BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif, yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif, yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai"

Transkripsi

1 11 BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. 9 Demikian pemahaman akan kesimpulan akan lebih baik disertai grafik, tabel, bagan, gambar dan tampilan yang lainnya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif. Penelitian Deskriptif merupakan penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya. 10 Penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah penerapan Model pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS) pada materi usaha dan energi dan pengelolaan pembelajaran, serta respon siswa terhadap penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS). B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 1 Model yang beralamat di jalan Ais Nasution No. 03 Kelurahan Langkai Kota Palangka Raya, pada kelas VIII semester 1 tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan, yaitu mulai bulan juli sampai dengan bulan november Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : Rineka Cipta, 2002, h Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktik, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2007, h

2 12 C. Jenis dan Sumber Data 1. Populasi Populasi merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian. 11 Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. 12 Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas VIII MTsN 1 Model Palangka Raya pada tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 235 siswa. Siswa kelas VIII terbagi dalam 6 kelas yaitu kelas VIII-1, VIII-2, VIII-3, VIII-4, VIII-5, dan VIII-6 dengan masing-masing jumlah siswa sebagaimana pada tabel berikut: 11 Burhan bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Jakarta: kencana, 2009, h Sugiyono, Metode Penelitian... h. 117

3 13 Kelas TABEL. 2.1 POPULASI PENELITIAN Banyaknya Siswa L P Jumlah Siswa VIII VIII VIII VIII VIII VIII Jumlah Sumber Data: Tata Usaha MTsN 1 Model Palangka Raya Tahun Ajaran 2012/ Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. 13 Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu kelas dari enam kelas populasi di kelas VIII MTsN 1 Model Palangka Raya. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Random Sampling (sampel acak) yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling beranggapan tingkat kemampuan individu pada semua kelas adalah homogen. 14 Setelah dilakukan teknik Sampling diperoleh kelas yang terpilih adalah kelas VIII-2 sebagai kelas penelitian. 13 Ibid, h Ibid, h. 120

4 14 D. Tahap-tahap Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1) Tahap Persiapan Tahap persiapan merupakan tahap awal yang dilakukan peneliti dalam rangka menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam proses penelitian. Tahap penelitian meliputi hal-hal sebagai berikut : a) Menetapkan tempat penelitian, b) Memohon izin penelitian pada instansi terkait, c) Membuat instrumen penelitian, d) Melakukan uji coba instrumen THB kognitif pada kelas yang ditetapkan sebagai kelas uji coba yang tidak termasuk dalam sampel, dan e) menganalisis data hasil uji coba THB kognitif. 2) Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan penelitian meliputi hal-hal sebagai berikut : a) Sampel yang terpilih diajarkan materi pokok usaha dan energi dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS). b) Sampel yang terpilih diberikan tes akhir, yaitu sebagai evaluasi untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa terhadap materi pokok usaha dan energi. c) Sampel yang terpilih diberikan angket respon siswa, yaitu untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran dengan penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS).

5 15 3) Tahap Analisis Data Tahap analisis data peneliti melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut : a) Menganalisis lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS), b) Menganalisis jawaban siswa pada tes hasil belajar (THB) kognitif untuk menghitung seberapa besar ketuntasan hasil belajar siswa setelah menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS). c) Menganalisis angket respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS). 4) Kesimpulan Peneliti menarik suatu kesimpulan dari hasil analisis data dan menuliskannya dalam bentuk laporan secara singkat dan jelas tentang gambaran hasil penelitian dari awal sampai akhir. E. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan beberapa teknik yaitu lembar pengamatan, tes, dan dokumentasi. a. Lembar Pengamatan Lembar pengamatan pembelajaran dalam penelitian ini yaitu lembar pengamatan pengelolaan selama berlangsungnya proses belajar mengajar. Lembar pengamatan diisi oleh satu orang pengamat yaitu, guru bidang studi fisika di MTsN 1 Model Palangka Raya dengan standar nilai mengacu pada

6 16 rubrik nilai yang dibuat oleh peneliti melalui proses validasi terlebih dahulu dari para ahli. b. Tes Tes adalah instrumen pengumpulan data yang terdiri dari serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelengensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. 15 Tes obyektif pilihan ganda terdiri dari 4 (empat) pilihan jawaban sebanyak 50 item (dengan acuan bahwa untuk setiap item tes yang dijawab benar diberikan skor 1 dan item yang dijawab salah diberikan skor 0). Tes yang diberikan bertujuan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individual dan klasikal setelah penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS). Penulis membuat kisi-kisi instrumen yang berpedomam pada KTSP yang digunakan di MTsN 1 Model Palangka Raya sebelum instrumen disusun. Pembuatan kisi-kisi instrumen dimaksudkan agar instrumen yang dibuat sesuai dengan tujuan pembelajaran materi pokok bahasan usaha dan energi. Tes Hasil Belajar (THB) dapat dilihat pada kisi-kisi soal pada tabel berikut ini: 15 Riduan, Belajar Peneliti untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung: Alfabeta, 2005, h. 58

7 17 Tabel 2.2 Kisi-Kisi Uji Coba THB Kognitif siswa Indikator Tujuan Pembelajaran Aspek No. Butir Soal hubungan usaha, gaya dan Menjelaskan hubungan antara usaha, gaya, dan perpindahan. C 1 1 perpindahan. Menjelaskan macammacam usaha. C 1 2,3,4,5 Memecahkan soal-soal yang berhubungan dengan usaha. C 3 6,7,8 bentuk-bentuk energi dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Mengaplikasikan konsep energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari. Membedakan konsep energi kinetik dan energi potensial. Menjelaskan adanya energi potensial dan energi kinetik pada suatu benda yang bergerak. konsep Mendeskripsikan pengertian energi. Mengidentifikasi bentuk-bentuk energi. Mencontohkan bentukbentuk energi dalam Menentukan konsep perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari. Mencontohkan perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari. Menjelaskan konsep energi kinetik dan energi potensial. Memecahkan soal-soal yang berhubungan dengan energi kinetik. Memecahkan soal-soal yang berhubungan dengan energi potensial. C 1 9 C 1 10,11,12,13,14 C 2 15,16,17 C 3 18,19,20 C 2 21,22 C 1 23,24,25,26 C 3 27,28,29 C 3 30,31,32 Menjelaskan adanya energi potensial dan energi kinetik pada benda yang bergerak. C 1 33 Menyebutkan bunyi hukum kekekalan energi. C 1 34,35

8 18 kekekalan energi. Menjelaskan kaitan antara usaha dan energi hubungan antara daya, kecepatan, dan usaha. penerapan daya dalam kehidupan sehari-hari. C 1 = aspek pengetahuan C 2 = aspek pemahaman C 3 = aspek aplikasi (penerapan) c. Angket Mencontohkan hukum kekekalan energi dalam Menjelaskan kaitan antara usaha dan energi. Menjelaskan hubungan daya, kecepatan, dan usaha. Mencontohkan penerapan daya dalam Memecahkan soal-soal yang berhubungan dengan daya. C 2 36,37 C 1 38,39 C 1 40,41,42,43 C 2 44 C 3 45,46,47,48,49,50 Angket digunakan untuk mengetahui respon/tanggapan-tanggapan siswa terhadap penggunaan model pembelajaran kooperatif Tipe Think- Pair-Share (TPS) dalam pembelajaran fisika pokok bahasan usaha dan energi. d. Dokumentasi Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian yang meliputi buku-buku yang relevan, peraturanperaturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan dengan penelitian Ibid, h. 77

9 19 F. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh kemudian diolah secara kuantitatif, yaitu dengan memberikan skor sesuai dengan item yang dikerjakan. Analisis Data yang digunakan adalah teknik analisis deskriftif kuantitatif dilengkapi dengan kualitatif. Setelah semua data terkumpul, peneliti melakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Analisis data pengelolaan pembelajaran fisika dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share (TPS) menggunakan statisitik deskriptif rata-rata yakni berdasarkan nilai yang diberikan oleh pengamat pada lembar pengamatan, dengan rumus: 17 X = X Keterangan: X = Rerata nilai X = Jumlah skor keseluruhan N = Jumlah kategori yang ada Aksara, 1999, h Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT. Bumi

10 20 Kategori rerata nilai sebagai berikut : Tabel 2.3. Rentangan Skor Tidak Baik 1,50 2,49 Kurang Baik Cukup Baik 3,50 4,00 Baik. 2. Analisis Hasil Belajar Kognitif siswa meliputi ketuntasan individual, ketuntasan klasikal dan ketuntasan TPK. Ketuntasan individual Menghitung persentase peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa secara individual. Setiap siswa dikatakan tuntas belajarnya (ketuntasan individual) jika proporsi jawaban benar siswa 65%. 18 Ketuntasan individual dianalisis menggunakan rumus sebagai berikut: 19 KB = x 100% Keterangan: KB = ketuntasan belajar T = jumlah skor yang diperoleh siswa T 1 = jumlah skor total 18 KKM Mata Pelajaran IPA MTsN 1 Model Palangka Raya Administrasi) 19 Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan,san Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Jakarta: Prenada Media Group, 2010, h. 241

11 21 Ketuntasan TPK Satu TPK dikatakan tuntas bila siswa yang mencapai TPK tersebut 65%. 20 Ketuntasan TPK dianalisis menggunakan rumus: 21 P = R T 100% Keterangan : P = persentase yang menjawab item itu dengan benar R = proposi siswa yang menjawab item dengan benar T = jumlah siswa 3. Analisis data respon siswa dianalisis dengan menggunakan rumus umum, yaitu: Persentase Respon Siswa = A B 100 % Di mana : A : proporsi siswa yang memilih B : jumlah siswa (responden) 22 G. Teknik Keabsahan Data Data yang diperoleh dikatakan absah apabila alat pengumpul data benar-benar valid dan dapat diandalkan dalam mengungkapkan data penelitian. Data yang diuji keabsahannya adalah data Instrumen tes akhir yang sudah diuji 20 M.Taufik Widiyoko, Pengembangan Model Pembelajaran..., h Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif..., h Ibid h. 243

12 22 coba ditentukan kualitasnya dari segi validitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas soal. 1. Validitas Validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana tes telah mengukur apa yang harusnya diukur. 23 Validitas instrumen dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: 24 γ = M M p S q Keterangan : 25 γ : koefisien korelasi point biseral M p : mean skor dari subjek-subjek yang menjawab benar yang dicari korelasinya dengan tes M t S t : mean skor total (skor rata-rata dari seluruh pengikut tes) : rerata skor total p : q : proporsi siswa yang menjawab salah (q = 1 p) Harga validitas soal yang akan digunakan sebagai instrumen penelitian adalah butir-butir soal yang mempunyai harga validitas > 0, Sumprana, Surapranata, Anaisis,Validitas,dan Interprestasi Hasil Tes,Bandung: PT.Remaja Rosdakarya, 2006, h suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 1995, h Suharsimi, Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi), h. 79

13 23 karena dipandang sebagai butir soal yang baik. Untuk butir-butir soal yang mempunyai harga validitas 0,300 tidak digunakan sebagai instrumen penelitian. 26 Hasil uji coba tes soal instrumen penelitian yang dilakukan di kelas VIII-4 MTsN 1 Model Palangka Raya dari 50 soal yang diuji cobakan menghasilkan 21 soal yang dikategorikan valid. Soal dengan kriteria tidak valid tetapi mendekati valid, yaitu soal nomor 11,13,19,21,40,42 dan 47 direvisi dan divalidasi kembali oleh validator sehingga soal-soal tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. Rincian harga validitas soal uji coba THB kognitif dapat dilihat pada lampiran Realibilitas Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. 27 Reliabilitas ditentukan dengan rumus KR-21: 28 r 11 = ( ) 1. keterangan: r 11 : reliabilitas menggunakan persamaan KR-21 k : banyak butir soal atau butir pertanyaan M : skor rata-rata 26 Sumarna Surapranata, Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interprestasi Hasil Tes Implementasi Kurikulum 2004, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004, h Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian..., h Ibid h. 189

14 24 v t 2 : varians total dimana v t dapat diperoleh dari: 29 v t = ( ) Soal yang akan digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini adalah soal yang memiliki indeks reliabilitas lebih dari 0,5. Menurut Remmers et.al. (1960) menyatakan bahwa koefisien reliabilitas 0,5 dapat dipakai untuk tujuan penelitian. 30 Hasil ujicoba THB kognitif menunjukkan bahwa reliabilitas 50 item soal sebesar 0,750. Hasil tes hasil belajar (THB) bahwa reliabilitas 28 soal sebesar 0,539. Nilai reliabilitas tersebut menunjukkan bahwa soal dapat digunakan dalam penelitian. 3. Tingkat Kesukaran Tingkat kesukaran atau taraf kesukaran adalah kemampuan tes tersebut dalam menjaring banyaknya subjek peserta tes yang dapat mengerjakan dengan betul. 31 Tingkat kesukaran dapat dihitung dengan rumus : P = B JS Dimana : P : indeks kesukaran B : banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan betul 29 Suharsimi, Arikunto, Manajemen Penelitian,..., h Sumarna Surapranata, Analisis, Validitas, h Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian..., h.230.

15 25 JS : jumlah seluruh siswa peserta tes 32 Kriteria tingkat kesukaran adalah: 33 - Soal dengan P 0,00 sampai 0,30 adalah soal sukar - Soal dengan P 0,30 sampai 0,70 adalah soal sedang - Soal dengan P 0,70 sampai 1,00 adalah soal mudah. Soal-soal yang baik adalah soal-soal yang mempunyai indeks kesukaran 0,30 TK 0, Hasil uji coba yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari 50 soal uji coba THB kognitif terdapat 40 soal dengan kategori mudah, 7 soal dengan kategori sedang, dan 3 soal dengan kategori sukar. Tingkat kesukaran soal hasil uji coba dapat dilihat lampiran Uji Daya Pembeda Daya pembeda adalah kemampuan tes dalam memisahkan antara subjek yang pandai dengan subjek yang kurang pandai. 35 Rumus untuk menetukan indeks diskriminasi adalah : 36 D = B J B J = P P 32 Suharsimi, Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi), h Ibid., h Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi..., h Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian..., h Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi..., h. 213.

16 26 Dimana : J : jumlah peserta tes J A : banyaknya peserta kelompok atas J B : banyaknya peserta kelompok bawah B A : banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar B B : : banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu dengan benar P A : : proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar ( P sebagai indeks tingkat kesukaran ) P B : proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar 37 Klasifikasi nilai daya pembeda yaitu: 38 D : 0,00-0,20 D : 0,21-0,40 D : 0,41-0,70 D : 0,71-1,00 : Jelek (Poor) : Cukup (Satisfactory) : Baik (Good) : Baik Sekali (Excellent). Daya pembeda soal uji coba THB kognitif setelah diuji cobakan pada siswa kelas VIII MTsN 1 Model Palangka Raya menunjukkan bahwa dari 50 soal 13 soal dengan kategori sangat baik, 12 soal dengan kategori baik, 9 soal dengan kategori cukup, dan 16 soal dengan kategori jelek. 37 Ibid, h Ibid., h. 218

17 27 Rekapitulasi hasil analisis uji coba soal THB kognitif dapat dilihat pada lampiran 4.4. H. Hasil Uji Coba Instrumen Hasil uji coba instrumen tes hasil belajar (THB) menunjukkan bahwa dari 50 butir soal yang telah dihitung validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukaran, diperoleh soal yang dapat digunakan dalam penelitian sebanyak 28 soal dan soal yang tidak digunakan sebanyak 22 butir soal. bawah ini. Soal yang valid dan soal yang di revisi dapat dilihat pada tabel di Tabel 2.4 Soal-soal Valid dan Revisi Indikator Tujuan Pembelajaran Aspek No. Butir Soal hubungan usaha, gaya dan 1. Menjelaskan hubungan antara usaha, gaya, dan perpindahan. C 1 1 perpindahan. 2. Menjelaskan macammacam usaha. C 1 2,3,4,5 3. Memecahkan soal-soal yang berhubungan dengan usaha. C 3 6,7,8 bentuk-bentuk energi dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Mengaplikasikan konsep energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari. Membedakan konsep energi 4. Mendeskripsikan pengertian energi. 5. Mengidentifikasi bentuk-bentuk energi. 6. Mencontohkan bentukbentuk energi dalam 7. Menentukan konsep perubahan energi dalam 8. Mencontohkan perubahan energi dalam 9. Menjelaskan konsep energi kinetik dan energi potensial. C 1 9 C 1 10,11,12,13,14 C 2 15,16,17 C 3 18,19,20 C 2 21,22 C 1 23,24,25,26

18 28 kinetik dan energi potensial. Menjelaskan adanya energi potensial dan energi kinetik pada suatu benda yang bergerak. konsep kekekalan energi. Menjelaskan kaitan antara usaha dan energi hubungan antara daya, kecepatan, dan usaha. penerapan daya dalam kehidupan sehari-hari. 10. Memecahkan soal-soal yang berhubungan C 3 27,28,29 dengan energi kinetik. 11. Memecahkan soal-soal yang berhubungan dengan energi potensial. C 3 30,31, Menjelaskan adanya energi potensial dan energi kinetik pada benda yang bergerak. C Menyebutkan bunyi hukum kekekalan C 1 34,35 energi. 14. Mencontohkan hukum kekekalan energi dalam C 2 36, Menjelaskan kaitan antara usaha dan energi. C 1 38, Menjelaskan hubungan daya, kecepatan, dan usaha. 17. Mencontohkan penerapan daya dalam 18. Memecahkan soal-soal yang berhubungan dengan daya. C 1 40,41,42,43 C 2 44 C 3 45,46,47,48,49,50 Keterangan : Merah Hijau Hitam : Valid : Revisi : Tidak Valid

19 29 Tabel 2.5 TPK yang digunakan dalam Penelitian Indikator Tujuan Pembelajaran Aspek 1. Menjelaskan macam-macam hubungan usaha, gaya usaha. C 1 dan perpindahan 2. Memecahkan soal-soal yang berhubungan dengan usaha. C 3 bentukbentuk 3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk energi dan energi. contohnya dalam C 1 Mengaplikasikan konsep energi dan perubahannya dalam Membedakan konsep energi kinetik dan energi potensial konsep kekekalan energi. hubungan antara daya, kecepatan, dan usaha. penerapan daya dalam 4. Menentukan konsep perubahan energi dalam kehidupan seharihari. C 3 5. Menjelaskan konsep energi C kinetik dan energi potensial Memecahkan soal-soal yang berhubungan dengan energi C 3 kinetik. 7. Memecahkan soal-soal yang berhubungan dengan energi C 3 potensial. 8. Menyebutkan bunyi hukum C kekekalan energi Mencontohkan hukum kekekalan energi dalam C Menjelaskan hubungan daya, C kecepatan, dan usaha Mencontohkan penerapan daya C dalam Memecahkan soal-soal yang berhubungan dengan daya. C 3

20 30 Tabel 2.6 TPK yang tidak digunakan dalam Penelitian Indikator Tujuan Pembelajaran Aspek hubungan usaha, gaya dan perpindahan hubungan usaha, gaya dan perpindahan Mengaplikasikan konsep energi dan perubahannya dalam Menjelaskan adanya energi potensial dan energi kinetik pada suatu benda yang bergerak. Menjelaskan kaitan antara usaha dan energi 1. Menjelaskan hubungan antara usaha, gaya, dan perpindahan. C 1 2. Menjelaskan pengertian energi C 1 3. Mencontohkan bentuk-bentuk energi dalam kehidupan seharihari. C 2 4. Mencontohkan perubahan energi dalam kehidupan seharihari C 2 5. Menjelaskan adanya energi potensial dan energi kinetik pada benda yang bergerak. C 1 6. Menjelaskan kaitan antara usaha dan energi. C 1

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, adanya pada saat penelitian dilakukan.

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, adanya pada saat penelitian dilakukan. BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 48 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif merupakan pendekatan yang menekankan analisisnya pada datadata

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif merupakan pendekatan yang menekankan analisisnya pada datadata 56 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang menekankan analisisnya pada datadata

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga. dengan grafik, bagan, gambar atau tampilan lain.

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga. dengan grafik, bagan, gambar atau tampilan lain. 39 A III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan 54 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kauntitatif adalah suatu pendekatan yang mengupas permasalahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan grafik, bagan, gambar atau tampilan lain. 66

BAB III METODE PENELITIAN. dengan grafik, bagan, gambar atau tampilan lain. 66 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode 60 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. 1

BAB III METODE PENELITIAN. data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. 1 33 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari

BAB III METODE PENELITIAN. dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode

BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian

BAB III METODE PENELITIAN. data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian 22 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari

BAB III METODE PENELITIAN. adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari 28 BB III METODE PENELITIN. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah

BAB III METODE PENELITIAN. menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga

BAB III METODE PENELITIAN. penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 34. Rancangan penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group

BAB III METODE PENELITIAN. berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 34. Rancangan penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode ini disebut metode kuantitatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 48 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Desain Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif karena pendekatan ini adalah untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuasi

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuasi 34 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. adalah pendekatan yang data penelitiannya berupa angka-angka, pengumpulan

BAB III METODE PENELITIAN. adalah pendekatan yang data penelitiannya berupa angka-angka, pengumpulan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan metode penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang data penelitiannya berupa angka-angka, pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. PendekatandanJenisPenelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang diperoleh berupa angka aktivitas guru dan siswa, keterampilan proses

BAB III METODE PENELITIAN. yang diperoleh berupa angka aktivitas guru dan siswa, keterampilan proses BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu hasil penelitian yang diperoleh berupa angka aktivitas guru dan siswa, keterampilan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Waktu penelitian yang Peneliti laksanakan selama 2 (dua) bulan, yaitu dari tanggal 24 Agustus 2015 sampai dengan 24 Oktober

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 45 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Desain Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta

BAB III METODE PENELITIAN. mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang diperoleh berupa angka pengelolaan pembelajaran, motivasi siswa,

BAB III METODE PENELITIAN. yang diperoleh berupa angka pengelolaan pembelajaran, motivasi siswa, 46 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu hasil penelitian yang diperoleh berupa angka pengelolaan pembelajaran, motivasi siswa,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 46 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar dengan bahasa akhlak dalam menyelesaikan persoalan penjumlahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 oktober sampai 18

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 oktober sampai 18 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 oktober sampai 18 desember 2013 di MTs Muslimat NU Palangka Raya tahun ajaran 2013/2014. B. Pendekatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. 1

BAB III METODE PENELITIAN. penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. 1 39 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Oktober 2015 sampai dengan bulan November menginterpretasi kualitas objek yang diamati mengenai situasi-situasi atau

BAB III METODE PENELITIAN. Oktober 2015 sampai dengan bulan November menginterpretasi kualitas objek yang diamati mengenai situasi-situasi atau 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di MTs Muslimat NU Palangka Raya tahun ajaran 2015/2016. Pelaksanaan penelitian adalah pada bulan Oktober 2015

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tumbuhan. Waktu penelitian selama 2 bulan yaitu dari bulan Agustus sampai

BAB III METODE PENELITIAN. Tumbuhan. Waktu penelitian selama 2 bulan yaitu dari bulan Agustus sampai BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MTsN-1 Mentaya Hilir Selatan tahun ajaran 2012/2013 di kelas VIII C semester I tentang pokok bahasan Gerak Pada Tumbuhan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan tujuan meningkatkan mutu atau pemecahan masalah pada sekelompok subyek

BAB III METODE PENELITIAN. dengan tujuan meningkatkan mutu atau pemecahan masalah pada sekelompok subyek BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diartikan sebagai penelitian yang berorientasi pada penerapan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian 41 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Penelitian kuasi eksperimen bukan merupakan penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan interprestasi terhadap data yang ditemukan dilapangan yang menekankan

BAB III METODE PENELITIAN. dengan interprestasi terhadap data yang ditemukan dilapangan yang menekankan 44 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian PTK ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif deskriptif disini adalah penelitian yang hasil datanya lebih berkenaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Bentuk Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif deskriptif yang bersifat korelasional, yakni penelitian yang meneliti tentang ada tidaknya hubungan antara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 4 Oktober 2014 di

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 4 Oktober 2014 di BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 4 Oktober 2014 di SMPN 3 Selat di Kuala Kapuas, Desa Terusan Karya Kecamatan Bataguh Kabupaten

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk Penelitian Kuantitatif dengan metode quasi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk Penelitian Kuantitatif dengan metode quasi 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk Penelitian Kuantitatif dengan metode quasi experiment. Desain ini akan mengukur pengaruh metode simulasi pada materi sistem

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu. Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu. Penelitian eksperimen semu merupakan pendekatan penelitian kuantitatif yang tidak diberikan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dan respon terhadap kegiatan belajar mengajar. 24 Inti dari penelitian ini adalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dan respon terhadap kegiatan belajar mengajar. 24 Inti dari penelitian ini adalah BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu hasil penelitian yang diperoleh berupa angka pengelolaan pembelajaran, ketuntasan hasil belajar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan bulan. September 2013 di MTs Islamiyah Palangka Raya.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan bulan. September 2013 di MTs Islamiyah Palangka Raya. 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan bulan September 2013 di MTs Islamiyah Palangka Raya. B. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian komparatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian komparatif adalah penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang data penelitiannya berupa angka-angka, pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 23

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 23 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode ini disebut metode kuantitatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. aktivitas guru, aktivitas siswa, hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis.

BAB III METODE PENELITIAN. aktivitas guru, aktivitas siswa, hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis. 51 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Jenis Penelitian Penelitian yang akan dilaksanakan adalah penelitian deskriptif dan komparatif. Kedua jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan termasuk jenis penelitian quasi eksperiment.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan termasuk jenis penelitian quasi eksperiment. 54 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan termasuk jenis penelitian quasi eksperiment. Penelitian quasi eksperiment adalah pendekatan penelitian kuantitatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuasi eksperimen. Dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuasi eksperimen. Dalam 35 A. Jenis Dan Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuasi eksperimen. Dalam penelitian ini menggunakan desain eksperimen The Nonequivalent Control Group

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan teknik analisis komparatif. Penelitian komparatif diarahkan untuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 yaitu mulai tanggal 13 Januari sampai 29 Januari 2014 di SMP N 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 yaitu mulai tanggal 13 Januari sampai 29 Januari 2014 di SMP N 1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 yaitu mulai tanggal 13 Januari sampai 29 Januari 2014 di SMP N 1 Kampar

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment)

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) III. METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain pretest-posttest control group design. Menurut Sugiyono (2012:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data,

BAB III METODE PENELITIAN. yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Menurut Sugiyono, penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2014/2015 pada tanggal 10 Oktober Januari 2015 di SMA Negeri 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2014/2015 pada tanggal 10 Oktober Januari 2015 di SMA Negeri 1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2014/2015 pada tanggal 10 Oktober 2014 05 Januari 2015 di SMA Negeri 1 Rimba Melintang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan 39 BAB III METODE PENELITIAN A. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

III METODE PENELITIAN

III METODE PENELITIAN III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode yang Digunakan Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen menurut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Metodologi Penelitian Pendekatan yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dan jenis penelitiannya Quasi Ekperimen. Dimana peneliti ingin

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mencari hubungan dan menjelaskan sebab-sebab perubahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penuh. Desain yang digunakan peneliti adalah Pretest-Posttest Control Group

BAB III METODE PENELITIAN. penuh. Desain yang digunakan peneliti adalah Pretest-Posttest Control Group BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experiment), dimana variabel penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh. Desain yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain yang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain yang 43 BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang dipilih

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Se-Gugus Gajah Mada Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar yang terdiri dari 8 SD.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta

BAB III METODE PENELITIAN. mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta 37 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penuh. Desain yang digunakan peneliti adalah Pretest-Posttest Control Group

BAB III METODE PENELITIAN. penuh. Desain yang digunakan peneliti adalah Pretest-Posttest Control Group BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experiment), dimana variabel penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh. Desain

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatifeksperimen, karena penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. 1. Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Penerapan Model pembelajaran

BAB IV HASIL PENELITIAN. 1. Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Penerapan Model pembelajaran 54 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Hasil Penelitian 1. Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Penerapan Model pembelajaran Kooperatif Tipe The Power of Two Peningkatatan hasil belajar siswa diperoleh setelah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN R X O 1 R O 2

BAB III METODE PENELITIAN R X O 1 R O 2 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif yang merupakan metode eksperimen berdesain posttest-only control design, karena tujuan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian deskriptif. Menurut Nazir (2009:54) Metode deskriptif adalah suatu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian deskriptif. Menurut Nazir (2009:54) Metode deskriptif adalah suatu BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif. Menurut Nazir (2009:54) Metode deskriptif adalah suatu metode dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. untuk menghasilkan suatu produk di bidang pendidikan. Sugiyono. menyatakan bahwa penelitian pengembangan adalah

BAB III METODE PENELITIAN. untuk menghasilkan suatu produk di bidang pendidikan. Sugiyono. menyatakan bahwa penelitian pengembangan adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Model Pengembangan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan suatu produk di bidang pendidikan. Sugiyono menyatakan bahwa penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen bentuk quasi eksperimental design, kelompok kontrol tidak dapat

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN 14 BAB II METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang mulai dari pengumpulan data, penafsiran,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Jenis penelitian ini menggunakan Pre-Experimental Design dengan bentuk One-Shoot Case Study (Studi Kasus Satu Tembakan) dimana dalam design penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mempengaruhi pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mempengaruhi pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Bentuk penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimen karena peneliti tidak mampu mengontrol semua variabel yang mungkin dapat mempengaruhi pemahaman

Lebih terperinci

X O 1. Keterangan : O 1 O 2

X O 1. Keterangan : O 1 O 2 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang termasuk dalam jenis pendekatan pre-eksperimen dengan desain intact-group

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Nana (2009: 52) metode penelitian merupakan rangkaian cara

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Nana (2009: 52) metode penelitian merupakan rangkaian cara 27 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Menurut Nana (2009: 52) metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 34 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pre-experimental. Alasan penggunaan metode ini dikarenakan keadaan yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 pada tanggal 20 September 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 pada tanggal 20 September 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 pada tanggal 20 September 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013 di SMP

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan quasi experiment, rancangan yang digunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan quasi experiment, rancangan yang digunakan 43 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan quasi experiment, rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest Eqiuvalent Group Design,

Lebih terperinci

B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 September sampai 31 Oktober 2014.

B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 September sampai 31 Oktober 2014. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan pada penelitian kali ini adalah penelitian kuantitatif dan berjenis eksperimen. Penelitian kuantitaif merupaka perhitungan statistik

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Penelitian kuantitatif

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahan dalam menafsirkan beberapa istilah yang digunakan sebagai variabel dalam penelitian ini, maka diperlukan penjelasan tentang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. peneliti tidak mampu mengontrol sepenuhnya variabel-variabel yang mungkin

BAB III METODE PENELITIAN. peneliti tidak mampu mengontrol sepenuhnya variabel-variabel yang mungkin 42 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan Quasi Eksperimen, hal ini disebabkan peneliti tidak mampu mengontrol sepenuhnya variabel-variabel yang mungkin dapat mempengaruhi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena peneliti tidak mampu mengontrol semua variabel yang mungkin dapat mempengaruhi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif dan keterampilan proses sains siswa pada pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. subyek yang akan diteliti, teknik-teknik pengumpulan data, prosedur pengumpulan

BAB III METODE PENELITIAN. subyek yang akan diteliti, teknik-teknik pengumpulan data, prosedur pengumpulan BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 1 Metode penelitian dalam makna yang lebih luas bisa berarti rancangan penelitian.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dimulai pada bulan September 2013 sampai dengan bulan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dimulai pada bulan September 2013 sampai dengan bulan BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dimulai pada bulan September 2013 sampai dengan bulan Oktober 2013. 2. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan 37 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan menggunakan desain Control Group Design. Dalam desain ini terdapat dua kelompok

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris disebut Classroom Action Research (CAR). Penelitian tindakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Metode Penelitian dan Desain Penelitian. mengumpulkan data penelitiannnya (Arikunto, 2006: 160).

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Metode Penelitian dan Desain Penelitian. mengumpulkan data penelitiannnya (Arikunto, 2006: 160). BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian dan Desain Penelitian Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannnya (Arikunto, 2006: 160). Dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah menjawab permasalahan yang telah dipaparkan pada Bab I. Berdasarkan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh. Desain yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh. Desain yang A. Desain Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen, dimana variabel penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh. Desain yang digunakan peneliti

Lebih terperinci