BAB II PERENCANAAN KINERJA

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II PERENCANAAN KINERJA"

Transkripsi

1 BAB II PERENCANAAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) A.1. Visi dan Misi Visi Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Kalimantan Barat Tahun adalah Terwujudnya masyarakat Kalimantan Barat yang adil, makmur, sejahtera melalui ketahanan pangan yang berbasis sumberdaya lokal dan berkelanjutan serta penyuluhan yang dinamis. Untuk mewujudkan visi Badan Ketahanan pangan dan Penyuluhan Provinsi Kalimantan Barat, maka misi yang ditetapkan adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas aparatur guna mewujudkan Kelembagaan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan yang kuat dan terpecaya; 2. Meningkatkan ketersediaan dan cadangan pangan, distribusi dan akses pangan, penganekaragaman dan keamanan pangan, serta penanganan kerawanan pangan berbasis sumber daya lokal; 3. Meningkatkan kapasitas petani, pelaku utama dan pelaku usaha perikanan, masyarakat di dalam dan disekitar kawasan hutan, penyuluh pertanian, kehutanan dan perikanan serta kelembagaannya. A.2. Tujuan Dan Sasaran Jangka Menengah SKPD Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan permasalahan, dan menangani isu strategis daerah yang harus diselesaikan oleh suatu SKPD. Pernyataan tujuan tersebut akan diterjemahkan kedalam sasaran-sasaran yang ingin dicapai. Untuk itu tujuan disusun guna memperjelas pencapaian sasaran yang ingin dicapai dari masing-masing misi. Tujuan yang dirumuskan untuk mencapai misi Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Kalimantan Barat Tahun adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan kualitas tata kelola Kelembagaan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, serta meningkatkan pelayanan publik; Laporan (APBD) Tahun

2 2. Meningkatkan ketersediaan dan cadangan pangan,serta penanganan daerah rawan pangan; 3. Meningkatkan distribusi dan akses pangan; 4. Meningkatkan penganekaragaman dan keamanan pangan; 5. Meningkatkan kapasitas kelembagaan ketahanan pangan; 6. Meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan, serta kelembagaannya; 7. Meningkatkan kapasitas petani perikanan, nelayan, dan penyuluh perikanan, serta kelembagaannya; 8. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kehutanan. Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Sasaran diusahakan dapat diukur dalam bentuk kuatitatif. Oleh karena itu, sasaran harus menggambarkan hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Sasaran yang hendak dicapai dalam pemantapan ketahanan pangan dan Penyuluhan Provinsi Kalimantan Barat Tahun berdasarkan visi dan misi, serta tujuan, meliputi: 1. Terwujudnya tata kelola kelembagaan yang baik; 2. Terpenuhinya ketersediaan pangan dan gizi masyarakat; 3. Terpenuhinya cadangan pangan masyarakat; 4. Berkurangnya daerah rawan pangan melalui peningkatan kemandirian pangan masyarakat; 5. Terpenuhinya ketersediaan informasi pasokan, harga dan akses pangan; 6. Terpantaunya stabilitas harga dan pasokan pangan; 7. Terpenuhinya konsumsi pangan masyarakat yang beragam, bergizi seimbang dan aman; 8. Penguatan kelembagaan ketahanan pangan daerah 9. Tersedianya kelembagaan penyuluhan yang andal; 10. Meningkatnya kompetensi dan profesionalisme penyuluh pertanian; 11. Tercapainya pemberdayaan kelembagaan petani; 12. Tercapainya peningkatan kapasitas SDM Petani; Laporan (APBD) Tahun

3 13. Meningkatnya peran dan fungsi penyuluh pertanian dalam pencapaian swasembada pangan, peningkatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk lokal, serta peningkatan kesejahteraan petani; 14. Meningkatnya kompetensi dan profesionalisme penyuluh perikanan; 15. Tercapainya pemberdayaan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha perikanan; 16. Tercapainya peran dan fungsi penyuluh perikanan dalam peningkatan aksessibilitas dan penerapan inovasi teknologi terekomendasi kepada pelaku utama dan pelaku usaha; 17. Terbentuknya kelompok masyarakat produktif yang mandiri; 18. Meningkatnya kapasitas penyuluh kehutanan; A.3. Strategi Dan Kebijakan SKPD Keberhasilan manajemen dalam organisasi sebenarnya terlihat dari kemampuan organisasi beradaptasi terhadap lingkungan stategik yang berubah sedemikian cepat. Selain data-data historis yang dimiliki organisasi sebagai pendukung perencanaan, organisasi juga harus tanggap terhadap lingkungan eksternal dan sektor-sektor lain yang terkait. Oleh karena itu organisasi dalam suatu perencanaan harus melakukan analisis lingkungan strategis. Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana SKPD mencapai tujuan dan sasaran dengan efektif dan efisien. Dengan pendekatan yang komprehensif, strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untukmelakukan tranformasi, reformasi, dan perbaikan kinerja birokrasi. Perencanaan strategik tidak saja mengagendakan aktivitas pembangunan, tetapi juga segala program yang mendukung dan menciptakan layanan masyarakat tersebut dapat dilakukan dengan baik, termasuk di dalamnya upaya memberbaiki kinerja dan kapasitas birokrasi, sistem manajemen, dan pemanfaatan teknologi informasi. Pemilihan strategi merupakan proses pembuatan keputusan untuk memilih alternatif terbaik dalam upaya pencapaian tujuan dan sasaran. Untuk mencapai tujuan dan sasaran maka strategi memerlukan persepsi dan tekanan khusus dalam bentuk kebijakan. Strategi yang akan ditempuh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Kalimantan Barat meliputi: 1. Menciptakan sistem pengelolaan administrasi yang tertib guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dan sistem penyuluhan; Laporan (APBD) Tahun

4 2. Menciptakan peningkatan kualitas kebijakan melalui koordinasi secara sinergis dalam penyusunan kebijakan ketahanan pangan dan penyuluhan; 3. Mendorong peranserta swasta, masyarakat sipil, dan kelembagaan masyarakat lainnya dalam peningkatan ketahanan pangan dan penyuluhan; 4. Menyelenggarakan program aksi pemberdayaan masyarakat dalam memecahkan permasalahan ketahanan pangan masyarakat dan peningkatan sistem penyuluhan swadaya; 5. Medorong sinkronisasi pembiayaan program aksi antara APBN, APBD dan dana masyarakat; 6. Memecahkan permasalahan strategis ketahanan pangan melalui mekanisme Dewan Ketahanan Pangan, serta permasalahan penyuluhan melalui Komisi Penyuluhan. Kebijakan adalah pedoman yang wajib dipatuhi dalam melakukan tindakan untuk melaksanakan strategi yang dipilih, agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran. Arah kebijakan umum pembangunan ketahanan pangan dan penyuluhan tahun adalah untuk: 1. Meningkatkan sistem pengelolaan admiistrasi dengan memberi kesempata kepada aparatur dalam mengembangkan keahlian dan keterampilan didukung dengan ssarana dan prasarana yang memadai; 2. Meningkatkan sistem ketersediaan pangan dan penanggulangan rawan pangan; 3. Meningkatkan sistem distribusi, stabilisasi harga, dan cadangan pangan; 4. Meningkatkan pemenuhan kebutuhan konsumsi dan keamanan pangan; 5. Meningkatkan kelembagaan ketahanan pangan yang kuat; 6. Pengembangan Penyuluhan Pertanian dan Kelembagaannya; 7. Peningkatan Kapasitas Petani dan Kelembagaannya; 8. Pengembangan Penyuluhan Perikanan dan Kelembagaannya; 9. Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha dan Pelaku Utama Perikanan; 10. Peningkatan Kapasitas Penyuluhan Kehutanan; 11. Peningkatan Kesadaran Pengelolaan hutan oleh masyarakat. Kebijakan ketahanan pangan dalam aspek ketersediaan dan kerawanan pangan diarahkan untuk: (a) meningkatkan dan menjamin kelangsungan produksi dalam negeri menuju kemandirian pangan; (b) mengembangkan kemampuan pengelolaan cadangan pangan Laporan (APBD) Tahun

5 pemerintah dan masyarakat secara sinergis dan partisipatif; dan (c) mencegah dan menanggulangi kondisi rawan pangan secara dinamis. Dalam aspek peningkatan sistem distribusi dan stabilitasi harga pangan, kebijakan ketahanan pangan diarahkan untuk: (a) mengembangkan sistem distribusi pangan yang efektif dan efisien untuk menjamin stabilitas pasokan dan harga pangan; (b) mengembangkan koordinasi sinergis lintas sektor dalam pengelolaan distribusi, harga dan akses pangan; dan (c) meningkatkan peran serta kelembagaan masyarakat dalam kelancaran distribusi, kestabilan harga dan akses pangan. Aspek peningkatan pemenuhan kebutuhan konsumsi dan keamanan pangan, kebijakan ketahanan pangan diarahkan untuk: (a) mempercepat penganekaragaman konsumsi pangan berbasis pangan lokal, (b) mengembangkan teknologi pengolahan pangan, terutama pangan lokal non beras dan terigu, guna meningkatkan nilai tambah dan nilai sosial, dan (c) mengembangkan keamanan pangan segar di daerah sentra pangan. Dalam upaya Pengembangan kelembagaan penyuluhan diarahkan untuk membangun kelembagaan yang andal dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pelaku utama dan pelaku usaha. Pengembangan ketenagaan penyuluhan diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme penyuluh, serta menempatkan satu desa satu penyuluh dengan mengoptimalkan peran penyuluh pns, penyuluh swadaya/swasta, dan thl-tb pp; Pemberdayaan Kelembagaan Petani Ditujukan Untuk Meningkatkan Kapasitas Pelaku Utama Dan Pelaku Usaha, Peningkatan Usaha Tani Serta Penumbuhan Dan Penguatan Kelembagaan Tani. Peningkatan Kapasitas Penyuluhan Perikanan dan Peningkatan Kapasitas Pelaku usaha dan Pelaku utama melalui (1) pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha dalam meningkatkan produktivitasnya melalui sistem penyuluhan partisipatif; (2) Meningkatkan kapasitas pelaku utama dan pelaku usaha dalam membangun kelompok yang mandiri melalui upaya pendampingan; (3) Meningkatkan aksessibilitas dan penerapan inovasi teknologi terekomendasi kepada pelaku utama dan pelaku usaha melalui peran aktif penyuluh perikanan yang kompeten dan profesional. Dalam pelaksanaan implementasi kebijakan-kebijakan tersebut, diperlukan dukungan manajemen, antara lain: (a) peningkatan pemberdayaan dan peran serta masyarakat; (b) penguatan kelembagaan dan koordinasi ketahanan pangan dan Penyuluhan yang lintas sektoral dan berwawasan lingkungan. Laporan (APBD) Tahun

6 B. PERJANJIAN KINERJA Indikator Badan Ketahanan Pangan mendukung pencapaian visi, misi, tujuam dan sasaran pembangunan Provinsi Kalimantan Barat sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Barat Tahun , khususnya pencapaian misi ke-4 yaitu Mengembangkan sumber daya lokal bagi pengembangan ekonomi masyarakat melalui sistem pengelolaan yang profesional, efektif, dan efisien serta akuntabel, dengan didukung sistem dan sarana investasi yang baik melalui penyediakan data potensi investasi guna menarik dan mendorong masuknya investasi, dapat dijabarkan sebagai berikut: Pencapaian Rencana Strategis Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Tahun , dituangkan untuk mencapai misi sebagai berikut: Misi ke-2 : Meningkatkan ketersediaan dan cadangan pangan, distribusi dan akses Misi tersebut bertujuan untuk : pangan, penganekaragaman dan keamanan pangan, serta penanganan kerawanan pangan berbasis sumber daya lokal 1. Meningkatkan ketersediaan dan cadangan pangan, dengan sasaran: 1) Terpenuhinya ketersediaan pangan dan gizi masyarakat 2) Terpenuhinya cadangan pangan Target Tahunan untuk mencapai misi ke-2, dituangkan melalui 3 (tiga) indikator sasaran, dengan target tiap tahunnya ditunjukkan pada Tabel 1-II.1. No. Tabel 1-II.1. Pencapaian Misi ke-2 Tahun Indikator Sasaran Terpenuhinya ketersediaan energi bagi masyarakat (kalori/kap/hari) 2. Terpenuhinya ketersediaan protein bagi masyarakat (gram protein/kap/hari) 3. Tercapainya penguatan cadangan pangan (ton eq. Beras) 74, , Meningkatkan distribusi dan akses pangan, dengan sasaran: 1) Terpenuhinya ketersediaan informasi pasokan, harga dan akses pangan 2) Terpantaunya stabilitas harga dan pasokan pangan Laporan (APBD) Tahun

7 Adapun target kinerja tahunan yang mengacu pada sasaran distribusi dan akses pangan ditunjukkan pada Tabel. 1-II.2. Tabel 1-II.2. Target Tahunan Pencapaian Sasaran Peningkatan Distribusi dan Akses Pangan Tahun No. Indikator Sasaran Tersedianya informasi pasokan, harga dan akses pangan (%) 2. Tersedianya pemantauan stabilitas harga dan pasokan pangan (%) Meningkatkan penganekaragaman dan keamanan pangan, dengan sasaran : No. - Terpenuhinya konsumsi pangan masyarakat yang beragam, bergizi seimbang dan aman; Target kinerja tahunan yang mengacu pada sasaran terpenuhinya konsumsi pangan masyarakat yang beragam, bergizi seimbang dan aman, ditunjukkan pada Tabel 1-II.3. Tabel 1-II.3. Target Tahunan Pencapaian Sasaran Pemenuhan Konsumsi Pangan Masyarakat Yang Beragam, Bergizi Seimbang Dan Aman, Tahun Indikator Sasaran Tercapainya skor Pola 68,6 82,3 83,9 85,5 87,1 88,7 90,4 Pangan Harapan yang ideal 2. Terlaksanya pembinaan dan pengawasan keamanan pangan segar (%) Tercapainya konsumsi energi (Kkal/Kap/hr) dan protein (gram /Kap/hr) masyarakat 4. Tercapainya konsumsi beras per kapita per tahun masyarakat (kg) 1841 kkal, 51,7 gr protein 1870 kkal, 52 gr protein 1890 kkal, 52 gr protein 1920 kkal, 52 gram protein 1950 kkal, 52 gram protein 1970 kkal, 52 gr protein 2000 kkal, 52 gram protein 4. Meningkatkan penanganan daerah rawan pangan, dengan sasaran : - Berkurangnya daerah rawan pangan melalui peningkatan kemandirian pangan masyarakat Laporan (APBD) Tahun

8 Target kinerja tahunan yang mengacu pada sasaran Berkurangnya daerah rawan pangan melalui peningkatan kemandirian pangan masyarakat, ditunjukkan pada Tabel 1-II.4. No. Tabel 1-II.4. Target Tahunan Pencapaian Sasaran Pengurangan Daerah Rawan Pangan Tahun Indikator Sasaran Tertanganinya daerah rawan pangan (kab/kota) 5. Meningkatkan keselarasan dan keserasian kebijakan ketahanan pangan dan fasilitasi kelembagaan. Sasaran dari tujuan tersebut adalah terwujudnya keselarasan dan keserasian Kebijakan, serta Promosi dan Fasilitasi Kelembagaan. Indikator kinerja dari sasaran tersebut yaitu: 1) Terkoordinasinya kebijakan pembangunan ketahanan pangan dan penyuluhan di Kalimantan Barat; 2) Terfasilitasinya Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat 3) Terfasiltasinya penyusunan pengembangan kebijakan ketahanan pangan dan penyuluhan di Kalimantan Barat; 4) Terfasilitasinya promosi program pembangunan ketahanan pangan dan penyuluhan di Kalimantan Barat; 5) Tersosialisasinya peraturan perundang-undangan terkait tata kelola pemerintahan, kepegawaian dan pengembangan ketahanan pangan dan penyuluhan. Target kinerja tahunan yang mengacu pada sasaran mewujudkan keselarasan dan keserasian Kebijakan, serta Promosi dan Fasilitasi Kelembagaan, ditunjukkan pada Tabel 1-II.5. Tabel 1-II.5. Target kinerja tahunan yang mengacu pada sasaran mewujudkan keselarasan dan keserasian Kebijakan, serta Promosi dan Fasilitasi Kelembagaan Tahun No. Indikator Sasaran Terkoordinasinya kebijakan pembangunan ketahanan pangan dan penyuluhan di Kalimantan Barat (%) 2. Terfasilitasinya Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat (%) Laporan (APBD) Tahun

9 No. Indikator Sasaran 3. Terfasiltasinya penyusunan pengembangan kebijakan ketahanan pangan dan penyuluhan di Kalimantan Barat (%) 4. Terfasilitasinya promosi program pembangunan ketahanan pangan dan penyuluhan di Kalimantan Barat (%) 5. Tersosialisasinya peraturan perundang-undangan terkait tata kelola pemerintahan, kepegawaian dan pengembangan ketahanan pangan dan penyuluhan (%) Misi ke-3 : meningkatkan kapasitas petani, pelaku utama dan pelaku usaha perikanan, masyarakat di dalam dan disekitar kawasan hutan, penyuluh pertanian, kehutanan dan perikanan serta kelembagaannya Misi ini bertujuan untuk : 1. meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian, serta kelembagaannya, dengan sasaran : - Tersedianya kelembagaan penyuluhan yang andal - Meningkatnya kompetensi dan profesionalisme penyuluh pertanian - Tercapainya pemberdayaan kelembagaan petani - Tercapainya peningkatan kapasitas SDM Petani - Meningkatnya peran dan fungsi penyuluh pertanian dalam pencapaian swasembada pangan, peningkatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk lokal, serta peningkatan kesejahteraan petani - Terfasilitasinya Komisi Penyuluhan Provinsi Kalimantan Barat Target capaian kinerja tahunan yang mengacu pada sasaran meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian ditujukkan pada Tabel 1-II.6. Laporan (APBD) Tahun

10 No. Tabel 1-II.6. Target kinerja tahunan yang mengacu pada sasaran meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian Tahun Indikator Sasaran Terbentuknya Kelembagaan penyuluhan Pertanian (BPP) 2. Penyuluh pertanian yang mengikuti peningkatan kompetensi dan profesionalisme penyuluh pertanian (%) Terbinanya kelembagaan petani (Gapoktan) 4. Tercapainya peningkatan kapasitas SDM Petani (%) 5. Terlaksananya pelatihan kepada penyuluh pertanian dalam swasembada pangan, peningkatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk lokal, serta peningkatan kesejahteraan petani (%) 6. Terfasilitasinya Komisi Penyuluhan Provinsi Kalimantan Barat (%) meningkatkan kapasitas pelaku utama perikanan dan penyuluh perikanan, serta kelembagaannya, dengan sasaran: - Meningkatnya kompetensi dan profesionalisme penyuluh perikanan - Tercapainya pemberdayaan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha perikanan - Tercapainya peran dan fungsi penyuluh perikanan dalam peningkatan aksessibilitas dan penerapan inovasi teknologi terekomendasi kepada pelaku utama dan pelaku usaha Target capaian kinerja tahunan meningkatkan kapasitas pelaku utama perikanan dan penyuluh perikanan, serta kelembagaannya ditunjukkan pada Tabel 1-II.7. Laporan (APBD) Tahun

11 Tabel 1-II.7. Target kinerja tahunan yang mengacu pada sasaran meningkatkan kapasitas pelaku utama perikanan dan penyuluh perikanan, serta kelembagaannya Tahun No. Indikator Sasaran Meningkatnya kapasitas penyuluh perikanan (orang) 2. Terbentuknya kelompok pelaku utama perikanan (Kelompok Tani) Meningkatnya Jumlah kelompok utama perikanan yang disuluh (orang) 4. Pembinaan Kelembagaan Pelaku Utama perikanan Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kehutanan, dengan sasaran: - Terbentuknya kelompok masyarakat produktif yang mandiri - Meningkatnya kapasitas penyuluh kehutanan Target capaian kinerja tahunan untuk Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kehutanan ditunjukkan pada tabel 1-II.8. Tabel 1-II.8. Target Tahunan Yang Mengacu Pada Sasaran Meningkatkan Kesadaran Dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Kehutanan Tahun No. Indikator Sasaran Terbentuknya kelompok masyarakat produktif yang mandiri (orang) Meningkatnya kapasitas penyuluh kehutanan (orang) 3. Pembinaan Kelembagaan Pelaku Utama Kehutanan Dari perencanaan kerja tahun , maka Perjanjian Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2015 sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel 1-II.9. Laporan (APBD) Tahun

12 Tabel 1-II.9 Perjanjian Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2015 No. Sasaran Strategis Indikator Utama(IKU) Target Program/ Kegiatan Anggaran (Rp) Meningkatkan ketersediaan 1 Penguatan cadangan pangan 50% Program Peningkatan Ketahanan dan cadangan pangan, Pangan distribusi dan akses pangan, 2 Ketersediaan informasi 100% 1 Penyusunan Peta Distribusi Pangan, penganekaragaman dan pasokan, harga dan akses keamanan pangan serta pangan penanganan kerawanan 3 Pengawasan dan pembinaan 75% 2 Pengembangan Usaha Lembaga pangan berbasis sumber daya keamanan pangan Distribusi Pangan Pedesaan lokal dengan dukungan 4 Penanganan daerah rawan 50% 3 Pemantauan & Pengawasan penguatan kelembagaan pangan Keamanan Pangan ketahanan pangan 5 Meningkatnya kuantitas dan kualitas pangan penduduk 83,9% 4 Pagelaran Cipta Menu Lokal Penyusunan Analisis Situasi Pola Konsumsi Pangan Kampanye Gerakan Percepatan Diversifikasi Konsumsi dan Keamanan Pangan 6 Apresiasi Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal 7 Pembinaan Peningkatan Koordinasi Kelancaran Distribusi dan Akses Pangan 8 Pembinaan dan Pengembangan Konsumsi Pangan Lokal Berbasisi 3 B ,443,600 9 Optimalisasi Pengembangan Kawasan Diversifikasi Pangan 144,254, Pengembangan Sistem Kewaspadaan 92,535,000 Laporan (APBD) Tahun

13 No. Sasaran Strategis Indikator Utama(IKU) Target Program/ Anggaran (Rp) Kegiatan Pangan dan Gizi 11 Pengembangan Desa Mandiri Pangan 140,247, Pemantauan Cadangan Pangan 51,213,000 Daerah 13 Pengelolaan Cadangan Pangan 53,358,000 Pemerintah Provinsi 14 Pembinaan Lumbung Pangan Desa 136,880, Pertemuan Teknis Pendamping 72,267,000 Lumbung Pangan Masyarakat 16 Apresiasi Pengurus Lumbung Pangan 47,361,000 Masyarakat 17 Apresiasi Analisis Ketersediaan 71,696,000 Pangan 18 Apresiasi Peningkatan Kemandirian 55,124,000 Pangan Desa 19 Pembinaan dan Pemantauan Situasi 85,226,000 Ketersediaan Pangan 20 Rapat Koordinasi dan Rapat Teknis 143,184,100 Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Kalimantan Barat 21 Koordinasi dan Fasilitasi Dewan 204,658,400 Ketahanan Pangan 22 Penyusunan SPM Ketahanan Pangan 66,343, Promosi Ketahanan Pangan dan 228,361,600 Penyuluhan dan Fasilitasi Hari Pangan Sedunia 24 Kampanye Gerakan Percepatan 450,013,000 Diversifikasi Konsumsi dan Keamanan Pangan 25 Pembangunan Lantai Jemur Lembaga 200,000,000 Laporan (APBD) Tahun

14 No. Sasaran Strategis Indikator Utama(IKU) Target Program/ Kegiatan Anggaran (Rp) Distribusi Pangan Masyarakat di Kabupaten Kubu Raya 26 Pembangunan Lantai Jemur Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat di Kabupaten Mempawah 200,000, Meningkatkan kapasitas 1 Meningkatnya kapasitas 74% Program Pengembangan SDM petani dan penyuluh petani serta kelembagaannya Penyuluh Pertanian Pertanian dan Kelembagaan Petani 2 Meningkatnya kapasitas Petani 64% 1 Pembinaan Pengembangan Sistem 103,034,000 Kerja LAKU Pertanian 3 Pembinaan kelembagaan petani 1005 gapoktan 2 Pemberdayaan Penyuluh Pertanian 359,140,000 4 Pembinaan kelembagaan 264 unit 3 Peningkatan Sarana dan Media 30,210,000 penyuluh Informasi Penyuluh Pertanian 4 Forum Penyuluhan Pertanian 191,389,000 5 Pemberdayaan Kader Penyuluh Desa 84,604,000 Model 6 Fasilitasi dan Pembinaan 191,482,000 Kelembagaan Penyuluh 7 Fasilitasi Peringatan Hari Krida 374,457,000 Pertanian, Hari Pangan Sedunia dan Hari Kesatuan Gerak PKK 8 Penyusunan Programa Penyuluhan 75,105,000 Pertanian 9 Pemasyarakatan Teknologi Pertanian Melalui Demplot dan Denfarm di Kabupaten Landak 131,500, Pemasyarakatan Teknologi Pertanian 129,000,000 Melalui Demplot dan Denfarm di Kabupaten Kubu Raya Laporan (APBD) Tahun

15 No. Sasaran Strategis Indikator Utama(IKU) Target Program/ Kegiatan 11 Penyusunan Data Base Penyuluhan Pertanian di Provinsi Kalimantan Barat 3. Meningkatkan kapasitas 1 Peningkatan kapasitas 50 org Program Pengembanagan SDM penyuluh perikanan dan penyuluh perikanan Kelautan dan Perikanan pelaku utama perikanan 1 Fasilitasi Penilaian Penyuluh Teladan dan Pelaku Utama Perikanan 4. Meningkatkan kapasitas penyuluh kehutanan dan masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan hutan 2 Pembinaan kelompok pelaku utama perikanan 1 Peningkatan kapasitas penyuluh kehutanan Berprestasi 70 klp 2 Pembinaan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan 3 Pembinaan Pengembangan Sistem Kerja Latihan dan Kunjungan (LAKU) Perikanan Anggaran (Rp) 500,000, ,580,000 55,207,000 43,194,000 4 Pemberdayaan Penyuluhan Perikanan 48,340,000 5 Peningkatan Kapasitas Penyuluhan 171,000,000 Perikanan 6 Peningkatan Sarana Media Informasi 25,010,000 Penyuluhan Perikanan 7 Penyusunan Database Penyuluhan 26,244,000 Perikanan 8 Penyusunan Program Penyuluhan Perikanan 47,330, org Program pengembangan SDM Kehutanan 1 Pemberdayaan Penyuluhan 65,100, Kehutanan 2 Pembinaan Kelembagaan Pelaku 66,400, Utama Kehutanan 3 Pembinaan Pengembangan Sistem 51,475, Kerja Latihan dan Kunjungan Laporan (APBD) Tahun

16 No. Sasaran Strategis Indikator Utama(IKU) Target Program/ Kegiatan Anggaran (Rp) (LAKU) Kehutanan 2 Pembinaan kelompok 60 klp 4 Peningkatan Kapasitas Penyuluh 92,702, masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan hutan 5 Kehutanan Peningkatan Sarana Media Informasi 14,850, Penyuluhan Kehutanan 6 Penyusunan Database Penyuluhan 32,900, Kehutanan 7 Penyusunan Program Penyuluhan 48,597, Kehutanan 8 Forum Penyuluhan Kehutanan 151,110, Laporan (APBD) Tahun

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4K2P) Kabupaten Jayawijaya merupakan Organsasi

Lebih terperinci

PROFIL BADAN KETAHANAN PANGAN

PROFIL BADAN KETAHANAN PANGAN A. Tugas Pokok dan Fungsi PROFIL BADAN KETAHANAN PANGAN pengkajian, penyiapan perumusan kebijakan, pengembangan, pemantauan, dan pemantapan ketersediaan pangan, serta pencegahan dan penanggulangan kerawanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Plan), Rencana Kinerja (Performace Plan) serta Laporan Pertanggungjawaban

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Plan), Rencana Kinerja (Performace Plan) serta Laporan Pertanggungjawaban BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menghadapi perubahan yang sedang dan akan terjadi akhir-akhir ini dimana setiap organisasi publik diharapkan lebih terbuka dan dapat memberikan suatu transparansi

Lebih terperinci

Rencana Kerja Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan BAB I PENDAHULUAN

Rencana Kerja Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pangan adalah kebutuhan dasar manusia paling utama, karena itu pemenuhan pangan merupakan bagian dari hak asasi individu. Pemenuhan pangan juga sangat penting sebagai

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi Misi Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi SKPD Sejalan dengan tugas pokok dan fungsi BPPKP sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 52 Tahun

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGIS DAN KEBIJAKAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGIS DAN KEBIJAKAN 54 BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGIS DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Dalam rangka mendorong dan meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PELAKSANAAN PROGRAM / KEGIATAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2016

KEBIJAKAN PELAKSANAAN PROGRAM / KEGIATAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2016 KEBIJAKAN PELAKSANAAN PROGRAM / KEGIATAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2016 OLEH : DRS. HADJI HUSEN KEPALA BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN PROVINSI NTT BADAN

Lebih terperinci

BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA. 2.1. Perencanaan Strategis Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP)

BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA. 2.1. Perencanaan Strategis Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA 2.1. Perencanaan Strategis Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Rencana strategis (Renstra) instansi pemerintah merupakan langkah awal

Lebih terperinci

RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) Pusat Penyuluhan Pertanian. Tahun 2013

RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) Pusat Penyuluhan Pertanian. Tahun 2013 RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) Pusat Penyuluhan Pertanian Tahun 2013 RENCANA KINERJA TAHUNAN PUSAT PENYULUHAN PERTANIAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN TAHUN 2013 No. A SASARAN INDIKATOR

Lebih terperinci

BUPATI KEPULAUAN SELAYAR

BUPATI KEPULAUAN SELAYAR BUPATI KEPULAUAN SELAYAR PERATURAN BUPATI KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 10 TAHUN TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI, KEPALA BADAN, SEKRETARIS, SUB BAGIAN, BIDANG DAN SUB BIDANG PADA BADAN KETAHANAN PANGAN

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA BADAN KETAHANAN PANGAN KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA BADAN KETAHANAN PANGAN KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2015 LAPORAN KINERJA BADAN KETAHANAN PANGAN KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2015 PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN BADAN KETAHANAN PANGAN Jl. Panglima Batur Timur Banjarbaru Kalimantan Selatan Telp. 0511-4772471-4778047

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA - SKPD) TAHUN ANGGARAN 2016

PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA - SKPD) TAHUN ANGGARAN 2016 PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) TAHUN ANGGARAN 06 Organisasi / SKPD :..0. BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN Halaman dari 8.. KETAHANAN PANGAN

Lebih terperinci

BADAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN MUSI RAWAS

BADAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN MUSI RAWAS BADAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN MUSI RAWAS KATA PENGANTAR Dalam rangka menetapkan arah dan acuan pelaksanaan pembangunan ketahanan pangan lingkup Badan Ketahanan Pangan Kabaupaten Musi Rawas dan menindaklanjuti

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bontang, Desember 2015 Kepala, Ir. Hj. Yuli Hartati, MM NIP LAKIP 2015, Kantor Ketahanan Pangan Kota Bontang

KATA PENGANTAR. Bontang, Desember 2015 Kepala, Ir. Hj. Yuli Hartati, MM NIP LAKIP 2015, Kantor Ketahanan Pangan Kota Bontang KATA PENGANTAR Dengan Mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2015 Kantor Ketahanan Pangan Kota Bontang telah selesai disusun.

Lebih terperinci

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAERAH

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAERAH VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAERAH 1.1 Visi dan Misi Dinas Ketahanan Tujuan menetapkan Visi adalah : 1. Mencerminkan apa yang ingin dicapai oleh Dinas Ketahanan

Lebih terperinci

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN TULANG BAWANG BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Komp.Perkantoran Pemda Tulang Bawang Jl. Cendana Gunung Sakti Kec. Menggala Kab.Tulang Bawang Provinsi Lampung 34596 Telp (0726)

Lebih terperinci

BAB. I PENDAHULUAN. Untuk mewujudkan Visi tersebut, maka Misi Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu adalah :

BAB. I PENDAHULUAN. Untuk mewujudkan Visi tersebut, maka Misi Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu adalah : BAB. I PENDAHULUAN 1.Latar Belakang Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu merupakan salah satu Organisasi Perangkat Daerah, sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Indramayu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Strategis Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang 1

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Strategis Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan Kabupaten Lumajang sejalan dengan ditetapkannya Undang Undang Nomor : 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah lebih mengutamakan pelaksanaan desentralisasi

Lebih terperinci

RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PELAKSANA PENYULUHAN KABUPATEN BANTUL

RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PELAKSANA PENYULUHAN KABUPATEN BANTUL RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PELAKSANA PENYULUHAN KABUPATEN BANTUL RINCIAN TUGAS Kepala Badan Kepala Badan mempunyai tugas : a. memimpin penyelenggaraan tugas dan fungsi Badan sesuai

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2013

RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2013 RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2013 BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2012 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilitas Kinerja

Lebih terperinci

BUPATI BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

BUPATI BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 32 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN, KEHUTANAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN BANYUMAS DENGAN

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua. Samarinda, April 2016 Kepala, Ir. Fuad Asaddin, M.Si. Nip

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua. Samarinda, April 2016 Kepala, Ir. Fuad Asaddin, M.Si. Nip KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-nya, maka Laporan SPM Bidang Ketahanan ini dapat kami selesaikan. Laporan ini merupakan salah

Lebih terperinci

FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN KETAHANAN PANGAN TA.2015

FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN KETAHANAN PANGAN TA.2015 FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN KETAHANAN PANGAN TA.2015 1 ARAHAN UU NO. 18 TAHUN 2012 TENTANG PANGAN A. KERANGKA KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN Kedaulatan Pangan Kemandirian Pangan Ketahanan Pangan OUTCOME Masyarakat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja Satuan Perangkat Kerja Daerah (Renja SKPD) merupakan dokumen perencanaan resmi SKPD yang dipersyaratkan untuk mengarahkan pelayanan publik Satuan Kerja

Lebih terperinci

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016 KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan

Lebih terperinci

Bab 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Badan Ketahanan Pangan Prov Kalimantan Selatan

Bab 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Badan Ketahanan Pangan Prov Kalimantan Selatan Badan Ketahanan Bab 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pembangunan pangan dan ketahanan pangan merupakan salah satu faktor kunci dalam pembangunan suatu bangsa. Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi SKPD Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Misi adalah rumusan umum

Lebih terperinci

BAB 2 PERENCANAAN KINERJA. 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

BAB 2 PERENCANAAN KINERJA. 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun BAB 2 PERENCANAAN KINERJA 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018 Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berdasarkan amanat dari Peraturan Daerah

Lebih terperinci

IKHTISAR EKSEKUTIF result oriented governement sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

IKHTISAR EKSEKUTIF result oriented governement sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. IKHTISAR EKSEKUTIF Dalam rangka lebih meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang lebih berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta berorientasi kepada hasil (result oriented governement),

Lebih terperinci

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN BIMA PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN BIMA PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN BIMA PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan

Lebih terperinci

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 BAB 2 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2013 2.1 BAB 2 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 2.1. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013 DAN CAPAIAN RENSTRA SAMPAI DENGAN

Lebih terperinci

BAB I REVIEW RENSTRA SETDA KALTIM

BAB I REVIEW RENSTRA SETDA KALTIM BAB I P E N D A H U L U A N 1.1. Latar Belakang Pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan publik dipengaruhi oleh banyak faktor yang terkait antara satu dengan yang lainnya. Untuk memahami kinerja Birokrasi

Lebih terperinci

Tabel 6.1 Strategi, Arah dan Kebijakan Kabupaten Ponorogo TUJUAN SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN

Tabel 6.1 Strategi, Arah dan Kebijakan Kabupaten Ponorogo TUJUAN SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN Tabel 6.1 Strategi, Arah dan Kebijakan Kabupaten Ponorogo VISI : PONOROGO LEBIH MAJU, BERBUDAYA DAN RELIGIUS MISI I : Membentuk budaya keteladanan pemimpin yang efektif, guna mengembangkan manajemen pemerintahan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN TULANG BAWANG

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN TULANG BAWANG KEPUTUSAN KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN TULANG BAWANG NOMOR : 900/ /SK/III.08/TB/I/2016 TENTANG INDIKATOR KINERJA UTAMA BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA

Lebih terperinci

Pasal 3 (1) Susunan Organisasi Dinas Pangan dan Perkebunan terdiri dari : a. Kepala; b. Sekretariat, terdiri dari : 1. Sub Bagian Perencanaan; 2.

Pasal 3 (1) Susunan Organisasi Dinas Pangan dan Perkebunan terdiri dari : a. Kepala; b. Sekretariat, terdiri dari : 1. Sub Bagian Perencanaan; 2. BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 105 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PANGAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN CILACAP

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA, ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PROVINSI GORONTALO

RENCANA KINERJA TAHUNAN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA, ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PROVINSI GORONTALO RENCANA KINERJA TAHUNAN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA, ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PROVINSI GORONTALO KATA PENGANTAR Puji syukur hanya patut dihaturkan kehadirat Allah

Lebih terperinci

RINGKASAN EKSEKUTIF. Halaman ii

RINGKASAN EKSEKUTIF. Halaman ii RINGKASAN EKSEKUTIF Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kabupaten Kubu Raya merupakan wujud dari pertanggungjawaban atas kinerja yang dilaksanakan serta sebagai alat kendali dan penilaian

Lebih terperinci

KANTOR KETAHANAN PANGAN

KANTOR KETAHANAN PANGAN KANTOR KETAHANAN PANGAN Kode 00 NON URUSAN 00 00 PROGRAM SETIAP SKPD 00 00 0 PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI 239.442.950 287.33.540 PERKANTORAN 00 00 0 00 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Tercapainya kinerja

Lebih terperinci

URUSAN WAJIB KETAHANAN PANGAN KONDISI UMUM

URUSAN WAJIB KETAHANAN PANGAN KONDISI UMUM 4.1.21 URUSAN WAJIB KETAHANAN PANGAN 4.1.21.1 KONDISI UMUM Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup,

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Mei a.n Kepala Badan, Dr. Ir. Edi Abdurachman, MS, MSc

KATA PENGANTAR. Jakarta, Mei a.n Kepala Badan, Dr. Ir. Edi Abdurachman, MS, MSc KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemarintah yang mewajibkan kepada setiap instansi pemerintah untuk melaksanakan Akuntabilitas Kinerja Instansi

Lebih terperinci

Daya Mineral yang telah diupayakan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah pada periode sebelumnya.

Daya Mineral yang telah diupayakan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah pada periode sebelumnya. BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi Dan Misi Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral VISI Memasuki era pembangunan lima tahun ketiga, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LAKIP )

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LAKIP ) LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LAKIP ) TAHUN 2015 BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN (BKP5K) TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas

Lebih terperinci

SINKRONISASI OPERASIONAL KEGIATAN PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TENGAH TA. 2017

SINKRONISASI OPERASIONAL KEGIATAN PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TENGAH TA. 2017 SAMBUTAN DAN ARAHAN KEPALA DINAS KETAHANAN PROVINSI JAWA TENGAH SINKRONISASI OPERASIONAL KEGIATAN PEMBANGUNAN KETAHANAN PROVINSI JAWA TENGAH TA. 2017 Ungaran, Januari 2017 TUJUAN Menyamakan persepsi dan

Lebih terperinci

PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN KOORDINASI PENYULUHAN

PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN KOORDINASI PENYULUHAN - 1 - PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN KOORDINASI PENYULUHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,

Lebih terperinci

BAB 4 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN. 4.1 Visi dan Misi SKPD VISI

BAB 4 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN. 4.1 Visi dan Misi SKPD VISI VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Bab ini menjabarkan tentang Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan BAB 4 4.1 Visi dan Misi SKPD 4.1.1 VISI Visi adalah pandangan ideal

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BAPERMAS KOTA SALATIGA TAHUN 2017

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BAPERMAS KOTA SALATIGA TAHUN 2017 PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BAPERMAS KOTA SALATIGA TAHUN 2017 1 BAB II PERENCANAAN KINERJA Pada Tahun 2016 Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Keluarga

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2008 NOMOR 28 SERI D PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2008 NOMOR 28 SERI D PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2008 NOMOR 28 SERI D PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, TATA KERJA DAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL DI LINGKUNGAN KANTOR KETAHANAN

Lebih terperinci

5 / 7

5 / 7 LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG KEBIJAKAN PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL A. LATAR BELAKANG Keberhasilan pembangunan suatu

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi Sekretariat Daerah Provinsi Banten 1. Visi Sebagai lokomotif dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan, posisi

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana Pemerintah Daerah mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien.

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG KEBIJAKAN PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG KEBIJAKAN PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL PERATURAN PRESIDEN NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG KEBIJAKAN PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

BAB 6 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB 6 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB 6 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komprehensif tentang bagaiman pemerintah mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien. Dengan

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL Dalam Mendukung KEMANDIRIAN PANGAN DAERAH

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL Dalam Mendukung KEMANDIRIAN PANGAN DAERAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL Dalam Mendukung KEMANDIRIAN PANGAN DAERAH Sekretariat Dewan Ketahanan Pangan Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera

Lebih terperinci

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Medan Tahun BAB 1 PENDAHULUAN

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Medan Tahun BAB 1 PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejalan dengan perkembangan kondisi sosial, ekonomi dan budaya, Kota Medan tumbuh dan berkembang menjadi salah satu kota metropolitan baru di Indonesia, serta menjadi

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Padang, Desember 2016 KEPALA BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI SUMATERA BARAT

KATA PENGANTAR. Padang, Desember 2016 KEPALA BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI SUMATERA BARAT KATA PENGANTAR Dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang mengamanatkan Pemerintah Daerah untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA) KANTOR KETAHANAN PANGAN KOTA PADANG TAHUN 2015

RENCANA KERJA (RENJA) KANTOR KETAHANAN PANGAN KOTA PADANG TAHUN 2015 RENCANA KERJA (RENJA) KANTOR KETAHANAN PANGAN KOTA PADANG TAHUN 2015 KANTOR KETAHANAN PANGAN, Februari 2014 EXECUTIVE SUMMARY (IKHTISAR EKSEKUTIF) Kantor Ketahanan Pangan Kota telah menyusun rencana kerja

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA (RENJA)

RENCANA KINERJA (RENJA) 2017 Rencana Kerja Dinas Pangan tahun 2017 BAB I RENCANA KINERJA (RENJA) PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA A. PERENCANAAN Rencana strategis sebagaimana yang tertuang dalam Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan suatu proses yang

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2012

RENCANA KINERJA TAHUNAN BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2012 RENCANA KINERJA TAHUNAN BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2012 BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2011 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF Rencana program kegiatan dalam Renstra DISHANPAN 213-218 merupakan penjabaran dari RPJMD Pemerintah Provinsi

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Visi dan Misi Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Visi dan Misi Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya A. Visi Perumusan visi dan misi jangka menengah Dinas Pertanian,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA MEDAN RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

PEMERINTAH KOTA MEDAN RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN Lampiran III Peraturan Daerah Nomor Tanggal : : 13 23 Nopember 2016 PEMERINTAH KOTA MEDAN RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN TAHUN

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilias Kinerja Tahun 2013 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor

Lebih terperinci

6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan

6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan BAB - VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Strategi adalah langkah-langkah berisikan program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi, yang dirumuskan dengan kriterianya

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Muara Beliti, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Musi Rawas,

KATA PENGANTAR. Muara Beliti, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Musi Rawas, BADAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN MUSI RAWAS 2014 KATA PENGANTAR Berdasarkan Permendagri No 54 Tahun 2010, Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KETAHANAN PANGAN TAHUN 205 I. LATAR BELAKANG Rencana Kerja (Renja) merupakan dokumen perencanaan yang disusun berpedoman kepada Rencana Strategis (Renstra) dan mengacu

Lebih terperinci

3.4 Penentuan Isu-isu Strategis

3.4 Penentuan Isu-isu Strategis Negeri atas tugas pokok dan fungsinya dengan memperhatikan visi, misi, dan arah kebijakan Pemerintah Republik Indonesia untuk lima tahun ke depan, serta kondisi obyektif dan dinamika lingkungan strategis,

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BADAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN GARUT TAHUN 2014 s/d 2019

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BADAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN GARUT TAHUN 2014 s/d 2019 RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BADAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN GARUT TAHUN 2014 s/d 2019 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT BADAN KETAHANAN PANGAN Garut, 2014 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami persembahkan ke

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA TAHUN

INDIKATOR KINERJA UTAMA TAHUN INDIKATOR KINERJA UTAMA TAHUN 2015-2019 BADAN KETAHANAN PANGAN DAERAH PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 DAFTAR ISI KEPUTUSAN KEPALA BADAN... ii DAFTAR ISI... iv BAB I. PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang...

Lebih terperinci

BAB 2 Perencanaan Kinerja

BAB 2 Perencanaan Kinerja BAB 2 Perencanaan Kinerja 2.1 Rencana Strategis Tahun 2013-2018 Rencana Stategis Dinas Kean Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi

Lebih terperinci

2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun BAB 2 PERENCANAAN KINERJA 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018 Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berdasarkan amanat dari Peraturan Daerah

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA PUSAT PENYULUHAN PERTANIAN TAHUN 20 KATA PENGANTAR Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) sebagai salah satu unit kerja/organisasi di lingkungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2013

RENCANA KINERJA TAHUNAN BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2013 RENCANA KINERJA TAHUNAN BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2013 BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2012 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi

Lebih terperinci

PEMANTAPAN KETAHANAN PANGAN BERDASARKAN KEMANDIRIAN DAN KEDAULATAN PANGAN

PEMANTAPAN KETAHANAN PANGAN BERDASARKAN KEMANDIRIAN DAN KEDAULATAN PANGAN PEMANTAPAN KETAHANAN PANGAN BERDASARKAN KEMANDIRIAN DAN KEDAULATAN PANGAN Oleh : Tenaga Ahli Badan Ketahanan Pangan Dr. Ir. Mei Rochjat Darmawiredja, M.Ed SITUASI DAN TANTANGAN GLOBAL Pertumbuhan Penduduk

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Biro Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun 2013

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Biro Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun 2013 Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA A. RPJMD / Perencanaan Strategis Periode 2009 2013 Dalam sebuah organisasi perencanaan merupakan faktor yang sangat

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2016-2021 DINAS PANGAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANDUNG PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG DINAS PANGAN DAN PERIKANAN Jl. Raya Soreang Km 17 Bandung Telp. (022) 5891695 Fax

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara agraris dan sebagian besar penduduknya bermatapencaharian di bidang pertanian. Sebenarnya negara ini diuntungkan karena dikaruniai kondisi

Lebih terperinci

BKP LAHAT RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

BKP LAHAT RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BKP LAHAT RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) 2014-2018 PEMERINTAH KABUPATEN LAHAT BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Lahat mempunyai peran

Lebih terperinci

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB II PERENCANAAN KINERJA Pemerintah Kabupaten Demak Perencanaan strategik, sebagai bagian sistem akuntabilitas kinerja merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya ditentukan oleh kondisi sumberdaya pertanian, tetapi juga ditentukan oleh peran penyuluh pertanian yang sangat strategis

Lebih terperinci

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi Penetapan visi sebagai bagian dari perencanaan strategi, merupakan satu langkah penting dalam perjalanan suatu organisasi karena

Lebih terperinci

Rencana Pembangunan Jangka Menengah strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi,

Rencana Pembangunan Jangka Menengah strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi, BAB VI. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana Pemerintah Daerah mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan umum dari penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah. Dengan terbitnya Undang-undang

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Bengkulu Utara selama lima tahun, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun

Lebih terperinci

13. URUSAN KETAHANAN PANGAN

13. URUSAN KETAHANAN PANGAN 13. URUSAN KETAHANAN PANGAN Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau.

Lebih terperinci

BAB II RENCANA STRATEGIS

BAB II RENCANA STRATEGIS Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2013 BAB II RENCANA STRATEGIS Rencana strategis merupakan dokumen yang bersifat taktis strategis dan implementatif serta menjabarkan strategi pembangunan

Lebih terperinci

BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI PULANG PISAU NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI PULANG PISAU NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI PULANG PISAU NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KETAHANAN PANGAN

Lebih terperinci

BAB II BADAN KETAHANAN PANGAN MEDAN. Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara yang awal mulanya

BAB II BADAN KETAHANAN PANGAN MEDAN. Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara yang awal mulanya BAB II BADAN KETAHANAN PANGAN MEDAN A. Sejarah Ringkas Badan Ketahanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara yang awal mulanya sebelum dilaksanakannya undang undang otonomi daerah merupakan

Lebih terperinci

Bab II Perencanaan Kinerja

Bab II Perencanaan Kinerja Di kantor Bab II Perencanaan Kinerja 2.1. Perencanaan 2.1.1. Rencana Strategis Tahun 2013-2018 Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan stratejik merupakan langkah awal yang

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 33 TAHUN

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 33 TAHUN SALINAN BUPATI TOLITOLI PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 33 TAHUN 2015 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN KETAHANAN PANGAN DAERAH KABUPATEN TOLITOLI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TOLITOLI,

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi SKPD Perumusan visi dan misi jangka menengah Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lamandau merupakan salah satu tahap

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 73 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 73 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 73 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR RIAU,

Lebih terperinci

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN. "Terwujudnya peningkatan kualitas kinerja Biro Pemerintahan Provinsi

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN. Terwujudnya peningkatan kualitas kinerja Biro Pemerintahan Provinsi VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 1. Visi "Terwujudnya peningkatan kualitas kinerja Biro Pemerintahan Provinsi Banten menuju tata kelola pemerintahan yang baik". Penjabaran dari visi

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Sesuai dengan amanat Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kubu Raya Tahun 2009-2029, bahwa RPJMD

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Renstra KPPKP Tahun

BAB I PENDAHULUAN. Renstra KPPKP Tahun BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan secara filosofi diartikan sebagai suatu proses terencana, dilaksanakan secara berkesinambungan untuk merubah suatu keadaan kearah yang lebih baik, pembangunan

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1 Identifikasi Berdasarkan Tugas Fungsi Pelayanan BPM, KB Ketahanan Pangan Kota Madiun Ba Pemberdayaan Masyarakat, Keluarga Berencana Ketahanan

Lebih terperinci

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 72 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI KANTOR KETAHANAN PANGAN

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 72 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI KANTOR KETAHANAN PANGAN WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 72 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI KANTOR KETAHANAN PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PASURUAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM PELAYANAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN DAN INDIKATOR KINERJA BESERTA PERKIRAAN/TARGET CAPAIANNYA TAHUN

RENCANA PROGRAM PELAYANAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN DAN INDIKATOR KINERJA BESERTA PERKIRAAN/TARGET CAPAIANNYA TAHUN RENCANA PROGRAM PELAYANAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN DAN INDIKATOR KINERJA BESERTA PERKIRAAN/TARGET CAPAIANNYA 2014-2018 KODE SASARAN (MISI) KOTA/URUSAN/ INDIKATOR OUTCOME (SASARAN DAN PROGRAM)

Lebih terperinci