepada seluruh Tim Penguji. 5. Setelah Ujian dibuka secara resmi oleh Rektor, Rektor menyerah proses jalannya sidang kepada Ketua sidang (Rektor/Wakil Rektor/Direktur) Sidang Ujian Terbuka Disertasi ini dipimpin oleh Pemaparan Ketua Sidang Disertasi 2. Ketua Sidang menyilahkan promovendus untuk menyajikan ringkasan disertasinya selama paling lama 20 menit di hadapan sidang; Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 134

136 6. 1. Proses keseluruhan sidang ujian terbuka paling Sesi lama 150 menit; Pertanyaan 2. Setelah promovendus selesai menyajikan Kritik dan Saran ringkasan disertasinya Ketua Sidang memberi kesempatan I kepada Tim penguji selain komisi pembimbing, secara bergantian untuk menguji dan memberikan saran terhadap promovendus. Seorang penguji selain tim komisi pembimbing boleh bertanya atau memberi saran selama paling lama 30 menit; 3. Setelah anggota komisi pembimbing selesai menguji, Ketua sidang mempersilahkan Rektor, Direktur, dan Ketua Prodi untuk menguji dan memberikan saran paling lama 30 menit Setelah selesai sesi pertanyaan, Ketua sidang Sesi mempersilahkan promovendus untuk Penutupan istirahat/keluar ruangan 2. Komisi pembimbing bersama dengan ketua sidang mengadakan rapat penentuan dan predikat kelulusan 3. Pengukuhan Doktor Baru bidang ilmu...; Alumni ke... Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 135

137 BAB IV FORMAT PENULISAN TESIS DAN DISERTASI PENELITIAN KUANTITATIF 1. Format Tesis dan Disertasi Penelitian Kuantitatif Laporan hasil penelitian kuantitatif pada umumnya disajikan bersifat kompleks, dimulai dari satu kajian terhadap teori yang bersifat substantif dan mendasar hingga hal teknis operasional. Kekompleksan laporan hasil penelitian ini mensyaratkan perlunya aturan dalam menyajikan laporan penelitian kuantitatif dalam bentuk tesis dan disertasiini. Tesis dan Disertasi ini ditulis untuk kepentingan masyarakat akademik yang bersifat teknis, yang berisi: masalah yang diteliti secara lengkap, rasional penelitian, cara melakukan penelitian, hasil yang diperoleh, dan kesimpulan penelitian. Satu disajikan lengkap, Tugas, terpadu dan objektif. Format Tesis dan disertasiini cenderung baku, mengikuti ketentuan perguruan tinggi dan masyarakat akademis tertentu. Adapun format tersebut disajikan sebagai berikut Bagian Awal Hal yang termasuk bagian awal dari tesisdan disertasiadalah: Halaman Sampul LembarLogo Halaman Judul Lembar Persetujuan Komisi Pembimbing Lembar Persetujuan dan Pengesahan Abstrak (Bahasa Indonesia) Abstract (Bahasa Inggeris) Kata Pengantar Daftar isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran Daftar Lainnya (jika ada) 1.2. Bagian Inti Bagian ini berisi inti Tesis yang meliputi: BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1.2. Identifikasi Masalah 1.3. Pembatasan Masalah 1.4. Rumusan Masalah 1.5. Tujuan penelitian Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 136

138 1.6. Manfaat Penelitian BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Teoretis 2.2. Kerangka Konseptual dan Hipotesis (jika ada) BAB III METODE PENELITIAN 2.1. Lokasi Penelitian 2.2. Populasi, Sampel dan Teknik Penyuplikannya 2.3. Desain Penelitian 2.4. Definisi Operasional 2.5. Teknik Pengumpulan Data 2.6. Prosedur Penelitian 2.7. Teknik Analisis Data BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.2. Pembahasan BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan 5.2. Saran dan Implikasi (jika ada) 1.3. Bagian Akhir Pada bagian akhir inidimuat: DAFTAR RUJUKAN LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP 2. Isi Bagian Awal Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang unsur-unsur bagian awal, berikut ini dijelaskan isi bagian awal dimaksud. HALAMAN SAMPUL Halaman sampul berisi: Judul Tesis secara lengkap, Nama dan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) Teks: Tesis Untuk Memperoleh Gelar Magister Pendidikan pada Program Studi. Lambang Universitas Negeri Medan Teks: PROGRAM PASCASARJANA Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 137

139 UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2010 (Tahun Kelulusan) Semua huruf dicetak dengan huruf kapital. Komposisi huruf dan tata Letak masing-masing bagian diatur secara sistematis, rapi dan serasi. Ukuran huruf yang digunakan poin. Contoh halaman sampul dapat dilihat pada Lampiran 1. LEMBAR LOGO Lembar logo hanya berisi Lambang (UNIMED) dengan ukuran diameter 8 cm. Contoh logo UNIMED dapat dilihat pada Lampiran 2. HALAMAN JUDUL Isi dan format halaman judul sama dengan halaman sampul. Contoh halaman judul dapat dilihat pada Lampiran 3. LEMBAR PERSETUJUAN Lembaran persetujuan terdiri dari dua halaman. Halaman pertama memuat: Judul Tesis secara lengkap yang diketik dengan huruf kapital Teks: Disusun dan Diajukan dan oleh: Nama dan NIM mahasiswa (Nama mahasiswa diketik dengan huruf kapital). Teks: Telah Dipertahankan di Depan Panitia Ujian Tesis pada Tanggal dan Dinyatakan telah Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar MagisterPendidikan pada Program Studi Teks: Medan (tanggal,bulan,dantahunkelulusan) diketik dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama. Teks: Menyetujui Komisi Pembimbing, diketik dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama. Nama lengkap Pembimbing I, Pembimbing II, Ketua Program Studi, dan Direktur Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, diketik dengan huruf kecil kecuali huruf pertama. Contoh halaman pertama lembaran persetujuan dapat dilihat pada Lampiran 5. Halaman kedua berisi pengesahan Tesis oleh para penguji. Pengesahan baru diberikan setelah Tesis disempurnakan oleh mahasiswa yang bersangkutan sesual dengan saransaran yang diberikan para penguji pada saat berlangsungnya ujian. Halaman kedua memuat: Teks: Persetujuan Dewan Penguji Ujian Tesis Magister Pendidikan, diketik dengan hurufcapital. Judul Tesis secara lengkap yang diketik dengan huruf kapital. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 138

140 Nama lengkap Pembimbing I, Pembimbing II, Penguji I hingga IIIdiketik secara berurutan kebawah dengan huruf kecil kecuali huruf pertama dan diberi garis bawah. Setelah nama diikuti dengan tempat untuk tanda tangan. Nama dan NIM Mahasiswa diikuti dengan tanggal ujian tesis. Contoh halaman kedua lembaran persetujuan dapat dilihat pada Lampiran 5. ABSTRAK Kata ABSTRAK ditulis ditengah halaman dengan huruf kapital, simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa titik. Nama penulis diketik dengan jarak 2 spasi dan kata ABSTRAK, dicetak tebal, huruf kapital, di tepi kiri dengan urutan: nama awal diikuti nama tengah (jika ada) dan nama akhir. Judul diketik dengan huruf kecil (kecuali hurufhuruf pertama dan setiap kata), cetak tebal, dan diakhiri dengan titik. Kata Tesis ditulis setelah judul dan diakhiri dengan titik. Nama kotamedan diikuti dengan tanda titik dua (:) dan teks Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan dan diakhiri dengan koma, diikuti dengan bulan dan tahun lulus, dan diakhiri dengan titik. ABSTRAK disusun dan disajikan secara padat yang merupakan inti sari Tesis, yang mencakup masalah penelitian, tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil-hasil yang diperoleh, kesimpulan yang ditarik, dan (kalau ada) saran yang diajukan.teks dalam ABSTRAK diketik dengan spasi tunggal (satu spasi) paling banyak 250 kata dan hanya terdiri atas satu paragraf. Contoh format ABSTRAK dapat dilihat pada Lampiran 7 dan 8. KATA PENGANTAR Tulisan KATA PENGANTAR diketik dengan huruf kapital, simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. Teks KATA PENGANTAR diketik dengan spasi ganda (dua spasi). Panjang teks tidak lebih dan dua halaman kertas ukuran kuarto. Pada bagian akhir teks (di pojok kanan bawah) dicantumkan kata Medan, bulan dan tahun ujian serta kata Penulis dan nama terang. Dalam kata pengantar dicantumkan ucapan terima kasih penulis yang ditujukan kepada orang, organisasi, lembaga, dan/atau pihak-pihak lain yang telah membantu penulis mempersiapkan, melaksanakan, dan menyelesaikan penulisan tesis. DAFTAR ISI Di dalam halaman DAFTAR ISI dimuat judul bab, judul subbab, dan judul anak subbab yang disertai dengan nomor halaman tempat pemuatannya di dalam teks. Semua judul bab diketik dengan huruf kapital, sedangkan judul subbab dan anak subbab hanya huruf awalnya saja yang diketik dengan huruf kapital. DAFTAR ISI menggambarkan garis besar organisasi keseluruhan isi Tesis. Contoh halaman DAFTAR ISI dapat dilihat pada Lampiran 9. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 139

141 DAFTAR TABEL Halaman DAFTAR TABEL memuat nomor tabel, judul tabel, serta nomor halaman untuksetiap tabel. Judul tabel sama dengan judul tabel yang terdapat di dalam teks. Judul tabel yang memerlukan Lebih dan satu baris diketik satu spasi. Antara judul tabel yang satu dengan yang lainnya diberi jarak dua spasi. Nomor tabel disesuaikan dengan penomoran tabel dalam babnya masing-masing. Contoh halaman DAFTAR TABEL dapat dilihat pada Lampiran 10. DAFTAR GAMBAR Halaman DAFTAR GAMBAR memuat nomor gambar, judul gambar, serta nomorhalaman untuk setiap gambar berada. Judul gambar sama dengan judul gambar yang terdapat di dalam teks. Judul gambar yang memerlukan lebih dan satu baris diketik satu spasi. Antara judul gambar yang satu dengan yang lainnya diberi jarak dua spasi. Nomor gambar disesuaikan dengan penomoran gambardalam babnya masing-masing. Contoh halaman DAFTAR GAMBAR dapat dilihat pada Lampiran 11. DAFTAR LAMPIRAN Halaman DAFTAR LAMPIRAN memuat nomor lampiran, judul lampiran, serta nomor halaman untuk setiap lampiran berada. Judul lampiran sama dengan judul lampiran yang terdapat di dalam teks. Judul lampiran yang memerlukan lebih dan satu baris diketik satu spasi. Antara judul lampiran yang satu dengan yang lainnya diberi jarak dua spasi. Nomor lampiran disusun berurutan. Contoh halaman DAFTAR LAMPIRAN dapat dilihat pada Lampiran 12. DAFTAR LAINNYA Jika dalam Tesis banyak digunakan tanda-tanda lain yang berarti dan mempunyai makna penting (misalnya singkatan atau lambang-lambang matematika, bahasa dan lainnya), maka perlu ada daftar khusus mengenai lambang dan tanda tersebut. 3. Isi bagian inti Bagian inti dan sebuah Tesis terdiri dari lima bab yaitu: Pendahuluan, Kerangka Teoretis dan Pengajuan Hipotesis, Metodologi Penelitian, Hasil Penelitian, dan Simpulan, Implikasi dan Saran. Rincian dan masing-masing bab disajikan pada bahasan berikut. BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN adalah bab pertama dan Tesis yang menyajikan masalah apa yang diteliti, untuk apa dan mengapa penelitian dilakukan. Oleh sebab itu bab PENDAHULUAN ini memuat: 1) Latar Betakang Masalah, 2) Rumusan Masalah, 3) Tujuan Penelitian, dan 4) Manfaat penelitian. Rincian masing-masing subbab disajikan pada bahasan berikut. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 140

142 1.1. Latar Belakang Masalah Bagian ini mengemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoretik maupun kesenjangan praktis/empiris yang melatarbetakangi masalah diteliti. Di dalam latar belakang ini disajikan secara ringkas teori, hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pemahaman pribadi yang terkait erat dengan masalah yang diteliti sehingga masalah yangdipilih memiliki landasan berpijak yang kokoh Bagian ini juga memuat identifikasi dan pembatasan masalah. Idenfikasi masalah merupakan sarana pendaftaran masalah secara sistematis, berdasarkan adanya masalah, kemudian masalah tersebut dirinci (diidentifikasi) ditinjau dan berbagai aspek, faktor atau variabel. Seluruh masalah yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti (yang dapat dicarikan jawabannya) didaftar untuk dipiiih yang terpenting dan utama untuk dicarikan jawabannya melalui penelitian yang dilakukan. Hal ini kemudian dibatasi dengan mempertimbangkan defenisi istilah, defenisi operasional, keahlian peneliti, waktu, tenaga dan biaya penelitian. Melalui pembatasan masalah inilah, peneliti memilih satu atau lebih masalah yang diteliti dan di rumuskan permasalahannya Perumusan Masalah Bagian ini memuat rumusan masalah yang merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan penelitian yang hendak dicarikan jawabannya. Perumusan masalah disusun merupakan pernyataan yang lengkap dan rincimengenairuang lingkup masalah yang diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut, dan subjek penelitian. Selain itu, rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Contoh:Bagaimanakah hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika? 1.3. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian, Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. Contoh: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuibesarnya hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 141

143 1.4. Manfaat Penelitian Pada bagian ini ditunjukkan manfaat atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab manfaat penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dan uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Teoretis Dalam kegiatan ilmiah, dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu masalah haruslah menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang dapat diandalkan. Sebelum mengajukan hipotesis peneliti wajib mengkaji teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti yang dipaparkan dalam Bab II (Kajian Pustaka), Untuk tesis, teori yang dikaji tidak hanya teori yang mendukung, tetapi juga teori yang bertentangan dengan kerangka berpikir peneliti. Kajian pustaka memuat dua hal pokok, yaitu deskripsi teoretis tentang objek (variabel) yang diteliti dan kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis. Untuk dapat memberikan deskripsi teoretis terhadap variabel yang diteliti, maka diperlukan adanya kajian teori yang mendalam. Selanjutnya, argumentasi atas hipotesis yang diajukan menurut peneliti untuk mengintegrasikan teori yang dipilih sebagal landasan penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan. Pembahasan terhadap hasil penelitian tidak dilakukan secara terpisah dalam satu subbab tersendiri. Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, tesis, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Akan lebih baik jika kajian teoritis dan telaahterhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber kepustakaan primer, yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada temuan penelitian. Sumber kepustakaan sekunder dapat dipergunakan sebagai penunjang. Pada bagian akhir kajian pustaka dalam tesis perlu ada bagian tersendiri yang berisi penjelasan tentang pandangan atau kerangka berpikir yang digunakan peneliti berdasarkan teori-teori yang dikaji. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji didasarkan pada dua kriteria, yakni (1) prinsip kemutakhiran (kecuali untuk penelitian historis) dan (2) prinsip relevansi. Prinsip kemutakhiran penting karena ilmu berkembang dengan cepat. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada period berikutnya. Dengan prinsip kemutakhiran, peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representatif. Hal serupa berlaku juga terhadap telaah laporan - laporan penelitian. Prinsip relevansi diperlukan untuk menghasilkan kajian pustaka yang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 142

144 2.2.Kerangka Konseptual dan Hipotesis Kerangka Konseptual Kerangka konseptual merupakan sarana peneliti untuk menganalisis secara terstruktur dan berargumentasi tentang kecenderungan dugaan kemana penelitian akan berlangsung. Pada penelitian kuantitatif kecenderungan akhirnya adalah diterima atau ditolaknya hipotesis penelitian tersebut. Kerangka konseptual dibangun berdasarkan a) permasalahan penelitian dan b) kajian teori yang digunakan dan dianalisis pada subbab sebelumnya yaitu Kerangka Teoritis. Permasalahan penelitian dikemukakan kembali secara eksplisit untuk memberikan gambaran utuh mengapa penelitian tersebut layak dilaksanakan berdasarkan kajian empiris dan teoritis. Kemukakan juga aspek teori yang digunakan beserta analisisnya dan kemana kecenderungan berpikir peneliti akan hasil penelitian tersebut (menerima atau menotak hipotesis). Argumentasi peneliti sangat bergantung pada keberpihakan peneliti terhadap teori yang dianggap benar. Dalam Kerangka Konseptual tidak dibenarkan adanya kutipan-kutipan. Peneliti membangun sendiri argumentasinya berkaitan dengan permasalahan dan teori yang digunakannya Hipotesis Penelitian Tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian. Penelitian kuantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu subbab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam tesis hasil penelitian kuantitatif. Secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoritis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.. Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksion. Artinya, dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan.antar variabel, melainkan telah ditunjukkan sifat hubunganatau keadaan perbedaan itu. Contoh: terdapathubungan positif antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika. Jika dirumuskan dalam bentuk perbedaan menjadi: Siswa SMP yang tingkat kecerdasannya tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dalam matapelajaran Matematika dibandingkan dengan yang tingkat kecerdasannya sedang. Rumusan hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih, (b) dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan, (c) dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas, serta (d) dapat diuji secara empiris. BAB III METODE PENELITIAN Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab metode penelitian paling tidak mencakup (A) Lokasi Penelitian, (B) Sumber Data, (C) Desain penelitian, (D) Teknik Pengumpulan Data atau Prosedur Penelitian, dan (E) Teknik Analisis Data. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 143

145 3.1. Lokasi Penelitian Lokasi Penelitian memuat tempat dan waktu penelitian dilaksanakan. Spesifikasi dan kriteria pemilihan lokasi penelitian juga layak dikemukakan pada bagian ini sehingga pembaca dapat memahami alasan mengapa penelitian tersebut dilaksanakan. Atasan pemilihan Lokasi Penelitian sebaiknya dikemukakan berdasarkan argumentasi empiris dan teoretis Sumber Data Sumber data memuat populasi dan sampel penelitian. Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan mengambil sampel sebagai subjek penelitian. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian experimental. Dalam survei, sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan atau subjek tergantung pada cara pengambilan datanya. Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian perlu diberikan agar besarnya sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Tujuannya adalah agar sampel yang dipilih benar benar representatif, dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasinya secara cermat. Kerepresentatifan sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemilihan sampel dalam kaitannya dengan maksud menggeneralisasikan hasil-hasil penelitian sampel terhadap populasinya. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan karakteristik populasinya, maka semakin besar kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. Jadi, hal-hal yang dibahas dalam bagian Sumber Data adalah (a) identifikasi dan batasanbatasan tentang populasi atau subjek penelitian, (b) prosedur dan teknik penyuplikansampel, serta (C) besarnya sampel Disain Penelitian Penjelasan mengenai desain atau rancangan penelitian yang digunakan perlu diberikan untuk setiap jenis penelitian, terutama penelitian eksperimental. Desain penelitian diartikan sebagai strategi mengatur Latar penelitian agar peneliti memperolehdata yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian, Dalam penelitian eksperimental, desain penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat. Pemilihan desain penelitian dalam penelitian eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji. Pada penelitian noneksperimental, bahasan dalam subbab desain penelitian berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dan tujuan dan sifatnya; apakah penelitian eksploratoris, deskriptif, eksplanatoris, survei atau penelitian historis, korelasional, dan komparasi kausal. Di samping itu, dalam bagian ini dijelaskan pula variabel-variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta sifat hubungan antara variabel -variabel tersebut Teknik Pengumpulan Data Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 144

146 Bagian ini menguraikan (a) instrumen penelitian, (b) langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data. Pada bagian instrumen penelitian dikemukakan instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Sesudah itu barulah dipaparkan prosedur pengembangan instrumen pengumpul data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Dengan cara ini akan terlihat apakah instrumen yang digunakan sesuai dengan variabel yang diukur, paling tidak ditinjau dan segi isinya. Sebuah instrumen yang baik juga harus memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Dalam tesis, harus ada bagian yang menjelaskan proses validasi instrumen. Apabila instrumen yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti, tetap ada kewajiban untuk melaporkantingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan.pada bagian ini juga dipaparkan penjabaran variabel menjadi subvariabel beserta indikatorindikatornya sehingga kelihatan asal muasalbutir instrumen yang digunakan dalam penelitian. Defenisi operasional juga dikemukakan secara eksplisit. Definisi operasional diperlukan apabila diperkirakan akan timbul perbedaan pengertian atau kekurang jelasan makna seandainya penegasan defenisi tidak diberikan. Definisi operasional disampaikan secara langsung berdasarkan konsep atau konstruk teori dan variabel yang diteliti untuk memudahkan pengukurannya. Definisi operasional lebih dititik beratkan pada pengertian operasional yang diberikan oleh peneliti terhadap masing-masing variabel. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan alas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati dan diukur secara tidak langsung. Definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan atau mengacu pada bagaimana mengukur suatu variabel. Contoh definisi operasional dan variable Prestasi aritmatika adalah kompetensi dalam bidang aritmatika yang meliputi menambah, mengurangi, mengalikan. membagi, dan menggunakan desimal. Di samping itu, penyusunan definisi operasional memungkinkan orang lain melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain. Hal lain yang perlu diungkapkan dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/pernyataan. Untuk alat dan bahan, harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dan alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai. Dalam ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadang kala dipandang kurang tepat karena belum mencakup keseluruhan hal yang digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, subbab instrumen penelitian dapat diganti dengan Alat dan Bahan. Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pelaksana pengumpulan data, perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk melaksanakan tugas. Proses mendapatkan ijin penelitian, menemui pejabat yang berwenang, dan hal lain Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 145

147 yang sejenis tidak perlu dilaporkan, walaupun tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan penelitian Teknik Analisis Data Pada bagian ini diuraikan jenis analisis statistik yang digunakan. Dilihat dan metodenya, ada dua jenis statistik yang dapat dipilih, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrik dan statistik nonparametrik. Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Oleh karena itu, yang pokok untuk diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik analisisnya, bukan kecanggihannya. Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistik nonparametrtk. Penerapan statistik parametrik secara tepat harus memenuhi beberapa persyaratan (asumsi), sedangkan penerapan statistik nonparametrik tidak menuntut persyaratan tertentu.di samping penjelasan tentang jenis atau teknik analisis data yang digunakan, perlu juga dijelaskan alasan pemilihannya. Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal, maka pembahasannya tidak perlu dilakukan secara panjang lebar. Sebaliknya, jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan (kurang populer), maka uraian tentang analisis ini perlu diberikan secara lebih rinci. Analisis data dilakukan tidak secara manual tetapi menggunakan software-software pengolah data statistika seperti SPSS atau systat, dan hal ini perlu disebutkan dalam bagian analisis data. Software systat disamping sebagai menganalisis data juga menghasikan grafik yang dapat diedit di power point. BAB IV HASIL PENELITIAN Dalam penelitian yang menguji hipotesis, laporan mengenal hasil-hasil yang diperoleh sebaiknya dibagi menjadi dua bagian besar. Bagian pertama berisi uraian tentang Hasil Penelitian. Bagian inimemuat uraian tentangdeskripsi data, dan pengujian hipotesis serta memuatfigura (foto, grafik, ilustrasi, dan bagan), serta table. Bagian kedua memuat pembahasan tentang hasil analisis data Hasil Penelitian Bagian ini memuat berbagai hal tentang deskripsi data yang berkaitan dengan figura (foto, grafik, ilustrasi, dan bagan) dan tabel (tabel dan matriks). Kemukakan juga analisis hasil dan deskripsi data tersebut. Kata deskripsi data bukan merupakan judul subbab karena pada bagian ini diuraikan masing-masing variabel yang telah diteliti. Dalam deskripsi data untuk masing-masing variabel Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 146

148 dilaporkan hasil penelitian yang telah diolah dengan teknik statislik deskriptif, seperti distribusi frekuensi yang disertai dengan grafik yang berupa histogram, nilai rerata, simpangan baku, atau yang lain. Setiap variabel dilaporkan dalam subbab tersendiri dengan merujuk pada rumusan masalah atau tujuan penelitian. Materi yang disajikan dalam Bab IV tesis adalah temuan-temuan yang penting dan variabel yang diteliti dan hendaknya dituangkan secara singkat namun bermakna. Rumus-rumus dan perhitungan yang digunakan untuk menghasilkan temuan-temuan tersebut diletakkan dalam lampiran apabila diperlukan.begitu juga dengan histogram distribusi data dibuat di lampiran deskripsi tentang distribusi data cukup dinyatakan bahwa data berdistribusi normal atau tidak serta bukti statistiknya. Jika data tidak berdistribusi normal apakah data telah ditransformasi kemudian hasil uji normalnya juga dinyatakan pada bagian ini. Hasil penelitian yang sudah disajikan dalam bentuk angka-angka statistik, tabel, ataupun grafik tidak dengan sendirinya bersifat komunikatif. Penjelasan tentang hal tersebut masih diperlukan. Namun, bahasan pada tahap ini perlu dibatasi pada hal-hal yang bersifat faktual, tidak mencakup interpretasi peneliti. Pemaparan tentang hasil pengujian hipotesis juga dipaparkan dalam bagian ini. Pemaparan tersebut pada dasarnya tidak berbeda dengan penyajian temuan penelitian untuk masing-masing variabel. Hipotesis penelitian dapat dikemukakan sekali lagi dalam bab ini, termasuk hipotesis nihilya, dan masing-masing diikuti dengan hasil pengujiannya serta penjelasan atas basil pengujian itu secara ringkas dan padat. Penjelasan tentang basil pengujian hipotesis ini terbatas pada interpretasi atas angka statistik yang diperoleh dan perhitungan statistik Pembahasan Pembahasan atas temuan-temuan penelitian yang telah dikemukakan di dalam Bab IV mempunyai arti penting bagi keseluruhan kegiatan penelitian, Tujuan pembahasan adalah (1) menjawab masalah penelitian, atau menunjukkan bagaimana tujuan penelitian dicapai, (2) menafsirkan temuan-temuan penelitian, (3) mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan, (4) memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori baru, dan (5) menjelaskan implikasi-implikasi lain dan hasil penelitian, termasuk keterbatasan temuan-temuan penelitian. Dalam upaya menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian, harus disimpulkan secara eksplisit hasil-hasil yang diperoleh, Sementara itu, penafsiran terhadap temuan penelitian dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada. Pengintegrasian temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang sudah ada dilakukan dengan jalan menjelaskan temuan-temuan penelitian dalam konteks khasanah ilmu yang Iebih luas. Hal ini dilakukan dengan membandingkan temuan-temuan penelitian yang diperoleh dengan teori dan temuan empiris lain yang relevan. Hal ini tidak berarti mengulang uraian yang telah ada di dalam Bab II. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 147

149 Membandingkan hasil penelitian yang diperoleh dengan temuan penelitian lain yang relevan akan mampu memberikan taraf kredibilitas yang lebih tinggi terhadap hasil penelitian. Tentu saja suatu temuan akan menjadi lebih dipercaya bila didukung oleh hasil penelitian orang lain. Namun sebaiknya tidak hanya hasil penelitian yang mendukung penelitian saja yang dibahas dalam bagian ini. Pembahasan justru akan menjadi lebih menarik jika di dalamnya dicantumkan juga temuan orang lain yang berbeda, dan pada saat yang sama peneliti mampu memberikan penjelasan teoretis ataupun metodologis bahwa temuannya memang lebih akurat. Pembahasan hasil penelitian menjadi lebih penting manakala hipotesis penelitian yang diajukan ditolak. Banyak faktor yang menyebabkan sebuah hipotesis ditolak. Pertama, faktor nonmetodotogis, seperti adanya intervensi variabel lain sehingga menghasilkan kesimpulan yang berbeda dengan hipotesis yang diajukan. Kedua, karena kesalahan metodologis, misalnya instrumen yang digunakan tidak sahih atau kurang reliabel. Dalam pembahasan, perlu diuraikan lebih lanjut letak ketidak sempurnaan instrumen yang digunakan. Penjelasan tentang kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang ada akan menjadi salah satu pijakan untuk menyarankan perbaikan bagi penelitian sejenis di masa yang akan datang. Pembahasan hasil penelitian juga bertujuan untuk menjelaskan perihal modifikasi teori atau menyusun teori baru, hal ini penting jika penelitian yang dilakukan bermaksud menelaah teori. Jika teori yang dikaji ditolak sebagian hendaknya dijelaskan bagaimana modifikasinya, dan penolakan terhadap seluruh teori harus disertai dengan rumusan teori baru. Dalam bagian ini kemukakan juga tentang keterbatasan penelitian. Keterbatasan penelitian tidak harus ada dalam tesis. Namun, keterbatasan seringkali diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut dua hal. Pertama, keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa dilakukan karena alasan-alasan prosedural, teknik penelitian, ataupun karena faktor logistik. Kedua, keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dan adat. tradisi, etika dan kepercayaan yang tidak memungkinkan bagi peneliti untuk mencari data yang diinginkan. BAB V SIMPULAN DAN SARAN Pada Bab V atau bab terakhir tesis, dimuat dua hal pokok, yaitu simpulan dan saran. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 148

150 5.1. Simpulan Isi simpulan penelitian lebih bersifat konseptual dan harus terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dengan kata lain, simpulan penelitian terikat secara substantif dengan temuan-temuan penelitian yang mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Simpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan, namun yang benar-benar relevan dan mampu memperkaya temuan penelitian yang diperoleh. Simpulan penelitian merangkum semua hasil penelitian yang telah diuraikan secara lengkap dalam Bab IV. Tata urutannya pun hendaknya sama dengan yang ada di dalam Bab IV. Dengan demikian, konsistensi, dan tata urutan rumusan masalah, tujuan penelitian, hasil yang diperoleh, dan simpulan penelitian tetap terpelihara Saran Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian, pembahasan, dan kesimpulan hasil penelitian. Saran hendaknya tidak keluar dari batas-batas lingkup dan implikasi penelitian. Saran yang baik dapat dilihat dari rumusannya yang bersifat rinci dan operasional. Artinya, jika orang lain hendak melaksanakan saran itu, ia tidak mengalami kesulitan dalam menafsirkan atau melaksanakannya. Di samping itu, saran yang diajukan hendaknya telah spesifik. Saran dapat ditujukan kepada perguruan tinggi, lembaga pemerintah ataupun swasta, atau pihak lain yang dianggap layak. Sebaiknya saran diajukan pada beberapa aspek: empiris, teoritis, dan penelitian lebih lanjut. 4. Isi Bagian Akhir Hal-hal yang perlu dimasukkan ke dalam bagian ini adalah yang mendukung atau terkait erat dengan urutan yang terdapat pada bagian inti. Yang perlu ada pada bagian akhir adalah (a) daftar rujukan, (b) pernyataan keaslian tulisan, (C) lampiran-lampiran, dan (d) riwayat hidup. Daftar Rujukan Bahan pustaka yang dimasukkan ke dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan ke dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam teks tesis harus dicantumkan datam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan dibahas pada Bagian VI,Teknik Penulisan, dalam pedoman ini. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 149

151 Istilah Daftar Pustaka digunakan untuk menyebut daftar yang berisi bahan-bahan pustaka yang digunakan oleh penulis, baik yang dirujuk ataupun yang tidak dirujuk dalam teks.untuk tesis, artikel, dan laporan penelitian, daftar bahan pustaka yang ditulis hanya yang dirujuk dalam teks, sehingga istilah yang tepat adalah daftar rujukan, bukan daftar pustaka. Contoh daftar rujukan dapat dilihat pada Lampiran 12. Pernyataan Keaslian Tulisan Pernyataan keaslian tulisan berisi ungkapan penulis bahwa isi tesisdan disertasi yang ditulisnya bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang diakui sebagai hasil tulisan atau pemikirannya sendiri. Pengambilalihan karya orang lain untuk diakui sebagai karya sendiri merupakan tindak kecurangan yang lazim disebut plagiat.penulis karya ilmlah harus menghindarkan diri dari tindak kecurangan ini. Lampiran-Lampiran Lampiran-lampiran hendaknya berisi keterangan-keterangan yang dipandang penting untuk tesis, misalnya instrumen penelitian, data mentah hasil penelitian, hasil perhitungan statistik, surat ijin dan tanda bukti tetah melaksanakan pengumpulan data penelitian, dan lampiran lain yang dianggap perlu. Untuk mempermudah pemanfaatannya, setiap lampiran harus diberi nomor urut lampiran dengan menggunakan angka Arab. Riwayat Hidup Riwayat hidup penulis tesis hendaknya disajikan secara naratif dan menggunakan sudutpandang orang ketiga (bukan menggunakan kata saya atau kami).hal-hal yang perlu dimuat dalam riwayat hidup adalah nama lengkap penulis, tempat dan tanggal lahir, riwayat pendidikan, pengalaman, berorganisasi yang relevan, dan informasi tentang prestasi yang pernah diraih selama belajar di perguruan tinggi ataupun pada waktu duduk di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah. Yang sudah berkeluarga dapat mencantumkan nama suami/istri dan putra-putrinya. Riwayat hidup diketik dengan spasi tunggal (satu spasi).contoh riwayat hidup dapat dilihat pada Lampiran 13. BAB V FORMAT PENULISAN TESIS DAN DISERTASI Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 150

152 PENELITIAN KUALITATIF 1. Format TesisDan Disertasi Hasil PenelitianKualitatif Penelitian kualitatif berusaha mengungkapkan gejala secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks (holistik - kontekstual) melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian semacam ini bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna dan sudut pandang subyek lebih ditonjolkan dalam penelitian ini. Ciri-ciri penelitian kualitatif harus memiliki fokus yang jelas. Fokus dapat berupa masalah, obyek evaluasi, atau pilihan kebijakan. Laporan penelitian kualitatif harus memiliki struktur dan bentuk yang koheren yang dapat memenuhi maksud yang tercermin dalam fokus penelitian. Gaya penulisan laporan penelitian kualitatif tidak menggunakan model tunggal. Gaya penulisan dapat bersifat, informal, atau gabungan keduanya. Laporan yang ditulis dengan gaya formal memuat hal-hal pokok bagian awal, kemudian menunjukkan aspek-aspek yang dianggap penting yang dapat dipaparkan beserta contoh-contoh dan data. Laporan bergaya informal, misalnya berisi paparan sebuah cerita yang diakhiri dengan kesimpulan. Sistimatika tesis hasil penelitian kualitatif pada dasarnya terdiri dan tiga bagian utama : bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir Bagian Awal Halaman Sampul Lembar Logo Lembar Persetujuan Abstrak Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran Daftar Lainnya 1.2. Bagian Inti Penulisan pada bagian ini mengikuti format seperti berikut ini BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Betakang 1.2.Fokus Penelitian 1.3.Masalah 1.4.Tujuan 1.5. Manfaat BAB II. KAJIAN PUSTAKA Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 151

153 2.1. Dasar Teoretis 2.2. Dasar Konseptual BAB III. METODE PENELITIAN 3.1. Subjek Penelitian 3.2. Teknik Pengumpul Data 3.3. Analisis Data 3.4. Keabsahan Penelitian BAB IV. PAPARAN DATA HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Paparan Data Hasil Penelitian 4.2. Pembahasan BAB V. SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan 5.2. Saran 1.3. Bagian Akhir DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN- LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP 2. Isi Bagian Awal (Lihat isinya pada Penelitian Kuantitatif) 3. Isi Bagian Inti BAB I. PENDAHULUAN Bab pendahuluan memberikan wawasan umum tentang arah penelitian yang dilakukan. Dengan uraian pendahuluan diharapkan pembaca dapat mengetahui konteks atau latar belakang penelitian. Fokus penelitian, tujuan penelitian, landasan teori, dan kegunaan penelitian 1.1. Latar Belakang Bagian ini memuat uraian tentang latar belakang penelitian, untuk maksud apa penelitian ini dilakukan, dan apa atau siapa yang mengarahkan penelitian 1.2. Fokus Penelitian Fokus penelitian memuat rincian pernyataan tentang cakupan atau topik-topik pokok yang akan diungkap atau digali dalam penelitian ini Masalah Masalah dapat dituliskan dengan membuat uraian permasalahan yang diteliti. Apabila digunakan istilah rumusan masalah, fokus penelitian berisi pertanyaan-pertanyaaan yang akan dijawab dalam penelitian dan alasan diajukannya pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui gambaran apa yang akan diungkapkan di lapangan. Pertanyaanpertanyaan yang diajukan harus didukung oleh alasan-alasan mengapa hal tersebut ditampilkan. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 152

154 Alasan-alasan ini harus dikemukakan secara jelas, sesuai dengan sifat penelitian kualitatif yang holistik, induktif, dan naturalistik yang berarti dekat sekali dengan gejala yang akan diteliti. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan setelah mengadakan studi pendahuluan di lapangan Tujuan Tujuan penelitian merupakan sasaran hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini sesuai dengan fokus yang telah dirumuskan 1.5. Manfaat Pada bagian ini ditunjukkan manfaat atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata Lain, uraian dalam subbab manfaat penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dan uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang Iayak untuk dilakukan. BAB II. KAJIAN PUSTAKA 2.1. Dasar Teoretis Dasar teoritis dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan kenyataan di lapangan. Selain itu dasar teoritis juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dansebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran dasar teoritis dalam penelitian kuatitatif dengan penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dan dasar teoritis menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penotakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kuantitatif peneliti bertolak dan data, memanfaatkan teori yang adasebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu teori 2.2. Dasar Konseptual Kerangka konseptual merupakan sarana peneliti untuk menganalisis secara terstruktur dan berargumentasi tentang kecenderungan dugaan kemana penelitian akan berlangsung. Pada penelitian kuantitatif kecenderungan akhir penelitian tersebut. Kerangka konseptual dibangun berdasarkan a) permasalahan penelitian dan b) kajian teori yang digunakan dan dianalisis pada subbab sebelumnya. Permasalahan penelitian dikemukakan kembali secara eksplisit untuk memberikan gambaran utuh mengapa penelitian tersebut layak dilaksanakan berdasarkan kajian empiris dan teoretis. Kemukakan juga aspek teori yang digunakan beserta analisisnya dan kemana kecenderungan berpikir peneliti akan hasil penelitian tersebut. Argumentasi peneliti tidak bergantung pada keberpihakan peneliti terhadap teori yang dianggap benar. Dalam Kerangka Konseptual tidak dibenarkan adanya kutipan-kutipan. Peneliti membangun sendiri argumentasinya berkaitan dengan permasalahan dan teori yang digunakannya. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 153

155 BAB III. METODE PENELITIAN Bab ini memuat uraian tentang metode dan langkah - langkah penelitian secara operasional yang menyangkut pendekatan penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian kualitatif adalah orang-orang yang dijadikan subjek penelitian. Subjek penelitian harus berlaku dalam latar alamiah tentang bagaimana mereka berpikir dan bertindak menurut cara mereka. Dalam hal ini diusahakan agar jangan sampai terjadi oleh kehadiran oleh seorang peneliti tindakan dan cara para subjek penelitian menjadi berubah. Intinya penelitian kualitatif berakar pada latar alamiah sebagai keutuhan, mengandalkan manusia sebagai alat penelitian, memanfaatkan metode kuatitatif, mengadakan analisis data secara induktif, mengarahkan sasaran penelitian pada usaha menemukan dasar teori dan dasar, bersifat deskriptif, lebih mementingkan proses dan pada hasil, membatasi studi dengan fokus, memiliki seperangkat kriteria untuk memeriksa keabsahan data, rancangan penelitiannya bersifat sementara, dan hasil penelitiannya bersifat disepakati oleh kedua belah pihak : peneliti dan subjek penelitian 3.2. Teknik Pengumpul Data Dalam bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Terdapat dua dimensi rekaman data: Fidetitas dan struktur. Fidetitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dan lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidetitas tinggi, sedangkan catatan lapangan memiliki fidetitas kurang). Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data, dan prosedur rekaman diuraikan pada bagian ini. Selain itu dikemukakan cara-cara untuk memastikan keabsahan data dengan triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam pengumpulan data Analisis Data Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kuatitatif, analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, Logika, etika, atau estetika. Dalam uraian tentang analisis data ini supaya diberikan contoh yang operasional, misalnya matrik dan logika. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 154

156 3.4. Keabsahan Penelitian Bagian ini memuat uraian tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh temuan dan interpretasi yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan menggunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi yang diperdalam, tiangulasi (menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, teori), pembahasan sejawat, analisis kasus negatif, pelacakan kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota. Selanjutnya perlu dilakukan pengecekan dapat atau tidaknya ditransfer ke latar lain (transferability), ketergantungan pada konteksnya (dependability), dan dapat atau tidaknya dikonfirmasikan kepada sumbernya (confirmability). BAB IV. PAPARAN DATA HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Babini memuat uraian tentang data dan temuan yang diperoleh dengan menggunakan metode dan prosedur yang diuraikan dalam bab III. Uraian ini terdiri atas paparan data yang disajikan dengan topik sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian dan hasil analisis data Paparan Data Hasil Penelitian Paparan data tersebut diperoleh dan pengamatan (apa yang terjadi) dan/atau hasil wawancara (apa yang dikatakan) serta diskripsi informasi Iainnya (misalnya yang berasal dan dokumen foto atau rekaman video, dan basil pengukuran. Paparan data yang memuat informasi yang berasal dari pengamatan dan wawancara yang dianggap menonjol dapat dilihat pada contoh 1 dan contoh 2. Contoh 1 Paparan Informasi dan Wawancara Masyarakat di desa Laut Dendang memiliki tradisi gotong-royong yang kuat antara lain dilaksanakannya mingguan dan Gugur Gunung yang dipimpin oleh Kepala Lorong /Keplor. Hal ini diceritakan oleh Pak Satro, seorang tokoh masyarakat setempat yang juga salah satu keturunan Bobol Desa di desa ini, sebagai berikut. Mingguan yang dlaksanakan tanpa upah untuk kepentingan desa diwajibkan bagi pemilik tanah gogol tiap minggu untuk memperbaiki tempat-tempat seperti jalan, sungai, atau kuburan. Sedangkan Gugur Gunung telah dilaksanakan secara turun-temurun sejak merdeka. Dariketerangan Pak Sastro ini dapat disimpulkan bahwa ikatan sosial warga Luat Dendang kuat sekali dan sudah mengakar cukup lama. Contoh 2 Paparan Informasi dan Pengamatan Pengaturan tempat duduk yang terpisah juga terjadi ketika dilaksanakan pengajian di rumah Pak Ahmad. Berikut ini petikan catatan lapangan yang menggambarkan suasana tersebut. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 155

157 Semua jamaah sedang duduk di ruang tamu dan ruang keluarga, di atas permadani. Ibu-ibu yang sebagian adalah istri dosen menempati ruang tengah, dekat kamar tidur. Ada sembilan orang ibu yang duduk di tempat itu.dengan demikian terdapat norma yang ketat di daerah ini, khususnya yang menyangkut pergaulan antara pria dan wanita. Hasil analisis data yang merupakan temuan penelitian disajikan dalam bentuk pola, tema, kecenderungan, dan motif yang muncut dan data. Disamping itu, temuan dapat berupa penyajian kategori, sistem kiasifikasi, dan tipotogi 4.2. Pembahasan Pembahasan atas temuan-temuan penelitian yang telah dikemukakan di dalam Bab IV mempunyai arti penting bagi keseluruhan kegiatan penelitian, Tujuan pembahasan adalah (1) menjawab masalah penelitian, atau menunjukkan bagaimana tujuan penelitian dicapai, (2) menafsirkan temuan-temuan penelitian, (3) mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan, (4) memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori baru, dan (5) menjelaskan implikasi-implikasi lain dan hasil penelitian, termasuk keterbatasan temuan-temuan penelitian. Dalam upaya menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian, harus disimpulkan secara eksplisit hasil-hasil yang diperoleh, Sementara itu, penafsiran terhadap temuan penelitian dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada. Pengintegrasian temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang sudah ada dilakukan dengan jalan menjelaskan temuan-temuan penelitian dalam konteks khasanah ilmu yang Iebih luas. Hal ini dilakukan dengan membandingkan temuan-temuan penelitian yang diperoleh dengan teori dan temuan empiris lain yang relevan. Hal ini tidak berarti mengulang uraian yang telah ada di dalam Bab II. Membandingkan hasil penelitian yang diperoleh dengan temuan penelitian lain yang relevan akan mampu memberikan taraf kredibilitas yang lebih tinggi terhadap hasil penelitian. Tentu saja suatu temuan akan menjadi lebih dipercaya bila didukung oleh hasil penelitian orang lain. Namun sebaiknya tidak hanya hasil penelitian yang mendukung penelitian saja yang dibahas dalam bagian ini. Pembahasan justru akan menjadi lebih menarik jika di dalamnya dicantumkan juga temuan orang lain yang berbeda, dan pada saat yang sama peneliti mampu memberikan penjelasan teoretis ataupun metodologis bahwa temuannya memang lebih akurat. BAB V. SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 156

158 Simpulan memuat temuan pokok, implikasi dan tindak lanjut penelitian. Dalam penelitian kualitatif temuan pokok atau kesimpulan harus menunjukkan makna temuan-temuan tersebut Saran Saran-saran berisi rekomendasi yang diajukan berkaitan dengan hasil peneliitian BAB VI TEKNIK PENULISAN Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 157

159 1. SISTEMATIKA PENULISAN Peringkat judul bab dan subbab dinyatakan dengan jenis huruf yang berbeda, cetak miring, dan letaknya pada halaman, dan bukan dengan angka, sebagai berikut. Peringkat 1 ditulis dengan huruf besar semua, bold, dan diletakkan di tengah (judul bab). Peringkat 2 ditulis dengan huruf besar semua, bold, dan diletakkan di tepi kiri. Peringkat 3 ditulis dengan huruf besar kecil, bold, dan diletakkan di tepi kiri. Peringkat 4 ditulis dengan huruf besar kecil dengan cetak miring, bold, dan diletakkan di tepi kiri. Peringkat 5 ditulis dengan huruf kecil (kecuali huruf awal kata pertama), 1,2 cm dari tepi kiri, bold, dan diakhiri dengan titik. Butir uraian atau contoh dibedakan atas butir hierarkis (seperti urutan kegiatan dan jadwal) dan butir nonhierarkis (seperti contoh-contoh yang memiliki kedudukan setara). Butir hierarkis dinyatakan dengan angka dan huruf dalam kurung seperti (1) dan (a); sedangkan butir nonhierarkis dinyatakan dengan butir seperti o dan. 2. CARA MERUJUK DAN MENULIS DAFTAR RUJUKAN 2.1.Cara Merujuk Perujukan dilakukan dengan menggunakan nama akhir dan tahun di antara tanda kurung. Jika ada dua penulis, perujukan dilakukan dengan menyebut nama akhir kedua penulis tersebut. Jika penulisnya lebih dan dua orang, penulisan rujukan dilakukan dengan cara menulis nama pertama dan penulis tersebut diikuti dengan dkk. Jika nama penulis tidak disebutkan, yang dicantumkan dalam rujukan adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan, atau nama koran. Untuk karya terjermahan, perujukan dilakukan dengan cara menyebutkan nama penulis aslinya. Rujukan dari dua sumber atau lebih yang ditulis oleh penulis yang berbeda dicantumkan dalam satu tanda kurung dengan tanda koma sebagai pemisahnya Cara Merujuk Kutipan Langsung Kutipan Kurang dari 40 Kata Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata ditulis di antara tanda kutip (... ) sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama, dan diikuti nama penulis, tahun dan nomor halaman. Nama penulis dapat ditulis secara terpadu dalam teks atau menjadi satu dengan tahun dan nomor halaman di dalam kurung. Lihat contoh berikut. Nama penulis disebut dalam teks secara terpadu. Contoh: Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 158

160 Soebronto (1990:123) menyimpulkan ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar. Nama penulis disebut bersama dengan tahun penerbitan dan nomor halaman. Contoh: Kesimpulan penelitian tersebut adalah ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar (Soebronto, 1990:123). Jika ada tanda kutip dalam kutipan, digunakan tanda kutip tunggal ( ) Contoh: Kesimpulan penelitian tersebut adalah terdapat kecenderungan semakin banyak campur tangan pimpinan perusahaan semakin rendah tingkat partisipasi karyawan didaerah perkotaan (Soewignyo, 1991:101). Kutipan 40 Kata atau Lebih Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dan teks yang mendahului, ditulis 1,2 cm dari garis tepi sebelah kiri dan kanan, dan diketik dengan spasi tunggal Nomor halaman juga harus ditulis. Smith (1990:276) menarik kesimpulan sebagai berikut: The placebo effect, which had been verified in previous studies, disappeared when behaviors were studied in this manner. Furthermore, the behaviors were never exhibited again, even when real drugs were administered. Earlier studies were dearly premature in attributing the results to a placebo eflfect. Jika dalam kutipan terdapat paragraf baru lagi, garis barunya dimulal 1,2 cm dan tepi kiri garis teks kutipan. Kutipan yang Sebagian Dihilangkan Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam kalimat yang dibuang, maka kata-kata yang dibuang diganti dengan tiga titik. Contoh: Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru (Manan, 1995:278). Apabila ada kalimat yang dibuang, maka kalimat yang dibuang diganti dengan empat titik. Contoh: Gerak manipulatif adalah keterampilan yang memerlukan koordinasi antara mata, tangan, atau bagian tubuh lain. Yang termasuk gerak manipulatif antara lain adalah menangkap bola, menendang bola, dan menggambar (Asim, 1995:315) Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung Kutipan yang disebut secara tak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks. Nama penulis bahan kutipan dapat disebut Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 159

161 terpadu dalam teks, atau disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya. Jika memungkinkan nomor halaman disebutkan. Perhatikan contoh berikut. Nama penulis disebut terpadu dalam teks. Contoh: Salimin (1990:13) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat. Nama penulis disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya. Contoh: Mahasiswa tahun ketiga temyata lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat (Salimin,1990:13) Cara Menulis Daftar Rujukan Daftar rujukan merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel, atau bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan-bahan yang dibaca akan tetapi tidak dikutip tidak dicantumkan dalam Daftar Rujukan, sedangkan semua bahan yang dikutip secara Langsung ataupun tak Langsung dalam teks harus dicantumkan dalam Daftar Rujukan. Pada. dasamya, unsur yang ditulis dalam Daftar Rujukan secara berturut-turut meliputi (1) nama penulis ditulis dengan urutan: nama. akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa getar akademik, (2) tahun penerbitan, (3) judul, termasuk anak judul (subjudul), (4) kota. tempat penerbitan, dan, (5) nama penerbit. Unsur-unsur tersebut dapat bervariasi tergantung jenis sumber pustakanya. Jika penulisnya lebih dari satu, cara. penulisan namanya sama. dengan penulis pertama. Nama penulis yang terdiri dan dua bagian ditulis dengan urutan: nama akhir diikuti koma, nama. awal (disingkat atau tidak disingkat tetapi harus konsisten dalam satu karya ilmiah), diakhiri dengan titik. Apabila sumber yang dirujuk ditulis oleh tim, semua nama penulisnya harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Rujukan dan Buku Tahun penerbitan ditulis setelah nama penulis, diakhiri dengan titik. Judul buku ditulis dengan huruf miring, dengan huruf besar pada awal setiap kata, kecuali kata penghubung. Tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:). Contoh: Strunk, W. Jr. & White, E.B The Elements of Style (3rd ed.). NewYork: Macmillan. Dekker, N Pancasila sebagai Ideologi Bangsa: Dari Pilihan Satu-satunya ke Satu-satunya Azas. Malang: FPIPS IKIP MALANG. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 160

162 Jika ada beberapa jurnal yang dijadikan sumber ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama pula, data tahun penerbitan diikuti oleh lambang a, b, c, dan seterusnya yang urutannya ditentukan secara kronologis atau berdasarkan abjad judul buku-bukunya. Contoh: Comet, L. & Weeks, K. 1985a. Career Ladder Plans: Trends and Emerging lssues Atlanta, GA: Career LadderDearinghouse. Comet, L. & Weeks, K. 1985b. Planning Career Ladders: Lessons from the States. Atlanta, GA: Career Ladder Dearinghouse. Rujukan dan Buku yang Berisi Kumpulan Artikel (Ada editornya) Seperti menulis rujukan dan buku ditambah dengan tulisan (Ed.) jika ada satu editor dan (Eds.) jika editorya lebih dan satu, di antara nama penulis dan tahun penerbitan. Contoh: Letheridge, S. & Cannon, C.R. (Eds.) Bilingual Education: Teaching English as a Second Language. New York: Praeger. Aininuddin (Ed.) Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: HISKI Komisariat Malang danya3. Rujukan dan Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel (Ada Editornya) Nama penulis artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul ditulis tanpa cetak miring. Nama editor ditulis seperti menulis nama biasa, diberi keterangan (Ed.) bila hanya satu editor, dan (Eds.) bila lebih dan satu editor. Judul buku kumpulannya ditulis dengan huruf miring, dan nomor halamannya disebutkan dalam kurung. Contoh: Hartley, J.T., Harker, J.O. & Walsh, D.A Contemporary Issues and New Directions in Adult Development of Learningand Memory.Dalam L.W. Poon (Ed.), Aging in the 1980s: Psychological Issues (him ). Washington, D.C.: American PsychologicalAssociation. Hasan, M.Z Karakteristik Penelitian Kualitatif. Dalam. Aminuddin (Ed.), Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra (hlm.12-25). Malang HISKI Komisariat Matang dlan YA3. Rujukan dari Artikel dalam Jurnal Nama akhir penulis ditulis paling depan diikuti dengan nama awal, kemudian tahun dan judul artikel yang ditulis dengan cetak biasa, dan huruf besar pada setiap awal kata. Nama jurnal ditulis dengan cetak miring, dan huruf awal dan setiap katanya ditulis dengan huruf besar kecuali kata hubungan. Bagian akhir berturut-turut ditulis jurnal tahun ke berapa, nomor berapa (dalam kurung), dan nomor halaman dan artikel tersebut. Contoh: Hanafi, A Partisipasi dalam Siaran Pedesaan dan Pengadopsian Inovasi. Forum Penelitian, 1(1): Rujukan dan Artikel dalam Majalah atau Koran Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 161

163 Nama penulis ditulis paling depan, diikuti oleh tanggal, bulan, dan tahun (jika ada). Judul artikel ditulis dengan cetak biasa, dan huruf besar pada setiap huruf awal kata, kecuali kata hubung. Nama majalah ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama setiap kata, dan dicetak miring. Nomor halaman disebut pada bagian akhir. Contoh: Gardner, H Do Babies Sing a Universal Song? Psychology Today, hlm Suryadarma, S.V.C Prosesor dan Interface: Komunikasi Data. Info Komputer, IV (4): Huda, M. 13 November, Menyiasati Krisis Listrik Musim Kering. Jawa Pos, him. 6. Rujukan dan Koran tanpa Penulis Nama koran ditulis di bagian awal,tanggal, bulan, dan tahun ditulis setelah nama koran, kemudian judul ditulis dengan huruf besar-kecil dicetak miring dan diikuti dengan nomor halaman. Contoh: Jawa Pos. 22 April, Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm. 3. Rujukan dan Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh Suatu Penerbit Tanpa Penulis dan Tanpa Lembaga Judul atau nama dokumen ditulis di bagian awal dengan cetak miring, diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbit dan nama penerbit. Contoh: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Jakarta: PT Armas Duta Jaya. Rujukan dan Lembaga yang ditulis atas Nama Lembaga Tersebut Nama lembaga penanggung jawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun, judul karangan yang dicetak miring, nama tempat penerbitan, dan nama Lembaga yang bertangung jawab atas penerbitan karangan tersebut. Contoh: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Rujukan Berupa Karya Terjemahan Nama penulis asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama tempat penerbitan dan nama penerbit terjemahan. Apabila tahun penerbitan buku asli tidak dicantumkan, ditulis dengan kata Tanpa tahun. Contoh: Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 162

164 Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. Tanpa tahun. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemahan oleh Arief Furchan Surabaya:Usaha Nasional. Rujukan Berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi Nama penulis ditulis paling depan, diikuti tahun yang tercantum, pada sampul, judul skripsi, tesis atau disertasi ditulis dengan cetak miring diikuti dengan pernyataan skripsi. tesis, atau disertasi tidak diterbitkan, nama kota tempat perguruan tinggi, dan nama fakuttas serta nama perguruan tinggi. Contoh: Pangaribuan, T Perkembangan Kompetensi Kewacanaan Pembelajar Bahasa Inggris di LPTK. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Program PascasarjanaIKIP MALANG. Rujukan Berupa Makalah yang disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya Nama penulis ditulis paling depan, dilanjutkan dengan tahun, judul makalah ditulis dengan cetak miring, kemudian diikuti pernyataan Makalah disajikan dalam..., nama pertemuan, lembaga penyelenggara, tempat penyelenggaraan, dan tanggal serta bulannya. Contoh: Huda, N Penulisan Laporan Penelitian untuk Jurnal. MakaLah disajikan dalam Loka karya PeneLitian Tingkat Dasar bagi Dosen PTN dan PTS di Malang Angkatan XIV, Pusat Penelitian IKIP MALANG,Malang, 12 juli. Karim, Z Tatakota di Negara-negara Berkembang. Makalah disajikan dalamseminar Tatakota, BAPPEDA Jawa Timur, Surabaya, 1-2 September. Rujukan dari Internet berupa Karya Individual Nama penulis ditulis seperti rujukan dan bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul karya tersebut (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung. Contoh: Hitchcock, S., Carr, L.a Hall, W A Survey of STM Online Journals, : The Calm before the Storm, (Online),(http://joumal.ecs. soton.ac.uk /survey/survey. html, diakses12 Juni 1996). Rujukan dan Internet berupa Artikel dan Jurnal Nama penulis ditulis seperti rujukan dan bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul artikel, nama jurnal (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 163

165 volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung. Contoh: Costarelli, S., & Calla, R. M Self directed Negative Effect: The distinct roles of ingroup identification and outgroup derogation. Current Research in Social Psychology, (online), vol. 10 N0.1, (http://www.uiowa.edu/%7egrpproc/ crisp/crisp.10.2.html, diakses 12 Januari 2005) Griffith, A.I Coordinating FamiLy and School: Mothering for Schooling. Education Policy Analysis Archives, (OnLine), Vol. 3,No. 1, (http://olam.ed.asu.edu/epaa /, diakses 12 Februari 1997). Kumaidi Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), Jilid 5, No. 4,(http: I /www.malang.ac.id, diakses 20 Januari 2000), Rujukan dari Internet berupa Bahan Diskusi Nama penulis ditulis seperti rujukan dan bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik bahan diskusi, nama bahan diskusi (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung. Contoh: Wilson, D. 20 November Summary of Citing Intemet Sites.NETTRAIN Discussion List, (OnLine),(NETTRAINubvm.cc.buffalo.edu, diakses 22 Nopember 1995). Rujukan dari Internet berupa Pribadi Nama pengirim (jika ada) dan disertai keterangan dalam kurung (atamat pengirim), diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat yang dikirimi). Contoh: Davis, A. 10 Juni Learning to Use Web Authoring Tools. kepada Alison Naga, Dali 5. (ikip-jkt indo.net.id). 1 Oktober Artikel untuk JIP. kepada Ali Saukah (jippsi mlg.ywcn.or.id). 3.TABEL DAN GAMBAR 3.1. Penyajian Tabel Penggunaan tabel dapat dipandang sebagai salah satu cara yang sistematis untuk menyajikan data statistik dalam kolom-kolom dan lajur, sesuai dengan klasifikasi masalah. Dengan menggunakan tabel, pembaca akan dapat memahami dan menafsirkan data secara cepat, dan mencari hubungan-hubungannya. Tabel yang baik seharusnya sederhana dan dipusatkan pada beberapa ide. Memasukkan terlalu banyak data dalam suatu tabel dapat mengurangi nilai penyajian tabel. Lebih baik Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 164

166 menggunakan banyak tabel daripada menggunakan sedikit tabel yang isinya terlalu padat. Tabel yang baik harus dapat menyampaikan ide dan hubungan-hubungannya secara efektif. Jika suatu tabel cukup besar (lebih dari setengah halaman), maka tabel harus ditempatkan pada halaman tersendiri; dan jika tabel cukup pendek (kurang dari setengah halaman) sebaiknva diintegrasikan dengan teks. Tabel harus diberi identitas (berupa nomor dan nama tabel) dan ditempatkan di atas tabel. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan penujukan. Jika tabel lebih dari satu halaman, maka bagian kepala tabel (termasuk teksnya) harus diulang pada halaman selanjutnya. Akhir tabel pada halaman pertama tidak perlu diberi garis horisontal. Pada halaman berikutnya, tuliskanlanjutan Tabel... pada tepi kiri, tiga spasi dari garis horisontal teratas tabel. Hanya huruf pertama kata tabel ditulis dengan menggunakan huruf besar. Kata Tabel ditulis di pinggir, diikuti nomor dan judul tabel. Judul tabel ini ditulis dengan huruf besar pada huruf pertama setiap kata kecuali kata hubung. Jika judul tabel lebih dari satu baris, baris kedua dan seterusnya ditulis sejajar dengan huruf awal judul dengan jarak satu spasi. Judul tabel tanpa diakhiri tanda titik. Berilah jarak 3 spasi antara. teks sebelum tabel dan teks sesudah tabel Nomor tabel ditulis dengan angka Arab sebagai identitas tabel yang menunjukkan bab tempat tabel itu dimuat dan nomor urutnya dalam bab yang bersangkutan. Dengan demikian untuk setiap bab nomor urut tabel dimulai dan nomor 1. Contoh: Tabel 4.1. Tingkat Motivasi Berprestasi Mahasiswa Unimed Tahun 2009 Nomor tabel ini menunjukkan bahwa tabel yang berjudul Tingkat Motivasi Berprestasi Mahasiswa Unimed Tahun 2009 tertetak pada Bab IV nomor urut yang pertama. Pengacuan tabel menggunakan angka, bukan dengan menggunakan kata tabel di atas atau tabel di bawah. Garis yang paling atas dari tabel diletakkan 3 spasi di bawah nama tabel. Kolom pengepalaan (heading), dan deskripsi tentang ukuran atau unit data harus dicantumkan. Istilah-istilah seperti nomor, persen, frekuensi, dituliskan dalam bentuk singkatan/lambang: No., %, dan f. Data yang terdapat dalam tabel ditulis dengan menggunakan spasi tunggal. Garis akan digunakan jika dipandang lebih mempermudah pembacaan tabel, tetapi garis vertikal di bagian kiri, tengah, dan kanan tabel tidak diperlukan. Tabel yang dikutip dari sumber lain wajib diberi keterangan mengenal nama akhir penulis, tahun publikasi, dan nomor halaman tabel pas di bawah tabel dengan jarak tiga spasi dan garis horisontal terbawah, mulai dan tepi kiri. Jika diperlukan catatan untuk menjelaskan butir-butir tertentu yang terdapat dalam tabel, gunakan simbol-simbol tertentu dan tulis dalam bentuk superskrip. Catatan kaki untuk tabel ditempatkan di bawah tabel, dua spasi di bawah sumber, bukan pada bagian bawah halaman. Contoh: Tabel 4.2. Tabel Anava untuk Regresi Linear Sederhana Ŷ = 30,11 + 0,69 X Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 165

167 Sumber Varian Db JK RJK F h F t Total Regresi a Regresi b Sisa ,03 142,83 108, ,03 142,83 2,85 50,12 Tuna cocok 9 30,22 3,36 Galat 29 77,92 2,69 1,25 Keterangan : db = derajat kebebasan; JK = jumlah kuadrat; a.0,95 (1:38) 4,10 a.0,95 (15:23) 2,55 RJK = rata-rata jumlahkuadrat 3.2. Penyajian Gambar Istilah gambar mengacu pada foto, grafik, chart, peta, sket, diagram, bagan, dan gambar lainnya. Gambar dapat menyajikan data dalam bentuk-bentuk visual yang dapat dengan mudah dipahami. Gambar tidak harus dimaksudkan untuk membangun deskripsi, tetapi dimaksudkan untuk menekankan hubungan tertentu yang signifikan. Gambar juga dapat digunakan untuk menyajikan data statistik berbentuk grafik.beberapa pedoman penggunaan gambar dapat dikemukakan seperti berikut. (1) Judul gambar ditempatkan di bawah gambar, bukan di atasnya. Cara penulisan judul gambar sama dengan penulisan judul tabel (2) Gambar harus sederhana untuk dapat menyampaikan ide dengan jelas dan dapat dipahami tanpa harus disertai penjelasan tekstual. (3) Gambar harus digunakan dengan hemat. Terlalu banyak gambar dapat mengurangi nilai penyajian data. (4) Gambar yang memakan tempat lebih dari setengah halaman harus ditempatkan pada halaman tersendiri. (5) Penyebutan adanya gambar di dalam teks seharusnya mendahului gambar. (6) Gambar diacu dengan menggunakan angka, bukan dengan menggunakan kata. gambar di atas atau gambar di bawah. (7) Gambar dinomori dengan menggunakan angka Arab seperti pada penomoran tabel ini : Gambar 4.1 Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 166

168 Contoh: Gambar 4.1 Pertumbuhan tahunan batang bibit pinus putih selama musim tanam setelah panen selektif di tahun 2006 dalam (A) daerah selektif panen, dan (B) suatu wilayah non-panen PENGGUNAAN BAHASA Penulisan karya llmiah hendaknya menggunakan bahasa yang jelas, tepat, normal, dan lugas. Kejelasan dan ketepatan isi dapat diwujudkan dengan menggunakan kata dan istilah yang jelas dan tepat, kalimat yang tidak berbelit-betit, dan struktur paragraf yang runtut. Kelugasan dan keformalan gaya bahasa diwujudkan dengan menggunakan kalimat pasif, katakata yang tidak emotif, dan tidak berbunga-bunga. Hindarilah penggunaan kata-kata seperti saya atau kami atau kita. Jika terpaksa menyebutkan kegiatan yang dilakukan oleh penulis sendiri, istilah yang dipakai bukan kami atau saya, melainkan penulis atau peneliti. Namun, istilah penulis atau peneliti seyogyanya digunakan sesedikit mungkin. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 167

::Sekolah Pascasarjana IPB (Institut Pertanian Bogor)::

::Sekolah Pascasarjana IPB (Institut Pertanian Bogor):: Contributed by Administrator adalah program pendidikan strata 3 (S3) yang ditujukan untuk memperoleh gelar akademik doktor sebagai gelar akademik tertinggi. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR PENYUSUNAN TUGAS AKHIR PROGAM PASCASARJANA TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

MANUAL PROSEDUR PENYUSUNAN TUGAS AKHIR PROGAM PASCASARJANA TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN MANUAL PROSEDUR PENYUSUNAN TUGAS AKHIR PROGAM PASCASARJANA TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2014 I. PENETAPAN KOMISI PEMBIMBING A. Latar Belakang Mahasiswa Program Pascasarjana

Lebih terperinci

GUGUS JAMINAN MUTU DR.IR.HARSUKO RINIWATI,MP

GUGUS JAMINAN MUTU DR.IR.HARSUKO RINIWATI,MP GUGUS JAMINAN MUTU DR.IR.HARSUKO RINIWATI,MP MATERI ujian pada setiap tahapan untuk Magister dan Doktor Lama studi magister dan doktor Tata cara pengajuan dosen pembimbing dan promotor Tata cara permohonan

Lebih terperinci

PEDOMAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PASCASARJANA S3 (DOKTOR) UNIDA GONTOR. Pasal 1. Persyaratan Administrasi dan Akademik

PEDOMAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PASCASARJANA S3 (DOKTOR) UNIDA GONTOR. Pasal 1. Persyaratan Administrasi dan Akademik PEDOMAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PASCASARJANA S3 (DOKTOR) UNIDA GONTOR Pasal 1 Persyaratan Administrasi dan Akademik Persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon mahasiswa adalah: 1) Lulusan pendidikan

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR (S3) A. UJIAN KUALIFIKASI

PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR (S3) A. UJIAN KUALIFIKASI PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR (S3) A. UJIAN KUALIFIKASI 1. Ujian Kualifikasi a. Ujian kualifikasi terdiri atas ujian lisan dan tulis yang pelaksanaannya merupakan satu kesatuan. b.

Lebih terperinci

KOMISI STUDI AKHIR (KSA) Deskripsi: Struktur Organisasi: Tugas dan Wewenang: Tata Tertib Rapat KSA:

KOMISI STUDI AKHIR (KSA) Deskripsi: Struktur Organisasi: Tugas dan Wewenang: Tata Tertib Rapat KSA: Lampiran Surat Keputusan Dekan Fakultas Biologi tentang Prosedur Baku Pelaksanaan Studi Akhir Program Studi S1 Biologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman KOMISI STUDI AKHIR (KSA) Deskripsi:

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Tujuan 3. Lingkup Pembahasan

I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Tujuan 3. Lingkup Pembahasan I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Proses pembelajaran yang dilaksanakan bersama-sama di perguruan tinggi, antara dosen dan mahasiswa, menggunakan beragam metode dengan tujuan agar tercapainya pemahaman

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS SUMATERA UTARA NOMOR 06 TAHUN

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS SUMATERA UTARA NOMOR 06 TAHUN PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS SUMATERA UTARA NOMOR 06 TAHUN 2017 TENTANG PERATURAN AKADEMIK PROGRAM MAGISTER DAN PROGRAM DOKTOR UNIVERSITAS SUMATERA UTARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA KUASA REKTOR UNIVERSITAS

Lebih terperinci

Dilarang memperbanyak dokumen ini tanpa izin Institut Pertanian Bogor 45

Dilarang memperbanyak dokumen ini tanpa izin Institut Pertanian Bogor 45 1. TUJUAN 1.1. Memberikan acuan bagi pelaksanaan kegiatan ujian tertutup Program Doktor pada SPs IPB. 1.2. Menciptakan kejelasan mekanisme, keteraturan, dan ketertiban pelaksanaan dan penilaian ujian tertutup

Lebih terperinci

STANDAR OPERATING PROSEDUR PENYELESAIAN TUGAS AKHIR UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA

STANDAR OPERATING PROSEDUR PENYELESAIAN TUGAS AKHIR UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA STANDAR OPERATING PROSEDUR PENYELESAIAN TUGAS AKHIR UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA 1. Identitas 1.1. Nama SOP: Penyelesaian Tugas Akhir 1.2. Kode SOP: 2. Tujuan: Mempermudah proses penyelesaian tugas akhir

Lebih terperinci

Manual Prosedur Tesis

Manual Prosedur Tesis Manual Prosedur Tesis Program Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang 2012 Manual Prosedur Tesis Kode Dokumen : 00203 06019 Revisi : 4 Tanggal : 30 Agustus 2012 Diajukan

Lebih terperinci

STANDAR MUTU PENYELESAIAN TUGAS AKHIR PROGRAM SARJANA FEB UNSOED

STANDAR MUTU PENYELESAIAN TUGAS AKHIR PROGRAM SARJANA FEB UNSOED STANDAR MUTU PENYELESAIAN TUGAS AKHIR PROGRAM SARJANA FEB UNSOED Isi: Rasional Standar Pembimbingan Skripsi Standar Seminar Proposal Skripsi Standar Ujian Skripsi Standar Ujian Pendadaran FAKULTAS EKONOMI

Lebih terperinci

SOP Ujian Komprehensif Program Doktor Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

SOP Ujian Komprehensif Program Doktor Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada SOP Ujian Komprehensif Program Doktor Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada PENGERTIAN UJIAN KOMPREHENSIF STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR Evaluasi terhadap prestasi akademik sebagai hasil pendidikan

Lebih terperinci

PROGRAM DOKTOR MATEMATIKA

PROGRAM DOKTOR MATEMATIKA PROGRAM DOKTOR MATEMATIKA SILABUS DAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2016 UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG MAM 8001 Filsafat Ilmu dan Metode Penelitian Kode dan MAM 8001 Filsafat Ilmu

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENERBITAN SK CUTI MAHASISWA

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENERBITAN SK CUTI MAHASISWA PENERBITAN SK CUTI MAHASISWA 1. Surat Permohonan 2. Pembuatan Konsep SK 3. Pengesahan Surat 4. Penomoran Surat 5. Pendistribusian Surat 1. Mahasiswa mengajukan surat permohonan yang telah disetujui oleh

Lebih terperinci

DOKUMEN: PROSEDUR OPERASIONAL BAKU JUDUL: Ujian Naskah Disertasi (Tertutup Doktor) Kode : 017/UN11.4/SOP/2016 Tanggal dikeluarkan : 14 Maret 2016

DOKUMEN: PROSEDUR OPERASIONAL BAKU JUDUL: Ujian Naskah Disertasi (Tertutup Doktor) Kode : 017/UN11.4/SOP/2016 Tanggal dikeluarkan : 14 Maret 2016 UNIVERSITAS SYIAH KUALA PROGRAM PASCASARJANA Darussalam, Banda Aceh DOKUMEN: PROSEDUR OPERASIONAL BAKU JUDUL: Ujian Naskah (Tertutup Doktor) Kode : 017/UN11.4/SOP/2016 Tanggal dikeluarkan : 14 Maret 2016

Lebih terperinci

Permenristek Dikti No. 44 Tahun 2015 (Standar Mutu PT) Pedoman Akademik. Panduan- Panduan SOP

Permenristek Dikti No. 44 Tahun 2015 (Standar Mutu PT) Pedoman Akademik. Panduan- Panduan SOP Visi dan Misi Visi: Menjadi penyelenggara program Pascasarjana berperingkat di tingkat nasional dan internasional yang mengusung nilai kesundaan dan keislaman pada tahun 2021 Misi - Menyelenggarakan pendidikan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Padang, 16 Februari SOP Skripsi Prodi Psikologi S1

KATA PENGANTAR. Padang, 16 Februari SOP Skripsi Prodi Psikologi S1 KATA PENGANTAR Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pimpinan Fakultas Kedokteran Unand dan Ketua Prodi Psikologi Universitas Andalas, telah membantu memberikan masukan sehingga Tim dapat menyelesaikan

Lebih terperinci

PANDUAN TUGAS AKHIR 27

PANDUAN TUGAS AKHIR 27 PANDUAN TUGAS AKHIR 27 1. PENDAHULUAN Tugas Akhir (TA) bernilai 5 SKS merupakan mata kuliah yang harus diambil oleh setiap mahasiswa TI ITS sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikan Strata satu dan

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU PERTANIAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA

PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU PERTANIAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU PERTANIAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA Darussalam-Banda Aceh Dokumen Level : PROSEDUR OPERASIONAL BAKU Judul : SEMINAR PROPOSAL DISERTASI/KOLOKIUM Kode : SOP-16

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TUGAS AKHIR

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TUGAS AKHIR STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR Disiapkan oleh, Diperiksa oleh, Disahkan oleh, Muchlis, S.Kom., M.Si Ketua Tim Standar Proses Pembelajaran Yeni Yuliana, S.Sos.I., M.Pd.I Ariansyah, S.Kom., M.Kom Ketua Penjaminan

Lebih terperinci

PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM MAGISTER FAKULTAS ILMU TARBIYAH (FITK) UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA MEDAN

PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM MAGISTER FAKULTAS ILMU TARBIYAH (FITK) UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA MEDAN PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM MAGISTER FAKULTAS ILMU TARBIYAH (FITK) UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA MEDAN I. Visi dan Misi Program Magister Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sumatera Utara

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 263/SK/R/UI/2004. Tentang PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR DI UNIVERSITAS INDONESIA

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 263/SK/R/UI/2004. Tentang PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR DI UNIVERSITAS INDONESIA KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 263/SK/R/UI/2004 Tentang PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR DI UNIVERSITAS INDONESIA REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Universitas Indonesia berdasarkan

Lebih terperinci

(by research), (6) Telah melakukan Sidang minimal 3 kali, (7) Terdaftar sebagai mahasiswa aktif di SPs- IPB. Secara administrasi, mahasiswa Program Do

(by research), (6) Telah melakukan Sidang minimal 3 kali, (7) Terdaftar sebagai mahasiswa aktif di SPs- IPB. Secara administrasi, mahasiswa Program Do LATAR BELAKANG Ujian Program Doktor SPs-IPB merupakan salah satu tahap pencapaian gelar setelah mahasiswa melakukan penelitian dan penulisan. Ujian program Doktor dimaksudkan untuk menilai kemampuan calon

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... BAB I: PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Tujuan... 2 C. Ruang Lingkup... 2

KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... BAB I: PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Tujuan... 2 C. Ruang Lingkup... 2 iii S Kata Pengantar ebagai syarat penyelesaian studi, mahasiswa Program Pascasarjana UT pada semester empat diwajibkan menyusun Tugas Akhir Program Magister (TAPM) setara Tesis, berupa laporan penelitian

Lebih terperinci

Lampiran SM UB. (1) Rumusan Capaian Pembelajaran minimal aspek keterampilan kerja

Lampiran SM UB. (1) Rumusan Capaian Pembelajaran minimal aspek keterampilan kerja (1) Rumusan Capaian Pembelajaran minimal aspek keterampilan kerja umum untuk lulusan pendidikan akademik, vokasi, dan profesi adalah sebagai berikut. Lulusan pendidikan akademik pada: a. Program Diploma

Lebih terperinci

Manual Prosedur Pelaksanaan Ujian Tesis

Manual Prosedur Pelaksanaan Ujian Tesis Manual Prosedur Pelaksanaan Ujian Tesis JURUSAN MANAJEMEN MALANG 2014 Manual Prosedur Pelaksanaan Ujian Tesis Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Kode Dokumen : 00202 06030

Lebih terperinci

PROSEDUR BAKU Edisi/Revisi: 1/0

PROSEDUR BAKU Edisi/Revisi: 1/0 Halaman: 1 dari 9 1. TUJUAN 1.1. Menjamin proses penyelesaian skripsi mahasiswa program Sarjana Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian dapat berlangsung sesuai dengan baku mutu dan sasaran mutu yang

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYELENGGARAAN KARYA AKHIR PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR

PEDOMAN PENYELENGGARAAN KARYA AKHIR PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR PEDOMAN PENYELENGGARAAN KARYA AKHIR PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR I. PENDAHULUAN 1.1 Dasar Pemikiran Globalisasi di berbagai sektor ekonomi dan bisnis membawa konsekuensi

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU PERTANIAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA

PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU PERTANIAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU PERTANIAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA Darussalam-Banda Aceh Dokumen Level : PROSEDUR OPERASIONAL BAKU Judul : PROPOSAL DISERTASI DAN BIMBINGANNYA Kode : SOP-12

Lebih terperinci

BERKAS UJIAN TESIS PROGRAM MAGISTER TEKNIK SIPIL. Kelengkapan Persayaratan yang diserahkan ke Pengajaran

BERKAS UJIAN TESIS PROGRAM MAGISTER TEKNIK SIPIL. Kelengkapan Persayaratan yang diserahkan ke Pengajaran BERKAS UJIAN TESIS TEKNIK SIPIL Mohon, Setelah Ujian Tesis: Nilai dan berita acara ujian langsung diserahkan ke bagian pengajaran (mohon tidak diserahkan ke mahasiswa) Bagian Pengajaran Jurusan Teknik

Lebih terperinci

2. Persyaratan Umum. 5.1 Seminar usul dilaksanakan oleh mahasiswa dengan syarat:

2. Persyaratan Umum. 5.1 Seminar usul dilaksanakan oleh mahasiswa dengan syarat: 1. Definisi 4.1 merupakan karya ilmiah tertulis yang disusun oleh mahasiswa, sesuai dengan kaidah dan etika keilmuan, di bawah bimbingan dosen yang berkompeten dan merupakan cerminan kemampuan mahasiswa

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor UGM/FA/1997/UM/01/39. Tentang ADENDUM PERATURAN AKADEMIK PROGRAM DOKTOR

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor UGM/FA/1997/UM/01/39. Tentang ADENDUM PERATURAN AKADEMIK PROGRAM DOKTOR KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor UGM/FA/1997/UM/01/39 Tentang ADENDUM PERATURAN AKADEMIK PROGRAM DOKTOR Dekan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PROSEDUR PELAKSANAAN TUGAS AKHIR

PROSEDUR PELAKSANAAN TUGAS AKHIR SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001 : 2008 DEPARTEMEN MANAJEMEN SUMERDAYA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR PROSEDUR PELAKSANAAN TUGAS AKHIR NO. DOKUMEN : POB-MSP-FPIK-05 REVISI

Lebih terperinci

Proyek Akhir adalah mata kuliah dengan kode BC014 yang dilaksanakan pada Semester 6 (enam), memiliki bobot 4 (empat) Satuan Kredit Semester.

Proyek Akhir adalah mata kuliah dengan kode BC014 yang dilaksanakan pada Semester 6 (enam), memiliki bobot 4 (empat) Satuan Kredit Semester. 1 Definisi Proyek Akhir adalah mata kuliah dengan kode BC014 yang dilaksanakan pada Semester 6 (enam), memiliki bobot 4 (empat) Satuan Kredit Semester. 2 Tujuan Menilai kemampuan dalam memandang suatu

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor: UGM/FA/114/UM/01/39 Tentang SKRIPSI

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor: UGM/FA/114/UM/01/39 Tentang SKRIPSI KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor: UGM/FA/114/UM/01/39 Tentang SKRIPSI Menimbang Mengingat : a. Bahwa peraturan pelaksanaan skripsi Program Sarjana Fakultas Farmasi Universitas

Lebih terperinci

ORIENTASI PENDIDIKAN BIDANG AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA

ORIENTASI PENDIDIKAN BIDANG AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA ORIENTASI PENDIDIKAN BIDANG AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA Amin S. Leksono, Ph.D Kurikulum 1 Struktur kurikulum Beban studi program magister bagi peserta sekurang-kurangnya 36 sks dan sebanyakbanyaknya

Lebih terperinci

PANDUAN ATURAN PELAKSANAAN TUGAS SARJANA

PANDUAN ATURAN PELAKSANAAN TUGAS SARJANA PANDUAN ATURAN PELAKSANAAN TUGAS SARJANA PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2006 1 DAFTAR ISI Hal 1. Pendahuluan 1 2. Persyaratan Pengambilan dan Pendaftaran

Lebih terperinci

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIAGRAM ALIR PROMOSI PROGRAM STUDI Direktur Pascasarjana Asisten Direktur KaProdi Magister Teknik Elektro Kegiatan Promosi Promosi Tidak Langsung/Non Tatap Muka - Menyebarkan brosur - Mengiklankan di media

Lebih terperinci

PROSEDUR MUTU BIMBINGAN SKRIPSI

PROSEDUR MUTU BIMBINGAN SKRIPSI Dibuat oleh: Pembantu Dekan I, Diperiksa oleh: Management Representative, Disetujui oleh: Dekan, Dr. Zakarias S. Soetedja,M.Sn. Dr. H. Andoyo Sastromihardjo, M.Pd. Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A. 1. TUJUAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG NOMOR: 162/O/2004 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG NOMOR: 162/O/2004 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG NOMOR: 162/O/2004 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG REKTOR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG, Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan

Lebih terperinci

PELAKSANAAN UJIAN PROPOSAL

PELAKSANAAN UJIAN PROPOSAL MANUAL PROSEDUR PELAKSANAAN UJIAN PROPOSAL PROGRAM STUDI S2 KIMIA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS BRAWIJAYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013 MANUAL PROSEDUR PELAKSANAAN UJIAN PROPOSAL PROGRAM STUDI S2 KIMIA

Lebih terperinci

BAB I Pendahuluan A. Kedudukan Karya Tulis di Perguruan Tinggi

BAB I Pendahuluan A. Kedudukan Karya Tulis di Perguruan Tinggi BAB I Pendahuluan A. Kedudukan Karya Tulis di Perguruan Tinggi Karya tulis ilmiah memiliki kedudukan yang sangat penting. Mahasiswa harus menghasilkan karya ilmiah, baik berupa tugas akhir, skripsi atau

Lebih terperinci

PEDOMAN PENDIDIKAN PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU PERIKANAN DAN KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PEDOMAN PENDIDIKAN PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU PERIKANAN DAN KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PEDOMAN PENDIDIKAN PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU PERIKANAN DAN KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Kode Dokumen : 00704 04 000 Revisi : 2 Tanggal : 7 November 2016 Diajukan

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI DOKTOR PENDIDIKAN IPS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA

PROGRAM STUDI DOKTOR PENDIDIKAN IPS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA PROGRAM STUDI DOKTOR PENDIDIKAN IPS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA Darussalam-Banda Aceh Dokumen Level : PROSEDUR OPERASIONAL BAKU Judul : PELAKSANAAN DISERTASI Kode : SOP-20 Tgl Disahkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR

BAB 1 PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR BAB 1 PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR Tujuan pendidikan Program Doktor menurut Peraturan Rektor UI No.2200 Tahun 2013 adalah untuk menghasilkan ilmuwan dan/atau filosof yang mandiri, beretika, berbudaya,

Lebih terperinci

UNIVERSITAS AIRLANGGA

UNIVERSITAS AIRLANGGA UNIVERSITAS AIRLANGGA Kampus C Mulyorejo Surabaya 60115 Telp. (031) 5914042, 5914043, 5912546, 5912564 Fax (031) 5981841 Website : http://www.unair.ac.id ; e-mail : rektor@unair.ac.id SALINAN PERATURAN

Lebih terperinci

DOKUMEN: INSTRUKSI KERJA JUDUL: SATUAN PENJAMINAN MUTU PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA

DOKUMEN: INSTRUKSI KERJA JUDUL: SATUAN PENJAMINAN MUTU PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA UNIVERSITAS SYIAH KUALA PROGRAM PASCASARJANA Darussalam, Banda Aceh DOKUMEN: INSTRUKSI KERJA JUDUL: SATUAN PENJAMINAN MUTU PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA Kode : 007/UN11.4/IK/2016 Tanggal

Lebih terperinci

JURUSAN/PRODI TEKNIK SIPIL

JURUSAN/PRODI TEKNIK SIPIL Halaman : Halaman i dari 40 HALAMAN JUDUL BUKU Oleh : TIM PENYUSUN JURUSAN/PRODI TEKNIK SIPIL PROGRAM STUDI/JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN TAHUN 2015 i Halaman : Halaman ii dari 40

Lebih terperinci

Manual Prosedur Seminar Hasil Penelitian Disertasi

Manual Prosedur Seminar Hasil Penelitian Disertasi Manual Prosedur Seminar Hasil Penelitian Disertasi Jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang 2015 Manual Prosedur Seminar Hasil Penelitian Disertasi

Lebih terperinci

Manual Prosedur Pelaksanaan Ujian Proposal Tesis

Manual Prosedur Pelaksanaan Ujian Proposal Tesis Manual Prosedur Pelaksanaan Ujian Proposal Tesis JURUSAN MANAJEMEN MALANG 2014 Manual Prosedur Pelaksanaan Ujian Proposal Tesis Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Kode

Lebih terperinci

HALAMAN JUDUL PROSEDUR OPERASIONAL BAKU PELAKSANAAN TUGAS AKHIR/SKRIPSI

HALAMAN JUDUL PROSEDUR OPERASIONAL BAKU PELAKSANAAN TUGAS AKHIR/SKRIPSI Halaman 1 dari 13 HALAMAN JUDUL PROSEDUR OPERASIONAL BAKU PELAKSANAAN TUGAS AKHIR/SKRIPSI PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2015 1 Halaman 2 dari 13 2 Halaman 3 dari

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR (S3)

PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR (S3) Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin Nomor : 458/H4/P/2007 Tanggal : 20 Maret 2007 PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR (S3) PPD.PPs-UH.AKAD.1 PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS HASANUDDIN Revisi Pertama

Lebih terperinci

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PELAKSANAAN SKRIPSI PROGRAM STUDI S1 FARMASI

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PELAKSANAAN SKRIPSI PROGRAM STUDI S1 FARMASI PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR Tim Penyusun: Komisi Skripsi FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2016 PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR Hal. 1 dari 10 SOP ini disahkan

Lebih terperinci

FINAL PROJECT SEKOLAH PASCASARJANA PERBANAS INSTITUTE

FINAL PROJECT SEKOLAH PASCASARJANA PERBANAS INSTITUTE FINAL PROJECT SEKOLAH PASCASARJANA PERBANAS INSTITUTE Untuk mendapatkan gelar Magister Manajemen dan Magister Akuntansi Sekolah Pascasarjana Perbanas Institute mahasiswa wajib menyelesaikan tugas akhir.

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS PELITA HARAPAN SURABAYA Nomor : 08/SKR/UPHS/VIII/2008. t e n t a n g

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS PELITA HARAPAN SURABAYA Nomor : 08/SKR/UPHS/VIII/2008. t e n t a n g KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS PELITA HARAPAN SURABAYA Nomor : 08/SKR/UPHS/VIII/2008 t e n t a n g PEDOMAN TATA TERTIB DAN PELAKSANAAN SIDANG TUGAS AKHIR PROGRAM SARJANA REKTOR UNIVERSITAS PELITA HARAPAN

Lebih terperinci

KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN S2-S3 Pokja IV-komisi pendidikan SAF

KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN S2-S3 Pokja IV-komisi pendidikan SAF KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN S2-S3 Pokja IV-komisi pendidikan SAF AZAS Kurikulum harus mendorong pencapaian hasil pembelajaran yang diinginkan UI berupa pengetahuan dan pemahaman, keahlian kognitif,

Lebih terperinci

Kebijakan kurikulum pendidikan S2-S3 Pokja IV-komisi pendidikan SAF

Kebijakan kurikulum pendidikan S2-S3 Pokja IV-komisi pendidikan SAF Kebijakan kurikulum pendidikan S2-S3 Azas Kurikulum harus mendorong pencapaian hasil pembelajaran yang diinginkan UI berupa pengetahuan dan pemahaman, keahlian kognitif, keahlian khusus (termasuk keahlian

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI DOKTOR PENDIDIKAN IPS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA

PROGRAM STUDI DOKTOR PENDIDIKAN IPS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA PROGRAM STUDI DOKTOR PENDIDIKAN IPS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA Darussalam-Banda Aceh Dokumen Level : PROSEDUR OPERASIONAL BAKU Judul : DOSEN PEMBIMBING/PROMOTOR Kode : SOP-10 Tgl Disahkan

Lebih terperinci

Matriks Perubahan Pasal-Pasal dalam Permendikbud No. 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Matriks Perubahan Pasal-Pasal dalam Permendikbud No. 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Lampiran Surat Nomor : 390 / B / HK / 2015 Tanggal : 07 September 2015 Matriks Perubahan Pasal-Pasal dalam Permendikbud No. 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi No Permendikbud No.

Lebih terperinci

BAB II PENERIMAAN MAHASISWA BARU

BAB II PENERIMAAN MAHASISWA BARU PANDUAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN NOMOR : 351/H23/DT/2009 TGL 31 AGUSTUS 2009 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam

Lebih terperinci

PEDOMAN TUGAS AKHIR I. Latar Belakang II. Tujuan Pedoman Tugas Akhir III. Definisi Tugas Akhir IV. Tujuan Tugas Akhir adalah :

PEDOMAN TUGAS AKHIR I. Latar Belakang II. Tujuan Pedoman Tugas Akhir III. Definisi Tugas Akhir IV. Tujuan Tugas Akhir adalah : PEDOMAN TUGAS AKHIR I. Latar Belakang Perguruan tinggi mempunyai peranan yang sangat besar dalam menghasilkan sarjana berkualitas. Usaha untuk meningkatkan kualitas sarjana yang dihasilkan, salah satu

Lebih terperinci

1. TUJUAN Menjelaskan alur atau mekanisme proses pengajuan judul, pembimbingan, pendaftaran ujian, dan pelaksanaan ujian skripsi

1. TUJUAN Menjelaskan alur atau mekanisme proses pengajuan judul, pembimbingan, pendaftaran ujian, dan pelaksanaan ujian skripsi 1. TUJUAN Menjelaskan alur atau mekanisme proses pengajuan judul, pembimbingan, pendaftaran ujian, dan pelaksanaan ujian skripsi 2. RUANG LINGKUP Tata cara pengambilan skripsi dan pelaksanaan ujian skripsi

Lebih terperinci

Manual Prosedur Penetapan Komisi Pembimbing

Manual Prosedur Penetapan Komisi Pembimbing Manual Prosedur Penetapan Komisi Pembimbing Jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang 2014 Manual Prosedur Penetapan Komisi Pembimbing Jurusan Teknologi

Lebih terperinci

(1) Setelah Pimpinan PPs menerima laporan resmi tentang hasil Ujian Tertutup Disertasi, Pimpinan PPs secara administratif menyiapkan tindaklanjutnya:

(1) Setelah Pimpinan PPs menerima laporan resmi tentang hasil Ujian Tertutup Disertasi, Pimpinan PPs secara administratif menyiapkan tindaklanjutnya: (a) Persiapan (1) Setelah Pimpinan PPs menerima laporan resmi tentang hasil Ujian Tertutup Disertasi, Pimpinan PPs secara administratif menyiapkan tindaklanjutnya: bagi yang lulus ujian tertutup disiapkan

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI DOKTOR DOKTOR PENDIDIKAN IPS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA

PROGRAM STUDI DOKTOR DOKTOR PENDIDIKAN IPS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA PROGRAM STUDI DOKTOR DOKTOR PENDIDIKAN IPS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA Darussalam-Banda Aceh Dokumen Level : PROSEDUR OPERASIONAL BAKU Judul : UJIAN TERTUTUP Kode : SOP-26 Tgl Disahkan

Lebih terperinci

MULAI. Pengajuan Topik (outline) Verifikasi Outline oleh Tim Komisi Skripsi (1 minggu setelah pengajuan outline)

MULAI. Pengajuan Topik (outline) Verifikasi Outline oleh Tim Komisi Skripsi (1 minggu setelah pengajuan outline) RINGKASAN ALUR MULAI Pengajuan Topik (outline) Verifikasi Outline oleh Tim Komisi Skripsi (1 minggu setelah pengajuan outline) Ditolak Penyusunan Proposal dan Bimbingan (minimal 3x bimbingan) Pengajuan

Lebih terperinci

Dokumen Level : PROSEDUR OPERASIONAL BAKU PROSEDUR TUGAS AKHIR

Dokumen Level : PROSEDUR OPERASIONAL BAKU PROSEDUR TUGAS AKHIR TUJUAN SOP ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai : 1. Prosedur dan Pelaksanaan Tugas Akhir (TA). 2. Persyaratan dosen pembimbing dan tim penguji. 3. Prosedur pelaksanaan seminar TA. 4. Komponen/unsur

Lebih terperinci

OPERASIONAL PROSEDUR AKHIR (SKRIPSI/TESIS)

OPERASIONAL PROSEDUR AKHIR (SKRIPSI/TESIS) STIE MURA Jalan Jendral Besar H. M. Soeharto Km 13 Kelurahan Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan I Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan DOKUMEN STANDAR STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR JUDUL TUGAS AKHIR

Lebih terperinci

INSTRUKSI KERJA SKRIPSI FAKULTAS PSIKOLOGI

INSTRUKSI KERJA SKRIPSI FAKULTAS PSIKOLOGI 1. LINGKUP KERJA Instruksi kerja ini berlaku di Program Studi S1 Psikologi, mengatur pengelolaan skripsi yang belum diatur secara rinci dalam SOP Penyusunan Skripsi (PBM-UAD-05). Instruksi Kerja ini melibatkan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 263 /SK/R/UI/2004 Tentang PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR DI UNIVERSITAS INDONESIA

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 263 /SK/R/UI/2004 Tentang PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR DI UNIVERSITAS INDONESIA KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 263 /SK/R/UI/2004 Tentang PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR DI UNIVERSITAS INDONESIA Rektor Universitas Indonesia, Menimbang : a. bahwa Universitas Indonesia

Lebih terperinci

Revisi Permendikbud Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Revisi Permendikbud Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Revisi Permendikbud Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Desember 2015 1 Penambahan Peraturan : Semester Antara I Pasal 15

Lebih terperinci

BERKAS UJIAN TESIS PROGRAM MAGISTER TEKNIK SIPIL

BERKAS UJIAN TESIS PROGRAM MAGISTER TEKNIK SIPIL BERKAS UJIAN TESIS TEKNIK SIPIL Setelah Ujian Tesis, Nilai dan Berita Acara Ujian langsung diserahkan ke Bagian Administrasi Program Magister Teknik Sipil (mohon tidak diserahkan ke mahasiswa) Nama :...

Lebih terperinci

MANUAL MUTU SKRIPSI PROGRAM STUDI JENJANG STRATA 1 (S-1) ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MULAWARMAN

MANUAL MUTU SKRIPSI PROGRAM STUDI JENJANG STRATA 1 (S-1) ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MULAWARMAN MANUAL MUTU SKRIPSI PROGRAM STUDI JENJANG STRATA 1 (S-1) ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MULAWARMAN Kode Dokumen : 001/MM/SKRIPSI/2017 Revisi : - Tanggal : 13 Januari 2017 Diajukan Oleh : Koordinator

Lebih terperinci

Belajar di Ps Unsyiah

Belajar di Ps Unsyiah Belajar di Ps Unsyiah Dr. Ir. Suhendrayatna, M.Eng Asisten Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Program Pascasarjana, Disampaikan pada Orientasi Mahasiswa Baru PPs Tahun 2016 Darussalam, Banda Aceh,

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR PENGURUSAN SKRIPSI

MANUAL PROSEDUR PENGURUSAN SKRIPSI MANUAL PROSEDUR PENGURUSAN SKRIPSI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2011 MANUAL PROSEDUR PENGURUSAN SKRIPSI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Kode Dokumen : Revisi

Lebih terperinci

Manual Prosedur TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA. Universitas Brawijaya, 2013 All Rights Reserved

Manual Prosedur TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA. Universitas Brawijaya, 2013 All Rights Reserved Manual Prosedur TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Universitas Brawijaya, 2013 All Rights Reserved Manual Prosedur TUGAS AKHIR Program Studi Ilmu Gizi FAKULTAS

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR PENDAFTARAN DAN PELAKSANAAN UJIAN TESIS

MANUAL PROSEDUR PENDAFTARAN DAN PELAKSANAAN UJIAN TESIS MANUAL PROSEDUR PENDAFTARAN DAN PELAKSANAAN UJIAN TESIS PROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2013 MANUAL PROSEDUR PENDAFTARAN DAN PELAKSANAAN UJIAN TESIS PROGRAM

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI DOKTOR PENDIDIKAN IPS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA

PROGRAM STUDI DOKTOR PENDIDIKAN IPS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA PROGRAM STUDI DOKTOR PENDIDIKAN IPS (PS-DPIPS) PROGRAM STUDI DOKTOR PENDIDIKAN IPS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA Darussalam-Banda Aceh Dokumen Level : PROSEDUR OPERASIONAL BAKU Judul :

Lebih terperinci

PANDUAN PELAKSANAAN AKADEMIK PROGRAM STUDI DOKTOR PSIKOLOGI SEMESTER GENAP 2016/2017

PANDUAN PELAKSANAAN AKADEMIK PROGRAM STUDI DOKTOR PSIKOLOGI SEMESTER GENAP 2016/2017 PANDUAN PELAKSANAAN AKADEMIK PROGRAM STUDI DOKTOR PSIKOLOGI SEMESTER GENAP 2016/2017 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA Jl. Airlangga 4-6 Surabaya Telp. 5032770, 5014460, Fax. 5025910 Surabaya 60286

Lebih terperinci

Gugus Kendali Mutu (GKM) Jurs. Sosiologi

Gugus Kendali Mutu (GKM) Jurs. Sosiologi 1 BAB I PENDAHULUAN Berdasarkan Peraturan Rektor Universitas Andalas No 7 tahun 2011 Peraturan Akademik Program Sarjana, Universitas Andalas pasal 27 ayat 1 setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan program

Lebih terperinci

KEBIJAKAN AKADEMIK PPs UNNES

KEBIJAKAN AKADEMIK PPs UNNES Assalamualaikum Wr. Wb. KEBIJAKAN AKADEMIK PPs UNNES Wahyu Hardyanto Asisten Direktur Bidang Akademik Asisten Direktur Bidang Akademik PPs Unnes Ruang Lingkup: 1. Kurikulum dan Beban Studi 2. Sistem Perkuliahan

Lebih terperinci

DOKUMEN LEVEL Standar Operasional Prosedur (SOP)

DOKUMEN LEVEL Standar Operasional Prosedur (SOP) TUJUAN SOP ini bertujuan untuk : 1. Menjelaskan persyaratan mahasiswa untuk dapat menempuh seminar proposal, seminar hasil penelitian dan ujian /Karya Tulis 2. Menjelaskan tata cara pelaksanaan seminar

Lebih terperinci

PROSEDUR UJIAN AKHIR SARJANA

PROSEDUR UJIAN AKHIR SARJANA SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001 : 2008 FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR PROSEDUR UJIAN AKHIR SARJANA NO. DOKUMEN : POB-MSP-FPIK-07 REVISI : 00 NO. SALINAN : Bogor, 19 Februari

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Medan, Agustus 2016 Tim Penyusun PANDUAN UJIAN MEJA HIJAU FE UNIMED

KATA PENGANTAR. Medan, Agustus 2016 Tim Penyusun PANDUAN UJIAN MEJA HIJAU FE UNIMED KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya, maka Buku Panduan Ujian Skripsi/Ujian Meja Hijau Fakultas Ekonomi Universitas Negeri

Lebih terperinci

Jurusan PE 2015 SISTEM BIMBINGAN, PELAKSANAAN UJIAN DAN PENILAIAN SKRIPSI

Jurusan PE 2015 SISTEM BIMBINGAN, PELAKSANAAN UJIAN DAN PENILAIAN SKRIPSI Jurusan PE 2015 SISTEM BIMBINGAN, PELAKSANAAN UJIAN DAN PENILAIAN SKRIPSI Sistem Pembimbingan Skripsi: Mahasiswa yang berhak mendapatkan dosen pembimbing adalah mahasiswa telah lulus minimal 90 sks tanpa

Lebih terperinci

DISERTASI DOKTOR BIOLOGI

DISERTASI DOKTOR BIOLOGI DISERTASI DOKTOR BIOLOGI Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya Kurikulum dan Sistem Pendidikan PS S-3 Biologi Kurikulum PS S-3 Biologi terdiri atas kegiatan: matakuliah (FMPIH

Lebih terperinci

2. Persyaratan Umum. 5.1 Seminar usul dilaksanakan oleh mahasiswa dengan syarat:

2. Persyaratan Umum. 5.1 Seminar usul dilaksanakan oleh mahasiswa dengan syarat: 1. Definisi 4.1 merupakan karya ilmiah tertulis yang disusun oleh mahasiswa, sesuai dengan kaidah dan etika keilmuan, di bawah bimbingan dosen yang berkompeten dan merupakan cerminan kemampuan mahasiswa

Lebih terperinci

Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Standar Nasional Pendidikan Tinggi Sosialisasi Standar Nasional Pendidikan Tinggi Berdasarkan UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi dan Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Kementerian

Lebih terperinci

MATRIK PENERIMAAN CALON MAHASISWA BARU SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIS 2014/2015

MATRIK PENERIMAAN CALON MAHASISWA BARU SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIS 2014/2015 MATRIK PENERIMAAN CALON MAHASISWA BARU SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIS 2014/2015 NO JENIS KEGIATAN HARI TANGGAL PELAKSANA KEGIATAN 1 MASA PENDAFTARAN ONLINE SENIN SABTU 10 APRIL s/d 5 JULI 2014 PPS UR -PUSKOM

Lebih terperinci

5. Ruang Lingkup Pedoman ini mencakup rincian pelaksanaan ujian komprehensif, ujian tesis, dan ujian disertasi.

5. Ruang Lingkup Pedoman ini mencakup rincian pelaksanaan ujian komprehensif, ujian tesis, dan ujian disertasi. Halaman 1 / 10 1. Kriteria Program Pascasarjana Undiksha harus mempunyai pedoman pelaksanaan ujian komprehensif, ujian tesis, dan ujian disertasi yang dapat menjamin pelaksanaannya secara tertib, transparan,

Lebih terperinci

KEBIJAKAN AKADEMIK PPs UNNES

KEBIJAKAN AKADEMIK PPs UNNES Assalamualaikum Wr. Wb. KEBIJAKAN AKADEMIK PPs UNNES Wahyu Hardyanto Asisten Direktur Bidang Akademik PPs Unnes Ruang Lingkup: 1. Kurikulum dan Beban Studi 2. Sistem Perkuliahan 3. Penilaian Hasil Belajar

Lebih terperinci

Manual Prosedur TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Manual Prosedur TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Manual Prosedur TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Universitas Brawijaya, 2013 All Rights Reserved Manual Prosedur TUGAS AKHIR Program Studi Ilmu Gizi FAKULTAS

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR PASCASARJANA UNIVERITAS BRAWIJAYA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR PASCASARJANA UNIVERITAS BRAWIJAYA KEPUTUSAN DIREKTUR PASCASARJANA UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS BRAWIJAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR PASCASARJANA

Lebih terperinci

Manual Prosedur Pelaksanaan Ujian Disertasi S-3 Ilmu Manajemen

Manual Prosedur Pelaksanaan Ujian Disertasi S-3 Ilmu Manajemen Manual Prosedur Pelaksanaan Ujian Disertasi S-3 Ilmu Manajemen JURUSAN MANAJEMEN MALANG 2014 Manual Prosedur Pelaksanaan Ujian Disertasi S-3 Ilmu Manajemen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Lebih terperinci

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN REKTOR TENTANG PEDOMAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN. Pedoman Akademik 1

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN REKTOR TENTANG PEDOMAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN. Pedoman Akademik 1 PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN NOMOR : 375/H23/DT/2007 TENTANG PEDOMAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REKTOR UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU BIOMEDIK

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU BIOMEDIK Manual Prosedur Pembimbingan Tesis PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU BIOMEDIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS KEDOKTERAN MALANG 2014 Manual Prosedur Pembimbingan Tesis PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU BIOMEDIK FAKULTAS

Lebih terperinci

Lampiran Surat Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin Nomor : 824/H4/P/2007 Tanggal : 30 Maret 2007 PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM MAGISTER (S2)

Lampiran Surat Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin Nomor : 824/H4/P/2007 Tanggal : 30 Maret 2007 PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM MAGISTER (S2) Lampiran Surat Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin Nomor : 824/H4/P/2007 Tanggal : 30 Maret 2007 PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM MAGISTER (S2) PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS HASANUDDIN 2007 PENGANTAR

Lebih terperinci

Dokumen Kurikulum Program Studi : Ilmu dan Teknik Material

Dokumen Kurikulum Program Studi : Ilmu dan Teknik Material Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Ilmu dan Teknik Material Fakultas : Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAKSANAAN SEMINAR HASIL PENELITIAN MAHASISWA

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAKSANAAN SEMINAR HASIL PENELITIAN MAHASISWA KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI JURUSAN AGROTEKNOLOGI FP-UHO JENIS DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KODE : 010/KKJM/AGT/2014 JUDUL PELAKSANAAN SEMINAR HASIL PIHAK TERKAIT BAGIAN AKADEMIK,

Lebih terperinci