Laporan Tahunan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013 i

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Laporan Tahunan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013 i"

Transkripsi

1 i

2 IKHTISAR EKSEKUTIF Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso adalah rumah sakit sebagai pusat rujukan penyakit infeksi dan pusat kajian penyakit infeksi. Dalam penyusunan laporan tahun 2013 mengacu hasil kinerja kegiatan dalam pelayanan di rumah sakit secara menyeluruh. Hasil kinerja dapat terperinci sebagai berikut : Sumber Daya Manusia yang ada untuk pendukung program dan kegiatan sebesar 508 tenaga PNS dan 110 tenaga honorer. Total Keseluruhan BMN keadaan tanggal 31 Desember 2013 sebanyak Rp ,- Sumber dana anggaran untuk mendukung program kegiatan RSPI-SS yang ada dalam DIPA sebesar Rp dengan besar penyerapan Rp ,- (95,50 %). Pendapatan tahun 2013 sebesar Rp ,- (128%) dengan target capaian pendapatan sebesar Rp ,- Kinerja mutu RSPI-SS tahun 2013 BOR 48 %, LOS 6 hari, TOI 6 hari, BTO 32 kali. Dari hasil tersebut perlu penanganan khusus untuk mencapai standar ideal pengukuran kinerja rumah sakit. Program unggulan BUK, Gerakan Indonesia Berseri telah dilaksanakan di RSPI-SS namun tahun 2013 belum ada penilaian dan mendapat PROPER BIRU, Customer Care, Call Center dan SPGDT telah dilaksanakan juga. Program untuk layanan unggulan RSPI-SS yaitu Gerakan Indonesia Berseri, Proper lingkungan warna biru, Pokja HIV, Ruang Isolasi Ketat, MDR-TB. Realisasi Standar Pelayanan Minimal sebesar 80 % Realisasi Key Performance Indicator sebesar 66,67 % Dari standar penilaian melalui indikator BLU (Indikator keuangan, Indikator pelayananan operasional, Indikator Mutu Manfaat), RSPI-SS dikategorikan SEHAT (AA) dengan nilai 80,25 ii

3 KATA PENGANTAR Puji syukur Kehadirat Allah SWT, atas Rahmat dan Hidayah Nya, penyusunan dokumen Laporan Tahunan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2013, dapat diselesaikan oleh Tim Penyusun. Laporan Tahunan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, merupakan dokumen yang memuat hasil kerja berbagai program dari seluruh kegiatan Direktorat yang ada dalam struktur organisasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso pada Tahun Laporan Tahunan ini menjadi salah satu pedoman/acuan dalam menyusun rencana kegiatan seluruh Direktorat dan seluruh unit kerja tahun berikutnya yang ada di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso. Proses penyusunan Laporan Tahun 2013 Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, telah melibatkan seluruh komponen unit kerja yang terkait. Namun permasalahan validasi data oleh berbagai unit kerja terkait dan belum disiplin penyampaian laporan menjadi salah satu kendala signifikan dalam proses penyusunan Laporan ini. Oleh sebab itu masih banyak ditemukan kekurangan-lengkapan serta kekurang-akuratan data dalam dokumen ini. Salah satu solusi mengenai kendala ini, adalah dengan mengoptimalisasikan SIM RS dengan data manual yang dilakukan administrasi masing-masing unit, agar ke depan data yang diperoleh dapat memenuhi kebutuhan penyusunan pelaporan, evaluasi, dan perencanaan kegiatan selanjutnya.. Masih banyak kekurangan dalam susunan dokumen Laporan Tahunan ini. Semoga Laporan Tahunan berikutnya, dapat tersaji dengan lebih baik dan lebih sempurna. Akhir kata, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak yang berperan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan dokumen LaporanTahunan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2013 ini. Semoga dokumen ini bermanfaat. Jakarta, Januari 2013 Direktur Utama RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso DR. dr Fatmawati, MPH iii

4 NIP : DAFTAR ISI COVER.... RINGKASAN EKSEKUTIF... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GRAFIK... i ii iii iv vi viii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Maksud & Tujuan Laporan Ruang Lingkup Laporan... 2 BAB II ANALISIS SITUASI AWAL TAHUN 2.1 Hambatan Tahun Lalu Kelembagaan Sumber Daya a. Sumber daya manusia b. Sarana dan prasarana c. Dana BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 2.1 Dasar Hukum Tujuan, Sasaran dan Indikator a. Indikator kinerja BLU b. Key performance indicators (KPI) c. Standar pelayanan minimal (SPM) d. Penetapan kinerja BAB IV STRATEGI PELAKSANAAN 4.1. Strategi Pencapaian Tujuan dan Sasaran Hambatan dalam Pelaksanaan Strategi Upaya Tindak Lanjut iv

5 BAB V HASIL KERJA 5.1. Pencapaian Target Kinerja a. Pencapaian target kegiatan dan pendapatan b. Indikator BLU c. Standar pelayanan minimal Rumah Sakit (SPM) d. KPI (Key performance indicators (KPI) e. Promotif Preventif f. Layanan unggulan Realisasi Anggaran Upaya untuk meraih WTP dan Reformasi Birokrasi BAB VI PENUTUP v

6 DAFTAR TABEL Hal Tabel 2.1 Jumlah PNS menurut jabatan 21 Tabel 2.2 Daftar gedung, halaman dan jalan 22 Tabel 2.3 Trasportasi dan Alat Komunikasi 23 Tabel 2.4 Anggaran Tahun 2013 Berdasarkan Sumber Dana 25 Tabel 3.1 Indikator Aspek Keuangan 27 Tabel 3.2 Indikator Aspek Pelayanan 28 Tabel 3.3 Key Performance Indicators (KPI) 30 Tabel 3.4 Standar Pelayanan Minimal 32 Tabel 3.5 Rencana Penetapan Kinerja (TAPJA) 36 Tabel 5.1 Kegiatan Instalasi Sanitasi dan Kebersihan Lingkungan 53 Tabel 5.2 Kegiatan CSSD 54 Tabel 5.3 Kegiatan Laundry 55 Tabel 5.4 Jenis Pengadaan Barang dan Jasa Berdasarkan Sumber Anggaran Tabel 5.5 Hasil kinerja Instalasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Tabel besar penyakit rawat inap 69 Tabel 5.7 Index dan kategori kuesioner survey kepuasan pasien 76 Tabel 5.8 Aspek yang dinilai pada survey kepuasan pasien 76 vi

7 Tabel besar penyakit rawat jalan 82 Tabel 5.10 Kegiatan Instalasi Gizi Dapur 104 Tabel 5.11 Pengkajian/penelitian internal 110 Tabel 5.12 Penelitian eksternal (kerja sama) 113 Tabel 5.13 Penguatan kapasitas SDM 117 Tabel 5.14 Pencapaian indikator rekam medis 121 Tabel 5.15 Realisasi indikator aspek keuangan 129 Tabel 5.16 Realisasi indikator aspek pelayanan 130 Tabel 5.17 Realisasi standar pelayanan minimal 132 Tabel 5.18 Pencapaian tujuan dan sasaran 137 Tabel 5.19 Realisasi anggaran menurut jenis belanja 137 Tabel 5.20 Pencapaian strategi dan langkah-langkah meraih WTP 161 vii

8 DAFTAR GRAFIK Hal Grafik 2.1 Persentase PNS Berdasarkan Jenis Kelamin 19 Grafik 2.2 Jumlah PNS Berdasarkan Pendidikan 19 Grafik 2.3 Persentase PNS Berdasarkan Golongan 20 Grafik 2.4 Jumlah PNS Berdasarkan Jenis Ketenagaan 20 Grafik 5.1 Kegiatan Instalasi Pemulasaraan Jenazah 56 Grafik 5.2 Total Haper IRNA 70 Grafik 5.3 Haper Ruangan IRNA 70 Grafik 5.4 Haper IRNA Berdasarkan Kelas 71 Grafik 5.5 Haper IRNA Berdasarkan Cara Bayar 71 Grafik 5.6 Pertumbuhan IRNA 72 Grafik 5.7 BOR IRNA 72 Grafik 5.8 AvLOS IRNA 73 Grafik 5.9 TOI IRNA 73 Grafik 5.10 BTO IRNA 74 Grafik 5.11 NDR IRNA 74 Grafik 5.12 Angka Pasien Rawat Inap Yang Dirujuk 75 Grafik 5.13 Kasus Infeksi Nososkomial di IRNA 75 Grafik 5.14 Distribusi Responden Berdasarkan Kelas 77 viii

9 Grafik 5.15 Distribusi Responden Berdasarkan Ruang 77 Grafik 5.16 Index Kepuasan Pasien Berdasar Ruang & kelas 77 Grafik 5.17 Total Haper ICU 78 Grafik 5.18 Haper ICU Berdasarkan Cara Bayar 79 Grafik 5.19 Pertumbuhan ICU 80 Grafik 5.20 BOR Instalasi ICU 80 Grafik 5.21 AvLOS Instalasi ICU 80 Grafik 5.22 BTO Instalasi ICU 80 Grafik 5.23 TOI Instalasi ICU 81 Grafik 5.24 NDR Instalasi ICU 81 Grafik 5.25 Angka Pasien ICU Yang Dirujuk 81 Grafik 5.26 Kasus Infeksi Nosokomial di Instalasi ICU 81 Grafik 5.27 Total Kunjungan IRJA 82 Grafik 5.28 Kunjungan IRJA Per Poliklinik 83 Grafik 5.29 Kunjungan IRJA Berdasarkan Cara Bayar 83 Grafik 5.30 Pertumbuhan IRJA Per Poliklinik 84 Grafik 5.31 Pertumbuhan IRJA 84 Grafik 5.32 Rata-rata Waktu Tunggu di Poliklinik 85 Grafik 5.33 Hasil Survey Berdasarkan Jumlah Kunjungan 86 Grafik 5.34 Target dan Realisasi IGD 87 Grafik 5.35 Kunjungan IGD Berdasarkan Cara Bayar 87 Grafik 5.36 Pertumbuhan IGD 88 Grafik 5.37 Kegiatan Pelayanan IGD 88 ix

10 Grafik 5.38 Angka Kematian di IGD 89 Grafik 5.39 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Pembayaran Grafik 5.40 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Pelayanan IGD Grafik 5.41 Hasil Survey Emergency Response Time 90 Grafik 5.42 Resep Farmasi 90 Grafik 5.43 Resep Farmasi Berdasarkan Cara Bayar 91 Grafik 5.44 Kegiatan Pelayanan Farmasi 92 Grafik 5.45 Pertumbuhan Farmasi 92 Grafik 5.46 Distribusi Responden Berdasarkan Depo 93 Grafik 5.47 Hasil Survey Waktu Tunggu Resep Obat Jadi 93 Grafik 5.48 Total Pemeriksaan Instalasi Laboratorium 94 Grafik 5.49 Kunjungan Instalasi Laboratorium Berdasarkan Cara Bayar 95 Grafik 5.50 Kegiatan Instalasi Laboratorium 95 Grafik 5.51 Pertumbuhan Laboratorium 96 Grafik 5.52 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Pemeriksaan Laboratorium Grafik 5.53 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Pembayaran Grafik 5.54 Hasil Survey Waktu Tunggu Laboratorium 97 Grafik 5.55 Jumlah pemeriksaan Radiologi 98 Grafik 5.56 Kunjungan Radiologi Berdasarkan Cara Bayar 98 Grafik 5.57 Kegiatan Instalasi Radiologi 99 x

11 Grafik 5.58 Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi 99 Grafik 5.59 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Pemeriksaan Grafik 5.60 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Pembayaran Grafik 5.61 Hasil Survey Waktu Tunggu Radiologi 100 Grafik 5.62 Pemeriksaan Rehabilitasi medik 101 Grafik 5.63 Kunjungan Rehabilitasi Medik Berdasarkan Cara Bayar 102 Grafik 5.64 Kegiatan Instalasi Rehabilitasi Medik 102 Grafik 5.65 Pertumbuhan Rehabilitasi Medik 103 Grafik 5.66 Total Operasi 105 Grafik 5.67 Operasi Berdasarkan Cara Bayar 105 Grafik 5.68 Operasi Berdasarkan Spesialisasi 106 Grafik 5.69 Pertumbuhan Operasi 106 Grafik 5.70 Post Operative Death Rate 107 Grafik 5.71 Pasien DBD di Rawat jalan 118 Grafik penyakit infeksi terbanyak IRNA 120 Grafik penyakit non infeksi terbanyak IRNA 120 Grafik penyakit infeksi terbanyak IRJA 120 Grafik penyakit non infeksi terbanyak IRJA 120 Grafik 5.76 Kejadian phlebitis 123 Grafik 5.77 Kejadian decubitus 123 xi

12 xii

13 RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun i

14 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.laporan berkala merupakan laporan pelaksanaan tugas dan fungsi dari satuan kerja di lingkungan Ditjen Bina Upaya Kesehatan yang memuat perkembangan dan hasil pencapaian kinerja baik kegiatan maupun anggaran dalam kurun waktu semester 1 maupun tahunan.dan untuk laporan berkala tersebut berisi uraian yang lebih menyeluruh mengenai kondisi sumber daya (sumber daya manusia, sarana prasarana dan dana), hasil kegiatan program, pencapaian kinerja dan masalah, hambatan serta terobosan sebagai upaya pemecahan masalah dalam pelaksanaan kegiatan dan program. Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso sebagai Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan berkewajiban melaporkan seluruh kegiatan, capaian kinerja maupun indikator instalasi/bagian sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran pencapaian kinerja kegiatan dan anggaran, dasar perbaikan dan perencanaan yang akan datang Maksud Dan Tujuan Laporan 1. Maksud Maksud penyusunan laporan tahunan ini adalah dalam rangka mendukung sistem akuntabilitas administrasi negara, agar mampu mendorong kelancaran dan keterpaduan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sehingga lebih profesional, efektif dan eifisien dalam penyampaian hasil yang dicapai oleh Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso. 1

15 2. Tujuan a. Tujuan Umum Laporan Tahunan bertujuan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh tentang kegiatan kerja yang sudah dilaksanakan oleh Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso pada tahun berjalan 2013, sehingga dengan adanya laporan tertulis dapat memberikan gambaran sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan yang sudah berjalan. b. Tujuan Khusus a) Untuk mengetahui evaluasi, realisasi kegiatan dan kinerja di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso b) Untuk melakukan monitoring terhadap kegiatan rumah sakit c) Sebagai bahan perencanaan tahun yang akan datang kepada Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Republik Indonesia Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 1.3 Ruang Lingkup Laporan Laporan Tahunan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso ini menjelaskan pencapaian kinerja, kegiatan per unit dan realisasi rumah sakit tahun 2013.Capaian kinerja tersebut dibandingkan dengan penetapan kinerja (Tapja), indikator BLU, Standar Pelayanan Minimal, Key Performance Indicator yang sesuai renstra, yang ditetapkan pada awal tahun 2012 sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja sebagai perbaikan terhadap kinerja dimasa yang akan datang. Adapun sistematika penyajian Laporan Tahunan Rumah Sakit Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, disusun sebagai berikut : Bab I Pendahuluan, Menjelaskan secara ringkas latar belakang, maksud dan tujuan penulisan laporan, dan ruang lingkup laporan. Bab II Analisis Situasi Awal Tahun, menjelaskan tentang hambatan tahun lalu, kelembagaan dan sumber daya. Bab III Tujuan dan Sasaran Kerja, menjelaskan tentang dasar hukum dan tujuan, sasaran dan indikator 2

16 Bab IV. Strategi Pelaksanaan, berisi strategi pencapaian tujuan dan sasaran, hambatan dalam pelaksanaan strategi dan upaya tindak lanjut Bab V Hasil Kerja, berisi Pencapaian Target Kinerja, realisasi anggaran dan upaya untuk meraih reformasi birokrasi, WTP dan wilayah bebas korupsi Bab VI Penutup 3

17 BAB II ANALISIS SITUASI AWAL TAHUN 2.1 Hambatan Tahun Lalu Masalah dan hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan kebijakan/program kerja Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso pada periode Tahun 2013, baik secara langsung maupun tidak langsung, adalah sebagai berikut: a). Faktor Internal 1) Direktorat Keuangan & Administrasi i. Sumber daya manusia Belum ada standar khusus Sumber Daya Manusia untuk Rumah Sakit Penyakit Infeksi Jumlah cukup tapi jenis kompetensi tidak sesuai kebutuhan, Usulan formasi pegawai baik CPNS maupun honorer tidak didasarkan atas assesment kebutuhan pegawai sesuai tugas pokok fungsi masing-masing Direktorat Jumlah tenaga kontrak sebanyak 20%, melebihi dari alokasi yang diperkenankan (10%), menimbulkan masalah: - tenaga kontrak yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan dan standar kompetensi. Karena proses rekruitmennya tidak dilaksanakan dengan benar - banyak tenaga kontrak tidak efektif sehingga membebani kinerja dan biaya operasional Rumah Sakit. Saat ini dalam proses evaluasi Belum adanya grand design / Road Map rencana pengembangan pegawai, sehingga langkah-langkah yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan jumlah dan jenis pegawai, baik melalui pengadaan pegawai maupun dari peningkatan kompetensi melalui pendidikan formal atau pun informal dari Diklat masih berdasarkan kepentingan dan kebutuhan sesaat. 4

18 Rendahnya komitmen, disiplin dan kinerja pegawai, dapat disebabkan : - Belum optimalnya pengelolaan administrasi pegawai, - Belum optimalnya pembinaan pegawai dalam memahami pemenuhan hak dan kewajiban pegawai negeri sesuai dengan peraturan-peraturan kepegawaian dan disiplin pegawai. - Perhitungan tunjangan kinerja pegawai yang masih hanya berdasarkan absensi dan belum berdasarkan kinerja, - Belum adanya sistem reward dan punishment bagi pegawai berprestasi maupun yang bermasalah - Perbedaan dan kejelasan mekanisme perhitungan tunjangan kinerja pegawai - Tunjangan kinerja pegawai yang dapat diberikan Rumah Sakit sebagai Badan layanan Umum belum sesuai standar. Tatalaksana penyelesaian permasalahan disiplin pegawai belum ada. Mutasi staf belum didasarkan atas pertimbangan kebutuhan yang berasal dari masing-masing unit serta mekanisme alih tugas pegawai ii. Sarana prasarana Kebutuhan sarana prasarana masih ada yang belum berbasis bukti ( pencatatan barang milik negara, usulan kebutuhan unit pelaksana sesuai tupoksinya) Pencatatan Barang Milik Negara dalam Sistem Akutansi Barang Milik Negara (SABMN) belum terlaksana dengan baik Penghapusan Barang Milik Negara belum pernah dilakukan selama 10 tahun terakhir, sehingga barang tidak terpakai menumpuk dan beresiko hilang. 5

19 Pemeliharaan sarana prasarana rumah sakit yang belum mampu mengkomodir secara cepat kebutuhan unit pelaksana Peminjaman kendaraan bermotor kantor kepada staf yang belum jelas justifikasinya. iii. Penganggaran Tarif belum disusun berdasarkan unit cost Tidak optimalnya pengelolaan revenue center untuk meningkatkan pendapatan Rumah Sakit, seperti : Rumah Duka, lahan parkir, kantin, auditorium, diklat, dan lain sebagainya Jumlah pasien yang > 70 % pasien miskin menyebabkan pendapatan tidak mencukupi kebutuhan biaya operasional Pencatatan mobilisasi dana yang masih manual berpotensi human error dan mismanagement Klaim pembiayaan kesehatan pasien jaminan tidak sesuai dengan yang dibayarkan. Pola tarif baru belum dilegalisasi Kementerian Keuangan iv. Mekanisme Tata hubungan kerja dari 3 Direktorat yang mengimplementasikan Permenkes nomor 2360/Menkes/PER/XI/2011 tentang Perubahan Atas Permenkes Nomor 247/Menkes/PER/III/2008 tentang Organisasi & Tata Kerja RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso belum ada. Dokumen Tahubja terakhir tahun 2004, (khusus Direktorat Keuangan & Administrasi) Prosedur tetap mekanisme kegiatan keuangan dan admnisrasi yang belum ada menyebabkan banyak kendala dalam proses perencanaan serta penyerapan anggaran kegiatan. Usulan perencanaan dan anggaran kegiatan belum berdasarkan bukti (pencatatan logistik, hasil pelaksanaan 6

20 kegiatan tahun sebelumnya) sehingga menyebabkan alokasi anggaran yang tidak efisien dan efektif Pengumpulan, pengolahan dan analisa data hasil kegiatan belum dilaksanakan secara sistematis dan terpadu Sistem informasi Rumah Sakit belum sepenuhnya memanfaatkan high technology system (masih ada perolehan data secara manual) Sistem monitoring dan evaluasi (ketenagaan, sarana prasarana, mekanisme, anggaran) masih lemah, sehingga pencapaian tujuan sasaran Rencana Strategis, tencana Bisnis Anggaran Tatalaksana / tata kelola perencanaan, keuangan yang masih lemah, sehingga pengalokasian anggaran dan pemanfaatannya tidak sesuai dengan kebutuhan untuk rangka pencapaian sasaran program, Sistem pengawasan kegiatan (perencanaan, pelaksanaan, evaluasi) yang lemah, sehingga pencapaian sasaran program masih jauh dari yang diharapkan Tata tatalaksana / tatakelola hukum dan kemitraan masih lemah (Prosedur tetap tidak ada) sehingga menyebabkan permasalahan antara lain : - Perjanjian kerja sama dengan Institusi luar belum berdasarkan kebutuhan unit pelaksana, aspek legalnya belum menjamin terpenuhinya hak dan kewajiban bersama - Komunikasi masyarakat tidak tertata dengan baik - Pengelolaan masalah hukum terkait komunikasi masyarakat, pengaduan pasien dlll belum tertata dengan baik. 7

21 2) Direktorat Medik & Keperawatan i. Sumber daya manusia Keterbatasan jumlah SDM yang berperan dalam penyelenggaraan diklat : Dokter dengan fungsional pendidik klinis, Clinical instructor, Spesialisasi dokter tertentu (Penyakit dalam, konsultan infeksi, dll), menyebabkan kurang optimalnya pelaksanaan diklat kerjasama dengan Institusi kesehatan Minimnya anggaran penguatan kompetensi SDM menyebabkan jumlah jam diklat pegawai per tahunnya tidak memenuhi standar, sehingga berakibat pada menurunnya kualitas layanan yang diberikan. Rendahnya pendapatan menjadi alasan dokter fungsional untuk merangkap kerja pada Rumah Sakit lain pada jam kantor. Perbedaan mekanisme perhitungan tunjangan kinerja antara dokter dan perawat menjadi penyebab rendahnya komitmen dan etos kerja. ii. Sarana prasarana Belum ada standar peralatan medik dan penunjang medik khusus Rumah Sakit Penyakit Infeksi Peralatan medik yang ada umumnya sudah tua dan teknologi sudah tertinggal. Kalibrasi alat laboratorium yang minim dilakukan menyebabkan peralatan cepat rusak Bermacam jenis alat laboratorium yang digunakan untuk pemeriksaan yang sama menyebabkan kebutuhan reagen yang meningkat karena perbedaan reagen yang dibutuhkan, iii. Penganggaran Penetapan tarif INA-CBGs berdasarkan paket masih belum mengakomodir beberapa layanan, sehingga tidak terbayarkan 8

22 Pengadaan alat medik dan penunjang medik belum berdasarkan health technology assesment dan efisiensi pemanfaatan alat yang sudah ada, sehingga menyebabkan biaya investasi dan operasional yang tinggi. Pengadaan alat mendik & penunjang medik belum mengadopsi high technology iv. Mekanisme Prosedur standar mekanisme kerja dalam rangka penerapan Akreditasi Rumah Sakit 2012, perlu dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu : Clinical pathway, Hospital safety system, maintenance building Program Pengendalian Resistensi Antibiotika (PPRA), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), asuhan keperawatan dan lain sebagainya Penyusunan Clinical Path Way yang belum selesai, menimbulkan kerugian karena biaya perawatan tidak rasional yang tinggi Evaluasi dan perbaikan tatalaksana penyakit infeksi perlu dilakukan demi dicapainya tatalaksana penyakit infeksi dengan gold standar yang menjadi syarat terlaksananya kajian / penelitian penyakit infeksi yang berkualitas Sebagai Rumah Sakit Rujukan Nasional Penyakit infeksi, peningkatan kualitas tatalaksana khusus penyakit infeksi belum dikelola dengan baik. Kekhususan sebagai Rumah Sakit Khusus Penyakit Infeksi belum dikelola mendalam untuk dapat dijadikan unggulan pelayanan (tatalaksana penyakit infeksi, sarana prasarana, SDM) Jam pelayanan poliklinik belum beroperasional sebagaimana mestinya, waktu tunggu pasien yang lama menyebabkan rendahnya kepuasan pasien. Kelengkapan Resume rekam medis yang rendah menyebabkan keterlambatan pembayaran administrasi pasien 9

23 Kurangnya sosialisasi mekanisme perencanaan & penyerapan anggaran menjadi alasan untuk terburu-buru mengajukan usulan kegiatan tanpa berbasis bukti 3) Direktorat Pengkajian Penyakit Infeksi & Penyakit Menular i. Sumber daya manusia Belum memadainya Sumber daya manusia untuk berbagai jenis kompetensi dari sisi kualitas maupun kuantitas sesuai kebutuhan kelimuan dan manajemen pengkajian penyakit infeksi dan penyakit menular Belum adanya assesment kebutuhan jenis & kompetensi pegawai sesuai dengan tugas pokok Direktorat Pengkajian Penyakit Infeksi & Penyakit Menular. Belum mendukungnya peraturan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan tentang pengalokasian fungsional peneliti, epidemiolog, statitiska sesuai kebutuhan tugas pokok fungsi Direktorat Pengkajian PI PM ii. Sarana prasarana Belum optimalnya pengembangan laboratorium penelitian yang telah dilakukan, dalam : penataan pengelolaan manajemen (SOP, administrasi, logistik, dll), pengembangan kapasitas SDM, serta penataan tata hubungan kerja. Belum optimalnya dukungan prasarana (lift, standarisasi ruangan sesuai prinsip pencegahan infeksi, dll) iii. Penganggaran Honor Peneliti yang bermasalah dalam penyerapan dikarenakan terbentur pada aturan Permenkeu Nomor 31/PMK.02/2013 perubahan atas Permenkeu Nomor 37/PMK.02/2013 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2013, menyebabkan terkendalanya pelaksanaan pengkajian / penelitian serta menurunkan minat staf untuk melaksanakannya di tahun berikutnya. 10

24 Permasalahan honor peneliti, tidak adanya prosedur tetap perencanaan dan penyerapapan anggaran kegiatan, memberikan kontribusi pada kelambatan pengumpulan sampel penelitian Beberapa Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) / Term of Reference (TOR) penelitian yang diajukan peneliti belum menunjukkan kesesuaian dengan peraturan penganggaran dan desain penelitian, sehingga diperlukan (Standar Prosedur Operasional) yang mengatur usulan & penyerapan anggaran penelitian. Penyusunan perencanaan kegiatan pengkajian/ penelitian belum didasarkan pada prioritas Road Map Penelitian Penyakit Infeksi RSPI SS. iv. Mekanisme Dengan penerbitan Jurnal Penyakit infeksi RSPI SS untuk tahun 2013 sebanyak 3 kali penerbitan, maka publikasi dapat dilaksanakan. Namun jurnal tersebut tidak terakreditasi, sehingga belum mendapat pengakuan dunia ilmiah Minimnya internalisasi pemahaman dan komitmen tentang output yang diukur sesuai tugas pokok dan fungsi sehingga penyelenggaraan organisasi sering terhambat sehingga memperlambat kemajuan organisasi. Road Map Penelitian Penyakit Infeksi RSPI SS tahun yang digunakan sebagai Pedoman Umum Pelaksanaan Kegiatan yang disusun pada tahun 2011, perlu dilakukan evaluasi pelaksanaannya, sehingga visi sebagai Pusat Kajian & Rujukan Nasional Penyakit Infeksi dapat diwujudkan. Belum optimalnya penyusunan modul Diklat penyakit infeksi dan penyakit menular sebagai salah satu keunggulan RSPI SS sebagai Pusat Kajian & Rujukan Nasional Penyakit Infeksi 11

25 b). Faktor External Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor : 270/KMK.05/2007 tertanggal 21 Juni 2007 yang menyatakan RSPI Prof. Dr Sulianti Saroso sebagai Badan Layanan Umum, dalam pelaksanaannya menimbulkan kendala, dimana dengan > 70 % pasien miskin, pendapatan BLU tidak mencukupi pembagian 40 % untuk jasa pelayanan dan 60 % untuk biaya operasional (belanja pegawai, obat, reagen, bahan habis pakai, dll) Aturan Kementerian Keuangan yang belum mengadopsi Permenkes 2360/Menkes/PER/XI/2011 tentang Perubahan Atas Permenkes Nomor 247/Menkes/PER/III/2008 tentang Organisasi & Tata Kerja RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Dimana dijelaskan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso menjalankan fungsi salah satunya adalah melaksanakan Pengkajian penyakit infeksi dan penyakit menular, baik di bidang klinik, epidemiologi, imunologi dan faktor risikonya. Namun dalam pelaksanaan kegiatan bersumber APBN, penyerapan anggaran honor peneliti bermasalah, karena RSPI SS tidak memiliki jabfung peneliti, yang alokasi pembiayaan tunjangannya belum terdapat dalam alokasi pembiayaan tunjangan fungsional Ditjen Bina Upaya Kesehatan. Biaya produksi dan distribusi obat yang tinggi di Indonesia, menyebabkan harga obat semakin meningkat. Biaya ekonomi tinggi menyebabkan harga alat kesehatan semakin meningkat. Pembayaran klaim oleh pihak penjamin terlambat dan tidak sesuai tagihan.. Keterbatasan anggaran kesehatan dalam RAPBN, berdampak pada besaran alokasi PAGU Anggaran Rumah Sakit. Rumah Sakit lain di sekitar RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, memberikan pelayanan kesehatan umum yang sejenis, dengan kualitas pelayanan dan peralatan yang lebih baik. Berbagai permasalahan dan hambatan tersebut harus dievaluasi untuk digunakan sebagai salah satu acuan dalam menyusun perencanaan serta pelaksanaan kebijakan/program kerja pada periode/tahun berikutnya 12

26 2.2 Kelembagaan Adapun tugas Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. DR. Sulianti Saroso sebagai berikut : 1) Menyelenggarakan pelayanan medis dan keperawatan secara paripurna, sebagai kegiatan penunjang dalam upaya pengkajian penyakit infeksi dan penyakit menular; 2) Melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan di bidang penyakit infeksi dan penyakit menular beserta faktor risikonya secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan untuk penyusunan bahan kebijakan serta standar penanganan/ pengendalian penyakit infeksi dan penyakit menular. Dalam melaksanakan tugas rumah sakit menyelenggarakan fungsi yang sebagai berikut : 1) Pelaksanaan penatalaksanaan penyakit infeksi dan penyakit menular; 2) Pelaksanaan pelayanan rujukan nasional di bidang penyakit infeksi dan penyakit menular; 3) Pengkajian penyakit infeksi dan penyakit menular, baik di bidang klinik, epidemiologi dan faktor risikonya; 4) Pengkajian pelaksanaan sistem kewaspadaan dini dan penanggulangan wabah/kejadian Luar Biasa (KLB); 5) Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan profesi kedokteran dan kedokteran berkelanjutan serta profesi tenaga kesehatan lainnya di bidang penyakitk infeksi dan penyakit menular; 6) Pengelolaan informasi dan pemasaran di bidang penyakit infeksi dan penyakit menular; 7) Pelaksanaan urusan hukum dan kemitraan; 8) Pelaksanaan administrasi umum dan keuangan. Berdasarkan SK Menteri Kesehatan Nomor 1138/Menkes/SK/X/2009 tentang Penetapan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta sebagai Pusat Kajian dan Rujukan Nasional Penyakit Infeksi, maka susunan organisasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso terdiri dari : 13

27 1. Direktur Utama 2. Direktur Medik dan Keperawatan 3. Direktur Pengkajian Penyakit Infeksi dan Penyakit Menular 4. Direktur Keuangan dan Administrasi Umum Selain itu dalam organisasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso dilengkapi dengan unit non struktural, antara lain: a. Komite Medik b. Satuan Pemeriksaan Intern Susunan Pejabat Dewan Pengawas belum ada masih dalam pengusulan kepada Departemen Kesehatan. Manajemen Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof DR Sulianti Saroso dipimpin oleh Direksi dengan susunan struktur organisasi sebagai berikut: DIREKTUR UTAMA a) Memimpin dan mengurus Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso; b) Menguasai, memelihara, dan mengelola kekayaan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso; c) Menetapkan strategi, kebijakan, dan program kerja/kegiatan; d) Membina pelaksanaan kegiatan; e) Mengkoordinasikan, mengawasi pelaksanaan kegiatan. DIREKTUR MEDIK DAN KEPERAWATAN a) Memimpin, mengkoordinasikan, dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan medis, keperawatan, dan penunjang medis, meliputi rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, ICU, bedah sentral, radiologi, laboratorium, gizi, rehabilitasi medik, farmasi, rekam medis dan konseling; b) Melakukan pengendalian, pengawasan, pemantauan, dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan; c) Membantu Direktur Utama dalam menetapkan kebijakan bidang medik dan keperawatan. 14

28 DIREKTUR ADMINISTRASI UMUM DAN KEUANGAN a) Memimpin, mengkoordinasikan, dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan keuangan dan administrasi umum, meliputi penyusunan perencanaan, evaluasi dan pelaporan, pemasaran, pengelolaan keuangan, kesekretariatan, kerumahtanggaan dan ketatausahaan, pengelolaan barang milik negara, kepegawaian,, urusan hukum dan hubungan masyarakat, penyelenggaraan sistem informasi, pemeliharaan sarana rumah sakit, pemulasaran jenazah, laundry/cssd, sanitasi dan ambulance. b) Melakukan pengendalian, pengawasan, pemantauan, dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan. c) Membantu Direktur Utama dalam menetapkan kebijakan bidang perencanaan, keuangan, umum dan kepegawaian. DIREKTUR PPI DAN PM a) Memimpin, mengkoordinasikan, dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pengkajian klinik, pengkajian epidemiologi, imunologi, dan pengkajian faktor risiko, penyakit infeksi dan penyakit menular, pendidikan dan pelatihan serta statistic kesehatan. b) Melakukan pengendalian, pengawasan, pemantauan, dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan. c) Membantu Direktur Utama dalam menetapkan kebijakan bidang pengkajian penyakit infeksi dan penyakit menular serta pendidikan dan pelatihan. Di dalam pelaksanaan tugas sehari hari, Direksi dibantu oleh beberapa orang Pejabat Struktural dan Fungsional. Komite Komite adalah wadah non struktural yang terdiri dari tenaga ahli atau profesi dibentuk untuk memberikan pertimbangan strategis kepada Direktur Utama dalam rangka peningkatan dan pengembangan pelayanan rumah sakit. Pembentukan Komite ditetapkan oleh Direktur Utama sesuai kebutuhan rumah sakit, sekurang-kurangnya terdiri dari Komite Medik serta Komite Etik dan Hukum. 15

29 Komite dipimpin oleh seorang Ketua yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama.. Di lingkungan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta dibentuk: Komite Medik: Merupakan wadah non struktural kelompok profesional medis yang keanggotaanya terdiri dari Ketua Kelompok Staf Medis atau yang mewakili. Pembentukan Komite Medik ditetapkan oleh Direktur Utama untuk masa kerja 3 (tiga) tahun. Komite Medik dipimpin oleh seorang Ketua yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama. Komite Medik mempunyai tugas memberikan pertimbangan kepada Direktur Utama dalam hal menyusun standar pelayanan medis, pengawasan dan pengendalian mutu pelayanan medis, hak klinis khusus kepada Staf Medis Fungsional, program pelayanan, pendidikan dan pelatihan, serta penelitian dan pengembangan dan etika. Satuan Pemeriksaan Intern Satuan Pemeriksaan Intern adalah Satuan Kerja Fungsional yang bertugas melaksanakan pemeriksaan intern rumah sakit. Satuan Pemeriksaan Intern berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Instalasi Instalasi adalah unit pelayanan non struktural yang menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan kegiatan pelayanan, pendidikan dan penelitian rumah sakit. Pembentukan instalasi ditetapkan oleh Direktur Utama sesuai kebutuhan rumah sakit. Instalasi berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur yang dipimpin oleh seorang kepala yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama. Kepala Instalasi dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh tenaga-tenaga fungsional dan atau non medis. 16

30 Pembentukan dan perubahan jumlah dan jenis instalasi dilaporkan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan. 1) Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah Tenaga Fungsional yang terbagi atas berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Masing-masing Tenaga Fungsional berada di lingkungan unit kerja rumah sakit sesuai dengan kompetensinya. Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2) Staf Medik Fungsional Staf Medik Fungsional adalah kelompok dokter yang bekerja di bidang medis dalam jabatan fungsional. Staf Medik Fungsional mempunyai tugas melaksanakan diagnosa, pengobatan, pencegahan akibat penyakit, peningkatan dan pemulihan kesehatan, penyuluhan, pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan. Dalam melaksanakan tugasnya, Stas Medik Fungsional menggunakan Pendekatan Tim dengan tenaga profesi terkait. 17

31 RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT PENYAKIT INFEKSI PROF. DR. SULIANTI SAROSO DIREKTUR UTAMA DR. dr. Hj. Fatmawati, MPH DEWAN PENGAWAS KOMITE MEDIK dr. Sucahyo Adi Nugroho KOMITE ETIK DAN HUKUM DIREKTORAT MEDIK DAN KEPERAWATAN dr. Rita Rogayah, Sp.P DIREKTORAT PENGKAJIAN PENYAKIT INFEKSI DAN PENYAKIT MENULAR Hary Purwanto, SKM. M. Epid DIREKTORAT KEUANGAN DAN ADMINISTRASI UMUM Erwin Susanto, SE SATUAN PEMERIKSAAN INTERN dr.a.m. Ilham Patu, Sp.BS BIDANG MEDIK dr. IB Sila Wiweka, SpP BIDANG KEPERAWATAN MP Sri Yunani, S.Kep, Ners BIDANG PENGKAJIAN KLINIK drg. Yosephine Lebang, M.Kes BIDANG PENGKAJIAN EPIDEMIOLOGI DR. Cicilia Windiyaningsih, BIDANG PENGKAJIAN IMUNOLOGI DAN FAKTOR RESIKO drg. Maya Marinda M, M.Kes BAGIAN PERENCANAAN DAN ANGGARAN Wahyuni, SKM, M.Kes BAGIAN KEUANGAN Suherlistianto, SE, MM BAGIAN UMUM Suprapto, SH, MM SEKSI PELAYANAN MEDIK dr. Roza Indriani, MM SEKSI KEPERAWATAN RAWAT JALAN Romaida Sinaga, S.Kep, Ners SEKSI PENGKAJIAN DIAGNOSTIK SEKSI PENGKAJIAN PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR LANGSUNG Herlina, SKM SEKSI PENGKAJIAN IMUNOLOGI DAN FAKTOR RESIKO LINGKUNGAN SUB BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN Syahrial Ahmad, SKM, MKM SUB BAGIAN AKUNTANSI Charles, SE, MM SUB BAGIAN TATA USAHA & KEPEGAWAIAN Wiwik Agustiningsih, SH SEKSI PENUNJANG MEDIK SEKSI KEPERAWATAN RAWAT INAP B. Arambono, BE Sri Rahayuni, S.Kep. SEKSI PENGKAJIAN PENGOBATAN dr. Yeni Afrina SEKSI PENGKAJIAN PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG dr. Dimar Kencono SEKSI PENGKAJIAN FAKTOR RESIKO PERILAKU Ika Susanti, SKM SUB BAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUB BAGIAN VERIFIKASI Yatinah, SE SUB BAGIAN RUMAH TANGGA & PERLENGKAPAN Mungalim, S.Sos SEKSI KETENAGAAN DAN PENGENDALIAN MUTU Wislaini Hidayati, SKM SEKSI KEPERAWATAN RAWAT KHUSUS Ummu Aeman, S.Kep SEKSI PENGKAJIAN RESISTENSI SEKSI PENATALAKSANAAN KASUS DAN IMUNISASI SEKSI ANALISIS IMUNOLOGI DAN RESIKO KESEHATAN DR. Masdalina Pane, SKM, M.Kes SUB BAGIAN INFORMASI DAN PEMASARAN Kusnadi, SKM SUB BAGIAN MOBILISASI DANA Nani Minarti, SE SUB BAGIAN HUKUM & KEMITRAAN Pargiono, S.IP, M.Kes Staf Medik Fungsional INSTALASI Kelompok Jabatan Fungsional INSTALASI Kelompok Jabatan Fungsional INSTALASI Kelompok Jabatan Fungsional 1. KSMF Penyakit Dalam : dr. R. Onny Qudriyanto, SpPD 1. Ka Instalasi Rawat Jalan : dr. Winda 11. Ka Instalasi Penelitian dan Pengkajian : dr. Dewi Murniati, S.pA 14. Ka Instalasi Sistem Informasi Rumah Sakit : Kartika Sari, S.Kom 2. KSMF Spesialis Penyakit Anak : dr. Rismali Agus, SpA 2. Ka Instalasi Rawat Inap : dr. R. Onny Qudriyanto, SpPD 12. Ka Instalasi Pendidikan dan Pelatihan : dr. Farida Harris 15. Ka Instalasi Administrasi Pasien : Agung Prayitno, Amd P.K 3. KSMF Spesialis Obsgyn : dr. Baharuddin Hafied, SpOG 3. Ka Instalasi Gawat Darurat : dr. Rinaldi Prawiranegara, Sp.AN 13. Ka Instalasi Pencegahan dan Pengendalian : dr. Iman Firmansyah, SpPD16. Ka Instalasi Verifikasi Jaminan Kesehatan : dr. Sri Sulastri, Sp.A 4. KSMF Spesialis Bedah Umum : dr. Lesnusa Stefanus, SpB 4. Ka Instalasi Rawat Intensif : dr. Rumaisah S., M.Si, Med Sp.An Infeksi 17. Ka Instalasi Pengelolaan Sampah dan Limbah : Nurlela 5. KSMF Spesialis Anestesi : dr. Rinaldi Prawiranegara, Sp.AN 5. Ka Instalasi Bedah Sentral : dr. Sanyoto Putro Pinardi, SpOT 18. Ka Instalasi CSSD dan Laundry : Tien Ernawati, Skep 6. KSMF Spesialis Penyakit Paru : dr. Titi Sundari, Sp.P 6. Ka Instalasi Radiologi : dr. Susi Marhaningtyas, SpRad 19. Ka Instalasi Pemulasaraan Jenazah : Sumaryati, S.Kep, Ners 7. KSMF Neurologi : dr. Wariyah, SpS 7. Ka Instalasi Laboratorium : dr. Toni Soetanto, SpPK 20. Ka Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit: Deki Indrawanto 8. KSMF Bedah Saraf : dr. H. Andi M. Ilham Patu, SpBS8. Ka Instalasi Gizi dan Tata Boga : dr. Joyce Magdalena, SpGK 21. Ka Unit Pengadaan Barang dan Jasa RS : Ni Gusti Ketut Astiti, SKM 9. KSMF Mata : dr. Upik Mahna Dewi, Sp.M 9. Ka Instalasi Rehabilitasi Medis : dr. Juan Suseno, SpRM 22. Ka Instalasi Kesehatan dan Keselamatan : dr. Nunung Hendrawati 10. KSMF THT : dr. Mutia Budiati, Sp THT 10. Ka Instalasi Farmasi : Chandra Wijaya, FS.Farm, Apt Karja 11. KSMF Kulit dan Kelamin : dr. Indah Handayani, SpKK 12. KSMF Bedah Ortopedi : dr. Sanyoto Putro Pinardi, SpOT 13. KSMF Spesialis Radiologi : dr. Dwi Sumiadji Putrantoro, SpRad 14. KSMF Patologi Klinik (PK) : dr. Toni Soetant, SpPK 15. KSMF Rehabilitasi Medik : dr. Juan Suseno, SpRM 16. KSMF Gizi Klinik : dr. Joyce Magdalena, SpGK 17. KSMF Umum : dr. Sucahyo Adi Nugroho 18. KSMF Gigi dan Mulut : drg. Titin Sumarni 18

32 2.3 Sumber Daya a). Sumber Daya Manusia. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Jenis Kelamin, dapat dilihat pada grafik di bawah ini: Grafik 2.1 Jumlah PNS berdasarkan jenis kelamin Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso lebih banyak PNS perempuannya dibandingkan PNS laki-laki. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Pendidikan, dapat dilihat pada grafik di bawah ini: Grafik 2.2 Jumlah PNS berdasarkan pendidikan Jumlah PNS berdasarkan pendidikan PNS di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso sebagian besar adalah lulusan diploma 3, kemudian diikuti oleh lulusan strata 1 dan SLTA. Sementara 19

33 ini sudah ada 5 pegawai yang memiliki latar belakang pendidikan strata 3. Namun masih ada pegawai yang hanya memiliki latar belakang pendidikan SD dan SLTP. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Golongan, dapat dilihat pada grafik di bawah ini: Grafik 2.3 Jumlah PNS berdasarkan golongan Presentase Golongan PNS IV Berdasarkan Golongan I Golongan 49(9,65%) 3 (0,59%) Golongan II 175 (34,45%) Golongan III 281 (55,31%) Berdasarkan golongannya PNS di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso sebagian besar adalah golongan III (yaitu sebesar 55,31%), namun masih ada yang golongan I, meskipun hanya sebesar 0,59%. Jumlah Pegawai berdasarkan status kepegawaian, dapat dilihat pada grafik di bawah ini: Grafik 2.4 Jumlah PNS berdasarkan status kepegawaian Presentase Pegawai berdasarkan Status Kepegawaian Non PNS 110(18%) PNS 508 (82%) 20

34 Berdasarkan status kepegawaiannya, di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso masih ada pegawai Non PNS (honorer), sebesar 18 %. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Jabatan, dapat dilihat pada tabel di bawah ini: a. Struktural 1. Eselon II a 2. Eselon II b 3. Eselon III 4. Eselon IV b. Fungsional Tabel 2.1 Jumlah PNS Menurut Jabatan JABATAN 1. Fungsional Dokter 2. Fungsional Perawat 3. Fungsional Bidan 4. Fungsional Perekam Medis 5. Fungsional Pranata Lab 6. Fungsional Nutrisionis 7. Fungsional Radiologi 8. Fungsional Elektromedis 9. Fungsional Apoteker 10. Fungsional Asisten Apoteker 11. Fungsional Sanitarian 12. Fungsional Fisioterapis 13. Fungsional Okupasi Terapis 14. Fungsional Psikologi Klinis JUMLAH PNS 1 orang 3 orang 7 orang 19 orang 54 orang 194 orang 14 orang 16 orang 15 orang 2 orang 9 orang 7 orang 5 orang 10 orang 7 orang 3 orang 0 orang 0 orang c. Staff 142 orang JUMLAH

35 b). Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Gedung, Halaman dan Jalan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr.Sulianti Saroso Jakarta, saat ini memiliki luas tanah sebesar 3,5 Ha dan bangunan yang terdiri dari beberapa gedung dengan total luas mencapai m 2, dengan uraian sebagai berikut: Tabel 2.2 Daftar Gedung, Halaman, dan Jalan No Nama Gedung Luas (m²) Keterangan 1 Laboratorium 720,00 2 Lantai 2 Pos Satpam 29,25 1 Lantai 3 Ruang Isolasi 1.630,20 3 Lantai 4 Garasi Ambulance Lantai 5 Bangunan Induk Bagian A Depan 4.527,00 2 Lantai 6 Bangunan Induk Bagian B 732,00 3 lantai Jalan Selasar 7 Bangunan Induk Bagian C Belakang 3.672,00 5 Lantai 8 Bangunan Induk Bagian D 1.596,00 3 Lantai Ruang Rawat Inap Kamar 9 Bangunan Induk Bagian E 224,00 1 Lantai Bangunan Penunjang 1 10 Bangunan Induk Bagian F 216,00 2 Lantai Bangunan Penunjang 2 11 Bangunan Induk Bagian G Selasar Depan 237,00 1 Lantai 12 Bangunan Induk Bagian H Selasar Dalam 189,00 1 Lantai 13 Bangunan Induk Bagian I Musholah 144,00 1 Lantai 14 Bangunan Induk Bagian J Rumah Gardu 78,75 1 Lantai 15 Bangunan Induk Bagian K Rumah Trafo 25,00 1 Lantai 16 Bangunan Induk Bagian L Laboratorium 1526,00 3 Lantai Existing 17 Bangunan Induk Bagian M Saluran Air Kotor 55,00 1 Lantai 18 Bangunan Induk Bagian N Koperasi 12,00 1 Lantai 19 Bangunan Induk Bagian O Pagar dan Perkerasan 20 Bangunan Induk Bagian I Gedung Asrama Lantai 21 Bangunan gedung Admi nistrasi perkantoran Askes Center Jumlah m 2 79,00 1 Lantai 22

36 Transportasi dan Alat Komunikasi Tabel 2.3 Transportasi dan Alat Komunikasi NO Nama alat 2012 Jumlah 2012 Keterangan 2012 Nama alat 2013 Jumlah 2013 Keterangan Ambulance 7 unit Ambulance 8 unit Hibah 1 ambulance dari ASKES 2 Bus 1 unit Bus 1 unit 3 Mobil dinas 7 unit Mobil dinas 10 unit 4 Motor 13 unit Motor 13 unit 5 Telepon (sambungan) 17 unit Telepon (sambungan) 17 unit 6 Faximil 1 unit 1 unit rusak Faximil 1 unit 1 unit rusak 7 PABX 1 unit PABX 1 unit Pengelolaan Barang Milik Negara Setditjen Bina Upaya Kesehatan selama periode 1 Januari s/d 31 Desember 2013, dapat dilaporkan dalam bentuk Intrakomtable, Ekstrakomtable, Gabungan Intrakomtable dan Ekstrakomtable, Aset Tak Berwujud dan Konstruksi dalam pengerjaaan. Adapun laporan perkembangan masing-masing Barang Milik Negara adalah sebagai berikut : a. BMN INTRAKOMTABEL Posisi Awal (1 Januari 2013) : Rp Penambahan : Rp Pengurangan :Rp ,- Posisi Akhir (31 Desember 2013) :Rp ,- 23

37 b. BMN EKTRAKOMTABEL Posisi Awal (1 Januari 2013) : Rp ,- Penambahan : Rp ,- Pengurangan : Rp ,- Posisi Akhir (31 Desember 2013) : Rp ,- c. BMN & GABUNGAN INTRA EKSTRA Posisi Awal (1 Januari 2013) :Rp ,- Penambahan :Rp ,- Pengurangan : Rp ,- Posisi Akhir (31 Desember 2013) :Rp ,- d. BMN ASET TAK BERWUJUD Posisi Awal (1 Januari 2012) : Rp ,- Penambahan : Rp ; Pengurangan : Rp. 0; Posisi Akhir (31 Desember 2012) :Rp ,- Berdasarkan hasil laporan posisi Barang Milik Negara Direktorat Jenderal Bina Upaya kesehatan berdasarkan Neraca Keseluruhan baik dalam bentuk Intrakomtable, Ekstrakomtable dan Kontruksi Dalam Pengerjaan serta Barang persediaan dan aset dalam bentuk lainnya sampai dengan 31 Desember 2013 tercatat sebanyak Rp ,- 24

38 c). Dana Anggaran Tahun 2013 Berdasarkan Sumber Dana Anggaran RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk Tahun 2013, dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2.4 Anggaran Tahun 2013 Berdasarkan Sumber Dana JENIS BELANJA B. PEGAWAI B. BARANG B. MODAL DIPA APBN BLU JUMLAH JUMLAH Detail anggaran setelah penambahan saldo awal kas, seebagai berikut : Kegiatan 2013 Pembinaan Upaya Kesehatan Rujukan 9,970,000,000 A. Peralatan Fasilitas Perkantoran 2,590,000,000 B. Alat Kesehatan, Kedokteran dan KB dalam rangka menuju pelayanan kelas Dunia 4,970,744,000 C. Peralatan Peralatan Kantor 1,128,000,000 D. Gedung/Bangunan 1,281,256,000 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat BUK 91,759,231,000 A. Dokumen Perencanaan dan Anggaran 92,400,000 B. Dokumen Data dan Informasi 60,060,000 D. Dokumen Evaluasi dan Pelaporan 103,046,000 E. N/S/P/K dalam Bidang Kesehatan 605,958,000 F. Pengembangan Mutu dan Kelembagaan 2,594,126,000 F. Laporan Layanan Operasional Rumah Sakit (PNBP/BLU) 30,000,000,000 G. Laporan Akuntansi Keuangan Negara dan Inventaris BMN 90,000,000 H. Obat-obatan 7,327,700,000 I. Dukungan Sarana dan Prasarana kantor 4,123,039,000 J. SDM yang terlatih 1,817,800,000 K. Barang Medik Habis Pakai 2,712,542,000 L. Layanan Perkantoran 42,232,560, ,729,231,000 25

39 BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 1. Dasar Hukum Dasar Hukum yang dijadikan acuan dalam menyusun kebijakan dan rencana kerja RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, yaitu: Peraturan Presiden No. 5 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun ; Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/Per/IV/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja kementerian Kesehatan; Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 021/Menkes/SK/I/2011/ tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun ; Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1099/Menkes/SK/VI/2011/ tentang Indikator Kinerja Utama Tingkat Kementerian Kesehatan Tahun ; Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1981/MENKES/SK/XII/2010 tentang Pedoman Akutansi Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76/PMK.05/2008 Tentang Pedoman Akutansi dan Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum Pakta Integritas Menteri Kesehatan; Rencana Strategis (Renstra) UPT Vertikal Rencana Bisnis Anggaran (RBA) 2. Tujuan, Sasaran, dan Indikator a). Tujuan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Tujuan dari rumah sakit menjadi rujukan nasional dari segi pelayanan dan kajian penyakit infeksi menunjukkan arah menyeluruh yang akan ditujuoleh organisasi, maka tujuan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, sebagai berikut : 1) Terwujudnya profesionalisme dan komitmen SDM. 2) Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan. 3) Terwujudnya kepuasan customer. 4) Terwujudnya manajemen keuangan yang akuntabel 5) Terwujudnya pelaksanaan kajian penyakit infeksi 26

40 b). Indikator Kinerja BLU (RBA) 1. Indikator dan Bobot Aspek Keuangan Tabel 3.1 Aspek Keuangan No. Sub Aspek / Indikator Bobot 1. Rasio Keuangan 19 a. Rasio Kas (Cash Ratio) 2 b. Rasio Lancar (Current Ratio) 2,5 c. Periode Panagihan Piutang (Collection Period) 2 d. Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover) 2 e. Imbalan atas Aktiva Tetap (Return on Asset) 2 f. Imbalan Ekuitas (Return on Equity) 2 g. Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) 2 h. Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya Operasional 2,5 i. Rasio Subsidi Biaya Pasien 2 2. Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLU 11 a. Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Definitif 2 b. Laporan Keuangan Berdasarkan SAK 2 c. Surat Perintah Pengesahan Pendapatan dan Belanja BLU (SP3B BLU) d. Tarif Layanan 1 e. Sistem Akuntansi 1 f. Persetujuan Rekening 0,5 g. Standard Operating Procedure (SOP) Pengelolaan Kas 0,5 h. SOP Pengelolaan Piutang 0,5 i. SOP Pengelolaan Utang 0,5 j. SOP Pengadaan Barang dan Jasa 0,5 k. SOP Pengelolaan Barang Inventaris 0,5 TOTAL

41 2. Indikator dan Bobot Aspek Pelayanan Tabel 3.2 Aspek Pelayanan Bobot No. Sub Aspek / Kelompok Indikator / Indikator / Sub Indikator RS Umum Pendidikan RS Umum Non Pendidikan 1 Layanan a. Pertumbuhan Produktivitas ) Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan / Hari 2 2 2) Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat / Hari 2 2 3) Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat Inap (HP) 2 2 4) Pemeriksaan Radiologi / Hari 2 2,5 5) Pemeriksaan Laboratorium / Hari 2 2,5 6) Rata-rata Operasi / Hari 2 2 7) Rata-rata Rehab Medik / Hari 2 2 8) Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran 2 0 9) Jumlah Penelitian yang Dipublikasikan 2 0 b. Efektivitas Pelayanan ) Kelengkapan Rekam Medik 24 jam selesai pelayanan 2 2 2) Pengembalian Rekam Medik 2 2 3) Angka Pembatalan Operasi 2 2 4) Angka Kegagalan Hasil Radiologi 2 2 5) Persentase Penulisan Resep sesuai Formularium 2 2 6) Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium 2 2 7) BOR 2 2 c. Pertumbuhan Pembelajaran 3 3 1) Rata-rata Jam Pelatihan/Karyawan 1 1,5 2) Persentase Dokdiknis yang Mendapat TOT 1 0 3) Program Reward dan Punishment 1 1,5 2 Mutu dan Manfaat kepada Masyarakat a. Mutu Pelayanan ) Emergency Response Time 2 2 2) Waktu Tunggu Rawat Jalan 2 2 3) LOS (Length of Stay)

42 4) Kecepatan Pelayanan Resep Obat Jadi 2 2 5) Waktu Tunggu Sebelum Operasi 2 2 6) Waktu Tunggu Hasil Laboratorium 2 2 7) Waktu Tunggu Hasil Radiologi 2 2 b. Mutu Klinik ) Angka Kematian di Gawat Darurat 2 2 2) Angka Kematian/Kebutaan 48 jam 2 2 3) Post Operative Death Rate 2 2 4) Angka Infeksi Nosokomial 4 4 5) Jumlah Kematian Ibu di Rumah Sakit 2 2 c. Kepedulian Kepada Masyarakat 4 4 1) Pembinaan kepada Puskesmas dan Sarana Kesehatan Lain 1 1 2) Penyuluhan Kesehatan 1 1 3) Rasio Tempat Tidur Kelas III 2 2 d. Kepuasan Pelanggan 2 2 1) Penanganan Pengaduan/Persentase Pengaduan 1 1 2) Kepuasan Pelanggan 1 1 e. Kepedulian Terhadap Lingkungan 3 3 1) Kebersihan Lingkungan (Hasil Penilaian Rumah Sakit Berseri) 2 2 2) Proper Lingkungan (KLH) 1 1 TOTAL (1+2)

43 RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun C). Key Performance Indicators Tabel 3.3 Key Performance Indicators (KPI) NO SASARAN KPI 1 Terwujudnya peningkatan pendapatan Tingkat pertumbuhan pendapatan TARGET KPI % 10% 10% 10% 10% 2 Terwujudnya effisiensi anggaran % cost reduction 2% 3% 5% 5% 5% 3 Terwujudnya peningkatan kompetensi staf % staf dengan kompetensi sesuai 50% 55% 60% 65% 70% 4 Terwujudnya kepuasan staf Pertumbuhan % staf dengan nilai 5% 8% 10% 10% 10% kepuasan > 4 5 Terwujudnya peningkatan keandalan SarPar Rata-rata OEE prasarana >85% 6 Terwujudnya produktivitas pelayanan Tingkat pertumbuhan produktivitas pelayanan Pemanfaatan RI lt 3 & 4 MCU Diklat Lab Penelitian 7 Terwujudnya penyempurnaan sistem managemen % penyempurnaan prosedur pd level coorporat yg 20% 40% 60% 80% 100% 30

44 RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun terimplementasi 8 Terwujudnya peningkatan kualitas layanan non medik % peningkatan kualitas layanan non medik 10% 10% 10% 10% 10% 9 Terwujudnya kepuasan external customer % peningkatan kepuasan pasien 5% 5% 5% 5% 5% 10 Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan % unit layanan yg memenuhi standar waktu tunggu 40% 50% 60% 70% 80% 11 Terwujudnya peningkatan kualitas medik Penurunan angka NDR (permil) Penurunan angka INOS Penurunan KTD & KNC (persen) 5% 5% 5% 5% 5% Penurunan LOS 5% 5% 5% 5% 5% 12 Terwujudnya kualitas kajian penyakit infeksi Pertumbuhan kajian penyakit infeksi 5% 5% 5% 5% 5% 31

45 d). Standar Pelayanan Minimal Tabel 3.4 Standar pelayanan Minimal NO Jenis Indikator Standar Pelayanan 1 Instalasi Gawat Darurat 2 Instalasi Rawat Jalan 1.Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa 100 % 2.Kemampuan menangani sight saving anak dan dewasa 100 % 3.Jam buka Pelayanan Gawat Darurat 24 Jam 4.Pemberian pelayanan kegawatdaruratan yang tersertifikasi dan 100 % masih berlaku BLS/PPGD dan kegawatdaruratan mata 5.Ketersediaan Tim Penanggulangan Bencana Tim 6.Waktu tanggap pelayanan Dokter di Gawat Darurat 8 menit terlayani, setelah pasien datang 7.Kepuasan pelanggan 70 % 8.Kematian pasien 24 Jam 2/ Tidak adanya pasien yang harus membayar uang muka 100 % 1. Doter pemberi pelayanan di poliklinik spesialistik 100 % dokter spesialis 2.Ketersediaan Pelayanan 1.Klinik Anak 2.Klinik Penyakit Dalam 3.Klinik Kebidanan 4.Klinik Bedah 3.Penegakkan Diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskopis TB 60 % 4.Terlaksananya kegiatan pencatatan dan pelaporan TB di RS 60 % 5.Jam buka pelayanan a.pagi :jam sedangkan hari jumat :jam b.sore : jam Waktu Tunggu Rawat Jalan 60 menit 7.Kepuasan Pelanggan 90 % 3 Rawat Inap 1.Pemberi Pelayanan di Rawat Inap a.dokter 32

46 4 Instalasi Bedah Sentral Spesialis b.perawat minimal pendidikan D3 2.Dokter penanggung jawab di Rawat Inap 100 % 3.Ketersediaan pelayanan rawat inap a.utama A b.vip c.kelas I d.kelas II e.kelas III f.ruang Isolasi 4.Jam visite dokter spesialis Jam setiap hari kerja 5.Kejadian Infeksi Pasca Operasi 2 % 6.Kejadian infeksi nosokomial 1,5 % 7.Tidak ada pasien jatuh yang berakibat kecacatan dan kematian 0 % 8.Kematian pasien 48 jam < 25/ Kejadian pulang paksa 5 % 10.Kejadian pasien lari/kabur 5 % 11.Jumlah pasien rawat inap yang dirujuk 5 % 12.Kejadian pasien bunuh diri < Penegakkan Diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskopis TB 60 % 14.Terlaksananya kegiatan pencatatan dan pelaporan TB di RS 60 % 15.Kejadian infeksi nosokomial a.kejadian Decubitus 0,2 % b.kejadian Plebitis O,2 % c.kejadian kesalahan pemberian obat oleh perawat (KNC&KTD) 0 % d.kejadian infeksi luka operasi 0 % e. Kejadian cidera akibat restrain 0 % 16.Kepuasan pelanggan 90 % 1.Waktu tunggu operasi elektif 2 hari 2.Kejadian kematian di meja operasi 1 % 3.Tidak adanya kejadian operasi salah sisi 0 % 4.Tidak adanya kejadian op[erasi salah orang 0 % 5.Tidak adanya kejadian salah tindakan pada operasi 0 % 6.Tidak adanya kejadian tertinggalnya benda asing/lain pada tubuh 0 % pasien setelah operasi 7.Komplikasi anestesi karena overdosis, reaksi anestesi dan salah 6 % 33

47 penempatan anestesi endotracheal tube 5 ICU 1.Rata-rata pasien yang kembali ke ICU dengan penyakit yang sama 72 Jam 6 Laboratorium 1.Waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium 140 menit Patologi Klinik 2.Pelaksana Ekspertesi Dokter Sp.PK 3.Tidak adanya kesalahan pemberian hasil pemeriksaan laboratorium 0% 4.Kepuasan Pelanggan 80 % 7 Radiologi 1.Waktu tunggu hasil pelayanan radiologi 3 jam 2.Pelaksana ekspertisi Dokter Sp.Rad 3.Kejadian kegagalan pelayanan rontgen a.kerusakan foto 2 % 4.Kepuasan pelanggan 80 % 8 Rehabilitasi 1.Kejadian drop out pasien terhadap pelayanan Rehabilitasi Medik 50 % Medik yabg direncanakan 2.Tidak adanya kejadian kesalahan tindakan rehabilitasi medik 0 % 3.Kepuasan pelanggan 80 % 9 Farmasi 1.Waktu tunggu pelayanan a.obat Jadi 45 menit b.racikan 60 menit 2.Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat 0 % 3.Kepuasan pelanggan 80 % 4.Penulisan resep sesuai formularium 100 % 10 Gizi 1.Ketepatan waktu pemberian makanan kepada pasien 90 % 2.Sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien 20 % 0 % 34

48 11 Pelayanan Gakin 12 Rekam Medik 3.Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian diet 100 % Pelayanan terhadap pasien GAKIN yang datang ke RS pada setiap terlayani unit pelayanan 1.Kelengkapan pengisian rekam medik 24 jam setelah selesai pelayanan 100 % 2.Kelengkapan Informed Concent setelah mendapatkan informasi 100 % yang jelas 3.Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat jalan 10 menit 4.Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat inap 15 menit a.bod < 30 mg/l b.cod <80 mg/l c.tss < Sanitasi 1.Baku mutu limbah cair mg/l d.ph Pengelolaan limbah padat infeksius sesuai dengan aturan 100 % 14 Kepegawaian 1.Tindak lanjut hasil pertemuan direksi 100 % 2.Ketepatan waktu pengusulan kenaikan pangkat 100 % 3.Ketepatan waktu pengurusan gaji berkala 100 % 15 Keuangan 1. Cost recovery 40 % 2.Ketepatan waktu penyusunan laporan keuangan 100 % 3.Kecepatan waktu pemberian informasi tentang tagihan pasien rawat 2 jam inap 4. Kecepatan waktu pemberian imbalan (insentif) sesuai kesepakatan 100 % waktu 16 Instalasi 1.Kecepatan waktu menanggapi kerusakan alat 80 % Pemeliharaan 2.Ketepatan waktu pemeliharaan alat 100 % Sarana Rumah 3.Peralatan laboratorium dan alat ukur yang digunakan dalam 100 % Sakit pelayanan terkalibrasi tepat waktu sesuai dengan ketentuan kalibrasi 17 Laundry 1.Tidak adanya kejadian linen yang hilang 0 % 2.Ketepatan waktu penyediaan linen umtuk ruang rawat inap 100 % 18 Pencegahan dan Pengendalian 1.Ada anggota Tim PPI yang terlatih Anggota Tim PPI yang terlatih 75 % Infeksi (PPI) 2.Tersedia APD di setiap instalasi 60 % 3.Kegiatan pencatatan dan pelaporan infeksi nosokomial/hai (Health Care Associated Infection) di RS 75 % 35

49 e).penetapan Kinerja Tabel 3.5 Penetapan kinerja 36

50 37

51 BAB IV STRATEGI PELAKSANAAN Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, dalam menghadapi kendala/hambatan dan kesulitan dalam pelayanan secara keseluruhan senatiasa selalu bekerjasam dan berkoordinasi dengan segala unit/bagian struktural dan fungsional untuk membuat/memutuskan strategi pencapaian tujuan dan sasaran, hambatan dalam pelaksanaan, serta terobosan yang telah dilakukan oleh RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso pada periode Tahun 2013, adalah sebagai berikut: 1. Strategi Pencapaian Tujuan dan Sasaran Untuk mencapai tujuan dan sasarannya, pada kurun waktu Tahun 2013, disusunlah strategi-strategi/kegiatan-kegiatan sebagai berikut: Melakukan review tarif: seiring dengan naiknya nilai dollar. Menyusun tarif baru: penyusunan tarif baru RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, tidak hanya mengacu pada pencarian profit semata-mata. Pengesahan tarif: setelah selesai disusun Pola Tarif Baru Tahun 2011, agar mempunyai kekuatan hukum, maka sebelum diberlakukan, harus mendapatkan pengesahan dari Direktur Utama RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk tarif kelas II ke atas, dan pengesahan dari Menteri Kesehatan untuk tarif kelas III. Penyusunan PROTAP Pencatatan Piutang. Pelaporan piutang. Melakukan penyempurnaan modul front office, modul akuntansi, serta modul hutang dan piutang. Penyempurnaan SOP Pengadaan Barang dan Jasa Pembuatan standar harga. Menyusun laporan keuangan Melakukan audit laporan keuangan Menyusun SOP Inventory. Melakukan peng-input-an data inventaris dan data stock. Melakukan pemetaan kompetensi staf. Mengikutsertakan staf pada pelatihan-pelatihan dan pendidikan. 38

52 Melaksanakan sosialisasi aturan kepegawaian. Melaksanakan pemutakhiran data kepegawaian. Melaksanakan pembuatan DP3, kenaikan pangkat pegawai, gaji berkala, dan melaksanakan tugas lainnya yang menyangkut kepentingan dan kebutuhan pegawai. Pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit Mengadakan kalibrasi peralatan medik. Melakukan dan memperpanjang kontrak service. baik peralatan medik maupun peralatan non medik. Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan gedung. Menyusun RENSTRA (RENCANA AKSI), Rencana Bisnis & Anggaran (RBA), dan RKA-KL RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Menyusun laporan bulanan, triwulan, semester, dan tahunan, serta menyusun LAKIP. Melakukan review dan pembuatan kontrak kerja sama. Melakukan pengukuran emisi gas buangan, limbah cair, air bersih, tingkat sterilitas ruangan, tingkat kebisingan, dan kebersihan penjamah makanan. Melakukan pembakaran limbah padat, pengolahan limbah cair, pengomposan limbah padat non infectious, pengolahan air bersih, sterilisasi ruangan, serta penyediaan APD bagi pengolah limbah dan makanan. Membuat dan memasang petunjuk arah layanan. Membuat dan melaksanakan survey kepuasan customer. Memasang kotak saran dan melakukan penanganan komplain. Ketersediaan cleaning service dan pertamanan. Pelaksanaan keamanan dan sistem keamanan. Menyusun SOP informasi pelayanan dan melaksanakan layanan informasi pelayanan. Melakukan survey waktu tunggu di unit pelayana Rawat Jalan, Gawat Darurat, Farmasi, Radiologi, dan Laboratorium, serta waktu tunggu operasi elektif. Menyempurnakan SOP Instalasi-instalasi, Clinical Pathway, dan alur pelayanan. 39

53 Melakukan identifikasi penyebab kematian serta memberikan feedback terhadap staf medik fungsional. Melaksanakan pengukuran Indikator Infeksi Nosokomial dan melaksanakan kewaspadaan dini. Membentuk tim patient safety, membuat laporan kejadian, menyusun pembuatan Alert, dan melaksanakan goals dari patient safety. Menyusun kebijakan, SOP, dan melaksanakan Dokter Penanggung Jawab Poliklinik (DPJP). Menyusun dan melaksanakan clinical pathway. Menyusun SOP dan melaksanakan tata hubungan kerja. Menyusun kebutuhan laboratorium penelitian, menyusun SOP nya, dan melaksanakan pengendalian mutu laboratorium penelitian tersebut. Membuat MOU dan melaksanakan penelitian bersama. Menyusun SOP surveilance dan mengembangkan jaringan surveilance terpadu. 2. Hambatan dalam Pelaksanaan Strategi Cukup banyak hambatan yang ditemui dan dihadapi dalam pelaksanaan strategi-strategi yang telah di tentukan/rencanakan, baik yang disebabkan oleh faktor external maupun faktor intenal. Adapun hambatan-hambatan yang ditemui antara lain yaitu: a). Faktor internal Belum ada tim unit cost RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso yang kompeten dalam menyusun pola tarif baru. RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tidak memiliki referensi dalam menyusun unit cost. Lamanya proses pengesahan pola tarif baru, memperlambat implementasi pola tarif yang baru. Belum ada sistem yang dibangun dalam mekanisme pencatatan dan dokumentasi berbagai data. Lemahnya kompetensi dan komitmen SDM dalam melaksanakan pencatatan dan dokumentasi berbagai data. Layanan SIM-RS (baik billing system maupun modul akuntansi) belum terimplementasi dengan baik. 40

54 b). Kompetensi, disiplin, dan komitmen SDM, yang rendah. Kurangnya pengetahuan dan referensi SDM dalam melaksanakan TUPOKSI dan tugas-tugas lainnya. Banyaknya program kerja yang tertunda pada Tahun sebelumnya (Tahun 2012) dan harus segera dilaksanakan, namun karena keterbatasan waktu, masih banyak program kerja yang seharusnya sudah mulai dilaksanakan pada Tahun 2013, tidak dapat terlaksana. RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso belum memiliki tim remunerasi yang kompeten dan belum memiliki referensi yang dapat digunakan untuk menyusun sistem remunerasinya. Karena keterbatasan anggaran, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tidak mampu menyewa tim konsultan yang dapat membantu menyusun sistem remunerasinya. Lemahnya koordinasi lintas direktorat, dapat mempengaruhi pemberian kecepatan pelayanan dan penyelesaian berbagai masalah. Sistem pengelolaan dan managemen RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso belum terbangun dan terimplementasi dengan baik, termasuk belum adanya sistem dan implementasi reward and punishment bagi pegawainya. Pendapatan BLU yang minim, membuat RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso kesulitan dalam melaksanakan beberapa program kerjanya. Faktor eksternal Rendahnya APBN yang dialokasikan ke RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Cukup banyak berdiri rumah sakit lain di sekitar RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, terutama rumah sakit swasta yang memberikan pelayanan sejenis, bahkan lebih baik kualitas pelayanannya dan lebih canggih peralatan medisnya, mempengaruhi daya jual RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Lokasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso yang kurang strategis dan sarana trasportasi yang terbatas, menyulitkan masyarakat yang ingin berkunjung. 3. Upaya Tindak Lanjut 41

55 Untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ditemui dalam usaha melaksanakan strategi/kegiatan pencapaian tujuan dan sasarannya, maka dilakukan terobosan-terobosan sebagai berikut: Membentuk tim unit cost dan mengirim tim tersebut untuk mengikuti pelatihan atau workshop penyusunan unit cost rumah sakit. Mencari referensi dan melaksanakan studi banding mengenai unit cost dan pola tarif ke rumah sakit-rumah sakit lain di Jakarta. Pimpinan segera mengesahkan pola tarif baru untuk tarif kelas I dan II, serta menindaklanjuti proses pengesahan pola tarif kelas III. Mencari referensi dan benchmark dari rumah sakit lainnya, mengenai mekanisme dan format pencatatan dan pendokumentasian berbagai data. Mulai menyusun dan mekanisme dan format pencatatan berbagai data, yang disesuaikan dengan kondisi di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, melakukan sosialisasi, serta memberikan bimbingan teknis mengenai tatacara pencatatan dan pendokumentasian berbagai data. Meningkatkan kompetensi dan komitmen SDM dengan cara: - Para pimpinan rumah sakit memberikan contoh/tauladan yang baik dalam bekerja; - Memberikan reward, yaitu antara lain dengan meningkatkan jumlah jasa pelayanan yang diberikan, mengirim SDM untuk memngikuti berbagai pelatihan maupun pendidikan. Keterbatasan waktu dan banyaknya program kerja yang harus segera diselesaikan, disiasati dengan membagi-bagi pekerjaan dan membentuk tim-tim kerja, kemudian segera melaksanakan dan menyelesaikan program kerja tersebut seoptimal mungkin. Untuk mengatasi hambatan dalam menyusun remunerasi, pimpinan segera menyusun tim remunerasi dan membantu mencarikan referensi dari rumah sakit-rumah sakit lainnya yang sudah terlebih dahulu menyusun dan menerapkan sistem remunerasi di institusinya. Keterbatasan anggaran, sehingga tidak mampu menyewa tim konsultan remunerasi, disiasati dengan mengirim tim remunerasi untuk studi banding dan mendapatan benchmark sistem remunerasi dari rumah sakit lain yang sudah menyusun remunerasi. Di samping itu pimpinan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso juga mengirim tim remunerasi untuk menghadiri peresentasi-presentasi sistem remunerasi yang dilaksanakan oleh panitia 42

56 remunerasi pusat. Sehingga tim remunerasi mendapatkan input dan pembelajaran yang lebih aplikatif dalam menyusun sistem remunerasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Untuk mengatasi lemahnya koordinasi lintas direktorat, pimpinan mengambil kebijakan untuk melaksanakan rapat direktorat secara rutin setiap 1 kali seminggu, yaitu setiap hari Senin. Di samping itu juga dilakukan rapat koordinasi yang melibatkan seluruh pejabat, baik struktural maupun fungsional, setiap 1 bulan sekali. Untuk menambah pendapatan BLU, pimpinan mengambil kebijakan untuk mengoptimalkan layanan profit center, yaitudengan menaikkan tarif dan mengembangkan layanan Medical Chek Up menjadi layanan MCU terpadu serta mempromosikannya. 43

57 BAB V HASIL KERJA I. PENCAPAIAN TARGET KINERJA A.Pencapaian Target Kegiatan dan Pendapatan. 1). Direktorat Keuangan dan Administrasi Umum Direktorat Keuangan dan Administrasi Umum memimpin tiga (3) bagian dan delapan (8) Instalasi, yaitu: a) Bagian Umum b) Bagian Keuangan c) Bagian Perencanaan dan Anggaran d) Instalasi Sanitasi dan Kebersihan e) Instalasi CSSD dan Laundry f) Instalasi Pemulasaraan Jenazah g) Instalasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (Pengolahan Data Elektronik) h) Instalasi Verifikasi Jaminan Kesehatan i) Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit j) Instalasi Pengadaan Barang dan Jasa k) Instalasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit a) Bagian Umum Bagian Umum membawahi tiga (3) sub bagian, yaitu: a. Sub Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian. b. Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. c. Sub Bagian Hukum dan Kemitraan. berikut: Realisasi program kerja Bagian Umum Tahun 2013 adalah sebagai Sub Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian Menyusun usulan kenaikan pangkat sebanyak 155 orang Mutasi ke luar Rumah Sakit sebanyak 6 orang Mutasi masuk Rumah Sakit sebanyak 5 orang Menyusun usulan pensiun sebanyak 13 orang 44

58 Penerbitan SK Tenaga Kontrak sebanyak 112 orang Kenaikan gaji berkala Analisa beban kerja Sub Bagian Kepegawaian Budgetting pegawai Tahun Anggaran 2013 Transformasi Visi, Misi, tata Nilai pada orientasi dan pratugas CPNS Penerapan komitmen Disiplin Pegawai Perbaikan Pelayanan Jabatan Fungsional Percepatan urusan kepegawaian Perbaikan sistem penilaian Jabatan Fungsional Program Kesejahteraan Pegawai Administrasi kepegawaian rutin. Penerapan Absensi Sidik Jari. Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Unit Kerja Gudang logistik Pencatatan Kartu Stok Persediaan Gudang logistik Entry data hasil permintaan barang persediaan yang ke luar dan masuk di gudang logistik Entry data hasil permintaan barang persedian yang keluar dan masuk di gudang farmasi Entry hasil permintaan barang persediaan yang keluar dan masuk di gudang laboratorium Pendistribusian Barang Persediaan sesuai dengan amprahan Pembuatan Laporan Persediaan Pada Setiap Semesternya Laporan Unit Cost Pemindahaan Barang Rusak Berat dari gudang ke gudang penampungan Pemindahaan barang barang persediaan ke gudang yang telah di renovasi Unit Kerja Pengemudi Pelayanan kedaraan dinas operasional dengan total 582 kali pelayanan 45

59 Pelayanan kendaraan dinas ambulan dengan total 91 kali pelayanan Pemeliharaan kendaraan dinas ambulan dan kendaraan dinas operasional Perpanjangan STNK Kendaraan Dinas Ambulan 2 Unit Perpanjangan STNK Kendaraan Dinas Operasional 7 Unit Perpanjangan STNK Kendaraan Dinas Motor Operasional 6 Unit Unit Kerja Pengamanan Rumah Sakit Pengamanan di Ruangan IGD Pengamanan di Ruangan Rawat Jalan Pengamanan di Ruangan Rawat Inap Pelacakan pasien kabur Unit Kerja Inventaris Pembuatan daftar barang ruangan Penarikan barang rusak berat Pendistribusian barang sesuai dengan permintaan unit kerja terkait Pemindahan barang barang PIO ke Ruang Melati Pemindahaan Barang Ruang Mawar ke Gedung Ranap Baru Lt. 3 Loby Depan Unit Kerja Administrasi Pembuatan TOR Rumah Tangga Tahun 2013 Pengarsipan Surat Masuk dan Surat Keluar Rumah Tangga Entry Data Barang Milik Negara kedalam aplikasi Simak BMN Pembuatan Laporan SIMAK BMN semesteran dan tahunan Pembuatan Laporan Realisasi Pelayanan Ambulan dan Kendaraan Dinas Operasional Unit Kerja Asrama Kenyamanan pegawai yang tinggal di Asrama. 46

60 Sub Bagian Hukum dan Kemitraan Terlaksananya inventarisasi SPO-Spo seluruh RSPI SS sebanyak 1160 buah, sebagai persiapan akreditasi Terlaksananya pembuatan draft Hospital By Law, perlu finalisasi Terlaksananya pembuatan Struktur Organisasi RSPI Prosf. Dr. Sulianti Saroso struktur Satu sampai dengan tiga Terselesainya penutupan Ruang Duka (CV. Tjoe A Lan) dan terjalinnya kerjasama dengan Polres dan polsek Jakarta Utara Surat Dirjen BUK No. OT.01/1.4/4223/2013 tanggal 18 Juli 2013 tentang Pembentukan Komite di Lingkungan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Draft Naskah Akademik untuk persiapan perubahan Struktur Organisasi Terlaksananya pembentukan Komite-komite (komite Keperawatan, Komite Etik penelitian, Komite Farmasi dan terapi, komite mutu dan keselamatan pasien, komite pengendalian penyakit infeksi. Terlaksananya pembuatan MOU baik yang telah selesai maupun yang masih draft. Terlaksananya pemasangan Liflet, pemasangan mading Terlaksananya dokumentasi kegiatan intern RSPI SS 47

61 RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun REKAPITULASI DAFTAR IKATAN KERJA SAMA (iks) ANTARA RSPI-SS DENGAN INSTANASI LAIN SAMPAI DENGAN TAHUN 2013 No Nama Perusahaan/instansi ISI tanggal s/d berlaku No PKS Besarnya kontrak Keterangan 1 PT Syntek Pelayanan Kesehatan ( Berupa IGD Rawat Jalan Maupun Rawat Inap) dalam Proses 2 Asuransi Mitra Maparya Pelayanan Kesehatan (berupa IGD, Rawat Inap, Rawat Jalan, dan MCU) dalam Proses 3 Hermina Podomoro Rujukan pasien HIV/AIDS dan TB di rawat jalan dan Rawat inap 04 Maret 13 s/d 04/03/2014 NO.KS.01.02/VII.3/4553/2013 Sudah di tandatanganin 4 Indosat M2 Internet 05 Mei 2013 s/d 05 mei 2015 HK.01.02/VII.3/8972 /2013 gratis pemakaian internet Sudah di tandatanganin 5 BTN ATM 15 Mei 2013 s/d Berita Acara di ttg HK.05.01/VII.3/8833/ Jt Pertahun Sudah di tandatanganin 6 PT Daya Eka Samudra Pelayanan Kesehatan dalam Proses 7 lembaga penyakit tropis universitas air langga bidang penelitian dan pengendalian penyakit tropis infeksi 15 April 13 s/d 15 April 2015 HK.05.01/VII.2.3/7373/2013 Sudah di tandatanganin 8 PT. Pratama Jasa Abadi (perubahan tarif) parkiran kendaraan HK.05.01/VII.2.3/ / Jt Perbulan Sudah di tandatanganin 9 Medistra Pelayanan KLB Penyakit Infeksi dalam Proses 10 PT. RING MASTER PANGAN MAKMUR Sewa menyawa lahan dalam proses 11 PT. INFRASTRUKTUR BISNIS SEJAHTERA PERJANJIAN SEWA MENYEWA TEMPAT UNTUK JASA INDOOR & OUTDOOR COVERAGE 23 Agus 13 s/d 23 Agust 2018 HK.05.01/VII.3/10143/ Jt per lima tahun Sudah di tandatanganin 12 PT Arah Environmental Indonesia Jasa Pengolahan Limbah 1 Juli 2013 s/d 31 Des 2013 HK.05.01/VII.3/10143/ rb perangkut Sudah di tandatanganin Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju ( 13 Stikim) Pendidikan 8 April 13 s/d 08/04/2015 HK.05.01/vii.3/6886/2013 Beasiswa karyawan RSPI-ss Sudah di tandatanganin 5.5 % dr pendapatan pelayanan pasien/pendapatan 14 PT Buana Varia Komputama Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit 10 Okt 2011 s/d 10/10/2016 HK.06.01/VII.1/3153.A/2011 fungsional Sudah di tandatanganin 15 Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Pelaksanaan kegiatan penelitian bersama 02 Juli 2012 s/d tdk terbats HK.06.01/VII.1/2140.A/2012 di atur dlm proposal dan sponsor Sudah di tandatanganin 16 RSCM dan FKUI Penyelenggaraan kegiatan Akademik di RSPI-SS 25 Juli 2011 s/d 25/07/2016 HK.06.01/VII.1?2602.A/2011 Sudah di tandatanganin 17 BRI Kantor Cabang Jakut Pemberian Fasilitas Kreatap (Pinjaman) 28 Sep 12 s/d pelunasan Hutang HK /VII.1/2944/2012 Sudah di tandatanganin 18 BRI Kantor Cabang Jakut Perjanjian Perpanjangan Sewa (kontrak) Gedung 16 mei 2012 s/d 16 mei 2015 B.0969 KC/LOG/05/ juta untuk tiga tahun Sudah di tandatanganin 19 BRI Kantor Cabang Jakut Perjanjian Perpanjangan Sewa (kontrak) ATM 16 mei 2012 s/d 16 mei 2015 B.0968 KC/LOG/05/ jt untuk tiga tahun Sudah di tandatanganin 20 Klinik Angsamerah Sistem klinik satelit untuk antiretroviral therapy (ART) dan rujukan Pasien 15 Agus 2012 s/d 1 mei 2013 HK.06.01/VII.I/2579/2012 Sudah di tandatanganin 21 RS Uki Rujukan pasien AIV/TB dalam Proses 22 RS Pelabuhan Jakarta Rujukan pasien HIV/AIDS dalam Proses 23 PP Construksi & investmen pelayanan kesehatan dalam Proses 24 RS Omni Hospitals Rujukan pasien HIV/AIDS 26 Juni 13/ 26 Juni 2014 HK.06.01/VII.3/5023/2013 Sudah di tandatanganin 25 RS. Hermina Daan Mogot Rujukan pasien HIV/AIDS dalam Proses 26 PT. Bangun Bejana Baja Pelayanan Kesehatan Medical Check UP dalam Proses 27 PT. Asra Daihatsu Motor Pelayanan Kesehatan dan HIV-AIDAS (Addendum) 01 Maret 2012 s/d 1 Maret 2014 Hk.06.01/VII.I/964.B/201 Dalam Proses 28 PT. PP Construkction & Investment Pelayanan Kesehatan HK.06.01/VII.3/5023/2013 Dalam Proses 29 Klinik Angsamerah Sistem Klinik Satelit untuk Antiretroviral Therapy (art) HK.06.01/VII.I/2579/2012 Memberi imbalan CV. Tjoe A Lan Penyelenggaraan Rumah Duka 5 Nov 2012 s/d 5 Nov 2013 HK /VII.1/3163/2012 % dari pemasukan CV. Tjoe A Lan Sudah Tidak berlaku 31 RS Royal Progress Pelayanan Pembakaran Limbah Medis Padat dengan mesin Incenerator 2 Januari 2012 s/d 2 Jan 2015 HK /VII.1/06/ perkilo Sudah Tidak berlaku 48

62 b). Bagian Keuangan Bagian Keuangan membawahi tiga (3) bagian, yaitu: Sub Bagian Akuntansi Sub Bagian Verifikasi Sub Bagian Mobilisasi Dana Adapun Realisasi program kerja Bagian Keuangan Laporan Tahunan Tahun 2013 adalah sebagai berikut: Sub Bagian Akuntansi Penyusunan Laporan Keuangan Triwulanan PARS Penyusunan Laporan Keuangan Semester PARS Penyusunan Laporan Keuangan Tahunan PARS Penyusunan Laporan Keuangan Semester SAI Penyusunan Laporan Keuangan Tahunan SAI Konsultasi dan Bimbingan Teknis Laporan Keuangan dengan Tim Pembina Pusat Audit Eksternal Laporan Keuangan dan Kinerja Tahunan 2013 Sub Bagian Verifikasi Verifikasi Honor Verifikasi honor struktural Verifikasi Ka. Instalasi Verifikasi koordinator Verifikasi honor non PNS Verifikasi honor jaga dokter IGD dan rawat inap Verifikasi jasa pelayanan medis dan paramedis Verifikasi voucher penerimaan dan pengeluaran Verifikasi insentif bagian administrasi Verifikasi SPM Verifikasi lembur hari raya Sub Bagian Mobilisasi Dana Standarisasi aturan kerjasama di bidang keuangan. Menganalisa pelaksanaan kerjasama keuangan dengan pihak ke-3. 49

63 Menata proses penyelesaian piutang. Evaluasi kerjasama pihak ke-3. Percepatan Laporan Penerimaan harian, bulanan, dan tahunan. Pemindah bukuan dari penerimaan kepada bendahara pengeluaran. Percepatan pengiriman Laporan Realisasi ke KemKes Penertiban Pemulangan Pasien Rawat Inap Evaluasi pembayaran piutang Pengelolaan Gaji Pegawai Non PNS,Insentif, dan Jasa Pelayanan Membuat dan melaporkan pendapatan per Instalasi Membuat daftar pengeluaran BLU Pembuatan dan Pengiriman laporan tepat waktu c). Bagian Perencanaan dan Anggaran Bagian Perencanaan dan Anggaran membawahi tiga (3) sub bagian, yaitu: a. Sub Bagian Penyusunan Program dan Anggaran b. Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan c. Sub Bagian Informasi dan Pemasaran Realisasi program kerja Bagian Perencanaan dan Anggaran Laporan Tahunan Tahun 2013 adalah sebagai berikut: Sub Bagian Penyusunan Program dan Anggaran Rapat koordinasi Penyusunan Rencana Kerja Program Terpadu Tahun 2014 Penyusunan E-Planning Tahun 2014 Penyusunan DIPA/RKA-KL Tahun 2014 Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) dan Rencana Penarikan Dana (RPD) Tahun 2013 Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan Penyusunan Laporan Semester I dan Tahunan, Penyusunan LAKIP Tahunan termasuk didalamnya RKT dan TAPJA tahun 2013 Penyusunan E-Monev BUK per bulan dan AnggaranTahunan 50

64 Evaluasi kegiatan dan pengolahan data bulanan Penyusunan Laporan Bulanan per direktorat. Penyusunan Laporan Triwulanan & Laporan Semester Rapat Monitoring dan Evaluasi Triwulan I,II dan Triwulan III, Tahunan Survey Waktu Tunggu Poliklinik Survey Waktu tunggu Pelayanan Resep Obat Jadi & Racikan Survey Waktu Tunggu Hasil Pemeriksaan Radiologi Survey Waktu Tunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Survey Emergency Response Time Survey Kepuasan Pasien Sub Bagian Informasi dan Pemasaran Kegiatan promosi kesehatan rumah sakit, diantaranya: - Promkes dalam rumah sakit sebanyak 24 kegiatan. - Promkes luar rumah sakit di sekolah sebanyak 13 kegiatan dan Puskesmas sebanyak 4 kegiatan. Pembuatan sarana dan media informasi Sarana dan media informasi yang telah dibuat adalah spanduk, banner, leaflet, papan petunjuk/papan nama, umbul-umbul, frame poster, neon box, pin akreditasi Menjalin kerjasama/kemitraan pelayanan kesehatan. Penambahan perusahaan/instansi yang kerjasama pelayanan kesehatan dengan rumah sakit tahun 2013 sekitar 43%. Prosentase kunjungan pasien dari perusahaan /instansi yang kerjasama dengan rumah sakit sekitar 47 %. Meng koordinasi kegiatan operator telepon rumah sakit Mengkoordinasi operasinal website rumah sakit. perusahaan /instansi yg d). Instalasi Sanitasi dan Kebersihan Instalasi Sanitasi dan Kebersihan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tahun 2013 dari hasil upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah sebagai berikut : 1.Sistem manajemen lingkungan di rumah sakit sudah diterapkan secara benar antara kebijakan dan pelaksanaanya. Hal ini dapat dilihat dari : 51

65 a.pengelolaan limbah yang telah dilaksanakan baik limbah cair maupun limbah padat. b.kebijakan tertulis atas pengelolaan lingkungan hidup berupa Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Direktur Utama RSPI-SS. c.penataan terhadap kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah seperti Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1204/MENKES/SK/X/2014 dan Kementrian Lingkungan Hidup No.32 Tahun d.prosedur yang cukup mengidentifikasi aspek lingkungan yaitu SOP Instalasi Kesehatan Lingkungan (sanitasi). e.izin operasional Incenerator, IPLC dan TPS limbah B3. f.monitoring dan evaluasi (internal dan eksternal). 2. Kualitas udara ambien Pada empat titik yang mewakili seluruh halaman rumah sakit masih beradapada batas ambang kewajaran, dimana parameter suhu, kelembaban, kebisingan, SO2, CO2, NO2 dan debu 100% memenuhi syarat. 3. Kualitas emisi incinerator Dalam setiap triwulan hasil uji emisi 100% memenuhi syarat. 4. Kulaitas lingkungan kerja Secara garis besar kualitas lingkungan kerja sudah memenuhi persyaratan permenkes 1204 tahun 2004.Pemeriksaan antara lain : suhu dan kelembaban ruangan, kebisingan, pencahayaan. 5. Kualitas udara (bakteriologi) ruangan rumah sakit. Mengalami perbaikan pada jumlah kuman udara ruangan, namun untuk ruang OK masih belum dapat memenuhi persyaratan dikarenakan baku mutu ruang OK lebih diperketat. 6. Kualitas air bersih dan minum Bebebrapa sampel air bersih dan air minum masih ada yang belum memenuhi persyaratan bakteriologis air bersih dan air minum, untuk selanjutnya kami telah melakukan tindak lanjut berupa pengurasan (pembersihan) reservoir air bersih dan rekomendasi pada unit terkait air minum. Secara pemeriksaan kimia semua hasil sampel air bersih dan air minum telah memenuhi persyaratan baku mutu air. 7. Kualitas limbah cair 52

66 Kualitas berdasarkan hasil pemeriksaan sampel outlet air limbah sudah memenuhi persyaratan baku mutu Pergub maupun KLH. 8. Pengelolaan limbah Telah dilaksanakan mulai dengan pemisahan limbah padat medis dengan non medis di tiap ruangan. 9. Rumah sakit mendapatkan sertifikat PROPER lingkungan dengan peringkat BIRU sebanyak tiga kali berturut-turut (tahun ) dengan ini berarti rumah sakit telah melakukan penataan peraturan lingkungna dari Kementrian Lingkungan Hidup. Tabel 5.1 Kegiatan Instalasi Sanitasi dan Kebersihan Lingkungan Tahun

67 e) Instalasi CSSD dan Laundry CSSD Realisasi Kegiatan Instalasi CSSD Tahun 2013, bahan/alat yang disterilkan adalah dan bahan yang dilipat/di packing sebanyak alat/bahan yang didistribusikan Adapun rincian kegiatan Instalasi CSSD Tahun 2013 dapat di lihat pada tabel di bawah ini: Tabel 5.2 Kegiatan CSSD Tahun 2013 NO JENIS BAHAN / ALAT ALAT/BAHAN YG DI LIPAT/PACKING ALAT/BAHAN YG DISTERIL ALAT/BAHAN YG DIDISTRIBUSIKAN JUML JUML JUML 1 Instrumen Jass 3 Doek Op Doek Bolong Kassa Besar Kassa Kecil Kassa Infus Kassa Kebidanan Deper Kaos Kaki Linen Tampon THT JUMLAH Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, baik kegiatan sterilisasi maupun packing, paling sering dilakukan pada bahan kassa. 54

68 RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun Laundry Realisasi Kegiatan Instalasi Laundry Tahunan Tahun 2013 adalah Kg Linen, dengan rincian sebagai berikut: Tabel 5.3 Kegiatan Laundry Tahunan Tahun 2013 BAHAN-BAHAN ASAL CUCIAN/RUANG RATA RATA NO LINEN (KG) CLORIN PELUNTUR DETERGENT OXYGEN PENETRAL PELICIN/PEWA SUPER PINE FIF-FRES KET. PERAWATAN PELEMBUT (Ltr) KARBOL (Ltr) PERHARI (LTR) LEMAK (Ltr) (Ltr) BLEACH (Ltr) KARAT (Ltr) NGI (Ltr) (LTR) (LTR) DAHLIA I ,82 24,78 24,78 0,00 0,00 24,78 24,78 24,78 24,78 0,76 9,99 2 MAWAR I - 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 3 MAWAR II ,04 35,13 35,13 0,00 0,00 35,13 35,13 35,13 35,13 1,09 14,17 4 DAHLIA II ,81 62,43 62,43 0,00 0,00 62,43 62,43 62,43 62,43 1,93 25,17 5 NUSA INDAH I ,44 64,75 64,75 0,00 0,00 64,75 64,75 64,75 64,75 2,00 26,11 6 NUSA INDAH II ,37 50,66 50,66 0,00 0,00 50,66 50,66 50,66 50,66 1,56 20,43 7 NUSA INDAH III ,54 57,15 57,15 0,00 0,00 57,15 57,15 57,15 57,15 1,76 23,04 8 NUSA INDAH IV ,34 46,81 46,81 0,00 0,00 46,81 46,81 46,81 46,81 1,44 18,88 9 PERINATOLOGI - 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 10 IGD ,29 28,91 28,91 0,00 0,00 28,91 28,91 28,91 28,91 0,89 11,66 11 ICU ,25 48,67 48,67 0,00 0,00 48,67 48,67 48,67 48,67 1,49 19,63 12 OK ,30 57,00 57,00 0,00 0,00 57,00 57,00 57,00 57,00 1,75 22,98 13 POLIKLINIK ,93 8,25 8,25 0,00 0,00 8,25 8,25 8,25 8,25 0,25 3,33 14 RADIOLOGI 289 4,53 2,89 2,89 0,00 0,00 2,89 2,89 2,89 2,89 0,09 1,17 15 FISIOTERAPI 72 1,13 0,72 0,72 0,00 0,00 0,72 0,72 0,72 0,72 0,02 0,29 16 IPJ 73 1,14 0,73 0,73 0,00 0,00 0,73 0,73 0,73 0,73 0,02 0,29 17 GIZI - 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 18 MASJID - 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 19 ADYATMA 2 0,03 0,02 0,02 0,00 0,00 0,02 0,02 0,02 0,02 0,00 0,01 JUMLAH

69 f) Instalasi Pemulasaraan Jenazah Realisasi kegiatan Instalasi Pemulasaraan Jenazah Tahun 2013 adalah 492 jenazah. Adapun rincian kegiatan Instalasi Pemulasaraan Jenazah pada Tahun 2013, dapat dilihat pada grafik di bawah ini: Grafik 5.1 Kegiatan Instalasi Pemulasaraan Jenazah Tahun 2013 KEGIATAN PELAYANAN PEMULASARAN JENAZAH JENAZAH KONSERVASI JENAZAH PENYIMPANAN JENAZAH PENGANTARAN JENAZAH VISUM LUAR MEMANDIKAN JENAZAH OUTOPSI FORENSIK TRANSIT g). Instalasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (Pengolahan Data Elektronik) Instalasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (Pengolahan Data Elektronik)melakukan pemantauan atas kerja sama pembangunan dan pengembangan SIM Rumah Sakit dengan PT. Buana Varia Komputama yang terlaksana sejak Bulan November Tahun Adapun Lingkup kerja sama tersebut meliputi: Pemanfaatan Aplikasi(software) untuk lingkup pelayanan : Front Office (Fo) : - Instalasi Rawat Darurat (IRD) & Penunjang Rawat Darurat - Instalasi Rawat Inap (IRNA) & Penunjang Rawat Inap - Instalasi Rawat Jalan (IRJ) 56

70 Back Office : Inventory Farmasi Mobilisasi Dana Jasa Dokter Rekam Medik Namun aplikasi program belum 100% dapat digunakan terutama di laboratorium dan instalasi jaminan Pengadaan dan Pemasangan (instalasi), yang meliputi : Infrastruktur jaringan kabel, meliputi penarikan dan peletakan kabel FIBRE OPTIC, dan/atau, kabel UTP, serta penyambungan (terminasi) pada RACK; Infrastruktur jaringan perangkat keras(hardware), berupa SWITCH; Perangkat keras/peripheral, meliputi : PC, SERVER, RACK serta komponen MONITOR/CPU, UPS & STABILIZER, PRINTER, BAR CODE SCANNER; Layanan Pemeliharaan Sistem yang meliputi : Pemeliharaan terhadap seluruh peralatan (perangkat keras & lunak) yaitu yang bersifat pencegahan kerusakan, troubleshooting, perbaikan, dan dilaksanakan secara teratur pada hari dan jam kerja normal (40jam kerja/minggu); Layanan khusus LOCAL SUPPORT. Layanan BACK UP dan GARANSI yang meliputi service dan penggantian suku cadang, termasuk layanan jasa Tenaga Ahli. Pelatihan Operator yang berkaitan dengan teknis pengoperasian,diberikan terhadap personil-personil rumah sakit yang dianggap layak. Namun saat ini, program SIM rumah sakit ini, belum dapat berjalan sebagaimana mestinya. h). Instalasi Verifikasi Pasien Jaminan Adapun realisasi kegiatan Instalasi Verifikasi Pasien Jaminan adalah sebagai berikut: Menata alur administrasi pasien Jaminan Mengetahui dan melengkapi keabsahan administrasi pasien jaminan Melakukan pendampingan untuk verifikasi klaim ke pihak penjamin Mensosialisasikan persyaratanpasien jaminan ke seluruh unit terkait 57

71 Berkoordinasi dengan pihak penjamin untuk menyelesaikan permasalahan permasalahan yang timbul dalam pengelolaan pasien jaminan (SDM, Administrasi, Logistik, dll) Memantapkan sistem penagihan pada penjamin. Mengundang pihak penjamin (P2JK) untuk melaksanakan Bimbingan Teknis Berkoordinasi dengan Instansi lain untuk menyelesaikan permasalahanpermasalahan yang timbul dalam proses layanan dan verifikasi. Berkoordinasi dengan Unit terkait dalam lingkup RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk optimalisasi layanan dan verifikasi. i). Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit Realisasi program kerja Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit Tahun 2013, adalah sebagai berikut: Pemeliharaan jaringan Fire alarm, pipa hydran dan pompa hydran. Pemeliharaan balancing beban listrik utama Rumah Sakit. Pemeliharaan sistem ventilasi udara Ruang Gizi. Inventarisasi sarana dan prasarana rumah sakit. Pemeliharaan ALKES. Pemeliharaan instalasi listrik yaitu 2 buah Travo 630 KVA, 2 buah kubukel dan 2 buah Capasitor bank. Pemeliharaan 4 buah generator. Pemeliharaan HEVA filter untuk ruang ICU dan IBS. Pemeliharaan 5 buah lift (kontrak service vendor). Pemeliharaan AC (kontrak service). Pemeliharaan AC Central IBS 2. Pemeliharaan jaringan antene TV prabayar. Pemeliharaan sound system central. Peremajaan outlet oksigen central ruang isolasi Mawar 1. Pemeliharaan sarana Green Hospital. Pemeliharaan CT-SCAN. Pemeliharaan dan perbaikan gedung Nusa Indah 3 dan 4. Pemeliharaan jaringan internet. Pemeliharaan jaringan telepon. Pemeliharaan system ATS/AMF generator. 58

72 Pemeliharaan utilitas jaringan dan pompa air bersih. Pemeliharaan jaringan nurse call Nusa Indah 1-4. Pemeliharaan gas medik sentral. Penambahan jalur gas medik Perinatologi Nusa Indah 3. Penambahan dan pemeliharaan penerangan selasar dan lampu jalan. Pengkalibrasian 213 ALKES bersama BPFK. pemeliharaan system tata udara ruang isolasi khusus. Pemeliharaan system tata udara ruang isolasi TB Paru. j). Instalasi Pengadaan Barang dan Jasa Rumah Sakit Realisasi kerja Instalasi Pengadaan Barang dan Jasa pada tahun 2013 dapat di lihat pada tabel berikut: Tabel 5.4 Jenis Pengadaan Barang & Jasa Berdasarkan Sumber Anggaran Tahun 2013 No. JENIS PENGADAAN APBN APBN EFISIENSI APBNP BLU JUMLAH 1 Pengadaan Langsung Penunjukan Langsung Lelang Sederhana Lelang Umum JUMLAH Jumlah Paket Gagal Jumlah yang dilaksanakan Keterangan : Lelang sederhana yang gagal : APBN 2 Paket Penyebab : Tidak ada penyedia yang memasukkan dokumen penawaran. 59

73 k). Instalasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit Indikator kegiatan K3 rumah sakit diantaranya : 1. Terlaksananya Pelayanan Kesehatan Kerja (Poli Karyawan) 2. Sosialisasi K3 RS dengan terpasangnya Leafleat, poster maupun media film tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja di semua unit kerja di RSPI SS serta terjadwalnya Materi K3LL saat Orientasi petugas RSPI 3. Sertifikat pelatihan K3 RS pada Seluruh karyawan RSPI-SS 4. Sertifikat Keahlian K3 Depnaker Trans bagi Petugas K3RSPI-SS 5. Tersusunnya Pedoman dan SOP Pelayanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja 6. Laporan dan analisa Walk To Survey setiap potensial risiko dirumah sakit per bulan 7. Penurunan Angka Kecelakaan Kerja Tabel 5.5 Hasil Kinerja Instalasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit Tahun 2013 NO INPUT PROSES OUTPUT KONDISI SAAT INI 1 Kebijakan K3 RSPI SS Penyusunan Kebijakan dari komitmen manajemen terhadap pelaksanaan K3 SK Kebijaksanaan Belum Ada 2 Pembudayaan Perilaku K3RS SosialisasiI K3 seluruh petugas,pasien dan pengunjung RSPI SS,Poster, informasi promosi K3 RS Laporan Sosialisasi K3 RS dan kotak saran ke K3 RS Belum dilakukan Laporan kecelakaan kerja dan laporan penyakit akibat kerja (PAK) Tertusuk jarum 4 orang, 2 orang terbakar, 1 orang tergigit PAK tidak tercatat 60

74 3 Pengembangan SDM K3 eksternal RS Pelatihan internal dan Pelatihan K3 RS 37 orang Pelatihan baha dasar medis dan non medis Pelatihan Kebakaran dan Evakuasi 4 Pengembangan Pedoman K3 Penyusunan pedoman pelayanan kesehatan kerja Buku Prdoman dan SOP Pelayanan Kesehatan Kerja Draft revisi Penyusunan Pedoman Pelayanan Keselamatan Kerja PE Buku Pedoman dan SOP Keselamatan Kerja Draft revisi Penyusunan Pedoman Tanggap Darurat Buku Pedomnan dan SOP Tanggap Darurat Belum ada Penyusunan Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Penyusunan Pedoman Identifikasi Resiko Buku Pedoman dan SOP Kebakaran Buku Pedoman dan SOP Identifikasi Resiko Draft Revisi SK Denah resiko Draft proses Penyusunan Pedoman Ergonomik Penyusunan Pedoman bahan berbahaya dan BERACUN(B3) Buku Pedoman dan SOP Ergonomik Buku Pedoman dan SOP B3 Buku Daftar MSDS yang ada di RS Draft Proses Belum Ada 61

75 5 pemantauan mapping lingkungan dan evaluasi tempat kerja yang sk daerah dan kesehatan dianggap tempat berisiko di sudah ada lingkungan beresiko/berbahaya lingkungan rspi ss tempat kerja monitoring pemantauan kesehatan lingkungan analisa hasil pemantauan usulan (potensial risiko) kesehatan lingkungan rs akses igd, r.gizi dan surat rekomendasi laundry, ipj,pagar 6 pelayanan melakukan pemeriksaan laporan kesehatan kerja kesehatan awal, pemeriksaan tidak dilakukan berkala, khusus kesehatan awal melaksanakan poli karyawan data penyakit pada tidak ada data petugas pemberian vaksinasi kepada petugas laporan vaksinasi petugas tidak dilakukan 6 pelayanan melaksanakan kegiatan la poran kesehatan kerja surveilance kesehatan surveilance tidak ada data kerja kesehatan kerja usulan pelayanan kesehatan kerja tor dan rab usulan tor&rab 7 pelayanan keselamatan kerja monitoring keamanan pra sarana di rs laporan monitoring sarana di rs belum di lakukan monitoring laporan monitoring keamanan peralatan medis dan non medis rs peralatan medis dan non medis di rs koordinasi dengan iprs 62

76 mendata sertifikasi sarana dan prasarana rs data masa izin sertifikasi sarana dan prasarana rs ada di bagian umum monitoring sk kebijakan pengelolaan jasa b3 persyaratan mencantumkan msds dengan belum di lakukan rekanan rs 7 pelayanan usul peralatan keselamatan kerja monitoring k3 peralatan kebakaran dan rambu usulan tor dan rab usulan tor dan rab k3 pengawasan rambu k3 dan poster, banner k3 laporan monitoring rambu,poster, belum dilaku banner k3 kan monitoring fungsi prasarana kebakaran laporan monitoring prasarana kebakaran 60 apar kimia ex 23/05/13 monitoring kawasan di larang merokok laporan pelanggaran belum dilaku kan 8 pengawasan limbah dan b3 monitoring pengelolaan limbah dan b3 laporan dan rekomedasi hasil monitoring proses pengelolaan limbah dan b3 9 pengembangan manajemen darurat pembentukan tim kewaspadaan bencana sk tim kewaspadaan bencana belum dilaku kan 63

77 penyusunan pedoman kewaspadaan bencana belum dilaku buku pedoman & sop kan usulan pelatihan tanggap darurat dan simulasi usulan sarana prasarana tanggap darurat pelatihan dan simulasi tanggap darurat usulan tor dan rab belum dilaku kan 10 review program audit k3 internal laporan program tahunan k3rspiss penyusunan laporan tahunan k3rspi ss 64

78 2). Direktorat Medik dan Keperawatan Direktorat membawahi 2 bidang medik dan 12 instalasi : a) Bidang Medik b) Bidang Keperawatan c) Instalasi Rawat Inap d) Instalasi Intensive Care Unit e) Instalasi Rawat Jalan f) Instalasi Gawat Darurat g) Instalasi Farmasi h) Instalasi Laboratorium i) Instalasi Radiologi j) Instalasi Rehabilitasi Medik k) Instalasi Gizi l) Instalasi Bedah Sentral a). Bidang Medik Bidang Medik membawahi tiga (3) Seksi, Yaitu: a. Seksi Pelayanan Medik b. Seksi Penunjang Medik c. Seksi Ketenagaan dan Pengendalian Mutu Adapun realisasi program kerja Bidang Medik Tahun 2013 adalah sebagai berikut : Penyusunan Alur Pelayanan Pasien a. Metode pelaksanaan Telah dilakukan beberapa kali pertemuan rapat dengan semua kepala instalasi dan kepala ruangan yang terkait untuk penyusunan draft alur pelayanan pasien pada bulan Februari Oktober 2013, kemudian dilakukan finalisasi pada tanggal November 2013 di luar rumah sakit. Kemudian dilakukan sosialisasi kepada seluruh unit terkait pada tanggal 28 November Adapun alur pelayanan pasien terdiri dari: 1. Alur Pelayanan Rawat Jalan pasien umum 2. Alur Pelayanan Rawat Jalan pasien jaminan 3. Alur Pelayanan Rawat Inap 65

79 4. Alur Pelayanan IGD 5. Alur Pelayanan Bedah Sentral 6. Alur Pelayanan Rehab Medik 7. Alir Pelayanan ICU 8. Alur Pelayanan Laboratorium 9. Alur Pelayanan Laboratorium rujukan dari luar 10. Alur Pelayanan Radiologi 11. Alur Pelayanan Radiologi rujukan dari luar 12. Alur Pelayanan Farmasi 13. Alur pelayanan Farmasi ( Pengambilan Obat pasien HIV-AIDS) 14. Alur Pelayanan Farmasi ( Resep Obat Khusus dari luar) 15. Alur Pelayanan Gizi Penyusunan Clinical Pathway Dilakukan pertemuan berisi pelatihan tentang Clinical Pathways bagi tenaga medis, perawat dan tenaga farmasi lalu dilakukan penyusunan draft oleh SMF dan Tim. Kemudian dilakukan pertemuan monitoring dan evaluasi bagi draft yang sudah disusun, finalisasi Clinical pathway dan sosialisasi kepada seluruh unit terkait. Adapun Clinical pathway yang telah disusun antara lain: 1. Penyusunan Clinical pathway TB 2. Penyusunan Clinical pathway Ensefalitis Toxoplasma 3. Penyusunan Clinical pathway Hernia Inguinalis 4. Penyusunan Clinical pathway Katarak Tanpa Penyulit 5. Penyusunan Clinical pathway Tonsilitis Kronis 6. Penyusunan Clinical pathway Diare Akut pada Anak 7. Penyusunan Clinical pathway DHF 8. Penyusunan Clinical pathway Steven Johnson 9. Penyusunan Clinical pathway Ibu Hamil dengan Eklampsia 10. Penyusunan Clinical pathway Gangren Pulpa 11. Penyusunan Clinical pathway Hiperemia Pulpa 12. Penyusunan Clinical pathway Persistensi Gigi Susu 13. Penyusunan Clinical pathway Pulpitis Akut 14. Penyusunan Clinical pathway Submandila Abses 66

80 Melaksanakan tugas sesuai SK Direktur Utama sebagai : 1. Tim review tarif 2. Tim penyusunan tarif 3. Tim pengelola INA-CBG 4. Panitia Akreditasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso 5. Tim penelitian kajian MDR-TB 6. Tim keselamatan pasien 7. Tim pengelola renovasi ICU dan ruang MDR-TB Dahlia I Persiapan alkes dan non alkes yang dibutuhkan dari masing-masing unit Tugas rutin : merekap, menelaah dan menganalisa dengan membuat rekomendasi hasil kinerja 10 (sepuluh) Instalasi setiap bulan. b). Bidang Keperawatan Bidang Keperawatan membawahi tiga (3) seksi, yaitu: a. Seksi Keperawatan Rawat Jalan b. Seksi Keperawatan Rawat Inap c. Seksi Keperawatan Rawat Khusus Adapun Realisasi program kerja Bidang Keperawatan Tahun 2013 adalah sebagai berikut: Realisasi Indikator Keperawatan Perbandingan tenaga profesional dengan tenaga non profesional 30%:70%. Rasio tenaga pembimbing mahasiswa dengan jumlah mahasiswa 1: 6. Persentase tiap perawat mendapat pelatihan 20 jam/tahun 70%. Persentase Kelengkapan Pendokumentasian Askep 75%. Persentase Survey Persepsi Pasien 75%. Persentase Pemantauan Pelaksanaan SPO 75%. Angka Kejadian ILI 0,2%. Angka Kejadian DECUBITUS 0,1%. Angka Kejadian pasien jatuh 0 %. Angka Kesalahan Pemberian Obat 0%. Angka Keterbatasan Perawatan Diri 0%. Adanya 2 (dua) Ruang Role Model SP2KP 67

81 Jenis pelatihan dan workshop keperawatan, diantara nya : 1. D3 Keperawatan sebanyak 1 orang 2. S1 Keperawatan sebanyak 38 orang diantaranya 30 orang program khusus, 6 orang biaya sendiri dan 2 orang TUBEL 3. Program Profesi Kep, (Ners) sebanyak 10 orang 4. S2 Managemen & Kepemimpinan sebanyak 1 orang 5. Workshop Akreditasi RS versi orang 6. Workshop Managemen Keperawatan sebanyak 25 org 7. Workshop Implementasi jenjang Karir sebanyak 2 org 8. Workshop Kredensial sebanyak 3 orang 9. Workshop Ventilasi Mekanik sebanyak 2 orang 10. Pelatihan Penatalaksanaan BBLR sebanyak 2 orang 11. Pelatihan Asessor sebanyak 14 orang 12. Pelatihan Managemen Nyeri sebanyak 2 orang 13. Pelatihan Cara Mudah Baca EKG sebanyak 2 orang 14. Pelatihan GCP sebanyak 5 orang 15. Pelatihan BTCLS sebanyak 2 orang 16. Magang IC sebanyak 2 orang 17. Magang Kamar Bedah sebanyak 1 orang 18. Pelatihan PPI sebanyak 20 orang 19. Pelatihan K3RS sebanyak 11 orang 20 Workshop Pasien Safety sebanyak 17 orang 21 Workshop Managemen Nyeri sebanyak 2 orang Pemakaian ruang perawatan sebagai tempat PKL mahasiswa keperawatan terdapat sembilan institusi pendidikan keperawatan yang menggunakan RSPI SS sebagai tempat Praktek Kerja Lapangan, diantaranya Akper Antariksa, Akper Hang Tuah, Akbid Prima Indonesia, Akper Harum, Akper Sismadi, Akper PHI, Universitas Muhamadiyah Jogjakarta, Stiekes Kesosi, Stikes As Safiyah Pada tahun 2013 pelayanan keperawatan RSPI dijadikan implementasi pengembangan pelayanan keperawatan RS infeksi dari BUK. Kegiatan diawali dari pemantapan selama 1 minggu dilanjutkan implementasi selama 6 bulan. Kegiatan yang dilakukan mulai dari mapping untuk menentukan area yang perlu ditingkatkan 68

82 c). Instalasi Rawat Inap (IRNA) Tabel Besar penyakit rawat inap Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti SarosoTahun 2013 Target dan Realisasi Hari Perawatan (HAPER) IRNA Tahun 2012 adalah Untuk Tahun 2013, HAPER IRNA ditargetkan akan mengalami kenaikan sebesar 10% yaitu dan realisasinya adalah berarti IRNA telah mencapai target yang telah ditetapkan: Grafik 5.2 Total HAPER IRNA Tahun

83 Adapun Rincian Haper IRNA Tahun 2013, target tahun 2013, dan realisasi tahun 2013 per ruangan, dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 5.3 HAPER Ruangan IRNA Tahun 2013 Grafik 5.4 HAPER IRNA Berdasarkan Kelas Tahun 2013 Pendapatan IRNA Tahun 2013 adalah sebesar Rp ,- (termasuk pemeriksaan laboratorium dan radiologi). Target Pendapatan IRNA yang disepakati dalam RBA Tahun 2013 adalah Rp ,- berarti tahun 2013 pendapatan IRNA mencapai 191 % 70

84 K A L I HARI PERAWATAN Laporan Tahunan Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa HAPER Tahun 2013 yang mencapai target adalah ruang Dahlia I, Mawar II, Nusa Indah III dan Nusa Indah IV. Hari perawatan di ruang Mawar I rendah karena ruangan tersebut khusus untuk penyakit Avian Influenza. Hari Perawatan berdasarkan cara bayar berikut : Hari Perawatan berdasarkan cara bayar dapat dilihat pada grafik Grafik 5.5 HAPER IRNA Berdasarkan Cara Bayar Tahun HAPER IRNA Berdasarkan Cara Bayar 0 umum jamsost jam. ASKES Jamkes Jampers KJS ek Prshn mas al HAPER Dari grafik tersebut terlihat bahwa cara pembayaran terbanyak di IRNA adalah Kartu Jakarta Sehat (KJS), yang kedua terbanyak adalah dengan umum. Pertumbuhan Pertumbuhan IRNA Tahun 2013 dapat di lihat pada grafik berikut: Grafik 5.6 Pertumbuhan IRNA Tahun 2013 Pertumbuhan Tahun ,5 1 0,5 0 Ideal ( 1,25 kali) Tahun ,17 71

85 Dari grafik tersebut di atas, dapat dilihat bahwa pada Tahun 2013 HAPER IRNA bertumbuh (sebesar 1,17 kali), namun belum mencapai angka pertumbuhan yang ideal. Effisiensi Pelayanan Indikator effisiensi pelayanan IRNA yang meliputi BOR, Av.LOS, BTO, dan TOI, dapat dilihat pada grafik-grafik berikut : Grafik 5.7 BOR IRNA Tahun AREA IDEAL (70 S/D 85%) Dahlia I Dahlia II Mawar I Mawar II NS Indah I NS Indah II Perina NS Indah IV Total IRNA Dari grafik tersebut di atas, dapat dilihat bahwa tidak ada ruangan yang BOR nya ideal. BOR ruang Mawar I sangat rendah karena ruang Mawar I hanya dikhususkan untuk pasien isolasi ketat untuk Avian Influenza, sehingga jumlah pasiennya juga sedikit. Grafik 5.8 AvLOS IRNA Tahun 2013 AREA IDEAL (6 S/D 9 HARI) Dahlia I Dahlia II Mawar I Mawar II NS Indah I NS Indah II NS Indah III Perina NS Indah IV Total IRNA 72

86 AvLOS yang mencapai angka ideal adalah ruang Mawar II dan Perina. Grafik 5.9 TOI IRNA Tahun 2013 Secara umum, rentang TOI terlalu panjang dan tidak ada ruangan yang mencapai angka ideal Grafik 5.10 BTO IRNA Tahun 2013 AREA IDEAL (40 S/D 50 KALI) Dahlia I Dahlia II Mawar I Mawar II NS Indah I NS Indah II NS Indah III Perina NS Indah IV Total IRNA Secara umum BTO tidak mencapai angka ideal, hanya ruang Nusa Indah I, Nusa Indah II dan Nusa Indah III yang mencapai angka ideal. 73

87 Dari keempat grafik mengenai effisiensi pelayanan tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa secara umum pemanfaatan tempat tidur di IRNA, tidak effisien. Mutu Pelayanan Angka Kematian 48 jam (NDR) pada Instalasi Rawat Inap, dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 5.11 Angka Kematian 48 jam (NDR) IRNA Tahun AREA IDEAL (< 25 ) Dahlia I Dahlia II Mawar I Mawar II NS Indah I NS Indah II NS Indah III Perina NS Indah IV Total IRNA Secara umum Angka Kematian 48 jam (NDR) pada Instalasi Rawat Inap Tahun 2013 cukup tinggi, terutama pada Ruang Dahlia I dan Dahlia II. Hal tersebut disebabkan karena kebanyakan pasien yang dirawat pada Ruang Dahlia II adalah penderita HIV dengan berbagai Infeksi opportunistiknya, di samping itu pasien masuk dengan keadaan umum yang sudah buruk, sedangkan pada Ruang Dahlia I adalah pasien Isolasi ketat untuk Tuberculosis. Ruang rawat inap yang NDR nya ideal adalah Ruang Mawar II, Nusa Indah I, Nusa Indah II, dan Perinatologi Angka Pasien Rawat Inap yang dirujuk pada Instalasi Rawat Inap Tahun 2013, secara umum angkanya cukup ideal, seperti terlihat pada grafik berikut: 74

88 Grafik 5.12 Angka Pasien Rawat Inap yang dirujuk Tahun ,00% 1,62% 1,50% 1,00% 0,50% 0,68% 0% 0,94% 0,27% 0,36% 1% 0% 0% 0,49% 0,00% Dahlia I Mawar I Mawar II NS Indah I NS Indah II NS Indah III Perina NS Indah IV Total IRNA Kasus Infeksi Nosokomial pada Instalasi Rawat Inap, dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 5.13 Kasus Infeksi Nosokomial di IRNA Tahun 2013 Hasil Survey Kepuasan Pelanggan (Di ruang rawat Inap) Survey Kepuasan Pasien Tahun 2012 dilaksanakan di Instalasi Rawat Inap. Kriteria responden adalah pasien yang di opname 2 hari. Jumlah pasien yang dijadikan responden sebanyak 155 orang. Survey dilakukan dengan metode wawancara dengan alat bantu kuesioner. Kriteria content kuesioner adalah sebagai berikut: 75

89 Tabel 5.7 Index & kategori kuesioner Survey Kepuasan Pasien INDEX KATEGORI 1 Sangat tidak puas 2 Tidak Puas 3 Cukup Puas 4 Puas 5 Sangat Puas Tabel 5.8 Aspek yang dinilai Pada Survey Kepuasan Pasien 76

90 Hasil survey dapat di lihat pada grafik berikut: Grafik 5.14 Grafik 5.15 Distribusi Responden Berdasarkan Kelas Distribusi Responden Berdasarkan Ruang Responden terbanyak berasal dari Kelas III, sedangkan berdasarkan asal ruangan, yang terbanyak berasal dari Ruang Nusa Indah I. Grafik 5.16 Index Kepuasan Pasien Berdasarkan Ruangan dan Kelas 77

91 Berdasarkan kelas, index rata-rata kepuasan pasien di kelas II mencapai angka 4 atau lebih dari puas sedangkan pada kelas I dan III mendekati angka 4 atau mendekati puas. Berdasarkan ruangan, ruang yang index kepuasan pasiennya 4 dan mencapai kepuasan pasien adalah Ruang Nusa Indah II. Namun secara umum Index kepuasan pasien belum memenuhi index yang diharapkan (lebih dari atau sama dengan 4), terutama terhadap aspek Tangible, yaitu terhadap butir pernyataan mengenai kondisi bell, kondisi toilet, dan banyaknya nyamuk di ruang rawat Inap. Survey kepuasan pelanggan tahun 2013 (index kepuasan 3,87) ini lebih baik atau meningkat kepuasan pelanggan daripada tahun 2012 yaitu 3,86. d). Instalasi Intensive Care Unit Target dan Realisasi Hari Perawatan ICU tahun 2012 adalah 867, target tahun 2013 adalah 954, sedangkan hari perawatan ICU tahun 2013 adalah 910. berarti tidak mencapai target yang telah ditentukan dalam RBA tahun Realisasi HAPER Instalasi ICU dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 5.17 Total HAPER ICU Tahun 2013 Pendapatan Instalasi ICU tahun 2013 adalah sebesar Rp ,-. Target pendapatan ICU yang disepakati dalam RBA tahun 2013 adalah Rp ,- berarti realisasi pendapatan 78

92 K A L I Laporan Tahunan pada tahun 2013 adalah melampui target namun haper belum mencapai target. Hari Perawatan Instalasi ICU berdasarkan Cara Bayar HAPER Instalasi ICU dapat di lihat pada grafik berikut: Grafik 5.18 HAPER ICU Berdasarkan Cara Bayar Tahun 2013 Berbeda dengan IRNA, cara pembayaran di Instalasi ICU lebih banyak dengan KJS, kemudian baru diikuti dengan cara bayar Askes. Pertumbuhan ICU Pertumbuhan Instalasi ICU dapat di lihat pada grafik berikut : Grafik 5.19 Pertumbuhan ICU Tahun 2013 Pertumbuhan Tahun Ideal ( 1,25 kali) 1,5 1 0,5 0 Tahun ,05 79

93 Percentage (%) Laporan Tahunan Effisiensi Pelayanan Indikator effisiensi pelayanan Instalasi ICU yang meliputi BOR, Av.LOS, BTO, dan TOI, dapat dilihat pada grafik-grafik berikut: Grafik 5.20 Grafik 5.21 BOR Instalasi ICU AvLOS Instalasi ICU Tahun 2013 Tahun 2013 BOR AREA IDEAL (70 S/D 85%) 100% 50% 0% BOR 83% Dari grafik di atas (4.18), dapat dilihat bahwa BOR ICU Tahun 2013 sudah mencapai angka ideal. Dari grafik di atas (4.19) dapat dilihat bahwa Avlos Ruang ICU Tahun 2013 belum mencapai angka ideal. Grafik 5.22 Grafik 5.23 BTO Instalasi ICU TOI Instalasi ICU Tahun 2013 Tahun

94 PERMIL PERCENTAGE Laporan Tahunan Dari grafik di atas (4.20), dapat dilihat bahwa BTO Ruang ICU tahun 2013 sudah mencapai angka ideal. Dari grafik di atas (4.21) dapat dilihat bahwa TOI Ruang ICU tahun 2032 sudah mencapai angka ideal. dari empat indikator di atas, dapat disimpulkan bahwa pelayanan ICU tahun 2013 secara umum hampir efisien, hanya AvLOS yang belum mencapai angka ideal. Mutu Pelayanan Mutu pelayanan pada Instalasi ICU dapat dilihat pada grafik-grafik berikut: Grafik 5.24 Grafik 5.25 NDR Instalasi ICU Angka Pasien ICU yang dirujuk Tahun 2013 Tahun ,1 NDR AREA IDEAL (< 25 ) Pasien Dirujuk AREA IDEAL ( 5%) 0,1 0,05 0,05 0 NDR Pasien Dirujuk 0 Grafik 5.26 Kasus Infeksi Nosokomial di Instalasi ICU Tahun

95 KUNJUNGAN/PASIEN Laporan Tahunan Dari tiga grafik di atas dapat dilihat bahwa angka kematian di ICU sangat tinggi, tidak ada pasien yang dirujuk ke luar selama Tahun Tidak ditemukan Angka infeksi nosokomial di Ruang ICU e). Instalasi Rawat Jalan (IRJA) Tabel Besar Penyakit Rawat Jalan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2013 NO JENIS PENYAKIT TOTAL Penyakit virus gangguan defisiensi imun pada 1 manusia (HIV) Tuberkulosis paru lainnya Infeksi saluran napas bagian atas akut lainnya Penyakit esofagus, lambung dan duodenum lainnya Artrosis Diare & gastroenteritis oleh penyebab infeksi tertentu (kolitis infeksi) Cedera YDT lainnya, YTT dan daerah badan multipel Diabetes melitus tidak bergantung insulin Tuberkulosis(TB) paru BTA(+) dengan/tanpa biakan kuman TB Penyakit serebrovaskular lainnya 978 Target dan Realisasi Total Kunjungan Instalasi Rawat Jalan termasuk konsultasi gizi tahun 2013 adalah kunjungan sedangkan target kunjungan 15% atau sebesar kunjungan, berarti realisasi mencapai 99% dari target tahun Total kunjungan IRJA dan rincian per poliklinik pada Tahun 2013, dapat di lihat pada grafik berikut : Grafik 5.27 Total Kunjungan IRJA Tahun TARGET : REALISASI TAHUN 2013 TAHUN TARGET 2013 ( 15%) TAHUN

96 KUNJUNGAN/PASIEN KUNJUNGAN Laporan Tahunan Sedangkan rincian kunjungan IRJA per poliklinik dapat dilihat pada grafik di bawah ini : Grafik 5.28 Kunjungan IRJA Per Polikinik Tahun PEN Y DALA M ANA K BED AH UMU M OBG YN TARGET : REALISASI SAR AF ORT HOP EDI MAT A GIGI DAN MUL UT PAR U THT KULI T KELA MIN KON SELI NG MEDI CAL CHE CKU P IMM UNIS ASI KON SULT ASI GIZI REALISASI TARGET THN 2013 ( 15%) REALISASI POLI KAR Y Dari grafik tersebut di atas terlihat bahwa poliklinik yang dapat mencapai target, yaitu penyakit dalam, bedah umum, obgyn, saraf, mata, paru, THT, kulit dan kelamin, konsultasi gizi. Pendapatan IRJA tahun 2013 sebesar Rp sedangkan target tahun 2012 Rp ,- berarti realisasi pendapatan tahun 2013 sebesar 140% dari target. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa target kunjungan IRJA pada tahun 2013 belum semua poli mencapai target namun pencapaian pendapatan sudah melebihi target yang di tetapkan. Kunjungan IRJA berdasarkan Cara Bayar Grafik 5.29 Kunjungan IRJA berdasarkan cara bayar Tahun UMU M JAMS OSTE K KUNJUNGAN IRJA BERDASARKAN CARA BAYAR JAMI NAN PERU SAHA AN ASKES JAMK ESMA S GAKI N/OT KERIN GANA N KJS GRATI S KUNJUNGAN

97 PENY DALAM ANAK BEDAH UMUM OBGYN SARAF ORTHOPEDI MATA GIGI DAN PARU THT KULIT KELAMIN KONSELING MEDICAL IMMUNISASI KONSULTASI POLI PERTUMB IRJA Laporan Tahunan Berdasarkan grafik tersebut di atas dapat dilihat bahwa cara pembayaran terbanyak di IRJA adalah dengan pembayaran pribadi/umum, yang kedua dengan KJS. Pasien yang tidak membayar atau gratis terjadi di bulan Januari dikarenakan karyawan honorer yang belum aktif menggunakan jamsostek. Pertumbuhan Pertumbuhan IRJA dapat di lihat pada grafik di bawah ini: Grafik 5.30 Pertumbuhan IRJA Per Poliklinik TAHUN ,3 1,1 2 1,2 1,7 1,1 1,6 0,9 1 1,2 1,3 1 0,7 0,8 1,3 1,14 0,07 Grafik 5.31 Pertumbuhan IRJA Tahun 2013 Dari grafik tersebut di atas dapat dilihat bahwa dari 16 poliklinik, 8 poliklinik bertumbuh mencapai angka ideal, 2 poliklinik bertumbuh tapi belum mencapai ideal dan 4 poliklinik belum bertumbuh. Secara umum, pertumbuhan IRJA tahun 2013 telah mencapai angka ideal, yaitu hanya 1,14 kali. 84

98 WAKTU Laporan Tahunan Hasil Survey Mutu Pelayanan (Survey Waktu Tunggu di Poliklinik) Survey Waktu Tunggu di Poliklinik Tahun 2013, Dilakukan terhadap 6 poliklinik dengan kriteria sebagai berikut : Poliklinik yang rata rata kunjungan pasien per harinya banyak ( 10 pasien/hari) yaitu Poli Penyakit Dalam dan Poli Paru Poliklinik yang rata rata kunjungan pasien per harinya sedikit ( 10 pasien/hari) yaitu Poli Bedah Umum, Poli Kulit dan Kelamin dan Poli Saraf. Jumlah sampel yang dapat digunakan sebanyak pasien.hasil Survey Tunggu di Poliklinik Tahun 2013 sebagai berikut : Grafik 5.32 Hasil Survey Waktu Tunggu di Poliklinik Tahun :19:12 HASIL PER POLIKLINIK 3:50:24 3:21:36 2:52:48 2:24:00 1:55:12 1:26:24 0:57:36 0:28:48 0:00:00 MEAN MIN MAX MEDIAN P. DLM 2:09:25 0:37:21 3:55:33 2:14:31 PARU 0:59:34 0:07:28 2:31:56 0:48:33 KULIT 0:28:01 0:04:00 1:34:09 0:18:32 BEDAH UMUM 1:09:19 0:16:35 2:40:57 0:59:06 SARAF 1:24:01 0:12:54 2:18:31 1:40:01 TOTAL POLIKLINIK 1:32:22 0:04:00 3:55:33 1:23:18 85

99 Grafik 5.33 Hasil Survey Waktu Tunggu di Poliklinik Berdasarkan Jumlah Kunjungan Dari grafik hasil survey waktu tunggu di poliklinik tahun 2013 di atas 1 adalah jam 32 menit 22 detik sedangkan tahun 2012 adalah 1 jam 10 menit 45 detik. Hasil tahun waktu tunggu tahun 2013 menurun atau lebih lama dikarenakan ada sebagian poli kurang efektif pelayanannya karena dokter spesialis kurang disiplin jam kerja sehingga banyak pasien antri.waktu tunggu tersebut belum mencapai waktu tunggu yang ideal (yaitu 60 menit). Pada grafik yang pertama (grafik waktu tunggu berdasarkan poliklinik), waktu tunggu tercepat di poli kulit dan kelamin yaitu 28 menit 1 detik, dan terlama adalah waktu tunggu di Poli Dalam, yaitu 2 jam 9 menit 25 detik. Pada grafik yang kedua (grafik waktu tunggu berdasarkan ratarata jumlah kunjungan pasien per hari), ditemukan bahwa lama rata-rata waktu tunggu pada poliklinik yang jumlah kunjungan pasiennya banyak dibandingkan poli yang rata-rata jumlah kunjungan pasien per harinya sedikit. f). Instalasi Gawat Darurat (IGD) Target dan Realisasi Kunjungan IGD pada Tahun 2013 sebanyak kunjungan. Sedangkan target kunjungan 5% atau sebanyak kunjungan berarti realisasi 104% dari target tahun

100 Tahun 2013 IGD melebihi target yang diharapkan. Target dan Realisasi IGD dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 5.34 Target dan Realisasi IGD Tahun 2013 Pendapatan IGD Tahun 2013 adalah sebesar Rp ,- sedangkan target pendapatan sebesar Rp ,-. Realisasi pendapatan tahun 2013 sebesar 147% dari target. Dari data tersebut di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2013, volume kunjungan pasien melebihi target dan realisasi pendapatan melebihi target yang ditetapkan Kunjungan IGD Berdasarkan Cara Bayar Grafik 5.35 Kunjungan IGD Cara Bayar Tahun

101 Dari grafik tersebut di atas dapat dilihat bahwa cara pembayaran terbanyak di IGD adalah dengan pembayaran pribadi/umum, yang kedua dengan ASKES. Masih ada pasien yang tidak membayar/gratis. Pertumbuhan Pada Tahun 2013, meskipun kunjungan IGD mengalami kenaikan dan mencapai target namun pertumbuhannya hampir mencapai angka ideal. Pertumbuhan kunjungan IGD tahun 2013 adalah 1,09 kali, seperti terlihat pada grafik berikut : Grafik 5.36 Pertumbuhan IGD Tahun 2013 Kegiatan Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat Adapun rincian kegiatan pelayanan di IGD dapat dilihat pada grafik di bawah ini: Grafik 5.37 Kegiatan Pelayanan IGD Tahun

102 Dari grafik di atas terlihat bahwa jenis pelayanan terbanyak di IGD adalah pelayanan infeksi Mutu Pelayanan Angka Kematian di IGD dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 5.38 Angka Kematian di IGD Tahun 2013 Dari grafik tersebut dapat dilihat bahwa angka kematian di IGD, cukup rendah (termasuk ideal), yaitu sebesar 1,02%. Hasil Survey Emergency Respon Time di IGD Hasil Survey Mutu Pelayanan (Survey Emergency Response Time). Jumlah sampel/responden tahun 2013 sebanyak 43 pasien. Dengan pendistribusian seperti terlihat pada grafik berikut: Grafik 5.39 Grafik 5.40 Distribusi Responden Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Pembayaran Berdasarkan Jenis Pelayanan 89

103 Grafik 5.41 Hasil Survey Emergency Response Time Tahun 2013 Dari grafik tersebut di atas dapat dilihat bahwa rata-rata Emergency Response Time I Tahun 2013 adalah 10 menit 47detik dan Emergency Respon Time II adalah 1 jam 5 menit 17 detik. Kesimpulannya waktu tunggu ERT I belum mencapai ideal karena kurang dari 8 menit Sedangkan hasil survey Emergency Respon Time I tahun 2012 lebih cepat yaitu 5 menit 35 detik. g). Instalasi Farmasi Target dan Realisasi Jumlah total penerimaan resep tahun 2013 adalah resep. Target penerimaan resep tahun 2013 diharapkan dapat meningkat sebanyak 5% atau sebesar berarti realisasi tahun 2013 sebesar 151 % dari target dan telah melampui target yang diharapkan. Jumlah total penerimaan resep Instalasi Farmasi, dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 5.42 Resep Farmasi 90

104 Pendapatan Instalasi Farmasi pada Tahun 2013 sebesar Rp ,-, dan target pendapatan tahun 2013 dalam RBA adalah Rp ,- berarti belum mencapai target. Berdasarkan data tersebut di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2013, jumlah resep farmasi melebihi target yang ditetapkam, sedangkan pendapatannya belum mencapai target yang diharapkan. Resep Farmasi Berdasarkan Cara Bayar Resep Farmasi Berdasarkan Cara Bayar dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 5.43 Jumlah Resep Farmasi Berdasarkan Cara Bayar Tahun 2013 Kegiatan Pelayanan di Instalasi Farmasi Adapun rincian kegiatan pelayanan di farmasi dapat dilihat pada grafik di bawah ini: 91

105 Grafik 5.44 Kegiatan Pelayanan Farmasi Tahun 2013 Dari grafik tersebut terlihat bahwa kegiatan pelayanan terbanyak adalah di depo Jaminan, kegiatan terbanyak kedua di depo umum. Pertumbuhan Jumlah Penerimaan Resep Pertumbuhan Jumlah Penerimaan resep tahun 2013 sebesar 1,6 kali lebih bertumbuh dibandingkan tahun 2012 sebesar 1,04 kali Pertumbuhan Farmasi dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 5.45 Pertumbuhan Farmasi tahun

106 Total waktu tunggu Obat Jadi & Racikan Laporan Tahunan Hasil Survey Mutu Pelayanan (Survey Waktu Tunggu Resep Obat Jadi) Survey Waktu Tunggu Resep Obat Jadi Tahun 2013 diperoleh dari sejumlah 500 sampel/responden.distribusi responden, dapat dilihat pada pie chart berikut ini: Grafik 5.46 Distribusi Responden berdasarkan depo Tahun 2013 Hasil Survey Waktu Tunggu Resep Obat Jadi Tahun 2013, dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 5.47 Hasil Survey Waktu Tunggu Resep Obat Jadi Tahun :52:48 2:24:00 1:55:12 1:26:24 0:57:36 0:28:48 Waktu Tunggu Obat Jadi dan Racikan 0:00:00 MEAN MIN MEDIAN MAX Depo Umum 0:15:21 0:00:10 0:11:36 1:16:20 Depo JPS 0:54:00 0:00:09 0:55:20 2:32:32 Depo ASKES 0:24:21 0:01:10 0:15:22 1:51:04 Obat Jadi 0:31:16 0:00:00 0:20:26 2:29:43 Obat Racikan 0:45:31 0:02:29 0:38:44 2:32:32 93

107 JUMLAH PEMERIKSAAN Laporan Tahunan Berdasarkan grafik tersebut di atas dapat dilihat bahwa dari ketiga depo farmasi, rata-rata waktu tunggu depo farmasi umum paling pendek, yaitu 15 menit 21 detik sedangkan tahun 2012 selama 32 menit 11 detik.total rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat jadi di Instalasi Farmasi adalah 31 menit 16 detik sedangkan tahun 2012 selama 34 menit 27 detik dan rata-rata waktu tunggu resep obat racikan adalah 45 menit 31 detik sedangkan tahun 2012 adalah 56 menit 27 detik. Dan total waktu tunggu depo farmasi tahun 2013 adalah 32 menit 21 detik lebih cepat daripada tahun 2013 adalah 39 menit. h). Instalasi Laboratorium Target dan Realisasi Jumlah pemeriksaan laborataorium pada Tahun 2013 adalah dan kunjungan sebesar pasien. Target pemerikasaan tahun 2013 adalah pasien berarti realisasi mencapai pemeriksaan 108% dari target atau melebihi target yang telah disepakati. Total pemeriksaan Instalasi Laboratorium tahun 2013 dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 5.48 Total Pemeriksaan Instalasi Laboratorium Tahun 2013 PEMERIKSAAN LAB TARGET : REALISASI REALISASI TARGET 2013 ( 5%) REALISASI Pendapatan Instalasi Laboratorium pada tahun 2013 adalah sebesar Rp ,- (belum termasuk rawat inap) sedangkan target pendapatan Rp , kemungkinan sudah mencapai target apabila disatukan dengan pemeriksaan laboratorium rawat inap. 94

108 Dari data tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa target jumlah pemeriksaan laboratorium melebihi targret tercapai namun realisasi pendapatan sudah mencapai taget yang ditetapkan. Kunjungan berdasarkan cara bayar Kunjungan laboratorium berdasarkan cara bayar dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 5.49 Kunjungan Instalasi Laboratorium berdasarkan cara bayar Tahun 2013 Kegiatan Instalasi Laboratorium Kegiatan terbanyak di Instalasi Laboratorium berdasarkan jenis kelompok pemeriksaan adalah pemeriksaan patologi/kimia klinik, seperti terlihat pada grafik berikut ini: Grafik 5.50 Kegiatan Instalasi Laboratorium Tahun

109 Pertumbuhan Instalasi Laboratorium Pertumbuhan Instalasi Laboratorium dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 5.51 Pertumbuhan Jumlah Pemeriksaan LaboratoriumTahun 2013 Pada grafik tersebut di atas terlihat bahwa pertumbuhan jumlah pemeriksaan di Instalasi Laboratorium tahun 2013 sebesar 1,13 kali lebih tinggi/naik daripada tahun 2012 sebesar 1,04 kali dan melebihi angka ideal. Hasil Survey Laboratorium Survey Waktu Tunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium dilakukan terhadap 156 responden, dengan distribusi responden sebagai berikut: Grafik 5.52 Grafik 5.53 Distribusi Responden Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Pemeriksaan Berdasarkan Jenis Pembayaran berdasarkan jenis pembayaran 1% 33% umum 42% askes 24% KJS Jamsostek 96

110 Grafik 5.54 Hasil Survey Waktu Tunggu Laboratorium Tahun 2013 Hasil Survey Total Rata-rata Waktu Tunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium tahun 2013 adalah 1 jam 59 menit 30 detik sedangkan tahun 2012 adalah 2 jam 2 menit 25 detik. Rata- rata waktu tunggu survey laboratorium tahun 2013 mencapai ideal indikator RBA yaitu 3 jam. i). Instalasi Radiologi Target dan Realisasi Jumlah pemeriksaan radiologi Tahun 2013 adalah dan jumlah pasien Pemeriksaan Tahun 2012 adalah jadi realisasi tahun 2013 mencapai 116 % dari target dan melebihi target yang diharapkan, seperti tergambar pada grafik berikut: 97

111 Grafik 5.55 Jumlah Pemeriksaan Radiologi Tahun 2013 Pendapatan Instalasi Radiologi pada Tahun 2013 sebesar Rp ,- (belum termasuk rawat inap) sedangkan target Pendapatan Rp ,- berarti realisasi tahun 2013 melebihi target ditambah dengan pemeriksaan rawat inap. Dan untuk target pemeriksaan mencapai target Kunjungan/pasien Radiologi Berdasarkan Cara Bayar Kunjungan/pasien radiologi berdasarkan cara bayar, dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 5.56 Jumlah Kunjungan/Pasien Radiologi Berdasarkan Cara Bayar Tahun 2013 JUMLAH KUNJUNGAN/PASIEN RADIOLOGI BERDASARKAN CARA BAYAR Dari grafik tersebut terlihat bahwa cara pembayaran terbanyak pasein radiologi adalah pembayaran pribadi/umum, yang kedua terbanyak 98

112 K A L I Laporan Tahunan adalah dengan Kartu Jakarta sehat dan masih ada pasien yang tidak membayar/gratis. Kegiatan Instalasi Radiologi Kegiatan Instalasi Radiologi pada Tahun 2013, didominasi oleh pemeriksaan dental & panaromic terutama pemeriksaan thorax foto. Grafik 5.57 Kegiatan Instalasi Radiologi Tahun 2013 Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi Pada Tahun 2012, pemeriksaan radiologi mengalami pertumbuhan 1,09 kali berarti menurun apabila dibandingkan tahun 2011 yaitu 1,28 kali. Pertumbuhan tersebut belum mencapai angka ideal, seperti terlihat pada grafik berikut: Grafik 5.58 Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi Tahun 2013 Pertumbuhan Radiologi Thn Ideal ( 1,10 kali) 1,5 1 0,5 0 Tahun ,22 99

113 Hasil Survey Mutu Pelayanan Instalasi Radiologi (Survey Waktu Tunggu Hasil Pemeriksaan Radiologi) Survey Waktu Tunggu Hasil Pemeriksaan Radiologi dilakukan terhadap 80 responden, dengan distribusi responden sebagai berikut: Grafik 5.59 Grafik 5.60 Distribusi Responden Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Pemeriksaan Berdasarkan Jenis Pembayaran 3% 10% berdasarkan jenis pemeriksaan 30% 57% Thorax Non Thorax USG CT SCAN berdasarkan jenis pembayaran KJS 27% askes 11% umum 62% Grafik 5.61 Hasil Survey Waktu Tunggu Radiologi Tahun 2013 Hasil Survey Waktu Tunggu Rata-rata Hasil Pemeriksaan Radiologi tahun 2013 adalah 15 jam 57 menit 37 detik sedangkan tahun 2012 adalah 2 jam 4 menit 12 detik. Waktu tunggu tahun 2013 sangat lama karena pada saat survey dokter yang praktek hanya satu orang dan pasien rumah sakit sebagian besar mengambil hasil radiologi pada saat kunjungan selanjutnya untuk kontrol. 100

114 j). Instalasi Rehabilitasi Medik a. Target dan Realisasi Total kunjungan pasien Rehabilitasi Medik tahun 2013 adalah 3552 dengan jumlah pemeriksaan sedangkan tahun 2012 jumlah pemeriksaan adalah dengan jumlah pasien orang. Instalasi Rehabilitasi Medik mentargetkan kunjungan tahun 2013 meningkat sebesar 10 % atau sebanyak berarti realisasi 166% dari target atau melampaui target yang diharapkan. Kunjungan Rehabilitasi Medik (target dan realisasi) tahun 2013 dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 5.62 Pemeriksaan Rehabilitasi Medik Tahun 2013 Pendapatan Instalasi Rehabilitasi Medik Tahun 2013 adalah sebesar Rp ,-. sedangkan target adalah Rp berarti capaian realisasi pendapatan sebesar 210% dari target Rehab medik untuk tahun 2013 baik target pemeriksaan dan pendapatan melampui target. Kunjungan Rehabilitasi Medik Berdasarkan Cara Bayar Kunjungan Rehabilitasi Medik Berdasarkan Cara Bayar dapat dilihat pada grafik berikut: 101

115 Grafik 5.63 Jumlah Kunjungan/Pasien Rehabilitasi Medik Berdasarkan Cara Bayar Tahun 2013 Berdasarkan grafik tersebut di atas, dapat dilihat bahwa cara pembayaran terbanyak pasien rehabilitasi medik, adalah pembayaran dengan KJS, kemudian kedua terbanyak adalah pembayaran pribadi/umum. Kegiatan Instalasi Rehabilitasi Medik Kegiatan Instalasi Rehabilitasi Medik pada Tahun 2013, didominasi oleh pemeriksaan fisioterapi. Grafik 5.64 Kegiatan Instalasi Rehabilitasi Medik Tahun 2013 Pertumbuhan Rehabilitasi Medik Pertumbuhan rehabilitasi medik tahun 2013 sebesar 1,82 kali sedangkan tahun 2012 sebesar 1,95 kali, seperti tergambar pada grafik berikut: 102

116 Grafik 5.65 Pertumbuhan Rehabilitasi Medik Tahun 2013 k). Instalasi Gizi Dapur Realisasi Kegiatan Instalasi Gizi Dapur Tahun 2013 adalah porsi. Dari grafik berikut, dapat dilihat bahwa secara umum, jenis diet yang paling sering diberikan adalah diet bubur beras, berikutnya adalah diet susu komersial dan diabetes melitus. Berdasarkan ruang dan kelas, jenis diet yang dominan diberikan di ICU paling banyak diberikan diet susu komersial dan makanan cair. Sedangkan di ruang perawatan umum, HCU, dan isolasi, paling banyak diberikan diet bubur beras. Adapun rincian kegiatan Instalasi Gizi Dapur Tahun 2013 dapat di lihat pada tabel di bawah ini: 103

117 Tabel 5.10 Kegiatan Instalasi Gizi Dapur (Jumlah Porsi) Tahun 2013 l). Instalasi Bedah Sentral Target dan Realisasi IBS Jumlah total operasi pada Tahun 2012 adalah 604 operasi. Target tindakan operasi Tahun 2013 adalah 634 tindakan (meningkat 5%) dan realisasi tahun 2013 adalah tindakan dengan pasien 591 orang. Target dan realisasi operasi dapat dilihat pada grafik di bawah ini: 104

118 Grafik 5.66 Total Operasi Tahun 2013 Total pendapatan IBS pada Tahun 2013 Rp ,- sedangkan target pendapatan adalah Rp ,- berarti capain realisasi nya belum mencapai target, kemungkinan karena sebagian pasien berasal dari rawat inap Berdasarkan data tersebut di atas dapat dilihat bahwa pada Tahun 2013, target jumlah pemeriksaan tercapai tetapi target pendapatan belum tercapai. Operasi berdasarkan cara bayar Rincian operasi berdasarkan cara pembayaran, dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 5.67 Operasi Berdasarkan Cara Bayar Tahun

119 Berdasarkan grafik tersebut di atas terlihat bahwa cara pembayaran operasi, yang terbanyak dengan pembayaran KJS dan Askes, kemudian menempati posisi ketiga cara pembayaran operasi adalah dengan umum. Kegiatan Pelayanan di IBS Kegiatan pelayanan operasi berdasarkan spesialisasi, dapat dilihat pada grafik di bawah ini: Grafik 5.68 Kegiatan Operasi Berdasarkan Spesialisasi Tahun 2013 Dari grafik tersebut di atas, dapat dilihat bahwa kegiatan operasi terbanyak adalah jenis bedah orthopedi dan kedua terbanyak adalah jenis bedah umum. Pertumbuhan IBS Pertumbuhan operasi Tahun 2013 dapat mencapai angka ideal, yaitu sebesar 1,79 kali, seperti terlihat pada grafik berikut: Grafik 5.69 Pertumbuhan Operasi Tahun

120 Mutu Pelayanan IBS Angka kematian pasca operasi (post operative death rate) di IBS pada Tahun 2013, mencapai angka nol (sangat ideal), seperti terlihat pada grafik berikut: Grafik 5.70 Post Operative Death Rate Tahun 2013 Waktu Tunggu sebelum operasi pada operasi elektif di IBS, juga mencapai angka ideal, yaitu di bawah 24 jam (kurang dari 1 hari). 3). Direktorat Pengkajian Penyakit Infeksi dan Penyakit Menular A. Penataan manajemen pengkajian penyakit infeksi & penyakit menular 1. Program : Penataan manajemen pengkajian penyakit infeksi & penyakit menular yg dinamis & akuntabel 2. Kegiatan : a. Penyusunan rencana program - Penyusunan rencana kegiatan sesuai prioritas program sebagai bagian dari organisasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso - Penyusunan rencana bisnis anggaran sebagai bagian dari organisasi. - Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja sebagai bagian dari organisasi b. Penataan tata hubungan kerja - Pembentukan Instalasi Penelitian dengan SK Dirut RSPI SS nomor 107

121 - Pembentukan Komite Etik Penelitian Kesehatan dengan SK Dirut RSPI SS nomor SK Dirut HK.02.04/VII.3/161/ Penyusunan Tata hubungan kerja Direktorat Pengkajian PI & PM sebagai bagian dari Tata hubungan kerja RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso (dalam proses). c. Penyusunan petunjuk teknis & SPO kajian / penelitian - Penyusunan Pedoman / petunjuk teknis serta SPO kajian / penelitian penyakit infeksi dan penyakit menular (dalam proses), yang dikontribusikan oleh berbagai pakar keilmuan dalam berbagai pertemuan jejaring yang diselenggarakan oleh RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, diselenggarakan pada : bulan Mei, Juni, Juli 2013 (penyusunan Pedoman Kajian Bidang & Instalasi) serta pada bulan Desember 2013 (pertemuan koordinasi kajian klinik & epidemiologi). - Penyusunan Pedoman serta SPO Kaji etik Penelitian Kesehatan RSPI Prof Dr Sulianti Saroso (dalam proses), dengan nara sumber dari Komisi Nasional Etik Penelitian Kesehatan (KNEPK) pada bulan Juni & Desember Penyusunan alur kajian penyakit infeksi & penyakit menular beserta faktor resikonya. d. Penguatan kemampuan pengelolaan sumber dana penelitian internal & eksternal Semakin terbatasnya alokasi dana pengkajian/ penelitian bersumber DIPA & BLU RSPI Prof Dr Sulianti Saroso dari tahun ke tahun mengarahkan pada kemungkinan peluang alokasi dana bersumber institusi luar dengan mekanisme kerja sama. Mekanisme penganggaran dana bersumber hibah dari kegiatan kerja sama perlu diperkuat dengan adanya 2 rencana penelitian kerjasama bersumber dana hibah kerjasama dengan Institusi luar negeri dan kesiapan untuk rencana kerja sama penelitian berikutnya. 108

122 e. Pembentukan iklim penelitian pada seluruh pegawai RSPI prof. Dr. Sulianti Saroso Iklim penelitian dibangun dengan cara : - Meningkatkan kemampuan staf pengkajian / penelitian, Dengan adanya sosialisasi / pelatihan etik dasar penelitian, Good Clinical Pratice serta disain studi penelitian yang diselenggarakan secara in house training serta mengikuti berbagai workshop, telah dapat meningkatkan minat staf untuk melaksanakan pengkajian / penelitian. - Mempermudah proses perencanaan serta penyerapan anggaran dengan adanya Standar Prosedur Operasional (SPO) dan koordinasi lintas program segera - Meningkatkan kemampuan memberikan bimbingan & pengendalian manajemen pengkajian penyakit infeksi & penyakit menular, melalui internalisasi pemahaman dan komitmen tentang output yang diukur sesuai tugas pokok dan fungsi, serta pengendalian manajemen ke arah pencapaian visi, misi serta indikator kinerja. - Mengakomodir keharusan pemenuhan perssyaratan etika penelitian dan peningkatan kapasitas dengan membentuk Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) RSPI Prof,. Dr,. Sulianti Saroso dengan SK Dirut nomor HK,03,05/ VII.1/ 2435/ 2012 dan diperbaharui melalui SK Dirut HK.02.04/VII.3/161/2013. f. Pelaksanaan kajian/ penelitian penyakit infeksi, penyakit menular prioritas, new emerging diasese, re emerging disease (PINERE) yang memenuhi standar ilimiah & etik 109

123 Pengkajian / penelitian Tahun Analisis genetika Virus Influenza H1N1 Penderita Yang di Rawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. DR. Sulianti Saroso. 2. Kajian terhadap Nilai Viral load dan Analisa Genetika Virus pada Penderita HIV/AIDS- TB (+) dan Penderita HIV/AIDS-TB (-) pada pasien yang sudah dan belum mendapat pengobatan Antiretroviral. 3. Peta kuman dan sensitifitas terhadap antibiotik di RSPI SS, tahun kajian implementasi rencana Pengelolaan lingkungan (RKL) dan rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) RSPI-SS tahun 2009, 2010 Tahun Kajian Adherence ARV pada ODHA. 2. Kajian Multi drug Resisten TB 3. Kajian Pola Kuman dan keepekaan antimikroba. 4. Peran Virus influenza serta karakteristik Tabel 5.11 Pengkajian / penelitian internal RSPI Prof. Dr Sulianti Saroso Tahun Sumber Ethical approval dana DIPA Non DIP A Ada Tidak ada Tidak perlu Publikasi Jurnal Terakredita si Tidak terakredit asi Belum publika si V V V (dalam proses publika si) V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 110

124 kliniknya sebagai penyebab gejala infeksi saluran nafas akut pada anak menggunakan PCR/ESI-MS 5. Prevalens MDR TB pada pasien TB Paru di RSPISS tahun 2012 dengan menggunakan PLEX- ID sebagai pemeriksaan resistensi TB 6. Mikroorganisme penyebab infeksi non dengue anak dan dewasa menggunakan PCR/ESI-MS 7. Analisis mikroba usus pada anak usia 2-5 tahun dengan Diare dan Non Diare serta bakteri penghasil asam laktat 8. Indentifikasi Etiologi Diare Akut Pada Dengan Teknologi PCR/ESI-MS di RSPISS 9. Peta kuman dan sensitifitas terhadap antibiotik di RSPI SS, tahun kajian implementasi rencana Pengelolaan lingkungan (RKL) dan rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) RSPI-SS tahun 2009, 2010, Kajian pre exposure immunization petugas kesehatan RSPI-SS yang berisiko terhadap pelayanan rabies Tahun 2013 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 111

125 1. Surveilans berbasis laboratorium 2. Kajian Rabies melalui pemeriksaan titer antibodi pada pasien kasus gigitan Hewan Penular Rabies di RSPI SS 3. Pengaruh rawat gabung pasien HIV / AIDS dengan pseudomonas aeruginosa terhadap resiko transmisi ke pasien lain di ruang perawatan RSPI SS 4. Analisa Ketahanan Hidup Penderita HIV AIDS di RSPI SS 5. Suplementasi Zn pada penderita HIV AIDS 6. Suplementasi Fe pada penderita TB paru (pembatalan kegiatan dengan SK Dirut RSPI SS nomor HK.03.05/VII.1/10169 /2013 tanggal 1 Juli Hubungan antara pengetahuan tentang penyakit TB paru dengan perilaku pencegahan pada penderita Tb paru 8. Efektifitas aplikasi handrub terhadap peningkatan jumlah kuman pada tangan petugas RSPI SS 9. Pola kuman pada ruang publik, ruang pelayanan & ruang V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 112

126 perawatan RSPI SS 10. Insidens & faktor resiko terjadinya Sindrom Inflamasi karena rekonsitusi imunitas pada penderita HIV AIDS, sebagai penelitian pendahuluan Uji Klinis Suplementasi vitamin D untuk pencegahan Sindrom inflamasi karena rekonsitusi imunitas pada pasien HIV di RSPI SS 11. Sensitivitas & resistensi antiobiotika pada anak di RSPI SS 12. Manfaat curcumin pada infeksi rotavirus di RSPI SS V V V V V V V V V Tabel 5.12 Penelitian Eksternal (Kerja Sama) RSPI Prof Dr Sulianti Saroso Pengkajian/ penelitian Kerja sama Ethical approval Keterangan 1. AFIRE Study 2. Molecular Epidemiology of HIV 1 in Indonesia INA - Respond Lembaga Penyakit Tropik Universitas airlangga 3. Effectiveness of Melaleuca Alternifolia concentrate (MAC) as enhancer ammune system ini patients who commence antiretroviral therapy at Sulianti Saroso for Infectius diseases hospital Jakarta Ada Tid ak ada Tidak perlu V Proses perijinan pembukaan rekening hibah Proses MOU V Australian Botanical Bioscience Underwood, Queensland, Australia Proses pengumpulan sampel V Proses perijinan Badan POM 113

127 B. Peningkatan surveilans pengkajian PI & PM - Pelaksanaan Surveilans Rutin 19 Penyakit Potensial KLB. - Pelaporan hasil surveilans rutin dan tindak lanjut ke stakeholders. - Penyusunan Penggantian Status baru rekam medik - Sebagai tim Surveilans H5N1 dengan Sudinkes Jakarta Timur dan Ditjen PP & PL di Jakarta dan Bandung. C. Pengembangan laboratorium penelitian - Penyusunan petunjuk teknis & SPO laboratorium penelitian - Penataan ruangan laboratorium penelitian (tahun 2012 & 2013) - Menerima hibah peralatan PCR/ESI-MS (PLEX ID) dari Ditjen PP & PL ( tahun ), tahun 2013 PLEX ID diskontinu, & akan diganti dengan peralatan yang setara. - Menerima hibah peralatan pemeriksaan Viral load dari Ditjen PP & Pl ( tahun 2013) - Pemanfaatan PCR/ESI-MS untuk 5 penelitian - Penyusunan rencana kebutuhan peralatan standar BSL 2 laboratorium penelitian (2013) D. Penguatan jejaring pengkajian penyakit infeksi & Penyakit menular - Menyiapkan, menyusun dan melaksanakan jejaring kajian penyakit infeksi & penyakit menular Pertemuan jejaring dengan unit di lingkungan kementerian, dan organisasi-organisasi profesi dengan pertemuan pertemuan pendahuluan untuk memperkuat kapasitas SDM dalam melaksanakan pengkajian & penelitian penyakit infeksi beserta faktor resikonya, penataan jejaring, serta menghasilkan pedoman kajian yang gold standard - Keterlibatan dalam jejaring penelitian multinasional : o Sebagai anggota Steering Committee, Strategic Planning For Indonesia Infectious Diseases Clinical Research Network (Indonesia - US Partnership) o Sebagai site AFIRE Study 114

128 - Berpartisipasi dalam forum jejaring internasional : o Sebagai pembicara dalam 13 TH FERCAP International Conference, dengan tema Addressing ethical issues in infectious and communicable disesase:, (dr Dewi Murniati, Dr dr Fatmawati, MPH, drg. Maya Marinda M. Kes) - Melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka penguatan jejaring pengkajian & penelitian penyakit infeksi : o Lembaga Penyakit Tropik, Univerrsitas Airlangga, Surabaya (15 17 April 2013), mempelajari rencana kerjasama penelitian o Rumah Sakit Penyakit Tropik Infeksi Indonesia (RSPTI), Surabaya (15 17 April 2013), mempelajari tatalaksana pasien infeksi, manajemen penelitian, serta manajemen laboratorium penelitian o RSUD Dr.Soetomo, Surabaya (15 17 April 2013), mempelajari manajemen pengendalian resistensi antibiotika (PPRA) dan Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI) - Keanggotaan organisasi profesi : o Asosiasi Biorisk Indonesia : 3 orang o Jaringan Komunikasi Nasional Etik Penelitian Kesehatan o Forum for Ethical Review Comittees in Asia & Western Pasific (FERCAP ) : 20 orang o Clinical Epidemiology-evidence based medicine (CE-EBM): 3 orang - Perjanjian kerjasama : o Nota kesepahaman Lembaga biologi Molekuler Eijkman dgn RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Tentang Pengembangan Ilmu Pengetahuan & Teknologi Kedokteran di Bidang Bioteknologi, Nomor 121/ EIJK/IV/2011(Lembaga Eijkman), Nomor HK.06.01/VII.1/1857/2011 (RSPI Prof Dr Sulianti Saroso) o Perjanjian Kerjasama antara UI dan RSUPN CM dan RSPI SS, Tentang Penyelenggaraan kegiatan akademik di RSPI SS, nomor 126/PKS/FKUI/2011 (Fak Kedokteran UI), nomor 13052/TU.K/54/VII/2011 (RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, nomor HK.06.01/VII.1/2602.A/2011 (RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso) 115

129 o Perjanjian Kerjasama RSPI SS dengan Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik Badan Litbangkes, tentang pelaksanaan kegiatan peneliitian klinis khususnya penyakit infeksi, nomor HK.06.01/VII.1/1102/2012 (RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso), nomor HK.05.01/V/0637/2012 (PTTKEK) o memorandum of Agrrement RSPI Prof Dr Sulianti Saroso dengan Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga, nomor HK.05.01/VII.2.3/7373/2013 (RSPI Prof Dr Sulianti Saroso), nomor 399/UN3.15/KS/2013 (LPT UNAIR) - Keikutesertaan sebagai tim penyusunan berbagai pedoman teknis: Pedoman Sistem SKD EID Penyakit Infeksi /Menular yang Potensial KLB/Wabah, dengan Direktorat Bina upaya Kesehatan Rujukan Kemenkes dan Assesment di 4 Propinsi (2012) Pedoman Penyelenggaraan Tatalaksana Kasus Gigitan Hewan penular Rabies dan Penderita rabies dengan Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kemenkes dan Assesment di 3 Provinsi (2012): Pedoman Penyakit Zoonosis Untuk wisatawan dengan Kementrian Pariwisata di Jakarta (2012) Pedoman kecerdasan majemuk di Bogor (2012) E. Pelaksanaan penguatan protokol standar dan tatalaksana penyakit infeksi & penyakit menular - Penyusunan status rekam medik tentang penyakit DBD, TB, HIV/AIDS, Gastro Enteritis, Rabies ( ) - Penyusunan modul diklat Pencegahan & Pengendalian Infeksi (2012) - Penyusunan modul Diklat CST & VCT (2013) F. Penguatan Kapasitas SDM dalam Pengkajian/ Penelitian Penyakit Infeksi & Penyakit Menular 116

130 Tabel 5.13 Penguatan Kapasitas SDM Dalam Pengkajian/ Penelitian Penyakit Infeksi & Penyakit Menular Tahun Kegiatan Penyelenggara Jumlah peserta Tempat Tahun Pelatihan Etik Dasar penelitian kesehatan Poltekkes II 1. Pelatihan Reseach Ethic & Good Clinical Practice Tahun Sosialisasi Etik Dasar KEPK Balitbangke s 2. Pelatihan Good Clinical Practice KNEPK- KNEPK- 4. Diklat Jabatan Fungsional Peneliti LIPI- Poltekkes II Kemristek Sertfikasi 40 RSPI SS Non sertifikasi 40 RSPI SS Non sertifikasi 4 Garut Sertifikasi 8 Garut Sertifikasi 2 Cibinong Sertifikasi 5. Pelatihan Analisis Data RSPI SS 30 RSPI SS Non sertifikasi TH FERCAP International FERCAP 4 Srilangka Sertifikasi Conference Tahun Sosialisasi Hygiene Sanitasi Subdit HSP, 40 RSPI SS Non Pangan Ditjen PP sertifikasi PL 2. Kunjungan Kerja Hygiene Sanitasi Ins Gizi 30 RSAB Non Pangan RSAB Harapan sertifikasi Harapan kita Kita 3. Kunjungan Kerja Hygiene Sanitasi Pangan ACS, Bandara 30 ACS, Bandara Non sertifikasi Soetta Soetta 4. Pelatihan Penulisan Ilmiah LIPI 10 cibining Sertifikasi 5. Pelatihan Good Clinical Practice KNEPK RSPI SS 6. Pelatihan Etik Dasar Penelitian KNEPK Kesehatan RSPI SS 7. Pelatihan Disain Studi Penelitian RSPI SS- Klinik PT Epidemiolog i Indonesia 8. Pelatihan Metodologi Uji Klinik Clinical Study Unit FK Univ Indonesia 40 RSPI SS Sertifikasi 40 RSPI SS Sertifikasi 30 RSPI SS Sertifikasi 2 Jakarta Sertifikasi 117

131 9. Training and Survey of Health Ethical Research Comission TH FERCAP International Conference FERCAP- KNEPK FERCAP- Balitbangke s 11 FK Udayan a Denpas ar FK Brawijay amalang Sertifikasi 8 Denpasar Sertifikasi G. Kasus Penyakit KLB di RSPI-SS. Selama tahun 2013 kasus KLB yang menonjol adalah DBD yang meningkat dibandingkan tahun lalu. Grafik: Jumlah kasus yang dirawat di RSPI Tahun Grafik 5.71 Pasien DBD di Rawat Jalan RSPI SS Penyakit KLB yang juga meningkat adalah Morbili sebanyak 32 kasus (Tahun 2011 = 7 dan 2012 = 2 kasus) serta Difteri sebanyak 6 kasus (Tahun 2011 = 1 dan tahun 2012 = 2). H. Instalasi Pendidikan dan Pelatihan. Instalasi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) merupakan salah satu unit penting dalam mengakomodasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan baik internal di lingkungan pegawai RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso maupun dari luar RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Tugas instalasi ini pada dasarnya adalah menyelenggarakan fungsi pendidikan dan pelatihan petugas sesuai Rentra dan RBA serta kebutuhan pelatihan (TNA). Beberapa hasil kegiatan Instalasi Diklat adalah sebagai berikut: 118

132 1. Secara kumulatif Instalasi Diklat telah memiliki 20 Standar Prosedur Operasional (SPO) yang menjadi landasarn teknis dan administrasi penyelenggaraan diklat. 2. Dalam pelaksanaan diklat pegawai RSPI, telah dilakukan 10 inhouse training dengan total jumlah peserta 548 orang dan peningkatan kapasitas melalui pelatihan di luar RSPI sebanyak 64 pelatihan dengan jumlah peserta 195 orang. 3. Guna memperoleh standar pendidikan yang sesuai dengan akreditasi, Prof. Dr. Sulianti Saroso bekerja sama dengan STIKIM saat ini sedang mendidik 29 orang D3 perawat untuk menjadi S1 (SKep). 4. Melalui Instalasi Diklat, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso telah melaksanakan MoU pendidikan dengan 17 Institusi Pendidikan yang terdiri dari Kepaniteraan Dokter Umum dan Dokter Spesialis, Keperawatan, Kebidanan dan Analis Laboratorium. Dengan MoU tersebut, sebanyak 518 mahasiswa kesehatan telah melakukan magang atau meningkat 49% dibandingkan tahun 2012 yang berjumlah 347 orang. 5. Prof. Dr. Sulianti Saroso telah menjadi tempat kunjungan studi banding bagi 7 institusi kesehatan termasuk satu dari Kementerian Kesehatan Buthan. Selain itu Instalasi Diklat juga menyelenggarakan pelatihan khusus penatalaksanaan penyakit infeksi bagi KKP Kelas I Makasar dan KKP Kelas I Medan. 6. Dalam rangka mendukung pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan petugas kesehatan, Prof. Dr. Sulianti Saroso bekerja sama dengan PT Reckit Benckiser Indonesia telah melaksanakan pelatihan di 76 RS dan Puskesmas. I. Instalasi Rekam Medik Tugas Instalasi Rekam Medik adalah menyelenggarakan kegiatan pelayanan rekam medik pasien, menyediakan data dasar penyakit (morbiditas) dan data dasar kematian (mortalitas), serta mengumpulkan, mengolah, menganalisa data dan menyajikan informasi untuk kepentingan manajemen rumah sakit. Hasil-hasil kegiatan Instalasi Rekam Medik antara lain ditunjukkan dengan beberapa tampilan berikut ini: 119

133 Grafik 5.72 dan 5.73 Penyakit Infeksi dan Non Infeksi Terbanyak IRNA Grafik 5.74 dan 5.75 Penyakit Infeksi dan Non Infeksi Terbanyak IRNA Adapun pencapaian kinerja Instalasi Rekam Medik masih belum sesuai dengan indikator yang ditetapkan sebagaimana tampilan dibawah ini: 120

134 Tabel 5.14 Pencapaian Indikator Rekam Medis Atas penurunan BOR pada tahun 2013 ini terlihat bahwa diperlukan perbaikan manajemen di pelayanan pasien secara menyeluruh. Adapun dari data kinerja diatas diperlukan perbaikan kinerja secara mendasar mulai dari penguatan SDM, penataan manajemen serta perbaikan lingkungan kerja. J. Instalasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi. Instalasi ini sangat penting dalam mendukung pengendalian infeksi serta meningkatkan mutu pelayanan di RS sebagaimana standar akreditasi yang telah ditetapkan. Tugasnya adalah : 121

135 a. Menyusun dan melakukan sosialisasi Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS. b. Menyusun dan melakukan sosialisasi SPO terkait pencegahan dan pengendalian infeksi. c. Melakukan manajemen pencegahan & pengendalian infeksi di RS meliputi aspek perencanaan, koordinasi pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, pengawasan serta pelaporan berkala. d. Melaksanakan surveilans sumber dan faktor risiko infeksi serta investigasi kasus bila diperlukan. e. Menyampaikan laporan dan memberikan saran kepada Direksi tentang implementasi kebijakan pencegahan & pengendalian infeksi di RS. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari Instalasi ini memiliki IPCN (Infection Prevention and Control Nurse) dan IPCLN (Infection Prevention and Control Link Nurse karena sebagian besar tugas-tugas ini dilakukan oleh perawat. Sebagai indikator utama keberhasilan Instalasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi adalah menurunnya angka infeksi RS yaitu IADP (Infeksi Aliran Darah Primer), VAP (Ventilator Assosiated Pneumonia), ISK (Infeksi Saluran Kemih) dan IDO (Infeksi Daerah Operasi). Pada tahun 2013 di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tidak ditemukan kasus-kasus infeksi seperti uraian tersebut. Evaluasi infeksi lain adalah ditujukan terhadap akibat pelayanan keperawatan. Hasil tahun 2013 menunjukkan angka Phlebitis 1,93 dari jumlah hari penggunaan infus dan Decubitus 1,67 dari jumlah tirah baring total Angka tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan angka yang ditetapkan dalam SPM yaitu 2%. 122

136 Grafik 5.76 Kejadian Phlebitis 2013 Grafik 5.77 Kejadian Decubitus Tahun

137 Foto kegiatan Direktorat PPI PM 1. Dr. Dewi Murniati, Sp.A sebagai pembicara dalam 13 th FERCAP Internasional conferece di Denpasar 124

138 2. Sebagai peserta 13 th FERCAP Internasional conferece di Denpasar 3. Kunjungan Kerja ke RSUD Soetomo, Surabaya 4. Kunjungan Kerja ke ITD UNAIR, Surabaya 125

139 5. Kunjungan Kerja ke RSPTI, Surabaya 6. Training and Survey of Health Ethical Research Comission 7. Penyusunan SOP Manajemen Kajian & Instalasi (Bidang Pengkajian Imunologi & FR dan Instalasi Diklat) 126

140 8. Finalisasi Penyusunan SOP KEPK RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso 9. Diklat Penulisan Ilmiah, LIPI-Cibinong 10. Pelatihan Etik Dasar Penelitian Kesehatan 127

141 11. Pelatihan Good Clinical Practice 12. Pelatihan Disain Studi Penelitian Klinik 13. Inhouse Training Pencegahan dan Pengendalian Infeksi. 128

142 B). Realisasi Indikator BLU Indikator Asek Keuangan Tabel 5.15 Indikator Aspek Keuangan 129

143 Indikator Aspek Pelayanan Tabel 5.16 Indikator Asek Pelayanan NO Sub Aspek / Kelompok Indikator/ Indikator/ Sub Indikator Bobot Haper Nilai Riil 1 Layanan 35 a. Pertumbuhan Produktivitas 18 1) Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan / Hari 2 2,51 2 2) Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat / Hari 2 1,08 1,5 3) Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat Inap 2 2 7,25 (HP) 4) Pemeriksaan Radiologi / Hari 2 52,79 2 5) Pemeriksaan Laboratorium / Hari 2 1,37 2 6) Rata-rata Operasi / Hari 2 1,27 2 7) Rata-rata Rehab Medik / Hari 2 3,02 2 8) Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan 2 2 1,14 Kedokteran 9) Jumlah Penelitian yang Dipublikasikan b. Efektivitas Pelayanan 14 1) Kelengkapan Rekam Medik 24 jam selesai 2 59,2% 1,25 pelayanan 2) Pengembalian Rekam Medik 2 76,68% 1,5 3) Angka Pembatalan Operasi 2 1,3% 1,5 4) Angka Kegagalan Hasil Radiologi 2 1,3% 2 5) Persentase Penulisan Resep sesuai 2 40% 0,5 Formularium 6) Angka Pengulangan Pemeriksaan / *100%= 0,21 % Laboratorium 7) BOR 2 44% 0,5 c. Pertumbuhan Pembelajaran 3 1) Rata-rata Jam Pelatihan/Karyawan 1 0,01 0,25 2) Persentase Dokdiknis yang Mendapat TOT 1 57% 0,75 3) Program Reward dan Punishment 1 Ada Program, sebagian dilaksanakan 0,5 2 Mutu dan Manfaat kepada Masyarakat 35 a. Mutu Pelayanan 14 1) Emergency Response Time 2 0:10:47 1,5 2) Waktu Tunggu Rawat Jalan 2 01:32:22 0,5 3) LOS (Length of Stay) 2 7 Hari 1 4) Kecepatan Pelayanan Resep Obat 0,5 2 0:31:16 Jadi 5) Waktu Tunggu Sebelum Operasi 2 3 Hari 1 6) Waktu Tunggu Hasil Laboratorium 2 01:59:30 2 7) Waktu Tunggu Hasil Radiologi 2 02:27:04 2 b. Mutu Klinik

144 1) Angka Kematian di Gawat Darurat 2 0,95% 2 2) Angka Kematian/Kebutaan 48 jam 2 4,8% 2 3) Post Operative Death Rate 2 0% 2 4) Angka Infeksi Nosokomial 4 Decubitus =0,03%, Phlebitis = 0,2%, ISK = 0%, ILO = 0% 4 5) Jumlah Kematian Ibu di Rumah Sakit 2 0% 2 c. Kepedulian Kepada Masyarakat 4 1) Pembinaan kepada Puskesmas dan Sarana Kesehatan Lain 1 Ada Program Dilaksanakan Semua Ada Program Dilaksanakan 1 2) Penyuluhan Kesehatan 1 Semua 3) Rasio Tempat Tidur Kelas III 2 60% 2 d. Kepuasan Pelanggan 2 1) Penanganan Pengaduan / Persentase ,36 % Pengaduan 2) Kepuasan Pelanggan 1 0,7 0,7 e. Kepedulian Terhadap Lingkungan 3 1) Kebersihan Lingkungan (Hasil Penilaian Rumah Sakit Berseri) 2) Proper Lingkungan (KLH) Hijau semua, pengukuran dilaksanakan namun hasil pengukuran ada yg melebihi ambang batas TOTAL (1+2) 70 57,25 1 0,8 Jadi Total Indikator Kinerja Aspek Keuangan dan Pelayanan adalah sebagai berikut: Indikator Aspek Keuangan = Indikator Aspek Pelayanan = Jumlah = Berdasarkan hasil penilaian tersebut diatas maka kinerja Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr.Sulianti Saroso termasuk pada kriteria AA (SEHAT) 131

145 C). Realisasi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Tabel 5.17 Realisasi Standar Pelayanan Minimal NO Jenis Pelayanan Indikator Standar Realisasi 1 Instalasi Gawat Darurat 2 Instalasi Rawat Jalan 1.Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa 2.Kemampuan menangani sight saving anak dan dewasa 100 % 100 % 100 % 100 % 3.Jam buka Pelayanan Gawat Darurat 24 Jam 24 jam 4.Pemberian pelayanan kegawatdaruratan yang tersertifikasi dan masih berlaku BLS/PPGD dan kegawatdaruratan mata 100 % 100 % 5.Ketersediaan Tim Penanggulangan Bencana Tim Ada tim 6.Waktu tanggap pelayanan Dokter di Gawat Darurat 8 menit terlayani, setelah pasien datang 5 menit 35 detik 7.Kepuasan pelanggan 70 % 90 % 8.Kematian pasien 24 Jam 2/1000 7,4 per mil 9.Tidak adanya pasien yang harus membayar uang muka 1. Doter pemberi pelayanan di poliklinik spesialistik 100 % 100 % 100 % dokter spesialis 100 % 2.Ketersediaan Pelayanan 1.Klinik Anak Tersedia 3.Penegakkan Diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskopis TB 4.Terlaksananya kegiatan pencatatan dan pelaporan TB di RS 5.Jam buka pelayanan 2.Klinik Penyakit Dalam 3.Klinik Kebidanan 4.Klinik Bedah Tersedia Tersedia Tersedia 60 % 100 % 60 % 100 % a.pagi :jam sedangkan hari jumat 100 % 132

146 :jam b.sore : jam 100 % Waktu Tunggu Rawat Jalan 60 menit 1 jam 10 menit 7.Kepuasan Pelanggan 90 % 90 % 3 Rawat Inap 1.Pemberi Pelayanan di Rawat Inap a.dokter 100 % Spesialis b.perawat 100 % minimal pendidikan D3 2.Dokter penanggung jawab di Rawat Inap 100 % 100 % 3.Ketersediaan pelayanan rawat inap a.utama A b.vip 2 ruangan c.kelas I 25 ruangan d.kelas II 16 ruangan e.kelas III 108 ruangan f.ruang 13 ruangan Isolasi 4.Jam visite dokter spesialis Jam % setiap hari kerja 5.Kejadian Infeksi Pasca Operasi 2 % 0 % 6.Kejadian infeksi nosokomial 1,5 % 0,35 % 7.Tidak ada pasien jatuh yang berakibat kecacatan 0 % 0 % dan kematian 8.Kematian pasien 48 jam < 25/ / Kejadian pulang paksa 5 % 10.Kejadian pasien lari/kabur 5 % 11.Jumlah pasien rawat inap yang dirujuk 5 % 0, 28 % 12.Kejadian pasien bunuh diri < 25 0 % 13.Penegakkan Diagnosis TB melalui pemeriksaan 60 % 95 % mikroskopis TB 14.Terlaksananya kegiatan pencatatan dan 60 % 100 % pelaporan TB di RS 15.Kejadian infeksi nosokomial 0,35 % a.kejadian Decubitus 0,2 % 0 % b.kejadian Plebitis O,2 % 0 % c.kejadian kesalahan pemberian obat oleh perawat 0 % 0 % 133

147 (KNC&KTD) d.kejadian infeksi luka operasi 0 % 0 % e. Kejadian cidera akibat restrain 0 % 0 % 16.Kepuasan pelanggan 90 % 0 % 4 Instalasi Bedah 1.Waktu tunggu operasi elektif 2 hari 1 hari Sentral 2.Kejadian kematian di meja operasi 1 % 0 % 3.Tidak adanya kejadian operasi salah sisi 0 % 0 % 4.Tidak adanya kejadian op[erasi salah orang 0 % 0 % 5.Tidak adanya kejadian salah tindakan pada 0 % 0 % operasi 6.Tidak adanya kejadian tertinggalnya benda 0 % 0 % asing/lain pada tubuh pasien setelah operasi 7.Komplikasi anestesi karena overdosis, reaksi 6 % 0 % anestesi dan salah penempatan anestesi endotracheal tube 5 ICU 1.Rata-rata pasien yang kembali ke ICU dengan 72 Jam 0 penyakit yang sama 6 Laboratorium Patologi Klinik 1.Waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium 140 menit 122 menit 25 detik 2.Pelaksana Ekspertesi Dokter Sp.PK Ada 3 dokter spesialis 3.Tidak adanya kesalahan pemberian hasil 0% 0 % pemeriksaan laboratorium 4.Kepuasan Pelanggan 80 % 70 % 7 Radiologi 1.Waktu tunggu hasil pelayanan radiologi 3 jam 2 jam 4 menit 12 detik 2.Pelaksana ekspertisi Dokter Sp.Rad Ada 2 dokter spesialis 3.Kejadian kegagalan pelayanan rontgen a.kerusakan 1 % foto 2 % 4.Kepuasan pelanggan 80 % 90 % 8 Rehabilitasi Medik 1.Kejadian drop out pasien terhadap pelayanan 50 % 7 % Rehabilitasi Medik yabg direncanakan 2.Tidak adanya kejadian kesalahan tindakan 0 % 0 % rehabilitasi medik 3.Kepuasan pelanggan 80 % 90 % 9 Farmasi 1.Waktu tunggu pelayanan a.obat Jadi 45 menit 31 menit 16 detik b.racikan 60 menit 45 menit

148 detik 2.Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat 0 % 0 % 3.Kepuasan pelanggan 80 % 80 % 4.Penulisan resep sesuai formularium 100 % 95 % 10 Gizi 1.Ketepatan waktu pemberian makanan kepada 90 % 99 % pasien 2.Sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien 20 % 10 % 3.Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian diet 0 % 0,002 % 11 Pelayanan Gakin Pelayanan terhadap pasien GAKIN yang datang ke RS pada setiap unit pelayanan 100 % terlayani 100 % 12 Rekam Medik 1.Kelengkapan pengisian rekam medik 24 jam 100 % 90 % setelah selesai pelayanan 2.Kelengkapan Informed Concent setelah 100 % 90 % mendapatkan informasi yang jelas 3.Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat jalan 4.Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat inap 10 menit 15 menit 15 menit 20 menit 11,7 mg/l 13 Sanitasi 1.Baku mutu limbah cair a.bod < 30 mg/l b.cod <80 65,8 mg/l mg/l c.tss < 30 20,2 mg/l mg/l d.ph 6-9 8,22 2.Pengelolaan limbah padat infeksius sesuai 100 % 100 % dengan aturan 14 Kepegawaian 1.Tindak lanjut hasil pertemuan direksi 100 % 90 % 2.Ketepatan waktu pengusulan kenaikan pangkat 100 % 90 % 3.Ketepatan waktu pengurusan gaji berkala 100 % 90 % 15 Keuangan 1. Cost recovery 40 % 2.Ketepatan waktu penyusunan laporan keuangan 100 % 90 % 3.Kecepatan waktu pemberian informasi tentang tagihan pasien rawat inap 2 jam 2 jam 4. Kecepatan waktu pemberian imbalan (insentif) 100 % 99 % sesuai kesepakatan waktu 16 Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit 1.Kecepatan waktu menanggapi kerusakan alat 80 % 95 % 2.Ketepatan waktu pemeliharaan alat 100 % 95 % 3.Peralatan laboratorium dan alat ukur yang digunakan dalam pelayanan terkalibrasi tepat waktu 100 % 98 % 135

149 sesuai dengan ketentuan kalibrasi 17 Laundry 1.Tidak adanya kejadian linen yang hilang 0 % 0 % 18 Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) 2.Ketepatan waktu penyediaan linen umtuk ruang rawat inap 100 % 90 % 1.Ada anggota Tim PPI yang terlatih Anggota Tim 100 % PPI yang terlatih 75 % 2.Tersedia APD di setiap instalasi 60 % 70 % 3.Kegiatan pencatatan dan pelaporan infeksi 75 % 100 % nosokomial/hai (Health Care Associated Infection) di RS 136

150 D). Realisasi Key Performance Indicator (KPI) Tabel 5.19 Pencapaian tujuan dan sasaran Tahun 2013 NO Program kerja Pencapaian Tujuan dan Sasaran Masukan (input) Keluaran (output) Hasil (outcome) Manfaat (benefit) Dampak (impact) 1. Program penyempurnaan tarif Rumah Sakit, termasuk penyempurnaan pengelolaan piutang, dan pengembangan billing system Alokasi anggaran Data tarif lama (Pola tarif Thn 2011) Data Unit Cost Data tarif dari RS lain sebagai referensi Tim Penyusun tarif baru Data piutang Sistem, mekanisme, dan SDM yg kompeten dlm pengelolaan piutang. MOU kerjasama pembangunan dan pengembangan SIM-RS SDM yang terlatih dalam meng-input data SIM-RS. Pola Tarif baru Thn 2012 Tersedianya program SIM-RS Implementasi Program SIM-RS Terlaksananya kegiatan pelayanan dengan menggunakan tarif baru Tahun Meningkatnya pendapatan RSPI-SS terutama PNBP- BLU rumah sakit sebesar 18 %. Tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan dengan kualitas pelayanan yang baik. Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. 2. Program Pengendalian anggaran dan penyempurnaan inventory Bahan-2 Referensi untuk menyusun SOP pengadaan SDM pelaksana SOP serta SDM penginput/pengelola data inventaris yang kompeten. Dokumen SOP Pengadaan Barang & Jasa Tersusunnya sistem pencatatan barangbarang inventaris. Dokumen inventaris Terlaksananya sistem pengadaan barang & jasa RSPI-SS, yg tepat guna cost reductionrumah sakit sebesar 4,25 %. Effisiensi anggaran rumah sakit Effisiensi anggaran negara untuk bidang kesehatan 137

151 NO Program kerja Pencapaian Tujuan dan Sasaran Masukan (input) Keluaran (output) Hasil (outcome) Manfaat (benefit) Dampak (impact) 2 Pelatihan pengadaan barang dan jasa SDM pencatatan barangbarang inventaris Pelatihan penyusunan SAI & SA-BMN 3. Program Peningkatan ketrampilan dan kemampuan staf Pemetaan kompetensi staf Pelatihan dan pendidikan staf Studi banding ke institusi-2 terkait Tersedianya alokasi dana untuk mengikuti pendidikan & pelatihan Dokumen pemetaan kompetensi staf SDM yang terampil dan kompeten pada bidangnya Meningkatnya penempatan SDM sesuai dengan kompetensinya sebesar 50%. Kualitas pelayanan kesehatan prima yang Tersedianya upaya kesehatan yang paripurna bagi masyarakat 4. Program Percepatan pengurusan administrasi kepegawaian dan penyempurnaan rumusan remunerasi Pelatihan SDM tentang sistem administrasi kepegawaian Sosialisasi aturan kepegawaian Survey kepuasan pegawai Tim penyusun remunerasi Data remunerasi dari RS lain sebagai bahan referensi Studi banding mengenai penyusunan remunerasi Bimbingan penyusunan sistem remunerasi Tersedianya sistem administrasi kepegawaian yang baik SDM pengelola administrasi & kepegawaian yang trampil dan kompeten. Dokumen survey kepuasan pegawai Tim SDM remunerasi yang kompeten Dokumen draft sistem remunerasi RSPI-SS Pertumbuhan index kepuasan staf > 4, sebesar 5% Terlaksananya sosialisasi aturan kepegawaian Penerapan sistem remunerasi RS (sedang dalam proses persetujuan Kemenkeu Terselenggaranya kinerja pelayanan RSPI-SS, yang paripurna Tersedianya sumberdaya (Sarana & Prasarana) kesehatan yang prima. 138

152 NO Program kerja Pencapaian Tujuan dan Sasaran Masukan (input) Keluaran (output) Hasil (outcome) Manfaat (benefit) Dampak (impact) Data remunerasi dari RS lain sebagai bahan referensi Studi banding mengenai penyusunan remunerasi Bimbingan penyusunan sistem remunerasi Penyusunan draft sistem remunerasi RSPI-SS 5. Program Pemeliharaan SarPar & Peralatan rumah sakit Alokasi anggaran SDM pelaksana pemeliharaan SarPar Penyusunan SOP pemeliharaan SarPar Penyusunan MOU kontrak service peralatan medik & non medik Kalibrasi alat medik SDM yang kompeten dalam hal pemeliharaan SarPar MOU kontrak service peralatan medik & non medik Peralatan medik yang terkalibrasi secara rutin SarPar yang terpelihara dengan baik Meningkatnya keandalan SarPar sebesar > 85% Terselenggaranya kinerja pelayanan RSPI-SS, yang paripurna Tersedianya sumberdaya (Sarana & Prasarana) kesehatan yang prima. 6. Program Pembangunan dan pemeliharaan gedung Alokasi anggaran Referensi standar biaya Surat izin mendirikan bangunan (IMB) SDM pelaksana pemeliharaan gedung Tersedianya gedung baru Terpeliharanya gedung Pemanfaatan gedung-gedung baru, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan produktivitas pelayanan Terselenggaran ya pelayanan kesehatan yang paripurna Tersedianya sumberdaya (fasilitas gedung pelayanan kesehatan) kesehatan yang prima. 139

153 NO Program kerja Pencapaian Tujuan dan Sasaran Masukan (input) Keluaran (output) Hasil (outcome) Manfaat (benefit) Dampak (impact) 7. Program Penyempurnaan prosedur perencanaan, prosedur evaluasi, dan penyempurnaan kerjasama 8. Program Pengawasan peningkatan kualitas lingkungan & pengolahan makanan Alokasi anggaran SDM pelaksana kegiatan Referensi dari RS lain Pelatihan dan bimbingan tekhnis mengenai penyusunan RBA, RENSTRA, LAKIP, LAPTAH, dan RKA-KL. Penyusunan MOU pelayanan kesehatan dengan perusahaan, instansi, & rumah sakit lainnya. Alokasi anggaran Pelatihan SDM pelaksana kegiatan ProgramPengawasan peningkatan kualitas lingkungan & pengolahan makanan. Bahan-2 referensi Penyusunan SOP program Program Pengawasan peningkatan kualitas lingkungan & pengolahan makanan. Bahan-2 referensi dari RS atau institusi lainnya tentang Pengawasan peningkatan kualitas SDM yang kompeten dalam menyusun RBA, RENSTRA, LAKIP, LAPTAH, dan DIPA Dokumen RBA, RENSTRA, LAKIP, LAPTAH, dan DIPA Dokumen MOU pelayanan kesehatan. SDM yang terampil/ kompeten dalam melaksanakan kegiatan Pengawasan peningkatan kualitas lingkungan & pengolahan makanan Dokumen SOP Pengawasan peningkatan kualitas lingkungan & pengolahan makanan Terlaksananya kegiatan pengawasan & peningkatan kualitas lingkungan. Dokumen-2 hasil pelaksanaan kegiatan Tersedianya anggaran yang tepat waktu dan pengalokasian. Prosedur pada level coorporat yang terimplementasi mencapai penyempurnaan sebesar 20%. Pada pertengahan Tahun 2012, Kualitas pelayanan non medik di RSPI- SS diharapkan meningkat sebesar 10% Terwujudnya penyempurnaan sistem managemen RSPI-SS. Terwujudnya peningkatan kualitas layanan non medik Membantu menciptakan tata kelola kepemerintahan (khususnya kementerian kesehatan) yang baik. Tersedianya sumberdaya /fasilitas pelayanan kesehatan-non medik yang baik. 140

154 NO Program kerja Pencapaian Tujuan dan Sasaran Masukan (input) Keluaran (output) Hasil (outcome) Manfaat (benefit) Dampak (impact) lingkungan & pengolahan makanan Bahan-2/material untuk pelaksanaan kegiatan Program Pengawasan peningkatan kualitas lingkungan & pengolahan makanan, termasuk APD Pengawasan peningkatan kualitas Lingkungan pengolahan makanan, yg terdiri dari: DokumenHasil Pengukuran Emisi Gas Buangan DokumenHasil Pengukuran Limbah Cair DokumenHasil Pengukuran Air Bersih DokumenHasil Pengukuran Tingkat Sterilitas Ruangan Dokumen Hasil Pengukuran Kebisingan Dokumen Hasil Pengukuran Kebersihan Penjamah Makanan Dokumen Hasil Pembakaran Limbah Dokumen Hasil Pengomposan Limbah Padat Non Infectious. Dokumen Pengolahan Bersih. Dok. Hasil Sterilisasi Hasil Air 141

155 NO Program kerja Pencapaian Tujuan dan Sasaran Masukan (input) Keluaran (output) Hasil (outcome) Manfaat (benefit) Dampak (impact) 9. Program Penataan petunjuk pelayanan, penanganan komplain, kebersihan dan pertamanan, ketertiban dan keamanan, serta informasi pelayanan 10. Program Pengukuran kualitas pelayanan dan penyempurnaan proses bisnis instalasi Alokasi anggaran untuk melaksanakan kegiatan Program Penataan petunjuk pelayanan, penanganan komplain, kebersihan dan pertamanan, ketertiban dan keamanan, serta informasi pelayanan. Pelatihan SDM pelaksana kegiatan program. Kontrak kerjasama pengelolaan cleaning service& pertamanan. Metode survey kepuasan pasien Metode penanganan complain. Penyusunan SOP informasi pelayanan Alokasi anggaran SDM pelaksana kegiatan Program Metode survey waktu tunggu di unit layanan RSPI-SS Bahan-2 referensi untuk menyusun SPO Instalasi, Clinical Pathway, dan alur pelayanan. SDM yang terampil dalam melaksanakan kegiatan program. Terlaksananya survey kepuasan pasien. Dokumen hasil survey kepuasan pasien Dokumen SOP informasi pelayanan Tersedianya kotak saran. Tertanganinya complain dengan baik. Lingkungan RSPI-SS yang aman, nyaman, bersih, dan taman yang tertata rapih. Tersedianya informasi pelayanan RSPI-SS, termasuk petunjuk arah layanan. Terlaksananya survey waktu tunggu di poliklinik, Farmasi, Radiologi & IGD. Dokumen hasil survey waktu tunggu di unit-unit layanan RSPI-SS. Dokumen SPO Instalasi &Clinical Pathway. Alur pelayanan Pada Pertengahan Tahun 2012, 40% dari Unit layanan di RSPI-SS telah memenuhi standar waktu tunggu. Pada Pertengahan Tahun 2012, 40% dari Unit layanan di RSPI-SS telah memenuhi standar waktu tunggu. Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan Tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu, dan berkeadilan. Tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu, dan berkeadilan. 142

156 NO Program kerja Pencapaian Tujuan dan Sasaran Masukan (input) Keluaran (output) Hasil (outcome) Manfaat (benefit) Dampak (impact) 11. Program Audit medik, pengendalian dan pencegahan infeksi, Patient Safety, serta Program Dokter Penanggung Jawab Poliklinik (DPJP), dan Clinical Pathway 12. Program Penataan manajemen kajian, pengembangan laboratorium penelitian, penguatan jejaring dan institusi penelitian, serta program surveilance. Alokasi anggaran SDM yang terampil & kompeten dalam melaksanakan kegiatan program. Bahan-2 Referensi untuk menyusun program audit medik; pengendalian & pencegahan penyakit infeksi; patient safety; DPJP; &Clinical Pathway. Tim Narasumber pemberi pendidikan/pelatihan/semi nar tentang Alokasi anggaran Sarana & prasarana untuk melaksanakan program, yi al: gedung lab. penelitian serta bahan-2 & peralatan pendukung lainnya. Kontrak kerja sama dengan institusi lainnya Pelatihan & pendidikan SDM pelaksana kegiatan program. Dokumen Audit Medik Terlaksananya Audit Medik Dokumen Pengendalian & Pencegahan Infeksi Terlaksananya Pengendalian & Pencegahan Infeksi Dokumen Patient Safety Terlaksananya program Patient Safety. Daftar nama & Jadwal DPJP. Terlaksananya DPJP. Dokumen Clinical Pathway. Terlaksananya kegiatan Clinician yang berpedoman pada Clinical Pathway. SDM pelaksana kegiatan program, yang kompeten & terampil. Terlaksananya penelitian & pengkajian, serta surveilance. Dokumen hasil penelitian dan hasil surveilance. Pada pertengahan Tahun 2012, telah terjadi: Penurunan angka NDR & INOS sebesar 45 Penurunan KTD & KNC sebesar 5% Penurunan LOS sebesar 5% Pertumbuhan kajian penyakit infeksi, sebesar 5% pada pertengahan Tahun Terwujudnya peningkatan kualitas medik di RSPI-SS Terwujudnya kajian penyakit infeksi yang berkualitas. Tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu, dan berkeadilan. Tersedianya sumber daya kesehatan yang berkualitas. 143

157 E). Promotif Preventif Kegiatan promotif preventif yang dilakukan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso berupa pembinaan ke Puskesmas dan sekolah-sekolah di wilayah jakarta utara, antara lain : - SMA N 40 Jakarta Utara - SMA N 15 Jakarta Utara - SMA N 41 Jakarta Utara - SMA Al Jihad Jakarta Utara - SMA PGRI 12 Jakarta Utara - SMA Yappenda - SMKN 12 Jakarta Utara - SMKN 33 Jakarta Utara - SMKN 4 Jakarta Utara - SMK YASMU Jakarta Utara - SMK Mutiara I Jakarta Utara - SMK Barunawati Jakarta Utara - SMK Tanjung Priok Strategi promosi kesehatan rumah sakit menggunak dasar utama dari Kepmenkes diantara nya pemberdayaan, bina suasana, advokasi, kemitraan.adapun tujuan Promosi Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat di rumah sakit untuk ber Perilaku Hidup Sehat (PHBS) serta meningkatkan peran serta aktif masyarakat termasuk dunia usaha dalam rumah sakit yang PHBS. Gambar PKMRS Sekolah 144

158 F). Program Unggulan BUK 1). Program Unggulan BUK Gerakan Indonesia Berseri (GIB) 145

159 146

160 147

161 Gerakan Kebersihan yang menunjang Gerakan Indonesia Berseri Edukasi Hidup Sehat 148

162 PROPER LINGKUNGAN Adalah instrumen kebijakan alternatif untuk mendorong penaatan dan kepedulian perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui penyebaran informasi tingkat kinerja penaatan perusahaan kepada publik dan stakeholder (public information disclosure). Manfaat dari penilaian Proper adalah sebagai berikut : Pihak pemerintah sebagai program yang efektif, faktor pendorong untuk pengembangan basis data terpadu, alternatif instrumen kebijakan untuk mendorong perusahaan untuk lebih dari sekedar taat beyond compliance level. Pihak Perusahaan sebagai Alat untuk Benchmarking terhadap kinerja non keuangan perusahaan, Insentif reputasi untuk kinerja yang lebih dari dari taat, alat promosi sebagai perusahaan yang ramah lingkungan Pihak Investor/suplier sebagai Balai Kliring untuk kinerja Pengelolaan lingkungan Perusahaan, Informasi tentang pasar untuk kebutuhan teknologi dan pekerjaan konsultasi dalam pengelolaan lingkungan, Masyarakat untuk ruang pelibatan publik 149

163 Gambar Penilai Proper Lingkungan Berikut hasil penilaian Proper Lingkungan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun (piagam tahun 2013 belum dikirim) Gambar Piagam Proper Tahun 2011 Gambar Piagam Proper Tahun

164 SPGDT & Call Centre SPGDT adalah sebuah sistem yang merupakan koordinasi berbagai unit kerja (multi sektor) dan didukung berbagai kegiatan profesi (multi disiplin dan multi profesi) untuk menyelenggarakan pelayanan terpadu bagi penderita gawat darurat baik dalam keadaan sehari-hari maupun dalam keadaan bencana. Dalam pelayanan medis sistem ini terdiri dari 3 sub sistem yaitu; Pelayanan pra Rumah Sakit Pelayanan di Rumah Sakit dan Pelayanan antar Rumah Sakit. SISTEM PELAYANAN MEDIK PRA RUMAH SAKIT Dalam sistem pelayanan pra rumah sakit dilakukan dengan membentuk/mendirikan PSC (Public Safety Center) yaitu unit kerja yang memberikan layanan umum terutama yang bersifat emergensi (perlu pertolongan segera). Selain itu layanan pra rumah sakit dilakukan pula dengan membentuk satuan khusus dalam penanganan bencana yang kemudian dikenal dengan BSB (Brigade Satuan Bencana), pelayanan ambulans dan sub sistem komunikasi. PELAYANAN SEHARI-HARI PSC (Public Safety Center) BSB (Brigade Siaga Bencana) Pelayanan Ambulans (Ambulance Service) Komunikasi (Networking, Call Center) PELAYANAN DALAM KEADAAN BENCANA Terutama yang menyebabkan korban masal memerlukan hal-hal khusus sebagai berikut: 151

165 Koordinasi, Komando Eskalasi dan mobilisasi sumber daya Simulasi Pelaporan, monitoring dan evaluasi Sistem pelayanan medik Pra-Rumah Sakit ini dikelola oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta SISTEM PELAYANAN MEDIK DI RUMAH SAKIT Pada pelayanan di rumah sakit diperlukan : SARANA DAN PRA SARANA IGD HCU ICU Kamar Jenazah Unit-unit Penunjang (Laboratorium klinik, Radiologi, Farmasi, Gizi) Ruang rawat inap dll INSTALASI GAWAT DARURAT Pelayanan pertama bagi kasus gawat darurat yang memerlukan; Organisasi yang baik Pembiayaan termasuk Sumber pembiayaan SDM yang baik dan terlatih mengikuti perkembangan teknologi dan pelayanan medis RS Penyakit Infeksi Prof.dr.Sulianti Saroso (RSPI-SS) adalah di samping mempunyai fasilitas IGD pada umumnya, juga memberikan pelayanan khusus untuk penyakit Infeksi dan penyakit menular yaitu terdapat fasilitas Ruang perawatan Isolasi dan ICU untuk penyakit infeksi dan menular. SISTEM PELAYANAN MEDIK ANTAR RUMAH SAKIT Jejaring (networking) rujukan dibuat berdasarkan kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan baik dari segi kuantitas kemampuan 152

166 menerima pasien maupun kualitas pelayanan yang dihubungkan dengan kemampuan SDM dan kesedian fasilitas medis maupun perkembangan teknologi. Sekarang ini sedang dilakukan kerjasama dengan PT TELKOM untuk membuat suatu Call Center Pelayanan Antar Rumah Sakit. Evakuasi, adalah transportasi yang terutama ditujukan dari rumah sakit lapangan menuju ke rumah sakit rujukan atau transportasi antar rumah sakit dikarenakan adanya bencana yang terjadi pada satu rumah sakit dimana pasien harus dievakuasi ke rumah sakit lain. Sistem Informasi Manajemen (SIM), diperlukan pada suatu rumah sakit yang menghadapi kompleksitas permasalahan dalam pelayanan. Diperlukan pula dalam audit pelayanan dan hubungannya dengan sistem penunjang termasukk manajemen keuangan. Koordinasi dalam pelayanan terutama pelayanan rujukan diperlukan pemberian informasi keadaan pasien dan pelayanan yang dibutuhkan sebelum pasien ditransportasi ke rumah sakit tujuan. Call Center RSPI-SS No.Telp IGD RSPI : Untuk Call Center 119 yang direncakan terintegrasi dengan Dinas kesehatan DKI Jakarta belum berjalan, permasalahannya di soft ware sistem informasi call center dan tenaga honor petugas jaga call center. Gambar Pelayanan SGPDT 153

167 Kalibrasi Tahun 2013 ada sekitar 92 alat yang harus dikalibrasi, dengan jumlah yang variasi. Pihak luar yang menangani kalibrasi di rumah sakit adalah PT. Ankatama Sejahtera Gambar Kegiatan Kalibrasi Gambar Sertifikat Kalibrasi Alat Poli Kulit 154

168 Gambar Sertifikat Kalibrasi Alat ICU 2). Layanan Unggulan RSPI SS POKJA HIV Grafik 5.79 Jumlah klien pd klinik VCTdi RSPI-SS Grafik 5.80 Jumlah kumulatif infeksi HIV dan Kasus AIDS di RSPI-SS,

169 BAB VI Laporan Tahunan Grafik 5.81 Trend Faktor Risiko HIV-AIDS di RSPI-SS, MDR TB Ruang Isolasi 156

170 BAB VI Laporan Tahunan II. REALISASI ANGGARAN Tabel 5.19 Anggaran menurut jenis belanja Pada tahun 2013 anggaran RSPI Prof Dr Sulianti Saroso mengalami 8 kali revisi.pada DIPA awal, anggaran untuk anggaran RSPI Prof Dr Sulianti Saroso di alokasikan sebesar Rp ,- hingga revisi ke 8 yang disahkan pada tanggal 3 Desember 2012, pagu anggaran untuk RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso mengalami perubahanan karena penambahan Saldo Awal Kas sebesar Rp ,- ( Empat milyar rupiah).sehingga total menjadi Rp ,-. Realisasi anggaran untuk pelaksanaan program dan kegiatan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso hingga akhir tahun 2013 adalah sebesar Rp ,-, yaitu 95,51% dari total pagu anggaran sebesar Rp ,-. Berikut rincian realisasi anggaran keuangan per program dan kegiatan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso pada tahun 2013: 157

prioritas area yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: No Prioritas Area Indikator Standart 1. Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa

prioritas area yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: No Prioritas Area Indikator Standart 1. Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa Penetapan Area Prioritas Pengelompokan Indikator Mutu Rumah Sakit Khusus Bedah SS Medika berdasarkan prioritas area yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: No Prioritas Area Indikator Standart 1 Unit

Lebih terperinci

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 3.1 DASAR HUKUM Dalam menetapkan tujuan, sasaran dan indikator kinerja Balai Besar Laboratorium menggunakan acuan berupa regulasi atau peraturan sebagai berikut : 1) Peraturan

Lebih terperinci

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 3.1 DASAR HUKUM a. Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 57/KMK.05/2010 tanggal 05 Februari 2010 tentang Penetapan pada Kementerian Kesehatan sebagai Instansi Pemerintah

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013 i IKHTISAR EKSEKUTIF Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso tahun 2013 dibuat sebagai wujud pertanggungjawaban atas kinerja pada

Lebih terperinci

G U B E R N U R J A M B I

G U B E R N U R J A M B I G U B E R N U R J A M B I PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI, Menimbang

Lebih terperinci

PENETAPAN KINERJA. No Sasaran strategis Indikator Kinerja Target. (1) (2) (3) (4) 1 Meningkatnya kualitas dan kuantitas berbagai

PENETAPAN KINERJA. No Sasaran strategis Indikator Kinerja Target. (1) (2) (3) (4) 1 Meningkatnya kualitas dan kuantitas berbagai Lampiran 1 PENETAPAN KINERJA Unit Eselon II : Tahun Anggaran : 2013 No Sasaran strategis Indikator Kinerja Target (1) (2) (3) (4) 1 Meningkatnya kualitas dan kuantitas berbagai Jumlah capaian pemeriksaan

Lebih terperinci

MISI MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT KEPUASAN DAN KESELAMATAN PASIEN ADALAH TUJUAN KAMI

MISI MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT KEPUASAN DAN KESELAMATAN PASIEN ADALAH TUJUAN KAMI MISI MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT 1. Mewujudkan kualitas pelayanan paripurna yang prima dengan mengutamakan keselamatan pasien dan berfokus pada kepuasan pelanggan. 2.

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 66 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 25

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 66 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 25 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 66 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 25 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 54 TAHUN 2004 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN RUMAH

Lebih terperinci

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 64 TAHUN 2008 TENTANG

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 64 TAHUN 2008 TENTANG W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 64 TAHUN 2008 TENTANG FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA, Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI SERANG PERATURAN BUPATI SERANG Nomor 22 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SERANG

BUPATI SERANG PERATURAN BUPATI SERANG Nomor 22 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SERANG BUPATI SERANG PERATURAN BUPATI SERANG Nomor 22 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SERANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SERANG Menimbang : bahwa dalam

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 48 TAHUN 2008 T E N T A N G TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DORIS SYLVANUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG LAMPIRAN PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR : 10 TAHUN 2015 TANGGAL : 10 MARET 2015 TENTANG : STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG. ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG. ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DORIS SYLVANUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,

Lebih terperinci

BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG TARIF PELAYANAN KESEHATAN KELAS III PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN ARANG KABUPATEN BOYOLALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG. ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG. ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DORIS SYLVANUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.886, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Organisasi. Tata Kerja. Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Perubahan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 01 TAHUN 2006 TENTANG

WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 01 TAHUN 2006 TENTANG WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 01 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BATAM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATAM,

Lebih terperinci

BUPATI MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

BUPATI MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, BUPATI MOJOKERTO PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. SOEKANDAR KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2007 NOMOR 16 SERI D PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 16 TAHUN 2007 T E N T A N G PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR: 12 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 52 NOMOR 52 TAHUN 2008

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 52 NOMOR 52 TAHUN 2008 BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 52 PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG Menimbang : a. DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Kondisi Umum Identifikasi Masalah

BAB I PENDAHULUAN Kondisi Umum Identifikasi Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Kondisi Umum RSUD Pasaman Barat merupakan Rumah sakit Kelas C yang berdiri berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2005 pada tanggal 1 April 2005 dalam bentuk Lembaga Teknis Daerah

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN, PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI, DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2006 NOMOR 3 SERI D

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2006 NOMOR 3 SERI D LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2006 NOMOR 3 SERI D PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

-1- BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG

-1- BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG -1- BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RSUD DI KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG

PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG Menimbang : a. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SEMARANG,

Lebih terperinci

Laporan Akuntbilitas Kinerja Instalasi Pemerintah RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2014 IKHTISAR EKSEKUTIF

Laporan Akuntbilitas Kinerja Instalasi Pemerintah RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2014 IKHTISAR EKSEKUTIF Laporan Akuntbilitas Kinerja Instalasi Pemerintah IKHTISAR EKSEKUTIF Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso (RSPI-SS) untuk Tahun

Lebih terperinci

BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR KABUPATEN TANAH BUMBU DENGAN

Lebih terperinci

PENETAPAN KINERJA. Unit Eselon II : Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun Anggaran : 2012

PENETAPAN KINERJA. Unit Eselon II : Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun Anggaran : 2012 Lampiran 1 PENETAPAN KINERJA Unit Eselon II : Tahun Anggaran : 2012 No Sasaran strategis Indikator Kinerja Target 2012 Satuan (1) (2) (3) (4) 1 Terlaksananya berbagai jenis pelayanan laboratorium yang

Lebih terperinci

STANDARD PELAYANAN MINIMAL (SPM) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR

STANDARD PELAYANAN MINIMAL (SPM) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR LAMPIRAN I : PERATURAN BUPATI BELITUNG TIMUR NOMOR 49 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR STANDARD PELAYANAN MINIMAL (SPM) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 34 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN LANDAK

PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 34 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN LANDAK PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 34 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN LANDAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LANDAK, Menimbang

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 54 2001 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA RUMAH SAKIT UMUM dr. SLAMET KABUPATEN

Lebih terperinci

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 39 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr RASIDIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG,

Lebih terperinci

BUPATI SRAGEN PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 61 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN

BUPATI SRAGEN PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 61 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN BUPATI SRAGEN PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 61 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SRAGEN, Menimbang

Lebih terperinci

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 3.1 DASAR HUKUM Dalam menetapkan tujuan, sasaran dan indikator kinerja Balai Besar Laboratorium menggunakan acuan berupa regulasi atau peraturan sebagai berikut : 1) Peraturan

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 114 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 114 TAHUN 2008 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 114 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DIREKTUR, WAKIL DIREKTUR, BIDANG, BAGIAN SEKSI DAN SUB BAGIAN Dl RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR : 21 TAHUN : 1999 SERI : D.4.

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR : 21 TAHUN : 1999 SERI : D.4. LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR : 21 TAHUN : 1999 SERI : D.4. PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR : 6 TAHUN 1996 T E N T A N G ORGANISASI DAN TATA KERJA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan Luas Bangunan Rumah Sakit terdiri dari 2 Lantai Gedung, yaitu : Lantai Bawah : 5.721,71 m 2 Lantai Atas : 813,84 m 2

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan Luas Bangunan Rumah Sakit terdiri dari 2 Lantai Gedung, yaitu : Lantai Bawah : 5.721,71 m 2 Lantai Atas : 813,84 m 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Penyusunan Laporan Tahunan Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka merupakan bagian pertanggung jawaban Rumah Sakit sebagai SKPD dalam menyampaikan laporan hasil program

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor : 30 Tahun 2001 Seri D ---------------------------------------------------------------- PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (PERDA KOTA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1226, 2012 KEMENTERIAN KESEHATAN. Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Organisasi. Tata Kerja. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 045 TAHUN 2012 TENTANG

Lebih terperinci

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH SALINAN BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM REMUNERASI PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KAYEN KABUPATEN PATI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PATI,

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015 LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN MALANG 2016 DAFTAR ISI Kata Pengantar Ringkasan Eksekutif Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang... 1 B. Maksud

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 72 TAHUN 2015

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 72 TAHUN 2015 WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 72 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN, KEDUDUKAN, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT PELAKSANA TEKNIS RUMAH SAKIT PRATAMA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 67 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF.

Lebih terperinci

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR : 30. p TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO BUPATI PURWOREJO, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

BUPATI MAJENE PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJENE NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI MAJENE PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJENE NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG BUPATI MAJENE PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJENE NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MAJENE DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka sampai saat ini memiliki fasilitas pelayanan kesehatan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka sampai saat ini memiliki fasilitas pelayanan kesehatan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN 1.1. Dasar Hukum Dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini didasarkan pada dasar hukum yang telah ditetapkan sebagai berikut 1. Tap MPR RI Nomor XI/MPR/1998

Lebih terperinci

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Organisasi. Tata Kerja. Rumah Sakit Pengayoman. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Organisasi. Tata Kerja. Rumah Sakit Pengayoman. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA No.959, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Organisasi. Tata Kerja. Rumah Sakit Pengayoman. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

BUPATI PURWOREJO TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI PURWOREJO TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR : 103 TAHUN 2013 103 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN. A. Kedudukan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN. A. Kedudukan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN A. Kedudukan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan 1. Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik adalah Rumah

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2012 NOMOR 7 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2012 NOMOR 7 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG 1 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2012 NOMOR 7 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG BUPATI GROBOGAN PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS JABATAN DAN TATA KERJA ORGANISASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. R. SOEDJATI SOEMODIARDJO PURWODADI

Lebih terperinci

3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992;

3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992; PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 42 TAHUN 2000 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA Menimbang : a.

Lebih terperinci

ALOKASI REALISASI ANGGARAN DAN PENERIMAAN RUMAH SAKIT TAHUN 2016

ALOKASI REALISASI ANGGARAN DAN PENERIMAAN RUMAH SAKIT TAHUN 2016 ALOKASI REALISASI ANGGARAN DAN PENERIMAAN RUMAH SAKIT TAHUN 206 Realisasi anggaran belanja tahun 206 adalah sebagai berikut : Anggaran Rupiah Murni : KODE URAIAN TERAKHIR REVISI VI SELF SETELAH SELF REALISASI

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015 LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN MALANG 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan ridhonya. Laporan Kinerja (LKj)

Lebih terperinci

Bupati Pandeglang PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BERKAH

Bupati Pandeglang PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BERKAH Bupati Pandeglang PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BERKAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

Lebih terperinci

BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN

BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN 3.1 Gambaran Umum RSAB Harapan Kita 3.1.1 Sejarah RSAB Harapan Kita Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita pada awal berdirinya memiliki nama Rumah Sakit Anak

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.401, 2012 KEMENTERIAN KESEHATAN. Organisasi. Tata Kerja. RS. Kusta Dr. Tadjuddin Chalid. Makasar. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 009 TAHUN 2012

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JAYAPURA NOMOR 4 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JAYAPURA NOMOR 4 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN JAYAPURA NOMOR 4 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JAYAPURA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 36 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JAYAPURA PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PAPUA, Menimbang :

Lebih terperinci

PENGUKURAN KINERJA. Jumlah kasus bedah epilepsy yg dilayani

PENGUKURAN KINERJA. Jumlah kasus bedah epilepsy yg dilayani PENGUKURAN KINERJA Unit Organisasi : RSUP Dr. Kariadi Tahun Anggaran : 2012 No Sasaran Indikator Kinerja SATUAN 2012 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) I Pelayanan 1. Cakupan Pelayanan a. Terwujudnya Pelayanan

Lebih terperinci

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Sejarah Berdirinya RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Sejarah Berdirinya RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Paparan Data Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Obyek Penelitian 4.1.1.1 Sejarah Berdirinya RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Dimulai sekitar

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM RSUD INDRASARI RENGAT

GAMBARAN UMUM RSUD INDRASARI RENGAT GAMBARAN UMUM RSUD INDRASARI RENGAT A. SEJARAH DAN KEDUDUKAN RUMAH SAKIT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengat Kabupaten Indragiri Hulu pada awalnya berlokasi di Kota Rengat Kecamatan Rengat (sekarang

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

PEMERINTAH KOTA SAMARINDA PEMERINTAH KOTA SAMARINDA PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA NOMOR 08 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) I. A. MOEIS KOTA SAMARINDA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU

PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALINAU NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MALINAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MALINAU,

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 115 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 115 TAHUN 2008 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 115 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DIREKTUR, WAKIL DIREKTUR, BIDANG, BAGIAN, SEKSI DAN SUB BAGIAN Dl RUMAH SAKIT UMUM Dr. SOEDONO MADIUN PROVINSI

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru Secara singkat perkembangan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sejak tahun 1950 sampai dengan tahun 2010

Lebih terperinci

PROFIL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN JAKARTA

PROFIL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN JAKARTA PROFIL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN JAKARTA 1. SEJARAH RSUD TARAKAN JAKARTA Pada mulanya tahun 1953, rsud tarakan hanya berbentuk balai pengobatan. Kemudian pada tahun 1956, beralih menjadi puskesmas

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP)

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) RSUP RATATOTOK BUYAT TAHUN 2016 DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI Jln. J.W. Lasut Ratatotok, Kabupaten Minahasa

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAHUN 2013

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAHUN 2013 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAHUN 2013 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BARRU TAHUN 2013 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 36 TAHUN : 2003 SERI : C PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 36 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PENETAPAN TARIP PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM CIBABAT CIMAHI DENGAN

Lebih terperinci

Perbedaan jenis pelayanan pada:

Perbedaan jenis pelayanan pada: APLIKASI MANAJEMEN DI RUMAH SAKIT OLEH : LELI F. MAHARANI S. 081121039 MARINADIAH 081121015 MURNIATY 081121037 MELDA 081121044 MASDARIAH 081121031 SARMA JULITA 071101116 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II CIREBON

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II CIREBON LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II CIREBON NOMOR 6 TAHUN 1997 SERI D. 4 PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II C I R E B O N NOMOR 06 TAHUN 1996 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT

Lebih terperinci

Sejak tahun 1998 di Inggris dikembangkan suatu pendekatan baru manajemen mutu klinis yang dikenal dengan sebutan clinical governance (Scally, 1998).

Sejak tahun 1998 di Inggris dikembangkan suatu pendekatan baru manajemen mutu klinis yang dikenal dengan sebutan clinical governance (Scally, 1998). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Paradigma baru dalam pelayanan kesehatan cenderung memandang pelayanan kesehatan dan rumah sakit sebagai industri pelayanan (health industry). Dengan demikian

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGORGANISASIAN BIDANG PENGKAJIAN IMUNOLOGI DAN FAKTOR RISIKO

PEDOMAN PENGORGANISASIAN BIDANG PENGKAJIAN IMUNOLOGI DAN FAKTOR RISIKO PEDOMAN PENGORGANISASIAN BIDANG PENGKAJIAN IMUNOLOGI DAN FAKTOR RISIKO RUMAH SAKIT PENYAKIT INFEKSI PROF. DR. SULIANTI SAROSO DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RSPI

Lebih terperinci

1V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

1V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 65 1V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek pada mulanya merupakan Rumah Sakit Onderneming Pemerintahan hindia belanda yang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG POLA TARIF BADAN LAYANAN UMUM BALAI KESEHATAN DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN

Lebih terperinci

Pemberian pelayanan kegawat daruratan yang bersertifikat ATLS/BTLS/ACLS/

Pemberian pelayanan kegawat daruratan yang bersertifikat ATLS/BTLS/ACLS/ LAMPIRAN II PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH IDI KABUPATEN ACEH TIMUR 1. Kemampuan menangani life saving

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 31 SERI D

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 31 SERI D BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 31 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 12 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1877, 2014 KEMENKES. Jabatan Fungsional. Pembinaan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2014 TENTANG PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

II. Lokasi RSU Kabanjahe RSU Kabanjahe terletak di Jalan Selamat ketaren Kabanjahe, luas areal ± 3 Ha.

II. Lokasi RSU Kabanjahe RSU Kabanjahe terletak di Jalan Selamat ketaren Kabanjahe, luas areal ± 3 Ha. I. Gambaran Umum Rs. Umum Kabanjahe Kabupaten karo adalah RS kelas c berdasarkan surat keputusan menkes RI No HK.2.3/1/2/214 terletak di kota Kabanjahe Ibukota Kabupaten Karo berjarak ± 76 km dari ibukota

Lebih terperinci

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SALINAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 79 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT PARU RESPIRA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

-1- BUPATI ACEH TIMUR PROVINSI ACEH PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG

-1- BUPATI ACEH TIMUR PROVINSI ACEH PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG -1- BUPATI ACEH TIMUR PROVINSI ACEH PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI PEMANGKU JABATAN STRUKTURAL PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN ABDUL AZIZ SYAH

Lebih terperinci

BAB II RUMAH SAKIT MARTHA FRISKA BRAYAN. dengan Type Madya.Kapasitas Rawat Inap 270 Bed. Sakit Martha Friska Brayan adalah sebagai berikut :

BAB II RUMAH SAKIT MARTHA FRISKA BRAYAN. dengan Type Madya.Kapasitas Rawat Inap 270 Bed. Sakit Martha Friska Brayan adalah sebagai berikut : BAB II RUMAH SAKIT MARTHA FRISKA BRAYAN A. Sejarah Ringkas Rumah Sakit Martha Friska berdiri sejak tanggal 2 Maret 1981 beralamat di jalan Komodor Laut Yos Sudarso No. 91 Medan, Sumatera Utara.Dengan status

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO Menimbang : Mengingat : 1.

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Organisasi. Tata Kerja.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Organisasi. Tata Kerja. No.585, 2010 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Organisasi. Tata Kerja. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1144/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 112 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 112 TAHUN 2008 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 112 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DIREKTUR, WAKIL DIREKTUR, BIDANG, BAGIAN, SEKSI DAN SUB BAGIAN Dl RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SOETOMO PROVINSI

Lebih terperinci

URAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH POLEWALI

URAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH POLEWALI LAMPIRAN II PERATURAN BUPATI POLEWALI MANDAR NOMOR : 10 TAHUN 2014 TANGGAL : 3 FEBRUARI 2014 I. Pelayanan Gawat Darurat URAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH POLEWALI a. Presentase life

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diolah sebagai bahan pembuat laporan pelayanan rumah sakit. Rumah sakit

BAB I PENDAHULUAN. diolah sebagai bahan pembuat laporan pelayanan rumah sakit. Rumah sakit BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Pelayanan untuk pasien di rumah sakit umumnya meliputi

Lebih terperinci

NOMOR : 3 TAHUN : 2001 SERI : D NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II ACEH UTARA NOMOR 3 TAHUN 1997 T E N T A N G

NOMOR : 3 TAHUN : 2001 SERI : D NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II ACEH UTARA NOMOR 3 TAHUN 1997 T E N T A N G NOMOR : 3 TAHUN : 2001 SERI : D NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II ACEH UTARA NOMOR 3 TAHUN 1997 T E N T A N G SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA LHOKSEUMAWE

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta)

LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta) LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta) Nomor : 6 Tahun 1996 Seri D ================================================================= PERATURAN DAERAH KOTAMADYA

Lebih terperinci

BUPATI GUNUNGKIDUL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL,

BUPATI GUNUNGKIDUL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL, BUPATI GUNUNGKIDUL PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN, BUPATI KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI KLATEN NOMOR TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN SUSUNAN ORGANISASI TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA RUMAH SAKIT DAERAH KABUPATEN KLATEN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2014 i DAFTAR ISI DAFTAR ISI ii KATA PENGANTAR iii LEMBAR PENGESAHAN DIREKSI iv LEMBAR PERSETUJUAN DEWAN PENGAWAS v SUMMARY EXECUTIVE vi BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 LATAR

Lebih terperinci

RUMAH SAKIT. Oleh: Diana Holidah, M.Farm., Apt.

RUMAH SAKIT. Oleh: Diana Holidah, M.Farm., Apt. RUMAH SAKIT Oleh: Diana Holidah, M.Farm., Apt. DASAR HUKUM RUMAH SAKIT UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. PerMenKes RI Nomor 1045/menkes/per/XI/2006 Tentang Pedoman organisasi rumah sakit di lingkungan

Lebih terperinci

LEMBARAN BERITA DAERAH KABUPATEN KARAWANG

LEMBARAN BERITA DAERAH KABUPATEN KARAWANG LEMBARAN BERITA DAERAH KABUPATEN KARAWANG NO. 21 2011 SERI. E PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR : 21 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PENATAUSAHAAN POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (PPK-BLUD)

Lebih terperinci

PENYUSUNAN INDIKATOR KINERJA KLINIK DALAM STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RS DR KARIADI SEBAGAI BADAN LAYANAN UMUM. Farichah Hanum

PENYUSUNAN INDIKATOR KINERJA KLINIK DALAM STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RS DR KARIADI SEBAGAI BADAN LAYANAN UMUM. Farichah Hanum PENYUSUNAN INDIKATOR KINERJA KLINIK DALAM STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RS DR KARIADI SEBAGAI BADAN LAYANAN UMUM Farichah Hanum PENDAHULUAN RS Dr Kariadi telah ditetapkan dari RS Perjan menjadi Badan Layanan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 87 TAHUN : 2008 SERI : C PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 6 TAHUN 2008

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 87 TAHUN : 2008 SERI : C PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 6 TAHUN 2008 LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 87 TAHUN : 2008 SERI : C PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 6 TAHUN 2008 TENTANG PENETAPAN TARIF PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM CIBABAT CIMAHI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN REMUNERASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN REMUNERASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO 1 BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN REMUNERASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKOHARJO,

Lebih terperinci