@UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pada umumnya, warga jemaat GKJ (Gereja-Gereja Kristen Jawa) sesuai dengan tradisi

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "@UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pada umumnya, warga jemaat GKJ (Gereja-Gereja Kristen Jawa) sesuai dengan tradisi"

Transkripsi

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada umumnya, warga jemaat GKJ (Gereja-Gereja Kristen Jawa) sesuai dengan tradisi dogmatis yang dianutnya, memahami bahwa penderitaan merupakan akibat keterputusan hubungan baik dengan ALLAH. Termasuk di dalamnya berbagai penyakit dan kondisi tubuh yang lemah sebagai akibat dari pelanggaran manusia kepada Sang Pencipta. Dengan demikian kondisi sakit yang mereka alami sering disertai dengan perasaan menyesal dan bersalah, terutama bila penderita menyadari bahwa penyakit yang dideritanya adalah penyakit yang tidak mungkin disembuhkan atau penyakit yang membutuhkan waktu lama bagi upaya pemulihan. Kondisi tertekan secara psikologis semacam ini tidak saja membuat penderita menjadi semakin sakit dan lemah, melainkan juga akan menghilangkan kesempatannya untuk melakukan hal-hal baik dan kesaksian di dalam hidupnya. Tidak jarang kondisi tertekan semacam ini juga membuatnya tergantung pada keluarga, tidak memiliki gairah hidup, atau pun dalam sisi lain menjadi sangat emosional menghadapi ketidaknyamanan yang dihadapinya di tengah keluarga. Bila kondisi semacam ini dibiarkan saja, maka akan akan mempengaruhi produktivitas, semangat, dan kebahagiaan keluarga secara keseluruhan. Pemahaman serta pengakuan jemaat adalah bahwa manusia diciptakan secara sempurna dengan tujuan dan maksud untuk memuliakan Allah (Yes 43:7; Rm 11:36; Kol 1:16-17; Why 4:11). Suhandhy Susanto dalam buku Manusia Menurut Filsafat Modern, mengatakan manusia dengan seluruh aspeknya (tubuh, jiwa dan roh), harus selalu

2 2 mengarahkan tujuan hidupnya bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk memuliakan Allah saja. 1 Manusia diciptakan Allah disertai dengan kebebasan kehendak, yaitu kebebasan untuk memilih. Manusia diberikan kebebasan untuk bertindak menurut kehendaknya sendiri atau menurut kehendak Allah (Kej 2:16-17). Sehubungan dengan ini, Norman Warren mengatakan demikian: Allah tidak membuat menusia seperti robot atau mesin. Ia memberikan kepada manusia karunia tertinggi yakni kebebasan memilih bebas memilih antara yang benar dan yang salah, antara yang baik dan yang jelek. Allah tidak mau memaksa manusia supaya mengasihinya. Ia mau supaya menusia secara bebas mengasihinya. 2 Manusia lebih memilih tidak mentaati Allah. Dalam kitab Kejadian pasal 3 diceritakan manusia telah gagal menuruti perintah Allah. Sebagai akibat dari ketidaktaatan atau kejatuhan dalam dosa, manusia telah kehilangan kemuliaan Allah (Rm 3:23) juga telah kehilangan persekutuan dengan Allah. Manusia telah mengalami pemisahan rohani yang membawa dampak kematian tubuh dan jiwanya, yang pada akhirnya menuju penghukuman kekal. Dosa telah memisahkan manusia dari Allah dalam kehidupan sekarang dan kehidupan yang akan datang. 3 Setelah manusia jatuh dalam dosa, terputus hubungannya dengan Allah sehingga manusia sampai sekarang mengalami penderitaan, sakit penyakit dan kematian (dosa asal). Warga jemaat memahami bahwa penderitaan fisik seperti penyakit kanker, lumpuh, maupun stroke, tidaklah menyenangkan. Penderitaan tersebut pasti menjadi beban baik bagi si penderita sendiri maupun bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Bagi orang yang sedang mengalami sakit tentu menginginkan segera sembuh, maka dia akan berusaha dengan segala kemampuannya dan juga pihak anggota keluarganya dengan segala upayanya berusaha bagi kesembuhan anggota keluarga yang sakit Suhandhy Susanto, Manusia Menurut Filsafat Modern: Tinjauan Kritis Teologi Kristen, (Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2000), hlm. 32. Norman Warren, Jalan Menuju Kehidupan, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1979), hlm.4. Suhandhy Susanto, Manusia Menurut Filsafat Modern, hlm. 39.

3 3 tersebut. Usaha itu dilakukan baik lewat pihak rumah sakit melalui juru rawat, dokter, obat-obatan dan sarana-sarana medis - kedokteran. Selain itu si penderita sakit juga akan berusaha dengan berdoa secara pribadi, dan didukung oleh keluarga, handai taulan, sanak saudara juga warga jemaat untuk datang kepada Tuhan di dalam doa. Selain pertolongan dari keluarga dekat dan medis, hal yang dianggap penting oleh jemaat adalah doa. Berdoa untuk memohon dengan sungguh-sungguh serta bersandar dan berharap kepada Tuhan agar bagi yang menderita sakit mendapat kesembuhan. Terkait dengan hal tersebut timbul berbagai pertanyaan sejauh mana doa itu dirasakan penting terutama ketika menghadapi ketidakberdayaan dan ketidakpastian kesembuhan dari sakit? Bagaimanakah doa dalam kondisi semacam ini berperan untuk memberikan harapan dan bahkan semangat bagi penderita sakit sehingga dalam kondisi terbatas ini pun mereka masih mampu berbagi harapan dan kesaksian iman dengan yang lain? Bagaimana pula doa yang telah dilakukan secara sungguh-sungguh itu dipahami jika Tuhan tidak memberikan kesembuhan? Bahkan apa yang dideritanya menjadi semakin parah, atau tidak mungkin bisa sembuh? Apakah dengan demikian membenarkan anggapan bahwa Tuhan tidak mendengarkan doanya? Bagaimana doa mampu mengarahkan manusia pada penerimaan diri dan membangkitkan perjuangan hidup, sehingga sakit yang diderita tidak menjadi penghalang untuk berbagi harapan dan kebahagiaan dengan yang lain? Bagaimana para penderita sakit ini memahami doa dengan sungguh-sungguh dan apakah dampaknya bagi proses pastoral kepada mereka? Berdasarkan pengalaman pastoral penulis kepada para penderita stroke di GKJ Wuryantoro, baik para penderita, keluarga pendamping maupun para majelis dan pendeta, dihadapkan pada dilema dan kenyataan bahwa harapan kesembuhan seperti sediakala sangatlah kecil kemungkinannya, terutama bila stroke menyerang dalam kondisi parah. Stroke ringan juga memerlukan terapi dalam jangka waktu panjang. Partisipasi yang terkait mobilitas pelayanan oleh para penderita stroke nampaknya akan selalu mengalami kesulitan di sepanjang hidupnya. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh para penderita, melainkan juga orang-orang yang mendampingi mereka harus menyesuaikan aktivitasnya dengan usaha merawat penderita di rumah. Penyakit stroke tidak mudah sembuh, butuh kesabaran baik penderita

4 4 maupun yang mendampingi. Para penderita stroke pada umumnya menjadi lebih sensitive, emosional, maupun nglokro karena menyerang sisitem syaraf: kadang penderita sedih, tertawa, marah misuh-misuh, perlu kesabaran, dan ketrampilan pastoral khusus. Bagaimana pun kondisi mereka, gereja dan jemaat secara bersama-sama melayani para penderita tanpa harus menempatkannya semata-mata pada posisi sebagai obyek pastoral. Penyakit stroke cenderung meningkat karena situasi hidup yang stress, makanan, udara atau air tercemar, tekanan atau beban atau tekanan hidup. Kondisi ini merupakan tantangan riil gereja dalam hal pelayanan untuk ini. Tidak hanya meringankan penderita tetapi juga meringankan beban keluarga. Gereja terpanggil untuk melakukan pelayanan pastoral bagi penderita stroke. Tujuan pastoral adalah untuk mendampingi seseorang untuk mampu memahami diri, kenyataan hidup dalam kaitan dengan kasih setia Allah. Sehingga meski sakit tapi tetap bersemangat, bahkan menjadi kesaksian karena campur tangan secara ilahi dari kuasa dan kasih Tuhan. Para penderita tidak boleh dipandang sebagai beban, melainkan merupakan subyek pastoral untuk dirinya maupun lingkungannya, di mana penderita juga memberikan kesadaran pastoral kepada orang lain di sekitarnya tentang karya pemeliharaan Allah. Pelayan pastoral gereja dalam hal ini perlu diperlengkapi khusus agar memahami dan memiliki kepekaan kepada penderita, mampu mengembangkan refleksi terapis memadai, trampil mengatasi situasi, dan mengembangkan refleksirefleksi baru. Ada pun hal yang diamati dalam thesis ini adalah fenomena kebutuhan untuk berdoa dari para penderita dan keluarga penderita, karena semua penderita stroke yang dikunjungi dalam pelayanan pastoral selalu meminta untuk didoakan baik terkait kesembuhan maupun untuk penyerahan diri (kepasrahan) serta hikmat menjalani masa sakit. Bagi penderita stroke, doa itu penting, sekaligus butuh pembuktian (terutama terkait integritas para pelayan pastoral yang menunjukkan tindakan nyata sebagaimana yang didoakannya, bukan saja perkataan) yang bisa menyemangati bagi mereka para penderita stroke, karena tindakan nyata dari pelayanan.kondisi sakit stroke yang mulai banyak diderita tidak bisa diabaikan karena akan mempengaruhi kekuatan pelayanan

5 5 gereja. Tetapi kalau didampingi dengan baik atau benar penderita dapat menjadi pelayan potensial kepada masyarakat. Dalam konteks pelayanan kepada penderita stroke terdapat fenomena yang dapat dipelajari lebih jauh, yaitu tentang doa minta hikmat yang melaluinya kita mendapat pelajaran berharga dari penderita stroke. Mereka berdoa dengan penuh pengharapan, penuh kesabaran, penuh keluguan atau apa adanya, penuh keyakinan akan pertolongan Tuhan, isi doa yang singkat padat dan jelas namun sangat bermakna karena mereka sangat mengharapkan akan pertolongan Tuhan. Contohnya suatu saat dalam pelayanan kepada Mbah Kamijo, dengan doa yang singkat padat dan jelas aku mesti waras artinya aku pasti sembuh. Benar yang didoakan itu sembuh. Karena yang berdoa dan didoakan semuanya ada keyakinan bahwa yang sakit akan sembuh dan ternyata bisa sembuh. Mbah Kamijo itu merasakan sukacita yang mendalam. Begitu juga terhadap Bapak Suwandi yang waktu itu sakit stroke dan tidak bisa bangun, namun saat berdoa dengan sungguh-sungguh dan berusaha yaitu waktu itu dengan cara pagi hari mandi air dingin grujugan setiap pagi hari dan meminum ramuan jawa, sehingga mendapat kesembuhan yang lebih baik. Doa telah memberikan motivasi, kekuatan, dan semangat bagi para penderita. Hasil pastoral atau percakapan bersama para penderita menunjukkan bahwa ada kebutuhan pendamping penderita atau pelayanan pastoral; bahwa dalam penderitaan dan pelayanan penderita stroke tetap memerlukan hikmat untuk menghadapi situasi ini. Biasanya mereka: minta sembuh (meski tahu sulit sembuh), minta sabar (meski tahu tidak ada batasan waktu akhir penderitaan), minta tabah (walaupun mereka tahu mulai bosan dengan situasi dan ingin mengharapkan agar dapat jalan ke luar), minta ekonomi kecukupan (walau tahu biayanya besar yang di keluarkan). Situasi di mana penderita stroke yang sakit tidak kunjung sembuh, penderita yang membutuhkan biaya yang banyak, penderita stroke yang labil kejiwaannya karena bagian syaraf yang diserang yang kadang penderita menangis, kadang tertawa kadang marah. Dalam situasi seperti itu membutuhkan hikmat bagi penderita stroke, pendamping penderita stroke dan juga hikmat bagi pelayan penderita stroke dalam hal ini penulis sendiri (perlu penerimaan diri dan orang lain, sabar, tabah, dalam keadaan seperti itu).

6 6 Hal itulah yang menjadikan semuanya membutuhkan hikmat sehingga perlu secara khusus disampaikan dalam doa. Sumber hikmat adalah Tuhan sendiri. Dalam hubungan dengan Tuhan dalam doa bagi penderita stroke bagi pendamping penderita stroke, bagi pelayan penderita stroke dan pelayan pendamping penderita stroke memang membutuhkan hikmat dari Tuhan Sang Sumber hikmat agar dalam menghadapi situasi seperti itu mendapatkan hikmat dari Tuhan. Secara teologis pelayanan pastoral ini perlu dilaksanakan yaitu melalui pelayanan pastoral doa minta hikmat pada Tuhan Sang Sumber Hikmat, Dalam melaksanakan pelayanan pastoral, para pendamping penderita stroke sangat membutuhkan hikmat dari Tuhan karena kompleksnya permasalahan yang ada. Penderita didampingi untuk mendapatkan kesembuhan sekalipun sadar bahwa itu sangat sulit terjadi. Para penderita berusaha mendapatkan kecukupan sekalipun banyak biaya yang dikeluarkan dan berusaha mendapatkan ketabahan sekalipun masalah selalu ada. Kepada siapa harus berharap dalam situasi berat seperti itu? Tuhan sajalah yang menjadi harapan yang akan memberikan kesabaran, kekuatan, ketabahan, kecukupan, dan menerima diri kita apa adanya. Doa minta hikmat Tuhan dimaksudkan oleh para penderita stroke maupun bagi pendamping penderita sebagai doa yang bertujuan untuk membantu memahami penderitaannya dan berharap untuk mendapatkan hikmat dalam menghadapi masalah tersebut. Setiap pergumulan dari orang yang menderita sakit menginginkan jawaban dari Tuhan agar mendapatkan kesembuhan, pemulihan dan ketenangan di dalam hidupnya. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang sebagaimana diuraikan di atas, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

7 7 1. Bagaimana para pelayan serta para penderita stroke berusaha memahami kondisi serta tetap berharap pemulihan atas penderitaan yang dialami atau paling tidak para penderita tersebut terhindar dari stroke lanjutan? 2. Bagaimana penderita stroke memahami pentingnya doa minta hikmat dan pemulihan dalam proses pelayanan pastoral? 3. Bagaimana mengembangkan pelayanan pastoral holistik di GKJ Wuryantoro, terutama dalam membangun spiritualitas penderita stroke dan para pendamping melalui doa, sehingga dalam kondisi sakitnya tersebut mereka tetap memerankan fungsi kesaksian dan mampu berbagi harapan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah sebagaimana telah dipaparkan di atas, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan tesis ini adalah sebagai berikut: 1. Memahami penyakit stroke dan kompleksitasnya sehingga dapat dikembangkan pelayanan pastoral yang tepat sehingga penderita stroke tetap berharap pemulihan atas penderitaan yang dialami. 2. Memahami pentingnya pelayanan Doa Minta Hikmat bagi penderita Stroke dalam proses pelayanan pastoral 3. Mengembangkan spiritualitas penderita stroke melalui doa, merumuskan bentuk Pelayanan Pastoral terhadap penderita stroke bagi jemaat GKJ Wuryantoro. Mengetahui reaksi dari para penderita stroke dan keluarga terhadap program pastoral gereja yang sudah dilakukan selama ini? Mengembangkan pelayanan pastoral yang holistic antara penderita stroke dan keluarga dan gereja, belajar dari doa minta hikmat yang dilakukan selama ini.

8 8 D. Judul Doa Minta Hikmat Bagi Penderita Stroke di Gereja Kristen Jawa Jemaat Wuryantoro, Wonogiri. E. Manfaat Penelitian Penelitian tesis ini memiliki manfaat sebagai berikut: 1. Bagi penderita penyakit stroke jemaat GKJ Wuryantoro agar dapat menerima keberadaannya dengan tetap berharap kepada Tuhan. 2. Menemukan bentuk-bentuk atau variasi pelayanan doa yang tepat bagi penderita stroke. 3. Bagi pendamping dan majelis gereja, mendapatkan cara yang tepat dalam mendampingi jemaat penderita penyakit stroke. F. Ruang Lingkup Penelitian Berdasarkan pada latar belakang permasalahan dan rumusan masalah sebagaimana diuraikan di atas, maka penelitian ini dibatasi pada ruang lingkup pembahasan sebagai berikut: Pertama, pembahasan mengenai kondisi penderita stroke di GKJ Wuryantoro, Kedua tentang Pelayanan Pastoral bagi Orang Sakit Stroke melalui doa minta hikmat dan pemulihan. Ketiga Pelayanan Pastoral holistik terhadap penderita stroke.

9 9 G. Metodologi Penelitian Penelitian dalam Tesis ini dengan menggunakan metodologi kualitatif, dimana dalam mendapatkan informasi dan data penelitian dilakukan melalui metode partisifasipatoris, melakukan perkunjungan dan percakapan langsung dengan para penderita stroke maupun keluarganya. Wawancara merupakan suatu teknik untuk mengumpulkan data dengan cara tanya jawab, yang sistematis berdasarkan pada tujuan yang diharapkan. Sumanto memberikan penjelasan tentang wawancara bahwa, wawancara adalah pengadministrasian angket secara lisan atau langsung terhadap masing-masing anggota. 4 Dalam hal ini penulis mewancarai para penderita stroke dan para pendamping penderita stroke untuk mengetahui sejauh mana penderitaan mereka, penyebab dari penyakit yang diderita, bagaimana mengusahakan secara medis, maupun non medis, serta bagaimana kesungguhan mereka dalam doa minta kesembuhan dan menghadapi penderitaan sakit yang dialami, harapan-harapan apa saja di dalam situasi penderitaan yang mereka alami, sejauh ini bagaimana peranan gereja atau majelis dalam mendampingi penderitaan sakit mereka, bagaimana iman mereka di saat menghadapi penyakit yang dideritanya. Selain itu juga data didapatkan dari studi pustaka yang memberikan dukungan terhadap pokok bahasan yang terkait dengan pelayanan pastoral kepada orang sakit yang dilakukan oleh gereja GKJ Wuryantoro, agar nantinya mendapatkan pola pelayanan yang tepat dalam pelayanan pastoral kepada orang sakit di GKJ Wuryantoro. H. Definisi Istilah dan Landasan Teori Agar tidak terjadi kesalahpahaman pembaca, maka penulis perlu memberikan pengertian beberapa istilah dalam judul tesis ini Doa Minta Hikmat bagi Penderita Stroke di GKJ 4 Sumanto, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, (Yogyakarta: Andi Offset, 1990), hlm. 53.

10 10 Wuryantoro, Wonogiri. Istilah-istilah yang perlu dipahami yakni: Doa, pemulihan,penderita stroke, Pelayanan Pastoral, GKJ Wuryantoro. 1. Doa dan Spiritualitas Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kata doa berarti permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan. 5 Berdoa berarti mengucapkan (memanjatkan) doa kepada Tuhan. 6 Berdoa ialah mempersembahkan keinginan kita kepada Allah, di dalam nama Yesus Kristus dengan pertolongan Roh Kudus. Berdoa adalah mengadakan pembicaraan dengan Allah. Berdoa tidak hanya sekedar mengucapkan kata-kata saja. Doa ialah pernyataan dari isi hati kita yang terdalam yaitu suatu pengalaman dalam komunikasi yang nyata dengan pencipta kita. Berdoa ialah berbicara dengan Allah tetapi juga mendengarkan Allah berbicara dengan kita. Mengapa harus berdoa? Doa dapat menjadi suatu kegiatan yang paling penting dan paling mendatangkan kuasa dalam sepanjang hidup kita. Bobb Biehl dan James W. Hagelganz mengatakan beberapa alasan mengapa kita berdoa: 1. Doa dapat membawa sesuatu untuk diri pribadi. 2. Doa mencakup persekutuan dan perhubungan dengan Tuhan semesta alam. Doa menolong Anda melihat kehidupan ini dari segi perpektif yang lebih luas dan menghadapi persoalan-persoalan yang terjadi dengan lebih jelas sebagaimana anda menghadapi kekekalan. 3. Doa merupakan kunci untuk memahami kehendak Allah. Bila Anda mengetahui kehendak Allah, anda dapat menyerahkan diri pada petunjuk dan pimpinannya. Kalau anda berserah kepada kehendak Allah, anda tidak hanya menerima damai sejahtera, tetapi juga kekuatan, pimpinan dan penyelesaian. 5 6 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indoneia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), hlm. 271 Ibid

11 11 4. Doa ialah anda berbicara kepada Allah dan Allah berbicara kepada anda. 5. Allah mendengar dan menjawab doa-doa anda. Alkitab menjanjikan bahwa, setiap orang yang meminta akan menerima, yang mencari akan menemukan, dan pintu akan dibukakan bagi setiap orang yang mengetuk. (Luk 11:10). 7 Dari pemahaman di atas dapat dimengerti bahwa pada hakekatnya doa adalah berbicara mengungkapkan isi hati kepada Allah dan memohon kepada Allah agar mengabulkan apa yang menjadi permohonannya. Selanjutnya kata spiritualitas adalah berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (rohani, batin). 8 Doa merupakan ekspresi umum dari spiritualitas pasien. Walaupun beberapa orang menyebut doa sebagai berbicara dengan Tuhan, orang lain mengartikan doa secara lebih luas seperti meditasi refleksi dan komunikasi dengan kekuasaan transenden atau kekuatan di dalam atau di luar diri sendiri. J. Verkuyl dalam bukunya Aku Percaya, mengatakan, Berdoa adalah bercakap-cakap dengan Tuhan yang menyatakan diri kepada kita di dalam Firman dan Roh-Nya. Berdoa adalah meminta anugerahnya, percaya kepada janji-janjinya; dengan berani dan hormat meminta kepadanya berdasarkan janji-janjinya. 9 Doa merupakan bagian penting dalam kehidupan seseorang, dan telah diikutsertakan ke dalam riset tentang spiritualitas dan kesehatan. Penelitian Koening menunjukkan bahwa doa adalah bagian penting hidup keseharian dan bentuk respons terhadap penyakit di antara orang lanjut usia. Allah mau mendengar dan mengabulkan doa, karena itu...nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6) Bobb Biehl & James W.Hagelganz, Berdoa, (Bandung: Yayasan Kalam Hidup, tt), hlm. 12. Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, hlm J. Verkuyl, Aku Percaya, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2000), hlm. 193.

12 12 2. Konsep Tentang Pemulihan. Pemulihan berasal dari kata dasar pulih. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata pulih berarti kembali (baik, sehat) sebagai semula, sembuh atau baik kembali(tentang luka, sakit, kesehatan); menjadi baik (baru) lagi. Sedangkan kata pemulihan berarti proses, cara, perbuatan memulihkan. 10 Penulis memahami kata pemulihan adalah suatu proses bagaimana seseorang yang mengalami sakit stroke warga jemaat GKJ Wuryantoro memperoleh kesembuhan dan pemulihan psikologisnya. 3. Penderita Stroke. Penderita berasal dari kata dasar derita, dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti, sesuatu yang menyusahkan yang ditanggung di hati (seperti kesengsaraan, penyakit). 11 Penderita berarti orang yang menderita (kesusahan, sakit, cacat). Penderitaan adalah keadaan yang menyedihkan yang harus ditanggung. 12 Stroke adalah serangan otak yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak. 13 Dengan kata lain penyakit stroke ini merupakan penyakit pembuluh darah otak (serebrovaskuler) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) hal ini disebabkan karena adanya penyumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah menuju otak sehingga pasokan darah dan oksigen ke otak berkurang dan menimbulkan serangkaian reaksi biokimia yang akan merusakkan atau mematikan sel-sel saraf otak. 4. Konsep Pelayanan Pastoral Pelayanan pastoral adalah suatu pelayanan penggembalaan yang dilakukan oleh pendeta kepada orang-orang yang sakit di jemaat GKJ Wuryantoro. Yang dimaksud dengan Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, hlm Ibid, hlm Ibid, hlm Ibid, hlm

13 13 orang-orang sakit ialah terutama orang-orang yang sakit fisik atau badaniah, dalam hal ini sakit stroke. 5. GKJ Wuryantoro, Wonogiri Gereja Kristen Jawa Wuryantoro, yang disingkat GKJ Wuryantoro adalah lembaga gereja yang merupakan bagian dari klasis Wonogiri, yang terdiri dari 16 pepanthan yang tersebar di 4 kecamatan yaitu Pracimantoro, Eromoko, Wuryantoro dan Manyaran, dilayani 70 Majelis Gereja, 1 pendeta emeritus, 2 pendeta aktif, warga jemaat berjumlah 1809 jemaat. Beralamat kantor: GKJ Wuryantoro jalan Raya Eromoko no 10 Eromoko, Wonogiri Telpon Dalam melakukan pelayanan, GKJ Wuryantoro mempunyai satu komisi kesehatan yang ditangani oleh majelis Gereja Kristen Jawa Wuryantoro, dalam pelayanannya melaksanakan pendampingan pada warga jemaat yang sakit khususnya sakit stroke. Karena saat ini banyak sekali jemaat GKJ Wuryantoro yang menderita sakit khususnya sakit stroke. I. Sistematika Penulisan Sesuai dengan judul tesis, maka perlu diberikan gambaran menyeluruh tentang pembahasan dalam tesis ini dengan sistematika sebagai berikut: Bab I Pendahuluan Dalam bab pendahuluan memberi arah dan gambaran menyeluruh tentang rencana pembahasan, yang kemudian dituangkan dalam bab-bab berikutnya. Bab ini meliputi pemaparan tentang: latar belakang, alasan pemilihan judul, rumusan masalah, tujuan, manfaat, ruang lingkup penulisan, metodologi penulisan, definisi istilah dan landasan teori, judul tesis dan sistematika penulisan.

14 14 Bab II Kondisi Penderita Stroke di GKJ Wuryantoro Pertama pembahasan tentang kondisi penderita stroke, meliputi pembahasan tentang: pengertian penyakit stroke, jenis penyakit stroke, faktor-faktor resiko penyakit stroke, derita pasca stroke, pengobatan dan terapi, cara pencegahan stroke dan ciri-ciri orang yang kena sakit stroke. Kedua pembahasan tentang penderita Stroke di GKJ Wuryantoro Wonogiri. Pembahasan meliputi: data jemaat penderita stroke, data wawancara, analisa hasil wawancara, lama menderita, tanggapan dari penderita stroke, dari pendamping dan dari para pendeta, menurut penderita dan pendamping serta sikap penderita stroke dan keluarganya. Bab III Doa Minta Hikmat Pemulihan Bagi Penderita Stroke Pembahasan berikut meliputi: doa sebagai ekspresi iman, fungsi doa, doa dan spiritualitas, doa bagi penderita stroke di GKJ Wuryantoro. Bab IV Pelayanan Pastoral Holistik Terhadap Penderita Stroke di GKJ Wuryantoro, Wonogiri Pembahasan meliputi pelayanan pastoral bagi orang sakit, Makna pelayanan pastoral holistik, pelayanan kesehatan di GKJ Wuryantoro, pelayanan Bab V Penutup kesehatan holistik melalui perkunjungan doa terhadap penderita stroke di GKJ Wuryantoro. Dalam bab ini berisi kesimpulan dari semua pembabasan dan saran-saran.

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI KUNCI MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI BAGI MEREKA YANG MEMBUAT KEPUTUSAN Saudara yang terkasih, pada waktu Saudara menerima Yesus Kristus menjadi Juruselamat pribadi,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA PEMAHAMAN MENGENAI BENTUK-BENTUK PELAYANAN KOMISI DOA DI JEMAAT GPIB BETHESDA SIDOARJO SESUAI DENGAN

BAB IV ANALISA PEMAHAMAN MENGENAI BENTUK-BENTUK PELAYANAN KOMISI DOA DI JEMAAT GPIB BETHESDA SIDOARJO SESUAI DENGAN BAB IV ANALISA PEMAHAMAN MENGENAI BENTUK-BENTUK PELAYANAN KOMISI DOA DI JEMAAT GPIB BETHESDA SIDOARJO SESUAI DENGAN PRESPEKTIF KONSELING PASTORAL DAN REFLEKSI TEOLOGIS Dalam Bab ini akan dipaparkan analisa

Lebih terperinci

En-Publishing Refleksi-refleksi mengenai Rumah Sakit. Perenungan buat dokter, perawat, pasien, keluarga

En-Publishing Refleksi-refleksi mengenai Rumah Sakit. Perenungan buat dokter, perawat, pasien, keluarga En-Publishing Refleksi-refleksi mengenai Rumah Sakit Perenungan buat dokter, perawat, pasien, keluarga Jeffrey Lim Puisi dibuat oleh Sdr. Jeffrey Lim TOC Daftar Isi I..Pendahuluan : Rumah sakit itu tempat

Lebih terperinci

Kalender Doa Januari 2016

Kalender Doa Januari 2016 Kalender Doa Januari 2016 Berdoa Bagi Wanita Cacat Berabad abad beberapa masyarakat percaya bahwa wanita cacat karena kutukan. Bahkan yang lain percaya bahwa bayi yang lahir cacat bukanlah manusia. Para

Lebih terperinci

Seri Kedewasaan Kristen (3/6)

Seri Kedewasaan Kristen (3/6) Seri Kedewasaan Kristen (3/6) Nama Kursus   : ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) Nama Pelajaran : Bertanggung Jawab untuk Hidup Benar dan Menggunakan                 Karunia-karunia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bertemunya masyarakat yang beragama, yang disebut juga sebagai jemaat Allah. 1

BAB I PENDAHULUAN. bertemunya masyarakat yang beragama, yang disebut juga sebagai jemaat Allah. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persekutuan di dalam Yesus Kristus dipahami berada di tengah-tengah dunia untuk dapat memberikan kekuatan sendiri kepada orang-orang percaya untuk dapat lebih kuat

Lebih terperinci

GEREJA KRISTEN NAZARENE PASAL-PASAL TENTANG IMAN

GEREJA KRISTEN NAZARENE PASAL-PASAL TENTANG IMAN GEREJA KRISTEN NAZARENE PASAL-PASAL TENTANG IMAN I Allah Tritunggal Kami percaya kepada satu Allah yang tidak terbatas, yang keberadaan-nya kekal, Pencipta dan Penopang alam semesta yang berdaulat; bahwa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam bab I ini, penulis menjelaskan latar belakang terjadinya penulisan Disiplin

BAB I PENDAHULUAN. Dalam bab I ini, penulis menjelaskan latar belakang terjadinya penulisan Disiplin BAB I PENDAHULUAN Dalam bab I ini, penulis menjelaskan latar belakang terjadinya penulisan Disiplin Gereja dengan Suatu Kajian Pastoral terhadap dampak Psikologis bagi orang-orang yang dikenakan Disiplin

Lebih terperinci

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Definisi Keselamatan Permulaan Memasuki Keselamatan Akibat-akibat Keselamatan

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Definisi Keselamatan Permulaan Memasuki Keselamatan Akibat-akibat Keselamatan Keselamatan Saya sedang duduk di rumahnya yang kecil, ketika Amelia, yang berusia 95 tahun, menceritakan apa sebabnya ia menerima Yesus sebagai Juruselamatnya. Bertahun-tahun yang lalu ia berdiri di depan

Lebih terperinci

BAB IV REFLEKSI TEOLOGIS. perempuan atau pun jenis kelamin, semuanya pasti akan mengalaminya. Tidak hanya

BAB IV REFLEKSI TEOLOGIS. perempuan atau pun jenis kelamin, semuanya pasti akan mengalaminya. Tidak hanya BAB IV REFLEKSI TEOLOGIS Kematian merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Siapa saja bisa mengalami hal itu, baik tua atau pun muda, miskin atau pun kaya, baik perempuan atau

Lebih terperinci

Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri 1

Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri 1 Modul 9: Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri 1 Diterjemahkan dari Out of Darkness into Light Wholeness Prayer Basic Modules 2014, 2007, 2005, 2004 Freedom for the

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG MASALAH

UKDW BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG MASALAH BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG MASALAH Kehidupan bergereja (berjemaat) tidak dapat dilepaskan dari realita persekutuan yang terjalin di dalamnya. Dalam relasi persekutuan tersebut, maka setiap anggota

Lebih terperinci

Pertanyaan Alkitab (24-26)

Pertanyaan Alkitab (24-26) Pertanyaan Alkitab (24-26) Bagaimanakah orang Kristen Bisa Menentukan Dia Tidak Jatuh Dari Iman/Berpaling Dari Tuhan? Menurut Alkitab seorang Kristen bisa jatuh dari kasih karunia, imannya bisa hilang.

Lebih terperinci

Gal.6:1-5. Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Gal.6:1-5. Ev. Bakti Anugrah, M.A. Gal.6:1-5 Ev. Bakti Anugrah, M.A. Kitab Galatia dituliskan oleh Rasul Paulus kepada jemaat-jemaat di Galatia dengan tujuan agar mereka dapat berpegang pada Injil Kristus dan bukan pada hukum yang menyebabkan

Lebih terperinci

Roh Kudus. Penolong dan Penghibur HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

Roh Kudus. Penolong dan Penghibur HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS Roh Kudus Penolong dan Penghibur GEREJA YESUS SEJATI Pusat Indonesia Jl. Danau Asri Timur Blok C3 number 3C Sunter Danau Indah Jakarta 14350 Indonesia Telp. (021) 65304150, 65304151

Lebih terperinci

UKDW BAB I. Pendahuluan. 1. Latar Belakang Masalah. Secara umum dipahami bahwa orang Indonesia harus beragama. Ini salah

UKDW BAB I. Pendahuluan. 1. Latar Belakang Masalah. Secara umum dipahami bahwa orang Indonesia harus beragama. Ini salah BAB I Pendahuluan 1. Latar Belakang Masalah Secara umum dipahami bahwa orang Indonesia harus beragama. Ini salah satunya karena Indonesia berdasar pada Pancasila, dan butir sila pertamanya adalah Ketuhanan

Lebih terperinci

Kami datang kepada-mu, kami datang kepadamu Bersyukur sebulat hati, kar na kasihmu besar

Kami datang kepada-mu, kami datang kepadamu Bersyukur sebulat hati, kar na kasihmu besar TATA IBADAH PERSIAPAN - Doa pribadi warga jemaat - Prokantor mengajarkan jemaat menyanyikan lagu-lagu baru - Para pelayan berdoa di konsistori UCAPAN SELAMAT DATANG P2 : Presbiter bertugas mengucapkan

Lebih terperinci

A. JEMAAT BERHIMPUN TATA IBADAH MINGGU, 30 JULI 2017 (MINGGU BIASA) POLA HIDUP KERAJAAN ALLAH

A. JEMAAT BERHIMPUN TATA IBADAH MINGGU, 30 JULI 2017 (MINGGU BIASA) POLA HIDUP KERAJAAN ALLAH TATA IBADAH MINGGU, 30 JULI 2017 (MINGGU BIASA) POLA HIDUP KERAJAAN ALLAH Latihan Lagu-Lagu. Penayangan Warta Lisan. Saat Hening A. JEMAAT BERHIMPUN 1. AJAKAN BERIBADAH (JEMAAT DUDUK) Pnt. : Jemaat terkasih,

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

UKDW BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kehidupan di perkotaan diperhadapkan dengan sebuah realita kehidupan yang kompleks. Pembangunan yang terus berlangsung membuat masyarakat berlomba-lomba untuk

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN

UKDW BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berbicara akan persoalan Perjamuan Kudus maka ada banyak sekali pemahaman antar jemaat, bahkan antar pendeta pun kadang memiliki dasar pemahaman berbeda walau serupa.

Lebih terperinci

Hidup dalam Kasih Karunia Allah 2Kor.6:1-10 Pdt. Tumpal Hutahaean

Hidup dalam Kasih Karunia Allah 2Kor.6:1-10 Pdt. Tumpal Hutahaean Hidup dalam Kasih Karunia Allah 2Kor.6:1-10 Pdt. Tumpal Hutahaean Dalam hidup ini mungkinkah kita sebagai anak-anak Tuhan memiliki kebanggaan-kebanggaan yang tidak bernilai kekal? Mungkinkah orang Kristen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1 Majelis Agung GKJW, Tata dan Pranata GKJW, Pranata tentang jabatan-jabatan khusu, Bab II-V, Malang,

BAB I PENDAHULUAN. 1 Majelis Agung GKJW, Tata dan Pranata GKJW, Pranata tentang jabatan-jabatan khusu, Bab II-V, Malang, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Gereja adalah mitra kerja Tuhan Allah dalam mewujudkan rencana karya Tuhan Allah yaitu untuk menyelamatkan umat manusia. Dalam memenuhi panggilan-nya tersebut,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1 Chris Hartono, Mandiri dan Kemandirian, dalam Majalah Gema STT Duta Wacana, Maret 1983, p. 46.

BAB I PENDAHULUAN. 1 Chris Hartono, Mandiri dan Kemandirian, dalam Majalah Gema STT Duta Wacana, Maret 1983, p. 46. BAB I PENDAHULUAN A. PERMASALAHAN Gereja sebagai persekutuan orang-orang percaya yang dipanggil dan ditempatkan di dunia ini mempunyai tugas. Tugas gereja adalah untuk menyatakan hakekatnya sebagai tubuh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1 Totok S. Wiryasaputra, Pendampingan Pastoral Orang Sakit, Seri Pastoral 245, Pusat Pastoral Yogyakarta,

BAB I PENDAHULUAN. 1 Totok S. Wiryasaputra, Pendampingan Pastoral Orang Sakit, Seri Pastoral 245, Pusat Pastoral Yogyakarta, BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Permasalahan Setiap orang tentunya pernah merasakan dan berada dalam keadaan sakit, baik itu sakit yang sifatnya hanya ringan-ringan saja seperti flu, batuk, pusing

Lebih terperinci

HARI MINGGU Iv SESuDAH PASKAH

HARI MINGGU Iv SESuDAH PASKAH TATA IBADAh HARI MINGGU Iv SESuDAH PASKAH Minggu 14 Mei 201 TATA IBADAH PERSIAPAN - Memastikan kesiapan; semua yang akan melayani - Prasarana ibadah ( P1 ) - Doa pribadi warga jemaat - Prokantor mengajarkan

Lebih terperinci

TATA IBADAH HARI MINGGU III PRAPASKAH

TATA IBADAH HARI MINGGU III PRAPASKAH PERSIAPAN : TATA IBADAH HARI MINGGU III PRAPASKAH Doa Pribadi Latihan Lagu-lagu baru Doa para Presbiter di Konsistori (P.1.) UCAPAN SELAMAT DATANG P.2. Selamat pagi/sore dan selamat beribadah di hari Minggu

Lebih terperinci

Pelayanan Mengajar Bersifat Khusus

Pelayanan Mengajar Bersifat Khusus Pelayanan Mengajar Bersifat Khusus Dalam pelajaran dua kita melihat pentingnya mengajar, baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru. Sejarah pengajaran dalam Alkitab merupakan pedoman bagi

Lebih terperinci

Kalender Doa Oktober 2016

Kalender Doa Oktober 2016 Kalender Doa Oktober 2016 Berdoa Bagi Wanita Yang Merindukan Tuhan Pada Banyak budaya wanita dan anak anak gadis diberi tahu bahwa mereka tidak terlalu berharga dan merupakan beban bagi keluarga. Pada

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN 1.1 PERMASALAHAN Latar Belakang Masalah

UKDW BAB I PENDAHULUAN 1.1 PERMASALAHAN Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 PERMASALAHAN 1.1.1 Latar Belakang Masalah Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) adalah Gereja mandiri bagian dari Gereja Protestan Indonesia (GPI) sekaligus anggota Persekutuan Gereja-Gereja

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Khotbah merupakan salah satu bagian dari rangkaian liturgi dalam

BAB I PENDAHULUAN. Khotbah merupakan salah satu bagian dari rangkaian liturgi dalam BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Masalah Khotbah merupakan salah satu bagian dari rangkaian liturgi dalam kebaktian yang dilakukan oleh gereja. Setidaknya khotbah selalu ada dalam setiap kebaktian minggu.

Lebih terperinci

Alkitab. Persiapan untuk Penelaahan

Alkitab. Persiapan untuk Penelaahan Persiapan untuk Penelaahan Alkitab Sekarang setelah kita membicarakan alasan-alasan untuk penelaahan Alkitab dan dengan singkat menguraikan tentang Alkitab, kita perlu membicarakan bagaimana menelaah Alkitab.

Lebih terperinci

Surat Yohanes yang pertama

Surat Yohanes yang pertama 1 Surat Yohanes yang pertama Kami ingin memberitakan kepada kalian tentang Dia yang disebut Firman a yaitu Dia yang memberikan hidup kepada kita dan yang sudah ada sebelum dunia diciptakan. Kami sudah

Lebih terperinci

Kalender Doa. Oktober Berdoa Bagi Wanita Yang Menderita Karena Aborsi

Kalender Doa. Oktober Berdoa Bagi Wanita Yang Menderita Karena Aborsi Kalender Doa Oktober 2017 Berdoa Bagi Wanita Yang Menderita Karena Aborsi Dengan adanya 56 juta aborsi di seluruh dunia, maka tak terbilang jumlah wanita yang menghadapi penderitaan, rasa bersalah, kemarahan

Lebih terperinci

GPIB Immanuel Depok Minggu, 21 Mei 2017

GPIB Immanuel Depok Minggu, 21 Mei 2017 PERSIAPAN : TATA IBADAH HARI MINGGU V SESUDAH PASKAH Doa Pribadi Latihan Lagu-lagu baru Doa para Presbiter di Konsistori (P.1.) UCAPAN SELAMAT DATANG P.2. Selamat pagi/ selamat sore warga jemaat yang Tuhan

Lebih terperinci

Surat 1 Yohanes 5 (Bag. 2) Wednesday, April 1, 2015

Surat 1 Yohanes 5 (Bag. 2) Wednesday, April 1, 2015 Surat 1 Yohanes 5 (Bag. 2) Wednesday, April 1, 2015 Kurban Santapan dan Kurban Kembelihan, dalam Yes. 44:21-22: - Melenyapkan kefasikan (= lenan iman) - Mengakhiri dosa (= menyucikan harap) - Menghapus

Lebih terperinci

Setiap Orang Bisa Menjadi Pengajar

Setiap Orang Bisa Menjadi Pengajar Setiap Orang Bisa Menjadi Pengajar Beberapa berkat yang terbesar dalam hidup ini datang kepada orang Kristen yang mengajar. Ketika saudara melihat sukacita yang dialami seseorang karena menerima Yesus

Lebih terperinci

Efesus 1: Pdt. Andi Halim, S.Th.

Efesus 1: Pdt. Andi Halim, S.Th. Efesus 1:15-23 Pdt. Andi Halim, S.Th. Ayat 15-16 menuliskan bahwa Paulus tidak berhenti bersyukur dan berdoa. Inilah ciri orang yang sudah percaya dalam Kristus. Namun karena distorsi dosa maka mengucap

Lebih terperinci

SAUDARA MEMPUNYAI PENOLONG

SAUDARA MEMPUNYAI PENOLONG SAUDARA MEMPUNYAI PENOLONG Dalam Pelajaran Ini Saudara Akan Mempelajari Roh Kudus adalah Penolong Saudara Buah Roh Kudus Berjalan di dalam Roh Kuasa Roh Kudus di dalam Saudara Karunia-karunia Roh Roh Kudus

Lebih terperinci

RENUNGAN KITAB 1Tesalonika Oleh: Pdt. Yabes Order

RENUNGAN KITAB 1Tesalonika Oleh: Pdt. Yabes Order RENUNGAN KITAB 1Tesalonika Oleh: Pdt. Yabes Order Bacaan Alkitab hari ini: 1Tesalonika 1 HARI 1 MENJADI TELADAN Mengingat waktu pelayanan Rasul Paulus di Tesalonika amat singkat, mungkin kita heran saat

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan

UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Keluarga adalah institusi pertama yang dibangun, ditetapkan dan diberkati Allah. Di dalam institusi keluarga itulah ada suatu persekutuan yang hidup yang

Lebih terperinci

PELAYANAN ANAK. PELAYANAN ANAK Sesi 1: Menjangkau Anak-anak

PELAYANAN ANAK. PELAYANAN ANAK Sesi 1: Menjangkau Anak-anak PELAYANAN ANAK Sesi 1: Menjangkau Anak-anak PENDAHULUAN Allah tertarik pada anak-anak. Haruskah gereja berusaha untuk menjangkau anak-anak? Apakah Allah menyuruh kita bertanggung jawab terhadap anak-anak?

Lebih terperinci

Ketekunan dalam Menghadapi Ujian & Pencobaan Yak.1:1-11 Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Ketekunan dalam Menghadapi Ujian & Pencobaan Yak.1:1-11 Ev. Bakti Anugrah, M.A. Ketekunan dalam Menghadapi Ujian & Pencobaan Yak.1:1-11 Ev. Bakti Anugrah, M.A. Yakobus yang menuliskan kitab ini adalah saudara Tuhan Yesus, bukan rasul Yakobus. Yakobus juga adalah saudara Yudas, penulis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1. Permasalahan 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1. Permasalahan 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1. Permasalahan 1.1. Latar Belakang Masalah Setiap manusia tentunya memiliki masalah dan pergumulannya masing-masing. Persoalan-persoalan ini mungkin berkaitan dengan masalah orang per

Lebih terperinci

PENDADARAN. HOSANA : berilah kiranya keselamatan! PERJAMUAN KUDUS PASKAH. Minggu, 5 April 2015 GEREJA KRISTEN JAWA JOGLO

PENDADARAN. HOSANA : berilah kiranya keselamatan! PERJAMUAN KUDUS PASKAH. Minggu, 5 April 2015 GEREJA KRISTEN JAWA JOGLO PENDADARAN PERJAMUAN KUDUS PASKAH Minggu, 5 April 2015 HOSANA : berilah kiranya keselamatan! GEREJA KRISTEN JAWA JOGLO Kompleks Taman Alfa Indah Blok A No. 9 Joglo Jakarta Barat I. PENDAHULUAN Jemaat yang

Lebih terperinci

KEPASTIAN KESELAMATAN DALAM YESUS KRISTUS KEMATIAN ORANG PERCAYA PERSEKUTUAN PENDALAMAN ALKITAB

KEPASTIAN KESELAMATAN DALAM YESUS KRISTUS KEMATIAN ORANG PERCAYA PERSEKUTUAN PENDALAMAN ALKITAB KEPASTIAN KESELAMATAN DALAM YESUS KRISTUS KEMATIAN ORANG PERCAYA PERSEKUTUAN PENDALAMAN ALKITAB Apakah tujuan dari kematian dalam hidup orang Kristen? Apa yang terjadi dengan tubuh dan jiwa saat kematian?

Lebih terperinci

Adalah manifestasi Roh Kudus di mana terjadi penyembuhan fisik/ psikologis/rohani, atau suatu pembaharuan batin ( tobat ).

Adalah manifestasi Roh Kudus di mana terjadi penyembuhan fisik/ psikologis/rohani, atau suatu pembaharuan batin ( tobat ). Definisi Karunia Penyembuhan Adalah manifestasi Roh Kudus di mana terjadi penyembuhan fisik/ psikologis/rohani, atau suatu pembaharuan batin ( tobat ). Doa penyembuhan menekankan Iman yang Hidup Dalam

Lebih terperinci

Minggu, 27 Oktober 2013

Minggu, 27 Oktober 2013 GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (GPIB) TATA IBADAH HARI MINGGU XXIII SESUDAH PENTAKOSTA NUANSA MUDA Minggu, 27 Oktober 2013 PEMBERITA FIRMAN Pukul 18.00 WIB Pendeta Johny Alexander Lontoh (Ketua

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perjamuan kudus merupakan perintah Tuhan sendiri, seperti terdapat dalam Matius 26:26-29, Mar

BAB 1 PENDAHULUAN. Perjamuan kudus merupakan perintah Tuhan sendiri, seperti terdapat dalam Matius 26:26-29, Mar BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam pengajaran gereja sakramen disebut sebagai salah satu alat pemelihara keselamatan bagi umat Kristiani. Menurut gereja-gereja reformasi hanya ada dua sakramen,

Lebih terperinci

TATA IBADAH NUANSA PEMUDA TEMA TEOLOGI DAN TEKNOLOGI

TATA IBADAH NUANSA PEMUDA TEMA TEOLOGI DAN TEKNOLOGI TATA IBADAH NUANSA PEMUDA TEMA TEOLOGI DAN TEKNOLOGI Minggu, 15 Mei 2016 PERSIAPAN *Doa Pribadi Umat *Doa Konsistori UCAPAN SELAMAT DATANG P2: Selamat malam dan selamat beribadah di hari Minggu, Hari Pentakosta,

Lebih terperinci

Baptisan. Mencuci Bersih Dosa HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

Baptisan. Mencuci Bersih Dosa HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS Baptisan Mencuci Bersih Dosa GEREJA YESUS SEJATI Pusat Indonesia Jl. Danau Asri Timur Blok C3 number 3C Sunter Danau Indah Jakarta 14350 Indonesia Telp. (021) 65304150, 65304151

Lebih terperinci

Seri Iman Kristen (10/10)

Seri Iman Kristen (10/10) Seri Iman Kristen (10/10) Nama Kursus : DASAR-DASAR IMAN KRISTEN Nama Pelajaran : Menang Atas Keinginan Daging Kode Pelajaran : DIK-P10 Pelajaran 10 - MENANG ATAS KEINGINAN DAGING DAFTAR ISI Teks Ayat

Lebih terperinci

Kalender Doa Proyek Hanna Desember 2012

Kalender Doa Proyek Hanna Desember 2012 Kalender Doa Proyek Hanna Desember 2012 Doakan para wanita supaya mengenal Tuhan lebih dekat Dalam berbagai budaya, para wanita dan anak perempuan berada dalam keputusasaan karena mereka dinilai tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Permasahan. 1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Permasahan. 1. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Permasahan 1. Latar Belakang Masalah Gereja sebagai suatu kehidupan bersama religius yang berpusat pada Yesus Kristus 1 hadir di dunia untuk menjalankan misi pelayanan yaitu melakukan

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gereja Kristen Jawa Kutoarjo merupakan salah satu gereja dari 11 Gereja Kristen Jawa yang berada dibawah naungan Klasis Purworejo. GKJ Kutoarjo merupakan sebuah gereja

Lebih terperinci

Victorious Living #5 - Hidup Berkemenangan #5 THE FULFILLMENT OF GOD S PLAN PENGGENAPAN RENCANA ALAH

Victorious Living #5 - Hidup Berkemenangan #5 THE FULFILLMENT OF GOD S PLAN PENGGENAPAN RENCANA ALAH Victorious Living #5 - Hidup Berkemenangan #5 THE FULFILLMENT OF GOD S PLAN PENGGENAPAN RENCANA ALAH PEMBUKAAN: Minggu ini kita akan melanjutkan seri khotbah Victorious Living bagian 5, yaitu: The Fulfillment

Lebih terperinci

Pola Tuhan Bagi Para Pekerja

Pola Tuhan Bagi Para Pekerja Pola Tuhan Bagi Para Pekerja Kim mempelajari alasan-alasan bagi perkumpulan orang percaya dalam gereja yang mula-mula. Ia melihat adanya bermacam-macam keperluan yang mempersatukan mereka - keperluan akan

Lebih terperinci

A. JEMAAT BERHIMPUN TATA IBADAH MINGGU, 23 APRIL 2017 (MINGGU PASKAH II) KEBANGKITAN-NYA MENGOBARKAN KEBERANIAN DAN PENGHARAPAN

A. JEMAAT BERHIMPUN TATA IBADAH MINGGU, 23 APRIL 2017 (MINGGU PASKAH II) KEBANGKITAN-NYA MENGOBARKAN KEBERANIAN DAN PENGHARAPAN TATA IBADAH MINGGU, 23 APRIL 2017 (MINGGU PASKAH II) KEBANGKITAN-NYA MENGOBARKAN KEBERANIAN DAN PENGHARAPAN Latihan Lagu-Lagu. Pembacaan Warta Lisan. Saat Hening. A. JEMAAT BERHIMPUN 1. AJAKAN BERIBADAH

Lebih terperinci

BAB TIGA PENYELAMATAN ALLAH

BAB TIGA PENYELAMATAN ALLAH BAB TIGA PENYELAMATAN ALLAH Minggu ke-3, ARTI DAN HAKIKAT PENYELAMATAN ALLAH 19. Pert : Apakah yang dimaksud dengan penyelamatan Allah? Jwb : Penyelamatan Allah adalah tindakan Allah melepaskan manusia

Lebih terperinci

Seri Kedewasaan Kristen (2/6)

Seri Kedewasaan Kristen (2/6) Seri Kedewasaan Kristen (2/6) Nama Kursus : ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) Nama Pelajaran : Bertanggung Jawab dalam Hal Ibadah dan Persekutuan Kode Pelajaran : OKB-P02 DAFTAR ISI A. BERTANGGUNG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW

BAB I PENDAHULUAN UKDW BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Sakramen berasal dari bahasa Latin; Sacramentum yang memiliki arti perbuatan kudus 1. Dalam bidang hukum dan pengadilan Sacramentum biasanya diartikan sebagai barang

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP-K PERMATA BUNDA CIMANGGIS Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik Kelas/Semester : VIII / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit A. Standar Kompetensi : Memahami

Lebih terperinci

Dikutip dari ALKITAB Terjemahan Baru (TB) LAI 1974

Dikutip dari ALKITAB Terjemahan Baru (TB) LAI 1974 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Lukas 10:27)

Lebih terperinci

Apa yang Seharusnya Kita Doakan?

Apa yang Seharusnya Kita Doakan? Apa yang Seharusnya Kita Doakan? Oleh John Piper Desiring God. Website: www.desiringgod.org Apa yang harus kita doakan? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita bisa merenungkan semua pokok yang didoakan oleh

Lebih terperinci

PERINTAH YESUS DITURUTI (KISAH 2) contoh orang yang secara tepat menuruti pengaturan Yesus.

PERINTAH YESUS DITURUTI (KISAH 2) contoh orang yang secara tepat menuruti pengaturan Yesus. PERINTAH YESUS DITURUTI (KISAH 2) Berbeda dengan mereka yang sekarang mengubah pengaturan Yesus, Kisah 2 memberi contoh orang yang secara tepat menuruti pengaturan Yesus. Cerita Awalnya Dalam Kisah 2 Petrus

Lebih terperinci

SAUDARA BELAJAR BERJALAN

SAUDARA BELAJAR BERJALAN SAUDARA BELAJAR BERJALAN Dalam Pelajaran Ini Saudara Akan Mempelajari Letakkan Tangan Saudara di dalam Tangan Allah Sudahkah Iblis Berusaha untuk Menjatuhkan Saudara? Apakah Saudara Menderita karena Kristus?

Lebih terperinci

Saya Dapat Menjadi Pekerja

Saya Dapat Menjadi Pekerja Saya Dapat Menjadi Pekerja Sekarang Kim lebih banyak mengerti mengenai gereja dan berbagai pelayanan yang Tuhan berikan kepada anggotaanggotanya. Ketika ia memandang jemaat, ia melihat bahwa tidak setiap

Lebih terperinci

Surat Paulus yang pertama kepada jemaat Tesalonika

Surat Paulus yang pertama kepada jemaat Tesalonika 1 Surat Paulus yang pertama kepada jemaat Tesalonika Kepada yang kekasih saudara-saudari saya seiman di Tesalonika yaitu kalian yang sudah bersatu dengan Allah Bapa dan Tuhan kita Kristus Yesus: Salam

Lebih terperinci

BAB IV PANDANGAN WARGA JEMAAT GBI BANDUNGAN TERHADAP PSK BANDUNGAN. A. Pandangan Warga Jemaat GBI Bandungan Terhadap PSK Bandungan

BAB IV PANDANGAN WARGA JEMAAT GBI BANDUNGAN TERHADAP PSK BANDUNGAN. A. Pandangan Warga Jemaat GBI Bandungan Terhadap PSK Bandungan BAB IV PANDANGAN WARGA JEMAAT GBI BANDUNGAN TERHADAP PSK BANDUNGAN A. Pandangan Warga Jemaat GBI Bandungan Terhadap PSK Bandungan Pada Bab II telah dijelaskan bahwa cara pandang Jemaat Gereja terhadap

Lebih terperinci

K2 KEMAMPUAN KUESIONER KARUNIA-KARUNIA ROH

K2 KEMAMPUAN KUESIONER KARUNIA-KARUNIA ROH K2 KEMAMPUAN KUESIONER KARUNIA-KARUNIA ROH Wagner-Modified Houts Questionnaire (WMHQ-Ed7) by C. Peter Wagner Charles E. Fuller Institute of Evangelism and Church Growth English offline version: http://bit.ly/spiritualgiftspdf

Lebih terperinci

NUBUATAN : Melukiskan kemampuan ALLAH untuk menembus masa depan, yang tidak dapat ditiru manusia TEMPELAKAN : menemplak kejahatan manusia karena

NUBUATAN : Melukiskan kemampuan ALLAH untuk menembus masa depan, yang tidak dapat ditiru manusia TEMPELAKAN : menemplak kejahatan manusia karena NUBUATAN : Melukiskan kemampuan ALLAH untuk menembus masa depan, yang tidak dapat ditiru manusia TEMPELAKAN : menemplak kejahatan manusia karena kecenderungannya untuk menyimpang dari pola kehidupan anak

Lebih terperinci

Kehidupan Yang Dipenuhi Roh

Kehidupan Yang Dipenuhi Roh Kehidupan Yang Dipenuhi Roh Hidup yang dipenuhi Roh hendaknya menjadi tujuan setiap orang percaya. Dipenuhi dengan Roh Allah merupakan langkah berikutnya atau kemajuan yang harus terjadi dalam pengalaman

Lebih terperinci

TATA IBADAH MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA Minggu, 22 Oktober

TATA IBADAH MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA Minggu, 22 Oktober PERSIAPAN TATA IBADAH MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA Minggu, 22 Oktober 2017 ----------------------------------------------------- *. Sebelum ibadah dimulai mohon HP di non aktifkan *. Doa Pribadi Warga

Lebih terperinci

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) 01 OKTOBER 2017 emaat GIDEON Kelapadua Depok l. Komjen Pol M. asin Kelapadua, Pasirgunung Selatan Ksatrian Amji Atak (Komp. BRIMOB POLRI) Kelapadua- h

Lebih terperinci

BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 PENJELASAN ISTILAH

BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 PENJELASAN ISTILAH BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 PENJELASAN ISTILAH (1) Tata Gereja GKJ adalah seperangkat peraturan yang dibuat berdasarkan Alkitab sesuai dengan yang dirumuskan di dalam Pokok-pokok Ajaran GKJ dengan tujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Manusia hidup tidak selamanya berada dalam kondisi dimana semuanya berjalan lancar sesuai dengan apa yang direncanakan dan diingininya. Ada saat dimana muncul ketegangan-ketegangan

Lebih terperinci

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI MINGGU VII SESUDAH PENTAKOSTA & SYUKUR HUT KE-35 YAPENDIK GPIB

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI MINGGU VII SESUDAH PENTAKOSTA & SYUKUR HUT KE-35 YAPENDIK GPIB GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI MINGGU VII SESUDAH PENTAKOSTA & SYUKUR HUT KE-35 YAPENDIK GPIB TEMA : CERDAS DAN KREATIF DI DALAM KRISTUS Minggu, 03 Juli 2016 Persiapan

Lebih terperinci

Kalender Doa Februari 2017

Kalender Doa Februari 2017 Kalender Doa Februari 2017 Berdoa Bagi Pernikahan Dan Pertalian Keluarga Alkitab memberi gambaran mengenai pengabdian keluarga dalam Kitab Rut. Bisa kita baca di sana bagaimana Naomi dengan setia bepergian

Lebih terperinci

Rencana Allah untuk Gereja Tuhan

Rencana Allah untuk Gereja Tuhan Rencana Allah untuk Gereja Tuhan Yesus berkata, "Aku akan mendirikan jemaatku dan alam maut tidak akan menguasainya" (Matius 16:18). Inilah janji yang indah! Ayat ini memberitahukan beberapa hal yang penting

Lebih terperinci

Hari Minggu XI sesudah Pentakosta 20 Agustus Tata Ibadah HIDUP ADIL DAN BENAR

Hari Minggu XI sesudah Pentakosta 20 Agustus Tata Ibadah HIDUP ADIL DAN BENAR Hari Minggu XI sesudah Pentakosta 20 Agustus 2017 Tata Ibadah HIDUP ADIL DAN BENAR PERSIAPAN - Doa pribadi warga jemaat - Prokantor mengajarkan jemaat menyanyikan lagu-lagu baru - Para pelayan berdoa di

Lebih terperinci

Seruan pastoral Paulus. Galatia 4:12. Aku minta kepadamu, saudara-saudara jadilah sama seperti aku sebab aku pun telah menjadi sama seperti kamu

Seruan pastoral Paulus. Galatia 4:12. Aku minta kepadamu, saudara-saudara jadilah sama seperti aku sebab aku pun telah menjadi sama seperti kamu Lesson 9 for August 26, 2017 Seruan pastoral Paulus. Galatia 4:12. Aku minta kepadamu, saudara-saudara jadilah sama seperti aku sebab aku pun telah menjadi sama seperti kamu Mengingat permulaan. Galatia

Lebih terperinci

BUAH-BUAH ROH & KARUNIA ROH KUDUS

BUAH-BUAH ROH & KARUNIA ROH KUDUS MAKALAH 3 BUAH-BUAH ROH & KARUNIA ROH KUDUS Oleh Herlianto herlianto@yabina.org (Depok, Indonesia) ( Ya y a s a n b in a a w a m ) *) Makalah ini disampaikan dalam rangka Seminar Pneumatologi yang diselenggarakan

Lebih terperinci

GPIB Immanuel Depok Minggu, 18 Oktober 2015 TATA IBADAH HARI MINGGU XXI SESUDAH PENTAKOSTA

GPIB Immanuel Depok Minggu, 18 Oktober 2015 TATA IBADAH HARI MINGGU XXI SESUDAH PENTAKOSTA PERSIAPAN : TATA IBADAH HARI MINGGU XXI SESUDAH PENTAKOSTA Doa Pribadi Latihan Lagu-lagu baru Doa para Presbiter di Konsistori (P.1.) UCAPAN SELAMAT DATANG P.2. Selamat pagi/sore dan selamat beribadah

Lebih terperinci

2. "Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. " Kolose 4:5.

2. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.  Kolose 4:5. 1. "Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus

Lebih terperinci

-AKTIVITAS-AKTIVITAS

-AKTIVITAS-AKTIVITAS KEHIDUPAN BARU -AKTIVITAS-AKTIVITAS BARU Dalam Pelajaran Ini Saudara Akan Mempelajari Bagaimanakah Saudara Mempergunakan Waktumu? Bila Kegemaran-kegemaran Saudara Berubah Kegemaran-kegemaran Yang Baru

Lebih terperinci

APA KATA TUHAN? RENUNGAN SINGKAT! POKOK ANGGUR YANG BENAR. Yoh 15:1-8

APA KATA TUHAN? RENUNGAN SINGKAT! POKOK ANGGUR YANG BENAR. Yoh 15:1-8 Yoh 15:1-8 POKOK ANGGUR YANG BENAR HARI MINGGU PASKAH V 03 MEI 2015 (1) Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. (2) Setiap ranting pada-ku yang tidak berbuah, dipotong-nya dan setiap

Lebih terperinci

BAB I. A. Latar belakang permasalahan

BAB I. A. Latar belakang permasalahan BAB I A. Latar belakang permasalahan Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Setiap manusia mendambakan dirinya selalu sehat agar bisa melakukan segala aktivitasnya tanpa adanya

Lebih terperinci

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat GIDEON Kelapadua Depok TATA IBADAH MINGGU 18 Juni 2017

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat GIDEON Kelapadua Depok TATA IBADAH MINGGU 18 Juni 2017 Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat GIDEON Kelapadua Depok TATA IBADAH MINGGU 18 Juni 2017 h a l, 1 PERSIAPAN Doa pribadi warga jemaat Pengenalan lagu-lagu yang akan dinyanyikan dalam

Lebih terperinci

Pernikahan Kristen Sejati (2/6)

Pernikahan Kristen Sejati (2/6) Pernikahan Kristen Sejati (2/6) Nama Kursus   : Pernikahan Kristen yang Sejati Nama Pelajaran : Memilih Pasangan Kode Pelajaran : PKS-P02                    Pelajaran 02 - MEMILIH

Lebih terperinci

GPIB Immanuel Depok Minggu, 30 April 2017 TATA IBADAH MINGGU II SESUDAH PASKAH

GPIB Immanuel Depok Minggu, 30 April 2017 TATA IBADAH MINGGU II SESUDAH PASKAH PERSIAPAN : TATA IBADAH MINGGU II SESUDAH PASKAH Doa Pribadi Latihan Lagu-lagu baru Doa para Presbiter di Konsistori (P.1.) UCAPAN SELAMAT DATANG P.2. Selamat pagi/sore dan selamat beribadah di hari Minggu

Lebih terperinci

Gereja untuk Apa? Ef.1:1-14. Pdt. Andi Halim, S.Th.

Gereja untuk Apa? Ef.1:1-14. Pdt. Andi Halim, S.Th. Gereja untuk Apa? Ef.1:1-14 Pdt. Andi Halim, S.Th. Ayat 1. Orang-orang kudus bukan orang yang sama sekali tidak ada cacatnya. Di dunia ini semua orang berdosa, tanpa kecuali, temasuk bunda Maria, santo-santa

Lebih terperinci

1. LATAR BELAKANG MASALAH

1. LATAR BELAKANG MASALAH BAB I PENDAHULUAN 1 1. LATAR BELAKANG MASALAH Manusia dalam kehidupannya memiliki banyak kebutuhan, antara lain : kebutuhan untuk diperhatikan, mendapatkan bimbingan, pemeliharaan, asuhan, penghiburan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. PERMASALAHAN

BAB I PENDAHULUAN A. PERMASALAHAN BAB I PENDAHULUAN A. PERMASALAHAN 1. LATAR BELAKANG MASALAH Gereja adalah suatu kehidupan bersama religius yang berpusat pada penyelamatan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus 1. Sebagai kehidupan bersama religius,

Lebih terperinci

Orang Kristen Dan Dirinya Sendiri

Orang Kristen Dan Dirinya Sendiri Orang Kristen Dan Dirinya Sendiri Negara kecil itu sedang dilanda perang saudara dan kaum gerilya bertempur di mana-mana. Seorang pemuda ditangkap dan nyawanya terancam jika ia tidak mau melepaskan agama

Lebih terperinci

TATA IBADAH HARI MINGGU I SESUDAH PASKAH

TATA IBADAH HARI MINGGU I SESUDAH PASKAH PERSIAPAN : TATA IBADAH HARI MINGGU I SESUDAH PASKAH Doa Pribadi Umat Latihan Lagu-lagu baru Doa para Presbiter di Konsistori (P.1.) UCAPAN SELAMAT DATANG P.2. Selamat pagi/sore dan selamat beribadah di

Lebih terperinci

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS KE SURGA. Kamis, 25 Mei 2017.

GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS KE SURGA. Kamis, 25 Mei 2017. GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT (G P I B) TATA IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS KE SURGA Kamis, 25 Mei 2017 h a l, 1 Persiapan Doa pribadi warga jemaat Latihan lagu-lagu baru Doa para presbiter

Lebih terperinci

TATA IBADAH PENUTUPAN KEGIATAN BULAN PELKES 25 Juni 2017

TATA IBADAH PENUTUPAN KEGIATAN BULAN PELKES 25 Juni 2017 Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat GIDEON Kelapadua Depok TATA IBADAH PENUTUPAN KEGIATAN BULAN PELKES 25 Juni 2017 h a l, 1 PERSIAPAN Doa pribadi warga jemaat Pengenalan lagu-lagu

Lebih terperinci

TEMA 1 IBADAH YANG SEJATI DAFTAR TEMA KOTBAH

TEMA 1 IBADAH YANG SEJATI DAFTAR TEMA KOTBAH DAFTAR TEMA KOTBAH TEMA 1 IBADAH YANG SEJATI A. Dasar: Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup,

Lebih terperinci

1 Tesalonika. 1 1 Dari Paulus, Silas, dan Timotius. 2 1 Saudara-saudara, kamu tahu bahwa

1 Tesalonika. 1 1 Dari Paulus, Silas, dan Timotius. 2 1 Saudara-saudara, kamu tahu bahwa 301 1 Tesalonika 1 1 Dari Paulus, Silas, dan Timotius untuk jemaat yang tinggal di Tesalonika, yang ada dalam Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus. Semoga Allah memberikan berkat dan damai sejahtera kepada

Lebih terperinci

LITURGI MINGGU GEREJA KRISTEN INDONESIA JATIMURNI MINGGU, 23 JULI 2017 Tema: ALLAH SANG PENYABAR JEMAAT BERHIMPUN

LITURGI MINGGU GEREJA KRISTEN INDONESIA JATIMURNI MINGGU, 23 JULI 2017 Tema: ALLAH SANG PENYABAR JEMAAT BERHIMPUN LITURGI MINGGU GEREJA KRISTEN INDONESIA JATIMURNI MINGGU, 23 JULI 2017 Tema: ALLAH SANG PENYABAR PERSIAPAN - Umat bersaat teduh - Lonceng berbunyi - Penyalaan Lilin JEMAAT BERHIMPUN (Jemaat Berdiri) PANGGILAN

Lebih terperinci

Siapakah Yesus Kristus? (4/6)

Siapakah Yesus Kristus? (4/6) Siapakah Yesus Kristus? (4/6) Nama Kursus : SIAPAKAH YESUS KRISTUS? Nama Pelajaran : Yesus adalah Juru Selamat dan Tuhan Kode Pelajaran : SYK-P04 Pelajaran 04 - YESUS ADALAH JURU SELAMAT DAN TUHAN DAFTAR

Lebih terperinci