APLIKASI MOBILE UNTUK CROSS SELLING PADA CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DI AGROINDUSTRI BAN MUHAMMAD RIZKI AZIMA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "APLIKASI MOBILE UNTUK CROSS SELLING PADA CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DI AGROINDUSTRI BAN MUHAMMAD RIZKI AZIMA"

Transkripsi

1 APLIKASI MOBILE UNTUK CROSS SELLING PADA CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DI AGROINDUSTRI BAN MUHAMMAD RIZKI AZIMA DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN BOGOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013

2

3 PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA* Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Aplikasi Mobile Untuk Cross Selling Pada Customer Relationship Management di Agroindustri Ban adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir disertasi ini. Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor. Bogor, Agustus 2013 Muhammad Rizki Azima NIM F

4 2 ABSTRAK MUHAMMAD RIZKI AZIMA. Aplikasi Mobile Untuk Cross Selling Pada Customer Relationship Management di Agroindustri Ban. Dibimbing oleh Taufik Djatna. Aktivitas Customer Relationship Management (CRM) digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan konsumen secara lebih detail. Penerapan CRM yang lebih baik dapat pula dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi berbasis mobile. Dalam penelitian ini digunakan metode Association Rules dengan algoritma Apriori. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pre-processing data untuk dapat menentukan frequent item sets menggunakan algoritma apriori, analisis association rules menggunakan formulasi support, confidence dan improvement. Tahap berikutnya adalah menentukan strategi marketing next sequential product yaitu produk yang mungkin dibeli konsumen berdasarkan rules yang telah diperoleh. Tahap terakhir yaitu menentukan prakiraan waktu kapan produk tersebut akan dibeli lagi oleh konsumen dengan menggunakan formula moving average. Aplikasi ini dibangun dengan bahasa Java dan diimplementasikan pada platform Android versi 2.2 ke atas. Nilai tetapan dasar untuk support dan confidence adalah 20% dan 70% yang dapat disesuaikan kemudian. Kelebihan aplikasi ini adalah pengguna dapat menggunakannya dimana dan kapan saja selama pengguna membawa perangkat mobile yang telah terinstalasi aplikasi cross selling ini. Kata Kunci :association rules, algoritma apriori, customer relationship management, next sequential product, Android, mobile ABSTRACT MUHAMMAD RIZKI AZIMA. Mobile Cross selling Application for Customer Relationship Management. Supervised by Taufik Djatna. CRM activities are used to identify customer service needs in order to get more detail information. Good CRM could be implemented by applying it on a mobile-based application. This research was using Association Rules with Apriori algorithm. Steps of the research is pre-processing data to determine frequent item sets (data that often occur together) using apriori algorithm, analyzing association rules using support, confidence and improvement. Next step is determining marketing strategy which is next item deals (next sequential product) may be purchased by customer based on the rules that have been obtained. Last step is forecast analysis to determine the time whenever items and next sequential items will be purchased by the customers using Moving Average formula. These application were built in Java and implemented in Android platform version 2.2 or above. Default support and confidence values are 20% and 70% and can be manually adjusted. The advantages of the application are users can use it anywhere and anytime as long as they bring their mobile device with the cross selling application installed. Keywords : association rules, apriori algorithm, customer relationship management, next sequential product, Android, mobile

5 3 APLIKASI MOBILE UNTUK CROSS SELLING PADA CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DI AGROINDUSTRI BAN MUHAMMAD RIZKI AZIMA Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pertanian pada Departemen Teknologi Industri Pertanian DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013

6 4

7 Judui Skripsi: Aplikasi Mobile Untuk Cross Selling pada Custoll7er Relationship Management di Agroindustri Ban Nama Muhammad Rizki Azima NIM F Disetujui oleh Dr Eng Taufik Djatna, TP, MSi Pembimbing I Tanggal Lulus:

8 5 Judul Skripsi : Aplikasi Mobile untuk Cross Selling pada Customer Relationship Management di Agroindustri Ban Nama : Muhammad Rizki Azima NIM : F Disetujui oleh Dr Eng Taufik Djatna, STP, MSi Pembimbing I Diketahui oleh Prof Dr Ir Nastiti Siswi Indrasti Ketua Departemen Tanggal Lulus:

9 6 PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta ala atas segala karunia-nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Maret 2013 ini ialah Customer Relationship Management dengan judul Aplikasi Mobile Untuk Cross Selling pada Customer Relationship Management di Agroindustri Ban. Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Dr Eng Taufik Djatna, STP, MSi selaku pembimbing yang telah banyak memberi saran. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada ayah, ibu, serta seluruh keluarga, atas segala doa dan kasih sayangnya. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat. Bogor, Agustus 2013 Muhammad Rizki Azima

10 7 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR LAMPIRAN... xi PENDAHULUAN... 1 Latar Belakang... 1 Perumusan Masalah... 2 Tujuan Penelitian... 2 Manfaat Penelitian... 2 Ruang Lingkup Penelitian... 2 METODE Perancangan dan Pengembangan Sistem Analisis Sistem Pemodelan Sistem Desain Sistem Implementasi Cross Selling pada Aplikasi Pengkodean (Coding) Sistem Verifikasi Implementasi Pengambilan Keputusan untuk Strategi Marketing Menentukan Kemungkinan Item yang akan Ditawarkan Kemudian atau Produk yang Mungkin Diminta Berikutnya (Next Sequential Product) Menentukan Prakiraan Pembelian Produk Berikutnya Pada Periode yang Diramalkan... 4 Alat Bantu Perancangan dan Pengembangan... 5 Pengumpulan Data dan Informasi... 5 HASIL DAN PEMBAHASAN Agroindustri dan Agroindustri Ban Agroindustri... 6

11 Agroindustri Ban Ban Karet Sifat Kimia Karet Proses Pembuatan Ban Customer Relationship Management (CRM) dalam Agroindustri Ban Perancangan Sistem Pemodelan Objek Dan Analisis Sistem Business Process Diagram Use Case Diagram Sequence Diagram Class Diagram Implementasi Aplikasi Transformasi Desain Pengembangan Sistem Analisis Association Rules Mining (Support, Confidence, Improvement) Next Sequential Product Analisis Prakiraan Waktu (Time Series) Pembelian Next Sequential Product Sumber Data Transaksi Pre-Processing Data Pengolahan Hasil Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Kelebihan Aplikasi Kekurangan Aplikasi SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Saran DAFTAR PUSTAKA RIWAYAT HIDUP... 34

12 9 DAFTAR TABEL Tabel 1. Fragmen Bentuk Tabel Biner Pada Pre-Processing Data Tabel 2. Rules Hasil Pengolahan Data Menggunakan AARP DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Fragmen Diagram Proses Bisnis AARP Gambar 2. Diagram Kasus AARP Gambar 3. Fragmen Diagram Sekuen AARP Gambar 4. Fragmen Diagram Kelas AARP Gambar 5. Grafik Rules DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Pemodelan Objek... 21

13 10

14 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat turut mendukung pengembangan Customer Relationship Management (CRM). Kegiatan CRM dalam perusahaan pada dasarnya bertujuan agar perusahaan dapat mengenali pelanggan secara lebih detail dan melayani mereka sesuai dengan kebutuhannya. Prinsip fokus terhadap pelanggan menjadi prinsip dasar penerapan CRM di perusahaan. CRM sendiri memiliki arti sebuah proses bisnis atau kegiatan marketing yang mengelola seluruh aspek dari daur hidup pelanggan, mulai dari akuisisi, pemenuhan order, sampai retensi pelanggan. Strategi komprehensif perusahaan terhadap penerapan CRM ini membuat setiap proses dari daur hidup pelanggan dapat dimanfaatkan dengan optimal. Ketika sebuah strategi cross selling dijalankan, fokus utama perusahaan tidak lagi kepada bagaimana mendapatkan pelanggan baru yang potensial (prospecting customer), tetapi bagaimana menjual lebih banyak produk kepada pelanggan yang sudah ada (existing customer). Sebuah literatur menyebutkan bahwa biaya (cost) yang harus dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan pelanggan baru lebih mahal sepuluh kali lipat jika dibandingkan dengan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Penerapan cross selling harus didahului oleh analisis yang mendalam mengenai data transaksi pelanggan dengan menggunakan konsep data mining yang melibatkan proses pengambilan sumber informasi dari sebuah transaksi pelanggan, yang mencakup produk apa yang mereka beli, perilaku pembelian pelanggan, dan lain-lain. Data mining dapat membantu mempercepat proses pengambilan keputusan secara cepat, memungkinkan perusahaan untuk mengelola informasi yang terkandung di dalam data transaksi menjadi sebuah pengetahuan (knowledge) yang baru. Lewat pengetahuan yang didapat, perusahaan dapat meningkatkan pendapatannya dan mengurangi biaya, dan pada akhirnya di masa yang akan datang perusahaan dapat lebih kompetitif (Bayu 2012). Dalam era modern ini mobilitas manusia selama melaksanakan kegiatannya sangat tinggi. Untuk mendukung tercapainya tujuan dari penerapan cross selling yang lebih baik, maka penerapan cross selling dapat pula diwujudkan dalam bentuk aplikasi yang berbasis mobile. Dengan adanya aplikasi tersebut maka diharapkan dapat mempermudah user atau konsumen yang dalam hal ini adalah distributor atau agen produk ban untuk dengan mudah mengakses berbagai informasi produk dari suatu perusahaan sehingga dapat membantu meningkatkan hubungan antara perusahaan dan konsumen. Dengan kata lain hal tersebut dapat mendukung tercapainya harapan penerapan CRM yang lebih baik yaitu dengan melakukan penerapan cross-selling pada aplikasi berbasis mobile.

15 2 Perumusan Masalah Pada era modern ini hampir setiap pelaku bisnis dan konsumennya memanfaatkan mobile device untuk berkomunikasi dan mendukung pekerjaan mereka karena dengan bantuan mobile device komunikasi tersebut dapat dilakukan dengan mudah serta cepat, dimana pun dan kapan pun dibutuhkan. Saat ini penerapan association rules dalam kegiatan CRM belum banyak diterapkan dengan menggunaan mobile device. Penerapan association rules tersebut dapat pula dilakukan dengan memanfaatkan mobile device sebagai sarana yang dapat secara langsung berinteraksi dengan konsumen secara cepat dan mudah, tepat sasaran, dimana pun dan kapan pun dibutuhkan. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan sistem informasi CRM dengan penerapan cross selling pada corporate dan mengimplementasikan sistem tersebut dengan pengambilan keputusan strategi marketing. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini bagi peneliti sendiri adalah dapat menambah pengetahuan tentang analisis perancangan, dan pengembangan sistem informasi CRM. Manfaat penelitian ini bagi penelitian selanjutnya adalah sebagai sumber informasi dan bisa dikembangkan ke penelitian yang selanjutnya. Manfaat bagi perusahaan adalah dapat dijadikan dasar pengembangan sistem informasi yang dapat diaplikasikan langsung dalam kegiatan CRM perusahaan. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini difokuskan pada analisis dan pengembangan sistem informasi dengan penerapan cross selling untuk corporate yang berbasis mobile. METODE 1. Perancangan dan Pengembangan Sistem Pembuatan dan pengembangan sistem teknik (engineering system development) meliputi langkah berikut : 1.1. Analisis Sistem Melakukan identifikasi terhadap kebutuhan untuk membuat sistem. Kebutuhan yang perlu diidentifikasi adalah kebutuhan perangkat lunak,

16 kebutuhan perangkat keras, serta kebutuhan tambahan lainnya seperti kebutuhan jaringan dan sarana uji coba Pemodelan Sistem Tahap pemodelan sistem ini dilakukan untuk melakukan perhatian pada hal-hal penting dalam sistem tanpa perlu terlibat terlalu jauh. Selain itu tahap ini bertujuan untuk menguji analisa sistem terhadap kebutuhan pemakai dan membantu pendesainan sistem serta pemrogram sistem lebih lanjut. Pemodelan sistem ini dilakukan dengan merepresentasikan gambaran sistem dalam diagram business process, diagram usecase, diagram sequence, dan diagram class Desain Sistem Pada tahapan ini dilakukan desain sistem. Desain sistem yang dilakukan yaitu interface sistem, desain database, dan desain mekanisme kerja yang terdapat dalam sistem Implementasi Cross Selling pada Aplikasi Setelah dilakukan garis besar desain, maka aplikasi siap untuk diimplementasikan metode perhitungan cross selling. Metode cross selling yang diimplementasikan adalah : Menentukan tingkat dominasi item set dari sekumpulan frequent item set Sebelum dilakukan analisis association rules lebih lanjut, perlu dilakukan terlebih dahulu perhitungan untuk menentukan frequent item set. Frequent item set merupakan sekumpulan item yang telah melalui filter batasan (treshold) support tertentu. Analisis dengan metode association rules mining menggunakan formulasi Support. Support adalah ukuran yang menunjukkan tingkat dominasi itemset dari keseluruhan transaksi. Contohnya adalah dari seluruh transaksi yang ada, seberapa besar kemungkinan item A dan item B dibeli secara bersamaan. Untuk menentukan nilai support dapat menggunakan formulasi (Jiawei et al. 2012) : Support ({A,B}) = NumberofTransaction (A,B) Menentukan hubungan antara dua item set dari sekumpulan frequent item set secara kondisional Analisis dengan metode association rules mining menggunakan formulasi confidence. confidence atau disebut juga nilai probability adalah ukuran yang menyatakan hubungan antara dua item secara kondisional. Contohnya adalah seberapa sering item A dibeli, jika pelanggan membeli item B, artinya pembelian item A dapat bergantung pada pembelian item B. Untuk dapat menentukan nilai confidence maka diperlukan nilai support dari hasil perhitungan sebelumnya. Untuk menentukan nilai confidence dapat menggunakan formulasi (Jiawei et al. 2012): Confidence (A_B)=Probability (B A)=Support (A,B ) / Support (A) Menentukan kemungkinan dua item dapat dibeli secara bersamaan Analisis dengan metode association rules mining menggunakan formulasi improvement. Improvement atau disebut juga nilai importance adalah ukuran yang menyatakan besarnya kemungkinan dua item dapat dibeli secara bersamaan. Untuk menentukan nilai improvement maka 3

17 4 diperlukan nilai support dari hasil perhitungan sebelumnya. Formulasi untuk menentukan nilai improvement adalah (Jiawei et al. 2012) : Importance ({A,B})=Probability (A,B) / (Probability (A) * Probability (B)) 1.5. Pengkodean (Coding) Sistem Pada tahapan ini dilakukan implementasi dari perancangan dan desain yang telah dilakukan. Sehingga pada tahap ini menghasilkan suatu perangkat lunak (software) Verifikasi Setelah perangkat lunak dibangun, maka dilakukan pengujian untuk menguji tingkat kehandalan perangkat lunak yang telah dibangun. Hal ini dilakukan untuk memastikan kehandalan perangkat lunak. Tahap ini dilanjutkan dengan memperbaiki sistem yang telah dibangun bila terjadi suatu kegagalan. 2. Implementasi Pengambilan Keputusan untuk Strategi Marketing 2.1. Menentukan Kemungkinan Item yang akan Ditawarkan Kemudian atau Produk yang Mungkin Diminta Berikutnya (Next Sequential Product) Analisis strategi pemasaran berdasarkan rules yang didapatkan dari hasil analisis association rules mining. Setelah dilakukan analisis support, confidence, dan improvement, maka akan didapatkan rules yang menyatakan hubungan keterkaitan antara item yang satu dengan item yang lainnya. Rules tersebut dapat dijadikan landasan untuk menentukan strategi pemasaran yang dapat dilakukan untuk meningkatkan layanan terhadap pelanggan yang dapat berdampak pada peningkatan loyalitas pelanggan dan akan berdampak pula pada peningkatan revenue perusahaan. Strategi pemasaran yang ditentukan adalah kemungkinan produk berikutnya yang akan dibeli oleh konsumen (Next Sequential Product). Untuk menentukan Next Sequential Product, metode yang dilakukan adalah : Konsumen melakukan pembelian suatu item Aplikasi akan melakukan pencarian terhadap item asosiasinya yang memiliki nilai confidence tertinggi Aplikasi akan merekomendasikan item asosiasi tersebut pada display program 2.2. Menentukan Prakiraan Pembelian Produk Berikutnya Pada Periode yang Diramalkan Metode yang digunakan untuk menentukan prakiraan tersebut adalah dengan menggunakan salah satu metode prakiraan time series yaitu moving average. Metode kerja aplikasi adalah sebagai berikut : Aplikasi akan melakukan perhitungan menggunakan metode moving average dan menampilkan hasil prakiraan tersebut Hasil prakiraan yang ditampilkan adalah item atau produk yang memiliki hasil perhitungan dengan nilai error paling rendah Setelah aplikasi menampilkan item yang diprakirakan akan dibeli oleh konsumen pada periode yang diramalkan, maka aplikasi akan melakukan pencarian untuk menentukan item asosiasi yang memiliki nilai confidence tertinggi terhadap item yang diprakirakan tersebut Aplikasi kemudian akan menampilkan item asosiasi yang mungkin juga akan dibeli oleh konsumen pada periode yang diramalkan

18 5 Alat Bantu Perancangan dan Pengembangan Alat bantu perangkat lunak yang digunakan adalah perangkat lunak office, Power Designer 16.5, Android Developer Tool (Eclipse & Android SDK), Android , MySQL 5. Alat bantu perangkat keras yang digunakan adalah Personal Mobile Computer dengan spesifikasi Intel Core i3 2.2GHz, 4GB DRR3, 320GB HDD, Intel Integrated Graphic & 1GB DDR3 Nvidia GT325M. Peralatan lain yang digunakan untuk menunjang penelitian ini adalah Samsung Mobile Phone Galaxy Mini GT-S5570 (Android 2.2) & Samsung Mobile Tablet Galaxy Tab P3100 (Android 4.0 & 4.1). Pengumpulan Data dan Informasi Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah data transaksi penjualan salah satu industri ban terkemuka di Indonesia yang menjual lebih dari 2000 jenis item ke pasar domestik maupun internasional. Data ini diperoleh dari data penjualan kepada seluruh distributor dalam negeri selama periode satu tahun. Data tersebut merupakan data sekunder yang didapatkan langsung dari data yang telah dimiliki oleh perusahaan industri ban tersebut. Pengumpulan data tersebut dilakukan selama 3 hari pada bulan Juli 2013.

19 6 HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Agroindustri dan Agroindustri Ban 1.1. Agroindustri Agroindustri adalah pengolahan hasil pertanian dan karena itu agroindustri merupakan bagian dari enam subsistem agribisnis yang disepakati selama ini yaitu subsistem penyediaan sarana produksi dan peralatan, usahatani, pengolahan hasil (agroindustri), pemasaran, sarana dan pembinaan (Soekartawi 2001). Arti agroindustri menurut FAO yaitu suatu industri yang menggunakan bahan baku dari pertanian dengan jumlah minimal 20% dari jumlah bahan baku yang digunakan adalah disebut agroindustri (Soekartawi 2001). Diantara berbagai bahan baku yang tergolong ke dalam agroindustri, karet merupakan salah satunya yang memiliki potensi sangat tinggi di Indonesia. Indonesia merupakan negara kedua (setelah Thailand) penghasil karet alami di dunia (sekitar 28 persen dari produksi karet dunia di tahun 2010). Sebesar 85% produksi karet dalam negeri diekspor dalam bentuk karet mentah dan 14% untuk konsumsi dalam negeri dengan berbagai keperluan. Pengembangan karet Indonesia dalam kurun waktu 3 dekade mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Dari aspek penyerapan tenaga kerja, pertanaman karet mampu menyerap lebih dari 2 juta tenaga kerja, belum termasuk tenaga kerja yang terserap dalam berbagai sub sistem lainnya (DJP 2012). Pengembangan perkebunan karet yang dilakukan pada wilayah-wilayah bukaan baru terbukti telah menjadi penggerak perekonomian. Data empiris membuktikan bahwa dengan banyaknya pengembangan perkebunan karet di wilayah baru yang sebelumnya terpencil telah berubah dan berkembang menjadi pusat perekonomian baru (DJP 2012). Di masa depan, permintaan akan karet alami dan karet sintetik masih cukup signifikan, karena didorong oleh pertumbuhan industri otomotif yang tentunya memerlukan ban yang berbahan baku karet sintetik dan karet alami. Harga karet sintetik yang terbuat dari minyak bumi akan sangat berfluktuasi terhadap perubahan harga minyak dunia Agroindustri Ban Perkembangan industri otomotif yang begitu pesat menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan pertumbuhan agroindustri ban. Indonesia sebagai penghasil karet nomor dua di dunia menjadi salah satu negara yang sangat potensial untuk mengembangkan industri ban tersebut. Ban sebagai salah satu komponen alat transportasi telah banyak mengalami peningkatan baik dari segi permintaan maupun spesifikasi kegunaan. Dimulai dari sekedar alat penyangga kendaraan agar bisa berjalan, hingga banyak dibutuhkan secara spesifik seperti ban PCR (Passenger Car Radial), TCR (Truck Car Radial), ban khusus balap, dirgantara, pertanian dan sebagainya. Ban menjadi salah satu komponen utama dalam kendaraan sehingga banyak perusahaan manufaktur otomotif yang menjadikan perusahaan ban sebagai salah satu partner OEM (Original Equipment Manufacture).

20 Ban Ban diproduksi dengan menggunakan bahan dasar karet, baik karet alami maupun karet sintetik. Karet merupakan bahan baku terpenting pada produksi ban sehingga perlu diketahui lebih dalam terkait karet dan sifatnya Karet Karet merupakan bahan baku utama dalam pembuatan ban. Tingkat produksi karet alam saat ini berada dibawah produksi karet sintetik, namun kelebihan karet alam belum dapat digantikan oleh karet sintetik. Adapun kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh karet alam adalah : Memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah Mempunyai daya aus yang tinggi Tidak mudah panas Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakan Karet sintetis memiliki kelebihan seperti tahan terhadap berbagai zat kimia dan harganya cenderung stabil Sifat Kimia Karet Karet yang merupakan bahan utama dalam pembuatan ban merupakan politerpena yang disintesis secara alami melalui polimerisasi enzimatik isopentilpirofosfat. Unit ulangnya adalah sama sebagaimana 1,4-poliisoprena. Dimana isoprena merupakan produk degradasi utama karet. Bentuk utama dari karet alam, yang terdiri dari 97% cis-1,4-isoprena, dikenal sebagai Hevea Rubber. Hampir semua karet alam diperoleh sebagai lateks yang terdiri dari 32-35% karet dan sekitar 5% senyawa lain, termasuk asam lemak, gula, protein, sterol ester dan garam. Lateks biasa dikonversikan ke karet busa dengan aerasi mekanik yang diikuti oleh vulkanisasi (Malcom 2001). Warna karet agak kecoklat-coklatan, tembus cahaya atau setengah tembus cahaya, dengan berat jenis 0, Sifat mekaniknya tergantung pada derajat vulkanisasi, sehingga dapat dihasilkan banyak jenis sampai jenis yang kaku seperti ebonite. Temperatur penggunaan yang paling tinggi sekitar 99 o C, melunak pada 130 o C dan terurai sekitar 200 o C. Sifat isolasi listriknya berbeda karena pencampuran dengan aditif. Namun demikian, karakteristik listrik pada frekuensi tinggi, jelek. Sifat kimianya jelek terhadap ketahanan minyak dan ketahanan pelarut. Zat tersebut dapat larut dalam hidrokarbon, ester asam asetat, dan sebagainya. Karet yang kenyal agar mudah didegradasi oleh sinar UV dan ozon (Marthan 1998) Proses Pembuatan Ban Proses pembuatan ban diawali dengan persiapan bahan baku. Bahan baku terdiri atas enam jenis yaitu karet, bahan pengisi (fillers), Reinforcing Material, Plasticizers, Antioksidan dan bahan Miscellaneous. Proses pengolahan raw material dibedakan menjadi tiga proses sesuai dengan jenis raw material yang akan diolah yaitu Pembuatan Bead, Banburry dan Calender. Secara umum proses produksi ban dapat dibagi menjadi tiga yaitu : Semi manufacturing process Pencampuran 7

21 8 Pemotongan Bead Apexing Extruding Calendering Cushioning Proses pembuatan ban mentah Type Building Proses pemasakan Curing 2. Customer Relationship Management (CRM) dalam Agroindustri Ban CRM merupakan sebuah pendekatan baru dalam mengelola hubungan korporasi dan pelanggan pada level bisnis sehingga dapat memaksimumkan komunikasi dan pemasaran melalui pengelolaan berbagai kontak yang berbeda dengan pelanggan. Pendekatan ini memungkinkan untuk mempertahankan pelanggan dan memberikan nilai tambah terus menerus pada pelanggan, selain juga memperoleh keuntungan yang berkelanjutan. CRM dapat didefinisikan sebagai integrasi dari strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang terkoordinasi. CRM mencakup cross/up selling, product affinity analysis, dan product bundling yang dapat digunakan sebagai solusi alternatif dalam sistem strategi penjualan di suatu industri. Cross-selling didefinisikan sebagai "setiap tindakan atau praktek menjual antara atau di antara klien, pasar, pedagang, dan llain-lain" atau "yang menjual produk tambahan atau jasa kepada satu pelanggan yang sudah ada. CRM menyimpan informasi pelanggan dan merekam seluruh kontak yang terjadi antara pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil pelanggan untuk staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang pelanggan tersebut. Pengertian CRM dari sudut pandang pemasaran dan dari sudut pandang teknologi informasi. Beberapa definisi CRM dari berbagai literatur yang berhasil digali antara lain adalah: Dari sisi yang berkaitan dengan teknologi informasi, CRM adalah sebuah strategi untuk mengoptimalkan nilai lifetime pelanggan (customer lifetime value) dengan cara mengetahui lebih banyak mengenai informasi pelanggan dan berinteraksi dengan pelanggan secara intensif. Dari sisi komunikasi dan manajemen, CRM didefinisikan sebagai sebuah pendekatan perusahaan untuk memahami dan mempengaruhi perilaku pelanggan melalui komunikasi yang intensif dalam rangka meningkatkan akuisisi pelanggan, mempertahankan pelanggan, loyalitas pelanggan Definisi CRM jika dilihat dari segi bisnis dapat diartikan sebagai sebuah strategi bisnis untuk memahami, mengantisipasi dan mengelola kebutuhan pelanggan yang potensial dalam suatu organisasi pada saat sekarang dan yang akan datang

22 9 Dari ketiga definisi di atas dapat ditarik kesimpulan mengenai definisi CRM yaitu sebuah pendekatan yang komprehensif yang mengintegrasikan setiap bisnis proses yang berhubungan langsung dengan pelanggan, yaitu penjualan, pemasaran dan layanan pelanggan melalui integrasi filosofi, teknologi, dan juga proses. Dengan kata lain, CRM dipandang bukanlah sebagai sebuah produk ataupun sebuah layanan, tetapi sebuah filosofi bisnis yang bertujuan memaksimalkan nilai pelanggan dalam jangka panjang (customer lifetime value) (Bayu 2012). Pada prinsipnya, strategi pemasaran cross-selling adalah sebuah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan penjualan additional products dan layanan kepada pelanggan yang telah membeli sesuatu dari perusahaan. Strategi ini berhubungan dengan analisis data pelanggan. Beberapa istilah lain yang berhubungan dengan teknik pemasaran ini antara lain adalah (Berry dan Linoff 2004) : Product bundling, menentukan produk apa yang akan dijual secara bersamaan sebagai sebuah paket penjualan. Product affinity analysis, memahami poduk dan layanan apa yang dibeli secara bersamaan. Next sequential purchase, memperkirakan produk atau layanan apa yang akan dibeli kemudian. Propensity-to-buy analysis, mengestimasi produk atau layanan apa yang akan dibeli kemudian oleh pelanggan tertentu. Profitability analysis, memahami pelanggan mana yang sangat penting untuk dijaga. Price elasticity modeling and dynamic pricing, menemukan harga optimal untuk produk tertentu dan untuk segmen pelanggan tertentu. Perusahaan dapat mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan untuk menetapkan additional product dari produk utamanya. Additional product yang disarankan dapat berupa common-sense-based (contohnya, jika pelanggan membeli sebuah kamera digital, maka cross-sell product-nya biasanya adalah memory card, case, dan spare-battery) atau dapat pula berupa data-driven (crossselling didapat dari data pembelian historikal pelanggan). Secara mendasar, cross-selling merupakan proses analisis korelasi dari market basket data informasi mengenai apa yang dibeli dalam satu keranjang (basket) sejarah pembelian dan product relationship. Korelasi ini dapat dijadikan dasar untuk menentukan business rules dalam mengoptimalkan crossselling. Ada tiga manfaat utama dari teknik cross-selling yaitu: (1) meningkatnya revenue perusahaan, (2) meningkatkan loyalitas pelanggan (customer loyalty), dan (3) meningkatkan customer awareness ke satu perusahaan. Peningkatan revenue perusahaan merupakan dampak yang paling bisa dirasakan. Ketika sebuah strategi cross-selling dijalankan, fokus utama perusahaan tidak lagi kepada bagaimana mendapatkan pelanggan baru yang potensial (prospecting customer), tetapi bagaimana menjual lebih banyak produk kepada pelanggan yang sudah ada (existing customer). Sebuah literatur menyebutkan, bahwa biaya (cost) yang harus dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan pelanggan baru lebih mahal sepuluh kali lipat jika dibandingkan dengan mempertahankan pelanggan yang sudah ada (Chasin 2003).

23 10 Manfaat kedua yang dapat diperoleh adalah meningkatnya loyalitas pelanggan. Dari setiap produk yang dijual ke pelanggan bisa berdampak pada peningkatan kepercayaan pelanggan ke sebuah perusahaan, selama produk yang telah dibeli memiliki kualitas yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan mereka. Manfaat terakhir yang dapat diperoleh adalah meningkatnya customer awareness. Dengan menjual produk-produk yang lebih beragam, pelanggan memiliki respon yang lebih ke perusahaan dan membuat proses pembelian menjadi lebih nyaman. Dengan memberikan produk tertentu sebagai cross-selling product, pelanggan dapat mengenal produk-produk baru dimana mereka belum mengetahui sebelumnya bahwa produk tersebut juga dijual oleh perusahaan yang bersangkutan, sehingga memudahkan pelanggan dalam mencari produk baru bagi mereka dan menghindari pembelian ke perusahaan lain (Bayu 2012). 3. Perancangan Sistem Perancangan sistem atau aplikasi dilakukan dengan pemodelan objek dan analisis sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML) Pemodelan Objek Dan Analisis Sistem UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik/gambar untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis OO (Object-Oriented). UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah sistem blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam sistem software. Salah satu pemecahan masalah Object Oriented (OO) adalah dengan menggunakan UML. Oleh karena itu orang-orang yang berminat dalam mempelajari UML harus mengetahui dasar-dasar mengenai Object Oriented Solving (pemecahan masalah OO). Tahap pertama, pembentukan model. Model adalah gambaran abstrak dari suatu dasar masalah. Dan dunia nyata atau tempat dimana masalah itu timbul bisa disebut dengan domain. Model mengandung obyek-obyek yang beraktifitas dengan saling mengirimkan messages (pesanpesan). Obyek mempunyai sesuatu yang diketahui (attribute/attributes) dan sesuatu yang dilakukan (behaviors atau operations). Attributes hanya berlaku dalam ruang lingkup obyek itu sendiri (state). Lalu blue print dari suatu obyek adalah classes (kelas). Obyek merupakan bagian-bagian dari kelas. Pada perancangan program Android Association Rules Program (AARP 1.0), tidak seluruh diagram yang terdapat pada pemodelan UML dibuat, karena kebutuhan pemodelan sistem yang tidak terlalu kompleks dan empat diagram yang dibuat sudah cukup relevan untuk mendesain sistem AARP 1.0 ini. Diagram yang dibuat pada perancangan sistem ini adalah business process diagram (diagram proses bisnis), use case diagram (diagram kasus), sequence diagram (diagram sekuen), dan class diagram (diagram kelas) Business Process Diagram Diagram pertama yang dibuat pada perancangan sistem berorientasi objek adalah business process diagram. Diagram proses bisnis digunakan untuk menggambarkan logika dari suatu proses bisnis dengan notasi grafis sehingga mudah dipahami oleh semua pemangku kepentingan bisnis. Diagram proses bisnis terdiri dari tiga buah notasi utama yaitu Flow

24 11 objects, Connecting objects dan Swimmlanes. Swimmlanes mewakili aktor yang terlibat dengan program yang dibuat. Dalam Swimmlanes terdapat berbagai Flow objects yang dihubungkan antara satu dengan yang lain menggunakan Connecting objects. Diagram proses bisnis AARP 1.0 dapat dilihat pada Gambar 1. Berdasarkan diagram proses bisnis pada Gambar 1, aktor pada AARP 1.0 adalah customer dan sales. Customer merupakan titik mulai dari proses bisnis ini. Pembelian yang dilakukan customer memulai proses bisnis dan berjalannya aplikasi. Notasi task dominan terdapat pada kolom aktor sales menunjukkan aplikasi lebih dominan digunakan oleh sales. Aktor customer dan sales dihubungkan dengan konektor message yang merupakan detail pembelian dan rekomendasi. Gambar 1. Fragmen Diagram Proses Bisnis AARP Use Case Diagram Diagram kasus menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem yang memperlihatkan apa yang akan dilakukan oleh sistem dan bukan bagaimana sistem itu melakukan. Diagram tersebut dihasilkan karena adanya interaksi aktor yang berinteraksi dengan sistem tersebut atau dapat juga dihasilkan dari kebutuhan pengguna terhadap sistem. Diagram kasus dapat digunakan sebagai prosedur awal pengujian sistem, membantu dalam menyusun kebutuhan sistem, mengkomunikasikan rancangan dengan pihak lain, dan merancang pengujian semua fitur yang ada pada sistem. Diagram kasus terdiri dari tiga buah notasi utama yaitu actor (pelaku), case (kejadian/perilaku), dan relationship (hubungan). Sebuah sistem dibatasi oleh area berbetuk persegi yang diberi nama sesuai dengan nama sistem tersebut. Selanjutnya aktor yang berperan terhadap sistem berada di luar area tersebut. Aksi atau perilaku yang dapat dilakukan sistem diletakkan dalam sebuah elips. Diagram kasus AARP 1.0 dapat dilihat pada Gambar 2.

25 12 Berdasarkan diagram kasus pada Gambar 2, aktor utama adalah customer dan sales. Customer bertindak sebagai aktor yang menjadi sumber data utama kepada sistem dengan menghasilkan data transaksasi, aksi yang dilakukan oleh sistem adalah seperti yang terlihat dalam elips. Gambar 2. Diagram Kasus AARP Sequence Diagram Sequence diagram (diagram sekuen) adalah suatu diagram yang memperlihatkan atau menampilkan interaksi-interaksi antar objek di dalam sistem yang disusun pada sebuah urutan atau rangkaian waktu. Interaksi antar objek tersebut terrmasuk pengguna, display, dan sebagainya berupa pesan. Diagram sekuen diawali dari apa yang memicu aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan. Diagram sekuen juga memperlihatkan tahap demi tahap apa yang seharusnya terjadi untuk menghasilkan sesuatu didalam use case. Diagram sekuen memodelkan aliran logika dalam sebuah sistem dalam cara yang visual. Diagram sekuen program AARP 1.0 dapat dilihat pada Gambar 3. Berdasarkan diagram pada Gambar 3, perhitungan analisis rekomendasi yang dilakukan oleh aplikasi dipicu dari user yang memilih menu sesuai. Pesan dari user dan aplikasi disampaikan melalui user interface (UI) yang telah dibuat sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan.

26 13 Gambar 3. Fragmen Diagram Sekuen AARP Class Diagram Diagram kelas merupakan diagram utama dalam perancangan sistem berorientasi objek. Hal ini disebabkan karena diagram kelas adalah diagram yang menggambarkan keadaan statis sebuah sistem sebagai sebuah obyek seperti di kehidupan nyata. Tujuan pembuatan diagram kelas adalah untuk memetakan objek-objek penyusun dari sistem tersebut. Sehingga jika pada saat pemeliharaan sistem ditemukan kesalahan, programmer hanya memperbaiki pada kelas yang salah tersebut dan tidak harus merubah keseluruhan sistem. Begitu juga jika sistem tersebut akan dikembangkan, tidak perlu merubah dari awal sistem, tetapi cukup menambahkan objek-objek yang dikembangkan. Diagram kelas AARP 1.0 dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Fragmen Diagram Kelas AARP 1.0

27 Implementasi Aplikasi Tahap implementasi dilakukan untuk mewujudkan model dan desain (transformasi desain) yang telah dibuat menjadi bentuk model AARP 1.0 yang nyata. Pada tahap implementasi ini dilakukan juga verifikasi. Verifikasi dilakukan untuk menguji keluaran (output) aplikasi dan pelacakan kesalahan sistem (debugging) Transformasi Desain AARP 1.0 menggunakan bahasa pemograman Java yang terintegrasi dalam perangkat lunak Eclipse dalam bundle Android Developer Tools v21.1 sebagai desain Graphic User Interface. Manajemen basis data yang digunakan adalah MySQL 5.5 (XAMPP 1.8.1) dengan koneksi yang digunakan adalah java database connection (JDBC). Semua perangkat lunak yang digunakan tersebut dijalankan pada sebuah perangkat komputer notebook dengan spesifikasi, prosesor Intel Core i3, memori RAM 4GB. Kapasitas hardisk 320 GB. 4. Pengembangan Sistem Setelah dilakukan perancangan sistem AARP 1.0, maka selanjutnya dilakukan pengembangan terhadap rancangan sistem tersebut Analisis Association Rules Mining (Support, Confidence, Improvement) Association rules merupakan salah satu teknik didalam data mining untuk menentukan hubungan antar item dalam suatu dataset (sekumpulan data) yang telah ditentukan. Konsep ini sendiri diturunkan dari terminologi market basket analysis, yaitu pencarian hubungan dari beberapa produk di dalam transaksi pembelian. Teknik ini mencari kemungkinan kombinasi yang sering muncul (frequent) dari suatu itemset (sekumpulan item). Ada dua langkah didalam algoritma ini. Langkah pertama adalah melakukan perhitungan untuk menemukan frequent itemsets dan langkah kedua mencari kaidah asosiasi (rules) dari sekumpulan frequent itemsets tadi. Sebelum dilakukan perhitungan association rules, terlebih dahulu dilakukan perhitungan frequent itemset. Frequent itemset dilakukan untuk menentukan rules berdasarkan treshold (batasan minimal) nilai support yang ditentukan user (Bayu 2010) Next Sequential Product Next sequential product adalah produk selanjutnya yang mungkin akan diminta oleh customer pada transaksi berikutnya setelah melakukan suatu transaksi. Penentuan next sequential product dilakukan dengan memanfaatkan rules yang sudah dihasilkan dari analisis association rules mining. Pada penelitian ini next sequential product merupakan produk yang memiliki nilai keterkaitan (confidence) tertinggi terhadap produk yang dibeli oleh customer pada transaksi terakhir. Next sequential product ditentukan dengan menentukan kombinasi produk yang telah dibeli customer dengan nilai confidence tertinggi.

28 Analisis Prakiraan Waktu (Time Series) Pembelian Next Sequential Product Prakiraan pembelian next sequential product merupakan analisis prakiraan waktu saat terjadinya transaksi berikutnya dimana customer akan membeli next sequential product tersebut. Analisis tersebut dilakukan dengan menggunakan metode prakiraan moving average. Moving average (MA) adalah adalah jenis moving average paling sederhana dan tidak menggunakan pembobotannya dalam perhitungan. Meskipun sederhana, MA cukup efektif dalam menentukan trend yang sedang terjadi di market. Cara pembacaannya pun sederhana. Pada penelitian ini objek yang akan dihitung prakiraannya adalah termasuk next sequential product dengan memanfaatkan data waktu transaksi yang pernah dilakukan oleh customer dengan menggunakan formulasi moving average. Adapun formula SMA dapat dilihat pada Gambar 4. MA n Gambar 4. Formula Moving Average n = banyaknya periode dalam moving average Di = pembelian pada periode ke i n = n i= Sumber Data Transaksi Dalam menentukan strategi cross-selling, data yang digunakan adalah transaksi penjualan salah satu Industri ban terkemuka di Indonesia yang menjual lebih dari 2000 jenis item ke pasar domestik maupun internasional. Data ini diperoleh dari data penjualan kepada seluruh distributor dalam negeri selama periode satu tahun Pre-Processing Data Tahapan pre-processing dilakukan terhadap 3121 records, dengan mengubah data penjualan ke dalam bentuk biner. Pengubahan data ke dalam bentuk biner dilakukan untuk mempercepat dan mempermudah perhitungan cross selling yang akan dilakukan dengn menggunakan aplikasi. Data biner yang diperoleh sebanyak 552 record. Jumlah record biner tersebut adalah sama dengan jumlah transaksi yang terjadi selama periode satu tahun. Total jenis produk yang akan diperhitungkan sebanyak 193 jenis produk. Setiap produk diberi kode mulai dari untuk mempermudah aplikasi dalam memproses data. Total konsumen dalam data transaksi penjualan adalah 46 konsumen. Setiap konsumen diberi kode mulai dari Bentuk tabel biner dapat dilihat pada Tabel 1. Pada tabel tersebut data biner adalah semua cell yang berwarna abu-abu. D i

29 16 Tabel 1. Fragmen Bentuk Tabel Biner Pada Pre-Processing Data Konsumen Periode Items Pengolahan Hasil Hasil yang diperoleh untuk menjawab tujuan pertama adalah telah diselesaikannya aplikasi berbasis mobile yang dapat digunakan untuk melakukan perhitungan serta analisis cross selling. Aplikasi tersebut mampu memberikan hasil sebagai berikut : 1. Perhitungan Frequent Item Set 2. Perhitungan Nilai Komponen Association Rules Mining (Support, Confidence, dan Improvement) Hasil rules yang diperoleh berdasarkan pengolahan data menggunakan AARP 1.0 dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Rules Hasil Pengolahan Data Menggunakan AARP 1.0 Treshold (%) Rules Treshold (%) Rules Data pada tabel tersebut dapat di proyeksikan pada grafik (Grafik 5) untuk mempermudah pemahaman pada pengaruh presentase treshold terhadap jumlah rules yang diperoleh.

30 17 Gambar 5. Grafik Rules Parameter batasan (treshold) yang akan dicapai dalam menjalankan proses pencarian asosiasi ini adalah support minimal sebesar 14% dan confidence minimal sebesar 14%. Pemilihan parameter tersebut dilakukan dengan cara trial and error untuk mendapatkan itemset dan rules. Hal ini dilakukan karena data dengan jumlah yang relatif besar, pemilihan parameter yang terlalu kecil akan memakan waktu yang lama dan membutuhkan alokasi memori perangkat mobile yang lebih banyak. Berdasarkan metode trial and error, maka didapatkan bahwa batas treshold tertinggi dimana rules masih dapat diperoleh adalah pada 34%. Penggunaan treshold diatas 34% tidak menghasilkan rules. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai confidence tertinggi yang dapat diharapkan oleh perusahaan dari penjualan semua produknya adalah sebesar 34% dengan 1 rules. Hasil selanjutnya yang diperoleh untuk menjawab tujuan kedua adalah aplikasi cross selling berbasis mobile yang telah dibuat sudah diimplementasikan sistem pengambilan keputusan yang mampu menentukan pembelian selanjutnya yang akan dilakukan oleh konsumen dan prakiraan waktu konsumen membeli produk tersebut. Aplikasi mampu menampilkan Next Sequential Product pada saat input produk yang dibeli dimasukkan. Salah satu contoh adalah bila konsumen dengan kode 1 melakukan pembelian produk dengan kode 17 dan treshold support yang diberikan sebesar 25%, maka aplikasi akan menampilkan bahwa konsumen 1 akan membeli juga produk 34 dan produk 58 dengan besar kemungkinan senilai 90,61%. Kombinasi yang ditampilkan oleh aplikasi tersebut adalah kombinasi dengan nilai confidence tertinggi yang berdasarkan kepada rules yang di dalamnya terdapat produk dengan kode 17. Aplikasi juga mampu untuk menentukan item apa yang kemungkinan akan dibeli oleh konsumen pada periode berikutnya yang diramalkan. Metode peramalan atau lebih dikenal dengan istilah prakiraan dilakukan dengan menggunakan Simple Moving Average. Periode default yang telah diprogram ke dalam aplikasi adalah 4 periode. Periode tersebut dapat ditentukan secara manual oleh user pada antarmuka aplikasi. Selain menampilkan prakiraan produk yang

31 18 akan dibeli oleh konsumen pada periode yang diramalkan, aplikasi juga akan menampilkan tingkat error prakiraan yang dilakukan oleh aplikasi. Salah satu kriteria untuk menilai teknik forecasting adalah perhitungan akurasi. Perhitungan akurasi yang lazim digunakan adalah Mean Absolute Percentage Error. Produk yang akan ditampilkan oleh aplikasi pada periode yang diramalkan adalah produk yang memiliki tingkat error yang paling rendah berurutan hingga tingkat error paling tinggi. Tingkat error ini akan ditampilkan dalam persen error yaitu Mean Absolute Percentage Error (MAPE). MAPE tersebut merupakan ukuran kesalahan relatif. MAPE menyatakan persentase kesalahan hasil peramalan terhadap permintaan aktual selama perioda tertentu yang akan memberikan informasi persentase kesalahan terlalu tinggi atau terlalu rendah. Semakin besar nilai MAPE menunjukkan bahwa tingkat error pada perhitungan prakiraan semakin tinggi sehingga tingkat kepercayaan semakin rendah. Sebaliknya prakiraan akan dianggap semakin baik (semakin dapat dipercaya) bila nilai MAPE semakin kecil. Aplikasi juga akan menampilkan next sequential product untuk produk yang telah diramalkan. Metode untuk menentukan next sequential product yang digunakan sama dengan metode untuk menentukan next sequential product sebelumnya. 6. Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi 6.1. Kelebihan Aplikasi Aplikasi AARP 1.0 memiliki kelebihan yaitu pengguna dapat menggunakannya dimana dan kapan saja selama pengguna membawa perangkat mobile nya yang telah terinstalasi aplikasi cross selling ini. Aplikasi ini telah dibuat sedemikian rupa agar dapat digunakan semudah mungkin oleh pengguna. Aplikasi ini dibuat dalam Bahasa Indonesia sehingga dapat membantu mempermudah penggunaan lokal Kekurangan Aplikasi Aplikasi AARP 1.0 hanya terintegrasi salah satu metode analisis prakiraan time series yaitu moving average, sehingga aplikasi ini memiliki kekurangan yaitu belum mampu memberikan hasil analisis prakiraan yang telah dibandingkan akurasinya dengan metode-metode prakiraan lainnya. Aplikasi belum terintegrasi jaringan secara online melalui jaringan internet.

32 19 SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Sistem yang diwujudkan dalam bentuk aplikasi berbasis mobile yang telah dibuat mampu menyelesaikan perhitungan serta analisis cross selling dengan metode association rules yang berbasis data MySQL yang menghasilkan rules keterkaitan antar items (produk). Aplikasi yang telah dibuat juga mampu melakukan analisis strategi pemasaran produk apa yang kemudian akan dibeli oleh konsumen serta prakiraan berdasarkan waktu untuk pembelian berikutnya. Saran Aplikasi yang telah dibuat dapat disempurnakan dengan penambahan fitur analisis strategi marketing lainnya. Selain itu implementasi aplikasi dengan berbagai metode prakiraan lainnya dapat dilakukan untuk meningkatkan akurasi prakiraan waktu pembelian salah satunya dengan cara membandingkan akurasi antara berbagai metode prakiraan yang digunakan. Untuk dapat meningkatkan kemudahan penggunaan aplikasi dapat pula dibangun jaringan untuk mempermudah aplikasi dalam melakukan transaksi data antar perangkat mobile dan desktop.

33 20 DAFTAR PUSTAKA [Anonim] White Box Testing dan Black Box Testing. /2010/06/18/white-box-testing-dan-black-box-testing/ [23 Januari 2013] [DJP] Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Peningkatan Produksi, Produktivitas Dan Mutu Tanaman Tahunan. Bayu A Penetapan Strategi Penjualan Menggunakan Association Rules dalam Konteks CRM. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Sriwijaya Bayu A Cross-Selling: Perangkat Utama Customer Relationship Management (CRM) Untuk Meningkatkan Loyalitas Pelanggan. Jurusan Sistem Informasi. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Sriwijaya Berry MJ, Linoff GS Data Mining Techniques: For Marketing, Sales, and Customer Relationship Management 2nd Edition. Jhon Wiley and Sons Chasin JR Implementation of A Cross-Selling Strategy for A Large Midwestern Healthcare Equipment Company (Ph.D Dissertation). Department of Psychology, Southern Illinois University at Carbandole Jiawei H, Micheline K, Jian P Data Mining Concepts and Techniques. United States of America : Elsevier Malcom P Polimer. Jakarta: Pradnya Paramita. Marthan Rubber Enginering. New Delhi: Mc Graw Hill Montgomery D Forecasting & Time Series Analysis. Singapore : McGraw-Hill Soekartawi Pengantar Agroindustri. Jakarta : RajaGrafindo Persada Tsiptsis, Chorianopoulus Data Mining Techniques in CRM Inside Customer Segmentation. West Sussex: Wiley

34 21 Lampiran 1. Pemodelan Objek 1. Bussiness Process Diagram

35 22 2. Use Case Diagram

36 3. Sequence Diagram Analisis Next Sequential Product 23

37 24 4. Sequence Diagram Login

38 5. Sequence Diagram Transaksi 25

39 26 6. Sequence Diagram Prakiraan

40 7. Sequence Diagram Rekomendasi 27

41 28 8. Class Diagram

42 9. Menu Utama Aplikasi 29

43 Halaman Perhitungan Association Rules

44 11. Halaman Perhitungan Confidence 31

45 Halaman Perhitungan Next Sequential Product

46 13. Halaman Perhitungan Prakiraan 33

47 34 RIWAYAT HIDUP Penulis lahir di Jakarta, 29 April 1991 sebagai anak pertama dari dua bersaudara pasangan Ir Masroni Singaisdam, MSc dan Ir Mulia Riza Hanum. Penulis menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Atas 1 Depok pada tahun Pada tahun yang sama penulis diterima sebagai mahasiswa Departeken Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor melalui jalur SNMPTN.

Cross-Selling: Perangkat Utama Customer Relationship Managem. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

Cross-Selling: Perangkat Utama Customer Relationship Managem. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Cross-Selling: Perangkat Utama Customer Relationship Management (CRM) Untuk Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Seminar Kenaikan Jabatan at Department of Information Systems, Faculty of Computer Science,

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Tahapan pengembangan sistem PSP (Penetapan Strategi Penjualan) 1.0 seperti pada Gambar 2 di bawah ini. Mulai

METODE PENELITIAN. Tahapan pengembangan sistem PSP (Penetapan Strategi Penjualan) 1.0 seperti pada Gambar 2 di bawah ini. Mulai III. METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Kerja Penelitian Tahapan pengembangan sistem PSP (Penetapan Strategi Penjualan) 1.0 seperti pada Gambar 2 di bawah ini. Mulai Analisis Sistem, keluaran: - Deskripsi

Lebih terperinci

PENGANTAR RUP & UML. Pertemuan 2

PENGANTAR RUP & UML. Pertemuan 2 PENGANTAR RUP & UML Pertemuan 2 PENGANTAR RUP Rational Unified Process (RUP) atau dikenal juga dengan proses iteratif dan incremental merupakan sebuah pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis merupakan suatu tindakan untuk mengetahui lebih

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis merupakan suatu tindakan untuk mengetahui lebih BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3. 1 Analisis Sistem Analisis merupakan suatu tindakan untuk mengetahui lebih jauh tentang obyek yang akan diteliti. Sehingga akan diperoleh gambaran mengenai analisis

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini, perkembangan teknologi telah memberikan pengaruh yang sangat besar di dalam kehidupan manusia. Salah satu pengaruh tersebut di bidang informasi yaitu dalam

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan tahapan atau gambaran yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lunak saja, tetapi metode komputasi juga ikut berkembang. Salah satu metode

BAB I PENDAHULUAN. lunak saja, tetapi metode komputasi juga ikut berkembang. Salah satu metode BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Saat ini perkembangan teknologi informasi sudah sedemikian pesat. Perkembangan yang pesat tidak hanya teknologi perangkat keras dan perangkat lunak saja, tetapi metode

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1. Implementasi Sistem BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Tahap implementasi dan pengujian sistem, dilakukan setelah tahap analisa dan perancangan selesai dilakukan. Pada sub bab ini akan dijelaskan implementasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi semakin pesat dan cepat, khususnya teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini membuat manusia bagaikan tak terpisah oleh jarak ruang dan waktu.

Lebih terperinci

1 BAB III METODE PENELITIAN

1 BAB III METODE PENELITIAN 1 BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan tahapan atau gambaran yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini dapat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan suatu prosedur beserta tahapan-tahapan yang

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan suatu prosedur beserta tahapan-tahapan yang BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan suatu prosedur beserta tahapan-tahapan yang tersusun secara jelas dan sistematis guna menyelesaikan suatu permasalahan yang sedang diteliti dengan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Rumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian...

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Rumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian... ABSTRAK Analisis asosiasi adalah teknik data mining untuk menemukan aturan asosiatif antara suatu kombinasi item.aturan asosiatif dari analisis pembelian di suatu pasar swalayan adalah mengetahui besarnya

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE ASSOCIATION RULE MINING MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MENEMUKAN POLA PEMINJAMAN BUKU

PENERAPAN METODE ASSOCIATION RULE MINING MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MENEMUKAN POLA PEMINJAMAN BUKU PENERAPAN METODE ASSOCIATION RULE MINING MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MENEMUKAN POLA PEMINJAMAN BUKU TUGAS AKHIR Sebagai Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Strata 1 Teknik Informatika Universitas

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: seminar, forum, registrasi, qr-code, Windows Phone. vi Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci: seminar, forum, registrasi, qr-code, Windows Phone. vi Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Aplikasi registrasi seminar dan forum berbasis Windows Phone adalah sebuah aplikasi berbasis mobile (Windows Phone) yang menjadi jembatan antara pihak penyelenggara kegiatan seminar dan forum dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia perdagangan, kode yang banyak dipakai adalah barcode (kode batang). Hampir semua barang yang dijual di toko grosir, department store sudah menggunakan dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Waktu penelitian dilakukan selama semester

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN DAN PENJUALAN BARANG DI PERUSAHAAN DAGANG DODOL JUWITA GARUT BERBASIS DEKSTOP

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN DAN PENJUALAN BARANG DI PERUSAHAAN DAGANG DODOL JUWITA GARUT BERBASIS DEKSTOP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN DAN PENJUALAN BARANG DI PERUSAHAAN DAGANG DODOL JUWITA GARUT BERBASIS DEKSTOP Anas Kariman 1, Bunyamin 2, Sri Rahayu 3 Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 DESAIN PENELITIAN Dalam melakukan penelitian, dibutuhkan desain penelitian agar penelitian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Berikut ini merupakan desain penelitian

Lebih terperinci

Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Data Siswa (Studi Kasus SMK Negeri 1 Karawang)

Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Data Siswa (Studi Kasus SMK Negeri 1 Karawang) Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Data Siswa (Studi Kasus SMK Negeri 1 Karawang) Ahmad Fauzi Fakultas ilmu Komputer, Universitas Singaperbangsa Karawang ahmad.fauzi@staff.unsika.ac.id Abstrak Sekolah memiliki

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: nama bayi, Islami, Java 2 Standard Edition (J2SE) vii

ABSTRAK. Kata Kunci: nama bayi, Islami, Java 2 Standard Edition (J2SE) vii ABSTRAK Anak merupakan sebuah anugerah yang diberikan Tuhan kepada umat-nya. Setiap keluarga yang mendapatkan anugerah ini pasti bahagia. Tidak banyak keluarga yang sudah mempersiapkan sebuah nama untuk

Lebih terperinci

BAB 1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1. PENDAHULUAN Pada Bab 1 ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan pembahasan, ruang lingkup kajian, sumber data, dan sistematika penyajian 1.1 Latar Belakang Masalah

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR

APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR Janero Kennedy 1) 1) Magister Teknik Informatika, STMIK AMIKOM, Kota Yogyakarta. Jl Ring road Utara, Condongcatur,

Lebih terperinci

APLIKASI MOBILE PEMBELAJARAN REAKSI KIMIA BERBASIS ANDROID NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Edi Hadi Widodo

APLIKASI MOBILE PEMBELAJARAN REAKSI KIMIA BERBASIS ANDROID NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Edi Hadi Widodo APLIKASI MOBILE PEMBELAJARAN REAKSI KIMIA BERBASIS ANDROID NASKAH PUBLIKASI diajukan oleh Edi Hadi Widodo 08.11.2027 kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA YOGYAKARTA

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Dalam penelitian ini, alat yang di gunakan adalah sebagai berikut: 1. Perangkat Keras (Hardware) a) Personal Computer (PC)/Laptop 32/64 bit architecture

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gambar 3.1 merupakan desain penelitian yang akan digunakan dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gambar 3.1 merupakan desain penelitian yang akan digunakan dalam BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Gambar 3.1 merupakan desain penelitian yang akan digunakan dalam proses penelitian penerapan algoritma K-Means pada clustering berita berbahasa Indonesia.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan ritel yang menyediakan berbagai kebutuhan berkembang pesat bukan hanya di kota besar saja tetapi juga di kota-kota kecil. Untuk memperoleh keuntungan yang

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM PENELUSURAN MATERIAL PT ALSTOM POWER ESI SURABAYA

PERANCANGAN SISTEM PENELUSURAN MATERIAL PT ALSTOM POWER ESI SURABAYA PERANCANGAN SISTEM PENELUSURAN MATERIAL PT ALSTOM POWER ESI SURABAYA Nur Aini Rachmawati, Iwan Vanany Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Kampus

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pengetahuan Alam Universitas Lampung dan di Dinas Pemuda dan Pariwisata

BAB III METODE PENELITIAN. Pengetahuan Alam Universitas Lampung dan di Dinas Pemuda dan Pariwisata 35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung dan di Dinas Pemuda dan

Lebih terperinci

PEMBUATAN APLIKASI STUDENTS POINTS BERBASIS ANDROID (Studi Kasus: BK SMK N 1 Kebumen) NASKAH PUBLIKASI

PEMBUATAN APLIKASI STUDENTS POINTS BERBASIS ANDROID (Studi Kasus: BK SMK N 1 Kebumen) NASKAH PUBLIKASI PEMBUATAN APLIKASI STUDENTS POINTS BERBASIS ANDROID (Studi Kasus: BK SMK N 1 Kebumen) NASKAH PUBLIKASI diajukan oleh Arif Rohman Hakim 10.12.4663 kepada JURUSAN SISTEM INFORMASI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada bab ini dilakukan pendefinisian permasalahan dari penelitian yang akan dilakukan. Dalam Cross Industry Standard Process for Data Mining[3], tahapan ini

Lebih terperinci

ABSTRAKSI. Keywords : DSS, C#, Penjualan. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAKSI. Keywords : DSS, C#, Penjualan. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAKSI Pada saat ini penerapan Decision Support System (DSS) belum dikenal secara luas, maka akan dikembangkan sebuah aplikasi desktop yang akan menerapkan Decision Support System, khususnya untuk proses

Lebih terperinci

BAB III. Metode Penelitian

BAB III. Metode Penelitian BAB III Metode Penelitian 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dan tindakan(actionresearch). Menurut Prof. Dr. Suharsimi Arikunto (2005:234) : Penelitian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Sistem dapat beroperasi dalam suatu lingkungan, jika terdapat unsur unsur yang ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan utama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memungkinkan pengembangan sistem informasi berbasis komputer. Sistem informasi

BAB I PENDAHULUAN. memungkinkan pengembangan sistem informasi berbasis komputer. Sistem informasi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehadiran teknologi komputer dengan kekuatan prosesnya telah memungkinkan pengembangan sistem informasi berbasis komputer. Sistem informasi berbasis komputer itu sendiri

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SISTEM PERSEDIAAN BARANG PADA PT. BHAKTI MEDIKA SEJAHTERA

RANCANG BANGUN SISTEM PERSEDIAAN BARANG PADA PT. BHAKTI MEDIKA SEJAHTERA RANCANG BANGUN SISTEM PERSEDIAAN BARANG PADA PT. BHAKTI MEDIKA SEJAHTERA John Herberd Victor H.S. Program Studi Teknik Informatika S1, Falkutas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Semarang URL :

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN PURNA JUAL BERBASIS CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT PADA BENGKEL JAKARTA MOTOR. Proposal

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN PURNA JUAL BERBASIS CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT PADA BENGKEL JAKARTA MOTOR. Proposal PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN PURNA JUAL BERBASIS CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT PADA BENGKEL JAKARTA MOTOR Proposal Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Tugas Akhir pada Program Sarjana

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI ANALISIS KERANJANG PASAR DENGAN METODE FUZZY C-COVERING

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI ANALISIS KERANJANG PASAR DENGAN METODE FUZZY C-COVERING PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI ANALISIS KERANJANG PASAR DENGAN METODE FUZZY C-COVERING KOMPETENSI RPL SKRIPSI NI KADEK DONI JULIARI NIM. 0708605037 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN ILMU

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Model Perumusan Masalah Metodologi penelitian penting dilakukan untuk menentukan pola pikir dalam mengindentifikasi masalah dan melakukan pemecahannya. Untuk melakukan pemecahan

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. domain & Web Hosting. Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum perusahaan,

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. domain & Web Hosting. Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum perusahaan, BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Penulis melakukan objek penelitian pada Qwords.com perusahaan penyedia jasa layanan Web Hosting (Web Hosting Provider) yang melayani registrasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Proses Alur Penelitian Penelitian ini membangun sebuah aplikasi berbasis Android untuk memudahkan masyarakat mengetahui informasi transportasi di kota Pekanbaru. Untuk

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Gambaran umum sistem Pada tugas akhir ini, akan dibuat sebuah aplikasi berbasis jaringan internet dimana aplikasi ini digunakan untuk membantu seorang admin dalam mengendalikan

Lebih terperinci

Pengembangan Aplikasi Market Basket Analysis Menggunakan Algoritma Generalized Sequential Pattern pada Supermarket

Pengembangan Aplikasi Market Basket Analysis Menggunakan Algoritma Generalized Sequential Pattern pada Supermarket Pengembangan Aplikasi Market Basket Analysis Menggunakan Algoritma Generalized Sequential Pattern pada Supermarket Gunawan 1), Alex Xandra Albert Sim 2), Fandi Halim 3), M. Hawari Simanullang 4), M. Firkhan

Lebih terperinci

BAB IV IIMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. Implementasi merupakan tahap pengembangan dimana hasil analisis dan

BAB IV IIMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. Implementasi merupakan tahap pengembangan dimana hasil analisis dan BAB IV IIMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Implementasi merupakan tahap pengembangan dimana hasil analisis dan perancangan dijadikan acuan dalam pembuatan kode program. Pada awal bagian ini akan dijelaskan spesifikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini berisi tentang latar belakang pembuatan dari aplikasi penentuan rekomendasi pencarian buku perpustakaan menggunakan algoritma fp-growth, rumusan masalah, tujuan, batasan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mewakilkan objek dan peristiwa yang memiliki arti dan sangat penting bagi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mewakilkan objek dan peristiwa yang memiliki arti dan sangat penting bagi BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Data Data belum dapat dika/takan mempunyai makna penting atau informasi bagi penerima sebelum dilakukan pengolahan data. Data adalah fakta yang dapat dicatat dan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,

BAB III LANDASAN TEORI. adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Menurut Jerry, dkk dalam Hartono (1999:1) menyatakan bahwa sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul

Lebih terperinci

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Sebuah perusahaan memerlukan sistem informasi yang membantu untuk mengelola dan menyimpan data. Hasil pembahasan laporan penelitian ini adalah cara merancang dan mengembangkan sebuah sistem yang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Utama 2.1.1 UMKM Beberapa lembaga atau instansi bahkan UU memberikan definisi Usaha Kecil Menengah (UKM), diantaranya adalah Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK PEMESANAN TIKET TRAVEL BERBASIS WEB DAN MOBILE

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK PEMESANAN TIKET TRAVEL BERBASIS WEB DAN MOBILE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK PEMESANAN TIKET TRAVEL BERBASIS WEB DAN MOBILE Hani Siti Haviani Nur Asiah 1, Asep Deddy Supriatna 2 Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1

Lebih terperinci

PENCARIAN ATURAN ASOSIASI MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI SEBAGAI BAHAN REKOMENDASI STRATEGI PEMASARAN PADA TOKO ACIICA

PENCARIAN ATURAN ASOSIASI MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI SEBAGAI BAHAN REKOMENDASI STRATEGI PEMASARAN PADA TOKO ACIICA PENCARIAN ATURAN ASOSIASI MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI SEBAGAI BAHAN REKOMENDASI STRATEGI PEMASARAN PADA TOKO ACIICA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN NILAI RAPORT PADA MADRASAH ALIYAH HIDAYATUL MUBTADI IN BERBASIS WEB RESPONSIF

SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN NILAI RAPORT PADA MADRASAH ALIYAH HIDAYATUL MUBTADI IN BERBASIS WEB RESPONSIF LAPORAN SKRIPSI SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN NILAI RAPORT PADA MADRASAH ALIYAH HIDAYATUL MUBTADI IN BERBASIS WEB RESPONSIF HIF NIBIK NIM. 201253176 DOSEN PEMBIMBING Nanik Susanti, M.Kom Diana Laily Fithri,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. bersatu untuk mencapai tujuan yang sama.

BAB 2 LANDASAN TEORI. bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. bersatu untuk mencapai tujuan yang sama. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Sistem Menurut Mulyadi (2001, p2) Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang berhubungan erat antara satu dengan yang lainnya, yang berfungsi

Lebih terperinci

VI. IMPLEMENTASI SISTEM

VI. IMPLEMENTASI SISTEM VI. IMPLEMENTASI SISTEM Tahap akhir dalam proses pengembangan perangkat lunak adalah implementasi sistem. Implementasi sistem merupakan tahap merubah desain arsitektur sistem menjadi sebuah perangkat lunak.

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : C#, Produksi, Desktop. vii

ABSTRAK. Kata kunci : C#, Produksi, Desktop. vii ABSTRAK PT. X merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi pakaian jadi dalam jumlah yang tidak sedikit, sehingga dalam setiap langkah poduksinya memerlukan sebuah sistem yang dapat mencatat segala proses

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SEKOLAH SUB SISTEM PENJADWALAN TUGAS AKHIR

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SEKOLAH SUB SISTEM PENJADWALAN TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SEKOLAH SUB SISTEM PENJADWALAN TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Ahli Madya Program Diploma III Teknik Informatika Fakultas Matematika dan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Bab 1 Pendahuluan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan manusia. Perkembangan teknologi yang ada, memiliki

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: penyewaan, mobil,pencatatan data, pengingat, informasi promosi

ABSTRAK. Kata kunci: penyewaan, mobil,pencatatan data, pengingat, informasi promosi ABSTRAK AF Transport adalah salah satu tempat penyewaan mobil yang berada di Bandung. Dalam menyelesaikan proses sewa mobilnya masih dilakukan secara manual.seperti pencatatan data-data yang berhubungan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai. Processor INTEL Pentium Dual Core T4300

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai. Processor INTEL Pentium Dual Core T4300 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Penelitian 1. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Processor INTEL Pentium Dual Core T4300

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: manajemen restoran, pemesanan, pencatatan, pengaturan, laporan. v UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

ABSTRAK. Kata kunci: manajemen restoran, pemesanan, pencatatan, pengaturan, laporan. v UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA ABSTRAK Sistem manajemen restoran yang mencakup pemesanan makanan, pencetakan bon untuk pelanggan, pencatatan pesanan, pengaturan data dan pembuatan laporan biasanya dilakukan secara manual. Hal ini memungkinkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan 1.2 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan 1.2 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan Pada jaman modernisasi, teknologi digital mengambil alih dunia dengan terusmenerus berlomba berkreasi tiada henti-hentinya demi tercapainya kemudahan dan kecepatan penyebaran

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: behaviour prediction, upselling, e-commerce, online, pemesanan, pengiriman, sms gateway. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci: behaviour prediction, upselling, e-commerce, online, pemesanan, pengiriman, sms gateway. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Goeboek I-Mut adalah sub-distributor smartphone ASUS di kota Bandung. Jenisjenis produk yang dijual adalah tablet, handphone, dan aksesoris. Goeboek I-Mut ingin meningkatkan penjualan produknya

Lebih terperinci

PERANCANGAN APLIKASI INVENTORY WAREHOUSE BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER DI CV D-SIGN DIGITAL PRINTING

PERANCANGAN APLIKASI INVENTORY WAREHOUSE BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER DI CV D-SIGN DIGITAL PRINTING PERANCANGAN APLIKASI INVENTORY WAREHOUSE BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER DI CV D-SIGN DIGITAL PRINTING Muhamad Aris Munandar 41510120034 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi tentang latar belakang pembuatan aplikasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi serta membatasi ruang lingkup permasalahan, sehingga aplikasi yang dibuat tidak

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Pada bab ini dijelaskan mengenai prosedur yang berjalan dan yang diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Kebutuhan Sistem Tahap analisis sistem merupakan salah satu usaha mengidentifikasi kebutuhan dan spesifikasi sistem yang akan diciptakan. Di dalamnya

Lebih terperinci

Rancangan Aplikasi Customer Service Pada PT. Lancar Makmur Bersama

Rancangan Aplikasi Customer Service Pada PT. Lancar Makmur Bersama Rancangan Aplikasi Customer Service Pada PT. Lancar Makmur Bersama Suryasari 1, Astrid Callista 2, Juwita Sari 3, 1,2,3 Jurusan Sistem Informasi, Universitas Pelita Harapan 1 e-mail: suryasari@staff.uph.edu;

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi yang ada. Semakin banyak fitur yang dibenamkan ke

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi yang ada. Semakin banyak fitur yang dibenamkan ke 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknologi komunikasi sekarang ini sudah semakin maju. Dunia semakin terintegrasi dalam suatu perangkat yang ada dalam genggaman tangan. Hal ini memudahkan

Lebih terperinci

APLIKASI INFORMASI AGENT PROPERTY BERBASIS WEB & SMS GATEWAY (STUDI KASUS PT. STAR TOP PROPERTY) ADI SETIAWAN

APLIKASI INFORMASI AGENT PROPERTY BERBASIS WEB & SMS GATEWAY (STUDI KASUS PT. STAR TOP PROPERTY) ADI SETIAWAN APLIKASI INFORMASI AGENT PROPERTY BERBASIS WEB & SMS GATEWAY (STUDI KASUS PT. STAR TOP PROPERTY) ADI SETIAWAN 41509010154 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. meningkatkan kualitas pelayanan mereka untuk memberikan kepuasan pada para

BAB 1 PENDAHULUAN. meningkatkan kualitas pelayanan mereka untuk memberikan kepuasan pada para BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan semakin ketatnya kompetisi saat ini, persaingan bisnis tidak hanya dapat mengandalkan produk yang dijual semata. Setiap pelaku bisnis perlu berupaya dalam meningkatkan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM 36 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Tahapan ini merupakan tahapan utama dalam penelitian, dalam tahapan pengembangan sistem metode yang akan dipakai adalah Rapid Application Development dan tahapan Data

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (SIG) adalah salah satu sistem informasi yang dibahas dalam ilmu komputer, yang

BAB I PENDAHULUAN. (SIG) adalah salah satu sistem informasi yang dibahas dalam ilmu komputer, yang BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pada Ilmu Komputer, Sistem Informasi merupakan hal yang sangat mendasar keterkaitannya dengan sistem secara global. Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah salah satu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keunggulan kompetitif (competitive advantage) dengan strategi keunggulan biaya

BAB I PENDAHULUAN. keunggulan kompetitif (competitive advantage) dengan strategi keunggulan biaya BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pada perusahaan jasa layanan pengiriman barang, peningkatan layanan yang diberikan kepada pelanggan menjadi kunci utama dalam keberlangsungan bisnis perusahaan. Para

Lebih terperinci

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 STMIK GI MDP Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 APLIKASI PEMBELAJARAN BIOLOGI TINGKAT SMA BERBASIS MOBILE DEVICE Rico Hermanto 2007250036 Anton Taurus

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. praktis, itulah yang diinginkan oleh orang-orang saat ini. Penggunaan telepon

BAB 1 PENDAHULUAN. praktis, itulah yang diinginkan oleh orang-orang saat ini. Penggunaan telepon 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi semakin pesat. Mudah dan praktis, itulah yang diinginkan oleh orang-orang saat ini. Penggunaan telepon genggam sudah

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori-teori yang menjadi dasar penulisan adalah sebagai berikut :

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori-teori yang menjadi dasar penulisan adalah sebagai berikut : BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Dasar/Umum Teori-teori yang menjadi dasar penulisan adalah sebagai berikut : 2.1.1 Sistem Pengertian sistem menurut Williams dan Sawyer (2005, p457) adalah sekumpulan

Lebih terperinci

Sistem Informasi Geografis Sekolah Berbasis Android

Sistem Informasi Geografis Sekolah Berbasis Android Sistem Informasi Geografis Sekolah Berbasis Android Nurmala Dewi (lalak210291@yahoo.com), Muhammad Rachmadi (rachmadi@mdp.ac.id) Jurusan Sistem Informasi STMIK GI MDP Abstrak: Tujuan dari penulisan penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN.

BAB I PENDAHULUAN. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam melaksanakan produksi suatu perusahaan dibidang logistik, diperlukan suatu manajemen yang berguna untuk menerapkan keputusan- keputusan dalam upaya pengaturan

Lebih terperinci

APLIKASI POINT OF SALES (POS) PADA RESTORAN BEBEK KALEYO BERBASIS DESKTOP. Oleh : Fikri Thalib

APLIKASI POINT OF SALES (POS) PADA RESTORAN BEBEK KALEYO BERBASIS DESKTOP. Oleh : Fikri Thalib APLIKASI POINT OF SALES (POS) PADA RESTORAN BEBEK KALEYO BERBASIS DESKTOP Oleh : Fikri Thalib 41810120064 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2013 APLIKASI

Lebih terperinci

1.1 Latar Belakang Masalah

1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1. PENDAHULUAN Dalam bab ini akan menjelaskan bagaimana latar belakang perusahaan, masalah yang dihadapi, tujuan, dan cara menyelesaikan permasalahan yang ada. 1.1 Latar Belakang Masalah Cafe Bober

Lebih terperinci

CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN MOHAN SEMARANG

CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN MOHAN SEMARANG CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN MOHAN SEMARANG Alogo Alan Pradipo Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro JL. Nakula I No. 5-11 Semarang 50131

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Toko ini merupakan toko yang bergerak di bidang usaha perdagangan barang-barang kebutuhan rumah tangga. Seluruh sistem yang ada didalamnya masih dilakukan secara manual.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pesat, salah satunya adalah perangkat portable seperti ponsel, notebook dan yang

BAB I PENDAHULUAN. pesat, salah satunya adalah perangkat portable seperti ponsel, notebook dan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perangkat lunak benar-benar tidak dapat lepas dari kehidupan dunia modern. Dan ketika bergerak ke abad-21, perangkat lunak akan menjadi pengendali bagi kemajuan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 24 4 4.1 Analisis Sistem BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Dalam Pembuatan teknologi Informasi ini dibutuhkan analisis perancangan sistem pengolah data. Sistem pengolah data tersbut diharapkan mampu mempengaruhi

Lebih terperinci

1. BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

1. BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang pesat saat ini telah membantu sektor manufaktur dalam memproduksi barang mulai dari bahan mentah menjadi barang jadi yang siap dipasarkan.

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Amalia Maya, Alkaff Muhammad, Sari Yuslena Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Di Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN DI

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM 5.1 Implementasi Sistem Setelah melakukan analisis sistem yang dilakukan pada tahap sebelumnya dan dirancang sedemikian rupa, maka dilakukan tahapan selanjutnya

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai struktur rancangan desain penelitian disertai metode penelitian beserta alat dan bahan yang akan digunakan dalam mengerjakan tugas akhir.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu 21 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Waktu penelitian dilakukan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 46 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Sejarah Perusahaan Batalion Barbershop adalah salah satu usaha jasa perawatan rambut yang berada di Jakarta Selatan. Batalion Barbershop merupakan usaha yang

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MONITORING PENGELUARAN KAS KECIL PROYEK PADA PT. RAJAWALI MEGAH PERKASA BERBASIS WEB ASLAMIYAH

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MONITORING PENGELUARAN KAS KECIL PROYEK PADA PT. RAJAWALI MEGAH PERKASA BERBASIS WEB ASLAMIYAH PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MONITORING PENGELUARAN KAS KECIL PROYEK PADA PT. RAJAWALI MEGAH PERKASA BERBASIS WEB ASLAMIYAH 41812110188 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI PENGINGAT POLA GAYA HIDUP SEHAT UNTUK PEKERJA SHIFT BERBASIS ANDROID

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI PENGINGAT POLA GAYA HIDUP SEHAT UNTUK PEKERJA SHIFT BERBASIS ANDROID PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI PENGINGAT POLA GAYA HIDUP SEHAT UNTUK PEKERJA SHIFT BERBASIS ANDROID Maulidian Arbi 41813110143 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem Analisis Sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama

Lebih terperinci

DAFTAR ISI... LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI... LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... i iii iv v vi viii xiii xv BAB I BAB II PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, alat yang di gunakan adalah sebagai berikut: 1. Perangkat Keras (Hardware)

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, alat yang di gunakan adalah sebagai berikut: 1. Perangkat Keras (Hardware) BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Dalam penelitian ini dibutuhkan beberapa alat dan bahan sebagai penunjang keberhasilan penelitian. Alat dan bahan tersebut adalah sebagai berikut:

Lebih terperinci

LAPORAN SKRIPSI SISTEM INFORMASI FASHION GALLERY DAN PEMESANAN T-SHIRT PADA DISTRO IRENG PUTEH KUDUS

LAPORAN SKRIPSI SISTEM INFORMASI FASHION GALLERY DAN PEMESANAN T-SHIRT PADA DISTRO IRENG PUTEH KUDUS LAPORAN SKRIPSI SISTEM INFORMASI FASHION GALLERY DAN PEMESANAN T-SHIRT PADA DISTRO IRENG PUTEH KUDUS ACHMAD BAHAR RIFQI NIM. 201253154 DOSEN PEMBIMBING Diana Laily Fithri, M.Kom Yudie Irawan, M.Kom PROGRAM

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Telepon Selular dan Internet adalah dua fenomena yang paling menarik menjelang akhir abad lalu. Fenomena yang dimulai pada tahun 1990-an itu banyak merevolusi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. yang berbeda-beda untuk mendapatkan makanan yang diinginkan. Pada saat ini

BAB 1 PENDAHULUAN. yang berbeda-beda untuk mendapatkan makanan yang diinginkan. Pada saat ini BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makanan merupakan kebutuhan sehari-hari dan setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda untuk mendapatkan makanan yang diinginkan. Pada saat ini salah satu cara seseorang

Lebih terperinci

SISTEM MANAJEMEN SPARE PART FASE ANALISA DAN DESAIN SISTEM MENGGUNAKAN METODE WATERFALL

SISTEM MANAJEMEN SPARE PART FASE ANALISA DAN DESAIN SISTEM MENGGUNAKAN METODE WATERFALL REENGINEERING SISTEM MANAJEMEN SPARE PART FASE ANALISA DAN DESAIN SISTEM MENGGUNAKAN METODE WATERFALL (Studi Kasus Telkom Maintenance Service Centre Jawa Timur) Rumaesya Fudhola (Mahasiswi Jurusan Sistem

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Berikut merupakan diagram alir tahapan penelitian untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Super Shop and Drive: Gambar 3.1 Metodologi Penelitian 83 1 Aktivitas

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM PEMESANAN MAKANAN DAN MINUMAN BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS: KEDAI SOE SOE DELIVERY)

APLIKASI SISTEM PEMESANAN MAKANAN DAN MINUMAN BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS: KEDAI SOE SOE DELIVERY) APLIKASI SISTEM PEMESANAN MAKANAN DAN MINUMAN BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS: KEDAI SOE SOE DELIVERY) SYSTEM ORDERING APPLICATION FOR FOOD AND BEVERAGES BASED ON ANDROID (STUDY CAS: KEDAI SOE SOE DELIVERY)

Lebih terperinci