JSIKA Vol. 5, No. 8, Tahun 2016 ISSN X

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "JSIKA Vol. 5, No. 8, Tahun 2016 ISSN X"

Transkripsi

1 JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016 ISSN X Rancang Bangun Sistem Infrmasi Perencanaan dan Pengadaan Kebutuhan Bahan Baku dengan Menggunakan Metde Lt Fr Lt pada PT Bukit Baja Anugrah Sari Zetari Irawan 1) Arifin Puji Widd 2) Henry Bambang Setyawan 3) S1 / Jurusan Sistem Infrmasi Kekhususan Kmputerisasi Akuntansi Institut Bisnis dan Infrmatika STIKOM Surabaya Jl. Raya Kedung Baruk 98 Surabaya, ) 2) 3) Abstrak: PT Bukit Baja Anugrah is a cmpany in the manufacturing f pipes. As lng as cmpanies are experiencing delays in the fulfillment f custmer rders. This is because in determining the rder fulfillment time is still based n estimates and rders directly frm the manager in the purchase f raw material requirements, s there is n recrding in detail the structure f the prduct requirements and checking f raw materials is nt dne n a regular basis als resulted in a shrtage r excess raw materials. Based n these prblems, then made the infrmatin system planning raw material requirements by using Lt Fr Lt. In the raw material requirements planning system there are sme prcesses, namely the prcess f receiving data MPS where the infrmatin btained in the frm f raw material needs and schedule pre-defined messages, the prcess f recrding the initial raw material inventry and prcess MRP (Material Requirement Planning). In the prcess there is a prcess that MRP Netting, Lt Sizing, Offsetting and Explding. Based n the infrmatin system created by the testing that has been dne, then this infrmatin system can meet the needs f raw materials needed fr the prductin prcess, especially in prducing a raw material requirements planning as any raw materials that must be rdered, hw much, and when the raw materials have t be rdered. And infrmatin systems have resulted in reprts f raw material requirements planning, inventry status reprts and reprts planned purchase f raw materials. Keywrds: Material Requirements Planning, Lt Fr Lt, MRP. PT Bukit Baja Anugrah merupakan perusahaan bergerak di bidang manufaktur/industri yang memprduksi pipa sesuai dengan pesanan pelanggan (jb rder). Perusahan ini berada di JL. Mayjend Sungkn N. 5 Blk B Gresik. Usaha ini diris kurang lebih dua puluh tahun yang lalu. Perusahan merupakan Business t business (B2B) yang menjelaskan sebuah transaksi yang melibatkan usaha / bisnis / perusahaan yang menyediakan prduk dan layanan untuk usaha / perusahaan lain. Terdapat beberapa jenis pipa dengan 30 macam ukuran jenis pipa dan plat yang dapat digunakan pada suatu pryek. Perusahaan manufaktur ini memprduksi prduk yaitu pipa, dimana prses prduksi yang dijalankan yaitu dengan memrses bahan baku berupa besi atau cil. Jenis bahan baku (cil) yang ada seperti HR (Hitam), GAS (Galvanil), CR (Putih), GIS (Galvanize) perbedaan pada warna, kualitas bahan dan kelunakan bahan. Prses ini dimulai dari pesanan pelanggan akan dicatat leh bagian sales rder yang dilah menjadi kebutuhan bahan baku untuk dilakukan prses prduksi, kemudian pengecekan ketersediaan bahan baku leh bagian gudang. Jika ketersediaan bahan baku masih ada akan langsung prses untuk diprduksi, apabila ketersediaan bahan baku tidak mencukupi maka bagian pembelian melakukan pemesanan kebutuhan bahan baku. Banyaknya pemesanan pelanggan yang diterima perusahaan mengakibatkan pembelian bahan baku yang dilakukan selama ini dengan perkiraan atau dengan hasil prduksi dengan kapasitas yang telah diprses pada peride sebelumnya. Dikarenakan tidak ada pencatatan yang dijadwalkan secara terstruktur tentang kegiatan prduksi maka bahan baku yang akan dibutuhkan juga tidak dapat terinci dengan baik. Kurangnya merencanakan suatu jadwal prduksi yang tidak tepat mengakibatkan permaan pelanggan terus diterima leh perusahaan dengan jatuh yang diinginkan leh pelanggan tanpa melihat pesanan yang harus diprses JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016, ISSN X Page 1

2 JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016 ISSN X dengan jatuh temp yang sama tetapi kuantitas prduk yang lebih banyak dengan jenis bahan baku berbeda. Dan pembelian bahan baku sesekali dibeli dari perah atasan. Kekurangan persediaan akan menghambat prses prduksi dan kelebihan bahan baku juga dihindari leh perusahaan karena menyebabkan tertanamnya investasi pada persediaan. Oleh karena itu perusahaan harus dapat memenuhi kebutuhan bahan baku pada saat yang sesuai dengan minimal setiap item. Hal ini berdampak pada keterlambatan waktu prses dalam pemenuhan pesanaan pelanggan, keterlambatan tersebut prsentase sekitar 46%. Keterlambatan prduksi pada tahun 2015 peride Januari-Juni terjadi keterlambatan sebanyak 48 kali dari 105 jenis prduksi, sehingga diperlleh 48: 105 = 0,457. Dari hasil perbandingan tersebut dapat diketahui bahwa tingkat keterlambatan di PT. Bukit Baja Anugrah ini mencapai 0,457 x 100% = 45, 7%. Dengan demikian diperlukannya suatu perencanaan bahan baku untuk dapat memenuhi prses alahan bahan baku yang akan diprduksi. Berdasarkan permasalahan yang ada di latar belakang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan baku sesuai dengan waktu yang akan diprses untuk memenuhi pesanan pelangggan, maka dibuatlah rancang bangun sistem infrmasi perencanaan dan pengadaan kebutuhan bahan baku dengan menggunakan metde Lt Fr Lt. Perencanaan kebutuhan material dimaksudkan mampu mengendalikan apa saja yang dibutuhakan, berapa jumlah bahan baku yang diperlukan, kapan bahan baku dapat di terima, dengan pembelian bahan baku sesuai dengan apa yang dibutuhkan saja sehingga tidak menyebabkan biaya simpan. Dengan adanya sistem tersebut diharapkan perusahaan mampu memenuhi kebutuhan bahan baku yang dibutuhkan. Tujuan dari sistem ini adalah dapat memberikan sebuah sistem infrmasi perencanaan dan pengadaan kebutuhan bahan baku kepada perusahaan, serta sistem infrmasi tersebut dapat menghasilkan lapran-lapran diantaranya yaitu: lapran kebutuhan bahan baku, lapran perencanaan kebutuhan bahan baku per peride, lapran perencanaan kebutuhan bahan baku per minggu lapran perencanaan kebutuhan bahan baku per prduk, lapran status persediaan lapran rencana pembelian bahan baku. Perhitungan Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku: Menurut Tanuwijaya (2012) knsep dari perhitungan dari perencanaan kebutuhan bahan baku dari banyaknya jumlah item pada Bill Of Material, ditambah dengan prduk jadi itu sendiri. Berikut langkah-langkah dalam perhitungan rencana kebutuhan bahan baku: - Netting Prses mencari jumlah kebutuhan bersih pada item yang bisa diperleh dari mengurangi kebutuhan ktr dengan inventri yang ada dan penerimaan yang akan terjadi: NR = GR (SR+OHI) di mana: NR = Kebutuhan bersih GR = Kebutuhan ktr SR = Pesanan terjadwal OHI = Jumlah persediaan awal - Ltsizing Prses mendapatkan jumlah bahan baku atau ukuran lt untuk memenuhi: NR = POR di mana: NR = Kebutuhan bersih POR = Rencana penerimaan atau penerimaan pemesanan yang direncanakan. POR tergantung pada metde Ltsizing yang dipilih. Metde Ltsizing yang digunkana adalah Lt Fr lt, yaitu jumlah item yang dibutuhkan, sesuai dengan kebutuhan bersih - Offsetting Prses menetapkan waktu kapan suatu rder harus dilakukan (diperhitungkan dengan Lead Time). PORt = PORlt di mana: PORt = Rencana penerimaan PORlt = Rencana pemesanan pada peride t + lead time (waktu tunggu). - Explding Prses menghitung kebutuhan item yang mempunyai level yang lebih JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016, ISSN X Page 2

3 JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016 ISSN X bawah. Data BOM sangat memegang peranan, karena atas dasar BOM inilah prses Explding ini berjalan. Kmpnen-Kmpnen MRP: - Grss Requirement, menurut Sfyan, Diana K. merurpakan keseluruhan jumlah item yang diperlukan, termasuk kebutuhan yang diantisipasi pada suatu peride waktu. GR = Jumlah kebutuhan - Schedule Receipts, menurut Katherine & S.Yukie merupakan jumlah item yang akan diterima pada suatu peride sebagai rder yang telah dipesan dari supplier maupun dari rder prduksi. SR = Jumlah yang diterima - On Hand Inventry, menurut Gaspersz merupakan kuantitas yang diharapkan ada dalam inventri pada akhir peride. Dengan rumus: OHI = OHI awal + SR + POR GR - Net Requirement, merupakan jumlah kebutuhan bersih. NR = GR + SR- OHI peride sebelumnya. - Planned Order Receipts, menurut Gaspersz merupakan kuantitas pesanan pengisian kembali (pesanan pembelian) yang telah direncanakan leh MRP untuk memenuhi kebutuhan bersih. POR = NR - Planned Order Releases, menurut Katherine & S.Yukie merupakan rencana pemesanan pasa suatu level atau tingkat menentukan kebutuhan ktr pada level dibawahny. PORlt = POR + Lead Time Rencana Pembelian Merencanakan pembelian item-item bahan baku yang dibutuhkan dengan waktu pesan yang telah ditentukan pada prses perhitungan Lt Fr Lt. Menurut Tanuwijaya (2012): PORlt = Rencana pemesanan pada peride t + lead time (waktu tunggu). Hierarchy plus Input-Prcess-Output Hierarchy plus Input-Prcess-Output (HIPO) atau yang dapat disebut diagram jenjang merupakan gambaran secara umum sistem infrmasi perencanaan kebutuhan bahan baku yang terdapat dalam data flw diagram (DFD). Adapun secara garis besar, diagram berjenjang yang membangun sistem dapat digambarkan sebagai berikut: 1 Master 1.1 MPS 1.2 Persediaan Awal 0 Sistem Infrmasi Perencaan Kebutuhan Bahan Baku 2 Transaksi 2.1 Permaan Barang 2.2 Rencana Pembelian Gambar 1. HIPO 3 Cetak Lapran 3.1 Lapran Kebutuhan Bahan Baku 3.2 Lapran Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Per Peride 3.3 Lapran Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Per Prduk 3.4 Lapran Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Per Minggu 3.5 Lapran Status Persediaan 3.6 Lapran Rencana Pembelian Gambar Hierarchy plus Input-Prcess- Output tedapat klm master yang berisi MPS dan persediaan bahan baku awal. Klm transaksi terdapat prses permaan barang yang akan diprses menjadi kebutuhan bahan baku, dan transaksi rencana kebutuhan bahan baku dimana prses tersebut menggunakan material requirement planning dengan metde ltsizing yaitu lt fr lt. Klm terakhir merupakan klm lapran yang berisi lapran perencanaan kebutuhan bahan baku per peride, lapran perencanaan kebutuhan bahan baku per JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016, ISSN X Page 3

4 JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016 ISSN X minggu, lapran perencanaan kebutuhan bahan baku per prduk, lapran kebutuhan bahan baku, lapran status persediaan, dan lapran pembelian. Cntext Diagram Data Flw Diagram Level 0 Gambar 2. Cntext Diagram Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Pada cntext diagram sistem infrmasi perencanaan kebutuhan bahan baku tersebut terdapat empat external entity. Yang merupakan fungsinalitas dari PT. Bukit Baja Anugrah yaitu: bagian prduksi, gudang, pembelian dan manager. Inputan yang digunakan yaitu data MPS (Master Prductin Scheduling), persediaan awal bahan baku, data supplier. Inputan tersebut akan dilah dalam prses permaan barang dimilai dari bagian prduksi memberikan lapran data MPS atas kebutuhan bahan baku yang diperlukan untuk prses prduksi. Kemudian diprses ke dalam prses rencana kebutuhan bahan baku untuk dilakukan nya perencanaan kebutuhan bahan baku dan rencana pembelian. Sistem memberikan infrmasi berupa lapran lapran kebutuhan bahan baku, lapran perencanaan kebutuhan bahan baku per peride, lapran perencanaan kebutuhan bahan baku per minggu lapran perencanaan kebutuhan bahan baku per prduk, lapran status persediaan lapran rencana pembelian bahan baku. Gambar 3. Data Flw Diagram L-0 Data flw diagram merupakan alur dari sistem yang decmpause dari cntext diagram. Pada prses kesatu terdapat prses permaan barang, dimana prses tersebut mendapat inputan berupa data MPS dan data persediaan awal. Kemudian menghasilkan lapran status persediaan dan lapran kebutuhan bahan baku. Data flw diagram pada prses kedua yaitu prses rencana kebutuhan bahan baku. Dimana prses tersebut merupakan prses perhitungan MRP dengan menggunakan metde ltsizing yaitu lt fr lt. Setelah melakukan perhitungan perencanaan kebutuhan bahan baku tersebut maka prses selanjutnya melakukan rencana pembelian bahan baku berdasarkan planned rder reales. Entity Relatinship Diagram (ERD) ERD adalah suatu mdel/diagram yang dipergunakan untuk menggambarkan dan menjelaskan hubungan antara entity dalam suatu JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016, ISSN X Page 4

5 JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016 ISSN X sistem. Berikut terdapat CDM dan PDM dari sistem yang akan dibuat: CDM CDM menggambarkan struktur data mdel secara detail dalam bentuk lgik/knsep rancangan pembuatan database yang terdiri dari beberapa entitas dan hubungan antar entitas tersebut id mps nmr_pemesanan item prduk jenis_prduk jenis_bhnbaku jumlah prduk tgl_pesan jumlah pesan tgl_prduksi tgl_selesai MPS Variable characters (10) Variable characters (10) Flat (10) Date Date Date Id_BOM Jumlah Id_Prduk Nama_Prduk Grade Berat_prduk Status_prduk Bentuk BOM Prduk Variable characters (30) Variable characters (100) Variable characters (30) Variable characters (30) melakukan Id_Persediaan bahanbaku jumlah_persediaan satuan Id_MRP GR SR OHI NR POR PORel Tgl_Perencanaan Tgl_Pemenuhan Keterangan ' MRP Persediaan Flat (10) Variable characters (8) Variable characters (50) Date & Time Date & Time Variable characters (100) Gambar 4. CDM Relatinship_7 PDM PDM terbentuk dari CDM (Cnceptual Data Mdel) yang menggambarkan tabel-tabel penyusun field-field yang terdapat pada setiap tabel. Pada PDM tabeltabel telah siap digunakan dan diimplementasikan pada sistem. PDM berguna untuk membantu dalam membuat database. FK_MPS_MEMILIKIM_BAHAN_BA id mps Id_BOM nmr_pemesanan item prduk jenis_prduk jenis_bhnbaku jumlah prduk tgl_pesan jumlah pesan tgl_prduksi tgl_selesai MPS varchar(10) varchar(10) flat(10) FK_MPS_MEMILIKI_BOM Id_BOM Id_Prduk Jumlah FK_BOM_MEMILIKIB_BAHAN_BA <fk2> <fk1> BOM <fk2> <fk1> FK_BOM_MEMILIKIP_PRODUK FK_PERSEDIA_RELATIONS_BAHAN_BA Id_Persediaan bahanbaku jumlah_persediaan satuan Persediaan FK_MRP_MELAKUKAN_MPS Id_MRP id mps Id_Persediaan GR SR OHI NR POR PORel Tgl_Perencanaan Tgl_Pemenuhan Keterangan flat(10) varchar(8) <fk> FK_MRP_MEMILIKI PERSEDIA MRP varchar(50) varchar(100) <fk2> <fk1> melakukan Jenis_bahan_baku Nama_bhanbaku berat lebar tebal Jumlah_bahan Status_bahan ID_Supplier Nama Supplier Alamat N_Tlfn Bahan Baku id_pembelian bahan_baku harga beli Ttal_bahanbaku Detail Pembelian Supplier Jenis_bahan_baku Nama_bhanbaku berat lebar tebal Jumlah_bahan Status_bahan Variable characters (30) Variable characters (50) Variable characters (15) Lng variable characters (20) Pembelian Variable characters (50) Variable characters (50) Number (15) Bahan Baku id_pembelian Id_MRP FK_PEMBELIA_MELAKUKAN_MRP ID_Supplier bahan_baku harga beli Ttal_bahanbaku varchar(50) varchar(15) FK_DETAIL_P_DETAIL_PE_BAHAN_BA id_pembelian Jumlah Bahan baku Detail Pembelian FK_DETAIL_P_DETAIL_PE_PEMBELIA Pembelian varchar(50) <pk,fk1> <pk,fk2> <fk1> <fk2> FK_PEMBELIA_MEMILIKI1_SUPPLIER HASIL DAN PEMBAHASAN Aplikasi yang dibangun untuk memberikan slusi permasalahan dan menghasilkan lapran lapran dan infrmasi yang mendukung untuk pengambilan keputusan yaitu: 1. Data MPS Data MPS yang diterima berisi tentang infrmasi pesanan pelanggan, jumlah prduk yang dibutuhkan, tanggal pesan (tanggal dibutuhkan) dan bahan baku yang digunakan untuk prses prduksi. Diambil cnth pada tanggal pesan : Diketahui pemesanan pelanggan: - Pipa jenis prduk GIS (Galvanil) - Pipa ukuran 3,5 x 3,5 - Lebar bahan 0,6 mm - Tebal bahan mm - Jumlah pesanan prduk 3000 pipa besi 2. Persediaan Bahan Baku (Awal) Pencatatan persediaan bahan baku awal akan menyimpan data persediaan yang terdapat pada perusahaan. Semua data jenis bahan baku akan tersimpan pada database. Persediaan awal pada bahan baku cil jenis GIS pada tanggal sebesar 40,2 Tn. 3. Prses Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Prses ini menampilkan infrmasi perencanaan setiap bahan baku yang akan dibutuhkan. Perencanaan kebutuhan bahan baku pada cil sebagai berikut: Prduk Id_Prduk Nama_Prduk varchar(100) Grade Berat_prduk Status_prduk Bentuk Supplier ID_Supplier Nama Supplier varchar(50) Alamat varchar(50) N_Tlfn numeric(15) Gambar 5. PDM JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016, ISSN X Page 5

6 JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016 ISSN X Gambar 4. Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku pada cil Prses perhitungan: - GR (Grss Requirement) atau kebutuhan ktr dibutuhkan pada tanggal = 34.8 Tn - SR (Schedule Receipt) = - - OHI (On Hand Inventry) awal pada tanggal = 40.2 Tn, sisa sejumlah 5.4 Tn pada tanggal karena telah dikurangi dengan jumlah GR. - NR (Net Requirement) pada tanggal = 0, karena OHI masih tersedia maka kebutuhan bersih telah terpenuhi, jika OHI bernilai 0 maka NR=GR. - POR (Planned Order Receipt) atau kapan rencana bahan baku diterima/dibutuhkan pada tanggal = 0 - PORel (Planned Order Release) atau rencana kapan bahan baku dipesan= 0, karena setiap bahan baku mempunyai lead time 2 hari maka PORel jatuh pada tanggal Prses Rencana Pembelian Prses rencana pembelian akan menampilkan suatu rencana pembelian dengan memilih peride tanggal pesan, jenis bahan baku yang akan dipesan, memilih supplier dan harga yang akan dibeli. 5. Lapran-lapran: Gambar 5. Rencana Pembelian a. Lapran Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Per Peride Lapran per peride ini menampilkan perencanaan kebutuhan bahan baku pada satu bulan, yaitu: prduk apa yang dipesan dan jumlah dari setiap bahan baku yang dibutuhkan. Gambar 6. Lapran Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Per Peride b. Lapran Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Per Minggu Lapran per minggu ini menampilkan perencanaan kebutuhan bahan baku pada perminggu, yaitu: prduk apa yang dipesan dan jumlah dari setiap bahan baku yang JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016, ISSN X Page 6

7 JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016 ISSN X dibutuhkan pada bulan apa di minggu keberapa. Gambar 9. Lapran Kebutuhan Bahan Baku Gambar 7. Lapran Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Per Minggu c. Lapran Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Per Prduk Lapran per prduk ini menampilkan perencanaan kebutuhan bahan baku pada perprduk, yaitu: mengetahui siapa yang memesan, prduk apa yang dipesan, berapa jumlah pesanan prduk, jumlah dari setiap bahan baku dan kapan tanggal rencana dibutuhkan dan tanggal rencana dipesan. e. Lapran Status Persediaan Lapran per prduk ini menampilkan statsu persediaan dari jumlah di pesan, jumlah diterima dan terpakai (untuk diprses sesuai kebutuhan) dan sisa. Gambar 10. Lapran Status Persediaan f. Lapran Rencana Pembelian Lapran perencanaan pembelian bahan baku ini memberikan infrmasi mengenai jumlah bahan baku dan ttal kebutuhan bahan baku yang harus dibeli pada peride yang dibutuhkan. Gambar 8. Lapran Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Per Prduk d. Lapran Kebutuhan Bahan Baku Lapran per prduk ini menampilkan kebutuhan bahan baku leh bagian prduksi. JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016, ISSN X Page 7

8 JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016 ISSN X Gaspersz, V. (2012). All-in-ne Prductin and Inventry Management Fr Supply Chain Prfessinal. Bgr: Vinchrist Publicatin Katherine, KS., & G, S.Yukie. (2002). Sistem Infrmasi Manajemen II: STIKOM Surabaya Sfyan, Diana. K. (2013). Perencanaan dan Pengendalian Prduksi. Ygyakarta: Graha Ilmu. Gambar 11. Lapran Rencana Pembelian SIMPULAN Dari hasil uji cba dan evaluasi sistem yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan dari Sistem Infrmasi Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku pada PT Bukit Baja Anugrah adalah sebagai berikut: sistem infrmasi dapat memenuhi kebutuhan bahan baku dan rencana pembelian. Sistem akan memberikan infrmasi lapran yaitu: lapran perencanaan kebutuhan bahan baku per peride, lapran perencanaan kebutuhan bahan baku per minggu, lapran perencanaan kebutuhan bahan baku per prduk, lapran status persediaan dan lapran rencana pembelian. Tanuwijaya, H., & Setyawan, H. B. (2012). Manajemen Prduksi dan Operasi. Surabaya: STIKOM Surabaya SARAN Dalam pembuatan sistem ini masih terdapat banyak kekurangan, untuk pengemabangan sistem lebih lanjut maka disarankan agar: 1. Sistem infrmasi perencanaan kebutuhan bahan baku ini dapat diperluas dan dikembangkan dengan analisis menggunakan metde ltsizing yang lainnya seperti ecnmic rder, quatity,part perid balancing, least unit cst, dan silver meal. 2. Sistem infrmasi perencanaan kebutuhan bahan baku ini dapat dikembangkan lagi menjadi sistem yang teregrasi dengan sistem lainnya seperti sistem keuangan. RUJUKAN JSIKA Vl. 5, N. 8, Tahun 2016, ISSN X Page 8

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. berdasarkan hasil survey di lapangan yang bertujuan untuk mengevaluasi

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. berdasarkan hasil survey di lapangan yang bertujuan untuk mengevaluasi BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Pada tahap ini menjelaskan tentang kondisi suatu perusahaan saat ini berdasarkan hasil survey di lapangan yang bertujuan untuk mengevaluasi permasalahan

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 5, No. 7, Tahun 2016 ISSN X

JSIKA Vol. 5, No. 7, Tahun 2016 ISSN X RANCANG BANGUN SISTEM INFOMASI PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU PADA UMKM SEPATU DAN SANDAL SUROSO Cahya Apriliana 1) Arifin Puji Widodo 2) Henry Bambang Setyawan 3) S1 / Jurusan Sistem Informasi Institut

Lebih terperinci

BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN. cara langsung menemui bagian PPQC (Production Planning and Quality Control)

BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN. cara langsung menemui bagian PPQC (Production Planning and Quality Control) BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Analisis Sistem Menganalisa adalah langkah awal dalam merandang dan membuat sistem baru. Langkah pertama yang dilakukan penulis yaitu melakukan bservasi ke lapangan secara

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 5, No. 11, Tahun 2016 ISSN X

JSIKA Vol. 5, No. 11, Tahun 2016 ISSN X RANCANG BANGUN APLIKASI PERENCANAAN PRODUKSI KEBUTUHAN BAHAN BAKU PADA CV. MITRA TECHNO SAINS BERBASIS WEB Kentdra Handyono 1) Sri Hariani Eko Wulandari 2) Rudi Santoso 3) S1 / Jurusan Sistem Informasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Identifikasi Masalah, Peluang dan Tujuan Tahap pertama yaitu melakukan identifikasi masalah dan melakukan pengumpulan data dengan cara wawancara pemilik perusahaan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 PENGERTIAN MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING (MRP) Menurut Gasperz (2004), Material Requirement Planning (MRP) adalah metode penjadwalan untuk purchased planned orders dan manufactured

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS_DAN_PERANCANGAN_APLIKASI. kontrak kru yaitu menggunakan metode System Development Lyfe Cycle (SDLC)

BAB III ANALISIS_DAN_PERANCANGAN_APLIKASI. kontrak kru yaitu menggunakan metode System Development Lyfe Cycle (SDLC) BAB III ANALISIS_DAN_PERANCANGAN_APLIKASI 3.1 Analisis Metde yang digunakan dalam pembutan Aplikasi pengendalian dkumen kntrak kru yaitu menggunakan metde System Develpment Lyfe Cycle (SDLC) mdel waterfall

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. praktek ini, baik di dalam memperoleh data, menyelesaikan, dan memecahkan

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. praktek ini, baik di dalam memperoleh data, menyelesaikan, dan memecahkan BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1. Prsedur Kerja Praktek Cara pengumpulan data yang akan digunakan untuk menyelesaikan kerja praktek ini, baik di dalam memperleh data, menyelesaikan, dan memecahkan permasalahan

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 5, No. 8, Tahun 2016 ISSN X

JSIKA Vol. 5, No. 8, Tahun 2016 ISSN X Rancang Bangun Sistem Informasi Penjadwalan Produksi Pada PT.Bukit Baja Anugrah Chafida Muzdalifah 1) Arifin Puji Widodo 2) Henry Bambang Setyawan 3) S1 / Jurusan Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem aplikasi penjualan dan pembelian pada UD. Tirta Samudra ini

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem aplikasi penjualan dan pembelian pada UD. Tirta Samudra ini BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan analisis dan perancangan sistem aplikasi penjualan dan pembelian pada UD. Tirta Samudra ini menggunakan metde System Develpment

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. yang ada pada perusahaan ini. Pembahasan pada bagian ini dimulai dari landasan

BAB II LANDASAN TEORI. yang ada pada perusahaan ini. Pembahasan pada bagian ini dimulai dari landasan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini digunakan landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang ada pada perusahaan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Material Requirements Planning 2.1.1 Definisi MRP MRP adalah dasar komputer mengenai perencanaan produksi dan inventory control. MRP juga dikenal sebagai tahapan waktu perencanaan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM. material tersebut. untuk lebih jelasnya dapat dilihat document flow pada gambar 3.1

BAB III ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM. material tersebut. untuk lebih jelasnya dapat dilihat document flow pada gambar 3.1 BAB III ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Permasalahan Sesuai dengan latar belakang masalah di atas diketahui permasalahan yang ada selama ini adalah proses pengadaan material dilakukan setiap

Lebih terperinci

BAB V MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING

BAB V MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING BAB V MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING 5.1. Pengertian Material Requirements Planning (MRP) Menurut Gasperz (2004), Material Requirement Planning (MRP) adalah metode penjadwalan untuk purchased planned orders

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 5, No. 9, Tahun 2016 ISSN X

JSIKA Vol. 5, No. 9, Tahun 2016 ISSN X JSIKA Vl. 5, N. 9, Tahun 2016 ISSN 2338-137X Rancang Bangun Sistem Prduksi Dengan Menggunakan Metde EARLIEST DUE DATE Pada CV TIDAR JAYA Citra Prasetya 1) Dr. Jusak 2) Valentinus Rby Hanant 3) Fakultas

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. kerja praktek di CV. Sinergi Design adalah melakukan pengenalan terhadap

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. kerja praktek di CV. Sinergi Design adalah melakukan pengenalan terhadap BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Identifikasi Masalah Sebelum melakukan prses analisa, tahapan pertama ketika melakukan kerja praktek di CV. Sinergi Design adalah melakukan pengenalan terhadap perusahaan

Lebih terperinci

ANALISA PERANCANGAN SISTEM INVENTORY GUNA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA. Antoni Yohanes Dosen Fakultas Teknik Universitas Stikubank Semarang

ANALISA PERANCANGAN SISTEM INVENTORY GUNA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA. Antoni Yohanes Dosen Fakultas Teknik Universitas Stikubank Semarang 2010 Antni Yhanes 1 ANALISA PERANCANGAN SISTEM INVENTORY GUNA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA Antni Yhanes Dsen Fakultas Teknik Universitas Stikubank Semarang DINAMIKA TEKNIK Vl. IV, N. 1 Januari 2010

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan Pengertian mengenai Production Planning and Inventory control (PPIC) akan dikemukakan berdasarkan konsep sistem. Produksi

Lebih terperinci

sering dihadapi oleh petugas perpustakaan SD Muhammadiyah 4 Surabaya.

sering dihadapi oleh petugas perpustakaan SD Muhammadiyah 4 Surabaya. 24 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Metde Penelitian Pada bab ini menjelaskan mengenai tahapan-tahapan dalam merancang bangun Sistem Infrmasi Perpustakaan berbasis web pada SD Muhammadiyah

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Manajemen Permintaan Pada dasarnya manajemen permintaan (demand management) didefinisikan sebagai suatu fungsi pengelolaan dari semua permintaan produk untuk menjamin

Lebih terperinci

MANAJEMEN PERSEDIAAN. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) -EOQ. Prepared by: Dr. Sawarni Hasibuan. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen

MANAJEMEN PERSEDIAAN. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) -EOQ. Prepared by: Dr. Sawarni Hasibuan. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen MANAJEMEN PERSEDIAAN Modul ke: Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) -EOQ Fakultas FEB Prepared by: Dr. Sawarni Hasibuan Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Proses dalam MRP Bill of material (BOM)

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. agar pekerjaan jauh lebih efisien serta meminimalisir terjadinya human eror. Untuk

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. agar pekerjaan jauh lebih efisien serta meminimalisir terjadinya human eror. Untuk BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Berdasarkan hasil analisis sistem yang sedang berjalan pada CV. Sinergi Design, prses perhitungan gaji masih menggunakan rumus sendiri sehingga dalam prses pembuatan lapran

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak CV. Bintang Anggara Jaya

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak CV. Bintang Anggara Jaya BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 4.1 Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak CV. Bintang Anggara Jaya pada saat kerja praktek, maka dapat diketahui aplikasi pendukung yang dapat mengatasi

Lebih terperinci

BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN. pesanan barang oleh distributor. Saat ini, kegiatan pemesanan barang dimulai dari

BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN. pesanan barang oleh distributor. Saat ini, kegiatan pemesanan barang dimulai dari BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Analisis Sistem Aplikasi yang akan dibangun, digunakan leh bagian pemasaran tentang pesanan barang leh distributr. Saat ini, kegiatan pemesanan barang dimulai dari distributr

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 5, No. 11, Tahun 2016 ISSN X

JSIKA Vol. 5, No. 11, Tahun 2016 ISSN X JSIKA Vol. 5, No., Tahun 06 ISSN 338-37X ANALISIS DAN DESAIN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA CV. ANUGRAH JAYA SURABAYA Brilliani Ayunda Putri K.K ) Sri Hariani Eko W ) Rudy Santoso 3) Program Studi/Jurusan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. yang dibangun, dikembangkan dengan bahasa pemrograman visual basic.net

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. yang dibangun, dikembangkan dengan bahasa pemrograman visual basic.net BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1. Implementasi Kebutuhan Sistem Dalam melakukan tahap implementasi program dilakukan penerapan dari analisa dan perancangan sistem yang telah dibuat sebelumnya. Perangkat

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengelolaan Kas Fakultas Teknik Universitas 45 Surabaya memiliki

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengelolaan Kas Fakultas Teknik Universitas 45 Surabaya memiliki BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Pengellaan Kas Fakultas Teknik Universitas 45 Surabaya memiliki prsedur sistem yang sedikit berbeda dengan beberapa Fakultas. Hal ini diakibatkan karena sistem yang dijalankan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS_DAN_PERANCANGAN_SISTEM. berjalan pada CV. Azaria Abadi Permai saat ini, meliputi proses penjualan

BAB III ANALISIS_DAN_PERANCANGAN_SISTEM. berjalan pada CV. Azaria Abadi Permai saat ini, meliputi proses penjualan BAB III ANALISIS_DAN_PERANCANGAN_SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem bertujuan untuk menganalisis sistem yang ada atau yang berjalan pada CV. Azaria Abadi Permai saat ini, meliputi prses penjualan

Lebih terperinci

ANALISA PERANCANGAN SISTEM PERENCANAAN PENGENDALIAN PRODUKSI DAN PENGAWASAN BAHAN BAKU (PPIC)

ANALISA PERANCANGAN SISTEM PERENCANAAN PENGENDALIAN PRODUKSI DAN PENGAWASAN BAHAN BAKU (PPIC) 51 Dinamika Teknik Januari ANALISA PERANCANGAN SISTEM PERENCANAAN PENGENDALIAN PRODUKSI DAN PENGAWASAN BAHAN BAKU (PPIC) Firman Ardiansyah Ekanindiy, Antn Adhi Dsen Fakultas Teknik Universitas Stikubank

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 5, No. 9, Tahun 2016 ISSN X

JSIKA Vol. 5, No. 9, Tahun 2016 ISSN X JSIKA Vl. 5, N. 9, Tahun 2016 ISSN 2338-137X Rancang Bangun Aplikasi dan Pada UD. TIRTA SAMUDRA Muhammad Muzamil Indra Cahya 1) Haryant Tanuwijaya 2) Endra Rahmawati 3) Fakultas Teknik Infrmatika Prgram

Lebih terperinci

BAB V MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING

BAB V MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING BAB V MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING 5.1 Landasan Teori Perencanaan kebutuhan material (material requirements planning) merupakan metode perencanaan dan pengendalian pesanan dan inventori untuk item-item

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. termasuk dalam jadwal produksi induk. Contoh dari depended inventory adalah

BAB I PENDAHULUAN. termasuk dalam jadwal produksi induk. Contoh dari depended inventory adalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah. Banyak operasi manufaktur terutama pada tingkat kecil dan menengah dimanajemeni secara kacau, persediaan menumpuk, suku cadang/persediaan dipercepat/diperbanyak

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. berharga bagi yang menerimanya. Tafri (2001:8).

BAB II LANDASAN TEORI. berharga bagi yang menerimanya. Tafri (2001:8). BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Sistem informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 5, No. 11, Tahun 2016 ISSN X

JSIKA Vol. 5, No. 11, Tahun 2016 ISSN X JSIKA Vl. 5, N. 11, Tahun 2016 ISSN 2338-137X Rancang Bangun Aplikasi Analisis Kepuasan pada Badan Perpustakaan dan Kearsipan Prvinsi Jawa Timur Pangestika Ayu Ashari 1) Bambang Hariadi 2) Sulistiwati

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Dalam penyusunan tugas akhir ini dibutuhkan beberapa landasan teori sebagai acuan dalam penyusunannya. Landasan teori yang dibutuhkan antara lain teori tentang Sistem Informasi, teori

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Material Requirement Planning (MRP) Material Requirement Planning (MRP) adalah metode penjadwalan untuk purchased planned orders dan manufactured planned orders,

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM. ada selama ini adalah proses pengadaan material dilakukan setiap awal proyek

BAB III ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM. ada selama ini adalah proses pengadaan material dilakukan setiap awal proyek BAB III ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Permasalahan Sesuai dengan latar belakang masalah di atas diketahui permasalahan yang ada selama ini adalah proses pengadaan material dilakukan setiap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. Matrikstama Andalan Mitra, sebuah perusahaan perdagangan, yang beralamatkan di Jl. Daan Mogot KM.12 No.9 Jakarta

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. proses transaksi pada Rasyid English Course Denpasar.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. proses transaksi pada Rasyid English Course Denpasar. BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Identifikasi Permasalahan Sebelum prses analisa, tahapan yang terlebih dahulu dilakukan adalah identifikasi permasalahan yang terdiri dari survei, wawancara

Lebih terperinci

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) Definisi MRP adalah suatu teknik yang dipakai untuk merencanakan pembuatan/pembelian komponen/bahan baku yang diperlukan untuk melaksanakan MPS. MRP ini merupakan hal

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Berdasarkan System Development Life Cycle (SDLC) metode waterfall yang

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Berdasarkan System Development Life Cycle (SDLC) metode waterfall yang BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Berdasarkan System Develpment Life Cycle (SDLC) metde waterfall yang digunakan dalam pembuatan aplikasi penentuan harga jual, terdapat beberapa tahapan yang terdiri

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem. Nix Catering adalah perusahaan skala kecil yang bergerak di bidang jasa boga yang memiliki kapasitas produksi kurang lebih sekitar 10000 unit per bulan.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Berdasarkan dari hasil survey pada UD Chandra Group yang bertujuan untuk

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Berdasarkan dari hasil survey pada UD Chandra Group yang bertujuan untuk BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Pada tahap ini dijelaskan mengenai kndisi saat ini perusahaan. Berdasarkan dari hasil survey pada UD Chandra Grup yang bertujuan untuk mengindentifikasi

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Semua rganisasi membutuhkan aliran infrmasi yang membantu manajer untuk mengambil bermacam keputusan yang dibutuhkan. Aliran infrmasi ini diatur dan diarahkan dalam suatu sistem

Lebih terperinci

Material Requirements Planning (MRP)

Material Requirements Planning (MRP) Material Requirements Planning (MRP) Pokok Bahasan: I. Tujuan MRP II. Input & Output MRP III. Contoh Logika MRP & Struktur Produk IV. Contoh MRP Kereta Dorong V. Sistem Informasi MR Kuliah ke-4: Rabu,

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. Identifikasi permasalahan merupakan langkah awal yang harus dilakukan

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. Identifikasi permasalahan merupakan langkah awal yang harus dilakukan BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Identifikasi Permasalahan Identifikasi permasalahan merupakan langkah awal yang harus dilakukan dalam membuat suatu sistem yang baru. Langkah awal yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Untuk memecahkan masalah yang diuraikan pada sub bab 1.2 diperlukan beberapa terori pendukung yang relevan. 2.1 Inventory Control Pengawasan persediaan digunakan untuk mengatur tersedianya

Lebih terperinci

Modul MM (Material Management)

Modul MM (Material Management) KAMPUS IBI KWIK KIAN GIE JAKARTA, MEI 2017 KISI-KISI UAS dan QUIZ SAP SAP Materials Management (SAP-MM) adalah salah satu mdul di SAP ERP yang mendukung prses manajemen/pengellaan material di perusahaan,

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. sistem informasi agar dapat mengorganisir permasalahan dengan baik dan jelas.

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. sistem informasi agar dapat mengorganisir permasalahan dengan baik dan jelas. BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Analisis merupakan cara untuk mengetahui permasalahan berdasarkan data yang telah diperleh dari hasil studi lapangan selama beberapa waktu. Sedangkan desain sistem merupakan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dan menurut Rangkuti (2007) Persediaan bahan baku adalah:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dan menurut Rangkuti (2007) Persediaan bahan baku adalah: 10 2.1. Persediaan 2.1.1. Pengertian Persediaan BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam perusahaan setiap manajer operasional dituntut untuk dapat mengelola dan mengadakan persediaan agar terciptanya efektifitas

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. perangkat keras, perangkat lunak, dan pengguna. Analisis ini diperlukan sebagai

BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. perangkat keras, perangkat lunak, dan pengguna. Analisis ini diperlukan sebagai BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahanpermasalahan yang ada pada sistem dimana aplikasi dibangun yang meliputi perangkat keras,

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN BANK SAMPAH MALANG

SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN BANK SAMPAH MALANG SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN BANK SAMPAH MALANG Haryati Wattimena Danang Aditya Nugraha 1 Manajemen Infrmatika,Universitas Kanjuruhan Malang, haryati.watimena@gmail.cm 2 Teknik Infrmatika, Universitas Kanjuruhan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. ditandai dengan banyaknya perusahaan yang berdiri. Kelangsungan proses bisnis

BAB 1 PENDAHULUAN. ditandai dengan banyaknya perusahaan yang berdiri. Kelangsungan proses bisnis BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan dunia bisnis di Indonesia saat ini sangat pesat. Hal itu ditandai dengan banyaknya perusahaan yang berdiri. Kelangsungan proses bisnis yang ada di perusahaan

Lebih terperinci

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PENDAHULUAN Dimulai dari 25 s.d 30 tahun yang lalu di mana diperkenalkan mekanisme untuk menghitung material yang dibutuhkan, kapan diperlukan dan berapa banyak. Konsep

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. menginginkan adanya pelaporan yang dapat dilakukan secara berkala tiap periode.

BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. menginginkan adanya pelaporan yang dapat dilakukan secara berkala tiap periode. BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM Berasarkan hasil survey yang penulis lakukan pada saat kerja praktek di PT Semen Gresik, secara garis besar saat ini pada divisi diklat khususnya seksi perencanaan telah

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 5, No. 8, Tahun 2016 ISSN X

JSIKA Vol. 5, No. 8, Tahun 2016 ISSN X RANCANG BANGUN APLIKASI PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA UMKM FREDSHOES Lulut Fitriyaningrum 1) Mochammad Arifin 2) Martinus Sony Erstiawan 3) S1 / Jurusan Sistem Informasi Institut Bisnis dan Informatika

Lebih terperinci

K E L O M P O K S O Y A : I N D A N A S A R A M I T A R A C H M A N

K E L O M P O K S O Y A : I N D A N A S A R A M I T A R A C H M A N K E L O M P O K S O Y A : A H M A D M U K T I A L M A N S U R B A T A R A M A N U R U N G I K A N O V I I N D R I A T I I N D A N A S A R A M I T A R A C H M A N S A L I S U B A K T I T R I W U L A N D

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. adalah sebuah istilah yang secara kolektif mendeskripsikan fase-fase awal

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. adalah sebuah istilah yang secara kolektif mendeskripsikan fase-fase awal BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Analisis Sistem Analisis sistem merupakan sebuah tahapan untuk menganalisis kebutuhan dari sebuah sistem. Al Fatta (2007:44), mengemukakan bahwa analisis sistem adalah sebuah

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. UMKM Fredshoes. Dalam pengumpulan data yang digunakan untuk bahan

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. UMKM Fredshoes. Dalam pengumpulan data yang digunakan untuk bahan BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisis Sistem Tahap analisis sistem merupakan suatu proses untuk menganalisis dan mengumpulkan data yang ada di perusahaan. Tujuan dari tahap ini adalah agar

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 5, No. 4. Tahun 2016 ISSN X

JSIKA Vol. 5, No. 4. Tahun 2016 ISSN X RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BARANG PADA UD. MEKARYO UTOMO LAMONGAN Dedy Suhariyanto 1) Haryanto Tanuwijaya 2) Bambang Henry Setyawan 3) Program Studi/Jurusan Sistem Informasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perusahaan manufaktur, manajemen persediaan merupakan kegiatan untuk merencanakan, mengelompokkan dan mengontrol aktivitas-aktivitas selama proses terbentuknya

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. 4 Berdasarkan hasil wawancara dengan Supervisor TI PT Kimia Farma

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. 4 Berdasarkan hasil wawancara dengan Supervisor TI PT Kimia Farma BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4 Berdasarkan hasil wawancara dengan Supervisr TI PT Kimia Farma Aptek Surabaya dapat diketahui slusi aplikasi yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Analisis

Lebih terperinci

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN 3.1. Diagram Knteks Diagram Knteks ini menggambarkan sistem secara garis besar dengan memperlihatkan masukan, prses, dan keluaran dari sistem yangakan dirancang. Diagram

Lebih terperinci

Disusun Oleh : Taruna Jaya JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA 2013

Disusun Oleh : Taruna Jaya JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA 2013 Analisis Sistem Material Requirement Planning Pada Proses Perakitan Front Door RH Kijang Innova Di PT. TOYOTA Motor Manufacturing Indonesia Karawang Plant Disusun Oleh : Taruna Jaya 3040818 JURUSAN TEKNIK

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI

BUKU PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI BUKU PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI IMPLEMENTASI APLIKASI PENENTUAN METODE LOT SIZING TERBAIK PADA MATERIAL REQUIREMENT PLANNING UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA INVENTORY Oleh : Julianto Lemantara, S.Kom., M.Eng.,

Lebih terperinci

Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) PPB. Christian Kuswibowo, M.Sc. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen

Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) PPB. Christian Kuswibowo, M.Sc. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen Modul ke: Manajemen Persediaan Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) PPB Fakultas FEB Christian Kuswibowo, M.Sc Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Bagian Isi MRP didasarkan pada permintaan dependen.

Lebih terperinci

Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE)

Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Available online at http://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/jkie Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PADA

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM. adalah mengoptimalkan kinerja semua mesin agar tidak ada karyawan yang

BAB III PERANCANGAN SISTEM. adalah mengoptimalkan kinerja semua mesin agar tidak ada karyawan yang BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Salah satu alternatif untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi adalah mengoptimalkan kinerja semua mesin agar tidak ada karyawan yang menganggur dan

Lebih terperinci

`BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Material Requirement Planning (MRP) berbasis web pada CV. Mitra Techno Sains.

`BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Material Requirement Planning (MRP) berbasis web pada CV. Mitra Techno Sains. 17 `BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas tentang identifikasi masalah, analisis dan perancangan sistem, rancangan pengujian, dan evaluasi sistem dalam rancang bangun aplikasi

Lebih terperinci

Perencanaan Kebutuhan Komponen Tutup Ruang Transmisi Panser Anoa 6x6 PT PINDAD Persero

Perencanaan Kebutuhan Komponen Tutup Ruang Transmisi Panser Anoa 6x6 PT PINDAD Persero Perencanaan Kebutuhan Komponen Tutup Ruang Transmisi Panser Anoa 6x6 PT PINDAD Persero Rizky Saraswati 1), dan I Wayan Suletra 2) 1) Mahasiswa Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB IV ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB IV ANALISA DAN DESAIN SISTEM 4.1. Identifikasi Masalah Merujuk pada latar belakang masalah dapat diidentifikasi munculnya beberapa masalah pada Kperasi Wanita Anugerah Bersama yaitu sebagai berikut:

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SISTEM PENJADWALAN PRODUKSI DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU UD.KARYA JATI

RANCANG BANGUN SISTEM PENJADWALAN PRODUKSI DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU UD.KARYA JATI RANCANG BANGUN SISTEM PENJADWALAN PRODUKSI DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU UD.KARYA JATI Miqdad Mashabi 1) S1/Jurusan Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Teknik Komputer Surabaya email:

Lebih terperinci

PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL (MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING) (MRP) BAB - 8

PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL (MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING) (MRP) BAB - 8 PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL (MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING) (MRP) BAB - 8 Sebelum penggunaan MRP, perencanaan pengendalian persediaan biasanya dilakukan melalui pendekatan reaktif sbb : a. Reorder

Lebih terperinci

BAB IV. Deskripsi Kerja Praktek. perancangan sistem pengoahan data yang baik dengan analisa yang matang, maka

BAB IV. Deskripsi Kerja Praktek. perancangan sistem pengoahan data yang baik dengan analisa yang matang, maka BAB IV Deskripsi Kerja Praktek 1.1. Analisis Sistem Menurut Kendall (2006:7), Analisa dan Perancangan Sistem dipergunakan untuk menganalisis, merancang, dan mengimplementasikan peningkatanpeningkatan fungsi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Material Requirement Planning (MRP) Menurut Gaspersz (2005:177) Perencanaan kebutuhan material (material requirement planning = MRP) adalah metode penjadwalan untuk purchased planned

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. bab 1.2 diperlukan supaya pemecahan masalah selesai dengan berhasil.

BAB III METODE PENELITIAN. bab 1.2 diperlukan supaya pemecahan masalah selesai dengan berhasil. BAB III METODE PENELITIAN Langkah sistematika dalam rumusan masalah yang diuraikan pada sub bab 1.2 diperlukan supaya pemecahan masalah selesai dengan berhasil. 3.1 Analisa Sistem Sistem pengendalian persediaan

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 5, No ISSN X

JSIKA Vol. 5, No ISSN X RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG PADA AFIF JAYA MOTOR SURABAYA Arie Rozzy Pribadi 1) Titik Lusiani 2) Henry Bambang Setyawan 3) Program Studi/Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknologi

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Permintaan mengalami penurunan pada periode tertentu dan kenaikan pada periode setelahnya sehingga pola yang dimiliki selalu berubah-ubah (lumpy)

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. ditemukan solusi yang tepat sesuai dengan harapan pihak perusahaan.

BAB IV METODE PENELITIAN. ditemukan solusi yang tepat sesuai dengan harapan pihak perusahaan. BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Identifikasi Masalah Sebelum membuat aplikasi penjualan pada PT. Bahtera Citra Abadi, perlu dilakukan identifikasi masalah yang ada pada perusahaan. Hal ini dilakukan agar

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.2. Manajemen Persediaan Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk proses produksi atau perakitan untuk

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 24 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengukuran Waktu Pengukuran waktu adalah pekerjaan mengamati dan mencatat waktu kerja baik setiap elemen ataupun siklus dengan mengunakan alat-alat yang telah disiapkan. Teknik

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA PEMECAHAN MASALAH

BAB III KERANGKA PEMECAHAN MASALAH BAB III KERANGKA PEMECAHAN MASALAH 3.1 Pengembangan Kerangka Kerja Secara garis besar terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan dalam menyelesaikan penelitian ini. Langkah-langkah tersebut yaitu studi

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Flow diagram pemecahan masalah dapat dilihat pada diagram 3.1 Mulai Identifikasi Masalah Pengumpulan Data : - Data Produksi - Data Kebutuhan bahan baku - Inventory Master

Lebih terperinci

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Kebutuhan Dalam perancangan sistem aplikasi ini, infrmasi yang sangat diperlukan adalah analisis kebutuhan sistem. 3.1.1 Kebutuhan Hardware Hardware minimum

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. informasi agar dapat terorganisir dengan baik dan jelas.

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. informasi agar dapat terorganisir dengan baik dan jelas. BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Analisis merupakan cara untuk menganalisa permasalahan berdasarkan data yang telah diperleh dari hasil studi lapangan. Sedangkan desain sistem merupakan langkah yang harus ditempuh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan antar perusahaan akhir-akhir ini tidak lagi terbatas secara lokal,

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan antar perusahaan akhir-akhir ini tidak lagi terbatas secara lokal, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan antar perusahaan akhir-akhir ini tidak lagi terbatas secara lokal, tetapi mencakup kawasan regional dan global. Oleh karena itu, setiap perusahaan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... vii DAFTAR TABEL... ix ABSTRAK...

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... vii DAFTAR TABEL... ix ABSTRAK... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... vii DAFTAR TABEL... ix ABSTRAK... xi BAB 1 PENDAHULUAN... I-1 1.1 Latar Belakang Masalah...

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... xiii. DAFTAR GAMBAR... xv. DAFTAR LAMPIRAN... xix

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... xiii. DAFTAR GAMBAR... xv. DAFTAR LAMPIRAN... xix DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... xiii DAFTAR GAMBAR... xv DAFTAR LAMPIRAN... xix BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Perumusan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bidang manufaktur, suatu peramalan (forecasting) sangat diperlukan untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bidang manufaktur, suatu peramalan (forecasting) sangat diperlukan untuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Peramalan 2.1.1 Pengertian Peramalan Di dalam melakukan suatu kegiatan dan analisis usaha atau produksi bidang manufaktur, suatu peramalan (forecasting) sangat diperlukan untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang produksi kapal beserta

BAB I PENDAHULUAN. Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang produksi kapal beserta BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT PAL Indonesia Persero adalah perusahaan manufaktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang produksi kapal beserta komponen-komponen pendukung

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Berdasarkan hasil pengamatan dan bservasi yang dilakukan saat kerja praktek di CV. Bintang Anggara Jaya. Penulis mendapati suatu permasalahan di dalam perusahaan yang selama

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI. Kerangka kerja yang digunakan oleh tim penulis adalah dengan mengkombinasikan

BAB 3 METODOLOGI. Kerangka kerja yang digunakan oleh tim penulis adalah dengan mengkombinasikan BAB 3 METODOLOGI Kerangka kerja yang digunakan oleh tim penulis adalah dengan mengkombinasikan beberapa metode yang masuk dalam kategori praktek terbaik untuk melakukan pengurangan jumlah persediaan barang

Lebih terperinci

Konsep Sistem Informasi Manajemen

Konsep Sistem Informasi Manajemen Knsep Sistem Infrmasi Manajemen Sistem Infrmasi Sistem Infrmasi telah menjadi pndasi bagi mdel dan prses bisnis Sistem Infrmasi memungkinkan distribusi pengetahuan: suatu sistem kmunikasi antara manusia

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. departemen Health, Safety dan Environment (HSE) PT Bangun Sarana Baja,

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. departemen Health, Safety dan Environment (HSE) PT Bangun Sarana Baja, BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis 3.1.1 Identifikasi Masalah Untuk melakukan identifikasi masalah maka dilakukan wawancara di departemen Health, Safety dan Environment (HSE) PT Bangun

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Data dan informasi yang telah didapat untuk membuat sebuah aplikasi yang dibutuhkan oleh CV. Hikmah Utama yaitu Rancang Bangun Aplikasi Pergudangan, dideskripsikan sebagai berikut:

Lebih terperinci

V. Hasil 3.1 Proses yang sedang Berjalan

V. Hasil 3.1 Proses yang sedang Berjalan V. Hasil 3.1 Proses yang sedang Berjalan Dalam industri komponen otomotif, PT. XYZ melakukan produksi berdasarkan permintaan pelanggannya. Oleh Marketing permintaan dari pelanggan diterima yang kemudian

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENJADWALAN DAN PENILAIAN SEKOLAH BERDASAR KURIKULUM 2013 (STUDI KASUS : SMA PGRI SUMBERREJO)

SISTEM INFORMASI PENJADWALAN DAN PENILAIAN SEKOLAH BERDASAR KURIKULUM 2013 (STUDI KASUS : SMA PGRI SUMBERREJO) SISTEM INFORMASI PENJADWALAN DAN PENILAIAN SEKOLAH BERDASAR KURIKULUM 2013 (STUDI KASUS : SMA PGRI SUMBERREJO) Friesta Isyateen S 1, Rangsang Purnama 2, Latifah Rifani 3 1,2,3 Prgram Studi Sistem Infrmasi,

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. material langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Sedangkan biaya overheadnya

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. material langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Sedangkan biaya overheadnya BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1. Analisis Sistem Berdasarkan hasil analisis sistem yang sedang berjalan saat ini pada PT. Sumatraco Langgeng Makmur, ditemukan masih banyak kekurangan yang terjadi. Salah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. disepakati dengan pelanggan dan akan berakibat menurunnya customer

BAB I PENDAHULUAN. disepakati dengan pelanggan dan akan berakibat menurunnya customer BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perencanaan, pengendalian, dan pemeliharaan persediaan barang-barang fisik merupakan suatu masalah yang lazim di semua perusahaan. Untuk kebanyakan perusahaan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk. menyampaikan suatu tujuan, yaitu menyajikan informasi.

BAB II LANDASAN TEORI. oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk. menyampaikan suatu tujuan, yaitu menyajikan informasi. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Landasan Teori tentang Permasalahan 2.1.1 Sistem informasi Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen

Lebih terperinci