GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG"

Transkripsi

1 GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN BANGUNAN RUMAH MILIK PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : bahwa untuk mewujudkan tertib administrasi dan pelaksanaan pengelolaan bangunan rumah agar penggunaannya dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna, perlu mengatur Tata Cara Penggunaan Bangunan Rumah Milik Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1950 tentang Pembentukan Propinsi Djawa Timur (Himpunan Peraturan Peraturan Negara Tahun 1950) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1950 tentang Mengadakan Perubahan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1950 (Himpunan Peraturan Peraturan Negara Tahun 1950); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400); 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844); Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 1

2 6. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5234); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3573) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2005 (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4515); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1994 tentang Penghunian Rumah Oleh Bukan Pemilik (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3576); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang pengelolaan Keuangan Daerah. (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578); 10.Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4609) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4855); 11.Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5135); 12.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedeman pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011; 13.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedeman Teknis pengelolaan Barang Milik Daerah; 14.Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 373/KPTS/M/2001 tentang Sewa Rumah Negara; 15.Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun 2009 tentang pengelolaan Barang Milik Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur (Lembaran Daerah Tahun 2009 Nomor 4, Seri E). MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN BANGUNAN RUMAH MILIK PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 2

3 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengaa: 1. Pemerintah Daerah Provinsi adalah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur. 2. Gubernur adalah Gubernur Jawa Timur. 3. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur. 4. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah yang selanjutnya disingkat BPKAD adalah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Timur selaku Pembantu Pengelola barang milik daerah adalah pejabat yang bertanggung jawab mengkoordinir penyelenggaraan Pengelolaan barang milik daerah yang ada pada SKPD. 5. Kepala SKPD selaku pengguna barang milik daerah selanjutnya disebut Pengguna adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah. 6. Pejabat Negara adalah Pejabat Negara di Daerah meliputi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. 7. Pejabat Pemerintahan adalah pejabat yang diangkat untuk menduduki suatu jabatan dalam struktural organisasi pemerintahan baik struktural maupun fungsional. 8. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah Pegawai sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. 9. Bangunan Rumah adalah bangunan yang dimiliki Pemerintah Daerah Provinsi berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga serta sarana penunjang pelaksanaan tugas. 10.Rumah Daerah adalah bangunan rumah yang diperuntukkan dihuni oleh Pejabat Negara, Pejabat Pemerintahan, Pimpinan DPRD dan/atau PNS, Pensiunan PNS, Janda/Duda Pensiunan PNS. 11.Rumah Tanpa Golongan adalah bangunan rumah yang diperuntukkan dihuni oleh Pihak-pihak selain Pejabat Negara, Pejabat Pemerintahan, Pimpinan DPRD dan/atau PNS, Pensiunan PNS, Janda/Duda Pensiunan PNS. 12.Surat Izin Penghunian yang selanjutnya disingkat SIP adalah izin yang diberikan kepada seorang Pejabat Negara, Pejabat Pemerintahan, Pimpinan DPRD dan/atau PNS, Pensiunan PNS, Janda/Duda Pensiunan PNS untuk menempati rumah daerah oleh Pejabat yang berwenang pada SKPD Pengguna. Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 3

4 13.Perjanjian penempatan Rumah Tanpa Golongan yang selanjutnya disebut perjanjian adalah izin yang diberikan kepada pihak lain untuk menempati rumah daerah oleh Pengguna atau pejabat yang ditunjuk. 14.Penghuni adalah Pejabat Negara, Pejabat Pemerintahan, Pimpinan DPRD dan/atau PNS, Pensiunan PNS, Janda/Duda Pensiunan PNS yang ditunjuk menempati rumah daerah dan memiliki SIP. 15.Penyewa adalah Pihak Lain yang menempati Rumah Tanpa Golongan berdasarkan perjanjian. BAB II MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2 (1) Tata cara penggunaan bangunan rumah dimaksudkan untuk memberikan pedoman kepada SKPD dalam penggunaan rumah daerah dan Rumah Tanpa Golongan agar dilaksanakan seoptimal mungkin untuk dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna. (2) Penggunaan bangunan rumah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk : a. menunjang kelancaran pelaksanaan tugas - tugas kedinasan; b. meningkatkan fungsi pelayanan kepada masyarakat; c. meningkatkan kualitas hasil kerja; d. menunjang pelaksanaan program pembangunan dan kemasyarakatan Pemerintah Daerah Provinsi; e. meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). BAB III KETENTUAN PENGGUNAAN RUMAH DAERAH (1) Bangunan rumah terdiri dari: a. Rumah Daerah ; b. Rumah Tanpa Golongan ; Pasal 3 (2) Bangunan rumah dicatat dalam Daftar Inventaris SKPD sebagai kekayaan Pemerintah Daerah Provinsi. (3) Pengelolaan dan Pemanfaatan bangunan rumah dilakukan seoptimal dan seefisien mungkin. Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 4

5 Pasal 4 Rumah Daerah berdasarkan fungsinya diklasifikasikan dalam 3 (tiga) Golongan, yaitu : a. Rumah Daerah Golongan I; b. Rumah Daerah Golongan II; dan c. Rumah Daerah Golongan III. Pasal 5 (1) Rumah Daerah Golongan I disediakan untuk ditempati oleh pemegang jabatan tertentu yang berhubungan dengan sifat dinas dan jabatannya harus tinggal di rumah tersebut dan hak penghuniannya terbatas selama pejabat yang bersangkutan masih memegang jabatan tertentu tersebut (rumah jabatan). (2) Pemegang jabatan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi Pejabat Negara, Pimpinan DPRD, Pejabat Pemerintahan maupun PNS dimana sifat jabatan dan tugasnya melekat dengan rencana penyediaan Rumah Daerah. Pasal 6 Rumah Daerah Golongan II merupakan rumah daerah yang mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan dari SKPD dan hanya disediakan untuk didiami oleh PNS dari SKPD Pengguna (rumah instansi). Pasal 7 Rumah Daerah Golongan I dan Golongan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6 harus dikembalikan kepada Pemerintah Daerah Provinsi apabila Penghuni telah dimutasi ke SKPD lain, berhenti, pensiun atau meninggal dunia. Pasal 8 Rumah Daerah Golongan III merupakan rumah daerah yang tidak termasuk Golongan I dan Golongan II yang disediakan untuk ditempati oleh PNS. Pasal 9 SKPD wajib mengajukan usulan penggolongan seluruh rumah daerah yang berada dalam penggunaannya, kecuali rumah tanpa golongan yang ditempati oleh pihak lain/penyewa. Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 5

6 Pasal 10 Penggolongan Rumah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ditetapkan dengan Keputusan Gubernur atas usul SKPD dengan memperhatikan persyaratan penggolongan Rumah Daerah sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku serta mempertimbangkan tujuan penggunaan Rumah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2). Pasal 11 (1) Pencabutan status golongan rumah daerah ditetapkan dengan Keputusan Gubernur atas usul SKPD karena kondisi rumah daerah dimaksud sudah tidak sesuai lagi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, selanjutnya rumah daerah dimaksud disebut rumah tanpa golongan milik Pemerintah Daerah Provinsi. (2) Rumah tanpa golongan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dimanfaatkan oleh Pihak Lain dengan cara sewa atau dialihfungsikan untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Pemerintah Daerah Provinsi. BAB IV TATA CARA PENGALIHAN STATUS RUMAH DAERAH Pasal 12 Pengalihan Status Rumah Daerah Golongan II menjadi Rumah Daerah Golongan III wajib memenuhi syarat sebagai berikut : a) umur Rumah Daerah paling singkat 10 (sepuluh) tahun sejak dimiliki oleh Pemerintah Daerah Provinsi atau sejak ditetapkan perubahan fungsinya sebagai Rumah Daerah; b) status hak atas tanahnya sudah bersertipikat atas nama Pemerintah Daerah Provinsi; c) rumah dan tanah tidak dalam keadaan sengketa berdasarkan surat pernyataan dari SKPD yang bersangkutan; d) penghuninya telah memiliki masa kerja sebagai Pegawai Negeri Sipil paling singkat 10 (sepuluh) tahun; e) penghuni rumah memiliki Surat Izin Penghunian (SIP) yang sah dan suami atau istri yang bersangkutan belum pernah membeli atau memperoleh fasilitas rumah dan/atau tanah dari Pemerintah Daerah Provinsi berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan; Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 6

7 f) penghuni menyatakan bersedia mengajukan permohonan pengalihan Hak Rumah Daerah paling lama 1 (satu) tahun terhitung sejak rumah tersebut menjadi Rumah Daerah Golongan III, dan apabila melebihi jangka waktu tersebut, penghuni dikenakan sanksi membayar sewa 2 (dua) kali dari sewa setiap bulannya yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 13 (1) Pengalihan Status Rumah Daerah Golongan II menjadi Rumah Daerah Golongan III dilakukan berdasarkan permohonan penghuni. (2) Penghuni mengajukan usul Pengalihan Status Rumah Daerah Golongan II menjadi Rumah Daerah Golongan III kepada Pengguna. (3) Pengguna melakukan kajian terhadap usul Pengalihan Status Rumah Daerah Golongan II menjadi Rumah Daerah Golongan III sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan memperhatikan: a. jumlah Rumah Daerah; dan b. analisis kebutuhan Rumah Daerah. (4) Pengguna mengusulkan Pengalihan Status Rumah Daerah Golongan II menjadi Rumah Daerah Golongan III kepada Gubernur disertai hasil kajian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dengan melampirkan dokumen : a. salinan keputusan Penetapan Status Rumah Daerah Golongan II; b. salinan Surat Izin Penghunian (SIP) Rumah Daerah Golongan II yang dilegalisir SKPD yang bersangkutan; c. surat keterangan status kepegawaian terakhir pemegang Surat Izin Penghunian (SIP) Rumah Daerah Golongan II dari SKPD yang bersangkutan; d. gambar legger/gambar arsip berupa rumah dan gambar situasi. e. salinan sertipikat hak atas tanah; f. berita acara pemeriksaan atas rumah dan tanah yang dibuat oleh SKPD yang bersangkutan; g. surat keterangan dari SKPD yang bersangkutan bahwa rumah dan tanahnya tidak dalam sengketa; dan h. surat izin dari pemegang hak atas tanah apabila Rumah Daerah tersebut berdiri di atas tanah pihak lain. Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 7

8 Pasal 14 (1) Pengalihan Status Rumah Daerah Golongan I menjadi Rumah Daerah Golongan II dengan ketentuan: a. adanya perubahan atau penggabungan organisasi; dan/atau b. sudah tidak memenuhi fungsi sebagaimana ditetapkan semula. (2) Pengguna mengusulkan perubahan status Rumah Daerah Golongan I menjadi Rumah Daerah Golongan II kepada Gubernur dengan melampirkan: a. surat keputusan adanya perubahan atau penggabungan organisasi dan/atau surat keputusan tidak memenuhi fungsi sebagaimana ditetapkan semula; b. jumlah rumah jabatan yang ada; c. analisis kebutuhan rumah jabatan; d. salinan keputusan Penetapan Status Rumah Daerah Golongan I; dan e. gambar legger/gambar arsip berupa rumah dan gambar situasi yang akan diusulkan perubahannya menjadi Rumah Daerah Golongan II. Pasal 15 (1) Untuk meneliti dan menganalisa usul Pengalihan Status Rumah Daerah Golongan II menjadi Rumah Daerah Golongan III dan Golongan I menjadi Rumah Daerah Golongan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (4) dan Pasal 14 ayat (2), dibentuk Tim dengan Keputusan Gubemur. (2) Berdasarkan hasil pertimbangan Tim sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Gubernur memberikan persetujuan atau penolakan secara tertulis atas usul Pengalihan Status Rumah Daerah. (3) Persetujuan atau penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) disampaikan kepada Pengguna dalam jangka waktu paling lama 4 (empat) bulan. Pasal 16 (1) Pengguna dapat mengusulkan perubahan status Rumah Daerah Golongan II menjadi Rumah Daerah Golongan I untuk memenuhi kebutuhan rumah jabatan dengan ketentuan harus secara teknis memenuhi syarat sebagai rumah jabatan berdasarkan kebutuhan Pemerintah Daerah Provinsi. (2) Penetapan Status Rumah Daerah Golongan II menjadi Rumah Daerah Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Gubernur. Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 8

9 Pasal 17 (1) Sarana dan prasarana Rumah Daerah Golongan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) berupa perabot rumah tangga, biaya pemeliharaan dan operasional sehari-hari menjadi beban Pemerintah Daerah Provinsi dalam hal ini SKPD Pengguna. (2) Sarana dan prasarana Rumah Daerah Golongan II dan Golongan III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan Pasal 8 berupa perabot rumah tangga, biaya pemeliharaan dan operasional sehari-hari menjadi beban penghuni. Pasal 18 (1) Penghuni dilarang mengubah dan/atau menambah bentuk fisik Rumah Daerah yang dihuni, termasuk membawa barang inventaris milik Pemerintah Daerah Provinsi apabila sudah tidak menghuni rumah daerah. (2) Pelanggaran terhadap larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 19 (1) Penghunian Rumah Daerah harus berdasarkan SIP yang ditetapkan dengan Keputusan Pengguna dan dilaporkan kepada Gubernur. (2) Bentuk dan format SIP,sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagaimana tercantum dalam Lampiran A. (3) Penerbitan SIP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk rumah daerah golongan II dan golongan III berdasarkan permohonan dari calon penghuni untuk menempati Rumah Daerah dengan bentuk dan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran B dengan dilampiri: a. Surat pernyataan kesanggupan mentaati ketentuan penghunian Rumah Daerah, dengan bentuk dan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran C; b. Foto copy kartu keluarga atau Daftar Keluarga yang disahkan oleh Kelurahan/Desa sebanyak 1 (satu) lembar; c. Pas Photo sebanyak 2 (dua) lembar ukuran 4 x 6; d. Foto copy Keputusan pangkat dan jabatan terakhir; e. Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP); f. Surat pernyataan belum memiliki rumah yang berada di wilayah Kabupaten/Kota setempat dari pegawai bersangkutan, khusus rumah daerah golongan II ; g. Bukti setor sewa rumah daerah 3 (tiga) bulan terakhir, khusus perpanjangan SIP; Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 9

10 h. Surat Rekomendasi dari atasan langsung Pegawai yang bersangkutan. (4) Pemberian SIP untuk Rumah Daerah Golongan III harus mempertimbangkan efisiensi, efektifitas dan kebutuhan SKPD serta hal - hal yang menguntungkan Pemerintah Daerah Provinsi. Pasal 20 (1) Penempatan rumah tanpa golongan oleh pihak lain/penyewa ditetapkan dengan Keputusan Pengguna yang ditindaklanjuti dengan perjanjian sewa menyewa antara Pengguna atau pejabat yang ditunjuk dengan pihak lain/penyewa dan dilaporkan kepada Gubernur. (2) Persyaratan dalam penempatan rumah tanpa golongan oleh pihak lain/penyewa sebagaimana dimaksud pada ayat (1): a. Permohonan menempati rumah ; b. Surat pernyataan kesanggupan mentaati ketentuan penempatan rumah, dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran D. (3) Format perjanjian sewa menyewa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagaimana tercantum dalam Lampiran E. (4) Penerbitan perjanjian sewa menyewa rumah tanpa golongan harus mempertimbangkan efisiensi, efektifitas dan kebutuhan SKPD serta hal-hal yang menguntungkan Pemerintah Daerah Provinsi. Pasal 21 (1) Bagi Rumah Daerah Golongan I, SIP berlaku selama pegawai yang bersangkutan menduduki jabatan yang telah ditentukan dalam Keputusan Rumah Daerah Golongan I. (2) Bagi Rumah Daerah Golongan II dan III, SIP diberikan paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku. (3) Bagi rumah tanpa golongan yang disewakan, masa perjanjian paling lama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku. Pasal 22 (1) Pencabutan SIP dilakukan oleh Pengguna. (2) SIP dapat dicabut apabila: a. Dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah terbiukeluarnya SIP, penghuni yang bersangkutan belum menghuni rumah daerah yang disediakan; b. Penghuni mengalihkan hak penghunian kepada orang lain; Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 10

11 c. Penghuni Rumah Daerah Golongan I diberhentikan dari jabatan yang tercantum dalam SIP; d. Penghuni dimutasi ke SKPD atau daerah lain; e. Penghuni tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana tertuang dalam SIP dan Surat Pernyataan yang dibuat; f. Pemerintah Daerah Provinsi membutuhkan rumah daerah dimaksud untuk dimanfaatkan keperluan lain. (3) Penghuni harus meninggalkan/mengosongkan rumah yang dihuni dengan biaya sendiri selambat-iambatnya 3 (tiga) bulan setelah SIP dicabut tanpa tuntutan dalam bentuk apapun. Pasal 23 (1) Perjanjian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (1) dapat dibatalkan apabila: a. penyewa mengalihkan hak penyewaannya kepada orang lain; b. penyewa tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana tertuang dalam perjanjian dan Surat Pernyataan yang dibuat. (2) Dengan dibatalkanya perjanjian, Penyewa harus meninggalkanl mengosongkan rumah yang ditempati dengan biaya sendiri tanpa tuntutan dalam bentuk apapun. Pasal 24 (1) Penghuni Rumah Daerah Golongan II dan III maupun penyewa yang menempati rumah tanpa golongan dikenakan sewa. (2) Besarnya sewa Rumah Daerah Golongan II dan III dihitung dengan menggunakan rumus : SR = 2,75 % x (Lb x Hs x Ns x Fkb) x Fk. Keterangan : SR : Sewa Rumah Daerah per bulan 2,75 % : Prosentase sewa terhadap nilai bangunan Lb : Luas bangunan dalam meter persegi (m 2 ) Hs : Harga satuan bangunan per meter persegi (m 2 ) Ns : Nilai sisa bangunan layak huni sebagai berikut : Fkb Kondisi rusak ringan = 60 % Kondisi rusak sedang = 40 % Kondisi rusak berat = 30 % : Faktor klasifikasi tanah/kelas bumi (sesuai SPPT PBB) Fk : Faktor keringanan sewa sebesar 5 % Klasifikasi tanah Penggunaan bangunan rumah A 1 s/d % A 11 s/d % Kelas Bumi A 21 s/d % A 31 s/d % A 41 s/d % Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 11

12 (3) Besarnya sewa rumah tanpa golongan yang ditempati oleh penyewa dihitung dengan menggunakan rumus : SR = 2,75 % x (Lb x Hs x Ns x Fkb) x Fk. Keterangan : SR : Sewa Rumah Daerah per bulan 2,75 % : Prosentase sewa terhadap nilai bangunan Lb Hs : Luas bangunan dalam meter persegi (m2) : Harga satuan bangunan per meter persegi (m2) Ns : Nilai sisa bangunan layak huni sebagai berikut : Fkb Kondisi rusak ringan = 60 % Kondisi rusak sedang = 40 % Kondisi rusak berat = 30 % : Faktor klasifikasi tanah/kelas bumi (sesuai SPPT PBB) Fk : Faktor keringanan sewa sebesar 10 % Faktor klasifikasi tanah/kelas bumi adalah besar prosentase sewa terhadap klasifikasi tanah/kelas bumi sebagaimana tercantum dalam SPPT PBB sebagai berikut : Klasifikasi tanah Penggunaan bangunan rumah A 1 s/d % A 11 s/d % Kelas Bumi A 21 s/d % A 31 s/d % A 41 s/d % (4) Perhitungan dan penagihan sewa bangunan rumah dilakukan oleh Sub Bagian Tata Usaha/Perlengkapan pada SKPD Pengguna atau Biro Umum pada Sekretariat Daerah. (5) Pelaksanaan pembayaran sewa bangunan rumah dilakukan oleh penghuni atau penyewa ke Kas Umum Daerah Provinsi Jawa Timur melalui Bendahara Penerimaan SKPD Pengguna sebagai Penerimaan Daerah atau disetor sebagai Pendapatan BLUD bagi SKPD BLUD. (6) Ketentuan waktu pembayaran sewa bangunan rumah diatur dalam SIP atau perjanjian. (7) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemungutan sewa bangunan rumah dilaksanakan oleh BPKAD. Pasal 25 Apabila SIP atau perjanjian sewa bangunan rumah telah dinyatakan tidak berlaku/dicabut dan penghuni atau penyewa belum meninggalkanl mengosongkan bangunan rumah dimaksud selama batas waktu yang telah ditetapkan, maka kepada penghuni atau penyewa dikenakan ketentuan sebagai berikut : Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 12

13 a. dilakukan pengosongan paksa setelah diberikan surat peringatan paling banyak 3 (tiga) kali dengan tenggang waktu tiap peringatan 2 (dua) minggu. b. bagi penghuni yang berstatus PNS, selain dilakukan tindakan sebagaimana dimaksud pada huruf a, juga akan dikenakan hukuman disiplin sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. BAB V KETENTUAN PERALIHAN Pasal 26 (1) Penggunaan bangunan rumah yang dilaksanakan sebelum Peraturan Gubernur ini dalam jangka waktu 1 (satu) tahun harus sudah menyesuaikan dengan ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Gubernur ini. (2) Terhadap rumah daerah yang telah ditetapkan menjadi golongan III, dalam kurun waktu 1 (satu) tahun sejak ditetapkannya Peraturan Gubernur ini, SKPD wajib menginventarisir dan melaporkan kepada Gubernur untuk proses tindak lanjutnya. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 27 Pada saat Peraturan Gubernur ini mulai berlaku, maka Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 24 Tahun 2005 tentang Pedoman dan Tata Cara Penggunaan Rumah Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 28 Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Jawa Timur. DIUNDANGKAN DALAM BERITA DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR Tgl No. 51 Tahun 2012/D Ditetapkan di Surabaya Pada tanggal 20 Juni 2012 GUBERNUR JAWA TIMUR ttd Dr. H. SOEKARWO Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 13

14

15 LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR : 51 TAHUN 2012 TANGGAL : 20 JUNI 2012 A. KEPUTUSAN PENUNJUKAN PEMAKAI KENDARAAN DINAS (KOP SKPD) KEPUTUSAN KEPALA (NAMA SKPD) PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR : 028/... /... / TENTANG SURAT IZIN PENGHUNIAN RUMAH DAERAH KEPALA (NAMA SKPD) PROVINSI JAWA TIMUR, Membaca Menimbang Mengingat : Surat Permohonan Pegawai Negeri Nama: NIP.... : a. bahwa Pegawai Negeri Sipil yang nama dan jabatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini ternyata belum mempunyai rumah tempat tinggal di Kota/Kabupaten tempat bertugas. b. bahwa untuk kelancaran pelaksanaan tugas kepada yang bersangkutan perlu diberi fasilitas rumah daerah yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala (Nama SKPD) Provinsi Jawa Timur. : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844); 2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5234); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3573) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2005 (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4515); 4. Peraturan Pemerintah Nomer 44 Tahun 1994 tentang Penghunian Rumah Oleh Bukan Pemilik (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3576); Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 1

16 Menetapkan, PERTAMA KEDUA KETIGA KEEMPAT 5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011; 6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah; 7. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 373/KPTS/M/2001 tentang Sewa Rumah Negara; 8. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Barang Milik Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur (Lembaran Daerah Tahun 2009 Nomor 4, Seri E); 9. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor... Tahun... tentang Tata Cara Penggunaan Rumah Daerah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur. MEMUTUSKAN : : Memberikan izin kepada Pegawai Negeri Sipil untuk menghuni Rumah Daerah di lingkungan (Nama SKPD) Provinsi Jawa Timur sebagaimana tersebut dalam Lampiran. : Terhadap penghunian Rumah Daerah dimaksud, Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan (penghuni) diwajibkan membayar sewa dan dibayarkan ke Kas Daerah Provinsi Jawa Timur melalui Bendahara Penerimaan pada (Nama SKPD) paling lambat tanggal 20 bulan yang bersangkutan. : a. Surat Izin Penghunian (SIP) Rumah Daerah berlaku 3 (tiga) tahun sejak tanggal diterbitkannya Keputusan ini selama Pegawai Negeri yang bersangkutan menjalankan tugasnya di (Nama SKPD) Provinsi Jawa Timur dan dapat diperpanjang kembali sesuai ketentuan yang berlaku; b. Dalam hal Pegawai Negeri yang bersangkutan Pensiun, Mutasi, berhenti maka SIP dinyatakan tidak berlaku lagi; c. Selambat - lambatnya 3 (tiga) bulan sesudah SIP diterima, Pegawai negeri yang ditunjuk harus menghuni Rumah Daerah secara tetap dan tidak dibenarkan memindahtangankan kepada Pihak Ketiga. : Atas penghunian Rumah Daerah dimaksud Penghuni diwajibkan mentaati ketentuan penghunian Rumah Daerah dimaksud yaitu: a. Penghunian diwajibkan membayar biaya yang berkaitan dengan penghunian Rumah Daerah dimaksud antara lain listrik, telepon, air, PBB dan lain - lain berdasar peraturan yang berlaku; b. Penghuni dilarang mengurangi, menambah dan merubah bentuk fisik bangunan Rumah Daerah; Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 2

17 c. Penghuni dilarang menggunakan seluruh atau sebagian Rumah Daerah dimaksud untuk keperluan lain. KELIMA KEENAM KETUJUH KEDELAPAN : a. (Nama SKPD) tidak menyediakan biaya pengganti atas segala biaya yang dikeluarkan penghuni berkaitan dengan pemeliharaan, bentuk fisik Rumah Daerah dimaksud; b. Apabila Penghuni telah melaksanakan pemeliharaan, perubahan dan atau penambahan bentuk fisik atas bangunan Rumah Daerah, maka segala hasil pemeliharaan, perubahan dan atau penambahan bentuk fisik yang melekat pada Rumah Daerah dimaksud menjadi hak (Nama SKPD) dan penghuni tidak berhak menuntut ganti rugi apapun. : Apabila penghuni hendak meninggalkan atau mengosongkan Rumah Daerah yang dihuni, penghuni wajib melapor dan menyerahkan SIP serta kunci Rumah Daerah, sekaligus menunjukkan bukti - bukti pembayaran bulan terakhir atas rekening telepon, listrik dan air kepada (Pejabat yang ditunjuk oleh Kepala SKPD). : Pada saat meninggalkan Rumah Daerah, penghuni dilarang membawa barang inventaris yang merupakan aset Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur yang berada di dalam Rumah Daerah yang bersangkutan. Penyerahan kunci dan barang inventaris dimaksud dituangkan dalam Berita Acara Penyerahan. : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Surabaya Pada tanggal KEPALA (NAMA SKPD) PROVINSI JAWA TIMUR... Pangkat NIP.... Tembusan Kepada Yth : 1. Sdr. Inspektur Provinsi Jawa Timur. 2. Sdr. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Timur. 3. Sdr. Atasan Langsung PNS yang bersangkutan. 4. Sdr. PNS yang bersangkutan. Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 3

18 LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA (NAMA SKPD) PROVINSI JAWA TIMUR TANGGAL : NOMOR : No Nama / NIP Tempat/tgl lahir Pangkat/Gol Jabatan Letak Luas Konstruksi Besaran Sewa Surabaya,... KEPALA (NAMA SKPD) PROVINSI JAWA TIMUR... Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 4

19 B. CONTOH PERMOHONAN Perihal : Permohonan Izin menghuni Rumah Daerah Golongan II/III. Surabaya, Kepada Yth. Kepala (Nama SKPD) di... Yang bertanda tangan dbawah ini : Nama : NIP : Tempat/Tanggal Lahir : Jabatan : Unit Organisasi : Pangkat dan Golongan : Masa Kerja : Mengajukan Permohonan Ijin menghuni Rumah Daerah Golongan II/III yang terletak di: Jalan : Blok : Kelurahan : Kecamatan : Kabupaten/Kota : Demikian permohonan ini saya sampaikan beserta lampirannya untuk dapat dikabulkan. Mengatahui : ATASA LANGSUNG PEMOHON Materai Rp ,00 (...) (...) Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 5

20 C. SURAT PERNYATAAN SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : NIP : Pekerjaan / Jabatan : Alamat Rumah : MENYATAKAN 1. Bahwa saya bersedia memelihara dan menjaga Rumah Daerah sebaik baiknya dan akan mematuhi/mentaati segala ketentuan-ketentuan yang berlaku tentang hak dan kewajiban penggunaan Rumah Daerah 2. Bahwa saya bersedia untuk membayar sewa Rumah Daerah serta biaya - biaya lain berkaitan dengan penggunaan Rumah Daerah (Iistrik, telepon, PDAM, PBB) dan biaya - biaya lain yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku. 3. Bahwa saya bersedia untuk tidak menambah atau mengurangi bentuk bangunan rumah sesuai dengan peraturan penggunaan Rumah Daerah yang berlaku. 4. Bahwa apabila saya melaksanakan pemeliharaan, perubahan dan atau penambahan bentuk fisik atas bangunan Rumah Daerah, maka segala pemeliharaan, perubahan dan atau penambahan bentuk fisik yang melekat pada rumah daerah dimaksud menjadi hak Pemerintah Daerah Provinsi dan saya tidak akan menuntut ganti rugi apapun ataupun biaya pengganti atas segala biaya yang telah saya keluarkan berkaitan dengan pemeliharaan, perubahan dan atau penambahan bentuk fisik Rumah Daerah dimaksud. 5. Bahwa saya bersedia untuk meninggalkan Rumah Daerah tanpa meminta ganti rugi berupa apapun bilamana masa hunian saya habis masa berlakunya. 6. Bahwa saya bersedia untuk tidak mempergunakan Rumah Daerah untuk kepentingan jaminan bank, dikontrakkan ke pihak lain dan lain sebagainya yang merugikan Pemerintah Daerah Provinsi. 7. Bahwa apabila saya melanggar surat pernytaan ini, maka saya bersedia diproses sebagaimana ketentuan yang berlaku. Demikian pernyataan ini saya buat untuk menjadi periksa dan untuk dipergunakan seperlunya. Surabaya,... Yang Membuat Pernyataan Materai Rp ,00... NIP.... Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 6

21 D. SURAT PERNYATAAN (non PNS untuk Perjanjian Sewa) Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : NIP : Pekerjaan / Jabatan : Alamat Rumah : SURAT PERNYATAAN MENYATAKAN 1. Bahwa saya bersedia menghuni rumah daerah dengan cara sewa untuk dipergunakan sebagai Rumah Tinggal dan tidak untuk kepentingan lainnya. 2. Bahwa saya bersedia mematuhi/mentaati segala ketentuan-ketentuan yang berlaku tentang hak dan kewajiban penggunaan Rumah Daerah 3. Bahwa saya bersedia untuk membayar sewa Rumah Daerah serta biaya - biaya lain berkaitan dengan penggunaan Rumah Daerah (Iistrik, telepon, PDAM, PBB) dan.biaya - biaya lain yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku. 4. Bahwa saya tidak akan menambah atau mengurangi bentuk bangunan rumah sesuai dengan peraturan penggunaan Rumah Daerah yang berlaku. 5. Bahwa apabila saya melaksanakan pemeliharaan, perubahan dan atau penambahan bentuk fisik atas bangunan Rumah Daerah, maka segala pemeliharaan, perubahan dan atau penambahan bentuk fisik yang melekat pada rumah daerah dimaksud menjadi hak milik Pemerintah Daerah Provinsi dan saya tidak akan menuntut ganti rugi apapun ataupun biaya pengganti atas segala biaya yang telah saya keluarkan berkaitan dengan pemeliharaan, perubahan dan atau penambahan bentuk fisik Rumah Daerah dimaksud. 6. Bahwa saya bersedia untuk meninggalkan Rumah Daerah tanpa meminta ganti rugi berupa apapun bilamana masa sewa saya habis masa berlakunya. 7. Bahwa saya bersedia untuk tidak mempergunakan Rumah Daerah untuk kepentingan jaminan bank, dikontrakkan ke pihak lain dan lain sebagainya yang merugikan Pemerintah Daerah Provinsi. 8. Bahwa apabila saya melanggar surat pernytaan ini, maka saya bersedia diproses sebagaimana ketentuan yang berlaku. Demikian pernyataan ini saya buat untuk menjadi periksa dan untuk dipergunakan seperlunya. Surabaya,... Yang Membuat Pernyataan Materai Rp ,00... NIP.... Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 7

22 E. SURAT PENARIKAN KENDARAAN DINAS PERJANJIAN SEWA - MENYEWA TANAH DAN BANGUNAN RUMAH DAERAH MILIK PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR TERLET AK di JL.... NOMOR: 020/... /.../20.. Pada hari ini... tanggal bulan... tahun DUA RIBU......, kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Nama :... N.I.P :... Alamat :... Jabatan 2. Nama :... :..., dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, berdasarkan Keputusan Kepala (Nama SKPD) Provinsi Jawa Timur Nomor..., selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KESATU. Alamat :... Tempat/Tgl :... Lahir :... Pekerjaan :... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, untuk selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang selanjutnya disebut PARA PIHAK, sepakat untuk mengadakan perjanjian sewa menyewa tanah dan bangunan Rumah Daerah milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur terletak di JI...., dengan ketentuan sebagai berikut : Dasar hukum perjanjian ini adalah : BAB I DASAR HUKUM Pasal 1 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844); Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 8

23 2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundangundangan (Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5234); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelelaan Barang Milik Negara I Daerah (Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4609) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4855); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4761);. 5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah; 6. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Barang Milik Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur (Lembaran Daerah Tahun 2009 Nomor 4, Seri E); 7. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomer... Tahun... tentang Tata Cara Penggunaan Rumah Daerah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur. 8. Keputusan Kepala (Nama SKPD) Provinsi Jawa Timur Nomor... tentang Sewa Tanah dan Bangunan Rumah Daerah Milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur terletak di JI.... oleh Sdr.... BAB II MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2 (1) Maksud Perjanjian ini adalah untuk mewujudkan tertib administrasi dalam Pengelolaan serta mengoptimalkan pendayagunaan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (2) Tujuan Perjanjian ini adalah untuk mengikat kedua belah pihak dalam memanfaatkan aset tanah dan bangunan Rumah Daerah milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagaimana dimaksud isi perjanjian diatas. BAB III OBYEK PERJANJIAN Pasal 3 Obyek perjanjian sebagaimana dimaksud Pasal 2 diatas berupa : tanah seluas :... m 2 Rumah Daerah seluas :... m 2 terletak di :... dengan kondisi yang sudah diketahui oleh PIHAK KEDUA. Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 9

24 BAB IV JANGKA WAKTU Pasal 4 (1) Jangka waktu Perjanjian ini disepakati.. (.....) tahun terhitung sejak tanggal dan berakhir sampai dengan tanggal , dan dapat diperpanjang lagi setelah mendapat persetujuan oleh kedua belah pihak. (2) Paling lambat 2 (dua) bulan atau 60 hari kalender sebelum berakhirnya perjanjian ini, PIHAK KEDUA harus menyampaikan permohonan perpanjangan perjanjian kepada PIHAK KESATU. (3) Apabila salah satu dari PARA PIHAK akan memutuskan perjanjian ini sebelum waktunya, maka pihak tersebut harus menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada pihak yang lain. BAB V BIAYA SEWA Pasal 5 Biaya sewa tanah dan bangunan Rumah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 sebesar Rp... (...) / tahun atau / bulan dan pelaksanaan pembayarannya dilakukan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU pada saat penandatanganan penjanjian sewa menyewa berlangsung melalui bendahara penerima (Nama SKPD) Provinsi Jawa Timur untuk selanjutnya disetorkan kepada Rekening Kas Daerah Provinsi Jawa Timur dan untuk pembayaran sewa tahun berikutnya pelaksanaanya paling lambat... tahun berjalan atau bulan yang bersangkutan. Kewajiban PIHAK KESATU : BAB VI KEWAJIBAN PARA PIHAK Pasal 6 Menanggung dan menjamin PIHAK KEDUA bahwa PIHAK KESATU benar-benar berhak untuk menyewakan apa yang disewa tersebut, dan PIHAK KEDUA tidak akan dapat tuntutan/gugatan dan/atau rintangan dari pihak lain menyangkut kepemilikan tentang pemakaian/penggunaan dari apa yang disewa tersebut. Kewajiban PIHAK KEDUA : Pasal 7 a. Membayar uang sewa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 kepada PIHAK KESATU sesuai yang ditentukan. b. Menjaga keutuhan obyek perjanjian sewa dimaksud dari pemanfaatannya. c. Memberikan kesempatan kepada petugas/pejabat yang berwenang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur apabila sewaktu-waktu memasuki areal obyek yang disewakan tersebut dalam rangka memeriksa kelayakan dan kepatuhan penggunaannya. Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 10

25 d. Mengembalikan obyek perjanjian dalam keadaan kosong seperti bentuk semula dan terawat dengan baik serta tanpa beban biaya apapun apabila jangka waktu sewamenyewa ini berakhir dan tidak diperpanjang lagi baik oleh PIHAK KESATU maupun PIHAK KEDUA dan PIHAK KESATU tidak menanggung resiko atas biaya yang ditimbulkan akibat pengosongan dimaksud. BAB VII LARANGAN Pasal 8 Selama masa sewa menyewa ini berlangsung, PARA PIHAK dilarang untuk memindahtangankan, menyewakan / mengontrakkan kembali, menjaminkan / menggadaikan / menganggunkan atau melakukan transaksi apapun terhadap obyek perjanjian kepada pihak lain. Pasal 9 Apabila PIHAK KEDUA selama masa menyewa berlangsung tidak mentaati ketentuan dalam Perjanjian ini sebagaimana mestinya, maka PIHAK KESA TU berhak membatalkan perjanjian ini serta mengambillangkah-iangkah pengamanan atas tanah dimaksud secara sepihak dan semua resiko serta segala akibat yang timbul menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA. Pasal 10 Apabila dikarenakan sesuatu hal PIHAK KEDUA tidak meneruskan sewa menyewa hingga waktu sewa menyewa berakhir dan/atau terjadi pemutusan sepihak atas sewa menyewa yang disebabkan oleh PIHAK KEDUA karena melanggar Pasal 7 dan Pasal 8, maka PIHAK KESATU tidak ada kewajiban mengembalikan sisa uang sewa yang sudah dibayarkan kepada PIHAK KESATU. BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 11 PIHAK KEDUA dapat memperpanjang masa sewa tanah dan bangunan Rumah Daerah dimaksud yang harus didahului permohonan baru dari PIHAK KEDUA dan apabila permohonan sewa dimaksud disetujui oleh pejabat yang berwenang, maka proses sewa menyewa dapat dijalankano Pasal 12 (1) Yang dimaksud dengan force majeure adalah suatu kejadian diluar jangkauan PIHAK KEDUA yaitu peperangan, pemogokan, kebakaran yang bukan karena kesalahan/kelalaian PIHAK KEDUA, epidemi, dan bencana alam seperti banjir dan gempa bumi. (2) Jika terjadi force majeure, maka PIHAK KEDUA harus memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KESATU paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 11

26 terhitung sejak terjadinya force majeure, demikian pula apabila force majeure telah berakhir. (3) Harus ada kaitan sebab akibat antara force majeure dengan tidak dapat dilaksanakan kewajiban oleh PIHAK KEDUA sebagaimana telah diperjanjikan/tercantum dalam surat perjanjian ini. BAB IX PENYELESAIAN PERSELISIHAN Pasal 13 Apabila terjadi perselisihan terhadap pelaksanaan perjanjian ini, dengan mengesampingkan Pasal 1266 dan Pasal1 267 dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), akan diselesaikan secara musyawarah, apabila jalan musyawarah tidak terjadi mufakat para pihak sepakat memilih tempat kedudukan hukum yang tetap dan umum di Kantor Panitera Pengadilan Negeri... Pasal 14 Apabila terdapat hal-hal yang penting namun belum diatur dalam perjanjiari sewa menyewa ini akan diatur lebih lanjut oleh kedua belah pihak dalam perubahan perjanjian ini. Demikian Surat Perjanjian sewa menyewa ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam rangkap 3 (tiga), rangkap pertama dan rangkap kedua ditandatangani diatas meterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. PIHAK KEDUA PIHAK KESATU Pangkat NIP.... DIUNDANGKAN DALAM BERITA DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR Tgl No. 51 Tahun 2012/D GUBERNUR JAWA TIMUR ttd Dr. H. SOEKARWO Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim 12

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 24 TAHUN 2005 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 24 TAHUN 2005 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 24 TAHUN 2005 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA PENGGUNAAN RUMAH DAERAH PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR Menimbang Mengingat : bahwa

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 36 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 38 TAHUN 2012 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 38 TAHUN 2012 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 38 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN KENDARAAN DINAS PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH SALINAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG PEMANFAATAN RUMAH DAERAH MILIK PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.7/Menhut-II/2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.7/Menhut-II/2013 TENTANG 1 PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.7/Menhut-II/2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR P.45/MENHUT-II/2010 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGADAAN, PENDAFTARAN,

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 5 TAHUN : 2015 PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGHUNIAN RUMAH DINAS DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KULON

Lebih terperinci

BUPATI KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KATINGAN NOMOR : 31 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KATINGAN NOMOR : 31 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KATINGAN NOMOR 31 TAHUN 2016 TENTANG PEMANFAATAN RUMAH DINAS DAERAH MILIK PEMERINTAH KABUPATEN KATINGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

No.1145, 2014 BATAN. Rumah Negara. Penghunian. Pencabutan.

No.1145, 2014 BATAN. Rumah Negara. Penghunian. Pencabutan. No.1145, 2014 BATAN. Rumah Negara. Penghunian. Pencabutan. PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PENGHUNIAN RUMAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA PENYEWAAN RUMAH SUSUN SEWA YANG DIKELOLA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 107 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN BARANG MILIK PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR LAMPUNG NOMOR TAHUN TENTANG (spasi) PENGELOLAAN RUMAH NEGARA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG

PERATURAN GUBERNUR LAMPUNG NOMOR TAHUN TENTANG (spasi) PENGELOLAAN RUMAH NEGARA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG PERATURAN GUBERNUR LAMPUNG NOMOR TAHUN 2017 TENTANG (spasi) PENGELOLAAN RUMAH NEGARA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR LAMPUNG, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/230/KPTS/013/2015 TENTANG SEWA TANAH DAN BANGUNAN SERTA COLD STORAGE MILIK PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR OLEH PT. JAVA GREEN AGRICULTURAL

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/482/KPTS/013/2014 TENTANG PERPANJANGAN PINJAM PAKAI TANAH DAN BANGUNAN GEDUNG MILIK PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR OLEH PEMERINTAH DAERAH

Lebih terperinci

Nomor 72 Berita Daerah Kota Yogyakarta Tahun 2010 WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR : 72 TAHUN 2010 PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 72 TAHUN 2010 TENTANG

Nomor 72 Berita Daerah Kota Yogyakarta Tahun 2010 WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR : 72 TAHUN 2010 PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 72 TAHUN 2010 TENTANG 1 WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR : 72 TAHUN 2010 PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 72 TAHUN 2010 TENTANG PENYEDIAAN RUANG TERBUKA PUBLIK UNTUK FASILITAS UMUM WALIKOTA YOGYAKARTA, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG HARGA SATUAN STANDAR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2015

PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG HARGA SATUAN STANDAR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2015 PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG HARGA SATUAN STANDAR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.45/Menhut-II/2010

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.45/Menhut-II/2010 PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.45/Menhut-II/2010 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGADAAN, PENDAFTARAN, PENETAPAN STATUS, PENGHUNIAN, PENGALIHAN STATUS DAN PENGALIHAN HAK, ATAS RUMAH

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 60 TAHUN 2017 TENTANG

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 60 TAHUN 2017 TENTANG WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 60 TAHUN 2017 TENTANG BESARAN SEWA PEMANFAATAN ASET MILIK PEMERINTAH DAERAH UNTUK MENARA TELEKOMUNIKASI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

TATACARA PELAKSANAAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERIAN HIBAH

TATACARA PELAKSANAAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERIAN HIBAH LAMPIRAN II PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 70 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN PEMBERIAN HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL YANG BERSUMBER DARI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR : KEP- 914 /K/SU/2006

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR : KEP- 914 /K/SU/2006 KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR : KEP- 914 /K/SU/2006 TENTANG PENGHUNIAN DAN PENERTIBAN RUMAH NEGARA DI LINGKUNGAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN KEPALA BADAN

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PENGHUNIAN RUMAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PENGHUNIAN RUMAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PENGHUNIAN RUMAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL, Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGHUNIAN RUMAH DINAS MILIK PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGHUNIAN RUMAH DINAS MILIK PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGHUNIAN RUMAH DINAS MILIK PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BUPATI MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 30 TAHUN 2016

BUPATI MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 30 TAHUN 2016 BUPATI MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 30 TAHUN 2016 TENTANG STANDART DAN TATA CARA PENGGUNAAN KENDARAAN DINAS PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MADIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 275 /KPTS/013/2017 TENTANG SEWA TANAH MILIK PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR OLEH PT. DAYAMITRA TELEKOMUNIKASI (MITRATEL) GUBERNUR JAWA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06/PERMENTAN/PL.020/3/2017 TENTANG PENGELOLAAN RUMAH NEGARA LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06/PERMENTAN/PL.020/3/2017 TENTANG PENGELOLAAN RUMAH NEGARA LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06/PERMENTAN/PL.020/3/2017 TENTANG PENGELOLAAN RUMAH NEGARA LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN REPUBLIK

Lebih terperinci

2017, No Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan da

2017, No Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan da No.427, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMTAN. Pengelolaan Rumah Negara. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06/PERMENTAN/PL.020/3/2017 TENTANG PENGELOLAAN RUMAH NEGARA LINGKUP

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH Yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : ---------------------------------------------------- Umur : ----------------------------------------------------

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2011 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2011 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 89 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENERIMAAN, PENYIMPANAN DAN

Lebih terperinci

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR 1 BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK PEMERINTAH KABUPATEN MALANG BERUPA TANAH ASET DESA YANG BERUBAH MENJADI KELURAHAN DENGAN

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 89 TAHUN 2011

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 89 TAHUN 2011 WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 89 TAHUN 2011 TENTANG SEWA PEMANFAATAN RUANG MILIK JALAN UNTUK KEGIATAN PEMASANGAN JARINGAN TELEKOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 22/PRT/M/2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 22/PRT/M/2008 TENTANG PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 22/PRT/M/2008 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PENGADAAN, PENDAFTARAN, PENETAPAN STATUS, PENGHUNIAN, PENGALIHAN STATUS, DAN PENGALIHAN HAK ATAS RUMAH NEGARA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PENGUMPULAN SUMBANGAN DI PROVINSI JAWA

Lebih terperinci

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENYEWAAN TEMPAT USAHA BERUPA LOS, KIOS DAN/ATAU BENTUK LAINNYA MILIK PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN RUMAH DINAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT

PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN RUMAH DINAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN RUMAH DINAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA BARAT, Menimbang

Lebih terperinci

RUMAH NEGARA. Sie Infokum Ditama Binbangkum 1

RUMAH NEGARA. Sie Infokum Ditama Binbangkum 1 RUMAH NEGARA A. LATAR BELAKANG Rumah negara merupakan barang milik negara yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN, sehingga merupakan bagian dari keuangan negara. Sebagai aset negara yang pemanfaatannya

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PENGADAAN, PENETAPAN STATUS, PENGALIHAN STATUS, DAN PENGALIHAN HAK ATAS RUMAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SALINAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 46 TAHUN 2017 TENTANG PENGELOLAAN RUMAH SUSUN SEWA PEKERJA/BURUH LEDOK CODE DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 53 TAHUN 2012 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 53 TAHUN 2012 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 53 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 33 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGHAPUSAN DAN PEMINDAHTANGANAN

Lebih terperinci

G U B E R N U R SUMATERA BARAT

G U B E R N U R SUMATERA BARAT menetapkan Peraturan Gubernur tentang Pengelolaan Rumah Dinas di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat; No. Urut: 15, 2016 G U B E R N U R SUMATERA BARAT PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBERIAN HIBAH BANTUAN ASPAL DARI PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PENGADAAN, PENETAPAN STATUS, PENGALIHAN STATUS, DAN PENGALIHAN HAK ATAS RUMAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 27 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PEMUNGUTAN RETRIBUSI ATAS PEMAKAIAN SENTRA MAKANAN DAN MINUMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 108 TAHUN 2009 TENTANG PENETAPAN POLA PENGELOLAAN KAMAR MANDI/WC UMUM MILIK PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 108 TAHUN 2009 TENTANG PENETAPAN POLA PENGELOLAAN KAMAR MANDI/WC UMUM MILIK PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 108 TAHUN 2009 TENTANG PENETAPAN POLA PENGELOLAAN KAMAR MANDI/WC UMUM MILIK PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA, Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI KUDUS. PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 7 Tahun TENTANG

BUPATI KUDUS. PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 7 Tahun TENTANG BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 7 Tahun 2011. TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL INDUSTRI HASIL TEMBAKAU DAN GEDUNG PERTEMUAN INDUSTRI ROKOK SERTA PELAYANAN PENGUJIAN TAR DAN NIKOTIN

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 29 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 29 TAHUN 2013 TENTANG GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 29 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBERIAN HIBAH BANTUAN ASPAL

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 42 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PEMELIHARAAN DAN PENGAMANAN BARANG MILIK PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 34 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 34 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 34 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN BARANG MILIK PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIDOARJO,

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENERIMAAN SUMBANGAN PIHAK KETIGA ATAS PEMBELIAN KAYU DARI PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH

SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH Saya yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama :.. Tempat, Tgl Lahir :.. Pekerjaan :.. Alamat :.... Nomor KTP/SIM :.. Dalam hal ini bertindak atas

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 76 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 76 TAHUN 2008 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 76 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN RUMAH NEGARA DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

BUPATI TRENGGALEK SALINAN PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA SEWA TANAH SAWAH MILIK PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK

BUPATI TRENGGALEK SALINAN PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA SEWA TANAH SAWAH MILIK PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK BUPATI TRENGGALEK SALINAN PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA SEWA TANAH SAWAH MILIK PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK, Menimbang

Lebih terperinci

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 26 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PEMUNGUTAN RETRIBUSI ATAS PEMAKAIAN SENTRA IKAN HIAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 29 TAHUN 2011 TENTANG MUTASI PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG PINDAH DARI DAN KE INSTANSI DI LUAR PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

7. Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3501);

7. Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3501); 7. Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3501); PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR40 TAHUN 1994 TENTANG

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 47A TAHUN

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 47A TAHUN GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 47A TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGANGGARAN, PELAKSANAAN DAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.574, 2015 BMKG. Rumah Negara. Pengelolaan. PERATURAN KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG PENGELOLAAN RUMAH NEGARA DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 33 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGHAPUSAN DAN PEMINDAHTANGANAN BARANG MILIK PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 1994 TENTANG PENGHUNIAN RUMAH OLEH BUKAN PEMILIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 1994 TENTANG PENGHUNIAN RUMAH OLEH BUKAN PEMILIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 1994 TENTANG PENGHUNIAN RUMAH OLEH BUKAN PEMILIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa penghunian rumah oleh bukan pemilik baik dengan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG PENJUALAN RUMAH DINAS DAERAH GOLONGAN III MILIK PEMERINTAH KABUPATEN BULUNGAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG PENJUALAN RUMAH DINAS DAERAH GOLONGAN III MILIK PEMERINTAH KABUPATEN BULUNGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG PENJUALAN RUMAH DINAS DAERAH GOLONGAN III MILIK PEMERINTAH KABUPATEN BULUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : a. bahwa Peraturan

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM RUMAH

CONTOH SURAT PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM RUMAH CONTOH SURAT PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM RUMAH Yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : ---------------------------------------------------- Umur : ----------------------------------------------------

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 110 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 110 TAHUN 2008 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 110 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS SEKRETARIAT, BIDANG, SUB BAGIAN DAN SUB BIDANG BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR

Lebih terperinci

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 51 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PELEPASAN TANAH ASET PEMERINTAH KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 95 TAHUN 2011 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 95 TAHUN 2011 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 95 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG PENAGIHAN PAJAK DAERAH DENGAN SURAT PAKSA

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 47 TAHUN 2007

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 47 TAHUN 2007 GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 47 TAHUN 2007 TENTANG SEWA SEBAGIAN LAHAN TANAH DAN RUANGAN MILIK PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR TERLETAK DI KANTOR DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BULUNGAN, Menimbang : a. bahwa setiap kerugian daerah yang

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR TAHUN 2012 TENTANG BANTUAN HUKUM UNTUK MASYARAKAT MISKIN

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR TAHUN 2012 TENTANG BANTUAN HUKUM UNTUK MASYARAKAT MISKIN - 1 - Draft Ke 4 PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR TAHUN 2012 TENTANG BANTUAN HUKUM UNTUK MASYARAKAT MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI NOMOR: 03/M/PER/III/2007 TENTANG

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI NOMOR: 03/M/PER/III/2007 TENTANG MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI NOMOR: 03/M/PER/III/2007 TENTANG TATA TERTIB PENUNJUKAN PENGHUNI DAN PENGHUNIAN RUMAH NEGARA DI KAWASAN

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENGHUNIAN RUMAH DINAS DAERAH PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENGHUNIAN RUMAH DINAS DAERAH PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENGHUNIAN RUMAH DINAS DAERAH PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH Yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : ---------------------------------------------------- Umur : ----------------------------------------------------

Lebih terperinci

BUPATI PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR BUPATI PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI NOMOR 34 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PENGANGGARAN, PELAKSANAAN DAN PENATAUSAHAAN,

Lebih terperinci

WALIKOTA BLITAR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG SEWA MENYEWA PASAR PAHING BARU KOTA BLITAR WALIKOTA BLITAR,

WALIKOTA BLITAR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG SEWA MENYEWA PASAR PAHING BARU KOTA BLITAR WALIKOTA BLITAR, 1 WALIKOTA BLITAR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG SEWA MENYEWA PASAR PAHING BARU KOTA BLITAR WALIKOTA BLITAR, Menimbang : a. bahwa dengan telah dibangunnya Pasar Pahing Baru, maka

Lebih terperinci

SURAT PERJANJIAN SEWA RUMAH

SURAT PERJANJIAN SEWA RUMAH SURAT PERJANJIAN SEWA RUMAH SURAT PERJANJIAN SEWA RUMAH Pada hari ini.. tanggal....di..., Kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama :.. Tempat, Tgl Lahir :.. Pekerjaan :.. Alamat :.... Nomor KTP

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 48 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR TETAP PEMAKAIAN FASILITAS TERMINAL PADA DINAS PERHUBUNGAN KOTA MALANG

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 48 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR TETAP PEMAKAIAN FASILITAS TERMINAL PADA DINAS PERHUBUNGAN KOTA MALANG SALINAN NOMOR 32/E, 2009 PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 48 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR TETAP PEMAKAIAN FASILITAS TERMINAL PADA DINAS PERHUBUNGAN KOTA MALANG WALIKOTA MALANG, Menimbang : a.

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH TOKO (RUKO)

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH TOKO (RUKO) CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH TOKO (RUKO) Yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : ---------------------------------------------------- Umur : ----------------------------------------------------

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG KODE ETIK PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 53 TAHUN 2007 TENTANG IZIN PERUNTUKAN PENGGUNAAN TANAH DI KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 53 TAHUN 2007 TENTANG IZIN PERUNTUKAN PENGGUNAAN TANAH DI KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 53 TAHUN 2007 TENTANG IZIN PERUNTUKAN PENGGUNAAN TANAH DI KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA Menimbang : a. bahwa Peraturan Walikota Nomor 32 Tahun

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 67 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA BADAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 83 TAHUN 2010 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 83 TAHUN 2010 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 83 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR BIAYA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KONTRIBUSI INSTANSI PENGIRIM DI LINGKUNGAN BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI JAWA

Lebih terperinci

TATACARA PELAKSANAAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL

TATACARA PELAKSANAAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL LAMPIRAN V PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 70 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN PEMBERIAN HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL YANG BERSUMBER DARI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

PEMERINTAH KOTA SURABAYA SALINAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG PEMAKAIAN RUMAH SUSUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang : a. bahwa dalam usaha untuk

Lebih terperinci

BUPATI PENAJAM PASER UTARA

BUPATI PENAJAM PASER UTARA 9 BUPATI PENAJAM PASER UTARA PERATURAN BUPATI PENAJAM PASER UTARA NOMOR 33 TAHUN 2010 TENTANG PENGHAPUSAN DAN PENJUALAN BARANG MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM PASER UTARA,

Lebih terperinci

TENTANG PELAYANAN DI BIDANG PEMAKAIAN RUMAH SUSUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,

TENTANG PELAYANAN DI BIDANG PEMAKAIAN RUMAH SUSUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 30 TAHUN 2013 TENTANG PELAYANAN DI BIDANG PEMAKAIAN RUMAH SUSUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang : a. bahwa dengan telah ditetapkannya

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUARA ENIM NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG RUMAH DINAS DAERAH MILIK PEMERINTAH KABUPATEN MUARA ENIM

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUARA ENIM NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG RUMAH DINAS DAERAH MILIK PEMERINTAH KABUPATEN MUARA ENIM 1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUARA ENIM NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG RUMAH DINAS DAERAH MILIK PEMERINTAH KABUPATEN MUARA ENIM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUARA ENIM, Menimbang : a. bahwa rumah

Lebih terperinci

PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH No. ***

PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH No. *** PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH No. *** Perjanjian Sewa Menyewa Rumah ini ( Perjanjian ) dibuat pada tanggal [*] oleh dan antara: I. PT XYZ, suatu perseroan terbatas terbuka yang didirikan berdasarkan hukum

Lebih terperinci

WALIKOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG

WALIKOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG WALIKOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 36 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN SEWA BARANG MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI TULUNGAGUNG PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI TULUNGAGUNG PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI TULUNGAGUNG PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN TERMINAL PENUMPANG DENGAN

Lebih terperinci

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 No.1411, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEJAGUNG. Rumah Susun Sewa Kejaksaan. PERATURAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER-010/A/JA/09/2016 TENTANG TATA KELOLA RUMAH SUSUN SEWA KEJAKSAAN REPUBLIK

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 3 TAHUN 2017 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 3 TAHUN 2017 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 3 TAHUN 2017 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH Bagian Hukum Setda Kabupaten Bandung Tahun 2017 2 BUPATI

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 22 TAHUN 2008 TENTANG TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 22 TAHUN 2008 TENTANG TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 22 TAHUN 2008 TENTANG TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PEMALANG, Menimbang : a. bahwa setiap

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 98 TAHUN 2008

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 98 TAHUN 2008 GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 98 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS SEKRETARIAT, BIDANG, SUB BAGIAN DAN SEKSI DINAS PENDAPATAN PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR MENIMBANG :

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 1994 TENTANG PENGHUNIAN RUMAH OLEH BUKAN PEMILIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 1994 TENTANG PENGHUNIAN RUMAH OLEH BUKAN PEMILIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 1994 TENTANG PENGHUNIAN RUMAH OLEH BUKAN PEMILIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa penghunian rumah oleh bukan pemilik baik dengan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 76 TAHUN 2017 TENTANG PENGELOLAAN ASET DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SRAGEN,

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 76 TAHUN 2017 TENTANG PENGELOLAAN ASET DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SRAGEN, SALINAN PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 76 TAHUN 2017 TENTANG PENGELOLAAN ASET DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SRAGEN, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 45 Peraturan

Lebih terperinci

BUPATI SLEMAN PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR 43 TAHUN 2013 TENTANG PEMANFAATAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI SLEMAN PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR 43 TAHUN 2013 TENTANG PEMANFAATAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SLEMAN PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR 43 TAHUN 2013 TENTANG PEMANFAATAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SLEMAN, Menimbang : a. bahwa Pemerintah Daerah dalam rangka

Lebih terperinci

PERATURAN RUMAH NEGARA

PERATURAN RUMAH NEGARA PERATURAN RUMAH NEGARA PROSES ALIH STATUS RUMAH NEGARA GOLONGAN II MENJADI RUMAH NEGARA GOLONGAN III 1. Pengadaan dan Penetapan Status Rumah Negara Golongan I dan II Pengadaan Rumah Negara dapat dilakukan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1994 TENTANG RUMAH NEGARA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1994 TENTANG RUMAH NEGARA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1994 TENTANG RUMAH NEGARA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG PERATURAN BUPATI SAMPANG NOMOR : 52 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN SAMPANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 88 TAHUN 2010 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 88 TAHUN 2010 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 88 TAHUN 2010 TENTANG PEMBERIAN DAN PEMANFAATAN INSENTIF PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : bahwa dalam

Lebih terperinci

BUPATI PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI PENAJAM PASER UTARA NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG

BUPATI PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI PENAJAM PASER UTARA NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG BUPATI PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI PENAJAM PASER UTARA NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN TUGAS BELAJAR DAN IZIN BELAJAR BAGI APARATUR SIPIL NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA KIOS

SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA KIOS SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA KIOS 0 SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUKO No. B03/III/17 Pada hari ini, Jum at Tanggal tiga Bulan Maret tahun Dua ribu tujuh belas ( 3Maret-2017 ) bertempat di. Telah terjadi

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN PENGURANGAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERKOTAAN

PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN PENGURANGAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERKOTAAN PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN PENGURANGAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERKOTAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA JAMBI, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2006 NOMOR 10 SERI E

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2006 NOMOR 10 SERI E BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2006 NOMOR 10 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR : 222 TAHUN 2006 TENTANG IZIN PEMAKAIAN TANAH PENGAIRAN BUPATI BANJARNEGARA, Menimbang : a. bahwa guna

Lebih terperinci