3/30/2010 Rustaman file 1

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "3/30/2010 Rustaman file 1"

Transkripsi

1 3/30/2010 Rustaman file 1

2 3/30/2010 Rustaman file 2

3 MATERI PERKULIAHAN Pertemuan 3 Prosedur dan Alat Penilaian: Ranah kognitif (C1-C6) relevansi dengan tujuan pembelajaran Pertemuan 4 Perbandingan Kognitif Bloom dan Bloom Revisi (C1 C1, C5, C6) 3/30/2010 Rustaman file 3

4 PENILAIAN MELIBATKAN HAL YANG SUDAH DILAKUKAN ISWA PENGUKURAN PRODUK/HASIL BELAJAR PROSES BELAJAR ASESMEN MELIBATKAN HAL YANG SUDAH DILAKUKAN DAN MELIHAT POTENSI SISWA KE DEPAN FORMATIF SUMATIF WAKTU PELAKSANAAN FUNGSI: DIAGNOSIS, REMEDIASI, UMPAN BALIK, MOTIVASI, BIMBINGAN PROSEDUR: TERTULIS, LISAN OBSERVASI 3/30/2010 Rustaman file 4

5 Bloom, et al. (1956) TheTaxonomy of Educational Objectives, The Classification of Educational Goals, Handbook I: Cognitive Domain Anderson, et al. (2001) a Taxonomy for Learning and Teaching and Assessing: A Revision of Bloom s Taxonomy of Educational Objectives 3/30/2010 Rustaman file 5

6 Bloom lama C 1 Ingatan C 2 Pemahaman C 3 Aplikasi C 4 Analisis C 5 Sintesis C 6 Evaluasi Bloom Revisi C 1 Mengingat C 2 Memahami C 3 Menerapkan C 4 Menganalisis C 5 Mengevaluasi C 6 Mencipta/ membuat 3/30/2010 Rustaman file 6

7 BLOOM C 1 C 2 C 3 C 4 C 5 C 6 BLOOM C REVISI 1 C 2 C 3 C 4 C 5 C 6 3/30/2010 Rustaman file 7

8 Process Knowledge Factual C 1 C 2 C 3 C 4 C 5 C 6 Conceptual Procedural Meta Cognitive 3/30/2010 Rustaman file 8

9 Proses Penget C 1 C 2 C 3 C 4 C 5 C 6 F K P Mt 3/30/2010 Rustaman file 9

10 Taxonomi Bloom-ranah Kognitif Tingkatan Definisi Contoh Kata kunci Contoh Persoalan Pengetahuan Dapat mengingat istilah, fakta, Mendaftar, label, nama Daftarlah nama-nama dari karakter (ingatan) prosedur, keterhubungan, konsep (tingkat yang paling rendah) garis besar, meniru, menetapkan, menggambarkan utama dalam cerita itu! Pemahaman Mengerti maksud materi yang dipelajari, i dapat menafsirkan, menyatakan kembali dalam katakata sendiri 9satu langkah di atas mengingat pengetahuan) Jelaskan, tafsirkan, nyatakan kembali, terjemahkan, uraikan dengan kata-kata sendiri, merangkum Apa ide utama dari cerita itu? Aplikasi Menggunakan materi yang Perlihatkan, manipulasikan, Penggunaan apa yang anda ketahui dipelajari, hubungan dengan dunia nyata operasikan, mengubah, menggunakan, menghasilkan tentang struktur dari cerita yang dibaca di kelas. Tulis sebuah cerita baru karanganmu sendiri Analisis Mengerti tentang beberapa Membagi, membedakan, Uraikan cerita itu dalam beberapa komponen bagian dari sesuatu dan dapat mengkategorikan unsureunsur melalui cara-cara yang bijaksana dan bagaimana mengelompokannya dengan tepat mengkategorikan, mengklasifikasikan, menguraikan bagian, lukiskan bagaimana hubungan mereka? Sintesis Mengkombinasikan pengetahuan, konsep-konsep dan pengertian yang terpisah ke dalam suatu kesatuan dan bacaan utuh. Mengkombinasikan, menghubungkan, mengkategorikan, menyusun kembali Melalui cerita itu, tentang ikan paus, apa yang kamu perkirakan tentang populasi ikan paus di bumi pada waktu yang akan datang? Evaluasi Dapat mempertimbangkan nilai atau kepatutan dengan mengaplikasikan Menilai, menghargai, mengembangkan, Apakah ini suatu scerita yang baik menurut opinimu? Mengapa? 3/30/2010 criteria yang tepat dalam suatu cara membenarkan, Rustaman file yang logis menggantungkan 10

11 Taxonomi Bloom-ranah Kognitif Tingkatan Definisi Contoh Kata Contoh Persoalan kunci Pengeta- huan (ingatan) Dapat mengingat istilah, fakta, prosedur, keterhubungan, konsep (tingkat yang paling rendah) Mendaftar, label, nama garis besar, meniru, menetapkan, menggambarkan Daftarlah nama-nama dari karakter utama dalam cerita itu! Pemahaman Mengerti maksud materi yang dipelajari, dapat menafsirkan, menyatakan kembali dalam kata-kata sendiri (satu langkah di atas mengingat pengetahuan) Jelaskan, tafsirkan, nyatakan kembali, terjemahkan, uraikan dengan kata-kata sendiri, merangkum Apa ide utama dari cerita itu? Aplikasi Menggunakan materi Perlihatkan, Penggunaan apa yang yang dipelajari, hubungan dengan dunia nyata manipulasikan, operasikan, mengubah, menggunakan, anda ketahui tentang struktur dari cerita yang dibaca di kelas. Tulis sebuah cerita baru menghasilkan karanganmu sendiri 3/30/2010 Rustaman file 11

12 Taxonomi Bloom-ranah Kognitif Tingkatan Definisi Contoh Kata kunci Contoh Persoalan Analisis Sintesis Evaluasi Mengerti tentang beberapa komponen bagian dari sesuatu dan dapat mengkategorikan unsure-unsur melalui cara-cara yang bijaksana dan bagaimana mengelompokannya dengan tepat Membagi, membedakan, mengkategorikan, mengklasifikasikan, menguraikan Uraikan cerita itu dalam beberapa bagian, lukiskan bagaimana hubungan mereka? Mengkombinasikan pengetahuan, an konsepkonsep Mengkombinasikan, menghubungkan, ngkan Melalui cerita itu, tentang ikan paus, apa yang kamu dan pengertian yang terpisah ke dalam suatu kesatuan dan bacaan utuh. mengkategorikan, menyusun kembali perkirakan tentang populasi ikan paus di bumi pada waktu yang akan datang? Dapat mempertimbangkan nilai atau kepatutan dengan mengaplikasikan criteria yang tepat dalam suatu cara yang logis Menilai, menghargai, mengembangkan, membenarkan, menggantungkan Apakah ini suatu scerita yang baik menurut opinimu? Mengapa? 3/30/2010 Rustaman file 12

13 BLOOM BLOOM REVISI Ranah Kognitif Dimensi Pengetahuan Dimensi Proses Kognitif Pengetahuan Pengetahuan Faktual : a. Pengetahuan terminologi/ istilah b. Pengetahuan tentang unsur-unsur dan rincian khusus Mengingat (Remember) a. Mengenal/ identifikasi b. Menghafal/ telusuri Pemahaman Pengetahuan Konseptual : Memahami/ Mengerti a. Pengetahuan klasifikasi dan kategorisasi (understand) a. Interpretasi b. Pengetahuan prinsip dan generalisasi b. Eksemplifikasi c. Pengetahuan teori, model, struktur c. Klasifikasi d. Merangkum e. Inferensi f. Komparasi g. Eksplanasi Aplikasi Pengetahuan Prosedural : a. Pengetahuan keterampilan khusus b. Pengetahuan metode/ teknik khusus c. Pengetahuan kriteria prasyarat Menerapkan (apply) a. Melaksanakan b. Implementasi Analis Pengetahuan Metakognitif : a. Pengetahuan Strategis Menguraikan (analyze) a. Diferensiasi b. Pengetahuan tentang tugas kognitif (kontekstual dan kondisional) b. Organisasi c. Dekonstruksi Sintesis c. Pengetahuan tentang diri Menilai (Evaluate) : a. Mencek b. Mengkritik Evaluasi Mencipta (create) : 3/30/2010 Rustaman file a. Menurunkan/berhipotesis 13 b. Merencanakan c. Menghasilkan/membangun

14 KATEGORI PROSES Mengingat (Remember) a. Mengenal/ identifikasi b. Menghafal/ telusuri CONTOH (Memanggil pengetahuan relevan dari memori jangka panjang) Mengenal tanggal penting tertentu Menghafal tanggal penting tertentu Mengerti (understand) a. Interpretasi b. Eksemplifikasi c. Klasifikasi d. Merangkum e. Inferensi f. Komparasi g Eksplanasi (Membangun makna dari pesan pembelajaran) Mengubah bentuk penyajian, klasifikasi, translasi Menemukan contoh spesifik, ilustrasi Mengelompokkan, mengkategorikan Berabstraksi, generalisasi Menyimpulkan, interpolasi, ekstrapolasi, prediksi Mengontraskan, memetakan, mencocokkan Membang n h b ngan sebab akibat g. Eksplanasi Membangun hubungan sebab akibat Menerapkan (apply) a. Melaksanakan b. Implementasi Menguraikan (analyze) a. Diferensiasi b. Organisasi c. Dekonstruksi (Menggunakan prosedur pada situasi tertentu) Menerapkan suatu prosedur pada tugas umum Menggunakan suatu prosedur pada tugas khusus (Menguraikan bagian-bagian tertentu dan menentukan hubungan-hubungannya) Membedakan, memfokuskan, menyeleksi Memadukan, menentukan, membuat struktur Menetapkan bias/pandangan/nilai/perhatian Menilai (Evaluate) : a. Mencek (Membuat pertimbangan berdasarkan criteria dan standar) mengkoordinasikan, memonitor, menguji b. Mengkritik Menimbang/ mempertimbangkan Mencipta (create) : a. Menurunkan/berhipotesis b. Merencanakan c. Menghasilkan/membangun (Memasang unsure-unsur untuk membentuk kesatuan yang fungsional; mereorganisasi bagianbagian pola/ struktur baru) Mengusulkan hipotesis berdasarkan criteria Menyusun prosedur untuk melengkapi tugas Menemukan suatu produk 3/30/2010 Rustaman file 14

15 KATEGORI PROSES Mengingat (Remember) a. Mengenal/ identifikasi i b. Menghafal/ telusuri Mengerti (understand) a. Interpretasi b. Eksemplifikasi c. Klasifikasi d. Merangkum e. Inferensi f. Komparasi g. Eksplanasi CONTOH (Memanggil pengetahuan relevan dari memori jangka panjang) Mengenal tanggal penting tertentu Menghafal tanggal penting tertentu (Membangun makna dari pesan pembelajaran) Mengubah bentuk penyajian, klasifikasi, translasi Menemukan contoh spesifik, ilustrasi Mengelompokkan, mengkategorikan Berabstraksi, generalisasi Menyimpulkan, interpolasi, ekstrapolasi, prediksi Mengontraskan, memetakan, mencocokkan Membangun hubungan sebab akibat Menerapkan (apply) (Menggunakan nakan prosedur r pada situasi tertentu) a. Melaksanakan Menerapkan suatu prosedur pada tugas umum b. Implementasi Menggunakan suatu prosedur pada tugas khusus 3/30/2010 Rustaman file 15

16 KATEGORI PROSES CONTOH Mengingat (Remember) (Memanggil pengetahuan relevan dari memori jangka panjang) a. Mengenal/ Mengenal tanggal penting tertentu identifikasi Menghafal tanggal penting tertentu b. Menghafal/ telusuri Memahami/ Mengerti (Membangun makna dari pesan pembelajaran) (understand) ) Mengubah bentuk penyajian, klasifikasi, translasi a. Interpretasi Menemukan contoh spesifik, ilustrasi b. Eksemplifikasi Mengelompokkan, mengkategorikan c. Klasifikasi Berabstraksi, generalisasi d. Merangkum Menyimpulkan, interpolasi, ekstrapolasi, prediksi e. Inferensi Mengontraskan, memetakan, mencocokkan f. Komparasi Membangun hubungan sebab akibat g. Eksplanasi Menerapkan (apply) (Menggunakan prosedur pada situasi tertentu) a. Melaksanakan Menerapkan suatu prosedur pada tugas umum b. Implementasi Menggunakan suatu prosedur pada tugas khusus 3/30/2010 Rustaman file 16

17 DIMENSI PENGETAHUAN Pengetahuan faktual : a. Pengetahuan terminology/istilah b. Pengetahuan tentang unsure-unsur dan rincian khusus Pengetahuan Konseptual : a. Pengetahuan klasifikasi dan kategorisasi b. Pengetahuan prinsip dan generalisasi c. Pengetahuan teori, model, struktur CONTOH (Unsur-unsur mendasar yang harus diketahui siswa) Kosa kata teknik, symbol musik Sumber alam utama, sumber informasi yang dapat diandalkan (Antar hubungan unsur-unsur mendasar dalam struktur) Waktu geologi, bentuk-bentuk bisnis kepemilikian Teorema Pythagoras, hukum supply & demand, Teori evolusi, struktur Congress Pengetahuan Prosedural : (Bagaimana melakukan sesuatu, metode-metode) a. Pengetahuan keterampilan khusus Keterampilan mewarna dengan cat cair b. Pengetahuan metode/ teknik khusus Teknik interviu, metode ilmiah c. Pengetahuan criteria i prasyarat Kit Kriteria i berlakunya hukum Newton II Pengetahuan Metakognitif : (Pengetahuan kognisi secara umum) a. Pengetahuan Strategis Pengetahuan membuat outline b. Pengetahuan tentang tugas kognitif Pengetahuan tentang tipe tes dari guru, tentang (kontekstual dan konditional) tuntutan kognitif dari tugas yang berbeda c. Pengetahuan 3/30/2010 tentang diri Rustaman Kesadaran file akan tingkat pengetahuan seseorang17

18 CONTOH DIMENSI PENGETAHUAN Pengetahuan faktual : a. Pengetahuan terminologi/ istilah b. Pengetahuan tentang unsure- unsur dan rincian khusus (Unsur-unsur mendasar yang harus diketahui i siswa) Kosa kata teknik, symbol musik Sumber alam utama, sumber informasi yang dapat diandalkan Pengetahuan Konseptual : Pengetahuan klasifikasi dan a. kategorisasi b. Pengetahuan prinsip dan generalisasi c. Pengetahuan teori, model, struktur (Antar hubungan unsur-unsur mendasar dalam struktur) Waktu geologi, bentuk-bentuk bisnis kepemilikian Teorema Pythagoras, hokum supply & demand Teori evolusi, struktur Congress 3/30/2010 Rustaman file 18

19 DIMENSI PENGETAHUAN Pengetahuan Prosedural : a. Pengeth keterampilan khusus b. Pengetahuan metode / teknik khusus CONTOH (Bagaimana melakukan sesuatu, metode-metode) metode) Keterampilan mewarna dengan cat cair c. Pengetahuan kriteria prasyarat Tk Teknik ikinterviu, i metode ilmiah ih Kriteria berlakunya hukum Newton II Pengetahuan Metakognitif : a. Pengetahuan Strategis b. Pengetahuan tentang tugas kognitif (kontekstual dan konditional) c. Pengetahuan tentang diri (Pengetahuan kognisi secara umum) Pengetahuan membuat outline Pengetahuan tentang tipe tes dari guru, tentang tuntutan kognitif dari tugas yang berbeda Kesadaran akan tingkat pengetahuan seseorang 3/30/2010 Rustaman file 19

20 UPI 3/30/2010 Rustaman file 20

21 3/30/2010 Rustaman file 21

ACUAN PENGEMBANGAN INDIKATOR PENCAPAIAN DALAM SILABUS

ACUAN PENGEMBANGAN INDIKATOR PENCAPAIAN DALAM SILABUS ACUAN PENGEMBANGAN INDIKATOR PENCAPAIAN DALAM SILABUS Mekanisme Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD Indikator Alokasi Waktu Penilaian Sumber/ Bahan Pengembangan Indikator Indikator

Lebih terperinci

ASESMEN PENDIDIKAN IPA Nuryani Y. Rustaman

ASESMEN PENDIDIKAN IPA Nuryani Y. Rustaman ASESMEN PENDIDIKAN IPA Nuryani Y. Rustaman Tujuan: Mampu memahami pengetahuan (deklaratif dan prosedural) tentang asesmen pendidikan lpa, khususnya dimensi proses kognitif, keterampilan proses sains, literasi

Lebih terperinci

ANDRIAN RUSTAMAN JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI - FPMIPA - UPI

ANDRIAN RUSTAMAN JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI - FPMIPA - UPI ANDRIAN RUSTAMAN JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI - FPMIPA - UPI TIM EVALUASI PENDIDIKAN 3/31/2010 andrian file-ev.ppt 1 3/31/2010 andrian file-ev.ppt 2 Setelah mempelajari materi ini Anda diharapkan dapat:

Lebih terperinci

TAKSONOMI BLOOM-REVISI. Ana Ratna Wulan/ FPMIPA UPI

TAKSONOMI BLOOM-REVISI. Ana Ratna Wulan/ FPMIPA UPI TAKSONOMI BLOOM-REVISI Ana Ratna Wulan/ FPMIPA UPI Revisi Taksonomi Bloom (Anderson, L.W. & Krathwohl, D.R.: 2001) Taksonomi Bloom lama C1 (Pengetahuan) C2 (Pemahaman) C3 (Aplikasi) C4 (Analisis) C5 (Sintesis)

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang 11 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang konstruktivis. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi dengan sejumlah siswa sebagai

Lebih terperinci

BAB II STUDI LITERATUR. A. Kemampuan Matematis dan Revisi Taksonomi Bloom. Kemampuan matematis adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki

BAB II STUDI LITERATUR. A. Kemampuan Matematis dan Revisi Taksonomi Bloom. Kemampuan matematis adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki 10 BAB II STUDI LITERATUR A. Kemampuan Matematis dan Revisi Taksonomi Bloom Kemampuan matematis adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa dalam mata pelajaran matematika. Dalam penelitian ini, kemampuan

Lebih terperinci

HASIL BELAJAR BIOLOGI?

HASIL BELAJAR BIOLOGI? UPI HASIL BELAJAR BIOLOGI? Apa saja?!pengetahuan tentang gejala/proses hidup!mengolah l h informasi i berdasarkan fakta/bukti kti yang mendukung;!kebiasaan berpikir; Berpikir tingkat tinggi?!keterampilan

Lebih terperinci

HASIL BELAJAR BIOLOGI?

HASIL BELAJAR BIOLOGI? UPI HASIL BELAJAR BIOLOGI? Apa saja?!pengetahuan tentang gejala/proses hidup!mengolah l h informasi i berdasarkan fakta/bukti kti yang mendukung;!kebiasaan berpikir; Berpikir tingkat tinggi?!keterampilan

Lebih terperinci

Taksonomi Tujuan Pembelajaran

Taksonomi Tujuan Pembelajaran Taksonomi Tujuan Pembelajaran Ari Widodo Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi 229 Bandung Email: widodo@upi.edu September 2005 Dari penulis Taksonomi pembelajaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sistem pendidikan di Indonesia telah lama menggunakan teori taksonomi pendidikan secara adaptif sebagai landasan pendekatan belajar. Implikasi dari penggunaan

Lebih terperinci

PENGERTIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

PENGERTIAN TUJUAN PEMBELAJARAN PENGERTIAN TUJUAN PEMBELAJARAN Tujuan pembelajaran adalah tahapan penting dalam merancang analisis kebutuhan Tujuan pembelajaran merupakan pengikat aktivitas guru dan siswa ALASAN TUJUAN PEMBELAJARAN DIRUMUSKAN

Lebih terperinci

Penilaian Proses dan Hasil Belajar

Penilaian Proses dan Hasil Belajar Penilaian Proses dan Hasil Belajar Oleh: Dr. Ana Ratna Wulan, M.Pd. FPMIPA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Revisi Taksonomi Bloom (Anderson, L.W. & Krathwohl, D.R.: 2001) Taksonomi Bloom C1 (Pengetahuan)

Lebih terperinci

1. PERSOALAN PENILAIAN BELAJAR

1. PERSOALAN PENILAIAN BELAJAR Substansi 1. Identifikasi persoalan penilaian pembelajaran 2. Tujuan penilaian pembelajaran 3. Ranah tujuan penilaian pembelajaran 4. Strategi penilaian pembelajaran 5. Beberapa contoh aplikasi pd aspek

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bangsa. Berdasarkan hal tersebut, negara-negara di dunia berkompetisi dalam

BAB I PENDAHULUAN. bangsa. Berdasarkan hal tersebut, negara-negara di dunia berkompetisi dalam 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Tingkat pendidikan menjadi salah satu indikator dari kemajuan suatu bangsa. Berdasarkan hal tersebut, negara-negara di dunia berkompetisi dalam meningkatkan

Lebih terperinci

MODEL BERPIKIR INDUKTIF:ANALISIS PROSES KOGNITIF DALAM MODEL BERPIKIR INDUKTIF

MODEL BERPIKIR INDUKTIF:ANALISIS PROSES KOGNITIF DALAM MODEL BERPIKIR INDUKTIF MODEL BERPIKIR INDUKTIF:ANALISIS PROSES KOGNITIF DALAM MODEL BERPIKIR INDUKTIF Winahyu Arif Wicaksono, Moh Salimi, Imam Suyanto Universitas Sebelas Maret arifwinahyu@students.uns.ac.id Abstrak Model berpikir

Lebih terperinci

Deskripsi Singkat Revisi Taksonomi Bloom Elisabeth Rukmini. Keywords: Bloom s taxonomy, cognitive, meta-cognitive

Deskripsi Singkat Revisi Taksonomi Bloom Elisabeth Rukmini. Keywords: Bloom s taxonomy, cognitive, meta-cognitive Deskripsi Singkat Revisi Taksonomi Bloom Elisabeth Rukmini Abstract The Bloom s taxonomy revision mainly consisted of curriculum, instructional design, and assessment. Educational development, sociocultural

Lebih terperinci

REVISI TAKSONOMI PEMBELAJARAN BENYAMIN S. BLOOM

REVISI TAKSONOMI PEMBELAJARAN BENYAMIN S. BLOOM Satya Widya, Vol. 29, No.1. Juni 2013: 30-39 REVISI TAKSONOMI PEMBELAJARAN BENYAMIN S. BLOOM I Putu Ayub Darmawan Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Kristen Satya Wacana

Lebih terperinci

T E K N I K B E R T A N Y A

T E K N I K B E R T A N Y A T E K N I K B E R T A N Y A Susiwi S 6/1/2010 1 Pentingnya Teknik Bertanya dalam Kegiatan Pembelajaran Bertanya sebagai indikator berpikir. Keterampilan bertanya sangat dekat dengan kemampuan berkomunikasi

Lebih terperinci

BBM VIII EVALUASI PEMBELAJARAN IPA

BBM VIII EVALUASI PEMBELAJARAN IPA BBM VIII EVALUASI PEMBELAJARAN IPA Pendahuluan Setelah pada bab sebelumnya Anda mempelajari tentang merancang pendekatan dan model pembelajaran, pada bab ini Anda akan mempelajari tentang asesmen dan evaluasinya.

Lebih terperinci

BAB II. POE adalah singkatan dari Predict-Observe-Explain. POE ini sering juga

BAB II. POE adalah singkatan dari Predict-Observe-Explain. POE ini sering juga BAB II STRATEGI PEMBELAJARAN POE (PREDICT, OBSERVE, EXPLAIN) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA KONSEP DIFUSI DAN OSMOSIS A. Strategi POE (Predict, Observe, Explain)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Adi Satrisman, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Adi Satrisman, 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia sesuai dengan falsafah Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, yang berfungsi untuk mengembangkan

Lebih terperinci

Taksonomi Bloom (Ranah Kognitif, Afektif, dan Psikomotor) serta Identifikasi Permasalahan Pendidikan di Indonesia

Taksonomi Bloom (Ranah Kognitif, Afektif, dan Psikomotor) serta Identifikasi Permasalahan Pendidikan di Indonesia Taksonomi Bloom (Ranah Kognitif, Afektif, dan Psikomotor) serta Identifikasi Permasalahan Pendidikan di Indonesia Taksonomi Bloom 1. Ranah Kognitif Ranah ini meliputi kemampuan menyatakan kembali konsep

Lebih terperinci

PENGETAHUAN METAKOGNITIF UNTUK PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK

PENGETAHUAN METAKOGNITIF UNTUK PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK PENGETAHUAN METAKOGNITIF UNTUK PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK Endang Indarini, Tri Sadono, dan Maria Evangeli Onate Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Kristen Satya Wacana ABSTRAK Tulisan

Lebih terperinci

Mengintegrasikan Revisi Taksonomi Bloom Kedalam Pembelajaran Biologi

Mengintegrasikan Revisi Taksonomi Bloom Kedalam Pembelajaran Biologi Jurnal Sainsmat, September 2015, Halaman 102-112 Vol. IV, No. 2 ISSN 2086-6755 http://ojs.unm.ac.id/index.php/sainsmat Mengintegrasikan Revisi Taksonomi Bloom Kedalam Pembelajaran Biologi Integrating Bloom

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN TEMATIK DAN BERMAKNA DALAM PERSPEKTIF REVISI TAKSONOMI BLOOM

PEMBELAJARAN TEMATIK DAN BERMAKNA DALAM PERSPEKTIF REVISI TAKSONOMI BLOOM PEMBELAJARAN TEMATIK DAN BERMAKNA DALAM PERSPEKTIF REVISI TAKSONOMI BLOOM Nur Fajriana Wahyu Ardiani, Nanda Adi Guna, Reni Novitasari, dan Ridwan Prihantono Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan FKIP

Lebih terperinci

KEMAMPUAN ANALISIS MAHASISWA PGSD TERHADAP TUJUAN PEMBELAJARAN DIMENSI KOGNITIF PADA MATA KULIAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN SD

KEMAMPUAN ANALISIS MAHASISWA PGSD TERHADAP TUJUAN PEMBELAJARAN DIMENSI KOGNITIF PADA MATA KULIAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN SD KEMAMPUAN ANALISIS MAHASISWA PGSD TERHADAP TUJUAN PEMBELAJARAN DIMENSI KOGNITIF PADA MATA KULIAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN SD Via Yustitia via.yustitia@yahoo.com Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahan ajar merupakan kebutuhan penting dalam proses belajar mengajar, karena dengan adanya bahan ajar maka dapat terselenggara pembelajaran yang baik. Menurut

Lebih terperinci

TAKSONOMI DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN. oleh Dr. B. Widharyanto, M.Pd

TAKSONOMI DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN. oleh Dr. B. Widharyanto, M.Pd TAKSONOMI DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN oleh Dr. B. Widharyanto, M.Pd Pusat Penelitian dan Pelayanan Pendidikan (P4), USD Tahun 2012 DOMAIN/RANAH DALAM BELAJAR Benjamin Bloom (1956) menemukan ada tiga tipe

Lebih terperinci

TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL

TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL KOMPETENSI DASAR Menganalis tujuan instruksional Kogintif Afektif Psikomotorik INDIKATOR 1. Mendiskripsikan ranahranah instruksional. 2. Mendiskripsikan taksonomi instruksional

Lebih terperinci

TAXONOMY BLOOM'S THEORY. Membagi kemampuan belajar menjadi 3 (tiga) domain: Kognitif (Pengetahuan) Psikomotorik (Keterampilan) Afektif (Sikap)

TAXONOMY BLOOM'S THEORY. Membagi kemampuan belajar menjadi 3 (tiga) domain: Kognitif (Pengetahuan) Psikomotorik (Keterampilan) Afektif (Sikap) TAXONOMY BLOOM'S THEORY Membagi kemampuan belajar menjadi 3 (tiga) domain: Kognitif (Pengetahuan) Psikomotorik (Keterampilan) Afektif (Sikap) SEGI TIGA TAKSONOMI BLOOM Head Health Hand Hearth LEVEL TAKSONOMI

Lebih terperinci

TAKSONOMI BLOOM REVISI RANAH KOGNITIF: KERANGKA LANDASAN UNTUK PEMBELAJARAN, PENGAJARAN, DAN PENILAIAN. Imam Gunawan * Anggarini Retno Palupi **

TAKSONOMI BLOOM REVISI RANAH KOGNITIF: KERANGKA LANDASAN UNTUK PEMBELAJARAN, PENGAJARAN, DAN PENILAIAN. Imam Gunawan * Anggarini Retno Palupi ** TAKSONOMI BLOOM REVISI RANAH KOGNITIF: KERANGKA LANDASAN UNTUK PEMBELAJARAN, PENGAJARAN, DAN PENILAIAN Imam Gunawan * Anggarini Retno Palupi ** Abstract The Cognitive domain of Bloom s taxonomy often serves

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan upaya penting untuk mengembangkan potensi diri dalam penguasaan ilmu.ada beberapa pengklasifikasian tujuan pendidikan yang dirumuskan oleh ahli

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah metode yang sering

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah metode yang sering II. TINJAUAN PUSTAKA A. Metode Inkuiri Terbimbing Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah metode yang sering digunakan oleh para guru. Khususnya pembelajaran biologi, ini disebabkan karena kesesuaian

Lebih terperinci

MATERI 3. copyright dit.akademik.ditjen.dikti

MATERI 3. copyright dit.akademik.ditjen.dikti MATERI 3 10% 20% 30% 50% 70% Reading Hearing words Looking at picture Watching video Looking at an exhibition Watching a demonstration Seeing it done on location Participating in a discussion Giving a

Lebih terperinci

MERUMUSKAN TUJUAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI. Oleh: Rahyu Setiani

MERUMUSKAN TUJUAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI. Oleh: Rahyu Setiani MERUMUSKAN TUJUAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI Oleh: Rahyu Setiani Rahyu Setiani adalah Dosen DPK Kopertis Wilayah VII pada STKIP PGRI Tulungagung PENDAHULUAN Keterampilan berpikir

Lebih terperinci

LEVEL KOGNITIF SOAL PADA BUKU TEKS MATEMATIKA KURIKULUM 2013 KELAS VII UNTUK PENDIDIKAN MENENGAH. Intan Sari Rufiana Universitas Muhammadiyah Ponorogo

LEVEL KOGNITIF SOAL PADA BUKU TEKS MATEMATIKA KURIKULUM 2013 KELAS VII UNTUK PENDIDIKAN MENENGAH. Intan Sari Rufiana Universitas Muhammadiyah Ponorogo LEVEL KOGNITIF SOAL PADA BUKU TEKS MATEMATIKA KURIKULUM 2013 KELAS VII UNTUK PENDIDIKAN MENENGAH Intan Sari Rufiana Universitas Muhammadiyah Ponorogo Email: rufiana13@yahoo.co.id Abstrak Penelitian ini

Lebih terperinci

Enam Kategori pada Dimensi Proses Kognitif dan Proses-proses Kognitif Terkait. 1. MENGINGAl -Mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang.

Enam Kategori pada Dimensi Proses Kognitif dan Proses-proses Kognitif Terkait. 1. MENGINGAl -Mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang. Enam Kategori pada Dimensi Proses Kognitif dan Proses-proses Kognitif Terkait Kategori Proses Kategori Proses 1. MENGNGAl -Mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang. 1.1. Mengenali (Mengenali tanggal

Lebih terperinci

SILABUS EVALUASI PEMBELAJARAN. Diperiksa Oleh : Dr. H. Saefudin, M.Si. (Ketua Program Studi Pend. Biologi)

SILABUS EVALUASI PEMBELAJARAN. Diperiksa Oleh : Dr. H. Saefudin, M.Si. (Ketua Program Studi Pend. Biologi) FPMIPA SILABUS EVALUASI PEMBELAJARAN No. Dok. : FPMIPA-BI-SL-04 Revisi : 00 Tanggal : 2 Agustus 2010 Halaman : 1 dari 3 Dibuat Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Prof.Dr. Hj. Nuryani Rustaman, MPd.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Sampel Penelitian Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal-soal kimia yang diujikan pada Cambridge International Examination (CIE) level International General

Lebih terperinci

2015 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP

2015 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran merupakan suatu proses atau kegiatan mendidik yang didalamnya terjadi interaksi antara guru dan siswa atau antar peserta didik yang memiliki suatu tujuan

Lebih terperinci

Tentunya Anda dapat membaca bacaan di atas dengan cukup mudah, bukan? Akan tetapi, bagaimana dengan bacaan berikut ini

Tentunya Anda dapat membaca bacaan di atas dengan cukup mudah, bukan? Akan tetapi, bagaimana dengan bacaan berikut ini A. Hakikat Membaca Kritis Hakikat membaca kritis sangat relevan dengan kehidupan Anda sebagai calon guru yang dituntut untuk menambah wawasan dan mengambangkan ilmu. Oleh sebab iyu, kegiatan belajar ini

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Model pembelajaran mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Model pembelajaran mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Talking Stick Model pembelajaran mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar. Saat proses pembelajaran dikelas, kemampuan yang dimiliki

Lebih terperinci

II. KAJIAN TEORI. Perkembangan sebuah pendekatan yang sekarang dikenal sebagai Pendekatan

II. KAJIAN TEORI. Perkembangan sebuah pendekatan yang sekarang dikenal sebagai Pendekatan II. KAJIAN TEORI A. Pendekatan Matematika Realistik Perkembangan sebuah pendekatan yang sekarang dikenal sebagai Pendekatan Matematika Realistik (PMR) dimulai sekitar tahun 1970-an. Yayasan yang diprakarsai

Lebih terperinci

EVALUASI PEMBELAJARAN

EVALUASI PEMBELAJARAN EVALUASI PEMBELAJARAN TUGAS 1 Taksonomi Bloom, Dimensi Belajar Marzano Oleh : Nama : Septri Rahayu NIM : 06101011019 Program Studi Dosen Pengasuh : Pendidikan Fisika : 1. Dr. Ketang Wiyono 2. Drs. Abidin

Lebih terperinci

Revisi Taksonomi Bloom dan Pengembangan Butir Soal. Ari Widodo Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI

Revisi Taksonomi Bloom dan Pengembangan Butir Soal. Ari Widodo Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI Revisi Taksonomi Bloom dan Pengembangan Butir Soal Ari Widodo Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI Email: widodo@upi.edu Bagi guru dan praktisi pendidikan, kata Jenjang Kognitif atau sering disingkat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terutama tentang struktur materi, komposisi materi, sifat dan perubahan materi serta

BAB I PENDAHULUAN. terutama tentang struktur materi, komposisi materi, sifat dan perubahan materi serta BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu kimia merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat sifat materi yang ada di alam dan gejala yang ditimbulkan oleh sifat materi tersebut terutama tentang

Lebih terperinci

PERSOALAN PENILAIAN BELAJAR

PERSOALAN PENILAIAN BELAJAR MATERI 3 1 PERSOALAN PENILAIAN BELAJAR Pemberian angka pada hasil belajar mahasiswa merupakan tujuan akhir penilaian? Jenis kemampuan apa yang kita nilai dari mahasiswa? Apakah teknik penilaian yang kita

Lebih terperinci

Analisis Buku Siswa Matematika SMP Ruang Lingkup Statistika dengan Kesesuaian Unsur Unsur Karakteristik Berpikir Kreatif

Analisis Buku Siswa Matematika SMP Ruang Lingkup Statistika dengan Kesesuaian Unsur Unsur Karakteristik Berpikir Kreatif SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 PM - 121 Analisis Buku Siswa Matematika SMP Ruang Lingkup Statistika dengan Kesesuaian Unsur Unsur Karakteristik Berpikir Kreatif R. Ach.

Lebih terperinci

TAKSONOMI BLOOM MAKALAH (disusun guna memenuhi mata kuliah Strategi Belajar Mengajar) oleh : Rina Asih Niasari NIM

TAKSONOMI BLOOM MAKALAH (disusun guna memenuhi mata kuliah Strategi Belajar Mengajar) oleh : Rina Asih Niasari NIM TAKSONOMI BLOOM MAKALAH (disusun guna memenuhi mata kuliah Strategi Belajar Mengajar) oleh : Rina Asih Niasari NIM 110210302062 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Lebih terperinci

ASPEK-ASPEK PENILAIAN (RANAH KOGNITIF, AFEKTIF, & PSIKOMOTOR) ASSESMEN PEMBELAJARAN FISIKA JURDIK FISIKA FPMIPA UPI

ASPEK-ASPEK PENILAIAN (RANAH KOGNITIF, AFEKTIF, & PSIKOMOTOR) ASSESMEN PEMBELAJARAN FISIKA JURDIK FISIKA FPMIPA UPI ASPEK-ASPEK PENILAIAN (RANAH KOGNITIF, AFEKTIF, & PSIKOMOTOR) ASSESMEN PEMBELAJARAN FISIKA JURDIK FISIKA FPMIPA UPI SCRIVEN (1967) (ARIKUNTO, 2009) MENGEMUKAKAN BAHWA: Terdapat hubungn erat antara: 1.

Lebih terperinci

PERKULIAHAN 3: EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ALAT EVALUASI

PERKULIAHAN 3: EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ALAT EVALUASI PERKULIAHAN 3: EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ALAT EVALUASI 1. Taksonomi Bloom Bloom dan kawan-kawan membagi tujuan pendidikan ke dalam tiga daerah (domain), yaitu daerah kognitif (cognitive domain),

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. kemempuan belajar sendiri atau melakukan aktivitas seluas-luasnya kepada

II. TINJAUAN PUSTAKA. kemempuan belajar sendiri atau melakukan aktivitas seluas-luasnya kepada II. TINJAUAN PUSTAKA A. Efektivitas Pembelajaran Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menyediakan kemempuan belajar sendiri atau melakukan aktivitas seluas-luasnya kepada siswa untuk belajar.

Lebih terperinci

TAXONOMY OF EDUCATIONAL

TAXONOMY OF EDUCATIONAL TAXONOMY OF EDUCATIONAL OBJECTIVES TAKSONOMI Metode pengklasifikasian tujuan pendidikan (Hasil belajar) Domain/Ranah Cognitive Affective Benjamin S. Bloom (1956) Psychomotor Cognitive Evaluasi Sintesis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pemakaian Buku Teks (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), 50. Pendidikan (Jakarta: Depdikbud, 2013).

BAB I PENDAHULUAN. Pemakaian Buku Teks (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), 50. Pendidikan (Jakarta: Depdikbud, 2013). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran di kelas biasanya menggunakan fasilitas pendukung seperti buku paket. Menurut Muclish buku paket dapat diartikan sebagai buku yang berisi uraian

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. peningkatan lingkungan belajar bagi siswa. Agar proses belajar. media pembelajaran, khususnya penggunaan komputer.

II. TINJAUAN PUSTAKA. peningkatan lingkungan belajar bagi siswa. Agar proses belajar. media pembelajaran, khususnya penggunaan komputer. 6 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoretis 1. Simulasi Dalam usaha meningkatkan kualitas pembelajaran perlu adanya usaha peningkatan lingkungan belajar bagi siswa. Agar proses belajar mengajar terlaksana

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. TTW merupakan model pembelajaran kooperatif dimana perencanaan dari

II. TINJAUAN PUSTAKA. TTW merupakan model pembelajaran kooperatif dimana perencanaan dari 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model pembelajaran TTW TTW merupakan model pembelajaran kooperatif dimana perencanaan dari tindakan yang cermat mengenai kegiatan pemebelajaran yaitu lewat kegiatan berifikir

Lebih terperinci

P 25 Learning Mathematics To Grow Metacognitive Ability In Understanding And Mathematic Problems Solving On Limit

P 25 Learning Mathematics To Grow Metacognitive Ability In Understanding And Mathematic Problems Solving On Limit P 25 Learning Mathematics To Grow Metacognitive Ability In Understanding And Mathematic Problems Solving On Limit Aning Wida Yanti, S.Si., M.Pd Department of Mathematics Education, State University of

Lebih terperinci

BAB IV PROSES PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN

BAB IV PROSES PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN BAB IV PROSES PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN Dalam bab ini diuraikan proses pengembangan model penilaian otentik dalam pembelajaran membaca pemahaman yang telah

Lebih terperinci

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN DAN SOAL KOGNITIF BERORIENTASI PADA REVISI TAKSONOMI BLOOM DALAM PEMBELAJARAN FISIKA FORMULATION OF LEARNING OBJECTIVES AND COGNITIVE PROBLEM IN BLOOM TAXONOMY REVISION ORIENTED

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. perubahan tingkah laku pada diri sendiri berkat pengalaman dan latihan.

II. TINJAUAN PUSTAKA. perubahan tingkah laku pada diri sendiri berkat pengalaman dan latihan. 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Picture and Picture Belajar merupakan proses perkembangan yang dialami oleh siswa menuju ke arah yang lebih baik. Menurut Hamalik (2004:37) belajar merupakan

Lebih terperinci

TAKSONOMI BLOOM REVISI RANAH KOGNITIF: KERANGKA LANDASAN UNTUK PEMBELAJARAN, PENGAJARAN, DAN PENILAIAN. Imam Gunawan * Anggarini Retno Palupi **

TAKSONOMI BLOOM REVISI RANAH KOGNITIF: KERANGKA LANDASAN UNTUK PEMBELAJARAN, PENGAJARAN, DAN PENILAIAN. Imam Gunawan * Anggarini Retno Palupi ** TAKSONOMI BLOOM REVISI RANAH KOGNITIF: KERANGKA LANDASAN UNTUK PEMBELAJARAN, PENGAJARAN, DAN PENILAIAN Imam Gunawan * Anggarini Retno Palupi ** Abstract The Cognitive domain of Bloom s taxonomy often serves

Lebih terperinci

Diajukan Oleh: Muhammad Fajar Kurniawan A

Diajukan Oleh: Muhammad Fajar Kurniawan A ANALISIS LEMBAR KERJA SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII DITINJAU DARI TAKSONOMI BLOOM REVISI Skripsi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Matematika

Lebih terperinci

TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN Model Pembelajaran TCL dan Model Pembelajaran SCL MODEL TEACHER CENTERED LEARNING 1. Model TCL ini dimaksudkan sebagai model yang menitik beratkan pada apa yang

Lebih terperinci

LANDASAN TEORI. A. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya

LANDASAN TEORI. A. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya 8 II. LANDASAN TEORI A. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Cooperative Learning berasal dari kata cooperative yang artinya mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu

Lebih terperinci

Dr. Sri Anggraeni, Msi.

Dr. Sri Anggraeni, Msi. Dr. Sri Anggraeni, Msi. Investigative Kolaboratif Sifat pembelajaran Komunikatif Konstruktivis Mengembangkan keterampilan berpikir siswa Mengembangkan keterampilan siswa dalam merancang, melaksanakan percobaan

Lebih terperinci

Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Taksonomi Bloom: Sebuah Tampilan Baru dari Cadangan Lama

Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Taksonomi Bloom: Sebuah Tampilan Baru dari Cadangan Lama Desain Proyek Efektif: Kerangka Kerja Kecakapan Berpikir Taksonomi Bloom: Sebuah Tampilan Baru dari Cadangan Lama Jenjang Proses Berpikir secara Tradisional Pada tahun 1956, Benjamin Bloom menulis Taxonomy

Lebih terperinci

HUBUNGAN KARAKTERISTIK AFEKTIF SISWA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF PADA MATA PELAJARAN FISIKA KELAS X SMK MUHAMMADIYAH 2 METRO

HUBUNGAN KARAKTERISTIK AFEKTIF SISWA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF PADA MATA PELAJARAN FISIKA KELAS X SMK MUHAMMADIYAH 2 METRO HUBUNGAN KARAKTERISTIK AFEKTIF SISWA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF PADA MATA PELAJARAN FISIKA KELAS X SMK MUHAMMADIYAH 2 METRO Mariya Fitriani & Nyoto Suseno Jurusan Pendidikan MIPA/Fisika, FKIP UM Metro

Lebih terperinci

DESKRIPSI MATA KULIAH

DESKRIPSI MATA KULIAH DESKRIPSI MATA KULIAH FI462 Evaluasi Pembelajaran Fisika: S-1, 2 SKS, Semester 6 Mata kuliah Evaluasi Pembelajaran Fisika merupakan mata kuliah wajib yang perkuliahannya merupakan lanjutan dari kemampuan

Lebih terperinci

Nancy et al., Analisis Tingkat Kognitif Uji Kompetensi pada Buku Sekolah Elektronik (BSE)...

Nancy et al., Analisis Tingkat Kognitif Uji Kompetensi pada Buku Sekolah Elektronik (BSE)... Nancy et al., Analisis Tingkat Kognitif pada Buku Sekolah Elektronik (BSE)... 1 Analisis Tingkat Kognitif pada Buku Sekolah Elektronik (BSE) Matematika SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 Berdasarkan Taksonomi

Lebih terperinci

Revisi Taksonomi Pembelajaran Bloom. Pertemuan 3-6

Revisi Taksonomi Pembelajaran Bloom. Pertemuan 3-6 + Revisi Taksonomi Pembelajaran Bloom Pertemuan 3-6 + Jadwal Presentasi! Pertemeuan 3 - Kelompok 1: Bab 1-2! Pertemuan 4 -Kelompok 2: bab 3! Pertemuan 5 - Kelompok 3 & 4 : bab 4 & bab 5! Pertemuan 6 -

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER ( RPKPS )

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER ( RPKPS ) Materi Workshop Prodi Elektromekanik STTN BATAN Yogyakarta RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER ( RPKPS ) Oleh: Dr. Bernardus Sentot Wijanarka, M.T Dosen Fakultas Teknik UNY Yogyakarta 1 A. Pendahuluan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP kelas VIII Laboratorium Percontohan UPI Bandung sebanyak 3 kelas semester 1. Sampel

Lebih terperinci

SDM. asing KKNI (IQF) Penilaian kesetaraan dan pengakuan kualifikas. SDM Indonesia ALASAN EKSTERNAL. Sebuah Pernyataan kualitas ALASAN INTERNAL SDM

SDM. asing KKNI (IQF) Penilaian kesetaraan dan pengakuan kualifikas. SDM Indonesia ALASAN EKSTERNAL. Sebuah Pernyataan kualitas ALASAN INTERNAL SDM ALASAN EKSTERNAL Tantangan dan persaingan global Ratifikasi berbagai konvensi ALASAN INTERNAL Kesenjangan: mutu, jumlah, kemampuan. Relevansi: penghasil vs pengguna, info kebutuhan vs human capital planning

Lebih terperinci

KONSEP DASAR PENILAIAN. Tujuan, Fungsi, Prinsip, Cakupan, Jenis & Teknik Penilaian

KONSEP DASAR PENILAIAN. Tujuan, Fungsi, Prinsip, Cakupan, Jenis & Teknik Penilaian KONSEP DASAR PENILAIAN Pengukuran-Penilaian-Tes-Evaluasi Tujuan, Fungsi, Prinsip, Cakupan, Jenis & Teknik Penilaian Indikator Membedakan pengertian pengukuran, penilaian, tes dan evaluasi Menjelaskan tujuan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Definisi operasional bertujuan memberikan persamaan persepsi terhadap

BAB III METODE PENELITIAN. Definisi operasional bertujuan memberikan persamaan persepsi terhadap BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Definisi operasional bertujuan memberikan persamaan persepsi terhadap istilah yang ada dalam penelitian ini. 1. Analisis kualitas soal, soal dianalisis

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. materi, mind mapping dan hubungan diantara mind mapping dengan pemahaman

BAB II LANDASAN TEORI. materi, mind mapping dan hubungan diantara mind mapping dengan pemahaman BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan diuraikan teori yang menjelaskan tentang pemahaman materi, mind mapping dan hubungan diantara mind mapping dengan pemahaman materi. A. PEMAHAMAN MATERI 1. Definisi

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Upaya peningkatan mutu pendidikan telah dilakukan oleh pemerintah secara

I. PENDAHULUAN. Upaya peningkatan mutu pendidikan telah dilakukan oleh pemerintah secara 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Upaya peningkatan mutu pendidikan telah dilakukan oleh pemerintah secara bertahap, salah satunya yaitu adanya pembaharuan kurikulum yang bertujuan untuk meningkatkan

Lebih terperinci

ANALISIS KUALITASDESAIN KEGIATAN LABORATORIUM (DKL)MATERI PENCEMARAN LINGKUNGANJENJANG SMP DAN SMA

ANALISIS KUALITASDESAIN KEGIATAN LABORATORIUM (DKL)MATERI PENCEMARAN LINGKUNGANJENJANG SMP DAN SMA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Proses pembelajaran sains lebih menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung. Hal ini dikarenakan pembelajaran sains memiliki objek kajian berupa

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. siswa tidak cukup hanya mendengarkan dan mencatat seperti yang sering

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. siswa tidak cukup hanya mendengarkan dan mencatat seperti yang sering BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pertanyaan Siswa Banyak kegiatan atau aktivitas yang dilakukan siswa di sekolah. Aktivitas siswa tidak cukup hanya mendengarkan dan mencatat seperti yang sering dilakukan di

Lebih terperinci

Metodologi Penelitian Ilmu Pangan ITP 500; 3(2-3) 20/08/2010 Kuliah I, Metodologi Penelitian Ilmu Pangan 1

Metodologi Penelitian Ilmu Pangan ITP 500; 3(2-3) 20/08/2010 Kuliah I, Metodologi Penelitian Ilmu Pangan 1 Metodologi Penelitian Ilmu Pangan ITP 5; 3(2-3) Kuliah I, Metodologi Penelitian Ilmu Pangan 1 Deskripsi Mata Kuliah Pemahaman dan Latihan Kegiatan Penelitian Pengembangan Ide Perumusan Topik Perencanaan

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES Untuk dapat memperoleh alat penilaian (tes) yang memenuhi persyaratan, setiap penyusun tes hendaknya dapat mengikuti

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES Untuk dapat memperoleh alat penilaian (tes) yang memenuhi persyaratan, setiap penyusun tes hendaknya dapat mengikuti LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES Untuk dapat memperoleh alat penilaian (tes) yang memenuhi persyaratan, setiap penyusun tes hendaknya dapat mengikuti langkah-langkah penyusunan tes. Sax (1980), mengidentifikasi

Lebih terperinci

Keberhasilan suatu proses pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa komponen. Dalam prosesnya, siswa dituntut untuk meningkatkan kompetensinya dengan

Keberhasilan suatu proses pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa komponen. Dalam prosesnya, siswa dituntut untuk meningkatkan kompetensinya dengan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan suatu komponen penting dalam mentransformasi pengetahuan, keahlian, dan nilai-nilai akhlak dalam pembentukan jati diri bangsa. Pendidikan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Learning Cycle (LC) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada

II. TINJAUAN PUSTAKA. Learning Cycle (LC) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Learning Cycle 5E (LC 5E) Learning Cycle (LC) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada pebelajar (student centered). LC merupakan rangkaian tahap-tahap

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. Menurut arti leksikal Hasil adalah sesuatu yang diadakan. 10 Sedangkan belajar

BAB II KAJIAN TEORI. Menurut arti leksikal Hasil adalah sesuatu yang diadakan. 10 Sedangkan belajar 10 BAB II KAJIAN TEORI A. Hasil Belajar Menurut arti leksikal Hasil adalah sesuatu yang diadakan. 10 Sedangkan belajar adalah mengumpulkan sejumlah pengetahuan. 11 Slameto merumuskan pengertian belajar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Riskan Qadar, 2015

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Riskan Qadar, 2015 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penggunaan metode agar tujuan pembelajaran tercapai dan saat ini berbagai metode pembelajaran telah digunakan. Metode pembelajaran ada yang berpusat pada guru

Lebih terperinci

RUANG LINGKUP EVALUASI

RUANG LINGKUP EVALUASI RUANG LINGKUP EVALUASI Materi pertemuan II dan persiapan pertemuan III 1 noh boiliu Prodi PAK-FKIP- diadaptasi dari Eric P. Soulsby (2009), Outcomes Assessment Plan, University of Connecticut Dalam melakukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Evaluasi adalah pengambilan keputusan berdasarkan hasil pengukuran dan

BAB I PENDAHULUAN. Evaluasi adalah pengambilan keputusan berdasarkan hasil pengukuran dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Evaluasi adalah pengambilan keputusan berdasarkan hasil pengukuran dan standar kriteria. Pengukuran dan evaluasi merupakan dua kegiatan yang berkesinambungan. Evaluasi

Lebih terperinci

BAB II KAMAN PUSTAKA

BAB II KAMAN PUSTAKA BAB II KAMAN PUSTAKA 2.1 Hubungan Peta Pikir dan Peta Konsep dengan Kemampuan Generik Peta Pikir atau Mind Mapping merupakan teknik pencatat yang dikembangkan oleh Tony Buzan dan didasarkan pada riset

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu. Istilah cognitive berasal

BAB II KAJIAN TEORI. perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu. Istilah cognitive berasal BAB II KAJIAN TEORI A. Proses Kognitif Arti kata proses dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah runtutan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu. Istilah cognitive berasal dari kata cognition

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Gaya belajar setiap orang itu dipengaruhi oleh faktor alamiah (pembawaan)

II. TINJAUAN PUSTAKA. Gaya belajar setiap orang itu dipengaruhi oleh faktor alamiah (pembawaan) 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Gaya Belajar (Learning Styles) Gaya belajar setiap orang itu dipengaruhi oleh faktor alamiah (pembawaan) dan faktor lingkungan. Jadi ada hal-hal tertentu yang tidak dapat diubah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Belajar dan Hasil Belajar dalam Pembelajaran Kimia. mempelajari dan memahami konsep-konsep yang dikembangkan, baik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Belajar dan Hasil Belajar dalam Pembelajaran Kimia. mempelajari dan memahami konsep-konsep yang dikembangkan, baik BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Belajar dan Hasil Belajar dalam Pembelajaran Kimia Menurut Arifin, et al (2003), belajar merupakan proses aktif siswa untuk mempelajari dan memahami konsep-konsep yang dikembangkan,

Lebih terperinci

Penilaian Penilaian adalah suatu proses sistematik dan variatif yang meliputi pengumpulan data dan interpretasi data yang berperan sebagai umpan balik

Penilaian Penilaian adalah suatu proses sistematik dan variatif yang meliputi pengumpulan data dan interpretasi data yang berperan sebagai umpan balik STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN SAINS (Sumber NSES) Oleh : Achmad Samsudin, M.Pd. Pendidikan Fisika FPMIPA UPI Penilaian Penilaian adalah suatu proses sistematik dan variatif yang meliputi pengumpulan data

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. membujuk, menganalisis asumsi dan melakukan penelitian ilmiah. Berpikir kritis

II. TINJAUAN PUSTAKA. membujuk, menganalisis asumsi dan melakukan penelitian ilmiah. Berpikir kritis 6 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teoretis 1. Kemampuan Berpikir Kritis Berpikir kritis merupakan sebuah proses yang terarah dan jelas yang digunakan dalam kegiatan mental seperti memecahkan masalah,

Lebih terperinci

Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Advance Organizer Berbantuan Kartun Humor Terhadap Hasil Belajar

Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Advance Organizer Berbantuan Kartun Humor Terhadap Hasil Belajar Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Advance Organizer Berbantuan Kartun Humor Terhadap Hasil Belajar 1 Darmansyah 1 Program Studi Magister Teknologi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri

Lebih terperinci

Perencanaan : Pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan

Perencanaan : Pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan Perencanaan : Pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan Perencanaan Pembelajaran: Proses pengambilan keputusan hasil berfikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan

Lebih terperinci

KONSEP REVISI TAKSONOMI BLOOM DAN IMPLEMENTASINYA PADA PELAJARAN MATEMATIKA SMP

KONSEP REVISI TAKSONOMI BLOOM DAN IMPLEMENTASINYA PADA PELAJARAN MATEMATIKA SMP KONSEP REVISI TAKSONOMI BLOOM DAN IMPLEMENTASINYA PADA PELAJARAN MATEMATIKA SMP Ramlan Effendi SMP Negeri 2 Lahat, Jl. Letnan Amir Hamzah 1 Lahat ramlan.effendi@gmail.com Abstrak. Tujuan kajian ini adalah

Lebih terperinci

Pembuktian Validitas Isi Instrumen Penilaian Hasil Belajar Matematika Menggunakan Indeks Kesejajaran

Pembuktian Validitas Isi Instrumen Penilaian Hasil Belajar Matematika Menggunakan Indeks Kesejajaran SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 PM -48 Pembuktian Validitas Isi Instrumen Penilaian Hasil Belajar Matematika Menggunakan Indeks Kesejajaran Kana Hidayati FMIPA, Universitas

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur. perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi.

II. TINJAUAN PUSTAKA. demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur. perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi. 12 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Media Realia Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium, yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Dengan demikian, media merupakan

Lebih terperinci

SUMBER BELAJAR CALON PESERTA PROGRAM PLPG MATA PELAJARAN PEDAGOGI

SUMBER BELAJAR CALON PESERTA PROGRAM PLPG MATA PELAJARAN PEDAGOGI SUMBER BELAJAR CALON PESERTA PROGRAM PLPG MATA PELAJARAN PEDAGOGI Kurikulum 13 Penulis: Prof. Dr. Sunardi, M.Sc Dr. Imam Sujadi, M.Si Penelaah: Prof. Dr. rer. nat. Sadjidan, M.Si KEMENTERIAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB II METODE EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN IPA DAN PEMAHAMAN SISWA. nasional mempunyai peran amat penting dalam meningkatkan sumber daya

BAB II METODE EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN IPA DAN PEMAHAMAN SISWA. nasional mempunyai peran amat penting dalam meningkatkan sumber daya BAB II METODE EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN IPA DAN PEMAHAMAN SISWA A. Pendidikan IPA di Sekolah Dasar Pendidikan Sekolah Dasar sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional mempunyai peran amat penting

Lebih terperinci