Deskripsi karya Komposisi MARS PT KERETA API INDONESIA (KAI)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Deskripsi karya Komposisi MARS PT KERETA API INDONESIA (KAI)"

Transkripsi

1 Deskripsi karya Kmpsisi MARS PT KRTA API INDONSIA (KAI) Karya : Heni Kusumawati NIP : Latar Belakang Penciptaan Memperingati hari ulang tahun ke-66 PT Kereta Api Indnesia tepatnya pada tanggal 28 September 2011, PT KAI menyelenggarakan lmba cipta lagu mars dan lg untuk umum. Hal ini dilakukan untuk menssialisasikan bahwa keselamatan adalah hal utama yang disertai kenyamanan. Karena itu, PT KAI terus berupaya menghadirkan pelayanan prima kepada semua pengguna jasa kereta api dengan terus berinvasi, salah satunya melalui ajang lmba cipta lagu Mars PT KAI. Lagu mars merupakan lagu yang diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi perusahaan atau instansi. Visi dari PT KAI adalah terwujudnya Kereta Api Sebagai Pilihan Utama Jasa Transprtasi Dengan kus Keselamatan dan Pelayanan. Sedangkan misi nya adalah Menyelenggarakan Jasa Transprtasi Sesuai Keinginan Stake Hlders dengan Meningkatkan Keselamatan dan Pelayanan Serta Penyelenggaraan yang Semakin fisien. Sedangkan 5 pilar nilai utamanya adalah keselamatan, prfesinal, pelayanan, kenyamanan dan tepat waktu. Diharapkan dengan adanya lagu mars PT KAI tersebut bisa menumbuhkan hubungan emsinal yang mendalam antara brand dan knsumen, sehingga tercipta hubungan timbal balik antara penyedia jasa dan pengguna jasa kereta api. Analisis Lagu Mars PT KAI termasuk dalam kategri lagu bentuk 2 bagian (AB) yang terdiri dari 28 birama, tanda sukat 4/4, dan temp Marcia. Bagian 1 dari Mars PT KAI dimulai dari kalimat/frase tanya yang terdiri dari 2 anak kalimat/frase, dimulai dari birama 1 pmat/birama gantung sampai dengan birama 5, yang dilanjutkan dengan kalimat/frase jawab pada birama 5 pmat sampai dengan birama 9. Dilihat dari tekstur meldi dan pla ritmenya bentuk lagu mars PT KAI adalah cemetrical frm (bentuk simetrik), karena pada setiap frasenya berupa sekwen meskipun pla ritme yang digunakan tidak sama persis seperti terlihat pada ptngan lagu berikut ini: 1

2 Pada birama 3 terdapat legat dari nada 3 ke 2, hal ini dilakukan karena tuntutan syair pada penggalan kata ne pada kata Indnesia mendapat 2 ketuk, sehingga terdengar lebih indah. Sekwen pada birama 4 dan 8 juga tidak sama persis, karena pada ketuk ke 3 birama 8 bernilai 1 ketuk, sedangkan pada birama 4 ketuk ke-3 bernilai ½ ketuk. Hal ini terjadi karena tuntutan syair yang ada di birama 4 berjumlah 7 suku kata sedangkan pada birama 8 berjumlah 6 suku kata, namun demikian tetap dianggap simetris. Pada birama 9 sampai dengan 17 dapat dikatakan A karena pada bagian ini ada sedikit perubahan pada ritmisnya karena menyesuaikan tuntutan meldi, syair dan harmni, sehingga pla ritmisnya berbeda dengan birama 1 sampai dengan 9, namun demikian tetap dapat dikatakan simetris karena perbahan ritmisnya tidak signifikan. Lihat penggalan lagu dibawah ini: Bagian 2 (B) dari lagu ini di mulai dari birama 17 sampai dengan 25. Mtif ritmis yang digunakan pada kalimat tanya dan jawab sama persis, jadi dapat dikatakan bahwa teknik penglahan mtif yang digunakan adalah teknik sekwen. 2

3 Pada bagian 2 pla ritmis yang digunakan tetap mengacu pada ritmis Marcia, sedangkan gerakan meldinya melangkah dan melmpat, kemudian diakhiri dengan harmni yang mengarah ke klimaks lagu dan ditutup dengan akr V. Lihat ptngan meldi di bawah ini: rase penutup dari lagu mars PT KAI dimulai dari pmat birama 25 sampai dengan birama 29. erakan meldi pada frase penutup ini bergerak naik menuju klimaks kemudian di akhir lagu cenderung turun dan ditutup dengan cadence I 6/4 V7 I. Syair penutup dari lagu tersebut berupa da dengan harapan agar PT Kereta Api Indnesia berjaya selamanya.. Perhatikan ptngan meldi berikut ini: Analisis Syair Seperti lagu mars pada umumnya, syair dari lagu mars PT KAI tersebut berisi misi dan visi Kereta Api Indnesia. Kesulitan dalam menuangkan syair lagu mars tersebut adalah karena sedemikian banyak, luas, dan dalam ide-ide pkk visi dan misi PT KAI, maka secara garis besar misi dan visi yang tertuang dalam lagu tersebut adalah sebagai berikut: 3

4 MARS PT KAI Sarana transprtasi Indnesia Bagian kehidupan manusia Pastikan satu pilihan yang terbaik Demi kenyamanan bersama Penuhi slalu kebutuhan pelanggan Ciptakan suasana ceria Tingkatkan mutu layanan terpadu Sebagai sumber kekuatan Berdasarkan lima pilar utama Wujudkan cita-cita mulia Disiplin, mandiri bertanggung jawab Ciptakan budaya kreatif PT Kereta Api Indnesia Semga tetap Berjaya Bait kesatu lagu mars PT KAI berisi tentang sarana transprtasi di Indnesia yang menjadi bagian penting dari kehidupan manusia. Kenyamanan dan keamanan menjadi pilihan pengguna jasa transprtasi menggunakan kereta api. Bait kedua berisi tentang pemenuhan kebutuhan pelanggan dalam menciptakan suasana ceria dengan meningkatkan mutu layanan terpadu sebagai sumber kekuatannya. Bait ketiga merupakan visi dan misi dari PT Kereta Api Indnesia yang berdasarkan 5 nilai utama dalam mewujudkan cita-cita mulia, kreatif, disiplin, mandiri serta bertanggung jawab. Lagu ini diakhiri dengan frase penutup yang merupakan harapa dan da semga tetap berjaya. Penutup Mars PT KAI adalah kmpsisi mars mdern bentuk 2 bagian yang simetrik. Diantara meldi dan lirik tidak terdapat kejanggalan dan merupakan karya mars standar yang memenuhi kriteria penciptaan sebuah mars, dimana bila dianalisa secara bentuk, harmni dan lirik menjadi kmpsisi yang sempurna. Karya ini dinamis, agitatis, prgresif dan ada sentuhan herik patritik. 4

5 Vkal q = Sa -ra - na trans -- pr -ta - si In - d- ne - sia Ba- gi ter - ba - ik de - mi ke - nya - ma - nan ber -sa- ma Pe - nu - 10 hi sla - - lu ke - butuh -an pe - lang - gan cip -ta -kan ce-ri a Ting -kat- kan mu - tu - la - yan an ter - pa - du se-ba - gai sumber ke - ku - at an Ber-da -sar-kan li -ma pi- lar u - ta - ma wu-jud Marcia kan ci - ta - ci - ta - mu - lia Di - si -plin man -di- ri ber - tang - gung ja - wab Cip- ta -kan bu - da-ya kre - a - tif P T. 26 Ke - re MARS PT. KRTA API INDONSIA - ta (Cipt. Heni Kusumawati, M.Pd.) A - pi In - d- ne - - sia Se -m -ga te- tap ber - - an ke hi du pan ma - nu sia Pas- ti - kan sa tu pi - li- han yg 7 sua-sa- na ja- ya

6 l +l rrl =l 5l I 6 d. 9(,q 7M tst c ; -+ d g 3 d).v - -r I c rr0 cd. w +-.{ a () e qr{ "().O S- d f 1.r, l-l c pr( -110 I -t ) cs gr{ cci a0 a. O-.i ;-L.tj lrr. v rvl I.ll - / \-/ a4 LIJ AqA re,;i ci-7 I =l I rl JI l rl JI \r/ v\;j c z -aal\ -tr y 7 -l =uh1d i..l I =2 Vi= = :'M,^Z- LJ.t rll s L' 2=? 4Y :ti e;il 3Hg 8; al?n". m lu u, Irl g ah l{t = a = 8. llt clu x lj a- ( *, 3 $ T 'li i; *,r!(s (t' t,.9 lg CD l- at tj l- -!c ti. r- 'ti!, U 1 f S.l tr z Z AC) - $ T >r -g S< a11 LJ C) -J l..l u) {'a Z"rg 4'Ai v t... tj,d.? 'tf*i, t.\l -e -:J I.1.;..,j'/

Deskripsi karya Komposisi MARS WIJAYA KUSUMA SURABAYA

Deskripsi karya Komposisi MARS WIJAYA KUSUMA SURABAYA Deskripsi karya Komposisi MARS WIJAYA KUSUMA SURABAYA Karya : Heni Kusumawati /heni_kusumawati@uny.ac.id NIP : 19671126 199203 2 001 Latar Belakang Penciptaan Lagu Mars Wijaya Kusuma dibuat karena pada

Lebih terperinci

Deskripsi karya Komposisi MARS UNDIKSHA

Deskripsi karya Komposisi MARS UNDIKSHA Deskripsi karya Komposisi MARS UNDIKSHA Karya : Heni Kusumawati (heni_kusumawati@uny.ac.id) NIP : 19671126 199203 2 001 Latar Belakang Penciptaan Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) merupakan institusi

Lebih terperinci

Deskripsi karya Komposisi MARS VISI

Deskripsi karya Komposisi MARS VISI Deskripsi karya Komposisi MARS VISI 75-100 Karya : Heni Kusumawati /heni_kusumawati@uny.ac.id NIP : 19671126 199203 2 001 A. Latar Belakang Penciptaan Salah satu kegiatan sebagai langkah awal dari pencanangan

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 37 TAHUN 2014 TENTANG LAGU MARS DAN HYMNE KOTA JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA JAMBI,

PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 37 TAHUN 2014 TENTANG LAGU MARS DAN HYMNE KOTA JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA JAMBI, PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 37 TAHUN 2014 TENTANG LAGU MARS DAN HYMNE KOTA JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : a. bahwa dalam rangka membangkitkan semangat kebersamaan persatuan dan

Lebih terperinci

136 Kerajaan yang Telah Berdiri Datanglah!

136 Kerajaan yang Telah Berdiri Datanglah! 136 Kerajaan yang Telah Berdiri Datanglah! (Penyingkapan 11:15; 12:10) Capo fret 2 G C G A D A Ye - hu - wa, Kau s la - lu a - da Hing - I - blis se - ge - ra bi - na - sa; Di - Ma - lai - kat di sur -

Lebih terperinci

USAHA KONVEKSI PAKAIAN JADI

USAHA KONVEKSI PAKAIAN JADI P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H ( P P U K -S Y A R I A H ) U S A H A K O N V E K S I P A K A I A N J A D I P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H (

Lebih terperinci

5 S u k u B u n g a 1 5 %

5 S u k u B u n g a 1 5 % P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) U S A H A A B O N I K A N P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) U S A H A A B O N I K A N B A N K I N D O N E S I A K A

Lebih terperinci

0,8 9 0,9 4 1,2 4 7,1 6 %

0,8 9 0,9 4 1,2 4 7,1 6 % P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) E M P I N G M E L I N J O P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) E M P I N G M E L I N J O B A N K I N D O N E S I A K A

Lebih terperinci

PDF created with FinePrint pdffactory trial version YUK BELAJAR NIHONGO

PDF created with FinePrint pdffactory trial version  YUK BELAJAR NIHONGO 1 YUK BELAJAR NIHONGO PENGANTAR Saat ini sedang bekerja di sebuah perusahaan Jepang? Atau barangkali sedang kuliah jurusan Bahasa Jepang, atau suatu saat anda ingin pergi ke Jepang baik untuk belajar atau

Lebih terperinci

P r o f i l U s a h. a A s p e k P a s a r P e r m i n t a a n H a r g a...

P r o f i l U s a h. a A s p e k P a s a r P e r m i n t a a n H a r g a... P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H ( P P U K -S Y A R I A H ) I N D U S T R I S O H U N P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H ( P P U K -S Y A R I A H

Lebih terperinci

Pembuka. JAMINAN HIDUP KEKAL do = g 3/4 1/4 =

Pembuka. JAMINAN HIDUP KEKAL do = g 3/4 1/4 = Pembuka JAMINAN HIDUP KEKAL do = g 3/4 1/4 = 5. 6. 6. 1 2. 1 3.. 1. Ya Tu-han yang ma - ha ra - - him Ya Tu-han yang ma - ha ba - - ik Ya Tu-han yang ma - ha mu - - rah 5. 6.. 1. 4. 3 2... 0 de- ngar -

Lebih terperinci

1, 1 PENANGKAPAN IKAN DENGAN PURSE SEINE

1, 1 PENANGKAPAN IKAN DENGAN PURSE SEINE P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) P E N A N G K A P A N I K A N D E N G A N P U R S E S E I N E P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) P E N A N G K A P A

Lebih terperinci

USAHA PEMBUATAN GULA AREN

USAHA PEMBUATAN GULA AREN P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) G U L A A R E N ( G u l a S e m u t d a n C e t a k ) P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) G U L A A R E N ( G u l a S

Lebih terperinci

1. S1 PRASETIYA MULYA

1. S1 PRASETIYA MULYA 1 S1 PRASETIYA MULYA Universitas Prasetiya Mulya adalah sekolah bisnis pertama di Indonesia yang menyelenggarakan Program MBA Sekolah ini didirikan tahun 1982 oleh sekelompok pengusaha dan pemimpin bisnis

Lebih terperinci

1 0 0 m 2 BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN NILA

1 0 0 m 2 BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN NILA P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) B U D I D A Y A P E M B E S A R A N I K A N N I L A P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) B U D I D A Y A P E M B E S A

Lebih terperinci

1. S1 PRASETIYA MULYA

1. S1 PRASETIYA MULYA 1 S1 PRASETIYA MULYA Universitas Prasetiya Mulya adalah sekolah bisnis pertama di Indonesia yang menyelenggarakan Program MBA Sekolah ini didirikan tahun 1982 oleh sekelompok pengusaha dan pemimpin bisnis

Lebih terperinci

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS Kamis, 05 Mei 016 Persiapan Doa para presbiter di konsistori Latihan lagu-lagu baru Ungkapan Situasi P: 40 hari

Lebih terperinci

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS Kamis, 05 Mei 016 Persiapan Doa para presbiter di konsistori Latihan lagu-lagu baru Ungkapan Situasi P: 40 hari

Lebih terperinci

SUPLEMEN BUKU NOVENA ROH KUDUS 2014 UNTUK DIRIGEN, ORGANIS DAN SOLIS

SUPLEMEN BUKU NOVENA ROH KUDUS 2014 UNTUK DIRIGEN, ORGANIS DAN SOLIS SUPLEMEN BUKU NOVENA ROH KUDUS 2014 UNTUK DIRIGEN, ORGANIS DAN SOLIS Perarakan Masuk: PS 567 Mazmur Tanggapan (Mzm 47:2-3.4-5.6-7; R:8a) Ulangan menurut PS 818 Hari Pertama, Jumat, 30 Mei 2014 SUKACITA

Lebih terperinci

2. PERSIAPAN DOA Do=C,4/4. 1. TANDA SALIB Do=D/E. 5< < 5< X X Dalam nama Ba pa dan Pu tra dan Roh Ku dus, A min.

2. PERSIAPAN DOA Do=C,4/4. 1. TANDA SALIB Do=D/E. 5< < 5< X X Dalam nama Ba pa dan Pu tra dan Roh Ku dus, A min. 1. TANDA SALIB Do=D/E 5< 3. 3 3 2 1. 1 1 1 2 1 6< 5< X X Dalam nama Ba pa dan Pu tra dan Roh Ku dus, A min.* 5< 6< 6< 7< 1 3 2 2 1 2... 2. 0 i tu lah pe nan da i man ki ta. 5< 3. 3 3 2 1. 1 1 1 1 2 3 4..

Lebih terperinci

www.catatanbund4.wordpress.com i Petunjuk Mengajar Petunjuk mengajar ini sangat penting untuk diperhatikan, karena sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. 1. Dilarang keras mengeja.

Lebih terperinci

Minggu, 17 Juli 2016

Minggu, 17 Juli 2016 GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI MINGGU IX SESUDAH PENTAKOSTA & SYUKUR HUT KE-35 PERSEKUTUAN KAUM BAPAK (PKB) Minggu, 17 Juli 2016 (Ibadah pkl. 06.00 WIB dan pkl. 09.00

Lebih terperinci

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) website: Tata Ibadah

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) website:  Tata Ibadah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) website: www.gpib.or.id Tata Ibadah Hari Minggu X sesudah Pentakosta dan Syukur HUT ke-66 Pelayanan Kategorial (Pelkat) Gerakan Pemuda (GP) GPIB (15 Juli

Lebih terperinci

USAHA BUDIDAYA CABAI MERAH

USAHA BUDIDAYA CABAI MERAH P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H ( P P U K -S Y A R I A H ) U S A H A B U D I D A Y A C A B A I M E R A H P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H ( P

Lebih terperinci

levan dengan dokumen Kurikulum Elektronika Komuni-

levan dengan dokumen Kurikulum Elektronika Komuni- BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA A. Kesimpulan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan terhadap Kurikulum Elektronika Komunikasi FPTK IKIP Bandung maupun Kurikulum

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA TRANSJAKARTA BUSWAY KORIDOR I RUTE (BLOK M-KOTA) Oleh : ANINDITO PERDANA ( )

EVALUASI KINERJA TRANSJAKARTA BUSWAY KORIDOR I RUTE (BLOK M-KOTA) Oleh : ANINDITO PERDANA ( ) EVALUASI KINERJA TRANSJAKARTA BUSWAY KORIDOR I RUTE (BLOK M-KOTA) Oleh : ANINDITO PERDANA (3105.100.056) DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB III METODOLOGI BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN

Lebih terperinci

GD. JULA-JULI SLENDRO PATHET WOLU. Untuk instrument bonang dalam gending ini mempunyai garap khusus, yaitu pancer 3 (tergantung dengan pathetnya).

GD. JULA-JULI SLENDRO PATHET WOLU. Untuk instrument bonang dalam gending ini mempunyai garap khusus, yaitu pancer 3 (tergantung dengan pathetnya). 1 GD. JULA-JULI SLENDRO PATHET WOLU. Buka : @ / 2.6.5.2.g1 _.p2.n1.p2.n6.p2.n1.p6.g5.6.5.6.2.6.5.2.g1 _ Untuk instrument bonang dalam gending ini mempunyai garap khusus, yaitu pancer 3 (tergantung dengan

Lebih terperinci

USAHA PENANGKAPAN IKAN PELAGIS DENGAN ALAT TANGKAP GILLNET

USAHA PENANGKAPAN IKAN PELAGIS DENGAN ALAT TANGKAP GILLNET P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) P E N A N G K A P A N I K A N P E L A G I S D E N G A N A L A T T A N G K A P G I L L N E T P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L (

Lebih terperinci

Minggu, 17 Juli 2016

Minggu, 17 Juli 2016 GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI MINGGU IX SESUDAH PENTAKOSTA & SYUKUR HUT KE-35 PERSEKUTUAN KAUM BAPAK (PKB) Minggu, 17 Juli 2016 www.gpib.or.id Persiapan Doa para

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA MALANG TAHUN

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA MALANG TAHUN SALINAN NOMOR 1 4/2014 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA MALANG TAHUN 2013-2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

Lebih terperinci

6 S u k u B u n g a 1 5 % 16,57 % 4,84 tahun PENGOLAHAN IKAN BERBASIS FISH JELLY PRODUCT

6 S u k u B u n g a 1 5 % 16,57 % 4,84 tahun PENGOLAHAN IKAN BERBASIS FISH JELLY PRODUCT P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L ( P P U K ) P E N G O L A H A N I K A N B E R B A S I S F I S H J E L L Y P R O D U C T ( O T A K -O T A K d a n K A K I N A G A ) P O L A P E M B I A Y

Lebih terperinci

Program Kerja TFPPED KBI Semarang 1

Program Kerja TFPPED KBI Semarang 1 U P A Y A M E N G G E R A K K A N P E R E K O N O M I A N D A E R A H M E L A L U I F A S I L I T A S I P E R C E P A T A N P E M B E R D A Y A A N E K O N O M I D A E R A H ( F P P E D ) S E K T O R P

Lebih terperinci

TATA IBADAH TAHUN BARU

TATA IBADAH TAHUN BARU GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (GPIB) TATA IBADAH TAHUN BARU Tema Taat dan Setia Buah dari Iman Minggu, 1 Januari 2017 PERSIAPAN Doa Konsistori Pengenalan lagu Penjelasan Ibadah UCAPAN SELAMAT

Lebih terperinci

TATA IBADAH TAHUN BARU

TATA IBADAH TAHUN BARU GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (GPIB) TATA IBADAH TAHUN BARU Tema Taat dan Setia Buah dari Iman Minggu, 1 Januari 2017 PERSIAPAN Doa Konsistori Pengenalan lagu Penjelasan Ibadah UCAPAN SELAMAT

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PRAKTIK KERJA LAPANGAN. 3.1 Gambaran Singkat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PRAKTIK KERJA LAPANGAN. 3.1 Gambaran Singkat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PRAKTIK KERJA LAPANGAN 3.1 Gambaran Singkat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Barat Instansi / suatu badan yang menangani pembangunan daerah provinsi

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR... TAHUN 2012 TENTANG TINGKAT KLIERENS

RANCANGAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR... TAHUN 2012 TENTANG TINGKAT KLIERENS KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR... TAHUN 2012 TENTANG TINGKAT KLIERENS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Dalam bagian ini, dipaparkan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian, dan dapat diuraikan sebagai berikut. Adapun uraiannya meliputi (1) lokasi dan subjek,

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Secara keseluruhan desain yang diterapkan dalam perancangan ulang kemasan produk

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Secara keseluruhan desain yang diterapkan dalam perancangan ulang kemasan produk BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN Secara keseluruhan desain yang diterapkan dalam perancangan ulang kemasan produk enye-enye Ny. Ing ini menggunakan elemen-elemen desain yang dapat mendukung tone and manner

Lebih terperinci

BABA V PENUTUP. musik gambus menjadi bagian dari kehidupan budaya Lamaholot. musik gambus seolah-olah tersingkir dari kehidupan budaya setempat.

BABA V PENUTUP. musik gambus menjadi bagian dari kehidupan budaya Lamaholot. musik gambus seolah-olah tersingkir dari kehidupan budaya setempat. BABA V PENUTUP A. KESIMPULAN 1. Musik gambus merupakan musik yang berasal dari Asia Tengah dan dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu. Walaupun masuk bersamaamn dengan masuknya agama Islam namun tidak diketahui

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan uraian dan pembuktian yang telah periu. lis bahas dalam skripsi ini, maka hipotesa kerja yang pe

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan uraian dan pembuktian yang telah periu. lis bahas dalam skripsi ini, maka hipotesa kerja yang pe BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan Berdasarkan uraian dan pembuktian yang telah periu lis bahas dalam skripsi ini, maka hipotesa kerja yang pe nulis ajukan telah terbukti kebenarannya. Selain hasil

Lebih terperinci

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS Kamis, 05 Mei 2016 Persiapan Doa para presbiter di konsistori Latihan lagu-lagu baru Ungkapan Situasi Jmt :

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR : 02/Ka-BAPETEN/V-99 TENTANG BAKU TINGKAT RADIOAKTIVITAS DI LINGKUNGAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR,

Lebih terperinci

TATA KEBAKTIAN PEMBUKAAN RANGKAIAN KEGIATAN HUT ke 80 GKI GUNUNG SAHARI HUT ke 25 PS KIDUNG AGUNG Minggu, 15 Januari 2017 :

TATA KEBAKTIAN PEMBUKAAN RANGKAIAN KEGIATAN HUT ke 80 GKI GUNUNG SAHARI HUT ke 25 PS KIDUNG AGUNG Minggu, 15 Januari 2017 : TATA KEBAKTIAN PEMBUKAAN RANGKAIAN KEGIATAN HUT ke 80 GKI GUNUNG SAHARI HUT ke 25 PS KIDUNG AGUNG Minggu, 15 Januari 2017 : 06.00 08.00 10.00 17.00 PENGANTAR : (berdiri, dipimpin Penatua) Pnt.: Bermegahlah

Lebih terperinci

A s p e k P a s a r P e r m i n t a a n... 9

A s p e k P a s a r P e r m i n t a a n... 9 P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H ( P P U K -S Y A R I A H ) U S A H A K E R U P U K I K A N P O L A P E M B I A Y A A N U S A H A K E C I L S Y A R I A H ( P P U K -S Y A R

Lebih terperinci

P R O G R A M K ER J A T A H U N A N TIM P EN G G ER A K P K K D E SA P R IN G G O W IR A W A N TA H U N 2011

P R O G R A M K ER J A T A H U N A N TIM P EN G G ER A K P K K D E SA P R IN G G O W IR A W A N TA H U N 2011 P R O G R A M K ER J A T A H U N A N TIM P EN G G ER A K P K K D E SA P R IN G G O W IR A W A N TA H U N 2011 P O K JA IV NO B ID G PR O GR A M T U JU SA SA R K EG IATA N D A K ET 1 2 3 4 5 6 7 8 1 K E

Lebih terperinci

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B)

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI MINGGU PENTAKOSTA 04 Juni 2017 DALAM RANGKA HARI LANJUT USIA NASIONAL (29 Mei 2017) Tema: HIDUP BERMARTABAT DI USIA SENJA, LANJUT USIA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KUBU RAYA

PEMERINTAH KABUPATEN KUBU RAYA PEMERINTAH KABUPATEN KUBU RAYA PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUBU RAYA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG LAMBANG DAERAH KABUPATEN KUBU RAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUBU RAYA, Menimbang : a bahwa

Lebih terperinci

BATAS, BATAS2 (LMUDA)

BATAS, BATAS2 (LMUDA) BATAS, BATAS2 (LMUDA) NYANYIAN PERKAWINAN KOMISI LITURGI KWI NOVEMBER 2012 Lagu Perkawinan Raker Nov 2012 1 CATATAN DARI RM. BOSCO LAGU SESUDAH BERKAT MEMPELAI DIPINDAHKAN KE LAGU SESUDAH TUKAR CINCIN.

Lebih terperinci

Jemaat EKKLESIA di DKI JAKARTA Jl. Kalibata Timur I No.41 Jakarta Selatan 12740

Jemaat EKKLESIA di DKI JAKARTA Jl. Kalibata Timur I No.41 Jakarta Selatan 12740 GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (GPIB) TATA IBADAH HARI MINGG DAN SYKR 65 TAHN GPIB HARI MINGG XXIV SESDAH PENTAKOSTA 3 NOPEMBER 2013 PEMBERITA FIRMAN : Pukul 06.00 WIB Pendeta Johanna Nirahua

Lebih terperinci

Jabatan : Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Bali. Jabatan : Plt. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan. Jakarta, Februari 2016

Jabatan : Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Bali. Jabatan : Plt. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan. Jakarta, Februari 2016 KMTRA DALAM R RPUBLK DOSA PRAA KRA TAHU 201 BRO PMRTAHA SKRTARAT DARAH PROVS BAL Dalam ranka mewujudkan manajemen pemerintahan yan efektif, transparan, dan akuntabel serta berrientasi pada hasil, kami

Lebih terperinci

Kisah Sengsara Yesus Kristus

Kisah Sengsara Yesus Kristus Keterangan : A = Narator I B = Narator II Y = Yesus L = Suara orang lain W = Suara wanita S = Semua/bersama/paduan la = fis Repertoir untuk petugas Pasio 6 1>............ 1> 1> 7 6 1> 1> ' 1> 1> 1> 5 6

Lebih terperinci

TATA IBADAH. Tata Ibadah Hari Minggu & Syukur Ulang Tahun ke 68 GPIB. Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)

TATA IBADAH. Tata Ibadah Hari Minggu & Syukur Ulang Tahun ke 68 GPIB. Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Tata Ibadah Hari Minggu & Syukur Ulang Tahun ke 68 GPIB Hari Minggu ke-25 sesudah Pentakosta Minggu, 6 November 2016 1 PERSIAPAN Doa pribadi umat Pengenalan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 88 TAHUN 2005 SERI B.6 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 18 TAHUN 2005 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 88 TAHUN 2005 SERI B.6 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 18 TAHUN 2005 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 88 TAHUN 2005 SERI B.6 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 18 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN DT II CIREBON NOMOR 14 TAHUN 1996

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 59 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil data survai dan analisis yang dilakukan pada lahan parkir Rumah Sakit Umum Daerah RAA Soewondo Pati selama 3 hari dapat diambil kesimpulan

Lebih terperinci

PERSIAPAN : Doa Konsisitori Latihan lagu-lagu

PERSIAPAN : Doa Konsisitori Latihan lagu-lagu PERSIAPAN : Doa Konsisitori Latihan lagu-lagu UCAPAN SELAMAT DATANG Selamat datang dalam Ibadah Minggu VI Sesudah Pentakosta, dan di dalamnya kita akan menutup Bulan Pelayanan dan Kesaksian GPIB. Kiranya

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG STATUTA POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG STATUTA POLITEKNIK NEGERI SEMARANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG STATUTA POLITEKNIK NEGERI SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang :

Lebih terperinci

KEMENTERIAN RISTEK DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

KEMENTERIAN RISTEK DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK No: SURAT EDARAN /UN10.11/PD/2014 Memperhatikan agar pelaksanaan barang/ jasa di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya dapat terlaksana sesuai aturan dan selaras dengan

Lebih terperinci

F E A S I B I L I T Y F A T T E N I N G B E E F C A T T L E W I T H D I F F E R E N T F E E D

F E A S I B I L I T Y F A T T E N I N G B E E F C A T T L E W I T H D I F F E R E N T F E E D F E A S I B I L I T Y F A T T E N I N G B E E F C A T T L E W I T H D I F F E R E N T F E E D IN C I B E U R E U M D I S T R I C T K U N I N G A N R E G E N C Y B y : T a t a n g R u s t e n d i T e d

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, 1 SALINAN NOMOR 11/2014 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH RUMAH POTONG HEWAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

BAB III ANALISIS KOMPOSISI BAB III ANALISIS KOMPOSISI Komposisi Tema dan Variasi berdasarkan lagu Mansibin Siraben untuk solo gitar ini memiliki struktur yang terdiri dari sebuah tema utama dan lima macam variasi dengan coda sebagai

Lebih terperinci

Tu-han Ye - sus, ka - mi do - a - kan a - yah. sampai ma - lam ba - ru pu - lang da - ri be - ker - ja. Tu-han lin - dung- i di per - ja - lan - an,

Tu-han Ye - sus, ka - mi do - a - kan a - yah. sampai ma - lam ba - ru pu - lang da - ri be - ker - ja. Tu-han lin - dung- i di per - ja - lan - an, PERSIAPAN Doa jemaat pribadi Pengenalam Lagu & Penjelasan Tata Ibadah Doa Presbiter di Konsistori Ucapan Selamat Datang P2 Selamat pagi/sore jemaat sekalian, selamat beribadah di hari Minggu VI sesudah

Lebih terperinci

MENTER! PEMUDA DAN OLAHRAGA

MENTER! PEMUDA DAN OLAHRAGA -.cs- MENTER! PEMUDA DAN OLAHRAGA PERATURAN MENTER! PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 216 TENT ANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA NOMOR 186 TAHUN 215 TENTANG INDIKATOR

Lebih terperinci

P U T U S A N. N o m o r / P d t. G / / P A. P a s B I S M I L L A H I R R A H M A N I R R A H I M

P U T U S A N. N o m o r / P d t. G / / P A. P a s B I S M I L L A H I R R A H M A N I R R A H I M P U T U S A N N o m o r 1 7 1 1 / P d t. G / 2 0 1 5 / P A. P a s B I S M I L L A H I R R A H M A N I R R A H I M D E M I K E A D I L A N B E R D A S A R K A N K E T U H A N A N Y A N G M A H A E S A P

Lebih terperinci

MEMB EK ALI DIR I S EJAK DINI DENG AN K EWIR AUS AHAAN Disampaikan dalam pelatihan Kewirausahaan Akademi Komunikasi Radio dan Televisi (AKOMRTV)

MEMB EK ALI DIR I S EJAK DINI DENG AN K EWIR AUS AHAAN Disampaikan dalam pelatihan Kewirausahaan Akademi Komunikasi Radio dan Televisi (AKOMRTV) MEMB EK ALI DIR I S EJAK DINI DENG AN K EWIR AUS AHAAN Disampaikan dalam pelatihan Kewirausahaan Akademi Komunikasi Radio dan Televisi (AKOMRTV) O le h : A r is B. S e t y a w a n P r o g r a m D I II

Lebih terperinci

Sa Âsk 0 2t Sanskerta CARA MENULIS VOKAL DEWANAGARI

Sa Âsk 0 2t Sanskerta CARA MENULIS VOKAL DEWANAGARI CARA MENULIS VOKAL DEWANAGARI VOKAL SVARAH (ACAH) a i u 0 2 0 2 ª e ai o au am ah CARA MENULIS KONSONAN DEWANAGARI KONSONAN (VYANJANANI/HALAH) k kh g gh c ch j jh 0 9 0 6 0 6h 0 8 0 8h t th d dh n p ph

Lebih terperinci

TATA IBADAH PENUTUPAN BULAN PELAYANAN DAN KESAKSIAN G P I B

TATA IBADAH PENUTUPAN BULAN PELAYANAN DAN KESAKSIAN G P I B Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Hari Minggu VI Sesudah Pentakosta TATA IBADAH PENUTUPAN BULAN PELAYANAN DAN KESAKSIAN G P I B The love of Christ compels us, so we do not live only for

Lebih terperinci

Assalamu alaikum Wr. Kelompok 6 : 1. Novi Yanti Senjaya 2. Noviana Budianty 3. Nurani amalia

Assalamu alaikum Wr. Kelompok 6 : 1. Novi Yanti Senjaya 2. Noviana Budianty 3. Nurani amalia Assalamu alaikum Wr. Wb Kelompok 6 : 1. Novi Yanti Senjaya 2. Noviana Budianty 3. Nurani amalia TATA BAHASA BAKU BAHASA INDONESIA KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA Bahasa yang terpenting di kawasan Republik Indonesia

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menentukan metode penelitian merupakan langkah penting dalam suatu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menentukan metode penelitian merupakan langkah penting dalam suatu BAB III METODOLOGI PENELITIAN Menentukan metode penelitian merupakan langkah penting dalam suatu penelitian. Sebagaimana dikemukakan Nazir (1985: 51), bahwa: Metode berhubungan erat dengan prosedur, alat

Lebih terperinci

Notasi Gamelan Berkahing Gusti Mijil Pelog Nem Mu - ji Gus - ti ing si - ang lan ra - tri

Notasi Gamelan Berkahing Gusti Mijil Pelog Nem Mu - ji Gus - ti ing si - ang lan ra - tri Berkahing Gusti Mijil Pelog Nem 6 6 1 2 2 2 2 21 2 3 Mu - ji Gus - ti ing si - ang lan ra - tri 1 6 1 1 12 2 Kan - thi trus - ing ba - tos 1 2 3 12 6 5 5 5 5 653 Mu - jud - a - ken pa - nu - wun yek -

Lebih terperinci

BUKU GURU UNTUK PAKET CERDAS KB

BUKU GURU UNTUK PAKET CERDAS KB BUKU GURU UNTUK PAKET CERDAS KB JUDUL BUKU : SOBEK TEMPEL HALAMAN : 1-2 KELOMPOK : KB KARAKTER : Tolong Menol TEMA : Diri Sendiri Sama, Gotong NO MATERI URAIAN WAKTU SUMBER * Bermain lempar tangkap bola

Lebih terperinci

Bagian Aksara Batak (dominan Toba)

Bagian Aksara Batak (dominan Toba) Huruf-huruf yang terdapat pada font SamuderaPura.ttf Fitur-fitur dari Tuktuk Editor v.1.1 Pusat Bahasa-bahasa Nirbatas Huruf-huruf yang terdapat pada font SamuderaPura.ttf SamuderaPura.ttf memuat aksara

Lebih terperinci

MENTER!KEUANGAN REPUBLIK JNDONESIA SALIN AN

MENTER!KEUANGAN REPUBLIK JNDONESIA SALIN AN MENTER!KEUANGAN REPUBLIK JNDONESIA SALIN AN PERA TURA N ME N TER! KEUA NGA N REPUBLI K INDO NESIA NOMOR 127 /PMK.010/2016 TE NTA NG PE NGAMPU NA N PAJA K BERDASARKA N UNDA NG -UNDA NG NO MOR 11 TA HU N

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PENYERTAAN MODAL PADA PT. BANK JATIM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PENYERTAAN MODAL PADA PT. BANK JATIM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, SALINAN NOMOR 3, 2011 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PENYERTAAN MODAL PADA PT. BANK JATIM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : a. ba h wa pen yerta a

Lebih terperinci

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GARAM BERYODIUM DENGAN PEMILIHAN GARAM DI KELURAHAN BANARAN KECAMATAN BOYOLALI

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GARAM BERYODIUM DENGAN PEMILIHAN GARAM DI KELURAHAN BANARAN KECAMATAN BOYOLALI HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GARAM BERYODIUM DENGAN PEMILIHAN GARAM DI KELURAHAN BANARAN KECAMATAN BOYOLALI KARYA TULIS ILMIAH Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan pembahasan-pembahasan yang telah penulis. kemukakan pada bab sebelumnya akhirnya penulis sampai

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan pembahasan-pembahasan yang telah penulis. kemukakan pada bab sebelumnya akhirnya penulis sampai BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan-pembahasan yang telah penulis kemukakan pada bab sebelumnya akhirnya penulis sampai pada kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut: 1.1. Agar

Lebih terperinci

TATA IBADAH MALAM AKHIR TAHUN

TATA IBADAH MALAM AKHIR TAHUN GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT ( G P I B ) TATA IBADAH MALAM AKHIR TAHUN Tema YESUS MENGHAPUS SEGALA AIR MATA Sabtu, 31 Desember 2016 PERSIAPAN Pelayan 1 mengingatkan para pelayan tentang tugasnya

Lebih terperinci

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Tata Ibadah Hari Minggu dan Syukur tahun Pelkat PKB GPIB

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Tata Ibadah Hari Minggu dan Syukur tahun Pelkat PKB GPIB Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Tata Ibadah Hari Minggu dan Syukur tahun Pelkat PKB GPIB Minggu VI sesudah Pentakosta Minggu, 16 Juli 2017 PERSIAPAN Doa jemaat pribadi Pengenalam Lagu

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, SALINAN NOMOR 17, 2013 PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 17 TAHUN 201 3 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 109 TAHUN 201 2 TENTANG PENJABARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN

Lebih terperinci

MODEL SIMULASI LAYANAN NASABAH PERBANKAN DAN KELAYAKAN INVESTASI

MODEL SIMULASI LAYANAN NASABAH PERBANKAN DAN KELAYAKAN INVESTASI SESINDO 212-Jurusan Sistem Informasi ITS MODEL SIMULASI LAYANAN NASABAH PERBANKAN DAN KELAYAKAN INVESTASI I Dewa Made Adi Baskara Joni 1), Erma Suryani 2) 1 Jurusan Teknik Informatika, STMIK STIKOM Indonesia,

Lebih terperinci

D e skrip to r K u a lifik a si M a g ister S a in s/s 2 (L e v el 7 )

D e skrip to r K u a lifik a si M a g ister S a in s/s 2 (L e v el 7 ) m a sy a ra k a t M e n g h a rm o n ik a n sa in s (ilm u p e n g eta h u a n d a n te k n o lo g i k e d o k te ra n h e w a n ), re g u la si (le g is la s i v ete rin e r d a n siste m k e se h ata

Lebih terperinci

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PENCABUTAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENGENAI PERTANAHAN

Lebih terperinci

TATA IBADAH HARI MINGGU ADVENT IV dan MEMPERINGATI jelang HARI IBU 2016

TATA IBADAH HARI MINGGU ADVENT IV dan MEMPERINGATI jelang HARI IBU 2016 GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT TATA IBADAH HARI MINGGU ADVENT IV dan MEMPERINGATI jelang HARI IBU 2016 TEMA: Memberdayakan Sumber Daya Insani Demi Mensejahterakan Persekutuan Pelayanan dan

Lebih terperinci

Pembuatan Kompos - - Yogyakarta, 30 Mei 2008

Pembuatan Kompos - - Yogyakarta, 30 Mei 2008 Pembuatan Kompos Yogyakarta, 30 Mei 2008 Drs. Iqmal Tahir, M.Si Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sekip Utara Yogyakarta 55281 - - - Bahan baku Pada dasarnya bahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 59 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Metode Penelitian Penelitian ini berupaya untuk menjabarkan suatu fenomena yang terjadi akibat perbedaan bunyi antara dua bahasa, yaitu perbedaan antara ada bunyi

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 50 TAHUN 2013 TENTANG PENGATURAN BIAYA SATUAN PENDIDIKAN DASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 50 TAHUN 2013 TENTANG PENGATURAN BIAYA SATUAN PENDIDIKAN DASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, SALINAN NOMOR 50, 201 3 PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 50 TAHUN 2013 TENTANG PENGATURAN BIAYA SATUAN PENDIDIKAN DASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : a. ba h wa berda s

Lebih terperinci

A. C O B O L R e se rv e d W o rd s

A. C O B O L R e se rv e d W o rd s P e m rop a m rja n T e rstru lctu r 1 (C O B O L ) A. C O B O L R e se rv e d W o rd s R ese rv ed W o rd s, m e ry p a fc a rn :: - k ata y a n g te la h d id e fin is ik a n - y a n g m e m ilik i art!

Lebih terperinci

CERITA 19 YOH 13:1-20

CERITA 19 YOH 13:1-20 CERITA 19 YESUS MEMBASUH KAKI MURID-MURID-NYA YOH 13:1-20 ANALISA PERBUATAN PERBUATAN ALLAH AY PERBUATAN MANUSIA AY +/- Yesus mengetahui bahwa waktunya untuk 1 kembali ke Bapa-Nya disorga sudah dekat.

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Permasalahan yang sering terjadi di kawasan perkotaan adalah kurangnya

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Permasalahan yang sering terjadi di kawasan perkotaan adalah kurangnya 79 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Permasalahan yang sering terjadi di kawasan perkotaan adalah kurangnya fasilitas parkir di luar badan jalan, baik berupa taman parkir atau gedung parkir sehingga

Lebih terperinci

KESIMPULAN DM SARAN. Dari uraian dan pembahasan ten tang stu d i kasus pada. Putra A s li Utarna dirnuka dapat d it a r ik kesimpulan seba-

KESIMPULAN DM SARAN. Dari uraian dan pembahasan ten tang stu d i kasus pada. Putra A s li Utarna dirnuka dapat d it a r ik kesimpulan seba- BAB V KESIMPULAN DM SARAN 1. Kesimpulan Dari uraian dan pembahasan ten tang stu d i kasus pada PT Putra A s li Utarna dirnuka dapat d it a r ik kesimpulan seba- gai b e rik u t : 1. Pabrik t e g e l PT

Lebih terperinci

1. Tentukan Elektron Valensi dari : 100 Fm, 91 Pa, 81 Ti 2. Tentukan Periode dan golongan dari unsur : 72 Hf, 82 Pb, 92 U 3. Bagaimana ikatan Kimia

1. Tentukan Elektron Valensi dari : 100 Fm, 91 Pa, 81 Ti 2. Tentukan Periode dan golongan dari unsur : 72 Hf, 82 Pb, 92 U 3. Bagaimana ikatan Kimia 1. Tentukan Elektron Valensi dari : 72 Hf, 82 Pb, 92 U 2. Tentukan Periode dan golongan dari unsur : 100 Fm, 91 Pa, 81 Ti 3. Bagaimana ikatan Kimia yang terjadi antara unsur : K dan Se, Rb dan Br, Fr dan

Lebih terperinci

praktek Kurikulum Elektronika Komunikasi STM Nege

praktek Kurikulum Elektronika Komunikasi STM Nege BAB III RANCANGAN PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1. Relevansi antara mata kuliah di dalam Kurikulum Elektronika Komunikasi FPTK IKIP Bandung dengan ma ta

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data Data penelitian perbaikan hasil pembelajaran ini, peneliti bertindak sebagai pelaku sedangkan yang sebagai observer dan pengamat adalah guru pamong serta

Lebih terperinci

1. S1 PRASETIYA MULYA

1. S1 PRASETIYA MULYA 1. S1 PRASETIYA MULYA Prasetiya Mulya School of Business and Economics adalah sekolah bisnis pertama di Indonesia yang menyelenggarakan Program MBA. Sekolah ini didirikan tahun 1982 oleh sekelompok pengusaha

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, SALINAN NOMOR 13/2014 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH, SEKRETARIAT

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU UTARA DINAS PENDAPATAN DAERAH Jln. Jend. Sudirman No. 17 Telp/Fax (0737) Arga Makmur

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU UTARA DINAS PENDAPATAN DAERAH Jln. Jend. Sudirman No. 17 Telp/Fax (0737) Arga Makmur PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU UTARA DINAS PENDAPATAN DAERAH Jln. Jend. Sudirman No. 17 Telp/Fax (0737) 521156 Arga Makmur KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BENGKULU UTARA SELAKU PENGGUNA

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan Taufiq dan

KATA PENGANTAR. Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan Taufiq dan KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan Taufiq dan Hidayah-Nyalah maka Laporan Pelayanan Publik Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Ambon dapat diselesaikan.

Lebih terperinci

BUPATI PURWOREJO P E R A T U R A N BUPATI P U R W O R E J O. N O M O R : 1 8 T A H U N 2006 T E N T A N G

BUPATI PURWOREJO P E R A T U R A N BUPATI P U R W O R E J O. N O M O R : 1 8 T A H U N 2006 T E N T A N G SALINAN 1 BUPATI PURWOREJO P E R A T U R A N BUPATI P U R W O R E J O. N O M O R : 1 8 T A H U N 2006 T E N T A N G K O D E D A N D A T A W I L A Y A H A D M I N I S T R A SI P E M E R I N T A H A N K

Lebih terperinci

Mengingat : bidang agama serta untuk menindaklanjuti Undang-Undang

Mengingat : bidang agama serta untuk menindaklanjuti Undang-Undang PRATURAN MNTRI AGAMA RPUBLIK INDONSIA NOMOR 4 TAHUN 2010 TNTANG PMBNTUKAN KANTOR KMNTRIAN AGAMA KABUPATN NAGKO, KANTOR KMNTRIAN AGAMA KABUPATN SUMBA TNGAH, DAN KANTOR KMNTRIAN AGAMA KABUPATN SUMBA BARAT

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR PELAKSANAAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

MANUAL PROSEDUR PELAKSANAAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK MANUAL PROSEDUR PELAKSANAAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK JURUSAN KIMIA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2014 MANUAL PROSEDUR PELAKSANAAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK Kode Dokumen : 0090206013 Revisi

Lebih terperinci