ANGGARAN DASAR

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANGGARAN DASAR"

Transkripsi

1 ANGGARAN DASAR MUKADIMAH Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, dan didorong oleh keinginan luhur untuk memperkuat suatu ikatan persaudaraan, kebersamaan keprofesian para pekerja pasar modal Indonesia, dalam rangka memperjuangkan kepentingan - profesi pasar modal Indonesia sesuai dengan koridornya, dalam rangka meningkatkan kualitas profesionalisme anggota dalam arti yang sesungguhnya, dalam rangka menjunjung kode etik profesi dalam pelaksanaan seutuhnya, serta dalam rangka untuk menghimpun potensi anggota untuk memberikan kontribusi terhadap kemajuan industri pasar modal demi kejayaan bangsa Indonesia seluruhnya, maka pembentukan sebuah badan profesi yang kuat dari segala aspek adalah merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi pekerja perusahaan efek di Industri Pasar Modal, disamping sebagai pengejawantahan hak-hak warga negara Indonesia untuk berkumpul dan berserikat dalam tujuannya yang positif dan konstruktif -- bagi anggotanya pada khususnya dan kejayaan pasar modal Indonesia pada umumnya Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dengan ini Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI), Asosiasi Wakil Perantara Pedagang Efek Indonesia (AWP2EI), Asosiasi Wakil Penjamin Emisi Efek Indonesia (AWPEEI) sebagai Pendiri dengan ini sepakat membentuk satu wadah bagi para profesional yang dalam melaksanakan profesinya tunduk kepada ketentuan perundangan yang berlaku dibidang Pasar Modal di Indonesia kecuali konsultan hukum, akuntan dan notaris serta penilai atau pihak lain yang ditetapkan Bapepam dan LK (sesuai UUPasar Modal) dengan nama Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia disingkat APPMI, yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Indonesian

2 Capital Market Profesional Association, untuk selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut APPMI dengan Anggaran Dasar sebagai berikut: BAB I KETENTUAN UMUM Pasal Dalam Anggaran Dasar ini yang dimaksud dengan: IPEI adalah Ikatan Pialang Efek Indonesia; AWP2EI adalah Asosiasi Wakil Perantara Pedagang Efek Indonesia; AWPEEI adalah Asosiasi Wakil Penjamin Emisi Efek Indonesia; Anggaran Dasar adalah anggaran dasar yang termuat dalam Akta ini dan --- sebagaimana di kemudian hari diubah dari waktu ke waktu; Anggota adalah orang perorangan yang memiliki ijin perorangan dari Bepepam dan LK sebagai wakil dari Perusahaan Efek dan mempunyai hak --- hadir dan mengeluarkan suara dalam Rapat Anggota serta syarat-syarat yang dimaksud dalam Anggaran Dasar ini sesuai dengan UU Pasar Modal ---- berikut perubahannya; Anggota Komite Kehormatan adalah setiap orang yang diangkat dan diterima sebagai Anggota atas dasar penilaian dan penghargaan kepada yang bersangkutan, karena berjasa dalam menyumbangkan pengetahuan, ilmu dan pengalamannya dan atau memajukan pengembangan ilmu yang bermanfaat - bagi pengembangan dan pembangunan ekonomi nasional, khususnya dibidang pasar modal dan atau telah banyak berjasa terhadap APPMI, yang diangkat oleh Rapat Anggota, mempunyai hak bicara akan tetapi tidak diperhitungkan dalam kuorum kehadiran dan kuorum keputusan --- dalam Rapat Anggota

3 Anggota Muda adalah setiap orang yang bekerja di perusahaan efek atau yang terkait dengan kegiatan perusahaan efek, yang memiliki kerelaan dan ---- kemauan untuk menajdi anggota tetapi belum memenuhi persyaratan sebagai Anggota, tidak diperhitungkan dalam kuorum kehadiran dan kuorum keputusan dalam Rapat Anggota; Bapepam adalah Badan Pengawas Pasar Modal sebagaimana dimaksud dalam UU Pasar Modal atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya; Bapepam dan LK adalah Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri keuangan Republik Indonesia Nomor: 606/KMK.01/2005 tentang Organisasi Dan Tata --- Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya; Buku Daftar Anggota adalah buku yang berisi daftar Anggota yang dari waktu ke waktu wajib dimutahirkan oleh Pengurus sesuai dengan perubahan jumlah - Anggota; Komite Kehormatan adalah Komite yang sebagaimana dimaksud dalam Anggaran Dasar ini; Kode Etik adalah kode etik profesi Anggota sebagaimana dimaksud dalam --- Anggaran Dasar ini; Komite Pengawas adalah komite yang diangkat oleh Pengurus berdasarkan - Rapat Pengurus sebagaimana dimaksud dalam Anggaran Dasar ini; Komite Standar Profesi adalah komite yang diangkat oleh Pengurus berdasarkan Rapat Pengurus, sebagaimana dimaksud dalam Anggaran Dasar ini;

4 Pendiri adalah IPEI, AWP2EI, AWPEEI; Peraturan Rumah Tangga adalah peraturan rumah tangga APPMI untuk melengkapi Anggaran Dasar ini yang disusun oleh Pengurus sebagaimana ---- dimaksud dalam Anggaran Dasar ini; Tahun Buku adalah periode yang dimulai pada tanggal 1 (satu) Januari dan --- berakhir pada tanggal 31 (tiga puluh satu) Desember tahun kalender yang ---- sama; UU Pasar Modal adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun tentang Pasar Modal Dan Penjelasannya sebagaimana diubah dari waktu ke waktu; Wakil Penjamin Emisi Efek adalah orang perorangan yang telah memperoleh ijin dari Bapepam dan LK untuk betindak mewakili kepentingan Perusahaan --- Efek untuk kegiatan yang bersangkutan dengan pelaksanaan penjaminan emisi efek; Wakil Perantara Pedagang Efek adalah orang perorangan yang telah memperoleh ijin dari Bapepam dan LK untuk bertindak mewakili kepentingan -- Perusahaan Efek untuk kegiatan yang bersangkutan dengan pelaksanaan perdagangan efek; BAB II NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN JANGKA WAKTU Pasal NAMA Organisasi ini bernama Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia disingkat APPMI, yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Indonesian Capital

5 Market Profesional Association, untuk selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut APPMI Pasal TEMPAT KEDUDUKAN APPMI bertempat kedudukan di Jakarta dan dapat membuka cabang atau ---- perwakilan di tempat lain yang ditetapkan Pengurus Pasal JANGKA WAKTU APPMI didirikan dan dibentuk pada tanggal (sembilan Agustus dua ribu sepuluh) APPMI didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya BAB III ASAS DAN LANDASAN Pasal APPMI berasaskan Pancasila, dan berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945 berikut perubahan-perubahannya BAB IV TUJUAN DAN KEGIATAN Pasal TUJUAN APPMI ini bertujuan dibidang idiil dan sosial guna: Menggalang persatuan dan kesatuan para Anggota serta menjaga integritas Anggota dalam menjalankan profesinya meningkatkan kualitas Anggota dengan menyelenggarakan kegiatan kegiatan termasuk pendidikan dan pelatihan, yang bertujuan menunjang: 5

6 a. Anggota dalam menjalankan tugas profesinya demi peran sertanya di Pasar Modal yang mempunyai peran strategis sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan merupakan wahana investasi bagi masyarakat; b. Anggota dalam menjalankan tugas profesinya masing-masing di bidang pelaksanaan perdagangan efek, penjaminan emisi efek -- dan pengelolaan portofolio efek Mendukung kegiatan Pasar Modal dengan memberikan pelayanan ---- cepat dan tepat serta penuh daya guna kepada pihak-pihak yang terkait dengan Pasar Modal yang membutuhkannya Pasal KEGIATAN Untuk mencapai tujuan, Asosiasi melakukan kegiatan sebagai berikut : Menghimpun dan mempersatukan semua Wakil Penjamin Emisi Efek, -- Wakil Perantara Pedagang Efek, Wakil Manajer Investasi, yang menjalankan profesinya dalam lingkup Pasar Modal ke dalam APPMI sebagai Anggota; Membina dan membimbing setiap Anggota supaya menjunjung tinggi --- martabat kehormatan APPMI sesuai dengan Kode Etik APPMI, untuk --- menjadi Wakil Penjamin Emisi Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Manajer Investasi yang bermartabat dan profesional; Meningkatkan mutu ilmu pengetahuan dan keahlian profesional Anggota dengan menyelenggarakan pendidikan dasar profesi yang berkualitas, pendidikan lanjutan yang berkesinambungan dan pendidikan khusus Anggota yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan --- profesinya;

7 4. Menyelenggarakan ujian profesi Anggota; Menyelenggarakan dan memelihara Buku Daftar Anggota dengan tertib, teratur dan akurat setiap saat; Menetapkan dan menjalankan Kode Etik bagi Anggota APPMI; Melaksanakan pengawasan terhadap Anggota agar Anggota dalam menjalankan profesinya selalu menjunjung tinggi pelaksanaan Kode ---- Etik dan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai Anggota; Membentuk Komite Kehormatan; Membentuk Komite Pengawas; Membentuk Komite Standar Profesi; Menjatuhkan sanksi dengan memberikan teguran lisan, atau teguran --- tertulis, atau melakukan pemberhentian sementara, atau pemberhentian tetap terhadap Anggota berdasarkan Keputusan Komite Kehormatan; Memberikan rekomendasi kepada Bapepam dan LK sehubungan dengan orang perorangan warga negara asing yang akan melakukan --- kegiatan selaku Wakil Penjamin Emisi Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek atau Wakil Manajer Investasi atau menjalankan profesi lainnya yang terkait atau dalam lingkup Pasar Modal Indonesia atau akan bekerja disuatu badan usaha yang dibidang usahanya termasuk dalam - lingkup UU Pasar Modal; Melakukan usaha-usaha dan kegiatan-kegiatan lain yang perlu dan bermanfaat bagi APPMI dan Anggotanya dalam menjalankan profesinya pada khususnya, termasuk tetapi tidak terbatas pada penyelenggaraan penyuluhan kepada masyarakat guna

8 menyebarluaskan pengetahuan dan pengertian tentang Pasar Modal --- serta melakukan kegiatan dalam arti seluas-luasnya dalam memajukan Pasar Modal Indonesia; Memberikan saran dan masukan konstruktif kepada Self Regulatory ---- Organization, instansi pemerintah atau pihak lain untuk kepentingan ---- APPMI; BAB V KEANGGOTAAN Pasal JENIS KEANGGOTAAN Jenis keanggotaan APPMI terdiri dari : a. Anggota; b. Anggota Kehormatan; c. Anggota Muda; Pasal PERSYARATAN KEANGGOTAAN ANGGOTA Yang dapat diterima menjadi Anggota adalah setiap orang yang telah memperoleh izin dari Bapepam-LK untuk melakukan kegiatan sebagai ---- Wakil Penjamin Emisi Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek atau Wakil -- Manajer Investasi dengan mengajukan permohonan yang ditujukan kepada Pengurus ANGGOTA KEHORMATAN Yang dapat diangkat menjadi Anggota Kehormatan adalah setiap orang -- yang diangkat oleh Rapat Anggota atas usul Pengurus sebagai Anggota - Kehormatan atas dasar penilaian dan penghargaan karena telah banyak - 8

9 berjasa dalam memajukan pengembangan ilmu yang bermanfaat bagi ---- pengembangan dan pembangunan dibidang ekonomi atau keuangan yang berkaitan dengan Pasar Modal dan/atau terhadap APPMI ini ANGGOTA MUDA Yang dapat diterima menjadi Anggota Muda adalah setiap orang yang ---- bekerja di perusahaan efek atau terkait dengan kegiatan efek, dengan ---- mengajukan permohonan yang ditujukan kepada Pengurus Pasal HAK DAN KEWAJIBAN Setiap Anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama Setiap Anggota dan Anggota Kehormatan serta Anggota Muda wajib tunduk dan mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Kode Etik APPMI, Keputusan Komite Kehormatan dan peraturan lainnya yang - dikeluarkan oleh APPMI Pasal HAK MEMILIH DAN HAK DIPILIH Setiap Anggota mempunyai hak memilih dan hak dipilih untuk menduduki jabatan Pengurus atau anggota Komite Kehormatan APPMI Anggota Komite Kehormatan dan Anggota Muda tidak mempunyai hak --- memilih dan dipilih untuk menduduki jabatan apa pun dalam kepengurusan dan/atau Komite Kehormatan dan/atau Komite Pengawas Pasal HAK BICARA DAN HAK SUARA Setiap Anggota mempunyai hak menghadiri dan hak suara dalam Rapat Anggota

10 2. Setiap Anggota Kehormatan mempunyai hak bicara, tetapi tidak diperhitungkan dalam kuorum kehadiran dan kuorum keputusan dalam --- Rapat Anggota Setiap Anggota Muda berhak hadir dalam Rapat Anggota, tetapi tidak mempunyai hak suara dan tidak diperhitungkan dalam kuorum kehadiran dan kuorum keputusan dalam Rapat Anggota Pasal BERAKHIRNYA KEANGGOTAAN Keanggotaan, baik Anggota maupun Anggota Kehormatan dan Anggota Muda, dalam APPMI berakhir karena : a) meninggal dunia; b) mengundurkan diri atas permintaan sendiri; c) dinyatakan pailit atau ditaruh di bawah pengampuan (curatele); d) dikenakan sanksi pemberhentian tetap karena melanggar Kode Etik berdasarkan putusan Komite Kehormatan; e) dijatuhi hukuman pidana penjara karena melakukan tindak pidana kejahatan dengan ancaman pidana lima (5) tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang telah mendapat kekuatan hukum tetap; f) Izin dari Anggota yang bersangkutan yang dikeluarkan oleh Komite Pengawas Pasar Modal dicabut atau dibatalkan; d) Anggota yang bersangkutan diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Anggota; e) khusus bagi Anggota Muda, bila Anggota Muda yang bersangkutan sampai dengan ulang tahun kelima sejak Anggota Muda yang bersangkutan diterima sebagai Anggota Muda, belum diterima atau tidak diterima menjadi Anggota;

11 BAB VI KEPENGURUSAN Pasal SUSUNAN PENGURUS (1) APPMI diurus oleh Pengurus yang sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, beberapa Ketua, Sekretaris Umum, Wakil Sekretaris Umum, Bendahara Umum, Wakil Bendahara Umum (2) Pengurus APPMI harus mencerminkan keterwakilan kepentingan ---- dari masing-masing bidang profesi sesuai dengan kegiatannya, yaitu Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek serta Wakil Manajer Investasi, dengan membentuk kompartemenkompartemen yang sesuai dengan itu yang untuk pelaksanaan pembentukannya secara struktural lebih rinci ditetapkan dalam Peraturan Rumah Tangga Pasal TUGAS, KEWAJIBAN, DAN WEWENANG PENGURUS Pengurus mempunyai kewajiban melaksanakan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, menyelenggarakan Rapat Anggota dan Komite Kehormatan dengan seutuhnya Pengurus berkewajiban dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab - mengelola dan menyelenggarakan kegiatan APPMI dengan tertib dan -- teratur sesuai dengan maksud dan tujuan APPMI Pengurus berkewajiban secara teratur mengadakan Rapat Anggota sekurang-kurangnya sekali dalam setahun yang diadakan selambat----- lambatnya dalam bulan September

12 4. Dalam melaksanakan tugasnya APPMI diwakili oleh Pengurus Pengurus berhak dan berwenang mewakili APPMI di dalam maupun ---- di luar Pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian/persoalan, serta berhak dan berwenang melakukan segala tindakan baik yang mengenai kepengurusan maupun yang mengenai --- kepemilikan, dengan pembatasan, bahwa untuk melakukan tindakan---- tindakan : a). mengagunkan, melepaskan dengan cara atau bentuk apapun juga, barang-barang bergerak tidak bergerak milik APPMI; b). melepaskan hak menuntut atau mengadakan perdamaian di dalam maupun di luar Pengadilan; setelah mendapat persetujuan terlebih dahulu dari lebih dari separuh --- Anggota Pengurus termasuk Ketua Umum dan Bendahara Umum serta - Sekretaris Umum, yang tidak dapat diwakili Pengurus diwakili oleh Ketua Umum atau Wakil Ketua Umum apabila --- Ketua Umum berhalangan, bersama-sama dengan Sekretaris Umum --- atau wakil Sekretaris Umum apabila Sekretaris Umum berhalangan. --- Khusus untuk bidang keuangan, Pengurus diwakili oleh Ketua Umum ---- atau Wakil Ketua Umum apabila Ketua Umum berhalangan, bersama----- sama dengan Bendahara Umum atau Wakil Bendahara Umum apabila -- Bendahara Umum berhalangan Jika baik Ketua Umum maupun Wakil Ketua Umum berhalangan karena sebab apapun, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak lain, maka satu di antara Ketua yang ditunjuk oleh Rapat Pengurus berhak dan ---- berwenang untuk menjalankan tugas dan wewenang Ketua Umum termasuk mewakili Pengurus selama Ketua Umum berhalangan

13 8. Jika Sekretaris Umum berhalangan karena sebab apapun, hal mana ---- tidak perlu dibuktikan kepada pihak lain, maka satu di antara Wakil Umum yang ditunjuk oleh para Wakil Sekretaris Umum yang ada, berhak dan berwenang untuk menjalankan tugas dan wewenang Sekretaris Umum selama Sekretaris Umum berhalangan Jika Bendahara Umum berhalangan karena sebab apapun, hal mana --- tidak perlu dibuktikan kepada pihak lain, maka satu di antara Wakil Bendahara Umum yang ditunjuk oleh para Wakil Bendahara Umum yang ada berhak dan berwenang untuk menjalankan tugas dan wewenang Bendahara Umum selama Bendahara Umum berhalangan Pengurus atas dasar keputusan Rapat Anggota, dengan mempertimbangkan usul dan atau pertimbangan dari Komite Kehormatan, mempunyai wewenang untuk mengenakan tindakan tindakan disiplin terhadap Anggota dan/atau Anggota Kehormatan dan/atau Anggota Muda yang melanggar dan/atau tidak mengindahkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga atau peraturan lain yang ---- berlaku dalam APPMI Pengurus berhak mengangkat 1 (satu) orang atau lebih sebagai Pelaksana Kegiatan yang menjalankan kegiatan sehari-hari APPMI, guna mencapai maksud dan tujuan APPMI, untuk jangka waktu tertentu dengan tidak mengurangi hak dari Pengurus untuk sewaktuwaktu memberhentikannya Apabila Pengurus melimpahkan sebagian kewenangan untuk menjalankan kegiatan sehari-hari APPMII kepada Pelaksana Kegiatan, maka pelimpahan tersebut harus dilakukan dengan surat kuasa tanpa hak substitusi

14 Dalam menjalankan kegiatan tersebut, Pelaksana Kegiatan bertanggung jawab penuh kepada Pengurus Tugas, tanggung jawab dan wewenang Pelaksana Kegiatan diatur didalam Peraturan Rumah Tangga Pelaksana Kegiatan yang dimaksud disini berhak menerima gaji dan/atau imbalan lainnya yang besar serta jenisnya ditetapkan oleh Pengurus dengan memperhatikan sepenuhnya ketentuan perundangan yang berlaku dibidang ketenaga kerjaan Seorang anggota Pengurus tidak berwenang turut mewakili dan bertindak untuk dan atas nama APPMI, jika: a. terjadi perkara antara anggota Pengurus yang bersangkutan dengan APPMI; atau b. anggota Pengurus yang bersangkutan mempunyai benturan kepentingan (conflict of interest") dengan APPMI Dalam hal demikian, APPMI diwakili oleh anggota APPMI lain yang ditentukan oleh Rapat Pengurus Pasal TANGGUNG JAWAB PENGURUS Pengurus bertanggung jawab penuh melaksanakan tugasnya untuk kepentingan APPMI dalam mencapai maksud dan tujuannya Pengurus wajib mempertanggung-jawabkan segala hal yang telah dilakukan dalam kepengurusannya kepada dan didalam Rapat Anggota Pasal MASA JABATAN Pemilihan dan pengangkatan Ketua Umum diadakan setiap 3 (tiga) tahun -- sekali oleh dan dalam Rapat Anggota

15 2. Ketua Umum diangkat oleh Rapat Anggota untuk masa jabatan selama 3 -- (tiga) tahun terhitung sejak tanggal Rapat Anggota yang memilih dan mengangkatnya sampai dengan diadakannya Rapat Anggota untuk memilih Ketua Umum 3 (tiga) tahun yang akan datang Masa jabatan Anggota Pengurus adalah sama dengan masa jabatan Ketua Umum yang mengangkatnya Anggota Pengurus yang masa jabatannya telah berakhir, berhak untuk menjabat sebagai Anggota Pengurus untuk masa jabatan berikutnya, dengan ketentuan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum serta Ketua (Ketua-Ketua) tidak dapat dipilih dan atau diangkat untuk memangku jabatan sebagai Ketua Umum atau Wakil Ketua Umum atau Ketua (Ketua-- Ketua) selama 2 (dua) kali masa jabatan secara berturut-turut untuk jabatan yang sama Keanggotaan Pengurus berakhir dengan sendirinya jika Keanggotaan yang bersangkutan dalam APPMI berakhir sebagaimana disebutkan dalam pasal 13 atau diberhentikan dari jabatannya berdasarkan Rapat Anggota yang ---- diadakan khusus untuk itu Jika ada Anggota Pengurus yang mengundurkan diri dari jabatannya, yang bersangkutan harus memberitahukan maksudnya tersebut secara tertulis --- sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelumnya kepada Pengurus Apabila terjadi suatu lowongan dalam keanggotaan Pengurus, maka Ketua Umum berhak dan berwenang untuk memilih dan mengangkat satu Anggota guna mengisi lowongan itu. Masa jabatan Anggota Pengurus yang diangkat untuk mengisi lowongan- ini hanyalah untuk sisa jangka waktu dari masa jabatan Anggota Pengurus yang digantikannya

16 8. Dalam hal jabatan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum menjadi lowong -- secara bersamaan karena keduanya berhalangan tetap, maka Pengurus --- yang ada harus segera mengadakan Rapat Anggota yang khusus diadakan untuk memilih dan mengangkat Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum yang baru guna mengisi lowongan itu, pemilihan akan dilakukan dari dan diantara Anggota Pengurus yang sedang menjabat. Rapat Anggota yang --- dimaksud dalam ayat ini harus diadakan selambatnya 30 (tiga puluh) hari -- terhitung sejak terjadinya lowongan tersebut Pasal PERSYARATAN CALON KETUA UMUM Calon Ketua Umum harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Berkewarganegaraan Indonesia; Telah menjadi Anggota sedikitnya 5 (lima) tahun berturut-turut; Berdomisili atau berkantor tetap di tempat kedudukan APPMI; Tidak pernah terkena sanksi dan/atau tindakan disiplin dari APPMI selama jangka waktu 2 (dua) tahun sebelum pencalonannya; Tidak pernah menjalani pidana dengan putusan pidana karena kejahatan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap Pasal PEMILIHAN KETUA UMUM Untuk dapat mencalonkan diri atau dapat dicalonkan sebagai Ketua Umum, calon Ketua Umum yang bersangkutan harus memperoleh dukungan dari sedikitnya 20 (dua puluh) orang Anggota yang bukan Pengurus Seorang Anggota tidak boleh mencalonkan lebih dari 1 (satu) calon Ketua Umum

17 3. Nama-nama calon Ketua Umum harus didaftarkan pada dan diumumkan - dalam Rapat Anggota sebelum acara pemilihan Ketua Umum dimulai Rapat Anggota memilih dan mengangkat Ketua Umum dari antara calon-- calon Ketua Umum. Calon yang mendapat suara terbanyak langsung menjadi Ketua Umum terpilih Ketua Umum terpilih, berwenang dan berkewajiban untuk membentuk dan menyusun serta mengangkat Anggota Pengurus paling lambat dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak Rapat Anggota yang --- memilih Ketua Umum ditutup Pengurus lama yang dalam status demisioner harus sudah melaksanakan serah terima jabatan kepada Pengurus Baru, selambatnya-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari kalender sejak Pengurus baru terbentuk Pengurus baru mulai bertugas segera setelah serah terima jabatan dari --- Pengurus lama kepada Pengurus Baru selesai dilaksanakan Tata cara pemilihan Ketua Umum akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Rumah Tangga BAB IX PENGAWASAN DAN KOMITE PENGAWAS Pasal Pengawasan terhadap Anggota dilakukan oleh APPMI Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat 1bertujuan agar Anggota dalam menjalankan profesinya selalu menjunjung tinggi Kode ---- Etik dan peraturan perundang-undangan serta ketentuan lain yang berlaku bagi Anggota Pasal

18 1. Pelaksanaan pengawasan sehari-hari terhadap Anggota dilakukan oleh -- Komite Pengawas yang dibentuk APPMI berdasarkan keputusan Rapat -- Pengurus untuk masa jabatan selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam keputusan Rapat Pengurus tersebut Susunan anggota Komite Pengawas sekurang-kurangnya terdiri atas Ketua merangkap anggota, Wakil Ketua merangkap anggota, Sekretaris -- merangkap anggota dan 3 (tiga) orang anggota lainnya Penentuan susunan anggota Komite Pengawas ditentukan sendiri diantara para anggota Komite Pengawas Dalam hal terjadi lowongan anggota Komite Pengawas Rapat Pengurus -- akan diadakan untuk mengisi lowongan tersebut untuk sisa masa jabatan Komite Pengawas pada waktu itu Temuan yang diperoleh Komite Pengawas dalam melakukan pengawasan terhadap Advokat diadukan kepada Pengurus dan Komite - Kehormatan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan Kode Etik; Ketentuan mengenai tata cara pengawasan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Rumah Tangga BAB VII KOMITE KEHORMATAN Pasal Untuk memelihara integritas, harkat, kewibawaan dan martabat Anggota - -dan Anggota Kehormatan serta Anggota Muda, Pengurus akan membuat dan menetapkan sendiri Kode Etik APPMI, yang wajib dipatuhi oleh setiap Anggota maupun Anggota Kehormatan dan Anggota Muda APPMI Komite Kehormatan bertugas dan berkewajiban untuk menegakkan Kode Etik APPMI

19 3. Keanggotaan Komite Kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat terdiri atas unsur Anggota senior, yaitu mereka yang telah terdaftar sebagai Anggota APPMI dan/atau Pendiri sedikitnya 10 (sepuluh) tahun -- berturut-turut. pakar/tenaga ahli di bidang hukum, tokoh akademisi, dan -- -tokoh panutan dikalangan masyarakat pasar modal Pasal SUSUNAN KOMITE KEHORMATAN Komite Kehormatan terdiri dari sekurang-kurangnya 7 ( tujuh ) orang anggota, yang satu diantaranya menjabat sebagai Ketua merangkap anggota, seorang sebagai wakil ketua merangkap anggota dan seorang -- menjabat sebagai Sekretaris merangkap anggota, dengan ketentuan jumlah anggota Komite Kehormatan termasuk Ketua, wakil ketua dan Sekretaris harus selalu ganjil Komite Kehormatan mengadili pada tingkat pertama dan terakhir Dalam mengadili sebagaimana dimaksud pada ayat 2, Komite Kehormatan membentuk Majelis Komite Kehormatan yang susunannya --- setidaknya terdiri dari 3 (tiga) orang anggota Komite Kehormatan, termasuk didalamnya pakar atau tenaga ahli di bidang hukum 1 (satu) ---- orang dan tokoh masyarakat pasar modal 1(satu) orang Ketentuan lebih lanjut mengenai susunan, tugas dan kewenangan Komite Kehormatan APPMI diatur dalam Kode Etik Pasal MASA JABATAN KOMITE KEHORMATAN Ketua dan anggota Komite Kehormatan diangkat untuk masa jabatan selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal Rapat Anggota yang memilih dan mengangkatnya sampai dengan diadakannya Rapat Anggota 19

20 untuk memilih Ketua dan anggota Komite Kehormatan 3 ( tiga ) tahun yang akan datang Apabila terjadi suatu lowongan dalam keanggotaan Komite Kehormatan, - yang menurut Pengurus perlu segera diisi dan tidak dapat ditangguhkan -- sampai Rapat Anggota pemilihan anggota Komite Kehormatan yang akan datang, maka Pengurus berhak dan berwenang untuk mengangkat satu -- Anggota atau lebih guna mengisi lowongan itu dan pengisian itu akan ---- disahkan dalam Rapat Anggota yang berikutnya. Masa jabatan anggota -- Komite Kehormatan yang diangkat untuk mengisi lowongan ini untuk sisa jangka waktu dari masa jabatan anggota Komite Kehormatan yang digantikannya Pasal PERSYARATAN CALON KETUA DAN CALON ANGGOTA KOMITE KEHORMATAN Calon Ketua dan Anggota Komite Kehormatan harus memenuhi syarat syarat sebagai berikut : a. Dikenal mempunyai integritas moral yang tinggi dalam menjalankan profesinya b. Dikenal mempunyai pengetahuan yang cukup dibidang pasar modal ---- dan memahami dengan baik masalah etika dan penerapannya c. Tidak pernah terkena sanksi dan/atau tindakan disiplin dari APPMI maupun organisasi profesi lainnya d. Tidak pernah menjalani pidana dengan putusan pidana karena kejahatan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap

21 Ketua dan anggota Komite Kehormatan diangkat dan dipilih oleh Rapat Anggota dari calon-calon yang diajukan oleh Pengurus atau oleh sedikitnya (tiga puluh) orang Anggota BAB VIII KODE ETIK Pasal Kode Etik APPMI ditentukan dan diatur dalam Kode Etik yang disusun----- oleh Pengurus dan akan mempunyai kekuatan hukum setelah disahkan oleh Rapat Anggota. Ketentuan ini juga berlaku bagi setiap perubahan Kode Etik Kode Etik dimaksudkan untuk menjaga integritas, martabat dan kehormatan profesi Anggota, Anggota Kehormatan dan Anggota Muda Kode Etik APPMI wajib dipatuhi oleh setiap Anggota, Anggota Kehormatan dan Anggota Muda APPMI Kode Etik tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang undangan Pengawasan atas pelaksanaan Kode Etik dilakukan oleh APPMI Komite Kehormatan memeriksa dan mengadili pelanggaran Kode Etik berdasarkan tata cara yang ditetapkan oleh Komite Kehormatan Keputusan Komite Kehormatan tidak menghilangkan tanggung jawab pidana apabila pelanggaran terhadap Kode Etik mengandung unsur pidana BAB IX Komite Standard Profesi Pasal

22 1. Pelaksanaan ujian bagi perorangan yang bermaks ud untuk memperoleh - keahlian sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek, Wakil Perantara Pedagang - Efek atau Wakil Manajer Investasi, guna memperoleh Ijin Perorangan Wakil Penjamin Emisi Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek atau Wakil --- Manajer Investasi yang dikeluarkan oleh Bapepam-LK dan menjadi Anggota APPMI dilakukan oleh APPMI Pelaksanaan ujian sebagaimana dimaksud pada ayat 1 bertujuan agar -- para calon Wakil Penjamin Emisi Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek --- atau Wakil Manajer Investasi telah mempunyai pengetahuan dasar yang -- cukup dibidangnya masing-masing dan dalam menjalankan profesinya akan selalu menjunjung tinggi etika yang diakui secara umum dalam dunia usaha, khususnya dibidang pasar modal dan peraturan perundang undangan serta ketentuan lain yang berlaku Pasal Pelaksanaan ujian secara berkala dilakukan oleh Komite Standar Profesi - yang dibentuk APPMI berdasarkan keputusan Rapat Pengurus untuk masa jabatan sebagaimana ditetapkan dalam keputusan Rapat Pengurus tersebut Keanggotaan Komite Standar Profesi sebagaimana dimaksud pada ayat - 1 terdiri atas unsur Anggota Wakil Penjamin Emisi Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Manajer Investasi.Dimaksudkan dengan Anggota Senior disini yaitu mereka yang telah terdaftar sebagai --- Anggota APPMI dan/atau Pendiri sedikitnya 10 (sepuluh) tahun berturut--- turut

23 3. Susunan anggota Komite Standar Profesi sekurang-kurangnya terdiri atas Ketua merangkap anggota, Wakil Ketua merangkap anggota, Sekretaris -- merangkap anggota dan 6 (enam) orang anggota lainnya Penentuan susunan anggota Komite Standar Profesi ditentukan sendiri di antara para anggota Komite Standar Profesi Dalam hal terjadi lowongan anggota Komis Standar Profesi, apabila dianggap perlu Rapat Pengurus akan diadakan untuk mengisi lowongan -- tersebut untuk sisa masa jabatan Komite Standar Profesi ada waktu itu Bahan ujian yang dipergunakan Komite Standar Profesi dalam melakukan ujian dibuat oleh APPMI yang pelaksanaannya akan dilakukan oleh Organ APPMI yang diberi tugas dan ditunjuk oleh Pengurus Komite Standar Profesi dalam menyelenggarakan ujian mempunyai wewenang untuk bekerja sama dengan pihak lain, yang kredibitas dan integritasnya diakui secara umum sebagai penyedia jasa penyelenggara -- ujian Ketentuan mengenai Komite Standar Profesi diatur lebih lanjut dalam Peraturan Rumah Tangga BAB IX RAPAT- RAPAT Pasal JENIS-JENIS RAPAT Rapat terdiri dari : Rapat Pengurus Rapat Anggota, yang terdiri dari : a. Rapat Anggota Tahunan b. Rapat Anggota Luar Biasa

24 Pasal RAPAT PENGURUS Rapat Pengurus harus diadakan paling sedikit satu kali dalam 2 (dua) bulan, atau lebih dari itu apabila dipandang perlu oleh Ketua Umum atau -- atas usul dari sekurang-kurangnya 3 (tiga) Anggota Pengurus lainnya, dan diadakan di tempat kedudukan APPMI Apabila semua anggota Pengurus hadir atau diwakili, maka undangan tak - diperlukan dan Rapat Pengurus dapat mengambil keputusan yang sah serta dapat diadakan di mana saja asalkan di dalam wilayah negara Republik Indonesia Rapat Pengurus adalah sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya lebih dari 1/2 (separuh) dari seluruh jumlah Anggota Pengurus dan keputusan --- adalah sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya 1/2 (separuh) jumlah Anggota Pengurus yang hadir atau diwakili Anggota Pengurus yang berhalangan hadir hanya dapat diwakili oleh anggota Pengurus lainnya dengan surat kuasa, akan tetapi seorang anggota Pengurus hanya dapat mewakili sebanyak-banyaknya 2 (dua) orang anggota Pengurus lainnya Undangan untuk mengadakan Rapat Pengurus disampaikan secara tertulis melalui surat biasa atau secara elektronik yang ditanda-tangani oleh Ketua Umum atau Wakil Ketua Umum dan Sekretaris Umum atau Wakil Sekretaris Umum atau oleh anggota Pengurus yang mengusulkan diadakan Rapat Pengurus, apabila Ketua Umum telah menerima usulan --- untuk diadakannya Rapat Pengurus 14 (empat belas) hari kalender sebelumnya akan tetapi Rapat Pengurus yang diusulkan tidak juga diadakan

25 6. Undangan Rapat Pengurus harus memuat tentang acara, waktu, dan tempat diselenggarakannya Rapat Pengurus dan harus sudah disampaikan dan diterima oleh para anggota Pengurus 3 (tiga) hari kalender sebelumnya Pasal RAPAT ANGGOTA Rapat Anggota sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 Anggaran Dasar --- ini, terdiri dari Rapat Anggota Tahunan (selanjutnya disebut Rapat Anggota Tahunan ) dan Rapat Anggota lainnya yang diadakan menurut ---- kebutuhan (selanjutnya disebut Rapat Anggota Luar Biasa ) Kecuali disebutkan secara khusus, maka Rapat Anggota dalam Anggaran - Dasar ini berarti Rapat Anggota Tahunan dan Rapat Anggota Luar Biasa Pasal RAPAT ANGGOTA TAHUNAN Rapat Anggota Tahunan diselenggarakan setiap tahun, paling lambat dalam bulan September Dalam Rapat Anggota Tahunan dibicarakan : a. Laporan pertanggung jawaban dari Pengurus mengenai hal-hal yang --- telah dikerjakan selama jangka waktu masa jabatannya dan hal lain yang penting berkenaan dengan jalannya APPMI b. Laporan mengenai keuangan APPMI c. Pembentukan Panitia Verifikasi Keuangan apabila dianggap perlu d. Pemilihan Ketua Umum apabila ada e. Pemilihan Komite Kehormatan; f. Hal-hal lain yang dianggap perlu dan penting oleh Pengurus untuk dibicarakan

ANGGARAN DASAR ASOSIASI KURATOR DAN PENGURUS INDONESIA

ANGGARAN DASAR ASOSIASI KURATOR DAN PENGURUS INDONESIA ANGGARAN DASAR ASOSIASI KURATOR DAN PENGURUS INDONESIA Anggaran Dasar di bawah ini adalah Anggaran Dasar Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia sebagaimana telah diubah dan disahkan dalam Rapat Anggota

Lebih terperinci

SEMULA ANGGARAN DASAR PT. BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk.

SEMULA ANGGARAN DASAR PT. BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk. Pasal SEMULA ANGGARAN DASAR PT. BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk. USULAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk. Pasal PEMINDAHAN HAK ATAS SAHAM PASAL 10 PEMINDAHAN HAK ATAS SAHAM

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan nasional yang berkesinambungan

Lebih terperinci

Anggaran Dasar. Konsil Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia [INDONESIAN NGO COUNCIL) MUKADIMAH

Anggaran Dasar. Konsil Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia [INDONESIAN NGO COUNCIL) MUKADIMAH Anggaran Dasar Konsil Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia [INDONESIAN NGO COUNCIL) MUKADIMAH Bahwa kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat adalah salah satu hak asasi manusia yang sangat

Lebih terperinci

Piagam Direksi. PT Link Net Tbk ( Perseroan )

Piagam Direksi. PT Link Net Tbk ( Perseroan ) Piagam Direksi PT Link Net Tbk ( Perseroan ) BAB I PENDAHULUAN Pasal 1 Definisi 1. Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) berarti organ Perseroan yang memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi

Lebih terperinci

PEDOMAN DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PT EMDEKI UTAMA Tbk

PEDOMAN DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PT EMDEKI UTAMA Tbk PEDOMAN DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PT EMDEKI UTAMA Tbk I. LATAR BELAKANG Berdasarkan Pasal 35 Ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten

Lebih terperinci

Piagam Dewan Komisaris. PT Link Net Tbk ( Perseroan )

Piagam Dewan Komisaris. PT Link Net Tbk ( Perseroan ) Piagam Dewan Komisaris PT Link Net Tbk ( Perseroan ) BAB I PENDAHULUAN Pasal 1 D e f i n i s i 1. Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) berarti organ Perseroan yang memiliki wewenang yang tidak diberikan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah

Lebih terperinci

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI PT Matahari Department Store Tbk ( Perseroan )

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI PT Matahari Department Store Tbk ( Perseroan ) PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI PT Matahari Department Store Tbk ( Perseroan ) Daftar Isi 1. Landasan Hukum 2. Fungsi Direksi 3. Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang 4. Pelaporan dan Pertanggungjawaban

Lebih terperinci

Rancangan Undang-undang tentang Akuntan Publik

Rancangan Undang-undang tentang Akuntan Publik Departemen Keuangan RI Rancangan Undang-undang tentang Akuntan Publik Panitia Antar Departemen Penyusunan Rancangan Undang-undang Akuntan Publik Gedung A Lantai 7 Jl. Dr. Wahidin No.1 Jakarta 10710 Telepon:

Lebih terperinci

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA KONGRES LUAR BIASA IKATAN NOTARIS INDONESIA BANTEN, MEI 2015

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA KONGRES LUAR BIASA IKATAN NOTARIS INDONESIA BANTEN, MEI 2015 PERUBAHAN ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA KONGRES LUAR BIASA IKATAN NOTARIS INDONESIA BANTEN, 29-30 MEI 2015 1. Beberapa ketentuan dalam MENIMBANG diubah dan disesuaikan dengan adanya Undang-Undang

Lebih terperinci

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI PT MULTIFILING MITRA INDONESIA Tbk ( Perseroan )

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI PT MULTIFILING MITRA INDONESIA Tbk ( Perseroan ) PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI PT MULTIFILING MITRA INDONESIA Tbk ( Perseroan ) 1. Landasan Hukum a. Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas; b. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG ADVOKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG ADVOKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG ADVOKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Negara Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan

Lebih terperinci

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DEWAN KOMISARIS PT Matahari Department Store Tbk ( Perseroan )

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DEWAN KOMISARIS PT Matahari Department Store Tbk ( Perseroan ) PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DEWAN KOMISARIS PT Matahari Department Store Tbk ( Perseroan ) Daftar Isi 1. Landasan Hukum 2. Fungsi Dewan Komisaris 3. Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang 4. Pelaporan dan

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG ADVOKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG ADVOKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG ADVOKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Negara Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan

Lebih terperinci

A N G G A R A N D A S A R

A N G G A R A N D A S A R A N G G A R A N D A S A R D A F T A R I S I : 1. Mukadimah 2. Bab I: Ketentuan Umum Pasal 1 3. Bab II: Nama, Tempat Kedudukan dan Jangka Waktu Pendirian Pasal 2 4. Bab III: Asas, Landasan, Tujuan dan Kegiatan

Lebih terperinci

PT FIRST MEDIA Tbk Piagam Direksi

PT FIRST MEDIA Tbk Piagam Direksi PT FIRST MEDIA Tbk Piagam Direksi BAB I: PENDAHULUAN Pasal 1 D e f i n i s i 1. Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) berarti Organ Perusahaan yang memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi maupun

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL Menimbang: DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA HASIL KONGRES XIX IKATAN NOTARIS INDONESIA JAKARTA, 28 JANUARI 2006

ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA HASIL KONGRES XIX IKATAN NOTARIS INDONESIA JAKARTA, 28 JANUARI 2006 ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA HASIL KONGRES XIX IKATAN NOTARIS INDONESIA JAKARTA, 28 JANUARI 2006 MENIMBANG : a. Bahwa Undang-undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris telah disahkan

Lebih terperinci

BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 LAMPIRAN : Keputusan Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia Nomor : Kep-04/BAPMI/11.2002 Tanggal : 15 Nopember 2002 Nomor : Kep-01/BAPMI/10.2002 Tanggal : 28 Oktober 2002 PERATURAN DAN ACARA BADAN ARBITRASE

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA HIMPUNAN KONSULTAN HUKUM PASAR MODAL BAB 1 KEANGGOTAAN

ANGGARAN RUMAH TANGGA HIMPUNAN KONSULTAN HUKUM PASAR MODAL BAB 1 KEANGGOTAAN ANGGARAN RUMAH TANGGA HIMPUNAN KONSULTAN HUKUM PASAR MODAL BAB 1 KEANGGOTAAN Pasal 1 1. Anggota Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal adalah mereka yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam pasal

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG 1 PEMERINTAH KABUPATEN MALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR 14 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa Desa sebagai

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan nasional yang berkesinambungan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG 1 PEMERINTAH KABUPATEN MALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR 14 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa Desa sebagai

Lebih terperinci

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI. PT Mandom Indonesia

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI. PT Mandom Indonesia PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI PT Mandom Indonesia Tbk 1. DASAR PENYUSUNAN Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi disusun berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33 /POJK.04/2014 tgl 8

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, 1 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah

Lebih terperinci

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI PT MANDOM INDONESIA Tbk

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI PT MANDOM INDONESIA Tbk PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI PT MANDOM INDONESIA Tbk 1. DASAR PENYUSUNAN Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi disusun berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33 /POJK.04/2014 tgl 8

Lebih terperinci

DAFTAR ISI BAB V LAMBANG 51

DAFTAR ISI BAB V LAMBANG 51 DAFTAR ISI ANGGARAN DASAR... 1 BAB I PENGERTIAN UMUM. 3 BAB II NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN JANGKA WAKTU. 6 BAB III ASAS DAN LANDASAN, PEDOMAN DAN SIFAT 6 BAB IV TUJUAN DAN KEGIATAN.. 7 BAB V LAMBANG 8 BAB

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.761, 2014 KEMENKEU. Konsultan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN

Lebih terperinci

PIAGAM DIREKSI & DEWAN KOMISARIS. PT UNGGUL INDAH CAHAYA Tbk.

PIAGAM DIREKSI & DEWAN KOMISARIS. PT UNGGUL INDAH CAHAYA Tbk. PIAGAM DIREKSI & DEWAN KOMISARIS PT UNGGUL INDAH CAHAYA Tbk. 1 PIAGAM DIREKSI & DEWAN KOMISARIS PT UNGGUL INDAH CAHAYA Tbk. BAGIAN I : DASAR HUKUM Pembentukan, pengorganisasian, mekasnisme kerja, tugas

Lebih terperinci

AD KAI TAHUN 2016 PEMBUKAAN

AD KAI TAHUN 2016 PEMBUKAAN AD KAI TAHUN 2016 PEMBUKAAN - Bahwa Negara Republik Indonesia adalah Negara Hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, oleh karena itu setiap orang tanpa membedakan

Lebih terperinci

Anggaran Dasar KONSIL Lembaga Swadaya Masyarakat INDONESIA (Konsil LSM Indonesia) [INDONESIAN NGO COUNSILINC) MUKADIMAH

Anggaran Dasar KONSIL Lembaga Swadaya Masyarakat INDONESIA (Konsil LSM Indonesia) [INDONESIAN NGO COUNSILINC) MUKADIMAH Anggaran Dasar KONSIL Lembaga Swadaya Masyarakat INDONESIA (Konsil LSM Indonesia) [INDONESIAN NGO COUNSILINC) MUKADIMAH Bahwa kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat adalah salah satu

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERKUMPULAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERKUMPULAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERKUMPULAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pada saat ini perkumpulan di Indonesia

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan peran Komisi Kejaksaan Republik Indonesia, perlu

Lebih terperinci

IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA (IAPI)

IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA (IAPI) IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA (IAPI) (INDONESIAN PROCUREMENT SPECIALISTS ASSOCIATION) ANGGARAN DASAR halaman 1 dari 10 IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA DISINGKAT IAPI ANGGARAN DASAR P E M B U K A A N

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI STEMBAYO

ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI STEMBAYO ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI STEMBAYO MUKADIMAH Kemajuan Indonesia harus diusahakan melalui perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya yang cerdas, jujur, dan bermartabat dengan tetap menjaga

Lebih terperinci

PERATURAN KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK TENTANG

PERATURAN KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK TENTANG PERATURAN KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK NOMOR 4/PKPAP/2014 TENTANG TATA CARA PEMBERHENTIAN ANGGOTA KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK, Menimbang

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 1 ANGGARAN DASAR Halaman 1 dari 2 halaman 2 IKATAN ALUMNI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KETAPANG

PEMERINTAH KABUPATEN KETAPANG PEMERINTAH KABUPATEN KETAPANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN KETAPANG NOMOR 6 TAHUN 2007 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KETAPANG, Menimbang : Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN PERKUMPULAN Nomor : 35.- -Pada hari ini, Selasa, tanggal 15 (lima belas), bulan Juli, tahun 2014 (dua ribu empat belas), pukul 16.15 (enam belas lewat lima belas menit) WIB (Waktu Indonesia Barat).------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

PENUNJUK ADVOKAT DAN BANTUAN HUKUM

PENUNJUK ADVOKAT DAN BANTUAN HUKUM PENUNJUK ADVOKAT DAN BANTUAN HUKUM 1 (satu) Hari Kerja ~ waktu paling lama, Pemberi Bantuan Hukum wajib memeriksa kelengkapan persyaratan Pemberi Bantuan Hukum wajib memeriksa kelengkapan persyaratan sebagaimana

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : M.02.PR.08.10 TAHUN 2004 TENTANG TATA CARA PENGANGKATAN ANGGOTA, PEMBERHENTIAN ANGGOTA, SUSUNAN ORGANISASI, TATA KERJA, DAN TATA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR...TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR...TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR...TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI PERENCANA

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI PERENCANA ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI PERENCANA BAB I UMUM Pasal 1 Pengertian Anggaran Rumah Tangga merupakan penjabaran Anggaran Dasar IAP Pasal 2 Pengertian Umum (1) Ahli adalah seorang yang berlatar belakang

Lebih terperinci

BUPATI LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN 1 BUPATI LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA DI KABUPATEN LAMONGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI DAFTAR ISI PASAL 1 Tujuan... 2 PASAL 2 Definisi... 2 PASAL 3 Keanggotaan Direksi... 2 PASAL 4 Persyaratan... 3 PASAL 5 Masa Jabatan... 4 PASAL 6 Pemberhentian Sementara...

Lebih terperinci

IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS 4 IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA TAHUN 2017

ANGGARAN DASAR INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA TAHUN 2017 ANGGARAN DASAR INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA TAHUN 2017 MUKADIMAH Kegiatan perekonomian yang transparan, akuntabel, responsibel, efisien, dan bersih membutuhkan informasi keuangan yang berkualitas

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN APOTEKER INDONESIA

ANGGARAN DASAR IKATAN APOTEKER INDONESIA ANGGARAN DASAR IKATAN APOTEKER INDONESIA MUKADIMAH Bahwa para Apoteker Indonesia merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang dianugerahi bekal ilmu pengetahuan dan teknologi serta keahlian di bidang

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA TAHUN 2017

ANGGARAN RUMAH TANGGA INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA TAHUN 2017 ANGGARAN RUMAH TANGGA INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA TAHUN 2017 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Anggaran Rumah Tangga ini yang dimaksud dengan: (1) Anggaran Rumah Tangga ini adalah penjabaran lebih

Lebih terperinci

- - PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG MAJELIS KEHORMATAN KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

- - PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG MAJELIS KEHORMATAN KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN - - PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG MAJELIS KEHORMATAN KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa ketentuan mengenai

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan nasional yang berkesinambungan

Lebih terperinci

PASAL 1 NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Ayat (1) s/d (2): Tidak ada perubahan. PASAL 2 JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN Tidak ada perubahan

PASAL 1 NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Ayat (1) s/d (2): Tidak ada perubahan. PASAL 2 JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN Tidak ada perubahan ANGGARAN DASAR SAAT INI ANGGARAN DASAR PERUBAHAN PASAL 1 NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Ayat (1) s/d (2): Tidak ada perubahan PASAL 2 JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN Tidak ada perubahan PASAL 3 MAKSUD DAN

Lebih terperinci

PIAGAM KOMISARIS. A. Organisasi, Komposisi dan Keanggotaan

PIAGAM KOMISARIS. A. Organisasi, Komposisi dan Keanggotaan PIAGAM KOMISARIS A. Organisasi, Komposisi dan Keanggotaan I. Struktur: 1. Dewan Komisaris paling sedikit terdiri dari 2 (dua) orang anggota. Salah satu anggota menjabat sebagai Komisaris Utama dan satu

Lebih terperinci

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH. Muchamad Ali Safa at

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH. Muchamad Ali Safa at DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH Muchamad Ali Safa at DPRD Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Unsur Penyelenggara Pemerintahan Daerah FUNGSI: Legislasi; Anggaran; Pengawasan; Representasi RAKYAT DI DAERAH

Lebih terperinci

KEPUTUSAN BADAN ARBITRASE PASAR MODAL INDONESIA NOMOR : KEP 02/BAPMI/ TENTANG PERATURAN DAN ACARA BADAN ARBITRASE PASAR MODAL INDONESIA

KEPUTUSAN BADAN ARBITRASE PASAR MODAL INDONESIA NOMOR : KEP 02/BAPMI/ TENTANG PERATURAN DAN ACARA BADAN ARBITRASE PASAR MODAL INDONESIA KEPUTUSAN BADAN ARBITRASE PASAR MODAL INDONESIA NOMOR : KEP 02/BAPMI/11.2009 TENTANG PERATURAN DAN ACARA BADAN ARBITRASE PASAR MODAL INDONESIA BADAN ARBITRASE PASAR MODAL INDONESIA Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR /PMK.01/2017 TENTANG AKUNTAN BEREGISTER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR /PMK.01/2017 TENTANG AKUNTAN BEREGISTER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR /PMK.01/2017 TENTANG AKUNTAN BEREGISTER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan ketentuan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA w w w.bp kp.go.id PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA. PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA (Indonesian Agricultural Extensionist Association) PERHIPTANI IAEA

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA. PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA (Indonesian Agricultural Extensionist Association) PERHIPTANI IAEA ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA (Indonesian Agricultural Extensionist Association) PERHIPTANI IAEA ANGGARAN DASAR PERHIMPUNAN PENYULUH PERTANIAN INDONESIA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KAYONG UTARA

PEMERINTAH KABUPATEN KAYONG UTARA PEMERINTAH KABUPATEN KAYONG UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAYONG UTARA NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KAYONG UTARA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA MUKADIMAH

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA MUKADIMAH ANGGARAN DASAR HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA MUKADIMAH Bahwa sesungguhnya pengabdian kepada bangsa dan negara adalah kewajiban setiap warga negara Indonesia yang harus dilaksanakan dan dikembangkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2002 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) DAMRI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2002 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) DAMRI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2002 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) DAMRI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dengan diundangkannya Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PERSATUAN MAHASISWA INDONESIA DI AMERIKA SERIKAT (PERMIAS) NEW JERSEY

ANGGARAN DASAR PERSATUAN MAHASISWA INDONESIA DI AMERIKA SERIKAT (PERMIAS) NEW JERSEY ANGGARAN DASAR PERSATUAN MAHASISWA INDONESIA DI AMERIKA SERIKAT (PERMIAS) NEW JERSEY DAFTAR ISI PEMBUKAAN 3 BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN WAKTU DIDIRIKAN 4 PASAL 1 NAMA 4 PASAL 2 TEMPAT KEDUDUKAN 4

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.212, 2012 PEMBANGUNAN. EKONOMI. Warga Negara. Kesejahteraan. Koperasi. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5355) UNDANG-UNDANG REPUBLIK

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN MAHASISWA INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN MAHASISWA INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ANGGARAN DASAR HIMPUNAN MAHASISWA INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG DEWAN PERWALIAN DAN PENGAWASAN HIMPUNAN MAHASISWA INFORMATIKA ITB 2011-2012 MUKADIMAH Bahwa sesungguhnya informatika sebagai ilmu

Lebih terperinci

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DEWAN KOMISARIS PT MULTIFILING MITRA INDONESIA Tbk ( Perseroan )

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DEWAN KOMISARIS PT MULTIFILING MITRA INDONESIA Tbk ( Perseroan ) PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DEWAN KOMISARIS PT MULTIFILING MITRA INDONESIA Tbk ( Perseroan ) 1. Landasan Hukum a. Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas; b. Peraturan Otoritas Jasa

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEPOLISIAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEPOLISIAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEPOLISIAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka membangun Kompolnas

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1094, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN. Kode Etik. Pegawai Negeri Sipil. Pembinaan. PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG

Lebih terperinci

ETIKA PERILAKU (CODE OF CONDUCT) ARBITER/MEDIATOR BADAN ARBITRASE PASAR MODAL INDONESIA

ETIKA PERILAKU (CODE OF CONDUCT) ARBITER/MEDIATOR BADAN ARBITRASE PASAR MODAL INDONESIA ETIKA PERILAKU (CODE OF CONDUCT) ARBITER/MEDIATOR BADAN ARBITRASE PASAR MODAL INDONESIA BAB I ETIKA PERILAKU (CODE OF CONDUCT) ARBITER/ MEDIATOR BAPMI Pasal 1 Etika Perilaku terhadap Lembaga dan Profesi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR../POJK.04/2014

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR../POJK.04/2014 OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR../POJK.04/2014 TENTANG PERIZINAN WAKIL PENJAMIN EMISI EFEK DAN WAKIL PERANTARA PEDAGANG EFEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR 26 TAHUN 2016

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR 26 TAHUN 2016 SALINAN WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR 26 TAHUN 2016 TENTANG KODE ETIK APARATUR SIPIL NEGARA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MATARAM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Oktober Tata Kerja. Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi. S u r a b a y a, O k t o b e r

Oktober Tata Kerja. Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi. S u r a b a y a, O k t o b e r Oktober 2011 Tata Kerja Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi S u r a b a y a, O k t o b e r 2 0 1 1 Daftar Isi Mukadimah BAB I Nama, Waktu dan Kedudukan Pasal 1 Nama Pasal 2 Waktu Pasal 3 Kedudukan

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERKUMPULAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERKUMPULAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG PERKUMPULAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pada saat ini perkumpulan orang di Indonesia

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan kesehatan ditujukan untuk

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.351, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA. Organisasi. Tata Kerja. Fungsi. Tugas. Wewenang. PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA

ANGGARAN RUMAH TANGGA ANGGARAN RUMAH TANGGA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 1. Perusahaan yang dapat menjadi Angota ASOSIASI PABRIK KABEL LISTRIK INDONESIA selanjutnya disingkat APKABEL adalah perusahaan yang melaksanakan usaha industri

Lebih terperinci

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah KULIAH 11 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah SUSUNAN DAN KEDUDUKAN DPRD terdiri dari anggota Parpol hasil Pemilu Fungsi DPRD Fungsi Pengawasan Fungsi Anggaran 2 Fungsi legislasi DPRD merupakan lembaga perwakilan

Lebih terperinci

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG BADAN PERWAKILAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG BADAN PERWAKILAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG BADAN PERWAKILAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO, Menimbang : a. bahwa dalam rangka peningkatan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ASOSIASI KONTRAKTOR KONSTRUKSI INDONESIA BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAERAH KERJA, DAN WAKTU. Pasal 1 NAMA

ANGGARAN DASAR ASOSIASI KONTRAKTOR KONSTRUKSI INDONESIA BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAERAH KERJA, DAN WAKTU. Pasal 1 NAMA ANGGARAN DASAR ASOSIASI KONTRAKTOR KONSTRUKSI INDONESIA BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAERAH KERJA, DAN WAKTU Pasal 1 NAMA Organisasi ini bernama Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia atau disingkat

Lebih terperinci

PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2007 TENTANG KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2007 TENTANG KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 1 - PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2007 TENTANG KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI KONTRAKTOR TATA LINGKUNGAN INDONESIA BAB I UMUM. Pasal 1 LANDASAN PENYUSUNAN

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI KONTRAKTOR TATA LINGKUNGAN INDONESIA BAB I UMUM. Pasal 1 LANDASAN PENYUSUNAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI KONTRAKTOR TATA LINGKUNGAN INDONESIA BAB I UMUM Pasal 1 LANDASAN PENYUSUNAN 1. Anggaran Rumah Tangga ini disusun berdasarkan BAB X Pasal 33 Anggaran Dasar Asosiasi Kontraktor

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang Mengingat PRESIDEN

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR MUKADIMAH

ANGGARAN DASAR MUKADIMAH ANGGARAN DASAR MUKADIMAH Bahwa Negara Republik Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 bertujuan mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR/ ANGGARAN RUMAH TANGGA (AD/ART), PROGRAM KERJA DAN KODE ETIK AHLI GIZI

ANGGARAN DASAR/ ANGGARAN RUMAH TANGGA (AD/ART), PROGRAM KERJA DAN KODE ETIK AHLI GIZI ANGGARAN DASAR/ ANGGARAN RUMAH TANGGA (AD/ART), PROGRAM KERJA DAN KODE ETIK AHLI GIZI PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) 2015 ANGGARAN DASAR/ ANGGARAN RUMAH TANGGA ( AD/ART ) PERSATUAN AHLI GIZI

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2000 TENTANG SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2000 TENTANG SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2000 TENTANG SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kemerdekaan berserikat, berkumpul,

Lebih terperinci

Pedoman Kerja Dewan Komisaris

Pedoman Kerja Dewan Komisaris Pedoman Kerja Dewan Komisaris PT Erajaya Swasembada Tbk & Entitas Anak Berlaku Sejak Tahun 2015 Dewan Komisaris mempunyai peran yang sangat penting dalam mengawasi jalannya usaha Perusahaan, sehingga diperlukan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEPOLISIAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEPOLISIAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEPOLISIAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA pkumham.go PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka membangun

Lebih terperinci