KEBERTERIMAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN DALAM MEMPENGARUHI KESUKSESAN PERUSAHAAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KEBERTERIMAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN DALAM MEMPENGARUHI KESUKSESAN PERUSAHAAN"

Transkripsi

1 Jurnal Keuangan dan Bisnis Vol. 4, No. 3, November 2012 KEBERTERIMAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN DALAM MEMPENGARUHI KESUKSESAN PERUSAHAAN Angelia Pribadi Dosen Tetap STIE Harapan Medan ABSTRACT This research aims to measure the success of inventory accounting information system used by the company. A total of two hundred questionnaires were distributed to inventory division, accounting and internal auditing. Variables used in this study are the quality of information, quality information systems, are as an independent variable. While the willingness to use is an intervening variable link between the quality system and quality of information systems with organizational impact. The impact of individual variable is a moderate variable between willingness to use the organization's impact. The validity of the data was tested by using bivariate regression analysis, while the reliability of the data using Cronbachs Alpha. The hypothesis testing by path and moderate regression analysis (MRA). The results said not indicate there is an increase in the company's organizational performance caused by the use of information systems inventory. This was caused by the his was caused by the information contained disistem not always the most current information. Keywords: Information Quality, Information System Quality, Willingness to Use, Individual Impact, Organizational Impact PENDAHULUAN Penelitian ini bertujuan menyajikan bukti empiris mengenai peningkatan kinerja perusahaan yang disebabkan oleh kesuksesan sistem informasi akuntansi persediaan yang mereka gunakan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menyajikan bukti empiris yang menjelaskan bahwa selain disebabkan oleh sistem, perusahaan yang memiliki karyawan dengan kinerja yang meningkat dapat memperkuat meningkatkan kinerja organisasi. Model pengukuran kesuksesan yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari model kesuksesan sistem informasi berian DeLone dan McLean (1992). Pada penelitian ini, penulis mengembangkan model dengan memperlakukan variabel kesuksesan individu sebagai variabel pemoderasi antara variabel kesediaan untuk menggunakan dengan variabel peningkatan kinerja perusahaan. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan survey. Responden yang dituju adalah karyawan di perusahaan distributor divisi gudang, divisi akuntansi, serta divisi audit internal yang menggunakan sistem akuntansi persediaan. Hasil keseluruhan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem informasi persediaan yang digunakan oleh perusahaan tidak dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Hal ini disebabkan oleh informasi persediaan yang mereka terima, tidak dapat langsung digunakan untuk pengambilan keputusan. Pemeriksaan fisik harus dilakukan agar sistem terhindar dari kesalahan penyajian informasi. Di sisi lain, perusahaan telah mengeluarkan biaya yang besar untuk pengadaan sistem tersebut. Namun ketika digunakan, masih memerlukan penanganan lain untuk memastikan ketepatan informasi yang disajikan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi kepada penyedia sistem agar lebih mempercepat pembaruan pencatatan sehingga informasi yang dibutuhkan dapat segera ditarik kesimpulan serta keputusannya. Kontribusi bagi akademisi, model pengukuran ini dapat digunakan kembali khusus untuk mengukur kesuksesan sistem yang digunakan oleh kalangan praktisi yang memiliki keinginan untuk selalu mencari informasi bagi pekerjaan mereka. Model pengukuran ini dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan peneliti dengan cara menambah variabel baru atau mengubah tata letak variabel agar memenuhi kriteria yang diajukan oleh peneliti. TINJAUAN PUSTAKA dan HIPOTESIS Penelitian ini mengembangkan penelitian yang dilakukan oleh DeLone & McLean (1992) yang mengukur kesuksesan 219

2 Jurnal Keuangan & Bisnis November sistem informasi. Mereka berpendapat bahwa suatu sistem dapat dikatakan sukses apabila sistem tersebut dapat memberikan manfaat bagi seseorang, bukan disebabkan oleh sistem tersebut dapat diterima oleh seseorang dan dapat diaplikasikan dalam aktivitas perusahaan. Penelitian ini menggunakan lima konstruk yaitu, kualitas sistem informasi, kualitas informasi, kesediaan untuk menggunakan, peningkatkan kinerja karyawan, peningkatan kinerja perusahaan. Kualitas Informasi Menurut Schaup et.al. (2009) kualitas informasi didefinisikan sebagai derajat hasil informasi yang terdapat di website memiliki informasi yang akurat, lengkap dan dalam format yang dibutuhkan oleh pengguna. Pada konteks di penelitian ini kualitas informasi ditandai dengan informasi akuntansi persediaan yang akurat artinya mencerminkan jumlah fisik sebenarnya, dan dalam format informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemakai. Rai & Welker (2002) menunjukkan bahwa kualitas informasi memiliki hubungan yang positif terhadap kesediaan untuk menggunakan, ketika kesediaan untuk menggunakan itu diukur dengan dependen sistem. Sebuah studi sistem knowledge management menunjukkan bahwa kualitas informasi (atau knowledge) memiliki hubungan yang positif terhadap kesediaan untuk menggunakan (Halawi et.al., 2007). Pada level organisasi Fitzgerald dan Russo (2005), dalam penelitian mereka mengenai sistem pengiriman ambulan London, menemukan sebuah hubungan positif antara kualitas informasi dan menggunakan sistem. Berdasarkan kajian terhadap penelitian sebelumnya maka hipotesis penelitan yang akan dianalisis adalah : H 1 : kualitas informasi akuntansi berhubungan positif terhadap kesediaan menggunakan sistem Kualitas Sistem Secara kesimpulan penelitian yang dilakukan oleh Sedera et.al. (2004), dan Schaup et.al. (2009) mendefinisikan kualitas sistem merupakan derajat website tersebut mudah digunakan untuk menyelesaikan tugas. Pada penelitian ini sistem dikatakan berkualitas dinilai dari tersedianya informasi persediaan yang dibutuhkan oleh pemakai, dan format yang disajikan dari keluarannya dapat dipahami dan dapat digunakan oleh pemakai sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi persediaan yang dihasilkan akurat, artinya tidak ada informasi susulan yang meralat informasi pertama. Informasi yang dihasilkan tidak terlalu panjang serta mengandung informasi yang jelas. Hasil penelitian Livari (2005) menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kualitas sistem dan kesediaan untuk menggunakan. Igbaria dan Tan (1997) mengidentifikasi hubungan positif antara mudah menggunakan persepsian dan pemakaian sistem sebagai pengukur jumlah aplikasi berbeda yang digunakan, jumlah tugas bisnis yang didukung komputer, durasi, dan frekuensi pengguna pada level organisasi. Terkait hal tersebut, maka hipotesis 2 yang diajukan adalah : H 2 : Kualitas sistem informasi akuntansi persediaan berhubungan positif terhadap kesediaan untuk menggunakan laporan persediaan Kesediaan untuk Menggunakan Kesediaan menggunakan dalam penelitian ini adalah kesediaan pemakai untuk memakai laporan persediaan barang sebagai dasar pengambilan keputusan. Apabila laporan itu akurat serta tepat maka keputusan yang dimbil juga tepat dan akurat sehingga kinerja yang di perusahaan juga meningkat. Yuthas & Young (1998) menunjukkan bahwa durasi kesediaan untuk menggunakan sistem berhubungan positif dengan kinerja keputusan. Pada konteks knowledge management, Halawi et.al. (2007) mengidentifikasi hubungan positif antara niat untuk menggunakan dan kepuasan pengguna. Hasil penelitian Burton & Straub (2006) menunjukkan hubungan signifikan antara kesediaan untuk menggunakan sistem terhadap kinerja. Oleh karena itu, hipotesis 3 penelitian ini adalah : H 3 : kesediaan untuk menggunakan informasi akuntansi persediaan berhubungan positif terhadap peningkatan kinerja dengan kinerja karyawan sebagai variabel moderator 220

3 2012 Angelia Pribadi Hubungan antar variabel penelitian sebagaimana model kesuksesan sistem yang dikemukakan DeLone & McLean (1992), tampak pada Gambar 1. Dampak Individu Kualitas Informasi Akuntansi H 1 Kesediaan untuk Menggunakan H 3 Dampak Organisasi H 2 Kualitas Sistem Informasi Akutansi Gambar 1. Model Kesuksesan Sistem (DeLone & McLean, 1992) Peningkatan Kinerja Peningkatan kinerja merupakan hasil yang diperoleh dari kesuksesan sistem informasi. Kinerja karyawan akan meningkat ketika informasi akuntansi yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan pemakai informasi, serta dapat menjadi dasar untuk mengambil keputusan. Peter et.al. (2008) mendefinisikan manfaat bersih sebagai keluasan cakupan sistem informasi berkontribusi kepada kesuksesan seseorang, kelompok, organisasi, industri, dan bangsa. Sebagai contoh, dengan menggunakan sistem informasi seseorang atau organisasi dapat memperbaiki kualitas pengambilan keputusannya, memperbaiki produktivitasnya, meningkatkan penjualan, mengurangi biaya, meningkatkan laba, efisensi pasar, mensejahterakan pelanggan, menciptakan pekerjaan, dan perkembangan ekonomi. Pada penelitian ini, manfaat bersih disebut juga peningkatan kinerja. Peningkatan kinerja di penelitian ini adalah peningkatan kinerja perusahaan yang didukung oleh peningkatan kinerja individu karyawannya. Bila disebuah perusahaan memiliki karyawan yang kinerjanya bagus maka, kinerja perusahaan secara keseluruhan akan menjadi baik. Ketika informasi persediaan yang dihasilkan menunjukkan informasi yang sebenarnya dari perusahaan tersebut, kemudian informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan maka, informasi akuntansi persediaan tersebut dapat dikatakan baik, sedangkan sistem yang mengolah data untuk menghasilkan informasi akuntansi persediaan yang baik itu dapat dikatakan sukses. Gable et.al. (2008) berpendapat bahwa dampak individu merupakan ukuran sistem informasi dipengaruhi kemampuan dan efektivitas organisasi pemakainya. Rai& Welker (2002) menggunakan manfaat persepsian untuk menggambarkan manfaat individu pada model DeLone & McLean (1992). Schaup et.al. (2009) mendefinisikan dampak individu adalah derajat kepercayaan seseorang bahwa dengan menggunakan website dapat membantu mereka untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka. Sesuai dengan penelitian ini, Roldan & Leal (2003) mengisyaratkan bahwa pengukuran dampak individu diuji melalui tiga pengaruh. Pertama, kecepatan mengidentifikasi masalah ditandai dengan rentang waktu yang diperlukan antara apa yang menyebakan masalah itu timbul dan kapan masalah itu terlihat pertama kali. Kedua, kecepatan pengambilan keputusan merujuk kepada waktu ketika pengambil keputusan mengumpulkan informasi yang dia perlukan untuk sebuah keputusan terhadap lamanya keputusan yang dia ambil. Ketiga, waktu yang diperlukan untuk mencari keterkaitan masalah 221

4 Jurnal Keuangan & Bisnis November untuk mendapatkan akar masalah dan memberikan solusi atas masalah tersebut. Sedangkan dampak organisasi merupakan pengukuran untuk mengetahui sejauh mana organisasi mampu memperbaiki kinerjanya Gable et.al. (2008). DeLone & McLean (1992) mendefinisikan dampak organisasi merupakan efek dari informasi atas kinerja organisasi. Roldan & Leal (2003) memasukkan tiga persepsi dari area manajemen stratejik yaitu pertama, kinerja organisasi persepsian. Persepsi ini tertuju pada seberapa penting bagi manajer memperhatikan area yang membutuhkan perhatian mereka. Persepsi kedua berupa efektivitas pengambilan keputusan organisasi mengacu kepada peningkatan proses pengambilan keputusan. Persepsi terakhir yaitu kinerja organisasi persepsian merujuk kepada kinerja bisnis mencakup kinerja keuangan (peningkatan penjualan, daya melaba, laba per saham dan sebagainya) dan kinerja operasional (marketshare, peluncuran produk baru, kualitas produk, dan sejenisnya). METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Penelitian Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan distributor di Jakarta yang menggunakan sistem informasi untuk menghasilkan informasi akuntansi di perusahaan mereka. Atas permintaan responden maka, peneliti tidak menyebutkan nama serta lokasi responden. Informasi akuntansi yang dimaksud adalah laporan persediaan barang yang dihasilkan oleh sistem tersebut dan digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Teknik Pengumpulan Data Konstruk di penelitian ini diukur menggunakan survey kuesioner yang dibagikan melalui kepada perusahaan distributor yang menerapkan sistem informasi untuk menghasilkan informasi akuntansi persediaan barang di perusahaan mereka. Survey kuesioner diberikan kepada divisi gudang, akuntansi, audit internal dari level admin, hingga ke level pengambil keputusan. Kuesioner yang dibagikan berjumlah dua ratus buah kuesioner. Namun, karena bertepatan dengan akhir tahun maka, peneliti mentargetkan minimal kuesioner yang kembali adalah 30%. Operasional dan Pengukuran Konstruk Penelitian Penelitian ini menggunakan lima konstruk yaitu, konstruk bebas (konstruk independen), konstruk terikat (konstruk dependen), intervening, dan konstruk pemoderasi. Pada penelitian ini konstruk bebas adalah kualitas informasi dan kualitas sistem informasi. Sedangkan konstruk terikat ada satu konstruk yaitu dampak organisasi. Konstruk intervening di penelitian ini ada satu konstruk yaitu kesediaan untuk menggunakan, sedangkan konstruk pemoderasinya adalah peningkatan kinerja individu. Konstruk ini gunanya untuk memperkuat atau memperlemah hubungan antara konstruk kesediaan untuk menggunakan dengan peningkatan kinerja perusahaan. Pengukuran untuk seluruh konstruk menggunakan kuesioner yang diadopsi dari penelitian Gable et.al. (2008). Pengukuran pertanyaanpertanyaan pada kuesioner sebanyak tiga puluh tujuh (39) item pertanyaan dengan skala likert lima poin. Peningkatan kinerja organisasi berfungsi sebagai konstruk dependen antara kesediaan untuk menggunakan yang dihubungkan oleh konstruk kesediaan untuk menggunakan kepada konstruk peningkatan kinerja organisasi yang dimoderasi oleh peningkatan kinerja karyawan. Konstruk ini diukur dengan menggunakan delapan (8) buah pertanyaan yang dikutip dari penelitian Gable et.al. (2008). Peningkatan kinerja karyawan di penelitian ini berfungasi sebagai konstruk pemoderasi antara kesediaan untuk menggunakan dengan peningkatan kinerja organisasi. Peningkatan kinerja karyawan diukur dengan empat (4) buah pertanyaan yang dikutip dari penelitian Gable et.al. (2008). Konstruk kualitas informasi persediaan di penelitian ini berfungsi sebagai konstruk independen yang memiliki pengaruh terhadap kesediaan untuk menggunakan. Konstruk ini diukur dengan sepuluh (10) pertanyaan yang dikutip dari penelitian Gable et.al. (2008). Kualitas sistem informasi persediaan di penelitian ini berfungsi sebagai konstruk independen yang berpengaruh terhadap kesediaan untuk menggunakan. Kualitas sistem informasi persediaan diukur dengan lima belas 222

5 2012 Angelia Pribadi (15) pertanyaan yang dikutip dari penelitian Gable et.al. (2008). Kesediaan menggunakan merupakan konstruk intervening yang menghubungkan antara kualitas informasi persediaan dan kualitas sistem informasi persediaan dengan peningkatan kinerja organisasi. Namun, diperkuat lagi hubungannya dengan konstruk peningkatan kinerja individu. Kesediaan menggunakan diukur dengan menggunakan dua buah pertanyaan yang dikutip dari penelitian Wang et.al. (2008). Analisa Data dan Pengujian Hipotesis Uji validitas kuesioner ini menggunakan korelasi bivariat. Korelasi bivariat merupakan proses untuk mencari korelasi antara masing-masing indikator terhadap total skor konstruk. Total skor konstruk yang menunjukkan hasil signifikan menyimpulkan bahwa masing-masing indikator pertanyaan valid. Kriteria yang digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu pertanyaan adalah dengan nilai total skor yang menunjukkan angka lebih kecil dari 0,01. Uji reliabilitas dilakukan untuk membuktikan konsistensi internal suatu ukuran dan stabilitas instrument pengukur. Suatu alat ukur dikatakan andal apabila pengujian dilakukan berulang kali terhadap suatu objek, namun hasilnya tetap sama. Uji reliabilitas penelitian ini menggunakan Cronbach Alpha. Menurut Hair et.al. (2006), suatu variabel dikatakan andal jika koefisien Cronbach Alpha-nya lebih besar dari 0,6. Semakin mendekati satu, maka nilai Cronbach Alpha semakin tinggi konsistensi internal reabilitasnya (Hair et.al., 2006). Metoda analisis data dilakukan dengan pendekatan asosiasi antar konstruk. Penelitian ini tidak menguji tingkat kesesuaian model. Asosiasi antar konstruk kualitas informasi persediaan, kualitas sistem informasi persediaan, kesediaan menggunakan, dan kesuksesan organisasi di dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan metode analisis jalur (Path Analysis). Sedangkan konstruk kesediaan untuk menggunakan, peningkatan kinerja individu dan peningkatan kinerja organisasi diuji dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Secara rinci, rumus analisis antar konstruk adalah sebagai berikut. KUM = KM+ 2 KI + 3 KSI + e 1.. (R-1) PPHK = KP + 7 KUM + e 3....(R-2) Keterangan : Kesediaan Untuk Menggunakan (KUM); Kualitas Informasi (KI); Kualitas Sistem Informasi (KSI); Peningkatan Hasil Kerja (PPHK); dan e: kesalahan residual; i: angka 1-5 HASIL dan PEMBAHASAN Karakteristik Responden Unit analisis dalam penelitian ini adalah pemakai sistem informasi akuntansi persediaan. Penyebaran kuesioner dilakukan selama periode November sampai dengan Desember Total kuesioner yang disebarkan berjumlah 200 kuesioner. Kuesioner yang kembali sebanyak 150 buah. Dari 150 yang kembali tersebut, hanya 89 yang dapat diolah lebih lanjut karena 61 buah kuesioner tidak memenuhi syarat pengolahan data. Responden yang digunakan adalah karyawan perusahaan distributor di Jakarta divisi gudang, akuntansi, dan audit internal. Hasil seleksi didapat bahwa responden yang berada di divisi gudang sebanyak 20 orang, divisi akuntansi sebanyak 34 orang, sisanya sebanyak 35 adalah divisi audit internal. Berdasarkan hasil perhitungan karakteristik responden terlihat bahwa responden sebagian besar berusia antara tahun, lama responden bekerja pada profesi yang sama rata-rata 0-5 tahun. Sedangkan sistem informasi akuntansi persediaan yang digunakan oleh responden adalah Oracle Taf. Uji Validitas Uji validitas kuesioner menggunakan analis regresi bivariat. Dari seluruh variabel yang diuji menunjukkan hasil yang signifikan pada level 0,01. Variabel dikatakan valid apabila validitasnya menunjukkan angka lebih kecil atau sama dengan 0,01. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa masing-masing indikator pertanyaan adalah valid. Uji Reliabilitas Menurut Nunnaly (1969) dalam Ghozali (2005), reliabilitas dapat diukur 223

6 Jurnal Keuangan & Bisnis November dengan melihat nilai dari Cronbach s alpha Suatu variabel atau konstruk dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach alpha (α) lebih besar dari 0,60 dan dikatakan tidak reliabel jika memberikan nilai cronbach-alpha (α) kurang dari 0,60. Tampilan hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa setiap variabel sudah melebihi 0,6 artinya setiap variabel dikatakan reliabel. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu, pengujian pertama adalah analisis jalur variabel sistem informasi akuntansi persediaan, kualitas sistem informasi akuntansi persediaan sebagai variabel independen. Sedangkan variabel kesediaan untuk menggunakan diberlakukan sebagai variabel intervening, dan variabel dampak organisasi adalah variabel dependennya. Pengujian variabel ini dilakukan dua kali, yaitu menguji kualitas informasi akuntansi persediaan yang berdampak kepada organisasi dengan kesediaan menggunakan sebagai variabel interveningnya. Kemudian menguji kualitas sistem informasi akuntansi persediaan yang berdampak kepada organisasi dengan kesediaan menggunakan sebagai variabel interveningnya. Pengujian yang kedua adalah dengan cara memberlakukan variabel kesediaan menggunakan sebagai variabel independen yang berdampak kepada peningkatan kinerja organisasi dengan dampak individu sebagai variabel pemoderasi. Peningkatan minerja karyawan Kualitas Informasi 0,326(+)* * Kesediaan untuk menggunakan 0,678(+) Peningkatan kinerja organisasi Kualitas sistem Informasi 0,291(+)* Gambar 2. Hasil Uji Hipotesis Ket: *) signifikan pada level 0,01;**) signifikan pada level 0,05;***) signifikan pada level 0,1 Kualitas Informasi Variabel kualitas informasi akuntansi diberlakukan sebagai variabel independen yang berdampak kepada kinerja organisasi yaitu kinerja perusahaan dengan variabel kesediaan untuk menggunakan sebagai variabel intervening. Hasil output SPSS memberikan nilai standardize beta earns variabel kualitas informasi sebesar 0,326 dan signifikan pada 0,002 yang berarti kualitas informasi mempengaruhi kesediaan untuk menggunakan. Namun pada output SPSS kesediaan untuk menggunakan, nilai kualitas informasi adalah sebesar 0,71 dan signifikan pada 0,536 yang berarti kualitas informasi tidak berpengaruh secara langsung terhadap dampak organisasi. Berdasarkan hasil analisis, variabel kualitas informasi memiliki pengaruh positif terhadap kesediaan untuk menggunakan informasi persediaan sebagai sumber informasi mereka. Karyawan memperoleh informasi yang berkualitas melalui sistem yang mereka gunakan sebagai bahan diskusi dengan rekan seprofesi, maupun berdasarkan pengalaman mereka selama ini. 224

7 2012 Angelia Pribadi Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Rai & Welker (2002) yang menunjukkan bahwa kualitas informasi berhubungan positif terhadap kesediaan untuk menggunakan. Penelitian ini juga mendukung penelitian yang dilakukan oleh Halawi et.al. (2007) pada bidang studi knowedge management dan menunjukkan bahwa kualitas informasi memiliki berhubungan positif terhadap kesediaan untuk menggunakan. Kualitas Sistem Informasi Variabel kualitas sistem informasi akuntansi diberlakukan sebagai variabel independen berdampak kepada kinerja organisasi yaitu kinerja perusahaan dengan variabel kesediaan untuk menggunakan sebagai variabel intervening. Hasil memberikan nilai standardize beta earns variabel kualitas sistem informasi sebesar 0,291 dan signifikan pada 0,006 yang berarti kualitas sistem informasi mempengaruhi kesediaan untuk menggunakan. Namun pada output SPSS kesediaan untuk menggunakan, nilai kualitas informasi sebesar 0,143 dan signifikan pada 0,206 yang berarti kualitas sistem informasi tidak berpengaruh secara langsung terhadap dampak organisasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas sistem yang terdapat pada sistem informasi persediaan barang mempengaruhi kesediaan pemakai informasi untuk menggunakan nya sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Pada penelitian ini luaran informasi menunjukkan ketersediaan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna informasi. Tampilan informasi yang menarik dan teratur memberikan ketertarikan tersendiri terhadap karyawan. Artinya, konten informasi berupa link-link tertentu yang merujuk kepada informasi yang dibutuhkan pengguna telah menuhi keinginan karyawannya sehingga mereka bersedia untuk menggunakan informasi tersebut. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Igbaria & Tan (1997) yang mengidentifikasi adanya hubungan positif antara mudah menggunakan persepsian dan pemakaian sistem sebagai pengukur jumlah aplikasi berbeda yang digunakan, jumlah tugas bisnis yang didukung komputer, durasi, dan frekuensi pengguna pada level organisasi. Selain itu penelitian ini juga mendukung penelitian yang dilakukan oleh Suh & Lee (1994) yang melaporkan bahwa terdapat hubungan positif antara kinerja pada sebuah sistem informasi dan frekuensi menggunakan dan bantuan sistem. Kesediaan untuk Menggunakan Variabel kesediaan untuk menggunakan diberlakukan sebagai variabel independen yang berdampak kepada kinerja organisasi yaitu kinerja perusahaan dengan variabel dampak individu atau peningkatan kinerja karyawan sebagai variabel pemoderasi. Hasil uji signifikansi simultan menghasilkan nilai F hitung sebesar 1,026 dengan tingkat signifikansi 0,358. Karena tingkat probabilitas signifikannya lebih besar dari 10% maka model regresi tidak dapat digunakan untuk memprediksi dampak organisasi atau dengan kata lain, kesediaan menggunakan dan dampak individu sebagai pemoderasi secara bersamasama tidak berpengaruh terhadap dampak organisasi. Uji signifikansi parameter individual menghasilkan nilai koefisien variabel kesediaan menggunakan sebesar -0,845 dengan signifikansi 0,637. Variabel dampak individu memiliki koefisien parameter sebesar -0,105 dengan signifikansi 0,883. Variabel moderat yang merupakan hasil perkalian antara kesediaan untuk menggunakan dan dampak organisasi memiliki parameter sebesar 0,576 dengan signifikansi 0,678. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel-variabel yang diuji tidak ada yang menunjukkan angka signifikan. Hasil pengujian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Burton & Straub (2006) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesediaan untuk menggunakan sistem terhadap kinerja tugas. Selain itu, penelitian ini juga tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Halawi et.al. (2007) yang mengidentifikasi bahwa terdapat hubungan positif antara niat menggunakan dan manfaat bersih yang diukur oleh perbaikan kinerja tugas. KESIMPULAN, KETERBATASAN dan SARAN Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan bukti empiris mengenai 225

8 Jurnal Keuangan & Bisnis November peningkatan kinerja perusahaan yang disebabkan oleh kesuksesan sistem informasi akuntansi persediaan yang mereka gunakan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menyajikan bukti empiris yang menjelaskan bahwa selain disebabkan oleh sistem, perusahaan yang memiliki karyawan dengan kinerja yang meningkat dapat memperkuat meningkatkan kinerja organisasi. Model pengukuran kesuksesan yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari model kesuksesan sistem informasi berian DeLone dan McLean (1992). Pada penelitian ini, penulis memperlakukan variabel kesuksesan individu sebagai variabel pemoderasi antara variabel kesediaan untuk menggunakan dengan variabel peningkatan kinerja perusahaan. Hasil keseluruhan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem informasi persediaan yang digunakan oleh perusahaan tidak dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Hal ini disebabkan oleh informasi persediaan yang mereka terima, tidak dapat langsung digunakan untuk pengambilan keputusan. Pemeriksaan fisik harus selalu dilakukan agar sistem terhindar dari kesalahan penyajian informasi. Di sisi lain, perusahaan telah mengeluarkan biaya yang besar untuk pengadaan sistem tersebut. Namun ketika digunakan, masih memerlukan penanganan lain untuk memastikan ketepatan informasi yang disajikan di sistem. Pemeriksaan fisik kadang lebih mutakhir ketimbang melihat dari sistem. Hal ini disebabkan karena sistem mencatat pemasukan dan pengeluaran barang berdasarkan invoice yang diterima bagian akuntansi, sedangkan bagian akuntansi mencatat invoice tersebut menjelang sore hari. Hal ini dapat menyebabkan informasi yang diinginkan pada siang hari misalnya belum update. Oleh karena itu perlu pemeriksaan fisik barang untuk diketahui jumlah terkininya. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi kepada penyedia sistem agar lebih mempercepat pembaruan pencatatan sehingga informasi yang dibutuhkan dapat segera ditarik kesimpulannya serta keputusannya. Kontribusi bagi akademisi, model pengukuran ini dapat digunakan kembali, khusus untuk mengukur kesuksesan sistem yang digunakan oleh kalangan praktisi yang memiliki keinginan untuk selalu mencari informasi bagi pekerjaan mereka. Model pengukuran ini dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan peneliti dengan cara menambah variabel baru atau mengubah tata letak variabel dari model agar memenuhi kriteria yang diinginkan oleh peneliti. Keterbatasan Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan berupa : 1. Penelitian tidak memfokuskan pada satu perusahaan saja sehingga pengukuran yang dilakukan saat ini belum terlalu detail. Hanya terbatas pada memakai sistem informasi akuntansi persediaan saja belum kepada sebuah perusahaan pemakai sistem yang perlu diukur kesuksesan sistemnya. 2. Kuesioner dikirim melalui miliki keuntungan dari segi biaya dan waktu. Namun, responden tidak dapat menanyakan mengenai kuesioner kepada peneliti karena responden dan peneliti tidak saling bertemu, sehingga kemungkinan terdapat bias atas jawaban responden. Saran Saran yang diajukan terkait hasil dan keterbatasan penelitian : 1. Penelitian berikutnya dapat menggunakan model penelitian yang sama dengan penelitian ini, namun dimodifikasi sesuai kebutuhan peneliti. 2. Penelitian berikutnya sebaiknya fokus kepada satu perusahaan saja agar dapat diukur secara tepat kesuksesan sistem persediaannya. DAFTAR PUSTAKA Burton, Jones, A., and Straub, D. (2006). Reconceptualizing System Usage : An Approach and Empirical Test, Information Systems Research, Vol.: 17 (3), pp DeLone, W.H., and McLean, E.R. (1992). Information Systems Success : The Quest for Dependent Variable. Information Systems Research, Vol.: 3. pp Fitzgerald, D., and Russo, N. L. (2005). The turnaround of the London ambulance service computer-aided dispatch system (LASCAD)., 226

9 2012 Angelia Pribadi European Journal of Information Sytems, Vol.: 14 (3), pp Gable, G.G., Sedera, D., and Chan, T. (2008). Re-Conceptualizing Information System Success : The IS-Impact Measurement Model. Journal of the Association for Information Systems, Vol.: 9, (7), pp Ghozali, Imam. (2005). Aplikasi Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hair, J.r., J.E., Anderson, R.E., Tatham, R.L., and Black, W.C. (1998). Multivariate Data Analysis. 5 th Ed., New Jersey: Prentice-Hall International, Inc. Halawi, L.A., McCarthy, R.V. and Arison, J.E. (2007). An Empirical Investigation of Knowledge-Management Systems Success., The Journal of Computer Information Systems, Vol.: 48 (2), pp Igbaria, M., and Tan, M. (1997). The Consequences of Information Technology Acceptance on Subsequent Individual Performance, Information & Management, Vol.: 32 (3), pp Livari, J. (2005). An Empirical Test of DeLone-McLean Model of Information Systems Success. The DATA BASE of Advances in Information Systems, Vol.: 36 (2), pp Peter, Stacie., DeLone, William., McLean, Ephraim. (2008). Measuring Information System Success : Models, Dimensions, Measures, and Interrelationship. European Journal of Information Systems, Vol. 17. pp Rai, A., Lang, S., and Welker, R. (2002). Assessing vvalidity of IS Success Models : An Empirical Test and Theoretical Analysis. Information Systems Research, Vol.: 13, pp Roldan, L. Jose., and Leal, Antonio. (2003). A Validation Test of An Adaption of the DeLone and McLean s Model in thespanish EIS Field., oad?doi, pp Schaup, Cristian, L., Belanger, F., and Fan, W. (2009). Examining the Success of Websites Beyond E-Commerce : An Extension of The IS Success Model, The Journal of Computer Information Systems, Vol.: 49 (4), pp Sedera, D., Gable, G., and Chan, T. (2004). A Factor and Structural Equation Analysis of The Enterprise Systems Success Measurement Model. In Proceedings of the Twenty-Fifth International Conference on Information Systems (Appelgate L, Galliers, R, and DeGross Jl., Eds), pp , Association for Information Systems, Washington, DC, USA. Suh, K.,Kim, S., and Lee,J., 1994., End-User s Disconfirmed Expectations and the Success of Information Systems. Information RESOURCES Journal, vol. 7, no. 4, pp Wang, Wei, Xin., Teo, Hai-Hock., Wei, Kee- Kwok., SIA, Ling-Choon., Lee, Matthew. (2008). Effect of Learning Capacity and Knowledge Base on Executive Decision Formation for IT Adoption: An Empirical Study of Small and Medium-Sized Organization. Organizational Learning and Knowledge Based in IT adoption Yuthas, K., and Young, K.T. (1998). Material Matters : Assessing the Effectiveness of Materials Management IS. Information & Management, Vol.: 33 (3), pp

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANFAAT E-LEARNING DI SMK NEGERI KOTA SURABAYA MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANFAAT E-LEARNING DI SMK NEGERI KOTA SURABAYA MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANFAAT E-LEARNING DI SMK NEGERI KOTA SURABAYA MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) Retno Utami H 1), Sony Sunaryo 2), dan Mahendrawathi ER 3) 1) Jurusan

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR KESUKSESAN SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN MODEL DELONE AND MCLEAN

ANALISIS FAKTOR KESUKSESAN SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN MODEL DELONE AND MCLEAN ANALISIS FAKTOR KESUKSESAN SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN MODEL DELONE AND MCLEAN Program Studi S1 Informatika, Fakultas Informatika Universitas Telkom Jl. Telekomunikasi No. 1, Bandung Jawa Barat degunk@telkomuniversity.ac.id

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil identifikasi penentuan variabel model kesuksesan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Hasil dan pembahasan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pengadopsian model IS-Impact, dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama peneliti melakukan studi

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data

BAB IV METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data 25 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Cara memperoleh data primer dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan

Lebih terperinci

ANALISIS KESUKSESAN SISTEM BIMBINGAN ONLINE STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

ANALISIS KESUKSESAN SISTEM BIMBINGAN ONLINE STMIK AMIKOM YOGYAKARTA ANALISIS KESUKSESAN SISTEM BIMBINGAN ONLINE STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Ike Verawati 1, Wing Wahyu Winarno 2, Andi Sunyoto 3 1,2,3 Magister Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta E-mail: 1 ike.verawati@gmail.com,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 7 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian survey. Metode survey yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh informasi melalui

Lebih terperinci

BAB IV METODA PENELITIAN. disimpulkan dan diberikan saran. Suatu desain penelitian menyatakan struktur

BAB IV METODA PENELITIAN. disimpulkan dan diberikan saran. Suatu desain penelitian menyatakan struktur 25 BAB IV METODA PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan rencana menyeluruh dari penelitian mencakup hal-hal yang akan dilakukan peneliti mulai dari membuat hipotesis dan implikasinya

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Sampel dan Populasi Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Sampel dan Populasi Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan metode 14 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Sampel dan Populasi Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan metode kuantitatif. Pada penelitian ini data primer didapat dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

Lebih terperinci

BAB IV. Analisis Data Dan Pembahasan. Pada Bab ini akan dijelaskan mengenai gambaran umum obyek penelitian,

BAB IV. Analisis Data Dan Pembahasan. Pada Bab ini akan dijelaskan mengenai gambaran umum obyek penelitian, 54 BAB IV Analisis Data Dan Pembahasan Pada Bab ini akan dijelaskan mengenai gambaran umum obyek penelitian, menjelaskan hasil pengumpulan data, hasil penelitian serta pembuktian hipotesis dan jawaban

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN PENDANAAN DI YOGYAKARTA. Fein Suwira A.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN PENDANAAN DI YOGYAKARTA. Fein Suwira A. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN PENDANAAN DI YOGYAKARTA Fein Suwira A. Fenyta Dewi Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Atma

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI

PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI KARYA ILMIAH Disusun dan Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. perwalian terhadap kepuasan pengguna dengan menggunakan metode Webqual

BAB III METODE PENELITIAN. perwalian terhadap kepuasan pengguna dengan menggunakan metode Webqual BAB III METODE PENELITIAN Tahapan Penelitian Terdapat empat tahapan penelitian pada analisis pengaruh kualitas Website perwalian terhadap kepuasan pengguna dengan menggunakan metode Webqual 4.0, yaitu:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. VARIABEL PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. VARIABEL PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL BAB III METODE PENELITIAN 3.1. VARIABEL PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.1.1. Inventarisasi Aset Inventarisasi aset terdiri dari 2 (dua) aspek yaitu inventarisasi fisik dan inventarisasi yuridis.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi 25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Variabel Penelitian Variabel penelitian pada dasarnya merupakan segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords: Total Quality Management (TQM), Corporate Performance

ABSTRACT. Keywords: Total Quality Management (TQM), Corporate Performance ABSTRACT This study aims to determine the influence of Total Quality Management (TQM) to the Company's performance. The object of the research is PT. Bandung Djaya Textile Millis (Badjatex). The sample

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

BAB III METODE PENELITIAN. mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey, dengan mengumpulkan data melalui pemberian daftar pertanyaan (kuesioner) kepada mahasiswa

Lebih terperinci

ABSTRACT THE INFLUENCE OF EXPERIENCE ON AUDITORS QUALITY MATERIAL EVIDENCE IN AUDIT ASSIGNMENT

ABSTRACT THE INFLUENCE OF EXPERIENCE ON AUDITORS QUALITY MATERIAL EVIDENCE IN AUDIT ASSIGNMENT ABSTRACT THE INFLUENCE OF EXPERIENCE ON AUDITORS QUALITY MATERIAL EVIDENCE IN AUDIT ASSIGNMENT Information of financial statement are important in corporate world, because through this information of financial

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik penentuan sampel pada

III. METODE PENELITIAN. meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik penentuan sampel pada III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Tipe Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN. Nasabah pada Studi kasus BCA KCP Glodok Plaza.Analisis yang akan disajikan terdiri

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN. Nasabah pada Studi kasus BCA KCP Glodok Plaza.Analisis yang akan disajikan terdiri BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas hasil penelitian dan analisa yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan dan Implikasinya Terhadap Loyalitas

Lebih terperinci

Analisis Kesuksesan Penerapan Sistem Informasi pada Sistem Informasi Pelayanan Terpadu (SIPT) Online (Studi Pada PT Jamsostek (PERSERO))

Analisis Kesuksesan Penerapan Sistem Informasi pada Sistem Informasi Pelayanan Terpadu (SIPT) Online (Studi Pada PT Jamsostek (PERSERO)) Aset, Februari 2010, hal. 181-189 Vol. 12 No. 2 ISSN 1693-928X Analisis Kesuksesan Penerapan Sistem Informasi pada Sistem Informasi Pelayanan Terpadu (SIPT) Online (Studi Pada PT Jamsostek (PERSERO)) SUSANTI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Objek/Subjek Penelitian Objek yang dipilih untuk melakukan penelitian adalah di Yogyakarta. Sedangkan, subjek yang dituju yaitu konsumen yang menggunakan produk Pond s. Setting

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS INFORMASI DAN KUALITAS SISTEM INFORMASI TERHADAP KEPUASAN SERTA KINERJA PENGGUNA SISTEM INFORMASI

PENGARUH KUALITAS INFORMASI DAN KUALITAS SISTEM INFORMASI TERHADAP KEPUASAN SERTA KINERJA PENGGUNA SISTEM INFORMASI Juni Efektif 2015Jurnal Bisnis dan Ekonomi Dekeng Setyo B dan Dessy Ari Rahmawati 47 Vol. 6, No 1, Juni 2015, 47-59 PENGARUH KUALITAS INFORMASI DAN KUALITAS SISTEM INFORMASI TERHADAP KEPUASAN SERTA KINERJA

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. semua pengguna akhir sistem (end-user) pada Dinas Pendapatan, Pengelola

BAB III METODE PENELITIAN. semua pengguna akhir sistem (end-user) pada Dinas Pendapatan, Pengelola 25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Sumber Data Penelitian ini menggunakan data primer yang merupakan data penelitian yang diperoleh langsung dari sumber aslinya (Sekaran, 2003). Objek penelitian adalah

Lebih terperinci

KAJIAN EFEKTIVITAS PEMANFAATAN E-LEARNING DALAM MENUNJANG PEMBELAJARAN SISWA

KAJIAN EFEKTIVITAS PEMANFAATAN E-LEARNING DALAM MENUNJANG PEMBELAJARAN SISWA Konferensi Nasional Ilmu Sosial & Teknologi (KNiST) Maret 2013, pp. 84~88 KAJIAN EFEKTIVITAS PEMANFAATAN E-LEARNING DALAM MENUNJANG PEMBELAJARAN SISWA 84 Yopi Handrianto AMIK BSI Bandung e-mail : yopi.yph@bsi.ac.id

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di salah satu perusahaan yang bergerak di sektor jasa yaitu PT SIAPTEK. Penelitian dilakukan dari bulan Maret 2015 hingga

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. produk Wellborn di Bandar Lampung. Dalam melaksanakan penelitian ini, desain

III. METODE PENELITIAN. produk Wellborn di Bandar Lampung. Dalam melaksanakan penelitian ini, desain 26 III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian ini objek penelitian adalah perusahaan yang bergerak dalam industri pakaian yaitu Wellborn. Penelitian ini dilakukan di Oraqle sebagai distributor

Lebih terperinci

TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL: MENGUJI KEEFEKTIVAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI TERPADU (SISTER) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JEMBER

TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL: MENGUJI KEEFEKTIVAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI TERPADU (SISTER) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JEMBER TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL: MENGUJI KEEFEKTIVAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI TERPADU (SISTER) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JEMBER Peneliti : Kartika 1 Mahasiswa Terlibat : - Sumber Dana : DIPA Universitas

Lebih terperinci

MODEL KESUKSESAN SISTEM INFORMASI DELONE DAN MCLEAN UNTUK EVALUASI SISTEM INFORMASI POS PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) DIVISI REGIONAL VI SEMARANG

MODEL KESUKSESAN SISTEM INFORMASI DELONE DAN MCLEAN UNTUK EVALUASI SISTEM INFORMASI POS PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) DIVISI REGIONAL VI SEMARANG INFOKAM No. II Th. XII/SEPTEMBER/2016 13 MODEL KESUKSESAN SISTEM INFORMASI DELONE DAN MCLEAN UNTUK EVALUASI SISTEM INFORMASI POS PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) DIVISI REGIONAL VI SEMARANG Kenti Yuliana

Lebih terperinci

EVALUASI PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI DI PERGURAN TINGGI MENGGUNAKAN INFORMATION SYSTEM (IS) EFFECTIVENESS VARIABLE

EVALUASI PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI DI PERGURAN TINGGI MENGGUNAKAN INFORMATION SYSTEM (IS) EFFECTIVENESS VARIABLE EVALUASI PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI DI PERGURAN TINGGI MENGGUNAKAN INFORMATION SYSTEM (IS) EFFECTIVENESS VARIABLE Vivi sahfitri 1) 1) Teknik komputer Universitas Bina Darma Palembang Jl.Jend. Ahmad Yani

Lebih terperinci

ROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2013

ROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2013 i ADAPTASI MODEL DELONE DAN MCLEAN YANG DIMODIFIKASI GUNA MENGUJI KEBERHASILAN APLIKASI OPERASIONAL PERBANKAN BAGI INDIVIDU PENGGUNA SISTEM INFORMASI (STUDI KASUS PADA PD.BPR BKK DI KABUPATEN PATI) Skripsi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Paradigma Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism,

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA KINERJA KARYAWAN PADA PT PLN (PERSERO) APJ PURWOKERTO

ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA KINERJA KARYAWAN PADA PT PLN (PERSERO) APJ PURWOKERTO 60 ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA KINERJA KARYAWAN PADA PT PLN (PERSERO) APJ PURWOKERTO OLEH : Kusmoro 1), Achmad Sudjadi 2) 1) Alumni Fakultas Ekonomi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini menjelaskan tahapan yang dilakukan dalam penelitian dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini menjelaskan tahapan yang dilakukan dalam penelitian dengan BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini menjelaskan tahapan yang dilakukan dalam penelitian dengan melalui 4 tahap yang dapat dilihat pada Gambar 3.1 Gambar 3.1 Tahap Analisa Penelitian 3.1 Tahap Pendahuluan

Lebih terperinci

STMIK GI MDP. Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 20011/2012

STMIK GI MDP. Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 20011/2012 STMIK GI MDP Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 20011/2012 ANALISIS KUALITAS LAYANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI GAJI POKOK PEGAWAI (SIAGPP) TERHADAP KEPUASAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan pemodelan Website Quality (WebQual), terdapat tiga dimensi

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan pemodelan Website Quality (WebQual), terdapat tiga dimensi BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Identifikasi Masalah Berdasarkan pemodelan Website Quality (WebQual), terdapat tiga dimensi kualitas website yang selanjutnya akan dipakai sebagai Variabel Bebas. Tiga dimensi

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Berikut ini adalah diagram alir penelitian yang merupakan pengembangan diagram alir dari (Sekaran, 2008, pp.117). Diagram alir ini menggambarkan

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA BANK UMUM PEMERINTAH DI WILAYAH SURABAYA DAN SIDOARJO

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA BANK UMUM PEMERINTAH DI WILAYAH SURABAYA DAN SIDOARJO FAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA BANK UMUM PEMERINTAH DI WILAYAH SURABAYA DAN SIDOARJO Luciana Spica Almilia, S.E., M.Si. Irmaya Briliantien, S.E. STIE PERBANAS SURABAYA

Lebih terperinci

Analisis Pengaruh Penggunaan Sistem Informasi Pelayanan Cabang Terhadap Kinerja Operasional Karyawan pada PT. Taspen (Persero) Cabang Palembang

Analisis Pengaruh Penggunaan Sistem Informasi Pelayanan Cabang Terhadap Kinerja Operasional Karyawan pada PT. Taspen (Persero) Cabang Palembang 18 ISSN: 2407-1102 Analisis Pengaruh Penggunaan Sistem Informasi Pelayanan Cabang Terhadap Kinerja Operasional Karyawan pada PT. Taspen (Persero) Cabang Palembang Rachman Saputra* 1, Sang Aji 2, Ervi Cofriyanti

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh manajer dan kepala bagian di

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh manajer dan kepala bagian di BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh manajer dan kepala bagian di masing-masing Rumah Sakit Swasta di Bandar lampung. Adapun kriteria Rumah

Lebih terperinci

ABSTRACT. Key Word: Management Control Systems, Effectiveness Sales, Sales Targets. vii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Key Word: Management Control Systems, Effectiveness Sales, Sales Targets. vii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT The main focus of the Management Control System is to control all activities of the company's operations. Effect of Management Control Systems in the company can be seen from the sales that always

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori Dasar atau acuan yang berupa teori-teori atau temuan-temuan melalui hasil berbagai penelitian sebelumnya merupakan hal yang sangat perlu dan dapat dijadikan sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menganalisa tentang pengaruh citra merek terhadap Niat Beli

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menganalisa tentang pengaruh citra merek terhadap Niat Beli 29 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menganalisa tentang pengaruh citra merek terhadap Niat Beli Shampo Dove di Bandar Lampung. Objek penelitian yang menjadi variabel bebas

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata-kata kunci: komitmen organisasional, dan kinerja karyawan

ABSTRAK. Kata-kata kunci: komitmen organisasional, dan kinerja karyawan ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah terdapat pengaruh ketiga dimensi komitmen organisasional terhadap kinerja karyawan. Populasi penelitian ini terdiri atas 93 orang karyawan yang

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PT PK

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PT PK MEDIA BISNIS ISSN: 2085-3106 Vol. 6, No. 3, Edisi Khusus November 2014, Hlm. 167-172 http: //www.tsm.ac.id/mb FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PT PK IVAN KANEL STIE

Lebih terperinci

Dewi et al., Pengaruh Pengetahuan Tentang Akuntansi Sumber Daya Manusia dan Top Management...

Dewi et al., Pengaruh Pengetahuan Tentang Akuntansi Sumber Daya Manusia dan Top Management... 1 Pengaruh Pengetahuan Tentang Akuntansi Sumber Daya Manusia dan Top Management Support terhadap Penerapan Akuntansi Sumber Daya Manusia pada Perusahaan Manufaktur di Jawa Timur (Effect of Knowledge about

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek/ Subyek Penelitian Menurut Sugiyono (2015) obyek penelitian adalah suatu atribut atau penilaian orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian tentang Delone McLean Tinjuan pustaka menurut Creswell (2005), adalah ringkasan yang tertulis mengenai suatu jurnal, buku dan juga dokumen yang mendeskripsikan teori

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. nasabah bank umum yang diambil secara acak di DIY. pengukuran atau alat pengambilan data langsung pada subjek sebagai

BAB III METODE PENELITIAN. nasabah bank umum yang diambil secara acak di DIY. pengukuran atau alat pengambilan data langsung pada subjek sebagai BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah masyarakat yang bertempat tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Unit analisis pada penelitian ini adalah nasabah bank umum yang

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. pada saat penelitian berlangsung. Terdapat 3 karakteristik responden yang. Tabel 5.1

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. pada saat penelitian berlangsung. Terdapat 3 karakteristik responden yang. Tabel 5.1 1 BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Karakterisitik Responden Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar sebanyak 100 orang yang penulis temui

Lebih terperinci

pada Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogyakarta.

pada Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogyakarta. Seminar SENATIK Nasional Vol. II, 26 Teknologi November Informasi 2016, ISSN: dan 2528-1666 Kedirgantaraan (SENATIK) Vol. II, 26 November 2016, ISSN: 2528-1666 SPK- 183 Analisis dan pada Sekolah Tinggi

Lebih terperinci

Jurnal Akuntansi ISSN Pascasarjana Universitas Syiah Kuala 15 Pages pp

Jurnal Akuntansi ISSN Pascasarjana Universitas Syiah Kuala 15 Pages pp ISSN 2302-0164 15 Pages pp. 110-124 PENGARUH KUALITAS SISTEM INFORMASI TERHADAP KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEPUASAN PENGGUNA SOFTWARE AKUNTANSI PADA PEMERINTAH ACEH Taufik Saleh

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi dan sistem informasi terutama pada penggunaan software akuntansi membawa perubahan yang signifikan terhadap cara pemakai dalam mengerjakan tugas-tugas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. terdaftar di Badan Pusat Statistik (BPS) sejak sampel. Berikut jumlah perusahaan yang berpartisipasi:

BAB III METODE PENELITIAN. terdaftar di Badan Pusat Statistik (BPS) sejak sampel. Berikut jumlah perusahaan yang berpartisipasi: BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Objek dan Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini, objek penelitian adalah karyawan-karyawan dengan jabatan manajer pada perusahaan manufaktur yang ada di kota Semarang yang

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik parametrik. Analisis statistik deskriptif dilakukan dengan cara mendeskripsikan item-item

Lebih terperinci

(Studi pada karyawan SKPD kabupaten Sleman) Oleh: Nur Widayati Universitas PGRI Yogyakarta ABSTRACT

(Studi pada karyawan SKPD kabupaten Sleman) Oleh: Nur Widayati Universitas PGRI Yogyakarta ABSTRACT PENGARUH EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, KEPERCAYAAN TERHADAP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN KEAHLIAN PEMAKAI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KINERJA INDIVIDU (Studi pada karyawan

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PENERAPAN SIA, PEMANFAATAN DAN KEPERCAYAAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA KINERJA KARYAWAN

PENGARUH KUALITAS PENERAPAN SIA, PEMANFAATAN DAN KEPERCAYAAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA KINERJA KARYAWAN PENGARUH KUALITAS PENERAPAN SIA, PEMANFAATAN DAN KEPERCAYAAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA KINERJA KARYAWAN Ni Made Ayu Ari Kasandra 1 Gede Juliarsa 2 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Bali,

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords: Balanced Scorecard, employee performance. viii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Keywords: Balanced Scorecard, employee performance. viii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT Balanced Scorecard (BSC) is a performance measurement system that not only measure performance through the financial perspective, but through nonfinancial perspective as well. Balanced Scorecard

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian yang dipilih oleh penulis dalam penelitian ini adalah auditor-auditor yang bekerja pada kantor akuntan publik (KAP) Big Four (PricewaterhouseCoopers,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pertanyaan dalam bentuk daftar isian (kuesioner) kepada responden.

BAB III METODE PENELITIAN. pertanyaan dalam bentuk daftar isian (kuesioner) kepada responden. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Berdasarkan karakteristik masalah yang diteliti, penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei karena peneliti mengajukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Populasi dan Penentuan Sampel Populasi merupakan keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian penelitian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kantor Akuntan

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk mendapatkan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN 58 BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Hasil 1. Statistik Deskriptif a. Analisis Deskriptif Statistik Deskriptif digunakan untuk melihat gambaran secara umum data yang telah dikumpulkan dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yang bersifat

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yang bersifat BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yang bersifat descriptive research. Descriptive Research bertujuan menguji hipotesis penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian dalam hal ini adalah pengguna (Dosen dan Operator) Sistem Informasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian dalam hal ini adalah pengguna (Dosen dan Operator) Sistem Informasi BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek penelitian adalah sesuatu yang menjadi pusat penelitian. Objek penelitian dalam hal ini adalah pengguna (Dosen dan Operator) Sistem Informasi Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Didalam suatu penelitian, obyek penelitian merupakan hal yang sangat penting

BAB III METODE PENELITIAN. Didalam suatu penelitian, obyek penelitian merupakan hal yang sangat penting BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Penetapan Obyek Penelitian Didalam suatu penelitian, obyek penelitian merupakan hal yang sangat penting untuk ditetapkan agar penelitian tersebut terarah pada sasaran yang

Lebih terperinci

Partisipasi Penganggaran, Komitmen Organisasi dan Pemahaman Tugas Hubungan Terhadap Kinerja Aparatur pada Pemerintahan Kota Lhokseumwe

Partisipasi Penganggaran, Komitmen Organisasi dan Pemahaman Tugas Hubungan Terhadap Kinerja Aparatur pada Pemerintahan Kota Lhokseumwe Partisipasi Penganggaran, Komitmen Organisasi dan Pemahaman Tugas Hubungan Terhadap Kinerja Aparatur pada Pemerintahan Kota Lhokseumwe Yusri Hazmi, SE. M. Si, Ak (Dosen: Politeknik Negeri Lhokseumawe)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam penelitian ini, penelitian melakukan penelitian terhadap pegawai inspektorat provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian akan dilakukan pada

Lebih terperinci

Pembahasan. 4.1 Uji Validitas

Pembahasan. 4.1 Uji Validitas BAB IV HASIL PENELITIAN Dalam bab ini peneliti akan menguraikan dan menganalisis data dari hasil penelitian yang dilakukan tentang Efektivitas Kegiatan Sarasehan di Radio Sky 90,50 FM Bandung terhadap

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan responden (sampel)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan responden (sampel) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Pengumpulan data pada penelitian dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner seluruh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berada di Wilayah Surakarta

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah 37 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah data yang berupa angka atau besaran tertentu yang sifatnya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di RM Sederhana Palembang, Sumatra Selatan yang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di RM Sederhana Palembang, Sumatra Selatan yang 23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di RM Sederhana Palembang, Sumatra Selatan yang beralamat di Jl. Demang. Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan bahwa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Penelitian Kerangka penelitian ini adalah langkah demi langkah dalam penyusunan Tugas Akhir mulai dari tahap persiapan penelitian hingga pembuatan dokumentasi

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilakukan oleh peneliti yaitu sebagai berikut: suatu keputusan pembelian.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilakukan oleh peneliti yaitu sebagai berikut: suatu keputusan pembelian. BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Tahapan Pelaksanaan Penelitian Di dalam penelitian ini terdapat tahapan pelaksanaan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu sebagai berikut: 1. Peneliti melakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013.

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013. 44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013. 3.2 Teknik Pengumpulan

Lebih terperinci

Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Tingkat Harga Terhadap Peningkatan Penjualan Mie Ayam Keriting Permana di Perumahan Harapan Baru 1

Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Tingkat Harga Terhadap Peningkatan Penjualan Mie Ayam Keriting Permana di Perumahan Harapan Baru 1 Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Tingkat Harga Terhadap Peningkatan Penjualan Mie Ayam Keriting Permana di Perumahan Harapan Baru 1 Nama :Farah Npm :122100606 Jurusan :Manajemen Pembimbing :Rooswhan Budhi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis pada bab ini dilakukan dari hasil kuisioner yang telah dikumpulkan. Responden dalam penelitian ini adalah pelanggan yang memiliki hubungan kerja dalam pemanfaatan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis data yang sudah dilakukan bab sebelumnya maka peneliti dapat menarik beberapa kesimpulan, keterbatasan dan saran untuk penelitian selanjutnya. 1.1 Kesimpulan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh aparat Inspektorat yang ikut dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh aparat Inspektorat yang ikut dalam 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh aparat Inspektorat yang ikut dalam tugas pemeriksaan pada Inspektorat di kabupaten/kota yang mendapatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit merupakan suatu badan pelayanan yang tidak berorientasi pada

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit merupakan suatu badan pelayanan yang tidak berorientasi pada BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Rumah sakit merupakan suatu badan pelayanan yang tidak berorientasi pada laba, namun rumah sakit mempunyai konsekuensi pada akuntabilitas dan auditabel dalam pelaporan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh Quality of Work Life

Lebih terperinci

PENGARUH EFEKTIVITAS PENERAPAN SIA, PEMANFAATAN, DAN KESESUAIAN TUGAS PADA KINERJA KARYAWAN

PENGARUH EFEKTIVITAS PENERAPAN SIA, PEMANFAATAN, DAN KESESUAIAN TUGAS PADA KINERJA KARYAWAN PENGARUH EFEKTIVITAS PENERAPAN SIA, PEMANFAATAN, DAN KESESUAIAN TUGAS PADA KINERJA KARYAWAN Ni Made Marlita Puji Astuti 1 Ida Bagus Dharmadiaksa 2 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud),

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA

BAB IV ANALISIS DATA BAB IV ANALISIS DATA 4.1 Gambaran Umum Responden Kuesioner disebarkan kepada para pengguna SIMKARI 2 baik para pengguna langsung maupun penguna tak langsung sejak Juli 2008 dengan batas pengembalian adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah explanatory research.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah explanatory research. 42 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah explanatory research. Menurut Singarimbun dan Effendi (2006), explanatory research

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menguraikan sejauh mana kualitas website mempengaruhi kepuasan pengguna.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menguraikan sejauh mana kualitas website mempengaruhi kepuasan pengguna. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1 Karakteristik Responden Penelitian ini menggunakan 100 responden yang digunakan untuk menguraikan sejauh mana kualitas website

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tempat hiburan yang dinamakan QYU-QYU Karaoke ini terbentuk berkat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tempat hiburan yang dinamakan QYU-QYU Karaoke ini terbentuk berkat 58 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Objek Penetian 4.1.1 Sejarah Perusahaan Perusahaan yang bergerak dibidang jasa hiburan ini bukanlah satusatunya peusahaan peneyedia jasa hiburan

Lebih terperinci

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rahmat Rizkiyanto

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rahmat Rizkiyanto PENGARUH PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK (AIS) TERHADAP KINERJA INDIVIDUAL DENGAN KEMUDAHAN PENGGUNA SEBAGAI VARIABEL MODERATOR Rahmat Rizkiyanto Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah pejabat yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran dan pejabat pelaksana anggaran di Satuan Kerja

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA JATISOBO POLOKARTO SUKOHARJO

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA JATISOBO POLOKARTO SUKOHARJO FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA JATISOBO POLOKARTO SUKOHARJO Fella Ulvathunia Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam

Lebih terperinci

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Profil Sekolah SMK Negeri 6 Malang yang beralamat di Jalan Ki Ageng Gribig 28 Malang, merupakan sekolah menengah kejuruan berstatus negeri yang resmi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitiannya yaitu, produk

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitiannya yaitu, produk BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subjek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitiannya yaitu, produk hijau atau produk ramah lingkungan, yang dipilih sebagai produk ramah lingkungan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Inspektorat Kabupaten/Kota Magelang dan Pegawai SKPD di lingkungan. berkaitan dengan efektivitas audit internal.

BAB III METODE PENELITIAN. Inspektorat Kabupaten/Kota Magelang dan Pegawai SKPD di lingkungan. berkaitan dengan efektivitas audit internal. BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai yang bekerja di Inspektorat Kabupaten/Kota Magelang dan Pegawai SKPD di lingkungan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. kinerja manajemen bagian pemasaran dan operasional pada perusahaan jasa

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. kinerja manajemen bagian pemasaran dan operasional pada perusahaan jasa BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji keterkaitan antara karakteristik informasi sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajemen bagian pemasaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Responden Pada bab IV ini akan menampilkan hasil penelitian yang berupa gambaran umum objek penelitian dan data deskriptif serta menyajikan hasil komputasi

Lebih terperinci

Pengaruh Kompetensi, Independensi, Dan Profesionalisme Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Di Semarang)

Pengaruh Kompetensi, Independensi, Dan Profesionalisme Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Di Semarang) Pengaruh Kompetensi, Independensi, Dan Profesionalisme Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Di Semarang) Ponny Harsanti, Aprilia Whetyningtyas 1 Diterima : 6 Sepember

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Konstruk penelitian ini adalah termasuk penelitian eksplanatoris, yaitu

BAB IV METODE PENELITIAN. Konstruk penelitian ini adalah termasuk penelitian eksplanatoris, yaitu 31 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan dan Ruang Lingkup Penelitian Konstruk penelitian ini adalah termasuk penelitian eksplanatoris, yaitu penelitian yang dilakukan dengan maksud memberikan penjelasan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan pada pengguna software Sistem Informasi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan pada pengguna software Sistem Informasi BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada pengguna software Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD). Penelitian ini dibatasi lokasinya hanya

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Kepuasan Wajib Pajak Terhadap Penggunaan e-filing Bagi Wajib Pajak di

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Kepuasan Wajib Pajak Terhadap Penggunaan e-filing Bagi Wajib Pajak di BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis tentang Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan, Persepsi Kemudahan Penggunaan, dan Kepuasan Wajib Pajak Terhadap Penggunaan

Lebih terperinci

BAB V ANALISA. Pada penelitian yang dilakukan di restoran Nasi Uduk Kebon Kacang Hj.

BAB V ANALISA. Pada penelitian yang dilakukan di restoran Nasi Uduk Kebon Kacang Hj. BAB V ANALISA Pada penelitian yang dilakukan di restoran Nasi Uduk Kebon Kacang Hj. Ellya, penulis mengajukan seperangkat kuesioner kepada responden yang berjumlah 100 orang, kuesioner ini terdiri dari

Lebih terperinci