ANGGARAN DASAR PERSAUDARAAN KORBAN NAPZA INDONESIA (P K N I)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANGGARAN DASAR PERSAUDARAAN KORBAN NAPZA INDONESIA (P K N I)"

Transkripsi

1 ANGGARAN DASAR PERSAUDARAAN KORBAN NAPZA INDONESIA (P K N I) Muqaddimah Bahwa kebijakan dunia mengenai perang terhadap napza telah diterapkan dengan cara mendiskriminasi korban napza dan zat psikoaktif dari kehidupan ekonomi sosial dan budaya yang mengakibatkan mereka mengalami pengisolasian dalam hidup yang sengaja diciptakan secara terstruktur dan sistematis. Undang-undang Narkotika Indonesia juga telah mengkriminalkan korban napza dan zat psikoaktif. Bahwa diskriminasi tersebut telah menindas korban napza dan zat psikoaktifyang dapat dilihat dan dijelaskan bahwa sampai saat ini korban napza mengalami kesulitan dalam mendapatkan hak kesehatan yang membuat mereka semakin rentan tertular HIV dan Hepatitis C; Hak pendidikan sehingga tercipta aturan yang mengharuskan mereka keluar dari sistem pendidikan; Hak Pekerjaan yang membuat mereka lemah secara ekonomi; Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dimata hukum sehingga mereka sering mendapatkan penyiksaan dan pelecahan; Hak untuk mendapatkan perlindungan dari Negara sebagai korban. Bahwa kegagalan penanganan distribusi gelap napza telah mengorbankan korban napza sebagai manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahwa korban napza perlu melibatkan diri dan dilibatkan secara sadar untuk menentukan arah kebijakan napza untuk mewujudkan pemenuhan hak-hak dasar manusia. Bentuk pelibatan ini akan menghilangkan stigma dan diskriminasi sekaligus membuat negara menjamin seluruh hak warga negaranya. Bahwa pada tanggal 10 Juni 2006 telah disepakati pembentukan Ikatan Persaudaraan Korban Napza Indonesia yang disingkat IPPNI oleh beberapa orang korban napza yang kemudian menginisiasi beberapa korban napza di beberapa daerah untuk melakukan kegiatan pengorganisasian dan pendidikan. Dengan keadaan inilah maka muncullah beberapa kelompok korban napza yang merupakan korban kebijakan napza di Indonesia dengan terus mengorganisir diri dan melakukan upaya-upaya advokasi untuk menyuarakan hak-hak korban Ikatan Persaudaraan Korban Napza Indonesia (IPPNI) yang kemudian menjadi sebuah wadah bersama untuk memperjuangkan hidup sebagai manusia seutuhnya. Bahwa melalui mekanisme Kongres Anggota I di Makassar tanggal 17 Juni 2008 disepakati perubahan nama organisasi ini menjadi Persaudaraan Korban Napza Indonesia yang disingkat Untuk mengaspirasi kebutuhan ini maka dibentuklah sebuah organisasi nasional yang bernama 1 dari 16 napza yang telah lama ditindas.

2 PKNI oleh 65 (enam puluh lima) korban napza dari 13 (tiga belas) provinsi di Indonesia. Provinsi tersebut adalah : 1. Nanggroe Aceh Darussalam; 2. Sumatera Utara; 3. Bengkulu; 4. Lampung; 5. Jambi; 6. DKI Jakarta; 7. Jawa Barat; 8. Jawa Tengah; 9. Jawa Timur; 10. Daerah Istimewa Yogyakarta; 11. Bali; 12. Nusa Tenggara Barat; 13. Sulawesi Selatan. BAB I NAMA, KEDUDUKAN DAN WAKTU Pasal 1 Nama Nama organisasi ini adalah PERSAUDARAAN KORBAN NAPZA INDONESIAatau disingkat menjadipkni. Pasal 2 Kedudukan Kedudukan organisasi ini berada di dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Pasal 3 Waktu Waktu dibentuk dan didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya. Pasal 4 Kedaulatan Kedaulatan tertinggi PKNI berada di anggota dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Kongres. KEDAULATAN, BENTUK, SIFAT DAN FUNGSI 2 dari 16 BAB II

3 Pasal 5 Bentuk Organisasi PKNI berbentuk perkumpulan yang berbadan hukum. Pasal 6 Sifat Organisasi ini bersifat merdeka. Pasal 7 Fungsi Sebagai alat perjuangan bagi korban napza dalam pemenuhan hak asasi manusia. BAB III ASAS DAN NILAI-NILAI Pasal 8 Asas Organisasi PKNI berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Pasal 9 Nilai-Nilai Organisasi 1. Kesatuan adalah kekompakan dengan menghargai keberagaman; 2. Kemandirian adalah situasi dimana organisasi mampu mengambil keputusan sendiridan tidak dibawah pengaruh pihak lain; 3. Keadilan adalah prinsip dimana setiap manusia harus mendapatkan perlakuan yangtidak dibedakan karena suatu hal yang disebabkan oleh cara pandang dan strukturyang menindas; 4. Kesetaraan adalah prinsip dimana setiap manusia sederajat dalam menggunakan haksipil dan politiknya; 5. Keterbukaan dan Transparan adalah prinsip dimana manusia harus terbuka terhadapmasukan pemikiran dan saran pihak luar tanpa mengurangi nilai semangat dalamberoganisasi; 7. Bertanggung Jawab adalah prinsip dimana manusia dan organisasi tidak melarikandiri daritugas dan kewajiban keorganisasian; 6. Kejujuran adalah prinsip dimana setiap manusia tidak melakukan kebohongan 3 dari 16 dasar danterbuka tanpa ada kerahasiaan dalam pengelolaan kegiatan organisasi;

4 8. Anti Kekerasan adalah situasi dimana setiap manusia tidak melakukan pemukulan,penghinaan dan pelecehan dalam melakukan perjuangan; 9. Demokrasi; 10. Anti Diskriminasi adalah menentang perlakuan secara tidak adil karena kerakteristikstatus abstinential, gender, agama, ras dan kepercayaan, aliran politik, kondisi fisik,status kesehatan, orientasi seksual dan karakteristik lain yang diduga merupakan dasar dari diskriminasi; 11. Anti Korupsi; 12. Kemanusiaan. BAB IV VISI DAN MISI Pasal 10 Visi Korban napza yang berdaya bersama dengan anggota masyarakat lainnya mewujudkan keadilan dan pemenuhan Hak Asasi Manusia. Pasal 11 Misi 1. Memperjuangkan terpenuhinya hak asasi manusia pada korban napza; 2. Melakukan upaya pendidikan kritis kepada para korban napza dan masyarakat; 3. Melakukan advokasi menuju kebijakan napza yang manusiawi dan berpihak kepada korban napza; 4. Membangun kemitraan strategis; 5. Memberikan asistensi teknis kepada komunitas korban napza untuk mendukung visi PKNI. BAB V LAMBANG BAB VI KEANGGOTAAN Penjelasan mengenai lambang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. 4 dari 16 Pasal 12

5 Pasal 13 Keanggotaan organisasi ini adalah kelompok. Pasal 14 Hak dan Kewajiban Hak Anggota: Anggota memiliki hak untuk: 1. Individu yang merupakan bagian anggota PKNI dapat dicalonkan dan mencalonkan diri untuk menjabat sebagai Dewan Pengurus, Dewan Pengawas dan Koordinator Nasional. 2. Bersuara dan berpendapat (kritik dan saran) dalam setiap forum organisasi yang dihadiri maupun tidak dihadiri dengan mekanisme suara langsung atau perwakilan suara yang ditentukan melalui mekanisme di tingkat provinsi. 3. Suara dan pendapat di luar forum organisasi hanya dapat dilakukan secara tertulis dan berdasarkan fakta. 4. Mengangkat dan memberhentikan Dewan Pengawas melalui kongres nasional. 5. Menggunakan seluruh mekanisme kongres dan rapat untuk kepentingan perjuangan bersama. 6. Anggota kelompok dapat membela diri bila diduga melakukan pelanggaran terhadap aturan dan ketentuan organisasi. 7. Anggota berhak mendapatkan informasi terkait perencanaan dan pelaksanaan kegiatan PKNI. 8. Anggota berhak mendapatkan bantuan teknis dan advokasi hukum yang difasilitasi oleh PKNI. 9. Setiap anggota memiliki 1 hak suara dalam mekanisme keorganisasian. Kewajiban Anggota: Anggota memiki kewajiban untuk: 1. Mentaati keputusan aturan organisasi sesuai dalam Anggaran Dasar dan Peraturan Organisasi. 2. Mendukung ketetapan organisasi yang dihasilkan bersama-sama oleh anggota dan struktur organisasi. 3. Membayar iuran wajib keanggotaan sebesar minimal Rp per tahun. 4. Terlibat aktif dalam gerakan perjuangan / program organisasi. Berakhirnya Keanggotaan 1. Anggota mengajukan pengunduran diri secara tertulis. 2. Terbukti tidak mentaati aturan dan prinsip organisasi. Pasal 15 5 dari Menjaga nama baik organisasi.

6 3. Terbukti mencemarkan nama baik, melalui proses pengadilan internal secara adil. 4. Terbukti menyalahgunakan wewenang, melalui proses proses pengadilan internal secara adil. 5. Terbukti melanggar aturan dan kebijakan yang ditetapkan, melalui proses pengadilan internal secara adil. 6. Pengesahan berakhirnya keanggotaan setelah melalui mekanisme sidang etik. 7. Apabila anggota tidak membayar iuran wajib selama 3 bulan setelah waktu yang ditentukan, anggota tersebut dianggap mengundurkan diri dari keanggotaan PKNI, dandapat mendaftarkan kembali sebagai anggota baru. Pasal 16 Syarat Keanggotaan Persyaratan keanggotaan PKNI adalah : 1. Kelompok korban napza yang mempunyai konstituen minimal 10 orang. 2. Kelompok korban napza yang memiliki visi yang sejalan dengan PKNI. 3. Mengajukan surat permohonan ke Sekretariat Nasional untuk menjadi anggota danmendapat rekomendasi dari 2 anggota PKNI lalu melewati proses verifikasi dan validasi. 4. Setuju menerima Visi dan Misi organisasi serta menjalankan tujuan dan maksudorganisasi. 5. Mampu berperan aktif dalam setiap kegiatan Organisasi. 6. Pengangkatan, administrasi, hak dan kewajiban serta pemberhentian anggota diaturdalam Anggaran Rumah Tangga. 7. Membayar iuran serta mengisi formulir keanggotaan. BAB VII DEWAN PENGURUS Pasal 17 Susunan Susunan Dewan Pengurus terdiri dari : 1. Koordinator; 2. Sekretaris; Tugas dan Kewajiban Tugas Koordinator Dewan Pengurus: 1. Mematuhi dan menjalankan AD/ART organisasi. 2. Menetapkan hal-hal yang berkaitan dengan organisasi dengan persetujuan Dewan Pasal 18 6 dari Anggota.

7 Pengurus yang lain. 3. Melaksanakan rapat Dewan Pengurus. 4. Membuat laporan pertanggung jawaban pada akhir periode yang akan dilaporkan pada kongres. Tugas Sekretaris Dewan Pengurus: 1. Membantu Koordinator dalam menjalankan AD/ART. 2. Menangani hal-hal yang bersifat administratif organisasi. Tugas Anggota Dewan Pengurus: 1. Melaksanakan mandat Kongres. 2. Menghadiri rapat Dewan Pengurus. Pasal 19 Hak Hak Dewan Pengurus adalah : 1. Berhak membela diri bila diduga melakukan pelanggaran terhadap aturan dan ketentuan organisasi; 2. Menggunakan seluruh mekanisme kongres dan rapat untuk kepentingan perjuangan bersama. Pasal 20 Wewenang Wewenang Dewan Pengurus adalah : 1. Membuat aturan organisasi; 2. Mengawasi jalannya organisasi sesuai visi dan misi; 3. Mengawasi jalanya pelaksanaan peraturan organisasi; 4. Melaksanakan Kongres Luar Biasa; 5. Dapat menghadiri seluruh rapat organisasi; 6. Dapat memanggil Koordinator Nasional sebagai penanggung jawab Badan Pekerja Nasional; 7. Mengetahui dan memberikan masukan dalam pengambilan keputusan dalam kerjasama atau bermitra dengan pihak lain yang dilakukan oleh BPN; 10. Dewan Pengurus memberhentikan dan mengganti Badan Pekerja Nasional melaluimekanisme Rapat Dewan Pengurus jika diminta oleh 50% + 1 dari jumlah seluruh anggota; 9. Mengesahkan Badan Pekerja Nasional; 7 dari Membentuk panitia penyelenggara Kongres;

8 11. Dewan Pengurus berwenang mengesahkan perubahan-perubahan program danmekanisme kerja organisasi; 12. Hak suara Dewan Pengurus dianggap sah apabila hadir dalam pertemuan; 13. Mengetahui dan dapat memberikan masukan terkait peraturan Badan Pekerja Nasional; 14. Melakukan validasi anggota PKNI yang baru. Pasal 21 Periode Masa kerja Dewan Pengurus adalah 4 (empat) tahun pada periode pertama dan dapat dipilih kembali untuk satu kali periode berikutnya. Pasal 22 Mekanisme pemilihan Dewan Pengurus 1. Dewan Pengurus dipilih oleh anggota melalui kongres 2. Setiap anggota kelompok yang menghadiri kongres berhak mencalonkan dan dicalonkan 1 orang untuk menjadi Dewan Pengurus 3. Dewan Pengurus terdiri dari 5 orang yang mewakili 5 wilayah yaitu: a. Sumatera b. Jawa c. Kalimantan d. Sulawesi e. Bali-Nusa Tenggara 4. Setiap wilayah akan melakukan pemilihan 1 Dewan Pengurus yang berasal dari wilayah yang ditetapkan. Pasal 23 Kriteria Dewan Pengurus 1. Dewan Pengurus memahami AD/ART 2. Dewan pengurus adalah anggota PKNI yang ditetapkan dalam kongres 3. Dewan pengurus adalah warga negara Indonesia 4. Dewan pengurus berusia diatas 18 tahun 5. Dewan Pengurus terlibat aktif dalam pengorganisasian kelompok korban napza. 6. Dewan Pengurus tidak merangkap jabatan struktural pada jaringan nasional lain Mekanisme Pengesahan Dewan Pengurus disahkan dalam kongres. Pasal 24 8 dari 16 dengan isu yang sama maupun beririsan di wilayah Republik Indonesia.

9 Pasal 25 Berakhirnya Kepengurusan Dewan Pengurus berakhir masa jabatannya apabila : 1. Masa jabatannya berakhir; 2. Mengundurkan diri secara tertulis; 3. Meninggal dunia; 4. Apabila Dewan Pengurus tidak aktif karena berhalangan tetap, akan diatur dalam ART; 5. Hal terkait pencabutan mandat Dewan Pengurus, mekanismenya diatur dalam ART. BAB VIII BADAN PEKERJA NASIONAL Pasal 26 Susunan Susunan Badan Pekerja Nasional terdiri dari : 1. Koordinator Nasional; 2. Sekretaris; 3. Bendahara; 4. Divisi-divisi bidang lain yang akan dibentuk. Pasal 27 Tugas dan Kewajiban Tugas dan kewajibannya Kordinator Nasional : 1. Melaksanakan mandat kongres; 2. Memberikan pertanggung jawaban kepada Dewan Pengurus; 3. Memantau kerja-kerjaanggota; 4. Mengusahakan sumber daya untuk mencapai visi dan misi organisasi atas sepengetahuan Dewan Pengurus; 5. Menjalin kemitraan atas sepengetahuan Dewan Pengurus; 6. Membuat laporan naratif dan keuangan kepada Dewan Pengurus 6 bulan sekali yang diteruskan ke Dewan Pengawas; 7. Memberitahukan kepada Dewan Pengurus dalam pemilihan Struktur Badan Pekerja Nasional; 1. Membantu kerja Koordinator Nasional; 2. Menangani hal-hal yang bersifat administratif; 3. Melakukan pendokumentasian kegiatan-kegiatan Badan Pekerja Nasional. Tugas dan kewajiban Sekretaris : 9 dari Memberitahukan pemilihan dan pengajuan sekretriat kepada Dewan Pengurus.

10 Tugas dan kewajiban Bendahara : 1. Membuat laporan keuangan anggaran belanja program; 2. Membuat laporan keuangan bulanan kepada Koordinator Nasional; 3. Menyusun anggaran belanja sesuai dengan program kerja organisasi yang disepakati. Pasal 28 Hak dan Wewenang Hak dan wewenang Koordinator Nasional : 1. Koordinator nasional mendapatkan honor dari iuran anggota dan/atau sumber dana lain; 2. Berhak membentuk sistem kerja Badan Pekerja Nasional; 3. Berhak membentuk tim kerja Badan Pekerja Nasional secara terbuka; 4. Berhak membela diri dan mengajukan keberatan-keberatan terhadap keputusan Dewan Pengurus; 5. Berhak mengajukan Peninjauan Kembali keputusan Dewan Pengurus jika dianggap melanggar konstitusi; 6. Melaksanakan Program Kerja tingkat nasional; 7. Melaksanakan Pertemuan Koordinasi Anggota; 8. Melaksanakan Rapat Badan Pekerja Nasional; 9. Melaksanakan Koordinasi bimbingan dan bantuan teknis kepada Anggota. Pasal 29 Periode Masa kerja Koordinator Nasional adalah 4 (empat) tahun pada periode pertama dan dapat dipilih kembali untuk satu kali periode berikutnya. Pasal 30 Mekanisme pemilihan Koordinator Nasional 1. Koordinator Nasional dipilih oleh anggota melalui kongres; 2. Setiap anggota kelompok yang menghadiri kongres berhak mencalonkan dan dicalonkan 1 orang untuk menjadi Koordinator Nasional; 4. Apabila tidak ada calon yang memperoleh jumlah suara 50% + 1 di putaran pertama maka pemilihan akan dilakukan dua putaran; 5. Kandidat yang mengikuti putaran kedua adalah dua suara terbanyak dari putaran pertama. jumlah suara 50% + 1; 10 dari Koordinator Nasional terpilih melalui suara peserta kongres yang quorum dengan

11 Pasal 31 Kriteria Koordinator Nasional 1. Koordinator Nasional memahami AD/ART; 2. Koordinator Nasional adalah anggota PKNI yang disahkan di dalam kongres; 3. Koordinator Nasional adalah warga negara Indonesia; 4. Koordinator Nasional berusia diatas 18 tahun; 5. Koordinator Nasional terlibat aktif dalam pengorganisasian kelompok korban napza; 6. Koordinator Nasional tidak merangkap jabatan struktural pada jaringan nasional lain dengan isu yang sama maupun beririsan di wilayah NKRI. Pasal 32 Mekanisme Pengesahan Koordinator Nasional disahkan dalam kongres. Pasal 33 Berakhirnya Kepengurusan Koordinator Nasional berakhir masa jabatannya apabila: 1. Masa jabatannya berakhir; 2. Mengundurkan diri secara tertulis; 3. Meninggal dunia; 4. Apabila Koordinator Nasional tidak aktif karena berhalangan tetap, akan diatur dalam ART; 5. Hal terkait pencabutan mandat Koordinator Nasional, mekanismenya diatur dalam ART. BABIX DEWAN PENGAWAS Pasal 34 Susunan Dewan Pengawas terdiri dari 3 (tiga) orang dengan 1 (satu) orang Koordinator. Pasal Mematuhi dan menjalankan AD/ART organisasi; 2. Melaksanakan Rapat Dewan Pengawas; 3. Membuat laporan pertanggung jawaban pada akhir periode yang akan dilaporkan pada kongres; Tugas Dewan Pengawas: 11 dari 16 Tugas dan Kewajiban

12 4. Mengawasi wewenang dari Dewan Pengurus dan Badan pekerja Nasional. Pasal 36 Hak Hak Dewan Pengawas adalah: 1. Berhak meminta klarifikasi kepada Dewan Pengurus dan Badan Pekerja Nasional jika terjadi pelanggaran pelaksanaan aturan organisasi; 2. Menggunakan seluruh mekanisme kelengkapan organisasi untuk kepentingan perjuangan bersama; 3. Hak suara Dewan Pengawas dianggap sah apabila hadir dalam pertemuan. Pasal 37 Wewenang Wewenang Dewan Pengawas adalah : 1. Dapat menghadiri seluruh rapat organisasi; 2. Melaksanakan Sidang Etik; 3. Memerintahkanuntuk dilakukannya audit internal dan eksternal terhadap kinerja program maupun keuangan organisasi kepada Badan Pekerja Nasional; 4. Memfasilitasi penyelesaian konflik internal dan eksternal organisasi. Pasal 38 Periode Masa kerja Dewan Pengawas adalah 4 (empat) tahun pada periode pertama dan dapat dipilih kembali untuk satu kali periode berikutnya. Pasal 39 Mekanisme pemilihan Dewan Pengawas 1. Dewan Pengawas dipilih oleh anggota melalui kongres; 2. Setiap anggota kelompok yang menghadiri kongres berhak mencalonkan dan dicalonkan 1 orang untuk menjadi Dewan Pengawas; 3. Dewan Pengawas terpilih melalui suara peserta kongres yang quorum dengan jumlah 3 suara terbanyak; 4. Apabila ada kandidat terbesar ke-3 dan seterusnya mempunyai suara yang sama, maka kandidat ke-3 dan seterusnya yang mempunyai suara sama. Pasal 40 Kriteria Dewan Pengawas 5. Pemilihan putaran kedua sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) dilakukan hanya kepada 12 dari 16 pemilihan akan dilakukan dua putaran;

13 1. Dewan Pengawas memahami AD/ART; 2. Dewan Pengawas adalah anggota PKNI yang ditetapkan dalam kongres; 3. Dewan Pengawas adalah warga negara Indonesia; 4. Dewan pengawas berusia diatas 18 tahun; 5. Dewan Pengawas terlibat aktif dalam pengorganisasian kelompok korban napza; 6. Dewan Pengawas tidak merangkap jabatan struktural pada jaringan nasional lain dengan isu yang sama maupun beririsan di wilayah NKRI. Pasal 41 Mekanisme Pengesahan Dewan Pengawas disahkan dalam kongres. Pasal 42 Berakhirnya Kepengurusan Dewan Pengawas berakhir masa jabatannya apabila: 1. Masa jabatannya berakhir; 2. Mengundurkan diri secara tertulis; 3. Meninggal dunia; 4. Apabila Dewan Pengawas tidak aktif karena berhalangan tetap, akan diatur dalam ART; 5. Hal terkait pencabutan mandat Dewan Pengawas, mekanismenya diatur dalam ART. BAB X ALAT KELENGKAPAN ORGANISASI DAN MEKANISMENYA, STRUKTUR DAN KEPUTUSAN PERSIDANGAN Pasal 43 Alat Kelengkapan Organisasi Alat kelengkapan organisasi terdiri dari: 1. Kongres; 2. Musyawarah Nasional Luar Biasa; 3. Kongres Luar Biasa; 4. Rapat Dewan Pengurus; 5. Rapat Dewan Pengawas; 8. Rapat Kerja Nasional; 9. Sidang Kode Etik; 10. Penjelasan mengenai ayat (1) sampai (9) diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi. 7. Rapat Koordinasi Nasional; 13 dari Rapat Badan Pekerja Nasional;

14 Pasal 44 Mekanisme Alat Kelengkapan Organisasi Mekanisme Alat Kelengkapan Organisasi diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 45 Struktur Struktur Organisasi Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI) terdiri dari : 1. Anggota; 2. Dewan Pengawas; 3. Dewan Pengurus; 4. Badan Pekerja Nasional. Pasal 46 Keputusan Persidangan Keputusan persidangan terdiri atas : 1. Keputusan-keputusan dinyatakan sah apabila dibuat dalam persidangan yangmemenuhi quorum. Apabila anggota tidak mengikuti persidangan maka haksuaranya akan hilang pada saat itu; 2. Keputusan-keputusan persidangan diambil berdasarkan musyawarah dan/atau suara terbanyak. BAB XI SUMBER, PENGGUNAAN DAN PERTANGGUNG JAWABANKEUANGAN Pasal 47 Sumber Sumber keuangan diperoleh dari : 1. Iuaran wajib anggota adalah Iuran yang diperoleh dari Iuran Anggota sebesar Rp tiap tahun, dengan mekanisme melalui pembayaran langsung dari anggota ke Badan Pekerja Nasional; 2. Usaha-usaha lain yang sah menurut hukum dan perundang-undangan yang berlaku di negara Republik Indonesia; Pasal 48 Penggunaan Keuangan digunakan untuk : maksud, tujuan, visi serta misi organisasi. 14 dari Bantuan, hibah / sumbangan yang tidak mengikat dan tidak bertentangan dengan

15 1. Pengelolaan organisasi; 2. Pelaksanaan program organisasi untuk mewujudkan visi dan misi organisasi; 3. Mendukung dan memajukan organisasi. 4. Pengelolaan keuangan diatur dalam peraturan organisasi yang dibuat oleh Dewan Pengurus. Pasal 49 Pertanggung Jawaban Keuangan Partanggung jawaban keuangan adalah : 1. Dewan Pengawas mempertanggung jawabkan dan tanggung gugat anggaran pendapatan danbelanja organisasi melalui Kongres; 2. Laporan anggaran belanja program Badan Pekerja Nasional diperiksa dan disahkan olehdewan Pengawas; 3. Audit keuangan organisasi yang dilakukan oleh Dewan Pengawas secara periodik (satu tahun sekali) dengan bantuan profesional jika diperlukan dan dilaporkan kepada anggota melalui alat kelengkapan organisasi. BAB XII PEMBUBARAN Pasal 50 Pembubaran Pembubaran organisasi dapat dilakukan melalui mekanisme : 1. Berdasarkan keputusan Kongres yang khusus diselenggarakan untuk maksudtersebut, yang diusulkan secara tertulis oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari seluruhjumlah anggota dengan disertai daftar nama anggota kelompok, tanda tangan, bermateraidisertai alasan-alasannya. 2. Dewan Pengawas memberitahu secara tertulis pembubaran tersebut kepada seluruhanggota selambat - lambatnya satu bulan sebelum Kongres. BAB XIII ATURAN TAMBAHAN Apabila ada perbedaan penafsiran dalam Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tanggamaka tafsir yang sah digunakan adalah yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus organisasi dandipertanggung jawabkan dalam Kongres. Aturan Tambahan 15 dari 16 Pasal 51

16 BAB XIV PENUTUP Pasal 52 Penutup 1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur lebih lanjut dalamanggaran Rumah Tangga yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar. 2. Perubahan Anggaran Dasar dan atau Anggaran Rumah Tangga organisasi dapatdilakukan dalam Kongres atau Kongres Luar Biasa. BAB XV ATURAN PERALIHAN Pasal 53 Aturan Peralihan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini dinyatakan berlaku sejak ditetapkan olehkongres II PKNI dan selanjutnya akan dilengkapi pada Rapat Dewan Pengurus pertama 16 dari 16 setelah kongres.

ANGGARAN RUMAH TANGGA JARINGAN MAHASISWA KESEHATAN INDONESIA (JMKI)

ANGGARAN RUMAH TANGGA JARINGAN MAHASISWA KESEHATAN INDONESIA (JMKI) Peningkatan. dan Pemantapan Solidaritas Mahasiswa Kesehatan Indonesia ANGGARAN RUMAH TANGGA JARINGAN MAHASISWA KESEHATAN INDONESIA (JMKI) BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Anggota Anggota JMKI adalah lembaga eksekutif

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA PERSAUDARAAN KORBAN NAPZA INDONESIA BAB I NAMA, KEDUDUKAN DAN WAKTU. Pasal 1 Nama. Cukup Jelas. Pasal 2 Kedudukan.

ANGGARAN RUMAH TANGGA PERSAUDARAAN KORBAN NAPZA INDONESIA BAB I NAMA, KEDUDUKAN DAN WAKTU. Pasal 1 Nama. Cukup Jelas. Pasal 2 Kedudukan. ANGGARAN RUMAH TANGGA PERSAUDARAAN KORBAN NAPZA INDONESIA BAB I NAMA, KEDUDUKAN DAN WAKTU Pasal 1 Nama Cukup Jelas Pasal 2 Kedudukan Cukup Jelas Pasal 3 Waktu BAB II KEDAULATAN, BENTUK, SIFAT DAN FUNGSI

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR TELAPAK

ANGGARAN DASAR TELAPAK ANGGARAN DASAR TELAPAK MUKADIMAH Keberadaan sumber daya alam hayati sangat tergantung pada upaya pengelolaannya untuk menopang kesejahteraan hidup rakyat banyak. Untuk kepentingan tersebut diperlukan adanya

Lebih terperinci

PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA INDONESIAN LEGAL AID AND HUMAN RIGHTS ASSOCIATION

PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA INDONESIAN LEGAL AID AND HUMAN RIGHTS ASSOCIATION PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA INDONESIAN LEGAL AID AND HUMAN RIGHTS ASSOCIATION Mitra Matraman, Jl. Matraman Raya No. 148 Blok A2/18, Jakarta 13150. Telp. 85918064, Fax 85918065

Lebih terperinci

PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA INDONESIAN LEGAL AID AND HUMAN RIGHTS ASSOCIATION

PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA INDONESIAN LEGAL AID AND HUMAN RIGHTS ASSOCIATION PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA BAB I PERHIMPUNAN WILAYAH Syarat dan Tatacara Pendirian Perhimpunan Wilayah Pasal 1 (1) Perhimpunan Wilayah adalah

Lebih terperinci

Anggaran Dasar KONSIL Lembaga Swadaya Masyarakat INDONESIA (Konsil LSM Indonesia) [INDONESIAN NGO COUNSILINC) MUKADIMAH

Anggaran Dasar KONSIL Lembaga Swadaya Masyarakat INDONESIA (Konsil LSM Indonesia) [INDONESIAN NGO COUNSILINC) MUKADIMAH Anggaran Dasar KONSIL Lembaga Swadaya Masyarakat INDONESIA (Konsil LSM Indonesia) [INDONESIAN NGO COUNSILINC) MUKADIMAH Bahwa kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat adalah salah satu

Lebih terperinci

Anggaran Dasar ASASI DEKLARASI

Anggaran Dasar ASASI DEKLARASI DEKLARASI Anggaran Dasar ASASI Asosiasi Akademisi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Ditetapkan pada Mu tamar Luar Biasa ASASI, 20 September 2006 di Bandung. Bahwa pendidikan tinggi di Indonesia memegang

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 11 FEBRUARI 2014

ANGGARAN DASAR KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 11 FEBRUARI 2014 ANGGARAN DASAR KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 11 FEBRUARI 2014 PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya hak-hak asasi dan kebebasan-kebebasan fundamental manusia melekat pada setiap orang tanpa kecuali, tidak dapat

Lebih terperinci

Lembaga Pengkajian Dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) ANGGARAN DASAR BAB I ORGANISASI. Pasal 1 Nama, Waktu dan Kedudukan

Lembaga Pengkajian Dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) ANGGARAN DASAR BAB I ORGANISASI. Pasal 1 Nama, Waktu dan Kedudukan ANGGARAN DASAR BAB I ORGANISASI Pasal 1 Nama, Waktu dan Kedudukan 1. Organisasi ini bernama Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat selanjutnya disebut LP2M 2. Bentuk organisasi ini adalah Perkumpulan

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN

ANGGARAN RUMAH TANGGA ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN 1 ANGGARAN RUMAH TANGGA ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN Pasal 1 1. Anggota AJI adalah jurnalis yang telah memenuhi syarat profesional dan independen yang bekerja untuk media massa cetak, radio, televisi, dan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR-ANGGARAN RUMAH TANGGA

ANGGARAN DASAR-ANGGARAN RUMAH TANGGA ANGGARAN DASAR-ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN SOLIDARITAS PEREMPUAN UNTUK KEMANUSIAAN DAN HAK ASASI MANUSIA (SPEK HAM) 2013-2017 Jl. Srikoyo No. 14 Rt 01 Rw 04 Karangasem Laweyan Surakarta Jawa Tengah 57145

Lebih terperinci

IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS 4 IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI STEMBAYO

ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI STEMBAYO ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI STEMBAYO MUKADIMAH Kemajuan Indonesia harus diusahakan melalui perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya yang cerdas, jujur, dan bermartabat dengan tetap menjaga

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN JURNALIS TELEVISI INDONESIA (IJTI)

ANGGARAN DASAR IKATAN JURNALIS TELEVISI INDONESIA (IJTI) 1 ANGGARAN DASAR IKATAN JURNALIS TELEVISI INDONESIA (IJTI) MUKADDIMAH Bahwa sesungguhnya kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan menyampaikan dan memperoleh informasi, serta kemerdekaan berserikat adalah

Lebih terperinci

IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA (IAPI)

IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA (IAPI) IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA (IAPI) (INDONESIAN PROCUREMENT SPECIALISTS ASSOCIATION) ANGGARAN DASAR halaman 1 dari 10 IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA DISINGKAT IAPI ANGGARAN DASAR P E M B U K A A N

Lebih terperinci

HIMPUNAN MAHASISWA (... sebutkan...) UNIVERSITAS DHYANA PURA ANGGARAN DASAR

HIMPUNAN MAHASISWA (... sebutkan...) UNIVERSITAS DHYANA PURA ANGGARAN DASAR TEMPLATE LOGO HIMA ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA HIMPUNAN MAHASISWA (... sebutkan...) UNIVERSITAS DHYANA PURA ANGGARAN DASAR HIMPUNAN MAHASISWA (... sebutkan...) UNIVERSITAS DHYANA PURA PEMBUKAAN

Lebih terperinci

IAP KETETAPAN KONGRES ISTIMEWA IKATAN AHLI PERENCANAAN INDONESIA (IAP) NO. 3 TAHUN 2009 TENTANG

IAP KETETAPAN KONGRES ISTIMEWA IKATAN AHLI PERENCANAAN INDONESIA (IAP) NO. 3 TAHUN 2009 TENTANG Lampiran IAP KETETAPAN KONGRES ISTIMEWA IKATAN AHLI PERENCANAAN INDONESIA (IAP) NO. 3 TAHUN 2009 TENTANG PENETAPAN ANGGARAN DASAR IKATAN AHLI PERENCANAAN INDONESIA (IAP) ANGGARAN DASAR IKATAN AHLI PERENCANAAN

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN KOORDINASI KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA INDONESIA BAB I STATUS DAN KEANGGOTAAN PASAL 1

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN KOORDINASI KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA INDONESIA BAB I STATUS DAN KEANGGOTAAN PASAL 1 ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN KOORDINASI KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA INDONESIA BAB I STATUS DAN KEANGGOTAAN PASAL 1 1. Status keanggotaan BKKMTKI terdiri dari: a. anggota; dan b. calon anggota. 2. Anggota

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA HIMPUNAN SEMINAT FARMASI RUMAH SAKIT INDONESIA BAB I LAMBANG Pasal 1

ANGGARAN RUMAH TANGGA HIMPUNAN SEMINAT FARMASI RUMAH SAKIT INDONESIA BAB I LAMBANG Pasal 1 ANGGARAN RUMAH TANGGA HIMPUNAN SEMINAT FARMASI RUMAH SAKIT INDONESIA BAB I LAMBANG Pasal 1 Pasal 2 Lambang atau Atribut Organisasi dipasang untuk keperluan-keperluan tertentu. Pasal 3 Pakaian anggota 1.

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN JURNALIS TELEVISI INDONESIA (IJTI)

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN JURNALIS TELEVISI INDONESIA (IJTI) 1 ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN JURNALIS TELEVISI INDONESIA (IJTI) Upaya Umum UPAYA MENCAPAI TUJUAN Pasal 1 (1) Aktif melakukan peningkatan kompetensi dan profesionalisme jurnalis televisi (2) Berpartisipasi

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PENDIDIK DAN PENELITI BAHASA DAN SASTRA (APPI-BASTRA) BAB I PENGERTIAN UMUM

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PENDIDIK DAN PENELITI BAHASA DAN SASTRA (APPI-BASTRA) BAB I PENGERTIAN UMUM ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PENDIDIK DAN PENELITI BAHASA DAN SASTRA (APPI-BASTRA) BAB I PENGERTIAN UMUM Pasal 1 Pengertian Umum Pendidik dan peneliti adalah ilmuwan berprofesi pendidik dan peneliti

Lebih terperinci

Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman

Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman Pembukaan ANGGARAN DASAR Bab I (Tata Organisasi) 1. Nama, Waktu dan Kedudukan 2. Sifat dan Bentuk 3. Lambang Bab II (Dasar,

Lebih terperinci

Indonesian Student s Association in Japan 在日インドネシア留学生協会 Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang

Indonesian Student s Association in Japan 在日インドネシア留学生協会 Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang KETETAPAN KONGRES XXXVI PERSATUAN PELAJAR INDONESIA DI JEPANG Nomor: 06/TAP/KONGRES/PPI-JEPANG/IX/2016 Tentang ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PPI JEPANG Dengan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, Kongres

Lebih terperinci

AD/ART KM UGM PEMBUKAAN

AD/ART KM UGM PEMBUKAAN AD/ART KM UGM PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya kemerdekaan Republik Indonesia harus diisi dengan kegiatan pembangunan yang bervisi kerakyatan sebagai perwujudan rasa syukur bangsa Indonesia atas rahmat Tuhan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR FORUM ORANGUTAN INDONESIA

ANGGARAN DASAR FORUM ORANGUTAN INDONESIA ANGGARAN DASAR FORUM ORANGUTAN INDONESIA PEMBUKAAN Orangutan merupakan satu- satunya jenis kera besar yang saat ini hidup di Sumatera dan Kalimantan, sedangkan 3 jenis lainnya hidup di Afrika. Kelestarian

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2016 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2016 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2016 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA KOALISI INDONESIA UNTUK KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN BAB I UMUM. Pasal 1 Nama dan Sifat Organisasi

ANGGARAN RUMAH TANGGA KOALISI INDONESIA UNTUK KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN BAB I UMUM. Pasal 1 Nama dan Sifat Organisasi ANGGARAN RUMAH TANGGA KOALISI INDONESIA UNTUK KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN BAB I UMUM Pasal 1 Nama dan Sifat Organisasi 1. Organisasi ini bernama Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan yang

Lebih terperinci

PENGURUS PUSAT STATUTA PERSEKUTUAN PEREMPUAN ADAT NUSANTARA- ALIANSI MASYARAKAT ADAT NUSANTARA

PENGURUS PUSAT STATUTA PERSEKUTUAN PEREMPUAN ADAT NUSANTARA- ALIANSI MASYARAKAT ADAT NUSANTARA STATUTA PERSEKUTUAN PEREMPUAN ADAT NUSANTARA- ALIANSI MASYARAKAT ADAT NUSANTARA Atau disebut STATUTA PEREMPUAN AMAN Bahwa panggilan hidup manusia sebagai individu dan makhluk sosial pada hakekatnya adalah

Lebih terperinci

SIDANG UMUM HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TELKOM

SIDANG UMUM HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TELKOM ANGGARAN RUMAH TANGGA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Anggota HMTI terdiri dari: 1. Anggota Putih HMTI adalah seluruh mahasiswa yang masih dalam masa pendidikan di Jurusan Teknik Industri yang belum mengikuti

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ASOSIASI DOSEN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR INDONESIA PENDAHULUAN

ANGGARAN DASAR ASOSIASI DOSEN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR INDONESIA PENDAHULUAN ANGGARAN DASAR ASOSIASI DOSEN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR INDONESIA 2011-2016 PENDAHULUAN Sejarah terbentuknya Asosiasi Dosen pendidikan guru sekolah dasar di Indonesia didasari dengan adanya keinginan

Lebih terperinci

MUKADIMAH AD ART ASOSIASI PEMERHATI KAJIAN GENDER (THE ASSOCIATION OF GENDER STUDIES SOCIETY) 1

MUKADIMAH AD ART ASOSIASI PEMERHATI KAJIAN GENDER (THE ASSOCIATION OF GENDER STUDIES SOCIETY) 1 MUKADIMAH Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk besar dengan kemajemukan dalam budaya, adat istiadat serta agama dan kepercayaan. Dengan kemajemukan peri kehidupan

Lebih terperinci

AD KAI TAHUN 2016 PEMBUKAAN

AD KAI TAHUN 2016 PEMBUKAAN AD KAI TAHUN 2016 PEMBUKAAN - Bahwa Negara Republik Indonesia adalah Negara Hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, oleh karena itu setiap orang tanpa membedakan

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI PERENCANA

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI PERENCANA ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI PERENCANA BAB I UMUM Pasal 1 Pengertian Anggaran Rumah Tangga merupakan penjabaran Anggaran Dasar IAP Pasal 2 Pengertian Umum (1) Ahli adalah seorang yang berlatar belakang

Lebih terperinci

BAB I NAMA, BENTUK, TEMPAT KEDUDUKAN DAN WAKTU

BAB I NAMA, BENTUK, TEMPAT KEDUDUKAN DAN WAKTU ANGGARAN DASAR SAREKAT HIJAU INDONESIA PEMBUKAAN Krisis berbangsa dan bernegara yang dialami Indonesia, terjadi hampir di seluruh bidang kehidupan. Krisis ini menyebabkan tidak terpenuhinya hak-hak sosial,

Lebih terperinci

PERHIMPUNAN MAHASISWA INDONESIA DI RUSIA

PERHIMPUNAN MAHASISWA INDONESIA DI RUSIA ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN MAHASISWA INDONESIA Dl RUSIA (Permira) P E M B U K A A N Atas berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Federasi

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA (IAPI) (INDONESIAN PROCUREMENT SPECIALISTS ASSOCIATION) ANGGARAN RUMAH TANGGA halaman 1 dari 14 IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA DISINGKAT IAPI ANGGARAN RUMAH TANGGA BAB

Lebih terperinci

MAJELIS PERWAKILAN MAHASISWA

MAJELIS PERWAKILAN MAHASISWA ANGGARAN RUMAH TANGGA PERSATUAN MAHASISWA BAB I KEANGGOTAAN PM UNPAR Pasal 1 (1) Anggota PM Unpar terdiri dari: a. mahasiswa baru b. mahasiswa lama (2) Mahasiswa baru yang dimaksud dalam ayat (1) huruf

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN DAN PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK KAMPUNG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN DAN PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK KAMPUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN DAN PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK KAMPUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI BERAU, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

AD/ART PPI UT Pokjar Kuala Lumpur

AD/ART PPI UT Pokjar Kuala Lumpur AD/ART PPI UT Pokjar Kuala Lumpur ANGGARAN DASAR PPI-UTKL Mukadimah Yakin akan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa serta sadar akan tugas dan kewajiban sebagai pelajar Indonesia untuk

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI

PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGAWI NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG TRANSPARANSI DAN PARTISIPASI DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGAWI,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2002 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2002 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2002 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan

Lebih terperinci

K O M I S I I N F O R M A S I

K O M I S I I N F O R M A S I K O M I S I I N F O R M A S I PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN TATA TERTIB KOMISI INFORMASI PROVINSI KEPULAUAN RIAU BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: 1. Komisi Informasi

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ( AD ) GAKESLAB INDONESIA

ANGGARAN DASAR ( AD ) GAKESLAB INDONESIA ANGGARAN DASAR ( AD ) GAKESLAB INDONESIA MUKADIMAH : Dengan Rachmat Tuhan Yang Maha Esa dan dengan kesadaran yang tinggi dalam menyumbangkan dharma bakti untuk pembangunan Nusa dan Bangsa Indonesia menuju

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR BADAN SEMI OTONOM TEKNOLOGI INFORMASI DAN MULTIMEDIA HIMATIKA UNY

ANGGARAN DASAR BADAN SEMI OTONOM TEKNOLOGI INFORMASI DAN MULTIMEDIA HIMATIKA UNY ANGGARAN DASAR BADAN SEMI OTONOM TEKNOLOGI INFORMASI DAN MULTIMEDIA HIMATIKA UNY BAB I NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Nama Organisasi ini bernama BADAN SEMI OTONOM TEKNOLOGI INFORMASI DAN MULTIMEDIA

Lebih terperinci

1 A D I A R T I I K A L U N I D U A P U L U H D U A B E L A S

1 A D I A R T I I K A L U N I D U A P U L U H D U A B E L A S 1 A D I A R T I I K A L U N I D U A P U L U H D U A B E L A S SIDANG PLENO MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI SMKN 20 ( d/h SMEAN 12 JAKARTA ) IKALUNI DUAPULUH DUABELAS SURAT KEPUTUSAN NO : 002/MUBES/29-X1/2015

Lebih terperinci

Pasal 3 HMPF-ITB berkedudukan di Class Room 1.2 LABTEK VIII Institut Teknologi Bandung Kampus Ganesha.

Pasal 3 HMPF-ITB berkedudukan di Class Room 1.2 LABTEK VIII Institut Teknologi Bandung Kampus Ganesha. ANGGARAN DASAR HIMPUNAN MAHASISWA PASCASARJANA FARMASI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG MUKADIMAH Sesungguhnya tujuan pendidikan nasional yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS INDONESIA

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS INDONESIA ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS INDONESIA Yang dimaksud dengan : 1) UI adalah Universitas Indonesia BAB I PENGERTIAN UMUM Pasal 1 2) FF UI adalah Fakultas Farmasi

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR (AD) AMAN Ditetapkan oleh Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-Empat (KMAN IV) Tobelo, 24 April 2012

ANGGARAN DASAR (AD) AMAN Ditetapkan oleh Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-Empat (KMAN IV) Tobelo, 24 April 2012 ANGGARAN DASAR (AD) AMAN Ditetapkan oleh Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-Empat (KMAN IV) Tobelo, 24 April 2012 BAB I NAMA, BENTUK, WAKTU DAN KEDUDUKAN Pasal 1 1) Organisasi ini bernama Aliansi Masyarakat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa kemerdekaan berserikat, berkumpul, serta mengeluarkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NEGARA BAGIAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS ANDALAS PEMBUKAAN BAB I BENTUK DAN KEDAULATAN

UNDANG-UNDANG NEGARA BAGIAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS ANDALAS PEMBUKAAN BAB I BENTUK DAN KEDAULATAN UNDANG-UNDANG NEGARA BAGIAN PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Andalas mengemban tugas dan tanggung jawab serta cita-cita perjuangan Bangsa Indonesia, dan oleh sebab

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN EKONOMI PERTANIAN INDONESIA (PERHEPI)

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN EKONOMI PERTANIAN INDONESIA (PERHEPI) ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN EKONOMI PERTANIAN INDONESIA (PERHEPI) 2014 ANGGARAN DASAR PERHIMPUNAN EKONOMI PERTANIAN INDONESIA (PERHEPI) Mukadimah Didorong oleh hasrat untuk mengabdi

Lebih terperinci

KONGRES KEENAM IKATAN ALUMNI PENDIDIKAN TINGGI KEDINASAN STAN (IKANAS STAN) Keputusan Sidang Pleno Tetap Nomor :.../IKANAS/KONGRES-VI/XI/2016.

KONGRES KEENAM IKATAN ALUMNI PENDIDIKAN TINGGI KEDINASAN STAN (IKANAS STAN) Keputusan Sidang Pleno Tetap Nomor :.../IKANAS/KONGRES-VI/XI/2016. KONGRES KEENAM IKATAN ALUMNI PENDIDIKAN TINGGI KEDINASAN STAN (IKANAS STAN) Keputusan Sidang Pleno Tetap Nomor :.../IKANAS/KONGRES-VI/XI/2016 tentang PENETAPAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Lebih terperinci

RANCANGAN TATA TERTIB KONGRES IJTI KE-5 BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

RANCANGAN TATA TERTIB KONGRES IJTI KE-5 BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 1 RANCANGAN TATA TERTIB KONGRES IJTI KE-5 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan tata tertib ini yang dimaksud dengan: a. Kongres adalah forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi yang sepenuhnya

Lebih terperinci

NOMOR 31 TAHUN 2002 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

NOMOR 31 TAHUN 2002 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2002 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang a. bahwa kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan

Lebih terperinci

QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK DAERAH (BUMD) DISEKTOR PERTAMBANGAN DAN ENERGI

QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK DAERAH (BUMD) DISEKTOR PERTAMBANGAN DAN ENERGI QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK DAERAH (BUMD) DISEKTOR PERTAMBANGAN DAN ENERGI BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA BUPATI ACEH

Lebih terperinci

ATURAN DASAR IKM FMIPA UI

ATURAN DASAR IKM FMIPA UI ATURAN DASAR IKM FMIPA UI BAB I PENGERTIAN UMUM Pasal 1 Yang dimaksud dengan: 1) UI adalah Universitas Indonesia 2) FMIPA UI adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI 3) IKM FMIPA UI adalah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG DASAR IKATAN MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA PEMBUKAAN

UNDANG-UNDANG DASAR IKATAN MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR IKATAN MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya mahasiswa adalah pelajar perguruan tinggi yang memiliki keyakinan kepada kebenaran

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN KOORDINASI KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA INDONESIA BAB I STATUS DAN KEANGGOTAAN PASAL 1

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN KOORDINASI KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA INDONESIA BAB I STATUS DAN KEANGGOTAAN PASAL 1 Telepon : 085 2222 934 ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN KOORDINASI KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA BAB I STATUS DAN KEANGGOTAAN PASAL 1 1. Status keanggotaan BKKMTKI terdiri dari: a. Calon Anggota b. Anggota

Lebih terperinci

RANCANGAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA DI HSINCHU TAHUN 2014

RANCANGAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA DI HSINCHU TAHUN 2014 RANCANGAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA DI HSINCHU TAHUN 2014 Pasal 1 Kegiatan dan Usaha Kegiatan organisasi terdiri atas: a. kegiatan yang berhubungan dengan akademis berupa pendidikan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN APOTEKER INDONESIA

ANGGARAN DASAR IKATAN APOTEKER INDONESIA ANGGARAN DASAR IKATAN APOTEKER INDONESIA MUKADIMAH Bahwa para Apoteker Indonesia merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang dianugerahi bekal ilmu pengetahuan dan teknologi serta keahlian di bidang

Lebih terperinci

Bab I LAMBANG ASASI. Pasal 1. Lambang ASASI berupa perpaduan simbol toga dan buku dengan tulisan ASASI di tengahnya, dengan warna hitam putih.

Bab I LAMBANG ASASI. Pasal 1. Lambang ASASI berupa perpaduan simbol toga dan buku dengan tulisan ASASI di tengahnya, dengan warna hitam putih. 1 Bab I LAMBANG ASASI Pasal 1 Lambang ASASI berupa perpaduan simbol toga dan buku dengan tulisan ASASI di tengahnya, dengan warna hitam putih Pasal 2 Anggaran Rumah Tangga ASASI Asosiasi Akademisi Perguruan

Lebih terperinci

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IMMG ITB

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IMMG ITB 0 AD/ART ANGGARAN DASAR MUKADIMAH Mahasiswa Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung adalah bagian dari civitas akademik pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, mahasiswa Teknik

Lebih terperinci

MUKADDIMAH. Forum Pimpinan Fakultas Bidang Ilmu Pertanian PTM se Indonesia (FPF-BIP PTM) mempunyai:

MUKADDIMAH. Forum Pimpinan Fakultas Bidang Ilmu Pertanian PTM se Indonesia (FPF-BIP PTM) mempunyai: MUKADDIMAH Dalam rangka menunjang pencapaian sasaran pembangunan pertanian (Pertanian, Peternakan, Perikanan, Kehutanan dan Teknologi Pertanian), diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas untuk mengelola

Lebih terperinci

Buku Pintar Calon Anggota & Anggota Legislatif

Buku Pintar Calon Anggota & Anggota Legislatif UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK DAFTAR ISI DAFTAR ISI 1 BAB I. KETENTUAN UMUM BAB II. PEMBENTUKAN PARTAI POLITIK BAB III. PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANG GARAN

Lebih terperinci

Pengantar. Purnomo S. Pringgodigdo

Pengantar. Purnomo S. Pringgodigdo Pengantar Membaca peraturan perundang undangan bukanlah sesuatu yang mudah. Selain bahasa dan struktur, dalam hal Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tantangan ini bertambah dengan perubahan

Lebih terperinci

Daftar Isi. Ketetapan SK Rektor. 2. Konstitusi Penjalas... 13

Daftar Isi. Ketetapan SK Rektor. 2. Konstitusi Penjalas... 13 Daftar Isi Ketetapan... 1 SK Rektor. 2 Konstitusi... 3 Penjalas... 13 Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, KONSTITUSI KELUARGA BESAR MAHASISWA UNIVERSITAS LAMPUNG Sesungguhnya mahasiswa Universitas Lampung

Lebih terperinci

QANUN ACEH NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PEMILIHAN DAN PEMBERHENTIAN IMUM MUKIM DI ACEH

QANUN ACEH NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PEMILIHAN DAN PEMBERHENTIAN IMUM MUKIM DI ACEH QANUN ACEH NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PEMILIHAN DAN PEMBERHENTIAN IMUM MUKIM DI ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA GUBERNUR ACEH, Menimbang: a. bahwa imum mukim

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa kemerdekaan berserikat, berkumpul, serta mengeluarkan

Lebih terperinci

IKATAN KELUARGA ALUMNI PENDIDIKAN KESEHATAN PANTI RAPIH (IKADIKTIRA) Sekretaris Akper Panti Rapih Jl. Kaliurang KM 14 Yogyakarta (0274)

IKATAN KELUARGA ALUMNI PENDIDIKAN KESEHATAN PANTI RAPIH (IKADIKTIRA) Sekretaris Akper Panti Rapih Jl. Kaliurang KM 14 Yogyakarta (0274) LAMPIRAN KEPUTUSAN NOMOR:005 RUA I/IKADIKTIRA/XII/2012 TENTANG BIDANG ORGANISASI ANGGARAN DASAR IKATAN KELUARGA ALUMNI PENDIDIKAN BAB I IDENTITAS ORGANISASI Pasal 1 Nama, bentuk dan lambang 1. Organisasi

Lebih terperinci

ATURAN DASAR IKM FMIPA UI BAB I PENGERTIAN UMUM

ATURAN DASAR IKM FMIPA UI BAB I PENGERTIAN UMUM ATURAN DASAR IKM FMIPA UI BAB I PENGERTIAN UMUM Pasal 1 Yang dimaksud dengan: (1) UI adalah Universitas Indonesia. (2) FMIPA UI adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI. (3) IKM FMIPA UI

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI STEMBAYO

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI STEMBAYO ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI STEMBAYO BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Anggaran Rumah Tangga ini bersumber pada Anggaran Dasar IKA- STEMBAYO yang berlaku oleh karena itu tidak bertentangan dengan ketentuan

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.23, 2015 PEMERINTAHAN DAERAH. Pemilihan. Gubernur. Bupati. Walikota. Penetapan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5656) UNDANG-UNDANG

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA, TATA CARA PENGANGKATAN, PENGGANTIAN, DAN PEMBERHENTIAN ANGGOTA DEWAN JAMINAN SOSIAL NASIONAL DENGAN

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.104, 2014 KESRA. Dewan Jaminan Sosial Nasional. Susunan Organisasi. Tata Kerja. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN PERSEKUTUAN GEREJA KRISTEN PERJANJIAN BARU

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN PERSEKUTUAN GEREJA KRISTEN PERJANJIAN BARU ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN PERSEKUTUAN GEREJA KRISTEN PERJANJIAN BARU Diterbitkan oleh: Majelis Pusat Gereja Kristen Perjanjian Baru Daftar Isi BAB I Keanggotaan... 3 BAB II Musyawarah Besar... 4 BAB

Lebih terperinci

ATURAN DASAR IKM FMIPA UI BAB I PENGERTIAN UMUM

ATURAN DASAR IKM FMIPA UI BAB I PENGERTIAN UMUM ATURAN DASAR IKM FMIPA UI BAB I PENGERTIAN UMUM Pasal 1 Yang dimaksud dengan: 1) UI adalah Universitas Indonesia 2) FMIPA UI adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI 3) IKM FMIPA UI adalah

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN MAHASISWA INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN MAHASISWA INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ANGGARAN DASAR HIMPUNAN MAHASISWA INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG DEWAN PERWALIAN DAN PENGAWASAN HIMPUNAN MAHASISWA INFORMATIKA ITB 2011-2012 MUKADIMAH Bahwa sesungguhnya informatika sebagai ilmu

Lebih terperinci

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan KeluaRga Anak Riau Telkom University

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan KeluaRga Anak Riau Telkom University Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan KeluaRga Anak Riau Telkom University Patah Tumbuh Hilang Berganti, Tak Kan IKRAR hilang Dihati ANGGARAN DASAR BAB I NAMA, KEDUDUKAN, IDENTITAS, DAN WAKTU

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR INDONESIAN ASSOCIATION FOR PUBLIC ADMINISTRATION (IAPA) BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN WAKTU

ANGGARAN DASAR INDONESIAN ASSOCIATION FOR PUBLIC ADMINISTRATION (IAPA) BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN WAKTU ANGGARAN DASAR INDONESIAN ASSOCIATION FOR PUBLIC ADMINISTRATION (IAPA) BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN WAKTU Pasal 1 1) Organisasi ini bernama Indonesian Association for Public Administration (IAPA)

Lebih terperinci

KEPALA DESA WONOSARI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL PERATURAN DESA NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG

KEPALA DESA WONOSARI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL PERATURAN DESA NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG KEPALA DESA WONOSARI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL PERATURAN DESA NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK DESA MAKARTI MULYA DESA WONOSARI, KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Lebih terperinci

PERATURAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN NOMOR 001 TAHUN 2015

PERATURAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN NOMOR 001 TAHUN 2015 Mengingat Menimbang PERATURAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN NOMOR 001 TAHUN 2015 Tentang PERATURAN DASAR ORGANISASI KEMAHASISWAAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Dengan Rahmat

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) ANGGARAN RUMAH TANGGA PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA)

ANGGARAN RUMAH TANGGA PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) ANGGARAN RUMAH TANGGA PERMAHI (PERHIMPUNAN MAHASISWA HUKUM INDONESIA) ANGGARAN RUMAH TANGGA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 (1) Anggota Biasa adalah setiap mahasiswa hukum di Indonesia pada tingkat strata 1 dan strata 2 hingga dua tahun setelah menyelesaikan studinya atau belum

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG NOMOR 4 TAHUN 2007 SERI D.2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD)

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG NOMOR 4 TAHUN 2007 SERI D.2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG NOMOR 4 TAHUN 2007 SERI D.2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG NOMOR 4 TAHUN 2007 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN MAHASISWA STT TERPADU NURUL FIKRI

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN MAHASISWA STT TERPADU NURUL FIKRI ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN MAHASISWA STT TERPADU NURUL FIKRI BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Anggota Yang dimaksud terdaftar anggota adalah yang tercatat sebagai mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri. Pasal 2

Lebih terperinci

PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA DI LEIDEN. (Indonesian Students Association in Leiden) ANGGARAN DASAR

PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA DI LEIDEN. (Indonesian Students Association in Leiden) ANGGARAN DASAR ANGGARAN DASAR PEMBUKAAN Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Negeri Belanda, khususnya di Kota Leiden, sadar akan kewajiban untuk ikut serta dengan aktif menyumbangkan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI

LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 5 2015 SERI : E PERATURAN DAERAH KOTA BEKASI NOMOR 05 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

Anggaran Rumah Tangga Daihatsu Zebra Club (ZEC)

Anggaran Rumah Tangga Daihatsu Zebra Club (ZEC) Anggaran Rumah Tangga Daihatsu Zebra Club (ZEC) BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Anggota Anggota ZEC adalah seperti yang dimaksud dalam Pasal 11 Anggaran Dasar Daihatsu Zebra Club. Pasal 2 Ketentuan dan Syarat

Lebih terperinci

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 03 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 03 TAHUN 2007 T E N T A N G BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DISUSUN OLEH BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BONE

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN GERAKAN KEWIRAUSAHAAN NASIONAL INDONESIA

ANGGARAN DASAR HIMPUNAN GERAKAN KEWIRAUSAHAAN NASIONAL INDONESIA ANGGARAN DASAR HIMPUNAN GERAKAN KEWIRAUSAHAAN NASIONAL INDONESIA BAB I NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Organisasi ini bernama Himpunan Gerakan Kewirausahaan Nasional Indonesia, yang kemudian disingkat

Lebih terperinci

BUPATI LOMBOK TENGAH

BUPATI LOMBOK TENGAH BUPATI LOMBOK TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2006 T E N T A N G BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK TENGAH, Menimbang Mengingat : bahwa

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga PPI SPANYOL

Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga PPI SPANYOL Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga PPI SPANYOL Doddy Irawan Ni Wayan Bejug W. Kurniawan Rizalina Tama S. Yogawira Prada Pasiaji Shantosa Yudha Siswanto Seilendria Hadiwardoyo Negara Kerajaan Spanyol,

Lebih terperinci

AD/ART Last Updated Thursday, 13 October 2011

AD/ART Last Updated Thursday, 13 October 2011 AD/ART 2011-2016 Last Updated Thursday, 13 October 2011 ANGGARAN DASAR MASYARAKAT PERTANIAN ORGANIK INDONESIA (MAPORINA) PERIODE 2011-2016 MUKADIMAH Didorong rasa keprihatinan yang mendalam terhadap timbulnya

Lebih terperinci

KEPUTUSAN RUA No.05/CIVAS/RUA/XII/14. Tentang

KEPUTUSAN RUA No.05/CIVAS/RUA/XII/14. Tentang KEPUTUSAN RUA No.05/CIVAS/RUA/XII/14 Tentang ANGGARAN DASAR CENTER FOR INDONESIAN VETERINARY ANALYTICAL STUDIES (CIVAS) BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, WAKTU PENDIRIAN DAN WILAYAH KEGIATAN Pasal 1 Organisasi

Lebih terperinci

ATURAN DASAR IKM FMIPA UI

ATURAN DASAR IKM FMIPA UI ATURAN DASAR IKM FMIPA UI BAB I PENGERTIAN UMUM Pasal 1 Yang dimaksud dengan: 1) UI adalah Universitas Indonesia 2) FMIPA UI adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI 3) IKM FMIPA UI adalah

Lebih terperinci

KETETAPAN KONGRES XXXII PERSATUAN PELAJAR INDONESIA DI JEPANG Nomor: 05/TAP/KONGRES/PPI-JEPANG/VIII/2012

KETETAPAN KONGRES XXXII PERSATUAN PELAJAR INDONESIA DI JEPANG Nomor: 05/TAP/KONGRES/PPI-JEPANG/VIII/2012 KETETAPAN KONGRES XXXII PERSATUAN PELAJAR INDONESIA DI JEPANG Nomor: 05/TAP/KONGRES/PPI-JEPANG/VIII/2012 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PPI Jepang Periode 2012-2013 Dengan rahmat Allah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

ASOSIASI PENELITI KESEHATAN INDONESIA APKESI ANGGARAN DASAR (AD)

ASOSIASI PENELITI KESEHATAN INDONESIA APKESI ANGGARAN DASAR (AD) ASOSIASI PENELITI KESEHATAN INDONESIA APKESI ANGGARAN DASAR (AD) PENGURUS APKESI - PERIODE 2009-2012 Mukadimah DAFTAR ISI BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Umum Pasal 2 Asas Pasal 3 Prinsip BAB II ORGANISASI

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ASOSIASI KURATOR DAN PENGURUS INDONESIA

ANGGARAN DASAR ASOSIASI KURATOR DAN PENGURUS INDONESIA ANGGARAN DASAR ASOSIASI KURATOR DAN PENGURUS INDONESIA Anggaran Dasar di bawah ini adalah Anggaran Dasar Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia sebagaimana telah diubah dan disahkan dalam Rapat Anggota

Lebih terperinci