Deskripsi karya Komposisi MARS PT KERETA API INDONESIA (KAI)

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Deskripsi karya Komposisi MARS PT KERETA API INDONESIA (KAI)"

Transkripsi

1 Deskripsi karya Kmpsisi MARS PT KRTA API INDONSIA (KAI) Karya : Heni Kusumawati NIP : Latar Belakang Penciptaan Memperingati hari ulang tahun ke-66 PT Kereta Api Indnesia tepatnya pada tanggal 28 September 2011, PT KAI menyelenggarakan lmba cipta lagu mars dan lg untuk umum. Hal ini dilakukan untuk menssialisasikan bahwa keselamatan adalah hal utama yang disertai kenyamanan. Karena itu, PT KAI terus berupaya menghadirkan pelayanan prima kepada semua pengguna jasa kereta api dengan terus berinvasi, salah satunya melalui ajang lmba cipta lagu Mars PT KAI. Lagu mars merupakan lagu yang diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi perusahaan atau instansi. Visi dari PT KAI adalah terwujudnya Kereta Api Sebagai Pilihan Utama Jasa Transprtasi Dengan kus Keselamatan dan Pelayanan. Sedangkan misi nya adalah Menyelenggarakan Jasa Transprtasi Sesuai Keinginan Stake Hlders dengan Meningkatkan Keselamatan dan Pelayanan Serta Penyelenggaraan yang Semakin fisien. Sedangkan 5 pilar nilai utamanya adalah keselamatan, prfesinal, pelayanan, kenyamanan dan tepat waktu. Diharapkan dengan adanya lagu mars PT KAI tersebut bisa menumbuhkan hubungan emsinal yang mendalam antara brand dan knsumen, sehingga tercipta hubungan timbal balik antara penyedia jasa dan pengguna jasa kereta api. Analisis Lagu Mars PT KAI termasuk dalam kategri lagu bentuk 2 bagian (AB) yang terdiri dari 28 birama, tanda sukat 4/4, dan temp Marcia. Bagian 1 dari Mars PT KAI dimulai dari kalimat/frase tanya yang terdiri dari 2 anak kalimat/frase, dimulai dari birama 1 pmat/birama gantung sampai dengan birama 5, yang dilanjutkan dengan kalimat/frase jawab pada birama 5 pmat sampai dengan birama 9. Dilihat dari tekstur meldi dan pla ritmenya bentuk lagu mars PT KAI adalah cemetrical frm (bentuk simetrik), karena pada setiap frasenya berupa sekwen meskipun pla ritme yang digunakan tidak sama persis seperti terlihat pada ptngan lagu berikut ini: 1

2 Pada birama 3 terdapat legat dari nada 3 ke 2, hal ini dilakukan karena tuntutan syair pada penggalan kata ne pada kata Indnesia mendapat 2 ketuk, sehingga terdengar lebih indah. Sekwen pada birama 4 dan 8 juga tidak sama persis, karena pada ketuk ke 3 birama 8 bernilai 1 ketuk, sedangkan pada birama 4 ketuk ke-3 bernilai ½ ketuk. Hal ini terjadi karena tuntutan syair yang ada di birama 4 berjumlah 7 suku kata sedangkan pada birama 8 berjumlah 6 suku kata, namun demikian tetap dianggap simetris. Pada birama 9 sampai dengan 17 dapat dikatakan A karena pada bagian ini ada sedikit perubahan pada ritmisnya karena menyesuaikan tuntutan meldi, syair dan harmni, sehingga pla ritmisnya berbeda dengan birama 1 sampai dengan 9, namun demikian tetap dapat dikatakan simetris karena perbahan ritmisnya tidak signifikan. Lihat penggalan lagu dibawah ini: Bagian 2 (B) dari lagu ini di mulai dari birama 17 sampai dengan 25. Mtif ritmis yang digunakan pada kalimat tanya dan jawab sama persis, jadi dapat dikatakan bahwa teknik penglahan mtif yang digunakan adalah teknik sekwen. 2

3 Pada bagian 2 pla ritmis yang digunakan tetap mengacu pada ritmis Marcia, sedangkan gerakan meldinya melangkah dan melmpat, kemudian diakhiri dengan harmni yang mengarah ke klimaks lagu dan ditutup dengan akr V. Lihat ptngan meldi di bawah ini: rase penutup dari lagu mars PT KAI dimulai dari pmat birama 25 sampai dengan birama 29. erakan meldi pada frase penutup ini bergerak naik menuju klimaks kemudian di akhir lagu cenderung turun dan ditutup dengan cadence I 6/4 V7 I. Syair penutup dari lagu tersebut berupa da dengan harapan agar PT Kereta Api Indnesia berjaya selamanya.. Perhatikan ptngan meldi berikut ini: Analisis Syair Seperti lagu mars pada umumnya, syair dari lagu mars PT KAI tersebut berisi misi dan visi Kereta Api Indnesia. Kesulitan dalam menuangkan syair lagu mars tersebut adalah karena sedemikian banyak, luas, dan dalam ide-ide pkk visi dan misi PT KAI, maka secara garis besar misi dan visi yang tertuang dalam lagu tersebut adalah sebagai berikut: 3

4 MARS PT KAI Sarana transprtasi Indnesia Bagian kehidupan manusia Pastikan satu pilihan yang terbaik Demi kenyamanan bersama Penuhi slalu kebutuhan pelanggan Ciptakan suasana ceria Tingkatkan mutu layanan terpadu Sebagai sumber kekuatan Berdasarkan lima pilar utama Wujudkan cita-cita mulia Disiplin, mandiri bertanggung jawab Ciptakan budaya kreatif PT Kereta Api Indnesia Semga tetap Berjaya Bait kesatu lagu mars PT KAI berisi tentang sarana transprtasi di Indnesia yang menjadi bagian penting dari kehidupan manusia. Kenyamanan dan keamanan menjadi pilihan pengguna jasa transprtasi menggunakan kereta api. Bait kedua berisi tentang pemenuhan kebutuhan pelanggan dalam menciptakan suasana ceria dengan meningkatkan mutu layanan terpadu sebagai sumber kekuatannya. Bait ketiga merupakan visi dan misi dari PT Kereta Api Indnesia yang berdasarkan 5 nilai utama dalam mewujudkan cita-cita mulia, kreatif, disiplin, mandiri serta bertanggung jawab. Lagu ini diakhiri dengan frase penutup yang merupakan harapa dan da semga tetap berjaya. Penutup Mars PT KAI adalah kmpsisi mars mdern bentuk 2 bagian yang simetrik. Diantara meldi dan lirik tidak terdapat kejanggalan dan merupakan karya mars standar yang memenuhi kriteria penciptaan sebuah mars, dimana bila dianalisa secara bentuk, harmni dan lirik menjadi kmpsisi yang sempurna. Karya ini dinamis, agitatis, prgresif dan ada sentuhan herik patritik. 4

5 Vkal q = Sa -ra - na trans -- pr -ta - si In - d- ne - sia Ba- gi ter - ba - ik de - mi ke - nya - ma - nan ber -sa- ma Pe - nu - 10 hi sla - - lu ke - butuh -an pe - lang - gan cip -ta -kan ce-ri a Ting -kat- kan mu - tu - la - yan an ter - pa - du se-ba - gai sumber ke - ku - at an Ber-da -sar-kan li -ma pi- lar u - ta - ma wu-jud Marcia kan ci - ta - ci - ta - mu - lia Di - si -plin man -di- ri ber - tang - gung ja - wab Cip- ta -kan bu - da-ya kre - a - tif P T. 26 Ke - re MARS PT. KRTA API INDONSIA - ta (Cipt. Heni Kusumawati, M.Pd.) A - pi In - d- ne - - sia Se -m -ga te- tap ber - - an ke hi du pan ma - nu sia Pas- ti - kan sa tu pi - li- han yg 7 sua-sa- na ja- ya

6 l +l rrl =l 5l I 6 d. 9(,q 7M tst c ; -+ d g 3 d).v - -r I c rr0 cd. w +-.{ a () e qr{ "().O S- d f 1.r, l-l c pr( -110 I -t ) cs gr{ cci a0 a. O-.i ;-L.tj lrr. v rvl I.ll - / \-/ a4 LIJ AqA re,;i ci-7 I =l I rl JI l rl JI \r/ v\;j c z -aal\ -tr y 7 -l =uh1d i..l I =2 Vi= = :'M,^Z- LJ.t rll s L' 2=? 4Y :ti e;il 3Hg 8; al?n". m lu u, Irl g ah l{t = a = 8. llt clu x lj a- ( *, 3 $ T 'li i; *,r!(s (t' t,.9 lg CD l- at tj l- -!c ti. r- 'ti!, U 1 f S.l tr z Z AC) - $ T >r -g S< a11 LJ C) -J l..l u) {'a Z"rg 4'Ai v t... tj,d.? 'tf*i, t.\l -e -:J I.1.;..,j'/

Deskripsi karya Komposisi MARS BUDI MULIA DUA

Deskripsi karya Komposisi MARS BUDI MULIA DUA Deskripsi karya Komposisi MARS BUDI MULIA DUA Karya : Heni Kusumawati (heni_kusumawati@uny.ac.id) NIP : 19671126 199203 2 001 Latar Belakang Penciptaan Lagu Mars Perguruan Budi Mulia Dua dibuat karena

Lebih terperinci

Deskripsi karya Komposisi MARS WIJAYA KUSUMA SURABAYA

Deskripsi karya Komposisi MARS WIJAYA KUSUMA SURABAYA Deskripsi karya Komposisi MARS WIJAYA KUSUMA SURABAYA Karya : Heni Kusumawati /heni_kusumawati@uny.ac.id NIP : 19671126 199203 2 001 Latar Belakang Penciptaan Lagu Mars Wijaya Kusuma dibuat karena pada

Lebih terperinci

Deskripsi karya Komposisi MARS UNDIKSHA

Deskripsi karya Komposisi MARS UNDIKSHA Deskripsi karya Komposisi MARS UNDIKSHA Karya : Heni Kusumawati (heni_kusumawati@uny.ac.id) NIP : 19671126 199203 2 001 Latar Belakang Penciptaan Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) merupakan institusi

Lebih terperinci

Deskripsi karya Komposisi MARS VISI

Deskripsi karya Komposisi MARS VISI Deskripsi karya Komposisi MARS VISI 75-100 Karya : Heni Kusumawati /heni_kusumawati@uny.ac.id NIP : 19671126 199203 2 001 A. Latar Belakang Penciptaan Salah satu kegiatan sebagai langkah awal dari pencanangan

Lebih terperinci

Deskripsi karya Komposisi jingle GRIYA BUSANA MUSLIM ANNISA

Deskripsi karya Komposisi jingle GRIYA BUSANA MUSLIM ANNISA Deskripsi karya Komposisi jingle GRIYA BUSANA MUSLIM ANNISA Karya : Heni Kusumawati (heni_kusumawati@uny.ac.id) NIP : 19671126 199203 2 001 Latar Belakang Penciptaan Latar belakang penciptaan jingle GRIYA

Lebih terperinci

Deskripsi karya Komposisi jingle GARDENA DEPT. STORE & SUPERMARKET

Deskripsi karya Komposisi jingle GARDENA DEPT. STORE & SUPERMARKET Deskripsi karya Komposisi jingle GARDENA DEPT. STORE & SUPERMARKET Karya : Heni Kusumawati (heni_kusumawati@uny.ac.id) NIP : 19671126 199203 2 001 Latar Belakang Penciptaan Latar belakang penciptaan jingle

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 37 TAHUN 2014 TENTANG LAGU MARS DAN HYMNE KOTA JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA JAMBI,

PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 37 TAHUN 2014 TENTANG LAGU MARS DAN HYMNE KOTA JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA JAMBI, PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 37 TAHUN 2014 TENTANG LAGU MARS DAN HYMNE KOTA JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : a. bahwa dalam rangka membangkitkan semangat kebersamaan persatuan dan

Lebih terperinci

136 Kerajaan yang Telah Berdiri Datanglah!

136 Kerajaan yang Telah Berdiri Datanglah! 136 Kerajaan yang Telah Berdiri Datanglah! (Penyingkapan 11:15; 12:10) Capo fret 2 G C G A D A Ye - hu - wa, Kau s la - lu a - da Hing - I - blis se - ge - ra bi - na - sa; Di - Ma - lai - kat di sur -

Lebih terperinci

USAHA KONVEKSI PAKAIAN JADI

USAHA KONVEKSI PAKAIAN JADI P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H ( P P U K -S Y A R I A H ) U S A H A K O N V E K S I P A K A I A N J A D I P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H (

Lebih terperinci

DAFTAR PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NON AKADEMIK UKSW

DAFTAR PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NON AKADEMIK UKSW Lampiran 1 : Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Non Akademik - UKSW DAFTAR PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NON AKADEMIK UKSW Waktu Penilaian : YANG DINILAI a. Nama b. NIP c. Pangkat,

Lebih terperinci

5 S u k u B u n g a 1 5 %

5 S u k u B u n g a 1 5 % P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) U S A H A A B O N I K A N P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) U S A H A A B O N I K A N B A N K I N D O N E S I A K A

Lebih terperinci

Pembuka. JAMINAN HIDUP KEKAL do = g 3/4 1/4 =

Pembuka. JAMINAN HIDUP KEKAL do = g 3/4 1/4 = Pembuka JAMINAN HIDUP KEKAL do = g 3/4 1/4 = 5. 6. 6. 1 2. 1 3.. 1. Ya Tu-han yang ma - ha ra - - him Ya Tu-han yang ma - ha ba - - ik Ya Tu-han yang ma - ha mu - - rah 5. 6.. 1. 4. 3 2... 0 de- ngar -

Lebih terperinci

0,8 9 0,9 4 1,2 4 7,1 6 %

0,8 9 0,9 4 1,2 4 7,1 6 % P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) E M P I N G M E L I N J O P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) E M P I N G M E L I N J O B A N K I N D O N E S I A K A

Lebih terperinci

USAHA PEMBUATAN GULA AREN

USAHA PEMBUATAN GULA AREN P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) G U L A A R E N ( G u l a S e m u t d a n C e t a k ) P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) G U L A A R E N ( G u l a S

Lebih terperinci

PDF created with FinePrint pdffactory trial version YUK BELAJAR NIHONGO

PDF created with FinePrint pdffactory trial version  YUK BELAJAR NIHONGO 1 YUK BELAJAR NIHONGO PENGANTAR Saat ini sedang bekerja di sebuah perusahaan Jepang? Atau barangkali sedang kuliah jurusan Bahasa Jepang, atau suatu saat anda ingin pergi ke Jepang baik untuk belajar atau

Lebih terperinci

P r o f i l U s a h. a A s p e k P a s a r P e r m i n t a a n H a r g a...

P r o f i l U s a h. a A s p e k P a s a r P e r m i n t a a n H a r g a... P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H ( P P U K -S Y A R I A H ) I N D U S T R I S O H U N P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H ( P P U K -S Y A R I A H

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG HYMNE DAN MARS KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG HYMNE DAN MARS KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG HYMNE DAN MARS KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TULANG BAWANG BARAT, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

1, 1 PENANGKAPAN IKAN DENGAN PURSE SEINE

1, 1 PENANGKAPAN IKAN DENGAN PURSE SEINE P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) P E N A N G K A P A N I K A N D E N G A N P U R S E S E I N E P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) P E N A N G K A P A

Lebih terperinci

A a B b C c D d E e F f G g H h I i J j K k L l M m N n O o P p Q q R r S s T t U u V v W w X x Y y Z z. A I U E O a i u e o

A a B b C c D d E e F f G g H h I i J j K k L l M m N n O o P p Q q R r S s T t U u V v W w X x Y y Z z. A I U E O a i u e o A a B b C c D d E e F f G g H h I i J j K k L l M m N n O o P p Q q R r S s T t U u V v W w X x Y y Z z A I U E O a i u e o 1 Rumput Ketak Ke tak Tum buh nya di hu tan Ke tak Da un nya se per ti da un

Lebih terperinci

1. S1 PRASETIYA MULYA

1. S1 PRASETIYA MULYA 1 S1 PRASETIYA MULYA Universitas Prasetiya Mulya adalah sekolah bisnis pertama di Indonesia yang menyelenggarakan Program MBA Sekolah ini didirikan tahun 1982 oleh sekelompok pengusaha dan pemimpin bisnis

Lebih terperinci

m 2 BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN LELE

m 2 BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN LELE P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) B U D I D A Y A P E M B E S A R A N I K A N L E L E P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) B U D I D A Y A P E M B E S A

Lebih terperinci

1 0 0 m 2 BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN NILA

1 0 0 m 2 BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN NILA P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) B U D I D A Y A P E M B E S A R A N I K A N N I L A P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) B U D I D A Y A P E M B E S A

Lebih terperinci

1. S1 PRASETIYA MULYA

1. S1 PRASETIYA MULYA 1 S1 PRASETIYA MULYA Universitas Prasetiya Mulya adalah sekolah bisnis pertama di Indonesia yang menyelenggarakan Program MBA Sekolah ini didirikan tahun 1982 oleh sekelompok pengusaha dan pemimpin bisnis

Lebih terperinci

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS Kamis, 05 Mei 016 Persiapan Doa para presbiter di konsistori Latihan lagu-lagu baru Ungkapan Situasi P: 40 hari

Lebih terperinci

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS Kamis, 05 Mei 016 Persiapan Doa para presbiter di konsistori Latihan lagu-lagu baru Ungkapan Situasi P: 40 hari

Lebih terperinci

SUPLEMEN BUKU NOVENA ROH KUDUS 2014 UNTUK DIRIGEN, ORGANIS DAN SOLIS

SUPLEMEN BUKU NOVENA ROH KUDUS 2014 UNTUK DIRIGEN, ORGANIS DAN SOLIS SUPLEMEN BUKU NOVENA ROH KUDUS 2014 UNTUK DIRIGEN, ORGANIS DAN SOLIS Perarakan Masuk: PS 567 Mazmur Tanggapan (Mzm 47:2-3.4-5.6-7; R:8a) Ulangan menurut PS 818 Hari Pertama, Jumat, 30 Mei 2014 SUKACITA

Lebih terperinci

2. PERSIAPAN DOA Do=C,4/4. 1. TANDA SALIB Do=D/E. 5< < 5< X X Dalam nama Ba pa dan Pu tra dan Roh Ku dus, A min.

2. PERSIAPAN DOA Do=C,4/4. 1. TANDA SALIB Do=D/E. 5< < 5< X X Dalam nama Ba pa dan Pu tra dan Roh Ku dus, A min. 1. TANDA SALIB Do=D/E 5< 3. 3 3 2 1. 1 1 1 2 1 6< 5< X X Dalam nama Ba pa dan Pu tra dan Roh Ku dus, A min.* 5< 6< 6< 7< 1 3 2 2 1 2... 2. 0 i tu lah pe nan da i man ki ta. 5< 3. 3 3 2 1. 1 1 1 1 2 3 4..

Lebih terperinci

www.catatanbund4.wordpress.com i Petunjuk Mengajar Petunjuk mengajar ini sangat penting untuk diperhatikan, karena sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. 1. Dilarang keras mengeja.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode dapat diartikan sebagai cara atau prosedur yang harus ditempuh untuk menjawab masalah penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengambilan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AJIBARANG Jl. Raya P ancasan - A jibarang Kode Pos 53163 Telp. ( 0281) 6570004 Fax. (0281) 6570005 E -m a il: rsudajibarang@ banyum askab.go.id P E

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 36 TAHUN 2005 SERI D.22 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 05 TAHUN 2005 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 36 TAHUN 2005 SERI D.22 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 05 TAHUN 2005 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 36 TAHUN 2005 SERI D.22 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 05 TAHUN 2005 TENTANG TEKNIK PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang

Lebih terperinci

Minggu, 17 Juli 2016

Minggu, 17 Juli 2016 GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI MINGGU IX SESUDAH PENTAKOSTA & SYUKUR HUT KE-35 PERSEKUTUAN KAUM BAPAK (PKB) Minggu, 17 Juli 2016 (Ibadah pkl. 06.00 WIB dan pkl. 09.00

Lebih terperinci

USAHA BUDIDAYA CABAI MERAH

USAHA BUDIDAYA CABAI MERAH P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H ( P P U K -S Y A R I A H ) U S A H A B U D I D A Y A C A B A I M E R A H P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H ( P

Lebih terperinci

JOURNAL OF RESIDU Issn Online : Print : X

JOURNAL OF RESIDU Issn Online : Print : X VOL, ISSUE 2 January 28 JOURNAL OF RESIDU Issn Online : 298-83 Print : 298-84X Penerapan Graf Berbobot Untuk Memperoleh Lintasan (Path) Dalam Sebuah Nada Lagu Reni Wijaya E-mail : Refnywidia@gmail.com

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA TRANSJAKARTA BUSWAY KORIDOR I RUTE (BLOK M-KOTA) Oleh : ANINDITO PERDANA ( )

EVALUASI KINERJA TRANSJAKARTA BUSWAY KORIDOR I RUTE (BLOK M-KOTA) Oleh : ANINDITO PERDANA ( ) EVALUASI KINERJA TRANSJAKARTA BUSWAY KORIDOR I RUTE (BLOK M-KOTA) Oleh : ANINDITO PERDANA (3105.100.056) DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB III METODOLOGI BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN

Lebih terperinci

A. B i a r i n dèh. U. Na, i y è dong. a y o c e p e t a n m a s u k, n a y k dèh. A. O k e dè, Din, a y o dèh.

A. B i a r i n dèh. U. Na, i y è dong. a y o c e p e t a n m a s u k, n a y k dèh. A. O k e dè, Din, a y o dèh. A. B i a r i n dèh. U. Na, i y è dong. A. Iyè, iyè, a y u deh, g u è i k u t a m è elu, t a p i m u q --- B e g i n i dong, Din, ah. L u l i a t n i b a j u l u k a n, kan, p a n n e c i s U. Iyè. A. E

Lebih terperinci

USAHA PENANGKAPAN IKAN PELAGIS DENGAN ALAT TANGKAP GILLNET

USAHA PENANGKAPAN IKAN PELAGIS DENGAN ALAT TANGKAP GILLNET P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) P E N A N G K A P A N I K A N P E L A G I S D E N G A N A L A T T A N G K A P G I L L N E T P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L (

Lebih terperinci

GD. JULA-JULI SLENDRO PATHET WOLU. Untuk instrument bonang dalam gending ini mempunyai garap khusus, yaitu pancer 3 (tergantung dengan pathetnya).

GD. JULA-JULI SLENDRO PATHET WOLU. Untuk instrument bonang dalam gending ini mempunyai garap khusus, yaitu pancer 3 (tergantung dengan pathetnya). 1 GD. JULA-JULI SLENDRO PATHET WOLU. Buka : @ / 2.6.5.2.g1 _.p2.n1.p2.n6.p2.n1.p6.g5.6.5.6.2.6.5.2.g1 _ Untuk instrument bonang dalam gending ini mempunyai garap khusus, yaitu pancer 3 (tergantung dengan

Lebih terperinci

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) website: Tata Ibadah

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) website:  Tata Ibadah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) website: www.gpib.or.id Tata Ibadah Hari Minggu X sesudah Pentakosta dan Syukur HUT ke-66 Pelayanan Kategorial (Pelkat) Gerakan Pemuda (GP) GPIB (15 Juli

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA MALANG TAHUN 2014 WALIKOTA MALANG,

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA MALANG TAHUN 2014 WALIKOTA MALANG, SALINAN NOMOR 23, 201 3 PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA MALANG TAHUN 2014 WALIKOTA MALANG, Menimbang : a. ba h wa u n tu k m ela ksan a ka n keten

Lebih terperinci

TUGAS PLPG PEMBUATAN MODUL PEMBELAJARAN

TUGAS PLPG PEMBUATAN MODUL PEMBELAJARAN TUGAS PLPG PEMBUATAN MODUL PEMBELAJARAN Disusun oleh : JELLY EKO PURNOMO, S.Pd No Peserta 17046021710161 MODUL SENI BUDAYA 1 Materi Teknik membaca dan bernyanyi solmisasi partitur not angka secara unisono

Lebih terperinci

levan dengan dokumen Kurikulum Elektronika Komuni-

levan dengan dokumen Kurikulum Elektronika Komuni- BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA A. Kesimpulan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan terhadap Kurikulum Elektronika Komunikasi FPTK IKIP Bandung maupun Kurikulum

Lebih terperinci

TATA IBADAH TAHUN BARU

TATA IBADAH TAHUN BARU GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (GPIB) TATA IBADAH TAHUN BARU Tema Taat dan Setia Buah dari Iman Minggu, 1 Januari 2017 PERSIAPAN Doa Konsistori Pengenalan lagu Penjelasan Ibadah UCAPAN SELAMAT

Lebih terperinci

TATA IBADAH TAHUN BARU

TATA IBADAH TAHUN BARU GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (GPIB) TATA IBADAH TAHUN BARU Tema Taat dan Setia Buah dari Iman Minggu, 1 Januari 2017 PERSIAPAN Doa Konsistori Pengenalan lagu Penjelasan Ibadah UCAPAN SELAMAT

Lebih terperinci

Minggu, 17 Juli 2016

Minggu, 17 Juli 2016 GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI MINGGU IX SESUDAH PENTAKOSTA & SYUKUR HUT KE-35 PERSEKUTUAN KAUM BAPAK (PKB) Minggu, 17 Juli 2016 www.gpib.or.id Persiapan Doa para

Lebih terperinci

6 S u k u B u n g a 1 5 % 16,57 % 4,84 tahun PENGOLAHAN IKAN BERBASIS FISH JELLY PRODUCT

6 S u k u B u n g a 1 5 % 16,57 % 4,84 tahun PENGOLAHAN IKAN BERBASIS FISH JELLY PRODUCT P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) P E N G O L A H A N I K A N B E R B A S I S F I S H J E L L Y P R O D U C T ( O T A K -O T A K d a n K A K I N A G A ) P O L A P E M B I A Y

Lebih terperinci

Program Kerja TFPPED KBI Semarang 1

Program Kerja TFPPED KBI Semarang 1 U P A Y A M E N G G E R A K K A N P E R E K O N O M I A N D A E R A H M E L A L U I F A S I L I T A S I P E R C E P A T A N P E M B E R D A Y A A N E K O N O M I D A E R A H ( F P P E D ) S E K T O R P

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sumber daya air atau water resources harus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pemberdayaan air berguna untuk memenuhi berbagai

Lebih terperinci

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Tata Ibadah Hari Minggu dan

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Tata Ibadah Hari Minggu dan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Syukur Tata Ibadah Hari Minggu dan tahun Pelkat PKB GPIB Minggu VI sesudah Pentakosta Minggu, 16 Juli 2017 PERSIAPAN Doa jemaat pribadi Pengenalam Lagu

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR... TAHUN 2012 TENTANG TINGKAT KLIERENS

RANCANGAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR... TAHUN 2012 TENTANG TINGKAT KLIERENS KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR... TAHUN 2012 TENTANG TINGKAT KLIERENS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

BABA V PENUTUP. musik gambus menjadi bagian dari kehidupan budaya Lamaholot. musik gambus seolah-olah tersingkir dari kehidupan budaya setempat.

BABA V PENUTUP. musik gambus menjadi bagian dari kehidupan budaya Lamaholot. musik gambus seolah-olah tersingkir dari kehidupan budaya setempat. BABA V PENUTUP A. KESIMPULAN 1. Musik gambus merupakan musik yang berasal dari Asia Tengah dan dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu. Walaupun masuk bersamaamn dengan masuknya agama Islam namun tidak diketahui

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA MALANG TAHUN

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA MALANG TAHUN SALINAN NOMOR 1 4/2014 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA MALANG TAHUN 2013-2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Dalam bagian ini, dipaparkan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian, dan dapat diuraikan sebagai berikut. Adapun uraiannya meliputi (1) lokasi dan subjek,

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Secara keseluruhan desain yang diterapkan dalam perancangan ulang kemasan produk

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Secara keseluruhan desain yang diterapkan dalam perancangan ulang kemasan produk BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN Secara keseluruhan desain yang diterapkan dalam perancangan ulang kemasan produk enye-enye Ny. Ing ini menggunakan elemen-elemen desain yang dapat mendukung tone and manner

Lebih terperinci

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS Kamis, 05 Mei 2016 Persiapan Doa para presbiter di konsistori Latihan lagu-lagu baru Ungkapan Situasi Jmt :

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR : 02/Ka-BAPETEN/V-99 TENTANG BAKU TINGKAT RADIOAKTIVITAS DI LINGKUNGAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR,

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan uraian dan pembuktian yang telah periu. lis bahas dalam skripsi ini, maka hipotesa kerja yang pe

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan uraian dan pembuktian yang telah periu. lis bahas dalam skripsi ini, maka hipotesa kerja yang pe BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan Berdasarkan uraian dan pembuktian yang telah periu lis bahas dalam skripsi ini, maka hipotesa kerja yang pe nulis ajukan telah terbukti kebenarannya. Selain hasil

Lebih terperinci

BATAS, BATAS2 (LMUDA)

BATAS, BATAS2 (LMUDA) BATAS, BATAS2 (LMUDA) NYANYIAN PERKAWINAN KOMISI LITURGI KWI NOVEMBER 2012 Lagu Perkawinan Raker Nov 2012 1 CATATAN DARI RM. BOSCO LAGU SESUDAH BERKAT MEMPELAI DIPINDAHKAN KE LAGU SESUDAH TUKAR CINCIN.

Lebih terperinci

SAINT RAPHAEL PUBLISHING, 2016 KISAH SENGSARA YOHANES (18:1 19:42) Syair diambil dari buku Evangeliarium (Komisi Liturgi KWI, 2011)

SAINT RAPHAEL PUBLISHING, 2016 KISAH SENGSARA YOHANES (18:1 19:42) Syair diambil dari buku Evangeliarium (Komisi Liturgi KWI, 2011) SAINT RAPHAL PUBLISHING, 2016 KISAH SNGSARA YOHANS (18:1 19:42) Syair diambil dari buku vangeliarium (Komisi Liturgi KWI, 2011) diedit oleh Fransiskus de Sales Onggo Lukito Aransemen paduan suara oleh

Lebih terperinci

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) h a l, 1 h a l, 2 Senin, 1 Januari 2018 PERSIAPAN Pengenalan / Latihan lagu-lagu untuk beribadah Doa para Presbiter di Konsistori Ucapan Selamat Datang

Lebih terperinci

TATA KEBAKTIAN PEMBUKAAN RANGKAIAN KEGIATAN HUT ke 80 GKI GUNUNG SAHARI HUT ke 25 PS KIDUNG AGUNG Minggu, 15 Januari 2017 :

TATA KEBAKTIAN PEMBUKAAN RANGKAIAN KEGIATAN HUT ke 80 GKI GUNUNG SAHARI HUT ke 25 PS KIDUNG AGUNG Minggu, 15 Januari 2017 : TATA KEBAKTIAN PEMBUKAAN RANGKAIAN KEGIATAN HUT ke 80 GKI GUNUNG SAHARI HUT ke 25 PS KIDUNG AGUNG Minggu, 15 Januari 2017 : 06.00 08.00 10.00 17.00 PENGANTAR : (berdiri, dipimpin Penatua) Pnt.: Bermegahlah

Lebih terperinci

P R O G R A M K ER J A T A H U N A N TIM P EN G G ER A K P K K D E SA P R IN G G O W IR A W A N TA H U N 2011

P R O G R A M K ER J A T A H U N A N TIM P EN G G ER A K P K K D E SA P R IN G G O W IR A W A N TA H U N 2011 P R O G R A M K ER J A T A H U N A N TIM P EN G G ER A K P K K D E SA P R IN G G O W IR A W A N TA H U N 2011 P O K JA IV NO B ID G PR O GR A M T U JU SA SA R K EG IATA N D A K ET 1 2 3 4 5 6 7 8 1 K E

Lebih terperinci

TATA IBADAH HARI MINGGU & SYUKUR HUT ke-58 Pelayanan Kategorial Pelayanan Anak

TATA IBADAH HARI MINGGU & SYUKUR HUT ke-58 Pelayanan Kategorial Pelayanan Anak GEREA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT TATA IBADAH HARI MINGGU & SYUKUR HUT ke-58 Pelayanan Kategorial Pelayanan Anak Tema: Diriku Memuliakan Tuhan Minggu XIV Sesudah Pentakosta 10 September 2017 AM

Lebih terperinci

A s p e k P a s a r P e r m i n t a a n... 9

A s p e k P a s a r P e r m i n t a a n... 9 P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H ( P P U K -S Y A R I A H ) U S A H A K E R U P U K I K A N P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H ( P P U K -S Y A R

Lebih terperinci

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B)

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI MINGGU PENTAKOSTA 04 Juni 2017 DALAM RANGKA HARI LANJUT USIA NASIONAL (29 Mei 2017) Tema: HIDUP BERMARTABAT DI USIA SENJA, LANJUT USIA

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PRAKTIK KERJA LAPANGAN. 3.1 Gambaran Singkat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PRAKTIK KERJA LAPANGAN. 3.1 Gambaran Singkat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PRAKTIK KERJA LAPANGAN 3.1 Gambaran Singkat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Barat Instansi / suatu badan yang menangani pembangunan daerah provinsi

Lebih terperinci

Q = 0.2785 x C x D 2,63 x S 0.54 Q = 0.2785 x C x D 2,63 x ( H/ L) 0.54 10 6 Q = 0.2785 x 120 x (79.2) 2,63 x ( (40/3.500)x100) 0.54 10 6 D = [ 3.59 x 10 6 x Q ] 0.38 C x S 0.54 Q = 0.2785 x C x D 2,63

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 41 TAHUN 2012 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA STAF AHLI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 41 TAHUN 2012 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA STAF AHLI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN NOMOR 41, 2012 PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 41 TAHUN 2012 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA STAF AHLI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : bahwa sebagai

Lebih terperinci

Jemaat EKKLESIA di DKI JAKARTA Jl. Kalibata Timur I No.41 Jakarta Selatan 12740

Jemaat EKKLESIA di DKI JAKARTA Jl. Kalibata Timur I No.41 Jakarta Selatan 12740 GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (GPIB) TATA IBADAH HARI MINGG DAN SYKR 65 TAHN GPIB HARI MINGG XXIV SESDAH PENTAKOSTA 3 NOPEMBER 2013 PEMBERITA FIRMAN : Pukul 06.00 WIB Pendeta Johanna Nirahua

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KUBU RAYA

PEMERINTAH KABUPATEN KUBU RAYA PEMERINTAH KABUPATEN KUBU RAYA PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUBU RAYA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG LAMBANG DAERAH KABUPATEN KUBU RAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUBU RAYA, Menimbang : a bahwa

Lebih terperinci

Jabatan : Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Bali. Jabatan : Plt. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan. Jakarta, Februari 2016

Jabatan : Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Bali. Jabatan : Plt. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan. Jakarta, Februari 2016 KMTRA DALAM R RPUBLK DOSA PRAA KRA TAHU 201 BRO PMRTAHA SKRTARAT DARAH PROVS BAL Dalam ranka mewujudkan manajemen pemerintahan yan efektif, transparan, dan akuntabel serta berrientasi pada hasil, kami

Lebih terperinci

Kisah Sengsara Yesus Kristus

Kisah Sengsara Yesus Kristus Keterangan : A = Narator I B = Narator II Y = Yesus L = Suara orang lain W = Suara wanita S = Semua/bersama/paduan la = fis Repertoir untuk petugas Pasio 6 1>............ 1> 1> 7 6 1> 1> ' 1> 1> 1> 5 6

Lebih terperinci

TATA IBADAH. Tata Ibadah Hari Minggu & Syukur Ulang Tahun ke 68 GPIB. Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)

TATA IBADAH. Tata Ibadah Hari Minggu & Syukur Ulang Tahun ke 68 GPIB. Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Tata Ibadah Hari Minggu & Syukur Ulang Tahun ke 68 GPIB Hari Minggu ke-25 sesudah Pentakosta Minggu, 6 November 2016 1 PERSIAPAN Doa pribadi umat Pengenalan

Lebih terperinci

Memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna

Memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna 1 (PERDA KABUPATEN LAMONGAN NO. 03 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DAERAH DAN KEPUTUSAN BUPATI LAMONGAN NO.28 TAHUN 2011 TENTANG KEDUDUKAN,TUGAS,DAN FUNGSI RSUD NGIMBANG KAB.LAMONGAN) Memberikan

Lebih terperinci

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN DAN SARAN B A B V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan a. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil analisis data unt.uk sembilan pola hubungan yang saling berint.eraksi adalah sebagai berikul 1. Ada hubungan ant.ara

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 59 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil data survai dan analisis yang dilakukan pada lahan parkir Rumah Sakit Umum Daerah RAA Soewondo Pati selama 3 hari dapat diambil kesimpulan

Lebih terperinci

PERSIAPAN : Doa Konsisitori Latihan lagu-lagu

PERSIAPAN : Doa Konsisitori Latihan lagu-lagu PERSIAPAN : Doa Konsisitori Latihan lagu-lagu UCAPAN SELAMAT DATANG Selamat datang dalam Ibadah Minggu VI Sesudah Pentakosta, dan di dalamnya kita akan menutup Bulan Pelayanan dan Kesaksian GPIB. Kiranya

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 88 TAHUN 2005 SERI B.6 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 18 TAHUN 2005 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 88 TAHUN 2005 SERI B.6 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 18 TAHUN 2005 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 88 TAHUN 2005 SERI B.6 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 18 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN DT II CIREBON NOMOR 14 TAHUN 1996

Lebih terperinci

Panduan Guru. Unit 1 : Modul Guru

Panduan Guru. Unit 1 : Modul Guru Panduan Guru Guru disaran memperkenalkan asas membaca melalui kaedah bunyi suku kata. Kaedah bunyi suku kata memberi penekanan kepada bunyi suku kata yang mana guru memperkenalkan huruf vokal dan bunyi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG (PERPU)

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG (PERPU) B e n tu k: PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG (PERPU) O le h : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA N o m or: 28 TAHUN 1960 (28/ 1960) Tanggal: 12 AGUSTUS 1960 (JAKARTA) Sum ber: LN 1960/ 85; TLN NO.

Lebih terperinci

KEMENTERIAN RISTEK DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

KEMENTERIAN RISTEK DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK No: SURAT EDARAN /UN10.11/PD/2014 Memperhatikan agar pelaksanaan barang/ jasa di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya dapat terlaksana sesuai aturan dan selaras dengan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN DIREKTORAT DANA PERIM BANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN DIREKTORAT DANA PERIM BANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN DIREKTORAT DANA PERIM BANGAN Gedung Radius PrawiroLt. 7 Jalan Dr.Wahidin No. 1, Jakarta 10710, Kotak Pos 21 Telepon (021)3847225

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG TARIP ANGKUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG TARIP ANGKUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, SALINAN NOMOR 24, 2013 PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG TARIP ANGKUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : a. ba h wa den ga n a da n ya kenaikan h a rga

Lebih terperinci

F E A S I B I L I T Y F A T T E N I N G B E E F C A T T L E W I T H D I F F E R E N T F E E D

F E A S I B I L I T Y F A T T E N I N G B E E F C A T T L E W I T H D I F F E R E N T F E E D F E A S I B I L I T Y F A T T E N I N G B E E F C A T T L E W I T H D I F F E R E N T F E E D IN C I B E U R E U M D I S T R I C T K U N I N G A N R E G E N C Y B y : T a t a n g R u s t e n d i T e d

Lebih terperinci

pala BAKN No. 5/SE/1976, S.K MENPAN No. 59/1987 jo. 13A988

pala BAKN No. 5/SE/1976, S.K MENPAN No. 59/1987 jo. 13A988 BAB V P E N U T U P A. Kesimpulan Berdasarkan pengkajian terhadap data lapangan hasil dari kegiatan-kegiatan pengamatan ( observasi ), penja jagan ( survai ), wawancara ( interview ) dan dokumentatif serta

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, 1 SALINAN NOMOR 11/2014 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH RUMAH POTONG HEWAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS BAHASA DAN SENI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA KULIAH : KOMPOSISI 2

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS BAHASA DAN SENI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA KULIAH : KOMPOSISI 2 1. Fakultas / Program Studi : FBS / Pendidikan Seni Musik 2. Mata Kuliah & Kode : Komposisi 2 Kode : MUS 252 3. SKS : Teori : 1 SKS Praktik : 1 SKS : Sem : Gasal Waktu : 100 menit 4. Standar Kompentensi

Lebih terperinci

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Senin, 1 Januari 2018 PERSIAPAN Pengenalan / Latihan lagu-lagu untuk beribadah Doa para Presbiter di Konsistori Ucapan Selamat Datang P.2 Selamat pagi

Lebih terperinci

Tu-han Ye - sus, ka - mi do - a - kan a - yah. sampai ma - lam ba - ru pu - lang da - ri be - ker - ja. Tu-han lin - dung- i di per - ja - lan - an,

Tu-han Ye - sus, ka - mi do - a - kan a - yah. sampai ma - lam ba - ru pu - lang da - ri be - ker - ja. Tu-han lin - dung- i di per - ja - lan - an, PERSIAPAN Doa jemaat pribadi Pengenalam Lagu & Penjelasan Tata Ibadah Doa Presbiter di Konsistori Ucapan Selamat Datang P2 Selamat pagi/sore jemaat sekalian, selamat beribadah di hari Minggu VI sesudah

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA SALINAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 207 TENTANG BATAS DAERAH KOTA PRABUMULIH DENGAN KABUPATEN PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

- Pembinaan Haji dan Umroh Meningkatnya Kualitas bimbingan dan Penyuluhan Haji antara lain melalui kegiatan :

- Pembinaan Haji dan Umroh Meningkatnya Kualitas bimbingan dan Penyuluhan Haji antara lain melalui kegiatan : CALL CENTER HAJI 500425 LUMAJANG 0334-893620 PROGRAM Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh KEGIATAN & SASARAN - Pembinaan Haji dan Umroh Meningkatnya Kualitas bimbingan dan Penyuluhan Haji antara lain

Lebih terperinci

P U T U S A N. N o m o r / P d t. G / / P A. P a s B I S M I L L A H I R R A H M A N I R R A H I M

P U T U S A N. N o m o r / P d t. G / / P A. P a s B I S M I L L A H I R R A H M A N I R R A H I M P U T U S A N N o m o r 1 7 1 1 / P d t. G / 2 0 1 5 / P A. P a s B I S M I L L A H I R R A H M A N I R R A H I M D E M I K E A D I L A N B E R D A S A R K A N K E T U H A N A N Y A N G M A H A E S A P

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

BAB III ANALISIS KOMPOSISI BAB III ANALISIS KOMPOSISI Komposisi Tema dan Variasi berdasarkan lagu Mansibin Siraben untuk solo gitar ini memiliki struktur yang terdiri dari sebuah tema utama dan lima macam variasi dengan coda sebagai

Lebih terperinci

Written by Administrator Wednesday, 15 February :40 - Last Updated Wednesday, 15 February :48

Written by Administrator Wednesday, 15 February :40 - Last Updated Wednesday, 15 February :48 Kompas 2 mei 2009 "False Negative" dalam UN Dleh ELIN DRIANA Dalam sebuah talk-show tentang ujian nasional di radio Elshinta (14/4), ada pertanyaan kepada Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Prof Dr

Lebih terperinci

MENTER! PEMUDA DAN OLAHRAGA

MENTER! PEMUDA DAN OLAHRAGA -.cs- MENTER! PEMUDA DAN OLAHRAGA PERATURAN MENTER! PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 216 TENT ANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA NOMOR 186 TAHUN 215 TENTANG INDIKATOR

Lebih terperinci

MEMB EK ALI DIR I S EJAK DINI DENG AN K EWIR AUS AHAAN Disampaikan dalam pelatihan Kewirausahaan Akademi Komunikasi Radio dan Televisi (AKOMRTV)

MEMB EK ALI DIR I S EJAK DINI DENG AN K EWIR AUS AHAAN Disampaikan dalam pelatihan Kewirausahaan Akademi Komunikasi Radio dan Televisi (AKOMRTV) MEMB EK ALI DIR I S EJAK DINI DENG AN K EWIR AUS AHAAN Disampaikan dalam pelatihan Kewirausahaan Akademi Komunikasi Radio dan Televisi (AKOMRTV) O le h : A r is B. S e t y a w a n P r o g r a m D I II

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Melihat perkembangan peserta didik khususnya kelas III SD Inpres Karya Indah, yang sampai saat ini masih banyak yang belum bisa membaca. Tentunya ini sangat

Lebih terperinci

Sa Âsk 0 2t Sanskerta CARA MENULIS VOKAL DEWANAGARI

Sa Âsk 0 2t Sanskerta CARA MENULIS VOKAL DEWANAGARI CARA MENULIS VOKAL DEWANAGARI VOKAL SVARAH (ACAH) a i u 0 2 0 2 ª e ai o au am ah CARA MENULIS KONSONAN DEWANAGARI KONSONAN (VYANJANANI/HALAH) k kh g gh c ch j jh 0 9 0 6 0 6h 0 8 0 8h t th d dh n p ph

Lebih terperinci

CINTAILAH DIDIKAN DAN PENGETAHUAN GPIB

CINTAILAH DIDIKAN DAN PENGETAHUAN GPIB Hari Minggu XV sesudah Pentakosta 17 September 2017 Tata Ibadah CINTAILAH DIDIKAN DAN PENGETAHUAN GPIB Jemaat KARUNIA PERSIAPAN - Doa pribadi warga jemaat - Prokantor mengajarkan jemaat menyanyikan lagu-lagu

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I BALI TENTANG

LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I BALI TENTANG LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I BALI NOMOR :1. TAHUN 198 SERI:DNO.14. GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I BALI KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I BALI NOMOR 2 TAHUN 198 TENTANG PEMBENTUKAN

Lebih terperinci