BUPATI KAPUAS HULU SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA.

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BUPATI KAPUAS HULU SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA."

Transkripsi

1 BUPATI KAPUAS HULU PIDATO JAWABAN / PENJELASAN BUPATI KAPUAS HULU TERHADAP PEMANDANGAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU TERHADAP RANCANGAN PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU TAHUN ANGGARAN 2016 YTH. KETUA DAN WAKIL KETUA, SERTA SELURUH ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU; YTH. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU, SEKRETARIS DPRD KABUPATEN KAPUAS HULU, PARA ASISTEN BESERTA STAF AHLI BUPATI, PARA KEPALA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU, SERTA PARA UNDANGAN DAN HADIRIN YANG BERBAHAGIA. SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA. MENGAWALI PENJELASAN TERHADAP PEMANDANGAN UMUM PARA ANGGOTA DPRD PADA SIDANG DEWAN YANG TERHORMAT PAGI INI, MARI KITA PANJATKAN PUJI SYUKUR KEHADIRAT TUHAN YANG MAHA KUASA, KARENA ATAS BERKAT DAN RAHMAT-NYA MAKA KITA DAPAT MENGHADIRI 1

2 SIDANG SEHAT WAL`AFIAT. DEWAN YANG TERHORMAT INI DALAM KEADAAN PIMPINAN SIDANG DAN ANGGOTA DEWAN YANG TERHORMAT, PERKENANKANLAH KAMI MENYAMPAIKAN TANGGAPAN ATAS PERTANYAAN, USULAN DAN SARAN SERTA PENDAPAT YANG DIKEMUKAKAN DALAM PEMANDANGAN UMUM ANGGOTA DPRD KABUPATEN KAPUAS HULU TERHADAP RANCANGAN PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2016 YANG DISAMPAIKAN OLEH : 1. SAUDARA M. ZAINI, S.PdI (JURU BICARA FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN); 2. SAUDARA Drs. MANSURUDIN (JURU BICARA FRAKSI PARTAI GOLONGAN KARYA); 3. SAUDARA ANTONIUS THAMBUN, SH. (JURU BICARA FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN); 4. SAUDARI IMAN SHABIRIN, S.PdI (FRAKSI PARTAI DEMOKRAT); 5. SAUDARA STEFANUS S.Sos. (JURU BICARA FRAKSI PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN INDONESIA); 6. SAUDARA BARAUN, A.Ma.Pd (JURU BICARA FRAKSI PARTAI GERINDRA DAN AMANAT NASIONAL). 7. SAUDARA ALIMIN (JURU BICARA FRAKSI KEBANGKITAN NASDEM). 2

3 MENANGGAPI PEMANDANGAN UMUM FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN DAPAT KAMI KEMUKAKAN SEBAGAI BERIKUT : DENGAN MEMPERHATIKAN KONDISI KEUANGAN YANG KITA ALAMI SAAT INI, MAKA RANCANGAN PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN 2016 TELAH DIUPAYAKAN PENYUSUNANNYA MENGACU PADA PENCAPAIAN TUJUAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH SERTA MEMPERHATIKAN KEPERLUAN PRIORITAS DAN MENDESAK UNTUK DILAKSANAKAN SAMPAI BERAKHIRNYA TAHUN ANGGARAN. MENYIKAPI TIDAK STABILNYA KEADAAN KEUANGAN DAERAH, MAKA MELALUI SEKRETARIS DAERAH TELAH DIBERITAHUKAN DAN DIHIMBAU KEPADA SELURUH KEPALA SKPD AGAR SELEKTIF DALAM MELAKUKAN PERUBAHAN ANGGARAN DENGAN MEMAKSIMALKAN PEMANFAATANNYA SECARA EFEKTIF DAN EFESIEN SERTA MELAKUKAN PENGGESERAN TERHADAP SISA ANGGARAN DARI KEGIATAN- KEGIATAN YANG DIANGGAP TIDAK ATAU BELUM PRIORITAS, SEHINGGA DIHARAPKAN DALAM RANCANGAN PERUBAHAN APBD TIDAK MENAMBAH ANGGARAN YANG SUDAH ADA. UPAYA UNTUK MENGATASI PERSOALAN MINIMNYA KETERSEDIAAN ANGGARAN TELAH DILAKUKAN OLEH PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU, NAMUN TIDAK SEMUA KEBUTUHAN PRIORITAS YANG ADA DAPAT TERAKOMODIR DI PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN 2016 INI. JIKA PIHAK LEGISLATIF DAPAT MENYETUJUINYA, MAKA PEMERINTAH DAERAH BERMAKSUD UNTUK MENUNDA PEMBAYARAN UTANG REBOISASI KE PEMERINTAH PUSAT YANG TELAH DIANGGARKAN DALAM APBD MURNI SEBESAR 3

4 RP ,73 (DELAPAN MILYAR EMPAT RATUS DELAPAN BELAS JUTA TUJUH RATUS DELAPAN PULUH RIBU DUA RATUS EMPAT PULUH SEMBILAN RUPIAH KOMA TUJUH PULUH TIGA SEN) GUNA MEMBIAYAI PENAMBAHAN KEBUTUHAN PRIORITAS SEPERTI UTANG JASA PELAYANAN KEPADA PIHAK RSUD dr. ACHMAD DIPONEGORO PUTUSSIBAU, PEMBAYARAN TAGIHAN RUMAH SAKIT JIWA SINGKAWANG SERTA KEPERLUAN MENDESAK LAINNYA YANG APABILA TIDAK DILAKSANAKAN DAPAT BERDAMPAK TERHADAP PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT. KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH TERHADAP FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN DAN SEMUA FRAKSI, TELAH DAPAT DAN MAU MEMAHAMI KONDISI KEUANGAN YANG TERJADI, DAN HAL INI BUKAN HANYA DIALAMI OLEH PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU SAJA, NAMUN DIALAMI OLEH HAMPIR SEMUA DAERAH DI SELURUH INDONESIA. MENANGGAPI PEMANDANGAN UMUM FRAKSI PARTAI GOLONGAN KARYA DAPAT KAMI KEMUKAKAN SEBAGAI BERIKUT : JUMLAH PENAMBAHAN PENDAPATAN DALAM RANCANGAN PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH YANG SEMULA SEBESAR RP ,00 (SATU TRILIUN ENAM RATUS LIMA PULUH MILYAR DELAPAN RATUS DELAPAN BELAS JUTA TIGA RATUS TUJUH RIBU SERATUS ENAM PULUH SEMBILAN RUPIAH) MENJADI SEBESAR 4

5 RP ,45 (SATU TRILIUN TUJUH RATUS TIGA PULUH ENAM MILYAR DUA RATUS SEMBILAN PULUH LIMA JUTA DUA RATUS SEMBILAN PULUH SEMBILAN RIBU ENAM RATUS ENAM BELAS RUPIAH KOMA EMPAT PULUH LIMA SEN) YANG BERARTI MENGALAMI PENAMBAHAN SEBESAR RP ,45 (DELAPAN PULUH LIMA MILYAR EMPAT RATUS TUJUH PULUH ENAM JUTA SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH DUA RIBU EMPAT RATUS EMPAT PULUH TUJUH RUPIAH KOMA EMPAT PULUH LIMA SEN), PENYESUAIAN PENDAPATAN TERSEBUT DAPAT DIJELASKAN SEBAGAI BERIKUT : 1. PENAMBAHAN DANA BANTUAN KEUANGAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT SEBESAR RP ,00 (DELAPAN PULUH DELAPAN MILYAR TIGA RATUS TUJUH BELAS JUTA ENAM RATUS RIBU RUPIAH) YANG DITERIMA OLEH PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU SEBAGAIMANA KEPUTUSAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT NOMOR 88/BPKAD/2016, TANGGAL 27 JANUARI 2016, TENTANG PENETAPAN ALOKASI DANA BANTUAN KEUANGAN KEPADA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DAN BANTUAN KEUANGAN KEPADA KECAMATAN, KELURAHAN DAN DESA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT; 2. PENAMBAHAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN UNTUK PELAYANAN RUJUKAN SEBESAR RP ,00 (TIGA PULUH TIGA MILYAR DUA RATUS DELAPAN BELAS JUTA LIMA RATUS TIGA PULUH RIBU RUPIAH) SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 66 TAHUN 2016; 3. PENGURANGAN DANA ALOKASI KHUSUS PADA BEBERAPA BIDANG LAINNYA, DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM 5

6 DARI PEMERINTAH PUSAT, DANA BAGI HASIL PAJAK DARI PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT SERTA PENYESUAIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH YANG SECARA KESELURUHAN SEBESAR RP ,55 (TIGA PULUH ENAM MILYAR LIMA PULUH SEMBILAN JUTA SERATUS TIGA PULUH TUJUH RIBU LIMA RATUS LIMA PULUH DUA RUPIAH KOMA LIMA PULUH LIMA SEN). AKUMULASI DARI ADANYA PENAMBAHAN DAN PENGURANGAN, MENGAKIBATKAN KESELURUHAN ANGGARAN PENDAPATAN MENGALAMI PENAMBAHAN SEBESAR RP ,45 (DELAPAN PULUH LIMA MILYAR EMPAT RATUS TUJUH PULUH ENAM JUTA SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH DUA RIBU EMPAT RATUS EMPAT PULUH TUJUH RUPIAH KOMA EMPAT PULUH LIMA SEN), DISISI ANGGARAN BELANJA TERDAPAT PENAMBAHAN SEBESAR RP ,38 (SERATUS TIGA PULUH EMPAT MILYAR SERATUS LIMA PULUH ENAM JUTA TIGA RATUS TIGA RIBU ENAM RATUS ENAM PULUH TUJUH RUPIAH KOMA TIGA PULUH DELAPAN SEN) YANG BERASAL DARI : 1. PENAMBAHAN ANGGARAN BELANJA UNTUK KEGIATAN YANG SUMBER DANANYA DARI BANTUAN KEUANGAN PROVINSI SEBESAR RP ,00 (DELAPAN PULUH DELAPAN MILYAR TIGA RATUS TUJUH BELAS JUTA ENAM RATUS RIBU RUPIAH); 2. PENAMBAHAN ANGGARAN BELANJA YANG BERSUMBER DARI DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN UNTUK PELAYANAN RUJUKAN SEBESAR RP ,00 (TIGA PULUH TIGA MILYAR DUA RATUS DELAPAN BELAS JUTA LIMA RATUS TIGA PULUH RIBU RUPIAH); 6

7 3. PENAMBAHAN ANGGARAN BELANJA UNTUK MEMBAYAR UTANG JASA PELAYANAN DI RUSD. Dr. ACHMAD DIPONEGRORO SEBESAR RP ,80 (EMPAT MILYAR SEMBILAN PULUH SEMBILAN JUTA SERATUS TUJUH PULUH ENAM RIBU LIMA RATUS EMPAT PULUH ENAM RUPIAH KOMA DELAPAN PULUH SEN); 4. PENAMBAHAN SISA DANA KAPITASI JKN - FKTP TAHUN ANGGARAN 2015 PADA ANGGARAN BELANJA SEBESAR RP ,00 (TIGA MILYAR EMPAT RATUS ENAM PULUH EMPAT JUTA TUJUH PULUH RIBU DELAPAN PULUH TUJUH RUPIAH ); 5. PENAMBAHAN SISA TUNJANGAN PROFESI GURU PNSD DAN TAMBAHAN PENGHASILAN GURU PNSD TAHUN TAHUN SEBELUMNYA PADA ANGGARAN BELANJA SEBESAR RP ,00 (DUA PULUH EMPAT MILYAR DUA RATUS ENAM PULUH LIMA JUTA DELAPAN RATUS SEPULUH RIBU RUIAH). 6. PENAMBAHAN LAIN-LAIN DARI USULAN SKPD UNTUK MEMBIAYAI KEBUTUHAN PRIORITAS DAN MENDESAK SEPERTI RENCANA PENAMBAHAN DI INSPEKTORAT KABUPATEN, DINAS PERTANIAN, TANAMAN PANGAN DAN PETERNAKAN, SEKRETARIAT DPRD, SEKRETARIAT DAERAH DAN SKPD LAIN YANG MENGALAMI PENAMBAHAN. KEGIATAN PEMBANGUNAN RUMAH DINAS KEPALA SEKOLAH, GURU DAN PENJAGA SEKOLAH DI DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA DALAM RANCANGAN PERUBAHAN APBD TIDAK MENGALAMI PERUBAHAN, SEHINGGA PAKET 7

8 PEKERJAAN YANG TERCANTUM DI DALAM KEGIATAN TERSEBUT MASIH TETAP MENGACU PADA PENJABARAN APBD MURNI TAHUN ANGGARAN MENANGGAPI PEMANDANGAN UMUM FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN DAPAT KAMI KEMUKAKAN SEBAGAI BERIKUT : 1. PENURUNAN TARGET PENDAPATAN DALAM RANCANGAN PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN 2016 KHUSUSNYA UNTUK PAJAK DAERAH DILAKUKAN PENYESUAIAN BERUPA PENGURANGAN SEBESAR RP ,00 (LIMA MILYAR SERATUS DUA BELAS JUTA RUPIAH) KARENA TIDAK TERCAPAINYA TARGET PENDAPATAN YANG BERASAL DARI BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN (BPHTB) HAK GUNA USAHA PERKEBUNAN SAWIT; 2. PEMBAYARAN GAJI KE-TIGA BELAS DAN PEMBERIAN TUNJANGAN HARI RAYA TAHUN ANGGARAN 2016 UNTUK PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH TERMASUK PEJABAT NEGARA DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DIATUR DENGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2016 DAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN BESARAN YANG HARUS DIBAYARKAN OLEH PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU UNTUK PEMBERIAN GAJI KE-TIGA BELAS SEBESAR RP ,00 (DUA PULUH TIGA MILYAR SEMBILAN RATUS EMPAT JUTA EMPAT RATUS ENAM PULUH TIGA RIBU DUA RATUS TIGA PULUH LIMA RUPIAH) SEDANGKAN UNTUK PEMBERIAN TUNJANGAN HARI RAYA SEBESAR RP ,00 8

9 (SEMBILAN BELAS MILYAR TIGA RATUS TUJUH PULUH TIGA JUTA SEMBILAN RATUS TUJUH RIBU SERATUS ENAM PULUH TUJUH RUPIAH). 3. BEBERAPA ALASAN YANG MENYEBABKAN DILAKUKAN PERUBAHAN ANTARA LAIN : A. KEBIJAKAN PEMOTONGAN DANA ALOKASI KHUSUS MENGACU PADA SURAT EDARAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : SE-10/MK.07/2016, TANGGAL 8 APRIL 2016, YANG MENGHARUSKAN PEMERINTAH DERAH PENERIMA DANA ALOKASI KHUSUS MELAKUKAN PEMOTONGAN SENDIRI SEBESAR 10% (SEPULUH) PERSEN DARI TOTAL DANA YANG TELAH DIALOKASIKAN. ANGGARAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) FISIK UNTUK PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU SETELAH DIHITUNG, MAKA DILAKUKAN PEMOTONGAN SENDIRI SEBESAR RP ,00 (DUA PULUH EMPAT MILYAR DELAPAN RATUS DUA PULUH SATU JUTA DELAPAN RATUS SEMBILAN PULUH ENAM RIBU RUPIAH) YANG TERDIRI DARI : DAK REGULER BIDANG KESEHATAN SUB BIDANG PELAYANAN DASAR SEBESAR RP ,00 (DUA RATUS TUJUH PULUH EMPAT JUTA DELAPAN RATUS DELAPAN PULUH EMPAT RIBU RUPIAH); DAK REGULER BIDANG SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG SUB BIDANG INFRASTRUKTUR JALAN SEBESAR RP ,00 ( TUJUH BELAS MILYAR TUJUH RATUS TIGA PULUH TUJUH JUTA SERATUS TIGA PULUH DUA RIBU RUPIAH); 9

10 DAK INTRASTRUKTUR PUBLIK DAERAH (IPD) SEBESAR RP ,00 (ENAM MILYAR DELAPAN RATUS SEMBILAN JUTA DELAPAN RATUS DELAPAN RIBU RUPIAH). B. JUMLAH DANA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL BAGI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA YANG TIDAK TEREALISASI DI TAHUN 2015 DAN HARUS DIANGGARKAN KEMBALI DALAM PERUBAHAN APBD INI SEBESAR RP ,00 (TIGA MILYAR EMPAT RATUS ENAM PULUH EMPAT JUTA TUJUH PULUH RIBU DELAPAN PULUH TUJUH RUPIAH ), ADAPUN DANA KAPITASI JKN FKTP YANG BELUM TEREALISASI TERSEBUT ADALAH PENGADAAN OBAT-OBATAN DAN BAHAN PAKAI HABIS, YANG PENGADAANNYA MENGGUNAKAN E-CATALOG DAN HARUS DILAKSANAKAN SEKALIGUS, SEDANGKAN ANGGARAN JKN TERSEBUT OLEH BPJS KESEHATAN DILAKUKAN TRANSFER DANA PERBULAN BERDASARKAN JUMLAH PESERTA JKN YANG TERDAFTAR DI MASING-MASING FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA. C. BEBERAPA KEBUTUHAN PRIORITAS DAN MENDESAK ANTARA LAIN SEPERTI : PEMBAYARAN UTANG JASA PELAYANAN KEPADA PIHAK RSUD. ACHMAD DIPONEGORO PUTUSSIBAU SEBESAR RP ,80 (EMPAT MILYAR SEMBILAN PULUH SEMBILAN JUTA SERATUS TUJUH PULUH ENAM RIBU LIMA RATUS EMPAT PULUH ENAM RUPIAH KOMA DELAPAN PULUH SEN); PEMBAYARAN TAGIHAN RUMAH SAKIT JIWA 10

11 SINGKAWANG DAN BIAYA PENJEMPUTAN PASIEN YANG BERASAL DARI KABUPATEN KAPUAS HULU DIALOKASIKAN SEBESAR RP ,00 (SERATUS TIGA BELAS JUTA TIGA RATUS EMPAT PULUH TUJUH RIBU TUJUH RATUS LIMA PULUH RUPIAH); KEGIATAN PEMBENTUKAN KAMPUNG KB SEBESAR RP ,00 (SERATUS DELAPAN PULUH SEMBILAN JUTA DUA RATUS TUJUH PULUH DELAPAN RIBU RUPIAH); KEGIATAN PENGENDALIAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT RABIES DIUSULKAN SEBESAR RP ,00 (EMPAT RATUS LIMA PULUH JUTA ENAM RATUS DUA PULUH TIGA RIBU RUPIAH); USULAN PENAMBAHAN DARI SEKRETARIAT DPRD SEBESAR RP ,00 (EMPAT MILYAR ENAM RATUS LIMA BELAS JUTA EMPAT RATUS SEMBILAN PULUH ENAM RIBU SERATUS DUA PULUH ENAM RUPIAH); SERTA PENAMBAHAN DARI SKPD-SKPD LAINNYA DENGAN TOTAL DIPERKIRAKAN SEBESAR RP ,00 (ENAM MILYAR DELAPAN JUTA DELAPAN RATUS TIGA PULUH TUJUH RIBU RUPIAH). 4. UNTUK MEMBIAYAI KEBUTUHAN PRIORITAS DAN MENDESAK SESUAI USULAN BEBERAPA SKPD DIGUNAKAN DANA YANG BERASAL DARI PENGGESERAN SISA TENDER DI DINAS BINA MARGA DAN PENGAIRAN, DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG SERTA DINAS KESEHATAN DENGAN TOTAL SEBESAR RP ,00 (DUA MILYAR ENAM RATUS SEMBILAN PULUH TIGA JUTA ENAM RATUS ENAM PULUH SATU RIBU SERATUS ENAM BELAS RUPIAH). 11

12 5. PENAMBAHAN DALAM RANCANGAN PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN 2016 PADA BELANJA TIDAK LANGSUNG MAUPUN BELANJA LANGSUNG SESUAI DENGAN URUSAN DAPAT DIJELASKAN SEBAGAI BERIKUT : PENAMBAHAN ANGGARAN BELANJA TIDAK LANGSUNG YANG TERBESAR YAITU PADA URUSAN WAJIB KHUSUSNYA DI SKPD DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA SEBESAR RP ,00 (DUA PULUH DELAPAN MILYAR LIMA RATUS LIMA PULUH ENAM JUTA DUA RATUS TIGA PULUH SEMBILAN RIBU LIMA RATUS LIMA PULUH RUPIAH); YANG MERUPAKAN PENGANGGARAN DANA TUNJANGAN PROFESI GURU DAN TAMBAHAN PENGHASILAN GURU SERTA PENAMBAHAN KEKURANGAN GAJI DAN TUNJANGAN PNSD. SEDANGKAN PADA BELANJA LANGSUNG PENAMBAHAN YANG TERBESAR TERDAPAT DI DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG SEBESAR RP ,00 (TUJUH PULUH EMPAT MILYAR DUA RATUS SEMBILAN PULUH JUTA LIMA RATUS ENAM PULUH ENAM RIBU RUPIAH) YANG MERUPAKAN PENAMBAHAN ANGGARAN BELANJA KEGIATAN DARI DANA BANTUAN KEUANGAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, SERTA DI DINAS KESEHATAN SEBESAR RP ,19 (TIGA PULUH ENAM MILYAR TUJUH RATUS ENAM PULUH DUA JUTA DUA RATUS ENAM RIBU ENAM RATUS EMPAT RUPIAH KOMA SEMBILAN BELAS SEN) ADALAH MERUPAKAN PENAMBAHAN ANGGARAN BELANJA KEGIATAN DAK BIDANG KESEHATAN, 12

13 KEGIATAN DANA KAPITASI JKN - FKTP DAN KEGIATAN YANG BERSUMBER DARI DANA BAGI HASIL PAJAK ROKOK. 6. PENAMBAHAN PENERIMAAN PEMBIAYAAN YANG BERASAL DARI SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN TAHUN ANGGARAN SEBELUMNYA SEBESAR RP ,20 (TIGA PULUH MILYAR ENAM RATUS ENAM PULUH DUA JUTA SERATUS DUA PULUH SEMBILAN RIBU LIMA RATUS DELAPAN PULUH ENAM RUPIAH KOMA DUA PULUH SEN), DIANGGARKAN KEMBALI SESUAI DENGAN PERUNTUKANNYA YAITU UNTUK PEMBAYARAN TUNJANGAN PROFESI GURU DAN TAMBAHAN PENGHASILAN GURU PNSD SAMPAI AKHIR TAHUN ANGGARAN 2016, MENGINGGAT ALOKASI DANA UNTUK TAHUN 2016 TRIWULAN 3 DAN TRIWULAN 4 TELAH DIHENTIKAN PENYALURANNYA, SELAIN ITU PENAMBAHAN SiLPA TERSEBUT DIGUNAKAN UNTUK ALOKASI ANGGARAN KEGIATAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA. MENANGGAPI PEMANDANGAN UMUM FRAKSI PARTAI DEMOKRAT DAPAT KAMI KEMUKAKAN SEBAGAI BERIKUT : MENAMBAH PENJELASAN SEBELUMNYA UNTUK PENGGESERAN ANGGARAN DILAKUKAN HAMPIR DISEMUA SKPD TERUTAMA PADA BELANJA TIDAK LANGSUNG BERUPA BELANJA GAJI DAN TUNJANGAN YANG DILAKUKAN PENGGESERAN DARI SATU SKPD KE SKPD LAINNYA UNTUK MENUTUPI PERKIRAAN KEKURANGAN SAMPAI DENGAN AKHIR TAHUN ANGGARAN, SEDANGKAN PADA BELANJA LANGSUNG JUGA DILAKUKAN 13

14 PENGGESERAN TERHADAP PROGRAM / KEGIATAN YANG TELAH DILAKSANAKAN DAN MASIH MEMPUNYAI SISA ANGGARAN UNTUK MENAMBAH DAN MENUTUPI KEKURANGAN DANA PROGRAM / KEGIATAN LAINNYA SAMPAI DENGAN AKHIR TAHUN ANGGARAN. MENANGGAPI PEMANDANGAN UMUM FRAKSI PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN INDONESIA DAPAT KAMI KEMUKAKAN SEBAGAI BERIKUT : SEBAGAIMANA TELAH DIJELASKAN SEBELUMNYA BAHWA SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN (SiLPA) TAHUN ANGGARAN SEBELUMNYA SESUAI HASIL AUDIT BPK RI PERWAKILAN KALIMANTAN BARAT BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU NOMOR 5 TAHUN 2016 SEBESAR RP ,93 (SEMBILAN PULUH DELAPAN MILYAR DELAPAN RATUS LIMA PULUH ENAM JUTA DELAPAN RATUS EMPAT PULUH SATU RIBU DELAPAN RATUS ENAM RUPIAH KOMA SEMBILAN PULUH TIGA SEN), SiLPA DIMAKSUD TELAH DIGUNAKAN DALAM APBD MURNI TAHUN ANGGARAN 2016 SEBESAR RP ,73 (ENAM PULUH DELAPAN MILYAR SERATUS SEMBILAN PULUH EMPAT JUTA TUJUH RATUS DUA BELAS RIBU DUA RATUS DUA PULUH RUPIAH KOMA TUJUH PULUH TIGA SEN) SEHINGGA MASIH HARUS DILAKUKAN PENYESUAIAN SEBESAR RP ,20 (TIGA PULUH MILYAR ENAM RATUS ENAM PULUH DUA JUTA SERATUS DUA PULUH SEMBILAN RIBU LIMA RATUS DELAPAN PULUH ENAM RUPIAH KOMA DUA PULUH SEN). 14

15 DARI JUMLAH SiLPA TERSEBUT DIATAS TERDAPAT SISA DANA YANG TIDAK TEREALISASI DITAHUN SEBELUMNYA SEPERTI DANA TUNJANGAN PROFESI GURU DAN TAMBAHAN PENGHASILAN GURU, DANA JKN FKTP, DANA ALOKASI KHUSUS, BANTUAN KEUANGAN PROVINSI DAN DANA REBOISASI YANG SECARA KESELURUHAN SEBESAR RP ,19 (EMPAT PULUH SATU MILYAR LIMA RATUS SEMBILAN PULUH LIMA JUTA SEMBILAN RATUS LIMA PULUH TIGA RIBU DELAPAN RATUS DUA PULUH TIGA RUPIAH KOMA SEMBILAN BELAS SEN). MEMBANDINGKAN SISA SiLPA YANG ADA DENGAN JUMLAH PERUNTUKANNYA MAKA TERLIHAT BAHWA DARI SISA DANA TERSEBUT TELAH ADA YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBIAYAI APBD MURNI TAHUN ANGGARAN MENANGGAPI PEMANDANGAN UMUM FRAKSI PARTAI GERINDRA DAN AMANAT NASIONAL DAPAT KAMI KEMUKAKAN SEBAGAI BERIKUT : 1. DALAM RANCANGAN PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN 2016, PENAMBAHAN PENDAPATAN DAERAH SECARA KESELURUHAN SEBESAR RP ,45 (DELAPAN PULUH LIMA MILYAR EMPAT RATUS TUJUH PULUH ENAM JUTA SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH DUA RIBU EMPAT RATUS EMPAT PULUH TUJUH RUPIAH KOMA EMPAT PULUH LIMA SEN) SEDANGKAN UNTUK PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) HANYA MENGALAMI PENYESUAIAN SEBESAR RP ,65 (DUA MILYAR SERATUS JUTA TIGA RATUS LIMA PULUH EMPAT RIBU DUA RATUS DUA PULUH SATU RUPIAH KOMA ENAM PULUH LIMA SEN) JIKA DIBANDINGKAN DENGAN PENAMBAHAN PENDAPATAN SECARA 15

16 KESELURUHAN PADA TAHUN 2015, MEMANG MENGALAMI PENURUNAN, HAL TERSEBUT DISEBABKAN BANYAKNYA PERKIRAAN TARGET PENDAPATAN TERUTAMA DARI DANA TRANSFER PEMERINTAH PUSAT MAUPUN PROVINSI YANG TIDAK TERCAPAI SEHINGGA DILAKUKAN PENYESUAIAN BERUPA PENGURANGAN ALOKASI ANGGARAN PENDAPATAN. 2. MENANGGAPI PEMANDANGAN UMUM FRAKSI PARTAI GERINDRA DAN AMANAT NASIONAL TENTANG STRUKTUR BELANJA DAERAH DALAM RANCANGAN PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN 2016, DAPAT DIJELASKAN BAHWA PENAMBAHAN BELANJA SEBESAR RP ,38 (SERATUS TIGA PULUH EMPAT MILYAR SERATUS LIMA PULUH ENAM JUTA TIGA RATUS TIGA RIBU ENAM RATUS ENAM PULUH TUJUH RUPIAH KOMA TIGA PULUH DELAPAN SEN) MERUPAKAN SELISIH DARI JUMLAH PENDAPATAN PADA RANCANGAN PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN 2016 DIBANDINGKAN DENGAN JUMLAH PENDAPATAN DALAM APBD MURNI TAHUN ANGGARAN 2016, JUMLAH TERSEBUT MERUPAKAN AKUMULASI DARI BELANJA TIDAK LANGSUNG DAN BELANJA LANGSUNG, SEDANGKAN ANGKA SEBESAR RP ,39 (DELAPAN RATUS DELAPAN PULUH DUA MILYAR SERATUS DUA PULUH JUTA SERATUS DELAPAN RIBU EMPAT RATUS ENAM RUPIAH KOMA TIGA PULUH SEMBILAN SEN) MERUPAKAN JUMLAH BELANJA TIDAK LANGSUNG YANG DIANGGARKAN DALAM RANCANGAN PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN

17 UNTUK BELANJA MODAL DALAM PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN 2016 SEBESAR RP ,19 (LIMA RATUS EMPAT PULUH LIMA MILYAR EMPAT RATUS LIMA PULUH EMPAT JUTA SEMBILAN RATUS EMPAT PULUH SATU RIBU TUJUH RATUS EMPAT RUPIAH KOMA SEMBILAN BELAS SEN) SEHINGGA APABILA JUMLAH BELANJA MODAL TERSEBUT DIBANDINGKAN DENGAN JUMLAH BELANJA SECARA KESELURUHAN SEBESAR RP ,38 (SATU TRILIUN DELAPAN RATUS DUA PULUH DELAPAN MILYAR DELAPAN RATUS TUJUH PULUH LIMA JUTA LIMA RATUS EMPAT PULUH DUA RIBU DELAPAN RATUS TUJUH RUPIAH KOMA TIGA PULUH DELAPAN SEN), MAKA PERSENTASE YANG DIPEROLEH ADALAH 29,82% (DUA PULUH SEMBILAN KOMA DELAPAN PULUH DUA PERSEN). 3. KAMI MENGUCAPKAN TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN FRAKSI GERINDRA DAN PAN MENGENAI PROGRAM PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN KAPUAS HULU, SEDANGKAN UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN ANTARA LAIN ADALAH PERLUASAN LAHAN PERTANIAN, PENINGKATAN KUALITAS PETANI SERTA PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA GUNA MENINGKATKAN KETERSEDIAAN DAN KESINAMBUNGAN PRODUKSI PANGAN. 17

18 MENANGGAPI PEMANDANGAN UMUM FRAKSI KEBANGKITAN NASDEM DAPAT KAMI KEMUKAKAN SEBAGAI BERIKUT : MELENGKAPI PENJELASAN SEBELUMNYA MENGENAI PENAMBAHAN PENDAPATAN SEBESAR RP ,45 (DELAPAN PULUH LIMA MILYAR EMPAT RATUS TUJUH PULUH ENAM JUTA SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH DUA RIBU EMPAT RATUS EMPAT PULUH TUJUH RUPIAH KOMA EMPAT PULUH LIMA SEN), KEMBALI DIJELASKAN BAHWA PENAMBAHAN TERSEBUT DISEBABKAN OLEH : - PENDAPATAN ASLI DAERAH BERTAMBAH SEBESAR RP ,65 (DUA MILYAR SERATUS JUTA TIGA RATUS LIMA PULUH EMPAT RIBU DUA RATUS DUA PULUH SATU RUPIAH KOMA ENAM PULUH LIMA SEN); - DANA PERRIMBANGAN BERTAMBAH SEBESAR RP ,00 ( DUA MILYAR LIMA PULUH LIMA JUTA TUJUH RATUS DUA PULUH RIBU SEMBILAN RATUS TUJUH PULUH SEMBILAN RUPIAH); - LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH BERTAMBAH SEBESAR RP ,80 (DELAPAN PULUH SATU MILYAR TIGA RATUS DUA PULUH JUTA SEMBILAN RATUS TUJUH BELAS RIBU DUA RATUS EMPAT PULUH ENAM RUPIAH KOMA DELAPAN PULUH SEN). 18

19 PIMPINAN SIDANG DAN PARA ANGGOTA DEWAN YANG TERHORMAT, KAMI MENYADARI SEPENUHNYA BAHWA JAWABAN YANG TELAH DISAMPAIKAN BELUM DAPAT MEMUASKAN ANGGOTA DEWAN YANG TERHORMAT. NAMUN UNTUK HAL - HAL YANG BELUM JELAS DAN BELUM DISEPAKATI TENTUNYA AKAN DIBAHAS KEMBALI DALAM KESEMPATAN RAPAT KONSULTASI ANTARA PIHAK EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF. DEMIKIAN PENJELASAN YANG DAPAT KAMI SAMPAIKAN, TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN DAN MOHON MAAF ATAS KEKURANGANNYA, SEMOGA TUHAN YANG MAHA ESA SELALU MELIMPAHKAN RAHMAT DAN BERKATNYA KEPADA KITA SEMUA. SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA. PUTUSSIBAU, 9 SEPTEMBER WAKIL BUPATI KAPUAS HULU, ANTONIUS L AIN PAMERO. 19

PIDATO BUPATI KAPUAS HULU

PIDATO BUPATI KAPUAS HULU PIDATO BUPATI KAPUAS HULU PADA ACARA PENGANTAR NOTA KEUANGAN RANCANGAN PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU TAHUN ANGGARAN 2016 PUTUSSIBAU, 7 SEPTEMBER 2016 BUPATI KAPUAS

Lebih terperinci

Assalamualaikum Wr. Wb

Assalamualaikum Wr. Wb Assalamualaikum Wr. Wb Ysh. Saudara Ketua, para Wakil Ketua dan segenap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pemalang; Ysh. Sekretaris Daerah beserta segenap Jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang;

Lebih terperinci

Assalamualaikum Wr. Wb

Assalamualaikum Wr. Wb Assalamualaikum Wr. Wb Ysh. Saudara Ketua, para Wakil Ketua dan segenap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pemalang; Ysh. Sekretaris Daerah beserta segenap Jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Lebih terperinci

Assalamu alaikum Wr. Wb.

Assalamu alaikum Wr. Wb. Assalamu alaikum Wr. Wb. Ysh. Saudara Ketua beserta jajaran Pimpinan dan segenap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pemalang; Ysh. Sekretaris Daerah beserta segenap Jajaran Pemerintah Kabupaten

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN KEUANGAN RSUD KOTA SALATIGA TAHUN 2017

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN KEUANGAN RSUD KOTA SALATIGA TAHUN 2017 PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN KEUANGAN RSUD KOTA SALATIGA TAHUN 2017 1 ASPEK ANGGARAN Untuk mewujudkan sasaransasaran yang telah ditetapkan, maka terdapat berbagai program

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 03/PMK.07/2007 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 03/PMK.07/2007 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 03/PMK.07/2007 TENTANG PENETAPAN PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012 PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : a. bahwa sesuai Pasal

Lebih terperinci

2 6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Le

2 6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Le BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN DAN PEMANFAATAN INSENTIF PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG PENJABARAN PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2016

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG PENJABARAN PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2016 SALINAN NOMOR 18/2016 PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG PENJABARAN PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

Lebih terperinci

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT DALAM SIDANG PARIPURNA DPRD TENTANG PENETAPAN RANCANGAN PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PROVINSI

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT DALAM SIDANG PARIPURNA DPRD TENTANG PENETAPAN RANCANGAN PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PROVINSI 1 SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT DALAM SIDANG PARIPURNA DPRD TENTANG PENETAPAN RANCANGAN PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN ANGGARAN 2008 DAN PENETAPAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 229 /PMK.07/2010 TENTANG ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 DAN PASAL 29 WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM NEGERI DAN PAJAK PENGHASILAN

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2015

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 14 TAHUN 2016 T E N T A N G

PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 14 TAHUN 2016 T E N T A N G - 1 - PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 14 TAHUN 2016 T E N T A N G PEMBAGIAN DANA BAGI HASIL PENERIMAAN PAJAK PEMERINTAH PROVINSI UNTUK KABUPATEN/KOTA DALAM PROVINSI JAMBI TRIWULAN I TAHUN ANGGARAN 2016

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PENYEDIAAN DANA BELANJA YANG BERSIFAT TETAP DARI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PROVINSI JAWA BARAT UNTUK BULAN JANUARI 2010 GUBERNUR JAWA

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2017

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2017 GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2017 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN

LEMBARAN DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN LEMBARAN DAERAH KOTA SAMARINDA Nomor 8 Tahun 2014 SALINAN WALIKOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 038 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 038 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 038 TAHUN 2013 TENTANG BAGI HASIL PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR UNTUK PEMERINTAH PROVINSI DAN PEMERINTAH KABUPATEN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2016 NOMOR 6

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2016 NOMOR 6 BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2016 NOMOR 6 PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR : 6 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 56 TAHUN 2015 TENTANG PENJABARAN ANGGARAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PROBOLINGGO NOMOR : 04 TAHUN 2009 TENTANG PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PROBOLINGGO,

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 07 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 07 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 07 TAHUN 2016 TENTANG BAGI HASIL PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR UNTUK PEMERINTAH PROVINSI DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA

Lebih terperinci

P E R A T U R A N D A E R A H

P E R A T U R A N D A E R A H P E R A T U R A N D A E R A H KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN NOMOR 20 TAHUN 2007 TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN KEPADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH (BPD) KALIMANTAN

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 061 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 061 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 061 TAHUN 2016 TENTANG BAGI HASIL PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR UNTUK PEMERINTAH PROVINSI DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BEKASI

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BEKASI LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BEKASI NO : 5 2002 SERI : D PERATURAN DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 5 TAHUN 2002 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN DPRD KABUPATEN BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BEKASI

Lebih terperinci

2011, No Menetapkan 2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran

2011, No Menetapkan 2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran No.813, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN.Alokasi Sementara Dana. Pajak Penghasilan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 203/PMK.07/2011 TENTANG ALOKASI SEMENTARA

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2010

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2010 SALINAN NOMOR 3/A, 2010 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang

Lebih terperinci

WALIKOTA LUBUKLINGGAU PERATURAN WALIKOTA LUBUKLINGGAU NOMOR 5* TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA LUBUKLINGGAU PERATURAN WALIKOTA LUBUKLINGGAU NOMOR 5* TAHUN 2016 TENTANG WALIKOTA LUBUKLINGGAU PERATURAN WALIKOTA LUBUKLINGGAU NOMOR 5* TAHUN 2016 TENTANG BESARAN TUNJANGAN KOMUNIKASIINTENSIF PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN ANGGARAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TORAJA UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TORAJA UTARA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TORAJA UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TORAJA UTARA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TORAJA UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TORAJA UTARA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN

Lebih terperinci

2 6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Le

2 6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Le BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN DAN PEMANFAATAN INSENTIF PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 063 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 063 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 063 TAHUN 2016 TENTANG BAGI HASIL PENERIMAAN PAJAK AIR PERMUKAAN UNTUK PEMERINTAH PROVINSI DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA PERIODE BULAN JULI SAMPAI DENGAN BULAN

Lebih terperinci

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 41 TAHUN 2014

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 41 TAHUN 2014 GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 41 TAHUN 2014 TENTANG BANTUAN KEUANGAN BERSIFAT KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN KEPADA KABUPATEN/KOTA DALAM PROVINSI JAMBI TAHUN ANGGARAN 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PANDANGAN UMUM FRAKSI PARTAI GOLONGAN KARYA PROVINSI JAWA TENGAH TERHADAP

PANDANGAN UMUM FRAKSI PARTAI GOLONGAN KARYA PROVINSI JAWA TENGAH TERHADAP PANDANGAN UMUM FRAKSI PARTAI GOLONGAN KARYA PROVINSI JAWA TENGAH TERHADAP RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH TENTANG PERTANGGUNG JAWABAN PELAKSANAAN APBD PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN ANGGARAN

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 069 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 069 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 069 TAHUN 2016 TENTANG BAGI HASIL PENERIMAAN PAJAK ROKOK UNTUK PEMERINTAH PROVINSI DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA KURANG SALUR TAHUN ANGGARAN 2015 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 018 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 018 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 018 TAHUN 2013 TENTANG BAGI HASIL PENERIMAAN PAJAK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR UNTUK PEMERINTAH PROVINSI DAN PEMERINTAH KABUPATEN / KOTA PERIODE BULAN JANUARI

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 065 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 065 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 065 TAHUN 2016 TENTANG BAGI HASIL PENERIMAAN PAJAK ROKOK UNTUK PEMERINTAH PROVINSI DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA PERIODE PENERIMAAN BULAN OKTOBER 2016 DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 160.2/PMK.07/2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 160.2/PMK.07/2008 TENTANG PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 160.2/PMK.07/2008 TENTANG ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 DAN PASAL 29 WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM NEGERI DAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 04 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 04 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 04 TAHUN 2014 TENTANG BAGI HASIL PENERIMAAN PAJAK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR UNTUK PEMERINTAH PROVINSI DAN PEMERINTAH KABUPATEN / KOTA PERIODE BULAN OKTOBER

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 024 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 024 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 024 TAHUN 2016 TENTANG BAGI HASIL PENERIMAAN PAJAK AIR PERMUKAAN UNTUK PEMERINTAH PROVINSI DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA PERIODE BULAN JANUARI SAMPAI DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTAJAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTAJAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTAJAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2007 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI SALINAN KEPUTUSAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 188/729/KEP/ /2012

BUPATI BANYUWANGI SALINAN KEPUTUSAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 188/729/KEP/ /2012 BUPATI BANYUWANGI SALINAN KEPUTUSAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 188/729/KEP/429.011/2012 TENTANG BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK HASIL PEMILU PERIODE TAHUN 2009-2014 YANG MENDAPATKAN KURSI DI DPRD KABUPATEN

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 132 TAHUN 2016 TENTANG PENJABARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2017

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 132 TAHUN 2016 TENTANG PENJABARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2017 GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 132 TAHUN 2016 TENTANG PENJABARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2017 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU KE DALAM MODAL PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM BERSUJUD

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.820, 2011 KEMENTERIAN KEUANGAN. DBH. Pajak Penghasilan. Orang Pribadi. Tahun Anggaran 2011 PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 210/PMK.07/2011 TENTANG

Lebih terperinci

WALI KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALI KOTA DEPOK NOMOR 34 TAHUN 2017

WALI KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALI KOTA DEPOK NOMOR 34 TAHUN 2017 SALINAN WALI KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALI KOTA DEPOK NOMOR 34 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN WALI KOTA DEPOK NOMOR 127 TAHUN 2016 TENTANG PENJABARAN ANGGARAN PENDAPATAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 37 TAHUN 2000 T E N T A N G PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN 2000 KABUPATEN LEBAK

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 37 TAHUN 2000 T E N T A N G PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN 2000 KABUPATEN LEBAK LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 47 TAHUN 2000 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 37 TAHUN 2000 T E N T A N G PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN 2000 KABUPATEN LEBAK DENGAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA NOMOR 2 TAHUN 2013

LEMBARAN DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA NOMOR 2 TAHUN 2013 LEMBARAN DAERAH KOTA SAMARINDA Nomor 02 Tahun 2013 SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2008 NOMOR 1

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2008 NOMOR 1 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2008 NOMOR 1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 51 TAHUN 2001 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 51 TAHUN 2001 TENTANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 51 TAHUN 2001 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN KETUA, WAKIL KETUA, DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LD. 9 2009 R PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2009 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BUPATI MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK DI KABUPATEN MAGELANG

BUPATI MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK DI KABUPATEN MAGELANG BUPATI MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK DI KABUPATEN MAGELANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MAGELANG, Menimbang

Lebih terperinci

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN WALIKOTA PROBOLINGGO NOMOR 31 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN WALIKOTA PROBOLINGGO NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG PEMBAGIAN BESARAN INSENTIF

Lebih terperinci

WALI KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALI KOTA DEPOK NOMOR 24 TAHUN 2017

WALI KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALI KOTA DEPOK NOMOR 24 TAHUN 2017 SALINAN WALI KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALI KOTA DEPOK NOMOR 24 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN WALI KOTA DEPOK NOMOR 127 TAHUN 2016 TENTANG PENJABARAN ANGGARAN PENDAPATAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2014 NOMOR 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2014 NOMOR 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2014 NOMOR 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG BANTUAN

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2016

Lebih terperinci

BUPATI BENGKALIS BENGKALIS, 14 AGUSTUS 2017 ASSALAMU ALAIKUM, WR, WB., SELAMAT MALAM DAN SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA,

BUPATI BENGKALIS BENGKALIS, 14 AGUSTUS 2017 ASSALAMU ALAIKUM, WR, WB., SELAMAT MALAM DAN SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA, BUPATI BENGKALIS PIDATO BUPATI BENGKALIS PADA ACARA RAPAT PARIPURNA LAPORAN PANSUS PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD TAHUN 2016, PERUBAHAN PERDA KABUPATEN BENGKALIS NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG BPHTB,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

PEMERINTAH KOTA SURABAYA SALINAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

PROVINSI KALIMANTAN SELATAN BUPATI TANAH LAUT PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG

PROVINSI KALIMANTAN SELATAN BUPATI TANAH LAUT PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN BUPATI TANAH LAUT PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG PENGELOMPOKAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH UNTUK MENENTUKAN BESARAN TUNJANGAN KOMUNIKASI INTENSIF

Lebih terperinci

Yang Terhormat, Sdr. Ketua, Wakil Ketua, Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan dan segenap Anggota DPRD Kabupaten Purworejo;

Yang Terhormat, Sdr. Ketua, Wakil Ketua, Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan dan segenap Anggota DPRD Kabupaten Purworejo; SAMBUTAN BUPATI PURWOREJO DALAM RANGKA PENYAMPAIAN: 1. RANCANGAN PERATURAN DAERAH TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD KABUPATEN PURWOREJO TAHUN ANGGARAN 2015; 2. RANCANGAN KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KENDAL. SALINAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KENDAL NOMOR : 10/Kpts/KPU-Kab /TAHUN 2015 TENTANG

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KENDAL. SALINAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KENDAL NOMOR : 10/Kpts/KPU-Kab /TAHUN 2015 TENTANG KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KENDAL SALINAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KENDAL NOMOR : 10/Kpts/KPU-Kab-012.329248/TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN JUMLAH KURSI ATAU SUARA SAH PARTAI POLITIK

Lebih terperinci

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG TUNJANGAN KOMUNIKASI INTENSIF PIMPINAN DAN ANGGOTA DPRD KOTA BATU DAN BELANJA PENUNJANG OPERASIONAL PIMPINAN DPRD KOTA BATU TAHUN

Lebih terperinci

RAPAT DENGAR PENDAPAT BADAN PERTANAHAN NASIONAL RI DENGAN KOMISI II DEWAN PERWAKILAN RAKYAT RI. Kamis, 8 Maret 2012

RAPAT DENGAR PENDAPAT BADAN PERTANAHAN NASIONAL RI DENGAN KOMISI II DEWAN PERWAKILAN RAKYAT RI. Kamis, 8 Maret 2012 RAPAT DENGAR PENDAPAT BADAN PERTANAHAN NASIONAL RI DENGAN KOMISI II DEWAN PERWAKILAN RAKYAT RI Kamis, 8 Maret 2012 Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh; Selamat malam, salam sejahtera bagi kita

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 3 TAHUN 2008 SERI D.2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 33 TAHUN 2008 TENTANG POLA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN CIREBON DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.772, 2011 PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 197/PMK.07/2011 TENTANG ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN

Lebih terperinci

KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA SEMARANG

KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA SEMARANG KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NO : 8/Kpts/KPU-Kota-012 329521/2015 TENTANG PENETAPAN HASIL PEROLEHAN SUARA SAH PARTAI POLITIK PESERTA PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TAHUN 2014

Lebih terperinci

BUPATI PENAJAM PASER UTARA

BUPATI PENAJAM PASER UTARA a BUPATI PENAJAM PASER UTARA PERATURAN BUPATI PENAJAM PASER UTARA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG PENGELUARAN KAS MENDAHULUI PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (P-APBD) UNTUK PEMBAYARAN BELANJA

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTAJAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTAJAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTAJAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2007 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI

Lebih terperinci

NOMOR : 8 TAHUN 2013 TENTANG

NOMOR : 8 TAHUN 2013 TENTANG BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA SALINAN NOMOR : 8 TAHUN 2013 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERIAN DAN PEMANFAATAN INSENTIF PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH SELAIN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 12 TAHUN 2004 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BALIKPAPAN

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 12 TAHUN 2004 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BALIKPAPAN PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 12 TAHUN 2004 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BALIKPAPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 08 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 08 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 08 TAHUN 2016 TENTANG BAGI HASIL PENERIMAAN PAJAK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR UNTUK PEMERINTAH PROVINSI DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA PERIODE BULAN OKTOBER

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2009 NOMOR 8 PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2009 NOMOR 8 PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2009 NOMOR 8 PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA

Lebih terperinci

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI PERWAKILAN PROVINSI D.I. YOGYAKARTA

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI PERWAKILAN PROVINSI D.I. YOGYAKARTA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI PERWAKILAN PROVINSI D.I. YOGYAKARTA SAMBUTAN KEPALA PERWAKILAN BPK-RI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA PADA PENYERAHAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KABUPATEN BANTUL DAN LAPORAN

Lebih terperinci

WALIKOTA TEGAL PERATURAN DAERAH KOTA TEGAL NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KOTA TEGAL TAHUN ANGGARAN 2012

WALIKOTA TEGAL PERATURAN DAERAH KOTA TEGAL NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KOTA TEGAL TAHUN ANGGARAN 2012 SALINAN WALIKOTA TEGAL PERATURAN DAERAH KOTA TEGAL NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KOTA TEGAL TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU NOMOR 1.6 TAHUN 2013 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

BUPATI KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU

BUPATI KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU BUPATI KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU NOMOR 25 TAHUN 2016 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2017 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 21 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 21 TAHUN 2012 TENTANG SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 21 TAHUN 2012 TENTANG PENGIKATAN DANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH UNTUK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MELALUI KEGIATAN TAHUN JAMAK DENGAN

Lebih terperinci

2012, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran

2012, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.802, 2012 KEMENTERIAN KEUANGAN. Alokasi Kurang Bayar. PBB. Bea Perolehan. Hak Atas Tanah dan Bangunan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 133/PMK.07/2012

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 152 /PMK.07/2007 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 152 /PMK.07/2007 TENTANG PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 152 /PMK.07/2007 TENTANG PENETAPAN ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 DAN PASAL 29 WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM NEGERI DAN PAJAK PENGHASILAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG NOMOR 5 SERI E LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATAR PADA PT. BANK NAGARI

Lebih terperinci

BUPATI LAMONGAN PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 52 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI LAMONGAN PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 52 TAHUN 2015 TENTANG 1 SALINAN BUPATI LAMONGAN PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 52 TAHUN 2015 TENTANG PENGHASILAN TETAP, TUNJANGAN DAN PENERIMAAN LAIN YANG SAH BAGI KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA DI KABUPATEN LAMONGANN DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI NOMOR 133 TAHUN 2015 TENTANG PENJABARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN

Lebih terperinci

2 3. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 137, Tambahan Lembaran Neg

2 3. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 137, Tambahan Lembaran Neg No.621, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Dana Bagi Hasil. Sumber Daya Alam. Minyak. Gas Bumi. Alokasi. Perkiraan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82/PMK.07/2014 TENTANG

Lebih terperinci

TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,

TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 21 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang :

Lebih terperinci

QANUN ACEH NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA ACEH TAHUN ANGGARAN 2014

QANUN ACEH NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA ACEH TAHUN ANGGARAN 2014 QANUN ACEH NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA ACEH TAHUN ANGGARAN 2014 BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG ATAS RAHMAT ALLAH

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2010

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2010 PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang

Lebih terperinci

Kepada yang terhormat, Wakil Ketua DPRD dan Bupati Biak Numfor dan Undangan yang kami hormati

Kepada yang terhormat, Wakil Ketua DPRD dan Bupati Biak Numfor dan Undangan yang kami hormati SAMBUTAN DALAM RANGKA PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA KEPADA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BIAK NUMFOR TANGGAL 8 SEPTEMBER 2009 Kepada yang

Lebih terperinci

(1) Pendapatan Negara dalam Tahun Anggaran 1994/1995 adalah sebesar Rp (tujuh puluh enam triliun dua ratus lima puluh lima

(1) Pendapatan Negara dalam Tahun Anggaran 1994/1995 adalah sebesar Rp (tujuh puluh enam triliun dua ratus lima puluh lima UU 1/1997, PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1994/1995 Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 1 TAHUN 1997 (1/1997) Tanggal: 3 JANUARI 1997 (JAKARTA) Tentang: PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LD. 1 2009 R PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN GARUT TAHUN ANGGARAN 2009 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUPANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUPANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUPANG NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUPANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUPANG Menimbang : a. Bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN DAN PEMANFAAATAN

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 023 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 023 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 023 TAHUN 2016 TENTANG BAGI HASIL PENERIMAAN PAJAK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR UNTUK PEMERINTAH PROVINSI DAN PEMERINTAH KABUPATEN/ PERIODE BULAN JANUARI SAMPAI

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 170 / PMK.07/ 2007 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 170 / PMK.07/ 2007 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 170 / PMK.07/ 2007 TENTANG PENETAPAN PERKIRAAN ALOKASI BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN BAGIAN PEMERINTAH PUSAT YANG

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN BARAT,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN BARAT, .0 PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG TAMBAHAN SETORAN MODAL PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT PADA PERUSAHAAN DAERAH ANEKA USAHA

Lebih terperinci

BUPATI BARITO UTARA PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 28 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI BARITO UTARA PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 28 TAHUN 2011 TENTANG BUPATI BARITO UTARA PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 28 TAHUN 2011 TENTANG PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH KABUPATEN BARITO UTARA PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BARITO UTARA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 51 TAHUN 2011 TENTANG

WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 51 TAHUN 2011 TENTANG SALINAN WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 51 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 66 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBERIAN DAN PEMANFAATAN INSENTIF

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 4 TAHUN TENTANG : KEDUDUKAN KEUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SLEMAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 4 TAHUN TENTANG : KEDUDUKAN KEUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 4 TAHUN 2001. TENTANG : KEDUDUKAN KEUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SLEMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SLEMAN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

Seksi Informasi Hukum Ditama Binbangkum

Seksi Informasi Hukum Ditama Binbangkum PENGGUNAAN DANA KAPITASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL UNTUK JASA PELAYANAN KESEHATAN DAN DUKUNGAN BIAYA OPERASIONAL PADA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA MILIK PEMERINTAH DAERAH http://www.prodia.co.id

Lebih terperinci

B U P A T I T A N A H L A U T PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 10 TAHUN 2014

B U P A T I T A N A H L A U T PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 10 TAHUN 2014 B U P A T I T A N A H L A U T PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOMPOKAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH UNTUK MENENTUKAN BESARAN TUNJANGAN KOMUNIKASI INTENSIF PIMPINAN DAN ANGGOTA

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG KEUANGAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG KEUANGAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG, PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG KEUANGAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG, Menimbang : a. bahwa Desa sebagai kesatuan masyarakat hukum berwenang untuk

Lebih terperinci

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG PENGALOKASIAN DANA BAGIAN DARI HASIL PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH KEPADA PEMERINTAH DESA DI WILAYAH KABUPATEN

Lebih terperinci