Transkrip Video Modul 2.2. Kursus Membaca Cepat Online

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Transkrip Video Modul 2.2. Kursus Membaca Cepat Online"

Transkripsi

1 Transkrip Video Modul 2.2. Kursus Membaca Cepat Online Modul 2 Bagian 2 Membaca Aktif dan Kritis Terima kasih Anda telah bergabung kembali bersama saya, Muhammad Noer dalam Kursus Membaca Cepat Online di Kita akan masuk ke modul kedua bagian yang kedua. Pada modul ini, saya akan membahas tentang bagaimana membaca secara aktif dan kritis. Membaca aktif dan kritis kita perlukan ketika Anda belajar membaca cepat. Karena dengan membaca aktif dan kritislah seluruh konsentrasi, seluruh perhatian akan fokus pada apa-apa yang kita baca, sehingga kita bisa membaca dengan efektif dan efisien. Topik Bahasan Dalam modul ini akan dibahas beberapa hal. Yang pertama adalah, saya akan mengajak Anda untuk melihat bagaimana menemukan manfaat dari sebuah buku yang akan Anda baca. What is in it for me? Menemukan manfaat ini menjadi penting karena inilah yang menjadi dasar apakah Anda akan termotivasi atau tidak ketika hendak membaca sebuah buku. Yang kedua, kita akan melihat bagaimana melakukan proses preview dan bagaimana proses preview ini berkaitan dengan kesiapan mental ketika hendak membaca. Jika kita hendak membaca maka kita perlu sebuah persiapan dan preview ini adalah langkah untuk melakukan persiapan tersebut. 1

2 Yang ketiga, saya akan mengenalkan kepada Anda sebuah metode membaca secara terstruktur. Metode ini dikenal dengan nama metode SQ3R. Apakah itu SQ3R? Kita akan lihat pada modul ini. Dan terakhir, saya akan menyimpulkan materi kita tentang bagaimana proses membaca aktif dan kritis itu dilakukan. Sehingga memberikan hasil yang maksimal dalam pembelajaran Anda. Hasil maksimal dalam sebuah proses membaca yang Anda lakukan. Mari kita mulai modul yang kedua bagian kedua ini. Tentukan Tujuan dan Manfaat Yang pertama adalah kita akan membahas, bagaimana menentukan tujuan dan manfaat dari sebuah buku atau sebuah materi bacaan yang hendak Anda pelajari. Jika kita hendak membaca sesuatu maka kita harus mencari tahu what is in it for me? Apakah pentingnya sebuah buku buat saya? Kenapa saya harus membaca buku ini? Kenapa saya tidak membaca yang lain? Nah, ini menjadi penting karena jika kita tidak punya target apa yang ingin kita tuju, apa manfaat yang ingin kita peroleh, maka sebenarnya kita juga tidak punya arah apa yang hendak kita dapatkan. Dengan demikian menetapkan tujuan dan manfaat yang ingin kita dapat dari sebuah buku, dari sebuah materi bacaan akan menjadi pembimbing kita untuk arah yang hendak kita dapatkan. Karena itu Anda harus menentukan target Anda, apa yang ingin dilakukan. Jika kita mempunyai tujuan yang jelas maka tujuan ini akan menciptakan motivasi. Seperti yang sudah Anda ketahui dalam modul sebelumnya, motivasi inilah yang akan membuat kita tetap tertarik untuk menyelesaikan sebuah bacaan dan motivasi inilah yang akan membuat kita tetap enjoy, merasa senang ketika kita belajar sesuatu. Kita harus berpikir apa manfaat yang kita harapkan, kita inginkan dari sebuah buku karena itulah nanti kita akan bisa menentukan dan benar-benar mendapatkan apa yang kita harapkan. Dan terakhir adalah jika kita sudah memikirkan apa manfaat yang kita inginkan, ketika membaca nanti kita akan berusaha menemukan apa-apa yang kita cari di dalam 2

3 materi yang kita baca. Dan inilah bagian dari proses membaca secara aktif dan kritis. Dimana kita tidak hanya pasif menerima apa-apa yang disampaikan oleh seorang penulis dalam bukunya atau materinya. Melainkan kita sendiri ikut aktif dalam mencari apa yang kita inginkan, apa yang kita butuhkan dari buku atau karya tersebut. Cara Menentukan Tujuan Bagaimanakah cara kita menentukan tujuan untuk memahami sebuah buku atau tujuan dalam membaca sebuah buku? Yang bisa dilakukan adalah pertama kita perlu bertanya, mengapa saya perlu membaca buku ini? Apa yang saya butuhkan dari buku ini? Apakah buku ini diperlukan untuk pekerjaan saya? Untuk mendukung hobi saya? Atau mungkin untuk bisnis saya? Inilah yang pertama sekali Anda perlu tanyakan. Kenapa saya perlu, apa hubungannya dengan keseharian saya. Berikutnya adalah kita bisa bertanya pelajaran apa yang saya ingin dapatkan dari membaca sebuah buku? Ketika saya membaca buku Perencanaan Keuangan misalnya, saya ingin mendapatkan bagaimana cara untuk mengelola keuangan bulanan. Sedapat mungkin tentukan pelajaran yang spesifik yang Anda ingin dapatkan dari sebuah buku atau materi. Karena semakin spesifik apa yang Anda harapkan maka akan semakin jelas pula manfaat yang ingin Anda capai atau bisa Anda capai dari buku tersebut. Dan terakhir adalah kita bisa bertanya bagaimana cara saya memanfaatkan keterampilan baru yang saya dapatkan dari buku tadi? Sebuah buku tentu akan mengajarkan kita pengetahuan. Bisa juga mengajarkan sebuah skill khusus atau juga mengajarkan tentang sebuah pengalaman. Bagaimanakah sebuah skill, pengalaman maupun pengetahuan tadi kita manfaatkan dalam keseharian kita sebagai sebuah keterampilan baru yang akan membuat hidup kita menjadi lebih baik. Inilah cara untuk menentukan tujuan sehingga kita termotivasi, sehingga kita akan menjadi semangat untuk mencari jawabannya. Latihan Menemukan Tujuan Berikut ini saya akan mengajak Anda untuk latihan. Kita akan latihan bagaimana menemukan tujuan. Saya punya sebuah contoh disini. Saya punya buku berjudul 3

4 Memory Power. Nah, bagaimanakah saya menetapkan tujuan saya terhadap buku ini? Mari kita lihat. Jadi Anda juga bisa mengambil sebuah buku yang belum selesai Anda baca. Dalam kasus ini saya akan pakai buku ini sebagai contoh. Kemudian saya akan bertanya mengapa saya perlu membaca buku ini? Dari judulnya saya lihat, Memory Power: You Can Develop A Great Memory America s Grand Master Shows You How. Jadi buku ini akan bercerita bagaimana membangun memori yang super, memori yang luar biasa dan yang mengajarkannya adalah seorang grand master yang ahli dalam daya ingat, ahli dalam memori. Saya memilih buku ini, saya membaca buku ini, karena saya perlu untuk pekerjaan saya. Dalam pekerjaan saya, saya sering dihadapkan pada sesuatu dimana saya harus melihat banyak fakta sekaligus, dan saya merasa saya punya kelemahan disana. Saya perlu belajar hal ini. Kemudian saya juga merasa perlu membaca karena kadang-kadang saya kesulitan untuk mengingat nama orang. Jadi saya perlu untuk mengetahui adakah sebuah cara yang diajarkan untuk menyimpan informasi seperti itu. Nah, kemudian saya bisa melanjutkan pelajaran apakah yang sebenarnya saya ingin dapatkan dari buku ini? Setelah saya membaca bagian belakang dari buku ini, saya juga lihat sekilas isinya seperti apa, maka saya ingin belajar yang pertama sekali adalah bagaimana cara mengenali angka. Bagaimana cara mengingat angka. Mulai dari yang mudah, mengingat nomor telepon, mengingat nomor rumah, mengingat tanggal sebuah kejadian dan yang sejenisnya. Itu yang pertama yang ingin saya dapatkan. Berikutnya seperti yang tadi saya ceritakan, saya punya kesulitan untuk mengenali nama. Bagaimanakah cara untuk mengenali nama orang? Bagaimana mengingatnya dalam jangka panjang? Saya ingin belajar hal itu. Dan terakhir saya juga ingin belajar bagaimana mengorganisir sebuah fakta, sebuah informasi sehingga saya bisa me-recall-nya kembali dengan cepat dan tepat. Disini saya sudah mendapat apa yang saya inginkan, apa yang saya butuhkan dari buku ini. Dan dengan menetapkan apa keinginan dan kebutuhan saya maka motivasi saya untuk membacanya sudah mulai tercipta dan saya akan bersungguh-sungguh untuk mencari jawaban atas apa-apa yang saya inginkan. 4

5 Dan terakhir saya akan bertanya bagaimanakah saya akan mengaplikasikan pelajaran tersebut? Yang pasti jika saya bisa mengingat nama orang, ini akan membantu saya. Saya punya hubungan yang baik dengan banyak orang. Saya berkenalan dengan orang-orang baru. Dan dengan mengenal nama mereka, mengenal kapan saya pertama kali bertemu dengan mereka, ini akan membantu dalam aktivitas saya. Dengan saya bisa mengingat angka dan fakta, maka saya akan mudah dalam mengorganisir sebuah kejadian, menganalisis sebuah kejadian untuk kemudian saya bisa mengajukan sebuah jawaban. Kira-kira itulah cara saya untuk melakukan sebuah proses menentukan tujuan dan manfaat dari sebuah buku. Anda juga perlu melakukan latihan ini, jadi silakan nanti buka buku kerja Anda. Disana saya akan menjelaskan bagaimana Anda akan mencoba menetapkan tujuan dalam membaca sebuah buku. Aplikasi Menetapkan Tujuan dan Manfaat Apakah aplikasi dari menetapkan tujuan dan manfaat ini? Ada beberapa aplikasi praktis yang akan kita dapatkan dari keahlian menetapkan tujuan dan manfaat. Yang pertama ketika Anda membeli sebuah buku, maka dengan melihat sekilas Anda akan tahu, apakah Anda memang perlu buku tersebut atau tidak. Apakah Anda memang ingin buku tersebut atau tidak. Apakah buku tersebut akan bisa diterapkan dalam keseharian Anda atau tidak. Setelah Anda menanyakan tiga hal tadi Anda bisa memutuskan. Apakah sebuah buku layak untuk dibeli, apakah sebuah buku layak untuk dibaca. Dengan belajar menetapkan tujuan ini kita juga akan mampu menentukan bidang yang ingin dipelajari. Ketika kita ingin belajar sesuatu, maka kita akan menetapkan, saya ingin fokus di bidang apa, saya ingin menguasai apa saja di bidang tersebut. Jika kita sudah punya tujuan yang jelas maka kita akan bisa memilih informasi-informasi yang relevan untuk mencapai tujuan dan manfaat yang kita harapkan dari bahan-bahan bacaan yang kita baca. Dan berikutnya adalah bahwa proses ini akan membantu menciptakan motivasi. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa motivasi inilah yang akan membawa kita untuk 5

6 menyenangi sebuah isi bacaan. Motivasi inilah yang akan membuat kita terus bertahan dan membacanya sampai selesai. Dan motivasi inilah yang akan mempermudah kita untuk berkonsentrasi dan menghasilkan pemahaman yang tinggi atas sebuah proses membaca. Jadi tujuan yang jelas akan memberi kita arah apa yang ingin kita dapatkan, karenanya hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Preview dan Kesiapan Mental Berikutnya saya akan masuk ke bagian preview dan kesiapan mental. Preview dalam proses membaca adalah sebuah proses mempersiapkan diri untuk mengenali bahan bacaan. Dan proses ini sekaligus merupakan proses menyiapkan mental kita sebelum kita benar-benar membaca secara keseluruhan. Dalam sebuah proses belajar yang pasti kita akan selalu perlu persiapan dan momentum. Inilah yang perlu dibangun. Sehingga dengan adanya momentum, proses belajar akan terjadi dengan baik, dengan cepat dan ada akselerasi disana. Preview dalam hal ini adalah sebuah tahap persiapan mental dan untuk menciptakan momentum. Dengan melakukan preview, melihat sekilas bahan bacaan Anda maka secara mental Anda sudah menyiapkan diri untuk menghadapi materi tersebut. Anda juga sudah menciptakan momentum yang akan memudahkan Anda untuk menyelesaikannya. Dengan adanya proses preview ini, maka secara sadar kita sudah menyiapkan tubuh kita, pikiran kita, termasuk perasaan kita untuk belajar. Inilah yang membantu nantinya untuk memahami sebuah materi secara lengkap, secara keseluruhan dan dengan pemahaman yang tinggi. Terakhir preview ini akan berguna untuk menetapkan tujuan dan manfaat yang kita inginkan. Ada kalanya ketika Anda hendak membaca, kita belum memiliki tujuan yang jelas, kita belum tahu manfaat apa yang bisa kita ambil. Dengan melakukan preview, maka kita akan bisa mengetahui apa yang ingin kita tuju dan apa manfaat yang kita harapkan. 6

7 Jangan Anda membaca sebuah buku tanpa melakukan preview terlebih dahulu. Preview tidak perlu dilakukan lama-lama, Anda bisa melakukannya cukup dalam tempo 3-5 menit. Dan ini akan membawa perbedaan yang berharga dalam kemampuan Anda ketika Anda membaca cepat sebuah buku nantinya. Latihan Melakukan Preview Saya ingin mengajak Anda untuk melakukan sebuah latihan. Kita akan latihan bagaimana melakukan preview sebuah materi buku. Disini saya akan mengajak Anda untuk melakukan preview, saya punya sebuah buku berjudul 5 Langkah Melahirkan Mahakarya. Bagaimanakah cara saya melakukan preview? Yang pertama adalah saya akan melihat judul bukunya. Buku ini berjudul 5 Langkah Melahirkan Mahakarya: Melejitkan Potensi Diri dengan Cara Membiasakan Berkarya. Apa yang bisa Anda lakukan adalah menciptakan pertanyaan. Ketika saya membaca judulnya maka saya terpikir, apakah 5 langkah itu? Mengapa ada 5 langkah bukan 6 langkah, 7 langkah, 10 langkah? Kemudian dia juga menyebutkan mahakarya. Mahakarya seperti apa yang bisa saya hasilkan dengan menerapkan 5 langkah ini? Inilah salah satu cara melakukan preview. Kemudian saya juga membaca sampul belakang dan jaket buku. Jaket buku adalah bagian dalam dari sebuah buku yang biasanya juga memiliki teks yang menjelaskan isinya. Dalam hal ini saya akan membaca bagian belakangnya. Disini diceritakan bahwa setiap kita dibekali dengan potensi dan bakat. Tapi tidak semua orang mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya untuk menghasilkan mahakarya. Nah, saya mulai tertarik dengan pernyataan ini, bahwa saya secara pribadi merasa punya potensi dan bakat tertentu. Dan ketika buku ini menyebutkan tidak semua orang bisa menghasilkan mahakarya, maka saya tertarik. Mahakarya apa yang akan bisa saya hasilkan setelah saya membaca buku ini? Disini saya sudah mulai menciptakan minat untuk memahami lebih jauh. Kemudian saya baca lagi. Buku ini mengatakan bahwa mahakarya tidak semata dipahami sebagai karya unik dan klasik. Mahakarya diartikan sebagai sesuatu yang bermanfaat buat orang lain. Disini saya mendapatkan informasi baru bahwa definisi 7

8 mahakarya yang akan dibahas bukan berarti atau tidak selalu hal-hal yang sangat besar, sangat hebat. Melainkan sesuatu yang memang bisa kita terapkan, bisa kita beri manfaatnya kepada orang banyak. Setelah itu saya akan mulai masuk ke kata pengantar. Jadi disini ada kata pengantar. Anda juga sangat disarankan untuk membaca kata pengantar. Guna dari kata pengantar ini adalah kita bisa mengetahui background atau alasan seorang penulis ketika dia memutuskan untuk menulis sebuah buku. Ini akan membantu kita untuk mulai masuk ke alam pikirannya si penulis, termasuk untuk mulai berempati atau bersimpati terhadap isi buku itu sendiri. Sehingga kita akan punya keterhubungan dengan apa-apa yang dituliskan. Di dalam kata pengantar ini si penulis menceritakan bahwa proses dia membuat buku ini sangat panjang, bahkan sejak tahun Kemudian dia menceritakan suatu kisah dimana dia mengajar. Beliau adalah seorang Dosen di perguruan tinggi favorit di Indonesia. Dia mengajar integral tingkat tiga dan siswanya kesulitan untuk memahami hal tersebut. Kemudian dia mengajak beberapa siswa tadi untuk berjualan jagung. Nah, ini sesuatu yang unik buat saya. Dan si penulis ini akhirnya merasa bahwa ternyata ada mahasiswanya yang kesulitan untuk memahami materi-materi tersebut. Tapi kemudian ketika dia mengerjakan hal yang lain dalam hal ini berjualan jagung, mereka menjadi sangat kreatif. Mereka buat ada jagung bakar rasa stress, jagung bakar rasa bahagia, dan lain-lain. Disini beliau mulai merasakan bahwa tiap orang punya potensi, tiap orang punya keunikan. Di situlah pentingnya kita membaca kata pengantar. Kita jadi tahu apa alasan yang mendasari sehingga kita akan lebih mudah untuk proses memahami buku ini. Kemudian kita juga bisa memeriksa daftar isi. Disini saya lihat daftar isi dari buku ini, ada pendahuluan, ada langkah pertama, langkah kedua, ketiga, keempat dan kelima. Buku ini secara sederhana disusun seperti itu. Dan saya bisa baca misalnya di langkah pertama, judulnya diberi kalimat Menyadari bahwa Potensi Diri Itu Masalah Besar. Saya mulai berpikir disini, kenapa potensi diri itu masalah besar? Apa yang penting dari potensi diri? Saya menduga bahwa si penulis akan menceritakan kenapa potensi diri itu penting dan kenapa setiap orang harus berusaha untuk menemukan hal itu. 8

9 Kemudian di langkah kedua diberi judul Mengenal Potensi Diri. Saya mulai membayangkan, oh nanti di bagian ini saya ingin tahu cara apa yang bisa saya lakukan untuk mengenal potensi diri saya, sehingga saya pun bisa berkarya. Bab berikutnya disebutkan bahwa Mengungkap Ide-ide Karya dari Potensi Diri. Berarti jika saya sudah mampu mengenal potensi diri saya, maka saya akan bisa mengungkap ide-ide untuk menciptakan sebuah mahakarya. Nah, disini saya sudah mulai mendapatkan sedikit struktur walaupun saya belum membaca bukunya itu sendiri. Saya sudah bisa sedikit membayangkan. Saya menduga bahwa penulis akan mengajarkan cara mengenali potensi diri yang kemudian akan dilanjutkan dengan bagaimana menghubungkan potensi itu dengan ide-ide untuk menciptakan mahakarya. Dan ternyata dugaan saya semakin dekat di bab ke empat, langkah ke empat. Disini si penulis memberi judul, Membuat Prioritas dari Ide Karya. Berarti setelah ide itu terkumpul, dibuatkan prioritas dan bab terakhir, bab kelima Rencanakan Lalu Bertindak Berkarya. Nah, inilah kira-kira gambaran dari isi buku ini. Dengan cara memeriksa daftar isi, maka saya bisa mendapat gambaran bagaimana buku ini disusun, bagaimana strukturnya, bagaimana pembagian babnya, dan apa yang bisa saya harapkan dari setiap bab. Dan terakhir ketika kita melakukan preview kita bisa mulai melihat judul bab dan sub bab. Kita bisa melihat judul bab, sub bab. Nah, sambil kita melihat secara sekilas judul bab dan sub bab disini inilah kita sambil menciptakan pertanyaan. Sehingga nanti ketika kita beneran membaca isinya, kita akan berusaha untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyan tersebut. Itulah sebuah cara melakukan preview. Preview Jenis Dokumen Berbeda Lantas bagaimanakah kita melakukan preview untuk jenis dokumen yang berbeda? Misalkan koran atau surat atau juga dokumen-dokumen yang lain? Pertama, untuk dokumen yang bersifat artikel. Cara untuk preview adalah dengan melihat judulnya. Biasanya artikel, dia akan punya sub judul, Anda bisa lihat headingnya, sub-sub bagian dari tulisan tersebut. Dan jika artikel tersebut punya 9

10 diagram, Anda bisa melihat diagramnya. Dengan cara ini kita mencoba menarik kesimpulan sementara. Apa kira-kira isi dari tulisan tersebut. Pesan apa yang ingin disampaikan oleh si penulisnya. Untuk preview koran, maka yang bisa dilakukan adalah kita lihat judulnya dan kemudian paragraf pertama dan kedua. Koran adalah dokumen yang bersifat informasi berita. Dan berita selalu disusun dengan konsep piramida terbalik. Dimana informasiinformasi penting selalu diletakkan di awal. Dengan membaca paragraf pertama dan kedua saja, maka saya akan bisa tahu hampir seluruh pertanyaan tentang isi sebuah judul di koran. Mulai dari apa persoalannya, siapa yang terlibat, bagaimana kejadiannya, kapan terjadinya dan mengapa bisa terjadi. Jika Anda punya dokumen surat maka preview kita lakukan dengan melihat siapa si pengirim, apa tujuannya, apa perihal yang disampaikan, mungkin ada lampiran, apa saja jenis lampirannya, judul suratnya maupun tanggal surat tersebut dibuat. Dengan melihat ini secara sekilas maka Anda akan tahu kira-kira surat ini akan bercerita tentang apa dan Anda akan lebih mudah memahami surat tersebut dalam konteksnya. Kemudian jika Anda berhadapan dengan dokumen proposal, kita bisa melihat lagi-lagi judulnya terlebih dahulu. Apa judul proposal tersebut. Anda bisa cari tahu siapa penyelenggaranya. Apa penawaran yang mereka tawarkan dan berapa total biayanya. Dan terakhir, jika Anda ingin melakukan preview untuk , kita bisa lihat siapa si pengirim, apa judul nya dan kita bisa sedikit menduga kira-kira apa isi dari tersebut. Inilah satu cara untuk melakukan preview dokumen yang berbeda-beda. Jadi preview bisa kita lakukan untuk buku maupun untuk bentuk materi-materi bacaan yang lain. Melakukan preview sejenak akan membantu kita untuk membaca dengan cepat. Kita tadi sudah melihat bagaimana melakukan preview untuk memahami sekilas isi bahan bacaan. Sekarang saya akan masuk untuk mengajarkan kepada Anda metode membaca secara cepat dan terstruktur yang dikenal dengan SQ3R. 10

11 Metode SQ3R SQ3R ini merupakan sebuah singkatan. Jadi metode ini adalah sebuah metode membaca yang terdiri dari 5 langkah. Langkah pertama adalah Survey. Survey disini sebenarnya sangat mirip atau hampir boleh dikatakan persis dengan preview yang kita bahas tadi. Jadi fungsi dari survey adalah bagaimana kita melihat gambaran besar dari sebuah buku. Apa isinya dan menciptakan motivasi untuk membacanya. Langkah kedua adalah Question. Disini kita menciptakan pertanyaan. Jadi ketika Anda sambil melakukan preview, sambil membaca judul bab dan sub bab disitulah kita menciptakan pertanyaan-pertanyaan yang penting tentang buku tadi. Pertanyaanpertanyaan apa yang ingin kita dapatkan. Lalu dilanjutkan dengan tahapan membaca. Nah, tahapan membaca atau Read disinilah kita akan membaca dengan secepat mungkin menggunakan teknik-teknik membaca cepat yang Anda akan pelajari secara khusus setelah modul ini. Langkah keempat adalah Recite, kita akan mencoba menceritakan kembali apa-apa yang sudah kita baca. Proses recite disini adalah proses untuk mengendapkan apa yang sudah Anda pahami, apa yang sudah Anda baca dengan bahasa sendiri. Sehingga pada akhirnya informasi itu bisa kita simpan dalam jangka waktu yang lama. Dan terakhir adalah Review, dimana proses review ini adalah proses mengulang. Sebuah informasi akan bertahan lama jika diulang dengan cara yang benar. Kita akan lihat bagaimana cara mengulangnya. Jadi Anda sangat dianjurkan untuk membaca buku teks yang lengkap dan terstruktur dengan cara menggunakan metode SQ3R ini, dengan 5 langkah. Berikut kita akan lihat bagaimana latihan untuk menerapkan metode ini secara nyata. Latihan Menerapkan SQ3R Sekarang kita akan berlatih bagaimana menerapkan tehnik SQ3R ini. Anda bisa mengambil sebuah buku. Jadi seperti yang sudah kita bahas di modul pertama, Anda tentu sudah menyiapkan buku-buku Anda, dan saya juga menyiapkan sebuah buku 11

12 disini. Saya akan menunjukkan bagaimana saya melakukan SQ3R untuk buku yang berjudul Read-Aloud Handbook. S = Survey Tahap pertama adalah tahap survey. Ini sangat mirip dengan tahap preview yang kita sudah lakukan tadi. Disini saya akan membaca judul bukunya Read-Aloud Handbook: Mencerdaskan Anak dengan Membacakan Cerita Sejak Dini. Dari judul ini saya mulai berpikir apa kira-kira isinya. Kenapa membaca itu harus dilakukan dengan membaca bersuara dengan keras? Kenapa anak perlu dibacakan cerita? Dan kira-kira apa manfaatnya? Saya juga baca di bagian belakang. Disini dijelaskan bagaimana cara membangun imajinasi anak. Bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa mereka. Saya mencoba menghubungkan, oh, jangan-jangan dengan membacakan cerita, ini akan membantu membangun imajinasi maupun membangun kemampuan berbahasa. Termasuk disini menceritakan bagaimana juga anak-anak akan bisa memiliki kebiasan yang baik. Termasuk bagaimana membujuk anak untuk tidak terlalu dekat atau tidak terlalu berlama-lama jika menonton televisi. Sama halnya dengan kita melakukan preview tadi, maka pada tahapan survey ini saya juga akan membaca kata pengantar. Di kata pengantar ini saya mendapatkan sebuah cerita. Si pengarang bercerita tentang ada seorang anak yang mendapatkan nilai ujian yang sangat tinggi dan dia menjadi terkenal di Amerika. Kemudian banyak orang-orang bertanya, apa yang dilakukan oleh orang tuanya? Apakah orang tuanya memasukkan dia ke sekolah yang bagus/sangat bagus? Terus, bimbingan belajar apa yang mereka berikan? Ternyata jawabannya sederhana. Bahwa si orang tua setiap hari selama 30 menit menceritakan sebuah cerita kepada anak-anaknya dan itu dilakukan selama bertahun-tahun. Dari pengantar ini saya mulai tertarik. Bagaimana ternyata orang tua yang rajin untuk menceritakan sesuatu kepada anaknya, ini akan bisa berdampak besar pada kehidupan si anak, baik ketika di masa kecil maupun setelah dewasa. 12

13 Kemudian saya mulai melihat struktur buku. Saya lihat bagaimana daftar isinya disusun. Bagaimana bab-babnya disusun. Termasuk saya mulai bisa melihat bagaimana buku ini diatur. Setiap kali buku ini mulai dengan sebuah bab, dia akan mengambil kutipan terkait pendidikan anak. Kemudian buku ini juga sering mengambil sebuah cerita tentang sebuah kejadian. Kemudian buku ini juga nanti akan dilengkapi dengan keterangan-keterangan khusus. Bisa dalam bentuk box, diberi kotak ataupun diberi bentuk yang lainnya. Dengan cara ini saya sudah mulai mengerti bagaimana buku ini disusun. Kira-kira apa isinya dan saya akan siap untuk membacanya secara cepat. Jadi inilah tahapan Survey. Q = Question Berikutnya adalah tahapan Question. Tahapan bertanya. Nah, di sini kita akan belajar bagaimana menciptakan pertanyaan. Secara sederhana Anda bisa menggunakan teknik yang biasa digunakan wartawan, yakni 5W dan 1H. What, Apa persoalannya? Who, Siapa saja yang terlibat dalam hal tersebut? Where, dimana kejadiannya? When, kapan? Why, kenapa terjadi? dan How, bagaimana terjadinya? Jadi, ketika saya membaca judul bab dan sub bab, misalkan saya membaca bab pertama tentang Mengapa Membacakan Cerita. Disini ada judul atau sub bab yang berjudul Kok Bisa Sesuatu Yang Sederhana Akan Menjadi Hal Yang Efektif? Nah, saya akan bertanya, kenapa hal yang sederhana bisa menjadi hal yang sangat efektif? Apakah ini bisa diterapkan selain dari membacakan cerita? Adakah bentuk yang lain? Kemudian disini juga disebutkan negara mana yang punya pembaca terbaik dan apa alasannya. Nah, saya juga pengen tahu, negara apa yang disebutkan disitu? Siapa pemimpinnya saat itu dan juga saat sekarang? Kira-kira saya bisa belajar apa dari mereka. Kemudian saya juga akan bisa bertanya, bagaimana mereka bisa melakukan itu? dan kenapa mereka mau melakukannya? sehingga negara mereka menjadi negara yang punya pembaca terbaik. Nah, inilah cara sederhana untuk melakukan sebuah proses Question tadi. Dengan cara ini maka kita menumbuhkan minat. Kita menumbuhkan rasa ingin tahu. Karena kita punya rasa ingin tahu, maka ketika nanti kita membaca buku kita akan berusaha keras 13

14 untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tadi. Jadi inilah tahapan kedua dari metode SQ3R yakni tahapan bertanya. R 1 = Read Tahapan ketiga adalah tahapan Read. Yakni membaca dengan cepat. Kita akan belajar secara khusus nanti di modul berikutnya tentang bagaimana membaca cepat ini dilakukan. Intinya adalah setelah kita melakukan dua tahapan pertama, maka kita siap untuk membaca secepat-cepatnya. Jadi Anda akan menggunakan teknik membaca beberapa kata sekaligus. Bagaimana Anda mengenali kata-kata dengan cepat dan akurat. Termasuk juga disini saya ingin menyarankan Anda, jika Anda masih ingat di modul yang pertama kita membahas bagaimana membaca dengan tuntas. Jadi setiap kali membaca usahakan minimal Anda menyelesaikan satu pokok pikiran. Idealnya itu adalah sebuah satu bab, atau minimal jika babnya terlalu panjang, Anda bisa menyelesaikan per sub babnya. Jadi, jangan lupa biasakan tahap ini membaca secepat-cepatnya dan usahakan tuntas di satu bagian materi. Sehingga dengan demikian Anda akan bisa lebih mudah untuk mengulangnya. R 2 = Recite Tahap keempat adalah tahap Recite -Resitasi. Setelah kita membaca, maka kita perlu menguji pemahaman kita. Jadi cara mudah untuk melakukan ini adalah jika sebuah buku punya daftar pertanyaan di belakang babnya maka coba Anda manfaatkan. Anda usahakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu tanpa harus membuka lagi buku tersebut. Jadi usahakan menjawab pertanyaannya dan ini akan membantu kita untuk memahami isi buku tersebut. Dan hal yang juga penting dalam resitasi adalah usahakan untuk bisa menceritakan dengan bahasa kita sendiri. Kenapa dengan bahasa sendiri? Karena jika kita mampu menceritakan sebuah buku dengan bahasa kita sendiri, maka itulah yang sebenarnya kita pahami. Itulah yang sebenarnya kita serap. 14

15 Dan terakhir adalah dalam proses resitasi ini kita bisa membuat catatan pribadi. Saya pribadi terbiasa membuat catatan dalam bentuk mind map untuk apa-apa yang saya baca. Saya bisa tunjukkan contohnya kepada Anda, misalkan seperti ini. Nah, ini adalah catatan saya. Setiap kali saya membaca sebuah buku maka saya akan membuat catatan dan dengan catatan inilah saya berusaha untuk menguji pemahaman saya akan sebuah bahan bacaan. R 3 = Review Tahap terakhir dari metode ini adalah Review, yakni tahapan yang kelima. Dalam proses review ini adalah kita berusaha mengulang kembali apa-apa yang sudah kita baca. Proses review akan berguna untuk menciptakan daya ingat jangka panjang. Jika saya baru selesai membaca buku ini maka 80% isinya saya masih akan ingat. Tapi selang satu hari, selang satu minggu maka daya ingat saya akan berkurang drastis. Kecuali saya punya proses untuk mengulang atau melakukan review. Cara melakukan review ini adalah Anda bisa lihat kembali daftar isi dari buku ini dan Anda masih ingat ceritanya seperti apa. Anda bisa melakukan resitasi dengan bahasa sendiri. Ceritakan apa yang masih Anda ingat. Termasuk tadi Anda sudah membuat catatan dari apa yang sudah Anda baca. Anda bisa buka kembali catatan tersebut dan Anda coba membayangkan kembali apa isinya. Inilah proses review yang akan membuat daya ingat yang tadinya berada di daya ingat temporer sekarang akan masuk ke daya ingat jangka panjang. Itulah lima tahap dari proses metode SQ3R. Membaca Aktif dan Kritis Terakhir kita akan membahas bagaimana membaca dengan aktif dan kritis. Membaca aktif ini berarti kita sebagai pribadi yang membaca ikut terlibat dalam isi bacaan. Seolah-olah kita bagian dari bacaan tersebut. Dan kita akan berusaha mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita. 15

16 Membaca aktif ini sangat mudah Anda rasakan jika Anda membaca sebuah cerita. Jika Anda membaca sebuah novel misalnya maka seringkali kita akan merasa kita terlibat dalam ceritanya. Kita ikut sedih, kita ikut senang, kita ikut khawatir, tergantung dari situasi dan isi dari ceritanya. Itulah salah satu bentuk bahwa kita aktif. Termasuk jika kita membaca sebuah novel maka kita biasanya ingin tahu ujung ceritanya seperti apa. Adakalanya kita bisa menebak dan benar. Tapi adakalanya juga sang penulisnya mampu menciptakan persoalan yang kita tidak bisa menebaknya kecuali kita membaca di akhir cerita. Bayangkan jika Anda menerapkan hal yang sama ke materi bacaan yang lain. Apakah itu buku teks, buku-buku umum maka Anda akan menguasai betul isi bahan bacaan tadi. Dalam membaca kita tidak hanya perlu aktif tetapi juga kritis. Kritis disini adalah kita akan berusaha untuk menguji sudut pandang penulis. Jadi kita tidak serta merta menerima begitu saja apa yang penulis sampaikan. Tapi kita akan men-challenge-nya. Kita akan membandingkan sudut pandang penulis tersebut dengan sudut pandang yang lain yang berbeda. Dengan cara ini maka kita akan bersikap kritis. Kita akan melakukan analisis dan sintesis dari pemikiran yang ada. Dan dengan cara ini maka nanti Anda akan bisa menguasai dengan baik materi tersebut. Karena materi itu tidak masuk ke kepala Anda secara pasif melainkan secara aktif dan Anda sudah melakukan proses penyaringan sebelumnya. Ringkasan Jadi itulah keseluruhan dari bagian kedua dari modul yang kedua ini. Kita sudah membahas banyak hal tentang bagaimana membaca yang baik dan benar yakni membaca aktif dan kritis. Saya ingin meringkas buat Anda, apa saja yang sudah kita pelajari di modul ini. Kita tadi sudah belajar bahwa Anda perlu menetapkan tujuan setiap kali membaca. Kemudian lakukanlah proses preview. Proses seperti ini akan berguna sebagai proses kesiapan mental sehingga kita akan siap untuk membaca dengan kecepatan yang tinggi. Kemudian Anda bisa menggunakan metode SQ3R yakni sebuah metode untuk membaca dengan cara yang cerdas dan terstruktur. Anda lakukan tahapan-tahapannya 16

17 dan Anda akan merasakan sekali manfaat dari metode ini. Terakhir adalah kita harus membiasakan diri untuk membaca secara aktif dan kritis. Aktif dimana kita ikut terlibat dan kritis dimana kita ikut menguji pernyataan, pemikiran ataupun apa-apa yang disampaikan oleh seorang penulis di dalam bukunya. Demikianlah materi modul kedua bagian yang kedua ini. Kita sudah belajar banyak hal terkait bagaimana membaca aktif dan kritis. Berikutnya kita akan masuk ke bagian ketiga yakni tentang strategi membaca cepat. Dalam modul berikutnya nanti kita akan mulai masuk ke inti dari membaca cepat, bagaimana Anda menerapkan teknik-tekniknya. Terimakasih Anda telah menyaksikan video ini. Sampai bertemu kembali di video selanjutnya. Modul ini adalah transkrip video dari materi Kursus Membaca Cepat Online untuk anggota di Jika Anda ingin mengajak teman-teman Anda bergabung, minta mereka untuk mendaftar di 17

KURIKULUM KURSUS MEMBACA CEPAT ONLINE

KURIKULUM KURSUS MEMBACA CEPAT ONLINE KURIKULUM KURSUS MEMBACA CEPAT ONLINE Salam Membaca Cepat, Saya mengucapkan terima kasih atas ketertarikan Anda pada kursus membaca cepat online. Dokumen ini akan menjelaskan materi apa saja yang disajikan

Lebih terperinci

Transkrip Video Modul 2.4. Kursus Membaca Cepat Online

Transkrip Video Modul 2.4. Kursus Membaca Cepat Online Transkrip Video Modul 2.4. Kursus Membaca Cepat Online http://www.membacacepat.com Modul 2 Bagian 4 Menguasai Membaca Beberapa Kata Sekaligus Terimakasih Anda menyaksikan kembali Kursus Membaca Cepat Online,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Bahasa Indonesia secara umum mempunyai fungsi sebagai alat komunikasi sosial. Pada dasarnya bahasa erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Manusia sebagai anggota

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sektor yang sangat menentukan kualitas suatu bangsa. Kegagalan pendidikan berimplikasi pada gagalnya suatu bangsa dan keberhasilan pendidikan

Lebih terperinci

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA Modul ke: 05 Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Program Studi Akuntansi www.mercubuana.ac.id MATA KULIAH BAHASA INDONESIA MEMBACA UNTUK MENULIS SUPRIYADI, S.Pd., M.Pd. HP. 0815 1300 7353/ 0812 9479 4583 E-Mail:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberadaan mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah dasar (SD) ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan latihan pada siswa agar mereka mampu

Lebih terperinci

MODUL MEMBACA EFEKTIF MENGGUNAKAN SQ3R

MODUL MEMBACA EFEKTIF MENGGUNAKAN SQ3R MODUL MEMBACA EFEKTIF MENGGUNAKAN SQ3R A. MENGAPA KEAHLIAN INI PENTING Membaca merupakan salah satu kegiatan yang harus dilalui dalam rangkaian keahlian literasi informasi bagi seseorang. Keahlian ini

Lebih terperinci

Membuat Press Release

Membuat Press Release Materi 11 Membuat Press Release Bahan Ajar Produksi Media Public Relations Dosen : Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si. Pengertian Press Release Press Release atau siaran pers menurut Soemirat dan Ardianto (2004)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembelajaran membaca mempunyai peranan penting dalam membekali anak didik sekolah dasar. Dalam pembelajaran membaca guru dapat memilih wacana- wacana yang memudahkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Metode PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) pada Siswa Kelas

BAB II LANDASAN TEORI. Metode PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) pada Siswa Kelas 7 BAB II LANDASAN TEORI H. Penelitian Relevan Penelitian tindakan kelas tentang kemampuan membaca dengan menggunakan metode PQ4R sebelumnya sudah pernah dilakukan oleh Lina Indriyani tahun 2012 dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar diharapkan mampu mengembangkan kemampuan dan keterampilan dasar menggunakan bahasa yang meliputi, menyimak, berbicara,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Teknik Pembelajaran SQ3R Metode SQ3R adalah metode membaca untuk memahami dan menguasai isi bacaan dengan langkah-langkah: mensurvai isi (Survey: S), mengajukan

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN. MELALUI METODE SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) PADA

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN. MELALUI METODE SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) PADA PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI METODE SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) PADA SISWA KELAS IV SDN 03 REJOSARI KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS TAHUN AJARAN 2012/2013 SHEFI HUDA

Lebih terperinci

MENULIS ITU BERCERITA!

MENULIS ITU BERCERITA! SERI JURNALISME DESA MENULIS ITU BERCERITA! Menulis itu (terasa) sulit. Demikian komentar banyak orang ketika mereka harus menulis. Benar kah demikian? Atau barangkali itu hanya pikiran kita saja? Sebelum

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kamaludin Gumilar, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kamaludin Gumilar, 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan sarana komunikasi bagi manusia, melalui bahasa orang dapat menyampaikan dan menerima informasi. Berbahasa merupakan suatu proses interaktif

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review)

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review) 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review) Metode belajar SQ3R dikembangkan oleh Francis P. Robinson di Universitas Ohio Amerika Serikat. Metode SQ3R ini semakin

Lebih terperinci

Modul ke: BAHASA INDONESIA MEMBACA UNTUK MENULIS. Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Drs. SUMARDI, M. Pd. Program Studi MANAJEMEN

Modul ke: BAHASA INDONESIA MEMBACA UNTUK MENULIS. Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Drs. SUMARDI, M. Pd. Program Studi MANAJEMEN Modul ke: BAHASA INDONESIA Fakultas EKONOMI DAN BISNIS MEMBACA UNTUK MENULIS Drs. SUMARDI, M. Pd. Program Studi MANAJEMEN www.mercubuana.ac.id Definisi Membaca 1.Menurut Kamus Bahasa Indonesia, definisi

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. untuk memperoleh kesan-kesan yang dikehendaki, yang disampaikan penulis

II. LANDASAN TEORI. untuk memperoleh kesan-kesan yang dikehendaki, yang disampaikan penulis II. LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Membaca Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh seseorang untuk memperoleh kesan-kesan yang dikehendaki, yang disampaikan penulis melalui media

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari suatu generasi ke generasi berikutnya melalui pelatihan

Lebih terperinci

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR Harfin Lanya Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Madura Alamat : Jalan

Lebih terperinci

Wawat Suryati STKIP-PGRI Bandar Lampung ABSTRAK

Wawat Suryati STKIP-PGRI Bandar Lampung ABSTRAK Wawat Suryati STKIP-PGRI Bandar Lampung ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh penerapan metode pembelajaran PQ4R pada hasil belajar siswa dengan mengambil pokok bahasan program

Lebih terperinci

KETERBACAAN Kunci Sukses Membaca Kritis

KETERBACAAN Kunci Sukses Membaca Kritis KETERBACAAN Kunci Sukses Membaca Kritis Setyawan Pujiono, M.Pd. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Nonilmiah (cerpen, novel, komik, drama, dsb) Semi-ilmiah (artikel populer, berita,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORETIS

BAB II KAJIAN TEORETIS BAB II KAJIAN TEORETIS A. Kajian Teori 1. Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Seseorang dikatakan memahami sesuatu jika telah dapat mengorganisasikan dan mengutarakan kembali yang telah dipelajarinya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pra Siklus Tahap pra siklus dilakukan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti melakukan

Lebih terperinci

Upaya Meningkatkan Motivasi Membaca Melalui Layanan Bimbingan Belajar Teknik SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) Pada Siswa

Upaya Meningkatkan Motivasi Membaca Melalui Layanan Bimbingan Belajar Teknik SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) Pada Siswa Upaya Meningkatkan Melalui Layanan Bimbingan Belajar Teknik SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) Pada Siswa Minanur Rohman (09220173) Mahasiswa Pendidikan Bimbingan dan Konseling IKIP Veteran

Lebih terperinci

Cara Membangun Daftar Nama Yang Akan Memasukkan Uang Terus Menerus Ke Rekening Bank Anda, Sekali Anda Tahu Bagaimana Caranya!

Cara Membangun Daftar Nama Yang Akan Memasukkan Uang Terus Menerus Ke Rekening Bank Anda, Sekali Anda Tahu Bagaimana Caranya! 1 Cara Membangun Daftar Nama Yang Akan Memasukkan Uang Terus Menerus Ke Rekening Bank Anda, Sekali Anda Tahu Bagaimana Caranya! Kusuma Putra http://buatnewsletter.com/ 2 Pesan Dari Penulis Hi, saya Kusuma

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Berdasarkan pengamatan awal sebelum dilakukan tindakan diketahui bahwa pembelajaran pemahaman membaca dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang

Lebih terperinci

Sugiyono 37 PENDAHULUAN

Sugiyono 37 PENDAHULUAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI MELAPORKAN ISI BUKU MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF METODE SQ2R PADA SISWA KELAS 6 SDN KRAMAT SUKOHARJO 03 JEMBER Sugiyono 37 Abstrak. Penelitian Tindakan

Lebih terperinci

METODE SQ3R. Dra. Lilis Siti Sulistyaningsih, M. Pd. Universitas Pendidikan Indonessia

METODE SQ3R. Dra. Lilis Siti Sulistyaningsih, M. Pd. Universitas Pendidikan Indonessia METODE SQ3R Dra. Lilis Siti Sulistyaningsih, M. Pd. Universitas Pendidikan Indonessia A. Pengertian Metode SQ3R Sering kita mengalami kesulitan dalam memahami sebuah buku atau bahan bacaan lainnya. Tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. informasi, pengetahuan, dan pengalaman yang dapat diperoleh siswa.

BAB I PENDAHULUAN. informasi, pengetahuan, dan pengalaman yang dapat diperoleh siswa. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Membaca merupakan salah satu peranan yang sangat penting dikuasai seseorang dalam membentuk kemahiran berbahasa, khususnya siswa. Melalui kegiatan membaca,

Lebih terperinci

BERCERITA PADA ANAK SERI BACAAN ORANG TUA

BERCERITA PADA ANAK SERI BACAAN ORANG TUA 24 SERI BACAAN ORANG TUA BERCERITA PADA ANAK Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional Milik Negara

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA PADA TEKS ARGUMENTASI MENGGUNAKAN TEKNIK SQ3R PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 JEPON

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA PADA TEKS ARGUMENTASI MENGGUNAKAN TEKNIK SQ3R PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 JEPON PENINGKATAN KEMAMPUAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA PADA TEKS ARGUMENTASI MENGGUNAKAN TEKNIK SQ3R PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 JEPON KABUPATEN BLORA TAHUN AJARAN 2008/2009 SKRIPSI Disusun untuk Memenuhi

Lebih terperinci

06/11/12. Satu bulan kemudian

06/11/12. Satu bulan kemudian Mulai mengerjakan skripsi menjadi pekerjaan yag kadang menjemukan bagi mahasiswa semester akhir. Menjemukan karena sudah terbayang segala keribetan/kerumitan. 2 M: Bapak punya topik buat penelitian saya?

Lebih terperinci

PENGGUNAAN STRATEGI KOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

PENGGUNAAN STRATEGI KOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGGUNAAN STRATEGI KOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR A. PENDAHULUAN Tujuan pengajaran yang dilaksanakan di dalam kelas adalah menitikberatkan pada perilaku siswa atau perbuatan (performance) sebagai

Lebih terperinci

TEKNIK MENULIS RILIS WORKSHOP MEDIA KEMENTERIAN PERTANIAN RI

TEKNIK MENULIS RILIS WORKSHOP MEDIA KEMENTERIAN PERTANIAN RI TEKNIK MENULIS RILIS WORKSHOP MEDIA KEMENTERIAN PERTANIAN RI RILIS? Press Release atau Siaran Pers adalah informasi dalam bentuk berita yang dibuat oleh Humas suatu organisasi/perusahaan yang disampaikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran juga merupakan

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran juga merupakan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai

Lebih terperinci

Berita Feature Opini Tajuk Essay Kolom. Sastra Tulisan Ilmiah Tulisan Ilmiah Populer

Berita Feature Opini Tajuk Essay Kolom. Sastra Tulisan Ilmiah Tulisan Ilmiah Populer Menulis di Media Massa Jenis-jenis Tulisan di Media Massa Berita Feature Opini Tajuk Essay Kolom Sastra Tulisan Ilmiah Tulisan Ilmiah Populer Peluang Dimuat Berita Opini Berita Ditulis oleh wartawan Bisa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan potensi peserta didik. Pendidikan di Indonesia dari waktu ke waktu telah mengalami perubahan ke arah yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Metode pembelajaran merupakan suatu cara yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu metode yang dapat digunakan oleh guru dalam proses

Lebih terperinci

101 IDE BISNIS DARI HOBI ANDA YANG BISA ANDA JUAL DI INTERNET

101 IDE BISNIS DARI HOBI ANDA YANG BISA ANDA JUAL DI INTERNET 101 IDE BISNIS DARI HOBI ANDA YANG BISA ANDA JUAL DI INTERNET Dalam modul ini, Anda akan belajar tentang cara memanfaatkan hobi Anda untuk bisa menghasilkan uang dari internet. Oleh : Gm.Susanto 1 Hai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, dunia pendidikan dituntut untuk lebih maju dan

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, dunia pendidikan dituntut untuk lebih maju dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini, dunia pendidikan dituntut untuk lebih maju dan berkualitas dalam menghasilkan lulusan-lulusan yang dapat bersaing di zaman modern yang penuh dengan persaingan

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT MENGGUNAKAN METODE SQ3R DI KELAS V SDN 07 PONTIANAK UTARA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT MENGGUNAKAN METODE SQ3R DI KELAS V SDN 07 PONTIANAK UTARA PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT MENGGUNAKAN METODE SQ3R DI KELAS V SDN 07 PONTIANAK UTARA Nurmiati, Kaswari, Asmayani Pogram Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP UNTAN Email: myanurmiati@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kebahasaan dan keterampilan berbahasa. Pengetahuan kebahasaan meliputi

BAB 1 PENDAHULUAN. kebahasaan dan keterampilan berbahasa. Pengetahuan kebahasaan meliputi 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran bahasa Indonesia secara formal mencakup pengetahuan kebahasaan dan keterampilan berbahasa. Pengetahuan kebahasaan meliputi pembelajaran mengenai asal-usul

Lebih terperinci

KUESIONER UNTUK SISWA. PETUNJUK UMUM: 1) Jawaban kamu pada kuesioner ini tidak dimaksudkan untuk menentukan nilai atau kemampuan kamu dalam belajar.

KUESIONER UNTUK SISWA. PETUNJUK UMUM: 1) Jawaban kamu pada kuesioner ini tidak dimaksudkan untuk menentukan nilai atau kemampuan kamu dalam belajar. LAMPIRAN KUESIONER UNTUK SISWA PETUNJUK UMUM: 1) Jawaban kamu pada kuesioner ini tidak dimaksudkan untuk menentukan nilai atau kemampuan kamu dalam belajar. 2) Kuesioner ini dimaksudkan untuk mendapatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia, karena dengan pendidikan seseorang dapat mengungkapkan

BAB I PENDAHULUAN. manusia, karena dengan pendidikan seseorang dapat mengungkapkan 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena dengan pendidikan seseorang dapat mengungkapkan pemikiran dan mengembangkan bakat atau

Lebih terperinci

Menulis Berita. Silahkan mencoba menulis sebuah berita sesuai kaedah ejaan yang benar. Drs. Masari, MM. Modul ke: Fakultas TEKNIK

Menulis Berita. Silahkan mencoba menulis sebuah berita sesuai kaedah ejaan yang benar. Drs. Masari, MM. Modul ke: Fakultas TEKNIK Modul ke: Menulis Berita Silahkan mencoba menulis sebuah berita sesuai kaedah ejaan yang benar Fakultas TEKNIK Drs. Masari, MM Program Studi TEKNIK MESIN http://www.mercubuana.ac.id Teknik Penulisan Berita

Lebih terperinci

Jenis Kegiatan Keaksaraan Apakah Yang Biasanya Terdapat Dalam Sebuah STEM

Jenis Kegiatan Keaksaraan Apakah Yang Biasanya Terdapat Dalam Sebuah STEM Jenis Kegiatan Keaksaraan Apakah Yang Biasanya Terdapat Dalam Sebuah STEM Classroom Lanjutan? Diskusi mengenai sebuah proses yang terdiri dari 4 tahap untuk menjelaskan implementasi strategi keaksaraan

Lebih terperinci

TOT BASIC STUDY SKILLS BAGI CALON INSTRUKTUR PELATIHAN BSS MAHASISWA UNHAS ANGKATAN I 2011

TOT BASIC STUDY SKILLS BAGI CALON INSTRUKTUR PELATIHAN BSS MAHASISWA UNHAS ANGKATAN I 2011 TOT BASIC STUDY SKILLS BAGI CALON INSTRUKTUR PELATIHAN BSS MAHASISWA UNHAS ANGKATAN I 2011 MODUL: SS 05 MIND MAPPING OLEH: Alwy Rachman & Amrin Rapi PUSAT BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS HASANUDDIN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan dari kebudayaan manusia

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan dari kebudayaan manusia BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan dari kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pelaksanaan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di SMA kini

BAB 1 PENDAHULUAN. Pelaksanaan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di SMA kini BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian Pelaksanaan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di SMA kini dititikberatkan pada keterampilan siswa. Berdasarkan kurikulum 2006 siswa dituntut

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 235 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SD Negeri 1 Pahoman Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : V / Ganjil Waktu : 3 x 3 (1 x pertemuan) Siklus : 1 (satu) Pertemuan : 1 (satu)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang kita pakai sehari-hari dan juga

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang kita pakai sehari-hari dan juga 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang kita pakai sehari-hari dan juga bahasa resmi negara kita. Bahasa Indonesia adalah salah satu mata pelajaran yang terdapat

Lebih terperinci

Sekar Nurgupita 1, Riana Irawati, 2 Prana Dwija Iswara, 3. Jl. Mayor Abdurachman No. 211 Sumedang 1. 2

Sekar Nurgupita 1, Riana Irawati, 2 Prana Dwija Iswara, 3. Jl. Mayor Abdurachman No. 211 Sumedang 1. 2 Jurnal Pena Ilmiah: Vol. 1, No. 1 (2016) PENERAPAN METODE PQRST (PREVIEW, QUESTION, READ, SUMARY, TEST) DENGAN TEKNIK PERMAINAN AMPLOP WARNA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMPULKAN ISI CERITA ANAK Sekar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan bersifat sangat penting demi terwujudnya kehidupan pribadi yang mandiri dengan taraf hidup yang lebih baik. Sebagaimana pengertiannya menurut Undang-undang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lama, yaitu pembelajaran berpusat pada guru, sementara siswa yang harus siap

BAB I PENDAHULUAN. lama, yaitu pembelajaran berpusat pada guru, sementara siswa yang harus siap BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran geografi masih terpengaruh oleh paradigma pendidikan lama, yaitu pembelajaran berpusat pada guru, sementara siswa yang harus siap diisi sesuai

Lebih terperinci

Ringkasan Cepat Slide Presentasi Bisnis Efektif dan Powerful

Ringkasan Cepat Slide Presentasi Bisnis Efektif dan Powerful Ringkasan Cepat Slide Presentasi Bisnis Efektif dan Powerful Berikut adalah rangkuman yang berfungsi sebagai ringkasan slide bisnis buat Anda. Setiap kali Anda membuat slide bisnis, Anda bisa melihat kembali

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu kebutuhan pokok yang perlu dipenuhi dalam kehidupan. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir, seperti yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab terakhir ini akan dijelaskan mengenai mengenai kesimpulan sebagai jawaban dari pertanyaan penelitian. Mulai dari perencanaan pembelajaran sejarah dengan menerapkan teknik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Eka Fanovita Mulyani, 2015

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Eka Fanovita Mulyani, 2015 BAB I PENDAHULUAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan mendeskripsikan langkah-langkah metode SQ3R dan implikasi metode SQ3R untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan pendidikan untuk mewujudkan diri menjadi manusia yang

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan pendidikan untuk mewujudkan diri menjadi manusia yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan usaha manusia untuk membina kepribadian sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan (Hasbullah, 2009: 1). Dalam perkembangan

Lebih terperinci

2015 PENERAPAN METODE PQ4R (PREVIEW QUESTION READ REFLECT RECITE REVIEW) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA MEMINDAI SISWA SEKOLAH DASAR

2015 PENERAPAN METODE PQ4R (PREVIEW QUESTION READ REFLECT RECITE REVIEW) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA MEMINDAI SISWA SEKOLAH DASAR BAB I PENDAHULUAN Bab pendahuluan berisi pengantar atau bab untuk mengawali pembahasan penelitian yang akan dilaksanakan. Adapun hal-hal yang akan dibahas pada bab pendahuluan ini, yaitu: A. Latar Belakang

Lebih terperinci

KOMUNIKASI EFEKTIF. by: Ahmad Syauqi Ahsan

KOMUNIKASI EFEKTIF. by: Ahmad Syauqi Ahsan 1 KOMUNIKASI EFEKTIF by: Ahmad Syauqi Ahsan Apa Itu Komunikasi? 3 Tujuan komunikasi: Menyampaikan ide, pendapat, instruksi, perasaan, atau informasi untuk dapat dimengerti oleh orang lain. Untuk mendapatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Mata pelajaran yang diajarkan di MI pun bermacam-macam salah

BAB I PENDAHULUAN. Mata pelajaran yang diajarkan di MI pun bermacam-macam salah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mata pelajaran yang diajarkan di MI pun bermacam-macam salah satunya adalah mata pelajaran IPA yang dikenal sebagai mata pelajaran yang banyak teori-teori dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Setiap kegiatan pembelajaran tidak pernah terlepas dari kegiatan membaca dan menulis. Setiap siswa diharapkan dapat melakukan kegiatan tersebut dengan baik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Membaca merupakan salah satu keterampilan yang berkaitan erat dengan keterampilan dasar terpenting pada manusia yaitu berbahasa. Berbahasa merupakan kemampuan berkomunikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Membaca merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang diajarkan sejak peserta didik mengikuti pendidikan formal di bangku sekolah. Membaca

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan tidak dapat di pisahkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan tidak dapat di pisahkan 1 A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia. Untuk itu, pendidikan harus di laksanakan dengan sebaik-baiknya.

Lebih terperinci

Menulis Artikel Ilmiah

Menulis Artikel Ilmiah Menulis Artikel Ilmiah Disampaikan dalam rangka kegiatan PPM Pelatihan penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru-guru Bahasa Prancis Se-Karisidenan Banyumas di SMAN 1 Cilacap pada Tanggal 28-29 Mei 2011 Oleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Matematika memiliki peran yang penting dalam kehidupan, selalu

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Matematika memiliki peran yang penting dalam kehidupan, selalu 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Mata pelajaran matematika dalam KTSP (2006) merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, serta memiliki peran penting dalam berbagai disiplin

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tuntas 8 40% 2 <75 Tidak Tuntas 12 60% Jumlah %

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tuntas 8 40% 2 <75 Tidak Tuntas 12 60% Jumlah % BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Data Prasiklus/Kondisi Awal Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia yang berlangsung di kelas V SDN Ketip

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam model pembelajaran SQ3R ini siswa diharapkan menguasai materi

BAB I PENDAHULUAN. dalam model pembelajaran SQ3R ini siswa diharapkan menguasai materi 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Adanya problematika dalam pelaksanaan pembelajaran, tentu diperlukan model-model mengajar yang dipandang mampu mengatasi kesulitan guru melaksanakan tugas mengajar.

Lebih terperinci

menjelang minggu ujian akhir Lihat saja kepanikan temantemanmu kalau menjelang UAS, dan tentu saja, perhatikan tempat fotokopian yang bakal

menjelang minggu ujian akhir Lihat saja kepanikan temantemanmu kalau menjelang UAS, dan tentu saja, perhatikan tempat fotokopian yang bakal 15 Tips Keren Menghadapi Ujian Ketika Kebanyakan, ekspresi mahasiswa jadi suram menjelang minggu ujian akhir semester. Nggak percaya? Lihat saja kepanikan temantemanmu kalau menjelang UAS, dan tentu saja,

Lebih terperinci

Pencarian Bilangan Pecahan

Pencarian Bilangan Pecahan Pencarian Bilangan Pecahan Ringkasan Unit Siswa ditugaskan sebuah profesi yang menggunakan pecahan bilangan dalam pekerjaannya. Mereka meneliti, meringkas, menarik kesimpulan, dan mempresentasikan penemuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar berkomunikasi. Oleh karena

BAB I PENDAHULUAN. Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar berkomunikasi. Oleh karena BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar berkomunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pembelajar dalam berkomunikasi,

Lebih terperinci

Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan

Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan . Sesi Kedua Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan Handout Akatiftas 1 : MENDENGARKAN dan BERBICARA: SANDIWARA (1 jam) Topik Yang Mungkin: Bercerita tentang pengalaman memancing yang paling berkesan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Jepang, kita mengenal

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Jepang, kita mengenal BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Dalam pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Jepang, kita mengenal empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Dari keempat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menyampaikan materi agar pembelajaran berlangsung menyenangkan. Pada saat

BAB I PENDAHULUAN. menyampaikan materi agar pembelajaran berlangsung menyenangkan. Pada saat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru sebagai fasilitator memiliki pengaruh yang besar dalam proses kegiatan pembelajaran. Salah satunya guru juga dituntut untuk lebih kreatif dalam menyampaikan

Lebih terperinci

2014/05/31 06:19 WIB - Kategori : Warta Penyuluhan, Artikel Penyuluhan AYO MENULIS DENGAN HATI

2014/05/31 06:19 WIB - Kategori : Warta Penyuluhan, Artikel Penyuluhan AYO MENULIS DENGAN HATI 2014/05/31 06:19 WIB - Kategori : Warta Penyuluhan, Artikel Penyuluhan AYO MENULIS DENGAN HATI KEBUMEN (30/5/2014) www.pusluh.kkp.go.id Menulis dengan Hati???? Mengapa??? Semua jika dilakukan dengan hati

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. seorang siswa dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh peratian untuk

BAB II KAJIAN TEORI. seorang siswa dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh peratian untuk BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep Teoritis 1. Minat Terhadap Pelajaran Matematika Minat adalah kencendrungan dan kegiatan yang tinggi atau keininan yang besar terhadap sesuatu. 11 Minat belajar merupakan keterlibatan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. aktifitas yang bersifat fisik maupun mental. Dalam kegiatan belajar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. aktifitas yang bersifat fisik maupun mental. Dalam kegiatan belajar 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Aktivitas Belajar Siswa 1. Pengertian aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Menurut Sardiman (2001), yang dimaksud aktifitas belajar adalah aktifitas yang bersifat fisik

Lebih terperinci

Transkrip Video Modul 7.2. Kursus Membaca Cepat Online

Transkrip Video Modul 7.2. Kursus Membaca Cepat Online Transkrip Video Modul 7.2. Kursus Membaca Cepat Online http://www.membacacepat.com Modul 7 Bagian 2 Membuat Catatan Aktif dan Kreatif Terimakasih Anda bergabung kembali bersama saya Muhammad Noer dalam

Lebih terperinci

PENTINGNYA TEKNIK INVENTION DALAM PRATULIS. Andiopenta Purba FKIP Universitas Jambi

PENTINGNYA TEKNIK INVENTION DALAM PRATULIS. Andiopenta Purba FKIP Universitas Jambi PENTINGNYA TEKNIK INVENTION DALAM PRATULIS Andiopenta Purba FKIP Universitas Jambi ABSTRACT In the process of writing an essay there are three steps that must be prepared and implemented, the third stage

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan dan

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan dan kemahiran berbahasa siswa. Keterampilan berbahasa dalam kurikulum di

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu. komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan

BAB I PENDAHULUAN. Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu. komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Paradigma inilah

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Paradigma inilah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Menulis sebenarnya bukanlah sesuatu hal yang asing bagi kita. Kita mengenal bentuk dan produk bahasa tulis yang akrab dalam kehidupan kita, seperti artikel,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan meningkatnya kemampuan siswa, kondisi lingkungan yang ada di. dan proaktif dalam melaksanakan tugas pembelajaran.

BAB I PENDAHULUAN. dan meningkatnya kemampuan siswa, kondisi lingkungan yang ada di. dan proaktif dalam melaksanakan tugas pembelajaran. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Permasalahan pendidikan selalu muncul bersamaan dengan berkembang dan meningkatnya kemampuan siswa, kondisi lingkungan yang ada di masyarakat, pengaruh informasi

Lebih terperinci

KUESIONER UNTUK SISWA KAJIAN KETERBACAAN BUKU TEKS PELAJARAN MATA PELAJARAN: MATEMATIKA

KUESIONER UNTUK SISWA KAJIAN KETERBACAAN BUKU TEKS PELAJARAN MATA PELAJARAN: MATEMATIKA Kode Instrumen: MAT-1 KUESIONER UNTUK SISWA KAJIAN KETERBACAAN BUKU TEKS PELAJARAN MATA PELAJARAN: MATEMATIKA PETUNJUK UMUM: 1) Jawaban kamu pada kuesioner ini tidak dimaksudkan untuk menentukan nilai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bahasa merupakan salah satu kemampuan terpenting manusia yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bahasa merupakan salah satu kemampuan terpenting manusia yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan salah satu kemampuan terpenting manusia yang memungkinkan ia unggul atas makhluk-makhluk lain di muka bumi. Bahasa memiliki peran sentral dalam

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI A.

BAB II KAJIAN TEORI A. BAB II KAJIAN TEORI A. Kajian Teori 1. Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Berpikir kritis adalah berpikir yang berhubungan dengan apa yang seharusnya dipercaya atau dilakukan setiap situasi atau peristiwa.

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi sehingga bahasa

I. PENDAHULUAN. penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi sehingga bahasa I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa adalah sarana interaksi sosial karena bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual dan emosional peserta didik. Bahasa juga merupakan penunjang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi, aktivitas membaca tidak hanya kegiatan yang dilakukan para siswa di kelas tetapi juga dilakukan oleh hampir setiap orang. Membaca telah menjadi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam situasi masyarakat yang selalu berubah, idealnya pendidikan tidak

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam situasi masyarakat yang selalu berubah, idealnya pendidikan tidak BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam situasi masyarakat yang selalu berubah, idealnya pendidikan tidak hanya berorientasi pada masa lalu dan masa kini, tetapi sudah seharusnya merupakan

Lebih terperinci

Cinta Kedua. Majalah Parents Desember Sepenggal kisah tentang kekuatiran untuk jatuh cinta lagi.

Cinta Kedua. Majalah Parents Desember Sepenggal kisah tentang kekuatiran untuk jatuh cinta lagi. Cinta Kedua. Majalah Parents Desember 2011 Sepenggal kisah tentang kekuatiran untuk jatuh cinta lagi. Artikel ini dimuat di majalah Parents edisi Desember 2011. Bisa dikatakan saya beruntung. Majalah ini

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. konstruksi media dalam pemberitaan adalah model framing yang dikemukakan

BAB III METODE PENELITIAN. konstruksi media dalam pemberitaan adalah model framing yang dikemukakan BAB III METODE PENELITIAN Pendekatan Model framing yang digunakan dalam menganalisis konstruksi media dalam pemberitaan adalah model framing yang dikemukakan oleh Pan dan Kosicki. Dalam model ini, perangkat

Lebih terperinci

Intel Teach Program Assessing Projects

Intel Teach Program Assessing Projects Mempelajari Energi di Sekolah Menengah Mr. Hirano mengajar enam bagian dari fisika tingkat delapan, dengan jumlah siswa di kelas berkisar antara 26 sampai 33 siswa. Karena sekolahnya mengimplementasi program

Lebih terperinci

Prakata. iii. Bandung, September Penulis

Prakata. iii. Bandung, September Penulis Prakata Bahasa tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahasa digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lain. Bahasa mempunyai fungsi intelektual, sosial, dan emosional. Selain itu,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. orang. Ada juga belajar semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan faktafakta

BAB I PENDAHULUAN. orang. Ada juga belajar semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan faktafakta BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Belajar dalam arti luas merupakan perubahan yang dilakukan banyak orang. Ada juga belajar semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan faktafakta yang tersaji

Lebih terperinci

Bahasa Indonesia UMB MEMBACA UNTUK MENULIS. Kundari, S.Pd, M.Pd. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Sistem Informasi

Bahasa Indonesia UMB MEMBACA UNTUK MENULIS. Kundari, S.Pd, M.Pd. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Sistem Informasi Bahasa Indonesia UMB Modul ke: MEMBACA UNTUK MENULIS Fakultas Ilmu Komunikasi Kundari, S.Pd, M.Pd. Program Studi Sistem Informasi www.mercubuana.ac.id Standar Kompetensi : Mahasiswa dapat memahami berbagai

Lebih terperinci

Membangkitkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar. (Peace Of Mind)

Membangkitkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar. (Peace Of Mind) Review Buku Peace of Mind 1 Membangkitkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar (Peace Of Mind) Otak merupakan organ dalam tubuh manusia yang sangat penting. Otak merupakan anugerah istimewa dari sang pemberi hidup

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menulis guru cenderung menganggap dirinya sebagai sumber utama pengetahuan,

BAB I PENDAHULUAN. menulis guru cenderung menganggap dirinya sebagai sumber utama pengetahuan, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Selama ini di SD Negeri 3 Sajen Trucuk Klaten dalam pembelajaran menulis guru cenderung menganggap dirinya sebagai sumber utama pengetahuan, pendekatan yang digunakan

Lebih terperinci