Bab V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Bab V ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Transkripsi

1 Bab V ANALISIS DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisis Responden Dalam rangka pengumpulan data untuk penelitian ini, kami menyebarkan 92 lembar kuisioner. Jumlah sample tersebut didapatkan dari perhitungan dengan menggunakan rumus slovin. Jumlah populasi industri konveksi dan jasa bordir di Jakarta tahun 24 adalah sebanyak 171 industri, dimana data tersebut didapatkan dari data yellow pages. Untuk menghitung jumlah sample kami menggunakan rumus slovin dibawah ini: n = N 2 ( 1 + e N ) Keterangan : n N = Jumlah sample = Jumlah populasi e = Persentase error, dimana standar yang dipakai adalah 1 % Wilayah penyebaran kuisioner adalah di seluruh Jakarta, meliputi Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. Adapun jenis usaha dari responden dibagi menjadi dua macam, yaitu responden yang berupa perusahaan dan responden yang berupa home industry, 4

2 41 sementara bidang usaha responden terdiri dari industri konveksi dan industri jasa bordir. Dari 92 lembar kuisioner tersebut semua hasil yang terkumpul valid untuk diproses yang berarti terdapat 92 responden sebagai sample untuk penelitian ini Analisis Ruang Lingkup Usaha Responden Dari data yang terkumpul, sebagian besar ruang lingkup usaha responden adalah berupa home industry. Sebanyak 67 responden atau 73 % ruang lingkup usaha dari responden adalah home industry dan hanya 25 responden atau sebesar 27 % yang ruang lingkup usahanya adalah perusahaan baik itu berupa PT, CV, dll. Adapun ruang lingkup usaha dari responden ditampilkan pada grafik di bawah ini: Grafik Ruang Lingkup Usaha Responden Responden Perusahaan Home Industry Ruang Lingkup Usaha Gambar 5.1 Grafik Ruang lingkup usaha responden

3 42 Dari gambar 5.1 dapat dilihat bahwa sebagian besar responden terdiri dari home industry. Hal tersebut dikarenakan oleh jumlah populasi home industry konveksi dan jasa bordir di Jakarta yang memang jauh lebih besar daripada industri yang berbentuk perusahaan Analisis Bidang Usaha Responden Disamping ruang lingkup usaha responden diatas, bidang usaha responden terdiri dari 2 macam, yaitu : konveksi dan jasa bordir. Secara garis besar bidang usaha dari responden ditampilkan pada grafik di bawah ini: Grafik Bidang Usaha Responden Jumlah responden Konveksi Jasa Bordir Bidang usaha Gambar 5.2 Grafik Bidang Usaha Responden Grafik 5.2 menggambarkan bidang usaha dari responden, dimana 6 perusahaan atau sebesar 65 % terdiri dari industri konveksi, sementara sisanya sebesar 35 % terdiri dari industri jasa bordir.

4 43 Dari masing-masing bidang usaha tersebut ruang lingkup usaha responden terbagi menjadi 2, yaitu perusahaan dan home industry yang ditampilkan secara lebih jelas pada table dan grafik dibawah ini : Konveksi Jasa Bordir Total Perusahaan Home Industry Total Tabel 5.1 Tabel Bidang Usaha Per Ruang Lingkup Usaha Grafik Bidang Usaha Per Ruang Lingkup Usaha Responden Jumlah Responden Konveksi 1 Jasa bordir 44 Konveksi 23 Jasa bordir perusahaan Home Industry Ruang Lingkup Usaha Gambar 5.3 Grafik Bidang Usaha per Ruang Lingkup Usaha Dari gambar 5.3 diatas dapat dilihat bahwa sebagian besar industri bergerak di bidang konveksi. Untuk ruang lingkup usaha yang berupa perusahaan, perbandingan antara usaha konveksi dan jasa bordir cukup tinggi karena dari 25 perusahaan hanya terdapat 1 perusahaan jasa bordir. Sedangkan untuk ruang lingkup home industry, meskipun perbedaan jumlah tidak terlalu besar tapi

5 44 jumlah usaha jasa bordir tetap lebih sedikit jika dibandingkan konveksi. Dari informasi tersebut menunjukkan bahwa peluang untuk industri jasa bordir di Jakarta masih terbuka lebar karena pada dasarnya semua industri konveksi membutukan tehnik bordir, dan hal tersebut juga menggambarkan bahwa kebutuhan mesin bordir untuk masa mendatang masih cukup tinggi Analisis Lokasi Usaha Responden Dari total populasi yang tersebar di seluruh Jakarta, 212 industri atau 2 % terletak di Jakarta Barat, 317 industri atau 3 % terletak di Jakarta Timur, 283 industri atau 26 % terletak di Jakarta Pusat, 179 industri atau 17 % terletak di Jakarta Utara, sementara 8 industri atau 7 % terletak di Jakarta Selatan. Populasi Industri Konveksi dan Jasa Bordir di Jakarta Tahun 24 17% 7% Jak-Bar 2% Jak-Tim Jak-Pus 26% 3% Jak-Ut Jak-Sel Gambar 5.4 Grafik Populasi Industri Konveksi dan Jasa Bordir di Jakarta ( Sumber : Yellow Pages tahun 24 ) Dari perhitungan jumlah populasi industri konveksi dan jasa bordir di atas didapatkan jumlah sample sebagai berikut:.

6 45 Jak-Bar Jak-Tim Jak-Pus Jak-Ut Jak-Sel Total Populasi Sample Tabel 5.2 Tabel Jumlah Populasi dan Sample Berdasar Lokasi Usaha! Ditinjau dari Ruang Lingkup Usaha per Lokasi Usaha Dari ruang lingkup usaha responden di tiap wilayah didapatkan data sebagai berikut : Jak Bar Jak Tim Jak Pus Jak Ut Jak Sel Total Perusahaan Home Industry Total Tabel 5.3 Tabel Perbandingan Ruang Lingkup Usaha Per Lokasi Usaha Grafik Ruang Lingkup Usaha per Lokasi Usaha Jumlah responden Jak Bar Jak Tim 6 18 Jak Pus Jak Ut 14 Jak Sel Perusahaan Home Industry Lokasi Usaha Gambar 5.5 Grafik Ruang Lingkup Usaha per Lokasi Usaha Dari tabel 5.3 dan gambar 5.5 dapat dilihat bahwa responden yang ruang lingkup usahanya adalah home industri memiliki komposisi yang lebih besar dibandingkan konveksi di seluruh wilayah Jakarta. Untuk ruang lingkup

7 46 usaha yang berupa perusahaan paling banyak tersebar di wilayah Jakarta Pusat sedangkan untuk home industry paling banyak tersebar di wilayah Jakarta Timur.! Ditinjau dari Bidang Usaha per Lokasi Usaha Dari tiap bidang usaha responden di masing-masing wilayah didapatkan data sebagai berikut : Jak Bar Jak Tim Jak Pus Jak Ut Jak Sel Total Konveksi Jasa Bordir Total Tabel 5.4 Tabel Perbandingan Bidang Usaha per Lokasi Usaha Grafik Bidang Usaha per Lokasi Usaha 2 19 Jumlah responden Jak Bar 8 Jak Tim 15 9 Jak Pus 8 8 Jak Ut 4 3 Jak Sel Konveksi Jasa Bordir Lokasi Usaha Gambar 5.6 Grafik Bidang Usaha per Lokasi Usaha

8 47 Dari tabel 5.4 dan gambar 5.6 dapat dilihat bahwa jumlah industri jasa bordir masih relatif sedikit di wilayah Jakarta ini. Jumlah industri konveksi terbesar berada di wilayah Jakarta Timur sedangkan untuk industri jasa bordir berada di wilayah Jakarta Pusat Analisis Ukuran ( Size ) Industri Responden Besarnya suatu industri sangat penting untuk menentukan target dari market di masa mendatang. Untuk mengetahui besar atau tidaknya suatu industri kami menganalisa berdasarkan jumlah karyawan dari perusahaan tersebut. Berikut ini merupakan data dari 92 responden industri konveksi dan jasa bordir di Jakarta : Jumlah Karyawan Jumlah Responden < >5 7 Total 92 Tabel 5.5 Tabel Jumlah Karyawan Untuk melihat data besarnya industri dari masing-masing bidang usaha dapat dilihat dari table dan grafik dibawah ini :

9 48 < >5 Total Konveksi Jasa bordir Total Tabel 5.6 Tabel Jumlah Karyawan Industri Konveksi dan Jasa Bordir Grafik Jumlah Karyawan Industri Konveksi dan Jasa Bordir Jumlah Responden < Jumlah Karyawan >5 Konveksi Jasa bordir Gambar 5.7 Grafik Jumlah Karyawan Industri Konveksi dan Jasa bordir Dari tabel 5.6 dan gambar 5.7 dapat dilihat bahwa secara keseluruhan untuk industri konveksi sebagian besar industrinya memiliki 11-5 dan 51-1 karyawan, demikian juga untuk industri jasa bordir sebagian besar memiliki 11-5 karyawan. Dari keseluruhan data tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk industri konveksi dan jasa bordir di Jakarta sebagian besar adalah usaha menengah ke bawah.

10 Analisis Umum Industri Mesin Bordir di Jakarta Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Mesin Bordir Dari 73 responden yang memiliki mesin bordir, berikut ini adalah faktor-faktor yang menjadi pertimbangan bagi responden dalam memilih mesin bordir Prioritas Dalam Menentukan Pilihan Total Teknologi Harga Kualitas Service Jaminan Merk Ref Teman Total Tabel 5.7 Tabel Faktor-Faktor yang Menentukan Pembelian Mesin Bordir Dari tabel 5.7 dapat dilihat faktor-faktor yang melatarbelakangi dalam pembelian mesin bordir secara urut adalah sebagai berikut : Prioritas Faktor 1 Kualitas 2 Harga 3 Service 4 Jaminan Merk 5 Teknologi 6 Ref. Teman Secara umum responden mengutamakan kualitas saat akan membeli mesin bordir. Selanjutnya faktor-faktor yang menjadi pertimbangan adalah : harga, service, jaminan merk, teknologi dan referensi teman.

11 Analisis Penggunaan dan Rencana Penggunaan Mesin Bordir Berdasarkan hasil kuisioner, 73 industri memiliki mesin bordir sendiri, sedangkan 19 sisanya tidak memiliki mesin bordir dan memenuhi kebutuhan bordir pakaian dengan outsource. Konveksi Jasa Bordir Total Memiliki Tidak memiliki Total Tabel 5.8 Tabel Status Penggunaan Mesin Bordir Grafik Status Kepemilikan Mesin Bordir Jumlah Responden Konveksi Status Jasa Bordir Memiliki Tidak memiliki Gambar 5.8 Grafik Status Kepemilikan Mesin Bordir Dari tabel 5.8 dan gambar 5.8 diatas dapat dilihat bahwa seluruh industri jasa bordir memiliki mesin bordir sendiri tetapi untuk industri konveksi sebanyak 19 responden atau 32 % tidak memiliki mesin bordir sendiri dan lebih memilih outsource.

12 51 Dari 19 responden yang bergerak di bidang usaha konveksi dan tidak memiliki mesin bordir sendiri, 3 diantaranya berencana memiliki mesin bordir sebagai sarana bisnis, sementara sisanya tetap memilih untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan bordir dengan outsource ke perusahaan lain. Grafik Rencana Kepemilikan Mesin Bordir 2 Jumlah responde n konveksi jasa bordir Tidak Memiliki Berencana Memiliki Bidang Usaha Gambar 5.9 Grafik Rencana Kepemilikan Mesin Bordir Analisis Awareness Merk Mesin Bordir di Jakarta Untuk menganalisa awareness dari merk mesin bordir di Jakarta kami menganalisa 6 merk mesin bordir, yaitu : Tajima, Barudan, SWF, ZSK, Melco dan merk-merk lain dari China, seperti Feiya, Feiyue,Winko, Zhi Yi, Typical, Dahau, dan ReachPeace. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari grafik di bawah ini.

13 52 Grafik Tingkat Awareness Merk Mesin Bordir di Jakarta Persentase 1% 5% % 96% 93% 41% 28% 26% 11% Tajima Barudan ZSK SWF Melco Merk Lain Gambar 5.1 Grafik Tingkat Awareness Merk Mesin Bordir di Jakarta Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa tingkat awareness responden terhadap merk mesin bordir paling tinggi adalah terhadap merk Tajima karena hampir seluruh responden, yaitu sebesar 96 % pernah mendengar merk Tajima. Sedangkan tingkat awareness yang tinggi juga diperoleh atas merk Barudan, yaitu sebesar 93 %. Fakta tersebut membuktikan bahwa Tajima dan Barudan bersaing dengan ketat. Meskipun tingkat awareness responden terhadap merk ZSK dan SWF tidak cukup tinggi namun keduanya menduduki peringkat yang hampir sama. Dari informasi diatas juga dapat dilihat kecenderungan masyarakat saat ini untuk beralih ke merk-merk mesin bordir dari China karena penawaran harga mereka yang jauh lebih murah dibandingkan merk merk lain. Sedangkan merk mesin bordir yang memiliki tingkat awareness paling rendah adalah Melco, dimana mesin bordir Melco juga berasal dari Jepang namun Melco tidak memiliki distributor resmi di Indonesia, khususnya Jakarta.

14 Analisis 4-P Tajima Analisis dari 4P meliputi analisa Produk, Harga, Tempat ( Distribusi ) dan Promosi. Berikut ini adalah hasil analisis dari data yang telah terkumpul Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian Tajima Dari 51 responden yang telah menggunakan produk Tajima, didapatkan factor-faktor yang melatarbelakangi dalam pembelian produk Tajima. Prioritas Dalam Menentukan Pilihan Total Teknologi Harga Kualitas Service Jaminan Merk Ref Teman Total Tabel 5.9 Tabel Alasan Responden Menggunakan Mesin Bordir Tajima Prioritas Faktor 1 Kualitas 2 Jaminan Merk 3 Referensi Teman 4 Harga 5 Teknologi 6 Service Faktor Produk # Kualitas Mesin Bordir Tajima Berikut ini merupakan data-data yang menggambarkan tingkat kualitas dari mesin bordir Tajima.

15 54 Bagus Kualitas Sedang Kurang Total Jumlah responden Persentase 72% 2% 8% 1% Tabel 5.1 Tabel Status Kepuasan Terhadap Kualitas Produk Tajima Persentase Kepuasan Terhadap Kualitas Produk Tajima 2% 8% 73% Bagus Sedang Kurang Gambar 5.11 Grafik Tingkat Kepuasan Terhadap Kualitas Produk Tajima Dari tabel 5.1 dan gambar 5.11 diatas dapat kita lihat bahwa sebagian besar responden atau sebesar 73 % berpendapat bahwa kualitas dari mesin bordir Tajima bagus, 2 % menjawab kualitasnya sedang, dan hanya 8 % berpendapat kualitas kurang bagus. Secara lebih detail, kualitas dari masing-masing jenis mesin bordir Tajima dipaparkan pada tabel dan grafik dibawah ini : # Service Mesin Bordir Tajima Berikut ini merupakan data-data yang menggambarkan tingkat service dari PT. TGM sampai saat ini.

16 55 Service Bagus Sedang Kurang Jumlah responden Total 51 Persentase 22% 64% 14% 1% Tabel 5.11 Tabel Tingkat Service Mesin Bordir Tajima Tingkat Service Produk Tajima 14% 64% 22% Bagus Sedang Kurang Gambar 5.12 Grafik Tingkat Service Produk Tajima Dari tabel 5.11 dan gambar 5.12 diatas dapat dilihat bahwa service dari Tajima belum maksimal. Sebagian besar responden atau 64 % berpendapat bahwa tingkat service dari Tajima sedang, 22 % responden berpendapat bagus, tetapi 14 % berpendapat tingkat service kurang. Berdasarkan data-data di tabel 5.8 yang menggambarkan urutan prioritas faktor yang mendorong konsumen membeli mesin bordir, faktor service menduduki urutan no.3 sebagai faktor terpenting. Hal tersebut berarti service merupakan faktor penting yang perlu ditingkatkan lagi oleh PT. TGM untuk mendapatkan kepuasan pelanggan (customer satisfaction) di masa mendatang.

17 Faktor Harga # Harga Mesin Bordir Tajima Berikut ini merupakan data-data yang akan memberikan gambaran tentang harga dari mesin bordir Tajima Harga Mahal Sesuai Murah Total Jumlah responden Persentase 55% 39% 6% 1% Tabel 5.12 Pendapat Responden Mengenai Harga dari Tajima Pendapat Responden Tentang Harga Tajima 39% 6% 55% Mahal Sesuai Murah Gambar 5.13 Grafik Pendapat Responden Tentang Harga Tajima Dari tabel 5.12 dan gambar 5.13 diatas dapat dilihat bahwa rata-rata responden atau sebesar 55 % berpendapat bahwa harga dari mesin bordir Tajima mahal, 39 % responden berpendapat bahwa harga tersebut sesuai dengan kualitasnya dan ada 6 % responden yang berpendapat bahwa harga mesin bordir Tajima murah.

18 57 # Tingkat Perbandingan Harga dan Kualitas Produk Harga Kualitas Mahal Sesuai Murah Total Responden % Responden % Responden % Responden % Bagus 18 35% 17 33% 3 6% 38 74% Sedang 7 14% 2 4% % 9 18% Kurang 3 6% 1 2% % 4 8% Total 28 55% 2 39% 3 6% 51 1% Tabel 5.13 Tabel Perbandingan Harga dan Kualitas Produk Tajima Tingkat Perbandingan Harga dan Kualitas Produk Tajima Persentase 6% 5% 4% 3% 2% 1% % Mahal Sesuai Murah Kurang Sedang Bagus Harga Gambar 5.14 Grafik Perbandingan Harga dan Kualitas Produk Tajima Dari tabel 5.13 dan gambar 5.14 diatas dapat dilihat bahwa 55 % responden berpendapat harga dari mesin bordir Tajima mahal dan 39 % responden berpendapat bahwa harga sesuai. Namun jika ditinjau dari segi kualitas yang diberikan, sebagian besar dari mereka berpendapat bahwa kualitas dari mesin bordir Tajima memang bagus.

19 Faktor Tempat ( Distribusi ) Untuk mengetahui seberapa tingkat kemudahan konsumen dalam mendapat mesin bordir Tajima dapat dilihat dari grafik berikut ini. Tingkat Kemudahan Dalam Mendapat Produk Tajima 27% 73% Mudah Sulit Gambar 5.15 Grafik Tingkat Kemudahan Dalam Mendapat Produk Tajima Dari gambar 5.15 diatas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden, yaitu sebesar 73 % merasa bahwa mereka tidak mendapat kesulitan saat akan membeli mesin bordir Tajima. Hal tersebut sangat didukung dari jalur distribusi dari PT. TGM sendiri. PT. TGM memiliki kantor cabang yang berada di Jakarta, Bandung dan Surabaya dan dengan adanya kantor cabang tersebut sangat mendukung dalam memenuhi kebutuhan konsumen yang sebagian besar menginginkan mendapat barang dalam waktu yang singkat Faktor Promosi Untuk mengetahui jalur promosi dari PT. TGM kita dapat melihat dari data-data di bawah ini.

20 59 Grafik Jalur Promosi Tajima 24% 2% 16% 7% Tradeshow Ref Teman Brosur 51% Yellow Pages Salesman Gambar 5.16 Grafik Jalur Promosi Tajima Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar dari responden atau sebesar 51 % mengetahui brand Tajima dari pameran (tradeshow) yang telah dilakukan. Sebelum dan pada saat mengadakan suatu tradeshow di kota-kota tertentu, PT. TGM melakukan pemasangan iklan di koran-koran sehingga mendukung efektifnya pameran yang diadakan. Disamping tradeshow jalur promosi yang efektif adalah melalui yellow pages, yaitu sebesar 24 % dimana PT. TGM memasang iklan di yellow pages setahun sekali yang wilayah penyebarannnya sangat luas, yaitu meliputi Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogya, Solo, Semarang, Medan, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dll. Sedangkan tingkat kemudahan konsumen dalam mendapatkan informasi dapat dianalisa dari grafik dibawah ini :

21 6 Tingkat Kemudahan Dalam Mendapat Informasi 41% Mudah Sulit 59% Gambar 5.17 Grafik Tingkat Kemudahan Dalam Mendapat Informasi Dari gambar 5.15 diatas dapat dilihat bahwa tingkat kesulitan responden untuk mendapat informasi tentang mesin bordir Tajima masih cukup tinggi. Hal itu disebabkan karena terbatasnya informasi yang disediakan oleh PT. TGM tentang mesin bordir yang ada di website maupun yang disebarkan melalui brosur.

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN BAB II PROFIL PERUSAHAAN 2.1 Gambaran Umum Industri Industri bordir sudah tumbuh sejak dahulu di berbagai negara, sejalan dengan berkembangnya industri konveksi, karena bordir hampir selalu dibutuhkan

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN & SARAN

BAB VI KESIMPULAN & SARAN BAB VI KESIMPULAN & SARAN 6.1 Kesimpulan Setelah pengolahan data dan analisis yang dilakukan, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan berdasarkan tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Berikut merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelanggan telah semakin besar. Semakin banyak pihak yang menaruh perhatian

BAB I PENDAHULUAN. pelanggan telah semakin besar. Semakin banyak pihak yang menaruh perhatian 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Dewasa ini perhatian terhadap kepuasan maupun ketidak puasan pelanggan telah semakin besar. Semakin banyak pihak yang menaruh perhatian terhadap hal ini.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Penelitian Terdahulu. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dewi Fajar

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Penelitian Terdahulu. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dewi Fajar BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Penelitian Terdahulu Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dewi Fajar Indah dalam skripsinya yang menjadikan PT Istana Argo Kencana sebagai bahan acuan penelitiannya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perubahan. Salah satu perubahan yang dilakukan adalah melalui bagian pemasaran.

BAB 1 PENDAHULUAN. perubahan. Salah satu perubahan yang dilakukan adalah melalui bagian pemasaran. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era modern seperti ini, perusahaan harus cepat dan tepat dalam melakukan perubahan. Salah satu perubahan yang dilakukan adalah melalui bagian pemasaran. Perubahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang semakin meningkatkan kebudayaan manusia. Keinginan manusia terhadap

BAB I PENDAHULUAN. yang semakin meningkatkan kebudayaan manusia. Keinginan manusia terhadap BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan manusia semakin meningkat. Hal ini didasarkan pada bertambahnya jumlah penduduk, semakin maju ilmu pengetahuan serta teknologi yang semakin meningkatkan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 5.1.1 Berdasarkan Atribut Kinerja Berdasarkan pengolahan data dan analisa kuadran yang dilakukan maka dapat disimpulkan seperti hasil berikut ini: 1. Fasilitas

Lebih terperinci

TUGAS TECHNOPRENEUR. : Lio Candra NIM : PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA

TUGAS TECHNOPRENEUR. : Lio Candra NIM : PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA TUGAS TECHNOPRENEUR Nama : Lio Candra NIM : 09.51.0066 PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2010 1 RINGKASAN PERUSAHAAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berkembangnya pengetahuan dan teknologi membawa perubahan dalam. dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut.

BAB I PENDAHULUAN. berkembangnya pengetahuan dan teknologi membawa perubahan dalam. dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di tengah maraknya tuntutan ekonomi yang semakin tinggi serta berkembangnya pengetahuan dan teknologi membawa perubahan dalam kehidupan manusia. Perubahan tersebut

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penggunaan alat berat di Indonesia semakin pesat seiring makin berkembangnya industri pertambangan di tanah air dimana alat berat sebagai sarana dan alat utama dalam

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan dalam bisnis sekarang ini semakin lama semakin ketat. Apalagi, ditambah dengan adanya Teknologi Informasi yang semakin lama semakin berkembang dan maju.

Lebih terperinci

DAFTAR LAMPIRAN. Wawancara Terhadap Direktur PT. Sumber Parabola : Bapak Sandy Wiguna. PT. Sumber Parabola pada tahun 1993.

DAFTAR LAMPIRAN. Wawancara Terhadap Direktur PT. Sumber Parabola : Bapak Sandy Wiguna. PT. Sumber Parabola pada tahun 1993. L1 DAFTAR LAMPIRAN Wawancara Terhadap Direktur PT. Sumber Parabola : Bapak Sandy Wiguna 1. Kapan PT. Sumber Parabola didirikan? PT. Sumber Parabola awalnya didirikan pada tahun 1989 oleh bapak Chiendy

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim GFP, kesimpulan yang kami dapatkan adalah sebagai berikut : Pasar anggrek di Indonesia masih sangat

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. 1. Service quality signifikan mempengaruhi brand trust konsumen pada saat

BAB V PENUTUP. 1. Service quality signifikan mempengaruhi brand trust konsumen pada saat BAB V PENUTUP 1.1. Kesimpulan bahwa : Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada Bab IV dapat disimpulkan 1. Service quality signifikan mempengaruhi brand trust konsumen pada saat memillih merek

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Esa Unggul

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Esa Unggul BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu tujuan utama dari suatu perusahaan adalah mempertahankan pelanggan, karena pelanggan yang loyal akan berkomitmen untuk setia kepada suatu perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. PT. Gaya Makmur Mobil yang bergerak dalam penjualan alat berat heavy

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. PT. Gaya Makmur Mobil yang bergerak dalam penjualan alat berat heavy BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Gaya Makmur Mobil yang bergerak dalam penjualan alat berat heavy duty truck impor dari china, jepang dan korea. PT. Gaya Makmur Mobil menjadi perusahaan pertama

Lebih terperinci

ABSTRAK. iii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. iii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK PT. Sarana Bangun Sanggar Sejahtera berdiri pada 1995, dimana produk dan jasa yang ditawarkan adalah penjualan GPS dan pemasangan GPS. Berdasarkan hasil obsevasi, masalah yang dihadapi adalah penjualan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mampu menciptakan dan memelihara hubungan baik dengan lingkungan luarnya,

BAB I PENDAHULUAN. mampu menciptakan dan memelihara hubungan baik dengan lingkungan luarnya, 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Suatu usaha bisnis agar dapat semakin tumbuh dan berkembang harus mampu menciptakan dan memelihara hubungan baik dengan lingkungan luarnya, khususnya hubungan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dan peningkatan jasa layanan service suatu perusahaan sangat

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dan peningkatan jasa layanan service suatu perusahaan sangat 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dan peningkatan jasa layanan service suatu perusahaan sangat menjadi perhatian khusus bagi perusahaan dan pelanggan dari tahun-ketahun, hal ini dapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi sekarang ini, telekomunikasi memegang peranan penting dan strategis dalam kehidupan manusia. Melalui teknologi komunikasi manusia dapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kelangsungan hidup dan kemajuan perusahaan jasa itu sendiri.

BAB I PENDAHULUAN. kelangsungan hidup dan kemajuan perusahaan jasa itu sendiri. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perusahaan jasa pada saat sekarang telah mengalami perkembangan yang pesat dan mengalami perubahan yang berkelanjutan. Kondisi tersebut membuat perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sarana yang berperan strategis dalam menyelesaikan dan menyeimbangkan

BAB I PENDAHULUAN. Sarana yang berperan strategis dalam menyelesaikan dan menyeimbangkan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sarana yang berperan strategis dalam menyelesaikan dan menyeimbangkan masing-masing unsur dari pembangunan adalah bank dan lembaga keuangan lainnya. Peran strategis

Lebih terperinci

FUNGSI PEMASARAN DALAM PERUSAHAAN.

FUNGSI PEMASARAN DALAM PERUSAHAAN. FUNGSI PEMASARAN DALAM PERUSAHAAN Definisi Sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis Merencanakan menentukan harga Mempromosikan Mendistribusikan barang dan jasa memuaskan kebutuhan pembeli. Pemasaran meliputi:

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan 1. Atribut atribut yang dianggap penting oleh konsumen GPS yang ditawarkan selalu ada Kondisi GPS selalu baru GPS yang ditawarkan berkualitas baik Kehandalan

Lebih terperinci

BAB VIII ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN DAN KINERJA

BAB VIII ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN DAN KINERJA BAB VIII ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN DAN KINERJA 8.1 Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja Produk Sarimurni dan Sosro Pada bab ini akan dijelaskan analisis tingkat kepentingan dan kinerja atribut produk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Penentuan Lokasi Penelitian Penulis akan melakukan penelitian di Laboratorium Klinik Prodia Cepu. Ada beberapa pertimbangan yaitu terkait dengan waktu, akses informasi

Lebih terperinci

BAB IV DATA PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

BAB IV DATA PENELITIAN DAN ANALISIS DATA BAB IV DATA PENELITIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Gambaran Umum Didalam pengumpulan data yang disebarkan melalui kuesioner terdapat dua bagian pertanyaan yang berbeda. Bagian pertama yaitu pertanyaan-pertanyaan

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Nama : Tanggal isi : / / 1. Bagaimana pendapat Anda mengenai tampilan web secara keseluruhan?

LAMPIRAN. Nama : Tanggal isi : / / 1. Bagaimana pendapat Anda mengenai tampilan web secara keseluruhan? L1 LAMPIRAN Kuesioner Data Responden: Nama : Tanggal isi : / / Pekerjaan : Pertanyaan: (Lingkari jawaban yang sesuai) 1. Bagaimana pendapat Anda mengenai tampilan web secara keseluruhan? a. Tidak menarik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. produk merchandise acap kali menjadi metode efektif untuk dilakukan.

BAB I PENDAHULUAN. produk merchandise acap kali menjadi metode efektif untuk dilakukan. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap perusahaan atau lembaga yang berbadan hukum, memerlukan sebuah merchandise untuk meningkatkan profit atau kunjungan konsumen. Dalam pembuatannya diperlukan adanya

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULA DA SARA 6.1 Kesimpulan Dari hasil pengolahan data dan analisis maka didapatkan beberapa hal yang dapat disimpulkan berkaitan dengan hasil penelitian yang dilakukan mengenai identifikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam lingkungan yang terus berkembang dan cepat berubah, perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam lingkungan yang terus berkembang dan cepat berubah, perusahaan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN Dalam lingkungan yang terus berkembang dan cepat berubah, perusahaan tidak dapat mempertahankan sikap menarik pelanggan atau memperluas pasar baru. Faktor

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan industri konveksi dewasa ini sangat pesat. Industri

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan industri konveksi dewasa ini sangat pesat. Industri BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan industri konveksi dewasa ini sangat pesat. Industri konveksi saat ini dianggap sebagai suatu lahan yang sangat menjanjikan bagi para pengusaha. Kini pakaian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kerajinan tradisional merupakan salah satu produk unggulan dalam mengembangkan usaha perekonomian mikro di Tasikmalaya. Kelompok usaha tersebut berupa home industry

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. menunjukkan tabel gambaran umum responden pada penelitian ini: Tabel 4.1. Gambaran Umum Responden

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. menunjukkan tabel gambaran umum responden pada penelitian ini: Tabel 4.1. Gambaran Umum Responden BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Responden Gambaran umum responden penelitian ini yaitu meliputi: usia, jenis kelamin, lama usaha dan pendidikan terakhir. Berikut adalah tabel yang akan menunjukkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada zaman saat ini banyak bermunculan perusahaan-perusahaan dengan beragam bentuk usaha, yang menandakan bahwa dunia usaha semakin maju. Dalam mengembangkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya bisnis yang bergerak dalam

BAB I PENDAHULUAN. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya bisnis yang bergerak dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era modern ini, persaingan dalam dunia bisnis jasa semakin ketat. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya bisnis yang bergerak dalam bidang jasa. Salah satu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. adalah berhasil tidaknya kita dalam menarik perhatian calon konsumen agar bisa

BAB 1 PENDAHULUAN. adalah berhasil tidaknya kita dalam menarik perhatian calon konsumen agar bisa BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam dunia komunikasi pemasaran, kunci utama menuju kesuksesan adalah berhasil tidaknya kita dalam menarik perhatian calon konsumen agar bisa memiliki nilai dan kepuasan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi ini, jumlah merek dan produk yang bersaing dalam pasar menjadi sangat banyak sehingga konsumen memiliki ragam pilihan dan alternatif produk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW. bervariasi dan semakin selektif. Melihat hal ini perusahaan pun berlomba

BAB I PENDAHULUAN UKDW. bervariasi dan semakin selektif. Melihat hal ini perusahaan pun berlomba 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada zaman yang perkembangannya begitu cepat seperti saat ini banyak perusahaan yang berlomba - lomba menghasilkan produk yang berkualitas, hal ini terjadi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia usaha pada dewasa ini telah diwarnai oleh

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia usaha pada dewasa ini telah diwarnai oleh BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha pada dewasa ini telah diwarnai oleh persaingan yang semakin ketat. Timbulnya persaingan tersebut menyebabkan kalangan dunia usaha saling

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dalam dunia bisnis persaingan antara perusahaan dengan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dalam dunia bisnis persaingan antara perusahaan dengan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam dunia bisnis persaingan antara perusahaan dengan perusahaan yang lain bukanlah hal yang baru lagi, tetepi semakin lama semakin ketat. Dalam menghadapi persaingan

Lebih terperinci

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. Kesimpulan berikut diambil berdasarkan pemaparan uji deskriptif dan

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. Kesimpulan berikut diambil berdasarkan pemaparan uji deskriptif dan BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan Kesimpulan berikut diambil berdasarkan pemaparan uji deskriptif dan analisa dua jalur : 4.1.1. Komposisi Responden Antara Segmen Mahasiswa Dan Pekerja Dari komposisi

Lebih terperinci

RIWAYAT HIDUP. Nama : Tempat/Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Agama : Alamat :

RIWAYAT HIDUP. Nama : Tempat/Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Agama : Alamat : 90 RIWAYAT HIDUP Nama : Tempat/Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Agama : Alamat : Telepon : Email : Yuyun Muljadi Sungailiat, 19 Juli 1985 Perempuan Protestan Jln. Salak Timur VII No. 12A Tanjung Duren Utara

Lebih terperinci

BAB VII IMPLIKASI KEBIJAKAN STRATEGI PEMASARAN. tingkat kinerja atribut-atribut Dancow Batita maka dapat dihasilkan implikasi

BAB VII IMPLIKASI KEBIJAKAN STRATEGI PEMASARAN. tingkat kinerja atribut-atribut Dancow Batita maka dapat dihasilkan implikasi BAB VII IMPLIKASI KEBIJAKAN STRATEGI PEMASARAN Berdasarkan analisis terhadap karakteristik konsumen, analisis terhadap proses keputusan pembelian produk, analisis terhadap tingkat kepentingan dan tingkat

Lebih terperinci

2015 ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK RUMAH TANGGA MERK TUPPERWARE

2015 ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK RUMAH TANGGA MERK TUPPERWARE BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Konsumsi adalah aktivitas rutin yang dilakukan oleh setiap manusia. Dalam melakukan aktivitas konsumsi guna memenuhi kebutuhan, tentunya setiap orang akan memiliki

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Asosiasi Perusahaan Retail Indonesia (APRINDO), mengungkapkan bahwa pertumbuhan bisnis retail di indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Asosiasi Perusahaan Retail Indonesia (APRINDO), mengungkapkan bahwa pertumbuhan bisnis retail di indonesia BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Asosiasi Perusahaan Retail Indonesia (APRINDO), mengungkapkan bahwa pertumbuhan bisnis retail di indonesia meningkat. Dalam periode 6 tahun terahkir ini dari tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan pelanggan. Para penyedia produk berupaya memenangkan. persaingan dari para kompetitornya dengan mengimplementasikan suatu

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan pelanggan. Para penyedia produk berupaya memenangkan. persaingan dari para kompetitornya dengan mengimplementasikan suatu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perusahaan selalu menjalani aktivitas bisnisnya untuk dapat memberikan nilai terbaik bagi perusahaan dalam rangka pertumbuhan dan keselamatan. Konsumen sangat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Surabaya merupakan kota dengan perkembangan bisnis yang pesat dan cukup signifikan. Pembangunan infrastruktur yang terkait dengan sarana dan prasarana penunjang perekonomian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. upaya menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan atau disebut dengan

BAB I PENDAHULUAN. upaya menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan atau disebut dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada masa sekarang para pemasar memberi perhatian yang lebih pada upaya menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan atau disebut dengan relationship marketing

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan seharihari

BAB I PENDAHULUAN. manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan seharihari BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Komunikasi merupakan aktifitas dasar manusia. Melalui komunikasi manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan seharihari di rumah tangga tempat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Peranan sektor jasa semakin lama semakin luas dan canggih dalam kehidupan

BAB 1 PENDAHULUAN. Peranan sektor jasa semakin lama semakin luas dan canggih dalam kehidupan 1.1. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN Peranan sektor jasa semakin lama semakin luas dan canggih dalam kehidupan ekonomi, sehingga banyak bermunculan penyedia jasa dengan berbagai jenis layanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Umumnya dalam memilih alat transportasi harian sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan kendaraan pribadi roda dua ataupun roda empat. Salah satu perusahaan

Lebih terperinci

Pengenalan kriteria yang menjadi dasar bagi responden untuk memilihan mobil

Pengenalan kriteria yang menjadi dasar bagi responden untuk memilihan mobil Kriteria Pemilihan Mobil Pengenalan kriteria yang menjadi dasar bagi responden untuk memilihan mobil adalah variabel yang sangat penting. Dari hasil survey dapat disimpulkan top five criteria pemilihan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perusahaan mempunyai tujuan utama yaitu mendapatkan

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perusahaan mempunyai tujuan utama yaitu mendapatkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan mempunyai tujuan utama yaitu mendapatkan keuntungan. Hal ini dilakukan untuk kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang. Salah satu

Lebih terperinci

sedangkan industry, dapat diartikan sebagai kerajinan, usaha produk barang atau juga perusahaan kecil. Dikatakan sebagai perusahaan kecil karena jenis

sedangkan industry, dapat diartikan sebagai kerajinan, usaha produk barang atau juga perusahaan kecil. Dikatakan sebagai perusahaan kecil karena jenis 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Home industry, home yang memiliki arti rumah atau tempat tinggal, sedangkan industry, dapat diartikan sebagai kerajinan, usaha produk barang ataupun perusahaan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 sebesar 5,1%. Kondisi ini

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 sebesar 5,1%. Kondisi ini BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kondisi ekonomi Indonesia yang belum membaik sejak tahun 2013, dan kondisi ekonomi global yang juga mengalami perlambatan menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi saat ini, manusia telah memasuki jaman yang mendunia,

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi saat ini, manusia telah memasuki jaman yang mendunia, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era globalisasi saat ini, manusia telah memasuki jaman yang mendunia, luas dan tak terbatas. Terbukti dengan adanya berbagai kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi

Lebih terperinci

Bab 1. Pendahuluan 1-1 BAB 1 PENDAHULUAN

Bab 1. Pendahuluan 1-1 BAB 1 PENDAHULUAN Bab 1. Pendahuluan 1-1 BAB 1 PENDAHULUAN 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berorientasi ke depan dan mempunyai tujuan jangka panjang merupakan ciri ciri perusahaan yang serius mengelola bisnisnya, agar

Lebih terperinci

PEMASARAN ONLINE (Manfaat, Keuntungan & Cara Kerjanya)

PEMASARAN ONLINE (Manfaat, Keuntungan & Cara Kerjanya) PEMASARAN ONLINE (Manfaat, Keuntungan & Cara Kerjanya) PEMASARAN ONLINE FOR X SMK Copyriht by : Rio Widyatmoko,A.Md.Kom MANFAAT PEMASARAN ONLINE MANFAAT PEMASARAN ONLINE a. Melakukan perubahan dengan cepat.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. konsumen di pasar yang sudah ada. Dalam kondisi persaingan yang sangat ketat,

BAB I PENDAHULUAN. konsumen di pasar yang sudah ada. Dalam kondisi persaingan yang sangat ketat, BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Persaingan dalam lingkungan bisnis saat ini semakin ketat, sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan untuk meningkatkan jumlah konsumen di pasar

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. keinginan dan kebutuhan konsumen. nilai lebih tinggi dibanding pesaing kepada konsumen, seperti harga yang

BAB 1 PENDAHULUAN. keinginan dan kebutuhan konsumen. nilai lebih tinggi dibanding pesaing kepada konsumen, seperti harga yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi dan industri yang semakin maju, serta berkembangnya pembangunan di Indonesia dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Menyebabkan kalangan

Lebih terperinci

Slide 0 dari 22. BRANCH MANAGER DEVELOPMENT PROGRAM Sesi 11 : Marketing and Sales Management : Operation

Slide 0 dari 22. BRANCH MANAGER DEVELOPMENT PROGRAM Sesi 11 : Marketing and Sales Management : Operation Slide 0 dari 22 BRANCH MANAGER DEVELOPMENT PROGRAM Sesi 11 : Marketing and Sales Management : Operation Slide 1 dari 22 Sales Management Mencapai target penjualan dan Market share TUJUAN PERANAN UTAMA

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i. KATA PENGANTAR...ii. DAFTAR ISI...iv. DAFTAR TABEL dan GAMBAR...viii BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah...

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i. KATA PENGANTAR...ii. DAFTAR ISI...iv. DAFTAR TABEL dan GAMBAR...viii BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah... ABSTRAK Tingginya tingkat permintaan masyarakat Indonesia akan Toyota Avanza dalam kurun waktu yang relatif singkat pada masa sekarang ini, membuat perusahaan ingin mengetahui faktor atau variabel apa

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Citra Merek dan Loyalitas Konsumen. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci : Citra Merek dan Loyalitas Konsumen. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi yang relatif lebih murah dibandingkan dengan mobil namun tetap bergaya, menjadikan sepeda motor makin diminati oleh banyak orang. Untuk

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. PT TAJUR merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa angkutan/ekspedisi, yaitu

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. PT TAJUR merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa angkutan/ekspedisi, yaitu BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan PT TAJUR merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa angkutan/ekspedisi, yaitu mengirinkan barang dalam skala besar. Sejarah serta perkembangannya

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen didalam memilih toko pakaian

Lebih terperinci

Terima Kasih. 1. Jenis Kelamin 1 Pria 2 wanita. 4. Usia Tahun Tahun Tahun.

Terima Kasih. 1. Jenis Kelamin 1 Pria 2 wanita. 4. Usia Tahun Tahun Tahun. LAMPIRAN KUESIONER Selamat pagi/siang/sore/malam Saya mohon bantuan dari Bapak/Ibu/Kakak/Adik untuk mengisi beberapa pertanyaan yang ada dibawah ini. Isi dari pertanyaan kami adalah ingin mengetahui perilaku

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Perbankan merupakan salah satu sektor ekonomi yang sangat penting peranannya dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Menurut Kartika Sari (2009:1) Bank

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dibutuhkan, tetapi masyarakat juga berlomba-lomba untuk melengkapi kebutuhan

BAB 1 PENDAHULUAN. dibutuhkan, tetapi masyarakat juga berlomba-lomba untuk melengkapi kebutuhan 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin maju dan berkembangnya teknologi saat ini, membuat gaya hidup masyarakat semakin meningkat. Tidak hanya kebutuhan primer yang ingin dibutuhkan, tetapi masyarakat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia usaha saat ini penuh dengan persaingan dan membuat para usahawan untuk selalu bersaing mengembangkan perusahaan mereka agar selalu lebih maju diantara para pesaingnya.

Lebih terperinci

BAB I LATAR BELAKANG KULIAH KERJA PRAKTEK. dan credit. Hal ini tidak mengungkiri bahwa bisnis dibidang cash dan credit memang

BAB I LATAR BELAKANG KULIAH KERJA PRAKTEK. dan credit. Hal ini tidak mengungkiri bahwa bisnis dibidang cash dan credit memang BAB I LATAR BELAKANG KULIAH KERJA PRAKTEK 1.1 Latarbelakang Pemilihan Bidang dan Objek KKP Kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat mengenai perabot rumah tangga ataupun elektronik mengakibatkan menjamurnya

Lebih terperinci

LINGKUNGAN BISNIS STRATEGI MENGENGEBANGKAN USAHA RUMAHAN. Sebagai Tugas Akhir Mata Kuliah Lingkungan Bisnis. Oleh : NPM :

LINGKUNGAN BISNIS STRATEGI MENGENGEBANGKAN USAHA RUMAHAN. Sebagai Tugas Akhir Mata Kuliah Lingkungan Bisnis. Oleh : NPM : LINGKUNGAN BISNIS STRATEGI MENGENGEBANGKAN USAHA RUMAHAN Sebagai Tugas Akhir Mata Kuliah Lingkungan Bisnis Oleh : Nama : ISKANDAR NPM : 11.12.5524 Site : http://www.dzoenblog.blogspot.com SEKOLAH TINGGI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia bisnis yang menjual berbagai macam produk dan jasa semakin lama semakin meningkat. Keberhasilan suatu perusahaan akan tergantung pada kemampuan pemasaran.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. jasa yang berkualitas dengan harga yang bersaing.

BAB 1 PENDAHULUAN. jasa yang berkualitas dengan harga yang bersaing. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada era bisnis saat ini, persaingan dalam dunia bisnis jasa semakin bertambah ketat. Persaingan yang semakin ketat ini menuntut para pelaku bisnis untuk mampu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini perusahaan menghadapi persaingan yang semakin ketat, sehingga perlu memiliki strategi dalam memasarkan produknya agar tidak kalah bersaing dengan perusahaan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini ketatnya persaingan industri elektronik di Indonesia sangat kompleks dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini ketatnya persaingan industri elektronik di Indonesia sangat kompleks dan 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Dewasa ini ketatnya persaingan industri elektronik di Indonesia sangat kompleks dan tajam. Dalam perkembangannya akhir-akhir ini muncul suatu gejala dimana semakin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menggandrungi dan menyadari bahwa memiliki bisnis sendiri merupakan hal yang

BAB I PENDAHULUAN. menggandrungi dan menyadari bahwa memiliki bisnis sendiri merupakan hal yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Pada awal abad ini di belahan dunia manapun sudah mulai banyak yang menggandrungi dan menyadari bahwa memiliki bisnis sendiri merupakan hal yang menyenangkan, lebih

Lebih terperinci

Kuisioner Bidang Industri Pakan Ternak

Kuisioner Bidang Industri Pakan Ternak Kuisioner Bidang Industri Pakan Ternak Yth. Bapak/Ibu pengelola peternakan, kami adalah mahasiswa Universitas Bina Nusantara yang sedang menyelesaikan tugas akhir (tesis). Industri yang kami teliti adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini sangat luas, dimana salah satunya adalah dalam bidang IT.

BAB I PENDAHULUAN. ini sangat luas, dimana salah satunya adalah dalam bidang IT. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan modern, sehingga tuntutan dari ilmu pengetahuan dan tekhnologi pun ikut serta berkembang guna untuk menjadikan

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Latar Belakang PT. Natura Foods Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang industri minuman dalam kemasan gelas dan sachet. Perusahaan ini didirikan oleh

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS. Peningkatan kualitas..., Priyambodo Nur Ardi Nugroho, FT UI, 2010.

BAB IV ANALISIS. Peningkatan kualitas..., Priyambodo Nur Ardi Nugroho, FT UI, 2010. BAB IV ANALISIS Dalam industri jasa, termasuk freight forwarding, loyalitas pelanggan sangat penting sekali untuk bisa tetap menguasai pasar dan mendapat pelanggan. Karena dalam persaingan di dunia freight

Lebih terperinci

BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Berkembangnya perekonomian global saat ini menjadi salah satu ajang berbagai negara di seluruh dunia untuk mempromosikan produk dan jasa yang mereka hasilkan. Dan dengan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh service convenience terhadap keputusan pembelian pada restoran cepat saji McDonald

Lebih terperinci

Solusi Bisnis. Jika kita melihat kondisi persaingan yang dihadapi oleh UKM Indonesia. secara umum dan Perusahaan Denmarx secara khususnya, maka dapat

Solusi Bisnis. Jika kita melihat kondisi persaingan yang dihadapi oleh UKM Indonesia. secara umum dan Perusahaan Denmarx secara khususnya, maka dapat BAB III Solusi Bisnis Jika kita melihat kondisi persaingan yang dihadapi oleh UKM Indonesia secara umum dan Perusahaan Denmarx secara khususnya, maka dapat disimpulkan bahwa persaingan yang terjadi sangat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini perkembangan industri otomotif semakin menunjukan peningkatan

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini perkembangan industri otomotif semakin menunjukan peningkatan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini perkembangan industri otomotif semakin menunjukan peningkatan yang cukup pesat pada sarana transportasi. Hal ini diiringi dengan semakin meningkatnya mobilitas

Lebih terperinci

BAB III TAHAPAN PRA PRODUKSI

BAB III TAHAPAN PRA PRODUKSI BAB III TAHAPAN PRA PRODUKSI A. Tujuan Perancangan Media Promosi Adapun tujuan penulis membuat sebuah perancangan media promosi ini adalah untuk merancang sebuah media promosi berupa brosur dan booklet.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Gambaran umum dan sejarah TV LED merek Sharp di Indonesia

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Gambaran umum dan sejarah TV LED merek Sharp di Indonesia BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran umum dan sejarah TV LED merek Sharp di Indonesia Pada tahun 1975 Sharp Co. bersama PT Yasonta memproduksi televisi hitam putih di Indonesia. Dua tahun kemudian

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DIBUTIK VIOALE

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DIBUTIK VIOALE PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DIBUTIK VIOALE Disusun oleh: Nama : Yurika Oktavira NPM : 18210794 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Tuti Eka Asmarani LATAR BELAKANG Peradaban

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Perkembangan ilmu Pengetahuan belakangan ini semakin berkembang pesat hal ini dapat dilihat dari munculnya berbagai sekolah baik dari SD, SMP, SMA maupun

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisa STP (Segmentasi, Target, Positioning) Dalam melakukan manajemen pemasaran diperlukan suatu analisa untuk mengetahui hal hal mengenai segmentasi konsumen, target

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 1. Upaya Restoran Ceker Setan dalam melakukan komunikasi pemasaran melalui media social yaitu dengan menggunakan media twitter dan instagram untuk dapat memasarkan

Lebih terperinci

Oleh Tim Pengampu: Sigit Nugroho, M.Or Ahmad Nasrulloh, M.Or

Oleh Tim Pengampu: Sigit Nugroho, M.Or Ahmad Nasrulloh, M.Or Oleh Tim Pengampu: Sigit Nugroho, M.Or Ahmad Nasrulloh, M.Or ahmadnassrulloh@yahoo.co.id 1. Kualitas Produk Faktor-faktor pengelolaan Kualitas Produk: a. Keterampilan dan Pengetahuan Personil b. Proses

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi dan sistem informasi telah menjadi salah satu kebutuhan utama sebuah perusahaan sebagai salah satu alat untuk meningkatkan daya saing dalam kompetisi usaha.

Lebih terperinci

BAB 4 PENUTUP. 4.1 Kesimpulan

BAB 4 PENUTUP. 4.1 Kesimpulan BAB 4 PENUTUP 4.1 Kesimpulan Dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan akan rumah menjadi semakin meningkat. Bisnis properti merupakan bisnis yang memiliki peluang yang sangat besar. Maka bermunculan

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN BERBELANJA DI SWALAYAN (Studi Kasus di Swalayan Relasi Jaya Kartasura)

TUGAS AKHIR. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN BERBELANJA DI SWALAYAN (Studi Kasus di Swalayan Relasi Jaya Kartasura) TUGAS AKHIR ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN BERBELANJA DI SWALAYAN (Studi Kasus di Swalayan Relasi Jaya Kartasura) Diajukan untuk memenuhi syarat gelar Sarjana S-1 Pada Jurusan Teknik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masalah bagi perusahaan. Agar produk yang dihasilkan dapat terjual di pasar

BAB I PENDAHULUAN. masalah bagi perusahaan. Agar produk yang dihasilkan dapat terjual di pasar 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Persaingan antar perusahaan semakin tajam sehingga menyebabkan masalah bagi perusahaan. Agar produk yang dihasilkan dapat terjual di pasar maka perusahaan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Adapun jenis penelitian yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. V.1 Kesimpulan Model Bisnis Distro Dista. Distro merupakan industri kreatif yang dijalankan oleh anak muda

BAB V KESIMPULAN. V.1 Kesimpulan Model Bisnis Distro Dista. Distro merupakan industri kreatif yang dijalankan oleh anak muda BAB V KESIMPULAN V.1 Kesimpulan Model Bisnis Distro Dista Distro merupakan industri kreatif yang dijalankan oleh anak muda dalam membuat dan menjual produk dengan desain yang berbeda dari yang lainnya.

Lebih terperinci

Lampiran 1 Hasil wawancara dengan pihak PT. Tanamas Megah Jayasakti yang diwakili oleh Bapak Indra Purnomo dan Bapak Adrian Luis

Lampiran 1 Hasil wawancara dengan pihak PT. Tanamas Megah Jayasakti yang diwakili oleh Bapak Indra Purnomo dan Bapak Adrian Luis Lampiran 1 Hasil wawancara dengan pihak PT. Tanamas Megah Jayasakti yang diwakili oleh Bapak Indra Purnomo dan Bapak Adrian Luis PT. Tanamas Megah Jayasakti ini tepatnya bergerak di bidang apa? Jawab :

Lebih terperinci

Bab 5 Analisis 5.1. Analisis Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) 5.2. Analisa Matriks ekternal Factor Evaluation (EFE)

Bab 5 Analisis 5.1. Analisis Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) 5.2. Analisa Matriks ekternal Factor Evaluation (EFE) Bab 5 Analisis Dari hasil pengolahan data pada bab IV, selanjutnya dilakukan analisis dan pembahasan yang berkaitan dengan upaya menentukan strategi pemasaran perusahaan, yang meliputi langkah-langkah

Lebih terperinci