Pengaruh Pemberian Minuman Beroksigen terhadap Kebugaran Jasmani Mahasiswa Tingkat Satu FK Unisba Angkatan 2014 pada Tes Balke

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pengaruh Pemberian Minuman Beroksigen terhadap Kebugaran Jasmani Mahasiswa Tingkat Satu FK Unisba Angkatan 2014 pada Tes Balke"

Transkripsi

1 Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X Pengaruh Pemberian Minuman Beroksigen terhadap Kebugaran Jasmani Mahasiswa Tingkat Satu FK Unisba Angkatan 2014 pada Tes Balke 1 Rahmat Arif, 2 Ieva B Akbar, 3 Dadi S Argadireja 1,2,3 Pedidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Jl. Hariangbangga No.20 Bandung Abstrak. Oksigen merupakan suatu gas ataupun unsur yang bersifat vital terutama dalam proses metabolisme tubuh. Fungsi lain dari oksigen adalah untuk mempertahankan kelangsungan hidup dari selsel dalam tubuh. Adapun peran yang dimiliki oleh oksigen adalah proses metabolism aerob, sehingga oksigen sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme. Tujuan penelitian ini untuk menilai efek pemberian minuman beroksigen terhadap kebugaran jasmani mahasiswa tingkat satu Fakultas Kedokteran Unisba pada tes balke. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental, melalui dua kali penghitungan kapasitas maksimum oksigen (V O max) sebelum dan setelah pemberian minuman beroksigen yang dihitung dengan menggunakan tes balke. Hasil penelitian dianalisis dengan uji t- berpasangan. Penelitian dilakukan di lapangan olahraga SABUGA pada bulan Maret Mei Sampel yang digunakan adalah mahasiswa tingkat satu Fakultas Kedokteran Unisba yaitu sebanyak 36 orang mahasiswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 24 orang (67 %) subjek terjadi peningkatan kapasitas maksimum oksigen (V O max) setelah pemberian minuman beroksigen dengan nilai ±35,96 dan hanya 12 orang yang memperlihatkan kapasitas maksimum oksigen (V O max) yang lebih rendah dengan nilai ±37,83. Hasil uji t-berpasangan menunjukkan nilai signifikansi 0,000. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian minuman beroksigen memiliki efek dalam meningkatkan kebugaran jasmani yang dilihat dari kapasitas maksimum oksigen (V O max) pada mahasiswa tingkat satu Fakultas Kedokteran Unisba. Hal ini dapat disebabkan karena oksigen dalam minuman beroksigen diserap dan digunakan dalam proses metabolisme sehingga dapat meningkatkan kapasitas maksimum oksigen (V O max), dan meningkatkan kebugaran jasmani. Kata kunci: Oksigen, Minuman beroksigen, Kapasitas maksimum oksigen (V O max), Kebugaran jasmani. A. Pendahuluan Air merupakan bagian yang penting dalam kehidupan. Sebagian besar di dalam tubuh kita terdiri dari air. Tanpa air manusia akan mengalami suatu kondisi atau keadaan yang disebut dengan dehidrasi. Air diketahui memiliki fungsi untuk proses transportasi mineral, vitamin, protein dan zat gizi lainnya ke seluruh tubuh yang menyebabkan tubuh seorang individu menjadi lebih sehat. 1 Air minum saat ini tidak hanya terbatas pada satu jenis saja. Seiring perkembangan zaman maka minuman memiliki banyak variasi yang dapat menjadi pilihan bagi masyarakat dalam mengkonsumsi minuman untuk menghilangkan rasa haus. Salah satu jenis minuman yang ada saat ini adalah minuman beroksigen. Oksigen yang terdapat di dalam minuman beroksigen dimasukkan ke dalam air lewat suatu proses dengan menggunakan tekanan, seperti halnya ketika membuat minuman berkarbonasi (minuman ringan) yaitu dengan memompakan CO2 ke dalam air. Oksigen yang diserap melalui membran usus halus dan usus besar dapat meningkatkan imunitas dan memperbaiki sistem sirkulasi dalam tubuh seseorang yang meminumnya. Fungsi lain oksigen juga akan melekat pada butir-butir darah merah yang kemudian masuk ke dalam sel-sel tubuh manusia. Oksigen juga diperlukan oleh sel untuk mengubah glukosa menjadi energi dalam proses metabolisme yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti aktivitas fisik, penyerapan makanan, 793

2 794 Rahmat Arif, et al. membangun kekebalan tubuh, pemulihan kondisi tubuh, juga penghancuran beberapa racun sisa metabolisme. 1 Minuman beroksigen atau yang sering disebut dengan minuman super oxygenated diketahui memiliki kandungan oksigen yang lebih besar dibandingkan dengan minuman biasanya yaitu sekitar 7-10 kali lebih banyak. 2 Diketahui bahwa oksigen memiliki peran penting dalam proses perubahan glukosa untuk menjadi energi dan oksigen merupakan salah satu komponen dari kebugaran jasmani. 3 Pada prinsipnya minuman beroksigen dapat digunakan sebagai salah satu cara dalam mencegah terjadinya kondisi penurunan kebugaran jasmani serta memberikan energi yang dapat digunakan dengan mudah dan praktis. Minuman beroksigen dapat memberikan efek peningkatan kapasitas maksimum oksigen (VO max) yang merupakan salah satu komponen penilaian dari kebugaran jasmani pada seorang individu yang telah dibuktikan oleh penelitian Naila Shulya Ellyana dkk, yaitu terdapat perbedaan yang signifikan dari saturasi oksigen darah dari sebelum pemberian minuman beroksigen dan setelah pemberian minuman beroksigen dengan rata-rata perbedaan sebesar 0,83, sehingga minuman beroksigen dapat digunakan dan dimanfaatkan dalam meningkatkan kebugaran atau kesegaran jasmani pada seseorang individu. 4 Kebugaran jasmani merupakan suatu keadaan yang ada pada diri seorang individu yang memiliki sifat tidak permanen, adanya kebugaran jasmani yang dimiliki oleh seorang individu tersebut dihasilkan oleh latihan yang teratur. Tinggi dan rendah tergantung kepada tingkat kebugaran jasmani seorang individu yang dilakukannya. 5 Kebugaran jasmani akan meningkat jika seorang individu melakukan latihan teratur. Kebugaran jasmani dibutuhkan untuk mendukung peningkatan kualitas dari aktivitas yang dilakukan. 5 Masyarakat saat ini memiliki beban aktivitas serta tuntutan yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membutuhkan tenaga lebih serta kebugaran jasmani yang tinggi. Kondisi kebugaran jasmani yang tinggi dan optimal dapat diperoleh melalui istirahat, tidur yang cukup, makan dengan gizi seimbang, minum air putih yang banyak dan minuman tambahan yang dapat menjadi minuman pendukung juga dapat berperan dalam meningkatkan kebugaran jasmani pada seorang individu. 6 Kebugaran jasmani merupakan salah satu bagian yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa tingkat satu Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung dalam menjalankan aktivitas baru yang lebih berat dibandingkan saat duduk di sekolah menengah atas. Berdasarkan kondisi yang dialami oleh mahasiswa tingkat satu maka perlu dilakukan penelitian mengenai efek pemberian minuman beroksigen oxy terhadap kebugaran jasmani mahasiswa tingkat satu Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung angkatan 2014 pada Tes Balke. Manfaat akademik dari penelitian ini untuk memperkaya pengetahuan di bidang kesehatan dan ilmu-ilmu yang terkait dalam penggunaan minuman beroksigen sebagai minuman pendukung atau minuman tambahan yang telah banyak digunakan oleh masyarakat umum terhadap kebugaran jasmani seorang individu, dan dapat menjadi bahan acuan untuk penelitian selanjutnya. Manfaat praktis dari penelitian ini untuk memberikan informasi alternatif pilihan minuman beroksigen sebagai minuman pendukung atau minuman tambahan yang mudah didapat dan ekonomis untuk meningkatkan kebugaran jasmani pada seorang individu serta menjadi alternatif Prosiding Penelitian Sivitas Akademika Unisba (Kesehatan)

3 Pengaruh Pemberian Minuman Beroksigen terhadap Kebugaran Jasmani Mahasiswa Tingkat Satu FK Unisba pemecahan masalah untuk mengatasi kondisi yang terjadi pada kebugaran jasmani terkait tingginya aktivitas fisik yang dilakukan oleh seorang individu. B. Metode Penelitian Subjek penelitian ini adalah mahasiswa tingkat satu di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung angkatan 2014 tahun akademik Subjek penelitian merupakan mahasiswa tingkat satu Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan 2014 yang memiliki usia tahun dan jenis kelamin laki-laki serta memiliki indeks masa tubuh normal dengan interval nilai 18,5-23,5 dengan riwayat tidak merokok. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan simple random sampling yaitu mengambil seluruh populasi yang sesuai berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Bahan penelitian merupakan minuman beroksigen OXY. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu minuman beroksigen, variabel terikat yaitu kebugaran jasmani. Prosedur penelitian terdiri dari proses pemberian minuman beroksigen, penghitungan kapasitas maksimum oksigen (V O max), interpretasi penghitungan (V O max), pengolahan dan interpretasi data, serta analisis data menggunakan uji t berpasangan. Penelitian dilakukan di lapangan olahraga sasana budaya ganesha (SABUGA) pada bulan Maret hingga Mei tahun C. Hasil Penelitian Pengambilan data dilakukan terhadap seluruh subjek penelitian yang merupakan mahasiswa tingkat satu Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan Subjek penelitian yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian terdiri dari 36 orang dan selanjutnya diberikan minuman beroksigen, kemudian dilakukan tes lari kedua dengan tes balke selama 15 menit untuk menghitung jarak lari dalam satuan meter. Jarak lari selanjutnya digunakan untuk menghitung kapasitas maksimum oksigen (V O max) dengan rumus dari tes balke. Data subjek penelitian dikarakteristikan berdasarkan jenis kelamin khususnya hanya pada laki-laki, usia tahun, dan indeks masa tubuh normal Berdasarkan karakteristik tersebut yang terdiri dari jenis kelamin laki-laki dengan rentang usia tahun dan indeks masa tubuh normal berjumlah sebanyak 36 orang. Tabel 1. Karakteristik subjek penelitian Minimum Maximum Mean Std. Deviaton Usia ,63 0,63 Berat Badan ,67 6,51 (Kg) Tinggi Badan ,80 5,51 (cm) Indeks Masa 18,11 23,50 20,54 1,83 Tubuh Keterangan: Max: maksimal Min: minimal St. Deviasi: Standar deviasi Pendidikan Dokter, Gelombang 2, Tahun Akademik

4 796 Rahmat Arif, et al. Hasil penghitungan kapasitas maksimum oksigen (V O max) pertama dan kedua pada 36 orang responden menunjukkan bahwa terdapat 24 orang responden dengan kapasitas maksimum oksigen (V O max) pada penghitungan kedua lebih besar daripada penghitungan kapasitas maksimum oksigen (V O max) pertama dan 12 orang responden dengan hasil kapasitas maksimum oksigen (V O max) pada penghitungan kedua lebih rendah daripada penghitungan pertama.(tabel 2) Tabel. 2 Hasil Penghitungan Kapasitas Maksimum Oksigen (V O 2 max) Kapasitas Jumlah P1 Kapasitas Jumlah P2 P2 > P1 P2 < P1 maksimum oksigen (VO 2 max) Pre Test maksimum oksigen (VO 2 max) Post Test 30, , ,00 34,00 34, , ,00 38,00 38, , ,00 40,00 40, , ,00 42,00 42, , ,00 45,00 Total Pada data kapasitas maksimum oksigen (V O max) yang telah didapat dari penghitungan pertama maupun penghitungan kedua dengan tes balke, maka selanjutnya akan dilakukan uji normalitas dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk. Didapatkan nilai p = 0,067 untuk penghitungan pertama dan p = 0,139 untuk penghitungan kedua, yang menunjukkan bahwa data pada penghitungan pertama dan data pada penghitungan kedua didapatkan lebih dari p = >0,05 yang menandakan bahwa data pada penghitungan kapasitas maksimum oksigen (VO2max) tersebut berdistribusi normal. Nilai kapasitas maksimum oksigen (V O max) pada penghitungan pertama (sebelum diberikan minuman beroksigen) berdasarkan jumlah (36), rerata (35,96), nilai maksimal (42,26) dan minimal (30,23) serta median (36,73) dan pada penghitungan kedua (setelah diberikan minuman beroksigen) memiliki nilai rerata (37,83), nilai maksimal (44,59) dan minimal (30,66) serta median (37,22) menunjukkan terdapat peningkatan pada kapasitas maksimum oksigen (V O max). Uji t berpasangan menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dan adanya pengaruh dari minuman beroksigen terhadap kebugaran jasmani yang dapat dilihat dari kapasitas maksimum oksigen (V O max) antara sebelum pemberian minuman beroksigen (P1) dengan sesudah pemberian minuman beroksigen (P2) pada mahasiswa tingkat satu Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan D. Pembahasan Hasil penelitian yang dilakukan pada 36 orang responden mahasiswa tingkat satu yang terdiri dari jenis kelamin laki-laki saja. Penelitian ini hanya melakukan Prosiding Penelitian Sivitas Akademika Unisba (Kesehatan)

5 Pengaruh Pemberian Minuman Beroksigen terhadap Kebugaran Jasmani Mahasiswa Tingkat Satu FK Unisba penghitungan kapasitas maksimum oskigen (V O max) pada mahasiswa laki-laki tingkat satu Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Hal ini didasarkan bahwa kemampuan aerobik laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan aerobik perempuan. Kemampuan aerobik pada wanita lebih rendah sekitar 20% jika dibandingkan dengan pria pada usia yang sama. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan hormonal pada pria dan wanita yang menyebabkan wanita memiliki konsentrasi hemoglobin yang cenderung lebih rendah tetapi lemak tubuh yang lebih besar. 11 Hasil uji normalitas data didapat bahwa penghitungan kedua tidak berdistribusi normal, sehingga perlu dilakukan tranformasi data untuk menjadi data yang normal. Data pada penghitungan kedua setelah ditransformasikan menjadi data normal selanjutnya dilakukan analisi dengan menggunakan metode Paired-Samples T Test dengan interval kepercayaan sebesar 95% serta p-value < 0,05 dan didapatkan nilai signifikansi atau < yang menunjukkan bahwa hasil penelitian adalah bermakna. Hasil penelitian yang bermakna (sig < 0.005) menandakan bahwa pemberian minuman beroksigen bermakna dalam meningkatkan tingkat kebugaran jasmani yang dilihat dari peningkatan kapasitas maksimum oksigen (V O max). Dilihat dari penelitian yang dilakukan oleh Naila Shulya Ellyana dkk, mengenai efek pemberian minuman beroksigen tinggi terhadap saturasi oksigen darah, ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian minuman beroksigen, yaitu dengan rata-rata perbedaan sebesar Pada penelitian tersebut diberikan minuman beroksigen tinggi dengan subjek penelitian laki-laki sebanyak 46 orang. 4 Hasil yang diperlihatkan dari penelitian yang dilakukan oleh Naila Shulya Ellyana dkk, maka sesuai dengan apa yang terjadi pada penelitian yang dilakukan terhadap mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan Pada penelitian ini didapatkan bahwa 24 orang menunjukkan kapasitas maksimum oksigen (V O max) P2 lebih besar daripada P1, sedangkan 12 orang memperlihatkan kapasitas maksimum oksigen (V O max) pada P2 lebih rendah daripada P1. Adanya peningkatan nilai P2 dibandingkan nilai P1 pada 25 orang responden menunjukkan bahwa pemberian minuman beroksigen setelah 60 menit atau 1 jam dilakukan istirahat antara P1 dan P2, maka dapat dilihat adanya peningkatan dari kapasitas maksimum oskigen (V O max). Hal ini menunjukkan bahwa secara umum nilai kapasitas maksimum oksigen pada P2 lebih besar dibanding P1, yang disebabkan karena minuman beroksigen memiliki kadar oksigen 7 sampai 10 kali dibandingkan air minum biasa Adapun manfaat dari pemberian minuman beroksigen adalah meningkatkan oksigen di dalam pembuluh arteri dan menurunkan kadar laktat dalam darah sehingga menurunkan dari keadaan asidosis dan juga meningkatkan konsumsi oksigen maksimal (V O max). Oksigen yang terkandung di dalam minuman beroksigen akan meningkatkan penyerapan oksigen oleh tubuh Adapun ditambah dengan hal lainnya, yaitu bahwa minuman beroksigen oxy yang digunakan pada penelitian ini merupakan minuman beroksigen yang terdapat di pasaran yang memiliki keunggulan dengan kadar oksigen tinggi murni mencapai 20 ppm dimana pada minuman biasa hanya terdapat 7 ppm, kandungan mineral an-organik yang rendah kurang dari 2 ppm, dan merupakan air aktif yang mempercepat proses penyerapan oksigen ke dalam tubuh. 13 Oksigen merupakan suatu gas ataupun unsur yang bersifat vital terutama dalam proses metabolisme tubuh, oksigen memiliki fungsi lain yang dimiliki yaitu untuk mempertahankan kelangsungan hidup dari sel-sel dalam tubuh. 14 Pada hal lainnya oksigen juga banyak digunakan dalam berbagai jenis terapi fisiologis. Udara yang Pendidikan Dokter, Gelombang 2, Tahun Akademik

6 798 Rahmat Arif, et al. terdapat dibumi ternyata memiliki kandungan oksigen dan komponen lainnya, dimana untuk volume dari masing-masing komponen yang terdapat di dalam udara bumi tersebut yaitu nitrogen sebnayak 78%, oksigen sebanyak 21%, gas-gas lainnya (argon, helium, neon, radon, dan xenon) yang kurang dari 1%, dan karbon dioksida sebanyak 0,03%. Oksigen juga diketahui terkandung di dalam air sebanyak 89% dan lapisan bumi sebanyak 46%. 12 Oksigen memiliki peran serta dalam proses metabolisme aerob, sehingga oksigen sangat dibutuhkan dalam suatu proses metabolisme yang terjadi didalam tubuh. 3 Konsumsi oksigen normal yang dibutuhkan oleh manusia sendiri adalah 250 ml/menit. Konsumsi minuman beroksigen yang digunakan pada penelitian ini sebaiknya diminum ketika kondisi perut kosong untuk mempercepat penyerapan dan diminum pada suhu ruangan, karena pada kondisi dingin akan menurunkan proses penyerapan. 5 Adanya peningkatan dari penghitungan kapasitas maksimum oksigen (V O max) kedua pada 24 orang responden, diikuti pula dengan hasil penghitungan kapasitas maksimum oksigen (V O max) pada 12 orang responden yang menunjukkan penurunan dari penghitungan kapasitas maksimum oksigen (V O max) kedua. Hal tersebut dapat disebabkan karena adanya faktor individu dari responden yang mungkin tidak mengikuti aturan yang dilarang sebelum dilakukannya penghitungan kapasitas maksimum oksigen (V O max). Lingkungan dengan cuaca yang berbeda juga dapat mempengaruhi aktivitas fisik seseorang, serta larangan-larangan yang seharusnya dilaksanakan sebelum dilakukan pengambilan data seharusnya dilakukan karena dapat mempengaruhi dari proses penyerapan minuman beroksigen dan menimbulkan adanya variasi dari hasil yang didapatkan. Jika dilihat dari tingkat kebugaran jasmani, maka adanya peningkatan dari P1 yang memiliki tingkat kebugaran jasmani kurang berjumlah 1 orang dan dengan tingkat kebugaran jasmani kurang sekali berjumlah 35 orang ketika di P2 meningkat menjadi 6 orang yang memiliki tingkat kebugaran jasmani kurang dan dengan tingkat kebugaran jasmani kurang sekali berjumlah 30 orang. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas mahasiswa laki-laki tingkat FK Unisba memiliki tingkat kebugaran jasmani kurang sekali. E. Simpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian minuman beroksigen dapat meningkatkan dan memiliki pengaruh terhadap tingkat kebugaran jasmani mahasiswa tingkat satu Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan Pertimbangan Masalah Etik Penelitian memperhatikan aspek etik diantaranya melakukan pemberian lembar informed consent kepada pihak mahasiswa tingkat satu Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan 2014 dan menghormati privasi dan kerahasiaan subjek penelitian (respect for privacy and confidentiality) yaitu data pribadi subjek dijamin kerahasiannya. Daftar Pustaka Nikmawati EE. Pentingnya air dan oksigen bagi kesehatan tubuh manusia. Univ Pendidikan Indonesia. 2008; Willmert N, Porcari JP, Foster C, Doberstein S, Brice G. JEP online Journal of Exercise Prosiding Penelitian Sivitas Akademika Unisba (Kesehatan)

7 Pengaruh Pemberian Minuman Beroksigen terhadap Kebugaran Jasmani Mahasiswa Tingkat Satu FK Unisba Physiology online Incremental exercise and recovery. 2002;10 2. Irawan MA. Metabolisme energi tubuh & olahraga. Pssplab. 2007; Naila Shulya Ellyana D. Perbedaan pengaruh air beroksigen tinggi dengan air mineral terhadap saturasi oksigen dan ph Urin. Unknown. 2011;3(2): Purba A. Pengukuran komponen kebugaran jasmani. Bagian Ilmu Faal FK Unpad; ,28-29 p. Susilowati. Faktor-Faktor risiko kesegaran jasmani pada polisi lalu lintas di Kota Semarang. Magister Epidemiologi Program Pasca Sarjana Diponegoro. 2007;1 90. McArdle W, Katch F K V. Exercise physiology : energy, nutrition, and human performance. 4th ed. Lippincott Williams & Wilkins; p. Cdc. Body mass index: Considerations for practitioners. Cdc. 2011;2. Excellence NI for H and C. Assessing body mass index and waist circumference thresholds for intervening to prevent ill health and premature death among adults from black, Asian and other minority ethnic groups in the UK. NICE Public Heal Guid ;(April 2009):13. Severe V. Using Body Mass Index. Unknown. 2013;1. Noy RS. Pelatihan Lari Sirkuit 2 X 10 menit dan Pelatihan Lari Kontinyu 2 X 10 menit dapat meningkatkan VO2 max Taekwondoin Putra Kabupaten Manggarai - NTT. Program Pascasarjana Univ Udayana. 2013; D PAPM. Oral oxygen therapy ( OOT ) by. Oxyg water fundam life. 2010;4 6,13. Riswad. Tanya jawab oxy [Internet]. Riswad [cited 2015 Feb 18]. Available from: June P, August P. AANA Journal Course No. 27. AANA J. 2008;76(27): Pendidikan Dokter, Gelombang 2, Tahun Akademik

HUBUNGAN ASUPAN GIZI MAKAN PAGI DAN MAKAN SIANG DENGAN STATUS GIZI DAN KESEGARAN JASMANI PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI TEMBALANG SEMARANG TAHUN 2012

HUBUNGAN ASUPAN GIZI MAKAN PAGI DAN MAKAN SIANG DENGAN STATUS GIZI DAN KESEGARAN JASMANI PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI TEMBALANG SEMARANG TAHUN 2012 HUBUNGAN ASUPAN GIZI MAKAN PAGI DAN MAKAN SIANG DENGAN STATUS GIZI DAN KESEGARAN JASMANI PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI TEMBALANG SEMARANG TAHUN 2012 Mulinatus Saadah 1. Mahasiswa Peminatan Gizi Kesehatan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. ketahanan dan pemulihan kardio-respirasi selama latihan fisik. Hal ini

BAB 1 PENDAHULUAN. ketahanan dan pemulihan kardio-respirasi selama latihan fisik. Hal ini BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beberapa tahun ini banyak sekali kita temukan air minum beroksigen yang dijual di pasaran. Air minum beroksigen ini diyakini mempunyai banyak manfaat dalam bidang kesehatan

Lebih terperinci

Perbedaan Kadar Hemoglobin yang Berolahraga Futsal dan Tidak Berolahraga. Jl. Hariangbangga No.20 Bandung

Perbedaan Kadar Hemoglobin yang Berolahraga Futsal dan Tidak Berolahraga. Jl. Hariangbangga No.20 Bandung Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: 2460-657X Perbedaan Kadar Hemoglobin yang Berolahraga Futsal dan Tidak Berolahraga Bayu Ewangga 1, Ieva B. Akbar 2, Rika Nilapsari 3 1 Pedidikan Dokter, Fakultas Kedokteran,

Lebih terperinci

BAB 4 METODE PENELITIAN. Olah Raga, Fisiologi Respirasi, dan Fisiologi Kardiovaskuler.

BAB 4 METODE PENELITIAN. Olah Raga, Fisiologi Respirasi, dan Fisiologi Kardiovaskuler. BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian adalah ilmu Fisiologi khususnya Fisiologi Olah Raga, Fisiologi Respirasi, dan Fisiologi Kardiovaskuler. 4.2 Tempat dan Waktu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Fisiologi khususnya Fisiologi Olahraga dan Fisiologi Respirasi. 3.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilaksanakan

Lebih terperinci

Perbedaan Pengaruh Pemberian Minuman Beroksigen dan Minuman Berkarbonasi terhadap VO 2 Maks pada Mahasiswa FK Unisba

Perbedaan Pengaruh Pemberian Minuman Beroksigen dan Minuman Berkarbonasi terhadap VO 2 Maks pada Mahasiswa FK Unisba Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: 2460-657X Perbedaan Pengaruh Pemberian Minuman Beroksigen dan Minuman Berkarbonasi terhadap VO 2 Maks pada Mahasiswa FK Unisba 1 Muhammad Kharisma Utomo, 2 Ike Rahmawaty,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Permainan sepak bola merupakan salah satu olahraga endurance beregu

BAB I PENDAHULUAN. Permainan sepak bola merupakan salah satu olahraga endurance beregu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permainan sepak bola merupakan salah satu olahraga endurance beregu yang membutuhkan daya tahan jantung paru. Kesegaran jasmani yang rendah diikuti dengan penurunan

Lebih terperinci

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA PRODI KEDOKTERAN UNJA

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA PRODI KEDOKTERAN UNJA HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA PRODI KEDOKTERAN UNJA Ahmad Syauqy 1 1 Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi email : asqyjbi30@gmail.com

Lebih terperinci

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang fisiologi dan kedokteran

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang fisiologi dan kedokteran BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang fisiologi dan kedokteran olahraga. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Fakultas

Lebih terperinci

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.1. Kerangka Konsep Berdasarkan tujuan penelitian di atas maka kerangka konsep dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Variabel independen Latihan

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang fisiologi dan kedokteran olahraga. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman. repository.unisba.ac.id. viii

DAFTAR ISI. Halaman. repository.unisba.ac.id. viii DAFTAR ISI ABSTRAK... iv ABSTRACT... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR TABEL... xi DAFTAR SINGKATAN... xii DAFTAR LAMPIRAN... xiii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang...

Lebih terperinci

PENGARUH MINUMAN BEROKSIGEN TINGGI TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU PADA OLAHRAGA LARI

PENGARUH MINUMAN BEROKSIGEN TINGGI TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU PADA OLAHRAGA LARI PENGARUH MINUMAN BEROKSIGEN TINGGI TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU PADA OLAHRAGA LARI 1 Irene E Mangolo 2 Jimmy F Rumampuk 2 Maya E W Moningka 1 Kandidat Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Ilmu Kesehatan Anak dan Fisiologi. 3.2 Jenis penelitian Penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. statis artinya normalnya fungsi alat-alat tubuh pada waktu istirahat dan sehat

BAB I PENDAHULUAN. statis artinya normalnya fungsi alat-alat tubuh pada waktu istirahat dan sehat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sehat menurut Santoso (2004:16) terbagi dalam dua tingkatan yaitu sehat statis artinya normalnya fungsi alat-alat tubuh pada waktu istirahat dan sehat dinamis

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN. - Tempat : RW X Kelurahan Padangsari, Banyumanik, Semarang, Jawa

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN. - Tempat : RW X Kelurahan Padangsari, Banyumanik, Semarang, Jawa 28 BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang ilmu Fisiologi. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian - Tempat : RW X Kelurahan Padangsari, Banyumanik,

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang ilmu kedokteran terutama bidang fisiologi. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan optimal sangatlah penting.

BAB I PENDAHULUAN. nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan optimal sangatlah penting. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Status gizi seseorang menunjukkan seberapa besar kebutuhan fisiologis individu tersebut telah terpenuhi. Keseimbangan antar nutrisi yang masuk dan nutrisi yang dibutuhkan

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBERIAN PISANG (MUSA PARADISIACA) TERHADAP KELELAHAN OTOT (AEROB DAN ANAEROB) PADA ATLET SEPAK TAKRAW

PENGARUH PEMBERIAN PISANG (MUSA PARADISIACA) TERHADAP KELELAHAN OTOT (AEROB DAN ANAEROB) PADA ATLET SEPAK TAKRAW PENGARUH PEMBERIAN PISANG (MUSA PARADISIACA) TERHADAP KELELAHAN OTOT (AEROB DAN ANAEROB) PADA ATLET SEPAK TAKRAW Ahmad Syauqy 1, Cicip Rozana Rianti 1, Siti Kumairoh 1 1) Program Studi Ilmu Gizi Fakultas

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Universitas Diponegoro Tembalang dan Lapangan Basket Pleburan, Semarang.

BAB IV METODE PENELITIAN. Universitas Diponegoro Tembalang dan Lapangan Basket Pleburan, Semarang. BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Fisiologi dan Ilmu Kedokteran Olahraga. 4.2. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sama lain. Elektrolit terdiri dari kation dan anion. Muatan positif merupakan hasil pembentukan dari kation dalam larutan.

BAB I PENDAHULUAN. sama lain. Elektrolit terdiri dari kation dan anion. Muatan positif merupakan hasil pembentukan dari kation dalam larutan. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Air adalah kebutuhan utama pada makhluk hidup, terutama manusia.tidak ada makhluk hidup bisa hidup tanpa adanya air yang di konsumsi. Karena pada proses metabolisme,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. penelitian eksperimental dengan desain penelitian (Pre-Post Test

III. METODE PENELITIAN. penelitian eksperimental dengan desain penelitian (Pre-Post Test 31 III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain penelitian (Pre-Post Test Group Design). Penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat berdampak buruk pada kesehatan. Menurut Alder dan Higbee, walaupun

BAB I PENDAHULUAN. dapat berdampak buruk pada kesehatan. Menurut Alder dan Higbee, walaupun BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pola hidup masyarakat zaman sekarang yang cenderung tidak banyak melakukan aktivitas fisik adalah hal yang patut diwaspadai karena kebiasaan ini dapat berdampak buruk

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN. Penelitian yang telah dilaksanakan di SMP N 11 Denpasar, selama enam

BAB V HASIL PENELITIAN. Penelitian yang telah dilaksanakan di SMP N 11 Denpasar, selama enam BAB V HASIL PENELITIAN Penelitian yang telah dilaksanakan di SMP N 11 Denpasar, selama enam minggu menggunakan rencana eksperimental terhadap dua kelompok penelitian. Subjek penelitian berjumlah 20 orang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini meliputi fisiologi terutama bidang fisiologi olahraga (exercise physiology). 3.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah fisiologi khususnya fisiologi otot.

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah fisiologi khususnya fisiologi otot. 35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian adalah fisiologi khususnya fisiologi otot. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu Fisiologi FK

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sehat adalah kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia. Sehat juga keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinan setiap orang hidup produktif dan ekonomis.

Lebih terperinci

HUBUNGAN MINUMAN ISOTONIK DENGAN KONSUMSI OKSIGEN MAKSIMAL PADA MAHASISWA JPOK UNLAM BANJARBARU

HUBUNGAN MINUMAN ISOTONIK DENGAN KONSUMSI OKSIGEN MAKSIMAL PADA MAHASISWA JPOK UNLAM BANJARBARU Azizah. dkk. Hubungan Minuman Isotonik dengan HUBUNGAN MINUMAN ISOTONIK DENGAN KONSUMSI OKSIGEN MAKSIMAL PADA MAHASISWA JPOK UNLAM BANJARBARU Azizah 1, Agung Biworo 2, Asnawati 3 1 Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

162 Vol. 3, No. 2, Juli-Desember 2011

162 Vol. 3, No. 2, Juli-Desember 2011 162 Vol. 3, No. 2, Juli-Desember 2011 Perbedaan Pengaruh Air Beroksigen Tinggi dengan Air Mineral terhadap Saturasi Oksigen dan ph Urin Studi Eksperimental terhadap Sukarelawan Setelah Berolahraga The

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lain. Elektrolit terdiri dari kation dan anion. Kation ekstraseluler utama adalah natrium (Na + ), sedangkan kation

BAB I PENDAHULUAN. lain. Elektrolit terdiri dari kation dan anion. Kation ekstraseluler utama adalah natrium (Na + ), sedangkan kation BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Cairan tubuh adalah cairan suspense sel di dalam tubuh yang memiliki fungsi fisiologis tertentu.cairan tubuh merupakan komponen penting bagi cairan ekstraseluler,

Lebih terperinci

Vol. 1 No. 1 ISSN Analisis Kapasitas Vital Paru Terhadap VO2Max Mahasiswa Baru FPOK IKIP Mataram Tahun Akademik 2015 / 2016

Vol. 1 No. 1 ISSN Analisis Kapasitas Vital Paru Terhadap VO2Max Mahasiswa Baru FPOK IKIP Mataram Tahun Akademik 2015 / 2016 Analisis Kapasitas Vital Paru Terhadap Mahasiswa Baru FPOK IKIP Mataram Tahun Akademik 2015 / 2016 Isyani Dosen FPOK IKIP Mataram Email: duatujuhyard@yahoo.com Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

PENGARUH SUPLEMEN TERHADAP KADAR ASAM LAKTAT DARAH

PENGARUH SUPLEMEN TERHADAP KADAR ASAM LAKTAT DARAH PENGARUH SUPLEMEN TERHADAP KADAR ASAM LAKTAT DARAH Samsul Bahri, Tommy Apriantono, Joseph I. Sigit, Serlyana Herman Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji beberapa suplemen tradisional (alami)

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. selama 12 minggu pada bulan Maret - Mei rancangan penelitian pre, middle, and post test control group design.

BAB IV METODE PENELITIAN. selama 12 minggu pada bulan Maret - Mei rancangan penelitian pre, middle, and post test control group design. BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah kelimuan fisiologi olahraga dan kedokteran olahraga. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Gambar 2 Sistematika pengambilan contoh. Pemilihan SDN Kebon Kopi 2 Bogor. Purposive. siswa kelas 5 & 6. Siswa laki-laki (n=27)

METODE PENELITIAN. Gambar 2 Sistematika pengambilan contoh. Pemilihan SDN Kebon Kopi 2 Bogor. Purposive. siswa kelas 5 & 6. Siswa laki-laki (n=27) METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah case study. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Kebon Kopi 2, Kota Bogor. Penentuan lokasi

Lebih terperinci

Bab 1: Mengenal Hipertensi. Daftar Isi

Bab 1: Mengenal Hipertensi. Daftar Isi Bab 1: Mengenal Hipertensi Daftar Isi Pengantar... vii Bab 1. Mengenal Hipertensi... 1 Bab 2. Faktor Risiko... 11 Bab 3. Diagnosis... 17 Bab 4. Komplikasi Hipertensi... 27 Kiat Menghindari Stroke... 33

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS. VO2max dianggap sebagai indikator terbaik dari ketahanan aerobik.

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS. VO2max dianggap sebagai indikator terbaik dari ketahanan aerobik. 1 BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hakikat VO2max Burns (2000:2) VO2max adalah jumlah maksimal oksigen yang dapat dikonsumsi selama aktivitas fisik yang intens sampai akhirnya terjadi

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN. ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana) terhadap jumlah sel NK dan kadar

BAB V HASIL PENELITIAN. ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana) terhadap jumlah sel NK dan kadar BAB V HASIL PENELITIAN Telah dilakukan penelitian eksperimental untuk menganalisis efektivitas ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana) terhadap jumlah sel NK dan kadar sitokin IFN- γ pada penderita

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. suatu perubahan pembangunan bangsa. Peranan penting tersebut

BAB I PENDAHULUAN. suatu perubahan pembangunan bangsa. Peranan penting tersebut BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap individu dalam masyarakat berperan penting sebagai agen dari suatu perubahan pembangunan bangsa. Peranan penting tersebut membutuhkan suatu keadaan yang mendukung

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2016 dan dilaksanakan di

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2016 dan dilaksanakan di 20 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Fisiologi dan Kedokteran Olahraga. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2016 dan dilaksanakan di lapangan

Lebih terperinci

LEMBAR PERSETUJUAN...

LEMBAR PERSETUJUAN... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i ABSTRAK... ii LEMBAR PERSETUJUAN... iii PENGESAHAN SKRIPSI... iv SURAT PERNYATAAN... v RIWAYAT HIDUP... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xi DAFTAR

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Fisiologi dan Kedokteran Olahraga. rancangan one group pre- and post-test design.

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Fisiologi dan Kedokteran Olahraga. rancangan one group pre- and post-test design. 19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian adalah Fisiologi dan Kedokteran Olahraga. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini sudah dilaksanakan pada bulan

Lebih terperinci

sebagainya. Menurut Susan M Sawyer et al, 2012 masa remaja merupakan salah satu fase kehidupan saat fungsi fisik hampir mencapai puncaknya.

sebagainya. Menurut Susan M Sawyer et al, 2012 masa remaja merupakan salah satu fase kehidupan saat fungsi fisik hampir mencapai puncaknya. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tingkat kebugaran jasmani berhubungan erat dengan aktivitas fisik yang dilakukan seseorang. Semakin tinggi aktivitas semakin besar tingkat kebugarannya begitupun sebaliknya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Metabolisme Energi Otot Rangka Kreatin fosfat merupakan sumber energi pertama yang digunakan pada awal aktivitas kontraktil. Suatu karakteristik khusus dari energi yang dihantarkan

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kolam Renang dan Studio Senam di

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kolam Renang dan Studio Senam di BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Fisiologi khususnya Fisiologi Olahraga dan Fisiologi Respirasi. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian mencangkup keilmuan Biokimia, Geriatri, Neurosains.

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian mencangkup keilmuan Biokimia, Geriatri, Neurosains. 1 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian mencangkup keilmuan Biokimia, Geriatri, Neurosains. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksakan di Unit Rehabilitasi Sosial

Lebih terperinci

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 28 BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.1. Kerangka Konsep Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian yang telah disebutkan sebelumnya, maka kerangka konsep pada penelitian ini adalah: Variabel

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebanyak 17 orang dari 25 orang populasi penderita Diabetes Melitus. darah pada penderita DM tipe 2.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebanyak 17 orang dari 25 orang populasi penderita Diabetes Melitus. darah pada penderita DM tipe 2. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Deskripsi Penderita Diabetes Melitus tipe 2 Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan dari kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan

Lebih terperinci

Vol. 1 No. 1 ISSN Analisis Kapasitas Vital Paru Terhadap VO2Max Mahasiswa Baru FPOK IKIP Mataram Tahun Akademik 2015 / 2016

Vol. 1 No. 1 ISSN Analisis Kapasitas Vital Paru Terhadap VO2Max Mahasiswa Baru FPOK IKIP Mataram Tahun Akademik 2015 / 2016 Analisis Kapasitas Vital Paru Terhadap Mahasiswa Baru FPOK IKIP Mataram Tahun Akademik 2015 / 2016 Isyani Email: duatujuhyard@yahoo.com Abstract; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. experimental dengan pendekatan pre-test and post-test with control group

BAB III METODE PENELITIAN. experimental dengan pendekatan pre-test and post-test with control group BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah penelitian quantitatif menggunakan quasi experimental dengan pendekatan pre-test and post-test with control group design. Pengambilan

Lebih terperinci

INTISARI. Kata kunci: kebiasaan minum jamu; antioksidan; imunomodulator; MDA ; hematologi cross sectional

INTISARI. Kata kunci: kebiasaan minum jamu; antioksidan; imunomodulator; MDA ; hematologi cross sectional ANALISIS KADAR MALONDIALDEHID DAN PROFIL DARAH TEPI BERDASARKAN BODY MASS INDEX (BMI), KEBIASAAN MINUM JAMU DAN TINGKAT PAPARAN ASAP ROKOK RELAWAN SEHAT Adnan 1, Haafizah Dania 1 1 Fakultas Farmasi Universitas

Lebih terperinci

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang fisiologi.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang fisiologi. BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang fisiologi. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kampus Fakultas Kedokteran

Lebih terperinci

Fakultas Kedokteran U K M Bandung

Fakultas Kedokteran U K M Bandung PERBANDINGAN PENGARUH MINUM SEDUHAN TEH HITAM (BLACK TEA) TERHADAP WAKTU REAKSI SEDERHANA (WRS) PADA PRIA DAN PEREMPUAN DEWASA Oleh : Rosnaeni Djusena Agnes Agustin Henry Nio Nathan Rahel Margareth Febriana

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. dilaksanakan di Stadion Diponegoro, Semarang. pre-test and post-test control group design.

BAB IV METODE PENELITIAN. dilaksanakan di Stadion Diponegoro, Semarang. pre-test and post-test control group design. BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian adalah ilmu fisiologi Kedokteran Olahraga. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Maret

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. adalah pendekatan cross sectional, dimana variabel independen dan dependen

BAB III METODE PENELITIAN. adalah pendekatan cross sectional, dimana variabel independen dan dependen BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah non eksperimen dengan metode kuantitatif. dan menggunakan desain deskriptif korelasional. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian adalah fisiologi, khususnya fisiologi olahraga. 1.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilakukan di klub klub bola

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN 36 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Gizi 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di area

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana variabel sebab. dan dilakukan pada saat yang sama (Notoatmojo, 2010).

BAB III METODE PENELITIAN. dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana variabel sebab. dan dilakukan pada saat yang sama (Notoatmojo, 2010). BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah observational analitik, dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana variabel sebab risiko dan akibat atas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pre test and post test with control group design untuk mengetahui

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pre test and post test with control group design untuk mengetahui BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pada penelitian ini, menggunakan jenis penelitian quasy experimental dengan pre test and post test with control group design untuk mengetahui hemoglobin pada

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Gizi.

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Gizi. BAB IV METODE PENELITIAN 1.1 Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Gizi. 1.2 Tempat dan waktu penelitian Tempat : Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. selama metabolisme berkepanjangan saat latihan yang intens. 1,2 Berdasarkan

BAB 1 PENDAHULUAN. selama metabolisme berkepanjangan saat latihan yang intens. 1,2 Berdasarkan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Daya tahan kardiorespirasi adalah salah satu unsur kebugaran jasmani yang menggambarkan kemampuan pembuluh paru-paru jantung dan darah untuk memberikan jumlah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. melekat kecintaanya terhadap cabang olahraga ini. Sepuluh tahun terakhir ini

BAB I PENDAHULUAN. melekat kecintaanya terhadap cabang olahraga ini. Sepuluh tahun terakhir ini BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bulutangkis adalah salah satu cabang olahraga yang popular dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Bahkan masyarakat Indonesia sudah melekat kecintaanya terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian mencakup bidang Fisiologi.

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian mencakup bidang Fisiologi. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian mencakup bidang Fisiologi. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dilakukan pada bulan Mei 2016.

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dilakukan pada bulan Mei 2016. 43 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Anatomi dan Ilmu Kedokteran Olahraga. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental dengan rancangan pre-post test with control group design yang

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental dengan rancangan pre-post test with control group design yang BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimental dengan rancangan pre-post test with control group design yang menggunakan 2 kelompok,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seorang atlet badminton harus selalu tampil prima dalam setiap pertandingan untuk mencapai hasil yang optimal. Kondisi fisik adalah salah satu persyaratan yang

Lebih terperinci

METODE Desain, Waktu, dan Tempat Penelitian Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE Desain, Waktu, dan Tempat Penelitian Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data 17 METODE Desain, Waktu, dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain Cross Sectional Study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2011 di lingkungan Kampus (IPB)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu quasi-experimental design dengan rancangan two-group pre test-post

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu quasi-experimental design dengan rancangan two-group pre test-post BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang diambil merupakan jenis penelitian kuantitatif yaitu quasi-experimental design dengan rancangan two-group pre test-post test control

Lebih terperinci

PELATIHAN LARI AMPLOP MENINGKATKAN KELINCAHAN SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KURIKULER PENCAK SILAT SMA DWIJENDRA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PELATIHAN LARI AMPLOP MENINGKATKAN KELINCAHAN SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KURIKULER PENCAK SILAT SMA DWIJENDRA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 PELATIHAN LARI AMPLOP MENINGKATKAN KELINCAHAN SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KURIKULER PENCAK SILAT SMA DWIJENDRA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Yudhi Surya Pratama*, Yoga Parwata**, Ngurah Adi Santika***

Lebih terperinci

FREKUENSI LATIHAN 3 KALI SEMINGGU PADA TARI BARIS MODERN DAPAT MENURUNKAN PRESENTASE LEMAK TUBUH

FREKUENSI LATIHAN 3 KALI SEMINGGU PADA TARI BARIS MODERN DAPAT MENURUNKAN PRESENTASE LEMAK TUBUH FREKUENSI LATIHAN KALI SEMINGGU PADA TARI BARIS MODERN DAPAT MENURUNKAN PRESENTASE LEMAK TUBUH ) Ni Made Ari Pradnyawati, ) M. Irfan, ) I Made Niko Winaya. Mahasiswi Program Studi Fisioterapi, Fakultas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. anaerobik adalah lari cepat jarak pendek, interval training, lari seratus. yard, renang sprint, serta bersepeda cepat.

BAB I PENDAHULUAN. anaerobik adalah lari cepat jarak pendek, interval training, lari seratus. yard, renang sprint, serta bersepeda cepat. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Latihan fisik merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk meningkatkan atau memelihara kebugaran tubuh. Latihan fisik dapat dibagi dalam berbagai macam bentuk.

Lebih terperinci

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat dan Bahan Penelitian Alat-alat o Glukometer On Call Plus o Strip On Call Plus untuk menampung darah kapiler o Lancet dengan lancing device

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencakup Fisiologi dan Ilmu Kedokteran Olahraga. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di

Lebih terperinci

ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KLOROFIL TERHADAP PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN DAN PENURUNAN FREKUENSI DENYUT JANTUNG PASCA OLAHRAGA

ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KLOROFIL TERHADAP PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN DAN PENURUNAN FREKUENSI DENYUT JANTUNG PASCA OLAHRAGA ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KLOROFIL TERHADAP PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN DAN PENURUNAN FREKUENSI DENYUT JANTUNG PASCA OLAHRAGA Penyusun : Grady Kharisma Pribadi, 2016 Pembimbing I : Sylvia Soeng,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik noneksperimental

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik noneksperimental BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik noneksperimental dengan pendekatan studi potong lintang (Cross Sectional). Rancangan cross sectional

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Umbulharjo, Yogyakarta, memiliki 24 kelas, yang masing masing kelas

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Umbulharjo, Yogyakarta, memiliki 24 kelas, yang masing masing kelas BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum Tempat Penelitian SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta terletak di Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta, memiliki 24 kelas, yang masing masing kelas

Lebih terperinci

Dr.Or. Mansur, M.S. Dr.Or. Mansur, M.S

Dr.Or. Mansur, M.S. Dr.Or. Mansur, M.S PENTINGNYA CAIRAN Dr.Or. Mansur, M.S Dr.Or. Mansur, M.S mansur@uny.ac.id Fungsi air dan elektrolit 1. Mempertahankan keseimbangan cairan 2. Hilangnya kelebihan air terjadi selama aktivitas 3. Dehidrasi

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini mencakup Fisiologi dan Ilmu Kedokteran

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini mencakup Fisiologi dan Ilmu Kedokteran BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencakup Fisiologi dan Ilmu Kedokteran Olahraga. 4.2. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di

Lebih terperinci

LAMPIRAN. VO2MAXsebelum1 VO2MAXsesudah1 VO2MAXselisih1 VO2MAXsebelum2 VO2MAXsesudah2 VO2MAXselisih2. Tests of Normality.

LAMPIRAN. VO2MAXsebelum1 VO2MAXsesudah1 VO2MAXselisih1 VO2MAXsebelum2 VO2MAXsesudah2 VO2MAXselisih2. Tests of Normality. LAMPIRAN Lampiran 1 Uji Statistik Uji Statistics VO2MAXsebelum1 VO2MAXsesudah1 VO2MAXselisih1 VO2MAXsebelum2 VO2MAXsesudah2 VO2MAXselisih2 N Valid 12 12 12 12 12 12 Missing 0 0 0 0 0 0 Mean 36,0933 39,8767

Lebih terperinci

Hubungan Kadar Gula Darah dengan Glukosuria pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Al-Ihsan Periode Januari Desember 2014

Hubungan Kadar Gula Darah dengan Glukosuria pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Al-Ihsan Periode Januari Desember 2014 Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: 2460-657X Hubungan Kadar Gula Darah dengan Glukosuria pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Al-Ihsan Periode Januari Desember 2014 1 Arbi Rahmatullah, 2 Ieva B. Akbar,

Lebih terperinci

PENGARUH KOPI TERHADAP KELELAHAN OTOT PADA SPRINT 100 METER LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

PENGARUH KOPI TERHADAP KELELAHAN OTOT PADA SPRINT 100 METER LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH PENGARUH KOPI TERHADAP KELELAHAN OTOT PADA SPRINT 100 METER (Studi pada Mahasiswa Universitas Diponegoro) LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH Diajukan sebagai syarat untuk mengikuti ujian sidang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. ini menggunakan quasy eksperiment pre-test & post-test with control group

BAB III METODE PENELITIAN. ini menggunakan quasy eksperiment pre-test & post-test with control group BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis penelitian ini menggunakan quasy eksperiment pre-test & post-test with control group design.

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading Jl. Plamongan

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading Jl. Plamongan BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Penelitian ini adalah penelitian di bidang Biokimia, Geriati dan Neurosains. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Oksigen kaleng lazim digunakan di dunia olahraga karena ada anggapan bahwa penggunaan oksigen kaleng mempercepat waktu istirahat menjadi pulih setelah tubuh lelah akibat

Lebih terperinci

PELATIHAN LARI SIRKUIT 2 X 10 MENIT DAN PELATIHAN LARI KONTINYU 2 X 10 MENIT DAPAT MENINGKATKAN VO 2 MAX TAEKWONDOIN PUTRA KABUPATEN MANGGARAI - NTT

PELATIHAN LARI SIRKUIT 2 X 10 MENIT DAN PELATIHAN LARI KONTINYU 2 X 10 MENIT DAPAT MENINGKATKAN VO 2 MAX TAEKWONDOIN PUTRA KABUPATEN MANGGARAI - NTT PELATIHAN LARI SIRKUIT 2 X 10 MENIT DAN PELATIHAN LARI KONTINYU 2 X 10 MENIT DAPAT MENINGKATKAN VO 2 MAX TAEKWONDOIN PUTRA KABUPATEN MANGGARAI - NTT ABSTRAK Regina Sesilia Noy*, Alex Pangkahila*, I Made

Lebih terperinci

Luh Putu Tuti Ariani. Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha

Luh Putu Tuti Ariani. Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha PENGARUH PELATIHAN MENARIK KATROL BEBAN 5 KG DUABELAS REPETISI TIGA SET DAN SEMBILN REPETISI EMPAT SET TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT LENGAN SISWA SMK-1 DENPASAR Luh Putu Tuti Ariani Jurusan Pendidikan

Lebih terperinci

METODOLOGI Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Sampel Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODOLOGI Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Sampel Jenis dan Cara Pengumpulan Data 22 METODOLOGI Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang menggambarkan hubungan antara asupan makanan dan komposisi lemak tubuh terhadap kapasitas daya tahan tubuh

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Volume maksimum oksigen (VO 2

BAB 1 PENDAHULUAN. Volume maksimum oksigen (VO 2 BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Volume maksimum oksigen (VO 2 maks) adalah kemampuan pengambilan oksigen dengan kapasitas maksimal untuk digunakan oleh tubuh, jika pengambilan oksigen terganggu

Lebih terperinci

PERSETUJUAN TINDAKAN KESEDIAAN MENGIKUTI PENELITIAN (INFORMED CONSENT)

PERSETUJUAN TINDAKAN KESEDIAAN MENGIKUTI PENELITIAN (INFORMED CONSENT) Lampiran 1 PERSETUJUAN TINDAKAN KESEDIAAN MENGIKUTI PENELITIAN (INFORMED CONSENT) Saya yang bertanda tangaan di bawah ini : Nama : Umur : Alamat : No. Hp : Setelah mendapatkan penjelasan dari peneliti

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, dan dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, dan dengan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, dan dengan pendekatan pretest-posttest

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gerak adalah aktivitas fisik dan merupakan ciri kehidupan. Sesuai dengan pepatah yang mengatakan Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, maka aktivitas fisik

Lebih terperinci

PERBANDINGAN PENGARUH MINUMAN BEROKSIGEN DENGAN MINUMAN AIR PUTIH BIASA TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN PADA MAHASISWA FK USU ANGKATAN 2012.

PERBANDINGAN PENGARUH MINUMAN BEROKSIGEN DENGAN MINUMAN AIR PUTIH BIASA TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN PADA MAHASISWA FK USU ANGKATAN 2012. PERBANDINGAN PENGARUH MINUMAN BEROKSIGEN DENGAN MINUMAN AIR PUTIH BIASA TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN PADA MAHASISWA FK USU ANGKATAN 2012 Oleh : THIYAGU A/L RAMACHANDARAM 100100315 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Olahraga adalah aktivitas fisik yang bertujuan untuk meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. Olahraga adalah aktivitas fisik yang bertujuan untuk meningkatkan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Olahraga adalah aktivitas fisik yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan, memelihara kesegaran jasmani (fitness) atau sebagai terapi untuk memperbaiki kelainan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode pendekatan Cross-Sectional dimana tiap subjek

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode pendekatan Cross-Sectional dimana tiap subjek BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan metode pendekatan Cross-Sectional dimana tiap subjek penelitian hanya di observasi sekali

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini terkait disiplin Ilmu Kesehatan Anak khusunya bagian Respirologi, Alergi & Imunologi, serta Ilmu Fisiologi. 3.2 Tempat

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang fisiologi. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang fisiologi. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang fisiologi. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diemban. Kebugaran jasmani dipertahankan dengan berbagai bentuk latihan.

BAB I PENDAHULUAN. diemban. Kebugaran jasmani dipertahankan dengan berbagai bentuk latihan. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) memerlukan tingkat kebugaran jasmani lebih tinggi dibandingkan orang biasa karena beratnya tugas yang diemban. Kebugaran jasmani

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kesegaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas pekerjaannya sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Serta meningkatkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilaksanakan di RSGM UMY dengan tujuan untuk melihat adanya

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilaksanakan di RSGM UMY dengan tujuan untuk melihat adanya BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Berdasarkan penelitian eksperimental quasi yang telah dilaksanakan di RSGM UMY dengan tujuan untuk melihat adanya pengaruh obat anti ansietas

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN 24 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Fisiologi dan ilmu penyakit dalam 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian RW X, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Semarang pada bulan Januari

Lebih terperinci