BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI Sejarah Universitas Bina Nusantara pertama kali didirikan sebagai sebuah tempat kursus

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI Sejarah Universitas Bina Nusantara pertama kali didirikan sebagai sebuah tempat kursus"

Transkripsi

1 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI 3.1 Latar Belakang Bina Nusantara Sejarah Universitas Bina Nusantara pertama kali didirikan sebagai sebuah tempat kursus komputer yang bernama Modern Computer Course pada tanggal 21 oktober Bina Nusantara dimulai dengan dasar yang kuat visi yang jelas dan dedikasi yang tinggi. Dengan meningkatnya keinginan untuk menjadi sebuah lembaga pendidikan, maka Modern Computer Course melakukan perkembangan dan menjadi sebuah akademi teknik computer (ATK) pada tanggal 1 juli ATK membuka jurusan Manajemen Informatika dan Teknologi Informatika. Tiga tahun kemudian, pada tanggal 13 juli 1984 ATK mendapatkan status terdaftar dan mengubah namanya menjadi AMIK Jakarta. Pada tanggal 1 july 1985, AMIK membuka jurusan Komputerisasi Akuntansi. AMIK mulai menggunakan nama Bina Nusantara sejak 21 september Menteri pendidikan dan kebudayan memberikan penghargaan kepada AMIK sebagai akademi komputer terbaik melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi pada 17 Maret 1986 pada saat usia AMIK relatif muda. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan gelar, AMIK Bina Nusantara mendirikan STMIK Bina Nusantara pada 1 juli STMIK membuka program studi Manajemen Informatika dan Ilmu Komputer jenjang S1 dan berencana membuka jurusan Sistem Komputer.

2 32 Pada 9 november 1987, AMIK Bina Nusantara bergabung dengan STMIK Bina Nusantara, menjadi sebuah lembaga yang menyediakan pendidikan jenjang D3 dan S1. STMIK Bina Nusantara mendapatkan status terakreditasi untuk semua jurusan dan jenjang pendidikan pada 18 Maret Setelah mendapatkan reputasi yang baik, STMIK Bina Nusantara membuka program pasca sarjana di Manajemen Sistem Informasi, yang pertama di Indonesia. Universitas Bina Nusantara didirikan pada tanggal 8 Agustus 1996 dan disahkan oleh pemerintah. STMIK Bina Nusantara dan Universitas Bina Nusantara bergabung menjadi Univeristas Bina Nusantara pada 20 Desember Universitas Bina Nusantara memiliki 5 fakultas dan program pasca sarjana. Universitas Bina Nusantara terus berkembang dengan membuat kerja sama dengan Curtin University Australia pada tahun 1997 dan berencana membuat program S1 internasional. Pada tahun 1997, Universitas Bina Nusantara berhasil mendapatkan sertifikasi ISO Dengan semakin berkembangnya universitas Bina Nusantara, membuat Yayasan Bina Nusantara mendirikan sebuah training center yang menjadi lembaga pembelajaran untuk meningkatkan kempauan teknis dari seluruh civitas Bina Nusantara. Bina Nusantara Center didirikan pada tahun Sampai saat ini Bina Nusantara Center telah memiliki banyak cabang. Joseph Wibowo Center (JWC) adalah kampus terbaru Universitas Bina Nusantara. Di JWC menyediakan: 1. Program pasca sarjana 2. S1 Internasional 3. Executive Development Program

3 33 Berbeda dengan 3 kampus Bina Nusantara lainnya (Kampus syahdan, kampus Anggrek dan kampus Kijang) yang memfokuskan pada teknologi informatika, JWC memfokuskan pada area manajemen dan bisnis. S1 internasional diluncurkan pada tahun 2001, dan program ini menawarkan program Ganda, satu dari Universitas di luar negri dan satu lagi dari Universitas Bina Nusantara. Jurusan yang dibuka di S1 international adalah: Computer Science, Accouning, Information System dan Marketing. Salah satu perkembangan dari Yayasan Bina Nusantara adalah dengan didirikannya Sekolah Bina Nusantara. Dibuka pada Juli 2003, menyediakan jenjang pendidikan dari pre-school, sekolah dasar, sekolah menengah dan sekolah menegah atas. Sekolah Bina Nusantara menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris, namun pelajaran bahasa Indonesia, Agama dan PPKN tetap diajarkan dengan bahasa Indonesia.

4 Visi dan Kebijakan Mutu Adapun visi dan misi dari Universitas Bina Nusantara adalah sebagai berikut. Visi: Unggul sebagai lembaga pendidikan berbasis teknologi informasi yang diterima sebagai panutan, siap berkompetisi dan beradaptasi terhadap perubahan global. Kebijakan Mutu: Sebagai perguruan tinggi bermutu, Universitas Bina Nusantara bertekad untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi, berkarakter baik dan siap terap Struktur Organisasi Gambar 3.1. Struktur Organisasi Bina Nusantara Sumber: atlas.binus.ac.id

5 Talent Management Directorate Keterangan Talent Management Directorate Perkembangan Bina Nusantara yang pesat perlu didukung pula dengan sebuah sistem organisasi yang terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan Bina Nusantara itu sendiri. Aspek human resourse adalah salah satu faktor penting yang dibutuhkan dalam sebuah sistem organisasi, termasuk organisasi Bina Nusantara itu sendiri. Aspek human resource pada Bina Nusantara pada awalnya hanya diatur oleh sebuah unit kerja personila yang tergabung bersama dengan unit kerja keuangan. Dalam menjalankan fungsi human resource, unit ini baru sebatas mengatur aktifitas administrasi human resource, tanpa terlalu mengindahkan aspek yang sifatnya strategis. Dipicu oleh kesadaran untuk semakin berkembang, termasuk mengembangkan aspek human resource, manajemen Bina Nusantara melakukan konsultasi dengan beberapa konsultan human resource. Dari beberapa masukan yang diberikan, pertama kali bergulir ide untuk mengatur aspek human resource dalam unit kerja bernama Human Resourece Development (HRD). Dalam Human Resource Development aspek startegis sudah mulai diatur akan tetapi komposisinya masih relatif minim dibanding dengan aspek administrasi. Pada waktu itu pengaturan compensation dan benefits merupakan salah satu dari aspek human resource strategic yang mulai dirintis untuk diatur. Dalam perkembangannya HRD sudah mulai lebih memfokuskan pada aspek aspek strategis, sehingga dengan perkembangan tersebut maka dicetuskan ide untuk mengganti nama HRD menjadi Human Resources Management. Kata development

6 36 diganti menjadi management, karena kata management dianggap memiliki konotasi yang positif dan seiring dengan konsep human resource strategic. Ternyata nama human resource management belum juga dirasakan cukup. Hal ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa kata resource dalam nama human resource management merupakan sesuatu yang sifatnya dapat habis seiring dengan perkembangan teknologi dimana human resource dapat digantikan oleh peran teknologi. Menyikapi masalah tersebut pendiri Bina Nusantara menggulirkan ide baru untuk mengganti nama organisasi tersebut menjadi Talent Management karena, talent atau bakat sifatnya tidak akan pernah habis atau tergantikan dan dapat terus dikembangkan. Talent management memberikan porsi yang proposional dalam aspek aspek human resource strategic dengan konsep sebagai strategic partner bagi manejemen Bina Nusantara dan berfokus pada masalah administratsi Struktur Organisasi Talent Management Directorate Gambar 3.2. Struktur Organisasi Talent Management Directorate Bina Nusantara Sumber: atlas.binus.ac.id

7 Tugas Tanggung Jawab dan Kewenangan A. Chief Talent Management Memimpin keseluruhan aktivitas TM/HR di Bina Nusantara. Bertanggung jawab terhadap pembuatan dan pengembangan keseluruhan strategi TM/HR, kebijakan dan servis, yang dapat menunjang ketersediaan dan efektivitas sumber daya manusia. Melaksanakan strategi TM/HR, kebijakan dan servis secara efektif, dengan meminimalkan potential liabilities dan resiko. Bekerja sama dengan Bina Nusantara Senior Management untuk membuat kebijakan dan tujuan yang terkait dengan TM/HR, seperti employee relations, communications, recruitment, performance management, compensation and benefits, training, staff development. Memperoleh support dari entitas perusahaan untuk menunjang perumusan dan kegiatan administrative TM/HR yang berhubungan dengan kebijakan, program, dan prosedur. Memfasilitasi koordinasi dan integrasi antara berbagai program TM/HR dan mengembangkan strategi untuk menunjang efektifitas unit bisnis. Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan strategis yang berfokus kepada pemberian solusi kepada masalah-masalah bisnis. Berpartisipasi dalam pembuatan tujuan strategis perusahaan jangka pendek dan jangka panjang. Me-manage data-data karyawan dan human resources information systems Me-manage dan memimpin tim TM

8 38 Mewakili Bina Nusantara dalam legal action dengan pihak lain yang berhubungan dengan tanggung jawab direktorat TM, termasuk di dalamnya penandatanganan perjanjian dan penyelesaian permasalahan. B. Compensation and Benefits Bertindak sebagai staf ahli di perusahaan dalam area kompensasi dan benefit karyawan. Menciptakan dan mengembangkan strategi kompensasi dan benefit untuk menarik dan mempertahankan karyawan-karyawan berkualitas tinggi. Memimpin proses disain, pengembangan, dan modifikasi program, praktek, dan tools kompensasi dan benefit yang telah dimiliki perusahaan. Memimpin riset untuk mengukur efektivitas program kompensasi dan benefit perusahaan. Bekerja sama dengan Relationship Managers dan Bina Nusantara Leaders untuk memahami dan merencanakan kebutuhan kompensasi dan benefit perusahaan. Menkoordinasikan survei yang disetujui oleh perusahaan tentang kompensasi dan benefit. Memastikan adanya konsistensi dalam pengaplikasian program dan kebijakan di dalam perusahaan. Melakukan admistrasi level/tingkatan karyawan dan memastikan bahawa setiap posisi telah mendapatkan tingkatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Menjalankan sistem administrasi kompensasi dan benefit perusahaan. Bekerja sama dengan fungsi-fungsi lain dalam departemen TM/HR untuk memonitor keefektifan program kompensasi dan benefit perusahaan.

9 39 Melakukan diskusi dan konsultasi dengan Relationship Manager dan Bina Nusantara Leader dalam hal aktivitas kompensasi dan benefit karyawan. Menentukan proses kenaikan gaji karyawan yang terstandarisasi. C. Employee Communication Bertindak sebagai staf ahli di perusahaan dalam area komunikasi karyawan, pengembangan komunitas, hubungan antar industri, dan kebutuhan formal karyawan ekspatriat. Memegang peran utama dalam pembuatan strategi, kebijakan, dan pengaplikasian komunikasi karyawan, pengembangan komunitas, hubungan antar industri, dan kebutuhan formal karyawan ekspatriat perusahaan. Memimpin proses disain, pengembangan, dan modifikasi program, praktek, dan tools komunikasi karyawan, pengembangan komunitas, hubungan antar industri, dan kebutuhan formal karyawan ekspatriat perusahaan. Mengawasi kapatuhan karyawan terhadap program dan bekerjasama dengan Relationship Manager dan Bina Nusantara Leader untuk menegakkan ketaatan seluruh jajaran karyawan perusahaan terhadap program dan prosedur yang ada. Bekerja sama dengan fungsi-fungsi lain di dalam TM/HR dalam pengaplikasian pengembangan komunitas dan komunikasi karyawan di dalam proses TM/HR yang lain. Memimpin riset untuk mengukur efektivitas sistem komunikasi karyawan dan program pengembangan komunitas. Memimpin pengembangan program komunikasi karyawan. Mengkoordinasikan dan memimpin survei yang berkaitan dengan opini karyawan.

10 40 Memegang peran dalam ketaatan perusahaan terhadap perjanjian kerjasama karyawan dan peraturan pemerintah. Memimpin usaha-usaha penyelesaian apabila terjadi masalah antara perusahaan dengan karyawan. Mengawasi keperluan-keperluan dokumen formal karyawan ekspatriat seperti exit, work permit, visa dan lain sebagainya. D. Performance and Career Management Bertindak sebagai staf ahli di perusahaan dalam area performance management, pelatihan, pengembangan karier dan succession planning. Memegang peran utama dalam pembuatan strategi, kebijakan, dan pengaplikasian performance management, pelatihan, pengembangan karir dan succession planning. Mengawasi kapatuhan karyawan terhadap program dan bekerjasama dengan Relationship Manager dan Bina Nusantara Leader untuk menegakkan ketaatan seluruh jajaran karyawan perusahaan terhadap program dan prosedur yang ada. Memimpin proses disain, pengembangan, dan modifikasi program, praktek, dan tools performance management, pelatihan, pengembangan karier dan succession planning. Bekerja sama dengan fungsi-fungsi lain di dalam TM/HR dalam pengaplikasian performance management, pelatihan, pengembangan karier dan succession planning di dalam program TM/HR yang lain. Memastikan bahwa performance management system sudah diimplementasikan secara merata di dalam Bina Nusantara.

11 41 Memimpin pengembangan program performance management, dan penyampaian pelatihan kepada para manajer dan karyawan untuk menjamin ketaatan, transparansi, pemahaman, dan konsistensi. Memimpin riset untuk mengukur efektifitas sistem performance management, pelatihan, pengembangan karir dan succession planning Memastikan pengaplikasian program pelatihan yang konsisten di dalam perusahaan. E. Recruitment and Staffing Bertindak sebagai staf ahli di perusahaan dalam area recruitment dan staffing. Menciptakan dan mengembangkan strategi recruitment dan staffing untuk menarik karyawan-karyawan berkualitas tinggi bekerja di Bina Nusantara. Memimpin proses disain, pengembangan, dan modifikasi program, praktek, dan tools performance management, pelatihan, pengembangan karir dan succession planning. Memimpin riset untuk mengukur efektivitas sistem recruitment dan staffing. Bekerja sama dengan Relationship Managers dan Bina Nusantara Leaders untuk memahami dan merencanakan kebutuhan recruitment dan staffing. Menciptakan dan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak eksternal (universitas, career planning centers, agen pencari kerja, biro iklan dan lain sebagainya) unutk menunjang kebutuhan rekrutmen karyawan. Memastikan terdapatnya pengaplikasian program secara efektif di dalam perusahaan. Bekerja sama dengan fungsi-fungsi lain di dalam TM/HR dalam pengaplikasian recruitment dan staffing di dalam program TM/HR yang lain.

12 42 Melakukan konsultasi dengan Relationship Manager dan Bina Nusantara Leader dalam hal recruitment dan staffing. Menelaah sudut pandang recruitment dan staffing dari kacamata perusahaan, merekomendasikan perpindahan karyawan untuk memenuhi kesenjangan karyawan di dalam perusahaan. Me-manage semua kebutuhan job transfer dari seluruh departemen yang ada di Bina Nusantara. Melaksanakan penyeleksian karyawan untuk level eksekutif dan manajerial. Menjamin ketersediaan dan pemeliharaan image sistem kinerja rekrutmen perusahaan di mata industri, dan juga menjamin kualitas dan konsistensi. Menciptakan suatu proses rekrutmen untuk aktivitas-aktivitas yang sudah terstandarisasi (misalnya: clerical recruiting), dan menjamin terlaksananya proses ini. F. Relationship Management Bertindak sebagai partner terhadap pimpinan Business Unit, menyumbangkan solusi kepada Business Unit unruk membantu pelaksanakan strategi dan pencapaian tujuan. Memfasilitasi semua kegiatan TM untuk memenuhi kebutuhan Business Unit, seperti: program-program, proses dan tools untuk performance management, perencanaan tenaga kerja, rekrutmen dan seleksi, pelatihan, pengembangan karir, succession planning, kompensasi dan hubungan dengan industri. Secara proaktif mengidentifikasian masalah-masalah yang berhubungan dengan sumber daya manusia pada level Business Unit, dan bekerja sama dengan manajemen Business Unit untuk memecahkannya.

13 43 Bertindak selaku basis sentral bagi Business Unit untuk menangani permasalahan, memberikan saran-saran, dan pembuatan keputusan yang berhubungan dengan sumber daya manusia. Memastikan bahwa karyawan Business Unit megetahui pihak yang harus dihubungi dalam penanganan dan pemecahan masalah yang berhubungan dengan sumber daya manusia, dan juga menerima servis yang selayaknya dari departemen TM. Bekerja sama dengan Business Unit Leader untuk mengidentifikasi sumber daya Business Unit yang dapat berperan aktif dalam implementasi program dan aplikasi TM. Mendampingi Business Unit Leader dan bertindak sebagai penghubung antara TM dan Business Unit dalam eksekusi program, kebijakan, dan proses TM. Mengevaluasi keefektifan program TM dalam memenuhi kebutuhan Business Unit, dan juga melakukan penyesuaian-penyesuaian yang dianggap perlu. Berkoordinasi dengan TM Leaders yang lain dalam perencanaaan dan pengimplementasian program dan aplikasi TM. Bekerja sama dengan TM leaders yang lain untuk memastikan bahwa Business Unit menaati hukum tenaga kerja dan kewajiban-kewajiban legal yang lain.

14 Prosedur yang berjalan Prosedur Klarifikasi Gambar 3.3. Flowchart Klarifikasi Pelatihan Sumber: PCM Bina Nusantara

15 45 Pada awal tahun, bagian Budgeting dari Finance Directorate memberikan anggaran pelatihan tahun berjalan yang sudah digabung kepada bagian PCM. Setelah itu bagian PCM melakukan klarifikasi bersama dengan masing-masing bagian, dengan tujuan untuk memastikan apakah pelatihan yang dianggarkan sudah sesuai dengan kebutuhan pada masing-masing bagian. Proses klarifikasi biasanya dilakukan dalam bentuk wawancara singkat antara bagian PCM dengan kepala bagian. Hal - hal yang diklarifikasi meliputi: Nama peserta Topik yang dipilih Vendor Estimasi biaya. Setelah proses klarifikasi selesai, PCM mengirimkan hasil klarifikasi ke masing- masing Business Unit.

16 Prosedur Permintaan Pelatihan Mulai Permintaan pelatihan Cek anggaran pelatihan ya Pendaftaran ke vendor Pembuatan SPP/SPD Pembayaran oleh Finance Ke Vendor Tidak Pelaksanaan Pelatihan Isi form evaluasi pelatihan selesai Gambar 3.4. Flowchart Pelaksanaa Pelatihan Sumber: PCM Bina Nusantara Setelah anggaran pelatihan yang meliputi nama peserta, topik, vendor dan estimasi biaya pelatihan disetujui oleh PCM, maka menjelang tanggal pelaksanaan pelatihan, peserta pelatihan melakukan pendaftaran ke vendor. Juga dilakukan konfirmasi ke PCM agar dibuatkan Surat Permohonan Pembayaran/Permintaan Dana (SPP/SPD) yang nantinya akan dikirim ke bagian Finance dari Finance Directorate.

17 47 Setelah surat permohonan pembayaran/permintaan Dana (SPP/SPD) diterima, bagian Finance akan melakukan pembayaran ke vendor. Kemudia peserta pelatihan mengikuti pelatihan. Setelah pelatihan berakhir, peserta pelatihan mengisi evaluasi pelatihan dan menyerahkan salinan sertifikat pelatihan ke PCM sebagai bukti keikutsertaan pelatihan. 3.4 Permasalahan yang dihadapi Pelatihan dan pengembangan adalah salah satu kebutuhan yang startegis bagi perkembangan sebuah perusahaan. Tujuan utama setiap perusahaan adalah mendapatkan hasil yang terbaik bagi dari para pekerjanya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengirimkan pekerjanya untuk mengikuti pelatihan di bidang yang mereka kuasai. Dari masing masing bagian di setiap perusahaan terdapat kebutuhan yang berbeda untuk pelatihan. Dari segi biaya, pelatihan secara umum terdiri dari 2 komponen biaya utama, yakni biaya untuk menyiapkan pelatihan dan biaya pelatihan itu sendiri, Pelatihan di Bina Nusantara sendiri dibagi atas pelatihan internal dan pelatihan eksternal. Pelatihan internal dan eksternal memiliki komponen biaya yang sama. Semua bagian sudah memiliki anggaran pelatihan yang akan diikuti, lengkap dengan nama peserta pelatihan, vendor, waktu dan biaya estimasi pelatihan itu sendiri. Pada saat setelah persetujuan anggaran, baik PCM dan bagian yang memohon permintaan pelatihan tidak dapat menentukan apakah biaya estimasi yang diisi pada saat pengisiian anggaran sudah sesuai dengan kondisi saat pelatihan akan berlangsung, sering terdapat perbedaan antara biaya estimasi dengan biaya yang sebenarnya. Sering juga terjadi perbedaan antara nama yang disebutkan pada anggaran dengan peserta pelatihan yang

18 48 sebenarnya. Namun sering juga terjadi penambahan peserta dengan variasi binusian grade. 3.5 Usulan pemecahan Untuk membantu menyelesaiakan permasalahan yang dihadapi oleh bagian PCM dalam melakukan evaluasi penyelengaraan pelatihan, maka dibuatlah sebuah aplikasi untuk melihat optimasi pelatihan sumber daya manusia. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Bina Nusantara maupun pelatihan yang diselenggarakan di luar Bina Nusantara dapat diukur melalui komponen biaya dan jumlah peserta pelatihan. Secara umum perancangan program aplikasi optimasi pelatihan sumber daya manusia ini terdiri dari 4 proses yaitu setting data yang digunakan, penghitungan menggunakan EOQ (Economic Order Quantity), penghitungan menggunakan fuzzy, dan hasil perbandingan keduanya dalam pengambilan keputusan. Setting data Pada proses setting data, user diminta untuk memasukkan atau menentukan data perhitungan yang akan digunakan. User dapat memasukkan data baru atau membuka data perhitungan yang sudah pernah disimpan di dalam database. Penghitungan EOQ Penghitungan EOQ dilakukan bertujuan untuk mendapatkan nilai minimum C dan nilai q i dari data perhitungan yang sudah ditentukan oleh user.

19 49 Penghitungan Fuzzy Penghitungan fuzzy dilakukan bertujuan untuk mendapatkan nilai optimal daric1 i, C3i, C dan N berdasarkan data perhitungan yang sudah ditentukan oleh user. Penyajian data komparasi dua model. Penyajian data komparasi dua model bertujuan untuk memaparkan hasil perbandingan dari dua model berdasarkan dua jenis perhitungan yang sudah dilakukan oleh user Perancangan Algoritma Algoritma yang akan digunakan pada perancangan program aplikasi optimasi pelatihan sumber daya manusia ini terdiri dari 6 algoritma, yaitu algoritma menu utama, algoritma Create New data, algoritma Open previous data, algoritma EOQ, algoritma fuzzy, dan algoritma Analyze. A. Algoritma Menu Utama Pada awal aplikasi ini dijalankan terdapat 3 pilihan menu utama. Menu data, menu model dan menu analisis. Di dalam menu data terdapat 2 sub-menu: menu data baru dan menu membuka data lama. Pada Menu data baru, user mengisi data yang dibutuhkan untuk perhitungan model. Sedangkan pada menu data baru, user dapat membuka data perhitungan yang akan digunakan dengan memasukkan kode perhitungan yang telah disimpan. Menu model baru dapat diakses setelah user mengakses menu data. Di dalam menu data terdapat 2 sub-menu, yakni menu Model EOQ dan menu Model Fuzzy. Menu Analisis baru dapat diakses setelah kedua sub menu model diakses.

20 50 Berikut ini adalah perancangan diagram alir (flowchart) untuk algoritma menu utama. Gambar 3.5. Flowchart Algoritma Menu Utama B. Algoritma Data Perhitungan baru Proses pemasukan data untuk perhitungan dilakukan pada menu ini. Pertama kali user harus menentukan berapa jumlah jenis grade yang akan dimasukan. Setelah itu dimasukkan jumlah data sesuai dengan yang diminta. Setelah selesai, user akan mendapatkan kode perhitungan.

21 51 Berikut ini adalah perancangan diagram alir (flowchart) untuk algoritma Algoritma Data perhitungan baru. Gambar 3.6. Flowchart Algoritma Data perhitungan baru

22 52 C. Algoritma Buka data Perhitungan lama Untuk membuka data perhitungan yang sudah pernah dimasukkan sebelumnya, dibutuhkan kode perhitungan. Terdapat drop down control yang berisi semua kode perhitungan yang sudah pernah disimpan. Setelah kode perhitungan dimasukkan, maka user dapat melakukan perubahan terhadap data perhitungan. Berikut ini adalah perancangan diagram alir (flowchart) untuk algoritma Buka data perhitungan lama. Gambar 3.7. Flowchart Algoritma Buka data perhitungan lama

23 53 D. Algoritma Model EOQ Untuk menentukan Model Economic Order Quantity (EOQ), user perlu memasukkan kode perhitungan. Setelah kode dimasukkan aplikasi akan melakukan perhitungan terhadap data perhitungan berdasarkan kode perhitungan. Setelah perhitungan selesai, aplikasi akan menampilkan hasil perhitungan. Berikut ini adalah perancangan diagram alir (flowchart) untuk algoritma Model EOQ. Gambar 3.8. Flowchart Algoritma Model EOQ

24 54 Untuk detil langkah perhitungan model EOQ disusun sebuah algoritma matematis. Setelah kode perhitungan dimasukan oleh user, data C 1 i C 3 i dan r i diambil dari database. Kemudian dilakukan perhitungan q * 2C iri i = 3. Setelah itu data q C * i 1i digunakan untuk menghitung nilai Min C. Semua perhitungan ini dilakukan sampai pada nilai grade yang dimasukkan. Setelah semua perhitungan nilai q * i dan Min C dilakukan maka kedua nilai ini dari masing masing grade disimpan di dalam database. EOQ. Berikut ini adalah perancangan diagram alir (flowchart) untuk algoritma Model Gambar 3.9. Flowchart Algoritma Perhitungan Model EOQ E. Algoritma Model Fuzzy Untuk menentukan Model Fuzzy, user perlu memasukkan kode perhitungan. Setelah kode dimasukkan aplikasi akan melakukan perhitungan terhadap data perhitungan berdasarkan kode perhitungan. Setelah perhitungan selesai, aplikasi akan menampilkan hasil perhitungan. Berikut ini adalah perancangan diagram alir (flowchart) untuk algoritma Model Fuzzy.

25 Gambar Flowchart Algoritma Model Fuzzy 55

26 56 Pada model fuzzy akan dilakukan perhitungan menggunakan 3 jenis model yakni Model Linear, Model Parabolic dan Model Cubic. Untuk ketiga model itu diperlukan nilai α yang berbeda. Setelah nilai α didapatkan baru dilakukan perhitungan terhadap masing masing model. Untuk ketiga model dibutuhkan data C 1 i C 3 i r i C dan N yang diambil dari database berdasarkan kode perhitungan yang telah dimasukan. Untuk model Linear akan dilakukan perhitungan sebagai berikut. μc 1 1 1i ( α ) = C1 i ( 1 α ) C ( ) ( ) 1i 0 μc 1 3i α = C3i 1 α C ( ) ( ) 3i μc α = C + 1 α C 0 0 dan μn 1 ( α ) = N + ( 1 α ) N 0 setelah selesai perhitungan akan dilakukan kembali penentuan nilai α yang akan digunakan untuk model Parabolic. Untuk model Parabolic akan dilakukan perhitungan sebagai berikut. μc 1 1 1i ( α ) = C1 i ( 1 α ) C ( ) ( ) 1i 0 μc 3i α = C3i 1 α C ( ) ( ) i μc α = C + 1 α C 0 0 dan μn 1 ( α ) = N + ( 1 α ) 1 2 N 0 setelah selesai perhitungan akan dilakukan kembali penentuan nilai α yang akan digunakan untuk model Cubic. Untuk model Cubic akan dilakukan perhitungan sebagai berikut. μc 1 1 ( α ) = C1 ( α ) C ( ) ( ) 1 0 μc α = C3 α C ( ) ( ) μc α = C + 1 α C 0 0 1i i 1 i 3i i 1 i dan μn 1 ( α ) = N + ( 1 α ) 1 3 N 0 setelah selesai perhitungan akan ditampilkan seluruh hasil perhitungan dari ketiga model. Fuzzy: Berikut ini adalah perancangan diagram alir (flowchart) untuk algoritma Model

27 Gambar Flowchart Algoritma Perhitungan Model Fuzzy 57

28 58 F. Algoritma Analisis Perbandingan dua Model Setelah kedua dilakukan perhitungan terhadap Model EOQ dan Model Fuzzy maka user dapat melakukan analisis berdasarkan hasil perhitungan yang sudah dilakukan. Setelah user memasukkan kode perhitungan maka, akan tampil hasil Model EOQ dan Model Fuzzy yang dibagi menjadi model Linear, Parabolic dan Cubic. Berikut ini adalah perancangan diagram alir (flowchart) untuk algoritma analisis perbandingan dua Model.

29 59 F. Algoritma Analisis Perbandingan dua Model Setelah kedua dilakukan perhitungan terhadap Model EOQ dan Model Fuzzy maka user dapat melakukan analisis berdasarkan hasil perhitungan yang sudah dilakukan. Setelah user memasukkan kode perhitungan maka, akan tampil hasil Model EOQ dan Model Fuzzy yang dibagi menjadi model Linear, Parabolic dan Cubic. Berikut ini adalah perancangan diagram alir (flowchart) untuk algoritma analisis perbandingan dua Model.

30 Perancangan struktur Menu Perancangan menu pada aplikasi ini berupa drop-down menu. Struktur menu pada perancangan program aplikasi ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar Rancangan Struktur Menu Perancangan Layar Perancangan layar pada program aplikasi optimasi pelatihan sumberdaya ini terdiri dari: 1. Form Menu Utama 2. Form Data perhitungan baru 3. Form Buka data perhitungan lama 4. Form Model EOQ 5. Form Model Fuzzy 6. Form Analisis Perbandingan dua Model

31 61 A. Form Menu Utama Setelah aplikasi dijalankan akan tampil form Menu utama seperti yang ditunjukan oleh gambar Pada tampilan ini akan terdapat 3 pilihan menu. Menu data, Menu model dan menu Analisis. Menu Model baru dapat diakses setelah user mengakses salah satu dari sub-menu yang ada pada menu Data. Menu analisa baru dapat diakses setelah user mengakses seluruh sub-menu yang ada di menu Model. Berikut adalah rancangan layar dari form menu utama. Gambar Rancangan Layar Form Menu Utama Gambar Rancangan Layar Sub Menu Data Gambar Rancangan Layar Sub Menu Model

32 62 A. Form Menu Utama Setelah aplikasi dijalankan akan tampil form Menu utama seperti yang ditunjukan oleh gambar Pada tampilan ini akan terdapat 3 pilihan menu. Menu data, Menu model dan menu Analisis. Menu Model baru dapat diakses setelah user mengakses salah satu dari sub-menu yang ada pada menu Data. Menu analisa baru dapat diakses setelah user mengakses seluruh sub-menu yang ada di menu Model. Berikut adalah rancangan layar dari form menu utama. Gambar Rancangan Layar Form Menu Utama Gambar Rancangan Layar Sub Menu Data Gambar Rancangan Layar Sub Menu Model

33 63 B. Form Menu Data Perhitungan Baru Dalam layar ini, user memasukkan jumlah grade yang ada. Aplikasi akan secara otomastis menyediakan field data yang akan dibutuhkan untuk proses perhitungan. Setelah selesai melakukan pengisian data yang dibutuhkan, user dapat menekan tombol simpan ke database untuk menyimpan data yang sudah diisi. Setelah itu user dapat mengetahui kode perhitungan yang akan dipakai untuk menu Model. Berikut adalah rancangan layar dari form menu data perhitungan baru. Aplikasi optimasi pelatihan sumberdaya manusia Data perhitungan baru Data Model Analisis Gambar Rancangan Layar Form Menu data perhitungan baru

34 64 C. Form Menu Buka Data Perhitungan Lama Dalam layar ini user dapat mencari kode perhitungan yang sudah pernah disimpan sebelumnya. Hal ini dapat dilihat pada gambar 3.18, di mana ada sebuah drop down box yang berisi semua kode perhitungan yang ada. Setelah user memilih kode perhitungan yang ada maka, akan ditampilkan semua data perhitungan yang ada. Jika user ingin melakukan perubahan, maka user dapat dengan mudah melakukan perubahan. Setelah selesai dapat ditekan tombol update ke database untuk menyimpan hasil perubahan terhadap data perhitungan. Tombol reset digunakan untuk menghapus seluruh data perhitungan. Berikut adalah rancangan layar dari form menu buka data perhitungan lama. Aplikasi optimasi pelatihan sumberdaya manusia Pilih Kode perhitungan Data Model Analisis Gambar Rancangan Layar Form Menu buka Data Perhitungan Lama

35 65 D. Form Menu Model EOQ Pada layar ini, user akan dapat mengetahui Model EOQ. Untuk memudahkannya user dapat mencari kode perhitungan yang sudah pernah disimpan sebelumnya. Hal ini dapat dilihat pada gambar 3.19, di mana ada sebuah drop down box yang berisi semua kode perhitungan yang ada. Setelah menentukan kode perhitungan maka untuk melakukan perhitungan user dapat menekan tombol hitung data. Setelah perhitungan selesai maka user dapat melihat hasilnya dan memilih apakah ingin menyimpan hasilnya ke dalam database atau tidak. Jika ingin menyimpannya, maka user dapat menekan tombol simpan ke database. Berikut adalah rancangan layar dari form menu Model EOQ. Gambar Rancangan Layar Form Menu Model EOQ

36 66 E. Form Menu Model Fuzzy Pada layar ini, user akan dapat mengetahui Model Fuzzy. Untuk memudahkannya user dapat mencari kode perhitungan yang sudah pernah disimpan sebelumnya. Hal ini dapat di lihat pada gambar 3.20, di mana ada sebuah drop down box yang berisi semua kode perhitungan yang ada. Setelah menentukan kode perhitungan, maka untuk melakukan perhitungan user dapat menekan tombol hitung data. Untuk Model Fuzzy akan dihasilkan 3 jenis perhitungan yakni perhitungan untuk model Linear, model Parabolic dan model Cubic. Setelah perhitungan selesai maka user dapat melihat hasilnya dan memilih apakah ingin menyimpan hasilnya ke dalam database atau tidak. Jika ingin menyimpannya, maka user dapat menekan tombol simpan ke database.

37 67 Berikut adalah rancangan layar dari form menu Model Fuzzy. Aplikasi optimasi pelatihan sumberdaya manusia Fuzzy Model Data Model Analisis Gambar Rancangan Layar Form Menu Model Fuzzy

38 68 F. Form Menu Analisis Komparasi dua Model Pada layar ini, user akan dapat mengetahui hasil perhitungan untuk Model EOQ dan Model Fuzzy. Untuk memudahkannya user dapat mencari kode perhitungan yang sudah pernah disimpan sebelumnya. Hal ini dapat dilihat pada gambar 3.21, di mana ada sebuah drop down box yang berisi semua kode perhitungan yang ada. Setelah menentukan kode perhitungan maka untuk melakukan perhitungan user dapat menekan tombol hitung data. Berikut adalah rancangan layar dari form menu Analisa komparasi Dua model. Gambar Rancangan Layar Form Menu Analisis komparasi 2 model

39 Diagram Transisi (State Transition Diagram) Diagram transisi memberikan keterangan kepada sistem tentang apa yang harus dikerjakan (action) dan kondisi (state) tertentu. Kondisi adalah suatu event pada external environment yang dapat dideteksi oleh sistem misalnya sinyal, interrupt atau data. Hal ini akan menyebabkan perubahan terhadap state dari aktivitas x ke aktivitas y. Action adalah hal yang dilakukan oleh sistem bila terjadi perubahan state atau data. Action akan menghasilkan output, message display pada layar, menghasilkan kalkulasi dan lain lain. A. STD Menu Utama Lingkungan Windows Tutup Aplikasi Kembali ke lingkungan Windows Jalankan Program Tampil Menu utama Pilih menu Data Tampil menu Data Klik di area lain Kembali ke menu utama Pilih menu Model Tampil menu Model Menunggu plihan Menu utama Klik di area lain Kembali ke menu utama Pilih menu Analisa Tampil menu Analisa Klik di area lain Kembali ke menu utama Menunggu plihan Menu Data Menunggu plihan Menu Model Menunggu plihan Menu Analisa Gambar STD Menu Utama

40 70 B. STD Sub Menu Data Pilih Menu data Tampil Menu utama Pilih Sub menu Data Perhitungan Baru Tampil Form Data Perhitungan Baru Selesai Kembali ke menu utama Pilih Sub menu Buka data perhitungan lama Menunggu plihan Sub Menu data Selesai Kembali ke menu utama Klik di area lain Kembali ke menu utama Tampil Form buka data perhitungan lama Menunggu User Memasukan data perhitungan Menunggu User memilih data perhitungan Menunggu plihan Menu Utama Gambar STD Sub Menu Data C. STD Sub Menu Model Pilih Menu Model Tampil Menu utama Pilih Sub menu Model Fuzzy Tampil Form Model Fuzzy Selesai Kembali ke menu utama Pilih Sub menu Model EOQ Menunggu plihan Sub Menu Model Selesai Kembali ke menu utama Klik di area lain Kembali ke menu utama Tampil Form Model EOQ Menunggu User memilih Kode Perhitungan Menunggu User memilih Kode Perhitungan Menunggu plihan Menu Utama Gambar STD Sub Menu Model

41 71 D. STD Sub Menu Analisis Pilih Menu Analisa Tampil Menu utama Menunggu plihan Sub Menu Analisa Selesai Kembali ke menu utama Klik di area lain Kembali ke menu utama Pilih Menu Analisa Tampil Form Analisa Komparasi 2 model Menunggu User memilih Kode Perhitungan Menunggu plihan Menu Utama Gambar STD Sub Menu Analisis

42 Struktur Basis Data Gambar Rancangan Struktur basis data

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian Universitas Bina Nusantara pada awalnya adalah sebuah lembaga pendidikan komputer jangka pendek yang berdiri pada tanggal 21 Oktober 1974

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1. Universitas Bina Nusantara 3.1.1 Sejarah Universitas Bina Nusantara Universitas Bina Nusantara berdiri pada tanggal 21 Oktober 1974 sebagai lembaga pelatihan komputer

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM. terdapat di Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Sistem Informasi Universitas Bina

BAB 3 ANALISIS SISTEM. terdapat di Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Sistem Informasi Universitas Bina 44 BAB 3 ANALISIS SISTEM 3.1 Riwayat Organisasi Program studi Sistem Informasi merupakan salah satu program studi yang terdapat di Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Sistem Informasi Universitas Bina Nusantara.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. satunya adalah promosi, kegiatan promosi merupakan salah satu bagian dari

BAB I PENDAHULUAN. satunya adalah promosi, kegiatan promosi merupakan salah satu bagian dari BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Suatu perusahaan banyak aktivitas yang dilakukan tidak hanya menghasilkan produk atau jasa, menetapkan harga, dan menjual produk atau jasa, tetapi banyak aktivitas

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Latar Belakang Universitas 3.1.1 Sejarah Universitas Pada mulanya BINUS UNIVERSITY merupakan tempat computer training untuk jangka waktu pendek dinamakan Modern

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan yang semakin ketat menjadi tantangan utama bagi. perusahaan dalam mempertahankan keberadaannya dalam dunia bisnis.

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan yang semakin ketat menjadi tantangan utama bagi. perusahaan dalam mempertahankan keberadaannya dalam dunia bisnis. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan yang semakin ketat menjadi tantangan utama bagi perusahaan dalam mempertahankan keberadaannya dalam dunia bisnis. Dalam perkembangan dunia bisnis

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. berbasis pada kemampuan riset dan untuk lebih mendekatkan antara teori dan

BAB 1 PENDAHULUAN. berbasis pada kemampuan riset dan untuk lebih mendekatkan antara teori dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu faktor penentu dalam usaha untuk mewujudkan universitas yang berbasis pada kemampuan riset dan untuk lebih mendekatkan antara teori dan praktek, maka diperlukan

Lebih terperinci

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS)

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS) Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS) Setiap organisasi khususnya perusahaan memerlukan data yang bersifat riil dari setiap tingkatan manajemennya. Data tersebut disusun dan dikelola dalam

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. Sastra, Fakultas MIPA, dan Program Pascasarjana.

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. Sastra, Fakultas MIPA, dan Program Pascasarjana. BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Riwayat Perusahaan Pada tanggal 8 Agustus 1996, Binus University berdiri dan secara sah diakui oleh pemerintah. STMIK Bina Nusantara kemudian melebur ke dalam

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

BAB 3 GAMBARAN UMUM UNIVERSITAS BINA NUSANTARA BAB 3 GAMBARAN UMUM UNIVERSITAS BINA NUSANTARA 3.1 Perkembangan Universitas Bina Nusantara Pada awalnya Universitas Bina Nusantara (UBiNus) merupakan sebuah kursus jangka pendek, yang berdiri tanggal 21

Lebih terperinci

BAB III ANALIS IS S IS TEM Sejarah dan Perkembangan BiNus University

BAB III ANALIS IS S IS TEM Sejarah dan Perkembangan BiNus University BAB III ANALIS IS S IS TEM 3.1 Gambaran Umum Studi Kasus 3.1.1 Sejarah dan Perkembangan BiNus University BiNus University pada awalnya merupakan sebuah institusi pelatihan komputer jangka pendek yaitu

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi

BAB 3 METODOLOGI. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi BAB 3 METODOLOGI 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi kepustakaan dan studi laboratorium dimana penulis mempelajari teori-teori teknik pencarian

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. Universitas Bina Nusantara sebagai objek dari penelitian skripsi ini.

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. Universitas Bina Nusantara sebagai objek dari penelitian skripsi ini. 3.1 Latar Belakang Organisasi BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN UPT. Perangkat Lunak merupakan salah satu unit kerja dari Universitas Bina Nusantara. Berikut ini akan dibahas mengenai UPT. Perangkat Lunak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang lainnya, maka dari itu dunia pendidikan sekarang mengalami

BAB I PENDAHULUAN. yang lainnya, maka dari itu dunia pendidikan sekarang mengalami BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat, terutama di bidang teknologi dan informasi, maka berbagai macam perubahan terjadi dalam kehidupan kita, tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. proses bisnis yang berjalan dalam sebuah perusahaan.

BAB I PENDAHULUAN. proses bisnis yang berjalan dalam sebuah perusahaan. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat dewasa ini, maka diperlukan adanya suatu infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung proses bisnis

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Studi Ganda Teknik Informatika Statistika Skripsi Sarjana Program Studi Ganda Semester Ganjil 2006/2007 PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI OPTIMASI PELATIHAN SUMBER DAYA MANUSIA

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 3.1 Sejarah dan Perkembangan Universitas Bina Nusantara

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 3.1 Sejarah dan Perkembangan Universitas Bina Nusantara BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Sejarah dan Perkembangan Universitas Bina Nusantara Universitas Bina Nusantara pada awalnya adalah sebuah lembaga pendidikan komputer jangka pendek yang berdiri pada

Lebih terperinci

Lampiran 1 Form Permohonan Tenaga Kerja

Lampiran 1 Form Permohonan Tenaga Kerja Lampiran 1 Form Permohonan Tenaga Kerja L1 Lampiran 2 Form Hasil Penilaian Wawancara L2 Lampiran 3 Form Rekomendasi / Tindakan yang Diambil L3 Lampiran 4 Form Penilaian Kinerja L4 L5 L6 L7 Lampiran 5 Form

Lebih terperinci

BAB 3 ALGORITMA DAN PERANCANGAN

BAB 3 ALGORITMA DAN PERANCANGAN BAB 3 ALGORITMA DAN PERANCANGAN 3.1 Algoritma Program Dibutuhkan algoritma untuk diimplementasikan ke dalam program aplikasi ini, yaitu langkah langkah instruksi sehingga dicapai hasil yang diinginkan.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dimilikinya. Binus International merupakan salah satu universitas yang dikelola

BAB 1 PENDAHULUAN. dimilikinya. Binus International merupakan salah satu universitas yang dikelola BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bina Nusantara merupakan salah satu institusi pendidikan swasta yang ada di Indonesia yang menawarkan berbagai program studi kepada pelajar-pelajar yang ingin mengembangkan

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. digunakan adalah suatu sistem yang terdiri dari banyaknya perulangan, baris

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. digunakan adalah suatu sistem yang terdiri dari banyaknya perulangan, baris BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Model Metode Inverse Modified Discrete Cosine Transform (IMDCT) yang akan digunakan adalah suatu sistem yang terdiri dari banyaknya perulangan, baris frekuensi.pemodelan

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISA DATA

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISA DATA BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISA DATA 4.1. Penyajian data 4.1.1.Gambaran Umum Perusahaan Awal mulanya pada tahun 2006 perusahaan ini didirikan oleh dua pemegang saham dengan nama PT Citra Profoam Indonesia.

Lebih terperinci

ID No EQUIS Input Proses Output Predecessors. Membuat Visi. 3 N/A Membuat Misi 2

ID No EQUIS Input Proses Output Predecessors. Membuat Visi. 3 N/A Membuat Misi 2 ID No EQUIS Input Proses Output Predecessors 1 N/A Perencanaan Visi, Misi, Nilai 2 1.d.2 Daftar pemegang kepentingan, deskripsi organisasi induk, situasi industri tenaga kerja, dokumen hasil evaluasi visi

Lebih terperinci

Human Resource Management System

Human Resource Management System Human Resource Management System Latar Belakang Perkembangan bisnis kini tidak hanya bergantung pada strategi bisnis yang baik. Banyak perusahaan dari sektor bisnis yang berbeda-beda terus menerus mengembangkan

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS KEBUTUHAN DATA WAREHOUSE. Untuk melakukan analisis dan perancangan pada data warehouse terdapat dua

BAB 3 ANALISIS KEBUTUHAN DATA WAREHOUSE. Untuk melakukan analisis dan perancangan pada data warehouse terdapat dua BAB 3 ANALISIS KEBUTUHAN DATA WAEHOUSE 3.1 Metode Analisis dan Perancangan Untuk melakukan analisis dan perancangan pada data warehouse terdapat dua metode yang dapat digunakan. Kedua metode tersebut adalah

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI

BAB IV PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI BAB IV PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI 4.1 Gambaran Umum Camar Resources Canada, Inc. CRC, Inc pada bulan November 2004 membeli 70% saham Indo- Pacific Resources (Java) Ltd. dan menjadi operator

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL 4.1 IMPLEMENTASI STRATEGI EMPLOYER BRANDING DALAM EMPLOYEE VALUE PROPOSITION

BAB 4 HASIL 4.1 IMPLEMENTASI STRATEGI EMPLOYER BRANDING DALAM EMPLOYEE VALUE PROPOSITION BAB 4 HASIL 4.1 IMPLEMENTASI STRATEGI EMPLOYER BRANDING DALAM EMPLOYEE VALUE PROPOSITION Sesuai dengan hasil survey yang diadakan, telah diketahui bahwa ada 3 hal yang membuat karyawan puas bekerja di

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. sistem yang sedang berjalan dalam perusahaan, menganalisis kebutuhan informasi,

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. sistem yang sedang berjalan dalam perusahaan, menganalisis kebutuhan informasi, 49 BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1. Tentang Perusahaan Pada bab tiga, akan diuraikan lebih banyak mengenai perusahaan yaitu gambaran sistem yang sedang berjalan dalam perusahaan, menganalisis

Lebih terperinci

Human Resource Diagnostic

Human Resource Diagnostic Human Resource Diagnostic Latar Belakang Perkembangan bisnis kini tidak hanya bergantung pada strategi bisnis yang baik. Banyak perusahaan dari sektor bisnis yang berbeda-beda terus menerus mengembangkan

Lebih terperinci

BAB 3 ALGORITMA DAN PERANCANGAN. membaca partitur musik ini adalah sebagai berikut : hanya terdiri dari 1 tangga nada. dengan nada yang diinginkan.

BAB 3 ALGORITMA DAN PERANCANGAN. membaca partitur musik ini adalah sebagai berikut : hanya terdiri dari 1 tangga nada. dengan nada yang diinginkan. BAB 3 ALGORITMA DAN PERANCANGAN 3.1. Algoritma Program Untuk mengimplementasikan ke dalam program aplikasi dibutuhkan algoritma, yaitu langkah-langkah instruksi sehingga dicapai hasil yang diinginkan.

Lebih terperinci

BAB 3 DESKRIPSI UMUM APLIKASI QUESTION ANSWER AND CORRECTIVE ACTION REQUEST. komputer jangka pendek dengan nama Modern Computer Course.

BAB 3 DESKRIPSI UMUM APLIKASI QUESTION ANSWER AND CORRECTIVE ACTION REQUEST. komputer jangka pendek dengan nama Modern Computer Course. BAB 3 DESKRIPSI UMUM APLIKASI QUESTION ANSWER AND CORRECTIVE ACTION REQUEST 3.1. Sekilas Perusahaan 3.1.1. Sejarah BINUS University BINUS University pada awalnya adalah sebuah lembaga pendidikan komputer

Lebih terperinci

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia. Ign.F.Bayu Andoro.S, M.Kom

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia. Ign.F.Bayu Andoro.S, M.Kom Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Ign.F.Bayu Andoro.S, M.Kom 2 Mind Map 3 Definisi MSDM Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai,

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 62 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis 3.1.1 Analisis Masalah yang Dihadapi Persamaan integral merupakan persamaan yang sering muncul dalam berbagai masalah teknik, seperti untuk mencari harga

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan Gambar 2.1 Milestone ESQ Group Sumber : Data Company Profile Perusahaan (2016) 14 15 Sesuatu yang besar tentu bermula dari satu titik saja. Begitu pula

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan yang bertugas untuk memberikan masukan tentang konsekuensi dari

BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan yang bertugas untuk memberikan masukan tentang konsekuensi dari BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan semakin berkembangnya perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, khususnya di Jakarta, berpengaruh secara signifikan pada meningkatnya fungsi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Penelitian Kerangka penelitian ini adalah langkah demi langkah dalam penyusunan Tugas Akhir mulai dari tahap persiapan penelitian hingga pembuatan dokumentasi

Lebih terperinci

7 SUMBER DAYA MANUSIA

7 SUMBER DAYA MANUSIA 7 SUMBER DAYA MANUSIA Dalam implementasi manajemen sumber daya manusia, kami menerapkan budaya sharing session sebagai bentuk aktivitas mempertajam nilai organisasi Perseroan. Pencapaian positif dalam

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi merupakan teknologi yang dapat digunakan untuk membantu manusia dalam memproses data untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat. Perkembangan teknologi

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 43 BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pengelolaan SDM yang dilaksanakan dengan baik di perusahaan dapat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan. Untuk itu, perlu dilakukan audit operasional atas fungsi SDM di

Lebih terperinci

b. Mencakup permintaan dan pemenuhan tenaga kerja terencana di pusat maupun cabang perusahaan.

b. Mencakup permintaan dan pemenuhan tenaga kerja terencana di pusat maupun cabang perusahaan. Halaman : 1 dari 12 Halaman 1. TUJUAN Standard Operation Procedure (SOP) ini bertujuan untuk memberikan pedoman dalam proses perencanaan kebutuhan tenaga kerja, pencarian dan mendapatkan calon karyawan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. LAPI GANESHATAMA CONSULTING ( PT. LAPI GTC) berdiri

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. LAPI GANESHATAMA CONSULTING ( PT. LAPI GTC) berdiri BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT. LAPI GANESHATAMA CONSULTING ( PT. LAPI GTC) berdiri pada tanggal 13 maret 1992 sebagai satuan usaha dari yayasan LAPI ITB. Kemudian mulai

Lebih terperinci

Cargill Indonesia. Kelompok 1 Adrianus Parasian Sihombing Firman Ardyanto Ghifari Fadiamanto Shinta Dwi Wahyuni

Cargill Indonesia. Kelompok 1 Adrianus Parasian Sihombing Firman Ardyanto Ghifari Fadiamanto Shinta Dwi Wahyuni + Cargill Indonesia Kelompok 1 Adrianus Parasian Sihombing Firman Ardyanto Ghifari Fadiamanto Shinta Dwi Wahyuni + Agenda Company Profile Internal & External Recruitment Career Management Talent Pool +

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM

BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM 39 BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM 3. 1 Spesifikasi Rancangan Proses inti dari program aplikasi ini adalah estimasi titik dengan metode Kriging. Proses estimasi titik dengan metode Kriging adalah mengestimasi

Lebih terperinci

BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI. permintaan terhadap produk juga meningkat.

BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI. permintaan terhadap produk juga meningkat. BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI 4.1 Pengembangan sistem yang diusulkan Dengan memperkirakan terhadap trend bisnis di masa yang akan datang untuk bisnis dibidang pendistribusian

Lebih terperinci

BAB IV RANCANGAN USER INTERFACE

BAB IV RANCANGAN USER INTERFACE 53 BAB IV RANCANGAN USER INTERFACE Rancangan user interface yang diusulkan pada Sistem Pendukung Keputusan Proses Kualifikasi Calon Karyawan adalah sebagai berikut. 1. Halaman Login Pada saat aplikasi

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 39 BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Riwayat Perusahaan PT. Asuransi Allianz Utama Indonesia adalah sub dari Allianz Group, pemimpin penyedia asuransi dan servis keuangan di dunia. Berdiri pada tahun

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. semakin berkembang. Perkembangan teknologi tersebut diharapkan dapat memudahkan

BAB 1 PENDAHULUAN. semakin berkembang. Perkembangan teknologi tersebut diharapkan dapat memudahkan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di dalam kehidupan yang semakin modern saat ini, teknologi dituntut untuk semakin berkembang. Perkembangan teknologi tersebut diharapkan dapat memudahkan setiap perusahaan

Lebih terperinci

Career & Talent Management System PT Perkebunan Nusantara VII (Persero)

Career & Talent Management System PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) Career & Talent Management System PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) Lembaga Pendidikan Perkebunan Manajemen Agribisnis & Pengembangan 1 SDM 2013 Agenda Workshop 1. Pendahuluan 2. Manfaat Career & Talent

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Organisasi Perusahaan 3.1.1 Sejarah dan PerkembanganPerusahaan Pengiriman tenaga kerja di luar negeri sangat dirasakan manfaatnya, selain untuk memperoleh

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS KEBUTUHAN KHASANAH DATA. dua metode yang dapat digunakan. Kedua metode tersebut adalah metode bottom

BAB 3 ANALISIS KEBUTUHAN KHASANAH DATA. dua metode yang dapat digunakan. Kedua metode tersebut adalah metode bottom 33 BAB 3 ANALSS KEBUTUHAN KHASANAH DATA 3.1 Metode Analisis dan Perancangan Untuk melakukan analisis dan perancangan pada khasanah data terdapat dua metode yang dapat digunakan. Kedua metode tersebut adalah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gambaran Umum 1. Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini yang akan menjadi objek penelitian adalah PT. Samudra Marine Indonesia yaitu perusahaan jasa pembuatan kapal, perbaikan

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. percetakan kertas yang memproduksi segala macam jenis pencetakan. Mulai dari

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. percetakan kertas yang memproduksi segala macam jenis pencetakan. Mulai dari 29 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan 3.1.1 Gambaran Umum Perusahaan Percetakan Paperindo Harsa merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan kertas yang

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1. Kuesioner. Domain Bisnis. untuk penyusunan skripsi dengan judul Analisis Investasi Sistem Informasi dengan

LAMPIRAN 1. Kuesioner. Domain Bisnis. untuk penyusunan skripsi dengan judul Analisis Investasi Sistem Informasi dengan L1 LAMPIRAN 1 Kuesioner Domain Bisnis Kuesioner ini dibuat dan disebarkan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penyusunan skripsi dengan judul Analisis Investasi Sistem Informasi dengan Menggunakan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENCATATAN ADMINISTRASI PENERIMAAN KARYAWAN BERBASIS WEB DI PT. TIKI JALUR NUGRAHA EKAKURIR

SISTEM INFORMASI PENCATATAN ADMINISTRASI PENERIMAAN KARYAWAN BERBASIS WEB DI PT. TIKI JALUR NUGRAHA EKAKURIR SISTEM INFORMASI PENCATATAN ADMINISTRASI PENERIMAAN KARYAWAN BERBASIS WEB DI PT. TIKI JALUR NUGRAHA EKAKURIR Widya Revina S.KOM.¹, Rizky Maulana² 1,2 Program Studi Sistem Informasi STMIK LPKIA Jln. Soekarno

Lebih terperinci

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya M enyatukan dan Memadukan Sumber Daya Keunggulan kompetitif BCA lebih dari keterpaduan kekuatan basis nasabah yang besar, jaringan layanan yang luas maupun keragaman jasa dan produk perbankannya. Disamping

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN, Menimbang

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.2 SEJARAH RUMAH HIJAU PT. PRIMA ANDRIYANI LESTARI

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.2 SEJARAH RUMAH HIJAU PT. PRIMA ANDRIYANI LESTARI 39 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 TINJAUAN ORGANISASI Organisasi adalah suatu sistem yang paling berpengaruh, mempengaruhi diantara orang dalam kelompok berkerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu

Lebih terperinci

BAB VI RANCANGAN SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF

BAB VI RANCANGAN SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF BAB VI RANCANGAN SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF 6.1 Informasi Pengoperasian Sistem Rancangan sistem informasi eksekutif ini merupakan corrective action terhadap kekurangan kekurangan yang telah diidentifikasi

Lebih terperinci

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG PENDIDIKAN

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG PENDIDIKAN ASUMSI-ASUMSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG PENDIDIKAN Indonesia berhadapan dengan persaingan global, membutuhkan SDM berkualitas Upaya peningkatan kualitas SDM yang paling efektif adalah melalui

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. 1. Siapa kami Visi & Misi Organisasi 3. Core Value 4. Unit Layanan 5. Lokasi 6. Kontak kami

DAFTAR ISI. 1. Siapa kami Visi & Misi Organisasi 3. Core Value 4. Unit Layanan 5. Lokasi 6. Kontak kami DAFTAR ISI 1. Siapa kami... 2. Visi & Misi Organisasi 3. Core Value 4. Unit Layanan 5. Lokasi 6. Kontak kami Dimulai dari kumpulan praktisi praktisi Human Resources yang berdomisili di kawasan EJIP, Kabupaten

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya perkembangan ilmu teknologi dan informasi pada era globalisasi ini, membuat persaingan bisnis semakin kompetitif terutama perusahaan yang bergerak pada sektor

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Mata Kuliah Strategic HRM Semester Empat (4) Kode SM412213 Prodi Manajemen Dosen Tim Teaching HRM SKS 3 Capaian Pembelajaran Analisis strategis tentang HRM (1) (2) (3) (4)

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan kegiatan pokok yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan kegiatan pokok yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya untuk berkembang.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai perancangan model kompetensi ini yang sudah disinggung di bab sebelumnya, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu sekilas mengenai model

Lebih terperinci

Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.

Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Caca E. Supriana, S.Si.,MT. Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. caca.e.supriana@unpas.ac.id Data Data adalah sumber daya berharga yang dapat menerjemahkan menjadi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat menentukan berkembang atau mundurnya perusahaan. Salah satu carayang

BAB I PENDAHULUAN. dapat menentukan berkembang atau mundurnya perusahaan. Salah satu carayang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan melakukan berbagai aktivitas membutuhkan berbagai macam sumber (resources), yaitu sumber finansial, sumber material dan sumber daya manusia (SDM).

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Atas dasar hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Atas dasar hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Atas dasar hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Berdasarkan penghitungan data tentang peran mitra strategis menunjukkan bahwa peran Mitra Strategis

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Profile Perusahaan PT. Tatalogam Lestari, yang berproduksi pertama kali pada tahun 1994, adalah produsen genteng metal terbesar di Indonesia dan sudah mampu berbicara

Lebih terperinci

- Pengoperasian program mudah untuk dijalankan. - Tampilan program aplikasi cukup baik Konversi Data, Backup dan Recovery Data

- Pengoperasian program mudah untuk dijalankan. - Tampilan program aplikasi cukup baik Konversi Data, Backup dan Recovery Data 344 4.3.4 Evaluasi Sistem Berikut adalah hasil evaluasi kepada para pengguna terhadap sistem yang telah kami buat, yaitu: - Aplikasi yang ada membuat pekerjaan mereka yang lebih mudah - Pengoperasian program

Lebih terperinci

BAB 5 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. adalah penginstalan perangkat lunak SQL server terlebih dahulu lalu mengkopi sistem

BAB 5 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. adalah penginstalan perangkat lunak SQL server terlebih dahulu lalu mengkopi sistem BAB 5 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 5.1. Implementasi Sistem Untuk dapat menjalankan sistem ini, langkah pertama yang harus dilakukan adalah penginstalan perangkat lunak SQL server terlebih dahulu lalu mengkopi

Lebih terperinci

BAB 3. perusahaan manufaktur sekaligus eksportir yang bergerak di bidang furniture. rotan, enceng gondok, pelepah pisang dan sebagainya.

BAB 3. perusahaan manufaktur sekaligus eksportir yang bergerak di bidang furniture. rotan, enceng gondok, pelepah pisang dan sebagainya. BAB 3 Analisis Sistem Pembelian Bahan Baku yang Sedang Berjalan 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT. Siaga Ratindotama, yang didirikan pada tanggal 12 Maret 1992 di Jakarta

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENDUKUNG PERENCANAAN STRATEGIS PERUSAHAAN

SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENDUKUNG PERENCANAAN STRATEGIS PERUSAHAAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENDUKUNG PERENCANAAN STRATEGIS PERUSAHAAN Noerlina Jurusan komputer Akuntansi, Fakultas Ilmu Komputer, Binus University Jl. KH. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pada hakikatnya Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci utama kesuksesan usaha atau bisnis yang dijalankan suatu organisasi atau perusahaan. Hal ini dikarenakan bahwa

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN. fondasi yang kokoh, visi yang jelas, serta dedikasi yang tinggi.

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN. fondasi yang kokoh, visi yang jelas, serta dedikasi yang tinggi. BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Bina Nusantara Group BINA NUSANTARA dahulu saat didirikan merupakan pusat pelatihan komputer jangka pendek, pelatihan komputer moderen, pada 21 Oktober 1974. Itu adalah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN PT. AERO SYSTEMS INDONESIA

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN PT. AERO SYSTEMS INDONESIA BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN PT. AERO SYSTEMS INDONESIA 2.1 Data Perusahaan 2.1.1. Identitas Perusahaan Gambar 2.1 Logo Perusahaan Perusahaan PT. Aero Systems Indonesia atau yang lebih dikenal dengan

Lebih terperinci

Bab III PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI

Bab III PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI 35 Bab III PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI 3.1 Spesifikasi Rumusan Rancangan Perancangan program aplikasi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu proses, yaitu : proses input dan hasil keluaran atau output Proses

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. organisasi semakin menyadari manfaat potensial yang dihasilkan oleh Information

BAB I PENDAHULUAN. organisasi semakin menyadari manfaat potensial yang dihasilkan oleh Information BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam lingkungan bisnis yang begitu kompetitif dan cepat berubah, organisasi semakin menyadari manfaat potensial yang dihasilkan oleh Information Technology (IT).Kunci

Lebih terperinci

SOSIALISASI BIDANG PEMINATAN KURIKULUM 2014

SOSIALISASI BIDANG PEMINATAN KURIKULUM 2014 SOSIALISASI BIDANG PEMINATAN KURIKULUM 2014 UNIVERSITAS POTENSI UTAMA FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI TA 2015-2016 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI Program studi Sistem Informasi

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN APLIKASI DAN PERCOBAAN METODA RESPONS PERMUKAAN

BAB III PERANCANGAN APLIKASI DAN PERCOBAAN METODA RESPONS PERMUKAAN 30 BAB III PERANCANGAN APLIKASI DAN PERCOBAAN METODA RESPONS PERMUKAAN 3.1 Perancangan Aplikasi 3.1.1 Gambaran Umum Perancangan Model program aplikasi yang dirancang akan digambarkan dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu perusahaan dapat berkembang serta berjalan dengan baik jika memiliki sumber daya manusia (SDM) yang tepat. SDM yang tepat mampu menunjang kinerja suatu perusahaan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 1.1. Identifikasi Masalah Dari hasil wawancara dengan Tim Aset dan Tim Pengadaan Divisi TI Bank Indonesia, penulis mendapatkan beberapa masalah pada tata cara pencatatan

Lebih terperinci

BAB 3 PENENTUAN KEBUTUHAN DAN TUJUAN SISTEM

BAB 3 PENENTUAN KEBUTUHAN DAN TUJUAN SISTEM BAB 3 PENENTUAN KEBUTUHAN DAN TUJUAN SISTEM 3.1 Perumusan Objek Penelitian 3.1.1 Latar Belakang Perusahaan Perusahaan Vera Diana Fokus yang berdiri pada tahun 2001 ini bertempatkan di wilayah Pasar Rebo,

Lebih terperinci

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI RUMAH SAKIT. Chriswardani S FKM MIKM UNDIP

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI RUMAH SAKIT. Chriswardani S FKM MIKM UNDIP MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI RUMAH SAKIT Chriswardani S FKM MIKM UNDIP SITUASI SDM KES DI INDONESIA Permasalahan : Jumlah & jenis SDM kes tertentu, supply berlebihan sedangkan daya serap terbatas.

Lebih terperinci

Permintaan dan Pemenuhan Tenaga Kerja Tidak Terencana 1. TUJUAN 2. RUANG LINGKUP 3. DEFINISI 4. TANGGUNG JAWAB

Permintaan dan Pemenuhan Tenaga Kerja Tidak Terencana 1. TUJUAN 2. RUANG LINGKUP 3. DEFINISI 4. TANGGUNG JAWAB Halaman : 1 dari 8 Halaman 1. TUJUAN Standard Operation Procedure (SOP) ini bertujuan untuk memberikan pedoman dalam proses penambaahan karyawan baru diluar kebutuhan tenaga kerja yang telah ditetapkan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen 2.1.1 Pengertian Manajemen Wijayanto (2012:10) manajemen merupakan ilmu dan seni. Manajemen sebagai ilmu disusun melalui proses pengkajian yang panjang oleh para ilmuwan

Lebih terperinci

The 11 th BINUS JOB EXPO

The 11 th BINUS JOB EXPO The 11 th BINUS JOB EXPO 26 27 Februari 2008 -Pendidikan yang baik tidak hanya mempersiapkan penerima untuk suatu profesi tertentu, tetapi juga untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya dalam

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi dan informasi pada era modern ini mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Penggunaan aplikasi tidak hanya tertuju pada kebutuhan unit bisnis tertentu.

Lebih terperinci

All-in-One Job Analysis Form

All-in-One Job Analysis Form All-in-One Job Analysis Form Halo Human Capital Practitioners, terima kasih telah mendownload All In One Job Analysis Form. Form ini kami ciptakan untuk menjawab kebutuhan teman-teman Human Capital Practitioners

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA FASE TOGAF ADM

BAB IV ANALISA FASE TOGAF ADM BAB IV ANALISA FASE TOGAF ADM 4.1 Analisa Studi Kasus Penerapan sistem informasi dalam fungsi bisnis pada setiap organisasi dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan bahwa untuk menerapkan sistem

Lebih terperinci

tentang perubahan kondisi aplikasi dijalankan :

tentang perubahan kondisi aplikasi dijalankan : 253 Gambar 4.22 Halaman Ganti Password Halaman ini digunakan oleh semua pengguna aplikasi ini untuk menggantikan kode sandi pengaksesan aplikasi. Dengan memasukkan kode sandi lama, kemudian memasukkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah memberikan berbagai kemudahan bagi manusia di segala bidang kehidupan. Kemajuan teknologi informasi pada saat ini

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISA SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB 3 ANALISA SISTEM YANG SEDANG BERJALAN BAB 3 ANALISA SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Sejarah Perusahaan Sejarah ketenagalistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19, ketika beberapa perusahaan Belanda mendirikan pembangkit tenaga listrik

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI KEUANGAN PADA SMA PANCASILA PURWOREJO. Naskah Publikasi

ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI KEUANGAN PADA SMA PANCASILA PURWOREJO. Naskah Publikasi ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI KEUANGAN PADA SMA PANCASILA PURWOREJO Naskah Publikasi diajukan oleh Winda Asti Devega 08.11.2404 Kepada JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA

Lebih terperinci

Tugas Mata Kuliah Tata Kelola IT Maturity Attribute of COBIT AI5 Process: Procure IT Resources

Tugas Mata Kuliah Tata Kelola IT Maturity Attribute of COBIT AI5 Process: Procure IT Resources Tugas Mata Kuliah Tata Kelola IT Maturity Attribute of COBIT AI5 Process: Procure IT Resources Oleh : Ariyan Zubaidi 23509025 MAGISTER INFORMATIKA SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI

Lebih terperinci

Bab IV Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi

Bab IV Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi Bab IV Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi IV.1 Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi dengan Val IT Perencanaan investasi TI yang dilakukan oleh Politeknik Caltex Riau yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. organisasi sebagai pemberi kerja dapat berkomunikasi serta berinteraksi kepada

BAB I PENDAHULUAN. organisasi sebagai pemberi kerja dapat berkomunikasi serta berinteraksi kepada BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PROYEK Employer Branding adalah suatu strategi mengenai cara suatu organisasi sebagai pemberi kerja dapat berkomunikasi serta berinteraksi kepada calon karyawan, karyawan

Lebih terperinci

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 STMIK GI MDP Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 APLIKASI PEMBELAJARAN BIOLOGI TINGKAT SMA BERBASIS MOBILE DEVICE Rico Hermanto 2007250036 Anton Taurus

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Temuan risiko dalam sistem perekrutan PT.Metrodata Electronics,Tbk, yaitu: 1. Prosedur Mengidentifikasi Kebutuhan Rekrut a. Keterlambatan pembuatan MPP dan O-Chart

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA 51 BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Spesifikasi Rancangan Pada sub bab spesifikasi rancangan ini akan dibahas mengenai spesifikasi perangkat lunak dan spesifikasi perangkat keras. IV.1.1. Spesifikasi Perangkat

Lebih terperinci