1 Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "1 Maryam Adam mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd,M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan"

Transkripsi

1

2 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU MELALUI STRATEGI MODIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V SDN NO.20 DUNGINGI KOTA GORONTALO Maryam Adam, Ahmad Lamusu, Zulkifli Lamusu 1 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan media pembelajaran yang dimodifikasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Penjasorkes di kelas V SDN No. 20 Dungingi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu penelitian yang dilakukan dalam bentuk perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.pada pelaksanaan tindakan siklus I dengan menggunakan strategi modifikasi media pembelajaran, hasil belajar siswa belum mencapai indikator kinerja. Sehingga dilakukan siklus II sebagai refleksi dari siklus I. Pada siklus II terjadi peningkatan dari hasil belajar siswa yaitu dari nilai rata-rata 70,24 menjadi 81,72. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang dimodifikasi pada penjasorkes khususnya tolak peluru hasil belajar dapat meningkat.. Kata Kunci : Modifikasi Media, Tolak Peluru.

3 Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang dirancang dan disusun secara sistematik untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan, prilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif serta kecerdasan emosi. Tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah pengembangan individu secara menyeluruh. Artinya cakupan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan tidak hanya pada aspek jasmani saja, tetapi juga aspek kognitif, afektif, dan psikomotor selain itu pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan juga mencakup aspek mental, emosional, sosial, dan spiritual. Salah satu masalah utama dalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan antara lain adalah belum efektifnya pengajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di sekolah-sekolah. Hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya terbatasnya sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dan terbatasnya kemampuan guru penjasorkes untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran penjasorkes. Fenomena itulah yang saat ini terjadi di SDN No. 20 Dungingi Kota Gorontalo, yang mana kemampuan teknik dasar tolak peluru siswa kelas V belum seperti yang diharapkan, dalam artian rata-rata hasil belajar tolak peluru mereka termasuk dalam kategori kurang. Menurut hasil observasi peneliti, rendahnya hasil belajar tolak peluru siswa kelas V SDN No, 20 Dungingi ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu; Kurangnya perhatian siswa dalam pembelajaran tolak peluru, terbatasnya sarana dan prasarana, guru kurang kreatif dalam menciptakan modifikasi alat-alat dalam pembelajaran penjasorkes, guru kesulitan dalam menemukan strategi pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa.. Berdasarkan masalah tersebut maka perlu adanya penelitian tindak kaji yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tolak peluru melalui kegiatan-kegiatan menolak yang menekankan unsur bermain. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang lebih dekat dengan dunia bermain, agar siswa tidak mudah jenuh sebab siswa kerap kali juga cepat bosan melaksanakan kegiatannya. Agar pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan khususnya materi tolak peluru dapat berhasil, maka perlu diciptakan lingkungan yang kondusif diantaranya dengan memodifikasi alat dan menciptakan strategi atau metode-metode pembelajaran yang menyenangkan. Modifikasi alat pembalajaran tolak peluru sangat penting karena banyak siswa yang kurang bergairah untuk melakukan kegiatan tersebut pada saat pembelajaran. Modifikasi alat yang dimaksud misalnya

4 menggunakan bola tenis. Tujuan utama menggunakan benda tersebut selain untuk meningkatkan gerak dasar tolak peluru, juga dapat membiasakan siswa dalam melakukan gerakan-gerakan menolak khususnya yang mengandung unsur gerak dasar tolak peluru yang sebenarnya, dan bukan untuk mengukur jauhnya tolakan. Dilihat dari karakteristik siswa maka dapat diasumsikan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Siswa sekolah dasar yang masih tergolong anak-anak, bentuk aktivitasnya cenderung berupa permainan. Seperti pada saat jam istirahat mereka sangat antusias untuk melakukan bermacam-macam bentuk permainan. Sesuai dengan hal-hal tersebut diatas maka untuk memperoleh hasil belajar tolak peluru yang optimal, selain menggunakan alat pembelajaran yang dimodifikasi, seorang guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan harus mampu membuat pembelajaran yang efektif dan menyenangkan yaitu menggunakan pendekatan metode bermain untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan penjelasan diatas maka penulis tertarik mengadakan suatu penelitian dengan judul yaitu; Meningkatkan hasil belajar tolak peluru melalui strategi modifikasi media pembelajaran pada siswa kelas V SDN.20 Dungingi. METODE PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN No. 20 Dungingi Kota Gorontalo tempat peneliti bertugas. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN No.20 Dungingi dengan jumlah 18 0rang yang terdiri dari 9 orang putra dan 9 orang putri. Variabel dalam penelitian ini adalah : a. Variabel input Variabel input meliputi kegiatan guru dalam merencanakan pembelajaran,dan kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran serta sarana dan prasarana guna meningkatkan kemampuan gerak dasar siswa dalam melakukan tolakan peluru.selanjutnya indikator yang dinilai dalam variabel ini selama proses pembelajaran meliputi tiga indikator yaitu : (a) cara memegang peluru, (b) cara menolak peluru, (c) gerakan akhir. b. Variabel proses Variabel proses merupakan kegitan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang telah direncanakan dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dalam melakukan gerakan menolak peluru dengan menggunakan alat pembelajaran yang dimodifikasi. c. Variabel output

5 Variabel output yaitu tingkat daya serap kemampuan siswa pada materi pembelajarayang diwujudkan dalam bentuk skor melalui praktek kemampuan dalam melakukan tolak peluru. HASIL Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dikelas V SDN No.20 Dungingi Kota Gorontalo dengan jumlah siswa 18 orang. Sementara yang menjadi tim peneliti dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan yang menjadi guru mitra kerja adalah guru yang ada dilokasi penelitian. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dan masing-masing siklus dua kali perlakuan tindakan. Untuk memperoleh data-data yang akurat tentang penelitian tindakan kelas ini maka peneliti mengadakan observasi awal terhadap subyek penelitian sebagai data awal kriteria dasar untuk penilaian dalam penelitian ini, disamping itu selama ini peneliti hanya melihat gejala rendahnya kemampuan gerak dasar tolak peluru pada sebagian besar siswa, untuk lebih jelasnya hasil penelitian tindakan kelas ini dapat dideskripsikan sebagai berikut : Observasi Awal Observasi awal dilaksanakan hari Kamis tanggal 19 Mei tahun 2014, dengan menggunakan indikator pengamatan yang terdiri dari : (a) cara memegang peluru, (b) cara menolak, (c) gerakan akhir. Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh data awal yang dapat dilihat pada tabel 1 dan (data terlampir). HASIL OBSERVASI AWAL TEKNIK DASAR TOLAK PELURU SISWA KELAS V SDN NO. 20 DUNGINGI N o Nama L/P Skor per Indikator Pengamatan JLH RT-Rt Predikat A B C SB B C K SK 1 Adriansyah Mardjun L Altio P. Lengato L Gunawan Biahimo L Hardiansyah Dawali L Muh. Fajrin Hajati L Muh. Ikbal Samuel L Rifaldo Mahmud L Suleman Ismail L Wawan Katili L Andi Nurul Nasir.A. P Apriani K. Jasrun P Nur A.Saba P Nurhalisa Thalib P Nurlisa Muhammad P Rikawati Mahmud P Ritnawati Umar P Sri Kandi Kasim P Wandaria P. Noho P

6 Jumlah Rata-rata ,14 37,11 Dari tabel diatas nampak bahwa kemampuan siswa dalam melakukan gerak dasar tolak peluru perlu diperbaiki dengan cara menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan berdasar pada tiga indikator pengamatan. Sesuai pengamatam dari tiga indikator dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Cara memegang peluru dari 18 orang siswa, 10 orang (55.56%) yang memperoleh nilai cukup dengan nilai rata-rata 68, 6 orang (33.33%) memperoleh nilai kurang dengan nilai rata-rata 46.66, sedangkan 2 orang (11.11%) memperoleh nilai sangat kurang nilai rata-rata 30, sedangkan nilai rata-rata klasikal b. Cara menolak peluru : 3 orang (16.67%) termasuk dalam kategori cukup nilai rata-rata 60, 11 orang (61.11%) termasuk dalam kategori kurang dengan nilai rata-rata 44,23, dan termasuk dalam kategori sangat kurang berjumlah 4 orang( 22.22%) nilai rata-rata 33.33, sedangkan nilai rata-rata klasikal cara menolak peluru adalah c. Gerakan akhir : Untuk indikator ke tiga gerakan akhir, dari 18 orang siswa 2 orang (11.11%) memperoleh nilai cukup nilai rata-rata 60, 16 orang (88.89%) memperoleh nilai sangat kurang dengan nilai rata-rata 22.5, sedangkan nilai rata-rata klasikal adalah Dibawah ini dapat dilihat tabel hasil akhir kemampuan gerak dasar tolak peluru pada observasi awal. Tabel I. Hasil Observasi awal Kemampuan Gerak Dasar Tolak Peluru NO INDIKATOR YANG DINILAI NILAI RATA RATA KETUNTASAN KLASIFIKASI 1 Cara memegang peluru Kurang 2 Cara menolak Kurang 3 Gerakan Akhir Sangat Kurang RATA - RATA Kurang Dari tabel diatas nampak bahwa kemampuan siswa dalam melakukan gerak dasar tolak peluru perlu diperbaiki. Sesuai hasil pengamatan dari tiga indikator dapat dijelaskan sebagai berikut: (a) cara memegang peluru dengan nilai rata-rata 56,66, termasuk klasifikasi kurang (b) cara menolak peluru termasuk klasifikasi kurang dengan nilai rata-rata 44,44, dan (c) gerakan akhir dengan nilai kalsikal rata-rata pada klasifikasi sangat kurang sedangkan daya serap klasikal 42,58. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam melakukan tiga indikator penilaian yang dimaksud dirata-ratakan 42,58, dengan kondisi ini maka kemampuan siswa perlu ditingkatkan dengan persentase minimal sebesar 32,42 % dari indikator 75 % indikator kinerja

7 Axis Title yang diharapkan atau jika dirinci satu persatu indikator penilaiannya maka akan diperoleh hasil sebagai berikut : a. Cara memegang peluru dengan rata-rata 56,66 %, maka perlu ditingkatkan minimal 18,34 % dari indikator 75 %. b. Cara menolak peluru rata-rata 44,44 %, perlu ditingkatkan minimal 30,56%, dari indikator 75 %. c. Gerakan akhir dengan rata-rata %, siswa perlu diberi tindakan agar mengalami peningkatan minimal 48.34% dari indikator penilaian 75 %. Melihat hasil diatas maka dapat diasumsikan bahwa kemampuan siswa dalam melakukan gerak dasar tolak peluru termasuk dalam kategori kurang dan perlu diberi tindakan minimal mencapai standar indikator kinerja yaitu 75 %. Untuk lebih jelasnya dapat digambarkan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut; HASIL OBERVASI AWAL TEHNIK DASAR TOLAK PELURU HASIL OBERVASI AWAL TEHNIK DASAR TOLAK PELURU cara memegang peluru Cara menolak peluru Gerakan Akhir Gambar 4.1. Diagram hasil observasi awal gerak dasar tolak peluru. Berdasarkan hasil di atas, menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam melakukan gerak dasar tolak peluru masih jauh dari indikator keberhasilan yang diharapkan. Oleh karena itu perlu adanya suatu tindakan yang memungkinkan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa tersebut, yakni dengan melaksanakan tindakan atau pembelajaran pada siklus I dengan menerapkan strategi modifikasi media pembelajaran. Hasil pengamatan siklus I

8 Kegiatan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sesuai Rencana Program Pembelajaran( RPP) yang disiapkan sebelumnya dengan alokasi waktu 4 jam pelajaran. Pelaksanaan tindakan pada siklus I ini diawali dengan apersepsi, yaitu penyampaian sesuatu yang mengarah kepada materi yang akan dipelajari sehingga siswa merasa terpancing untuk mencari tahu tentang materi yang akan dipelajarinya nanti, kemudian guru memberikan motivasi agar siswa semangat dalam belajar. Tahap selanjutnya guru mengatur barisan siswa menjadi 4 barisan, melakukan pemanasan ( stretching ) sebagai upaya dalam menyiapkan siswa secara fisik maupun mental untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar. Selanjutnya guru menjelaskan materi yang akan dipraktekkan, dalam bentuk permainan yang mengarah pada cara menolak peluru yang sebenarnya yaitu; menolak bola tenis melewati jaring, menolak bola kesasaran simpai yang diletakkan dilapangan, menolak bola kesasaran kotak, dan menolak bola dengan menyamping. Terakhir, kegiatan penutup mencakup pemberian kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan bila terdapat hal-hal yang belum dipahaminya, pada akhir pembelajaran guru bersama siswa merefleksi proses pembelajaran yang telah berlangsung, evaluasi, cooling dawn, berdoa dan bubar. Disamping kegiatan guru seperti dikemukakan diatas, ada pula kegiatan siswa yang diamati. Adapun indikator indikator pengamatan terkait aktivitas siswa dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut : ( 1 ) cara memegang peluru atau bola, ( 2 ) cara menolak, ( 3 ) gerakan akhir sesudah menolak, ( 4 ) respon siswa terhadap pelajaran, (5 ) keaktifan dalam belajar, ( 6 ) saling menghargai, ( 7 ) interaksi dengan guru, ( 8 ) disiplin dalam menerima pelajaran ( 9) interaksi dengan sumber belajar,( 10) keceriaan atau kesenangan terhadap kegiatan pembelajaran, ( 11 ) mendemonstrasikan gerak dasar menolak peluru dengan menggunakan media pembelajaran yang di modifikasi. Hasil Pengamatan Siklus II Mekanisme pelaksanaan tindakan pada siklus II sama dengan pelaksanaan pada tindakan siklus I.Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini dimaksudkan sebagai tindak lanjut siklus I mengingat hasil belajar siswa dalam hal ini kemampuan gerak dasar tolak peluru belum menunjukkan hasil belajar dengan kriteria yang telah ditentukan. Termasuk aktivitas siswa yang belum keseluruhan terlaksana dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, dilanjutkan pelaksanaan siklus II dengan memperbaiki kekurangan- kekurangan yang terjadi pada siklus I dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar siswa tersebut hingga mencapai \kriteria yang ditentukan sebagaimana telah ditetapkan dalam indikator kinerja.

9 Untuk mengamati perkembangan kegiatan pembelajaran pada siklus II, maka dilakukan hal yang sama seperti pada siklus I, yakni denga menggunakan lembar observasi. Namun tindakan siklus II ini lebih diarahkan pada perbaikan aspek-aspek kegiatan pembelajaran siswa sesuai dengan pelaksanaan tindakan yang terlaksana pada siklus I. Untuk aktivitas siswa menunjukkan perubahan secara positif. Dari 11 indikator yang diamati secara keseluruhan memperlihatkan hasil sesuai harapan. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini Tabel 4 Klasifikasi Akhir Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus II Keterlaksanaan Jumlah Indikator Persentase Ya % Tidak - - Jumlah % b. Hasil Observasi Kemampuan Gerak Dasar Tolak Peluru Sesuai hasil Pengamatan, diperoleh data siklus II yang disajikan pada tabel dan diagram berikut ini: No Nama L / P HASIL PENGAMATAN SIKLUS II TEKNIK DASAR TOLAK PELURU SISWA KELAS V SDN NO. 20 DUNGINGI Skor per Indikator Predikat Pengamatan JLH RT-Rt A B C SB B C K SK 1 Adriansyah Mardjun L Altio P. Lengato L Gunawan Biahimo L Hardiansyah Dawali L Muh. Fajrin Hajati L Muh. Ikbal Samuel L Rifaldo Mahmud L Suleman Ismail L Wawan Katili L Andi Nurul Nasir.A. P Apriani K. Jasrun P Nur A.Saba P Nurhalisa Thalib P Nurlisa Muhammad P Rikawati Mahmud P Ritnawati Umar P Sri Kandi Kasim P Wandaria P. Noho P Jumlah Rata-rata Dari hasil observasi diatas maka pencapaian setiap indikator dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Cara memegang peluru : dari jumlah siswa 18 orang, 9 orang (50%) memperoleh nilai sangat baik nilai rata-rata 90, dan 9 orang lainnya (50%) memperoleh nilai baik dengan nilai rata-rata 80, sedangkan nlai rata-rata klasikal untuk indikator ini adalah b. Cara menolak peluru: termasuk dalam klasifikasi sangat baik 1 orang (5.55%) dengan nilai 93.33, dan 12 orang ( 66.67% ) termasuk kategori baik dengan nilai rata-rata 84.99, berikut 5 orang (

10 Axis Title 27.78% ) termasuk dalam Kategori cukup nilai rata-rata 71.99, sedangkan nilai rata-rata klasikal c. Gerakan Akhir : untuk indikator ini, 16 orang ( 88.89% ) termasuk klasifikasi baik dengan nilai rata-rata 80, dan 2 orang ( 11.11% ) termasuk pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 60, berikut nilai rata-rata klsikal untuk gerakan akhir ini adalah yang berarti termasuk dalam klsifikasi baik, sedangkan daya serap klasikal telah mencapai nilai rata-rata yang berati termasu dalam klasifikasi baik. Berikut ini adalah tabel klasifikasi akhir kemampuan gerak dasar tolak peluru hasil siklus II. Tabel 5 Klasifikasi Akhir Kemampuan Gerak Dasar Tolak Peluru Pada Siklus II N O INDIKATOR YANG DIAMATI NILAI RATA_RATA KETUNTASAN KETERANGAN 1. Cara memegang peluru 85,55 Baik 2 Cara menolak peluru 81,84 Baik 3. Gerakan akhir 77,77 Baik TOTAL 81,72 Baik Untuk lebih jelasnya Kemampuan Gerak Dasar Tolak Peluru Siklus II dapat dilihat pada diagram di bawah ini. Hasil Pengamatan Gerak Dasar Tolak Peluru Siklus II Hasil Pengamatan Gerak Dasar Tolak Peluru Siklus II Cara Memegang Peluru Cara Menolak Peluru Gerakan Akhir Berdasarkan tabel dan diagram diatas nampak kemampuan gerak siswa dalam melakukan gerak dasar tolak peluru dirata-ratakan meningkat secara keseluruhan. Hal ini dapat diperhatikan pada indikator yang diharapkan, dimana siswa telah mampu melakukan seluruh komponen indikator penilaian, hal ini dapat diamati pada komponen indikator yang dinilai yaitu (1) cara memegang peluru rata-rata hasil presentase kemampuan mereka 85,55%, selanjutnya (2) cara menolak peluru

11 rata-rata 81,84 %, dan (3) sikap akhir kemampuan siswa berkisar 77,77% sedangkan rata-rata pencapaian indicator secara keseluruhan adalah 81,72% yang berarti termasuk dalam klasifikasi baik. PEMBAHASAN Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tolak peluru siswa kelas V SDN No. 20 Dungingi. Dengan penelitian ini diharapkan siswa mampu dalam melakukan gerak dasar tolak peluru dengan benar. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar dimaksud yaitu melalui strategi modofikasi media pembelajaran. Berdasarkan klasifikasi akhir pada observasi awal, maka diperoleh hasil belajar siswa tentang kemampuan gerak dasar tolak peluru yaitu untuk cara memegang peluru dengan nilai rata-rata 56,66 dengan kata lain pada indikator ini seluruh siswa belum mampu melakukannya, selanjutnya untuk indikator cara menolak peluru dengan nilai rata-rata 44,44 termasuk dalam klasifikasi kurang, sedangkan untuk gerakan akhir nilai rata-rata yang berarti termasuk dalam klasifikasi sangat kurang serta daya serap klasikal rata-rata 42,58%. Oleh karena itu dilakukan tindakan penelitian sebanyak dua siklus. Tindakan siklus I dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah dibuat. Perencanaan dimaksud yakni : Penyusunan RPP, menyediakan sarana dan prasarana belajar, menyiapkan lembar pengamatan proses pembelajaran, lembar evaluasi hasil belajar siswa serta kehadiran peneliti dan guru mitra. Pada tahap pelaksanaan mengacu pada rencana yang telah disusun dan menggunakan media pembelajaran yang dimodifikasi yaitu bola tenis. Ketika proses pembelajaran berberlangsung, guru mitra melakukan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran, baik kegiatan guru maupun aktivitas siswa. Pada akhir pembelajaran, peneliti dengan didampingi guru mitra melakukan evaluasi hasil belajar siswa dengan menggunakan lembar pengamatan tentang penampilan siswa dalam melakukan gerak dasar tolak peluru. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengamatan proses pembelajaran dan evaluasi hasil belajar siswa, peneliti dan guru mitra menganalisisnya dan mempersentasikannya kemudian merefleksinya. Hasil dari refleksi tersebut dijadikan acuan untuk pelaksanaan tindakan siklus berikutnya. Berdasarkan hasil pengamatan pelaksanaan tindakan pada siklus I, maka hasil belajar siswa diklasifikasikan sebagai berikut: cara memegang peluru termasuk klasifikasi baik dengan nilai rata-rata 82,22, yang berarti meningkat sejumlah 25,56%, berikut cara menolak peluru dengan nilai rata-rata 75,18 termasuk klasifikasi baik, meningkat sejumlah 30,74%, dan gerakan akhir masih

12 dalam klsifikasi kurang yaitu dengan nilai rata-rata 53,33, meningkat 26,16% sedangkan daya serap klasikal rata-rata 70,24 dan masih termasuk dalam klsifikasi cukup. Selanjutnya tindakan pada siklus II diselenggarakan sesuai rencana yang telah dibuat. Rencana tersebut disusun berdasarkan hasil refleksi dari kegiatan pembelajaran pada siklus I, namun pada siklus II ini lebih berorientasi pada kelemahan-kelemahan yang terjadi pada siklus I. Mengacu pada hasil pengamatan siklus II, kemampuan siswa pada gerak dasar tolak peluru telah memenuhi indikator kinerja, Hasil klasifikasi data diperoleh sebagai berikut: cara memegang peluru meningkat 3,33% dari hasil siklus I yakni dari 82,22% menjadi 85,55%, sedangkan cara menolak meningkat 6,66%, dari 75,18% menjadi 81,84%., berikut gerakan akhir dari 53,33% menjadi 77,77% yang berarti meningkat 24,44% dan termasuk dalam klasifikasi baik, selanjutnya peningkatan daya serap klasikal dari 70,24% menjadi 81,72 % termasuk klasifikasi baik. Untuk lebih jelasnya mengenai peningkatan kemampuan gerak dasar tolak peluru siswa yang telah diuraikan diatas dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 6. Perbedaan Peningkatan Hasil Observasi Awal Siklus I dan Siklus II No. Indikator Penilaian Gerak Dasar Tolak Peluru Observasi Awal Siklus I Siklus II 1. Cara memegang Peluru Cara memegang Peluru Gerakan Akhir ,77 Untuk lebih jelasnya dapat digambarkan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut. Perbedaan Peningkatan Hasil Observasi Awal, Siklus I, Siklus II Observasi Awal Siklus I Siklus II Cara memegang peluru Cara menolak peluru Gerakan akhir

13 Dari diagram diatas dapat dilihat bahwa peningkatan kemampuan gerak dasar tolak peluru siswa melebihi indikator kinerja yang diharapkan,artinya bahwa masing-masing komponen gerak dasar pada setiap siklus sangat jelas selisih peningkatannya. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dimaksudkan untuk meningkatkan hasil belajar tolak peluru pada siswa kelas V SDN No. 20 Dungingi melalui strategi modifikasi media pembelajaran telah terwujud dengan berbagai optimalisasi pembelajaran pada siklus I dan II. Dengan demikian maka hipotesis penelitian tindakan kelas yang menyatakan bahwa: Jika guru menerapkan strategi modifikasi media pembelajaran maka hasil belajar tolak peluru siswa kelas V SDN No. 20 Dungingi akan meningkat dinyatakan diterima. KESIMPULAN Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan di atas, ada beberapa simpulan berikut ini: 1. Melalui strategi modifikasi media pembelajaran hasil belajar siswa kelas V SDN No.20 Dungingi, dalam hal ini kemampuan gerak dasar tolak peluru pada cabang olahraga atletik dapat ditingkatkan. Sesuai analisa data yang dilakukan oleh peneliti diperole hasil sebagai berikut: Observasi awal 42,58, pada siklus I 70,24, dan siklus II 81, Hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan sebelum dilakukan tindakan siklus sebesar 0 %, kemudian pada siklus I meningkat 27,66 menjadi 70,24 dari observasi awal 42,58 ini dikarenakan siswa telah melakukan kegiatan pembelajaran dalam dua kali tindakan, akan tetapi hasil yang dicapai pada siklus I belum sesuai dengan apa yang diharapkan dan dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II mengalami peningkatan 11,48 menjadi 81,72. Jadi peningkatan dari observasi awal sampai pada siklus II adalah 38, Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil pada siklus II telah sesuai dengan target capaian yang diharapkan, maka hipotesis yang telah diajukan dapat diterima, berdasarkan pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan yakni 75%. SARAN Akhir penulisan skripsi ini, penulis menyampaikan beberapa saran yang kiranya dapat bermanfaat bagi pembaca, sebagi berikut:

14 1. Strategi modifikasi media pembelajaran sangatlah tepat dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada umumnya, materi tolak peluru pada khususnya. 2. Dalam interaksi belajar mengajar, hendaknya guru harus mampu menciptakan kondisi belajar yang kondusif agar siswa merasa nyaman dalam belajar yang nantinya bisa meningkatkan hasil belajarnya. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran yang dimodifikasi harus benar-benar diperhatikan relevansinya dengan materi yang di ajarkan. 3. Dalam memodifikasi alat pembelajaran guru hendaknya menggunakan beban ringan dan tidak membahayakan, agar siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan nyaman. DAFTAR PUSTAKA Azhar Arsyad, (2013). Media Pembelajaran.Jakarta:Rajawali Press Asmani Ma mur Jamal, (2011). 7 Tips Aplikasi dan Menyenangkan (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Jogjakarta : Diva Press Budi Agus. ( 2010 ) Penjasorkes SD / MI Kelas IV Jakarta : Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional. Djamarah Bahri Syaiful dan Zain Aswan, (2013). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta. M.Saputra Yudha (2002).Pembelajaran Atletik di Sekolah Dasar.Jakarta: Depdiknas. Marchamah, (2009).Ensiklopedia Olahraga Atletik. Semarang: PT. Bengawan Ilmu R. Ibrahim, (2010). Perencanaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta Rohman Muhammad dan Amri Sofyan, (2013). Strategi dan Desain Pengembangan Sistem Pembelajaran. Jakarta : Prestasi Pustakarya Rosdiani Dini, (2013). Perencanaan Pembelajaran dalam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Bandung : Alfabeta. Sagala Syaiful, (2013). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta Sani Abdullah Ridwan, (2013). Inovasi Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara. Sodikin Chandra, Ahmad Esnoe Sanoesi ( 2010 ) Pendidikan Jasmani OLahraga dan Kesehatan untuk SMTP/MTS. Pusat Perbukuan Kementrian Nasional Suyatno. (2010). Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Untuk SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas Uno B. Hamzah dan Mohamad Nurdin, (2012). Belajar dengan Pendekatan Pailkem : Pembelajaran Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Efektif, Menarik. Jakarta : Bumi Aksara. Zainal Aqip, (2012). Model-model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (inovatif). Bandung : Yrama Widya.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang telah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang telah 1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang telah berlangsung dalam dua siklus, tindakan dilaksanakan berdasarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik,

BAB I PENDAHULUAN. untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang dirancang dan disusun secara sistematik untuk meningkatkan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V SDN 4 Bulango Utara

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V SDN 4 Bulango Utara 1 BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V SDN 4 Bulango Utara Kecamatan Bulango Utara Kabupat5en Bone Bolango

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. secara keseluruhan. Melalui pendidikan jasmani dikembangkan beberapa aspek yang

BAB I PENDAHULUAN. secara keseluruhan. Melalui pendidikan jasmani dikembangkan beberapa aspek yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang mengutamakan gerak fisik yang mempunyai peran penting untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara keseluruhan.

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dengan jumlah 20 orang peserta didik yang terdiri dari 10 orang peserta didik putra dan 10

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dengan jumlah 20 orang peserta didik yang terdiri dari 10 orang peserta didik putra dan 10 BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian dilaksanakan pada peserta didik kelas VII.3 SMP Negeri 1 Bonepantai. Dengan jumlah 20 orang peserta didik yang

Lebih terperinci

Jati Waluyaningsih 5. Kata Kunci : pendidikan jasmani, bola voli, modifikasi bola voli mini.

Jati Waluyaningsih 5. Kata Kunci : pendidikan jasmani, bola voli, modifikasi bola voli mini. MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI MODIFIKASI BOLA VOLI MINI SISWA KELAS IV SDN KLATAKAN 02 KECAMATAN TANGGUL KABUPATEN JEMBER TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Jati Waluyaningsih 5 Abstrak.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil observasi dan analisis serta refleksi dari kegiatan penelitian. Adapun hasil

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil observasi dan analisis serta refleksi dari kegiatan penelitian. Adapun hasil 1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV SDN 48 Hulonthalangi sebanyak dua siklus. Tiap siklus diselenggarakan sesuai

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. pembahasan yang telah disajikan dalam bab-bab sebelumnya, dapat dikemukakan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. pembahasan yang telah disajikan dalam bab-bab sebelumnya, dapat dikemukakan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil temuan, analisis data dan refleksi pada setiap siklus serta pembahasan yang telah disajikan dalam bab-bab sebelumnya, dapat dikemukakan kesimpulan dan saran,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di VI SDN 2 Lawonu

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di VI SDN 2 Lawonu 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 1. Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di VI SDN 2 Lawonu Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo pada

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. dapat dipertahankan dan lebih evisien dalam segi waktu. keterampilan siswa dari siklus I dengan nilai rata-rata 71.

BAB V PENUTUP. dapat dipertahankan dan lebih evisien dalam segi waktu. keterampilan siswa dari siklus I dengan nilai rata-rata 71. BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya maka peneliti dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. Pada pembelajaran penjaskes khusus materi kesimpulan pasing

Lebih terperinci

MENINGKATKAN TEKNIK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI METODE EXPLICIT INSTRUCTION DI KELAS V SDN 16 BONGOMEME

MENINGKATKAN TEKNIK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI METODE EXPLICIT INSTRUCTION DI KELAS V SDN 16 BONGOMEME MENINGKATKAN TEKNIK DASAR LEMPAR CAKRAM MELALUI METODE EXPLICIT INSTRUCTION DI KELAS V SDN 16 BONGOMEME Rony Amrain Akase 1), Aisah R. Pomatahu 2), Suriyadi Datau 3) 1 FIKK, Universitas Negeri Gorontalo

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV SDN 3 Limboto

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV SDN 3 Limboto BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV SDN 3 Limboto Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo berjumlah 20 (dua

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan di MTs. Nurul Bahri

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan di MTs. Nurul Bahri 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan di MTs. Nurul Bahri Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Latar Dan Karakteristik Subjek Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 7 Bulango Selatan Kabupaten Bone

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Latar Dan Karakteristik Subjek Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 7 Bulango Selatan Kabupaten Bone 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar Dan Karakteristik Subjek Penelitian. 3.1.1 Latar Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN 7 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango dan yang menjadi subjek adalah

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Hunggaluwa-Limboto, yang

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Hunggaluwa-Limboto, yang 1 BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Hunggaluwa-Limboto, yang menjadi penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang terdiri dari 14 orang putra dan 11 orang putri. Penelitian ini bertujuan untuk

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang terdiri dari 14 orang putra dan 11 orang putri. Penelitian ini bertujuan untuk BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada siswa kelas V SDN 1 Mootinelo Kabupaten Gorontalo Utara dengan jumlah

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV MENGGUNAKAN METODE PROBLEM POSING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SD NEGERI TEBING TINGGI

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV MENGGUNAKAN METODE PROBLEM POSING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SD NEGERI TEBING TINGGI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV MENGGUNAKAN METODE PROBLEM POSING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SD NEGERI 167645 TEBING TINGGI Syahriani Surel: dewisenwa@gmail.com ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

Herik Mada mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Prof. Dr. H. Hariadi Said, MS dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas

Herik Mada mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Prof. Dr. H. Hariadi Said, MS dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas MENINGKATKAN KEMAMPUAN PUKULAN FOREHAND DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS MELALUI METODE DRILL PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 GORONTALO Herik Mada, Hariadi Said, Sarjan Mile ABSTRAK Adapun yang menjadi penelitian

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN. Pengertian penjasorkes telah didefinisikan secara bervariasi oleh beberapa

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN. Pengertian penjasorkes telah didefinisikan secara bervariasi oleh beberapa BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hakikat Penjasorkes Pengertian penjasorkes telah didefinisikan secara bervariasi oleh beberapa pakar. Para pakar penjasorkes cenderung

Lebih terperinci

Jakualine Kamumu mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Sarjan Mile, MS dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas

Jakualine Kamumu mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Sarjan Mile, MS dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas 1 Jakualine Kamumu mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan; Drs. Sarjan Mile, MS dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Gorontalo ; Syarif Hidayat, M.Or dosen pada Jurusan

Lebih terperinci

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN 39 BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN A. Paparan Data Awal Pengambilan data awal dilakukan di SD Negeri Babakan Hurip kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang pada bulan Januari tahun 201 diperoleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diajarkan pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Sedikit sekali siswa yang

BAB I PENDAHULUAN. diajarkan pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Sedikit sekali siswa yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tolak peluru adalah salah satu nomor dari cabang olahraga atletik yang diajarkan pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Sedikit sekali siswa yang bersemangat untuk

Lebih terperinci

MENINGKATKAN GERAK DASAR TOLAK PELURU MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS VII SMPN 3 SUWAWA. Eman Kuku

MENINGKATKAN GERAK DASAR TOLAK PELURU MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS VII SMPN 3 SUWAWA. Eman Kuku MENINGKATKAN GERAK DASAR TOLAK PELURU MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS VII SMPN 3 SUWAWA Eman Kuku Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan gerak dasar tolak

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Melalui Pembelajaran Paikem Pada Materi Lingkungan Hidup

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Melalui Pembelajaran Paikem Pada Materi Lingkungan Hidup Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Melalui Pembelajaran Paikem Pada Materi Lingkungan Hidup Sarto Doka, Mohamad Jahja, Ahmad Zainuri Jurusan Fisika, Prodi Pendidikan Geografi

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE TGT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS IVSDN BINJAI TIMUR

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE TGT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS IVSDN BINJAI TIMUR PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE TGT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS IVSDN 020276 BINJAI TIMUR SYAMSUARNI* DAN FITRIANY SINAGA** *Dosen Jurusan PPSD Prodi PGSD

Lebih terperinci

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation 2 (1) (2013) Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr PENERAPAN MODEL PENDEKATAN

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE DISCOVERY PADA SISWA SMK YPP PURWOREJO

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE DISCOVERY PADA SISWA SMK YPP PURWOREJO MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE DISCOVERY PADA SISWA SMK YPP PURWOREJO Harniti, Bambang Priyo Darminto Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo Email:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. jasmani juga mencakup aspek mental, emosional, sosial dan spiritual.

BAB I PENDAHULUAN. jasmani juga mencakup aspek mental, emosional, sosial dan spiritual. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani merupakan suatu proses pembelajaran melalui aktivitaas jasmani yang dirancang dan disusun secara sistematik untik meningkatkan kebugaran

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. melalui kegiatan observasi setiap siklus. meningkat lagi menjadi 12 orang atau sebesar 85,71 %.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. melalui kegiatan observasi setiap siklus. meningkat lagi menjadi 12 orang atau sebesar 85,71 %. 1 BAB V SIMPUAN DAN SARAN 1.1. Simpulan Berdasarkan deskripsi dasil penelitian dan pembahasan diatas, ada beberapa simpulan berikut ini. 1. Melalui metode pembelajaran latihan hasil belajar siswa kelas

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada Program Studi Penjaskesrek

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada Program Studi Penjaskesrek MODIFIKASI PERMAINAN BOLA GANTUNG UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA KELAS IV SDN MAJENANG II KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Pra Tindakan

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Pra Tindakan BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pra Tindakan Sebelum penelitian dilakukan, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya dilapangan. Selain itu

Lebih terperinci

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI METODE PEMECAHAN MASALAH SISTEMATIS PADA KELAS V B SDN CAKRANEGARA KOTA MATARAM

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI METODE PEMECAHAN MASALAH SISTEMATIS PADA KELAS V B SDN CAKRANEGARA KOTA MATARAM GaneÇ Swara ol. 8 No. September 0 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI METODE PEMECAHAN MASALAH SISTEMATIS PADA KELAS B SDN CAKRANEGARA KOTA MATARAM IDA AYU WAYAN WEDIKA SANTHI SDN 9 Cakranegara Kota Mataram

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI ENERGI DAN MANFAATNYA MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELAS I SDN 1 WAKAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI ENERGI DAN MANFAATNYA MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELAS I SDN 1 WAKAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI ENERGI DAN MANFAATNYA MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELAS I SDN 1 WAKAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Yulandasari Goma, Sarson W,Dj Pomalato, Meylan Saleh 1

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pendidikan memiliki peran penting di era globalisasi ini, yakni bagaimana

I. PENDAHULUAN. Pendidikan memiliki peran penting di era globalisasi ini, yakni bagaimana 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peran penting di era globalisasi ini, yakni bagaimana suatu bangsa dapat bersaing di kancah internasional. Hal ini berkaitan dengan sumber

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. dengan hasil penelitian tindakan yang telah dilaksanakan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. dengan hasil penelitian tindakan yang telah dilaksanakan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumya, maka penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Penggunaan metode modeling dalam materi menggiring bola

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Proses kegiatan belajar mengajar merupakan suatu aktivitas yang bertujuan

BAB 1 PENDAHULUAN. Proses kegiatan belajar mengajar merupakan suatu aktivitas yang bertujuan BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses kegiatan belajar mengajar merupakan suatu aktivitas yang bertujuan mengarahkan siswa pada perubahan tingkah laku yang di inginkan. Pengertian ini cukup

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Tanya Jawab Pada Mata Pelajaran IPS di Kelas IV SDN No. 4 Siboang

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Tanya Jawab Pada Mata Pelajaran IPS di Kelas IV SDN No. 4 Siboang Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Tanya Jawab Pada Mata Pelajaran IPS di Kelas IV SDN No. 4 Siboang Kamelia, Arif Firmansyah, dan Andi Imrah Dewi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pada siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2011/2012.

BAB III METODE PENELITIAN. pada siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2011/2012. 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 1. Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan di SDN 6 Tilongkabila pada siswa kelas V semester genap

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI METODE PEMBELAJARAN PENJELAJAHAN GERAK PADA SISWA KELAS V SDN 19 BOKAT KABUPATEN BUOL

MENINGKATKAN KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI METODE PEMBELAJARAN PENJELAJAHAN GERAK PADA SISWA KELAS V SDN 19 BOKAT KABUPATEN BUOL 1 MENINGKATKAN KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI METODE PEMBELAJARAN PENJELAJAHAN GERAK PADA SISWA KELAS V SDN 19 BOKAT KABUPATEN BUOL Abdul Jalil Gunawan Hasanuddin Pendidikan Olahraga FKIP Universitas

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini akan deskripsikan hasil dari penelitian masing-masing siklus

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini akan deskripsikan hasil dari penelitian masing-masing siklus BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pada bab ini akan deskripsikan hasil dari penelitian masing-masing siklus yang telah dilaksanakan di lapangan, kemudian setelah

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. 1. Hasil Penelitian ini menunjukan data observasi awal nilai rata rata yang

BAB V PENUTUP. 1. Hasil Penelitian ini menunjukan data observasi awal nilai rata rata yang BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan 1. Hasil Penelitian ini menunjukan data observasi awal nilai rata rata yang diperoleh siswa dalam melakukan tolak peluru mencapai 63.46%. Hasil nilai rata rata pada siklus I

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berjumlah 20 orang. Permasalahan dalam penelitian in adalah kurangnya

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berjumlah 20 orang. Permasalahan dalam penelitian in adalah kurangnya BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Lungau kecamatan Kandangan kabupaten Hulu Sungai Selatan. Subyek penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempertahankan dan menjaga kelangsungan hidup. sejauh mungkin dan bola besi berat inilah diberi nama peluru yang

BAB I PENDAHULUAN. mempertahankan dan menjaga kelangsungan hidup. sejauh mungkin dan bola besi berat inilah diberi nama peluru yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Atletik yang meliputi gerakan jalan, lari, lempar dan lompat merupakan cabang olah raga yang paling tua didunia, karena umur olahraga atletik ini sama tuanya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. awal. Dalam 1 siklus terdiri dari 3 kali pertemuan yang masing-masing pertemuan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. awal. Dalam 1 siklus terdiri dari 3 kali pertemuan yang masing-masing pertemuan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian PTK atau penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada kelas X ( Sepuluh ) IPS 4 di SMA Negeri 2 Limboto Kabupaten Gorontalo, dengan

Lebih terperinci

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Melalui Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPA di SDN No. 1 Balukang

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Melalui Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPA di SDN No. 1 Balukang Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Melalui Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPA di SDN No. 1 Balukang Rahmawati, Nadjamuddin, dan Dewi Tureni Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR GULING BELAKANG PADA SISWA KELAS IV DAN V SEMESTER 1 MI AL AZHAR GEMBONGAN PONGGOK BLITAR TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN MINAT BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS VIII A

PENINGKATAN MINAT BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS VIII A PENINGKATAN MINAT BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS VIII A Ibnu Mubarak Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS BAWAH BOLA VOLI MELALUI PENGGUNAAN MODIFIKASI BOLA

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS BAWAH BOLA VOLI MELALUI PENGGUNAAN MODIFIKASI BOLA UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS BAWAH BOLA VOLI MELALUI PENGGUNAAN MODIFIKASI BOLA Aba Sandi Prayoga, M.Or. Penjaskesrek STKIP MODERN Ngawi aba_sandy@yahoo.com Abstrak Penelitian ini mempunyai

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE PERMAINAN LARI SAMBUNG MATA PELAJARAN PENJASKES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS 2 A SDN TANGGUL KULON 03 JEMBER

PENERAPAN METODE PERMAINAN LARI SAMBUNG MATA PELAJARAN PENJASKES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS 2 A SDN TANGGUL KULON 03 JEMBER PENERAPAN METODE PERMAINAN LARI SAMBUNG MATA PELAJARAN PENJASKES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS 2 A SDN TANGGUL KULON 03 JEMBER Sularmi 40 Abstrak. Pendidikan jasmani merupakan bagian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini telah dilaksanakan di SMP Negeri 3 Karangdowo yang berlokasi di desa Kupang, kecamatan

Lebih terperinci

PENINGKATKAN KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI PENERAPAN METODE BERMAIN PADA SISWA KELAS III SDN MOJOROTO KOTA KEDIRI TAHUN AJARAN

PENINGKATKAN KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI PENERAPAN METODE BERMAIN PADA SISWA KELAS III SDN MOJOROTO KOTA KEDIRI TAHUN AJARAN PENINGKATKAN KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI PENERAPAN METODE BERMAIN PADA SISWA KELAS III SDN MOJOROTO KOTA KEDIRI TAHUN AJARAN 2014-2015 ARTIKEL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pengembangan psikis yanglebih baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan

BAB I PENDAHULUAN. pengembangan psikis yanglebih baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan Jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS V SDN TANJUNG II TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PENERAPAN PENDEKATAN BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS V SDN TANJUNG II TAHUN PELAJARAN 2015/2016 PENERAPAN PENDEKATAN BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS V SDN TANJUNG II TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Oleh : Winarno Surahman NIM: 14.1.01.09.0380P Abstrak

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN. Iftitah melalui metode Drill pada siswa kelas II ini dilaksanakan di MIN Wawai

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN. Iftitah melalui metode Drill pada siswa kelas II ini dilaksanakan di MIN Wawai 27 BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi setting/lokasi penelitian Penelitian tindakan kelas dengan m,eningkatkan kemampuan menghapal do a Iftitah melalui metode Drill pada siswa kelas II

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR SERVIS ATAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING DALAM PERMAINAN BOLAVOLI

UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR SERVIS ATAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING DALAM PERMAINAN BOLAVOLI UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR SERVIS ATAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING DALAM PERMAINAN BOLAVOLI NUR AHMAD MUHARRAM DOSEN PENJASKESREK UNP KEDIRI ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdiri 9 orang laki-laki, dan 11 orang perempuan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdiri 9 orang laki-laki, dan 11 orang perempuan. 1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. HASIL PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 4 Kabila Kabupaten Bone Bolango, dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah komponen yang tidak dapat dipisahkan dengan kemajuan zaman dan kesejahteraan masyarakat. Dalam era globalisasi ini setiap bangsa dituntut untuk

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI SPRINT

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI SPRINT UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI SPRINT MELALUI PERMAINAN HITAM HIJAU PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PADAMENAK KECAMATAN JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015 Andreas Juhara Guru

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas siklus I dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 7

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas siklus I dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 7 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Hasil Penelitian Siklus I Pelaksanaan tindakan kelas siklus I dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 7 November 212 dengan alokasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dari pendidikan secara keseluruhan. Bertujuan mengembangkan aspek

BAB I PENDAHULUAN. dari pendidikan secara keseluruhan. Bertujuan mengembangkan aspek BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. Bertujuan mengembangkan aspek kebugaran jasmani, ketrampilan

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SAINS POKOK BAHASAN SIFAT-SIFAT CAHAYA PADA SISWA KELAS V A SD NEGERI SAMPALI

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SAINS POKOK BAHASAN SIFAT-SIFAT CAHAYA PADA SISWA KELAS V A SD NEGERI SAMPALI PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SAINS POKOK BAHASAN SIFAT-SIFAT CAHAYA PADA SISWA KELAS V A SD NEGERI 101774 SAMPALI DAITIN TARIGAN * DAN SYAFRIYANI YUNINGSIH ** *Dosen Jurusan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di lapangan bola basket SMA Negeri Kebakkramat. 2. Waktu Penelitian Penelitian Tindakan

Lebih terperinci

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MINI MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS IV SDN

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MINI MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS IV SDN UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MINI MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS IV SDN 9 Hegarsari TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Oleh: Yati Ismayati, S.Pd. NIP. 196308291984102004

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan PENJASKESREK OLEH :

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan PENJASKESREK OLEH : UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENOLAK PADA TOLAK PELURU GAYA MENYAMPING SISWA KELAS X-1 MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 KOTA KEDIRI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BERMAIN TAHUN 2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pendidikan Jasmani merupakan suatu aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan

I. PENDAHULUAN. Pendidikan Jasmani merupakan suatu aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Jasmani merupakan suatu aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani yang disalurkan melalui suatu proses pembelajaran, dengan

Lebih terperinci

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ips Dengan Menggunakan Model Snowball Throwing Di Kelas VI SDN 08 V Koto Kampung Dalam

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ips Dengan Menggunakan Model Snowball Throwing Di Kelas VI SDN 08 V Koto Kampung Dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ips Dengan Menggunakan Model Snowball Throwing Di Kelas VI SDN 08 V Koto Kampung Dalam Sahri Tilawati & Nasrul PGSD FIP UNP Padang Abstrak Penelitian ini

Lebih terperinci

JURNAL SKRIPSI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BOLAVOLI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS X TKB 1 SMK NEGERI 2 SRAGEN

JURNAL SKRIPSI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BOLAVOLI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS X TKB 1 SMK NEGERI 2 SRAGEN JURNAL SKRIPSI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BOLAVOLI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS X TKB 1 SMK NEGERI 2 SRAGEN TAHUN AJARAN 2015 / 2016 SKRIPSI Oleh : VENSA LUKITA

Lebih terperinci

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PAI MELALUI METODE CARD SORT PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 3 BATURAGUNG KECAMATAN GUBUG KABUPATEN GROBOGAN

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PAI MELALUI METODE CARD SORT PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 3 BATURAGUNG KECAMATAN GUBUG KABUPATEN GROBOGAN PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PAI MELALUI METODE CARD SORT PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 3 BATURAGUNG KECAMATAN GUBUG KABUPATEN GROBOGAN SDN 3 Baturagung Gubug Grobogan baidlowi31@gmail.com ABSTRACT

Lebih terperinci

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations ACTIVE 4 (10) (2015) Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr PENINGKATAN HASIL BELAJAR PASSING SEPAK BOLA MELALUI PERMAINAN PEMBURU BINATANG

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN. bab sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil bahwa pembelajaran

BAB V KESIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN. bab sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil bahwa pembelajaran BAB V KESIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil bahwa pembelajaran pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) merupakan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) merupakan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) merupakan bagian yang paling penting dan komponen integral dari pendidikan. Tumbuh kembangnya Penjasorkes

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGENAL TEKNOLOGI PRODUKSI MELALUI METODE KARYAWISATA PADA SISWA KELAS IV SDN 3 BEJI KABUPATEN TULUNGAGUNG

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGENAL TEKNOLOGI PRODUKSI MELALUI METODE KARYAWISATA PADA SISWA KELAS IV SDN 3 BEJI KABUPATEN TULUNGAGUNG PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGENAL TEKNOLOGI PRODUKSI MELALUI METODE KARYAWISATA PADA SISWA KELAS IV SDN 3 BEJI KABUPATEN TULUNGAGUNG Dwi Wahyuning Tiyas 1, Suminah 2, Sutansi 3 Universitas Negeri Malang

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada siswa kelas IV

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada siswa kelas IV 1 BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 DESKRIPSI HASIL PENELITIAN Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada siswa kelas IV SDN 8 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo dengan jumlah

Lebih terperinci

Di dalam proses belajar mengajar PKn, seorang guru dituntut harus bersikap professional serta dinamis dan kreatif, sehingga mampu mengubah dan

Di dalam proses belajar mengajar PKn, seorang guru dituntut harus bersikap professional serta dinamis dan kreatif, sehingga mampu mengubah dan MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG SISTEM PEMERINTAHAN PUSAT MELALUI MODEL UNJUK KERJA PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS IV MIS DAMBALO KECAMATAN TOMILITO KABUPATEN GORONTALO UTARA Jurusan Pendidikan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. serta pembahasan yang telah disajikan dalam bab-bab sebelumnya, dapat. dikemukakan kesimpulan dan saran, sebagai berikut :

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. serta pembahasan yang telah disajikan dalam bab-bab sebelumnya, dapat. dikemukakan kesimpulan dan saran, sebagai berikut : BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil temuan, analisis data dan refleksi pada setiap siklus serta pembahasan yang telah disajikan dalam bab-bab sebelumnya, dapat dikemukakan kesimpulan dan saran,

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kelas VII SMP N 2 Limboto yang berjumlah 20 orang. 12 orang putra dan 8 orang

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kelas VII SMP N 2 Limboto yang berjumlah 20 orang. 12 orang putra dan 8 orang 1 BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan passing bawah yang dimiliki siswa dengan menggunakan metode

Lebih terperinci

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations ACTIVE 4 (10) (2015) Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR LEMPAR TANGKAP BOLA MELALUI PERMAINAN LETABOTAI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Negeri I Telaga Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Negeri I Telaga Kabupaten 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Negeri I Telaga Kabupaten Gorontalo, siswa yang dikenakan tindakan adalah siswa kelas

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS IV SDN 1 BALE DENGAN MENGGUNAKAN METODE TANYA JAWAB

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS IV SDN 1 BALE DENGAN MENGGUNAKAN METODE TANYA JAWAB MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS IV SDN 1 BALE DENGAN MENGGUNAKAN METODE TANYA JAWAB Oleh: Ian Trianti, Widayati Pujiastuti, Rizal Abstrak Permasalahan dalam penelitian

Lebih terperinci

Penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada Siswa Kelas V SDN 5 Suwawa

Penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada Siswa Kelas V SDN 5 Suwawa BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada Siswa Kelas V SDN 5 Suwawa dengan jumlah siswa 27 orang yang terdiri dari 17

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya, dan dengan demikian akan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang dijadikan alat untuk menyampaikan tujuan pendidikan yang pelaksanaannya dapat dilakukan di sekolahsekolah,

Lebih terperinci

ARTIKEL SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Program Studi Pendidikan Penjaskesrek

ARTIKEL SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Program Studi Pendidikan Penjaskesrek UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SERVIS ATAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING DALAM PERMAINAN BOLAVOLI PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 GROGOL TAHUN AJARAN 2014/2015 ARTIKEL SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

Didi Suhaedi Guru Pendidikan Jasmani SD Negeri Jagara Kabupaten Kuningan ABSTRAK

Didi Suhaedi Guru Pendidikan Jasmani SD Negeri Jagara Kabupaten Kuningan ABSTRAK UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI SPRINT 60 METER MELALUI PENDEKATAN BERMAIN DENGAN ALAT PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI JAGARA KECAMATAN DARMA KABUPATEN KUNINGAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan metode eksperimen. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan metode eksperimen. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua 28 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Deskripsi hasil penelitian pada penelitian tindakan kelas ini mencakup hasil observasi kegiatan guru yang didasarkan pada materi perubahan

Lebih terperinci

SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN KUALITAS PENULISAN KARYA ILMIAH STOK BINA GUNA, SABTU 16 SEPTEMBER 2017 UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING

SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN KUALITAS PENULISAN KARYA ILMIAH STOK BINA GUNA, SABTU 16 SEPTEMBER 2017 UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING ATAS BOLA VOLI MELALUI METODE DEMONSTRASI DAN MODIFIKASI ALAT PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 PERBAUNGAN TAHUN AJARAN 2015/2016 MUHAMMAD SYALEH Jurusan Pendidikan

Lebih terperinci

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA YULISMA Guru SMP Negeri 3 Tapung yulissma880@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan

Lebih terperinci

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Tanamodindi Dalam Memukul Bola Kasti dengan Menggunakan Modifikasi Alat Bantu Pemukul dan Bola

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Tanamodindi Dalam Memukul Bola Kasti dengan Menggunakan Modifikasi Alat Bantu Pemukul dan Bola Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Tanamodindi Dalam Memukul Bola Kasti dengan Menggunakan Modifikasi Alat Bantu Pemukul dan Bola Lusye SD Negeri Tanamodindi, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil pembahasan penelitian yang telah dilakukan mengenai penggunaan modifikasi raket sebagai upaya

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil pembahasan penelitian yang telah dilakukan mengenai penggunaan modifikasi raket sebagai upaya 111 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil pembahasan penelitian yang telah dilakukan mengenai penggunaan modifikasi raket sebagai upaya untuk meningkatkan latihan gerak dasar pukulan lob

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIIIc SMP Negeri 7

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIIIc SMP Negeri 7 26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIIIc SMP Negeri 7 Kota Gorontalo, untuk mata pelajaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) dihadapkan pada tantangan untuk mencari, menemukan, memahami dan memilih satu atau

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Kondisi Awal

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Kondisi Awal BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Kondisi Awal Sebelum melaksanakan proses penelitian tindakan kelas ini, terlebih dahulu peneliti melakukan kegiatan survey awal untuk mengetahui keadaan

Lebih terperinci

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations ACTIVE 4 (10) (2015) Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr PEMBELAJARAN KEBUGARAN JASMANI MELALUI PERMAINAN BOI Ali Ma mun, Ipang Setiawan

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS ATAS PERMAINAN BOLA VOLI DENGAN PENDEKATAN BERMAIN PADA SISWA KELAS VI SDN BATOKERBUY 2 TAHUN AJARAN 2015/2016

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS ATAS PERMAINAN BOLA VOLI DENGAN PENDEKATAN BERMAIN PADA SISWA KELAS VI SDN BATOKERBUY 2 TAHUN AJARAN 2015/2016 UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS ATAS PERMAINAN BOLA VOLI DENGAN PENDEKATAN BERMAIN PADA SISWA KELAS VI SDN BATOKERBUY 2 TAHUN AJARAN 2015/2016 Sanur SDN Batokerbuy 2 Pamekasan sanur02@gmail.com

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. 1. Aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran Tolak Peluru

BAB V PENUTUP. 1. Aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran Tolak Peluru 1 BAB V PENUTUP 5.1. KESIMPULAN 1. Aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran Tolak Peluru dengan menggunakan media modifikasi bola plastik di kategorikan aktif. Dan setelah dilakukan siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil penelitian yang telah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil penelitian yang telah BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap siswa kelas V SDN 40 Kabupaten Seluma. Penelitian

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL DAN PROSES BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA PGRI 6 BANJARMASIN PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE

MENINGKATKAN HASIL DAN PROSES BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA PGRI 6 BANJARMASIN PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE ABSTRAK MENINGKATKAN HASIL DAN PROSES BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA PGRI 6 BANJARMASIN PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE (SIKLUS BELAJAR) Oleh : Zayuk Novita Fasha,

Lebih terperinci

OPTIMALISASI PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IX-A SMP NEGERI 11 MATARAM

OPTIMALISASI PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IX-A SMP NEGERI 11 MATARAM OPTIMALISASI PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IX-A SMP NEGERI 11 MATARAM ABSTRAK LINA YETTI BUDI ASIH Guru IPA SMP Negeri 11 Mataram

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada pelaksanaan tindakan kelas ini, peneliti menyajikan materi unit suhu dan kalor

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada pelaksanaan tindakan kelas ini, peneliti menyajikan materi unit suhu dan kalor BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pada pelaksanaan tindakan kelas ini, peneliti menyajikan materi unit suhu dan kalor dengan menggunakan metode eksperimen dalam meningkatkan hasil

Lebih terperinci